Arsip Blog

Fundamental Safe Work Practice

Deskripsi

Kecelakaan yang sebenarnya tidak perlu terjadi, tetapi bisa terjadi dan sangat merugikan. Karena itu diperlukan pengetahuan untuk mencegahnya agar kerugian dapat dihindarkan. Semua kecelakaan yang pernah terjadi ada sebabnya, semua sebab bisa dicari dan diketahui, karena itu semua sebab kecelakaan dapat dihindari sehingga semua kecelakaan bisa ditiadakan, sampai tercapai bebas kecelakaan. Salah satu cara mencegah Kecelakaan Kerja yaitu dengan menerapkan kaidah-kaidah Keselamatan dan Kesehatan Kerja di tempat kerja, yang harus dipatuhi oleh semua karyawan.

Salah satu cara mencegah Kecelakaan Kerja yaitu dengan menerapkan kaidah-kaidah Keselamatan dan Kesehatan Kerja di tempat kerja, yang harus dipatuhi oleh semua karyawan. Bagaimana caranya ? Ikuti pelatihan “Safety Untuk Pemula” yang berupa training dikelas, dilanjutkan dengan diskusi, work shop dan studi kasus pencegahan kecelakaan di tempat kerja. Diharapkan, peserta bisa mengembangkan ketrampilannya dan mau melakukan tindakan pencegahan kecelakaan ditempat kerjanya, sehingga dapat mengurangi resiko kecelakaan ditempat kerjanya masing-masing.

TUJUAN PELATIHAN Fundamental Safe Work Practice

  • Meningkatkan kesadaran peserta terhadap pentingnya tindak pencegahan kecelakaan dan menggugahnya untuk mendorong karyawan dilingkungan kerjanya agar mau melakukan tindakan pencegahan kecelakaan
  • Meningkatkan pengetahuan peserta akan upaya pencegahan kecelakaan dilingkungan kerjanya
  • Meningkatkan moral Perusahaan dan karyawan serta mengurangi resiko kerugian bagi Perusahaan
  • Melaksanakan dan mengembangkan program SMK3L

MATERI PELATIHAN Fundamental Safe Work Practice

  • Housekeeping
  • Personal Protective Equipment
  • LOTO ( Lock Out Tag Out )
  • Fall Protection
  • Hazard Identification & Control
  • Safe Work Permit
  • Job Safety Analysis
  • Hot Work
  • Confined Space Entry
  • Electric Work
  • Excavation
  • Road Safety
  • Accident Investigation
  • Emergency preparedness and response
  • Environment Protection
Iklan

Hazardous Material Management

Deskripsi

Dalam kehidupan sehari-hari kita banyak berhadapan dengan bahan kimia yang banyak diantaranya merupakan bahan berbahaya dan beracun (B3).  Akhir-akhir ini istilah bahan beracun berbahaya banyak dibicarakan orang karena sifatnya yang dianggap merusak.

Terlebih lagi apabila terjadi  tumpahan tersebut sampai ke masyarakat, maka mungkin saja dapat timbul konflik antara perusahaan dengan masyarakat di sekelilingnya. Pekerja teknis di lapangan membutuhkan kecakapan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan bahan kimia tersebut. Selain itu, mereka juga patut mengerti bagaimana menangani dan menyimpan bahan kimia bahan beracun berbahaya (B3) serta bagaimana memantau dan mengantisipasi berbagai resiko bahan kimia bahan beracun berbahaya (B3).

Pelatihan ini bertujuan untuk mengenalkan yang dimaksud bahan beracun berbahaya secara peraturan perundang-undangan, identifikasi bahan beracun berbahaya, penanganan dan penyimpanan bahan beracun berbahaya, Teknik pemantauan, tanggap darurat dan analisa resiko bahan beracun berbahaya.

TUJUAN TRAINING Hazardous Material Management

  • Memberikan pemahaman mendasar mengenai urgensi penerapan penanganan dan penyimpanan bahan kimia yang dianggap berbahaya dan beracun
  • Memberikan ketrampilan teknis dalam mengelola (menangani dan menyimpan) bahan kimia yang termasuk bahan beracun berbahaya (B3)
  • Memberikan kecakapan untuk menyelesaikan masalah (problem solving skill) pada persoalan yang berhubungan dengan penyimpanan dan penanganan bahan beracun berbahaya (B3

MATERI PELATIHAN Hazardous Material Management

Pelatihan Bahan Berbahaya dan beracun meliputi:

  • Pengenalan Bahan B3
  • Identifikasi dan klasifikasi bahan B3 dan limbah B3
  • MSDS dan Label
  • Pengendalian Bahan B3
  • Penanganan dan penyimpanan bahan B3
  • Analisa resiko (Risk assestment)
  • Teknik pemantauan bahan B3
  • Tanggap darurat
  • Komunikasi B3

Behavior Based Safety

Latar Belakang Pelatihan Behavior Based Safety

Sebagian besar hasil  investigasi kecelakaan membuktikan bahwa faktor utama penyebab terjadinya kecelakaan adalah faktor manusia yang bertindak tidak aman (unsafe act).

Pendapat dari Heinrich yang dikenal sebagai pakar menyimpulkan dalam teori kecelakaan menyatakan bahwa 80% penyebab terjadinya kecelakaan disebabkan oleh unsafe act, 18% disebabkan oleh unsafe condition dan 2% disebabkan oleh faktor lain.

Banyak perusahaan yang sudah lama menjalankan program K3, namun angka kecelakaan kerja masih tinggi. Angka statistik kecelakaan kerja tidak dapat ditekan hingga mencapai nihil kecelakaan (zero accident). Bahkan, hampir semua karyawan merasakan bahwa, K3 itu menghambat jalannya mata rantai produksi. Para manajer dan supervisor percaya bahwa Program K3 tidak mempunyai nilai tambah (added value) bagi dirinya maupun perusahaan. Mental melakukan tugas apa adanya (“check box mentality”) tumbuh subur di setiap lini organisasi perusahaan

 BBS telah banyak diterapkan oleh berbagai perusahaan besar untuk menekan kecelakaan kerja dan meningkatkan produktifitas. Pelatihan ini akan mejelaskan bagaimana cara menerapkan program BBS dan melibatkan semua pekerja dalam program BBS.

Tujuan Pelatihan Behavior Based Safety

  • Peserta bisa melakukan identifikasi tentang perilaku aman dan tidak aman.
  • Memahami dan menafsirkan hasil-hasil Pengamatan Pekerjaan di dalam proses berperilaku terhadap keselamatan.
  • Memahami dan menerapkan untuk mencapai tujuan terhadap perilaku keselamatan kerja
  • Meningkatkan kesadaran pekerja untuk berperilaku aman dalam bekerja sehingga dapat meningkatkan produktifitas kerja perusahaan.
  • Memahami manfaat komunikasi yang efektif.
  • Memahami pengetahuan dan tehnik dasar untuk menggerakkan perilaku dari beresiko ke selamat.

Outline Workshop Behavior Based Safety (BBS)

  • Incident Fundamental
  • Human error and accident causation
  • Incident prevention and BBS
  • Group discussion and exercise
  • BBS Principle
  • BBS process
  • Development of Critical Behavior Checklist
  • Observation and interview methodology
  • Group discussion and exercise.

SECURITY DALAM RANGKA PENCEGAHAN DAN PENANGULANGAN KEBAKARAN

DESCRIPTION SECURITY DALAM RANGKA PENCEGAHAN DAN PENANGULANGAN KEBAKARAN

Kemampuan pencegahan dan penanggulangan terhadap bahaya kebakaran merupakan bagian yang terpisahkan dari tugas pengamanan, bahkan manajemen pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran serta manajemen pengamanan merupakan bagian integral dari manajemen perusahaan sector usaha, industri, dan pelayanan public bahaya kebakaran merupakan wujud ancaman yang memiliki kompleksitas tertentu sebagai dampak dari kumulasi permasalahan yang kurang mendapatkan perhatian baik dari aspek manajerial pada umumnya maupun aspek pengamanan pada khususnya, hal demikian antara lain disebabkan :

  • Berkaitan dengan komitmen/kebijakan/prosedur baku yang harus dilaksanakan terus menerus.
  • Kurangnya pengetahuan (technical know how) tentang pencegahan dan penaggulangan bahaya kebakaran baik ditingkat manajemen maupun para pelaksana.
  • Pemenuhan sarana prasaran sesuai dengan ketentuan yang ada.

Oleh karena kondisi tersebut memerlukan perhatian seksama, komitmen yang kuat ditingkat top manajemen hingga para pelaksana maupun owners untuk mewujudkan terpenuhinya jaminan atas keamanan dan keselamatan kerja yang mempengaruhi tercapainya tujuan usaha, peningkatan produktifitas, keunggulan daya saing maupun reputasi perusahaan/ organisasi/badan/lembaga. Mencermati fungsi dan peran pengamanan sebagai ujung tombak (first liner) maupun sebagai salah  satu garda terdepan dalam menghadapi ancaman bahaya kebakaran, maka dengan ini kami akan menyelenggarakan pelatihan sebagai salah satu upaya yang bertujuan meningkatkan keterampilan/kemampuan dibidang pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran bagi petugas keamanan/pemangku kepentingan keamanan/bagian umum.

 

TRAINING OBJECTIVE SECURITY DALAM RANGKA PENCEGAHAN DAN PENANGULANGAN KEBAKARAN

Penyelenggaraan pelatihan ini diharapkan sebagai salah satu upaya yang bertujuan meningkatkan kemampuan/keterampilan di bidang pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran yang berkaitan langsung dengan seluruh aspek pengamanan baik preemptive, prefentive maupun penindakan, bermula dari kegiatan rutin yang diarahkan pada identifikasi asset dan kerawanan maupun potensi kebakaran (pemetaan), identifikasi bobot maupun derajat kemunkinan terjadi serta updaya cegah dan tindakan yang harus dilakukan bila terjadi kebakaran. Oleh karena itu dalam pelatihan ini kemampuan penyelidikan merupakan kemampuan yang sangat menentukan, yang harus dilakukan dalam setiap tahap kegiatan pengamanan.

 

TRAINING MATERIAL OUTLINE SECURITY DALAM RANGKA PENCEGAHAN DAN PENANGULANGAN KEBAKARAN

  1. Penanggulangan kebakaran dengan pendekatan Intelijen
    • Pelaksanaan intelijen dalam perusahaan (intel dasar, intel aktual dan kirka intel)
    • Pengawasan ,pengamatan, mencari, mengumpulkan bahan keterangan. (observasi, interview, surveillance, undercover, dan penggunaan informan)
  2. Peningkatan intensitas penjagaan dan patroli dalam mencegah kebakaran.
    • Bentuk penjagaan
    • Peningkatan kwalitas penjagaan dan patroli security dalam cegah dan tanggulang bahaya kebakaran.
    • Pemetaan potensi bahaya kebakaran
    • Aspek taktis dalam penanggulangan kebakaran (cuaca, medan, nilai ancaman, penguasaan 5 aspek medan) jalur pendekat, titik perimetri dlsb.
  3. Pengenalan alat pemadam api ringan & formasi regu hydran
    • Cara penggunaan apar,theori terjadi api, methode pemadaman & jenis media pemadam api.
    • Pengertian , klasifikasi dan kelengkapan box hydran.
    • Regu hydran dan pengoperasian hydran gedung.
  4. Manajemen keselamatan kebakaran gedung.
    • Analisis pohon masalah dan identifikasi sumber bahaya kebakaran (pre fire control)
    • Inventarisasi sarana proteksi dan emergency exit
    • Pemeliharaan perawatan sarana, kebijakan dan komitmen.
    • Pengawasan lingkungan kerja, inspeksi ,uji coba peralatan berkala
    • Rekruitmen

ARC FLASH PROTECTION FOR ELECTRICAL SAFETY PROFESSIONALS

INTRODUCTION ARC FLASH PROTECTION FOR ELECTRICAL SAFETY PROFESSIONALS

Electrical safety is an important issue for those working on electrical facilities in utility networks and large industrial installations. A number of serious accidents including fatalities occur every year due to accidents involving electricity resulting in huge financial losses and wasted man-hours. Arc flashes in electrical equipment are now considered one of the major causes of electrical accidents even surpassing the well-known hazards of electric shock. Avoiding arc flash incidents and the resulting injuries is one of major challenges today facing electrical workers and requires adequate attention in the stages of system planning, design, installation, operation and maintenance.

Injuries due to arc flash can depend on many factors, one of which is the incident thermal energy on a worker exposed to a flash. Today, a considerable body of knowledge exists as a result of research efforts and is available to designers and maintenance engineers in the form of standards such as IEEE 1584 and NFPA 70E. This course will detail the basis of this approach and also about the major advances that have been made in the area of PPE made of FR fabrics and rated for different levels of thermal exposure.

Prevention however still remains the best form of protection and switchgear manufacturers have made considerable design advances to ensure that the effect of arc flash incidents is contained within the enclosure of switchgear (often called arc flash resistant switchgear) and methods of testing such switchgear have also evolved simultaneously. Another important factor is the approach to avoid arc incidents within the switchgear by proper design and maintenance and techniques to reduce the severity of the flash should such incidents occur.

These would form the key focus areas of this course.

TRAINING OBJECTIVE ARC FLASH PROTECTION FOR ELECTRICAL SAFETY PROFESSIONALS

  • To identify the important hazards in (Other Manufacturer) O&M work in different parts of electrical installations
  • To identify the dangers of arc flash events to working personnel and their impact on equipment
  • The codes and standards related to dealing with arc flash danger
  • The necessary theoretical knowledge to carry out arc flash impact studies by collecting system data and computing the arc flash incident energy and flash protection boundary
  • To understand the importance of proper design of electrical equipment in avoiding arc flash incidents and ensuring safety in the event of an arc flash
  • To select appropriate Personal Protective Equipment (PPE) and Flame Resistant (FR) clothing required for avoiding serious or lethal injuries

TRAINING MATERIAL OUTLINE ARC FLASH PROTECTION FOR ELECTRICAL SAFETY PROFESSIONALS

Day 1

  • Fundamentals of Power Systems
  • Fault Current Calculation
  • Data Collection & System Modelling
  • Flame Resistant Fabrics

Day 2

  • Overview of Electrical Hazards
  • Arc flash Studies – Codes and Standards
  • Arc flash study detailed procedure
  • Determine Arc flash hazard risk category

SMKP : SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN PERTAMBANGAN

Training Description SMKP

Permen ESDM no 38 tahun 2014 merupakan peraturan yang mengatur tentang Penerapan SMKP (Sistem Manajemen Keselamatan pertambangan). SMKP merupakan Sistem manajemen yang menjadi bagian dari sistem manajemen perusahaan dalam rangka untuk mengendalikan risiko keselamatan pertambangan yang terdiri dari K3 pertambangan dan keselamatan operasi pertambangan (K3 Pertambangan dan KO Pertambangan).

SMKP wajib dilaksanakan oleh semua perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, yang meliputi perusahaan pertambangan dan perusahaan jasa pertambangan. Hal ini diatur dalam Permen ESDM no 38 Tahun 2014 tentang Penerapan SMKP.

Perusahaan pertambangan yang wajib melaksanakan SMKP adalah pemegang IUP, IUPK, IUP Operasi Produksi khusus untuk pengolahan dan/atau pemurnian, KK, da PKP2B.

Perusahaan jasa pertambangan yang wajib melaksanakan SMKP adalah pemegang IUJP, dan SKT

Training Outline SMKP

BAB I      :Ketentuan  Umum

  • Pasal 1 Umum
  • Pasal 2 Maksud dan Tujuan Penrapan SMKP Minerba

BAB II     : PENERAPAN SMKP MINERAL DAN BATUBARA

  • Pasal 3 kewajiban penerapan SMKP Bagi Perusahan
  • Pasal 4 Syarat Perusahaan yang menerapkan SMKP

BAB III   : ELEMEN SMKP MINERBA

  • Pasal 5 Elemen – Elemen dalam SMKP MINERBA
  • Pasal 6 Rincian Kebijakan yang terdapat dalam Elemen SMKP
  • Pasal 7 Perencanaan yang terdapat dalam Elemen SMKP
  • Pasal 8 Organisasi yang terdapat dalam Elemen SMKP
  • Pasal 10 Evaluasi yang terdapat dalam Elemen SMKP
  • Pasal 11 Dokumentasi yang terdapat dalam Elemen SMKP
  • Pasal 12 Tinjauan yang terdapat dalam Elemen SMKP

BAB IV   : PEDOMAN PENERAPAN DAN AUDIT SMKP MINERBA

  • Pasal 13 Pedoman Penerapan SMKP MINERBA
  • Pasal 14 Kewajiban Audit
  • Pasal 15 Tindak lanjut Audit

BAB V : PEMBINAAN DAN PENGAWASAN

  • Pasal 16 Kewajiban Pembinaan
  • Pasal 17 laporan pembinaan

BAB V1 : SANKSI ADMINISTRATIF

BAB VII : KETENTUAN PERALIHAN

BAB VIII : PENUTUP

Industrial Ergonomy

Description Industrial Ergonomy

Many industries (from small to large) are totally committed to providing a safe and health workplace. They are also committed to ensuring that the highest level of productivity and quality is achieved by its employees and for its customers respectively. Implementation of a successful plant-wide ergonomics program will play a key role in achieving these goals. The main goal of ergonomics is to reduce the risk of  injuries by matching demands of the job to the abilities of the employee through the proper design of workstations, tools, environment, work schedules, policies and procedures.Most injuries happen in workplace included Overexertion and musculoskeletal disorders (MSD) that involve strains and sprains of muscles, tendons, ligaments, joints or nerves. These usually occur over time due to repeated exposure to certain risk factors. This  training program aims to  identify  work activities that can lead to injury and how to reduce risk of injury, also to  identify the most effective ways to improve your employees’ work environments and implement ergonomic solutions.

 

Objective

By the end of this training, the participant will be able to

  • Understand  the ergonomics and its benefits in workplace
  • Identify work activities that can lead to injury
  • Identify the list of action  to reduce risk of injury
  • Identify parts of the body that get injured at work
  • Recognize and report signs and symptoms of injury early

Outline Training Industrial Ergonomy

1. Scope of ergonomic at work and its benefits: Best practice  from  many industries

2. Identify work activities that can lead to injury

  • What is Work-related Musculo Skeletal Disorders (WMSDs)?
  • How to identify WMSDs?

3. Identify  some of the symptoms of WMSDs?

  • Discomfort
  • Pain
  • Numbness
  • Burning
  • Swelling
  • Change in color
  • Tingling
  • Tightness, loss of flexibility

4. What Causes WMSDs?

  • Awkward Postures
  • High Hand Force
  • Repetitive Motions
  • Repeated Impacts
  • Heavy, Frequent, or Awkward Lifting
  • Moderate to High Hand-Arm Vibration

5. Risk Factors

  • Duration      (how long you are exposed to it)
  • Frequency  (how often you are exposed to it and how much rest you get in between)
  • Intensity      (how much of the risk factor there is)
  • Combinations of risk factors, where you are exposed to more than one risk factor at a time.
  • The more risk factors you have at once, the more likely an injury will occur.

6. List of action  of ergonomic principles that reduce risk of injury

  • Reducing Awkward Postures
  • Reducing High Hand Force
  • Reducing Repetitive Motions
  • Reducing Repeated Impacts
  • Reducing Heavy, Frequent, or Awkward Lifting
  • Reducing Moderate to High Hand-Arm Vibration

7. What you can do:

Symptom recognition and reporting

Report symptoms if:

  • Pain is persistent, severe or worsening
  • Pain radiates
  • Symptoms include numbness or tingling

Reporting Procedures

BASIC SAFETY

PENDAHULUAN BASIC SAFETY

Perusahaan harus mengutamakan aspek keselamatan dan kesehatan kerja bagi para pekerjanya. Sesuai dengan amanat Undang undang No 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, bahwa setiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatan dalam melakukan pekerjaan dan setiap orang di tempat kerja perlu pula terjamin keselamatannya. Pelatihan ini akan memberi gambaran kepada para peserta tentang bagaimana mengelola lingkungan kerja yang aman, nyaman, bebas kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Peserta akan mengetahui prinsip prinsip keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan kerjanya sehingga terciptanya budaya keselamatan dan kesehatan kerja yang akan berdampak berkurangnya kecelakaan kerja di tempat kerja.

TUJUAN TRAINING BASIC SAFETY

  1. Peserta dapat memahami Undang Undang No 1 tahun 1970
  2. Peserta dapat memahami peraturan perundangan yang terkait dengan kegiatan K3
  3. Peserta dapat melakukan identifikasi bahaya dan penilaian risiko
  4. Peserta dapat mengidentifikasi Alat pelindung Diri yang tepat untuk kegiatan kerja

MANFAAT TRAINING BASIC SAFETY

  1. Kesadaran dan kepedulian mengenai K3 dari para peserta pelatihan akan meningkat
  2. Peserta akan memiliki pengetahuan tentang pencegahan kecelakaan
  3. Peserta akan memiliki pengetahuan tentang jenis-jenis APD
  4. Peserta dapat menyusun HAZOB, JSA, HIRA
  5. Peserta dapat menyusun Organisasi keadaan Darurat (ERT) dan P2K3

 

CAKUPAN MATERI TRAINING BASIC SAFETY

  1. Pemahaman Peraturan perundangan K3
  2. Jenis-jenis Alat Pelindung Diri
  3. Organisasi Keadaan darurat (ERT)
  4. Identifikasi Bahaya
  5. Kondisi dan situasi yang berbahaya
  6. HAZOB, JSA & HIRA
  7. Perlunya Sistem Manajemen K3
  8. Perlunya Organisasi K3 (P2K3)
  9. Perlunya Ahli K3 di perusahaan

HACCP (HAZARD ANALYSIS CRITICAL CONTROL POINTS)

PENDAHULUAN:

HACCP (Hazard Analysis Critical Control Points) adalah sebuah sistem pencegahan dalam dunia Food Safety untuk memastikan bahwa suatu proses terbebas dari resiko kontaminasi. Kesehatan merupakan hal terpenting dalam kehidupan setiap manusia. Salah satu contoh faktor ekternal yaitu makanan. Makanan merupakan sesuatu yang dikonsumsi oleh manusia, sehingga keamanannya dari bahan mentah hingga menjadi produk akhir yang siap konsumsi haruslah terjamin. Oleh karena itu, diperlukan sebuah metode analisis bahaya pada proses produksi makanan yang dapat meminimalisir risiko bahaya dan memberikan jaminan mutu terhadap produk makanan tersebut. Sistem ini dikenal dengan sebutan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP).

HACCP dengan mudah membantu anda mengidentifikasi segala resiko kontaminasi dalam proses produksi dan kemudian menentukan mekanisme kontrolnya. HACCP membuat anda dengan mudah meyakinkan konsumen bahwa produk yang anda buat adalah produk yang aman untuk dikonsumsi.

Kontaminasi yng dapat dikendalikan HACCP adalah:

  1. Fisik (metal, kaca, kayu dll)
  2. Kimia (ozon, chlorine, lubricant, dll)
  3. Biologi (bakteri)

Training HACCP ini akan membantu tim anda memahami konsep dan implementasi HACCP dalam proses produksi pada perusahaan anda dengan mudah dan menyenangkan karena didukung oleh tim professional kami yang berkompeten dibidangnya.

TUJUAN TRAINING:

Training Hazard Analysis Critical Control Points secara umum bertujuan untuk menjaga serta meningkatkan kesehatan karyawan perusahaan maupun masyarakat melalui pencegahan secara dini atau mengurangi kasus keracunan karyawan perusahaan maupun masyarakat dan timbulnya penyakit yang disebabkan oleh makanan/pangan.

MANFAAT TRAINING:

  1. Dapat memahami konsep dan prinsip dasar HACCP
  2. Dapat meningkatkan inovasi terhadap proses produksi dengan memfokuskan kepada tahapan tertentu yang kritis atau rawan bahaya
  3. Dapat menambah wawasan mengenai cara dan pengolahan makanan dengan sistem sanitasi yang baik dan benar
  4. Dapat menganalisis dan mampu mengevaluasi proses produksi makanan/bahan pangan sehingga bisa diketahui potensi bahaya yang ditimbulkan.
  5. Dapat melakukan Improvement secara kontinyu terhadap proses produksi makanan/bahan pangan dengan menitikberatkan kepada tahap-tahap proses tertentu atau mata rantai proses produksi yang dianggap kritis dan rawan bahaya
  6. Mampu memonitoring dan mengevaluasi penanganan cara dan proses pengolahan makanan serta menerapkan sistem sanitasi dalam memproduksi makanan yang benar.
  7. Dapat meningkatkan kepedulian seluruh kompenen yang terlibat baik bagi regulasi (pemerintah nasional/internasional), perusahaan produksi pangan/pengelolaan hasil pangan secara terintegrasi maupun mandiri terhadap keamanan pangan akan hasil pangan yang beredar diperusahaan/masyarakat.

 

CAKUPAN MATERI TRAINING HACCP

  1. Prinsip dasar HACCP-Hazard Analysis Critical Control Points
  2. Persyaratan Sistem Kemanan Pangan
  3. Aspek-aspek Kelayakan dasar dan penerapan sistem keamanan pangan
  4. Analisa Bahaya dan proses pengendalian bahaya
  5. Penentuan CCP (critical control points)
  6. Proses penetapkan critical limit
  7. Membuat Dokumen dan Prosedur monitoring keamanan pangan
  8. Melakukan Serta melakukan langkah penetapan corrective action
  9. Proses verifikasi sistem keamanan pangan dan dokumentasi HACCP
  10. Tips dan triks penerapan sistem keamanan pangan

PENANGANAN LIMBAH B3, BAHAN BERBAHAYA & BERACUN

TRAINING INTRODUCTION PENANGANAN LIMBAH B3

Semakin banyaknya limbah B3 yang di hasilkan di area industri menjadi salah satu faktor pemerintah mengeluarkan UU No 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan. Pemerintah sudah mengeluarkan PP No 18 tahun 1999 tentang pengelolaan limbah B3, walau kadang dalam implementasi di lapangan masih banyak di temukan berbagai pelanggaran dalam proses implementasinya. Pemerintah juga mengeluarkan program PROPER dan B3 menjadi salah satu bagian yang harus di evaluasi dan di monitor pelaksanaan di lapangan.

Begitu banyak konsen yang telah di keluarkan oleh pihak pemerintah harus di barengi dengan komitment dari pihak perusahaan dan tentunya skill personal yang menghandle kegiatan operasional tersebut. Bagaimana meng identifikasi limbah B3, cara penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pemanfaatan, pengolahan hingga penimbunan.

 

TRAINING OBJECTIVE PENANGANAN LIMBAH B3

  • Peserta di harapkan memahami landasan hukum dan regulasi tentang limbah B3
  • Peserta bisa melakukan identifikasi dan penyimpanan sementara
  • Peserta bisa menghitung mass balance limbah B3
  • Peserta bisa membuat program pengelolaan limbah B3

TRAINING OUTLINE PENANGANAN LIMBAH B3

  • Introduction, landasan hukum, identifikasi
  • Penyimpanan dan pengumpulan sementara
  • Program 3R reduce reuse recycle
  • Pengangkutan dan pengolahan limbah B3

BASIC K3 – HSE

TRAINING INTRODUCTION :

Tidak semua orang mendapatkan pengetahuan tentang HSE (health, safety & environment) dari meja kuliah, banyak kejadian di lapangan bahwa seseorang mendapatkan pekerjaan di bidang HSE karena di tunjuk oleh atasan, rotasi pekerjaan dll sehingga mau tidak mau orang tersebut secara autodidak harus mempelajari bidang HSE.

Mengenal dunia HSE langsung dari lapangan kadang mempunyai keterbatasan dalam hal pengetahuan dasar, sehingga terasa kurang lengkap dalam menjalankan pekerjaan tersebut. Mau tidak mau dengan mengikuti public training, baca buku HSE, masuk dalam komunitas HSE di lakukan dalam rangka mengejar ketertinggalan tsb.

Pelatihan ini di siapkan bagi siapa saja personal yang baru mulai terjun di bidang HSE, karyawan yang baru bergabung, karyawan rotasi / mutasi pekerjaan, pekerja kokntraktor dan lain lain. Secara menyeluruh di diskusikan bidang health promotion, bidang waste management, basic HSE, ISO 14001, OHSAS 18001, SMK3, pengukuran kinerja K3 dan lain sebagainya.

 

TRAINING OBJECTIVE:

  • Pengenalan tentang HSE (health, safety & environment)
  • Bagaimana peran dan tanggung jawab petugas HSE
  • Mengetahui dasar dalam membangung SMK3, OHSAS dan ISO
  • Memahami dasar pengelolaan lingkungan dan waste water treatment
  • Mengetahui dasar proses safety, ergonomic
  • Memulai healt promotion
  • Dasar dasar fire management



TRAINING OUTLINE
:

  • Basic HSE
  • Membentuk P2K3
  • Mengukur K3
  • SMK3, OHSAS 18001, ISO 14001
  • Pengelolaan lingkungan / waste management
  • Waste Water Treatment
  • Process Safety Management
  • Ergonomi
  • Health promotion
  • Fire management
  • Dasar CSMS

K3 Umum

Deskripsi Training K3 Umum

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

Bidang keselamatan dan kesehatan tenaga kerja merupakan unsur yang sangat penting yang tidak dapat diabaikan oleh perusahaan. Mengutamakan rasa nyaman dan aman saat bekerja menjadi hak sepenuhnya bagi seorang karyawan terlebih jika mereka bekerja ditingkat resiko kecelakaan yang begitu tinggi. Maka dari itu, setiap masing – masing individu perlu mengetahui mengenai dasar – dasar keselamatan dan kesehatan kerja.

 Tujuan  Training K3 Umum

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

Peserta memahami dasar – dasar keselamatan dan kesehatan kerja agar dapat merencanakan, mengimplementasikan dan mengevaluasi sistem Keselamatan dan Kesehatan kerja di perusahaan.

 

MATERI Training K3 Umum

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

  1. Pendahuluan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
  2. Urgensi Manajemen Keselamatan Kerja
  3. Konsep Manajemen
  4. Tipologi Manajemen K3
  5. SMK3 – Standar Minimal Manajemen K3
  6. Peningkatan Manajemen K3
  7. Studi Kasus

EMERGENCY RESPONSE PLAN

DESKRIPSI TRAINING  EMERGENCY RESPONSE PLAN

Negara kita termasuk negara yang sering terjadi bencana, baik itu karena faktor alam seperti gempa, longsor, banjir, tsunami, dll, ataupun yang terjadi karena faktor manusia, seperti teror bom, demonstrasi yang menyebabkan kerusuhan, kebakaran, atau kecelakaan di tempat kerja lainnya yang terjadi karena faktor kelalaian manusia. Faktor resiko terkait dengan operasi perusahaan akan selalu menyertai dan perlu untuk mendapatkan perhatian yang serius dari semua pihak, karena apabila kejadian tersebut apabila tidak ditangani secara khusus akan mengakibatkan kerugian, baik harta maupun nyawa manusia, dalam hal ini SDM yang berada di lingkungan kerja maupun masyarakat sekitar.

Perusahaan yang memperhatikan aspek safety sudah terntu memiliki Departement yang fokus terhadap K3, tetapi sudahkah depertement tersebut dilatih secara khusus untuk sigap menghadapi situasi tersebut, terutama pada saat saat kejadian genting tersebut terjadi? Untuk mengantisipasi hal tersebut, sudah ada suatu manajemen khusus, yaitu Sistem Manajemen ERP (Emergency Response Plan/Tanggap Darurat Bencana). Sistem ini mengintregrasikan beberapa depertemen mencakup HRD, keamanan (security), kesehatan, termasuk K3 (keselamatan dan kesehatan kerja) itu sendiri untuk menanggulangi kejadian bencana tersebut. Sistem management ERP (Emergency Response Plan) selalu dibutuhkan dan diaplikasikan dalam kondisi darurat, maka sangat disarankan di setiap perusahaan sesegera mungkin mempelajari sistem manajemen ERP sejak dini. Salah satu cara untuk mempelajarinya adalah melalui kegiatan pelatihan dan pembekalan mengenai Emergency Response Plan, dilanjutkan dengan latihan secara rutin dan berkala. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, peserta akan mendapatkan pembekalan tentang menghadapi sebuah bencana yang terjadi dan melakukan teknik-teknik tanggap darurat dengan tepat. Tumbuhnya kesadaran perusahaan tentang kemungkinan adanya bencana yang tidak diharapkan, akan meningkatkan kewaspadaan akan bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi dan cara penanggulangan yang tepat.

TUJUAN TRAINING  EMERGENCY RESPONSE PLAN

Tujuan yang dicapai melalui pelatihan ini adalah:

  • Meningkatkan kesadaran peserta akan pentingnya kesigapan perusahaan menghadapi keadaan darurat yang bisa terjadi.
  • Mengkoordinasikan upaya Perencanaan Tanggap Darurat/ ERP (Emergency Response Plan) sehingga tercapai efisiensi dan efektifitas dalam pengendaliannya.
  • Peserta memahami dengan benar berbagai hal yang terkait dengan ERP (Emergency Response Plan) sebagai suatu sistem yang selalu dibutuhkan dan diaplikasikan dalam keadaan darurat sehingga pengendalian bisa dilakukan secara cepat dan tepat.
  • Mengetahui apa saja yang bisa terjadi dalam keadaan darurat dan melatih kesiapan mengahadapi keadaan emergency sehingga rasa gugup dan panik dapat diatasi.
  • Mempersiapkan diri dalam mengurangi kemungkinan kerugian yang lebih besar bila dalam keadaan darurat.
  • Mengatur tata cara dalam pelaksanaan penanggulangan Keadaan Darurat sehingga kerugian perusahaan dapat diminimalisir.
  • Peserta Mampu mengembangkan sistem dan program ERP (Emergency Response Plan)
  • Memastikan tindakan pengendalian sesuai Prosedur dan Organisasi ERP (Emergency Response Plan).

MATERI TRAINING  EMERGENCY RESPONSE PLAN

Materi yang akan diberikan dalam pelatihan ini adalah:

  • Introduction to Emergency Response Plan
    • Definisi Darurat dan Bencana
    • Jenis-jenis dari Keadaan Darurat dan Bencana
    • Disaster Management in Indonesia
    • Disaster Management Elements
    • Development of Disaster Management
    • ERP Programs
  • Persiapan dan Perencanaan Tanggap Darurat
    • Pengantar Sistem Manajemen Tanggap Darurat
    • Pembentukan Team Emergency
    • Emergency Organization
    • Struktur Organisasi, Tugas, & Fungsi
    • ERP Programs
    • Prosedur-prosedur dalam Emergency
  • Penanggulangan Ketika terjadinya Emergency
    • Sistem Evakuasi Orang
    • Sistem Evakuasi Peralatan
  • Penanggulangan Pasca Bencana / Emergency
    • Penanganan setelah Terjadinya Bencana / Emergency
    • Medical Emergency
  • Sistem Pelaporan dan Komunikasi
    • Sistem-sistem pelaporan dan Tanggung jawab
    • Jalur-jalur Komunikasi
  • Crisis Management to Improve ERP Program Development
  • Simulasi Emergency (Kebakaran, P3K Respon, Evakuasi Korban, Komunikasi)

SAFETY CULTURE & BEHAVIOR

Latar Belakang Management Safety Culture & Behavior

Aspek safety di lingkungan industry (perusahaan) saat ini tidak lagi sekedar melaksanakan amanat UU Keselamatan Kerja semata, tapi lebih dari itu telah menjadi

fokus untuk me-manusia-kan manusia di lingkungan kerjanya. Bagaimana agar karyawan yang bekerja merasa aman dan nyaman saat bekerja menjadi sangat penting, agar mereka focus dalam bekerja, penuh dedikasi, integritas dan loyal. Bahkan lebih dari itu, kitapun harus berfikir agar proses produksi yang berlangsung dalam suatu perusahaan tidak mencemari lingkungan. Jadi kata kuncinya adalah bagaimana menjamin suatu pekerjaan yang aman bagi karyawan, manajemen, mitra kerja, produk, alat / permesinan, dan juga lingkungan.Tentu banyak materi safety yang diperlukan

seperti Safety Fundamental, Safety Management System, Hazardous Material, Material Safety Data Sheet, Personal Protective Equipment, dan lain – lain. Itu semua penting. Tapi ada yang lebih penting lagi yaitu masalah Safety Culture.Safety Culture dibangun oleh 2 unsur utama,yaitu Safety Knowledge dan Safety Behavior. Selama ini banyak perusahaan yang kurang menyentuh safety behavior, ini ini adalah kata kunci agar semua karyawan memiliki safety awareness yang build in dalam dirinya.

 

Manfaat 

Memahami secara komprehensif akan pentingnya mengimplementasikan aspek safety secara automatically atas dasar sebuah kesadaran, dan setiap karyawan akan tersentuh untuk memiliki high awareness terhadap segala potensi bahaya di lingkungan kerjanya, baik bahaya terhadap dirinya, orang lain, atau lingkungannya. Akhirnya diharapkan terminology zero accident akan menjadi perhatian utama seluruh entitas perusahaan, termasuk share holdernya.

Materi Bahasan Training Management Safety Culture & Behavior

  • Pengertian Safety Culture
  • Various Culture in a Company
  • Safety Knowledge & Safety Behavior
  • Proses Pembentukan Safety Culture
  • Effotrs to Guarantee Safety Culture
  • Construction of safety Information
  • Atmosphere of Trust
  • Respect to Knowledge, Ability &
  • Experience

PENANGANAN LIMBAH B3, BAHAN BERBAHAYA & BERACUN

TRAINING INTRODUCTION PENANGANAN LIMBAH B3

Semakin banyaknya limbah B3 yang di hasilkan di area industri menjadi salah satu faktor pemerintah mengeluarkan UU No 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan. Pemerintah sudah mengeluarkan PP No 18 tahun 1999 tentang pengelolaan limbah B3, walau kadang dalam implementasi di lapangan masih banyak di temukan berbagai pelanggaran dalam proses implementasinya. Pemerintah juga mengeluarkan program PROPER dan B3 menjadi salah satu bagian yang harus di evaluasi dan di monitor pelaksanaan di lapangan.

Begitu banyak konsen yang telah di keluarkan oleh pihak pemerintah harus di barengi dengan komitment dari pihak perusahaan dan tentunya skill personal yang menghandle kegiatan operasional tersebut. Bagaimana meng identifikasi limbah B3, cara penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pemanfaatan, pengolahan hingga penimbunan.

 

TRAINING OBJECTIVE PENANGANAN LIMBAH B3

  • Peserta di harapkan memahami landasan hukum dan regulasi tentang limbah B3
  • Peserta bisa melakukan identifikasi dan penyimpanan sementara
  • Peserta bisa menghitung mass balance limbah B3
  • Peserta bisa membuat program pengelolaan limbah B3

TRAINING OUTLINE PENANGANAN LIMBAH B3

  • Introduction, landasan hukum, identifikasi
  • Penyimpanan dan pengumpulan sementara
  • Program 3R reduce reuse recycle
  • Pengangkutan dan pengolahan limbah B3

BASIC K3

TRAINING INTRODUCTION :

Tidak semua orang mendapatkan pengetahuan tentang HSE (health, safety & environment) dari meja kuliah, banyak kejadian di lapangan bahwa seseorang mendapatkan pekerjaan di bidang HSE karena di tunjuk oleh atasan, rotasi pekerjaan dll sehingga mau tidak mau orang tersebut secara autodidak harus mempelajari bidang HSE.

Mengenal dunia HSE langsung dari lapangan kadang mempunyai keterbatasan dalam hal pengetahuan dasar, sehingga terasa kurang lengkap dalam menjalankan pekerjaan tersebut. Mau tidak mau dengan mengikuti public training, baca buku HSE, masuk dalam komunitas HSE di lakukan dalam rangka mengejar ketertinggalan tsb.

Pelatihan ini di siapkan bagi siapa saja personal yang baru mulai terjun di bidang HSE, karyawan yang baru bergabung, karyawan rotasi / mutasi pekerjaan, pekerja kokntraktor dan lain lain. Secara menyeluruh di diskusikan bidang health promotion, bidang waste management, basic HSE, ISO 14001, OHSAS 18001, SMK3, pengukuran kinerja K3 dan lain sebagainya.

 

TRAINING OBJECTIVE:

  • Pengenalan tentang HSE (health, safety & environment)
  • Bagaimana peran dan tanggung jawab petugas HSE
  • Mengetahui dasar dalam membangung SMK3, OHSAS dan ISO
  • Memahami dasar pengelolaan lingkungan dan waste water treatment
  • Mengetahui dasar proses safety, ergonomic
  • Memulai healt promotion
  • Dasar dasar fire management



TRAINING OUTLINE
:

  • Basic HSE
  • Membentuk P2K3
  • Mengukur K3
  • SMK3, OHSAS 18001, ISO 14001
  • Pengelolaan lingkungan / waste management
  • Waste Water Treatment
  • Process Safety Management
  • Ergonomi
  • Health promotion
  • Fire management
  • Dasar CSMS

AUDITOR SMK3

DESKRIPSI TRAINING AUDITOR SMK3

Bidang keselamatan dan kesehatan tenaga kerja merupakan unsur yang sangat penting yang tidak dapat diabaikan oleh perusahaan. Mengutamakan rasa nyaman dan aman saat bekerja menjadi hak sepenuhnya bagi seorang karyawan terlebih jika mereka bekerja ditingkat resiko kecelakaan yang begitu tinggi. Peraturan Pemerintah (PP) No. 50 Tahun 2012 mengenai penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3). PP No. 50 Tahun 2012 telah ditetapkan pada 12 April 2012 di Jakarta. PP tersebut merupakan peraturan pelaksanaan dari pasal 87 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Dalam PP Nomor 50 Tahun 2012 tersebut, semua pemberi kerja wajib melaksanakan SMK3, terutama perusahaan yang mempekerjakan minimal 100 tenaga kerja atau perusahaan yang memiliki tingkat potensi kecelakaan yang tinggi akibat karakteristik proses kerja.

Agar program SMK3 yang diterapkan dapat terlaksana secara efektif, maka perlu dilakukan audit secara berkala. Hasil dari audit tersebut dapat dilakukan perbaikan terhadap kekurangan yang didapatkan.

MATERI TRAINING AUDITOR SMK3

  1. Ruang lingkup SMK3
  • Definisi dan pengertian
  • Prinsip
  • SMK3 berdasarkan PP No.50 tahun 2012 dan OHSAS 18001:2007
  • Pemeliharaan
  • Elemen
  • Kriteria
  • Mekanisme Audit
  • Teknik Audit
  • Badan audit
  • Tugas dan fungsi auditor
  • Wewenang, kewajiban auditor
  • Jenjang Karier auditor SMK3
  1. Ruang lingkup Audit  SMK3
  1. Auditor SMK3

BASIC SAFETY TRAINING

PENGANTAR BASIC SAFETY TRAINING

“Kecelakan bukan tadir,tapi dalam uaya kita untuk mencegah dan menghindarinya”

Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan Langkah awal bagi para Perusahaan baik berskala Besar atau Berskala kecil yang memiliki Potensi bahaya tinggi merupakan Suatu Upaya untuk Mencegah dan Menanggulangi terjadinnya Kecelakaan Kerja,Kebakaran,Pencemaran Lingkungan,dan Penyakit Akibat Kerja.

Oleh sebab itu Penerapan K3 (Keselamatan Kesehatan Kerja) merupakan Perlindungan untuk testimasi waktu produksi,hasil produksi,asset produksi,dan tenaga kerja perlu dikembangkan dan ditinggkatkan mengingat semua  itu langsung berdampak bagi perusahaan.

MANFAAT TRAINING BASIC SAFETY

  • Meningkatkan kesadaran peserta terhadap pentingnya tindak pencegahan kecelakaan dan menggugahnya untuk mendorong karyawan dilingkungan kerjanya agar mau melakukan tindakan pencegahan kecelakaan.
  • Meningkatkan pengetahuan peserta akan upaya pencegahan kecelakaan dilingkungan kerjanya.
  • Meningkatkan moral Perusahaan dan karyawan serta mengurangi resiko kerugian bagi Perusahaan

 

Materi Basic Safety Training

  • Dasar-dasar K3 dengan pengenalan UU.No.1 Tahun 1970
  • Mengapa keselamatan penting dan Pencegahan terhadap kecelakaan
  • Contoh-contoh bahaya & Pengenalan Simbol K3
  • Menilai bahaya kecelakaan ditempat kerja.
  • Basic Safety Rules & Prosedur bekerja yang aman
    • Pengendalian terhadap Bahaya.
    • Tips dalam meningkatkan diri akan kesadaran keselamatan bekerja.
    • Pentingnya alat pelindung diri & Pengenalan Alat Pelindung Diri (APD) atau Personal Protective Equipment (PPE)
  • Cara Pengangkatan Material yang benar
  • Praktek Identifikasi Proteksi Bahaya & Safety Risk Management
  • Emergency Preparedness.
  • Incident Reporting & Investigation.
  • Rencana tindakan dan Penutup.

SHIP SECURITY OFFICER

TUJUAN TRAINING SHIP SECURITY OFFICER

Pelatihan ini bertujuan memberikan pengetahuan bagi peserta mengenai peraturan internasional  keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan (International Ship and Port Facility Security) yang sudah berlaku sejak tahun 2003 di Indonesia dan penerapannya bagi pemilik kapal khususnya.  Juga diberikan pengertian tentang pelaksanaan Verifikasi Pembaruan Kapal serta sosialisasi ketentuan pemerintah mengenai ISPS Code.



MANFAAT  TRAINING SHIP SECURITY OFFICER

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan memiliki kompetensi dan  mampu :

  • Menjelaskan dan melaksanakan peraturan, perundangan dan standar kerja mengenai ISPS Code dan penerapannya di Indonesia.
  • Menjelaskan pedoman keamanan kapal (ship security guidelines)
  • Menjelaskan pedoman penerapan asesmen keamanan kapal (ship security assessment guidelines).
  • Menjelaskan kepada para perwira kapal mengenai pedoman kemanan kapal (ship security officers guidelines).

MATERI TRAINING SHIP SECURITY OFFICER

  1. Pengertian peraturan dan ketentuan keamanan kapal (ships security) berkaitan dengan ISPS Code dan  penerapannya di Indonesia
  2. Pedoman kemanan kapal
  3. Pedoman penerapan asesmen keamanan kapal
  4. Pedoman  keamanan kapal bagi perwira
  5. Penerapan ISPS Code bagi perusahaan pemilik kapal      
  6. Diskusi interaktif

SAFE FUEL TRANSFER

TUJUAN TRAINING:

Pelatihan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada perwira dan awak kapal serta petugas yang bekerja di kapal bagian mesin untuk dapat melaksanakan pemindahan bahan bakar (fuel transfer) dari satu kapal/tongkang ke penampung di platform yang lain dengan aman.

 

MANFAAT  TRAINING:

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan memiliki kompetensi dan  mampu :

  • Menjelaskan dan melaksanakan cara-cara yang aman untuk memindahkan bahan bakar / fuel transfer dari platform satu ke platform yang lain.
  • Menyusun rencana dan pembagian tugas pemindahan bahan bakar (fuel transfer) serta petugas yang mengawasi pompa dan selang dan peralatan pemindah bahan bakar lainnya.
  • Menjelaskan dan menggunakan peralatan pencegah kebakaran dan polusi karena tumphan minyak.
  • Selanjutnya dapat memberikan petunjuk kepada setiap orang yang akan melakukan perpindahan bahan bakar / fuel transfer antar platform.

  

CAKUPAN MATERI TRAINIG SAFE FUEL TRANSFER :

  1. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan alat keselamatan di laut.
  2. Persiapan peralatan pemindahan bahan bakar (fuel transfer) antar platform.
  3. Persiapan peralatan pemadam kebakaran, perlatan pencegahn polusi tumpahan minyak dan peralatan pengaman lainnya yang diperlukan  dalam pelaksanaan kerja.
  4. Diskusi interaktif

 

PERSONAL TRANSFER SAFETY

TUJUAN TRAINING PERSONAL TRANSFER SAFETY:

Pelatihan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada awak kapal dan petugas yang bekerja di alat apung (boat, tongkang dsb.) untuk dapat memberikan petunjuk yang tepat bagi penumpang kapal ataupun dirinya sendiri berikut bawaannya (baggage) atau peralatan yang dibawa untuk berpindah dari platform satu ke platform yang lain dengan aman.

MANFAAT TRAINING PERSONAL TRANSFER SAFETY:

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan memiliki kompetensi dan mampu :

  1. Menjelaskan dan melaksanakan cara-cara yang aman untuk memindahkan penumpang atau dirinya sendiri dari platform satu ke platform yang lain.
  2. Selanjutnya dapat memberikan petunjuk kepada setiap orang yang akan melakukan perpindahan antar platform.

CAKUPAN MATERI TRAINING PERSONAL TRANSFER SAFETY :

  1. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan alat keselamatan di laut.
  2. Persiapan pemindahan orang antar platform.
  3. Praktek lapangan(untuk inhouse)
  4. Diskusi interaktif

Emergency Planning & Management

Tujuan Pelatihan Emergency Planning & Management

Pelatihan ini bertujuan membantu peserta dalam memahami konsep-konsep “Emergency Planning & Management“ yang dapat diterapkan dalam segala jenis keadaan darurat di setiap perusahaan,dengan sasaran agar peserta dapat menanggulangi keadaan darurat ditempat pekerjaan masing-masing .

Objective Emergency Planning & Management Training :

1. Memahami apa yang dimaksud dengan perencanaan dan manajemen keadaan darurat (Emergency Planning & Management).
2. Memahami peraturan dan perundangan tentang keadaan darurat.
3. Mengidentifikasi bahaya potensi besar ditempat kerja.
4. Mengembangkan rencana keadaan darurat (Emergency Planning) ditempat masing-masing.
5. Mengkoordinir kegiatan keadaan darurat sampai rehabilitasi.
6. Mengkoordinir pelatihan/drill keadaan darurat, dan mengevluasinya.

Materi Training Emergency Planning & Management

Bagian I :

1. Pendahuluan

  • Apa yang dimaksud keadaan darurat di tempat kerja.
  • Bagaimana melindungi diri sendiri dan bisnis anda.
  • Apa yang dimaksud Rencana Tindakan Keadaan Darurat
  • Bagaimana pemberitahuan dini untuk keadaan darurat.
  • Bagaimana mengembangkan prosedur keadaan darurat dan evakuasi

Bagian II :
1. Sistem Pengendalian Potensi Bahaya Besar, meliputi :

  • Identifikasi potensi bahaya besar (Mayor Risk Assessment)
  • Notifikasi Bahaya Potensi
  • Lokasi & Peranan Pusat Pengendalian
  • Organisasi Keadaaan Darurat
  • Tugas dan Tanggung Jawab Organisasi
  • Sistem Komunikasi Keadaan Darurat
  • Rencana Tindakan Keadaan Darurat
  • Sistem Evakuasi
  • Rehabilitasi
  • Training & Record Keeping

2. Latihan/Studi Kasus, Diskus, Resume

Working at height

Training Outline Working at height

  • Definition of working at height
  • Minimum site requirements and the law of fall protection
  • Factors involved in fall from height
  • Hazard exposure and hazard control of working at height
  • Fall protection equipments (using and maintenance)
  • Emergency response plan
  • Review and Assessment

Security Management

KOMPETENSI DASAR:

Management Security (Security management)  yaitu suatu sistem untuk memberikan pemahaman yang utuh/ terpadu serta kemampuan dan keterampilan dalam merencanakan dan mendesain Sistem Pengamanan yang tepat, efektif, dan efisien, sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi, khususnya Ancaman / Gangguan yang mungkin terjadi serta kemampuan Perusahaan sendiri dan berguna untuk mencegah sedini mungkin kerugian-kerugian bagi Perusahaan (Loss Prevention).



MATERI TRAINING SECURITY MANAGEMENT FOR LEADER

a.       Mengetahui secara garis besar Defenisi manajemen security (Security management)

Yang dimaksud dengan Management Security secara umum yaitu dapat melaksanakan Prosedur Sistem Manajemen Pengamanan dalam membentuk Kerangka dasar bagi perusahaan agar dapat mengelola aspek keamanan dan ketertiban dengan mengatur dan pengendalikan potensi bahaya dan faktor resiko, guna mencapai perlindungan keamanan karyawan, tamu dan masyarakat ; perlindungan mesin, alat, materi dan harta benda perusahaan ; proses produksi yang aman, handal dan efersien, perlindungan yang berkualitas dan lestari serta dapat diintregrasikan dalam sistem Manajemen Perusahaan yang ada dan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan.

b.       Loss Prevention Management

Adalah Langkah-langkah yang perlu diselenggarakan dalam upaya membuat sekuriti, pencegahan kerugian, dengan harapan agar terselenggaranya suatu manajemen sekuriti yang terarah, yaitu tidak terjadinya gangguan-gangguan keamanan, atau timbulnya kerugian-kerugian, sedangkan penyelenggaran manajemen sekuriti ini dilaksanakan dengan memperhatikan keefektivitasan biaya ( effective security / loss prevention management, which simultaneously cost effective )

c.        Risk management

Adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan upaya mencegah dan mengurangi ancaman atau pengaruh negatif dari suatu peristiwa atau insiden yang dapat membawa resiko. Dengan defenisi sebagai suatu penerapan kebijakan manajerial yang disusun secara sistematis, prosedural serta pelaksanaan tugas-tugas pengidentifikasian, penganalisaan, penilaian, penanganan dan pemantauan serta pengkajian ulang atas suatu peristiwa/insiden yang berupa ancaman dan mengakibatkan resiko.

d.       Management Pengamanan Industrial

Adalah dapat memahami sasaran, tujuan serta fungsi organisasi, disusun secara sistematis & pendekatan yang dikoordinasikan antar bagian serta upaya penanganan sesuai dengan tingkat resiko & pembiayaan yang efektif dan terus dimonitor serta dikaji ulang.

e.        Kepemimpinan Sekuriti

Sebagai Manager Sekuriti dituntut mempunyai daya analisa yang tajam karena daya analisa yang tajam inilah pra syarat terlaksananya kewaspadaan terhadap lingkungan. ” Pemimpin yaitu orang-orang yang melakukan sesuatu yang benar ( Do the right things ) sedang Manager ” Orang-orang yang melakukan sesuatu dengan benar (Do the things right).

f.         Profesionalisme Security

Yaitu dapat mengembangkan sikap sebagai seorang Manager Security yang memenuhi tuntutan dan perkembangan dari unit-unit usaha dengan memberikan pelayanan yang prima dan konsisten.

KESELAMATAN PELAYARAN

PENDAHULUAN KESELAMATAN PELAYARAN

Bahwa pelayaran menempatkan nilai tertinggi pada safety first, crew kapal, kapal, manajemen keselamatan pelayaran.

 

TUJUAN TRAINING KESELAMATAN PELAYARAN

Peserta dapat memahami dan trampil dalam menangani persyaratan keselamatn pelayaran sebagai manadatory, baik oleh crew kapal maupun oleh manajemen di darat.

 

CAKUPAN MATERI TRAINING KESELAMATAN PELAYARAN

  • Dasar regulasi keselamatan pelayaran dari IMO : Pilar-pilar regulasi keselamatan pelayaran
  • Isu-isu keselamatan pelayaran : ship collision dan teroris terhadap pelayaran
  • ISPS Code : Apa  yang diatur ? dan mengapa ?
  • ISM Code : Apa yang diatur ? dan mengapa ?
  • STCW : Apa yang diatur ? dan mengapa ?
  • Hubungan ISPS Code- ISM Code dan STCW terhadap keselamatan dan akeamanan pelayaran
  • Audit rutin untuk merncegah kecelakaan pelayaran
  • Rangkuman manajemen keselamatan pelayaran

SMKP : SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN PERTAMBANGAN

Training Description SMKP

Permen ESDM no 38 tahun 2014 merupakan peraturan yang mengatur tentang Penerapan SMKP (Sistem Manajemen Keselamatan pertambangan). SMKP merupakan Sistem manajemen yang menjadi bagian dari sistem manajemen perusahaan dalam rangka untuk mengendalikan risiko keselamatan pertambangan yang terdiri dari K3 pertambangan dan keselamatan operasi pertambangan (K3 Pertambangan dan KO Pertambangan).

SMKP wajib dilaksanakan oleh semua perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, yang meliputi perusahaan pertambangan dan perusahaan jasa pertambangan. Hal ini diatur dalam Permen ESDM no 38 Tahun 2014 tentang Penerapan SMKP.

Perusahaan pertambangan yang wajib melaksanakan SMKP adalah pemegang IUP, IUPK, IUP Operasi Produksi khusus untuk pengolahan dan/atau pemurnian, KK, da PKP2B.

Perusahaan jasa pertambangan yang wajib melaksanakan SMKP adalah pemegang IUJP, dan SKT

Training Outline SMKP

BAB I      :Ketentuan  Umum

  • Pasal 1 Umum
  • Pasal 2 Maksud dan Tujuan Penrapan SMKP Minerba

BAB II     : PENERAPAN SMKP MINERAL DAN BATUBARA

  • Pasal 3 kewajiban penerapan SMKP Bagi Perusahan
  • Pasal 4 Syarat Perusahaan yang menerapkan SMKP

BAB III   : ELEMEN SMKP MINERBA

  • Pasal 5 Elemen – Elemen dalam SMKP MINERBA
  • Pasal 6 Rincian Kebijakan yang terdapat dalam Elemen SMKP
  • Pasal 7 Perencanaan yang terdapat dalam Elemen SMKP
  • Pasal 8 Organisasi yang terdapat dalam Elemen SMKP
  • Pasal 10 Evaluasi yang terdapat dalam Elemen SMKP
  • Pasal 11 Dokumentasi yang terdapat dalam Elemen SMKP
  • Pasal 12 Tinjauan yang terdapat dalam Elemen SMKP

BAB IV   : PEDOMAN PENERAPAN DAN AUDIT SMKP MINERBA

  • Pasal 13 Pedoman Penerapan SMKP MINERBA
  • Pasal 14 Kewajiban Audit
  • Pasal 15 Tindak lanjut Audit

BAB V : PEMBINAAN DAN PENGAWASAN

  • Pasal 16 Kewajiban Pembinaan
  • Pasal 17 laporan pembinaan

BAB V1 : SANKSI ADMINISTRATIF

BAB VII : KETENTUAN PERALIHAN

BAB VIII : PENUTUP

UDIT SMKP : AUDITOR INTERNAL SMKP MINERBA

DESKRIPSI TRAINING AUDIT SMKP

Adanya Peraturan Menteri ESDM Nomor 38 tahun 2014, tentang Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) Mineral dan Batubara, menjadikan semua perusahaan pertambangan dan perusahaan jasa penunjangnya wajib untuk menerapkan SMKP Minerba. Agar proses penerapan SMKP di perusahaan dapat berjalan secara efektif dan efisien, perusahaan perlu memiliki tim yang benar-benar memahami elemen-elemen SMKP secara rinci dan menyeluruh serta berkompeten dalam memilih strategi yang tepat dalam proses penerapannya. Dalam melaksanakan audit diperlukan auditor yang handal dalam mengaudit SMKP di Minerba dengan waktu yang sudah ditentukan. Para auditor harus memastikan objektifitas dan independensi selama proses audit internal karena hasil audit ini akan dijadikan sebagai dasar dalam menetapkan pencapaian penerapan SMKP minerba. Untuk itu pelatihan ini sangat diperlukan oleh setiap personel yang akan dilibatkan dalam tim Audit Internal SMKP Minerba di perusahaan agar penerapannya dapat sesuai dengan tujuan dan target perusahaan serta memenuhi kompetensi Auditor Internal.

TUJUAN TRAINING AUDIT SMKP

Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan peserta mampu untuk:

  • Memahami konsep dasar audit SMKP dan tujuan dari Audit Internal SMKP
  • Memahami dasar hukum Permen No. 38Th . 2014 tentang SMKP
  • Membuat perencanaan, menyusun, menetapkan dan melaksanakan audit SMKP
  • Menentukan efektifitas penerapan SMKP Minerba
  • Membuat Laporan Audit Internal dan menyampaikan hasil audit penerapan SMKP di perusahaan
  • Membuat laporan dan dokumentasi prosedur pelaksanaan audit
  • Membuat rencana tindakan perbaikan dan pencegahan dan mampu untuk menutup temuan-temuan audit

MATERI TRAINING AUDIT SMKP

  • Konsep Dasar Audit SMKP Minerba (Berdasarkan Permen ESDM No. 38 Tahun 2014)
  • Kompetensi Auditor (Audit Internal dan Audit Eksternal)
  • Ruang Lingkup Audit Internal
  • Tanggung Jawab dan Persyaratan Pelaksanaan Audit
  • Teknik dan Metodologi Audit SMKP
  • Strategi dan Tahapan Implementasi SMKP
  • Perencanaan Audit
  • Pelaksanaan Audit
  • Nilai bobot untuk setiap elemen sesuai dengan Lampiran II SMKP
  • Klasifikasi penilaian untuk masing-masing elemen dan sub elemen
  • Penjabaran Nilai Pemenuhan
  • Laporan Hasil Audit
  • Evaluasi dan Penilaian
  • Tindak Lanjut
  • Latihan dan Studi Kasus

SURFACE SAFETY SYSTEM

OBJECTIVE TRAINING SURFACE SAFETY SYSTEM

Setelah menyelesaikan training ini diharapkan peserta dapat :

  • Memahami prinsip-prinsip dasar dan berbagai peraturan tenang K3L untuk pelaksanaan pemboran sumur-sumur minyak, gas dan reservoir panas bumi, memproduksikannnya dan melakukan proses pengolahannya  di lapangan.
  • Melakukan diagnosis sederhana dan memengerti penyelesaian pekerjaan dalam bisnis minyak, gas atau panas bumi dengan memperhatikan unsure kesehatan, keselamat kerja dan lingkungan hidup.
  • Membuat analisis sederhana tentang berbagai kemungkinan timbulnya permasalahan gas beracun pada operasi pemboran dan produksi minyak dan gas bumi.
  • Pengetahuan tentang Peraturan Perundangan dalam K3L, Behavior Based Safety dan Implementasinya
  • K3L dalam Operasi Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi.



MATERIAL OUTLINE TRAINING SURFACE SAFETY SYSTEM

1.    Introduction  to Petroleum Reservoir Exploitation

  • Basic Drilling Engineering
  • Production Engineering
  • Surface Process Facilities

2.    Peraturan Pemerintah Tentang K3L

  • Basic Causes
  • Dasar Hukum K3PL
  • Pengawasan dan Pembinaan K3PL
  • Hasil Temuan

3.    Behavior Based Safety

  • Maksud dan Tujuan BBS
  • Peran dan Tanggung Jawab
  • Process Flow Diagram
  • Line of Fire
  • Lock Out Tag Out
  • Personal Protecticve Equipment (PPE)
  • Hazard Identification

4.    Risked Activity

  • Meghindari Line of Fire
  • Accident Iceberg
  • Behavior and Activity
  • 3 Type P3rilaku
  • 4 unsur BBS
  • Langkah-Langkah Pengamatan

5.    Gas Beracun Pada Pemboran

  • Gas Beracun
  • Penanganan Gas Beracun

6.    Pengaruh Gas Beracun pada Kesehatan

  • Maksud dan Tujuan
  • Bahaya Hazard pada Manusia
  • Ukuran Normatif

7.    The Medical Effects of Hydrogen Sulfide

  • Physical Properties
  • Chemical Properties
  • Effect o H2S to Health
  • Patophysiological Effects
  • Medical Evacuation

8.    Gas Detection Equipments

  • Sensor and Transmitter
  • Monitor
  • Alarm
  • Portable Gas Monitor
  • Personal Gas Monitor

9.    Respiratory Protection Equipments

  • Escape Unit
  • Work Line Unit
  • Rescue Unit
  • Bug Blower Unit

10.    Noise Measurement and Mapping

  • Prinsip Pengukuran
  • Metodologi Pengukuran
  • Aturan Dasar
  • Sampling Protocol Noise Dosemeter
  • Standard and Test Code
  • Noise Mapping

SECURITY MANAGEMENT

KOMPETENSI DASAR:

Management Security (Security management)  yaitu suatu sistem untuk memberikan pemahaman yang utuh/ terpadu serta kemampuan dan keterampilan dalam merencanakan dan mendesain Sistem Pengamanan yang tepat, efektif, dan efisien, sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi, khususnya Ancaman / Gangguan yang mungkin terjadi serta kemampuan Perusahaan sendiri dan berguna untuk mencegah sedini mungkin kerugian-kerugian bagi Perusahaan (Loss Prevention).



MATERI TRAINING SECURITY MANAGEMENT FOR LEADER

a.       Mengetahui secara garis besar Defenisi manajemen security (Security management)

Yang dimaksud dengan Management Security secara umum yaitu dapat melaksanakan Prosedur Sistem Manajemen Pengamanan dalam membentuk Kerangka dasar bagi perusahaan agar dapat mengelola aspek keamanan dan ketertiban dengan mengatur dan pengendalikan potensi bahaya dan faktor resiko, guna mencapai perlindungan keamanan karyawan, tamu dan masyarakat ; perlindungan mesin, alat, materi dan harta benda perusahaan ; proses produksi yang aman, handal dan efersien, perlindungan yang berkualitas dan lestari serta dapat diintregrasikan dalam sistem Manajemen Perusahaan yang ada dan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan.

b.       Loss Prevention Management

Adalah Langkah-langkah yang perlu diselenggarakan dalam upaya membuat sekuriti, pencegahan kerugian, dengan harapan agar terselenggaranya suatu manajemen sekuriti yang terarah, yaitu tidak terjadinya gangguan-gangguan keamanan, atau timbulnya kerugian-kerugian, sedangkan penyelenggaran manajemen sekuriti ini dilaksanakan dengan memperhatikan keefektivitasan biaya ( effective security / loss prevention management, which simultaneously cost effective )

c.        Risk management

Adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan upaya mencegah dan mengurangi ancaman atau pengaruh negatif dari suatu peristiwa atau insiden yang dapat membawa resiko. Dengan defenisi sebagai suatu penerapan kebijakan manajerial yang disusun secara sistematis, prosedural serta pelaksanaan tugas-tugas pengidentifikasian, penganalisaan, penilaian, penanganan dan pemantauan serta pengkajian ulang atas suatu peristiwa/insiden yang berupa ancaman dan mengakibatkan resiko.

d.       Management Pengamanan Industrial

Adalah dapat memahami sasaran, tujuan serta fungsi organisasi, disusun secara sistematis & pendekatan yang dikoordinasikan antar bagian serta upaya penanganan sesuai dengan tingkat resiko & pembiayaan yang efektif dan terus dimonitor serta dikaji ulang.

e.        Kepemimpinan Sekuriti

Sebagai Manager Sekuriti dituntut mempunyai daya analisa yang tajam karena daya analisa yang tajam inilah pra syarat terlaksananya kewaspadaan terhadap lingkungan. ” Pemimpin yaitu orang-orang yang melakukan sesuatu yang benar ( Do the right things ) sedang Manager ” Orang-orang yang melakukan sesuatu dengan benar (Do the things right).

f.         Profesionalisme Security

Yaitu dapat mengembangkan sikap sebagai seorang Manager Security yang memenuhi tuntutan dan perkembangan dari unit-unit usaha dengan memberikan pelayanan yang prima dan konsisten.

SURVELANS KESEHATAN PEKERJA

TRAINING OBJECTIVES SURVELANS KESEHATAN PEKERJA:

  • Memberikan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan an keterampilan dalam menysun pedoman tentang Pemeriksaan Kesehatan terkait jabatan (risk based helth examination);
  • Memberikan kemampuan melakukan analisis data kesehatan baik pada tingkat individu maupun populasi;
  • Memberikan kemampuan melakukan dokumentasi dan komunikasi hasil pemeriksaan kesehatan pekerja kepada fihak terkait.
  • Sebagai forum komunikasi para praktisi dibidang kesehatan kerja.

TRAINING BENEFIT SURVELANS KESEHATAN PEKERJA:

Setelah mengikuti training peserta diharapakan memiliki kompetensi sbb:

  • Memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mendisain dan mengelola pemeriksaan kesehatan pekerja yang bersifat risk-related;
  • Memiliki   keterampilan dalam melakukan analisis data kesehatan baik secara individu maupun populasi;
  • Memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mendokumentasikan dan mengkomunikasikan hasil pemeriksaan kesehatan kepada fihak terkait;
  • Memiliki networking tentang kesehatan kerja yang berguna untuk menunjang kegiatan praktis dilapangan.

 

TRAINING MATERIAL OUTLINE  SURVELANS KESEHATAN PEKERJA:

  1. Role and Function of OH doctor.
  2. Regulasi dan Best Practice tentang Pemeriksaan Kesehatan.
  3. Principles of Workers Health Surveillance.
  4. Health Risk Assessment.
  5. Bio-Monitoring
  6. Fitness Criteria.
  7. Komunikasi Data medic kepada fihak terkait.
  8. Protocol Development.
  9. Health Data Analysis, individual vs population data.
  10. Pemeriksaan Kesehatan kelompok risiko khusus: pemakai respirator, penjamah makanan dan pengemudi.
  11. Case Studies: Shoe Manufactory, Electronics, Oil and gas.

MANAGEMENT SAFETY CULTURE & BEHAVIOR

Latar Belakang Management Safety Culture & Behavior

Aspek safety di lingkungan industry (perusahaan) saat ini tidak lagi sekedar melaksanakan amanat UU Keselamatan Kerja semata, tapi lebih dari itu telah menjadi

fokus untuk me-manusia-kan manusia di lingkungan kerjanya. Bagaimana agar karyawan yang bekerja merasa aman dan nyaman saat bekerja menjadi sangat penting, agar mereka focus dalam bekerja, penuh dedikasi, integritas dan loyal. Bahkan lebih dari itu, kitapun harus berfikir agar proses produksi yang berlangsung dalam suatu perusahaan tidak mencemari lingkungan. Jadi kata kuncinya adalah bagaimana menjamin suatu pekerjaan yang aman bagi karyawan, manajemen, mitra kerja, produk, alat / permesinan, dan juga lingkungan.Tentu banyak materi safety yang diperlukan

seperti Safety Fundamental, Safety Management System, Hazardous Material, Material Safety Data Sheet, Personal Protective Equipment, dan lain – lain. Itu semua penting. Tapi ada yang lebih penting lagi yaitu masalah Safety Culture.Safety Culture dibangun oleh 2 unsur utama,yaitu Safety Knowledge dan Safety Behavior. Selama ini banyak perusahaan yang kurang menyentuh safety behavior, ini ini adalah kata kunci agar semua karyawan memiliki safety awareness yang build in dalam dirinya.

 

Manfaat 

Memahami secara komprehensif akan pentingnya mengimplementasikan aspek safety secara automatically atas dasar sebuah kesadaran, dan setiap karyawan akan tersentuh untuk memiliki high awareness terhadap segala potensi bahaya di lingkungan kerjanya, baik bahaya terhadap dirinya, orang lain, atau lingkungannya. Akhirnya diharapkan terminology zero accident akan menjadi perhatian utama seluruh entitas perusahaan, termasuk share holdernya.

Materi Bahasan Training Management Safety Culture & Behavior

  • Pengertian Safety Culture
  • Various Culture in a Company
  • Safety Knowledge & Safety Behavior
  • Proses Pembentukan Safety Culture
  • Effotrs to Guarantee Safety Culture
  • Construction of safety Information
  • Atmosphere of Trust
  • Respect to Knowledge, Ability &
  • Experience

EMERGENCY RESPONSE PLAN (ERP)

DESKRIPSI TRAINING  EMERGENCY RESPONSE PLAN

Negara kita termasuk negara yang sering terjadi bencana, baik itu karena faktor alam seperti gempa, longsor, banjir, tsunami, dll, ataupun yang terjadi karena faktor manusia, seperti teror bom, demonstrasi yang menyebabkan kerusuhan, kebakaran, atau kecelakaan di tempat kerja lainnya yang terjadi karena faktor kelalaian manusia. Faktor resiko terkait dengan operasi perusahaan akan selalu menyertai dan perlu untuk mendapatkan perhatian yang serius dari semua pihak, karena apabila kejadian tersebut apabila tidak ditangani secara khusus akan mengakibatkan kerugian, baik harta maupun nyawa manusia, dalam hal ini SDM yang berada di lingkungan kerja maupun masyarakat sekitar.

Perusahaan yang memperhatikan aspek safety sudah terntu memiliki Departement yang fokus terhadap K3, tetapi sudahkah depertement tersebut dilatih secara khusus untuk sigap menghadapi situasi tersebut, terutama pada saat saat kejadian genting tersebut terjadi? Untuk mengantisipasi hal tersebut, sudah ada suatu manajemen khusus, yaitu Sistem Manajemen ERP (Emergency Response Plan/Tanggap Darurat Bencana). Sistem ini mengintregrasikan beberapa depertemen mencakup HRD, keamanan (security), kesehatan, termasuk K3 (keselamatan dan kesehatan kerja) itu sendiri untuk menanggulangi kejadian bencana tersebut. Sistem management ERP (Emergency Response Plan) selalu dibutuhkan dan diaplikasikan dalam kondisi darurat, maka sangat disarankan di setiap perusahaan sesegera mungkin mempelajari sistem manajemen ERP sejak dini. Salah satu cara untuk mempelajarinya adalah melalui kegiatan pelatihan dan pembekalan mengenai Emergency Response Plan, dilanjutkan dengan latihan secara rutin dan berkala. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, peserta akan mendapatkan pembekalan tentang menghadapi sebuah bencana yang terjadi dan melakukan teknik-teknik tanggap darurat dengan tepat. Tumbuhnya kesadaran perusahaan tentang kemungkinan adanya bencana yang tidak diharapkan, akan meningkatkan kewaspadaan akan bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi dan cara penanggulangan yang tepat.

TUJUAN TRAINING  EMERGENCY RESPONSE PLAN

Tujuan yang dicapai melalui pelatihan ini adalah:

  • Meningkatkan kesadaran peserta akan pentingnya kesigapan perusahaan menghadapi keadaan darurat yang bisa terjadi.
  • Mengkoordinasikan upaya Perencanaan Tanggap Darurat/ ERP (Emergency Response Plan) sehingga tercapai efisiensi dan efektifitas dalam pengendaliannya.
  • Peserta memahami dengan benar berbagai hal yang terkait dengan ERP (Emergency Response Plan) sebagai suatu sistem yang selalu dibutuhkan dan diaplikasikan dalam keadaan darurat sehingga pengendalian bisa dilakukan secara cepat dan tepat.
  • Mengetahui apa saja yang bisa terjadi dalam keadaan darurat dan melatih kesiapan mengahadapi keadaan emergency sehingga rasa gugup dan panik dapat diatasi.
  • Mempersiapkan diri dalam mengurangi kemungkinan kerugian yang lebih besar bila dalam keadaan darurat.
  • Mengatur tata cara dalam pelaksanaan penanggulangan Keadaan Darurat sehingga kerugian perusahaan dapat diminimalisir.
  • Peserta Mampu mengembangkan sistem dan program ERP (Emergency Response Plan)
  • Memastikan tindakan pengendalian sesuai Prosedur dan Organisasi ERP (Emergency Response Plan).

MATERI TRAINING  EMERGENCY RESPONSE PLAN

Materi yang akan diberikan dalam pelatihan ini adalah:

  • Introduction to Emergency Response Plan
    • Definisi Darurat dan Bencana
    • Jenis-jenis dari Keadaan Darurat dan Bencana
    • Disaster Management in Indonesia
    • Disaster Management Elements
    • Development of Disaster Management
    • ERP Programs
  • Persiapan dan Perencanaan Tanggap Darurat
    • Pengantar Sistem Manajemen Tanggap Darurat
    • Pembentukan Team Emergency
    • Emergency Organization
    • Struktur Organisasi, Tugas, & Fungsi
    • ERP Programs
    • Prosedur-prosedur dalam Emergency
  • Penanggulangan Ketika terjadinya Emergency
    • Sistem Evakuasi Orang
    • Sistem Evakuasi Peralatan
  • Penanggulangan Pasca Bencana / Emergency
    • Penanganan setelah Terjadinya Bencana / Emergency
    • Medical Emergency
  • Sistem Pelaporan dan Komunikasi
    • Sistem-sistem pelaporan dan Tanggung jawab
    • Jalur-jalur Komunikasi
  • Crisis Management to Improve ERP Program Development
  • Simulasi Emergency (Kebakaran, P3K Respon, Evakuasi Korban, Komunikasi)

PENANGANAN LIMBAH B3 Dan BAHAN BERBAHAYA & BERACUN

TRAINING INTRODUCTION PENANGANAN LIMBAH B3

Semakin banyaknya limbah B3 yang di hasilkan di area industri menjadi salah satu faktor pemerintah mengeluarkan UU No 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan. Pemerintah sudah mengeluarkan PP No 18 tahun 1999 tentang pengelolaan limbah B3, walau kadang dalam implementasi di lapangan masih banyak di temukan berbagai pelanggaran dalam proses implementasinya. Pemerintah juga mengeluarkan program PROPER dan B3 menjadi salah satu bagian yang harus di evaluasi dan di monitor pelaksanaan di lapangan.

Begitu banyak konsen yang telah di keluarkan oleh pihak pemerintah harus di barengi dengan komitment dari pihak perusahaan dan tentunya skill personal yang menghandle kegiatan operasional tersebut. Bagaimana meng identifikasi limbah B3, cara penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pemanfaatan, pengolahan hingga penimbunan.

 

TRAINING OBJECTIVE PENANGANAN LIMBAH B3

  • Peserta di harapkan memahami landasan hukum dan regulasi tentang limbah B3
  • Peserta bisa melakukan identifikasi dan penyimpanan sementara
  • Peserta bisa menghitung mass balance limbah B3
  • Peserta bisa membuat program pengelolaan limbah B3

TRAINING OUTLINE PENANGANAN LIMBAH B3

  • Introduction, landasan hukum, identifikasi
  • Penyimpanan dan pengumpulan sementara
  • Program 3R reduce reuse recycle
  • Pengangkutan dan pengolahan limbah B3

BASIC K3 – HSE

TRAINING INTRODUCTION :

Tidak semua orang mendapatkan pengetahuan tentang HSE (health, safety & environment) dari meja kuliah, banyak kejadian di lapangan bahwa seseorang mendapatkan pekerjaan di bidang HSE karena di tunjuk oleh atasan, rotasi pekerjaan dll sehingga mau tidak mau orang tersebut secara autodidak harus mempelajari bidang HSE.

Mengenal dunia HSE langsung dari lapangan kadang mempunyai keterbatasan dalam hal pengetahuan dasar, sehingga terasa kurang lengkap dalam menjalankan pekerjaan tersebut. Mau tidak mau dengan mengikuti public training, baca buku HSE, masuk dalam komunitas HSE di lakukan dalam rangka mengejar ketertinggalan tsb.

Pelatihan ini di siapkan bagi siapa saja personal yang baru mulai terjun di bidang HSE, karyawan yang baru bergabung, karyawan rotasi / mutasi pekerjaan, pekerja kokntraktor dan lain lain. Secara menyeluruh di diskusikan bidang health promotion, bidang waste management, basic HSE, ISO 14001, OHSAS 18001, SMK3, pengukuran kinerja K3 dan lain sebagainya.

 

TRAINING OBJECTIVE:

  • Pengenalan tentang HSE (health, safety & environment)
  • Bagaimana peran dan tanggung jawab petugas HSE
  • Mengetahui dasar dalam membangung SMK3, OHSAS dan ISO
  • Memahami dasar pengelolaan lingkungan dan waste water treatment
  • Mengetahui dasar proses safety, ergonomic
  • Memulai healt promotion
  • Dasar dasar fire management



TRAINING OUTLINE
:

  • Basic HSE
  • Membentuk P2K3
  • Mengukur K3
  • SMK3, OHSAS 18001, ISO 14001
  • Pengelolaan lingkungan / waste management
  • Waste Water Treatment
  • Process Safety Management
  • Ergonomi
  • Health promotion
  • Fire management
  • Dasar CSMS

AUDITOR SMK3

DESKRIPSI TRAINING AUDITOR SMK3

Bidang keselamatan dan kesehatan tenaga kerja merupakan unsur yang sangat penting yang tidak dapat diabaikan oleh perusahaan. Mengutamakan rasa nyaman dan aman saat bekerja menjadi hak sepenuhnya bagi seorang karyawan terlebih jika mereka bekerja ditingkat resiko kecelakaan yang begitu tinggi. Peraturan Pemerintah (PP) No. 50 Tahun 2012 mengenai penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3). PP No. 50 Tahun 2012 telah ditetapkan pada 12 April 2012 di Jakarta. PP tersebut merupakan peraturan pelaksanaan dari pasal 87 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Dalam PP Nomor 50 Tahun 2012 tersebut, semua pemberi kerja wajib melaksanakan SMK3, terutama perusahaan yang mempekerjakan minimal 100 tenaga kerja atau perusahaan yang memiliki tingkat potensi kecelakaan yang tinggi akibat karakteristik proses kerja.

Agar program SMK3 yang diterapkan dapat terlaksana secara efektif, maka perlu dilakukan audit secara berkala. Hasil dari audit tersebut dapat dilakukan perbaikan terhadap kekurangan yang didapatkan.

MATERI TRAINING AUDITOR SMK3

  1. Ruang lingkup SMK3
  • Definisi dan pengertian
  • Prinsip
  • SMK3 berdasarkan PP No.50 tahun 2012 dan OHSAS 18001:2007
  • Pemeliharaan
  • Elemen
  • Kriteria
  • Mekanisme Audit
  • Teknik Audit
  • Badan audit
  • Tugas dan fungsi auditor
  • Wewenang, kewajiban auditor
  • Jenjang Karier auditor SMK3
  1. Ruang lingkup Audit  SMK3
  1. Auditor SMK3

BASIC SAFETY TRAINING

PENGANTAR BASIC SAFETY TRAINING

“Kecelakan bukan tadir,tapi dalam uaya kita untuk mencegah dan menghindarinya”

Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan Langkah awal bagi para Perusahaan baik berskala Besar atau Berskala kecil yang memiliki Potensi bahaya tinggi merupakan Suatu Upaya untuk Mencegah dan Menanggulangi terjadinnya Kecelakaan Kerja,Kebakaran,Pencemaran Lingkungan,dan Penyakit Akibat Kerja.

Oleh sebab itu Penerapan K3 (Keselamatan Kesehatan Kerja) merupakan Perlindungan untuk testimasi waktu produksi,hasil produksi,asset produksi,dan tenaga kerja perlu dikembangkan dan ditinggkatkan mengingat semua  itu langsung berdampak bagi perusahaan.

MANFAAT TRAINING BASIC SAFETY

  • Meningkatkan kesadaran peserta terhadap pentingnya tindak pencegahan kecelakaan dan menggugahnya untuk mendorong karyawan dilingkungan kerjanya agar mau melakukan tindakan pencegahan kecelakaan.
  • Meningkatkan pengetahuan peserta akan upaya pencegahan kecelakaan dilingkungan kerjanya.
  • Meningkatkan moral Perusahaan dan karyawan serta mengurangi resiko kerugian bagi Perusahaan

 

Materi Basic Safety Training

  • Dasar-dasar K3 dengan pengenalan UU.No.1 Tahun 1970
  • Mengapa keselamatan penting dan Pencegahan terhadap kecelakaan
  • Contoh-contoh bahaya & Pengenalan Simbol K3
  • Menilai bahaya kecelakaan ditempat kerja.
  • Basic Safety Rules & Prosedur bekerja yang aman
    • Pengendalian terhadap Bahaya.
    • Tips dalam meningkatkan diri akan kesadaran keselamatan bekerja.
    • Pentingnya alat pelindung diri & Pengenalan Alat Pelindung Diri (APD) atau Personal Protective Equipment (PPE)
  • Cara Pengangkatan Material yang benar
  • Praktek Identifikasi Proteksi Bahaya & Safety Risk Management
  • Emergency Preparedness.
  • Incident Reporting & Investigation.
  • Rencana tindakan dan Penutup.

SHIP SECURITY OFFICER

TUJUAN TRAINING SHIP SECURITY OFFICER

Pelatihan ini bertujuan memberikan pengetahuan bagi peserta mengenai peraturan internasional  keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan (International Ship and Port Facility Security) yang sudah berlaku sejak tahun 2003 di Indonesia dan penerapannya bagi pemilik kapal khususnya.  Juga diberikan pengertian tentang pelaksanaan Verifikasi Pembaruan Kapal serta sosialisasi ketentuan pemerintah mengenai ISPS Code.



MANFAAT  TRAINING SHIP SECURITY OFFICER

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan memiliki kompetensi dan  mampu :

  • Menjelaskan dan melaksanakan peraturan, perundangan dan standar kerja mengenai ISPS Code dan penerapannya di Indonesia.
  • Menjelaskan pedoman keamanan kapal (ship security guidelines)
  • Menjelaskan pedoman penerapan asesmen keamanan kapal (ship security assessment guidelines).
  • Menjelaskan kepada para perwira kapal mengenai pedoman kemanan kapal (ship security officers guidelines).

 

MATERI TRAINING SHIP SECURITY OFFICER

  1. Pengertian peraturan dan ketentuan keamanan kapal (ships security) berkaitan dengan ISPS Code dan  penerapannya di Indonesia
  2. Pedoman kemanan kapal
  3. Pedoman penerapan asesmen keamanan kapal
  4. Pedoman  keamanan kapal bagi perwira
  5. Penerapan ISPS Code bagi perusahaan pemilik kapal      
  6. Diskusi interaktif

Industrial Ergonomy

Description Industrial Ergonomy

Many industries (from small to large) are totally committed to providing a safe and health workplace. They are also committed to ensuring that the highest level of productivity and quality is achieved by its employees and for its customers respectively. Implementation of a successful plant-wide ergonomics program will play a key role in achieving these goals. The main goal of ergonomics is to reduce the risk of  injuries by matching demands of the job to the abilities of the employee through the proper design of workstations, tools, environment, work schedules, policies and procedures.Most injuries happen in workplace included Overexertion and musculoskeletal disorders (MSD) that involve strains and sprains of muscles, tendons, ligaments, joints or nerves. These usually occur over time due to repeated exposure to certain risk factors. This  training program aims to  identify  work activities that can lead to injury and how to reduce risk of injury, also to  identify the most effective ways to improve your employees’ work environments and implement ergonomic solutions.

 

Objective

By the end of this training, the participant will be able to

  • Understand  the ergonomics and its benefits in workplace
  • Identify work activities that can lead to injury
  • Identify the list of action  to reduce risk of injury
  • Identify parts of the body that get injured at work
  • Recognize and report signs and symptoms of injury early

Outline Training Industrial Ergonomy

1. Scope of ergonomic at work and its benefits: Best practice  from  many industries

2. Identify work activities that can lead to injury

  • What is Work-related Musculo Skeletal Disorders (WMSDs)?
  • How to identify WMSDs?

3. Identify  some of the symptoms of WMSDs?

  • Discomfort
  • Pain
  • Numbness
  • Burning
  • Swelling
  • Change in color
  • Tingling
  • Tightness, loss of flexibility

4. What Causes WMSDs?

  • Awkward Postures
  • High Hand Force
  • Repetitive Motions
  • Repeated Impacts
  • Heavy, Frequent, or Awkward Lifting
  • Moderate to High Hand-Arm Vibration

5. Risk Factors

  • Duration      (how long you are exposed to it)
  • Frequency  (how often you are exposed to it and how much rest you get in between)
  • Intensity      (how much of the risk factor there is)
  • Combinations of risk factors, where you are exposed to more than one risk factor at a time.
  • The more risk factors you have at once, the more likely an injury will occur.

6. List of action  of ergonomic principles that reduce risk of injury

  • Reducing Awkward Postures
  • Reducing High Hand Force
  • Reducing Repetitive Motions
  • Reducing Repeated Impacts
  • Reducing Heavy, Frequent, or Awkward Lifting
  • Reducing Moderate to High Hand-Arm Vibration

7. What you can do:

Symptom recognition and reporting

Report symptoms if:

  • Pain is persistent, severe or worsening
  • Pain radiates
  • Symptoms include numbness or tingling

Reporting Procedures

 

SMK3 OHSAS 18001: 2007

Seminar/Training Description SMK3 OHSAS 18001: 2007

Globalisasi perdagangan saat ini memberikan dampak persaingan sangat ketat dalam segala aspek khususnya ketenagakerjaan yang salah satunya mempersyaratkan adanya perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja. Untuk meningkatkan efektifitas perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja, tidak terlepas dari upaya pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja yang terencana, terukur, terstruktur, dan terintegrasi melalui SMK3 guna menjamin terciptanya suatu sistem keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja. Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja melalui SMK3 telah berkembang di berbagai negara baik melalui pedoman maupun standar.

OHSAS 18001:2007 adalah suatu standar internasional untuk Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Diterbitkan tahun 2007, menggantikan OHSAS 18001:1999, dan dimaksudkan untuk mengelola aspek kesehatan dan keselamatan kerja (K3) daripada keamanan produk. OHSAS 18001 menyediakan kerangka bagi efektifitas manajemen K3 termasuk kesesuaian dengan peraturan perundang-undangan yang diterapkan pada aktifitas-aktifitas anda dan mengenali adanya bahaya-bahaya yang timbul.

Untuk memberikan keseragaman bagi setiap perusahaan dalam menerapkan SMK3 sehingga perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja bagi tenaga kerja, peningkatan efisiensi, dan produktifitas perusahaan dapat terwujud maka perlu diterapkan Persyartan minimal menngenai K3 yaitu OHSAS

TUJUAN PELATIHAN SMK3 OHSAS 18001: 2007

Peserta memahami persyaratan dalam penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja sesuai persyaratan OHSAS 18001 dan SMK3 PP no 50 th 2012.

  1. Peserta mampu melakukan gap analysis antara persyaratan dengan kondisi aktual perusahaan.
  2. Memberi penjelasan mengenai identifikasi bahaya, penilaian resiko dan pengendaliannya K3 dengan mengaju kepada persyaratan OHSAS 18001/SMK3 dan peraturan pemerintah terkait dengan K3.
  3. Peserta mengetahui cara melaksanakan Internal Audit dan Manajemen review yang efektif.

Outline SMK3 OHSAS 18001: 2007

Sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja:

  1. Pendahuluan dan pengertian umum.
  2. SMK3 PP No 50 Tahun 2012 : Garis besar persyaratan, maksud dan tujuan
  3. Garis besar persyaratan-persyaratan Legal K3.
  4. Analisa kinerja K3 saat ini; menentukan lagging indicator, leading indicator.
  5. Menyusun prosedur awal; pengendalian dokumen dan catatan.
  6. Identifikasi dan penilaian bahaya; Pengertian bahaya dan resiko bahaya, berbagai jenis bahaya K3, Teknik-teknik identifikasi dan penilaian bahaya
  7. Identifikasi persyaratan-persyaratan legal K3 yang berlaku.
  8. Menentukan kontrol operasional K3; menghilangkan dan mengurangi bahaya.
  9. Pengaturan proses-proses, terkait kontrol operasional, proses proaktif, reaktif, evaluasi.
  10. Evaluasi kinerja sistem.

SMK3 PP No. 50 Tahun 2013

Seminar/Training Description SMK3 PP No. 50 Tahun 2013

Pada tahun  2012, Pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor : PP No. 50 Tahun 2012 mengenai Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Dimana pada Peraturan tersebut menjelaskan bahwa setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerjase banyak 100 orang atau lebih dan/atau mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja seperti peledakan, kebakaran, pencemaran dan penyakit akibat kerja, wajib menerapkan SMK3.

Training Sistem Manajemen K3 (SMK3) PP No .50 Tahun 2012 kami selenggarakan dengan tujuan agar Perusahaan dapat memenuh regulasi pemerintah tersebut sekaligus menyediakan, mengimplementasikan dan memelihara Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja.

Tujuan Pelatihan SMK3 PP No. 50 Tahun 2013

Setelah mengikuti Training SMK3 ini, diharapkan peserta akan dapat :

  1. Memahami persyaratan sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja berdasarkan    SMK3 PP No .50 Tahun 2012
  2. Mampu melakukan gap analysis penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di perusahaan
  3. Menyediakan, mengimplementasikan dan memelihara Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja

 

Outline SMK3 PP No. 50 Tahun 2013

  1. Materi SMK3PP No .50 Tahun 2012
  2. Dasar – dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja
  3. Maksud dan Tujuan SMK3PP No .50 Tahun 2012
  4. Pengenalan dan interpretasi Sistem Manajemen SMK3PP No .50 Tahun 2012
  5. Metode Penyusunan SMK3PP No .50 Tahun 2012
  6. Mengelola Kinerja SMK3 PP No .50 Tahun 2012 di tempat kerja
  7. Hazard Identification and Risk Assessment
  8. Implementasi dan Sertifikasi SMK3PP No .50 Tahun 2012

PENANGANAN LIMBAH B3 & BAHAN BERBAHAYA & BERACUN

TRAINING INTRODUCTION PENANGANAN LIMBAH B3

Semakin banyaknya limbah B3 yang di hasilkan di area industri menjadi salah satu faktor pemerintah mengeluarkan UU No 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan. Pemerintah sudah mengeluarkan PP No 18 tahun 1999 tentang pengelolaan limbah B3, walau kadang dalam implementasi di lapangan masih banyak di temukan berbagai pelanggaran dalam proses implementasinya. Pemerintah juga mengeluarkan program PROPER dan B3 menjadi salah satu bagian yang harus di evaluasi dan di monitor pelaksanaan di lapangan.

Begitu banyak konsen yang telah di keluarkan oleh pihak pemerintah harus di barengi dengan komitment dari pihak perusahaan dan tentunya skill personal yang menghandle kegiatan operasional tersebut. Bagaimana meng identifikasi limbah B3, cara penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pemanfaatan, pengolahan hingga penimbunan.

 

TRAINING OBJECTIVE PENANGANAN LIMBAH B3

  • Peserta di harapkan memahami landasan hukum dan regulasi tentang limbah B3
  • Peserta bisa melakukan identifikasi dan penyimpanan sementara
  • Peserta bisa menghitung mass balance limbah B3
  • Peserta bisa membuat program pengelolaan limbah B3

 

TRAINING OUTLINE PENANGANAN LIMBAH B3

  • Introduction, landasan hukum, identifikasi
  • Penyimpanan dan pengumpulan sementara
  • Program 3R reduce reuse recycle
  • Pengangkutan dan pengolahan limbah B3