Arsip Blog

OIL AND GAS HANDLING FACILITIES

TRAINING OIL AND GAS HANDLING FACILITIES :

After participate in this course, the participants will be able and capable to :

  • Understand the basic concept of oil and gas handling processes and facilities, and how to operate this technology in field application.
  • Diagnostic of oil and gas reservoir performance under actual drive mechanism and future performance with current handling processes.
  • Analyze the production potential of reservoir under with actual handling system processes and to plan the better development processes according to reservoir capacity.
  • Understand the fundamentals of microscopic and macroscopic aspects and phenomena of oil and gas handling processes.

 

OUTLINE OIL AND GAS HANDLING FACILITIES :

1.  Gas Handling Facilities

  • Introduction to Gas Handling and Facilities
  • Gas Properties
    • Ideal gas
    • Real Gas
    • Gas Formation Volume Factor
    • Gas Compressibility
    • Gas-Water System
    • Gas-Condensate System
  • Gas Reservoir Performance
    • Reservoir Gas Flow
    • Gas Reserves
    • Well Completion Effect
    • Tight Gas Well
    • Gas Well Testing
  • Gas Piping System
    • Basic  Flow Equation
    • Flow in Wells and Flow in Pipelines
    • Effect of Liquids
    • Use of Pressure Traverse Curve
    • Liquid Removal from Gas Wells
  • Gas Compression
    • Type of Compressors
    • Compressor Design
    • Centrifugal Compressor
  • Total System Analysis
    • Tubing and Flow Line Effect
    • Separator Pressure Effect
    • Compressor Selection
  • Flow Measuring
    • Orifice Metering
    • Metering System Design
    • Other Metering Methods
  • Gas Condensate Reservoir
    • Well Testing and Sampling
    • Gas Cycling
  • Field Operation Problems
    • Pressure Cumulative Production Plot
    • Hydrate Formation
    • Sour Gas Production
    • Corrosion Control With Inhibitors
    • Sulfur Deposition
  • Gas Processing
    • Field treatment of Natural Gas
    • Gas Plant Operation
    • Gas Dehydration
    • Gas Sweetening

2.  Oil Handling Facilities

  • Oil Well Surface Production Equipment and Operation
    • Oil Well Equipment
    • Oil Well Production Operation
    • Well Automatic Safety Device
  • Oil Gathering System. Manifold and Flowline
    • Oil Gathering System
    • Maniflod System
    • Flow line Sizing and Design
  • Crude Oil and Gas Separation
    • Separator and Principle of Separation
    • Design of Separator
    • Oil Dehydration
  • Principles of Measurement
    • Introduction to Measurement
    • Crude Oil Measurement
    • Gas Measurement
  • Well Test
    • Introduction
    • Responsibility for Test
    • Preparation for Test
    • Types of Well Test
    • Equipment and Procedures
    • Accuracy of Fluid Measurement
    • Problem in Testing
    • Type of Test
Iklan

SCBA : SELF CONTAINED BREATHING APPARATUS

TRAINING DESCRIPTION:

All Fire Department Personnel shall wear SCBA when operating in any of the following atmospheres. SCBA shall be used by all personnel who enter into hazardous atmospheres during ther activities or other IDLH or potential IDLH atmospheres. This course are to provide all personnel who enter into hazardous atmospheres become familiar with donning and doffing, checkout procedures, features, use emergency procedures.

 

TRAINING OBJECTIVES:

  • Describe how to recognize medical signs and symptoms that may limit or prevent the effective use of the respirators
  • Describe why the respirator is necessary and how improper fit, usage, or maintenance can compromise the protective effect of the respirator.
  • Describe what the limitations and capabilities of the respirator are.

TRAINING MATERIAL OUTLINE SCBA

  1. Fundamentals
    • HSE Rulesandregulations
    • Hazardsin the workplace
    • Pack Familiarization
    • Inspection
    • Maintenance
    • Bottle Filling
  2. Operations
  • Why SCBA is necessary?
  • What are limitations – equipment, environment and user?
  • Maintenance and Use
  • Emergency situations – failure
  • Knowledge of policy

Geology Mapping And Mining

Deskripsi Training Geology Mapping

Geology Mapping merupakan pendataan informasi geologi yang outputnya berupa peta geologi yang menggambarkan kondisi sebaran dan susunan batuan. Sedangkan untuk eksplorasi merupakan kegiatan yang meliputi keseluruhan kegiatan mulai dari pencarian sampai evaluasi yang bertujuan untuk menemukan endapan mineral yang bersifat ekonomis.  Kedua hal ini dilakukan untuk menemukan posisi dan jenis dari sumber daya alam yang tergandung di dalam bumi.

 

Tujuan Training Geology Mapping

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Mengetahui proses-proses geologi dan kompleksitasnya
  2. Memahami prosedur identifikasi dan pemetaan endapan bahan galian
  3. Memahami teknik pembuatan peta geologi
  4. Mengenal konsep dan teknologi dalam eksplorasi
  5. Memahami metode-metode dan tahapan dalam eksplorasi
  6. Memahami hubungan kondisi geologi dan cebakan bahan galian dengan model eksplorasi
  7. Memahami cara mendesain dan merancang kegiatan eksplorasi

 

Materi Training Training Geology Mapping

  1. Pengantar geologi umum
  2. Dasar-dasar pemetaan geologi lapangan
  3. Teknik pembuatan peta geologi
  4. Struktur dan penyusunan laporan geologi
  5. Pengantar konsep eksplorasi bahan galian
  6. Desain dan perencanaan eksplorasi
  7. Struktur dan penyusunan laporan eksplorasi
  8. Studi kasus

Petroleum Production System

Deskripsi Training Petroleum Production System

Untuk dapat menghasilkan produktivitas pada tingkat yang maksimal, perusahaan industri perminyakan (petroleum industry) seharusnya menyusun, mengaplikasikan dan memperkuat sistem produksinya. Berbagai persoalan yang sering dihadapi perusahaan meliputi fasilitas pengolahan minyak mentah bumi, kondisi geologi dari tempat pengeboran, aliran fluid, persoalan sumur minyak, pengontrolan minyak dan lain sebainya telah menjadi perhatian dari berbagai kalangan yang menginginkan dapat memproduksi minyak lebih optimal. Selain itu, dengan berkembangnya teknologi pengolahan produksi minyak saat ini seharusnya dapat dimanfaatkan perusahaan untuk dapat memompa laju produksinya. Training ini mengetengahkan berbagai teori dan praktik pelaksanaan sistem produksi perminyakan yang telah diaplikasikan dan terbukti berhasil meningkatkan kapasitas produksi perusahaan.

Tujuan Training Petroleum Production System

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Mengetahui secara mendalam sistem produksi perminyakan modern yang telah teruji kehandalannya di berbagai perusahaan
  2. Memberikan ketrampilan untuk mengidentifikasi dan merancang sistem produksi perminyakan yang dapat meningkatkan produktivitas perusahaan
  3. Memberikan ketrampilan untuk mendiagnosa permasalahan berdasarkan pengalaman best practice dari ahli yang kompeten dalam bidang sistem produksi perminyakan

Materi Training Petroleum Production System

1. Ruang lingkup Petroleum Production System
2. Advanced Technique to Maximize Reservoir Facilities

3.Petroleum Piping System
4. Sand control
5. Desain pemecahan persoalan well di industri perminyakan

  •  Produksi yang rendah
  • Kerusakan formasi
  • Artificial lift
  • Low reservoir
  • Ketinggian viskositas

6. Minyak mentah dan teknologi pengolahan
7. Penanganan fasilitas yang dapat meningkatkan produktivitas industri perminyakan
8. Studi praktis perencanaan, pengelolaan dan pengontrolan sistem produksi minyak

PRODUCTION ENGINEERING

DESKRIPSI TRAINING PRODUCTION ENGINEERING

Dalam .mengelola perusahaan pertambangan minyak dan gas, proses produksi sebagai proses bisnis yang paling utama memerlukan perhatian lebih dari sisi penguasaan teknis operasi yang dapat menunjang pencapaian hasil produksi yang maksimal. Semakin maksimal proses operasi yang dilakukan, maka akan semakin meningkatkan kapasitas produksi yang berujung pada profit perusahaan. Akan tetapi, tidak sedikit perusahaan yang masih mengalami kendala dalam proses operasi produksi minyak dan gas karena belum menemukan solusi dari berbagai perosalan yang terkadang dihadapi di lapangan. Training ini akan memnahas mengenai beragam metode aplikatif dan teruji yang mampu digunakan untuk memecahkan persoalan yang berhubungan dengan tidak maksimalnya hasil dari proses operasi penambangan yang dilakukan dari mulai reservoir hingga ke end user serta perhitungan teknis kebutuhan operasional dalam proses produksi yang dilakukan.

 

TUJUAN TRAINING PRODUCTION ENGINEERING

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami mengenai berbagai aspek dari proses operasi produksi minyak dan gas
  2. Menangani persoalan produksi yang selama ini menghambat capaian maksimal dari operasi pertambangan minyak dan gas
  3. mengetahui dasar perhitungan optimisasi produksi sumur-sumur minyak, gas dan reservoir panas bumi, pengembangan pelaksannaan optimisasi produksi ini untuk meningkatkan kinerja produksi sumuran dan lapangan

 

MATERI TRAINING PRODUCTION ENGINEERING

  1. Ruang lingkup persoalan operasi perminyakan
  2. Teknik ekspolarasi minyak dan gas yang handal
  3. Teknologi seismik yang teruji
  4. Drilling well in an exploration
  5. Artifial lift method
  6. Enhanced Oil Recovery
  7. Surface Facilities
  8. Production system analysis

 

Project Management For Oil And Gas

Deskripsi Training Project Management For Oil And Gas

Menjalankan industri minyak dan gas yang sukses membutuhkan perpaduan antara aplikasi teknologi, pengetahuan bisnis dan orang-orang yang terampil. Pengetahuan mengenai ekplorasi dan teknologi produksi juga sangat penting untuk memperkuat efektivitas didukung dengan manajemen proyek yang tepat. Manajemen proyek minyak dan gas mencakup prinsip-prinsip dan penerapan manajemen proyek untuk usaha hulu minyak dan gas. Tugas manajer manajemen proyek adalah membuat keputusan bisnis terbaik, yaitu keputusan yang mengarah pada biaya proyek terendah dengan tetap memnuhi semua produksi atau tujuan eksplorasi.

 

Tujuan Training Project Management For Oil And Gas

Setelah mengetahui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  1. Mengenal profil dan dinamika proyek
  2. Konsep dan fungsi manajemen proyek
  3. Teknik/metode perencanaan dan penyusunan jadwal
  4. Metode penilaian proyek
  5. Penggunaan software komputer

 

Materi Training Project Management For Oil And Gas

  1. Pengantar manajemen proyek industri minyak dan gas
  2. Proses manajemen proyek industri minyak dan gas
  3. Ruang liingkup manajemen proyek di industri minyak dan gas
  4. Alat-alat penjadwalan
  5. Sumber daya tenaga kerja
  6. Manajemen resiko proyek
  7. Continues Improvement dan manajemen kualitas dalam proyek
  8. Metode-metode penilaian investasi proyek
  9. Manajemen tim proyek
  10. Penggunaan software komputer
  11. Studi Kasus

 

MANAJEMEN EKSPLORASI

Deskripsi

Secara umum kegiatan eksplorasi meliputi beberapa hal, antara lain jenis kegiatan, operasi lapangan, layanan pendukung, layanan teknis, logistik, dan administrasi, koordinasi, komunikasi, dan pengawasan, analisis dan integrasi data hasil eksplorasi serta pengambilan keputusan. Oleh sebab itu, kegiatan Eksplorasi perlu di atur dan dikelola sehingga dapat berjalan efektif dan efisien. Training ini akan memberikan pengetahuan mengenai hal-hal yang perlu dipersiapkan ketika merencanakan dan melakukan kegiatan eksplorasi.

Manfaat kursus :

Setelah mengikuti kursus ini, peserta kursus diharapkan akan mampu:

  1. Memahami konsep, teknik dan tahapan dalam kegiatan exsplorasi
  2. Memahami perencanaan dan pengelolaan kegiatan eksplorasi yang efektif dan efisien
  3. Mengidentifikasi aspek-aspek non-teknis yang mungkin timbul dalam kegiatan eksplorasi
  4. Memahami strategi eksplorasi untuk meminimalisasi resiko investasi
  5. Memahami eksplorasi yang terencana dan taktis sebagai bagian awal dalam pengambilan keputusan investasi di bidang pertambangan

Materi

  1. Pengantar konsep dan teknik eksplorasi
  2. Metodedan desain eksplorasi
  3. Undang-undang dan peraturan eksplorasi
  4. Perencanaan dan pengelolaan eksplorasi
  5. Dampak lingkungan dalam eksplorasi
  6. Investasi dan analisis resiko eksplorasi
  7. Studi kelayakan
  8. Studi kasus manajemen eksplorasi di Indonesia

Teknik Kalibrasi Flowmeter Minyak

Deskripsi Teknik Kalibrasi Flowmeter Minyak

Flowmeter yang dalam pertambangan minyak dan gas digunakan untuk mengukur jumlah atau laju aliran dari minyak yang mengalir pipa atau sambungan terbuka merupakan salah satu peralatan vital dalam proses operasional perusahaan. Agar pengukuran yang dilakukan flowmeter dapat dengan akurat, cepat dan tepat dalam membaca jumlah/ laju fluida (minyak) yang masuk dalam pipa maka perlulah perusahaan melakukan kalibrasi flowmeter secara periodik. Oleh sebab itu, untuk meningkatkan citra perusahaan dan menurunkan sengeketa akibat perbedaan dalam perhitungan jumlah fluida (minyak) maka perusahaan perlu menerapkan standar internasional ISO/IEC 10725:2005 dalam melakukan teknik kalibrasi, khususnya pada peralatan flowmeter. Selain itu, bagi laboratorium uji dan kalibrasi hal ini juga dinilai perlu agar laboratorium memahami secara mendalam mengenai berbagai prosedur dan standar dalam melaksanakan uji kalibrasi.

Tujuan Teknik Kalibrasi Flowmeter Minyak

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami teknik yang tepat dalam melakukan kalibrasi flowmeter sesuai dengan standar internasional yang termuat di ISO            /IEC 10725:2005
  2. Memahami teknik yang sistematis dalam melakukan teknik kalibrasi yang sesuai dengan standar laboratorium
  3. Mengidentifikasi persoalan kalibrasi flowmeter secara mandiri

Materi Teknik Kalibrasi Flowmeter Minyak

  1. Sistematika kalibrasi flowmeter minyak
  2. Prosedur standar dalam penanganan, perlindungan, dan penyimpanan flowmeter
  3. Penetapan satuan pengukuran dalam satuan internasional
  4. Pemilihan metode kalibrasi flowmeter minyak
  5. Acuan rencana dan prosedur pengambilan sampel
  6. Validasi kalibrasi
  7. Pengolahan dan interpretasi hasil kalibrasi flowmeter minyak
  8. Pengaruh kondisi tempat kalibrasi flowmeter minyak dilakukan
  9. Memahami ketidakpastian dalam kalibrasi flowmeter minyak
  10. Spesifikasi metrologis dan klausul kalibrasi flowmeter minyak
  11. Teknis pelaporan hasil kalibrasi flowmeter minyak
  12. Dokumentasi proses kalibrasi flowmeter minyak
  13. Gugus kendali mutu flowmeter
  14. Identifikasi persoalan kalibrasi flowmeter dan alternatif tindakan

OIL ANALYSIS AND TRIBOLOGY

OVERVIEW TRAINING OIL ANALYSIS AND TRIBOLOGY

Gesekan yang ditimbulkan oleh dua benda yang bersentuhan dapat menimbulkan keausan pada kedua permukaan yang menyebabkan pemborosan energi yang dikeluarkan. Agar dapat mengurangi timbulnya keausan maka dilakukan tindakan pelumasan (lubrication). Pelumasan (lubrication) harus dilakukan dengan benar agar mesin atau peralatan yang digunakan dapat tahan lama dan tidak menurunkan daya guna yang dimiliki. Oil Analysis dan Tribology disini merupakan ilmu yang mempelajari mengenai persentuhan permukaan pada pergerakan relative dengan tujuan untuk membandingkan sifat kimia dan fisik pelumas apakah masih mempunyai performa yang baik atau tidak serta untuk mengetahui kandungan air, zat aditif serta viskositas dari pelumas tersebut.



MANFAAT TRAINING OIL ANALYSIS AND TRIBOLOGY

Dengan mengikuti training oil analysis and tribology ini diharapkan peserta dapat memahami tentang basic tribology dan lubrication sehingga perawatan terhadap mesin atau peralatan dilakukan dengan tepat.

MATERI TRAINING OIL ANALYSIS AND TRIBOLOGY

  1. Definisi, konsep dasar dan basic tribology
  2. Manfaat tribology
  3. Friction (gesekan)
  • Fenomena gesekan
  • Hukum fisika gesekan
  1. Keausan (wear)
  • Penyebab keausan
  • Adhesive wear
  • Abrasive wear
  • Corrosive wear
  • Surface-fatigue wear
  1. Pelumasan (lubrication)
  • Dasar-dasar dan teori lubrikasi
  • Kegunaan lubrikasi
  • Centralized lubrication system
  • Automatic lubrication system
  • Manual lubrication
  • Automatic lubrication
  • Hydraulic system
  • Pneumatic system
  • Kerusakan-kerusakan akibat kesalahan lubrikasi
  1. Pelumas (lubricant)
  • Jenis-jenis pelumas mesin yang tepat
  • Lubricant viscosity
  • The aditive lubricant
  • Kegunaan pelumas
  • Degradation of lubricant
  • Lubricant storage, handling and safety
  1. Studi kasus dan diskusi

Artificial lift

Deskripsi Artificial lift

Kemampuan dari reservoir sumur minyak dalam mengangkut fluida ke permukaan akan terus berkurang sejalan dengan waktu. Titik waktu reservoir mengalami kesulitan untuk mengangkut fluida ke atas maka disaat itulah perusahaan pertambangan minyak dan gas membutuhkan articial lift (pengangkutan/ sembur buatan) dalam proses produksinya untuk tetap menjaga laju ketersedian minyak tetap konstan. Artificial lift juga digunakan untuk sumur yang memang pada dasarnya hanya memiliki kemampuan produksi yang kecil, sehingga untuk menaikkan tingkat produksinya maka dibuatkanlah artificial lift pada sumur tersebut.

Pemilihan yang tepat pada beberapa alternatif metode artificial lift akan membantu perusahaan untuk efektif dan efesien dalam melanjutkan proses produksinya. Ketepatan tersebut tentunya didukung dari identifikasi yang akurat pada kondisi reservoir sumur, data historis perfomance reservoir dan lain-lain. Oleh sebab itulah perusahaan perlu mengetahui dan memahami persoalan ini secara mendasar dari mulai identifikasi persoalan, pemilihan alternatif tindakan, instalasi peralatan dari metode yang dipilih hingga evaluasi dari alternatif yang dipilih tersebut sehingga perusahaan memiliki sistem kerja yang handal dan tepat.

Tujuan Training Artificial lift

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami mengenai urgensi melakukan artificial lift di reservoir sumur pertambangan
  2. Memahami berbagai metode artificial lift yang telah banyak diterapkan
  3. Memilih metode yang tepat untuk diimplementasikan pada reservoir minyak sebagai jawaban dari persoalan kesulitan pengangkutan hidrokarbon

Materi Training Artificial lift

  1. Kapan dan mengapa menggunakan artificial lift?
  2. Identifikasi dan interpretasi data kondisi sumur
  3. Kerangka kerja dan evaluasi dari alternatif Gas Lifting
  4. Kerangka kerja dan evaluasi dari alternatif Sucker Rod Pumping
  5. Kerangka kerja dan evaluasi dari alternatif Subsurface Electrical Pumping
  6. Kerangka kerja dan evaluasi dari alternatif Jet Pump
  7. Kerangka kerja dan evaluasi dari alternatif Progressive Cavity Pump
  8. Peralatan yang dibutuhkan dari setiap alternatif metode artificial lift
  9. Perencanaan dan Manajemen Proyek dari instalasi artificial lift
  10. Evaluasi kebijakan
  11. Studi kasus persoalan artificial lift

TEKNIK PENULISAN LAPORAN

Deskripsi

Salah satu bentuk komunikasi adalah laporan tertulis. Tiap bagian/departemen perlu melaporkan segala aktivitasnya pada manajemen agar dapat tercipta kecepatan arus informasi untuk memudahkan pengambilan keputusan.

Laporan digunakan sebagai dasar perencanaan, pengaturan tugas, menggerakkan sumber daya, pengendalian, pengawasan dan pengambilan keputusan. Sebagai alat komunikasi dan informasi, isi laporan harus singkat, jelas dan lengkap. Dengan demikian semua pihak yang terlibat dapat memanfaatkan laporan tersebut secara optimal.

Kemampuan dan pengetahuan untuk menyusun suatu laporan yang efektif sangat dibutuhkan.

Menyeleksi informasi untuk kemudian disusun sebagai suatu laporan sangatlah esensial. Laporan yang disusun secara cepat dan tepat, merupakan informasi yang dapat dipakai untuk menyusun kegiatan lanjutan dan pengambilan keputusan bagi manajemen.

Dalam pelatihan ini akan dibahas prinsip-prinsip menulis laporan dan cara penerapannya. Metode pada pelatihan ini antara lain: penyampaian konsep, latihan, tugas kelompok dan diskusi. Teknik penggunaan waktu secara ekonomis, akan dibahas agar dihasilkan laporan yang ringkas, jelas, informatif dan efektif.

TUJUAN PELATIHAN TEKNIK PENULISAN LAPORAN

  • Menyusun laporan tertulis secara efisien dan efektif
  • Menyusun fakta ke dalam informasi yang logis dan jelas
  • Merangkum inti masalah tanpa menghilangkan maknanya
  • Membantu pembaca memahami pokok masalah, sehingga mampu mengambil keputusan efektif

GARIS BESAR PROGRAM PENULISAN DAN PRESENTASI LAPORAN

  • Pengantar penyusunan laporan efektif
  • Analisis, pengumpulan dan seleksi data serta informasi
  • Pedoman mencari akar masalah dan solusi. Berguna untuk bagian rekomendasi
  • Cara penulisan laporan Audit dari angle yang tepat agar laporanmenjadi efektif dan menarik untuk dibaca.
  • Technique pembuatan resume (excecutive summary) laporan audit sehingga dapat mengungkapkan substansi / maksud / sasaran laporan dengantepat.
  • Technique presentasi kepada Direksi hasil atas laporan / hasilAudit .
  • Acuan / best practises penulisan laporan untuk level /
    khirarkhi pembaca yang berbeda (Top Manager, CEO, Komisaris)

 

PENCEGAHAN FRAUD DAN INVESTIGATIF

PENDAHULUAN TRAINING PENCEGAHAN FRAUD DAN INVESTIGATIF :

Fraud atau tindakan curang diperusahaan merupakan adalah bahaya latent yang tidak akan pernah hilang, selalu mengancam dan dapat terjadi sewaktu-waktu, kapan saja dimana saja, dapat dilakukan oleh siapa saja dan dengan cara apa saja.Seringkali perusahaan tidak menyadari terjadinya fraud, hingga ahirnya perusahaan terkejut saat mendapatkan kerugian financial yang signifikan serta hancurnya reputasi bisnis perusahaan akibat fraud. Fraud biasanya banyak dilakukan oleh level bawah, mengingat motivasi utama orang melakukan fraud karena terdesak ekonomi, tetapi banyak pula yang dilakukan oleh level mengah dan atas. Sebagai solusinya, perusahaan harus sesegara mungkin melakukan pencegahan terjadinya fraud dari berbagai aspek. Dan  jika fraud sudah terjadi, perusahaan harus bisa melakukan investigasi fraud dan dijadikan dasar untuk membuat kebijakan atau peraturan selanjutnya.

 

TUJUAN  TRAINING PENCEGAHAN FRAUD DAN INVESTIGATIF :

  1. Peserta diharapkan memahami karakteristik fraud dan bagaimana cara menanganinya
  2. Peserta diharapkan dapat membangun fraud control system dari berbagai aspek
  3. Peserta diharapkan dapat memahami comitmen, policy,tool dan organization fraud
  4. Peserta diharapkan memahami pencegahandan sistim pelaporan fraud
  5. Peserta memahami investigas atau pemeriksaan fraud beserts proses pelaporannya

 

CAKUPAN MATERI TRAINING PENCEGAHAN FRAUD DAN INVESTIGATIF :

  1. MEMAHAMI KARAKTERISTIK FRAUD
    1. Definisi dan sifat fraud
    2. Faktor penyebab fraud
    3. Pelaku tindakan fraud
    4. Dampak tindakan fraud
    5. Menditeksi adanya fraud
    6. Tipe Fraud
    7. Ketentuan hukum pidana terkait fraud
    8. Tehnik dan cara melakukan fraud
  2. POBLEMATIKA PENANGANAN FRAUD
    1. Kesadaran yang rendah
    2. Sikap rekasional
    3. Penanganan tunggal
    4. Kecenderungan penindakan
    5. Tidak adanya konsep ideal
    6. Kurangnya kompetensi
  3. PERSYARATAN MEMBANGUN FRAUID CONTROL SYSTEM
    1. Anti fraud comitmen
    2. Anti fraud policy
    3. Anti fraud Tools
    4. Anti fraud Organization
  4. MEKANISME ANTI KECURANGAN (ANTI FRAUD MECHANISM)
    1. Pencegahan fraud (fraud prevention)
    2. Sistem pelaporan Fraud (White Blowing System)
    3. Pemeriksaan Fraud (Fraud Investigation)
    4. Sanksi dan Perbaikan (Sanction dan Recovery)
  5. PERAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE
    1. Peran perusahaan dan GCG dalam Antisipasi Terjadinya Fraud pada sebuah bank
    2. Bagaimana Solusi menghadapi Fraud (Litigasi, Penelusuran aliran dana dan Penyediaan data kepada Kepolisian.
  6. REPORTING FRAUD PROSEDUR
  7. STUDI KASUS

 

APLIKASI DAN AUDIT 5S

DESCRIPTION

Melalui penerapan 5S yang penuh disiplin, perusahaan Jepang telah mengambil banyak manfaat berupa efisiensi dan efektifitas di segala area kerja. Seiri yang berarti meringkas, seiton yang berarti merapihkan, seisou yang berarti membersihkan seiketsu yang berarti merawat dan shitsuke yang berarti disiplin dan konsisten merupakan kebiasaan sederhana yang telah menghasilkan trough put yang luar biasa dan berdampak besar bagi diri karyawan maupun perusahaan. Melalui workshop ini peserta diberikan pemahaman tentang konsep 5S, implementasi dan audit 5S atas pelaksanaannya.

 

OBJECTIVES

  1. Memahami Goal dari 5S.
  2. Memahami tahapan-tahapan untuk menerapkan 5S.
  3. Mampu mengimplementasikan 5S di tempat  kerjanya.
  4. Memahami tahapan-tahapan audit 5S
  5. Memahami pelaksanaan audit 5S
  6. Mengembangkan checklist audit 5S

TRAINING  OUTLINES APLIKASI DAN AUDIT 5S

  1. Introduction to 5S.
  2. Efifiensi office.
  3. Seiri, seiton, seisou, seiketsu, sitsuke.
  4. Peran dan tanggung jawab auditor 5S.
  5. Persiapan audit 5S.
  6. Pelaksanaan audit 5S.
  7. Pelaporan audit 5S.
  8. Follow up: corrective dan preventive action

Teknik Audit untuk Pemula

Background

Mempelajari secara mandasar dan mendalam mengenai teknik-teknik audit, dan melakukan penyegaran dalam melakukan tehnik melakukan audit, mulai dari tahap persiapan, penyusunan rencana kegiatan audit, sampai dengan pelaporannya.

Pelatihan ini dapat diikuti oleh akuntan, auditor atau mahasiswa yang akan berkrcimpung dalam bidang pemeriksaan (Audit), staff professional lainnya yang ingin memiliki pengetahuan mendasar tentang tehnik-tehnik dan prosedur audit.

 

Tujuan Pelatihan :

  • Memberikan pemahaman secara mendasar mengenai teknik audit dengan berbagai aturan dan standar yang berlaku.
  • Meningkatkan kemampuan dan memberikan penyegaran bagi para auditor dalam melakukan audit secara terencana, sistematis dan efektif.

Materi Pelatihan Audit untuk Pemula :

Materi Pelatihan Teknik Audit untuk Pemula:

1.       Pengertian audit

2.      Fungsi Audit

3.      Jenis-jenis Audit

4.      Standar Auditing

5.      Prinsip-prinsip Dasar Audit

6.      Elemen Audit

7.      Persiapan Audit dan Survey Pendahulluan

8.      Risiko Kontrol

9.      Teknik Penyusunan Program Audit

10.   Rencana Pengujian Detail Transaksi dan Saldo

11.    Prosedur dan Teknik Audit

12.   Sample Audit

13.    Pembuktian (Audit Evidence)

14.   Laporan Auditor

AUDIT MANUFACTURE COMPANY

Deskripsi

Definisi umum dari audit adalah suatu perbuatan untuk melakukan evaluasi, pada organisasi, orang, sistem, proses, proyek perusahaan, atau produk, dan sering merujuk pada audit di bidang akuntansi, audit internal dan audit pemerintah, namun konsep serupa juga terdapat dalam manajemen proyek, manajemen mutu, manajemen air, dan konservasi energy.

MANFAAT

Kinerja Manajemen

  • Keselamatan, keamanan, sistem informasi, dan masalah lingkungan hidup yang menjadi subyek audit untuk memeriksa keberhasilan kerja dalam misi yang bertujuan mencapai kepuasan.

Kualitas Audit

  • Kualitas audit adalah untuk memverifikasi keberadaan bukti yang menunjukkan kesesuaian obyektifitas, melalui proses yang diperlukan, untuk menilai keberhasilan proses yang telah dilaksanakan, efektifitas dalam mencapai target, mengurangi dan menghapuskan masalah, kepanjangan tangan manajemen untuk mencapai perbaikan yang berkelanjutan dalam organisasi, dimana kualitas audit tidak hanya melaporkan tindakan ketidaksesuaian dan korektif tetapi juga menyoroti raktek yang baik dan memberikan bukti kesesuaian.

OUTLINE AUDIT MANUFACTURE COMPANY :

  1. Pengertian Audit
  2. Pengukuran (Assessment Audit)
  3. Manufacturing Process
  4. Manufacturing Control
  5. Glosary

Risk Based Audit Practical

Deskripsi

The   Audit course is designed to provide practical  view  in conducting  audit and assurance in one organization. The course is designed to support professional staffs   to expand their understanding of comprehensive  audit practice.

The course will include discussion and exercises related to general control examinations within the scope auditing. The course will also focus on control research and analysis for related topic areas. In addition, through discussion and exercises, participant will gain a working understanding of the process of developing audit work programs.

Objectives

At the completion of this course, the participants should be able to :

  • Participants shall obtain an expanded understanding the role of auditors in evaluating the related operational and control risks and in assessing the appropriateness and adequacy of management control practices and related controls inside participants’ organization
  • Participants shall obtain the capability in conducting audit and implement  techniques in performing assurance, attestation, and audit engagements
  • Participants shall obtain an expanded familiarity with the principle references in good corporate governance, control and security as related to  audit processes
  • Participants shall obtain the working ability to plan, conduct, and report on general and property audit
  • Participants shall obtain an understanding of the role of  auditors regarding operation and propoerty related compliance and regulatory audits, such as evaluating control standards

Contents Risk Based Audit Practical 

  1. Introduction to Risk based Audit
  2. Conducting The  Audit Process
  3. Management Controls
  4. Assurance  of Controls and Control Objectives
  5. Evidence Collection and Evaluation
  6. Managing the  Audit Function
  7. Property Audit
  8. Property Audit Scope

 

Financial Shenanigans

Deskripsi Training Financial Shenanigans

Manajemen senior di perusahaan publik, melaporkan berita positif dan hasil keuangan yang mengesankan yang akan menyenangkan investor dan mendorong harga saham lebih tinggi. Sementara sebagian besar perusahaan bertindak secara etis dan mengikuti aturan akuntansi yang telah ditentukan ketika melaporkan kinerja keuangan mereka, beberapa mengambil keuntungan dari daerah abu-abu dalam aturan untuk menggambarkan hasil keuangan mereka dengan cara yang menyesatkan. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, serta penerapan e-commerce dalam dunia bisnis, secara langsung atau tidak langsung sangat berpengaruh dalam operasional perusahaan/organisasi. Efek buruk yang dapat ditimbulkan dari perkembangan teknologi oleh oknum tidak bertanggung jawab adalah muncul praktek-praktek fraud yang berakibat fatal bagi perusahaan, misalnya cyber crime, computer fraud & fraudulent financial reporting. Dalam rangka, mengantisipasi hal tersebut maka analis sudah seharusnya meningkatkan kemampuan dalam mendeteksi, mencegah serta melakukan investigasi timbulnya fraud tersebut.

Tujuan Training Financial Shenanigans

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memberikan pemahaman secara komprehensif mengenai berbagai type kecurangan (fraud) yang sering atau mungkin akan terjadi di berbagai organisasi /perusahaan.
  2. Meningkatkan kemampuan dan memberikan penyegaran bagi para Auditor dalam mengaplikasikan langkah-langkah pencegahan kecurangan (fraud prevention), teknik-teknik mutakhir dalam melakukan pendeteksian kecurangan (fraud prevention) dan dalam melakukan investigasi kecurangan (fraud investigation).
  3. Membantu manajemen operasional untuk mencari solusi terbaik dalam menghadapi berbagai macam kecurangan (fraud).

Materi Financial Shenanigans

  1. Overview Fraud-Auditing
  2. Introduction to Financial Shenanigans
  3. Fraud Prevention
  4. Fraud Detection
  5. Earning manipulation Shenanigans
  6. Boosting Income Using One time or Unsustainable Activities
  7. Shifting Current Expense and Income to a Later Period
  8. Shifting Future Expense to an Earlier Period
  9. Cash Flow Shenanigans
  10. Key Metrics Shenanigans
  11. Brief Review of Financial Report
  12. Case Study

Audit Pengadaan Barang dan Jasa

Deskripsi Training Audit Pengadaan Barang dan Jasa

Proses procurement merupakan proses pengadaan barang dan jasa dari suatu institusi. Aktivitas yang dilakukan dalam proses procurement diantaranya adalah pemilihan supplier, merancang hubungan yang baik dengan supplier, dan melakukan proses pembelian. Seiring dengan perkembangan perusahaan yang semakin maju maka akan meningkatkan jumlah transaksi yang dilakukan oleh perusahaan dalam segala bidang, baik dengan supplier ataupun dengan konsumen. Banyaknya transaksi yang dilakukan tersebut dapat memungkinkan terjadinya penyimpangan atau fraud. Fraud yang berkaitan dengan pengelolaan, pembelian dan pengadaan barang dan jasa sering kali menjadi sorotan dalam proses audit baik internal maupun eksternal, sebab di bagian ini sering terjadi capital turn over perusahaan yang cukup besar. Sehingga, potensi terjadinya fraud cukup besar. Maka dari itu, perlu dilakukan audit dalam proses pengadaan barang dan atau jasa di perusahaan.



Tujuan

  1. Memahami prosedur dan administrasi di dalam proses pengadaan barang dan jasa
  2. Mempelajari secara nyata penipuan atau penyimpangan dalam hal pengeloalaan, pembelian, dan pengadaan baik barang maupun jasa.
  3. Mengetahui proses audit dalam dalam mengungkapkan kecurangan atau fraud dalam proses pengadaan barang dan jasa



Materi Training Audit Pengadaan Barang dan Jasa

  1. Konsep dan Tujuan Audit Pengadaan Barang dan Jasa
  2. Pengantar PEngadaan
  • SOP Procurement
  • Administrasi dalam procurement
  • Negosiasi dan kontrak
  • Dasar hukum Pengadaan
  1. Proses Audit investigasi pengadaan barang dan jasa
  2. Identifikasi penyimpangan dan kecurangan
  3. Kerugian yang ditimbulkan
  4. Studi kasus

 

LEGAL AUDIT & LEGAL OPINION TRAINING

DESKRIPSI 

Bagaimana cara menyelesaikan permasalahan hukum yang anda hadapi? Seorang corporate lawyer dituntut untuk dapat menyelesaikan permasalahan hukum yang terjadi, termasuk untuk dapat memberikan pendapat hukum dan mampu mengaudit permasalahan hukum yang ada dengan baik dan benar. Melihat kondisi tersebut maka Nusantara Professional Education akan mengadakan Workshop Penyusunan Legal Audit dan Legal Opinion bagi para professional hukum.

Legal audit merupakan aktivitas dari proses penilain terhadap data dan fakta antar transaksi yang dilakukan oleh perusahaan/Bank dengan pihak lainnya utuk menilai tingkat keamanan perusahaan/bank, terutama dalam hal legal risk aspect yang pada akhirnya akan membahayakan harta perusahaan/Bank, yang disajikan dalam lapora hasil pemeriksaan mengenai opini dan saran perbaikan.

 

TUJUAN

  1. Peserta Memahami Pengertian Legal Opinion dan Ruang Lingkupnya
  2. Peserta Menguasai Keterampilan Menyusun Posisi Kasus dan Merumuskan Legal Issue
  3. Peserta Menguasai Teknik Penelusuran Dokumen Hukum
  4. Peserta Mampu Teknik dan Strategi Analisis Hukum dan Memberikan Pendapat Hukum (Legal Opinion)

 

MATERI LEGAL AUDIT & LEGAL OPINION TRAINING 

1.    Perkembangan kebijakan ekonomi dan hukum dalam dunia korporasi
2.    Pengantar Legal Opinion dan Legal Audit

  • Pemahaman, tujuan dan perbedaan legal opinion dan legal audit
  • Transparansi, asumsi dan kualifikasi dalam legal opinion dan legal audit
  • Hubungan antara legal opinion dan legal audit

3.    Proses, Metode, Kerangka Dasar, Penggunaan dan Objek Legal Opinion dan Legal Audit

  • Langkah-langkah pembuatan dan penelaahan legal opinion dan legal audit
  • Penggunaan legal opinion dan legal audit dalam bidang litigasi & korporasi dan Pemeriksaan

–    Objek IPO
–    Objek HMETD
–    Objek Penggabungan dan Peleburan
–    Objek Akuisisi Saham
–    Objek Pengambilalihan Saham Asset
–    Objek Transaksi Lainnya

4.    Penelusuran Dokumen Hukum

  • Penelusuran Dokumen Hukum dan Ruang Lingkupnya
  • Jenis-Jenis Dokumen Hukum (Bahan Hukum): Dokumen Primer dan Dokumen Sekunder
  • Prinsip-Prinsip Penting dalam Penelusuran Dokumen Hukum
  • Tata Cara dan Metode Penelusuran Dokumen Hukum;
  • Tolok Ukur Penelusuran/Pemeriksaan Dokumen Hukum;
  • Sumber Pemeriksaan Dokumen Hukum

5.    Pelaksanaan, Pelanggaran Materi Legal Opinion dan Legal Audit

  • Legal Audit pada subsidiari, afiliasi dan pengendali
  • Pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan anggaran dasar dan perikatan-perikatan

6.Prinsip-Prinsip Keterbukaan dan Materialitas dalam Legal Opinion dan Legal Audit
7.    Standar Profesi Konsultan Hukum Pasar Modal

  • Tanggung jawab profesi dalam legal opinion dan legal audit
  • Kode etik advokad dalam penyusunan legal opinion dan legal audit

8. Studi Kasus dan Simulasi Penyusunan Legal Opinion dan Legal AuditBentuk dan ruang lingkup Aspek Legal perusahaan

Procurement Fraud

Deskripsi Procurement Fraud

Proses procurement merupakan proses pengadaan barang dan jasa dari suatu institusi. Aktivitas yang dilakukan dalam proses procurement diantaranya adalah pemilihan supplier, merancang hubungan yang baik dengan supplier, dan melakukan proses pembelian. Seiring dengan perkembangan perusahaan yang semakin maju maka akan meningkatkan jumlah transaksi yang dilakukan oleh perusahaan dalam segala bidang, baik dengan supplier ataupun dengan konsumen. Banyaknya transaksi yang dilakukan tersebut dapat memungkinkan terjadinya penyimpangan atau fraud. Fraud yang berkaitan dengan pengelolaan, pembelian dan pengadaan barang dan jasa sering kali menjadi sorotan dalam proses audit baik internal maupun eksternal, sebab di bagian ini sering terjadi capital turn over perusahaan yang cukup besar. Sehingga, potensi terjadinya fraud cukup besar.

Hal – hal yang berkaitan dengan fraud menjadi salah satu penyebab pembengkakan biaya perusahaan yang akan menyebabkan menurunnya daya saing perusahaan. Oleh karena itu, dalam upaya menaikkan nilai competiveness perusahaan, diperlukan personil-personil yang memahami dan dapat mengimplementasikan konsep anti fraud dalam aktivitas pengelolaan, pembelian dan pengadaan barang maupun jasa.

Tujuan

  1. Memahami prosedur dan administrasi di dalam proses procurement.
  2. Mempelajari secara nyata penipuan dalam hal pengeloalaan, pembelian, dan pengadaan baik barang maupun jasa.
  3. Memahami mengapa procurement fraud sangat sulit di deteksi.
  4. Mengidentifikasian langkah-langkah spesifik dalam organisasi untuk mengurangi keterkaitan dalam penipuan pembelian.
  5. Mendeteksi dan menyelidiki kecurangan pada proses  procurement.

MATERI

Pengantar Procurement

  •  SOP Procurement
  • Administrasi dalam procurement
  • Kode etik procurement
  •  Negosiasi dan kontrak

Pengantar Fraud

  •  Dasar terjadinya fraud
  • Jenis- jenis fraud
  •  Fraud dalam proses procurement
  •  Karakteristik fraud pada procurement

Identifikasi fraud

  • Penyimpangan administrasi
  • Penyimpangan perdata
  • Penyimpangan pidana

Kerugian keuangan akibat terjadinya penyimpangan (fraud)

  • Teknik menghitung kerugian
  •  Study kasus

Pencegahan fraud in procurement
Studi kasus

Auditor Internal ISO 9001: 2008

Deskripsi

Aktivitas Audit ISO 9001: 2008 merupakan kegiatan yang  bertujuan untuk memonitor berjalannya manajemen mutu apakah sesuai dengan proses dan prosedur yang  dipersyaratkan dalam  ISO 9001: 2008. Hasil audit  akan digunakan sebagai salah satu masukan dalam Management Review. Training ini akan membahas tentang bagaimana melaksanakan internal audit ISO 9001: 2008. Berbagai hal akan dibahas antara lain; Kapan Internal Audit harus dilaksanakan, bagaimana caranya dan siapa yang harus melakukan Internal Audit, serta apa yang harus dilakukan dengan hasil Internal Audit?. Training ini membekali para auditor menjadi auditor yang handal.

Tujuan

  • Memahami persyaratan ISO 9001: 2008
  • Memahami  dan mengetahui cara melaksanakan Internal Audit
  • Memahami kompetensi yang diperlukan untuk menjadi Internal Auditor
  • Mengetahui cara menganalisa hasil Internal Audit
  • Mengetahui cara menindak lanjuti hasil Internal Audit

Materi Auditor Internal ISO 9001: 2008

  • Ruang lingkup  Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2008
  • Proses  Internal Audit
  • Persyaratan audit internal
  • Persiapan audit
  • Check list audit
  • Analisis temuan audit
  • Tindakan koreksi / pencegahan / improvement dan pengendaliannya
  • Komunikasi dalam audit
  • Bagaimana menghandle auditee yang sulit
  • Case study

Secretary Managerial Skill

Deskripsi

Sekretaris profesional tidak hanya menyangkut kemampuan untuk menampilkan diri secara profesional, tetapi juga beberapa skill manajemen dasar yang bisa membantu sekretaris untuk berperan secara optimal, diantaranya manajemen waktu dan komunikasi.   Mengingat sebagian besar dari pekerjaan sekretaris adalah hal-hal yang tak terduga dan harus dikerjakan dengan baik, maka dalam pelatihan ini akan memberikan pemantapan sekaligus pendalaman bagi mereka yang telah memilih sekretaris sebagai profesinya serta pembekalan kemampuan-kemampuan serta tips dan trik untuk menangani semua pekerjaan secara efektif dan efisien.

Tujuan

  1. Memberikan pengetahuan tentang peran sekretaris di era globalisasi
  2. Meningkatkan keterampilan dan kemampuan dalam menangani pekerjaan kesekretariatan      secara profesional
  3. Meningkatkan profesionalitas & rasa tanggung jawab seorang sekretaris terhadap tugas-tugas yang diberikan oleh perusahaan atau pimpinannya
  4. Memberikan kunci sukses menjadi sekretaris profesional

 

Materi Training Secretary Managerial Skill

  1. Motivation, coaching and counseling
  2. Team building strategies
  3. Problem solving and decision making
  4. Mastering fine art of negotiation
  5. Handling stress and pressure
  6. Working with difficult people
  7. Basic project management
  8. Persuasion
  9. Proven time management
  10. Filing Techniques
  11. Filing System & Handling Paperwork
  12. Meeting & Traveling Planning
  13. Making Appointments
  14. Design Plan Strategic
  15. Creative Thinking Skill

 

PERJALANAN DINAS

DESKRIPSI PERJALANAN DINAS

Sistem manajemen perkantoran yang baik dapat menunjang kelancaran kinerja perusahaan yang kemudian akan mempermudah tercapainya kesuksesan suatu perusahaan. Hal yang perlu untuk dikaji guna mencapai terwujudnya hal tersebut adalah mengenai bagaimana proses yang terjadi didalamnya, apakah proses tersebut dapat mendukung penuh terhadap proses bisnis yang lain. Manajemen perkantoran yang baik meliputi fungsi administrasi, ilmu teknis, dan fungsi supervisi guna mencapai produktivitas perusahaan yang optimal. Salah satu bidang manajemen yang penting untuk diperhatikan adalah mengenai manajemen perjalanan dinas, bagaimana tata cara pengaturan pertemuan perjalanan dinas, penyusunan jadwal serta topic yang diperlukan. Perjalanan dinas akan memberikan input positif bagi orang yang berkepentingan (menjalankan tugas dinas) tersebut. Dengan melakukan perjalanan dinas, diharapkan mampu untuk menambah ilmu baru guna kepentingan kemajuan perusahaan.

 

TUJUAN PERJALANAN DINAS

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta mampu :

  1. Mengetahui betapa pentingnya program manajemen perjalanan dinas guna mendukung kelancaran bisnis
  2. Memahami dan dapat mengimplementasikan bagaimana mengelola perjalanan dinas dengan optimal
  3. Lebih terampil dalam mengelola perjalanan dinas

MATERI PERJALANAN DINAS

  1. Definisi Perjalanan Dinas
  2. Peran Perjalanan Dinas dalam memajukan perusahaan
  3. Tujuan dan manfaat Perjalanan Dinas
  4. Persiapan dan pengaturan waktu perjalanan dinas
  5. Pembiayaan Perjalanan Dinas

BUSINESS CORRESPONDENCE FOR SECRETARIES

DESKRIPSI TRAINING BUSINESS CORRESPONDENCE FOR SECRETARIES

Dalam dunia bisnis, kegiatan surat menyurat atau korespondensi merupakan hal yang penting. Komunikasi internal maupun eksternal akan efektif jika surat yang dibuat menggunakan bahasa dan teknik yang tepat. Korespondensi ini dapat berupa penyampaian pesan melalui surat tertulis, memorandum, e-mail, faksimili, serta sesekali penulisan laporan, notulen rapat atau korespondensi bisnis lainnya.

Dalam kaitannya dengan komunikasi eksternal, surat itu sendiri merupakan image perusahaan di atas kertas. Di samping logo perusahaan yang khas, surat yang direncanakan dengan baik dan ditulis dengan cermat mencerminkan citra, kebanggaan, dan kepedulian perusahaan akan kualitas yang tinggi. Gaya penulisan dalam berkorespondensi di dunia bisnis dari tahun ke tahun mengalami perubahan mengikuti perkembangan zaman, disesuaikan dengan keperluan pemakainya. Oleh karena itu penting bagi sekretaris atau staf administrasi atau staf yang terlibat dalam korespondensi di suatu perusahaan untuk memahami dan menguasai surat menyurat yang baik, yaitu yang sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku, mampu menyampaikan pesan secara efektif dan bersifat modern. Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya diberikan gambaran mengenai dasar-dasar meningkatkan keterampilan menulis, tetapi juga bagaimana pengorganisasian ide, pemilihan kata/kalimat yang efektif, dan menyusun paragraf singkat yang membuat tulisan yang jelas dan persuasive, juga mengembangkan keterampilan dalam mengorganisir dan menulis surat bisnis, memorandum, e-mail, dan faksimili dengan penekanan pada aturan tanda baca, ejaan, dan tata bahasa yang memenuhi kebutuhan bisnis modern, serta bagaimana peserta memperoleh hasil yang tepat dari korespondensi tertulis.

TUJUAN TRAINING BUSINESS CORRESPONDENCE FOR SECRETARIES

Setelah mengukuti pelatihan ini peserta diharapkan mampu untuk:

  • Mengemahami struktur dokumen bisnis secara efektif
  • Mengatur dan menulis surat bisnis, memorandum, e-mail, faksimili dengan tata bahasa yang tepat
  • Menghindari kesalahan tata bahasa umum
  • Menulis dalam gaya yang jelas dan singkat
  • Mengorganisasian dan mengembangkan ide
  • Mengoreksi dan melakukan edit pada draft surat

MATERI TRAINING BUSINESS CORRESPONDENCE FOR SECRETARIES

  1. Pengantar:
  • Pengertian, ciri, dan fungsi surat
  • Surat yang efektif
  • Penggolongan surat bisnis

2. Tujuan Menulis Efektif

3. Poin-Poin Kunci untuk Menulis Dokumen

4. 7C dalam menulis surat bisnis

5. Memahami Berbagai Jenis Format Surat Bisnis

  • Full Block
  • Block
  • Modified Block
  • Semi Block
  • Indented

6. Fungsi, bagan, jenis surat, memorandum, faksimili, dan e-mail

7. Aturan Dasar Tanda Baca / Punctuation

8. Surat Menyurat dalam Bahasa Indonesia

  • Bagian-bagian  surat
  • Desain/format surat
  • Penulisan surat yang efektif
  • Bahasa surat yang tepat
  • Gaya penulisan surat

9. Surat menyurat dalam Bahasa Inggris

  • Parts of business letters
  • Desain/format of business letters
  • Grammar and English corresponden phrases (How to write the heading, the date, the opening, the body, and the closing of a bussiness letter well)
  • English Corresponden case study (with samples business letters)

10. Studi Kasus & Practices: Menulis korespondensi bisnis rutin (menulis surat, e-mail, memo, faksimili)

DOCUMENT CONTROL AND FILLING SYSTEM

DESKRIPSI DOCUMENT CONTROL AND FILLING SYSTEM

Training ini akan membahas mengenai pengarsipan dan pengelolaan dokumen kantor sehingga dokumen selalu dalam keadaan siap diperlukan, up to date dan dalam keadaan terkontrol agar dapat diaplikasikan kemudian di perusahaan atau organisasi.

 

TUJUAN DOCUMENT CONTROL AND FILLING SYSTEM

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat memahami dan mengimplementasikan pola penyimpanan arsip atau document control yang efektif, cepat dan tepat serta efisien serta mampu memanfaatkan sistem informasi filing system.

 

MATERI BAHASAN DOCUMENT CONTROL AND FILLING SYSTEM

1. Ruang lingkup document control dan filing system
2. Dokumentasi dan Pengarsipan

  • Pengertian arsip dan pengelolaan arsip
  • Jenis arsip
  • Tujuan dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan Arsip
  • Penggandaan dan pendistribusian arsip
  • Penataan arsip (klasifikasi dan pengkodean arsip)
  • Pemeliharaan dan penyimpanan arsip vital
  • Peminjaman dan penyusutan arsip

3. Sistem Pemberkasan Dokumen

  • Pengawasan berkas terpusat dan tersebar berbasis analisis bisnis, Prinsip klasifikasi,
  • Klasifikasi abjad: sistem kamus, sitem ensiklopedia dan sistem geografis, dan klasifikasi angka, sistem pemberkasan desimal, sistem pemberkasan kronologis, dan klasifikasi alfanumerik,
  • Pengindeksan dan Kualitas indeks,
  • Pengindeksan kata penting (KWIC and KWOC), alfabetikal.
  • Prosedur pemeliharaan berkas,
  • Pengawasan dan pengelompokkan berkas
  • Disposisi
  • Pengelolaan ruang berkas
  • Masalah umum pemberkasan.

4. Manajemen Dokumen Elektronik

  • Perencanaan
  • Survei dokumen dan informasi,
  • Penilaian dokumen
  • Metadata dan kebijakan
  • Strategi kontekstual
  • Keamanan dan kualitas, dan preservasi informasi

5. Digital Filing System dan Aplikasi Electronic Document Management System (EDMS)

  • Konsep digital filing system & perangkat pendukungnya
  • Isu Legalitas Arsip Digital
  • Prosedur Alihmedia/Imaging Document
  • Kategori pengenalan Scanner
  • Kategori dan komponen EDMS
  • Integrasi EDMS dengan Informasi dan tempat penyimpanan
  • Alat dan Media Penyimpanan (storage)
  • Kompanen Biaya pada implementasi EDMS

6. Otomatisasi Kegiatan Administrasi Perkantoran

  • Makna dan dampak otomatisasi dalam administrasi perkantoran
  • Aplikasi otomatisasi dalam administrasi perkantoran
  • Teknologi Informasi dalam Administrasi Perkantoran
  • Software untuk administrasi perkantoran
  • Sistem Arsip Elektronik
  • Sistem Informasi Manajemen
  • Manajemen basis data
  • LAN, intranet, dan internet

ADMINISTRASI ALAT BERAT

DESKRIPSI TRAINING ADMINISTRASI ALAT BERAT

Peningkatan dalam bidang perbekalan atau sarana dan prasarana adalah berarti meningkatkan efisiensi material dan memaksimalkan output dalam bentuk pelayanan terhadap pelanggan. Terlebih lagi, pada perusahaan yang bergerak dalam bidang pengelolaan alat berat, sehingga aspek pemeliharaan dan fungsi administrative lainnya dalam penanganan alat berat yang dimiliki dan sarana-sarana pendukung lainnya, merupakan hal yang inti karena berkaitan dengan kegiatan utama perusahaan.
Berkenaan dengan hal tersebut, perlu adanya suatu proses pembelajaran yang berkelanjutan agar para staf yang bertugas memahami berbagai sistem administrasi pemeliharaan sarana dan prasarana terhadap peningkatan kinerja pengelolaan alat berat



TUJUAN TRAINING ADMINISTRASI ALAT BERAT

Kegiatan ini dimaksudkan agar peserta mengetahui sistem administrasi, khususnya pada sistem pemeliharaan (maintenance) sarana dan prasarana dan lebih khusus alat berat yang dimiliki.



MATERI TRAINING ADMINISTRASI ALAT BERAT

  • Pemahaman Dasar Alat Berat
  • Peraturan dan Perundangan Terkait
  • Klasifikasi Alat berat berdasarkan Jenis dan Fungsi
  • Perancangan dan Pembuatan Sistem Informasi Administrasi
  • Analisa Kegiatan administrasi :
  1. Penyusunan DFD & ERD
  2. Document Flow
  3.  Pembuatan database menggunakan Firebird
  • Registrasi dan Pengenaan Pajak Alat Berat
  • Pembuatan Laporan-Laporan Administrasi
  1. Laporan Stok Barang
  2. Laporan Pengeluaran
  3. Laporan Pendapatan
  4.  Penjadwalan Perawatan
  5.  Laporan Rugi Laba

Manajemen CSR dan Community Development

DESKRIPSI Training Manajemen CSR dan Community Development

CSR sebagai bagian dari pertanggungjawaban social profitable company kepada stakeholder eksternal perlu di manajemen dengan baik dan tepat, sehingga dihasilkan dampak yang meningkatkan barnding maupun positioning perusahaan, khususnya di era global yang menekankan perlunya perusahaan yang ramah lingkungan. Selain itu, manajemen CSR harus mampu juga memberikan dampak positip terhadap stakeholder internal, dimana salah satunya adalah CSR haruslah sesuai dengan value chain operasional perusahaan.

Disisi lain, mengingat bahwa CSR adalah merupakan kewajiban yang harus dilaksanankan perusahaan sebagaimana amanat UU No 40/2007 bab V pasal 74, maka “expenses” tersebut harus dikelola dan di manajemen, sehingga memberikan dampak positip bagi sustainability perusahaan dimasa mendatang. Pola pikir inilah yang membuat manajemen CSR menjadi tidak sekedar Charity Program, tetapi harus menjadi “alat” marketing yang powerfull.

Mengingat pelaksanaan CSR haruslah dipertanggungjawabkan, maka komponen penting lainnya adalah bagaimana membuat Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) yang lebih komprehensif (tidak hanya sekedar laporan keuangan), sehingga dapat dibuktikan akan mendukung strategi perusahaan dan dapat menunjukkan komitmen mereka terhadap pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development) dari area geografis sasaran penjualan/operasional perusahaan.


TUJUAN Training Manajemen CSR dan Community Development

  1. Meningkatkan pemahaman tentang bagaimana tim CSR perusahaan memahami konflik kepentingan dengan menerapkan konsep kepuasan stakeholder masyarakat
  2. Meningkatkan ketrampilan dalam menerapkan manajemen CSR yang meliputi perencanaan strategis CSR dalam Strategy Map perusahaan, implementasi program, dan evaluasi keberhasilannya
  3. Meningkatkan ketrampilan dalam membuat laporan CSR yang bersifat sustainable development.

MATERI Training Manajemen CSR dan Community Development

  1. Ruang lingkup manajemen CSR
  2. Stakeholder Satisfaction dan pengembangannya
  3. Konsep CSR, Konsep Comdev, Konsep charity program
  4. Pengembangan konsep CSR ke CSm (Customer Social Mangement)
  5. Identifikasi dan penyusuna program CSR
  6. Pengembangan KPI CSR
  7. Studi kasus keberhasilan dan kegagagalan CSR

Akuntansi keuangan, Aplikasi Accurate & Uji Kompetensi

Deskripsi

Program Persiapan Kerja ini berkonsep dasar Pelatihan Berbasis Latihan dalam menyusunan laporan keuangan yang mengacu kepada prinsip akuntansi yang berlaku umum. Pelatihan Kursus Akuntansi memberikan penjelasan mengenai fitur-fitur dasar akuntansi secara manual dan accurate4 yang umum digunakan dalam pengelolaan pembukuan suatu bisnis atau perusahaan. Pembahasannya dibagi kedalam 8 bab. Antara lain membahas mengenai proses membuat dan membuka database, persiapan data awal menggunakan Quzy, siklus penjualan dan pembelian, fitur-fitur yang berkaitan dengan siklus penjualan & pembelian, pencatatan pendapatan dan beban, penginputan aktiva tetap dan yang terakhir adalah pembahasan mengenai kegiatan akhir bulan perusahaan serta Laporan Keuangan yang terdapat di accurate4. Pelatihan diakhiri dengan ujian sebagai penentu pemberian sertifikat kelulusan



Tujuan Pelatihan

Kursus Akuntansi Keuangan diharapkan menjadikan peserta :

  • Memperkuat pemahaman dasar akuntansi bagi kalangan mahasiswa dan karyawan.
  • Menjadikan karyawan yang kompeten dibidang administrasi, finance, accounting .

Materi Kursus Akuntansi keuangan, Aplikasi Accurate & Uji Kompetensi

Pelatihan ini akan difokuskan pada pembahasan uji kompetensi dan aplikasi pekerjaan akuntansi  dengan materi sebagai berikut :

  • Chart of Account
  • Akuntansi Kas  & Bank, Kas Kecil, Pembelian,Penjualan,Persediaan,Jurnal,Buku Besar,
  • Akuntansi Kewajiban dan Ekuitas
  • Penyusunan Neraca
  • Penyusunan Laporan Laba Rugi
  • Penyusunan Laporan Arus Kas
  • Penyusunan Laporan Perubahaan Ekuitas
  • Dasar Analisa Laporan Keuangan

PIUTANG : TEKNIK PENAGIHAN DAN PENANGANAN

TRAINING DESCRIPTION PIUTANG : TEKNIK PENAGIHAN DAN PENANGANAN

Sebagai mana kita ketahui bahwa peningkatan profit margin perusahaan disamping ditentukan oleh tercapainya target penjualan, juga dipengaruhi oleh besarnya idle piutang dan idle inventory. Mungkin saja terjadi, perusahaan memperoleh keuntungan namun Cash Flow ( Arus Cash ) Negatif, karena terjadinya idle di inventory dan utamanya di piutang karena adanya kebijakan dari perusahaan yang melakukan penjualan secara kredit dan pembayaran nya menunggak dan tidak sesuai dengan jangka waktu kredit yang diberikan oleh perusahaan selaku produsen .  Saat ini banyak perusahaan menaruh perhatian yang besar terhadap permasalahan penjualan credit dan collection, karena apabila tidak dikelola secara profesional akan menimbulkan dampak,  perusahaan kekurangan arus kas ( Cash Flow ) . Oleh karean itu Perusahaan dituntut untuk mampu menganalisa ratio piutang agar selalu dalam posisi tolok ukur ideal yang ditetapkan dan apabila terjadi penyimpangan dari standard yang ditetapkan agar segera dilakukakn penangannan yang profesional .

Dalam two days workshop ini, peserta akan mendapatkan sharing dari Trainer yang juga praktisi yang mempunyai track record yang cukup dalam memberikan solusi dalam pengendalian piutang dan teknik penagihannya yang effektif .

 

MANFAAT PESERTA

  • Menahami ratio piutang yang sehat
  • Memahami teknik pengendalian piutang untuk meningkatkan profit perusahaan
  • Memahami teknik pengelolaan dan penanganan piutang yang bermasalah
  • Memahami teknik monitoring, reporting dan penagihan piutang
  • Memahami Tipologi Customer berdasarkan visual, anditori dan kinestetis
  • Memahami cara melakukan penagihan berdasarkan tipologi customer

SYLLABUS TRAINING PIUTANG : TEKNIK PENAGIHAN DAN PENANGANAN

HARI PERTAMA

1. INTRODUCTION MANAGEMENT PIUTANG & PENAGIHAN

  • RATIO PIUTANG YANG SEHAT
  • FUNGSI PIUTANG DALAM MENINGKATKAN PROFIT
  • PENGELOLAAN DAN PENGENDALIAN PIUTANG
  • DEFINISI DAN TUJUAN PENAGIHAN
  • ALAT DAN PROSES PEBAGIHAN

2.   PERAN KOLEKTOR DALAM PENAGIHAN

  • PERAN DAN FUNGSI KOLEKTOR
  • TIPOLOGI CUSTOMER BERDASARKAN VISUAL, ANDITORI DAN KINESTETIS
  • CARA MELAKUKAN PENAGIHAN BERDASARKAN TIPOLOGI CUSTOMER
  • ROLE PLAY DAN STUDY KASUS

HARI KEDUA

3.  PERHITUNGAN TARGET PENAGIHAN (  AWAL, BERJALAN &  KOREKSI )

  • PENENTUAN MATRIK PENAGIHAN ( BERDASARKAN AREA )
  • TEKNIK MONITORING, REPORTING PIUTANG & PENAGIHAN
  • TEKNIK CLOSING HARIAN
  • KOMPILKASI STUDY KASUS

4.  ANALISIS  EFFECTIVITAS PENAGIHAN

  • ANALISIS PENCAPAIAN TARGET PENAGIHAN
  • ANALISIS PENGELOLAAN PIUTANG BERMASALAH
  • TEKNIK CLOSSING HARIAN
  • KOMPILASI STUDY KASUS

PSAK Atas Aset

Deskripsi Training PSAK Atas Aset

Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) Pada tahun 2007 telah mengesahkan tiga standar akuntansi keuangan yang terkait dengan asset tetap yaitu PSAK 13 (2007) yang menggantikan PSAK 13 (1994), PSAK 16 (2007) yang menggantikan PSAK 16 (1994) dan PSAK 17 (1994) serta PSAK 30 (2007) yang menggantikan PSAK 30 (1994). Ketiga PSAK terbaru tersebut berlaku efektif untuk penyusunan laporan keuangan untuk periode yang dimulai atau setelah 1 Januari 2008. Pengesahan ketiga PSAK baru tersebut sebagai bagian dari proses adopsi IFRS di Indonesia karena itu materi PSAK tersebut sebagian besar berasal dari IAS terkait.

Pengaruh yang sangat signifikan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi serta dalam proses penyusunan laporan keuangan perusahaan maka bagian SDM yang terkait dengan hal ini dituntut untuk paham tentang perubahan dari PSAK 13/2007 (Akuntansi untuk Properti Investasi), PSAK 16/2007 (Aset Tetap), PSAK 30/2007 (Akuntansi Akuntansi untuk Sewa).

Melalui pelatihan yang menggunakan metode kuliah, latihan-latihan, diskusi kelompok dan kasus-kasus akan memberikan kemampuan pada peserta dalam memahami serta mengantisipasi langkah langkah dalam penentuan kebijakan perusahan terkait dengan adanya revisi PSAK.?



Manfaat Dan Tujuan Training PSAK Atas Aset

  1. Mengetahui dan memahami perubahan apa saja yang terdapat pada Revisi PSAK
  2. Memahami bagaimana relevansi Revisi PSAK dalam setiap transaksi bisnis serta pelaporan keuangan.
  3. Memperoleh gambaran dalam melakukan antisipasi dengan timbulnya Revisi PSAK
  4. Mendapatkan contoh – contoh real dari penerapan revisi PSAK melalui studi kasus yang disajikan.



Pokok Bahasan Training PSAK Atas Aset

  • Pembahasan PSAK NO. 13 (Revisi 2007) – Tentang Properti Investasi dan aspek pajaknya
  • Pembahasan PSAK NO. 16 (Revisi 2007) – Tentang Aset Tetap dan aspek pajaknya
  • Pembahasan PSAK NO. 30 (Revisi 2007) – Tentang Sewa dan aspek pajaknya



Outline Training PSAK Atas Aset

Hari I
1.    PSAK 16 2007

  • Tujuan, ruang lingkup dan definisi
  • Pengakuan
  1.  Biaya perolehan awal
  2.  Biaya-biaya setelah perolehan awal
  • Pengukuran awal aktiva tetap
  1. Komponen biaya perolehan
  2. Pengukuran biaya perolehan
  3.  Hibah pemerintah
  •  Pengukuran setelah pengakuan awal
  1. Model biaya
  2. Model revaluasi
  3.  Penyusutan
  4. Penurunan nilai kompensasi untuk penurunan nilai
  •  Penghentian pengakuan
  • Pengungkapan
  •  Ketentuan transisi, tanggal efektif dan penarikan
  • Aspek pajak dalam PSAK 16/2007

Hari II
1.    PSAK 13 2007

  • Tujuan, ruang lingkup dan definisi
  •  Pengakuan
  • Pengukuran pada saat pengakuan awal
  •  Pengukuran setelah pengakuan awal
  1.  Kebijakan akuntansi
  2. Model nilai wajar
  3. Ketidakmampuan menetapkan nilai wajar yang andal
  4. Model biaya
  •  Transfer
  • Pelepasan
  •  Pengungkapan
  •  Ketentuan transisi, tanggal efektif dan penarikan
  • Aspek pajak dalam PSAK 13/2007

2.    PSAK 30 2007

  • Tujuan, ruang lingkup dan definisi
  • Klasifikasi sewa
  • Sewa dalam laporan keuangan Lessee
  • Sewa pembiayaan
  1.  pengakuan awal
  2. pengukuran setelah pengakuan awal
  •  Sewa operasi
  • Sewa dalam laporan keuangan lessor
    • Sewa pembiayaan
  1. pengakuan awal
  2. pengukuran setelah pengakuan awal
  • Sewa operasi
  • Transaksi jual dan sewa balik
  •  Ketentuan transisi, tanggal efektif dan penarikan
  • Apakah suatu perikatan mengandung unsur sewa?
  • Aspek pajak dalam PSAK 30/2007

Laporan Keuangan Perusahaan Pertambangan

Deskripsi Pelatihan Laporan Keuangan Perusahaan Pertambangan

Industri Pertambangan merupakan industry yang spesifik dan memiliki karakteristik tersendiri. Oleh karenanya, dalam penyusunan laporan keuangan diatur oleh pedoman khusus, termasuk juga peraturan perpajakannya. Dalam pelatihan intensive dua hari ini para peserta akan dibekali dengan pedoman penyajian laporan keuangan berbasik PSAK, IFRS dan perpajakan yang terkini. Sehingga para peserta dapat membuat laporan keuangan dengan baik dan benar sesuai dengan acuan yang berlaku.

Tujuan Pelatihan Laporan Keuangan Perusahaan Pertambangan

  • Memahami struktur laporan keuangan terutama bagi perusahaan pertambangan
  • Memahami acuan peraturan yang mendasari penyusunan laporan keuangan perusahaan pertambangan
  • Memahami perubahan PSAK terbaru yang berbasis IFRS
  • Memahami peraturan perundangan dan perpajakan mengenai pengelolaan pertambangan
  • Dapat menyusun laporan keuangan dengan baik dan benar sesuai acuan yang berlaku

Metode Pelatihan Laporan Keuangan Perusahaan Pertambangan

  • Interaktif Kelas dengan Case Study, Group Discussion, & Sharing Experience
  • Rencana Kerja dan Capaian Hasil Pelatihan
  • Para peserta akan diajak untuk mendiskusikan hasil pelatihan yang akan dijadikan rencana kerja setelah kembali kedunia kerja, dan capaian hasil rencana kerja
  • Evaluasi Hasil Pelatihan (Optional)
  • Memberikan evaluasi hasil pelatihan para peserta selama pelatihan, jika dibutuhkan oleh perusahaan

Accounting Control

Deskripsi Accounting Control
Pelatihan Accounting Control – Practices and Tricks ini di disain bagi staf  hingga manager accounting, finance dan auditor untuk dapat meningkatkan dan  memperbaharui kemampuan dan pengetahuan dalam melakukan fungsi Accounting Control dengan pendekatan practice. Selain itu para peserta akan diberikan  trik-trik dalam melakukan fungsi control

Manfaat Pelatihan  Accounting Control

  • Memahami pendekatan termut akhir accounting control
  • Menguasai teknik dan konsep dalam menganalisa dan menilai fungsi control yang sudah berjalan
  • Menguasai practice accounting control di seluruh aspek dan aktivitas penting perusahaan
  • Menyeimbangkan antara fungsi control dan peran business partner

Materi Accounting Control

  • THE DEVELOPMENT OF ACCOUNTING CONTROL
  • EVALUATE CURRENT CONTROL SYSTEM AND FIND ANY VULNERABLE ONE
  • COST AND CASH CONTROL
  • ACCOUNT PAYABLE CONTROL
  • CONTROL FOR ORDER ENTRY, CREDIT AND SHIPMENT
  • CONTROL FOR INVENTORY
  • CONTROL FOR BILLING
  • CONTROL CASH HANDLING
  • CONTROL OF FIXED ASSETS
  • CONTROL PAYROLL

FINANCIAL STATEMENTS ANALYSIS

TRAINING DESCRIPTION FINANCIAL STATEMENTS ANALYSIS

This training provides a detailed description about:

  1. the significance of financial statements analysis,
  2. the benefits of financial statements analysis,
  3. the ways to analyze the financial ratios and trends,
  4. how to make the sources and uses of funds,
  5. how how to create a cash flow statement,
  6. how to create cash forecasts and financial statements, and
  7. break-even analysis.

TRAINING OBJECTIVE FINANCIAL STATEMENTS ANALYSIS

After participants followed, participants will be able to:

  1. Understanding the significance of financial statements analysis
  2. Understand the benefits that can be derived from financial statements analysis.
  3. Analysis performance using financial ratios
  4. Analysis with trend analysis
  5. Creating reports the sources and uses of funds
  6. Make statements of cash flow
  7. Make a break-even analysis.

COURSE OUTLINE FINANCIAL STATEMENTS ANALYSIS

  1. The importance of Financial Statement Analysis
    • Financial statements
    • Benefits of Financial Statements Analysis
    • Benchmarking
  1. Ratio Analysis
  • Liquidity Ratios
  • Leverage ratio
  • Activity ratio
  • Profitability ratios
  1. Trend analysis
  • Common Size Analysis
  • Index analysis
  • Seasonal Analysis
  1. Sources and Uses of Funds Analysis
  • The types of sources and uses of funds
  • Sources and uses of funds Formula
  • Adjustment Sources and Uses of Funds Analysis
  1. Cash Flow Statements
  • Cash flow operating activities
  • Cash flow investing activities
  • Cash flow financing activities
  1. Cash flow and financial statements Forecasting
  • Cash inflows Forecasting
  • Cash flow Forecasting
  • Balance sheet and income statement Forecasting
  1. Break-Even Analysis
  • Break even Determination
  • Break Even Charting
  • Margin on Safety
  • Break-even if there are changes in factors

Basic Accounting

Deskripsi

Akuntansi adalah bahasa bisnis, oleh karena itu, anda yang ingin sukses berbisnis wajib mengerti bahasa bisnis. Pemahaman akuntansi yang baik akan menjadikan anda mampu mengevaluasi kondisi perusahaan. Evaluasi laporan keuangan akan menguak informasi tertutup dari sebuah laporan keuangan. Semua informasi dari sebuah laporan keuangan menjadi dasar yang penting untuk pengambilan keputusan. Keputusan yang tepat menjadikan perusahaan anda akan berada dalam jalur yang tepat, sehingga misi perusahaan lebih mudah dicapai.
Laporan keuangan adalah ringkasan kondisi perusahaan pada tanggal neraca dan kinerja perusahaan dalam periode tertentu. Untuk menyeragamkan proses dan metode penyusunannya, laporan keuangan harus disusun berdasarkan standar akuntansi yang berlaku umum atau di Indonesia dikenal dengan istilah PSAK (Pernyataan Standard Akuntansi Keuangan). PSAK Indonesia saat ini sebagian besar sudah dikonversi untuk menyesuaikan dengan IFRS (International Financial Report Standard).
 


Manfaat Pelatihan Basic Accounting :

  1. Peserta dapat memahami prinsip-prinsip dasar akuntansi.
  2. Peserta dapat memahami mengapa sebuah laporan keuangan harus memenuhi kaidah yang berlaku umum misalnya PSAK di Indonesia atau GAAP di USA.
  3. Peserta dapat memahami persamaan dasar akuntansi sebagai philosopi dasar untuk membentuk Neraca.
  4. Peserta dapat memahami bahwa Laporan Laba / (Rugi) merupakan representasi dari aktivitas perusahaan dalam menjalankan misinya.
  5. Peserta dapat memahmi siklus akuntansi dan dapat melakukan prosesrecording, adjustment sampai dengan meringkas transaksi menjadi Laporan Keuangan.
  6. Peserta dapat menggunakan dan menggali informasi penting dari laporan keuangan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan.


Materi Pelatihan Basic Accounting :

Hari – Pertama

  1. Akuntansi Bahasa Bisnis
    • Apakah Akuntansi ?
    • Laporan Keuangan – Fungsi Sistem Akuntansi dan Audit.
    • Prinsip Akuntansi Yang Berlaku Umum di Indonesia dikenal dengan PSAK
    • Laporan Keuangan – Titik Awal Belajar Akuntansi
    • Efek Transaksi Bisnis
    • Bentuk Organisasi Dalam Bisnis
    •  Pengguna Laporan Keuangan
  2. Perubahan Posisi Keuangan
    • Ledger – Kegunaan dan Double Entry Accounting
    • Jurnal – Kegunaan dan Posting Journal Entry
    • Neraca Percobaan (Trial Balance)
    • Pengantar Sisklus Akuntansi
    • Manfaat Ledger dan Jurnal Untuk Manager

    Hari – Kedua

  1. Menghitung Laba / (Rugi) dan Neraca, Akhir dari Siklus Akuntansi
    • Apakah Laba Bersih / (Rugi) Akuntansi
    • Ayat Jurnal Penyesuaian
    • •    Menyiapkan Satu Set Laporan Keuangan
    • •    Jurnal Penutup Untuk Rekening Temporary
    • •    Menyelesaikan Siklus Akuntansi
  2. Akuntansi Untuk Perusahaan Dagang
    • Sekilas tentang Perusahaan Dagang
    • Sistem Inventory Perpetual
    • Sistem Inventory Periodic
    • Evaluasi Kinerja Perusahaan Dagang
  3. Analisa Laporan Keuangan dan Laporan Arus Kas
    • Mengukur Tingkat Likuiditas dan Risiko Kredit
    • Mengukur Rasio Profitabilitas
    • Mengukur Rasio Efisiensi Operasi
    • Mengukur Rasio Leverage
    • Mengukur Rasio Tingkat Pengembalian
    • Laporan Arus Kas

PSAK 50 DAN PSAK 55 (Revisi 2006)

PENGANTAR TRAINING PSAK 50 DAN PSAK 55 (Revisi 2006)

Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) telah mengesahkan dua standar akuntansi keuangan yaitu PSAK 50 (revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan dan PSAK 55 (revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran.

Dengan masih banyaknya pertanyaan – pertanyaan mengenai perlakuan akuntansi instrumen derivatif dalam PSAK 50 dan PSAK 55 ini maka kami  mencoba menjembataini hal ini melalui pelatihan yang menggunakan metode kuliah, latihan-latihan, diskusi kelompok dan kasus-kasus akan memberikan kemampuan pada peserta dalam memahami serta mengantisipasi langkah langkah dalam penentuan kebijakan perusahan terkait dengan adanya revisi PSAK.

MANFAAT DAN TUJUAN TRAINING PSAK 50 DAN PSAK 55 (Revisi 2006)

Mengetahui dan memahami perubahan apa saja yang terdapat pada Revisi PSAK Memahami bagaimana relevansi Revisi PSAK dalam setiap transaksi bisnis serta pelaporan keuangan. Memperoleh gambaran dalam melakukan antisipasi dengan timbulnya Revisi PSAK Mendapatkan contoh – contoh real dari penerapan revisi PSAK melalui studi kasus yang disajikan.

POKOK BAHASAN TRAINING PSAK 50 DAN PSAK 55 (Revisi 2006)

  1. Pembahasan PSAK 50 (revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan
  2. Pembahasan PSAK 55 (revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran

MATERI PELATIHAN PSAK 50 DAN PSAK 55 (Revisi 2006)

Hari I

  1. PSAK 50 (revisi 2006)
    1. Penyajian
      1. Kewajiban dan Ekuitas
      2. nstrumen Keuangan Majemuk
      3. Saham Treasury
      4. Bunga, Dividen, Kerugian dan Keuntungan
      5. Saling hapus antar Aset Keuangan dan Kewajiban Keuangan
    2. Pengungkapan
      1. Format, Tempat dan Kelompok Instrumen Keuangan
      2. Kebijakan Manajemen Risiko dan Aktivitas Lindung Nilai
      3. Persyaratan, Kondisi dan Kebijakan Akuntansi
      4. Risiko Tingkat Bunga
      5. Risiko Kredit
      6. Nilai Wajar
      7. Pengungkapan Lainnya
  2. Studi Kasus

Hari II

  1. PSAK 55 (Revisi 2006) Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran
    1. Pengakuan dan Penghentian Pengakuan
      1. Pengakuan Awal
      2. Penghentian Pengakuan Aset Keuangan
      3. Transfer yang Diakui dan tidak Diakui sebagai Penghentian Pengakuan
      4. Keterlibatan Berkelanjutan atas Aset yang ditransfer
      5. Transfer Keseluruhan
      6. Pembelian atau Penjualan Aset Keuangan yang lazim
      7. Penghentian Pengakuan Kewajiban Keuangan
    2. Pengukuran
      1. Pengukuran Awal Aset Keuangan dan Kewajiban Keuangan
      2. Pengukuran Aset Keuangan setelah Pengakuan Awal
      3. Pengukuran Kewajiban Keuangan setelah Pengakuan Awal
      4. Pertimbangan dalam Pengukuran Nilai Wajar
      5. Reklasifikasi
      6. Keuntungan dan Kerugian
      7. Penurunan Nilai dan Tidak Tertagihnya Aset Keuangan
    3. Lindung Nilai
      1. Instrumen Lindung Nilai
      2. Item yang Dilindung Nilai
      3. Akuntansi Lindung Nilai
  2. Studi Kasus

MODAL KERJA: WORKING CAPITAL MANAGEMENT

TRAINING DESCRIPTION MODAL KERJA: WORKING CAPITAL MANAGEMENT

Pelatihan ini memberikan kepada peserta mengenai jenis-jenis modal kerja, bagaimana penentuan modal kerja dan pembelanjaannya. Lebih lanjut lagi dalam pelatihan manajemen modal kerja ini,  peserta akan diberi materi mengenai manajemen kas, manajemen, piutang, manajemen persediaan, yang semua itu adalah elemen-elemen yang ada di dalam manajemen modal kerja.  Setelah itu, peserta diberi materi bagaimana mengukur likuditas dan efektivitas modal kerja.

TRAINING OBJECTIVES MODAL KERJA: WORKING CAPITAL MANAGEMENT

  1. Jenis-jenis modal kerja dan bagaimana menentukan besarnya modal kerja dan membelanjainya.
  2. Bagaimana melakukan manajemen kas, manajemen piutang, dan manajemen persediaan.’
  3. Bagaimana melakukan pengukuran likuiditas dan efektivitas investasi pada modal kerja

 

TRAINING OUTLINES MODAL KERJA: WORKING CAPITAL MANAGEMENT

Modal kerja dan pembelanjaannya

  • Pengertian modal kerja
  • Trade-off dalam pengambilan keputusan modal kerja
  • Kebijakan pembelanjaan modal kerja
  • Margin of safety

Likuiditas dan efektivitas modal kerja

  • Pengukuran efektivitas modal kerja
  • Rasio keuangan untuk mengukur likuiditas dan efektivitas modal kerja

Manajemen kas dan sekuritas

  • Motif-motif memegang kas
  • Tujuan manajemen kas
  • Metode mempercepat pengumpulan kas dan pengendalian pengeluaran kas
  • Variabel-variabel yang dipertimbangkan dalam investasi surat berharga
  • Model menentukan target saldo kas optimum.

Manajemen Piutang

  •  Penentuan standar kredit
  •  Pelonggaran standar kredit
  • Pemberian diskon kredit dan temin kredit
  • Piutang tidak tertagih yang terjadi dalam kebijakan kredit

Manajemen Persediaan

  • Persedian material/bahan baku
  • Persediaan barang dalam proses
  • Persediaan barang jadi
  • Konsep ABC
  • Konsep economic order quantity (EOQ)
  • EOQ dengan adanya potongan harga

COST QUALITY

DESKRIPSI

Biaya selalu menjadi masalah dalam pembuatan produk atau meningkatkan efisiensi. Di sisi lain, kualitas adalah tujuan manajemen dalam membuat produk serta dalam menjalankan organisasi. Tapi itu selalu menjadi sumber perbedaan persepsi antara operasi / departemen produksi dan departemen keuangan. Mengelola biaya dan kualitas pada saat yang sama akan membantu perusahaan untuk mengetahui setiap langkah dalam mengevaluasi kualitas dan dampaknya terhadap aspek keuangan itu. Hal ini sangat penting bagi pengurangan biaya dan peningkatan kualitas.

MATERI KURSUS MANAGING COST QUALITY

Cost management (Biaya manajemen)

  • Pengenalan biaya dan perilaku,
  • Memaksimalkan nilai dan peranan biaya,
  • Manajemen biaya dalam organisasi (perusahaan),
  • Dampak dari setiap item biaya pada laporan keuangan.

Cost of quality (Biaya kualitas)

  • Konsep kualitas,
  • Peran biaya kualitas dalam pengendalian mutu,
  • Alternatif untuk biaya sistem mutu.

Quality assessment (Penilaian Kualitas)

  • Evolusi konsep mutu,
  • Review QCDSM,
  • Pengukuran kualitas.
  • Cost reduction program (Program Biaya pengurangan)

ANALISA LAPORAN KEUANGAN

DESKRIPSI

Salah satu aspek pengukuran kinerja perusahaan adalah melakukan analisa atas laporan keuangan. Dengan menganalisis laporan keuangan dapat diketahui kinerja perusahaan di masa lalu dan posisi keuangan pada saat ini. Dari hasil penilaian tersebut serta data-data tambahan lainnya manajemen dapat melihat potensi perusahaan di masa depan serta kemungkinan risiko yang ada sehingga manajemen dapat merencanakan hal-hal yang dipandang akan menaikkan performance perusahaan serta perbaikan atas hal-hal yang dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Pelatihan ini akan membantu para manajer atau profesional terutama yang berlatar belakang non keuangan memahami berbagai teknik analisis laporan keuangan dan kaitannya terhadap keputusan bisnis sehari-hari. Pelatihan ini juga didesain untuk menjelaskan bagaimana dan mengapa laporan keuangan berdampak pada bisnis dan sasaran hasil operasional. Dengan begitu diharapkan melalui pelatihan ini akan menumbuhkan pengertian bagi para manajer atau profesional terhadap fungsi analisa laporan keuangan serta teknik-teknik yang digunakan dalam analisa laporan keuangan.

TUJUAN

  1. Mampu membaca dan melakukan analisis terhadap laporan keuangan perusahaan sehingga dalam melakukan tugas yang menjadi tanggung jawabnya mempunyai dasar yang kuat dari sisi keuangan.
  2. Bisa memberikan sumbangan pemikiran dari sisi keuangan perusahaan terhadap kondisi yang dihadapi perusahaan
  3. Menciptakan koordinasi yang lebih baik dengan unit lain dari sisi keuangan yang terkait dengan tugas yang menjadi tanggung jawabnya
  4. Mengenal teknik-teknik analisis laporan keuangan serta manfaatnya bagi perusahaan dengan lebih baik


MATERI TRAINING ANALISA LAPORAN KEUANGAN

  • Laporan Keuangan
  • Keterbatasan pada Analisis Laporan Keuangan
  • Analisis Vertikal dan Horizontal
  • Analisis Trend
  • Analisis Ratio
  • Rasio Likuiditas
  • Rasio Solvabilitas
  • Rasio Profitabilitas
  • Pengukuran Lainnya
  • Break-Even Analisis
  • Kontribusi per unit (CPU) dan persentase kontribusi terhadap penjualan (CPS)
  • Rasio-Ratio Investasi
  • Nilai sekarang bersih (NPV)
  • Net B/C ratio
  • Tingkat pengembalian internal (IRR)
  • Simulasi Kasus


Manajemen & Sistem Informasi Aset

Deskripsi 

Asset (Aset) merupakan barang yang termasuk dalam hak milik atau harta kekayaan dari suatu perusahaan/ instansi, baik bergerak dan tidak bergerak, baik yang berwujud (tangible) maupun yang tidak berwujud (Intangible). Banyak perusahaan masih menganggap bahwa Manajemen Aset secara fisik hanyalah sekedar instrumen pengelolaan daftar asset. Bahkan, anggapan yang kurang tepat lainnya bahwa pengelolaan fisik aset sepenuhnya  sudah diserahkan kepada Departemen atau Divisi Pemeliharaan (Maintenance), padahal daftar asset maupun pengelolaan aset fisik yang dimiliki oleh Maintenance Department hanyalah bagian kecil dari Physical Asset Management. Berdasarkan pernyatan tersebut, maka kebijakan tentang Manajemen Aset secara strategis harus melibatkan semua level Manajemen dan harus diimplementasikan secara komprehensif di semua departemen teknis operasional maupun pelayanan. Pelatihan ini akan memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan asset perusahaan.



Tujuan

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat:

  1. Memahami pentingnya pengelolaan aset dilakukan secara profesional dan terintegrasi.
  2. Mengelola aset secara keseluruhan mulai dari Planning, Organizing, Staffing, Directing, Coordinating, Budgeting, monitoring sampai ke evaluasi.
  3. Mengembangkan atau mengoptimalkan pemanfaatan asset Perusahaan/ Instansi guna meningkatkan Produktivitas Perusahaan.
  4. Mengambilan keputusan dalam pengelolaan aset, sehingga lebih efisien, mengurangi pemborosan/kerugian,  mencegah hilangnya aset serta mecegah konflik karena aset.
  5. Mengimplementasi sistem informasi manajemen aset di Perusahaan.



Materi Manajemen & Sistem Informasi Aset

  1. Pendahuluan Asset Management
    • Aset Tetap dan Aset Lancar (Supplies)
    •  Proses Manajemen Aset
  1. Permintaan Pengadaan Pengadaan dan Pengeluaran Aset
  2. Pendaftaran, Pemeliharaan, Pemeriksaan, Penghapusan Aset Tetap
  3. Peminjaman dan Pengembalian Aset
  4. Permintaan dan Pengeluaran Supplies
  5. Pengetahuan dan Implementasi Planning (Perencanaan), Organizing (Pengorganisasian), Staffing (Penyusunan Staf), Directing (Pembimbingan), Coordinating (Pengkoordinasian), Budgetting (Penganggaran) Aset perusahaan.
  6. Sistem Informasi Aset perusahaan
  7. Implementasi system informasi asset
  8. Studi kasus dan diskusi

Akuntansi keuangan, Aplikasi Accurate & Uji Kompetensi

Deskripsi Pelatihan

Program Persiapan Kerja ini berkonsep dasar Pelatihan Berbasis Latihan dalam menyusunan laporan keuangan yang mengacu kepada prinsip akuntansi yang berlaku umum. Pelatihan Kursus Akuntansi memberikan penjelasan mengenai fitur-fitur dasar akuntansi secara manual dan accurate4 yang umum digunakan dalam pengelolaan pembukuan suatu bisnis atau perusahaan. Pembahasannya dibagi kedalam 8 bab. Antara lain membahas mengenai proses membuat dan membuka database, persiapan data awal menggunakan Quzy, siklus penjualan dan pembelian, fitur-fitur yang berkaitan dengan siklus penjualan & pembelian, pencatatan pendapatan dan beban, penginputan aktiva tetap dan yang terakhir adalah pembahasan mengenai kegiatan akhir bulan perusahaan serta Laporan Keuangan yang terdapat di accurate4. Pelatihan diakhiri dengan ujian sebagai penentu pemberian sertifikat kelulusan



Tujuan Pelatihan

Kursus Akuntansi Keuangan diharapkan menjadikan peserta :

  • Memperkuat pemahaman dasar akuntansi bagi kalangan mahasiswa dan karyawan.
  • Menjadikan karyawan yang kompeten dibidang administrasi, finance, accounting .

 

Materi Kursus Akuntansi keuangan, Aplikasi Accurate & Uji Kompetensi

Pelatihan ini akan difokuskan pada pembahasan uji kompetensi dan aplikasi pekerjaan akuntansi  dengan materi sebagai berikut :

  • Chart of Account
  • Akuntansi Kas  & Bank, Kas Kecil, Pembelian,Penjualan,Persediaan,Jurnal,Buku Besar,
  • Akuntansi Kewajiban dan Ekuitas
  • Penyusunan Neraca
  • Penyusunan Laporan Laba Rugi
  • Penyusunan Laporan Arus Kas
  • Penyusunan Laporan Perubahaan Ekuitas
  • Dasar Analisa Laporan Keuangan

PIUTANG : TEKNIK PENAGIHAN DAN PENANGANAN

TRAINING DESCRIPTION PIUTANG : TEKNIK PENAGIHAN DAN PENANGANAN

Sebagai mana kita ketahui bahwa peningkatan profit margin perusahaan disamping ditentukan oleh tercapainya target penjualan, juga dipengaruhi oleh besarnya idle piutang dan idle inventory. Mungkin saja terjadi, perusahaan memperoleh keuntungan namun Cash Flow ( Arus Cash ) Negatif, karena terjadinya idle di inventory dan utamanya di piutang karena adanya kebijakan dari perusahaan yang melakukan penjualan secara kredit dan pembayaran nya menunggak dan tidak sesuai dengan jangka waktu kredit yang diberikan oleh perusahaan selaku produsen .  Saat ini banyak perusahaan menaruh perhatian yang besar terhadap permasalahan penjualan credit dan collection, karena apabila tidak dikelola secara profesional akan menimbulkan dampak,  perusahaan kekurangan arus kas ( Cash Flow ) . Oleh karean itu Perusahaan dituntut untuk mampu menganalisa ratio piutang agar selalu dalam posisi tolok ukur ideal yang ditetapkan dan apabila terjadi penyimpangan dari standard yang ditetapkan agar segera dilakukakn penangannan yang profesional .

Dalam two days workshop ini, peserta akan mendapatkan sharing dari Trainer yang juga praktisi yang mempunyai track record yang cukup dalam memberikan solusi dalam pengendalian piutang dan teknik penagihannya yang effektif .

 

MANFAAT PESERTA

  • Menahami ratio piutang yang sehat
  • Memahami teknik pengendalian piutang untuk meningkatkan profit perusahaan
  • Memahami teknik pengelolaan dan penanganan piutang yang bermasalah
  • Memahami teknik monitoring, reporting dan penagihan piutang
  • Memahami Tipologi Customer berdasarkan visual, anditori dan kinestetis
  • Memahami cara melakukan penagihan berdasarkan tipologi customer

SYLLABUS TRAINING PIUTANG : TEKNIK PENAGIHAN DAN PENANGANAN

HARI PERTAMA

1. INTRODUCTION MANAGEMENT PIUTANG & PENAGIHAN

  • RATIO PIUTANG YANG SEHAT
  • FUNGSI PIUTANG DALAM MENINGKATKAN PROFIT
  • PENGELOLAAN DAN PENGENDALIAN PIUTANG
  • DEFINISI DAN TUJUAN PENAGIHAN
  • ALAT DAN PROSES PEBAGIHAN

2.   PERAN KOLEKTOR DALAM PENAGIHAN

  • PERAN DAN FUNGSI KOLEKTOR
  • TIPOLOGI CUSTOMER BERDASARKAN VISUAL, ANDITORI DAN KINESTETIS
  • CARA MELAKUKAN PENAGIHAN BERDASARKAN TIPOLOGI CUSTOMER
  • ROLE PLAY DAN STUDY KASUS

HARI KEDUA

3.  PERHITUNGAN TARGET PENAGIHAN (  AWAL, BERJALAN &  KOREKSI )

  • PENENTUAN MATRIK PENAGIHAN ( BERDASARKAN AREA )
  • TEKNIK MONITORING, REPORTING PIUTANG & PENAGIHAN
  • TEKNIK CLOSING HARIAN
  • KOMPILKASI STUDY KASUS

4.  ANALISIS  EFFECTIVITAS PENAGIHAN

  • ANALISIS PENCAPAIAN TARGET PENAGIHAN
  • ANALISIS PENGELOLAAN PIUTANG BERMASALAH
  • TEKNIK CLOSSING HARIAN
  • KOMPILASI STUDY KASUS

Cost Accounting: Financial Analysis, Decision Making, and Reduction Cost

Deskripsi Training Cost Accounting: Financial Analysis, Decision Making, and Reduction Cost 

Apakah informasi biaya di perusahaan anda cukup membantu untuk menentukan item-item biaya yang mana saja yang perlu diperbaiki ? Tuntutan untuk terus menerus mengurangi biaya produksi selama satu dasawarsa ini, kini terus menguat. Mengingat semakin ketatnya persaingan yang menuntut perusahaan mampu menghasilkan barang dan jasa semurah mungkin, namun dengan kualitas yang mumpuni. Serta selalu adaptif terhadap perubahan keinginan konsumen.

Namun banyak perusahaan yang kesulitan untuk adaptif terhadap perubahan lingkungan diluar perusahaan tersebut. Salah satu penyebabnya adalah data-data biaya dari bagian Accounting tidak cukup detail dan memadai untuk memberikan informasi tentang biaya-biaya yang dapat direduksi. Informasi biaya yang ada masih bersifat global dan sekedar memenuhi kebutuhan pelaporan keuangan (akuntansi keuangan). Yaitu menjadi pengurang terhadap sales untuk mendapatkan nilai gross profit. Akibatnya, manajemen tidak mempunyai panduan yang cukup untuk melakukan perubahan dan mengambil keputusan. Bahkan seringkali keputusan yang diambil tidak tepat sasaran, dan tidak berdampak langsung pada pengurangan biaya dan peningkatan profit perusahaan.



Tujuan Training Cost Accounting: Financial Analysis, Decision Making, and Reduction Cost 

Untuk membekali karyawan Accounting kemampuan untuk memberikan informasi biaya dan harga pokok penjualan serta analisa keuangan yang informatif bagi manajemen. Sehingga informasi itu akan menjadi panduan yang valid terhadap keputusan manajemen yang akan dieksekusi.

Metode Pelatihan  Training Cost Accounting: Financial Analysis, Decision Making, and Reduction Cost 

  • Perubahan-perubahan dalam lingkungan bisnis, dan perubahan konsep management
  • Highlight Cost Accounting : dulu, kini dan esok
  • Pengendalian biaya sebagai alat berkompetisi dan pengambilan keputusan manajemen
  • Job order dan Proses Costing – Metode tradisional penghitungan harga pokok produksi
  • Standard Costing dan analisa varian, metode tradisional pengendalian biaya. Dan pengukurannya dengan Balanced Score Card
  • Alokasi Factory overhead Cost, panduan mengalokasikan biaya produksi
  • Analisa biaya kualitas, kaitannya dengan sistem mutu (ISO 9001, Just in time, Six Sigma)
  • Identifikasi pemborosan biaya yang tidak memberikan nilai tambah
  • Activity based costing, informasi biaya yang tidak memberikan nilai tambah
  • Hambatan-hambatan dalam analisa dan pelaporan biaya, decision making dan reduction cost
  • Best Practices cost accounting, cost reduction dan pelaporan keuangan

Laporan Keuangan Perusahaan Pertambangan

Deskripsi Pelatihan Laporan Keuangan Perusahaan Pertambangan

Industri Pertambangan merupakan industry yang spesifik dan memiliki karakteristik tersendiri. Oleh karenanya, dalam penyusunan laporan keuangan diatur oleh pedoman khusus, termasuk juga peraturan perpajakannya. Dalam pelatihan intensive dua hari ini para peserta akan dibekali dengan pedoman penyajian laporan keuangan berbasik PSAK, IFRS dan perpajakan yang terkini. Sehingga para peserta dapat membuat laporan keuangan dengan baik dan benar sesuai dengan acuan yang berlaku.

Tujuan Pelatihan Laporan Keuangan Perusahaan Pertambangan

  • Memahami struktur laporan keuangan terutama bagi perusahaan pertambangan
  • Memahami acuan peraturan yang mendasari penyusunan laporan keuangan perusahaan pertambangan
  • Memahami perubahan PSAK terbaru yang berbasis IFRS
  • Memahami peraturan perundangan dan perpajakan mengenai pengelolaan pertambangan
  • Dapat menyusun laporan keuangan dengan baik dan benar sesuai acuan yang berlaku

Metode Pelatihan Laporan Keuangan Perusahaan Pertambangan

  • Interaktif Kelas dengan Case Study, Group Discussion, & Sharing Experience
  • Rencana Kerja dan Capaian Hasil Pelatihan
  • Para peserta akan diajak untuk mendiskusikan hasil pelatihan yang akan dijadikan rencana kerja setelah kembali kedunia kerja, dan capaian hasil rencana kerja
  • Evaluasi Hasil Pelatihan (Optional)
  • Memberikan evaluasi hasil pelatihan para peserta selama pelatihan, jika dibutuhkan oleh perusahaan

Pokok Bahasan Pelatihan Laporan Keuangan Perusahaan Pertambangan

  • Laporan Keuangan Perusahaan Pertambangan
  • Struktur dan Karateristik Laporan Keuangan
  • Pengakuan Biaya pada Tahap Pra Operasional.
  • Pengakuan Biaya pada Tahap Produksi dan Kontruksi
  • Corperate Sosial & Enviromental Liabilites
  • Sewa (Leasing)
  • Aset Tetap & Asset Tak Berwujud
  • Inventories – Cost Capitalized.
  • Pendapatan :
  • Valuta Asing.
  • Peristiwa Setelah Periode Laporan yang Memerlukan Penyesuaian.
  • Borrowing Cost.
  • PPh Pasal 21 dan Royalti pada Pertambangan
  • Akuntansi Minyak dan Gas Bumi

Accounting Control

Deskripsi Accounting Control
Pelatihan Accounting Control – Practices and Tricks ini di disain bagi staf  hingga manager accounting, finance dan auditor untuk dapat meningkatkan dan  memperbaharui kemampuan dan pengetahuan dalam melakukan fungsi accounting control dengan pendekatan practice. Selain itu para peserta akan diberikan  trik-trik dalam melakukan fungsi control

Manfaat Pelatihan  Accounting Control

  • Memahami pendekatan termut akhir accounting control
  • Menguasai teknik dan konsep dalam menganalisa dan menilai fungsi control yang sudah berjalan
  • Menguasai practice accounting control di seluruh aspek dan aktivitas penting perusahaan
  • Menyeimbangkan antara fungsi control dan peran business partner

Materi Accounting Control

  • THE DEVELOPMENT OF ACCOUNTING CONTROL
  • EVALUATE CURRENT CONTROL SYSTEM AND FIND ANY VULNERABLE ONE
  • COST AND CASH CONTROL
  • ACCOUNT PAYABLE CONTROL
  • CONTROL FOR ORDER ENTRY, CREDIT AND SHIPMENT
  • CONTROL FOR INVENTORY
  • CONTROL FOR BILLING
  • CONTROL CASH HANDLING
  • CONTROL OF FIXED ASSETS
  • CONTROL PAYROLL

CAPITAL BUDGETING

TRAINING DESCRIPTION CAPITAL BUDGETING

This training provides the knowledge about cash flow analysis of a project that will happen. After estimated the cash flow well, next step is to assess the investment proposal. In conducting the assessment there are several methods such us payback period, discounted payback period, internal rate of return (IRR), modified internal rate of return (MIRR), net present value (NPV), and profitability index (PI). In this training also explains about analyzing risk in capital budgeting is often the case in practice.

TRAINING OBJECTIVE CAPITAL BUDGETING

After this training, participants will be able to analyzing the project cash flow, able to assess the project appraisal methods that exist, and capable to assess the project’s risk.

COURSE OUTLINE CAPITAL BUDGETING

  • Project cash flow analysis
  • Relevant cash flows on a project
  • The types of project cash flow inkrementals
  • Classification of project cash flow over time
  • Analysis of new asset purchases and replacement of old assets with new assets
  • Capital budgeting valuation method
  • The importance of capital budgeting
  • The stages in the capital budgeting
  • Payback, Discounted Payback, NPV, IRR, MIRR, and PI
  • The assessment criteria of the proposed investment project
  • Risk in capital budgeting
  • Meaning the risk of investment projects
  • Various project risk
  • Stand alone risk measurement
  • Corporate risk measurement
  • Measurement of market risks of a project
  • Relations project risk and capital structure.

BUDGETING, PROFIT PLANNING AND CONTROL

TRAINING DESCRIPTION BUDGETING, PROFIT PLANNING AND CONTROL

There are 6 steps being taken in the process of budgeting and control company profits are: determining general corporate purposes, the determination of specific objectives of each department, the determination of strategy, policy planning executive management, planning strategies to achieve long-term earnings and annual earnings.

TRAINING GOALS BUDGETING, PROFIT PLANNING AND CONTROL

After this training, participants will be able to:

  1. Understanding the process of planning and control in a comprehensive income
  2. Understanding the technical procedures used in the planning and control of income
  3. Understanding the various management functions and responsibilities of each level of the management in relation to the sequence of profit planning and control process.

TRAINING OUTLINE BUDGETING, PROFIT PLANNING AND CONTROL

  1. The scope of corporate budgeting
  2. Flexible budget
  3. Sales budget and production budget
  4. Budgetary costs of raw materials
  5. Direct labor budget
  6. Factory overhead cost budget
  7. Projected cost of production
  8. Projected cost of goods sold
  9. Projected profit and loss.

FINANCIAL STATEMENTS ANALYSIS

TRAINING DESCRIPTION FINANCIAL STATEMENTS ANALYSIS

This training provides a detailed description about:

  1. the significance of financial statements analysis,
  2. the benefits of financial statements analysis,
  3. the ways to analyze the financial ratios and trends,
  4. how to make the sources and uses of funds,
  5. how how to create a cash flow statement,
  6. how to create cash forecasts and financial statements, and
  7. break-even analysis.

TRAINING OBJECTIVE FINANCIAL STATEMENTS ANALYSIS

After participants followed, participants will be able to:

  1. Understanding the significance of financial statements analysis
  2. Understand the benefits that can be derived from financial statements analysis.
  3. Analysis performance using financial ratios
  4. Analysis with trend analysis
  5. Creating reports the sources and uses of funds
  6. Make statements of cash flow
  7. Make a break-even analysis.

COURSE OUTLINE FINANCIAL STATEMENTS ANALYSIS

  1. The importance of Financial Statement Analysis
    • Financial statements
    • Benefits of Financial Statements Analysis
    • Benchmarking
  1. Ratio Analysis
  • Liquidity Ratios
  • Leverage ratio
  • Activity ratio
  • Profitability ratios
  1. Trend analysis
  • Common Size Analysis
  • Index analysis
  • Seasonal Analysis
  1. Sources and Uses of Funds Analysis
  • The types of sources and uses of funds
  • Sources and uses of funds Formula
  • Adjustment Sources and Uses of Funds Analysis
  1. Cash Flow Statements
  • Cash flow operating activities
  • Cash flow investing activities
  • Cash flow financing activities
  1. Cash flow and financial statements Forecasting
  • Cash inflows Forecasting
  • Cash flow Forecasting
  • Balance sheet and income statement Forecasting
  1. Break-Even Analysis
  • Break even Determination
  • Break Even Charting
  • Margin on Safety
  • Break-even if there are changes in factors

Basic Accounting

Deskripsi

Akuntansi adalah bahasa bisnis, oleh karena itu, anda yang ingin sukses berbisnis wajib mengerti bahasa bisnis. Pemahaman akuntansi yang baik akan menjadikan anda mampu mengevaluasi kondisi perusahaan. Evaluasi laporan keuangan akan menguak informasi tertutup dari sebuah laporan keuangan. Semua informasi dari sebuah laporan keuangan menjadi dasar yang penting untuk pengambilan keputusan. Keputusan yang tepat menjadikan perusahaan anda akan berada dalam jalur yang tepat, sehingga misi perusahaan lebih mudah dicapai.
Laporan keuangan adalah ringkasan kondisi perusahaan pada tanggal neraca dan kinerja perusahaan dalam periode tertentu. Untuk menyeragamkan proses dan metode penyusunannya, laporan keuangan harus disusun berdasarkan standar akuntansi yang berlaku umum atau di Indonesia dikenal dengan istilah PSAK (Pernyataan Standard Akuntansi Keuangan). PSAK Indonesia saat ini sebagian besar sudah dikonversi untuk menyesuaikan dengan IFRS (International Financial Report Standard).
 


Manfaat Pelatihan Basic Accounting :

  1. Peserta dapat memahami prinsip-prinsip dasar akuntansi.
  2. Peserta dapat memahami mengapa sebuah laporan keuangan harus memenuhi kaidah yang berlaku umum misalnya PSAK di Indonesia atau GAAP di USA.
  3. Peserta dapat memahami persamaan dasar akuntansi sebagai philosopi dasar untuk membentuk Neraca.
  4. Peserta dapat memahmi siklus akuntansi dan dapat melakukan prosesrecording, adjustment sampai dengan meringkas transaksi menjadi Laporan Keuangan.
  5. Peserta dapat menggunakan dan menggali informasi penting dari laporan keuangan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan.


Materi Pelatihan Basic Accounting :

Hari – Pertama

  1. Akuntansi Bahasa Bisnis
    • Apakah Akuntansi ?
    • Laporan Keuangan – Fungsi Sistem Akuntansi dan Audit.
    • Prinsip Akuntansi Yang Berlaku Umum di Indonesia dikenal dengan PSAK
    • Laporan Keuangan – Titik Awal Belajar Akuntansi
    • Efek Transaksi Bisnis
    • Bentuk Organisasi Dalam Bisnis
    •  Pengguna Laporan Keuangan
  2. Perubahan Posisi Keuangan
    • Ledger – Kegunaan dan Double Entry Accounting
    • Jurnal – Kegunaan dan Posting Journal Entry
    • Neraca Percobaan (Trial Balance)
    • Pengantar Sisklus Akuntansi
    • Manfaat Ledger dan Jurnal Untuk Manager

    Hari – Kedua

  1. Menghitung Laba / (Rugi) dan Neraca, Akhir dari Siklus Akuntansi
    • Apakah Laba Bersih / (Rugi) Akuntansi
    • Ayat Jurnal Penyesuaian
    • •    Menyiapkan Satu Set Laporan Keuangan
    • •    Jurnal Penutup Untuk Rekening Temporary
    • •    Menyelesaikan Siklus Akuntansi
  2. Akuntansi Untuk Perusahaan Dagang
    • Sekilas tentang Perusahaan Dagang
    • Sistem Inventory Perpetual
    • Sistem Inventory Periodic
    • Evaluasi Kinerja Perusahaan Dagang
  3. Analisa Laporan Keuangan dan Laporan Arus Kas
    • Mengukur Tingkat Likuiditas dan Risiko Kredit
    • Mengukur Rasio Profitabilitas
    • Mengukur Rasio Efisiensi Operasi
    • Mengukur Rasio Leverage
    • Mengukur Rasio Tingkat Pengembalian
    • Laporan Arus Kas

MODAL KERJA: WORKING CAPITAL MANAGEMENT

TRAINING DESCRIPTION MODAL KERJA: WORKING CAPITAL MANAGEMENT

Pelatihan ini memberikan kepada peserta mengenai jenis-jenis modal kerja, bagaimana penentuan modal kerja dan pembelanjaannya. Lebih lanjut lagi dalam pelatihan manajemen modal kerja ini,  peserta akan diberi materi mengenai manajemen kas, manajemen, piutang, manajemen persediaan, yang semua itu adalah elemen-elemen yang ada di dalam manajemen modal kerja.  Setelah itu, peserta diberi materi bagaimana mengukur likuditas dan efektivitas modal kerja.

TRAINING OBJECTIVES MODAL KERJA: WORKING CAPITAL MANAGEMENT

  1. Jenis-jenis modal kerja dan bagaimana menentukan besarnya modal kerja dan membelanjainya.
  2. Bagaimana melakukan manajemen kas, manajemen piutang, dan manajemen persediaan.’
  3. Bagaimana melakukan pengukuran likuiditas dan efektivitas investasi pada modal kerja

 

TRAINING OUTLINES MODAL KERJA: WORKING CAPITAL MANAGEMENT

Modal kerja dan pembelanjaannya

  • Pengertian modal kerja
  • Trade-off dalam pengambilan keputusan modal kerja
  • Kebijakan pembelanjaan modal kerja
  • Margin of safety

Likuiditas dan efektivitas modal kerja

  • Pengukuran efektivitas modal kerja
  • Rasio keuangan untuk mengukur likuiditas dan efektivitas modal kerja

Manajemen kas dan sekuritas

  • Motif-motif memegang kas
  • Tujuan manajemen kas
  • Metode mempercepat pengumpulan kas dan pengendalian pengeluaran kas
  • Variabel-variabel yang dipertimbangkan dalam investasi surat berharga
  • Model menentukan target saldo kas optimum.

Manajemen Piutang

  •  Penentuan standar kredit
  •  Pelonggaran standar kredit
  • Pemberian diskon kredit dan temin kredit
  • Piutang tidak tertagih yang terjadi dalam kebijakan kredit

Manajemen Persediaan

  • Persedian material/bahan baku
  • Persediaan barang dalam proses
  • Persediaan barang jadi
  • Konsep ABC
  • Konsep economic order quantity (EOQ)
  • EOQ dengan adanya potongan harga

SALDO MAKSIMUM KAS

DESKRIPSI TRAINING SALDO MAKSIMUM KAS

Tidak dipungkiri lagi bahwa sampai saat ini masih banyak perusahaan baik domestic dan multinasional yang dalam penetapan plafond biaya operasional masih menggunakan paradigma lama yang tidak  effisien dengan cara hanya melakukan kompilasi dari data-data historis biaya operasional tahun lalu. Di era globalisasi dan perdagangan bebas yang penuh kompetitif saat  ini, dan agar perusahaan dapat unggul dalam persaingan bisnis dituntut agar  lebih effisien dalam penggunaan dana untuk biaya operasional perusahaan. Berdasarkan experience dan pendapat para pakar finance, bahwa effisiensi dalam penggunaan dana opersional perusahaan dapat meningkatkan profit margin perusahaan dalam kisaran sebesar  20%  sd 25% .

Untuk dapat meningkatkan profit margin perusahaan, disamping dapat dilakukan dengan menggunakan metode Activity Based Costing ( ABC ) dan Reduction Cost dalam sistim perhitungan HPP / COGS , juga dapat dilakukan dengan perubahan paradigma, dengan meninggalkan paradigma lama dalam menetapkan plafond biaya operasional yang hanya menggunakan kompilasi dari data – data hostoris pengeluaran masa lalu, dan menggantinya dengan paradigma baru dalam penetapan plafond biaya operasional di semua unit organisasi perusahan dengan menggunakan metode “Saldo Maksimum Kas”, yang pengumpulan data dan perhitungannya dilakukan dengan metode statistic “Regressi Linier Sederhana Kwadrat Terkecil ( Least Square )”.

Dalam Two Days Workshop ini, peserta akan mendapatkan sharing tentang teknik menghitung Saldo Maksimum Kas untuk menetapkan plafond biaya operasional perusahaan dengan metode Statistik “Regressi Linier Sederhana Kwadrat Terkecil ( Least Square ) “, dari praktisi Finance & Cash Management, yang juga penulis buku “Great Cash Management Great Profit”, dan buku “Denyut Jantung Keuangan Keluarga Di Tangan Ibu-2”. yang diterbitkan oleh Elex Media Computindo ( Gramedia Group ) yang telah terbukti dapat meningkatkan profit margin perusahaan dalam jumlah yang signifikan .

 TUJUANTRAINING SALDO MAKSIMUM KAS

  • Memahami teknik mengelola kas perusahaan yang effisien dan effective
  • Memahami teknik perencanaan dan pengendalian Petty Cash
  • Memahami teknik penataan keuangan dan akuntansinya

 

 SYLABUS  TRAINING SALDO MAKSIMUM KAS

  • Introduction Metode Saldo Maksimum Kas
  • Saldo Maksimum Kas VS Plafond Biaya Operasional
  • Term Of Reference ( TOR ) Survey Cash Out Biaya Operasional Perusahaan
  • Pengumpulan Data Survey Cash Out Biaya Operasional Perusahaan
  • Metode Statistik Regressi Linier Sederhana Kwadrat Terkecil ( Least Square )
  • Mengolah Data Survey  Metode Statistik Regressi Linier Sederhana ( Least Square )
  • Menetapkan Saldo Maksimum Kas Unit Bisnis Perusahaan
  • Cash Flow Operasi, Pendanaan Dan Investasi
  • Teknik Menyusun Cash Budget Company ( Annual Plan )
  • Simulasi Study Kasus Menghitung Saldo Maksimam Kas Program MS Excel
  • Diskusi / Sharing

Accounting For Banking Operation

TRAINING DESCRIPTION Accounting For Banking Operation

Seperti diketahui, kinerja perbankan nasional sebagai sumber pembiayaan utama sangat dipengaruhi oleh kondisi dan perkembangan ekonomi suatu negara. Dalam pemulihannya,  dunia perbankan membutuhkan peran dari berbagai pihak mulai dari manajemen sampai dengan pihak luar. Salah satu peran yang  cukup penting bagi pemulihan dunia perbankan adalah peran dari profesi akuntansi dalam menyajikan laporan keuangan.

Sehubungan dengan dilakukannya penyempurnaan oleh Ikatan Akuntan Indonesia terhadap beberapa Standar Akuntansi Keuangan yang saat ini berlaku, maka PAPI yang merupakan penjabaran lebih lanjut dari PSAK yang relevan untuk industri perbankan juga perlu disesuaikan, termasuk penyesuaian terkait dengan penerbitan PSAK No. 50 (Revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan, dan PSAK No. 55 (Revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, yang berlaku sejak 1 Januari 2010.

Pelatihan ini akan membahas teknik praktis akuntansi khusus untuk perbankan, mulai dari perlakuan akuntansi terhadap transaksi perbankan, laporan keuangan yang mengacu kepada Standar Khusus Akuntansi Perbankan Indonesia, PSAK hingga penerapan Corporate  Governance.

 

TRAINING OBJECTIVES Accounting For Banking Operation

  1. Memahami Ruang lingkup Standar akuntansi yang dianut oleh system akuntansi perbankan
  2. Memberikan pemahaman tentang perlakuan standar akuntansi terhadap transaksi perbankan
  3. Memahami fungsi control akuntansi
  4. Mamahami aplikasi dasar Sarbanes-Oxley dalam dunia perbankan

 

TRAINING OUTLINES Accounting For Banking Operation

  1. Akuntansi Perusahaan
  2. Ruang Lingkup Akuntansi Bank:(Neraca ; Rugi/Laba; Modal, Komitmen & Kantijensi; Perhitungan Rasio Keuangan; Kualitas Asset Produktif; Laporan Arus Kas)
  3. Kebijakan Akuntansi Perbankan sesuai Standar Khusus Akuntansi Perbankan Indonsia (SAKPI)
  4. Sistem Pencatatan Transaksi Keuangan antar Kantor (unit kerja).
  5. Sistem Pengklasifikasian Rekening
  6. Akuntansi unit Teller
  7. Akuntansi Unit Giro
  8. Akuntansi unit Kliring
  9. Akuntansi Unit Transfer
  10. Akuntansi unit Deposito
  11. Akuntansi Unit General Affair
  12. Akuntansi Pendapatan dan beban Bank.
  13. Pengamanan Kas dan Pengamanan Operasional Lembaga penyimpanan.
  14. Corporate Governance, Transparansidan Sarbanes Oxley

PSAK 50 DAN PSAK 55

DESCRIPTION

Dalam rangka menyelaraskan standar akuntansi keuangan khususnya untuk perbankan Indonesia serta sejalan dengan upaya peningkatan market discipline, Bank Indonesia berinisiatif melakukan kerjasama dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) untuk menyusun standar akuntansi keuangan yang mengadopsi IAS 39 dan IAS 32. Beberapa pengaturan dalam PSAK dimaksud bahkan memerlukan perubahan pola pikir dan penyesuaian sistem internal bank. Penerapan peraturan ini tidak mungkin ditunda, karena justru akan mempersulit posisi bank dalam menghadapi persaingan global yang semakin ketat serta memperbesar masalah yang akan dihadapi. PSAK Nomor 50 (revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan yang menggantikan Akuntansi Investasi Efek Tertentu, dan PSAK Nomor 55 (revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran yang menggantikan Akuntansi Instrumen Derivatif dan Aktivitas Lindung Nilai. PSAK 50 mengatur tentang penyajian dan pengungkapan instrumen keuangan sementara PSAK 55 mengatur tentang pengakuan dan pengukuran instrumen keuangan. Batas implementasi kedua PSAK tersebut adalah 1 Januari 2009. Hal yang cukup krusial dari kedua PSAK tersebut bagi bank adalah bahwa, kredit sebagai asset bank digolongkan pada “Loan and Receivables- yang mana valuasinya adalah dengan cara amortized cost, hal ini membawa konsekuensi bahwa nilai kredit (dalam hal ini asset bank) akan dipengaruhi oleh proyeksi cashflow dari asset tersebut, sehingga kredit yang dikenakan bunga dibawah bunga pasar akan terdiskon menjadi lebih kecil dari harga perolehannya (kredit yang dikucurkan).



OBJECTIVES

  1. Workshop ini akan mengungkapkan perbedaan prinsip dan konsep dengan pendekatan conventional dengan prinsip dan konsep standard akuntansi versi PSAK 50 dan 55 untuk property industry\
  2. Untuk membahas secara detail akuntansi presentasi dan reporting financial instrument sehingga dapat mencerimkan informasi yang lebih relevan dan handal sesuai dengan IAS
  3. Memberikan pengetahuan yang up to date bagi peserta agar akuntansi financial intrumen yang selama ini dianggap sangat sulit dapat dipahami dengan baik. Juga akan mengetahui bagaimana praktek akuntansi yang dituntut Bank Indonesia, Pasar Modal, dan IAI.
  4. Para peserta akan mendapat mengetahuan mengenai IFRS yang terkait dengan PSAK 50 dan 55 dengan mendapat studi kasus yang terbaru, baik menyangkut derivative, stock, bond, dan instrument lain.

 

 

OUTLINES TRAINING PSAK 50 DAN PSAK 55 

  • Overview PSAK 50 & 55 dan perubahannya
  • PSAK 50 (revisi 2006)
    • Penyajian
      • Kewajiban dan Ekuitas
      • Instrumen Keuangan Majemuk
      • Saham Treasury
      • Bunga, Dividen, Kerugian dan Keuntungan
      • Saling hapus antar Aset Keuangan dan Kewajiban Keuangan
    • Pengungkapan
      • Format, Tempat dan Kelompok Instrumen Keuangan
      • Kebijakan Manajemen Risiko dan Aktivitas Lindung Nilai
      • Persyaratan, Kondisi dan Kebijakan Akuntansi
      • Risiko Tingkat Bunga
      • Risiko Kredit
      • Nilai Wajar
      • Pengungkapan Lainnya
    • Studi Kasus
  • PSAK 55 (Rev 2006) Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran
    • Pengakuan dan Penghentian Pengakuan
      • Pengakuan Awal
      • Penghentian Pengakuan Aset Keuangan
      • Transfer yang Diakui dan Tidak Diakui sebagai Penghentian Pengakuan
      • Keterlibatan Berkelanjutan atas Aset yang Ditransfer
      • Transfer Keseluruhan
      • Pembelian atau Penjualan Aset Keuangan yang lazim
      • Penghentian Pengakuan Kewajiban Keuangan
    • Pengukuran
      • Pengukuran Awal Aset Keuangan dan Kewajiban Keuangan
      • Pengukuran Aset Keuangan setelah Pengakuan Awal
      • Pengukuran Kewajiban Keuangan setelah Pengakuan Awal
      • Pertimbangan dalam Pengukuran Nilai Wajar
      • Reklasifikasi
      • Keuntungan dan Kerugian
      • Penurunan Nilai dan Tidak Tertagihnya Aset Keuangan
    • Lindung Nilai
      • Instrumen Lindung Nilai
      • Item yang Dilindung Nilai
      • Akuntansi Lindung Nilai
    • Studi Kasus

 

FINANCIAL STATEMENT ANALYSIS

TRAINING DESCRIPTION FINANCIAL STATEMENT ANALYSIS

Laporan keuangan (Financial Statements) dalam bentuk Neraca (Balansheet) dan Perhitungan Laba–Rugi (Income Statement) yang pada umumnya diterbitkan secara periodik (triwulan, smester dan tahunan) merupakan media penting dalam proses pengambilan keputusan perusahaan,  karena disamping merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yang berisi informasi tentang prestasi perusahaan dimasa lampau, namun juga  dapat memberikan petunjuk dalam menetapkan kebijakan perusahaan dimasa mendatang. Tidak dipungkiri lagi bahwa Laporan keuangan juga menjadi kebutuhan para pemegang saham , investor, pelaku pasar modal dan juga pemerintah. Kesalahan dalam menganalisa laporan keuangan perusahaan sudah barang tentu akan sangat berpengaruh kepada keputusan perusahaan, misalnya ketika perusahaan memperoleh laba yang besar , namun karena exekutif kurang memahami analisa ratio keuangan, sehingga untuk kepentingan operasional dan expansi perusahaan memutuskan untuk menambah jumlah hutang, yang akibatnya Debt Equity Ratio tinggi.  Demikian juga halnya perusahaan tetap saja melakukan expansi bisnisnya padahal  ROI yg dihasilkan dari investasi  jauh dibawah bunga deposito atau bisa juga  perusahaan memutuskan untuk membeli saham  di pasar modak padahal ROE dari perusahaan tersebut jauh dibawah bunga Deposito .

Dalam Training ini, peserta akan mendapatkan sharing  untuk  memahami , melakukan interprestasi dan  menganalisis laporan keuangan dengan benar, sehingga mampu memberikan kontribusi yang maksimal dalam proses pengambilan keputusan bisnis untuk pengembangan perusahaan.



TRAINING OBJECTIVES FINANCIAL STATEMENT ANALYSIS

  1. Memahami cara menganalisis, menginterprestasi dan menggunakan laporan keuangan
  2. Memahami Cash Flows, Balance sheet dan Income Statement
  3. Mampu mengaplikasikan instrument dan teknik dalam menganalisa laporan keuangan
  4. Mampu menyusun dan membuat proyeksi laporan keuangan

 

TRAINING  OUTLINES FINANCIAL STATEMENT ANALYSIS

1.       Introduction  konsep dasar manajemen keuangan

  • Fungsi manajemen keuangan
  • Pihak-pihak yang memerlukan laporan keuangan
  • Jenis laporan kuangan

2.       Basic financial statement s

  • Neraca ( balance sheet )
  • Perhitungan rugi-laba ( income statement )
  • Laporan laba ditahan ( statement of retained earnings )
  • Laporan sumber dan penggunaan dana

3.       Analisa  ratio keuangan

  • Analisa likuiditas
  • Analisa  solvabilitas
  • Analisa rentabilitas
  • Analisa profitabilitas
  • Analisa  aktivitas

4.       Perencanaan dan Pengendalian Keuangan

  • Analisa pulang pokok ( break even analysis )
  • Analisa leverage operasi
  • Analisis impas untuk kas
  • Analisa keuangan sistem du pont

5.        Perkiraan keuangan

  • Siklus arus kas ( cash flow cycle )
  • Pengaruh siklus arus kas terhadap neraca
  • Cash flow operation, pembiayaan dan investasi

6.       Analisa arus kas dan modal kerja

  • Kegunaan laporan arus kas
  • Jenis laporan arus kas
  • Teknik analisa arus kas

IFRS (International Financial Reporting Standards)

Deskripsi

Dunia akuntansi saat ini masih disibukkan dengan adanya standar akuntansi yang baru yaitu Standar Akuntansi Keuangan Internasional IFRS. Hampir semua negara di dunia beralih ke standar tersebut, termasuk Indonesia.

Pelatihan ini memberikan pengetahuan mengenai apa itu IFRS dan melihat apa persyaratan yang diperlukan sehingga tidak meniimbulkan kekhawatiran bagi departemen akunting untuk dapat menghasilkan laporan keuangan yang berstandar internasional yang dapat dipergunakan diseluruh dunia.

Tujuan

Setelah pelatihan ini peserta diharapkan dapat :

  1. Mengetahui apa itu IFRS
  2. Melihat apa bedanya dengan standar akuntansi yang ada
  3. Mengetahui prinsip-prinsip yang harus diikuti dalam menyusun laporan keuangan
  4. Mengetahui bentuk laporan keuangan yang sesuai dengan standar


Garis besar pokok bahasan Training IFRS

  1. Apa itu IFRS?
    1. Sejarah perkembangan
    2. Tujuan IFRS
    3. Kerangka akuntansi
    4. Manfaat IFRS
  2. Beberapa standar akuntansi dalam IFRS
    1. Bentuk Laporan Keuangan menurut IFRS
    2. Komponen Laporan Keuangan (Neraca, Laporan Laba Rugi dll)
  1. Beberapa perbandingan IFRS dengan US GAAP
    1. Proyek konvergensi IFRS – US GAAP
    2. Beberapa isu/permasalahan
    3. Beberapa persamaan dan perbedaan
  1. Beberapa perbandingan IFRS dengan PSAK
    1. Perkembangan Konvergensi IFRS di Indonesia
    2. Dampak IFRS terhadap akuntansi di Indonesia
    3. Beberapa persamaan dan perbedaan
  1. Penerapan Pertama kali IFRS
    1. Beberapa persyaratan dalam IFRS 1
    2. Beberapa persyaratan dalm akuntansi

      6.Beberapa case study

    1. Penerapan perlakuan revaluasi aktiva tetap
    2. Perlakuan terhadap leasing

Manajemen Modal Kerja

Description

Modal kerja, atau umum dikenal sebagai “working capital” dapat dikatakan merupakan “urat nadi” suatu bisnis, penentu keberlangsungan usaha suatu bisnis baik dalam jangka pendek, menengah maupun dalam jangka panjang.

Banyak perusahaan dan bisnis yang berjuang habis – habisan di sisi pemasaran dan penjualan, namun ketidakmampuan mengelola modal kerja, mengakibatkan banyak pengusaha dan manajer yang tidak mampu memahami mengapa mereka selalu “kekurangan” modal kerja. Jangankan mengelola modal kerja, bahkan masih banyak perusahaan diketahui belum mengetahui apa itu modal kerja, dan bagaimana menghitungnya.

Walaupun Modal Kerja terdengar sebagai suatu konsep yang sederhana, namun ketidak pahaman dan bahkan apalagi mengelolanya, bahkan menjadi lebih sulit, mengingat kompleksitas bisnis yang melingkupinya. Banyak pengusaha dalam membangun suatu usaha, tidak memiliki pemahaman yang baik terkait modal kerja yang dibutuhkan dalam suatu bisnis. Pola piker dan fokus yang berlebihan pada perolehan laba jangka pendek tanpa diimbangi dengan disiplin pada kas dan modal kerja telah mengalihkan perhatian banyak perusahaan dan manajer dari hal-hal yang mendasar dalam pengelolaan modal kerja.

 

Objectives:

Pertanyaan – pertanyaan mendasar seperti dibawah ini kadang masih menjadi pertanyaan yang kadang sulit dijawab oleh banyak perusahaan dan manajer:

  • Apakah perusahaan kelebihan atau kekurangan modal kerja?
  • Apa – apa saja variabel-variabel atau item-item yang ada dalam pengelolaan modal kerja secara komprehensif suatu usaha?
  • Bagaimana mengetahui bahwa perbaikan dalam modal kerja akan secara otomatis meningkatkan nilai perusahaan?
  • Bagaimana menghitung siklus konversi kas suatu bisnis?
  • Mengapa “forecasting” modal kerja menjadi kunci keberlangsungan suatu bisnis?

 

Materi Manajemen Modal Kerja:

MODAL KERJA

  • MODAL KERJA, SIKLUS BISNIS DAN PERTUMBUHAN
  • ANALISA KEUANGAN DAN MODAL KERJA
  • MANAJEMEN KAS
  • MANAJEMEN PIUTANG USAHA
  • MANAJEMEN PERSEDIAAN
  • MANAJEMEN HUTANG USAHA
  • POLA DALAM MODAL KERJA

Dalam pelatihan ini, partisipan akan belajar mengenai antara lain:

  • Apa perbedaan Modal Kerja Kotor dengan Modal Kerja Bersih?
  • Siklus Operasional
  • Modal kerja permanen dan modal kerja sementara
  • Faktor-faktor penentu kebutuhan modal kerja
  • Menghitung kebutuhan modal kerja dan melakukan forecasting kebutuhan modal kerja
  • Mengapa analisa profitabilitas pelanggan menjadi penting dalam analisa modal kerja?
  • Cara-cara optimalisasi modal kerja

 

Penganggaran Perusahaan : BUDGETING, PROFIT PLANNING AND CONTROL

Deskripsi Training Penganggaran Perusahaan : BUDGETING, PROFIT PLANNING AND CONTROL

Budgeting, profit planning and control atau sering disebut pengaggaran perusahaan adalah materi pelatihan yang memberikan pemahaman tentang proses penyusunan perencanaan dan pengendalian laba secara komprehensif.  Beberapa tahapan dalam proses tersebut adalah:

  1.       Penentuan tujuan perusahaan secara umum
  2.       Penentuan tujuan secara spesifik untuk setiap bagian (departemen) perusahaan
  3.       Penentuan strategi perusahaan
  4.       Perencanaan kebijakan manajemen eksekutif
  5.       Perencanaan strategi pencapaian laba jangka panjang
  6.       Perencanaan laba taktis (tahunan)

 

Tujuan Training Penganggaran Perusahaan : BUDGETING, PROFIT PLANNING AND CONTROL

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  1. Memahami proses penyusunan perencanaan dan pengendalian laba secara komprehensif
  2. Memahami prosedur teknis yang digunakan dalam perencanaan dan pengendalian laba
  3. Memahami berbagai fungsi manajemen dan tanggung jawab utama pada masing-masing tingkatan manajemen dalam kaitannya dengan urutan proses perencanaan dan pengendalian laba.

Materi Training Penganggaran Perusahaan : BUDGETING, PROFIT PLANNING AND CONTROL

  1. Ruang lingkup penganggaran perusahaan
  2. Anggaran fleksibel
  3. Anggaran penjualan dan anggaran produksi
  4. Anggaran biaya bahan baku
  5. Anggaran tenaga kerja langsung
  6. Anggaran biaya overhead pabrik
  7. Proyeksi harga pokok produksi
  8. Proyeksi harga pokok penjualan
  9. Proyeksi laba rugi.

ASSET MANAGEMENT

TRAINING OVERVIEW ASSET MANAGEMENT

Asset perusahaan seperti peralatan mesin produksi dan pabrik merupakan kepemilikan perusahaan yang memiliki nilai kapital yang sangat besar dan menunjang proses bisnis perusahaan. maka dari itu diperlukam pengelolaan asset dengan baik dengan memanfaatkan penggunaan teknologi secara optimal seperti database management yang bisa mencatat dan mengupdate status asset, pemeliharaan asset, penyusutan, mutasi dan rotasi asset, serta status custody dan user dan sebagainya.

 

TUJUAN TRAINING ASSET MANAGEMENT

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat memahami tentang managemen asset yang baik dengan pemanfaatan teknologi sehingga dapat diaplikasikan langsung di perusahaan.

MATERI TRAINING ASSET MANAGEMENT

  1. Asset management review
  2. Overview of Asset
  3. Concept/Tolls Analysis for Capital Budgeting
  4. Some Investment Rules, a nd Project Analysis with NPV
  5. Project evaluation
  6. Capital Budegitng for Leased Asset
  7. Pemeliharaan dan pengawasan asset
  8. Administrasi dan database asset
  9. Pemeriksaan dan audit asset
  10. Pemilihan Software asset management
  11. Security system
  12. Studi kasus

Accounting Control

Deskripsi Training Accounting Control

Accounting control atau pengawasan akuntansi diperlukan dalam sebuah perusahaan atau organisasi untuk melakukan pengawasan terhadap aliran keuangan maupun asset perusahaan. Bila sebuah perusahaan tidak memiliki fungsi pengawasan yang memadai atau fungsi pengawasan yang lemah maka dapat dipastikan bahwa kerugian, kecurangan, kehilangan asset dan laporan keuangan yang tidak akurat akan menjadi ancaman yang serius bagi kelangsungan hidup perusahaan. Pelatihan ini akan banyak memberikan best practice mengenai accounting control baik dengan sistem, procedure dan pendekatan strategis.

 

Tujuan Pelatihan Accounting Control

Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan peserta dapat:

  1. Memahami tujuan, peran dan fungsi accounting sebagai alat kontrol yang efektif
  2. Meningkatkan kemampuan peserta dalam mengevaluasi fungsi accounting control dan menemukan area yang kritikal dalam sistem akunting
  3. Mengimplementasikan fungsi control dan system control yang effisien

 Materi Accounting Control

  1. Konsep Accounting Control
  2. Accounting Control Checklist
  3. Cost and Cash Control
  4. Control for Account Payable
  5. Control for Order Entry, Credit and Shipment
  6. Control for Inventory Management
  7. Control for Billing
  8. Control for Cash – handling
  9. Control for Fixed Assets
  10. Action Plan & Recommendation

BEST PRACTICE IN COST ACCOUNTING

DESKRIPSI TRAINING ACCOUNTING : BEST PRACTICE IN COST ACCOUNTING

Ilmu akuntansi tidak hanya dipelajari oleh seorang akuntan saja melainkan profesi lainnya karena berhubungan dengan keuangan. Banyak pihak yang memerlukan untuk menguasai ilmu tersebut bidang keilmuan tersebut, antara lain:  Insinyur, ahli Hukum, ahli statistic, ahli IT, ahli pertanian, ahli sejarah, ahli bahasa, dan lain-lain. Bahkan ilmu akuntansi juga dibutuhkan oleh seseorang yang semula bekerja di luar profesi atau bidang akuntansi dan tidak memiliki dasar-dasar ilmu akuntansi, kemudian orang tersebut di promosikan ke lingkup pekerjaan bidang akuntansi.

TUJUAN TRAINING ACCOUNTING : BEST PRACTICE IN COST ACCOUNTING

Setelah mengikuti training ini, diharapkan peserta dapat:

  1. Memperoleh pengetahuan tentang seluk beluk pengerjaan bidang accounting dan hasil-hasil yang bisa diperoleh yang berkaitan erat dengan ilmu accounting.
  2. Memahami teknik-teknik dalam penyusunan Laporan keuangan, penyusunan Balance Sheet, Income Statement & Cash Flow.

MATERI TRAINING ACCOUNTING : BEST PRACTICE IN COST ACCOUNTING

  1. Pencacatan & Pengklasifikasian Transaksi Financial
  • Aktiva & berbagai sumbernya
  • Debet & Kredit
  • dalam buku kas
  • Buku entry original
  • Neraca Saldo ( Trial Balnce )
  • Buku Kas Sekundair
  • Pengawasan uang tunai ( Cash )
  • Surat Hutang ( Notes ) & Surat Wesel ( Draft )
  • Buku Entry Original lainnya
  1. Adjusting dan Rekapitulasi Rekening
  • Property dan Perlengkapan
  • Bad Debs
  • Uang Muka Biaya, Hutang Biaya, Hutang & Piutang Penghasilan
  • Penentuan Net Income
  • Laporan Keuangan ( Financial Statement )
  1. Trading / Jasa
  • Akuntansi usaha jasa
  • Inventarisasi produk usaha jasa
  • Catatan Pembelian dan Penjualan
  1. Memahami Data Akuntansi
  • Berbagai hal yang membentuk data akuntansi
  • Biaya dan Pengeluaran
  • Akuntansi dan Tingkat Harga
  • Problema Dalam Mengukur Pendapatan
  1. Berbagai Bentuk Organisasi Kepemilikan
  • Pembentukan Persekutuan
  • Pembagian Keuntungan Persekutuan
  • Penerimaan dan Pengunduran Diri Sekutu
  • Modal Perseroan Terbatas
  • Pendapatan Perseroan Terbatas
  • Antisipasi Biaya dan Kerugian Perseroan Terbatas
  • Obligasi Perseroan Tertbatas
  • Laporan Keuangan
  1. Studi Kasus Entry Jurnal dan Buku Kas 
  2. Ajustment dan Summarization
  3. Memahami Laporan Keuangan
  • Neraca ( BALANSHEET )
  • Laporan laba-rugi ( INCOME STATEMENT )
  • Cash Flow Operasi , Pembiayaan & Investasi
  1. Memahami Indikator Kesehatan Perusahaan
  • Analisa Ratio Keuangan
  • Analisa Laporan Laba-Rugi
  • Analisa Neraca
  • Profit VS Cashflow

Cash Flow Management

Deskripsi Training Cash Flow Management

Kas merupakan komponen vital dalam gerak langkah organisasi. Melalui kas, dana mengalir

masuk menjadi sumber daya organisasi, dan mengalir keluar sebagai biaya. Aliran dana yang masuk tidaklah selalu seirama dengan mengalirnya dana yang keluar. Maka, mengatur arus kas menjadi sebuah pekerjaan yang sepatutnya memperoleh perhatian serius dalam pengelolaan keuangan organisasi. Sayangnya, pengelolaan arus kas, atau yang lebih dikenal Manajemen Arus Kas, seringkalitidak dipandang sebagai sumber daripada beberapa persoalan yang dihadapi oleh organisasi dalam melaksanakan program. Persoalan yang dihadapi oleh organisasi akibat buruknya manajemen arus kas sering muncul dalam berbagai kasus dari yang sederhana hingga dalam situasi yang kompleks. Ketika kas diterima (cash inflow) dan kas dibayarkan (cash outflow) terjadi tidak direncanakan, organisasi mungkin akan menemui masalah penundaan pembayaran gaji staf, keterlambatan pelaksanaan program, atau saldo hutang yang makin lama makin bertambah.

Pelatihan Effective Cashflow Management  ini membekali peserta dalam menyeimbangkan cash in-flow dan cash out-flow yang menentukan keberlangsungan hidup perusahaan. Pengelolaan  Cashflow yang efektif juga akan membentuk citra perusahaan dimata stakeholder-nya.

 

Tujuan & Peserta Training Cash Flow Management

TUJUAN Training Cash Flow Management

  • Memahami konsep dan implementasi cashflow management yang efektif
  • Mampu melakukan operasionalisasi cashflow secara efektif dan efisien
  • Mampu melakukan pengendalian terhadap cashflow management perusahaan secara keseluruhan
  • Mampu melakukan implementasi cashflow management ke dalam kebijakan perusahaan

Materi Training Cash Flow Management

  1. Pengertian Arus Kas
    • Tanggung Jawab dan Ruang Lingkup Arus Kas
    • Arus Kas dan Pengaruh terhadap Laba
    • Dana Tunai Sebagai Asset
    • Evaluasi Kinerja Pengelolaan Arus Kas yang Baik
  2. Pengelola Persediaan
    • Tingkat Persediaan yang Benar
    • Meninjau Kembali Persediaan
    • Analisa ABC
    • Perputaran Persediaan
    • Pengendalian Persediaan
    • Analisa EOQ
    • Pengarus EOQ terhadap Arus Kas
  3. Faktor Penjualan Diskon Karena Volume
    • Penjadwalan Waktu
    • Dampak Pada Arus Kas
  4. Pengendalian Piutang Dagang
    • Day Sales Out Standing
    • Menganalisis Perkiraan Pelanggan
    • Dampak terhadap Arus Kas
  5. Kebijakan Kredit & Syarat Pembayaran
    • Perkiraan yang Realistis
    • Dampak terhadap Arus Kas
  6. Mengkaji Pelanggan & Pola Pembelian
    • Bauran Produk
    • Marjin Laba dan Kebijakan Kredit
    • Klasifikasi Resiko
  7. Arus Kas Dan Pembelanjaan Modal
    • Analisis Pembayaran Kembali
    • Depresiasi dan Pajak
    • NPV
    • Resiko Pembelanjaan Modal
  8. Peningkatan Arus Kas Dalam Proses Produksi
    • Tinjauan Ulang atas Jadwal Pekerjaan Persiapan
    • Efisiensi Produksi
    • Penjadwalan Produksi
    • Scrap dan Pengendalian Mutu
  9. Penghematan Arus Kas Dengan Perbaikan Prosedur Operasi
    • Auditing
    • Efisiensi dalam Berbagai Bidang
    • Annual Budgeting dengan Zero Based
  10. Pengaruh Sewa Guna Usaha Terhadap Arus Kas
    • Pengambilan Keputusan Sewa atau Beli
    • Pengaruh pada Arus Kas

ACCOUNTING DERIVATIVES AND OTHER FINANCIAL INSTRUMENTS

DESKRIPSI

Kursus Akuntansi Derivatif dan Instrumen Keuangan Lainnya (Accounting for Derivatives and Other Financial Instruments) sebenarnya cukup jarang diselenggarakan di Indonesia. Hal ini karena belum ada buku text Indonesia yang khusus membahas Accounting for Derivatives. Hanya ada sub-bab tertentu saja di buku-buku Accounting. Padahal ini terkait dengan mulai berlakunya dua PSAK per 1 Januari 2009, yaitu PSAK 50 (revisi 2006) tentang Penyajian Instrumen Keuangan dan PSAK 55 (revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. Selain itu, dengan adanya penerapan IFRS secara penuh di Indonesia mulai tahun 2010, maka topik Accounting for Derivatives and Other Financial Instruments ini menjadi semakin penting. Pelatihan dua hari ini akan membahas secara mendalam transaksi derivatives dan keterkaitannya dengan sistim akuntansi serta perpajakan. Program ini dirancang untuk memberikan praktisi sebuah pandangan yang baik dari Dasar-dasar derivatif dan instrumen keuangan lainnya, bagaimana penilaiannya, dan lebih penting lagi, bagaimana penyajian dan pengungkapan pada laporan keuangan. Hedege Accounting (Akuntansi Lindung Nilai), termasuk strategi makro dan mikro dibahas secara rinci.

TUJUAN

  • Memahami derivatives products implikasi dari sisi accouinting baik terhadap financial reporting maupun management
  • Memahami peraturan akuntansi dan perpajakan yang berkaitan dengan derivatives
  • Memahami teknik dalam mengimplementasikan accounting procedures
  • Memahami dan mengelola resiko yang berkaitan dengan transaksi derivatives
  • Memahami market risk dan credit risk

MATERI TRAINING ACCOUNTING DERIVATIVES AND OTHER FINANCIAL INSTRUMENTS

  1. External financial accounting
    • Appropriate accounting method
    • PSAK mengenai derivative accounting
  2. Derivative products
  • Accounting for interest rate swap
  • Definition and methodology
  • Vanilla swaps, amortizing swaps and forward swap
  • Valuations
  • P/l reporting
  • Financial future, & swaps (definition and methodology, valuations, and p/l reporting)
  • Accounting for interest rate option (definition and methodology, valuations, and p/l reporting)
  • Taxation
  1. Security Related Swap
  • Bonds and derivatives swap
  • Equity and equity derivatives
  • Cross currency & foreign currency interest rate swaps
  1. Accounting for embedded derivatives and structured products
  • Credit derivatives
  • Equity linked notes
  • Risk associated with cdo structured
  • Clns
  • Asset backed security

BUILDING ASSET MANAGEMENT

DESKRIPSI TRAINING BUILDING ASSET MANAGEMENT

Aset adalah barang atau benda yang terdiri dari benda tidak bergerak dan benda bergerak baik yang berwujud (tangible) dan tidak berwujud (intangible) yang tercakup dalam aktiva/kekayaan perusahaan. Pengelolaan Aset (kekayaan) Perusahaan merupakan hal yang sangat penting karena untuk memantau dan menghitung serta memanfaatkannya secara optimal. Manajemen asset berfungsi untuk informasi perjalanan asset secara keseluruhan, memuat berapa banyak aset dan biayanya, pemanfaatan, kondisi dan pemeliharaan serta lokasi penyimpanan.Hal ini juga berfungsi untuk mencegah dari hilangnya asset, perhitungan pajak dan depresiasi.

Banyak perusahaan masih menganggap Manajemen Aset secara fisik hanyalah sekedar instrumen pengelolaan daftar aset, serta pencatatan oleh bagian accounting. Anggapan yang kurang tepat lainnya adalah bahwa pengelolaan fisik aset sepenuhnya sudah diserahkan kepada Bagian umum, padahal baik daftar aset maupun pengelolaan aset fisik hanyalah bagian kecil dari Physical Asset Management.

TUJUAN TRAINING BUILDING ASSET MANAGEMENT

  • Menjelaskan kepada peserta mengenai pentingnya pengelolaan aset dilakukan secara profesional dan terintegrasi.
  • Membekali peserta terkait dengan pengelolaan aset secara terintegrasi mulai dari planning, pengadaan, verifikasi, pencatatan, layout, pergudangan, pemeliharaan, sistem informasi aset, serta monitoring dan evaluasi.
  • Membekali peserta metode pengambilan keputusan dalam pengelolaan aset, sehingga lebih efisien, mengurangi pemborosan/kerugian, mencegah hilangnya aset serta mecegah konflik karena aset.
  • Membekali peserta implementasi sistem informasi manajemen aset di Perusahaan tempat bekerja

MATERI TRAINING BUILDING ASSET MANAGEMENT

  • Konsep Dasar Manajemen Aset dan Ruang lingkup Manajemen Aset
  • Perencanaan Manajemen Aset:  prosedur perencanaan kebutuhan aset  dan  penganggarannya
  • Pengadaan Aset (Procurement): sistem dan prosedur pengadaan aset: swakelola/ outsourcing, penyimpangan dalam pengadaan, pengawasan pengadaan, formulir –formulir prosedur pengadaan.
  • Manajemen Penggudangan Aset (Warehousing): prosedur penerimaan, verifikasi, pendistribusian dan prinsip penyimpanan aset dan formulir inventarisasi asset di Gudang.
  • Kodifikasi dan Sistem informasi Asset: Perencanaan kodifikasi dan SIM
  • Manajemen Keuangan Aset dan Penilaian Aset
  • Pengukuran dan Evaluasi Aset
  • Sumberdaya Manusia dalam Penanganan Aset Perusahaan: Struktur Organisasi Manajemen Aset,    Pengaturan Tugas dan Wewenang Pengelolaan Aset, dan Mengatasi Konflik Terkait dengan Aset.
  • Metode Lelang dan Penghapusan Aset
  • Case Study : kasus-kasus riil di lapangan dan solusinya

Financial Statement Analysis

Deskripsi

Setelah perusahaan menyajikan laporan keuangan (financial statement), laporan keuangan banyak memberikan informasi yang bermanfaat bagi semua pihak apabila laporan keuangan tersebut dianalisis dengan baik dan benar.  Pelatihan ini membahas bagaimana cara menganalisis laporan keuangan.  Analisis laporan keuangan / financial statement analysis ini berisi prosedur, metoda, dan teknik analisis, serta menginterpretasikan hasil analisis tersebut.

 

Tujuan

Setelah mengikuti pelatihan analisis laporan keuangan atau financial statement analysis ini, peserta diharapkan mempunyai kemampuan untuk:

  1. Memahami arti penting laporan keuangan dalam pengambilan keputusan.
  2. Memahami kerangka dasar penyusunan dan penajian laporan keuangan serta bentuk-bentuk laporan keuangan.
  3. Menganalisis dan menginterpretasikan laporan keuangan dengan menggunakan teknik-teknik analisis yang tersedia.

Materi Training Financial Statement Analysis

Pemahaman terhadap laporan keuangan dan penganalisisannya

  • Pemahaman terhadap neraca
  • Pemahaman terhadap laporan laba rugi.
  • Pemahaman terhadap tujuan pelaporan keuangan.
  • Pentingnya analisis laporan keuangan bagi perusahaan dan pihak luar.

Analisis rasio-rasio keuangan

  • Rasio likuiditas: current ratio dan quick acid test ratio
  • Rasio leverage: debt to total assets dan debt to total equity
  • Rasio aktivitas: perputaran assets, perputaran persediaan dan piutang
  • Rasio profitabilis: profit margin, return on investment, dan return on equity.

Analisi trend

  • Analisis index
  • Analisis common size
  • Trend linear, parabolik, dan eksponensial.

Laporan sumber dan penggunaan dana

  • Laporan sumber dan penggunaan dan “dasar”
  • Laporan sumber dan penggunan dana “penyesuaian”

Laporan aliran kas: kas masuk dan kas keluar

  •  Aliran kas pada kegiatan operasi
  • Aliran kas pada kegiatan investasi
  •  Aliran kas pada kegiatan pembelanjaan.

Kursus Akuntansi & Praktek Program Accurate

Deskripsi Kursus Akuntansi & Praktek Program Accurate

Program Aplikasi pekerjaan di dunia Kerja ini berkonsep dasar Pelatihan Berbasis Latihan dalam menyusunan laporan keuangan yang mengacu kepada prinsip akuntansi. Pelatihan ini memberikan penjelasan mengenai fitur-fitur dasar akuntansi secara praktek dengan formulir-formulir bukti kas pengeluaran, voucher,sus kwitansi, cek,giro, dll serta praktek aplikasi dengan program accurate digunakan dalam pengelolaan pembukuan suatu bisnis atau perusahaan. Pembahasannya accurate antara lain membahas mengenai proses membuat dan membuka database, persiapan data awal menggunakan Quzy, siklus penjualan dan pembelian, fitur-fitur yang berkaitan dengan siklus penjualan & pembelian, pencatatan pendapatan dan beban, penginputan aktiva tetap dan yang terakhir adalah pembahasan mengenai kegiatan akhir bulan perusahaan serta Laporan Keuangan yang terdapat di accurate. Pelatihan diakhiri dengan ujian sebagai penentu pemberian sertifikat kelulusan  dan Ujian Kompetensi oleh Lembaga Sertifikasi Kompetensi.



Tujuan Kursus Akuntansi & Praktek Program Accurate

Kursus Akuntansi ini diharapkan menjadikan peserta :

  • Memperkuat pemahaman dasar akuntansi bagi kalangan mahasiswa dan karyawan.
  • Menjadikan karyawan yang kompeten dibidang administrasi, finance, accounting .
  • Calon Peserta SDM di bagian akuntansi/pembukuan
  • SDM yang akan ditempatkan di bidang akuntansi keuangan
  • Analis kredit/pembiayaan di lembaga keuangan/perbankan
  • Praktisi IT yang bergerak dalam pemrograman akuntansi
  • Manajer bidang lain yang ingin mengetahui akuntansi secara umum
  • Khalayak umum yang berminat untuk mempelajari akuntansi

Materi Kursus Akuntansi & Praktek Program Accurate

Kursus Akuntansi akan difokuskan pada pembahasan uji kompetensi dan aplikasi pekerjaan akuntansi dengan materi sebagai berikut :

    • Chart of Account
    • Akuntansi Kas & Bank, Kas Kecil
    • Pembelian,Penjualan,Persediaan,Jurnal,Buku Besar
    • Akuntansi Kewajiban dan Ekuitas
    • Penyusunan Neraca
    • Penyusunan Laporan Laba Rugi
    • Penyusunan Laporan Arus Kas
    • Penyusunan Laporan Perubahaan Ekuitas
    • Dasar Analisa Laporan Keuangan

Capital Market

Deskripsi

Selain pasar barang atau jasa, kita mengenal pasar keuangan (financial market).  Dalam pasar keuangan, transaksi yang terjadi adalah jual beli surat berharga.  Pasar yang mentransaksikan surat berharga jangka panjang disebut pasar modal.  Pelatihan ini adalah membahas mengenai pasar modal.  Topik bahasannya mencakup pengertian pasar modal (capital market) , segmen pasar modal, perkembangan pasar modal di Indonesia, jenis-jenis surat berharga, struktur pasar modal di Indonesia, dan lembaga-lembaga yang terkait di pasar modal.

 

Tujuan

Setelah mengikuti pelatihan pasar modal (capital market) ini, peserta diharapkan mempunyai kemampuan untuk memahami:

  1. Apa itu pasar modal dan perannya dalam perekonomian
  2. Perkembangan pasar modal Indonesia.
  3. Surat berharga yang diperjual-belikan di pasar modal.
  4. Struktur pasar modal (capital market) Indonesia.
  5. Lembaga-lembaga yang terkait di pasar modal.

 

Materi Training Capital Market

Jenis pasar modal

  •       Pasar perdana
  •       Pasar sekunder

Perkembangan pasar modal Indonesia.

  •       Pra deregulasi dan Era deregulasi
  •       Era konsolidasi dan Era reformasi.

Surat berharga yang diperjualbelikan di pasar modal

  •       Saham dan obligasi
  •       Right dan waran
  •       Obligasi konversi

Struktur pasar modal Indonesia.

  •       Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM)
  •       Bursa Efek
  •       Kliring dan Penjaminan Efek (KPEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia
  •       Perusahaan efek dan penasihat investasi
  •       Lembaga penunjang pasar modal
  •       Profesi penunjang pasar modal (capital market)
  •       Reksa dana sebagai alternatif investasi.

Akuntansi untuk Perbankan

Overview Training Akuntansi untuk Perbankan

Banyak orang beranggapan bahwa Akuntasi merupakan ilmu yang sulit dipahami. Padahal, apabila telah diketahui konsep dasarnya, maka para peserta dapat dengan mudah memahami konsep akuntansi secara keseluruhan. Pelatihan ini akan membahas mengenai konsep dasar, pengetahuan dan keterampilan akuntansi keuangan yang diperlukan dalam mengolah data penyajian laporan keuangan. Dengan mengikuti pelatihan ini, diharapkan pemahaman atas konsep dasar, proses, dan penyusunan laporan keuangan, dapat menambah kemampuan dalam proses dan penyusunan laporan keuangan, serta membantu peserta memahami bisnis yang digeluti atau perusahaan dimana mereka bekerja.

Tujuan Training Akuntansi untuk Perbankan

  1. Memahami tugas dan tanggung jawab bagian akuntansi keuangan
  2. Memahami prinsip dasar dan tujuan akuntansi keuangan
  3. Mampu menyusun laporan keuangan neraca, laba-rugi dan laporan perubahan modal dan melakukan analisis rasio terkait
  4. Memahami dan mampu mempraktekan prosedur dalam siklus akuntansi
  5. Memahami berbagai metode akuntansi yang berkaitan dengan piutang ragu-ragu dan persediaan
  6. Memahami konsep dan implementasi accrual dan deferral

Materi Training Akuntansi untuk Perbankan

  1. Basic Accounting And Accounting Cycle
  2. Accounting Equation
  3. Bank Financial Statement- Introduction
  4. Bank’s Revenue And Cost Accounting
  5. Bank’s Assets Accounting
  6. Bank’s Liabilities And Equity Accounting
  7. Taxation
  8. Banking Products
  9. Accounting For Banking Products
  10. Derivative Product
  11. Accounting For Derivative
  12. Case Study / Program Evaluation

MANAJEMEN BIAYA

DESKRIPSI TRAINING MANAJEMEN BIAYA

Cost accounting bukan hanya sekedar pengalokasian overhead saja. Cost accounting  merupakan alat untuk menentukan true product cost. Dengan mengintegrasikan konsep Activity-Based Costing dan metode advanced traditional costing, akan memungkinkan para accountant berperan sebagai business partner dalam perusahaan.

 

TUJUAN TRAINING MANAJEMEN BIAYA

  1. Memberikan pengetahuan tentang peran sekretaris di era globalisasi
  2. Meningkatkan keterampilan dan kemampuan dalam menangani pekerjaan kesekretariatan      secara profesional
  3. Meningkatkan profesionalitas & rasa tanggung jawab seorang sekretaris terhadap tugas-tugas yang diberikan oleh perusahaan atau pimpinannya
  4. Memberikan kunci sukses menjadi sekretaris profesional

 

MATERI TRAINING MANAJEMEN BIAYA

  1. The Business Environment
  • Modern Strategic, Tactical, dan Operational Aspects;
  • Peran cost accounting;
  • Cost information sebagai salah satu faktor dalam pengambilan keputusan;
  • Menilai efektifitas cost reporting system dengan pendekatan Product/Decision Cycle
  1. Evaluating Companys Costing Techniques
  2. Activity-Based Costing as an Effective Cost Accounting Tool
  3. Developing Standards as a Tool for Valuation and Strategic Decision Support
  4. Variance Analysis as a Process Improvement Tool;
  5. Effective Determination of Joint- and By-Product Costs;
  6. Assigning Service Department Costs to Determine Total Product Cost ;
  7. Developing the Target Cost Model ;
  8. Transfer Pricing and Product Cost Determination;
  9. Cash Flow and Cost Accounting (Manajemen Biaya);
  10.  Capacity Analysis: Understanding the True Cost of Incremental Manufacturing

ACCOUNTING FOR NON ACCUNTING

DESKRIPSI ACCOUNTING FOR NON ACCUNTING

Workshop ini dirancang untuk individu yang tidak memiliki latar belakang akuntansi tetapi dalam tugas sehari-harinya perlu memahami dan mengeksekusi bagaimana transaksi bisnis dicatat, diringkas, dan diinterpretasikan untuk tujuan pengambilan keputusan komersial



TUJUAN 

Setelah mengikuti pelatihan accounting ini diharapkan peserta dapat memahami aplikasi akuntansi dan penerapannya dalam pekerjaan

COURSE OUTLINE ACCOUNTING FOR NON ACCOUNTING

1.   Karakteristik dan Konsep Dasar Akuntansi

  • Apa itu akuntansi?
  • Pengguna dan kegunaan Akuntansi
  • Perbedaan bookkeeping dana kuntansi
  • Standar Akuntansi Keuangan
  •  Unsur-unsur Laporan Keuangan (Neraca dan Laba Rugi)

2.   Proses Pencatatan Akuntansi

  • Persamaan dasar Akuntansi
  • Pengertian rekening (account) dan Debit/kredit
  • Tahap-tahap proses siklus akuntansi
  • Buku Jurnal
  • Buku Besar dan Buku besar pembantu
  • Posting ke Buku Besar
  • Necara Saldo

3.   Penyesuaian Rekening (Adjusting the Account)

  • Asumsi Periodicity dan pengakuan pendapa tandan biaya
  •  Bentuk-bentuk penyesuaian rekening
  • Jurnal penyesuaian dan posting ke Buku Besar
  • Neraca saldo disesuaikan
  • Neraca Lajur
  • Laporan Keuangan

4.   Penyelesaian Siklus Akuntansi

  • Jurnal Penutup
  • Jurnal Koreksi
  • Jurnal Pembalikan (reversing entries)
  • Analisis Laporan Keuangan
  • Jurnal khusus

ANALISIS LAPORAN ARUS KAS

DESKRIPSI TRAINING ANALISIS LAPORAN ARUS KAS

Dalam mengelola suatu bisnis, pilihan sumber dana dan penggunaannya menjadi hal yang perlu dipertimbangkan. Dalam hal ini Cash Flow (arus kas) merupakan faktor yang penting bagi perusahaan, karena tanpa adanya kecukupan Cash Flow dan pengelolaan yang baik, maka perusahaan tidak akan berkembang. Cash Flow dapat digunakan sebagai salah satu instrumen keuangan  untuk mendeteksi kesehatan perusahaan disamping alat deteksi kesehatan perusahaan yang lain (mis : analisa rasio keuangan), karena melalui hasil Analisis Laporan Arus Kas, dapat diketahui apakah perusahaan mendapat profit atau mengalami kerugian. Apabila Cash Flow positif dapat dipastikan perusahaan mendapatkan profit, sebaliknya jika Cash Flow negative  sudah dipastikan perusahaan rugi. Perusahaan bisa saja menghasilkan profit, akan tetapi belum tentu memiliki Cash karena banyak faktor “accident” yang bisa saja terjadi.

Laporan Arus Kas merupakan laporan keuangan yang berisi informasi aliran kas masuk dan aliran kas keluar dari suatu perusahaan selama satu periode. Informasi ini penyajiannya diklasifikasikan menurut jenis kegiatan yang menyebabkan terjadinya arus kas masuk dan arus kas keluar. Dalam mengklasifikasikan kegiatan tersebut banyak terdapat berbagai ketidakbijaksanaan pelaporan yang tidak sesuai dengan standar akuntansi.

Dengan perkembangan trend bisnis yang penuh kompetisi ini, pengetahuan mengenai teknik pengelolaan Cash secara effisien sangat diperlukan. Dapat dikatakan bahwa kunci keberhasilan dalam mengelola Cash (Cashflow Management) terletak pada kemampuan Manajer Keuangan dalam mempengaruhi keputusan-keputusan diluar finance untuk menyeimbangkan Cash In Flow dengan Cash Out-Flow. Dalam hal ini Laporan Arus Kas atau The Statement of Cashflow (SCF) merupakan informasi yang sangat penting bagi manajemen dalam pengambilan kebutusan bisnis. Oleh sebab itu maka penyusunan Laporan Arus Kas harus dilakukan sesuai kaidah-kaidah akuntansi sebagaimana yang telah diatur dalam Standar Akuntansi Keuangan.

Pelatihan ini akan mengidentifikasikan langkah-langkah umum yang digunakan untuk menghasilkan jumlah arus kas yang menyesatkan, menunjukan bagaimana menyesuaikan laporan arus kas agar analisisnya lebih efektif, dan bagaimana menggunakan operating cash flow untuk mengungkapkan pendapatan. Dengan pelatihan ini diharapkan peserta mempu menyajikan laporan arus kas yang menunjukan kinerja keuangan secara berkesinambungan dan menghindarkan terjadinya laporan arus kas yang menyesatkan pangambil keputusan



TUJUAN TRAINING ANALISIS LAPORAN ARUS KAS

Setelah mengikuti pelatihan ini peserta dapat :

  • Menambah wawasan dan pemahaman terhadap Master Budget
  • Memahami laporan keuangan (Balansheet, Income Statement & Cash Flow )
  • Memahami pentingnya Laporan Arus Kas atau the Statement of Cash Flow (SCF)
  • Mampu melakukan teknik penyusunan SCF yang sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku untuk SCF
  • Memahami isi dan bentuk Cash Flow Statement
  • Memahami penyajian Cash Flow Statement Direct & Indirect Method
  • Memahami Profit VS Cash Flow
  • Memahami sumber dana intern, struktur modal dan Capital Budgetting
  • Memahami teknik menyusun Cash Flow Operasi, Pembiayaan dan Investasi
  • Memahami teknik menyusun Cash Budget
  • Memahami teknik Investasi Cash
  • Memahami kegunaan Cash Flow Statement



MATERI TRAINING ANALISIS LAPORAN ARUS KAS

Materi yang akan diberikan dalam pelatihan ini adalah:

  • Pengantar :
    1. Pengertian fungsi planning dan pengawasan
    2. Manfaat anggaran sebagai alat manajemen
  • Pengertian dasar konsep biaya dan pendapatan, siklus arus dana di manufaktur, jasa dan distributor. (Keputusan-keputusan menyangkut keuangan, investasi dan operasi perusahaan.)
  • Struktur organisasi dan pengangaran biaya, forecast penjualan, anggaran produksi, bahan mentah tenaga kerja, overhead dan evaluasinya.
  • Menganalisa kasus dan menetapkan standard biaya berdasarkan pusat anggaran dan klasifikasinya.
  • Implementasi kasus pada program excel (softcopy)
  • Scenario manager dengan sensitivity analysis atas kasus
    1. Aspek-aspek yang mempengaruhi cashflow
    2. Kebijakan manajemen yang mempengaruhi cashflow perusahaan
    3. Evaluasi dengan metode varince
  • Laporan keuangan (Balansheet, Income Statement & Cash Flow )
  • Alasan perlunya menyusun Laporan Arus Kas (the statement of cash flow / SCF)
  • Struktur atas Laporan Arus Kas, Identifikasi struktur Cash Flow
  • Cash Flow operasi, pendanaan & investasi
  • Analisis Profit  VS Cash Flow
  • Analisis kebijakan piutang, inventory & mobilitas cash
  • Analisis sumber dana, struktur modal & kebijakan investasi cash
  • Cash Budget
  • Evolusi SCF
  • Kategori Utama dalam SCF
  • Format Umum SCF
  • Metodologi Laporan Arus Kas
  • Metode penyajian Arus Kas dari Aktivitas Operasi (Langsung dan Tidak Langsung)
  • Langkah menyusun SCF
  • Pajak Penghasilan & Laporan Arus Kas
  • Mengukur Arus Kas yg berkelanjutan
  • Mengungkapkan Transaksi non Kas yang Signifikan
  • Memahami arus kas bebas
  • Contoh dan Simulasi Proses Penyusunan SCF – metode Langsung
  • Contoh dan Simulasi Proses Penyusunan SCF – metode Tidak Langsung
  • Analisis Laporan Arus Kas: memanfaatkan SCF untuk Analisa

ACCOUNTING TRAINING

DESKRIPSI BASIC ACCOUNTING TRAINING

Akuntasi merupakan bahasa bisnis yang harus dimengerti  bagi perusahaan yang ingin terus eksis dan sukses dalam berbisnis. Akuntansi memegang peranan yang vital bagi jalannya sebuah perusahaan. Konsep dasar, pengetahuan dan keterampilan akuntansi keuangan diperlukan dalam pengelolaan data keuangan dan penyusunan laporan keuangan. Laporan keuangan adalah ringkasan kondisi perusahaan pada tanggal neraca dan kinerja perusahaan dalam periode tertentu. Penyajian laporan keuangan bagi pihak eksternal perusahaan harus sesuai pada prinsip-prinsip akuntansi keuangan yang diterima umum. Pemahaman akuntansi yang baik akan menjadikan kita mampu mengevaluasi kondisi perusahaan. Evaluasi laporan keuangan akan menguak informasi tertutup dari sebuah laporan keuangan. Semua informasi dari sebuah laporan keuangan menjadi dasar yang penting untuk pengambilan keputusan. Keputusan yang tepat menjadikan perusahaan akan berada dalam jalur yang tepat, sehingga tujuan dari perusahaan lebih mudah dicapai.
Pelatihan ini akan membahas mengenai pengetahuan Dasar Akuntansi (Basic Accounting). Diharapkan peserta pelatihan mampu memahami tugas dan tanggung jawab bagian akuntansi keuangan, memahami prinsip dasar dan tujuan akuntansi keuangan, mampu menyusun laporan keuangan neraca, laba-rugi dan laporan perubahan modal dan melakukan analisis rasio terkait, memahami berbagai metode akuntansi, memahami dan mampu mempraktekan prosedur dalam siklus akuntansi.



TUJUAN BASIC ACCOUNTING TRAINING

Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan peserta dapat & mampu untuk:

  • Memahami prinsip dasar dan tujuan akuntansi keuangan
  • Memahami tugas dan tanggung jawab bagian akuntansi keuangan.
  • Memahami aplikasi akuntansi dan penerapannya dalam pekerjaan
  • Memahami persamaan dasar akuntansi sebagai dasar untuk membentuk Neraca.
  • Menyusun laporan keuangan neraca, laba-rugi dan laporan perubahan modal dan melakukan analisis rasio terkait.
  • Memahami berbagai metode akuntansi yang berkaitan dengan piutang ragu-ragu dan persediaan.
  • Memahami siklus akuntansi dan dapat melakukan proses recording, adjustment sampai dengan meringkas transaksi menjadi Laporan Keuangan.
  • Menggunakan dan menggali informasi penting dari laporan keuangan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan.



MATERI BASIC ACCOUNTING TRAINING

  • Akuntansi sebagai Bahasa Bisnis
    • Tujuan & Konsep Dasar Akuntansi
    • Laporan Keuangan: Fungsi Sistem Akuntansi dan Audit.
    • Standar Akuntansi Keuangan: Prinsip Akuntansi Yang Berlaku Umum di Indonesia (PSAK)
    • Laporan Keuangan (titik awal belajar akuntansi): neraca, laba rugi dan perubahan modal
    • Efek Transaksi Bisnis
    • Bentuk Organisasi Dalam Bisnis
    • Penggunaan Laporan Keuangan
  •   Proses Pencatatan Akuntansi
    • Persamaan dasar Akuntansi
    • Pengertian rekening (account) dan Debit/kredit
    • Tahap-tahap proses siklus akuntansi
    • Buku Jurnal
    • Buku Besar dan Buku besar pembantu
    • Posting ke Buku Besar
    • Neraca Saldo
  • Penyesuaian Rekening (Adjusting the Account)
    • Asumsi Periodicity dan pengakuan pendapatan dan biaya
    • Bentuk-bentuk penyesuaian rekening
    • Jurnal penyesuaian dan posting ke Buku Besar
    • Neraca saldo disesuaikan
    • Neraca Lajur
    • Laporan Keuangan
  • Akuntansi Untuk Perusahaan Dagang
    • Pengantar: Perusahaan Dagang
    • Sistem Inventory Perpetual
    • Sistem Inventory Periodic
    • Evaluasi Kinerja Perusahaan Dagang
  • Menghitung Laba / (Rugi) dan Neraca
    • Apakah Laba Bersih / (Rugi) Akuntansi
    • Ayat Jurnal Penyesuaian
    • Menyiapkan Satu Set Laporan Keuangan
    • Jurnal Penutup Untuk Rekening Temporary
  • Penyelesaian Siklus Akuntansi
    • Jurnal Penutup
    • Jurnal Koreksi
    • Jurnal Pembalikan (reversing entries)
    • Jurnal khusus
  •   Analisa Laporan Keuangan dan Laporan Arus Kas
    • Mengukur Tingkat Likuiditas dan Risiko Kredit
    • Mengukur Rasio Profitabilitas
    • Mengukur Rasio Efisiensi Operasi
    • Mengukur Rasio Leverage
    • Mengukur Rasio Tingkat Pengembalian
    • Laporan Arus Kas

ACCOUNTING, FINANCE, AND TAX FOR MINING COMPANY

DESKRIPSI TRAINING ACCOUNTING, FINANCE, AND TAX FOR MINING COMPANY

Peran Akuntansi merupakan faktor yang penting bagi pertumbuhan suatu perusahaan, khususnyya pada jenis perusahan pertambangan. Perlakuan akuntansi untuk industri pertambangan umum memiliki spesifikasi tertentu yang berbeda dengan akuntansi di bidang usaha lainnya. Ini karena jenis usaha pertambangan ini menyerap modal yang begitu tinggi dan resikonya juga tinggi. Di dalam PSAK sebagai hasil konvergensi dengan IFRS, jenis usaha ini akan diatur dalam satu standar. Akibatnya, aturan-aturan detail (rule base) yang ada di PSAK sebelum konvergensi tidak akan lagi muncul setelah dilakukan konvergensi.

Seperti halnya Standar Akuntansi Keuangan, pernyataan ini wajib digunakan dalam penyajian laporan keuangan untuk pihak ekstern bagi setiap perusahaan yang bergerak dalam industri pertambangan umum termasuk kontraktor dalam rangka Kontrak Karya dan atau Kontrak Kerja Sama di bidang pertambangan umum. Dengan adanya Pernyataan ini, maka baik penyusun maupun pemakai laporan keuangan wajib mengacu kepada standar akuntansi yang sama. Apabila perlakuan akuntansi bersifat umum, maka harus tetap mengacu pada Standar Akuntansi Keuangan.

Melalui pelatihan ini, peserta akan diberikan pengetahuan mengenai Akuntansi Keuangan Industri Pertambangan Umum sesuai dengan PSAK No. 33 dengan dipandu oleh instruktur yang berkompeten di bidangnya.

TUJUAN TRAINING ACCOUNTING, FINANCE, AND TAX FOR MINING COMPANY

Tujuan dan diselenggarakannya pelatihan ini adalah:

  1. Memahami struktur penerapan akuntansi keuangan dan perpajakan terutama bagi perusahaan pertambangan
  2. Memahami perubahan PSAK terbaru yang berbasis IFRS
  3. Memahami peraturan perundangan dan perpajakan yang berhubungan dengan pengelolaan di industri pertambangan
  4. Dapat menyusun laporan keuangan dengan baik dan benar sesuai acuan yang berlaku

MATERI TRAINING ACCOUNTING, FINANCE, AND TAX FOR MINING COMPANY

Materi yang akan diberikan dalam pelatihan ini adalah:

  1. Karakteristik Akuntansi Industri Pertambangan Umum
  2. Ruang Lingkup kegiatan pertambangan:
    • Eksplorasi
    • Pengembangan dan Konstruksi
    • Produksi
    • Pengolahan
  3. Aspek Lingkungan Hidup dalam Pertambangan
  4. Pengakuan Asset Usaha / Kapitalisasi
  5. Jenis biaya Eksplorasi, Pengembangan dan Konstruksi, Produksi dan Pengolahan
  6. Perlakuan Akuntansi Eksplorasi, Pengembangan dan Konstruksi, Produksi dan Pengolahan
  7. Penyajian Laporan Keuangan Eksplorasi, Pengembangan dan Konstruksi, Produksi dan Pengolahan
  8. Aspek Perpajakan pada Industri Pertambangan
    • Aspek PPN
    • PPN atas Dana hasil Produksi Batubara perusahaan Kontraktor Swasta
    • Aspek PPh

CASH MANAGEMENT AND TREASURY MANAGEMENT

DESKRIPSI 

Kompetensi manajemen kas (cash management) dan manajemen perbendaharaan (treasury management) telah menjadi hal yang krusial bagi perusahaan. Banyak hal yang harus diketahui bagi mereka yang bekerja di bagian ini. Hal-hal yang harus diketahui mengenai manajemen perbendaharaandiantaranya adalah capital budgeting, manajemen kredit, pembayaran dividen, analisis dan perencanaan keuangan, manajemen pension, manajemen asuransi dan risiko. Hal-hal yang harus diketahui mengenai manajemen kasdiantaranya adalah konsep kas dan nilai waktu uang, sistem pengendalian inter dan akuntansi kas, teknik peramalan kas, penganggaran kas, dan analisis investasi surat berharga.

Keberhasilan mengelola cas flow dan treasury management sangat ditentukan oleh kecakapan para manajer dan staf yang terkait dengan proses dan aktivitas finance, audit, marketing, HRD, operation,  accounting serta budget. Jadi penyebab masalah bukan  hanya karena kelemahan finance and accounting, tetapi multi dimensi. Keputusan proyek dan operasional lain memerlukan disiplin cash management dan treasury management, juga mengatasi fraud atau kecurangan dalam organisasi.

Kesalahan dalam cash management dan treasury management  berakibat fatal  dalam kehidupan perusahaan  secara individu maupun korporat termasuk yang memiliki cabang di dalam maupun di luar negeri. Kesalahan mengelola kas khususnya dan instrument likuid corporate umumnya telah menyebabkan banyak perusahaan tidak likuid, mengalami kerugian, dan dapat berakhir dengan kebangkrutan. Realita ini bukan hanya terjadi di negara-negara maju, tetapi secara khusus bisa terjadi di Indonesia. Kesulitan mengelola kecukupan kas ditimbulkan lemahnya pengetahuan dalam proses bisnis, lemahnya pengetahuan akan perkembangan teknik dan metode serta model mengelola cash dan profitabilitas korporat secara efektif dan efisien. Melalui pelatihan ini, risiko ini akan dapat dikurangi seoptimal mungkin. Peserta akan dibekali dengan pemahaman dan wawasan baru berkaitan dengan manajemen perbendaharaan dan manajemen kas, serta aplikasi praktisnya, agar mereka yang bekerja di bidang tersebut dapat melakukan pekerjaan dengan efektif dan efisien.


TUJUAN

Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta:

  • Dapat mengelola sumber dana perusahaan dan memiliki kemampuan untuk mengelola pengeluaran dan penerimaan kas;
  • Memiliki kemampuan dalam menganalisa arus kas dan mendeteksi permasalahan yang ada;
  • Dapat menguasai teknik aplikatif dalam menyusun perencanaan dan pengendalian arus kas;
  • Dapat mendeteksi dan mencegah kecurangan arus kas;
  • Dapat menguasai teknik pencegahan kerugian akibat transaksi kas dalam mata uang asing;
  • Mengelola kelebihan, kekurangan dan kebutuhan kas;
  • Dapat melakukan pekerjaan dengan lebih efektif dan efisien berkenaan dengan cash management dan treasury managemen.

MATERI TRAINING CASH MANAGEMENT AND TREASURY MANAGEMENT 

  • Memahami  konsep cash dan instrument liquidity dan fund flow.
  • Memahami Fungsi, Tugas dan Kontribusi Cash and Treasury Management
  1. Role Treasury and Cash Management
  2. Profitabilitas vs. Liquiditas vs Leverage
  3.  Cash Flow Cycle dan Cash Flow Driver
  • Sistem pengendalian internal dan akuntansi untuk kas
  • Analisa dan Pengendalian Arus Kas
  1. Analisa Arus Kas dengan Analisa Rasio
  2. Cash Flow From Operation Analysis
  3. Menginterpretasi Hasil Analisa Arus Kas
  4. Threshold Controls and Analysis
  5. Pengendalian Arus Kas dengan Report
  • Menyusun Perencanaan Arus Kas
  1. Detail Tahapan Perencanaan Cash Flow
  2. Template Perencanaan Cash Flow
  3. Periodic Rolling Forecast
  4. Short term planningSistem pengawasan kas
  • Sistem pengawasan kas
  • Rekening giro bank sebagai alat pengawasan kas
  • Cash Management Technique dan penyusunan rekonsiliasi bank
  • Cash Forecast and Cash Budget
  • Cash Management Technique
  1. Strategi instrument investasi jangka pendek (deposito, saham, reksadana, dll)
  2. Strategi instrument investasi jangka panjang (deposito, saham, reksa dana, property, emas, dll)
  • Manajemen cashflow dampaknya terhadap strategi manajemen pajak perusahaan
  • Analisis pengambilan keputusan dengan analisis rasio cashflow
  • Cashflow quadrant: cara cerdas mengelola uang di masa krisis
  • Capital budgeting
  • Analisis dan perencanaan keuangan
  • Mencegah Kecurangan Kas
  1. Mendeteksi Skimming, Cash Larceny, Billing Scheme & Expense Reimbursement Scheme
  2. Teknik Pencegahan Kecurangan Cash
  • Menganalisa dan Mencegah Kerugian Forex and Interest Risk
  • Managing Treasury Department
    1.  Internal Controls
    2. Centralize or Decentralize Treasury
    3.  Relationship dengan bank komersial dan bank investasi
    4. Performance Measurement
    5.  Treasury System

Cost Accounting

Deskripsi Training Cost Accounting

 Meminimalisir atau mereduksi biaya (cost) pengeluaran  merupakan salah satu langkah tepat yang perlu dilakukan apabila suatu badan usaha ingin tetap mampu bersaing di tengah persaingan bisnis yang semakin dinamis. Maka akuntan di perusahaan perlu dibekali dengan kemampuan dalam menyajikan informasi mengenai biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan secara mendetail.Karena tidak sedikit perusahaan yang mengurangi biaya operasional atau produksi mengalami kesulitan dalam menentukan elemen manakah yang tepat dan signifikan dapat direduksi. Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan laporan akuntansi jurnal perusahaan yang belum disesuaikan dengan kebutuhan analisa manajemen. Maka dari itu, dengan mengikuti training inin diharapkan  dapat memiliki pengetahuan mendalam mengenai cost accounting secara efektif.

Tujuan Training Cost Accounting

Dengan mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami mengenai cost accounting dan perannya dalam mengembangkan bisnis perusahaan
  2. mendapatkan kecakapan untuk penyelesain persoalan terkait dengan cost accounting

Materi Training Cost Accounting

  1. Ruang lingkup dan urgensi cost accounting di perusahaan
  2. Metode pengukuran cost accounting
  3. Penyajian laporan berbasis cost accounting
  4. Transfer pricing dan Biaya produk
  5. Aliran kas dalam cost accounting
  6. Analisa biaya kualitas
  7. Analisis reduksi cost
  8. Studi kasus

CREATIVE ACCOUNTING AND DISCLOSURE

Deskripsi :

Laporan keuangan merupakan suatu informasi yang menggambarkan kondisi suatu perusahaan, dimana selanjutnya itu akan menjadi suatu informasi yang menggambarkan tentang kinerja suatu perusahaan. Menurut Farid dan Siswanto dalam irham fahmi (2011) laporan keuangan merupakan informasi yang diharapkan  mampu memberikan bantuan kepada pengguna untuk membuat keputusan ekonomi yang bersifat finansial. Laporan keuangan mengandung harapan akan membantu para penggunan  untuk membuat keputusan ekonomi yang bersifat finansial. Untuk membuat laporan keuangan yang akurat perusahaan dihadapkan pada pemilihan tehnik dan kebijakan yang diperbolehkan. Untuk menghadapinya, maka harus mahir dalam memahami situasi yang dinamakan  Creatif Accounting. Creatif Accounting merupakan aktivitas perusahaan dalam memanfaatkan teknik dan kebijakan akuntansi guna mendapatkan hasil yang diinginkan atau yang dibutuhkan oleh para stakeholder sesuai dengan peraturan yang berlaku. Creatif Accounting ini merupakan intervensi manajemen dengan sengaja dalam proses penentuan laba, biasanya untuk memenuhi tujuan pribadi, sering kali proses ini mencakup mempercantik laporan keuangan, terutama angka yang paling bawah, yaitu laba. Manajemen laba dapat berupa “kosmetik”, jika manajer memanipulasi akrual yang tidak memiliki konsekuensi arus kas.Selain itu pada umumnya perusahaan yang bukan go public cenderung menyajikan nilai laba fiskal yang lebih rendah dari nilai yang sebenarnya dalam laporan pajak agar agar biaya pajaknya lebih rendah. Sementara perusahaan go public cenderung akan menaikkan laba karena mereka lebih mementingkan kenaikan harga sahamnya dibandingkan dengan pertimbangan pajak. Untuk memahami creatif accounting lebih dalam dan efektif, maka perlu memahami strategi-strategi apa yang harus dilakukan.

 

TUJUAN PELATIHAN :

  1. Peserta diharapkan memahami laporan keuangan berdasrkan standar akuntansi keuangan, beserta fungsi-fungsinya.
  2. Peserta diharapkan memahami apa itu creative accounting yang legal dan etis dan faktor-faktor yang diperbolehkan berdasarkan aturan yang berlaku secara umum.
  3. Peserta diharapkan memahami , apa yang menjadi motivasi dilakukannya creative accounting dan kapan serta pada situasi apa saja creative accountimng harus dilakukan
  4. Peserta diharapkan memahami manajemen laba baik secara kuantitatif maupun kualitatif, dan mengetahui bagaimana dampak terhadap keberlanjutan.
  5. Peserta diharapkan memahami strategi-strategi creative accounting
  6. Peserta diharapkan dapat membuat laporan pengungkapan (disclouse) laporan keuangan dalam creative accounting

 

MATERI PELATIHAN CREATIVE ACCOUNTING AND DISCLOSURE

  1. Laporan Keuangan berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan dan perkembangannya
  2. Creative Accounting
  • Definisi creative accounting
  • Legal dan etika dalam creative accounting
  • Faktor-faktor yang diperbolehkan dalam creative accounting
  1. Motivasi Creative Accounting
  • Motivasi menurut perspektif psikologi
  • Motivasi creative acccounting bersifat oportunis
  • Mengapa harus melakukan creative accounting
  1. Tekhnik Creative Accounting
  • Pola dan teknik creative accounting
  • Teknik dalam creative accounting
  1. Fenomena creative Accounting
  • Diteksi manajemen laba secara kualititaif
  • Diteksi manajemen laba secara kuantitatif
  1. Apa yang harus dilakukan dalam memahami creative accounting
  • Sikap skeptis
  • Pengamatan detail
  1. Strategi –strategi Creative Accounting
  2. Disclosure

 

PENGANGGARAN MODAL

DESKRIPSI TRAINING PENGANGGARAN MODAL

Pelatihan ini memberikan pengetahuan mengenai penganalisisan aliran kas suatu proyek yang akan terjadi.  Setelah aliran kas diestimasi dengan baik, langkah berikutnya adalah melakukan penilaian pada usulan investasi.  Dalam melakukan penilaian ada beberaoa metode yaitu: metode payback perioddiscounted payback period, internal rate of return (IRR), modIfied internal rate of return (MIRR), net present value (NPV), dan profitability index (PI).  Dalam pelatihan ini juga menjelaskan mengenai penganalisisan risiko dalam penganggaran modal yang sering terjadi di dalam praktik..

 

TUJUAN TRAINING PENGANGGARAN MODAL

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu melakukan penganalisisan aliran kas proyek, mampu melakukan penilaian proyek dengan metode-metode penilaian yang ada, dan mampu menilai proyek yang ada risikonya

 

MATERI TRAINING PENGANGGARAN MODAL

  1. Analisis aliran kas proyek
  •       Aliran kas relevan pada suatu proyek
  •       Jenis-jenis aliran kas inkrementasl proyek
  •       Klasifikasi aliran kas proyek menurut waktu
  •       Analisis pembelian asset baru dan penggantian asset lama dengan asset baru
  1. Metode penilaian penganggaran modal
  •       Arti penting penganggaran modal
  •       Tahap-tahap dalam penganggaran modal
  •       Metode Payback, Discounted Payback, NPV, IRR, MIRR, dan PI
  •       Kriteria penilaian terhadap usulan proyek investasi
  1. Risiko dalam penganggaran modal
  •       Makna risiko proyek investasi
  •       Macam-macam risiko proyek
  •       Pengukuran risiko stand alone
  •       Pengukuran risiko korporasi
  •       Pengukuran risiko pasar suatu proyek
  •       Hubungan risiko proyek dan struktur modal.

CASHFLOW MANAGEMENT

DESKRIPSI CASHFLOW MANAGEMENT

“Kas” merupakan urat nadi dari jalannya perusahaan. Tanpa adanya kecukupan kas, maka perusahaan tidak dapat berkembang. Perusahaan bisa saja menghasilkan profit, tetapi belum tentu memiliki kas. Oleh karenanya pengetahuan dan teknik pengelolaan kas yang efisien sangat diperlukan. “Kunci keberhasilan dalam Cash flow Management terletak pada kemampuan mempengaruhi keputusan-keputusan diluar finance untuk menyeimbangkan Cash In Flow dengan Cash Out-Flow”.

Karena itulah dalam perkembangannya sekarang ini dituntut untuk lebih berperan sebagai business partner yang ikut mendorong fungsi lain dalam mencapai tujuan perusahaan. Secara umum pelatihan ini diharapkan dapat membekali peserta dengan pengetahuan yang bermanfaat dalam meningkatkan perannya tersebut.

 

TUJUAN CASHFLOW MANAGEMENT

  1. Memberikan pengetahuan tentang peran sekretaris di era globalisasi
  2. Meningkatkan keterampilan dan kemampuan dalam menangani pekerjaan kesekretariatan      secara profesional
  3. Meningkatkan profesionalitas & rasa tanggung jawab seorang sekretaris terhadap tugas-tugas yang diberikan oleh perusahaan atau pimpinannya
  4. Memberikan kunci sukses menjadi sekretaris profesional

 MATERI  CASHFLOW MANAGEMENT

  1. Overview – Cash Management
  2. Faktor Internal Dan Eksternal Yang Mempengaruhi Cash
  3. Analisis Kebijakan Piutang
  4. Analisis Kebijakan Inventori
  5. Analisis Kebijakan Investasi Dalam Aktiva Tetap Dan Surat Berharga
  6. Analisa Sumber Dan Struktur Modal : Modal Sendiri – Pinjaman Jangka Pendek Dan Jangka Panjang
  7. Manajemen aliran kas dan manajemen modal kerja
  8. Perencanaan Cash – Cash Budget
  9. Analisa Kinerja Manajemen Kas
  10. Manajemen aliran kas pada keputusan investasi

Asset Management

Deskripsi Training Asset Management

Asset perusahaan seperti peralatan mesin produksi dan pabrik merupakan kepemilikan perusahaan yang memiliki nilai kapital yang sangat besar dan menunjang proses bisnis perusahaan. maka dari itu diperlukam pengelolaan asset dengan baik dengan memanfaatkan penggunaan teknologi secara optimal seperti database management yang bisa mencatat dan mengupdate status asset, pemeliharaan asset, penyusutan, mutasi dan rotasi asset, serta status custody dan user dan sebagainya.

Tujuan Training Asset Management Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat memahami tentang managemen asset yang baik dengan pemanfaatan teknologi sehingga dapat diaplikasikan langsung di perusahaan.



Materi Training Asset Management

  1. Asset management review
  2. Overview of Asset
  3. Concept/Tolls Analysis for Capital Budgeting
  4. Some Investment Rules, a nd Project Analysis with NPV
  5. Project evaluation
  6. Capital Budegitng for Leased Asset
  7. Pemeliharaan dan pengawasan asset
  8. Administrasi dan database asset
  9. Pemeriksaan dan audit asset
  10. Pemilihan Software asset management
  11. Security system
  12. Studi kasus

IFRS BASIC

Deskripsi IFRS

Mulai Januari 2012, Indonesia sudah mengadopsi IFRS secara penuh. Dengan mengadopsi penuh IFRS, laporan keuangan yang dibuat berdasarkan PSAK tidak memerlukan rekonsiliasi signifikan dengan laporan keuangan berdasarkan IFRS. Konvergensi IFRS kedalam PSAK memiliki implikasi yang  besar bagi dunia usaha, terutama pada sisi pengambilan kebijakan perusahaan yang didasarkan kepada data‐data akuntansi. Dampak penerapan IFRS tidak hanya mencakup masalah akuntansi, tapi juga masalah-masalah lainnya seperti: perpajakan, keuangan, sistem pelaporan manajemen, investasi, kompensasi pegawai/manajemen, dan indikator kinerja.

Dari beragam standar akuntansi yang kini sudah berkiblat ke standar internasional, PSAK 1 adalah induk dari semua PSAK yang ada. Perusahaan yang telah dan akan mengadopsi IFRS, wajib menuangkannya dalam laporan keuangan yang sesuai dengan standar atau format yang dinyatakan dalam PSAK 1 tersebut. PSAK 1 sudah wajib diterapkan untuk laporan keuangan mulai tahun 2011. PSAK 1 sendiri kini mengalami sejumlah perubahan yang sangat signifikan, seperti informasi yang disajikan, dikenal adanya pendapatan komprehensif lain, komponen laporan keuangan yang lengkap, pos minimal yang wajib disajikan dalam laporan keuangan dan perubahan lainnya. Karena perubahan tersebut, bisa jadi perusahaan harus melakukan adjustment atas accounting system yang dioperasikan saat ini. Perubahan ini harus segera anda ketahui dan antisipasi dan dipersiapkan dari sekarang.

TUJUAN TRAINING IFRS :

Mengetahui dan memahami perubahan apa saja yang terdapat pada Revisi PSAK, memahami bagaimana relevansi Revisi PSAK dalam setiap transaksi bisnis serta pelaporan keuangan, memperoleh gambaran dalam melakukan antisipasi dengan timbulnya Revisi PSAK, dan mendapatkan contoh-contoh real dari penerapan revisi PSAK melalui studi kasus yang disajikan, antara lain:

  1. Memberikan persiapan dan materi inti dalam menghadapi masa transisi.
  2. Mengimplementasikan proses migrasi ( Metode dan Aplikasi ) : Struktur, Materi, Jurnal.
  3. Mengoptimalkan keterampilan SDM dan menyelaraskan sudut pandang Regulator dengan para pelaksana.
  4. Memahami struktur dan makna laporan keuangan.
  5. Memahami peraturan-peraturan yang harus dipenuhi dalam menyusun laporan keuangan.
  6. Memahami perlakuan akuntansi dan perpajakan pada setiap transaksi yang terjadi.

CAKUPAN MATERI TRAINING IFRS:

  1. Memahami Laporan Keuangan;
  2. PSAK Berbasis International Financial Reporting Standard (IFRS) 2012;
  3. Laporan Posisi Keuangan Perusahaan;
  4. Laporan “Comprehensive Income”;
  5. Laporan Arus Kas;
  6. Akuntansi Untuk Persediaan;
  7. Akuntansi Aset Tetap PSAK 16 (Revisi 2007);
  8. Akuntansi Penurunan Nilai Aset;
  9. Akuntansi Untuk Sewa;
  10. Akuntansi Untuk Biaya Pinjaman;
  11. Akuntansi Untuk Pajak Penghasilan;
  12. Akuntansi Untuk Program Pensiun;
  13. Laporan Perubahan Ekuitas;
  14. Intercorporate Equity Investments;
  15. Laporan Keuangan;
    1. Aset Lancar ; Aset Tetap
    2. Penurunan Nilai ; Revaluasi ; Sewa
  16. Dampak IFRS terhadap perpajakan terkini terkait dengan penerapannya.

CASH FLOW STATEMENT

DESKRIPSI

The Statement of Cash flow atau Cash flow Statement (laporan arus kas), merupakan salah satu laporan keuangan perusahaan yang sangat penting dari keseluruhan laporan keuangan perusahaan. Laporan kas ini merupakan acuan penting dalam pengambilan keputusan bisnis yang melibatkan uang kas. Oleh karena itu penyusunan Cash flow harus dilakukan secara benar dan sesuai dengan kaidah-kaidah dalam standar akuntansi dan keuangan PSAK) yang berlaku di Indonesia.

Training ini dimaksudkan agar para peserta memahami mengenai sistimatika dan teknik penyusunan laporan arus kas sesuai dengan PSAK. Agar peserta lebih faham, maka di akhir sesi pelatihan akan disajikan simulasi proses penyusunan cash flow baik secara direct maupun indirect.



TUJUAN TRAINING :

  • Memahami apa yang dimaksud dengan Cash Flow Statement.
  • Memahami bagaimana cara menyusun Cash Flow Statement, baik secara direct maupun Indirect.
  • Memahami cara membuat Cash Budget, dan Cash Flow Projection.
  • Memahami “permainan” Cash Flow (creative cash flow reporting).
  • Mengetahui “sustainable cash flow from operations”.
  • Mengetahui pengukuran Ratio-Ratio Cash Flow.
  • Bagaimana menerapkannya di perusahaan.

 

CAKUPAN MATERI TRAINING CASH FLOW STATEMENT:

Pokok-pokok Bahasan

Hari Pertama

  • Definisi/Pengertian
  • Hubungan Cash Flow Statement dengan FS lainnya.
  • Operating, Investing, dan Financing Cash Flow.
  • Cash Flow Statement Reporting:

                 * Indirect Method

                 * Direct Method

Hari Kedua

  • Cash Budget.
  • Cash Flow Ratios.
  • “Creative cash flow”reporting.

Working Capital Management (Manajemen Modal Kerja)

Deskripsi Training Working Capital Management (Manajemen Modal Kerja)

Pelatihan ini memberikan kepada peserta mengenai jenis-jenis modal kerja, bagaimana penentuan modal kerja dan pembelanjaannya. Lebih lanjut lagi dalam pelatihan manajemen modal kerja ini,  peserta akan diberi materi mengenai manajemen kas, manajemen, piutang, manajemen persediaan, yang semua itu adalah elemen-elemen yang ada di dalam manajemen modal kerja.  Setelah itu, peserta diberi materi bagaimana mengukur likuditas dan efektivitas modal kerja.

 

Tujuan  Training Working Capital Management (Manajemen Modal Kerja)

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu memahami mengenai:

  1. Jenis-jenis modal kerja dan bagaimana menentukan besarnya modal kerja dan membelanjainya.
  2. Bagaimana melakukan manajemen kas, manajemen piutang, dan manajemen persediaan.’
  3. Bagaimana melakukan pengukuran likuiditas dan efektivitas investasi pada modal kerja

 

Materi Training Working Capital Management (Manajemen Modal Kerja)

Modal kerja dan pembelanjaannya

  • Pengertian modal kerja
  • Trade-off dalam pengambilan keputusan modal kerja
  • Kebijakan pembelanjaan modal kerja
  • Margin of safety

Likuiditas dan efektivitas modal kerja

  • Pengukuran efektivitas modal kerja
  • Rasio keuangan untuk mengukur likuiditas dan efektivitas modal kerja

Manajemen kas dan sekuritas

  • Motif-motif memegang kas
  • Tujuan manajemen kas
  • Metode mempercepat pengumpulan kas dan pengendalian pengeluaran kas
  • Variabel-variabel yang dipertimbangkan dalam investasi surat berharga
  • Model menentukan target saldo kas optimum.

Manajemen Piutang

  •  Penentuan standar kredit
  •  Pelonggaran standar kredit
  • Pemberian diskon kredit dan temin kredit
  • Piutang tidak tertagih yang terjadi dalam kebijakan kredit

Manajemen Persediaan

  • Persedian material/bahan baku
  • Persediaan barang dalam proses
  •  Persediaan barang jadi
  •  Konsep ABC
  •  Konsep economic order quantity (EOQ)
  • EOQ dengan adanya potongan harga

ACCOUNTS RECEIVALBE

DESKRIPSI TRAINING ACCOUNTS RECEIVALBE

Masalah pengaturan dan pengelolaan atas piutang atau penerimaan pendapatan sangat mempengaruhi kinerja dan efektifitas perusahaan dimata pemilik atau pemegang saham. Dengan pengelolaan pitang yang baik, alur hidup perusahaan dapat meningkat seiring meningkatnya pendapatan. Perusahaan-perusahaan sekarang mulai merambah pada bisnis modern yang dimana sebagian besar pendapatannya diperoleh dari penjualan kredit, maka pelatihan ini sangat cocok untuk memanajemen piutang serta accounts receivable.

TUJUAN TRAINING ACCOUNTS RECEIVALBE

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta dapat memahami pengelolaan Accounts Receivable, Sumber – sumber, Penggunaan serta Pengendaliannya.

MATERI  TRAINING ACCOUNTS RECEIVALBE

  1. Pendahuluan
  • Pengertian Receivable
  • Tipe Receivable
  • Pengertian Accounts Receivable
  • Penyebab timbulnya Accounts Receivable
  • Syarat-syarat dalam Accounts Receivable
  1. Pengelolaan Accounts Receivable
  • Pencatatan
  • Pengklasifikasian
  • Pelaporan
  1. Pengendalian Accounts Receivable
  • Pengendalian Piutang Dagang
  • Resiko Piutang Tidak Tertagih
  • Penetapan piutang tidak tertagih
  • Pencatatan piutang tidak tertagih
  • Pelaporan
  1. Penagihan ( Collection )
  • Meningkatkan kualitas pelayanan
  • Teknik melakukan penagihan
  1. Pengelolaan Piutang  Untuk Menaikkan  Pendapatan
  • Penanganan Piutang
  • Pertimbangan Investasi dalam Tagihan
  • Penggunaan Referensi
  1. Manajemen & Analisa Kebijakan Kredit
  • Standar Kredit
  • Penilaian Kredit dengan 5-C
  • Analisa Informasi Kredit
  • Kriteria Kredit Dagang
  • Penilaian Perubahan Kebijakan Kredit

MANAJEMEN ASET BERBASIS TEKNOLOGI

DESKRIPSI TRAINING MANAJEMEN ASET BERBASIS TEKNOLOGI

Aset  adalah barang atau benda yang terdiri dari benda tidak bergerak dan benda bergerak baik yang berwujud (tangible) dan tidak berwujud (intangible) yang tercakup dalam aktiva/kekayaan perusahaan. Pengelolaan Aset (kekayaan) Perusahaan merupakan hal yang sangat penting karena  untuk memantau dan menghitung serta memanfaatkannya  secara optimal. Manajemen asset berfungsi untuk informasi perjalanan asset secara keseluruhan, memuat berapa banyak aset dan biayanya, pemanfaatan, kondisi dan pemeliharaan serta lokasi penyimpanan. Hal ini juga berfungsi untuk  mencegah dari hilangnya asset, perhitungan pajak dan depresiasi. Training ini akan membahas implementasi manajemen asset berbasis teknologi informasi sejak pengadaan, recording dan labeling, pemakaian , monitoring, auditing dan reporting. Aplikasi system informasi manajemen asset akan dibahas disertai case study.

Walaupun saat ini di beberapa instansi atau perusahaan telah menggunakan jasa outsourcing dan leasing untuk pengelolaan dan pemakaian aset, tapi masih banyak instansi atau perusahaan yang tetap memiliki aset yang perlu dikelola dengan baik. Sudah saatnya instansi atau perusahaan mengelola aset dengan mengoptimalkan prasarana teknologi, mulai dari database management yang bisa mencatat dan mengupdate status aset, pemeliharaan dan perbaikan aset, depresiasi aset, mutasi dan rotasi aset, serta status custody dan user. Selain itu, penggunaan barcoding, RFID, atau GPS akan mempermudah monitoring dan mapping lokasi aset di instansi atau perusahaan.

 

TUJUAN TRAINING MANAJEMEN ASET BERBASIS TEKNOLOGI

Membekali peserta implementasi sistem informasi manajemen aset di Perusahaan tempat bekerja

  1. Menjelaskan kepada peserta mengenai pentingnya pengelolaan aset dilakukan secara profesional dan terintegrasi.
  2. Membekali peserta terkait dengan pengelolaan aset secara terintegrasi mulai dari planning, pengadaan, verifikasi, pencatatan, layout, pergudangan, pemeliharaan, sistem informasi aset, serta monitoring dan evaluasi.
  3. Membekali peserta metode pengambilan keputusan dalam pengelolaan aset, sehingga lebih efisien, mengurangi pemborosan/kerugian,  mencegah hilangnya aset serta mecegah konflik karena aset.

 

OUTLINE MATERI MANAJEMEN ASET BERBASIS TEKNOLOGI

  1. Asset Management (Review)
  2. Custodian Rules
  3. Administrasi dan Database Asset
  4. Pemakaian dan Pemeliharaan Asset
  5. Pemeriksaan dan Audit Asset
  6. Arsitektur System Asset Management
  7. Software Asset Management
  8. Penerapan Barcode, RFID, dan GPS
  9. Asset Mapping dan Asset Tracking
  10. Admin Menu
  11. Security system
  12. Demo modul Asset Management

 

AKUNTANSI DASAR

DESCRIPTION
Banyak sekali keputusan penting yang diambil oleh manajemen bersumber dari data-data dan laporan yang disajikan oleh bagian Akuntansi. Karenanya agar data dan informasi keuangan yang disajikan itu dapat akurat dan informatif, perlu disusun dengan standar-standard yang berlaku umum serta mudah dipahami. Mengingat tak semua manajemen itu punya latar belakang keuangan. Disamping itu untuk mencapai tujuan tadi, kegiatan keuangan perusahaan juga harus disupport dengan sistem akuntansi dan prosedur-prosedur pendukung yang memadai. Hal ini menuntut karyawan-karyawan di bagian-bagian yang terkait dengan pelaporan keuangan itu untuk mampu memahami konsep akuntansi yang konprehensif serta menuntut kecakapan pelakunya dalam mengimplementasikan standard-standard akuntansi tersebut di dalam aktivitas keuangan perusahan.

 

OBJECTIVES

Training ini dimaksudkan untuk membekali karyawan tentang pemahaman akuntansi yang baik dan sesuai standard yang berlaku umum. Serta tip-tip sederhana dalam implementasinya di tempat kerja.

 

AKUNTANSI DASAR COURSE OUTLINE

  1. Arti penting bagian akuntansi di suatu perusahaan
  2. Konsep akuntansi yang sesuai dengan prinsip standard akuntansi keuangan (psak)
  3. Prinsip-prinsip dan analisa dalam penyusunan laporan keuangan : neraca, laporan rugi laba serta laporan arus kas
  4. Accounting convension : accrual and cash basis, accrued, deffered, depreciation & amortisation
  5. Reporting dan manajemen closing
  6. Pencatatan dan dokumentasi transaksi : pembuatan dan analisa dokumen, posting jurnal
  7. Pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan keuangan perusahaan
  8. Isu-isu terbaru tentang akuntansi di indonesia
  9. Best practices dalam pengelolaan keuangan perusahaan

Pajak Penghasilan dan SPT WP Badan

Deskripsi Training Pajak Penghasilan dan SPT WP Badan 

Sebagai warga negera yang baik, tentunya anda punya kewajiban untuk mendukung kemajuan bangsa ini dengan cara membayar pajak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pada dasarnya pajak adalah merupakan iuran rakyat kepada negara yang penerapannya dapat dipaksakan. Undang-Undang Perpajakan dan peraturan turunannya adalah instrumen pemerintah untuk memaksa rakyat Indonesia membayar pajak.

Peraturan perpajakan yang diterbitkan oleh pemerintah adalah merupakan panduan kepada wajib pajak dalam menunaikan kewajiban perpajakannya dan sekaligus sebagai dasar bagi pemerintah (fiskus) untuk menguji kepatuhan para wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya. Wajib pajak yang melanggar peraturan perpajakan akan dikenakan sanksi sebagaimana diatur dalam Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.

Perusahaan dalam hukum pajak Indonesia dikenal dengan istilah Wajib Pajak Badan atau disingkat dengan WP-Badan. Sumber utama penerimaan pajak saat ini sebagian besar berasal dari WP-Badan. Mengingat fungsi dan peran WP-Badan yang demikian penting terhadap penerimaan negara, pemerintah melakukan reformasi birokrasi dan pemberian remunerasi dengan standar yang tinggi terhadap aparat pajak yang menangani WP-Badan, sehingga praktek kolusi antara wajib pajak dan aparat pajak yang selama ini sering terjadi secara gradual dapat dihilangkan.

Untuk mengimbangi perubahan paradigma dan profesionalisme aparat pajak, fungsi/staff pajak di perusahaan-perusahaan mau tidak mau harus meningkatkan pengetahuan perpajakannya secara berkesinambungan. Berbekal pengetahuan dan regualsi yang up to date, fungsi/staff pajak perusahaan akan dapat mengelola kewajiban perpajakan perusahaan sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku. Dengan demikian secara otomatis perusahaan akan terhindar dari potensi denda yang setiap saat siap untuk menggerus kas perusahaan. Selanjutnya dan yang lebih penting untuk dilaksanakan adalah membuat perencanaan pajak secara komprehensif dan mengoptimalkan penggunaan loophole dan strategi-strategi perpajakan, sehingga beban pajak perusahaan tidak overpaid.

 

Manfaat Pelatihan Training Pajak Penghasilan dan SPT WP Badan :

  1. Peserta dapat memahami peraturan perpajakan dan perubahannya terkait dengan Pengelolaan Pajak Penghasilan WP-Badan.
  2. Peserta dapat mengetahui subjek dan objek pajak penghasilan WP-Badan.
  3. Peserta dapat mengetahui pengurang penghasilan yang diperkenankan atau biaya 3 M (mendapatkan, menagih dan memelihara) Penghasilan.
  4. Perserta dapat mengetahui biaya-biaya yang tidak diperkenankan untuk mengurangi penghasilan.
  5. Peserta mampu menerapkan akuntansi perpajakan untuk masalah penyusutan aktiva tetap, amortisasi aktiva tidak berwujud dan persedian.
  6. Peserta dapat menyusun koreksi fiskal atas laporan keuangan komersil yang akan dijadikan sebagai dasar untuk penghitungan penghasilan kena pajak.
  7. Peserta dapat menghitung pajak terutang dan angsuran Pajak Penghasilan Pasal 25 tahun berikutnya.
  8. Peserta dapat menyusun SPT WP-Badan.
  9. Peserta dapat menyusun perencanaan pajak sebagai langkah antisipatif untuk meminimalkan kewajiban perpajakan.
  10. Peserta dapat melakukan evalusi sendiri atas kepatuhan perpajakan perusahaan (self diagnosis).

Materi Training Pajak Penghasilan dan SPT WP Badan :

  1. Dasar Hukum dan Pengertian
  2. Subjek Pajak WP-Badan
  3. Biaya Untuk Mendapatkan, Menagih dan Memelihara (3M) Penghasilan
  4. Biaya Yang Tidak Diperkenankan Mengurangi Penghasilan
  5. Akuntansi Penyusutan
  6. Akuntansi Amortisasi
  7. Akuntansi Persediaan
  8. Koreksi Fiskal atas Laporan Keuangan Komersil
  9. Penghasilan Kena Pajak
  10. Tarif Pajak
  11. Aspek Lain Yang Mempengaruhi Kewajiban Perpajakan:
  • Aturan Khusus Kepada Perusahaan Terbuka (Tbk)
  •  Aturan Khusus Kepada Perusahaan BUT
  • Hubungan Istimewa dan Penghidaran Pajak
  • Revaluasi Aktiva Tetap
  • Penjualan, Pertukaran dan Pengalihan Harta
  • Sewa Guna Usaha
  •  SPT 1771 Pajak Penghasilan WP-Badan

ACCOUNTING, FINANCE, AND TAX FOR MINING COMPANY

DESKRIPSI TRAINING ACCOUNTING, FINANCE, AND TAX FOR MINING COMPANY

Peran Akuntansi merupakan faktor yang penting bagi pertumbuhan suatu perusahaan, khususnyya pada jenis perusahan pertambangan. Perlakuan akuntansi untuk industri pertambangan umum memiliki spesifikasi tertentu yang berbeda dengan akuntansi di bidang usaha lainnya. Ini karena jenis usaha pertambangan ini menyerap modal yang begitu tinggi dan resikonya juga tinggi. Di dalam PSAK sebagai hasil konvergensi dengan IFRS, jenis usaha ini akan diatur dalam satu standar. Akibatnya, aturan-aturan detail (rule base) yang ada di PSAK sebelum konvergensi tidak akan lagi muncul setelah dilakukan konvergensi.

Seperti halnya Standar Akuntansi Keuangan, pernyataan ini wajib digunakan dalam penyajian laporan keuangan untuk pihak ekstern bagi setiap perusahaan yang bergerak dalam industri pertambangan umum termasuk kontraktor dalam rangka Kontrak Karya dan atau Kontrak Kerja Sama di bidang pertambangan umum. Dengan adanya Pernyataan ini, maka baik penyusun maupun pemakai laporan keuangan wajib mengacu kepada standar akuntansi yang sama. Apabila perlakuan akuntansi bersifat umum, maka harus tetap mengacu pada Standar Akuntansi Keuangan.

Melalui pelatihan ini, peserta akan diberikan pengetahuan mengenai Akuntansi Keuangan Industri Pertambangan Umum sesuai dengan PSAK No. 33 dengan dipandu oleh instruktur yang berkompeten di bidangnya.

TUJUAN TRAINING ACCOUNTING, FINANCE, AND TAX FOR MINING COMPANY

Tujuan dan diselenggarakannya pelatihan ini adalah:

  1. Memahami struktur penerapan akuntansi keuangan dan perpajakan terutama bagi perusahaan pertambangan
  2. Memahami acuan peraturan yang mendasari penyusunan laporan keuangan perusahaan pertambangan
  3. Memahami perubahan PSAK terbaru yang berbasis IFRS
  4. Memahami peraturan perundangan dan perpajakan yang berhubungan dengan pengelolaan di industri pertambangan
  5. Dapat menyusun laporan keuangan dengan baik dan benar sesuai acuan yang berlaku

MATERI TRAINING ACCOUNTING, FINANCE, AND TAX FOR MINING COMPANY

Materi yang akan diberikan dalam pelatihan ini adalah:

  1. Karakteristik Akuntansi Industri Pertambangan Umum
  2. Ruang Lingkup kegiatan pertambangan:
    • Eksplorasi
    • Pengembangan dan Konstruksi
    • Produksi
    • Pengolahan
  3. Aspek Lingkungan Hidup dalam Pertambangan
  4. Pengakuan Asset Usaha / Kapitalisasi
  5. Jenis biaya Eksplorasi, Pengembangan dan Konstruksi, Produksi dan Pengolahan
  6. Perlakuan Akuntansi Eksplorasi, Pengembangan dan Konstruksi, Produksi dan Pengolahan
  7. Penyajian Laporan Keuangan Eksplorasi, Pengembangan dan Konstruksi, Produksi dan Pengolahan
  8. Aspek Perpajakan pada Industri Pertambangan
    • Aspek PPN
    • PPN atas Dana hasil Produksi Batubara perusahaan Kontraktor Swasta
    • Aspek PPh

ETIKA BISNIS PERPAJAKAN

DESKRIPSI TRAINING

Pelatihan ini akan memberikan pemahaman kepada peserta perihal etika bisnis dan perpajakan dalam aktivitas bisnis perusahaan. Peserta akan diajak untuk mengetahui dan memahami lebih mendalam perihal aktivitas bisnis yang dijalankan berdasarkan aspek-aspek perpajakan yang berlaku, disamping pendalaman pengetahuan mengenai etika dalam berbisnis serta peranan perpajakan sebagai patokan perilaku etis, khususnya antara pihak perusahaan dengan rekanan/vendor berdasar pada moralitas dan nilai yang ada.



TUJUAN TRAINING

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu untuk:

  • Memahami aktivitas bisnis yang dilakukan berdasarkan pada etika bisnis perpajakan yang berlaku.
  • Memahami aspek-aspek perpajakan yang ada dalam suatu proses bisnis.
  • Mengetahui teknik problem solving terkait permasalahan perpajakan dan etika bisnis yang sering terjadi dalam dunia bisnis.
  • Meningkatkan kemampuan kepada para manager dan staf pendukung di bidang perpajakan/akunting dalam melakukan kewajiban dan hak perpajakan instansi/lembaga.
  • Dapat melakukan pengambilan keputusan-keputusan strategis di bidang keuangan dan perpajakan termasuk dalam kontrak-kontrak bisnis.
  • Mengetahui aspek-aspek penting dalam hal pengelolaan tax compliance, tax audit dan tax planning.

MATERI TRAINING ETIKA BISNIS PERPAJAKAN

  1. Definisi dan Konsep Etika dan Bisnis
  2. Prinsip dan Penerapan Etika Bisnis
  3. Karateristik Etika dalam Bisnis
  4. Hubungan Perpajakan dan Etika
  5. Kaitan Perpajakan dan Bisnis
  6. Peranan Pajak dalam Bisnis
  7. Semua aspek perpajakan yang menjadi kewajiban instansi/lembaga klien:
  • Pajak Penghasilan (PPh) antara lain PPh Orang Pribadi, Pemotongan/Pemungutan dan Badan.
  • Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPN dan PPnBM) termasuk didalamnya pemungut PPN
  • Ketentuan dibidang Kepabeanan (Customs)
  • PBB, BPHTB dan Pajak Daerah
  • Tax Audit antara lain pemeriksaan pajak, keberatan, banding dan peninjauan kembali
  • Tax Management
  • Transfer Pricing serta Pajak Internasional
  1. Pelaksanaan Pajak (Tax Compliance) yang menjadi kewajiban instansi/lembaga
  2. Kebijakan & Undang-Undang Perpajakan Perusahaan
  3. Ketentuan dan peraturan pajak terkini (tax regulation update)
  4. Ketentuan perpajakan dalam aktivitas bisnis.
  5. Implementasi dan penerapan pajak dalam aktivitas bisnis
  6. Aspek bisnis
  • Aspek Ekonomis
  • Aspek Moral
  • Pajak
  1. Perencanaan Pajak (Tax Planning)
  2. Tax Review (me-review pelaksanaan pemenuhan kewajiban pajak)
  3. Studi Kasus & Diskusi

Grey Area Perpajakan

Deskripsi Training Grey Area Perpajakan

Ketentuan perundang-undangan dalam sistem perpajakan sudah seharusnya menganut asas certainty (kepastian). Asas kepastian menjamin bahwa regulasi yang ditetapkan dapat dipahami (comprehensible), tidak menyisakan ruang keraguan tetapi sebaliknya memberikan kejelasan penuh (must be unambiguous and certain), tidak hanya bagi fiskus atau otoritas pajak tetapi juga bagi wajib pajak. Sayangnya, di Indonesia masih terdapat ruang ketidakjelasan, daerah abu-abu atau juga sering disebut dengan grey area.

Adanya grey area dalam peraturan pajak dapat memberikan celah terciptanya perbedaan dalam menerjemahkan butir, ayat, kata-kata serta aturan turunan dalam undang-undang perpajakan. Hal ini bisa jadi merugikan wajib pajak  ketika estimasi beban pajak yang harus dibayarkan ternyata lebih besar dari yang diperhitungkan disebabkan oleh beda pemahaman dengan otoritas pajak. Dengan memahami persoalan grey area, wajib pajak dapat terhindar dari perselisihan penafsiran serta mampu menyiapkan alternatif strategi dalam manajemen pajak di internal perusahaan.

Tujuan Training Grey Area Perpajakan

  1. Memahami  konsep dasar dari sistem perpajakan kontemporer yang berlaku di Indonesia.
  2. Memahami  persoalan grey area yang ada di sistem perpajakan Indonesia

Materi Training Grey Area Perpajakan

1. Ruang lingkup grey area dalam sistem perpajakan Indonesia

  • Asas Sistem perpajakan serta penjabaran peraturan perpajakan komprehensif yang berlaku di Indonesia
  • Prosedur analisa ketentuan perundangan pajak
  • Urgensi pemahaman grey area bagi wajib pajak

2. Grey area di Pajak Penghasilan

  • Grey area dalam persoalan taxability pada suatu penghasilan
  • Grey area dalam deductibility pengeluaran perusahaan
  • Penilaian akuntansi pada harta baik dalam kerangka pajak atau aktiva
  • Grey area dalam persoalan bonus dan angsuran
  • Penggajian karyawan dan direksi
  • Pemotongan gaji karyawan
  • Pemotongan pajak penghasilan pada rekanan firma
  • Kontrak kerja
  • Pemotongan Penghasilan pada PPh Pasal 26

3. Grey area di Pajak Pertambahan Niai (PPN)

  • Tata cara pengkreditan pajak
  • Persoalan faktur pajak
  • Grey area pada persoalan penggunaan jasa, konsinyasi, penyerahan atau pengangkutan barang

4. Grey area di Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP)

  • Grey area dalam persoalan wajib pajak beserta dengan nomor pokok wajib pajak (NPWP)
  • Grey area pada permasalahan jatuh tempo penyetoran/pelaporan pajak
  • Imbalan bunga untuk wajib pajak

Pemeriksaan Pajak

Deskripsi

Pemeriksaan pajak dilaksanakan oleh Direktur Jenderal Pajak yang bertujuan untuk menguji kepatuhan Wajib Pajak  dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya. Pelanggaran pada ketentuan yang berlaku akan menyebabkan perusahaan akan diberikan Surat Tagihan Pajak (STP) berupa sanksi (sanksi denda, sanksi bunga, dan sanksi kenaikan) yang akan meningkatkan beban pajak yang harus dibayarkan oleh perusahaan. Dikarenakan tidak dapat dipastikan bahwa ada wajib pajak yang aman dari pemeriksaan, maka untuk menyiasati hal tersebut, setiap perusahaan wajib pajak sudah seharusnya menyiapkan bekal untuk menyukseskan pemeriksaan pajak di perusahaannya.

Dalam hal ini yang dibutuhkan adalah pemahaman mendasar mengenai sistem perpajakan secara holistik disertai dengan tata cara pemeriksaan pajak yang dilakukan oleh otoritas pajak beserta dengan penguasaan teknik manajemen untuk menyusun strategi handal dalam menghadapi pemeriksaan pajak sehingga pemeriksaan yang dilakukan tidak menambah jumlah beban pajak yang harus dibayarkan oleh perusahaan.

 

Tujuan

  1. Memahami sistem perpajakan di Indonesia beserta dengan tata cara pemeriksaan pajak yang selama ini sudah dilaksanakan
  2. Sanggup  menyelesaikan persoalan yang berhubungan dengan pemeriksaan pajak

Materi Training Pemeriksaan Pajak

  • Ruang Lingkup Pemeriksaan Pajak
    • Dasar hukum pemeriksaaan pajak
    • Penyebab dilakukannya pemeriksaan pajak
    • Penjelasan Sanksi ketidakpatuhan wajib pajak
    • Ilustrasi pemeriksaan pajak
    • Studi Kasus : Idenifikasi persoalan pajak di internal perusahaan
  • Titik Kritis (Critical Point) dalam Pemeriksaan Pajak
  • Perancangan Sistem Administrasi dan Akuntansi Perusahaan dalam Meminimalkan Pelanggaran Pajak
  • Persoalan grey area dalam Pemeriksaan Pajak
  • Pemeriksaan Pajak pada Pajak Penghasilan (PPh) beserta dengan contoh permasalahan
  • Optimasi Manajemen Pajak dalam Menghadapi Pemeriksaan Pajak

PERHITUNGAN DAN PENGISIAN SPT PPH 21

DESKRIPSI TRAINING PERHITUNGAN DAN PENGISIAN SPT PPH 21

Sudah merupakan suatu kewajiban bagi setiap Wajib Pajak (Perusahaan) untuk menyetor dan melaporkan PPh Pasal 21 atas penghasilan yang dikeluarkan. Kemampuan Wajib Pajak (Perusahaan) dalam memahami dan mengerti aturan, norma dan tata cara dalam penghitungan dan pelaporan SPT PPh Pasal 21 menjadi satu hal mutlak yang harus dikuasai. Kemampuan Wajib Pajak (Perusahaan) dalam mempersiapkan penghitungan PPh Pasal 21 Khususnya yang terkait dengan rekapan penghasilan, status dan tarif PTKP yang dikenakan, iuran pensiun yang dibayarkan, dll menjadi syarat yang harus dipenuhi oleh Wajib Pajak (Perusahaan) agar terhindar dari kesalahan dalam melakukan penghitungan SPT PPh 21 yang akan mengakibatkan Sanksi terhadap Wajib Pajak (Perusahaan).

Pada tanggal 18 April 2013 telah terbit peraturan baru “PER-14/PJ./2013” tentang Bentuk, isi, Tata Cara Pengisian dan Penyampaian SPT Masa PPh Pasal 21/Pasal 26 serta bentuk Bukti Potong PPh Pasal 21/ Pasal 26. Form SPT Masa baru tersebut mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2014. Adapun mengenai Tata Cara Perhitungan PPh Pasal 21 masih menggunakan PER-31.PJ.2012 tentang Pedoman Teknis Pelaporan PPh pasal 21/26. Per Januari 2014, kita harus menggunakan SPT Masa PPh 21 dan e-SPT format baru. Ada perubahan yang sangat signifikan dalam cara penyajian laporan PPh 21-nya, a.l:

  • SPT Masa Desember tak lagi kumulatif (tidak lagi tahunan). Bagaimana cara pelaporannya?
  • Mulai bulan Januari 2014 kita harus melaporkan rincian penghasilan dan pajak yang dipotong untuk pegawai tetap dalam 1721 – I setiap bulan. Bagaimana teknis penyajian laporannya?
  • Pembuatan laporan SPT Masa PPh 21 dilakukan berdasarkan kode objek pajaknya. Sudahkah Bapak/Ibu mengetahui tentang hal ini?
  • Standarisasi penomoran bukti potong, bagaimana membuat penomoran bukti potong di SPT PPh 21 Tahun 2014?
  • Bagaimana cara pembetulan SPT Masa PPh 21 untuk tahun pajak 2013 dan sebelumnya yang dibetulkan di tahun 2014?
  • WP yang memotong PPh 21 pegawai tetap lebih dari 20 orang, mulai Januari harus lapor SPT dengan menggunakan e-SPT.

Sudah siapkah Anda dengan perubahan tersebut? Apakah sudah menyiapkan system aplikasi yang bisa support langsung ke e-SPT? Temukan jawabannya melalui program pelatihan ini, yang akan membantu memperkuat wawasan serta keterampikan peserta dalam praktik mengisi SPT Masa PPh 21 Baru secara manual dan penerapannya dengan menggunakan e-SPT PPh 21 terbaru.

TUJUAN TRAINING PERHITUNGAN DAN PENGISIAN SPT PPH 21

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta dapat dan mampu untuk:

  • Melakukan penghitungan SPT PPh Pasal 21 dengan efektif dan efisien,
  • Mengetahui dan memahami peraturan-peraturan terbaru terkit dengan masalah PPh 21 sehingga dapat melakukan trik & tips praktis dalam perhitungan PPh Pasal 21 Masa.
  • Mengetahui dan memahami ketentuan perpajakan yang menyangkut penentuan objek, cara menghitung, menerbitkan bukti potong.

MATERI TRAINING PERHITUNGAN DAN PENGISIAN SPT PPH 21

  1. Konsep Pemotongan PPh Pasal 21/26 Sesuai Ketentuan Terbaru
  2. Objek dan Non Objek Pemotongan PPh Pasal 21
  3. Kewajiban Pemotong Pajak.
  4. Teknis Pemotongan PPh Pasal 21/26 Serta Penerbitan Bukti Potong
  5. Updating Perhitungan PPh Pasal 21 sesuai Ketentuan Terbaru
  6. Penghitungan PPh Psl 21 untuk Pegawai Tetap
  7. Penghitungan PPh Pasal 21 bukan pegawai
  8. Teknik Melakukan Rekonsiliasi Biaya Menurut SPT Tahunan PPh Badan dan SPT Masa PPh Potput
  9. Optimalisasi Perhitungan PPh Pasal 21 Akhir tahun
  10. Teknik Praktis Dalam Pengisian formulir SPT masa PPh Pasal 21 sesuai PER-32/PJ./2009
  11. Studi Kasus Pengisian eSPT Masa PPh Pasal 21
  12. Teknik Pemeriksaan Pajak Terbaru Untuk PPh Pasal 21.
  13. Tax Planning PPh Pasal 21/26 Sesuai Ketentuan Terbaru

Regulasi dan Aplikasi Withholding Tax Indonesia

Deskripsi Training Regulasi dan Aplikasi Withholding Tax Indonesia

Sebagai warga negera yang baik, tentunya anda punya kewajiban untuk mendukung kemajuan bangsa ini dengan cara membayar pajak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pada dasarnya pajak adalah merupakan iuran rakyat kepada negara yang penerapannya dapat dipaksakan. Undang-Undang Perpajakan dan peraturan turunannya adalah instrumen pemerintah untuk memaksa rakyat Indonesia membayar pajak.

Peraturan perpajakan yang diterbitkan oleh pemerintah adalah merupakan panduan kepada wajib pajak dalam menunaikan kewajiban perpajakannya dan sekaligus sebagai dasar bagi pemerintah (fiskus) untuk menguji kepatuhan para wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya. Wajib pajak yang melanggar peraturan perpajakan akan dikenakan sanksi sebagaimana diatur dalam Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.

Latar belakang penerbitan regulasi potong pungut atau dikenal dengan istilah “witholding tax” adalah menuntut partisipasi wajib pajak dalam proses pengumpulan (collection) pajak bagi negara. Dalam prakteknya, wajib pajak pembayar penghasilan diberikan kewajiban untuk memotong dan menyetorkan pajak penghasilan terutang dari penghasilan mitra bisnis. Mengingat hal ini adalah kewajiban, oleh karena itu apabila tidak dijalankan akan mendapatkan sanksi. Sanksi maksimum adalah sejumlah pajak terutang ditambah denda 48% dari total pajak terutang.

Mengingat beratnya tanggung jawab dan konsekwensi yang harus ditanggung oleh para wajib pajak pemberi penghasilan, oleh karena itu menjadi sangat penting untuk mengetahui regulasi terkini dari peraturan “witholding tax” dan aplikasinya. Dalam seminar withholding tax ini, peserta akan dibekali dengan regulasi terkini, aplikasi dan perencanaan pengelolaan “witholding tax” sehingga perusahaan tidak membayar pajak yang seharusnya beban pihak lain.

 

Manfaat Pelatihan:

  1. Peserta dapat memahami peraturan perpajakan dan perubahannya terkait dengan witholding tax di Indonesia.
  2. Peserta dapat menghitung berapa kewajiban pajak yang terutang atas setiap jenis transaksi bisnis.
  3. Peserta dapat menyusun SPT Witholding Tax dan menerbitkan Bukti Potong.
  4. Peserta dapat memberikan saran perbaikan dan argumentasi terkait dengan klausul kewajiban perpajakan dalam setiap pembuatan kotrak kerjasama dengan mitra bisnis.
  5. Peserta dapat menyusun perencanaan pajak sebagai langkah antisipatif untuk meminimalkan kewajiban perpajakan.
  6. Peserta dapat melakukan evalusi sendiri atas kepatuhan perpajakan terkait dengan witholding tax (self diagnosis).

 

Materi i Training Regulasi dan Aplikasi Withholding Tax Indonesia

Hari – Pertama

  1. Pajak Penghasilan Pasal 21/26
    1. Dasar Hukum dan Pengertian
    2. Subjek Pajak
    3. Objek Pajak dan Pengecualinnya
    4. Saat Terutang dan Tempat Terutang
    5. Mekanisme Penghitungan
    6. Pengurang Yang Diperbolehkan
    7. Penghasilan Tidak Kena Pajak (New)
    8. Tarif Pajak dan Penerapannya
    9. Perencanaan Pajak
    10. SPT PPh Pasal 21/26

Hari – Kedua

  1. Pajak Penghasilan Pasal 15
    • Dasar Hukum dan Pengertian
    • Subjek Pajak
    • Objek Pajak
    • Saat Terutang dan Tempat Terutang
    • Mekanisme Penghitungan
    • Tarif Pajak
  2. Pajak Penghasilan Pasal 22
    • Dasar Hukum dan Pengertian
    • Subjek Pajak
    • Objek Pajak
    • Saat Terutang dan Tempat Terutang
    • Mekanisme Penghitungan
    • Tarif Pajak
  3. Pajak Penghasilan Pasal 23/26
    • Dasar Hukum dan Pengertian
    • Subjek Pajak
    • Objek Pajak
    • Saat Terutang dan Tempat Terutang
    • Mekanisme Penghitungan
    • Tarif Pajak
    • SPT PPh Pasal 23/26
  4. Pajak Penghasilan Pasal 4(2) – Final
  • Dasar Hukum dan Pengertian
  • Subjek Pajak
  • Objek Pajak
  • Saat Terutang dan Tempat Terutang
  • Mekanisme Penghitungan
  • Tarif Pajak

 

Pengisian SPT Tahunan WP Badan & WP Orang Pribadi

Deskripsi Training Pengisian SPT Tahunan WP Badan & WP Orang Pribadi

Undang – undang Perpajakan menganut sistim self assessment, dimana Wajib Pajak diberi kepercayaan untuk menghitung, memperhitungkan, dan menetapkan besarnya jumlah Pajak Penghasilan yang terutang dan melaporkannya ke Kantor Pelayanan Pajak setempat setelah berakhirnya tahun pajak. Penetapan bentuk dan isi SPT tahunan PPH Wajib Pajak Badan yang menggunakan mata uang rupiah dan mata uang dollar Amerika Serikat diatur dalam peraturan Direktur Jenderal Pajak No. 39 / PJ / 2009 tanggal 2 Juli 2009.
Dengan menggunakan formulir SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Badan dan SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi yang dapat di download dari Internet, Wajib Pajak dapat mengisi SPT dan melaporkan serta mempertanggungjawabkan penghitungan dan / atau pembayaran pajaknya dengan mudah, cepat dan dan benar sebelum batas akhir waktu penyerahan laporan SPT . Melalui workshop ini peserta akan mendapat panduan dalam mengisi SPT dengan mudah, cepat dan benar dengan menggunakan komputer / lap top dalam format Excel

Tujuan Training Pengisian SPT Tahunan WP Badan & WP Orang Pribadi

  • Memandu peserta dalam memahami tata cara pengisian SPT sesuai peraturan Perpajakan ( UU No. 36 tahun 2008 yang berlaku mulai tanggal 1 Januari 2009 ) dan UU PPh No. 42 Tahun 2009 yang berlaku mulai tahun 2010
  • Setelah selesai mengikuti workshop peserta dapat dengan cepat, mudah dan benar dalam mengisi SPT, menghitung, memperhitungkan, dan menetapkan besarnya jumlah Pajak Penghasilan yang terutang

Materi Training Pengisian SPT Tahunan WP Badan & WP Orang Pribadi

SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Badan

POKOK BAHASAN :

  • Introduction Laporan Keuangan ( Balansheet dan Income Statement )
  • Sumber Data Pengisian SPT Tahunan PPH Wajib Pajak Badan
  • Pengisian Induk SPT Tahunan Tahunan Wajib Pajak Badan
  • Pengisian SPT Tahunan PPH Wajib Pajak Badan sesuai UU PPH No. 36 Tahun 2008
  • Penghitungan Penghasilan Netto Fiskal
  • Pengisian Harga Pokok Penjualan, Biaya Usaha Lainnya Dan Biaya Dari Luar Usaha
  • Pengisian Kredit Pajak Dalam Negeri
  • Pengisian PPH Final dan pewnghasilan yang tidak termasuk obyek pajak
  • Pengisian daftar penyertaan modal pada perusahaan afiliasi, pinjaman / utang dari pemwegang saham dan / atau perusahaan afilkiasi serta daftar pinjaman / piutang kepada pemegfang saham dan atau pereusahaan afiliasi
  • Perhitungan Kompensasi Kerugian
  • Pengisian lampiran -lampiran khusus SPT tahunan ( daftar penyusutan dan amortisasi fiskal serta penghitungan kompensasi kerugian fiskal
  • Study kasus Simulasi pengisian SPT Tahunan PPH WP Badan ( PPh Ps. 25 ) dengan menggunakan program MS Excel .

SPT Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi

POKOK BAHASAN :

  • Sumber Data Pengisian SPT Tahunan PPH Wajib Pajak Orang Pribadi
  • Introduction Bukti Potongan PPh Pasal 21
  • Pengisian SPT Tahunan PPH Wajib Pajak Orang Pribadi sesuai UU Perpajakan No. 16   (   UU PPh No. 36 tahun 2008 dan UU PPh No. 42 tahun 2009 )
  • Pengisian Formulir 1721 ( Induk SPT Tahunan PPh Pasal 21 )
  • Pengisian Formulir 1770, 1770 S dan 1770 SS
  • Pengisian Formulir 1721 – A, 1721 – A 1, 1721 – A 2, 1721 – B, 1721 – C
  • Study kasus Simulasi pengisian SPT Tahunan PPH WP Orang Pribadi ( PPh Ps. 21 ) dengan menggunakan program MS Excel .

Manajemen Perpajakan

Deskripsi Training Manajemen Perpajakan

Tidak sedikit perusahaan yang menganggap pajak sebagai biaya yang dapat menurunkan daya beli, cashflow dan return perusahaan, sehingga wajar bila kemudian pihak manajemen perlu menemukan strategi agar dapat dilakukan penghematan. Selama ini langkah penghematan dilakukan dengan memanfaatkan celah-celah dari undang-undang dan peraturan pajak (tax loophole). Hal ini memungkinkan dan dianggap sah sepanjang transaksi yang dilakukan masih dalam lingkup perpajakan yang berlaku. Oleh sebab itulah, agar perusahaan tidak terjebak pada penghindaran pajak (tax avoidance) yang illegal serta memiliki kecakapan manajerial dalam mengelola pajak maka mereka memerlukan penguasaan pada Manajemen Perpajakan (Tax Management).

Manajemen perpajakan dapat membantu untuk lebih efektif dan efesien dalam mengambil keputusan organisasi yang dapat mengurangi beban pajak yang ditanggung oleh perusahaan sehingga perusahaan dapat mencapai titik laba dan likuiditas yang optimal. Tujuan tersebut hanya akan dapat dicapai apabila fungsi-fungsi dari manajemen perpajakan di perusahaan dapat dilaksanakan, hal ini meliputi perencanaan pajak (tax planning), pelaksanaan kewajiban perpajakan (tax implementation), dan pengendalian pajak (tax control).

Tujuan Training Manajemen Perpajakan

  1. Memberikan pemahaman mendasar mengenai pentingnya manajemen perpajakan bagi perusahaan
  2. Memberikan pelatihan untuk memiliki ketrampilan dalam mengaplikasikan manajemen perpajakan di perusahaan
  3. Memberikan pelatihan untuk memiliki kecakapan problem solving pada persoalan pajak di perusahaan

Materi Training Manajemen Perpajakan

Ruang Lingkup Manajemen Perpajakan (Tax Management) :

  • Urgensi manajemen perpajakan bagi keuangan perusahaan
  •  Integrasi manajemen perpajakan pada kebijaksanaan perpajakan perusahaan (tax policy)
  • Alur kerja manajemen perpajakan ; perencanaan pajak (tax planning), pelaksanaan kewajiban perpajakan (tax implementation), dan pengendalian pajak (tax control)
  • Ketrampilan menganalisis informasi beban pajak perusahaan
  • Perancangan alternatif perencanaan manajemen perpajakan
  • Evaluasi pelaksanaan rencana manajemen perpajakan
  • Perbaikan model implementasi manajemen perpajakan

Manajemen Pajak untuk Pajak Penghasilan (PPh) Badan

  •  Subjek pajak badan
  •  Penghasilan kena pajak
  •   Aturan mendasar dalam menghitung pendapatan kena pajak
  • Penyusutan
  • Analisa biaya yang dapat dikurangi
  • Pemilihan alternatif dasar pembukuan dan tatacara pembukuan
  • Penjualan, tukar menukar, dan pengalihan aktiva
  • Penyertaan pada Perseroan Terbatas dalam Negeri
  • Strategi manajemen pajakan pada PPh Badan
  • Revaluasi Aktiva Tetap
  • Konfirmasi Kredit Pajak
  • Pengaruh pada kepemilikan hubungan istimewa
  • Rekonsiliasi Fiskal
  • Bentuk usaha tetap
  • Studi kasus persoalan pajak badan

Manajemen Perpajakan untuk Pajak Penghasilan (PPh)

  • Klasifikasi pajak penghasilan; PPh pasal 21, pasal 22, pasal 23, dan pasal 26
  • Objek dan bukan objek PPh
  • Tarif pajak dan strategi penghematan
  • PPh ditanggung perusahaan atau tunjangan pajak
  • Biaya jabatan dan pensiun
  • Tunjangan dan biaya perjalanan
  •  Ilustrasi perhitungan pajak PPh
  •  Pembuatan Faktur Pajak
  •    Studi kasus penyelesein persoalan PPh

Manajemen Perpajakan

Deskripsi Training Manajemen Perpajakan

Tidak sedikit perusahaan yang menganggap pajak sebagai biaya yang dapat menurunkan daya beli, cashflow dan return perusahaan, sehingga wajar bila kemudian pihak manajemen perlu menemukan strategi agar dapat dilakukan penghematan. Selama ini langkah penghematan dilakukan dengan memanfaatkan celah-celah dari undang-undang dan peraturan pajak (tax loophole). Hal ini memungkinkan dan dianggap sah sepanjang transaksi yang dilakukan masih dalam lingkup perpajakan yang berlaku. Oleh sebab itulah, agar perusahaan tidak terjebak pada penghindaran pajak (tax avoidance) yang illegal serta memiliki kecakapan manajerial dalam mengelola pajak maka mereka memerlukan penguasaan pada Manajemen Perpajakan (Tax Management).

Manajemen perpajakan dapat membantu untuk lebih efektif dan efesien dalam mengambil keputusan organisasi yang dapat mengurangi beban pajak yang ditanggung oleh perusahaan sehingga perusahaan dapat mencapai titik laba dan likuiditas yang optimal. Tujuan tersebut hanya akan dapat dicapai apabila fungsi-fungsi dari manajemen perpajakan di perusahaan dapat dilaksanakan, hal ini meliputi perencanaan pajak (tax planning), pelaksanaan kewajiban perpajakan (tax implementation), dan pengendalian pajak (tax control).

Tujuan Training Manajemen Perpajakan

  1. Memberikan pemahaman mendasar mengenai pentingnya manajemen perpajakan bagi perusahaan
  2. Memberikan pelatihan untuk memiliki ketrampilan dalam mengaplikasikan manajemen perpajakan di perusahaan
  3. Memberikan pelatihan untuk memiliki kecakapan problem solving pada persoalan pajak di perusahaan

Materi Training Manajemen Perpajakan

Ruang Lingkup Manajemen Perpajakan (Tax Management) :

  • Urgensi manajemen perpajakan bagi keuangan perusahaan
  •  Integrasi manajemen perpajakan pada kebijaksanaan perpajakan perusahaan (tax policy)
  • Alur kerja manajemen perpajakan ; perencanaan pajak (tax planning), pelaksanaan kewajiban perpajakan (tax implementation), dan pengendalian pajak (tax control)
  • Ketrampilan menganalisis informasi beban pajak perusahaan
  • Perancangan alternatif perencanaan manajemen perpajakan
  • Evaluasi pelaksanaan rencana manajemen perpajakan
  • Perbaikan model implementasi manajemen perpajakan

Manajemen Pajak untuk Pajak Penghasilan (PPh) Badan

  •  Subjek pajak badan
  •  Penghasilan kena pajak
  •   Aturan mendasar dalam menghitung pendapatan kena pajak
  • Penyusutan
  • Analisa biaya yang dapat dikurangi
  • Pemilihan alternatif dasar pembukuan dan tatacara pembukuan
  • Penjualan, tukar menukar, dan pengalihan aktiva
  • Penyertaan pada Perseroan Terbatas dalam Negeri
  • Strategi manajemen pajakan pada PPh Badan
  • Revaluasi Aktiva Tetap
  • Konfirmasi Kredit Pajak
  • Pengaruh pada kepemilikan hubungan istimewa
  • Rekonsiliasi Fiskal
  • Bentuk usaha tetap
  • Studi kasus persoalan pajak badan

Manajemen Perpajakan untuk Pajak Penghasilan (PPh)

  • Klasifikasi pajak penghasilan; PPh pasal 21, pasal 22, pasal 23, dan pasal 26
  • Objek dan bukan objek PPh
  • Tarif pajak dan strategi penghematan
  • PPh ditanggung perusahaan atau tunjangan pajak
  • Biaya jabatan dan pensiun
  • Tunjangan dan biaya perjalanan
  •  Ilustrasi perhitungan pajak PPh
  •  Pembuatan Faktur Pajak
  •    Studi kasus penyelesein persoalan PPh

</