Arsip Blog

OIL TRANSPORTATION PIPING

PENDAHULUAN

Oil Transportation Piping / Sistem transportasi saluran pipa liquid ataupun petroleum yang digunakan termasuk seluruh saluran pipa pembawa minyak mentah (kasar), produk petroleum, dan gas petroleum, terminal-terminal, tempat pembersihan, pabrik gas alam, dan pesanan dan tempat penerimaan. Termasuk juga tempat penampungan fasilitas gas dari petroleum cair pada saluran pipa tertutup, fabrikasi dari pipa dan sambungan, dan penggabungan saluran beberapa fasilitas perpipaan.

Pengkodean transporatsi saluran pipa minyak meliputi disain dan pembuatan tekanan vessel, tempat penyimpanan atau tangki-tangki, saluran pipa dengan logam dengan temperatur di atas 250 oF atau di bawah – 20 oF, casing, tubing, pipe used in oil or gas wells, oil gas separtors, crude oil production tanks, saluran pipa pembersihan petroleum, transmisi gas dan pipa distribusi, disain dan fabrikasi peralatan atau instrumen, atau heat exchanger.

Untuk mendukung sistem produksi yang memadai diperlukan tenaga kerja yang handal atau peningkatan keahlian tenaga kerja profesi Oil Transportation Piping.




TUJUAN TRAINING

Setelah  mengikuti pelatihan oil transportation piping ini peserta diharapkan memiliki :

  1. Pemahaman karyawan tentang pengetahuan sifat-sifat minyak
  2. Pemahaman karyawan tentang kerugian tekanan pada pipa
  3. Pemahaman karyawan tentang disain, pemilihan material, pembuatan dan perbaikan, pemeriksaan, dan pengetesan dari sistem transportasi minyak pada pipa.



MATERI TRAINING OIL TRANSPORTATION PIPING

  1. Properties of oils
  2. Friction loss in pipe
  3. Design conditions and criteria oil transportation piping
  4. Pressure design of piping components
  5. Selection and limitations of piping components
  6. Expansion, flexibility, support, and restraints
  7. Material and dimensional requirements
  8. Welding and installation
  9. Inspection and test
Iklan

Procurement For Mining Industry

Deskripsi Training Procurement For Mining Industry

Kesuksesan pengadaaan sangat dipengaruhi oleh strategi yang digunakan dalam pemilihan supplier ,proses pengiriman dan proses administrasinya. strategi pengadaan dapat didefinisikan sebagai suatu inisiatif yang direncanakan untuk mengoptimalkan pembelanjaan dengan memilih pemasok yang dapat menciptakan peningkatan pengetahuan dan nilai lebih dalam hubungan pelanggan-pemasok. Sacara teoritis kegiatan ini mudah,namun dalam prakteknya seringkali timbul permasalahan dalam proses pelaksanaannya, mulai dari perencanaan yang tidak terintegrasi, perubahan harga dan pasokan tersedia, seleksi supplier yang mengundang potensi fraud, miskomunikasi dengan supplier dan lainnya. Training ini khusus membahas strategi pengadaan untuk pertambangan dan migas .



Materi Training Procurement For Mining Industry

1. Procurement di mining industry

  • Karakteristik procurement di pertambangan dan migas
  • Siklus Procurement
  • Peraturan yang terkait

2. Procurement Principles

  • Prinsip dasar pembelian
  • Peran strategis pembelian
  • Struktur organisasi pembelian
  • Administrasi pembelian
  • Procurement plan
  • Purchase requisition

3. Supplier Relationship Management

  • Perbedaan antara SRM dan hubungan tradisional dengan Supplier
  • Jenis-Jenis relationship dengan Supplier
  • Mengelola relationship dengan supplier
  • Proses seleksi dan kualifikasi Supplier
  • Metode evaluasi kinerja Supplier

4. Metode Sourcing in mining industry

  • Identifikasi supplier
  • Klasifikasi supplier
  • Bid collection
  • Metode survey harga
  • Benchmarking

5. Teknik Menganalisa Penawaran

  • Membaca quotation serta terms and conditions
  • Survey lapangan
  • Sampling produk
  • Survey pasar
  • Bid comparison

6. e-Procurement

  • Konsep e-Procurement
  • E-Procurement flowchart
  • Seleksi Vendor IT
  • Arsitektur System e-Procurement
  • Interface modul
  • Security system
  • Evaluasi current system

7. Tender Management

  • Regulasi dan kebijakan tender
  • Dokumen dan administrasi tender
  • Pra kualifikasi dan pasca kualifikasi
  • HPS/OE
  • TKDN
  • Analisa dan evaluasi tender

8. Vendor Managed Inventory

  • Konsep VMI
  • Perbedaan VMI dengan JIT
  • Syarat pelaksanaan VMI
  • Penyusunan terms and conditions VMI

PTK 007 Revisi 2

Description Training Pedoman Tata Kerja (PTK 007 Revisi 2) 2015

PTK 007 Revisi II/2015 adalah tentang ketentuan umum Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa untuk seluruh KKKS di lingkungan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.

Outline Training Pedoman Tata Kerja (PTK 007 Revisi 2) 2015

BAB I      : Umum

  • Pengertian dan Istilah
  • Maksud dan Tujuan
  • Lingkungan Pengaturan Pengelolaan Rantai Suplai
  • Etika Pengelolaan Rantai Suplai
  • Kesehatan, Keselamatan Lingkungan Kerja dan Lindungan Lingkungan
  • Penafsiran

BAB II     : Kewenangan

  • Kewenangan Pelaksanaan Pengadaan
  • Kewenangan Pengelolaan Aset
  • Kewenangan Pengelolaan Kepabeanan
  • Kewenangan Pengelolaan Proyek

BAB III   : Pengawasan

  • Pengawasan Melekat
  • Pengawsan Fungsional
  • Penilaian Kinerja Kontraktor Kontrak Kerja Sama
  • Tindak lanjut Pengawasan

BAB IV   : Ketentuan Peralihan

Project Financing For Oil and Gas

Deskripsi Training Project Financing For Oil and Gas

Project Financing for Oil and Gas merupakan pembiayaan infrastruktur jangka panjang dan proyek-proyek industri berdasarkan arus kas yang diproyeksikan dari proyek. Biasanya, struktur pembiayaan proyek melibatkan sejumlah investor yang dikenal sebagai sponsor, serta sindikat bank atau lembaga pemberi pinjaman lainnya yang memberikan pinjaman kepada operasional proyek. Pembiayaan biasanya dijamin dengan seluruh aset proyek , termasuk kontrak menghasilkan pendapatan. Penyusunan pendanaan pada proyek berdasarkan arus kas merupakan pekerjaan yang membutuhkan perencanaan dan ketelitian. Pekerjaan ini tidak bisa sembarangan karena menyangkut kehidupan proyek.

 

Tujuan Training Project Financing For Oil and Gas

  • Mampu memahami project financing
  • Dapat menentukan apakah suatu proyek investasi sebaiknya didanai berdasarkan skema pendanaan proyek atau berdasarkan skema pinjaman konvensional
  • Mampu melakukan analisis resiko pembiayaan proyek
  • Mengetahui cara dan mampu melaksanakan evaluasi kelayakan suatu proyek investasi berdasarkan skema project financing

 

Materi Training Project Financing For Oil and Gas

  1. Project Finance Overview
  • Overview of Modern Project Finance for oil and gas
  • Definition of a project – the dist inguishing f atures The rationale for using project finance and trends What kinds of projects are financed
  1. Parties Involved in Project Finance for oil and gas
  • Sponsor
  • The Project Finance
  • Company
  • The Borrowing Entity
  • Financial Advisers
  • Technical Expert s & Consult ant s
  • Cont ract ors
  1. St ages in t he Project Finance for oil and gas
  • Stage 1: The Feasibility Study
  • Stage 2: Planning
  • Stage 3: Arranging and Struct uring the Finance
  • Stage 4: Monitoring the Financing
  1. Project Analysis
  • Market Analysis
  • Technical Analysis
  • Financial Analysis
  • Economic Analysis
  1. Project Finance Risks
  • Classif icat ion and ident if i
  • cation of risks Risk Matrices
  • Risk allocat ion and mitigation
  1. Project Evaluat ion & Select ion/Decision Cash f low
  • discount ed cash f low Discount rate
  • Present value
  • Net present
  • value IRR
  • Prof it ability index
  1. Sources of Funding
  • Types of equit y and debt Methods of obtaining f inance
  • Structure of capital markets Int ernat ional issues
  • Bond issues and securitisation
  1. Project documentation
  • Underlying Documents
  • Finance documens
  • Securit y documents
  • Supporting Documentation
  • Expert s’ Report s and Legal Opinions
  1. Conducting a Full Day Case Study (in group) in Project Financing for oil and gas
  • Choosing Case Study Topic
  • Scenario Case Study
  • Creating Project Feasibility Study – Non Financial aspects
  • Creating Project Feasibility Study – Complete Financial aspect using spreadsheet / toolkit
  • Conducting Presentation of Case Study & Discussion

COATING SYSTEM AND PROTECTION CORROSION

PENDAHULUAN TRAINING COATING SYSTEM AND PROTECTION CORROSION:

Korosi secara ekonomi sangat merugikan sehingga korosi dipandang menjadi masalah serius  bagi kontruksi. Dibidang korosi persolaan yang muncul adalah bagaimana menganalisis, mencegah dan mengontrol korosi agar secara ekonomi tidak merugikan. Korosi adalah kerusakan material suatu produk atau komponen mesin dan peralatan yang disebabkan oleh reaksi kimia atau elektro kimia dengan lingkungannya. Lingkungan yang basah atau lembab seperti tercelup dengan air, tetesan embun di atas baja atau besi mempermudah terjadinya korosi. Begitu juga terjadinya reaksi kimia yang melibatkan perpindahan elektron (reaksi oksidasi dan reduksi). Oleh karena perlu dilakukan pengurangan yang bersifat pencegahan terhadap timbulnya korosi.

Korosi dapat menyerang logam atau material bukan logam dengan sangat cepat atau lambat. Dalam kondisi demikian hal yang penting adalah bagaimana menghambat, mencegah terjadinya korosi tersebut.  Oleh karena itu hal yang terpenting bagi parencana industri adalah bagaimana meminimasi biaya maintenance, efek pencemaran lingkungan yang terjadi, kontaminasi produk, dan pengaruh terhadap keamanan dan kelayakan lingkungan.

Untuk mendukung sistem produksi yang memadai diperlukan tenaga kerja yang handal atau peningkatan keahlian tenaga kerja profesi Coating System and Protection of Corrosion.



TUJUAN TRAINING COATING SYSTEM AND PROTECTION CORROSION:

 Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan memiliki pemahaman lebih tentang pengetahuan dan keahlian melakukan proses coating system and protection of corrosion.



MATERI TRAINING COATING SYSTEM AND PROTECTION CORROSION:

  1. Coal tar, bitumen and asphalt.
  2. Polyethylene coating.
  3. Epoxy coating.
  4. Concrete wight coating.
  5. Process tin coating.
  6. Product specification.

BEARING AND OIL LUBRICATION FOR MACHINERY

OUTPUT TRAINING:

  1. Pemahaman tentang pengetahuan karakteristik bantalan dan pelumas.
  2. Keahlian dalam memilih bantalan, dan pelumas yang tepat sesuai dengan persyaratan.

 

CAKUPAN MATERI TRAINING:

  1. Bantalan (Bearing)

– Jenis dan sifat bantalan

– Teknik merakit dan memasang bantalan

– Clearance bantalan

– Inspeksi bantalan

– Pemilihan jenis dan umur bantalan

  1. Sistem pelumasan

– Macam sistem pelumasan

– Pelumas dan pemakaiannya

– Viskositas pelumas

– Standar dan pemilihan pelumas

– Standar grease dan pemakaiannya

ITAM: IT Based Asset Management

Deskripsi Training ITAM: IT Based Asset Management

Aset adalah barang atau benda yang terdiri dari benda tidak bergerak dan benda bergerak baik yang berwujud (tangible) dan tidak berwujud (intangible) yang tercakup dalam aktiva/kekayaan perusahaan. Pengelolaan Aset (kekayaan) Perusahaan merupakan hal yang sangat penting karena untuk memantau dan menghitung serta memanfaatkannya secara optimal. Training ini akan membahas menganai Manajemen Aset berbasis Teknologi Informasi.

 

Tujuan Training ITAM: IT Based Asset Management

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami pentingnya pengelolaan aset secara profesional dan terintegrasi.
  2. Mengaplikasikan praktek IT terbaik untu melacak aset.
  3. Melakukan pengambilan keputusan dalam pengelolaan aset, sehingga lebih efisien, mengurangi pemborosan/kerugian, mencegah hilangnya aset serta mecegah konflik karena aset.
  4. Memahami implementasi sistem informasi manajemen aset di Perusahaan tempat bekerja.

 

Materi Training ITAM: IT Based Asset Management

  1. Konsep Dasar Manajemen Aset dan Ruang lingkup Manajemen Aset
  2. Perencanaan Manajemen Aset:       prosedur perencanaan kebutuhan aset       dan penganggarannya
  3. Managing mobile device in the enterprise
  4. BYOD (Bring Your Own Device)
  5. CYOD (Choose Your Own Device)
  6. Software Optimization
  7. MSP dan CSPs
  8. Beyond SAM tools
  9. Using virtual team for effective ITAM
  10. Building resiliency to ITAM

Aset Rumah Sakit

Deskripsi Training Aset Rumah Sakit

Aset  adalah barang atau benda yang terdiri dari benda tidak bergerak dan benda bergerak baik yang berwujud (tangible) dan tidak berwujud (intangible) yang tercakup dalam aktiva/kekayaan Rumah Sakit . Pengelolaan Aset (kekayaan) Rumah Sakit merupakan hal yang sangat penting karena  untuk memantau dan menghitung serta memanfaatkannya  secara optimal. Manajemen asset berfungsi untuk informasi perjalanan asset secara keseluruhan, memuat berapa banyak aset dan biayanya, pemanfaatan, kondisi dan pemeliharaan serta lokasi penyimpanan. Hal ini juga berfungsi untuk  mencegah dari hilangnya asset, perhitungan pajak dan depresiasi.

Banyak Rumah Sakit masih menganggap Manajemen Aset secara fisik  hanyalah sekedar instrumen pengelolaan daftar aset, serta pencatatan oleh bagian accounting. Anggapan yang kurang tepat lainnya adalah bahwa pengelolaan fisik aset sepenuhnya sudah diserahkan kepada Bagian umum , padahal baik daftar aset maupun pengelolaan aset fisik hanyalah bagian kecil dari Physical Asset Management.

 

Tujuan Training Aset Rumah Sakit

  1. Menjelaskan kepada peserta mengenai pentingnya pengelolaan aset dilakukan secara profesional dan terintegrasi.
  2. Membekali peserta terkait dengan pengelolaan aset secara terintegrasi mulai dari planning, pengadaan, verifikasi, pencatatan, layout, pergudangan, pemeliharaan, sistem informasi aset, serta monitoring dan evaluasi.
  3. Membekali peserta metode pengambilan keputusan dalam pengelolaan aset, sehingga lebih efisien, mengurangi pemborosan/kerugian, mencegah hilangnya aset serta mecegah konflik karena aset.
  4. Membekali peserta implementasi sistem informasi manajemen aset di Perusahaan tempat bekerja.

 

Materi Training Aset Rumah Sakit

  1. Konsep Dasar Manajemen Aset dan Ruang lingkup Manajemen Aset Rumah Sakit
  2. Perencanaan Manajemen Aset:  prosedur perencanaan kebutuhan aset  dan  penganggarannya
  3. Pengadaan Aset (Procurement): sistem dan prosedur pengadaan aset : swakelola/ outsourcing, penyimpangan dalam pengadaan, pengawasan pengadaan, formulir –formulir prosedur pengadaan.
  4. Manajemen Penggudangan Aset (Warehousing): prosedur penerimaan, verifikasi, pendistribusian dan prinsip penyimpanan aset dan formulir inventarisasi asset di Gudang.
  5. Kodifikasi dan Sistem informasi Asset: Perencanaan kodifikasi dan SIM
  6. Manajemen Keuangan Aset dan Penilaian Aset Rumah Sakit
  7. Pengukuran dan Evaluasi Aset Rumah Sakit
  8. Pemeliharaan dan pengawasan aset Rumah Sakit
  9. Sumberdaya Manusia  dalam Penanganan Aset Perusahaan: Struktur Organisasi Manajemen Aset,    Pengaturan Tugas dan Wewenang Pengelolaan Aset, dan Mengatasi Konflik Terkait dengan Aset.
  10. Administrasi dan database aset Rumah Sakit
  11. Metode Lelang dan Penghapusan Aset Rumah Sakit
  12. Case Study secara detail : kasus-kasus riil di lapangan dan solusinya

ASSET RECOVERY MANAGEMENT

Training Background Asset Recovery Management

The Asset Recovery Management course is designed specifically for the executives in the organization and for those who have asset management responsibilities.

This course teaches the participants the methods in identifying vulnerabilities and takes appropriate countermeasures to prevent and mitigate failure risks for an organization. It also provides the networking professional with a foundation in asset recovery management, including preparation of a disaster recovery plan, assessment of risks in the enterprise , development of policies, and procedures, and understanding of the roles and relationships of various members of an organization, implementation of the plan, and recovering from a disaster. This course takes an enterprise-wide approach to developing an asset recovery management plan.

As we know that asset recovery management is include: Prevention -> Response -> Resumption -> Recovery -> Restoration

The course is designed to support the executives to expand their understanding of information technology (IT) and provide practical view in conducting asset recovery management.

This course deals with how can the executives achieve an appropriate balance between realizing opportunities for gains while minimizing losses. It is an integral part of good management practice and an essential element of good corporate governance.

Participants will be expected to gain a working understanding of how to identify reference and implement security management and control policies, standards and related asset recovery management. Regarding the latter, the objective is to learn how to identify and interpret the requirements of the standards and. implement the standards in asset recovery.

Each class session will include discussion on asset recovery management practice, control or audit issues that participants   should be familiar with.

 

Training Objectives Asset Recovery Management

The course has been designed to enhance the skill and insights in the area of asset recovery management practice, especially in relation to the practice and implementation in their day-to-day operation. The training shall provide the participant with the following capabilities:·        Have thorough understanding of good asset recovery management practice within the scope and framework of Best Practice of Asset management·        Enhanced knowledge and skill in dealing with the operational issues as related to asset management recovery within day-to-day installation operation and risk management

  • Enhance capability to implement tool for identifying, analyzing, eradicating and communicating the risks within the cycle of risk management
  • Support the attainment of organizational business objectives by providing comprehensive perspective of asset risk management to the executive management of the organization

·        Capability in assuring the level of alignment between asset management and organization business in the drive to achieve organization’s objectives

 

Contents Asset Recovery Management

  1. Understanding the risks
  2. Stakeholders and their role
  3. Governance, Good Practice, Standards, Regulation and the Law
  4. Culture, Strategy, Performance, Risk and Business Continuity,
  5. The Business Continuity Management Cycle
  6. The business impact analysis (BIA)
  7. The business impact analysis: a hitch hikers guide
  8. Application and uses of BIA information
  9. Technology exposures and continuity
  10. Dependency Management: Supplier Management, Outsourcing and Business Support
  11. Other applications for business continuity tools and principles
  12. The role of People
  13. The values of insurance products in a crisis situation
  14. Communications in a crisis
  15. Relationships with Emergency and Governmental Services
  16. Rehearsals and exercising of plans and risk decision making.
  17. Maintenance, Benchmarking, Assurance and Audit
  18. The continuity plan and its role

 

MANAJEMEN ASET GARDU DISTRIBUSI DAN KUBIKEL 20 KV

Deskripsi Manajemen Aset Gardu Distribusi dan kubikel 20 KV

Pelatihan ini disusun berdasarkan kebutuhan pengetahuan dan pengendalian yang berkaitan dengan pengelolaan Aset Trafo dan Kubikel Distribusi sesuai dengan ketentuan yang berlaku di PT PLN (Persero).

Tujuan Manajemen Aset Gardu Distribusi dan kubikel 20 KV

Setelah mengikuti pelatihan ini peserta mampu mengelola Aset Gardu Distribusi dan Kubikel secara efektif dan efisien sehingga dapat meningkatkan pencapaian kinerja perusahaan dan kepuasaan pelanggan dengan baik dan benar sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku di PT PLN (Persero).

 

Materi Manajemen Aset Gardu Distribusi dan kubikel 20 KV

  1. Konsep Manajemen Aset Distribusi
  2. Transformator Distribusi
  3. Konstruksi Gardu Distribusi
  4. Sistem Informasi Gardu Distribusi
  5. Inspeksi dan Penilaian Resiko Gardu Distribusi
  6. Pemeliharaan Gardu Distribusi
  7. Kubikel 20 KV
  8. Inspeksi dan Penilaian Resiko Kubikel 20 KV
  9. Pemeliharaan Kubikel 20 KV
  10. Pengoperasian Trafo dan Kubikel 20 KV
  1. Risk assessment
  • Defining risk in a due diligence context
  • Risk as a financial concept
  • Establishing a risk threshold
  • Risk assessment methods
  • Identifying the risks in our target
  1. Data Management
  • Identifying sources of information
  • Information hazards and pitfalls
  • Data gathering areas and choices; Systems, Process, Sampling, Documentation, Interviews
  1. Administering the process
  • Confidentiality and record keeping
  • Communications management
  • Reporting
  • Action planning and timing
  1. Case study

MANAJEMEN ASET INFRASTRUKTUR

Deskripsi Training Manajemen Aset Infrastruktur 

Infrastruktur merupakan sarana dan prasarana penunjang utama terselenggaranya kegiatan. Contoh infrastruktur antara lain jalan, jembatan, gedung, dermaga, bandara, dan lain-lain, yang tentunya sangat penting dalam menunjang berbagai aktivitas. Infrastruktur yang handal sangat diperlukan karena menjadi ukuran keberhasilan pengelola dan juga sudah menjadi tuntutan pengguna. Meskipun demikian, masalah infrastruktur sangat kompleks, dari pembangunan, pengelolaan, maintenance hingga keterbatasan dana. Untuk itu manajemen aset infrastruktur diperlukan agar dapat dilakukan pengelolaan infrastruktur yang baik.

 

Materi Training Manajemen Aset Infrastruktur 

  • Aset infrastruktur
  • Rencana Manajemen Aset Infrastruktur
  • Inventory aset & Penilaian Kondisi Aset
  • Standar Tingkat Pelayanan Aset
  • Strategi dan kebijakan Pengelolaan Aset
  • Financing Strategy

Manajemen Aset dan Implementasi SIM Aset

Deskripsi Training Manajemen Aset dan Implementasi SIM Aset

Perusahaan pasti memiliki kekayaan berupa barang atau benda bergerak dan tidak bergerak baik yang berwujud (tangible) dan tidak berwujud (intangible) yang sering disebut dengan aset perusahaan. Pengelolaan terhadap aset yang dimiliki perlu dilakukan untuk memantau dan menghitung serta memanfaatkannya secara optimal. Tetapi tidak sedikit yang menganggap bahwa aset yang dimiliki hanyalah sekedar pengelolaan daftar aset dan pencatatan bagian accounting saja, Maka dari itu perlu dilakukan training tentang manajemen aset yang baik sebagai informasi perjalanan asset secara keseluruhan, memuat berapa banyak aset dan biayanya, pemanfaatan, kondisi dan pemeliharaan serta lokasi penyimpanan. Hal ini juga berfungsi untuk mencegah dari hilangnya asset, perhitungan pajak dan depresiasi.

Tujuan Manajemen Aset dan Implementasi SIM Aset

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami pentingnya pengelolaan aset secara profesional dan terintegrasi.
  2. mengaplikasikan pengelolaan aset secara terintegrasi mulai dari planning, pengadaan, verifikasi, pencatatan, layout, pergudangan, pemeliharaan, sistem informasi aset, serta monitoring dan evaluasi.
  3. Melakukan pengambilan keputusan dalam pengelolaan aset, sehingga lebih efisien, mengurangi pemborosan/kerugian, mencegah hilangnya aset serta mecegah konflik karena aset.
  4. Memahami implementasi sistem informasi manajemen aset di Perusahaan tempat bekerja.

Materi Manajemen Aset dan Implementasi SIM Aset

  1. Konsep Dasar Manajemen Aset dan Ruang lingkup Manajemen Aset
  2. Perencanaan Manajemen Aset: prosedur perencanaan kebutuhan aset dan penganggarannya
  3. Pengadaan Aset (Procurement): sistem dan prosedur pengadaan aset : swakelola/ outsourcing, penyimpangan dalam pengadaan, pengawasan pengadaan, formulir –formulir prosedur pengadaan.
  4. Manajemen Penggudangan Aset (Warehousing): prosedur penerimaan, verifikasi, pendistribusian dan prinsip penyimpanan aset dan formulir inventarisasi asset di Gudang.
  5. Kodifikasi dan Sistem informasi Asset: Perencanaan kodifikasi dan SIM
  6. Manajemen Keuangan Aset dan Penilaian Aset
  7. Pengukuran dan Evaluasi Aset
  8. Sumberdaya Manusia dalam Penanganan Aset Perusahaan: Struktur Organisasi Manajemen Aset, Pengaturan Tugas dan Wewenang Pengelolaan Aset, dan Mengatasi Konflik Terkait dengan Aset.
  9. Metode Lelang dan Penghapusan Aset
  10. Case Study : kasus-kasus riil di lapangan dan solusinya

General Affairs (GA) activity

Deskripsi :

Divisi GA atau Biro Umum atau Biro Kesekretariat adalah suatu unit yang memberikan service atau pelayanan unit kerja atau divisi lain. Bisa disebut bahwa GA melayani hamper seluruh unit kerja di perusahaan dalam hal administrasi maupun hal-hal yang bersifat teknis

Walaupun pekerjaannya kompleks seorang petugas GA bahkan manajernya sering merasa menjadi warga kelas 2 di dalam perusahaan. Padahal fungsi  di Perusahaan merupakan fungsi yang sibuk dengan tugas-tugas yang rutin dan kompleks.

Hal ini terjadi karena individu-individu di unit GA / General Affairs sering tidak memahami fungsi dan tugasnya serta kurang bekerja secara professional

Training  ini dirancang agar peserta lebih memahami tugas dan peran GA di dalam perusahaan dan dapat melakukan tugas-tugasnya secara professional dalam mendukung dan berkontribusi maksimal dalam mencapai sasaran perusahaan.      

Materi Training General Affairs (GA) activity:

Peran dan Tugas General Affairs Officer (GA)

  • General Affairs sebagai tulang punggung kegiatan Perusaahan
  • General Affairs, Biro Umum dan kesekretariatan
  • Peran dan Tugas seorang General Affairs manager

Komunikasi Intern dan Extern

  • Komunikasi Organisasi
  • Komunikasi Interpersonal dalam tugas
  • Negosiasi untukkelancaran tugas

Decision Making Technique untuk GA Activity

  • Permasalahan-permasalahan kegiatan GA – General Affairs
  • Teknik effektif dalam mengatasi masalah GA – General Affairs

Aktifitas GA dan Teknik pelaksanaannya

  • Aktifitas Internal
  • Aktifitas eksternal
  • Kiat-kiat sukses dalam pelaksanaannya

Strategy Monitoring aktifitas GA – General Affairs

  • Security Control System
  • Equipment Maintenance System
  • Event Organizing Technique for Organization Event

General Affairs Professional

Deskripsi General Affairs Professional

Sesuai namanya, divisi General Affair (GA) atau Divisi Umum merupakan supporting unit yang bertujuan memberikan pelayanan-pelayanan kepada unit-unit kerja lain. Bahkan pada umumnya, GA melayani seluruh unit kerja di perusahaan (bersifat shared service) dalam hal administrasi dan pengelolaan pelayanan rutin kantor.

General Affairs adalah supporting unit yang dibutuhkan oleh sebuah perusahaan untuk mengurus berbagai hal keperluan perusahaan/organisasi/instansi. General Affair mengemban tugas yang cukup banyak dan rumit, sehingga mungkin akan banyak menimbulkan masalah bila tidak di atur dengan sedemikian rupa, untuk itu perlu manajemen yang baik dan tepat dalam pengelolaannya.

Keberadaan divisi General Affair berbeda pada tiap perusahaan, ada yang berada dibawah HRD dan ada juga yang bediri sendiri. Ruang Lingkupnya bervariasi. Pada umumnya mereka mengurus fasilitas dan maintenance gedung, keperluan fasilitas dan alat-alat kantor, kendaraan kantor, perijinan, perundangan, gangguan, kebakaran, kesehatan karyawan, safety dan keamanan, penerimaan tamu , permasalahan ketenagakerjaan (industrial relation) , Permasalahan atau kegiatan yang berhubungan dengan Tanggung Jawab Perusahaan terhadap masyarakat sekitarnya (community development / corporate social responsibility), memanage Penghargaan Terhadap Karyawan (rewards), outbound, event khusus, mencari tenaga kerja baru (recruitment), dan banyak hal lain yang belum disebutkan.

Untuk itu butuh skill yang memadai untuk mengelola semua hal tersebut, melalui training peserta akan diberikan pemahaman dan pengetahuan dari trainer/praktisi yang telah mengelola General Affair dengan baik.



Tujuan dan sasaran program General Affairs Professional

  1. Memahami Defenisi, Tugas, Fungsi dan Tanggung Jawab General Affair (GA) dalam perusahaan guna mencapai sasaran yang telah ditetapkan.
  2. Memahami dan mampu memberikan service excellence kepada semua Internal & External Customer.
  3. Memahami dan menguasai semua bisnis proses GA
  4. Mampu menganalisa kinerja GA serta menetapkan area yang masih memerlukan peningkatan dengan cara menganalisa masalah yang sering dihadapi General Affairs.

Mampu menetapkan kompetensi minimal yang harus dimiliki oleh profesional General Affairs



Materi / Outline General Affairs Professional

  • Defenisi, Tugas, Fungsi dan Tanggung Jawab General Affair (GA)
  • Kompetensi Minimal Profesional GA
  • Job Description General Affair
  • Bisnis Proses GA dan KPI GA
  • Area Tanggung Jawab GA
    • Building Management, Asset management
    • Keamanan / Security dan ketertiban, kebersihan
    • Kendaraan perusahaan dan fasilitas pool
    • Perijinan, dan kehumasan, operasional, dll
    • Perizinan Tenaga Kerja Asing
    • Cleaning Service dan penanganan limbah
    • Recepsionist dan operator telepon, serta keluar masuk Tamu
    • Kantin, Laundry & Mess Perusahaan
    • Alat Tulis Kantor (ATK)
    • Penanganan Listrik, Air dll.
    • Pelaksanaan event khusus
    • Pengelolaan Cleaning Service & Office Boy / Office Girl
    • Outsourcing Management / Labour Suply
    • Penanganan tamu Penting (Tamu VVIP, VIP, Instansi Pemerintah, Auditor Perusahaan, Demonstrasi / Unjuk Rasa)
  • Service Excellence
  • Komunikasi internal & Eksternal
  • PProblem Solving dalam area GA

GENERAL AFFAIR MANAGEMENT DEVELOPMENT

CAKUPAN MATERI TRAINING GENERAL AFFAIR MANAGEMENT DEVELOPMENT:

  1. fungsi  dan peran general affair di organisasi dalam mendukung sasaran dan pelaksanaan strategi organisasi
  2. fungsi dan peran General Affair (GA) dilihat dari sisi proses dan sistem
  3. memahami layanan sebagi kunci keberhasilan dalam melayani organisasi/operasional fungsi
  4. mencari penyebab masalah yang sering timbul dalam: pengurusan perijinan,akomodasi tamu/karyawan,fasilitas /jaminan.
  5. manetapkan kompetensi yang diperlukan oleg profesional General Affair (GA)

General Affairs Development Program

Seminar/Training Description General Affairs Development Program

            Salah satu hal yang banyak dikeluhkan oleh orang GA adalah perasaan kurang dihargai hasil pekerjaannya, padahal mereka merasa sudah memberikan seluruh waktu, tenaga dan pikirannya. Bisa jadi ini benar. Tetapi masih ada hal lain yang kurang disadari dalam memberikan pelayanannya yaitu kurangnya sentuhan pada unsur kenyamanan dan keamanan kerja. Misalnya pemilihan furniture yang bagus dari tampilannya tetapi membuat orang yang duduk cepat capek, system penerangan yang terlalu terang atau terlalu redup sehingga mata cepat lelah, pendingin ruangan yang justru membuat orang yang berada di dalamnya merasa kedinginan dan lain sebagainya. Begitu juga dalam menghadapi internal customer yang biasanya tidak sabaran, suka protes, mendikte, seolah-olah menjadi bossnya dan lain sebagainya.

          Karena begitu beragamnya tugas pelayanan GA sehingga mau tidak mau professional GA harus membekali diri dengan berbagai ilmu yang berkaitan dengan tugas pekerjaannya, misalnya pengetahuan tentang transportasi, pengelolaan asset, house keeping, pengurusan perijinan, Ergonomi, komunikasi inter personal dan lain-lain.

Khusus tentang Ergonomi, ini adalah pengetahuan yang membahas tentang kesesuaian antara alat kerja, sarana dan tempat kerja serta manusia yang menggunakan alat & sarana tersebut, sehingga orang yang bekerja dapat mencapai effektifitas & effisiensi kerja, aman dan nyaman dalam waktu yang relative cukup lama.

Training Objective General Affairs Development Program

Setelah mengikuti pelatihan ini peserta akan :

  • Memahami fungsi dan peran General Affairs didalam organisasi dalam mencapai sasaran serta melaksanakan strategi organisasi
  • Lebih memahami arti dan fungsi dukungan pelayanan yang diinginkan oleh perusahaan maupun oleh “internal customer”
  • Memahami pentingnya proses dan system dalam meningkatkan mutu pelayanan yang diberikan oleh General Affairs
  • Mampu menganalisa kinerja General Affairs serta menetapkan wilayah mana saja yang memerlukan peningkatan agar sesuai dengan tujuan yang diharapkan
  • Mengetahui serta memahami non functional management yang minimal harus dikuasai dalam posisinya sebagai seorang manager.



Pokok Bahasan Training General Affairs Development Program :

  1. Fungsi dan peran General Affairs di organisasi dalam mendukung sasaran strategi organsiasi
  2. Jenis layanan yang menjadi tugas & tanggung jawab General Affairs
    • Building Management
    • Pelaksanaan keamanan dan ketertiban
    • Pengurusan kendaraan perusahaan dan fasilitas pool
    • Pengurusan Tenaga Kerja Asing
    • Cleaning Service dan penanganan limbah
    • Recepsionist dan operator telepon
    • Kantin
    • Alat Tulis Kantor
    • Insurance Management
  3. Mengidentifikasi kunci keberhasilan General Affairs sebagai fungsi pendukung dalam melayani organisasi & internal customer.
  4. Menilai kinerja General Affairs dari sisi proses dan sistem
  5. Menerapkan kebijakan kedalam sistem di General Affairs
  6. Memahami pentingnya good interelationship untuk profesional General Affairs
  7. Menghadapi internal customer yang sulit
  8. Meningkatkan kinerja dan citra General Affairs
  9. Sepuluh Pekerjaan Utama General Affairs yang harus dikuasai
  10. Ergonomi dan hubungannnya dengan pelayanan General Affairs
  11. Tidak ada pelayanan yang setengah hati
  12. Kunci Sukses General Affairs
  13. Kompetensi yang dibutuhkan bagi profesinal GA
  14. Menyiasati agar pekerjaan GA dapat diperhitungkan.

General Affair Excellence

Pengantar Training General Affairs

Tata kelola fasilitas kantor atau disebut Facility Management (FM) telah lahir dan berkembang menjadi salah satu sektor industri jasa yang sangat cepat perkembangannya. Walaupun demikian ruang  lingkup  dan  posisinya  masih  saja  belum  jelas.  Hal  ini  terbukti  dari  ketiadaan  kejelasan definisi baku dari FM dan juga masih banyaknya perdebatan dalam menentukan besarnya ruanglingkup dari FM itu sendiri.

Training  ini  merupakan  training  dasar  yang  bertujuan  untuk  membekali  para  pegawai  yang memiliki  tugas  untuk  mengelola  fasilitas  kantor  memahami  tanggung  jawabnya  dan  apa  yang harusnya di  capai.  Selama ini  tata kelola fasilitas  kantor berada di  bawah  kewenangan  Bagian Umum atau juga dikenal sebagai General Affairs sebelum organisasi cukup besar untuk memiliki fungsi FM sendiri.

Training ini akan membahas definisi dari fasilitas management itu sendiri dan juga apa saja yang harus diketahui oleh para pegawai General Affairs untuk memenuhi tugasnya dan berkontribusi dalam kemajuan perusahaan.

Sasaran Belajar Training General Affairs – Facility Management

  • Memahami definisi dari Fasility Management (FM)
  • Memahami apa yang harus dilakukan untuk mengelola fasilitas kantor dengan benar dan effektif.
  • Memastikan ekpektasi organisasi terpenuhi.
  • Memastikan  pegawai  memiliki  sarana  untuk  memonitor  performa  dari  vendor  maupun fasilitas – fasilitas kantor lainnya.

 

Outline General Affairs – Facility Management

Definisi dari Facility Management (Definition of Facility Management)

  1. PengertianDasar (Basic Understanding)
  2. Kategoriumum pada Facility Management (Category of Facility Management)
  3. Pekerjaan operasional dari Facility Management (Operational of Facility Management in General Affairs unit)
  4. Ruanglinkup di unit General Affairs (Scope of Facility Management function in General Affair Unit)
  5. Hasil/performa yang  diharapkan  dari  General  Affairs  Unit  (Expected  Deliverable  from General Affair)
  6. Carakontrol dan monitor untuk mendapatkan hasil/performa yang diharapkan (Necessary monitoring dan control)
  7. Tantangan yang terjadi sehari – hari (Possible challenge)
  8. Kesimpulan (Conclusion)

 

General Affair Management

Deskripsi Training General Affair Management

Tidak sedikit yang beranggapan bahwa divisi General Affair (Bagian Umum) tidak cukup penting. Jika dilihat dari tugas kerja divisi general affair, maka divisi ini juga memiliki pengaruh yang besar pada jalannya kegiatan dalam perusahaan. Tanggung jawab dari divisi general affair adalah mendukung seluruh kegiatan operasional kantor dengan melakukan pengadaaan peralatan kantor dan fasilitas kantor dengan cepat, berkualitas dan sesuai dengan anggaran yang telah disediakan. Selain melakukan pengadaan, divisi general affair juga melakukan perawatan pada fasititas kantor dan aktivitas lain yang mendukung kelangsungan dan kelancaran aktivitas kantor. Sehingga divisi general affair perlu memiliki kemampuan menyeluruh dari fungsi administrasi, ilmu teknis, dan fungsi supervisi untuk mencapai hasil yang optimal.



Tujuan Training General Affair Management

  1. Memberi pemahaman tentang tanggung jawab dan tugas divisi General Affair sehingga peserta dapat meingkatkan kinerjanya.
  2. Memberikan pemahaman tentang masalah- masalah yang mungkin timbul dalam divisi General Affair dan bisa menyelesaikan masalah- masalah tersebut.

 

Materi Training General Affair Management

General Affair

  • Definisi General Affair
  • Tugas dan fungsi General Affair
  • Tanggung Jawab General Affair

Aspek dan ruang lingkup general affair
Komunikasi internal dan eksternal
Masalah yang akan timbul di dalam General Affair

  • Antisipasi masalah
  • Penyelesaian masalah

Menetapkan kompetensi General Affair

General Affair -Facility Management

Deskripsi

Facility management, office management, house keeping, building management, merupakan dasar dari berkembangnya suatu fungsi, yakni general affair (GA) management. Sukses usaha pada abad ke-21 sangat erat terkait dengan kemampuan organisasi mengendalikan pengguna dan aktivitas kerjanya pada lingkungan fisik yang efisien perkantoran yang efektif dan optimal.

Faktor teknologi baru, keamanan, serta kenyamanan dan kesehatan kerja merupakan salah satu tinjauan utama bidang ini, disamping tolok ukur produktivitas dan efektivitas pengendalian biaya. GA management mengintegrasikan prinsip administrasi bisnis, ilmu teknis, dan perilaku manusia dalam mencapai produktivitas usaha yang optimal. Fungsi yang lebih dari sekedar “bagian umum” pada akhirnya akan menjadikan profesional di bidang GA memiliki nilai kontribusi tinggi di mata perusahaan.

 

Materi bahasan General Affair :

  • Apa itu Facility Management – General Affair Management
  •  Strategi Modern Tempat Kerja
  • Mengukur Kinerja Kantor – Facility Performance Evaluation
  • BPE (Building Performance Evaluation Model)
  • Lingkup Penugasan General – Facility Management
  • Standar dan Pengendalian Sistem Operasional Bangunan Fisik
  • Panduan Teknis Terkait Fasilitas
  • Disaster Recovery Planning

Facility Management

Deskripsi Training Facility Management

Salaha satu kunci sukses usaha pada abad ke-21 sangat erat kaitannya dengan kemampuan organisasi dalam mengendalikan sarana dan prasarana yang dimiliki berdasarkan dengan kondisi kerja dan lingkungan kerja yang dilandasi dengan kebutuhan kerja. Facility management (FM) mengintegrasikan prinsip ilmu teknis, administrasi bisnis dan perilaku manusia dalam mencapai produktivitas kerja yang lebih optimal. Facility management sebagai sebuah proses manajemen terpadu yang mempertimbangkan orang, proses dan tempat dalam konteks organisasi, yang mencakup lingkungan fisik yang efisien, teknologi, keamanan, serta kenyamanan dan kesehatan kerja

Fungsi Facility management adalah memaneg fasilitas mulai dari manajemen administrasi sarana dan prasarana hingga pengelolaan serta pemeliharaan dan perbaikan aset untuk menunjang pekerjaan karyawan.

Pelatihan ini akan membahas keterampilan praktis yang dapat langsung dipraktekkan dalam aktivitas bisnis sehari-hari

Tujuan dan Manfaat Training Facility Management

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta dapat:

  1. Meningkatkan pengetahuan, keterampilan tentang facility management
  2. Mampu mendesain tempat kerja yang nyaman, sehingga akan berdampak terhadap produktivitas karyawan.

Materi Training Facility Management

Materi lebih difokuskan kepada topik-topik yang terkait langsung dengan :

  1. Pengertian facility management:
    1. Siapakah yang disebut facility manager?
    2. Keterampilan umum yang diperlukan seorang facility manager
    3. Tantangan bagi facility manager.
  2. Work space ecology (ekologi tempat kerja):
    1. Perencanaan disain ruang berdasarkan karakteristik tenaga kerja
    2. Strategi tempat kerja modern.
  3. Engineering system and services:
    1. Efficient energy management
    2. Engineering system components: mechanical, lighting, ventilation, plumbing, electrical, furniture, sound/noise, data and communications, Computer Aided Facility Management (CAFM)
  4. Office management:
    1. Facility information
    2. Pengendalian dokumen dan data
    3. 5 R
    4. Office forms
    5. Office supplies
    6. Office purchases
    7. Internal communications
    8. Staff relations
    9. Event organising
    10. Record management
    11. Project development
    12. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
  5. Environmental design:
    1. Human engineering/ergonomics,
    2. Healthy indoor air quality
    3. Green office
  6. Facility performance: Post Occupancy Evaluation (POE).

GENERAL AFFAIR OFFICER WITH DATA PROCESSING & FILING SYSTEM

TRAINING INTRODUCTION GENERAL AFFAIR OFFICER:

Peran GA officer dalam organisasi umumnya masih kurang diperhatikan, bila dibandingkan dengan peran Sales officer dan Production Officer yang secara langsung menghasilkan profit bagi organisasi.

Padahal sebagai supporting unit, General Affair (GA) memiliki peran yang tidak kalah penting bila dibandingkan dengan departemen lain. Tanpa GA officer yang professional, organisasi tidak dapat menghasilkan performance yang optimal.

Karakteristik pekerjaan dari GA officer adalah banyaknya variasi tugas sehingga membutuhkan pengetahuan luas dan keterampilan teknis yang umum.

Aspek-aspek yang dibutuhkan untuk menjadi Professional General Officer adalah sebagai berikut : memahami competency berdasarkan ISO 9001, mengetahui competency matrix yang harus dipenuhi, memahami konsep dari personality characters, interpersonal skill yang baik, mampu melakukan proses coaching & counseling, mengetahui effective communication, time management fundamentals, memahami lobby and negotiation, mampu melakukan coordination yang baik kepada sejumlah pihak ahli yang terkait dengan pekerjaan teknis, mengetahui continuous improvement fundamentals with 5S/R method, mengetahui check list for office and factory environment maintenance berdasarkan ISO EMS 14001 dan OHSAS 18001, memahami filing system fundamentals yang baik, mampu menggunakan aplikasi Ms Excel and Powerpoint dengan baik untuk keperluan correspondence, data processing and presentation, mengetahui Key Performance Indicator (KPI) yang digunakan untuk mengevalusi kinerja departemen GA.

Apabila aspek-aspek tersebut sudah terbentuk, maka kinerja dari departemen GA dapat diandalkan untuk menangani beragam tugas, berinteraksi dan berkoordinasi baik internal maupun eksternal, sehingga sangat memdukung tercapainya visi dan misi organisasi secara efektif dan efisien.

 

TRAINING OBJECTIVE GENERAL AFFAIR OFFICER:

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu :

  1. Memahami tugas dan tanggung jawab General Affair officer dengan skala waktu pengerjaannya.
  2. Mengetahui dan memahami Key Performance Indicator untuk General Affair Officer.
  3. Mengetahui dan memahami program training yang dibutuhkan untuk memenuhi kompetensi secara umum dari departemen GA berdasarkan standard ISO 9001.
  4. Memahami komunikasi yang efektif.
  5. Memahami konsep personality characters.
  6. Memahami konsep interpersonal skill.
  7.  Memahami konsep coaching.
  8. Memahami konsep time management.
  9. Memahami dan menerapkan proses koordinasi dengan baik.
  10.  Memahami dan menerapkan proses lobby dan negosiasi dengan baik.
  11. Memahami penataan ruangan kantor yang efektif dan efisien.
  12.  Memahami penggunaan system penerangan pada ruangan dan lingkungan kantor.
  13.  Memahami pokok-pokok continuous improvement dengan metode 5S/R.
  14. Melakukan General Affair data processing secara efektif dan efisien dengan menggunakan Excel 2007.
  15. Menggunakan sejumlah formulir Check Sheet untuk panduan standarisasi umum kualitas pelayanan untuk keperluan internal dan eksternal audit ( Lobby, Office, Canteen, Toilet and Green Office) berdasarkan standar ISO EMS 14001 dan OHSAS 18001.
  16. Menganalisa faktor-faktor yang menjadi permasalahan utama yang umum terjadi pada aktivitas General Affair officer dan mampu menyelesaikan permasalahan tersebut.

 

CAKUPAN MATERI TRAINING GENERAL AFFAIR OFFICER WITH DATA PROCESSING & FILING SYSTEM 

  •  Understanding of GA – General Affair Officer Concept.
  • Job Information for GA  – General Affair Officer.
  • Key Performance Indicator for GA -General Affair Officer.
  • Generic Competencies Based Training Program For GA  – General Affair ( Supervisory, Staff and Driver).
  • Organizational Structure of GA Department.
  • Personality Characters Fundamentals.
  • Interpersonal skill Implementation.
  • Coaching skill Implementation.
  •  Time Management Implementation.
  •  Effective Communication Fundamentals.
  • Coordination skill Fundamentals
  • Lobby Skill Fundamentals
  • Negotiation skill Fundamentals
  •  Continuous Improvement Fundamentals with 5S/R method
  •  Filling System Fundamentals.
  •  Design and Layout Office Room.
  •  Design lighting system in the office room and out office room.
  • GA data processing with Excel 2007.
  • Check Sheet form as a guide the general standardization of service quality for internal and external audit (Lobby, Office, Canteen, Toilet and Green Office) based EMS standard ISO 14001 and OHSAS 18001.
  • General Affair Problem Solving.

 

OPERATIONAL COST REDUCTION

DESCRIPTION

Krisis ekonomi global yang saat ini terjadi membuat perusahaan harus merancang suatu strategi “bertahan” sekaligus memenangkan persaingan. Untuk itu, strategi persaingan tidak hanya fokus pada faktor ekternal, seperti peta persaingan yang sengit, juga yang bagaimana merancang strategi bersaingan melalui keunggulan operasional (operational excellence) di dalam.
Perusahaan perlu merancang sekaligus mengimplementasikan strategi penurunan biaya yang sistematis dan terarah, sehingga mampu keluar dari krisis. Dalam pelatihan dua hari ini, akan dibahas bagaimana merancang sebuah strategi penurunan biaya yang bersifat jangka panjang dan berkesinambungan.



Objective

  1. Memahami konsep Cost Reduction Strategy
  2. Mengenal berbagai pendekatan dalam Cost Reduction Strategy
  3. Mampu menyusun program Cost Reduction Strategy
  4.  Mengidentifikasi faktor kunci dalam mencapai kesuksesan strategi tersebut.

OUTLINE OPERATIONAL COST REDUCTION

  • Why Cost Reduction ?
  • Cost Reduction Vs Cost Cutting
  • Developing Cost Reduction
  • Cost Reduction Strategy Program :
  1. Cost reduction by design,
  2. Lean production cost reduction,
  3. Overhead cost reduction,
  4. Standardization cost reduction,
  5. Product line rationalization cost reduction,
  6. Supply chain management cost reduction,
  7. Quality cost reduction,
  8. Total cost measurement to support all cost reduction activity
  • Measuring Cost of Quality
  • Best practice of cost reduction program
  • Implementing Cost Reduction Strategy
  •  Cost Reduction Strategy: The tips

COST MANAGEMENT

COURSE OVERVIEW

Perkembangan dunia usaha saat ini dapat dikatakan dalam masa transisi dari era revolusi industri menuju era revolusi informasi dan komunikasi. Teknologi informasi sudah demikian canggih, sehingga sangat mempengaruhi cara pengambilan keputusan usaha di berbagai sektor. Dengan kemajuan teknologi informasi seperti saat ini banyak perusahaan yang berlomba untuk memenangkan persaiangan melalui efisiensi, sehingga mampu memasarkan produk atau jasa dengan harga lebih kompetitif . Untuk mencapai hal tersebut manajer yang bertanggung jawab langsung terhadap keputusan pembiayaan harus memiliki kemampuan membaca informasi biaya-biaya yang ditimbulkan dalam produksi dan dampaknya terhadap penjualan. Informasi keuangan harus menjadi faktor penting bagi manajer untuk mengambil keputusan strategis dalam menjalankan operasional usaha.



OBJECTIVE

  1. Mengaplikasikan berbagai macam informasi manajemen biaya secara tepat.
  2. Meningkatkan kemampuan proses budgeting (penganggaran)
  3. Mampu mengembangkan sistem manajemen kontrol/pengendalian yang baik.
  4. Mampu menggunakan informasi akuntansi untuk mengurangi biaya perusahaan (efisiensi)
  5. Mampu menggunakan informasi akuntansi dalam membantu perusahaan untuk membuat keputusan yang benar.



COST MANAGEMENT COURSE CONTENT

1. Introduction

  • Perbedaan antara teori dan praktek dalam manajemen biaya
  • Konsep biaya

2. Manajemen Biaya untuk Efisiensi

  • Perbedaan antara akutansi biaya dan manajemen biaya
  • Kenapa informasi biaya per unit tidak dapat digunakan untuk menentukan harga dan mengambil keputusan?
  • Perkembangan aktifitas berdasarkan pembiayaan (ABC)
  • Pengembangan Aktifitas Based Costing (ABC) menggunakan prototype (contoh)
  • Bagaimana menggunakan informasi ABC?
  • Menggunakan informasi ABC dalam program TQM
  • Studi kasus

3. Manajemen Biaya dalam tahap Perencanaan

  • Apa yang salah dengan proses budgeting (penganggaran) tradisional?
  • Membangun budget/penganggaran secara efektif menggunakan balanced scorecard
  • Apa yang dapat dilakukan perusahaan untuk membuat penganggaran lebih fleksibel dalam situasi yang berubah?
  • Bagaimana mengurangi waktu dalam mempersiapkan/merencanakan penganggaran?
  • Tanpa penganggaran (bagaimana menjalankan perusahaan tanpa penganggaran)

4. Manajemen Biaya dalam Tahap Control (Pengawasan/Pengendalian)

  • Konsep sistem manajemen control
  • Empat tahap dari control
  • Evaluasi perusahaan atau SBU””S performance menggunakan ROI (Return on Investment) dan EVA (Economic Value Added)
  • Apakah Balanced Scorecard (BSC)?
  • Bagaimana menggembangkan BSC yang baik
  • Kenapa banyak praktek BSC yang gagal?
  • Berfikir untuk mengaplikasikan BSC secara sukses

5. Manajemen Biaya Untuk Membuat Keputusan/Kebijakan

  • Menggunakan informasi untuk menentukan harga
  • Membuat keputusan investasi jangka panjang secara tepat (dalam proyek)
  • Biaya-Volume-Analisis Keuntungan
  • Studi Kasus

BUDGETING TECHNIQUES AND COST CONTROL

DESKRIPSI

Budget merupakan rencana terinci yang diekspresikan dengan ukuran kuantitatif yang mampu menjelaskan bagaimana suatu perusahaan akan mendapatkan dan menggunakan sumber-sumber yang ada untuk suatu periode tertentu. Definisi di atas menggambarkan betapa pentingnya peranan budgeting dalam kehidupan sebuah perusahaan. Seminar ini dirancang untuk memberikan penjelasan terinci dan mendalam tentang konsep budgeting. Penyajian materi dilakukan dengan case method sehingga mudah dipahami oleh peserta yang hadir. Seminar ini sangat penting bagi para eksekutif perusahaan yang sedang sibuk melakukan perencanaan jangka pendek dan jangka panjang.


MATERI TRAINING 
BUDGETING TECHNIQUES AND COST CONTROL

1. Laporan keuangan perusahaan
2. Budgeting dan perencanaan keuangan
3. Standar Costing, Variance Analysis and Kaizen Costing
4. Flexible Budget dan Overhead Cost Management.
5. Activity-Based Budgeting (ABB)
6. Konsep Net Present Value , Internal Rate of Return dan Capital Budgeting.
7. Teknik Peramalan (Forecasting).
8. Teknik penyusunan Proforma Financial Statement

TOTAL COST OF OWNERSHIP ANALYSIS

MATERI TRAINING

  1. Review konsep manajemen kegiatan dan keuangan.
  2. Konsep penganggaran dan tujuan penganggaran.
  3. Adakah perbedaan praktik penganggaran lembaga pemerintah dan non-pemerintah?
  4. Elemen-elemen anggaran yang baik dan proses-proses penganggaran.
  5. Tata kelola Tools Key Performance Indicator.
  6. Metode estimasi anggaran (Total Cost of Ownership Analysis).
  7. Computer based estimation

INVESTASI PUBLIK

DESCRIPTION

Keputusan investasi publik diperlukan untuk mendukung pelaksanaan program, kegiatan, dan fungsi yang menjadi prioritas kebijakan. Bagi perusahaan yang berorientasi profit, pengeluaran untuk investasi harus mendapat perhatian yang lebih besar dibandingkan dengan pengeluaran rutin, karena pengeluaran investasi/modal memiliki efek jangka panjang, sedangkan pengeluaran rutin lebih berdampak jangka pendek.  Penganggaran modal / investasi merupakan proses untuk menganalisis proyek-proyek dan memutuskan apakah proyek tersebut dapat diakomodasi oleh anggaran modal / investasi. Untuk memberikan mekanisme dalam mengatur proyek investasi public secara lebih efisien dan efektif, maka perlu dilakukan analisis investasi secara mendalam. Program investasi publik merupakan bentuk dari dual budgeting, yaitu pemisahan anggaran modal/investasi dari anggaran rutin. Dengan kegiatan pelatihan, peserta akan mehami berbagai analisis dan metode yang dapat digunakan sebelum memutuskan intuk berinvestasi.



TRAINING
OBJECTIVES

Pelatihan ini bertujuan agar peserta memahami berbagai metode kelayakan investasi public dan dapat melakukan analisa investasi dengan alat analisis yang ada.

 

TRAINING OUTLINES ANALISIS INVESTASI PUBLIK

  1. Definisi Investasi Publik
  2. Jenis Investasi, Nilai Investasi, Kondisi Barang Modal
  3. Cakupan Layanan Dengan Tingkat Investasi yang Ada
  4. Inventarisasi Kebutuhan Investasi.
  5. Evaluasi Kelayakan Investasi.
  6. Kriteria Kelayakan Investasi:
    • Aspek-Aspek Teknis
    • Sosial-Budaya
    • Financial
    • Ekonomi,
    • Distribusi.
  7. Teknik Dasar Penilaian Investasi dengan Metode:
  8. NPV, IRR, ARR, PP (Pay Back Period), Cost-Benefit Analysis, dan Cost Effectiveness Analysis
  9. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Investasi
  • Tingkat Diskonto yang Digunakan.
  • Tingkat Inflasi.
  • Risiko dan Ketidakpastian.
  • Capital Rationing

LIFE CYCLE COSTING (LCC)

TRAINING LIFE CYCLE COSTING (LCC) INTRODUCTION :

Life Cycle Costing (LCC) also called Whole Life Costing is an economic assessment of an item, system or facility, considering all the significant costs of ownership over its economic life, expressed in terms of equivalent dollars/euros. LCC is important because the visible costs of any acquisition/purchase represent only a small proportion of the total cost of ownership. Another important reason for LCC is due to a strong relationship between operation and maintenance costs and the functionality and reliability of the item. Therefore, the application of LCC requires a sufficient engineering knowledge.

Life Cycle Costing (LCC) itself is a structured approach that addresses all elements of ownership costs in relation with the functionality and reliability performance of the item. The results of an LCC analysis, one of them is a cost profile of the product or service over its anticipated life-span, can be used to assist management in the decision-making process where some options exist. Major area of Life Cycle Costing (LCC)applications are in hardware acquisition process, modification of hardware and software, and in reduction of operation and maintenance costs.

Life Cycle Costing (LCC) consists of Life Cycle Cost model development and the Life Cycle Cost model application for each option. The primary activities of the Life Cycle Cost model development are the Cost Breakdown Structure (CBS) development and the selection of cost component estimation method. The output of LCC is a Life Cycle Cost estimate, including its distribution on a time scale, cost drivers, sensitivity of the estimate to particular parameters and the risk due to uncertainty of design parameters.



HOW YOU CAN BENEFIT FROM 
TRAINING LIFE CYCLE COSTING (LCC) :

  1. To improve costs awareness. Application of LCC will improve awareness of the management and engineers on the factors that drive cost and the resources required by the item, so that cost reduction program is possible.
  2. Whole life costs evaluation. LCC allow evaluation of competing options on the basis of whole life costs.
  3. Trade-off performance against cost. When assessing options, cost is not the only factor to be considered. There are other factors such as the compliance to the specified performances and the levels of service to be provided.
  4. Maximize revenue. By applying LCC, the operation and maintenance costs are reduced without sacrifying the performance of the production equipment through analysis of the performance parameters and cost drivers.
  5. Specific for engineers, this course will describe the relationship between the functional and reliability performances and costs. This makes possible to identify specifications which resulting in high Life Cycle Cost.
  6. Understand the procedure to implement LCC including the development of Life Cycle Cost model for various applications.
  7. Understand the theoretical background of time value of money and risk analysis as well as their impact on decision making process.


TRAINING LIFE CYCLE COSTING (LCC) MATERIAL OUTLINE:

  1. Why Life Cycle Costing (LCC)?
  2. Life Cycle Costing (LCC) and system effectiveness.
  3. Various economic evaluation.
  4. LCC procedure.
  5. Cost Breakdown Structure (CBS)
  6. Cost Estimation Methods.
  7. Time value of money
  8. Risk analysis
  9. Cost drivers identification
  10. Area of LCC applications.
  11. Life Cycle Costing (LCC) model development.
  12. Life Cycle Costing (LCC) for hardware acquisition.
  13. Life Cycle Costing (LCC) for hardware modification.
  14. Life Cycle Costing (LCC) for maintenance optimization.
  15. Interactive discussion

Budget Modelling using Ms. Excel

Microsof Excel masih merupakan spreadsheet yang sangat aplikatif dan popular dalam menyusun budget. vMasih banyak perusahaan yang menggunakan program ini. Disamping sangat user friendly dan popular. Untuk dapat memanfaatkan dalam menyusun budget, perlu diketahui bagaimana mengoptimalisasi kemampuan program excel dan kebutuhan budget itu sendiri.



TUJUAN & MANFAAT PELATIHAN

  •  Mamahami proses budget cycle dan form serta report yang dibutuhkan
  • Mamahami bagaimana membuat spreadsheet yang efisien dan efektif sehingga dapat mengurangi spreadsheet yang banyak dan kesalahan
  • Membuat budget package dan analisa yang dibutuhkan
  • Memahami bagaimana mengkonsolidasi report-report yang dibutuhkan menjadi proforma laporan keuangan
  • Memahami bagaimana menggunakan fasilitas Macro pada Excel
  • Memahami bagaimana menggunakan fasilitas Excel dalam melakukan “What If Analysis”

POKOK-POKOK BAHASAN BUDGET MODELLING

  •  Budgeting cycle dan Report yang dibutuhkan
  •  Fasilitas Excel
  •  Membangun Spreadsheet hingga menjadi Proforma Laporan Keuangan
  • Teknik mengupdate budget package dengan mudah
  •  Bagaimana mengoptimalisasi fungsi audit trail
  • Fasilitas Makro
  • Membuat report-report dalam menganalisa budget
  • What if analysis

 

FORECASTING TECHNIQUE AND BUSINESS

DESCRIPTION

Business Forecasting merupakan suatu usaha untuk mendapatkan informasi bisnis dimasa depan dan merupakan suatu bagian yang penting dalam suatu proses besar perencanaan dan manajemen bisnis terlebih dengan kondisi dunia bisnis yangtidak menentu ini. Suatu Business Forecasting sangat diperlukan pelaku bisnis sebagai panduan (guidance) untuk bisa melangkah ke depan (future) karena hanya pelaku bisnis yang bisa menguasai informasi masa depan yang bisa memenangkan persaingan bisnis.

Mengetahui akan pentingnya business forecasting ini terutama dibidang marketing dan finance maka diselenggarakan pelatihan ‘Business forecasting : Theory and practices for making and finance’ yang merupakan suatu usaha untuk mengaplikasikan teori-teori forecasting dalam bisnis. Pelatihan ini bertujuan agar para pelaku bisnis bisa mencari dan mendapatkan better information marketing and finance dimasa depan.

 

FORECASTING TRAINING OUTLINES

  1. Introduction to Business Forecasting and its benefit to company
  2. Teknik-teknik forecasting modern,
  3. Simple univariate methods
  4. Applied forecasting methods : causal models, subjective models, and time series models
  5. Teknik forecasting yang kompleks seperti ARIMA modeling,
  6. Forecasting in marketing
  7. Forecasting in finance dan teknik-teknik forecasting lainnya.
  8. Penggunaan perangkat dalam bentuk software yang modern sekaligus mudah digunakan seperti SPSS dan Eviews.

MANAJEMEN PAYROLL PERUSAHAAN

Latar Belakang Training Manajemen Payroll:

Dalam memenuhi kebutuhan sistim informasi manajemen perusahaan, maka manajemen payroll sangat diperlukan dan diketahui dalam pemrosesan salary dan benefits secara terintegrasi dengan menggunakan database karyawan melalui informasi teknologi perusahaan. Untuk membantu pengawasan sebagai salah satu fungsi dari manajemen, maka manajemen payroll merupakan sarana yang memberikan kejelasan aturan dan proses dalam sistim penggajian yang ada di perusahaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Tujuan Utama dari manajemen payroll adalah :

  1. Menghasilkan proses salary dan benefits berjalan dengan baik dan benar
  2. Memberikan informasi salary dan benefits yang akurat sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan karyawan
  3. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas payroll administrasi di perusahaan
  4. Meningkatkan produktivitas kerja admnistrasi payroll di perusahaan

Sasaran Training Manajemen Payroll:

Setelah mengikuti workshop / seminar ini diharapkan peserta  mampu :

  1. Mengerti dan memahami tujuan utama dari manajemen payroll bagi perusahaan dan pekerja.
  2. Mempersiapkan dan mengambil langkah-langkah strategi dalam penyesuaian proses payroll di perusahaan.
  3. Melaksanakan proses payroll dengan baik dan benar sesuai dengan policy manajemen perusahaan.
  4. Meningkatkan keterampilan dan produktivitas kerja petugas adminstrasi payroll di perusahaan secara efektif dan effisien.
  5. Menyiapkan SPT Tahunan Pajak Penghasilan Pasal 21 sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku
  6. Menghitung Upah Sundulan sehubungan dengan penetapan pemerintah tentang UMP

Outline Training Manajemen Payroll:

  1. Mengapa Manajemen Payroll Penting
  2. Peraturan Perundangan di Indonesia
  3. Unsur-unsur Manajemen Payroll
  4. Sistimatik Manajemen Payroll
  5. Skema Proses Manajemen Payroll
  6. Ketentuan dan Struktur Pengupahan
  7. Petunjuk Penghitungan PPh Pasal 21
  8. Contoh Perhitungan PPh Pasal 21
  9. Menghitung Upah Sundulan
  10. SPT Tahunan : 1721 A1 / 1770 SS / 1770 S

SISTEM PENGGAJIAN :DESAIN DAN PENGEMBANGAN

Latar Belakang Training Sistem Penggajian

Dalam menjalankan tugasnya, para profesional HRD menghadapi berbagai tantangan antara lain tuntutan perusahaan untuk menaikkan produksi dan efisiensi, usaha menekan biaya operasi serta situasi dan kondisi perekonomian Indonesia yang tidak menentu ditambah makin maraknya tuntutan dan demo dari karyawan untuk meminta kenaikan upah dan kesejahteraan.

Berdasarkan hal tersebut di atas dan mengacu pada UU No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan serta Keputusan Menteri Tenaga Kerja & Transmigrasi No. 49/2004 tentang Pengupahan maka para profesional bidang remunerasi/ Human Resources harus mampu memberikan saran kepada pimpinan perusahaan untuk dapat mengambil keputusan dan langkah terbaik agar dapat menampung semua kepentingan tersebut.

Untuk itu penyelenggaraan workshop ini  bertujuan membantu para profesional dan pengelola bidang remunerasi dengan memberikan metode remunerasi yang diterapkan oleh perusahaan-perusahaan modern dewasa ini dan penggunaan Sistem AWIPANA sebagai alat bantu yang sangat efisien untuk pembuatan skala bobot jabatan dan skala upah serta Microsoft Excel untuk perhitungan kuantitatif yang diperlukan.



Tujuan Training Sistem Penggajian

Setelah mengikuti pelatihan peserta diharapkan dapat :

  1. Mengetahui dan mengerti tentang konsep-konsep dalam mendesain dan mengembangkan sistem remunerasi dalam suatu perusahaan atau organisasi.
  2. Mengoperasikan sistem AWIPANA untuk Evaluasi Jabatan dan Pembuatan Skala Upah.
  3. Menggunakan Microsoft Excel untuk perhitungan kuantitatif pengupahan.
  4. Membuat model tinjauan upah dalam Spreadsheet Excel.
  5. Mengerti dan memahami trend dalam sistem pengupahan dan kesejahteraan pegawai.



Materi Training Sistem Penggajian

1. Pengantar Metode Kuantitatif dalam Pengupahan:

  • a. Review metode representasi data pengupahan
  • b. Pengantar model pengupahan
  • c. Latihan dan studi kasus

2. Sistem Point Factor untuk Evaluasi Jabatan:

  • a. Membuat model skala bobot jabatan
  • b. Simulasi sistem AWIPANA Skala Bobot Jabatan
  • c. Transformasi Model Skala Jabatan dalam Spreadsheet Excel
  • d. Penggunaan Table Point Factors untuk Evaluasi Jabatan.
  • e. Latihan dan studi kasus

3 . Struktur dan Skala Upah:

  • a. Membuat Model Skala Upah
  • b. Pembuatan Garis Upah.
  • c. Penetapan Skala Upah.
  • d. Parameter dalam Skala Upah
  • e. Simulasi Sistem AWIPANA Skala Upah
  • f. Transformasi Model Skala Upah dalam Spreadsheet Excel
  • g. Latihan dan Studi Kasus

4. Mekanisme Kenaikan Upah:

  • a. Penetapan Parameter Kenaikan Upah.
  • b. Model Kenaikan Upah.
  • c. Simulasi Sistem AWIPANA Kenaikan Upah
  • d. Transformasi Model Skala Upah dalam spreadsheet Excel
  • e. Latihan dan Studi Kasus

5 . Budget Pengupahan

  • a. Klasifikasi rewards
  • b. Struktur rewards perusahaan
  • c. Perhitungan pajak penghasilan
  • d. Simulasi Sistem AWIPANA Budget Upah
  • e. Sensitivitas Budget Pengupahan
  • f. Latihan dan studi Kasus

6. Survei Pengupahan

  • a. Pengantar Survei Pengupahan
  • b. Proses Survei
  • c. Mempersiapkan Data
  • d. Analisa Hasil Survei
  • e. Membuat Rekomendasi
  • f. Latihan dan studi Kasus

Job Analyst dan Job Evaluation

Overview Training Job Analyst dan Job Evaluation

Merumuskan jabatan secara akurat adalah salah satu unsur penting dalam pengembangan organisasi di suatu Perusahaan.  Apa makna jabatan bagi suatu perusahaan perlu ditentukan.  Apakah terkait dengan lingkup kerja, bobot kerja, kompetensi yang dibutuhkan untuk dapat berkinerja secara optimal di dalam suatu jabatan, atau lainnya.  Filosofi yang ada di belakang formulasi jabatan di satu Perusahaan akan sangat menentukan format jabatan seperti apa yang akan digunakan.  Serta manfaat dan link apa yang bisa didapat dari perumusan jabatan dengan sistem2 SDM lainnya.

Workshop ini akan dimulai dengan pembahasan konsep mengenai jabatan dan kaitannya dengan desain organisasi, sebelum masuk pada salah satu fungsi Analisa Jabatan (Job Analyst) , yaitu untuk pemberian bobot dan pengembangan sistem grading dan kompensasi.

Workshop akan membantu peserta untuk menentukan aktivitas yang memberikan nilai tambah yang utama (key value adding activities) untuk mendapatkan lingkup jabatan dan key result area dari suatu jabatan.  Dengan menemukan elemen-elemen jabatan yang penting tersebut maka partisipan akan dapat mengembangkan proses evaluasi jabatan (Job Evaluation) yang memenuhi asas internal equity.

Workshop juga akan menyinggung perbandingan berbagai metode pembobotan jabatan (job evaluation) yang sering digunakan saat ini di di Indonesia, serta efektivitasnya untuk berbagai tipe dan jenis Perusahaan.  Pada akhirnya workshop juga akan memberikan overview suatu metode job evaluation yang kemudian dapat diaplikasikan partisipan di Perusahaannya.

Outline Training Job Analyst dan Job Evaluation :

  • Konsep dari sebuah Jabatan
  • Bagaimana mengembangkan konsep jabatan yang fleksibel mengikuti perkembangan organisasi
  • Me link arah strategis Perusahaan, disain organisasi dan pendefinisian jabatan
  • Prinsip dan metode dalam Analisa Jabatan (Job Analyst)
  • Me-link antara Analisa Jabatan (Job Analyst) dengan Manajemen Kompetensi
  • Format job description yang optimal
  • Evaluasi Jabatan (Job Evaluation) : Information – Judgement – Elemen size jabatan
  • Metode wawancara dalam proses job evaluation
  • Trick untuk menutupi kurangnya informasi jabatan dalam proses job evaluation
  • Tahapan pembuatan struktur jabatan/job grading dan salary structure
  • Beberapa isue penting mengenai external equity: bagaimana bila metode job eva kita berbeda dengan industri
  • Perbandingan berbagai metode Evaluasi Jabatan (Job Evaluation) yang banyak digunaan di berbagai industri
  • Overview metode evaluasi jabatan (Job Evaluation) yang bisa langsung digunakan partisipan.

SALARY ADJUSTMENT : BEST PRACTICE MEMBUAT PENYESUAIAN GAJI KARYAWAN

DESKRIPSI TRAINING SALARY ADJUSTMENT

Kenaikan UMP (Upah Minimum Propinsi) secara praktis menimbulkan efek sundulan bagi karyawan lain. Artinya, jika UMP di suatu propinsi naik, maka kenaikan upah sundulannya juga harus proporsional mengikuti besaran kenaikan UMP tersebut. Kenaikan UMP dan munculnya upah sundulan menjadi 2 isu yang masih bergejolak di kalangan HRD. Banyak praktisi HRD, Pimpinan perusahaan dan pemilik bisnis menyadari bahwa problematika UMP berdampak ke mana-mana, harus tetap fokus kepada bisnis dan fokus bagaimana mengamankan struktur gaji perusahaan.

UMP hanya berlaku untuk pekerja dengan level terendah yang masa kerjanya belum sampai satu tahun. Tetapi permasalahannya timbul ketika karyawan yang mempunyai gaji di atas UMP harus ikut tersundul akibat kenaikan itu, tapi kenaikannnya berapa itu yang memerlukan pertimbangan dengan baik, matang, tepat dan efektif. Karena itu sudah seharusnya mampu melakukan Salary Adjustment dengan baik dan benar serta efektif bagi perkembangan perusahaan. Dan berita baiknya, sebentar lagi Anda semua akan mampu melakukannya dengan sangat mudah! Cukup dengan SATU TOMBOL, Otomatiskan Pekerjaan Anda !

Sehubungan dengan itu, kami mengadakan sebuah special workshop 1 hari untuk membekali para praktisi HRD, Pimpinan Perusahaan dan pemilik bisnis tentang bagaimana cara melakukan Salary Adjustments agar struktur gaji menjadi lebih baik, efektif dan proposional. Dalam Special Workshop ini, seluruh peserta tidak dijejali oleh teori-teori compensation & benefit atau sejenisnya, tetapi akan langsung praktek menggunakan laptop masing-masing bagaimana caranya untuk melakukan Salary Adjustment dengan baik, cepat, sederhana dan mudah.



MODUL TRAINING SALARY ADJUSTMENT

Dalam workshop special ini akan diajarkan bagaimana cara melakukan Salary Adjusments dengan 5 model Salary Adjusments, yaitu :

  1. Salary Adjustment Model berdasarkan kenaikan UMP #model 1
  2. Salary Adjustment Model berdasarkan kenaikan UMP #model 2
  3. Salary Adjustment Model berdasarkan Merit System
  4. Salary Adjustment Model berdasarkan besaran persentase Performance Appraisal
  5. Salary Adjustment Model berdasarkan Performance Appraisal Budget

COMPENSATION & BENEFITS STRATEGY

OVERVIEW:

Sistim Balas Jasa dan Tunjangan (Compensation  & Benefit System) merupakan salah satu bagian yang terpenting dan integral dari keseluruhan rangkaian HR Management Strategy. Kompensasi merupakan faktor yang sangat berpengaruh di dalam sebuah perusahaan. Tidaklah heran faktor yang satu ini menjadi salah satu pemicu utama bagi karyawan dalam menentukan langkah karirnya kedepan dan bagi perusahaan adalah penentuan langkah strategik perusahaan kedepan. Sistem kompensasi dalam organisasi haruslah diselaraskan dengan strategi & tujuan dari organisasi serta asas kepatutan yang normatif di dalam lingkungan tersebut sehingga terjadi keselarasan antara perusahaan, karyawan serta komunitas di lingkungan tersebut (negara & masyarakat sekitarnya). Namun pada prinsipnya, meskipun berbeda sistemnya, strategi & program kompensasi tetaplah akan berguna & efektif apabila para pengambil keputusan (top manajemen) melakukan beberapa hal berupa asas-asas yang saling memberikat manfaat bagi semua pihak. Dengan pemahaman dan pembelajaran yang baik, maka para praktisi payroll di perusahaan diharapkan dapat merencanakan dan mengimplementasikan system dan strategi Compensasi dan Benefit dengan baik.



Tujuan 

Memahami pentingnya strategi dalam perencanaan dan implementasi Compensation & Benefit bagi perusahaan sebagai alat untuk mendapatkan dan mempertahankan karyawan yang terbaik di perusahaan

  1. Mengkalkulasikan formulasi-formulasi yang ada untuk mendapatkan nilai yang sesuai dan menguntungkan bagi semua pihak yang telibat didalam sebuah organisasi
  2. Menciptakan kinerja perusahaan yang optimal

MATERI COMPENSATION & BENEFITS STRATEGY

  1. Paradigma Compensation and Benefits
  2. Kebijakan Pemerintah: UU Ketenagakerjaan No. 13 tahun 2003
  3. Peran HR dalam menciptakan Sistem Kompensasi & Benefit yang baik
  4. Tujuan Kompensasi dan Benefit
  5. Faktor yang perlu dipertimbangkan dalam standar Kompensasi
    • Internal
    • Eksternal
  6. Tiga kompenen Pokok Kompensasi
    • Upah Dasar
    • Upah Berdasar Kinerja
    • Upah Tidak Langsung
  7. Komponen Kompensasi & Benefit
    • Gaji Pokok
    • Tunjangan
    • Insentif
    • Lembur
    • Pajak
    • Jamsostek
  8. Strategi kompensasi dan benefit
    • Attracting
    • Retaining
    • High Performing
    • High Potential
  9. Merumuskan Skala Upah sebagai Parameter dalam Pendistribusian Gaji
  10. Administrasi Manajemen Payroll
  11. Strategi Komunikasi kepada Seluruh Karyawan
  12. Evaluasi dan Rekomendasi akhir

PERHITUNGAN AKTUARIA SESUAI PSAK 24

DESKRIPSI TRAINING PERHITUNGAN AKTUARIA SESUAI PSAK 24

Pelatihan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk mengetahui jumlah kewajiban dan beban atas program Imbalan Paska Kerja Karyawan sesuai perlakuan akuntansi dihitung dengan metode perhitungan secara aktuarial, sesuai dengan basis Akuntansi berdasarkan PSAK-24 atau SAK ETAP. Training ini di selenggarakan dengan menerapkan sistem pengajaran interaktif dan adanya studi kasus diharapkan peserta training dapat memahami dan diterapkan pada lingkup kerja. Peserta juga di kenalkan pada metode PUC (Projected Unit Kredit), dimana peserta dapat melakukan perhitungan sederhana terhadap kewajiban Employee Benefit sesuai jenis program benefit yang ada di Perusahaan.



MATERI
TRAINING PERHITUNGAN AKTUARIA SESUAI PSAK 24

1.  Pengenalan Aktuaria:
Mempelajari secara mudah perhitungan aktuaria bagi pemula. Peserta di harapkan dapat memahami prinsip nilai sekarang dan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kenaikan kewajiban atau penurunannya. Materi yang akan disampaikan adalah sbb:

  • Pengertian Aktuaria
  • Fungsi Aktuaria dalam menetukan Nilai Kini Kewajiban
  • Tingkat Bunga (Interest Rate).
  • Nilai Sekarang (Present Value).
  • Anuitas

2.  Pengetahuan Dasar dan Pemahaman tentang PSAK 24
Pengertian dan istilah-istilah dalam perhitungan PSAK 24. Diharapkan peserta dapat memahami variabel yang dapat mempengaruhi perhitungan dari tahun ke tahun. Materi yang akan disampaikan adalah sebagai sbb:

  • Arti Istilah.
  • Analisis Program dalam PSAK.
  • Penentuan dan dampak asumsi aktuaria terhadap perhitungan beban & kewajiban.
  • Melakukan validasi data dan analisa manfaat sesuai Peraturan Perusahaan.
  • Melakukan analisa keuntungan / kerugian aktuaria.
  • Menghitung nilai kini kewajiban imbalan pasti dengan metode Projectec Unit Credit
  • Menyajikan asumsi aktuaria yang dapat dipertanggungjawabkan dan diterima secara umum

3.  Alur Perhitungan PSAK 24.

  • Perhitungan beban dan kewajiban sesuai PSAK 24 untuk setiap manfaat karyawan
  • Menghitung keuntungan / kerugian aktuaria yang belum diakui dan yang diakui.
  • Menghitung biaya jasa kini
  • Menghitung biaya bunga
  • Menghitung dampak dari kurtailmen atau penyelesaian program (bila ada).
  • Memberikan penjelasan yang dibutuhkan guna menyusun Pengungkapan untuk Laporan Keuangan

4.  Sistem Pelaporan sesuai dengan PSAK 24
Membuat laporan lengkap, yang menyajikan informasi sebagai berikut :

  • Penjelasan mengenai manfaat dan data karyawan
  • Metode dan asumsi perhitungan.
  • Hasil Perhitungan
  • Catatan / penjelasan mengenai hasil perhitungan.

Payroll Administration System

Overview Training Payroll Administration System

Perkembangan teknologi informasi yang semakin dinamis memungkinkan proses bisnis yang terjadi di perusahaan dapat diselesaikan dengan lebih efesien, efektif dan akurat. Salah satu fungsi bisnis yang perlu mendapatkan sentuhan aplikasi teknologi informasi adalah payroll. Payroll yang dibawahi oleh departemen Human Resources memiliki peran vital untuk mengelola hak finansial yang harus diberikan perusahaan. Efesiensi yang dicapai secara paralel dapat menciptakan ruang bagi perusahaan untuk mendorong produktivitas karena waktu yang digunakan relatif singkat.  Implementasi dari pemanfaatan teknologi informasi juga berperan dalam menyederhanakan persoalan payroll yang terbilang kompleks. Kompleksitas payroll disebabkan berbagai perhitungan yang harus melibatkan berbagai aspek seperti golongan jabatan, lama bekerja, jam kerja, pangkat, intensif, jam lembur, potongan kerja, tunjangan perusahaan, pajak penghasilan, jamsostek dan lain-lain. Oleh sebab itu dalam menjalankan payroll secara manual tentu menjadi tidak sejalan dengan perubahan lingkungan yang semakin kompetitif dan menuntut kecepatan dalam pelaksanaan serta pelaporannya.



Tujuan Training Payroll Administration System

  1. Memberikan pemahaman mendasar mengenai urgensi penerapan payroll administration system yang efesien, efektif dan akurat
  2. Memberikan pelatihan sistem administrasi payroll berbasis teknologi informasi yang sesuai dengan fungsi bisnis perusahaan
  3. Menerapkan manajemen dan perawatan berkelanjutan pada payroll system yang sesuai dengan perkembangan manajemen perusahaan


Materi Training Payroll Administration System

  1. Ruang lingkup kompensasi perusahaan
  2. Dimensi-dimensi penentuan gaji
  3. Acuan penentuan struktur penggajian di perusahaan
  4. Komponen intensif, tunjangan, lembur, potongan kerja, dan jamsostek
  5. Aplikasi pajak penghasil (Pph 21)
  6. Sistematika dan prosesdur payroll administration system
  7. Urgensi & best practice dalam penerapan teknologi informasi dalam payroll administration system
  8. Database master karyawan yang mempengaruhi payroll
  9. Transformasi kebijakan manajemen perusahaan dalam payroll
  10. Pelaporan payroll

 

PAYROLL MANAGEMENT

TRAINING DESCRIPTION PAYROLL MANAGEMENT

Manajemen Payroll merupakan bagian dari sistem Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) yang mengelola berbagai komponen penggajian karyawan dalam satu kesatuan perhitungan. Bagian ini merupakan bagian yang sangat dominan dari keseluruhan sistem MSDM. Penguasaan dasar tentang Payroll mutlak diperlukan agar personil yang menangani Penggajian dapat melakukan penyesuaian dengan cepat, mengingat penggajian memiliki ruang lingkup kerja yang besar.

Transaksi yang termasuk dalam Payroll antara lain Gaji Pokok, Jadwal Kerja, Surat Perintah Lembur, Ijin kehadiran, Potongan-potongan, Uang makan, Uang Transport, Daftar Gaji Non Staff, Daftar Gaji Staff, Koreksi penggajian dan lain-lain. Payrol juga memiliki berbagai perhitungan otomatis yang dikendalikan oleh aktivitas-aktivitas lain yang bersifat otomatis dalam sistem yang disesuaikan dengan sistem di perusahaan.
Aktivitas-aktivitas otomatis tersebut meliputi perhitungan lembur, PPH Pasal 21, Tunjangan Kehadiran Karyawan, Uang Transport dan lain-lain. Oleh karena itu apabila penanganan Payroll tidak benar akan sangat merugikan, baik bagi kepentingan karyawan maupun perusahaan sendiri.

TUJUAN & MANFAAT PELATIHAN PAYROLL MANAGEMENT

Setelah mengikuti pelatihan selama 1 (Satu) hari ini diharapkan para peserta akan memperoleh pengetahuan tentang :

  • Mengerti dan memahami konsep penggajian dan kesejahteraan bagi karyawan.
  • Membuat perhitungan lembur, cuti, absensi, klaim medical dsb.
  • Menghitung PPh 21 dengan berbagai metode seperti gross, gross-up, net dan membuat laporannya.
  • Menghitung dan membuat laporan Jamsostek/asuransi tenaga kerja.
  • Menyusun komponen gaji , pendapatan dan potongan serta mengkalkulasi proses perhitungan gaji mulai dari input data, proses dan pembuatan laporan penggajian.

 

MODULE PELATIHAN PAYROLL MANAGEMENT

  1. Pengantar Pengupahan/penggajian
  2. Pengertian upah/gaji dan kesejahteraan menurut UU
  3. Komponen Pengupahan
  4. Fringe benefit
  5. Taxable dan non taxable fringe benefit
  6. Pengertian Earning/pendapatan dan deduction/potongan
  7. Metode perhitungan PPh 21 gross, net dan gross-up
  8. Form PPh 21, 1721A1, 1721I, 1721II, 1721T, E- spt dll
  9. Jamsostek (Asuransi tenaga kerja)
  10. Cuti, absensi, lembur, medical, pinjaman
  11. Mengkalkulasi proses perhitungan gaji dan membuat laporan penggajian
  12. Membuat laporan ke pihak external seperti pajak, Jamsostek, dll.

Upah Sundulan : TIP’S DAN TRIK MENYESUAIKAN KENAIKAN UPAH PEKERJA

Latar belakang Training Upah Sundulan

Kenaikan UMK 2017 sudah di depan mata, setelah sebelumnya terjadi kenaikan Harga BBM Subsidi, listrik serta barang-barang kebutuhan pokok, maka antisipasi Kenaikan UMP 2017 membuat kita harus lebih waspada dalam merencanakan penyesusaian gaji 2017 tanpa merusak sistem penggajian kita, sekaligus memenuhi amanat peraturan pengupahan perudang-undangan ketenagakerjaan.

Ikuti miniworkshop praktis yang mutlak diikuti oleh HRD Mgr/Staff, Personel Mgr/Staff, Business Owners, Pimpinan & Wakil Pimpinan Perusahaan dari berbagai Jenis usaha apapun:

Materi Training Upah Sundulan

  • Apa dan bagaimana pokok-pokok peraturan pengupahan yang mutlak anda ketahuan dan impementasikan dalam sistim pengupahan di organisasi anda.
  • Bagaimana menyesuaikan gaji karyawan tahun 2017 secara manual dan dengan mempergunakan komputer;
  • Bagaimana kiat-kiat ”mengakali” Sistem Penggajian kita sehingga kenaikannya masih dalam jangkauan kemampuan Perusahaan;
  • Bagaimana menyusun antisipasi kendala-kendala yang mungkin kita hadapi menyangkut karyawan yang gajinya sudah tinggi;
  • Bagaimana kiat-kiat untuk membedakan gaji Supervisor (yang tidak mendapat upah kerja lembur) dengan para bawahannya yang diawasinya pada saat bekerja lembur sehingga sang Supervisor tidak ”frustrasi”;
  • Bagaimana teknik menyesuaikan gaji karyawan yang mendapat upah kerja lembur secara sekaligus;
  • Bagaimana teknik menyesuaikan gaji karyawan per golongan gaji (grade) sehingga tidak merusak grading systemnya;
  • Bagaimana menganalisis ”tingkat keusangan” (obsolescence) dari setiap golongan gaji (grade) yang ada sebelum dan sesudah penyesuaian gaji tahun 2017 dan memperbaikinya apabila diperlukan;
  • Bagaimana menyesuaikan gaji untuk tingkatan Supervisor ke atas;
  • Bagaimana menyesuaikan gaji untuk memenuhi ketentuan UMP DKI 2017 dan sekaligus memberikan penghargaan kepada karyawan atas kinerjanya selama tahun 2016 (Performance Appraisal).
  • Sekilas prosedur Permintaan Penangguhan kenaikan upah

SAFETY AWARENESS

PENGANTAR Pelatihan Safety Awareness

Banyak kecelakaan yang sebenarnya tidak perlu terjadi, tetapi bisa terjadi dan sangat merugikan. Karena itu diperlukan pengetahuan untuk mencegahnya agar kerugian dapat dihindarkan. Semua kecelakaan yang pernah terjadi ada sebabnya, semua sebab bisa dicari dan diketahui, karena itu semua sebab kecelakaan dapat dihindari sehingga semua kecelakaan bisa ditiadakan, sampai tercapai bebas kecelakaan. Salah satu cara mencegah Kecelakaan Kerja yaitu dengan menerapkan kaidah-kaidah Keselamatan dan Kesehatan Kerja di tempat kerja, yang harus dipatuhi oleh semua karyawan, serta kesadaran akan keselamatan terhadap semua karyawan.

Tujuan Pelatihan Safety Awareness

  • Memberikan pemahaman kepada para peserta mengenai kesadaran keselamatan dalam bekerja, sehingga dapat menurunkan resiko kecelakaan di lingkungan kerja secara efektif.
  • Meningkatkan moral Perusahaan dan karyawan serta mengurangi resiko kerugian bagi Perusahaan.
  • Memahami peraturan perundang-undangan di bidang K3, dan manajemen implementasinya

Outline Pelatihan Safety Awareness

  • Pendahuluan.
  • Pondasi dasar Kesehatan dan Keselamatan Kerja.
  • Mengapa keselamatan itu penting?
  • Pencegahan terhadap kecelakaan.
  • Contoh – contoh terhadap Bahaya.
  • Menilai bahaya kecelakaan ditempat kerja.
  • Pengendalian terhadap Bahaya.
  • Pentingnya alat pelindung diri.
  • Emergency Preparedness.
  • Incident Reporting & Investigation.
  • Basic Safety Rules.
  • Tips dalam meningkatkan diri akan kesadaran keselamatan bekerja.
  • Rencana tindakan dan Penutup.

HAZARDOUS MATERIAL & WASTE MANAGEMENT

Seminar/Training Description Hazardous Material & Waste Management

Bahan berbahaya adalah bahan yang mampu menghasilkan efek fisik atau kesehatan yang berbahaya . Efek fisik yang berbahaya termasuk kebakaran, rilis tiba-tiba tekanan , ledakan , dan reaksi kekerasan lainnya . Efek kesehatan yang merugikan termasuk kondisi akut dan kondisi kronis . Kondisi akut berkembang segera setelah lebih – paparan bahan berbahaya dan termasuk luka bakar , ruam , gangguan pernapasan , kejang , dan bahkan mungkin kematian . Kondisi kronis berkembang setelah paparan jangka panjang untuk bahan berbahaya , termasuk kanker , gangguan sistem saraf , dan kerusakan sistem organ lainnya.

 

Tujuan Pelatihan Hazardous Material & Waste Management

  1. Peserta memahami jenis – jenis B3
  2. peserta memahami bagaimana menentukan suatu bahan tersebut B3 atau bukan
  3. Peserta memahami fungsi MSDS dan element – elementnya
  4. Peserta memahami bagaimana prosedur penerimaan, penyimpanan dan pengangkutan B3
  5. Peserta memahami bentuk – bentuk pengelolaan dan pengolahan B3
  6. Peserta memahami bagaimana penanganan tumpahan B3

 

Metode Pelatihan Hazardous Material & Waste Management

Pelatihan menggunakan sistem pembelajaran partisipatif dan metode pengajaran dalam bentuk ceramah, diskusi dan latihan /studi kasus dalam mendala panduan bagi Anda bagaimana mengimplementasikannya dan dengan menggunakan berbagai teknik dan metode yang akrab bagi pelaku bisnis. mi aplikasinya.

Who Should Attend Hazardous Material & Waste Management

  • Pimpinan (Top Management)
  • para manajer dan pengambil keputusan di perusahaan yang terkait Manajemen B3& Limbah B3
  • Para Supervisor & Karyawan yang terkait dengan Pelaksanaan Penanganan Bahan B3& Limbah B3

Outline Hazardous Material & Waste Management

  1. Pengenalan B3 dan Bahaya B3
  2. Sistem dokumentasi Limbah B3
  3. Identifikasi bahan kimia berbahaya
  4. Material safety data shees (MSDS)
  5. Persyaratan Pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun berdasarkan peraturan yang berlaku
  6. Proses penimbunan dan pembuangan akhir limbah B3
  7. Proses pengangkutan B3
  8. Sistem Pengemasan dan penyimpanan B3
  9. Pelabelan dan simbolisasi B3 dan Limbah B3
  10. Strategi tanggap darurat limbah B3

HEALTH AND SAFETY IN THE LABORATORY

DESKRIPSI HEALTH AND SAFETY IN THE LABORATORY

Keselamatan & Kesehatan Kerja Laboratorium (Laboratory Safety & Health) sangat diperlukan untuk mengurangi cidera perseorangan (personal injury), gangguan kesehatan, kehilangan asset (property loss) & kecelakaan kerja di Laboratorium. Pelaksanaan Laboratory Safety & Health yang bagus akan sangat mendukung kesuksesan pelayanan Laboratorium kepada customer-nya.Untuk mencapai Laboratory Safety & Health yang baik sangat diperlukan pengetahuan tentang praktek & peraturan yang terbaru untuk mencegah kecelakaan kerja, yang mungkin akan menyebabkan gangguan kesehatan, cidera, kebakaran atau gangguan pada operasi Laboratorium. Hal ini harus menjadi bagian dari kebutuhan training dari pekerja Laboratorium, petugas Keselamatan & Kesehatan Kerja, Audit Team termasuk jajaran Manajemen Perusahaan atau pimpinan Instansi Pemerintah & Swasta.

MATERI TRAINING HEALTH AND SAFETY IN THE LABORATORY

  1. The Occupational Health Introduction.
  2. Potential Hazards in Laboratory (ILO – International Hazard Datasheets on Occupation)
  3. COSHH (Control of Substances Hazardous to Health)
  4. MSDS and Labeling
  5. Laboratory Safety Practices.
  6. Ventilation
  7. Personal Protective Equipment
  8. Laboratory Ergonomics
  9. Hazardous Waste and Emergency Procedure
  10. Laboratory Safety Management System (Laboratory Safety Plan)
  11. Exposure monitoring, Medical Surveillance and Bio Monitoring.

Behavior Based Safety

Latar Belakang Pelatihan Behavior Based Safety

Sebagian besar hasil  investigasi kecelakaan membuktikan bahwa faktor utama penyebab terjadinya kecelakaan adalah faktor manusia yang bertindak tidak aman (unsafe act).

Pendapat dari Heinrich yang dikenal sebagai pakar menyimpulkan dalam teori kecelakaan menyatakan bahwa 80% penyebab terjadinya kecelakaan disebabkan oleh unsafe act, 18% disebabkan oleh unsafe condition dan 2% disebabkan oleh faktor lain.

Banyak perusahaan yang sudah lama menjalankan program K3, namun angka kecelakaan kerja masih tinggi. Angka statistik kecelakaan kerja tidak dapat ditekan hingga mencapai nihil kecelakaan (zero accident). Bahkan, hampir semua karyawan merasakan bahwa, K3 itu menghambat jalannya mata rantai produksi. Para manajer dan supervisor percaya bahwa Program K3 tidak mempunyai nilai tambah (added value) bagi dirinya maupun perusahaan. Mental melakukan tugas apa adanya (“check box mentality”) tumbuh subur di setiap lini organisasi perusahaan

 BBS telah banyak diterapkan oleh berbagai perusahaan besar untuk menekan kecelakaan kerja dan meningkatkan produktifitas. Pelatihan ini akan mejelaskan bagaimana cara menerapkan program BBS dan melibatkan semua pekerja dalam program BBS.

Tujuan Pelatihan Behavior Based Safety

  • Peserta bisa melakukan identifikasi tentang perilaku aman dan tidak aman.
  • Memahami dan menafsirkan hasil-hasil Pengamatan Pekerjaan di dalam proses berperilaku terhadap keselamatan.
  • Memahami dan menerapkan untuk mencapai tujuan terhadap perilaku keselamatan kerja
  • Meningkatkan kesadaran pekerja untuk berperilaku aman dalam bekerja sehingga dapat meningkatkan produktifitas kerja perusahaan.
  • Memahami manfaat komunikasi yang efektif.
  • Memahami pengetahuan dan tehnik dasar untuk menggerakkan perilaku dari beresiko ke selamat.

Outline Workshop Behavior Based Safety (BBS)

  • Incident Fundamental
  • Human error and accident causation
  • Incident prevention and BBS
  • Group discussion and exercise
  • BBS Principle
  • BBS process
  • Development of Critical Behavior Checklist
  • Observation and interview methodology
  • Group discussion and exercise.

WATER TREATMENT “DEMINERALIZED WATER PROCESS”

DESKRIPSI WATER TREATMENT DEMINERALIZED WATER PROCESS

Demineralisasi air adalah sebuah proses penyerapan kandungan ion-ion mineral di dalam air dengan menggunakan resin ion exchange. Deionized Water / Demineralization Water sangat memegang peranan yang penting dalam beberapa industry, terutama untuk industry-industri yang menggunakan air demin diantaranya pembangkit listrik tenaga uap, industry semikonduktor, industry farmasi dll. Demineralizataion System dirancang secara khusus sesuai kebutuhan dengan mempertimbangkan kualitas terbaik dan efisiensi yang tinggi.

MATERI TRAINING WATER TREATMENT DEMINERALIZED WATER PROCESS

1.Principles of Water Treatment

  • Dissolved Gases & Suspended Solids
  • Removal of Dissolved Gases
  • Makeup Water
  • Boiler Feedwater
  • Removal of Suspended Solids
  • Resin Bed Malfunctions
  • Channeling
  • Breakthrough and Exhaustion

2.Purpose of Water Treatment

  • Water Treatment

3.Water Purity

4.Water Treatment Process

  • Principles of Ion Exchange
  • Specific Ion Exchange Reactions

5.Demineralization Process & Regeneration Methods

  • Resin Ion Exchange in Demineralization Process
  • Multi-Stage Demineralization
  • Mixed Bed Demineralization
  • Co-flow Regeneration ( CFR )
  • Reverse flow Regeneration ( RFR )
  • Treated Water Quality
  • No Backwash with RFR
  • Regeneration Steps
  • Mixed Bed Regeneration
  • Regeneration Efficency
  • Regeneration Ratio
  • Thoroughfare Regeneration
  • Regeneration Types & Concentrations
  • Quality of Water for Regeneration
  • Neutralisation of the Regenerants
  • Special Applications

SMK3 OHSAS 18001: 2007

Seminar/Training Description SMK3 OHSAS 18001: 2007

Globalisasi perdagangan saat ini memberikan dampak persaingan sangat ketat dalam segala aspek khususnya ketenagakerjaan yang salah satunya mempersyaratkan adanya perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja. Untuk meningkatkan efektifitas perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja, tidak terlepas dari upaya pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja yang terencana, terukur, terstruktur, dan terintegrasi melalui SMK3 guna menjamin terciptanya suatu sistem keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja. Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja melalui SMK3 telah berkembang di berbagai negara baik melalui pedoman maupun standar.

OHSAS 18001:2007 adalah suatu standar internasional untuk Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Diterbitkan tahun 2007, menggantikan OHSAS 18001:1999, dan dimaksudkan untuk mengelola aspek kesehatan dan keselamatan kerja (K3) daripada keamanan produk. OHSAS 18001 menyediakan kerangka bagi efektifitas manajemen K3 termasuk kesesuaian dengan peraturan perundang-undangan yang diterapkan pada aktifitas-aktifitas anda dan mengenali adanya bahaya-bahaya yang timbul.

Untuk memberikan keseragaman bagi setiap perusahaan dalam menerapkan SMK3 sehingga perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja bagi tenaga kerja, peningkatan efisiensi, dan produktifitas perusahaan dapat terwujud maka perlu diterapkan Persyartan minimal menngenai K3 yaitu OHSAS

TUJUAN PELATIHAN SMK3 OHSAS 18001: 2007

Peserta memahami persyaratan dalam penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja sesuai persyaratan OHSAS 18001 dan SMK3 PP no 50 th 2012.

  1. Peserta mampu melakukan gap analysis antara persyaratan dengan kondisi aktual perusahaan.
  2. Memberi penjelasan mengenai identifikasi bahaya, penilaian resiko dan pengendaliannya K3 dengan mengaju kepada persyaratan OHSAS 18001/SMK3 dan peraturan pemerintah terkait dengan K3.
  3. Peserta mengetahui cara melaksanakan Internal Audit dan Manajemen review yang efektif.

Outline SMK3 OHSAS 18001: 2007

Sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja:

  1. Pendahuluan dan pengertian umum.
  2. SMK3 PP No 50 Tahun 2012 : Garis besar persyaratan, maksud dan tujuan
  3. Garis besar persyaratan-persyaratan Legal K3.
  4. Analisa kinerja K3 saat ini; menentukan lagging indicator, leading indicator.
  5. Menyusun prosedur awal; pengendalian dokumen dan catatan.
  6. Identifikasi dan penilaian bahaya; Pengertian bahaya dan resiko bahaya, berbagai jenis bahaya K3, Teknik-teknik identifikasi dan penilaian bahaya
  7. Identifikasi persyaratan-persyaratan legal K3 yang berlaku.
  8. Menentukan kontrol operasional K3; menghilangkan dan mengurangi bahaya.
  9. Pengaturan proses-proses, terkait kontrol operasional, proses proaktif, reaktif, evaluasi.
  10. Evaluasi kinerja sistem.

Emergency Response Plan

Deskripsi Training Emergency Response Plan 

Kursus ini menguraikan cara-cara mengembangkan dan mengimplementasikan rencana tanggap darurat. Untuk dapat menangani keadaan darurat ketika akan terjadi. Tujuan dari rencana tanggap darurat yaitu harus siap menghadapi situasi tak terduga seperti kebakaran, tumpahan bahan kimia, ledakan, banjir, cedera, penyakit dan situasi krisis lainnya. Rencana seperti itu sangat penting untuk melindungi kesehatan, kehidupan, properti dan lingkungan. Rencana darurat harus secara khusus disesuaikan dengan tempat kerja. Rencana harus jelas menguraikan prosedur yang harus diikuti dalam keadaan darurat. Pendekatan teratur dan siap untuk menghadapi keadaan darurat dapat mengakibatkan kebingungan, kehilangan nyawa, cedera, kerugian keuangan atau bisnis, dan kerusakan properti.

 

Tujuan Training Emergency Response Plan 

  • Meningkatkan kesadaran peserta akan pentingnya kesigapan perusahaan menghadapi keadaan darurat yang bisa terjadi.
  • Mengkoordinasikan upaya Perencanaan Tanggap Darurat/ ERP sehingga tercapai efisiensi dan efektifitas dalam pengendaliannya.
  • Peserta memahami dengan benar berbagai hal yang terkait dengan ERP sebagai suatu sistem yang selalu dibutuhkan dan diaplikasikan dalam keadaan darurat sehingga pengendalian bisa dilakukan secara cepat dan tepat.
  • Mengetahui apa saja yang bisa terjadi dalam keadaan darurat dan melatih kesiapan mengahadapi keadaan emergency sehingga rasa gugup dan panik dapat diatasi.
  • Mempersiapkan diri dalam mengurangi kemungkinan kerugian yang lebih besar bila dalam keadaan darurat.
  • Mengatur tata cara dalam pelaksanaan penanggulangan Keadaan Darurat sehingga kerugian perusahaan dapat diminimalisir.
  • Peserta Mampu mengembangkan sistem dan program Emergency Response Plan (ERP)
  • Memastikan tindakan pengendalian sesuai Prosedur dan Organisasi Emergency Response Plan (ERP)

Materi Training Emergency Response Plan

1. Introduction to Emergency Response Plan

  • Definisi Darurat dan Bencana
  • Jenis-jenis dari Keadaan Darurat dan Bencana
  • Disaster Management in Indonesia
  • Disaster Management Elements
  • Development of Disaster Management
  • ERP Programs

2. Persiapan dan Perencanaan Tanggap Darurat

  • Pengantar Sistem Manajemen Tanggap Darurat
  • Pembentukan Team Emergency
  • Emergency Organization
  • Struktur Organisasi, Tugas, & Fungsi
  • ERP Programs
  • Prosedur-prosedur dalam Emergency

3. Penanggulangan Ketika terjadinya Emergency

  • Sistem Evakuasi Orang
  • Sistem Evakuasi Peralatan

4. Penanggulangan Pasca Bencana / Emergency

  • Penanganan setelah Terjadinya Bencana / Emergency
  • Medical Emergency

5. Sistem Pelaporan dan Komunikasi

  • Sistem-sistem pelaporan dan Tanggung jawab
  • Jalur-jalur Komunikasi

6. Crisis Management to Improve Emergency Response Plan (ERP) Program Development

7. Simulasi Emergency (Kebakaran, P3K Respon, Evakuasi Korban, Komunikasi)

PENANGANAN LIMBAH B3, BAHAN BERBAHAYA & BERACUN

TRAINING INTRODUCTION PENANGANAN LIMBAH B3

Semakin banyaknya limbah B3 yang di hasilkan di area industri menjadi salah satu faktor pemerintah mengeluarkan UU No 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan. Pemerintah sudah mengeluarkan PP No 18 tahun 1999 tentang pengelolaan limbah B3, walau kadang dalam implementasi di lapangan masih banyak di temukan berbagai pelanggaran dalam proses implementasinya. Pemerintah juga mengeluarkan program PROPER dan B3 menjadi salah satu bagian yang harus di evaluasi dan di monitor pelaksanaan di lapangan.

Begitu banyak konsen yang telah di keluarkan oleh pihak pemerintah harus di barengi dengan komitment dari pihak perusahaan dan tentunya skill personal yang menghandle kegiatan operasional tersebut. Bagaimana meng identifikasi limbah B3, cara penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pemanfaatan, pengolahan hingga penimbunan.

 

TRAINING OBJECTIVE PENANGANAN LIMBAH B3

  • Peserta di harapkan memahami landasan hukum dan regulasi tentang limbah B3
  • Peserta bisa melakukan identifikasi dan penyimpanan sementara
  • Peserta bisa menghitung mass balance limbah B3
  • Peserta bisa membuat program pengelolaan limbah B3

 

TRAINING OUTLINE PENANGANAN LIMBAH B3

  • Introduction, landasan hukum, identifikasi
  • Penyimpanan dan pengumpulan sementara
  • Program 3R reduce reuse recycle
  • Pengangkutan dan pengolahan limbah B3

Health & Safety: The Role Manager, Supervisor & HRD Professional

Course Objectives Health & Safety: The Role Manager, Supervisor & HRD Professional

The specific objectives of this course were to :

  • Understand how to foster a safe and healthy work environment by providing training and proper equipment and by modeling and rewarding safe and healthy work practices;
  • Prevent injuries and illnesses to reduce the human and financial costs associated with Workers’ Compensation, disability, and health care;
  • Recruit and retain the best employees by being a supervisor who cares about the well-being of company and workers.

 

Course Programmed Health & Safety: The Role Manager, Supervisor & HRD Professional

1.    Management Comitment
2.    Safe Work Prosedure
3.    Training and Supervision
4.    The Role Of Manager, Supervisor & Human Resources Proffesional
5.    Employe Assistant  Program (EAP).

BASIC SAFETY TRAINING

PENGANTAR BASIC SAFETY TRAINING

“Kecelakan bukan tadir,tapi dalam uaya kita untuk mencegah dan menghindarinya”

Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan Langkah awal bagi para Perusahaan baik berskala Besar atau Berskala kecil yang memiliki Potensi bahaya tinggi merupakan Suatu Upaya untuk Mencegah dan Menanggulangi terjadinnya Kecelakaan Kerja,Kebakaran,Pencemaran Lingkungan,dan Penyakit Akibat Kerja.

Oleh sebab itu Penerapan K3 (Keselamatan Kesehatan Kerja) merupakan Perlindungan untuk testimasi waktu produksi,hasil produksi,asset produksi,dan tenaga kerja perlu dikembangkan dan ditinggkatkan mengingat semua  itu langsung berdampak bagi perusahaan.

MANFAAT TRAINING BASIC SAFETY

  • Meningkatkan kesadaran peserta terhadap pentingnya tindak pencegahan kecelakaan dan menggugahnya untuk mendorong karyawan dilingkungan kerjanya agar mau melakukan tindakan pencegahan kecelakaan.
  • Meningkatkan pengetahuan peserta akan upaya pencegahan kecelakaan dilingkungan kerjanya.
  • Meningkatkan moral Perusahaan dan karyawan serta mengurangi resiko kerugian bagi Perusahaan

 

Materi Basic Safety Training

  • Dasar-dasar K3 dengan pengenalan UU.No.1 Tahun 1970
  • Mengapa keselamatan penting dan Pencegahan terhadap kecelakaan
  • Contoh-contoh bahaya & Pengenalan Simbol K3
  • Menilai bahaya kecelakaan ditempat kerja.
  • Basic Safety Rules & Prosedur bekerja yang aman
    • Pengendalian terhadap Bahaya.
    • Tips dalam meningkatkan diri akan kesadaran keselamatan bekerja.
    • Pentingnya alat pelindung diri & Pengenalan Alat Pelindung Diri (APD) atau Personal Protective Equipment (PPE)
  • Cara Pengangkatan Material yang benar
  • Praktek Identifikasi Proteksi Bahaya & Safety Risk Management
  • Emergency Preparedness.
  • Incident Reporting & Investigation.
  • Rencana tindakan dan Penutup.

AKUNTANSI PERBANKAN

PROGRAM OUTLINE AKUNTANSI PERBANKAN:

SILABUS PELATIHAN   :

1.   Tujuan Akuntansi Perbankan

2.  Kerangka Dasar Akuntansi

  • Tujuan Laporan Keuangan
  •  Tanggung jawab Laporan Keuangan
  • Komponen Laporan Keuangan ; Neraca Laporan Rugi Laba, Lap.Perubahan Ekuitas, Lap Arus Kas dan Catatan Atas Laporan Keuangan.
  • Mata Uang Pelaporan
  • Kebijakan Akuntansi
  • Penyajian
  • Konsistensi Penyajian
  • Materialitas dan Agregasi
  • Saling Hapus (Offsetting)
  • Periode Pelaporan
  • Laporan Keuangan Konsolidasi

3.  Akuntansi Sumber Dana

  • Giro, Tabungan,Deposito Berjangka
  • Dana Rekening Titipan ( Payment Point)
  • Surat Berharga yang Diterbitkan
  •  Pinjaman Yang Diterima, Kewajiban Lain-lain
  • Modal Pinjaman ( Sub Ordinate Loan )
  • Modal Bank

4.   Akuntansi Penanaman Dana Bank

  • Kas
  • Rekening pada Bank Indonesia
  • Rekening pada Bank Lain
  • Surat Berharga yang dimiliki
  • Kredit Yang Diberikan
  • Kartu Kredit
  • Penyertaan
  •  Aktiva Tetap
  • Aktiva Lainnya

5.  Akuntansi Jasa Bank

  • Jasa Transfer
  • Jasa Inkaso
  • Safe Deposit Box (PPN Sewa)
  • Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri

6.  Akuntansi Kliring Nasional

  •  Setoran Kliring
  • Tarikan Kliring
  • Kliring Pengembalian

7.   Akuntansi Komitmen dan Kontijensi

8.   Akuntansi Pendapatan dan Biaya

 

Manajemen Aset

Deskripsi Training Manajemen Aset

Aset adalah barang atau benda yang terdiri dari benda tidak bergerak dan benda bergerak baik yang berwujud (tangible) dan tidak berwujud (intangible) yang tercakup dalam aktiva/kekayaan perusahaan. Pengelolaan Aset (kekayaan) Perusahaan merupakan hal yang sangat penting karena  untuk memantau dan menghitung serta memanfaatkannya  secara optimal. Manajemen asset berfungsi untuk informasi perjalanan asset secara keseluruhan, memuat berapa banyak aset dan biayanya, pemanfaatan, kondisi dan pemeliharaan serta lokasi penyimpanan.Hal ini juga berfungsi untuk  mencegah dari hilangnya asset, perhitungan pajak dan depresiasi.

Banyak perusahaan masih menganggap Manajemen Aset secara fisik  hanyalah sekedar instrumen pengelolaan daftar aset, serta pencatatan oleh bagian accounting. Anggapan yang kurang tepat lainnya adalah bahwa pengelolaan fisik aset sepenuhnya sudah diserahkan kepada Bagian umum , padahal baik daftar aset maupun pengelolaan aset fisik hanyalah bagian kecil dari Physical Asset Management.



Tujuan Training Manajemen Aset

  1. Menjelaskan kepada peserta mengenai pentingnya pengelolaan aset dilakukan secara profesional dan terintegrasi.
  2. Membekali peserta terkait dengan pengelolaan aset secara terintegrasi mulai dari planning, pengadaan, verifikasi, pencatatan, layout, pergudangan, pemeliharaan, sistem informasi aset, serta monitoring dan evaluasi.
  3. Membekali peserta metode pengambilan keputusan dalam pengelolaan aset, sehingga lebih efisien, mengurangi pemborosan/kerugian,  mencegah hilangnya aset serta mecegah konflik karena aset.
  4. Membekali peserta implementasi sistem informasi manajemen aset di Perusahaan tempat bekerja.



Materi Training Manajemen Aset

 

  1. Konsep Dasar Manajemen Aset dan Ruang lingkup Manajemen Aset
  2. Perencanaan Manajemen Aset:  prosedur perencanaan kebutuhan aset  dan  penganggarannya
  3. Pengadaan Aset (Procurement): sistem dan prosedur pengadaan aset : swakelola/ outsourcing, penyimpangan dalam pengadaan, pengawasan pengadaan, formulir –formulir prosedur pengadaan.
  4. Manajemen Penggudangan Aset (Warehousing): prosedur penerimaan, verifikasi, pendistribusian dan prinsip penyimpanan aset dan formulir inventarisasi asset di Gudang.
  5. Kodifikasi dan Sistem informasi Asset: Perencanaan kodifikasi dan SIM
  6. Manajemen Keuangan Aset dan Penilaian Aset
  7. Pengukuran dan Evaluasi Aset
  8. Pemeliharaan dan pengawasan aset
  9. Sumberdaya Manusia  dalam Penanganan Aset Perusahaan: Struktur Organisasi Manajemen Aset,    Pengaturan Tugas dan Wewenang Pengelolaan Aset, dan Mengatasi Konflik Terkait dengan Aset.
  10. Administrasi dan database aset
  11. Metode Lelang dan Penghapusan Aset
  12. Case Study secara detail : kasus-kasus riil di lapangan dan solusinya

IFRS PSAK TERBARU

PENDAHULUAN TRAINING IFRS PSAK TERBARU 

Mulai Januari 2012, Indonesia sudah mengadopsi IFRS secara penuh. Dengan mengadopsi penuh IFRS, laporan keuangan yang dibuat berdasarkan PSAK tidak memerlukan rekonsiliasi signifikan dengan laporan keuangan berdasarkan IFRS. Konvergensi IFRS kedalam PSAK memiliki implikasi yang  besar bagi dunia usaha, terutama pada sisi pengambilan kebijakan perusahaan yang didasarkan kepada data‐data akuntansi. Dampak penerapan IFRS tidak hanya mencakup masalah akuntansi, tapi juga masalah-masalah lainnya seperti: perpajakan, keuangan, sistem pelaporan manajemen, investasi, kompensasi pegawai/manajemen, dan indikator kinerja.

Dari beragam standar akuntansi yang kini sudah berkiblat ke standar internasional, PSAK 1 adalah induk dari semua PSAK yang ada. Perusahaan yang telah dan akan mengadopsi IFRS, wajib menuangkannya dalam laporan keuangan yang sesuai dengan standar atau format yang dinyatakan dalam PSAK 1 tersebut. PSAK 1 sudah wajib diterapkan untuk laporan keuangan mulai tahun 2011. PSAK 1 sendiri kini mengalami sejumlah perubahan yang sangat signifikan, seperti informasi yang disajikan, dikenal adanya pendapatan komprehensif lain, komponen laporan keuangan yang lengkap, pos minimal yang wajib disajikan dalam laporan keuangan dan perubahan lainnya. Karena perubahan tersebut, bisa jadi perusahaan harus melakukan adjustment atas accounting system yang dioperasikan saat ini. Perubahan ini harus segera anda ketahui dan antisipasi dan dipersiapkan dari sekarang.

TUJUAN TRAINING IFRS PSAK TERBARU 

Mengetahui dan memahami perubahan apa saja yang terdapat pada Revisi PSAK, memahami bagaimana relevansi Revisi PSAK dalam setiap transaksi bisnis serta pelaporan keuangan, memperoleh gambaran dalam melakukan antisipasi dengan timbulnya Revisi PSAK, dan mendapatkan contoh-contoh real dari penerapan revisi PSAK melalui studi kasus yang disajikan, antara lain:

  1. Memberikan persiapan dan materi inti dalam menghadapi masa transisi.
  2. Mengimplementasikan proses migrasi ( Metode dan Aplikasi ) : Struktur, Materi, Jurnal.
  3. Mengoptimalkan keterampilan SDM dan menyelaraskan sudut pandang Regulator dengan para pelaksana.
  4. Memahami struktur dan makna laporan keuangan.
  5. Memahami peraturan-peraturan yang harus dipenuhi dalam menyusun laporan keuangan.
  6. Memahami perlakuan akuntansi dan perpajakan pada setiap transaksi yang terjadi.

CAKUPAN MATERI TRAINING IFRS PSAK TERBARU 

  1. MEMAHAMI  LAPORAN KEUANGAN & PSAK BERBASIS IFRS
    1.  Update perkembangan PSAK terbaru
    2.  Laporan Keuangan sebagai alat pengambil keputusan
  2. MEMAHAMI LAPORAN KEUANGAN & PSAK BERBASIS IFRS
    1. Update perkembangan PSAK terbaru
    2. Laporan Keuangan sebagai alat pengambil keputusan
    3. PSAK & IFRS
  3. LAPORAN “COMPREHENSIVE INCOME” (PSAK 1 2011 dan PSAK R  2013 & 2015)
    1. Penyajian Rugi Laba Metode Sifat & Fungsi
    2. Single Step vs. Multiple Step
    3. Other Comprehensive Income
    4. Perubahan mendasar atas PSAK 1 R 2013 terhadap Other Comprehensive Income yang mulai berlaku 1 Januari 2015
  4. PSAK 24 Revisi 2013 berlaku 2015
    1. Pensiun Iuran pasti (Defined Contributed Plan)
    2. Pensiun Manfaat Pasti (defined Benefit Plan)
    3. Perubahan mendasar atas PSAK 24 R 2013 terhadap  imbalan kerja yang mulai berlaku 1 Januari 2015
  5. AKUNTANSI TANAH (PSAK 47 dan ISAK 25 Revisi 2012)
    1. Perolehan tanah dan beban tangguhan atas tanah
    2. Penyusutan tanah
  6. INTERCORPORATE INVESTMENTS ( PSAK R 2013) berlaku 1 Januari 2015
    1. Equity Investment
    2. Available-For-Sale Investments
    3. Equity Method Accounting
    4. PSAK 4 R 2009, Laporan Keuangan Konsolidasian dan laporan keuangan tersendiri.
    5. PSAK 4 Revisi 2013….Laporan Keuangan
    6. PSAK 15 Investasi Asosiasi dan Ventura bersama
  7. AKUNTANSI PAJAK PENGHASILAN (PSAK 46  Revisi  2013) Berlaku 1 Januari 2015
    1. Perbedaan Laporan Keuangan dan Pelaporan Pajak
    2. Pelaporan Pajak Penghasilan
    3. Perbedaan Temporer dan
    4. Deferred Tax Asset dan Deferred Tax Liability
  8. Overview PSAK Revisi 2013 yang berlaku mulai 1 Januari 2015
    1. PSAK 48 Penurunan Nilai Aset
    2. PSAK 65 Laporan keuangan konsolidasian
    3. PSAK 66 Pengaturan Bersama
    4. PSAK 67 Pengungkapan Kepentingan Entitas Lain
    5. PSAK 68. Pengukuran Nilai Wajar

PERHITUNGAN AKTUARIA SESUAI PSAK 24

DESKRIPSI TRAINING PERHITUNGAN AKTUARIA SESUAI PSAK 24

Pelatihan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk mengetahui jumlah kewajiban dan beban atas program Imbalan Paska Kerja Karyawan sesuai perlakuan akuntansi dihitung dengan metode perhitungan secara aktuarial, sesuai dengan basis Akuntansi berdasarkan PSAK-24 atau SAK ETAP. Training ini di selenggarakan dengan menerapkan sistem pengajaran interaktif dan adanya studi kasus diharapkan peserta training dapat memahami dan diterapkan pada lingkup kerja. Peserta juga di kenalkan pada metode PUC (Projected Unit Kredit), dimana peserta dapat melakukan perhitungan sederhana terhadap kewajiban Employee Benefit sesuai jenis program benefit yang ada di Perusahaan.



MATERI
TRAINING PERHITUNGAN AKTUARIA SESUAI PSAK 24

1.  Pengenalan Aktuaria:
Mempelajari secara mudah perhitungan aktuaria bagi pemula. Peserta di harapkan dapat memahami prinsip nilai sekarang dan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kenaikan kewajiban atau penurunannya. Materi yang akan disampaikan adalah sbb:

  • Pengertian Aktuaria
  • Fungsi Aktuaria dalam menetukan Nilai Kini Kewajiban
  • Tingkat Bunga (Interest Rate).
  • Nilai Sekarang (Present Value).
  • Anuitas

2.  Pengetahuan Dasar dan Pemahaman tentang PSAK 24
Pengertian dan istilah-istilah dalam perhitungan PSAK 24. Diharapkan peserta dapat memahami variabel yang dapat mempengaruhi perhitungan dari tahun ke tahun. Materi yang akan disampaikan adalah sebagai sbb:

  • Arti Istilah.
  • Analisis Program dalam PSAK.
  • Penentuan dan dampak asumsi aktuaria terhadap perhitungan beban & kewajiban.
  • Melakukan validasi data dan analisa manfaat sesuai Peraturan Perusahaan.
  • Melakukan analisa keuntungan / kerugian aktuaria.
  • Menghitung nilai kini kewajiban imbalan pasti dengan metode Projectec Unit Credit
  • Menyajikan asumsi aktuaria yang dapat dipertanggungjawabkan dan diterima secara umum

3.  Alur Perhitungan PSAK 24.

  • Perhitungan beban dan kewajiban sesuai PSAK 24 untuk setiap manfaat karyawan
  • Menghitung keuntungan / kerugian aktuaria yang belum diakui dan yang diakui.
  • Menghitung biaya jasa kini
  • Menghitung biaya bunga
  • Menghitung dampak dari kurtailmen atau penyelesaian program (bila ada).
  • Memberikan penjelasan yang dibutuhkan guna menyusun Pengungkapan untuk Laporan Keuangan

4.  Sistem Pelaporan sesuai dengan PSAK 24
Membuat laporan lengkap, yang menyajikan informasi sebagai berikut :

  • Penjelasan mengenai manfaat dan data karyawan
  • Metode dan asumsi perhitungan.
  • Hasil Perhitungan
  • Catatan / penjelasan mengenai hasil perhitungan.

CORPORATE FINANCE

DESKRIPSI TRAINING CORPORATE FINANCE

Dalam perusahaan, pengelolaan Corporate Finance harus dipahami dan dikuasai oleh jajaran manajamen, direksi, staf keuangan, serta pihak-pihak yang berkepentingan. Mereka harus belajar dari pengalaman bagaimana mengatasi berbagai problem yang rutin terjadi. Pengetahuan mengenai teori dan aplikasi Corporate Finance diperlukan salah satunya supaya mampu merespon dengan baik secara rasional setiap perubahan yang terjadi, dan dapat membantu untuk memberikan jawaban yang tepat saat terjadi perubahan dan saat hal-hal baru muncul ke permukaan dan perlu untuk dianalisis.

Melalui pelatihan ini, peserta akan memahami pengelolaan keuangan secara keseluruhan, baik di tingkat korporat maupun unit bisnis, baik teori maupun praktik, dan mampu mengaplikasikan materi yang didapat untuk menyelesaikan problem-problem keuangan di perusahaan. Disamping itu peserta akan mempelajari juga berbagai keahlian praktis di bidang keuangan yang bisa membantu membuat keputusan secara lebih bijaksana dan membantu karir di perusahaan menjadi lebih baik.

TUJUAN TRAINING CORPORATE FINANCE

Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta akan dapat:

  • Mengetahui tentang Corporate Finance secara mendasar, komprehensip, integralistik, dan logis serta memahami peran dan tugas Corporate Finance pada perusahaan
  • Memahami konsep dan aplikasi Corporate Finance dalam konteks tugas dan tanggung jawab finance manager
  • Membaca laporan keuangan dan memahami cara menggunakan metode akuntansi untuk forecasting pendapatan dan pertumbuhan perusahaan secara mudah
  • Melakukan diskusi dan membuat laporan keuangan dengan pemahaman terminologi yang benar
  • Mahir dalam keuangan dan akuntansi yang dibutuhkan dalam penyusunan anggaran, memberikan justifikasi terhadap permintaan angaran, dan dapat menemukan perosalan keuangan secara dini
  • Meningkatkan kemampuan problem solving terkait dengan Corporate Finance
  • Meningkatkan apresiasi dan tanggung jawab peserta terhadap peningkatan kinerja dan keberhasilan perusahaan secara umum

MATERI TRAINING CORPORATE FINANCE

  1. Pengantar:
  • Apa yang dimaksud dengan Corporate Finance
  • Financial/Accounting Statement, Taxes, and Cash Flow
  1. Kriteria Penilaian Investasi
  2. Financial Statements and Long Term Financial Planning
    • Working with Financial Statement
    • Long-Term Financial Palnning and Growth
  3. Valuation of Future Cash Flows
    • First Principles of Valuation: the Time Value of Money
    • Valuing Stocks and Bonds
  4. Capital Budgeting
    • Net Present Value and Other Investment Criteria
    • Making Capital Investment Decision
    • Project Analysis and Evaluation
  5. Risk and Return
    • Some Lessons from Capital Market History
    • Return, Risk, and the Security Market Line
  6. Long Term Financing
    • Long Term Financing: An Introduction
    • Issuing Securities to the Public
  7. Cost of Capital and Long Term Financial Policy
    • Cost of Capital
    • Financial Leverage and Capital Structure Policy
    • Dividends and Dividend Policy
  8. Short Term Financial Planning and Management
    • Short Term Finance and Planning
    • Cash and Liquidity Management
    • Credit and Inventory Management
  9. Topics in Corporate Finance
  • Options and Corporate Securities
  • Mergers and Acquisitions
  • International Corporate Finance
  • Leasing
  • Risk Management: An Introduction to Financial Engineerings
  1. Studi Kasus & Diskusi