Arsip Blog

Jadwal Training 2017 – Training Schedule 2017

Berikut Informasi Jadwal Training 2017  / Schedule Training Tahun 2017

Kategori : MINING / PERTAMBANGAN / GEOLOGY TRAINING 2017 ( Lihat disini )

Kategori : BUDGETING, BANKING, ACCOUNTING & FINANCE TRAINING 2017 ( Lihat disini )

Kategori : HRD & LEADERSHIP, MANAGEMENT TRAINING 2017 ( Lihat disini )

Kategori : SALES AND MARKETING TRAINING 2017 ( Lihat disini )

Kategori : PROJECTS, CONTRACTS, PURCHASING & TENDERS TRAINING 2017 ( Lihat disini )

Kategori : SECURITY TRAINING 2017 ( Lihat disini )

Kategori : INFORMATION TECHNOLOGY ( IT ) TRAINING 2017 ( Lihat disini )

Kategori : HUKUM / LEGAL TRAINING 2017 ( Lihat disini )

Kategori : HEALTH, SAFETY, ENVIRONMENT & LAB TRAINING 2017 ( Lihat disini )

Kategori : TECHNICAL , ENGINEERING & MECHANICAL TRAINING 2017 ( Lihat disini )

Kategori : ELECTRICAL & INSTRUMENTATION TRAINING 2017 ( Lihat disini )

Kategori : OIL AND GAS TRAINING 2017 ( Lihat disini )

JADWAL TRAINING 2017 / JADWAL PELATIHAN TAHUN 2017 / JADWAL DIKLAT 2017 / JADWAL SEMINAR 2017 / JADWAL WORKSHOP 2017 / JADWAL BIMTEK 2017 – TERBARU  BULAN  JANUARI 2017 – FEBRUARI 2017 – MARET 2017 – APRIL 2017 – MEI 2017 – JUNI 2017 – JULI 2017 – AGUSTUS 2017 – SEPTEMBER 2017 – OKTOBER 2017 – NOVEMBER 2017 – DESEMBER 2017

Permintaan Brosur penawaran Training ( Harga, Waktu dan Tempat) silahkan Menghubungi kami.

Catatan :

  • Pelatihan ini dapat di-customized sesuai kebutuhan perusahaan Anda bila diselenggarakan dalam bentuk In-House Training. Untuk permintaan In-House Training dengan jenis topik lainya, silahkan mengirimkan ke alamat email yang tercantum di web kami.
  • Request Training. Jika anda membutuhkan informasi pelatihan yang belum tercantum pada website ini, atau anda ingin memberikan usulan materi yang sesuai dengan tingkat kebutuhan perusahaan anda, silahkan mengirimkan ke alamat emailyang tercantum.
  • Bila tidak ada tanggal dan waktu atau yang tercantum sudah kadaluarsa didalam artikel mohon tanyakan kepada kami untuk jadwal terbarunya.
  • Peserta bisa mengajukan Tanggal Pelatihan / Training selain yang tertera pada silabus penawaran.
Iklan

MODERN SAFETY AND LOSS CONTROL MANAGEMENT

TRAINING INTRODUCTION MODERN SAFETY AND LOSS CONTROL MANAGEMENT

Some managers do not understand how much accidents and other loss-producing events really cost. Wearing the blinders of traditional thinking in the area of accidents, they are likely to see only the  costs of medical treatment and workers compensation. What is worse, they may accept these as the envitable costs of “doing business”, or assume that accident costs are borne by the insurance carrier. Even fewer managers understand that the same factors which are  creating understand are also creating production losses as well as quality and cost problems. To understand the modern safety and loss control management is to take the significant steps in the identification, assessment  and control of all losses.

TRAINING OBJECTIVES MODERN SAFETY AND LOSS CONTROL MANAGEMENT

After attending this course, the course participants will be able to :

  1. Understand the Republic Indonesia / Government  & International Safety Regulations
  2. Implement modern safety and loss control management principles .
  3. Analyze the real causes , cost of accidents and other losses, and a functional framework for analyzing their sources and controlling their effects.
  4. Conduct professional  management approach to provide operational strategies for improving overall management.



TRAINING MATERIAL OUTLINE MODERN SAFETY AND LOSS CONTROL MANAGEMENT

  1. Introduction to R.I. Government and International Safety Regulations.
  2. The Modern Evolution of Safety Management
  3. The Causes and Effects of Loss
  4. Management Control of Loss
  5. Planned Inspections
  6. Personal and Group Communications
  7. Leadership and Employee Training
  8. Principles of Occupational Health
  9. Fire Loss Prevention and Control
  10. Principles of Accident/Incident Investigation
  11. Property Damage and Waste Control
  12. Case Study, Group Discussions and Presentations, Safety Film/VCD Shows
  13. Pre-Test, Post-Test and Course Evaluation

ONSHORE DRILLING SAFETY OPERATIONS

TRAINING INTRODUCTION ONSHORE DRILLING SAFETY OPERATIONS

Operasi pemboran didarat (onshore) banyak sekali mengandung bahaya dan risiko, baik terhadap kesehatan (Health), keselamatan kerja (Safety) dan lingkungan (Environment) atau K3L / HSE, dimana yang akan terkena dampak  bahaya dan risiko tersebut adalah tenaga kerja / manusia (People), perlengkapan / peralatan {Equipment / Tools), bahan-bahan (Materials) dan lingkungan hidup disekitar operasi pemboran darat. Standar K3L / HSE yang tinggi dalam operasi pemboran akan tercapai bila tenaga kerja / karyawannya terlatih, baik dalam masalah operasi pemboran maupun dalam aspek-aspek K3L / HSE. Selain itu yang tidak kalah pentingnya tentu saja perlengkapan / peralatan yang dipakai harus memenuhi standar operasi yang dirancang dan disusun dengan baik, dioperasikan dengan program pemboran yang memperhatikan aspek-aspek engineering / rekayasa yang baik pula. Faktor utama dalam operasi pemboran yang sehat, aman dan bersahabat dengan lingkungan adalah perencanaan yang tepat dan komunikasi yang baik antar karyawan mulai dari Rig Manager sampai dengan Roustabout dan pihak-pihak lainnya yang terlibat dalam operasi pemboran.



TRAINING OBJECTIVES ONSHORE DRILLING SAFETY OPERATIONS

Setelah mengikuti training ini, maka peserta training diharapkan dapat :

  1. Mengetahui, mengerti dan melaksanakan Undang-Undang, Peraturan-Peraturan dan Prosedur-Prosedur dari Pemerintah Republik Indonesia tentang K3L / HSE yang ada kaitannya dengan operasi pemboran didarat maupun K3L / HSE secara umum dalam Eksplorasi dan Produksi (EP) minyak , gas bumi dan panas bumi.
  2. Merencanakan (Planning), mengorganisir (Organizing), melaksanakan (Actuating) dan mengendalikan (Controlling) operasi pemboran didarat agar lancar, sehat, aman / selamat sehingga tidak mengakibatkan terhentinya / terganggunya operasi pemboran, tidak mengakibatkan penyakit akibat kerja, tidak menimbulkan kecelakaan, kebakaran dan pencemaran lingkungan.



TRAINING MATERIAL OUTLINE ONSHORE DRILLING SAFETY OPERATIONS

  1. Pengenalan tentang Undang-Undang / Peraturan-Peraturan Pemerintah Republik Indonesia yang terkait dengan Operasi Pemboran Minyak & Gas Bumi serta Panas Bumi didarat, antara lain :
    • a.    Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
    • b.    Mijn Politie Reglement / Peraturan Kepolisian Pertambangan Lembaran Negara 1930 No. 341
    • c.    Pedoman-Pedoman Pelaksanaan Operasi Pemboran Darat dari Direktorat Jendral Minyak dan Gas Bumi (MIGAS)
    • d.    Undang-Undang & Peraturan-Peraturan lainnya yang terkait operasi pemboran migas dan panas bumi.
  2. Pengenalan tentang Manajemen Pengendalian Rugi (Loss Control Management)
  3. Alat-Alat Pelindung Diri Pada Operasi Pemboran Didarat
  4. Aspek-Aspek K3L / HSE Pada Penyiapan Lokasi Pemboran Didarat
  5. Aspek-Aspek Safety Pada Peralatan Pemboran Didarat yang meliputi antara lain :
    • a.    Hoisting System (Derrick / Mast, Substructure, Rig Floor, Drawworks, Crown Block, Traveling Block, Hook, Elevators, Drilling Line)
    • b.    Rotating System (Rotary Table, Master Bushing, Kelly Bushing, Rotary Slips, Make-Up & Break-Out Tongs, Swivel, Kelly, Kelly Saver Sub, Drill Pipe, Drill Collar, Specialized Down Hole Tools, Bit)
    • c.    Circulating System (Drilling Fluid / Mud, Mud House, Steel Mud Pits /Tanks, Mixing Hopper, Chemical Mixing Barrel, Bulk Mud Storage Bins, Water Tank, Reserve Pits, Discharge & Return Lines, Stangpd Pipe, Rotary Hose, Mud Pumps, Special Pumps & Agitators, Settling Tanks, Mud-Gas Separator, Shale-Shaker, Degasser, Desander, Desilter)
    • d.    Blowout Prevention System (Accumulator, BOP Stack, Choke Manifold, Kill Line)
    • e.    Power System (Prime Movers, Power Transmission System
    • f.    Support Equipment seperti Crane, Dozer, Forklift, Backhoe, Excavator, Vacuum Truck dan Alat-Alat Transport  lainnya
  6. Audit / Inpeksi K3L atau HSE  Pada Operasi Pemboran Didarat
  7. Sistem Izin Kerja (Permit to Work System) Pada Operasi Pemboran Didarat
  8. Pencegahan, Pemadaman dan Pengendalian Kebakaran Pada Operasi Pemboran Didarat
  9. Review Kecelakaan-Kecelakaan Nyata (Blowout, Kebakaran, dll) Pada Operasi Pemboran Didarat
  10. Penanganan Bahan-Bahan Kimia Berbahaya Dalam Operasi Pemboran Didarat
  11. Studi-Studi Kasus Menganalisa Hasil-Hasil Inspeksi Peralatan Pemboran Didarat

ALAT BERAT PERTAMBANGAN

TUJUAN PELATIHAN ALAT BERAT PERTAMBANGAN

Untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan para peserta mengenai alat berat, diantaranya; Peralatan Berat Pembersih Medan, Peralatan Berat Penggali, Pemuat, Pengangkat, dan Peralatan Berat Transportasi. Peralatan berat yang dimaksud antara lain; Bulldozer, Ripper, Bachoe, Loader, Scrafer, Dump Truck.

MATERI PELATIHAN ALAT BERAT PERTAMBANGAN

  1. Komposisi alat berat
  2. Kinerja traktor
  3. Sistem pemindahan daya
  4. Sistem Hidrolik
  5. Pemecah Batu
  6. Perawatan

Completion, Workover dan Kerja Ulang Stimulasi

Deskripsi Training Completion, Workover dan Kerja Ulang Stimulasi

Pekerjaan tahap akhir atau penyempurnaan untuk mempersiapkan sumur pemboran menjadi sumur produksi dinamakan well completion. Tujuan dari well completion adalah untuk mendapatkan hasil produksi optimum dan mengatasi pengaruh negatif dari setiap lapisan produktif. Workover adalah pekerjaan untuk mempertahankan atau memperbaiki / menambah produksi dengan cara – cara mengubah atau mengolah zona produksi atau menganti zona produksi. sebab – sebab dilakukannya workover diantaranya adalah permeabilitas reservoir yang rendah, tekanan reservoir yang rendah dan formation damage. Stimulasi adalah suatu pekerjaan yang dilakukan terhadap sumur dengan tujuan meningkatkan laju produksi dengan jalan memperbaiki dan atau meningkatkan harga permeabilitas batuan.  Ada dua cara untuk memperbaiki permeabilitas, yaitu acidizing dan hydraulic fracturing.

 

Tujuan Training Completion, Workover dan Kerja Ulang Stimulasi

  1. Mengenali jenis-jenis komplesi sumur.
  2. Memahami masalah-masalah produksi yang terjadi dan metode penanggulanagannya
  3. Mengenali jenis stimulasi pengasaman
  4. Memahami model geometri perekahan batuan dan konsep perhitungan
  5. Mengenali teknik-teknik penempatan rekahan
  6. Memahami faktor yang perlu dikontrol selama operasi stimulasi
  7. Memahami jenis perekahan dan mekanismenya
  8. Mengenali jenis asam dan fluida perekah yang digunakan
  9. Mampu melakukan perencanaan stimulasi
  10. Mengetahui peralatan Workover dan Stimulasi (Coiled Tubing Unit, Snubbing Unit, dsb)

Materi Training Completion, Workover dan Kerja Ulang Stimulasi

  1. Tipe-tipe komplesi sumur
  2. Problem-problem produksi (water coning, kepasiran, dll) beserta penangulangannya.
  3. Stimulasi pengasaman (jenis-jenis pengasaman, mekanisme pengasaman, jenis fluida pemgasaman, perencanaan pengasaman berdasarkan karakteritik reservoir).
  4. Hidraulik Fracturing (mekanisme perekahan, fluida perekah dan additive, proppant, model geometri perekahan).
  5. Peralatan workover (Coiled Tubing Unit, Snubbing Unit, dll)

Coal and Mineral Mining Law

Deskripsi  Training Coal and Mineral Mining Law

Indonesia merupakan negara produsen batubara terbesar ketujuh di dunia, bahkan sejak tahun 2006 Indonesia menjadi ekportir batubara nomor dua terbesar di dunia setelah Australia. Konsumsi batubara dalam negeri pun terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Namun demikian potensi batubara Indonesia masih sangat tinggi karena masih banyak cadangan yang ada yang menunggu untuk dieksploitasi. Hal ini membuat potensi dan peluang bisnis di sektor pertambangan batubara (coal) di Indonesia masih sangat menjanjikan.

Oleh karenanya, regulasi pertambangan minerba yang mampu menjawab permasalahan aktual seputar usaha pertambangan minerba mutlak diperlukan. Hal ini dijawab oleh Pemerintah dengan mengeluarkan UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (coal and mineral mining), sebagai pengganti dari UU No. 11 Tahun 1967 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pertambangan yang dinilai sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Peraturan pelaksana UU No. 4 Tahun 2009 juga telah dikeluarkan pada awal tahun 2010.

Dengan dikeluarkannya berbagai regulasi baru yang mengatur sektor pertambangan minerba, maka pelaku usaha pertambangan minerba dituntut untuk memahami peraturan-peraturan tersebut agar terhindar dari permasalahan hukum yang mungkin timbul. Selain itu, pelaku usaha pertambangan juga dituntut untuk mampu melakukan studi kelayakan hukum suatu usaha pertambangan minerba serta mampu menyusun kontrak-kontrak kerjasama yang menguntungkan, mengingat persaingan di sektor ini yang semakin ketat.

Tujuan Training Coal and Mineral Mining Law

  1. Peserta mengetahui berbagai regulasi yang mengatur bidang pertambangan mineral dan batubara
  2.  Peserta memahami kontrak-kontrak/perijinan di bidang pertambangan mineral dan batubara
  3. Peserta memahami hak dan kewajiban pemegang ijin pertambangan serta peran dan kewenangan Pemerintah dan Pemerintah Daerah
  4. Peserta mampu mengidentifikasi potensi sengketa di bidang pertambangan mineral dan batubara dan alternatif penyelesaiannya

 

Materi Training Coal and Mineral Mining Law

1. Ruang lingkup Hukum Pertambangan Mineral dan Batubara (Coal and Mineral Mining Law) di Indonesia

  • Prinsip-prinsip/Asas-Asas Hukum Pertambangan
  • Sumber-sumber hukum pertambangan di Indonesia
  • Aspek hukum lingkungan dan pertanahan dalam pengelolaan tambang

2. Undang-Undang No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara .

  • Hal-hal baru yang terkandung dalam UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara serta perbedaannya dengan UU sebelumnya
  • Jenis-jenis ijin usaha pertambangan minerba, ruang lingkup dan prosedur pengurusannya serta status kontrak pertambangan yang telah ada
  • Hak dan kewajiban pemegang ijin usaha pertambangan
  • Peran dan kewenangan Pemerintah dan Pemerintah Daerah dalam Pengelolaan Minerba

3. Pertambangan Mineral dan Batubara dalam Teori dan Praktek 

  • Implikasi hukum pemberlakuan UU No. 4 Tahun 2009  tentang Pertambangan Mineral dan Batubara terhadap usaha pertambangan
  • Legal Due Diligence dalam Transaksi di Bidang Pertambangan beserta Simulasinya
  • Transaksi-transaksi dalam bidang pertambangan
  • Jenis-jenis perjanjian terkait dengan transaksi di bidang pertambangan
  • Structuring terhadap transaksi-transaksi di bidang pertambangan
  • Contract drafting.

4. Penyelesaian Sengketa Kontrak Pertambangan Minerba dan Studi Kasus 

  • Potensi-Potensi Sengketa di Bidang Pertambangan
  • Penyelesaian sengketa pada umumnya (litigasi dan non-litigasi)
  • Studi Kasus Penyelesaian Sengketa terhadap pelanggaran Kontrak Pertambangan

 

DRILLING RIG MAINTENANCE

TRAINING DESCRIPTION DRILLING RIG MAINTENANCE

Pengeboran atau Drilling merupakan kegiatan dalam pertambangan yang menggunakan peralatan dengan investasi tinggi. Alat-alat tersebut memiliki peranan yang sangat vital dalam kegiatan produksi, oleh sebab itu, perawatan Drilling Rig sangat diperlukan guna mencegah timbulnya kerusakan pada saat beroperasi. Training ini akan memberikan pengetahuan mengenai hal-hal dasar yang berkaitan dengan operasi dan perawatan drilling rig, hingga pengelolaan dan perawatan drilling rig secara terpadu.



TRAINING  OBJECTIVES DRILLING RIG MAINTENANCE

  1. Memahami prosedur keselamatan kerja dalam operasi pemboran
  2. Memahami fungsi dari masing-masing komponen
  3. Memahami diskripsi komponen peralatan drilling rig secara komprehensif
  4. drilling rig
  5. Memahami dasar-dasar perhitungan pembebanan drilling rig dalam operasi pemboran
  6. Memahami pengertian dasar parameter-parameter pemboran
  7. Melakukan perhitungan-perhitungan secara cepat yang diperlukan dalam perencanaan sumur (well planning)
  8. Memahami manajemen perawatan drilling rig secara terpadu



TRAINING
OUTLINES DRILLING RIG MAINTENANCE

  • Perencanaan Sumur (Well Planning)
  • Perencanaan Sumur
  • Klasifikasi Tipe Sumur
  • Tekanan Formasi
  • Perencanaan Biaya
  • Tekanan Formasi
  • Tekanan Formasi Normal
  • Tekanan Abnormal
  • Problem Pemboran yang Berkaitan dengan Tekanan Formasi
  • Zona Transisi
  • Perkiraan dan Pendeteksian Tekanan Abnormal
  • Perkiraan Gradien Rekah Formasi
  • Well Planning
  • Metoda Penentuan Gradien Rekah Formasi Secara Teoritis
  • Metoda Penentuan Gradien Rekah Formasi Secara Praktis
  • Persiapan Operasi Pemboran
  • Pendahuluan
  • Pengiriman Peralatan
  • Penunjukan Pekerja
  • Mendirikan Derrick
  • Peralatan Penunjang dan Pemasangannya
  • Persiapan Akhir
  • Komponen- Komponen Rig
  • Fungsi Tenaga (Power System)
  • Fungsi Angkat (Hoisting System)
  • Fungsi Sirkulasi (Circulating System)
  • Fungsi Putar (Rotating System)
  • Fungsi BOP (Well Control)
  • Vertical Well Drillstring Design
  • Perhitungan Titik Netral
  • Perhitungan Desain Drillstring
  • Lumpur Pemboran
  • Pendahuluan
  • Fungsi Lumpur Pemboran
  • Sifat-sifat Fisik Lumpur
  • Peralatan Sirkulasi Lumpur
  • Hidrolika Pemboran
  • Rheologi Fluida Pemboran
  • Kecepatan Alir Pompa
  • Kehilangan Tekanan Pada Sistem Sirkulasi
  • Pembahasan HP Tekanan dan Rate Pompa
  • Bit Hydraulic
  • Casing Design
  • Fungsi Casing
  • Klasifikasi Casing
  • Pembebanan yang Terjadi Pada Casing
  • Perhitungan Desain Casing
  • Manajemen Terpadu Perawatan Drilling Rig
  • Penurunan Kapasitas Drilling Rig Terhadap Waktu Pemakaian
  • Fungsi Angkat
  • Fungsi Putar
  • Fungsi Sirkulasi Lumpur
  • Fungsi BOP

 

MINING EXPLORATION TECHNOLOGY

DESCRIPTION

Pengetahuan mengenai dasar-dasar teknologi eksplorasi pertambangan atau mining exploration technology sangan dibutuhkan oleh setiap orang yang berkecimpung dalam dunia pertambangan. Training mining exploration technology  ini akan memberikan pemahaman mengenai geologi, eksplorasi dan membahas mengenai studi kasus eksplorasi yang ada di Indonesia.

 

OBJECTIVES

  1. Memahami pengantar geologi;
  2. Memahami jenis-jenis eksplorasi;
  3. Memahami teknik-teknik dalam eksplorasi.

 

 

OUTLINE TRAINING MINING EXPLORATION TECHNOLOGY

  1. Pengantar geologi ekonomis
  2. Filosofi eksplorasi dan cebakan bahan galian
  3. Penginderajaan jauh
  4. Eksplorasi geokimia
  5. Eksplorasi geofisika
  6. Pemetaan geologi dan alterasi
  7. Tracing float, parit uji, dan sumur uji
  8. Metode sampling
  9. Pengeboran eksplorasi
  10. Teknik eksplorasi untuk berbagai model cebakan bahan galian
  11. Desain eksplorasi
  12. Perancangan eksplorasi
  13. Studi kasus eksplorasi pertambangan di Indonesia

Mining Exploration Technology

Deskripsi Training Mining Exploration Technology

Pengetahuan mengenai dasar-dasar teknologi eksplorasi pertambangan (Mining Exploration) sangat dibutuhkan oleh setiap orang yang berkecimpung dalam dunia pertambangan. Training ini akan memberikan pemahaman mengenai geologi, eksplorasi dan membahas mengenai studi kasus eksplorasi yang ada di Indonesia.

Tujuan Training Mining Exploration Technology

  1. Memahami pengantar geologi;
  2. Memahami jenis-jenis eksplorasi;
  3. Memahami teknik-teknik dalam eksplorasi.

 

Materi Training Mining Exploration Technology

  1. Pengantar geologi ekonomis
  2. Filosofi eksplorasi dan cebakan bahan galian
  3. Penginderajaan jauh
  4. Eksplorasi geokimia
  5. Eksplorasi geofisika
  6. Pemetaan geologi dan alterasi
  7. Tracing float, parit uji, dan sumur uji
  8. Metode sampling
  9. Pengeboran eksplorasi
  10. Teknik eksplorasi untuk berbagai model cebakan bahan galian
  11. Desain eksplorasi
  12. Perancangan eksplorasi
  13. Studi kasus eksplorasi pertambangan (Mining Exploration) di Indonesia

DRILLING EQUIPMENT

DESCRIPTION DRILLING EQUIPMENT

Pengeboran merupakan salah satu proses bisnis vital dalam industri pertambangan minyak dan gas bumi yang digunakan untuk menaikkan hidrokarbon dari perut bumi. Perkembangan teknologi memungkinkan perusahaan memiliki peralatan pengeboran (drilling equipment) yang meningkatkan efesiensi dari berbagai aspek. Maka dari itu perusahaan pertambangan minyak dan gas bumi perlu untuk mendalami lebih dalam mengenai berbagai hal yang perlu diperhitungkan dalam menyiapkan peralatan pengeboran yang ikut mempertimbangkan perkembangan teknologi pengeboran saat ini. Selain itu, perusahaan juga membutuhkan keahlian dalam menilai dan menyeleksi supplier penyedia peralatan drilling sehingga ongkos pengadaan juga bisa ditekan seminimal mungkin. Di sisi lain, peralatan drilling yang saat ini sudah digunakan juga membutuhkan evaluasi kelayakan yang memungkinkan optimasi dari proses pengeboran itu sendiri.

OBJECTIVES DRILLING EQUIPMENT

  1. Memahami  berbagai hal yang perlu diperhatikan dalam pengadaan peralatan drilling (drilling equipment)
  2. Memiliki ketrampilan dalam menyeleksi supplier penyedia peralatan drilling (drilling equipment)
  3. Melakukan evaluasi dalam menilai kelayakan peralatan drilling yang saat ini sudah diguanakan oleh perusahaan.

TRAINING OUTLINES DRILLING EQUIPMENT 

  1. General Requirement of Drilling Equipment
  2. Identifikasi Konstruksi Anjungan
  3. Rotary, Hoisting, and Pipe Handling System
  4. Well Control System
  5. Blowout Preventer Stack and Control System
  6. Choke and Kill Lines and Coke Manifold
  7. Diverter System
  8. High Pressure Kill Pumping System
  9. Ancillary Well Control Equipment
  10. Drilling Fluid System
  11. Drilling Fluid and Well Surveillance System
  12. Cementing System
  13. Marine Riser System
  14. Identifikasi dan Seleksi Peralatan Drilling yang Optimal
  15. Evaluasi Kelayakan Peralatan Drilling di Perusahaan

Drilling Engineering

Deskripsi Training Drilling Engineering 

Sseorang Drilling Engineering merupakan pekerjaan dari mulai rencana, biaya, mengawasi dalam pengeboran sumur minyak dan gas dan terlibat langsung dari mulai desain, pengujian, penyelesaiannya. Mereka bekerja sama dengan kontraktor pengeboran, jasa kontraktor , dan personil kepatuhan , serta dengan ahli geologi dan ahli teknis lainnya . Seorang Drilling Enginer memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa biaya diminimalkan sementara mendapatkan informasi untuk mengevaluasi formasi menembus , melindungi kesehatan dan keselamatan pekerja dan personil lainnya , dan melindungi lingkungan



Tujuan Training Drilling Engineering 

Setelah menyelesaikan kursus ini peserta diharapkan dapat :

  1. Memahami prinsip-prinsip dasar dan perhitungan sederhana untuk pelaksanaan pengeboran sumur , gas dan reservoir geothermal , mengembangkan pelaksanaan perhitungan ini untuk meningkatkan kinerja pengeboran sumur sumur di lapangan .
  2. Melakukan diagnosis sederhana dan memahami pemukiman dan membangun minyak , gas atau sumur panas bumi .
  3. Membuat analisis sederhana data minyak , gas dan panas bumi sumur eksplorasi , dan mampu merancang kinerja pengeboran global dan rencana pengembangannya .
  4. Melakukan perhitungan kuantitatif sederhana pemetaan untuk pengeboran lumpur , semen , hidrolika , baik kontrol.
  5. Melatih pengetahuan dalam desain pengeboran vertikal, untuk pengeboran sumur miring desain , sumur horizontal meggunakan tteknologi underbalance .

Materi Training Drilling Engineering 

Introduction

  • Tujuan Pemboran Sumur
  • Explorasi dan Prognosis
  • Persiapan Pemboran Sumur
  • Target Pemboran Sumur

Perencanaan Pemboran

  • Perencanaan Peralatan Pemboran
  • Sistim Rig
  • Perencanaan Lokasi

Perencanaan String dan Bottom Hole Assembly

  • Perencanaan String (DrillPipe)
  • Perencanaan Bottom Hole Assembly
  • Perencanaan WOB

Perencanaan Bit

  • Jenis-jenis Bit
  • Penentuan Jenis Pajak
  • Penentuan WOB dan RPM

Lumpur Pemboran

  • Fungsi Lumpur Pemboran
  • Komposisi Lumpur Pemboran
  • Sifat Lumpur Pemboran
  • Jenis-jenis Lumpur Pemboran
  • Perhitungan Lumpur

Casing

  • Fungsi Casing
  • Jenis-jenis Casing
  • Spesifikasi Casing
  • Penurunan danPemasangan

Penyemenan

  • Tujuan Penyemenan
  • Komposisi Semen
  • Klasifikasi Semen
  • Sifat Fisik Semen
  • Zat Additive Semen
  • Peralatan Penyemenan
  • Perencaan Bubur Semen
  • Perhitungan Penyemenan
  • Metode Penyemenan
  • Mekanisme Pendesakan
  • Alat Survey Hasil Penyemanan

Well Completion

  • Pengertian dan Tujuan Well Completion
  • Jenis-jenis Well Completion

Pipa Terjepit

  • Jenis-jenis dan Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Pipa Terjepit
  • Metode dan Alat Pembebas Pipa Terjepit
  • Aspek-aspek Penentuan Mekanisme Jepitan

Shale Problem

  • Jenis-jenis Shale
  • Faktor Yang Mempengaruhi Shale Problem
  • Sebab-sebab Shale Problem
  • Penanggulangan Shale Problem

Kehilangan Sirkulasi

  • Mekanisme Terjadinya Kehilangan Sirkulasi
  • Sebab-sebab Kehilangan Sirkulasi
  • Klasifikasi Zona Kehilangan Sirkulasi
  • Penentuan Tempat Kehilangan Sirkulasi
  • Metode Pencegahan Kehilangan Sirkulasi
  • Teknik Mengatasi Kehilangan Sirkulasi
  • Dasar-dasar Pemboran Berarah dan Horisontal
  • Tujuan dilakukannya Pemboran Bearah
  • Faktor Pertimbangan dilakukannya Pemboran Berarah
  • Profil Pemboran Berarah
  • Perencanaan Pembelokan

Well Control

  • Sebab Terjadi Well Kick
  • Tanda-tanda Terjadinya Well Kick
  • Peralatan Deteksi Well Kick
  • Jenis Fluida Kick
  • Kondisi Tekanan Penanggulangan Well Kick
  • Metode Penanggulngan

COAL HANDLING

DESKRIPSI TRAINING COAL HANDLING

Sifat kimiawi yang terdapat pada batubara dapat menyebabkan batubara terbakar sendiri, menimbulkan ledakan dan menimbulkan pencemaran. Proses pengolahan batubara yang dimulai dari penambangan sampai ke konsumen tentu akan mengalami coal handling atau proses perpindahan yang apabila tidak dijaga dengan baik tentu dapat membahayakan pekerja dan lingkungan sekitar. Selain itu, penanganan batubara (coal handling) yang tidak tepat dapat menyebabkan penurunan kualitas yang secara sistematik akan turut menurunkan harga jual. Oleh sebab itu, untuk menjaga kualitas dan harga dari batubara yang dijual maka perusahaan perlu memperhatikan berbagai teknik coal handling yang dapat diimplementasikan. Dan untuk mendukung coal handling yang efektif, maka perusahaan perlu mengetahui bagaimana mendesain kedekatan conveyor, penyimpanan (storage), sistem loading dan unloading serta mendesain bagaimana metode yag tepat untuk memaksimalkan proses operasi yang efisien sembari meminimalkan degradasi kualitas batubara. Training ini akan memberikan pengetahuan mengenai penanganan batubara (coal handling)



TUJUAN DAN MANFAAT TRAINING COAL HANDLING

Dengan mengikuti training ini diharapkan peserta dapat:

  1. Memberikan kompetensi untuk melaksanakan coal handling yang efektif dan efesien
  2. Memiliki kemampuan problem solving dalam persoalan coal handling
  3. Memberikan gambaran best practice penerapan coal handling di perusahaan besar

 

MATERI TRAINING COAL HANDLING

  1. Ruang lingkup coal handling di perusahaan
  2. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan coal handling
  3. Desain infrastruktur yang efektif dan efisien
  4. Material separation and dust management
  5. Conveyor technologies for coal handling
  6. Desain stockpile yang mendukung keberhasilan coal handling
  7. Control system design
  8. Studi kasus persoalan yang sering terjadi di persoalan coal handling
  1. Best practice penerapan coal handling

Drilling Equipment

Deskripsi Training Drilling Equipment

Pengeboran merupakan salah satu proses bisnis vital dalam industri pertambangan minyak dan gas bumi yang digunakan untuk menaikkan hidrokarbon dari perut bumi. Perkembangan teknologi memungkinkan perusahaan memiliki peralatan pengeboran (drilling equipment) yang meningkatkan efesiensi dari berbagai aspek. Maka dari itu perusahaan pertambangan minyak dan gas bumi perlu untuk mendalami lebih dalam mengenai berbagai hal yang perlu diperhitungkan dalam menyiapkan peralatan pengeboran yang ikut mempertimbangkan perkembangan teknologi pengeboran saat ini. Selain itu, perusahaan juga membutuhkan keahlian dalam menilai dan menyeleksi supplier penyedia peralatan drilling sehingga ongkos pengadaan juga bisa ditekan seminimal mungkin. Di sisi lain, peralatan drilling yang saat ini sudah digunakan juga membutuhkan evaluasi kelayakan yang memungkinkan optimasi dari proses pengeboran itu sendiri.

Tujuan Training Drilling Equipment

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami  berbagai hal yang perlu diperhatikan dalam pengadaan peralatan drilling (drilling equipment)
  2. Memiliki ketrampilan dalam menyeleksi supplier penyedia peralatan drilling (drilling equipment)
  3. Melakukan evaluasi dalam menilai kelayakan peralatan drilling yang saat ini sudah diguanakan oleh perusahaan.

Materi Training Drilling Equipment

  1. General Requirement of Drilling Equipment
  2. Identifikasi Konstruksi Anjungan
  3. Rotary, Hoisting, and Pipe Handling System
  4. Well Control System
  5. Blowout Preventer Stack and Control System
  6. Choke and Kill Lines and Coke Manifold
  7. Diverter System
  8. High Pressure Kill Pumping System
  9. Ancillary Well Control Equipment
  10. Drilling Fluid System
  11. Drilling Fluid and Well Surveillance System
  12. Cementing System
  13. Marine Riser System
  14. Identifikasi dan Seleksi Peralatan Drilling yang Optimal
  15. Evaluasi Kelayakan Peralatan Drilling di Perusahaan

PROJECT COST MANAGEMENT

DESCRIPTION PROJECT COST MANAGEMENT

This course is designed to give delegates more depth into Project Cost Management, which includes project selection methods using a financial approach, estimating and budgeting a project. It also gives tips on how to track the project cost throughout the project.

TRAINING MATERIAL OUTLINE PROJECT COST MANAGEMENT

  • Cost Management a Triple Constraint of a project
  • Project Selection Methods using Cost/ Benefit analysis
  1. The various tools like NPV, IRR, payback period, etc
  • What are costs and the types of cost?Direct & Indirect Cost
    • Fixed & Variable Cost
    • What is Depreciation
    • CAPEX & OPEX
  • Project Cost Estimation
    • Selecting Estimating methods
    • Methods: Top-Down, Bottom-Up, Parametric, Industry Guidelines
    • Organizational Policies
  • Project Budgeting
  • Risks & Contingencies
  • Monitoring & Controlling
    • Setting up and Managing Cash-flows
    • Using convention methods to monitor
    • Using Earned Value Analysis to manage project
      • Performance Indicators
      • Forecasting cost at selected junctures
  • Measure the ROI of the Project

 

PENUTUPAN PROYEK DAN SERAH TERIMA PROYEK

DESKRIPSI PELATIHAN PENUTUPAN PROYEK DAN SERAH TERIMA PROYEK

Kegiatan proyek merupakan kegiatan yang memiliki awal dan akhir yang tertentu dan seringkali tidak berulang. Manajemen proyek sangat dibutuhkan agar proyek dapat berjalan dengan baik dan mencapai target kualitas, waktu dan biaya serta safety. Fase penyelesaian proyek dan serah terima proyek kadangkala luput dari perhatian.    Banyak kegiatan yang dilakukan pada  masa penutupan dan penyerahan proyek antara lain penyelesaian kegiatan engineering dan konstruksi, penyelesaian financial dan akuntansi, laporan penutupan, uji coba,penyelesaian klaim,warranty dan guarranty,demobilisasi, penilaian prestasi dll. Training ini akan membahas kegiatan apasaja dan hal-hal apa saja yang perlu dilakukan pada masa penyerahan proyek.



TUJUAN PELATIHAN PENUTUPAN PROYEK DAN SERAH TERIMA PROYEK

  • Memahami dan mampu melakukan  kegiatan yang dilakukan pada penutupan proyek dan handover proyek.

MATERI PELATIHAN PENUTUPAN PROYEK DAN SERAH TERIMA PROYEK

1)      Deskripsi Manajemen Proyek

2)      Kegiatan teknis penutupan proyek dan hand over proyek

3)      Penutupan Engineering dan konstruksi :

  • Penyerahan manual operasi dan pemeliharaan
  • Laporan penutupan
  • Gambar desain
  • Dokumen proyek
  • Uji coba  dan sertifikat penyelesaian operasi
  • Serah terima hasil proyek.

4)      Penutupan Finansial dan Akuntansi

  • Audit
  • Receivable
  • Laporan keuangan
  • Catatan Asset

5)      Penutupan terkait dengan pengadaan

  • Penyelesaian klaim
  • Warranty dan Guaranty
  • Penyediaan suku cadang

6)      Penutupan Organisasi dan Personalia

  • Demobilisasi
  • Penilaian prestasi

7)      Laporan Penutupan Proyek

  • Maksud Tujuan
  • Materi laporan

FINANCIAL STATEMENT ANALYSIS (FSA)

DESCRIPTION TRAINING FINANCIAL STATEMENT ANALYSIS (FSA)

Laporan keuangan adalah hasil akhir dari proses akuntansi. Laporan keuangan menggambarkan kinerja dan posisi keuangan perusahaan serta positioning–nya dalam industri. Selain itu laporan keuangan juga dapat dijadikan alat evaluasi kinerja para manager  dalam meningkatkan nilai pemegang saham.  Untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai kinerja sesungguhnya dari satu perusahaan tidak cukup hanya dengan melihatnya dari besaran laba  yang  dicapai. Yang  tidak kalah pentingnya adalah dengan melihat kondisi keuangan perusahaan itu sendiri. Karena laba yang besar tidak selalu identik dengan kondisi keuangan  yang  baik walaupun idealnya memang harus demikian. Untuk mengetahui keadaan yang sesungguhnya diperlukan suatu analisa  yang  mampu menyajikan informasi atau  data  mengenai berbagai aspek  yang  diperlukan baik dalam rangka efisiensi pendayagunaan dana atau untuk pengambilan keputusan manajemen, investasi, maupun sebagai dasar / pedoman perencanaan perusahaan.

OBJECTIVES TRAINING FINANCIAL STATEMENT ANALYSIS (FSA)

  1. Menambah kemampuan peserta untuk dapat membaca dan mengerti suatu laporan keuangan selanjutnya dapat memberi alternative solusi management bagi perusahaan serta diharapkan pula mampu mengetahui kelemahan dan keunggulan dari  competitor
  2. Peserta akan mampu meminimalisir resiko dan sekaligus mampu melakukan pengawasan dan penilaian secara berkesinambungan atas seluruh aspek keuangan
  3. Memahami dalam bagaimana menganalisis, menginterpretasi, dan menggunakan laporan keuangan dengan benar.
  4. Memahami fundamental dari Cash Flows, Balance Sheet, and Income Statement untuk proses pengambilan keputusan.
  5. Mengimplementasikan alat-alat dan teknik-teknik Analisis Laporan Keuangan.
  6. Mengkonstruksikan peramalan laporan keuangan

OUTLINE MATERI TRAINING FINANCIAL STATEMENT ANALYSIS (FSA)

  1. Objectives and the uses of Financial Statement Analysis (FSA)
  2. Overview the Basic Financial Statement
  3. Framework for Financial Statement Analysis
  4. Business Strategy Analysis
    1. Industry Analysis
    2. Competitive Strategy Analysis
  5. Accounting Analysis
  6. Financial Analysis
    1. Ratio analysis
    2. Du Pont system
    3. Effects of improving ratios
    4. Limitations of ratio analysis
    5. Qualitative factors
  7. Prospective Analysis
  8. Forecasting Financial Statements
  9. Credit Analysis and Distress Prediction

LAPORAN KEUANGAN : Best Practice

ABSTRACK TRAINING LAPORAN KEUANGAN

Setiap organisasi maupun perusahaan pasti melakukan transaksi ataupun kegiatan yang berhubungan dengan keuangan. Transaksi atau kegiatan tersebut membutuhkan pertanggungjawaban yang dikenal sebagai laporan keuangan. Laporan keuangan sangat penting dalam organisasi maupun perusahaan, sebagai bentuk tanggung jawab karyawan terhadap perusahaan maupun kepada masyarakat serta menjadi salah satu alat ukur kinerja perusahaan. Melalui laporan keuangan, pihak manajemen, pemimpin maupun pemilik perusahaan bisa mengetahui kondisi keuangan perusahaan, penghasilan perusahaan dalam periode tertentu, serta arus kas perusahaan dalam periode tertentu. Walaupun laporan keuangan bermakna sangat informative, banyak pihak yang belum benar-benar memahami isi laporan keuangan tersebut, terutama yang tidak berlatar belakang keuangan dan akuntansi. Pelatihan ini akan memberikan pengetahuan mengenai teknik dalam pembuatan laporan keuangan serta membaca laporan keuangan sehingga interpretasinya sesuai dengan isi laporan keuangan.



OUTLINE TRAINING LAPORAN KEUANGAN

  1. Prinsip Laporan Keuangan
  2. Teknik pembuatan Laporan Keuangan
  3. Proses pembuatan laporan keuangan
  4. Teknik analisa laporan keuangan
  5. Peran laporan keuangan dalam pengambilan keputusan
  6. Hambatan dan kendala dalam pembuatan & analisa laporan keuangan



Membaca Laporan Keuangan dengan Cepat

Latar Belakang Training Membaca Laporan Keuangan dengan Cepat

Sebentar lagi kita akan menghadapi MEA. Padahal kompetensi SDM kita kalah dibandingkan negara tetangga. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki adalah pemahaman mengenai manajemen keuangan . Masalahnya – para pebisnis non keuangan – sering mengalami kesulitan dalam memahami istilah-istilah teknis keuangan. Padahal, darahnya perusahaan adalah keuangan. Karenanya workshop ini bertujuan agar peserta mampu memanfaatkan informasi keuangan untuk keputusan manajerial, serta memiliki kesatuan bahasa dalam konteks keuangan sebagai bahasa perusahaan. Di pembekalan ini peserta akan dibekali ketrampilan praktis – cepat – banyak prakteknya, agar pulang langsung bisa diaplikasikan

Materi Training Membaca Laporan Keuangan dengan Cepat

1.   Laporan Keuangan sebagai end result

  • Laporan Laba Rugi
  • Posisi Keuangan
  • Arus Kas ,
  • Perubahan Ekuitas,

2.   MENGEVALUASI  KINERJA :

  • Laporan Keuangan sebagai Indikator Posisi, Prestasi, dan Pertumbuhan Perusahaan,
  • Penilaian Kinerja Keuangan

3.   MANAJEMEN MODAL KERJA : Modal Kerja sebagai alat Perencanaan Likuiditas & Profitabilitas, Kegiatan Operasional sebagai unsur Penentu Kebutuhan Modal Kerja.

  • Studi kasus: Astra – UNTR – BCA –Bank BNI dan lainnya

PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN

DESKRIPSI Training Penyusunan Laporan Keuangan

Agar laporan keuangan mendapatkan hasil yang optimal, tentunya dalam proses penyusunannya harus mengacu kepada prinsip akuntansi yang berlaku. Selain untuk mendapatkan hasil yang akurat dan optimal, tentunya diharapkan laporan tersebut menjadi mudah untuk di baca, dimengerti dan dianalisa oleh pihak keuangan perusahaan tersebut. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan akuntansi Aktiva, dengan tujuan untuk mempermudah pembuatan laporan keuangan.



TUJUAN Training Penyusunan Laporan Keuangan

Setelah mengikuti training penyusunan laporan keuangan ini, peserta diharapkan mampu untuk memahami konsep dasar & lanjutan akuntansi, dan penerapan akuntansi sesuai perkembangan terbaru.

MATERI PELATIHAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN :

  • Akuntansi Kas
  • Akuntansi Giro Pada Bank Indonesia
  • Akuntansi Giro pada Bank lain
  • Akuntansi Penempatan pada Bank Lain,
  • Akuntansi Surat Berharga
  • Akuntansi Kredit yang diberikan
  • Akuntansi Penyertaan pada Entitas Lain,
  • Akuntansi Aktiva Tetap dan Akumulasi Penyusutan,
  • Akuntansi Aktiva Lain-lain

CASH MANAGEMENT

TRAINING OBJECTIVE :

  1. Mengerti dasar-dasar pengelolaan cash
  2. Mampu menerapkan kebijakan-kebijakan dan mengambil keputusan sesuai dengan kondisi yang dihadapi oleh perusahaan



TRAINING MATERIAL OUTLINE CASH MANAGEMENT  :

1. Cash Concept and Principles

  1. Cash Cycle
  2. Definition
  3. Technique in Cash Cycle
  4. Opportunity Cost

2. Cash Concept and Principles

  1. Cash Cycle
  2. Definition
  3. Technique in Cash Cycle
  4. Opportunity Cost

3. Cash Inventory and Credit Policy

  1. Inventory Policy
  2. Credit Policy
  3. Credit Policy Analysis

STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS

PENGANTAR TRAINING STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS :

Setiap langkah keputusan pengembangan bisnis, terutama yang melibatkan dana investasi yang cukup besar, membutuhkan analisis dan prediksi yang sangat komprehensif , yang selanjutnya akan dituangkan dalam strategi dan action di setiap aspek  fungsional seperti pemasaran, operasi, SDM dan keuangan. Business Plan harus mampu mengakomodir setiap idea, prediksi ,rencana,  strategi implementasi bisnis secara terstrukrur dan menuangkannya dalam bentuk rencana terpadu sehingga mudah difahami oleh setiap orang yang terlibat. Training pengembangan bisnis ini akan memaparkan teknik penulisan Business Plan secara mudah dan praktis sehingga akan sangat mudah diikuti oleh setiap pesertanya. Penyajian materi akan dilakukan dengan metoda studi kasus. Kepada setiap peserta akan diberikan soft copy contoh business plan sehingga setelah mengikuti training ini diharapkan setiap peserta bisa membuat business plan sendiri.


CAKUPAN MATERI TRAINING STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS :

  1. Konsep Business Plan
    • Arti dan Ruang Lingkup Business Plan
    • Tujuan Business Plan
    • Kriteria Business Plan
    • Lay Out
  2. Marketing
    • Deskripsi produk/ jasa
    • Segmentasi
    • Targeting
    • Positioning
    • Marketing Mix
  3. Manajemen Produksi dan Operasi
    • Perencanaan Produksi
    • Perencanaan Kapasitas
    • Perencanaan Pengadaan Material
  4. Manajemen Sumber Daya Manusia
    • Tantangan Manajemen Sumber Daya Manusia
    • Persiapan dan Seleksi
    • Pengembangan dan Evaluasi
    • Kompensasi dan Proteksi
  5. Manajemen keuangan
    • Keuangan dalam keputusan Manajemen
    • Laporan Keuangan
    • Cash Flow
    • Analisis Ratio Keuangan
  6. Analisis Investasi
    • Time Value of Money
    • Pay Back Period.
    • Net Present Value
    • Internal Rate of Return (IRR)
  7. Manajemen Strategi
    • Environment Threat an Opportunity profile (ETOP)
    • Strategic Advantages Profile (SAP)
    • SWOT ( Strength ,Weakness, Opportunity and Threat) Analysis.
    • Perumusan strategi korporasi dan strategi bisnis.
  8. Studi kasus penyusunan Business Plan

CASH MANAGEMENT for ADMINISTRATION STAFF

Materi bahasan Cash Management for Administration

1. Memahami Cash Management dan faktor-faktor yang mempengaruhi cash

  • Memahami Cash Conversion Cycle
  • Perbedaan antara Profit dan Cash
  • Kondisi Cash pada perusahaan yang sehat
  • Kelompok Cash Flow
  • Faktor-faktor yang mempengaruhi cash

2. Teknik dalam mengelola Cash In dan Cash out (disburshment)

  • Faktor utama yang dapat membuat cash flow positif
  • Teknik dalam meningkatkan efesiensi Cash in
  • Teknik dalam mengelola cash out (working capital approach)

3. Mengelola dan menganalisa Cash

  • Teknik analisa Cash dengan metode Indirect
  • Teknik analisa Cash dengan metode Ratio

4. Teknik dalam membuat Cash Plan

  • Membuat plan Cash Out (expenses, material dan overhead)
  • Mengantisapasi negatif Cash Flow From Operation

5. Dasar-dasar mengelola kelebihan cash (excess cash) dan kekurangan (cash shortfall)
6. Best practice dalam cash management
7. Studi Kasus

Administrasi Keuangan

Deskripsi

Arus keluar masuknya uang perusahaan harus dicatat dan dilaporkan untuk dapat dianalisa bagi pengembangan perusahaan. Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat memahami arti dan fungsi keuangan perusahaan dan memahami proses penyusunan serta pengendalian anggaran perusahaan.

Materi Bahasan Training Administrasi Keuangan

1. Fungsi manajemen keuangan
a. Fungsi Control Cash dan Cash
b. Peran manajemen keuangan

2. Laporan Keuangan, Klasifikasi Account, dan Transaksi
a. Hukum-hukum dasar akuntansi yang berkaitan dengan transaksi
b. Memahami pencatatan transaksi
c. Membedakan akun-akun neraca dan rugi laba

3. Mengelola Arus Kas Perusahaan
a. Teknik mengontrol arus kas
b. Membuat budget arus kas
c. Memahami klasifikasi pengeluaran kas
d. Mengontrol kas pengeluran
e. Mengontrol kas penerimaan

4. Pengendalian biaya.
a. Pengendalian biaya dengan pendekatan budget
b. Pengendalian biaya dengan pendekatan transaksional
c. Dokumen-dokumen yang terkait dalam pengendalian biaya

5. Pengontrolan Inventory dan Fixed Asset
a. Stock Take dan Analisanya
b. Mengontrol Fixed Asset

DRILLING ENGINEERING AND WELL PLANNING

Deskripsi Training DRILLING ENGINEERING AND WELL PLANNING

Proses drilling dilakukan untuk mengambil sumber daya alam yang ada di dalam tanah. Proses pengeboran yang dilakukan dengan sangat hati- hati karena memiliki resiko kerja yang tinggi. Sedangkan untuk well planning merupakan proses perencanaan mulai dari penggunaan peralatan, prosedur yang akan digunakan dan juga tipe penyelesaian suatu sumur. Proses perencanaan ini sangat penting karena menyangkut hasil dan juga pembiayaan, sehingga perlu dilakukan kajian well planning yang baik.

 

Tujuan Training DRILLING ENGINEERING AND WELL PLANNING

Setelah selesai mengikuti kursus ini, peserta diharapkan akan mengerti dan memahami tentang drilling operation dan perencanaan sumur.

 

Materi Training DRILLING ENGINEERING AND WELL PLANNING

  1. Well Planning
    • Penentuan Lokasi Drilling
      • Seismic Survey
      • Gravity Survey
      • Interpretasi data
    • Mendapatkan hak bor
    • Tipe Sumur
    • Engineering the well
  2. Teknik Dasar Pengeboran
    • Proses Pengeboran
    • Jenis dan komponen Rig
    • Safety
  3. Casing dan Cementing
    • Memilih casing, menentukan ukuran lubang dan koneksi
    • Mengatur kedalaman
    • Menghitung casing stress
  4. Mud System
    • Water based mud
    • Oil based mud
    • Sistem penanganan mud
  5. Cementing
    • Tahap- tahap cementing
    • Peralatan cementing
    • Cementing calculation
  6. Directional, Horizontal dan Multilateral Drilling

Drilling For Non Drilling

Deskripsi Training Drilling For Non Drilling 

Training Drilling for no Drilling diperuntukan bagi yang belum mempunyai background ataupun pengalaman dalam bidang Drilling namun ingin mempelajari ataupu bekerja dibidang Perminyakan atau pertambangan. Materi yang disampaikan akan memperkenalkan konsep dan fundamendal dari Drilling



Materi Training Drilling For Non Drilling 

PENDAHULUAN

  1. PENGANTAR TEKNIK PERMINYAKAN
  2. PERENCANAAN SUMUR
  • Perencanaan Sumur)
  • Klasifikasi Tipe Sumur
  • Tekanan Formasi
  • Perencanaan Biaya
  • Proses Perencanaan Sumur
  1. PERSIAPAN OPERASI PEMBORAN
  • Pendahuluan
  • Persiapan Tempat
  • Pengiriman Peralatan ke Lokasi
  • Penunjukan Pekerja
  • Mendirikan Rig
  • Peralatan Penunjang dan Pemasangannya
  • Persiapan Akhir

5.      KOMPONEN-KOMPONEN RIG

  • Sistem Tenaga (Power System)
  • Sistem Angkat (Hoisting System)
  • Sistem Sirkulasi (Circulating System)
  • Sistem Putar (Rotating System)
  • Sistem BOP
  1. LUMPUR PEMBORAN
  • Pendahuluan
  • Fungsi Lumpur Pemboran
  • Sifat-Sifat Lumpur
  • Hidrasi Bentonite
  • Jenis-Jenis Lumpur Bor
  • Aditif Lumpur Pemboran
  1. WELL COMPLETION
  • Introduksi
  • Sistem Aliran Masuk Sumur
  • Sistem Komplesi Sumur
  • Peralatan Tambahan (Accessories)
  • Pertimbangan Efisiensi Komplesi
  1. CASING SETTING DEPTH SELECTION
  • Pendahuluan
  • Tipe Casing dan Tubing
  • Beberapa Masalah Setting Depth Casing
  • Kriteria Perencanaan Setting Depth Casing .
  • Prosedur Perencanaan Setting Depth
  1. PENYEMENAN      
  • Alasan Dilakukan Penyemenan
  • Jenis-jenis Penyemenan
  • Primery Cementing
  • Secondary Cementing atau Remedial Cementing
  • Squeeze Cementing
  • Re-cementing
  • Plug-Back Cementing
  • Klasifikasi Semen
  1. ESTIMASI BIAYA PEMBORAN
  • Jenis dan Ukuran Sumur..
  • Parameter yang berpengaruh pada biaya Pemboran .
  • Metoda Cost Per Foot

Drilling Technology and Optimization

Deskripsi Training Drilling Technology and Optimization

Pengoptimasian Drilling menggunakan technology dalam pertambangan  memberikan keuntungan dibandingkan dengan sebelumnya. Karena selain waktu yang lebih efisien hadil dari pengeboran juga menunjukan berbeda dengan sebelumnya. Diantara keuntungannya yaitu :

  1. Increase ROP
  2. Longer Bits Run
  3. Reduced Wear and Tear
  4. Less DBR changes

Materi Training Drilling Technology and Optimization

  1. 1. Pendahuluan
  2. 2. Klasifikasi Serta Sifat Fisik Dan Sifat Mekanik Batuan     
  • Klasifikasi Batuan
  • Sifat Fisik dan Mekanik Batuan
  • Penerapan Mekanika Penghancuran Batuan Dalam Operasi Pemboran
  • Faktor-faktor yang Mempengaruhi Laju Pemboran
  • Kriteria Mohr-Coulomb Pada Penghancuran Batuan Oleh Pahat
  1. Persiapan Tempat dan Lokasi Pemboran
  • Persiapan Tempat
  • Pengiriman Peralatan
  • Penunjukan Pekerja
  • Mendirikan Derrick
  • Peralatan Penunjang dan Pemasangannya
  • Persiapan Akhir
  1. Peralatan Pemboran
  • Pendahuluan
  • Komponen Rig
  • Peralatan Penunjang
  1. Lumpur Pemboran
  • Pendahuluan
  • Fungsi Lumpur Pemboran
  • Sifat-Sifat Lumpur
  • Hidrasi Bentonite
  • Jenis-Jenis Lumpur Bor
  • Aditif Lumpur Pemboran
  • Hidrolika Lumpur Pemboran
  1. Optimasi WOB dan RPM dengan Metode Galle-Woods
  • Faktor Yang Mempengaruhi Perhitungan Optimasi Wob-RPM
  • Langkah-Langkah Perhitungan Optimasi Faktor Mekanik
  1. Hole Problem
  • Ketidakstabilan Dinding Sumur Pemboran
  • Formation Damage
  • Lost Circulation
  1. Vertical Well Drill String Design
  • Pendahuluan
  • Perhitungan Titik Netral
  • Perhitungan Desain Drill String
  • Analisa Vertikal Drillstring Desain
  1. Hole Geometry Selection
  • Pendahuluan
  • Langkah-langkah Desain Secara Umum
  • Problem Pemilihan Ukuran
  • Pemilihan Ukuran Casing Dan Bit
  1. Casing Setting Depth Selection
  • Pendahuluan
  • Tipe Casing dan Tubing
  • Beberapa Masalah Setting Depth Casing
  • Kriteria Perencanaan Setting Depth Casing
  • Penentuan Tekanan Formasi dan Gradien Rekah
  • Prosedur Perencanaan Setting Depth
  1. Penyemenan
  • Alasan Dilakukan Penyemenan
  • Type Penyemenan
  • Klasifikasi Semen
  • Proses Hidrasi Semen
  • Sifat – Sifat Semen
  • Aditif Yang Digunakan Dalam Suspensi Semen
  • Teknik Penyemenan
  • Penilaian Kualitas Penyemenan
  • Perhitungan Pada Penyemenan
  1. Well Completion
  • Tipe penyelesaian sumur
  • Peralatan Bawah Tanah

Mining Method Evaluation and Design

Deskripsi Mining Method Evaluation and Design

Beragam kondisi dan faktor yang melingkupi daerah pertambangan menyebabkan perusahaan perlu menentukan metode pertambangan (mining method) yang sesuai untuk diterapkan. Tujuannya adalah agar proses operasional dapat berjalan lebih efisien, baik dari segi biaya, pemeliharaan, dan waktu pengolahan. Sehingga akan tercapai produktivitas yang maksimal. Selain itu perubahan kondisi dan faktor yang mempengaruhi penambangan juga dapat mempengaruhi metode pertambangan (mining method) yang dilakukan oleh perusahaan,  oleh karena kedua hal tersebut maka perusahaan yang menginginkan efektivitas dan efesiensi dalam menjalankan roda bisnis pertambangannya perlu melaksanakan perencanaan dan evaluasi metode pertambangan (mining method) yang akan atau tengah dijalankan. Tahap perancangan metode pertambangan  (mining method) dimulai dengan ekspolarasi, identifikasi dan pengukuran cadangan galian yang akan ditambang. Kriteria penambangan bahan galian yang terdiri dari tambang terbuka, tambang bawah tanah dan tambah bawah air juga dapat menyebabkan perbedaan metode penambangan yang masing-masing memiliki kebutuhan spesifikasi kerja yang berbeda secara signifikan.



Tujuan Training Mining Method Evaluation and Design

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami mengenai perancangan dan evaluasi metode penambangan
  2. mendapatkan problem solving pada persoalan yang seringkali melingkupi perusahaan pertambangan dalam metode penambangannya

Materi Training Mining Method 

  • Ruang lingkup metode pertambangan (mining method)
  • Kebutuhan masing-masing tipe pertambangan (mining method)
    1. Tambang terbuka
    2. Tambang bawah tanah
    3. Tambang bawah air
  • Macam-macam metode pertambangan (mining method)
  • Tahap-tahap perancangan yang tepat dalam memutuskan metode pertambangan (mining method)
  • Tahap-tahap evaluasi metode pertambangan (mining method) eksisting
  • Rekomendasi dari temuan kondisi baik perancangan dan evaluasi
  • Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pengambilan metode
  • Studi kasus persoalan perancangan dan evaluasi metode pertambangan (mining method)

HORIZONTAL DRILLING TECHNOLOGY

OBJECTIVES

  1. Memahami basic design dan perhitungan-perhitungan yang diperlukan dalam perencanaan sumur horizontal
  2. Memahami secara komprehensif terhadap pengetahuan tentang teknologi pemboran horisontal (horizontal drilling), sehingga diharapkan akan mampu meningkatkan kemampuan

 

TRAINING OUTLINES HORIZONTAL DRILLING TECHNOLOGY

1. Introduksi Pemboran Horisontal (Horizontal Drilling Introduction)

  • Pendahuluan
  • Teknologi Eksplorasi Minyak, Gas dan Panasbumi
  • Teknologi Pemboran Horisontal atau Horizontal Drilling Technology
  • Aplikasi Teknologi Horisontal pada Sumur Migas
  • Aplikasi Teknologi Horisontal pada Sumur Panasbumi

2. Vertical Well Drillstring Design

  • Perhitungan Titik Netral
  •  Perhitungan Desain Drillstring
  • Tension , Collapse, Shock Loading, Torsi,
  • Pemilihan Berat Drill Collar, Peregangan Drillpipe,
  • Kecepatan Putar Kritik
  • Soal Latihan

3. Lumpur Pemboran

  • Pendahuluan
  • Fungsi Lumpur Pemboran
  • Sifat Fisik Lumpur
  • Hidrasi Bentonite
  • Jenis-jenis Lumpur Bor
  • Soal Latihan

4.  Hidrolika Fluida Pemboran

  • Rheologi Fluida Pemboran
  • Kecepatan Aliran Pompa
  • Kehilangan Tekanan pada Sistem Sirkulasi
  • Bit Hydraulic
  • Soal Latihan

5.  Pemboran Terarah (Directional Drilling)

  • Tipe Pemboran Terarah
  • Belok di Tempat Dangkal (Shallow Deviation Type)
  • Belok di Tempat Dalam (Deep Deviation Type)
  • Kembali ke Vertikal (Return to Vertical Type)
  • Kemiringan Lubang Bor
  • Pengarahan Lubang Bor
  • Metoda Pengarahan, Alat-alat Survey , Efek Kemagnitan
  • umi Terhadap Pengukuran dengan Alat Survey, Efek
  • Kemagnitan Bumi Thp Pengukuran dengan Alat Survey
  • Faktor-faktor yang Mempegaruhi Kemiringan dan Arah
  •  Lubang Bor (Faktor Formasi dan Mekanis)
  • Pengontrolan Terhadap Penyimpangan
  • Penggunaan Bottom Hole Assemby
  • Metoda Analisa Pemboran Terarah
  • Metoda Perencanaan
  • Metoda Perhitungan Hasil Survey

6.  Jenis-Jenis Sumur Horisontal

  • Short Radius System
  • Medium Radius System
  • Long Radius System
  • Ultrashort Radius Radial System

7.  Build Curve Design

  •  Perencanaan Trayektori Sumur Horisontal
  • Jenis-jenis Trayektori Pemboran Horisontal
  • Simple Build Curve
  • Simple Tangent Build Curve
  • Complex Tangent Build Curve
  • Ideal Build Curve
  •  End Build Curve
  •  Tujuan dari Build Curve Design Monitoring

8.  Bottom Hole Assembly

  • Peralatan Pemboran Horisontal
  • Konfigurasi Build Up Rate (BUR)
  • Geometri Motor Tipe 1
  • Geometri Motor Tipe 2
  • Geometri Motor Tipe 3
  • Geometri Motor Tipe 4
  • Contoh Konfigurasi BHA

9.  Horizontal Well Drill String Design

  • Beban Diatas Pahat (Weight on Bit)
  • Beban Torsi
  • Beban Drag
  • Buckling
  • Strategi Drill String
  • Panjang Lateral Maksimum
  • Penentuan Tension
  • Penentuan Torsi
  • Penentuan Panjang Lateral

10.  Lumpur Pemboran Pada Sumur Horisontal

  • Hole Cleaning
  • Hole Stability
  • Non Damaging
  • Lubricity

11.  Penyemenan Sumur Horisontal

  • Mekanisme Pendesakan
  • Perencanaan Bubur Semen
  • Pelaksanaan Penyemenan

12.  Penyelesaian Sumur Horisontal

  • Metoda Penyelesaian Lubang Horisontal
  • Pertimbangan-pertimbangan Penyeleasaian Sumur

13. Masalah Pada Pemboran Horisontal

  • Logging
  • Penyemenan
  • Lumpur Pemboran

Petroleum Drilling: Planning And Problem Solving

Deskripsi Training Petroleum Drilling 

Training ini membahas mengenai pengeboran beserta permasalahan yang sering dihadapi dan pemecahannya.

 

Tujuan Training Petroleum Drilling 

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat  :

  1. Memahami lingkup pekerjaan dalam operasi pemboran
  2. Memahami tahap-tahap perencanaan sumur
  3. Memahami pengertian tekanan formasi dan kaitannya dengan perencanaan pemboran
  4. Memahami komponen-komponen rig serta fungsinya
  5. Memahami jenis-jenis material pemboran (lumpur, casing dan semen) serta fungsinya
  6. Memahami tentang prinsip pemboran miring (directional drilling)
  7.  Memahami problem-problem pemboran dan penangannya

 

Materi Training Petroleum Drilling 

  1. Perencanaan Sumur
  2. Persiapan Operasi Pemboran
  3. Tekanan Formasi Dan Gradien Rekah
  4. Komponen-Komponen Rig
  5. Drillstring Design
  6. Lumpur Pemboran
  7. Casing Setting Depth
  8. Casing Design
  9. Semen dan Penyemenan
  10. Directional Drilling
  11. Hole Problems
  12.  Well Control

 

SAND PRODUCTION IN OIL AND GAS MINING

DESKRIPSI SAND PRODUCTION IN OIL AND GAS MINING

Pasir merupakan persoalan yang umum dan sering ditemui pada sumur-sumur minyak di Indonesia. Hampir 70 persen kesuksesan pertambangan minyak dan gas ditentukan oleh kemampuan perusahaan untuk menangani persoalan pasir. Persoalan pasir yang tidak tertangani dengan baik dapat mengakibatkan produksi sumur menjadi turun dan mengganggu stabilitas kinerja lifting. Apabila terjadi kondisi tersebut, perusahaan tentu akan mengalami kerugian dan menyebabkan penurunan. Berbagai macam cara telah dilakukan perusahaan untuk mencoba menangani persoalan ini, akan tetapi beberapa langkah yang diimplementasikan akan menyebabkan ketidakefektifan dan ketidakefesiensian proses produksi pengangkutan hidrokarbon. Oleh sebab itulah, perusahaan pertambangan minyak dan gas perlu mengetahui berbagai macam teknik dan strategi untuk mengatasi persoalan pasir untuk dapat mengangkut hidrokarbon dalam volume yang seoptimal mungkin dengan tetap mempertimbangkan efesiensi biaya produksi.

TUJUAN SAND PRODUCTION IN OIL AND GAS MINING

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Mengidentifikasi persoalan pasir yang terjadi di lapangan sumur minyak
  2. Memahami berbagai teknik yang dapat dilakukan perusahaan untuk dapat menangani persoalan pasir di pertambangan minyak dan gas

 

MATERI SAND PRODUCTION IN OIL AND GAS MINING

  1. Identifikasi persoalan pasir yang terdapat di sumur pertambangan
  2. Monitoring konsentrasi pasir
  3. Desain Sand control
  4. Studi evaluasi Strategi pump-off
  5. Studi evaluasi Polyurethane Injection
  6. Studi evaluasi Sand Consolidation
  7. Studi evaluasi Sand Clean-Up
  8. Studi evaluasi Sand-Facturing
  9. Sand control equipment (Spesification, selection, design, installation and Operation)
  10. Studi kasus

PENGUJIAN BATUBARA

Deskripsi

Perbedaan kualitas pada batubara menyebabkan kegunaannya menjadi berbeda-beda. Maka dari itu, diperlukan pengujian batubara agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan di dunia internasional yaitu Coal Standards and Gas Standards dari American Socienty for Testing and Material (ASTM). Selain itu, diperlukan pemahaman dalam teknik pengambilan sampel dari stockpile yang dapat mereprenstasikan populasi dari batubara yang dikirimkan ke pengguna sehingga penggunaan batubara tersebut tidak mengecewakan konsumen. Training ini akan membahas mengenai bagaimana pengujian batu bara yang dapat dilakukan.

 

TUJUAN TRAINING PENGUJIAN BATUBARA

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Melakukan analisis pengujian batubara berdasarkan standar ASTM
  2. Memiliki keahlian untuk mengklasifikasi batubara berdasarkan uji yang dilakukan
  3. Memiliki kemampuan dalam menyusun laporan pengujian batubara



MATERI TRAINING PENGUJIAN BATUBARA

  1. Ruang lingkup analisis pengujian batubara
  2. Regulasi analisis pengujian batubara (Internasional & Nasional)
  3. Komposisi batubara dan efeknya pada pengujian batubara
  4. Teknik pengambilan sampel
  5. Pengeringan udara & Memperkecil ukuran butir
  6. Analisis proksimat
  7. Analisis ultimat
  8. Analisis bentuk belerang
  9. Pengujian nilai kalor
  10. Pemeriksanaan secara visual
  11. Perhitungan kandungan produk
  12. Penyusunan laporan/sertifikat
  13. Best practice penerapan analisis pengujian batubara

SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DAN MIGAS

DESKRIPSI TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DAN MIGAS

Supply chain di industry pertambangan dan migas memiliki kekhususan dalam bentuk jaringan dan aktivitasnya yang dimulai dari penambangan, produksi/refinery dan distribusi produk. Integrasi dari masing masing fungsi yang melibatkan berbagai jenis perusahaan dalam industry migas memegang kunci kesuksesan dalam meminimasi biaya keseluruhan supply chain. Persaingan yang ada sekarang menuntut perusahaan pertambangan dan migas untuk tidak hanya berfokus pada kemampuan internal namun juga berfokus pada kolaborasi dengan pihak ekternal, baik supplier maupun distributor. Kolaborasi ini akan membantu perusahaan untuk dapat menghasilkan produk yang memenuhi criteria cost, quality dan delivery yang unggul di pasar. Peran Supply Chain Management (SCM) menjadi sangat penting dalam mengelola seluruh rangkaian aktivitas dalam menghasilkan produk mulai dari hulu ke hilir.
Sebagai perusahaan yang yang bermain di pasar dunia tentunya perusahaan harus memiliki jaringan Supply Chain Management (SCM) yang baik dalam pengelolaan produksinya. Perusahaan akan menjalin kerjasama dengan para supplier baik dari dalam maupun luar negeri. Untuk itu, para pelaku industri harus membuat rencana, manajemen dan pengawasan untuk transportasi dan penyimpanan dari bahan mentah, inventory hingga menjadi bahan jadi. Teknologi yang serba canggih memungkinkan para pelaku industri migas untuk mengkontrol supply chain secara efisien. Agar para pelaku industri yang terlibat di dalamnya benar-benar memahami prinsip kerja Supply Chain Management (SCM) secara komprehensif, maka perlu adanya pelatihan yang diharapkan dapat menjawab berbagai permasalahan yang timbul.



TUJUAN TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DAN MIGAS

Setelah mengikuti training Supply Chain Management (SCM) diharapkan peserta dapat:

  • Memahami prinsip bagaimana mengelola supply chain management yang efektif di industri pertambangan dan migas
  • Memahami bagaimana mengoptimalkan proses bisnis dalam perusahaan agar tercipta efisiensi dalam Supply Chain Management (SCM) di industri pertambangan dan migas
  • Memahami bagaimana berkolaborasi dengan pihak ekternal perusahaan antara lain dengan supplier dan distributor
  • Memahami bagaimana mengelola aliran material dan inventory dalam Supply Chain Management (SCM)



MATERI TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DAN MIGAS

1. Pengantar supply chain management di industry Pertambangan dan Migas:

  • Konsep Supply Chain Management (SCM) di Pertambangan dan Migas
  • Lingkungan bisnis Supply Chain Management (SCM) di Pertambangan dan Migas
  • Tantangan supply chain di Pertambangan dan Migas

2. Memahami supply chain di industri Pertambangan dan Migas

  • Mapping Supply chain
  • Value chain model
  • Pelaku upstream dan downstream

3. Strategy Supply chain management

  • Identifikasi fit strategy
  • Strategi kolaborasi dan aliansi dalam Supply Chain Management (SCM)

4. Tehcnology & supply chain

  • Memahami bagaimana pilihan IT yang diterapkan akan mempengaruhi supply chain.
  • Pilihan teknologi integrasi (ERP)
  • VMI (Vendor managed Inventory)

5. Bull whip effect and inventory management dalam Supply Chain Management (SCM)

  • Menjelaskan bagaimana mengelola inventory dalam jaringan Supply Chain Management (SCM) dan menghindari bullwhip effect dalam distribusi produk
  • Manajemen Inventory : Klasifikasi inventory, Inventory cost, model pemesanan ekonomis,perhitungan safety stock, inventory valuation, inventory metric.

6.Manajemen transportasi dan distribusi

  • Model sistem transportasi dan distribusi dan Rincian aktivitas sistem

7. Transportasi.

  • Mengukur produktivitas sistem transportasi.
  • Logistics network design.
  • Shipment planning and management.
  • Fleet, container and yard management.
  • Freight and document management.

8. Pengukuran Performansi Supply Chain Management (SCM)

  • Mengukur target perusahaan dan target Supply Chain Management (SCM)
  • Performance measurement framework
  • Key performance Indicator
  • SCOR (Supply Chain Operation Reference) dari Supply Chain Council

9. Studi kasus aplikasi SCM di Pertambangan dan Migas

Blowout Prevention and Well Control

Background Training Blowout Prevention and Well Control

Masalah operasi pengeboran pada lubang sumur harus diminimalisir agar tidak menimbulkan biaya lebih untuk operasi yang tidak tepat. Dengan pelatihan ini diharapkan dapat meminimalisir permasalahan pada operasi pengeboran sumur dan dapat meminimalisir resiko.

Contents Training Blowout Prevention and Well Control

  1. Well Control Introduction
  2. Gas Solubility
  3. Pore Pressure Prediction
  4. Drilling Rate and Pore Pressure
  5. Instrumentation And Equipment
  6. Subsea Well Control And Equipment
  7. Operations Instruction In Special Situations Such As H2S Or Shallow Gas.
  8. Pressure Concepts And Calculations Logging While Drilling
  9. Causes Of Kicks
  10. Kick Prevention
  11. Procedures For Flow Checks, Shut-In And Other Activities
  12. Gas Characteristics And Behaviour
  13. Fluid Types And Properties
  14. Constant Bottom hole Pressure Methods

Financial Statements Analysis

Latar Belakang Training Financial Statements Analysis

Laporan keuangan ( Financial Statements ) dalam bentuk Neraca ( Balansheet ) dan Perhitungan Laba –Rugi ( Income Statement ) yang pada umumnya diterbitkan secara periodik ( triwulan, smester dan tahunan ) merupakan media penting dalam proses pengambilan keputusan perusahaan,  karena disamping merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yang berisi informasi tentang prestasi perusahaan dimasa lampau, namun juga  dapat memberikan petunjuk dalam menetapkan kebijakan perusahaan dimasa mendatang. Tidak dipungkiri lagi bahwa Laporan keuangan juga menjadi kebutuhan para pemegang saham , investor, pelaku pasar modal dan juga pemerintah. Kesalahan dalam menganalisa laporan keuangan perusahaan sudah barang tentu akan sangat berpengaruh kepada keputusan perusahaan, misalnya ketika perusahaan memperoleh laba yang besar , namun karena exekutif kurang memahami analisa ratio keuangan, sehingga untuk kepentingan operasional dan expansi perusahaan memutuskan untuk menambah jumlah hutang, yang akibatnya Debt Equity Ratio tinggi.  Demikian juga halnya perusahaan tetap saja melakukan expansi bisnisnya padahal  ROI yg dihasilkan dari investasi  jauh dibawah bunga deposito atau bisa juga  perusahaan memutuskan untuk membeli saham  di pasar modak padahal ROE dari perusahaan tersebut jauh dibawah bunga Deposito .

Dalam Two Days Workshop ini , para peserta akan mendapatkan sharing  untuk  memahami , melakukan interprestasi dan  menganalisis laporan keuangan dengan benar, sehingga mampu memberikan kontribusi yang maksimal dalam proses pengambilan keputusan bisnis untuk pengembangan perusahaan.



Tujuan Training Financial Statements Analysis

  1. Memahami cara menganalisis, menginterprestasi dan menggunakan laporan keuangan
  2. Memahami Cash Flows, Balansheet dan Income Statement
  3. Mampu mengaplikasikan instrument dan teknik dalam menganalisa laporan keuangan
  4. Mampu menyusun dan membuat proyeksi laporan keuangan



Manfaat Training Financial Statements Analysis

  • Memahami Filosofi Dasar “ Compensation & Benefit System “.
  • Memahami Cara Mengeliminir Kerumitan Menyusun “ Compensation & Benefit System “
  • Memahami  Cara Menghitung dan Menentukan “ Compensation & Benefit System “,  Karyawan



Materi Training Financial Statements Analysis

HARI   I

1.       INTRODUCTION  KONSEP DASAR MANAJEMEN KEUANGAN

  • FUNGSI MANAJEMEN KEUANGAN
  • PIHAK-PIHAK YANG MEMERLUKAN LAPORAN KEUANGAN
  • JENIS LAPORAN KUANGAN

2.       BASIC FINANCIAL STATEMENT S

  • NERACA ( BALAN SHEET )
  • PERHITUNGAN RUGI-LABA ( INCOME STATEMENT )
  • LAPORAN LABA DITAHAN ( STATEMENT OF RETAINED EARNINGS )
  • LAPORAN SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA

HARI  II

3.       ANALISA  RATIO KEUANGAN

  • ANALISA LIKUIDITAS
  • ANALISA  SOLVABILITAS
  • ANALISA RENTABILITAS
  • ANALISA PROFITABILITAS
  • ANALISA  AKTIVITAS

4.       PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN

  • ANALISA PULANG POKOK ( BREAK EVEN ANALYSIS )
  • ANALISA LEVERAGE OPERASI
  • ANALISIS IMPAS UNTUK KAS
  • ANALISA KEUANGAN SISTEM DU PONT

5.        PERKIRAAN KEUANGAN

  • SIKLUS ARUS KAS ( CASH FLOW CYCLE )
  • PENGARUH SIKLUS ARUS KAS TERHADAP NERACA
    • CASH FLOW OPERATION, PEMBIAYAAN DAN INVESTASI

6.       ANALISA ARUS KAS DAN MODAL KERJA

  • KEGUNAAN LAPORAN ARUS KAS
  • JENIS LAPORAN ARUS KAS
  • TEKNIK ANALISA ARUS KAS

IMPLEMENTASI IFRS DAN DAMPAK TERHADAP PSAK

DESKRIPSI TRAINING IMPLEMENTASI IFRS DAN DAMPAK TERHADAP PSAK

Banyak orang beranggapan bahwa mengelola Metering system sama dengan mengelola instrumentasi atau peralatan kilang lainnya, yang seharusnya tidaklah demikian. Metering system adalah alat ukur klas I yang digunakan untuk bertransaksi, sehingga pengelolaannya didasarkan pada filosofi “Metering system tidak boleh salah dalam melakukan pengukuran.” Sehingga pengelolaannya harus sesuai dengan standart. Fungsi-fungsi yang terlibat langsung : Fungsi Operasi, Fungsi Maintenance, Fungsi Verifikasi dan Fungsi Audit. Keempat fungsi ini harus ada dalam pengelolaan metering system. Apabila salah satu fungsi tidak ada, maka tidak ada jaminan bahwa metering system dioperasikan sesuai standart dan menghasilkan real figure, sebagaimana alat ukur kelas 1.  Dalam Two Days Workshop ini, peserta akan mendapatkan sharing dari praktisi Management Metering System Peralatan Kilang tentang penjabaran fungsi operasi, maintenance, verifikasi dan fungsi audit

MANFAAT TRAINING IMPLEMENTASI IFRS DAN DAMPAK TERHADAP PSAK

  1. Mempunyai hasil pengukuran dengan akurasi yang tinggi, ini ditunjukan adanya pengujian dengan prover yang repeatabilitynya pada saat proving hanya dibolehkan max 0,05 % dengan 5 run, atau 0,02 % dengan 3 run.
  2. Mampu menghindari adanya suatu kesalahan pengukuran yang dilakukan akibat adanya kerusakan alat yang tidak terduga sebelumnya, ini ditunjukan oleh delta MF yang dibatasi max 0,5 %.
  3. Dari kelebihan-kelebihan diatas metering system akan menghasilkan angka pengukuran yang yang sesungguhnya (real figure) artinya memang sebesar itulah jumlah minyak yang ditransfer, sehingga ketika dilakukan pergerakan minyak, tidak akan terjadi perbedaan angka antara pengirim dan penerima sehingga loss semu bisa di hindari.
  4. Memberikan rasa percaya diri ketika ada query/ komplain dari pihak konsumen berkaitan dengan perbedaan angka.
  5. Meningkatkan image perusahaan yang mengoperasikan metering system, karena bertransaksi dengan alat ukur yang mempunyai akurasi tinggi.
  6. Berdasarkan data oil loss tahun 2006 adalah 1,78 % on crude (1.972.124 bbl), terdiri dari  accounted loss 0.98  (1.085.776 bbl) dan unacconted loss 0.80 % (886.347 bbl).

SYLABUS / OUT LINE  TRAINING IMPLEMENTASI IFRS DAN DAMPAK TERHADAP PSAK

HARI PERTAMA :
1. Introduction IFRS

  •  Pengertian IFRS
  •  Sejarah perkembangan IFRS
  • Manfaat IFRS
  • Hambatan implementasi IFRS
  •  Kondisi IFRS dimasa mendatang

2. Standard IFRS terhadap laporan keuangan perusahaan

  • Balansheet
  •  Income Statement
  • Cash Flow
  • Laporan Perubahan Equitas
  • Catatan Atas Laporan Keuangan

3. Perbedaan dan persamaan IFRS dengan US GAAP dan PSAK

  •  Perbedaan IFRS dengan US GAAP
  • Perbedaan IFRS dengan PSAK
  • Persamaan IFRS dengan PSAK

4. Diskusi / Sharing

HARI KEDUA :

5. IFRS Convergence Roadmap in Indonesia

  •  Current state convergence
  • Three Pillars of Accounting
  •  New SAK for financial statements beginning on or after 1 January 2011
  • New SAK for financial statements beginning on or after 1 January 2012

6. Organizational Impact –IFRS Conversion Beyond Accounting & Finance

7. Potential Tax Impact

8. Focus Interest :

  • Presentation Of Financial Statement (IAS I)
  •  Statement of Cash flows (IAS 7)
  • Operating Segments (IFRS 8)
  • Revenue (IAS 18)
  • Customers Loyalty Program (IFRIC 13)
  • Fixed Assets
  •  Inventory

9. Diskusi / Sharing

COST ACCOUNTING

DESKRIPSI TRAINING COST ACCOUNTING

Meminimalisir atau mereduksi biaya (cost) pengeluaran  merupakan salah satu langkah tepat yang perlu dilakukan apabila suatu badan usaha ingin tetap mampu bersaing di tengah persaingan bisnis yang semakin dinamis. Maka akuntan di perusahaan perlu dibekali dengan kemampuan dalam menyajikan informasi mengenai biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan secara mendetail. Karena tidak sedikit perusahaan yang mengurangi biaya operasional atau produksi mengalami kesulitan dalam menentukan elemen manakah yang tepat dan signifikan dapat direduksi. Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan laporan akuntansi jurnal perusahaan yang belum disesuaikan dengan kebutuhan analisa manajemen. Maka dari itu, dengan mengikuti training inin diharapkan  dapat memiliki pengetahuan mendalam mengenai cost accounting secara efektif.



TUJUAN TRAINING COST ACCOUNTING

Dengan mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami mengenai cost accounting dan perannya dalam mengembangkan bisnis perusahaan
  2. mendapatkan kecakapan untuk penyelesain persoalan terkait dengan cost accounting



MATERI TRAINING COST ACCOUNTING

  1. Ruang lingkup dan urgensi cost accounting di perusahaan
  2. Metode pengukuran cost accounting
  3. Penyajian laporan berbasis cost accounting
  4. Transfer pricing dan Biaya produk
  5. Aliran kas dalam cost accounting
  6. Analisa biaya kualitas
  7. Analisis reduksi cost
  8. Studi kasus

CREATIVE ACCOUNTING

DESKRIPSI TRAINING CREATIVE ACCOUNTING

Laporan keuangan merupakan suatu informasi yang menggambarkan kondisi perusahaan dan selanjutnya akan menjadi suatu informasi yang menggambarkan kinerja suatu perusahaan. Untuk membuat laporan keuangan yang akurat perusahaan dihadapkan pada pemilihan teknik dan kebijakan yang diperbolehkan. Untuk menghadapinya, diperlukan sebuah pemahaman situasi yang dinamakan Creative Accounting. Creative Accounting merupakan aktifitas perusahaan dalam memanfaatkan teknik dan kebijakan akuntansi guna mendapatkan hasil yang diinginkan atau dibutuhkan oleh stakeholder sesuai dengan peraturan yang berlaku. Creative Accounting ini merupakan interverensi manajemen dengan sengaja dalam proses penentuan laba, biasanya untuk memenuhi tujuan pribadi. Seringkali proses ini mencakup melengkapi laporan keuangan, terutama angka yang paling bawah, yaitu laba. Manajemen laba dapat berupa suatu metode kreatif apabila manajer mamenipulasi akrual yang tidak memiliki konsekuensi arus kas. Selain itu pada umumnya perusahaan yang bukan go public cenderung menyajikan nilai laba fiscal yang lebih rendah. Sementara perusahaan go public cenderung akan menaikkan laba karena mereka lebih mementingkan kenaikan harga sahamnya dibandingkan dengan pertimbangan pajak.

Untuk memahami Creative Accounting secara efektif, perlu dipahami strategi-strategi apa yang tepat untuk dilakukan. Melalui program pelatihan ini, akan membantu perusahaan memahami variasi teknik Creative Accounting sebagai langkah untuk mengantisipasi kerugian. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini peserta bisa mempelajari trik jitu & tips praktis dalam melakukan perencanaan keuangan di perusahaan.

TUJUAN TRAINING CREATIVE ACCOUNTING

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta:

  • Memahami laporan keuangan berdasarkan standar akuntasi keuangan beserta fungsi-fungsinya;
  • Memahami tentang creative accounting yang legal dan etis, dan faktor-faktor apa yang diperbolehkan berdasarkan aturan yang berlaku;
  • Mengetahui apa yang menjadi motivasi dilakukannya creative accounting, kapan, serta pada situasi apa saja creative accounting harus dilakukan;
  • Memahami manajemen laba baik secara kuantitatif maupun kualitatif, dan mengetahui bagaimana dampak terhadap keberlanjutannya;
  • Memahami strategi-strategi creative accounting;
  • Dapat membuat laporan pengungkapan (disclouse) laporan keuangan dalam creative accounting.

MATERI TRAINING CREATIVE ACCOUNTING

  1. Laporan Keuangan berdasarkan Standar Akuntasi Keuangan dan Perkembangannya
  2. Creative Accounting
    • Konsep & Pengertian
    • Legal & Etika dalam Creative Accounting
    • Faktor-Faktor yang diperbolehkan dalam Creative Accounting
  3. Motivasi Creative Accounting
    • Mengapa harus dilakukan Creative Accounting
    • Motivasi menurut prespektif psikologi
    • Motivasi Creative Accounting versifat Oportunis
  4. Teknik Creative Accounting
    • Pola dan Teknik Creative Accounting
    • Teknik dalam Creative Accounting
  5. Fenomena Creative Accounting
    • Diteksi Manajemen Laba secara Kualitatif
    • Deteksi Manajemen Laba secara Kuantitatif
  6. Apa yang harus dilakukan dalam memahami Creative Accounting
    • Sikap Skeptis
    • Pengamatan Detail
  7. Strategi dalam Creative Accounting
  8. Disclosure
  9. Diskusi & Studi Kasus

PETTY CASH MANAGEMENT

DESKRIPSI TRAINING PETTY CASH MANAGEMENT

Pengeluaran yang dilakukan oleh pihak perusahaan maupun perorangan dengan jumlah pengeluaran yang tidak besar, akan tidak efektif apabila dilakukan dengan via cek. Pengeluaran yang dilakukan via cek biasanya adalah pengeluaran dengan jumlah yang besar dengan tujuan untuk keamanan maupun keringkasan (keefesienan). Oleh karenanya perusahaan biasanya mengeluarkan dana dengan jumlah yang sedikit dengan suatu bentuk dana khusus yang disebut dana kas kecil ( Petty CashFund). Dalam laporan keuangan, kas kecil (petty cash) sering dijumpai dimana kas kecil tresebut biasanya dipergunakan untuk mendanai transaksi kecil dan rutin. Petty cash tentunya juga memiliki peranan penting di dalam kegiatan operasional. Petty cash pada umumnya digunakan untuk kegiatan operasional suatu perusahaan dari mulai sampai  berakhirnya kegiatan operasional perusahaan. Oleh karenanya penangan petty cash perlu dilakukan dengan baik dan efisien oleh perusahaan agar pengelolaan kas kecil dapat diolah secara seksama (tidak perlu setiap harinya) atau dapat dikatakan bahwa petty cash tersebut dapat diolah dengan bentuk suatu ringkasan di akhir bulan atau jangka waktu yang yang telah ditentukan oleh perusahaan agar tidak mengganggu jalannya operasional suatu perusahaan.

 

TUJUAN  TRAINING PETTY CASH MANAGEMENT

  1. Mengerti dasar-dasar pengelolaan kas di dalam perusahaan
  2. Mampu berperan sebagai kontroler dalam perencanaan dan pengendalian petty cash
  3. Mampu merancang pembukuan serta menata keuangan perusahaan

MATERI TRAINING PETTY CASH MANAGEMENT

  1. Definisi kas kecil (cash concept)
  2. Fungsi dana kas kecil
  3. Metode pencatatan kas kecil
  4. Cash Flow Statement
  5. Prosedur dana kas kecil
  6. Petty Cash Features and Petty Cash Management
  7. Petty Cash Administration
  8. Studi kasus

Profesional Akuntansi

Description Profesional Akuntansi

Banyak sekali keputusan penting yang diambil oleh manajemen bersumber dari data-data dan laporan yang disajikan oleh bagian Akuntansi. Karenanya agar data dan informasi keuangan yang disajikan itu dapat akurat dan informatif, perlu disusun dengan standar-standard yang berlaku umum serta mudah dipahami. Mengingat tak semua manajemen itu punya latar belakang keuangan. Disamping itu untuk mencapai tujuan tadi, kegiantan keuangan perusahaan juga harus disupport dengan sistem akuntansi dan prosedur-prosedur pendukung yang memadai.

Hal ini menuntut karyawan-karyawan di bagian-bagian yang terkait dengan pelaporan keuangan itu untuk mampu memahami konsep akuntansi yang konprehensif serta menuntut kecakapan pelakunya dalam mengimplementasikan standard-standard akuntansi tersebut di dalam aktivitas keuangan perusahan.

Training ini dimaksudkan untuk membekali karyawan tentang pemahaman akuntansi yang baik dan sesuai standard yang berlaku umum. Serta tip-tip sederhana dalam implementasinya di tempat kerja.

 

PROGRAM OUTLINE Profesional Akuntansi

Topik :

  1. ARTI PENTING BAGIAN AKUNTANSI DI SUATU PERUSAHAAN
  2. KONSEP AKUNTANSI YANG SESUAI DENGAN PRINSIP STANDARD AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK)
  3. PRINSIP-PRINSIP DAN ANALISA DALAM PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN : NERACA, LAPORAN RUGI LABA SERTA LAPORAN ARUS KAS
  4. ACCOUNTING CONVENSION : ACCRUAL AND CASH BASIS, ACCRUED, DEFFERED, DEPRECIATION & AMORTISATION
  5. REPORTING DAN MANAJEMEN CLOSING
  6. PENCATATAN DAN DOKUMENTASI TRANSAKSI : PEMBUATAN DAN ANALISA DOKUMEN, POSTING JURNAL
  7. PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN PERUSAHAAN
  8. ISU-ISU TERBARU TENTANG AKUNTANSI DI INDONESIA
  9. BEST PRACTICES DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN PERUSAHAAN

Basic Accounting

Deskripsi Basic Accounting

Ilmu akuntansi tidak hanya dipelajari oleh seorang akuntan saja melainkan profesi lainnya karena berhubungan dengan keuangan. Banyak pihak yang memerlukan untuk menguasai ilmu tersebut bidang keilmuan tersebut, antara lain:  Insinyur, ahli Hukum, ahli statistic, ahli IT, ahli pertanian, ahli sejarah, ahli bahasa, dan lain-lain. Bahkan ilmu akuntansi juga dibutuhkan oleh seseorang yang semula bekerja di luar profesi atau bidang akuntansi dan tidak memiliki dasar-dasar ilmu akuntansi, kemudian orang tersebut di promosikan ke lingkup pekerjaan bidang akuntansi. Pemahaman yang baik mengenai akuntansi, akan mampu mengevaluasi kondisi perusahaan yang dicerminkan dari laporan keuangan perusahaan.

 

Materi Basic Accounting

1. Ruang Lingkup dan konsep dasar akuntansi
2. Pemahaman data akuntansi :

  • Berbagai hal yang membentuk data akuntansi
  • Biaya dan Pengeluaran
  • Akuntansi dan Tingkat Harga
  • Problema Dalam Mengukur Pendapatan

3. Pencatatan dan Pengklasifikasian transaksi financial

  • Aktiva & berbagai sumbernya
  • Debet & Kredit
  • dalam buku kas
  • Buku entry original
  • Neraca Saldo ( Trial Balnce )
  • Buku Kas Sekundair
  • Pengawasan uang tunai ( Cash )
  • Surat Hutang ( Notes ) & Surat Wesel ( Draft )
  • Buku Entry Original lainnya

4. Siklus akuntansi
5. Adjusting dan rekapitulasi rekening
6. Laporan keuangan : Neraca, Laba-Rugi, Cashflow
7. Studi kasus

Tujuan Basic Accounting

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu memahami konsep, metodologi, dan teknik dasar akuntansi sebagai dasar pengambilan keputusan dari cerminan laporan keuangan.

 

SOP ACCOUNTING & FINANCE

TRAINING OBJECTIVE SOP ACCOUNTING & FINANCE

After following this course, the participants are expected to understand Accounting & Finance Administration  Standard Operating Procedure (SOP) of company. Through the course, it can get clearly and  accurately operating procedure in fulfilling accepted work  performance standard of company and increase personal self esteem of accounting and finance administration department to get good achievement



TRAINING MATERIAL OUTLINE SOP ACCOUNTING & FINANCE

INTRODUCTION

  • Accounting Characteristic of General Mining Industry
  • Scope
  • Accounting Treatment
  • Financial Statement

FINANCIAL  STATEMENT

a. Types of Financial Statement

  • Balance Sheet
  • Income Statement
  • Cash Flow Statement

b. Usefulness of Financial Statement

ACCOUNTING PROCEDURE

  • Definition
  • Accounting Procedures

ACCOUNTING SYSTEM AND INTERNAL CONTROL

  • Definition
  • Accounting System
  • Internal Control
  • Internal Control Item
  • Internal control and Accounting Standard Operating Procedure

TO PLAN ACCOUNTING AND FINANCE ADMINISTRATION STANDARD OPERATIONAL PROCEDURE

  • Accounting & Finance Administration  SOP Form
  • To plan main accounting system

TO DEVELOP & ARRANGE ACCOUNTING AND FINANCE ADMINISTRATION STANDARD OPERATIONAL PROCEDURE

CASH MANAGEMENT

TRAINING OBJECTIVE CASH MANAGEMENT

  1. Mengerti dasar-dasar pengelolaan cash
  2. Mampu menerapkan kebijakan-kebijakan dan mengambil keputusan sesuai dengan kondisi yang dihadapi oleh perusahaan

COURSE CONTENTS CASH MANAGEMENT

  1. Cash Concept and Principles
    • Cash Cycle
    • Definition
    • Technique in Cash Cycle
    • Opportunity Cost
  2. Cash Concept and Principles
    • Cash Disbursement
    • Cash Receipt
    • Cash Requirement
    • Source of Cash
  3. Cash Inventory and Credit Policy
    • Inventory Policy
    • Credit Policy
    • Credit Policy Analysis

Blowout Prevention and Well Control

Background Training Blowout Prevention and Well Control

Masalah operasi pengeboran pada lubang sumur harus diminimalisir agar tidak menimbulkan biaya lebih untuk operasi yang tidak tepat. Dengan pelatihan ini diharapkan dapat meminimalisir permasalahan pada operasi pengeboran sumur dan dapat meminimalisir resiko.

Contents Training Blowout Prevention and Well Control

  1. Well Control Introduction
  2. Gas Solubility
  3. Pore Pressure Prediction
  4. Drilling Rate and Pore Pressure
  5. Instrumentation And Equipment
  6. Subsea Well Control And Equipment
  7. Operations Instruction In Special Situations Such As H2S Or Shallow Gas.
  8. Pressure Concepts And Calculations Logging While Drilling
  9. Causes Of Kicks
  10. Kick Prevention
  11. Procedures For Flow Checks, Shut-In And Other Activities
  12. Gas Characteristics And Behaviour
  13. Fluid Types And Properties
  14. Constant Bottom hole Pressure Methods

COAL HANDLING

DESKRIPSI TRAINING COAL HANDLING

Sifat kimiawi yang terdapat pada batubara dapat menyebabkan batubara terbakar sendiri, menimbulkan ledakan dan menimbulkan pencemaran. Proses pengolahan batubara yang dimulai dari penambangan sampai ke konsumen tentu akan mengalami coal handling atau proses perpindahan yang apabila tidak dijaga dengan baik tentu dapat membahayakan pekerja dan lingkungan sekitar. Selain itu, penanganan batubara (coal handling) yang tidak tepat dapat menyebabkan penurunan kualitas yang secara sistematik akan turut menurunkan harga jual. Oleh sebab itu, untuk menjaga kualitas dan harga dari batubara yang dijual maka perusahaan perlu memperhatikan berbagai teknik coal handling yang dapat diimplementasikan. Dan untuk mendukung coal handling yang efektif, maka perusahaan perlu mengetahui bagaimana mendesain kedekatan conveyor, penyimpanan (storage), sistem loading dan unloading serta mendesain bagaimana metode yag tepat untuk memaksimalkan proses operasi yang efisien sembari meminimalkan degradasi kualitas batubara. Training ini akan memberikan pengetahuan mengenai penanganan batubara (coal handling)



TUJUAN DAN MANFAAT TRAINING COAL HANDLING

Dengan mengikuti training ini diharapkan peserta dapat:

  1. Memberikan kompetensi untuk melaksanakan coal handling yang efektif dan efesien
  2. Memiliki kemampuan problem solving dalam persoalan coal handling
  3. Memberikan gambaran best practice penerapan coal handling di perusahaan besar

 

MATERI TRAINING COAL HANDLING

  1. Ruang lingkup coal handling di perusahaan
  2. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan coal handling
  3. Desain infrastruktur yang efektif dan efisien
  4. Material separation and dust management
  5. Conveyor technologies for coal handling
  6. Desain stockpile yang mendukung keberhasilan coal handling
  7. Control system design
  8. Studi kasus persoalan yang sering terjadi di persoalan coal handling
  1. Best practice penerapan coal handling

Drilling Equipment

Deskripsi Training Drilling Equipment

Pengeboran merupakan salah satu proses bisnis vital dalam industri pertambangan minyak dan gas bumi yang digunakan untuk menaikkan hidrokarbon dari perut bumi. Perkembangan teknologi memungkinkan perusahaan memiliki peralatan pengeboran (drilling equipment) yang meningkatkan efesiensi dari berbagai aspek. Maka dari itu perusahaan pertambangan minyak dan gas bumi perlu untuk mendalami lebih dalam mengenai berbagai hal yang perlu diperhitungkan dalam menyiapkan peralatan pengeboran yang ikut mempertimbangkan perkembangan teknologi pengeboran saat ini. Selain itu, perusahaan juga membutuhkan keahlian dalam menilai dan menyeleksi supplier penyedia peralatan drilling sehingga ongkos pengadaan juga bisa ditekan seminimal mungkin. Di sisi lain, peralatan drilling yang saat ini sudah digunakan juga membutuhkan evaluasi kelayakan yang memungkinkan optimasi dari proses pengeboran itu sendiri.

Tujuan Training Drilling Equipment

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami  berbagai hal yang perlu diperhatikan dalam pengadaan peralatan drilling (drilling equipment)
  2. Memiliki ketrampilan dalam menyeleksi supplier penyedia peralatan drilling (drilling equipment)
  3. Melakukan evaluasi dalam menilai kelayakan peralatan drilling yang saat ini sudah diguanakan oleh perusahaan.

Materi Training Drilling Equipment

  1. General Requirement of Drilling Equipment
  2. Identifikasi Konstruksi Anjungan
  3. Rotary, Hoisting, and Pipe Handling System
  4. Well Control System
  5. Blowout Preventer Stack and Control System
  6. Choke and Kill Lines and Coke Manifold
  7. Diverter System
  8. High Pressure Kill Pumping System
  9. Ancillary Well Control Equipment
  10. Drilling Fluid System
  11. Drilling Fluid and Well Surveillance System
  12. Cementing System
  13. Marine Riser System
  14. Identifikasi dan Seleksi Peralatan Drilling yang Optimal
  15. Evaluasi Kelayakan Peralatan Drilling di Perusahaan

Petroleum Industry :Effective and Efficient Team Work

Deskripsi Training Petroleum Industry

Kerja sama integral antar berbagai divisi kerja diyakini dapat meningkatkan produktivitas dan profit perusahaan, tidak terkecuali perusahaan industri perminyakan dan pertambangan. Dilihat dari kompleksitas yang tinggi, industri perminyakan dan pertambangan semakin membutuhkan komunikasi dan kerjasama antar divisi dalam perusahaan. Agar komunikasi dapat berjalan lancar, setiap karyawan paling tidak memahami kerangka kerja serta mampu menggambarkan proses bisnis pada industri perminyakan dan pertambangan. Oleh sebab itulah, perusahaan perlu mengadakan pembinaan pada karyawan yang tidak memiliki latar belakang pada teknik pertambangan ataupun perminyakan, sehingga berada pada divisi apapun orang karyawan tersebut (HRD, accounting, Humas, marketing, dan lain-lain) tetap mengerti lini utama bisnis perusahaan sehingga visi dan misi perusahaan dapat terpenuhi dengan baik.

Tujuan Training Petroleum Industry

setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami secara mendasar industri perminyakan dan pertambangan terutama pada staf perusahaan yang tidak memiliki latar belakang perminyakan dan pertambangan sebelumnya
  2. Memahami  kemampuan analisis sederhana dan pengelolaan data operasi perminyakan dan pertambangan
  3. Mengetahui integrasi pengetahuan industri perminyakan dan pertambangan pada divisi masing-masing karyawan

Materi Training Petroleum Industry

  • Studi general pada industri perminyakan dan pertambangan
  • Teknik operasi perminyakan dan pengelolaan
    • Pengelolaan geologi produksi
    • Pengaturan teknik reservoir, pengeboran, produksi beserta dengan laporan analisis keekonomian
  • Sistem pengeboran beserta dengan kelengkapan peralatannya
  • Pengeboran pada industri perminyakan (Petroleum Industry)
  • Metode produksi industri perminyakan dan pertambangan
  • Well testing dan well treatment
  • Studi kasus penyelesain persoalan pada industri minyak atu pertambangan
  • Penyimpanan dan tranportasi produksi minyak

Manajemen Risiko Industri Pertambangan

Deskripsi Training Manajemen Risiko Industri Pertambangan

Di dalam pengambilan suatu keputusan management, selalu mengandung resiko yang muncul karena adanya faktor ketidak pastian lingkungan. Resiko ini terkadang tidak diperhatikan oleh pengambil keputusan. Sedangkan resiko yang akan muncul juga sangat berpengaruh pada kelangsungan suatu usaha. Sehingga penting bagi perusahaan untuk melakukan pengelolaan resiko yang akan muncul dalam suatu pengambilan keputusan.

Jenis resiko yang sering timbul dan dihadapi oleh industri pertambangan biasanya lebih besar dibandingkan dengan industri lainnya. Karena aspek yang diperhatikan dalam mengelola industri ini lebih kompleks.

Salah satu cara untuk mengelola resiko dalam setiap pengambilan keputusan adalah dengan menerapkan Enterprise  Risk Management (ERM) pada perusahaan.



Tujuan Training Manajemen Risiko Industri Pertambangan

Setelah selesai mengikuti kursus Manajemen Risiko Industri Pertambangan ini, peserta diharapkan akan mengerti, memahami dan dapat menerapkan Enterprise Risk Management (ERM)

 

Materi Training Manajemen Risiko Industri Pertambangan

Pengantar Manajemen Risiko

  • Definisi resiko dan perbedaan dengan kelemahan control
  • Tahapan implementasi manajemen risiko
  • Fungsi dan tanggung jawab unit manajemen risiko
  • Hubungan unit manajemen risiko dengan unit yang lainnya

Jenis resiko yang sering muncul dalam industri pertambangan
Enterprise Risk Management

  • Definisi ERM
  • Basel II
  • COSO
  • AS/NZ : 4369
  • Sarbanes & Oxley

Aspek Manajemen risiko
Risk/ Control Self Assessment

  • Teknik identifikasi resiko
  • Teknik mengukur resiko
  • Mengidentifikasi control desain dan control operasinal
  • Mengevaluasi efektivitas pengendalian

Permodelan resiko operasional
Memonitor resiko operasional
Studi kasus

 

Drilling Technology

Manfaat Kursus Drilling Technology

Setelah mengikuti kursus ini, peserta kursus diharapkan mampu :

  1. Memahami basic design dan perhitungan-perhitungan yang diperlukan dalam perencanaan sumur horisontal
  2. Memahami secara komprehensif terhadap pengetahuan tentang teknologi pemboran horisontal, sehingga diharapkan akan mampu meningkatkan kemampuan dalam mengimplementasikan pengetahuan ini dalam operasi pemboran di lapangan

Materi Kursus Drilling Technology

  1. Introduksi Pemboran Horisontal (Horizontal drilling)
  2. Vertical Well Drillstring Design
  3. Lumpur Pemboran (drilling)
  4. Hidrolika Fluida Pemboran (drilling)
  5. Pemboran Terarah (Directional Drilling)
  6. Jenis-Jenis Sumur Horisontal
  7. Build Curve Design
  8. Bottom Hole Assembly
  9. Horizontal Well Drill String Design
  10. Lumpur Pemboran Pada Sumur Horisontal
  11. Penyemenan Sumur Horisontal
  12. Penyelesaian Sumur Horisontal
  13. Masalah Pada Pemboran Horisontal (Horizontal drilling)

SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM) UNTUK PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DAN MIGAS

Deskripsi Training SCM untuk Perusahaan Pertambangan dan Migas

Supply chain di industry pertambangan dan migas memiliki kekhususan dalam bentuk jaringan dan aktivitasnya yang dimulai dari penambangan, produksi/refinery dan distribusi produk. Integrasi dari masing masing fungsi yang melibatkan berbagai jenis perusahaan dalam industry migas memegang kunci kesuksesan dalam meminimasi biaya keseluruhan supply chain. Persaingan yang ada sekarang menuntut perusahaan pertambangan dan migas untuk tidak hanya berfokus pada kemampuan internal namun juga berfokus pada kolaborasi dengan pihak ekternal, baik supplier maupun distributor. Kolaborasi ini akan membantu perusahaan untuk dapat menghasilkan produk yang memenuhi criteria cost, quality dan delivery yang unggul di pasar. Peran Supply Chain Management (SCM) menjadi sangat penting dalam mengelola seluruh rangkaian aktivitas dalam menghasilkan produk mulai dari hulu ke hilir.
Sebagai perusahaan yang yang bermain di pasar dunia tentunya perusahaan harus memiliki jaringan SCM yang baik dalam pengelolaan produksinya. Perusahaan akan menjalin kerjasama dengan para supplier baik dari dalam maupun luar negeri. Untuk itu, para pelaku industri harus membuat rencana, manajemen dan pengawasan untuk transportasi dan penyimpanan dari bahan mentah, inventory hingga menjadi bahan jadi. Teknologi yang serba canggih memungkinkan para pelaku industri migas untuk mengkontrol supply chain secara efisien. Agar para pelaku industri yang terlibat di dalamnya benar-benar memahami prinsip kerja SCM secara komprehensif, maka perlu adanya pelatihan yang diharapkan dapat menjawab berbagai permasalahan yang timbul.



Tujuan Training SCM untuk Perusahaan Pertambangan dan Migas

  • Setelah mengikuti training SCM diharapkan peserta dapat:
  • Memahami prinsip bagaimana mengelola supply chain management yang efektif di industri pertambangan dan migas
  • Memahami bagaimana mengoptimalkan proses bisnis dalam perusahaan agar tercipta efisiensi dalam SCM di industri pertambangan dan migas
  • Memahami bagaimana berkolaborasi dengan pihak ekternal perusahaan antara lain dengan supplier dan distributor
  • Memahami bagaimana mengelola aliran material dan inventory dalam SCM



Materi Training SCM untuk Perusahaan Pertambangan dan Migas

1. Pengantar supply chain management di industry Pertambangan dan Migas:

  • Konsep SCM di Pertambangan dan Migas
  • Lingkungan bisnis SCM di Pertambangan dan Migas
  • Tantangan supply chain di Pertambangan dan Migas

2. Memahami supply chain di industri Pertambangan dan Migas

  • Mapping Supply chain
  • Value chain model
  • Pelaku upstream dan downstream

3. Strategy Supply chain management

  • Identifikasi fit strategy
  • Strategi kolaborasi dan aliansi dalam SCM

4. Tehcnology & supply chain

  • Memahami bagaimana pilihan IT yang diterapkan akan mempengaruhi supply chain.
  • Pilihan teknologi integrasi (ERP)
  • VMI (Vendor managed Inventory)

5. Bull whip effect and inventory management dalam SCM

  • Menjelaskan bagaimana mengelola inventory dalam jaringan SCM dan menghindari bullwhip effect dalam distribusi produk
  • Manajemen Inventory : Klasifikasi inventory, Inventory cost, model pemesanan ekonomis,perhitungan safety stock, inventory valuation, inventory metric.

6.Manajemen transportasi dan distribusi

  • Model sistem transportasi dan distribusi dan Rincian aktivitas sistem

7. Transportasi.

  • Mengukur produktivitas sistem transportasi.
  • Logistics network design.
  • Shipment planning and management.
  • Fleet, container and yard management.
  • Freight and document management.

8. Pengukuran Performansi SCM

  • Mengukur target perusahaan dan target SCM
  • Performance measurement framework
  • Key performance Indicator
  • SCOR (Supply Chain Operation Reference) dari Supply Chain Council

9. Studi kasus aplikasi SCM di Pertambangan dan Migas

Genesa Mineral dan Batubara

Manfaat kursus Genesa Mineral dan Batubara:

Setelah mengikuti kursus ini, peserta kursus diharapkan akan mampu:

  1. Memahami konsep genesa cebakan mineral dan batubara
  2. Mengetahui proses-proses geologi yang mengontrol terbentuknya cebakan mineral dan batubara
  3. Mengetahui pola sebaran mineral dan batubara yang ekonomis di Indonesia
  4. Memahami landasan atau pegangan dalam mencari dan menemukan endapan-endapan ekonomis yang baru
  5. Memahami model, sifat-sifat fisika dan kimia endapan mineral dan batubara dalam kaitannya untuk rekomendasi metode eksplorasi, penambangan, dan pengolahannya



Materi kursus Genesa Mineral dan Batubara:

  1. Pengantar geologi cebakan mineral
  2. Genesa mineral primer
  3. Genesa mineral sekunder
  4. Genesa mineral alterasi
  5. Model genetik dan empirik cebakan mineral
  6. Sebaran mineral berharga di Indonesia
  7. Pengantar geologi lapisan pembawa batubara
  8. Pengendapan gambut dan coally shale
  9. Pembatubaraan biokimia
  10. Pembatubaraan geokimia
  11. Komposisi, klasifikasi dan kualitas batubara
  12. Sebaran lapisan batubara ekonomis di Indonesia
  13. Rekomendasi metode eksplorasi, penambangan, dan pengolahan mineral dan batubara

REKLAMASI PENAMBANGAN BATU BARA

DESKRIPSI TRAINING REKLAMASI PENAMBANGAN BATU BARA

Tidak dapat dipungkiri bahwa usaha penambangan batubara dapat menurunkan kualitas lingkungan operasi dari waktu ke waktu. Hal ini tentu dapat merugikan masyarakat sekitar yang dapat menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat dan pemerintahan setempat. Track record perusahaan seperti inilah yang dapat menjadi hambatan bagi perusahaan apabila perusahaan ingin meluaskan penambangan di tempat lain. Berbagai persoalan yang mungkin timbul akibat adanya penambangan batu bara antara lain: gangguan keseimbangan permukaan tanah, penurunan produktivitas lahan, kepadatan tanah bertambah, terjadinya erosi dan sedimentasi, terganggunya habitat flora dan fauna. Sehingga untuk dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat itulah, perusahaan perlu menerapkan sistem reklamasi yang tepat dan terintegrasi dengan setiap proses pertambangan yang dilakukan oleh perusahaan untuk meminimalisir dampak negatif  akibat usaha pertambangan. Training ini akan memberikan pemahaman mengenai reklamasi penambangan batu bara dan langkah-langkah yang tepat yang dapat dilakukan dalam proses reklamasi tersebut.

TUJUAN DAN MANFAAT TRAINING REKLAMASI PENAMBANGAN BATU BARA

Dengan mengikuti training ini diharapkan peserta dapat:

  1. Memberikan kecakapan dalam menyusun reklamasi penambangan batubara yang terintegrasi pada setiap proses produksi batubara
  2. Memberikan daya kreativitas dalam melaksanakan program reklamasi penambangan
  3. Memberikan best practice penerapan reklamasi di beberapa perusahaan besar

 

MATERI TRAINING REKLAMASI PENAMBANGAN BATU BARA

  1. Ruang lingkup dan perananan reklamasi
  2. Regulasi penerapan reklamasi
  3. Strategi penanganan penurunan kualitas lahan dan tanah
  4. Strategi reklamasi untuk penanganan potensi erosi dan sedimentasi
  5. Strategi integrasi reklamasi dengan proses operasi produksi batubara
  6. Reklamasi berbasis komunitas masyarakat
  7. Manajemen identifikasi dan pengelolaan reklamasi
  8. Manajemen kontrol reklamasi
  9. Rehabilitasi habitat flora dan fauna
  10. Studi kasus pengelolaan reklamasi yang terintegrasi
  11. Best practice penerapan reklamasi di beberapa perusahaan besar

Basic Coal Mining

Deskripsi Basic Coal Mining

Pusat Data dan Informasi Energi Sumber Daya Mineral Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia mencatat bahwa sumberdaya batubara (coal mining) Indonesia mengalami peningkatan secara signifikan dalam 8 tahun terakhir. Selain itu dikatakan pula bahwa cadangan batubara (coal mining) pada data 2008 mencapai 18,8 miliar ton. Di sisi lain, dalam skenario dasar Kementerian ESDM diperkirakan bahwa permintaan batubara 2013-2030 akan tumbuh 5,3 % per tahun. Oleh sebab itu, dengan memanfaatkan data tersebut, seharusnya perusahaan perlu mengetahui lebih mendalam mengenai teknik pertambangan batu bara sehingga perusahaan mengetahui teknik yang efektif dan efesien dalam melaksanakan operasi pertambangan batu bara. Perusahaan dapat mengidentifikasi dan mengevaluasi fasilitas pertambangan beserta teknik dan metode yang selama ini dijalankan di perusahaan, sehingga bila didapatkan komponen yang masih kurang perusahaan dapat segera memperbaikinya. Di sisi lain, komponen yang sudah handal apabila masih bisa ditingkatkan tentunya akan menguntungkan perusahaan dari sisi biaya dan teknologi.



Tujuan dan Manfaat Training  Basic Coal Mining

Dengan mengikuti training ini diharapkan peserta dapat:

  1. Memahami mengenai pertambangan batu bara, terutama yang dapat diaplikasikan di Indonesia
  2. Mengidentifikasi, mengevaluasi dan memberikan saran berkaitan dengan proses operasi yang selama ini sudah diaplikasikan di perusahaan

 

Materi Training Basic Coal Mining

  1. Peta pertambangan batubara (coal mining)
  2. Ruang lingkup pertambangan batu bara
  3. Regulasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah pada pertambangan batu bara
  4. Infrastruktur teknologi pertambangan batu bara
  5. Optimasi penanganan batu bara (pemindahan, pengangkutan & penyimpanan)
  6. Optimasi extraction batu bara
  7. Desain Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan di pertambangan baru bara
  8. Studi kasus pada pertambangan batu bara

AHLI K3 LISTRIK

TUJUAN PELATIHAN AHLI K3 LISTRIK

Setelah selesai mengikuti pelatihan dan lulus ujian, peserta akan mengetahui tugas dan kewajiban dalam melaksanakan persyaratan, sistem dan proses K3 di tempat kerja sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

MATERI PELATIHAN AHLI K3 LISTRIK

  1. Kebijakan UU No. 1 tahun 1970 K3
  2. Pengawasan & Pembinaan Norma K3 Bidang Listrik
  3. Persyaratan K3 Rancangan Instalasi Listrik
  4. Persyaratan K3 Sistem Proteksi Untuk Keselamatan Listrik
  5. Persyaratan K3 Pembangkitan Tenaga Listrik
  6. Persyaratan K3 Jaringan Instalasi Tenaga dan Perlengkapannya
  7. Persyaratan K3 Instalasi Penerangan
  8. Persyaratan K3 Peralatan Instalasi Tenaga/Daya
  9. Persyaratan K3 Perlengkapan Hubung Bagi dan Kendali (PHB) serta komponennya
  10. Persyaratan Ketentuan Bagi Berbagai Ruang dan Instalasi khusus
  11. Persyaratan K3 pada penggunaan peralatan uji listrik
  12. Persyaratan K3 Sistem Proteksi Instalasi Penyalur Petir
  13. Identifikasi bahaya, penilaian, pengendalian resiko listrik
  14. Pelaporan dan analisa kecelakaan kerja bidang listrik
  15. Prosedur Kerja aman pada instalasi listrik
  16. Praktek kerja Lapangan (PKL)
  17. Seminar

Pelatihan & Sertifikasi K3 Teknisi Listrik

Materi Pelatihan & Sertifikasi K3 Teknisi Listrik

  • Peraturan Perundangan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
  • Dasar – dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja Listrik2013-04-22
  • Dasar – dasar Teknik  Instalasi Listrik
  • Identifikasi  Bahaya Listrik
  • Sistem  Pengamanan
  • Persyaratan  Instalasi  Listrik Ruang Khusus
  • Sistem  Proteksi  Bahaya  Petir
  • Klasifikasi  Pembebanan
  • Pengukuran  Listrik (teorik & praktek)
  • Pertolongan  Pertama  Kecelakaan  Listrik
  • Evaluasi

HVAC SYSTEM and PLC CONTROL

DESKRIPSI

HVAC Systes and PLC Control menjadi suatu system peralatan yang sangat vital dan mendukung dalam banyak hal pada setiap proses baik di industri, gedung dan bagian-bagian yang terkait. Sistem HVAC Systems and PLC Control yang tidak optimal akan menyebabkan terganggunya sistem proses tersebut. Perlunya pengetahuan dan pemahaman bagi operator, teknisi maupun engineer yang bertanggung jawab di bidang HVAC System and PLC Control menjadi bagian yang mutlak harus terpenuhi. Oleh karena itu dirasa perlu untuk memberikan pembelajaran terhadap sumber daya yang dimiliki perusahaan untuk dapat mengetahui, memahami dan mengoperasikan HVAC System and PLC Control tersebut.Pelatihan ini ditujukan buat para teknisi dan engineer dari bermacam industri yang dalam kesehariannya bertanggung jawab atas operasionalisasi dan perawatan HVAC System and PLC Control.

 

TUJUAN

  • Memberikan pemahaman kepada peserta mengenai HVAC System and PLC Contro
  • Meningkatkan pemahaman peserta pelatihan akan pengetahuan tentang komponen sistem pada HVAC Systems and PLC Control
  • Meningkatkan pengetahuan akan karakteristik dan sistem HVAC System and PLC Control
  • Meningkatkan pemahaman tentang perencanaan HVAC System and PLC Control

 

MATERI TRAINING HVAC SYSTEM and PLC CONTROL

  1. Introduction To HVAC Systems
  2. HVAC Operating Characteristics
  3. HVAC System Types
  4. HVAC Piping Systems
  5. HVAC Air Distribution Equipment
  6. Central Heating & Cooling Equipment
  7. HVAC Instrumentation & Control
  8. HVAC Equipment Installation
  9. Special HVAC Systems & Equipment
  10. HVAC System Commissioning & Closeout
  11. Introduction to PLC Control
  12. Hardware and software PLC Control
  13. Programming PLC Control
  14. Input and Output Wiring diagram PLC
  15. Basic and Advance Instruction to PLC Program
  16. Basic Aplication PLC Control
  17. Aplication PLC Control to HVAC
  18. Operation and troubleshoot PLC Control

Energi Listrik : MANAJEMEN DAN AUDIT EFISIENSI ENERGI LISTRIK

Deskripsi Training Manajemen dan Audit Efisiensi Energi Listrik

Energi listrik merupakan energi yang sangat vital dalam  operasional perusahaan. Hampir semua peralatan dan sumber penerangan  yang digunakan berasal dari energi listrik . Namun dalam pemakaiannya  banyak dikeluhkan adanya ketidak-efisiensian energi listrik ini. Hal ini terbukti dari membengkaknya tagihan listrik yang harus dibayarkan perbulannya.  Terlebih apabila ini terjadi dilingkungan kantor atau perusahaan maka akan mengakibatkan anggaran biaya yang cukup besar.

Tingkat efisiensi pemakaian listrik di pengaruhi oleh daya listrik yang terpasang, aktivitas yang dilakukan,jenis peralatan yang terpasang dan rata-rata pemakaian listrik perhari/per bulan.Untuk mengefisiensikan pemakaian listrik, maka perlu dilakukan manajemen audit energi listrik dimana dengan audit tersebut akan didapatkan potret pengunaan energi listrik pada suatu bangunan, mengetahui kondisi peralatan yang terpasang dan mengetahui peluang untuk penghematan energi. Keberhasilan program efisiensi pemakain energi listrik, selain dipengaruhi oleh faktor teknis juga sangat bergantung pada komitmen manajemen puncak dan komitmen seluruh karyawan dalam gerakan efisiensi.



Tujuan dan Manfaat Training Manajemen dan Audit Efisiensi Energi Listrik

  1. Peserta pelatihan audit & efisiensi energi listrik memahami prinsip- prinsip penerapan penghematan energi di perusahaan masing-masing.
  2. Peserta pelatihan audit & efisiensi energi listrik mampu mengenali potensi-potensi penghematan energi di perusahaan masing-masing.
  3. Peserta pelatihan audit & efisiensi energi listrik mampu membuat langkah – langkah program penghematan energi



MATERI MANAJEMEN DAN AUDIT EFISIENSI  ENERGI LISTRIK

  1. Karakteristik penggunaan energi di bangunan gedung.
  2. Strategi  Penghematan Energi listrik
  3. Perencanaan Program Penghematan Energi
  4. Audit energy
  5. Pembentukan tim penghematan energi  dan Pengkajian sumber penggunaan energi
  6. Membangun budaya  gerakan efisiensi pemakaian listrik
  7. Studi kasus penerapan program penghematan energi

ELECTRO TECHNICAL OFFICER

Deskripsi Electro Technical Officer

Electro technical officer (ETO) adalah engineer officer yang bekerja di bawah ampuan Chief Engineer, yang mempunyai kualifikasi hampir sama dengan engineer namun mempunyai pengetahuan yang lebih besar mengenai beragam sistem listrik dan elektronik modern.ETO bertanggung jawab atas pemeliharaan dan perbaikan semua peralatan listrik dan elektronik, instalasi dan mesin, juga termasuk komunikasi radio dan alat bantu navigasi elektronik.



Materi Training
Electro Technical Officer

  1. Mathematics for Electrical Engineer
  2. Applications of Power Electronics
  3. Electrical & Electronic Principles & Systems
  4. Engineering Science
  5. Marine & Business Management for ETO’s
  6. Electronic Control Principles
  7. Operation & Maintenance of Electrical Plant
  8. Marine Navigation System Fault Diagnosis
  9. Radio Communications
  10. Marine Navigation Systems

 

Tujuan dan Manfaat Training Electro technical officer

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat memahami tanggung jawab sebagai seorang electro technical officer.

Operator Listrik untuk Bangunan Gedung

Deskripsi Training Operator Listrik untuk Bangunan Gedung

Pelatihan ini akanmemberikan kompetensi peserta dengan kemampuan instalasi dan proteksi listrik untuk bangunan gedung perkantoran. Pemilihan proteksi memegang peranan yang penting agar diperoleh suatu hasil instalasi listrik dengan baik. Pemahaman tentang teknik instalasi dan proteksi listrik sangat diperlukan agar didapatkan hasil yang optimum, aman  serta handal bagi pemakai sumber tenaga listrik. Peserta dapat lebih memahami teknik instalasi dan sistem proteksi instalasi listrik tegangan rendah maupun tegangan tinggi serta cara pemeliharaannya

 

Materi Training Operator Listrik untuk Bangunan Gedung

  1. Dasar perhitungan listrik
  2. Instalasi
  3. Generator
  4. Transformer
  5. Motor Listrik
  6. Aplikasi lain
  7. Perhitungan arus hubungan pendek
  8. Proteksi : Saklar, Fuse, Relay, Circuit breaker, Lighting arrestor
  9. Koordinasi proteksi
  10. Trouble shooting dan Pemeliharaan
  11. Praktek Lapangan

Basic Electrical

Deskripsi Training Basic Electrical

Dunia perindustrian tentunya tidak dapat dipisahkan dari kebutuhannya akan daya listrik sebagai salah satu sumber energy berjalannya system manufakur didalamnya. Daya listrik tersebut dapat berasal dari utilitas atau generator internal yang kemudian didistribusikan melalui transformator untuk memberikan tingkat tegangan yang dapat digunakan. Pemilihan sumber energi untuk peralatan tergantung pada kebutuhan aplikasi. Setiap sumber energi memiliki keuntungan dan kerugian sendiri.pemanfaatan energi listrik, penggunaan peralatan-peralatan listrik serta aspek keselamatan dalam pemanfaatan sistem kelistrikan.



Tujuan Training Basic Electrical

Setelah mengikuti pelatihan basic electrical ini, peserta diharapkan mampu utuk :

  1. Memahami dan mengamalkan mengenai Dasar kelistrikan
  2. Memahami konfigurasi jaringan Tenaga Listrik dari pembangkitan tenaga listrik hingga pemanfaatannya
  3. Melakukan perhitungan biaya penggunaan energi
  4. Memahami prinsip kerja, instalasi dan penggunaan mesin-mesin listrik
  5. Memahami mengenai aspek-aspek keselamatan dalam sistem kelistrikan serta bagaimana cara memproteksi peralatan listrik



Materi Training Basic Electrical

  1. Ruang lingkup dan konsep dasar Elektrikal
  2. Electrical Machines (AC – DC)
  3. Electromagnetisme
  4.  –Single Phase AC Circuit

– Three Phase AC Circuit

  1. Measuring Instruments and Domestic Wiring
  2. Impedance and Voltage Drop
  3. Power and Power Factor
  4. Power Factor Correction
  5. Three Phase Power Systems
  6.  Motor Installation
  7.  Mechanical-Electrical Rotating Equipment Maintenance

 

Listrik: Teknik Instalasi dan Proteksi

Tujuan Training Listrik: Teknik Instalasi dan Proteksi

Pemilihan proteksi memegang peranan yang penting agar diperoleh suatu hasil instalasi listrik dengan baik. Pemahaman tentang teknik instalasi dan proteksi listrik sangat diperlukan agar didapatkan hasil yang optimum, aman  serta handal bagi pemakai sumber tenaga listrik. Peserta dapat lebih memahami teknik instalasi dan sistem proteksi instalasi listrik tegangan rendah maupun tegangan tinggi serta cara pemeliharaannya

 

Materi Training Listrik: Teknik Instalasi dan Proteksi

  1. Dasar perhitungan listrik
  2. Instalasi
  3. Generator
  4. Transformer
  5. Motor Listrik
  6. Aplikasi lain
  7. Perhitungan arus hubungan pendek
  8. Proteksi : Saklar, Fuse, Relay, Circuit breaker, Lighting arrestor
  9. Koordinasi proteksi
  10. Trouble shooting dan Pemeliharaan

Etap For Electrical Power System Analysis

Deskripsi Training Electrical Power System Analysis Using ETAP

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan wawasan mengenai analisa sistem tenaga. Untuk mensimulasikan hasil analisa digunakan software Aplikasi ETAP. Pelatihan ditekankan pada analisa pada jaringan tenaga listrik Tegangan menengah hingga tegangan rendah yang meliputi Studi Aliran daya, Analisa Hubung singkat, Analisa Transien dan Harmonisa.

Tujuan Training Electrical Power System Analysis Using ETAP

Setelah mengikuti training peserta diharapkan dapat:

  • Meningkatkan pengetahuan dan wawasan mengenai kondisi operasi Sistem Tenaga
  • Melakukan analisa Aliran Daya menggunakan ETAP
  • Melakukan Analisa Hubung Singkat menggunakan ETAP
  • Melakukan Analisa Motor Starting menggunakan ETAP
  • Melakukan Analisa Transient menggunakan ETAP
  • Melakukan Studi Harmonisa dan menentukan ukuran Filter

 

Materi Training Electrical Power System Analysis Using ETAP

  1. Electric power grid representation and characteristic. (System overview, Elements of Electrical Power System, per-unit System)
  2. Building One-Line Diagram Using ETAP . (Add Elements, Select & Deselect Elements, Element and Connector Colors, Relocate Elements, Cut, Copy, & Paste, Size, Symbol, & Orientation, Protective Devices, Nodes & Buses, Group & Ungroup, Composite Networks)
  3. Load Flow Calculation Methods. (Newton-Raphson, Fast-Decoupled, Gaus-Siedel)
  4. Load Flow Study Using ETAP. (Load Flow Toolbar, Load Flow Study Case Editor, Load Flow Display Options, Load Flow Calculation Methods, Load Flow Required Data, Load Flow Output Reports)
  5. Fault Calculation Methods. (Impedance Methode, Symetrical Component Methode)
  6. Short-Circuit Analysis. (Short-Circuit Toolbar, Short-Circuit Study Case Editor, Short-Circuit Display Options, Short-Circuit Required Data, Short-Circuit Output Reports)
  7. Motor Starting Analysis. (Motor Starting Methods, Motor Starting Calculation)
  8. Motor Starting Analysis Using ETAP. (Motor Starting Toolbar, Motor Starting Study Case Editor, Info Page, Model Page, Time Event Pages, Add Action by Starting Category, Add Action by Load, Motor Starting Display Options, Motor Starting Calculation Methods, Motor Starting Required Data, Motor Starting Output Reports, Motor Starting Time Slider Toolbar)
  9. Transient Stability Anaysis. (Purpose for Performing Transient Stability Study, Power System Stability Definition, Stability Limits)
  10. Transient Stability Anaysis Using ETAP. (Transient Stability Toolbar, Transient Stability Study Case Editor, Info Page, Events Page, Dyn Model Page, Transient Stability Plots, Transient Stability Required Data, Transient Stability Output Reports, Transient Stability Time Slider Toolbar)
  11. Harmonic Analysis. (Definition, Harmonic Parameters, Harmonic Sources)
  12. Harmonic Analysis Using ETAP. (Harmonic Analysis Toolbar, Harmonic Analysis Study Case Editor, Harmonic Analysis Display Options, Harmonic Analysis Calculation Methods, Harmonic Analysis Required Data, Harmonic Analysis Output Reports, Harmonic Analysis Order-Slider, Harmonic Analysis Frequency-Slider)

 

High Voltage Electrical Equipment

Deskripsi Training High Voltage Electrical Equipment

Perlindungan bangunan dari petir merupakan hal penting yang harus diperhatikan karena petir memiliki tegangan tinggi. Gagalnya sistem proteksi tegangan tinggi akan menyebabkan kerusakan pada berbagai peralatan listrik. Dengan mengikuti training ini, peserta akan memiliki ketrampilan khusus untuk melakukan perawatan dan pengujian terhadap peralatan listrik tegangan tinggi sesuai standar baku sehingga dapat menghindarkan kegagalan sistem, memperpanjang umur, menjaga stabilitas standard performance peralatan, dan mengurangi resiko operasi peralatan tegangan tinggi.

Tujuan dan Manfaat Training High Voltage Electrical Equipment

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta akan memahami tentang:

  • Peralatan electrical tegangan tinggi
  • K3 electrical
  • Sistem grounding pada electrical power

 

Materi Training High Voltage Electrical Equipment

  1. Selection and application of electrical equipment
  2. Insulation in high voltage equipment
  3. Degradation in dielectric insulation
  4. Testing of electric insulation
  5. Protection of high voltage equipment against lightning
  6. Generator and motor testing
  7. High voltage transformer and cable testing
  8. Testing of protective relay and over current devices
  9. Electrical power system grounding and ground resistance testing
  10. Keselamatan dan Kesehatan Kerja bidang electrical
  11. Studi Kasus

 

CHEMICALS TREATMENT FOR PRODUCED WATER

TRAINING DESCRIPTION CHEMICALS TREATMENT FOR PRODUCED WATER:

Large quantities of water are produced along with hydrocarbons in oil and gas fields all over the world. Water production quantities continue to increase as the oil and gas fields reach maturity. Produced water comes as a bi-product of petroleum production and requires being managed efficiently. As a non economical product, produced water should be removed. 2 commons ways are by reinjection and by disposal to the river or seawater. Water to be reinjected or disposed should meet some requirements and it needs a series of process such as mechanical and chemical treatment. This course will explain how chemicals will help the processes of produced water treatment to meet the requirement for water reinjection or for water disposal.

TRAINING OBJECTIVES CHEMICALS TREATMENT FOR PRODUCED WATER:

Upon completion, participants will gained an understanding of chemicals treatment for produced water application, have more ideas to self problem solving related produced water treatment and know how to reduce chemical cost by improve chemicals performance.

OUTLINE  CHEMICALS TREATMENT FOR PRODUCED WATER :

1.    INTRODUCTION TO PRODUCED WATER

  •   Water’s Problem at Oilfield
    • Problems of Water
    •  Waste Water Handling
    •  Water Disposal
    • Watet Reinjection
  • Water Disposal
    • Requirement of Water Disposal
    •  Problem of Water Disposal
  • Water Reinjection
    •   Purpose of Water Reinjection
    • Problem of Water Reinjection
    •  Control of Water Reinjection
      •   Hall Plot
      • Relative Plugging Index
  •  Methods of Produced Water Treatment
    •  Mechanical
      • Gravity Method
      • Floatation Method
      • Filtration
    • Chemical

2.    CHEMICALS TREATMENT

  • Deposit Mitigation
    •  Scale Prevention
      •  Scale at Produced Water
      • Scale Prediction
      • Scale Inhibition
    •   Oil in Water Emulsion
  • Corrosion Management
    • Sources of Corrosion
      • Corrosion Prediction
      • Corrosion Inhibition
  •  Corrosion Inhibitor
  • Biocide
  • Oxygen Scavenger
  • H2S Scavenger

3.    COMPATIBILITY OF CHEMICALS

  •   Scale Inhibitor and Corrosion Inhibitor
  • Corrosion Inhibitor and Oxygen Scavenger
  • Reverse Demulsifier and Corrosion Inhibitor
  •  Reverse Demulsifier and Scale Inhibitor
  • How to Arrange Chemicals Injection Point

SAFE FUEL TRANSFER

MANFAAT  TRAINING:

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan memiliki kompetensi dan  mampu :

  • Menjelaskan dan melaksanakan cara-cara yang aman untuk memindahkan bahan bakar / fuel transfer dari platform satu ke platform yang lain.
  • Menyusun rencana dan pembagian tugas pemindahan bahan bakar (fuel transfer) serta petugas yang mengawasi pompa dan selang dan peralatan pemindah bahan bakar lainnya.
  • Menjelaskan dan menggunakan peralatan pencegah kebakaran dan polusi karena tumphan minyak.
  • Selanjutnya dapat memberikan petunjuk kepada setiap orang yang akan melakukan perpindahan bahan bakar / fuel transfer antar platform.

 

 

CAKUPAN MATERI TRAINIG SAFE FUEL TRANSFER :

  1. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan alat keselamatan di laut.
  2. Persiapan peralatan pemindahan bahan bakar (fuel transfer) antar platform.
  3. Persiapan peralatan pemadam kebakaran, perlatan pencegahn polusi tumpahan minyak dan peralatan pengaman lainnya yang diperlukan  dalam pelaksanaan kerja.
  4. Diskusi interaktif

GAS COMPRESSOR AND PIPING SYSTEM

PENDAHULUAN TRAINING GAS COMPRESSOR AND PIPING SYSTEM:

Kompresor merupakan salah satu peralatan penting dalam industri, jika dilihat fungsinya yang paling sederhana dalam industri kompresor berfungsi untuk membersihkan komponen dengan tiupan udara bersih dan kering, dalam hal ini tentu saja kompresor udara. Dalam industri kimia dan gas serta industri perminyakan, kompresor dapat berfungsi lebih luas lagi, misalnya sebagai pemindah, pengirim bahan-bahan bersifat gas. Lebih luas lagi juga dapat berfungsi sebagai fluid power dalam system kontrol pneumatic. Dengan power yang konstan kompresor dapat menghasilkan tekanan sekaligus juga aliran gas atau udara, yang proporsional artinya bila diinginkan aliran besar maka tentu saja tekanannya akan turun, demikian juga sebaliknya. Tentu saja banyak factor yang saling mempengaruhi misalnya temperatur lingkungan, temperatur gas atau udara yang dikompres (dimampatkan). Dalam hal inilah, dalam training ini akan dibahas tentang apa itu kompresor, bagaimana cara kerjanya, mengoperasikanya, memeliharanya, merawatnya, dan lebih penting lagi instalasinya dengan system perpipaan.

 

TUJUAN TRAINING GAS COMPRESSOR AND PIPING SYSTEM:

Setelah selesai pelatihan, peserta diharapkan mampu :

  • Mempertimbangkan pilihan peralatan, system dan perlengkapan serta instalasi yang sesuai dengan pertimbangan dan persyaratan yang ada dilapangan.
  • Memahami cara-cara pengoperasian peralatan sesuai dengan pertimbangan desain dan pemeliharaan peralatan yang bersangkutan.
  • Menemukan dan menganalisis kemungkinan-kemungkinan penyebab terjadinya gangguan dalam peralatan maupun instala sisistem.
  • Menentukan tindakan-tindakan pemeliharaan dan perawatan terhadap peralatan bila kemungkinan terjadi gangguan.

 

CAKUPAN MATERI TRAINING GAS COMPRESSOR AND PIPING SYSTEM:

  1. Pre test
  2. Klasifikasi kompresor
  3. Centrifugal compressor
  4. Screw compressor (screw)
  5. Basic analysis of gas compress
  6. Kalkulasi tekanan dan kapasitas
  7. Recommendation maintenance and inspection
  8. Installation and operation – compressor
  9. Design and lay out pipa udara
  10. Analisa tek, kap dan tem pipa udara
  11. Pemilihan material pipa gas
  12. Maintenance instalasi pipa gas
  13. Pipe lining, equipment and safety valve

CHEMICAL ENGINEERING FUNDAMENTALS FOR NON ENGINEER

TRAINING INTRODUCTION CHEMICAL ENGINEERING FUNDAMENTALS FOR NON ENGINEER

This training is aimed at non-chemical engineers who need an overview of the function, principles, requirements, and operation of typical chemical process equipment and who need to communicate effectively with chemical / process engineers by gaining a basic understanding of the operational factors and design equations that are used by chemical engineers and how chemical engineering relates to their disciplines.



OUTLINE TRAINING CHEMICAL ENGINEERING FUNDAMENTALS :

  1. Pengantar Proses Industri Kimia
  2. Konsep Neraca Massa
  3. Pipa dan Pemipaan
  4. Proses dan Alat Perpindahan Panas
  5. Cooling Tower dan Prinsip Kerja
  6. Menara Destilasi dan Cara Destilasi
  7. Absorber – stripper Unit CO2,H2S Removal
  8. Tangki dan Bejana Tekan
  9. Troubleshooting

CORROSION MANAGEMENT

TRAINING BACKGROUND CORROSION MANAGEMENT

This course will cover the main causes of corrosion in upstream oil and gas operations, as well as monitoring and mitigation methods. The various corrosion mechanisms give rise to a number of different forms of corrosion damage which will all be considered. Participants will estimate the corrosivity of a given environment through analysis of the chemical and physical characteristics of the system. You will review approaches to selecting materials and coatings for corrosion resistance for different conditions and applications, including the use of NACE. You will be introduced to CP surveys, selecting the CP system type, estimating current requirements and the design principles of simple cathodic protection systems. There will be opportunity to select and utilize corrosion inhibitors for different systems and you will learn how to select and apply corrosion monitoring techniques to create an integrated monitoring program. The course content is based on a field facilities engineering point of view as opposed to a more narrowly specialized corrosion engineering or chemistry viewpoint. This course provides an appropriate balance of necessary theory and practical applications to solve/mitigate corrosion related problems.

 

TRAINING OUTCOME CORROSION MANAGEMENT

After completion of the course, participant will understand about

  1. The basics of corrosion chemistry
  2. The main corrosion mechanisms occurring in oil and gas production/processing systems
  3. The different types of damage caused by corrosion
  4. Materials selection for corrosion prevention
  5. Some methods for conducting cathodic protection (CP) surveys
  6. Items to consider in corrosion inhibitor selection
  7. Key advantages and disadvantages of the various corrosion monitoring methods
  8. Where the main locations of corrosion concern occur within oil production systems, gas processing facilities (including amine units), and water injection systems

 

TRAINING MATERIAL OUTLINE CORROSION MANAGEMENT

  1. Fundamentals of corrosion theory
  2. Major causes of corrosion (O2, CO2, H2S, microbiologically influenced corrosion)
  3. Forms of corrosion damage
  4. Materials selection
  5. Protective coatings & linings
  6. Cathodic protection
  7. Corrosion inhibitors
  8. Corrosion monitoring and inspection
  9. Corrosion in gas processing facilities
  10. Corrosion in water injection systems
  11.  Corrosion management strategy and life-cycle costs

Secretary Skill Petroleum Industry

Deskripsi Training Secretary Skill Petroleum Industry

Industri petroleum merupakan industri dengan cakupan bisnis yang sangat besar, seperti minyak dan gas dan berbagai sumber mineral yang tersimpan di bumi. Bisnis ini berkembang pesat didukung dengan teknologi-teknologi modern. Tidak hanya teknologi namun bagian manajemen, administrasi dan operasional di dalam perusahaan harus terkoordinasi dengan baik untuk mensupport perusahaan. Sekretaris menjadi peran penting dibidang klerikal perusahaan khususnya di industri petroleum. Sekretaris profesional tidak hanya menyangkut kemampuan untuk menampilkan diri secara profesional, tetapi juga harus memiliki skill manajemen dasar seperti manajemen waktu dan komunikasi. Selain itu sekretaris harus mampu mendukung atasnnya dalam hal-hal presentasi dan administrasi.

Tujuan Training Secretary Skill Petroleum Industry

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta:

  1. Mengetahui kompleksitas usaha minyak dan gas dan memahami kebutuhan untuk aktifitas yang terintegrasi di industri minyak bumi
  2. Mengelola kantor serta mengatur waktu dan tanggung jawab lebih efisian dan efektif
  3. Mampu membangun kemitraan dan partnership dengan atasan
  4. Mampu memberikan respon konstruktif tepat waktu

 

Materi Training Secretary Skill Petroleum Industry

  1. Pengantar Sekretaris
  2. Peran Sekretaris dalam industri perminyakan
  3. Gambaran industri perminyakan: tahap persiapan
  4. Pengantar Eksplorasi dan fase pengeboran
  5. Tahap eksploitasi, masa depan bisnis minyak dan gas
  6. Manajemen diri
  7. Pengembangan karir dan orientasi
  8. Keterampilan komunikasi yang efektif
  9. Ketegasan dalam bersikap
  10. Manajemen waktu dan komunikasi
  11. Mambangun kemitraan dengan atasan
  12. Sinergi dan team building
  13. Studi kasus

 

Bioremediation: To Solve Oil Sludge, Oil Waste and Oil Spill course

INTRODUCTION:

Wastes can be in from of gas, liquid, solid and even sludge or slurry. Waste generation is resulted from inefficiency processes, which in many kind industries are inevitable. Oil industry, for example, generates many type of waste depends on the nature of the process. Exploitation and production of crude oil can generate liquid waste (produced water) and also oil sludge. Refinery activities may generate: wastewater containing phenol, oil, ammonium; solid waste containing oil and heavy meals; oil sludge as well as air pollution. As abundant thus the problem is not merely created by the toxicity or the nature of the chemicals but also by the quantity of the waste itself.

Quantity and quality of waste determine the problems can be created and the way in which waste should handle and in addition, the cost of industry must spend to managed them. Today, waste management is not the matter of how much money the industry should spend to get rid of all waste but rather what benefits can be obtained of waste are manage properly. Thus it is very important that the environmental awareness and moreover, know-how of environmental management are owned by industries. In this perspective we offer an intensive course on bioremediation of industrial hazardous organic wastes.


OUTLINE TRAINING BIOREMEDIATION:

Introduction

  • Bioengineering
  • Bioremediation engineering
  • Managing Bioremediation Project

Microbial System of Bioremediation

  • Microbial metabolism
  • Microbiology of bioremediation
  • Bioprocess control parameter

Optimizing Microbial Transformation of Hazardous Chemicals

  • Aerobic and anaerobic metabolism
  • Degradation of petroleum hydrocarbon
  • Biodegradation of halogenated compounds

Site characterization for Bioremediation

  • Assessment for Biological Process
  • Assessment for In-situ Bioremediation
  • Assessment for Ex-situ bioremediation
  • Assessment for Process Control

Ex-situ Bioremediation Technique

  • Preparation
  • Site excavation
  • Processing
  • Monitoring
  • Evaluation

In-situ Bioremediation Technique

  • Preparation
  • Construction
  • Monitoring
  • Evaluation

Bioremediation of Oil Sludge

  • Sludge Characterization
  • Biodegradability Test
  • Bioremediation Design
  • Monitoring & Evaluation

Bioremediation of Other Industrial Organic Pollutant

  • Biological Process for Liquid Waste
  • Activated Sludge for Oily Wastewater

Material Drilling Knowledge and Management in Drilling & Production Operations

COURSE OUTLINE MATERIAL DRILLING KNOWLEDGE

  • Introduction to Material Knowledge
    • Category of Materials
    • Material Needs in Oil & Gas Industry
  • Metal Materials
    • Classification of Metallurgy
    • Classification of Metal Commercially
    • Metal as Construction Material
    • Metal Properties
    • Alloy Steel
    • Corrosion
  • Overview of Drilling Operation
    • Well Planning
    • Specification & Characteristic of Drilling Equipment
    • Instrumentation & Technology Support
    • Chemical & Additive Material for Drilling Support
    • General Problems of Material Requirement in drilling operation and its solution
  • Overview of Production Operation
    • Basic Production Operations
    • Specification & Characteristic of Production Equipment
    • Instrumentation & Technology Support
    • Chemical & Additive Material for Production Support
    • General Problems of Material Requirement in production operation and its solution
  • Overview of Inventory
    • Classification of Inventory
    • Category of Materials
    • Inventory Policy
  • Material Planning for Drilling Program
    • Logistic Needs in Drilling Operations
    • Drilling Schedule
    • Drilling Program
    • Planning of Drilling Program Materials
  • Inventory control Techniques.
    • Inventory Decision in drilling operation
    • Inventory System Classification.
    • Inventory Cost.
    • Economic Order quantity calculation.
    • Gradual replacement model
    • Reorder point
    • Price discount.
    • Stochastics inventory problem
    • Service level
    • Case study.
  • Material Requirement Planning ( MRP )
    • What  MRP is.
    • Dependent and independent materials
    • MRP Process and its role in drilling operation.
    • Scheduled and planned order release
    • Planned order receipt
    • MRP Calculation exercise  and format.
  • Just In Time ( JIT ) Inventory management Principles
    • Philosophy of Just In Time (JIT) Inventory management.
    • JIT in drilling operation.
    • Characteristics of  JIT Partnership.
    • JIT Cost Reduction and order Quantity.
    • Assumption of JIT Implementation.
    • JIT Implementation in EOQ Environment
  • JIT Inventory Calculation
    • JIT/EOQ Order Quantity
    • JIT/EOQ Total Annual Cost
    • JIT/EOQ Delivery Quantity
    • Saving by switching to JIT/EOQ
    • JIT/EOQ Optimal Number of Deliveries
    • JIT Calculation Exercise,

Gas Testing

Deskripsi

Gas Testing involves testing for oxygen, toxic and is an integral part of establishing Safe System of Work.

The Authorized Gas Testing (AGT) e – Learning course covers; Gas Testing procedural requirement for Gas testing, the theory of combustion, characteristics of gas mixtures and the use of portable Gas Testing equipment.

The course provides the underpinning knowledge to support competence and when combined with the supplementary practical and workplace assessment, can provider a complete method to achieve AGT certification.

 

Course Content Autthorized Gas Testing

Chapter 1 – Introduction to Gas Testing

  • Aims
  • Introduction
  • What Is Gas Testing
  • Why Is Gas testing Carried Out
  • Case Study
  • Who carries out Gas Testing
  • When is Gas Testing carries out
  • Terminology
  • Abbreviations
  • Summary

Chapter 2 – Flammable Gases

  • Aims
  • The Chemistry Of Fire
  • Lower Explosive Limit
  • Upper Explosive Limits
  • Explosions
  • Explosions – Continued
  • Explosions Summary
  • Summary

Chapter 3 – Toxic Gases

  • Aims
  • Toxic Gases &Vapours
  • Workplace Exposure Limit (WEL)
  • Toxic gases
  • Other Toxic Gases
  • Detecting Toxic Gases
  • Hydrogen Sulphide (H25)
  • Characteristics of H25
  • Odour
  • Concentrations of H25
  • Effect of H25 on equipment
  • Asphyxiants
  • Long Term Health Impacts
  • Personal Protective Equipment – Regulatory Requirements
  • Selecting PPE – Controlling Risk from Hazardous Gases
  • Selecting PPE – Fitting and Ergonomic Factors
  • Use and Maintenance of Personal Protective Equipment
  • Summary

Chapter 4 – Properties Of Gases

  • Aims
  • Gas Clouds Movement
  • Gas Behavior
  • Physical Properties
  • Relative Density
  • Velocity
  • Temperature
  • Pressure
  • Dispersion
  • Enclosed Areas
  • Outdoor Areas and Open Structures
  • Summary

Chapter 5 – Portable Gas Detection Equipment

  • Aims
  • Portable and Personal Gas Detectors
  • Types of Portable and Personal Gas Detectors
  • Gas Detector Principles of Operation
  • Catalytic Detectors Principles – Disadvantages
  • Gas Detectors Principles of Operation
  • Infrared (IR) Detectors – Principles of Operation
  • Infrared (IR) Detectors – Advantages and Disadvantages
  • Inert Atmospheres
  • Portable Gas Detection – Sampling
  • When to Use An Aspirated Detector
  • Portable Gas Detectors – Basic Checks
  • Portable Gas Detectors – General Considerations
  • Portable Gas Detectors – Temperature Effects
  • Limitations of Portable Gas Detectors
  • Erratic Indications
  • Environments that Affect Readings
  • Off – Scale Readings
  • Aspirated Detector Tubes
  • Aspirated Detector Tubes – Operation
  • Warning Systems
  • Flammable Gas Alarm Limits
  • Toxic Gas Alarm Limits
  • Oxygen Gas Alarm Limits
  • Personal Gas Detectors
  • Fixed Gas Detectors
  • Fixed Gas Detectors – Positioning
  • Summary

Chapter 6 – Gas Testing Procedures

  • Aims
  • Process Plant
  • Hazardous Areas
  • Zone 0
  • Zone 1
  • Zone 2
  • Gas Testing in Support of Work Activities
  • The Permit to Work System – Initial Gas Tests
  • The Permit to Work System – Repeat Gas Tests
  • Permit to Work – Continuous Gas Monitoring
  • Permit to Work – Validity of Gas Tests
  • Practical Gas Testing
  • Practical Gas Testing – Evaluation
  • Practical Gas Testing – Considerations
  • Practical Gas Testing – Air Movement
  • Practical Gas Testing – HVAC Flow Paths
  • Practical Gas Testing – Dealing with a Suspected Leak
  • Case study
  • Limitations of Protective System
  • Summary

 

TECHNICAL AUDITING AND TOOLS

DESCRIPTION

  Technical audits are systematic and objective examinations of a program or project to determine whether environmental data collection activities and related results comply with the project’s Quality Assurance Project Plan and other planning documents, are implemented effectively, and are suitable to achieve its data quality goals. Technical audits are not management assessments nor are they data verification/validation processes, which occur during the assessment phase of the project. Technical audits include readiness reviews, technical systems audits, surveillance, and performance evaluations. API Recommended Practice 580, Risk-Based Inspection (see American Petroleum Institute) outlines such an audit as part of a Risk Based Inspection program. It checks that the most efficient and cost effective implementation of inspections and integrity management programs are being carried out. It ensures that the integrity of plant facilities including all onshore and offshore structures and pipelines, stationary equipment, piping systems are being correctly addressed. It checks and ensures that the Integrity Engineer has identified, investigated and assessed all deterioration/corrosion and ensured timely maintenance of the affected facilities. It audits the Inspection and Corrosion Control Policy and Risk Based Inspection (RBI)methods which manage the integrity and checks that optimum inspections frequency, maintenance cost and plant availability are being met. It may be approached under a generic framework such as ISO 19011 on the basis of a technical audit, formal documentation but with a regulatory or statutory criteria.

SUMMARY OUTLINE TECHNICAL AUDITING AND TOOLS 

1. Using Technical Audits And Related Assessments

  • What Is A Technical Audit Or Assessment
  • Why Conduct A Technical Audit Or Assessment
  • Authority To Audit Or Assess
  • Management Of Audit Programs
  • Audit Costs

2. Steps In The General Technical Audit And Assessment Process

3. Types Of Technical Audits

4. Related Technical Assessments

5. Guidance For Auditees

6. Example Of A Technical Systems Audit Checklis

Audit Operasional & Kinerja

Deskripsi

Audit operasional merupakan suatu suatu cara atau metode yang dipakai untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai aktivitas yang telah dan sedang dilaksanakan, sehingga dapat memberikan masukan ke depan untuk bagaimana aktivitas operasi dapat dilaksanakan lebih efektif, efisien dan ekonomis, sehingga meminimalkan kemungkinan timbulnya hambatan atau gangguan serta akan lebih mempermudah organisasi dalam mencapai tujuannya.

 

Outline Audit Operasional & Kinerja :

  1. Overview Audit Operasional:
    1. Konsep Audit Operasional
    2. Audit Operasional dan Audit Keuangan
    3. Manfaat Audit Operasional
  2. Audit Operasional:
    1. Tujuan Audit Operasional
    2. Proses Audit Operasional
  3. Kasus Audit Operasional:
    1. Memahami Risiko Pengendalian
    2. Melaksanakan Survey Pendahuluan
    3. Menyusun Rencana Audit
    4. Melaksanakan Rencana Audit
    5. Mengevaluasi Hasil Audit
    6. Temuan Audit, Simpulan dan Rekomendasi
  4. Audit KPI:
    1. Instansi Pemerintah
    2. Tujuan Audit
  5. Audit atas Efisiensi & Efektivitas:
    1. Pengukuran Efisiensi dan Efektivitas
    2. Tujuan Audit atas Efisiensi dan Efektivitas
    3. Proses Audit atas Efisiensi dan Efektivitas
  6. Audit atas Kontrak:
    1. Penugasan Kontrak
    2. Outsourcing Audit atas Sistem Informasi (IS)
    3. Audit atas Outsource
    4. Perencanaan
    5. Corporate Governance
    6. Mereview Pengendalian Provider Masalah Kontrak
    7. Laporan Independen
    8. Pelaksanaan Audit
    9. Pelaporan
    10. Aktivitas Tindak Lanjut
    11. Penugasan Due Diligence

FOOD SAFETY AUDIT

PENDAHULUAN PELATIHAN FOOD SAFETY AUDIT

Makanan aman dan sehat sangat penting bagi karyawan untuk mendapatkan nutrisi berkecukupan. Makanan yang di konsumsi tidak boleh membahayakan konsumennya, baik melalui faktor biologis, kimiawi atau melalui kontaminan lainnya.

Food safety dan kualitas yang dikontrol akan menjamin makanan yang dikonsumsi aman, baik melalui seluruh siklus pembuatannya, seperti produksi makan, penanganannya, proses, pengepakan, penyiapannya maupun penyajiannya.

TUJUAN PELATIHAN FOOD SAFETY AUDIT

Tujuan dari audit adalah  memastikan apakah upaya pengaturan penyediaan makanan telah secara efisien dan secara efektif mengurangi risiko dari penyakit yang timbul akibat makanan,  meliputi :

  1. Mengkaji apakah proses penyediaan makanan dimulai dari penyiapan sampai kepada penyajiannya telah memenuhi norma keselamatan dan kesehatan, serta mampu menekan kemungkinan penyakit bawaan makanan.
  2. Menilai apakan peran organisasi dan tanggung jawab di perusahaan telah mendukung program diatas.
  3. Mengukur pencapaian dari kinerja upaya pendidikan dan promosi kesehatan di bidang ini.
  4. Menilai apakah persyaratan perundangan telah dilaksanakan dalam program ini, sesuai dengan apa yang diharapkan

 

MATERI PELATIHAN FOOD SAFETY AUDIT

Adapun lingkup kegiatan dari pelatihan ini, adalah memberikan pemahaman tentang proses dan audit (penilaian) terhadap :

  1. Proses produksi makan, meliputi :
    1. Aspek bangunan dan fasilitas : Suplai air, penanganan limbah domestik, fasilitas ganti dan toilet, fasilitas cuci tangan, fasilitas disinfeksi, pencahayaan, ventilasi, dsb.
    2. Food handling :Thawing, pendinginan, proses memasak, pemanasan ulang, penyajian, mencegah kontaminasi silang, dsb.
    3. Peralatan dan Utensil
    4. Transportasi
  2. Persyaratan Hygiene dan sanitasi, meliputi :
    1. Cleaning & disinfection
    2. Hygiene control
    3. Penampungan & pembuangan limbah
    4. Pest control & domestic animals
  3. Personal Hygiene & Aspek Kesehatan, mencakup :
    1. Pelatihan mengenai higiene
    2. Pemeriksaan kesehatan
    3. Kebersihan dan kebiasan perorangan
    4. Penggunaan sarung tangan
    5. Supervisi, dsb.

4. Quality Control, mencakup :  Labeling, HACCP dan Safety samples.

5.  Food Safety Audits Process & Report: Bagaimana melaksanakan audit terhadap Food Safety system yang ada

4-P THE BEST KEY TO SUCCESS IN MANAGEMENT

TRAINING ABSTRACK 4-P THE BEST KEY TO SUCCESS IN MANAGEMENT

Di dalam ilmu marketing, kita sering mendengar istilah 4-P (Product, Price, Place and Promotion). Namun sebenarnya ada unsur 4-P yang tak kalah pentingnya yaitu: Preparation, Preparation, Preparation and Preparation. Mengapa?Karena persiapan adalah hal yang patut untuk diberikan perhatian untuk mencapai suatu keberhasilan atau kesuksesan. Sesuatu hal tidak mungkin dapat berhasil atau sukses tanpa perencanaan dan persiapan yang baik. Seorang atlit peraih medali emas tentunya tidak mungkin meraih kesuksesan pada saat dia bertanding tanpa adanya persiapan berupa latihan yang baik. Seorang marketer handal yang mempunyai ide excellent, juga bisa gagal dalam meng-implementasikan programnya apabila tidak didukung dengan persiapan yang matang. Seorang salesman juga mungkin tidak akan mendapatkan customer tanpa melakukan sebuah persiapan yang baik.Jangan biarkan ini terjadi pada Anda. Anda dapat meningkatkan kesempatan meraih sukses dengan melakukan persiapan yang lebih baik, tepat dan terencana.Training ini sangat tepat diikuti oleh para supervisor atau junior manager baik dibidang sales maupun marketing yang sering melakukan berbagai macam aktifitas sehubungan dengan promosi penjualan.

TRAINING OUTLINE 4-P THE BEST KEY TO SUCCESS IN MANAGEMENT

  1. Pentingnya sebuah persiapan yang tepat dan terencana
  2. Langkah-langkah dalam sebuah persiapan
  3. Pentingnya Points to do
  4. Manajemen waktu
  5. Pemberdayaan tim kelompok
  6. Tolak ukur untuk menentukan keberhasilan
  7. Unsur controlling dalam persiapan

AUDIT INTERNAL HSE

PENGANTAR PELATIHAN :

Penerapan sistem manajemen terintegrasi Sistem Manajemen Lingkungan (ISO 14001:2004) dan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (OHSAS 18001:2007) akan memberi manfaat diantaranya:

  • Peta bisnis yang terkait aspek lingkungan dan K3 lebih simpel
  • Potensi penghematan biaya karena penggunaan sumber daya yang lebih efisien
  • Hilangnya duplikasi dokumentasi
  • Mengurangi jumlah audit
  • Peningkatan produktivitas sistem, dsb.

Sebagai salah satu bagian penting dalam Sistem Manajemen Terintegrasi, Audit merupakan alat untuk mengetahui apakah sistem manajemen terintegrasi yang dibentuk dan diterapkan perusahaan sudah memenuhi standar Sistem Manajemen Lingkungan (ISO 14001:2004) dan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (OHSAS 18001:2007). Disamping itu audit bertujuan untuk mengetahui apakah sistem manajemen terintegrasi di perusahaan berjalan secara efektif.

Temuan audit internal akan menjadi masukan penting untuk management review yang merupakan forum untuk menilai dan memberikan arah untuk penerapan sistem selanjutnya. Dengan demikian audit internal sebaiknya difokuskan untuk melakukan perbaikan berkelanjutan (continual improvement). Pelatihan ini dirancang untuk mempersiapkan dan meningkatkan kemampuan auditor internal agar mampu melakukan audit sistem manajemen terintegrasi berdasarkan standar audit yang baru yaitu ISO 19011:2002.



Tujuan Program :

  • Memahami persyaratan ISO 14001:2004, OHSAS 18001:2007 tentang pelaksanaan Audit Internal
  • Memahami pendekatan audit sesuai dengan ISO 19011:2002
  • Mampu mengidentifikasi kebutuhan Kompetensi Auditor
  • Mampu menyusun rencana dan Program Audit Internal
  • Mampu melakukan Audit Internal dengan pendekatan proses
  • Mampu menyusun Laporan Audit terhadap sistem manajemen terintegrasi dan kinerja bisnis
  • Mampu mengidentifikasi potensi improvement dari hasil Audit Internal.



Objektifitas Pelatihan :

Diharapkan setelah mengikuti training, peserta :

  • Mampu merencanakan program audit internal pada sistem manajemen terintegrasi
  • Mampu mengidentifikasi dokumen dan sumber daya dalam melaksanakan audit internal
  • Mampu melakukan persiapan audit internal
  • Mampu melakukan audit internal di semua unit dan persyaratan sistem manajemen terintegrasi
  • Mampu melaporkan pelaksanaan audit internal
  • Mampu bekerjasama dan mendukung Kepala Auditor/ Wakil Manajemen.




Topik Bahasan :

Training dan workshop ini disusun penyajian dan penyampaiannya secara terstruktur sebagai berikut :

  • REVIEW PERSYARATAN STANDAR ISO 14001:2004 DAN OHSAS 18001:2007 DAN DOKUMENTASI SISTEM MANAJEMEN TERINTEGRASI
  • PERSYARATAN AUDIT PADA ISO 19011:2002
  • KOMPETENSI DAN KRITERIA PEMILIHAN AUDITOR
  • SIKLUS AUDIT : MENGORGANISASI PROGRAM AUDIT INTERNAL
  • TANGGUNG JAWAB ORANG-ORANG YANG TERLIBAT DALAM PROGRAM AUDIT INTERNAL
  • PERSIAPAN AUDIT
  • PERSIAPAN CEK LIST
  • RAPAT PEMBUKAAN
  • PENYELENGGARAAN AUDIT
  • SAMPLING DALAM AUDIT
  • ASPEK KEMANUSIAAN SELAMA PROSES AUDIT
  • TEKNIK WAWANCARA
  • BUKTI OBYEKTIF DAN KETIDAKSESUAIAN
  • RAPAT PENUTUP
  • TINDAKAN PERBAIKAN DAN VERIFIKASI LANJUTAN
  • PELAPORAN AUDIT
  • DOKUMENTASI AUDIT
  • SELEKSI, TRAINING DAN KUALIFIKASI DARI INTERNAL AUDITOR
  • RAPAT TINJAUAN MANAJEMEN
  • ROLE-PLAY AUDIT



FRAUD MANAGEMENT

COURSE DESCRIPTION FRAUD MANAGEMENT

Eksternal dan Internal Auditors mungkin pernah menemukan kecurangan (fraud) yang dilakukan oleh para manajer dalam pekerjaan-pekerjaan mereka.  Pelatihan ini memberikan sebuahpengantar yang baik sekali untuk tipe-tipe kecurangan yang menciptakan problem-problem untuk masyarakat audit. Partisipan akan diperkenalkan dengan kecurangan-kecurangan dalam laporan keuangan; pola-pola penggerogotan, penyuapan, kickbacks, dan benturan-benturan kepentingan. Latihan praktek akan digunakan secara ekstensif untuk memperkuat konsep pembelajaran.

 TRAINING OBJECTIVES FRAUD MANAGEMENT

  1. Memberi pemahaman mengenai fraud management secara lebih khusus dan mendalam
  2. Membekali peserta dengan berbagai pengetahundan ketrampilan audit yang berkaitan dengan kecurangan manajemen
  3. Membuka wawasan peserta dalam berbagai jenis kecurangan yang berkaitan dengan fraud management
  4. Mengajak peserta untuk lebih mewaspadai trend mutakhir dalam fraud, khususnya yang berkaitan dengan management fraud

COURSE CONTENT FRAUD MANAGEMENT

  1. Introduction to fraud Management
    • Definitions of frauds
    • Auditors responsibilities for fraud detection and deterrence
    • Overview
  2. Financial Statement Fraud
    • “Windows dressing”
    • Overstating assets and income
    • Understanding liabilities and expenses
    • Other schemes
  3. Bribery and Kickbacks
    • Definition of bribery and kickbacks
    • Methods for making illegal payments
    • Concealment methods for illegal payments
  4. Methods of Proving Corrupt Payments
    • Examination from the point of payments
    • Proving On-book payments
    • Proving Off-book payments
  5. Conflict of Interest and Other Fraud Schemes
    • Types of Conflict by management
    • Hidden Interest
    • Sham transactions
    • Disclosures by management
  6. Case Study and Open Discussion

Auditor Beginners

OVERVIEW

Untuk menjadi auditor yang sukses, dasar  pengetahuan yang kuat dan pemahaman dasar keterampilan audit sangatlah penting.

Dengan program ini, auditor baru, seperti juga non-auditor yang bertanggung jawab dalam pengendalian internal, dapat mempelajari seluk-beluk audit dari awal sampai akhir.

Class format: Lecture, case studies, small and large group discussions, facilitator presentations, skill practices, and self-assessments.



Tujuan dan Manfaat Pelatihan

Program khusus untuk meningkatkan nilai tambah bagi auditor muda dan madya serta calon-calon auditor yang ingin memiliki landasan pengetahuan yang kuat dan ketrampilan yang memadai untuk pengembangan karir di bidang auditing.



Pokok-Pokok Pembahasan Training Auditor Beginners: 

  • Roles and Qualities of Auditors-in-charge
  • Case Study
  • Planning the Audit
  • Audit Programs and Staffing Assignments
  • Supervising and Controlling Audits
  • Achieving Results Using Project Planning and Management
  • Reviewing Working Papers
  • Audit Concerns and Reports
  • Wrapping Up the Audit
  • Appraising Staff Auditor Performance
  • Developing a Personal Action Plan: Self-assessment exercise – possible solutions



INTERNAL AUDITOR : THE NEW CONCEPT

DESKRIPSI TRAINING INTERNAL AUDITOR : THE NEW CONCEPT
Sebagian orang beranggapan bahwa auditor internal adalah seorang yang suka mencari-cari kesalahan dan hanya menambah pekerjaan manajemen. Pendekatan seperti itu sudah tidak sesuai dengan perkembangan profesi internal auditing dalam era globalisasi saat ini. Auditor Internal dituntut untuk menggunakan paradigma baru dalam memberikan nilai tambah nyata bagi perusahaan. Internal Auditor merupakan suatu profesi yang memiliki standar dan kode etik profesi yang harus dijalankan secara konsekuen dan konsisten. Dalam paradigma lama, Internal Auditor hanya berfungsi membantu manajemen puncak (top management) dalam pengamanan asset (saveguard of asset) perusahaan dan mengawasi jalannya operasional perusahaan sehari-hari, terutama dari aspek pengendalian (control).
Ada perubahan fungsi untuk seorang internal auditor, yang semula mungkin hanya diposisikan sebagai watchdog namun di era saat ini menjadi lebih penting dan urgent, bukan sebagai seseorang yang mencari-cari kesalahan karyawan namun sebagai mitra bisnis.


MATERI KHUSUS TRAINING INTERNAL AUDITOR : THE NEW CONCEPT

1.    The Overview of Internal Auditing

  • Kode Etik Profesi
  • Auditor Internal sebagai salah satu pilar Good Corporate Governance (GCG)

2.    Paradigma Baru Auditor Internal (The New Paradigm of Internal Auditor)

  • Peran Auditor Internal sebagai Konsultan Internal (Internal Consultant)
  • Peran Internal Auditor sebagai Katalisator (Catalist).

3.    Value Added Internal Auditing for strategic business partner.
4.    Pendekatan risk based audit dalam paradigma baru
5.    Beberapa tantangan yang dihadapi Internal Auditor yang Profesional pada abad 21.

  • Orientasi berbasiskan risiko (Risk- based Orientation).
  • Perspektif global (Global Perspective).
  • Governance Expertise.
  • Technologically Adept.
  • Business Acumen.
  • Berpikir kreatif & solusi masalah (Creative Thinking & Problem Solving).
  • Strong Ethical Compass.
  • Communication Skills.

INTERNAL AUDITOR

TRAINING DESCRIPTION INTERNAL AUDITOR

Basic skill for Internal auditor adalah pelatihan yang dapat memberikan pemahaman tentang skil yang diperlukan oleh seorang auditor internal , ataupun professional lain yang ingin mengetahui lebih mendalam tentang audit. Skill tersebut sangat berguna khususnya bagi seorang auditor pemula sehingga mereka mampu merencanakan, mengimlementasikan, dan menyusun temuan audit.

TRAINING OBJECTIVES INTERNAL AUDITOR

  1. Memberikan pemahaman secara mendasar kepada Auditor internal dalam perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan audit.
  2. Meningkatkan kemampuan dan memberikan penyegaran bagi para internal auditor Auditor dalam melakukan audit secara terencana, sistematis, dan efektif.

TRAINING OUTLINE INTERNAL AUDITOR

  1. Audit introduction
  2. Jenis-jenis audit
  3.  Peran internal auditor saat menghadapi audit oleh eksternal auditor
  4. Persiapan audit & survey pendahuluan
  5. Pemahaman internal control dan penilaian resiko kontrol.
  6. Program kerja audit
  7. Bukti audit
  8. Test transaksi
  9. Temuan hasil audit
  10. Laporan hasil auditi

FUNGSI KEPATUHAN, PERBAIKAN KERANGKA PROSEDUR DAN IDENTIFIKASI KINERJA

DESKRIPSI FUNGSI KEPATUHAN, PERBAIKAN KERANGKA PROSEDUR DAN IDENTIFIKASI KINERJA

Bank sebagai lembaga yang highly regulated wajib memastikan seluruh regulasi, baik yang diterbitkan OJK maupun BI dapat dijalankan dengan benar, mengedepankan fungsi preventif, dan memiliki target kinerja yang terukur. Idealnya, divisi/unit ini terdiri dari individu-individu yang menguasai dan memahami seluk beluk regulasi, baik dalam tata cara penanganannya maupun mengantisipasinya sehingga dengan potensi sanksi/pinalti/denda yang ditetapkan dalam aturan tersebut. Seluruh potensi risiko tersebut dapat dikendalikan jika proses pemahaman dan sosialisasi berjalan sebagaimana mestinya.

TUJUAN FUNGSI KEPATUHAN, PERBAIKAN KERANGKA PROSEDUR DAN IDENTIFIKASI KINERJA

  1. Memperoleh masukan (perbaikan) untuk penyempurnaan SOP Kepatuhan.
  2. Mencegah terjadinya kegagalan/kelalaian bank memenuhi regulasi yang berlaku.
  3. Secara strategis mampu melakukan pemetaan (pembentukan kelompok) regulasi (BI dan OJK) yang memiliki dampak tertentu, khususnya yang berdampak signifikan secara finansial (denda) sampai dengan yang bersifat normatif.
  4. Peserta dapat melakukan pengawasan yang stratejik, yaitu melalui profiling karakter regulasi, dimulai dari yang sangat sederhana sampai dengan mengandung unsur self assessment.

MATERI FUNGSI KEPATUHAN, PERBAIKAN KERANGKA PROSEDUR DAN IDENTIFIKASI KINERJA

  1. Esensi Fungsi Kepatuhan dan Manfaat Terbentuknya
  2. Pemetaan Regulasi Berdasarkan Risiko dan Urgensinya:
    1. Kategori Regulasi: Penting dan Mendesak
      Bank wajib memahami secara utuh dan mendalam regulasi yang tergolong dalam kategori ini, baik bentuk implementasi, laporan, dan sanksinya, selain itu harus mampu disosialisasikan dengan sempurna kepada para pihak terkait. Regulasi ini wajib dipantau secara rutin (setiap hari/minggu/bulan) guna mencegah kegagalan implementasinya.
    2. Kategori Regulasi: Penting dan Tidak Mendesak
      Bank wajib memahami secara utuh dan mendalam regulasi yang tergolong dalam kategori ini, tetapi memiliki ruang waktu dan ruang implementasi yang relatif masih leluasa sehingga dapat direncanakan lebih berhati-hati dan disesuaikan dengan jadwal unit/divisi terkait. Review implementasi regulasi dapat dilakukan setiap bulan/ triwulan/semester.
    3. Kategori Regulasi: Kurang Penting dan Mendesak
      Kategori ini memberikan informasi regulasi yang mendesak untuk dilaksanakan tetapi memiliki dampak yang relatif tidak signifikan, baik bagi kesehatan bank dan besaran risiko/sanksinya.
    4. Kategori Regulasi: Tidak Penting dan Tidak Mendesak
      Kategori ini relatif berbeda-beda untuk setiap bank, sangat ditentukan dengan syarat tertentu yang harus dipenuhinya, misalnya sesuai dengan kelompok BUKU bank, jenis (kepemilikan), dan faktor-faktor lainnya sehingga regulasi pada kelompok ini dapat saja diabaikan (sekedar untuk diketahui).
  3. Analisa Struktur Prosedur Kerja (SOP) dalam Divisi Kepatuhan
    1. Kerangka (outline) yang wajib dipenuhi
    2. Sub/Bagian yang wajib diperhatikan agar konsisten disempurnakan
    3. Contoh Draft SOP Kepatuhan
  4. Alat Ukur Kinerja Divisi Kepatuhan dan Cara Sederhana Pengukurannya

ANTI FRAUD BANKING

DESKRIPSI TRAINING ANTI FRAUD BANKING

Dengan bertumbuhnya Bank – bank dunia pada umumnya dan di Indonesia khususnya, maka bank perlu menerapkan prinsip manajemen resiko berupa pengendalian internal dan pelaksanaan tata kelola yang baik / Good Corporate Governance ( GCG ) untuk menjaga segala bentuk asset yang merupakan milik bank dan juga dana masyarakat yang terkumpul yang selanjutnya diserahkan kepada pihak – pihak yang membutuhkan. Maka bank perlu melaksanakan langkah preventif untuk mencegah timubulnya tindak pidana perbankan yang di lakukan oleh karyawan, baik yang melaksanakan tindak pidana secara perorangan maupun melalui kerjasama dengan pihak luar.

       Salah satu langkah preventif mencegah timbulnya tindak pidana perbankan adalah dengan cara bank wajib menerapkan prinsip strategi anti fraud. Dengan demikian, maka setiap pihak akan merasa di awasi dalam tugasnya serta pihak lain juga akan merasa di awasi juga.

       Pererapan strategi anti fraud di lakukan dengan mempertimbangkan proses, dokumen dan data – data internal yang di miiki oleh bank serta data – data eskternal yang dalam hal ini dapat di lakukan dengan bekerjasama dengan pihak luar seperti aparat kepolisian. Oleh karena itu, dalam menerapkan strategi anti fraud di perlukan pengetahuan dan pengalaman atas tindak pidana yang yang sering terjadi di kalangan perbankan.

       Melalui Pelatihan ini, kami akan memberikan penjelasan yang terperinci dari kasus – kasus perbankan yang ada di akhir – akhir sekarang ini. Selain itu dalam pelatihan ini kami juga akan memberikan penjelasan atas latar belakang, pengertian, teknik identifikasi fraud serta cara penanganannya.



TUJUAN TRAINING ANTI FRAUD BANKING

Dengan mengikuti Pelatihan ini, maka kami mengharapkan peserta dapat:

  • Mengetehui kasus – kasus yang biasa terjadi dalam dunia perbankan baik secara global dan spesifik.
  • Meningkatkan pemahaman dan kemampuan praktis peserta dalam penerapan manajemen risiko operasional.
  • Mengidentifikasi tindak pidana yang di lakukan oleh oknum karyawan secara perorangan maupun fraud yang di lakukan bekerja sama dengan unit / divisi bahkan yang melibatkan ekternal secara sistematis.
  • Menerapkan strategi anti fraud dan mampu mengantisipasi fraud dari sedini mungkin serta di harapkan dapat menangani tindak pidana yang terjadi.
  • Mengenali modus – modus tindak kecurangan yang biasa terjadi
  • Mengidentifikasi kemungkinan oknum/ pelaku kecurangan
  • Melakukan pencegahan penipuan sebelum terjadi
  • Membuat Pelaporan temuan atas prosedur tindak kecurangan



MATERI TRAINING ANTI FRAUD BANKING

A. TOPIK COVERAGE

  • Pengertian fraud
  • Jenis – jenis fraud
  • Know Your Employee
  • Pengertian tindak pidana perbankan
  • Penanganan kasus tindak pidana perbankan
  • Kasus – kasus tindak pidana perbankan

B. Mengenali jenis – jenis kegagalan operasional bank

  • People risk
  • Process risk (model, transaksi, dan kegiatan operasional )
  • System and technology risk
  • External party risk
  • Natural disaster risk.

C. Faktor – faktor yang menyebebkan peluang Fraud pada Bank

D. Strategi Anti Fraud

  • Konsep strategi anti fraud
  • Early Warning Sign
  • Fraud Detection

E. Cara Mendeteksi Fraud pada aktifitas perbankan

F. Peran BI dan PPATK dalam antisipasi terjadinya Fraud

G. Solusi menghadapi Fraud

  • Litigasi
  • Penelusuran aliran dana
  • Penyediaan data

H. Reporting Fraud Procedures

I. Contoh – contoh Kasus Fraud

  • Fraud di bidang kredit
  • Fraud di bidang operation
  • Fraud di bidang IT

Strategi Mengatasi Kredit Bermasalah

DESKRIPSI

Krisis yang melanda perekonomian Indonesia benar-benar berdampak buruk terhadap kinerja sekto keuangan. Banyak perusahaan yang gagal secara finansial, bahkan tutup dan menanggung kerugian yang tidak sedikit, baik perusahaan dengan skala besar ataupun kecil. Perusahaan tidak saja sulit mendapatkan sumber dana murah, Memberikan pemahaman kepada peserta mengenai faktor yang mempengaruhi kegiatan bisnis kredit komersial bermasalah & macet yang dilakukan bank/Lembaga Pembiayaan beserta upaya solusinya (penyelamatan & likuidasi). Memberikan kemampuan teknis kepada peserta tentang bagaimana mengantisipasi kemungkinan penyebab kredit bermasalah & macetdan bagaimana cara meminimalkan risiko tersebut.



MATERI PELATIHAN MENGATASI KREDIT BERMASALAH

  1. Kredit Bermasalah & Macet:
  2. Tujuan Pemberian Kredit
  3. Mengapa Kredit Bermasalah & Macet
  4. Mengapa Kredit Bermasalah & Macet:
  5. Gejala Dini Penurunan Kualitas Kredit
  6. Tindakan Antisipasi (Correction Action)
  7. Bagaimana Mencegah Kredit Bermasalah & Macet (lanjutan):
  8. Putusan Dilematis : Diselamatkan atau Dilikuidasi
  9. Berbagai Upaya Penanganan Kredit Bermasalah & Macet
  10. Penyelamatan Kredit
  11. Penyelesaian Kredit (Likuidasi)
  12. Supervisi & Monitoring:
  13. Documentation & Administration
  14. Jaminan & Agunan

Manajemen Risiko Operasional Bank

Deskripsi

Ancaman yang muncul dari dan terhadap kegiatan operasional bank dapat dipicu oleh berbagai faktor baik internal maupun ekstenal.  Peristiwa potensial seperti penyalahgunaan wewenang (fraud), kegagalan sistem teknologi informasi, standar proses operasi yang belum sesuai dengan peraturan/regulasi yang berlaku, dan kejahatan pihak eksternal terhadap bank jika tidak identifikasi dan dikelola dengan baik dapat menimbulkan permasalahan yang berat bahkan bencana bagi bank.

Risiko operasional sebenarnya lazim dihadapi berbagai lembaga keuangan termasuk bank, namun jenis risiko ini baru mendapatkan perhatian luas setelah dimasukan ke dalam kerangka regulasi Basel II. Manajemen risiko yang terkait dengan risiko operasional ini dikenal sebagai manajemen risiko operasional.  Seiring dengan itu, terdapat kebutuhan akan pemahaman yang memadai dan komprehensif mengenai manajemen risiko operasional.

Workshop dua hari ini dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut di atas dengan tujuan dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan praktis peserta dalam penerapan manajemen risiko operasional.

Garis Besar Program Manajemen Risiko Operasional

  1. Pengertian tentang Risiko dan Risiko Operasional
  2. Kasus-kasus Perbankan terkait Risiko Operasional
  3. Mengenali Jenis-jenis Kegagalan Operasional Bank: people risk, process risk (model, transaksi, dan kegiatan operasional), system and technology risk, external party risk, dan natural disaster risk.
  4. Elemen-elemen Utama Manajemen Risiko Operasional: Kebijakan, identifikasi, proses bisnis, metode pengukuran, manajemen eksposur, pelaporan, analisis risiko, dan economic capital.
  5. Risiko Operasional dan Risk Capital.
  6. Model-model Risiko Operasional berbasis Basel II: Basic Indicator, Standardized Approach, dan Advanced Measurement Approach (AMA).
  7. Value-at-Risk (VAR) for Operational Risk
  8. Risk and Control Self-Assessment (RCSA): Arti penting, pendekatan, dan pelaksanaan RCSA yang efektif
  9. Strategi Mitigasi Risiko Operasional: risk prevention dan risk reduction program.
  10. Operational risk reporting and profiling

RISK MANAGEMENT FOR BANKING

DESKRIPSI TRAINING RISK MANAGEMENT FOR BANKING

Seiring dengan semakin berkembangnya dunia perbankan di Indonesia, kegiatan perbankan dihadapkan pada resiko yang semakin kompleks sebagai akibat dari kegiatan usaha bank yang bervariasi dan terus mengalami perubahan. Berdasarkan hal ini industri perbankan sudah seharusnya meningkatkan kebutuhan akan penerapan manajemen resiko untuk meminimalisir resiko yang muncul terkait dengan aktivitas perbankan. Penerapan manajemen resiko telah menjadi keharusan bagi perbankan baik di tingkat nasional maupun global. Kecukupan modal merupakan kunci keamanan usaha perbankan yang telah memperhitungkan risiko-risiko kredit, pasar dan operasional.

Pengenalan yang baik mengenai manajemen resiko sesuai dengan yang dikehendaki Basel II (penyempurnaan dari Basel I) dan Peraturan Bank Indonesia melalui peraturan 2 No 5/8/PBI/2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum agar perbankan Indonesia dapat beroperasi secara lebih berhati-hati dan penerapannya disesuaikan dengan tujuan, kebijakan usaha, ukuran dan kompleksitas usaha serta kemampuan bank dalam hal keuangan, infrastruktur pendukung maupun sumber daya manusia. Dengan ketentuan ini, tahapan aplikasinya merupakan pengetahuan aktual yang diperlukan bagi industri perbankan Indonesia. Bank diharapkan mampu melaksanakan seluruh aktivitasnya secara terintegrasi dalam suatu sistem pengelolaan risiko yang akurat dan komprehensif.

TUJUAN TRAINING RISK MANAGEMENT FOR BANKING

Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta dapat/mampu:

  • Memahami mengenai risiko yang menyeluruh bagi bank
  • Mengetahui konsep kecukupan modal yang mencakup seluruh risiko perbankan: kredit, pasar dan operasional
  • Mengetahui metode pengukuran untuk risiko kredit, risiko pasar dan risiko operasional
  • Mengetahui tahapan untuk mitigasi dan pengelolaan risiko secara integral bank
  • Mengetahui langkah-langkah menuju aplikasi manajemen risiko menurut Basel II

MATERI TRAINING RISK MANAGEMENT FOR BANKING

  1. Pengantar Manajemen Risiko dalam Industri Perbankan
  2. Jenis-jenis risiko di sektor perbankan
  3. Pengawasan Berbasis Resiko
  4. Basel Accord I dan II
  5. Penerapan Manajemen Resiko perbankan Indonesia
  6. Pendekatan pengukuran secara standardized dan internalized
  7. Konsep Statistic Tentang Resiko
  8. Konsep Value at Risk (VaR)
  9. Risiko Pasar
  10. Bactesting var dan Stress Testing
  11. Risiko Kredit
  12. Risiko Operasional
  13. Risiko Hukum, Risiko Reputasi dan Risiko Strategik
  14. Langkah-langkah untuk minimalisasi risiko per jenis risiko
  15. Pelaporan integral untuk monitoring risiko bank secara integrated
  16. Risk Based Internal Audit
  17. Analisis gap dan indikator kriteria pencapaian persyaratan PBI dan Basel II

HUKUM PERBANKAN

OVEVIEW TRAINING HUKUM PERBANKAN

Bank adalah lembaga intermediasi yang dalam menjalankan kegiatan usahanya bergantung pada dana masyarakat dan kepercayaan baik dari dalam maupun luar negeri. Dalam menjalankan kegiatan usaha tersebut bank menghadapi berbagai risiko, baik risiko kredit, risiko pasar, risiko operasional maupun risiko reputasi. Banyaknya ketentuan yang mengatur sektor perbankan dalam rangka melindungi kepentingan masyarakat, termasuk ketentuan yang mengatur kewajiban untuk memenuhi modal minimum sesuai dengan kondisi masing-masing bank, menjadikan sektor perbankan sebagai sektor yang “highly regulated”.



OBJECTIVES

  1. Memahami secara komprehensif berbagai ketentuan perundang-undangan  di bidang perbankan.
  2. Memahami secara komprehensif sistem, struktur dan kelembagaan  perbankan di    Indonesia
  3. Memahami secara komprehensif tentang kedudukan, peranan dan tugas Bank   Indonesia
  4. Memahami secara komprehensif kewajiban-kewajiban dari Bank
  5. Mengetahui Ketentuan Rahasia Perbankan.
  6. Memahami secara komprehensif terhadap hak-hak nasabah selaku pihak konsumen perbankan
  7. Memahami tentang Money loundring dan berbagai kejahatan dibidang perbankkan

 

OUTLINE TRAINING HUKUM PERBANKAN

  •  Mengkaji berbagai ketentuan perundang-undangan di bidang perbankan
  • Sistem struktur dan kelembagaan perbankan di Indonesia
  •  Implementasi Good Corporate Governance di bidang Perbankan
  • Kedudukan, peranan dan Tugas Bank Indonesia
  • Kewajiban-kewajiban Bank
  • Ketentuan Rahasia Perbankan
  • Hubungan Hukum antara Nasabah dan Bank antara Hukum dan Kepercayaan.
  • Money Laundring
  • Analisis Hukum terhadap kejahatan Perbankan

 

SWIFT for Basic

Description Training SWIFT for Basic

Jaringan SWIFT lebih dari 8.300 bank, sekuritas, dan perusahaan yang berlokasi lebih dari 208 negara. SWIFT memungkinkan untuk pertukaran jutaan pesan standar keuangan antara lembaga keuangan di seluruh dunia. Kode SWIFT (Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication) adalah format standar Bank Identifier Codes (BIC) dan itu adalah kode identifikasi unik untuk bank tertentu. Kode ini digunakan ketika mentransfer uang antar bank, terutama untuk wire transfer internasional. Bank juga menggunakan kode untuk bertukar pesan lainnya antara mereka. Kode Swift terdiri dari 8 atau 11 karakter. Ketika kode 8-digit yang diberikan, mengacu ke kantor utama. Training ini didesain untuk perbankan yang sudah pernah manangani dan mengunakan metode SWIFT.

Outline Training SWIFT for Basic

  1. Introduction
  2. Transaksi Via Core Banking Of SWIFT System
  3. MT0XX, System Messages
  4. MT1XX, Customer Payments and Cheques

Stress Testing on Banking Exposure

Deskripsi Training Stress Testing on Banking Exposure

Tekanan likuiditas, perencanaan kontingen dan manajemen neraca keuangan saling berhubungan erat dan harus digunakan secara bersama-sama. Kemampuan untuk menunjukan cakupan intstitusi yang spesifik, sistemik dan gabungan skenario berdasarkan stress test adalah komponen yang sangat penting demi kesuksesan industri keuangan global sekarang ini.

Stress test dapat dilakukan secara internal oleh bank secara internal sebagai bagian dari manajemen resiko mereka, atau otoritas pengawas sebagai bagian dari peraturan pengawasan dari sektor perbankan. Tes ini bertujuan untuk mendeteksi titik-titik kelemahan dalam sistem perbankan pada tahap awal, sehingga tindakan pencegahan dapat diambil sejak dini.

 

Tujuan Training Stress Testing on Banking Exposure

  1. Peserta memahami konsep dan metodologi stress test pada bank
  2. Peserta memahami metode stress test pada market dan liquidity risk exposure
  3. Peserta memahami metode stress test pada credit dan operational risk exposure
  4. Peserta mampu men-benchmark proses pada sistem perbankan
  5. Peserta mampu mempraktekan teknik-teknik stress test
  6. Peserta mampu merancang dan menganalisa skenario dalam mengelola resiko secara efektif

 

Materi Training Stress Testing on Banking Exposure

  1. Pengetahuan Stress Test
  2. Teknik-teknik Stress Test
  3. Sensitivitas vs Analisis Skenario
  4. Analisis Faktor-faktor Resiko
  5. Pengetahuan Value at Risk Model (VaR)
  6. Skenario Simulasi pada Yield Curve under Stress
  7. Model Stress Test pada Market Risk Exposure
  8. Model Stress Test pada Liquidity Risk Exposure
  9. Model Stress Test pada Credit Risk Exposure
  10. Model Stress Test pada Operational Risk Exposure
  11. Stress Test pada Interest Rate Risk on Banking Book (IRRBB)

FINANCIAL PLANNING AND BUDGETING FOR BANKING

OBJECTIVE :

The course focuses on the theoretical as well as the practical aspects of the financial planning and budgeting that a candidate working in financial industry may come across. The syllabus is designed to provide the candidates with an in depth knowledge of the financial planning and budgeting so as to enable them to:

  • Develop conceptual understanding of the subject
  • Apply the methods and techniques to carry out financial planning and budgeting in financial institutions
  • Formulate financial plans and budgets to manage various financial activities, and
  • Evaluate the financial plans and budgets for effective financial control

OUTLINE FINANCIAL PLANNING AND BUDGETING:

Introduction to Financial Planning and Control

  • Elements of financial planning: financial planning process, capital budgeting decisions, degree of financial leverage, dividend policy, and liquidity requirements
  • Role of financial planning: examine interactions, explore options, identify possible outcomes, and ensuring feasibility and internal coherence
  • Short term and long term plans
  • Financial planning models

Financial Analysis and Control

  • Financial statements and their nature
  • Major financial aspects and framework for  their analysis
  • Balance sheet ratios, income statement ratios, and trend analysis
  • Cash flow analysis and financial planning

The Planning Function: Budget Process

  • Strategic plan
  • Operating plans
  • Financial plans or budgets
  • Forecasting techniques
  • Fundamentals of budgets
  • Cost estimation and estimation techniques
  • Preparation of budgets
  • Cash budget
  • Income and expense budget
  • Budgeted balance sheet
  • Use of Pro forma financial stat

LEGAL AUDIT FOR BANKING

PROGRAM OUTLINE LEGAL AUDIT FOR BANKING :

  1. Pengertian Audit, Legal Audit;
  2. Perbedaan Audit dan Due Dilligent;
  3. Konten Legal Audit
  4. Status Badan Hukum
  5. Status kewenangan bertindak
  6. Status Permodalan
  7. Aset dan investasi
  8. Perjanjian-perjanjian bank sebagai penerima dana
  9. Perjanjian-perjanjian bank sebagai penyedia dana
  10. Data nasabah yang terkait
  11. Agunan yang diberikan
  12. Jaminan-jaminan khusus di luar agunan
  13. Aspek ketenaga kerjaan
  14. Aspek lain yang berhubungan dengan pemberian kredit
  15. Compliance Report
  16. Gugatan oleh dan terhadap Bank
  17. Eksekusi agunan

Manajemen Risiko Industri Pertambangan

Deskripsi Training Manajemen Risiko Industri Pertambangan

Di dalam pengambilan suatu keputusan management, selalu mengandung resiko yang muncul karena adanya faktor ketidak pastian lingkungan. Resiko ini terkadang tidak diperhatikan oleh pengambil keputusan. Sedangkan resiko yang akan muncul juga sangat berpengaruh pada kelangsungan suatu usaha. Sehingga penting bagi perusahaan untuk melakukan pengelolaan resiko yang akan muncul dalam suatu pengambilan keputusan.

Jenis resiko yang sering timbul dan dihadapi oleh industri pertambangan biasanya lebih besar dibandingkan dengan industri lainnya. Karena aspek yang diperhatikan dalam mengelola industri ini lebih kompleks.

Salah satu cara untuk mengelola resiko dalam setiap pengambilan keputusan adalah dengan menerapkan Enterprise  Risk Management (ERM) pada perusahaan.



Tujuan Training Manajemen Risiko Industri Pertambangan

Setelah selesai mengikuti kursus Manajemen Risiko Industri Pertambangan ini, peserta diharapkan akan mengerti, memahami dan dapat menerapkan Enterprise Risk Management (ERM)

 

Materi Training Manajemen Risiko Industri Pertambangan

Pengantar Manajemen Risiko

  • Definisi resiko dan perbedaan dengan kelemahan control
  • Tahapan implementasi manajemen risiko
  • Fungsi dan tanggung jawab unit manajemen risiko
  • Hubungan unit manajemen risiko dengan unit yang lainnya

Jenis resiko yang sering muncul dalam industri pertambangan
Enterprise Risk Management

  • Definisi ERM
  • Basel II
  • COSO
  • AS/NZ : 4369
  • Sarbanes & Oxley

Aspek Manajemen risiko
Risk/ Control Self Assessment

  • Teknik identifikasi resiko
  • Teknik mengukur resiko
  • Mengidentifikasi control desain dan control operasinal
  • Mengevaluasi efektivitas pengendalian

Permodelan resiko operasional
Memonitor resiko operasional
Studi kasus

Drilling Technology

Manfaat Kursus Drilling Technology

Setelah mengikuti kursus ini, peserta kursus diharapkan mampu :

  1. Memahami basic design dan perhitungan-perhitungan yang diperlukan dalam perencanaan sumur horisontal
  2. Memahami secara komprehensif terhadap pengetahuan tentang teknologi pemboran horisontal, sehingga diharapkan akan mampu meningkatkan kemampuan dalam mengimplementasikan pengetahuan ini dalam operasi pemboran di lapangan

Materi Kursus Drilling Technology

  1. Introduksi Pemboran Horisontal (Horizontal drilling)
  2. Vertical Well Drillstring Design
  3. Lumpur Pemboran (drilling)
  4. Hidrolika Fluida Pemboran (drilling)
  5. Pemboran Terarah (Directional Drilling)
  6. Jenis-Jenis Sumur Horisontal
  7. Build Curve Design
  8. Bottom Hole Assembly
  9. Horizontal Well Drill String Design
  10. Lumpur Pemboran Pada Sumur Horisontal
  11. Penyemenan Sumur Horisontal
  12. Penyelesaian Sumur Horisontal
  13. Masalah Pada Pemboran Horisontal (Horizontal drilling)

SCM untuk Perusahaan Pertambangan dan Migas

Deskripsi Training SCM untuk Perusahaan Pertambangan dan Migas

Supply chain di industry pertambangan dan migas memiliki kekhususan dalam bentuk jaringan dan aktivitasnya yang dimulai dari penambangan, produksi/refinery dan distribusi produk. Integrasi dari masing masing fungsi yang melibatkan berbagai jenis perusahaan dalam industry migas memegang kunci kesuksesan dalam meminimasi biaya keseluruhan supply chain. Persaingan yang ada sekarang menuntut perusahaan pertambangan dan migas untuk tidak hanya berfokus pada kemampuan internal namun juga berfokus pada kolaborasi dengan pihak ekternal, baik supplier maupun distributor. Kolaborasi ini akan membantu perusahaan untuk dapat menghasilkan produk yang memenuhi criteria cost, quality dan delivery yang unggul di pasar. Peran Supply Chain Management (SCM) menjadi sangat penting dalam mengelola seluruh rangkaian aktivitas dalam menghasilkan produk mulai dari hulu ke hilir.
Sebagai perusahaan yang yang bermain di pasar dunia tentunya perusahaan harus memiliki jaringan SCM yang baik dalam pengelolaan produksinya. Perusahaan akan menjalin kerjasama dengan para supplier baik dari dalam maupun luar negeri. Untuk itu, para pelaku industri harus membuat rencana, manajemen dan pengawasan untuk transportasi dan penyimpanan dari bahan mentah, inventory hingga menjadi bahan jadi. Teknologi yang serba canggih memungkinkan para pelaku industri migas untuk mengkontrol supply chain secara efisien. Agar para pelaku industri yang terlibat di dalamnya benar-benar memahami prinsip kerja SCM secara komprehensif, maka perlu adanya pelatihan yang diharapkan dapat menjawab berbagai permasalahan yang timbul.



Tujuan Training SCM untuk Perusahaan Pertambangan dan Migas

  • Setelah mengikuti training SCM diharapkan peserta dapat:
  • Memahami prinsip bagaimana mengelola supply chain management yang efektif di industri pertambangan dan migas
  • Memahami bagaimana mengoptimalkan proses bisnis dalam perusahaan agar tercipta efisiensi dalam SCM di industri pertambangan dan migas
  • Memahami bagaimana berkolaborasi dengan pihak ekternal perusahaan antara lain dengan supplier dan distributor
  • Memahami bagaimana mengelola aliran material dan inventory dalam SCM



Materi Training SCM untuk Perusahaan Pertambangan dan Migas

1. Pengantar supply chain management di industry Pertambangan dan Migas:

  • Konsep SCM di Pertambangan dan Migas
  • Lingkungan bisnis SCM di Pertambangan dan Migas
  • Tantangan supply chain di Pertambangan dan Migas

2. Memahami supply chain di industri Pertambangan dan Migas

  • Mapping Supply chain
  • Value chain model
  • Pelaku upstream dan downstream

3. Strategy Supply chain management

  • Identifikasi fit strategy
  • Strategi kolaborasi dan aliansi dalam SCM

4. Tehcnology & supply chain

  • Memahami bagaimana pilihan IT yang diterapkan akan mempengaruhi supply chain.
  • Pilihan teknologi integrasi (ERP)
  • VMI (Vendor managed Inventory)

5. Bull whip effect and inventory management dalam SCM

  • Menjelaskan bagaimana mengelola inventory dalam jaringan SCM dan menghindari bullwhip effect dalam distribusi produk
  • Manajemen Inventory : Klasifikasi inventory, Inventory cost, model pemesanan ekonomis,perhitungan safety stock, inventory valuation, inventory metric.

6.Manajemen transportasi dan distribusi

  • Model sistem transportasi dan distribusi dan Rincian aktivitas sistem

7. Transportasi.

  • Mengukur produktivitas sistem transportasi.
  • Logistics network design.
  • Shipment planning and management.
  • Fleet, container and yard management.
  • Freight and document management.

8. Pengukuran Performansi SCM

  • Mengukur target perusahaan dan target SCM
  • Performance measurement framework
  • Key performance Indicator
  • SCOR (Supply Chain Operation Reference) dari Supply Chain Council

9. Studi kasus aplikasi SCM di Pertambangan dan Migas

Genesa Mineral dan Batubara

Manfaat kursus Genesa Mineral dan Batubara:

Setelah mengikuti kursus ini, peserta kursus diharapkan akan mampu:

  1. Memahami konsep genesa cebakan mineral dan batubara
  2. Mengetahui proses-proses geologi yang mengontrol terbentuknya cebakan mineral dan batubara
  3. Mengetahui pola sebaran mineral dan batubara yang ekonomis di Indonesia
  4. Memahami landasan atau pegangan dalam mencari dan menemukan endapan-endapan ekonomis yang baru
  5. Memahami model, sifat-sifat fisika dan kimia endapan mineral dan batubara dalam kaitannya untuk rekomendasi metode eksplorasi, penambangan, dan pengolahannya



Materi kursus Genesa Mineral dan Batubara:

  1. Pengantar geologi cebakan mineral
  2. Genesa mineral primer
  3. Genesa mineral sekunder
  4. Genesa mineral alterasi
  5. Model genetik dan empirik cebakan mineral
  6. Sebaran mineral berharga di Indonesia
  7. Pengantar geologi lapisan pembawa batubara
  8. Pengendapan gambut dan coally shale
  9. Pembatubaraan biokimia
  10. Pembatubaraan geokimia
  11. Komposisi, klasifikasi dan kualitas batubara
  12. Sebaran lapisan batubara ekonomis di Indonesia
  13. Rekomendasi metode eksplorasi, penambangan, dan pengolahan mineral dan batubara

REKLAMASI PENAMBANGAN BATU BARA

DESKRIPSI TRAINING REKLAMASI PENAMBANGAN BATU BARA

Tidak dapat dipungkiri bahwa usaha penambangan batubara dapat menurunkan kualitas lingkungan operasi dari waktu ke waktu. Hal ini tentu dapat merugikan masyarakat sekitar yang dapat menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat dan pemerintahan setempat. Track record perusahaan seperti inilah yang dapat menjadi hambatan bagi perusahaan apabila perusahaan ingin meluaskan penambangan di tempat lain. Berbagai persoalan yang mungkin timbul akibat adanya penambangan batu bara antara lain: gangguan keseimbangan permukaan tanah, penurunan produktivitas lahan, kepadatan tanah bertambah, terjadinya erosi dan sedimentasi, terganggunya habitat flora dan fauna. Sehingga untuk dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat itulah, perusahaan perlu menerapkan sistem reklamasi yang tepat dan terintegrasi dengan setiap proses pertambangan yang dilakukan oleh perusahaan untuk meminimalisir dampak negatif  akibat usaha pertambangan. Training ini akan memberikan pemahaman mengenai reklamasi penambangan batu bara dan langkah-langkah yang tepat yang dapat dilakukan dalam proses reklamasi tersebut.

TUJUAN DAN MANFAAT TRAINING REKLAMASI PENAMBANGAN BATU BARA

Dengan mengikuti training ini diharapkan peserta dapat:

  1. Memberikan kecakapan dalam menyusun reklamasi penambangan batubara yang terintegrasi pada setiap proses produksi batubara
  2. Memberikan daya kreativitas dalam melaksanakan program reklamasi penambangan
  3. Memberikan best practice penerapan reklamasi di beberapa perusahaan besar

 

MATERI TRAINING REKLAMASI PENAMBANGAN BATU BARA

  1. Ruang lingkup dan perananan reklamasi
  2. Regulasi penerapan reklamasi
  3. Strategi penanganan penurunan kualitas lahan dan tanah
  4. Strategi reklamasi untuk penanganan potensi erosi dan sedimentasi
  5. Strategi integrasi reklamasi dengan proses operasi produksi batubara
  6. Reklamasi berbasis komunitas masyarakat
  7. Manajemen identifikasi dan pengelolaan reklamasi
  8. Manajemen kontrol reklamasi
  9. Rehabilitasi habitat flora dan fauna
  10. Studi kasus pengelolaan reklamasi yang terintegrasi
  11. Best practice penerapan reklamasi di beberapa perusahaan besar

Basic Coal Mining

Deskripsi Basic Coal Mining

Pusat Data dan Informasi Energi Sumber Daya Mineral Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia mencatat bahwa sumberdaya batubara (coal mining) Indonesia mengalami peningkatan secara signifikan dalam 8 tahun terakhir. Selain itu dikatakan pula bahwa cadangan batubara (coal mining) pada data 2008 mencapai 18,8 miliar ton. Di sisi lain, dalam skenario dasar Kementerian ESDM diperkirakan bahwa permintaan batubara 2013-2030 akan tumbuh 5,3 % per tahun. Oleh sebab itu, dengan memanfaatkan data tersebut, seharusnya perusahaan perlu mengetahui lebih mendalam mengenai teknik pertambangan batu bara sehingga perusahaan mengetahui teknik yang efektif dan efesien dalam melaksanakan operasi pertambangan batu bara. Perusahaan dapat mengidentifikasi dan mengevaluasi fasilitas pertambangan beserta teknik dan metode yang selama ini dijalankan di perusahaan, sehingga bila didapatkan komponen yang masih kurang perusahaan dapat segera memperbaikinya. Di sisi lain, komponen yang sudah handal apabila masih bisa ditingkatkan tentunya akan menguntungkan perusahaan dari sisi biaya dan teknologi.



Tujuan dan Manfaat Training  Basic Coal Mining

Dengan mengikuti training ini diharapkan peserta dapat:

  1. Memahami mengenai pertambangan batu bara, terutama yang dapat diaplikasikan di Indonesia
  2. Mengidentifikasi, mengevaluasi dan memberikan saran berkaitan dengan proses operasi yang selama ini sudah diaplikasikan di perusahaan

 

Materi Training Basic Coal Mining

  1. Peta pertambangan batubara (coal mining)
  2. Ruang lingkup pertambangan batu bara
  3. Regulasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah pada pertambangan batu bara
  4. Infrastruktur teknologi pertambangan batu bara
  5. Optimasi penanganan batu bara (pemindahan, pengangkutan & penyimpanan)
  6. Optimasi extraction batu bara
  7. Desain Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan di pertambangan baru bara
  8. Studi kasus pada pertambangan batu bara

Geoteknik untuk Perancangan Lereng Penambangan

Deskripsi

Perancangan lereng penambangan adalah suatu kegiatan merancangan lereng pada massa batuan yang harus dilakukan dengan benar agar sasaran produksi dapat tercapai dengan memenuhi standard keselamatan kerja yang tinggi. Untuk itu para perancangan harus mengenai pengertian batuan dan massa batuan, karakterisasi massa batuan, pengetahuan mengenai pengujian batuan, klasifikasi massa batuan dan perhitungan faktor keamanan lereng penambangan. Dengan memahami pengertian tersebut diharapkan para ahli geoteknik pada suatu perusahaan dapat merancang dengan benar dan didapatkan peningkatan produksi dan keselematan kerja untuk pekerja serta peralatan meningkat.


Modul Training Perancangan Lereng Penambangan

  1. Pengenalan perancangan lereng penambangan
  2. Pengertian batuan dan massa batuan
  3. Karakterisasi massa batuan
  4. Pengujian sifat fisik dan mekanik batuan
  5. Klasifikasi massa batuan
  6. Kriteria keruntuhan batuan
  7. Perhitungan faktor keamanan lereng penambangan

Pengawas Operasional Pertama (POP) Bagi Pertambangan

Pengantar

Peran Pengawas Operasional Pertama (POP) sebagai front line supervisor yang membawahi Langsung para karyawan tingkat pelaksana dan bertanggung jawab dalam pengelolaan K3 pertambangan, sesuai dengan keputusan Dirjen Geologi dan Sumber Daya Mineral No. 0228.K/40/djg/2003 tentang kompetensi Pengawas Operasional pada perusahaan pertambangan mineral dan batubara serta panas bumi. Untuk dapat diangkat sebagai pengawas operasional pertama, seseorang harus memiliki kompetensi sesuai dengan standar.Untuk pemenuhan terhadap kompetensi tersebut akan dirasakan perlu diberikan pelatihan dan keterampilan yang sesuai, sehingga membantu peserta dapat memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan oleh pemerintah.



Tujuan

Tujuan dari pelatihan in iadalah untuk:

  • Memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada para pekerja tambang, terhadap keselamatan dan kesehatan kerjabagi pertambangan
  • Membatu Peserta untuk dapat Memanuhi standar competency Pengawas Operasional Pertama (POP) yang di tetapkan oleh pemerintah
  • Mempersiapkan peserta untuk dapat mengikuti ujikompetensi yang dilakukan oleh pemerintah atau Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP)
  • Meningkatkan kepedulian peserta pelatihan terhadap keselamatan dan kesehatan kerja dalam melakukan aktivitas sehari-hari

Materi Pelatihan Pembekalan POP Pertambangan

I. PeraturanPerundangan K3 Pertambangan;

Materi ini meliputi:

Peraturan K3 di pertambangan

  • Tanggung jawab pengawas Operasional
  • Penjelasan Dasar – dasar K3 Pertambangan
  • Ijin kerja

Dasar-DasarLingkunganhidup

  • Pengenalan terhadap potensi lingkungan yang perlu dikendalikan
    Air Asam Tambang
    Dasar – dasar bagaimana pengelolaan lingkungan di pertambangan Minerba

Hazard Indentification, Risk Assessment and Risk Control (HIRADC)

  • Pengenalan terhadap type-type bahaya antara lain bahaya fisika, kimia, biologi, mekanik, kelistrikan, ergonimic danLingkungan kerja
  • Bagaimana melakukan identifikasi terhadap bahaya, menilairesikodan langkah – langkah pengendalian bahaya di pertambangan

 Job Safety Analysis (JSA)

  • Pengertian JSA
  • Tahapan pembuatan JSA
  • Praktek Pembuatan JSA
  • Penggunaan JSA
  • Penjelasan mengenai Observasi Tugas

  Teknik Inspeksi dan Pengamatan

  • Pengetian Inspeksi dan mengapa perlu Inspeksi
  • Tanggungjawab dalam pelaksanaan Inspeksi
  • Teknis Inspeksi dan Observasi

Safety Meeting (Pertemuan K3)

  • Pengertian Safety Meeting (Pertemuan K3)
  • Jenis-jenis Pertemuan K3
  • Teknik melakukan Pertemuan K3
  • Praktek pembuatan bahan pertemuan K3 dan Pelaksanaan Pertemuan K3

Teknik Pemeriksaan Kecelakaan

  • Pengertian Kecelakaan
  •  Sebab – sebab kecelakaan
  • Tanggung jawab pengawasan dalam kecelakaan
  • Pencegahan kecelakaan
  • Teknik Melakukan Pemeriksaank ecelakaan
  • Membuat tindakan perbaikan dari hasil pemeriksaan kecelakaan
  • Laporan Kecelakaan

Safety Accountability ( Tanggunggugat K3 PengawasOperasional)

  • Pengertian Tanggung jawab dan tanggung gugat mengawas operasional
  • Membuat program Safety bagi pengawas agar tanggung gugatnya dapat terukur
  • Dasar – dasar Komunikasi bagi pengawas untuk dapat berhasil dalam pengawasan
  • Dasar – dasar Safety Leadership (Kepemimpinan) bagi pengawas operasional

 

K3 PERTAMBANGAN

PENGANTAR TRAINING K3 PERTAMBANGAN

Kegiatan atau aktivitas dalam industri pertambangan tidak bisa pungkiri adanya risiko terjadinya kecelakaan kerja, karena didalam aktivitasnya pertambangan menggunakan padat modal dan padat teknologi.  Dengan kesadaran akan terjadinya kecelakaan kerja tersebut industri pertambangan menyiapkan tenaga ahli k3 yang bertanggung jawab atas keselamatan para pekerjanya. Pada prinsipnya kecelakaan kerja dapat terjadi dikarenakan oleh kondisi yang tidak aman serta kegiatan atau aktivitas yang tidak aman.



TUJUAN PELATIHAN

 Setelah mengikuti pelatihan ini peserta di harapkan dapat memahami aspek keselamatan dan kesehatan pada Industri pertambangan sehingga dapat menerapkannya di dalam pekerjaannya

MATERI PELATIHAN K3 PERTAMBANGAN

  • Ruang Lingkup Manajemen Keselamatan dan Kesehatan (K3) dalam industri Pertambangan
  • Dasar Hukum K-3 Pertambangan
    1. UU Nomor 11 TH 1967
    2. UU Nomor 1 TH 1970
    3. UU Nomor 13 TH 2003
    4. PP Nomor 32 TH 1969
    5. PP Nomor 19 TH 197
    6. MPR Nomor 341 LN 1930
    7. KEPMEN Nomor 2555.K/201/M.PE/1993
    8. KEPMEN Nomor 555.K/26/M.PE/1995
  • Elemen Pemerintah dalam pengelolaan K3 pertambangan
  • Elemen Perusahaan dalam pengelolaan K3 pertambangan
  • Pengawasan Pertambangan
  • Pengawasan K3 dan Keselamatan Operasi Pertambangan
  1. Keselamatan Kerja
  2. Kesehatan Kerja
  3. Lingkungan Kerja
  4. Sistem Manajemen K3
  5. Kelayakan Sarana, Prasarana dan Instalasi Peralatan Pertambangan
  6. Kompetensi Tenaga Teknik
  • Ruang Lingkup Pengawasan operasional / lapangan
  • Pengujian Peralatan Sarana dan instalasi
  • Pengujian/Penilaian Kompetensi
  • Pembinaan K3 dan Keselamatan Operasi Pertambangan
  • Sistem Manajemen K3
  • Risiko dan Kerugian Akibat Terhentinya Operasional
  • Case and Study