Arsip Blog

TEKNIK INVESTIGASI FRAUD BERBASIS NLP

DESKRIPSI TRAINING 

FRAUD – menurut Oxford Dictionary : “is criminal deception; the use of false representations to gain an unjust advantage” – adalah ancaman yang sangat serius bagi perusahaan modern. Penyakit termaksud dapat menimpa perusahaan apapun tanpa memperdulikan skala bisnisnya. Berbeda dengan varian pendahulunya, dewasa ini corporate fraud telah bermetamorfosis dalam berbagai bentuk dengan modus yang kian canggih dan halus. Ada dua kata kunci untuk menjelaskan fenomena fraud, yakni sistem dan moral hazard. Dalam pengoperasian seluruh lini manajemennya, sebuah perusahaan pasti bersandar pada sebuah sistem yang terdiri dari :

  1. Organisasi, dimana didalamnya terdapat posisi (jabatan), tugas, kewenangan dan tanggungjawab.
  2. Kebijakan, SOP dan Peraturan, semisal kebijakan keselamatan kerja, SOP Purchasing atau Peraturan lembur.
  3. Alat Kerja, semisal mesin kantor, mesin produksi, formulir-formulir, kendaraan.

Ketiga unsur dalam sistem di atas berinteraksi dinamis dengan manusia sebagai
elemen utamanya. Disini fraud potensial terjadi jika:

  1. Seseorang memiliki posisi, otoritas dan technical knowledge untuk melakukan aksi fraud.
  2. Dalam Kebijakan, SOP atau Peraturan terdapat celah-celah yang memungkinkan terjadinya fraud.
  3. Adanya alat kerja yang dapat disiasati.

Tampak jelas bahwa fraud adalah kecurangan sistematis terhadap system perusahaan. Pertanyaan menarik yang mengikutinya adalah; mengapa ada karyawan yang kendati jabatannya tinggi, kekuasaannya besar dengan sistem yang longgar dan memiliki peluang besar untuk memanipulasi alat-alat kerja – namun tidak melakukan fraud?. Jawabnya ada pada satu kata : moral hazard (bahaya moral). Unsur moral hazard akan muncul apabila kebutuhan finansial karyawan ybs. Jauh lebih tinggi dari penghasilan yang diperolehnya. Ia tidak akan mampu menutup kekurangannya kecuali dengan melakukan kecurangan terhadap perusahaan. Mencegah timbulnya fraud dalam perusahaan bukan perkara mudah. Dibutuhkan sumberdaya manusia yang cakap, tangguh dan sangat memahami bahwa fraud bukanlah sekedar masalah human error atau kealpaan seseorang; namun merupakan tindakan kriminal yang direncanakan dengan seksama oleh pelakunya. Merujuk kepada fakta di atas, salah satu tindakan yang tepat untuk menghadapinya adalah membekali personil terkait dengan kemampuan dan kecakapan khusus; sehingga menimbulkan efek deterrence (penggentar) bagi orang yang berniat mencobanya.


TUJUAN TRAINING 

Setelah mengikuti training ini, peserta ditargetkan :

  1. Memahami bahwa fraud merupakan bahaya latent yang mengancam setiap perusahaan tanpa kecuali.
  2. Memahami peran kontrol internal dalam mengelola ancaman fraud.
  3. Memahami anatomi fraud.
  4. Mampu melakukan vulnerability assessment organisasi terhadap ancaman fraud dan mengambil langkah perbaikan.
  5. Mampu merekonstruksi skenario desepsi/kebohongan yang terjadi.
  6. Mampu mendesain wawancara investigasi berbasis NLP
  7. Mampu melakukan wawancara investigasi berbasis NLP
  8. Mampu mengenali berbagai bentuk pola kalimat yang digunakan untuk mengaburkan permasalahan dan mengcounternya.
  9. Mampu mengembangkan pertanyaan-pertanyaan yang bersahabat namun secara bawah sadar, sangat menekan subyek wawancara.
  10. Mampu mengidentifikasi desepsi/kebohongan.

MATERI TRAINING INVESTIGASI FRAUD BERBASIS NLP 

1.    Introduksi : Keamanan Korporat dan Fraud
2.    Pengendalian Internal dan Fraud
3.    Anatomi Fraud
4.    Vulnerability Assessment
5.    Penanganan Dokumen
6.    Teknik Mengidentifikasi Desepsi Fraudster
7.    Persiapan Wawancara Investigasi
8.    Wawancara Investigasi Berbasis NLP

Iklan

AUDIT PERHOTELAN

Deskripsi Training Audit Perhotelan

Bisnis perhotelan merupakan aktivitas bisnis yang banyak diminati dan diperkirakan akan terus tumbuh berkembang pesat. Dalam kegiatan operasionalnya, kegiatan audit Perhotelan diperlukan untuk mengetahui bahwa kegiatan yang dilakukan oleh manajemen berjalan sesuai aturan yang berlaku dan sesuai dengan rencana yang disiapkan. Dasar dari Audit internal ini adalah laporan-laporan manajemen yang berfungsi untuk menetapkan keputusan-keputusan strategis. Kegiatan audit internal ini penting untuk menjamin bahwa laporan yang disiapkan akurat dan reliabel bagi pengambilan keputusan perusahaan tersebut. Auditor merupakan personil yang bertugas untuk melaksanakan kegiatan audit Perhotelan tersebut. Training ini akan memberikan pemahaman mengenai  faktor-faktor yang penting untuk diperhatikan dalam kegiatan audit perhotelan serta peran auditor dalam kegiatan audit perhotelan

 

Tujuan Training Audit Perhotelan

Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan peserta dapat:

  • Memahami pentingnya pengendalian intern suatu perusahaan untuk mencegah dan mendeteksi adanya kecurangan, kelemahan, membedakan antara kelemahan dan hambatan serta kendala dan beberapa hal mendasar dan spesifik dalam pengendalian intern (internal control);
  • Mengetahui faktor-faktor penting yang perlu diperhatikan dalam kegiatan audit perhotelan

Materi Training Audit Perhotelan

  1. Professional Internal Audit Perhotelan
  2. Hotel Corporate Governance
  3. Internal Audit Service Perhotelan
  4. Proses Audit Internal Perhotelan
  5. Penilaian Resiko Perhotelan
  6. Survey Pendahuluan Untuk Penugasan Audit Internal Perhotelan
  7. Hotel Internal Audit Program
  8. Pembuktian Internal Audit Perhotelan
  9. Kertas Kerja Internal Audit (KKA) Perhotelan
  10. Study kasus dan diskusi

TREASURY AUDIT PROCESS

Tujuan dan Manfaat Pelatihan Treasury Audit Process

  1. Meningkatkan pemahaman peserta terhadap produk dan aktivitas treasury beserta dengan risiko-risiko yang melekat pada aktivitas treasury dan sistem pengendalian internal yang diterapkan di dalamnya
  2. Pengenalan terhadap proses audit treasury, meliputi antara lain :
    1. Perencanaan audit treasury, Penetapan tujuan audit ,
    2. Pelaksanaan audit yang efektif dan efisien
    3. Pengkajian dan pembahasan temuan audit,
    4. Penyajian laporan hasil audit
    5. Evaluasi pelaksanaan audit

 

Sasaran Peserta Pelatihan Treasury Audit Process

  1. Auditor internal and auditor eksternal yang akan melaksanakan audit treasury
  2. Staf dan pimpinan unit kerja treasury yang hendak mengembangkan sistem pengendalian internal pada unit kerja treasury
  3. Staf dan pimpinan perusahaan yang ingin memahami aktivitas treasury dan sistem pengendalian internal yang perlu diterapkan di dalamnya

 

Materi Pelatihan Treasury Audit Process

  1. Apa sajakah produk-produk treasury?
  • Exchange Traded versus Over the Counter Market
  1. Apa sajakah komponen dari produk-produk treasury?
  • Securitisation    Forwards        Optionality
  1. Cash Instruments
  • Spot FX Transactions,Forward FX Transactions
  • FX Rate Swap,Loans & Deposits
  • Bonds,Equity Trading
  • Commodity Trading
  1. Derivative Instruments
  • Interest Rate Swaps,Currency Swaps
  • Forward Rate Agreement (IR Forward)
  • Option Contracts
  1. Fair Value and the Marking To Market Of Treasury Products
  • What is MTM and FV?
  • The issues with FV Accounting
  • Importance of fair value in accounting for treasury products
  • Accounting uses of fair value:
  • Performance measurement
  • Carrying value
  • Disclosure
  • Fair Value vs Accrued Value
  1. Inherent Risks In Treasury
  • Market risk,Liquidity risk,Credit risk
  • Operational risk, Strategic & Business risk
  • Legal & Compliance risk, Reputational risk
  1. Internal Control Framework
  • Inherent Risks in using exchange traded derivatives
  • OTC contracts
  • The management and control system
  • Control Risks
  • Role of Internal Audit
  • Role of External Audit
  1. Auditing Framework,   Objectives of Auditing,
    External Audit versus Internal Audit
  2. Financial Auditing, Operational Auditing, The Audit Approach
    Identifying and measuring the risk factors
  • Identifying and documenting the management and control system
  • Identifying the aspects of the management and control system at risk
  • Reviewing the adequacy of the management and control system
  1. Designing The Audit Work Program
  • Identify key risks
  • Identify key aspects of internal control system
  • Review adequacy of key parts of internal control system
  • Identify attributes affected by risks
  • Test validity of attributes at risk
  1. Carrying Out The Audit Work
    Key Audit issues with Treasury
  • Completely recorded in timely manner
  • Off premises trading
  • Unauthorised trading
  • Trading vs hedging designation
  • Intra day position breaches
  • Monitoring near to settlement trades
  • Monitoring of liquidity risk
  • Deposit and margin reconciliations
  • Valuation and liquidity  ,Concentration of transactions
  1. Audit Techniques

Audit Internal dalam Good Corporate Governance

ABSTRAK

Seorang auditor internal di perusahaan harus dapat mendorong pencapaian tujuan perusahaan dengan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/ GCG). Peran auditor internal sebagai internal consulting perusahaan harus dapat memberikan early warning kepada manajemen perusahaan untuk mencegah dan meminimalisasi dampak kebijakan-kebijakan ekonomi yang dapat merugikan perusahaan. Dalam era persaingan global antar korporasi saat ini, kebutuhan akan GCG semakin meningkat. Implementasi yang mengarah pada pencapaian tujuan perusahaan berbasis stakeholders semakin mutlak diperlukan.    Salah satu fungsi vital dalam perusahaan adalah auditor internal. Profesi auditor internal memiliki standar dan kode etik profesi yang harus dijalankan secara konsekuen dan konsisten. Salah satu fungsi Auditor internal yaitu sebagai pelindung asset perusahaan, sehingga posisinya sangat strategis dan memegang peranan penting dalam setiap tahap langkah perubahan dan perkembangan yang terjadi dalam perusahaan. Auditor internal juga termasuk salah satu dari pilar-pilar GCG. Dalam peranannya tersebut, maka seorang auditor internal harus dapat menganalisa dengan benar setiap temuan dalam proses audit agar tidak terjadi penyalahgunaan fungsi yang sesuai dengan kebijakan perusahaan. Setelah proses penganalisaan dilanjutkan dengan pembuatan laporan yang sistematis agar dapat dipahami oleh manajemen perusahaan sebelum melangkah dalam melakukan pengambilan keputusan. Training ini akan memberikan gambaran secara detail mengenai audit internal serta peran dan fungsi dari seorang auditor internal.

OUTLINE AUDIT INTERNAL DALAM GOOD CORPORATE GOVERNANCE

  1. Dampak adanya perubahan kebijakan ekonomi
  2. Audit Internal dan Auditor Internal
  3. Posisi dan Peran Auditor Internal
  4. Pelaksanaan kegiatan Audit Internal
  5. Pelaporan Hasil Kegiatan Audit Internal
  6. Pendeteksian Kecurangan berdasarkan laporan Audit Internal
  7. Penginvestigasian Kecurangan
  8. Pencegahan Kecurangan