Arsip Blog

CORPORATE CASH MANAGEMENT

PENDAHULUAN

Pengelolaan cash flow merupakan sesuatu yang sangat penting bagi suatu perusahaan. Perusahaan bisa saja menghasilkan laba (profit), namun jika tidak mampu mengelola cash-nya dengan baik, maka perusahaan tersebut akan mengalami kesulitan yang serius.

Untuk mengatasi hal ini perusahan perlu manajemen kas yang baik. Bagaimana mengelola dan mengoptimalkan arus kas merupakan tantangan tersendiri bagi bagian keuangan perusahaan maupun bagi owner. Pengelolaan tersebut memerlukan pendekatan yang komprehensif.

Pelatihan ini akan mengajak peserta untuk menguasai teknik yang aplikabel dalam mengoptimalkan kas. Mengerti faktor-faktor yang dapat menghambat pengelolaan kas, serta mampu unutuk mendayagunakan kelebihan uang kas untuk kemajuan perusahaan.

Melalui pelatihan ini, peserta akan dipandu agar dapat menyelesaikan permasalahan pengelolaan cash flow agar dapat menjadi tumpuan perusahaan untuk bertahan, dan terus berkembang melewati berbagai tahapan pertumbuhan perusahaan.

TUJUAN TRAINING :

  • Memenuhi kebutuhan peserta yang ingin mengetahui secara praktis pengelolaan kas yang benar, efektif, dan efisien.
  • Membekali peserta dengan teknik dan aplikasi dalam optimalisasi cash flow.
  • Meningkatkan tanggung jawab dan apresiasi peserta tentang pengelolaan cash flow perusahaan, bagi keberlangsungan dan kemajuan perusahaan secara keseluruhan.

 

CAKUPAN MATERI TRAINING :

Pokok-pokok Bahasan

Hari Pertama

  • Memahami apa yang dimaksud dengan corporate cash management.
  • Memahami bagaimana cara mengelola cash di level korporat secara optimal dan efisien.
  • Memahami model-model manajemen cash.

Hari Kedua

  • Mengetahui prinsip, teknik, dan aplikasi cash flow optimalization.
  • Memahami pembuatan cash budget, cash flow projection, dan cash flow forecasting.
  • Memahami analisis cash flow beserta metode pembuatan cash flow statement, baik secara direct maupun
  • Mengetahui dan memahami tentang “creative cash flow” reporting.

ACCOUNTING MANAGEMENT

DESKRIPSI TRAINING ACCOUNTING MANAGEMENT

Pengelolaan keuangan perusahaan merupakan fungsi yang vital dalam sebuah perusahaan. Dalam aktifitasnya, fungsi keuangan tidak lepas dari kegiatan administrasi yang mencakup pencatatan dan pelaporan keuangan. Karenanya pengelolaannya membutuhkan karyawan yang kompeten dan dapat dipercaya. Pengelolaan fungsi keuangan yang buruk seringkali membuat perusahaan tidak memiliki dana ketika dibutuhkan. Sehingga perusahaan harus harus mencari pinjaman jangka pendek ke Bank dengan tingkat interest yang tinggi. Ini justru menambah biaya bagi perusahaan. Training ini dimaksudkan untuk membekali karyawan tentang pemahaman pengelolaan keuangan yang baik dan sesuai standard yang berlaku umum, mengelola proses administasi keluar masuk dana serta perencanan, pengendalian dan pelaporannya.

TUJUAN TRAINING ACCOUNTING MANAGEMENT

Setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta diharapkan mendapatkan pengetahuan tentang pengelolaan keuangan perusahaan atau organisasi sehingga dapat merencanakan dan mengendalikan keuangan perusahaan atau organisasi.

MATERI TRAINING ACCOUNTING MANAGEMENT

MODUL I : FUNGSI MANAJEMEN KEUANGAN DAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

  1. Pengertian dan fungsi manajemen keuangan dalam perusahaan.
  • Pemahaman aliran uang dalam perusahaan.
  • Pengertian biaya, sehingga dapat membedakan biaya dan bukan biaya.
  • Pemahaman terhadap Neraca dan pos-pos neraca.
  • Pemahaman terhadap laporan Laba Rugi beserta komponennya.
  • Memahami pembuatan laporan Laba Rugi.
  • Memahami apakah secara operasional perusahaan laba atau rugi.
  • Memahami arti dan tujuan membuat analisis laporan keuangan.
  • Memahami dan dapat menggunakan analisis horizontal, vertikal dan analisis rasio.
  • Mengetahui cara menyusun laporan perubahan modal kerja, analisis sumber dan penggunaan dana modal kerja, analisis sumber dan penggunaan dana kas.

Modul II : MANAJEMEN MODAL KERJA

  • Memahami dasar-dasar manajemen kas yang meliputi administrasi dan anggaran kas
  • Memahami dasar-dasar manajemen piutang yang meliputi menilai calon debitur, administrasi piutang, analisis umur piutang, hubungan antara umur piutang dengan profitabilitas.
  • Memahami faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam memanajemeni persediaan.
  • Mengetahui dasar-dasar perhitungan persediaan optimal dan persediaan pengaman.
  • Memahami arti investasi, arus kas, Nilai Bersih Sekarang, Biaya modal.
  • Memahami teknik menilai investasi dari segi keuangan

Modul III : PERENCANAAN LABA DAN PENGANGGARAN

  • Pemahaman arti titik impas serta cara menghitung nilai titik impas (Break Even Point)
  • Pemahaman terhadap fungsi anggaran dalam perusahaan.
  • Cara menyusun anggaran perusahaan.
  • Teknik pengendalian pelaksanaan anggaran.
  • Teknik penyusunan laporan realisasi anggaran.

KOMPUTER AKUNTANSI DAN PAJAK UMKM

PENDAHULUAN

          Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) membutuhkan keterampilan didalam membuat pembukuan yang mudah untuk membuat laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK-ETAP) dan keterampilan untuk membuat linforaporan  perpajakan sesuai dengan Undang-Undang Perpajakan (KUP, PPh dan PPN).

Selama ini banyak UMKM tidak mampu untuk melakukan peminjaman modal  dari perbankan karena tidak memenuhi persyaratan perbankan untuk mendapatkan pinjaman, yaitu persyaratan laporan keuangan yang berdasar SAK, dan juga persyaratan pemenuhan kewajiban perpajakan sesuai dengan Undang-Undang Perpajakan yang berlaku.

Training ini akan mempelajari bagaimana cara menyajikan laporan keuangan yang cepat dan akurat menggunakan Software Komputer Akuntansi berupa Accurate Accounting yang sangat mudah penggunaanya dengan biaya murah. Dan memberikan pengetahuan dan kemampuan yang komprehensif dalam bidang perpajakan sehingga dapat memenuhi kewajiban perpajakannya dengan baik dan benar.



TUJUAN TRAINING :

  1. Peserta dapat menyajikan laporan keuangan yang cepat, mudah, akurat berdasar Standar Akuntansi Keungan dan mahir menggunakan Software Accurate Accounting
  2. Peserta dapat mengerti dan memahami pajak seputar UMKM, menghitung pajak, menyiapkan SSP untuk membayar pajak, dan menyiapkan SPT untuk pelaporan Pajak usaha.



TARGET
AUDIENS

  1. Pemilik UMKM
  2. Manajer dan Staff dari, Finansial&Accounting, Logistic, Procurement,HRD, Marketing and Distribution, Asset.
  3. Calon Konsultan Pajak & ERP
  4. Serta siapa saja yang ingin meningkatkan kompetensi mereka di bidang ini.



CAKUPAN MATERI TRAINING KOMPUTER AKUNTANSI DAN PAJAK UMKM:

Hari 1 :

  1. Pengantar Pajak UMKM
  • Hak dan kewajiban wajib pajak
  • Pendaftaran NPWP
  1. Perhitungan Pajak UMKM Orang Pribadi / Perusahaan
  • Pajak yang dibayar sendiri bulanan (PP 46 tahun 2013)
  • Orang Pribadi Pengusaha Tertentu
  1. Pemotongan dan Pemungutan Pajak UMKM
  • PPh Pasal 21/26 (Pembuatan Bukti Potong, SSP, dan SPT Masa)
  • PPh Pasal 22
  • PPh Pasal 23/26 (Pembuatan Bukti Potong, SSP dan SPT Masa)
  • PPh Pasal 4 ayat 2 (Pembuatan Bukti Potong, SSP, dan SPT Masa)
  1. Pelaporan Pajak
  • Batas Waktu Pembayaran dan Pelaporan SPT Masa PPh
  • Sanksi terlambat bayar dan Lapor
  1. PPN
  • Pajak Keluaran dan Pajak Masukan
  • Faktur Pajak (E-Faktur), SSP, SPT Masa
  • Pembayaran dan Pelaporan dan Sanksi keterlambatan
  1. Pajak – Pajak yang di bayar sendiri
  • PBB, BPHTB, Bea Materai
  • Pajak Daerah
  1. Diskusi interaktif

Hari 2 :

  1. Setup Database
  • Mengimpor dari Ms. Excel
  • Daftar Akun, Saldo awal neraca, Setting Akun Default
  • Data Pelanggan, Saldo Awal Piutang
  • Data Pemasok, Saldo Awal Hutang
  • Setting Akun Default
  • Metode Penilaian Persediaan
  • Daftar Barang dan Saldo Awal Persediaan
  • Asset Tetap Pajak
  • Type Asset Tetap
  • Daftar Aktiva Tetap
  1. Membuat Data Perusahaan, Mata uang dan Kode Pajak
  2. Review Neraca Saldo untuk di koreksi
  3. Backup Data, Proses Tutup bulan, Cut Off
  4. Transaksi Pembelian dan Penjualan
  • Purchase Request, Order, Receive Items, DP, Purchase Invoice, Purchase Payment, Purchase return
  • Sales Quotation, Order, Deliveri Order, DP, Sales Invoice, Sales Receipt, Sales return
  1. Warehouse
  • Inventory Adjustmen, Item transfer, Set Selling Price
  1. General Ledger
  • Journal Voucher, Recurring
  1. Cash and Bank
  • Deposit, Payment, Reconcile Bank
  1. Fixed Asset
  2. Financial Report (B/S, P/L, T/B, Equity)
  • Tax Report
  • Aeging Report
  • Etc
  1. Report
  2. Financial Report (B/S, P/L, T/B, Equity)
    • Tax Report
    • Aeging Report
    • Etc
  3. Diskusi interaktif

ACCOUNTING FOR NON ACCOUNTANT

TRAINING OVERVIEW ACCOUNTING FOR NON ACCOUNTANT:

ACCOUNTING FOR NON ACCOUNTANT merupakan pelatihan yang memiliki isi yang sangat jelas dan mudah dipahami. Pelatihan ini menggabungkan penggunaan bahasa yang mudah dipahami dan pemberian contoh yang nyata sehingga memudahkan bagi para peserta non accounting background dan para peserta yang memiliki pengetahuan yang masih sedikit tentang akuntansi

Dalam pelatihan ini akan dibahas tentang esensi pembukuan dan aturan akuntansi dalam gaya non-teknis dan memfasilitasi para peserta agar memiliki ketrampilan untuk menunjang karir mereka.

Pelatihan ini dirancang khusus untuk para peserta tanpa latar belakang akuntansi tetapi yang ingin memahami bagaimana transaksi bisnis dicatat, diringkas, dan diinterpretasikan untuk tujuan pengambilan keputusan komersial. Melalui serangkaian latihan, para peserta akan mendapatkan hands-on experience mengenai penerapan praktis mulai dari teori dan konsep dalam “siklus akuntansi,” dari transaksi sampai dengan penyusunan laporan keuangan, dan melakukan analisa laporan keuangan.

TRAINING OBJECTIVES ACCOUNTING FOR NON ACCOUNTANT:

Setelah menghadiri pelatihan ini, para peserta diharapakan akan :

  • Memperoleh gambaran lebih detil mengenai the fundamental principles dan concepts yang mendasari penilaian sumber daya dan penentuan pendapatan dalam bisnis;
  • Mampu menjelaskan proses akuntansi, entry struktur akuntansi, dan mengenali penyimpangan dasar dalam pencatatan transaksi dan pelaporan keuangan
  • Menghargai isi, tujuan, penggunaan, dan keterbatasan laporan keuangan, yaitu neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas untuk tujuan pengambilan keputusan
  • Mampu melakukan pengendalian internal dasar untuk menjaga aset dan menjaga integritas akuntansi dan proses pelaporan keuangan.

TRAINING MATERIAL OUTLINE ACOUNTING FOR NON ACCOUNTANT:

HARI ke 1

  • AKUNTANSI DALAM PERUSAHAAN
    • Akuntansi sebagai infrastruktur
    • Meluruskan opini awam atas peranan akuntansi
    • Laporan keuangan tujuan internal dan Laporan keuangan berlaku umum
    • Laporan keuangan bagi pengambil keputusan berlatar belakang non akuntansi
  • LAPORAN KEUANGAN UTAMA
    • Laporan keuangan berlaku umum
    • Laporan Neraca
    • Laporan Laba/Rugi
    • Hubungan Neraca dan Laba/Rugi
    • Permasalahan Neraca

HARI ke 2

  • KOMPONEN LAPORAN KEUANGAN
    • Aset
      • Aset Lancar
      • Aset Tidak Lancar
    • Utang (Liabilitas)
      • Utang Jangka Pendek
      • Utang Jangka Panjang
    • Modal/Kekayaan Pemegang Saham
      • Model Saham
      • Laba Ditahan (Retain Earnings)
      • Pendapatan komprehensif lainnya
    • Pendapatan
      • Pendapatan Operasi
      • Pendapatan Non Operasi
    • Beban
      • Pengertian Beban
      • Klasifikasi Beban
  • PROSES AKUNTANSI
    • Pengertian Book Keeping
    • Transaksi Akuntansi
    • Rekening dan Kode Rekening
    • Teknik Pencatatan Debet Kredit
    • Pencatatan Transaksi dengan Kode Rekening
    • Saldo Rekening Riil dan Rekening Nominal
    • Neraca Saldo
    • Koreksi dan Penyesuaian

HARI ke 3

  • LAPORAN KEUANGAN DAN ANALISIS
    • Penyajian Laporan Keuangan berdasarkan SAK
    • Kertas Kerja Laporan Keuangan
    • Laporan Laba/Rugi
    • Neraca
    • Deviden Perusahaan
    • Closing (Tutup Buku)
    • Analisis Laporan Keuangan
    • Kelancaran Operasi Perusahaan
    • Solvabillitas Perusahaan
    • Pengembalian Investasi Perusahaan
    • Rasio-Rasio keuangan lainnya
  • LAPORAN ARUS KAS ( CASH FLOW STATEMENT)
    • Pengertian Laporan Arus Kas
    • Arus Kas dan Aktifitas Perusahaan
    • Penyajian Laporan Arus Kas
    • Arus Kas Aktifitas Operasi
    • Arus Kas Aktifitas Investasi
    • Arus Kas Aktifiatas Pendanaan
  • CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
    • Pengertian Catatan Atas Laporan Keuangan
    • Catatan Umum Perusahaan
    • Catatan Mengenai Kebijakan Akuntansi Perusahaan
    • Catatan Rinci Laporan Keuangan

Manajemen Logistik

Deskripsi Training Manajemen Logistik

Materi pelatihan ini memberikan gambaran dan bahasan mengenai:

1) pengertian dan perkembangan manajemen logistik,

2)  system manajemen logistik,

3) penerapan manajemen logistik,

4) operasional kegiatan logistik,

5)  pengelolaan barang, dan

6) pengendalian logistik.

 

Tujuan Training Manajemen Logistik

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta pelatihan diharapkan mampu:

  1. Memahami pengertian dan perkembangan manajemen logistik
  2. Memahami mengenai system manajemen logistik
  3. Memahami bagaimana cara menerapkan manajemen logistik
  4. Memahami bagaimana cara melakukan pengelolaan barang, dan
  5. Memahami bagaimana cara melakukan pengendalian logistik

Materi Training Manajemen Logistik

1.    Arti penting manajemen logistic

  • Mengenal manajemen logistic
  •  Perkembangan manajemen logistic
  •  Jenis barang dalam manajemen logistic

2.    Sistem manajemen logistic

  • Penerapan sistem manajemen logistic
  • Unsur-unsur sistem manajemen logistic
  •  Sinkronisasi manajemen logistic

3.    Penerapan manajemen

  • Informasi logistic
  • Unsur-unsur transportasi
  •  Keuangan pendukung kegiatan logistic

4.    Operasional kegiatan logistic

  •  Karakteristik operasional
  • Biaya operasional
  •  Alat angkut operasional

5.    Pengelolaan barang

  • Persediaan barang
  • Penyimpanan barang
  • Penanganan barang

6.    Pengendalian logistic

  • Penerapan pengendalian logistic
  • Inspeksi manajemen logistic
  • Manajemen persediaan

 

Supply Chain and Logistic Management

Pengantar 

Dinamika permintaan konsumen menuntut pengeloaan sistem usaha industri dan bisnis untuk menggunakan pendekatan baru yang mampu meningkatkan effisiensi dan pelayanan. Pendekatan parsial mulai digeser dengan pendekatan yang bersifat terpadu dan sistemik. Akhir akhir ini berbagai metoda dan model perencanaan dan pengendalian supply chain & logistic telah dikembangkan dan diaplikasikan pada berbagai perusahaan multinasional terkemuka maupun nasional yang menyadari akan pentingnya peran supply chain management dalam meningkatkan daya saing usaha. Salah satu permasalahan yang akan dijawab dalam training ini adalah bagaimana menIngkatkan pengelolaan supply chain system & logistic pada sektor industri dan bisnis lebih effisien sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu alat untuk meningkatkan daya saing (competitivness ).

Materi Training Supply Chain and Logistic Management  

  • Pengantar supply chain management
    • Definisi supply chain
    • Value chain model
    • Sejarah perkembangan supply chain management
  • Time based competition
    • Memahami bagaimana time based competition dan cycle time reduction dapat meningkatkan respond pelanggan dan memberikan keunggulan kompetitif bagi Perusahaan
  • Supply chain management
    • Menjelaskan hubungan yang strategis, proses komunikasi dan pengelolaan inventori antara alliance member dari supply chain
  • Tehcnology & supply chain
    • Memahami bagaimana pilihan IT yang diterapkan akan mempengaruhi supply chain.
  • Bull whip effect
  • Inventory & Logistic
    • Apakah inventor
    • Kenapa kita perlu inventory
    • Jenis inventory
    • Inventory metric
  • Inventory cost
  • Teknik manajemen persediaan
  • Inventory valuation
  • Safety stock
  • Inventory accuracy

Transportation Management (Logistic Series)

Logistic sebagai bagian dari supply chain sangat penting dalam menunjang strategi perusahaan.

Sebagai sarana meningkatkan daya saing logistic melingkupi : warehouse, trasnportasi, packaging, inventory management, order management, import/export, logistic information system, customer service management.

Pelatihan ini akan memberikan anda wawasan baru mengenai penerapan management transportasi yang baik dalam meningkatkan daya saing perusahaan,

Outline Transportation Management

  • Dasar transportasi:
    • cost structure
    • stake holder
    • jenis carrier
    • klasifikasi freight
  • Moda transportasi
    • jalan raya
    • kereta api
    • pesawat
    • laut/sungai
    • intermodal transportasi
    • kurir, parcel & jasa ekspres
  • Management transportasi
    • network design & mode selection
    • carrier selection
    • rate structure
    • dokumentasi
    • routing, billing, demurrage
    • transportation cost forecast & budget

LOGISTICS OPERATION

TUJUAN TRAINING LOGISTICS OPERATION

Setelah selesai mengikuti pelatihan ini peserta dapat memahami aktivitas logistik baik dalam skala Nasional maupun Internal perusahaan   agar kelancaran  dan     efisiensi  rantai  suplai  barang  yang diperlukan produsen barang maupun kegiatan operasional suatu perusahaan

 

CAKUPAN MATERI TRAINING LOGISTICS OPERATION

  1. Logistics and Supply Chain
  2. Logistics Performance Index
  3. Logistics Cost vs Production Cost
  4. Constraint of Logistics Performance In Indonesia
  • Waterways Transportation
  • Railways Transportation,
  • Land Transportation
  1. Logistics and Internal Supply Chain
  2. Physical Supply and Physical Distribution
  • Incoterm 2010
  • Delivery to User
  1. Materials Handlling
  2. Storage and Stacking System
  3. Inventory Management

HORIZONTAL WELL TECHNOLOGY

ABSTRACK TRAINING HORIZONTAL WELL TECHNOLOGY 

This training will provide important principles necessary to understand and successfully apply the technology of horizontal wells. Practical examples will illustrate how candidate horizontal wells are selected and designed using multi-disciplined team efforts to ensure both the technical and economic benefits are maximized. Methods to predict well performance such as producing rate, drainage area and fluid coning will be presented using a number of class problems. The latest technologies in drilling and completions, such as multi-laterals, slim hole drilling, and well stimulation, will also be reviewed.

OUTLINE TRAINING HORIZONTAL WELL TECHNOLOGY 

  1. History and Review of Horizontal Well Technology
  2. Benefits and Applications of Horizontal Wells
  3. Horizontal Well Candidate Screening
  4. Horizontal Well Productivity Estimates
  5. Coning Prediction
  6. Well Testing
  7. Reserves Estimation
  8. Drilling Techniques and Well Completion Methods

Geophysics for Geologists and Petroleum Engineers

ABSTRACK

Geophysics training class is designed for geologists and petroleum engineers and will provide an excellent overview of the limits and benefits of modern seismic techniques, including the relationship between well logs and seismic traces.  The definition and utilization of seismic resolution and its role in establishing estimates of reserves in thin pay zones will be discussed in detail.

 

OUTLINE TRAINING GEOPHYSICS

  1. Course Objectives and Historical Background
  2. Seismic Fundamentals
  3. The Seismic Signal and its Significance
  4. Seismic Simulation of Geology and Reservoir
  5. Seismic Traces and the Relationship with Well Logs
  6. Resolution: the Estimation of Pay Thickness
  7. Acquisition (Shooting) Seismic: 2D , 3D and 4D
  8. Seismic Data Processing: Objectives and Methods
  9. Interpretation Techniques
  10. The Pre/ Post Stack Domains

PELEDAKAN DAN PEMBORAN UNTUK PERTAMBANGAN

MATERI TRAINING PELEDAKAN DAN PEMBORAN  UNTUK PERTAMBANGAN

  1. Neraca Energi
  2. Mekanisme Peledakan
  3. Desain Pola Peledakan pada Tambang Terbuka
  4. Desain Pla Peledakan pada Tambang Bawah Tanah
  5. Kontrol Peledakan
  6. Bahan Peledak

DRILLSTRING DESIGN

ABSTRACK DRILLSTRING DESIGN

This course provides a comprehensive treatment of drill string design as well as the avoidance of operational problems and wear on equipment. Bit selection, BHA optimization and drilling hydraulics are investigated in detail, with the emphasis on practical and safe operating procedures.



OUTLINE DRILLSTRING DESIGN

• Introduction
• Trajectory Design and Optimization
• Computer-aided Trajectory Design and Optimization
• Drillstring Load Prediction
• Drillstring Load Analysis
• Computer-aided Drillstring Load Analysis
• 3-D Visualization
• Earth modelling Building
• Close Approach
• Drillstring component/BHA tendencies
• BHA Optimization
• Rotating, sliding, or reaming modes
• Torque and Drag models and calculations
• Computer-aided Torque and Drag
• Hydraulics
• Pressure Losses & Equivalent Circulation Densities
• Minimum Hole Cleaning Requirements
• Casing Wear Prediction
• Casing Wear Prediction Software
• Drillstring Inspection
• Drillstring Problem Avoidance

SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM) UNTUK PERTAMBANGAN DAN MIGAS

DESKRIPSI TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM) UNTUK PERTAMBANGAN DAN MIGAS

            Supply chain di industry pertambangan dan migas memiliki kekhususan dalam bentuk jaringan dan aktivitasnya yang  dimulai dari penambangan, produksi/refinery dan distribusi produk. Integrasi dari masing masing fungsi yang melibatkan berbagai jenis perusahaan dalam industry migas memegang kunci kesuksesan dalam meminimasi biaya keseluruhan supply chain. Persaingan  yang ada sekarang menuntut perusahaan pertambangan dan migas untuk tidak hanya berfokus pada kemampuan internal namun juga  berfokus pada  kolaborasi dengan pihak ekternal, baik supplier maupun distributor. Kolaborasi ini akan membantu perusahaan untuk dapat menghasilkan produk yang  memenuhi criteria cost, quality dan delivery yang unggul di pasar. Peran Supply Chain Management (SCM) menjadi sangat penting dalam mengelola seluruh rangkaian aktivitas  dalam menghasilkan produk mulai dari hulu ke hilir.

Sebagai perusahaan yang yang bermain di pasar dunia tentunya perusahaan harus  memiliki jaringan Supply Chain Management (SCM) yang baik dalam pengelolaan produksinya. Perusahaan akan menjalin kerjasama dengan para supplier baik dari dalam maupun luar negeri. Untuk itu, para pelaku industri harus membuat rencana, manajemen dan pengawasan untuk transportasi dan penyimpanan dari bahan mentah, inventory hingga menjadi bahan jadi.   Teknologi yang serba canggih memungkinkan para pelaku industri migas untuk mengkontrol supply chain secara efisien. Agar para pelaku industri yang terlibat di dalamnya benar-benar memahami prinsip kerja Supply Chain Management (SCM) secara komprehensif, maka perlu adanya pelatihan yang diharapkan dapat menjawab berbagai permasalahan yang timbul.



TUJUAN TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM) UNTUK PERTAMBANGAN DAN MIGAS

Setelah mengikuti training Supply Chain Management (SCM)  diharapkan peserta dapat:

  1. Memahami  prinsip bagaimana mengelola supply chain  management yang efektif di industri pertambangan dan migas
  2. Memahami  bagaimana mengoptimalkan proses bisnis dalam perusahaan agar tercipta efisiensi dalam  Supply Chain Management (SCM) di industri  pertambangan dan migas
  3. Memahami bagaimana berkolaborasi dengan pihak ekternal perusahaan antara lain dengan supplier dan distributor
  4. Memahami bagaimana mengelola aliran material  dan inventory dalam Supply Chain Management (SCM)

 

MATERI TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM) UNTUK PERTAMBANGAN DAN MIGAS

1. Pengantar supply chain management di industry Pertambangan dan Migas:

  • Konsep Supply Chain Management (SCM) di Pertambangan dan Migas
  • Lingkungan bisnis Supply Chain Management (SCM) di Pertambangan dan Migas
  • Tantangan supply chain di  Pertambangan dan Migas

2. Memahami supply chain di industri Pertambangan dan Migas

  • Mapping Supply chain
  • Value chain model
  • Pelaku upstream dan downstream

3.  Strategy Supply chain management

  • Identifikasi fit strategy
  • Strategi kolaborasi dan aliansi dalam Supply Chain Management (SCM)

4. Tehcnology & supply chain

  • Memahami bagaimana pilihan IT yang diterapkan akan mempengaruhi supply chain.
  • Pilihan teknologi integrasi (ERP)
  • VMI (Vendor managed Inventory)

5. Bull whip effect and inventory management dalam Supply Chain Management (SCM)

  • Menjelaskan bagaimana mengelola inventory dalam jaringan Supply Chain Management (SCM) dan menghindari bullwhip effect dalam distribusi produk
  • Manajemen Inventory : Klasifikasi inventory, Inventory cost, model pemesanan ekonomis,perhitungan safety stock, inventory valuation, inventory metric.

6.Manajemen transportasi dan distribusi

    •    Model sistem transportasi dan distribusi dan Rincian aktivitas sistem

          Transportasi.
•     Mengukur produktivitas sistem transportasi.
•     Logistics network design.
•    Shipment planning and management.
•    Fleet, container and yard management.
•    Freight and document management.

8. Pengukuran Performansi Supply Chain Management (SCM)

  • Mengukur target perusahaan dan target Supply Chain Management (SCM)
  • Performance measurement framework
  • Key performance Indicator
  • SCOR (Supply Chain Operation Reference) dari Supply Chain Council

9. Studi kasus aplikasi Supply Chain Management (SCM) di Pertambangan dan Migas

PLAXIS 2D BASIC TO INTERMEDIATE

Deskripsi

PLAXIS merupakan software yang dimaksudkan sebagai suatu alat bantu analisis untuk digunakan oleh ahli geoteknik yang tidak harus mengusai metode numeric. Semakin banyaknya penggunaan software PLAXIS dalam seluk beluk kegiatan atau dunia geoteknik di Indonesia, tentunya sangat dibutuhkan suatu wadah atau sarana diskusi yang dapat membahas secara detail perihal permasalahan-permasalahan yang ada dan sering dihadapi oleh para pengguna software ini.

Pelatihan tersebut mencakup segala hal yang berhubungan dengan pemilihan parameter tanah, pemilihan model tanah, hingga ke pemodelan bangunan geoteknik. Sehingga perlu diadakan suatu bentuk pelatihan yang dapat menjawab apakah pemodelan cukup dilakukan secara dua dimensi dengan menggunakan PLAXIS 2D ataukah tidak

 

Materi Training PLAXIS 2 DIMENSI

  1. Introduction to Plaxis
  2. 2D : Geometry  & Calculations
  3. Structural Elements in Plaxis 2D
  4. Modelling of a Raft Foundation
  5. Modelling of Piles in Plaxis 2D
  6. Modelling of A Piled Group Foundations
  7. An Overview of Soil Models
  8. Modelling of Embankments
  9. Embankment Exercise
  10. Modelling of groundwater
  11. Modelling of Excavations(or Tunnels)
  12. Modelling of Excavations
  13. Case Study

PERTAMBANGAN : TUMPANG TINDIH LAHAN PERTAMBANGAN DAN ISSUE TENTANG SMELTER

LATAR BELAKANG:

Usaha Pertambangan adalah sebuah bidang usaha yang complicated dan melibatkan begitu banyak pihak dari hulu sampai hilir. Hal ini menyebabkan timbulnya berbagai macam permasalahan, sebab selain begitu banyaknya pihak yang terlibat, pertambangan adalah sebuah bidang usaha yang strategis dan sensitif yang begitu besar pengaruhnya bagi kehidupan bangsa ini dan lingkungannya.

Dari sekian banyak permasalah dalam usaha pertambangan, ada dua permasalahan utama yang dari waktu ke waktu muncul dan dapat dianggap sebagai permasalahan primer dalam usaha pertambangan saat ini yaitu masalah tumpang tindih lahan pertambangan dengan lahan-lahan lainnya serta masalah smelter.

Adapun diharapkan setelah mengikuti Training ini, para peserta dapat memahami secara lebih mendalam segi-segi legal dari masalah lahan pertambangan khususnya jika terjadi tumpang tindih antara  lahan pertambangan dengan lahan-lahan lainnya (yang dimiliki/dikuasai oleh orang perorangan, masyarakat (tanah ulayat), perusahaan yang juga memiliki konsesi sejenis atau lainnya, dan hutan lindung) dan tentunya pemecahan atas permasalahan tersebut baik secara musyawarah atau legal. Berkenaan dengan smelter, para peserta  diharapkan untuk secara ekonomis dan legal memahami mengapa perusahaan pertambangan diwajibkan untuk membangun smelter dan issue-issue berkenaan dengan pembangunan dan pengoperasiannya.

CAKUPAN MATERI TRAINING TUMPANG TINDIH LAHAN PERTAMBANGAN DAN ISSUE TENTANG SMELTER:

Hari Pertama

  1. Pertambangan di Indonesia
  2. Peraturan Perundangan Pertambangan
  3. Masalah-masalah Pertambangan
  4. IUP – Izin Penguasa/Pemerintah
  5. IUP dan Singgungan Dengan Pemegang Hak Atas Lahan Lainnya
  6. Pernyelesaian Perselisihan Tumpang Tindih Lahan (Termasuh Dengan Pemegang IUP lainnya)
  7. Secara Musyawarah/Negosiasi
  8. Secara Legal/Menurut Hukum
  9. Contoh Kasus

 

Hari Kedua

  1. Pemahaman Tentang Smelter
  2. Latar Belakang Kebutuhan Smelter
  3. Smelter Menurut Peraturan Perundangan
  4. Keengganan/Keterlambatan Perusahaan Membangun Smelter
  5. Adakah Penalty/Sanksi
  6. Prosedur dan perizinan Smelter
  7. Isu Lingkungan dan Sosial dan Peraturan Perundangan Terkait
  8. Penyelesaian Isu Lingkungan
  9. Contoh Kasus

 

Hukum Pertambangan

Pengantar Kursus Intensif Hukum Pertambangan

Sejak 2011 Kami telah menyelenggarakan 17 (tujuh belas) kali Kursus Intensif Hukum Pertambangan (KIHP) dengan lebih dari 1000 alumni. Untuk menyikapi iklim bisnis batubara yang sedang turun saat ini, selain membahas aspek-aspek hukum pada usaha pertambangan, KIHP juga akan membahas tentang efisiensi dalam pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan. Sesi ini bertujuan agar para pelaku usaha tambang mampu mempertahankan bisnisnya dalam masa krisis seperti sekarang ini. KIHP akan berlangsung selama tiga hari dengan 12 sesi dan pembicara yang kompeten di bidangnya.

Dengan mengikuti kursus intensif ini, peserta akan:

Dengan mengikuti kursus ini peserta akan mendapatkan update peraturan di bidang pertambangan, ruang lingkup jual beli batu bara dan usaha jasa pertambangan, merger dan akuisisi untuk perusahaan tambang, mining eficiency, dan tidak hanya bagian legal, bagian keuangan dan operasional perusahaan tambang juga sangat disarankan mengikuti acara ini.

Materi Kursus Intensif Hukum Pertambangan

Materi I-II

Pengantar Hukum Pertambangan dan Update Peraturan di bidang pertambangan

  • Sejarah hukum pertambangan di Indonesia dari waktu ke waktu.
  • Pembahasan pasal-pasal penting di dalam UU Minerba
  • UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
  • PP Nomor 1 Tahun 2014 dan PP Nomor 77 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan mmineral dan batubara
  • Permen ESDM No. 24 tahun 2012 tentang Perubahan atas Permen ESDM No. 28 tahun2009 tentang penyelenggaraan usaha jasa pertambangan mineral dan batubara.
  • Permen ESDM No. 32 tahun 2013 tentang Tata cara pemberian izin khusus di pertambangan mineral dan batubara
  • Permen ESDM No. 08 Tahun 2015 tentang Peningkatan nilai tambah mineral melalui kegiatan pengolahan dan pemurnian mineral di dalam negeri

Materi III

Improving Operational Effiency in Coal Business

  • Understanding the Indonesian Coal Operations
  • Two Ends of the Margin Rubber – External and Internal Factors
  • Key Performance Indicators

 

Materi IV

Kewajiban finansial industri tambang

  • Pajak, Royalti, Deadrent, PNBP lain

Materi V-VI

Legal Due Diligence (LDD) perusahaan pertambangan

  • Introduction to acquisition
  • Acquisition deals flow
  • Stages in and characterictic of mining projects
  • Roles of legal due diligence
  • Workflow of legal due diligence
  • Preparing due diligence checklist
  • Key areas for legal due diligence review

Materi VII-VIII

Contract drafting di bidang pertambangan

  • Anatomi proyek pertambangan
  • Hal umum berkaitan dengan contract drafting
  • Ketentuan Umum dalam perjanjian jual beli dan jasa kontraktor

Materi IX

Sengketa dalam usaha pertambangan

  • Bentuk sengketa pertambangan
  • Metode perkara pertambangan
  • Menghindari kerugian dalam penanganan perkara litigasi pertambangan

Materi X

Restruktutrisasi hutang pada proyek pertambangan

  • Bentu-bentuk restrukturisasi hutang
  • PKU dan Non PKPU
  • Studi kasus

Materi XI

Izin kawasan hutan di bidang pertambangan

  • Izin kegiatan eksplorasi pertambangan
  • Izin kegiatan operasi produksi pertambangan

 

Materi XII          

Kewajiban reklamasi paska dan penutupan tambang

 

ALAT BERAT PERTAMBANGAN

TUJUAN

Untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan para peserta mengenai alat berat pertambangan, diantaranya; Peralatan Berat Pembersih Medan, Peralatan Berat Penggali, Pemuat, Pengangkat, dan Peralatan Berat Transportasi. Peralatan berat yang dimaksud antara lain; Bulldozer, Ripper, Bachoe, Loader, Scrafer,  Dump Truck.



MATERI PELATIHAN ALAT BERAT PERTAMBANGAN

  1. Komposisi alat berat
  2. Kinerja traktor
  3. Sistem pemindahan daya
  4. Sistem Hidrolik
  5. Pemecah Batu
  6. Perawatan

PETRO ENGINEERING FOR NON ENGINEER

ABSTRAK INTRODUCTION PETRO ENGINEERING FOR NON ENGINEER

This training class is designed to provide non-engineering petroleum industry technical professionals with a thorough overview of most key aspects of petroleum engineering technology and its applications. The class addresses engineering issues ranging from initial involvement with explorationists to production optimization challenges. The sessions will focus on relevant and practical issues, and will include a combination of classroom exercises and basic engineering problems.

OUTLINE INTRODUCTION PETRO ENGINEERING FOR NON ENGINEER

  1. Basic Petroleum Geology
  2. Reservoir Fluid and Rock Properties
  3. Fundamentals of Reservoir Fluid Flow
  4. Oil and Gas Reservoir Classification
  5. Drilling Fundamentals
  6. Well Completions and Workovers
  7. Casing and Cementing
  8. Production Operations
  9. Primary and Secondary Recovery Mechanisms

Basic Drilling Engineering

COURSE  OBJECTIVE Basic Drilling Engineering

After completing this course participants are expected to be able to:

  • Understanding the basic principles and simple calculations for implementation of well-drilling oil wells, gas and geothermal reservoir, develop implementation of this calculation to improve the performance of  well-drilling wells in the field.
  • Conduct simple diagnosis and comprehend the settlement and build oil, gas or geothermal wells.
  • Create a simple analysis of oil, gas and geothermal wells exploration data, and able to design a global drilling performance and plan its development.
  • Conduct the simple quantitative calculations of mapping out for drilling mud, cement, hydraulics, well control.
  • Practise knowledges in vertical drilling design, for drilling wells sloping design, horizontal wells both using overbalance and underbalance technology.

 

COURSE OUTLINE Basic Drilling Engineering

  • Introduction : Rotary Drilling Operations
    • Steps to drilling a well
    • Types of rigs
    • Rig Components
    • Rig Systems
  • Rheology of Drilling and Completion Fluids
    • Equations and Inflow Performance Relationship Functions of Drilling/ Completion
    • Fluids
    • Fluid Types,
    • Fluid Models
    • Introduction to Rotary Viscometer
    • Other Testing Equipment
    • Objectives of Monitoring Fluids
  • Mud System
    • General Equations and ConceptsDiagnostic tests
    • Water mud based
    • Oil mud based
    • Additives
    • Mud handling system
  • Cementing
    • Tubing DesignFunctions of cement
    • Cement Types
    • Cement Additives
  • Oil Field Tubules and Hydraulics
    • Drill string
    • Casing and tubing
    • Casing classification
    • Stresses on casing
    • Casing setting depth
    • Burst and collapse calculations
    • Wellheads
  • Drilling System – Pressure Loss Calculations
    • Hydrostatics
    • Buoyancy
    • Flow through pipes and annuli
    • Flow path
    • Pressure loss calculations
  • Drilling System – Bit & Nozzles
    • Hydrostatics Bit Types
    • Bit Parts
    • Bit Classification
    • Bit Nozzles
  • Introduction to Well Control
    • Hydrostatics Definitions
    • Causes of kicks
    • Kick indicators
    • Shut-in procedure
    • Well Kill Procedures
  • Directional Drilling
    • Reasons for directional wells
    • Planning Trajectory
    • Kickoff Methods
    • Survey Methods
    • Survey Calculations
    • Hole Assemblies

Bioremediation: To Solve Oil Sludge, Oil Waste and Oil Spill course

OUTLINE TRAINING BIOREMEDIATION:

Introduction

  • Bioengineering
  • Bioremediation engineering
  • Managing Bioremediation Project

Microbial System of Bioremediation

  • Microbial metabolism
  • Microbiology of bioremediation
  • Bioprocess control parameter

Optimizing Microbial Transformation of Hazardous Chemicals

  • Aerobic and anaerobic metabolism
  • Degradation of petroleum hydrocarbon
  • Biodegradation of halogenated compounds

Site characterization for Bioremediation

  • Assessment for Biological Process
  • Assessment for In-situ Bioremediation
  • Assessment for Ex-situ bioremediation
  • Assessment for Process Control

Ex-situ Bioremediation Technique

  • Preparation
  • Site excavation
  • Processing
  • Monitoring
  • Evaluation

In-situ Bioremediation Technique

  • Preparation
  • Construction
  • Monitoring
  • Evaluation

Bioremediation of Oil Sludge

  • Sludge Characterization
  • Biodegradability Test
  • Bioremediation Design
  • Monitoring & Evaluation

Bioremediation of Other Industrial Organic Pollutant

  • Biological Process for Liquid Waste
  • Activated Sludge for Oily Wastewater

Risk Management Skills for Supervisors

Materi bahasan Training Risk Management Skills for Supervisors

  • Pengertian resiko
  • Proses terjadinya resiko
  • Penyebab munculnya resiko
  • Sikap mental professional dalam menghadapi resiko
  • Mengenali klasifikasi dan jenis resiko
  • Kemampuan mengantisipasi munculnya resiko
  • Identifikasi resiko
  • Kreatifitas pencegahan terjadinya resiko yang tinggi
  • Pengelolaan resiko secara professional
  • Kemampuan pengendalian resiko
  • Kemampuan analisa dan pengambilan keputusan

Manajemen Risiko Operasional Bank

Deskripsi

Ancaman yang muncul dari dan terhadap kegiatan operasional bank dapat dipicu oleh berbagai faktor baik internal maupun ekstenal.  Peristiwa potensial seperti penyalahgunaan wewenang (fraud), kegagalan sistem teknologi informasi, standar proses operasi yang belum sesuai dengan peraturan/regulasi yang berlaku, dan kejahatan pihak eksternal terhadap bank jika tidak identifikasi dan dikelola dengan baik dapat menimbulkan permasalahan yang berat bahkan bencana bagi bank.

Risiko operasional sebenarnya lazim dihadapi berbagai lembaga keuangan termasuk bank, namun jenis risiko ini baru mendapatkan perhatian luas setelah dimasukan ke dalam kerangka regulasi Basel II. Manajemen risiko yang terkait dengan risiko operasional ini dikenal sebagai manajemen risiko operasional.  Seiring dengan itu, terdapat kebutuhan akan pemahaman yang memadai dan komprehensif mengenai manajemen risiko operasional.

Workshop dua hari ini dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut di atas dengan tujuan dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan praktis peserta dalam penerapan manajemen risiko operasional.

Garis Besar Program Manajemen Risiko Operasional

  1. Pengertian tentang Risiko dan Risiko Operasional
  2. Kasus-kasus Perbankan terkait Risiko Operasional
  3. Mengenali Jenis-jenis Kegagalan Operasional Bank: people risk, process risk (model, transaksi, dan kegiatan operasional), system and technology risk, external party risk, dan natural disaster risk.
  4. Elemen-elemen Utama Manajemen Risiko Operasional: Kebijakan, identifikasi, proses bisnis, metode pengukuran, manajemen eksposur, pelaporan, analisis risiko, dan economic capital.
  5. Risiko Operasional dan Risk Capital.
  6. Model-model Risiko Operasional berbasis Basel II: Basic Indicator, Standardized Approach, dan Advanced Measurement Approach (AMA).
  7. Value-at-Risk (VAR) for Operational Risk
  8. Risk and Control Self-Assessment (RCSA): Arti penting, pendekatan, dan pelaksanaan RCSA yang efektif
  9. Strategi Mitigasi Risiko Operasional: risk prevention dan risk reduction program.
  10. Operational risk reporting and profiling

OPERATIONAL RISK MANAGEMENT FOR FINANCIAL INSTITUTIONS

Why you would need this program?

Financial institution (FI) mostly relates with managing third party’s fund. The most threat is that it does not have enough liquidity to absorb signicant losses or withdraw. This failure mostly due to its poor operational riskmanagement. This program is designed to assist FI in leveraging their oprisk management competences.

 

What topics are covered?

1. Introduction to operational risk management concept
2. Operational risks events, triggers and impacts
3. Business process risk & controls mapping
4. Operational risk measurement and analysis
5. Case discussion

Treasury for non Treasury

Deskripsi

Treasury adalah salah satu aktivitas finansial di perusahaan, perbankan dan non perbankan, yang berkaitan dengan 3 (tiga) aktivitas utama yaitu manajemen kas, investasi kas, dan transaksi pembayaran. Ketiga aktivitas treasury tersebut memiliki tujuan dan sasaran yang berbeda-beda. Namun, pada umumnya, para praktisi non treasury lebih mengenal aktivitas ini khusus terkait dengan optimalisasi penggunaan dana kas perusahaan dalam bentuk instrument investasi jangka pendek, seperti saham, deposito, dan surat berharga lainnya.

Aktivitas treasury membutuhkan ketelitian, kepekaan, dan akurasi perhitungan. Seorang treasurer tidak boleh hanya mengejar keuntungan semata, namun harus pula memperhatikan aspek-aspek penilaian risiko finansialnya dan prinsip kehati-hatian. Di sisi lain, unit atau divisi kerja di luar treasury, dapat bekerja sama dengan treasury dalam hal melakukan efisiensi penggunaan keuangan perusahaan agar posisi kas stabil dan dapat digunakan untuk meningkatkan profitabilitas dan ketahanan keuangan (financial resistance).



Tujuan

Tujuan dilaksanakannya wokshop ini adalah:

  • Mengenal fungsi treasury di perusahaan bank dan non bank.
  • Mengenal aspek-aspek teknik treasury.
  • Mengenal produk-produk investasi beserta turunannya.
  • Memahami proses identifikasi, penilaian risiko (risk assessment) dan rencana mitigasi terkait aktivitas treasury.

Oleh karena workshop ini dinilai sangat bermanfaat untuk diketahui dan dipelajari, maka disarankan bagi para eksekutif dan praktisi non treasury dapat mengikuti workshop ini. Workshop ini akan dilaksanakan dengan 3 metode yaitu lecturing, topic discussion, dan case study. Workshop akan dilaksanakan dalam 2 hari dengan agenda sebagai berikut:



Materi Training Treasury for non Treasury

Hari ke-1:

  1. Introduction of investment management.
  2. Cash flow management
  3. Capital market: system, product, and analysis method
  4. Money market: system, product, and analysis method

Hari ke-2:

  1. Applied risk assessment and measurement on treasury.
  2. Understanding Accounting Principles on treasury transactions.
  3. Workshop: treasury game

ANALISIS INVESTASI & PORTOFOLIO

TRAINING ABSTRAK ANALISIS INVESTASI & PORTOFOLIO

Dalam training ini akan membahas tentang menajemen portofolio khususnya yang berkaitan dengan investasi pada financial assets. Disamping itu training ini juga lebih difokuskan kepada bagaimana mengembangkan dan menelaah teori-teori investasi modern. Penekanan yang dilakukan adalah bagaimana mengaplikasikan teori-teori tersebut kedalam manajemen portofolio investasi. Sehingga setelah mengikuti training ini peserta diharapkan dapat memahami dan menggunakan konsep dan teknik analisis investasi khususnya investasi pada financial assets.

TRAINING OUTLINE ANALISIS INVESTASI & PORTOFOLIO

1.    Konsumsi, Investasi dan Peranan Pasar Modal
2.    Tipe-tipe investasi pasar modal
3.    Pengukuran return realisasi
4.    Hubungan antara return ekspektasi dengan resiko
5.    Return dan Risiko Portofolio
6.    Pemilihan Portofolio
7.    Efisiensi pasar
8.    Model perhitungan return tidak normal

Studi Kelayakan Investasi, Resiko dan Portofolio

DESCRIPTION Training Studi Kelayakan Investasi, Resiko dan Portofolio

Sebelum keputusan tentang investasi dilakukan, terlebih dahulu dilakukan studi kelayakan investasi. Studi ini dapat digunakan tidak saja untuk keputusan investasi/proyek yang besar, namun juga dapat digunakan pada rencana pengadaan asset atau aktiva perusahaan. Studi ini berisi berbagai aspek berkaitan dengan investasi yang akan diputuskan, yaitu meliputi aspek pasar, aspek teknis dan produksi,aspek organisasi, aspek finansial dan aspek lingkungan. Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) memperketat aturan mengenai investasi yang dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri (Pemendagri) Nomor 52 Tahun 2012 tentang Pedoman Pengelolaan Investasi Pemerintah Daerah. Studi kelayakan investasi proyek bertujuan untuk mengkaji, menganalisis dan mengambil kebijakan apakah suatu kegiatan investasi memberikan manfaat atau hasil bila dilaksanakan.

 

SASARAN Training Studi Kelayakan Investasi, Resiko dan Portofolio

  • Memahami ruang lingkup dan prosedur Study Kelayakan Proyek Investasi
  • Memahami karateristik Proyek Investasi
  • Memahami aspek –aspek dalam studi kelayakan investasi
  • Memahami dan mampu menyusun Study Kelayakan Investasi Proyek
  • Mampu memutuskan kebijakan dalam penentuan investasi perusahaan

Materi Training Studi Kelayakan Investasi, Resiko dan Portofolio

  1. Ruang lingkup Studi Kelayakan Investasi/Proyek
  2. Aspek -aspek Study Kelayakan Investasi / Proyek
  3. Teknik menyusun Study Kelayakan Investasi/Proyek
  4. Penganggaran modal ( capital budgeting )
  5. Pedoman Pengelolaan Investasi Pemerintah Daerah :Pemendagri Nomor 52 Tahun 2012
  6. Return dan Resiko
  7. Pemilihan Portofolio
  8. Praktek menyusun Studi Kelayakan Investasi dan laporannya
  • Aktiva Tunggal
  • Portofolio

COST BENEFIT ANALYSIS

DESKRIPSI TRAINING COST BENEFIT ANALYSIS 

CBA (Cost Benefit Analysis) atau analisis biaya manfaat adalah pendekatan untuk rekomendasi kebijakan yang memungkinkan analis membandingkan dan menganjurkan suatu kebijakan dengan cara menghitung total biaya dalam bentuk uang dan total keuntungan dalam bentuk uang. Teknik CBA juga dapat digunakan untuk menyeimbangkan antara proyek dan cost yang dikeluarkan. Sehingga pada pelatihan ini peserta akan diberikan teknik-teknik dan cara-cara yang digunakan dalam mengelola biaya untuk perawatan, dan perencana proyek yang memiliki tingkat resiko yang tinggi. Metode ini juga dapat digunakan untuk menilai risiko kerja di perusahaan (risk assessment).

MATERI TRAINING COST BENEFIT ANALYSIS 

  • Fundamentals of cost benefit analysis
  • Net benefits and how to calculate them
  • Benefit-cost ratio
  • The payback period
  • Constraints on the choice of alternatives
  • Discounting
  • Sensitivity analysis
  • Types of costs
  • Measuring benefits
  • Present value analysis

TREASURY FOR BANKING

DESKRIPSI BASIC TREASURY FOR BANKING

Treasury memiliki peranan yang sangat penting karena fungsinya sebagai pengelola likuiditas bank, suku bunga dan nilai tukar sehingga dapat memaksimalkan pendapatan bank, meminimalkan biaya, serta mengontrol dan menata pada tingkat yang aman. Treasury harus dikelola dengan baik, risiko-risiko apa yang terkait dengannya, serta peraturan apa saja yang mengatur mengenai produk dan jasa yang ada juga perlu juga diketahui. Personil Treasury mempunyai tugas yang penting, salah satunya yaitu melaksanakan transaksi yang complicated dalam jumlah yang besar. Meskipun ada dalam preasure pekerjaan yang tinggi, personil Treasury tidak diperbolehkan melakukan kesalahan sekecil apapun itu karena sedikit kesalahan yang disebabkan oleh divisi Treasury, dapat berakibat fatal dan menimbulkan kerugian bagi perusahaan.

TUJUAN BASIC TREASURY FOR BANKING

Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan peserta akan dapat:

  • Memahami Treasury dan peranannya dalam suatu bank
  • Mengetahui fungsi-fungsi yang ada dalam Treasury
  • Memahami produk-produk Treasury
  • Mengetahui risiko-risiko apa yang terkait
  • Mengetahui peraturan-peraturan BI yang terkait

MATERI BASIC TREASURY FOR BANKING

  • Pengertian dan Pemahaman Treasury
  • Mengapa Treasury diperlukan?
  • Fungsi Treasury
  • Memahami produk-produk Treasury
  • Memahami Risiko-Risiko yang terkait
  • Peran Treasury dan Keterkaitannya dengan risiko
  • Peraturan yang terkait
  • Studi Kasus dan Diskusi

General Affairs Professional

Tujuan Pelatihan General Affairs Professional

Sesuai namanya, divisi General Affair (GA) atau Divisi Umum merupakan supporting unit yang bertujuan memberikan pelayanan-pelayanan kepada unit-unit kerja lain. Bahkan pada umumnya, GA melayani seluruh unit kerja di perusahaan (bersifat shared service) dalam hal administrasi dan pengelolaan pelayanan rutin kantor.

General Affairs adalah supporting unit yang dibutuhkan oleh sebuah perusahaan untuk mengurus berbagai hal keperluan perusahaan/organisasi/instansi. General Affair mengemban tugas yang cukup banyak dan rumit, sehingga mungkin akan banyak menimbulkan masalah bila tidak di atur dengan sedemikian rupa, untuk itu perlu manajemen yang baik dan tepat dalam pengelolaannya.

Keberadaan divisi General Affair berbeda pada tiap perusahaan, ada yang berada dibawah HRD dan ada juga yang bediri sendiri. Ruang Lingkupnya bervariasi. Pada umumnya mereka mengurus fasilitas dan maintenance gedung, keperluan fasilitas dan alat-alat kantor, kendaraan kantor, perijinan, perundangan, gangguan, kebakaran, kesehatan karyawan, safety dan keamanan, penerimaan tamu , permasalahan ketenagakerjaan (industrial relation) , Permasalahan atau kegiatan yang berhubungan dengan Tanggung Jawab Perusahaan terhadap masyarakat sekitarnya (community development / corporate social responsibility), memanage Penghargaan Terhadap Karyawan (rewards), outbound, event khusus, mencari tenaga kerja baru (recruitment), dan banyak hal lain yang belum disebutkan.

Untuk itu butuh skill yang memadai untuk mengelola semua hal tersebut, melalui training peserta akan diberikan pemahaman dan pengetahuan dari trainer/praktisi yang telah mengelola General Affair dengan baik.



Tujuan dan sasaran program General Affairs Professional

  1. Memahami Defenisi, Tugas, Fungsi dan Tanggung Jawab General Affair (GA) dalam perusahaan guna mencapai sasaran yang telah ditetapkan.
  2. Memahami dan mampu memberikan service excellence kepada semua Internal & External Customer.
  3. Memahami dan menguasai semua bisnis proses GA
  4. Mampu menganalisa kinerja GA serta menetapkan area yang masih memerlukan peningkatan dengan cara menganalisa masalah yang sering dihadapi General Affairs.

Mampu menetapkan kompetensi minimal yang harus dimiliki oleh profesional General Affairs



Materi / Outline General Affairs Professional

  • Defenisi, Tugas, Fungsi dan Tanggung Jawab General Affair (GA)
  • Kompetensi Minimal Profesional GA
  • Job Description General Affair
  • Bisnis Proses GA dan KPI GA
  • Area Tanggung Jawab GA
    • Building Management, Asset management
    • Keamanan / Security dan ketertiban, kebersihan
    • Kendaraan perusahaan dan fasilitas pool
    • Perijinan, dan kehumasan, operasional, dll
    • Perizinan Tenaga Kerja Asing
    • Cleaning Service dan penanganan limbah
    • Recepsionist dan operator telepon, serta keluar masuk Tamu
    • Kantin, Laundry & Mess Perusahaan
    • Alat Tulis Kantor (ATK)
    • Penanganan Listrik, Air dll.
    • Pelaksanaan event khusus
    • Pengelolaan Cleaning Service & Office Boy / Office Girl
    • Outsourcing Management / Labour Suply
    • Penanganan tamu Penting (Tamu VVIP, VIP, Instansi Pemerintah, Auditor Perusahaan, Demonstrasi / Unjuk Rasa)
  • Service Excellence
  • Komunikasi internal & Eksternal
  • PProblem Solving dalam area GA

Manajemen Aset Pada Industri Pembangkit Listrik (dengan PAS 55-1)

Deskripsi Training Manajemen Aset

            Sebuah organisasi berusaha untuk mengembangkan dan menerapkan sistem manajemen aset yang sesuai dengan PAS 55 serta harus melakukan tinjauan manajemen saat ini untuk membandingkan organisasi aset terhadap persyaratan PAS 55 dan menentukan sejauh mana persyaratan ini terpenuhi atau apakah perbaikan dapat dilakukan.

            Pelatihan ini akan menyediakan informasi yang organisasi dapat digunakan untuk mengidentifikasi apakah ada kesenjangan yang ada dalam sistem manajemen aset sehubungan dengan persyaratan  PAS 55, dan akan menuntun organisasi dalam merumuskan, melaksanakan, dam memprioritaskan perbaikan rencana, bagaimanapun, sesuai dengan semua persyaratan dari PAS 55 merupakan standar minimum yang harus dianggap sebagai praktek manajemen aset yang baik dan tidak harus dilihat sebagai tujuan membatasi (beberapa organisasi mungkin perlu atau ingin melebihi pengelolaan asset mereka dari persyaratan PAS 55).

            Pelatihan ini dirancang untuk memberikan knowledge, skill, dan attitude tentang cara mengelola current assets, fixed assets, dan asset placement. Melalui Pelatihan ini peserta diharapkan dapat memperoleh model, metode, teknik dan pengetahuan yang dapat diaplikasikan dalam mengelola asset perusahaan

 

 

Materi Training Manajemen Aset

  1. Pengenalan Manajemen Aset Pada Industri Pembangkitan :
  • Standard Manajemen Aset
  • Memaksimalkan Kontribusi Asset
  • Manajemen Perubahan Pengelolaan Asset
  1. Aktifitas Utama Manajemen Asset Di Bidang Industry Pembangkit Listrik
  • Manajemen Reliability
  • Manajemen WPC
  • Integrasi Workflow Between Manajemen Reliability – WPC
  • Manajemen Suplai Chain
  • Manajemen Overhoul
  • Manajemen Effisiensi
  • Manajemen Operasi
  • Life Cycle Management
  1. Penyelarasan Dengan Standard PAS55
  2. Perubahan Berkelanjutan dan Implementasi Konsisten Manajemen Aset

 

IT Asset Management

Background IT Asset Management

The IT Asset Management course is designed specifically for the executives in the organization and for those who have asset management responsibilities.

This course teaches the participants the methods in identifying all aspects as related to IT assets management, further and takes appropriate countermeasures to prevent and mitigate failure risks for an organization.

It also provides the networking professional with a foundation in IT asset management, including preparation of management procedures, assessment of risks in the enterprise , development of policies, and procedures, and understanding of the roles and relationships of various members of an organization, implementation of the plan in asset management.

This course takes an enterprise-wide approach to developing an IT asset management plan.

The course is designed to support the executives to expand their understanding of information technology (IT) asset management and provide practical view in conducting asset management practice.

This course deals with how can the executives achieve an appropriate balance between realizing opportunities for maximizing the results of IT asset management. It is an integral part of good management practice and an essential element of good corporate governance.

Participants will be expected to gain a working understanding of how to identify reference and implement IT asset management and control policies, standards and related asset management.

Regarding the latter, the objective is to learn how to identify and interpret the requirements of the standards and. implement the standards in IT assets management

Each class session will include discussion on IT asset management practice, control or audit issues that participants   should be familiar with.

 

Objectives IT Asset Management

The course has been designed to enhance the skill and insights in the area of IT asset management practice, especially in relation to the practice and implementation in their day-to-day operation. The training shall provide the participant with the following capabilities:

  • Have thorough understanding of good IT asset management practice within the scope and framework of Best Practice of Asset management
  • Enhanced knowledge and skill in dealing with the operational issues as related to IT asset management within day-to-day installation operation and risk management
  • Enhance capability to implement tool for identifying, analyzing, eradicating and communicating the risks within the cycle of risk management and IT asset management
  • Support the attainment of organizational business objectives by providing comprehensive perspective of IT asset       management to the executive management of the organization
  • Capability in assuring the level of alignment between IT asset management and organization business in the drive to achieve organization’s objectives

Contents IT Asset Management

  • Introduction
  • Management context
  • IT asset management services
  • Financial aspects
  • Reporting
  • Organizational structure
  • Technology
  • Implementation plan

Methods IT Asset Management

  • Presentation
  • Discussion
  • Case Study

 

ITAM: IT Based Asset Management

Deskripsi Training ITAM: IT Based Asset Management

Aset adalah barang atau benda yang terdiri dari benda tidak bergerak dan benda bergerak baik yang berwujud (tangible) dan tidak berwujud (intangible) yang tercakup dalam aktiva/kekayaan perusahaan. Pengelolaan Aset (kekayaan) Perusahaan merupakan hal yang sangat penting karena untuk memantau dan menghitung serta memanfaatkannya secara optimal. Training ini akan membahas menganai Manajemen Aset berbasis Teknologi Informasi.

 

Tujuan Training ITAM: IT Based Asset Management

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami pentingnya pengelolaan aset secara profesional dan terintegrasi.
  2. Mengaplikasikan praktek IT terbaik untu melacak aset.
  3. Melakukan pengambilan keputusan dalam pengelolaan aset, sehingga lebih efisien, mengurangi pemborosan/kerugian, mencegah hilangnya aset serta mecegah konflik karena aset.
  4. Memahami implementasi sistem informasi manajemen aset di Perusahaan tempat bekerja.

 

Materi Training ITAM: IT Based Asset Management

  1. Konsep Dasar Manajemen Aset dan Ruang lingkup Manajemen Aset
  2. Perencanaan Manajemen Aset:       prosedur perencanaan kebutuhan aset       dan penganggarannya
  3. Managing mobile device in the enterprise
  4. BYOD (Bring Your Own Device)
  5. CYOD (Choose Your Own Device)
  6. Software Optimization
  7. MSP dan CSPs
  8. Beyond SAM tools
  9. Using virtual team for effective ITAM
  10. Building resiliency to ITAM

General Affairs Development Program

Seminar/Training Description General Affairs Development Program

            Salah satu hal yang banyak dikeluhkan oleh orang GA adalah perasaan kurang dihargai hasil pekerjaannya, padahal mereka merasa sudah memberikan seluruh waktu, tenaga dan pikirannya. Bisa jadi ini benar. Tetapi masih ada hal lain yang kurang disadari dalam memberikan pelayanannya yaitu kurangnya sentuhan pada unsur kenyamanan dan keamanan kerja. Misalnya pemilihan furniture yang bagus dari tampilannya tetapi membuat orang yang duduk cepat capek, system penerangan yang terlalu terang atau terlalu redup sehingga mata cepat lelah, pendingin ruangan yang justru membuat orang yang berada di dalamnya merasa kedinginan dan lain sebagainya. Begitu juga dalam menghadapi internal customer yang biasanya tidak sabaran, suka protes, mendikte, seolah-olah menjadi bossnya dan lain sebagainya.

          Karena begitu beragamnya tugas pelayanan GA sehingga mau tidak mau professional GA harus membekali diri dengan berbagai ilmu yang berkaitan dengan tugas pekerjaannya, misalnya pengetahuan tentang transportasi, pengelolaan asset, house keeping, pengurusan perijinan, Ergonomi, komunikasi inter personal dan lain-lain.

Khusus tentang Ergonomi, ini adalah pengetahuan yang membahas tentang kesesuaian antara alat kerja, sarana dan tempat kerja serta manusia yang menggunakan alat & sarana tersebut, sehingga orang yang bekerja dapat mencapai effektifitas & effisiensi kerja, aman dan nyaman dalam waktu yang relative cukup lama.

Training Objective General Affairs Development Program

Setelah mengikuti pelatihan ini peserta akan :

  • Memahami fungsi dan peran General Affairs didalam organisasi dalam mencapai sasaran serta melaksanakan strategi organisasi
  • Lebih memahami arti dan fungsi dukungan pelayanan yang diinginkan oleh perusahaan maupun oleh “internal customer”
  • Memahami pentingnya proses dan system dalam meningkatkan mutu pelayanan yang diberikan oleh General Affairs
  • Mampu menganalisa kinerja General Affairs serta menetapkan wilayah mana saja yang memerlukan peningkatan agar sesuai dengan tujuan yang diharapkan
  • Mengetahui serta memahami non functional management yang minimal harus dikuasai dalam posisinya sebagai seorang manager.


Pokok Bahasan Training General Affairs Development Program :

  1. Fungsi dan peran General Affairs di organisasi dalam mendukung sasaran strategi organsiasi
  2. Jenis layanan yang menjadi tugas & tanggung jawab General Affairs
    • Building Management
    • Pelaksanaan keamanan dan ketertiban
    • Pengurusan kendaraan perusahaan dan fasilitas pool
    • Pengurusan Tenaga Kerja Asing
    • Cleaning Service dan penanganan limbah
    • Recepsionist dan operator telepon
    • Kantin
    • Alat Tulis Kantor
    • Insurance Management
  3. Mengidentifikasi kunci keberhasilan General Affairs sebagai fungsi pendukung dalam melayani organisasi & internal customer.
  4. Menilai kinerja General Affairs dari sisi proses dan sistem
  5. Menerapkan kebijakan kedalam sistem di General Affairs
  6. Memahami pentingnya good interelationship untuk profesional General Affairs
  7. Menghadapi internal customer yang sulit
  8. Meningkatkan kinerja dan citra General Affairs
  9. Sepuluh Pekerjaan Utama General Affairs yang harus dikuasai
  10. Ergonomi dan hubungannnya dengan pelayanan General Affairs
  11. Tidak ada pelayanan yang setengah hati
  12. Kunci Sukses General Affairs
  13. Kompetensi yang dibutuhkan bagi profesinal GA
  14. Menyiasati agar pekerjaan GA dapat diperhitungkan.

Manajemen Aset

Deskripsi Training Manajemen Aset

Aset adalah barang atau benda yang terdiri dari benda tidak bergerak dan benda bergerak baik yang berwujud (tangible) dan tidak berwujud (intangible) yang tercakup dalam aktiva/kekayaan perusahaan. Pengelolaan Aset (kekayaan) Perusahaan merupakan hal yang sangat penting karena  untuk memantau dan menghitung serta memanfaatkannya  secara optimal. Manajemen asset berfungsi untuk informasi perjalanan asset secara keseluruhan, memuat berapa banyak aset dan biayanya, pemanfaatan, kondisi dan pemeliharaan serta lokasi penyimpanan.Hal ini juga berfungsi untuk  mencegah dari hilangnya asset, perhitungan pajak dan depresiasi.

Banyak perusahaan masih menganggap Manajemen Aset secara fisik  hanyalah sekedar instrumen pengelolaan daftar aset, serta pencatatan oleh bagian accounting. Anggapan yang kurang tepat lainnya adalah bahwa pengelolaan fisik aset sepenuhnya sudah diserahkan kepada Bagian umum , padahal baik daftar aset maupun pengelolaan aset fisik hanyalah bagian kecil dari Physical Asset Management.

 

Tujuan

  1. Menjelaskan kepada peserta mengenai pentingnya pengelolaan aset dilakukan secara profesional dan terintegrasi.
  2. Membekali peserta terkait dengan pengelolaan aset secara terintegrasi mulai dari planning, pengadaan, verifikasi, pencatatan, layout, pergudangan, pemeliharaan, sistem informasi aset, serta monitoring dan evaluasi.
  3. Membekali peserta metode pengambilan keputusan dalam pengelolaan aset, sehingga lebih efisien, mengurangi pemborosan/kerugian, mencegah hilangnya aset serta mecegah konflik karena aset.
  4. Membekali peserta implementasi sistem informasi manajemen aset di Perusahaan tempat bekerja.

 

Materi Training Manajemen Aset

  1. Konsep Dasar Manajemen Aset dan Ruang lingkup Manajemen Aset
  2. Perencanaan Manajemen Aset:  prosedur perencanaan kebutuhan aset  dan  penganggarannya
  3. Pengadaan Aset (Procurement): sistem dan prosedur pengadaan aset : swakelola/ outsourcing, penyimpangan dalam pengadaan, pengawasan pengadaan, formulir –formulir prosedur pengadaan.
  4. Manajemen Penggudangan Aset (Warehousing): prosedur penerimaan, verifikasi, pendistribusian dan prinsip penyimpanan aset dan formulir inventarisasi asset di Gudang.
  5. Kodifikasi dan Sistem informasi Asset: Perencanaan kodifikasi dan SIM
  6. Manajemen Keuangan Aset dan Penilaian Aset
  7. Pengukuran dan Evaluasi Aset
  8. Pemeliharaan dan pengawasan aset
  9. Sumberdaya Manusia  dalam Penanganan Aset Perusahaan: Struktur Organisasi Manajemen Aset,    Pengaturan Tugas dan Wewenang Pengelolaan Aset, dan Mengatasi Konflik Terkait dengan Aset.
  10. Administrasi dan database aset
  11. Metode Lelang dan Penghapusan Aset
  12. Case Study secara detail : kasus-kasus riil di lapangan dan solusinya

Sistem Manajemen Pengamanan

Deskripsi Training Sistem Manajemen Pengamanan

Dalam dunia bisnis, Faktor keamanan menjadi suatu aspek penting yang harus diperhitungkan demi keberlangsungan bisnis yang dijalankan serta keamanan dan kenyamanan semua pihak yang terlibat di dalamnya. Faktor ini berlaku juga untuk semua jenis usaha khususnya yang terdapat objek-objek vital di dalamnya.

Dimensi ancaman dan gangguan keamanan dari waktu ke waktu kian berkembang dengan beragam risiko dan dampaknya. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta meningkatnya kompeksitas persoalan masyarakat (social exclution) telah melahirkan beragam bentuk ancaman dan gangguan keamanan. Globalisasi mendorong semakin ketatnya persaingan, yang implikasi untuk meningkatkan daya saing mengakibatkan segala hal diupayakan, sehingga mendorong terjadinya gangguan keamanan. Beberapa ancaman yang dapat mengganggu stabilitas keamanan nasional berupa penyelendupan, bio terrorism, pembajakan, illegal trade atau goods serta lainnya.

Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan suatu sistem manajemen pengamanan organisasi yang sampai saat ini sudah banyak terdapat berbagai sistem yang sudah diterapkan. Sistem Manajemen Pengamanan adalah bagian dari manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi, perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur, proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan penerapan, pencapaian, pengkajian dan pemeliharaan kebijakan pengamanan dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan usaha guna mewujudkan lingkungan yang aman, efisien dan produktif.Untuk memastikan bahwa sistem tersebut dapat diterapkan dengan konsisten dan dilaksanakan sesuai dengan tujuannya diperlukan suatu pengelolaan terhadap sistem tersebut.

Tujuan dan Manfaat Training Sistem Manajemen Pengamanan

Pelatihan ini dimaksudkan untuk menciptakan sistem pengamanan di tempat kerja dengan melibatkan unsur manajemen, tenaga kerja, kondisi dan lingkungan kerja yang secara profesional terintegrasi untuk mencegah dan mengurangi kerugian akibat ancaman, gangguan dan/atau bencana serta mewujudkan tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.

Materi Training Sistem Manajemen Pengamanan

  • Pendahuluan
  • Peraturan Kepolisian Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2007
  • Standar Sistem Manajemen Pengamanan
  • Metodologi Penerapan Sistem Manajemen Keamanan
  • Self-Assessment (Gap Analysis)
  • Pelatihan Pemahaman Persyaratan C-TPAT atau ISO 28000
  • Desain Sistem Manajemen Keamanan C-TPAT atau ISO 28000
  • Pembuatan Prosedur san Penerapan Sistem Manajemen Keamanan
  • Audit (Assesment) Penerapan Sistem Manajemen Keamanan
  • Tugas dan Fungsi Pokok Satuan Perngamanan
  • Struktur Organisasi
  • Pembinaan Satuan Pengamanan
  • Hubungan dan Tatacara Kerja
  • Pengawasan dan Pengendalian
  • Evaluasi dan Penilaian
  • Pemberlakuan Sanksi

General Affair Management

Deskripsi Training General Affair Management

Tidak sedikit yang beranggapan bahwa divisi General Affair (Bagian Umum) tidak cukup penting. Jika dilihat dari tugas kerja divisi general affair, maka divisi ini juga memiliki pengaruh yang besar pada jalannya kegiatan dalam perusahaan. Tanggung jawab dari divisi general affair adalah mendukung seluruh kegiatan operasional kantor dengan melakukan pengadaaan peralatan kantor dan fasilitas kantor dengan cepat, berkualitas dan sesuai dengan anggaran yang telah disediakan. Selain melakukan pengadaan, divisi general affair juga melakukan perawatan pada fasititas kantor dan aktivitas lain yang mendukung kelangsungan dan kelancaran aktivitas kantor. Sehingga divisi general affair perlu memiliki kemampuan menyeluruh dari fungsi administrasi, ilmu teknis, dan fungsi supervisi untuk mencapai hasil yang optimal.



Tujuan Training General Affair Management

  1. Memberi pemahaman tentang tanggung jawab dan tugas divisi General Affair sehingga peserta dapat meingkatkan kinerjanya.
  2. Memberikan pemahaman tentang masalah- masalah yang mungkin timbul dalam divisi General Affair dan bisa menyelesaikan masalah- masalah tersebut.

 

Materi Training General Affair Management

General Affair

  • Definisi General Affair
  • Tugas dan fungsi General Affair
  • Tanggung Jawab General Affair

Aspek dan ruang lingkup general affair
Komunikasi internal dan eksternal
Masalah yang akan timbul di dalam General Affair

  • Antisipasi masalah
  • Penyelesaian masalah

Menetapkan kompetensi General Affair

BUILDING MANAGEMENT

Deskripsi Training Building Management

Gedung atau bangunan bagi sebuah perusahaan merupakan aset yang sangat penting bagi kelangsungan perusahaan, hal ini terkait dengan proses kinerja dan produksi dalam perusahaan itu sendiri. Sebagai sebuah aset yang sangat berharga gedung membutuhkan pengelolaan dan perawatan yang sifatnya berkesinambungan dengan tujuan untuk mengurangi atau bahkan menghindari biaya yang tidak diperlukan dalam pemeliharaan gedung.
Setiap element gedung menjadi pusat perhatian dalam usaha pemeliharaannya, lantaran element pemeliharaan yang details ini maka di butuhkan perencanaan waktu pemeliharaan yang cermat dan tepat. Pengetahuan tentang Manajemen perawatan dan pemeliharaan bangunan yang meliputi pemeliharaan fisik bangunan, pemeliharaan hydran, pemeliharaan AC, sistem plumbing, escalator, lift, dan lain-lain akan sangat membantu tercapainya keamanan dan kenyamanan gedung sehingga dapat digunakan sesuai dengan fungsinya. Selain itu, perlu juga ditetapkan standar kinerja yang akan menjadi acuan dan tolak ukur penilaian setiap elemen. Melalui pelatihan ini para peserta dilatih untuk memahami bagaimana melakukan pemeliharaan gedung secara efektif dan efisien, sehingga gedung tersebut dapat digunakan dengan baik sesuai dengan fungsinya.



Tujuan Training Building Management

Dengan mengikuti training ini diharapkan peserta dapat memahami dan mengaplikasikan manajemen perawatan dan pemeliharaan bangunan gedung dan perlengkapannya sesuai dengan prosedur kerjasecara efektif dan efisien.



Materi Training Building Management

Materi yang akan disampaikan dalam pelatihan ini adalah:

  1. Perkembangan terbaru dalam Building Management serta Permasalahan dalam Building Management
  2. Efisiensi dalam Pengelolaan Gedung
  3. Aspek Hukum yang terkait dengan kepemilikan, sewa menyewa bangunan/ruangan, perizinan bangunan, dan pajak
  4. Housekeeping, Gardening, Parking
  5. Security, Fire dan Safety
  6. Perencanaan Pekerjaan Pemeliharaan Gedung
  7. Jenis-jenis pekerjaan pemeliharaan secara rutin, periodik, perbaikan peralatan Standar Gedung, penggantian, dan pemeliharaan elemen bangunan.
  8. Pemeliharaan Struktur /Arsitektur/Interior Gedung
  9. Audit Struktur dan perkuatan struktur
  10. Pemeliharaan hidrant, AC, plumbing, lift dan eskalator

MANAJEMEN ASET BERBASIS TEKNOLOGI

Deskripsi Training Manajemen Aset Berbasis Teknologi

Aset  adalah barang atau benda yang terdiri dari benda tidak bergerak dan benda bergerak baik yang berwujud (tangible) dan tidak berwujud (intangible) yang tercakup dalam aktiva/kekayaan perusahaan. Pengelolaan Aset (kekayaan) Perusahaan merupakan hal yang sangat penting karena  untuk memantau dan menghitung serta memanfaatkannya  secara optimal. Manajemen asset berfungsi untuk informasi perjalanan asset secara keseluruhan, memuat berapa banyak aset dan biayanya, pemanfaatan, kondisi dan pemeliharaan serta lokasi penyimpanan.Hal ini juga berfungsi untuk  mencegah dari hilangnya asset, perhitungan pajak dan depresiasi. Training ini akan membahas implementasi manajemen asset berbasis teknologi informasi sejak pengadaan, recording dan labeling, pemakaian , monitoring, auditing dan reporting. Aplikasi system informasi manajemen asset akan dibahas disertai case study.



Tujuan Training Manajemen Aset Berbasis Teknologi

  1. Membekali peserta implementasi sistem informasi manajemen aset di Perusahaan tempat bekerja
  2. Menjelaskan kepada peserta mengenai pentingnya pengelolaan aset dilakukan secara profesional dan terintegrasi.
  3. Membekali peserta terkait dengan pengelolaan aset secara terintegrasi mulai dari planning, pengadaan, verifikasi, pencatatan, layout, pergudangan, pemeliharaan, sistem informasi aset, serta monitoring dan evaluasi.
  4. Membekali peserta metode pengambilan keputusan dalam pengelolaan aset, sehingga lebih efisien, mengurangi pemborosan/kerugian,  mencegah hilangnya aset serta mecegah konflik karena aset.

Materi Training Manajemen Aset Berbasis Teknologi

  • Konsep Dasar Manajemen Aset dan Ruang lingkup Manajemen Aset berbasis teknologi
  • Perencanaan Manajemen Aset:
  1.  Prosedur perencanaan kebutuhan aset  dan  penganggarannya
  2. Pengadaan Aset (Procurement): sistem dan prosedur pengadaan aset : swakelola/ outsourcing, penyimpangan dalam pengadaan, pengawasan pengadaan, formulir –formulir prosedur pengadaan.
  • Kodifikasi dan Sistem informasi Asset: Perencanaan kodifikasi dan SIM
  • Administrasi dan Database Asset
  1. Ideal Filing system
  2. Integrated Coding system
  3. Asset mapping
  4. Peminjaman sementara dan pengembalian
  • Pemakaian dan Pemeliharaan Asset
  1.  Equipment maintenance
  2.  Inventory monitoring
  3. Building  management
  4. Check list perawatan dan pemeliharaan asset
  5. Automatic reminder system
  • Pemeriksaan  dan Audit Asset
  1.  Asset allocation analysis
  2. Prosedur audit asset
  3. Pemeriksaan komprehensif dan berkala
  4. Form audit asset
  • Arsitektur System Asset Management
  1. Arsitektur model Asset Management
  2.  Konfigurasi hardware dan software
  3. Keterkaitan Asset Management dengan ERP dan system perusahaan
  4. Fleksibilitas pengembangan system
  • Software Asset Management
  1. Identifikasi calon Vendor
  2. Evaluasi harga penawaran
  3. Evaluasi features dan spesifikasi software
  4. Seleksi dan evaluasi kapasitas calon Vendor
  5. Terms and condition
  •  Penerapan Barcode, RFID, dan GPS
  1. Otomatisasi asset label berbasis barcoding atau RFID
  2. Perbandingan Label konvensional versus label Barcoding atau RFID
  3. Penggunaan GPS tracking untuk monitoring mobile asset
  4. Analisa biaya investasi
  5. Analisa manfaat otomatisasi asset management
  • Asset Mapping dan Asset Tracking
  1.  Asset mapping dalam skema building management
  2. Asset mapping dalam skala jaringan perusahaan
  3. Asset tracking
  4.  Konfigurasi system and how its works
  •  Admin Menu
  1. Menu administrator
  2. Menu user internal
  3. Menu member Vendor
  •  Security system  dan Audit
  1.  Keamanan system
  2. Open sources dan resikonya
  3. Kontrol dan proteksi system
  4. Level akses user
  5.  e-Audit

Piping and Pipeline Design and Integrity Management

Overview Piping and Pipeline Design and Integrity Management

Pipelines are a very important part of modern civilization. These days’ pipelines are used to move substances ranging from water, oil or natural gas, ethanol, hydrogen gas, to beverages and pneumatically driven particulate solids. Construction of pipelines, especially for petroleum projects are large multi-disciplinary activities which involves the investment of large amounts of cash and other resources. Because of this, and the fact that safety is of high essence in the construction and operation of pipelines environmental factors including the soil that it will be laid upon or buried underneath should be taken account during the design process.

With the cost implications of breaches in pipeline integrity running so high and the implied economic returns of extended lifecycle – the importance of effective pipeline integrity management cannot be overstated.

Join us at PIPELINE DESIGN AND INTEGRITY MANAGEMENT Leading Course with focusing on Introduction of pipeline engineering, codes standards and regulations, basic pipeline materials and corrosion control, pipeline design and hydraulic analysis, and pipeline integrity management.

Key areas of discussion at the Pipeline Design and Integrity Management include:
Introduction to Pipeline Engineering – Understand the basic concept of pipeline design, pipe piping and pipeline component, approach plan & stages in pipeline project

  • Codes, Standards and Regulations – How to calculate wall thickness based on different design codes or standards?
  • Basic Pipeline Materials and Corrosion Control- Discover the best methods to prevent or mitigate corrosion in pipelines, etc
  • Pipeline Design and Hydraulic Analysis – Pipeline configurations, including pipe-in-pipe, bundles, etc.
  • Discover, introduction to different approaches of pipeline design for offshore and onshore- Safety mand reliability factors / Codes / Standards / Recommended practices.
  • Pipeline Integrity Management – Find out more about the latest techniques and research in piping and pipeline integrity to analyze a degraded condition due to either corrosion or mechanical damage.

Control Valve Sizing, Selection and Maintenance

DESCRIPTION
It is claimed that the majority of control valves throughout the world have not been correctly sized and that large numbers operate on manualmode. Whether this is true or not is difficult to establish but we do know that the method of sizing and selecting a control valve for a specific application is generally not well understood.Although there are many factors that need to be taken into account the subject is not difficult to understand if dealt with in a logical manner. We also find that many maintenance problems result from people treating the symptoms of a problem rather than tackling the true cause – a basic understanding of the principles is all that is usually needed to solve the problem for good.


SUMMARY OUTLINE CONTROL VALVE

A. INTRODUCTION TO CONTROL VALVE THEORY

  1. Introduction
  2. Definition of a control valve
  3. Energy types
  4. What is happening inside a control valve
  5. Cavitation
  6. Flashing
  7. Choked Flow
  8. Valve Coefficient Cv

B. DIFFERENT TYPES OF CONTROL VALVES

  1. Globe Valves
  2. Butterfly
  3. Eccentric disk
  4. Ball
  5. Rotary Plug
  6. Diaphragm and Pinch

C. CHARACTERISTICS

  1. Equal percent
  2. Linear
  3. Quick opening
  4. Selection method

D. HIGH PRESSURE DROP APPLICATIONS

  1. Cavitation Control
  2. Cavitation Elimination
  3. Low Noise
  4. Diffuser Plates
  5. Chokes
  6. Disk Stack Technology
  7. Pressure Balanced Trim

E. USE OF COMPUTER PROGRAM FOR VALVE SIZING
EXAMPLES OF HIGH PRESSURE DROP APPLICATIONS

  • Water – pump bypass
  • Steam – turbine bypass
  • Gas – pressure reducing
  • Oil – choke valve

F. ACTUATORS

  • Pneumatic
  • Hydraulic
  • Electric
  • Sizing on rotary valves
  • Sizing on linear valves
  • Mounting considerations
  • Manual overrides
  • Accessories

G. POSITIONERS

  • Basic principles
  • Conventional pneumatic
  • Conventional electro-pneumatic
  • Smart Positioners
  • Feedback options

H. PNEUMATIC CIRCUITS

  • Volume tank fail system
  • Fail fix
  • Volume boosters

I. MATERIALS

  • Body materials and pressure ratings
  • Trim
  • Packing
  • Guides and gaskets

J. QUALITY STANDARDS

  • ASME
  • NACE
  • ISO 9000/2000
  • PED
  • NAMUR

K. INSTALLATION / MAINTENANCE

  • Installation
  • Commissioning
  • Routine Maintenance
  • Fault finding
  • Modes of failure

FLOW METERING AND CUSTODY TRANSFER

DESCRIPTION FLOW METERING AND CUSTODY TRANSFER

This course is developed for engineers and technicians who need to have a practical knowledge of selection, installation and commissioning of fiscal metering equipment. It is for those primarily involved in achieving effective results in industrial processes. This would involve the design, specification and implementation of control and measurement equipment. The course focuses on practical applications, with special attention to installation considerations and application limitations when selecting or installing different measurement or control instruments for fiscal metering.

OUTLINE MATERI FLOW METERING AND CUSTODY TRANSFER

  1. Basic Fluid Flow:
    • Fluid property
      • Density
      • Viscosity
      • Surface tension
      • Modulus elasticity
    • Compressible & Incompressible flow
    • Fluid Flow
      • Continuity Equation
      • Bernoulli Equation
    • Pipe fluid flow
    • Fluid Flow Measurement
  2. Performance Characteristic of Flowmeter
    • Accuracy
    • Repeatability
    • Performance Measure
    • Calculation
  3. Head Flow Meter
    • Orifice
    • Sizing
    • Secondary Instrument
    • Calculation
    • Standard AGA3
  4. Turbine Meter
    • Systems
    • Properties
    • Characteristics
    • Standard AGA7
  5. Ultrasonic Flowmeter
    1. Ultrasonic Flowmeter
    2. Types
    3. Application
    4. Standard AGA9
  6. Oil Transfer Meter:
    • Meter Run
    • Proving Skid
    • Meter Proving
    • Meter Factor
    • Base Prover
    • Proving Run
    • Prover Pass
    • Prover Round Trip
    • Proving Counter
  7. Shipping Calculate Volume & Calculate Correction:
    • Temperature material
    • Pressure material
    • Oil Temperature
    • Oil Pressure
    • Sediments and water
    • Calculate Meter Factor
  8. Retroactive Meter Factor
    • Manual retroactive factor
  9. Calculation Sample:
    • Flow calculation
      Oil Quantity measurement
  10. Use Measurement Systems in MIGAS Activities

PIPING SYSTEM & PIPELINE INTEGRITY

DESCRIPTION

Piping is a system of pipes used to convey fluids (liquids and gases) from one location to another. The process of fluid transportation using pipelines is nearly as human history and transportation systems have always required maintenance to preserve their structural integrity. The operations of a pipeline is a complex system that involves numerous steps and use of technology. Pipeline integrity means that the pipeline and all its related components are running properly. When pipelines are not operating properly, it poses a risk to public safety as well as pipeline company employees and other workers. Pipeline integrity is maintained through proper design and construction, monitoring and inspections and maintenance protocols.

This  training is designed to provide a comprehensive understanding of applied piping and pipeline technology: design aspects of piping & pipeline system, selection of materials and types of pipes, flanges, valves and fittings, handling of those materials, welding & installation techniques andprocedures, and the operation, inspection and maintenance of piping and pipeline systems. Otherhands also provide understanding pipeline integrity to analyze a degraded condition due to either corrosion or mechanical damage.

OBJECTIVES

  • The Participant will gain an in-depth knowledge of pipe and fitting material specifications, fabrication process and influence on mechanical properties of strength and toughness, to help in material selection and failure analysis.
  • The participant will understand the technical background to the design equations, and their application to the design of piping systems and pipelines. The course addresses rules of good practice in layout of piping systems for reliable operation.
  • The participant will gain a practical understanding of piping and pipeline corrosion mechanisms, how to recognize them, classify them and resolve them.
  • The participant will learn risk assessment for piping & pipeline i.e. probability of failure and their consequences if failures occur.
  • The participant will be introduced to the latest techniques and research in piping and pipeline integrity to analyze a degraded condition due to either corrosion or mechanical damage.
  • The participants will review case histories of field failures and will evaluate their cause and solutions to avoid recurrence.

 

COURSE OUTLINE PIPING SYSTEM & PIPELINE INTEGRITY 

Introduction

  • History of Pipeline Technology
  •  Fundamentals of Maintenance and Integrity

Materials Selection

  • Metallurgical Properties
  • Chemistry and Material
  • Linepipe manufacturing
  • Fabrication and Fittings specification
  • Mechanical Properties: Strength and Toughness
  • Material selection technique

Strength Integrity for Sustained Loads

  • Operating and Design Pressure
  • How to Establish the System Design Pressure
  • Introduction to Pressure Relief Valves
  • Pipe and Pipeline Sizing Formula with Applications
  • Rules of Good Practice in layout
  • Pump and Compressor Piping
  • How to Support a piping System
  • Review of Support Types and their Application
  • Lesson learned from Poor Support Practices
  • Temperature Effects
  • Flexibility Layout Analysis
  • Temperature Transients and Fatigue Damage
  • Vibration In Service
  • Mechanical and Hydraulic Induced Vibration in Piping
  • How to Measure Analyze Resolve Vibration

Strength Integrity for Occasional Loads

  • Pressure Transients
  • Recognizing and Solving Liquid Hammer
  • Pump Station Transients
  • Study of Pipeline Failures Due to Transient
  •  Two-Phase Liquid -Vapor Transients
  • Two-Phase Liquid-Gas Transients
  •  Gas Discharge Transients
  • Buried Pipe
  • Soil Loads
  • Surface Loads
  • Expansion of Buried Pipe
  • Soil settlement
  • n-service Movement of Pipeline
  • Pipeline Failures
  • Understanding Why Failures Occur and How to Avoid Them

Corrosion Assessment and Protection

  •  Introduction to Practical Corrosion
  •  Classification of Corrosion Mechanisms
  • General Wall Thinning
  • Local Corrosion: Galvanic Effects
  • Crevice Corrosion
  • Pitting Corrosion
  • Environmental Effects
  • Hydrogen and H2S Effects
  •  Microbiological Corrosion
  • Corrosion Protection
  • Cathodic Protection Overview

Corrosion Assessment and Protection

  • Introduction to Practical Corrosion
  • Classification of Corrosion Mechanisms
  • General Wall Thinning
  • Local Corrosion: Galvanic Effects
  • Crevice Corrosion
  • Pitting Corrosion
  • Environmental Effects
  • Hydrogen and H2S Effects
  • Microbiological Corrosion
  • Corrosion Protection
  • Cathodic Protection

Risk Assessment Overview

  • Introduction to risk assessment
  • Risk Criteria
  • Probability of failure
  • Third party damage
  • Corrosion aspects
  • Design aspects
  • Incorrect operation
  • Consequence of failure
  • Product hazard
  • Spill assessment
  • Dispersion calculation
  • Receptors
  • Risk Representation

Maintenance & repair

  • Flange and Mechanical Joints
  • Overview of Different Types of Flanges and Application
  • Causes of Flange Leaks and How to Resolve
  • Case Study of Flange Failure
  • Assembly of Flange Joints and Leak Tightness
  • Pressure and Leak Testing
  • The Difference Between Leak Testing and Pressure Testing
  • Review of Difference Testing Techniques
  • The Purpose of Hydro test
  • How to Conduct a Hydro test
  • Pipeline and Piping Systems Testing
  • Pneumatic Testing
  • Repair Techniques
  • The New ASME Repair Standards
  • The Fundamentals of Repair package
  • Pipe and Component Replacement
  • Grinding and welding
  • Welded Sleeve: Type A and B

 

PIPELINE MAINTENANCE

ABSTRAK TRAINING PIPELINE MAINTENANCE
Mengingat pentingnya suatu jaringan pipa agar dapat mengalirkan fluida maka diperlukan suatu strategi khusus sehingga jaringan pipa akan selalu dapat menjalankan fungsinya dengan baik dan aman. Ada beberapa metoda yang digunakan agar suatu jaringan pipa tetap dapat mengalirkan fluida dengan baik dan aman antara lain inspection (pengawasan), maintenance (pemeliharaan) dan repair (perbaikan jika dibutuhkan) secara teratur.
Perhitungan keandalan pipa juga perlu memperhatikan adanya dampak korosi karena sebagian besar kecelakaan pada pipa penyalur minyak dan gas diakibatkan oleh adanya korosi internal dan eksternal. Internal corrosion yang terjadi dapat mengakibatkan dampak yang cukup signifikan terhadap pengurangan ketebalan dinding pipa (pipe wall thickness).
Dengan dasar pengetahuan tentang elektrokimia proses korosi dapat menjelaskan mekanisme dari korosi, maka dapat dilakukan usaha-usaha untuk pencegahan terbentuknya korosi. Banyak cara sudah ditemukan untuk pencegahan terjadinya korosi diantaranya adalah dengan cara proteksi katodik, coating, pembalutan dan penggunaan chemical inhibitor.



OUTLINE TRAINING PIPELINE MAINTENANCE

  1. Fundamental Of Corrosion
  2. Physical Condition Of Metals And The Initation Of Corrosin Process
  3. Structure Of Oil And Gas Pipeline System
  4. Pipeline Internal Corrosion
  5. The Role Of Water In Pipeline
  6. Pipeline External Corrosin
  7. Techniques For Corrosion Prevention And Control
  8. Surface Linings, Wrapping And Protection
  9. Removal And Control Of Corrosive Agent
  10. Coating & Concrete Coating
  11. The Use Of Special Alloys, Non Metalic Materials, Corrosinon Chemical Inhibitors
  12. Inhibitor Application And Pigging Operations
  13. Application Of Chatodic Protection
  14. Carbon Steel An Low Alloy Steel Piping System
  15. Corrosion Protection Of Oil And Gas Pipeline System
  16. Cathodic Protection Of Oil And Gas Pipeline
  17. Basic Design Of Cathodic Protection
  18. Cathodic Protection Techniques-Sacrifial Anode System
  19. Cathodic Protection Techniques- Impressed Current System
  20. Cathodic Protection Practices
  21. Effect Of Cathodic Protection Of Structure Potentials
  22. Installations And Maintenance Of Cathodic Protection System

Pipeline Design: Testing & Operation

ABSTRACK

Perpipaan (pipeline) merupakan bagian yang sangat penting di perusahaan, khusunya bagi perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas. Diperlukan teknologi yang tepat dan efisien berdasarkan pengetahuan dalam melakukan desain jaringan pipa yang baik.

Pengetahuan mengenai instalasi perpipaan wajib diketahui oleh para desainer, operator dan inspektor pada perusahaan yang mengandalkan banyak perpipaan untuk transportasi material antara lain: Standard, mechanical properties, failure mode bahkan manufacturing proses. Training ini akan memperkenalkan tentang ha-hal yang berhubungan dengan perpipaan dan kegagalan dalam instalasi perpipaan sehingga peserta mampu dan lebih percaya diri dalam menangani perpipaan.

OUTLINE TRAINING PIPELINE DESIGN 

  1. Type & Standard perpipaan :
    1. Tensile properties
    2. Hardness Properties
    3. Impact Properties
    4. Bent Properties
  2. Standard Perpipaan : ASTM, API, ANSI, ASME, DNV.
  3. Mechanical Properties of Pipeline
  4. Inspection of Pipeline :
    • Ultrasonic Test
    • Radiography Test
    • Holiday Test
  5. Failure Modes of Pipelines :
    • Corrosion
    • Coating disbonding
    • CO 2 corrosion
    • Microbiological corrosion
    • Upheaval buckling
    • Soil Instability

ISO 31000: RISK MANAGEMENT

LEARNING OBJECTIVE:

  • Analyze specific risk management frameworks and different types of risk
  • Build awareness of the specific risks
  • Explore the main risk measurement and management tools
  • Understand how risk standards are developed and identifying key criteria for implementing effective risk controls,
  • procedures and regulatory processes



MATERIAL OUTLINE TRAINING ISO 31000: RISK MANAGEMENT

Day 1 : Introduction to ISO 31000:2008 Risk Management – Principles and Guidelines

  1. Overview of ISO 31000:2008
  2. The Comparison between ISO 31000:2008 and AS/NZS 4360:2004
  3. ISO 31000 – Principles of Risk Management
    • Principles for Managing Risk
    • Alignment of Principles to Regulatory Requirements
    • Implications of Risk Management Principles
  4. ISO 31000 – Framework for Managing Risk
    • Mandate and Commitment
    • Design of Framework for Managing Risk
    • Implementing Risk Management
    • Monitor and Review of the Framework
    • Continual Improvement of the Risk Management Framework
    • Risk Management Process
    • Alignment of Framework to Regulatory Requirements
  5. ISO 31000 – Attributes of Enhanced Risk Management
    • Attributes of a successful implementation
    • A measure of Risk Culture
    • A Risk Management Maturity Model
  6. Implications of ISO 31000

Day 2 : Risk Management Best Practice

  1. Best Practice Regulatory Compliance
  2. Best Practice Risk Management Model
  3. Mapping ISO 31000 to Best Practice Regulatory Compliance Model
    • Roles and Responsibilities
    • Organizational Model
    • Process Model
    • Systems Model

RISK MANAGEMENT ON OPERATIONAL BUSINESS

LEARNING OBJECTIVE RISK MANAGEMENT ON OPERATIONAL BUSINESS

  1. Analyze specific risk management frameworks and different types of risk
  2. Build awareness of the specific risks
  3. Explore the main risk measurement and management tools
  4. Understand how risk standards are developed and identifying key criteria for implementing effective risk controls, procedures and regulatory processes



TRAINING MATERIAL OUTLINE RISK MANAGEMENT ON OPERATIONAL BUSINESS

Day 1: Introduction to Risk Management Framework

  • Introduction to risk management framework
  • Overview of risk management process (definition of risk, planning, assessing, handling and monitoring)
  • Organizational implementation for risk management
  • Components of risk management

Day 2: Implementing Risk Management on Operational Business

  • Risk planning and identification
  • Risk assessment/analysis and risk handling
  • Developing methodologies to monitor and control operational risk
  • Current trends and future issues in risk management
  • Simulation and case study

Manajemen Risiko

Deskripsi Training Manajemen Risiko

Aktivitas perusahaan senantiasa dihadapkan pada risiko-risiko yang berkaitan erat dengan fungsinya untuk menciptakan nilai bagi para stakeholder. Pesatnya perkembangan lingkungan internal dan eksternal perusahaan menyebabkan semakin kompleksnya risiko bisnis. Agar mampu beradaptasi dengan lingkungan bisnis, penerapan manajemen risiko secara formal, terstruktur dan terintegrasi merupakan keharusan bagi perusahaan. Jika dilaksanakan dengan baik, manajemen risiko menjadi kekuatan vital bagi corporate governance, sehingga merupakan hal mendesak yang harus diterapkan perusahaan.



Tujuan Training Manajemen Risiko

  1. Pemahaman pentingnya manajemen risiko
  2. Pemahaman konsep mendasar tentang proses manajemen risiko
  3. Perencanaan dan aplikasi manajemen risiko



Materi Training Manajemen Risiko

1.    Identifikasi RISK

  • Pengertian RISK
  • Market RISK, Credit RISK, Operational RISK
  • Overview pengelolaan RISK:  esensi, konsep dan framework

2.    Pengukuran RISK

  • Probabilitas frekuensi dan severitas
  • Value at RISK
  • Metode-metode pengukuran RISK: Basic Indicator Approach, Standardized Approach, Alternative Standard Approach, Advanced Measurement Approach
  • Bootstrapping  dan Simulasi Monte Carlo

3.    Manajemen RISK

  • Sistematika proses manajemen RISK
  • Keorganisasian manajemen RISK
  • Menyusun RISK Management Plan
  • Penerapan manajemen RISK

4.    Studi Kasus dan Latihan

  • Studi kasus dan latihan analisis
  • Studi kasus dan latihan penyusunan RISK MANAGEMENT PLAN & CONTROL

Manajemen Risiko Industri Pertambangan

Deskripsi Training Manajemen Risiko Industri Pertambangan

Di dalam pengambilan suatu keputusan management, selalu mengandung resiko yang muncul karena adanya faktor ketidak pastian lingkungan. Resiko ini terkadang tidak diperhatikan oleh pengambil keputusan. Sedangkan resiko yang akan muncul juga sangat berpengaruh pada kelangsungan suatu usaha. Sehingga penting bagi perusahaan untuk melakukan pengelolaan resiko yang akan muncul dalam suatu pengambilan keputusan.

Jenis resiko yang sering timbul dan dihadapi oleh industri pertambangan biasanya lebih besar dibandingkan dengan industri lainnya. Karena aspek yang diperhatikan dalam mengelola industri ini lebih kompleks.

Salah satu cara untuk mengelola resiko dalam setiap pengambilan keputusan adalah dengan menerapkan Enterprise  Risk Management (ERM) pada perusahaan.



Tujuan Training Manajemen Risiko Industri Pertambangan

Setelah selesai mengikuti kursus Manajemen Risiko Industri Pertambangan ini, peserta diharapkan akan mengerti, memahami dan dapat menerapkan Enterprise Risk Management (ERM)

 

Materi Training Manajemen Risiko Industri Pertambangan

Pengantar Manajemen Risiko

  • Definisi resiko dan perbedaan dengan kelemahan control
  • Tahapan implementasi manajemen risiko
  • Fungsi dan tanggung jawab unit manajemen risiko
  • Hubungan unit manajemen risiko dengan unit yang lainnya

Jenis resiko yang sering muncul dalam industri pertambangan
Enterprise Risk Management

  • Definisi ERM
  • Basel II
  • COSO
  • AS/NZ : 4369
  • Sarbanes & Oxley

Aspek Manajemen risiko
Risk/ Control Self Assessment

  • Teknik identifikasi resiko
  • Teknik mengukur resiko
  • Mengidentifikasi control desain dan control operasinal
  • Mengevaluasi efektivitas pengendalian

Permodelan resiko operasional
Memonitor resiko operasional
Studi kasus

 

CREDIT RISK MANAGEMENT

GAMBARAN UMUM PROGRAM

Dengan perkembangan ekonomi yang semakin cepat, kompleks, dan terintegrasi dengan negara lain menyebabkan kondisi ekonomi akan sangat rentan untuk bergejolak. Yang tentunya akan berdampak terhadap kualitas kredit suatu bank. Kegagalan bank dalam mengantisipasi risiko terutama risiko kredit / credit risk dapat menyebabkan kerugian cukup besar bagi bank. Sangatlah penting bagi suatu bank untuk dapat mengidentifikasi, mengukur, memonitor dan mengontrol tingkat risiko tersebut sehingga dapat mengurangi tingkat kerugian (loss) dan mengurangi biaya kredit ( credit cost ).



MANFAAT PELATIHAN

  • Memahami konsep Manajamen Risiko secara umum dan Risiko Kredit (credit risk) secara khusus
  • Mempelajari bagaimana bank mengelola Risiko Kredit (Kebijakan Risiko Kredit, Metodologi Dan infrastruktur)
  • Menguasai cara menghitung Risiko Kredit (Credit Scoring, Migration Analysis, Credit Portfolio Model)
  • Memahami bagaimana membangun model Stress Testing
  • Melakukan Risk Assessment dan Memitigasi Risiko kredit
  • Membuat Proyeksi Tingkat NPL di masa yang akan datang

SILABUS PELATIHAN CREDIT RISK MANAGEMENT

1. Pengantar Manajemen Risiko Kredit

  • Mengapa Bank Memerlukan Manajemen Risiko
  • Definisi Manajemen Risiko

2. Bagaimana Bank Mengelola Risiko Kredit?

  • Infrastruktur
  • Metodologi
  • Kebijakan Kredit

3. Bagaimana Menghitung Risiko Kredit?

  • Credit Scoring, Credit Migration, Credit Portfolio Model, Credit Exposure Model
  • Parameter Risiko (PD, LGD dan EAD)

4. Implikasi Faktor Risiko

  • Jenis Faktor-faktor Risiko
  • Bagaimana Membangun Stress Testing Model dan Menyikapi hasil Stress Testing tersebu
  • Berapa Besar Dampaknya Terhadap Pencadangan Kerugian Kredit (PPAP) ?

5. Studi Kasus : Risk Assessment Pada Personal Loan (KTA)

  • Penilaian Risiko (Risk Assessment)
  • Mitigasi Risiko

6. Proyeksi Tingkat NPL

  • Menggunakan Faktor Makroekonomi
  • Net Flow Analysis (Migration Rate)
  • Vintage Analysis

Project Risk Management

Deskripsi Training Project Risk Management

Memastikan keberhasilan penyelesaian suatu proyek merupakan hal yang sangat penting bagi manajer proyek untuk menangani ketidakpastian risiko yang mungkin terjadi dalam suatu proyek. Risiko dapat berhubungan dengan setiap aspek dari proyek, baik biaya, jadwal, atau kualitas. Yang perlu diperhatikan adalah dengan melakukan identifikasi resiko yang mungkin dapat terjadi pada awal proyek dan mengembangkan rencana respon risiko yang tepat. Untuk mengembangkan rencana tanggap Risiko, maka perlu dilakukan pengukuran terhadap dampak risiko proyek yang mungkin terjadi dimana proses ini dikenal sebagai analisis kuantitatif risiko, dimana risiko dikategorikan sebagai risiko prioritas tinggi atau rendah tergantung pada kemungkinan dampak yang terjadi terhadap proyek. Proyek Management Body of Knowledge (PMBOK) pendukung penggunaan analisis Monte Carlo untuk melakukan analisis risiko kuantitatif.

Tujuan Training Project Risk Management

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Menghitung hasil yang mungkin dan peluangnya dengan menggunakan analisis monte carlo
  2. Mengidentifikasi risiko yang membutuhkan perhatian paling besar dengan menghitung kontrubisi relatifnya terhadap keseluruhan risiko proyek
  3. Mengidentifikasi biaya, jadwal, dan target ruang lingkup yang realistik dan dapat dicapai
  4. Menentukan keputusan manajemen proyek ketika beberapa kondisi atau hasil tidak pasti

 

Materi Training Project Risk Management

  1. Ruang lingkup teori manajemen resiko ( Risk Management )
  2. Ruang lingkup Monte Carlo Analysis
  3. Keuntungan manajemen resiko untuk biaya proyek dengan menggunakan analisis monte carlo
  4. Keuntungan (manfaat) penggunaan metode Monte Carlo dalam Risk Management
  5. Biaya dan penjadwalan proyek dengan menggunakan metode monte carlo
  6. Studi kasus dan evaluasi

 

Financial Risk Management

Background Financial Risk Management  

Risk Management strives to provide financial protection and support services to all departments in the organization. The success of the department in fulfilling its responsibilities requires close coordination with, and cooperation from, the total organization for identification of potential risks and prompt notification of claims for losses sustained.

The Financial Risk Management segment extends the governance framework covered in the Ethics and Governance segment, further discusses the process of investment evaluation that was covered in the Strategic Management Accounting segment, and examines some of the practical elements and complexities of hedge accounting in relation to the International Financial Reporting Standards that were covered in the Financial Reporting segment.



Objectives Financial Risk Management

The Participants be able to:

  • Identification and analysis of risk and assessment of loss potential
  • Eliminating or minimizing risks
  • Implementing loss funding and risk financing mechanisms
  • Claims control and litigation management

Contents Financial Risk Management

  1. What is Financial Risk Management?
  2. Identifying Major Financial Risks
  3. Interest Rate Risk
  4. Foreign Exchange Risk
  5. Foreign Exchane Risk
  6. Liquidity Risk
  7. Credit Risk
  8. Commodity Risk
  9. Risk Management Framework: Policy and Hedging
  10. Measuring Risk
  11. Global Initiatives in Financial Risk Management

 

Liquidity Risk

Why you would need this program?

Liquidity drain or shock can bring an entity into suddent bankruptcy as well as lawsuit due to its failure to keep  its financial liablities. This program is designed to help participants gain a better understanding, knowledge and skill in managing liquidity risk through class room exercise and discussion.



What topics are covered on Liquidity Risk Training?

  1. Understanding liquidity risk
  2. The early signals of liquidity problems
  3. Basel framework for managing liquidity risk
  4. Strategy for managing liquidity risk
  5. Case discussion

Treasury Management

Deskripsi

Unit kerja yang sangat spesifik, dengan jumlah yang sedikit dibanding dengan jumlah karyawan secara total disebut dengan treasury. Personil Treasury mempunyai tugas yang penting, salah satunya yaitu tugas untuk melaksanakan transaksi yang complicated dalam jumlah yang sangat besar. Meskipun berada dalam tekanan pekerjaan yang tinggi, personil Treasury tidak diperbolehkan untuk melakukan kesalahan sekecil apapun itu karena kesalahan yang dilakukan tersebut bisa berdampak sangat besar terhadap kredibilitas perusahaan. Saat ini, seiring perkembangan jaman yang menuntut tingkat persaingan antar perusahaan yang semakin ketat, maka fungsi serta pengelolaan treasury dirasakan semakin penting, terutama setelah melihat pasca krisis ekonomi dimana exposure dan risk management serta hedging strategy menjadi keputusan utama dan important bagi perusahaan.

 

Materi Treasury Management

  1. Konsep Treasury Management
    • Konsep pengelolaan Likuidasi, Investasi, Trading dan Hedging.
    • Konsep pemilahan kegiatan kedalam front, middle dan back office serta proses build in control.
  2. Dampak Ekonomi Makro Tahun 2011 Terhadap Treasury Perusahaan
  3. Money Market
    • Tinjauan dan fungsi pasar uang,
    • Instrument pasar uang yang umum digunakan,
    • Pembentukan suku bunga pasar, Pricing dan Accruals
  4. Forex Market 
    • Tinjauan dan fungsi pasar Forex,
    • Pembentukan harga nilai tukar, analisa fundamental & technical, stop loss vs profit taking strategies.
  5. Capital Market
    • Tinjauan dan fungsi pasar surat berharga (Debt Market)
    • Konsep investasi & trading,
    • Pembentukan harga pasar,
    • Rating analysis,
    • Proses penerbitan surat hutang (Debt Instrument)
  6. Treasury Risk Management
    • Konsep treasury risk management,
    • risk classifications (Interest Rate Risk,
    • Exchange Risk, Liquidity Risk, Credit Risk, Market Risk, Operational & Reputation Risk), Value at Risk (VAR)
  7. Peran Treasury dan Keterkaitannya dengan Risiko 
  8. Cash Flow Management 
    • Konsep Liquidity Management,
    • gap management,
    • balance-sheet management dan capital planning berdasarkan pendekatan Asset Liability Management (ALM)
  9. Operational & Settlement
    • Konsep pendekatan operasional dari fungsi sebagai  payment agent, administration & settlement.

RISK MANAGEMENT (MANAJEMEN RESIKO)

DESKRIPSI TRAINING RISK MANAGEMENT (MANAJEMEN RESIKO)

Semakin kompleksnya resiko bisnis yang dihadapi oleh perusahaan disebabkam semakin pesatnya perkembangan lingkungan internal dan eksternal perusahaan. penerapan manajemen resiko secara terstruktur dan terintegrasi perlu dilakukan oleh perusahaan agar mampu menyesuaikan diri dalam lingkungan bisnis. Jika dapat dilaksanakan dengan baik, maka manajemen risiko menjadi kekuatan vital bagi corporate governance, sehingga merupakan hal mendesak yang harus diterapkan perusahaan.

TUJUAN TRAINING RISK MANAGEMENT (MANAJEMEN RESIKO)

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami pentingnya manajemen risiko
  2. Memahami konsep mendasar tentang proses manajemen risiko
  3. Mengaplikasikan manajemen risiko diperusahaan

MATERI TRAINING RISK MANAGEMENT (MANAJEMEN RESIKO)

Identifikasi RISK

  • Pengertian RISK
  • Market RISK, Credit RISK, Operational RISK
  • Overview pengelolaan RISK:  esensi, konsep dan framework

Pengukuran RISK

  • Probabilitas frekuensi dan severitas
  • Value at RISK
  • Metode-metode pengukuran RISK: Basic Indicator Approach, Standardized Approach, Alternative Standard Approach, Advanced Measurement Approach
  • Bootstrapping  dan Simulasi Monte Carlo

Manajemen RISK

  • Sistematika proses manajemen RISK
  • Keorganisasian manajemen RISK
  • Menyusun RISK Management Plan
  • Penerapan manajemen RISK

Studi Kasus dan Latihan

  • Studi kasus dan latihan analisis
  • Studi kasus dan latihan penyusunan RISK MANAGEMENT PLAN & CONTROL

 

Payroll Administration System

Deskripsi Training Payroll Administration System

Perkembangan teknologi informasi yang semakin dinamis memungkinkan proses bisnis yang terjadi di perusahaan dapat diselesaikan dengan lebih efesien, efektif dan akurat. Salah satu fungsi bisnis yang perlu mendapatkan sentuhan aplikasi teknologi informasi adalah payroll. Payroll yang dibawahi oleh departemen Human Resources memiliki peran vital untuk mengelola hak finansial yang harus diberikan perusahaan. Efesiensi yang dicapai secara paralel dapat menciptakan ruang bagi perusahaan untuk mendorong produktivitas karena waktu yang digunakan relatif singkat. Implementasi dari pemanfaatan teknologi informasi juga berperan dalam menyederhanakan persoalan payroll yang terbilang kompleks. Kompleksitas payroll disebabkan berbagai perhitungan yang harus melibatkan berbagai aspek seperti golongan jabatan, lama bekerja, jam kerja, pangkat, intensif, jam lembur, potongan kerja, tunjangan perusahaan, pajak penghasilan, jamsoste