Arsip Blog

K3 DI SEKTOR PERTAMBANGAN

PENDAHULUAN TRAINING K3 DI SEKTOR PERTAMBANGAN

Dinamika operasional di sektor pertambangan mempunyai pekerjaan yang berisiko tinggi. Adanya aktivitas drill & blasting, manuver alat berat, cuaca panas atau dingin, maupun medan geografis yang berat mempunyai risiko bahaya yang mengintai keselamatan para pekerjanya. Kecelakaan dapat terjadi kapan saja dan dimana saja di sektor pertambangan. Skala kecelakaan nearmiss sampai dengan fatality dapat menghantui para pekerja di sektor pertambangan.

Oleh karena itulah, Pemerintah RI sudah mengeluarkan UU No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Selain itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral juga sudah mengeluarkan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No. 555K/26/M.PE/1995 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pertambangan Umum.

TUJUAN TRAINING K3 DI SEKTOR PERTAMBANGAN

Pelatihan Implementasi K3 di Sektor Pertambangan ini secara umum bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman dalam mengatur keselamatan dan kesehatan para pekerja supaya dapat bekerja dengan aman dan selamat guna mendapatkan hasil yang optimal agar selaras dengan dinamika operasional di sektor pertambangan yang sesuai dengan peraturan perundangan dibidang K3.

MANFAAT TRAINING K3 DI SEKTOR PERTAMBANGAN

  1. Mampu memahami dasar hukum maupun peraturan perundangan lainnya dibidang K3 di sektor pertambangan.
  2. Mampu menerapkan peraturan K3 secara efektif sesuai peraturan perundangan dibidang K3 di sektor pertambangan.
  3. Dapat mengetahui persyaratan pekerja tambang dan persyaratan KTT
  4. Dapat mengetahui jenis, fungsi, dan kegunaan APD di sektor pertambangan.
  5. Dapat memahami peran P2K3 di sektor pertambangan yang memiliki pekerjaan high risk.

 

CAKUPAN MATERI TRAINING K3 DI SEKTOR PERTAMBANGAN

  1. Dasar Hukum Regulasi K3 di sektor pertambangan
  2. UU No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
  3. UU No. 13 tahun 2003 Pasal 86 – 87 tentang Ketenagakerjaan
  4. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No. 555K/26/M.PE/1995 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pertambangan Umum
  5. Persyaratan Pekerja Tambang
  6. Persyaratan Kepala Teknik Tambang (KTT)
  7. Kewajiban Pengawas Operasional Tambang
  8. Penggolongan cidera akibat kecelakaan tambang
  9. Pemakaian APD di sektor pertambangan
  10. Peran P2K3 di sektor pertambangan yang memiliki pekerjaan high risk
Iklan

Monitoring Kestabilan Lereng

Deskripsi Training Monitoring Kestabilan Lereng

Analisis kestabilan lerengan penambangan adalah suatu kegiatan melakukan monitoringterhadap lereng yang harus dilakukan dengan benar agar sasaran produksi dapat tercapai dengan memenuhi standard keselamatan kerja yang tinggi. Semakin lebar dan dalam tambang terbuka tersebut dilakukan penggalian, maka tentunya akan semakin besar resiko yang akan muncul. Untuk itu para perancangan harus mengenai pengertian batuan dan massa batuan, karakterisasi massa batuan, pengetahuan mengenai pengujian batuan, klasifikasi massa batuan dan perhitungan faktor keamanan lereng.

 

Tujuan Training Monitoring Kestabilan Lereng

  1. Peserta dapat mengetahui dasar perhitungan faktor kemantapan lereng beserta faktor-faktornya.
  2. Memahami tahapan mengenai karakterisasi massa batuan dan pengujian batuan
  3. Menegtahui perhitungan penentuan faktor kemantapan lereng

 

Materi Training Monitoring Kestabilan Lereng

  1. Pengenalan perancangan lereng tambang
  2. Pengertian batuan dan massa batuan
  3. Karakterisasi massa batuan
  4. Pengujian sifat fisik dan mekanik batuan
  5. Klasifikasi massa batuan
  6. Kriteria keruntuhan batuan
  7. Perhitungan faktor keamanan lereng
  8. Analisis resiko

Geology Mapping and Mining Exploration

Deskripsi Training Geology Mapping

Geology Mapping merupakan pendataan informasi geologi yang outputnya berupa peta geologi yang menggambarkan kondisi sebaran dan susunan batuan. Sedangkan untuk eksplorasi merupakan kegiatan yang meliputi keseluruhan kegiatan mulai dari pencarian sampai evaluasi yang bertujuan untuk menemukan endapan mineral yang bersifat ekonomis.  Kedua hal ini dilakukan untuk menemukan posisi dan jenis dari sumber daya alam yang tergandung di dalam bumi.

 

Tujuan Training Geology Mapping

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Mengetahui proses-proses geologi dan kompleksitasnya
  2. Memahami prosedur identifikasi dan pemetaan endapan bahan galian
  3. Memahami teknik pembuatan peta geologi
  4. Mengenal konsep dan teknologi dalam eksplorasi
  5. Memahami metode-metode dan tahapan dalam eksplorasi
  6. Memahami hubungan kondisi geologi dan cebakan bahan galian dengan model eksplorasi
  7. Memahami cara mendesain dan merancang kegiatan eksplorasi

 

Materi Training Training Geology Mapping

  1. Pengantar geologi umum
  2. Dasar-dasar pemetaan geologi lapangan
  3. Teknik pembuatan peta geologi
  4. Struktur dan penyusunan laporan geologi
  5. Pengantar konsep eksplorasi bahan galian
  6. Desain dan perencanaan eksplorasi
  7. Struktur dan penyusunan laporan eksplorasi
  8. Studi kasus

DRILLING ENGINEERING AND WELL PLANNING

Deskripsi Training DRILLING ENGINEERING AND WELL PLANNING

Proses drilling dilakukan untuk mengambil sumber daya alam yang ada di dalam tanah. Proses pengeboran yang dilakukan dengan sangat hati- hati karena memiliki resiko kerja yang tinggi. Sedangkan untuk well planning merupakan proses perencanaan mulai dari penggunaan peralatan, prosedur yang akan digunakan dan juga tipe penyelesaian suatu sumur. Proses perencanaan ini sangat penting karena menyangkut hasil dan juga pembiayaan, sehingga perlu dilakukan kajian well planning yang baik.

 

Tujuan Training DRILLING ENGINEERING AND WELL PLANNING

Setelah selesai mengikuti kursus ini, peserta diharapkan akan mengerti dan memahami tentang drilling operation dan perencanaan sumur.

 

Materi Training DRILLING ENGINEERING AND WELL PLANNING

  1. Well Planning
    • Penentuan Lokasi Drilling
      • Seismic Survey
      • Gravity Survey
      • Interpretasi data
    • Mendapatkan hak bor
    • Tipe Sumur
    • Engineering the well
  2. Teknik Dasar Pengeboran
    • Proses Pengeboran
    • Jenis dan komponen Rig
    • Safety
  3. Casing dan Cementing
    • Memilih casing, menentukan ukuran lubang dan koneksi
    • Mengatur kedalaman
    • Menghitung casing stress
  4. Mud System
    • Water based mud
    • Oil based mud
    • Sistem penanganan mud
  5. Cementing
    • Tahap- tahap cementing
    • Peralatan cementing
    • Cementing calculation
  6. Directional, Horizontal dan Multilateral Drilling

Genesa Mineral dan Batubara

Manfaat kursus Genesa Mineral dan Batubara:

Setelah mengikuti kursus ini, peserta kursus diharapkan akan mampu:

  1. Memahami konsep genesa cebakan mineral dan batubara
  2. Mengetahui proses-proses geologi yang mengontrol terbentuknya cebakan mineral dan batubara
  3. Mengetahui pola sebaran mineral dan batubara yang ekonomis di Indonesia
  4. Memahami landasan atau pegangan dalam mencari dan menemukan endapan-endapan ekonomis yang baru
  5. Memahami model, sifat-sifat fisika dan kimia endapan mineral dan batubara dalam kaitannya untuk rekomendasi metode eksplorasi, penambangan, dan pengolahannya



Materi kursus Genesa Mineral dan Batubara:

  1. Pengantar geologi cebakan mineral
  2. Genesa mineral primer
  3. Genesa mineral sekunder
  4. Genesa mineral alterasi
  5. Model genetik dan empirik cebakan mineral
  6. Sebaran mineral berharga di Indonesia
  7. Pengantar geologi lapisan pembawa batubara
  8. Pengendapan gambut dan coally shale
  9. Pembatubaraan biokimia
  10. Pembatubaraan geokimia
  11. Komposisi, klasifikasi dan kualitas batubara
  12. Sebaran lapisan batubara ekonomis di Indonesia
  13. Rekomendasi metode eksplorasi, penambangan, dan pengolahan mineral dan batubara

REKLAMASI PENAMBANGAN BATU BARA

DESKRIPSI TRAINING REKLAMASI PENAMBANGAN BATU BARA

Tidak dapat dipungkiri bahwa usaha penambangan batubara dapat menurunkan kualitas lingkungan operasi dari waktu ke waktu. Hal ini tentu dapat merugikan masyarakat sekitar yang dapat menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat dan pemerintahan setempat. Track record perusahaan seperti inilah yang dapat menjadi hambatan bagi perusahaan apabila perusahaan ingin meluaskan penambangan di tempat lain. Berbagai persoalan yang mungkin timbul akibat adanya penambangan batu bara antara lain: gangguan keseimbangan permukaan tanah, penurunan produktivitas lahan, kepadatan tanah bertambah, terjadinya erosi dan sedimentasi, terganggunya habitat flora dan fauna. Sehingga untuk dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat itulah, perusahaan perlu menerapkan sistem reklamasi yang tepat dan terintegrasi dengan setiap proses pertambangan yang dilakukan oleh perusahaan untuk meminimalisir dampak negatif  akibat usaha pertambangan. Training ini akan memberikan pemahaman mengenai reklamasi penambangan batu bara dan langkah-langkah yang tepat yang dapat dilakukan dalam proses reklamasi tersebut.

TUJUAN DAN MANFAAT TRAINING REKLAMASI PENAMBANGAN BATU BARA

Dengan mengikuti training ini diharapkan peserta dapat:

  1. Memberikan kecakapan dalam menyusun reklamasi penambangan batubara yang terintegrasi pada setiap proses produksi batubara
  2. Memberikan daya kreativitas dalam melaksanakan program reklamasi penambangan
  3. Memberikan best practice penerapan reklamasi di beberapa perusahaan besar

 

MATERI TRAINING REKLAMASI PENAMBANGAN BATU BARA

  1. Ruang lingkup dan perananan reklamasi
  2. Regulasi penerapan reklamasi
  3. Strategi penanganan penurunan kualitas lahan dan tanah
  4. Strategi reklamasi untuk penanganan potensi erosi dan sedimentasi
  5. Strategi integrasi reklamasi dengan proses operasi produksi batubara
  6. Reklamasi berbasis komunitas masyarakat
  7. Manajemen identifikasi dan pengelolaan reklamasi
  8. Manajemen kontrol reklamasi
  9. Rehabilitasi habitat flora dan fauna
  10. Studi kasus pengelolaan reklamasi yang terintegrasi
  11. Best practice penerapan reklamasi di beberapa perusahaan besar

MINING METHOD EVALUATION AND DESIGN

Deskripsi Mining Method Evaluation and Design

Beragam kondisi dan faktor yang melingkupi daerah pertambangan menyebabkan perusahaan perlu menentukan metode pertambangan (mining method) yang sesuai untuk diterapkan. Tujuannya adalah agar proses operasional dapat berjalan lebih efisien, baik dari segi biaya, pemeliharaan, dan waktu pengolahan. Sehingga akan tercapai produktivitas yang maksimal. Selain itu perubahan kondisi dan faktor yang mempengaruhi penambangan juga dapat mempengaruhi metode pertambangan (mining method) yang dilakukan oleh perusahaan,  oleh karena kedua hal tersebut maka perusahaan yang menginginkan efektivitas dan efesiensi dalam menjalankan roda bisnis pertambangannya perlu melaksanakan perencanaan dan evaluasi metode pertambangan (mining method) yang akan atau tengah dijalankan. Tahap perancangan metode pertambangan  (mining method) dimulai dengan ekspolarasi, identifikasi dan pengukuran cadangan galian yang akan ditambang. Kriteria penambangan bahan galian yang terdiri dari tambang terbuka, tambang bawah tanah dan tambah bawah air juga dapat menyebabkan perbedaan metode penambangan yang masing-masing memiliki kebutuhan spesifikasi kerja yang berbeda secara signifikan.



Tujuan Training Mining Method Evaluation and Design

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami mengenai perancangan dan evaluasi metode penambangan
  2. mendapatkan problem solving pada persoalan yang seringkali melingkupi perusahaan pertambangan dalam metode penambangannya

Materi Training Mining Method 

  • Ruang lingkup metode pertambangan (mining method)
  • Kebutuhan masing-masing tipe pertambangan (mining method)
    1. Tambang terbuka
    2. Tambang bawah tanah
    3. Tambang bawah air
  • Macam-macam metode pertambangan (mining method)
  • Tahap-tahap perancangan yang tepat dalam memutuskan metode pertambangan (mining method)
  • Tahap-tahap evaluasi metode pertambangan (mining method) eksisting
  • Rekomendasi dari temuan kondisi baik perancangan dan evaluasi
  • Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pengambilan metode
  • Studi kasus persoalan perancangan dan evaluasi metode pertambangan (mining method)

Eksplorasi dan Pemetaan Air Tanah

Manfaat Kursus Eksplorasi dan Pemetaan Air Tanah

Setelah mengikuti kursus ini, peserta kursus diharapkan akan mampu:

  1. Mengetahui konsep dan lingkup kerja dalam eksplorasi dan pemetaan airtanah
  2. Mengetahui kondisi-kondisi geologi yang penting dalam pembentukan sistem akuifer
  3. Memahami sifat-sifat fisik dan kimia airtanah untuk menentukan kualitasnya
  4. Memahami dasar-dasar teknik eksplorasi airtanah
  5. Memahami metode pemetaan dan pemodelan airtanah

Materi Kursus Eksplorasi dan Pemetaan Air Tanah

  1. Pengantar geologi airtanah
  2. Sistem akuifer
  3. Hidrogeokimia
  4. Teknik pengambilan sampel kualitas airtanah
  5. Teknik eksplorasi geofisika dan geokimia untuk airtanah
  6. Pemetaan airtanah
  7. Pemodelan dan simulasi airtanah

Geoteknik untuk Perancangan Lereng Penambangan

Deskripsi

Perancangan lereng penambangan adalah suatu kegiatan merancangan lereng pada massa batuan yang harus dilakukan dengan benar agar sasaran produksi dapat tercapai dengan memenuhi standard keselamatan kerja yang tinggi. Untuk itu para perancangan harus mengenai pengertian batuan dan massa batuan, karakterisasi massa batuan, pengetahuan mengenai pengujian batuan, klasifikasi massa batuan dan perhitungan faktor keamanan lereng penambangan. Dengan memahami pengertian tersebut diharapkan para ahli geoteknik pada suatu perusahaan dapat merancang dengan benar dan didapatkan peningkatan produksi dan keselematan kerja untuk pekerja serta peralatan meningkat.



Target Pelatihan Geoteknik untuk Perancangan Lereng Penambangan

  1. Peserta dapat mengetahui dasar perhitungan faktor kemantapan lereng penambangan beserta faktor-faktornya.
  2. Memahami tahapan mengenai karakterisasi massa batuan dan pengujian batuan
  3. Menegtahui perhitungan penentuan faktor kemantapan lereng penambangan

Modul Training Perancangan Lereng Penambangan

  1. Pengenalan perancangan lereng penambangan
  2. Pengertian batuan dan massa batuan
  3. Karakterisasi massa batuan
  4. Pengujian sifat fisik dan mekanik batuan
  5. Klasifikasi massa batuan
  6. Kriteria keruntuhan batuan
  7. Perhitungan faktor keamanan lereng penambangan

KUALITAS BATUBARA DAN STOCKPILE MANAGEMENT

Deskripsi Training Kualitas Batubara dan Stockpile Management

Kemampuan menganalisis kualitas batubara merupakan komponen kritis dalam management pertambangan batubara. Karena hal ini yang akan memnentukan tinggi rendahnya harga jual dan teknik pengolahan di skala lanjut di perusahaan. Perbedaan pengelolahan tentunya juga akan menentukan seberapa besar biaya produksi yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. Selain itu, kualitas batubara yang berbeda-beda, maka perusahaan perlu untuk membuat stockpile management yang umumnya dijalankan sebagai tata kelola penyimpanan batubara produksi yang mempertimbangkan faktor-faktor kualitas maupun karakteristik batubara. Tujuan dari manajemen stockpile sendiri adalah mengusahakan cadangan batubara agar semaksimal mungkin dapat dieksploitasi dan dijual dengan cara memanage kualitas batubara sesuai dengan permintaan pasar. Selain itu sebagai langkah intensif perusahaan dalam menjaga lingkungan sekitar agar tidak terkena polutan paparan dari batubara ke lingkungan sekitar perusahaan.

Tujuan Training Kualitas Batubara dan Stockpile Management

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami dalam menilai kualitas batubara dan mendesain stockpile management
  2. Menyelesaian masalah pada persoalan di sekitar kualitas batu baru dan stockpile management

Materi Training Kualitas Batubara dan Stockpile Management

  1. Ruang lingkup kualitas batubara di Indonesia
  2. Ruang lingkup dan peranan stockpile management
  3. Seluk beluk karakteristik batubara dan pengaruhnya
  4. Macam-macam peringkatan batubara
  5. Pemanfaatan batubara sesuai dengan kualitasnya
  6. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan stockpile management (baik di penambangan maupun di user)
  7. Desain stockpile yang efektif dan efisien
  8. Studi kasus penanganan kualitas batubara
  9. Studi kasus pengidentifikasian, penginstalasian, penjalanan, pengontrolan dan perbaikan stockpile management
  10. Best practice penanganan kualitas batu bara dan stockpile management

SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DAN MIGAS

DESKRIPSI TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DAN MIGAS

Supply chain di industry pertambangan dan migas memiliki kekhususan dalam bentuk jaringan dan aktivitasnya yang dimulai dari penambangan, produksi/refinery dan distribusi produk. Integrasi dari masing masing fungsi yang melibatkan berbagai jenis perusahaan dalam industry migas memegang kunci kesuksesan dalam meminimasi biaya keseluruhan supply chain. Persaingan yang ada sekarang menuntut perusahaan pertambangan dan migas untuk tidak hanya berfokus pada kemampuan internal namun juga berfokus pada kolaborasi dengan pihak ekternal, baik supplier maupun distributor. Kolaborasi ini akan membantu perusahaan untuk dapat menghasilkan produk yang memenuhi criteria cost, quality dan delivery yang unggul di pasar. Peran Supply Chain Management (SCM) menjadi sangat penting dalam mengelola seluruh rangkaian aktivitas dalam menghasilkan produk mulai dari hulu ke hilir.
Sebagai perusahaan yang yang bermain di pasar dunia tentunya perusahaan harus memiliki jaringan Supply Chain Management (SCM) yang baik dalam pengelolaan produksinya. Perusahaan akan menjalin kerjasama dengan para supplier baik dari dalam maupun luar negeri. Untuk itu, para pelaku industri harus membuat rencana, manajemen dan pengawasan untuk transportasi dan penyimpanan dari bahan mentah, inventory hingga menjadi bahan jadi. Teknologi yang serba canggih memungkinkan para pelaku industri migas untuk mengkontrol supply chain secara efisien. Agar para pelaku industri yang terlibat di dalamnya benar-benar memahami prinsip kerja Supply Chain Management (SCM) secara komprehensif, maka perlu adanya pelatihan yang diharapkan dapat menjawab berbagai permasalahan yang timbul.



TUJUAN TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DAN MIGAS

  • Setelah mengikuti training Supply Chain Management (SCM) diharapkan peserta dapat:
  • Memahami prinsip bagaimana mengelola supply chain management yang efektif di industri pertambangan dan migas
  • Memahami bagaimana mengoptimalkan proses bisnis dalam perusahaan agar tercipta efisiensi dalam Supply Chain Management (SCM) di industri pertambangan dan migas
  • Memahami bagaimana berkolaborasi dengan pihak ekternal perusahaan antara lain dengan supplier dan distributor
  • Memahami bagaimana mengelola aliran material dan inventory dalam Supply Chain Management (SCM)



MATERI TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DAN MIGAS

1. Pengantar supply chain management di industry Pertambangan dan Migas:

  • Konsep Supply Chain Management (SCM) di Pertambangan dan Migas
  • Lingkungan bisnis Supply Chain Management (SCM) di Pertambangan dan Migas
  • Tantangan supply chain di Pertambangan dan Migas

2. Memahami supply chain di industri Pertambangan dan Migas

  • Mapping Supply chain
  • Value chain model
  • Pelaku upstream dan downstream

3. Strategy Supply chain management

  • Identifikasi fit strategy
  • Strategi kolaborasi dan aliansi dalam Supply Chain Management (SCM)

4. Tehcnology & supply chain

  • Memahami bagaimana pilihan IT yang diterapkan akan mempengaruhi supply chain.
  • Pilihan teknologi integrasi (ERP)
  • VMI (Vendor managed Inventory)

5. Bull whip effect and inventory management dalam Supply Chain Management (SCM)

  • Menjelaskan bagaimana mengelola inventory dalam jaringan Supply Chain Management (SCM) dan menghindari bullwhip effect dalam distribusi produk
  • Manajemen Inventory : Klasifikasi inventory, Inventory cost, model pemesanan ekonomis,perhitungan safety stock, inventory valuation, inventory metric.

6.Manajemen transportasi dan distribusi

  • Model sistem transportasi dan distribusi dan Rincian aktivitas sistem

7. Transportasi.

  • Mengukur produktivitas sistem transportasi.
  • Logistics network design.
  • Shipment planning and management.
  • Fleet, container and yard management.
  • Freight and document management.

8. Pengukuran Performansi Supply Chain Management (SCM)

  • Mengukur target perusahaan dan target Supply Chain Management (SCM)
  • Performance measurement framework
  • Key performance Indicator
  • SCOR (Supply Chain Operation Reference) dari Supply Chain Council

9. Studi kasus aplikasi SCM di Pertambangan dan Migas

DASAR HUKUM PERTAMBANGAN

Deskripsi Training Dasar Hukum Pertambangan

Berdasarkan UUD 1945 pasal 33, pertambangan di Indonesia dikuasai oleh negara. Maka dibuatlah hukum pertambangan untuk mengatur segala sesuatu yang menyangkut pertambangan. Hukum pertambangan adalah aturan yang mengatur hubungan antara manusia dan subyek hukum lain yang berhubungan dengan pertambangan. Hal ini penting untuk diketahui oleh perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan. Pelatihan Dasar hukum pertambangan in merupakan pelatihan komprehensif yang akan menjelaskan semua aspek hukum dalam bidang pertambangan.



Tujuan Training Dasar Hukum Pertambangan

Setelah mengikuti training Dasar hukum pertambangan, peserta diharapkan dapat mengerti dan memahami :

  • Dasar hukum pertambangan ;
  • Peran dan kedudukan pemerintah dan pemerintah daerah dalam hukum pertambangan,
  • Kewajiban pada pemegang IUP (Ijin Usaha Pertambangan);

Materi Training Dasar Hukum Pertambangan

  1. Dasar pengelolaan sumber daya migas di Indonesia
  • Regulasi pertambangan di Indonesia
  • Peran dan kedudukan pemerintah dan pemerintah daerah dalam pengelolaan SDA
  1. Pengantar Hukum Pertambangan
  • Sejarah hukum pertambangan di Indonesia
  • Asas- asas penting dalam hukum pertambangan
  • Pembahasan pasal- pasal penting dalam UU Minerba
  1. Jenis- jenis pertambangan sesuai dengan UU Menirba
  2. Peraturan penambangan dalam hutan
  3. Pembebasan tanah pertambangan
  4. Tata cara penerbitan ijin berdasarkan lelang dan permohonan
  5. Eksistensi izin yang telah ada sebelum terbitnya UU Menirba
  6. Aspek hukum perjanjian dalam hukum pertambangan
  • Asas hukum perjanjian
  • Kontrak sebagai dasar perikatan
  1. Konversi KP menjadi IUP
  2. Kewajiban pemegang IUP

Handle Drilling Problem

Deskripsi Training Handle Drilling Problem

Proses pengeboran terbilang cukup kompleks sehingga perusahan perminyakan dan gas bumi membutuhkan pekerja yang mampu menangani berbagai persoalan yang mungkin ditimbulkan dari proses pengeboran. Mulai dari perancangan, pengadaan, instalasi, proses operasi, perawatan, hingga evaluasi sistem pengeboran. Setiap proses tersebut memiliki potensi persoalan yang dapat menyulitkan proses bisnis perusahaan bila tidak ditangani dengan manajerial yang baik.  Oleh sebab itulah, perusahaan perlu membekali karyawannya dengan penguasaan kompetensi dan kualifikasi kerja yang dapat menangani, bahkan mencegah berbagai persoalan yang mungkin terjadi pada proses pengeboran. Mengetahui berbagai alternatif strategi untuk menyelesaikan persoalan di lapangan juga akan dapat memperkaya khazanah pemikiran perusahaan dan pekerja (knowledge management) dalam menangani permasalahan dengan baik.Tujuan

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami  berbagai potensi persoalan yang dapat terjadi pada proses pengeboran (drilling)
  2. Mengidentifikasi persoalan dan merancang solusi dari persoalan tersebut

Materi Training Handle Drilling Problem

  1. Ruang lingkup persoalan drilling (pengeboran)Pemetaan berbagai aspek persoalan drilling
  2. Peraturan tambang Migas dan panas bumi
  3. Penerapan K3 dan sistem identifikasi bahaya di tempat kerja pengeboran
  4. Proteksi bahaya kebakaran di wilayah kerja
  5. Sistem proteksi dini semburan liar (blowout preventation system)
  6. Maintenance peralatan drilling
  7. Mengoperasikan dan maintenance pompa lumpur
  8. Persoalan pengeboran inti (conventional coring)
  9. Disain dan persoalan pipa selubung (casing) dan penyemenan
  10. Mengoperasikan sistem peralatan pengangkat (hoisting system), peralatan putar (rotating system), dan peralatan sirkulasi (circulating  system) yang ada pada drilling rig
  11. Studi kasus penyelesaian persoalan di sektor pengeboran

COAL FIRED POWER PLANT

TRAINING OBJECTIVES :

  1. Understanding of Coal Fired Power Plant : components , functions and principles
  2. Understanding of  Coal Fired Power Plant Cycle
  3. Familiar with steam turbine performance  such as: efficiency, heat rate, power andmore
  4. Significantly improve your understanding of steam turbine, boiler,  feed water and treatment system
  5. Understanding of  fuel  and combustion system of Coal Fired Power Plant
  6. Develop troubleshooting skills, repairs and maintenance know-how
  7. Understanding of instrumentation and control in Coal Fired Power Plant specially in combustion system

TRAINING MATERIAL OUTLINE: COAL FIRED POWER PLANT

  1. Coal power plant
  2. Coal power plant Auxiliaries
  3. Fuel System
    1. Introduction of fuel
    2. Type of fuel
    3. Properties of fuel
    4. Storage and handling
  4. Combustion System
    1. Principle of combustion
    2. T-s of combustion
    3. Combustion of oil
    4. Stochiometric combustion
    5. Calculation of theoretical CO2 in flue gases
    6. Optimizing excess air and combustion
    7. Control of air and analysis of flue gas
    8. Combustion of coal
    9. Combustion of gas
  1. Air System Function (FD fan, ID fan, and PA Fan
  2. Burner
  3. Draft system, Ash Handling (Precipitator) and Exhaust Gas to Chimney
  4. Combustion control
  5. Condenser
  6. Boiler
  7. Water Treatment Plant
  8. Turbine Generator
  9. Safety and Basic Maintenance System
    1. Basic maintenance
    2. Preventive maintenance
    3. Predictive maintenance
    4. Root cause analysis
    5. And safety
  10. Performance

DEEPWATER DRILLING DESIGN AND OPERATION

Deskripsi Training Deepwater Drilling Design and Operation

In drilling oil and gas wells in the water to avoid the riser conventionally includes taking drilling mud back at the mudline and pumping in surface requires concepts, processes, equipment, technology should be used for Drilling Engineering Methods and apparatus that good will overcome engineering problems conventional drilling by moving the baseline for measuring the pressure gradient from sea level to mudline. This course has also been designed to overcome the problems and challenges of deepwater drilling. Participants will be expected to know a lot of common conventional drilling technology.

Tujuan Training Deepwater Drilling Design and Operation

After completion of this training, helps participants to understand the technology, concepts, processes and equipment to drill deepwater oil and gas wells

 

Materi Training Deepwater Drilling Design and Operation

  1. Introduction of Deepwater Drilling
  2. Deepwater Drilling Principles
  3. Deepwater Drilling Operation
  4. Location and Geology Deepwater Drilling
  5. Overburden removal and Compaction
  6. Pores and fractures
  7. Operations Planning
  • metocean and Flow
  • Rig Selection
  • Places where maintenance
  • Open water
  • Conductor
  1. BOP System
  2. Drilling Riser System
  3. Deepwater Drilling Tools
  4. Drilling challenge
  5. Shallow Hazards
  6. Dual Gradien drilling and MPD
  7. Resolution
  8. Case and Study

GEOLOGY FOR NON GEOLOGIST

DESKRIPSI:

Potensi bahan galian di Indonesia baik logam maupun non logam, batubara, dsb cukup besar dan tersebar di seluruh Indonesia. Bahan galian ini belum dimanfaatkan secara optimal karena karateristik dan cadangannya belum diketahui dengan baik. Untuk mengoptimalkan pemanfaatkan bahan galian tersebut, diperlukan pengetahuan ilmu geologi untuk mencari dan menemukan bahan galian tersebut dan menentukan karakteristik dan cadangannya. Ilmu geologi diperlukan dalam tahap development dan penambangan sehingga diharapkan penambangan dapat berjalan lancar.

 

TUJUAN:

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta akan mengetahui dasar-dasar pengetahuan ilmu geologi yang dapat diaplikasikan untuk melakukan kegiatan penambangan

 

MATERI:

1. Bumi

  • Pembagian bagian bumi
  • Teori terjadinya bumi
  • Struktur dalam bumi
  • Perubahan bentuk permukaan bumi
  • Lempeng-lempeng tektonik
  • Bentuk-bentuk Permukaan Bumi
  • Pola Aliran Sungai
  • Definisi batuan, mineral
  • Ciri-ciri mineral (fisik dan kimia)
  • Siklus Batuan
  • Mineral Pembentuk batuan (mineral utama dan mineral tambahan)
  • Jenis Batuan
  • Batuan Beku (klasifikasi, contoh,tempat pembekuan, struktur, bentuk intrussi)
  • Batuan Sedimen (klasifikasi berdasarkan susunan cara pembentukannya, sifat-sifat, klasifikasi berdasarkan ukran butir
  • Batuan malihan (metamorf), klasifikasi cara pembentukannya, asal batuan metamorf

– Analisis batuan (fisik, kimia, geomekanik)
– Pelapukan Fisik
– Pelapukan Kimia
– Pelapukan Biologis
– Kekar
– Lipatan (jenis lipatan, antiklin, sinklin)
– Sesar (jenis sesar, pembagian sesar)
– Ketidak Selarasan (unconformity), angular, disconformity, Non conformity
– Urutan-urutan batuan
– Paleontologi
– Pemetaan (topografi, geologi)

2. Morfologi
3. Batuan Pembentuk Kulit Bumi
4. Pelapukan
5. Stuktur Batuan
6. Stratigrafi

PENGOLAHAN EMAS

DESKRIPSI:

Emas merupakan mineral logam bewarna kekuningan. Emas berasal daro proses pengendapan di permukaan bumi. Beberapa endapan terbentuk karena proses metasomatisme dimana kontak terjadi antara bebatuan dengan air panas atau fluida lainnya. Pengolahan emas masih sangat di prioitaskan karena harga emas yang selalu naik dari waktu ke watu. Dalam pengolahannya terdapat teknik untuk mendapatkan emas. Training ini akan memberikan pemahaman dalam pengolahan emas di dunia pertambangan.



MATERI TRAINING PENGOLAHAN EMAS:

  1. Pendahuluan tentang batuan mineral emas
  2. Pengenalan Kimia Dasar
  3. Unsur – unsur logam emas dan perak
  4. Jenis Batuan Emas
  5. Pengolahan emas menggunakan mercury
  6. Proses penghalusan batuan
  7. Pengujian mineral emas
  8. Penerapan sistim pengolahan berdasarkan struktur dan karakter bebatuan dan lumpur.
  9. Proses ekstraksi larutan emas menggunakan karbon/ zinc dust.
  10. Proses pembakaran dan peleburan logam, diikuti dengan proses pemurnian logam
  11. Analisa sistem pengolahan dengan profit menguntungkan secara efisien dan efektif.
  12. Case and Study

MATERIAL KNOWLEDGE FOR DRILLING AND PRODUCTION OPERATIONS

MANFAAT KURSUS MATERIAL KNOWLEDGE FOR DRILLING

Setelah mengikuti kursus ini, peserta kursus diharapkan mampu :

  1. Memahami pengertian material secara umum dan material-material dalam industri migas
  2. Memahami Jenis-jenis material yang digunakan dalam operasi pemboran dan produksi dalam industri migas
  3. Memahami komponen-komponen dasar material pemboran dan produksi
  4. Memahami karakteristik dari masing-masing material pemboran dan produksi
  5. Memahami dasar perencanaan dan pemilihan material pemboran dan produksi secara praktis
  6. Melakukan perhitungan-perhitungan dalam perencanaan material pemboran dan produksi
  7. Menentukan kualitas material pemboran dan produksi secara tepat sesuai dengan standar yang baku

 

Deskripsi KURSUS MATERIAL KNOWLEDGE FOR DRILLING

Training ini akan membahas mengenai hal-hal yang perlu diketahui dalam pengeboran dan produksi migas.

 

Tujuan KURSUS MATERIAL KNOWLEDGE FOR DRILLING

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami pengertian material secara umum dan material-material dalam industri migas
  2. Memahami komponen-komponen dasar material pemboran dan produksi
  3. Memahami karakteristik dari masing-masing material pemboran dan produksi
  4. Memahami dasar perencanaan dan pemilihan material pemboran dan produksi secara praktis
  5. Melakukan perhitungan-perhitungan dalam perencanaan material pemboran dan produksi
  6. Menentukan kualitas material pemboran dan produksi secara tepat sesuai dengan standar yang baku

 

Materi Training Material Knowledge for Drilling and Production Operations

  • Introduksi Pengetahuan Material
    • Jenis-jenis material
    • Material dalam industri migas
  • Introduksi Teknik Produksi
  • Material Logam
  • Perencanaan Pengeboran sumur
  • Komponen-komponen Rig
  • Vertical Well Drillstring Design
  • Lumpur Pemboran, casing, semen
  • Inflow Performance Relationship
  • IPR for Artificial Lift
  • Well Completion
  • Artificial Lift Equipment
  • Peralatan Bawah Permukaan
  • Surface Facilities

Geoteknik untuk Perancangan Lereng Penambangan

Deskripsi

Perancangan lereng penambangan adalah suatu kegiatan merancangan lereng pada massa batuan yang harus dilakukan dengan benar agar sasaran produksi dapat tercapai dengan memenuhi standard keselamatan kerja yang tinggi. Untuk itu para perancangan harus mengenai pengertian batuan dan massa batuan, karakterisasi massa batuan, pengetahuan mengenai pengujian batuan, klasifikasi massa batuan dan perhitungan faktor keamanan lereng penambangan. Dengan memahami pengertian tersebut diharapkan para ahli geoteknik pada suatu perusahaan dapat merancang dengan benar dan didapatkan peningkatan produksi dan keselematan kerja untuk pekerja serta peralatan meningkat.



Target Pelatihan Geoteknik untuk Perancangan Lereng Penambangan

  1. Peserta dapat mengetahui dasar perhitungan faktor kemantapan lereng penambangan beserta faktor-faktornya.
  2. Memahami tahapan mengenai karakterisasi massa batuan dan pengujian batuan
  3. Menegtahui perhitungan penentuan faktor kemantapan lereng penambangan

Modul Training Perancangan Lereng Penambangan

  1. Pengenalan perancangan lereng penambangan
  2. Pengertian batuan dan massa batuan
  3. Karakterisasi massa batuan
  4. Pengujian sifat fisik dan mekanik batuan
  5. Klasifikasi massa batuan
  6. Kriteria keruntuhan batuan
  7. Perhitungan faktor keamanan lereng penambangan

Monitoring Kestabilan Lereng

Deskripsi Training Monitoring Kestabilan Lereng

Analisis kestabilan lerengan penambangan adalah suatu kegiatan melakukan monitoringterhadap lereng yang harus dilakukan dengan benar agar sasaran produksi dapat tercapai dengan memenuhi standard keselamatan kerja yang tinggi. Semakin lebar dan dalam tambang terbuka tersebut dilakukan penggalian, maka tentunya akan semakin besar resiko yang akan muncul. Untuk itu para perancangan harus mengenai pengertian batuan dan massa batuan, karakterisasi massa batuan, pengetahuan mengenai pengujian batuan, klasifikasi massa batuan dan perhitungan faktor keamanan lereng.

 

Tujuan Training Monitoring Kestabilan Lereng

  1. Peserta dapat mengetahui dasar perhitungan faktor kemantapan lereng beserta faktor-faktornya.
  2. Memahami tahapan mengenai karakterisasi massa batuan dan pengujian batuan
  3. Menegtahui perhitungan penentuan faktor kemantapan lereng

 

Materi Training Monitoring Kestabilan Lereng

  1. Pengenalan perancangan lereng tambang
  2. Pengertian batuan dan massa batuan
  3. Karakterisasi massa batuan
  4. Pengujian sifat fisik dan mekanik batuan
  5. Klasifikasi massa batuan
  6. Kriteria keruntuhan batuan
  7. Perhitungan faktor keamanan lereng
  8. Analisis resiko

GEOPHYSICS FOR PETROLEUM ENGINEERS

DESKRIPSI:

Program pelatihan ini didesain bagi para Petroleum Engineers dan akan memberikan overview yang sangat baik mengenai limit dan manfaat dari teknik seismik modern, termasuk kaitannya antara well logs dan seismic traces. Definisi dan pemanfaatan resolusi seismik dan perannya dalam menetapkan perkiraan cadangan di daerah pay zones akan dibahas secara rinci.



MATERI:

  • Course Objectives and Historical Background
  • Seismic Fundamentals
  • The Seismic Signal and its Significance
    Seismic Simulation of Petroleum Geology and Reservoir
  • Seismic Traces and the Relationship with Well Logs
  • Resolution: the Estimation of Pay Thickness
  • Acquisition (Shooting) Seismic
  • Seismic Data Processing: Objectives and Methods
  • Interpretation Techniques
  • The Pre/ Post Stack Domains

Kualitas batubara dan Stockpile Management

Deskripsi Training Kualitas batubara dan Stockpile Management

Kemampuan menganalisis kualitas batubara merupakan komponen kritis dalam management pertambangan batubara. Karena hal ini yang akan memnentukan tinggi rendahnya harga jual dan teknik pengolahan di skala lanjut di perusahaan. Perbedaan pengelolahan tentunya juga akan menentukan seberapa besar biaya produksi yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. Selain itu, kualitas batubara yang berbeda-beda, maka perusahaan perlu untuk membuat stockpile management yang umumnya dijalankan sebagai tata kelola penyimpanan batubara produksi yang mempertimbangkan faktor-faktor kualitas maupun karakteristik batubara. Tujuan dari manajemen stockpile sendiri adalah mengusahakan cadangan batubara agar semaksimal mungkin dapat dieksploitasi dan dijual dengan cara memanage kualitas batubara sesuai dengan permintaan pasar. Selain itu sebagai langkah intensif perusahaan dalam menjaga lingkungan sekitar agar tidak terkena polutan paparan dari batubara ke lingkungan sekitar perusahaan.

 

Tujuan Training Kualitas batubara dan Stockpile Management

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami dalam menilai kualitas batubara dan mendesain stockpile management
  2. Menyelesaian masalah pada persoalan di sekitar kualitas batu baru dan stockpile management

 

Materi Training Kualitas batubara dan Stockpile Management

  1. Ruang lingkup kualitas batubara di Indonesia
  2. Ruang lingkup dan peranan stockpile management
  3. Seluk beluk karakteristik batubara dan pengaruhnya
  4. Macam-macam peringkatan batubara
  5. Pemanfaatan batubara sesuai dengan kualitasnya
  6. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan stockpile management (baik di penambangan maupun di user)
  7. Desain stockpile yang efektif dan efisien
  8. Studi kasus penanganan kualitas batubara
  9. Studi kasus pengidentifikasian, penginstalasian, penjalanan, pengontrolan dan perbaikan stockpile management
  10. Best practice penanganan kualitas batu bara dan stockpile management

COAL QUALITY DAN STOCKPILE MANAGEMENT

DESKRIPSI:

Kemampuan menentukan kualitas batubara penting dilakukan untuk menentukan tinggi rendahnya harga jual dan teknik pengolahan di skala lanjut. Untuk penentuan kualitas batubara, perusahaan perlu membuat stockpile management yang dijalankan sebagai tata kelola penyimpanan batubara produksi yang mempertimbangkan faktor-faktor kualitas maupun karakteristik batubara. Stockpile management bertujuan mengusahakan cadangan batubara agar semaksimal mungkin dapat digunakan dan dijual dengan cara memanage kualitas batubara sesuai dengan permintaan pasar. Selain itu sebagai langkah intensif perusahaan dalam menjaga lingkungan sekitar agar tidak terkena polutan paparan dari batubara ke lingkungan sekitar perusahaan.



TUJUAN:

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta dapat :

  • Memahami dalam menilai kualitas batubara dan mendesain stockpile management
  • Menyelesaian masalah pada persoalan di sekitar kualitas batubaru dan stockpile management



MATERI:

  1. Ruang lingkup kualitas batubara di Indonesia
  2. Ruang lingkup dan peranan stockpile management
  3. Seluk beluk karakteristik batubara dan pengaruhnya
  4. Macam-macam peringkatan batubara
  5. Pemanfaatan batubara sesuai dengan kualitasnya
  6. Kualitas batubara:
    • Komponen batubara
    • Parameter-parameter kualitas yang biasa diujikan terhadap batubara
    • Analisis dan pengujian batubara
  7. Parameter kualitas batubara
  • Basic Analysis (TM, Proximate, Sulfur, dan calorific value)
  • ultimate hardgrove grindability index
  • ash analysis
  • ash fusion temperature
  1. Stockpile  Management:
  • Ruang lingkup dan peranan stockpile management
  • Pengendalaian Mutu atau Quality Control
  • Pengaturan penyimpanan batubara di stockpile
  • Teknik dan cara-cara blending batubara di stockpile untuk kualitas yang variatif
  • Faktor yang mempengaruhi keberhasilan stockpile management (baik di penambangan maupun di user)
  • Desain stockpile yang efektif dan efisien
  1. Studi kasus & best practice:
  • Penanganan kualitas batubara dan stockpile management
  • Pengidentifikasian, penginstalasian, penjalanan, pengontrolan dan perbaikan stockpile management
  • Penanganan kualitas batu bara dan stockpile management

SMKP : SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN PERTAMBANGAN

Training Description SMKP

Permen ESDM no 38 tahun 2014 merupakan peraturan yang mengatur tentang Penerapan SMKP (Sistem Manajemen Keselamatan pertambangan). SMKP merupakan Sistem manajemen yang menjadi bagian dari sistem manajemen perusahaan dalam rangka untuk mengendalikan risiko keselamatan pertambangan yang terdiri dari K3 pertambangan dan keselamatan operasi pertambangan (K3 Pertambangan dan KO Pertambangan).

SMKP wajib dilaksanakan oleh semua perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, yang meliputi perusahaan pertambangan dan perusahaan jasa pertambangan. Hal ini diatur dalam Permen ESDM no 38 Tahun 2014 tentang Penerapan SMKP.

Perusahaan pertambangan yang wajib melaksanakan SMKP adalah pemegang IUP, IUPK, IUP Operasi Produksi khusus untuk pengolahan dan/atau pemurnian, KK, da PKP2B.

Perusahaan jasa pertambangan yang wajib melaksanakan SMKP adalah pemegang IUJP, dan SKT

Training Outline SMKP

BAB I      :Ketentuan  Umum

  • Pasal 1 Umum
  • Pasal 2 Maksud dan Tujuan Penrapan SMKP Minerba

BAB II     : PENERAPAN SMKP MINERAL DAN BATUBARA

  • Pasal 3 kewajiban penerapan SMKP Bagi Perusahan
  • Pasal 4 Syarat Perusahaan yang menerapkan SMKP

BAB III   : ELEMEN SMKP MINERBA

  • Pasal 5 Elemen – Elemen dalam SMKP MINERBA
  • Pasal 6 Rincian Kebijakan yang terdapat dalam Elemen SMKP
  • Pasal 7 Perencanaan yang terdapat dalam Elemen SMKP
  • Pasal 8 Organisasi yang terdapat dalam Elemen SMKP
  • Pasal 10 Evaluasi yang terdapat dalam Elemen SMKP
  • Pasal 11 Dokumentasi yang terdapat dalam Elemen SMKP
  • Pasal 12 Tinjauan yang terdapat dalam Elemen SMKP

BAB IV   : PEDOMAN PENERAPAN DAN AUDIT SMKP MINERBA

  • Pasal 13 Pedoman Penerapan SMKP MINERBA
  • Pasal 14 Kewajiban Audit
  • Pasal 15 Tindak lanjut Audit

BAB V : PEMBINAAN DAN PENGAWASAN

  • Pasal 16 Kewajiban Pembinaan
  • Pasal 17 laporan pembinaan

BAB V1 : SANKSI ADMINISTRATIF

BAB VII : KETENTUAN PERALIHAN

BAB VIII : PENUTUP

COAL MINING

Deskripsi Basic Coal Mining

Pusat Data dan Informasi Energi Sumber Daya Mineral Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia mencatat bahwa sumberdaya batubara (coal mining) Indonesia mengalami peningkatan secara signifikan dalam 8 tahun terakhir. Selain itu dikatakan pula bahwa cadangan batubara (coal mining) pada data 2008 mencapai 18,8 miliar ton. Di sisi lain, dalam skenario dasar Kementerian ESDM diperkirakan bahwa permintaan batubara 2013-2030 akan tumbuh 5,3 % per tahun. Oleh sebab itu, dengan memanfaatkan data tersebut, seharusnya perusahaan perlu mengetahui lebih mendalam mengenai teknik pertambangan batu bara sehingga perusahaan mengetahui teknik yang efektif dan efesien dalam melaksanakan operasi pertambangan batu bara. Perusahaan dapat mengidentifikasi dan mengevaluasi fasilitas pertambangan beserta teknik dan metode yang selama ini dijalankan di perusahaan, sehingga bila didapatkan komponen yang masih kurang perusahaan dapat segera memperbaikinya. Di sisi lain, komponen yang sudah handal apabila masih bisa ditingkatkan tentunya akan menguntungkan perusahaan dari sisi biaya dan teknologi.



Tujuan dan Manfaat Training  Basic Coal Mining

Dengan mengikuti training ini diharapkan peserta dapat:

  1. Memahami mengenai pertambangan batu bara, terutama yang dapat diaplikasikan di Indonesia
  2. Mengidentifikasi, mengevaluasi dan memberikan saran berkaitan dengan proses operasi yang selama ini sudah diaplikasikan di perusahaan

 

Materi Training Basic Coal Mining

  1. Peta pertambangan batubara (coal mining)
  2. Ruang lingkup pertambangan batu bara
  3. Regulasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah pada pertambangan batu bara
  4. Infrastruktur teknologi pertambangan batu bara
  5. Optimasi penanganan batu bara (pemindahan, pengangkutan & penyimpanan)
  6. Optimasi extraction batu bara
  7. Desain Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan di pertambangan baru bara
  8. Studi kasus pada pertambangan batu bara

PROJECT FINANCING PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DI INDONESIA

DESKRIPSI TRAINING PROJECT FINANCING PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DI INDONESIA

Dalam menyelesaikan sebuah proyek dalam industri pertambangan, pasti terdapat resiko yang berhubungan dengan salah satu sumber daya yang digunakan, antara lain mengenai keuangan atau pendanaan. Pendanaan yang dialokasikan kepada para pihak seperti investor, customer, kontraktor, lender supplier, kreditur dan lain-lain dengan menggunakan extensive contractual arrangement merupakan salah satu karakteristik penting dalam project financing. Project financing dapat diartikan sebagai teknik pengumpulan dana jangka panjang untuk pembiayaan investasi suatu proyek. Sedangkan kredit sindikasi merupakan kredit yang diberikan secara bersama oleh lebih dari satu bank kepada debitur tertentu, dapat berupa kredit investasi ataupun kredit modal kerja. Training ini akan memberikan pemahaman mengenai project financing da kredit sindikasi pada perusahaan pertambangan di Indonesia.

SASARAN TRAINING PROJECT FINANCING PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DI INDONESIA

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat memahami mengenai project financing dan kredit sindikasi dalam industri pertambangan.

 

MATERI TRAINING PROJECT FINANCING

1.      Ruang lingkup project financing dan kredit sindikasi

  • Definisi
  • Fungsi dan manfaat

2.      Project financing vs pinjaman biasa
3.      Tahapan project financing
4.      Evaluasi project financing
5.      Inter credit agreement

  • Potensi kredit di industri pertambangan
  • Resiko kredit pembiayaan

6.      Studi kasus

K3 PERTAMBANGAN

PENGANTAR TRAINING K3 PERTAMBANGAN

Kegiatan atau aktivitas dalam industri pertambangan tidak bisa pungkiri adanya risiko terjadinya kecelakaan kerja, karena didalam aktivitasnya pertambangan menggunakan padat modal dan padat teknologi.  Dengan kesadaran akan terjadinya kecelakaan kerja tersebut industri pertambangan menyiapkan tenaga ahli k3 yang bertanggung jawab atas keselamatan para pekerjanya. Pada prinsipnya kecelakaan kerja dapat terjadi dikarenakan oleh kondisi yang tidak aman serta kegiatan atau aktivitas yang tidak aman.



TUJUAN TRAINING K3 PERTAMBANGAN

 Setelah mengikuti pelatihan ini peserta di harapkan dapat memahami aspek keselamatan dan kesehatan pada Industri pertambangan sehingga dapat menerapkannya di dalam pekerjaannya

MATERI PELATIHAN K3 PERTAMBANGAN

  • Ruang Lingkup Manajemen Keselamatan dan Kesehatan (K3) dalam industri Pertambangan
  • Dasar Hukum K-3 Pertambangan
    1. UU Nomor 11 TH 1967
    2. UU Nomor 1 TH 1970
    3. UU Nomor 13 TH 2003
    4. PP Nomor 32 TH 1969
    5. PP Nomor 19 TH 197
    6. MPR Nomor 341 LN 1930
    7. KEPMEN Nomor 2555.K/201/M.PE/1993
    8. KEPMEN Nomor 555.K/26/M.PE/1995
  • Elemen Pemerintah dalam pengelolaan K3 pertambangan
  • Elemen Perusahaan dalam pengelolaan K3 pertambangan
  • Pengawasan Pertambangan
  • Pengawasan K3 dan Keselamatan Operasi Pertambangan
  1. Keselamatan Kerja
  2. Kesehatan Kerja
  3. Lingkungan Kerja
  4. Sistem Manajemen K3
  5. Kelayakan Sarana, Prasarana dan Instalasi Peralatan Pertambangan
  6. Kompetensi Tenaga Teknik
  • Ruang Lingkup Pengawasan operasional / lapangan
  • Pengujian Peralatan Sarana dan instalasi
  • Pengujian/Penilaian Kompetensi
  • Pembinaan K3 dan Keselamatan Operasi Pertambangan
  • Sistem Manajemen K3
  • Risiko dan Kerugian Akibat Terhentinya Operasional
  • Case and Study

ANALISIS & PENGUJIAN BATUBARA

DESKRIPSI TRAINING ANALISIS & PENGUJIAN BATUBARA

Perbedaan kualitas pada batubara menyebabkan kegunaan batubara tersebut menjadi berbeda. Untuk menentukan perbedaan itu, diperlukan analisis dan pengujian batubara agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan di dunia internasional yaitu Coal Standards and Gas Standards dari American Socienty for Testing and Material (ASTM). Pengujian batubara terdiri dari 2 hal, yaitu persiapan sample sampai sample tersebut siap dianalisis dan pengujian parameter dari karakteristik batubara. Sample batubara tersebut harus diuji dan dianalisa untuk diketahui kualitasnya. Analisis dan pengujian tersebut menjadi sangat penting karena tidak semua konsumen meminta kualitas batubara yang sama, sebab untuk kegunaan yang berbeda kualitas batubara berbeda juga.

Untuk itu, diperlukan pemahaman dalam teknik pengambilan sampel dari stockpile yang dapat merepresentasikan populasi dari batubara yang dikirimkan ke konsumen sehingga penggunaan batubara tersebut sesuai dengan kualifikasi yang diinginkan. Secara umum penentuan kualitas batubara untuk Analisis Batubara meliputi: Analisis Proksimat (kadar air, abu, zat terbang dan karbon padat), Analisis Ultimat, (kadar karbon, hidrogen, sulfur dan oksigen), Nilai kalor, komposisi abu batubara dan titik leleh abu batubara. Sedangkan untuk Pengujian Batubara terdiri dari: TGS (True Specific Gravity), HGI (Hardgrove Grindability Index), FSI (Free Swelling Index) dan Gray King Assay (sifat kokas). Training ini akan membahas mengenai bagaimana pengujian batu bara yang dapat dilakukan untuk memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan.



TUJUAN TRAINING ANALISIS & PENGUJIAN BATUBARA

Tujuan dari pelatihan ini adalah supaya peserta dapat/mampu:

  • Melakukan analisis pengujian batubara berdasarkan standar ASTM;
  • Mengklasifikasikan batubara berdasarkan pengujian yang dilakukan;
  • Memiliki keahlian dan kemampuan dalam menyusun laporan pengujian batubara.



MATERI TRAINING ANALISIS & PENGUJIAN BATUBARA

Ruang lingkup analisis pengujian batubara

Pengenalan batubara:

  • Pengertian batubara
  • Genesa batubara
  • Sebaran dan produksi batubara di Indonesia.

Komposisi batubara dan efeknya pada pengujian batubara
Teknik pengambilan sample

Analisis kimia batubara:

  • Analisis Proksimat,
  • Analisis kadar air,
  • Analisis kadar zat terbang (volatile matter).

Analisis karbon padat (fixed carbon), perhitungan:

  • Analisis Ultimate,
  • Analisis kadar karbon,
  • Analisis kadar hydrogen,
  • Analisis kadar Nitrogen,
  • Analisis kadar oksigen (perhitungan).

Nilai Kalor:

  • Nilai kalor gross,
  • Nilai kalor net.

Pengeringan udara & Memperkecil ukuran butir
Dasar pelaporan hasil analisis:

  • Air dried basis (adb),
  • As received (AR),
  • Dry ash free (DAF),
  • Dry mineral matter free (DMMF).

Regulasi analisis pengujian batubara (Internasional & Nasional)

  • ASTM,
  • Internasional,
  • Peraturan pemerintah No 45 Tahun 2003.

Analisis komposisi abu Batubara:

  • Analisis SiO2, AI2O3, Fe2O3, TiO2, Mn3O4, CaO, MgO, Na2O, K2O, P2O3, SO3 dan hilang bakar (LOI)

Analisis petrografi batubara (maseral)

Pengujian batubara:

  • TGS (true sp gravity),
  • HGI (hard grove grindability index),
  • FSI (free swelling index),
  • Gray King Assay (sifatkokas).

Penyusunan laporan

Best practice penerapan analisis pengujian batubara



REKLAMASI PENAMBANGAN BATU BARA

DESKRIPSI TRAINING REKLAMASI PENAMBANGAN BATU BARA

Tidak dapat dipungkiri bahwa usaha penambangan batubara dapat menurunkan kualitas lingkungan operasi dari waktu ke waktu. Hal ini tentu dapat merugikan masyarakat sekitar yang dapat menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat dan pemerintahan setempat. Track record perusahaan seperti inilah yang dapat menjadi hambatan bagi perusahaan apabila perusahaan ingin meluaskan penambangan di tempat lain. Berbagai persoalan yang mungkin timbul akibat adanya penambangan batu bara antara lain: gangguan keseimbangan permukaan tanah, penurunan produktivitas lahan, kepadatan tanah bertambah, terjadinya erosi dan sedimentasi, terganggunya habitat flora dan fauna. Sehingga untuk dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat itulah, perusahaan perlu menerapkan sistem reklamasi yang tepat dan terintegrasi dengan setiap proses pertambangan yang dilakukan oleh perusahaan untuk meminimalisir dampak negatif  akibat usaha pertambangan. Training ini akan memberikan pemahaman mengenai reklamasi penambangan batu bara dan langkah-langkah yang tepat yang dapat dilakukan dalam proses reklamasi tersebut.

TUJUAN DAN MANFAAT TRAINING REKLAMASI PENAMBANGAN BATU BARA

Dengan mengikuti training ini diharapkan peserta dapat:

  1. Memberikan kecakapan dalam menyusun reklamasi penambangan batubara yang terintegrasi pada setiap proses produksi batubara
  2. Memberikan daya kreativitas dalam melaksanakan program reklamasi penambangan
  3. Memberikan best practice penerapan reklamasi di beberapa perusahaan besar

 

MATERI TRAINING REKLAMASI PENAMBANGAN BATU BARA

  1. Ruang lingkup dan perananan reklamasi
  2. Regulasi penerapan reklamasi
  3. Strategi penanganan penurunan kualitas lahan dan tanah
  4. Strategi reklamasi untuk penanganan potensi erosi dan sedimentasi
  5. Strategi integrasi reklamasi dengan proses operasi produksi batubara
  6. Reklamasi berbasis komunitas masyarakat
  7. Manajemen identifikasi dan pengelolaan reklamasi
  8. Manajemen kontrol reklamasi
  9. Rehabilitasi habitat flora dan fauna
  10. Studi kasus pengelolaan reklamasi yang terintegrasi
  11. Best practice penerapan reklamasi di beberapa perusahaan besar

BASIC COAL MINING

Deskripsi Basic Coal Mining

Pusat Data dan Informasi Energi Sumber Daya Mineral Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia mencatat bahwa sumberdaya batubara (coal mining) Indonesia mengalami peningkatan secara signifikan dalam 8 tahun terakhir. Selain itu dikatakan pula bahwa cadangan batubara (coal mining) pada data 2008 mencapai 18,8 miliar ton. Di sisi lain, dalam skenario dasar Kementerian ESDM diperkirakan bahwa permintaan batubara 2013-2030 akan tumbuh 5,3 % per tahun. Oleh sebab itu, dengan memanfaatkan data tersebut, seharusnya perusahaan perlu mengetahui lebih mendalam mengenai teknik pertambangan batu bara sehingga perusahaan mengetahui teknik yang efektif dan efesien dalam melaksanakan operasi pertambangan batu bara. Perusahaan dapat mengidentifikasi dan mengevaluasi fasilitas pertambangan beserta teknik dan metode yang selama ini dijalankan di perusahaan, sehingga bila didapatkan komponen yang masih kurang perusahaan dapat segera memperbaikinya. Di sisi lain, komponen yang sudah handal apabila masih bisa ditingkatkan tentunya akan menguntungkan perusahaan dari sisi biaya dan teknologi.



Tujuan dan Manfaat Training  Basic Coal Mining

Dengan mengikuti training ini diharapkan peserta dapat:

  1. Memahami mengenai pertambangan batu bara, terutama yang dapat diaplikasikan di Indonesia
  2. Mengidentifikasi, mengevaluasi dan memberikan saran berkaitan dengan proses operasi yang selama ini sudah diaplikasikan di perusahaan

 

Materi Training Basic Coal Mining

  1. Peta pertambangan batubara (coal mining)
  2. Ruang lingkup pertambangan batu bara
  3. Regulasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah pada pertambangan batu bara
  4. Infrastruktur teknologi pertambangan batu bara
  5. Optimasi penanganan batu bara (pemindahan, pengangkutan & penyimpanan)
  6. Optimasi extraction batu bara
  7. Desain Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan di pertambangan baru bara
  8. Studi kasus pada pertambangan batu bara

Genesa Mineral dan Batubara

Manfaat kursus Genesa Mineral dan Batubara:

Setelah mengikuti kursus ini, peserta kursus diharapkan akan mampu:

  1. Memahami konsep genesa cebakan mineral dan batubara
  2. Mengetahui proses-proses geologi yang mengontrol terbentuknya cebakan mineral dan batubara
  3. Mengetahui pola sebaran mineral dan batubara yang ekonomis di Indonesia
  4. Memahami landasan atau pegangan dalam mencari dan menemukan endapan-endapan ekonomis yang baru
  5. Memahami model, sifat-sifat fisika dan kimia endapan mineral dan batubara dalam kaitannya untuk rekomendasi metode eksplorasi, penambangan, dan pengolahannya



Materi kursus Genesa Mineral dan Batubara:

  1. Pengantar geologi cebakan mineral
  2. Genesa mineral primer
  3. Genesa mineral sekunder
  4. Genesa mineral alterasi
  5. Model genetik dan empirik cebakan mineral
  6. Sebaran mineral berharga di Indonesia
  7. Pengantar geologi lapisan pembawa batubara
  8. Pengendapan gambut dan coally shale
  9. Pembatubaraan biokimia
  10. Pembatubaraan geokimia
  11. Komposisi, klasifikasi dan kualitas batubara
  12. Sebaran lapisan batubara ekonomis di Indonesia
  13. Rekomendasi metode eksplorasi, penambangan, dan pengolahan mineral dan batubara

PROJECT FINANCING PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DI INDONESIA

DESKRIPSI TRAINING PROJECT FINANCING PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DI INDONESIA

Dalam menyelesaikan sebuah proyek dalam industri pertambangan, pasti terdapat resiko yang berhubungan dengan salah satu sumber daya yang digunakan, antara lain mengenai keuangan atau pendanaan. Pendanaan yang dialokasikan kepada para pihak seperti investor, customer, kontraktor, lender supplier, kreditur dan lain-lain dengan menggunakan extensive contractual arrangement merupakan salah satu karakteristik penting dalam project financing. Project financing dapat diartikan sebagai teknik pengumpulan dana jangka panjang untuk pembiayaan investasi suatu proyek. Sedangkan kredit sindikasi merupakan kredit yang diberikan secara bersama oleh lebih dari satu bank kepada debitur tertentu, dapat berupa kredit investasi ataupun kredit modal kerja. Training ini akan memberikan pemahaman mengenai project financing da kredit sindikasi pada perusahaan pertambangan di Indonesia.

SASARAN TRAINING PROJECT FINANCING PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DI INDONESIA

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat memahami mengenai project financing dan kredit sindikasi dalam industri pertambangan.

 

MATERI TRAINING PROJECT FINANCING

1.      Ruang lingkup project financing dan kredit sindikasi

  • Definisi
  • Fungsi dan manfaat

2.      Project financing vs pinjaman biasa
3.      Tahapan project financing
4.      Evaluasi project financing
5.      Inter credit agreement

  • Potensi kredit di industri pertambangan
  • Resiko kredit pembiayaan

6.      Studi kasus

SMKP : SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN PERTAMBANGAN

Training Description SMKP

Permen ESDM no 38 tahun 2014 merupakan peraturan yang mengatur tentang Penerapan SMKP (Sistem Manajemen Keselamatan pertambangan). SMKP merupakan Sistem manajemen yang menjadi bagian dari sistem manajemen perusahaan dalam rangka untuk mengendalikan risiko keselamatan pertambangan yang terdiri dari K3 pertambangan dan keselamatan operasi pertambangan (K3 Pertambangan dan KO Pertambangan).

SMKP wajib dilaksanakan oleh semua perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, yang meliputi perusahaan pertambangan dan perusahaan jasa pertambangan. Hal ini diatur dalam Permen ESDM no 38 Tahun 2014 tentang Penerapan SMKP.

Perusahaan pertambangan yang wajib melaksanakan SMKP adalah pemegang IUP, IUPK, IUP Operasi Produksi khusus untuk pengolahan dan/atau pemurnian, KK, da PKP2B.

Perusahaan jasa pertambangan yang wajib melaksanakan SMKP adalah pemegang IUJP, dan SKT

Training Outline SMKP

BAB I      :Ketentuan  Umum

  • Pasal 1 Umum
  • Pasal 2 Maksud dan Tujuan Penrapan SMKP Minerba

BAB II     : PENERAPAN SMKP MINERAL DAN BATUBARA

  • Pasal 3 kewajiban penerapan SMKP Bagi Perusahan
  • Pasal 4 Syarat Perusahaan yang menerapkan SMKP

BAB III   : ELEMEN SMKP MINERBA

  • Pasal 5 Elemen – Elemen dalam SMKP MINERBA
  • Pasal 6 Rincian Kebijakan yang terdapat dalam Elemen SMKP
  • Pasal 7 Perencanaan yang terdapat dalam Elemen SMKP
  • Pasal 8 Organisasi yang terdapat dalam Elemen SMKP
  • Pasal 10 Evaluasi yang terdapat dalam Elemen SMKP
  • Pasal 11 Dokumentasi yang terdapat dalam Elemen SMKP
  • Pasal 12 Tinjauan yang terdapat dalam Elemen SMKP

BAB IV   : PEDOMAN PENERAPAN DAN AUDIT SMKP MINERBA

  • Pasal 13 Pedoman Penerapan SMKP MINERBA
  • Pasal 14 Kewajiban Audit
  • Pasal 15 Tindak lanjut Audit

BAB V : PEMBINAAN DAN PENGAWASAN

  • Pasal 16 Kewajiban Pembinaan
  • Pasal 17 laporan pembinaan

BAB V1 : SANKSI ADMINISTRATIF

BAB VII : KETENTUAN PERALIHAN

BAB VIII : PENUTUP

 

BATU BARA

Deskripsi Training Batu Bara

Pusat Data dan Informasi Energi Sumber Daya Mineral Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia mencatat bahwa sumberdaya batubara Indonesia mengalami peningkatan secara signifikan dalam 8 tahun terakhir. Selain itu dikatakan pula bahwa cadangan batubara pada data 2008 mencapai 18,8 miliar ton. Di sisi lain, dalam skenario dasar Kementerian ESDM diperkirakan bahwa permintaan batubara 2013-2030 akan tumbuh 5,3 % per tahun. Oleh sebab itu, dengan memanfaatkan data tersebut, seharusnya perusahaan perlu mengetahui lebih mendalam mengenai teknik pertambangan batu bara sehingga perusahaan mengetahui teknik yang efektif dan efesien dalam melaksanakan operasi pertambangan batu bara. Perusahaan dapat mengidentifikasi dan mengevaluasi fasilitas pertambangan beserta teknik dan metode yang selama ini dijalankan di perusahaan, sehingga bila didapatkan komponen yang masih kurang perusahaan dapat segera memperbaikinya. Di sisi lain, komponen yang sudah handal apabila masih bisa ditingkatkan tentunya akan menguntungkan perusahaan dari sisi biaya dan teknologi.

Tujuan dan Manfaat Training Batu Bara

Dengan mengikuti training ini diharapkan peserta dapat:

  1. Memahami mengenai pertambangan batu bara, terutama yang dapat diaplikasikan di Indonesia
  2. Mengidentifikasi, mengevaluasi dan memberikan saran berkaitan dengan proses operasi yang selama ini sudah diaplikasikan di perusahaan

 

Materi Training Batu Bara

  1. Peta pertambangan batu bara
  2. Ruang lingkup pertambangan batu bara
  3. Regulasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah pada pertambangan batu bara
  4. Infrastruktur teknologi pertambangan batu bara
  5. Komposisi, klasifikasi dan kualitas batubara
  6. Sebaran lapisan batubara ekonomis di Indonesia
  7. Rekomendasi metode eksplorasi, penambangan, dan pengolahan mineral dan batubara
  8. Optimasi penanganan batu bara (pemindahan, pengangkutan & penyimpanan)
  9. Optimasi extraction batu bara
  10. Desain Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan di pertambangan baru bara
  11. Studi kasus pada pertambangan batu bara

SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DAN MIGAS

DESKRIPSI TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DAN MIGAS

Supply chain di industry pertambangan dan migas memiliki kekhususan dalam bentuk jaringan dan aktivitasnya yang dimulai dari penambangan, produksi/refinery dan distribusi produk. Integrasi dari masing masing fungsi yang melibatkan berbagai jenis perusahaan dalam industry migas memegang kunci kesuksesan dalam meminimasi biaya keseluruhan supply chain. Persaingan yang ada sekarang menuntut perusahaan pertambangan dan migas untuk tidak hanya berfokus pada kemampuan internal namun juga berfokus pada kolaborasi dengan pihak ekternal, baik supplier maupun distributor. Kolaborasi ini akan membantu perusahaan untuk dapat menghasilkan produk yang memenuhi criteria cost, quality dan delivery yang unggul di pasar. Peran Supply Chain Management (SCM) menjadi sangat penting dalam mengelola seluruh rangkaian aktivitas dalam menghasilkan produk mulai dari hulu ke hilir.
Sebagai perusahaan yang yang bermain di pasar dunia tentunya perusahaan harus memiliki jaringan Supply Chain Management (SCM) yang baik dalam pengelolaan produksinya. Perusahaan akan menjalin kerjasama dengan para supplier baik dari dalam maupun luar negeri. Untuk itu, para pelaku industri harus membuat rencana, manajemen dan pengawasan untuk transportasi dan penyimpanan dari bahan mentah, inventory hingga menjadi bahan jadi. Teknologi yang serba canggih memungkinkan para pelaku industri migas untuk mengkontrol supply chain secara efisien. Agar para pelaku industri yang terlibat di dalamnya benar-benar memahami prinsip kerja Supply Chain Management (SCM) secara komprehensif, maka perlu adanya pelatihan yang diharapkan dapat menjawab berbagai permasalahan yang timbul.



TUJUAN TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DAN MIGAS

  • Setelah mengikuti training Supply Chain Management (SCM) diharapkan peserta dapat:
  • Memahami prinsip bagaimana mengelola supply chain management yang efektif di industri pertambangan dan migas
  • Memahami bagaimana mengoptimalkan proses bisnis dalam perusahaan agar tercipta efisiensi dalam Supply Chain Management (SCM) di industri pertambangan dan migas
  • Memahami bagaimana berkolaborasi dengan pihak ekternal perusahaan antara lain dengan supplier dan distributor
  • Memahami bagaimana mengelola aliran material dan inventory dalam Supply Chain Management (SCM)



MATERI TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DAN MIGAS

1. Pengantar supply chain management di industry Pertambangan dan Migas:

  • Konsep Supply Chain Management (SCM) di Pertambangan dan Migas
  • Lingkungan bisnis Supply Chain Management (SCM) di Pertambangan dan Migas
  • Tantangan supply chain di Pertambangan dan Migas

2. Memahami supply chain di industri Pertambangan dan Migas

  • Mapping Supply chain
  • Value chain model
  • Pelaku upstream dan downstream

3. Strategy Supply chain management

  • Identifikasi fit strategy
  • Strategi kolaborasi dan aliansi dalam Supply Chain Management (SCM)

4. Tehcnology & supply chain

  • Memahami bagaimana pilihan IT yang diterapkan akan mempengaruhi supply chain.
  • Pilihan teknologi integrasi (ERP)
  • VMI (Vendor managed Inventory)

5. Bull whip effect and inventory management dalam Supply Chain Management (SCM)

  • Menjelaskan bagaimana mengelola inventory dalam jaringan Supply Chain Management (SCM) dan menghindari bullwhip effect dalam distribusi produk
  • Manajemen Inventory : Klasifikasi inventory, Inventory cost, model pemesanan ekonomis,perhitungan safety stock, inventory valuation, inventory metric.

6.Manajemen transportasi dan distribusi

  • Model sistem transportasi dan distribusi dan Rincian aktivitas sistem

7. Transportasi.

  • Mengukur produktivitas sistem transportasi.
  • Logistics network design.
  • Shipment planning and management.
  • Fleet, container and yard management.
  • Freight and document management.

8. Pengukuran Performansi Supply Chain Management (SCM)

  • Mengukur target perusahaan dan target Supply Chain Management (SCM)
  • Performance measurement framework
  • Key performance Indicator
  • SCOR (Supply Chain Operation Reference) dari Supply Chain Council

9. Studi kasus aplikasi SCM di Pertambangan dan Migas

Legal Due Diligence (LDD)

Workshop Legal Due Diligence (LDD)

Kegiatan pemeriksaan dari segi hukum terhadap suatu perusahaan atau obyek transaksi harus sesuai dengan tujuan transaksi untuk memperoleh informasi atau fakta yang dapat menggambarkan kondisi suatu perusahaan atau obyek transaksi. Tujuan LDD secara luas untuk membantu dalam menemukan sebanyak mungkin fakta atau informasi tentang transaksi yang hendak dilakukan sebelum transaksi dilaksanakan, termasuk informasi mengenai kekuatan dan kelemahan serta potensi permasalahan dari perusahaan yang diaudit.
Sehubungan dengan proses kegiatan LDD ini terdapat banyak dokumen penting yang harus diperiksa dan hanya mungkin dilakukan oleh seseorang yang expert untuk melakukannya, untuk itu kami menyelenggarakan Workshop Legal Due Diligence (LDD) yang akan di selenggrakan selama 1 (satu) hari. Pelatihan ini akan memberikan pemahaman secara detail dalam mereview pelaksanaan dan strategi praktis mengenai membuat suatu legal due diligence yang benar.


Materi Pelatihan Legal Due Diligence (LDD)

Sesi I: Roles of legal due diligence & Work Flow Legal Legal Due Diligence

Materi: Roles of legal due diligence

  • Obtaining objective information
  • Identifying legal risks
  • Arguments for negotiations
  • Transaction structuring
  • Determining conditions precedent to transaction
  • Determining holdback amounts in transaction

Materi: Work Flow Legal Legal Due Diligence

  • Start Up, Management Meeting, Information Gathering, Analysis, The Report, Post Report.

Sesi II: Preparing Legal Due Diligence Checklist  & Key areas for legal due diligence review

Materi: Preparing Legal Due Diligence Checklist

  • Legal Due Diligence Checklist
  • Obstacles to Due Diligence in Indonesian

Materi: Key areas for legal due diligence review

  • Corporate legal standing
  • Compliance to requirement under mining laws and regulations
  • Assets
  • Disputes
  • Overlapping matters

Sesi III: Preparing legal due diligence report

Materi: Preparing legal due diligence report

  • Golden rules:
    • Findings
    • Legal consequences
    • Proposed action

Sesi IV: How LDD Report will affect the deal

Materi: How LDD Report will affect the deal

  • Subtance of the report:
    • Information of the target company
    • Risk identification
  • That should be done with risk
    • Transfer of risk
    • Limit the risk
    • Absorb the risk
    • Reject the risk

Materi disampaikan dalam bahasa Indonesia

Eksplorasi dan Pemetaan Air Tanah

Manfaat Kursus Eksplorasi dan Pemetaan Air Tanah

Setelah mengikuti kursus ini, peserta kursus diharapkan akan mampu:

  1. Mengetahui konsep dan lingkup kerja dalam eksplorasi dan pemetaan airtanah
  2. Mengetahui kondisi-kondisi geologi yang penting dalam pembentukan sistem akuifer
  3. Memahami sifat-sifat fisik dan kimia airtanah untuk menentukan kualitasnya
  4. Memahami dasar-dasar teknik eksplorasi airtanah
  5. Memahami metode pemetaan dan pemodelan airtanah

Materi Kursus Eksplorasi dan Pemetaan Air Tanah

  1. Pengantar geologi airtanah
  2. Sistem akuifer
  3. Hidrogeokimia
  4. Teknik pengambilan sampel kualitas airtanah
  5. Teknik eksplorasi geofisika dan geokimia untuk airtanah
  6. Pemetaan airtanah
  7. Pemodelan dan simulasi airtanah

ANALISIS & PENGUJIAN BATUBARA

DESKRIPSI TRAINING ANALISIS & PENGUJIAN BATUBARA

Perbedaan kualitas pada batubara menyebabkan kegunaan batubara tersebut menjadi berbeda. Untuk menentukan perbedaan itu, diperlukan analisis dan pengujian batubara agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan di dunia internasional yaitu Coal Standards and Gas Standards dari American Socienty for Testing and Material (ASTM). Pengujian batubara terdiri dari 2 hal, yaitu persiapan sample sampai sample tersebut siap dianalisis dan pengujian parameter dari karakteristik batubara. Sample batubara tersebut harus diuji dan dianalisa untuk diketahui kualitasnya. Analisis dan pengujian tersebut menjadi sangat penting karena tidak semua konsumen meminta kualitas batubara yang sama, sebab untuk kegunaan yang berbeda kualitas batubara berbeda juga.

Untuk itu, diperlukan pemahaman dalam teknik pengambilan sampel dari stockpile yang dapat merepresentasikan populasi dari batubara yang dikirimkan ke konsumen sehingga penggunaan batubara tersebut sesuai dengan kualifikasi yang diinginkan. Secara umum penentuan kualitas batubara untuk Analisis Batubara meliputi: Analisis Proksimat (kadar air, abu, zat terbang dan karbon padat), Analisis Ultimat, (kadar karbon, hidrogen, sulfur dan oksigen), Nilai kalor, komposisi abu batubara dan titik leleh abu batubara. Sedangkan untuk Pengujian Batubara terdiri dari: TGS (True Specific Gravity), HGI (Hardgrove Grindability Index), FSI (Free Swelling Index) dan Gray King Assay (sifat kokas). Training ini akan membahas mengenai bagaimana pengujian batu bara yang dapat dilakukan untuk memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan.



TUJUAN TRAINING ANALISIS & PENGUJIAN BATUBARA

Tujuan dari pelatihan ini adalah supaya peserta dapat/mampu:

  • Melakukan analisis pengujian batubara berdasarkan standar ASTM;
  • Mengklasifikasikan batubara berdasarkan pengujian yang dilakukan;
  • Memiliki keahlian dan kemampuan dalam menyusun laporan pengujian batubara.



MATERI TRAINING ANALISIS & PENGUJIAN BATUBARA

Ruang lingkup analisis pengujian batubara

Pengenalan batubara:

  • Pengertian batubara
  • Genesa batubara
  • Sebaran dan produksi batubara di Indonesia.

Komposisi batubara dan efeknya pada pengujian batubara
Teknik pengambilan sample

Analisis kimia batubara:

  • Analisis Proksimat,
  • Analisis kadar air,
  • Analisis kadar zat terbang (volatile matter).

Analisis karbon padat (fixed carbon), perhitungan:

  • Analisis Ultimate,
  • Analisis kadar karbon,
  • Analisis kadar hydrogen,
  • Analisis kadar Nitrogen,
  • Analisis kadar oksigen (perhitungan).

Nilai Kalor:

  • Nilai kalor gross,
  • Nilai kalor net.

Pengeringan udara & Memperkecil ukuran butir
Dasar pelaporan hasil analisis:

  • Air dried basis (adb),
  • As received (AR),
  • Dry ash free (DAF),
  • Dry mineral matter free (DMMF).

Regulasi analisis pengujian batubara (Internasional & Nasional)

  • ASTM,
  • Internasional,
  • Peraturan pemerintah No 45 Tahun 2003.

Analisis komposisi abu Batubara:

  • Analisis SiO2, AI2O3, Fe2O3, TiO2, Mn3O4, CaO, MgO, Na2O, K2O, P2O3, SO3 dan hilang bakar (LOI)

Analisis petrografi batubara (maseral)

Pengujian batubara:

  • TGS (true sp gravity),
  • HGI (hard grove grindability index),
  • FSI (free swelling index),
  • Gray King Assay (sifatkokas).

Penyusunan laporan

Best practice penerapan analisis pengujian batubara

SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DAN MIGAS

DESKRIPSI TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DAN MIGAS

Supply chain di industry pertambangan dan migas memiliki kekhususan dalam bentuk jaringan dan aktivitasnya yang dimulai dari penambangan, produksi/refinery dan distribusi produk. Integrasi dari masing masing fungsi yang melibatkan berbagai jenis perusahaan dalam industry migas memegang kunci kesuksesan dalam meminimasi biaya keseluruhan supply chain. Persaingan yang ada sekarang menuntut perusahaan pertambangan dan migas untuk tidak hanya berfokus pada kemampuan internal namun juga berfokus pada kolaborasi dengan pihak ekternal, baik supplier maupun distributor. Kolaborasi ini akan membantu perusahaan untuk dapat menghasilkan produk yang memenuhi criteria cost, quality dan delivery yang unggul di pasar. Peran Supply Chain Management (SCM) menjadi sangat penting dalam mengelola seluruh rangkaian aktivitas dalam menghasilkan produk mulai dari hulu ke hilir.
Sebagai perusahaan yang yang bermain di pasar dunia tentunya perusahaan harus memiliki jaringan Supply Chain Management (SCM) yang baik dalam pengelolaan produksinya. Perusahaan akan menjalin kerjasama dengan para supplier baik dari dalam maupun luar negeri. Untuk itu, para pelaku industri harus membuat rencana, manajemen dan pengawasan untuk transportasi dan penyimpanan dari bahan mentah, inventory hingga menjadi bahan jadi. Teknologi yang serba canggih memungkinkan para pelaku industri migas untuk mengkontrol supply chain secara efisien. Agar para pelaku industri yang terlibat di dalamnya benar-benar memahami prinsip kerja Supply Chain Management (SCM) secara komprehensif, maka perlu adanya pelatihan yang diharapkan dapat menjawab berbagai permasalahan yang timbul.



TUJUAN TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DAN MIGAS

  • Setelah mengikuti training Supply Chain Management (SCM) diharapkan peserta dapat:
  • Memahami prinsip bagaimana mengelola supply chain management yang efektif di industri pertambangan dan migas
  • Memahami bagaimana mengoptimalkan proses bisnis dalam perusahaan agar tercipta efisiensi dalam Supply Chain Management (SCM) di industri pertambangan dan migas
  • Memahami bagaimana berkolaborasi dengan pihak ekternal perusahaan antara lain dengan supplier dan distributor
  • Memahami bagaimana mengelola aliran material dan inventory dalam Supply Chain Management (SCM)



MATERI TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DAN MIGAS

1. Pengantar supply chain management di industry Pertambangan dan Migas:

  • Konsep Supply Chain Management (SCM) di Pertambangan dan Migas
  • Lingkungan bisnis Supply Chain Management (SCM) di Pertambangan dan Migas
  • Tantangan supply chain di Pertambangan dan Migas

2. Memahami supply chain di industri Pertambangan dan Migas

  • Mapping Supply chain
  • Value chain model
  • Pelaku upstream dan downstream

3. Strategy Supply chain management

  • Identifikasi fit strategy
  • Strategi kolaborasi dan aliansi dalam Supply Chain Management (SCM)

4. Tehcnology & supply chain

  • Memahami bagaimana pilihan IT yang diterapkan akan mempengaruhi supply chain.
  • Pilihan teknologi integrasi (ERP)
  • VMI (Vendor managed Inventory)

5. Bull whip effect and inventory management dalam Supply Chain Management (SCM)

  • Menjelaskan bagaimana mengelola inventory dalam jaringan Supply Chain Management (SCM) dan menghindari bullwhip effect dalam distribusi produk
  • Manajemen Inventory : Klasifikasi inventory, Inventory cost, model pemesanan ekonomis,perhitungan safety stock, inventory valuation, inventory metric.

6.Manajemen transportasi dan distribusi

  • Model sistem transportasi dan distribusi dan Rincian aktivitas sistem

7. Transportasi.

  • Mengukur produktivitas sistem transportasi.
  • Logistics network design.
  • Shipment planning and management.
  • Fleet, container and yard management.
  • Freight and document management.

8. Pengukuran Performansi Supply Chain Management (SCM)

  • Mengukur target perusahaan dan target Supply Chain Management (SCM)
  • Performance measurement framework
  • Key performance Indicator
  • SCOR (Supply Chain Operation Reference) dari Supply Chain Council

9. Studi kasus aplikasi SCM di Pertambangan dan Migas

ARTIFICIAL LIFT UNTUK PRODUKSI MINYAK

Deskripsi Artificial lift

Kemampuan dari reservoir sumur minyak dalam mengangkut fluida ke permukaan akan terus berkurang sejalan dengan waktu. Titik waktu reservoir mengalami kesulitan untuk mengangkut fluida ke atas maka disaat itulah perusahaan pertambangan minyak dan gas membutuhkan articial lift (pengangkutan/ sembur buatan) dalam proses produksinya untuk tetap menjaga laju ketersedian minyak tetap konstan. Artificial lift juga digunakan untuk sumur yang memang pada dasarnya hanya memiliki kemampuan produksi yang kecil, sehingga untuk menaikkan tingkat produksinya maka dibuatkanlah artificial lift pada sumur tersebut.

Pemilihan yang tepat pada beberapa alternatif metode artificial lift akan membantu perusahaan untuk efektif dan efesien dalam melanjutkan proses produksinya. Ketepatan tersebut tentunya didukung dari identifikasi yang akurat pada kondisi reservoir sumur, data historis perfomance reservoir dan lain-lain. Oleh sebab itulah perusahaan perlu mengetahui dan memahami persoalan ini secara mendasar dari mulai identifikasi persoalan, pemilihan alternatif tindakan, instalasi peralatan dari metode yang dipilih hingga evaluasi dari alternatif yang dipilih tersebut sehingga perusahaan memiliki sistem kerja yang handal dan tepat.

Tujuan Training Artificial lift

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami mengenai urgensi melakukan artificial lift di reservoir sumur pertambangan
  2. Memahami berbagai metode artificial lift yang telah banyak diterapkan
  3. Memilih metode yang tepat untuk diimplementasikan pada reservoir minyak sebagai jawaban dari persoalan kesulitan pengangkutan hidrokarbon

Materi Training Artificial lift

  1. Kapan dan mengapa menggunakan artificial lift?
  2. Identifikasi dan interpretasi data kondisi sumur
  3. Kerangka kerja dan evaluasi dari alternatif Gas Lifting
  4. Kerangka kerja dan evaluasi dari alternatif Sucker Rod Pumping
  5. Kerangka kerja dan evaluasi dari alternatif Subsurface Electrical Pumping
  6. Kerangka kerja dan evaluasi dari alternatif Jet Pump
  7. Kerangka kerja dan evaluasi dari alternatif Progressive Cavity Pump
  8. Peralatan yang dibutuhkan dari setiap alternatif metode artificial lift
  9. Perencanaan dan Manajemen Proyek dari instalasi artificial lift
  10. Evaluasi kebijakan
  11. Studi kasus persoalan artificial lift

PLAXIS 2D BASIC TO INTERMEDIATE

Deskripsi

PLAXIS merupakan software yang dimaksudkan sebagai suatu alat bantu analisis untuk digunakan oleh ahli geoteknik yang tidak harus mengusai metode numeric. Semakin banyaknya penggunaan software PLAXIS dalam seluk beluk kegiatan atau dunia geoteknik di Indonesia, tentunya sangat dibutuhkan suatu wadah atau sarana diskusi yang dapat membahas secara detail perihal permasalahan-permasalahan yang ada dan sering dihadapi oleh para pengguna software ini.

Pelatihan tersebut mencakup segala hal yang berhubungan dengan pemilihan parameter tanah, pemilihan model tanah, hingga ke pemodelan bangunan geoteknik. Sehingga perlu diadakan suatu bentuk pelatihan yang dapat menjawab apakah pemodelan cukup dilakukan secara dua dimensi dengan menggunakan PLAXIS 2D ataukah tidak

 

Materi Training PLAXIS 2 DIMENSI

  1. Introduction to Plaxis
  2. 2D : Geometry  & Calculations
  3. Structural Elements in Plaxis 2D
  4. Modelling of a Raft Foundation
  5. Modelling of Piles in Plaxis 2D
  6. Modelling of A Piled Group Foundations
  7. An Overview of Soil Models
  8. Modelling of Embankments
  9. Embankment Exercise
  10. Modelling of groundwater
  11. Modelling of Excavations(or Tunnels)
  12. Modelling of Excavations
  13. Case Study

Eksplorasi dan Pemetaan Air Tanah

Manfaat Kursus Eksplorasi dan Pemetaan Air Tanah

Setelah mengikuti kursus ini, peserta kursus diharapkan akan mampu:

  1. Mengetahui konsep dan lingkup kerja dalam eksplorasi dan pemetaan airtanah
  2. Mengetahui kondisi-kondisi geologi yang penting dalam pembentukan sistem akuifer
  3. Memahami sifat-sifat fisik dan kimia airtanah untuk menentukan kualitasnya
  4. Memahami dasar-dasar teknik eksplorasi airtanah
  5. Memahami metode pemetaan dan pemodelan airtanah

Materi Kursus Eksplorasi dan Pemetaan Air Tanah

  1. Pengantar geologi airtanah
  2. Sistem akuifer
  3. Hidrogeokimia
  4. Teknik pengambilan sampel kualitas airtanah
  5. Teknik eksplorasi geofisika dan geokimia untuk airtanah
  6. Pemetaan airtanah
  7. Pemodelan dan simulasi airtanah

Genesa Mineral dan Batubara

Manfaat kursus Genesa Mineral dan Batubara:

Setelah mengikuti kursus ini, peserta kursus diharapkan akan mampu:

  1. Memahami konsep genesa cebakan mineral dan batubara
  2. Mengetahui proses-proses geologi yang mengontrol terbentuknya cebakan mineral dan batubara
  3. Mengetahui pola sebaran mineral dan batubara yang ekonomis di Indonesia
  4. Memahami landasan atau pegangan dalam mencari dan menemukan endapan-endapan ekonomis yang baru
  5. Memahami model, sifat-sifat fisika dan kimia endapan mineral dan batubara dalam kaitannya untuk rekomendasi metode eksplorasi, penambangan, dan pengolahannya



Materi kursus Genesa Mineral dan Batubara:

  1. Pengantar geologi cebakan mineral
  2. Genesa mineral primer
  3. Genesa mineral sekunder
  4. Genesa mineral alterasi
  5. Model genetik dan empirik cebakan mineral
  6. Sebaran mineral berharga di Indonesia
  7. Pengantar geologi lapisan pembawa batubara
  8. Pengendapan gambut dan coally shale
  9. Pembatubaraan biokimia
  10. Pembatubaraan geokimia
  11. Komposisi, klasifikasi dan kualitas batubara
  12. Sebaran lapisan batubara ekonomis di Indonesia
  13. Rekomendasi metode eksplorasi, penambangan, dan pengolahan mineral dan batubara

PROJECT FINANCING PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DI INDONESIA

DESKRIPSI TRAINING PROJECT FINANCING PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DI INDONESIA

Dalam menyelesaikan sebuah proyek dalam industri pertambangan, pasti terdapat resiko yang berhubungan dengan salah satu sumber daya yang digunakan, antara lain mengenai keuangan atau pendanaan. Pendanaan yang dialokasikan kepada para pihak seperti investor, customer, kontraktor, lender supplier, kreditur dan lain-lain dengan menggunakan extensive contractual arrangement merupakan salah satu karakteristik penting dalam project financing. Project financing dapat diartikan sebagai teknik pengumpulan dana jangka panjang untuk pembiayaan investasi suatu proyek. Sedangkan kredit sindikasi merupakan kredit yang diberikan secara bersama oleh lebih dari satu bank kepada debitur tertentu, dapat berupa kredit investasi ataupun kredit modal kerja. Training ini akan memberikan pemahaman mengenai project financing da kredit sindikasi pada perusahaan pertambangan di Indonesia.

MATERI TRAINING PROJECT FINANCING

1.      Ruang lingkup project financing dan kredit sindikasi

  • Definisi
  • Fungsi dan manfaat

2.      Project financing vs pinjaman biasa
3.      Tahapan project financing
4.      Evaluasi project financing
5.      Inter credit agreement

  • Potensi kredit di industri pertambangan
  • Resiko kredit pembiayaan

6.      Studi kasus

 

RKAB-RENCANA KERJA DAN ANGGARAN BIAYA PERTAMBANGAN

Deskripsi

Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Pertambangan merupakan salah satu alat perencanaan dan pengendalian manajemen dan sekaligus sebagai media akuntabilitas manajemen dalam Pertambangan. RKAB yang disiapkan secara matang, akan banyak membantu manajemen pertambangan dalam memenuhi prinsip akuntabilitas dan transparansi, namun kelemahan dalam penyiapan RKAB juga dapat mempengaruhi kredibilitas manajemen.

Perencanaan kerja dan sistem anggaran dengan kombinasi pendekatan topdown dan bottom-up, mensyaratkan perlunya pemahaman terkoordinasi antara seluruh tingkatan manajemen dan operasional pertambangan, sehingga pelatihan (training) penyiapan RKAB pertambangan ini diharapkan dapat menyegarkan kembali konsep RKAB dan sekaligus mempertajam kemampuan manajemen dalam memahami mekanisme yang harus dilaksanakan dalam proses penyiapan RKAB.

Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Pertambangan merupakan salah satu alat perencanaan dan pengendalian manajemen dan sekaligus sebagai media akuntabilitas manajemen. RKAB yang disiapkan secara matang, akan banyak membantu manajemen dan operasional dalam memenuhi prinsip akuntabilitas dan transparansi, namun kelemahan dalam penyiapan RKAB juga dapat mempengaruhi kredibilitas manajemen.

Perencanaan kerja dan sistem anggaran dengan kombinasi pendekatan topdown dan bottom-up, mensyaratkan perlunya pemahaman terkoordinasi antara seluruh tingkatan manajemen, sehingga Training penyiapan RKAB diharapkan dapat menyegarkan kembali konsep RKAB dan sekaligus mempertajam kemampuan manajemen dalam memahami mekanisme yang harus dilaksanakan dalam proses penyiapan RKAB.

 

Tujuan

  1. Menyegarkan kembali konsep RKAB sebagai salah satu alat utama dalam penyelenggaraan fungsi perencanaan dan pengendalian manajemen, serta sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi yang menjadi bagian dari tatakelola perusahaan yang baik.
  2. Mempertajam pemahaman peserta mengenai mekanisme dan langkah-langkah penyiapan RKAB.

Materi Training  (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya) Pertambangan

  1. Pendahuluan RKAB.
  2. Evaluasi Pelaksanaan RKAB.
  3. Strategi Perusahaan Pertambangan
  4. Laporan Keuangan perusahaan Pertambangan
  5. Proyeksi Kegiatan Pertambangan
  6. Praktek Penyiapan RKAB dengan menggunakan program Ms Office excel

MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PERTAMBANGAN

PENGANTAR

Pertambangan memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan nasional, dimana sector ini memberikan peran yang sangat signifikan dalam perekonomian nasional, baik dalam sektor fiscal, moneter, maupun sektor riil.

Salah satu karakteristik industri pertambangan adalah padat modal, padat teknologi dan memiliki risiko yang besar. Oleh karena itu, dalam rangka menjamin kelancaran operasi, menghindari terjadinya kecelakaan kerja, kejadian berbahaya dan penyakit akibat kerja maka diperlukan implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada kegiatan pertambangan.

K-3 terutama di industri pertambangan merupakan salah satu faktor yang sangat penting demi kelancaran kegiatan operasional sehingga timbulnya rasa aman dan nyaman bagi pekerja untuk dapat bekerja secara optimal dan produktif. Pada prinsifnya kecelakaan kerja dapat terjadi dikarenakan oleh kondisi yang tidak aman serta kegiatan/aktifitas yang tidak aman. Dalam industri pertambangan seorang Kepala Teknik Tambang (KTT) ditunjuk sebagai penanggung jawab penuh terhadap K-3 dan dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh Pengawas Operasional dan Pengawas Teknis.

TUJUAN PELATIHAN

Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan dapat memahami aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada industry pertambangan yang dapat melakukan identifikasi, evaluasi,
pemeriksaan yang berkaitan dengan bidang keselamatan dan kesehatan kerja.

MATERI PELATIHAN 

  • Dasar Hukum K-3 Pertambangan
  1. UU Nomor 11 TH 1967
  2. UU Nomor 1 TH 1970
  3. UU Nomor 13 TH 2003
  4. PP Nomor 32 TH 1969
  5. PP Nomor 19 TH 197
  6. MPR Nomor 341 LN 1930
  7. KEPMEN Nomor 2555.K/201/M.PE/1993
  8. KEPMEN Nomor 555.K/26/M.PE/1995
  • Elemen Pemerintah dalam pengelolaan K3 pertambangan
  • Elemen Perusahaan dalam pengelolaan K3 pertambangan
  • Pengawasan Pertambangan
  • Pengawasan K3 dan Keselamatan Operasi Pertambangan
  1. Keselamatan Kerja
  2. Kesehatan Kerja
  3. Lingkungan Kerja
  4. Sistem Manajemen K3
  5. Kelayakan Sarana, Prasarana dan Instalasi Peralatan Pertambangan
  6. Kompetensi Tenaga Teknik
  • Ruang Lingkup Pengawasan operasional / lapangan
  • Pengujian Peralatan Sarana dan instalasi
  • Pengujian/Penilaian Kompetensi
  • Pembinaan K3 dan Keselamatan Operasi Pertambangan
  • Sistem Manajemen K3
  • Risiko dan Kerugian Akibat Terhentinya Operasional

K3 PERTAMBANGAN

PENGANTAR TRAINING K3 PERTAMBANGAN

Kegiatan atau aktivitas dalam industri pertambangan tidak bisa pungkiri adanya risiko terjadinya kecelakaan kerja, karena didalam aktivitasnya pertambangan menggunakan padat modal dan padat teknologi.  Dengan kesadaran akan terjadinya kecelakaan kerja tersebut industri pertambangan menyiapkan tenaga ahli k3 yang bertanggung jawab atas keselamatan para pekerjanya. Pada prinsipnya kecelakaan kerja dapat terjadi dikarenakan oleh kondisi yang tidak aman serta kegiatan atau aktivitas yang tidak aman.



TUJUAN TRAINING K3 PERTAMBANGAN

 Setelah mengikuti pelatihan ini peserta di harapkan dapat memahami aspek keselamatan dan kesehatan pada Industri pertambangan sehingga dapat menerapkannya di dalam pekerjaannya

MATERI PELATIHAN K3 PERTAMBANGAN

  • Ruang Lingkup Manajemen Keselamatan dan Kesehatan (K3) dalam industri Pertambangan
  • Dasar Hukum K-3 Pertambangan
    1. UU Nomor 11 TH 1967
    2. UU Nomor 1 TH 1970
    3. UU Nomor 13 TH 2003
    4. PP Nomor 32 TH 1969
    5. PP Nomor 19 TH 197
    6. MPR Nomor 341 LN 1930
    7. KEPMEN Nomor 2555.K/201/M.PE/1993
    8. KEPMEN Nomor 555.K/26/M.PE/1995
  • Elemen Pemerintah dalam pengelolaan K3 pertambangan
  • Elemen Perusahaan dalam pengelolaan K3 pertambangan
  • Pengawasan Pertambangan
  • Pengawasan K3 dan Keselamatan Operasi Pertambangan
  1. Keselamatan Kerja
  2. Kesehatan Kerja
  3. Lingkungan Kerja
  4. Sistem Manajemen K3
  5. Kelayakan Sarana, Prasarana dan Instalasi Peralatan Pertambangan
  6. Kompetensi Tenaga Teknik
  • Ruang Lingkup Pengawasan operasional / lapangan
  • Pengujian Peralatan Sarana dan instalasi
  • Pengujian/Penilaian Kompetensi
  • Pembinaan K3 dan Keselamatan Operasi Pertambangan
  • Sistem Manajemen K3
  • Risiko dan Kerugian Akibat Terhentinya Operasional
  • Case and Study

 

DRILLING ENGINEERING AND WELL PLANNING

Deskripsi Training DRILLING ENGINEERING AND WELL PLANNING

Proses drilling dilakukan untuk mengambil sumber daya alam yang ada di dalam tanah. Proses pengeboran yang dilakukan dengan sangat hati- hati karena memiliki resiko kerja yang tinggi. Sedangkan untuk well planning merupakan proses perencanaan mulai dari penggunaan peralatan, prosedur yang akan digunakan dan juga tipe penyelesaian suatu sumur. Proses perencanaan ini sangat penting karena menyangkut hasil dan juga pembiayaan, sehingga perlu dilakukan kajian well planning yang baik.

 

Tujuan Training DRILLING ENGINEERING AND WELL PLANNING

Setelah selesai mengikuti kursus ini, peserta diharapkan akan mengerti dan memahami tentang drilling operation dan perencanaan sumur.

 

Materi Training DRILLING ENGINEERING AND WELL PLANNING

  1. Well Planning
    • Penentuan Lokasi Drilling
      • Seismic Survey
      • Gravity Survey
      • Interpretasi data
    • Mendapatkan hak bor
    • Tipe Sumur
    • Engineering the well
  2. Teknik Dasar Pengeboran
    • Proses Pengeboran
    • Jenis dan komponen Rig
    • Safety
  3. Casing dan Cementing
    • Memilih casing, menentukan ukuran lubang dan koneksi
    • Mengatur kedalaman
    • Menghitung casing stress
  4. Mud System
    • Water based mud
    • Oil based mud
    • Sistem penanganan mud
  5. Cementing
    • Tahap- tahap cementing
    • Peralatan cementing
    • Cementing calculation
  6. Directional, Horizontal dan Multilateral Drilling

HUKUM PERTAMBANGAN

Deskripsi Training Dasar Hukum Pertambangan

Berdasarkan UUD 1945 pasal 33, pertambangan di Indonesia dikuasai oleh negara. Maka dibuatlah hukum pertambangan untuk mengatur segala sesuatu yang menyangkut pertambangan. Hukum pertambangan adalah aturan yang mengatur hubungan antara manusia dan subyek hukum lain yang berhubungan dengan pertambangan. Hal ini penting untuk diketahui oleh perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan. Pelatihan Dasar hukum pertambangan in merupakan pelatihan komprehensif yang akan menjelaskan semua aspek hukum dalam bidang pertambangan.



Tujuan Training Dasar Hukum Pertambangan

Setelah mengikuti training Dasar hukum pertambangan, peserta diharapkan dapat mengerti dan memahami :

  • Dasar hukum pertambangan ;
  • Peran dan kedudukan pemerintah dan pemerintah daerah dalam hukum pertambangan,
  • Kewajiban pada pemegang IUP (Ijin Usaha Pertambangan);

Materi Training Dasar Hukum Pertambangan

  1. Dasar pengelolaan sumber daya migas di Indonesia
  • Regulasi pertambangan di Indonesia
  • Peran dan kedudukan pemerintah dan pemerintah daerah dalam pengelolaan SDA
  1. Pengantar Hukum Pertambangan
  • Sejarah hukum pertambangan di Indonesia
  • Asas- asas penting dalam hukum pertambangan
  • Pembahasan pasal- pasal penting dalam UU Minerba
  1. Jenis- jenis pertambangan sesuai dengan UU Menirba
  2. Peraturan penambangan dalam hutan
  3. Pembebasan tanah pertambangan
  4. Tata cara penerbitan ijin berdasarkan lelang dan permohonan
  5. Eksistensi izin yang telah ada sebelum terbitnya UU Menirba
  6. Aspek hukum perjanjian dalam hukum pertambangan
  • Asas hukum perjanjian
  • Kontrak sebagai dasar perikatan
  1. Konversi KP menjadi IUP
  2. Kewajiban pemegang IUP

Monitoring Kestabilan Lereng

Deskripsi Training Monitoring Kestabilan Lereng

Analisis kestabilan lerengan penambangan adalah suatu kegiatan melakukan monitoringterhadap lereng yang harus dilakukan dengan benar agar sasaran produksi dapat tercapai dengan memenuhi standard keselamatan kerja yang tinggi. Semakin lebar dan dalam tambang terbuka tersebut dilakukan penggalian, maka tentunya akan semakin besar resiko yang akan muncul. Untuk itu para perancangan harus mengenai pengertian batuan dan massa batuan, karakterisasi massa batuan, pengetahuan mengenai pengujian batuan, klasifikasi massa batuan dan perhitungan faktor keamanan lereng.

 

Tujuan Training Monitoring Kestabilan Lereng

  1. Peserta dapat mengetahui dasar perhitungan faktor kemantapan lereng beserta faktor-faktornya.
  2. Memahami tahapan mengenai karakterisasi massa batuan dan pengujian batuan
  3. Menegtahui perhitungan penentuan faktor kemantapan lereng

 

Materi Training Monitoring Kestabilan Lereng

  1. Pengenalan perancangan lereng tambang
  2. Pengertian batuan dan massa batuan
  3. Karakterisasi massa batuan
  4. Pengujian sifat fisik dan mekanik batuan
  5. Klasifikasi massa batuan
  6. Kriteria keruntuhan batuan
  7. Perhitungan faktor keamanan lereng
  8. Analisis resiko

Perawatan Peralatan Listrik

Tujuan Pelatihan Perawatan Peralatan Listrik

Menghasilkan Tenaga Teknik ketenagaan Listrik Industri yang memiliki kemampuan/keahlian memelihara peralatan listrik industri.

Sasaran Pelatihan Perawatan Peralatan Listrik

Setelah mengikuti pelatihan Perawatan Peralatan Listrik ini peserta mampu :

  • Mengenali/familier dengan konstruksi, pemasangan dan operasi peralatan listrik industri
  • Memahami spesifikasi dan pembacaan Nameplate peralatan listrik
  • Menangani pemeliharaan peralatan listrik industri
  • Melakukan trouble-shooting pada peralatan listrik industri

Materi Pelatihan Perawatan Peralatan Listrik

1. Switchgear dan Perangkat Pengaman

  • Konstruksi
  • Pemasangan
  • Operasi
  • Nameplate & spesifikasi
  • Pemeliharaan
  • Pelacakan Gangguan

2. Kontaktor dan Thermal Overload relay

  • Kontaktor
  • Pemasangan
  • Operasi
  • Nameplate & spesifikasi
  • Pemeliharaan
  • Pelacakan Gangguan

3. Motor Asinkron 3 Ph

  • Konstruksi
  • Pemasangan
  • Operasi
  • Nameplate & spesifikasi
  • Pemeliharaan
  • Pelacakan Gangguan

4. Trafo Daya

  • Kontruksi
  • Pemasangan
  • Operasi
  • Nameplate & spesifikasi
  • Pemeliharaan
  • Pelacakan Gangguan