Arsip Blog

DASAR AKUNTANSI

TUJUAN TRAINING DASAR AKUNTANSI

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta dapat memahami aplikasi akuntansi dan penerapannya dalam pekerjaan

 

MATERI TRAINING DASAR AKUNTANSI

Karakteristik dan Konsep Dasar Akuntansi

  • Apa itu akuntansi?
  • Pengguna dan kegunaan Akuntansi
  • Perbedaan bookkeeping dan akuntansi
  • Standar Akuntansi Keuangan
  • Unsur-unsur Laporan Keuangan (Neraca dan Laba Rugi)

Proses Pencatatan Akuntansi

  • Persamaan dasar Akuntansi
  • Pengertian rekening (account) dan Debit/kredit
  • Tahap-tahap proses siklus akuntansi
  • Buku Jurnal
  • Buku Besar dan Buku besar pembantu
  • Posting ke Buku Besar
  • Necara Saldo

Penyesuaian Rekening (Adjusting the Account)

  • Asumsi Periodicity dan pengakuan pendapatan dan biaya
  • Bentuk-bentuk penyesuaian rekening
  • Jurnal penyesuaian dan posting ke Buku Besar
  • Neraca saldo disesuaikan
  • Neraca Lajur
  • Laporan Keuangan

Penyelesaian Siklus Akuntansi

  • Jurnal Penutup
  • Jurnal Koreksi
  • Jurnal Pembalikan (reversing entries)
  • Analisis Laporan Keuangan
  • Jurnal khusus
Iklan

BASIC ACCOUNTING TRAINING

DESKRIPSI BASIC ACCOUNTING TRAINING

Akuntasi merupakan bahasa bisnis yang harus dimengerti  bagi perusahaan yang ingin terus eksis dan sukses dalam berbisnis. Akuntansi memegang peranan yang vital bagi jalannya sebuah perusahaan. Konsep dasar, pengetahuan dan keterampilan akuntansi keuangan diperlukan dalam pengelolaan data keuangan dan penyusunan laporan keuangan. Laporan keuangan adalah ringkasan kondisi perusahaan pada tanggal neraca dan kinerja perusahaan dalam periode tertentu. Penyajian laporan keuangan bagi pihak eksternal perusahaan harus sesuai pada prinsip-prinsip akuntansi keuangan yang diterima umum. Pemahaman akuntansi yang baik akan menjadikan kita mampu mengevaluasi kondisi perusahaan. Evaluasi laporan keuangan akan menguak informasi tertutup dari sebuah laporan keuangan. Semua informasi dari sebuah laporan keuangan menjadi dasar yang penting untuk pengambilan keputusan. Keputusan yang tepat menjadikan perusahaan akan berada dalam jalur yang tepat, sehingga tujuan dari perusahaan lebih mudah dicapai.
Pelatihan ini akan membahas mengenai pengetahuan Dasar Akuntansi (Basic Accounting). Diharapkan peserta pelatihan mampu memahami tugas dan tanggung jawab bagian akuntansi keuangan, memahami prinsip dasar dan tujuan akuntansi keuangan, mampu menyusun laporan keuangan neraca, laba-rugi dan laporan perubahan modal dan melakukan analisis rasio terkait, memahami berbagai metode akuntansi, memahami dan mampu mempraktekan prosedur dalam siklus akuntansi.



TUJUAN BASIC ACCOUNTING TRAINING

Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan peserta dapat & mampu untuk:

  • Memahami prinsip dasar dan tujuan akuntansi keuangan
  • Memahami tugas dan tanggung jawab bagian akuntansi keuangan.
  • Memahami aplikasi akuntansi dan penerapannya dalam pekerjaan
  • Memahami persamaan dasar akuntansi sebagai dasar untuk membentuk Neraca.
  • Menyusun laporan keuangan neraca, laba-rugi dan laporan perubahan modal dan melakukan analisis rasio terkait.
  • Memahami berbagai metode akuntansi yang berkaitan dengan piutang ragu-ragu dan persediaan.
  • Memahami siklus akuntansi dan dapat melakukan proses recording, adjustment sampai dengan meringkas transaksi menjadi Laporan Keuangan.
  • Menggunakan dan menggali informasi penting dari laporan keuangan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan.



MATERI BASIC ACCOUNTING TRAINING

  • Akuntansi sebagai Bahasa Bisnis
    • Tujuan & Konsep Dasar Akuntansi
    • Laporan Keuangan: Fungsi Sistem Akuntansi dan Audit.
    • Standar Akuntansi Keuangan: Prinsip Akuntansi Yang Berlaku Umum di Indonesia (PSAK)
    • Laporan Keuangan (titik awal belajar akuntansi): neraca, laba rugi dan perubahan modal
    • Efek Transaksi Bisnis
    • Bentuk Organisasi Dalam Bisnis
    • Penggunaan Laporan Keuangan
  •   Proses Pencatatan Akuntansi
    • Persamaan dasar Akuntansi
    • Pengertian rekening (account) dan Debit/kredit
    • Tahap-tahap proses siklus akuntansi
    • Buku Jurnal
    • Buku Besar dan Buku besar pembantu
    • Posting ke Buku Besar
    • Neraca Saldo
  • Penyesuaian Rekening (Adjusting the Account)
    • Asumsi Periodicity dan pengakuan pendapatan dan biaya
    • Bentuk-bentuk penyesuaian rekening
    • Jurnal penyesuaian dan posting ke Buku Besar
    • Neraca saldo disesuaikan
    • Neraca Lajur
    • Laporan Keuangan
  • Akuntansi Untuk Perusahaan Dagang
    • Pengantar: Perusahaan Dagang
    • Sistem Inventory Perpetual
    • Sistem Inventory Periodic
    • Evaluasi Kinerja Perusahaan Dagang
  • Menghitung Laba / (Rugi) dan Neraca
    • Apakah Laba Bersih / (Rugi) Akuntansi
    • Ayat Jurnal Penyesuaian
    • Menyiapkan Satu Set Laporan Keuangan
    • Jurnal Penutup Untuk Rekening Temporary
  • Penyelesaian Siklus Akuntansi
    • Jurnal Penutup
    • Jurnal Koreksi
    • Jurnal Pembalikan (reversing entries)
    • Jurnal khusus
  •   Analisa Laporan Keuangan dan Laporan Arus Kas
    • Mengukur Tingkat Likuiditas dan Risiko Kredit
    • Mengukur Rasio Profitabilitas
    • Mengukur Rasio Efisiensi Operasi
    • Mengukur Rasio Leverage
    • Mengukur Rasio Tingkat Pengembalian
    • Laporan Arus Kas

ACCOUNTING AND TAX PLANNING

Deskripsi

Ilmu akuntansi tidak hanya dipelajari oleh seorang akuntan saja melainkan profesi lainnya karena berhubungan dengan keuangan. Banyak pihak yang memerlukan untuk menguasai ilmu tersebut bidang keilmuan tersebut, antara lain:  Insinyur, ahli Hukum, ahli statistic, ahli IT, ahli pertanian, ahli sejarah, ahli bahasa, dan lain-lain. Bahkan ilmu akuntansi juga dibutuhkan oleh seseorang yang semula bekerja di luar profesi atau bidang akuntansi dan tidak memiliki dasar-dasar ilmu akuntansi, kemudian orang tersebut di promosikan ke lingkup pekerjaan bidang akuntansi.

Perencanaan pajak (tax planning) sangat dibutuhkan oleh perusahaan karena dengan memahami perencanaan pajak perusahaan dapat melakukan proses merekayasa usaha dan transaksi wajib pajak agar utang pajak berada dalam jumlah yang minimal tanpa melakukan pelanggaran konstitusi atau Undang-undang Perpajakan yang berlaku.

Tujuan

Setelah mengikuti training ini, diharapkan peserta dapat:

  1. Memperoleh pengetahuan tentang seluk beluk pengerjaan bidang accounting dan hasil-hasil yang bisa diperoleh yang berkaitan erat dengan ilmu accounting.
  2. Memahami teknik-teknik dalam penyusunan Laporan keuangan, penyusunan Balance Sheet, Income Statement & Cash Flow.
  3. Mampu melakukan perencanaan pajak sesuai Undang-undang Perpajakan.

 

Materi

1. Pencacatan & Pengklasifikasian Transaksi Financial

  • Aktiva & berbagai sumbernya
  • Debet & Kredit
  • dalam buku kas
  • Buku entry original
  • Neraca Saldo ( Trial Balnce )
  • Buku Kas Sekundair
  • Pengawasan uang tunai ( Cash )
  • Surat Hutang ( Notes ) & Surat Wesel ( Draft )
  • Buku Entry Original lainnya

2. Adjusting dan Rekapitulasi Rekening

  • Property dan Perlengkapan
  • Bad Debs
  • Uang Muka Biaya, Hutang Biaya, Hutang & Piutang Penghasilan
  • Penentuan Net Income
  • Laporan Keuangan ( Financial Statement )

3. Trading / Jasa

  • Akuntansi usaha jasa
  • Inventarisasi produk usaha jasa
  • Catatan Pembelian dan Penjualan

4. Memahami Data Akuntansi

  • Berbagai hal yang membentuk data akuntansi
  • Biaya dan Pengeluaran
  • Akuntansi dan Tingkat Harga
  • Problema Dalam Mengukur Pendapatan

5. Berbagai Bentuk Organisasi Kepemilikan

  • Pembentukan Persekutuan
  • Pembagian Keuntungan Persekutuan
  • Penerimaan dan Pengunduran Diri Sekutu
  • Modal Perseroan Terbatas
  • Pendapatan Perseroan Terbatas
  • Antisipasi Biaya dan Kerugian Perseroan Terbatas
  • Obligasi Perseroan Tertbatas
  • Laporan Keuangan

6. Studi Kasus Entry Jurnal dan Buku Kas 

7. Ajustment dan Summarization

8. Memahami Laporan Keuangan

  • Neraca ( BALANSHEET )
  • Laporan laba-rugi ( INCOME STATEMENT )
  • Cash Flow Operasi , Pembiayaan & Investasi

9. Memahami Indikator Kesehatan Perusahaan

  • Analisa Ratio Keuangan
  • Analisa Laporan Laba-Rugi
  • Analisa Neraca
  • Profit VS Cashflow

10. Pengantar Tax Planning

11. Jenis-jenis Tax Planning

12. Aspek-aspek Tax Planning

13. Strategi Perencanaan Pajak

14. Penerapan Tax Planning

15. Studi Kasus

SISTEM MANAJEMEN MUTU BERDASARKAN ISO 9001: 2015

Seminar/Training Description :

Standar QMS / ISO 9001 adalah Sistem Manajemen Mutu pada sebuah organisasi memiliki kemampuan untuk secara konsisten menyediakan produk yang memenuhi persyaratan pelanggan dan perundang-undangan yang berlaku. Meningkatkan kepuasan pelanggan melalui penerapan sistem yang efektif, termasuk proses perbaikan sistem yang berkesinambungan dan jaminan kesesuaian dengan pelanggan, perundang-undangan dan peraturan yang berlaku terkait produk.

Tujuan Pelatihan

  1. Memahami dan menguasai implementasi pengendalian dokumen
  2. Memahami dan menguasai Konsep Management Change pada dokumen
  3. Memahami dan menguasai Aprproval System pada dokumen (peninajaun, memperbarui dan Persetujuan ulang)
  4. Memahami dan menguasai implementasi sistem kearsipan / pengendalian data perusahaan termasuk kebutuhan untuk melaksanakan sistem improvement sistem kearsipan
  5. Meningkatkan kompetensi dan skill / ketrampilan untuk memastikan bahwa perubahan dan sattus revisi terbaru pada dokumen teridentifikasi dengan jelas, mencegah terpakainya dokumen kadaluarsa

 

Outline Pelatihan Sistem manajemen Mutu Berdasarkan ISO 9001: 2015

  1. Pembahasan Hari 1
    • Pengenalan Sistem Manajemen Mutu
    • Sistem Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2015
    • Persyaratan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 :2015
  2. Pembahasan Hari 2
    • Persyaratan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2015
    • Dokumentasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2015
    • Proses Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2015
    • Berbagi Pengetahuan Perubahan ISO 9001 : 2015 (Sharing Knowledge ISO 9001: 2015 Changes)

PENYUSUNAN SOP

DESKRIPSI TRAINING PENYUSUNAN SOP

Standart Opeasional Procedure (SOP) diperlukan untuk mewujudkan keteraturan dalam suatu rangkaian aktivitas di perusahaan atau organisasi. Selain itu untuk menghindari tidak terlaksananya pekerjaan dengan baik, para pekerja yang tidak bertanggung jawab, lalai  dan selalu salah dalam pekerjaannya, dan segala kegiatan yang tidak sesuai, yang nantinya akan mengakibatkan rendahnya produktivitas dalam sebuah perusahaan/ organisasi. Training ini akan memberikan pemahaman mengenai teknik-teknik yang tepat dalam penyusunan SOP, sehingga akan meminimalisir penyimpangan yang tidak sesuai dalam organisasi/perusahaan.

 

TUJUAN TRAINING PENYUSUNAN SOP

Setelah mengikuti training ini, diharapkan peserta dapat memahami pentingnya Standard Operation Procedure (SOP) untuk kelancaran aktifitas organisasi/perusahaan dan teknik-teknik dalam penyusunan SOP.

 

MATERI TRAINING PENYUSUNAN SOP

1. Ruang lingkup dan basic Standar Operating Procedure (SOP)

  •  Pengertian dan pentingnya SOP
  • Simbol-simbol dalam SOP

2. Prinsip-prinsip dalam penyusunan SOP
3. Jenis SOP

  • SOP Teknis
  • SOP Administratif

4. Siklus penyusunan SOP

  • Persiapan
  • Penilaian kebutuhan SOP
  • Pengembangan SOP
  • Penerapan SOP
  • Monitoring dan evaluasi SOP

5. Format penyusunan SOP
6. Praktek pembuatan SOP dan diskusi
7. Hambatan dalam penyusunan SOP
8. Pemeliharaan SOP

FRAUD MANAGEMENT

DESKRIPSI:

Eksternal dan Internal Auditors mungkin pernah menemukan kecurangan (fraud) yang dilakukan oleh para manajer dalam pekerjaan-pekerjaan mereka. Pelatihan fraud management ini memberikan sebuah pengantar yang baik sekali untuk tipe-tipe kecurangan yang menciptakan problem-problem untuk masyarakat  audit. Partisipan akan diperkenalkan dengan kecurangan-kecurangan dalam laporan keuangan; pola-pola penggerogotan, penyuapan, kickbacks, dan benturan-benturan kepentingan. Latihan praktek akan digunakan secara ekstensif untuk memperkuat konsep pembelajaran.



MATERI TRAINING DAN OBJECTIVES FRAUD MANAGEMENT:

  1. Memberi pemahaman mengenai management fraud secara lebih khusus dan mendalam
  2. Membekali peserta dengan berbagai pengetahun dan ketrampilan audit yang berkaitan dengan kecurangan manajemen
  3. Membuka wawasan peserta dalam berbagai jenis kecurangan yang berkaitan dengan management fraud
  4. Mengajak peserta untuk lebih mewaspadai trend mutakhir dalam fraud, khususnya yang berkaitan dengan management fraud

INTERNAL AUDIT FOR AUDITOR, LAWYER & COMPLIANCE OFFICER

PENDAHULUAN TRAINING INTERNAL AUDIT FOR AUDITOR, LAWYER & COMPLIANCE OFFICER

Dalam era persaingan global antar korporasi saat ini, kebutuhan akan Good Corporate Governance (GCG) semakin meningkat. Implementasi yang mengarah pada pencapaian tujuan perusahaan berbasis stakeholders semakin mutlak diperlukan. Salah satu fungsi vital dalam perusahaan adalah auditor internal. Profesi auditor internal memiliki standar dan kode etik profesi yang harus dijalankan secara konsekuen dan konsisten. Auditor internal memiliki fungsi sebagai pelindung asset perusahaan, sehingga posisinya sangatlah strategis dan memegang peranan penting dalam setiap tahap langkah perubahan dan perkembangan yang berlangsung. Auditor internal juga termasuk salah satu dari pilar-pilar GCG.

Dalam peranannya tersebut, maka seorang auditor internal harus dapat menganalisa dengan benar setiap temuan dalam proses audit agar tidak terjadi penyalahgunaan fungsi yang sesuai dengan kebijakan perusahaan. Setelah proses penganalisaan dilanjutkan dengan pembuatan laporan yang sistematis agar dapat dipahami oleh manajemen perusahaan sebelum melangkah dalam melakukan pengambilan keputusan. Salah atu tugas audior internal adalah melakukan audit kecurangan (fraud audit) apabila terjadi kasus kecurangan di peusahaan, termasuk kasus Korupsi Kolusi & Nepotisme (KKN).

Sebagai seorang lawyer, yang menangani kasus-kasus dalam korporasi, haruslah dibekali dengan keilmuan yang lengkap. Salah satu keilmuan yang dapat menunjang adalah pemahaman keilmuan tentang auditor internal. Dengan memiliki kemampuan pengetahuan tentang auditor internal, maka akan memudahkan tugas lawyer ketika berhadapan dengan klien. Cara membaca Laporan Hasil Audit (LHA) dari auditor internal akan memudahkan lawyer dalam mencari perspektif baru dari permasalahan yang terjadi di perusahaan.

TUJUAN TRAINING INTERNAL AUDIT FOR AUDITOR, LAWYER & COMPLIANCE OFFICER

Setelah mengikuti pelatihan internal audit understanding ini peserta diharapkan dapat :

  1. Memahami dan memperluas wawasannya tentang berbagai hal yang berkaitan dengan profesi auditor internal.
  2. Memahami langkah – langkah yang optimal sebagai seorang auditor internal (proses audit, temuan audit, pelaporan hasil audit, monitoring tindak lanjut)
  3. Mengetahui paradigma baru peran dan fungsi auditor internal
  4. Mengetahui dan memahami hasil audit atas kasus-kasus kecurangan (fraud) yang terkait dengan aspek hukum.
  5. Mengetahui langkah-langkah kerjasama antara auditor internal dengan lawyer.

MATERI PELATIHAN INTERNAL AUDIT FOR AUDITOR, LAWYER & COMPLIANCE OFFICER

  1. Overview Internal Auditing
    • Definisi Internal Auditing
    • Standar & Kode Etik Profesi
    • Value Added Internal Auditing for strategic business partner
    • Auditor Internal sebagai salah satu pilar Good Corporate Governance (GCG)
  2. Risk Based Internal Auditing (RBIA)
    • Pendekatan RBIA
    • Proses RBIA
    • Manfaat RBIA
  3. Temuan audit dan Tehnik-teknik & Prosedur Dalam Audit (Audit Finding and Audit Procedure & Techniques)
    • Kriteria temuan audit
    • Prosedur & teknik audit
  4. Pelaporan Hasil Audit (Reporting the Audit)
    • Kriteria Laporan Hasil Audit (LHA)
    • Pelaporan LHA
    • Manfaat LHA
  5. Monitoring Tindak Lanjut
    • Tindak Lanjut Hasil Audit dalam rangka perbaikan (improvement) bagi auditee
    • Cara, ukuran dan proses monitoring tindak lanjut
  6. Paradigma Baru Auditor Internal (The New Paradigm of Internal Auditor)
    • Peran Auditor Internal sebagai Konsultan Internal (Internal Consultant)
    • Peran Internal Auditor sebagai Katalisator (Catalist)
  7. Audit Kecurangan (Fraud Audit)
    • Employee & management fraud
    • Fraudulent Financial Reporting
  8. Studi Kasus (Case Study)
    • Studi kasus tentang forensic audit terkait dengan aspek hukum serta langkah-langkah kerjasama antara auditor internal dengan lawyer.

SURFACE SAFETY SYSTEM

OBJECTIVE TRAINING SURFACE SAFETY SYSTEM

Setelah menyelesaikan training ini diharapkan peserta dapat :

  • Memahami prinsip-prinsip dasar dan berbagai peraturan tenang K3L untuk pelaksanaan pemboran sumur-sumur minyak, gas dan reservoir panas bumi, memproduksikannnya dan melakukan proses pengolahannya  di lapangan.
  • Melakukan diagnosis sederhana dan memengerti penyelesaian pekerjaan dalam bisnis minyak, gas atau panas bumi dengan memperhatikan unsure kesehatan, keselamat kerja dan lingkungan hidup.
  • Membuat analisis sederhana tentang berbagai kemungkinan timbulnya permasalahan gas beracun pada operasi pemboran dan produksi minyak dan gas bumi.
  • Pengetahuan tentang Peraturan Perundangan dalam K3L, Behavior Based Safety dan Implementasinya
  • K3L dalam Operasi Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi.



MATERIAL OUTLINE TRAINING SURFACE SAFETY SYSTEM

1.    Introduction  to Petroleum Reservoir Exploitation

  • Basic Drilling Engineering
  • Production Engineering
  • Surface Process Facilities

2.    Peraturan Pemerintah Tentang K3L

  • Basic Causes
  • Dasar Hukum K3PL
  • Pengawasan dan Pembinaan K3PL
  • Hasil Temuan

3.    Behavior Based Safety

  • Maksud dan Tujuan BBS
  • Peran dan Tanggung Jawab
  • Process Flow Diagram
  • Line of Fire
  • Lock Out Tag Out
  • Personal Protecticve Equipment (PPE)
  • Hazard Identification

4.    Risked Activity

  • Meghindari Line of Fire
  • Accident Iceberg
  • Behavior and Activity
  • 3 Type P3rilaku
  • 4 unsur BBS
  • Langkah-Langkah Pengamatan

5.    Gas Beracun Pada Pemboran

  • Gas Beracun
  • Penanganan Gas Beracun

6.    Pengaruh Gas Beracun pada Kesehatan

  • Maksud dan Tujuan
  • Bahaya Hazard pada Manusia
  • Ukuran Normatif

7.    The Medical Effects of Hydrogen Sulfide

  • Physical Properties
  • Chemical Properties
  • Effect o H2S to Health
  • Patophysiological Effects
  • Medical Evacuation

8.    Gas Detection Equipments

  • Sensor and Transmitter
  • Monitor
  • Alarm
  • Portable Gas Monitor
  • Personal Gas Monitor

9.    Respiratory Protection Equipments

  • Escape Unit
  • Work Line Unit
  • Rescue Unit
  • Bug Blower Unit

10.    Noise Measurement and Mapping

  • Prinsip Pengukuran
  • Metodologi Pengukuran
  • Aturan Dasar
  • Sampling Protocol Noise Dosemeter
  • Standard and Test Code
  • Noise Mapping

SECURITY MANAGEMENT

KOMPETENSI DASAR:

Management Security (Security management)  yaitu suatu sistem untuk memberikan pemahaman yang utuh/ terpadu serta kemampuan dan keterampilan dalam merencanakan dan mendesain Sistem Pengamanan yang tepat, efektif, dan efisien, sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi, khususnya Ancaman / Gangguan yang mungkin terjadi serta kemampuan Perusahaan sendiri dan berguna untuk mencegah sedini mungkin kerugian-kerugian bagi Perusahaan (Loss Prevention).



MATERI TRAINING SECURITY MANAGEMENT FOR LEADER

a.       Mengetahui secara garis besar Defenisi manajemen security (Security management)

Yang dimaksud dengan Management Security secara umum yaitu dapat melaksanakan Prosedur Sistem Manajemen Pengamanan dalam membentuk Kerangka dasar bagi perusahaan agar dapat mengelola aspek keamanan dan ketertiban dengan mengatur dan pengendalikan potensi bahaya dan faktor resiko, guna mencapai perlindungan keamanan karyawan, tamu dan masyarakat ; perlindungan mesin, alat, materi dan harta benda perusahaan ; proses produksi yang aman, handal dan efersien, perlindungan yang berkualitas dan lestari serta dapat diintregrasikan dalam sistem Manajemen Perusahaan yang ada dan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan.

b.       Loss Prevention Management

Adalah Langkah-langkah yang perlu diselenggarakan dalam upaya membuat sekuriti, pencegahan kerugian, dengan harapan agar terselenggaranya suatu manajemen sekuriti yang terarah, yaitu tidak terjadinya gangguan-gangguan keamanan, atau timbulnya kerugian-kerugian, sedangkan penyelenggaran manajemen sekuriti ini dilaksanakan dengan memperhatikan keefektivitasan biaya ( effective security / loss prevention management, which simultaneously cost effective )

c.        Risk management

Adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan upaya mencegah dan mengurangi ancaman atau pengaruh negatif dari suatu peristiwa atau insiden yang dapat membawa resiko. Dengan defenisi sebagai suatu penerapan kebijakan manajerial yang disusun secara sistematis, prosedural serta pelaksanaan tugas-tugas pengidentifikasian, penganalisaan, penilaian, penanganan dan pemantauan serta pengkajian ulang atas suatu peristiwa/insiden yang berupa ancaman dan mengakibatkan resiko.

d.       Management Pengamanan Industrial

Adalah dapat memahami sasaran, tujuan serta fungsi organisasi, disusun secara sistematis & pendekatan yang dikoordinasikan antar bagian serta upaya penanganan sesuai dengan tingkat resiko & pembiayaan yang efektif dan terus dimonitor serta dikaji ulang.

e.        Kepemimpinan Sekuriti

Sebagai Manager Sekuriti dituntut mempunyai daya analisa yang tajam karena daya analisa yang tajam inilah pra syarat terlaksananya kewaspadaan terhadap lingkungan. ” Pemimpin yaitu orang-orang yang melakukan sesuatu yang benar ( Do the right things ) sedang Manager ” Orang-orang yang melakukan sesuatu dengan benar (Do the things right).

f.         Profesionalisme Security

Yaitu dapat mengembangkan sikap sebagai seorang Manager Security yang memenuhi tuntutan dan perkembangan dari unit-unit usaha dengan memberikan pelayanan yang prima dan konsisten.

SURVELANS KESEHATAN PEKERJA

TRAINING OBJECTIVES SURVELANS KESEHATAN PEKERJA:

  • Memberikan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan an keterampilan dalam menysun pedoman tentang Pemeriksaan Kesehatan terkait jabatan (risk based helth examination);
  • Memberikan kemampuan melakukan analisis data kesehatan baik pada tingkat individu maupun populasi;
  • Memberikan kemampuan melakukan dokumentasi dan komunikasi hasil pemeriksaan kesehatan pekerja kepada fihak terkait.
  • Sebagai forum komunikasi para praktisi dibidang kesehatan kerja.

TRAINING BENEFIT SURVELANS KESEHATAN PEKERJA:

Setelah mengikuti training peserta diharapakan memiliki kompetensi sbb:

  • Memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mendisain dan mengelola pemeriksaan kesehatan pekerja yang bersifat risk-related;
  • Memiliki   keterampilan dalam melakukan analisis data kesehatan baik secara individu maupun populasi;
  • Memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mendokumentasikan dan mengkomunikasikan hasil pemeriksaan kesehatan kepada fihak terkait;
  • Memiliki networking tentang kesehatan kerja yang berguna untuk menunjang kegiatan praktis dilapangan.

 

TRAINING MATERIAL OUTLINE  SURVELANS KESEHATAN PEKERJA:

  1. Role and Function of OH doctor.
  2. Regulasi dan Best Practice tentang Pemeriksaan Kesehatan.
  3. Principles of Workers Health Surveillance.
  4. Health Risk Assessment.
  5. Bio-Monitoring
  6. Fitness Criteria.
  7. Komunikasi Data medic kepada fihak terkait.
  8. Protocol Development.
  9. Health Data Analysis, individual vs population data.
  10. Pemeriksaan Kesehatan kelompok risiko khusus: pemakai respirator, penjamah makanan dan pengemudi.
  11. Case Studies: Shoe Manufactory, Electronics, Oil and gas.

MANAGEMENT SAFETY CULTURE & BEHAVIOR

Latar Belakang Management Safety Culture & Behavior

Aspek safety di lingkungan industry (perusahaan) saat ini tidak lagi sekedar melaksanakan amanat UU Keselamatan Kerja semata, tapi lebih dari itu telah menjadi

fokus untuk me-manusia-kan manusia di lingkungan kerjanya. Bagaimana agar karyawan yang bekerja merasa aman dan nyaman saat bekerja menjadi sangat penting, agar mereka focus dalam bekerja, penuh dedikasi, integritas dan loyal. Bahkan lebih dari itu, kitapun harus berfikir agar proses produksi yang berlangsung dalam suatu perusahaan tidak mencemari lingkungan. Jadi kata kuncinya adalah bagaimana menjamin suatu pekerjaan yang aman bagi karyawan, manajemen, mitra kerja, produk, alat / permesinan, dan juga lingkungan.Tentu banyak materi safety yang diperlukan

seperti Safety Fundamental, Safety Management System, Hazardous Material, Material Safety Data Sheet, Personal Protective Equipment, dan lain – lain. Itu semua penting. Tapi ada yang lebih penting lagi yaitu masalah Safety Culture.Safety Culture dibangun oleh 2 unsur utama,yaitu Safety Knowledge dan Safety Behavior. Selama ini banyak perusahaan yang kurang menyentuh safety behavior, ini ini adalah kata kunci agar semua karyawan memiliki safety awareness yang build in dalam dirinya.

 

Manfaat 

Memahami secara komprehensif akan pentingnya mengimplementasikan aspek safety secara automatically atas dasar sebuah kesadaran, dan setiap karyawan akan tersentuh untuk memiliki high awareness terhadap segala potensi bahaya di lingkungan kerjanya, baik bahaya terhadap dirinya, orang lain, atau lingkungannya. Akhirnya diharapkan terminology zero accident akan menjadi perhatian utama seluruh entitas perusahaan, termasuk share holdernya.

Materi Bahasan Training Management Safety Culture & Behavior

  • Pengertian Safety Culture
  • Various Culture in a Company
  • Safety Knowledge & Safety Behavior
  • Proses Pembentukan Safety Culture
  • Effotrs to Guarantee Safety Culture
  • Construction of safety Information
  • Atmosphere of Trust
  • Respect to Knowledge, Ability &
  • Experience

EMERGENCY RESPONSE PLAN (ERP)

DESKRIPSI TRAINING  EMERGENCY RESPONSE PLAN

Negara kita termasuk negara yang sering terjadi bencana, baik itu karena faktor alam seperti gempa, longsor, banjir, tsunami, dll, ataupun yang terjadi karena faktor manusia, seperti teror bom, demonstrasi yang menyebabkan kerusuhan, kebakaran, atau kecelakaan di tempat kerja lainnya yang terjadi karena faktor kelalaian manusia. Faktor resiko terkait dengan operasi perusahaan akan selalu menyertai dan perlu untuk mendapatkan perhatian yang serius dari semua pihak, karena apabila kejadian tersebut apabila tidak ditangani secara khusus akan mengakibatkan kerugian, baik harta maupun nyawa manusia, dalam hal ini SDM yang berada di lingkungan kerja maupun masyarakat sekitar.

Perusahaan yang memperhatikan aspek safety sudah terntu memiliki Departement yang fokus terhadap K3, tetapi sudahkah depertement tersebut dilatih secara khusus untuk sigap menghadapi situasi tersebut, terutama pada saat saat kejadian genting tersebut terjadi? Untuk mengantisipasi hal tersebut, sudah ada suatu manajemen khusus, yaitu Sistem Manajemen ERP (Emergency Response Plan/Tanggap Darurat Bencana). Sistem ini mengintregrasikan beberapa depertemen mencakup HRD, keamanan (security), kesehatan, termasuk K3 (keselamatan dan kesehatan kerja) itu sendiri untuk menanggulangi kejadian bencana tersebut. Sistem management ERP (Emergency Response Plan) selalu dibutuhkan dan diaplikasikan dalam kondisi darurat, maka sangat disarankan di setiap perusahaan sesegera mungkin mempelajari sistem manajemen ERP sejak dini. Salah satu cara untuk mempelajarinya adalah melalui kegiatan pelatihan dan pembekalan mengenai Emergency Response Plan, dilanjutkan dengan latihan secara rutin dan berkala. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, peserta akan mendapatkan pembekalan tentang menghadapi sebuah bencana yang terjadi dan melakukan teknik-teknik tanggap darurat dengan tepat. Tumbuhnya kesadaran perusahaan tentang kemungkinan adanya bencana yang tidak diharapkan, akan meningkatkan kewaspadaan akan bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi dan cara penanggulangan yang tepat.

TUJUAN TRAINING  EMERGENCY RESPONSE PLAN

Tujuan yang dicapai melalui pelatihan ini adalah:

  • Meningkatkan kesadaran peserta akan pentingnya kesigapan perusahaan menghadapi keadaan darurat yang bisa terjadi.
  • Mengkoordinasikan upaya Perencanaan Tanggap Darurat/ ERP (Emergency Response Plan) sehingga tercapai efisiensi dan efektifitas dalam pengendaliannya.
  • Peserta memahami dengan benar berbagai hal yang terkait dengan ERP (Emergency Response Plan) sebagai suatu sistem yang selalu dibutuhkan dan diaplikasikan dalam keadaan darurat sehingga pengendalian bisa dilakukan secara cepat dan tepat.
  • Mengetahui apa saja yang bisa terjadi dalam keadaan darurat dan melatih kesiapan mengahadapi keadaan emergency sehingga rasa gugup dan panik dapat diatasi.
  • Mempersiapkan diri dalam mengurangi kemungkinan kerugian yang lebih besar bila dalam keadaan darurat.
  • Mengatur tata cara dalam pelaksanaan penanggulangan Keadaan Darurat sehingga kerugian perusahaan dapat diminimalisir.
  • Peserta Mampu mengembangkan sistem dan program ERP (Emergency Response Plan)
  • Memastikan tindakan pengendalian sesuai Prosedur dan Organisasi ERP (Emergency Response Plan).

MATERI TRAINING  EMERGENCY RESPONSE PLAN

Materi yang akan diberikan dalam pelatihan ini adalah:

  • Introduction to Emergency Response Plan
    • Definisi Darurat dan Bencana
    • Jenis-jenis dari Keadaan Darurat dan Bencana
    • Disaster Management in Indonesia
    • Disaster Management Elements
    • Development of Disaster Management
    • ERP Programs
  • Persiapan dan Perencanaan Tanggap Darurat
    • Pengantar Sistem Manajemen Tanggap Darurat
    • Pembentukan Team Emergency
    • Emergency Organization
    • Struktur Organisasi, Tugas, & Fungsi
    • ERP Programs
    • Prosedur-prosedur dalam Emergency
  • Penanggulangan Ketika terjadinya Emergency
    • Sistem Evakuasi Orang
    • Sistem Evakuasi Peralatan
  • Penanggulangan Pasca Bencana / Emergency
    • Penanganan setelah Terjadinya Bencana / Emergency
    • Medical Emergency
  • Sistem Pelaporan dan Komunikasi
    • Sistem-sistem pelaporan dan Tanggung jawab
    • Jalur-jalur Komunikasi
  • Crisis Management to Improve ERP Program Development
  • Simulasi Emergency (Kebakaran, P3K Respon, Evakuasi Korban, Komunikasi)

PENANGANAN LIMBAH B3 Dan BAHAN BERBAHAYA & BERACUN

TRAINING INTRODUCTION PENANGANAN LIMBAH B3

Semakin banyaknya limbah B3 yang di hasilkan di area industri menjadi salah satu faktor pemerintah mengeluarkan UU No 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan. Pemerintah sudah mengeluarkan PP No 18 tahun 1999 tentang pengelolaan limbah B3, walau kadang dalam implementasi di lapangan masih banyak di temukan berbagai pelanggaran dalam proses implementasinya. Pemerintah juga mengeluarkan program PROPER dan B3 menjadi salah satu bagian yang harus di evaluasi dan di monitor pelaksanaan di lapangan.

Begitu banyak konsen yang telah di keluarkan oleh pihak pemerintah harus di barengi dengan komitment dari pihak perusahaan dan tentunya skill personal yang menghandle kegiatan operasional tersebut. Bagaimana meng identifikasi limbah B3, cara penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pemanfaatan, pengolahan hingga penimbunan.

 

TRAINING OBJECTIVE PENANGANAN LIMBAH B3

  • Peserta di harapkan memahami landasan hukum dan regulasi tentang limbah B3
  • Peserta bisa melakukan identifikasi dan penyimpanan sementara
  • Peserta bisa menghitung mass balance limbah B3
  • Peserta bisa membuat program pengelolaan limbah B3

TRAINING OUTLINE PENANGANAN LIMBAH B3

  • Introduction, landasan hukum, identifikasi
  • Penyimpanan dan pengumpulan sementara
  • Program 3R reduce reuse recycle
  • Pengangkutan dan pengolahan limbah B3

BASIC K3 – HSE

TRAINING INTRODUCTION :

Tidak semua orang mendapatkan pengetahuan tentang HSE (health, safety & environment) dari meja kuliah, banyak kejadian di lapangan bahwa seseorang mendapatkan pekerjaan di bidang HSE karena di tunjuk oleh atasan, rotasi pekerjaan dll sehingga mau tidak mau orang tersebut secara autodidak harus mempelajari bidang HSE.

Mengenal dunia HSE langsung dari lapangan kadang mempunyai keterbatasan dalam hal pengetahuan dasar, sehingga terasa kurang lengkap dalam menjalankan pekerjaan tersebut. Mau tidak mau dengan mengikuti public training, baca buku HSE, masuk dalam komunitas HSE di lakukan dalam rangka mengejar ketertinggalan tsb.

Pelatihan ini di siapkan bagi siapa saja personal yang baru mulai terjun di bidang HSE, karyawan yang baru bergabung, karyawan rotasi / mutasi pekerjaan, pekerja kokntraktor dan lain lain. Secara menyeluruh di diskusikan bidang health promotion, bidang waste management, basic HSE, ISO 14001, OHSAS 18001, SMK3, pengukuran kinerja K3 dan lain sebagainya.

 

TRAINING OBJECTIVE:

  • Pengenalan tentang HSE (health, safety & environment)
  • Bagaimana peran dan tanggung jawab petugas HSE
  • Mengetahui dasar dalam membangung SMK3, OHSAS dan ISO
  • Memahami dasar pengelolaan lingkungan dan waste water treatment
  • Mengetahui dasar proses safety, ergonomic
  • Memulai healt promotion
  • Dasar dasar fire management



TRAINING OUTLINE
:

  • Basic HSE
  • Membentuk P2K3
  • Mengukur K3
  • SMK3, OHSAS 18001, ISO 14001
  • Pengelolaan lingkungan / waste management
  • Waste Water Treatment
  • Process Safety Management
  • Ergonomi
  • Health promotion
  • Fire management
  • Dasar CSMS

AUDITOR SMK3

DESKRIPSI TRAINING AUDITOR SMK3

Bidang keselamatan dan kesehatan tenaga kerja merupakan unsur yang sangat penting yang tidak dapat diabaikan oleh perusahaan. Mengutamakan rasa nyaman dan aman saat bekerja menjadi hak sepenuhnya bagi seorang karyawan terlebih jika mereka bekerja ditingkat resiko kecelakaan yang begitu tinggi. Peraturan Pemerintah (PP) No. 50 Tahun 2012 mengenai penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3). PP No. 50 Tahun 2012 telah ditetapkan pada 12 April 2012 di Jakarta. PP tersebut merupakan peraturan pelaksanaan dari pasal 87 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Dalam PP Nomor 50 Tahun 2012 tersebut, semua pemberi kerja wajib melaksanakan SMK3, terutama perusahaan yang mempekerjakan minimal 100 tenaga kerja atau perusahaan yang memiliki tingkat potensi kecelakaan yang tinggi akibat karakteristik proses kerja.

Agar program SMK3 yang diterapkan dapat terlaksana secara efektif, maka perlu dilakukan audit secara berkala. Hasil dari audit tersebut dapat dilakukan perbaikan terhadap kekurangan yang didapatkan.

MATERI TRAINING AUDITOR SMK3

  1. Ruang lingkup SMK3
  • Definisi dan pengertian
  • Prinsip
  • SMK3 berdasarkan PP No.50 tahun 2012 dan OHSAS 18001:2007
  • Pemeliharaan
  • Elemen
  • Kriteria
  • Mekanisme Audit
  • Teknik Audit
  • Badan audit
  • Tugas dan fungsi auditor
  • Wewenang, kewajiban auditor
  • Jenjang Karier auditor SMK3
  1. Ruang lingkup Audit  SMK3
  1. Auditor SMK3

BASIC SAFETY TRAINING

PENGANTAR BASIC SAFETY TRAINING

“Kecelakan bukan tadir,tapi dalam uaya kita untuk mencegah dan menghindarinya”

Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan Langkah awal bagi para Perusahaan baik berskala Besar atau Berskala kecil yang memiliki Potensi bahaya tinggi merupakan Suatu Upaya untuk Mencegah dan Menanggulangi terjadinnya Kecelakaan Kerja,Kebakaran,Pencemaran Lingkungan,dan Penyakit Akibat Kerja.

Oleh sebab itu Penerapan K3 (Keselamatan Kesehatan Kerja) merupakan Perlindungan untuk testimasi waktu produksi,hasil produksi,asset produksi,dan tenaga kerja perlu dikembangkan dan ditinggkatkan mengingat semua  itu langsung berdampak bagi perusahaan.

MANFAAT TRAINING BASIC SAFETY

  • Meningkatkan kesadaran peserta terhadap pentingnya tindak pencegahan kecelakaan dan menggugahnya untuk mendorong karyawan dilingkungan kerjanya agar mau melakukan tindakan pencegahan kecelakaan.
  • Meningkatkan pengetahuan peserta akan upaya pencegahan kecelakaan dilingkungan kerjanya.
  • Meningkatkan moral Perusahaan dan karyawan serta mengurangi resiko kerugian bagi Perusahaan

 

Materi Basic Safety Training

  • Dasar-dasar K3 dengan pengenalan UU.No.1 Tahun 1970
  • Mengapa keselamatan penting dan Pencegahan terhadap kecelakaan
  • Contoh-contoh bahaya & Pengenalan Simbol K3
  • Menilai bahaya kecelakaan ditempat kerja.
  • Basic Safety Rules & Prosedur bekerja yang aman
    • Pengendalian terhadap Bahaya.
    • Tips dalam meningkatkan diri akan kesadaran keselamatan bekerja.
    • Pentingnya alat pelindung diri & Pengenalan Alat Pelindung Diri (APD) atau Personal Protective Equipment (PPE)
  • Cara Pengangkatan Material yang benar
  • Praktek Identifikasi Proteksi Bahaya & Safety Risk Management
  • Emergency Preparedness.
  • Incident Reporting & Investigation.
  • Rencana tindakan dan Penutup.

SHIP SECURITY OFFICER

TUJUAN TRAINING SHIP SECURITY OFFICER

Pelatihan ini bertujuan memberikan pengetahuan bagi peserta mengenai peraturan internasional  keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan (International Ship and Port Facility Security) yang sudah berlaku sejak tahun 2003 di Indonesia dan penerapannya bagi pemilik kapal khususnya.  Juga diberikan pengertian tentang pelaksanaan Verifikasi Pembaruan Kapal serta sosialisasi ketentuan pemerintah mengenai ISPS Code.



MANFAAT  TRAINING SHIP SECURITY OFFICER

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan memiliki kompetensi dan  mampu :

  • Menjelaskan dan melaksanakan peraturan, perundangan dan standar kerja mengenai ISPS Code dan penerapannya di Indonesia.
  • Menjelaskan pedoman keamanan kapal (ship security guidelines)
  • Menjelaskan pedoman penerapan asesmen keamanan kapal (ship security assessment guidelines).
  • Menjelaskan kepada para perwira kapal mengenai pedoman kemanan kapal (ship security officers guidelines).

 

MATERI TRAINING SHIP SECURITY OFFICER

  1. Pengertian peraturan dan ketentuan keamanan kapal (ships security) berkaitan dengan ISPS Code dan  penerapannya di Indonesia
  2. Pedoman kemanan kapal
  3. Pedoman penerapan asesmen keamanan kapal
  4. Pedoman  keamanan kapal bagi perwira
  5. Penerapan ISPS Code bagi perusahaan pemilik kapal      
  6. Diskusi interaktif

Industrial Ergonomy

Description Industrial Ergonomy

Many industries (from small to large) are totally committed to providing a safe and health workplace. They are also committed to ensuring that the highest level of productivity and quality is achieved by its employees and for its customers respectively. Implementation of a successful plant-wide ergonomics program will play a key role in achieving these goals. The main goal of ergonomics is to reduce the risk of  injuries by matching demands of the job to the abilities of the employee through the proper design of workstations, tools, environment, work schedules, policies and procedures.Most injuries happen in workplace included Overexertion and musculoskeletal disorders (MSD) that involve strains and sprains of muscles, tendons, ligaments, joints or nerves. These usually occur over time due to repeated exposure to certain risk factors. This  training program aims to  identify  work activities that can lead to injury and how to reduce risk of injury, also to  identify the most effective ways to improve your employees’ work environments and implement ergonomic solutions.

 

Objective

By the end of this training, the participant will be able to

  • Understand  the ergonomics and its benefits in workplace
  • Identify work activities that can lead to injury
  • Identify the list of action  to reduce risk of injury
  • Identify parts of the body that get injured at work
  • Recognize and report signs and symptoms of injury early

Outline Training Industrial Ergonomy

1. Scope of ergonomic at work and its benefits: Best practice  from  many industries

2. Identify work activities that can lead to injury

  • What is Work-related Musculo Skeletal Disorders (WMSDs)?
  • How to identify WMSDs?

3. Identify  some of the symptoms of WMSDs?

  • Discomfort
  • Pain
  • Numbness
  • Burning
  • Swelling
  • Change in color
  • Tingling
  • Tightness, loss of flexibility

4. What Causes WMSDs?

  • Awkward Postures
  • High Hand Force
  • Repetitive Motions
  • Repeated Impacts
  • Heavy, Frequent, or Awkward Lifting
  • Moderate to High Hand-Arm Vibration

5. Risk Factors

  • Duration      (how long you are exposed to it)
  • Frequency  (how often you are exposed to it and how much rest you get in between)
  • Intensity      (how much of the risk factor there is)
  • Combinations of risk factors, where you are exposed to more than one risk factor at a time.
  • The more risk factors you have at once, the more likely an injury will occur.

6. List of action  of ergonomic principles that reduce risk of injury

  • Reducing Awkward Postures
  • Reducing High Hand Force
  • Reducing Repetitive Motions
  • Reducing Repeated Impacts
  • Reducing Heavy, Frequent, or Awkward Lifting
  • Reducing Moderate to High Hand-Arm Vibration

7. What you can do:

Symptom recognition and reporting

Report symptoms if:

  • Pain is persistent, severe or worsening
  • Pain radiates
  • Symptoms include numbness or tingling

Reporting Procedures

 

COST ESTIMATING

Deskripsi Training Cost Estimating

Salah satu elemen terpenting dalam manajemen Proyek khususnyadi pertambangan adalah masalah penganggaran dalam proyek dan kontrak.Apabila terjadi kesalahan dalam pemganggaran atau dalam pengelolaan biaya, maka hal ini tentu akan saat merugikan bagi banyak pihak. Training initidak hanya akan menguraikan teknik biaya dalam memperkirakan metode , tetapi juga akan menempatkan ini dalam kaitannya dengan akurasi estimasi dan proyeksi.

Tujuan Training Cost Estimating

  1. Lebih memahami bagaimana cara memperkirakan anggaran proyek yang akurat
  2. Membantu tim proyek untuk melaksanakan proyek-proyek sedemikian rupa sehingga proyek akan selesai dalam waktu dalam budget.
  3. Mengerti kebutuhan yang berbeda dalam memperkirakan seluruh siklus hidup proyek.

Materi Training Cost Estimating

  1. Ruang lingkup Proyek Minerba
    • Profil kegiatan dan aktivitas proyek Minerba
    • Tahap siklusproyek dalam Minerba
  2. Perencanaan Sumber Daya
    • Jenis-jenis sumber daya yang digunakan’
    • Perencanaan biaya : direct cost dan indirect cost
  3. Perkiraanbiaya / Cost estimating
  4. Metode Factor Estimating
    • Factor Estimating Method_0.6 Exponent or Power Factor
    • Factor Estimating Method_Lang Method
    • Factor Estimating Method_Hand Method
    • Factor Estimating Method _Improved Factor Method
  5. Metode Quantitative Estimating
    • Quantitative Piping & Pipelines
    • Quantitative Civil & Structural Steel
    • Quantitative Mechanical Equipment
    • Quantitative E & I Equipment
    • Quantitative Indirect Cost
  6. Metode Detail Estimate
  7. Cost Controlling
  8. Work Breakdown Structure (WBS)
    • Area / Lokasi pekerjaan
    • Kategori pekerjaan (berdasarkan Disiplin Ilmu / Tenaga kerja dan Peralatan
    • Spesifikasi pekerjaan
    • Berdasarkan para pihak / Kontraktor yang mengerjakan
  9. Studi kasus

FEED (Front End Engineering Design) Project Control

DESKRIPSI Training FEED Project Control

Front  End Engineering dan desain (FEED) merupakan peran penting dalam mempersiapkan proyek yang sukses melebihi dari sekedar hanya perkiraan biaya. FEED terdiri dari lingkup proyek secara menyeluruh , Anggaran biaya total kepemilikan, Timeline pelaksanaan dan penilaian risiko . Semua faktor ini yang digunakan untuk mengurangi resiko dan ketidakpastian dan dapat membantu memberikan nilai langsung selama proses. Pelatihan ini akan memberikan pengetahuan tentang FEED yang berguna dalam Project

MATERI Training FEED Project Control

  1. Karakteristik FEED
  2. Penyusunan proposal FEED
  3. FEED Execution
  4. FEED Monitoring & Controling
  5. Tanggung jawab Managemen project FEED
  6. Teknik cost Estimation dan Schedule untuk tahap EPC
  7. FEED Close Out

PROJECT MANAGEMENT OFFICE (PMO)

Background

This course will offer an overview of the Project Management Office (PMO). The course is designed is based on the perspective of improving project delivery is only one metric of a PMO’s success, it is an important measure. Businesses that have established PMOs need to ensure the PMO is providing expected results, and adding value to the business. This course will provide strategies and tactics to enable process improvement for a currently established Project Management Office.

The course shall provide the capabilities to the participants in determining how best to use the Project Management Office (PMO) for organization advantage and how to develop and use a competency model for project professionals. Discover methods to implement the type of PMO that best fits your environment and the specific functions it should perform. Assess the maturity of your PMO and recognize its contribution to professional responsibility in project management. The course is built around a series of consecutive structured lectures, class exercises, and class discussions. The scope of the course includes discussion of the components of the

PMO including: Recognize critical characteristics of a PMO to foster organizational success , prevent runaway projects, conduct a project audit , perform a competency

analysis, identify key roles and responsibilities, prepare a PMO charter, conduct an organizational maturity assessment, establish metrics for gauging and monitoring performance, develop a PMO implementation plan, use the PMO to promote professional responsibility.

                                                      

Objectives

At the completion of the course participants shall benefit from the course such as:

  • Gain an in-depth understanding of the services a well designed PMO should perform for the organization
  • Understand the challenges the PMO faces within your organization, and how to address them
  • Learn how to evaluate key metrics of success for the PMO, and how to improve your PMO performance
  • Learn techniques to manage project portfolios more effectively
  • Improve your risk management strategies and tactics for addressing risk
  • Learn how leading companies operate their project management offices (PMOs), and which of their strategies and tactics may be right for your organization.

Contents Project Management Office Training

  1. The perspectives and overview of Critical PMO Characteristics
  2. The application of PMO entity to Enhance Project Performance
  3. Coping with Runaway project
  4. Competency Model for Project Professionals
  5. Project Management Maturity and the PMO
  6. The Essential Functions of PMO
  7. PMO Implementation
  8. Professional Code of Ethics and Responsibility in PMO

Rencana Anggaran Biaya Konstruksi

Deskripsi Training Rencana Anggaran Biaya Konstruksi

Analisa biaya –biaya yang sesuai tentunya juga sangat diperlukan dalam melakukan perancangan suatu gedung atau bangunan, dimana perancang an gedung tersebut harus disesuaikan dengan dengan anggaran yang telah disusun. Skill yang baik dalam melakukan penyusunan RAB konstruksi sangatlah diperlukan dengan tujuan agar setiap pelaksanaan proyek pembangunan dapat sesuai dengan anggaran yang telah direncanakan. RAB (Rencana Angaran Biaya) sendiri mempunyai definisi banyaknya biaya yang diperlukan dalam perkerjaan proyek konstruksi.  Apabila RAB disusun dengan baik dan benar akan memberikan gambaran spesifikasi bangunan yang sesuai dengan kebutuhan dan nilai anggaran proyek sebagai acuan bagi pihak yang terlibat dalam pekerjaan konstruksi tersebut.

Teknik yang tepat dalam proses penyusunan RAB bagi pemilik dana dapat digunakan sebagai acuan penentuan HPS jika pekerjaan akan dilelang kepada pihak rekanan. Teknik penyusunan RAB yang baik membutuhkan sumber daya manusia yang berkompeten dan mempunyai wawasan dan pengalaman dalam proyek bangunan dan kemampuan untuk menghitung secara detail dan perfect semua komponen biaya yang dibutuhkan dalam sebuah pekerjaan/ proyek bangunan.



Tujuan Training Rencana Anggaran Biaya Konstruksi

Setelah mengikuti training ini, peserta diharapkan mampu untuk :

  1. Mengetahui bagaimana kompleksnya seluk beluk konstruksi dan penyusunan anggarannya
  2. Mengitung RAB secara tepat dan akurat
  3. Menyusun RAB konstruksi dalam format Microsoft Excel dengan baik dan benar
  4. Melakukan perubahan kebijakan, standar harga dan dinamika bisnis Konstruksi
  5. Menentukan komponen biaya material dan non material.

 

Materi Rencana Anggaran Biaya Konstruksi:

  • Manajemen Proyek Bangunan
  • Komponen biaya material dan non material
  • Standar biaya umum untuk harga material dan non material berdasarkan permenkeu dan SNI
  • Penggunaaan Microsoft Excel untuk efektifitas penyusunan RAB
  • Penyususnan RAB menggunakan Microsoft Excel
  • Praktek penyusunan RAB dan studi kasus

PROJECT CONSTRUCTION MANAGEMENT

DESCRIPTION PROJECT CONSTRUCTION MANAGEMENT

Construction management are needed to ensure the construction project completed at the minimum cost and at due date. Construction management role is to ensure the coordinating and communication between all parts of the construction project, which usually consists of issues of cost, time, quality, human resources, procurement, environment, Health and safety, risk, claims and other aspect that affect the success of construction projects. Imprecision in this arrangements may cause the project to be delayed which could cause the company systematically exposed to penalties and more severe course is blacklisted companies that make them can not be in more tender. Due to construction management consists of planning, coordination and evaluation so a manager must to know generally  the developments in the work field within a global framework which is why it is required to develop their mindset to more integrative and solutive. This training aims to prepare a workforce to understand exactly how to manage the construction so all demands can be accomplished with maximum results.



GOALS PROJECT CONSTRUCTION MANAGEMENT

After this training, participants are expected to:

  1. Knowing and understanding the issues related to the construction of effective governance and efficient.
  2. Have the ability to solve problems related to construction management
  3. Applying the construction management company



COURSE OUTLINE PROJECT CONSTRUCTION MANAGEMENT

  1. The scope of construction management
  2. Construction management phases (pre, while and post)
  3. Implementation of Safety Management System and Occupational Health
  4. Environmental management system
  5. Financial management system
  6. The scope of the management system
  7. Time management system
  8. Cost management system
  9. Quality management system
  10. Human Resource Management System
  11. Communication management system
  12. Procurement management system
  13. System integration process
  14. Risk management system
  15. Claims management system
  16. Case study of effective construction management
  17. Best practice construction management implementation

ANALISIS HARGA SATUAN

Deskripsi Training Analisis Harga Satuan

Agar tercipta infrastruktur yang handal, bermanfaat dan berkelanjutan maka diperlukan pengetahuan mengenai analisis harga satuan pekerjaan. Analisa ini dilakukan dari mulai proses pengadaan sampai dengan terlaksananya suatu proyek. Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat menyusun analisa / Analisis harga satuan pekerjaan sehingga proyek dapat berjalan sesuai dengan perencanaan.

 

 

Materi Analisis Harga Satuan

  1. Ruang lingkup analisa /analisis harga satuan
  2. Pedoman penyusunan analisa /analisis harga satuan pekerjaan
  3. Proses analisa /analisis harga satuan pekerjaan
  4. Indeks komponen harga satuan pekerjaan
  • Pekerjaan persiapan
  • Dokumentasi
  • Pengujian mutu pekerjaan
  • Penggambaran
  • Penggandaan buku atau kontrak atau laporan
  1. Studi kasus dan diskusi

PROJECT MANAGEMENT FOR OIL AND GAS

Deskripsi Training Project Management For Oil And Gas

Menjalankan industri minyak dan gas yang sukses membutuhkan perpaduan antara aplikasi teknologi, pengetahuan bisnis dan orang-orang yang terampil. Pengetahuan mengenai ekplorasi dan teknologi produksi juga sangat penting untuk memperkuat efektivitas didukung dengan manajemen proyek yang tepat. Manajemen proyek minyak dan gas mencakup prinsip-prinsip dan penerapan manajemen proyek untuk usaha hulu minyak dan gas. Tugas manajer manajemen proyek adalah membuat keputusan bisnis terbaik, yaitu keputusan yang mengarah pada biaya proyek terendah dengan tetap memnuhi semua produksi atau tujuan eksplorasi.

 

Tujuan Training Project Management For Oil And Gas

Setelah mengetahui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  1. Mengenal profil dan dinamika proyek
  2. Konsep dan fungsi manajemen proyek
  3. Teknik/metode perencanaan dan penyusunan jadwal
  4. Metode penilaian proyek
  5. Penggunaan software komputer

 

Materi Training Project Management For Oil And Gas

  1. Pengantar manajemen proyek industri minyak dan gas
  2. Proses manajemen proyek industri minyak dan gas
  3. Ruang liingkup manajemen proyek di industri minyak dan gas
  4. Alat-alat penjadwalan
  5. Sumber daya tenaga kerja
  6. Manajemen resiko proyek
  7. Continues Improvement dan manajemen kualitas dalam proyek
  8. Metode-metode penilaian investasi proyek
  9. Manajemen tim proyek
  10. Penggunaan software komputer
  11. Studi Kasus

 

TRANSPORTATION MANAGEMENT

DESKRIPSI TRAINING TRANSPORTATION MANAGEMENT

Pelatihan manajemen transportasi (transportation management) bertujuan untuk memberikan wawasan dan peningkatan kemampuan staf dan atau pejabat yang berwenang dalam manajemen transportasi dan organisasi untuk menyusun perencaanaan transportasi, manajemen operasi dan pemeliharaan, serta pemantauan kinerja organisasi transportasi darat yang dibawah kewenang-annya. Pelatihan ini diharapkan peserta mampu melihat peluang bagi pengembangan manajemen transportasi (transportation management) perusahaan khususnya transportasi darat, serta memperbaiki masalah internal maupun eksternal sedemikian sehingga kontribusi transportasi semakin signifikan bagi bisnis perusahaan dalam mencapai tujuannya. Oleh karena itu pengelolaan transportasi bukan lagi sebagai bagian yang berdiri sendiri, namun sebagai sub sistem dari  penciptaan rantai nilai  perusahaan secara menyeluruh.

CAKUPAN MATERI TRAINING TRANSPORTATION MANAGEMENT

  1. Pemahaman perilaku organisasi
  2. Perilaku manusia dalam sistem kerja
  3. Pemahaman perilaku transpotasi perusahaan
  4. Land transport policy and planning
  5. Concept of land transportation
  6. Analisis kebutuhan transportasi darat (Transport or Travel Demand Management )
  7. Perencanaan dan Strategi Transportasi Darat, Proses-proses dalam manajemen transportasi darat dan penerapan sistem-sistem yang ada (Land Transportation Planning —improve plan optimization and consolidation by optimizing transportation plans across multi-period transportation and daily plans and schedules)
  8. Manajemen Operasi Pemilihan dan Pemeliharaan Armada
  9. Mengenali sistem manajemen transportasi alternatif dan peralatannya.
  10. Memahami peranan outsourcing dalam membantu perencanaan, penganggaran dan mengurus jasa transportasi (Transportation Procurement —enhance carrier selection and reduce costs through constraint-based bid optimization, analysis, and awarding. Optimal bids and carriers are selected based on combinations of lane bundles, price, and service)
  11. Transport Cost–Concept of transportation cost
  12. Route Planning—Determine the best routes through sophisticated optimization, analysis, and scheduling tools to improve routing, driver, and asset utilization.
  13. Optimasi Trasnportasi Darat, Pendekatan menyeluruh untuk meningkatkan kinerja transportasi
  14. Manajemen kinerja transportasi (Transportation Management—improve shipment lifecycle planning, execution, and settlement with web-hosted planning and optimization, execution, resolution, reporting, and analysis)
  15. Peningkatan Keselamatan Transportasi Darat
  16. Studi Kasus [ Transportasi darat ]

Project Financing

Deskripsi Training Project Financing

Project Financing merupakan pembiayaan infrastruktur jangka panjang dan proyek-proyek industri berdasarkan arus kas yang diproyeksikan dari proyek. Biasanya, struktur pembiayaan proyek melibatkan sejumlah investor yang dikenal sebagai sponsor, serta sindikat bank atau lembaga pemberi pinjaman lainnya yang memberikan pinjaman kepada operasional proyek. Pembiayaan biasanya dijamin dengan seluruh aset proyek , termasuk kontrak menghasilkan pendapatan. Penyusunan pendanaan pada proyek berdasarkan arus kas merupakan pekerjaan yang membutuhkan perencanaan dan ketelitian. Pekerjaan ini tidak bisa sembarangan karena menyangkut kehidupan proyek.

 

Tujuan Training Project Financing

  • Mampu memahami project financing
  • Dapat menentukan apakah suatu proyek investasi sebaiknya didanai berdasarkan skema pendanaan proyek atau berdasarkan skema pinjaman konvensional
  • Mampu melakukan analisis resiko pembiayaan proyek
  • Mengetahui cara dan mampu melaksanakan evaluasi kelayakan suatu proyek investasi berdasarkan skema project financing

 

Materi Training Project Financing

  1. Project Finance Overview
  • Overview of Modern Project Finance
  • Definition of a project – the dist inguishing features The rationale for using project finance and trends What kinds of projects are financed
  1. Parties Involved in Project Finance
  • Sponsor
  • The Project Finance
  • Company
  • The Borrowing Entity
  • Financial Advisers
  • Technical Expert s & Consult ant s
  • Cont ract ors
  1. St ages in t he Project Finance
  • Stage 1: The Feasibility Study
  • Stage 2: Planning
  • Stage 3: Arranging and Struct uring the Finance
  • Stage 4: Monitoring the Financing
  1. Project Analysis
  • Market Analysis
  • Technical Analysis
  • Financial Analysis
  • Economic Analysis
  1. Project Finance Risks
  • Classif icat ion and ident if i
  • cation of risks Risk Matrices
  • Risk allocat ion and mitigation
  1. Project Evaluat ion & Select ion/Decision Cash f low
  • discount ed cash f low Discount rate
  • Present value
  • Net present
  • value IRR
  • Prof it ability index
  1. Sources of Funding
  • Types of equit y and debt Methods of obtaining f inance
  • Structure of capital markets Int ernat ional issues
  • Bond issues and securitisation
  1. Project documentation
  • Underlying Documents
  • Finance documens
  • Securit y documents
  • Supporting Documentation
  • Expert s’ Report s and Legal Opinions
  1. Conducting a Full Day Case Study (in group) in Project Financing
  • Choosing Case Study Topic
  • Scenario Case Study
  • Creating Project Feasibility Study – Non Financial aspects
  • Creating Project Feasibility Study – Complete Financial aspect using spreadsheet / toolkit
  • Conducting Presentation of Case Study & Discussion

PROJECT MANAGEMENT

DESKRIPSI TRAINING PROJECT MANAGEMENT

Pelatihan ini membahas bagaimana cara merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, dan mengendalikan pelaksanaan proyek.  Pelatihan ini sangat berguna bagi para karyawan dan supervisor yang menangani proyek dan para staf perusahaan yang beroperasi untuk mendapatkan proyek. Pembahasan dimulai dengan bagaimana profil dan dinamika proyek, konsep dan manajemen proyek ( Project Management ), teknik/metode perencanaan dan penyusunan proyek, metode-metode penilaian proyek, dan penggunaan software komputer untuk manajemen proyek ( Project Management ) .



TUJUAN TRAINING PROJECT MANAGEMENT

Setelah mengetahui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  1. Mengenal profil dan dinamika proyek
  2. Konsep dan fungsi manajemen proyek ( Project Management )
  3. Teknik/metode perencanaan dan penyusunan jadwal
  4. Metode penilaian proyek
  5. Penggunaan software komputer


MATERI TRAINING PROJECT MANAGEMENT

  1. Pendahuluan
    • Profil kegiatan proyek
    • Tahap siklus proyek
  2. Konsep dan fungsi manajemen proyek ( Project Management )
    • Proyek dan manajemen fungsional
    • Organisasi proyek
  3. Teknik dan metode perencanaan dan penyusunan jadwal.
    • Metode jalur kritis (critical path method)
    • PERT
  4. Metode-metode penilaian investasi proyek
    • Metode payback. NPV, IRR, MIRR, PI.
  5. Penggunaan software komputer.
    • Software yang sudah jadi.
    • Perancangan atau pembuatan software komputer.

PEMINDAHAN TANAH MEKANIS

TRAINING MATERIAL OUTLINE :

  1. Alat-alat Pemindahan Tanah mekanis
  2. Land Clearing
  3. Pemuatan
  4. Pengangkutan
  5. Dumping

VENTILASI TAMBANG

MATERIAL OUTLINE VENTILASI TAMBANG:

  1. Tipe-tipe ventilasi
  2. Aliran udara dalam tambang bawah tanah
  3. Gas-gas tambang
  4. Debu Tambang
  5. Pshrometri dan Grafik Pshrometri

Manajemen Risiko Industri Pertambangan

Deskripsi Training Manajemen Risiko Industri Pertambangan

Di dalam pengambilan suatu keputusan management, selalu mengandung resiko yang muncul karena adanya faktor ketidak pastian lingkungan. Resiko ini terkadang tidak diperhatikan oleh pengambil keputusan. Sedangkan resiko yang akan muncul juga sangat berpengaruh pada kelangsungan suatu usaha. Sehingga penting bagi perusahaan untuk melakukan pengelolaan resiko yang akan muncul dalam suatu pengambilan keputusan.

Jenis resiko yang sering timbul dan dihadapi oleh industri pertambangan biasanya lebih besar dibandingkan dengan industri lainnya. Karena aspek yang diperhatikan dalam mengelola industri ini lebih kompleks.

Salah satu cara untuk mengelola resiko dalam setiap pengambilan keputusan adalah dengan menerapkan Enterprise  Risk Management (ERM) pada perusahaan.



Tujuan Training Manajemen Risiko Industri Pertambangan

Setelah selesai mengikuti kursus Manajemen Risiko Industri Pertambangan ini, peserta diharapkan akan mengerti, memahami dan dapat menerapkan Enterprise Risk Management (ERM)

 

Materi Training Manajemen Risiko Industri Pertambangan

Pengantar Manajemen Risiko

  • Definisi resiko dan perbedaan dengan kelemahan control
  • Tahapan implementasi manajemen risiko
  • Fungsi dan tanggung jawab unit manajemen risiko
  • Hubungan unit manajemen risiko dengan unit yang lainnya

Jenis resiko yang sering muncul dalam industri pertambangan
Enterprise Risk Management

  • Definisi ERM
  • Basel II
  • COSO
  • AS/NZ : 4369
  • Sarbanes & Oxley

Aspek Manajemen risiko
Risk/ Control Self Assessment

  • Teknik identifikasi resiko
  • Teknik mengukur resiko
  • Mengidentifikasi control desain dan control operasinal
  • Mengevaluasi efektivitas pengendalian

Permodelan resiko operasional
Memonitor resiko operasional
Studi kasus

ALAT BERAT PERTAMBANGAN

DESKRIPSI TRAINING ALAT BERAT PERTAMBANGAN

Dalam rangka memaksimalkan proses operasi produksi di bisnis pertambangan, perusahaan pertambangan memerlukan pengetahuan mendalam terkait dengan alat-alat berat yang digunakan di lapangan. Perkembangan teknologi yang kian berkembang juga mengharuskan perusahaan untuk senatiasa mengupdate informasi sehingga perusahaan dapat mengambil manfaat dengan proses kerja yang lebih efesien. Selain itu, nilai ekonomis pada alat-alat berat tentunya mengharuskan adanya pergantian alat yang dapat diambilkan pula dari pengetahuan tersebut. Selain itu, semakin detail perusahaan mengerti alat berat pertambangan dapat menguatkan sisi penguasaan teknologi perusahaan. Penurunan kualitas pada alat berat juga dapat ditanggulangi apabila perusahaan mengetahui teknik maintenance yang efektif. Selain bermanfaat untuk mempermudah proses operasi produksi di perusahaan pertambangan, hal tersebut juga berguna bagi perusahaan sehingga mengetahui teknik untuk menanggulangi terjadinya kecelakaan. Training ini akan memberikan pemahaman mengenai manfaat alat berat yang digunakan dalam pertambangan serta teknik-teknik perawatan alat berat tersebut.



TUJUAN DAN MANFAAT TRAINING ALAT BERAT PERTAMBANGAN

Dengan mengikuti training ini diharapkan peserta dapat:

  1. Memberikan pengetahuan pada teknologi mendasar dan terbarukan pada alat berat pertambangan
  2. Memberikan kecakapan untuk menilai kebutuhan pada proses operasi produksi pertambangan
  3. Memberikan best practice penggunaan alat berat pertambangan

 

MATERI TRAINING ALAT BERAT PERTAMBANGAN

  1. Dasar-dasar pemanfaatan alat berat
  2. Jenis-jenis alat berat
  3. Kegunaan alat berat di perusahaan pertambangan
  4. Identifikasi kebutuhan alat berat
  5. Maintenance pada alat berat pertambangan
  6. Pengetahuan pada bahan bakar alat berat pertambangan
  7. Proses instalasi alat berat pertambangan
  8. Spare part alat berat pertambangan
  9. Sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja
  10. Best practice pada purchasing, controlling and maintenance alat berat pertambangan

COAL QUALITY AND QUALITY CONTROL

Deskripsi Training Coal Quality and Quality Control

Batubara terbentuk dari berbagai jenis tumbuhan dan terbentuk di berbagai kondisi lingkungan yang berbeda  – beda. Hal tersebut menyebabkan batubara memiliki kualitas yang berbeda – beda sekalipun berasal dari tambang yang sama. Kualitas batubara juga dipengaruhi oleh system penambangan dan handlingnya. Di sisi lain, dalam bisnis batubara itu sendiri. DiTambang batubara, quality control bertujuan untuk memonitor kualitas batu bara yang di produksi  dan juga untuk mengatur kaulitas batubara agar sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan dalam kontrak jual beli batubara dengan cara blending management. Sedangkan di pihak end user seperti di power plant misalnya, Quality Control bertujuan untuk memonitor kualitas batubara yang dikirim oleh suplier sekaligus untuk mengatur agar kualitas batubara yang dimasukan kedalam plant sesuai dengan spesifikasi yang sudah didesign atau ditentukan. Pengetahuan mutlak diperluakan dalam implementasi Quality Control baik di Tambang maupun di pihak End User.

Materi Training Coal Quality and Quality Control

  1. Menjelaskan secara umum mengenai pembentikan batubara serta pengertian dasar mengenai komponen dan klasifikasi
  2. Kualitas Batubara: Menjelaskan mengenai parameter – parameter kualitas yang bias diujikan terhadap batubara dan basisnya serta cara pengujiannya, parameter kualitas batuabata yang akan dijelaskan diantaranya adalah Basic Analysis (TM, Proximate, Sulfur, dan Colorific Value) dan parameter lainnya seperti Ultimate Hardgrove grindability index, ash analysis dan ash fusion temperature
  3. Quality Control : menjelaskan mengenai bagaimana tatacara mengontrol kualitas batubara dari mulai Pit, Produksi sampai pengapalannya. Disini juga di jelaskan bagaimana mengelola stockpile agar memudahkan dan mendukung dalam implementasi Quality Control
  4. Studi kasus

BATUBARA

BATUBARA TRAINING MATERIAL OUTLINE:

1.    Geologi dan genesa batubara
2.    Analisis Batubara
3.    Penambangan Batubara
4.    Pengolahan batubara (Peningkatan Kualitas Batubara)
5.    Pemanfaatan batubara
6.    Dampak negatif pemanfaatan batubara

Hukum Pertambangan

Dengan mengikuti kursus intensif ini, peserta akan:

Dengan mengikuti kursus ini peserta akan mendapatkan update peraturan di bidang pertambangan, ruang lingkup jual beli batu bara dan usaha jasa pertambangan, merger dan akuisisi untuk perusahaan tambang, mining eficiency, dan tidak hanya bagian legal, bagian keuangan dan operasional perusahaan tambang juga sangat disarankan mengikuti acara ini.

Materi Kursus Intensif Hukum Pertambangan

Materi I-II

Pengantar Hukum Pertambangan dan Update Peraturan di bidang pertambangan

  • Sejarah hukum pertambangan di Indonesia dari waktu ke waktu.
  • Pembahasan pasal-pasal penting di dalam UU Minerba
  • UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
  • PP Nomor 1 Tahun 2014 dan PP Nomor 77 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan mmineral dan batubara
  • Permen ESDM No. 24 tahun 2012 tentang Perubahan atas Permen ESDM No. 28 tahun2009 tentang penyelenggaraan usaha jasa pertambangan mineral dan batubara.
  • Permen ESDM No. 32 tahun 2013 tentang Tata cara pemberian izin khusus di pertambangan mineral dan batubara
  • Permen ESDM No. 08 Tahun 2015 tentang Peningkatan nilai tambah mineral melalui kegiatan pengolahan dan pemurnian mineral di dalam negeri

Materi III

Improving Operational Effiency in Coal Business

  • Understanding the Indonesian Coal Operations
  • Two Ends of the Margin Rubber – External and Internal Factors
  • Key Performance Indicators

 

Materi IV

Kewajiban finansial industri tambang

  • Pajak, Royalti, Deadrent, PNBP lain

Materi V-VI

Legal Due Diligence (LDD) perusahaan pertambangan

  • Introduction to acquisition
  • Acquisition deals flow
  • Stages in and characterictic of mining projects
  • Roles of legal due diligence
  • Workflow of legal due diligence
  • Preparing due diligence checklist
  • Key areas for legal due diligence review

Materi VII-VIII

Contract drafting di bidang pertambangan

  • Anatomi proyek pertambangan
  • Hal umum berkaitan dengan contract drafting
  • Ketentuan Umum dalam perjanjian jual beli dan jasa kontraktor

Materi IX

Sengketa dalam usaha pertambangan

  • Bentuk sengketa pertambangan
  • Metode perkara pertambangan
  • Menghindari kerugian dalam penanganan perkara litigasi pertambangan

Materi X

Restruktutrisasi hutang pada proyek pertambangan

  • Bentu-bentuk restrukturisasi hutang
  • PKU dan Non PKPU
  • Studi kasus

Materi XI

Izin kawasan hutan di bidang pertambangan

  • Izin kegiatan eksplorasi pertambangan
  • Izin kegiatan operasi produksi pertambangan

 

Materi XII          

Kewajiban reklamasi paska dan penutupan tambang

Procurement For Mining Industry

Deskripsi Training Procurement For Mining Industry

Kesuksesan pengadaaan sangat dipengaruhi oleh strategi yang digunakan dalam pemilihan supplier ,proses pengiriman dan proses administrasinya. strategi pengadaan dapat didefinisikan sebagai suatu inisiatif yang direncanakan untuk mengoptimalkan pembelanjaan dengan memilih pemasok yang dapat menciptakan peningkatan pengetahuan dan nilai lebih dalam hubungan pelanggan-pemasok. Sacara teoritis kegiatan ini mudah,namun dalam prakteknya seringkali timbul permasalahan dalam proses pelaksanaannya, mulai dari perencanaan yang tidak terintegrasi, perubahan harga dan pasokan tersedia, seleksi supplier yang mengundang potensi fraud, miskomunikasi dengan supplier dan lainnya. Training ini khusus membahas strategi pengadaan untuk pertambangan dan migas .



Materi Training Procurement For Mining Industry

1. Procurement di mining industry

  • Karakteristik procurement di pertambangan dan migas
  • Siklus Procurement
  • Peraturan yang terkait

2. Procurement Principles

  • Prinsip dasar pembelian
  • Peran strategis pembelian
  • Struktur organisasi pembelian
  • Administrasi pembelian
  • Procurement plan
  • Purchase requisition

3. Supplier Relationship Management

  • Perbedaan antara SRM dan hubungan tradisional dengan Supplier
  • Jenis-Jenis relationship dengan Supplier
  • Mengelola relationship dengan supplier
  • Proses seleksi dan kualifikasi Supplier
  • Metode evaluasi kinerja Supplier

4. Metode Sourcing in mining industry

  • Identifikasi supplier
  • Klasifikasi supplier
  • Bid collection
  • Metode survey harga
  • Benchmarking

5. Teknik Menganalisa Penawaran

  • Membaca quotation serta terms and conditions
  • Survey lapangan
  • Sampling produk
  • Survey pasar
  • Bid comparison

6. e-Procurement

  • Konsep e-Procurement
  • E-Procurement flowchart
  • Seleksi Vendor IT
  • Arsitektur System e-Procurement
  • Interface modul
  • Security system
  • Evaluasi current system

7. Tender Management

  • Regulasi dan kebijakan tender
  • Dokumen dan administrasi tender
  • Pra kualifikasi dan pasca kualifikasi
  • HPS/OE
  • TKDN
  • Analisa dan evaluasi tender

8. Vendor Managed Inventory

  • Konsep VMI
  • Perbedaan VMI dengan JIT
  • Syarat pelaksanaan VMI
  • Penyusunan terms and conditions VMI

Geology Mapping and Mining Exploration

Deskripsi

Training ini membahas mengenai basic geology dan eksplorasi.

 

Tujuan

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Mengetahui proses-proses geologi (geology process) dan kompleksitasnya
  2. Memahami prosedur identifikasi dan pemetaan endapan bahan galian
  3. Memahami teknik pembuatan peta geologi atau geology mapping
  4. Mengenal konsep dan teknologi dalam eksplorasi
  5. Memahami metode-metode dan tahapan dalam eksplorasi
  6. Memahami hubungan kondisi geologi dan cebakan bahan galian dengan model eksplorasi
  7. Memahami cara mendesain dan merancang kegiatan eksplorasi

 

Materi Training Geology Mapping and Mining Exploration

  1. Pengantar geologi umum
  2. Dasar-dasar pemetaan geologi lapangan
  3. Teknik pembuatan peta geologi / geology mapping
  4. Struktur dan penyusunan laporan geologi
  5. Pengantar konsep eksplorasi bahan galian
  6. Desain dan perencanaan eksplorasi
  7. Struktur dan penyusunan laporan eksplorasi
  8. Studi kasus

Supplier Performance Assessment untuk perusahaan Pertambangan dan Migas

Deskripsi Training Supplier Performance Assessment

Training ini khusus ditujukan untuk menganalisa kinerja supplier pada perusahaan tambang dan migas.Banyaknya supplier yang terlibat dalam pekerjaan baik barang maupun jasa, menjadikan penilaian supplier merupakan keharusan agar supplier yang menjadi rekanan tetap menjaga mutu dan kinerjanya. Pemilihan supplier yang tepat merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam proses pengadaan barang. Kriteria pemilihan supplier tidak hanya difokuskan pada biaya yang paling murah, namun juga pada beberapa kriteria lain yang mendukung tercapainya tujuan pengadaan. Dalam pandangan sistem pengadaan modern, supplier dipandang sebagai mitra kerja yang turut berpartisipasi dalam pencapaian tujuan perusahaan.Tugas bagian pengadaan adalah melakukan penilaian kinerja supplier (Supplier Performance Assessment) secara objective dan komprehensif dengan mempertimbangkan semua kriteria yang relevan.



Tujuan Training Supplier Performance Assessment

  • Peserta dapat merumuskan kriteria yang relevan dalam penilaian kinerja supplier (Supplier Performance Assesment) khusus di industri pertambangan dan migas.
  • Peserta dapat merumuskan metode terbaik dalam pemilihan supplier berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan



Materi Training Supplier Performance Assessment

  1. Strategi Pengadaan yang efektif
  2. Karakteristik pekerjaan barang dan jasa di industri pertambangan dan migas
  3. Value engineering dalam pengadaan: Teknik dalam mengefisiensikan cost
  4. Konsep dasar dan kriteria supplier performance assessment
  5. Evaluasi dan monitoring supplier dengan pengukuran Key performance Indicator (KPI) supplier
  6. Metode Pemilihan supplier dengan Teknik Multi Criteria Decision Making (MCDM)
  7. Case study Supplier Performance Assesment

GENERAL AFFAIR MANAGEMENT

OVERVIEW TRAINING GENERAL AFFAIR MANAGEMENT

Divisi General Affair umum merupakan tangan kanan operasional dari Departemen HRD, karena beberapa pekerjaannya sangat membantu kelancaran operasional dan merupakan tugas-tugas pelayanan di bidang SDM.

Bahkan di beberapa perusahaan besar atau sedang (terutama bidang industri yang padat karya), GA juga menangani permasalahan Hubungan Industrial (Industrial Relation) baik untuk menyelesaikan masalah internal (kekaryawanan) maupun masalah dengan lingkungan sekitar lokasi pabrik/perusahaan (eksternal).

Sesuai namanya, divisi General Affair (GA) atau Divisi Umum merupakan supporting unit yang bertujuan memberikan pelayanan-pelayanan kepada unit-unit kerja lain. Bahkan pada umumnya, GA melayani seluruh unit kerja di perusahaan (bersifat shared service) dalam hal administrasi dan pengelolaan pelayanan rutin kantor.

Bertolak dari kebutuhan tersebut, maka kami menawarkan suatu program pengembangan bagian umum GENERAL AFFAIRS MANAGEMENT selama 2 (dua) hari, yang selain diperuntukkan  bagi pelaksana/staff bagian umum, juga untuk level supervisor maupun manager. Selain itu, juga penting bagi  pengelola SDM (Orang-orang HRD), juga bagi para Supervisor atau Manager Teknis di luar Bagian Umum, yang ingin mengetahui lebih jauh seluk beluk General Affairs.

TUJUAN TRAINING GENERAL AFFAIR MANAGEMENT

  • Peserta memahami tugas dan tanggung jawab seorang GA (General Affair)
  • Peserta mempunyai kesiapan mental dan motivasi bekerja yang tinggi dengan tugas yang berat
  • Peserta dapat mengerti masalah-masalah yang biasa terjadi bagian divisi GA (General Affair) dan sanggup mengantisipasi dan menyelesaikan masalah-masalah yang ada.
  • Peserta memiliki skill dalam pengelolaan GA (General Affair) secara profesional
  • Peserta mampu meningkatkan kinerja dari apa yang telah dijalani saat ini
  • Peserta dapat merencanakan program GA (General Affair) yang berkesinambungan
  • Mampu menyelesaikan tugas-tugas yang berkaitan dengan Hubungan Industrial (termasuk Employee Relation) maupun Hubungan Industrial dengan pihak-pihak di luar perusahaan

OUTLINE TRAINING GENERAL AFFAIR MANAGEMENT:

  1. DEFENISI/PANDANGAN UMUM  GENERAL AFFAIR
  2. TUGAS, FUNGSI DAN TANGGUNG JAWAB GENERAL AFFAIR
  3. KOMPETENSI MOTIVASI YANG DIPERLUKAN OLEH PROFESIONAL GA (General Affair)
  4. FUNGSI / PERAN “INDUSTRIAL RELATIONS” DALAM SUATU ORGANISASI
  5. RUANG LINGKUP TANGGUNG JAWAB INDUSTRIAL RELATIONS
  6. ASPEK & RUANG LINGKUP PEKERJAAN DI GENERAL AFFAIR
    • Building Management
    • Pelaksanaan keamanan dan ketertiban, kebersihan
    • Pengurusan kendaraan perusahaan dan fasilitas pool
    • Mengurus berbagai perijinan, dan kehumasan, operasional, dll
    • Pengurusan Tenaga Kerja Asing
    • Cleaning Service dan penanganan limbah
    • Recepsionist dan operator telepon, serta keluar masuk Tamu
    • Kantin, Laundry & Mess Perusahaan
    • Alat Tulis Kantor (ATK)
    • Insurance Management/ jaminan kesehatan/hari tua
    • Pemeliharaan kesehatan, safety  dan pelaksanaan K3 bagi seluruh  karyawan
    • Pelaksanaan event khusus
    • Pengelolaan Cleaning Service & Office Boy / Office Girl
    • Outsourcing Management / Labour Suply / Tenaga Kerja Kontrak (Bagaimana melakukan, memilih dan membuat kerjasama outsourcing)
    • Penanganan tamu Penting (Tamu VVIP, VIP, Instansi Pemerintah, Auditor Perusahaan, Demonstrasi / Unjuk Rasa)
  7. Komunikasi internal dengan departemen di lingkungan perusahaan dan direksi
  8. Komunikasi eksternal dengan lingkungan sekitar tempat usaha
    (Antar Perusahaan Yang Sejenis, Tetangga, Kawasan Industri, Aparat Keamanan Terdekat, Rt/Rw/Lurah, Dsb)
  9. Antisipasi & Penanganan Masalah Di Bidang General Affair
  10. Menetapkan Kompetensi General Affair & Industrial Relations
  11. Kiat-kiat menangani “Orang-orang Sulit”

Manajemen Aset dan Implementasi SIM Aset

Deskripsi Training Manajemen Aset dan Implementasi SIM Aset

Perusahaan pasti memiliki kekayaan berupa barang atau benda bergerak dan tidak bergerak baik yang berwujud (tangible) dan tidak berwujud (intangible) yang sering disebut dengan aset perusahaan. Pengelolaan terhadap aset yang dimiliki perlu dilakukan untuk memantau dan menghitung serta memanfaatkannya secara optimal. Tetapi tidak sedikit yang menganggap bahwa aset yang dimiliki hanyalah sekedar pengelolaan daftar aset dan pencatatan bagian accounting saja, Maka dari itu perlu dilakukan training tentang manajemen aset yang baik sebagai informasi perjalanan asset secara keseluruhan, memuat berapa banyak aset dan biayanya, pemanfaatan, kondisi dan pemeliharaan serta lokasi penyimpanan. Hal ini juga berfungsi untuk mencegah dari hilangnya asset, perhitungan pajak dan depresiasi.

Tujuan Manajemen Aset dan Implementasi SIM Aset

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami pentingnya pengelolaan aset secara profesional dan terintegrasi.
  2. mengaplikasikan pengelolaan aset secara terintegrasi mulai dari planning, pengadaan, verifikasi, pencatatan, layout, pergudangan, pemeliharaan, sistem informasi aset, serta monitoring dan evaluasi.
  3. Melakukan pengambilan keputusan dalam pengelolaan aset, sehingga lebih efisien, mengurangi pemborosan/kerugian, mencegah hilangnya aset serta mecegah konflik karena aset.
  4. Memahami implementasi sistem informasi manajemen aset di Perusahaan tempat bekerja.

Materi Manajemen Aset dan Implementasi SIM Aset

  1. Konsep Dasar Manajemen Aset dan Ruang lingkup Manajemen Aset
  2. Perencanaan Manajemen Aset: prosedur perencanaan kebutuhan aset dan penganggarannya
  3. Pengadaan Aset (Procurement): sistem dan prosedur pengadaan aset : swakelola/ outsourcing, penyimpangan dalam pengadaan, pengawasan pengadaan, formulir –formulir prosedur pengadaan.
  4. Manajemen Penggudangan Aset (Warehousing): prosedur penerimaan, verifikasi, pendistribusian dan prinsip penyimpanan aset dan formulir inventarisasi asset di Gudang.
  5. Kodifikasi dan Sistem informasi Asset: Perencanaan kodifikasi dan SIM
  6. Manajemen Keuangan Aset dan Penilaian Aset
  7. Pengukuran dan Evaluasi Aset
  8. Sumberdaya Manusia dalam Penanganan Aset Perusahaan: Struktur Organisasi Manajemen Aset, Pengaturan Tugas dan Wewenang Pengelolaan Aset, dan Mengatasi Konflik Terkait dengan Aset.
  9. Metode Lelang dan Penghapusan Aset
  10. Case Study : kasus-kasus riil di lapangan dan solusinya

SISTEM MANAJEMEN PENGAMANAN

Deskripsi Training Sistem Manajemen Pengamanan

Dalam dunia bisnis, Faktor keamanan menjadi suatu aspek penting yang harus diperhitungkan demi keberlangsungan bisnis yang dijalankan serta keamanan dan kenyamanan semua pihak yang terlibat di dalamnya. Faktor ini berlaku juga untuk semua jenis usaha khususnya yang terdapat objek-objek vital di dalamnya.

Dimensi ancaman dan gangguan keamanan dari waktu ke waktu kian berkembang dengan beragam risiko dan dampaknya. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta meningkatnya kompeksitas persoalan masyarakat (social exclution) telah melahirkan beragam bentuk ancaman dan gangguan keamanan. Globalisasi mendorong semakin ketatnya persaingan, yang implikasi untuk meningkatkan daya saing mengakibatkan segala hal diupayakan, sehingga mendorong terjadinya gangguan keamanan. Beberapa ancaman yang dapat mengganggu stabilitas keamanan nasional berupa penyelendupan, bio terrorism, pembajakan, illegal trade atau goods serta lainnya.

Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan suatu sistem manajemen pengamanan organisasi yang sampai saat ini sudah banyak terdapat berbagai sistem yang sudah diterapkan. Sistem Manajemen Pengamanan adalah bagian dari manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi, perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur, proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan penerapan, pencapaian, pengkajian dan pemeliharaan kebijakan pengamanan dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan usaha guna mewujudkan lingkungan yang aman, efisien dan produktif.Untuk memastikan bahwa sistem tersebut dapat diterapkan dengan konsisten dan dilaksanakan sesuai dengan tujuannya diperlukan suatu pengelolaan terhadap sistem tersebut.

Tujuan dan Manfaat Training Sistem Manajemen Pengamanan

Pelatihan ini dimaksudkan untuk menciptakan sistem pengamanan di tempat kerja dengan melibatkan unsur manajemen, tenaga kerja, kondisi dan lingkungan kerja yang secara profesional terintegrasi untuk mencegah dan mengurangi kerugian akibat ancaman, gangguan dan/atau bencana serta mewujudkan tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.

Materi Training Sistem Manajemen Pengamanan

  • Pendahuluan
  • Peraturan Kepolisian Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2007
  • Standar Sistem Manajemen Pengamanan
  • Metodologi Penerapan Sistem Manajemen Keamanan
  • Self-Assessment (Gap Analysis)
  • Pelatihan Pemahaman Persyaratan C-TPAT atau ISO 28000
  • Desain Sistem Manajemen Keamanan C-TPAT atau ISO 28000
  • Pembuatan Prosedur san Penerapan Sistem Manajemen Keamanan
  • Audit (Assesment) Penerapan Sistem Manajemen Keamanan
  • Tugas dan Fungsi Pokok Satuan Perngamanan
  • Struktur Organisasi
  • Pembinaan Satuan Pengamanan
  • Hubungan dan Tatacara Kerja
  • Pengawasan dan Pengendalian
  • Evaluasi dan Penilaian
  • Pemberlakuan Sanksi

Pengamanan VIP/ VVIP

Deskripsi

Keamanan dan Pengamanan adalah suatu Kegiatan yang bersifat Dinamis dan pada prinsipnya dilaksanakan untuk mencapai Kenyamanan dan diperoleh produktifitas kerja yang maksimal, mengingat tanpa adanya Keamanan yang baik, pelaksanaan aktifitas Perusahaan untuk mencapai Produktifitas mustahil akan bisa dicapai. Termasuk didalamnya pengamanan terhadap tamu pernting perusahan, seperti dari kementrian, Pimpinan Daerah, bahkan RI-1 RI-2 atau orang berstatus VIP lainnya. Tugas ini merupakan tantangan serius bagi penyedia jasa pengawalan VIP. Pengawal bersenjata api tidak sepenuhnya menjamin keselamatan nyawa orang yang dilindunginya. Hal ini dikarenakan perlindungan terbaik justru dilakukan dengan mewaspadai lingkungan sekitar lokasi untuk mendeteksi kemungkinan adanya aktivitas mencurigakan yang membahayakan tugas pengawalan.

 

Tujuan Kegiatan

Dengan mengikuti pelatihan ini diharapkan para peserta dapat:

Untuk memberikan bekal Pelaksanaan Teknis, langkah dan aksi yang harus dilaksanakan oleh Petugas Keamanan di lingkungan Perusahaan Pengguna Jasa  dalam mengemban tugasnya sebagai unsur Satuan Pengamanan Khusus Perusahaan, khusunya dalam memberikan rasa aman kepada tamu penting perusahaan.

Materi  Pelatihan Pengamanan VIP/ VVIP

  1. Pendahuluan
    1. Dasar Hukum Pengamanan
    2. Latar belakang
    3. Maksud dan tujuan
    4. Ruang Lingkup VIP dan VVIP
  2. Tugas Pokok, Fungsi dan Peranan Satuan Pengamanan
  3. Jenis dan Kategori VIP dan VVIP
  4. Kerangka Prosedur
  5. Standar Pelayanan
  6. Persyaratan Administratif / Teknis
  7. Sarana dan Prasara Pelayanan / Peralatan dan Kelengkapan
  8. Taktik Menghadapi Berbagai Ancaman
  9. Penanganan/Tindak Lanjut Pengaduan/Keluhan/Masukan
  10. Perlindungan VIP dalam situasi formal dan penyamaran

KOMUNIKASI SECURITY BERBASIS NLP

DESKRIPSI TRAINING KOMUNIKASI SECURITY BERBASIS NLP 

Dalam kesehariannya, personil security di perusahaan manapun akan melakukan setidaknya empat jenis komunikasi, yakni :

1.    Komunikasi kepada tamu perusahaan.
2.    Komunikasi kepada karyawan perusahaan.
3.    Komunikasi pengamanan antar anggota security.
4.    Komunikasi emergency.

Tampak jelas, bahwa setiap jenis komunikasi di atas memiliki karakteristik tersendiri sehingga menuntut anggota security memiliki ketrampikan berkomunikasi yang prima. Dalam kenyataannya berangkat dari keterbatasan ketrampilan berkomunikasi anggota security, tak jarang muncul keluhan terutama dari tamu perusahaan dan customer tentang cara komunikasi mereka yang dianggap kurang luwes dan kurang sopan. Hal ini wajar, karena dalam sebagian besar kasus, porsi terbesar latihan komunikasi yang diberikan adalah komunikasi pengamanan dan emergency. Praktis pengetahuan itulah yang digunakan dalam berkomunikasi dengan customer, tamu perusahaan maupun karyawan. Di sisi lain keluhan ini bisa menjadi masalah tersendiri, khususnya bagi korporat yang sangat intens berhubungan dengan customernya semisal perbankan.

TUJUAN TRAINING KOMUNIKASI SECURITY BERBASIS NLP

Setelah mengikuti training ini, peserta ditargetkan :

  1. Memahami keberadaan empat jenis komunikasi yang harus dilakukan dan perbedaannya.
  2. Mampu mencerna dengan cepat situasi komunikasi yang dihadapinya.
  3. Mampu menata cara berkomunikasinya baik dengan customer maupun karyawan sehingga lebih hangat dan bersahabat, tanpa harus kehilangan kewaspadaannya sebagai pengemban tugas pengamanan perusahaan.
  4. Mampu melaksanakan komunikasi pengamanan dan emergency dengan sangat efektif.

CAKUPAN MATERI TRAINING KOMUNIKASI SECURITY BERBASIS NLP

1.    Introduksi NLP
2.    Rapport building
3.    Meta Model
4.    Milton Model
5.    Mengenali Bahasa Tubuh Dengan Cepat
6.    Tips dan Trik Berkomunikasi Prima

Manajemen Aset

Deskripsi Training Manajemen Aset

Aset adalah barang atau benda yang terdiri dari benda tidak bergerak dan benda bergerak baik yang berwujud (tangible) dan tidak berwujud (intangible) yang tercakup dalam aktiva/kekayaan perusahaan. Pengelolaan Aset (kekayaan) Perusahaan merupakan hal yang sangat penting karena  untuk memantau dan menghitung serta memanfaatkannya  secara optimal. Manajemen asset berfungsi untuk informasi perjalanan asset secara keseluruhan, memuat berapa banyak aset dan biayanya, pemanfaatan, kondisi dan pemeliharaan serta lokasi penyimpanan.Hal ini juga berfungsi untuk  mencegah dari hilangnya asset, perhitungan pajak dan depresiasi.

Banyak perusahaan masih menganggap Manajemen Aset secara fisik  hanyalah sekedar instrumen pengelolaan daftar aset, serta pencatatan oleh bagian accounting. Anggapan yang kurang tepat lainnya adalah bahwa pengelolaan fisik aset sepenuhnya sudah diserahkan kepada Bagian umum , padahal baik daftar aset maupun pengelolaan aset fisik hanyalah bagian kecil dari Physical Asset Management.



Tujuan Training Manajemen Aset

  1. Menjelaskan kepada peserta mengenai pentingnya pengelolaan aset dilakukan secara profesional dan terintegrasi.
  2. Membekali peserta terkait dengan pengelolaan aset secara terintegrasi mulai dari planning, pengadaan, verifikasi, pencatatan, layout, pergudangan, pemeliharaan, sistem informasi aset, serta monitoring dan evaluasi.
  3. Membekali peserta metode pengambilan keputusan dalam pengelolaan aset, sehingga lebih efisien, mengurangi pemborosan/kerugian,  mencegah hilangnya aset serta mecegah konflik karena aset.
  4. Membekali peserta implementasi sistem informasi manajemen aset di Perusahaan tempat bekerja.



Materi Training Manajemen Aset

 

  1. Konsep Dasar Manajemen Aset dan Ruang lingkup Manajemen Aset
  2. Perencanaan Manajemen Aset:  prosedur perencanaan kebutuhan aset  dan  penganggarannya
  3. Pengadaan Aset (Procurement): sistem dan prosedur pengadaan aset : swakelola/ outsourcing, penyimpangan dalam pengadaan, pengawasan pengadaan, formulir –formulir prosedur pengadaan.
  4. Manajemen Penggudangan Aset (Warehousing): prosedur penerimaan, verifikasi, pendistribusian dan prinsip penyimpanan aset dan formulir inventarisasi asset di Gudang.
  5. Kodifikasi dan Sistem informasi Asset: Perencanaan kodifikasi dan SIM
  6. Manajemen Keuangan Aset dan Penilaian Aset
  7. Pengukuran dan Evaluasi Aset
  8. Pemeliharaan dan pengawasan aset
  9. Sumberdaya Manusia  dalam Penanganan Aset Perusahaan: Struktur Organisasi Manajemen Aset,    Pengaturan Tugas dan Wewenang Pengelolaan Aset, dan Mengatasi Konflik Terkait dengan Aset.
  10. Administrasi dan database aset
  11. Metode Lelang dan Penghapusan Aset
  12. Case Study secara detail : kasus-kasus riil di lapangan dan solusinya

MANAJEMEN ASET INFRASTRUKTUR

Deskripsi Training Manajemen Aset Infrastruktur 

Infrastruktur merupakan sarana dan prasarana penunjang utama terselenggaranya kegiatan. Contoh infrastruktur antara lain jalan, jembatan, gedung, dermaga, bandara, dan lain-lain, yang tentunya sangat penting dalam menunjang berbagai aktivitas. Infrastruktur yang handal sangat diperlukan karena menjadi ukuran keberhasilan pengelola dan juga sudah menjadi tuntutan pengguna. Meskipun demikian, masalah infrastruktur sangat kompleks, dari pembangunan, pengelolaan, maintenance hingga keterbatasan dana. Untuk itu manajemen aset infrastruktur diperlukan agar dapat dilakukan pengelolaan infrastruktur yang baik.

 

Materi Training Manajemen Aset Infrastruktur 

  • Aset infrastruktur
  • Rencana Manajemen Aset Infrastruktur
  • Inventory aset & Penilaian Kondisi Aset
  • Standar Tingkat Pelayanan Aset
  • Strategi dan kebijakan Pengelolaan Aset
  • Financing Strategy

MANAJEMEN ASET BERBASIS TEKNOLOGI

Deskripsi Training Manajemen Aset Berbasis Teknologi

Aset  adalah barang atau benda yang terdiri dari benda tidak bergerak dan benda bergerak baik yang berwujud (tangible) dan tidak berwujud (intangible) yang tercakup dalam aktiva/kekayaan perusahaan. Pengelolaan Aset (kekayaan) Perusahaan merupakan hal yang sangat penting karena  untuk memantau dan menghitung serta memanfaatkannya  secara optimal. Manajemen asset berfungsi untuk informasi perjalanan asset secara keseluruhan, memuat berapa banyak aset dan biayanya, pemanfaatan, kondisi dan pemeliharaan serta lokasi penyimpanan.Hal ini juga berfungsi untuk  mencegah dari hilangnya asset, perhitungan pajak dan depresiasi. Training ini akan membahas implementasi manajemen asset berbasis teknologi informasi sejak pengadaan, recording dan labeling, pemakaian , monitoring, auditing dan reporting. Aplikasi system informasi manajemen asset akan dibahas disertai case study.



Tujuan Training Manajemen Aset Berbasis Teknologi

  1. Membekali peserta implementasi sistem informasi manajemen aset di Perusahaan tempat bekerja
  2. Menjelaskan kepada peserta mengenai pentingnya pengelolaan aset dilakukan secara profesional dan terintegrasi.
  3. Membekali peserta terkait dengan pengelolaan aset secara terintegrasi mulai dari planning, pengadaan, verifikasi, pencatatan, layout, pergudangan, pemeliharaan, sistem informasi aset, serta monitoring dan evaluasi.
  4. Membekali peserta metode pengambilan keputusan dalam pengelolaan aset, sehingga lebih efisien, mengurangi pemborosan/kerugian,  mencegah hilangnya aset serta mecegah konflik karena aset.

Materi Training Manajemen Aset Berbasis Teknologi

  • Konsep Dasar Manajemen Aset dan Ruang lingkup Manajemen Aset berbasis teknologi
  • Perencanaan Manajemen Aset:
  1.  Prosedur perencanaan kebutuhan aset  dan  penganggarannya
  2. Pengadaan Aset (Procurement): sistem dan prosedur pengadaan aset : swakelola/ outsourcing, penyimpangan dalam pengadaan, pengawasan pengadaan, formulir –formulir prosedur pengadaan.
  • Kodifikasi dan Sistem informasi Asset: Perencanaan kodifikasi dan SIM
  • Administrasi dan Database Asset
  1. Ideal Filing system
  2. Integrated Coding system
  3. Asset mapping
  4. Peminjaman sementara dan pengembalian
  • Pemakaian dan Pemeliharaan Asset
  1.  Equipment maintenance
  2.  Inventory monitoring
  3. Building  management
  4. Check list perawatan dan pemeliharaan asset
  5. Automatic reminder system
  • Pemeriksaan  dan Audit Asset
  1.  Asset allocation analysis
  2. Prosedur audit asset
  3. Pemeriksaan komprehensif dan berkala
  4. Form audit asset
  • Arsitektur System Asset Management
  1. Arsitektur model Asset Management
  2.  Konfigurasi hardware dan software
  3. Keterkaitan Asset Management dengan ERP dan system perusahaan
  4. Fleksibilitas pengembangan system
  • Software Asset Management
  1. Identifikasi calon Vendor
  2. Evaluasi harga penawaran
  3. Evaluasi features dan spesifikasi software
  4. Seleksi dan evaluasi kapasitas calon Vendor
  5. Terms and condition
  •  Penerapan Barcode, RFID, dan GPS
  1. Otomatisasi asset label berbasis barcoding atau RFID
  2. Perbandingan Label konvensional versus label Barcoding atau RFID
  3. Penggunaan GPS tracking untuk monitoring mobile asset
  4. Analisa biaya investasi
  5. Analisa manfaat otomatisasi asset management
  • Asset Mapping dan Asset Tracking
  1.  Asset mapping dalam skema building management
  2. Asset mapping dalam skala jaringan perusahaan
  3. Asset tracking
  4.  Konfigurasi system and how its works
  •  Admin Menu
  1. Menu administrator
  2. Menu user internal
  3. Menu member Vendor
  •  Security system  dan Audit
  1.  Keamanan system
  2. Open sources dan resikonya
  3. Kontrol dan proteksi system
  4. Level akses user
  5.  e-Audit

MANAJEMEN ASET ARMADA

Deskripsi Training Manajemen Aset Armada

Manajemen aset armada adalah suatu manajemen aset dimana sebuah perusahaan menjalankan bisnisnya dengan menggunakan bantuan kendaraan. Kendaran sebagai suatu aset sangat penting untuk dikelola dengan baik karena itu adalah aset yang ikut berperan dalam proses berjalannya sutu bisnis.

Banyak perusahaan masih menganggap Manajemen Aset secara fisik hanyalah sekedar instrumen pengelolaan daftar aset, serta pencatatan oleh bagian accounting. Anggapan yang kurang tepat lainnya adalah bahwa pengelolaan fisik aset sepenuhnya sudah diserahkan kepada Bagian umum , padahal baik daftar aset maupun pengelolaan aset fisik hanyalah bagian kecil dari Physical Asset Management.

 

Tujuan Training Manajemen Aset Armada

  1. Menjelaskan kepada peserta mengenai pentingnya pengelolaan aset dilakukan secara profesional dan terintegrasi.
  2. Membekali peserta terkait dengan pengelolaan aset secara terintegrasi mulai dari planning, pengadaan, verifikasi, pencatatan, layout, pergudangan, pemeliharaan, sistem informasi aset, serta monitoring dan evaluasi.
  3. Membekali peserta metode pengambilan keputusan dalam pengelolaan aset, sehingga lebih efisien, mengurangi pemborosan/kerugian, mencegah hilangnya aset serta mecegah konflik karena aset.
  4. Membekali peserta implementasi sistem informasi manajemen aset di Perusahaan tempat bekerja.

 

Materi Training Manajemen Aset Armada

  1. Konsep Dasar Manajemen Aset dan Ruang lingkup Manajemen Aset
  2. Perencanaan Manajemen Aset Kendaraan
  3. Pengadaan Aset (Procurement) Kendaraan
  4. Manajemen Keuangan Aset untuk kendaraan
  5. Pengukuran dan Evaluasi Aset
  6. Pemeliharaan dan pengawasan aset kendaraan
  7. Asuransi Aset Kendaraan
  8. Administrasi dan database aset
  9. Metode Lelang dan Penghapusan Aset
  10. Case Study secara detail : kasus-kasus riil di lapangan dan solusinya

Aset Rumah Sakit

Deskripsi Training Aset Rumah Sakit

Aset  adalah barang atau benda yang terdiri dari benda tidak bergerak dan benda bergerak baik yang berwujud (tangible) dan tidak berwujud (intangible) yang tercakup dalam aktiva/kekayaan Rumah Sakit . Pengelolaan Aset (kekayaan) Rumah Sakit merupakan hal yang sangat penting karena  untuk memantau dan menghitung serta memanfaatkannya  secara optimal. Manajemen asset berfungsi untuk informasi perjalanan asset secara keseluruhan, memuat berapa banyak aset dan biayanya, pemanfaatan, kondisi dan pemeliharaan serta lokasi penyimpanan. Hal ini juga berfungsi untuk  mencegah dari hilangnya asset, perhitungan pajak dan depresiasi.

Banyak Rumah Sakit masih menganggap Manajemen Aset secara fisik  hanyalah sekedar instrumen pengelolaan daftar aset, serta pencatatan oleh bagian accounting. Anggapan yang kurang tepat lainnya adalah bahwa pengelolaan fisik aset sepenuhnya sudah diserahkan kepada Bagian umum , padahal baik daftar aset maupun pengelolaan aset fisik hanyalah bagian kecil dari Physical Asset Management.

 

Tujuan Training Aset Rumah Sakit

  1. Menjelaskan kepada peserta mengenai pentingnya pengelolaan aset dilakukan secara profesional dan terintegrasi.
  2. Membekali peserta terkait dengan pengelolaan aset secara terintegrasi mulai dari planning, pengadaan, verifikasi, pencatatan, layout, pergudangan, pemeliharaan, sistem informasi aset, serta monitoring dan evaluasi.
  3. Membekali peserta metode pengambilan keputusan dalam pengelolaan aset, sehingga lebih efisien, mengurangi pemborosan/kerugian, mencegah hilangnya aset serta mecegah konflik karena aset.
  4. Membekali peserta implementasi sistem informasi manajemen aset di Perusahaan tempat bekerja.

 

Materi Training Aset Rumah Sakit

  1. Konsep Dasar Manajemen Aset dan Ruang lingkup Manajemen Aset Rumah Sakit
  2. Perencanaan Manajemen Aset:  prosedur perencanaan kebutuhan aset  dan  penganggarannya
  3. Pengadaan Aset (Procurement): sistem dan prosedur pengadaan aset : swakelola/ outsourcing, penyimpangan dalam pengadaan, pengawasan pengadaan, formulir –formulir prosedur pengadaan.
  4. Manajemen Penggudangan Aset (Warehousing): prosedur penerimaan, verifikasi, pendistribusian dan prinsip penyimpanan aset dan formulir inventarisasi asset di Gudang.
  5. Kodifikasi dan Sistem informasi Asset: Perencanaan kodifikasi dan SIM
  6. Manajemen Keuangan Aset dan Penilaian Aset Rumah Sakit
  7. Pengukuran dan Evaluasi Aset Rumah Sakit
  8. Pemeliharaan dan pengawasan aset Rumah Sakit
  9. Sumberdaya Manusia  dalam Penanganan Aset Perusahaan: Struktur Organisasi Manajemen Aset,    Pengaturan Tugas dan Wewenang Pengelolaan Aset, dan Mengatasi Konflik Terkait dengan Aset.
  10. Administrasi dan database aset Rumah Sakit
  11. Metode Lelang dan Penghapusan Aset Rumah Sakit
  12. Case Study secara detail : kasus-kasus riil di lapangan dan solusinya

FACILITY MANAGEMENT

Deskripsi Training Facility Management

Salaha satu kunci sukses usaha pada abad ke-21 sangat erat kaitannya dengan kemampuan organisasi dalam mengendalikan sarana dan prasarana yang dimiliki berdasarkan dengan kondisi kerja dan lingkungan kerja yang dilandasi dengan kebutuhan kerja. Facility management (FM) mengintegrasikan prinsip ilmu teknis, administrasi bisnis dan perilaku manusia dalam mencapai produktivitas kerja yang lebih optimal. Facility management sebagai sebuah proses manajemen terpadu yang mempertimbangkan orang, proses dan tempat dalam konteks organisasi, yang mencakup lingkungan fisik yang efisien, teknologi, keamanan, serta kenyamanan dan kesehatan kerja

Fungsi Facility management adalah memaneg fasilitas mulai dari manajemen administrasi sarana dan prasarana hingga pengelolaan serta pemeliharaan dan perbaikan aset untuk menunjang pekerjaan karyawan.

Pelatihan ini akan membahas keterampilan praktis yang dapat langsung dipraktekkan dalam aktivitas bisnis sehari-hari

Tujuan dan Manfaat Training Facility Management

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta dapat:

  1. Meningkatkan pengetahuan, keterampilan tentang facility management
  2. Mampu mendesain tempat kerja yang nyaman, sehingga akan berdampak terhadap produktivitas karyawan.

Materi Training Facility Management

Materi lebih difokuskan kepada topik-topik yang terkait langsung dengan :

  1. Pengertian facility management:
    1. Siapakah yang disebut facility manager?
    2. Keterampilan umum yang diperlukan seorang facility manager
    3. Tantangan bagi facility manager.
  2. Work space ecology (ekologi tempat kerja):
    1. Perencanaan disain ruang berdasarkan karakteristik tenaga kerja
    2. Strategi tempat kerja modern.
  3. Engineering system and services:
    1. Efficient energy management
    2. Engineering system components: mechanical, lighting, ventilation, plumbing, electrical, furniture, sound/noise, data and communications, Computer Aided Facility Management (CAFM)
  4. Office management:
    1. Facility information
    2. Pengendalian dokumen dan data
    3. 5 R
    4. Office forms
    5. Office supplies
    6. Office purchases
    7. Internal communications
    8. Staff relations
    9. Event organising
    10. Record management
    11. Project development
    12. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
  5. Environmental design:
    1. Human engineering/ergonomics,
    2. Healthy indoor air quality
    3. Green office
  6. Facility performance: Post Occupancy Evaluation (POE).