Arsip Blog

Handle Drilling Problem

Deskripsi Training Handle Drilling Problem

Proses pengeboran terbilang cukup kompleks sehingga perusahan perminyakan dan gas bumi membutuhkan pekerja yang mampu menangani berbagai persoalan yang mungkin ditimbulkan dari proses pengeboran. Mulai dari perancangan, pengadaan, instalasi, proses operasi, perawatan, hingga evaluasi sistem pengeboran. Setiap proses tersebut memiliki potensi persoalan yang dapat menyulitkan proses bisnis perusahaan bila tidak ditangani dengan manajerial yang baik.  Oleh sebab itulah, perusahaan perlu membekali karyawannya dengan penguasaan kompetensi dan kualifikasi kerja yang dapat menangani, bahkan mencegah berbagai persoalan yang mungkin terjadi pada proses pengeboran. Mengetahui berbagai alternatif strategi untuk menyelesaikan persoalan di lapangan juga akan dapat memperkaya khazanah pemikiran perusahaan dan pekerja (knowledge management) dalam menangani permasalahan dengan baik.Tujuan

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami  berbagai potensi persoalan yang dapat terjadi pada proses pengeboran (drilling)
  2. Mengidentifikasi persoalan dan merancang solusi dari persoalan tersebut

Materi Training Handle Drilling Problem

  1. Ruang lingkup persoalan drilling (pengeboran)Pemetaan berbagai aspek persoalan drilling
  2. Peraturan tambang Migas dan panas bumi
  3. Penerapan K3 dan sistem identifikasi bahaya di tempat kerja pengeboran
  4. Proteksi bahaya kebakaran di wilayah kerja
  5. Sistem proteksi dini semburan liar (blowout preventation system)
  6. Maintenance peralatan drilling
  7. Mengoperasikan dan maintenance pompa lumpur
  8. Persoalan pengeboran inti (conventional coring)
  9. Disain dan persoalan pipa selubung (casing) dan penyemenan
  10. Mengoperasikan sistem peralatan pengangkat (hoisting system), peralatan putar (rotating system), dan peralatan sirkulasi (circulating  system) yang ada pada drilling rig
  11. Studi kasus penyelesaian persoalan di sektor pengeboran
Iklan

COAL FIRED POWER PLANT

TRAINING OBJECTIVES :

  1. Understanding of Coal Fired Power Plant : components , functions and principles
  2. Understanding of  Coal Fired Power Plant Cycle
  3. Familiar with steam turbine performance  such as: efficiency, heat rate, power andmore
  4. Significantly improve your understanding of steam turbine, boiler,  feed water and treatment system
  5. Understanding of  fuel  and combustion system of Coal Fired Power Plant
  6. Develop troubleshooting skills, repairs and maintenance know-how
  7. Understanding of instrumentation and control in Coal Fired Power Plant specially in combustion system

TRAINING MATERIAL OUTLINE: COAL FIRED POWER PLANT

  1. Coal power plant
  2. Coal power plant Auxiliaries
  3. Fuel System
    1. Introduction of fuel
    2. Type of fuel
    3. Properties of fuel
    4. Storage and handling
  4. Combustion System
    1. Principle of combustion
    2. T-s of combustion
    3. Combustion of oil
    4. Stochiometric combustion
    5. Calculation of theoretical CO2 in flue gases
    6. Optimizing excess air and combustion
    7. Control of air and analysis of flue gas
    8. Combustion of coal
    9. Combustion of gas
  1. Air System Function (FD fan, ID fan, and PA Fan
  2. Burner
  3. Draft system, Ash Handling (Precipitator) and Exhaust Gas to Chimney
  4. Combustion control
  5. Condenser
  6. Boiler
  7. Water Treatment Plant
  8. Turbine Generator
  9. Safety and Basic Maintenance System
    1. Basic maintenance
    2. Preventive maintenance
    3. Predictive maintenance
    4. Root cause analysis
    5. And safety
  10. Performance

DEEPWATER DRILLING DESIGN AND OPERATION

Deskripsi Training Deepwater Drilling Design and Operation

In drilling oil and gas wells in the water to avoid the riser conventionally includes taking drilling mud back at the mudline and pumping in surface requires concepts, processes, equipment, technology should be used for Drilling Engineering Methods and apparatus that good will overcome engineering problems conventional drilling by moving the baseline for measuring the pressure gradient from sea level to mudline. This course has also been designed to overcome the problems and challenges of deepwater drilling. Participants will be expected to know a lot of common conventional drilling technology.

Tujuan Training Deepwater Drilling Design and Operation

After completion of this training, helps participants to understand the technology, concepts, processes and equipment to drill deepwater oil and gas wells

 

Materi Training Deepwater Drilling Design and Operation

  1. Introduction of Deepwater Drilling
  2. Deepwater Drilling Principles
  3. Deepwater Drilling Operation
  4. Location and Geology Deepwater Drilling
  5. Overburden removal and Compaction
  6. Pores and fractures
  7. Operations Planning
  • metocean and Flow
  • Rig Selection
  • Places where maintenance
  • Open water
  • Conductor
  1. BOP System
  2. Drilling Riser System
  3. Deepwater Drilling Tools
  4. Drilling challenge
  5. Shallow Hazards
  6. Dual Gradien drilling and MPD
  7. Resolution
  8. Case and Study

GEOLOGY FOR NON GEOLOGIST

DESKRIPSI:

Potensi bahan galian di Indonesia baik logam maupun non logam, batubara, dsb cukup besar dan tersebar di seluruh Indonesia. Bahan galian ini belum dimanfaatkan secara optimal karena karateristik dan cadangannya belum diketahui dengan baik. Untuk mengoptimalkan pemanfaatkan bahan galian tersebut, diperlukan pengetahuan ilmu geologi untuk mencari dan menemukan bahan galian tersebut dan menentukan karakteristik dan cadangannya. Ilmu geologi diperlukan dalam tahap development dan penambangan sehingga diharapkan penambangan dapat berjalan lancar.

 

TUJUAN:

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta akan mengetahui dasar-dasar pengetahuan ilmu geologi yang dapat diaplikasikan untuk melakukan kegiatan penambangan

 

MATERI:

1. Bumi

  • Pembagian bagian bumi
  • Teori terjadinya bumi
  • Struktur dalam bumi
  • Perubahan bentuk permukaan bumi
  • Lempeng-lempeng tektonik
  • Bentuk-bentuk Permukaan Bumi
  • Pola Aliran Sungai
  • Definisi batuan, mineral
  • Ciri-ciri mineral (fisik dan kimia)
  • Siklus Batuan
  • Mineral Pembentuk batuan (mineral utama dan mineral tambahan)
  • Jenis Batuan
  • Batuan Beku (klasifikasi, contoh,tempat pembekuan, struktur, bentuk intrussi)
  • Batuan Sedimen (klasifikasi berdasarkan susunan cara pembentukannya, sifat-sifat, klasifikasi berdasarkan ukran butir
  • Batuan malihan (metamorf), klasifikasi cara pembentukannya, asal batuan metamorf

– Analisis batuan (fisik, kimia, geomekanik)
– Pelapukan Fisik
– Pelapukan Kimia
– Pelapukan Biologis
– Kekar
– Lipatan (jenis lipatan, antiklin, sinklin)
– Sesar (jenis sesar, pembagian sesar)
– Ketidak Selarasan (unconformity), angular, disconformity, Non conformity
– Urutan-urutan batuan
– Paleontologi
– Pemetaan (topografi, geologi)

2. Morfologi
3. Batuan Pembentuk Kulit Bumi
4. Pelapukan
5. Stuktur Batuan
6. Stratigrafi

PENGOLAHAN EMAS

DESKRIPSI:

Emas merupakan mineral logam bewarna kekuningan. Emas berasal daro proses pengendapan di permukaan bumi. Beberapa endapan terbentuk karena proses metasomatisme dimana kontak terjadi antara bebatuan dengan air panas atau fluida lainnya. Pengolahan emas masih sangat di prioitaskan karena harga emas yang selalu naik dari waktu ke watu. Dalam pengolahannya terdapat teknik untuk mendapatkan emas. Training ini akan memberikan pemahaman dalam pengolahan emas di dunia pertambangan.



MATERI TRAINING PENGOLAHAN EMAS:

  1. Pendahuluan tentang batuan mineral emas
  2. Pengenalan Kimia Dasar
  3. Unsur – unsur logam emas dan perak
  4. Jenis Batuan Emas
  5. Pengolahan emas menggunakan mercury
  6. Proses penghalusan batuan
  7. Pengujian mineral emas
  8. Penerapan sistim pengolahan berdasarkan struktur dan karakter bebatuan dan lumpur.
  9. Proses ekstraksi larutan emas menggunakan karbon/ zinc dust.
  10. Proses pembakaran dan peleburan logam, diikuti dengan proses pemurnian logam
  11. Analisa sistem pengolahan dengan profit menguntungkan secara efisien dan efektif.
  12. Case and Study

MATERIAL KNOWLEDGE FOR DRILLING AND PRODUCTION OPERATIONS

MANFAAT KURSUS MATERIAL KNOWLEDGE FOR DRILLING

Setelah mengikuti kursus ini, peserta kursus diharapkan mampu :

  1. Memahami pengertian material secara umum dan material-material dalam industri migas
  2. Memahami Jenis-jenis material yang digunakan dalam operasi pemboran dan produksi dalam industri migas
  3. Memahami komponen-komponen dasar material pemboran dan produksi
  4. Memahami karakteristik dari masing-masing material pemboran dan produksi
  5. Memahami dasar perencanaan dan pemilihan material pemboran dan produksi secara praktis
  6. Melakukan perhitungan-perhitungan dalam perencanaan material pemboran dan produksi
  7. Menentukan kualitas material pemboran dan produksi secara tepat sesuai dengan standar yang baku

 

Deskripsi KURSUS MATERIAL KNOWLEDGE FOR DRILLING

Training ini akan membahas mengenai hal-hal yang perlu diketahui dalam pengeboran dan produksi migas.

 

Tujuan KURSUS MATERIAL KNOWLEDGE FOR DRILLING

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami pengertian material secara umum dan material-material dalam industri migas
  2. Memahami komponen-komponen dasar material pemboran dan produksi
  3. Memahami karakteristik dari masing-masing material pemboran dan produksi
  4. Memahami dasar perencanaan dan pemilihan material pemboran dan produksi secara praktis
  5. Melakukan perhitungan-perhitungan dalam perencanaan material pemboran dan produksi
  6. Menentukan kualitas material pemboran dan produksi secara tepat sesuai dengan standar yang baku

 

Materi Training Material Knowledge for Drilling and Production Operations

  • Introduksi Pengetahuan Material
    • Jenis-jenis material
    • Material dalam industri migas
  • Introduksi Teknik Produksi
  • Material Logam
  • Perencanaan Pengeboran sumur
  • Komponen-komponen Rig
  • Vertical Well Drillstring Design
  • Lumpur Pemboran, casing, semen
  • Inflow Performance Relationship
  • IPR for Artificial Lift
  • Well Completion
  • Artificial Lift Equipment
  • Peralatan Bawah Permukaan
  • Surface Facilities

Geoteknik untuk Perancangan Lereng Penambangan

Deskripsi

Perancangan lereng penambangan adalah suatu kegiatan merancangan lereng pada massa batuan yang harus dilakukan dengan benar agar sasaran produksi dapat tercapai dengan memenuhi standard keselamatan kerja yang tinggi. Untuk itu para perancangan harus mengenai pengertian batuan dan massa batuan, karakterisasi massa batuan, pengetahuan mengenai pengujian batuan, klasifikasi massa batuan dan perhitungan faktor keamanan lereng penambangan. Dengan memahami pengertian tersebut diharapkan para ahli geoteknik pada suatu perusahaan dapat merancang dengan benar dan didapatkan peningkatan produksi dan keselematan kerja untuk pekerja serta peralatan meningkat.



Target Pelatihan Geoteknik untuk Perancangan Lereng Penambangan

  1. Peserta dapat mengetahui dasar perhitungan faktor kemantapan lereng penambangan beserta faktor-faktornya.
  2. Memahami tahapan mengenai karakterisasi massa batuan dan pengujian batuan
  3. Menegtahui perhitungan penentuan faktor kemantapan lereng penambangan

Modul Training Perancangan Lereng Penambangan

  1. Pengenalan perancangan lereng penambangan
  2. Pengertian batuan dan massa batuan
  3. Karakterisasi massa batuan
  4. Pengujian sifat fisik dan mekanik batuan
  5. Klasifikasi massa batuan
  6. Kriteria keruntuhan batuan
  7. Perhitungan faktor keamanan lereng penambangan

Monitoring Kestabilan Lereng

Deskripsi Training Monitoring Kestabilan Lereng

Analisis kestabilan lerengan penambangan adalah suatu kegiatan melakukan monitoringterhadap lereng yang harus dilakukan dengan benar agar sasaran produksi dapat tercapai dengan memenuhi standard keselamatan kerja yang tinggi. Semakin lebar dan dalam tambang terbuka tersebut dilakukan penggalian, maka tentunya akan semakin besar resiko yang akan muncul. Untuk itu para perancangan harus mengenai pengertian batuan dan massa batuan, karakterisasi massa batuan, pengetahuan mengenai pengujian batuan, klasifikasi massa batuan dan perhitungan faktor keamanan lereng.

 

Tujuan Training Monitoring Kestabilan Lereng

  1. Peserta dapat mengetahui dasar perhitungan faktor kemantapan lereng beserta faktor-faktornya.
  2. Memahami tahapan mengenai karakterisasi massa batuan dan pengujian batuan
  3. Menegtahui perhitungan penentuan faktor kemantapan lereng

 

Materi Training Monitoring Kestabilan Lereng

  1. Pengenalan perancangan lereng tambang
  2. Pengertian batuan dan massa batuan
  3. Karakterisasi massa batuan
  4. Pengujian sifat fisik dan mekanik batuan
  5. Klasifikasi massa batuan
  6. Kriteria keruntuhan batuan
  7. Perhitungan faktor keamanan lereng
  8. Analisis resiko

GEOPHYSICS FOR PETROLEUM ENGINEERS

DESKRIPSI:

Program pelatihan ini didesain bagi para Petroleum Engineers dan akan memberikan overview yang sangat baik mengenai limit dan manfaat dari teknik seismik modern, termasuk kaitannya antara well logs dan seismic traces. Definisi dan pemanfaatan resolusi seismik dan perannya dalam menetapkan perkiraan cadangan di daerah pay zones akan dibahas secara rinci.



MATERI:

  • Course Objectives and Historical Background
  • Seismic Fundamentals
  • The Seismic Signal and its Significance
    Seismic Simulation of Petroleum Geology and Reservoir
  • Seismic Traces and the Relationship with Well Logs
  • Resolution: the Estimation of Pay Thickness
  • Acquisition (Shooting) Seismic
  • Seismic Data Processing: Objectives and Methods
  • Interpretation Techniques
  • The Pre/ Post Stack Domains

Kualitas batubara dan Stockpile Management

Deskripsi Training Kualitas batubara dan Stockpile Management

Kemampuan menganalisis kualitas batubara merupakan komponen kritis dalam management pertambangan batubara. Karena hal ini yang akan memnentukan tinggi rendahnya harga jual dan teknik pengolahan di skala lanjut di perusahaan. Perbedaan pengelolahan tentunya juga akan menentukan seberapa besar biaya produksi yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. Selain itu, kualitas batubara yang berbeda-beda, maka perusahaan perlu untuk membuat stockpile management yang umumnya dijalankan sebagai tata kelola penyimpanan batubara produksi yang mempertimbangkan faktor-faktor kualitas maupun karakteristik batubara. Tujuan dari manajemen stockpile sendiri adalah mengusahakan cadangan batubara agar semaksimal mungkin dapat dieksploitasi dan dijual dengan cara memanage kualitas batubara sesuai dengan permintaan pasar. Selain itu sebagai langkah intensif perusahaan dalam menjaga lingkungan sekitar agar tidak terkena polutan paparan dari batubara ke lingkungan sekitar perusahaan.

 

Tujuan Training Kualitas batubara dan Stockpile Management

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami dalam menilai kualitas batubara dan mendesain stockpile management
  2. Menyelesaian masalah pada persoalan di sekitar kualitas batu baru dan stockpile management

 

Materi Training Kualitas batubara dan Stockpile Management

  1. Ruang lingkup kualitas batubara di Indonesia
  2. Ruang lingkup dan peranan stockpile management
  3. Seluk beluk karakteristik batubara dan pengaruhnya
  4. Macam-macam peringkatan batubara
  5. Pemanfaatan batubara sesuai dengan kualitasnya
  6. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan stockpile management (baik di penambangan maupun di user)
  7. Desain stockpile yang efektif dan efisien
  8. Studi kasus penanganan kualitas batubara
  9. Studi kasus pengidentifikasian, penginstalasian, penjalanan, pengontrolan dan perbaikan stockpile management
  10. Best practice penanganan kualitas batu bara dan stockpile management

COAL QUALITY DAN STOCKPILE MANAGEMENT

DESKRIPSI:

Kemampuan menentukan kualitas batubara penting dilakukan untuk menentukan tinggi rendahnya harga jual dan teknik pengolahan di skala lanjut. Untuk penentuan kualitas batubara, perusahaan perlu membuat stockpile management yang dijalankan sebagai tata kelola penyimpanan batubara produksi yang mempertimbangkan faktor-faktor kualitas maupun karakteristik batubara. Stockpile management bertujuan mengusahakan cadangan batubara agar semaksimal mungkin dapat digunakan dan dijual dengan cara memanage kualitas batubara sesuai dengan permintaan pasar. Selain itu sebagai langkah intensif perusahaan dalam menjaga lingkungan sekitar agar tidak terkena polutan paparan dari batubara ke lingkungan sekitar perusahaan.



TUJUAN:

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta dapat :

  • Memahami dalam menilai kualitas batubara dan mendesain stockpile management
  • Menyelesaian masalah pada persoalan di sekitar kualitas batubaru dan stockpile management



MATERI:

  1. Ruang lingkup kualitas batubara di Indonesia
  2. Ruang lingkup dan peranan stockpile management
  3. Seluk beluk karakteristik batubara dan pengaruhnya
  4. Macam-macam peringkatan batubara
  5. Pemanfaatan batubara sesuai dengan kualitasnya
  6. Kualitas batubara:
    • Komponen batubara
    • Parameter-parameter kualitas yang biasa diujikan terhadap batubara
    • Analisis dan pengujian batubara
  7. Parameter kualitas batubara
  • Basic Analysis (TM, Proximate, Sulfur, dan calorific value)
  • ultimate hardgrove grindability index
  • ash analysis
  • ash fusion temperature
  1. Stockpile  Management:
  • Ruang lingkup dan peranan stockpile management
  • Pengendalaian Mutu atau Quality Control
  • Pengaturan penyimpanan batubara di stockpile
  • Teknik dan cara-cara blending batubara di stockpile untuk kualitas yang variatif
  • Faktor yang mempengaruhi keberhasilan stockpile management (baik di penambangan maupun di user)
  • Desain stockpile yang efektif dan efisien
  1. Studi kasus & best practice:
  • Penanganan kualitas batubara dan stockpile management
  • Pengidentifikasian, penginstalasian, penjalanan, pengontrolan dan perbaikan stockpile management
  • Penanganan kualitas batu bara dan stockpile management

SMKP : SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN PERTAMBANGAN

Training Description SMKP

Permen ESDM no 38 tahun 2014 merupakan peraturan yang mengatur tentang Penerapan SMKP (Sistem Manajemen Keselamatan pertambangan). SMKP merupakan Sistem manajemen yang menjadi bagian dari sistem manajemen perusahaan dalam rangka untuk mengendalikan risiko keselamatan pertambangan yang terdiri dari K3 pertambangan dan keselamatan operasi pertambangan (K3 Pertambangan dan KO Pertambangan).

SMKP wajib dilaksanakan oleh semua perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, yang meliputi perusahaan pertambangan dan perusahaan jasa pertambangan. Hal ini diatur dalam Permen ESDM no 38 Tahun 2014 tentang Penerapan SMKP.

Perusahaan pertambangan yang wajib melaksanakan SMKP adalah pemegang IUP, IUPK, IUP Operasi Produksi khusus untuk pengolahan dan/atau pemurnian, KK, da PKP2B.

Perusahaan jasa pertambangan yang wajib melaksanakan SMKP adalah pemegang IUJP, dan SKT

Training Outline SMKP

BAB I      :Ketentuan  Umum

  • Pasal 1 Umum
  • Pasal 2 Maksud dan Tujuan Penrapan SMKP Minerba

BAB II     : PENERAPAN SMKP MINERAL DAN BATUBARA

  • Pasal 3 kewajiban penerapan SMKP Bagi Perusahan
  • Pasal 4 Syarat Perusahaan yang menerapkan SMKP

BAB III   : ELEMEN SMKP MINERBA

  • Pasal 5 Elemen – Elemen dalam SMKP MINERBA
  • Pasal 6 Rincian Kebijakan yang terdapat dalam Elemen SMKP
  • Pasal 7 Perencanaan yang terdapat dalam Elemen SMKP
  • Pasal 8 Organisasi yang terdapat dalam Elemen SMKP
  • Pasal 10 Evaluasi yang terdapat dalam Elemen SMKP
  • Pasal 11 Dokumentasi yang terdapat dalam Elemen SMKP
  • Pasal 12 Tinjauan yang terdapat dalam Elemen SMKP

BAB IV   : PEDOMAN PENERAPAN DAN AUDIT SMKP MINERBA

  • Pasal 13 Pedoman Penerapan SMKP MINERBA
  • Pasal 14 Kewajiban Audit
  • Pasal 15 Tindak lanjut Audit

BAB V : PEMBINAAN DAN PENGAWASAN

  • Pasal 16 Kewajiban Pembinaan
  • Pasal 17 laporan pembinaan

BAB V1 : SANKSI ADMINISTRATIF

BAB VII : KETENTUAN PERALIHAN

BAB VIII : PENUTUP

COST ESTIMATING

Deskripsi Training Cost Estimating

Salah satu elemen terpenting dalam manajemen Proyek khususnyadi pertambangan adalah masalah penganggaran dalam proyek dan kontrak.Apabila terjadi kesalahan dalam pemganggaran atau dalam pengelolaan biaya, maka hal ini tentu akan saat merugikan bagi banyak pihak. Training initidak hanya akan menguraikan teknik biaya dalam memperkirakan metode , tetapi juga akan menempatkan ini dalam kaitannya dengan akurasi estimasi dan proyeksi.

Tujuan Training Cost Estimating

  1. Lebih memahami bagaimana cara memperkirakan anggaran proyek yang akurat
  2. Membantu tim proyek untuk melaksanakan proyek-proyek sedemikian rupa sehingga proyek akan selesai dalam waktu dalam budget.
  3. Mengerti kebutuhan yang berbeda dalam memperkirakan seluruh siklus hidup proyek.

Materi Training Cost Estimating

  1. Ruang lingkup Proyek Minerba
    • Profil kegiatan dan aktivitas proyek Minerba
    • Tahap siklusproyek dalam Minerba
  2. Perencanaan Sumber Daya
    • Jenis-jenis sumber daya yang digunakan’
    • Perencanaan biaya : direct cost dan indirect cost
  3. Perkiraanbiaya / Cost estimating
  4. Metode Factor Estimating
    • Factor Estimating Method_0.6 Exponent or Power Factor
    • Factor Estimating Method_Lang Method
    • Factor Estimating Method_Hand Method
    • Factor Estimating Method _Improved Factor Method
  5. Metode Quantitative Estimating
    • Quantitative Piping & Pipelines
    • Quantitative Civil & Structural Steel
    • Quantitative Mechanical Equipment
    • Quantitative E & I Equipment
    • Quantitative Indirect Cost
  6. Metode Detail Estimate
  7. Cost Controlling
  8. Work Breakdown Structure (WBS)
    • Area / Lokasi pekerjaan
    • Kategori pekerjaan (berdasarkan Disiplin Ilmu / Tenaga kerja dan Peralatan
    • Spesifikasi pekerjaan
    • Berdasarkan para pihak / Kontraktor yang mengerjakan
  9. Studi kasus

ANALISIS HARGA SATUAN

Deskripsi Training Analisis Harga Satuan

Agar tercipta infrastruktur yang handal, bermanfaat dan berkelanjutan maka diperlukan pengetahuan mengenai analisis harga satuan pekerjaan. Analisa ini dilakukan dari mulai proses pengadaan sampai dengan terlaksananya suatu proyek. Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat menyusun analisa harga satuan pekerjaan sehingga proyek dapat berjalan sesuai dengan perencanaan.

 

 

Materi Training Analisis Harga Satuan 

  1. Ruang lingkup analisa harga satuan
  2. Pedoman penyusunan analisa harga satuan pekerjaan
  3. Proses analisa harga satuan pekerjaan
  4. Indeks komponen harga satuan pekerjaan
  • Pekerjaan persiapan
  • Dokumentasi
  • Pengujian mutu pekerjaan
  • Penggambaran
  • Penggandaan buku atau kontrak atau laporan
  1. Studi kasus dan diskusi

PROJECT COST MANAGEMENT

DESKRIPSI TRAINING PROJECT COST MANAGEMENT

Kegiatan sementara yang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu dengan sumber  daya-sumber daya dan waktu yang telah ditentukan disebut dengan proyek. Salah satu dari tiga elemen penting dalam manajemen proyek adalah masalah biaya. Apabila terjadi kesalahan dalam pengelolaan biaya, maka hal ini tentu akan saat merugikan bagi banyak pihak. Maka dari itu training ini akan membahas mengenai bagaimana mengelola biaya proyek secara tepat, agar sesuai dengan anggaran yang telah direncanakan.

MATERI TRAINING PROJECT COST MANAGEMENT

  1. Ruang lingkup Manajemen proyek
  • Profil kegiatan dan aktivitas proyek
  • Tahap siklus proyek
  1. Elemen project cost management
  2. Perencanaan Sumber Daya
  • Jenis-jenis sumber daya yang digunakan’
  • Perencanaan biaya : direct cost dan indirect cost
  1. Perkiraan biaya / Cost estimating
  2. Anggaran/budgeting
  • Penyusunan anggaran proyek
  • Proses estimasi : estimasi kasar, estimasi anggaran dan estimasi definitif
  1. Cost Controlling
  2. Work Breakdown Structure (WBS)
  • Area / Lokasi pekerjaan
  • Kategori pekerjaan (berdasarkan Disiplin Ilmu / Tenaga kerja dan Peralatan
  • Spesifikasi pekerjaan
  • Berdasarkan para pihak / Kontraktor yang mengerjakan
  1. Studi kasus

RAB Konstruksi

Deskripsi Training RAB Konstruksi

Analisa biaya –biaya yang sesuai tentunya juga sangat diperlukan dalam melakukan perancangan suatu gedung atau bangunan, dimana perancangan gedung tersebut harus disesuaikan dengan dengan anggaran yang telah disusun. Skill yang baik dalam melakukan penyusunan RAB konstruksi sangatlah diperlukan dengan tujuan agar setiap pelaksanaan proyek pembangunan dapat sesuai dengan anggaran yang telah direncanakan. RAB (Rencana Angaran Biaya) sendiri mempunyai definisi banyaknya biaya yang diperlukan dalam perkerjaan proyek konstruksi.  Apabila RAB disusun dengan baik dan benar akan memberikan gambaran spesifikasi bangunan yang sesuai dengan kebutuhan dan nilai anggaran proyek sebagai acuan bagi pihak yang terlibat dalam pekerjaan konstruksi tersebut.

Teknik yang tepat dalam proses penyusunan RAB bagi pemilik dana dapat digunakan sebagai acuan penentuan HPS jika pekerjaan akan dilelang kepada pihak rekanan. Teknik penyusunan RAB yang baik membutuhkan sumber daya manusia yang berkompeten dan mempunyai wawasan dan pengalaman dalam proyek bangunan dan kemampuan untuk menghitung secara detail dan perfect semua komponen biaya yang dibutuhkan dalam sebuah pekerjaan/ proyek bangunan.

Tujuan Training RAB Konstruksi

Setelah mengikuti training RAB konstruksi ini, peserta diharapkan mampu untuk :

  1. Mengetahui bagaimana kompleksnya seluk beluk konstruksi dan penyusunan anggarannya
  2. Mengitung RAB secara tepat dan akurat
  3. Menyusun RAB konstruksi dalam format Microsoft Excel dengan baik dan benar
  4. Melakukan perubahan kebijakan, standar harga dan dinamika bisnis Konstruksi
  5. Menentukan komponen biaya material dan non material.

 

Materi Training RAB Konstruksi

  • Manajemen Proyek Bangunan
  • Komponen biaya material dan non material
  • Standar biaya umum untuk harga material dan non material berdasarkan permenkeu dan SNI
  • Penggunaaan Microsoft Excel untuk efektifitas penyusunan RAB
  • Penyususnan RAB menggunakan Microsoft Excel
  • Praktek penyusunan RAB dan studi kasus

PROYEK KONSTRUKSI : ASPEK HUKUM DAN KASUS HUKUM

DESKRIPSI TRAINING PROYEK KONSTRUKSI : ASPEK HUKUM DAN KASUS HUKUM

Munculnya kasus  hukum pada proyek konstruksi  terjadi karena adanya  penyimpangan terhadap kontrak baik penyimpangan terhadap volume, kualitas maupun  waktu proyek. Kasus  hukum ini dapat memberikan dampak  berupa sanksi hukum baik perdata maupun pidana. Agar semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan proyek konstruksi terhindar dari hal tersebut maka perlu untuk mengetahui aspek hukum dan kasus  serta pelanggaran yang sering terjadi dalam proyek konstruksi.    Hal ini juga didukung oleh UU no 18/99 tentang Jasa Konstruksi yang menyatakan bahwa apabila terjadi ‘kegagalan bangunan/konstruksi” maka semua pihak yang terlibat dapat diinvestigasi dan dimintai pertanggungjawaban  baik dari pihak owner,perencanan,pelaksana maupun konsultan. Training ini akan mempelajari  tentang aspek hukum dan kasus kasus yang terjadi dalam pengelolaan proyek konstruksi. Berbagai contoh kasus akan dibahas untuk mendapatkan ‘Lesson learn’ agar  semua pihak yang terlibat dalam pengelola proyek lebih berhati hati.

TUJUAN & MANFAAT TRAINING PROYEK KONSTRUKSI : ASPEK HUKUM DAN KASUS HUKUM

Peserta memahami tentang aspek hukum dalam pengelolaan proyek konstruksi dan dapat  merencanakan  tindakan pencegahan agar tidak terjadi pelanggaran dan penyimpanngan dalam pengelolaan proyek konstruksi.

 

MATERI TRAINING PROYEK KONSTRUKSI : ASPEK HUKUM DAN KASUS HUKUM

  1. Ruang lingkup  tentang aspek hukum proyek konstruksi dan UU no 18 Tahun 1999 tentang Jasa Kontruksi.
  2. Proses Investigasi kegagalan proyek bangunan /konstruksi
  3. Investigasi dan Pengkajian   Dokumen Kontrak
  4. Investigasi Mutu hasil pekerjaan  berdasarkan   Pengetesan Mutu lapangan dan laboratorium
  5. Investigasi Proses Managemen dan administrasi
  6. Analisis permasalahan dan solusi serta tindak lanjut
  7. Pembuatan Laporan hasil Investigasi
  8. Case study  : Kasus-kasus riil di lapangan dan troubleshooting .

PROJECT MANAGEMENT DENGAN PRIMAVERA

PENDAHULUAN:

Aktivitas proyek  dapat terjadi di segala bidang di perusahaan, baik proyek fisik (infrastruktur) seperti proyek pembelian peralatan, pemasangan fasilitas, pendirian pabrik baru maupun non fisik seperti proyek pengembangan produk baru, perancangan struktur organisasi, pembuatan sistem informasi manajemen dan  peningkatan produktivitas perusahaan. Realitas di lapangan menunjukkan bahwa sering terjadi kegagalan dalam menjalankan proyek disebabkan oleh adanya perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian proyek yang tidak tepat. Merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan suatu proyek merupakan kegiatan yang relative kompleks dan sulit dilakukan karena dituntut untuk memperhatikan berbagai aspek seperti waktu, biaya, sumberdaya, perkembangan pencapaian tujuan dan masih banyak lagi.

Training Project Management dengan Primavera ini akan mempelajari  tentang bagaimana mengelola sebuah proyek dalam hal perencanaaan (planning), pelaksanaan (updating) dan pengendalian (controlling). Aplikasi  software Primavera akan diberikan  untuk mempermudah dalam penjadwalan dan pengendalian proyek terutama untuk proyek yang cukup kompleks.

 

TUJUAN DAN MANFAAT TRAINING

Maksud dan tujuan diselenggarakannya Pelatihan Project Management agar peserta dapat

  1. Memahami tentang ruang lingkup manajemen proyek dan aktivitas yang terjadi didalamnya.
  2. Memahami dan mampu membuat penjadwalan proyek dan pengalokasian sumberdaya.
  3. Memahami dan mampu membuat membuat baseline/target plan sebuah proyek
  4. Memahami dan mampu melakukan updating dan mempercepat sebuah proyek.
  5. Memahami dan mampu menjalankan software Primavera untuk membantu pengelolaan proyek.

 

MATERI TRAINING PROJECT MANAGEMENT DENGAN PRIMAVERA:

  1. Ruang lingkup dan Pemahaman manajemen proyek
  2. Perencanaan proyek dan Pendefinisian pekerjaan: Rencana induk proyek, pendefinisian pekerjaan (work breakdown Structure), integrasi dengan organisasi
  3. Penjadwalan proyek: Teknik penjadwalan (BarChart, PERT, CPM, PDM), Metode Lintasan kritis dengan Primavera.
  4. Penempatan sumberdaya: teknik penempatan sumberdaya dengan perataan (leveling) dengan Primavera.
  5. Biaya proyek: Biaya langsung, biaya tak langsung, teknik estimasi biaya,cara pembayaran bertahap (termyn).
  6. Pelaksanaan kegiatan: membuat baseline/target dan tracking kegiatan dengan Primavera.
  7. Pengendalian jadwal: Analisis penyimpangan jadwal dan biaya, proyeksi biaya jadwal akhir, konsep nilai hasil dengan Primavera
  8. Mempercepat waktu penyelesaian: percepatan jadwal,kegiatan tumpang tindih, saling tukar tenaga kerja, penambahan sumberdaya kritis dengan Primavera.
  9. Case study: Kasus-kasus riil di lapangan dan troubleshooting .

PROJECT MANAGEMENT (Manajemen Proyek)

Sasaran Training Manajemen Proyek :

Program pelatihan ini dirancang untuk memperlengkapi para pemimpin proyek dan anggota proyek dengan pengetahuan, keterampilan dan rasa percaya diri yang membuat mereka mampu mengelola dan memimpin proyek secara sukses.

Manfaat Lain  Training Manajemen Proyek :

Dengan mengikuti pelatihan ini, manfaat lain yang akan diperoleh peserta antara lain:

  • Memahami pengertian manajemen, proyek dan manajemen proyek
  • Memahami proyek charter
  • Mengetahui cara menetapkan sasaran proyek (biaya, mutu dan waktu)
  • Mengetahui cara menentukan kriteria sukses sebuah proyek
  • Mengetahui prinsip utama menentukan strategi mencapai sasaran proyek
  • Memahami dan mengetahui bagaimana membentuk satuan rincian kerja (WBS)
  • Memahami prinsip penjadwalan, alokasi sumber daya dan menyusun anggaran proyek
  • Mengetahui fungsi dan peran seorang pemimpin proyek
  • Mengetahui kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang manajer proyek
  • Memahami prinsip-prinsip pengendalian proyek serta prinsip dalam melakukan crash program.
  • Memahami bagaimana menulis laporan hasil kegiatan proyek.

Agenda Training Manajemen Proyek 

1. Pendahuluan

  • Sasaran dan Harapan Peserta.

2. Manajemen Proyek

  • Pengertian Manajemen
  • Pengertian Proyek
  • Pengertian Manajemen Proyek
  • Langkah-langkah Utama Pengelolaan Proyek (Siklus Manajemen Proyek).

3. Perencanaan Proyek

  • Tujuan, sasaran dan lingkup proyek
  • Struktur rincian kerja (work breakdown structure)
  • Penetapan Penanggungjawab Kegiatan (responsibility Assignment chart).

4. Penjadwalan Kegiatan Proyek

  • Perencanaan jaringan kerja
  • Metode jalur kritis.

5. Alokasi Sumber Daya Proyek

  • Analisis satuan pekerjaan
  • Penjadwalan alokasi sumber daya
  • Pengaruh keterbatasan sumber daya terhadap jadwal kegiatan.

6. Anggaran Proyek

  • Estimasi biaya proyek
  • Penyusunan biaya proyek
  • Anggaran kas proyek.

7. Peran dan Kompetensi Pemimpin Proyek

  • Fungsi dan peran pemimpin proyek
  • Kompetensi pemimpin proyek

8. Pengendalian Biaya dan Waktu Proyek

  • Earned value analysis
  • Crash program.

9. Pelaporan Proyek
10. Ringkasan dan Kesimpulan.

PROJECT MANAGEMENT

DESKRIPSI TRAINING PROJECT MANAGEMENT

Pelatihan ini membahas bagaimana cara merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, dan mengendalikan pelaksanaan proyek.  Pelatihan ini sangat berguna bagi para karyawan dan supervisor yang menangani proyek dan para staf perusahaan yang beroperasi untuk mendapatkan proyek. Pembahasan dimulai dengan bagaimana profil dan dinamika proyek, konsep dan manajemen proyek ( Project Management ), teknik/metode perencanaan dan penyusunan proyek, metode-metode penilaian proyek, dan penggunaan software komputer untuk manajemen proyek ( Project Management ) ..



TUJUAN TRAINING PROJECT MANAGEMENT

Setelah mengetahui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  1. Mengenal profil dan dinamika proyek
  2. Konsep dan fungsi manajemen proyek ( Project Management )
  3. Teknik/metode perencanaan dan penyusunan jadwal
  4. Metode penilaian proyek
  5. Penggunaan software komputer


MATERI TRAINING PROJECT MANAGEMENT

  1. Pendahuluan
    • Profil kegiatan proyek
    • Tahap siklus proyek
  2. Konsep dan fungsi manajemen proyek ( Project Management )
    • Proyek dan manajemen fungsional
    • Organisasi proyek
  3. Teknik dan metode perencanaan dan penyusunan jadwal.
    • Metode jalur kritis (critical path method)
    • PERT
  4. Metode-metode penilaian investasi proyek
    • Metode payback. NPV, IRR, MIRR, PI.
  5. Penggunaan software komputer.
    • Software yang sudah jadi.
    • Perancangan atau pembuatan software komputer.

PROJECT MANAGEMENT PROFESSIONAL

Fokus pada standar internasional PMBOK 5th Edition, 2013 dan sekaligus persiapan ujian sertifikasi PMP (Project Management Professional) termasuk kajian dan latihan soal 47 proses termasuk formula Earned Value, Decision Tree, Financial Analysis, Critical Path Method, Critical Chain Method, PERT, HR, WBS, Risk Management, dll.
Pelatihan ini mencakup 35 jam pelatihan (in-class and homeworks) sesuai persyaratan Project Management Institute, USA.
Paling Populer !! Banyak yang Sukses !!

Materi Training Project Management Professional:

Component 1

Key Concepts

  • What is a project?
  • What is Project Management?
  • Structure of the PMBOK – using the PMBOK as a reference
  • Areas of Expertise
    •  Project Environment
    • Interpersonal Skills
  • Project Management Context
    • Programs
    • Portfolios
    • Project Management Office (PMO)
  •  PM Process Groups
    •  IPEMC
    •  Process Interactions
    • Process Mapping
  • Key Documents

Component 2

Initiation Processe

  • Initiating Process Group
  •  Business Case
  • Project Selection options
  • Project Boundaries
  •  Project Charter
  •  Stakeholders
  • Organisational Process Assets

Component 3

Project Integration Mgmt

  •  Key Documents
  •  Project Management Plan
  • Project Execution
  •  Monitoring and Control work
  • Integrated Change Control
  •  Close Phase or Project

Component 4

Project Scope Management

  •  Collect Requirements
  •  Define Scope
  • Create WBS
  • Verify Scope
  •  Control Scope

Component 5

Project Time Management

  • Activity Definition and Sequencing
  • Activity Resource and Duration Estimating
  • Develop Schedule
  •  Control Schedule
  •  PERT & Monte Carlo

Component 6

Network Diagram

  • Forward Pass and Backward Pass
  •  Float and Total Float
  • Crtical Path
  •  Schedule Compression

Component 7

Project Cost Management

  •   Estimate Costs
  •  Determine Budget
  •  Control Costs
  •  Earned Value Techniques
    • Planned Value
    • Earned Value
    •  Actual Costs
    •  Charts and Reports

Component 8

Project Quality Management

  •  Plan Quality
  •  Perform Quality Assurance
  •  Perform Quality Control

Component 9

Project Human Resource Management

  •  Characteristics of a Project Manager
  •  Develop Human Resource Plan
  • Build Project Team
  • Develop Project Team
  • Manage Project Team

Component 10

Project Communications Mgmt

  •  Identify Stakeholders
  • Plan Communications
  • Distribute Information
  •  Manage Stakeholder Expectations
  • Report Performance

Component 11

Project Risk Management

  •  Plan Risk Management
  •  Identify Risks
  • Qualitative Risk Analysis
  • Quantitative Risk Analysis
  • Plan Risk Response
  •  Monitoring and Control Risks

Component 12

Project Procurement Mgmt

  •  Plan Procurements
    •  Plan Purchases and Acquisitions
    •  Plan Contracting
  •  Conduct Procurements
  • Administer Procurements
  • Close Procurements

Component 13

Professional Responsibility

  •   PMI Code of Professional Conduct

Component 14

Project Context

  • Project Lifecycle
    •  Project phases
    • Product lifecycle
    • Value Management
  •  Project Stakeholders
    •  Relationships with the project
  •  Organisational Influences
    • Culture
    • Structure
    •  Project Management Information System (PMIS)
    •  OPM3

Component 15

Exam Preparation & Revision

  • PMI-isms
  •  Exam Techniques
  •  Exam and Membership Procedures and Administration

Component 16

Exam Practice

  • Exam Simulator

Studi Kelayakan Bisnis

Dalam era yang semakin maju saat ini, telah terjadi pergeseran kebutuhan manusia dari produk konvensional menuju produk yang high end techonology. Pergeseran kebutuhan inilah yang menjadi dasar para enterpreneur untuk melahirkan ide bisnis baru. Ide bisnis baru secara konsep produk mungkin sudah memenuhi kebutuhan pasar, tetapi belum tentu layak secara operasional dan financial dan atau sebaliknya.

Dalam pelatihan ini, anda akan dibekali dengan konsep dasar bagaimana membuat studi kelayakan yang aplikatif, sehingga anda para enterpreneur/business development memiliki gambaran yang detail mengenai berbagai aspek yang akan terlibat ketika ide bisnis anda jalankan. Oleh karena itu, hasil studi kelayakan bisnis ini akan menjadi dasar pengambilan keputusan apakah menerima atau menolak ide atau rencana bisnis anda.

 

Manfaat Pelatihan Studi Kelayakan Bisnis:

  1. Peserta dibekali konsep yang komprehensif  bagaimana merumuskan studi kelayakan bisnis yang baik.
  2. Peserta mampu mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan tidak mendukung kelayakan bisnis dari berbagai aspek yang akan dievaluasi.
  3. Peserta mampu membuat proyeksi keuangan yang lengkap berdasarkan asumsi-asumsi dasar yang dibangun dari berbagai aspek.
  4. Peserta mampu membuat evaluasi keuangan dengan menggunakan discounted cash flow, Internal Rate of Return dan Net Present Value.

 

Materi Pelatihan Studi Kelayakan Bisnis (Two Days):

  1. Aspek Pemasaran
  2. Aspek Operasional
  3. Aspek Manajemen dan Organisasi
  4. Aspek Kelayakan Keuangan

REKLAMASI PENAMBANGAN BATU BARA

DESKRIPSI TRAINING REKLAMASI PENAMBANGAN BATU BARA

Tidak dapat dipungkiri bahwa usaha penambangan batubara dapat menurunkan kualitas lingkungan operasi dari waktu ke waktu. Hal ini tentu dapat merugikan masyarakat sekitar yang dapat menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat dan pemerintahan setempat. Track record perusahaan seperti inilah yang dapat menjadi hambatan bagi perusahaan apabila perusahaan ingin meluaskan penambangan di tempat lain. Berbagai persoalan yang mungkin timbul akibat adanya penambangan batu bara antara lain: gangguan keseimbangan permukaan tanah, penurunan produktivitas lahan, kepadatan tanah bertambah, terjadinya erosi dan sedimentasi, terganggunya habitat flora dan fauna. Sehingga untuk dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat itulah, perusahaan perlu menerapkan sistem reklamasi yang tepat dan terintegrasi dengan setiap proses pertambangan yang dilakukan oleh perusahaan untuk meminimalisir dampak negatif  akibat usaha pertambangan. Training ini akan memberikan pemahaman mengenai reklamasi penambangan batu bara dan langkah-langkah yang tepat yang dapat dilakukan dalam proses reklamasi tersebut.

TUJUAN DAN MANFAAT TRAINING REKLAMASI PENAMBANGAN BATU BARA

Dengan mengikuti training ini diharapkan peserta dapat:

  1. Memberikan kecakapan dalam menyusun reklamasi penambangan batubara yang terintegrasi pada setiap proses produksi batubara
  2. Memberikan daya kreativitas dalam melaksanakan program reklamasi penambangan
  3. Memberikan best practice penerapan reklamasi di beberapa perusahaan besar

 

MATERI TRAINING REKLAMASI PENAMBANGAN BATU BARA

  1. Ruang lingkup dan perananan reklamasi
  2. Regulasi penerapan reklamasi
  3. Strategi penanganan penurunan kualitas lahan dan tanah
  4. Strategi reklamasi untuk penanganan potensi erosi dan sedimentasi
  5. Strategi integrasi reklamasi dengan proses operasi produksi batubara
  6. Reklamasi berbasis komunitas masyarakat
  7. Manajemen identifikasi dan pengelolaan reklamasi
  8. Manajemen kontrol reklamasi
  9. Rehabilitasi habitat flora dan fauna
  10. Studi kasus pengelolaan reklamasi yang terintegrasi
  11. Best practice penerapan reklamasi di beberapa perusahaan besar

BASIC COAL MINING

Deskripsi Basic Coal Mining

Pusat Data dan Informasi Energi Sumber Daya Mineral Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia mencatat bahwa sumberdaya batubara (coal mining) Indonesia mengalami peningkatan secara signifikan dalam 8 tahun terakhir. Selain itu dikatakan pula bahwa cadangan batubara (coal mining) pada data 2008 mencapai 18,8 miliar ton. Di sisi lain, dalam skenario dasar Kementerian ESDM diperkirakan bahwa permintaan batubara 2013-2030 akan tumbuh 5,3 % per tahun. Oleh sebab itu, dengan memanfaatkan data tersebut, seharusnya perusahaan perlu mengetahui lebih mendalam mengenai teknik pertambangan batu bara sehingga perusahaan mengetahui teknik yang efektif dan efesien dalam melaksanakan operasi pertambangan batu bara. Perusahaan dapat mengidentifikasi dan mengevaluasi fasilitas pertambangan beserta teknik dan metode yang selama ini dijalankan di perusahaan, sehingga bila didapatkan komponen yang masih kurang perusahaan dapat segera memperbaikinya. Di sisi lain, komponen yang sudah handal apabila masih bisa ditingkatkan tentunya akan menguntungkan perusahaan dari sisi biaya dan teknologi.



Tujuan dan Manfaat Training  Basic Coal Mining

Dengan mengikuti training ini diharapkan peserta dapat:

  1. Memahami mengenai pertambangan batu bara, terutama yang dapat diaplikasikan di Indonesia
  2. Mengidentifikasi, mengevaluasi dan memberikan saran berkaitan dengan proses operasi yang selama ini sudah diaplikasikan di perusahaan

 

Materi Training Basic Coal Mining

  1. Peta pertambangan batubara (coal mining)
  2. Ruang lingkup pertambangan batu bara
  3. Regulasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah pada pertambangan batu bara
  4. Infrastruktur teknologi pertambangan batu bara
  5. Optimasi penanganan batu bara (pemindahan, pengangkutan & penyimpanan)
  6. Optimasi extraction batu bara
  7. Desain Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan di pertambangan baru bara
  8. Studi kasus pada pertambangan batu bara

Genesa Mineral dan Batubara

Manfaat kursus Genesa Mineral dan Batubara:

Setelah mengikuti kursus ini, peserta kursus diharapkan akan mampu:

  1. Memahami konsep genesa cebakan mineral dan batubara
  2. Mengetahui proses-proses geologi yang mengontrol terbentuknya cebakan mineral dan batubara
  3. Mengetahui pola sebaran mineral dan batubara yang ekonomis di Indonesia
  4. Memahami landasan atau pegangan dalam mencari dan menemukan endapan-endapan ekonomis yang baru
  5. Memahami model, sifat-sifat fisika dan kimia endapan mineral dan batubara dalam kaitannya untuk rekomendasi metode eksplorasi, penambangan, dan pengolahannya



Materi kursus Genesa Mineral dan Batubara:

  1. Pengantar geologi cebakan mineral
  2. Genesa mineral primer
  3. Genesa mineral sekunder
  4. Genesa mineral alterasi
  5. Model genetik dan empirik cebakan mineral
  6. Sebaran mineral berharga di Indonesia
  7. Pengantar geologi lapisan pembawa batubara
  8. Pengendapan gambut dan coally shale
  9. Pembatubaraan biokimia
  10. Pembatubaraan geokimia
  11. Komposisi, klasifikasi dan kualitas batubara
  12. Sebaran lapisan batubara ekonomis di Indonesia
  13. Rekomendasi metode eksplorasi, penambangan, dan pengolahan mineral dan batubara

PROJECT FINANCING PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DI INDONESIA

DESKRIPSI TRAINING PROJECT FINANCING PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DI INDONESIA

Dalam menyelesaikan sebuah proyek dalam industri pertambangan, pasti terdapat resiko yang berhubungan dengan salah satu sumber daya yang digunakan, antara lain mengenai keuangan atau pendanaan. Pendanaan yang dialokasikan kepada para pihak seperti investor, customer, kontraktor, lender supplier, kreditur dan lain-lain dengan menggunakan extensive contractual arrangement merupakan salah satu karakteristik penting dalam project financing. Project financing dapat diartikan sebagai teknik pengumpulan dana jangka panjang untuk pembiayaan investasi suatu proyek. Sedangkan kredit sindikasi merupakan kredit yang diberikan secara bersama oleh lebih dari satu bank kepada debitur tertentu, dapat berupa kredit investasi ataupun kredit modal kerja. Training ini akan memberikan pemahaman mengenai project financing da kredit sindikasi pada perusahaan pertambangan di Indonesia.

SASARAN TRAINING PROJECT FINANCING PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DI INDONESIA

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat memahami mengenai project financing dan kredit sindikasi dalam industri pertambangan.

 

MATERI TRAINING PROJECT FINANCING

1.      Ruang lingkup project financing dan kredit sindikasi

  • Definisi
  • Fungsi dan manfaat

2.      Project financing vs pinjaman biasa
3.      Tahapan project financing
4.      Evaluasi project financing
5.      Inter credit agreement

  • Potensi kredit di industri pertambangan
  • Resiko kredit pembiayaan

6.      Studi kasus

SMKP : SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN PERTAMBANGAN

Training Description SMKP

Permen ESDM no 38 tahun 2014 merupakan peraturan yang mengatur tentang Penerapan SMKP (Sistem Manajemen Keselamatan pertambangan). SMKP merupakan Sistem manajemen yang menjadi bagian dari sistem manajemen perusahaan dalam rangka untuk mengendalikan risiko keselamatan pertambangan yang terdiri dari K3 pertambangan dan keselamatan operasi pertambangan (K3 Pertambangan dan KO Pertambangan).

SMKP wajib dilaksanakan oleh semua perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, yang meliputi perusahaan pertambangan dan perusahaan jasa pertambangan. Hal ini diatur dalam Permen ESDM no 38 Tahun 2014 tentang Penerapan SMKP.

Perusahaan pertambangan yang wajib melaksanakan SMKP adalah pemegang IUP, IUPK, IUP Operasi Produksi khusus untuk pengolahan dan/atau pemurnian, KK, da PKP2B.

Perusahaan jasa pertambangan yang wajib melaksanakan SMKP adalah pemegang IUJP, dan SKT

Training Outline SMKP

BAB I      :Ketentuan  Umum

  • Pasal 1 Umum
  • Pasal 2 Maksud dan Tujuan Penrapan SMKP Minerba

BAB II     : PENERAPAN SMKP MINERAL DAN BATUBARA

  • Pasal 3 kewajiban penerapan SMKP Bagi Perusahan
  • Pasal 4 Syarat Perusahaan yang menerapkan SMKP

BAB III   : ELEMEN SMKP MINERBA

  • Pasal 5 Elemen – Elemen dalam SMKP MINERBA
  • Pasal 6 Rincian Kebijakan yang terdapat dalam Elemen SMKP
  • Pasal 7 Perencanaan yang terdapat dalam Elemen SMKP
  • Pasal 8 Organisasi yang terdapat dalam Elemen SMKP
  • Pasal 10 Evaluasi yang terdapat dalam Elemen SMKP
  • Pasal 11 Dokumentasi yang terdapat dalam Elemen SMKP
  • Pasal 12 Tinjauan yang terdapat dalam Elemen SMKP

BAB IV   : PEDOMAN PENERAPAN DAN AUDIT SMKP MINERBA

  • Pasal 13 Pedoman Penerapan SMKP MINERBA
  • Pasal 14 Kewajiban Audit
  • Pasal 15 Tindak lanjut Audit

BAB V : PEMBINAAN DAN PENGAWASAN

  • Pasal 16 Kewajiban Pembinaan
  • Pasal 17 laporan pembinaan

BAB V1 : SANKSI ADMINISTRATIF

BAB VII : KETENTUAN PERALIHAN

BAB VIII : PENUTUP

 

BATU BARA

Deskripsi Training Batu Bara

Pusat Data dan Informasi Energi Sumber Daya Mineral Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia mencatat bahwa sumberdaya batubara Indonesia mengalami peningkatan secara signifikan dalam 8 tahun terakhir. Selain itu dikatakan pula bahwa cadangan batubara pada data 2008 mencapai 18,8 miliar ton. Di sisi lain, dalam skenario dasar Kementerian ESDM diperkirakan bahwa permintaan batubara 2013-2030 akan tumbuh 5,3 % per tahun. Oleh sebab itu, dengan memanfaatkan data tersebut, seharusnya perusahaan perlu mengetahui lebih mendalam mengenai teknik pertambangan batu bara sehingga perusahaan mengetahui teknik yang efektif dan efesien dalam melaksanakan operasi pertambangan batu bara. Perusahaan dapat mengidentifikasi dan mengevaluasi fasilitas pertambangan beserta teknik dan metode yang selama ini dijalankan di perusahaan, sehingga bila didapatkan komponen yang masih kurang perusahaan dapat segera memperbaikinya. Di sisi lain, komponen yang sudah handal apabila masih bisa ditingkatkan tentunya akan menguntungkan perusahaan dari sisi biaya dan teknologi.

Tujuan dan Manfaat Training Batu Bara

Dengan mengikuti training ini diharapkan peserta dapat:

  1. Memahami mengenai pertambangan batu bara, terutama yang dapat diaplikasikan di Indonesia
  2. Mengidentifikasi, mengevaluasi dan memberikan saran berkaitan dengan proses operasi yang selama ini sudah diaplikasikan di perusahaan

 

Materi Training Batu Bara

  1. Peta pertambangan batu bara
  2. Ruang lingkup pertambangan batu bara
  3. Regulasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah pada pertambangan batu bara
  4. Infrastruktur teknologi pertambangan batu bara
  5. Komposisi, klasifikasi dan kualitas batubara
  6. Sebaran lapisan batubara ekonomis di Indonesia
  7. Rekomendasi metode eksplorasi, penambangan, dan pengolahan mineral dan batubara
  8. Optimasi penanganan batu bara (pemindahan, pengangkutan & penyimpanan)
  9. Optimasi extraction batu bara
  10. Desain Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan di pertambangan baru bara
  11. Studi kasus pada pertambangan batu bara

SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DAN MIGAS

DESKRIPSI TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DAN MIGAS

Supply chain di industry pertambangan dan migas memiliki kekhususan dalam bentuk jaringan dan aktivitasnya yang dimulai dari penambangan, produksi/refinery dan distribusi produk. Integrasi dari masing masing fungsi yang melibatkan berbagai jenis perusahaan dalam industry migas memegang kunci kesuksesan dalam meminimasi biaya keseluruhan supply chain. Persaingan yang ada sekarang menuntut perusahaan pertambangan dan migas untuk tidak hanya berfokus pada kemampuan internal namun juga berfokus pada kolaborasi dengan pihak ekternal, baik supplier maupun distributor. Kolaborasi ini akan membantu perusahaan untuk dapat menghasilkan produk yang memenuhi criteria cost, quality dan delivery yang unggul di pasar. Peran Supply Chain Management (SCM) menjadi sangat penting dalam mengelola seluruh rangkaian aktivitas dalam menghasilkan produk mulai dari hulu ke hilir.
Sebagai perusahaan yang yang bermain di pasar dunia tentunya perusahaan harus memiliki jaringan Supply Chain Management (SCM) yang baik dalam pengelolaan produksinya. Perusahaan akan menjalin kerjasama dengan para supplier baik dari dalam maupun luar negeri. Untuk itu, para pelaku industri harus membuat rencana, manajemen dan pengawasan untuk transportasi dan penyimpanan dari bahan mentah, inventory hingga menjadi bahan jadi. Teknologi yang serba canggih memungkinkan para pelaku industri migas untuk mengkontrol supply chain secara efisien. Agar para pelaku industri yang terlibat di dalamnya benar-benar memahami prinsip kerja Supply Chain Management (SCM) secara komprehensif, maka perlu adanya pelatihan yang diharapkan dapat menjawab berbagai permasalahan yang timbul.



TUJUAN TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DAN MIGAS

  • Setelah mengikuti training Supply Chain Management (SCM) diharapkan peserta dapat:
  • Memahami prinsip bagaimana mengelola supply chain management yang efektif di industri pertambangan dan migas
  • Memahami bagaimana mengoptimalkan proses bisnis dalam perusahaan agar tercipta efisiensi dalam Supply Chain Management (SCM) di industri pertambangan dan migas
  • Memahami bagaimana berkolaborasi dengan pihak ekternal perusahaan antara lain dengan supplier dan distributor
  • Memahami bagaimana mengelola aliran material dan inventory dalam Supply Chain Management (SCM)



MATERI TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DAN MIGAS

1. Pengantar supply chain management di industry Pertambangan dan Migas:

  • Konsep Supply Chain Management (SCM) di Pertambangan dan Migas
  • Lingkungan bisnis Supply Chain Management (SCM) di Pertambangan dan Migas
  • Tantangan supply chain di Pertambangan dan Migas

2. Memahami supply chain di industri Pertambangan dan Migas

  • Mapping Supply chain
  • Value chain model
  • Pelaku upstream dan downstream

3. Strategy Supply chain management

  • Identifikasi fit strategy
  • Strategi kolaborasi dan aliansi dalam Supply Chain Management (SCM)

4. Tehcnology & supply chain

  • Memahami bagaimana pilihan IT yang diterapkan akan mempengaruhi supply chain.
  • Pilihan teknologi integrasi (ERP)
  • VMI (Vendor managed Inventory)

5. Bull whip effect and inventory management dalam Supply Chain Management (SCM)

  • Menjelaskan bagaimana mengelola inventory dalam jaringan Supply Chain Management (SCM) dan menghindari bullwhip effect dalam distribusi produk
  • Manajemen Inventory : Klasifikasi inventory, Inventory cost, model pemesanan ekonomis,perhitungan safety stock, inventory valuation, inventory metric.

6.Manajemen transportasi dan distribusi

  • Model sistem transportasi dan distribusi dan Rincian aktivitas sistem

7. Transportasi.

  • Mengukur produktivitas sistem transportasi.
  • Logistics network design.
  • Shipment planning and management.
  • Fleet, container and yard management.
  • Freight and document management.

8. Pengukuran Performansi Supply Chain Management (SCM)

  • Mengukur target perusahaan dan target Supply Chain Management (SCM)
  • Performance measurement framework
  • Key performance Indicator
  • SCOR (Supply Chain Operation Reference) dari Supply Chain Council

9. Studi kasus aplikasi SCM di Pertambangan dan Migas

Legal Due Diligence (LDD)

Workshop Legal Due Diligence (LDD)

Kegiatan pemeriksaan dari segi hukum terhadap suatu perusahaan atau obyek transaksi harus sesuai dengan tujuan transaksi untuk memperoleh informasi atau fakta yang dapat menggambarkan kondisi suatu perusahaan atau obyek transaksi. Tujuan LDD secara luas untuk membantu dalam menemukan sebanyak mungkin fakta atau informasi tentang transaksi yang hendak dilakukan sebelum transaksi dilaksanakan, termasuk informasi mengenai kekuatan dan kelemahan serta potensi permasalahan dari perusahaan yang diaudit.
Sehubungan dengan proses kegiatan LDD ini terdapat banyak dokumen penting yang harus diperiksa dan hanya mungkin dilakukan oleh seseorang yang expert untuk melakukannya, untuk itu kami menyelenggarakan Workshop Legal Due Diligence (LDD) yang akan di selenggrakan selama 1 (satu) hari. Pelatihan ini akan memberikan pemahaman secara detail dalam mereview pelaksanaan dan strategi praktis mengenai membuat suatu legal due diligence yang benar.


Materi Pelatihan Legal Due Diligence (LDD)

Sesi I: Roles of legal due diligence & Work Flow Legal Legal Due Diligence

Materi: Roles of legal due diligence

  • Obtaining objective information
  • Identifying legal risks
  • Arguments for negotiations
  • Transaction structuring
  • Determining conditions precedent to transaction
  • Determining holdback amounts in transaction

Materi: Work Flow Legal Legal Due Diligence

  • Start Up, Management Meeting, Information Gathering, Analysis, The Report, Post Report.

Sesi II: Preparing Legal Due Diligence Checklist  & Key areas for legal due diligence review

Materi: Preparing Legal Due Diligence Checklist

  • Legal Due Diligence Checklist
  • Obstacles to Due Diligence in Indonesian

Materi: Key areas for legal due diligence review

  • Corporate legal standing
  • Compliance to requirement under mining laws and regulations
  • Assets
  • Disputes
  • Overlapping matters

Sesi III: Preparing legal due diligence report

Materi: Preparing legal due diligence report

  • Golden rules:
    • Findings
    • Legal consequences
    • Proposed action

Sesi IV: How LDD Report will affect the deal

Materi: How LDD Report will affect the deal

  • Subtance of the report:
    • Information of the target company
    • Risk identification
  • That should be done with risk
    • Transfer of risk
    • Limit the risk
    • Absorb the risk
    • Reject the risk

Materi disampaikan dalam bahasa Indonesia

Eksplorasi dan Pemetaan Air Tanah

Manfaat Kursus Eksplorasi dan Pemetaan Air Tanah

Setelah mengikuti kursus ini, peserta kursus diharapkan akan mampu:

  1. Mengetahui konsep dan lingkup kerja dalam eksplorasi dan pemetaan airtanah
  2. Mengetahui kondisi-kondisi geologi yang penting dalam pembentukan sistem akuifer
  3. Memahami sifat-sifat fisik dan kimia airtanah untuk menentukan kualitasnya
  4. Memahami dasar-dasar teknik eksplorasi airtanah
  5. Memahami metode pemetaan dan pemodelan airtanah

Materi Kursus Eksplorasi dan Pemetaan Air Tanah

  1. Pengantar geologi airtanah
  2. Sistem akuifer
  3. Hidrogeokimia
  4. Teknik pengambilan sampel kualitas airtanah
  5. Teknik eksplorasi geofisika dan geokimia untuk airtanah
  6. Pemetaan airtanah
  7. Pemodelan dan simulasi airtanah

ANALISIS & PENGUJIAN BATUBARA

DESKRIPSI TRAINING ANALISIS & PENGUJIAN BATUBARA

Perbedaan kualitas pada batubara menyebabkan kegunaan batubara tersebut menjadi berbeda. Untuk menentukan perbedaan itu, diperlukan analisis dan pengujian batubara agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan di dunia internasional yaitu Coal Standards and Gas Standards dari American Socienty for Testing and Material (ASTM). Pengujian batubara terdiri dari 2 hal, yaitu persiapan sample sampai sample tersebut siap dianalisis dan pengujian parameter dari karakteristik batubara. Sample batubara tersebut harus diuji dan dianalisa untuk diketahui kualitasnya. Analisis dan pengujian tersebut menjadi sangat penting karena tidak semua konsumen meminta kualitas batubara yang sama, sebab untuk kegunaan yang berbeda kualitas batubara berbeda juga.

Untuk itu, diperlukan pemahaman dalam teknik pengambilan sampel dari stockpile yang dapat merepresentasikan populasi dari batubara yang dikirimkan ke konsumen sehingga penggunaan batubara tersebut sesuai dengan kualifikasi yang diinginkan. Secara umum penentuan kualitas batubara untuk Analisis Batubara meliputi: Analisis Proksimat (kadar air, abu, zat terbang dan karbon padat), Analisis Ultimat, (kadar karbon, hidrogen, sulfur dan oksigen), Nilai kalor, komposisi abu batubara dan titik leleh abu batubara. Sedangkan untuk Pengujian Batubara terdiri dari: TGS (True Specific Gravity), HGI (Hardgrove Grindability Index), FSI (Free Swelling Index) dan Gray King Assay (sifat kokas). Training ini akan membahas mengenai bagaimana pengujian batu bara yang dapat dilakukan untuk memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan.



TUJUAN TRAINING ANALISIS & PENGUJIAN BATUBARA

Tujuan dari pelatihan ini adalah supaya peserta dapat/mampu:

  • Melakukan analisis pengujian batubara berdasarkan standar ASTM;
  • Mengklasifikasikan batubara berdasarkan pengujian yang dilakukan;
  • Memiliki keahlian dan kemampuan dalam menyusun laporan pengujian batubara.



MATERI TRAINING ANALISIS & PENGUJIAN BATUBARA

Ruang lingkup analisis pengujian batubara

Pengenalan batubara:

  • Pengertian batubara
  • Genesa batubara
  • Sebaran dan produksi batubara di Indonesia.

Komposisi batubara dan efeknya pada pengujian batubara
Teknik pengambilan sample

Analisis kimia batubara:

  • Analisis Proksimat,
  • Analisis kadar air,
  • Analisis kadar zat terbang (volatile matter).

Analisis karbon padat (fixed carbon), perhitungan:

  • Analisis Ultimate,
  • Analisis kadar karbon,
  • Analisis kadar hydrogen,
  • Analisis kadar Nitrogen,
  • Analisis kadar oksigen (perhitungan).

Nilai Kalor:

  • Nilai kalor gross,
  • Nilai kalor net.

Pengeringan udara & Memperkecil ukuran butir
Dasar pelaporan hasil analisis:

  • Air dried basis (adb),
  • As received (AR),
  • Dry ash free (DAF),
  • Dry mineral matter free (DMMF).

Regulasi analisis pengujian batubara (Internasional & Nasional)

  • ASTM,
  • Internasional,
  • Peraturan pemerintah No 45 Tahun 2003.

Analisis komposisi abu Batubara:

  • Analisis SiO2, AI2O3, Fe2O3, TiO2, Mn3O4, CaO, MgO, Na2O, K2O, P2O3, SO3 dan hilang bakar (LOI)

Analisis petrografi batubara (maseral)

Pengujian batubara:

  • TGS (true sp gravity),
  • HGI (hard grove grindability index),
  • FSI (free swelling index),
  • Gray King Assay (sifatkokas).

Penyusunan laporan

Best practice penerapan analisis pengujian batubara

KOMPRESSOR : PERAWATAN KOMPRESSOR

TUJUAN PELATIHAN KOMPRESSOR : PERAWATAN KOMPRESSOR

Memberikan pengetahuan dasar tentang jenis, cara kerja kompressor dan perawatannya.

MATERI PELATIHAN KOMPRESSOR : PERAWATAN KOMPRESSOR

  • Prinsip kerja dan  Klasifikasi
  • Instalasi dan Pemipaan
  • Komponen compressor dan fungsinya
  • Pemeri
  • ksaan dan Pemeliharaan

 

PIGGING OPERATIONS

OUTLINE PIGGING OPERATIONS MATERIAL TRAINING:

  1. The functions of pigging
  2. Terminology
  3. The different types of pigs
  4. In-line inspection by intelligent pigs
  5. Pigging representation and data
  6. Pigging auxiliaries
  7. Dimensioning
  8. Operating parameters
  9. The pigging operation
  10. Troubleshooting



Electrical Facilities : Installation and Maintenance

Tujuan Training Electrical Facilities

Setelah selesai mengikuti kursus Electrical Facilities ini, peserta diharapkan akan mengerti dan memahami pengoperasian dan pengendalian SCADA system dalam penerapan aplikasinya di industri migas ataupun di industri lainnya.

Materi Training Electrical Facilities

  1. Definition of terms.
  2. Introduction to SCADA and how it works.
  3. Communication requirement.
  4. Remote terminal unit (RTU).
  5. Field Devices and wiring methods.
  6. Data communication/networking.
  7. Master terminal unit and configuration.
  8. Applications in electric power distribution.
  9. Application in oil & gas production & distribution
  10. Application in other industries.
  11. Troubleshooting.

 

Mechanical Maintenance Training

Latar Belakang Mechanical Maintenance Training

Setiap mesin terdiri dari berbagai sambungan (sambungan baut) dan transmisi. Transmisi merupakan bagian utama yang berfungsi untuk memindahkan tenaga dan putaran dari penggerak dengan yang digerakan. Agar Transmisi memiliki  keandalan tinggi dan umur yang panjang maka ketepatan pemilihan dan perawatan serta perakitan trasmisi sangat diperlukan.

Tujuan Mechanical Maintenance Training

  • Memahami macam baut dan standar pengencangan
  • Memahami dan mampu melakukan shaft alignment
  • Memahami macam-macam transmisi mekanik
  • Memahami standar pemilihan dan pemakaian bantalan gelinding (rooling bearing)
  • Memahami standar pemilihan dan pemakaian kopling
  • Memahami standar pemilihan dan pemakaian transmisi sabuk V (V-belt)
  • Memahami standar pemilihan dan pemakaian transmisi sabuk gigi (timing belt)
  • Memahami standar pemilihan dan pemakaian transmisi rantai (chain)
  • Memahami standar pemilihan dan pemakaian transmisi roda gigi (gear)
  • Memahami standar pemilihan dan pemakaian transmisi kotak roda gigi (gear box)
  • Memahami standar pemilihan dan pemakaian pelumas transmisi dan grease
  • Dapat melakukan pelepasan dan pemasangan komponen transmisi mekanik

Materi Mechanical Maintenance Training

  • Sambungan Ulir (screw fastener)
  • Penyebarisan poros (shaft alignment)
  • Bantalan gelinding (rooling bearing)
  • Kopling
  • Transmisi sabuk V (V-belt)
  • Transmisi sabuk gigi (timing belt)
  • Transmisi rantai (chain)
  • Roda gigi (gear)
  • Transmisi kotak roda gigi (gear box)
  • Pelumas Transmisi dan grease

Perawatan Peralatan Listrik

Tujuan Pelatihan Perawatan Peralatan Listrik

Menghasilkan Tenaga Teknik ketenagaan Listrik Industri yang memiliki kemampuan/keahlian memelihara peralatan listrik industri.

Sasaran Pelatihan Perawatan Peralatan Listrik

Setelah mengikuti pelatihan Perawatan Peralatan Listrik ini peserta mampu :

  • Mengenali/familier dengan konstruksi, pemasangan dan operasi peralatan listrik industri
  • Memahami spesifikasi dan pembacaan Nameplate peralatan listrik
  • Menangani pemeliharaan peralatan listrik industri
  • Melakukan trouble-shooting pada peralatan listrik industri

Materi Pelatihan Perawatan Peralatan Listrik

1. Switchgear dan Perangkat Pengaman

  • Konstruksi
  • Pemasangan
  • Operasi
  • Nameplate & spesifikasi
  • Pemeliharaan
  • Pelacakan Gangguan

2. Kontaktor dan Thermal Overload relay

  • Kontaktor
  • Pemasangan
  • Operasi
  • Nameplate & spesifikasi
  • Pemeliharaan
  • Pelacakan Gangguan

3. Motor Asinkron 3 Ph

  • Konstruksi
  • Pemasangan
  • Operasi
  • Nameplate & spesifikasi
  • Pemeliharaan
  • Pelacakan Gangguan

4. Trafo Daya

  • Kontruksi
  • Pemasangan
  • Operasi
  • Nameplate & spesifikasi
  • Pemeliharaan
  • Pelacakan Gangguan

ZERO BREAK DOWN THROUGH SMALL DEFECT ELIMINATION

PENGANTAR TRAINING ZERO BREAK DOWN THROUGH SMALL DEFECT ELIMINATION

Sering kita mendengar kerusakan yang terjadi pada suatu mesin tidak pernah selesai. Baru selesai di perbaiki, 1 atau 2 hari kemudian terjadi kerusakan kembali. Padahal pihak departemen yang bertanggung jawab (Engineering / Maintenance) telah berusaha maksimal agar kerusakan tidak terjadi lagi. Mengapa hal ini bisa terjadi….???Suatu mesin atau peralatan akan mengalami kerusakan jika keluar dari daerah / zone “Ideal State”. Dimana salah satu indikasi yang ditampakkan oleh mesin yang berada di luar “Ideal State” adalah munculnya apa yang dinamakan Small Defect. Small Defect inilah yang akan bersinergi dengan Small Defect yang lain untuk membentuk suatu energi yang dapat mengeluarkan status mesin berada di luar “Ideal State” nya. Hukum Heinrich Law’s Mengatakan bahwa 1 kerusakan besar (mengakibatkan mesin break down) berasal dari 29 kerusakan-kerusakan kecil dan 29 kerusakan kecil tersebut muncul karena bersinerginya 300 Small Defect yang ada pada mesin tersebut.Di dalam training akan dipaparkan jenis-jenis small defect yang ada, pengenalan small defect sampai dengan cara untuk menghilangkan small defect yang ada dan juga teknik-teknik untuk melakukan overhauling kecil suatu mesin sehingga hasilnya adalah tidak terulangnya kerusakan yang pernah terjadi.

CAKUPAN MATERI TRAINING ZERO BREAK DOWN THROUGH SMALL DEFECT ELIMINATION

  1. Sejarah Perkembangan Dunia Industri
  2. Apa itu Small Defect
  3. Hubungan antara Cleaning is Inspection dan Small Defect
  4. Apa itu Ideal State
  5. Konsep Small Defect dengan Zero Break Down
  6. Jenis-jenis kerusakan mesin: Mechanical Failure dan Minor Stoppage
  7. Konsep pencapaian Mechanical Failure dan Minor Stoppage
  8. Restoration of Deterioration & Defect
  9. Potencial Source dan Problem List sebagai tools untuk menghilangkan Small Defect
  10. Apa itu 3-Gen dan 2-Gen
  11. Fungsi dan Peran 3-Gen dan 2-Gen dalam pencapaian Zero Break Down
  12. Event Observation Sheet dan Production Process Master Sheet sebagai tools dalam menjalankan 3-Gen dan 2-Gen

Motor Diesel

Description Perawatan Motor Diesel

Banyak pemanfaatan dari motor diesel yang digunakan oleh sebagian individu bahkan perusahaan, diantara nya sebagai penggerak kendaraan maupun motor lainnya. Akan tetapi, perlu mendalami pengetahuan mengenai perawatan dan perbaikan motor diesel. Maka dari itu, training ini akan membahas mengenai dasar-dasar yang perlu diketahu mengenai motor diesel dan perawatannya.

Materi Perawatan Motor Diesel

1. Dasar-dasar motor diesel

  • Kegunaan
  • Komponen

2. Bahan bakar motor diesel
3. Pompa injeksi

  • Tipe in-line
  • Tipe distributor

4. Penyetelan sistem bahan bakar motor diesel
5. Pemeriksaan sistem bahan bakar motor diesel
6. Perawatan
7. Pelumasan mesin diesel

  • Jenis pelumas
  • Komponen sistem pelumasan

8. Diskusi dan tanya jawab

FIBER OPTIC MAINTENANCE

TRAINING OBJECTIVES FIBER OPTIC MAINTENANCE

Peserta diharapkan dapat mengerti dan memahami serta mengetahui serat optik (fiber optic) perencanaan, perancangan, pengawasan dan pemeliharaan kabel serat optik.

TRAINING OUTLINES FIBER OPTIC MAINTENANCE

1. Pengantar Serat Optik

2. Splite Dan Konektor

3. Sumber Cahaya

4. Detektor Cahaya

5. Perencanaan Transmisi Optik

  • Anggaran Daya
  • Anggaran Lebar Bidang

6. Perancangan Outside Plant

7. Perancangan Distribution Plant

8. Review System Transmisi Serat Optik (fiber optic)

  • Bentuk Umum Serat Optik
  • Jenis Serat Optik
  • Losses
  • Karakteristik Serat Optik (fiber optic)
  • Sistem Komunikasi Serat Optik
  • Keuntungan Dan Keruagian Serat Optik

9. Pemeliharaan Kabel Serat Optik

  • Pemeliharaan Prefentif
  • Pemeliharaan Korektif

10. Instalasi Kabel Serat Optik (fiber optic)

  • Aerial Cable
  • Burried Cable

Reliability Engineering

Background Training Reliability Engineering

Rekayasa keandalan terdiri dari aplikasi sistematis prinsip-prinsip rekayasa waktu dihormati dan teknik di seluruh siklus hidup produk dan dengan demikian merupakan komponen penting dari program yang baik Product Lifecycle Management (PLM).Evaluasi keandalan produk atau proses dapat mencakup sejumlah analisis keandalan yang berbeda.Tergantung pada fase siklus hidup produk, beberapa jenis analisis yang tepat.Sebagai analisis reliabilitas sedang dilakukan, adalah mungkin untuk mengantisipasi dampak keandalan perubahan desain dan koreksi.Analisis reliabilitas yang berbeda semua terkait, dan memeriksa keandalan produk atau sistem dari perspektif yang berbeda, untuk menentukan kemungkinan masalah dan membantu dalam menganalisis koreksi dan perbaikan.



Objectives Training Reliability Engineering

Tujuan dari rekayasa keandalan adalah untuk mengevaluasi keandalan yang melekat pada produk atau proses dan menentukan potensi daerah untuk perbaikan keandalan.Realistis, semua kegagalan tidak dapat dihilangkan dari desain, sehingga tujuan lain dari rekayasa keandalan adalah untuk mengidentifikasi kegagalan yang paling mungkin dan kemudian mengidentifikasi tindakan yang tepat untuk mengurangi dampak dari kegagalan tersebut.



Contents Training Reliability Engineering

  1. Review reliability-based asset management philosophy
  2. Describe the role and responsibilities of a Reliability Engineer
  3. Reliability Centered Maintenance
  4. Physical asset management
  5. Reliability metrics
  6. Interdepartmental partnerships
  7. Practice different problem-solving techniques
  8. Use different reliability models to analyze data for reliability
  9. Discuss Failure Reporting, Analysis and Corrective Action System (FRACAS)
  10. Recognize the fundamentals of risk assessment and risk management
  11. Practice optimizing preventive maintenance plans
  12. Cite elements of designing for reliability

 

TURBIN UAP GENERATOR: OPERATOR & MAINTENANCE

Deskripsi Training Turbin Uap Generator

Turbin uap merupakan pembangkit energy listrik yang sekarang ini  banyak digunakanan karena penggunaan bahan bakar yang ekonomis. Dalam generator turbin, uap digunakan dengan bertekanan tinggi untuk memutar turbin dimana energi panas uap akan dikonversi menjadi gerakan berputar. Pada training ini akan membahas mengenai jenis-jenis turbin uap, prinsip kerja turbin uap, serta alat bantu pengoperasian turbin uap.

Materi Training Turbin Uap Generator

  1. Pengantar turbin uap generator
  2. Jenis-jenis turbin uap
  3. Komponen turbin uap generator
  4. Konstruksi generator turbin:
    • Turbine Prime Mover
    • Alternator
    • Gavernor Kontrol steam
    • steam Control Valve
    • Pump Kondensat
    • Vacuum pump for glands
    • Kondensator
    • Vacuum pump header tank
  5. Prinsip kerja turbin uap
  6. Alat bantu turbin
  7. Sistem pengendalian turbin
  8. Turbin Protection
  9. Studi kasus pengoperasian turbin uap generator

PBI Dan POJK Terkait Program APU & PPT

Deskripsi

Kebocoran dokumen rahasia (dikenal dengan skandal Panama Paper) dari ribuan pejabat tinggi berbagai negara, politisi, selebritis, pengusaha, serta orang-orang ternama lainnya menyiratkan bukti nyata adanya tempat yang menampung dana-dana illegal. Ironisnya banyak bank-bank ternama yang sudah beroperasi ratusan tahun justru menjadi media atau pengatur untuk penyimpanan dana-dana illegal tersebut.  Krisis ekonomi global yang berdampak negatif terhadap hampir semua sektor usaha di Indonesia berpotensi meningkatkan aktivitas money laundry (pencuci uang illegal) dan pendanaan terorisme.  Diperlukan pemahaman dan strategi penerapan prinsip customer due diligence (CDD) untuk mengantisipasi kejahatan keuangan tersebut oleh semua korporasi yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung dengan aktivitas lalu lintas keuangan.

Pelatihan ini akan memberikan pemahaman dari PBI no. 14/27/PBI/2012 Tentang Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme Bagi Bank Umum; UU No 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang serta UU No 9 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme adalah berlaku bagi semua orang atau korporasi yang melakukan atau bermaksud melakukan tindak pidana pendanaan terorisme di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia; dan/atau dana yang terkait dengan Pendanaan Terorisme di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (pasal 2 ayat 1 a dan b).

Manfaat Pelatihan PBI Dan POJK Terkait Program APU & PPT

Setelah mengikuti Pelatihan Implementasi PBI Dan POJK Terkait Program APU & PPT (Pasca Scandal Panama Papers Dan Brexit) ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk:

  • budaya sadar risiko pencucian uang pendanaan terorisme pada setiap karyawan terutama petugas front liner
  • teknik mitigasi risiko-risiko yang mungkin timbul pada area yang rentan dengan pencucian uang dan pendanaan terorisme sesuai dengan PBI dan UU terkait
  • memberikan panduan penerapan prinsip customer due diligence (CDD)

Profil Peserta PBI Dan POJK Terkait Program APU & PPT

Pelatihan Implementasi PBI Dan POJK Terkait Program APU & PPT (Pasca Scandal Panama Papers Dan Brexit) ini ditujukan untuk para:

Karyawan front liner, middle management yang berhubungan dengan customer, unit kerja atau pejabat yang bertanggung jawab atas penerapan program APU-PPT, divisi kepatuhan, petugas front liner, dll.

Outline PBI Dan POJK Terkait Program APU & PPT

Materi training yang akan di bahas topik Implementasi PBI Dan POJK Terkait Program APU & PPT (Pasca Scandal Panama Papers Dan Brexit) adalah :

  1. Budaya sadar risiko
  2. Dampak Skandal Panama Papers dan Brexit Terhadap Aktivitas Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme di Indonesia Terhadap Industri Perbankan Nasional
  3. Peran dan fungsi petugas APU-PPT
  4. Prinsip Customer Due Dilligence (CDD).
    • Kewajiban mengimplementasikan Prinsip CDD
    • Proses CDD dan Penerapannya
    • Hubungan antara CDD dan APU-PPT
    • Pemantauan profil nasabah/transaksi
  5. Pembuatan Profil Nasabah Berdasarkan Risiko
  6. Penanganan customer berisiko tinggi (high risk customer)
  7. Identifikasi Aktifitas Transaksi Mencurigakan.
  8. Teknik Anti Money Laundering (AML)
    • Teknik Penempatan (Placement).
    • Teknik Penyamaran (Layering).
    • Teknik Pengintegrasian (Integration).
  9. UU Tindak Pidana Pencucian Uang di Indonesia
  10. UU Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme
  11. Case study

REKONSILIASI ATM DAN CDM

DESKRIPSI TRAINING REKONSILIASI ATM DAN CDM

Rekonsilasi suatu proses untuk memastikan kebenaran pencatatan proses/transaksi terhadap keadaan sebenarnya, Dimana transaksi yang telah terjadi wajib dilakukan antara bukti dengan fisik yang ada.sehingga harus memiliki 2 sumber data yang berbedA (antara Fisik dan Catatan). ATM dan CDM merupakan jasa bank yang memudahkan nasabah untuk melakukan penarikan dan penyetoran selam 24 jam. layanan ini merupakan suatu kewajiban layanan yang harus disediakan oleh bank. Dalam aktifitasnya ATM maupun CDM memerlukan maintenance baik dari sisi mesin ataupun secara transaksinya. Rekonsilasi Transaki ATM dan CDM ini merupakan kewajiban secara operasional, untuk mencatat semua transaksi yang terjadi dan mengatur aktifitas pengisian dan rekon kas baik tunai ataupun non tunai.

TUJUAN TRAINING REKONSILIASI ATM DAN CDM

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta dapat:

  • Memahami bahwa rekonsilasi ATM merupakan pencatatan yang harus dilakukan secara akurat data disistem baik laporan on2 atau bukti fisik dari pengisian
  • Mengetahui bahwa rekonsilasi ATM/CDM merupakan alat bukti pencatatan jurnal harian
  • Memudahkan pendekteksian awal jika tidak terjadi kesesuaian pencatatan dan fisik
  • Jika pengisian ATM dilakukan oleh Bank Sendiri akan memudahkan dalam menentukan jadwal pengisian ATM dimasing-masing ATM yang menempel di luar kantoR
  • Jika Pengisian ATM dilakukan oleh Vendor, maka memudahkan monitoring dan kontrol verifikasi pengisian
  • Memudahkan penelusuran selisih yang terjadi baik selisih karena tunai atau non tunai (transfer ataupun pembayaran)

MATERI TRAINING REKONSILIASI ATM DAN CDM

  • ATM (anjungan tunai mandiri (Automated Teller Machine)
  • CDM (cash deposit machine)
  • Pengisian ATM dan CDM oleh Bank Sendiri
  • Pengisian ATM dan CDM oleh Vendor
  • Rekonsilasi ATM dan CDM
  • Penyelesian selisih ATM, Uang tidak keluar tetapi rekening terdebet
  • Penyelesaian selisih ATM, Transfer tidak masuk, tetapi uang berkurang di rekening
  • Penyelesian selisih CDM, Uang masuk tetapi tidak tercatat di rekening
  • Penyelesaian selisih ATM, karena gagal transfer ke bank lain, pembayan tidak berhasil, pembelian produk tidak berhasil, dll
  • Rekonsilasi oleh Vendor pengisian ATM

HUKUM JAMINAN : KURSUS INTENSIF HUKUM JAMINAN

Deskripsi

Dalam dunia bisnis kerap kali kita berhubungan dengan hukum kebendaan dan jaminan. Khususnya yang berhubungan dengan pemberian kredit agar mendapat pengembalian utang secara lancar, dan akibat dari suatu barang jaminan terkait kepentingan pihak ketiga. Termasuk jaman Era baru supervisi tunggal dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai satu-satunya Otoritas Pengawas seluruh Industri Jasa Keuangan di Indonesia. Oleh karena itu, sangat diperlukan penguasaan pengetahuan dan keterampilan, lewat sarana pembahasan secara khusus dan mendalam mengenai dasar-dasar hukum Kebendaan dan jaminan serta eksekusi barang Jaminan sampai perkembangan terkini.

Merespon hal tersebut, Kami menyelenggarakan Kursus Intensif Hukum Jaminan (KIHJ). KIHJ adalah kursus yang menyajikan materi hukum jaminan secara lengkap dan mendetail dengan pembicara-pembicara yang ahli di bidangnya. Dengan mengikuti KIHJ diharapkan para peserta akan memahami secara mendalam pengertian hukum kebendaan dan jaminan, jenis-jenis hukum jaminan, eksekusi atas jaminan, hak pemegang jaminan dalam pailit atau pembubaran dan hal-hal lain.

Materi Kursus Intensif Hukum Jaminan

Materi I

Hukum Kebendaan dan Jaminan di Indonesia

  • Mengenal hukum benda dan sistematika
  • Dasar hukum dan fungsi jaminan
  • Objek dan ruang lingkup hukum jaminan
  • Macam dan jenis hukum jaminan
  • Jaminan dalam KUH Perdata
  • Prinsip dan prosedur hukum jaminan
  • Study case

Materi II

Lembaga Gadai

  • Pengertian dan sifat gadai
  • Objek gadai
  • Berlakunya gadai
  • Gadai atas saham
  • Eksekusi gadai
  • Apakah gadai dapat dieksekusi secara privat, ataukah harus melalui lelang
  • Hak atas manfaat dari barang tergadai.
  • Study case

Materi III

Hipotek, Hak Tanggungan dan Fidusia

  • Lembaga Jaminan Hipotek: kapal dan pesawat udara
  • lembaga Jaminan Hak Tanggungan: HGB, HM, HGU, HP
  • Lembaga Jaminan Fidusia: Inventory, AR, mesin dan lain-lain.
  • Permasalahan seputar Hak Tanggungan
  • Permasalahan seputar Jaminan Fidusia
  • Study case

Materi IV

Cessie

  • Sebagai sarana peralihan kebendaan
  • Fungsi suatu Jaminan
  • Study case

Materi V

Perjanjian Kredit (PK) dan Jaminan

  • Berbagai macam model pemberian Kredit: Sindikasi Club Deal, bilateral, KPR, kartu kredit dan KTA
  • Kaitan tipe kredit berpengaruh pada besaran Jaminan.
  • Kedudukan hukum antara PK dan Jaminan
  • Karakter Lembaga Kreditur (Bank/ Lembaga pembiayaan/ Umum) dalam pemberian kredit
  • Pengikatan kredit dan jaminan yang sempurna
  • Perbedaan pengikatan secara notarial dan non-notarial
  • Study case

Materi VI

Corporate and Personal Guarantee

  • Pengertian dan objek
  • Kekuatan hak tagih
  • Dokumentasi corporate guarantee dan personal guarantee
  • Eksekusi atas corporate guarantee/ personal guarantee
  • Study case

Materi VII

Akta Pengakuan Utang (Grosse Akte) dan Eksekusi atas Akta Pengakuan Utang

  • Study case

Materi VIII

Jaminan atas Rekening Bank

  • Pengertian dan objek
  • Hak-hak istimewa penjamin dalam hukum Indonesia
  • Eksekusi atas jaminan rekening bank
  • Study case

Materi IX

Penyelesaian Jaminan Bermasalah Melalui Berbagai Prosedur

  • Penjualan sukarela
  • Penjualan lewat upaya paksa
  • Prosedur lelang
  • Kaitan perpajakan terhadap penjualan barang jaminan
  • Study case

Materi X

Penyelesaian Sengketa di Pengadilan Niaga dan Pengadilan Negeri

  • Permasalahan hukum dan non hukum
  • Study case

Materi XI

Hak Pemegang Jaminan dalam Pailit atau Pembubaran

  • Pengaruh pemegang Jaminan hak istimewa (Privilege) terhadap status pemberi Jaminan terpailit.
  • Study case

Materi XII

Strategi dalam audit  Penyedia Jasa Keuangan

  • Strategi dan rencana audit tahunan
  • Standar dan pedoman di bidang audit

BANK GARANSI SURETY STAND-By LC

Deskripsi

Penggunaan Bank Garansi dan Standby L/C dalam transaksi bisnis saat ini sudah demikian luas baik menyangkut transaksi luar negeri maupun transaksi dalam negeri. Namun sayangnya pemahaman masyarakat akan Bank Garansi maupun Standby L/C masih sangat minim khususnya resiko-resiko yang ada dalam Bank Garansi dan Standby L/C sehingga sering terjadi hambatan dalam penerbitan Bank Garansi maupun Standby L/C serta banyaknya penyalah gunaan Bank Garansi dan Standby L/C (termasuk pemalsuan) yang beredar di masyarakat. Dengan Bank Garansi/Standby L/C sesungguhnya dapat memberikan kepastian dari masing-masing pihak sepanjang ditunjang dengan pemahaman yang cukup akan Bank Garansi tersebut.

Sesuai dengan Keputusan Presiden (KEPPRES) No.80 tahun 2003 bahwa untuk pengadaan barang maupun jasa yang dananya bersumber pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) diwajibkan adanya jaminan (bank garansi). Dengan demikian, bagi kontraktor yang sering mengikuti proyek-proyek APBN/APBD mau tidak mau harus selalu berhubungan dengan instrumen Bank Garansi atau instrumen penjaminan lainnya. Hal ini juga berlaku bagi pejabat-pejabat pembuat komitmen yang ditunjuk untuk menangani proyek-proyek yang bersumber dari APBN/APBD dimaksud.

Oleh karena itu, memahami Bank Garansi atau penjaminan lainnya dari berbagai aspek menjadikan hal yang penting dan mutlak bagi semua pihak, tidak saja bagi mereka yang berhubungan dengan proyek-proyek yang bersumber pada APBN/APBD tetapi juga bagi mereka yang berbisnis dengan koleganya di Luar Negeri.

Bank Garansi sangat luas penggunaannya, tidak hanya sebagai suatu instrumen penjaminan tetapi dalam kondisi-kondisi tertentu juga dapat menggantikan kedudukan Letter of Credit (L/C) maupun Surat Kredit Berjangka Dalam Negeri (SKBDN) sehingga dapat memberikan kepastian bagi semua pihak.

MATERI TRAINING BANK GARANSI SURETY STAND-By LC

  • Transaksi Bank Garansi
  • Dasar Hukum Bank Garansi Indonesia
  • Dasar Hukum Surety Bond
  • Dasar Hukum Satndby L/C di Indonesia
  • Resiko – Resiko dalam Transaksi Bank Garansi
  • Jenis – jenis Bank Garansi Surety Bond & Standby L/C
  • Amendement Bank Garansi Surety Bond & Standby L/C
  • Klaim Bank Garansi
  • Transaksi Bank Garansi / Stanby L/C dengan Counter Guarantee
  • Dasar Hukum Counter Garansi
  • Resiko & Manfaat Bank Garansi/ Stanby L/C dengan Counter Guarantee
  • Mekanisme Advising Bank Garansi & Standby L/C
  • Resiko dan manfaat Bank Garansi yang di Adviskan
  • Uniform Rules For Demand Guarantee
  • International Standby Practice (ISP 98)

AUDIT KREDIT BANK: Executive Training Development

Pengantar Audit Kredit Bank

Kredit atau kredit yang disalurkan bank kepada  nasabah atau debitur adalah suatu produk perbankan berupa penyaluran dana kepada masyarakat atau perusahaan yang merupakan sumber penghasilan bagi bank. Bagi industri perbankan, manajemen kredit merupakan  tugas yang sangat penting  karena beberapa alasan. 1) Sumber utama dana kredit tersebut adalah dari pihak ketiga atau masyarakat yang harus dikembalikan bank dalam jangka pendek. 2) Jika jumlah kredit terlalu besar maka akan merugikan kesehatan bank sebab akan mengganggu  likuiditas bank tersebut. 3) Jika kredit tidak dikelola banik akan menimbulkan masalah kolektibilitas  bahkan akan menimbulkan kredit macet. Untuk mengurangi resiko yang makin besar, maka perencanaaan dan pengendalian kredit  menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi bank. Untuk itulah diperlukan audit kredit agar dapat dicegah dan dikurangi risiko kredit.

Tujuan Pelatihan Audit Kredit Bank

Tujuan pelatihan audit kredit adalah sebagai berikut:

  1. Membekali peserta pengetahuan tentang  pengertian, karakteristik, dan jenis kredit.
  2. Membekali peserta pengetahuan tentang proses audit kredit,
  3. Membekali peserta teknik dan metode  menditeksi masalah dalam kredit dan cara mengatasi masalah kredit, termasuk test goal, kriteria, KPI, dan peraturan BI.
  4. Memberikan pengetahuan bagi peserta teknik mengurangi risiko kredit dan melaporkan hasil temuan audit kredit.
  5. Memberikan bekal pengetahuan yang lebih dalam tentang  audit risiko berbasiskan risiko.

Manfaat  Training Audit Kredit

Manfaat yang diperoleh peserta setelah mengikuti pelatihan ini adalah:

  1. Peserta akan mengerti bagaimana menyusun tujuan,prosdur terhadap  audit kredit.
  2. Peserta akan mampu menentukan masalah apa yang terjadi dalam kredit bank.
  3. Peserta akan mampu menentukan penyebab dan dampak dari masalah kredit bank
  4. Peserta akan mampu memberikan berbagai alternative  untuk mengatasi risiko atau kerugian atau masalah dalam kredit bank
  5. Peserta akan mampu menghasilkan audit finding report yang handal dan relevan atas kredit bank sesuai frudential banking

Isi/Outline Training  Audit Kredit Bank

Training ini merupakan proses yang mencakup pokok bahasan berikut:

  1. Mengerti pihak yang bertanggungajawab dan berperan pada audit kredit.
  2. Mengerti tujuan prinsip audit kredit
  3. Bidang apa yang harus diaudit
  4. Mengerti sumber dana bank
  5. Internal control dan COSO
  6. Evaluasi Internal control kredit
  7. Audit ketaatan pada prinsip pemberian kredit
  8. Audit ketaatan kebijakan kredit pada bank
  9. Review kredit
  10. Monitorong diri (KPI) dan assessment
  11. Audit finding atas kredit.
  12. Audig report dan diskusi
  13. Kasus
  14. Q&A.
  15. Review
  16. Closing

MANAJEMEN RESIKO OPERASIONAL BANK

Deskripsi Manajemen Resiko Operasional Bank

Aktivitas perbankan senantiasa dihadapkan pada risiko-risiko yang berkaitan erat dengan fungsinya untuk menciptakan nilai bagi para stakeholder. Termasuk di dalamnya yaitu resiko operasional. Resiko operasional merupakan resiko yang ditimbulkan karena kesalaham manusia, kegagalan system, tidak berfungsinya fungsi internal, dan adanya problem eksternal yang mempengaruhi jalannya operasional bank. Tentunya resiko operasional menimbulkan kerugian keuangan dan kerugian potensial. Resiko yang akan timbul bisa di tekan dengan menggunakan manajemen resiko operasional bank. Penekanan resiko operasional bank tentunya akan menguntungan bagi perusahaan karena mengurangi kemungkinan kerugian yang akan timbul.



Tujuan

Pelatihan ini dimaksudkan agar peserta memahami pentingnya manajemen risiko operasional bank untuk mengurangi resiko operasional yang mungkin timbul.

Materi Training Manajemen Resiko Operasional Bank

  • Pengertian tentang Risiko dan Risiko Operasional
  • Kasus-kasus Perbankan terkait Risiko Operasional
  • Mengenali Jenis-jenis Kegagalan Operasional Bank:people riskprocess risk (model, transaksi, dan kegiatan operasional), system and technology risk,external party risk, dan natural disaster risk.
  • Elemen-elemen Utama Manajemen Risiko Operasional: Kebijakan, identifikasi, proses bisnis, metode pengukuran, manajemen eksposur, pelaporan, analisis risiko, daneconomic capital.
  • Risiko Operasional danRisk Capital.
  • Model-model Risiko Operasional berbasis Basel II:Basic IndicatorStandardized Approach, dan Advanced Measurement Approach (AMA).
  • Value-at-Risk (VAR) for Operational Risk
  • Risk and Control Self-Assessment (RCSA): Arti penting, pendekatan, dan pelaksanaan RCSA yang efektif
  • Strategi Mitigasi Risiko Operasional:risk prevention dan risk reduction program.
  • Operational risk reporting and profiling

GRAFONOMI SEBAGAI ALAT PENCEGAHAN TINDAK KEJAHATAN PERBANKAN

A. TUJUAN PELATIHAN GRAFONOMI

Dengan mengikuti pelatihan grafonomi, peserta diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang menjadi pedoman pengamanan, pendayagunaan sistem dan prosedur penanganan permasalahan yang mungkin terjadi, dalam kaitannya dengan sistem pelayanan. Dapat memahami dan menguasai tentang sidik jari dengan segala aspeknya, bahasa tulisan tangan maupun tanda tangan serta mengerti tentang ciri-ciri khusus tentang uang dan surat berharga sehingga dapat meningkatkan tindakan pengamanan  untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan pemalsuan terhadap tanda tangan, tulisan tangan, uang maupun dokumen serta untuk mengetahui tentang tindak kejahatan lain yang terkait. Disamping itu peserta dapat mengetahui seluk beluk tentang sidik jari sehingga dapat memanfaatkan adanya sidik jari.



B. PESERTA PELATIHAN GRAFONOMI

Customer Service, Administrasi Dokumen Surat Berharga, Auditor atau SKAI, Para Pemimpin Unit Kas.


C. METODE PELATIHAN GRAFONOMI

  •  Klasikal
  • Latihan-latihan
  • Diskusi
  • Presentasi kelompok

D. MATERI PELATIHAN GRAFONOMI

  1.  Pengertian dan Fungsi Grafonomi
    1. Dasar Pemikiran Grafologi Dalam Grafonomi
      • Latar Belakang Trjadinya Grafonomi
    2. Satuan Kedirian
      • Pemahaman Munculnya Tindak Kejahatan Grafonomi
    3. Letak dan Fungsi Grafonomi
      • Pengenalan Tulisan
        • Pengertian Tulisan dan Sumber Tulisan
        • Kenampakan Tulisan
        • Unsur Grafis Dalam Tulisan
  2.   Penilaian Unsur Grafis Dalam Tulisan
    1. Prinsip dan Langkah yang harus dilakukan
    2. Tahapan Dalam proses Interpretasi tulisan
    3. Pengenalan sesaat-seketika Analisa tulisan
    4. Pengamatan dan Memaknai tulisan tangan
  3.   Tanda Tangan Dengan Segala Variasi
    1. Meneliti dan mengamati Tanda tangan
    2. Beberapa aspek pengamatan Tanda Tangan
    3. Beberapa karakter Tanda Tangan
    4. Sikap tindak perubahan keajegan dan gerak otomatis
  4. Mengungkap Rahasia sidik jari
    1. Pengertian sidik jari
    2. Kulit telapak tangan
    3. Hubungan otak dangan pola sidik jari
    4. Jabaran hubungan otak dengan sidik jari
    5. Beberapa istilah dalam sidik jari
    6. Pola dasar sidik jari
  5.  Pengenalan dan Analisa Dokumen
    1. Pengenalan dan analisa berbagai jenis dokumen
    2. Verifikasi jenis dokumen
    3. Pemalsuan Dokumen
  6.  Pengenalan Uang
    1. Ciri umum dan khusus uang kertas
    2. Ciri umum uang Rupiah logam
    3. Pedoaman penting dalam pembuatan umum
  7.  Uang Yang dipalsukan
    1. Tindak pemalsuan yang mudah dideteksi
    2. Tindak pemalsuan yang sulit dideteksi
    3. Pendektesian uang palsu
  8. Tindak Kejahatan
    1. Hakikat kejahatan dan modus operandi
    2. Tindak kejahatan Perbankan Fisik-Non Fisik
    3. Tindak perbuatan tercela yang harus dihindari
  9. Dasar Hukum Pemidanaan
    1. Nullum Deluctum Noella Poena Praevia Sine Lege Poenalli
    2. Aspek Noella Poena
    3. Antara Actus Reus dan Ommision dalam pemalsuan
    4. Antara PerTangguangan jawab pidana dan tanggung jawab Pidana dalam Pemalsuan

SWIFT FOR BASIC

Description Training SWIFT for Basic

Jaringan SWIFT lebih dari 8.300 bank, sekuritas, dan perusahaan yang berlokasi lebih dari 208 negara. SWIFT memungkinkan untuk pertukaran jutaan pesan standar keuangan antara lembaga keuangan di seluruh dunia. Kode SWIFT (Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication) adalah format standar Bank Identifier Codes (BIC) dan itu adalah kode identifikasi unik untuk bank tertentu. Kode ini digunakan ketika mentransfer uang antar bank, terutama untuk wire transfer internasional. Bank juga menggunakan kode untuk bertukar pesan lainnya antara mereka. Kode Swift terdiri dari 8 atau 11 karakter. Ketika kode 8-digit yang diberikan, mengacu ke kantor utama. Training ini didesain untuk perbankan yang sudah pernah manangani dan mengunakan metode SWIFT.

Outline Training SWIFT for Basic

  1. Introduction
  2. Transaksi Via Core Banking Of SWIFT System
  3. MT0XX, System Messages
  4. MT1XX, Customer Payments and Cheques

Audit Kredit Bank Berbasis Manajemen Risiko

Overview Training Audit Kredit Bank Berbasis Manajemen Risiko

Risiko kredit adalah risiko kerugian akibat kegagalan pihak lawan (counterparty) memenuhi kewajibannya. Risiko kredit mencakup akibat kegagalan debitur (borrower), risiko kredit akibat kegagalan pihak lawan transaksi (counterparty), dan risiko kredit akibat kegagalan penyelesaian transaksi (settlement).

Risiko kredit bersumber dari berbagai aktivitas fungsional bank seperti perkreditan (pembiayaan), aktivitas treasury (berupa penempatan dana antar bank), aktivitas terkait investasi, dan aktivitas pembiayaan perdagangan (trade finance).

Pada saat ini aktiva produktif perbankan nasional didominasi oleh kredit yang diberikan, sementara sumber dana bank terutama berasal dari dana pihak ketiga, sehingga apabila terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan terhadap bank, maka bank tersebut dapat mengalami gangguan yang cukup signifikan dalam memenuhi kewajiban pada pemilik dana.

Perkembangan paradigma internal audit, peraturan dan ketentuan dari regulator serta pesatnya perkembangan teknologi informasi adalah beberapa contoh faktor yang menempatkan fungsi internal auditor perbankan (Satuan Kerja Audit Intern Bank/SKAI) untuk mendukung efektivitas penerapan manajemen risiko.

Untuk mengurangi resiko yang makin besar, maka perencanaaan dan pengendalian kredit menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi bank. Untuk itulah diperlukan audit kredit agar dapat dicegah dan dikurangi risiko kredit.

Tujuan pelatihan audit kredit adalah sebagai berikut:

  1. Membekali peserta pengetahuan tentang pengertian, karakteristik, dan jenis kredit.
  2. Membekali peserta pengetahuan tentang proses audit kredit.
  3. Membekali peserta teknik dan metode menditeksi masalah dalam kredit dan cara mengatasi masalah kredit, termasuk test goal, kriteria, KPI, dan peraturan BI.
  4. Memberikan pengetahuan bagi peserta teknik mengurangi risiko kredit dan melaporkan hasil temuan audit kredit.
  5. Memberikan bekal pengetahuan yang lebih dalam tentang audit risiko berbasiskan risiko.

Outline Materi Training Audit Kredit Bank Berbasis Manajemen Risiko

1. Bank, Audit dan Regulasi
2. Kebijakan Kredit dan Prosedur
3. Proses perkreditan

  • Konsumer dan Komersial
  1. Risk Based Audit Internal (RBAI)
  • Tujuan (RBIA)
  • Syarat yang digunakan
  • Jenis-jenis Risiko
  • Pendekatan RBIA
  • Pemahaman Proses
  • Laporan dan Opini Audit
  1. Pengukuran dan Pemantauan Risiko Kredit
    6. Evaluasi Internal Kredit
    7. Kebijakan Kredit dan Prosedur
    8. Keterkaitan Risiko Kredit dan Risiko Inhern Bank
    9. Modern Methode Audit Bank
    10. Audit Kredit Berbasis Manajemen Risiko
    a. Risiko Kredit
    b. Segmentasi Kredit
    c. Organisasi Kredit
    d. Budaya Kredit
    11. Analisa Portfolio
    12. Studi Kasus