Arsip Blog

Deskripsi Training Audit Fraud Using Audit Command Language

Audit Command Language (ACL) mempunyai fungsi utama guna memenuhi kebutuhan analisis data seluruh aktivitas bisnis operasional perusahaan, baik di bidang audit analisis data, pencocokan dan pembandingan data, laporan penyimpangan, dsb. Pada bidang IT (Information Technology), Audit Command Language (ACL) dapat digunakan untuk melakukan data migration, data cleansing, data matching, data integrity testing; selain itu juga dapat pula digunakan untuk analisis, konsolidasi, rekonsiliasi data, dan pelaporan pada divisi lain seperti Keuangan, Pemasaran, Distribusi, Operasional, dan bagian perusahaan lainnya.

ACL dapat membaca data berbagai macam sistem mulai dari model sistem mainframe lama hingga ke relational database modern. ACL merupakan jenis aplikasi ‘read-only’, dimana ACL tidak pernah mengubah data sumber asli sehingga aman untuk menganalisis jenis live-data. Keanekaragaman sumber data dan teknologi akses data, cara mengakses data juga bervariasi dari satu sumber data ke lain. ACL membaca beberapa sumber data secara langsung dengan mengimpor dan menyalin sumber data untuk kemudian dapat dilakukan analisis dari berbagai macam data tersebut. ACL dirancang khusus untuk menganalisa data dan menghasilkan laporan audit baik untuk pengguna biasa (common/nontechnical users) maupun pengguna ahli (expert users). Dengan menggunakan ACL, diharapakan pekerjaan auditing dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien baik dari aspek waktu maupun tenaga yang dibutuhkan.

Dengan ACL proses auditing yang memakan waktu cukup lama dikarenakan tingkat kerumitannya tersebut dapat dilakukan dengan lebih cepat, tepat dan akurat. Selain keuntungan dari sisi efisiensi waktu, tenaga maupun biaya yang bisa didapatkan oleh perusahaan berkat penggunaan Audit Command Language (ACL), keuntungan lain yang didapatkan yaitu kecurangan dalam pelaksanaan pekerjaan baik di segi finansial maupun dari segi waktu juga dapat diketahui dengan lebih mudah dan cepat sehingga penindaklanjutan kecurangan tersebut dari segi hukum (punishment) bisa segera diupayakan. Dengan pengupayaan dari segi hukum yang cepat dan tepat, maka diharapkan proses pekerjaan perusahaan tersebut dapat dijalankan kembali dengan normal dan efektif serta upaya preventif tindak kecurangan tersebut dapat lebih optimal untuk kemudian harinya.

 

Tujuan Training Audit Fraud Using Audit Command Language

Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan mampu untuk :

  1. Memahami dan mengaplikasikan software ACL ke dalam beberapa divisi perusahaan untuk kemudian dilakukan proses auditing terhadap kinerja divisi tersebut.
  2. Mampu melakukan tindakan hukum dengan cepat dan tepat terhadap tindak kecurangan yang dilakukan.
  3. Mampu melakukan optimalisasi upaya preventif terhadap segala macam penyimpangan prosedur (kecurangan) yang kemungkinan dilakukan oleh pihak tertentu.

Materi Training Audit Fraud Using Audit Command Language

  1.  Concept and practise Audit Command Language
  • Fundamentals
  • Data Access
  • Data Integrity Verification
  • Data Analysis
  • Reporting results
  1. Fungsi Audit Command Language
  2. Fitur dan kemampuan Audit Command Language tools
  3. ACL Basics
  4. Penggunaan Audit Command Language dalam beberapa aplikasi
  5. Manfaat penggunaan Audit Command Language
  6. Tindak optimalisasi upaya preventif terhadap kecurangan berdasarkan hasil analisa ACL.
  7. Studi kasus dan praktek
Iklan

Risk Based Audit

Background Risk Based Audit

The   Audit course is designed to provide practical  view  in conducting  audit and assurance in one organization. The course is designed to support professional staffs   to expand their understanding of comprehensive  audit practice.

The course will include discussion and exercises related to general control examinations within the scope auditing. The course will also focus on control research and analysis for related topic areas. In addition, through discussion and exercises, participant will gain a working understanding of the process of developing audit work programs.



Objectives Risk Based Audit

At the completion of this course, the participants should be able to :

  • Participants shall obtain an expanded understanding the role of auditors in evaluating the related operational and control risks and in assessing the appropriateness and adequacy of management control practices and related controls inside participants’ organization
  • Participants shall obtain the capability in conducting audit and implement  techniques in performing assurance, attestation, and audit engagements
  • Participants shall obtain an expanded familiarity with the principle references in good corporate governance, control and security as related to  audit processes
  • Participants shall obtain the working ability to plan, conduct, and report on general and property audit
  • Participants shall obtain an understanding of the role of  auditors regarding operation and propoerty related compliance and regulatory audits, such as evaluating control standards



Contents Risk Based Audit Practical 

  1. Introduction to Risk based Audit
  2. Conducting The  Audit Process
  3. Management Controls
  4. Assurance  of Controls and Control Objectives
  5. Evidence Collection and Evaluation
  6. Managing the  Audit Function
  7. Property Audit
  8. Property Audit Scope

AUDITING BUSINESS PROCESS

Description Auditing Business Process

Auditing  Bussines Process ini merupakan proses audit yang terbukti effektif dan effisien. Dengan pendekatan proses bisnis diharapkan akan membantu auditor dalam melakukan pengendalian dan evaluasi atas faktor-faktor risiko dalam pengelolaan bisnis.
Proses audit dengan pendekatan pada proses bisnis ini diharapkan juga akan memudahkan pihak manajemen dalam memetakan kondisi real (yang sebenarnya) dari perusahaannya sehingga pembenahan akan dapat segera dilakukan secara lebih terfokus. Selain itu kegagalan pengendalian di departemen tertentu dapat dilokalisir sehingga tidak berdampak negatif bagi proses bisnis secara keseluruhan. Itulah keuntungan lain yang dapat diperoleh dari proses audit ini selain (tentunya) manfaat di bawah ini.

Course Content Auditing Business Process

  1. Business Process – An Overview
  2. Auditing The Revenue Process
  3. Auditing The Purchasing Process
  4. Auditing The Human Resource Management Process
  5. Auditing The Inventory Management Process
  6. Auditing The Selected Accounts: Prepaid Expenses and Property, Plant, and Equipment
  7. Auditing Long-Term Liabilities, Stockholders’ Equity, and Income Statement Accounts
  8. Auditing Cash and Investments
  9. Completing The Engagement
  10. Report On Audited Financial Statements and Special Reporting Issues

KERTAS KERJA AUDIT

ABSTRACK

Audit yang ditempuh harus didokumentasikan dalam kertas kerja (Working Paper). Dalam kertas kerja dituangkan: prosedur audit yang dilakukan, informasi yang diperoleh, dan kesimpulan/rekomendasi yang diperlukan. Kertas kerja bertujuan untuk: penunjang utama temuan audit, membantu auditor untuk melaksanakan dan memsupervisi audit, dan menjadi bukti bahwa audit dilaksanakan dengan sepenuhnya.Agar ketiga tujuan tersebut dapat tercapai ,pemahaman dan kemampuan membuat kertas kerja audit mutlak diperlukan.

Dalam pelatihan ini akan diuraikan cara membuat kertas kerja. Setelah cara membuat kertas kerja diketahui, lalu menerapkan pengetahuan tersebut dalam mengaudit siklus-siklus pokok transaksi perusahaan. Pembuatan kertas kerja audit dilaksanakan untuk siklus-siklus pendapatan, pengeluaran, personalia dan produksi.



OUTLINE TRAINING KERTAS KERJA AUDIT

1. Kertas Kerja: jenis, cara membuat, review dan pengarsipan kertas kerja

2. Audit Siklus Pendapatan

  • Sifat & karakteristik siklus
  • Rekening terkait
  • Transaksi penjualan kredit
  • Transaksi  penerimaan kas
  • Transaksi penyesuaian penjualan
  • Kertas kerja pengujian substantif saldo penjualan, saldo potongan penjualan, saldo return penjualan, saldo piutang dagang, saldo kerugian piutang, saldo harga pokok penjualan

3.  Audit siklus pengeluaran

  • Sifat dan karakteristik siklus
  • Rekening terkait
  • Transaksi pembelian kredit
  • Transaksi pengeluaran kas
  • Kertas kerja pengujian substantif saldo utang dagang, potongan pembelian, retur pembelian, biaya dibayar di muka, saldo aktiva tetap

4.  Audit siklus personalia

  • Sifat & karakteristik siklus
  • Rekening terkait
  • Transaksi penggajian
  • Kertas kerja pengujian substantif saldo biaya gaji, saldo komisi, saldo bonus, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik, saldo utang pajak

5 . Audit Siklus Produksi

  • Sifat & karakteristik siklus
  • Rekening terkait
  • Transaksi produksi
  • Kertas kerja pengauditan substantif saldo persediaan bahan, biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya overhead pabrik, saldo dalam proses, saldo barang jadi

PROCUREMENT FRAUD & AUDIT

PENDAHULUAN:

Perilaku fraud bisa menimpa siapa saja, tanpa melihat jenjang jabatan & struktur organisasi perusahaan / institusi. Wujud procurement fraud mulai dari; “menjual informasi”, mengatur pra-kualifikasi, bidding, evaluasi kinerja, hingga bersikap diskriminatif terhadap supplier / vendor, dengan tujuan memperoleh “gratifikasi”.

Perilaku fraud berpotensi menimbulkan kerugian finansial bagi perusahaan. Diperlukan suatu sistem & prosedur yang memadai untuk; mencegah, mendeteksi, & mengurangi resiko terjadinya fraud.



TUJUAN & MANFAAT TRAINING:

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta akan memiliki kemampuan untuk:

Setelah mengikuti training ini, peserta akan memiliki kemampuan untuk:

  1. Mendeteksi potensi fraud dalam siklus procurement & manajemen perusahaan
  2. Dapat menganalisa proses procurement dengan metode yang tepat & efektif
  3. Dapat mengembangkan metodologi investigasi &       prosedur preventive action
  4. Mengembangkan kemampuan lesson learnt dari setiap kasus fraud yang terjadi
  5. Memahami pentingnya penerapan integritas & good governance di perusahaan / institusi.

 


CAKUPAN MATERI TRAINING PROCUREMENT FRAUD & AUDIT:

HARI PERTAMA:

  1. Fraud on Procurement Process
  2. Fraud Detection Method & Risk Assessment
  3. Procurement Audit Objective & Investigative Audit
  4. Audit Experiences Sharing & Reviews
  5. Discussion sharing & case study

HARI KEDUA:

  1. Good Corporate Governance & Corporate Cultures
  2. Procurement Code of Conduct
  3. Whistle Blower System
  4. Compliance, Monitoring, & Reporting System
  5. Case study & closing review

Audit untuk Pemula

Background

Mempelajari secara mandasar dan mendalam mengenai teknik-teknik audit, dan melakukan penyegaran dalam melakukan tehnik melakukan audit, mulai dari tahap persiapan, penyusunan rencana kegiatan audit, sampai dengan pelaporannya.

Pelatihan ini dapat diikuti oleh akuntan, auditor atau mahasiswa yang akan berkrcimpung dalam bidang pemeriksaan (Audit), staff professional lainnya yang ingin memiliki pengetahuan mendasar tentang tehnik-tehnik dan prosedur audit.

 

Tujuan Pelatihan:

  • Memberikan pemahaman secara mendasar mengenai teknik audit dengan berbagai aturan dan standar yang berlaku.
  • Meningkatkan kemampuan dan memberikan penyegaran bagi para auditor dalam melakukan audit secara terencana, sistematis dan efektif.

Materi Pelatihan Teknik Audit untuk Pemula:

1.       Pengertian audit

2.      Fungsi Audit

3.      Jenis-jenis Audit

4.      Standar Auditing

5.      Prinsip-prinsip Dasar Audit

6.      Elemen Audit

7.      Persiapan Audit dan Survey Pendahulluan

8.      Risiko Kontrol

9.      Teknik Penyusunan Program Audit

10.   Rencana Pengujian Detail Transaksi dan Saldo

11.    Prosedur dan Teknik Audit

12.   Sample Audit

13.    Pembuktian (Audit Evidence)

14.   Laporan Auditor

INTERNAL CONTROL UNDERSTANDING: COSO – BASED APPROACH

Latar Belakang Training Internal Control Understanding COSO  :

Saat ini organisasi sangat concern terhadap 4 (empat) hal yaitu Control, Risk Management, Governance & Assurance. Perkembangan ilmu pengetahuan tentang Internal Control dalam suatu organisasi sangat pesat. Hal ini terkait dengan kelemahan Internal Control  di organisasi yang sering dimanfaatkan oleh pihak internal maupun eksternal organisasi untuk melakukan kecurangan (fraud). Pembahasan konsep  Internal Control COSO framework ini dikaitkan dengan Sarbanes – Oxley Act (SOA). Enron Gate , WorldCom, Adelphia, TICO dll ataupun beberapa bank di Indonesia pasca krisis moneter beberapa tahun yang lalu telah memberi pelajaran betapa pentingnya system control yang efektif dan corporate governance harus dilakukan demi menyelamatkan organisasi (perusahaan). Oleh karena itu Internal Control Systems harus mampu mengadopsi nilai-nilai dari aspek manusia dan lingkungan dalam komponen yang memungkinkan para auditor dapat bekerjasama dengan auditeee (manajemen operasional) dalam mengidentifikasi risiko yang dihadapi suatu organisasi, dalam hal inilah maka Control Self Assessment (CSA) menjadi alternatif yang paling relevan untuk diimplementasikan.

 

Manfaat Workshop :

  1. Bagi Auditor Internal dan Auditor Eksternal, dengan lebih memahami konsep Internal Control secara mendalam diharapkan  dapat melaksanakan audit lebih efektif dan efisien.
  2. Bagi Staf Divisi GCG & Risk Management dapat membantu dalam melakukan identifikasi risiko beserta dampak yang mungkin timbul yang dapat merugikan organisasi.
  3. Bagi Komite Audit, dalam pengawasan suatu organisasi  dapat lebih optimal karena fokus pada kelemahan Internal Control yang ada di suatu organisasi.
  4. Bagi manajemen operasional,  dengan memahami konsep Control Self Assesment dapat meningkatkan kinerja operasional sehari-hari (day to day operation) karena lebih aware dalam ownership of control.

Materi Workshop Internal Control COSO  :

  • Control : The Overview
  • Governance : Relationship With Risk and Control
  • “Hard” and “Soft” Controls
  •   Internal Control Principles
  • Internal Control COSO – Integrated Framework
  • The COSO Financial Control Framework : 2004 Version
  • Entity-wide Evaluation & Activity-level Evaluation
  •  Sarbanes-Oxley Act of 2002
  •  Internal Control : Systems, Structures & Components
  •  Internal Control Questionaire
  • Monitoring & Reporting of Internal Control.
  • Control Self Assesment (CSA)
  • Implementation of Internal Control.: Case Study

Audit Kredit Bank Berbasis Manajemen Risiko

Overview Training Audit Kredit Bank Berbasis Manajemen Risiko

Risiko kredit adalah risiko kerugian akibat kegagalan pihak lawan (counterparty) memenuhi kewajibannya. Risiko kredit mencakup akibat kegagalan debitur (borrower), risiko kredit akibat kegagalan pihak lawan transaksi (counterparty), dan risiko kredit akibat kegagalan penyelesaian transaksi (settlement).

Risiko kredit bersumber dari berbagai aktivitas fungsional bank seperti perkreditan (pembiayaan), aktivitas treasury (berupa penempatan dana antar bank), aktivitas terkait investasi, dan aktivitas pembiayaan perdagangan (trade finance).

Pada saat ini aktiva produktif perbankan nasional didominasi oleh kredit yang diberikan, sementara sumber dana bank terutama berasal dari dana pihak ketiga, sehingga apabila terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan terhadap bank, maka bank tersebut dapat mengalami gangguan yang cukup signifikan dalam memenuhi kewajiban pada pemilik dana.

Perkembangan paradigma internal audit, peraturan dan ketentuan dari regulator serta pesatnya perkembangan teknologi informasi adalah beberapa contoh faktor yang menempatkan fungsi internal auditor perbankan (Satuan Kerja Audit Intern Bank/SKAI) untuk mendukung efektivitas penerapan manajemen risiko.

Untuk mengurangi resiko yang makin besar, maka perencanaaan dan pengendalian kredit menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi bank. Untuk itulah diperlukan audit kredit agar dapat dicegah dan dikurangi risiko kredit.

Tujuan pelatihan audit kredit adalah sebagai berikut:

  1. Membekali peserta pengetahuan tentang pengertian, karakteristik, dan jenis kredit.
  2. Membekali peserta pengetahuan tentang proses audit kredit.
  3. Membekali peserta teknik dan metode menditeksi masalah dalam kredit dan cara mengatasi masalah kredit, termasuk test goal, kriteria, KPI, dan peraturan BI.
  4. Memberikan pengetahuan bagi peserta teknik mengurangi risiko kredit dan melaporkan hasil temuan audit kredit.
  5. Memberikan bekal pengetahuan yang lebih dalam tentang audit risiko berbasiskan risiko.

Outline Materi Training Audit Kredit Bank Berbasis Manajemen Risiko

1. Bank, Audit dan Regulasi
2. Kebijakan Kredit dan Prosedur
3. Proses perkreditan

  • Konsumer dan Komersial
  1. Risk Based Audit Internal (RBAI)
  • Tujuan (RBIA)
  • Syarat yang digunakan
  • Jenis-jenis Risiko
  • Pendekatan RBIA
  • Pemahaman Proses
  • Laporan dan Opini Audit
  1. Pengukuran dan Pemantauan Risiko Kredit
    6. Evaluasi Internal Kredit
    7. Kebijakan Kredit dan Prosedur
    8. Keterkaitan Risiko Kredit dan Risiko Inhern Bank
    9. Modern Methode Audit Bank
    10. Audit Kredit Berbasis Manajemen Risiko
    a. Risiko Kredit
    b. Segmentasi Kredit
    c. Organisasi Kredit
    d. Budaya Kredit
    11. Analisa Portfolio
    12. Studi Kasus

Handle Drilling Problem

Deskripsi Training Handle Drilling Problem

Proses pengeboran terbilang cukup kompleks sehingga perusahan perminyakan dan gas bumi membutuhkan pekerja yang mampu menangani berbagai persoalan yang mungkin ditimbulkan dari proses pengeboran. Mulai dari perancangan, pengadaan, instalasi, proses operasi, perawatan, hingga evaluasi sistem pengeboran. Setiap proses tersebut memiliki potensi persoalan yang dapat menyulitkan proses bisnis perusahaan bila tidak ditangani dengan manajerial yang baik.  Oleh sebab itulah, perusahaan perlu membekali karyawannya dengan penguasaan kompetensi dan kualifikasi kerja yang dapat menangani, bahkan mencegah berbagai persoalan yang mungkin terjadi pada proses pengeboran. Mengetahui berbagai alternatif strategi untuk menyelesaikan persoalan di lapangan juga akan dapat memperkaya khazanah pemikiran perusahaan dan pekerja (knowledge management) dalam menangani permasalahan dengan baik.Tujuan

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami  berbagai potensi persoalan yang dapat terjadi pada proses pengeboran (drilling)
  2. Mengidentifikasi persoalan dan merancang solusi dari persoalan tersebut

Materi Training Handle Drilling Problem

  1. Ruang lingkup persoalan drilling (pengeboran)Pemetaan berbagai aspek persoalan drilling
  2. Peraturan tambang Migas dan panas bumi
  3. Penerapan K3 dan sistem identifikasi bahaya di tempat kerja pengeboran
  4. Proteksi bahaya kebakaran di wilayah kerja
  5. Sistem proteksi dini semburan liar (blowout preventation system)
  6. Maintenance peralatan drilling
  7. Mengoperasikan dan maintenance pompa lumpur
  8. Persoalan pengeboran inti (conventional coring)
  9. Disain dan persoalan pipa selubung (casing) dan penyemenan
  10. Mengoperasikan sistem peralatan pengangkat (hoisting system), peralatan putar (rotating system), dan peralatan sirkulasi (circulating  system) yang ada pada drilling rig
  11. Studi kasus penyelesaian persoalan di sektor pengeboran

COAL FIRED POWER PLANT

TRAINING OBJECTIVES :

  1. Understanding of Coal Fired Power Plant : components , functions and principles
  2. Understanding of  Coal Fired Power Plant Cycle
  3. Familiar with steam turbine performance  such as: efficiency, heat rate, power andmore
  4. Significantly improve your understanding of steam turbine, boiler,  feed water and treatment system
  5. Understanding of  fuel  and combustion system of Coal Fired Power Plant
  6. Develop troubleshooting skills, repairs and maintenance know-how
  7. Understanding of instrumentation and control in Coal Fired Power Plant specially in combustion system

TRAINING MATERIAL OUTLINE: COAL FIRED POWER PLANT

  1. Coal power plant
  2. Coal power plant Auxiliaries
  3. Fuel System
    1. Introduction of fuel
    2. Type of fuel
    3. Properties of fuel
    4. Storage and handling
  4. Combustion System
    1. Principle of combustion
    2. T-s of combustion
    3. Combustion of oil
    4. Stochiometric combustion
    5. Calculation of theoretical CO2 in flue gases
    6. Optimizing excess air and combustion
    7. Control of air and analysis of flue gas
    8. Combustion of coal
    9. Combustion of gas
  1. Air System Function (FD fan, ID fan, and PA Fan
  2. Burner
  3. Draft system, Ash Handling (Precipitator) and Exhaust Gas to Chimney
  4. Combustion control
  5. Condenser
  6. Boiler
  7. Water Treatment Plant
  8. Turbine Generator
  9. Safety and Basic Maintenance System
    1. Basic maintenance
    2. Preventive maintenance
    3. Predictive maintenance
    4. Root cause analysis
    5. And safety
  10. Performance

DEEPWATER DRILLING DESIGN AND OPERATION

Deskripsi Training Deepwater Drilling Design and Operation

In drilling oil and gas wells in the water to avoid the riser conventionally includes taking drilling mud back at the mudline and pumping in surface requires concepts, processes, equipment, technology should be used for Drilling Engineering Methods and apparatus that good will overcome engineering problems conventional drilling by moving the baseline for measuring the pressure gradient from sea level to mudline. This course has also been designed to overcome the problems and challenges of deepwater drilling. Participants will be expected to know a lot of common conventional drilling technology.

Tujuan Training Deepwater Drilling Design and Operation

After completion of this training, helps participants to understand the technology, concepts, processes and equipment to drill deepwater oil and gas wells

 

Materi Training Deepwater Drilling Design and Operation

  1. Introduction of Deepwater Drilling
  2. Deepwater Drilling Principles
  3. Deepwater Drilling Operation
  4. Location and Geology Deepwater Drilling
  5. Overburden removal and Compaction
  6. Pores and fractures
  7. Operations Planning
  • metocean and Flow
  • Rig Selection
  • Places where maintenance
  • Open water
  • Conductor
  1. BOP System
  2. Drilling Riser System
  3. Deepwater Drilling Tools
  4. Drilling challenge
  5. Shallow Hazards
  6. Dual Gradien drilling and MPD
  7. Resolution
  8. Case and Study

GEOLOGY FOR NON GEOLOGIST

DESKRIPSI:

Potensi bahan galian di Indonesia baik logam maupun non logam, batubara, dsb cukup besar dan tersebar di seluruh Indonesia. Bahan galian ini belum dimanfaatkan secara optimal karena karateristik dan cadangannya belum diketahui dengan baik. Untuk mengoptimalkan pemanfaatkan bahan galian tersebut, diperlukan pengetahuan ilmu geologi untuk mencari dan menemukan bahan galian tersebut dan menentukan karakteristik dan cadangannya. Ilmu geologi diperlukan dalam tahap development dan penambangan sehingga diharapkan penambangan dapat berjalan lancar.

 

TUJUAN:

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta akan mengetahui dasar-dasar pengetahuan ilmu geologi yang dapat diaplikasikan untuk melakukan kegiatan penambangan

 

MATERI:

1. Bumi

  • Pembagian bagian bumi
  • Teori terjadinya bumi
  • Struktur dalam bumi
  • Perubahan bentuk permukaan bumi
  • Lempeng-lempeng tektonik
  • Bentuk-bentuk Permukaan Bumi
  • Pola Aliran Sungai
  • Definisi batuan, mineral
  • Ciri-ciri mineral (fisik dan kimia)
  • Siklus Batuan
  • Mineral Pembentuk batuan (mineral utama dan mineral tambahan)
  • Jenis Batuan
  • Batuan Beku (klasifikasi, contoh,tempat pembekuan, struktur, bentuk intrussi)
  • Batuan Sedimen (klasifikasi berdasarkan susunan cara pembentukannya, sifat-sifat, klasifikasi berdasarkan ukran butir
  • Batuan malihan (metamorf), klasifikasi cara pembentukannya, asal batuan metamorf

– Analisis batuan (fisik, kimia, geomekanik)
– Pelapukan Fisik
– Pelapukan Kimia
– Pelapukan Biologis
– Kekar
– Lipatan (jenis lipatan, antiklin, sinklin)
– Sesar (jenis sesar, pembagian sesar)
– Ketidak Selarasan (unconformity), angular, disconformity, Non conformity
– Urutan-urutan batuan
– Paleontologi
– Pemetaan (topografi, geologi)

2. Morfologi
3. Batuan Pembentuk Kulit Bumi
4. Pelapukan
5. Stuktur Batuan
6. Stratigrafi

PENGOLAHAN EMAS

DESKRIPSI:

Emas merupakan mineral logam bewarna kekuningan. Emas berasal daro proses pengendapan di permukaan bumi. Beberapa endapan terbentuk karena proses metasomatisme dimana kontak terjadi antara bebatuan dengan air panas atau fluida lainnya. Pengolahan emas masih sangat di prioitaskan karena harga emas yang selalu naik dari waktu ke watu. Dalam pengolahannya terdapat teknik untuk mendapatkan emas. Training ini akan memberikan pemahaman dalam pengolahan emas di dunia pertambangan.



MATERI TRAINING PENGOLAHAN EMAS:

  1. Pendahuluan tentang batuan mineral emas
  2. Pengenalan Kimia Dasar
  3. Unsur – unsur logam emas dan perak
  4. Jenis Batuan Emas
  5. Pengolahan emas menggunakan mercury
  6. Proses penghalusan batuan
  7. Pengujian mineral emas
  8. Penerapan sistim pengolahan berdasarkan struktur dan karakter bebatuan dan lumpur.
  9. Proses ekstraksi larutan emas menggunakan karbon/ zinc dust.
  10. Proses pembakaran dan peleburan logam, diikuti dengan proses pemurnian logam
  11. Analisa sistem pengolahan dengan profit menguntungkan secara efisien dan efektif.
  12. Case and Study

MATERIAL KNOWLEDGE FOR DRILLING AND PRODUCTION OPERATIONS

MANFAAT KURSUS MATERIAL KNOWLEDGE FOR DRILLING

Setelah mengikuti kursus ini, peserta kursus diharapkan mampu :

  1. Memahami pengertian material secara umum dan material-material dalam industri migas
  2. Memahami Jenis-jenis material yang digunakan dalam operasi pemboran dan produksi dalam industri migas
  3. Memahami komponen-komponen dasar material pemboran dan produksi
  4. Memahami karakteristik dari masing-masing material pemboran dan produksi
  5. Memahami dasar perencanaan dan pemilihan material pemboran dan produksi secara praktis
  6. Melakukan perhitungan-perhitungan dalam perencanaan material pemboran dan produksi
  7. Menentukan kualitas material pemboran dan produksi secara tepat sesuai dengan standar yang baku

 

Deskripsi KURSUS MATERIAL KNOWLEDGE FOR DRILLING

Training ini akan membahas mengenai hal-hal yang perlu diketahui dalam pengeboran dan produksi migas.

 

Tujuan KURSUS MATERIAL KNOWLEDGE FOR DRILLING

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami pengertian material secara umum dan material-material dalam industri migas
  2. Memahami komponen-komponen dasar material pemboran dan produksi
  3. Memahami karakteristik dari masing-masing material pemboran dan produksi
  4. Memahami dasar perencanaan dan pemilihan material pemboran dan produksi secara praktis
  5. Melakukan perhitungan-perhitungan dalam perencanaan material pemboran dan produksi
  6. Menentukan kualitas material pemboran dan produksi secara tepat sesuai dengan standar yang baku

 

Materi Training Material Knowledge for Drilling and Production Operations

  • Introduksi Pengetahuan Material
    • Jenis-jenis material
    • Material dalam industri migas
  • Introduksi Teknik Produksi
  • Material Logam
  • Perencanaan Pengeboran sumur
  • Komponen-komponen Rig
  • Vertical Well Drillstring Design
  • Lumpur Pemboran, casing, semen
  • Inflow Performance Relationship
  • IPR for Artificial Lift
  • Well Completion
  • Artificial Lift Equipment
  • Peralatan Bawah Permukaan
  • Surface Facilities

Geoteknik untuk Perancangan Lereng Penambangan

Deskripsi

Perancangan lereng penambangan adalah suatu kegiatan merancangan lereng pada massa batuan yang harus dilakukan dengan benar agar sasaran produksi dapat tercapai dengan memenuhi standard keselamatan kerja yang tinggi. Untuk itu para perancangan harus mengenai pengertian batuan dan massa batuan, karakterisasi massa batuan, pengetahuan mengenai pengujian batuan, klasifikasi massa batuan dan perhitungan faktor keamanan lereng penambangan. Dengan memahami pengertian tersebut diharapkan para ahli geoteknik pada suatu perusahaan dapat merancang dengan benar dan didapatkan peningkatan produksi dan keselematan kerja untuk pekerja serta peralatan meningkat.



Target Pelatihan Geoteknik untuk Perancangan Lereng Penambangan

  1. Peserta dapat mengetahui dasar perhitungan faktor kemantapan lereng penambangan beserta faktor-faktornya.
  2. Memahami tahapan mengenai karakterisasi massa batuan dan pengujian batuan
  3. Menegtahui perhitungan penentuan faktor kemantapan lereng penambangan

Modul Training Perancangan Lereng Penambangan

  1. Pengenalan perancangan lereng penambangan
  2. Pengertian batuan dan massa batuan
  3. Karakterisasi massa batuan
  4. Pengujian sifat fisik dan mekanik batuan
  5. Klasifikasi massa batuan
  6. Kriteria keruntuhan batuan
  7. Perhitungan faktor keamanan lereng penambangan

Monitoring Kestabilan Lereng

Deskripsi Training Monitoring Kestabilan Lereng

Analisis kestabilan lerengan penambangan adalah suatu kegiatan melakukan monitoringterhadap lereng yang harus dilakukan dengan benar agar sasaran produksi dapat tercapai dengan memenuhi standard keselamatan kerja yang tinggi. Semakin lebar dan dalam tambang terbuka tersebut dilakukan penggalian, maka tentunya akan semakin besar resiko yang akan muncul. Untuk itu para perancangan harus mengenai pengertian batuan dan massa batuan, karakterisasi massa batuan, pengetahuan mengenai pengujian batuan, klasifikasi massa batuan dan perhitungan faktor keamanan lereng.

 

Tujuan Training Monitoring Kestabilan Lereng

  1. Peserta dapat mengetahui dasar perhitungan faktor kemantapan lereng beserta faktor-faktornya.
  2. Memahami tahapan mengenai karakterisasi massa batuan dan pengujian batuan
  3. Menegtahui perhitungan penentuan faktor kemantapan lereng

 

Materi Training Monitoring Kestabilan Lereng

  1. Pengenalan perancangan lereng tambang
  2. Pengertian batuan dan massa batuan
  3. Karakterisasi massa batuan
  4. Pengujian sifat fisik dan mekanik batuan
  5. Klasifikasi massa batuan
  6. Kriteria keruntuhan batuan
  7. Perhitungan faktor keamanan lereng
  8. Analisis resiko

GEOPHYSICS FOR PETROLEUM ENGINEERS

DESKRIPSI:

Program pelatihan ini didesain bagi para Petroleum Engineers dan akan memberikan overview yang sangat baik mengenai limit dan manfaat dari teknik seismik modern, termasuk kaitannya antara well logs dan seismic traces. Definisi dan pemanfaatan resolusi seismik dan perannya dalam menetapkan perkiraan cadangan di daerah pay zones akan dibahas secara rinci.



MATERI:

  • Course Objectives and Historical Background
  • Seismic Fundamentals
  • The Seismic Signal and its Significance
    Seismic Simulation of Petroleum Geology and Reservoir
  • Seismic Traces and the Relationship with Well Logs
  • Resolution: the Estimation of Pay Thickness
  • Acquisition (Shooting) Seismic
  • Seismic Data Processing: Objectives and Methods
  • Interpretation Techniques
  • The Pre/ Post Stack Domains

Kualitas batubara dan Stockpile Management

Deskripsi Training Kualitas batubara dan Stockpile Management

Kemampuan menganalisis kualitas batubara merupakan komponen kritis dalam management pertambangan batubara. Karena hal ini yang akan memnentukan tinggi rendahnya harga jual dan teknik pengolahan di skala lanjut di perusahaan. Perbedaan pengelolahan tentunya juga akan menentukan seberapa besar biaya produksi yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. Selain itu, kualitas batubara yang berbeda-beda, maka perusahaan perlu untuk membuat stockpile management yang umumnya dijalankan sebagai tata kelola penyimpanan batubara produksi yang mempertimbangkan faktor-faktor kualitas maupun karakteristik batubara. Tujuan dari manajemen stockpile sendiri adalah mengusahakan cadangan batubara agar semaksimal mungkin dapat dieksploitasi dan dijual dengan cara memanage kualitas batubara sesuai dengan permintaan pasar. Selain itu sebagai langkah intensif perusahaan dalam menjaga lingkungan sekitar agar tidak terkena polutan paparan dari batubara ke lingkungan sekitar perusahaan.

 

Tujuan Training Kualitas batubara dan Stockpile Management

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami dalam menilai kualitas batubara dan mendesain stockpile management
  2. Menyelesaian masalah pada persoalan di sekitar kualitas batu baru dan stockpile management

 

Materi Training Kualitas batubara dan Stockpile Management

  1. Ruang lingkup kualitas batubara di Indonesia
  2. Ruang lingkup dan peranan stockpile management
  3. Seluk beluk karakteristik batubara dan pengaruhnya
  4. Macam-macam peringkatan batubara
  5. Pemanfaatan batubara sesuai dengan kualitasnya
  6. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan stockpile management (baik di penambangan maupun di user)
  7. Desain stockpile yang efektif dan efisien
  8. Studi kasus penanganan kualitas batubara
  9. Studi kasus pengidentifikasian, penginstalasian, penjalanan, pengontrolan dan perbaikan stockpile management
  10. Best practice penanganan kualitas batu bara dan stockpile management

COAL QUALITY DAN STOCKPILE MANAGEMENT

DESKRIPSI:

Kemampuan menentukan kualitas batubara penting dilakukan untuk menentukan tinggi rendahnya harga jual dan teknik pengolahan di skala lanjut. Untuk penentuan kualitas batubara, perusahaan perlu membuat stockpile management yang dijalankan sebagai tata kelola penyimpanan batubara produksi yang mempertimbangkan faktor-faktor kualitas maupun karakteristik batubara. Stockpile management bertujuan mengusahakan cadangan batubara agar semaksimal mungkin dapat digunakan dan dijual dengan cara memanage kualitas batubara sesuai dengan permintaan pasar. Selain itu sebagai langkah intensif perusahaan dalam menjaga lingkungan sekitar agar tidak terkena polutan paparan dari batubara ke lingkungan sekitar perusahaan.



TUJUAN:

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta dapat :

  • Memahami dalam menilai kualitas batubara dan mendesain stockpile management
  • Menyelesaian masalah pada persoalan di sekitar kualitas batubaru dan stockpile management



MATERI:

  1. Ruang lingkup kualitas batubara di Indonesia
  2. Ruang lingkup dan peranan stockpile management
  3. Seluk beluk karakteristik batubara dan pengaruhnya
  4. Macam-macam peringkatan batubara
  5. Pemanfaatan batubara sesuai dengan kualitasnya
  6. Kualitas batubara:
    • Komponen batubara
    • Parameter-parameter kualitas yang biasa diujikan terhadap batubara
    • Analisis dan pengujian batubara
  7. Parameter kualitas batubara
  • Basic Analysis (TM, Proximate, Sulfur, dan calorific value)
  • ultimate hardgrove grindability index
  • ash analysis
  • ash fusion temperature
  1. Stockpile  Management:
  • Ruang lingkup dan peranan stockpile management
  • Pengendalaian Mutu atau Quality Control
  • Pengaturan penyimpanan batubara di stockpile
  • Teknik dan cara-cara blending batubara di stockpile untuk kualitas yang variatif
  • Faktor yang mempengaruhi keberhasilan stockpile management (baik di penambangan maupun di user)
  • Desain stockpile yang efektif dan efisien
  1. Studi kasus & best practice:
  • Penanganan kualitas batubara dan stockpile management
  • Pengidentifikasian, penginstalasian, penjalanan, pengontrolan dan perbaikan stockpile management
  • Penanganan kualitas batu bara dan stockpile management

SMKP : SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN PERTAMBANGAN

Training Description SMKP

Permen ESDM no 38 tahun 2014 merupakan peraturan yang mengatur tentang Penerapan SMKP (Sistem Manajemen Keselamatan pertambangan). SMKP merupakan Sistem manajemen yang menjadi bagian dari sistem manajemen perusahaan dalam rangka untuk mengendalikan risiko keselamatan pertambangan yang terdiri dari K3 pertambangan dan keselamatan operasi pertambangan (K3 Pertambangan dan KO Pertambangan).

SMKP wajib dilaksanakan oleh semua perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, yang meliputi perusahaan pertambangan dan perusahaan jasa pertambangan. Hal ini diatur dalam Permen ESDM no 38 Tahun 2014 tentang Penerapan SMKP.

Perusahaan pertambangan yang wajib melaksanakan SMKP adalah pemegang IUP, IUPK, IUP Operasi Produksi khusus untuk pengolahan dan/atau pemurnian, KK, da PKP2B.

Perusahaan jasa pertambangan yang wajib melaksanakan SMKP adalah pemegang IUJP, dan SKT

Training Outline SMKP

BAB I      :Ketentuan  Umum

  • Pasal 1 Umum
  • Pasal 2 Maksud dan Tujuan Penrapan SMKP Minerba

BAB II     : PENERAPAN SMKP MINERAL DAN BATUBARA

  • Pasal 3 kewajiban penerapan SMKP Bagi Perusahan
  • Pasal 4 Syarat Perusahaan yang menerapkan SMKP

BAB III   : ELEMEN SMKP MINERBA

  • Pasal 5 Elemen – Elemen dalam SMKP MINERBA
  • Pasal 6 Rincian Kebijakan yang terdapat dalam Elemen SMKP
  • Pasal 7 Perencanaan yang terdapat dalam Elemen SMKP
  • Pasal 8 Organisasi yang terdapat dalam Elemen SMKP
  • Pasal 10 Evaluasi yang terdapat dalam Elemen SMKP
  • Pasal 11 Dokumentasi yang terdapat dalam Elemen SMKP
  • Pasal 12 Tinjauan yang terdapat dalam Elemen SMKP

BAB IV   : PEDOMAN PENERAPAN DAN AUDIT SMKP MINERBA

  • Pasal 13 Pedoman Penerapan SMKP MINERBA
  • Pasal 14 Kewajiban Audit
  • Pasal 15 Tindak lanjut Audit

BAB V : PEMBINAAN DAN PENGAWASAN

  • Pasal 16 Kewajiban Pembinaan
  • Pasal 17 laporan pembinaan

BAB V1 : SANKSI ADMINISTRATIF

BAB VII : KETENTUAN PERALIHAN

BAB VIII : PENUTUP

ISO 9001: 2008 Auditor Internal ISO

Deskripsi

Aktivitas Audit ISO 9001: 2008 merupakan kegiatan yang  bertujuan untuk memonitor berjalannya manajemen mutu apakah sesuai dengan proses dan prosedur yang  dipersyaratkan dalam  ISO 9001: 2008. Hasil audit  akan digunakan sebagai salah satu masukan dalam Management Review. Training ini akan membahas tentang bagaimana melaksanakan internal audit ISO 9001: 2008. Berbagai hal akan dibahas antara lain; Kapan Internal Audit harus dilaksanakan, bagaimana caranya dan siapa yang harus melakukan Internal Audit, serta apa yang harus dilakukan dengan hasil Internal Audit?. Training ini membekali para auditor menjadi auditor yang handal.

Tujuan

  • Memahami persyaratan ISO 9001: 2008
  • Memahami  dan mengetahui cara melaksanakan Internal Audit
  • Memahami kompetensi yang diperlukan untuk menjadi Internal Auditor
  • Mengetahui cara menganalisa hasil Internal Audit
  • Mengetahui cara menindak lanjuti hasil Internal Audit


Materi Training Auditor Internal ISO 9001: 2008

  • Ruang lingkup  Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2008
  • Proses  Internal Audit
  • Persyaratan audit internal
  • Persiapan audit
  • Check list audit
  • Analisis temuan audit
  • Tindakan koreksi / pencegahan / improvement dan pengendaliannya
  • Komunikasi dalam audit
  • Bagaimana menghandle auditee yang sulit
  • Case study

PENCEGAHAN FRAUD DALAM OPERASIONAL PERBANKAN

MANFAAT TRAINING PENCEGAHAN FRAUD DALAM OPERASIONAL PERBANKAN

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan kepada para peserta dapat mengetahui, memahami tentang Tindak Kejahatan Fraud Dalam Operasional Perbankan yang bisa berakibat adanya kerugian yang menimpa Bank yang bersangkutan, dipihak lain dapat pula merugikan nasabah maupun diri sendiri. Disamping itu peserta juga dapat memahami dan mengetahui tentang berbagai jenis fraud yang muncul, cara pencegahannya, mendeteksi adanya fraud dan bagaimana makna hukum dari tindakan fraud. Para peserta juga diharapkan dapat mengetahui dan memahami berbagai modus fraud dan melakukan pencegahannya dalam upaya untuk menghilangkan atau meminimalisir factor kerugian bank dalam sistem operasionalmya

 

Outline TRAINING PENCEGAHAN FRAUD DALAM OPERASIONAL PERBANKAN

  1.   Pengertian dan Hakikat Fraud
  2.   Pola Pandang Perbankan
  • Menurut kajian secara umum
  • Kode etik Bank dan sikap tindak-perilaku karyawan Bank
  1.   Pertentangan Nurani
  • Satuan Kediriaan
  • Penyimpangan Kepribadian
  • Interaksi satuan kedirian
  1.   Masalah Yang Berkaitan Dengan Fraud
  2.   Gejala Adanya Fraud Pada Dunia Perbankan
  3.   Fraud dan Cybercrime
  4.   Memahami Know Your Employee
  5.   Memahami Know Your Customer
  6.   Makna Hukum Dalam Kaitannya Dengan Sikap Tindak Fraud
  7. Strategi Anti Fraud
  8. Dasar Hukum Anti Fraud
  9. Strategi 4 Pilar Anti Fraud
  10. Tujuan Kebijakan dan Prosedur Strategi Anti Fraud
  11. Pencegahan dan Pendeteksian Fraud

15.  Dasar Hukum Pemidanaan Seseorang Dalam Kaitannya Dengan Fraud

PENCEGAHAN FRAUD DALAM OPERASIONAL PERBANKAN

MANFAAT TRAINING PENCEGAHAN FRAUD DALAM OPERASIONAL PERBANKAN

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan kepada para peserta dapat mengetahui, memahami tentang Tindak Kejahatan Fraud Dalam Operasional Perbankan yang bisa berakibat adanya kerugian yang menimpa Bank yang bersangkutan, dipihak lain dapat pula merugikan nasabah maupun diri sendiri. Disamping itu peserta juga dapat memahami dan mengetahui tentang berbagai jenis fraud yang muncul, cara pencegahannya, mendeteksi adanya fraud dan bagaimana makna hukum dari tindakan fraud. Para peserta juga diharapkan dapat mengetahui dan memahami berbagai modus fraud dan melakukan pencegahannya dalam upaya untuk menghilangkan atau meminimalisir factor kerugian bank dalam sistem operasionalmya

 

Outline TRAINING PENCEGAHAN FRAUD DALAM OPERASIONAL PERBANKAN

  1.   Pengertian dan Hakikat Fraud
  2.   Pola Pandang Perbankan
  • Menurut kajian secara umum
  • Kode etik Bank dan sikap tindak-perilaku karyawan Bank
  1.   Pertentangan Nurani
  • Satuan Kediriaan
  • Penyimpangan Kepribadian
  • Interaksi satuan kedirian
  1.   Masalah Yang Berkaitan Dengan Fraud
  2.   Gejala Adanya Fraud Pada Dunia Perbankan
  3.   Fraud dan Cybercrime
  4.   Memahami Know Your Employee
  5.   Memahami Know Your Customer
  6.   Makna Hukum Dalam Kaitannya Dengan Sikap Tindak Fraud
  7. Strategi Anti Fraud
  8. Dasar Hukum Anti Fraud
  9. Strategi 4 Pilar Anti Fraud
  10. Tujuan Kebijakan dan Prosedur Strategi Anti Fraud
  11. Pencegahan dan Pendeteksian Fraud

15.  Dasar Hukum Pemidanaan Seseorang Dalam Kaitannya Dengan Fraud

Audit Fraud Using Audit Command Language

Deskripsi Training Audit Fraud Using Audit Command Language

Audit Command Language (ACL) mempunyai fungsi utama guna memenuhi kebutuhan analisis data seluruh aktivitas bisnis operasional perusahaan, baik di bidang audit analisis data, pencocokan dan pembandingan data, laporan penyimpangan, dsb. Pada bidang IT (Information Technology), Audit Command Language (ACL) dapat digunakan untuk melakukan data migration, data cleansing, data matching, data integrity testing; selain itu juga dapat pula digunakan untuk analisis, konsolidasi, rekonsiliasi data, dan pelaporan pada divisi lain seperti Keuangan, Pemasaran, Distribusi, Operasional, dan bagian perusahaan lainnya.

ACL dapat membaca data berbagai macam sistem mulai dari model sistem mainframe lama hingga ke relational database modern. ACL merupakan jenis aplikasi ‘read-only’, dimana ACL tidak pernah mengubah data sumber asli sehingga aman untuk menganalisis jenis live-data. Keanekaragaman sumber data dan teknologi akses data, cara mengakses data juga bervariasi dari satu sumber data ke lain. ACL membaca beberapa sumber data secara langsung dengan mengimpor dan menyalin sumber data untuk kemudian dapat dilakukan analisis dari berbagai macam data tersebut. ACL dirancang khusus untuk menganalisa data dan menghasilkan laporan audit baik untuk pengguna biasa (common/nontechnical users) maupun pengguna ahli (expert users). Dengan menggunakan ACL, diharapakan pekerjaan auditing dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien baik dari aspek waktu maupun tenaga yang dibutuhkan.

Dengan ACL proses auditing yang memakan waktu cukup lama dikarenakan tingkat kerumitannya tersebut dapat dilakukan dengan lebih cepat, tepat dan akurat. Selain keuntungan dari sisi efisiensi waktu, tenaga maupun biaya yang bisa didapatkan oleh perusahaan berkat penggunaan Audit Command Language (ACL), keuntungan lain yang didapatkan yaitu kecurangan dalam pelaksanaan pekerjaan baik di segi finansial maupun dari segi waktu juga dapat diketahui dengan lebih mudah dan cepat sehingga penindaklanjutan kecurangan tersebut dari segi hukum (punishment) bisa segera diupayakan. Dengan pengupayaan dari segi hukum yang cepat dan tepat, maka diharapkan proses pekerjaan perusahaan tersebut dapat dijalankan kembali dengan normal dan efektif serta upaya preventif tindak kecurangan tersebut dapat lebih optimal untuk kemudian harinya.

 

Tujuan Training Audit Fraud Using Audit Command Language

Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan mampu untuk :

  1. Memahami dan mengaplikasikan software ACL ke dalam beberapa divisi perusahaan untuk kemudian dilakukan proses auditing terhadap kinerja divisi tersebut.
  2. Mampu melakukan tindakan hukum dengan cepat dan tepat terhadap tindak kecurangan yang dilakukan.
  3. Mampu melakukan optimalisasi upaya preventif terhadap segala macam penyimpangan prosedur (kecurangan) yang kemungkinan dilakukan oleh pihak tertentu.

Materi Training Audit Fraud Using Audit Command Language

  1.  Concept and practise Audit Command Language
  • Fundamentals
  • Data Access
  • Data Integrity Verification
  • Data Analysis
  • Reporting results
  1. Fungsi Audit Command Language
  2. Fitur dan kemampuan Audit Command Language tools
  3. ACL Basics
  4. Penggunaan Audit Command Language dalam beberapa aplikasi
  5. Manfaat penggunaan Audit Command Language
  6. Tindak optimalisasi upaya preventif terhadap kecurangan berdasarkan hasil analisa ACL.
  7. Studi kasus dan praktek

AUDIT RSPO & ISPO

PENTINGNYA AUDIT RSPO & ISPO

Perusahan perkebunan kelapa sawit dan pabrik Kelapa sawit, dituntut harus menerapkan dan bersertifikat RSPO dan ISPO. Hal tersebut berdasarkan tuntutan pembeli / buyer (Supermarket terbesar di Swiss “Migros”) , LSM  (miasl Sawit Watch ) dan pemerintah.

Memenuhi kewajiban menerapkan ISPO sesuai dengan PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR 19/Permentan/OT.140/3/2011, bahwa Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit dalam waktu paling lambat sampai dengan tanggal 31 Desember 2014 harus sudah melaksanakan usaha sesuai dengan ketentuan Peraturan ISPO

TUJUAN PELATIHAN AUDIT RSPO  & ISPO

Program bertujuan membantu perserta pelatihan  untuk :

  • Memahami pentingnya Audit RSPO dan ISPO
  • Memahami persyaratan persyaratan RSPO dan ISPO
  • Memahami Dasar dasar audit
  • Memahami perencanaan audit,
  • Memahami pelaksanaan audit,
  • Memahami tindak lanjut audit,

MATERI PELATIHAN AUDIT RSPO  & ISPO

1.    Persyaratan persyaratan RSPO & ISPO

  •  Prinsip Prinsip RSPO Dan ISPO
  • Pemahaman per Kriteria Dan Indiikator RSPO Dan ISPO

2.    Pengenalan Peraturan dan Perundang-undangan terkait RSPO & ISPO

  •  Peraturan terkait Perijinan
  •  Peraturan terkait Pengelolaan Lingkungan
  •  Peraturan terkait Manajemen Kebun
  • Peraturan Terkait K3

3.    Dasar Dasar Audit

  • Pengertian audit
  •  Isitlah istilah dalam Audit
  •  Prinsip Audit
  •  Tahapan Audit
  •   Prosedur audit

4.    Perencanaan audit

  • Penyusunan Program audit
  • Pembentukan tim
  • Uraian tugas auditor
  • Penyusunan daftar periksa/cheklist
  • Penyusunan Rencana audit
  • Studi kasus perencanaan audit

5.    Pelaksanaan audit

  • Tahapan audit
  •   Teknik  audit
  •  Teknik wawancara
  • Teknik Pemeriksaan data/dokumen
  •  Teknik Pemeriksaan lapangan
  •  Teknik Pengamatan kegiatan
  •  Teknik Pengujian
  • Penulisan Hasil audit
  •  Studi kasus

6.    Tindak Lanjut Audit

  • Penulisan Tindakan Koreksi
  • Penulisan Laporan Audit
  • Pelaksanaan tindakan koreksi
  • Pemantauan hasil Tindakan Koreksi
  • Verifikasi hasil Tindakan Koreksi
  • Validasi hasil tindakan koreksi
  •  Studi kasus

7.    Test Awal (pre test)

  • Tujuan untuk mengetahui kondisi awal wawasan dan pengetahuan   peserta terhadap Audit Internal RSPO& ISPO  memahami tingkat pengetahuan awal setiap peserta, mengukur beberapa kesenjangan pengetahuan peserta, dimana dapat menjadi bahan pembahasan  selama pelatihan
  • Diberikan soal berupa 10 soal, terdiri dari soal memilih (multiple Choice) dan soal essay (jawaban terbuka)

8.    Test Akhir (Post test)

  • Tujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan peserta (penyerapan) terhadap materi pelatihan Audit Internal RSPO & ISPO   yang telah disampaikan  dan  tingkat efektivitas hasil pelatihan
  • Diberikan soal berupa 20 soal, terdiri dari soal memilih (multiple Choice) dan soal essay (jawaban terbuka)

Audit untuk Pemula

Background

Mempelajari secara mandasar dan mendalam mengenai teknik-teknik audit, dan melakukan penyegaran dalam melakukan tehnik melakukan audit, mulai dari tahap persiapan, penyusunan rencana kegiatan audit, sampai dengan pelaporannya.

Pelatihan ini dapat diikuti oleh akuntan, auditor atau mahasiswa yang akan berkrcimpung dalam bidang pemeriksaan (Audit), staff professional lainnya yang ingin memiliki pengetahuan mendasar tentang tehnik-tehnik dan prosedur audit.

 

Tujuan Pelatihan:

  • Memberikan pemahaman secara mendasar mengenai teknik audit dengan berbagai aturan dan standar yang berlaku.
  • Meningkatkan kemampuan dan memberikan penyegaran bagi para auditor dalam melakukan audit secara terencana, sistematis dan efektif.

Materi Pelatihan Teknik Audit untuk Pemula:

1.       Pengertian audit

2.      Fungsi Audit

3.      Jenis-jenis Audit

4.      Standar Auditing

5.      Prinsip-prinsip Dasar Audit

6.      Elemen Audit

7.      Persiapan Audit dan Survey Pendahulluan

8.      Risiko Kontrol

9.      Teknik Penyusunan Program Audit

10.   Rencana Pengujian Detail Transaksi dan Saldo

11.    Prosedur dan Teknik Audit

12.   Sample Audit

13.    Pembuktian (Audit Evidence)

14.   Laporan Auditor

Auditor Internal ISO 9001: 2008

Deskripsi Training Auditor Internal ISO 9001: 2008

Aktivitas Audit ISO 9001: 2008 merupakan kegiatan yang  bertujuan untuk memonitor berjalannya manajemen mutu apakah sesuai dengan proses dan prosedur yang  dipersyaratkan dalam  ISO 9001: 2008. Hasil audit  akan digunakan sebagai salah satu masukan dalam Management Review. Training ini akan membahas tentang bagaimana melaksanakan internal audit ISO 9001: 2008. Berbagai hal akan dibahas antara lain; Kapan Internal Audit harus dilaksanakan, bagaimana caranya dan siapa yang harus melakukan Internal Audit, serta apa yang harus dilakukan dengan hasil Internal Audit?. Training ini membekali para auditor menjadi auditor yang handal.

Tujuan Training Auditor Internal ISO 9001: 2008

  • Memahami persyaratan ISO 9001: 2008
  • Memahami  dan mengetahui cara melaksanakan Internal Audit
  • Memahami kompetensi yang diperlukan untuk menjadi Internal Auditor
  • Mengetahui cara menganalisa hasil Internal Audit
  • Mengetahui cara menindak lanjuti hasil Internal Audit

Materi Auditor Internal ISO 9001: 2008

  • Ruang lingkup  Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2008
  • Proses  Internal Audit
  • Persyaratan audit internal
  • Persiapan audit
  • Check list audit
  • Analisis temuan audit
  • Tindakan koreksi / pencegahan / improvement dan pengendaliannya
  • Komunikasi dalam audit
  • Bagaimana menghandle auditee yang sulit
  • Case study

INTERNAL CONTROL UNDERSTANDING: COSO – BASED APPROACH

Latar Belakang Training Internal Control Understanding COSO  :

Saat ini organisasi sangat concern terhadap 4 (empat) hal yaitu Control, Risk Management, Governance & Assurance. Perkembangan ilmu pengetahuan tentang Internal Control dalam suatu organisasi sangat pesat. Hal ini terkait dengan kelemahan Internal Control  di organisasi yang sering dimanfaatkan oleh pihak internal maupun eksternal organisasi untuk melakukan kecurangan (fraud). Pembahasan konsep  Internal Control COSO framework ini dikaitkan dengan Sarbanes – Oxley Act (SOA). Enron Gate , WorldCom, Adelphia, TICO dll ataupun beberapa bank di Indonesia pasca krisis moneter beberapa tahun yang lalu telah memberi pelajaran betapa pentingnya system control yang efektif dan corporate governance harus dilakukan demi menyelamatkan organisasi (perusahaan). Oleh karena itu Internal Control Systems harus mampu mengadopsi nilai-nilai dari aspek manusia dan lingkungan dalam komponen yang memungkinkan para auditor dapat bekerjasama dengan auditeee (manajemen operasional) dalam mengidentifikasi risiko yang dihadapi suatu organisasi, dalam hal inilah maka Control Self Assessment (CSA) menjadi alternatif yang paling relevan untuk diimplementasikan.

 

Manfaat Workshop :

  1. Bagi Auditor Internal dan Auditor Eksternal, dengan lebih memahami konsep Internal Control secara mendalam diharapkan  dapat melaksanakan audit lebih efektif dan efisien.
  2. Bagi Staf Divisi GCG & Risk Management dapat membantu dalam melakukan identifikasi risiko beserta dampak yang mungkin timbul yang dapat merugikan organisasi.
  3. Bagi Komite Audit, dalam pengawasan suatu organisasi  dapat lebih optimal karena fokus pada kelemahan Internal Control yang ada di suatu organisasi.
  4. Bagi manajemen operasional,  dengan memahami konsep Control Self Assesment dapat meningkatkan kinerja operasional sehari-hari (day to day operation) karena lebih aware dalam ownership of control.

Materi Workshop Internal Control COSO  :

  • Control : The Overview
  • Governance : Relationship With Risk and Control
  • “Hard” and “Soft” Controls
  •   Internal Control Principles
  • Internal Control COSO – Integrated Framework
  • The COSO Financial Control Framework : 2004 Version
  • Entity-wide Evaluation & Activity-level Evaluation
  •  Sarbanes-Oxley Act of 2002
  •  Internal Control : Systems, Structures & Components
  •  Internal Control Questionaire
  • Monitoring & Reporting of Internal Control.
  • Control Self Assesment (CSA)
  • Implementation of Internal Control.: Case Study

Risk Based Audit

Background Risk Based Audit

The   Audit course is designed to provide practical  view  in conducting  audit and assurance in one organization. The course is designed to support professional staffs   to expand their understanding of comprehensive  audit practice.

The course will include discussion and exercises related to general control examinations within the scope auditing. The course will also focus on control research and analysis for related topic areas. In addition, through discussion and exercises, participant will gain a working understanding of the process of developing audit work programs.



Objectives Risk Based Audit

At the completion of this course, the participants should be able to :

  • Participants shall obtain an expanded understanding the role of auditors in evaluating the related operational and control risks and in assessing the appropriateness and adequacy of management control practices and related controls inside participants’ organization
  • Participants shall obtain the capability in conducting audit and implement  techniques in performing assurance, attestation, and audit engagements
  • Participants shall obtain an expanded familiarity with the principle references in good corporate governance, control and security as related to  audit processes
  • Participants shall obtain the working ability to plan, conduct, and report on general and property audit
  • Participants shall obtain an understanding of the role of  auditors regarding operation and propoerty related compliance and regulatory audits, such as evaluating control standards



Contents Risk Based Audit Practical 

  1. Introduction to Risk based Audit
  2. Conducting The  Audit Process
  3. Management Controls
  4. Assurance  of Controls and Control Objectives
  5. Evidence Collection and Evaluation
  6. Managing the  Audit Function
  7. Property Audit
  8. Property Audit Scope

KERTAS KERJA AUDIT

ABSTRACK

Audit yang ditempuh harus didokumentasikan dalam kertas kerja (Working Paper). Dalam kertas kerja dituangkan: prosedur audit yang dilakukan, informasi yang diperoleh, dan kesimpulan/rekomendasi yang diperlukan. Kertas kerja bertujuan untuk: penunjang utama temuan audit, membantu auditor untuk melaksanakan dan memsupervisi audit, dan menjadi bukti bahwa audit dilaksanakan dengan sepenuhnya.Agar ketiga tujuan tersebut dapat tercapai ,pemahaman dan kemampuan membuat kertas kerja audit mutlak diperlukan.

Dalam pelatihan ini akan diuraikan cara membuat kertas kerja. Setelah cara membuat kertas kerja diketahui, lalu menerapkan pengetahuan tersebut dalam mengaudit siklus-siklus pokok transaksi perusahaan. Pembuatan kertas kerja audit dilaksanakan untuk siklus-siklus pendapatan, pengeluaran, personalia dan produksi.



OUTLINE TRAINING KERTAS KERJA AUDIT

1. Kertas Kerja: jenis, cara membuat, review dan pengarsipan kertas kerja

2. Audit Siklus Pendapatan

  • Sifat & karakteristik siklus
  • Rekening terkait
  • Transaksi penjualan kredit
  • Transaksi  penerimaan kas
  • Transaksi penyesuaian penjualan
  • Kertas kerja pengujian substantif saldo penjualan, saldo potongan penjualan, saldo return penjualan, saldo piutang dagang, saldo kerugian piutang, saldo harga pokok penjualan

3.  Audit siklus pengeluaran

  • Sifat dan karakteristik siklus
  • Rekening terkait
  • Transaksi pembelian kredit
  • Transaksi pengeluaran kas
  • Kertas kerja pengujian substantif saldo utang dagang, potongan pembelian, retur pembelian, biaya dibayar di muka, saldo aktiva tetap

4.  Audit siklus personalia

  • Sifat & karakteristik siklus
  • Rekening terkait
  • Transaksi penggajian
  • Kertas kerja pengujian substantif saldo biaya gaji, saldo komisi, saldo bonus, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik, saldo utang pajak

5 . Audit Siklus Produksi

  • Sifat & karakteristik siklus
  • Rekening terkait
  • Transaksi produksi
  • Kertas kerja pengauditan substantif saldo persediaan bahan, biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya overhead pabrik, saldo dalam proses, saldo barang jadi

AUDITING BUSINESS PROCESS

Description Auditing Business Process

Auditing  Bussines Process ini merupakan proses audit yang terbukti effektif dan effisien. Dengan pendekatan proses bisnis diharapkan akan membantu auditor dalam melakukan pengendalian dan evaluasi atas faktor-faktor risiko dalam pengelolaan bisnis.
Proses audit dengan pendekatan pada proses bisnis ini diharapkan juga akan memudahkan pihak manajemen dalam memetakan kondisi real (yang sebenarnya) dari perusahaannya sehingga pembenahan akan dapat segera dilakukan secara lebih terfokus. Selain itu kegagalan pengendalian di departemen tertentu dapat dilokalisir sehingga tidak berdampak negatif bagi proses bisnis secara keseluruhan. Itulah keuntungan lain yang dapat diperoleh dari proses audit ini selain (tentunya) manfaat di bawah ini.

Course Content Auditing Business Process

  1. Business Process – An Overview
  2. Auditing The Revenue Process
  3. Auditing The Purchasing Process
  4. Auditing The Human Resource Management Process
  5. Auditing The Inventory Management Process
  6. Auditing The Selected Accounts: Prepaid Expenses and Property, Plant, and Equipment
  7. Auditing Long-Term Liabilities, Stockholders’ Equity, and Income Statement Accounts
  8. Auditing Cash and Investments
  9. Completing The Engagement
  10. Report On Audited Financial Statements and Special Reporting Issues

AUDIT PERHOTELAN

Deskripsi Training Audit Perhotelan

Bisnis perhotelan merupakan aktivitas bisnis yang banyak diminati dan diperkirakan akan terus tumbuh berkembang pesat. Dalam kegiatan operasionalnya, kegiatan audit Perhotelan diperlukan untuk mengetahui bahwa kegiatan yang dilakukan oleh manajemen berjalan sesuai aturan yang berlaku dan sesuai dengan rencana yang disiapkan. Dasar dari Audit internal ini adalah laporan-laporan manajemen yang berfungsi untuk menetapkan keputusan-keputusan strategis. Kegiatan audit internal ini penting untuk menjamin bahwa laporan yang disiapkan akurat dan reliabel bagi pengambilan keputusan perusahaan tersebut. Auditor merupakan personil yang bertugas untuk melaksanakan kegiatan audit Perhotelan tersebut. Training ini akan memberikan pemahaman mengenai  faktor-faktor yang penting untuk diperhatikan dalam kegiatan audit perhotelan serta peran auditor dalam kegiatan audit perhotelan

 

Tujuan Training Audit Perhotelan

Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan peserta dapat:

  • Memahami pentingnya pengendalian intern suatu perusahaan untuk mencegah dan mendeteksi adanya kecurangan, kelemahan, membedakan antara kelemahan dan hambatan serta kendala dan beberapa hal mendasar dan spesifik dalam pengendalian intern (internal control);
  • Mengetahui faktor-faktor penting yang perlu diperhatikan dalam kegiatan audit perhotelan

Materi Training Audit Perhotelan

  1. Professional Internal Audit Perhotelan
  2. Hotel Corporate Governance
  3. Internal Audit Service Perhotelan
  4. Proses Audit Internal Perhotelan
  5. Penilaian Resiko Perhotelan
  6. Survey Pendahuluan Untuk Penugasan Audit Internal Perhotelan
  7. Hotel Internal Audit Program
  8. Pembuktian Internal Audit Perhotelan
  9. Kertas Kerja Internal Audit (KKA) Perhotelan
  10. Study kasus dan diskusi

MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN NON KEUANGAN

DESKRIPSI TRAINING MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN NON KEUANGAN

Risiko dalam kegiatan bisnis beraneka ragam bentuk dan jenisnya.  Memang ada risiko yang bisa dihindari, namum sebagian besar risiko adalah tidak bisa dihindari atau tidak bisa dihilangkan.  Meskipun tidak bisa dihilangkan atau dihindari, risiko tersebut dapat dikurangi atau diperkecil dengan cara: suatu perusahaan  menerapkan manajemen risiko yang efektif dan efisien. Pelatihan manajemen risiko ini membahas mengenai konsep manajemen risiko, analisis risiko dengan pendekatan kualitatif, analisis risiko dengan   pendekatan kuantitatif, dana pengurangan atau pengalihan risiko dengan jasa asuransi

 

TUJUAN TRAINING MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN NON KEUANGAN

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu;

  1. Memahami konsep-konsep manajemen risiko
  2. Memahami manajemen risiko dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif
  3. Mempersiapkan diri sendiri atau kelompok terlebih dahulu dalam menghadapi pekerjan yang berisiko.
  4. Memahami pentingnya asuransi bagi individu, kelompok, maupun bagi perusahaan.

 

MATERI TRAINING MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN NON KEUANGAN

Konsep manajemen risiko

  •  Manajemen risiko: suatu senjata yang ampuh
  • Penentuan dan penaksiran risiko
  •  Pengendalian risiko
  • Risiko pengambilan keputusan manajemen

Analisis manajemen risiko dengan pendekatan kualitatif

  • Risiko sumber daya manusia
  • Risiko kesehatan dan keselamatan kerja
  •  Risiko kejahatan dan kecurangan
  • Risiko polusi udara dan kebakaran
  • Risiko komputer
  •  Risiko pemasaran
  • Risiko kualitas dan daya saing produk
  •  Risiko modal kerja

Analisis manajemen risiko dengan pendekatan kuantitatif

  • Risiko investasi pada pasar uang,  pasar modal, dan pasar modal
  • Risiko pada penggunaan biaya tetap
  • Risiko pada piutang

Pengurangan risiko dengan asuransi

  •  Asuransi jiwa
  • Asuransi hak milik
  •   Asuransi kesehatan
  •  Asuransi varia.

Pengelolaa risiko melalui:

  •  Identifikasi risiko
  •  Pengukuran risiko
  •  Monitoring risiko
  • Pengendalian risiko

Risiko di perbankan dan lembaga keuanga

  • Risiko pasar
  • Risiko likuiditas
  • Risiko kredit
  • Rsiko legal
  • Risiko reputasi
  • Risiko strategis
  • Risiko kepatuhan

IT RISK MANAGEMENT

Deskripsi Training IT Risk Management

Manajemen resiko merupakan hal yang penting untuk keberhasilan setiap perusahaan, perusahaan yang tidak mengambil resiko akan susah berkembang. Di sisi lain perusahaan yang mengabaikan resiko akan mencapai kegagalan ketipa sebuah ancaman dibiarkan menyebar luas. Saat ini, sistem teknologi informasi memberikan kontribusi bagi keberhasilan kebanyakan perusahaan. Jika tidak benar dalam mengelola resiko teknologi informasi (IT), hal ini juga dapat sebagai penyebab kegagalan dalam suatu perusahaan. Manajemen resiko yang efektif dimulai dengan memahami ancaman dan kerentanan.

 

Tujuan Training IT Risk Management

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta memahami prinsip-prinsip dasar manajemen resiko IT dan mampu mengelola resiko IT secara menyeluruh di perusahaan menggunakan kerangka manajemen resiko IT.

 

 

Materi Training IT Risk Management

  1. Pengantar Manajemen Resiko IT
  2. Komponen-komponen Resiko untuk Infrastruktur IT
  3. Manajemen Resiko IT dan Pentingnya untuk Organisasi
  4. Teknik-teknik Mengidentifikasi Resiko IT
  5. Teknik-teknik Manajemen Resiko IT
  6. Mengembangkan Perencanaan Manajemen Resiko IT
  7. Menjaga Penyesuaian dan Kepatuhan
  8. Mendefinisikan Penilaian Resiko
  9. Mengidentifikasi dan Menganalisa Ancaman, Kerentanan dan Eksploitasi
  10. Seluk Beluk Control Objective Framework (COF)
  11. Keterkaitan Risk IT Framework dengan COBIT
  12. Evaluasi

OPERATIONAL RISK MANAGEMENT FOR FINANCIAL INSTITUTIONS

Why you would need this program?

Financial institution (FI) mostly relates with managing third party’s fund. The most threat is that it does not have enough liquidity to absorb signicant losses or withdraw. This failure mostly due to its poor operational riskmanagement. This program is designed to assist FI in leveraging their oprisk management competences.

 

What topics are covered?

This is a two-day (12 hours) workshop and it covers:

1. Introduction to operational risk management concept
2. Operational risks events, triggers and impacts
3. Business process risk & controls mapping
4. Operational risk measurement and analysis
5. Case discussion

Supply Chain Risk Management

Why you would need this program?

Effective supply chain management is very critical in today’s business landscape where resources and sources have become more limited and vulnerable to uncertainty due to the unexpected external or internal changes. This workshop is designed to leverage your supply chain resiliency by applying risk management as an integral part of your supply chain management process.



What topics are covered?

This is a two-day (12 hours) workshop and it covers:

  1. Introduction to supply chain risk management
  2. Understand the key risks and key controls in your supply chain through supply chain modeling and mapping
  3. Improving your supply chain management based on effective risk mitigation and contingency plan
  4. Case discussion

CORPORATE PORTFOLIO RISK MANAGEMENT

Why you would need this program?

Through the years, a business entity may have acquired various business units and or projects which could be geographically and industrially dispersed. It is its business portfolio. How to understand the sensitivities and impacts of each unit business or project? It is an optimum portfolio or a diminishing in return portfolio? This advance topic is for you.

 

What topics are covered?

This is a two-day (12 hours) workshop and it covers:

  1. Introduction to corporate portfolio risk management
  2. Corporate portfolio risk analysis
  3. Corporate portfolio risk modeling with Value at Risk (VaR)
  4. Improving your portfolio management through optimization of risk taking
  5. Workshop on portfolio risk modeling

Liquidity Risk

Why you would need this program?

Liquidity drain or shock can bring an entity into suddent bankruptcy as well as lawsuit due to its failure to keep  its financial liablities. This program is designed to help participants gain a better understanding, knowledge and skill in managing liquidity risk through class room exercise and discussion.



What topics are covered on Liquidity Risk Training?

This is a two-day (12 hours) workshop and it covers various topics such as :

  1. Understanding liquidity risk
  2. The early signals of liquidity problems
  3. Basel framework for managing liquidity risk
  4. Strategy for managing liquidity risk
  5. Case discussion

Treasury Management

Deskripsi

Unit kerja yang sangat spesifik, dengan jumlah yang sedikit dibanding dengan jumlah karyawan secara total disebut dengan treasury. Personil Treasury mempunyai tugas yang penting, salah satunya yaitu tugas untuk melaksanakan transaksi yang complicated dalam jumlah yang sangat besar. Meskipun berada dalam tekanan pekerjaan yang tinggi, personil Treasury tidak diperbolehkan untuk melakukan kesalahan sekecil apapun itu karena kesalahan yang dilakukan tersebut bisa berdampak sangat besar terhadap kredibilitas perusahaan. Saat ini, seiring perkembangan jaman yang menuntut tingkat persaingan antar perusahaan yang semakin ketat, maka fungsi serta pengelolaan treasury dirasakan semakin penting, terutama setelah melihat pasca krisis ekonomi dimana exposure dan risk management serta hedging strategy menjadi keputusan utama dan important bagi perusahaan.

 

Materi Treasury Management

  1. Konsep Treasury Management
    • Konsep pengelolaan Likuidasi, Investasi, Trading dan Hedging.
    • Konsep pemilahan kegiatan kedalam front, middle dan back office serta proses build in control.
  2. Dampak Ekonomi Makro Tahun 2011 Terhadap Treasury Perusahaan
  3. Money Market
    • Tinjauan dan fungsi pasar uang,
    • Instrument pasar uang yang umum digunakan,
    • Pembentukan suku bunga pasar, Pricing dan Accruals
  4. Forex Market 
    • Tinjauan dan fungsi pasar Forex,
    • Pembentukan harga nilai tukar, analisa fundamental & technical, stop loss vs profit taking strategies.
  5. Capital Market
    • Tinjauan dan fungsi pasar surat berharga (Debt Market)
    • Konsep investasi & trading,
    • Pembentukan harga pasar,
    • Rating analysis,
    • Proses penerbitan surat hutang (Debt Instrument)
  6. Treasury Risk Management
    • Konsep treasury risk management,
    • risk classifications (Interest Rate Risk,
    • Exchange Risk, Liquidity Risk, Credit Risk, Market Risk, Operational & Reputation Risk), Value at Risk (VAR)
  7. Peran Treasury dan Keterkaitannya dengan Risiko 
  8. Cash Flow Management 
    • Konsep Liquidity Management,
    • gap management,
    • balance-sheet management dan capital planning berdasarkan pendekatan Asset Liability Management (ALM)
  9. Operational & Settlement
    • Konsep pendekatan operasional dari fungsi sebagai  payment agent, administration & settlement.

ISO 31000: 2009 International Risk Management

Deskripsi Training Risk Management ISO 31000: 2009

ISO (the International Organization for Standardization) adalah federasi badan standar nasional di seluruh dunia. Tugas mempersiapkan standar internasional biasanya dilaksanakan oleh ISO Technical Committee.

Standar Internasional untuk manajemen risiko (ISO 31000) dimaksudkan untuk digunakan oleh berbagai stakeholders:

  1. Mereka yang bertanggung jawab dalam implementasi manajemen risiko di organisasi mereka.
  2. Mereka yang perlu memastikan bahwa suatu organisasi menerapkan manajemen risiko.
  3. Mereka yang perlu mengelola risiko pada tingkat organisasi maupun pada suatu bidang kegiatan tertentu.
  4. Mereka yang perlu mengevaluasi keandalan praktik manajemen risiko dalam organisasinya.
  5. Mereka yang mengembangkan standar, pedoman, prosedur praktik manajemen risiko yang menjadi bagian dari dokumen-dokumen ini.

Banyak organisasi yang telah menerapkan praktik dan proses manajemen risiko termasuk komponen-komponen manajemen risiko dan banyak organisasi yang telah mengadopsi proses manajemen risiko formal untuk jenis-jenis risiko tertentu.

Manajemen dapat memutuskan untuk mengkaji secara kritis praktik dan proses yang ada tersebut berdasarkan standar ISO 31000 ini. Meskipun praktik manajemen risiko telah dikembangkan di berbagai sektor untuk menjawab kebutuhan spesifik di masing-masing sektor, suatu pendekatan generik berupa kerangka kerja komponen-komponen mendasar manajemen risiko dapat membantu memastikan bahwa risiko telah dikelola secara efektif dan koheren di seluruh organisasi. Pendekatan generik yang diuraikan dalam ISO 31000 ini.

 



Materi Training Risk Management ISO 31000

  1. Dinamika Lingkungan Bisnis dan Ketidakpastian
  2. Gejala Manajemen Risiko yang Lemah
  3. Prinsip-prinsip Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000 : 2009
  4. Kerangka Implementasi Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000 : 2009
  5. Proses Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000 : 2009
  6. Perbandingan ISO 31000 : 2009 dengan AS/NZS 4360:2004
  7. Perbandingan ISO 31000 : 2009 dengan COSO 2004
  8. Kebijakan Manajemen Risiko
  9. Kerangka kerja manajemen risiko
  10. Mengintegrasikan Manajemen Risiko ke dalam Proses Organisasi
  11. Memahami organisasi dan konteksnya
  12. Akuntabilitas dan Sumber daya Manajemen Risiko
  13. Pengembangan komunikasi dan pelaporan internal & eksternal
  14. Risk Context,
  15. Risk Identification,
  16. Risk Analysis,
  17. Risk Evaluation,
  18. Risk Treatment,
  19. Risk Communication & Consultation,
  20. Risk Monitoring & Review.
  21. Pemantauan dan pengkajian kerangka kerja
  22. Manajemen Risiko dan Perbaikan Berkelanjutan (Continues Improvement)

Manajemen Risiko

Deskripsi Training Manajemen Risiko

Aktivitas perusahaan senantiasa dihadapkan pada risiko-risiko yang berkaitan erat dengan fungsinya untuk menciptakan nilai bagi para stakeholder. Pesatnya perkembangan lingkungan internal dan eksternal perusahaan menyebabkan semakin kompleksnya risiko bisnis. Agar mampu beradaptasi dengan lingkungan bisnis, penerapan manajemen risiko secara formal, terstruktur dan terintegrasi merupakan keharusan bagi perusahaan. Jika dilaksanakan dengan baik, manajemen risiko menjadi kekuatan vital bagi corporate governance, sehingga merupakan hal mendesak yang harus diterapkan perusahaan.



Tujuan Training Manajemen Risiko

  1. Pemahaman pentingnya manajemen risiko
  2. Pemahaman konsep mendasar tentang proses manajemen risiko
  3. Perencanaan dan aplikasi manajemen risiko



Materi Training Manajemen Risiko

1.    Identifikasi RISK

  • Pengertian RISK
  • Market RISK, Credit RISK, Operational RISK
  • Overview pengelolaan RISK:  esensi, konsep dan framework

2.    Pengukuran RISK

  • Probabilitas frekuensi dan severitas
  • Value at RISK
  • Metode-metode pengukuran RISK: Basic Indicator Approach, Standardized Approach, Alternative Standard Approach, Advanced Measurement Approach
  • Bootstrapping  dan Simulasi Monte Carlo

3.    Manajemen RISK

  • Sistematika proses manajemen RISK
  • Keorganisasian manajemen RISK
  • Menyusun RISK Management Plan
  • Penerapan manajemen RISK

4.    Studi Kasus dan Latihan

  • Studi kasus dan latihan analisis
  • Studi kasus dan latihan penyusunan RISK MANAGEMENT PLAN & CONTROL

FINANCIAL SHENANIGANS

Deskripsi Training Financial Shenanigans

Manajemen senior di perusahaan publik, melaporkan berita positif dan hasil keuangan yang mengesankan yang akan menyenangkan investor dan mendorong harga saham lebih tinggi. Sementara sebagian besar perusahaan bertindak secara etis dan mengikuti aturan akuntansi yang telah ditentukan ketika melaporkan kinerja keuangan mereka, beberapa mengambil keuntungan dari daerah abu-abu dalam aturan untuk menggambarkan hasil keuangan mereka dengan cara yang menyesatkan. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, serta penerapan e-commerce dalam dunia bisnis, secara langsung atau tidak langsung sangat berpengaruh dalam operasional perusahaan/organisasi. Efek buruk yang dapat ditimbulkan dari perkembangan teknologi oleh oknum tidak bertanggung jawab adalah muncul praktek-praktek fraud yang berakibat fatal bagi perusahaan, misalnya cyber crime, computer fraud & fraudulent financial reporting. Dalam rangka, mengantisipasi hal tersebut maka analis sudah seharusnya meningkatkan kemampuan dalam mendeteksi, mencegah serta melakukan investigasi timbulnya fraud tersebut.



Tujuan Training Financial Shenanigans

Setelah mengikuti training financial shenanigans ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memberikan pemahaman secara komprehensif mengenai berbagai type kecurangan (fraud) yang sering atau mungkin akan terjadi di berbagai organisasi /perusahaan.
  2. Meningkatkan kemampuan dan memberikan penyegaran bagi para Auditor dalam mengaplikasikan langkah-langkah pencegahan kecurangan (fraud prevention), teknik-teknik mutakhir dalam melakukan pendeteksian kecurangan (fraud prevention) dan dalam melakukan investigasi kecurangan (fraud investigation).
  3. Membantu manajemen operasional untuk mencari solusi terbaik dalam menghadapi berbagai macam kecurangan (fraud).



Materi Training Financial Shenanigans

  1. Overview Fraud-Auditing
  2. Introduction to Financial Shenanigans
  3. Fraud Prevention
  4. Fraud Detection
  5. Earning manipulation Shenanigans
  6. Boosting Income Using One time or Unsustainable Activities
  7. Shifting Current Expense and Income to a Later Period
  8. Shifting Future Expense to an Earlier Period
  9. Cash Flow Shenanigans
  10. Key Metrics Shenanigans
  11. Brief Review of Financial Report
  12. Case Study

RISK MANAGEMENT (MANAJEMEN RESIKO)

DESCRIPTION TRAINING RISK MANAGEMENT

Banyak orang yang bingung  apabila mendengarkan kata Risk Management, melalui training kali ini, anda akan mendapatkan informasi yang jelas tentang Risk Management, tipe-tipe resiko, Mengidentifikasi resiko yang ada ataupun yang mungkin akan ada, cara mengukurnya,  membuat perencanaan untuk mengantisipasi resiko, dan sebagainya, hal ini akan dapat sangat membantu para manager untuk mengetahui bagaimanakah melakukan antisipasi yang effektive guna mencegah atau meminimalisir atau mengeliminir resiko dalam perusahaan saat operasional perusahaan dilaksanakan.

 

OUTLINE TRAINING RISK MANAGEMENT

  1. Introduction ( overview)
  2. Definition of Risk Management
  3. The drivers of Credit Losses
  4. There are many others risk types
  5. Risk management planning
  6. Identify risk (production, marketing, financial, legal, Human.)
  7. Measure risk
  8. Assess bearing capacity
  9. Evaluate risk tolerance or preferences
  10. Sett risk management goal
  11. Identify effective risk management tools
  12. Select profesional assistance
  13. Make decision and implement the plan
  14. Evaluate the result
  15. Class Task, design a plan for managing risk

CREDIT RISK MANAGEMENT

GAMBARAN UMUM PROGRAM

Dengan perkembangan ekonomi yang semakin cepat, kompleks, dan terintegrasi dengan negara lain menyebabkan kondisi ekonomi akan sangat rentan untuk bergejolak. Yang tentunya akan berdampak terhadap kualitas kredit suatu bank. Kegagalan bank dalam mengantisipasi risiko terutama risiko kredit / credit risk dapat menyebabkan kerugian cukup besar bagi bank. Sangatlah penting bagi suatu bank untuk dapat mengidentifikasi, mengukur, memonitor dan mengontrol tingkat risiko tersebut sehingga dapat mengurangi tingkat kerugian (loss) dan mengurangi biaya kredit ( credit cost ).



MANFAAT PELATIHAN

  • Memahami konsep Manajamen Risiko secara umum dan Risiko Kredit (credit risk) secara khusus
  • Mempelajari bagaimana bank mengelola Risiko Kredit (Kebijakan Risiko Kredit, Metodologi Dan infrastruktur)
  • Menguasai cara menghitung Risiko Kredit (Credit Scoring, Migration Analysis, Credit Portfolio Model)
  • Memahami bagaimana membangun model Stress Testing
  • Melakukan Risk Assessment dan Memitigasi Risiko kredit
  • Membuat Proyeksi Tingkat NPL di masa yang akan datang

SILABUS PELATIHAN CREDIT RISK MANAGEMENT

1. Pengantar Manajemen Risiko Kredit

  • Mengapa Bank Memerlukan Manajemen Risiko
  • Definisi Manajemen Risiko

2. Bagaimana Bank Mengelola Risiko Kredit?

  • Infrastruktur
  • Metodologi
  • Kebijakan Kredit

3. Bagaimana Menghitung Risiko Kredit?

  • Credit Scoring, Credit Migration, Credit Portfolio Model, Credit Exposure Model
  • Parameter Risiko (PD, LGD dan EAD)

4. Implikasi Faktor Risiko

  • Jenis Faktor-faktor Risiko
  • Bagaimana Membangun Stress Testing Model dan Menyikapi hasil Stress Testing tersebu
  • Berapa Besar Dampaknya Terhadap Pencadangan Kerugian Kredit (PPAP) ?

5. Studi Kasus : Risk Assessment Pada Personal Loan (KTA)

  • Penilaian Risiko (Risk Assessment)
  • Mitigasi Risiko

6. Proyeksi Tingkat NPL

  • Menggunakan Faktor Makroekonomi
  • Net Flow Analysis (Migration Rate)
  • Vintage Analysis

CORROSION MANAGEMENT

TRAINING BACKGROUND CORROSION MANAGEMENT

This course will cover the main causes of corrosion in upstream oil and gas operations, as well as monitoring and mitigation methods. The various corrosion mechanisms give rise to a number of different forms of corrosion damage which will all be considered. Participants will estimate the corrosivity of a given environment through analysis of the chemical and physical characteristics of the system. You will review approaches to selecting materials and coatings for corrosion resistance for different conditions and applications, including the use of NACE. You will be introduced to CP surveys, selecting the CP system type, estimating current requirements and the design principles of simple cathodic protection systems. There will be opportunity to select and utilize corrosion inhibitors for different systems and you will learn how to select and apply corrosion monitoring techniques to create an integrated monitoring program. The course content is based on a field facilities engineering point of view as opposed to a more narrowly specialized corrosion engineering or chemistry viewpoint. This course provides an appropriate balance of necessary theory and practical applications to solve/mitigate corrosion related problems.

 

TRAINING OUTCOME CORROSION MANAGEMENT

After completion of the course, participant will understand about

  1. The basics of corrosion chemistry
  2. The main corrosion mechanisms occurring in oil and gas production/processing systems
  3. The different types of damage caused by corrosion
  4. Materials selection for corrosion prevention
  5. Some methods for conducting cathodic protection (CP) surveys
  6. Items to consider in corrosion inhibitor selection
  7. Key advantages and disadvantages of the various corrosion monitoring methods
  8. Where the main locations of corrosion concern occur within oil production systems, gas processing facilities (including amine units), and water injection systems

WHO SHOULD ATTEND THIS TRAINING?:

Managers, engineers, chemists, and operators needing to understand corrosion and its control management in oil and gas production and processing.

TRAINING MATERIAL OUTLINE CORROSION MANAGEMENT

  1. Fundamentals of corrosion theory
  2. Major causes of corrosion (O2, CO2, H2S, microbiologically influenced corrosion)
  3. Forms of corrosion damage
  4. Materials selection
  5. Protective coatings & linings
  6. Cathodic protection
  7. Corrosion inhibitors
  8. Corrosion monitoring and inspection
  9. Corrosion in gas processing facilities
  10. Corrosion in water injection systems
  11.  Corrosion management strategy and life-cycle costs

ARTIFICIAL LIFT UNTUK PRODUKSI MINYAK

Deskripsi Artificial lift 

Kemampuan dari reservoir sumur minyak dalam mengangkut fluida ke permukaan akan terus berkurang sejalan dengan waktu. Titik waktu reservoir mengalami kesulitan untuk mengangkut fluida ke atas maka disaat itulah perusahaan pertambangan minyak dan gas membutuhkan articial lift (pengangkutan/ sembur buatan) dalam proses produksinya untuk tetap menjaga laju ketersedian minyak tetap konstan. Artificial lift juga digunakan untuk sumur yang memang pada dasarnya hanya memiliki kemampuan produksi yang kecil, sehingga untuk menaikkan tingkat produksinya maka dibuatkanlah artificial lift pada sumur tersebut.

Pemilihan yang tepat pada beberapa alternatif metode artificial lift akan membantu perusahaan untuk efektif dan efesien dalam melanjutkan proses produksinya. Ketepatan tersebut tentunya didukung dari identifikasi yang akurat pada kondisi reservoir sumur, data historis perfomance reservoir dan lain-lain. Oleh sebab itulah perusahaan perlu mengetahui dan memahami persoalan ini secara mendasar dari mulai identifikasi persoalan, pemilihan alternatif tindakan, instalasi peralatan dari metode yang dipilih hingga evaluasi dari alternatif yang dipilih tersebut sehingga perusahaan memiliki sistem kerja yang handal dan tepat.

Tujuan Training Artificial lift

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami mengenai urgensi melakukan artificial lift di reservoir sumur pertambangan
  2. Memahami berbagai metode artificial lift yang telah banyak diterapkan
  3. Memilih metode yang tepat untuk diimplementasikan pada reservoir minyak sebagai jawaban dari persoalan kesulitan pengangkutan hidrokarbon

Materi Training Artificial lift

  1. Kapan dan mengapa menggunakan artificial lift?
  2. Identifikasi dan interpretasi data kondisi sumur
  3. Kerangka kerja dan evaluasi dari alternatif Gas Lifting
  4. Kerangka kerja dan evaluasi dari alternatif Sucker Rod Pumping
  5. Kerangka kerja dan evaluasi dari alternatif Subsurface Electrical Pumping
  6. Kerangka kerja dan evaluasi dari alternatif Jet Pump
  7. Kerangka kerja dan evaluasi dari alternatif Progressive Cavity Pump
  8. Peralatan yang dibutuhkan dari setiap alternatif metode artificial lift
  9. Perencanaan dan Manajemen Proyek dari instalasi artificial lift
  10. Evaluasi kebijakan
  11. Studi kasus persoalan artificial lift

Deepwater Drilling Design and Operation

Deskripsi Training Deepwater Drilling Design and Operation

In drilling oil and gas wells in the water to avoid the riser conventionally includes taking drilling mud back at the mudline and pumping in surface requires concepts, processes, equipment, technology should be used for Drilling Engineering Methods and apparatus that good will overcome engineering problems conventional drilling by moving the baseline for measuring the pressure gradient from sea level to mudline. This course has also been designed to overcome the problems and challenges of deepwater drilling. Participants will be expected to know a lot of common conventional drilling technology.

Tujuan Training Deepwater Drilling Design and Operation

After completion of this training, helps participants to understand the technology, concepts, processes and equipment to drill deepwater oil and gas wells

 

Materi Training Deepwater Drilling Design and Operation

  1. Introduction of Deepwater Drilling
  2. Deepwater Drilling Principles
  3. Deepwater Drilling Operation
  4. Location and Geology Deepwater Drilling
  5. Overburden removal and Compaction
  6. Pores and fractures
  7. Operations Planning
  • metocean and Flow
  • Rig Selection
  • Places where maintenance
  • Open water
  • Conductor
  1. BOP System
  2. Drilling Riser System
  3. Deepwater Drilling Tools
  4. Drilling challenge
  5. Shallow Hazards
  6. Dual Gradien drilling and MPD
  7. Resolution
  8. Case and Study

 

Metallurgy for Non Metallurgist

Deskripsi Training Metallurgy for Non Metallurgist

Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman umum terhadap dasar-dasar ilmu logam dan aplikasinya di industri. Sebagai pelaku industri yang berlatar belakang non-metalurgi, pelatihan ini akan memberikan bekal untuk berinteraksi dengan tim kerja secara lebih efektif dalam bidang yang berkaitan dengan metalurgi dan ilmu bahan.

 

Materi Training Metallurgy for Non Metallurgist

  • Pengantar Ilmu Bahan: tipe bahan dan sifat-sifatnya, struktur atom, ikatan dan susunan, microstructure, padatan crystalline dan non-crytalline, bahan metalik (ferrous and non ferrous)
  • Tools of Metallurgist: pengukuran temperatur dan sifat termal bahan, tes sifat mekanik bahan (hardness, abrasion, tensile, fatigue, and creep, non-destructive testing).
  • Phase Diagram: solidification & casting processes
  • Ferrous Alloys: carbon steel, alloy steel, cast iron, stainless steel
  • Non Ferrous Alloys : Al-alloys, Mg-alloys, Cu-Alloys, refractory metals

OIL AND GAS PRODUCTION OPERATION

DESKRIPSI:

Usaha produksi oil & gas merupakan bisnis yang memerlukan keahlian tersendiri dan spesifik. SDM dan teknologi yang digunakan harus mempunyai kualitas yang baik. Pengetahuan penggunaan teknologi akan mempengaruhi kinerja dalam bisnis ini. Pengetahuan dasar mengenai ilmu perminyakan dan prakteknya yang tidak hanya berisi pengenalan mengenai petroleum engineering tetapi mempelajari secara dalam dan fokus pada pendekatan field dan aplikasinya, exercises, problematika yang ada, serta masalah keamanan dan keselamatan kerja. Fasilitas surface dalam perusahaan migas juga merupakan salah satu bagian yang menentukan tinggi rendahnya jumlah produksi perusahaan sehingga perlu dicermati dari berbagai sisi termasuk di dalamnya penggunaan, maintenance, maupun troubleshooting yang tepat sehingga jika terjadi satu kasus tertentu tidak akan berpengaruh signifikan terhadap perubahan nilai produksi perusahaan.



TUJUAN:

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat:

Memahami sifat fisik dan sifat fase crude oil dan natural gas dalam operasi produksi

Memahami proses perlakuan dan pengkondisian produksi sumur untuk memenuhi permintaan atau produk akhir yang dihasilkan

Memahami peralatan-peralatan yang digunakan untuk proses, treatment, transportasi, dan penyimpanan fluida produksi

Memahami dasar-dasar pencegahan, minimalisir hambatan tekan di pipelines, valve, bejana tekan, separator, pump, compressor dan peralatan teknis lainnya

Mengenali proses dan peralatan yang digunakan untuk mengelola acid gas, pengukuran volume dan peralatan material

Mengenali peralatan yang ditempatkan



MATERI:

Onshore Oil & Gas Production Systems

Offshore Oil & Gas Production Systems

Sifat Fluida Terproduksi

Sistem Keselamatan

Valves, Flowlines, Manifolds, dan Gathering System

Peralatan Mekanis: Pumps, Compressor, Pemanas, Bejana Tekan, Tangki Penyimpanan, dll

Water and Hydrocarbon Separation

Hydrocarbon Fluid Mixture and its Composition

Crude Oil, Condensate and Natural Gas Liquids

Produced Water Treatment and Disposal

Crude Oil Processing Operations and Facilities

Dehydration of Crude Oil

Desalting of Crude Oil

Stabilization and Sweetening

Oil Transportation through Pipeline and Pumping Operation

Field Gas Separation, Compression & Field Processing, Oil & Water Separation and Treatment

Pengukuran Fluids dan Instrumentasi

Gathering & Processing Facilities and Acid Handling

Gas Processing Operations and Facilities

Gas-field Operations and Facilities

Gas Mixture and Gas Composition

Gas Properties and Specification for Sales

Gas Dehydration and Sweetening

Separation of Hydrocarbon Components

Processing Operations and Equipment

Dehydration and Prevention of Hydrate

Gas Sweetening

Gas Compression and Transmission through Pipeline

LPG Production Operations

LPG Production Principle and Operations

LPG Storage Facilities

LPG Handling and Transportation

LNG Production Operations

LNG Production Principle and Operations

LNG Storage Facilities

LNG Handling and Transportation

Basic Economics of Onshore & Offshore Oil & Gas Production

Oil & Gas Price and Basic of Economics Calculation

Oil & Gas Project Developments and Maintenance

Oil & Gas for Internal Use, Gas Lift and Combustion for Power Generating

Corrosion Control, Hydrate, Paraffin, Asphaltenes, Scale Prevention and Treatment

PTK 007 Revisi 3

Description Training PTK 007 Revisi 3

Pengadaan barang dan jasa merupakan proses  vital dalam aktivitas perusahaan karena secara rata rata menyerap dana  lebih dari  50%  anggaran total perusahaan. Kesuksesan pengadaaan  dan pembelian sangat dipengaruhi oleh strategi yang digunakan dalam pemilihan supplier, proses pengiriman dan proses administrasinya. strategi pengadaan  dapat didefinisikan sebagai suatu inisiatif yang direncanakan untuk mengoptimalkan pembelanjaan dengan memilih pemasok yang dapat menciptakan peningkatan pengetahuan dan nilai lebih dalam hubungan pelanggan-pemasok.

PTK 007 Revisi III/2015 adalah tentang Pedomana Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa untuk seluruh KKKS di linhkungan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.

Outline Training PTK 007 Revisi 3

  • BAB I      : Umum
  • BAB II     : Kewenangan dan Pengawasan
  • BAB III   : Pengutamaan Penggunaan Barang/Jasa Produksi Dalam Negeri
  • BAB IV   : Strategi Pengadaan
  • BAB V     : Perencanaan Pengadaan Barang/Jasa
  • BAB VI   : Pelaku Pengadaan Barang/Jasa
  • BAB VII : Harga Perhitungan Sendiri/Owner Estimate
  • BAB VIII : Dokumen Pemilihan Penyedia Barang/Jasa
  • BAB IX   : Jaminan
  • BAB X     : Mekanisme Pemilihan Penyedia Barang/Jasa
  • BAB XI   : Tahapan dan Tata Cara Pelelangan Umum
  • BAB XII : Kontrak
  • BAB XIII : Penilaian Kinerja Dan Pengawasan KKKS
  • BAB XIV : Pengelolaan Penyedia Barang/Jasa
  • BAB XV : Pelaporan Kegiatan Pengadaan Barang/Jasa
  • BAB XVI : Penutup

Project Management For Oil and Gas

Deskripsi Training Project Management For Oil and Gas

Menjalankan industri minyak dan gas yang sukses membutuhkan perpaduan antara aplikasi teknologi, pengetahuan bisnis dan orang-orang yang terampil. Pengetahuan mengenai ekplorasi dan teknologi produksi juga sangat penting untuk memperkuat efektivitas didukung dengan manajemen proyek yang tepat. Manajemen proyek minyak dan gas mencakup prinsip-prinsip dan penerapan manajemen proyek untuk usaha hulu minyak dan gas. Tugas manajer manajemen proyek adalah membuat keputusan bisnis terbaik, yaitu keputusan yang mengarah pada biaya proyek terendah dengan tetap memnuhi semua produksi atau tujuan eksplorasi.

 

Tujuan Training Project Management For Oil and Gas

Setelah mengetahui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  1. Mengenal profil dan dinamika proyek
  2. Konsep dan fungsi manajemen proyek
  3. Teknik/metode perencanaan dan penyusunan jadwal
  4. Metode penilaian proyek
  5. Penggunaan software komputer

Materi Training Project Management For Oil and Gas

  1. Pengantar manajemen proyek industri minyak dan gas
  2. Proses manajemen proyek industri minyak dan gas
  3. Ruang liingkup manajemen proyek di industri minyak dan gas
  4. Alat-alat penjadwalan
  5. Sumber daya tenaga kerja
  6. Manajemen resiko proyek
  7. Continues Improvement dan manajemen kualitas dalam proyek
  8. Metode-metode penilaian investasi proyek
  9. Manajemen tim proyek
  10. Penggunaan software komputer
  11. Studi Kasus

GEOTHERMAL SYSTEM AND TECHNOLOGY

DESKRIPSI TRAINING  

Menurut data yang dilansir oleh Badan Geologi, Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi energi geothermal terbesar di dunia sebesar 40 persen. Data tersebut seharusnya mampu dimanfaatkan oleh perusahaan untuk dapat membangun instalasi pembangkit listrik yang berbasis pada geothermal. Untuk mencapai itu, perusahaan perlu mengerti terlebih dahulu bagaimana sistem manajemen operasional yang tepat, efektif dan efisien dalam mengeksplorasi geothermal sebagai energi sehingga investasi yang dikeluarkan tidak terbuang percuma. Selain itu, perkembangan teknologi terbarukan memungkinkan perusahaan untuk memilih berbagai peralatan inti dan penunjang yang dapat diinstalasi di pembangkitan listrik sehingga perusahaan dapat menghemat pengeluaran secara signifikan. Pada training ini, perusahaan akan memiliki banyak pengetahuan baik itu yang mendasar maupun yang sedang berkembang saat ini dalam pembangkitan listrik berbasis geothermal mulai dari eksplorasi hingga evaluasi operasi yang dijalankan oleh perusahaan.

TUJUAN GEOTHERMAL SYSTEM AND TECHNOLOGY

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami mengenai sistem dan teknologi geothermal sebagai pembakit listrik
  2. Memahami mengenai perencanaan dan perancangan fasilitas pembangkit listrik geothermal
  3. Memahami  tata kelola yang tepat dalam menjalankan operasi geothermal

Materi GEOTHERMAL SYSTEM AND TECHNOLOGY

  1. Definisi, sistem dan perbedaan panas bumi (geothermal) dengan sumber energi lain
  2. Komponen geothermal sebagai solusi energi
  3. Studi kelayakan dan analisa investasi geothermal
  4. Survey dan ekspolarasi proyek geothermal
  5. Standar dan regulasi pembangunan pembangkit listrik geothermal
  6. Fluida pada proses operasi geothermal
  7. Fasilitas inti dan pendukung dari pembangkit listrik geothermal
  8. Penentuan daya listrik
  9. Best practice pembangunan pembangkit listrik geothermal