Arsip Blog

DASAR AKUNTANSI

TUJUAN TRAINING DASAR AKUNTANSI

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta dapat memahami aplikasi akuntansi dan penerapannya dalam pekerjaan

 

MATERI TRAINING DASAR AKUNTANSI

Karakteristik dan Konsep Dasar Akuntansi

  • Apa itu akuntansi?
  • Pengguna dan kegunaan Akuntansi
  • Perbedaan bookkeeping dan akuntansi
  • Standar Akuntansi Keuangan
  • Unsur-unsur Laporan Keuangan (Neraca dan Laba Rugi)

Proses Pencatatan Akuntansi

  • Persamaan dasar Akuntansi
  • Pengertian rekening (account) dan Debit/kredit
  • Tahap-tahap proses siklus akuntansi
  • Buku Jurnal
  • Buku Besar dan Buku besar pembantu
  • Posting ke Buku Besar
  • Necara Saldo

Penyesuaian Rekening (Adjusting the Account)

  • Asumsi Periodicity dan pengakuan pendapatan dan biaya
  • Bentuk-bentuk penyesuaian rekening
  • Jurnal penyesuaian dan posting ke Buku Besar
  • Neraca saldo disesuaikan
  • Neraca Lajur
  • Laporan Keuangan

Penyelesaian Siklus Akuntansi

  • Jurnal Penutup
  • Jurnal Koreksi
  • Jurnal Pembalikan (reversing entries)
  • Analisis Laporan Keuangan
  • Jurnal khusus
Iklan

BASIC ACCOUNTING TRAINING

DESKRIPSI BASIC ACCOUNTING TRAINING

Akuntasi merupakan bahasa bisnis yang harus dimengerti  bagi perusahaan yang ingin terus eksis dan sukses dalam berbisnis. Akuntansi memegang peranan yang vital bagi jalannya sebuah perusahaan. Konsep dasar, pengetahuan dan keterampilan akuntansi keuangan diperlukan dalam pengelolaan data keuangan dan penyusunan laporan keuangan. Laporan keuangan adalah ringkasan kondisi perusahaan pada tanggal neraca dan kinerja perusahaan dalam periode tertentu. Penyajian laporan keuangan bagi pihak eksternal perusahaan harus sesuai pada prinsip-prinsip akuntansi keuangan yang diterima umum. Pemahaman akuntansi yang baik akan menjadikan kita mampu mengevaluasi kondisi perusahaan. Evaluasi laporan keuangan akan menguak informasi tertutup dari sebuah laporan keuangan. Semua informasi dari sebuah laporan keuangan menjadi dasar yang penting untuk pengambilan keputusan. Keputusan yang tepat menjadikan perusahaan akan berada dalam jalur yang tepat, sehingga tujuan dari perusahaan lebih mudah dicapai.
Pelatihan ini akan membahas mengenai pengetahuan Dasar Akuntansi (Basic Accounting). Diharapkan peserta pelatihan mampu memahami tugas dan tanggung jawab bagian akuntansi keuangan, memahami prinsip dasar dan tujuan akuntansi keuangan, mampu menyusun laporan keuangan neraca, laba-rugi dan laporan perubahan modal dan melakukan analisis rasio terkait, memahami berbagai metode akuntansi, memahami dan mampu mempraktekan prosedur dalam siklus akuntansi.



TUJUAN BASIC ACCOUNTING TRAINING

Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan peserta dapat & mampu untuk:

  • Memahami prinsip dasar dan tujuan akuntansi keuangan
  • Memahami tugas dan tanggung jawab bagian akuntansi keuangan.
  • Memahami aplikasi akuntansi dan penerapannya dalam pekerjaan
  • Memahami persamaan dasar akuntansi sebagai dasar untuk membentuk Neraca.
  • Menyusun laporan keuangan neraca, laba-rugi dan laporan perubahan modal dan melakukan analisis rasio terkait.
  • Memahami berbagai metode akuntansi yang berkaitan dengan piutang ragu-ragu dan persediaan.
  • Memahami siklus akuntansi dan dapat melakukan proses recording, adjustment sampai dengan meringkas transaksi menjadi Laporan Keuangan.
  • Menggunakan dan menggali informasi penting dari laporan keuangan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan.



MATERI BASIC ACCOUNTING TRAINING

  • Akuntansi sebagai Bahasa Bisnis
    • Tujuan & Konsep Dasar Akuntansi
    • Laporan Keuangan: Fungsi Sistem Akuntansi dan Audit.
    • Standar Akuntansi Keuangan: Prinsip Akuntansi Yang Berlaku Umum di Indonesia (PSAK)
    • Laporan Keuangan (titik awal belajar akuntansi): neraca, laba rugi dan perubahan modal
    • Efek Transaksi Bisnis
    • Bentuk Organisasi Dalam Bisnis
    • Penggunaan Laporan Keuangan
  •   Proses Pencatatan Akuntansi
    • Persamaan dasar Akuntansi
    • Pengertian rekening (account) dan Debit/kredit
    • Tahap-tahap proses siklus akuntansi
    • Buku Jurnal
    • Buku Besar dan Buku besar pembantu
    • Posting ke Buku Besar
    • Neraca Saldo
  • Penyesuaian Rekening (Adjusting the Account)
    • Asumsi Periodicity dan pengakuan pendapatan dan biaya
    • Bentuk-bentuk penyesuaian rekening
    • Jurnal penyesuaian dan posting ke Buku Besar
    • Neraca saldo disesuaikan
    • Neraca Lajur
    • Laporan Keuangan
  • Akuntansi Untuk Perusahaan Dagang
    • Pengantar: Perusahaan Dagang
    • Sistem Inventory Perpetual
    • Sistem Inventory Periodic
    • Evaluasi Kinerja Perusahaan Dagang
  • Menghitung Laba / (Rugi) dan Neraca
    • Apakah Laba Bersih / (Rugi) Akuntansi
    • Ayat Jurnal Penyesuaian
    • Menyiapkan Satu Set Laporan Keuangan
    • Jurnal Penutup Untuk Rekening Temporary
  • Penyelesaian Siklus Akuntansi
    • Jurnal Penutup
    • Jurnal Koreksi
    • Jurnal Pembalikan (reversing entries)
    • Jurnal khusus
  •   Analisa Laporan Keuangan dan Laporan Arus Kas
    • Mengukur Tingkat Likuiditas dan Risiko Kredit
    • Mengukur Rasio Profitabilitas
    • Mengukur Rasio Efisiensi Operasi
    • Mengukur Rasio Leverage
    • Mengukur Rasio Tingkat Pengembalian
    • Laporan Arus Kas

ACCOUNTING AND TAX PLANNING

Deskripsi

Ilmu akuntansi tidak hanya dipelajari oleh seorang akuntan saja melainkan profesi lainnya karena berhubungan dengan keuangan. Banyak pihak yang memerlukan untuk menguasai ilmu tersebut bidang keilmuan tersebut, antara lain:  Insinyur, ahli Hukum, ahli statistic, ahli IT, ahli pertanian, ahli sejarah, ahli bahasa, dan lain-lain. Bahkan ilmu akuntansi juga dibutuhkan oleh seseorang yang semula bekerja di luar profesi atau bidang akuntansi dan tidak memiliki dasar-dasar ilmu akuntansi, kemudian orang tersebut di promosikan ke lingkup pekerjaan bidang akuntansi.

Perencanaan pajak (tax planning) sangat dibutuhkan oleh perusahaan karena dengan memahami perencanaan pajak perusahaan dapat melakukan proses merekayasa usaha dan transaksi wajib pajak agar utang pajak berada dalam jumlah yang minimal tanpa melakukan pelanggaran konstitusi atau Undang-undang Perpajakan yang berlaku.

Tujuan

Setelah mengikuti training ini, diharapkan peserta dapat:

  1. Memperoleh pengetahuan tentang seluk beluk pengerjaan bidang accounting dan hasil-hasil yang bisa diperoleh yang berkaitan erat dengan ilmu accounting.
  2. Memahami teknik-teknik dalam penyusunan Laporan keuangan, penyusunan Balance Sheet, Income Statement & Cash Flow.
  3. Mampu melakukan perencanaan pajak sesuai Undang-undang Perpajakan.

 

Materi

1. Pencacatan & Pengklasifikasian Transaksi Financial

  • Aktiva & berbagai sumbernya
  • Debet & Kredit
  • dalam buku kas
  • Buku entry original
  • Neraca Saldo ( Trial Balnce )
  • Buku Kas Sekundair
  • Pengawasan uang tunai ( Cash )
  • Surat Hutang ( Notes ) & Surat Wesel ( Draft )
  • Buku Entry Original lainnya

2. Adjusting dan Rekapitulasi Rekening

  • Property dan Perlengkapan
  • Bad Debs
  • Uang Muka Biaya, Hutang Biaya, Hutang & Piutang Penghasilan
  • Penentuan Net Income
  • Laporan Keuangan ( Financial Statement )

3. Trading / Jasa

  • Akuntansi usaha jasa
  • Inventarisasi produk usaha jasa
  • Catatan Pembelian dan Penjualan

4. Memahami Data Akuntansi

  • Berbagai hal yang membentuk data akuntansi
  • Biaya dan Pengeluaran
  • Akuntansi dan Tingkat Harga
  • Problema Dalam Mengukur Pendapatan

5. Berbagai Bentuk Organisasi Kepemilikan

  • Pembentukan Persekutuan
  • Pembagian Keuntungan Persekutuan
  • Penerimaan dan Pengunduran Diri Sekutu
  • Modal Perseroan Terbatas
  • Pendapatan Perseroan Terbatas
  • Antisipasi Biaya dan Kerugian Perseroan Terbatas
  • Obligasi Perseroan Tertbatas
  • Laporan Keuangan

6. Studi Kasus Entry Jurnal dan Buku Kas 

7. Ajustment dan Summarization

8. Memahami Laporan Keuangan

  • Neraca ( BALANSHEET )
  • Laporan laba-rugi ( INCOME STATEMENT )
  • Cash Flow Operasi , Pembiayaan & Investasi

9. Memahami Indikator Kesehatan Perusahaan

  • Analisa Ratio Keuangan
  • Analisa Laporan Laba-Rugi
  • Analisa Neraca
  • Profit VS Cashflow

10. Pengantar Tax Planning

11. Jenis-jenis Tax Planning

12. Aspek-aspek Tax Planning

13. Strategi Perencanaan Pajak

14. Penerapan Tax Planning

15. Studi Kasus

PEMINDAHAN TANAH MEKANIS

TRAINING MATERIAL OUTLINE :

  1. Alat-alat Pemindahan Tanah mekanis
  2. Land Clearing
  3. Pemuatan
  4. Pengangkutan
  5. Dumping

VENTILASI TAMBANG

MATERIAL OUTLINE VENTILASI TAMBANG:

  1. Tipe-tipe ventilasi
  2. Aliran udara dalam tambang bawah tanah
  3. Gas-gas tambang
  4. Debu Tambang
  5. Pshrometri dan Grafik Pshrometri

Manajemen Risiko Industri Pertambangan

Deskripsi Training Manajemen Risiko Industri Pertambangan

Di dalam pengambilan suatu keputusan management, selalu mengandung resiko yang muncul karena adanya faktor ketidak pastian lingkungan. Resiko ini terkadang tidak diperhatikan oleh pengambil keputusan. Sedangkan resiko yang akan muncul juga sangat berpengaruh pada kelangsungan suatu usaha. Sehingga penting bagi perusahaan untuk melakukan pengelolaan resiko yang akan muncul dalam suatu pengambilan keputusan.

Jenis resiko yang sering timbul dan dihadapi oleh industri pertambangan biasanya lebih besar dibandingkan dengan industri lainnya. Karena aspek yang diperhatikan dalam mengelola industri ini lebih kompleks.

Salah satu cara untuk mengelola resiko dalam setiap pengambilan keputusan adalah dengan menerapkan Enterprise  Risk Management (ERM) pada perusahaan.



Tujuan Training Manajemen Risiko Industri Pertambangan

Setelah selesai mengikuti kursus Manajemen Risiko Industri Pertambangan ini, peserta diharapkan akan mengerti, memahami dan dapat menerapkan Enterprise Risk Management (ERM)

 

Materi Training Manajemen Risiko Industri Pertambangan

Pengantar Manajemen Risiko

  • Definisi resiko dan perbedaan dengan kelemahan control
  • Tahapan implementasi manajemen risiko
  • Fungsi dan tanggung jawab unit manajemen risiko
  • Hubungan unit manajemen risiko dengan unit yang lainnya

Jenis resiko yang sering muncul dalam industri pertambangan
Enterprise Risk Management

  • Definisi ERM
  • Basel II
  • COSO
  • AS/NZ : 4369
  • Sarbanes & Oxley

Aspek Manajemen risiko
Risk/ Control Self Assessment

  • Teknik identifikasi resiko
  • Teknik mengukur resiko
  • Mengidentifikasi control desain dan control operasinal
  • Mengevaluasi efektivitas pengendalian

Permodelan resiko operasional
Memonitor resiko operasional
Studi kasus

ALAT BERAT PERTAMBANGAN

DESKRIPSI TRAINING ALAT BERAT PERTAMBANGAN

Dalam rangka memaksimalkan proses operasi produksi di bisnis pertambangan, perusahaan pertambangan memerlukan pengetahuan mendalam terkait dengan alat-alat berat yang digunakan di lapangan. Perkembangan teknologi yang kian berkembang juga mengharuskan perusahaan untuk senatiasa mengupdate informasi sehingga perusahaan dapat mengambil manfaat dengan proses kerja yang lebih efesien. Selain itu, nilai ekonomis pada alat-alat berat tentunya mengharuskan adanya pergantian alat yang dapat diambilkan pula dari pengetahuan tersebut. Selain itu, semakin detail perusahaan mengerti alat berat pertambangan dapat menguatkan sisi penguasaan teknologi perusahaan. Penurunan kualitas pada alat berat juga dapat ditanggulangi apabila perusahaan mengetahui teknik maintenance yang efektif. Selain bermanfaat untuk mempermudah proses operasi produksi di perusahaan pertambangan, hal tersebut juga berguna bagi perusahaan sehingga mengetahui teknik untuk menanggulangi terjadinya kecelakaan. Training ini akan memberikan pemahaman mengenai manfaat alat berat yang digunakan dalam pertambangan serta teknik-teknik perawatan alat berat tersebut.



TUJUAN DAN MANFAAT TRAINING ALAT BERAT PERTAMBANGAN

Dengan mengikuti training ini diharapkan peserta dapat:

  1. Memberikan pengetahuan pada teknologi mendasar dan terbarukan pada alat berat pertambangan
  2. Memberikan kecakapan untuk menilai kebutuhan pada proses operasi produksi pertambangan
  3. Memberikan best practice penggunaan alat berat pertambangan

 

MATERI TRAINING ALAT BERAT PERTAMBANGAN

  1. Dasar-dasar pemanfaatan alat berat
  2. Jenis-jenis alat berat
  3. Kegunaan alat berat di perusahaan pertambangan
  4. Identifikasi kebutuhan alat berat
  5. Maintenance pada alat berat pertambangan
  6. Pengetahuan pada bahan bakar alat berat pertambangan
  7. Proses instalasi alat berat pertambangan
  8. Spare part alat berat pertambangan
  9. Sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja
  10. Best practice pada purchasing, controlling and maintenance alat berat pertambangan

COAL QUALITY AND QUALITY CONTROL

Deskripsi Training Coal Quality and Quality Control

Batubara terbentuk dari berbagai jenis tumbuhan dan terbentuk di berbagai kondisi lingkungan yang berbeda  – beda. Hal tersebut menyebabkan batubara memiliki kualitas yang berbeda – beda sekalipun berasal dari tambang yang sama. Kualitas batubara juga dipengaruhi oleh system penambangan dan handlingnya. Di sisi lain, dalam bisnis batubara itu sendiri. DiTambang batubara, quality control bertujuan untuk memonitor kualitas batu bara yang di produksi  dan juga untuk mengatur kaulitas batubara agar sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan dalam kontrak jual beli batubara dengan cara blending management. Sedangkan di pihak end user seperti di power plant misalnya, Quality Control bertujuan untuk memonitor kualitas batubara yang dikirim oleh suplier sekaligus untuk mengatur agar kualitas batubara yang dimasukan kedalam plant sesuai dengan spesifikasi yang sudah didesign atau ditentukan. Pengetahuan mutlak diperluakan dalam implementasi Quality Control baik di Tambang maupun di pihak End User.

Materi Training Coal Quality and Quality Control

  1. Menjelaskan secara umum mengenai pembentikan batubara serta pengertian dasar mengenai komponen dan klasifikasi
  2. Kualitas Batubara: Menjelaskan mengenai parameter – parameter kualitas yang bias diujikan terhadap batubara dan basisnya serta cara pengujiannya, parameter kualitas batuabata yang akan dijelaskan diantaranya adalah Basic Analysis (TM, Proximate, Sulfur, dan Colorific Value) dan parameter lainnya seperti Ultimate Hardgrove grindability index, ash analysis dan ash fusion temperature
  3. Quality Control : menjelaskan mengenai bagaimana tatacara mengontrol kualitas batubara dari mulai Pit, Produksi sampai pengapalannya. Disini juga di jelaskan bagaimana mengelola stockpile agar memudahkan dan mendukung dalam implementasi Quality Control
  4. Studi kasus

BATUBARA

BATUBARA TRAINING MATERIAL OUTLINE:

1.    Geologi dan genesa batubara
2.    Analisis Batubara
3.    Penambangan Batubara
4.    Pengolahan batubara (Peningkatan Kualitas Batubara)
5.    Pemanfaatan batubara
6.    Dampak negatif pemanfaatan batubara

Hukum Pertambangan

Dengan mengikuti kursus intensif ini, peserta akan:

Dengan mengikuti kursus ini peserta akan mendapatkan update peraturan di bidang pertambangan, ruang lingkup jual beli batu bara dan usaha jasa pertambangan, merger dan akuisisi untuk perusahaan tambang, mining eficiency, dan tidak hanya bagian legal, bagian keuangan dan operasional perusahaan tambang juga sangat disarankan mengikuti acara ini.

Materi Kursus Intensif Hukum Pertambangan

Materi I-II

Pengantar Hukum Pertambangan dan Update Peraturan di bidang pertambangan

  • Sejarah hukum pertambangan di Indonesia dari waktu ke waktu.
  • Pembahasan pasal-pasal penting di dalam UU Minerba
  • UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
  • PP Nomor 1 Tahun 2014 dan PP Nomor 77 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan mmineral dan batubara
  • Permen ESDM No. 24 tahun 2012 tentang Perubahan atas Permen ESDM No. 28 tahun2009 tentang penyelenggaraan usaha jasa pertambangan mineral dan batubara.
  • Permen ESDM No. 32 tahun 2013 tentang Tata cara pemberian izin khusus di pertambangan mineral dan batubara
  • Permen ESDM No. 08 Tahun 2015 tentang Peningkatan nilai tambah mineral melalui kegiatan pengolahan dan pemurnian mineral di dalam negeri

Materi III

Improving Operational Effiency in Coal Business

  • Understanding the Indonesian Coal Operations
  • Two Ends of the Margin Rubber – External and Internal Factors
  • Key Performance Indicators

 

Materi IV

Kewajiban finansial industri tambang

  • Pajak, Royalti, Deadrent, PNBP lain

Materi V-VI

Legal Due Diligence (LDD) perusahaan pertambangan

  • Introduction to acquisition
  • Acquisition deals flow
  • Stages in and characterictic of mining projects
  • Roles of legal due diligence
  • Workflow of legal due diligence
  • Preparing due diligence checklist
  • Key areas for legal due diligence review

Materi VII-VIII

Contract drafting di bidang pertambangan

  • Anatomi proyek pertambangan
  • Hal umum berkaitan dengan contract drafting
  • Ketentuan Umum dalam perjanjian jual beli dan jasa kontraktor

Materi IX

Sengketa dalam usaha pertambangan

  • Bentuk sengketa pertambangan
  • Metode perkara pertambangan
  • Menghindari kerugian dalam penanganan perkara litigasi pertambangan

Materi X

Restruktutrisasi hutang pada proyek pertambangan

  • Bentu-bentuk restrukturisasi hutang
  • PKU dan Non PKPU
  • Studi kasus

Materi XI

Izin kawasan hutan di bidang pertambangan

  • Izin kegiatan eksplorasi pertambangan
  • Izin kegiatan operasi produksi pertambangan

 

Materi XII          

Kewajiban reklamasi paska dan penutupan tambang

Procurement For Mining Industry

Deskripsi Training Procurement For Mining Industry

Kesuksesan pengadaaan sangat dipengaruhi oleh strategi yang digunakan dalam pemilihan supplier ,proses pengiriman dan proses administrasinya. strategi pengadaan dapat didefinisikan sebagai suatu inisiatif yang direncanakan untuk mengoptimalkan pembelanjaan dengan memilih pemasok yang dapat menciptakan peningkatan pengetahuan dan nilai lebih dalam hubungan pelanggan-pemasok. Sacara teoritis kegiatan ini mudah,namun dalam prakteknya seringkali timbul permasalahan dalam proses pelaksanaannya, mulai dari perencanaan yang tidak terintegrasi, perubahan harga dan pasokan tersedia, seleksi supplier yang mengundang potensi fraud, miskomunikasi dengan supplier dan lainnya. Training ini khusus membahas strategi pengadaan untuk pertambangan dan migas .



Materi Training Procurement For Mining Industry

1. Procurement di mining industry

  • Karakteristik procurement di pertambangan dan migas
  • Siklus Procurement
  • Peraturan yang terkait

2. Procurement Principles

  • Prinsip dasar pembelian
  • Peran strategis pembelian
  • Struktur organisasi pembelian
  • Administrasi pembelian
  • Procurement plan
  • Purchase requisition

3. Supplier Relationship Management

  • Perbedaan antara SRM dan hubungan tradisional dengan Supplier
  • Jenis-Jenis relationship dengan Supplier
  • Mengelola relationship dengan supplier
  • Proses seleksi dan kualifikasi Supplier
  • Metode evaluasi kinerja Supplier

4. Metode Sourcing in mining industry

  • Identifikasi supplier
  • Klasifikasi supplier
  • Bid collection
  • Metode survey harga
  • Benchmarking

5. Teknik Menganalisa Penawaran

  • Membaca quotation serta terms and conditions
  • Survey lapangan
  • Sampling produk
  • Survey pasar
  • Bid comparison

6. e-Procurement

  • Konsep e-Procurement
  • E-Procurement flowchart
  • Seleksi Vendor IT
  • Arsitektur System e-Procurement
  • Interface modul
  • Security system
  • Evaluasi current system

7. Tender Management

  • Regulasi dan kebijakan tender
  • Dokumen dan administrasi tender
  • Pra kualifikasi dan pasca kualifikasi
  • HPS/OE
  • TKDN
  • Analisa dan evaluasi tender

8. Vendor Managed Inventory

  • Konsep VMI
  • Perbedaan VMI dengan JIT
  • Syarat pelaksanaan VMI
  • Penyusunan terms and conditions VMI

Geology Mapping and Mining Exploration

Deskripsi

Training ini membahas mengenai basic geology dan eksplorasi.

 

Tujuan

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Mengetahui proses-proses geologi (geology process) dan kompleksitasnya
  2. Memahami prosedur identifikasi dan pemetaan endapan bahan galian
  3. Memahami teknik pembuatan peta geologi atau geology mapping
  4. Mengenal konsep dan teknologi dalam eksplorasi
  5. Memahami metode-metode dan tahapan dalam eksplorasi
  6. Memahami hubungan kondisi geologi dan cebakan bahan galian dengan model eksplorasi
  7. Memahami cara mendesain dan merancang kegiatan eksplorasi

 

Materi Training Geology Mapping and Mining Exploration

  1. Pengantar geologi umum
  2. Dasar-dasar pemetaan geologi lapangan
  3. Teknik pembuatan peta geologi / geology mapping
  4. Struktur dan penyusunan laporan geologi
  5. Pengantar konsep eksplorasi bahan galian
  6. Desain dan perencanaan eksplorasi
  7. Struktur dan penyusunan laporan eksplorasi
  8. Studi kasus

Supplier Performance Assessment untuk perusahaan Pertambangan dan Migas

Deskripsi Training Supplier Performance Assessment

Training ini khusus ditujukan untuk menganalisa kinerja supplier pada perusahaan tambang dan migas.Banyaknya supplier yang terlibat dalam pekerjaan baik barang maupun jasa, menjadikan penilaian supplier merupakan keharusan agar supplier yang menjadi rekanan tetap menjaga mutu dan kinerjanya. Pemilihan supplier yang tepat merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam proses pengadaan barang. Kriteria pemilihan supplier tidak hanya difokuskan pada biaya yang paling murah, namun juga pada beberapa kriteria lain yang mendukung tercapainya tujuan pengadaan. Dalam pandangan sistem pengadaan modern, supplier dipandang sebagai mitra kerja yang turut berpartisipasi dalam pencapaian tujuan perusahaan.Tugas bagian pengadaan adalah melakukan penilaian kinerja supplier (Supplier Performance Assessment) secara objective dan komprehensif dengan mempertimbangkan semua kriteria yang relevan.



Tujuan Training Supplier Performance Assessment

  • Peserta dapat merumuskan kriteria yang relevan dalam penilaian kinerja supplier (Supplier Performance Assesment) khusus di industri pertambangan dan migas.
  • Peserta dapat merumuskan metode terbaik dalam pemilihan supplier berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan



Materi Training Supplier Performance Assessment

  1. Strategi Pengadaan yang efektif
  2. Karakteristik pekerjaan barang dan jasa di industri pertambangan dan migas
  3. Value engineering dalam pengadaan: Teknik dalam mengefisiensikan cost
  4. Konsep dasar dan kriteria supplier performance assessment
  5. Evaluasi dan monitoring supplier dengan pengukuran Key performance Indicator (KPI) supplier
  6. Metode Pemilihan supplier dengan Teknik Multi Criteria Decision Making (MCDM)
  7. Case study Supplier Performance Assesment

GENERAL AFFAIR MANAGEMENT

OVERVIEW TRAINING GENERAL AFFAIR MANAGEMENT

Divisi General Affair umum merupakan tangan kanan operasional dari Departemen HRD, karena beberapa pekerjaannya sangat membantu kelancaran operasional dan merupakan tugas-tugas pelayanan di bidang SDM.

Bahkan di beberapa perusahaan besar atau sedang (terutama bidang industri yang padat karya), GA juga menangani permasalahan Hubungan Industrial (Industrial Relation) baik untuk menyelesaikan masalah internal (kekaryawanan) maupun masalah dengan lingkungan sekitar lokasi pabrik/perusahaan (eksternal).

Sesuai namanya, divisi General Affair (GA) atau Divisi Umum merupakan supporting unit yang bertujuan memberikan pelayanan-pelayanan kepada unit-unit kerja lain. Bahkan pada umumnya, GA melayani seluruh unit kerja di perusahaan (bersifat shared service) dalam hal administrasi dan pengelolaan pelayanan rutin kantor.

Bertolak dari kebutuhan tersebut, maka kami menawarkan suatu program pengembangan bagian umum GENERAL AFFAIRS MANAGEMENT selama 2 (dua) hari, yang selain diperuntukkan  bagi pelaksana/staff bagian umum, juga untuk level supervisor maupun manager. Selain itu, juga penting bagi  pengelola SDM (Orang-orang HRD), juga bagi para Supervisor atau Manager Teknis di luar Bagian Umum, yang ingin mengetahui lebih jauh seluk beluk General Affairs.

TUJUAN TRAINING GENERAL AFFAIR MANAGEMENT

  • Peserta memahami tugas dan tanggung jawab seorang GA (General Affair)
  • Peserta mempunyai kesiapan mental dan motivasi bekerja yang tinggi dengan tugas yang berat
  • Peserta dapat mengerti masalah-masalah yang biasa terjadi bagian divisi GA (General Affair) dan sanggup mengantisipasi dan menyelesaikan masalah-masalah yang ada.
  • Peserta memiliki skill dalam pengelolaan GA (General Affair) secara profesional
  • Peserta mampu meningkatkan kinerja dari apa yang telah dijalani saat ini
  • Peserta dapat merencanakan program GA (General Affair) yang berkesinambungan
  • Mampu menyelesaikan tugas-tugas yang berkaitan dengan Hubungan Industrial (termasuk Employee Relation) maupun Hubungan Industrial dengan pihak-pihak di luar perusahaan

OUTLINE TRAINING GENERAL AFFAIR MANAGEMENT:

  1. DEFENISI/PANDANGAN UMUM  GENERAL AFFAIR
  2. TUGAS, FUNGSI DAN TANGGUNG JAWAB GENERAL AFFAIR
  3. KOMPETENSI MOTIVASI YANG DIPERLUKAN OLEH PROFESIONAL GA (General Affair)
  4. FUNGSI / PERAN “INDUSTRIAL RELATIONS” DALAM SUATU ORGANISASI
  5. RUANG LINGKUP TANGGUNG JAWAB INDUSTRIAL RELATIONS
  6. ASPEK & RUANG LINGKUP PEKERJAAN DI GENERAL AFFAIR
    • Building Management
    • Pelaksanaan keamanan dan ketertiban, kebersihan
    • Pengurusan kendaraan perusahaan dan fasilitas pool
    • Mengurus berbagai perijinan, dan kehumasan, operasional, dll
    • Pengurusan Tenaga Kerja Asing
    • Cleaning Service dan penanganan limbah
    • Recepsionist dan operator telepon, serta keluar masuk Tamu
    • Kantin, Laundry & Mess Perusahaan
    • Alat Tulis Kantor (ATK)
    • Insurance Management/ jaminan kesehatan/hari tua
    • Pemeliharaan kesehatan, safety  dan pelaksanaan K3 bagi seluruh  karyawan
    • Pelaksanaan event khusus
    • Pengelolaan Cleaning Service & Office Boy / Office Girl
    • Outsourcing Management / Labour Suply / Tenaga Kerja Kontrak (Bagaimana melakukan, memilih dan membuat kerjasama outsourcing)
    • Penanganan tamu Penting (Tamu VVIP, VIP, Instansi Pemerintah, Auditor Perusahaan, Demonstrasi / Unjuk Rasa)
  7. Komunikasi internal dengan departemen di lingkungan perusahaan dan direksi
  8. Komunikasi eksternal dengan lingkungan sekitar tempat usaha
    (Antar Perusahaan Yang Sejenis, Tetangga, Kawasan Industri, Aparat Keamanan Terdekat, Rt/Rw/Lurah, Dsb)
  9. Antisipasi & Penanganan Masalah Di Bidang General Affair
  10. Menetapkan Kompetensi General Affair & Industrial Relations
  11. Kiat-kiat menangani “Orang-orang Sulit”

Manajemen Aset dan Implementasi SIM Aset

Deskripsi Training Manajemen Aset dan Implementasi SIM Aset

Perusahaan pasti memiliki kekayaan berupa barang atau benda bergerak dan tidak bergerak baik yang berwujud (tangible) dan tidak berwujud (intangible) yang sering disebut dengan aset perusahaan. Pengelolaan terhadap aset yang dimiliki perlu dilakukan untuk memantau dan menghitung serta memanfaatkannya secara optimal. Tetapi tidak sedikit yang menganggap bahwa aset yang dimiliki hanyalah sekedar pengelolaan daftar aset dan pencatatan bagian accounting saja, Maka dari itu perlu dilakukan training tentang manajemen aset yang baik sebagai informasi perjalanan asset secara keseluruhan, memuat berapa banyak aset dan biayanya, pemanfaatan, kondisi dan pemeliharaan serta lokasi penyimpanan. Hal ini juga berfungsi untuk mencegah dari hilangnya asset, perhitungan pajak dan depresiasi.

Tujuan Manajemen Aset dan Implementasi SIM Aset

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami pentingnya pengelolaan aset secara profesional dan terintegrasi.
  2. mengaplikasikan pengelolaan aset secara terintegrasi mulai dari planning, pengadaan, verifikasi, pencatatan, layout, pergudangan, pemeliharaan, sistem informasi aset, serta monitoring dan evaluasi.
  3. Melakukan pengambilan keputusan dalam pengelolaan aset, sehingga lebih efisien, mengurangi pemborosan/kerugian, mencegah hilangnya aset serta mecegah konflik karena aset.
  4. Memahami implementasi sistem informasi manajemen aset di Perusahaan tempat bekerja.

Materi Manajemen Aset dan Implementasi SIM Aset

  1. Konsep Dasar Manajemen Aset dan Ruang lingkup Manajemen Aset
  2. Perencanaan Manajemen Aset: prosedur perencanaan kebutuhan aset dan penganggarannya
  3. Pengadaan Aset (Procurement): sistem dan prosedur pengadaan aset : swakelola/ outsourcing, penyimpangan dalam pengadaan, pengawasan pengadaan, formulir –formulir prosedur pengadaan.
  4. Manajemen Penggudangan Aset (Warehousing): prosedur penerimaan, verifikasi, pendistribusian dan prinsip penyimpanan aset dan formulir inventarisasi asset di Gudang.
  5. Kodifikasi dan Sistem informasi Asset: Perencanaan kodifikasi dan SIM
  6. Manajemen Keuangan Aset dan Penilaian Aset
  7. Pengukuran dan Evaluasi Aset
  8. Sumberdaya Manusia dalam Penanganan Aset Perusahaan: Struktur Organisasi Manajemen Aset, Pengaturan Tugas dan Wewenang Pengelolaan Aset, dan Mengatasi Konflik Terkait dengan Aset.
  9. Metode Lelang dan Penghapusan Aset
  10. Case Study : kasus-kasus riil di lapangan dan solusinya

SISTEM MANAJEMEN PENGAMANAN

Deskripsi Training Sistem Manajemen Pengamanan

Dalam dunia bisnis, Faktor keamanan menjadi suatu aspek penting yang harus diperhitungkan demi keberlangsungan bisnis yang dijalankan serta keamanan dan kenyamanan semua pihak yang terlibat di dalamnya. Faktor ini berlaku juga untuk semua jenis usaha khususnya yang terdapat objek-objek vital di dalamnya.

Dimensi ancaman dan gangguan keamanan dari waktu ke waktu kian berkembang dengan beragam risiko dan dampaknya. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta meningkatnya kompeksitas persoalan masyarakat (social exclution) telah melahirkan beragam bentuk ancaman dan gangguan keamanan. Globalisasi mendorong semakin ketatnya persaingan, yang implikasi untuk meningkatkan daya saing mengakibatkan segala hal diupayakan, sehingga mendorong terjadinya gangguan keamanan. Beberapa ancaman yang dapat mengganggu stabilitas keamanan nasional berupa penyelendupan, bio terrorism, pembajakan, illegal trade atau goods serta lainnya.

Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan suatu sistem manajemen pengamanan organisasi yang sampai saat ini sudah banyak terdapat berbagai sistem yang sudah diterapkan. Sistem Manajemen Pengamanan adalah bagian dari manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi, perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur, proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan penerapan, pencapaian, pengkajian dan pemeliharaan kebijakan pengamanan dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan usaha guna mewujudkan lingkungan yang aman, efisien dan produktif.Untuk memastikan bahwa sistem tersebut dapat diterapkan dengan konsisten dan dilaksanakan sesuai dengan tujuannya diperlukan suatu pengelolaan terhadap sistem tersebut.

Tujuan dan Manfaat Training Sistem Manajemen Pengamanan

Pelatihan ini dimaksudkan untuk menciptakan sistem pengamanan di tempat kerja dengan melibatkan unsur manajemen, tenaga kerja, kondisi dan lingkungan kerja yang secara profesional terintegrasi untuk mencegah dan mengurangi kerugian akibat ancaman, gangguan dan/atau bencana serta mewujudkan tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.

Materi Training Sistem Manajemen Pengamanan

  • Pendahuluan
  • Peraturan Kepolisian Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2007
  • Standar Sistem Manajemen Pengamanan
  • Metodologi Penerapan Sistem Manajemen Keamanan
  • Self-Assessment (Gap Analysis)
  • Pelatihan Pemahaman Persyaratan C-TPAT atau ISO 28000
  • Desain Sistem Manajemen Keamanan C-TPAT atau ISO 28000
  • Pembuatan Prosedur san Penerapan Sistem Manajemen Keamanan
  • Audit (Assesment) Penerapan Sistem Manajemen Keamanan
  • Tugas dan Fungsi Pokok Satuan Perngamanan
  • Struktur Organisasi
  • Pembinaan Satuan Pengamanan
  • Hubungan dan Tatacara Kerja
  • Pengawasan dan Pengendalian
  • Evaluasi dan Penilaian
  • Pemberlakuan Sanksi

Pengamanan VIP/ VVIP

Deskripsi

Keamanan dan Pengamanan adalah suatu Kegiatan yang bersifat Dinamis dan pada prinsipnya dilaksanakan untuk mencapai Kenyamanan dan diperoleh produktifitas kerja yang maksimal, mengingat tanpa adanya Keamanan yang baik, pelaksanaan aktifitas Perusahaan untuk mencapai Produktifitas mustahil akan bisa dicapai. Termasuk didalamnya pengamanan terhadap tamu pernting perusahan, seperti dari kementrian, Pimpinan Daerah, bahkan RI-1 RI-2 atau orang berstatus VIP lainnya. Tugas ini merupakan tantangan serius bagi penyedia jasa pengawalan VIP. Pengawal bersenjata api tidak sepenuhnya menjamin keselamatan nyawa orang yang dilindunginya. Hal ini dikarenakan perlindungan terbaik justru dilakukan dengan mewaspadai lingkungan sekitar lokasi untuk mendeteksi kemungkinan adanya aktivitas mencurigakan yang membahayakan tugas pengawalan.

 

Tujuan Kegiatan

Dengan mengikuti pelatihan ini diharapkan para peserta dapat:

Untuk memberikan bekal Pelaksanaan Teknis, langkah dan aksi yang harus dilaksanakan oleh Petugas Keamanan di lingkungan Perusahaan Pengguna Jasa  dalam mengemban tugasnya sebagai unsur Satuan Pengamanan Khusus Perusahaan, khusunya dalam memberikan rasa aman kepada tamu penting perusahaan.

Materi  Pelatihan Pengamanan VIP/ VVIP

  1. Pendahuluan
    1. Dasar Hukum Pengamanan
    2. Latar belakang
    3. Maksud dan tujuan
    4. Ruang Lingkup VIP dan VVIP
  2. Tugas Pokok, Fungsi dan Peranan Satuan Pengamanan
  3. Jenis dan Kategori VIP dan VVIP
  4. Kerangka Prosedur
  5. Standar Pelayanan
  6. Persyaratan Administratif / Teknis
  7. Sarana dan Prasara Pelayanan / Peralatan dan Kelengkapan
  8. Taktik Menghadapi Berbagai Ancaman
  9. Penanganan/Tindak Lanjut Pengaduan/Keluhan/Masukan
  10. Perlindungan VIP dalam situasi formal dan penyamaran

KOMUNIKASI SECURITY BERBASIS NLP

DESKRIPSI TRAINING KOMUNIKASI SECURITY BERBASIS NLP 

Dalam kesehariannya, personil security di perusahaan manapun akan melakukan setidaknya empat jenis komunikasi, yakni :

1.    Komunikasi kepada tamu perusahaan.
2.    Komunikasi kepada karyawan perusahaan.
3.    Komunikasi pengamanan antar anggota security.
4.    Komunikasi emergency.

Tampak jelas, bahwa setiap jenis komunikasi di atas memiliki karakteristik tersendiri sehingga menuntut anggota security memiliki ketrampikan berkomunikasi yang prima. Dalam kenyataannya berangkat dari keterbatasan ketrampilan berkomunikasi anggota security, tak jarang muncul keluhan terutama dari tamu perusahaan dan customer tentang cara komunikasi mereka yang dianggap kurang luwes dan kurang sopan. Hal ini wajar, karena dalam sebagian besar kasus, porsi terbesar latihan komunikasi yang diberikan adalah komunikasi pengamanan dan emergency. Praktis pengetahuan itulah yang digunakan dalam berkomunikasi dengan customer, tamu perusahaan maupun karyawan. Di sisi lain keluhan ini bisa menjadi masalah tersendiri, khususnya bagi korporat yang sangat intens berhubungan dengan customernya semisal perbankan.

TUJUAN TRAINING KOMUNIKASI SECURITY BERBASIS NLP

Setelah mengikuti training ini, peserta ditargetkan :

  1. Memahami keberadaan empat jenis komunikasi yang harus dilakukan dan perbedaannya.
  2. Mampu mencerna dengan cepat situasi komunikasi yang dihadapinya.
  3. Mampu menata cara berkomunikasinya baik dengan customer maupun karyawan sehingga lebih hangat dan bersahabat, tanpa harus kehilangan kewaspadaannya sebagai pengemban tugas pengamanan perusahaan.
  4. Mampu melaksanakan komunikasi pengamanan dan emergency dengan sangat efektif.

CAKUPAN MATERI TRAINING KOMUNIKASI SECURITY BERBASIS NLP

1.    Introduksi NLP
2.    Rapport building
3.    Meta Model
4.    Milton Model
5.    Mengenali Bahasa Tubuh Dengan Cepat
6.    Tips dan Trik Berkomunikasi Prima

Manajemen Aset

Deskripsi Training Manajemen Aset

Aset adalah barang atau benda yang terdiri dari benda tidak bergerak dan benda bergerak baik yang berwujud (tangible) dan tidak berwujud (intangible) yang tercakup dalam aktiva/kekayaan perusahaan. Pengelolaan Aset (kekayaan) Perusahaan merupakan hal yang sangat penting karena  untuk memantau dan menghitung serta memanfaatkannya  secara optimal. Manajemen asset berfungsi untuk informasi perjalanan asset secara keseluruhan, memuat berapa banyak aset dan biayanya, pemanfaatan, kondisi dan pemeliharaan serta lokasi penyimpanan.Hal ini juga berfungsi untuk  mencegah dari hilangnya asset, perhitungan pajak dan depresiasi.

Banyak perusahaan masih menganggap Manajemen Aset secara fisik  hanyalah sekedar instrumen pengelolaan daftar aset, serta pencatatan oleh bagian accounting. Anggapan yang kurang tepat lainnya adalah bahwa pengelolaan fisik aset sepenuhnya sudah diserahkan kepada Bagian umum , padahal baik daftar aset maupun pengelolaan aset fisik hanyalah bagian kecil dari Physical Asset Management.



Tujuan Training Manajemen Aset

  1. Menjelaskan kepada peserta mengenai pentingnya pengelolaan aset dilakukan secara profesional dan terintegrasi.
  2. Membekali peserta terkait dengan pengelolaan aset secara terintegrasi mulai dari planning, pengadaan, verifikasi, pencatatan, layout, pergudangan, pemeliharaan, sistem informasi aset, serta monitoring dan evaluasi.
  3. Membekali peserta metode pengambilan keputusan dalam pengelolaan aset, sehingga lebih efisien, mengurangi pemborosan/kerugian,  mencegah hilangnya aset serta mecegah konflik karena aset.
  4. Membekali peserta implementasi sistem informasi manajemen aset di Perusahaan tempat bekerja.



Materi Training Manajemen Aset

 

  1. Konsep Dasar Manajemen Aset dan Ruang lingkup Manajemen Aset
  2. Perencanaan Manajemen Aset:  prosedur perencanaan kebutuhan aset  dan  penganggarannya
  3. Pengadaan Aset (Procurement): sistem dan prosedur pengadaan aset : swakelola/ outsourcing, penyimpangan dalam pengadaan, pengawasan pengadaan, formulir –formulir prosedur pengadaan.
  4. Manajemen Penggudangan Aset (Warehousing): prosedur penerimaan, verifikasi, pendistribusian dan prinsip penyimpanan aset dan formulir inventarisasi asset di Gudang.
  5. Kodifikasi dan Sistem informasi Asset: Perencanaan kodifikasi dan SIM
  6. Manajemen Keuangan Aset dan Penilaian Aset
  7. Pengukuran dan Evaluasi Aset
  8. Pemeliharaan dan pengawasan aset
  9. Sumberdaya Manusia  dalam Penanganan Aset Perusahaan: Struktur Organisasi Manajemen Aset,    Pengaturan Tugas dan Wewenang Pengelolaan Aset, dan Mengatasi Konflik Terkait dengan Aset.
  10. Administrasi dan database aset
  11. Metode Lelang dan Penghapusan Aset
  12. Case Study secara detail : kasus-kasus riil di lapangan dan solusinya

MANAJEMEN ASET INFRASTRUKTUR

Deskripsi Training Manajemen Aset Infrastruktur 

Infrastruktur merupakan sarana dan prasarana penunjang utama terselenggaranya kegiatan. Contoh infrastruktur antara lain jalan, jembatan, gedung, dermaga, bandara, dan lain-lain, yang tentunya sangat penting dalam menunjang berbagai aktivitas. Infrastruktur yang handal sangat diperlukan karena menjadi ukuran keberhasilan pengelola dan juga sudah menjadi tuntutan pengguna. Meskipun demikian, masalah infrastruktur sangat kompleks, dari pembangunan, pengelolaan, maintenance hingga keterbatasan dana. Untuk itu manajemen aset infrastruktur diperlukan agar dapat dilakukan pengelolaan infrastruktur yang baik.

 

Materi Training Manajemen Aset Infrastruktur 

  • Aset infrastruktur
  • Rencana Manajemen Aset Infrastruktur
  • Inventory aset & Penilaian Kondisi Aset
  • Standar Tingkat Pelayanan Aset
  • Strategi dan kebijakan Pengelolaan Aset
  • Financing Strategy

MANAJEMEN ASET BERBASIS TEKNOLOGI

Deskripsi Training Manajemen Aset Berbasis Teknologi

Aset  adalah barang atau benda yang terdiri dari benda tidak bergerak dan benda bergerak baik yang berwujud (tangible) dan tidak berwujud (intangible) yang tercakup dalam aktiva/kekayaan perusahaan. Pengelolaan Aset (kekayaan) Perusahaan merupakan hal yang sangat penting karena  untuk memantau dan menghitung serta memanfaatkannya  secara optimal. Manajemen asset berfungsi untuk informasi perjalanan asset secara keseluruhan, memuat berapa banyak aset dan biayanya, pemanfaatan, kondisi dan pemeliharaan serta lokasi penyimpanan.Hal ini juga berfungsi untuk  mencegah dari hilangnya asset, perhitungan pajak dan depresiasi. Training ini akan membahas implementasi manajemen asset berbasis teknologi informasi sejak pengadaan, recording dan labeling, pemakaian , monitoring, auditing dan reporting. Aplikasi system informasi manajemen asset akan dibahas disertai case study.



Tujuan Training Manajemen Aset Berbasis Teknologi

  1. Membekali peserta implementasi sistem informasi manajemen aset di Perusahaan tempat bekerja
  2. Menjelaskan kepada peserta mengenai pentingnya pengelolaan aset dilakukan secara profesional dan terintegrasi.
  3. Membekali peserta terkait dengan pengelolaan aset secara terintegrasi mulai dari planning, pengadaan, verifikasi, pencatatan, layout, pergudangan, pemeliharaan, sistem informasi aset, serta monitoring dan evaluasi.
  4. Membekali peserta metode pengambilan keputusan dalam pengelolaan aset, sehingga lebih efisien, mengurangi pemborosan/kerugian,  mencegah hilangnya aset serta mecegah konflik karena aset.

Materi Training Manajemen Aset Berbasis Teknologi

  • Konsep Dasar Manajemen Aset dan Ruang lingkup Manajemen Aset berbasis teknologi
  • Perencanaan Manajemen Aset:
  1.  Prosedur perencanaan kebutuhan aset  dan  penganggarannya
  2. Pengadaan Aset (Procurement): sistem dan prosedur pengadaan aset : swakelola/ outsourcing, penyimpangan dalam pengadaan, pengawasan pengadaan, formulir –formulir prosedur pengadaan.
  • Kodifikasi dan Sistem informasi Asset: Perencanaan kodifikasi dan SIM
  • Administrasi dan Database Asset
  1. Ideal Filing system
  2. Integrated Coding system
  3. Asset mapping
  4. Peminjaman sementara dan pengembalian
  • Pemakaian dan Pemeliharaan Asset
  1.  Equipment maintenance
  2.  Inventory monitoring
  3. Building  management
  4. Check list perawatan dan pemeliharaan asset
  5. Automatic reminder system
  • Pemeriksaan  dan Audit Asset
  1.  Asset allocation analysis
  2. Prosedur audit asset
  3. Pemeriksaan komprehensif dan berkala
  4. Form audit asset
  • Arsitektur System Asset Management
  1. Arsitektur model Asset Management
  2.  Konfigurasi hardware dan software
  3. Keterkaitan Asset Management dengan ERP dan system perusahaan
  4. Fleksibilitas pengembangan system
  • Software Asset Management
  1. Identifikasi calon Vendor
  2. Evaluasi harga penawaran
  3. Evaluasi features dan spesifikasi software
  4. Seleksi dan evaluasi kapasitas calon Vendor
  5. Terms and condition
  •  Penerapan Barcode, RFID, dan GPS
  1. Otomatisasi asset label berbasis barcoding atau RFID
  2. Perbandingan Label konvensional versus label Barcoding atau RFID
  3. Penggunaan GPS tracking untuk monitoring mobile asset
  4. Analisa biaya investasi
  5. Analisa manfaat otomatisasi asset management
  • Asset Mapping dan Asset Tracking
  1.  Asset mapping dalam skema building management
  2. Asset mapping dalam skala jaringan perusahaan
  3. Asset tracking
  4.  Konfigurasi system and how its works
  •  Admin Menu
  1. Menu administrator
  2. Menu user internal
  3. Menu member Vendor
  •  Security system  dan Audit
  1.  Keamanan system
  2. Open sources dan resikonya
  3. Kontrol dan proteksi system
  4. Level akses user
  5.  e-Audit

MANAJEMEN ASET ARMADA

Deskripsi Training Manajemen Aset Armada

Manajemen aset armada adalah suatu manajemen aset dimana sebuah perusahaan menjalankan bisnisnya dengan menggunakan bantuan kendaraan. Kendaran sebagai suatu aset sangat penting untuk dikelola dengan baik karena itu adalah aset yang ikut berperan dalam proses berjalannya sutu bisnis.

Banyak perusahaan masih menganggap Manajemen Aset secara fisik hanyalah sekedar instrumen pengelolaan daftar aset, serta pencatatan oleh bagian accounting. Anggapan yang kurang tepat lainnya adalah bahwa pengelolaan fisik aset sepenuhnya sudah diserahkan kepada Bagian umum , padahal baik daftar aset maupun pengelolaan aset fisik hanyalah bagian kecil dari Physical Asset Management.

 

Tujuan Training Manajemen Aset Armada

  1. Menjelaskan kepada peserta mengenai pentingnya pengelolaan aset dilakukan secara profesional dan terintegrasi.
  2. Membekali peserta terkait dengan pengelolaan aset secara terintegrasi mulai dari planning, pengadaan, verifikasi, pencatatan, layout, pergudangan, pemeliharaan, sistem informasi aset, serta monitoring dan evaluasi.
  3. Membekali peserta metode pengambilan keputusan dalam pengelolaan aset, sehingga lebih efisien, mengurangi pemborosan/kerugian, mencegah hilangnya aset serta mecegah konflik karena aset.
  4. Membekali peserta implementasi sistem informasi manajemen aset di Perusahaan tempat bekerja.

 

Materi Training Manajemen Aset Armada

  1. Konsep Dasar Manajemen Aset dan Ruang lingkup Manajemen Aset
  2. Perencanaan Manajemen Aset Kendaraan
  3. Pengadaan Aset (Procurement) Kendaraan
  4. Manajemen Keuangan Aset untuk kendaraan
  5. Pengukuran dan Evaluasi Aset
  6. Pemeliharaan dan pengawasan aset kendaraan
  7. Asuransi Aset Kendaraan
  8. Administrasi dan database aset
  9. Metode Lelang dan Penghapusan Aset
  10. Case Study secara detail : kasus-kasus riil di lapangan dan solusinya

Aset Rumah Sakit

Deskripsi Training Aset Rumah Sakit

Aset  adalah barang atau benda yang terdiri dari benda tidak bergerak dan benda bergerak baik yang berwujud (tangible) dan tidak berwujud (intangible) yang tercakup dalam aktiva/kekayaan Rumah Sakit . Pengelolaan Aset (kekayaan) Rumah Sakit merupakan hal yang sangat penting karena  untuk memantau dan menghitung serta memanfaatkannya  secara optimal. Manajemen asset berfungsi untuk informasi perjalanan asset secara keseluruhan, memuat berapa banyak aset dan biayanya, pemanfaatan, kondisi dan pemeliharaan serta lokasi penyimpanan. Hal ini juga berfungsi untuk  mencegah dari hilangnya asset, perhitungan pajak dan depresiasi.

Banyak Rumah Sakit masih menganggap Manajemen Aset secara fisik  hanyalah sekedar instrumen pengelolaan daftar aset, serta pencatatan oleh bagian accounting. Anggapan yang kurang tepat lainnya adalah bahwa pengelolaan fisik aset sepenuhnya sudah diserahkan kepada Bagian umum , padahal baik daftar aset maupun pengelolaan aset fisik hanyalah bagian kecil dari Physical Asset Management.

 

Tujuan Training Aset Rumah Sakit

  1. Menjelaskan kepada peserta mengenai pentingnya pengelolaan aset dilakukan secara profesional dan terintegrasi.
  2. Membekali peserta terkait dengan pengelolaan aset secara terintegrasi mulai dari planning, pengadaan, verifikasi, pencatatan, layout, pergudangan, pemeliharaan, sistem informasi aset, serta monitoring dan evaluasi.
  3. Membekali peserta metode pengambilan keputusan dalam pengelolaan aset, sehingga lebih efisien, mengurangi pemborosan/kerugian, mencegah hilangnya aset serta mecegah konflik karena aset.
  4. Membekali peserta implementasi sistem informasi manajemen aset di Perusahaan tempat bekerja.

 

Materi Training Aset Rumah Sakit

  1. Konsep Dasar Manajemen Aset dan Ruang lingkup Manajemen Aset Rumah Sakit
  2. Perencanaan Manajemen Aset:  prosedur perencanaan kebutuhan aset  dan  penganggarannya
  3. Pengadaan Aset (Procurement): sistem dan prosedur pengadaan aset : swakelola/ outsourcing, penyimpangan dalam pengadaan, pengawasan pengadaan, formulir –formulir prosedur pengadaan.
  4. Manajemen Penggudangan Aset (Warehousing): prosedur penerimaan, verifikasi, pendistribusian dan prinsip penyimpanan aset dan formulir inventarisasi asset di Gudang.
  5. Kodifikasi dan Sistem informasi Asset: Perencanaan kodifikasi dan SIM
  6. Manajemen Keuangan Aset dan Penilaian Aset Rumah Sakit
  7. Pengukuran dan Evaluasi Aset Rumah Sakit
  8. Pemeliharaan dan pengawasan aset Rumah Sakit
  9. Sumberdaya Manusia  dalam Penanganan Aset Perusahaan: Struktur Organisasi Manajemen Aset,    Pengaturan Tugas dan Wewenang Pengelolaan Aset, dan Mengatasi Konflik Terkait dengan Aset.
  10. Administrasi dan database aset Rumah Sakit
  11. Metode Lelang dan Penghapusan Aset Rumah Sakit
  12. Case Study secara detail : kasus-kasus riil di lapangan dan solusinya

FACILITY MANAGEMENT

Deskripsi Training Facility Management

Salaha satu kunci sukses usaha pada abad ke-21 sangat erat kaitannya dengan kemampuan organisasi dalam mengendalikan sarana dan prasarana yang dimiliki berdasarkan dengan kondisi kerja dan lingkungan kerja yang dilandasi dengan kebutuhan kerja. Facility management (FM) mengintegrasikan prinsip ilmu teknis, administrasi bisnis dan perilaku manusia dalam mencapai produktivitas kerja yang lebih optimal. Facility management sebagai sebuah proses manajemen terpadu yang mempertimbangkan orang, proses dan tempat dalam konteks organisasi, yang mencakup lingkungan fisik yang efisien, teknologi, keamanan, serta kenyamanan dan kesehatan kerja

Fungsi Facility management adalah memaneg fasilitas mulai dari manajemen administrasi sarana dan prasarana hingga pengelolaan serta pemeliharaan dan perbaikan aset untuk menunjang pekerjaan karyawan.

Pelatihan ini akan membahas keterampilan praktis yang dapat langsung dipraktekkan dalam aktivitas bisnis sehari-hari

Tujuan dan Manfaat Training Facility Management

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta dapat:

  1. Meningkatkan pengetahuan, keterampilan tentang facility management
  2. Mampu mendesain tempat kerja yang nyaman, sehingga akan berdampak terhadap produktivitas karyawan.

Materi Training Facility Management

Materi lebih difokuskan kepada topik-topik yang terkait langsung dengan :

  1. Pengertian facility management:
    1. Siapakah yang disebut facility manager?
    2. Keterampilan umum yang diperlukan seorang facility manager
    3. Tantangan bagi facility manager.
  2. Work space ecology (ekologi tempat kerja):
    1. Perencanaan disain ruang berdasarkan karakteristik tenaga kerja
    2. Strategi tempat kerja modern.
  3. Engineering system and services:
    1. Efficient energy management
    2. Engineering system components: mechanical, lighting, ventilation, plumbing, electrical, furniture, sound/noise, data and communications, Computer Aided Facility Management (CAFM)
  4. Office management:
    1. Facility information
    2. Pengendalian dokumen dan data
    3. 5 R
    4. Office forms
    5. Office supplies
    6. Office purchases
    7. Internal communications
    8. Staff relations
    9. Event organising
    10. Record management
    11. Project development
    12. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
  5. Environmental design:
    1. Human engineering/ergonomics,
    2. Healthy indoor air quality
    3. Green office
  6. Facility performance: Post Occupancy Evaluation (POE).

Customer Interaction and Telephone Courtesy

Deskripsi

Mempertahankan pelanggan yang telah ada jauh lebih mahal dari pada mencari pelanggan baru.  Implementasi keyakinan tersebut di dalam suatu Perusahaan banyak ditentukan oleh keberhasilan ujung tombak Perusahaan, yaitu para front liners dalam memberi pelayanan kepada para pelanggan serta mengatasi complaint mereka, demi terciptanya kesetiaan pelanggan. Seminar ini akan memberikan sudut pandang yang tepat pada para front liners mengenai arti pentingnya pelanggan sehingga mereka lebih termotivasi untuk memberikan pelayanan terbaiknya serta memahami tips-tips praktis untuk melakukannya.  Seminar diberikan oleh trainer yang sudah puluhan tahun berkecimpung di dalam service industri di dunia pariwisata.



Sasaran Program :

Setelah selesai mengikuti program ini para peserta akan memiliki :

  1. Kesadaran bahwa setiap mereka berbicara di telepon, mereka mewakili perusahaan di mana mereka bekerja, dan akan memberi warna tentang mutu pelayanan yang diberikan perusahaan kepada pelanggannya.
  2. Memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang teknik menangani panggilan telepon, baik sebagai penerima panggilan, maupun yang melakukan panggilan dengan menerapkan tata cara baku yang berlaku secara global.

 

Outline Improving Quality Of Customer Interaction and Telephone Courtesy

1.  Data statistik tentang pengaruh Kepuasan Pelanggan terhadap perkembangan Perusahaan
2. Bagaimana membentuk paradigma melayani
3. Pengertian kepuasan pelanggan (Customer Satisfaction)
4. Sifat dan ciri- ciri Customer Service
5. Mengenal harapan pelanggan (Customer Expectation)
6. Sumber daya yang berorientasi kepada pelayanan pelanggan
7. Hubungan faktor Manusia dan Sistem & Prosedur Kerja dalam proses memberi pelayanan
8. Peran aspek manusia dalam peran meningkatkan mutu pelayanan
9. Tehnik interaksi dan komunikasi dengan pelanggan pada saat memberi pelayanan
10. Tehnik menangani keluhan pelanggan
11. Tata cara menggunakan handset

  • Kesiapan diri dalam menangani panggilan telepon
  • Sikap dan nada suara dalam berbicara di telepon

12.   Tata cara menerima telepon :

  • Menerima di direct line langsung dari luar
  • Menerima di telp milik sendiri, dari dalam dan dari luar
  • Menerima di telp milik Bagian/Dept. dari luar dan dari dalam
  • Menerima telp milik dan untuk orang lain
  • Menerima telp untuk atasan

13.   Tata cara menanyakan identitas penelepon (nama & no telp) :

  • Jika penelepon ingin berbicara dengan anda
  • Jika penelepon ingin berbicara dengan bos anda
  • Tata cara menyampaikan jika bos atau teman anda tidak di tempat
  • Tata cara menanyakan keperluan penelepon :
  • Jika penelepon perlu dengan anda
  • Jika penelepon perlu dengan bos anda

14.   Tata cara mengambil, menyampaikan, dan menindaklanjuti pesan

15.   Tata cara menyambung panggilan telepon :

  • Telepon yang nyasar ke nomor anda
  • Penelepon yg tidak tahu kepada siapa ia harus bicara
  • Penelepon yang minta disambungkan ke nomor tertentu

16.   Tata cara menghentikan sejenak pembicaraan telepon

17.   Tata cara mengakhiri pembicaraan telepon :

  • Jika anda sebagai penelepon
  • Jika anda sebagai penerima telepon

18.   Tata cara melakukan panggilan telepon

  • Kepada teman, pihak lain (yang selevel), atau bawahan
  • Kepada orang yang dihargai atau atasan

19.   Sikap menelepon yang berorientasi pada pelayanan pelanggan

20.   Menangani keluhan pelanggan melalui telepon

BOILER WATER TREATMENT

TUJUAN TRAINING:

  • Peserta mampu memilih sistem pengolah feed water boiler
  • Peserta mampu mengidentifikasi kerusakan boiler akibat rendahnya kualitas feed water



MATERI TRAINING BOILER WATER TREATMENT

  1. Pendahuluan
  2. Boiler
    • Prinsip kerja
    • Bagian-bagian utama
    • Klasifikasi
    • Spesifikasi
  3. Hubungan Umur Boiler & Kualitas Feed water
  4. Jenis-Jenis Sistem Pengolah Feed Water
  5. Spesifikasi Pengolah Feed Water Boiler
  6. Perawatan Rutin Boiler Akibat Kualitas Feed Water Boiler Rendah
  7. Penanggulangan kerusakan

TRAFO: PRINCIPLES, APPLICATION AND MAINTENANCE

TUJUAN TRAINING TRAFO

Para peserta setelah mengikuti pelatihan diharapkan:

  1. Bertambah wawasan tentang: cara kerja trafo, aplikasi trafo
  2. Dapat mengidentifikasi kerusakan trafo
  3. Dapat menentukan spesifikasi dalam pemilihan trafo

 

CAKUPAN MATERI TRAINING TRAFO        

  1. Introduksi
    • Sejarah Trafo
    • Aplikasi Trafo Dalam Kehidupan Sehari-Hari
    • Contoh Instalasi Listrik Jaringan Tegangan Tinggi
  2. Prinsip Kerja
    • Dasar-Dasar Listrik Ac
    • Tinjauan Teoritis Trafo
    • Bagian Trafo
    • Fungsi
    • Penentuan Spesifikasi Trafo
    • Sistem Pengaman Trafo
  3. Klasifikasi Dan Konstruksi
    • Trafo Daya
    • Trafo Distribusi
    • Trafo Pengukuran
    • Ototrafo
  4. Pengujian Trafo
    • Pengukuran Beban Nol
    • Pengukuran Hubungan Singkat
  5. Modifikasi Trafo
  6. Pemilihan Trafo
  7. Perawatan Dan Troubleshooting

Zero Break Down through Small Defect Elimination

Deskripsi

Sering kita mendengar kerusakan yang terjadi pada suatu mesin tidak pernah selesai. Baru selesai di perbaiki, 1 atau 2 hari kemudian terjadi kerusakan kembali. Padahal pihak departemen yang bertanggung jawab (Engineering / Maintenance) telah berusaha maksimal agar kerusakan tidak terjadi lagi. Mengapa hal ini bisa terjadi….???

Suatu mesin atau peralatan akan mengalami kerusakan jika keluar dari daerah / zone “Ideal State”. Dimana salah satu indikasi yang ditampakkan oleh mesin yang berada di luar “Ideal State” adalah munculnya apa yang dinamakan Small Defect. Small Defect inilah yang akan bersinergi dengan Small Defect yang lain untuk membentuk suatu energi yang dapat mengeluarkan status mesin berada di luar “Ideal State” nya

Hukum Heinrich Law’s Mengatakan bahwa 1 kerusakan besar (mengakibatkan mesin break down) berasal dari 29 kerusakan-kerusakan kecil dan 29 kerusakan kecil tersebut muncul karena bersinerginya 300 Small Defect yang ada pada mesin tersebut.

Di dalam training akan dipaparkan jenis-jenis small defect yang ada, pengenalan small defect sampai dengan cara untuk menghilangkan small defect yang ada dan juga teknik-teknik untuk melakukan overhauling kecil suatu mesin sehingga hasilnya adalah tidak terulangnya kerusakan yang pernah terjadi.



Pokok Bahasan Zero Break Down through Small Defect Elimination

  • Sejarah Perkembangan Dunia Industri
  • Apa itu Small Defect
  • Hubungan antara Cleaning is Inspection dan Small Defect
  • Apa itu Ideal State
  • Konsep Small Defect dengan Zero Break Down
  • Jenis-jenis kerusakan mesin: Mechanical Failure dan Minor Stoppage
  • Konsep pencapaian Mechanical Failure dan Minor Stoppage
  • Restoration of Deterioration & Defect
  • Potencial Source dan Problem List sebagai tools untuk menghilangkan Small Defect
  • Apa itu 3-Gen dan 2-Gen
  • Fungsi dan Peran 3-Gen dan 2-Gen dalam pencapaian Zero Break Down
  • Event Observation Sheet dan Production Process Master Sheet sebagai tools dalam menjalankan 3-Gen dan 2-Gen

FLM: First Line Maintenance

Deskripsi

Pelatihan maintenance ini diperuntukkan bagi para supervisor dan operator power plant yang mempunyai tugas untuk melakukan pemeliharaan rutin terhadap semua peralatan operasional yang ada. Pelatihan ini sangat penting diikuti oleh para operator sehingga mereka akan memahami tugas intinya agar semua peralatan power plant bisa memberikan performansi optimal. Para peserta pelatihan akan memiliki kesempatan yang luas untuk membahas permasalahan teknis maintenance yang dihadapi sehari-hari. Pelatihan akan diberikan oleh praktisi dan akademisi yang mempunyai pengalaman luas dalam bidang maintenance.

Tujuan dan manfaat pelatihan FLM: First Line Maintenance

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta akan memahami :

  1. Tujuan maintenance peralatan dikaitkan dengan performansi peralatan.
  2. Tipe –tipe system maintenance.
  3. Lubricating, Greasing maintenance dan melakukan analisa permasalahan mesin yang ada.
  4. Manfaat monitoring temperature peralatan yang ada.
  5. Manfaat membersihkan peralatan dan lingkungannya.
  6. Memahami masalah HSE.
  7. Memahami manual semua peralatan yang ada.
  8. Aktifitas teknis lain yang erat hubungannya dengan pemeliharaan peralatan

 

Outline pelatihan FLM: First Line Maintenance

  1. Maintenance Overview
    • Definition, process and development of Maintenance
    • Describe maintenance practices related to work-order systems, planning, scheduling, and maintenance standards.
  2. Type of Maintenance
    • Define types of maintenance
    • Define the role of preventative/predictive maintenance in the generator industry
  3. Lubricating, Greasing and fault finding
    • Function and type of lubricant
    • The proper way to add and replace  lubricants
    • The lubricant color and lubricant drain line
  4. Tightening
    • Cause loosening of bolts on working equipment
    • Definition and tools used for tightening
    • When and how we use the following key
    • Pass-ring
    • Pass-ring pukul
    • Torsi
  5. Thermal Monitoring
    • Definition, work process and the threshold temperature
    • Tools used for thermal monitoring
  6. Cleaning
    • Definition of clean and identify working condition
    • The desirable working condition and how to achieve
  7. Health and safety regulations
  8. Safe isolation of equipment
  9. Basic understanding of drawings and schematics
  10. Using and interpreting instrument readings
  11. Use of hand tools and equipment
  12. Wiring and testing electrical circuits
  13. Reference and test points.
  14. Basic maintenance practices
  15. Care and use of basic measuring equipment

HEAVY EQUIPMENT MANAGEMENT

TUJUAN TRAINING HEAVY EQUIPMENT MANAGEMENT

Agar peserta memahami bagaimana memilih, mengatur, pembuatan jadwal pemakaian alat berat (heavy equipment).

CAKUPAN MATERI TRAINING HEAVY EQUIPMENT MANAGEMENT:

  1. Pedahuluan
  2. Alat berat pada industri
  3. Klasifikasi alat berat
  4. Alat Penggerak (Tractor)
    1. Klasifikasi
    2. Komponen utama
    3. Cara kerja
    4. Pemilihan dan penentuan kapasitas
  5. Alat Gusur (Bulldozer)
    1. Klasifikasi
    2. Komponen utama
    3. Cara kerja
    4. Pemilihan dan penentuan kapasitas
  6. Alat-alat gali (Excavator)
    1. Klasifikasi
    2. Komponen utama
    3. Cara kerja
    4. Pemilihan dan penentuan kapasitas
  7. Mekanikal Alat berat
    1. Penggerak mula alat berat
    2. Sistem pelumasan dan pendinginan
    3. Sistem hidrolik dan pneumatik

PREVENTIVE AND PREDICTIVE MAINTENANCE

DESKRIPSI PREVENTIVE AND PREDICTIVE MAINTENANCE

The course will cover topics on maintenance information how preventive and predictive maintenance management, total productive maintenance, parameter monitoring and analysis,  schedule maintenance,  maintenance budget estimation, and equipments condition monitoring.

 

MATERI BAHASAN PREVENTIVE AND PREDICTIVE MAINTENANCE

1. Basic of Productive Maintenance

  • Introduction to Maintenance Management
  • The Important of Maintenance Management
  • The Aspects of Maintenance Management
  • Terminology of Maintenance Management

2. Types of maintenance

  • Overhaul Maintenance
  • Break Down Maintenance
  • Preventive Maintenance
  • Predictive Maintenance
  • Maintenance Procedure
  • Work Organization Maintenance Division

3. Maintenance Planning and Control

  • Maintainability and Reliability
  • Maintenance Planning
  • Work Schedule
  • Equipment  Replacement

4. Budget Planning and Maintenance Schedule

  • Introduction to  Maintenance Budget
  • Maintenance Budget Estimation
  • Strategy and Replacement method
  • Objective Performance
  • Availability

5. Predictive Maintenance Technique

  • Vibration Monitoring
  • Thermography
  • Tribology
  • Process Parameters
  • Visual Inspection
  • Ultrasonic Monitoring

6. Machine Vibrating Monitoring

  • Basic of vibration
  • vibration characteristic
  • transducer for vibration
  • vibration parameter

Turbin Air

Deskripsi

Perusahaan pembangkit listrik dituntut untuk efisiensi di segala unit. Untuk itu mengetahui sedini mungkin proses perawatan dan pendeteksian kesalahan dalam pengoperasian dan kerusakan dapat mereduksi biaya dan meningkatkan  profitabilitas perusahaan karena dapat meminimalisir kesalahan dan kerusakan mesin. Proses perawatan dan analisa permasalahan yang muncul dilapangan dapat dilakukan secara professional dan proposional dengan hasil yang maksimal. Sehingga perlu adanya standar kompetensi bagi operator maupun karyawan yang mengoperasikan pembangkit listrik yang memiliki pemahaman dankompetnsi  terhadap proses, prosedur, perawatan dan teknik trouble shooting yang digunakan dalam pemeliharaan dan perencanaan pembangkit listrik sehingga dapat melakukan efisiensi disetiap unit kerja.

 

Training Outline Turbin Air

  • Pendahuluan
  • Pemeliharaan Turbin
  • Mekanika Fluida dan Dasar-dasar mekanik
  • Turbin Air
  • Cara Kerja Turbin Air
  • Pemeliharaan Turbin Air(prosedur, teknik pelaksanan, laporan)
  • Pemeliharaan Pintu Air
  • Sistem Penggerak dan pengontrolan pintu air
  • Pintu air
  • Pemeliharaan pintu air (prosedur, teknik pelaksanaan dan laporan)
  • Pemeliharaan Piping
  • Peralatan Kerja piping, mesin las, mesin pemotong, pembengkok piping, dan alat-alat penunjang lainnya
  • Pemeliharaan piping (prosedur, teknik pelaksanan dan laporan)
  • Pemeliharaan Valve
  • Jenis dan prinsip Cara kerja valve
  • Pemeliharaan Valve (prosedur, teknik pelaksanaan dan laporan)
  • Pemeliharaan Heat Exchanger
  • Heat Exchanger
  • Pengukuran dan pemeliharaan
  • praktek
  • Pemeliharan DC Power
  • Elektronika Daya, Pengukuran dan Pengaturan, Baterai
  • Pemeliharaan DC Powe
  • Pemeliharaan Genset
  • Mesin Diesel, Generator dan pemeliharaan
  • Pemeliharaan instalasi listrik dan Kontrol dan instrumentasi
  • Pemeliharaan waduk dan bendungan (trouble shooting)

MAINTENANCE PLANNING, SCHEDULING, COST CONTROL AND OUTAGE MANAGEMENT

Deskripsi

Maintenance Planning, Scheduling, Cost Control and Outage Management is designed to build competency in Work Control as a primary skill set in the Competency Map for Facilities Maintenance Management. The course will focus on the six phases of work management (work identification, planning, prioritization, scheduling, execution and history capture). Also covered will be: optimizing preventive and condition-monitoring activities, critical equipment analysis and critical spares control, managing shutdowns/turnarounds, emergency response work, and developing meaningful Key Performance Indicators. The objective of this course is to develop a sound understanding of work control so that delegates’ work management systems can be improved and streamlined to gain the results of higher productivity, greater equipment/process reliability, and lower operational costs. Critical issues, relevant to the participant’s own experiences, are identified and analyzed to maximize effectiveness and equipment care standards.

By the end of the program, participants will be able to:

  • Apply the latest concepts and techniques needed for effectively planning, scheduling, cost control and outage management
  • Manage routine, corrective, as well as large scale preventive maintenance activities.
  • Review the critical operational requirements for successful planning and control of the maintenance work.
  • Use the right Key Performance Indicators (KPIs) for the measurement and evaluation of the maintenance department.
  • Create more useful equipment and work histories

 

COURSE CONTENTS MAINTENANCE PLANNING, SCHEDULING, COST CONTROL AND OUTAGE MANAGEMENT

  1. Basic of Maintenance Planning & Scheduling
    • Introduction to Maintenance Management
    • Maintainability
    • Reliability and Availability
    • Replacement
    • The Important of Maintenance Planning
    • Aspects of Maintenance Planning
    • Scheduling
  2. Detail Of Maintenance Work Planning, Scheduling andControl
    • Network terminology
    • Network Planning
    • Definition of Notifications, Defects, Deviations
    • Notification Process, Role & Principle
    • Prioritizing Notifications
    • Maintenance Schedule
    • Weekly Master Schedule
    • Master Schedule Purpose
    • Categorize the Outstanding Workload
    • Determine Resource Availability
    • Determine Equipment Non-utilization Profile
    • Develop Draft Master Schedule
    • Conduct Master Schedule Review Meeting
    • Final Master Schedule and Implementation
  3. Outage Management Program:
    • The determination of the outage work scope
    • Outage Scheduling
    • Making Work Package including resource requirements(human resource, material and tools) and means
    • Establishment of quality standards and objectives work
    • Establishment of the budget and costs
    • Determination method/standard communication procedure
    • Implementation of the overhaul (OH)
    • Reporting results of the overhaul (OH)
    • overhaul(OH)
    • Reporting results OH
  4. Cost Effective & Control Maintenance Management
    • Introduction to Cost Effective Maintenance Management
    • Key Maintenance Definitions
    • The Management Process in Maintenance
    • Maintenance and Competitive Advantage
    • Total Productive Maintenance
    • Overall Equipment Effectiveness
    • Budget Planning
    • Cost minimization through Lean thinking
    • Maintenance Cost control, Budget and estimation
  5. Maintenance Performance and Standardization
    • Performance Measurement
    • CMMS & Maintenance Statistic
    • Key Performance Indicators in Maintenance
    • Measurement Outage Management (KPI & Maturity Level)
    • Standardization in Maintenance

 

TEKNIK PERAWATAN MEKANIK

TUJUAN TRAINING TEKNIK PERAWATAN MEKANIK

Setelah mengikuti pelatihan Teknik Perawatan Mekanik, peserta mengetahui dan memahami tentang ;

  • Strategi perawatan komponen
  • Peralatan kerja perawatan
  • Pelumas dan Grease
  • Perawatan penyekat oli
  • Perawatan anti-friksi
  • Perawatan komponen transmisi daya

MATERI TRAINING TEKNIK PERAWATAN MEKANIK:

1.    Konsep Perawatan Mekanik

  • Pengertian teknik perawatan dan strategi perawatan
  • Direct dan indirect preventive maintenance
  • Subjective dan objective maintenance
  • Planned dan unplanned maintenance
  • Prosedur dan strategi perawatan

2.    Pengukuran geometris

  • Jenis mengukuran dan jenis alat ukur geometris
  • Mensejajarkan poros terhadap bidang datar
  • Mensejajarkan poros terhadap dua bidang

3.    Pelumas dan Pelumasan

  • Fungsi, bahan dasar, sifat dan kalsifikasi minyak pelumas
  • Bahan tambah minyak pelumas
  • Fungsi dan kalasifikasi Grease

4.    Oil Seal dan Packing

  • Fungsi Oil Seal
  • O-Ring, Seal Kotak dan Packing

5.    Perawatan Bantalan

  • Konstruksi, jenis, oprasi standard dan penerapan Bantalan Gelinding
  • Pelepasan, pemasangan, inspeksi Bantalan Gelinding
  • Pemakaian, jenis, Inspeksi dan perakitan Bantalan Luncur

6.    Perawatan Transmisi Sabuk V dan Transmisi Sabuk Gilir

  • Pemakaian dan jenis Transmisi Sabuk
  • Standar, pemilihan, pemasangan dan pemeriksaan Sabuk V

7.    Perawatan Transmisi Rantai

  • Penerapan, Standar, pemilihan dan panjang Transmisi Rantai
  • Sprocket rantai
  • Pemasangan, ketegangan dan pelumasan Rantai

8.    Perawatan Transmisi Kopling

  • Fungsi, jenis, konstroksi dan pemilihan Kopling
  • Pemasangan, pelepasan dan penyebarisan Kopling

9.    Perawatan Transmisi Roda Gigi

  • Jenis-jenis, konstruksi dan pemilihan Roda Gigi
  • Pemasangan, pemeriksaan dan pelumasan Roda Gigi

10. Perawatan Power Tools

  • Cara kerja dan klasifikasi
  • Reparasi Power Tools

TURBIN UAP GENERATOR: OPERATOR & MAINTENANCE

Deskripsi Training Turbin Uap Generator

Turbin uap merupakan pembangkit energy listrik yang sekarang ini  banyak digunakanan karena penggunaan bahan bakar yang ekonomis. Dalam generator turbin, uap digunakan dengan bertekanan tinggi untuk memutar turbin dimana energi panas uap akan dikonversi menjadi gerakan berputar. Pada training ini akan membahas mengenai jenis-jenis turbin uap, prinsip kerja turbin uap, serta alat bantu pengoperasian turbin uap.

Materi Training Turbin Uap Generator

  1. Pengantar turbin uap generator
  2. Jenis-jenis turbin uap
  3. Komponen turbin uap generator
  4. Konstruksi generator turbin:
    • Turbine Prime Mover
    • Alternator
    • Gavernor Kontrol steam
    • steam Control Valve
    • Pump Kondensat
    • Vacuum pump for glands
    • Kondensator
    • Vacuum pump header tank
  5. Prinsip kerja turbin uap
  6. Alat bantu turbin
  7. Sistem pengendalian turbin
  8. Turbin Protection
  9. Studi kasus pengoperasian turbin uap generator

Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000)

TUJUAN Training Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000)

Menghasilkan Tenaga Teknik Ketenaga listrikan Industri yang memiliki kemampuan / keahlian memeriksa jaringan Instalasi Listrik Industri.



SASARAN Training Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000)

Setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan ini peserta diharapkan mampu  :

  • Memeriksa Kelaikan operasi Sistem LVMDP
  • Memeriksa Kelaikan operasi Sistem SDP
  • Memeriksa Kelaikan operasi suatu kabel / penghantar
  • Memeriksa Kelaikan operasi Sistem Pentanahan
  • Memeriksa Kelaikan operasi Sistem Pengasutan Motor
  • Memeriksa Kelaikan operasi Suatu Motor Listrik




MATERI Training Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000)

  1. Pengenalan Sistem Jaringan Listrik Industri
    • Elemen Dasar dan Sistem Jaringan Listrik Industri
    • Alat Ukur dan Pemasangannya.
    • Sistem Pentanahan.
    • Motor Listrik dan Sistem Pengasutannya.
  2. Persyaratan K3 dalam Pemeriksaan Instalasi
    • Persyaratan K3
    • Peralatan K3 dalam pemeriksaan Instalasi Listrik.
    • Cara Penggunaan Peralatan K3
  3. LVMDP dan SDP
    • Elemen Dasar dan Pengawatannya.
    • Pemeriksaan Kelaikan operasi pada LVMDP dan SDP
    • Praktikum Pemeriksaan MDP & SDP
  4. Kabel / Penghantar Listrik
    • Jenis dan Standar kodifikasi Kabel/Penghantar Listrik
    • Pemeriksaan Kelaikan operasi suatu Penghantar/Kabel Listrik
    • Praktikum Pemeriksaan Kelaikan Kabel/Penghantar.
  5. Sistem Pentanahan
    • Sistem Pentanahan dan Konstruksinya
    • Pemeriksaan Kelaikan operasi suatu sistem pentanahan
    • Praktikum Pemeriksaan Sistem Pentanahan
  6. Sistem pengasutan Motor
    • Pengenalan Sistem Pengasutan Motor.
    • Konstruksi dan Sistem Pengawatan Starter.
    • Pemeriksaan Kelaikan Operasi Sistem Starter.
    • Praktikum Pemeriksaan Kelaikan Operasi Sistem Starter.
  7. Motor Listrik
    • Pengertian , Jenis dan Konstruksi Motor Listrik.
    • Name Plate dan Sistem Terminasi Motor
    • Pemeriksaan Kelaikan Operasi Suatu Motor Listrik.
    • Praktikum Pemeriksaan Kelaikan Operasi Suatu Motor Listrik.

HVAC System and PLC Control

DESKRIPSI

HVAC Systes and PLC Control menjadi suatu system peralatan yang sangat vital dan mendukung dalam banyak hal pada setiap proses baik di industri, gedung dan bagian-bagian yang terkait. Sistem HVAC Systems and PLC Control yang tidak optimal akan menyebabkan terganggunya sistem proses tersebut. Perlunya pengetahuan dan pemahaman bagi operator, teknisi maupun engineer yang bertanggung jawab di bidang HVAC System and PLC Control menjadi bagian yang mutlak harus terpenuhi. Oleh karena itu dirasa perlu untuk memberikan pembelajaran terhadap sumber daya yang dimiliki perusahaan untuk dapat mengetahui, memahami dan mengoperasikan HVAC System and PLC Control tersebut.Pelatihan ini ditujukan buat para teknisi dan engineer dari bermacam industri yang dalam kesehariannya bertanggung jawab atas operasionalisasi dan perawatan HVAC System and PLC Control.

 

TUJUAN

  • Memberikan pemahaman kepada peserta mengenai HVAC System and PLC Contro
  • Meningkatkan pemahaman peserta pelatihan akan pengetahuan tentang komponen sistem pada HVAC Systems and PLC Control
  • Meningkatkan pengetahuan akan karakteristik dan sistem HVAC System and PLC Control
  • Meningkatkan pemahaman tentang perencanaan HVAC System and PLC Control

 

MATERI TRAINING HVAC SYSTEM and PLC CONTROL

  1. Introduction To HVAC Systems
  2. HVAC Operating Characteristics
  3. HVAC System Types
  4. HVAC Piping Systems
  5. HVAC Air Distribution Equipment
  6. Central Heating & Cooling Equipment
  7. HVAC Instrumentation & Control
  8. HVAC Equipment Installation
  9. Special HVAC Systems & Equipment
  10. HVAC System Commissioning & Closeout
  11. Introduction to PLC Control
  12. Hardware and software PLC Control
  13. Programming PLC Control
  14. Input and Output Wiring diagram PLC
  15. Basic and Advance Instruction to PLC Program
  16. Basic Aplication PLC Control
  17. Aplication PLC Control to HVAC
  18. Operation and troubleshoot PLC Control

 

Pneumatics & Hydraulic System

TUJUAN Pneumatics & Hydraulic System

  1. Memahami pengertian dasar tentang mekanika fluida yang berkaitan dengan sistem hidrolik dan pneumatik.
  2. Memahami tentang penerapan sistem hidrolik dan pneumatik di industri.
  3. Memahami tentang dasar-dasar perancangan sistem hidrolik dan pneumatik.
  4. Memahami tentang pengoperasian dan pemeliharaan sistem hidrolik dan pneumatik.

COURSE OUTLINE Pneumatics & Hydraulic System

  1. Pendahuluan
    • Komponen penyusun sistem hidrolik dan pneumatik
    • Aplikasis sistem hidrolik dan pneumatik di industri
    • Kelebihan dan kekurangan sistem hidrolik dan pneumatik
  2. Teori Dasar Mekanika Fluida
    • Pengertian Fluida
    • Sifat-sifat Fluida
    • Tekanan dan Head
    • Hukum Pascal
    • Aliran Fluida
    • Persamaan Bernoulli
    • Kerugian Gesekan Aliran
    • Pengukuran Aliran dan Tekanan.
  3. Sistem Hidrolik
    • Rangkaian dan Simbol Komponen Sistem Hidrolik
    • Fluida Kerja
    • Pompa
    • Aktuator
    • Katup Pengendali
    • Perlengkapan Pendukung
    • Contoh-contoh Rangkaian Sistem Hidrolik
  4. Sistem Pneumatik
    • Rangkaian dan Simbol Komponen Sistem Pneumatik
    • Kompresor
    • Aktuator
    • Katup Pengendali
    • Perlengkapan Pendukung
    • Contoh-contoh Rangkaian Sistem Pneumatik

Electrical Power System Analysis Using ETAP

Deskripsi Training Electrical Power System Analysis Using ETAP

Pelatihan ini ditujukan untuk ahli listrik, operator sistem, Engineering untuk memperkenalkan dasar – dasar Transmisi dan Distribusi menggunakan ETAP. Pelatihan ini memberikan keterampilan, pengetahuan, dan teknik yang diperlukan untuk menjadi ahli dalam ETAP untuk melakukan permodelan analisis.

Tujuan Training Electrical Power System Analysis Using ETAP

Pelatihan ini bertujuan memberikan keterampilan, pengetahuan yang menyeluruh tentang ETAP dan teknik analisis untuk memecahkan berbagai masalah dalam pratek.

 

 

Materi Training Electrical Power System Analysis Using ETAP

  1. Building One-Line Diagram Using ETAP. (Add Elements, Select & Deselect Elements, Element and Connector Colors, Relocate Elements, Cut, Copy, & Paste, Size, Symbol, & Orientation, Protective Devices, Nodes & Buses, Group & Ungroup, Composite Networks)
  2. Load Flow Calculation Methods. (Newton-Raphson, Fast-Decoupled, Gaus-Siedel)
  3. Load Flow Study Using ETAP. (Load Flow Toolbar, Load Flow Study Case Editor, Load Flow Display Options, Load Flow Calculation Methods, Load Flow Required Data, Load Flow Output Reports)
  4. Fault Calculation Methods. (Impedance Methode, Symetrical Component Methode)
  5. Short-Circuit Analysis. (Short-Circuit Toolbar, Short-Circuit Study Case Editor, Short-Circuit Display Options, Short-Circuit Required Data, Short-Circuit Output Reports)
  6. Motor Starting Analysis. (Motor Starting Methods, Motor Starting Calculation)
  7. Motor Starting Analysis Using ETAP. (Motor Starting Toolbar, Motor Starting Study Case Editor, Info Page, Model Page, Time Event Pages, Add Action by Starting Category, Add Action by Load, Motor Starting Display Options, Motor Starting Calculation Methods, Motor Starting Required Data, Motor Starting Output Reports, Motor Starting Time Slider Toolbar)
  8. Transient Stability Anaysis. (Purpose for Performing Transient Stability Study, Power System Stability Definition, Stability Limits)
  9. Transient Stability Anaysis Using ETAP. (Transient Stability Toolbar, Transient Stability Study Case Editor, Info Page, Events Page, Dyn Model Page, Transient Stability Plots, Transient Stability Required Data, Transient Stability Output Reports, Transient Stability Time Slider Toolbar)
  10. Harmonic Analysis. (Definition, Harmonic Parameters, Harmonic Sources)
  11. Harmonic Analysis Using ETAP. (Harmonic Analysis Toolbar, Harmonic Analysis Study Case Editor, Harmonic Analysis Display Options, Harmonic Analysis Calculation Methods, Harmonic Analysis Required Data, Harmonic Analysis Output Reports, Harmonic Analysis Order-Slider, Harmonic Analysis Frequency-Slider)
  12. Case and Study

 

POWER ELECTRONICS: CONVERTERS AND DESIGN

TUJUAN DAN SASARAN TRAINING :

Tujuan dari training Power Electronic adalah untuk menambah wawasan mengenai konsep dasar system Elektronika Daya. Pelatihan ditekankan pada pemahaman mengenai aspek pemilllihan komponen dan karakteristiknya, Macam-macam converter dan aplikasi serta system perancangan converter.. Dengan demikian setelah mengikuti pelatihan ini peserta akan dapat :

  • Memahami pengertian Elektronka Daya
  • Memahami macam-macam karakteristik komponen semi konduktor daya
  • Memahami macam-macam converter system tegangan dan aplikasinya
  • Memahami system perancangan converter
  • Memahami aplikasi converter dalam system Tenaga Listrik



MATERI TRAINING POWER ELECTRONIC

1.    Power Electronic System

  • Power Semiconductor Technology,
  • Power Electronic Tecnology on Power Electrical System

2.    Power Semiconductor Components

  • Power semiconductor Types,
  • Diode,
  • SCR,
  • TRIAC,
  • GTO,
  • IGBT,
  • Components Characteristic

3.    Controlled Rectifier

  • Types of Controlled Rectifier,
  • Types of Configuration,
  • Trigering Circuit,
  • Controlled Rectifier Design

4.    DC TO DC Converters

  • Types of DC chopper,
  • Types of Configuration,
  • Modes of Controlling,
  • Transistor Driver,
  • DC Chopper Design

5.    DC to AC Converters

  • Types of Inverters,
  • Types of Inverter Configuration,
  • Modes of Controlling,
  • Inverter Design

6.    Converters application on Electrical Power System

  • Uninterruptible Power Supply,
  • Speed DC Motor Control,
  • Variable Frequency Drive,
  • Harmonic Mitigation

 

ROTATING EQUIPMENT

PENDAHULUAN TRAINING ROTATING EQUIPMENT:

Rotating equipment adalah peralatan yang sangat vital dalam semua jenis industri, baik yang berfungsi sebagai peralatan pemindahan dan pengiriman misalnya pompa, maupun berfungsi sebagai peralatan konversi energi misalnya compressor dan turbin gas. Karena frekwensi kerjanya yang terus-menerus selama 24 jam per hari, maka jelas peralatan tersebut memerlukan pengawasan, pemeliharaan dan perawatan yang harus dilaksanakan secara periodic dan terjadual dengan ketat, disamping bila muncul gangguan-gangguan yang tidak terduga, maka harus segera dilakukan tindakan pencegahan, supaya tidak terjadi kerusakan yang lebih fatal. Pada pelatihan rotating equipment ini akan membahas peralatan rotating equipment yang sering dan terbanyak dipakai di dunia industri, antara lain pompa sentrifugal, rotary compressor dan turbin gas. Pokok bahasan dalam pelatihan ini diutamakan pada masalah maintenance dan troulble shooting dari peralatan tersebut. Disamping itu juga terdapat beberapa anilisa terhadap sebab-sebab mengapa biasa terjadi gangguan tersebut, serta parameter-parameter yang menjadi tolak ukur yang mengindikasikan bahwa peralatan tersebut mengalami gangguan.

TUJUAN TRAINING ROTATING EQUIPMENT:

Setelah selesai pelatihan, peserta diharapkan mampu :

  • Memahami cara-cara pengoperasian peralatan sesuai dengan pertimbangan desain dan pemeliharaan peralatan yang
  • Menemukan dan menganalisis kemungkinan penyebab terjadinya gangguan dalam peralatan maupun instalasi sistem.
  • Menentukan tindakan-tindakan pemeliharaan dan perawatan terhadap peralatan bila kemungkinan terjadi gangguan.

CAKUPAN MATERI TRAINING ROTATING EQUIPMENT:

  1. Pre test
  2. Klasifikasi pompa
  3. Maintenance pompa
  4. Troubleshooting pompa
  5. Klasifikasi kompresor
  6. Karakteristik kompresor
  7. Screw compressor
  8. Maintenance kompressor
  9. Troubleshooting compressor
  10. Turbin gas
  11. Karakteristik turbin gas

 

TROUBLESHOOTING PERALATAN DAN SISTEM

PENDAHULUAN PELATIHAN PRINSIP DASAR PENYUSUNAN TROUBLESHOOTING PERALATAN DAN SISTEM

Sasaran troubleshooting sistem perlengkapan dan peralatan adalah untuk mengidentifikasi masalah, mengisolasinya, dan memperbaiki masalah sehingga down time dapat diminimalisir. Untuk membangun sikap antisipatif terhadap gangguan atau masalah dalam peralatan maka langkah sederhana dan pertama adalah dengan mengamati peralatan beberapa menit tiap hari. Dengan bagitu maka Seorang troubleshooter yang baik akan mempunyai pengenalan yang baik terhadap peralatan ketika bekerja dengan normal. Ketika suatu saat muncul masalah dalam peralatan yang bersangkutan maka seorang troubleshooter akan mudah cepat mengisolasi sumber gangguan dengan cara yang logis, seperti yang akan didiskusikan dalam pelatihan ini. Akhirnya, troubleshooter yang baik mampu memberikan saran untuk perbaikan atau bahkan dapat memperbaiki sendiri secara logis dengan bantuan pelatihan ini, operator dan manual perawatan dari peralatan yang bersangkutan dan sistem jika perlu, dan pembuat peralatan yang bersangkutan.



TUJUAN PELATIHAN PRINSIP DASAR PENYUSUNAN TROUBLESHOOTING PERALATAN DAN SISTEM

Setelah mengikuti pelatihan diharapkan peserta mampu:

  • Memahami sistem troubleshooting secara praktis dan logis
  • Memahami teknik penyusunan troubleshooting peralatan di lapangan
  • Menyusun kerangka troubleshooting secara sistematis dan logis dari peralatan yang ada di pabrik dan menjadi tanggung jawab peserta training.




CAKUPAN MATERI PELATIHAN PRINSIP DASAR PENYUSUNAN TROUBLESHOOTING PERALATAN DAN SISTEM

  1. Pre test
  2. Dasar troubleshooting
  3. Pengantar troubleshooting
  4. Fase I – identifikasi problem
  5. Studi kasus
  6. Fase II – diagnosa
  7. Fase III – pembersihan
  8. Troubleshooting problem pelumasan mesin-mesin industri
  9. Studi kasus lapangan
  10. Prinsip dasar mesin-mesin listrik
  11. Troubleshooting dasar mesin listrik
  12. Post test

 

TRAFO: PRINCIPLES, APPLICATION AND MAINTENANCE

TUJUAN TRAINING TRAFO

Para peserta setelah mengikuti pelatihan diharapkan:

  1. Bertambah wawasan tentang: cara kerja trafo, aplikasi trafo
  2. Dapat mengidentifikasi kerusakan trafo
  3. Dapat menentukan spesifikasi dalam pemilihan trafo

 

CAKUPAN MATERI TRAINING TRAFO        

  1. Introduksi
    • Sejarah Trafo
    • Aplikasi Trafo Dalam Kehidupan Sehari-Hari
    • Contoh Instalasi Listrik Jaringan Tegangan Tinggi
  2. Prinsip Kerja
    • Dasar-Dasar Listrik Ac
    • Tinjauan Teoritis Trafo
    • Bagian Trafo
    • Fungsi
    • Penentuan Spesifikasi Trafo
    • Sistem Pengaman Trafo
  3. Klasifikasi Dan Konstruksi
    • Trafo Daya
    • Trafo Distribusi
    • Trafo Pengukuran
    • Ototrafo
  4. Pengujian Trafo
    • Pengukuran Beban Nol
    • Pengukuran Hubungan Singkat
  5. Modifikasi Trafo
  6. Pemilihan Trafo
  7. Perawatan Dan Troubleshooting

TRANSMISI DAN DISTRIBUSI LISTRIK

TUJUAN TRAINING

       Pengetahuan tentang dasar-dasar teknik pembangkit, sistem transmisi dan distribusi tenaga listrik sangat dibutuhkan operator dan teknisi peralatan pembangkit , Transmisi dan distribusi tenaga, agar dapat bekerja secara efektif dan efisien. Kinerja operator dan teknisi yang demikian sangat dibutuhkan bagi upaya peningkatan kinerja perusahaan agar mampu dan berkembang serta bersaing pada era globalisasi yang akan datang. Memberikan pengetahuan dasar teknik tenaga listrik tentang Transmisi dan Distribusi.

       Setelah selesai mengikuti kursus ini, peserta diharapkan akan mengerti dan memahami tentang prinsip kerja sistem dan peralatan yang berkaitan dengan sistem transmisi dan Distribusi Listrik. Peserta juga mengetahui performa dan optimalisasi sistem Transmisi dan Distribusi Listrik juga paham bagaimana melakukan perawatan sistem Transmisi dan Distribusi Listrik yang baik dan benar.


MATERI TRAINING TRANSMISI DAN DISTRIBUSI LISTRIK:

  1. Introduction of transmission and distribution system
  2. Performance of overhead transmission lines and cables
  3. Principles of active and reactive power transfer and distribution
  4. Load flow
  5. Voltage control and power factor correction
  6. Concept of system stability
  7. Basic concepts of HVDC transmission.
  8. Maintenance of transmission lines
  9. Power Distribution Technology
  10. Components of Power Distribution System
  11. Protection system for Power Distribution
  12. Grounding of Power Distribution System
  13. Grounding system and ground resistance measurements
  14. Damage and Trouble, if Exposed to Lightning Hit
  15. Power Quality
  16. Transmission and Distribution of LPS (Lightning Protection System)
  17. Instrumentation and measurement
  18. Power Transformers
  19. Overview of Computer Simulation Software

RAB Konstruksi

Deskripsi Training RAB Konstruksi

Analisa biaya –biaya yang sesuai tentunya juga sangat diperlukan dalam melakukan perancangan suatu gedung atau bangunan, dimana perancangan gedung tersebut harus disesuaikan dengan dengan anggaran yang telah disusun. Skill yang baik dalam melakukan penyusunan RAB konstruksi sangatlah diperlukan dengan tujuan agar setiap pelaksanaan proyek pembangunan dapat sesuai dengan anggaran yang telah direncanakan. RAB (Rencana Angaran Biaya) sendiri mempunyai definisi banyaknya biaya yang diperlukan dalam perkerjaan proyek konstruksi.  Apabila RAB disusun dengan baik dan benar akan memberikan gambaran spesifikasi bangunan yang sesuai dengan kebutuhan dan nilai anggaran proyek sebagai acuan bagi pihak yang terlibat dalam pekerjaan konstruksi tersebut.

Teknik yang tepat dalam proses penyusunan RAB bagi pemilik dana dapat digunakan sebagai acuan penentuan HPS jika pekerjaan akan dilelang kepada pihak rekanan. Teknik penyusunan RAB yang baik membutuhkan sumber daya manusia yang berkompeten dan mempunyai wawasan dan pengalaman dalam proyek bangunan dan kemampuan untuk menghitung secara detail dan perfect semua komponen biaya yang dibutuhkan dalam sebuah pekerjaan/ proyek bangunan.

Tujuan Training RAB Konstruksi

Setelah mengikuti training RAB konstruksi ini, peserta diharapkan mampu untuk :

  1. Mengetahui bagaimana kompleksnya seluk beluk konstruksi dan penyusunan anggarannya
  2. Mengitung RAB secara tepat dan akurat
  3. Menyusun RAB konstruksi dalam format Microsoft Excel dengan baik dan benar
  4. Melakukan perubahan kebijakan, standar harga dan dinamika bisnis Konstruksi
  5. Menentukan komponen biaya material dan non material.

 

Materi Training RAB Konstruksi

  • Manajemen Proyek Bangunan
  • Komponen biaya material dan non material
  • Standar biaya umum untuk harga material dan non material berdasarkan permenkeu dan SNI
  • Penggunaaan Microsoft Excel untuk efektifitas penyusunan RAB
  • Penyususnan RAB menggunakan Microsoft Excel
  • Praktek penyusunan RAB dan studi kasus

ACTIVITY BASED MANAGEMENT

ACTIVITY BASED MANAGEMENT MATERIAL OUTLINE:

  1. Enterprise Excellent
  2. Traditional Cost System
  3. Activity Management
  4. Changing Service Environment
  5. Activities & Cost Management
  6. Activity Analysis
  7. Activities of an enterprise
  8. Activity Cost
  9. Calculating an Activity Cost
  10. Tracing Activity Cost
  11. Activity Service Cost
  12. Activity Based Budgeting
  13. Activity Based Costing
  14. Activity Based Management

TOTAL COST OF OWNERSHIP ANALYSIS

LATAR BELAKANG TRAINING TOTAL COST OF OWNERSHIP ANALYSIS

Besarnya tingkat kesulitan dalam membuat estimasi dan penentuan anggaran di suatu departemen disebabkan oleh minimnya pengetahuan dan penguasaan konsep estimasi, metode penetapan anggaran, tata kelola dan metode pemantauan anggaran yang benar di dalam department. Jika hal demikian tersebut diabaikan, maka anggaran yang sudah dibelanjakan, terutama dalam pemanfaatan teknologi, akan menjadi sulit dikendalikan dan menghasilkan suatu laporan pertanggunganjawaban penggunaan anggaran dana yang sulit dipastikan kebenarannya.

 

 
TRAINING MATERIAL OUTLINE TOTAL COST OF OWNERSHIP ANALYSIS

  1. Review konsep manajemen kegiatan dan keuangan.
  2. Konsep penganggaran dan tujuan penganggaran.
  3. Adakah perbedaan praktik penganggaran lembaga pemerintah dan non-pemerintah?
  4. Elemen-elemen anggaran yang baik dan proses-proses penganggaran.
  5. Tata kelola Tools Key Performance Indicator.
  6. Metode estimasi anggaran (Total Cost of Ownership Analysis).
  7. Computer based estimation

Strategic Planning and Corporate Budgeting

Deskripsi Training Strategic Planning and corporate budgeting

Lingkungan makro dan stakeholder perusahaan yang berubah sangat cepat dan seringkali di luar dugaan, terkadang membuat para eksekutif dan pengambil keputusan bingung dan tidak tahu harus berbuat apa. Keadaan seperti ini sangatlah berbahaya karena mungkin kompetitor sudah terlebih dahulu menyikapi perubahan itu dengan tepat. Perusahaan harus mampu secara proaktif memprediksi  dan mengantisipasi perubahan itu  dan melakukan reevaluasi konsep manajemen strateginya dan membuat keputusan strategis dengan cepat dan tepat.

Budget merupakan rencana terinci yang diekspresikan dengan ukuran kuantitatif yang mampu menjelaskan bagaimana suatu perusahaan akan mendapatkan dan menggunakan sumber-sumber yang ada untuk suatu periode tertentu. Definisi di atas menggambarkan betapa pentingnya peranan budgeting dalam kehidupan sebuah perusahaan. Pelatihan ini dirancang untuk memberikan penjelasan terinci dan mendalam tentang konsep budgeting. Penyajian materi dilakukan dengan case method sehingga mudah dipahami oleh peserta yang hadir. Pelatihan ini sangat penting bagi para eksekutif  perusahaan yang sedang sibuk melakukan perencanaan jangka pendek dan jangka panjang.

Pelatihan ini akan difokuskan pada pembahasan konsep manajemen strategi, konsep Balanced Scorecards secara utuh, terintegrasi dan praktis dan mengintegrasikannya ke dalam system corporate budgeting. Pelatihan ini akan dilakukan dengan case method sehingga mudah dipahami dan dapat merangsang diskusi mendalam terhadap setiap topik yang dibahas.

Materi Training Strategic Planning and corporate budgeting

  1. Pendahuluan
    • Latar belakang dan sejarah perusahaan.
    • Visi dan misi perusahaan.
    • Tujuan perusahaan.
    • Arah Pengembangan perusahaan.
  2. Evaluasi Pelaksanaan Corporate Strategy,
    • Evaluasi aspek : Pemasaran, Organisasi dan SDM, Engineering, Keuangan, Aktiva dan Pasiva Perusahaan, Laba Perusahaan dan Tingkat Kesehatan Perusahaan.
    • Inventarisasi Permasalahan dan Upaya Pemecahannya.
  3. Analisis Posisi Perusahaan.
    • Analisis Lingkungan Usaha dengan teori struktur industri yang meliputi aspek: Pendatang baru, pembeli, produk substitusi dan aspek pemasok.
    • Analisis SWOT( Strength, Weakness, Opportunity dan Threat)
    • Analisis PESTLE (Political,Economic, Sociological, Technological, Legal and Environmental).
    • Analisis Daya saing perusahaan.
    • Analisis perubahan lanskap ekonomi dan bisnis.
    • Analisis trend persaingan bisnis.
  4. Strategi Perusahaan.
    • Formulasi Strategi yang meliputi : Strategi korporasi, Strategi bisnis, Strategi fungsi dan Alignment.
    • Dimensi-dimensi strategi.
  5. Skenario Implementasi Strategi.
    • Pengukuran dan umpan balik.
    • Implementasi konsep pengukuran kinerja dengan Balanced Scorecards.
    • Disain Strategy Map Perusahaan.
    • Disain KPI (Key Performance Indicators).
    • Peta jalan teknologi dan produk.
    • Perencanaan Sumber Daya Manusia dan Organisasi.
  6. Laporan Keuangan perusahaan.
    • Neraca
    • Laba –rugi.
    • Cashflow
  7. Teknik Pengukuran Kinerja Keuangan Perusahaan.
    • Analisis Rasio Keuangan perusahaan.
    • Commonsize method.
    • Analisis Du Pont
  8. Teknik Penyusunan Budget Perusahaan.
    • Teknik Penyusunan Proforma income statement.
    • Teknik Penyusunan Proforma Balance Sheet.
    • Teknik Penyusunan Cash Budget.
  9. Teknik Analisis Investasi
    • Time value of money.
    • Teknik Perhitungan Payback Period.
    • Teknik Perhitungan IRR (Internal Rate of Return).
    • Teknik Perhitungan NPV (Net Present Value).
  10. Proyeksi Kegiatan Usaha.
    • Sasaran Perusahaan.
    • Asumsi-asumsi.
    • Proyeksi Penjualan.
    • Rencana Investasi.
    • Proyeksi laba –rugi.
    • Proyeksi Neraca.
    • Proyeksi aliran kas (Cash Flow).
    • Proyeksi Rasio Keuangan.
    • Proyeksi kinerja keuangan perusahaan dengan analisis Du Pont.
  11. Diskusi dan Studi Kasus  Strategic Planning dan Corporate Budgeting di Perusahaan Manufaktur dan Perusahaan Jasa