Arsip Blog

CONTROL VALVE AND VALVE: OPERATION AND SIZING

TRAINING OBJECTIVES CONTROL VALVE AND VALVE

  1. Dapat memahami konsep dasar dan cara kerja bermacam-macam valve
  2. Dapat mengoperasikan, merawat dan memperbaiki valve

 

TRAINING MATERIAL OUTLINE CONTROL VALVE AND VALVE

  1. Pendahuluan
  2. Teori dasar sistem kerja valve
  3. Cara kerja beberapa sistem valve
  4. Bagian – bagian utama sistem valve
  5. Pemasangan dan pelepasan valve
  6. Instalasi dan pemilihan valve
  7. Merawat dan memperbaiki valve
  8. Menentukan ukuran valve
  9. Menentukan kapasitas valve
  10. Pengendali mekanik valve
  11. Pengendali elektrik valve
  12. Pengendali hidrolik
  13. Inspeksi dan monitoring kerja valve
  14. Troubleshooting

 

Iklan

FLUID FLOW : GAS METERING AND CUSTODY TRANSFER

TRAINING OBJECTIVE FLUID FLOW

This course is developed for engineers and technicians who need to have a practical knowledge of selection, installation and commissioning of fiscal metering equipment. It is for those primarily involved in achieving effective results in industrial processes. This would involve the design, specification and implementation of control and measurement equipment. The course focuses on practical applications, with special attention to installation considerations and application limitations when selecting or installing different measurement or control instruments for fiscal metering.

MATERIAL OUTLINE FLUID FLOW

1.    Basic Fluid Flow:

  • a.    Fluid property
    • Density
    • Viscosity
    • Surface tension
    • Modulus elasticity
  • b.    Compressible & Incompressible flow
  • c.    Fluid Flow
    • Continuity Equation
    • Bernoulli Equation
  • d.    Pipe fluid flow
  • e.    Fluid Flow Measurement

2.    Performance Characteristic of Flowmeter

  • a.    Accuracy
  • b.    Repeatability
  • c.    Performance Measure
  • d.    Calculation

3.    Head Flow Meter

  • a.    Orifice
  • b.    Sizing
  • c.    Secondary Instrument
  • d.    Calculation
  • e.    Standard AGA3

4.    Turbine Meter

  • a.    Systems
  • b.    Properties
  • c.    Characteristics
  • d.    Standard AGA7

5.    Ultrasonic Flowmeter

  • a.    Ultrasonic Flowmeter
  • b.    Types
  • c.    Application
  • d.    Standard AGA9

6.    Oil Transfer Meter:

  • a.    Meter Run
  • b.    Proving Skid
  • c.    Meter Proving
  • d.    Meter Factor
  • e.    Base Prover
  • f.    Proving Run
  • g.    Prover Pass
  • h.    Prover Round Trip
  • i.    Proving Counter

7.    Shipping Calculate Volume & Calculate Correction:

  • a.    Temperature material
  • b.    Pressure material
  • c.    Oil Temperature
  • d.    Oil Pressure
  • e.    Sediments and water
  • f.    Calculate Meter Factor

8.    Retroactive Meter Factor

  • a.    Manual retroactive factor

9.    Calculation Sample:

  • a.    Flow calculation
  • b.    Oil Quantity measurement

10.    Use Measurement Systems in MIGAS Activities

PIPELINE DESIGN, CONSTRUCTION, & MECHANICAL INTEGRITY

DESKRIPSI TRAINING PIPELINE DESIGN, CONSTRUCTION, & MECHANICAL INTEGRITY

Pelatihan ini menjelaskan langkah-langkah dan pemahaman tentang pentingnya perawatan rutin dalam perpipaan, karena pemahaman berdasarkan rincian kualitatif, perhitungan, dan teknik sangat penting dalam mendukung keputusan yang kompeten. Pelatihan ini ditujukan untuk menyoroti metode yang digunakan dalam desain pipa (Pipeline Design) dan juga akan melihat ke dalam prosedur apa yang digunakan untuk memelihara dan merehabilitasi jaringan pipa, concentrating on Sewers. Kursus ini juga akan melihat analisis jaringan pipa dan berbagai fenomena dalam pipa

Dalam pelatihan ini akan dibahas pula mengenai persyaratan dalam mendesain untuk proses sistem perpipaan dan persyaratan yang harus dipenuhi terhadap sistem pemeliharaannya. Pelatihan ini menyajikan beberapa contoh kasus yang akan menstimulus peserta sebagai bahan latihan untuk dapat melakukan aplikasi praktis dengan prosedur yang tepat, sampai pada menemukan solusinya.

Program Pipeline ini dirancang untuk memberikan gambaran yang lengkap dan up-to-date dalam Teknologi Proses Perpipaan. Ini mencakup persyaratan Kode dari desain melalui start-up dari sistem perpipaan baru, serta standar untuk inspeksi dan perbaikan sistem perpipaan yang telah ada, sebagaimana diatur dalam API 570, Piping Inspection Code dan API 579 Fitness for Services. Topik umum dalam pelatihan ini meliputi: Gambaran singkat tentang kode ASME B 31.3, desain tekanan dalam komponen perpipaan, pemilihan flensa, pertimbangan fleksibilitas, material, pengujian dampak, fabrikasi, pemeriksaan dan pengujian. Selanjutnya akan diberikan konsep dan metode untuk menjamin integritas mekanik sistem perpipaan yang ada, yang menyajikan pemahaman menyeluruh tentang bagaimana metodologi API 570 serta API 579 dapat diterapkan untuk menilai integritas struktural komponen perpipaan, dan memutuskan untuk melanjutkan pemakaian. Hal ini juga menunjukkan langkah-langkah perbaikan untuk mitigasi kerusakan dan dengan demikian memperpanjang umur Sistem Perpipaan.

Melalui program pelatihan ini peserta akan mempelajari cakupan kode dan standar, analisis desain, pengelasan dan inspeksi, mekanisme korosi, fitness-untuk-layanan dan analisis kegagalan, dan gambaran seleksi katup dan aplikasi. Hal tersebut adalah fitur dasar teknis pipa dan peraturan desain kode pipa untuk kondisi operasi normal dan occasional loads dan membahas prinsip-prinsip dasar dari material, desain, fabrikasi, pengujian dan korosi, dan efeknya pada integritas sistem. Peserta akan memahami prinsip-prinsip yang akan membantu membangun keseimbangan antara produksi, keamanan biaya, dan integritas perpipaan dan sistem perpipaan.

TUJUAN TRAINING PIPELINE DESIGN, CONSTRUCTION, & MECHANICAL INTEGRITY

Tujuan dari pelatihan Pipeline ini adalah:

  • Peserta akan memperoleh pengetahuan yang mendalam tentang pipa dan spesifikasi material yang tepat, manufaktur, proses fabrikasi dan pengaruhnya terhadap kekuatan dan ketangguhan propeti mekanikal, untuk membantu dalam pemilihan material dan failure analysis. Selanjutnya peserta akan memahami dan memastikan integritas struktural total dari sistem perpipaan, pengolahan, dan manfaatnya
  • Peserta dapat memahami latar belakang teknis untuk formula desain, dan aplikasi untuk desain sistem perpipaan dan pipa. Kursus ini membahas aturan praktek yang tepat dalam tata letak sistem perpipaan untuk pengoperasian yang handal
  • Untuk membiasakan peserta dengan konsep utama, dari kode B 31.3, memahami apakah kode ASME B31.3 telah diterapkan dengan benar ataukah belum, dan memberikan kepada peserta langkah-langkah pendekatan dalam penggunaan B 31.3 kode untuk Desain, fabrikasi, inspeksi instalasi, dan pengujian, sehingga persyaratan desain dari Kode ASME B 31.3 dapat didiskusikan dan diterapkan dengan baik.
  • Peserta dapat mencapai tingkat yang lebih tinggi dalam melakukan pemeliharaan yang unggul dalam proses kegiatan industri, dapat melakukan sertifikasi pengujian tekanan, mengetahui tentang inspeksi pipa, teknik mengevaluasi dan menganalisis data Inspeksi, dan dapat mengetahui bagaimana menghitung laju korosi, interval inspeksi dan parameter yang sama pada  inspeksi pipa.
  • Peserta dapat memeriksa dan menerapkan persyaratan pemeliharaan dan pemeriksaan API 570 untuk sistem perpipaan.
  • Peserta dapat memperoleh pemahaman praktis tentang pipa dan pipa modus kegagalan, mekanisme korosi, mulai tahap pengenalan, mengklasifikasikan, sampai pada penyelesaiannya.
  • Peserta dapat mempelajari modus kerusakan sistem perpipaan dan pipa, serta mempelajari mengenai penilaian risiko dan konsekuensi yang akan dihadapi jika kegagalan (dalam pipa) terjadi
  • Peserta akan diperkenalkan dengan teknik terbaru dan penelitian dalam pipa dan pipa integritas untuk menganalisis kondisi terdegradasi baik kerusakan yang disebabkan karena korosi atau mekanis, serta dapat mengenali penyebab degradasi in-service, dan menerapkan teknik analisis integritas untuk membuat run-perbaikan-ganti keputusan. Dengan kata lain dapat mempelajari metode yang tepat dalam melakukan perbaikan, perubahan dan rerating
  • Peserta dapat melakukan desain audit engineering dengan prosedur yang tepat

MATERI TRAINING PIPELINE DESIGN, CONSTRUCTION, & MECHANICAL INTEGRITY

Materi yang akan disampaikan dalam pelatihan Pipeline ini yaitu:

1. Pengantar

  • Sejarah Teknologi Pipeline
  • Pengantar Piping Codes, Kode & Standar ASME B 31.3
  • Standar API
  • Standar NACA, MSS-SP, PFI
  • Dasar-dasar Integritas dan Pemeliharaan
  • Kategori Fluid Services
  • Pressure Design of Pipes & Design of Blanks
  • Studi kasus tentang pendesainan Pipa
  • Branches and reinforcements

2. Seleksi Material

  • Aspek Praktis Properti Metalurgi
  • Chemistry and Material Test Reports
  • Pengaruh manufaktur dalam perpipaan
  • Fabrikasi dan spesifikasi Fittings1
  • Persyaratan Material Pipa
  • Mechanical Properties: Kekuatan dan Ketangguhan
  • Teknik Pemilihan Material

3. Pengelasan

  • Pengantar: Pipe and Pipeline Welding Practice, Fabrikasi dan pengelasan
  • Persyaratan API 1104 dan ASME IX
  • Welding in-service: Tantangan dan Solusi

4. Strength Integrity for Sustained Loads

  • Operating and Design Pressure
  • Cara Menentukan Sistem Tekanan Desain
  • Introduction to Pressure Relief Valves
  • Formula pengukuran Pipa dan Pipeline beserta aplikasinya
  • Aturan Praktek yang Baik dalam layout
  • Pompa dan Piping Compressor
  • Bagaimana Mendukung Sistem perpipaan
  • Ulasan tentang support types beserta aplikasinya
  • Lesson learned from Poor Support Practices
  • Efek Temperatur (Suhu)
  • Flexibility Layout Analysis
  • Temperature Transients and Fatigue Damage
  • Vibration In Service
  • Mechanical and Hydraulic Induced Vibration in Piping
  • How to Measure Analyze Resolve Vibration
  • Persyaratan Dampak pengujian
  • Preheating dan PWHT
  • Inspeksi, Pemeriksaan dan Pengujian
  • NDT Sistem Perpipaan
  • Tekanan pengujian pipa
  • Pipa Ekspansi Thermal
  • Flensa ASME B 16.5
  • In-service Degradasi pipa

5. Strength Integrity for Occasional Loads

  • Tekanan Transien
  • Recognizing and Solving Liquid Hammer
  • Pump Station Transients
  • Studi Kegagalan Pipeline Karena Transient
  • Dua-Fase Cair-Vapor Transien
  • Dua-Fase Cair-Gas Transien
  • Gas Discharge Transients
  • Buried Pipe
  • Soil Loads & Surface Loads
  • Expansion of Buried Pipe
  • Soil settlement
  • Kegagalan dalam Pipeline
  • Study Kasus (dalam sejarah)
  • Pemahaman bagaimana bisa terjadi kegagalan dan cara mengatasinya

6. Penilaian dan Perlindungan terhadap Korosi

  • Pengantar Korosi Praktis
  • Klasifikasi Mekanisme Korosi
  • Penipisan dinding secara umum
  • Korosi Lokal: Galvanic Efek
  • Celah Korosi
  • Pitting Corrosion
  • Dampak Lingkungan
  • Efek Hidrogen dan H2S
  • Korosi Mikrobologi
  • Perlindungan terhadap Korosi
  • Cathodic Protection Overview

7. Risk Assessment Overview

  • Pengantar risk assessment
  • Risk Criteria
  • API 570 metodologi penilaian Integritas
  • Remaining Life Assesment
  • Probabilitas Kegagalan
  • Third party damage
  • Aspek-Aspek Korosi
  • Aspek-Aspek Pendesainan
  • Pengoperasian yang salah
  • Konsekuensi dari kegagalan
  • Product hazard
  • Spill assessment
  • Dispersion calculation
  • Receptors
  • Risk Representasi
  • Evaluasi data Inspeksi
  • API 579: prosedur penilaian fitness-for service
  • Concept of Remaining strength factor
  • Penilaian general metal loss
  • Penilaian keretakan (crack-like flaws)

8. Pemeliharaan & perbaikan

  • Flange and Mechanical Joints
  • Ikhtisar Berbagai Jenis Flensa dan Aplikasinya
  • Penyebab Kebocoran Flange dan Cara mengatasinya
  • Studi Kasus Kegagalan Flange
  • Assembly of Flange Joints and Leak Tightness
  • Tekanan dan Pengujian Leak
  • Perbedaan Antara Pengujian Leak dan Pengujian Tekanan
  • Ulasan mengenai Difference Testing Techniques
  • Tujuan dari Test Hydro & Cara melakukan Tes Hydro
  • Pengujian Sistem Pipeline dan piping
  • Pneumatic Testing
  • Teknik Perbaikan & Standart Perbaikan : The New ASME
  • Perbaikan dan sistem perubahan perpipaan
  • Pipe retirement thickness
  • Re-rating pipa yang ada
  • Integritas penilaian pipa tertanam
  • The Fundamentals of Repair package
  • Pipa dan Penggantian Komponen
  • Grinding dan pengelasan
  • Welded Sleeve: Tipe A dan B

GAS COMPRESSOR AND PIPING SYSTEM

PENDAHULUAN TRAINING GAS COMPRESSOR AND PIPING SYSTEM:

Kompresor merupakan salah satu peralatan penting dalam industri, jika dilihat fungsinya yang paling sederhana dalam industri kompresor berfungsi untuk membersihkan komponen dengan tiupan udara bersih dan kering, dalam hal ini tentu saja kompresor udara. Dalam industri kimia dan gas serta industri perminyakan, kompresor dapat berfungsi lebih luas lagi, misalnya sebagai pemindah, pengirim bahan-bahan bersifat gas. Lebih luas lagi juga dapat berfungsi sebagai fluid power dalam system kontrol pneumatic. Dengan power yang konstan kompresor dapat menghasilkan tekanan sekaligus juga aliran gas atau udara, yang proporsional artinya bila diinginkan aliran besar maka tentu saja tekanannya akan turun, demikian juga sebaliknya. Tentu saja banyak factor yang saling mempengaruhi misalnya temperatur lingkungan, temperatur gas atau udara yang dikompres (dimampatkan). Dalam hal inilah, dalam training ini akan dibahas tentang apa itu kompresor, bagaimana cara kerjanya, mengoperasikanya, memeliharanya, merawatnya, dan lebih penting lagi instalasinya dengan system perpipaan.

TUJUAN TRAINING GAS COMPRESSOR AND PIPING SYSTEM:

Setelah selesai pelatihan, peserta diharapkan mampu :

  • Mempertimbangkan pilihan peralatan, system dan perlengkapan serta instalasi yang sesuai dengan pertimbangan dan persyaratan yang ada dilapangan.
  • Memahami cara-cara pengoperasian peralatan sesuai dengan pertimbangan desain dan pemeliharaan peralatan yang bersangkutan.
  • Menemukan dan menganalisis kemungkinan-kemungkinan penyebab terjadinya gangguan dalam peralatan maupun instala sisistem.
  • Menentukan tindakan-tindakan pemeliharaan dan perawatan terhadap peralatan bila kemungkinan terjadi gangguan.

 

CAKUPAN MATERI TRAINING GAS COMPRESSOR AND PIPING SYSTEM:

  1. Pre test
  2. Klasifikasi kompresor
  3. Centrifugal compressor
  4. Screw compressor (screw)
  5. Basic analysis of gas compress
  6. Kalkulasi tekanan dan kapasitas
  7. Recommendation maintenance and inspection
  8. Installation and operation – compressor
  9. Design and lay out pipa udara
  10. Analisa tek, kap dan tem pipa udara
  11. Pemilihan material pipa gas
  12. Maintenance instalasi pipa gas
  13. Pipe lining, equipment and safety valve

PIPING AND PIPELINE NETWORK

CAKUPAN MATERI TRAINING :

  1. Overview codes for design and construction piping and Pipeline(As per code ASME B 31.1,  ASME B 31.3, B 31.4 and B 31.8).
  2. Engineering Design of Piping in the Indutrial Plants.
  3. Engineering Design of Pipeline
  4. Fluid Mechanics of  Piping Networks
  5. Fluid flow in Complex Piping Networks
  6. Hidraulic Analysis for Liquid Distribution.
  7. Hidraullic Analysis for Gas Transmission.
  8. Engineering Sofwares for Hidraullic Analysis of  Piping and

PUMP OPERATION , MAINTENANCE & TROUBLESHOOTING

TRAINING OBJECTIVES PUMP OPERATION, MAINTENANCE & TROUBLESHOOTING

After completion of the course, the participants should be able to describe and demonstrate thoroughly of Pump and compressor. Identify component by names, operation, maintenance and inspection. Describe the proper care, removal alignment and installation of Pump & compressor and their accessories.

 

TRAINING MATERIAL OUTLINE PUMP OPERATION, MAINTENANCE & TROUBLESHOOTING:

 Fundamental of fluid mechanics and thermodynamic

  • Properties of fluids
  • Measurement unit
  • Basic of fluids dynamic
  • Energy losses in pipe installation

 Pump Classification & Construction

  • Pump Classification
  • Pump construction and components

 Pump Installation & Operation

  • Head or energy requirement of the installation
  • The principle of energy transfer in centrifugal pump
  • Characteristic of pump and its installation (Capacity, Head, and Efficiency)
  • Combination of pump and installation
  • Pump specification
  • Pump selection based on capacity, head, and efficiency
  • Pump arrangement; series and parallel
  • Suction analysis (Cavitation and NPSH)

Pump Maintenance and Troubleshooting.

CORROSION CONTROL AND MONITORING

INTRODUCTION :

Corrosion control and monitoring course focuses on corrosion – from either internal or external source – and its potential problem, and the protection methods to stop or control them. Review on corrosion and technique by which it can be identified, monitored and controlled will be given in detail. Active participation is encouraged through case studies and examples especially on the use of painting and coatings, transformer-rectifier of impressed current, magnesium, zinc and alum sacrificial anodes for external protection, and the injection of corrosion inhibitors and biocides for internal corrosion control.




TRAINING MATERIAL OUTLINE :

  1. Review of oil & gas surface production facility and operations.
  2. Review of metallic materials used in surface production facility and pipelines and the corrosion problem usually happen.
  3. Case studies and examples of oil & gas material failure caused by corrosion from internal and external source.
  4. Uniform, galvanic and localized corrosion failures.
  5. Internal corrosion of pipeline, vessel and processing equipment caused by sour component, H2S, CO2, organic acid, brine, and the SRB (sulfate reducing bacteria).
  6. External corrosion of underground, underwater and under-seawater pipeline and structure caused by impurities in soil and water environment.
  7. External corrosion of topside structure caused by marine atmosphere.
  8. Basic electrochemistry of corrosion process, Ohm’s law and the corrosion rate.
  9. Corrosion control and prevention with painting & coatings and the cathodic protection.
  10. Measurement of corrosion potential and corrosion current.
  11. Protection with sacrificial anode and impressed current.
  12. Understanding NACE Standard RP-01-69 to stop external corrosion attack.
  13. Requirement, design and criteria of cathodic protection.
  14. Sacrificial anode specification, installation and construction.
  15. Testing, monitoring, and inspection of cathodic protection.
  16. Inspection and maintenance of transformer-rectifier and sacrificial anode.
  17. Field test, measurement techniques and instrument.
  18. Data recording and evaluation of cathodic protection system.
  19. Case studies of corrosion control and prevention with cathodic protection.
  20. Internal corrosion problem in the pipeline and surface facility.
  21. Oil/gas/water fluid properties and the corrosion tendency.
  22. Deterioration by H2S, CO2, and acidic corrosive components.
  23. Pipeline leakage and rupture by microbial induced corrosion.
  24. Corrosion caused by SRB and the pitting mechanism.
  25. Corrosion caused by oxygen penetration.
  26. Examples and case studies of equipment corrosion damage and pipeline leakage.
  27. Understanding NACE Standard RP-0775 for internal corrosion control and monitoring.
  28. Practical internal corrosion monitoring methods.
  29. Access fittings, corrosion coupon and corrosion probes.
  30. Practical internal corrosion control and prevention methods.
  31. Internal corrosion control with inhibitors and the selection of suitable corrosion inhibiting chemicals.
  32. Dosage and injection methods of corrosion inhibitors.
  33. SRB control with biocides and the selection of suitable and low risk biocide formula.
  34. Dosage and injection methods of biocides.
  35. Oxygen control by de-aeration and chemical injection, and the selection of suitable oxygen scavenger chemicals.
  36. Dosage and injection methods of oxygen scavenger.
  37. Safety in the use of chemicals for internal corrosion prevention.
  38. Review of gas dehydration process and operations.
  39. Internal corrosion problem in glycol contactor (dehydration) unit.
  40. Method and materials use to control the corrosiveness of rich glycol solution.
  41. Review of amine sweetening process and operations.
  42. Internal corrosion problem in amine sweetening unit.
  43. Method and materials use to control the corrosiveness of rich amine solution.
  44. Examples and case studies of internal corrosion control

SISTEM PEMIPAAN (PIPING)

PENDAHULUAN TRAINING SISTEM PEMIPAAN:

Pipa sebagai cubing panjang dari tanah liat, konkret, loham, kayu, dan sebagainya untuk mengalirkan air, gas, minyak, dan cairan-cairan lain. Fluida merupakan substansi yang dapat mengalirkan cairan atau gas.

Hampir setiap tahun diperkenalkan kegunaan baru untuk pipa yang menghasilkan kebutuhan baru dan pengembangan spesifikasi-spesifikasi material dan pengembangan kepintaran disainer perpipaan. Saat ini pipa dapat dicari hampir di setiap tempat, baik perpipaan dalam automobil hingga sistem perpipaan yang rumit (pipa proses, jalur pipa, pipa tenaga uap pabrik atau salah satu dari berbagai kategori lainnya) pada industri rekayasa.

Untuk mendukung sistem produksi yang memadai diperlukan tenaga kerja yang handal atau peningkatan keahlian tenaga kerja profesi Perancangan Sistem Pemipaan.



TUJUAN
TRAINING SISTEM PEMIPAAN

Setelah mengikuti training sistem pemipaan ini diharapkan para peserta memiliki  pemahaman lebih tentang pengetahuan perancangan sistem perpipaan meliputi dasar-dasar perpipaan, standar dan simbol pipa, jenis pipa, sambungan, fitting, dan katup, teknik fabrikasi pipa, pemilihan pipa, konstruksi sistem perpipaan, dan perhitungan pipa).



MATERI TRAINING SISTEM PEMIPAAN (PIPING):

  1. Dasar-dasar perpipaan (fungsi perpipaan, sifat fluida, elemen perencanaan perpipaan).
  2. Simbol pipa.
  3. Jenis pipa dan sambungan pipa.
  4. Fitting, flens, katup, dan kran.
  5. Fabrikasi pipa.
  6. Konstruksi sistem perpipaan.
  7. Aliran dalam pipa dan rugi-rugi aliran.
  8. Pemilihan pipa.
  9. Disain perpipaan.
  10. Standar pipa.
  11. Instrumentasi perpipaan.
  12. Maintenance.
  13. Pipe line detection.
  14. Pipe line drying.
  15. Pipe line leak detection.
  16. Hydrostatic testing.

Instalasi Plumbing (Air Bersih dan Air Kotor)

Deskripsi Training Instalasi Plumbing

Plumbing merupakan teknologi pemipaan untuk menyalurkan air besih dan pembuangan air kotor ketempat tertentu. Sistem plumbing tidak dapat dipisahkan dari bangunan, oleh karena itu perencanaan dalam membuat instalasi plumbing harus dilakukan dalam rangka penyediaan air bersih maupun penyaluran air bekas pakai atau air kotor. Instalasi plumbing harus dilakukan secara benar dan tepat agar pengguna bangunan merasa aman, nyaman, dan sehat.

Tujuan Training Instalasi Plumbing

Setelah mengikuti training ini peserta diharapkan mampu memahami instalasi plumbing sehingga sitem plumbing dalam bangunan dapat memberikan rasa aman, nyaman, dan sehat bagi pengguna bangunan.

 

Materi Training Instalasi Plumbing

  1. Pendahuluan
  2. Macam instalasi plumbing
  3. Prinsip plumbing
  4. Instalasi/distribusi air bersih
  5. Sistem penyediaan air bersih
  6. Tangki air
  7. Instalasi air kotor
  8. Air kotor
  9. Klasifikasi sistem pembuangan air kotor
  10. Sistem pengaliran air kotor secara terpisah
  11. Pembuangan air hujan
  12. Kemiringan pipa buangan
  13. Perhitungan kebutuhan air bersih dan kapasitas bangunan
  14. Pemipaan air kotor pada bangunan bertingkat
  15. Pemipaan air kotor pada toilet

VALVES & ACTUATOR : OPERATION AND MAINTENANCE

DESKRIPSI TRAINING VALVES & ACTUATOR 

Valves are, unquestionably, the most important part of any piping and pumping system because they direct the flow of fluids and regulate temperatures. Properly used and maintained, they can improve process efficiency and lower costs. It is wise to apply the basics of proper valve maintenance in ways that improve their life cycle and operating efficiency. Here are eight often-overlooked valve maintenance basics that can help you do just that.



MATERI TRAINING VALVES & ACTUATOR

  • Maintenance :
    • Reactive Maintenance
    • Preventive Maintenance
    • Predicr\tive Maintenance
    • Proactive maintenance
  • Construction, Maintenance and repair of
    • Valves :
    • Control Valves
    • Gate Valves
    • Safety Valves
  • Actuator:
    • Hydraulic
    •  Pneumatic
    • Electromagnetic
  • Valves Problems and Maintenance Activities:

PEMIPAAN

LATAR BELAKANG

Pipa sebagai cubing panjang dari tanah liat, konkret, loham, kayu, dan sebagainya untuk mengalirkan air, gas, minyak, dan cairan-cairan lain. Fluida merupakan substansi yang dapat mengalirkan cairan atau gas.

Hampir setiap tahun diperkenalkan kegunaan baru untuk pipa yang menghasilkan kebutuhan baru dan pengembangan spesifikasi-spesifikasi material serta pengembangan para pakar perancang pemipaan. Saat ini pipa dapat dicari hampir di setiap tempat, baik pemipaan dalam automobil hingga sistem perpipaan yang rumit (pipa proses, jalur pipa, pipa tenaga uap pabrik atau salah satu dari berbagai kategori lainnya) pada industri rekayasa.

Untuk mendukung sistem produksi yang memadai diperlukan tenaga kerja yang handal atau peningkatan keahlian tenaga kerja profesi Perancangan Sistem Pemipaan.



MATERI PELATIHAN PEMIPAAN

  1. Konsep dasar sistem pemipaan
  2. Standar dan simbol pipa
  3. Jenis pipa dan sambungan pipa
  4. Fitting, flens, katup, dan kran
  5. Fabrikasi pipa
  6. Pemilihan pipa
  7. Konstruksi sistem pemipaan
  8. Perhitungan pipa
  9. Instrumentasi pemipaan

Penerapan POJK Terkait Program APU & PPT IKNB

Kasus pencucian uang dan pendanaan terorisme seakan tidak akan pernah hilang. Belum lama ini dunia digemparkan dengan bocornya jutaan dokumen finansial rahasia (dikenal dengan Panama Papers) dari firma hukum asal Panama. Diinformasikanbagaimana jejaring korupsi dan kejahatan pajak para kepala negara, agen rahasia, pesohor sampai buronan, disembunyikan di surga bebas pajak yang melibatkan banyak politikus, pemimpin negara, pengusaha, selebritis terkenal, dan bank-bank kelas dunia.  Sektor IKNB sebagai bagian dari lalu lintas keuangan tidak tertutup kemungkinan bisa menjadi media pencucian uang dan pendanaan terorisme jika tidak berhati-hati.

POJK No.39/POJK.05/2015, UU No 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang serta UU No 9 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pendanaan terorisme adalah panduan untuk sektor industri keuangan non bank (IKNB) didalam mencegah dan memberantas tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme.  Diharapkan sektor IKNB seperti multi finance, koperasi, credit union, lembaga dana pensiun, asuransi, DPLK, dll dapat menjalankan bisnisnya dengan aman dan lancar.

Manfaat Pelatihan Penerapan POJK Terkait Program APU & PPT IKNB

Memberikan skill dan pengetahuan bagi para karyawan dalam hal-hal sbb:

  • budaya sadar risiko aktivitas pencucian uang dan pendanaan terorisme pada setiap karyawan terutama petugas front liner
  • teknik mitigasi risiko-risiko yang mungkin timbul pada area yang rentan dengan pencucian uang dan pendanaan terorisme sesuai dengan POJK dan UU terkait
  • memberikan panduan pembuatan pedoman APU & PPT sesuai POJK No 39/POJK.05/2015

 

Outline Penerapan POJK Terkait Program APU & PPT IKNB

  1. Budaya sadar risiko
  2. Dampak Skandal Panama Papers dan Brexit Terhadap Aktivitas Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme di Indonesia Terhadap Sektor IKNB
  3. Peran dan fungsi petugas APU-PPT
  4. Prinsip Customer Due Dilligence (CDD).
    • Kewajiban mengimplementasikan Prinsip CDD
    • Proses CDD dan Penerapannya
    • Hubungan antara CDD dan APU-PPT
    • Pemantauan profil nasabah/transaksi
  5. Pembuatan Profil Nasabah Berdasarkan Risiko
  6. Penanganan customer berisiko tinggi (high risk customer)
  7. Identifikasi Aktifitas Transaksi Mencurigakan.
  8. Teknik Anti Money Laundering (AML)
    • Teknik Penempatan (Placement).
    • Teknik Penyamaran (Layering).
    • Teknik Pengintegrasian (Integration)
  9. Tinjauan UUNo 8 Tahun 2010 (Tindak Pidana Pencucian Uang di Indonesia)
  10. Tinjauan UU No 9 Tahun 2013 (Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme)
  11. POJK No 39/POJK.05/2015 (Program APU & PPT Sektor IKNB)
  12. Case study

PBI Dan POJK Terkait Program APU & PPT

Kebocoran dokumen rahasia (dikenal dengan skandal Panama Paper) dari ribuan pejabat tinggi berbagai negara, politisi, selebritis, pengusaha, serta orang-orang ternama lainnya menyiratkan bukti nyata adanya tempat yang menampung dana-dana illegal. Ironisnya banyak bank-bank ternama yang sudah beroperasi ratusan tahun justru menjadi media atau pengatur untuk penyimpanan dana-dana illegal tersebut.  Krisis ekonomi global yang berdampak negatif terhadap hampir semua sektor usaha di Indonesia berpotensi meningkatkan aktivitas money laundry (pencuci uang illegal) dan pendanaan terorisme.  Diperlukan pemahaman dan strategi penerapan prinsip customer due diligence (CDD) untuk mengantisipasi kejahatan keuangan tersebut oleh semua korporasi yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung dengan aktivitas lalu lintas keuangan.

Pelatihan ini akan memberikan pemahaman dari PBI no. 14/27/PBI/2012 Tentang Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme Bagi Bank Umum; UU No 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang serta UU No 9 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme adalah berlaku bagi semua orang atau korporasi yang melakukan atau bermaksud melakukan tindak pidana pendanaan terorisme di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia; dan/atau dana yang terkait dengan Pendanaan Terorisme di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (pasal 2 ayat 1 a dan b).

Manfaat Pelatihan PBI Dan POJK Terkait Program APU & PPT

Setelah mengikuti Pelatihan Implementasi PBI Dan POJK Terkait Program APU & PPT (Pasca Scandal Panama Papers Dan Brexit) ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk:

  • budaya sadar risiko pencucian uang pendanaan terorisme pada setiap karyawan terutama petugas front liner
  • teknik mitigasi risiko-risiko yang mungkin timbul pada area yang rentan dengan pencucian uang dan pendanaan terorisme sesuai dengan PBI dan UU terkait
  • memberikan panduan penerapan prinsip customer due diligence (CDD)

Outline PBI Dan POJK Terkait Program APU & PPT

Materi training yang akan di bahas topik Implementasi PBI Dan POJK Terkait Program APU & PPT (Pasca Scandal Panama Papers Dan Brexit) adalah :

  1. Budaya sadar risiko
  2. Dampak Skandal Panama Papers dan Brexit Terhadap Aktivitas Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme di Indonesia Terhadap Industri Perbankan Nasional
  3. Peran dan fungsi petugas APU-PPT
  4. Prinsip Customer Due Dilligence (CDD).
    • Kewajiban mengimplementasikan Prinsip CDD
    • Proses CDD dan Penerapannya
    • Hubungan antara CDD dan APU-PPT
    • Pemantauan profil nasabah/transaksi
  5. Pembuatan Profil Nasabah Berdasarkan Risiko
  6. Penanganan customer berisiko tinggi (high risk customer)
  7. Identifikasi Aktifitas Transaksi Mencurigakan.
  8. Teknik Anti Money Laundering (AML)
    • Teknik Penempatan (Placement).
    • Teknik Penyamaran (Layering).
    • Teknik Pengintegrasian (Integration).
  9. UU Tindak Pidana Pencucian Uang di Indonesia
  10. UU Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme
  11. Case study

BANK GARANSI SURETY STAND-By LC

Penggunaan Bank Garansi dan Standby L/C dalam transaksi bisnis saat ini sudah demikian luas baik menyangkut transaksi luar negeri maupun transaksi dalam negeri. Namun sayangnya pemahaman masyarakat akan Bank Garansi maupun Standby L/C masih sangat minim khususnya resiko-resiko yang ada dalam Bank Garansi dan Standby L/C sehingga sering terjadi hambatan dalam penerbitan Bank Garansi maupun Standby L/C serta banyaknya penyalah gunaan Bank Garansi dan Standby L/C (termasuk pemalsuan) yang beredar di masyarakat. Dengan Bank Garansi/Standby L/C sesungguhnya dapat memberikan kepastian dari masing-masing pihak sepanjang ditunjang dengan pemahaman yang cukup akan Bank Garansi tersebut.

Sesuai dengan Keputusan Presiden (KEPPRES) No.80 tahun 2003 bahwa untuk pengadaan barang maupun jasa yang dananya bersumber pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) diwajibkan adanya jaminan (bank garansi). Dengan demikian, bagi kontraktor yang sering mengikuti proyek-proyek APBN/APBD mau tidak mau harus selalu berhubungan dengan instrumen Bank Garansi atau instrumen penjaminan lainnya. Hal ini juga berlaku bagi pejabat-pejabat pembuat komitmen yang ditunjuk untuk menangani proyek-proyek yang bersumber dari APBN/APBD dimaksud.

Oleh karena itu, memahami Bank Garansi atau penjaminan lainnya dari berbagai aspek menjadikan hal yang penting dan mutlak bagi semua pihak, tidak saja bagi mereka yang berhubungan dengan proyek-proyek yang bersumber pada APBN/APBD tetapi juga bagi mereka yang berbisnis dengan koleganya di Luar Negeri.

Bank Garansi sangat luas penggunaannya, tidak hanya sebagai suatu instrumen penjaminan tetapi dalam kondisi-kondisi tertentu juga dapat menggantikan kedudukan Letter of Credit (L/C) maupun Surat Kredit Berjangka Dalam Negeri (SKBDN) sehingga dapat memberikan kepastian bagi semua pihak.

MATERI TRAINING BANK GARANSI SURETY STAND-By LC

  • Transaksi Bank Garansi
  • Dasar Hukum Bank Garansi Indonesia
  • Dasar Hukum Surety Bond
  • Dasar Hukum Satndby L/C di Indonesia
  • Resiko – Resiko dalam Transaksi Bank Garansi
  • Jenis – jenis Bank Garansi Surety Bond & Standby L/C
  • Amendement Bank Garansi Surety Bond & Standby L/C
  • Klaim Bank Garansi
  • Transaksi Bank Garansi / Stanby L/C dengan Counter Guarantee
  • Dasar Hukum Counter Garansi
  • Resiko & Manfaat Bank Garansi/ Stanby L/C dengan Counter Guarantee
  • Mekanisme Advising Bank Garansi & Standby L/C
  • Resiko dan manfaat Bank Garansi yang di Adviskan
  • Uniform Rules For Demand Guarantee
  • International Standby Practice (ISP 98)

HUKUM JAMINAN : KURSUS INTENSIF HUKUM JAMINAN

Deskripsi

Dalam dunia bisnis kerap kali kita berhubungan dengan hukum kebendaan dan jaminan. Khususnya yang berhubungan dengan pemberian kredit agar mendapat pengembalian utang secara lancar, dan akibat dari suatu barang jaminan terkait kepentingan pihak ketiga. Termasuk jaman Era baru supervisi tunggal dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai satu-satunya Otoritas Pengawas seluruh Industri Jasa Keuangan di Indonesia. Oleh karena itu, sangat diperlukan penguasaan pengetahuan dan keterampilan, lewat sarana pembahasan secara khusus dan mendalam mengenai dasar-dasar hukum Kebendaan dan jaminan serta eksekusi barang Jaminan sampai perkembangan terkini.

Merespon hal tersebut, Kami menyelenggarakan Kursus Intensif Hukum Jaminan (KIHJ). KIHJ adalah kursus yang menyajikan materi hukum jaminan secara lengkap dan mendetail dengan pembicara-pembicara yang ahli di bidangnya. Dengan mengikuti KIHJ diharapkan para peserta akan memahami secara mendalam pengertian hukum kebendaan dan jaminan, jenis-jenis hukum jaminan, eksekusi atas jaminan, hak pemegang jaminan dalam pailit atau pembubaran dan hal-hal lain yang akan disampaikan dalam 12 sesi pertemuan.

Dengan mengikuti kursus intensif ini, peserta akan:

  • Memahami hukum kebendaan dan jaminan di Indonesia
    • Pasal-pasal yang masih berlaku di dalam BW/(KUH Perdata)
    • Objek dan ruang lingkup hukum jaminan
    • Prinsip dan prosedur hukum jaminan
  • Mengetahui ketentuan-ketentuan dalam gadai dan lembaga gadai
    • Gadai atas saham
    • Eksekusi gadai
    • Hak atas manfaat dari barang tergadai
  • Memahami perbadaan jenis-jenis jaminan antara hipotek, hak tanggungan dan fidusia:
  • Hipotek
    • Dasar hukum hipotek
    • Hal-hal penting dalam dokumen hipotek
    • Objek hipotek
    • Hapusnya hipotek
  • Hak tanggungan
    • Dasar hukum hak tanggungan
    • Syarat-syarat objek jaminan hak tanggungan
    • Surat kuasa membebankan hak tanggungan
    • Skema pendaftaran dan bukti lahirnya hak tanggungan
    • Eksekusi hak tanggungan
  • Fidusia
    • Dasar hukum fidusia
    • Objek jaminan fidusia
    • Permohonan pendaftaran jaminan fidusia dan hapusnya fidusia
  • Memahami cara pengalihan piutang atas nama dan melimpahkan hak atas barang kepada orang lain
  • Mengetahui para pihak yang menjadi subjek cessie
  • Mengetahui unsur-unsur cessie dan sifat-sifatnya
  • Mengetahui objek cessie
  • Mengetahui jenis-jenis perjanjian kredit dan jaminan
  • Memahami skema kredit dan penyaluran dana perbankan
  • Mengetahui perbedaan akad syariah dan akad konvensional
  • Memahami pembiayaan syariah
  • Memahami konsep jaminan dalam akad syariah
  • Mengetahui issue seputar perjanjian kredit
  • Mengetahui aspek hukum Corporate guarantee dalam perjanjian kredit sindikasi
    • Eksekusi atas Corporate guarantee/personal guarantee
  • Memahami syarat sahnya kontrak dan konsekuensi hukumnya
  • Kemasdampuan dalam menyusun akta pengakuan hutang
  • Memahami jaminan atas rekening bank
    • Hak-hak istimewa penjamin dalam hukum Indonesia
    • Eksekusi atas jaminan rekening bank
  • Mengetahui prosedur penyelesaian jaminan yang bermasalah
  • Mengetahui proses penyelesaian sengketa di pengadilan niaga dan pengadilan negeri

Mengetahui siapa hak pemegang jaminan dalam pailit atau pembubaran

 

Materi Kursus Intensif Hukum Jaminan

Materi I

Hukum Kebendaan dan Jaminan di Indonesia

  • Mengenal hukum benda dan sistematika
  • Dasar hukum dan fungsi jaminan
  • Objek dan ruang lingkup hukum jaminan
  • Macam dan jenis hukum jaminan
  • Jaminan dalam KUH Perdata
  • Prinsip dan prosedur hukum jaminan
  • Study case

Materi II

Lembaga Gadai

  • Pengertian dan sifat gadai
  • Objek gadai
  • Berlakunya gadai
  • Gadai atas saham
  • Eksekusi gadai
  • Apakah gadai dapat dieksekusi secara privat, ataukah harus melalui lelang
  • Hak atas manfaat dari barang tergadai.
  • Study case

Materi III

Hipotek, Hak Tanggungan dan Fidusia

  • Lembaga Jaminan Hipotek: kapal dan pesawat udara
  • lembaga Jaminan Hak Tanggungan: HGB, HM, HGU, HP
  • Lembaga Jaminan Fidusia: Inventory, AR, mesin dan lain-lain.
  • Permasalahan seputar Hak Tanggungan
  • Permasalahan seputar Jaminan Fidusia
  • Study case

Materi IV

Cessie

  • Sebagai sarana peralihan kebendaan
  • Fungsi suatu Jaminan
  • Study case

Materi V

Perjanjian Kredit (PK) dan Jaminan

  • Berbagai macam model pemberian Kredit: Sindikasi Club Deal, bilateral, KPR, kartu kredit dan KTA
  • Kaitan tipe kredit berpengaruh pada besaran Jaminan.
  • Kedudukan hukum antara PK dan Jaminan
  • Karakter Lembaga Kreditur (Bank/ Lembaga pembiayaan/ Umum) dalam pemberian kredit
  • Pengikatan kredit dan jaminan yang sempurna
  • Perbedaan pengikatan secara notarial dan non-notarial
  • Study case

Materi VI

Corporate and Personal Guarantee

  • Pengertian dan objek
  • Kekuatan hak tagih
  • Dokumentasi corporate guarantee dan personal guarantee
  • Eksekusi atas corporate guarantee/ personal guarantee
  • Study case

Materi VII

Akta Pengakuan Utang (Grosse Akte) dan Eksekusi atas Akta Pengakuan Utang

  • Study case

Materi VIII

Jaminan atas Rekening Bank

  • Pengertian dan objek
  • Hak-hak istimewa penjamin dalam hukum Indonesia
  • Eksekusi atas jaminan rekening bank
  • Study case

Materi IX

Penyelesaian Jaminan Bermasalah Melalui Berbagai Prosedur

  • Penjualan sukarela
  • Penjualan lewat upaya paksa
  • Prosedur lelang
  • Kaitan perpajakan terhadap penjualan barang jaminan
  • Study case

Materi X

Penyelesaian Sengketa di Pengadilan Niaga dan Pengadilan Negeri

  • Permasalahan hukum dan non hukum
  • Study case

Materi XI

Hak Pemegang Jaminan dalam Pailit atau Pembubaran

  • Pengaruh pemegang Jaminan hak istimewa (Privilege) terhadap status pemberi Jaminan terpailit.
  • Study case

Materi XII

Strategi dalam audit  Penyedia Jasa Keuangan

  • Strategi dan rencana audit tahunan
  • Standar dan pedoman di bidang audit

Materi disampaikan dalam bahasa Indonesia

SWIFT for Basic

Description Training SWIFT for Basic

Jaringan SWIFT lebih dari 8.300 bank, sekuritas, dan perusahaan yang berlokasi lebih dari 208 negara. SWIFT memungkinkan untuk pertukaran jutaan pesan standar keuangan antara lembaga keuangan di seluruh dunia. Kode SWIFT (Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication) adalah format standar Bank Identifier Codes (BIC) dan itu adalah kode identifikasi unik untuk bank tertentu. Kode ini digunakan ketika mentransfer uang antar bank, terutama untuk wire transfer internasional. Bank juga menggunakan kode untuk bertukar pesan lainnya antara mereka. Kode Swift terdiri dari 8 atau 11 karakter. Ketika kode 8-digit yang diberikan, mengacu ke kantor utama. Training ini didesain untuk perbankan yang sudah pernah manangani dan mengunakan metode SWIFT.

Outline Training SWIFT for Basic

  1. Introduction
  2. Transaksi Via Core Banking Of SWIFT System
  3. MT0XX, System Messages
  4. MT1XX, Customer Payments and Cheques

REKONSILIASI ATM DAN CDM

DESKRIPSI TRAINING REKONSILIASI ATM DAN CDM

Rekonsilasi suatu proses untuk memastikan kebenaran pencatatan proses/transaksi terhadap keadaan sebenarnya, Dimana transaksi yang telah terjadi wajib dilakukan antara bukti dengan fisik yang ada.sehingga harus memiliki 2 sumber data yang berbedA (antara Fisik dan Catatan). ATM dan CDM merupakan jasa bank yang memudahkan nasabah untuk melakukan penarikan dan penyetoran selam 24 jam. layanan ini merupakan suatu kewajiban layanan yang harus disediakan oleh bank. Dalam aktifitasnya ATM maupun CDM memerlukan maintenance baik dari sisi mesin ataupun secara transaksinya. Rekonsilasi Transaki ATM dan CDM ini merupakan kewajiban secara operasional, untuk mencatat semua transaksi yang terjadi dan mengatur aktifitas pengisian dan rekon kas baik tunai ataupun non tunai.

TUJUAN TRAINING REKONSILIASI ATM DAN CDM

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta dapat:

  • Memahami bahwa rekonsilasi ATM merupakan pencatatan yang harus dilakukan secara akurat data disistem baik laporan on2 atau bukti fisik dari pengisian
  • Mengetahui bahwa rekonsilasi ATM/CDM merupakan alat bukti pencatatan jurnal harian
  • Memudahkan pendekteksian awal jika tidak terjadi kesesuaian pencatatan dan fisik
  • Jika pengisian ATM dilakukan oleh Bank Sendiri akan memudahkan dalam menentukan jadwal pengisian ATM dimasing-masing ATM yang menempel di luar kantoR
  • Jika Pengisian ATM dilakukan oleh Vendor, maka memudahkan monitoring dan kontrol verifikasi pengisian
  • Memudahkan penelusuran selisih yang terjadi baik selisih karena tunai atau non tunai (transfer ataupun pembayaran)

MATERI TRAINING REKONSILIASI ATM DAN CDM

  • ATM (anjungan tunai mandiri (Automated Teller Machine)
  • CDM (cash deposit machine)
  • Pengisian ATM dan CDM oleh Bank Sendiri
  • Pengisian ATM dan CDM oleh Vendor
  • Rekonsilasi ATM dan CDM
  • Penyelesian selisih ATM, Uang tidak keluar tetapi rekening terdebet
  • Penyelesaian selisih ATM, Transfer tidak masuk, tetapi uang berkurang di rekening
  • Penyelesian selisih CDM, Uang masuk tetapi tidak tercatat di rekening
  • Penyelesaian selisih ATM, karena gagal transfer ke bank lain, pembayan tidak berhasil, pembelian produk tidak berhasil, dll
  • Rekonsilasi oleh Vendor pengisian ATM

Audit Kredit Bank Berbasis Manajemen Risiko

Overview Training Audit Kredit Bank Berbasis Manajemen Risiko

Risiko kredit adalah risiko kerugian akibat kegagalan pihak lawan (counterparty) memenuhi kewajibannya. Risiko kredit mencakup akibat kegagalan debitur (borrower), risiko kredit akibat kegagalan pihak lawan transaksi (counterparty), dan risiko kredit akibat kegagalan penyelesaian transaksi (settlement).

Risiko kredit bersumber dari berbagai aktivitas fungsional bank seperti perkreditan (pembiayaan), aktivitas treasury (berupa penempatan dana antar bank), aktivitas terkait investasi, dan aktivitas pembiayaan perdagangan (trade finance).

Pada saat ini aktiva produktif perbankan nasional didominasi oleh kredit yang diberikan, sementara sumber dana bank terutama berasal dari dana pihak ketiga, sehingga apabila terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan terhadap bank, maka bank tersebut dapat mengalami gangguan yang cukup signifikan dalam memenuhi kewajiban pada pemilik dana.

Perkembangan paradigma internal audit, peraturan dan ketentuan dari regulator serta pesatnya perkembangan teknologi informasi adalah beberapa contoh faktor yang menempatkan fungsi internal auditor perbankan (Satuan Kerja Audit Intern Bank/SKAI) untuk mendukung efektivitas penerapan manajemen risiko.

Untuk mengurangi resiko yang makin besar, maka perencanaaan dan pengendalian kredit menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi bank. Untuk itulah diperlukan audit kredit agar dapat dicegah dan dikurangi risiko kredit.

Tujuan pelatihan audit kredit adalah sebagai berikut:

  1. Membekali peserta pengetahuan tentang pengertian, karakteristik, dan jenis kredit.
  2. Membekali peserta pengetahuan tentang proses audit kredit.
  3. Membekali peserta teknik dan metode menditeksi masalah dalam kredit dan cara mengatasi masalah kredit, termasuk test goal, kriteria, KPI, dan peraturan BI.
  4. Memberikan pengetahuan bagi peserta teknik mengurangi risiko kredit dan melaporkan hasil temuan audit kredit.
  5. Memberikan bekal pengetahuan yang lebih dalam tentang audit risiko berbasiskan risiko.

Outline Materi Training Audit Kredit Bank Berbasis Manajemen Risiko

1. Bank, Audit dan Regulasi
2. Kebijakan Kredit dan Prosedur
3. Proses perkreditan

  • Konsumer dan Komersial
  1. Risk Based Audit Internal (RBAI)
  • Tujuan (RBIA)
  • Syarat yang digunakan
  • Jenis-jenis Risiko
  • Pendekatan RBIA
  • Pemahaman Proses
  • Laporan dan Opini Audit
  1. Pengukuran dan Pemantauan Risiko Kredit
    6. Evaluasi Internal Kredit
    7. Kebijakan Kredit dan Prosedur
    8. Keterkaitan Risiko Kredit dan Risiko Inhern Bank
    9. Modern Methode Audit Bank
    10. Audit Kredit Berbasis Manajemen Risiko
    a. Risiko Kredit
    b. Segmentasi Kredit
    c. Organisasi Kredit
    d. Budaya Kredit
    11. Analisa Portfolio
    12. Studi Kasus

GRAFONOMI SEBAGAI ALAT PENCEGAHAN TINDAK KEJAHATAN PERBANKAN

A. TUJUAN PELATIHAN GRAFONOMI

Dengan mengikuti pelatihan grafonomi, peserta diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang menjadi pedoman pengamanan, pendayagunaan sistem dan prosedur penanganan permasalahan yang mungkin terjadi, dalam kaitannya dengan sistem pelayanan. Dapat memahami dan menguasai tentang sidik jari dengan segala aspeknya, bahasa tulisan tangan maupun tanda tangan serta mengerti tentang ciri-ciri khusus tentang uang dan surat berharga sehingga dapat meningkatkan tindakan pengamanan  untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan pemalsuan terhadap tanda tangan, tulisan tangan, uang maupun dokumen serta untuk mengetahui tentang tindak kejahatan lain yang terkait. Disamping itu peserta dapat mengetahui seluk beluk tentang sidik jari sehingga dapat memanfaatkan adanya sidik jari.

 

D. MATERI PELATIHAN GRAFONOMI

  1.  Pengertian dan Fungsi Grafonomi
    1. Dasar Pemikiran Grafologi Dalam Grafonomi
      • Latar Belakang Trjadinya Grafonomi
    2. Satuan Kedirian
      • Pemahaman Munculnya Tindak Kejahatan Grafonomi
    3. Letak dan Fungsi Grafonomi
      • Pengenalan Tulisan
        • Pengertian Tulisan dan Sumber Tulisan
        • Kenampakan Tulisan
        • Unsur Grafis Dalam Tulisan
  2.   Penilaian Unsur Grafis Dalam Tulisan
    1. Prinsip dan Langkah yang harus dilakukan
    2. Tahapan Dalam proses Interpretasi tulisan
    3. Pengenalan sesaat-seketika Analisa tulisan
    4. Pengamatan dan Memaknai tulisan tangan
  3.   Tanda Tangan Dengan Segala Variasi
    1. Meneliti dan mengamati Tanda tangan
    2. Beberapa aspek pengamatan Tanda Tangan
    3. Beberapa karakter Tanda Tangan
    4. Sikap tindak perubahan keajegan dan gerak otomatis
  4. Mengungkap Rahasia sidik jari
    1. Pengertian sidik jari
    2. Kulit telapak tangan
    3. Hubungan otak dangan pola sidik jari
    4. Jabaran hubungan otak dengan sidik jari
    5. Beberapa istilah dalam sidik jari
    6. Pola dasar sidik jari
  5.  Pengenalan dan Analisa Dokumen
    1. Pengenalan dan analisa berbagai jenis dokumen
    2. Verifikasi jenis dokumen
    3. Pemalsuan Dokumen
  6.  Pengenalan Uang
    1. Ciri umum dan khusus uang kertas
    2. Ciri umum uang Rupiah logam
    3. Pedoaman penting dalam pembuatan umum
  7.  Uang Yang dipalsukan
    1. Tindak pemalsuan yang mudah dideteksi
    2. Tindak pemalsuan yang sulit dideteksi
    3. Pendektesian uang palsu
  8. Tindak Kejahatan
    1. Hakikat kejahatan dan modus operandi
    2. Tindak kejahatan Perbankan Fisik-Non Fisik
    3. Tindak perbuatan tercela yang harus dihindari
  9. Dasar Hukum Pemidanaan
    1. Nullum Deluctum Noella Poena Praevia Sine Lege Poenalli
    2. Aspek Noella Poena
    3. Antara Actus Reus dan Ommision dalam pemalsuan
    4. Antara PerTangguangan jawab pidana dan tanggung jawab Pidana dalam Pemalsuan

Manajemen Resiko Operasional Bank

Deskripsi Manajemen Resiko Operasional Bank

Aktivitas perbankan senantiasa dihadapkan pada risiko-risiko yang berkaitan erat dengan fungsinya untuk menciptakan nilai bagi para stakeholder. Termasuk di dalamnya yaitu resiko operasional. Resiko operasional merupakan resiko yang ditimbulkan karena kesalaham manusia, kegagalan system, tidak berfungsinya fungsi internal, dan adanya problem eksternal yang mempengaruhi jalannya operasional bank. Tentunya resiko operasional menimbulkan kerugian keuangan dan kerugian potensial. Resiko yang akan timbul bisa di tekan dengan menggunakan manajemen resiko operasional bank. Penekanan resiko operasional bank tentunya akan menguntungan bagi perusahaan karena mengurangi kemungkinan kerugian yang akan timbul.



Tujuan

Pelatihan ini dimaksudkan agar peserta memahami pentingnya manajemen risiko operasional bank untuk mengurangi resiko operasional yang mungkin timbul.

Materi Training Manajemen Resiko Operasional Bank

  • Pengertian tentang Risiko dan Risiko Operasional
  • Kasus-kasus Perbankan terkait Risiko Operasional
  • Mengenali Jenis-jenis Kegagalan Operasional Bank:people riskprocess risk (model, transaksi, dan kegiatan operasional), system and technology risk,external party risk, dan natural disaster risk.
  • Elemen-elemen Utama Manajemen Risiko Operasional: Kebijakan, identifikasi, proses bisnis, metode pengukuran, manajemen eksposur, pelaporan, analisis risiko, daneconomic capital.
  • Risiko Operasional danRisk Capital.
  • Model-model Risiko Operasional berbasis Basel II:Basic IndicatorStandardized Approach, dan Advanced Measurement Approach (AMA).
  • Value-at-Risk (VAR) for Operational Risk
  • Risk and Control Self-Assessment (RCSA): Arti penting, pendekatan, dan pelaksanaan RCSA yang efektif
  • Strategi Mitigasi Risiko Operasional:risk prevention dan risk reduction program.
  • Operational risk reporting and profiling

AUDIT KREDIT BANK: Executive Training Development

Pengantar Audit Kredit Bank

Kredit atau kredit yang disalurkan bank kepada  nasabah atau debitur adalah suatu produk perbankan berupa penyaluran dana kepada masyarakat atau perusahaan yang merupakan sumber penghasilan bagi bank. Bagi industri perbankan, manajemen kredit merupakan  tugas yang sangat penting  karena beberapa alasan. 1) Sumber utama dana kredit tersebut adalah dari pihak ketiga atau masyarakat yang harus dikembalikan bank dalam jangka pendek. 2) Jika jumlah kredit terlalu besar maka akan merugikan kesehatan bank sebab akan mengganggu  likuiditas bank tersebut. 3) Jika kredit tidak dikelola banik akan menimbulkan masalah kolektibilitas  bahkan akan menimbulkan kredit macet. Untuk mengurangi resiko yang makin besar, maka perencanaaan dan pengendalian kredit  menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi bank. Untuk itulah diperlukan audit kredit agar dapat dicegah dan dikurangi risiko kredit.

Tujuan Pelatihan Audit Kredit Bank

Tujuan pelatihan audit kredit adalah sebagai berikut:

  1. Membekali peserta pengetahuan tentang  pengertian, karakteristik, dan jenis kredit.
  2. Membekali peserta pengetahuan tentang proses audit kredit,
  3. Membekali peserta teknik dan metode  menditeksi masalah dalam kredit dan cara mengatasi masalah kredit, termasuk test goal, kriteria, KPI, dan peraturan BI.
  4. Memberikan pengetahuan bagi peserta teknik mengurangi risiko kredit dan melaporkan hasil temuan audit kredit.
  5. Memberikan bekal pengetahuan yang lebih dalam tentang  audit risiko berbasiskan risiko.

Manfaat  Training Audit Kredit

Manfaat yang diperoleh peserta setelah mengikuti pelatihan ini adalah:

  1. Peserta akan mengerti bagaimana menyusun tujuan,prosdur terhadap  audit kredit.
  2. Peserta akan mampu menentukan masalah apa yang terjadi dalam kredit bank.
  3. Peserta akan mampu menentukan penyebab dan dampak dari masalah kredit bank
  4. Peserta akan mampu memberikan berbagai alternative  untuk mengatasi risiko atau kerugian atau masalah dalam kredit bank
  5. Peserta akan mampu menghasilkan audit finding report yang handal dan relevan atas kredit bank sesuai frudential banking

Isi/Outline Training  Audit Kredit Bank

Training ini merupakan proses yang mencakup pokok bahasan berikut:

  1. Mengerti pihak yang bertanggungajawab dan berperan pada audit kredit.
  2. Mengerti tujuan prinsip audit kredit
  3. Bidang apa yang harus diaudit
  4. Mengerti sumber dana bank
  5. Internal control dan COSO
  6. Evaluasi Internal control kredit
  7. Audit ketaatan pada prinsip pemberian kredit
  8. Audit ketaatan kebijakan kredit pada bank
  9. Review kredit
  10. Monitorong diri (KPI) dan assessment
  11. Audit finding atas kredit.
  12. Audig report dan diskusi
  13. Kasus
  14. Q&A.
  15. Review
  16. Closing

Manajemen Aset

Deskripsi Training Manajemen Aset

Aset adalah barang atau benda yang terdiri dari benda tidak bergerak dan benda bergerak baik yang berwujud (tangible) dan tidak berwujud (intangible) yang tercakup dalam aktiva/kekayaan perusahaan. Pengelolaan Aset (kekayaan) Perusahaan merupakan hal yang sangat penting karena  untuk memantau dan menghitung serta memanfaatkannya  secara optimal. Manajemen asset berfungsi untuk informasi perjalanan asset secara keseluruhan, memuat berapa banyak aset dan biayanya, pemanfaatan, kondisi dan pemeliharaan serta lokasi penyimpanan.Hal ini juga berfungsi untuk  mencegah dari hilangnya asset, perhitungan pajak dan depresiasi.

Banyak perusahaan masih menganggap Manajemen Aset secara fisik  hanyalah sekedar instrumen pengelolaan daftar aset, serta pencatatan oleh bagian accounting. Anggapan yang kurang tepat lainnya adalah bahwa pengelolaan fisik aset sepenuhnya sudah diserahkan kepada Bagian umum , padahal baik daftar aset maupun pengelolaan aset fisik hanyalah bagian kecil dari Physical Asset Management.



Tujuan Training Manajemen Aset

  1. Menjelaskan kepada peserta mengenai pentingnya pengelolaan aset dilakukan secara profesional dan terintegrasi.
  2. Membekali peserta terkait dengan pengelolaan aset secara terintegrasi mulai dari planning, pengadaan, verifikasi, pencatatan, layout, pergudangan, pemeliharaan, sistem informasi aset, serta monitoring dan evaluasi.
  3. Membekali peserta metode pengambilan keputusan dalam pengelolaan aset, sehingga lebih efisien, mengurangi pemborosan/kerugian,  mencegah hilangnya aset serta mecegah konflik karena aset.
  4. Membekali peserta implementasi sistem informasi manajemen aset di Perusahaan tempat bekerja.



Materi Training Manajemen Aset

 

  1. Konsep Dasar Manajemen Aset dan Ruang lingkup Manajemen Aset
  2. Perencanaan Manajemen Aset:  prosedur perencanaan kebutuhan aset  dan  penganggarannya
  3. Pengadaan Aset (Procurement): sistem dan prosedur pengadaan aset : swakelola/ outsourcing, penyimpangan dalam pengadaan, pengawasan pengadaan, formulir –formulir prosedur pengadaan.
  4. Manajemen Penggudangan Aset (Warehousing): prosedur penerimaan, verifikasi, pendistribusian dan prinsip penyimpanan aset dan formulir inventarisasi asset di Gudang.
  5. Kodifikasi dan Sistem informasi Asset: Perencanaan kodifikasi dan SIM
  6. Manajemen Keuangan Aset dan Penilaian Aset
  7. Pengukuran dan Evaluasi Aset
  8. Pemeliharaan dan pengawasan aset
  9. Sumberdaya Manusia  dalam Penanganan Aset Perusahaan: Struktur Organisasi Manajemen Aset,    Pengaturan Tugas dan Wewenang Pengelolaan Aset, dan Mengatasi Konflik Terkait dengan Aset.
  10. Administrasi dan database aset
  11. Metode Lelang dan Penghapusan Aset
  12. Case Study secara detail : kasus-kasus riil di lapangan dan solusinya

Akuntansi Profesional

Seminar / Workshop Description :

Akuntansi adalah bahasa bisnis, oleh karena itu, anda yang ingin sukses berbisnis wajib mengerti bahasa bisnis. Pemahaman akuntansi yang baik akan menjadikan anda mampu mengevaluasi kondisi perusahaan. Evaluasi laporan keuangan akan menguak informasi tertutup dari sebuah laporan keuangan. Semua informasi dari sebuah laporan keuangan menjadi dasar yang penting untuk pengambilan keputusan. Keputusan yang tepat menjadikan perusahaan anda akan berada dalam jalur yang tepat, sehingga misi perusahaan lebih mudah dicapai.Laporan keuangan adalah ringkasan kondisi perusahaan pada tanggal neraca dan kinerja perusahaan dalam periode tertentu. Untuk menyeragamkan proses dan metode penyusunannya, laporan keuangan harus disusun berdasarkan standar akuntansi yang berlaku umum atau di Indonesia dikenal dengan istilah PSAK (Pernyataan Standard Akuntansi Keuangan). PSAK Indonesia saat ini sebagian besar sudah dikonversi untuk menyesuaikan dengan IFRS (International Financial Report Standard).

Tujuan Pelatihan Akuntansi Profesional

  1. Peserta dapat memahami prinsip-prinsip dasar akuntansi.
  2. Peserta dapat memahami mengapa sebuah laporan keuangan harus memenuhi kaidah yang berlaku umum misalnya PSAK di Indonesia atau GAAP di USA.
  3. Peserta dapat memahami persamaan dasar akuntansi sebagai philosopi dasar untuk membentuk Neraca.
  4. Peserta dapat memahami bahwa Laporan Laba / (Rugi) merupakan representasi dari aktivitas perusahaan dalam menjalankan misinya.
  5. Peserta dapat memahmi siklus akuntansi dan dapat melakukan proses recording, adjustment sampai dengan meringkas transaksi menjadi Laporan Keuangan.
  6. Peserta dapat menggunakan dan menggali informasi penting dari laporan keuangan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan.

Outline Materi Akuntansi Profesional

Hari – Pertama

  1. Akuntansi Bahasa Bisnis
  • Apakah Akuntansi…?
  • Asumsi dan Prinsip Dasar Akuntansi
  • Siklus dan Jenis-Jenis Akuntansi
  • Perbedaan Akuntansi dan Tata Buku
  • Jenis-Jenis Laporan Keuangan
  • Bentuk Organisasi Dalam Bisnis
  • Pengguna Laporan Keuangan
  1. Perubahan Posisi Keuangan
  • Perkiraan dan Buku Besar (Ledger)
    • Bentuk-Bentuk Perkiraan
    • Cara Mendebet dan Mengkredit Perkiraan
    • Tata Perkiraan (Chart of Account)
    • Buku Besar (Ledger)
    • Neraca Saldo (Trial Balance)
  • Jurnal dan Pemindahan ke Buku Besar
    • Fungsi Jurnal
    • Bentuk Jurnal
    • Cara Pemindahan Ke Buku Besar
  1. Manfaat Ledger dan Jurnal Untuk Manager

Hari – Kedua

  1. Menghitung Laba / (Rugi) dan Neraca, Akhir dari Siklus Akuntansi
    • Apakah Laba Bersih / (Rugi) Akuntansi
    • Ayat Jurnal Penyesuaian
    • Menyiapkan Satu Set Laporan Keuangan
    • Jurnal Penutup Untuk Rekening Temporary
    •  Menyelesaikan Siklus Akuntansi
  1. Akuntansi Khusus
    • Akuntansi Kas dan Kas Kecil
    • Akuntansi Persediaan
    • Akuntansi Aktiva Tetap
    • Akuntansi Modal
  1. Analisa Laporan Keuangan
    •  Mengukur Tingkat Likuiditas dan Risiko Kredit
    •  Mengukur Rasio Profitabilitas
    •  Mengukur Rasio Efisiensi Operasi
    •  Mengukur Rasio Leverage
    •  Mengukur Rasio Tingkat Pengembalian

4. Contoh Kasus Akuntansi Perusahaan Dagang
5. Contoh Kasus Akuntansi Perusahaan Jasa

DASAR AKUNTANSI

TUJUAN TRAINING DASAR AKUNTANSI

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta dapat memahami aplikasi akuntansi dan penerapannya dalam pekerjaan

 

MATERI TRAINING DASAR AKUNTANSI

Karakteristik dan Konsep Dasar Akuntansi

  • Apa itu akuntansi?
  • Pengguna dan kegunaan Akuntansi
  • Perbedaan bookkeeping dan akuntansi
  • Standar Akuntansi Keuangan
  • Unsur-unsur Laporan Keuangan (Neraca dan Laba Rugi)

Proses Pencatatan Akuntansi

  • Persamaan dasar Akuntansi
  • Pengertian rekening (account) dan Debit/kredit
  • Tahap-tahap proses siklus akuntansi
  • Buku Jurnal
  • Buku Besar dan Buku besar pembantu
  • Posting ke Buku Besar
  • Necara Saldo

Penyesuaian Rekening (Adjusting the Account)

  • Asumsi Periodicity dan pengakuan pendapatan dan biaya
  • Bentuk-bentuk penyesuaian rekening
  • Jurnal penyesuaian dan posting ke Buku Besar
  • Neraca saldo disesuaikan
  • Neraca Lajur
  • Laporan Keuangan

Penyelesaian Siklus Akuntansi

  • Jurnal Penutup
  • Jurnal Koreksi
  • Jurnal Pembalikan (reversing entries)
  • Analisis Laporan Keuangan
  • Jurnal khusus

BASIC ACCOUNTING TRAINING

DESKRIPSI BASIC ACCOUNTING TRAINING

Akuntasi merupakan bahasa bisnis yang harus dimengerti  bagi perusahaan yang ingin terus eksis dan sukses dalam berbisnis. Akuntansi memegang peranan yang vital bagi jalannya sebuah perusahaan. Konsep dasar, pengetahuan dan keterampilan akuntansi keuangan diperlukan dalam pengelolaan data keuangan dan penyusunan laporan keuangan. Laporan keuangan adalah ringkasan kondisi perusahaan pada tanggal neraca dan kinerja perusahaan dalam periode tertentu. Penyajian laporan keuangan bagi pihak eksternal perusahaan harus sesuai pada prinsip-prinsip akuntansi keuangan yang diterima umum. Pemahaman akuntansi yang baik akan menjadikan kita mampu mengevaluasi kondisi perusahaan. Evaluasi laporan keuangan akan menguak informasi tertutup dari sebuah laporan keuangan. Semua informasi dari sebuah laporan keuangan menjadi dasar yang penting untuk pengambilan keputusan. Keputusan yang tepat menjadikan perusahaan akan berada dalam jalur yang tepat, sehingga tujuan dari perusahaan lebih mudah dicapai.
Pelatihan ini akan membahas mengenai pengetahuan Dasar Akuntansi (Basic Accounting). Diharapkan peserta pelatihan mampu memahami tugas dan tanggung jawab bagian akuntansi keuangan, memahami prinsip dasar dan tujuan akuntansi keuangan, mampu menyusun laporan keuangan neraca, laba-rugi dan laporan perubahan modal dan melakukan analisis rasio terkait, memahami berbagai metode akuntansi, memahami dan mampu mempraktekan prosedur dalam siklus akuntansi.



TUJUAN BASIC ACCOUNTING TRAINING

Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan peserta dapat & mampu untuk:

  • Memahami prinsip dasar dan tujuan akuntansi keuangan
  • Memahami tugas dan tanggung jawab bagian akuntansi keuangan.
  • Memahami aplikasi akuntansi dan penerapannya dalam pekerjaan
  • Memahami persamaan dasar akuntansi sebagai dasar untuk membentuk Neraca.
  • Menyusun laporan keuangan neraca, laba-rugi dan laporan perubahan modal dan melakukan analisis rasio terkait.
  • Memahami berbagai metode akuntansi yang berkaitan dengan piutang ragu-ragu dan persediaan.
  • Memahami siklus akuntansi dan dapat melakukan proses recording, adjustment sampai dengan meringkas transaksi menjadi Laporan Keuangan.
  • Menggunakan dan menggali informasi penting dari laporan keuangan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan.



MATERI BASIC ACCOUNTING TRAINING

  • Akuntansi sebagai Bahasa Bisnis
    • Tujuan & Konsep Dasar Akuntansi
    • Laporan Keuangan: Fungsi Sistem Akuntansi dan Audit.
    • Standar Akuntansi Keuangan: Prinsip Akuntansi Yang Berlaku Umum di Indonesia (PSAK)
    • Laporan Keuangan (titik awal belajar akuntansi): neraca, laba rugi dan perubahan modal
    • Efek Transaksi Bisnis
    • Bentuk Organisasi Dalam Bisnis
    • Penggunaan Laporan Keuangan
  •   Proses Pencatatan Akuntansi
    • Persamaan dasar Akuntansi
    • Pengertian rekening (account) dan Debit/kredit
    • Tahap-tahap proses siklus akuntansi
    • Buku Jurnal
    • Buku Besar dan Buku besar pembantu
    • Posting ke Buku Besar
    • Neraca Saldo
  • Penyesuaian Rekening (Adjusting the Account)
    • Asumsi Periodicity dan pengakuan pendapatan dan biaya
    • Bentuk-bentuk penyesuaian rekening
    • Jurnal penyesuaian dan posting ke Buku Besar
    • Neraca saldo disesuaikan
    • Neraca Lajur
    • Laporan Keuangan
  • Akuntansi Untuk Perusahaan Dagang
    • Pengantar: Perusahaan Dagang
    • Sistem Inventory Perpetual
    • Sistem Inventory Periodic
    • Evaluasi Kinerja Perusahaan Dagang
  • Menghitung Laba / (Rugi) dan Neraca
    • Apakah Laba Bersih / (Rugi) Akuntansi
    • Ayat Jurnal Penyesuaian
    • Menyiapkan Satu Set Laporan Keuangan
    • Jurnal Penutup Untuk Rekening Temporary
  • Penyelesaian Siklus Akuntansi
    • Jurnal Penutup
    • Jurnal Koreksi
    • Jurnal Pembalikan (reversing entries)
    • Jurnal khusus
  •   Analisa Laporan Keuangan dan Laporan Arus Kas
    • Mengukur Tingkat Likuiditas dan Risiko Kredit
    • Mengukur Rasio Profitabilitas
    • Mengukur Rasio Efisiensi Operasi
    • Mengukur Rasio Leverage
    • Mengukur Rasio Tingkat Pengembalian
    • Laporan Arus Kas

ACCOUNTING AND TAX PLANNING

Deskripsi

Ilmu akuntansi tidak hanya dipelajari oleh seorang akuntan saja melainkan profesi lainnya karena berhubungan dengan keuangan. Banyak pihak yang memerlukan untuk menguasai ilmu tersebut bidang keilmuan tersebut, antara lain:  Insinyur, ahli Hukum, ahli statistic, ahli IT, ahli pertanian, ahli sejarah, ahli bahasa, dan lain-lain. Bahkan ilmu akuntansi juga dibutuhkan oleh seseorang yang semula bekerja di luar profesi atau bidang akuntansi dan tidak memiliki dasar-dasar ilmu akuntansi, kemudian orang tersebut di promosikan ke lingkup pekerjaan bidang akuntansi.

Perencanaan pajak (tax planning) sangat dibutuhkan oleh perusahaan karena dengan memahami perencanaan pajak perusahaan dapat melakukan proses merekayasa usaha dan transaksi wajib pajak agar utang pajak berada dalam jumlah yang minimal tanpa melakukan pelanggaran konstitusi atau Undang-undang Perpajakan yang berlaku.

Tujuan

Setelah mengikuti training ini, diharapkan peserta dapat:

  1. Memperoleh pengetahuan tentang seluk beluk pengerjaan bidang accounting dan hasil-hasil yang bisa diperoleh yang berkaitan erat dengan ilmu accounting.
  2. Memahami teknik-teknik dalam penyusunan Laporan keuangan, penyusunan Balance Sheet, Income Statement & Cash Flow.
  3. Mampu melakukan perencanaan pajak sesuai Undang-undang Perpajakan.

 

Materi

1. Pencacatan & Pengklasifikasian Transaksi Financial

  • Aktiva & berbagai sumbernya
  • Debet & Kredit
  • dalam buku kas
  • Buku entry original
  • Neraca Saldo ( Trial Balnce )
  • Buku Kas Sekundair
  • Pengawasan uang tunai ( Cash )
  • Surat Hutang ( Notes ) & Surat Wesel ( Draft )
  • Buku Entry Original lainnya

2. Adjusting dan Rekapitulasi Rekening

  • Property dan Perlengkapan
  • Bad Debs
  • Uang Muka Biaya, Hutang Biaya, Hutang & Piutang Penghasilan
  • Penentuan Net Income
  • Laporan Keuangan ( Financial Statement )

3. Trading / Jasa

  • Akuntansi usaha jasa
  • Inventarisasi produk usaha jasa
  • Catatan Pembelian dan Penjualan

4. Memahami Data Akuntansi

  • Berbagai hal yang membentuk data akuntansi
  • Biaya dan Pengeluaran
  • Akuntansi dan Tingkat Harga
  • Problema Dalam Mengukur Pendapatan

5. Berbagai Bentuk Organisasi Kepemilikan

  • Pembentukan Persekutuan
  • Pembagian Keuntungan Persekutuan
  • Penerimaan dan Pengunduran Diri Sekutu
  • Modal Perseroan Terbatas
  • Pendapatan Perseroan Terbatas
  • Antisipasi Biaya dan Kerugian Perseroan Terbatas
  • Obligasi Perseroan Tertbatas
  • Laporan Keuangan

6. Studi Kasus Entry Jurnal dan Buku Kas 

7. Ajustment dan Summarization

8. Memahami Laporan Keuangan

  • Neraca ( BALANSHEET )
  • Laporan laba-rugi ( INCOME STATEMENT )
  • Cash Flow Operasi , Pembiayaan & Investasi

9. Memahami Indikator Kesehatan Perusahaan

  • Analisa Ratio Keuangan
  • Analisa Laporan Laba-Rugi
  • Analisa Neraca
  • Profit VS Cashflow

10. Pengantar Tax Planning

11. Jenis-jenis Tax Planning

12. Aspek-aspek Tax Planning

13. Strategi Perencanaan Pajak

14. Penerapan Tax Planning

15. Studi Kasus

Accounts Receivable Management Model

Ini merupakan, workshop mengenai Account Receivable mamangement yang cangih, sebagaimana perusahaan modern pada umumnya dimana sebagian besar omsetnya diperoleh dari penjualan kredit, sehingga diperlukan model untuk menjaga agar Account minimal terhadap kerugian karena Bad Debt. Di pelatihan ini peserta juga dibekali bagaimana mendesign strategi Kredit, menerapkan kebijakan Kredit dan mengerti serta mampu mengelolah data menjadi informasi terkait financial statemet secara fundamental. Memonitor A/R yang outstanding sehingga mampu memperbaiki collection secara lebih effektif.



Tujuan & Manfaat Pelatihan

  • Mampu mendefinisikan & menjalankan strategi kredit secara benar
  • Mampu menerapkan kredit policy yang effektif
  • Mamahami dan dapat meng-interprestasikan secara fundamental infromasi yang terkait dengan financial statement
  • Know How to Monitoring Account Receivable yang outstanding
  • Melakukan improvement secara effective dalam mengelola collection  dari Account receivable
  • Memahami bagaimana menggunakan fasilitas Excel dalam melakukan “What If Analysis”

Pokok Bahasan Training Account Receivable Management Model

  • Memahami pentingnya penjualan secara kredit
  • Memperkuat kesadaran kredit
  • Definisi Strategi Kredit
  • Pemahama tentang pentingnya kebijakan kredit
  • Pemahaman dan pengertian perlunya fasilitas kredit
  • Mencari factor-factor yang mempengaruhi kebijakan kredit
  • Penerapan kebijakan kredit
  • Mengumpulkan data dan informasi kredit
  • Pemahaman Financial statement
  • Monitoring Account Receivable
  • Mengetahui dampak dari melambatnya usia Piutang
  • Identifikasi awal konsumen yang akan terlambat bayar
  • Kumpulan cerita cirri-ciri konsumen yang akan menjadi Bad debt
  • Case study & practical exercise

Perbandingan PSAK Baru dengan PSAK Lama

Deskripsi Training Kajian Perbandingan Pernyaataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Baru (IFRS/ IAS Converged) dengan PSAK Lama Terkait

Laporan keuangan adalah salah satu bentuk komunikasi bisnis yang disusun dan disajikan bagi para penggunanya sebagai salah satu sarana di dalam mengambil keputusan bisnis. Dasar pelaporan keuangan berupa pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) telah melalui beberapa fase yang dimulai dengan lahirnya Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) 1973, PAI 1984, dan dimulainya Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 1994 yang beberapa kali mengalami revisi sampai detik ini sebagai komitmen profesi akuntansi Indonesia (IAI) yang telah bergabung dengan International Federation of Accountants (IFAC).

Salah satu konsekuensi IAI sebagai anggota IFAC adalah memenuhi beberapa ketentuan SMO (Statement of Membership Obligations) yang salah satunya adalah mengkonvergensi PSAK dengan International Financial Reporting Standards/ International Accounting Standards (IFRS/ IAS).

Dampak konvergensi membawa suatu perubahan paradigma penyusunan laporan keuangan secara fundamental dengan bergesernya pola pikir profesi akuntan yang berorientasi pada rule based accounting menuju pola pikir principle/ transactional based accounting dengan konsep nilai wajar (fair value) yang menjiwai setiap nilai transaksi di dalamnya, yang dahulu lebih didominasi oleh konsep nilai historis (historical method).

Diskusi sehari mengenai  Kajian Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Baru (IFRS/ IAS Converged) dengan PSAK Lama Terkait ini merupakan suatu gerbang pergeseran paradigm dan konsep di atas yang tentunya akan membuka cakrawala/ khasanah baru bagi profesi akuntan dan profesi terkait lainnya. Manajemen dan profesi akuntan diharapkan dengan segera untuk beradaptasi dengan revolusi profesi ini.


Sasaran:
Peserta diharapkan memperoleh awareness  terhadap perubahan fundamental standar-standar akuntansi serta dampaknya terhadap pelaporan keuangan.


Outline Kajian Perbandingan Pernyaataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Baru (IFRS/ IAS Converged) dengan PSAK Lama Terkait :

Diskusi ini akan mencakup beberapa topik diantaranya:

1.    Pembahasan-pembahasan perbandingan PSAK diantaranya

  •     PSAK 1        Penyajian Atas Laporan Keuangan
  •     PSAK 2     Laporan Arus Kas
  •     PSAK 3        Laporan Keuangan Interim
  •     PSAK 4        Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri
  •     PSAK 5        Segmen Operasi
  •     PSAK 8        Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
  •     PSAK 12    Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama
  •     PSAK 15    Investasi Pada Entitas Asosiasi
  •     PSAK 25    Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, Kesalahan
  •     PSAK 48    Penurunan Nilai Aset
  •     PSAK 57    Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi
  •     PSAK 58    Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan

2.    Beberapa pencabutan PSAK-PSAK terkait.

ACTIVITY BASED COSTING

DESKRIPSI TRAINING ACTIVITY BASED COSTING

Training ini akan membahas mengenai pengintegrasian konsep Activity Based Costing dan metode advanced traditional costing agar para accountant dapat berperan sebagai business partner dalam perusahaan.

MATERI TRAINING ACTIVITY BASED COSTING

  1. The Business Environment
    • Modern Strategic, Tactical, dan Operational Aspects;
    • Peran cost accounting;
    • Cost information sebagai salah satu faktor dalam pengambilan keputusan;
    • Menilai efektifitas cost reporting system dengan pendekatan Product/Decision Cycle
  1. Evaluating Companys Costing Techniques
  2. Activity Based Costing as an Effective Cost Accounting Tool
  3. Developing Standards as a Tool for Valuation and Strategic Decision Support
  4. Variance Analysis as a Process Improvement Tool;
  5. Effective Determination of Joint- and By-Product Costs;
  6. Assigning Service Department Costs to Determine Total Product Cost ;
  7. Developing the Target Cost Model ;
  8. Transfer Pricing and Product Cost Determination;
  9. Cash Flow and Cost Accounting;
  10.  Capacity Analysis: Understanding the True Cost of Incremental Manufacturing

Basic Accounting

Deskripsi Basic Accounting

Ilmu akuntansi tidak hanya dipelajari oleh seorang akuntan saja melainkan profesi lainnya karena berhubungan dengan keuangan. Banyak pihak yang memerlukan untuk menguasai ilmu tersebut bidang keilmuan tersebut, antara lain:  Insinyur, ahli Hukum, ahli statistic, ahli IT, ahli pertanian, ahli sejarah, ahli bahasa, dan lain-lain. Bahkan ilmu akuntansi juga dibutuhkan oleh seseorang yang semula bekerja di luar profesi atau bidang akuntansi dan tidak memiliki dasar-dasar ilmu akuntansi, kemudian orang tersebut di promosikan ke lingkup pekerjaan bidang akuntansi. Pemahaman yang baik mengenai akuntansi, akan mampu mengevaluasi kondisi perusahaan yang dicerminkan dari laporan keuangan perusahaan.

 

Materi Basic Accounting

1. Ruang Lingkup dan konsep dasar akuntansi
2. Pemahaman data akuntansi :

  • Berbagai hal yang membentuk data akuntansi
  • Biaya dan Pengeluaran
  • Akuntansi dan Tingkat Harga
  • Problema Dalam Mengukur Pendapatan

3. Pencatatan dan Pengklasifikasian transaksi financial

  • Aktiva & berbagai sumbernya
  • Debet & Kredit
  • dalam buku kas
  • Buku entry original
  • Neraca Saldo ( Trial Balnce )
  • Buku Kas Sekundair
  • Pengawasan uang tunai ( Cash )
  • Surat Hutang ( Notes ) & Surat Wesel ( Draft )
  • Buku Entry Original lainnya

4. Siklus akuntansi
5. Adjusting dan rekapitulasi rekening
6. Laporan keuangan : Neraca, Laba-Rugi, Cashflow
7. Studi kasus

AKUNTANSI MANAJEMEN

TUJUAN PELATIHAN

Setelah mengikuti Pelatihan Akuntansi Manajemen ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk:

  1. Mempelajari ilmu akuntansi secara umum dan akuntansi manajemen secara khusus.
  2. Mempelajari cara pandang akuntansi management dalam pengelolaan biaya perusahaan.
  3. Mempelajari Konsep Dasar Akuntansi Manajemen seperti Proses Costing, Job Order Costing dan ABC Costing.
  4. Mempelajari perilaku biaya dan informasi biaya yang relevan untuk pengambilan keputusan.
  5. Mempelajari konsep Inventory Valuation dalam rangka memberikan harga jual yang kompetitif.
  6. Mempelajari analisa biaya dalam rangka proses pengambilan keputusan manajemen.

MANFAAT PELATIHAN

Melalui pelatihan Akuntansi Manajemen ini diharapkan:

  1. Peserta memahami konsep-konsep dan cara pandang akuntansi manajemen dalam rangka proses pengambilan keputusan.
  2. Peserta mampu mengaplikasikan konsep akuntansi manajemen proses pengambilan keputusan.
  3. Peserta mampu memberikan penjelasan akuntansi manajemen yang demikian kompleks menjadi lebih sederhana sehingga dapat digunakan menginspirasi dan mengajak semua lapisan dalam perusahaan untuk bekerja dengan efisien dan efektif.
  4. Mampu merealisasikan tujuan perusahaan dengan cara memberikan informasi biaya yang up to date dan akuntable.

CAKUPAN MATERI AKUNTANSI MANAJEMEN

Materi training yang akan di bahas topik Akuntansi Manajemen adalah :

  1. Peran Akuntan Dalam Organisasi.
  2. Pengenalan Istilah dan Tujuan Biaya.
  3. Cost Profit Volume Analysis.
  4. Job Costing.
  5. Kalkulasi Biaya Berdasarkan ABC and ABM .
  6. Anggaran Induk & Akuntansi Pertanggungjawaban.
  7. Anggaran Fleksibel, Varian Biaya Langsung, dan Pengendalian Manajemen.
  8. Anggaran Fleksibel, Varian Biaya Variabel, dan Pengendalian Manajemen.
  9. Kalkulasi Biaya Persediaan dan Analisa Kapasitas.
  10. Menentukan Perilaku Biaya.
  11. Pembuatan Keputusan dan Informasi Yang Relevan.
  12. Keputusan Penetapan Harga dan Manajemen Biaya.
  13. Studi Kasus.

PERHITUNGAN AKTUARIA SESUAI PSAK 24

DESKRIPSI TRAINING PERHITUNGAN AKTUARIA SESUAI PSAK 24

Pelatihan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk mengetahui jumlah kewajiban dan beban atas program Imbalan Paska Kerja Karyawan sesuai perlakuan akuntansi dihitung dengan metode perhitungan secara aktuarial, sesuai dengan basis Akuntansi berdasarkan PSAK-24 atau SAK ETAP. Training ini di selenggarakan dengan menerapkan sistem pengajaran interaktif dan adanya studi kasus diharapkan peserta training dapat memahami dan diterapkan pada lingkup kerja. Peserta juga di kenalkan pada metode PUC (Projected Unit Kredit), dimana peserta dapat melakukan perhitungan sederhana terhadap kewajiban Employee Benefit sesuai jenis program benefit yang ada di Perusahaan.



MATERI
TRAINING PERHITUNGAN AKTUARIA SESUAI PSAK 24

1.  Pengenalan Aktuaria:
Mempelajari secara mudah perhitungan aktuaria bagi pemula. Peserta di harapkan dapat memahami prinsip nilai sekarang dan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kenaikan kewajiban atau penurunannya. Materi yang akan disampaikan adalah sbb:

  • Pengertian Aktuaria
  • Fungsi Aktuaria dalam menetukan Nilai Kini Kewajiban
  • Tingkat Bunga (Interest Rate).
  • Nilai Sekarang (Present Value).
  • Anuitas

2.  Pengetahuan Dasar dan Pemahaman tentang PSAK 24
Pengertian dan istilah-istilah dalam perhitungan PSAK 24. Diharapkan peserta dapat memahami variabel yang dapat mempengaruhi perhitungan dari tahun ke tahun. Materi yang akan disampaikan adalah sebagai sbb:

  • Arti Istilah.
  • Analisis Program dalam PSAK.
  • Penentuan dan dampak asumsi aktuaria terhadap perhitungan beban & kewajiban.
  • Melakukan validasi data dan analisa manfaat sesuai Peraturan Perusahaan.
  • Melakukan analisa keuntungan / kerugian aktuaria.
  • Menghitung nilai kini kewajiban imbalan pasti dengan metode Projectec Unit Credit
  • Menyajikan asumsi aktuaria yang dapat dipertanggungjawabkan dan diterima secara umum

3.  Alur Perhitungan PSAK 24.

  • Perhitungan beban dan kewajiban sesuai PSAK 24 untuk setiap manfaat karyawan
  • Menghitung keuntungan / kerugian aktuaria yang belum diakui dan yang diakui.
  • Menghitung biaya jasa kini
  • Menghitung biaya bunga
  • Menghitung dampak dari kurtailmen atau penyelesaian program (bila ada).
  • Memberikan penjelasan yang dibutuhkan guna menyusun Pengungkapan untuk Laporan Keuangan

4.  Sistem Pelaporan sesuai dengan PSAK 24
Membuat laporan lengkap, yang menyajikan informasi sebagai berikut :

  • Penjelasan mengenai manfaat dan data karyawan
  • Metode dan asumsi perhitungan.
  • Hasil Perhitungan
  • Catatan / penjelasan mengenai hasil perhitungan.

ASPEK DAMPAK LINGKUNGAN SISTEM MANAJEMEN ISO 14001:2004

PENDAHULUAN TRAINING ASPEK DAMPAK LINGKUNGAN SISTEM MANAJEMEN ISO

Aktivitas identifikasi dan evaluasi aspek dampak (ASDAM) lingkungan merupakan langkah awal yang mendasari penerapan Sistem Manajemen Lingkungan (SML) sehingga pemahaman dan pemilihan metodologi serta hasilnya merupakan satu keharusan yang penting. Organisasi harus mengenali aspek/dampak lingkungan sebelum dapat membangun suatu SML yang baik. Bila diibaratkan dengan tubuh manusia, aspek merupakan darah yang mensuplai masukan-masukan kepada elemen-elemen lain dalam Standar. Hasil identifikasi aspek yang buruk menyebabkan sistem yang tidak representatif dan kemungkinan besar gagal dalam penerapannya.

Organisasi harus membuat dan memelihara prosedur untuk mengidentifikasi aspek dampak lingkungan dari kegiatan, produk atau jasa yang dapat dikendalikan dan oleh karenanya diharapkan memiliki pengaruh, untuk menentukan aspek-aspek yang memiliki atau dapat memiliki dampak penting ke lingkungan. Organisasi harus menjamin bahwa aspek yang terkait dengan dampak penting di pertimbangkan dalam membuat tujuan lingkungannya.

Pelatihan ini akan mengarahkan dan memberi kepahaman kepada peserta dalam menyiapkan dan menyusun dokumentasi yang teruji sebagai dasar penerapan Aspek Dampak Lingkungan sebagaimana persyaratan ISO 14001:2004.



TUJUAN TRAINING ASPEK DAMPAK LINGKUNGAN SISTEM MANAJEMEN ISO

  • Memahami prinsip-prinsip dasar aspek dan dampak lingkungan.
  • Memahami Aspek dan Dampak Lingkungan baerdasar persyaratan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2004.
  • Memahami langkah pelaksanaan identifikasi dan evaluasi Aspek dan Dampak Lingkungan.



MATERI TRAINING ASPEK DAMPAK LINGKUNGAN SISTEM MANAJEMEN ISO

  • Pemahaman Persyaratan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2004
  • Aspek Lingkungan
  • Dampak Lingkungan
  • Identifikasi Kegiatan, Proses-proses, Produk
  • Penyusunan Kriteria Penilaian
  • Praktek-praktek
  • Pelaporan Aspek Dampak Lingkungan sesuai ISO 14001:2004

Audit Integrasi Sistem Manajemen ISO 9001: 2000, ISO-140001: 2004 dan SMK3 / OHSAS-18001

DESKRIPSI TRAINING AUDIT INTEGRASI SISTEM MANAJEMEN ISO

Bagi Dunia usaha yang sudah mulai menerapkan Sistem Manajemen ISO-9001:2000, Sistem Manajemen Lingkungan ISO-14001:2004, Sistem Manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja (SMK3) / OHSAS-18001 dan melaksanakan Integrasi system tersebut merasakan lebih efisien serta pelaksanaan operasional menjadi lebih efektif.
Salah satu yang efektif dalam pelaksanaan Integrasi system tersebut adalah melaksanakan Audit yang sudah terintegrasi. Sehingga para Staf/Tim yang bertugas melaksanakan proses Integrasi di Perusahaan perlu diberikan bekal memahami Audit Integrasi.

Workshop Audit Integrasi akan membekali para Tim Auditor Internal dengan pengetahuan dan keterampilan merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan audit integrasi sistem manajemen mutu, lingkungan dan keselamatan kerja secara lebih baik sehingga para Auditor Internal dapat memainkan perannya secara efektif dan kreatif untuk meningkatkan kinerja sistem manajemen mutu, lingkungan dan keselamatan kerja perusahaan secara maksimal melalui fungsi pemeriksaan

 

TUJUAN TRAINING AUDIT INTEGRASI SISTEM MANAJEMEN ISO

Setelah mengikuti training dan workshop ini, maka diharapkan peserta dapat:

  1. Memberikan pemahaman Tugas dan Tanggung Jawab Audit Internal
  2. Memberikan metode membuat jadwal Audit Integrasi
  3. Memahami cara membuat Check list Audit Integrasi dan cara menentukan perencanaan Audit Integrasi dan format – formatnya
  4. Mengetahui pengalaman perusahaan yang sudah melaksanakan Audit Integrasi

 

MATERI AUDIT INTEGRASI SISTEM MANAJEMEN ISO 9001 

  • Pendahuluan mengenai konsep dasar, filosofi, dan prinsip integrasi dari ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007 serta siklus PDCA.
  • Pengenalan integrasi ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007.
  • Dokumentasi integrasi ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007, contoh dari berbagai dokumennya, dan disertai dengan workshop pembuatannya (termasuk teknik identifikasi aspek dan dampak lingkungan serta teknik identifikasi bahaya dan penilaian resikonya beserta program penanganannya).
  • Audit internal untuk integrasi ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007 berdasarkan standar ISO 19011Pemahaman persyaratan Standar Sistem Manajemen ISO-9001:2000, ISO-14001:2004 dan OHSAS-18001:2007.
  • Definisi jenis Audit dan sasaran Audit – Kompetensi Auditor dan Lead Auditor
  • Evaluasi performa Auditor
  • Tugas dan tanggung jawab Tim Audit Internal
  • Metode pembuatan jadwal Audit Integrasi dan penunjukan Tim Audit Internal
  • Cara membuat chek list Audit Integrasi.

 

ISO 31000: 2009 International Risk Management

Deskripsi Training Risk Management ISO 31000: 2009

ISO (the International Organization for Standardization) adalah federasi badan standar nasional di seluruh dunia. Tugas mempersiapkan standar internasional biasanya dilaksanakan oleh ISO Technical Committee.

Standar Internasional untuk manajemen risiko (ISO 31000) dimaksudkan untuk digunakan oleh berbagai stakeholders:

  1. Mereka yang bertanggung jawab dalam implementasi manajemen risiko di organisasi mereka.
  2. Mereka yang perlu memastikan bahwa suatu organisasi menerapkan manajemen risiko.
  3. Mereka yang perlu mengelola risiko pada tingkat organisasi maupun pada suatu bidang kegiatan tertentu.
  4. Mereka yang perlu mengevaluasi keandalan praktik manajemen risiko dalam organisasinya.
  5. Mereka yang mengembangkan standar, pedoman, prosedur praktik manajemen risiko yang menjadi bagian dari dokumen-dokumen ini.

Banyak organisasi yang telah menerapkan praktik dan proses manajemen risiko termasuk komponen-komponen manajemen risiko dan banyak organisasi yang telah mengadopsi proses manajemen risiko formal untuk jenis-jenis risiko tertentu.

Manajemen dapat memutuskan untuk mengkaji secara kritis praktik dan proses yang ada tersebut berdasarkan standar ISO 31000 ini. Meskipun praktik manajemen risiko telah dikembangkan di berbagai sektor untuk menjawab kebutuhan spesifik di masing-masing sektor, suatu pendekatan generik berupa kerangka kerja komponen-komponen mendasar manajemen risiko dapat membantu memastikan bahwa risiko telah dikelola secara efektif dan koheren di seluruh organisasi. Pendekatan generik yang diuraikan dalam ISO 31000 ini.

 



Materi Training Risk Management ISO 31000

  1. Dinamika Lingkungan Bisnis dan Ketidakpastian
  2. Gejala Manajemen Risiko yang Lemah
  3. Prinsip-prinsip Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000 : 2009
  4. Kerangka Implementasi Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000 : 2009
  5. Proses Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000 : 2009
  6. Perbandingan ISO 31000 : 2009 dengan AS/NZS 4360:2004
  7. Perbandingan ISO 31000 : 2009 dengan COSO 2004
  8. Kebijakan Manajemen Risiko
  9. Kerangka kerja manajemen risiko
  10. Mengintegrasikan Manajemen Risiko ke dalam Proses Organisasi
  11. Memahami organisasi dan konteksnya
  12. Akuntabilitas dan Sumber daya Manajemen Risiko
  13. Pengembangan komunikasi dan pelaporan internal & eksternal
  14. Risk Context,
  15. Risk Identification,
  16. Risk Analysis,
  17. Risk Evaluation,
  18. Risk Treatment,
  19. Risk Communication & Consultation,
  20. Risk Monitoring & Review.
  21. Pemantauan dan pengkajian kerangka kerja
  22. Manajemen Risiko dan Perbaikan Berkelanjutan (Continues Improvement)

ISO 31000: 2009 Standar Internasional Manajemen Risiko

Deskripsi ISO 31000: 2009 Standar Internasional Manajemen Risiko

ISO (the International Organization for Standardization) adalah federasi badan standar nasional di seluruh dunia. Tugas mempersiapkan standar internasional biasanya dilaksanakan oleh ISO Technical Committee.

Standar Internasional untuk manajemen risiko (ISO 31000) dimaksudkan untuk digunakan oleh berbagai stakeholders:

  1. Mereka yang bertanggung jawab dalam implementasi manajemen risiko di organisasi mereka.
  2. Mereka yang perlu memastikan bahwa suatu organisasi menerapkan manajemen risiko.
  3. Mereka yang perlu mengelola risiko pada tingkat organisasi maupun pada suatu bidang kegiatan tertentu.
  4. Mereka yang perlu mengevaluasi keandalan praktik manajemen risiko dalam organisasinya.
  5. Mereka yang mengembangkan standar, pedoman, prosedur praktik manajemen risiko yang menjadi bagian dari dokumen-dokumen ini.

Banyak organisasi yang telah menerapkan praktik dan proses manajemen risiko termasuk komponen-komponen manajemen risiko dan banyak organisasi yang telah mengadopsi proses manajemen risiko formal untuk jenis-jenis risiko tertentu.

Manajemen dapat memutuskan untuk mengkaji secara kritis praktik dan proses yang ada tersebut berdasarkan standar ISO 31000 ini. Meskipun praktik manajemen risiko telah dikembangkan di berbagai sektor untuk menjawab kebutuhan spesifik di masing-masing sektor, suatu pendekatan generik berupa kerangka kerja komponen-komponen mendasar manajemen risiko dapat membantu memastikan bahwa risiko telah dikelola secara efektif dan koheren di seluruh organisasi. Pendekatan generik yang diuraikan dalam ISO 31000 ini.

 

Tujuan ISO 31000: 2009 Standar Internasional Manajemen Risiko

  1. Memberikan pengetahuan tentang peran sekretaris di era globalisasi
  2. Meningkatkan keterampilan dan kemampuan dalam menangani pekerjaan kesekretariatan      secara profesional
  3. Meningkatkan profesionalitas & rasa tanggung jawab seorang sekretaris terhadap tugas-tugas yang diberikan oleh perusahaan atau pimpinannya
  4. Memberikan kunci sukses menjadi sekretaris profesional

 

Materi ISO 31000: 2009 Standar Internasional Manajemen Risiko

  1. Dinamika Lingkungan Bisnis dan Ketidakpastian
  2. Gejala Manajemen Risiko yang Lemah
  3. Prinsip-prinsip Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000:2009
  4. Kerangka Implementasi Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000:2009
  5. Proses Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000:2009
  6. Perbandingan ISO 31000:2009 dengan AS/NZS 4360:2004
  7. Perbandingan ISO 31000:2009 dengan COSO 2004
  8. Kebijakan Manajemen Risiko
  9. Kerangka kerja manajemen risiko
  10. Mengintegrasikan Manajemen Risiko ke dalam Proses Organisasi
  11. Memahami organisasi dan konteksnya
  12. Akuntabilitas dan Sumber daya Manajemen Risiko
  13. Pengembangan komunikasi dan pelaporan internal & eksternal
  14. Risk Context,
  15. Risk Identification,
  16. Risk Analysis,
  17. Risk Evaluation,
  18. Risk Treatment,
  19. Risk Communication & Consultation,
  20. Risk Monitoring & Review.
  21. Pemantauan dan pengkajian kerangka kerja
  22. Manajemen Risiko dan Perbaikan Berkelanjutan (Continues Improvement)

Auditor Internal ISO 9001: 2008

Deskripsi Training Auditor Internal ISO 9001: 2008

Aktivitas Audit ISO 9001: 2008 merupakan kegiatan yang  bertujuan untuk memonitor berjalannya manajemen mutu apakah sesuai dengan proses dan prosedur yang  dipersyaratkan dalam  ISO 9001: 2008. Hasil audit  akan digunakan sebagai salah satu masukan dalam Management Review. Training ini akan membahas tentang bagaimana melaksanakan internal audit ISO 9001: 2008. Berbagai hal akan dibahas antara lain; Kapan Internal Audit harus dilaksanakan, bagaimana caranya dan siapa yang harus melakukan Internal Audit, serta apa yang harus dilakukan dengan hasil Internal Audit?. Training ini membekali para auditor menjadi auditor yang handal.

Tujuan Training Auditor Internal ISO 9001: 2008

  • Memahami persyaratan ISO 9001: 2008
  • Memahami  dan mengetahui cara melaksanakan Internal Audit
  • Memahami kompetensi yang diperlukan untuk menjadi Internal Auditor
  • Mengetahui cara menganalisa hasil Internal Audit
  • Mengetahui cara menindak lanjuti hasil Internal Audit

Materi Auditor Internal ISO 9001: 2008

  • Ruang lingkup  Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2008
  • Proses  Internal Audit
  • Persyaratan audit internal
  • Persiapan audit
  • Check list audit
  • Analisis temuan audit
  • Tindakan koreksi / pencegahan / improvement dan pengendaliannya
  • Komunikasi dalam audit
  • Bagaimana menghandle auditee yang sulit
  • Case study

 

QHSE (QUALITY,HEALTH, SAFETY, ENVIRONMENT SYSTEM)

DESKRIPSI PELATIHAN QHSE (QUALITY,HEALTH, SAFETY, ENVIRONMENT SYSTEM)

Perhatian dan kepedulian perusahaan terhadap mutu produknya, berbagai dampak bagi lingkungan dan potensi terlanggarnya keselamatan dan kesehatan kerja dari berbagai aktivitas produksinya telah ditetapkan secara luas dalam QHSE System (Quality, Health, Safety and Environment).

Umumnya, aspek mutu dari QHSE akan mengacu pada ISO 9001:2000, aspek lingkungan akan mengacu pada ISO 14001:2004, serta aspek keselamatan dan kesehatan kerja akan mengacu pada OHSAS 18001:2007.

Implementasi ketiga sistem ini di perusahaan biasanya telah dilakukan secara terpisah. Namun akan berdampak pada bertambahnya beban perusahaan disamping terjadinya inefisiensi pada sistem dokumentasi yang berlaku di perusahaan.

Maka, pemahaman dan penguasaan terhadap integrasi dari sistem ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007 serta penguasaan teknik pembuatan berbagai dokumentasinya menjadi sangat krusial untuk implementasi yang sukses dan berhasil.

 

TUJUAN PELATIHAN QHSE (QUALITY,HEALTH, SAFETY, ENVIRONMENT SYSTEM)

Setelah mengikuti training dan workshop ini, maka diharapkan:

  1. Peserta mampu memahami filosofi dan konsep dasar dari integrasi ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007.
  2. Peserta mampu memahami dokumentasi dari integrasi ISO 9001:2000, ISO 14001:2004 dan OHSAS 18001:2007 serta mampu menguasai teknik pembuatannya.
  3. Peserta mampu memahami dan menguasai integrasi dari aplikasi dan implementasi ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007.
  4. Peserta mampu menyusun dan menjabarkan konsep integrasi dari implementasi ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007 di perusahaan masing-masing.

 

MATERI PELATIHAN QHSE (QUALITY,HEALTH, SAFETY, ENVIRONMENT SYSTEM)

  • Pendahuluan mengenai konsep dasar, filosofi, dan prinsip integrasi dari ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007 serta siklus PDCA.
  • Pengenalan integrasi ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007.
  • Dokumentasi integrasi ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007, contoh dari berbagai dokumennya, dan disertai dengan workshop pembuatannya (termasuk teknik identifikasi aspek dan dampak lingkungan serta teknik identifikasi bahaya dan penilaian resikonya beserta program penanganannya).
  • Audit internal untuk integrasi ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007 berdasarkan standar ISO 19011.

Sistem Manajemen ISO 9001:2000, ISO 140001:2004 dan SMK3/OHSAS 18001

DESKRIPSI Training Audit Integrasi Sistem Manajemen ISO

Bagi Dunia usaha yang sudah mulai menerapkan Sistem Manajemen ISO 9001:2000, Sistem Manajemen Lingkungan ISO-14001:2004, Sistem Manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja (SMK3) / OHSAS-18001 dan melaksanakan Integrasi system tersebut merasakan lebih efisien serta pelaksanaan operasional menjadi lebih efektif.

Salah satu yang efektif dalam pelaksanaan Integrasi system tersebut adalah melaksanakan Audit yang sudah terintegrasi. Sehingga para Staf/Tim yang bertugas melaksanakan proses Integrasi di Perusahaan perlu diberikan bekal memahami Audit Integrasi.

Workshop Audit Integrasi akan membekali para Tim Auditor Internal dengan pengetahuan dan keterampilan merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan audit integrasi sistem manajemen mutu, lingkungan dan keselamatan kerja secara lebih baik sehingga para Auditor Internal dapat memainkan perannya secara efektif dan kreatif untuk meningkatkan kinerja sistem manajemen mutu, lingkungan dan keselamatan kerja perusahaan secara maksimal melalui fungsi pemeriksaan

 

TUJUAN Training Audit Integrasi Sistem Manajemen ISO

Setelah mengikuti training dan workshop ini, maka diharapkan peserta dapat:

  1. Memberikan pemahaman Tugas dan Tanggung Jawab Audit Internal
  2. Memberikan metode membuat jadwal Audit Integrasi
  3. Memahami cara membuat Check list Audit Integrasi dan cara menentukan perencanaan Audit Integrasi dan format – formatnya
  4. Mengetahui pengalaman perusahaan yang sudah melaksanakan Audit Integrasi

 

MATERI Training Audit Integrasi Sistem Manajemen ISO

  • Pendahuluan mengenai konsep dasar, filosofi, dan prinsip integrasi dari ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007 serta siklus PDCA.
  • Pengenalan integrasi ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007.
  • Dokumentasi integrasi ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007, contoh dari berbagai dokumennya, dan disertai dengan workshop pembuatannya (termasuk teknik identifikasi aspek dan dampak lingkungan serta teknik identifikasi bahaya dan penilaian resikonya beserta program penanganannya).
  • Audit internal untuk integrasi ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007 berdasarkan standar ISO 19011Pemahaman persyaratan Standar Sistem Manajemen ISO-9001:2000, ISO-14001:2004 dan OHSAS-18001:2007.
  • Definisi jenis Audit dan sasaran Audit – Kompetensi Auditor dan Lead Auditor
  • Evaluasi performa Auditor
  • Tugas dan tanggung jawab Tim Audit Internal
  • Metode pembuatan jadwal Audit Integrasi dan penunjukan Tim Audit Internal
  • Cara membuat chek list Audit Integrasi.

ISO 14001: 2004 PERENCANAAN SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN

DESKRIPSI

Dua hal penting yang menjadi faktor kunci untuk pembentukan dan penerapan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 akan diberikan pada pelatihan ini, yaitu:

  • Pemahaman yang benar secara konseptual dan komprehensif mengenai persyaratan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001.
  • Gambaran nyata langkah-langkah pembentukan dan penerapan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001.

Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 versi 1996 mengalami penyempurnaan dengan terbitnya versi terbaru ISO 14001 versi 2004. Beberapa perubahan mendasar dari ISO 14001 versi 2004 dibandingkan dengan versi sebelumnya adalah sebagai berikut:

  • Adanya persyaratan eksplisit untuk menetapkan lingkup sertifi kasi;
  • Adanya perubahan dan penambahan definisi atas berbagai peristilahan di dalam standar
  • Adanya penggabungan klausul
  • Adanya pemisahan klausul
  • Perubahan dan konsekwensinya akan dijelaskan dalam pelatihan ini.

Berdasarkan persyaratan ISO 14001, awareness adalah salah satu jenis pelatihan yang harus dilakukan oleh perusahaan yang akan dan telah menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001.



TUJUAN

Setelah mengikuti training dan workshop ini, maka diharapkan:

  1. Peserta pelatihan memahami persyaratan pembentukan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 secara konseptual dan komprehensif.
  2. Peserta pealatihan mengetahui langkah demi langkah pembentukandan penearapan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001.
  3. Peserta pelatihan mampu mengidentifikasi tanggung jawab dalam mengimplementasikan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 sesuai dengan fungsi masing-masing.

 

MATERI

  • Prinsip Sistem Manajemen Lingkungan ISO14001
  • Pemahaman Persyaratan ISO 14001
  • Manfaat dan Konsekwensi Penyimpangan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001
  • Peran, Tanggungjawab dan Wewenang dalam Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001
  • Pembentukan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001

SISTEM MANAJEMEN MUTU LABORATORIUM ISO 17025: 2008

DESKRIPSI

Pelatihan ini dimaksudkan untuk memberi pembekalan yang terpadu tentang Sistem Manajemen Mutu pada Laboratorium sesuai persyaratan standar ISO/IEC 17025:2005, dan memberikan pemahaman (beberapa interpretasinya) guna kejelasan dalam implementasi secara konkrit.

Peserta diharapkan para akan dapat mengerti interpretasi maupun implementasi masing-masing klausul “persyaratan manajemen” & “persyaratan teknis” secara benar sesuai dengan persyaratan standarnya.

TRAINING OUTLINES SISTEM MANAJEMEN MUTU LABORATORIUM ISO 17025: 2008

  1. Interpretasi Klausul-klausul Persyaratan Manajemen & Teknis (ISO/IEC 17025:2008)
  2. Kebijakan Mutu & Sasaran Mutu serta Evaluasinya dalam SMM Laboratorium
  3. Hirarki Dokumen Mutu dan Penerapan Sistem Dokumentasinya
  4. Program-program Mutu di Laboratorium dan Evaluasinya serta Ketertelusuran Pengukuran
  5. Prinsip-prinsip dalam Verifikasi dan Validasi Metoda, serta estimasi Ketidakpastian Pengukuran
  6. Laporan Hasil Uji ,  Sertifikat Kalibrasi  dan Check List kesiapan Akreditasi

 

MANAJEMEN LABORATORIUM (d/h MENGELOLA LABORATORIUM DENGAN EFEKTIF)

DESKRIPSI TRAINING MANAJEMEN LABORATORIUM

Laboratorium teknik sipil sebagai sarana penelitian dan praktikum harus memiliki manajemen yang standar baik dari segi pengelolaan, system pemeliharaan, serta kalibrasi. Dengan menerapkan system manajemen laboratorium yang baku, diharapkan kinerja teknisi maupun kinerja peralatan akan maksimal. Dengan mengikuti pelatihan Laboratory Management para teknisi maupun penanggungjawab laboratorium dapat memahami bagaimana merencanakan anggaran baik untuk pemeliharaan maupun operasional peralatan laboratorium, bagaimana melakukan kalibrasi terhadap peralatan laboratorium, bagaimana melakukan system manajemen mutu laboratorium sesuai dengan kaidah SNI 17025-2000/ISO 17025.

TUJUAN TRAINING MANAJEMEN LABORATORIUM

  1. Memahami Prinsip-prinsip Pengelolaan Laboratorium sesuai kaidah standar baku.
  2. Memahami system pemeliharaan/ perawatan peralatan yang benar.
  3. Memahami prinsip-prinsip kalibrasi peralatan laboratorium.
  4. Meningkatkan mutu teknisi untuk menunjang optimalisasi pengajaran di laboratorium.

 

OUTLINES TRAINING MANAJEMEN LABORATORIUM

  1. Pengantar Umum Manajemen Laboratorium
  2. Sistem Manajemen Mutu Laboratorium sesuai dengan kaidah SNI 17025-2000/ISO 17025.
  3. Tugas dan Tanggung Jawab Teknisi pada Struktur Organisasi Laborarorium.
  4. Manajemen Pemeliharaan/ Perawatan.
  5. Peranan Motivasi dalam peningkatan produktivitas
  6. Pengukuran dan Kalibrasi.
  7. Praktikum Pelaksanaan Kalibrasi.

EMERGENCY RESPONSE PLAN

DESKRIPSI TRAINING  EMERGENCY RESPONSE PLAN

Negara kita termasuk negara yang sering terjadi bencana, baik itu karena faktor alam seperti gempa, longsor, banjir, tsunami, dll, ataupun yang terjadi karena faktor manusia, seperti teror bom, demonstrasi yang menyebabkan kerusuhan, kebakaran, atau kecelakaan di tempat kerja lainnya yang terjadi karena faktor kelalaian manusia. Faktor resiko terkait dengan operasi perusahaan akan selalu menyertai dan perlu untuk mendapatkan perhatian yang serius dari semua pihak, karena apabila kejadian tersebut apabila tidak ditangani secara khusus akan mengakibatkan kerugian, baik harta maupun nyawa manusia, dalam hal ini SDM yang berada di lingkungan kerja maupun masyarakat sekitar.

Perusahaan yang memperhatikan aspek safety sudah terntu memiliki Departement yang fokus terhadap K3, tetapi sudahkah depertement tersebut dilatih secara khusus untuk sigap menghadapi situasi tersebut, terutama pada saat saat kejadian genting tersebut terjadi? Untuk mengantisipasi hal tersebut, sudah ada suatu manajemen khusus, yaitu Sistem Manajemen ERP (Emergency Response Plan/Tanggap Darurat Bencana). Sistem ini mengintregrasikan beberapa depertemen mencakup HRD, keamanan (security), kesehatan, termasuk K3 (keselamatan dan kesehatan kerja) itu sendiri untuk menanggulangi kejadian bencana tersebut. Sistem management ERP (Emergency Response Plan) selalu dibutuhkan dan diaplikasikan dalam kondisi darurat, maka sangat disarankan di setiap perusahaan sesegera mungkin mempelajari sistem manajemen ERP sejak dini. Salah satu cara untuk mempelajarinya adalah melalui kegiatan pelatihan dan pembekalan mengenai Emergency Response Plan, dilanjutkan dengan latihan secara rutin dan berkala. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, peserta akan mendapatkan pembekalan tentang menghadapi sebuah bencana yang terjadi dan melakukan teknik-teknik tanggap darurat dengan tepat. Tumbuhnya kesadaran perusahaan tentang kemungkinan adanya bencana yang tidak diharapkan, akan meningkatkan kewaspadaan akan bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi dan cara penanggulangan yang tepat.

TUJUAN TRAINING  EMERGENCY RESPONSE PLAN

Tujuan yang dicapai melalui pelatihan ini adalah:

  • Meningkatkan kesadaran peserta akan pentingnya kesigapan perusahaan menghadapi keadaan darurat yang bisa terjadi.
  • Mengkoordinasikan upaya Perencanaan Tanggap Darurat/ ERP (Emergency Response Plan) sehingga tercapai efisiensi dan efektifitas dalam pengendaliannya.
  • Peserta memahami dengan benar berbagai hal yang terkait dengan ERP (Emergency Response Plan) sebagai suatu sistem yang selalu dibutuhkan dan diaplikasikan dalam keadaan darurat sehingga pengendalian bisa dilakukan secara cepat dan tepat.
  • Mengetahui apa saja yang bisa terjadi dalam keadaan darurat dan melatih kesiapan mengahadapi keadaan emergency sehingga rasa gugup dan panik dapat diatasi.
  • Mempersiapkan diri dalam mengurangi kemungkinan kerugian yang lebih besar bila dalam keadaan darurat.
  • Mengatur tata cara dalam pelaksanaan penanggulangan Keadaan Darurat sehingga kerugian perusahaan dapat diminimalisir.
  • Peserta Mampu mengembangkan sistem dan program ERP (Emergency Response Plan)
  • Memastikan tindakan pengendalian sesuai Prosedur dan Organisasi ERP (Emergency Response Plan).

MATERI TRAINING  EMERGENCY RESPONSE PLAN

Materi yang akan diberikan dalam pelatihan ini adalah:

  • Introduction to Emergency Response Plan
    • Definisi Darurat dan Bencana
    • Jenis-jenis dari Keadaan Darurat dan Bencana
    • Disaster Management in Indonesia
    • Disaster Management Elements
    • Development of Disaster Management
    • ERP Programs
  • Persiapan dan Perencanaan Tanggap Darurat
    • Pengantar Sistem Manajemen Tanggap Darurat
    • Pembentukan Team Emergency
    • Emergency Organization
    • Struktur Organisasi, Tugas, & Fungsi
    • ERP Programs
    • Prosedur-prosedur dalam Emergency
  • Penanggulangan Ketika terjadinya Emergency
    • Sistem Evakuasi Orang
    • Sistem Evakuasi Peralatan
  • Penanggulangan Pasca Bencana / Emergency
    • Penanganan setelah Terjadinya Bencana / Emergency
    • Medical Emergency
  • Sistem Pelaporan dan Komunikasi
    • Sistem-sistem pelaporan dan Tanggung jawab
    • Jalur-jalur Komunikasi
  • Crisis Management to Improve ERP Program Development
  • Simulasi Emergency (Kebakaran, P3K Respon, Evakuasi Korban, Komunikasi)

SAFETY CULTURE & BEHAVIOR

Latar Belakang Management Safety Culture & Behavior

Aspek safety di lingkungan industry (perusahaan) saat ini tidak lagi sekedar melaksanakan amanat UU Keselamatan Kerja semata, tapi lebih dari itu telah menjadi

fokus untuk me-manusia-kan manusia di lingkungan kerjanya. Bagaimana agar karyawan yang bekerja merasa aman dan nyaman saat bekerja menjadi sangat penting, agar mereka focus dalam bekerja, penuh dedikasi, integritas dan loyal. Bahkan lebih dari itu, kitapun harus berfikir agar proses produksi yang berlangsung dalam suatu perusahaan tidak mencemari lingkungan. Jadi kata kuncinya adalah bagaimana menjamin suatu pekerjaan yang aman bagi karyawan, manajemen, mitra kerja, produk, alat / permesinan, dan juga lingkungan.Tentu banyak materi safety yang diperlukan

seperti Safety Fundamental, Safety Management System, Hazardous Material, Material Safety Data Sheet, Personal Protective Equipment, dan lain – lain. Itu semua penting. Tapi ada yang lebih penting lagi yaitu masalah Safety Culture.Safety Culture dibangun oleh 2 unsur utama,yaitu Safety Knowledge dan Safety Behavior. Selama ini banyak perusahaan yang kurang menyentuh safety behavior, ini ini adalah kata kunci agar semua karyawan memiliki safety awareness yang build in dalam dirinya.

 

Manfaat 

Memahami secara komprehensif akan pentingnya mengimplementasikan aspek safety secara automatically atas dasar sebuah kesadaran, dan setiap karyawan akan tersentuh untuk memiliki high awareness terhadap segala potensi bahaya di lingkungan kerjanya, baik bahaya terhadap dirinya, orang lain, atau lingkungannya. Akhirnya diharapkan terminology zero accident akan menjadi perhatian utama seluruh entitas perusahaan, termasuk share holdernya.

Materi Bahasan Training Management Safety Culture & Behavior

  • Pengertian Safety Culture
  • Various Culture in a Company
  • Safety Knowledge & Safety Behavior
  • Proses Pembentukan Safety Culture
  • Effotrs to Guarantee Safety Culture
  • Construction of safety Information
  • Atmosphere of Trust
  • Respect to Knowledge, Ability &
  • Experience

PENANGANAN LIMBAH B3, BAHAN BERBAHAYA & BERACUN

TRAINING INTRODUCTION PENANGANAN LIMBAH B3

Semakin banyaknya limbah B3 yang di hasilkan di area industri menjadi salah satu faktor pemerintah mengeluarkan UU No 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan. Pemerintah sudah mengeluarkan PP No 18 tahun 1999 tentang pengelolaan limbah B3, walau kadang dalam implementasi di lapangan masih banyak di temukan berbagai pelanggaran dalam proses implementasinya. Pemerintah juga mengeluarkan program PROPER dan B3 menjadi salah satu bagian yang harus di evaluasi dan di monitor pelaksanaan di lapangan.

Begitu banyak konsen yang telah di keluarkan oleh pihak pemerintah harus di barengi dengan komitment dari pihak perusahaan dan tentunya skill personal yang menghandle kegiatan operasional tersebut. Bagaimana meng identifikasi limbah B3, cara penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pemanfaatan, pengolahan hingga penimbunan.

 

TRAINING OBJECTIVE PENANGANAN LIMBAH B3

  • Peserta di harapkan memahami landasan hukum dan regulasi tentang limbah B3
  • Peserta bisa melakukan identifikasi dan penyimpanan sementara
  • Peserta bisa menghitung mass balance limbah B3
  • Peserta bisa membuat program pengelolaan limbah B3

TRAINING OUTLINE PENANGANAN LIMBAH B3

  • Introduction, landasan hukum, identifikasi
  • Penyimpanan dan pengumpulan sementara
  • Program 3R reduce reuse recycle
  • Pengangkutan dan pengolahan limbah B3

BASIC K3

TRAINING INTRODUCTION :

Tidak semua orang mendapatkan pengetahuan tentang HSE (health, safety & environment) dari meja kuliah, banyak kejadian di lapangan bahwa seseorang mendapatkan pekerjaan di bidang HSE karena di tunjuk oleh atasan, rotasi pekerjaan dll sehingga mau tidak mau orang tersebut secara autodidak harus mempelajari bidang HSE.

Mengenal dunia HSE langsung dari lapangan kadang mempunyai keterbatasan dalam hal pengetahuan dasar, sehingga terasa kurang lengkap dalam menjalankan pekerjaan tersebut. Mau tidak mau dengan mengikuti public training, baca buku HSE, masuk dalam komunitas HSE di lakukan dalam rangka mengejar ketertinggalan tsb.

Pelatihan ini di siapkan bagi siapa saja personal yang baru mulai terjun di bidang HSE, karyawan yang baru bergabung, karyawan rotasi / mutasi pekerjaan, pekerja kokntraktor dan lain lain. Secara menyeluruh di diskusikan bidang health promotion, bidang waste management, basic HSE, ISO 14001, OHSAS 18001, SMK3, pengukuran kinerja K3 dan lain sebagainya.

 

TRAINING OBJECTIVE:

  • Pengenalan tentang HSE (health, safety & environment)
  • Bagaimana peran dan tanggung jawab petugas HSE
  • Mengetahui dasar dalam membangung SMK3, OHSAS dan ISO
  • Memahami dasar pengelolaan lingkungan dan waste water treatment
  • Mengetahui dasar proses safety, ergonomic
  • Memulai healt promotion
  • Dasar dasar fire management



TRAINING OUTLINE
:

  • Basic HSE
  • Membentuk P2K3
  • Mengukur K3
  • SMK3, OHSAS 18001, ISO 14001
  • Pengelolaan lingkungan / waste management
  • Waste Water Treatment
  • Process Safety Management
  • Ergonomi
  • Health promotion
  • Fire management
  • Dasar CSMS

AUDITOR SMK3

DESKRIPSI TRAINING AUDITOR SMK3

Bidang keselamatan dan kesehatan tenaga kerja merupakan unsur yang sangat penting yang tidak dapat diabaikan oleh perusahaan. Mengutamakan rasa nyaman dan aman saat bekerja menjadi hak sepenuhnya bagi seorang karyawan terlebih jika mereka bekerja ditingkat resiko kecelakaan yang begitu tinggi. Peraturan Pemerintah (PP) No. 50 Tahun 2012 mengenai penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3). PP No. 50 Tahun 2012 telah ditetapkan pada 12 April 2012 di Jakarta. PP tersebut merupakan peraturan pelaksanaan dari pasal 87 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Dalam PP Nomor 50 Tahun 2012 tersebut, semua pemberi kerja wajib melaksanakan SMK3, terutama perusahaan yang mempekerjakan minimal 100 tenaga kerja atau perusahaan yang memiliki tingkat potensi kecelakaan yang tinggi akibat karakteristik proses kerja.

Agar program SMK3 yang diterapkan dapat terlaksana secara efektif, maka perlu dilakukan audit secara berkala. Hasil dari audit tersebut dapat dilakukan perbaikan terhadap kekurangan yang didapatkan.

MATERI TRAINING AUDITOR SMK3

  1. Ruang lingkup SMK3
  • Definisi dan pengertian
  • Prinsip
  • SMK3 berdasarkan PP No.50 tahun 2012 dan OHSAS 18001:2007
  • Pemeliharaan
  • Elemen
  • Kriteria
  • Mekanisme Audit
  • Teknik Audit
  • Badan audit
  • Tugas dan fungsi auditor
  • Wewenang, kewajiban auditor
  • Jenjang Karier auditor SMK3
  1. Ruang lingkup Audit  SMK3
  1. Auditor SMK3

BASIC SAFETY TRAINING

PENGANTAR BASIC SAFETY TRAINING

“Kecelakan bukan tadir,tapi dalam uaya kita untuk mencegah dan menghindarinya”

Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan Langkah awal bagi para Perusahaan baik berskala Besar atau Berskala kecil yang memiliki Potensi bahaya tinggi merupakan Suatu Upaya untuk Mencegah dan Menanggulangi terjadinnya Kecelakaan Kerja,Kebakaran,Pencemaran Lingkungan,dan Penyakit Akibat Kerja.

Oleh sebab itu Penerapan K3 (Keselamatan Kesehatan Kerja) merupakan Perlindungan untuk testimasi waktu produksi,hasil produksi,asset produksi,dan tenaga kerja perlu dikembangkan dan ditinggkatkan mengingat semua  itu langsung berdampak bagi perusahaan.

MANFAAT TRAINING BASIC SAFETY

  • Meningkatkan kesadaran peserta terhadap pentingnya tindak pencegahan kecelakaan dan menggugahnya untuk mendorong karyawan dilingkungan kerjanya agar mau melakukan tindakan pencegahan kecelakaan.
  • Meningkatkan pengetahuan peserta akan upaya pencegahan kecelakaan dilingkungan kerjanya.
  • Meningkatkan moral Perusahaan dan karyawan serta mengurangi resiko kerugian bagi Perusahaan

 

Materi Basic Safety Training

  • Dasar-dasar K3 dengan pengenalan UU.No.1 Tahun 1970
  • Mengapa keselamatan penting dan Pencegahan terhadap kecelakaan
  • Contoh-contoh bahaya & Pengenalan Simbol K3
  • Menilai bahaya kecelakaan ditempat kerja.
  • Basic Safety Rules & Prosedur bekerja yang aman
    • Pengendalian terhadap Bahaya.
    • Tips dalam meningkatkan diri akan kesadaran keselamatan bekerja.
    • Pentingnya alat pelindung diri & Pengenalan Alat Pelindung Diri (APD) atau Personal Protective Equipment (PPE)
  • Cara Pengangkatan Material yang benar
  • Praktek Identifikasi Proteksi Bahaya & Safety Risk Management
  • Emergency Preparedness.
  • Incident Reporting & Investigation.
  • Rencana tindakan dan Penutup.

SHIP SECURITY OFFICER

TUJUAN TRAINING SHIP SECURITY OFFICER

Pelatihan ini bertujuan memberikan pengetahuan bagi peserta mengenai peraturan internasional  keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan (International Ship and Port Facility Security) yang sudah berlaku sejak tahun 2003 di Indonesia dan penerapannya bagi pemilik kapal khususnya.  Juga diberikan pengertian tentang pelaksanaan Verifikasi Pembaruan Kapal serta sosialisasi ketentuan pemerintah mengenai ISPS Code.



MANFAAT  TRAINING SHIP SECURITY OFFICER

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan memiliki kompetensi dan  mampu :

  • Menjelaskan dan melaksanakan peraturan, perundangan dan standar kerja mengenai ISPS Code dan penerapannya di Indonesia.
  • Menjelaskan pedoman keamanan kapal (ship security guidelines)
  • Menjelaskan pedoman penerapan asesmen keamanan kapal (ship security assessment guidelines).
  • Menjelaskan kepada para perwira kapal mengenai pedoman kemanan kapal (ship security officers guidelines).

MATERI TRAINING SHIP SECURITY OFFICER

  1. Pengertian peraturan dan ketentuan keamanan kapal (ships security) berkaitan dengan ISPS Code dan  penerapannya di Indonesia
  2. Pedoman kemanan kapal
  3. Pedoman penerapan asesmen keamanan kapal
  4. Pedoman  keamanan kapal bagi perwira
  5. Penerapan ISPS Code bagi perusahaan pemilik kapal      
  6. Diskusi interaktif

SAFE FUEL TRANSFER

TUJUAN TRAINING:

Pelatihan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada perwira dan awak kapal serta petugas yang bekerja di kapal bagian mesin untuk dapat melaksanakan pemindahan bahan bakar (fuel transfer) dari satu kapal/tongkang ke penampung di platform yang lain dengan aman.

 

MANFAAT  TRAINING:

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan memiliki kompetensi dan  mampu :

  • Menjelaskan dan melaksanakan cara-cara yang aman untuk memindahkan bahan bakar / fuel transfer dari platform satu ke platform yang lain.
  • Menyusun rencana dan pembagian tugas pemindahan bahan bakar (fuel transfer) serta petugas yang mengawasi pompa dan selang dan peralatan pemindah bahan bakar lainnya.
  • Menjelaskan dan menggunakan peralatan pencegah kebakaran dan polusi karena tumphan minyak.
  • Selanjutnya dapat memberikan petunjuk kepada setiap orang yang akan melakukan perpindahan bahan bakar / fuel transfer antar platform.

  

CAKUPAN MATERI TRAINIG SAFE FUEL TRANSFER :

  1. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan alat keselamatan di laut.
  2. Persiapan peralatan pemindahan bahan bakar (fuel transfer) antar platform.
  3. Persiapan peralatan pemadam kebakaran, perlatan pencegahn polusi tumpahan minyak dan peralatan pengaman lainnya yang diperlukan  dalam pelaksanaan kerja.
  4. Diskusi interaktif