Arsip Blog

ISO 31000: 2009 Standar Internasional Manajemen Risiko

Deskripsi ISO 31000: 2009 Standar Internasional Manajemen Risiko

ISO (the International Organization for Standardization) adalah federasi badan standar nasional di seluruh dunia. Tugas mempersiapkan standar internasional biasanya dilaksanakan oleh ISO Technical Committee.

Standar Internasional untuk manajemen risiko (ISO 31000) dimaksudkan untuk digunakan oleh berbagai stakeholders:

  1. Mereka yang bertanggung jawab dalam implementasi manajemen risiko di organisasi mereka.
  2. Mereka yang perlu memastikan bahwa suatu organisasi menerapkan manajemen risiko.
  3. Mereka yang perlu mengelola risiko pada tingkat organisasi maupun pada suatu bidang kegiatan tertentu.
  4. Mereka yang perlu mengevaluasi keandalan praktik manajemen risiko dalam organisasinya.
  5. Mereka yang mengembangkan standar, pedoman, prosedur praktik manajemen risiko yang menjadi bagian dari dokumen-dokumen ini.

Banyak organisasi yang telah menerapkan praktik dan proses manajemen risiko termasuk komponen-komponen manajemen risiko dan banyak organisasi yang telah mengadopsi proses manajemen risiko formal untuk jenis-jenis risiko tertentu.

Manajemen dapat memutuskan untuk mengkaji secara kritis praktik dan proses yang ada tersebut berdasarkan standar ISO 31000 ini. Meskipun praktik manajemen risiko telah dikembangkan di berbagai sektor untuk menjawab kebutuhan spesifik di masing-masing sektor, suatu pendekatan generik berupa kerangka kerja komponen-komponen mendasar manajemen risiko dapat membantu memastikan bahwa risiko telah dikelola secara efektif dan koheren di seluruh organisasi. Pendekatan generik yang diuraikan dalam ISO 31000 ini.

 

Tujuan ISO 31000: 2009 Standar Internasional Manajemen Risiko

  1. Memberikan pengetahuan tentang peran sekretaris di era globalisasi
  2. Meningkatkan keterampilan dan kemampuan dalam menangani pekerjaan kesekretariatan      secara profesional
  3. Meningkatkan profesionalitas & rasa tanggung jawab seorang sekretaris terhadap tugas-tugas yang diberikan oleh perusahaan atau pimpinannya
  4. Memberikan kunci sukses menjadi sekretaris profesional

 

Materi ISO 31000: 2009 Standar Internasional Manajemen Risiko

  1. Dinamika Lingkungan Bisnis dan Ketidakpastian
  2. Gejala Manajemen Risiko yang Lemah
  3. Prinsip-prinsip Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000:2009
  4. Kerangka Implementasi Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000:2009
  5. Proses Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000:2009
  6. Perbandingan ISO 31000:2009 dengan AS/NZS 4360:2004
  7. Perbandingan ISO 31000:2009 dengan COSO 2004
  8. Kebijakan Manajemen Risiko
  9. Kerangka kerja manajemen risiko
  10. Mengintegrasikan Manajemen Risiko ke dalam Proses Organisasi
  11. Memahami organisasi dan konteksnya
  12. Akuntabilitas dan Sumber daya Manajemen Risiko
  13. Pengembangan komunikasi dan pelaporan internal & eksternal
  14. Risk Context,
  15. Risk Identification,
  16. Risk Analysis,
  17. Risk Evaluation,
  18. Risk Treatment,
  19. Risk Communication & Consultation,
  20. Risk Monitoring & Review.
  21. Pemantauan dan pengkajian kerangka kerja
  22. Manajemen Risiko dan Perbaikan Berkelanjutan (Continues Improvement)
Iklan

INTERNAL AUDIT FOR SYARIAH BANKING

DESKRIPSI TRAINING INTERNAL AUDIT FOR SYARIAH BANKING

Pelaksanaan audit dalam sebuah lembaga bukanlah semata-mata untuk mencari kesalahan para karyawan, namun merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan kinerja karyawan dalam sebuah lembaga. Dalam dunia perbankan audit ini menjadi hal penting terkait dengan kinerja karyawan dimana bank sendiri merupakan lembaga yang bergerak dalam bidang jasa. Bidang jasa ini berhubungan langsung dengan masyarakat luas yang implikasinya sangat besar bagi kemajuan bank itu sendiri. Tidak hanya pada bank-bank konvensional, audit internal ini pun dilakukan di bank syariah dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi pegawai/staf bank syariah dalam melakukan fungsi audit intern bank yang efektif dalam rangka menjaga dan mengamankan kegiatan usaha bank syariah. Program ini bersifat strategik, sistematis, integratif dan fokus.

 

MATERI TRAINING INTERNAL AUDIT FOR SYARIAH BANKING

  • Overview Industri Perbankan Syariah
  • Kode Etik dan Norma-Norma Audit
  • Risk Based Internal Auditing (RBIA)
  • Pendekatan RBIA
  • Proses RBIA
  • Manfaat RBIA
  • Temuan audit dan Tehnik-teknik & Prosedur Dalam Audit (Audit Finding and Audit Procedure & Techniques)
  • Kriteria temuan audit
  • Prosedur & teknik audit
  • Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank (SPFAIB) dan Prinsip Audit
  • Audit Penghimpunan Dana Bank Syariah
  • Audit Piutang dan Pembiayaan Bank Syariah
  •  Audit Qardh dan Ijarah
  • Audit Investasi Tidak Terikat dan Surat Berharga
  • Audit Jasa Perbankan Syariah Lain Berbasis Imbalan.

 

AUDIT INVESTIGATIF ATAS KECURANGAN PADA KORPORASI

TRAINING DESCRIPTION AUDIT INVESTIGATIF

Salah satu fungsi audit investigatif bagi perusahaan adalah dimana perusahaan yang memiliki risiko kerugian keuangan karena tindakan kecurangan yang terjadi dapat mengungkapkan siapa pihak yang melakukan kecurangan tersebut yang selanjutnya akan dimintai pertanggungjawabannya untuk mengganti kerugian perusahaan. Selanjutnya agar memiliki dampak efek jera maka perlu diambil tindakan baik administratif maupun hukum terhadap pelaku kecurangan. Terkait dengan tindaklanjut secara hukum atas kecurangan yang ditemukan, maka perusahaan harus memiliki pertimbangan yang menyeluruh mencakup aspek keuangan perusahaan dan aspek legal terkait dengan regulasi terhadap karyawan maupun terhadap perusahaan.

Dengan demikian, efektifitas pengungkapan kecurangan yang terjadi pada perusahaan akan memberikan nilai tambah terutama untuk recovery kerugian yang terjadi, penyempurnaan sistem pengendalian dan menjadikan pelaku potensial lainnya urung melakukan kecurangan. Pada gilirannya, tindakan ini akan memberikan dampak positif bagi nilai perusahaan karena akan memungkinkan perusahaan untuk memperbaiki management dengan peningkatan kinerja perusahaan baik dari aspek ekonomisnya pengadaan, effisiennya proses bisnis dan efektifitasnya program kerja perusahaan.

Mengacu kepada urian di atas maka pelatihan “Pemeriksaan Kecurangan dan Tindaklanjut Hasil Temuan yang Memenuhi Ketentuan Hukum pada Korporasi ” akan memberikan pemahaman tentang kecurangan, bagaimana mengungkapkannya dengan Audit Investigatif serta memahami konsekwensi hukum atas kecurangan baik yang terjadi pada perusahaan secara internal maupun juga jika berkaitan dengan keuangan negara.



TRAINING OBJECTIVES AUDIT INVESTIGATIF

  1. memahami bentuk-bentuk kecurangan berikut klasifikasi kecurangan pada perusahaan.
  2. memberikan gambaraan tentang pelaksanaan Audit Investigatif guna mengungkap kecurangan
  3. mampu mengidentifikasi temuannya ke dalam aspek hukum serta tindaklanjut atas temuan tersebut.
  4. mendapatkan pemahaman tentang Tindak Pidana Korupsi agar dapat memproteksi dan tidak terlibat dalam suatu tindak pidana korupsi dengan mengacu kepada peraturan perundangan yang terkait.

 

TRAINING  OUTLINES AUDIT INVESTIGATIF

  • Konsep Dasar Kecurangan
    • Definisi Dan Unsur-unsur Fraud Fraud Triangle, Proses Fraud, Risiko Fraud.
    • Kategori Fraud (Fraud Tree)
      • Corruption
      • Asset Mis Appropriation
      • Fraudulent Financial Statement
  • Penerapan Peraturan Perundangan dan UU TPK Pada Korporasi
    • Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (TPK)
    • Penerapan Tindak Pidana Korupsi pada Korporasi
    • Risiko dan Aspek Hukum yang Melekat pada Jabatan
    • Konsep Keuangan Negara pada BUMN serta Kerugian Negara
    • Penanganan Tindak Pidana/Kecurangan pada BUMN
  • Konsep Dasar Audit Investigatif
    • Perspektif dan Definisi Audit Investigatif
    • Methodology Audit Investigatif
    • Aksioma dalam Audit Investigatif
  • Menyiapkan Predikasi dan Menyusun Rencana Audit Investigatif:
    • Identifikasi Bentuk Kecurangan dan Indikasi Kerugian
    • Menyusun Telaah Kasus dalam Bentuk Hypotesa awal  atas Kecurangan.
  • Menyiapkan Predikasi dan Menyusun Rencana Audit Investigatif (lanjutan)
    • Identifikasi Bukti dan Pihak-pihak yang terkait.
    • Pengujian Bukti
    • Menyusun Program Audit Investigatif
  • Teknik-teknik Audit Investigatif :
    • Pengujian Dokumen
    • Pengujian Fisik
    • Observasi
    • Interview
    • Covert Operation
      • Surveillance
      • Entrapment
  • Study Kasus (Capita Selecta) Penanganan kasus yang berindikasi TPK
  • Penyusunan Laporan Hasil Audit Investigatif
  • Tindak Lanjut Hasil Audit Investigatif.
  • Investigatif Auditor sebagai saksi dalam proses hukum
  • Study Kasus (Capita Selecta) Penanganan kasus yang berindikasi TPK

BOILER (KETEL UAP) DAN TURBIN UAP

TUJUAN :

Setelah pelatihan peserta diharapkan dapat memahami teori dasar tentang boiler dan turbin uap, dapat mengoprasikan, merawat, dan memecahkan masalah yang timbul pada boiler dan turbin uap.

 

CAKUPAN MATERI TRAINING BOILER (KETEL UAP) DAN TURBIN UAP

  1. Ketel Uap (Boiler)
    1. Pendahuluan (pengertian, system satuan, proses pembentukan uap, penggunaan table uap, perpindahan panas).
    2. Bahan Bakar (cair, gas, padat).
    3. Peralatan Pembakaran (pembakaran untuk bahan bakar cair, gas dan padat, oil burner).
    4. Beberapa jenis ketel uap (klasifikasi boiler, ketel pipa api dan lorong api, ketel pipa air dengan desain biasa dan khusus).
    5. Komponen-komponen ketel uap (steam superheater, economizer, air preheater, alat pembersih ketel, dan dust collector / pracipator).
    6. Cerobong dan Ventilator.
    7. Operasi Boiler ( menjalankan dan mematikan)
    8. Perawatan Boiler (preventive maintenance, schedule maintenance dan predictive maintenance).
    9. Troubleshooting Boiler (studi kasus).

    Turbin Uap

    1. Pendahuluan (prinsip dasar, klasifikasi turbin, prinsip aksi dan reaksi turbin uap).
    2. Aliran uap melalui suatu tingkatan turbin ( transformasi energy pada sudut gerak tingkat implus dan reaksi, ekspansi uap di dalam nosel.
    3. Rugi-rugi pada turbin uap (klasifikasi kerugian turbin, kerugian pada katup pengatur pada nosel, pada sudu gerak, pada pemipaan, efisiensi turbin).
    4. Prestasi turbin pada pembebanan bervariasi (kondisi operasi, pengoperasian pada beban bervariasi, pengaturan dengan pencekikan ).
    5. Sistem control (konsep dasar, pengontrolan langsung dan tak langsung, pengaturan dengan servomotor, operasi parallel, system pemutus hubungan pada over speed).
    6. Perawatan Turbin Uap ( Preventive, Predictive dan Shedule maintenance)
    7. Troubleshooting (studi kasus).

FLANGE AND JOINT INTEGRITY IN MECHANICAL ENGINEERING

DESKRIPSI TRAINING FLANGE AND JOINT INTEGRITY IN MECHANICAL ENGINEERING

In the oil & gas and petrochemical industries, compressors play important role to support all facilities and process that require pressurized gases. Furthermore, air or gas leakage is not acceptable since it affecting on productivity or safety. Hence compressor flange joint integrity should be taken into account.

The reliability of the flanged joint depends critically on competent control of the joint making process, alignment, assembly, and its measurement. It is common to put considerable effort into the design process only for improper assembly to lead to joint failure. Therefore it is important that joint making is undertaken by trained and validated technicians who have an understanding of the procedure and the underlying principles and practice.

To achieve better performance on flange joint, it is important to ensure that all individuals with responsibilities in connection with ensuring the safe control of flange joints are trained and validated as competent to undertake these responsibilities. The program is based around a presentation of best practices and utilizes an intelligent bolting system to explain and demonstrate these principles. This unique method allows key areas of joint making e.g. the need to use bolt lubricant, to be clearly understood.

MATERI TRAINING FLANGE AND JOINT INTEGRITY IN MECHANICAL ENGINEERING

  1. Introduction to compressor alignment and assembly
  2. Flange Joint Preparation and Assembly
  3. Flange design and standard
  4. Bolt and bolt joint
  5. Bolt and flange strength
  6. Stress Analysis and Tightening Joints
  7. Load control vs torque control
  8. Load and torque measurement
  9. Intelligent bolt control
  10. Protection and Maintenance

Pompa Sentrifugal

Deskripsi Training Pompa Sentrifugal

Dalam system operasi pabrik, pompa merupakan alat yang sangat penting dalam kegiatan operasional perusahaan. Oleh karena itu, untuk menentukan, memilih, menginstal, mengoperasikan dan memelihara pompa sangat signifikan dan merupakan langkah sangat penting agar terbebas dari masalah selama kegiatan operasional pabrik. Dengan demikian, perawatan yang tepat merupakan langkah untuk mengurangi biaya operasional pabrik dan sistem produksi. Training ini akan memberikan pengetahuan yang komprehensif mengenai seleksi pompa, instalasi, operasi, dan program pemeliharaan.

 

Tujuan Training Pompa Sentrifugal

  1. Peserta dapat memahami kinerja, teknologi dan pengoperasian pompa sentrifugal.
  2. Peserta dapat mendapatkan pengetahuan utama yang diperlukan untuk mengatasi masalah pemeliharaan yang diilustrasikan dengan aplikasi dan contoh dari proses industri

 

Materi Training Pompa Sentrifugal

  1. Dasar Teori Mekanika Fluida (Hidrolik)
  • Sifat-sifat fisik fluida (inkompresibel) yang relevan.
  • Statika fluida.
  • Dasar aliran fluida (inkompresibel).
  • Dasar dinamika fluida.
  • Dasar proses energi pada fluida.
  • Kebutuhan energi (head) pada instalasi.
  • Prinsip pemindahan energi dan pompa (kapasitas, head, efisiensi).
  • Kombinasi antara instalasi dan pompa.
  1. Pemilihan Pompa Sentrifugal dan Instalasinya
  • Spesifikasi pompa.
  • Pump Perfomance Curve
  • Pemilihan pompa (dengan dasar kapasitas, head dan efisiensi pompa).
  • Sususan pompa seri dan parallel.
  • Analisis pengisapan (kavitasi dan NPSH)
  • Perhitungan dasar pompa dan sistem
  • Sistem sealing pompa
  • Element bantalan (Rolling bearing) pompa sentrifuga
  1. Penggunaan dan Pemilihan Material pompa Sentrifugal
  • Pompa air bersih
  • Pompa air kotor
  • Pompa Pemadam kebakaran
  • Pompa di Industri Kimia
  • Pompa di Industri Minyak
  • Pompa refrigerasi dan pengkondisian udara
  • Pompa lumpur/solid
  • Pompa system booster (water pressure Booster system)
  1. Gejala-gejala Kritis/Berbahaya pada operasi
  • Kavitasi.
  • Benturan air (water hammer).
  • Tekanan berlebih.
  • Tekanan negatif.
  • Gejala surjing.
  • Fuktuasi tekanan.
  1. Operasi & Pemeliharaan
  • Prosedur menjalankan dan menghentikan pompa.
  • Pengaturan kapasitas.
  • Pencegahan bahaya.
  • Operasi otomatik.
  • Operasi Seri dan Operasi Paralel
  • Pemeriksaan pendahuluan.
  • Pemeliharaan kondisi operasi.
  • Penanganan pompa cadangan.
  • Mengatasi gangguan.

PENGADAAN BARANG DAN JASA UNTUK PEKERJAAN IT BANKING

DESKRIPSI

Industri perbankan jelas sangat terimbas dengan perkembangan IT, yang berdampak pada tingkat persaingan ketat untuk memperebutkan nasabah. Tuntutan untuk menyediakan jasa keuangan yang universal menjadi tidak terhindarkan (traditional banking, e-banking, mobile banking, phone banking, wire transfrer, priority banking; securitization; insurance; investment banking dan seterusnya).

Pemanfaatan TI yang efektif pada perbankan tentunya memerlukan pengelolaan yang baik, khususnya pada tahap pengadaan, baik itu berupa wujud barang maupun jasa. Oleh karena itu perlu adanya pemahaman yang memadai dari para pelaku industry perbankan khususnya, mengenai berbagai aspek yang berkenaan dengan prosedur pengadaan barang dan Jasa pekerjaan TI.

MATERI KURSUS PENGADAAN BARANG DAN JASA UNTUK PEKERJAAN IT BANKING

1.  Konsep Pengadaan Barang/Jasa

  • Prinsip Dasar
  • Kebijakan Umum
  • Maksud dan Tujuan
  • Ruang Lingkup

2.  Pengadaan Barang dan Jasa Pada Industri Perbankan
3.  Peran Teknologi Informasi Pada dunia Perbankan
4.  Mengapa IT Governance?
5.  Pembentukan Keanggotaan Panitia/Pejabat Pengadaan
6.  Persiapan Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pekerjaan TI
7.  Penyusunan Dokumen Pengadaan Barang/Jasa Pekerjaan TI
8.  Penyusunan HPS Pengadaan Barang/Jasa Pekerjaan TI
9.  Penyusunan Kontrak
10. Pascakualifikasi Pengadaan Barang/Jasa Pemborongan
11. Metode Evaluasi Sistem Gugur
12. Prakualifikasi Pengadaan Jasa Konsultasi Pekerjaan TI
13. Metode Evaluasi Jasa Konsultan
14. Metode Evaluasi Sistem Gugur (Barang)
15. Metode Evaluasi Sistem Nilai & Selama Umur Ekonomis

PENGAWASAN PEMBIAYAAN UNTUK PERBANKAN DAN LEMBAGA KEUANGAN

DESKRIPSI TRAINING PENGAWASAN PEMBIAYAAN UNTUK PERBANKAN DAN LEMBAGA KEUANGAN

Berjalannya sebuah perusahaan tidak akan bisa dilepaskan dari keberadaan anggaran, karena anggaran merupakan rencana keuangan yang akan mendukung kegiatan operasional perusahaan. Anggaran perusahaan digunakan sebagai petunjuk atau pengarahan terhadap perencanaan anggaran.Rencana anggaran perusahaan harus sesuai dengan rencana kegiatan perusahaan. Idealnya anggaran yang telah disusun harus mampu mewakili dari semua kebutuhan rencana operasionalperushaan yang mencakup kegiatan administrasi dan kegiatan umum lainnya. Dari pemaparan di atas bisa kita kaitkan bahwa setiap perusahaan sangatlah membutuhkan anggaran untuk menyokong kegiatan operasional mereka, hal ini juga berlaku dalam industri perbankan. Dengan demikian, maka biaya operasional merupakan faktor utama bagi perusahaan perdagangan, industri dan perusahaan lain.

Sejalan dengan perkembangan bisnis dunia perbankan yang berubah dengan cepat dan tingkat persaingan usaha yang semakin tinggi maka para bankir harus mengambil keputusan yang tepat untuk meningkatkan kelangsungan dan pertumbuhan usahanya. Secara umum semua bank mempunyai fungsi yaitu menjembatani kepentingan kelompok masyarakat yang kelebihan dana (surflus unit) dengan kelompok masyarakat yang kekurangan dana (defisit unit). Peranan ini lebih di kenal fungsi intermediary dimana kedudukan berada di tengah-tengah masyarakat dan sebagai perantara transaksi yang penting dalam meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

 

MATERI KHUSUS TRAINING PENGAWASAN PEMBIAYAAN UNTUK PERBANKAN DAN LEMBAGA KEUANGAN

1. Cost management and Strategy; with a Review of Key Cost Concepts
2. Different Approaches to Costing
3. Different Approached to Budgeting
4. Cost Planning and Pricing Decisions: Life-Cycle-Costing, Target Costing and Target Pricing
5. Control Systems and Performance Measurement
6. Bank’s Departmental Control

  • Daily Cost Control of Debit and Credits
  • Original Entry Journal
  • The Ledger
  •  The Daily Balance Book
  • The Daily Condition Book/ Sheet

7. Bank’s Permanent Cost Control of Resources and Liabilities
8. Introduction to Financial Risk Management

Risiko Operasional Bank

Deskripsi

Ancaman yang muncul dari dan terhadap kegiatan operasional bank dapat dipicu oleh berbagai faktor baik internal maupun ekstenal.  Peristiwa potensial seperti penyalahgunaan wewenang (fraud), kegagalan sistem teknologi informasi, standar proses operasi yang belum sesuai dengan peraturan/regulasi yang berlaku, dan kejahatan pihak eksternal terhadap bank jika tidak identifikasi dan dikelola dengan baik dapat menimbulkan permasalahan yang berat bahkan bencana bagi bank.

Risiko operasional sebenarnya lazim dihadapi berbagai lembaga keuangan termasuk bank, namun jenis risiko ini baru mendapatkan perhatian luas setelah dimasukan ke dalam kerangka regulasi Basel II. Manajemen risiko yang terkait dengan risiko operasional ini dikenal sebagai manajemen risiko operasional.  Seiring dengan itu, terdapat kebutuhan akan pemahaman yang memadai dan komprehensif mengenai manajemen risiko operasional.

Workshop dua hari ini dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut di atas dengan tujuan dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan praktis peserta dalam penerapan manajemen risiko operasional.

Garis Besar Program Manajemen Risiko Operasional Bank

  1. Pengertian tentang Risiko dan Risiko Operasional
  2. Kasus-kasus Perbankan terkait Risiko Operasional
  3. Mengenali Jenis-jenis Kegagalan Operasional Bank: people risk, process risk (model, transaksi, dan kegiatan operasional), system and technology risk, external party risk, dan natural disaster risk.
  4. Elemen-elemen Utama Manajemen Risiko Operasional: Kebijakan, identifikasi, proses bisnis, metode pengukuran, manajemen eksposur, pelaporan, analisis risiko, dan economic capital.
  5. Risiko Operasional dan Risk Capital.
  6. Model-model Risiko Operasional berbasis Basel II: Basic Indicator, Standardized Approach, dan Advanced Measurement Approach (AMA).
  7. Value-at-Risk (VAR) for Operational Risk
  8. Risk and Control Self-Assessment (RCSA): Arti penting, pendekatan, dan pelaksanaan RCSA yang efektif
  9. Strategi Mitigasi Risiko Operasional: risk prevention dan risk reduction program.
  10. Operational risk reporting and profiling

HUKUM PERBANKAN

DESKRIPSI TRAINING HUKUM PERBANKAN

Perputaran arus uang di sebuah negara sangatlah kompleks dan penuh dengan resiko, untuk membantu pengaturan arus uang tersebut maka didirikan lah lembaga keuangan yang biasa kita sebut Bank ataupun lembaga keuangan lainnya. Dan dalam hal ini pembahasan akan kita tujukan pada lembaga keuangan yaitu Bank. Bank adalah lembaga intermediasi yang dalam menjalankan kegiatan usahanya bergantung pada dana masyarakat dan kepercayaan baik dari dalam maupun luar negeri. Dalam menjalankan kegiatan usaha tersebut bank menghadapi berbagai risiko, baik risiko kredit, risiko pasar, risiko operasional maupun risiko reputasi. Banyaknya ketentuan yang mengatur sektor perbankan dalam rangka melindungi kepentingan masyarakat, termasuk ketentuan yang mengatur kewajiban untuk memenuhi modal minimum sesuai dengan kondisi masing-masing bank, menjadikan sektor perbankan sebagai sektor yang “highly regulated”.

MATERI KURSUS TRAINING HUKUM PERBANKAN

  • Mengkaji berbagai ketentuan perundang-undangan di bidang perbankan
  • Sistem struktur dan kelembagaan perbankan di Indonesia
  • Implementasi Good Corporate Governance di bidang Perbankan
  • Kedudukan, peranan dan Tugas Bank Indonesia
  • Kewajiban-kewajiban Bank
  • Ketentuan Rahasia Perbankan
  • Hubungan Hukum antara Nasabah dan Bank antara Hukum dan Kepercayaan.
  • Money Laundring
  • Analisis Hukum terhadap kejahatan Perbankan

AKUNTANSI PERBANKAN

OVERVIEW TRAINING AKUNTANSI PERBANKAN

Seperti diketahui, kinerja perbankan nasional sebagai sumber pembiayaan utama sangat dipengaruhi oleh kondisi dan perkembangan ekonomi suatu negara. Dalam pemulihannya, dunia perbankan membutuhkan peran dari berbagai pihak mulai dari manajemen sampai dengan pihak luar. Salah satu peran yang cukup penting bagi pemulihan dunia perbankan adalah peran dari profesi akuntansi dalam menyajikan laporan keuangan

Pelatihan ini akan membahas teknik praktis akuntansi khusus untuk perbankan, mulai dari perlakuan akuntansi terhadap transaksi perbankan, laporan keuangan yang mengacu kepada Standar Khusus Akuntansi Perbankan Indonesia, PSAK hingga penerapan Corporate Governance.

 

MATERI TRAINING AKUNTANSI PERBANKAN

  1. Akuntansi Perusahaan
  2. Ruang Lingkup Akuntansi Bank
  3. Kebijakan Akuntansi Perbankan sesuai Standar Khusus Akuntansi Perbankan Indonsia (SAKPI)
  4. Sistem Pencatatan Transaksi Keuangan antar Kantor (unit kerja).
  5. Sistem Pengklasifikasian Rekening
  6. Akuntansi unit Teller
  7. Akuntansi Unit Giro
  8. Akuntansi unit Kliring
  9. Akuntansi  Unit Transfer
  10. Akuntansi unit Deposito
  11. Akuntansi Unit General Affair
  12. Akuntansi Pendapatan dan beban Bank.
  13. Pengamanan Kas dan Pengamanan Operasional Lembaga penyimpanan.
  14. Corporate Governance, Transparansi dan Sarbanes Oxley

 

FINANCIAL PLANNING AND BUDGETING FOR BANKING

OBJECTIVE :

The course focuses on the theoretical as well as the practical aspects of the financial planning and budgeting that a candidate working in financial industry may come across. The syllabus is designed to provide the candidates with an in depth knowledge of the financial planning and budgeting so as to enable them to:

  • Develop conceptual understanding of the subject
  • Apply the methods and techniques to carry out financial planning and budgeting in financial institutions
  • Formulate financial plans and budgets to manage various financial activities, and
  • Evaluate the financial plans and budgets for effective financial control

TRAINING MATERIAL OUTLINE FINANCIAL PLANNING AND BUDGETING FOR BANKING

Introduction to Financial Planning and Control

  • Elements of financial planning: financial planning process, capital budgeting decisions, degree of financial leverage, dividend policy, and liquidity requirements
  • Role of financial planning: examine interactions, explore options, identify possible outcomes, and ensuring feasibility and internal coherence
  • Short term and long term plans
  • Financial planning models

Financial Analysis and Control

  • Financial statements and their nature
  • Major financial aspects and framework for  their analysis
  • Balance sheet ratios, income statement ratios, and trend analysis
  • Cash flow analysis and financial planning

The Planning Function: Budget Process

  • Strategic plan
  • Operating plans
  • Financial plans or budgets
  • Forecasting techniques
  • Fundamentals of budgets
  • Cost estimation and estimation techniques
  • Preparation of budgets
  • Cash budget
  • Income and expense budget
  • Budgeted balance sheet
  • Use of Pro forma financial stat

CHOKE AND CONTROL VALVE

TRAINING INTRODUCTION CHOKE AND CONTROL VALVE

This course is a practical knowledge of selection, installation of choke and control valve. Design, specification and implementation of control and operation in gas plant process.

CHOKE AND CONTROL VALVE TRAINING MATERIAL: 

1.    Basic physical properties
2.    Fundamental of measurement
3.    Fundamentals of flow characteristics
4.    Control valves
5.    Pressure drop
6.    Flow equations
7.    Fundamental valve sizing

  • Introduction
  • Definition of a Control Valve
  • Energy Type
  • What is happening inside a control valve
  • Cavitation
  • Flashing
  • Choked Flow
  • Valve Coefficient Cv
  • Valve characteristic
  • Equal percent
  • Linear
  • Quick opening
  • Selection method

8.    HIGH PRESSURE DROP APPLICATION/CHOKE VALVE

  • Cavitation Control
  • Cavitation Elimination
  • Low Noise
  • Diffuser Plates
  • Choke
  • Disk Stack Technology
  • Pressure Balance Trim

9.    Control valve selection
10.    Installation

PWHT: Post Weld Heat Treatment

Background Training PWHT

Dalam proses penyambungan pipa minyak dan gas melaui proses pengelasan. Posting Weld Heat Treatment dilakukan setelah pengelasan, umumnya pada suhu yang lebih tinggi dan dengan tujuan yang berbeda dibandingkan Panaskan / interpass pemanasan. PWHT mungkin perlu diterapkan tanpa membiarkan suhu turun di bawah minimum yang ditentukan untuk Panaskan / interpass pemanasan.



Objectives Training PWHT

  1. Memahami metalurgi proses pengelasan pada pipa baja
  2. Memahami pengaruh negatif pada daerah lasan dan daerah yang terpengaruh panas
  3. Memahami teknik inspeksi material hasil proses PWHT
  4. Memahami strandard prosedur PWHT

Contents Training PWHT

  1. Metalurgi pengelasan pada baja
  2. Korosi pada baja  daerah lasan
  3. PWHT teori, standard prosedur dan aplikasi
  4. Inspeksi pada PWHT
  5. Penulisan dan pelaporan
  6. Diskusi interaktif

MEP DASAR

Deskripsi Training Basic MEP (Mechanical – Electrical – Plumbing)

MEP adalah komponen penting dari pembangunan rantai pasokan . MEP desain sangat penting untuk desain pengambilan keputusan, dokumentasi yang akurat, kinerja dan biaya-memperkirakan, perencanaan pembangunan, pengelolaan dan operasi fasilitas yang dihasilkan. Seperti aspek lain dari bangunan, MEP penyusunan , desain dan dokumentasi secara tradisional dilakukan secara manual. Desain dibantu komputer memiliki beberapa keunggulan dibandingkan ini, dalam beberapa hal termasuk 3D modeling . Modeling informasi Building menyediakan model bangunan dihitung, desain holistik dan manajemen perubahan parametrik dari desain MEP.

MEP Engineer adalah klasifikasi profesional single-level yang bertanggung jawab untuk perencanaan dan desain di bidang mekanik , listrik , dan pipa ( MEP ) sistem termasuk mengembangkan kebijakan , standar , prosedur pemeriksaan , dan alat evaluasi untuk hal-hal yang melibatkan fasilitas MEP cabang yudisial . Dapat mempersiapkan dengan mapan dan akan meninjau gambar , spesifikasi , dan perkiraan biaya untuk sistem mekanik , listrik , dan / atau pipa di fasilitas cabang yudisial.

Materi Training Basic MEP (Mechanical – Electrical – Plumbing)

  1. Dasar –dasar MVAC (Mechanical Ventilation Air Conditioner):
    • Matter, Energy & Heat Basics
    • Refrigeration Process
    • Unit Location & the Air-Distribution System
    • Indoor Air Quality
    • Electric Heating
    • Gas Furnaces
    • Heat Pumps
  2. Sistem Elektrikal
    • Sistem Distribusi Daya Listrik.
    • Transformator Distribusi.
    • Panel Tegangan Menengah
    • Penerangan & Kotak Kontak
  3. Sistem Penanggulangan Kebakaran
    • APAR (Fire Extinguisher)
    • Hydrant
    • Gas
    • Sprinkler
  4. Sistem Elektronik
    • Sound Sytem
    • PABX
    • Fire Alarm
    • CCTV
    • Jaringan Komputer
    • MATV
  5. Sistem Plumbing
    • Sistem Penyediaan Air Bersih
    • Sistem Air Buangan
    • Sistem Venting
  6. Sistem AC
    • Sistem Splite
    • Sistem Central
  7. Sistem Tranportasi Vertikal
    • Elevator
    • Escalator

 

PIPING SYSTEM MATERIAL DESIGN AND MAINTENANCE

TRAINING OBJECTIVE PIPING SYSTEM MATERIAL DESIGN AND MAINTENANCE

Program pelatihan ini memberikan gambaran tentang piping system, design, dan sistem perawatan secara umum. Sehingga setelah mengikuti pelatihan ini peserta mampu merencanakan suatu piping system sederhana, lengkap dengan instrumennya, melaksanakan penggambaran, menetapkan material yang tepat serta dapat melakukan perawatan yang benar.



PIPING SYSTEM 
TRAINING OUTLINE

  1. Pengetahuan dasar Perpipaan.
  2. Peralatan yang berhubungan dengan perpipaan
  3. Sistem Perpipaan
  4. Perencanaan Penggambaran perpipaan dan diagram instrumen
  5. Perencanaan penggambaran isometrik
  6. Dasar-dasar dari sistem perawatan
  7. Perakitan dan pembongkaran dalam perawatan
  8. Pengukuran dan Penyimpanan
  9. Kegagalan dan kerusakan
  10. Jenis perakitan

 

CASING AND CEMENTING

ABSTRACK CASING AND CEMENTING

This course builds a firm foundation in the principles and practices of designing, planning and conducting successful casing and cement jobs. The course uses checklists and job design forms that include ‘risk-mitigation-response’ for possible hazards, but emphasize properly designing the job to minimize the need to react to deviations. The course uses a process-based perspective that takes participants from defining well goals through post-job critical evaluation.



OUTLINE TRAINING CASING AND CEMENTING

1. Selecting casing, hole sizes and setting depths
2. Factor of safety considerations
3. Casing stress calculations
4. Selecting appropriate connections
5. API specifications
6. Cement additives and cement laboratory tests
7. Monitoring cement job progress
8. Selecting the appropriate slurry
9. Cement placement process
10. Cementing calculations and equipment specifications
11. Mud removal
12. Preventing gas migration
13. Well head equipment summary

CONTROL VALVE AND VALVE: OPERATION AND SIZING

TRAINING OBJECTIVES CONTROL VALVE AND VALVE

  1. Dapat memahami konsep dasar dan cara kerja bermacam-macam valve
  2. Dapat mengoperasikan, merawat dan memperbaiki valve

 

TRAINING MATERIAL OUTLINE CONTROL VALVE AND VALVE

  1. Pendahuluan
  2. Teori dasar sistem kerja valve
  3. Cara kerja beberapa sistem valve
  4. Bagian – bagian utama sistem valve
  5. Pemasangan dan pelepasan valve
  6. Instalasi dan pemilihan valve
  7. Merawat dan memperbaiki valve
  8. Menentukan ukuran valve
  9. Menentukan kapasitas valve
  10. Pengendali mekanik valve
  11. Pengendali elektrik valve
  12. Pengendali hidrolik
  13. Inspeksi dan monitoring kerja valve
  14. Troubleshooting

 

CATHODIC PROTECTION CORROSION CONTROL AND PREVENTION

TRAINING OBJECTIVES CATHODIC PROTECTION CORROSION CONTROL AND PREVENTION

  1. Dapat memahami konsep dasar korosi, jenis korosi dan pengendaliannya
  2. Dapat mengerti perancangan sistem proteksi katodik

 

TRAINING MATERIAL OUTLINE CATHODIC PROTECTION CORROSION CONTROL AND PREVENTION

  1. Mekanisme korosi
  2. Pengendalian korosi
  3. Proteksi katodik dengan anoda karbon
  4. Proteksi katodik dengan arus yang dipaksakan
  5. Kriteria proteksi katodik
  6. Kebutuhan arus proteksi
  7. Pencegahan korosi dengan sistem Anoda karbon
  8. Penentuan jumlah anoda karbon
  9. Pengandalian dan pengolahan proteksi katoda
  10. Penentuan data dalam perancangan proteksi katodik
  11. Struktur proteksi
  12. Proteksi lapisan organik
  13. Alasan-alasan pemakaian proteksi
  14. Sistem perawatan proteksi

PIPING TECHNOLOGY

DESCRIPTION
Need for the course on Piping Technology in form of distance learning i.e. through correspondence has been long felt by the prospective and existing piping professionals. This correspondence course will initiate you to prepare and develop plot plans & equipment layouts so that you can attempt to prepare the piping layouts, their sizing, selection of components, design analysis and finally to understand the need of documents for piping erections, assembly, testing and inspections.




SUMMARY OUTLINE PIPING TECHNOLOGY

  • Coverage Piping Technology
  • Introduction about Process Industries worldwide
  • List of Piping components used in Industries, their introduction, applications.
  • Local process plants, fabricators, engineering companies, consultants, and site Erection contractors.
  • Basic Engineering Knowledge on Engineering materials, Strength of materials, Fluid Mechanics etc.
  • Understanding of Process Flow, P&I Diagrams, Interpretations, Plot Plan & Equipment layout generation.
  • Introduction to ASME B31.3, B31.4, B31.8 and other codes related to Process Piping and Pipelines.
  • Selection of Piping Components (Flanges, Fittings, Valves, Supports, Expansion Joint etc.)
  •  Selection & Application of Pumps.
  • Selection & Application of Compressor.
  • Piping Plan, Pipe Sizing, Development of Isometric drawings.
  • Flow and Pressure Drop Calculations.
  • Selection of Materials for Process piping components.
  • Stress Analysis, Flexibility Stress Analysis.
  • Fabrication, including Welding, particularly for piping components.
  • Introduction to Piping Flow and Pressure Drop Evaluation & Stress Analysis Software.
  • Inspection & Quality Control
  • Quality control and assurance for raw materials, components and during erection stages
  • Special Testing for Piping systems.
  • Non Destructive Examination of piping

OIL & GAS PIPELINE SYSTEMS

OBJECTIVE

Pipelines (liquid and gas) are the most economical form fluid transmission. The course will enable the participants to learn the basics of design, operations, maintenance, installation and integrity. Failures in pipelines can lead to catastrophic environmental problems with severe collateral damage.
The objectives of this course are to illustrate best operating practices and to increase awareness of the importance of pipeline integrity management. Attending this course will also add confidence to all personnel reducing the chances of failures by understanding the probable cause and effect of each. Attendees will receive a comprehensive set of notes and a copy of the overhead presentations



SUMMARY OUTLINE OIL & GAS PIPELINE SYSTEMS

  1. PIPELINE DESIGN
    • – Design Basis
    • – Piping Materials
    • – Pipeline Installation
    • – Offshore Design Parameters
  2. PIPELINE OPERATION
    • – nominations Process For Gas And liquid Systems.
    • – Scheduling And Batching Multi Product Systems.
    • – SCADA Systems, their Function And Purpose.
    • – Metering Methods And Custody transfer.
    • – Pipeline Cleaning And Pigging
    • – Pig Receiving And launching
  3. PIPELINE MAINTENANCE
    • – Planned Maintenance Strategies
    • – Reliability Centered Maintenance
    • – Supply Chain management
    • – life cycle calculations including abandonment.
    • – Inspection Systems
    • i. In line Inspections ( IlI)
  4. PIPELINE REPAIR
    • – leak Detection Systems
    • – Metal loss Detection
    • – Pipelines Safety Guide
    • – Pipeline Corridor Management
  5. PIPELINE INTEGRITY MANAGEMENT
    • – Management System Approach.
    • – elements Of An Integrity Management Plan, Identifying High Consequence Or unusually Sensitive Areas.
    • – threat Identification: Both time Dependent And Independent, Human error, ASMe B31.8 S.
    • – Addressing Particular threats third Party Damage, Material And Construction Defects.
  6. INSPECTION METHODS
    • – Right Of Way Patrols, In line Inspection Methods (Metal loss, Crack Detection And Pipe Deformation tools)
    • – Direct Assessment Methods Including Hydro testing And Surface Profiling
    • – Preventive And Mitigative Measures
    • – Implementing Damage Prevention Measures
    • – emergency Response Planning
    • – Scope Of An emergency Response Plan
    • – emergency Response exercises

PUMP OPERATION, MAINTENANCE & TROUBLESHOOTING

TRAINING OBJECTIVES PUMP OPERATION, MAINTENANCE & TROUBLESHOOTING

After completion of the course, the participants should be able to describe and demonstrate thoroughly of Pump and compressor. Identify component by names, operation, maintenance and inspection. Describe the proper care, removal alignment and installation of Pump & compressor and their accessories.

 

TRAINING MATERIAL OUTLINE PUMP OPERATION, MAINTENANCE & TROUBLESHOOTING:

 Fundamental of fluid mechanics and thermodynamic

  • Properties of fluids
  • Measurement unit
  • Basic of fluids dynamic
  • Energy losses in pipe installation

 Pump Classification & Construction

  • Pump Classification
  • Pump construction and components

 Pump Installation & Operation

  • Head or energy requirement of the installation
  • The principle of energy transfer in centrifugal pump
  • Characteristic of pump and its installation (Capacity, Head, and Efficiency)
  • Combination of pump and installation
  • Pump specification
  • Pump selection based on capacity, head, and efficiency
  • Pump arrangement; series and parallel
  • Suction analysis (Cavitation and NPSH)

Pump Maintenance and Troubleshooting.

 

Pemipaan

LATAR BELAKANG

Pipa sebagai cubing panjang dari tanah liat, konkret, loham, kayu, dan sebagainya untuk mengalirkan air, gas, minyak, dan cairan-cairan lain. Fluida merupakan substansi yang dapat mengalirkan cairan atau gas. Hampir setiap tahun diperkenalkan kegunaan baru untuk pipa yang menghasilkan kebutuhan baru dan pengembangan spesifikasi-spesifikasi material serta pengembangan para pakar perancang pemipaan.

Saat ini pipa dapat dicari hampir di setiap tempat, baik pemipaan dalam automobil hingga sistem perpipaan yang rumit (pipa proses, jalur pipa, pipa tenaga uap pabrik atau salah satu dari berbagai kategori lainnya) pada industri rekayasa. Untuk mendukung sistem produksi yang memadai diperlukan tenaga kerja yang handal atau peningkatan keahlian tenaga kerja profesi Perancangan Sistem Pemipaan.


Materi Pelatihan Pemipaan

  1. Konsep dasar sistem pemipaan
  2. Standar dan simbol pipa
  3. Jenis pipa dan sambungan pipa
  4. Fitting, flens, katup, dan kran
  5. Fabrikasi pipa
  6. Pemilihan pipa
  7. Konstruksi sistem pemipaan
  8. Perhitungan pipa
  9. Instrumentasi pemipaan

GAS COMPRESSOR AND PIPING SYSTEM

PENDAHULUAN TRAINING GAS COMPRESSOR AND PIPING SYSTEM:

Kompresor merupakan salah satu peralatan penting dalam industri, jika dilihat fungsinya yang paling sederhana dalam industri kompresor berfungsi untuk membersihkan komponen dengan tiupan udara bersih dan kering, dalam hal ini tentu saja kompresor udara. Dalam industri kimia dan gas serta industri perminyakan, kompresor dapat berfungsi lebih luas lagi, misalnya sebagai pemindah, pengirim bahan-bahan bersifat gas. Lebih luas lagi juga dapat berfungsi sebagai fluid power dalam system kontrol pneumatic. Dengan power yang konstan kompresor dapat menghasilkan tekanan sekaligus juga aliran gas atau udara, yang proporsional artinya bila diinginkan aliran besar maka tentu saja tekanannya akan turun, demikian juga sebaliknya. Tentu saja banyak factor yang saling mempengaruhi misalnya temperatur lingkungan, temperatur gas atau udara yang dikompres (dimampatkan). Dalam hal inilah, dalam training ini akan dibahas tentang apa itu kompresor, bagaimana cara kerjanya, mengoperasikanya, memeliharanya, merawatnya, dan lebih penting lagi instalasinya dengan system perpipaan.

TUJUAN TRAINING GAS COMPRESSOR AND PIPING SYSTEM:

Setelah selesai pelatihan, peserta diharapkan mampu :

  • Mempertimbangkan pilihan peralatan, system dan perlengkapan serta instalasi yang sesuai dengan pertimbangan dan persyaratan yang ada dilapangan.
  • Memahami cara-cara pengoperasian peralatan sesuai dengan pertimbangan desain dan pemeliharaan peralatan yang bersangkutan.
  • Menemukan dan menganalisis kemungkinan-kemungkinan penyebab terjadinya gangguan dalam peralatan maupun instala sisistem.
  • Menentukan tindakan-tindakan pemeliharaan dan perawatan terhadap peralatan bila kemungkinan terjadi gangguan.

 

CAKUPAN MATERI TRAINING GAS COMPRESSOR AND PIPING SYSTEM:

  1. Pre test
  2. Klasifikasi kompresor
  3. Centrifugal compressor
  4. Screw compressor (screw)
  5. Basic analysis of gas compress
  6. Kalkulasi tekanan dan kapasitas
  7. Recommendation maintenance and inspection
  8. Installation and operation – compressor
  9. Design and lay out pipa udara
  10. Analisa tek, kap dan tem pipa udara
  11. Pemilihan material pipa gas
  12. Maintenance instalasi pipa gas
  13. Pipe lining, equipment and safety valve

PIPING COMPONENTS PRINCIPLES

OVERVIEW TRAINING PIPING COMPONENTS PRINCIPLES

Ribuan pipa digunakan dalam industri, seperti pembangkit listrik, pabrik petrokimia, pulp dan pabrik kertas, industri makanan dan minuman, pabrik pupuk,industri minyak lepas pantai dan hampir seluruh kegiatan industri memakai instalasi pipa oleh karena itu Mereka harus mengembangkan keterampilan dan pengetahuan tentang sistem perpipaan.

Pipa merupakan sarana yang sangat diperlukan dalam suatu konstruksi peralatan produksi terutama pada industri migas. Spesifikasi dan standar sangat penting untuk diketahui dalam perencanaan sistem perpipaan peralatan produksi guna mencapai tujuan secara efektif, efisien dan aman.

Selain itu diperlukan juga pengetahuan tentang bagaimana merawat dan memperbaiki instalasi perpipaan berikut kelengkapannya serta menginspeksi kondisi perpipaan serta melaksanaan test dengan benar dan aman. Setelah mengikuti pelatihan ini, maka peserta dapat memahami spesifikasi material yang standar dan perawatan instalasi perpipaan dalam lingkungan industri.



OBJECTIVES

  • Memahami proses dan diagram pipa
  • Pemahaman aliran fluida, jenis, karakteristik
  • Memahami jaringan pipa
  • Tentukan penurunan tekanan dalam sistem perpipaan
  • Tentukan ketebalan dinding
  • Memahami pembuatan pipa
  • Familiar dengan komponen perpipaan (piping components)
  • Meningkatkan pemahaman Anda menghubungkan pipa
  • Memahami perlindungan pipa dari korosi
  • Untuk mengetahui cara memeriksa dan pengujian perpipaan

 

OUTLINE TRAINING PIPING COMPONENTS PRINCIPLES

  1. Pipa dan spesifikasinya
  2. Fitting dan spesifikasinya
  3. Valve dan spesifikasinya
  4. Insulasi, penyangga dan gantungan pipa
  5. Gambar perpipaan
  6. Pemeriksaan dan pemeliharaan pipa
  7. Fabrikasi pipa
  8. Latest technology on piping design (3D-CAE)

PIPELINE SYSTEMS: DESIGN, CONSTRUCTION, MAINTENANCE

DESCRIPTION PIPELINE SYSTEMS

Plumbing is a piping system that most people are familiar with, as it constitutes the form of fluid transportation that is used to provide potable water and fuels to their homes and business. Plumbing pipes also remove waste in the form of sewage, and allow venting of sewage gases to the atmosphere. Fire sprinkler systems also use piping, and may transport potable or non-potable water, or other fire-suppression fluids. Piping also has many other industrial applications, which are crucial for moving raw and semi-processed fluids for refining into more useful products. Some of the more exotic materials of construction are titanium, chrome-moly and various other steel alloys.



OBJECTIVES PIPELINE SYSTEMS

  1. Develop a working knowledge of piping systems
  2. Differentiate between the different classes of piping
  3. Understand better the design, construction, operations and maintenance requirements of piping systems
  4. Implement strategies and methodologies to create an effective piping maintenance program
  5. Enhance their knowledge and skills to identify and address piping operational problems at all levels
  6. Implement mechanisms to measure piping performance at all levels
  7. Analyse and understand the impact of piping knowledge on the maintenance strategy
  8. Develop and implement an effective piping maintenance budget
  9. Use life cycle costing techniques to deliver best practice piping maintenance
  10. Implement maintenance plans that are cost effective and aligned to the organisation’s strategic goals

COURSE OUTLINE PIPELINE SYSTEMS

Introduction

  • Purpose .
  • Applicability
  • References
  • Distribution
  • Scope
  • Metrics
  • Brand Names
  • Accompanying Guidance
  • Specification
  • Manual Organization

Design Strategy

  • Design Analyses
  • Specifications
  • Drawings
  • Basis of Design
  • Loading Conditions
  • Piping Layout

General Piping Design

  • Materials of Construction
  • Design Pressure
  • Sizing
  • Stress Analysis
  • Flange, Gaskets and Bolting
  • Materials
  • Pipe Identification
  • Piping Supports
  • Testing and Flushing

Metallic Piping Systems

  • General
  • Corrosion
  • Design Pressure
  • Piping Supports for Metallic
  • Piping Systems
  • Joining
  • Thermal Expansion
  • Ductile Iron
  • Carbon Steel
  • Nickel and Nickel Alloys
  • Aluminum
  • Copper

Plastic Piping Systems

  •  General
  • Polyvinyl Chloride (PVC)
  • Polytetrafluoroethylene (PTFE)
  • Acrylonitrile-Butadiene-Styrene
  • ABS
  • Chlorinated Polyvinyl Chloride
  • CPVC
  • Polyethylene (PE)
  • Polypropylene (PP)
  • Polyvinylidene Fluoride (PVDF)

Rubber and Elastomer Piping Systems

  • General
  • Design Factors
  • Sizing
  • Piping Support and Burial
  • Fluoroelastomer
  • Isobutylene Isoprene
  • Acrylonitrile Butadiene
  • Polychloroprene
  • Natural Rubber

Thermoset Piping Systems

  • General
  • Reinforced Epoxies
  • Reinforced Polyesters
  • Reinforced Vinyl Esters
  • Reinforced Furans

Double Containment Piping Systems

  • General
  • Piping System Sizing
  • Double Containment Piping
  • System Testing
  • Leak Detection Systems

Lined Piping Systems

  • General
  • Plastic Lined Piping Systems
  • Other Lined Piping Systems

Valves

  •  General
  • Valve Types
  •  Valve Sizing and Selection
  • Valve Schedule

Ancillary Equipment

  • Flexible Couplings
  • Air and Vacuum Relief
  • Drains
  • Sample Ports
  • Pressure Relief Devices
  • Backflow Prevention
  • Static Mixers
  • Expansion Joints
  •  Piping Insulation
  • Heat Tracing
  • Corrosion Protection
  • Cathodic Protection
  • Isolation Joints
  • Protective Coatings

Corrosion Protection

  • Corrosion Protection
  • Cathodic Protection
  • Isolation Joints
  • Protective Coatings

PIPELINE INTERNAL CORROSION CONTROL AND MONITORING

DESCRIPTION

This course is for either corrosion engineers or non corrosion engineering personnel who involve in oil & gas operations and maintenance, pipeline and asset integrity management, pipeline inspection and pigging, material purchasing, chemical selection and injection, hazard and HSE management, and any corrosion related activity.

 

OBJECTIVES

  1. Broadening or reshaping their knowledge on the related subjects of his or her area of responsibility
  2. Learning more detail about internal corrosion control and monitoring
  3. Understanding how to select and use of corrosion inhibitors and chemicals.



OUTLINE TRAINING PIPELINE INTERNAL CORROSION CONTROL AND MONITORING

  1. Oil, condensate, gas, and water flowing in the pipeline
  2. Corrosion in water re-injection system and the injection line
  3. Corrosion in sea water injection system
  4. The role of H2S, CO2, and acidic impurities in the fluid
  5. Nature of H2S corrosion, pitting and stress corrosion cracking
  6. Nature of CO2 corrosion
  7. Sour corrosion and top of line corrosion problems
  8. Microbial induced corrosion mechanism and its related problems
  9. Corrosion caused by SRB and the pitting mechanism
  10. Corrosion caused by oxygen penetration
  11. Examples of corrosion damage and pipeline leakage
  12. Corosion monitoring methods in oil & gas field
  13. Oil & gas filed corosion prevention methods
  14. Corrosion control with inhibitors and the selection of suitable corrosion inhibiting chemicals
  15. Dosage and injection methods of corrosion inhibitors
  16. SRB control with biocides and the selection of suitable and low risk biocide formula
  17. Dosage and injection methods of biocides
  18. Oxygen control by de-aeration and chemical injection, and the selection of suitable oxygen scavenger
  19. Dosage and injection methods of oxygen scavenger
  20. Safety in oil & gas corrosion prevention

Eksplorasi Pemetaan Air Tanah

Deskripsi Training Eksplorasi Pemetaan Air Tanah

Air tanah merupakan sumber air selain air sungai dan air hujan yang sering digunakan baik untuk rumah tangga maupun untuk industri dan terdapat di dalam lapisan tanah atau bebatuan. Untuk mengetahui keberadaan air tanah, perlu dilakukan eksplorasi dan pemetaan air tanah. Karena tidak semua bagian di dalam tanah dapat dijadikan sebagai sumber air tanah. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan eksplorasi dan pemetaan air tanah agar hasil yang didapatkan akurat. Sehingga dalam training kali ini akan dijelaskan tentang hal yang berhubungan dengan eksplorasi dan pemetaan air tanah.



Tujuan Training Eksplorasi Pemetaan Air Tanah

1. Peserta mengetahui tentang eksplorasi dan pemetaan air tanah
2. Peserta memahami aspek yang ada di dalam eksplorasi dan pemetaan air dan tanah
3. Peserta mampu mengidentifikasi potensi air tanah dengan melakukan eksplorasi dan pemetaan air tanah



Materi Training Eksplorasi Pemetaan Air Tanah

  • Pengantar air tanah
    • Karakteristik air tanah
    • Penanggulangan masalah air tanah
  • Proses eksplorasi air tanah
  • System Akifer
  • Hidrogeokimia
  • Pengambilan Sample air tanah
  • Pemetaan air tanah
  • Permodelan dan simulasi air tanah

PROJECT FINANCING PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DI INDONESIA

DESKRIPSI TRAINING PROJECT FINANCING PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DI INDONESIA

Dalam menyelesaikan sebuah proyek dalam industri pertambangan, pasti terdapat resiko yang berhubungan dengan salah satu sumber daya yang digunakan, antara lain mengenai keuangan atau pendanaan. Pendanaan yang dialokasikan kepada para pihak seperti investor, customer, kontraktor, lender supplier, kreditur dan lain-lain dengan menggunakan extensive contractual arrangement merupakan salah satu karakteristik penting dalam project financing. Project financing dapat diartikan sebagai teknik pengumpulan dana jangka panjang untuk pembiayaan investasi suatu proyek. Sedangkan kredit sindikasi merupakan kredit yang diberikan secara bersama oleh lebih dari satu bank kepada debitur tertentu, dapat berupa kredit investasi ataupun kredit modal kerja. Training ini akan memberikan pemahaman mengenai project financing da kredit sindikasi pada perusahaan pertambangan di Indonesia.

MATERI TRAINING PROJECT FINANCING

1.      Ruang lingkup project financing dan kredit sindikasi

  • Definisi
  • Fungsi dan manfaat

2.      Project financing vs pinjaman biasa
3.      Tahapan project financing
4.      Evaluasi project financing
5.      Inter credit agreement

  • Potensi kredit di industri pertambangan
  • Resiko kredit pembiayaan

6.      Studi kasus

K3 pada Drilling dan Workover

Deskripsi Training K3 pada Drilling dan Workover

Terjadinya kecelakaan di wilayah pertambangan minyak dan gas bumi akan berdampak pada stabilitas proses produksi yang secara sistemik akan memberikan kerugian besar pada perusahaan baik secara profit, tenaga kerja, dan reputasi. Manajer dan tenaga kerja HSE di perusahaan pertambangan merupakan kunci utama dari pelaksanaan operasi yang aman. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mencatat bahwa pada tahun 2010 terjadi 17 kecelakaan fatal yang terjadi di sektor drilling (eksplorasi) dan workover (pemeliharaan sumur), hal ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa kompetensi pekerja HSE di perusahaan pertambangan minyak dan gas bumi masih harus perlu ditingkatkan sehingga angka kecelakaan bisa diminimalisir. Oleh sebab itulah, perusahaan membutuhkan seperangkat manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dengan spesifikasi perhatian pada drilling dan workover yang selama ini masih menjadi faktor penyebab dari tingginya angka kecelakaan di perusahaan pertambangan minyak dan gas bumi.

Tujuan Training K3 pada Drilling dan Workover

  1. Memberikan kecakapan manajerial dalam menjalankan K3 pada drilling dan workover
  2. Meningkatkan kualitas pekerja HSE yang memeriksa keamanan dan keselamatan pada proses produksi pertambangan
  3. Memberikan ketrampilan menyelesaikan persoalan (problem solving) yang berkaitan dengan permasalahan yang kemungkinan dihadapi oleh pekerja HSE di wilayah workover dan drilling

Materi Training K3 pada Drilling dan Workover

  1. Ruang lingkup K3 pada drilling dan workover perusahaan pertambangan minyak dan gas bumi
    1. Urgensi penerapan K3 pada drilling dan workover
    2. Undang-undang yang menyangkut K3 pada drilling dan workover
    3. Perancangan instalasi pengeboran
    4. Sistematika pemilihan lokasi sumur
    5. Memahami kontruksi menara
    6. Sumber-sumber kecelakaan pada proses operasi di drilling dan workover
    7. Penanganan lumpur di wilayah operasi
    8. Penanganan potensi kebakaran di wilayah operasi
    9. Metode pengelolaan lingkungan di wilayah pengeboran sumur
    10. Studi kasus antisipasi kecelakaan kerja

INVENTORY CONTROL AND WAREHOUSING UNTUK PERTAMBANGAN

DESKRIPSI TRAINING INVENTORY CONTROL AND WAREHOUSING UNTUK PERTAMBANGAN

Di dalam perusahaan pertambangan juga sangat penting dibutuhkan Strategy dalam inventory dan warehousing yang  merupakan fungsi utama dalam pengaturan inventory adalah perencanaan kebutuhan material,dimana fungsi ini bertujuan untuk merencanakan  jumlah dan kapan barang dibutuhkan  pada tingkat  biaya  yang optimum dengan mempertimbangkan  faktor pemakaian material dan   lead time pengadaan barang di dalam pertambangan . Sistem perencanaan kebutuhan material dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu untuk persediaan barang dependent dan untuk persediaan barang independent.  Untuk persediaan barang independent terdapat  dua  metode yang digunakan dalam perencanaan  kebutuhan material yaitu Fixed Order Quantity (Economic Order Quantity /system Q) dan Fixed Order Period (System P). Kedua sistem ini berbeda dalam hal konsep dan aplikasinya. Training ini Memberikan pengetahuan, wawasan, dan keterampilan dalam perencanaan strategis inventory, kebutuhan material  dan warehousing  menggunakan  metode modern   dan dilengkapi dengan praktek aplikasi  dan contoh riil  di lapangan dalam industri pertambangan.

 

TUJUAN  TRAINING INVENTORY CONTROL AND WAREHOUSING UNTUK PERTAMBANGAN

  • Memahami konsep perencanaan strategis inventory, kebutuhan material dan warehousing  yang efisien dan efektif dalam industri pertambangan
  • Menyusun rencana kebutuhan  & rencana kegiatan pengadaan material secara fisik maupun finansial dalam industri pertambangan
  • Melakukan analisis kuantitatif  kebutuhan material  dengan metode EOQ untuk optimasi persediaan  dalam industri pertambangan
  • Melakukan   evaluasi   terhadap  sistem  perencanaan material yang selama ini berjalan    sehingga   bisa   diketahui   inti   masalah   yang  dihadapi dan cara pemecahannya
  • Melakukan perencanaan warehousing industri pertambangan

 

MATERI TRAINING INVENTORY CONTROL AND WAREHOUSING UNTUK PERTAMBANGAN

  1. Ruang lingkup Strategig inventory and warehousing dalam industri pertambangan
  2. Proses pengadaan material dan Portofolio dalam industri pertambangan
  3. Dasar –dasar persediaan
  • Kegunaan persediaan
  • Struktur biaya persediaan
  • Kebutuhan bebas & tidak bebas
  • System ABC
  • Konsep 80/20 (pareto)
  1. Persediaan barang independent (kebutuhan bebas) di dalam industri pertambangan
  • Model Economic Order Quantity
  • Menentukan Reorder Point dan Biaya inventory
  • Model untuk menentukan Safety Stock [persediaan pengaman)
  • Model EOQ dengan Quantity Discount
  • Model EOQ dengan stock out
  1. Persediaan barang dependent (kebutuhan tidak bebas) di dalam industri pertambangan
  • Perencanaan kebutuhan material
  • Ukuran & keamanan persediaan
  • Pelaksanaan sistem MRP
  • Sistem Lot size (dynamic maupun static)
  1. Penilaian inventory dalam industri pertambangan
  • Penilaian Finansial : FIFO,LIFO
  • Penilaian Iventory turn Over (ITO)
  1. Perencanaan warehousing dalam industri pertambangan
  • Design layout
  • Aliran material
  • Utilisasi dan produktivitas warehousing
  • Audit warehousing
  • Material handling and equipment
  1. Praktek dan case study

SCM untuk Perusahaan Pertambangan dan Migas

Deskripsi Training SCM untuk Perusahaan Pertambangan dan Migas

Supply chain di industry pertambangan dan migas memiliki kekhususan dalam bentuk jaringan dan aktivitasnya yang dimulai dari penambangan, produksi/refinery dan distribusi produk. Integrasi dari masing masing fungsi yang melibatkan berbagai jenis perusahaan dalam industry migas memegang kunci kesuksesan dalam meminimasi biaya keseluruhan supply chain. Persaingan yang ada sekarang menuntut perusahaan pertambangan dan migas untuk tidak hanya berfokus pada kemampuan internal namun juga berfokus pada kolaborasi dengan pihak ekternal, baik supplier maupun distributor. Kolaborasi ini akan membantu perusahaan untuk dapat menghasilkan produk yang memenuhi criteria cost, quality dan delivery yang unggul di pasar. Peran Supply Chain Management (SCM) menjadi sangat penting dalam mengelola seluruh rangkaian aktivitas dalam menghasilkan produk mulai dari hulu ke hilir.
Sebagai perusahaan yang yang bermain di pasar dunia tentunya perusahaan harus memiliki jaringan SCM yang baik dalam pengelolaan produksinya. Perusahaan akan menjalin kerjasama dengan para supplier baik dari dalam maupun luar negeri. Untuk itu, para pelaku industri harus membuat rencana, manajemen dan pengawasan untuk transportasi dan penyimpanan dari bahan mentah, inventory hingga menjadi bahan jadi. Teknologi yang serba canggih memungkinkan para pelaku industri migas untuk mengkontrol supply chain secara efisien. Agar para pelaku industri yang terlibat di dalamnya benar-benar memahami prinsip kerja SCM secara komprehensif, maka perlu adanya pelatihan yang diharapkan dapat menjawab berbagai permasalahan yang timbul.



Tujuan Training SCM untuk Perusahaan Pertambangan dan Migas

  • Setelah mengikuti training SCM diharapkan peserta dapat:
  • Memahami prinsip bagaimana mengelola supply chain management yang efektif di industri pertambangan dan migas
  • Memahami bagaimana mengoptimalkan proses bisnis dalam perusahaan agar tercipta efisiensi dalam SCM di industri pertambangan dan migas
  • Memahami bagaimana berkolaborasi dengan pihak ekternal perusahaan antara lain dengan supplier dan distributor
  • Memahami bagaimana mengelola aliran material dan inventory dalam SCM



Materi Training SCM untuk Perusahaan Pertambangan dan Migas

1. Pengantar supply chain management di industry Pertambangan dan Migas:

  • Konsep SCM di Pertambangan dan Migas
  • Lingkungan bisnis SCM di Pertambangan dan Migas
  • Tantangan supply chain di Pertambangan dan Migas

2. Memahami supply chain di industri Pertambangan dan Migas

  • Mapping Supply chain
  • Value chain model
  • Pelaku upstream dan downstream

3. Strategy Supply chain management

  • Identifikasi fit strategy
  • Strategi kolaborasi dan aliansi dalam SCM

4. Tehcnology & supply chain

  • Memahami bagaimana pilihan IT yang diterapkan akan mempengaruhi supply chain.
  • Pilihan teknologi integrasi (ERP)
  • VMI (Vendor managed Inventory)

5. Bull whip effect and inventory management dalam SCM

  • Menjelaskan bagaimana mengelola inventory dalam jaringan SCM dan menghindari bullwhip effect dalam distribusi produk
  • Manajemen Inventory : Klasifikasi inventory, Inventory cost, model pemesanan ekonomis,perhitungan safety stock, inventory valuation, inventory metric.

6.Manajemen transportasi dan distribusi

  • Model sistem transportasi dan distribusi dan Rincian aktivitas sistem

7. Transportasi.

  • Mengukur produktivitas sistem transportasi.
  • Logistics network design.
  • Shipment planning and management.
  • Fleet, container and yard management.
  • Freight and document management.

8. Pengukuran Performansi SCM

  • Mengukur target perusahaan dan target SCM
  • Performance measurement framework
  • Key performance Indicator
  • SCOR (Supply Chain Operation Reference) dari Supply Chain Council

9. Studi kasus aplikasi SCM di Pertambangan dan Migas

RKAB :Rencana Kerja dan Anggaran Biaya Pertambangan

Deskripsi

Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Pertambangan merupakan salah satu alat perencanaan dan pengendalian manajemen dan sekaligus sebagai media akuntabilitas manajemen dalam Pertambangan. RKAB yang disiapkan secara matang, akan banyak membantu manajemen pertambangan dalam memenuhi prinsip akuntabilitas dan transparansi, namun kelemahan dalam penyiapan RKAB juga dapat mempengaruhi kredibilitas manajemen.

Perencanaan kerja dan sistem anggaran dengan kombinasi pendekatan topdown dan bottom-up, mensyaratkan perlunya pemahaman terkoordinasi antara seluruh tingkatan manajemen dan operasional pertambangan, sehingga pelatihan (training) penyiapan RKAB pertambangan ini diharapkan dapat menyegarkan kembali konsep RKAB dan sekaligus mempertajam kemampuan manajemen dalam memahami mekanisme yang harus dilaksanakan dalam proses penyiapan RKAB.

Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Pertambangan merupakan salah satu alat perencanaan dan pengendalian manajemen dan sekaligus sebagai media akuntabilitas manajemen. RKAB yang disiapkan secara matang, akan banyak membantu manajemen dan operasional dalam memenuhi prinsip akuntabilitas dan transparansi, namun kelemahan dalam penyiapan RKAB juga dapat mempengaruhi kredibilitas manajemen.

Perencanaan kerja dan sistem anggaran dengan kombinasi pendekatan topdown dan bottom-up, mensyaratkan perlunya pemahaman terkoordinasi antara seluruh tingkatan manajemen, sehingga Training penyiapan RKAB diharapkan dapat menyegarkan kembali konsep RKAB dan sekaligus mempertajam kemampuan manajemen dalam memahami mekanisme yang harus dilaksanakan dalam proses penyiapan RKAB.

 

Tujuan

  1. Menyegarkan kembali konsep RKAB sebagai salah satu alat utama dalam penyelenggaraan fungsi perencanaan dan pengendalian manajemen, serta sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi yang menjadi bagian dari tatakelola perusahaan yang baik.
  2. Mempertajam pemahaman peserta mengenai mekanisme dan langkah-langkah penyiapan RKAB.

Materi Training RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya) Pertambangan

  1. Pendahuluan RKAB.
  2. Evaluasi Pelaksanaan RKAB.
  3. Strategi Perusahaan Pertambangan
  4. Laporan Keuangan perusahaan Pertambangan
  5. Proyeksi Kegiatan Pertambangan
  6. Praktek Penyiapan RKAB dengan menggunakan program Ms Office excel

 

COAL PREPARATION PLANT & STOCKPILE MANAGEMENT

Description Training Coal Preparation Plant (CPP)

Coal Preparation Plant (CPP) adalah fasilitas yang mencuci batubara dari tanah dan batuan. Sebuah COAL PREPARATION PLANT juga bisa disebut “penanganan batubara dan persiapan  pabrik “,  “persiapan tanaman,” “minuman”, atau “tanaman mencuci”. Semakin dari bahan limbah yang dapat dihapus dari batubara, nilai pasar yang lebih besar dan biaya yang lebih rendah transportasi.

Sedangkan, Stockpile Management berfungsi sebagai penyangga antara pengiriman dan proses. Sebagai sediaan strategis terhadap gangguan yang bersifat jangka pendek atau jangka panjang. Stockpile juga berfungsi sebagai proses homogenisasi dan atau pencampuran batubara untuk menyiapkan kualitas yang dipersyaratkan. Disamping tujuan di atas di stockpile juga digunakan untuk mencampur batubara supaya homogenisasi bertujuan untuk menyiapkan produk dari satu tipe material dimana fluktuasi di dalam kualitas batubara dan distribusi ukuran disamakan.

 

Outline Coal Preparation Plant (CPP)

  • Pengenalan Batubara (Coal) :
    • Pengertian batubara,
    • Genesa batubara (Coal),
    • Sebaran dan produksi batubara di Indonesia.
  • Parameter kualitas batubara:
    • Komponen batubara,
    • Analisis dan pengujian batubara,
    • Dasar pelaporan.
  • Pengolahan batubara:
    • Pengecilan ukuran (kominusi) : crushing, grinding, sizing, classifying,
    • Penghilangan pengotor : abu, belerang, natrium,
    • Penghilangan air : Upgraded brown coal (UBC), hot water/steam drying, vacuum drying and oil treatment.
  • Pencucian batubara:
    • Uji ketercucian batubara,
    • Analisis distribusi ukuran,
    • Uji endap-apung.
  • Pabrik pencucian batubara:
    • Peralatan pabrik pencucian batubara,
    • Rancangan pabrik pencucian batubara.
  • Penimbunan batubara:
    • Manajemen penimbunan batubara,
    • Pemilihan lahan.
  • Swa bakar batubara:
    • Pengertian Swa bakar,
    • Penanggulangan swa bakar pada timbunan.

PENGUJIAN BATUBARA & ANALISIS

DESKRIPSI TRAINING ANALISIS & PENGUJIAN BATUBARA

Perbedaan kualitas pada batubara menyebabkan kegunaan batubara tersebut menjadi berbeda. Untuk menentukan perbedaan itu, diperlukan analisis dan pengujian batubara agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan di dunia internasional yaitu Coal Standards and Gas Standards dari American Socienty for Testing and Material (ASTM). Pengujian batubara terdiri dari 2 hal, yaitu persiapan sample sampai sample tersebut siap dianalisis dan pengujian parameter dari karakteristik batubara. Sample batubara tersebut harus diuji dan dianalisa untuk diketahui kualitasnya. Analisis dan pengujian tersebut menjadi sangat penting karena tidak semua konsumen meminta kualitas batubara yang sama, sebab untuk kegunaan yang berbeda kualitas batubara berbeda juga.

Untuk itu, diperlukan pemahaman dalam teknik pengambilan sampel dari stockpile yang dapat merepresentasikan populasi dari batubara yang dikirimkan ke konsumen sehingga penggunaan batubara tersebut sesuai dengan kualifikasi yang diinginkan. Secara umum penentuan kualitas batubara untuk Analisis Batubara meliputi: Analisis Proksimat (kadar air, abu, zat terbang dan karbon padat), Analisis Ultimat, (kadar karbon, hidrogen, sulfur dan oksigen), Nilai kalor, komposisi abu batubara dan titik leleh abu batubara. Sedangkan untuk Pengujian Batubara terdiri dari: TGS (True Specific Gravity), HGI (Hardgrove Grindability Index), FSI (Free Swelling Index) dan Gray King Assay (sifat kokas). Training ini akan membahas mengenai bagaimana pengujian batu bara yang dapat dilakukan untuk memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan.



TUJUAN TRAINING ANALISIS & PENGUJIAN BATUBARA

Tujuan dari pelatihan ini adalah supaya peserta dapat/mampu:

  • Melakukan analisis pengujian batubara berdasarkan standar ASTM;
  • Mengklasifikasikan batubara berdasarkan pengujian yang dilakukan;
  • Memiliki keahlian dan kemampuan dalam menyusun laporan pengujian batubara.



MATERI TRAINING ANALISIS & PENGUJIAN BATUBARA

Ruang lingkup analisis pengujian batubara

Pengenalan batubara:

  • Pengertian batubara
  • Genesa batubara
  • Sebaran dan produksi batubara di Indonesia.

Komposisi batubara dan efeknya pada pengujian batubara
Teknik pengambilan sample

Analisis kimia batubara:

  • Analisis Proksimat,
  • Analisis kadar air,
  • Analisis kadar zat terbang (volatile matter).

Analisis karbon padat (fixed carbon), perhitungan:

  • Analisis Ultimate,
  • Analisis kadar karbon,
  • Analisis kadar hydrogen,
  • Analisis kadar Nitrogen,
  • Analisis kadar oksigen (perhitungan).

Nilai Kalor:

  • Nilai kalor gross,
  • Nilai kalor net.

Pengeringan udara & Memperkecil ukuran butir
Dasar pelaporan hasil analisis:

  • Air dried basis (adb),
  • As received (AR),
  • Dry ash free (DAF),
  • Dry mineral matter free (DMMF).

Regulasi analisis pengujian batubara (Internasional & Nasional)

  • ASTM,
  • Internasional,
  • Peraturan pemerintah No 45 Tahun 2003.

Analisis komposisi abu Batubara:

  • Analisis SiO2, AI2O3, Fe2O3, TiO2, Mn3O4, CaO, MgO, Na2O, K2O, P2O3, SO3 dan hilang bakar (LOI)

Analisis petrografi batubara (maseral)

Pengujian batubara:

  • TGS (true sp gravity),
  • HGI (hard grove grindability index),
  • FSI (free swelling index),
  • Gray King Assay (sifatkokas).

Penyusunan laporan

Best practice penerapan analisis pengujian batubara

Upgrading Batubara

Deskripsi

Teknologi Peningkatan Kualitas Batubara (Coal Upgrading Technology) merupakan salah satu metoda upgrading batubara peringkat rendah. Dalam pelatihan ini akan membahas tentang Teknologi Upgrading Batubara dan Perkembangan beberapa Teknologi Upgrading Batubara & statusnya di Dunia.


TOPIK BAHASAN Training Upgrading Batubara

  1. Pengetahuan Dasar Batubara:
    • Proses pembentukan batubara,
    • Parameter kualitas batubara,
    • Analisis dan pengujian batubara,
    • Karakteristik batubara peringkat rendah (ASTM, PP 45/2003).
  2. Pengetahuan Teknologi Batubara Bersih (Clean Coal Technology):
    • Pembakaran batubara,
    • Konsep teknologi batubara bersih,
    • Dampak pemanfaatan batubara pada lingkungan,
    • Jenis-jenis teknologi batubara bersih.
  3. Teknologi Upgrading batubara:
    • Prinsip dasar teknologi upgrading:
      1. Evaporasi,
      2. Pirolisis,
      3. Non-evaporasi.
    • Latar belakang teknologi upgrading batubara.
  4. Teknologi Upgraded Brown Coal (UBC):
    • Prinsip Dasar,
    • Peralatan dan Proses UBC,
    • Produk dan Keekonomian.
  5. Perkembangan Beberapa Teknologi Upgrading batubara dan Statusnya di Dunia:
    • Upgraded Brown Coal (UBC),
    • Geo-Coal,
    • Binderless Coal Briquette (BCB),
    • LiMaxTM,
    • K-Fuel,
    • Coal Drying Briquetting (CDB),
    • Rotary Drum Drying,
    • Coal Upgrading Briquetting (CUB),
    • Upgrading and Slurrification.
  6. Perencanaan Penerapan Teknologi Upgrading batubara:
    • Pertimbangan Penerapan,
    • Pemilihan Teknologi,
    • Cara Mengurangi Resiko,
    • Pendanaan,
    • Lokasi dan Infrastruktur.
  7. Kebijakan Pemerintah Tentang Upgrading:
    • Amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009,
    • Peningkatan Nilai Tambah (PNT).

Energi Batubara dan Pemanfaatannya

Deskripsi

Energi batubara merupakan jenis energi yang banyak bermasalah dengan lingkungan, terutama kandungan sulfur sebagai polutan utama. Hal ini, disebabkan oleh oksida-oksida belerang yang timbul akibat pembakaran batubara tersebut sehingga mampu menimbulkan hujan asam. Sulfur batubara juga dapat menyebabkan kenaikan suhu global serta gangguan pernafasan.



TOPIK BAHASAN TRAINING BATUBARA:

  1. Pengenalan Batubara:
    • Pengertian batubara,
    • Genesa batu bara,
    • Sebaran dan produksi batubara di Indonesia.
  2. Parameter kualitas batubara:
    • Komponen batu bara,
    • Analisis dan pengujian batubara,
    • Dasar pelaporan.
  3. Pengolahan batu bara:
    • Penghilangan pengotor: abu, belerang, natrium,
    • Penghilangan air : Upgraded brown coal (UBC), hot water/steam drying, vacuum drying and oil treatment.
  4. Pemanfaatan batu bara secara langsung:
    • Pembangkit listrik tenaga Uap (PLTU),
    • Industri semen,
    • Industri kecil,
    • Pembakaran kapur, bata genteng, keramik, gerabah dan rumah tangga.
  5. Pemanfaatan batu bara melalui proses pembuatan briket:
    • Bahan baku briket batu bara : melalui proses/tanpa karbonisasi,
    • Spesifikasi briket batu bara,
    • Tungku briket.
  6. Pemanfaatan batubara melalui proses konversi:
    • Gasifikasi batu bara:
      • Konvensional,
      • Teknologi maju (advanced system),
      • Penerapan gasifikasi untuk industri kecil/menengah.
    • Pencairan batubara:
      • Mekanisme proses pencairan batu bara,
      • Proses pencairan secara tak langsung,
      • Proses pencairan secara lansung.
  7. Pemanfaatan batubara sebagai bahan bakar dalam bentuk suspensei:
    • Coal water mixture (CWM),
    • Coal oil mixture (COM).
  8. Pemanfaatan batu bara sebagai bukan bahan bakar:
    • Pereduksi pada industri logam,
    • Penyerap minyak pelumas bekas,
    • Karbon aktip.
  9. Pemanfaatan abu batubara:
    • Industri semen,
    • Bahan bangunan,
  10. Masalah lingkungan batubara:
    • Permasalahan lingkungan pada PLTU,
    • Permasalahan lingkungan pada pabrik semen,
    • Pengelolaan lingkungan.
  11. Teknologi batubara bersih:
    • Sebelum pembakaran,
    • Saat pembakaran,
    • Setelah pembakaran.

PENGUJIAN BATUBARA

Seminar/Conference Description Pengujian Batubara

Pengujian Batubara pada umumnya mengacu pada standar ASTM (American Socienty for Testing and Material). Pengujian batubara terdiri dari dua hal yaitu persiapan sampel sampai sampel siap dianalisis dan pengujian parameter dari karakteristik Batubara.

Sampel batubara tersebut harus diuji dan dianalisa untuk mengetahui kualitasnya. Analisa dan uji tersebut menjadi sangat penting karena tidak semua konsumen meminta kualitas batubara yang sama, sebab untuk kegunaan yang berbeda kualitas batubara berbeda juga.

Secara umum penentuan kualitas batubara untuk Analisis Batubara meliputi : Analisis Proksimat (kadar air, abu, zat terbang dan karbon padat), Analisis Ultimat, (kadar karbon, hidrogen, sulfur dan oksigen), Nilai kalor, komposisi abu batubara dan titik leleh abu batubara. Sedangkan untuk Pengujian Batubara terdiri dari : TGS (true specific gravity), HGI (hardgrove grindability index), FSI (Free swelling index) dan Gray king Assay (sifat kokas).

 

Course Outline Pengujian Batubara

  • Pengenalan batubara:
    • Pengertian batubara,
    • Genesa batubara,
    • Sebaran dan produksi batubara di Indonesia.
  • Analisis kimia batubara:
    • Analisis Proksimat,
    • Analisis kadar air,
    • Analisis kadar zat terbang (volatile matter).
  • Analisis karbon padat (fixed carbon), perhitungan:
    • Analisis Ultimate,
    • Analisis kadar karbon,
    • Analisis kadar hydrogen,
    • Analisis kadar Nitrogen,
    • Analisis kadar oksigen (perhitungan).
  • Nilai kalor:
    • Nilai kalor gross,
    • Nilai kalor net.
  • Dasar pelaporan hasil analisis:
    • Air dried basis (adb),
    • As received (AR),
    • Dry ash free (DAF),
    • Dry mineral matter free (DMMF).
  • Klasifikasi batubara:
    • ASTM,
    • Internasional,
    • Peraturan pemerintah No 45 Tahun 2003.
  • Analisis komposisi abu Batubara:
    • Analisis SiO2, AI2O3, Fe2O3, TiO2, Mn3O4, CaO, MgO, Na2O, K2O, P2O3, SO3 dan hilang bakar (LOI)
  • Analisis petrografi batubara (maseral).
  • Pengujian batubara:
    • TGS (true sp gravity),
    • HGI (hardgrove grindability index),
    • FSI (free swelling index),
    • Gray King Assay (sifat kokas).

COAL HANDLING

Description Training Coal Handling :

Batubara pada umumnya adalah salah satu bahan bakar fosil yang terbentuk dari endapan organik. Utama pembentukannya yaitu dari sisa-sisa tumbuhan yang terbentuk melalui proses pembatubaraan. Batubara juga memiliki sifat fisika dan kimia yang kompleks, serta memiliki unsur-unsur seperti karbon, hidrogen, oksigen. Untuk itu perlu penanganan dengan baik dan benar.

Adapun Batubara juga merupakan bahan bakar padat yang mengandung abu. Oleh karena itu, pemanfaatan batubara akan melibatkan biaya tinggi untuk alat yang diperlukan bagi Penanganan Batubara (Coal Handling) dan pembakaran batubara. Itu semua bertujuan untuk mengeliminir debu dan abu. Coal Handling memerlukan pengamanan yang baik.

Untuk itu dalam pelatihan ini peserta mampu memahami Teknik/Penanganan tentang Batubara yang sesuai dengan Standar ISO 17025:2008.

 

Outline Training Coal Handling:

  • Pengenalan Batubara:
    • Genesa batubara,
    • Parameter kualitas batubara.
  • Teknologi pembakaran batubara:
    • Tahap-tahap pembakaran batubara,
    • Limbah pembakaran batubara (gas dan padatan).
  • Konsep teknologi batubara bersih:
    • Unsur pengotor dalam batubara,
    • Dampak negatif terhadap lingkungan,
    • PP tentang Lingkungan hidup (Sox, Nox, partikulat, Limbah B3).
  • Dampak pemanfaatan batubara terhadap lingkungan (hujan asam, ISPA, pemanasan global).
  • Jenis-jenis teknologi batubara bersih:
    • Peningkatan kualitas batubara:
      • Penurunan kadar air,
      • Penurunan kadar abu,
      • Penurunan kadar belerang,
      • Pembriketan.
    • Teknologi pembakaran yang diterapkan:
      • Low Nox burner,
      • Fluidized bed,
      • Super critical boiler,
      • IGCC.
    • Teknologi konversi batubara:
      • Gasifikasi batubara,
      • Pencairan batubara.
    • Penangkapan polutan (De Sox/FGD, EP, CCS, De Nox).

Teknologi Pengolahan dan Pemanfaatan Batubara

Deskripsi

Dalam pengolahan batubara, maturitas organik sebenarnya menggambarkan perubahan konsentrasi dari setiap unsur utama pembentuk batu bara. Berikut ini ditunjukkan contoh analisis dari masing – masing unsur yang terdapat dalam setiap tahapan pembatubaraan.
Batubara tertambang run-of-mine (ROM), seringkali memiliki kandungan campuran yang tidak diinginkan seperti batu, lumpur dan berbentuk pecahan dengan berbagai ukuran.



TOPIK BAHASAN TRAINING PENGOLAHAN & PEMANFAATAN BATUBARA:

  1. Pengenalan Batubara:
    • Pengertian batubara,
    • Genesa batubara,
    • Sebaran dan produksi batubara di Indonesia.
  2. Parameter kualitas batubara:
    • Komponen batubara,
    • Analisis dan pengujian batubara ,
    • Dasar pelaporan.
  3. Pengolahan batubara:
    • Pengecilan ukuran (kominusi) : crushing, grinding, sizing, classifying,
    • Penghilangan pengotor : abu, belerang, natrium,
    • Penghilangan air : Upgraded brown coal (UBC), hot water/steam drying, vacuum drying and oil treatment.
  4. Teknologi pemanfaatan batu bara:
    • Sebaga bahan bakar langsung:
      1. Briket batubara,
      2. Pembakaran Batubara/cyclo burner.
    • Sebagai bahan bakar melalui proses konversi:
      1. Gasifikasi,
      2. Pencairan,
      3. Kokas.
    • Sebagai bahan bakar melalui proses pengolahan:
      1. Penurunan pengotor (de ash, de sulfur),
      2. CWM,
      3. Upgrading,
    • Bukan bahan bakar:
      1. Karbon aktif.

Hukum Pertambangan

Pengantar Kursus Intensif Hukum Pertambangan

Sejak 2011 Kami telah menyelenggarakan 17 (tujuh belas) kali Kursus Intensif Hukum Pertambangan (KIHP) dengan lebih dari 1000 alumni. Untuk menyikapi iklim bisnis batubara yang sedang turun saat ini, selain membahas aspek-aspek hukum pada usaha pertambangan, KIHP juga akan membahas tentang efisiensi dalam pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan. Sesi ini bertujuan agar para pelaku usaha tambang mampu mempertahankan bisnisnya dalam masa krisis seperti sekarang ini. KIHP akan berlangsung selama tiga hari dengan 12 sesi dan pembicara yang kompeten di bidangnya.

Dengan mengikuti kursus intensif ini, peserta akan:

Dengan mengikuti kursus ini peserta akan mendapatkan update peraturan di bidang pertambangan, ruang lingkup jual beli batu bara dan usaha jasa pertambangan, merger dan akuisisi untuk perusahaan tambang, mining eficiency, dan tidak hanya bagian legal, bagian keuangan dan operasional perusahaan tambang juga sangat disarankan mengikuti acara ini.

Materi Kursus Intensif Hukum Pertambangan

Materi I-II

Pengantar Hukum Pertambangan dan Update Peraturan di bidang pertambangan

  • Sejarah hukum pertambangan di Indonesia dari waktu ke waktu.
  • Pembahasan pasal-pasal penting di dalam UU Minerba
  • UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
  • PP Nomor 1 Tahun 2014 dan PP Nomor 77 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan mmineral dan batubara
  • Permen ESDM No. 24 tahun 2012 tentang Perubahan atas Permen ESDM No. 28 tahun2009 tentang penyelenggaraan usaha jasa pertambangan mineral dan batubara.
  • Permen ESDM No. 32 tahun 2013 tentang Tata cara pemberian izin khusus di pertambangan mineral dan batubara
  • Permen ESDM No. 08 Tahun 2015 tentang Peningkatan nilai tambah mineral melalui kegiatan pengolahan dan pemurnian mineral di dalam negeri

Materi III

Improving Operational Effiency in Coal Business

  • Understanding the Indonesian Coal Operations
  • Two Ends of the Margin Rubber – External and Internal Factors
  • Key Performance Indicators

 

Materi IV

Kewajiban finansial industri tambang

  • Pajak, Royalti, Deadrent, PNBP lain

Materi V-VI

Legal Due Diligence (LDD) perusahaan pertambangan

  • Introduction to acquisition
  • Acquisition deals flow
  • Stages in and characterictic of mining projects
  • Roles of legal due diligence
  • Workflow of legal due diligence
  • Preparing due diligence checklist
  • Key areas for legal due diligence review

Materi VII-VIII

Contract drafting di bidang pertambangan

  • Anatomi proyek pertambangan
  • Hal umum berkaitan dengan contract drafting
  • Ketentuan Umum dalam perjanjian jual beli dan jasa kontraktor

Materi IX

Sengketa dalam usaha pertambangan

  • Bentuk sengketa pertambangan
  • Metode perkara pertambangan
  • Menghindari kerugian dalam penanganan perkara litigasi pertambangan

Materi X

Restruktutrisasi hutang pada proyek pertambangan

  • Bentu-bentuk restrukturisasi hutang
  • PKU dan Non PKPU
  • Studi kasus

Materi XI

Izin kawasan hutan di bidang pertambangan

  • Izin kegiatan eksplorasi pertambangan
  • Izin kegiatan operasi produksi pertambangan

 

Materi XII          

Kewajiban reklamasi paska dan penutupan tambang

Geophysics for Geologists and Petroleum Engineers

ABSTRACK

Geophysics training class is designed for geologists and petroleum engineers and will provide an excellent overview of the limits and benefits of modern seismic techniques, including the relationship between well logs and seismic traces.  The definition and utilization of seismic resolution and its role in establishing estimates of reserves in thin pay zones will be discussed in detail.

 

OUTLINE TRAINING GEOPHYSICS

  1. Course Objectives and Historical Background
  2. Seismic Fundamentals
  3. The Seismic Signal and its Significance
  4. Seismic Simulation of Geology and Reservoir
  5. Seismic Traces and the Relationship with Well Logs
  6. Resolution: the Estimation of Pay Thickness
  7. Acquisition (Shooting) Seismic: 2D , 3D and 4D
  8. Seismic Data Processing: Objectives and Methods
  9. Interpretation Techniques
  10. The Pre/ Post Stack Domains

HORIZONTAL WELL TECHNOLOGY

ABSTRACK TRAINING HORIZONTAL WELL TECHNOLOGY 

This training will provide important principles necessary to understand and successfully apply the technology of horizontal wells. Practical examples will illustrate how candidate horizontal wells are selected and designed using multi-disciplined team efforts to ensure both the technical and economic benefits are maximized. Methods to predict well performance such as producing rate, drainage area and fluid coning will be presented using a number of class problems. The latest technologies in drilling and completions, such as multi-laterals, slim hole drilling, and well stimulation, will also be reviewed.

OUTLINE TRAINING HORIZONTAL WELL TECHNOLOGY 

  1. History and Review of Horizontal Well Technology
  2. Benefits and Applications of Horizontal Wells
  3. Horizontal Well Candidate Screening
  4. Horizontal Well Productivity Estimates
  5. Coning Prediction
  6. Well Testing
  7. Reserves Estimation
  8. Drilling Techniques and Well Completion Methods

 

Drilling Optimization And Well Planning Analysis

ABSTRACK

Optimalization of process of making a circular hole with a drill or other cutting tool, for purposes such as blasting, exploration, prospecting, valuation, or obtaining oil, gas, and water. This course would be expected for participants to know and recognize about drilling optimalization and well planning analysis.



OUTLINE

• Factors influence of drilling optimalization
• Optimalization drilling equipment
• Optimalization drilling programs
• Drilling operation obstacles
• Drilling hazard analysis
• Stuck
• Blow out
• Lost circulation
• Analysis and poisoning gas handling
• Environment influences in drilling operation

TEKNOLOGI BATUBARA BERSIH

Deskripsi

Penggunaan batubara sebagai bahan bakar langsung terutama pada pembangkit listrik, saat ini meningkat dengan pesat seiring dengan semakin meningkatnya kebutuhan listrik karena meningkatnya tingkat kehidupan. Namun, penggunaan batubara yang tidak tepat akan menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan. Oleh karena itu, teknologi batubara bersih perlu untuk diketahui dan disebar luaskan untuk meningkatkan penggunaan batubara yang cadangannya di Indonesia cukup melimpah.
Teknologi batubara bersih dapat dilakukan sebelum, saat dan setelah proses pembakaran batubara berlangsung. Teknologi batubara bersih sebelum pembakaran meliputi pengolahan batubara untuk mendapatkan batubara bersih melalui proses penurunan kadar air, kadar abu dan belerang serta pengotor lainnya ataupun melalui proses konversi, yaitu merubah batubara kedalambentuk gas (gasifikasi) atau cair (likuifaksi). Teknologi batubara bersih saat pembakaran berlangsung berupa pemilihan peralatan pembakaran batubara, misalnya low Nox burner, fluidized bed, dll. Penangkapan polutan merupakan teknologi batubara bersih setelah batubara tersebut dibakar.

TOPIK BAHASAN TEKNOLOGI BATUBARA BERSIH:

1. Pengenalan Batubara

  • Genesa batubara
  • Parameter kualitas batubara

2. Teknologi pembakaran batubara

  • Tahap-tahap pembakaran batubara
  • Limbah pembakaran batubara (gas dan padatan)

3. Konsep teknologi batubara bersih

  • Unsur pengotor dalam batubara
  • Dampak negatif terhadap lingkungan
  • PP tentang Lingkungan hidup (Sox, Nox, partikulat. Limbah B3)

4. Dampak pemanfaatan batubara terhadap lingkungan (hujan asam, ISPA, pemanasan global)
5. Jenis-jenis teknologi batubara bersih

  • Peningkatan kualitas batubara
    • Penurunan kadar air
    • Penurunan kadar abu
    • Penurunan kadar belerang
    • Pembriketan
  • Teknologi pembakaran yang diterapkan
    • Low Nox burner
    • Fluidized bed
    • Super critical boiler
    • IGCC
  • Teknologi konversi batubara
    • Gasifikasi batubara
    • Pencairan batubara
  • Penangkapan polutan (De Sox/FGD, EP, CCS, De Nox)

 

SURFACE PRODUCTION OPERATION & EQUIPMENT

TRAINING OBJECTIVES SURFACE PRODUCTION OPERATION & EQUIPMENT

After completion of this course, the participants will be able and capable to :

  1. Understand the basic concept of oil and gas handling processes and facilities, and how to operate this technology in field application.
  2. Diagnostic of oil and gas reservoir performance under actual drive mecanism and future performance with current handling processes.
  3. Analyze the production potential of reservoir under with actual handling system processes and to plan the better development processes according to reservoir capacity.
  4. Understand the fundamentals of microscopic and macroscopic aspects and phenomena of oil and gas handling processes.


TRAINING MATERIAL OUTLINE SURFACE PRODUCTION OPERATION & EQUIPMENT

1.    Gas Surface Production Operation and Equipments

  • a.    Introduction to Gas Handling and Facilities
  • b.    Gas Properties
    • Ideal gas
    • Real Gas
    • Gas Formation Volume Factor
    • Gas Compressibility
    • Gas-Water System
    • Gas-Condensate System
  • c.    Gas Reservioir Performance
    • Reservoir Gas Flow
    • Gas Reserves
    • Well Completion Effect
    • Tight Gas Well
    • Gas Well Testing
  • d.    Gas Piping System
    • Basic  Flow Equation
    • Flow in Wells and Flow in Pipelines
    • Effect of Liquids
    • Use of Pressure Traverse Curve
    • Liquid Removal from Gas Wells
  • e.    Gas Compression
    • Type of Compressors
    • Compressor Design
    • Centrifugal Compressor
  • f.    Total System Analysis
    • Tubing and Flow Line Effect
    • Separator Pressure Effect
    • Compressor Selection
  • g.    Flow Measuring
    • Orifice Metering
    • Metering System Design
    • Other Metering Methods
  • h.    Gas Condensate Reservoir
    • Well Testing and Sampling
    • Gas Cycling
  • i.    Field Operation Problems
    • Pressure Cumulative Production Plot
    • Hydrate Formation
    • Sour Gas Production
    • Corrosion Control With Inhibitors
    •  Sulfur Deposition
  • j.    Gas Processing
    • Field treatment of Natural Gas
    • Gas Plant Operation
    • Gas Dehydration
    • Gas Sweetening

2.    Oil Surface Production Operation and Equipments

  • a.    Oil Well Surface Production Equipment and Operation
    • Oil Well Equipment
    • Oil Well Production Operation
    • Well Automatic Safety Device
  • b.    Oil Gathering System. Manifold and Flowline
    • Oil Gath ring System
    • Manifold e System
    • Flowline Sizing and Design
  • c.    Crude Oil and Gas Separation
    • Separator and Principle of Separation
    • Design of Separator
    • Oil Dehydration
  • d.    Principles of Measurement
    • Introduction to Measurement
    • Crude Oil Measurement
    • Gas Measurement
  • e.     Well Test
    • Introduction
    • Responsibility for Test
    • Preparation for Test
    • Types of Well Test
    • Equipment and Procedures
    •  Accuracy of Fluid Measurement
    • Problem in Testing
    • Type of Test
  • f.    Artificial Lift Method
    • Gas Lift
    • Submersible Pump
    • Succker Rod Pump
    • Hydraulic Pump

3.    Cases study and discussion

PUMP SELECTION, DESIGN AND OPERATION FOR OIL AND GAS SURFACE PRODUCTION FACILITIES

TRAINING OBJECTIVES :

After participate in this course, the participants will be able and capable to :

  • Understand the basic concept of oil and gas handling with surface processes and operation facilities , and how to operate pump technology in field application.
  • Diagnostic of oil and gas flow  performance under actual pumping drive mechanism and future performance with current handling processes.
  • Analyze the production flow potential of oil and gas flow under actual handling facilities system processes and to plan the better development processes according to fluid flow capacity.
  • Understand the fundamentals of microscopic and macroscopic aspects the phenomena of oil and gas handling processes and operation with given surface facilities and pumping system.

MATERIAL OUTLINE PUMP SELECTION, DESIGN AND OPERATION :

1.    Introduction to Oil and Gas Production Operation
2.    Oil Surface Production Facilities

  • a.    Well Equipments
  • b.    Pigging System
  • c.    Separator
  • d.    Gas Scrubber
  • e.    Gas Dehydarator
  • f.    Pumps : Centrifugal, Reciprocating, Diaphragm

3.    Gas Surface Processing Facilities

  • a.    Gas Sweetening
  • b.    Heat Exchanger
  • c.    Fractionation, Liquefaction, Refrigeration System
  • d.    Compressor

4.    Pump Basic Theory

  • a.    Centrifugal Pump
  • b.    Conservation of Mass
  • c.    Specific Velocity
  • d.    Pump Performance
  • e.    Cavitations

5.    Pump Specification

  • a.    Pump Specification
  • b.    Flow Capacity
  • c.    Fluid Properties
  • d.    Head
  • e.    Net Positive Heads
  • f.    Rotation Determination and Pump Types
  • g.    Viscous Fluid Correction
  • h.    Material Selection
  • i.    Prime Movers Selection

6.    Pump Application

  • a.    Pump Installation Plan
  • b.    Pump Application Example

7.    Pump Construction

  • a.    Pump Classification by Impeller
  • b.    Pump Classification by Casing
  • c.    Pump Classification by Stage Number
  • d.    Pump Classification by Axis Position

8.    Pump Operation

  • a.    Head Capacity Curve
  • b.    Parallel and Serial Operation
  • c.    Capacity Regulator
  • d.    Water Hummer
  • e.    Surging
  • f.    Pressure Fluctuation
  • g.    Automatic Operation

9.    Pump Instalation

  • a.    Horizontal Instalation
  • b.    Vertical Instalation
  • c.    Submersible Instalation
  • d.    Pipping System
  • e.    Vibration and Noise Protection

10.    Pump Maintenance

  • a.    First Inspection
  • b.    Operation Condition Observation
  • c.    Safety Instrument
  • d.    Maintenance Management
  • e.    Overhaul

11.    Pump Trouble Shooting

  • a.    General Trouble Shooting
  • b.    Submersible Pump Trouble Shooting

Sucker Rod Pump: Design, Operation and Troubleshooting

INTRODUCTION AND OBJECTIVE SUCKER ROD PUMP :

This course teaches the skills necessary to optimize the operation, analysis and trouble shooting of rod pumping systems. It covers rod-pumping equipments (SRP).

After completing this course, you will be able to:

  • Use modern rod pump effectively to optimize rod pump systems.
  • Design the rod pump systems; compare pumping units
  • In-depth dynamometer card interpretation will enable you to diagnose and fix field problems.
  • Maintain the motor equipment, belt
  • Measure the level fluid, foaming and more
  • Many field examples will be used for practice

COURSE OUTLINE SUCKER ROD PUMP

1. Introduction

  • Rod pumping advantages and disadvantages
  • Pumping unit geometries and prime movers

2. Down hole Equipment

  • Common and special pumps and their advantages and disadvantages
  • Plungers, balls and seats, pump displacement and slippages; gas anchor design.

3. System Design

  • Types and Problems
  • Component Equipment, classification versus API
  • Constant productivity index, Vogel, and Fetkovich IPR methods
  • Guidelines for system design; tips for reducing torque and rod loading, and increasing system efficiency
  • Counter Balance, check stress rod
  • Pump Analysis (Walker and Agnew Method)

4. ROD Pump

  • Types and dimension version API
  • Coupling, Continuous sucker rod, design polo shed rod
  • Paraffin Scrapers, Rod Pull out Force

5. Dynamometer Analysis

  • Assembling
  • Interpretation, test procedures
  • Rod Load analysis, Torque Analysis and counter balance
  • Conventional Unit of Torque counter

6. Failure Control

  • Equipment Handling (Tension, Corrosion, fatigue
  • Diagram, Continuous s Rod, Storage

7. Dynagraph Interference

  • Gilbert, Gibb-Neely

8. Fishing

  • Rod Lifting Method

9. Trouble shooting

OIL FIELD AND 100 METHODS TO MAINTAIN AND INCREASE PRODUCTION: Strategi Peningkatan Produktivitas Lapangan Minyak

OBJECTIVES TRAINING OIL FIELD 

  1. Memberikan pengetahuan tentang faktor-faktor penyebab kehilangan produksi suatu sumur minyak/gas.
  2. Memberikan teknik-teknik identifikasi masalah sumur dan usaha penanggulangannya.
  3. 100 cara meningkatkan produktivitas lapangan tua

CAKUPAN MATERI TRAINING OIL FIELD 

  1. Typical Well Problem (Faktor-faktor penyebab kehilangan produksi)
  2. Formation Damage
  3. Well Problem Identification – Well diagnostic
  4. Decline Curve Analysis
  5. Projek mikro untuk meningkatkan produktivitas lapangan minyak
  6. Peralatan Bawah Permukaan (Down-hole equipment).
  7. Well Completion and consideration:  Single tubing, Dual Tubing, Monobore, Coiled Tubing Completion, Gavel pack Completion, Multilaral Well.
  8. Cementing
  9. Perforation
  10. Sand Control
  11. Water Shut off
  12. Well Stimulation: Acidizing and Hydraulic Fracturing
  13. Interactive discussion

PRODUCTION OPERATION MANAGEMENT FOR MANAGERS

Objective Training Petroleum Operation Management

After completing this course participants are expected to:

  • Understanding the basic principles in performing calculations on the optimization of production operations of oil wells, gas and geothermal reservoir, the implementation of production optimization is to enhance the performance of the well and field production (Enhanced Oil Recovery)..
  • Conduct simple diagnosis and understand the problem solving in the oil gas well operation.
  • Be able to create a simple analysis of the data of oil wells, gas and geothermal.  Forecasting performance and plan the development of production operations
  • Be able to conduct simple quantitative calculations from all the data acquisition, tubing, flowline, choke, perforated, gravel-packs, and subsurface safety valve in the well.  Plan the development of production based on the calculation of the production capacity of each well
  • Using the knowledge of production operations for solving well problems, such as: cementing, scaling, sand, corrosion and formation damage that may occur in oil and gas wells.
  • Understand the basic principles of production operation’s design: cementing, workover, well stimulation with acidizing and hydraulic fracturing,  and others


MATERIAL OUTLINE PETROLEUM OPERATION MANAGEMENT :

  1. The origin of Oil and Gas Reservoir  and Geologic Considerations in producing Operation
    • a.    Introduction
    • b.    Sandstone Reservoirs
    • c.    Geologic Factors Affecting Reservoir Properties in Sandstone
    • d.    Application of Geologic concepts in Specific Sandstone
    • e.    Carbonate Reservoirs
    • f.    Application of Geologic Concepts in Carbonate Reservoirs
  2. Exploration Method of Oil and Gas Reservoir
    • a.    Magnetic Method
    • b.    Gravity Method
    • c.    Seismic Method
  3. Introduction : Rotary Drilling Operations
    • a.    Steps to drilling a well
    • b.    Types of rigs
    • c.    Rig Components
    • d.    Rig Systems
  4. Mud System
    • a.    General Equations and ConceptsDiagnostic tests
    • b.    Water based muds
    • c.    Oil based muds
    • d.    Additives
    • e.    Mud handling system
  5. Cementing
    • a.    Tubing DesignFunctions of cement
    • b.    Cement Types
    • c.    Cement Additives
  6. Oil Field Tubulars and Hydraulics
    • a.    Drill string
    • b.    Casing and tubing
    • c.    Casing classification
    • d.    Stresses on casing
    • e.    Casing setting depth
    • f.    Burst and collapse calculations
    • g.    Wellheads
  7. Drilling System – Pressure Loss Calculations
    • a.    Hydrostatics
    • b.    Buoyancy
    • c.    Flow through pipes and annuli
    • d.    Flow path
    • e.    Pressure loss calculations
  8. Drilling System – Bit & Nozzles
    • a.    Hydrostatics Bit Types
    • b.    Bit Parts
    • c.    Bit Classification
    • d.    Bit Nozzles
  9. Introduction to Well Control
    • a.    Hydrostatics Definitions
    • b.    Causes of kicks
    • c.    Kick indicators
    • d.    Shut-in procedure
    • e.    Well Kill Procedures
  10. Directional Drilling
    • a.    Reasons for directional wells
    • b.    Planning Trajectory
    • c.    Kickoff Methods
    • d.    Survey Methods
    • e.    Survey Calculations
    • f.    Hole Assemblies
  11. Well Completion Design
    • a.    Factors Influencing Well Completion Design
    • b.    Conventional Tubular Configuration
    • c.    Unconventional Tubular Configurations
    • d.    Sizing Production Tubular
    • e.    Completion Interval
    • f.    Permanent Well Completions (PWC)
    • g.    Tubingless Completion
  12. Perforating Oil and Gas Wells
    • a.    Introduction
    • b.    Types of Perforators
    • c.    Evaluation of Perforator Performance
    • d.    Factors  Affecting Gun Perforating Results
    • e.    Perforating in a Clean Fluid with Differential Pressure Into Wellbore
  13. Production Logging Technology
    • a.    Introduction
    • b.    Logging Device
    • c.    Application of Through-Tubing Production logging
    • d.    Field Examples of Production Logging Techniques
    • e.    Primary Cement Evaluation
  14. Problem Well Analysis
    • a.    Problem Wells
    • b.    Problem Well Analysis Checklist
  15. Sand Control
    • a.    Introduction
    • b.    Reduction of Drag Force
    • c.    Mechanical Methods of Sand Control
    • d.    Practical Considerations in Gravel Packing
    • e.    Use of screen Without Gravel
    • f.    Resin Consolidation Methods
  16. Formation Damage
    • a.    Introduction
    • b.    Basic Causes of Damage
    • c.    Classification of Damage Mechanisms
    • d.    Reduced Absolute Permeability
    • e.    Increased Fluid Viscosity (Emulsion)
    • f.    Diagnosis of Formation Damage
  17. Acidizing
    • a.    Acid Additives
    • b.    Carbonate Acidizing
    • c.    Acidizing Techniques for Caronat Formations
    • d.    Sandstone Acidizing
    • e.    Potential Safety Hazard in Acidizing
    • f.    Acids Used in Well Stimulation
  18. Hydraulic Fracturing
    • a.    Introduction
    • b.    Mechanics of Fracturing
    • c.    Production Increase from Fracturing
    • d.    Propping the Fracture
    • e.    Frac Fluids
    • f.    Frac Job Design
    • g.    Frac Job Evaluation Techniques
  19. Scale Deposition Removal and Prevention
    • a.    Introduction
    • b.    Causes of Scale Deposition
    • c.    Prediction and Identification of Scale
    • d.    Scale Removal
    • e.    Scale Prevention
  20. Corrosion Control
    • a.    The Corrosion Process
    • b.    Detection and Measurement of Corrosion
    • c.    Corrosion Control
  21. Crude Oil and Gas Field Processing Sistem
    • a.    Separator and Principle of Separation
    • b.    Design of Separator
    • c.    Sweetening Process
    • d.    Oil and Dehydration
    • e.    Liquid Recovery Sistem
    • f.    Compression System
  22. Principles of Measurement
    • a.    Introduction to Measurement
    • b.    Crude Oil Measurement
    • c.    Gas Measurement
  23. Artificial Lift Method
    • a.    Gas Lift
    • b.    Submersible Pump
    • c.    Sucker Rod Pump
    • d.    Hydraulic Pump
  24. Enhanced Oil Recovery Process:
    • a.    Classification of EOR methods
    • b.    Description of solvent miscible processes
    • c.    Description of chemical flood proves
    • d.    Description of thermal recovery processes
    • e.    Microbial and other EOR processes
    • f.    Objectives of EOR methods
    • g.    Types of solvents and miscibility development
    • h.    Polymer, alkaline, surfactant and mecellr-polymer
    • i.    In-situ combustion, cyclic steam and steam flood
    • j.    Comparison between various EOR methods
  25. Screening Guidelines and Optimization :
    • a.    Key parameters used in reservoir screening
    • b.    Available resources and economical considerations
    • c.    Optimization parameters and criteria
    • d.    Concept of incremental recovery
    • e.    Limits on applicability of certain EOR methods
    • f.    Typical field cases of various EOR methods

PETROLEUM FINANCE, COST CONTROL & RESERVOIR MANAJEMEN

TRAINING OBJECTIVES PETROLEUM FINANCE, COST CONTROL & RESERVOIR MANAJEMEN

  • Memberikan pengetahuan dasar ilmu keekonomian beserta perhitungannya
  • Peserta mengetahui dan memahami dasar-dasar manajemen perusahaan minyak dan gas bumi.
  • Peserta mengetahui dan memahami Simulasi Monte Carlo dan aplikasinya dalam proyek migas
  • Mengetahui peranan Plan Of Development (POD) bagi perusahaan migas
  • Peserta mengetahui dan memahami sistem kontrak yang ada di perusahaan masing-masing.
  • Peserta bisa melakukan perhitungan sendiri dan merencanakan manajemen reservoir di masa yang aka datang secara lebih baik.

 

CAKUPAN MATERI TRAINING PETROLEUM FINANCE, COST CONTROL & RESERVOIR MANAJEMEN

  1. Mempelajari Dasar-dasar Ekonomi Teknik
  2. Metoda-Metoda Untuk Mengukur Indikator Keuntungan
  3. Penentuan Pilihan dan Alternatif
  4. Basic Reservoir Engineering
  5. Analisa Statistik Proyek Migas
  6. Pajak  dan Penerimaan Pemerintah Bukan Pajak
  7. Sistem Kontrak Perusahaan Minyak dan Gas Bumi
  8. Simulasi Monte Carlo
  9. Simulasi Monte Carlo Untuk  Penilaian Prospek Migas
  10. Pengantar Plan Of Development (POD)
  11. Manajemen Resiko dan Analisis Sensitivitas
  12. Analisis Resiko dan  Pengambilan Keputusan Proyek Migas

PETROLEUM ENGINEERING FOR NON PETROLEUM EMPLOYEE

SASARAN TRAINING PETROLEUM ENGINEERING

  1. Memberikan gambaran mengenai kegiatan industri di sektor hulu minyak dan gas bumi dari kegiatan eksplorasi sampai ke eksploitasi, yang meliputi :
    • Pengenalan kegiatan Geologi dan Geofisika
    • Pengenalan kegiatan pemboran
    • Pengenalan kegiatan pengujian sumur
    • Interpretasi Logging
    • Karakteristik Reservoir minyak dan gas bumi
    • Kegiatan produksi minyak dan gas bumi
    • Pengenalan Enhanced Oil Recovery (EOR)
  2. Memberikan pengetahuan yang komprehensif tentang dasar-dasar keteknikan dan keekonomian minyak dan gas bumi.
  3. Mempelajari jenis-jenis pekerjaan di dalam industri perminyakan.
  4. Mengetahui klasifikasi, jenis dan cara perhitungan cadangan minyak dan gas bumi
  5. Mengetahui secara menyeluruh mengenai tatacara dan persyaratan untuk membangun perusahaan minyak, mengenai pengenalan POD (Plan Of Development) Minyak dan Gas Bumi
  6. Mengetahui regulasi industri sektor hulu minyak dan gas bumi



MATERI TRAINING PETROLEUM ENGINEERING 

  1. Pengantar Industri Minyak: Aktivitas mulai dari seismik eksplorasi, eksploitasi-produksi, transportasi, proses dan profesi lainnya misalnya sipil, elektro, mesin, keuangan, administrasi, material handling, marketing dll.
  2. Petroleum Geologi dan Reservoir: Terjadinya minyak dan sumbernya, migrasi minyak dibatuan, formasi berpori dan permeable, teori minyak Gussow, porositas dan permeabilitas, core sample. Peta struktur  Isopach, Mencari Original Oil In Place. Menaksir cadangan reservoir. Sifat Fluida, Viskositas, Densitas, Formation Volume Factor. Jenis Reservoir Drive. Menaksir Recovery Factor.
  3. Pemboran: Peralatan yang digunakan, Rig, Pompa, sirkulasi Lumpur, Bit dan alat-alat lainnya.
  4. Sumur Minyak/Gas: Casing, Completion, Perforasi, Tubing, Wellhead, Christmas Tree, Perforasi dll.
  5. Artificial Lift: Peralatan untuk produksi minyak bila tekanan telah rendah, misalnya sucker rod pump, jet pump, electric submersible pump, gas lift, keuntungan dan kerugian tiap sistim.
  6. Well Testing: Beberapa test laju minyak, gas, BS&W dan test temperature dan tekanan.
  7. Well Treatment: Hydraulic Fracturing, Acidizing dan Other Chemical Treatment.
  8. Proses Minyak di Lapangan: Manifold, well test, Separator, Dehidrator, Pipeline, pompa, storage dll.
  9. Sistim Penimbunan/Storage-Konstruksi tanki, menanggulangi air produksi.
  10. Pengukuran Minyak dan Gas: Tank-Strapping, API deg., Keamanan, LACT.
  11. Transportasi Minyak: Pipeline, Tanker dll.
  12. Kilang Minyak: Produk minyakdan jenisnya, bagaimana proses di kilang, cracking Proses, Petrokimia.
  13. Meningkatkan Perolehan hidrokarbon: Waterflood, Steamflood, CO2 Injection, Huff & puff.
  14. UU Minyak dan KPS. Uraian singkat mengenai jenis-jenis kontrak.
  15. Diskusi

NATURAL GAS PROCESSING – FRACTINATION AND REFREGERATION

INTRODUCTION, GOAL AND OBJECTIVE

The training material subjects are covered: physical properties, phase equilibria and  vapour liquid equilibrium calculations, water-hydrocarbon systems, natural gas gathering and plant inlet separation, acid gas treating/sweetening, dew  point control and natural gas liquids recovery. The training is designed primarily for engineers and technologists involved in the design, operation, and optimization of gas processing facilities. This training is designed to familiarize technical professionals with the design and operation of propane refrigeration loops used in typical NGL recovery and/or dewpoint control facilities, with an emphasis on design, troubleshooting and performance optimization. A working knowledge of gas compression is required. The principles of natural gas liquids fractionation and cryogenic expander operation are also discussed, including LNG and LPG operations and power recovery from LNG import terminals.



TRAINING MATERIAL OUTLINE  NATURAL GAS PROCESSING

Day 1

Physical Properties

  1. Phase Equilibria and Vapour Liquid Equilibrium Calculations
  2. Natural Gas Gathering and Plant Inlet Separation
  3. Problem Solving Session:
    1. Oil Characterization
    2. Gas Gathering
  4. Dew Point Control and Natural Gas Liquids Recovery
  5. Gas Plant Process Dynamics and Control of Critical Loops
  6. Problem Solving Session:
    1. Refrigerated Gas Plant
    2. Natural Gas Liquids Fractination
    3. Gas Plant Dynamics

Day 2

  1. Water-Hydrocarbon Systems and Natural Gas Dehydration
  2. Acid Gas Treating and Sweetening
  3. Problem Solving Session:
    1. Natural Gas Dehydration with Glycols
    2. Acid Gas Sweetening with Amines

Day 3-4-5

Fractination and processing

  1. Principles of Distillation
  2. Vapour-Liquid Equilibrium
  3. Mechanics
  4. Characteristics of Good Distillation
  5. Column Design Principles, Including Control Strategies
  6. Case : Methanol Bunyu Process and
  7. Troubleshooting

DRILLING OPERATIONS FOR OPERATOR IN OIL AND GAS INDUSTRIES

INTRODUCTION :

Time is money.  Drilling time is big money.  Technical and managerial decision makers must grasp the language and technology of drilling operations in order to minimize expenditures throughout the producing life of a well.  Successful drilling requires blending many technologies.  Drilling equipment and procedures have a unique language that must be conquered for maximum benefit.  Clear understandable explanations of drilling rig equipment, procedures, and their complex interactions provide an excellent basis to organize cross-trained team efforts. Subtle and blatant common errors are accentuated to enhance this understanding. Activities around the rig and well planning are de-mystified.  This course discusses morning reports and how to read them.  The Practical Drilling Skills course concentrates on how to interpret the information gathered at the drilling rig to improve operations and to decrease downtime.

 

TRAINING MATERIAL OUTLINE DRILLING OPERATIONS

1. Basic Drilling Technology

  • The overall drilling process
  •  The language of drillers: Understanding their terminologies
  • Rig equipment: Rig types, drill bits MWD, drill strings, solids management, well control, tank arrangement
  • Understanding morning reports
  • Hole problems: Stuck pipe, lost returns, well control
  • Safety
  • Philosophies of drilling operations
  • Drilling trends and new technology

2. Casing and Cementing

  •  Selecting casing & hole sizes
  • Setting depths
  • Casing loads
  • Selecting casing & connections
  • Casing stress calculations
  • fCement and cement additives
  • Selecting appropriate slurries
  • Mud removal & cement placement
  • Stage cementing, squeezes, & plugs
  •  Preventing gas migration
  •  Cementing calculations
  • Cementing equipment
  •  Well head equipment

3. Directional, Horizontal, and Multilateral Drilling

  •  Applications for directional drilling
  • Directional profiles
  • Extended reach wells
  • Survey calculations and accuracy
  • Dogleg severity calculations and problems associated with doglegs
  • Planning directional and horizontal wells
  • Horizontal drilling methods and applications
  • Logging high angle wells
  • Hole cleaning
  • Multi-laterals
  • Types of survey instruments
  • Tools used to deflect a wellbore
  •  Torque and drag calculations
  •  Cementing

4. Well Control

  • Abnormal pressure
  • Normal Pore Pressures
  • Abnormal Pore Pressure Gradients
  •  Fracture Gradients
  • Mud Weights
  • Well Kick and anticipations
  • Definitions
  • Causes of kicks
  •  Kick indicators
  •  Shut-in procedure
  • Well Kill Procedures