Arsip Blog

ISO 31000: 2009 Standar Internasional Manajemen Risiko

Deskripsi ISO 31000: 2009 Standar Internasional Manajemen Risiko

ISO (the International Organization for Standardization) adalah federasi badan standar nasional di seluruh dunia. Tugas mempersiapkan standar internasional biasanya dilaksanakan oleh ISO Technical Committee.

Standar Internasional untuk manajemen risiko (ISO 31000) dimaksudkan untuk digunakan oleh berbagai stakeholders:

  1. Mereka yang bertanggung jawab dalam implementasi manajemen risiko di organisasi mereka.
  2. Mereka yang perlu memastikan bahwa suatu organisasi menerapkan manajemen risiko.
  3. Mereka yang perlu mengelola risiko pada tingkat organisasi maupun pada suatu bidang kegiatan tertentu.
  4. Mereka yang perlu mengevaluasi keandalan praktik manajemen risiko dalam organisasinya.
  5. Mereka yang mengembangkan standar, pedoman, prosedur praktik manajemen risiko yang menjadi bagian dari dokumen-dokumen ini.

Banyak organisasi yang telah menerapkan praktik dan proses manajemen risiko termasuk komponen-komponen manajemen risiko dan banyak organisasi yang telah mengadopsi proses manajemen risiko formal untuk jenis-jenis risiko tertentu.

Manajemen dapat memutuskan untuk mengkaji secara kritis praktik dan proses yang ada tersebut berdasarkan standar ISO 31000 ini. Meskipun praktik manajemen risiko telah dikembangkan di berbagai sektor untuk menjawab kebutuhan spesifik di masing-masing sektor, suatu pendekatan generik berupa kerangka kerja komponen-komponen mendasar manajemen risiko dapat membantu memastikan bahwa risiko telah dikelola secara efektif dan koheren di seluruh organisasi. Pendekatan generik yang diuraikan dalam ISO 31000 ini.

 

Tujuan ISO 31000: 2009 Standar Internasional Manajemen Risiko

  1. Memberikan pengetahuan tentang peran sekretaris di era globalisasi
  2. Meningkatkan keterampilan dan kemampuan dalam menangani pekerjaan kesekretariatan      secara profesional
  3. Meningkatkan profesionalitas & rasa tanggung jawab seorang sekretaris terhadap tugas-tugas yang diberikan oleh perusahaan atau pimpinannya
  4. Memberikan kunci sukses menjadi sekretaris profesional

 

Materi ISO 31000: 2009 Standar Internasional Manajemen Risiko

  1. Dinamika Lingkungan Bisnis dan Ketidakpastian
  2. Gejala Manajemen Risiko yang Lemah
  3. Prinsip-prinsip Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000:2009
  4. Kerangka Implementasi Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000:2009
  5. Proses Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000:2009
  6. Perbandingan ISO 31000:2009 dengan AS/NZS 4360:2004
  7. Perbandingan ISO 31000:2009 dengan COSO 2004
  8. Kebijakan Manajemen Risiko
  9. Kerangka kerja manajemen risiko
  10. Mengintegrasikan Manajemen Risiko ke dalam Proses Organisasi
  11. Memahami organisasi dan konteksnya
  12. Akuntabilitas dan Sumber daya Manajemen Risiko
  13. Pengembangan komunikasi dan pelaporan internal & eksternal
  14. Risk Context,
  15. Risk Identification,
  16. Risk Analysis,
  17. Risk Evaluation,
  18. Risk Treatment,
  19. Risk Communication & Consultation,
  20. Risk Monitoring & Review.
  21. Pemantauan dan pengkajian kerangka kerja
  22. Manajemen Risiko dan Perbaikan Berkelanjutan (Continues Improvement)
Iklan

Investment Analysis and Portfolio Theory

Deskripsi Training Investment Analysis and Portfolio Theory

Pelatihan ini membahas tentang berbagai konsep dasar seperti perilaku tingkat bunga, manajemen portofolio, hubungan antara return dan risiko, strategi penentuan sekuritas, hubungan antara return dan risiko, strategi penentuan harga sekuritas dan berbagai isu dalam manajemen risiko.

 

Tujuan Training Investment Analysis and Portfolio Theory

Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan memperoleh pengatahuan tentang:

  1. Bagaimana sekurita dinilai pasar;
  2. Faktor-faktor penentu perubahan tingkat bunga;
  3. Bagimana mengukur risiko satu investasi dan pengaruhnya terhadap harga sekuritas;
  4. Bagaimana perilaku harga futures dan opsi.

 

Materi Training Investment Analysis and Portfolio Theory

Pasar modal: fungsi ekonomi dan keuangan

  1. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pasar modal
  2. Perkembangan pasar modal di Indonesia

Bursa Efek dan sekuritas yang diperdagangkan

  • Bursa efek
  • Jenis-jenis sekuritas
  • Penyelesaian transaksi

Investasi yang berisiko

  • Proses investasi
  •  Risk dan return investasi individual
  • Risk dan return pada portofolio

Model indeks tunggal

  • Konsep model indeks tunggal
  • Menaksir beta

Capital assets pricing model (CAPM)

  • Asumsi-asumsi dasar CAPM
  • Pengaruh beta terhadap return

Arbitrage Pricing Theory (APT)

  •  Risiko sistematis dan risiko tidak sistematis
  • Portofolio dan model faktor.

Teori penentuan harga opsi.

Liquidity Risk

Why you would need this program?

Liquidity drain or shock can bring an entity into suddent bankruptcy as well as lawsuit due to its failure to keep  its financial liablities. This program is designed to help participants gain a better understanding, knowledge and skill in managing liquidity risk through class room exercise and discussion.



What topics are covered on Liquidity Risk Training?

This is a two-day (12 hours) workshop and it covers various topics such as :

  1. Understanding liquidity risk
  2. The early signals of liquidity problems
  3. Basel framework for managing liquidity risk
  4. Strategy for managing liquidity risk
  5. Case discussion

Risiko Industri Pertambangan

Deskripsi Training Manajemen Risiko Industri Pertambangan

Di dalam pengambilan suatu keputusan management, selalu mengandung resiko yang muncul karena adanya faktor ketidak pastian lingkungan. Resiko ini terkadang tidak diperhatikan oleh pengambil keputusan. Sedangkan resiko yang akan muncul juga sangat berpengaruh pada kelangsungan suatu usaha. Sehingga penting bagi perusahaan untuk melakukan pengelolaan resiko yang akan muncul dalam suatu pengambilan keputusan.

Jenis resiko yang sering timbul dan dihadapi oleh industri pertambangan biasanya lebih besar dibandingkan dengan industri lainnya. Karena aspek yang diperhatikan dalam mengelola industri ini lebih kompleks.

Salah satu cara untuk mengelola resiko dalam setiap pengambilan keputusan adalah dengan menerapkan Enterprise  Risk Management (ERM) pada perusahaan.



Tujuan Training Manajemen Risiko Industri Pertambangan

Setelah selesai mengikuti kursus Manajemen Risiko Industri Pertambangan ini, peserta diharapkan akan mengerti, memahami dan dapat menerapkan Enterprise Risk Management (ERM)

 

Materi Training Manajemen Risiko Industri Pertambangan

Pengantar Manajemen Risiko

  • Definisi resiko dan perbedaan dengan kelemahan control
  • Tahapan implementasi manajemen risiko
  • Fungsi dan tanggung jawab unit manajemen risiko
  • Hubungan unit manajemen risiko dengan unit yang lainnya

Jenis resiko yang sering muncul dalam industri pertambangan
Enterprise Risk Management

  • Definisi ERM
  • Basel II
  • COSO
  • AS/NZ : 4369
  • Sarbanes & Oxley

Aspek Manajemen risiko
Risk/ Control Self Assessment

  • Teknik identifikasi resiko
  • Teknik mengukur resiko
  • Mengidentifikasi control desain dan control operasinal
  • Mengevaluasi efektivitas pengendalian

Permodelan resiko operasional
Memonitor resiko operasional
Studi kasus

MANAJEMEN RISIKO

Deskripsi Training Manajemen Risiko

Aktivitas perusahaan senantiasa dihadapkan pada risiko-risiko yang berkaitan erat dengan fungsinya untuk menciptakan nilai bagi para stakeholder. Pesatnya perkembangan lingkungan internal dan eksternal perusahaan menyebabkan semakin kompleksnya risiko bisnis. Agar mampu beradaptasi dengan lingkungan bisnis, penerapan manajemen risiko secara formal, terstruktur dan terintegrasi merupakan keharusan bagi perusahaan. Jika dilaksanakan dengan baik, manajemen risiko menjadi kekuatan vital bagi corporate governance, sehingga merupakan hal mendesak yang harus diterapkan perusahaan.



Tujuan Training Manajemen Risiko

  1. Pemahaman pentingnya manajemen risiko
  2. Pemahaman konsep mendasar tentang proses manajemen risiko
  3. Perencanaan dan aplikasi manajemen risiko



Materi Training Manajemen Risiko

1.    Identifikasi RISK

  • Pengertian RISK
  • Market RISK, Credit RISK, Operational RISK
  • Overview pengelolaan RISK:  esensi, konsep dan framework

2.    Pengukuran RISK

  • Probabilitas frekuensi dan severitas
  • Value at RISK
  • Metode-metode pengukuran RISK: Basic Indicator Approach, Standardized Approach, Alternative Standard Approach, Advanced Measurement Approach
  • Bootstrapping  dan Simulasi Monte Carlo

3.    Manajemen RISK

  • Sistematika proses manajemen RISK
  • Keorganisasian manajemen RISK
  • Menyusun RISK Management Plan
  • Penerapan manajemen RISK

4.    Studi Kasus dan Latihan

  • Studi kasus dan latihan analisis
  • Studi kasus dan latihan penyusunan RISK MANAGEMENT PLAN & CONTROL

RISK BASED THINKING DAN DOKUMENTASI ISO-9001: 2015

Persyaratan tentang risk based thinking dalam ISO-9001:2015 membuat setiap organisasi perlu mengkaji ulang setiap proses-proses yang dijalankan, mengidentifikasi dan menganalisa resiko-resiko serta menentukan perbaikan yang diperlukan agar proses-proses dapat berjalan lebih efektif dan terhindar dari kemungkinan penyimpangan dan kegagalan. Risk based thinking juga mempengaruhi sejauh mana pengaturan tertulis seperti prosedur diperlukan oleh organisasi.

Pelatihan ini khusus membahas bagaimana melakukan identifikasi dan analisa resiko dalam proses-proses sistem manajemen mutu, menentukan perbaikan yang diperlukan, menentukan dan merancang dokumen-dokumen sistem manajemen yang diperlukan.

Manfaat Pelatihan Risk Based Thinking dan Dokumentasi ISO 9001: 2015

  • Mampu mendefinsikan konteks organisasional yang mungkin menjadi masukan penting mengidentifikasi resiko-resiko dalam proses-proses sistem manajemen mutu
  • Mampu melakukan identifikasi, mengnalisa resiko-resiko dan menentukan tindakan yang diperlukan.
  • Mampu merancang sistem dokumentesi sebagai sub sistem dalam sistem manajemen mutu.

Materi bahasan Pelatihan Risk Based Thinking dan Dokumentasi ISO 9001: 2015

  1. Pendahuluan: PDCA, Pendekatan proses dan riskbased thinking
  2. Memahami konteks organisasional
  3. Definisi resiko dan risk based thinking
  4. Tahapan dalam analisa resiko
    • Menentukan kriteria
    • Mengidentifikasi resiko
    • Menganalisa resiko
    • Menentukan perbaikan
    • Dokumentasi resiko
  5. Dokumentasi dalam ISO-9001:2015
  6. Pengembangan prosedur dan aturan tertulis yang mempertimbangkan hasil analisa resiko

 

RISK MANAGEMENT (MANAJEMEN RESIKO)

DESKRIPSI TRAINING RISK MANAGEMENT (MANAJEMEN RESIKO)

Semakin kompleksnya resiko bisnis yang dihadapi oleh perusahaan disebabkam semakin pesatnya perkembangan lingkungan internal dan eksternal perusahaan. penerapan manajemen resiko secara terstruktur dan terintegrasi perlu dilakukan oleh perusahaan agar mampu menyesuaikan diri dalam lingkungan bisnis. Jika dapat dilaksanakan dengan baik, maka manajemen risiko menjadi kekuatan vital bagi corporate governance, sehingga merupakan hal mendesak yang harus diterapkan perusahaan.

TUJUAN TRAINING RISK MANAGEMENT (MANAJEMEN RESIKO)

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami pentingnya manajemen risiko
  2. Memahami konsep mendasar tentang proses manajemen risiko
  3. Mengaplikasikan manajemen risiko diperusahaan

MATERI TRAINING RISK MANAGEMENT (MANAJEMEN RESIKO)

Identifikasi RISK

  • Pengertian RISK
  • Market RISK, Credit RISK, Operational RISK
  • Overview pengelolaan RISK:  esensi, konsep dan framework

Pengukuran RISK

  • Probabilitas frekuensi dan severitas
  • Value at RISK
  • Metode-metode pengukuran RISK: Basic Indicator Approach, Standardized Approach, Alternative Standard Approach, Advanced Measurement Approach
  • Bootstrapping  dan Simulasi Monte Carlo

Manajemen RISK

  • Sistematika proses manajemen RISK
  • Keorganisasian manajemen RISK
  • Menyusun RISK Management Plan
  • Penerapan manajemen RISK

Studi Kasus dan Latihan

  • Studi kasus dan latihan analisis
  • Studi kasus dan latihan penyusunan RISK MANAGEMENT PLAN & CONTROL

RISK BASED INSPECTION (RBI)

INTRODUCTION RISK BASED INSPECTION (RBI) 

Risk Based Inspection (RBI) is a systematical process that identifies, assesses and map  industrial risks, which can compromise equipment integrity in both pressurized  equipment and structural elements. The high risk equipments are then managed by a  proper inspection interval, method and coverage. In the Risk Based Inspection (RBI) philosophy, it is more cost- effective to allow some systems to fail as long as the consequences of the failure are  low, on the other hand, some systems may have such high consequences of failure  that failure is totally unacceptable, and therefore, these items should receive most  attention by using a proper inspection plan & practice. In this course API 581 and API  580 and other DNV and ABS guidelines and recommended practices, will be consulted.



RISK BASED INSPECTION (RBI) MATERIAL OUTLINE

1.    Defining boundary system to be assessed
2.    Screening operating unit within a plant to identify area of high risk.
3.    Identifying the damage mechanism operative
4.    Determining the technical module sub-factor and likelihood of failures
5.    Determining the hazard areas and consequence of failure
6.    Estimating a risk value of each equipment, tabulated and ranked
7.    Prioritizing the equipment maintenance based on a the measured risk
8.    Designing an appropriate inspection program.
9.    Systematically managing the risk equipment failures.

AUDITOR BEGINNERS

PENDAHULUAN:

Untuk menjadi auditor yang sukses, dasar  pengetahuan yang kuat dan pemahaman dasar keterampilan audit sangatlah penting. Dengan program ini, auditor baru, seperti juga non-auditor yang bertanggung jawab dalam pengendalian internal, dapat mempelajari seluk-beluk audit dari awal sampai akhir. Class format: Lecture, case studies, small and large group discussions, facilitator presentations, skill practices, and self-assessments.

 

TUJUAN DAN MANFAAT TRAINING:

Program khusus untuk meningkatkan nilai tambah bagi auditor muda dan madya serta calon-calon auditor yang ingin memiliki landasan pengetahuan yang kuat dan ketrampilan yang memadai untuk pengembangan karir di bidang auditing.

CAKUPAN MATERI TRAINING AUDITOR BEGINNERS:

  1. Roles and Qualities of Auditors-in-charge
  2. Case Study
  3. Planning the Audit
  4. Audit Programs and Staffing Assignments
  5. Supervising and Controlling Audits
  6. Achieving Results Using Project Planning and Management
  7. Reviewing Working Papers
  8. Audit Concerns and Reports
  9. Wrapping Up the Audit
  10. Appraising Staff Auditor Performance
  11. Developing a Personal Action Plan: Self-assessment exercise – possible solutions

AUDIT SISTEM INFORMASI

DESKRIPSI PELATIHAN AUDIT SISTEM INFORMASI

Audit sistem informasi merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengamankan aset, menjaga integritas data, menjaga efektifitas sistem dan efisiensi sumber daya yang dengan berhubungan dengan instalasi sistem informasi mencakup: perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), manusia (people), file data, dokumentasi sistem, dan peralatan pendukung lainnya. Training ini akan memberikan pemahaman mengenai konsep-konsep dalam audit system informasi.

 

TUJUAN PELATIHAN AUDIT SISTEM INFORMASI

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami konsep teknologi informasi
  2. Memahami mekanisme audit sistem informasi dan keamanan terhadap aset

 

MATERI PELATIHAN AUDIT SISTEM INFORMASI

  1. Proses Audit sistem Informasi
  2. Tata pamong sistem informasi (IT Governance)
  3. Manajemen siklus hidup sistem & infrastruktur
  4. Proteksi terhadap aset-aset informasi
  5. Business continuity & disaster recovery
  6. Studi kasus dan diskusi

 

IT SECURITY AUDIT

Background IT Security Audit

The IT Security Audit course is designed to provide practical view in conducting IT audit and assurance in one organization. The course is designed to support professional staffs to expand their understanding of information technology (IT) audit.
The course presents a more in-depth view on the fundamentals of IT auditing by highlighting on topics such as: IT audit and control analysis, examination of control evidence in conducting IT audit, application control, Operating System and IT Infrastructure audit, and management of IT audit.
The course will include discussion and exercises related to general control examinations and application system auditing. The course will also focus on control research and analysis for IT-related topic areas. In addition, through discussion and exercises, participants will gain a working understanding of the process of developing audit work programs encompassing all elements of IT infrastructures.
Participants will be expected to gain a working understanding of how to identify, reference and implement IT management and control policies, standards and related auditing standards. Regarding the latter, the objective is to learn how to identify and interpret the requirements of the standards and. implement the standards in auditing process.
IT Secuity Auditing covers the latest auditing tools alongside real-world examples, ready-to-use checklists, and valuable templates.
Each class session will include discussion on an IT audit management, security, control or audit issues that participants should be familiar with.



Objectives IT Security Audit

• Participants shall obtain an expanded understanding on the role of IT auditors in evaluating IT-related operational and control risk and in assessing the appropriateness and adequacy of management control practices and IT-related controls inside participants’ organization, with the focus on IT infrastructures
• The partipants shall obtain the capabilityon how to analyze Windows, UNIX, and Linux systems; secure databases; examine wireless networks and devices; and audit applications. Plus, participants get up-to-date information on legal standards and practices, privacy and ethical issues, and the CobiT standard.
• Participants shall obtain the capability in conducting IT audit and implement techniques in performing assurance, attestation, and audit engagements
• Capability to build and maintain an IT audit function within the organization with maximum effectiveness and value
• Participants shall obtain an expanded familiarity with the principle references in IT governance, control and security as related to IT audit
• Participants shall obtain the working ability to plan, conduct, and report on information technology audits with specific focus on infrastructure vulnarability assesment and assurance, and drill down upon application vulnarabilities
• Participants shall obtain an understanding of the role of IT auditors regarding IT-related compliance and regulatory audits, such as evaluating control standards
• Capability to use best prractices and methodologies such as: COSO, CobiT, ITIL, ISO, and NSA INFOSEC



IT Security Audit  Course Contents

1. Audit Overview
2. Building an Effective Internal IT Audit Function
3. The Audit Process
4. Auditing Techniques
5. Auditing Entity-Level Controls
6. Auditing Data Centers and Disaster Recovery
7. Auditing Switches, Routers, and Firewalls
8. Auditing Windows Operating Systems
9. Auditing Unix and Linux Operating Systems
10. Auditing Web Servers
11. Auditing Databases
12. Auditing Applications
13. Auditing WLAN and Mobile Devices

Auditor Beginners

OVERVIEW

Untuk menjadi auditor yang sukses, dasar  pengetahuan yang kuat dan pemahaman dasar keterampilan audit sangatlah penting.

Dengan program ini, auditor baru, seperti juga non-auditor yang bertanggung jawab dalam pengendalian internal, dapat mempelajari seluk-beluk audit dari awal sampai akhir.

Class format: Lecture, case studies, small and large group discussions, facilitator presentations, skill practices, and self-assessments.



Tujuan dan Manfaat Pelatihan

Program khusus untuk meningkatkan nilai tambah bagi auditor muda dan madya serta calon-calon auditor yang ingin memiliki landasan pengetahuan yang kuat dan ketrampilan yang memadai untuk pengembangan karir di bidang auditing.



Pokok-Pokok Pembahasan Training Auditor Beginners: 

  • Roles and Qualities of Auditors-in-charge
  • Case Study
  • Planning the Audit
  • Audit Programs and Staffing Assignments
  • Supervising and Controlling Audits
  • Achieving Results Using Project Planning and Management
  • Reviewing Working Papers
  • Audit Concerns and Reports
  • Wrapping Up the Audit
  • Appraising Staff Auditor Performance
  • Developing a Personal Action Plan: Self-assessment exercise – possible solutions

TRAINING INTERNAL CONTROL UNDERSTANDING: COSO – BASED APPROACH

Latar Belakang Training Internal Control Understanding COSO  :

Saat ini organisasi sangat concern terhadap 4 (empat) hal yaitu Control, Risk Management, Governance & Assurance. Perkembangan ilmu pengetahuan tentang Internal Control dalam suatu organisasi sangat pesat. Hal ini terkait dengan kelemahan Internal Control  di organisasi yang sering dimanfaatkan oleh pihak internal maupun eksternal organisasi untuk melakukan kecurangan (fraud). Pembahasan konsep  Internal Control COSO framework ini dikaitkan dengan Sarbanes – Oxley Act (SOA). Enron Gate , WorldCom, Adelphia, TICO dll ataupun beberapa bank di Indonesia pasca krisis moneter beberapa tahun yang lalu telah memberi pelajaran betapa pentingnya system control yang efektif dan corporate governance harus dilakukan demi menyelamatkan organisasi (perusahaan). Oleh karena itu Internal Control Systems harus mampu mengadopsi nilai-nilai dari aspek manusia dan lingkungan dalam komponen yang memungkinkan para auditor dapat bekerjasama dengan auditeee (manajemen operasional) dalam mengidentifikasi risiko yang dihadapi suatu organisasi, dalam hal inilah maka Control Self Assessment (CSA) menjadi alternatif yang paling relevan untuk diimplementasikan.

 

Manfaat Workshop :

  1. Bagi Auditor Internal dan Auditor Eksternal, dengan lebih memahami konsep Internal Control secara mendalam diharapkan  dapat melaksanakan audit lebih efektif dan efisien.
  2. Bagi Staf Divisi GCG & Risk Management dapat membantu dalam melakukan identifikasi risiko beserta dampak yang mungkin timbul yang dapat merugikan organisasi.
  3. Bagi Komite Audit, dalam pengawasan suatu organisasi  dapat lebih optimal karena fokus pada kelemahan Internal Control yang ada di suatu organisasi.
  4. Bagi manajemen operasional,  dengan memahami konsep Control Self Assesment dapat meningkatkan kinerja operasional sehari-hari (day to day operation) karena lebih aware dalam ownership of control.

Materi Workshop Internal Control COSO  :

  • Control : The Overview
  • Governance : Relationship With Risk and Control
  • “Hard” and “Soft” Controls
  •   Internal Control Principles
  • Internal Control COSO – Integrated Framework
  • The COSO Financial Control Framework : 2004 Version
  • Entity-wide Evaluation & Activity-level Evaluation
  •  Sarbanes-Oxley Act of 2002
  •  Internal Control : Systems, Structures & Components
  •  Internal Control Questionaire
  • Monitoring & Reporting of Internal Control.
  • Control Self Assesment (CSA)
  • Implementation of Internal Control.: Case Study

AUDIT PERHOTELAN

Deskripsi Training Audit Perhotelan

Bisnis perhotelan merupakan aktivitas bisnis yang banyak diminati dan diperkirakan akan terus tumbuh berkembang pesat. Dalam kegiatan operasionalnya, kegiatan audit Perhotelan diperlukan untuk mengetahui bahwa kegiatan yang dilakukan oleh manajemen berjalan sesuai aturan yang berlaku dan sesuai dengan rencana yang disiapkan. Dasar dari Audit internal ini adalah laporan-laporan manajemen yang berfungsi untuk menetapkan keputusan-keputusan strategis. Kegiatan audit internal ini penting untuk menjamin bahwa laporan yang disiapkan akurat dan reliabel bagi pengambilan keputusan perusahaan tersebut. Auditor merupakan personil yang bertugas untuk melaksanakan kegiatan audit Perhotelan tersebut. Training ini akan memberikan pemahaman mengenai  faktor-faktor yang penting untuk diperhatikan dalam kegiatan audit perhotelan serta peran auditor dalam kegiatan audit perhotelan

 

Tujuan Training Audit Perhotelan

Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan peserta dapat:

  • Memahami pentingnya pengendalian intern suatu perusahaan untuk mencegah dan mendeteksi adanya kecurangan, kelemahan, membedakan antara kelemahan dan hambatan serta kendala dan beberapa hal mendasar dan spesifik dalam pengendalian intern (internal control);
  • Mengetahui faktor-faktor penting yang perlu diperhatikan dalam kegiatan audit perhotelan

Materi Training Audit Perhotelan

  1. Professional Internal Audit Perhotelan
  2. Hotel Corporate Governance
  3. Internal Audit Service Perhotelan
  4. Proses Audit Internal Perhotelan
  5. Penilaian Resiko Perhotelan
  6. Survey Pendahuluan Untuk Penugasan Audit Internal Perhotelan
  7. Hotel Internal Audit Program
  8. Pembuktian Internal Audit Perhotelan
  9. Kertas Kerja Internal Audit (KKA) Perhotelan
  10. Study kasus dan diskusi

 

Audit Pengadaan Barang dan Jasa

Deskripsi Training Audit Pengadaan Barang dan Jasa

Proses procurement merupakan proses pengadaan barang dan jasa dari suatu institusi. Aktivitas yang dilakukan dalam proses procurement diantaranya adalah pemilihan supplier, merancang hubungan yang baik dengan supplier, dan melakukan proses pembelian. Seiring dengan perkembangan perusahaan yang semakin maju maka akan meningkatkan jumlah transaksi yang dilakukan oleh perusahaan dalam segala bidang, baik dengan supplier ataupun dengan konsumen. Banyaknya transaksi yang dilakukan tersebut dapat memungkinkan terjadinya penyimpangan atau fraud. Fraud yang berkaitan dengan pengelolaan, pembelian dan pengadaan barang dan jasa sering kali menjadi sorotan dalam proses audit baik internal maupun eksternal, sebab di bagian ini sering terjadi capital turn over perusahaan yang cukup besar. Sehingga, potensi terjadinya fraud cukup besar. Maka dari itu, perlu dilakukan audit dalam proses pengadaan barang dan atau jasa di perusahaan.



Tujuan Training Audit Pengadaan Barang dan Jasa

  1. Memahami prosedur dan administrasi di dalam proses pengadaan barang dan jasa
  2. Mempelajari secara nyata penipuan atau penyimpangan dalam hal pengeloalaan, pembelian, dan pengadaan baik barang maupun jasa.
  3. Mengetahui proses audit dalam dalam mengungkapkan kecurangan atau fraud dalam proses pengadaan barang dan jasa



Materi Training Audit Pengadaan Barang dan Jasa

  1. Konsep dan Tujuan Audit Pengadaan Barang dan Jasa
  2. Pengantar PEngadaan
  • SOP Procurement
  • Administrasi dalam procurement
  • Negosiasi dan kontrak
  • Dasar hukum Pengadaan
  1. Proses Audit investigasi pengadaan barang dan jasa
  2. Identifikasi penyimpangan dan kecurangan
  3. Kerugian yang ditimbulkan
  4. Studi kasus

 

Fraud in Purchasing

Deskripsi Fraud in Purchasing

Seiring dengan perkembangan perusahaan yang semakin majumaka akan meningkatkan jumlah transaksi yang dilakukan oleh perusahaan dalam segala bidang, baik dengan supplier ataupun dengan konsumen. Banyaknya transaksi yang dilakukan tersebut dapat memungkinkan terjadinya penyimpangan atau fraud. Fraud yang berkaitan dengan pengelolaan, pembelian dan pengadaan barang dan jasa sering kali menjadi sorotan dalam proses audit baik internal maupun eksternal, sebab di bagian ini sering terjadi capital turn over perusahaan yang cukup besar. Sehingga, potensi terjadinya fraud cukup besar. Hal – hal yang berkaitan dengan fraud menjadi salah satu penyebab pembengkakan biaya perusahaan yang akan menyebabkan menurunnya daya saing perusahaan. Oleh karena itu, dalam upaya menaikkan nilai competiveness perusahaan, diperlukan personil-personil yang memahami dan dapat mengimplementasikan konsep anti fraud dalam aktivitas pengelolaan, pembelian dan pengadaan barang maupun jasa.

Tujuan Fraud in Purchasing

  1. Mempelajari secara nyata penipuan dalam hal pengeloalaan, pembelian, dan pengadaan baik barang maupun jasa.
  2. Memahami mengapa purchasing fraud sangat sulit di deteksi.
  3. Mengidentifikasian langkah-langkah spesifik dalam organisasi untuk mengurangi keterkaitan dalam penipuan pembelian.
  4. Mendeteksi dan menyelidiki kecurangan pada proses  purchasing.

Materi Fraud in Purchasing

  • Pergeseran paradigma dalam hal Purchasing:
    1.  Cost center menjadi profit center
    2.  Peranan dalam cost reduction
  • Fungsi bagian purchasing: pemilihan, evaluasi dan audit supplier
  • Konsep purchasing dalam ISO 9001, 14001 hingga Just in Time
  • Anti fraud dan good corporate governance
  • Dasar terjadinya fraud dan Jenis-jenis fraud
  • Fraud dalam proses purchasing
  • Pencegahan Fraud in Purchasing
  • Best practice Fraud in Purchasing

Audit Command Languange For Audit Fraud

Deskripsi Training Audit Command Languange For Audit Fraud

Audit Command Language (ACL) mempunyai fungsi utama guna memenuhi kebutuhan analisis data seluruh aktivitas bisnis operasional perusahaan, baik di bidang audit analisis data, pencocokan dan pembandingan data, laporan penyimpangan, dsb. Pada bidang IT (Information Technology), ACL dapat digunakan untuk melakukan data migration, data cleansing, data matching, data integrity testing; selain itu juga dapat pula digunakan untuk analisis, konsolidasi, rekonsiliasi data, dan pelaporan pada divisi lain seperti Keuangan, Pemasaran, Distribusi, Operasional, dan bagian perusahaan lainnya.

ACL dapat membaca data berbagai macam sistem mulai dari model sistem mainframe lama hingga ke relational database modern. ACL merupakan jenis aplikasi ‘read-only’, dimana ACL tidak pernah mengubah data sumber asli sehingga aman untuk menganalisis jenis live-data. Keanekaragaman sumber data dan teknologi akses data, cara mengakses data juga bervariasi dari satu sumber data ke lain. ACL membaca beberapa sumber data secara langsung dengan mengimpor dan menyalin sumber data untuk kemudian dapat dilakukan analisis dari berbagai macam data tersebut. ACL dirancang khusus untuk menganalisa data dan menghasilkan laporan audit baik untuk pengguna biasa (common/nontechnical users) maupun pengguna ahli (expert users). Dengan menggunakan ACL, diharapakan pekerjaan auditing dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien baik dari aspek waktu maupun tenaga yang dibutuhkan.

Dengan ACL proses auditing yang memakan waktu cukup lama dikarenakan tingkat kerumitannya tersebut dapat dilakukan dengan lebih cepat, tepat dan akurat. Selain keuntungan dari sisi efisiensi waktu, tenaga maupun biaya yang bisa didapatkan oleh perusahaan berkat penggunaan ACL, keuntungan lain yang didapatkan yaitu kecurangan dalam pelaksanaan pekerjaan baik di segi finansial maupun dari segi waktu juga dapat diketahui dengan lebih mudah dan cepat sehingga penindaklanjutan kecurangan tersebut dari segi hukum (punishment) bisa segera diupayakan. Dengan pengupayaan dari segi hukum yang cepat dan tepat, maka diharapkan proses pekerjaan perusahaan tersebut dapat dijalankan kembali dengan normal dan efektif serta upaya preventif tindak kecurangan tersebut dapat lebih optimal untuk kemudian harinya.

 

Tujuan Training Audit Command Languange For Audit Fraud

Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan mampu untuk :

  1. Memahami dan mengaplikasikan software ACL ke dalam beberapa divisi perusahaan untuk kemudian dilakukan proses auditing terhadap kinerja divisi tersebut.
  2. Mampu melakukan tindakan hukum dengan cepat dan tepat terhadap tindak kecurangan yang dilakukan.
  3. Mampu melakukan optimalisasi upaya preventif terhadap segala macam penyimpangan prosedur (kecurangan) yang kemungkinan dilakukan oleh pihak tertentu.

Materi Training Audit Command Language

  1.  Concept and practise Audit Command Language
  • Fundamentals
  • Data Access
  • Data Integrity Verification
  • Data Analysis
  • Reporting results
  1. Fungsi Audit Command Language
  2. Fitur dan kemampuan Audit Command Language tools
  3. ACL Basics
  4. Penggunaan Audit Command Language dalam beberapa aplikasi
  5. Manfaat penggunaan Audit Command Language
  6. Tindak optimalisasi upaya preventif terhadap kecurangan berdasarkan hasil analisa ACL.
  7. Studi kasus dan praktek

 

INTERNAL AUDIT ISO 9001: 2015

GAMBARAN UMUM PROGRAM INTERNAL AUDIT ISO 9001: 2015

Training Internal Audit ISO 9001 bagi sebuah organisasi yang akan dan telah menerapkan sistem manajemen mutu berdasarkan ISO 9001:2015, salah satu kewajiban yang harus dilakukan untuk memenuhi persyaratan sertifikasi dan untuk menjaga kefektifan sistem manajemen mutu yang telah diterapkan salah satunya adalah dengan melaksanakan internal audit manajemen mutu yang telah diprogramkan secara rutin. Mengacu kepada kebutuhan tersebut penting bagi sumber daya organisasi untuk memiliki pengetahuan dan skill yang memadai untuk melakukan internal audit secra tepat, dengan harapan hasilnya bisa digunakan sebagai acuan perbaikan pengembangan sistem yang mungkin dilakukan.

Atas dasar kebutuhan tersebut dengan maksud memberi pemahaman dan pembekalan skill kepada sumber daya organisasi melalui kesempatan yang baik ini Kami menawarkan program public training intenal audit ISO 9001 Quality Management System Internal Auditot yang sangat di rekomendasikan diikuti bagi para organisasi yang ingin memiliki sumber daya yang mampu melakukan audit sistem mutu dengan baik dan tepat sasaran, dimana dengan pembekalan ini para peserta akan mengetahui kapan internal audit harus dilaksanakan, bagaimana caranya dan siapa yang harus melakukan internal audit, serta apa yang harus dilakukan dari hasil temuan internal audit? Dan selanjutnya peserta juga akan dilatih bagaimana cara melakukan internal audit, termasuk simulasi audit internal serta tips dan trik jitu dalam meakukan internal audit.

MANFAAT PROGRAM INTERNAL AUDIT ISO 9001: 2015

  1. Peserta akan dilatih untuk mengetahui proses dan cara melaksanakan internal audit ISO 9001 Quality Management System yang efektif
  2. Memiliki dan menguasi dasar-dasar serta kompetensi yang wajib dimiliki oleh seorang internal auditor
  3. Peserta mampu merencanakan,membuat, melaksanakan dan mengevaluasi internal audit ISO 9001:2015 dalam rangka untuk menjaga keefektifan dan pengembangan sistem manajemen mutu yang telah diterapkan

Materi Training Internal Audit ISO 9001

  1. Review Standart sistem manajemen mutu ISO 9001 : 2015
  2. Pemahaman dan implementasi teknik audit berdasrkan ISO 19011
  3. Konsep dan prinsip internl audit
  4. Alasan dan latar belakang melakukan internal audit
  5. Program internal audit (menentukan waktu, siapa yang melakukan dan
  6. strategi melakukan internal audit yang efektif)
  7. Kompetensi-kompetensi seorang auditor internal
  8. Bahan acuan audit (catatan audit dan points-points yang harus diaudit)
  9. Evaluasi terhadap temuan dan penyimpangan hasil audit
  10. Proses improvement dan tindakan pencegahan serta pengendalian system
  11. Tips dan trik melakukan audit internal yang jitu

PIPELINE DESIGN & CONSTRUCTIONS

DESKRIPSI TRAINING PIPELINE DESIGN & CONSTRUCTIONS

Dalam perusahaan oil & gas, penggunaan pipa merupakan suatu keharusan. Oleh karena itu melakukan design dan kontruksi pemasangan pipa harus dilakukan dengan perencanaan yang matang diantaranya mengetahui betul karakteristik dari bahan pipa sehingga dikemudian hari tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Seperti kebocoran pipa, dsb. Setelah mengikuti kursus ini, peserta diharapkan akan mengerti dan memahami masalah yang berkaitan dengan pipa, valve dan fitting, dan pipe line teknologi.

COURSE OUTLINE PIPELINE DESIGN & CONSTRUCTIONS

  • Pendahuluan
  • Characteristic curve of flow in pipe
  • Auxiliary devices
  • Standard code
  • Pipe line technology
  • Manajemen konstuksi
  • Operasi dan pemeliharaan
  • Studi kasus

PIPING PIPELINE TECHNOLOGY

COURSE DESCRIPTION PIPING PIPELINE TECHNOLOGY

This special practical approach course is designed to provide a comprehensive understanding of appliedpiping and pipeline technology: design aspects of piping & pipeline system, selection of materials andtypes of pipes, flanges, valves and fittings, handling of those materials, welding & installation techniques andprocedures, and the operation, inspection and maintenance of piping and pipeline systems.

COURSE OBJECTIVES PIPING PIPELINE TECHNOLOGY

After completion of this special course participant will:

  • Better understand the description, classification, requirement and specification of pipes, flanges, valvesand fittings used for transportation operation
  • Improve ability on design, installation and maintenance
  • Interpret and evaluate pipeline operation performance data
  • Identify and solve problems in oil and gas transportation pipeline

COURSEcOUTLINE PIPING PIPELINE TECHNOLOGY

1. Flow Stream Characteristics, Equipment and Facilities

  • Hydrocarbon Properties and Fluid Flow Characteristics
  • Multi-phase Flow Gathering Lines, Manifolds and Accessory Equipment
  • Separation Stations and Facilities
  • Water Treating and Disposal Equipment, Transportation Lines & Facilities
  • Gas Treating and Processing Equipment, Transmission Lines & Facilities

2. Piping & Pipeline Materials, Standards and Codes

  • Steel Materials for Piping & Pipeline
  • Metallic Materials for Valves, Flanges and Fittings
  • Piping Manufacturing Methods and Variation ofProducts
  • Pipeline Related Standards and Codes
  • API 5L Line Pipe Specifications

3. Pipeline Operation Principles

  • Piping & Pipeline Layout, Topography and Configuration
  • Principles of Fluid Flow and Practical Flow Equation
  • Multi-phase and Single-phase Transportation/Transmission Practice
  • Pump Operation in Oil and Water Pipeline system
  • Compressor Operation in Gas Pipeline system

4. ANSI B.31 Series Standards and Requirements

  • Preliminary Selection of Economic Diameter for Minimum Investment
  • Stress Formula for Wall Thickness and Design Pressure Computation
  • Pipeline Economics Computation Methods
  • Oil or Water Transportation Pipeline Design Concept
  • Gas Transmission Pipeline Design Concept

5. Pipeline Construction and Installation

  • Choice of Design Procedure
  • Stress Computation Methods in Design and Construction
  • Pipeline Concrete Coating Parameters
  • Hydrostatic Testing Requirements
  • Construction/Installation Material Requirements

6. Pipeline Maintenance and Pigging Operation

  • Potential Operating Problems and Maintenance of Pipeline Systems
  • Inspection Techniques for Potential Failures and Wall Thickness & MAWP Reduction
  • Pipeline Cleaning and Pigging Operations
  • Pipeline Internal Maintenance and Chemical Injection
  • Pipeline External Maintenance and the Cathodic Protection

7. Access Fittings for Maintenance, Chemical Injection and Monitoring

  • Access Fitting Specifications, Configurations and Materials
  • Chemical Injection, Fluid Sampling and Monitoring Equipment & Facilities
  • Chemical Inhibitor, Scale Inhibitor and Biocide Materials
  • On-line Corrosion and Scale Monitoring Techniques
  • NACE Standards and Computation Methods for Pipeline Monitoring

OFFSHORE TECHNOLOGY & PIPELINE INTEGRITY ASSESSMENT

TRAINING DESCRIPTION OFFSHORE TECHNOLOGY & PIPELINE INTEGRITY ASSESSMENT

The recent trend in the oil and gas industry has been towards oil and gas exploration in deep waters. The technology for deep water oil and gas exploration has witnessed tremendous growth. Offshore technology covers all sorts of engineering and technology and so it offers lots of different career opportunities in engineering and science. People entering the offshore industry are likely to be qualified, for instance, as mechanical, marine or structural engineers, naval architects or specialists in electronics and systems control. Alternatively they may be physicists, biologists, geologists or oceanographers. The fields of opportunity for graduate engineers and scientists and for those who have technical or craft qualifications are diverse, but the underlying interest and theme that helps everyone to work together is the sea and the marine business offshore.

TRAINING OBJECTIVES OFFSHORE TECHNOLOGY & PIPELINE INTEGRITY ASSESSMENT

The course provides participants with the essential knowledge and skills for a career in the marine and offshore industry and is designed for career conversion to prepare engineering diploma and degree graduates of other disciplines to broaden their employment prospects in the oil & gas industry.

TRAINING OUTLINE OFFSHORE TECHNOLOGY & PIPELINE INTEGRITY ASSESSMENT

1. Introduction

  • Offshore Platform
  • Briefs History
  • Unique Challenges for Structural Design
  • Decisions That Affect Structural Design

2. Platform Types

  • Fixed Platform Types
  • Floating Platform Types

3. Design Criteria

  • Weight Control
  • Gravity Loads
  • Environmental Loads
  • Accidental Loads
  • Cases

4. Design Loads
5. Structural Analyses and Design
6. Foundation Methods and Design
7. Fabrication
8. Loadout and Transportation

  • Loadout
  • Sea Transportation

9. Offshore Installation
10. Integrity Assessment Methods for Pipelines

  • Benefits of a Pipeline Integrity Management
  • Basis of an Automated PIMS

PIPING COMPONENTS

DESKRIPSI TRAINING PIPING COMPONENTS

Ribuan pipa digunakan dalam industri, seperti pembangkit listrik, pabrik petrokimia, pulp dan pabrik kertas, industri makanan dan minuman, pabrik pupuk,industri minyak lepas pantai dan hampir seluruh kegiatan industri memakai instalasi pipa oleh karena itu Mereka harus mengembangkan keterampilan dan pengetahuan tentang sistem perpipaan.

Pipa merupakan sarana yang sangat diperlukan dalam suatu konstruksi peralatan produksi terutama pada industri migas. Spesifikasi dan standar sangat penting untuk diketahui dalam perencanaan sistem perpipaan peralatan produksi guna mencapai tujuan secara efektif, efisien dan aman.

Selain itu diperlukan juga pengetahuan tentang bagaimana merawat dan memperbaiki instalasi perpipaan berikut kelengkapannya serta menginspeksi kondisi perpipaan serta melaksanaan test dengan benar dan aman. Setelah mengikuti pelatihan ini, maka peserta dapat memahami spesifikasi material yang standar dan perawatan instalasi perpipaan dalam lingkungan industri.

TUJUAN TRAINING PIPING COMPONENTS

  • Memahami proses dan diagram pipa
  • Pemahaman aliran fluida, jenis, karakteristik
  • Memahami jaringan pipa
  • Tentukan penurunan tekanan dalam sistem perpipaan
  • Tentukan ketebalan dinding
  • Memahami pembuatan pipa
  • Familiar dengan komponen perpipaan
  • Meningkatkan pemahaman Anda menghubungkan pipa
  • Memahami perlindungan pipa dari korosi
  • Untuk mengetahui cara memeriksa dan pengujian perpipaan

 MATERI TRAINING PIPING COMPONENTS

  • Pipa dan spesifikasinya
  • Fitting dan spesifikasinya
  • Valve dan spesifikasinya
  • Insulasi, penyangga dan gantungan pipa
  • Gambar perpipaan
  • Pemeriksaan dan pemeliharaan pipa
  • Fabrikasi pipa
  • Latest technology on piping design (3D-CAE)

Basic Offshore Technology & Pipeline Integrity Assessment

DESCRIPTION

The recent trend in the oil and gas industry has been towards oil and gas exploration in deep waters. The technology for deep water oil and gas exploration has witnessed tremendous growth. Offshore technology covers all sorts of engineering and technology and so it offers lots of different career opportunities in engineering and science. People entering the offshore industry are likely to be qualified, for instance, as mechanical, marine or structural engineers, naval architects or specialists in electronics and systems control. Alternatively they may be physicists, biologists, geologists or oceanographers. The fields of opportunity for graduate engineers and scientists and for those who have technical or craft qualifications are diverse, but the underlying interest and theme that helps everyone to work together is the sea and the marine business offshore.




OUTLINE OFFSHORE TECHNOLOGY & PIPELINE INTEGRITY

1. Introduction

  • Offshore Platform
  • Briefs History
  • Unique Challenges for Structural Design
  • Decisions That Affect Structural Design

2. Platform Types

  • Fixed Platform Types
  • Floating Platform Types

3. Design Criteria

  • Weight Control
  • Gravity Loads
  • Environmental Loads
  • Accidental Loads

4. Design Loads

5. Structural Analyses and Design

6. Foundation Methods and Design

7. Fabrication

8. Loadout and Transportation

  • Loadout
  • Sea Transportation

9. Offshore Installation

10. Integrity Assessment Methods for Pipelines

  • Benefits of a Pipeline Integrity Management
  • Basis of an Automated PIM

 

PIPING & PIPELINE : DESIGN STANDART AND INTEGRITY SYSTEM

DESCRIPTION PIPING & PIPELINE : DESIGN STANDART AND INTEGRITY SYSTEM

Design of oil pipelines and/or natural gas pipelines involve the application of mass, energy and force balances, material selection, line sizing, topography and elevation gradients, working pressure, pressure drop, and the related parameters such as erosional velocity, friction factor, flashing, condensation, corrosion, scaling, deposition, and multiphase flow problems. There is no a single approach to pipeline integrity. Mechanical, civil, chemical, metallurgical, unit operations and many other interrelated factors are the basis of the whole design.

This pipeline integrity design based on standards, codes and recommended practices, especially that of the API, ASME, ANSI, ASTM, NACE, and all good and common practices. Integrity of the pipeline must be considered from the beginning of the design, to assure that the line is able to operate without failure. The installed pipeline must be in the low risk category. Protection for anticipating internal and external damage must be included in calculation.

Pipeline failure may lead to disaster; fire, explosion, or poisoning. So that, safety is the most importance in pipeline. For that reason, safety considerations will be placed as the first in the pipeline integrity design.

 

OBJECTIVE PIPING & PIPELINE : DESIGN STANDART AND INTEGRITY SYSTEM

After completion of this course, participants will understand the concept of and approach to pipeline integrity and pipeline design, how to determine pipe diameter and wall thickness, either for oil & gas or produced water, how to select the pipe material, what and how to calculate, all based on common standards and good practices

 

OUTLINE PIPING & PIPELINE : DESIGN STANDART AND INTEGRITY SYSTEM

  • Surface Production Operations, Facility, and Equipment, and the Asset Management
  • Hazard Assessment for Effective Pipeline Integrity Management
  • Safety Considerations and Pipeline Failure Mitigation Control Requirements
  • Pipeline Design Standards, Codes and Recommended Practices
  • Pipeline Sizing, Wall Thickness Criteria, and the MAWP
  • Corrosion Allowance and the Remaining Service Life
  • Pipe Material Specification and Standard Dimension
  • Free Span Pipe; Layout, Elevation and Topography
  • Pipeline Design Calculation; Design and Operating Pressures
  • Pipe Material Requirement, Examination, Testing and Inspection
  • Pipeline Integrity Systems and Risk Assessment
  • Examples and Case Studies

 

PIPING AND PIPELINE : DESIGN, INSTALLATION, OPERATION, MAINTENANCE AND INTEGRATED MANAGEMENT

Description Training Piping and Pipeline :

This special practical approach course is designed to provide a comprehensive understanding of appliedpiping and pipeline technology: design aspects of piping & pipeline system, selection of materials andtypes of pipes, flanges, valves and fittings, handling of those materials, welding & installation techniques andprocedures, and the operation, inspection and maintenance of oil & gas piping and pipeline systems.

WHAT PARTICIPANT WILL GET:

After completion of this special course participant will:

  • Better understand the description, classification, requirement and specification of pipes, flanges, valvesand fittings used for oil and gas transportation operation
  • Improve ability on design, installation and maintenance
  • Interpret and evaluate pipeline operation performance data
  • Identify and solve problems in oil and gas transportation pipeline

Outline Training Piping and Pipeline :

In this specially designed practical course participants will learn from and discuss with professional instructor the following subjects:

1. Oil & Gas Flow Stream Characteristics, Equipment and Facilities

  • Hydrocarbon Properties and Oil & Gas Fluid Flow Characteristics
  • Multi-phase Flow Gathering Lines, Manifolds and Accessory Equipment
  • Oil & Gas Separation Stations and Facilities
  • Water Treating and Disposal Equipment, Transportation Lines & Facilities
  • Gas Treating and Processing Equipment, Transmission Lines & Facilities

2. Piping & Pipeline Materials, Standards and Codes

  • Steel Materials for Piping & Pipeline
  • Metallic Materials for Valves, Flanges and Fittings
  • Piping Manufacturing Methods and Variation ofProducts
  • Oil & Gas Pipeline Related Standards and Codes
  • API 5L Line Pipe Specifications

3. Pipeline Operation Principles

  • Piping & Pipeline Layout, Topography and Configuration
  • Principles of Fluid Flow and Practical Flow Equation
  • Multi-phase and Single-phase Oil & Gas Transportation/Transmission Practice
  • Pump Operation in Oil and Water Pipeline system
  • Compressor Operation in Gas Pipeline system

4. ANSI B.31 Series Standards and Requirements

  • Preliminary Selection of Economic Diameter for Minimum Investment
  • Stress Formula for Wall Thickness and Design Pressure Computation
  • Pipeline Economics Computation Methods
  • Oil or Water Transportation Pipeline Design Concept
  • Gas Transmission Pipeline Design Concept

5. Pipeline Construction and Installation

  • Choice of Design Procedure
  • Stress Computation Methods in Design and Construction
  • Pipeline Concrete Coating Parameters
  • Hydrostatic Testing Requirements
  • Construction/Installation Material Requirements

6. Pipeline Maintenance and Pigging Operation

  • Potential Operating Problems and Maintenance of Pipeline Systems
  • Inspection Techniques for Potential Failures and Wall Thickness & MAWP Reduction
  • Pipeline Cleaning and Pigging Operations
  • Pipeline Internal Maintenance and Chemical Injection
  • Pipeline External Maintenance and the Cathodic Protection

7. Access Fittings for Maintenance, Chemical Injection and Monitoring

  • Access Fitting Specifications, Configurations and Materials
  • Chemical Injection, Fluid Sampling and Monitoring Equipment & Facilities
  • Chemical Inhibitor, Scale Inhibitor and Biocide Materials
  • On-line Corrosion and Scale Monitoring Techniques
  • NACE Standards and Computation Methods for Pipeline Monitoring

CORROSION CONTROL AND MONITORING

DESCRIPTION

This course focuses on corrosion – from either internal or external source – and its potential problem, and the protection methods to stop or control them. Review on corrosion and technique by which it can be identified, monitored and controlled will be given in detail. Active participation is encouraged through case studies and examples especially on the use of painting and coatings, transformer-rectifier of impressed current, magnesium, zinc and alum sacrificial anodes for external protection, and the injection of corrosion inhibitors and biocides for internal corrosion control.

TRAINING MATERIAL OUTLINE CORROSION CONTROL AND MONITORING

  1. Review of oil & gas surface production facility and operations.
  2. Review of metallic materials used in surface production facility and pipelines and the corrosion problem usually happen.
  3. Case studies and examples of oil & gas material failure caused by corrosion from internal and external source.
  4. Uniform, galvanic and localized corrosion failures.
  5. Internal corrosion of pipeline, vessel and processing equipment caused by sour component, H2S, CO2, organic acid, brine, and the SRB (sulfate reducing bacteria).
  6. External corrosion of underground, underwater and under-seawater pipeline and structure caused by impurities in soil and water environment.
  7. External corrosion of topside structure caused by marine atmosphere.
  8. Basic electrochemistry of corrosion process, Ohm’s law and the corrosion rate.
  9. Corrosion control and prevention with painting & coatings and the cathodic protection.
  10. Measurement of corrosion potential and corrosion current.
  11. Protection with sacrificial anode and impressed current.
  12. Understanding NACE Standard RP-01-69 to stop external corrosion attack.
  13. Requirement, design and criteria of cathodic protection.
  14. Sacrificial anode specification, installation and construction.
  15. Testing, monitoring, and inspection of cathodic protection.
  16. Inspection and maintenance of transformer-rectifier and sacrificial anode.
  17. Field test, measurement techniques and instrument.
  18. Data recording and evaluation of cathodic protection system.
  19. Case studies of corrosion control and prevention with cathodic protection.
  20. Internal corrosion problem in the pipeline and surface facility.
  21. Oil/gas/water fluid properties and the corrosion tendency.
  22. Deterioration by H2S, CO2, and acidic corrosive components.
  23. Pipeline leakage and rupture by microbial induced corrosion.
  24. Corrosion caused by SRB and the pitting mechanism.
  25. Corrosion caused by oxygen penetration.
  26. Examples and case studies of equipment corrosion damage and pipeline leakage.
  27. Understanding NACE Standard RP-0775 for internal corrosion control and monitoring.
  28. Practical internal corrosion monitoring methods.
  29. Access fittings, corrosion coupon and corrosion probes.
  30. Practical internal corrosion control and prevention methods.
  31. Internal corrosion control with inhibitors and the selection of suitable corrosion inhibiting chemicals.
  32. Dosage and injection methods of corrosion inhibitors.
  33. SRB control with biocides and the selection of suitable and low risk biocide formula.
  34. Dosage and injection methods of biocides.
  35. Oxygen control by de-aeration and chemical injection, and the selection of suitable oxygen scavenger chemicals.
  36. Dosage and injection methods of oxygen scavenger.
  37. Safety in the use of chemicals for internal corrosion prevention.
  38. Review of gas dehydration process and operations.
  39. Internal corrosion problem in glycol contactor (dehydration) unit.
  40. Method and materials use to control the corrosiveness of rich glycol solution.
  41. Review of amine sweetening process and operations.
  42. Internal corrosion problem in amine sweetening unit.
  43. Method and materials use to control the corrosiveness of rich amine solution.
  44. Examples and case studies of internal corrosion control

PIPING AND PIPELINE NETWORK

CAKUPAN MATERI TRAINING :

  1. Overview codes for design and construction piping and Pipeline(As per code ASME B 31.1,  ASME B 31.3, B 31.4 and B 31.8).
  2. Engineering Design of Piping in the Indutrial Plants.
  3. Engineering Design of Pipeline
  4. Fluid Mechanics of  Piping Networks
  5. Fluid flow in Complex Piping Networks
  6. Hidraulic Analysis for Liquid Distribution.
  7. Hidraullic Analysis for Gas Transmission.
  8. Engineering Sofwares for Hidraullic Analysis of  Piping and

 

PIPELINE INTERNAL CORROSION CONTROL AND MONITORING

DESCRIPTION

This course is for either corrosion engineers or non corrosion engineering personnel who involve in oil & gas operations and maintenance, pipeline and asset integrity management, pipeline inspection and pigging, material purchasing, chemical selection and injection, hazard and HSE management, and any corrosion related activity.

 

OBJECTIVES

  1. Broadening or reshaping their knowledge on the related subjects of his or her area of responsibility
  2. Learning more detail about internal corrosion control and monitoring
  3. Understanding how to select and use of corrosion inhibitors and chemicals.



OUTLINE TRAINING PIPELINE INTERNAL CORROSION CONTROL AND MONITORING

  1. Oil, condensate, gas, and water flowing in the pipeline
  2. Corrosion in water re-injection system and the injection line
  3. Corrosion in sea water injection system
  4. The role of H2S, CO2, and acidic impurities in the fluid
  5. Nature of H2S corrosion, pitting and stress corrosion cracking
  6. Nature of CO2 corrosion
  7. Sour corrosion and top of line corrosion problems
  8. Microbial induced corrosion mechanism and its related problems
  9. Corrosion caused by SRB and the pitting mechanism
  10. Corrosion caused by oxygen penetration
  11. Examples of corrosion damage and pipeline leakage
  12. Corosion monitoring methods in oil & gas field
  13. Oil & gas filed corosion prevention methods
  14. Corrosion control with inhibitors and the selection of suitable corrosion inhibiting chemicals
  15. Dosage and injection methods of corrosion inhibitors
  16. SRB control with biocides and the selection of suitable and low risk biocide formula
  17. Dosage and injection methods of biocides
  18. Oxygen control by de-aeration and chemical injection, and the selection of suitable oxygen scavenger
  19. Dosage and injection methods of oxygen scavenger
  20. Safety in oil & gas corrosion prevention

 

PIPELINE SYSTEMS: DESIGN, CONSTRUCTION, MAINTENANCE

DESCRIPTION PIPELINE SYSTEMS

Plumbing is a piping system that most people are familiar with, as it constitutes the form of fluid transportation that is used to provide potable water and fuels to their homes and business. Plumbing pipes also remove waste in the form of sewage, and allow venting of sewage gases to the atmosphere. Fire sprinkler systems also use piping, and may transport potable or non-potable water, or other fire-suppression fluids. Piping also has many other industrial applications, which are crucial for moving raw and semi-processed fluids for refining into more useful products. Some of the more exotic materials of construction are titanium, chrome-moly and various other steel alloys.



OBJECTIVES PIPELINE SYSTEMS

  1. Develop a working knowledge of piping systems
  2. Differentiate between the different classes of piping
  3. Understand better the design, construction, operations and maintenance requirements of piping systems
  4. Implement strategies and methodologies to create an effective piping maintenance program
  5. Enhance their knowledge and skills to identify and address piping operational problems at all levels
  6. Implement mechanisms to measure piping performance at all levels
  7. Analyse and understand the impact of piping knowledge on the maintenance strategy
  8. Develop and implement an effective piping maintenance budget
  9. Use life cycle costing techniques to deliver best practice piping maintenance
  10. Implement maintenance plans that are cost effective and aligned to the organisation’s strategic goals

COURSE OUTLINE PIPELINE SYSTEMS

Introduction

  • Purpose .
  • Applicability
  • References
  • Distribution
  • Scope
  • Metrics
  • Brand Names
  • Accompanying Guidance
  • Specification
  • Manual Organization

Design Strategy

  • Design Analyses
  • Specifications
  • Drawings
  • Basis of Design
  • Loading Conditions
  • Piping Layout

General Piping Design

  • Materials of Construction
  • Design Pressure
  • Sizing
  • Stress Analysis
  • Flange, Gaskets and Bolting
  • Materials
  • Pipe Identification
  • Piping Supports
  • Testing and Flushing

Metallic Piping Systems

  • General
  • Corrosion
  • Design Pressure
  • Piping Supports for Metallic
  • Piping Systems
  • Joining
  • Thermal Expansion
  • Ductile Iron
  • Carbon Steel
  • Nickel and Nickel Alloys
  • Aluminum
  • Copper

Plastic Piping Systems

  •  General
  • Polyvinyl Chloride (PVC)
  • Polytetrafluoroethylene (PTFE)
  • Acrylonitrile-Butadiene-Styrene
  • ABS
  • Chlorinated Polyvinyl Chloride
  • CPVC
  • Polyethylene (PE)
  • Polypropylene (PP)
  • Polyvinylidene Fluoride (PVDF)

Rubber and Elastomer Piping Systems

  • General
  • Design Factors
  • Sizing
  • Piping Support and Burial
  • Fluoroelastomer
  • Isobutylene Isoprene
  • Acrylonitrile Butadiene
  • Polychloroprene
  • Natural Rubber

Thermoset Piping Systems

  • General
  • Reinforced Epoxies
  • Reinforced Polyesters
  • Reinforced Vinyl Esters
  • Reinforced Furans

Double Containment Piping Systems

  • General
  • Piping System Sizing
  • Double Containment Piping
  • System Testing
  • Leak Detection Systems

Lined Piping Systems

  • General
  • Plastic Lined Piping Systems
  • Other Lined Piping Systems

Valves

  •  General
  • Valve Types
  •  Valve Sizing and Selection
  • Valve Schedule

Ancillary Equipment

  • Flexible Couplings
  • Air and Vacuum Relief
  • Drains
  • Sample Ports
  • Pressure Relief Devices
  • Backflow Prevention
  • Static Mixers
  • Expansion Joints
  •  Piping Insulation
  • Heat Tracing
  • Corrosion Protection
  • Cathodic Protection
  • Isolation Joints
  • Protective Coatings

Corrosion Protection

  • Corrosion Protection
  • Cathodic Protection
  • Isolation Joints
  • Protective Coatings

DELIVERY TYPE PIPELINE SYSTEMS

Lecturing, workshop, interactive consultation, and case study.

GAS COMPRESSOR AND PIPING SYSTEM

PENDAHULUAN TRAINING GAS COMPRESSOR AND PIPING SYSTEM:

Kompresor merupakan salah satu peralatan penting dalam industri, jika dilihat fungsinya yang paling sederhana dalam industri kompresor berfungsi untuk membersihkan komponen dengan tiupan udara bersih dan kering, dalam hal ini tentu saja kompresor udara. Dalam industri kimia dan gas serta industri perminyakan, kompresor dapat berfungsi lebih luas lagi, misalnya sebagai pemindah, pengirim bahan-bahan bersifat gas. Lebih luas lagi juga dapat berfungsi sebagai fluid power dalam system kontrol pneumatic. Dengan power yang konstan kompresor dapat menghasilkan tekanan sekaligus juga aliran gas atau udara, yang proporsional artinya bila diinginkan aliran besar maka tentu saja tekanannya akan turun, demikian juga sebaliknya. Tentu saja banyak factor yang saling mempengaruhi misalnya temperatur lingkungan, temperatur gas atau udara yang dikompres (dimampatkan). Dalam hal inilah, dalam training ini akan dibahas tentang apa itu kompresor, bagaimana cara kerjanya, mengoperasikanya, memeliharanya, merawatnya, dan lebih penting lagi instalasinya dengan system perpipaan.

 

TUJUAN TRAINING GAS COMPRESSOR AND PIPING SYSTEM:

Setelah selesai pelatihan, peserta diharapkan mampu :

  • Mempertimbangkan pilihan peralatan, system dan perlengkapan serta instalasi yang sesuai dengan pertimbangan dan persyaratan yang ada dilapangan.
  • Memahami cara-cara pengoperasian peralatan sesuai dengan pertimbangan desain dan pemeliharaan peralatan yang bersangkutan.
  • Menemukan dan menganalisis kemungkinan-kemungkinan penyebab terjadinya gangguan dalam peralatan maupun instala sisistem.
  • Menentukan tindakan-tindakan pemeliharaan dan perawatan terhadap peralatan bila kemungkinan terjadi gangguan.

 

CAKUPAN MATERI TRAINING GAS COMPRESSOR AND PIPING SYSTEM:

  1. Pre test
  2. Klasifikasi kompresor
  3. Centrifugal compressor
  4. Screw compressor (screw)
  5. Basic analysis of gas compress
  6. Kalkulasi tekanan dan kapasitas
  7. Recommendation maintenance and inspection
  8. Installation and operation – compressor
  9. Design and lay out pipa udara
  10. Analisa tek, kap dan tem pipa udara
  11. Pemilihan material pipa gas
  12. Maintenance instalasi pipa gas
  13. Pipe lining, equipment and safety valve

PIPING COMPONENTS PRINCIPLES

OVERVIEW TRAINING PIPING COMPONENTS PRINCIPLES

Ribuan pipa digunakan dalam industri, seperti pembangkit listrik, pabrik petrokimia, pulp dan pabrik kertas, industri makanan dan minuman, pabrik pupuk,industri minyak lepas pantai dan hampir seluruh kegiatan industri memakai instalasi pipa oleh karena itu Mereka harus mengembangkan keterampilan dan pengetahuan tentang sistem perpipaan.

Pipa merupakan sarana yang sangat diperlukan dalam suatu konstruksi peralatan produksi terutama pada industri migas. Spesifikasi dan standar sangat penting untuk diketahui dalam perencanaan sistem perpipaan peralatan produksi guna mencapai tujuan secara efektif, efisien dan aman.

Selain itu diperlukan juga pengetahuan tentang bagaimana merawat dan memperbaiki instalasi perpipaan berikut kelengkapannya serta menginspeksi kondisi perpipaan serta melaksanaan test dengan benar dan aman. Setelah mengikuti pelatihan ini, maka peserta dapat memahami spesifikasi material yang standar dan perawatan instalasi perpipaan dalam lingkungan industri.



OBJECTIVES

  • Memahami proses dan diagram pipa
  • Pemahaman aliran fluida, jenis, karakteristik
  • Memahami jaringan pipa
  • Tentukan penurunan tekanan dalam sistem perpipaan
  • Tentukan ketebalan dinding
  • Memahami pembuatan pipa
  • Familiar dengan komponen perpipaan (piping components)
  • Meningkatkan pemahaman Anda menghubungkan pipa
  • Memahami perlindungan pipa dari korosi
  • Untuk mengetahui cara memeriksa dan pengujian perpipaan

 

OUTLINE TRAINING PIPING COMPONENTS PRINCIPLES

  1. Pipa dan spesifikasinya
  2. Fitting dan spesifikasinya
  3. Valve dan spesifikasinya
  4. Insulasi, penyangga dan gantungan pipa
  5. Gambar perpipaan
  6. Pemeriksaan dan pemeliharaan pipa
  7. Fabrikasi pipa
  8. Latest technology on piping design (3D-CAE)

Pemipaan

LATAR BELAKANG

Pipa sebagai cubing panjang dari tanah liat, konkret, loham, kayu, dan sebagainya untuk mengalirkan air, gas, minyak, dan cairan-cairan lain. Fluida merupakan substansi yang dapat mengalirkan cairan atau gas. Hampir setiap tahun diperkenalkan kegunaan baru untuk pipa yang menghasilkan kebutuhan baru dan pengembangan spesifikasi-spesifikasi material serta pengembangan para pakar perancang pemipaan.

Saat ini pipa dapat dicari hampir di setiap tempat, baik pemipaan dalam automobil hingga sistem perpipaan yang rumit (pipa proses, jalur pipa, pipa tenaga uap pabrik atau salah satu dari berbagai kategori lainnya) pada industri rekayasa. Untuk mendukung sistem produksi yang memadai diperlukan tenaga kerja yang handal atau peningkatan keahlian tenaga kerja profesi Perancangan Sistem Pemipaan.



OUTPUT

Pemahaman karyawan tentang pengetahuan perancangan sistem pemipaan meliputi konsep dasar sistem pemipaan, standar dan simbol pipa, jenis pipa, sambungan, fitting dan katup, teknik fabrikasi pipa, pemilihan pipa, konstruksi sistem pemipaan, perhitungan pipa, dan instrumentasi pemipaan.



Materi Pelatihan Pemipaan

  1. Konsep dasar sistem pemipaan
  2. Standar dan simbol pipa
  3. Jenis pipa dan sambungan pipa
  4. Fitting, flens, katup, dan kran
  5. Fabrikasi pipa
  6. Pemilihan pipa
  7. Konstruksi sistem pemipaan
  8. Perhitungan pipa
  9. Instrumentasi pemipaan

Pipe and Pipeline Technology

Deskripsi Training Pipe and Pipeline Technology 

Seni desain dan konstruksi sistem perpipaan dan pipa jika dilihat kembali ke peradaban paling awal. Kemajuannya mencerminkan evolusi stabil budaya di seluruh dunia, kebutuhan pengembangan pertanian, pertumbuhan kota-kota, revolusi industri dan penggunaan tenaga uap, penemuan dan penggunaan minyak, perbaikan dalam pembuatan baja dan teknologi pengelasan, penemuan dan penggunaan plastik, pertumbuhan yang cepat dari industri kimia dan listrik, dan meningkatnya kebutuhan untuk jaringan pipa air, minyak dan gas yang dapat diandalkan.

 

Tujuan  Training Pipe and Pipeline Technology 

Setelah selesai mengikuti training ini, peserta diharapkan akan:

  1. Mengerti dan memahami deskripsi, klasifikasi dan spesifikasi pipa untuk operasi minyak dan transportasi gas
  2. Mampu meningkatkan kemampuan desain, instalasi dan pemeliharaan
  3. Mampu mengevaluasi data kinerja operasi pipa
  4. Mampu mengidentifikasi masalah dalam transportasi pipa minyak dan gas.

 

Materi Training Pipe and Pipeline Technology 

  1. Introduction of Pipeline
  2. Oil and Gas Flowstream Characteristics
  3. Materials, Equipment and Facilities
  4. Pipeline Design
  5. Pipeline Construction and Instalation
  6. Maintenance
  7. Quality Control of Inspections

 

PWHT: Post Weld Heat Treatment

Background Training PWHT

Dalam proses penyambungan pipa minyak dan gas melaui proses pengelasan. Posting Weld Heat Treatment dilakukan setelah pengelasan, umumnya pada suhu yang lebih tinggi dan dengan tujuan yang berbeda dibandingkan Panaskan / interpass pemanasan. PWHT mungkin perlu diterapkan tanpa membiarkan suhu turun di bawah minimum yang ditentukan untuk Panaskan / interpass pemanasan.



Objectives Training PWHT

  1. Memahami metalurgi proses pengelasan pada pipa baja
  2. Memahami pengaruh negatif pada daerah lasan dan daerah yang terpengaruh panas
  3. Memahami teknik inspeksi material hasil proses PWHT
  4. Memahami strandard prosedur PWHT

Contents Training PWHT

  1. Metalurgi pengelasan pada baja
  2. Korosi pada baja  daerah lasan
  3. PWHT teori, standard prosedur dan aplikasi
  4. Inspeksi padaPWHT
  5. Penulisan dan pelaporan
  6. Diskusi interaktif

 

Fluid Flow Gas Metering and Custody Transfer

Deskripsi Training Fluid Flow Gas Metering and Custody Transfer

Kilang, pabrik kimia, perusahaan farmasi dan sejumlah industri lainnya harus mengukur bahan baku dan produk jadi secara akurat, karena mereka membayar untuk apa yang datang dan mendapatkan bayaran untuk apa yang terjadi diluar. Ketika produk berupa minyak dan gas yang mengalir melalui pipa, flowmeter digunakan sebagai alat ukurnya. Banyak teknologi flowmeter telah digunakan untuk aplikasi custody transfer. Teknologi ini termasuk dalam pengukuran differential pressure, turbin meter, positive displacement meter, pengukuran kepadatan dan aliran coriolis, serta pengukuran ultrasonik. Menurut Butch, komponen sistem membutuhkan perawtan yang tepat, verifikasi dan kalibrasi sesekali dalam rangka untuk terus memastikan untuk terus memastikan bahwa tingkat akurasi yang sama dari waktu ke waktu. Pemeliharaan berkala pada sistem custody metering sangat penting untuk memaksimalkan akurasi pengukuran secara keseluruhan dan optimal.

 

Tujuan Training Fluid Flow Gas Metering and Custody Transfer

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta mampu mengembangkan pengetahuan dalam menyeleksi, menginstalasi dan mempersiapkan alat pengukuran. Peserta mampu merancang spesifikasi yang diperlukan dan mengimplementasikan alat-alat pengukuran.

 

Materi Training Fluid Flow Gas Metering and Custody Transfer

  1. Pengantar Flow Measurement
  2. Tipe-tipe Fluid Flow Measurement: Custody and Non-custody Transfer Measurement
  3. Basic Reference Standards
  4. Ideal and Non-Ideal Installations
  5. Fluid Characteristics
  6. Measurrement Units and Data Analysis
  7. Installations Requirements
  8. Flow Pattern
  9. Operational Considerations
  10. Operational Influences on Gas Measurements
  11. Maintenance of Meter Equipment
  12. Measurement and Meters

 

CORPORATE FINANCE

DESKRIPSI TRAINING CORPORATE FINANCE

Dalam perusahaan, pengelolaan Corporate Finance harus dipahami dan dikuasai oleh jajaran manajamen, direksi, staf keuangan, serta pihak-pihak yang berkepentingan. Mereka harus belajar dari pengalaman bagaimana mengatasi berbagai problem yang rutin terjadi. Pengetahuan mengenai teori dan aplikasi Corporate Finance diperlukan salah satunya supaya mampu merespon dengan baik secara rasional setiap perubahan yang terjadi, dan dapat membantu untuk memberikan jawaban yang tepat saat terjadi perubahan dan saat hal-hal baru muncul ke permukaan dan perlu untuk dianalisis.

Melalui pelatihan ini, peserta akan memahami pengelolaan keuangan secara keseluruhan, baik di tingkat korporat maupun unit bisnis, baik teori maupun praktik, dan mampu mengaplikasikan materi yang didapat untuk menyelesaikan problem-problem keuangan di perusahaan. Disamping itu peserta akan mempelajari juga berbagai keahlian praktis di bidang keuangan yang bisa membantu membuat keputusan secara lebih bijaksana dan membantu karir di perusahaan menjadi lebih baik.

TUJUAN TRAINING CORPORATE FINANCE

Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta akan dapat:

  • Mengetahui tentang Corporate Finance secara mendasar, komprehensip, integralistik, dan logis serta memahami peran dan tugas Corporate Finance pada perusahaan
  • Memahami konsep dan aplikasi Corporate Finance dalam konteks tugas dan tanggung jawab finance manager
  • Membaca laporan keuangan dan memahami cara menggunakan metode akuntansi untuk forecasting pendapatan dan pertumbuhan perusahaan secara mudah
  • Melakukan diskusi dan membuat laporan keuangan dengan pemahaman terminologi yang benar
  • Mahir dalam keuangan dan akuntansi yang dibutuhkan dalam penyusunan anggaran, memberikan justifikasi terhadap permintaan angaran, dan dapat menemukan perosalan keuangan secara dini
  • Meningkatkan kemampuan problem solving terkait dengan Corporate Finance
  • Meningkatkan apresiasi dan tanggung jawab peserta terhadap peningkatan kinerja dan keberhasilan perusahaan secara umum

MATERI TRAINING CORPORATE FINANCE

  1. Pengantar:
  • Apa yang dimaksud dengan Corporate Finance
  • Financial/Accounting Statement, Taxes, and Cash Flow
  1. Kriteria Penilaian Investasi
  2. Financial Statements and Long Term Financial Planning
    • Working with Financial Statement
    • Long-Term Financial Palnning and Growth
  3. Valuation of Future Cash Flows
    • First Principles of Valuation: the Time Value of Money
    • Valuing Stocks and Bonds
  4. Capital Budgeting
    • Net Present Value and Other Investment Criteria
    • Making Capital Investment Decision
    • Project Analysis and Evaluation
  5. Risk and Return
    • Some Lessons from Capital Market History
    • Return, Risk, and the Security Market Line
  6. Long Term Financing
    • Long Term Financing: An Introduction
    • Issuing Securities to the Public
  7. Cost of Capital and Long Term Financial Policy
    • Cost of Capital
    • Financial Leverage and Capital Structure Policy
    • Dividends and Dividend Policy
  8. Short Term Financial Planning and Management
    • Short Term Finance and Planning
    • Cash and Liquidity Management
    • Credit and Inventory Management
  9. Topics in Corporate Finance
  • Options and Corporate Securities
  • Mergers and Acquisitions
  • International Corporate Finance
  • Leasing
  • Risk Management: An Introduction to Financial Engineerings
  1. Studi Kasus & Diskusi

PERHITUNGAN AKTUARIA SESUAI PSAK 24

DESKRIPSI TRAINING PERHITUNGAN AKTUARIA SESUAI PSAK 24

Pelatihan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk mengetahui jumlah kewajiban dan beban atas program Imbalan Paska Kerja Karyawan sesuai perlakuan akuntansi dihitung dengan metode perhitungan secara aktuarial, sesuai dengan basis Akuntansi berdasarkan PSAK-24 atau SAK ETAP. Training ini di selenggarakan dengan menerapkan sistem pengajaran interaktif dan adanya studi kasus diharapkan peserta training dapat memahami dan diterapkan pada lingkup kerja. Peserta juga di kenalkan pada metode PUC (Projected Unit Kredit), dimana peserta dapat melakukan perhitungan sederhana terhadap kewajiban Employee Benefit sesuai jenis program benefit yang ada di Perusahaan.



MATERI
TRAINING PERHITUNGAN AKTUARIA SESUAI PSAK 24

1.  Pengenalan Aktuaria:
Mempelajari secara mudah perhitungan aktuaria bagi pemula. Peserta di harapkan dapat memahami prinsip nilai sekarang dan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kenaikan kewajiban atau penurunannya. Materi yang akan disampaikan adalah sbb:

  • Pengertian Aktuaria
  • Fungsi Aktuaria dalam menetukan Nilai Kini Kewajiban
  • Tingkat Bunga (Interest Rate).
  • Nilai Sekarang (Present Value).
  • Anuitas

2.  Pengetahuan Dasar dan Pemahaman tentang PSAK 24
Pengertian dan istilah-istilah dalam perhitungan PSAK 24. Diharapkan peserta dapat memahami variabel yang dapat mempengaruhi perhitungan dari tahun ke tahun. Materi yang akan disampaikan adalah sebagai sbb:

  • Arti Istilah.
  • Analisis Program dalam PSAK.
  • Penentuan dan dampak asumsi aktuaria terhadap perhitungan beban & kewajiban.
  • Melakukan validasi data dan analisa manfaat sesuai Peraturan Perusahaan.
  • Melakukan analisa keuntungan / kerugian aktuaria.
  • Menghitung nilai kini kewajiban imbalan pasti dengan metode Projectec Unit Credit
  • Menyajikan asumsi aktuaria yang dapat dipertanggungjawabkan dan diterima secara umum

3.  Alur Perhitungan PSAK 24.

  • Perhitungan beban dan kewajiban sesuai PSAK 24 untuk setiap manfaat karyawan
  • Menghitung keuntungan / kerugian aktuaria yang belum diakui dan yang diakui.
  • Menghitung biaya jasa kini
  • Menghitung biaya bunga
  • Menghitung dampak dari kurtailmen atau penyelesaian program (bila ada).
  • Memberikan penjelasan yang dibutuhkan guna menyusun Pengungkapan untuk Laporan Keuangan

4.  Sistem Pelaporan sesuai dengan PSAK 24
Membuat laporan lengkap, yang menyajikan informasi sebagai berikut :

  • Penjelasan mengenai manfaat dan data karyawan
  • Metode dan asumsi perhitungan.
  • Hasil Perhitungan
  • Catatan / penjelasan mengenai hasil perhitungan.

IFRS BASIC

PENDAHULUAN TRAINING IFRS

Mulai Januari 2012, Indonesia sudah mengadopsi IFRS secara penuh. Dengan mengadopsi penuh IFRS, laporan keuangan yang dibuat berdasarkan PSAK tidak memerlukan rekonsiliasi signifikan dengan laporan keuangan berdasarkan IFRS. Konvergensi IFRS kedalam PSAK memiliki implikasi yang  besar bagi dunia usaha, terutama pada sisi pengambilan kebijakan perusahaan yang didasarkan kepada data‐data akuntansi. Dampak penerapan IFRS tidak hanya mencakup masalah akuntansi, tapi juga masalah-masalah lainnya seperti: perpajakan, keuangan, sistem pelaporan manajemen, investasi, kompensasi pegawai/manajemen, dan indikator kinerja.

Dari beragam standar akuntansi yang kini sudah berkiblat ke standar internasional, PSAK 1 adalah induk dari semua PSAK yang ada. Perusahaan yang telah dan akan mengadopsi IFRS, wajib menuangkannya dalam laporan keuangan yang sesuai dengan standar atau format yang dinyatakan dalam PSAK 1 tersebut. PSAK 1 sudah wajib diterapkan untuk laporan keuangan mulai tahun 2011. PSAK 1 sendiri kini mengalami sejumlah perubahan yang sangat signifikan, seperti informasi yang disajikan, dikenal adanya pendapatan komprehensif lain, komponen laporan keuangan yang lengkap, pos minimal yang wajib disajikan dalam laporan keuangan dan perubahan lainnya. Karena perubahan tersebut, bisa jadi perusahaan harus melakukan adjustment atas accounting system yang dioperasikan saat ini. Perubahan ini harus segera anda ketahui dan antisipasi dan dipersiapkan dari sekarang.

TUJUAN TRAINING IFRS :

Mengetahui dan memahami perubahan apa saja yang terdapat pada Revisi PSAK, memahami bagaimana relevansi Revisi PSAK dalam setiap transaksi bisnis serta pelaporan keuangan, memperoleh gambaran dalam melakukan antisipasi dengan timbulnya Revisi PSAK, dan mendapatkan contoh-contoh real dari penerapan revisi PSAK melalui studi kasus yang disajikan, antara lain:

  1. Memberikan persiapan dan materi inti dalam menghadapi masa transisi.
  2. Mengimplementasikan proses migrasi ( Metode dan Aplikasi ) : Struktur, Materi, Jurnal.
  3. Mengoptimalkan keterampilan SDM dan menyelaraskan sudut pandang Regulator dengan para pelaksana.
  4. Memahami struktur dan makna laporan keuangan.
  5. Memahami peraturan-peraturan yang harus dipenuhi dalam menyusun laporan keuangan.
  6. Memahami perlakuan akuntansi dan perpajakan pada setiap transaksi yang terjadi.

 

CAKUPAN MATERI TRAINING IFRS:

  1. Memahami Laporan Keuangan;
  2. PSAK Berbasis International Financial Reporting Standard (IFRS) 2012;
  3. Laporan Posisi Keuangan Perusahaan;
  4. Laporan “Comprehensive Income”;
  5. Laporan Arus Kas;
  6. Akuntansi Untuk Persediaan;
  7. Akuntansi Aset Tetap PSAK 16 (Revisi 2007);
  8. Akuntansi Penurunan Nilai Aset;
  9. Akuntansi Untuk Sewa;
  10. Akuntansi Untuk Biaya Pinjaman;
  11. Akuntansi Untuk Pajak Penghasilan;
  12. Akuntansi Untuk Program Pensiun;
  13. Laporan Perubahan Ekuitas;
  14. Intercorporate Equity Investments;
  15. Laporan Keuangan;
    1. Aset Lancar ; Aset Tetap
    2. Penurunan Nilai ; Revaluasi ; Sewa
  16. Dampak IFRS terhadap perpajakan terkini terkait dengan penerapannya.

IFRS (INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARDS)

DESKRIPSI

Peran IFRS (International Financial Reporting Standards) adalah membuat sebuah sistem harmonisasi standar akuntansi internasional khususnya Financial Accounting Standard Boards (Badan Pembuat Standar Akuntansi di Amerika Serikat). Ini adalah sebuah upaya untuk memperkokoh konsep arsitektur keuangan global dan mencari solusi antisipatif dalam periode jangka panjang terhadap kurangnya reaksi dari IASB (International Accounting Standard Boards) dalam melakukan langkah percepatan perubahan dalam rangka transparansi informasi keuangan.

Pelatihan IFRS sangat penting terkait rencana Indonesia untuk convergence terhadap IFRS dalam pengaturan standar akuntansi keuangan. Pengaturan perlakuan akuntansi yang convergen dengan IFRS akan diterapkan untuk penyusunan laporan keuangan entitas yang dimulai per 1 Januari 2012. Compliance terhadap IFRS memberikan manfaat terhadap pembandingan laporan keuangan dan peningkatan transparansi. Melalui compliance maka laporan keuangan perusahaan Indonesia dapat dibandingkan dengan laporan keuangan perusahaan dari negara lain, sehingga akan tampak jelas kinerja perusahaan mana yang lebih baik. Selain itu, program konvergensi juga bermanfaat untuk mengurangi biaya modal (cost of capital), meningkatkan investasi global, dan mengurangi beban penyusunan laporan keuangan. Pelatihan ini juga menginformasi standar-standar akuntansi terupdate yang dikeluarkan DSAK IAI tahun 2009 hingga 2010 dalam rangka konvergensi IFRS tersebut.



TUJUAN

Tujuan & Manfaat Pelatihan IFRS :

  • Memahami arti pentingnya IFRS
  • Mamahami ruang lingkup dan konsep pokok IFRS
  • Memahami accounting treatment dalam IFRS
  • Memahami konsep reporting dan disclosure dalam IFRS dan PSAK
  • Memahami perbedaan antara IFRS dengan PSAK
  • Financial Analysis and Interpretation dalam IFRS



MATERI TRAINING IFRS

  • Pengantar & Pengenalan IFRS
  • Sejarah perkembangan IFRS
  • Manfaat IFRS
  • Hambatan terhadap IFRS
  • IFRS di masa mendatang
  • Beberapa Standar dalam IFRS
  • Standar-standar yang terkait dengan Neraca
  • Standar-standar yang terkait dengan Rugi Laba
  • Beberapa Perbandingan IFRS dengan GAAP
  • Beberapa perbandingan IFRS dengan PSAK
  • Penerapan IFRS
  • Update Standar terbaru IAI 2009/2010 dalam rangka konvergensi IFRS
  • Kedudukan, peran dan fungsi internal auditor dalam penerapan IFRS (Internal auditor’s role ini IFRS implementation)
  • Hal-hal lain terkait IFRS dalam hubungan dengan satuan pengawasan intern (internal auditor)

Basic Accounting

DESKRIPSI

Akuntansi adalah bahasa bisnis, oleh karena itu, anda yang ingin sukses berbisnis wajib mengerti bahasa bisnis. Pemahaman akuntansi yang baik akan menjadikan anda mampu mengevaluasi kondisi perusahaan. Evaluasi laporan keuangan akan menguak informasi tertutup dari sebuah laporan keuangan. Semua informasi dari sebuah laporan keuangan menjadi dasar yang penting untuk pengambilan keputusan. Keputusan yang tepat menjadikan perusahaan anda akan berada dalam jalur yang tepat, sehingga misi perusahaan lebih mudah dicapai.

Laporan keuangan adalah ringkasan kondisi perusahaan pada tanggal neraca dan kinerja perusahaan dalam periode tertentu. Untuk menyeragamkan proses dan metode penyusunannya, laporan keuangan harus disusun berdasarkan standar akuntansi yang berlaku umum atau di Indonesia dikenal dengan istilah PSAK (Pernyataan Standard Akuntansi Keuangan). PSAK Indonesia saat ini sebagian besar sudah dikonversi untuk menyesuaikan dengan IFRS (International Financial Report Standard).

 

Manfaat Pelatihan Basic Accounting

  1. Peserta dapat memahami prinsip-prinsip dasar akuntansi.
  2. Peserta dapat memahami mengapa sebuah laporan keuangan harus memenuhi kaidah yang berlaku umum misalnya PSAK di Indonesia atau GAAP di USA.
  3. Peserta dapat memahami persamaan dasar akuntansi sebagai philosopi dasar untuk membentuk Neraca.
  4. Peserta dapat memahami bahwa Laporan Laba / (Rugi) merupakan representasi dari aktivitas perusahaan dalam menjalankan misinya.
  5. Peserta dapat memahmi siklus akuntansi dan dapat melakukan proses recording, adjustment sampai dengan meringkas transaksi menjadi Laporan Keuangan.
  6. Peserta dapat menggunakan dan menggali informasi penting dari laporan keuangan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan.

 

 

Materi Pelatihan Basic Accounting

Hari – Pertama

  1. Akuntansi Bahasa Bisnis
    1. Apakah Akuntansi ?
    2. Laporan Keuangan – Fungsi Sistem Akuntansi dan Audit.
    3. Prinsip Akuntansi Yang Berlaku Umum di Indonesia dikenal dengan PSAK
    4. Laporan Keuangan – Titik Awal Belajar Akuntansi
    5. Efek Transaksi Bisnis
    6. Bentuk Organisasi Dalam Bisnis
    7. Pengguna Laporan Keuangan
  2. Perubahan Posisi Keuangan
    1. Ledger – Kegunaan dan Double Entry Accounting
    2. Jurnal – Kegunaan dan Posting Journal Entry
    3. Neraca Percobaan (Trial Balance)
    4. Pengantar Sisklus Akuntansi
    5. Manfaat Ledger dan Jurnal Untuk Manager

Hari – Kedua

  1. Menghitung Laba / (Rugi) dan Neraca, Akhir dari Siklus Akuntansi
    1. Apakah Laba Bersih / (Rugi) Akuntansi
    2. Ayat Jurnal Penyesuaian
    3. Menyiapkan Satu Set Laporan Keuangan
    4. Jurnal Penutup Untuk Rekening Temporary
    5. Menyelesaikan Siklus Akuntansi
  2. Akuntansi Untuk Perusahaan Dagang
    1. Sekilas tentang Perusahaan Dagang
    2. Sistem Inventory Perpetual
    3. Sistem Inventory Periodic
    4. Evaluasi Kinerja Perusahaan Dagang
  3. Analisa Laporan Keuangan dan Laporan Arus Kas
    1. Mengukur Tingkat Likuiditas dan Risiko Kredit
    2. Mengukur Rasio Profitabilitas
    3. Mengukur Rasio Efisiensi Operasi
    4. Mengukur Rasio Leverage
    5. Mengukur Rasio Tingkat Pengembalian
    6. Laporan Arus Kas

CORPORATE CASH MANAGEMENT

PENDAHULUAN

Pengelolaan cash flow merupakan sesuatu yang sangat penting bagi suatu perusahaan. Perusahaan bisa saja menghasilkan laba (profit), namun jika tidak mampu mengelola cash-nya dengan baik, maka perusahaan tersebut akan mengalami kesulitan yang serius.

Untuk mengatasi hal ini perusahan perlu manajemen kas yang baik. Bagaimana mengelola dan mengoptimalkan arus kas merupakan tantangan tersendiri bagi bagian keuangan perusahaan maupun bagi owner. Pengelolaan tersebut memerlukan pendekatan yang komprehensif.

Pelatihan ini akan mengajak peserta untuk menguasai teknik yang aplikabel dalam mengoptimalkan kas. Mengerti faktor-faktor yang dapat menghambat pengelolaan kas, serta mampu unutuk mendayagunakan kelebihan uang kas untuk kemajuan perusahaan.

Melalui pelatihan ini, peserta akan dipandu agar dapat menyelesaikan permasalahan pengelolaan cash flow agar dapat menjadi tumpuan perusahaan untuk bertahan, dan terus berkembang melewati berbagai tahapan pertumbuhan perusahaan.

TUJUAN TRAINING :

  • Memenuhi kebutuhan peserta yang ingin mengetahui secara praktis pengelolaan kas yang benar, efektif, dan efisien.
  • Membekali peserta dengan teknik dan aplikasi dalam optimalisasi cash flow.
  • Meningkatkan tanggung jawab dan apresiasi peserta tentang pengelolaan cash flow perusahaan, bagi keberlangsungan dan kemajuan perusahaan secara keseluruhan.

 

CAKUPAN MATERI TRAINING :

Pokok-pokok Bahasan

Hari Pertama

  • Memahami apa yang dimaksud dengan corporate cash management.
  • Memahami bagaimana cara mengelola cash di level korporat secara optimal dan efisien.
  • Memahami model-model manajemen cash.

Hari Kedua

  • Mengetahui prinsip, teknik, dan aplikasi cash flow optimalization.
  • Memahami pembuatan cash budget, cash flow projection, dan cash flow forecasting.
  • Memahami analisis cash flow beserta metode pembuatan cash flow statement, baik secara direct maupun
  • Mengetahui dan memahami tentang “creative cash flow” reporting.

ACCOUNTING MANAGEMENT

DESKRIPSI TRAINING ACCOUNTING MANAGEMENT

Pengelolaan keuangan perusahaan merupakan fungsi yang vital dalam sebuah perusahaan. Dalam aktifitasnya, fungsi keuangan tidak lepas dari kegiatan administrasi yang mencakup pencatatan dan pelaporan keuangan. Karenanya pengelolaannya membutuhkan karyawan yang kompeten dan dapat dipercaya. Pengelolaan fungsi keuangan yang buruk seringkali membuat perusahaan tidak memiliki dana ketika dibutuhkan. Sehingga perusahaan harus harus mencari pinjaman jangka pendek ke Bank dengan tingkat interest yang tinggi. Ini justru menambah biaya bagi perusahaan. Training ini dimaksudkan untuk membekali karyawan tentang pemahaman pengelolaan keuangan yang baik dan sesuai standard yang berlaku umum, mengelola proses administasi keluar masuk dana serta perencanan, pengendalian dan pelaporannya.

TUJUAN TRAINING ACCOUNTING MANAGEMENT

Setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta diharapkan mendapatkan pengetahuan tentang pengelolaan keuangan perusahaan atau organisasi sehingga dapat merencanakan dan mengendalikan keuangan perusahaan atau organisasi.

MATERI TRAINING ACCOUNTING MANAGEMENT

MODUL I : FUNGSI MANAJEMEN KEUANGAN DAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

  1. Pengertian dan fungsi manajemen keuangan dalam perusahaan.
  • Pemahaman aliran uang dalam perusahaan.
  • Pengertian biaya, sehingga dapat membedakan biaya dan bukan biaya.
  • Pemahaman terhadap Neraca dan pos-pos neraca.
  • Pemahaman terhadap laporan Laba Rugi beserta komponennya.
  • Memahami pembuatan laporan Laba Rugi.
  • Memahami apakah secara operasional perusahaan laba atau rugi.
  • Memahami arti dan tujuan membuat analisis laporan keuangan.
  • Memahami dan dapat menggunakan analisis horizontal, vertikal dan analisis rasio.
  • Mengetahui cara menyusun laporan perubahan modal kerja, analisis sumber dan penggunaan dana modal kerja, analisis sumber dan penggunaan dana kas.

Modul II : MANAJEMEN MODAL KERJA

  • Memahami dasar-dasar manajemen kas yang meliputi administrasi dan anggaran kas
  • Memahami dasar-dasar manajemen piutang yang meliputi menilai calon debitur, administrasi piutang, analisis umur piutang, hubungan antara umur piutang dengan profitabilitas.
  • Memahami faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam memanajemeni persediaan.
  • Mengetahui dasar-dasar perhitungan persediaan optimal dan persediaan pengaman.
  • Memahami arti investasi, arus kas, Nilai Bersih Sekarang, Biaya modal.
  • Memahami teknik menilai investasi dari segi keuangan

Modul III : PERENCANAAN LABA DAN PENGANGGARAN

  • Pemahaman arti titik impas serta cara menghitung nilai titik impas (Break Even Point)
  • Pemahaman terhadap fungsi anggaran dalam perusahaan.
  • Cara menyusun anggaran perusahaan.
  • Teknik pengendalian pelaksanaan anggaran.
  • Teknik penyusunan laporan realisasi anggaran.

KOMPUTER AKUNTANSI DAN PAJAK UMKM

PENDAHULUAN

          Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) membutuhkan keterampilan didalam membuat pembukuan yang mudah untuk membuat laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK-ETAP) dan keterampilan untuk membuat linforaporan  perpajakan sesuai dengan Undang-Undang Perpajakan (KUP, PPh dan PPN).

Selama ini banyak UMKM tidak mampu untuk melakukan peminjaman modal  dari perbankan karena tidak memenuhi persyaratan perbankan untuk mendapatkan pinjaman, yaitu persyaratan laporan keuangan yang berdasar SAK, dan juga persyaratan pemenuhan kewajiban perpajakan sesuai dengan Undang-Undang Perpajakan yang berlaku.

Training ini akan mempelajari bagaimana cara menyajikan laporan keuangan yang cepat dan akurat menggunakan Software Komputer Akuntansi berupa Accurate Accounting yang sangat mudah penggunaanya dengan biaya murah. Dan memberikan pengetahuan dan kemampuan yang komprehensif dalam bidang perpajakan sehingga dapat memenuhi kewajiban perpajakannya dengan baik dan benar.



TUJUAN TRAINING :

  1. Peserta dapat menyajikan laporan keuangan yang cepat, mudah, akurat berdasar Standar Akuntansi Keungan dan mahir menggunakan Software Accurate Accounting
  2. Peserta dapat mengerti dan memahami pajak seputar UMKM, menghitung pajak, menyiapkan SSP untuk membayar pajak, dan menyiapkan SPT untuk pelaporan Pajak usaha.



TARGET
AUDIENS

  1. Pemilik UMKM
  2. Manajer dan Staff dari, Finansial&Accounting, Logistic, Procurement,HRD, Marketing and Distribution, Asset.
  3. Calon Konsultan Pajak & ERP
  4. Serta siapa saja yang ingin meningkatkan kompetensi mereka di bidang ini.



CAKUPAN MATERI TRAINING KOMPUTER AKUNTANSI DAN PAJAK UMKM:

Hari 1 :

  1. Pengantar Pajak UMKM
  • Hak dan kewajiban wajib pajak
  • Pendaftaran NPWP
  1. Perhitungan Pajak UMKM Orang Pribadi / Perusahaan
  • Pajak yang dibayar sendiri bulanan (PP 46 tahun 2013)
  • Orang Pribadi Pengusaha Tertentu
  1. Pemotongan dan Pemungutan Pajak UMKM
  • PPh Pasal 21/26 (Pembuatan Bukti Potong, SSP, dan SPT Masa)
  • PPh Pasal 22
  • PPh Pasal 23/26 (Pembuatan Bukti Potong, SSP dan SPT Masa)
  • PPh Pasal 4 ayat 2 (Pembuatan Bukti Potong, SSP, dan SPT Masa)
  1. Pelaporan Pajak
  • Batas Waktu Pembayaran dan Pelaporan SPT Masa PPh
  • Sanksi terlambat bayar dan Lapor
  1. PPN
  • Pajak Keluaran dan Pajak Masukan
  • Faktur Pajak (E-Faktur), SSP, SPT Masa
  • Pembayaran dan Pelaporan dan Sanksi keterlambatan
  1. Pajak – Pajak yang di bayar sendiri
  • PBB, BPHTB, Bea Materai
  • Pajak Daerah
  1. Diskusi interaktif

Hari 2 :

  1. Setup Database
  • Mengimpor dari Ms. Excel
  • Daftar Akun, Saldo awal neraca, Setting Akun Default
  • Data Pelanggan, Saldo Awal Piutang
  • Data Pemasok, Saldo Awal Hutang
  • Setting Akun Default
  • Metode Penilaian Persediaan
  • Daftar Barang dan Saldo Awal Persediaan
  • Asset Tetap Pajak
  • Type Asset Tetap
  • Daftar Aktiva Tetap
  1. Membuat Data Perusahaan, Mata uang dan Kode Pajak
  2. Review Neraca Saldo untuk di koreksi
  3. Backup Data, Proses Tutup bulan, Cut Off
  4. Transaksi Pembelian dan Penjualan
  • Purchase Request, Order, Receive Items, DP, Purchase Invoice, Purchase Payment, Purchase return
  • Sales Quotation, Order, Deliveri Order, DP, Sales Invoice, Sales Receipt, Sales return
  1. Warehouse
  • Inventory Adjustmen, Item transfer, Set Selling Price
  1. General Ledger
  • Journal Voucher, Recurring
  1. Cash and Bank
  • Deposit, Payment, Reconcile Bank
  1. Fixed Asset
  2. Financial Report (B/S, P/L, T/B, Equity)
  • Tax Report
  • Aeging Report
  • Etc
  1. Report
  2. Financial Report (B/S, P/L, T/B, Equity)
    • Tax Report
    • Aeging Report
    • Etc
  3. Diskusi interaktif

ACCOUNTING FOR NON ACCOUNTANT

TRAINING OVERVIEW ACCOUNTING FOR NON ACCOUNTANT:

ACCOUNTING FOR NON ACCOUNTANT merupakan pelatihan yang memiliki isi yang sangat jelas dan mudah dipahami. Pelatihan ini menggabungkan penggunaan bahasa yang mudah dipahami dan pemberian contoh yang nyata sehingga memudahkan bagi para peserta non accounting background dan para peserta yang memiliki pengetahuan yang masih sedikit tentang akuntansi

Dalam pelatihan ini akan dibahas tentang esensi pembukuan dan aturan akuntansi dalam gaya non-teknis dan memfasilitasi para peserta agar memiliki ketrampilan untuk menunjang karir mereka.

Pelatihan ini dirancang khusus untuk para peserta tanpa latar belakang akuntansi tetapi yang ingin memahami bagaimana transaksi bisnis dicatat, diringkas, dan diinterpretasikan untuk tujuan pengambilan keputusan komersial. Melalui serangkaian latihan, para peserta akan mendapatkan hands-on experience mengenai penerapan praktis mulai dari teori dan konsep dalam “siklus akuntansi,” dari transaksi sampai dengan penyusunan laporan keuangan, dan melakukan analisa laporan keuangan.

TRAINING OBJECTIVES ACCOUNTING FOR NON ACCOUNTANT:

Setelah menghadiri pelatihan ini, para peserta diharapakan akan :

  • Memperoleh gambaran lebih detil mengenai the fundamental principles dan concepts yang mendasari penilaian sumber daya dan penentuan pendapatan dalam bisnis;
  • Mampu menjelaskan proses akuntansi, entry struktur akuntansi, dan mengenali penyimpangan dasar dalam pencatatan transaksi dan pelaporan keuangan
  • Menghargai isi, tujuan, penggunaan, dan keterbatasan laporan keuangan, yaitu neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas untuk tujuan pengambilan keputusan
  • Mampu melakukan pengendalian internal dasar untuk menjaga aset dan menjaga integritas akuntansi dan proses pelaporan keuangan.

TRAINING MATERIAL OUTLINE ACOUNTING FOR NON ACCOUNTANT:

HARI ke 1

  • AKUNTANSI DALAM PERUSAHAAN
    • Akuntansi sebagai infrastruktur
    • Meluruskan opini awam atas peranan akuntansi
    • Laporan keuangan tujuan internal dan Laporan keuangan berlaku umum
    • Laporan keuangan bagi pengambil keputusan berlatar belakang non akuntansi
  • LAPORAN KEUANGAN UTAMA
    • Laporan keuangan berlaku umum
    • Laporan Neraca
    • Laporan Laba/Rugi
    • Hubungan Neraca dan Laba/Rugi
    • Permasalahan Neraca

HARI ke 2

  • KOMPONEN LAPORAN KEUANGAN
    • Aset
      • Aset Lancar
      • Aset Tidak Lancar
    • Utang (Liabilitas)
      • Utang Jangka Pendek
      • Utang Jangka Panjang
    • Modal/Kekayaan Pemegang Saham
      • Model Saham
      • Laba Ditahan (Retain Earnings)
      • Pendapatan komprehensif lainnya
    • Pendapatan
      • Pendapatan Operasi
      • Pendapatan Non Operasi
    • Beban
      • Pengertian Beban
      • Klasifikasi Beban
  • PROSES AKUNTANSI
    • Pengertian Book Keeping
    • Transaksi Akuntansi
    • Rekening dan Kode Rekening
    • Teknik Pencatatan Debet Kredit
    • Pencatatan Transaksi dengan Kode Rekening
    • Saldo Rekening Riil dan Rekening Nominal
    • Neraca Saldo
    • Koreksi dan Penyesuaian

HARI ke 3

  • LAPORAN KEUANGAN DAN ANALISIS
    • Penyajian Laporan Keuangan berdasarkan SAK
    • Kertas Kerja Laporan Keuangan
    • Laporan Laba/Rugi
    • Neraca
    • Deviden Perusahaan
    • Closing (Tutup Buku)
    • Analisis Laporan Keuangan
    • Kelancaran Operasi Perusahaan
    • Solvabillitas Perusahaan
    • Pengembalian Investasi Perusahaan
    • Rasio-Rasio keuangan lainnya
  • LAPORAN ARUS KAS ( CASH FLOW STATEMENT)
    • Pengertian Laporan Arus Kas
    • Arus Kas dan Aktifitas Perusahaan
    • Penyajian Laporan Arus Kas
    • Arus Kas Aktifitas Operasi
    • Arus Kas Aktifitas Investasi
    • Arus Kas Aktifiatas Pendanaan
  • CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
    • Pengertian Catatan Atas Laporan Keuangan
    • Catatan Umum Perusahaan
    • Catatan Mengenai Kebijakan Akuntansi Perusahaan
    • Catatan Rinci Laporan Keuangan

Internal Control Training

Deskripsi Training Internal Control 

Memahami basic internal control berdasarkan definisi menurut The American Institute of Certified Public Accountant bahwa internal control terdiri dari struktur organisasi dan metode kordinasinya, mengamankan penjagaan asset organisasi, mengecek keakuratan, reliabilitas dan kelayakan data akunting, eficiency serta menekankan agar sesuai dengan aturan organisasi.

Pelatihan ini akan dibawakan menggunakan pendekatan experiential learning, yaitu bagaimana peserta akan mendapatkan teori dasar dari Internal Control, kemudian memahami metode yang efektif dan tools yang bisa digunakan melalui pengalaman instruktur dan peserta lainnya.

Outline Training Internal Control 

  1. What  Internal Control is
  2. Case study on how to set up an organization based on  Internal Control principle
  3. Case study on how to set up coordinated method based on  Internal Control principle
  4. Case study Case study on how to check accuracy, reliability  and fairness on accounting data
  5. Case study Case study on how  to check efficiency
  6. Case study on how  to to push to be comply with rule and regulation
  7. Case study on Potential Problem Analysis and how to set up Contingency Plan as part of  how to save guard the assets of the Organization
  8. Case study  on  Task and Relationship Behavior  as part of  the means to be comply with rule and regulation

 

Internal Audit

Overview Training Internal Audit

Fungsi Internal Audit adalah salah satu fungsi penting di suatu perusahaan. Internal Auditor kadang-kadang dipandang sebelah mata oleh kolega dari unit lain karena dianggap tidak professional, hanya mencari-cari kesalahan saja. Padahal Internal Audit mempunyai peran strategis dalam membawa kepentingan perusahaan, bahkan mungkin pemegang saham untuk memastikan setiap unit di dalam perusahaan berjalan dengan baik.

Workshop 3 hari ini memberikan overview mengenai kemampuan teknik dasar yang perlu dimiliki seorang Internal Auditor yang professional. Peserta akan mempelajari konsep internal audit dan mendapatkan teknik-teknik yang diperlukan untuk dapat menjalankan audit secara efektif.

Partisipan akan mendapatkan pemahaman dasar mengenai proses dokumentasi dan evaluasi teknik-teknik internal control/fieldwork. Dengan menggunakan kasus-kasus yang didesain secara khusus untuk keperluan tersebut. Disamping itu, partisipan juga akan mengevaluasi elemen-elemen kritis dari internal audit seperti meng-assess resiko, membuat flowchart, merencanakan program audit, melaksanakan audit dan menerapkan hasil untuk menyelesaikan masalah-masalh bisnis. Partisipan juga akan melatih keterampilan-keterampilan komunikasi yang diperlukan dalam proses internal audit seperti berinteraksi dengan auditee, membuat laporan dan memberikan rekomendasi.



Materi Training Internal Audit

  1. STANDAR PROFESI AUDIT INTERNAL
    • KODE ETIK
    • TUJUAN
    • PENETAPAN
    • STRANDAR PERILAKU AUDIT INTERNAL
    • STANDAR PROFESI
    • STANDAR ATRIBUT
      • 1000 TUJUAN, KEWENANGAN, DAN TANGGUNGJAWAB
      • 1100 INDEPENDENSI DAN OBJEKTIVITAS
      • 1200 KEAHLIAN DAN KECERMATAN PROFESIONAL
      • 1300 PROGRAM JAMINAN DAN PENINGKATAN KUALITAS FUNGSI AUDIT INTERNAL
    • STANDAR KINERJA
      • 2000 Pengelolaan Fungsi Audit Internal
      • 2100 Lingkup Penugasan
      • 2200 Perencanaan Penugasan
      • 2300 Pelaksanaan Penugasan
      • 2400 Komunikasi Hasil Penugasan
      • 2500 Pemantauan Tindaklanjut
      • 2600 Resolusi Penerimaan Risiko oleh Manajemen
  2. INTERNAL AUDIT CHARTER
    • Pendahuluan
    • Dasar
    • Maksud dan Tujuan
      • Visi
      • Misi Dan Tujuan
      • Kewenangan
      • Tanggungjawab (Akuntabilitas)
      • Ruang Lingkup Audit
      • Standar Pelaksanaan Pekerjaan
      • Pengesahan
  3. INTRODUCTION TO INTERNAL AUDITING
    • SEJARAH, PERKEMBANGAN, DAN GAMBARAN UMUM AUDIT INTERNAL
      • Evolusi dan sejarah audit internal, pencapaian identitas auditor internal.
      • Perbedaan antara audit internal dan eksternal.
      • Definisi audit internal. Audit internal sebagai sebuah profesi.
      • Perbedaan profesi auditor internal dan profesi di bidang perdagangan dan di bidang teknis.
      • Kemajuan di bidang audit internal.
      • Pernyataan Tanggung jawab IIA.
      • Kode Etik IIA. Standar Praktik Profesional Audit Internal IIA, kerangka kompetensi.
      • Program sertifikasi auditor internal, pengakuan profesional, sertifikasi khusus.
      • Format-format dan pendekatan audit internal.
      • Penilaian sendiri atas Kontrol, kekhususan audit.
      • Penggunaan tenaga auditor dari luar perusahaan, audit Internal sebagai sebuah fungsi utama.
      • Pemberian jasa kepada manajemen, Makna independensi dalam audit internal.
      • Menggalakkan pelaporan kesalahan dan kecurangan dari karyawan dalam perusahaan.
      • Lampiran: Auditor Internal sebagai Seorang Konsultan.
  4. TEKNIK-TEKNIK AUDIT INTERNAL (CONTROL)
    • Kontrol sebagai kunci utama bagi auditor internal, kontrol, sebagai kata benda dan kata kerja, dua tingkatan dalam setiap sistem.
    • Jembatan penghubung antara auditor dan klien, akses dan pelaporan mengenai kontrol.
    • Definisi kontrol: definisi awal, definisi menurut akuntan publik dan definisi menurut auditor internal.
    • Perluasan konsep kontrol internal pada SAS 78, tujuan kontrol: untuk mencapai tujuan organisasi, model-model kontrol internal.
    • Konsep COSO, model COCO, audit kontrol menurut COSO dan kontrol operasional.
    • Kontrol yang didefinisikan oleh studi SAC.
    • Kontrol untuk mencegah, mendeteksi, dan memperbaiki, menghilangkan probabilitas, bukan kemungkinan kontrol.
    • Manfaat-manfaat kontrol, sistem-sistem kontrol, tujuan, standar, perbandingan, tindakan perbaikan.
    • Lingkaran tertutup atau sistem umpan balik, elemen-elemen sebuah sistem, pentingnya kontrol, standar kontrol internal.
    • Tanggung jawab manajemen atas kontrol, sarana mencapai kontrol.
    • Karakteristik-karakteristik kontrol, masalah-masalah kontrol.
    • Elemen manusia, bagaimana mencapai Kontrol: pengorganisasian, kebijakan, prosedur, personalia, akuntansi, penganggaran dan pelaporan.
    • Dampak regulasi terhadap kontrol, peranan auditor internal, kontrol akuntansi internal pendekatan siklus.
    • Dampak pengaturan organisasi terhadap kontrol internal, pengurangan kontrol organisasi virtual.
    • Empat fungsi dan kontrol manajemen, mengapa sistem kontrol harus dirinci, kontrol yang berlebihan.
  5. PENILAIAN RISIKO (RISK ASSESSMENT)
    • Filosofi COSO, siapa yang memanfaatkan penilaian risiko?
    • Merencanakan penilaian risiko dan eksposur, memperluas audit berbasis risiko.
    • Organisasi tanpa proses manajemen risiko.
    • Risiko audit dan komponen-komponennya pada audit laporan keuangan.
    • Persediaan risiko, petanyaan-pertanyaan dasar mengenai risiko.
    • Auditor internal dan risiko EC, risiko EDI, risiko manajemen.
    • Membuat rencana penilaian risiko, manajemen risiko.
    • Tujuan-tujuan proses manajemen risiko, metode analitis.
    • Menggunakan bagan alir, kuisioner pengendalian internal dan analisis matriks.
    • Pengendalian dan kontrol preventif, detektif dan korektif
    • Metodologi ilustratif COSO, metode lain pemberian nilai.
    • Pertimbangan-pertimbangan pengungkapan risiko.
    • Kebutuhan akan beberapa sarana dan kesimpulan.
  6. SURVEI PENDAHULUAN (PRELIMINARY AUDIT SURVEY)
    • Perencanaan audit internal di kantor besar.
    • Menyiapkan daftar pengingat, catatan kesan, dan kuisioner.
    • Menentukan jadwal pertemuan awal dengan klien dan melakukan tanya jawab.
    • Menentukan tujuan, sasaran, standar, pengendalian risiko.
    • Penilaian risiko dan kualitas manajemen.
    • Indikator-indikator manajemen yang efektif.
    • Ciri-ciri manajemen yang tidak efektif.
    • Kendala-kendala manajemen yang efektif, mengobservasi kualitas karyawan.
    • Melakukan pengamatan fisik dan menyiapkan bagan alir.
    • Melaporkan hasil survei, menganggarkan survei pendahuluan.
  7. PROGRAM AUDIT (AUDIT PROGRAM)
    • Program audit, pedoman dan sarana pengendalian mandiri.
    • Menjelaskan apa yang dimaksud dengan program audit, kapan harus disiapkan, bagaimana penyiapannya dan siapa yang menyiapkan.
    • Manfaat-manfaat program audit yang tepat, kapan menyiapkan program.
    • Tanggung jawab auditor internal.
    • Penekanan pada risiko, pengendalian dan standar.
    • Ruang lingkup audit dari audit ketaatan hingga audit efektivitas.
    • Mendefinisikan keekonomisan, efisiensi, dan efektivitas.
    • Tujuan dan prosedur-prosedur audit, perbandingan dengan tujuan dan prosedur operasional.
    • Contoh-contoh berbagai prosedur audit, bagaimana menyiapkan program audit.
    • Menggunakan latar belakang informasi yang diperoleh selama survei pendahuluan.
    • Mengidentifikasi tujuan, risiko, dan pengendalian.
    • Program audit sebagai alat mempertahankan diri bagi auditor, contoh-contoh program audit pembelian dan pemasaran.
    • Program audit komprehensif, bagian Pengangkutan, contoh program proforma: kotak penyimpanan yang aman.
    • Ambiguitas dalam bahasa program, hubungan program dengan laporan audit final.
    • Mekanisme program, penugasan staf untuk audit berskala kecil.
    • Pedoman penyusunan program audit, kriteria-kriteria program audit.
  8. PEKERJAAN LAPANGAN (AUDIT FIELD WORK) I
    • Pekerjaan lapangan suatu proses yang sistematis dan merupakan Persyaratan profesional.
    • Skeptisisme yang sehat.
    • Strategi untuk melakukan pekerjaan lapangan.
    • Tim audit yang diarahkan secara mandiri.
    • Audit berhenti-kemudian-lanjut.
    • Penilaian sendiri ats pengendalian.
    • Elemen-elemen pekerjaan lapangan.
    • Tujuan-tujuan audit dan tujuan-tujuan operasi.
    • Auditing SMART.
    • Pengukuran kinerja.
    • Penerapan dan pembuatan standar.
    • Penggunaan tolok ukur.
    • Uji evaluasi.
    • Teknik-teknik pemeriksaan transaksi-transaksi atau proses-proses tertentu: mengamati, mengajukan pertanyaan, menganalisis, memverifikasi, menginvestigasi,dan mengevaluasi.
  9. PEKERJAAN LAPANGAN (AUDIT FIELD WORK) II
    • Menerapkan teknik audit, audit fungsional, audit organisasional, studi dan konsultasi manajemen, audit program, audit atas kontrak.
    • Audit terintegrasi, penggunaan konsultan, pemanfaatan sumber daya dari luar dan dari mitra.
    • Pemeriksaan analitis: analisis tren, analisis rasio, analisis regresi, teknik- teknik analitikal lainnya.
    • Bahan bukti hukum dan bahan bukti audit.
    • Penanganan bahan bukti yang rawan dan pekerjaan lapangan dalam lingkungan berteknologi tinggi.
    • Auditing berkelanjutan.
    • Masalah-masalah audit internal sehubungan dengan risiko, e-commerce/e-business, dan audit berkelanjutan
  10. AUDIT SISTEM INFORMATIKA (INFORMATION SYSTEM AUDIT)
    • Tujuan kontrol aplikasi, kategori kontrol dan jenis-jenis kontrol
    • Kontrol masukan (input), otorisasi dan validasi masukan, transmisi dan konversi data penanganan kesalahan
    • Kontrol otorisasi masukan (Input authorization control)
    • Kontrol pengolahan (process), pemeliharaan ketepatan data, pengujian terprogram atas batasan dan memadainya pengolahan kontrol fail
    • Kontrol keluaran (output), rekonsiliasi keluaran, penelaahan dan pengujian hasil pengolahan distribusi keluaran
    • Record retention
  11. TEMUAN AUDIT (AUDIT FINDINGS)
    • Sifat-sifat temuan audit, standar dan saran-saran perbaikan.
    • Temuan audit yang dapat dilaporkan.
    • Pendekatan untuk mengkonstruksi temuan dan penambahan nilai.
    • Tingkat signifikansi dan elemen-elemen temuan audit.
    • Pembahasan temuan dan catatan temuan audit.
    • Keahlian komunikasi dan pemeriksaan pengawasan.
    • Melaporkan temuan audit dan tindak lanjut.
    • Kecukupan tindakan perbaikan.
    • Wewenang dan status audit.
    • Sifat-sifat temuan audit, standar dan saran-saran perbaikan.
    • Temuan audit yang dapat dilaporkan.
    • Pendekatan untuk mengkonstruksi temuan dan penambahan nilai.
    • Tingkat signifikansi dan elemen-elemen temuan audit.
    • Pembahasan temuan dan catatan temuan audit.
    • Keahlian komunikasi dan pemeriksaan pengawasan.
    • Melaporkan temuan audit dan tindak lanjut.
    • Kecukupan tindakan perbaikan.
    • Wewenang dan status audit.
  12. DOKUMENTASI KERTAS KERJA AUDIT (AUDIT WORKING PAPERS)
    • Pengertian kertas kerja audit dan fungsinya.
    • Penyusunan dokumentasi kertas kerja audit
    • Otomisasi kertas kerja dan kertas kerja elektronic
    • Pemberian indeks dan referensi silang (Cross Indexing)
    • Kertas kerja pro forma
    • Penyimpanan kertas kerja audit
    • Izin penggunaan kertas kerja audit
    • Pengawasan terhadap kertas kerja audit
    • Penyimpanan kertas kerja audit
    • Administrasi hasil audit
    • Administrasi kelengkapan pelaksanaan audit
  13. LAPORAN HASIL AUDIT (AUDIT REPORT)
    • Kriteria dan standar laporan hasil audit
    • Bahan-bahan laporan dari Kertas Kerja Audit Terkini
      • (Current Audit Work Papers) dan Permanen (Permanent Work Papers):
        • Latar Belakang Aktivitas Operasi Auditee
        • Daftar Audit Objectives
        • Semua temuan (audit finding) dan hubungannya dengan proses Internal Control Questionnaire (ICQ), Internal Control Evaluation Process (ICEP) dan Konsolidasi uji kepatuhan (Compliance Audit Test)
    • Susunan materi laporan hasil audit yang informatif dan efektif :
      • Latar belakang keterangan (Background information)
      • Ringkasan penting dari temuan dampak / tingginya tingkat risiko
      • Hasil temuan audit (Nomor, Nama dan Tingkat risiko High-Medium-Low Risk).
      • Susunan 4 bagian interim audit memorandum:
        • Latar belakang (Background),
        • Temuan (Finding),
        • Dampak/tinggi-rendahnya tingkat risiko (Exposure) dan
        • Saran (Recommendation) termasuk tanggapan dan janji perbaikan dari Auditee (Improvement/Corrective action).
    • Bentuk laporan dan macam laporan :
      • Laporan formal atau informal
      • Laporan final atau progress report
      • Laporan tertulis atau lisan
      • Laporan pendapat atas semua temuan kelemahan.
      • Laporan pemeriksaan keuangan atau operasional
  14. STUDI KASUS OPERATIONAL AUDITING

 

Internal Auditing Fieldwork Workshops

Pendahuluan Training  Internal Auditing :

Pertumbuhan ekonomi yang mulai menampakkan hasil positif sekarang ini haruslah dihadapi dengan kesiapan untuk “berubah” dan keberhasilan dalam proses perubahan itu sendiri menuntut kemampuan dalam mengadopsi nilai-nilai pengetahuan dan praktek-praktek bisnis baru yang berporos pada good governance. Dalam proses yang berlangsung secara ajek tersebut, posisi auditor internal sebagai pelindung asset perusahaan sangatlah strategis sehingga ia harus berada dan berperan dalam setiap tahap perubahan (baca: perkembangan) perusahaan.

Bagaimana seharusnya auditor internal berperan dan memposisikan dirinya dalam pertumbuhan perusahaan yang diperkirakan akan mengalami tingkat akselerasi tertinggi beberapa tahun ke depan ini?

Outline Training Internal Auditing

  1. Terminology
  2. Professional audit
  3. Corporate governance
  4. Internal audit service
  5. Proses audit internal
  6. Penilaian resiko
  7. Survey pendahuluan untuk penugasan audit
  8. Audit program
  9. Pembuktian
  10. Kertas kerja audit (kka)

Procurement Fraud

Pendahuluan Training Procurement Fraud

Audit dalam pengelolaan suatu organisasi (Planning, Organizing, Actuating and Controlling) merupakan salah satu bagian dari proses Control. Dalam tataran implementasinya biasa dilakukan sesuai keperluan manajemen atau para pemangku kepentingan oleh Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) atau Kantor Akuntan Publik. Pada dasarnya, pengujian atau pun reviu terhadap operasi suatu entitas audit akan terbagi pada dua aspek yakni Assets Inflow dan Assets Outflow. Assets Inflow adalah segala kepemilikan yang diperoleh suatu entitas dari kegiatan normalnya. Pada organisasi komersial (perusahaan), hal ini berkaitan dengan pendapatan dari hasil penjualan barang dan/atau jasa yang secara langsung atau tidak langsung bernilai tambah pada kondisi keuangannya. Sementara Assets Outflow berkaitan dengan segala kegiatan yang mengakibatkan berkurangnya sumber daya yang dimiliki suatu entitas, untuk menjaga kemampuan perolehan pendapatan di kemudian hari. Kedua aktivitas ini berlangsung secara berkesinambungan dan keseimbangan dalam aliran harta ini, pada akhirnya akan menunjukkan kondisi kesehatan finansial entitas yang bersangkutan.
Pengadaan barang dan jasa merupakan contoh kesinambungan proses dimaksud. Pertukaran yang menggunakan sumber daya keuangan perusahaan untuk dijadikan alat produksi (capital expenditures) ini sangat berpotensi sekali terjadi penyimpangan. Bahkan hampir di semua jenis perusahaan sering ditemui adanya penyimpangan yang disebabkan adanya kecurangan pada proses pengadaan barang dan jasa yang menimbulkan kerugian yang cukup signifikan. Auditor yang memahami aspek risiko dengan baik, akan selalu menjadikan kegiatan pengadaan ini sebagai obyek audit yang memerlukan pengujian lebih mendalam.
Sehubungan dengan risiko yang sangat besar dalam proses pengadaan barang dan jasa ini, maka perlu adanya upaya dan strategi yang tepat untuk mencegah, mendeteksi dan mengungkapkan kecurangan yang sangat mungkin sekali terjadi pada pengadaan barang dan jasa.



Objective Training Procurement Fraud :

Manfaat yang diperoleh bagi peserta pelatihan, diharapkan antara lain:

  • Meningkatnya pemahaman terhadap konsep dasar proses pengadaan barang dan jasa dalam proses bisnis perusahaan.
  • Meningkatnya pemahaman tentang peran auditor intern dan ekstern dalam kaitannya dengan pengadaan barang dan jasa.
  • Meningkatnya pemahaman tentang jenis penyimpangan dalam proses pengadaan barang dan jasa.
  •  Meningkatnya upaya membangun pengawasan intern yang lebih efektif dan efisien, guna mencegah terjadinya penyimpangan dalam
  • pengadaan barang dan jasa.
  • Memahami proses audit investigatif sebagai metode untuk mengungkap kecurangan dalam pengadaan barang dan jasa.
  • Meningkatnya pemahaman terhadap proses hukum atas temuan audit yang mengandung unsur pidana.



Outline Training Procurement Fraud :

1)    Pengantar Kecurangan dan Audit Investigatif dalam Pengadaan Barang dan Jasa.

  • Konsep Dasar Pengadaan Barang dan Jasa
  • Karakteristik Kecurangan dalam Pengadaan Barang dan Jasa.
  1. Karakteristik Kecurangan Pengadaan Barang dan Jasa ( Procurement Fraud Characteristics )
  2. Kecurangan dalam Pekerjaan Sipil dan Mekanikal Elektrikal
  3. Kecurangan dalam Pengadaan Mesin-mesin
  4. Kecurangan dalam Pemeliharaan Mesin-mesin
  • Bentuk Kecurangan dalam Pengadaan Barang dan Jasa ( Procurement Fraud Forms )
  • Regulasi yang berkaitan dengan Pengadaan Barang dan Jasa
  1. Paket Undang-undang Keuangan Negara
  2. Undang-undang Larangan Persaingan Usaha Tidak Sehat
  3. Undang-undang BUMN
  4. Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

2)    Pengantar Audit Investigatif

  • Konsep Dasar Audit Investigatif
  • Metodologi Audit Investigatif
  • Proses Audit Investigatif

3)    Red Flags adanya Kecurangan dalam Pengadaan Barang dan Jasa

  •  Indikasi kecurangan dalam Perencanaan Kebutuhan Barang dan Jasa
  • Indikasi Kecurangan dalam Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa
  • Indikasi adanya Kecurangan dalam Pertanggungjawaban Pengadaan Barang dan Jasa.

4)    Indentifikasi Penyimpangan dalam Kecurangan

  • Identifikasi Penyimpangan Administratif
  • Identifikasi Penyimpangan Perdata
  •  Identifikasi Penyimpangan Pidana

5)    Kerugian Keuangan akibat dari Kecurangan

  • Konsep Kerugian
  1. Kerugian Negara
  2. Kerugian Perusahaan
  • Teknik Menghitung Kerugian
  • Studi Kasus Kerugian.

6)    Bukti dan Pembuktian Kecurangan atas Pengadaan Barang dan Jasa ( Procurement Fraud Proof )

  • Jenis dan Tingkat Keandalan Bukti
  • Teknik Audit Investigatif untuk mendapatkan Bukti Kecurangan.
  1.  Observasi
  2. Pengujian Dokumen
  3. Pengujian Fisik
  4. Wawancara
  • Merangkai Bukti Audit Investigatif terkait dengan Pelanggaran Hukum

7)    Pelaporan Kecurangan hasil Audit Investigatif

  • Standar Pelaporan Audit Investigatif
  • Struktur Laporan Hasil Audit Investigatif atas Tindak Kecurangan.
  • Tindak-lanjut dengan aparat penegak hukum

AUDIT KEUANGAN DAN OPERASIONAL

DESKRIPSI TRAINING AUDIT KEUANGAN DAN OPERASIONAL

Audit merupakan sebuah aktivitas yang dilakukan oleh sebuah organisasi untuk meraih tujuan yang sudah direncanakan. Caranya adalah dengan menggunakan metodologi yang sistematik untuk menganalisis proses bisnis, prosedur dan aktivitas dengan tujuan mengetahui masalah yang ada dalam organisasi itu sekaligus memberikan rekomendasi solusi untuk memecahkan masalah itu. Pelatihan tentang Audit Keuangan dan Operasional ini menggabungkan area-area audit tradisional seperti keuangan, operasional dan teknologi informasi dengan menambahkan konsultasi ke dalamnya. Ruang lingkup audit dalam sebuah organisasi sebenarnya cukup luas dan mencakup topik-topik seperti efektivitas sebuah kegiatan, keakuratan laporan keuangan, investigasi penipuan, penyelamatan aset dan ketaatan pada hukum dan peraturan yang berlaku. Audit seringkali juga mengukur kesesuaian antara pelaksanaan dengan kebijakan dan prosedur yang berlaku dalam organisasi itu. Namun, auditor tidak bertanggung jawab terhadap pelaksanaan aktivitas organisasi itu. Mereka hanya memberikan nasihat kepada manajemen dan direksi tentang bagaimana mereka bisa mempertanggungjawabkan-nya.



OBJECTIVES TRAINING AUDIT KEUANGAN DAN OPERASIONAL

  1. Meningkatkan pemahaman peserta akan konsep-konsep audit dan kemampuan dalam menggunakannya secara efektif.
  2. Memberikan pemahaman kepada peserta mengenai manfaat dan mekanisme pelaksanaan audit atau review.
  3. Mengidentifikasi hubungan dan perbedaan-perbedaan antara Audit Operasional dengan Audit Keuangan



TRAINING  OUTLINES AUDIT KEUANGAN DAN OPERASIONAL

  1. Tinjauan umum : audit keuangan vs audit operasional, tujuan dan manfaat audit, fungsi-fungsi yang diaudit
  2. Standar Profesi Audit : standart perilaku, standar profesi, standar atribut, standar kinerja.
  3. Introduction to Auditing: sejarah, perkembangan, dan gambaran umum audit.
  4. Teknik-Teknik Audit
  5. Penilaian Rsiko (risk assessment)
  6. Survei Pendahuluan (preliminary audit survey)
  7. Program Audit (audit program)
  8. Pekerjaan Lapangan (audit field work)
  9. Audit Sistem Informatika (information system audit)
  10. Temuan Audit (audit findings)
  11. Dokumentasi kertas kerja audit (audit working papers)
  12. Pengembangan temuan-temuan audit
  13. Laporan hasil audit (audit report)

Manajemen Logistik

Deskripsi Training Manajemen Logistik

Materi pelatihan ini memberikan gambaran dan bahasan mengenai:

1) pengertian dan perkembangan manajemen logistik,

2)  system manajemen logistik,

3) penerapan manajemen logistik,

4) operasional kegiatan logistik,

5)  pengelolaan barang, dan

6) pengendalian logistik.

 

Tujuan Training Manajemen Logistik

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta pelatihan diharapkan mampu:

  1. Memahami pengertian dan perkembangan manajemen logistik
  2. Memahami mengenai system manajemen logistik
  3. Memahami bagaimana cara menerapkan manajemen logistik
  4. Memahami bagaimana cara melakukan pengelolaan barang, dan
  5. Memahami bagaimana cara melakukan pengendalian logistik

Materi Training Manajemen Logistik

1.    Arti penting manajemen logistic

  • Mengenal manajemen logistic
  •  Perkembangan manajemen logistic
  •  Jenis barang dalam manajemen logistic

2.    Sistem manajemen logistic

  • Penerapan sistem manajemen logistic
  • Unsur-unsur sistem manajemen logistic
  •  Sinkronisasi manajemen logistic

3.    Penerapan manajemen

  • Informasi logistic
  • Unsur-unsur transportasi
  •  Keuangan pendukung kegiatan logistic

4.    Operasional kegiatan logistic

  •  Karakteristik operasional
  • Biaya operasional
  •  Alat angkut operasional

5.    Pengelolaan barang

  • Persediaan barang
  • Penyimpanan barang
  • Penanganan barang

6.    Pengendalian logistic

  • Penerapan pengendalian logistic
  • Inspeksi manajemen logistic
  • Manajemen persediaan

 

Supply Chain and Logistic Management

Pengantar 

Dinamika permintaan konsumen menuntut pengeloaan sistem usaha industri dan bisnis untuk menggunakan pendekatan baru yang mampu meningkatkan effisiensi dan pelayanan. Pendekatan parsial mulai digeser dengan pendekatan yang bersifat terpadu dan sistemik. Akhir akhir ini berbagai metoda dan model perencanaan dan pengendalian supply chain & logistic telah dikembangkan dan diaplikasikan pada berbagai perusahaan multinasional terkemuka maupun nasional yang menyadari akan pentingnya peran supply chain management dalam meningkatkan daya saing usaha. Salah satu permasalahan yang akan dijawab dalam training ini adalah bagaimana menIngkatkan pengelolaan supply chain system & logistic pada sektor industri dan bisnis lebih effisien sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu alat untuk meningkatkan daya saing (competitivness ).

Materi Training Supply Chain and Logistic Management  

  • Pengantar supply chain management
    • Definisi supply chain
    • Value chain model
    • Sejarah perkembangan supply chain management
  • Time based competition
    • Memahami bagaimana time based competition dan cycle time reduction dapat meningkatkan respond pelanggan dan memberikan keunggulan kompetitif bagi Perusahaan
  • Supply chain management
    • Menjelaskan hubungan yang strategis, proses komunikasi dan pengelolaan inventori antara alliance member dari supply chain
  • Tehcnology & supply chain
    • Memahami bagaimana pilihan IT yang diterapkan akan mempengaruhi supply chain.
  • Bull whip effect
  • Inventory & Logistic
    • Apakah inventor
    • Kenapa kita perlu inventory
    • Jenis inventory
    • Inventory metric
  • Inventory cost
  • Teknik manajemen persediaan
  • Inventory valuation
  • Safety stock
  • Inventory accuracy

Logistic Series: Warehouse, Inventory & Packaging dalam Logistic

Deskripsi

Logistic sebagai bagian dari supply chain sangat penting dalam menunjang strategi perusahaan.

Sebagai sarana meningkatkan daya saing logistic melingkupi : warehouse, trasnportasi, packaging, inventory management, order management, import/export, logistic information system, customer service management.

Pelatihan ini akan memberikan anda wawasan baru mengenai penerapan inventory, warehouse & packaging –  material handling yang baik dalam meningkatkan daya saing perusahaan,

Outline Logistic Series

  • Inventory:
    • fungsi inventory
    • cost of inventory
    • ABC analysis
    • inventory control
    • inventory counting
    • KPI inventory
  • Warehouse strategy management
    • warehouse strategy
    • jenis warehouse
    • proses dalam warehouse
    • facility layout decision
    • warehouse operation
    • warehouse automation
    • KPI warehouse
  • Packaging & material handling
    • karakteristik produk
    • packaging
    • unit load

Transportation Management (Logistic Series)

Logistic sebagai bagian dari supply chain sangat penting dalam menunjang strategi perusahaan.

Sebagai sarana meningkatkan daya saing logistic melingkupi : warehouse, trasnportasi, packaging, inventory management, order management, import/export, logistic information system, customer service management.

Pelatihan ini akan memberikan anda wawasan baru mengenai penerapan management transportasi yang baik dalam meningkatkan daya saing perusahaan,

Outline Transportation Management

  • Dasar transportasi:
    • cost structure
    • stake holder
    • jenis carrier
    • klasifikasi freight
  • Moda transportasi
    • jalan raya
    • kereta api
    • pesawat
    • laut/sungai
    • intermodal transportasi
    • kurir, parcel & jasa ekspres
  • Management transportasi
    • network design & mode selection
    • carrier selection
    • rate structure
    • dokumentasi
    • routing, billing, demurrage
    • transportation cost forecast & budget

LOGISTICS OPERATION

TUJUAN TRAINING LOGISTICS OPERATION

Setelah selesai mengikuti pelatihan ini peserta dapat memahami aktivitas logistik baik dalam skala Nasional maupun Internal perusahaan   agar kelancaran  dan     efisiensi  rantai  suplai  barang  yang diperlukan produsen barang maupun kegiatan operasional suatu perusahaan

 

CAKUPAN MATERI TRAINING LOGISTICS OPERATION

  1. Logistics and Supply Chain
  2. Logistics Performance Index
  3. Logistics Cost vs Production Cost
  4. Constraint of Logistics Performance In Indonesia
  • Waterways Transportation
  • Railways Transportation,
  • Land Transportation
  1. Logistics and Internal Supply Chain
  2. Physical Supply and Physical Distribution
  • Incoterm 2010
  • Delivery to User
  1. Materials Handlling
  2. Storage and Stacking System
  3. Inventory Management

GPS (Global Positioning System) for mining and Petroleum

SASARAN PELATIHAN

  1. peserta dapat mengetahui system koordinat dan referensi yang digunakan dalam GPS dan hubungannya dengan system koordinat pada proyeksi peta (seperti UTM)
  2. peserta dapat mengetahui komponen GPS (satelit, pengendali dan receiver)
  3. peserta dapat mengetahui fungsi dan merangkai elemen sebuah receiver GPS
  4. peserta dapat merancang survai GPS
  5. peserta dapat melakukan pengukuran/pengamatan GPS
  6. peserta dapat melakukan transfer data dari alat GPS ke komputer (downloading)
  7. peserta dapat mengelola data GPS dengan piranti lunak tertentu
  8. peserta dapat mengembangkan aplikasi survei GPS


MATERIAL OUTLINE /SYLLABUS TRAINING GPS 

  1. Sistem koordinat dan Datum Referensi
  2. Konstelasi dan Elemen GPS
  3. Jenis dan Tipe Receiver GPS
  4. Sinyal dan Data Pengamatan GPS
  5. Kesalahan dan Bias GPS
  6. Penentuan Posisi dengan GPS
  7. Perencanaan Survei GPS
  8. Pengolahan data GPS
  9. Penentuan Posisi dengan GPS
  10. Pengenalan Alat GPS
  11. Perencanaan dan Penyuluhan
  12. Pengukuran/Pengambilan data

BLOWOUT PREVENTION AND WELL CONTROL

BACKGROUND

  • Merupakan salah satu masalah lubang sumur di operasi pemboran
  • Menyebabkan timbulnya biaya ekstra yang cukup besar
  • Berpotensi menyebabkan hilangnya sebagian atau semua fasilitas pemboran di lapangan karena kick dan blowout yang tidak terkontrol
  • Menunda waktu produksi sumur (POP)

OBJECTIVES

  • Mengetahui gejala kejadian kick dan blowout.
  • Mengetahui kerugian akibat kick yang tidak terkontrol atau blowout.
  • Mengetahui usaha pencegahan terjadinya blowout.
  • Mengetahui cara mengidentifikasi mekanisme kick yang terjadi.
  • Mengetahui kronologi terjadinya kick dan blowout dan cara penanggulangannya dengan Well Control.

 

COURSE OUTLINE BLOWOUT PREVENTION AND WELL CONTROL

1. Well Control Introduction

  • Introduction to course
  • Basic Concepts
  • Liquid Hydrostatics

2. Gas Behavior and Hydrostatics

  • Ideal Gases
  • Effect of Temperature
  • Real Gases
  • Critical Temperature & Pressure
  • Pseudo-Critical Temp. and Press.
  • Gas Compressibility
  • Gas Migration

3. Kick and Gas Migration

  • Density of real gasses
  • Equivalent Mud Weight (EMW)
  • Wellbore pressure before and after kick
  • Gas migration rate – first order approx.
  • Gas migration rate – w/mud compressibility

4. Gas Solubility

  • Solubility of Hydrocarbon Gasses in Oil
  • Solubility of Non-Hydrocarbon Gasses in Oil
  • Solution Volume Factors
  • Oil Mud Recommendations

5. Pore Pressure Prediction

  • Mud Weight and Pore Pressure
  • Mud Weight and Fracture Gradient
  • Normal Pore Pressure
  • Subnormal Pore Pressure
  • Abnormal Pore Pressure
  • Origins of Pore Pressure
  • Bulk Density and Porosity vs. Depth

6. Drilling Rate and Pore Pressure

  • Forces on Subsurface Rock
  • d-exponent
  • dc-exponent
  • Rehm and McClendon
  • Zamora
  • Comb’s Method
  • Bourgoyne and Young’s Method

7. Other Indicators of Abnormal Pore Pressure

  • Moore’s Equation – Drilling rate
  • Gas in the Drilling Fluid
  • Rock Sample Characteristics
  • Use of Surge and Swab Pressure to determine Overbalance
  • Changes in Drilling Fluid Properties
  • Temperature Indications
  • Hole Conditions

8. Logging While Drilling

  • Sonic Travel Time
  • Resistivity and Conductivity
  • Eaton’s Equations (R, C, Dt, dc)
  • Natural Gamma Ray

9. Fracture Gradients 1

  • Allowable Wellbore Pressures
  • Rock Mechanics Principles
  • Hooke’s Law, Young’s Mudulus, Poisson’s Ratio
  • Volumetric Strain, Bulk Modulus, Compressibility
  • Triaxial Tests
  • Rock Mechanics Principles (con’t.)
  • Rock Properties from Sound Speed in Rocks’
  • Mohr’s Circle
  • Mohr-Coulomb Failure Criteria

10. Fracture Gradients 2

  • Radial and Tangential Stresses near the Wellbore
  • Stresses in Rock near Wellbore
  • Effect of Anisotropic Stresses
  • Onshore vs. Offshore Fracture Gradients
  • Fracture Gradients in Inclined Wellbores
  • Oil Based and Water Based Drilling Fluids

11. Fracture Gradients Determination

  • Hubbert and Willis
  • Matthews and Kelly
  • Ben Eaton
  • Christman
  • Leak-Off Test (experimental)

12. Kick Detection and Control

  • Primary and Secondary Well Control
  • What Constitutes a Kick
  • Why Kicks Occur
  • Kick Detection Methods
  • Shut-in Procedures
  • Soft and Hard Shut-in
  • Water Hammer

13. Off Bottom Kick

  • Slugging of drillpipe
  • Hole fill during trips
  • Surge and Swab pressures
  • Kick detection during trips
  • Shut-In Procedures
  • Blowout Case History

14. Control Pressures and Circulation Kill Techniques 1

  • Shut-In Pressures
  • Weighting Up the Mud
  • Driller’s Method
  • Wait & Weight Method

15. Control Pressures and Circulation Kill Techniques 2

  • Wait & Weight Method
  • Concurrent Method
  • Annulus Pressure Profiles
  • Kicks in Oil-Based Mud

16. Secondary Well Control Complications

  • Volumetric Well Control
  • Lubrication
  • Complications During Conventional Kill
  • Techniques to Reduce Annular Friction

17. Special Well Control Applications

  • Underbalanced Drilling
  • Well Control in Unconventional Hole Programs
  • Casing and Cementing Operations

18. Equipments

  • High Pressure Equipment
  • Control System Equipment and Design
  • BOP Inspection and Test Considerations
  • Low-Pressure Equipment
  • Equipment Arrangement: Design and Philosophy
  • Casing
  • Casing Heads and Spools
  • Stack Equipment
  • Choke and Kill Line Equipment
  • Drillstem Control Equipment

19. Offshore Operations

  • Equipment Used in Floating Drilling
  • Operational Considerations in Floating Well Contr
  • Shallow Gas Hazards
  • Trends in Deepwater Drilling