Arsip Blog

Menyusun SOP yang Aplikatif dan Efektif

Pendahuluan Menyusun SOP yang Aplikatif dan Efektif

SOP adalah critical point dalam menerapkan tata kelola yang efektif, produktif dan berkualitas.  Tantangan bisnis saat ini mensyarakat perusahaan untuk beroperasi seefektif dan seefisien mungkin disisi lain kretifitas dan perbaikan secara terus menerus tetap harus dilakukan. Operasi yang efektif mensyaratkan adanya keteraturan, semua unsur dalam perusahaan bergerak sesuai dengan tugas dan fungsinya, tidak tumpang tindih, peran dan tanggung jawab masing masing jelas dan dipahami bersama.

SOP bagi perusahaan bukan hanya alat untuk mencapai sertifikasi tertentu, SOP semestinya bermanfaat nyata terhadap kinerja perusahaan. Namun kenyataan menunjukkan terdapat banyak kendala dalam penerapan SOP, diantaranya : SOP yang tidak dijalankan dengan disiplin, SOP yang bukannya mempermudah namum memperpanjang birokrasi dan SOP yang tidak diperbaharui sehingga tidak sanggup menjawab perubahan yang ada di perusahaan itu sendiri.

Hal yang sama juga muncul pada saat penyusunan SOP. Permasalahan yang muncul diantaranya, apakah hanya  memformalkan sistem dan prosedur yang belum dituliskan atau harus melakukan perbaikan dan perubahan ? ; Proses bisnis yang belum optimal, belum samanya pemahaman pada level pimpinan, perubahan struktur dan pemangku jabatan. Pada akhirnya menyebabkan penyusunan SOP yang berlarut dan tidak terselesaikan.

Pelatihan ini akan memberikan masukan dan panduan kepada para peserta untuk menyusun SOP yang aplikatif, sehingga dapat diterapkan semua unsur terkait dalam perusahaan dan efektif dalam meningkatkan kinerja perusahaan.

 

Tujuan Pelatihan Menyusun SOP yang Aplikatif dan Efektif

  1. Menjelaskan manfaat penyusunan SOP dalam upaya menjaga konsistensi tata kelola perusahaan yang efektif, produktif dan efisien
  2. Memeberikan pengetahuan memetakan da menganalisa proses bisnis
  3. Memberikan pengetahuan tata cara penyusunan SOP yang aplikatif dan efektif
  4. Mengidentifikasi peluang penyempurnaan dan perbaikan SOP di tempat kerja masing-masing.

 

Pokok Materi

  1. Pengantar : SOP, peran dan kedudukannya dalam tata kelola perusahaan
  2. Proses Bisnis.
  3. Pemetaan Proses bisnis
  4. Analisa Proses Bisnis
  5. Evaluasi Mekanisme Kerja.
  6. Evaluasi Sistem Informasi.
  7. SOP Makro, SOP Mikro dan IK
  8. Tahapan Penyusunan SOP.
  9. Penulisan SOP
  10. Mekanisme Uji penerapan Sop
  11. Mekanisme Sosialisasi SOP
  12. Audit penerapan SOP
  13. Peremajaan SOP
Iklan

BEST PRACTICE IN ISO 14001: 2004

DESKRIPSI TRAINING ISO 14001: 2004

Manfaat kesesuaian dengan ISO 14001: 2004 adalah memastikan bahwa organisasi ikut menjaga kelestarian ekosistem, ekosistem yang terjaga dengan baik menjadikan lingkungan kerja aman dan sehat.

Kesesuaian dengan standar sama dengan meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pelanggan karena produk yang dibeli adalah produk yang dibuat dan proses secara aman lingkungan.

Perusahaan yang telah bersertifikat ISO 14001: 2004 diijinkan untuk mengiklankan pada media massa bahwa organisasi menerapkan manajemen lingkungan yang diakui secara internasional, hal ini berarti meningkatkan image perusahaan serta daya saing dalam memasuki pasar global.

Perusahaan yang telah memperoleh sertifikat ISO 14001: 2004 secara otomatis terdaftar pada lembaga registrasi, sehingga apabila pelanggan potensial ingin mencari pemasok bersertifikat ISO 14001: 2004, akan menghubungi lembaga registrasi. Jika nama perusahaan itu telah terdaftar pada lembaga registrasi bertaraf internasional, maka hal itu berarti terbuka kesempatan pasar baru.

 

TUJUAN TRAINING ISO 14001:2004

Setelah mengikuti training dan workshop ini, maka diharapkan

  1. Memahami konsep dan pola pikir keberadaan ISO 14001: 2004
  2. Memahami langkah-langkah pembentukan dan pengembangan sistem manajemen lingkungan
  3. Memiliki ketrampilan untuk menyusun dan menerapkan SML ISO 14001: 2004
  4. Setiap peserta mendapat kesempatan kunjungan konsultan untuk memandu penerapan di lapangan dan persiapan internal audit

 

MATERI TRAINING ISO 14001: 2004

  • Filosofi pembentukan ISO 14000
  • Peristilahan: sistems, management, environtment, aspect, impact, dll
  • Prinsip-prinsip SML 14000 dan keterkaitan dengan standar internasional lainnya
  • Pemahaman persyaratan SML
  • Pemahaman Klausul “Kebijakan Lingkungan”
  • Pemahaman dan latihan klausul “Aspek Lingkungan”
  • Pemahaman dan latihan klausul “Perundang-undangan”
  • Pemahaman dan latihan klausul “Program SML, Tangungjawab, Kompetensi dan Pelatihan”
  • Pemahaman dan laithan sistem dokumentasi, Kesiagaan dan Tanggap Darurat, Pemantauan dan Pengukuran
  • Penentuan prioritas aspek lingkungan
  • Pemahaman audit SML

MANAJEMEN K3 LABORATORIUM: Training Documenting & Implementing ISO 17025

DESKRIPSI TRAINING MANAJEMEN K3 LABORATORIUM

Pada masa yang semakinkompleks saat ini, para pelaku bisnis dituntut untuk bertindak sangat hati-hati dalam menjaga mutu produknya karena ketatnya persaingan diantara para pesaing dan kompetitor baru. Dalam hal ini penjagaan mutu dan kualitas menjadi sesuatu yang dinomorsatukan. Salah satu faktor yang sangat penting untuk menjaga mutu tersebut adalah melalui kebenaran pengukuran tiap komponen yang membentuk produk tersebut. Kebenaran pengukuran ini dinyatakan oleh laboratorium penguji dan laboratorium kalibrasi yang berkompeten.

Dengan semakin majunya ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk kemajuan teknologi laboratorium, resiko terhadap pekerja laboratorium pun semakin meningkat dan lebih kompleks. Pekerja atau petugas Laboratorium adalah pekerja yang sangat identik dengan terpaparnya zat berbahaya dan bahan kimia yang beracun, korosif, mudah meledak, mudah terbakar dan terkena berbagai bahaya biologi lainnya yang sewaktu-waktu dapat mencelakaan pekerja, khususnya yang berada di laboratorium. Mereka sangat rentan terhadap ancaman resiko dan potensi kecelakaan akibat adanya interaksi antara tenaga kerja, peralatan, bahan dan dan situasi lingkungan kerja yang ada di dalamnya. Oleh karena itu, perlu adanya pemahaman dan kesadaran perusahaan dan para tenaga kerja untuk mengantisipasi dan mengelola potensi risiko di laboratorium sesuai dengan standar yang ditetapkan dan ketentuan yang berlaku.

Suatu laboratorium dinyatakan berkompeten apabila laboratorium tersebut telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). Untuk dapat diakreditasi sebagai laboratorium yang kompeten, laboratorium tersebut harus menerapkan standar ISO/IEC 17025:2008 (Persyaratan Umum Kompetensi Laboratorium Penguji/Kalibrasi)

Variasi dalam pengujian, atau standar ukuran, metode kerja, jenis dan kelengkapan laboratorium akan sangat mempengaruhi derajat kesehatan dan keselamatan pekerja laboratorium. Selain itu, kegiatan laboratorium juga beberapa risiko yang timbul dari media fisik, kimia, ergonomis dan psiko-sosial yang harus dikendalikan untuk menjamin keselamatan dan kesehatan sebagai dasar untuk mempertahankan dan meningkatkan produktivitas kerja personel laboratorium yang terlibat. Kemampuan mengelola K3 oleh SDM akan meningkatkan kualitas sangat bermakna bila faktor kepemahaman SDM tersebut dikembangkan dengan rekayasa yang mutakhir.

Sehubungan dengan hal tersebut, Kami menyelenggarakan program pelatihan manajemen k3 laboratorium ini, dengan tujuan membantu industri, organisasi, instansi, laboratorium, dan pelaku bisnis untuk memahami dan melaksanakan kegiatan menjaga kompetensi laboratorium penguji/kalibrasi dengan menerapkan ISO/IEC 17025:2008 melalui pelatihan Manajemen K3 Laboratorium (Training Documenting & Implementing ISO 17025).



GARIS BESAR TRAINING MANAJEMEN K3 LABORATORIUM

Secara garis besar, pembahasan yang akan disampaikan dalam pelatihan manajemen k3 laboratorium ini antara lain:

  • Laboratorium dan Sistem Mutu
  • Pengenalan dan Interpretasi ISO/IEC 17025:2005 (Persyaratan Manajemen & Persyaratan Teknis)
  • Dokumentasi Sistem Mutu Laboratorium
  • Penyusunan Dokumentasi Sistem Mutu Laboratorium
  • Presentasi Dokumentasi



TUJUAN TRAINING MANAJEMEN K3 LABORATORIUM

Tujuan diselenggarakannya pelatihan manajemen k3 laboratorium ini agar peserta dapat:

  • Memahami prinsip penyiapan laboratorium yang memenuhi persyaratan kompetensi laboratorium penguji/kalibrasi berdasarkan ISO/IEC 17025 : 2008.
  • Memahami prinsip dokumentasi mutu laboratorium penguji/kalibrasi menurut ISO /IEC 17025:2008.
  • Mampu menyusun Panduan Mutu, Prosedur, Instruksi Kerja dan Formulir untuk laboratorium



MANFAAT

Pada dasarnya setiap laboratorium telah dirancang untuk memenuhi standar masalah keselamatan dan kesehatan baik sebagai bentuk manajemen untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman bagi karyawannya. Dengan terciptanya kepatuhan peraturan di tempat kerja dan nilai K3 akan di harapkan memberi manfaat bagi perusahaan seperti:

  • Untuk mencegah kecelakaan fatal
  • Meminimalkan resiko pekerja menderita cedera akibat penggunaan alat yang salah.
  • Perlindungan pekerja terhadap berbagai bentuk masalah kesehatan seperti infeksi dan toksisitas dari zat berbahaya.
  • Dapat mengetahui upaya pencegahan manajemen untuk melindungi aset-aset perusahaan.
  • Agar para pekerja untuk bekerja lebih produktif, efisien dan menjaga kesehatan dan keselamatan.
  • Sebagai upaya untuk meminimalkan potensi risiko yang timbul dalam kedua petuga Laboratorium, yang lain (pelanggan) dan lingkungan kerja (bisnis)
  • Untuk memenuhi standar sertifikasi, atau untuk memperoleh akreditasi lembaga dan hukum dan peraturan perundang-undangan.
  • Mampu mengelola K3 dengan sistem manajemen yang berkualitas

MATERI TRAINING MANAJEMEN K3 LABORATORIUM

  • Urgensi Sistem Manajemen K3 di Laboratorium
  • Laboratorium dan Sistem Mutu
  • Pengenalan dan Interpretasi ISO/IEC 17025:2008
  • Process Safety Management di Laboratorium dan Trik Pembuatan Plan
  • Controlling/Pengendalian K3 di Laboratorium
  • Dokumentasi Sistem Mutu Laboratorium
  • Penyusunan Dokumentasi Sistem Mutu Laboratorium
  • Presentasi Dokumentasi
  • Action Plan

SOP Kredit Konsumer

Penjelasan Umum Pelatihan SOP Kredit Konsumer

Kredit yang dikeluarkan dari organisasi penyedia jasa keuangan, merupakan sumber laba yang paling signifikan. Acapkali kebijaksanaan internal kredit  inilah yang menentukan kemajuan usaha, maupun runtuhnya organisasi bisnis di bidang jasa keuangan. Oleh karena itu, untuk menjamin berlangsungnya dan tercapainya tujuan seperti yang diinginkan diperlukan landasan-landasan strategis da taktis yang mendukung kemajuan dan meminimalisir tingkat resiko. Workshop ini mengajarkan bagaimana proses kredit jasa keuangan, dan implementasi kontrol yang tidak hanya bersifat kekangan, melainkan kontrol yang bersifat pendayagunaan.

Tujuan Pelatihan SOP Kredit Konsumer

Setelah pelatihan diharapkan setiap peserta mampu untuk  :

  1. Memahami, membuat, dan menevaluasi SOP Kredit Konsumer
  2. Memahami filosofi kredit jasa keuangan
  3. Memfasilitasi SOP Kredit Konsumer dengan fungsi Kontrol daya guna

PROGRAM OUTLINE Pelatihan SOP Kredit Konsumer

  1. Mekanisme SOP Kredit Konsumer
    • Kredit Jasa Keuangan
    • Fungsi dan Tujuan
    • Peraturan-peraturan terkait
    • Analisa Resiko
    • Sistem Permohonan dan Persetujuan kredit
    • Pejabat Kunci
  2. Peran dan Fungsi Elemen SOP Kredit Konsumer
    • Input
    • Proses
    • Output
    • Kontrol
  3. Filosofi Kredit Jasa Keuangan
    • Studi kasus Kredit
    • Titik Kritis dan Penanggulangan kritis Kredit
  4. Kontrol dan Evaluasi
    • Elemen pengawasan
    • Struktur Pengawasan
    • Mekanisme Evaluasi
  5. Implementasi.