Arsip Blog

Fundamental Safe Work Practice

Deskripsi

Kecelakaan yang sebenarnya tidak perlu terjadi, tetapi bisa terjadi dan sangat merugikan. Karena itu diperlukan pengetahuan untuk mencegahnya agar kerugian dapat dihindarkan. Semua kecelakaan yang pernah terjadi ada sebabnya, semua sebab bisa dicari dan diketahui, karena itu semua sebab kecelakaan dapat dihindari sehingga semua kecelakaan bisa ditiadakan, sampai tercapai bebas kecelakaan. Salah satu cara mencegah Kecelakaan Kerja yaitu dengan menerapkan kaidah-kaidah Keselamatan dan Kesehatan Kerja di tempat kerja, yang harus dipatuhi oleh semua karyawan.

Salah satu cara mencegah Kecelakaan Kerja yaitu dengan menerapkan kaidah-kaidah Keselamatan dan Kesehatan Kerja di tempat kerja, yang harus dipatuhi oleh semua karyawan. Bagaimana caranya ? Ikuti pelatihan “Safety Untuk Pemula” yang berupa training dikelas, dilanjutkan dengan diskusi, work shop dan studi kasus pencegahan kecelakaan di tempat kerja. Diharapkan, peserta bisa mengembangkan ketrampilannya dan mau melakukan tindakan pencegahan kecelakaan ditempat kerjanya, sehingga dapat mengurangi resiko kecelakaan ditempat kerjanya masing-masing.

TUJUAN PELATIHAN Fundamental Safe Work Practice

  • Meningkatkan kesadaran peserta terhadap pentingnya tindak pencegahan kecelakaan dan menggugahnya untuk mendorong karyawan dilingkungan kerjanya agar mau melakukan tindakan pencegahan kecelakaan
  • Meningkatkan pengetahuan peserta akan upaya pencegahan kecelakaan dilingkungan kerjanya
  • Meningkatkan moral Perusahaan dan karyawan serta mengurangi resiko kerugian bagi Perusahaan
  • Melaksanakan dan mengembangkan program SMK3L

MATERI PELATIHAN Fundamental Safe Work Practice

  • Housekeeping
  • Personal Protective Equipment
  • LOTO ( Lock Out Tag Out )
  • Fall Protection
  • Hazard Identification & Control
  • Safe Work Permit
  • Job Safety Analysis
  • Hot Work
  • Confined Space Entry
  • Electric Work
  • Excavation
  • Road Safety
  • Accident Investigation
  • Emergency preparedness and response
  • Environment Protection
Iklan

Hazardous Material Management

Deskripsi

Dalam kehidupan sehari-hari kita banyak berhadapan dengan bahan kimia yang banyak diantaranya merupakan bahan berbahaya dan beracun (B3).  Akhir-akhir ini istilah bahan beracun berbahaya banyak dibicarakan orang karena sifatnya yang dianggap merusak.

Terlebih lagi apabila terjadi  tumpahan tersebut sampai ke masyarakat, maka mungkin saja dapat timbul konflik antara perusahaan dengan masyarakat di sekelilingnya. Pekerja teknis di lapangan membutuhkan kecakapan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan bahan kimia tersebut. Selain itu, mereka juga patut mengerti bagaimana menangani dan menyimpan bahan kimia bahan beracun berbahaya (B3) serta bagaimana memantau dan mengantisipasi berbagai resiko bahan kimia bahan beracun berbahaya (B3).

Pelatihan ini bertujuan untuk mengenalkan yang dimaksud bahan beracun berbahaya secara peraturan perundang-undangan, identifikasi bahan beracun berbahaya, penanganan dan penyimpanan bahan beracun berbahaya, Teknik pemantauan, tanggap darurat dan analisa resiko bahan beracun berbahaya.

TUJUAN TRAINING Hazardous Material Management

  • Memberikan pemahaman mendasar mengenai urgensi penerapan penanganan dan penyimpanan bahan kimia yang dianggap berbahaya dan beracun
  • Memberikan ketrampilan teknis dalam mengelola (menangani dan menyimpan) bahan kimia yang termasuk bahan beracun berbahaya (B3)
  • Memberikan kecakapan untuk menyelesaikan masalah (problem solving skill) pada persoalan yang berhubungan dengan penyimpanan dan penanganan bahan beracun berbahaya (B3

MATERI PELATIHAN Hazardous Material Management

Pelatihan Bahan Berbahaya dan beracun meliputi:

  • Pengenalan Bahan B3
  • Identifikasi dan klasifikasi bahan B3 dan limbah B3
  • MSDS dan Label
  • Pengendalian Bahan B3
  • Penanganan dan penyimpanan bahan B3
  • Analisa resiko (Risk assestment)
  • Teknik pemantauan bahan B3
  • Tanggap darurat
  • Komunikasi B3

Behavior Based Safety

Latar Belakang Pelatihan Behavior Based Safety

Sebagian besar hasil  investigasi kecelakaan membuktikan bahwa faktor utama penyebab terjadinya kecelakaan adalah faktor manusia yang bertindak tidak aman (unsafe act).

Pendapat dari Heinrich yang dikenal sebagai pakar menyimpulkan dalam teori kecelakaan menyatakan bahwa 80% penyebab terjadinya kecelakaan disebabkan oleh unsafe act, 18% disebabkan oleh unsafe condition dan 2% disebabkan oleh faktor lain.

Banyak perusahaan yang sudah lama menjalankan program K3, namun angka kecelakaan kerja masih tinggi. Angka statistik kecelakaan kerja tidak dapat ditekan hingga mencapai nihil kecelakaan (zero accident). Bahkan, hampir semua karyawan merasakan bahwa, K3 itu menghambat jalannya mata rantai produksi. Para manajer dan supervisor percaya bahwa Program K3 tidak mempunyai nilai tambah (added value) bagi dirinya maupun perusahaan. Mental melakukan tugas apa adanya (“check box mentality”) tumbuh subur di setiap lini organisasi perusahaan

 BBS telah banyak diterapkan oleh berbagai perusahaan besar untuk menekan kecelakaan kerja dan meningkatkan produktifitas. Pelatihan ini akan mejelaskan bagaimana cara menerapkan program BBS dan melibatkan semua pekerja dalam program BBS.

Tujuan Pelatihan Behavior Based Safety

  • Peserta bisa melakukan identifikasi tentang perilaku aman dan tidak aman.
  • Memahami dan menafsirkan hasil-hasil Pengamatan Pekerjaan di dalam proses berperilaku terhadap keselamatan.
  • Memahami dan menerapkan untuk mencapai tujuan terhadap perilaku keselamatan kerja
  • Meningkatkan kesadaran pekerja untuk berperilaku aman dalam bekerja sehingga dapat meningkatkan produktifitas kerja perusahaan.
  • Memahami manfaat komunikasi yang efektif.
  • Memahami pengetahuan dan tehnik dasar untuk menggerakkan perilaku dari beresiko ke selamat.

Outline Workshop Behavior Based Safety (BBS)

  • Incident Fundamental
  • Human error and accident causation
  • Incident prevention and BBS
  • Group discussion and exercise
  • BBS Principle
  • BBS process
  • Development of Critical Behavior Checklist
  • Observation and interview methodology
  • Group discussion and exercise.

SECURITY DALAM RANGKA PENCEGAHAN DAN PENANGULANGAN KEBAKARAN

DESCRIPTION SECURITY DALAM RANGKA PENCEGAHAN DAN PENANGULANGAN KEBAKARAN

Kemampuan pencegahan dan penanggulangan terhadap bahaya kebakaran merupakan bagian yang terpisahkan dari tugas pengamanan, bahkan manajemen pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran serta manajemen pengamanan merupakan bagian integral dari manajemen perusahaan sector usaha, industri, dan pelayanan public bahaya kebakaran merupakan wujud ancaman yang memiliki kompleksitas tertentu sebagai dampak dari kumulasi permasalahan yang kurang mendapatkan perhatian baik dari aspek manajerial pada umumnya maupun aspek pengamanan pada khususnya, hal demikian antara lain disebabkan :

  • Berkaitan dengan komitmen/kebijakan/prosedur baku yang harus dilaksanakan terus menerus.
  • Kurangnya pengetahuan (technical know how) tentang pencegahan dan penaggulangan bahaya kebakaran baik ditingkat manajemen maupun para pelaksana.
  • Pemenuhan sarana prasaran sesuai dengan ketentuan yang ada.

Oleh karena kondisi tersebut memerlukan perhatian seksama, komitmen yang kuat ditingkat top manajemen hingga para pelaksana maupun owners untuk mewujudkan terpenuhinya jaminan atas keamanan dan keselamatan kerja yang mempengaruhi tercapainya tujuan usaha, peningkatan produktifitas, keunggulan daya saing maupun reputasi perusahaan/ organisasi/badan/lembaga. Mencermati fungsi dan peran pengamanan sebagai ujung tombak (first liner) maupun sebagai salah  satu garda terdepan dalam menghadapi ancaman bahaya kebakaran, maka dengan ini kami akan menyelenggarakan pelatihan sebagai salah satu upaya yang bertujuan meningkatkan keterampilan/kemampuan dibidang pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran bagi petugas keamanan/pemangku kepentingan keamanan/bagian umum.

 

TRAINING OBJECTIVE SECURITY DALAM RANGKA PENCEGAHAN DAN PENANGULANGAN KEBAKARAN

Penyelenggaraan pelatihan ini diharapkan sebagai salah satu upaya yang bertujuan meningkatkan kemampuan/keterampilan di bidang pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran yang berkaitan langsung dengan seluruh aspek pengamanan baik preemptive, prefentive maupun penindakan, bermula dari kegiatan rutin yang diarahkan pada identifikasi asset dan kerawanan maupun potensi kebakaran (pemetaan), identifikasi bobot maupun derajat kemunkinan terjadi serta updaya cegah dan tindakan yang harus dilakukan bila terjadi kebakaran. Oleh karena itu dalam pelatihan ini kemampuan penyelidikan merupakan kemampuan yang sangat menentukan, yang harus dilakukan dalam setiap tahap kegiatan pengamanan.

 

TRAINING MATERIAL OUTLINE SECURITY DALAM RANGKA PENCEGAHAN DAN PENANGULANGAN KEBAKARAN

  1. Penanggulangan kebakaran dengan pendekatan Intelijen
    • Pelaksanaan intelijen dalam perusahaan (intel dasar, intel aktual dan kirka intel)
    • Pengawasan ,pengamatan, mencari, mengumpulkan bahan keterangan. (observasi, interview, surveillance, undercover, dan penggunaan informan)
  2. Peningkatan intensitas penjagaan dan patroli dalam mencegah kebakaran.
    • Bentuk penjagaan
    • Peningkatan kwalitas penjagaan dan patroli security dalam cegah dan tanggulang bahaya kebakaran.
    • Pemetaan potensi bahaya kebakaran
    • Aspek taktis dalam penanggulangan kebakaran (cuaca, medan, nilai ancaman, penguasaan 5 aspek medan) jalur pendekat, titik perimetri dlsb.
  3. Pengenalan alat pemadam api ringan & formasi regu hydran
    • Cara penggunaan apar,theori terjadi api, methode pemadaman & jenis media pemadam api.
    • Pengertian , klasifikasi dan kelengkapan box hydran.
    • Regu hydran dan pengoperasian hydran gedung.
  4. Manajemen keselamatan kebakaran gedung.
    • Analisis pohon masalah dan identifikasi sumber bahaya kebakaran (pre fire control)
    • Inventarisasi sarana proteksi dan emergency exit
    • Pemeliharaan perawatan sarana, kebijakan dan komitmen.
    • Pengawasan lingkungan kerja, inspeksi ,uji coba peralatan berkala
    • Rekruitmen

ARC FLASH PROTECTION FOR ELECTRICAL SAFETY PROFESSIONALS

INTRODUCTION ARC FLASH PROTECTION FOR ELECTRICAL SAFETY PROFESSIONALS

Electrical safety is an important issue for those working on electrical facilities in utility networks and large industrial installations. A number of serious accidents including fatalities occur every year due to accidents involving electricity resulting in huge financial losses and wasted man-hours. Arc flashes in electrical equipment are now considered one of the major causes of electrical accidents even surpassing the well-known hazards of electric shock. Avoiding arc flash incidents and the resulting injuries is one of major challenges today facing electrical workers and requires adequate attention in the stages of system planning, design, installation, operation and maintenance.

Injuries due to arc flash can depend on many factors, one of which is the incident thermal energy on a worker exposed to a flash. Today, a considerable body of knowledge exists as a result of research efforts and is available to designers and maintenance engineers in the form of standards such as IEEE 1584 and NFPA 70E. This course will detail the basis of this approach and also about the major advances that have been made in the area of PPE made of FR fabrics and rated for different levels of thermal exposure.

Prevention however still remains the best form of protection and switchgear manufacturers have made considerable design advances to ensure that the effect of arc flash incidents is contained within the enclosure of switchgear (often called arc flash resistant switchgear) and methods of testing such switchgear have also evolved simultaneously. Another important factor is the approach to avoid arc incidents within the switchgear by proper design and maintenance and techniques to reduce the severity of the flash should such incidents occur.

These would form the key focus areas of this course.

TRAINING OBJECTIVE ARC FLASH PROTECTION FOR ELECTRICAL SAFETY PROFESSIONALS

  • To identify the important hazards in (Other Manufacturer) O&M work in different parts of electrical installations
  • To identify the dangers of arc flash events to working personnel and their impact on equipment
  • The codes and standards related to dealing with arc flash danger
  • The necessary theoretical knowledge to carry out arc flash impact studies by collecting system data and computing the arc flash incident energy and flash protection boundary
  • To understand the importance of proper design of electrical equipment in avoiding arc flash incidents and ensuring safety in the event of an arc flash
  • To select appropriate Personal Protective Equipment (PPE) and Flame Resistant (FR) clothing required for avoiding serious or lethal injuries

TRAINING MATERIAL OUTLINE ARC FLASH PROTECTION FOR ELECTRICAL SAFETY PROFESSIONALS

Day 1

  • Fundamentals of Power Systems
  • Fault Current Calculation
  • Data Collection & System Modelling
  • Flame Resistant Fabrics

Day 2

  • Overview of Electrical Hazards
  • Arc flash Studies – Codes and Standards
  • Arc flash study detailed procedure
  • Determine Arc flash hazard risk category

SMKP : SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN PERTAMBANGAN

Training Description SMKP

Permen ESDM no 38 tahun 2014 merupakan peraturan yang mengatur tentang Penerapan SMKP (Sistem Manajemen Keselamatan pertambangan). SMKP merupakan Sistem manajemen yang menjadi bagian dari sistem manajemen perusahaan dalam rangka untuk mengendalikan risiko keselamatan pertambangan yang terdiri dari K3 pertambangan dan keselamatan operasi pertambangan (K3 Pertambangan dan KO Pertambangan).

SMKP wajib dilaksanakan oleh semua perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, yang meliputi perusahaan pertambangan dan perusahaan jasa pertambangan. Hal ini diatur dalam Permen ESDM no 38 Tahun 2014 tentang Penerapan SMKP.

Perusahaan pertambangan yang wajib melaksanakan SMKP adalah pemegang IUP, IUPK, IUP Operasi Produksi khusus untuk pengolahan dan/atau pemurnian, KK, da PKP2B.

Perusahaan jasa pertambangan yang wajib melaksanakan SMKP adalah pemegang IUJP, dan SKT

Training Outline SMKP

BAB I      :Ketentuan  Umum

  • Pasal 1 Umum
  • Pasal 2 Maksud dan Tujuan Penrapan SMKP Minerba

BAB II     : PENERAPAN SMKP MINERAL DAN BATUBARA

  • Pasal 3 kewajiban penerapan SMKP Bagi Perusahan
  • Pasal 4 Syarat Perusahaan yang menerapkan SMKP

BAB III   : ELEMEN SMKP MINERBA

  • Pasal 5 Elemen – Elemen dalam SMKP MINERBA
  • Pasal 6 Rincian Kebijakan yang terdapat dalam Elemen SMKP
  • Pasal 7 Perencanaan yang terdapat dalam Elemen SMKP
  • Pasal 8 Organisasi yang terdapat dalam Elemen SMKP
  • Pasal 10 Evaluasi yang terdapat dalam Elemen SMKP
  • Pasal 11 Dokumentasi yang terdapat dalam Elemen SMKP
  • Pasal 12 Tinjauan yang terdapat dalam Elemen SMKP

BAB IV   : PEDOMAN PENERAPAN DAN AUDIT SMKP MINERBA

  • Pasal 13 Pedoman Penerapan SMKP MINERBA
  • Pasal 14 Kewajiban Audit
  • Pasal 15 Tindak lanjut Audit

BAB V : PEMBINAAN DAN PENGAWASAN

  • Pasal 16 Kewajiban Pembinaan
  • Pasal 17 laporan pembinaan

BAB V1 : SANKSI ADMINISTRATIF

BAB VII : KETENTUAN PERALIHAN

BAB VIII : PENUTUP

Industrial Ergonomy

Description Industrial Ergonomy

Many industries (from small to large) are totally committed to providing a safe and health workplace. They are also committed to ensuring that the highest level of productivity and quality is achieved by its employees and for its customers respectively. Implementation of a successful plant-wide ergonomics program will play a key role in achieving these goals. The main goal of ergonomics is to reduce the risk of  injuries by matching demands of the job to the abilities of the employee through the proper design of workstations, tools, environment, work schedules, policies and procedures.Most injuries happen in workplace included Overexertion and musculoskeletal disorders (MSD) that involve strains and sprains of muscles, tendons, ligaments, joints or nerves. These usually occur over time due to repeated exposure to certain risk factors. This  training program aims to  identify  work activities that can lead to injury and how to reduce risk of injury, also to  identify the most effective ways to improve your employees’ work environments and implement ergonomic solutions.

 

Objective

By the end of this training, the participant will be able to

  • Understand  the ergonomics and its benefits in workplace
  • Identify work activities that can lead to injury
  • Identify the list of action  to reduce risk of injury
  • Identify parts of the body that get injured at work
  • Recognize and report signs and symptoms of injury early

Outline Training Industrial Ergonomy

1. Scope of ergonomic at work and its benefits: Best practice  from  many industries

2. Identify work activities that can lead to injury

  • What is Work-related Musculo Skeletal Disorders (WMSDs)?
  • How to identify WMSDs?

3. Identify  some of the symptoms of WMSDs?

  • Discomfort
  • Pain
  • Numbness
  • Burning
  • Swelling
  • Change in color
  • Tingling
  • Tightness, loss of flexibility

4. What Causes WMSDs?

  • Awkward Postures
  • High Hand Force
  • Repetitive Motions
  • Repeated Impacts
  • Heavy, Frequent, or Awkward Lifting
  • Moderate to High Hand-Arm Vibration

5. Risk Factors

  • Duration      (how long you are exposed to it)
  • Frequency  (how often you are exposed to it and how much rest you get in between)
  • Intensity      (how much of the risk factor there is)
  • Combinations of risk factors, where you are exposed to more than one risk factor at a time.
  • The more risk factors you have at once, the more likely an injury will occur.

6. List of action  of ergonomic principles that reduce risk of injury

  • Reducing Awkward Postures
  • Reducing High Hand Force
  • Reducing Repetitive Motions
  • Reducing Repeated Impacts
  • Reducing Heavy, Frequent, or Awkward Lifting
  • Reducing Moderate to High Hand-Arm Vibration

7. What you can do:

Symptom recognition and reporting

Report symptoms if:

  • Pain is persistent, severe or worsening
  • Pain radiates
  • Symptoms include numbness or tingling

Reporting Procedures

BASIC SAFETY

PENDAHULUAN BASIC SAFETY

Perusahaan harus mengutamakan aspek keselamatan dan kesehatan kerja bagi para pekerjanya. Sesuai dengan amanat Undang undang No 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, bahwa setiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatan dalam melakukan pekerjaan dan setiap orang di tempat kerja perlu pula terjamin keselamatannya. Pelatihan ini akan memberi gambaran kepada para peserta tentang bagaimana mengelola lingkungan kerja yang aman, nyaman, bebas kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Peserta akan mengetahui prinsip prinsip keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan kerjanya sehingga terciptanya budaya keselamatan dan kesehatan kerja yang akan berdampak berkurangnya kecelakaan kerja di tempat kerja.

TUJUAN TRAINING BASIC SAFETY

  1. Peserta dapat memahami Undang Undang No 1 tahun 1970
  2. Peserta dapat memahami peraturan perundangan yang terkait dengan kegiatan K3
  3. Peserta dapat melakukan identifikasi bahaya dan penilaian risiko
  4. Peserta dapat mengidentifikasi Alat pelindung Diri yang tepat untuk kegiatan kerja

MANFAAT TRAINING BASIC SAFETY

  1. Kesadaran dan kepedulian mengenai K3 dari para peserta pelatihan akan meningkat
  2. Peserta akan memiliki pengetahuan tentang pencegahan kecelakaan
  3. Peserta akan memiliki pengetahuan tentang jenis-jenis APD
  4. Peserta dapat menyusun HAZOB, JSA, HIRA
  5. Peserta dapat menyusun Organisasi keadaan Darurat (ERT) dan P2K3

 

CAKUPAN MATERI TRAINING BASIC SAFETY

  1. Pemahaman Peraturan perundangan K3
  2. Jenis-jenis Alat Pelindung Diri
  3. Organisasi Keadaan darurat (ERT)
  4. Identifikasi Bahaya
  5. Kondisi dan situasi yang berbahaya
  6. HAZOB, JSA & HIRA
  7. Perlunya Sistem Manajemen K3
  8. Perlunya Organisasi K3 (P2K3)
  9. Perlunya Ahli K3 di perusahaan

HACCP (HAZARD ANALYSIS CRITICAL CONTROL POINTS)

PENDAHULUAN:

HACCP (Hazard Analysis Critical Control Points) adalah sebuah sistem pencegahan dalam dunia Food Safety untuk memastikan bahwa suatu proses terbebas dari resiko kontaminasi. Kesehatan merupakan hal terpenting dalam kehidupan setiap manusia. Salah satu contoh faktor ekternal yaitu makanan. Makanan merupakan sesuatu yang dikonsumsi oleh manusia, sehingga keamanannya dari bahan mentah hingga menjadi produk akhir yang siap konsumsi haruslah terjamin. Oleh karena itu, diperlukan sebuah metode analisis bahaya pada proses produksi makanan yang dapat meminimalisir risiko bahaya dan memberikan jaminan mutu terhadap produk makanan tersebut. Sistem ini dikenal dengan sebutan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP).

HACCP dengan mudah membantu anda mengidentifikasi segala resiko kontaminasi dalam proses produksi dan kemudian menentukan mekanisme kontrolnya. HACCP membuat anda dengan mudah meyakinkan konsumen bahwa produk yang anda buat adalah produk yang aman untuk dikonsumsi.

Kontaminasi yng dapat dikendalikan HACCP adalah:

  1. Fisik (metal, kaca, kayu dll)
  2. Kimia (ozon, chlorine, lubricant, dll)
  3. Biologi (bakteri)

Training HACCP ini akan membantu tim anda memahami konsep dan implementasi HACCP dalam proses produksi pada perusahaan anda dengan mudah dan menyenangkan karena didukung oleh tim professional kami yang berkompeten dibidangnya.

TUJUAN TRAINING:

Training Hazard Analysis Critical Control Points secara umum bertujuan untuk menjaga serta meningkatkan kesehatan karyawan perusahaan maupun masyarakat melalui pencegahan secara dini atau mengurangi kasus keracunan karyawan perusahaan maupun masyarakat dan timbulnya penyakit yang disebabkan oleh makanan/pangan.

MANFAAT TRAINING:

  1. Dapat memahami konsep dan prinsip dasar HACCP
  2. Dapat meningkatkan inovasi terhadap proses produksi dengan memfokuskan kepada tahapan tertentu yang kritis atau rawan bahaya
  3. Dapat menambah wawasan mengenai cara dan pengolahan makanan dengan sistem sanitasi yang baik dan benar
  4. Dapat menganalisis dan mampu mengevaluasi proses produksi makanan/bahan pangan sehingga bisa diketahui potensi bahaya yang ditimbulkan.
  5. Dapat melakukan Improvement secara kontinyu terhadap proses produksi makanan/bahan pangan dengan menitikberatkan kepada tahap-tahap proses tertentu atau mata rantai proses produksi yang dianggap kritis dan rawan bahaya
  6. Mampu memonitoring dan mengevaluasi penanganan cara dan proses pengolahan makanan serta menerapkan sistem sanitasi dalam memproduksi makanan yang benar.
  7. Dapat meningkatkan kepedulian seluruh kompenen yang terlibat baik bagi regulasi (pemerintah nasional/internasional), perusahaan produksi pangan/pengelolaan hasil pangan secara terintegrasi maupun mandiri terhadap keamanan pangan akan hasil pangan yang beredar diperusahaan/masyarakat.

 

CAKUPAN MATERI TRAINING HACCP

  1. Prinsip dasar HACCP-Hazard Analysis Critical Control Points
  2. Persyaratan Sistem Kemanan Pangan
  3. Aspek-aspek Kelayakan dasar dan penerapan sistem keamanan pangan
  4. Analisa Bahaya dan proses pengendalian bahaya
  5. Penentuan CCP (critical control points)
  6. Proses penetapkan critical limit
  7. Membuat Dokumen dan Prosedur monitoring keamanan pangan
  8. Melakukan Serta melakukan langkah penetapan corrective action
  9. Proses verifikasi sistem keamanan pangan dan dokumentasi HACCP
  10. Tips dan triks penerapan sistem keamanan pangan

PENANGANAN LIMBAH B3, BAHAN BERBAHAYA & BERACUN

TRAINING INTRODUCTION PENANGANAN LIMBAH B3

Semakin banyaknya limbah B3 yang di hasilkan di area industri menjadi salah satu faktor pemerintah mengeluarkan UU No 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan. Pemerintah sudah mengeluarkan PP No 18 tahun 1999 tentang pengelolaan limbah B3, walau kadang dalam implementasi di lapangan masih banyak di temukan berbagai pelanggaran dalam proses implementasinya. Pemerintah juga mengeluarkan program PROPER dan B3 menjadi salah satu bagian yang harus di evaluasi dan di monitor pelaksanaan di lapangan.

Begitu banyak konsen yang telah di keluarkan oleh pihak pemerintah harus di barengi dengan komitment dari pihak perusahaan dan tentunya skill personal yang menghandle kegiatan operasional tersebut. Bagaimana meng identifikasi limbah B3, cara penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pemanfaatan, pengolahan hingga penimbunan.

 

TRAINING OBJECTIVE PENANGANAN LIMBAH B3

  • Peserta di harapkan memahami landasan hukum dan regulasi tentang limbah B3
  • Peserta bisa melakukan identifikasi dan penyimpanan sementara
  • Peserta bisa menghitung mass balance limbah B3
  • Peserta bisa membuat program pengelolaan limbah B3

TRAINING OUTLINE PENANGANAN LIMBAH B3

  • Introduction, landasan hukum, identifikasi
  • Penyimpanan dan pengumpulan sementara
  • Program 3R reduce reuse recycle
  • Pengangkutan dan pengolahan limbah B3

BASIC K3 – HSE

TRAINING INTRODUCTION :

Tidak semua orang mendapatkan pengetahuan tentang HSE (health, safety & environment) dari meja kuliah, banyak kejadian di lapangan bahwa seseorang mendapatkan pekerjaan di bidang HSE karena di tunjuk oleh atasan, rotasi pekerjaan dll sehingga mau tidak mau orang tersebut secara autodidak harus mempelajari bidang HSE.

Mengenal dunia HSE langsung dari lapangan kadang mempunyai keterbatasan dalam hal pengetahuan dasar, sehingga terasa kurang lengkap dalam menjalankan pekerjaan tersebut. Mau tidak mau dengan mengikuti public training, baca buku HSE, masuk dalam komunitas HSE di lakukan dalam rangka mengejar ketertinggalan tsb.

Pelatihan ini di siapkan bagi siapa saja personal yang baru mulai terjun di bidang HSE, karyawan yang baru bergabung, karyawan rotasi / mutasi pekerjaan, pekerja kokntraktor dan lain lain. Secara menyeluruh di diskusikan bidang health promotion, bidang waste management, basic HSE, ISO 14001, OHSAS 18001, SMK3, pengukuran kinerja K3 dan lain sebagainya.

 

TRAINING OBJECTIVE:

  • Pengenalan tentang HSE (health, safety & environment)
  • Bagaimana peran dan tanggung jawab petugas HSE
  • Mengetahui dasar dalam membangung SMK3, OHSAS dan ISO
  • Memahami dasar pengelolaan lingkungan dan waste water treatment
  • Mengetahui dasar proses safety, ergonomic
  • Memulai healt promotion
  • Dasar dasar fire management



TRAINING OUTLINE
:

  • Basic HSE
  • Membentuk P2K3
  • Mengukur K3
  • SMK3, OHSAS 18001, ISO 14001
  • Pengelolaan lingkungan / waste management
  • Waste Water Treatment
  • Process Safety Management
  • Ergonomi
  • Health promotion
  • Fire management
  • Dasar CSMS

K3 Umum

Deskripsi Training K3 Umum

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

Bidang keselamatan dan kesehatan tenaga kerja merupakan unsur yang sangat penting yang tidak dapat diabaikan oleh perusahaan. Mengutamakan rasa nyaman dan aman saat bekerja menjadi hak sepenuhnya bagi seorang karyawan terlebih jika mereka bekerja ditingkat resiko kecelakaan yang begitu tinggi. Maka dari itu, setiap masing – masing individu perlu mengetahui mengenai dasar – dasar keselamatan dan kesehatan kerja.

 Tujuan  Training K3 Umum

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

Peserta memahami dasar – dasar keselamatan dan kesehatan kerja agar dapat merencanakan, mengimplementasikan dan mengevaluasi sistem Keselamatan dan Kesehatan kerja di perusahaan.

 

MATERI Training K3 Umum

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

  1. Pendahuluan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
  2. Urgensi Manajemen Keselamatan Kerja
  3. Konsep Manajemen
  4. Tipologi Manajemen K3
  5. SMK3 – Standar Minimal Manajemen K3
  6. Peningkatan Manajemen K3
  7. Studi Kasus