Category Archives: Treasury & Risk Management

Audit Kredit Bank Berbasis Manajemen Risiko

Overview Training Audit Kredit Bank Berbasis Manajemen Risiko

Risiko kredit adalah risiko kerugian akibat kegagalan pihak lawan (counterparty) memenuhi kewajibannya. Risiko kredit mencakup akibat kegagalan debitur (borrower), risiko kredit akibat kegagalan pihak lawan transaksi (counterparty), dan risiko kredit akibat kegagalan penyelesaian transaksi (settlement).

Risiko kredit bersumber dari berbagai aktivitas fungsional bank seperti perkreditan (pembiayaan), aktivitas treasury (berupa penempatan dana antar bank), aktivitas terkait investasi, dan aktivitas pembiayaan perdagangan (trade finance).

Pada saat ini aktiva produktif perbankan nasional didominasi oleh kredit yang diberikan, sementara sumber dana bank terutama berasal dari dana pihak ketiga, sehingga apabila terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan terhadap bank, maka bank tersebut dapat mengalami gangguan yang cukup signifikan dalam memenuhi kewajiban pada pemilik dana.

Perkembangan paradigma internal audit, peraturan dan ketentuan dari regulator serta pesatnya perkembangan teknologi informasi adalah beberapa contoh faktor yang menempatkan fungsi internal auditor perbankan (Satuan Kerja Audit Intern Bank/SKAI) untuk mendukung efektivitas penerapan manajemen risiko.

Untuk mengurangi resiko yang makin besar, maka perencanaaan dan pengendalian kredit menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi bank. Untuk itulah diperlukan audit kredit agar dapat dicegah dan dikurangi risiko kredit.

Tujuan pelatihan audit kredit adalah sebagai berikut:

  1. Membekali peserta pengetahuan tentang pengertian, karakteristik, dan jenis kredit.
  2. Membekali peserta pengetahuan tentang proses audit kredit.
  3. Membekali peserta teknik dan metode menditeksi masalah dalam kredit dan cara mengatasi masalah kredit, termasuk test goal, kriteria, KPI, dan peraturan BI.
  4. Memberikan pengetahuan bagi peserta teknik mengurangi risiko kredit dan melaporkan hasil temuan audit kredit.
  5. Memberikan bekal pengetahuan yang lebih dalam tentang audit risiko berbasiskan risiko.

Outline Materi Training Audit Kredit Bank Berbasis Manajemen Risiko

1. Bank, Audit dan Regulasi
2. Kebijakan Kredit dan Prosedur
3. Proses perkreditan

  • Konsumer dan Komersial
  1. Risk Based Audit Internal (RBAI)
  • Tujuan (RBIA)
  • Syarat yang digunakan
  • Jenis-jenis Risiko
  • Pendekatan RBIA
  • Pemahaman Proses
  • Laporan dan Opini Audit
  1. Pengukuran dan Pemantauan Risiko Kredit
    6. Evaluasi Internal Kredit
    7. Kebijakan Kredit dan Prosedur
    8. Keterkaitan Risiko Kredit dan Risiko Inhern Bank
    9. Modern Methode Audit Bank
    10. Audit Kredit Berbasis Manajemen Risiko
    a. Risiko Kredit
    b. Segmentasi Kredit
    c. Organisasi Kredit
    d. Budaya Kredit
    11. Analisa Portfolio
    12. Studi Kasus
Iklan

CREDIT RISK MANAGEMENT

Deskripsi

Dengan perkembangan ekonomi yang semakin cepat, kompleks, dan terintegrasi dengan negara lain menyebabkan kondisi ekonomi akan sangat rentan untuk bergejolak. Yang tentunya akan berdampak terhadap kualitas kredit suatu bank. Kegagalan bank dalam mengantisipasi risiko terutama risiko kredit / credit risk dapat menyebabkan kerugian cukup besar bagi bank. Sangatlah penting bagi suatu bank untuk dapat mengidentifikasi, mengukur, memonitor dan mengontrol tingkat risiko tersebut sehingga dapat mengurangi tingkat kerugian (loss) dan mengurangi biaya kredit ( credit cost ).



MANFAAT PELATIHAN

  • Memahami konsep Manajamen Risiko secara umum dan Risiko Kredit (credit risk) secara khusus
  • Mempelajari bagaimana bank mengelola Risiko Kredit (Kebijakan Risiko Kredit, Metodologi Dan infrastruktur)
  • Menguasai cara menghitung Risiko Kredit (Credit Scoring, Migration Analysis, Credit Portfolio Model)
  • Memahami bagaimana membangun model Stress Testing
  • Melakukan Risk Assessment dan Memitigasi Risiko kredit
  • Membuat Proyeksi Tingkat NPL di masa yang akan datang

SILABUS PELATIHAN CREDIT RISK MANAGEMENT

1. Pengantar Manajemen Risiko Kredit

  • Mengapa Bank Memerlukan Manajemen Risiko
  • Definisi Manajemen Risiko

2. Bagaimana Bank Mengelola Risiko Kredit?

  • Infrastruktur
  • Metodologi
  • Kebijakan Kredit

3. Bagaimana Menghitung Risiko Kredit?

  • Credit Scoring, Credit Migration, Credit Portfolio Model, Credit Exposure Model
  • Parameter Risiko (PD, LGD dan EAD)

4. Implikasi Faktor Risiko

  • Jenis Faktor-faktor Risiko
  • Bagaimana Membangun Stress Testing Model dan Menyikapi hasil Stress Testing tersebu
  • Berapa Besar Dampaknya Terhadap Pencadangan Kerugian Kredit (PPAP) ?

5. Studi Kasus : Risk Assessment Pada Personal Loan (KTA)

  • Penilaian Risiko (Risk Assessment)
  • Mitigasi Risiko

6. Proyeksi Tingkat NPL

  • Menggunakan Faktor Makroekonomi
  • Net Flow Analysis (Migration Rate)
  • Vintage Analysis

TREASURY AUDIT PROCESS

Tujuan dan Manfaat Pelatihan Treasury Audit Process

  1. Meningkatkan pemahaman peserta terhadap produk dan aktivitas treasury beserta dengan risiko-risiko yang melekat pada aktivitas treasury dan sistem pengendalian internal yang diterapkan di dalamnya
  2. Pengenalan terhadap proses audit treasury, meliputi antara lain :
    1. Perencanaan audit treasury, Penetapan tujuan audit ,
    2. Pelaksanaan audit yang efektif dan efisien
    3. Pengkajian dan pembahasan temuan audit,
    4. Penyajian laporan hasil audit
    5. Evaluasi pelaksanaan audit

  

Materi Pelatihan Treasury Audit Process

  1. Apa sajakah produk-produk treasury?
  • Exchange Traded versus Over the Counter Market
  1. Apa sajakah komponen dari produk-produk treasury?
  • Securitisation    Forwards        Optionality
  1. Cash Instruments
  • Spot FX Transactions,Forward FX Transactions
  • FX Rate Swap,Loans & Deposits
  • Bonds,Equity Trading
  • Commodity Trading
  1. Derivative Instruments
  • Interest Rate Swaps,Currency Swaps
  • Forward Rate Agreement (IR Forward)
  • Option Contracts
  1. Fair Value and the Marking To Market Of Treasury Products
  • What is MTM and FV?
  • The issues with FV Accounting
  • Importance of fair value in accounting for treasury products
  • Accounting uses of fair value:
  • Performance measurement
  • Carrying value
  • Disclosure
  • Fair Value vs Accrued Value
  1. Inherent Risks In Treasury
  • Market risk,Liquidity risk,Credit risk
  • Operational risk, Strategic & Business risk
  • Legal & Compliance risk, Reputational risk
  1. Internal Control Framework
  • Inherent Risks in using exchange traded derivatives
  • OTC contracts
  • The management and control system
  • Control Risks
  • Role of Internal Audit
  • Role of External Audit
  1. Auditing Framework,   Objectives of Auditing,
    External Audit versus Internal Audit
  2. Financial Auditing, Operational Auditing, The Audit Approach
    Identifying and measuring the risk factors
  • Identifying and documenting the management and control system
  • Identifying the aspects of the management and control system at risk
  • Reviewing the adequacy of the management and control system
  1. Designing The Audit Work Program
  • Identify key risks
  • Identify key aspects of internal control system
  • Review adequacy of key parts of internal control system
  • Identify attributes affected by risks
  • Test validity of attributes at risk
  1. Carrying Out The Audit Work
    Key Audit issues with Treasury
  • Completely recorded in timely manner
  • Off premises trading
  • Unauthorised trading
  • Trading vs hedging designation
  • Intra day position breaches
  • Monitoring near to settlement trades
  • Monitoring of liquidity risk
  • Deposit and margin reconciliations
  • Valuation and liquidity  ,Concentration of transactions
  1. Audit Techniques

ISO 31000: 2009 Standar Internasional Manajemen Risiko

Deskripsi ISO 31000: 2009 Standar Internasional Manajemen Risiko

ISO (the International Organization for Standardization) adalah federasi badan standar nasional di seluruh dunia. Tugas mempersiapkan standar internasional biasanya dilaksanakan oleh ISO Technical Committee.

Standar Internasional untuk manajemen risiko (ISO 31000) dimaksudkan untuk digunakan oleh berbagai stakeholders:

  1. Mereka yang bertanggung jawab dalam implementasi manajemen risiko di organisasi mereka.
  2. Mereka yang perlu memastikan bahwa suatu organisasi menerapkan manajemen risiko.
  3. Mereka yang perlu mengelola risiko pada tingkat organisasi maupun pada suatu bidang kegiatan tertentu.
  4. Mereka yang perlu mengevaluasi keandalan praktik manajemen risiko dalam organisasinya.
  5. Mereka yang mengembangkan standar, pedoman, prosedur praktik manajemen risiko yang menjadi bagian dari dokumen-dokumen ini.

Banyak organisasi yang telah menerapkan praktik dan proses manajemen risiko termasuk komponen-komponen manajemen risiko dan banyak organisasi yang telah mengadopsi proses manajemen risiko formal untuk jenis-jenis risiko tertentu.

Manajemen dapat memutuskan untuk mengkaji secara kritis praktik dan proses yang ada tersebut berdasarkan standar ISO 31000 ini. Meskipun praktik manajemen risiko telah dikembangkan di berbagai sektor untuk menjawab kebutuhan spesifik di masing-masing sektor, suatu pendekatan generik berupa kerangka kerja komponen-komponen mendasar manajemen risiko dapat membantu memastikan bahwa risiko telah dikelola secara efektif dan koheren di seluruh organisasi. Pendekatan generik yang diuraikan dalam ISO 31000 ini.

 

Tujuan ISO 31000: 2009 Standar Internasional Manajemen Risiko

  1. Memberikan pengetahuan tentang peran sekretaris di era globalisasi
  2. Meningkatkan keterampilan dan kemampuan dalam menangani pekerjaan kesekretariatan      secara profesional
  3. Meningkatkan profesionalitas & rasa tanggung jawab seorang sekretaris terhadap tugas-tugas yang diberikan oleh perusahaan atau pimpinannya
  4. Memberikan kunci sukses menjadi sekretaris profesional

 

Materi ISO 31000: 2009 Standar Internasional Manajemen Risiko

  1. Dinamika Lingkungan Bisnis dan Ketidakpastian
  2. Gejala Manajemen Risiko yang Lemah
  3. Prinsip-prinsip Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000:2009
  4. Kerangka Implementasi Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000:2009
  5. Proses Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000:2009
  6. Perbandingan ISO 31000:2009 dengan AS/NZS 4360:2004
  7. Perbandingan ISO 31000:2009 dengan COSO 2004
  8. Kebijakan Manajemen Risiko
  9. Kerangka kerja manajemen risiko
  10. Mengintegrasikan Manajemen Risiko ke dalam Proses Organisasi
  11. Memahami organisasi dan konteksnya
  12. Akuntabilitas dan Sumber daya Manajemen Risiko
  13. Pengembangan komunikasi dan pelaporan internal & eksternal
  14. Risk Context,
  15. Risk Identification,
  16. Risk Analysis,
  17. Risk Evaluation,
  18. Risk Treatment,
  19. Risk Communication & Consultation,
  20. Risk Monitoring & Review.
  21. Pemantauan dan pengkajian kerangka kerja
  22. Manajemen Risiko dan Perbaikan Berkelanjutan (Continues Improvement)

 

FINANCIAL SHENANIGANS

Deskripsi Training Financial Shenanigans

Manajemen senior di perusahaan publik, melaporkan berita positif dan hasil keuangan yang mengesankan yang akan menyenangkan investor dan mendorong harga saham lebih tinggi. Sementara sebagian besar perusahaan bertindak secara etis dan mengikuti aturan akuntansi yang telah ditentukan ketika melaporkan kinerja keuangan mereka, beberapa mengambil keuntungan dari daerah abu-abu dalam aturan untuk menggambarkan hasil keuangan mereka dengan cara yang menyesatkan. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, serta penerapan e-commerce dalam dunia bisnis, secara langsung atau tidak langsung sangat berpengaruh dalam operasional perusahaan/organisasi. Efek buruk yang dapat ditimbulkan dari perkembangan teknologi oleh oknum tidak bertanggung jawab adalah muncul praktek-praktek fraud yang berakibat fatal bagi perusahaan, misalnya cyber crime, computer fraud & fraudulent financial reporting. Dalam rangka, mengantisipasi hal tersebut maka analis sudah seharusnya meningkatkan kemampuan dalam mendeteksi, mencegah serta melakukan investigasi timbulnya fraud tersebut.



Tujuan Training Financial Shenanigans

Setelah mengikuti training financial shenanigans ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memberikan pemahaman secara komprehensif mengenai berbagai type kecurangan (fraud) yang sering atau mungkin akan terjadi di berbagai organisasi /perusahaan.
  2. Meningkatkan kemampuan dan memberikan penyegaran bagi para Auditor dalam mengaplikasikan langkah-langkah pencegahan kecurangan (fraud prevention), teknik-teknik mutakhir dalam melakukan pendeteksian kecurangan (fraud prevention) dan dalam melakukan investigasi kecurangan (fraud investigation).
  3. Membantu manajemen operasional untuk mencari solusi terbaik dalam menghadapi berbagai macam kecurangan (fraud).


Materi Training Financial Shenanigans

  1. Overview Fraud-Auditing
  2. Introduction to Financial Shenanigans
  3. Fraud Prevention
  4. Fraud Detection
  5. Earning manipulation Shenanigans
  6. Boosting Income Using One time or Unsustainable Activities
  7. Shifting Current Expense and Income to a Later Period
  8. Shifting Future Expense to an Earlier Period
  9. Cash Flow Shenanigans
  10. Key Metrics Shenanigans
  11. Brief Review of Financial Report
  12. Case Study

Road Construction Risk and Insurance

Deskripsi

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015–2019, Pemerintah telah mencanangkan pembangunan jalan tol sepanjang 1000 km selama lima tahun ke depan. Itu berarti, rata-rata pembangunan jalan tol selama 2015–2019 adalah 200 km per tahun.

Penambahan jalan tol 1000 km tersebut terdiri atas Trans Sumatera, Trans Jawa, Tol Samarinda-Balikpapan dan Tol Manado-Bitung. Berdasarkan data Jasa Marga, dana yang dibutuhkan untuk membangun jalan tol sepanjang 1.153 km itu mencapai sebesar Rp 132,9 triliun, atau sekitar Rp 115,27 miliar per km.

Sejauh ini kebutuhan akan jalan tol terbilang sangat tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan kendaraan yang terus meningkat mencapai 17% per tahun. Sementara itu, pertumbuhan panjang jalan hanya tumbuh 1% per tahun. Saat ini, panjang jalan tol yang beroperasi di Indonesia baru mencapai 820,2 km. Panjang jalan tol tersebut jauh tertinggal dibandingkan negara lainnya. Jalan tol di Malaysia mencapai 3,000 km, Korea Selatan mencapai 2,623 km, dan Tiongkok mencapai 65,065 km. Padahal pembangunan jalan tol di Indonesia sudah berjalan selama 36 tahun sementara Tiongkok mulai membangun jalan tol sejak 1980-an.


Materi Pelatihan Road Construction Risk and Insurance

Hari I:

Materi I: Introduction

  • History of Road Construction and Economical Aspects

Materi II: Understanding Road Construction

  • Road Categories, Types of Road Construction, Design of Roads, Determining Factors for Design, Determination of the Route, Road Structure, Structures, Technical Installations, Buildings, Construction Costs, Testing and Monitoring

Materi III: Typical Exposures

  • Natural Catastrophes, Faulty Design, Material and Workmanship, Contractors and other Parties involved, Third party Liability Aspects, Topographical Exposures, Geology / Hydrology and Soil Conditions, Other Environmental Impacts, Camps and Stores and Contractor’s Plant and Equipment

Hari II:

Materi IV: Probable Maximum Loss (PML) Considerations

  • Probable Maximum Loss (PML) Considerations: perhitungan kemungkinan kerugian maksimal dan aplikasinya dalam penempatan risiko dan penutupan asuransi

Materi V: Typical Loss Examples

  • Typical Loss Examples: analisa dan pelajaran yang diambil dari contoh-contoh kerugian yang telah terjadi pada pembangunan jalan

Materi akan disampaikan dalam bahasa Indonesia

PROJECT RISK MANAGEMENT

DESKRIPSI PELATIHAN PROJECT RISK MANAGEMENT

Semua proyek selalu memiliki resiko. Oleh karena itu, manajer proyek yang sukses akan menjadi orang yang mengelola risiko secara efektif. Ancaman harus diminimalkan dan peluang dimaksimalkan, tetap menjaga fokus yang jelas pada pencapaian tujuan. Dalam training 3 hari ini, para peserta akan mempelajari proses manajemen risiko berdasarkan PMBOK 2008 dan mempelajari  teknik yang dibutuhkan  dalam pengelolaan resiko proyek anda.

Selain teori, juga akan dibahas kasus-kasus yang akan diselesaikan dengan pendekatan yang proaktif, pragmatis dan berbasis tindakan. Pelatihan ini juga memberikan tool-tool yang teruji untuk membantu mengatasi kesulitan proyek manager menangani secara efektif manajemen resiko.

 

Training Objectives PROJECT RISK MANAGEMENT

Tujuan dari pelatihan ini adalah para peserta akan:

  • Mampu mengenali risiko dalam proyek Anda, membedakan risiko dari penyebab dan efeknya, dan mengekspos ancaman maupun peluang
  • Mampu melakukan pendekatan proaktif untuk mengidentifikasi dan menilai eksposur risiko, mengatasi ancaman maupun peluang
  • Mampu menerapkan teknik yang teruji untuk memprioritaskan risiko, memungkinkan Anda untuk menentukan daerah-daerah yang membutuhkan perhatian khusus
  • Mampu mengembangkan response strategy yang tepat untuk risiko yang telah diidentifikasik
  • Mengetahui bagaimana memastikan manajemen yang efektif dari ketidakpastian dan memaksimalkan kemungkinan mencapai tujuan proyek
  • Mengenali psikologi resiko yang mengungkapkan sumber bias dan memungkinkan hal ini bisa dikenali dan dihadapi

 

AGENDA  AND MATERIAL PELATIHAN PROJECT RISK MANAGEMENT

DAY 1

  • Introduction
    • Overview and objectives of the training
    • Delegate introductions
  • Overview of Project Management
    • Definition of Project Management
    • PM Methodology
    • PMBOK Overview
    • Project Planning, Scheduling, and Controlling
  • Overview of Risk Management
    • Definitions of risk
    • Why use risk management The risk process
  • Risk Management Planning
    • Defining the project
    • Focusing the risk process
    • The Risk Management Plan

DAY 2

  • Risk Identification
    • How to use key techniques
    • Risks, causes & effects
  • Risk Exercise 1
    • Qualitative Risk Analysis
    • Probability and impact
    • Risk categorisation
    • Recording and reporting risk
  • Risk Exercise 2
    • Quantitative Risk Analysis
    • The role of quantitative analysis
    • Monte Carlo simulation
    • Developing a risk model
    • Understanding outputs

DAY 3

  • Risk Response Planning
    • Risk Owners
    • Risk response strategies
  • Risk Exercise 3
  • Risk Monitoring & Control
    • Risk reviews
    • Staying in control
  • Behavioural aspects
    • Sources of bias
    • Risk attitudes (with exercises)
  • Benefits & Implementation
    • Benefits of risk management
    • Downside of risk management
    • Implementation issues

MANAJEMEN RISIKO

Deskripsi Training Manajemen Risiko

Aktivitas perusahaan senantiasa dihadapkan pada risiko-risiko yang berkaitan erat dengan fungsinya untuk menciptakan nilai bagi para stakeholder. Pesatnya perkembangan lingkungan internal dan eksternal perusahaan menyebabkan semakin kompleksnya risiko bisnis. Agar mampu beradaptasi dengan lingkungan bisnis, penerapan manajemen risiko secara formal, terstruktur dan terintegrasi merupakan keharusan bagi perusahaan. Jika dilaksanakan dengan baik, manajemen risiko menjadi kekuatan vital bagi corporate governance, sehingga merupakan hal mendesak yang harus diterapkan perusahaan.



Tujuan Training Manajemen Risiko

  1. Pemahaman pentingnya manajemen risiko
  2. Pemahaman konsep mendasar tentang proses manajemen risiko
  3. Perencanaan dan aplikasi manajemen risiko



Materi Training Manajemen Risiko

1.    Identifikasi RISK

  • Pengertian RISK
  • Market RISK, Credit RISK, Operational RISK
  • Overview pengelolaan RISK:  esensi, konsep dan framework

2.    Pengukuran RISK

  • Probabilitas frekuensi dan severitas
  • Value at RISK
  • Metode-metode pengukuran RISK: Basic Indicator Approach, Standardized Approach, Alternative Standard Approach, Advanced Measurement Approach
  • Bootstrapping  dan Simulasi Monte Carlo

3.    Manajemen RISK

  • Sistematika proses manajemen RISK
  • Keorganisasian manajemen RISK
  • Menyusun RISK Management Plan
  • Penerapan manajemen RISK

4.    Studi Kasus dan Latihan

  • Studi kasus dan latihan analisis
  • Studi kasus dan latihan penyusunan RISK MANAGEMENT PLAN & CONTROL

Risk Management

DESCRIPTION TRAINING RISK MANAGEMENT

Banyak orang yang bingung  apabila mendengarkan kata Risk Management, melalui training kali ini, anda akan mendapatkan informasi yang jelas tentang Risk Management, tipe-tipe resiko, Mengidentifikasi resiko yang ada ataupun yang mungkin akan ada, cara mengukurnya,  membuat perencanaan untuk mengantisipasi resiko, dan sebagainya, hal ini akan dapat sangat membantu para manager untuk mengetahui bagaimanakah melakukan antisipasi yang effektive guna mencegah atau meminimalisir atau mengeliminir resiko dalam perusahaan saat operasional perusahaan dilaksanakan.

 

OUTLINE TRAINING RISK MANAGEMENT

  1. Introduction ( overview)
  2. Definition of Risk Management
  3. The drivers of Credit Losses
  4. There are many others risk types
  5. Risk management planning
  6. Identify risk (production, marketing, financial, legal, Human.)
  7. Measure risk
  8. Assess bearing capacity
  9. Evaluate risk tolerance or preferences
  10. Sett risk management goal
  11. Identify effective risk management tools
  12. Select profesional assistance
  13. Make decision and implement the plan
  14. Evaluate the result
  15. Class Task, design a plan for managing risk

RISK MANAGEMENT & LEGAL COMPLIENCE

Deskripsi Training Risk Management & Legal Compliance

Kepatuhan lembaga perbankan pada Hukum, Kebijakan dan Tata Cara adalah salah bentuk meminimalkan risiko pada kelembagaan terkait. Dimana risiko adalah potensi-potensi negative yang muncul dan harus di minimalkan/dihilangkan karena akan membawa efek yang luar biasa pada perekonomian sebuah Negara. Untuk itu sebuah lembaga yang mengatur keuangan dari masyarakat luas yaitu perbankan wajib mengetahui Hukum terkait, serta Kebijakkan dan Tata Caranya.

TUJUAN Training Risk Management & Legal Compliance

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pejabat dan staff untuk mengenali risiko-risiko yang muncul dari Segi Hukum, Kebijakan serta Tata Cara yang sudah di atur oleh Negara dan Undang-undang

MATERI Training Risk Management & Legal Compliance

  1. Legal complience
  2. The Definition of Risk
  3. Key Risk Management Procedures
    • Credit Risk Management Procedures
    • Liquidity Risk Management Procedures
    • Market Risk Management Procedures
    • Operational Risk Management Procedures
    • Capital Adequacy Risk Management Procedures
    • Tax Risk Management and Tax Compliance Procedures
    • Legal and Regulatory Risk Management & Legal and Regulatory Procedures
  4. Risk Management System
  5. Goal of Risk Management System
  6. Risk Management Reporting
  7. Risk Register
  8. Annual Review

TREASURY MANAGEMENT

Deskripsi

Unit kerja yang sangat spesifik, dengan jumlah yang sedikit dibanding dengan jumlah karyawan secara total disebut dengan treasury. Personil Treasury mempunyai tugas yang penting, salah satunya yaitu tugas untuk melaksanakan transaksi yang complicated dalam jumlah yang sangat besar. Meskipun berada dalam tekanan pekerjaan yang tinggi, personil Treasury tidak diperbolehkan untuk melakukan kesalahan sekecil apapun itu karena kesalahan yang dilakukan tersebut bisa berdampak sangat besar terhadap kredibilitas perusahaan. Saat ini, seiring perkembangan jaman yang menuntut tingkat persaingan antar perusahaan yang semakin ketat, maka fungsi serta pengelolaan treasury dirasakan semakin penting, terutama setelah melihat pasca krisis ekonomi dimana exposure dan risk management serta hedging strategy menjadi keputusan utama dan important bagi perusahaan.

 

Materi Treasury Management

  1. Konsep Treasury Management
    • Konsep pengelolaan Likuidasi, Investasi, Trading dan Hedging.
    • Konsep pemilahan kegiatan kedalam front, middle dan back office serta proses build in control.
  2. Dampak Ekonomi Makro Tahun 2011 Terhadap Treasury Perusahaan
  3. Money Market
    • Tinjauan dan fungsi pasar uang,
    • Instrument pasar uang yang umum digunakan,
    • Pembentukan suku bunga pasar, Pricing dan Accruals
  4. Forex Market 
    • Tinjauan dan fungsi pasar Forex,
    • Pembentukan harga nilai tukar, analisa fundamental & technical, stop loss vs profit taking strategies.
  5. Capital Market
    • Tinjauan dan fungsi pasar surat berharga (Debt Market)
    • Konsep investasi & trading,
    • Pembentukan harga pasar,
    • Rating analysis,
    • Proses penerbitan surat hutang (Debt Instrument)
  6. Treasury Risk Management
    • Konsep treasury risk management,
    • risk classifications (Interest Rate Risk,
    • Exchange Risk, Liquidity Risk, Credit Risk, Market Risk, Operational & Reputation Risk), Value at Risk (VAR)
  7. Peran Treasury dan Keterkaitannya dengan Risiko 
  8. Cash Flow Management 
    • Konsep Liquidity Management,
    • gap management,
    • balance-sheet management dan capital planning berdasarkan pendekatan Asset Liability Management (ALM)
  9. Operational & Settlement
    • Konsep pendekatan operasional dari fungsi sebagai  payment agent, administration & settlement.

RISK MANAGEMENT (MANAJEMEN RESIKO)

DESKRIPSI TRAINING RISK MANAGEMENT (MANAJEMEN RESIKO)

Semakin kompleksnya resiko bisnis yang dihadapi oleh perusahaan disebabkam semakin pesatnya perkembangan lingkungan internal dan eksternal perusahaan. penerapan manajemen resiko secara terstruktur dan terintegrasi perlu dilakukan oleh perusahaan agar mampu menyesuaikan diri dalam lingkungan bisnis. Jika dapat dilaksanakan dengan baik, maka manajemen risiko menjadi kekuatan vital bagi corporate governance, sehingga merupakan hal mendesak yang harus diterapkan perusahaan.

TUJUAN TRAINING RISK MANAGEMENT (MANAJEMEN RESIKO)

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami pentingnya manajemen risiko
  2. Memahami konsep mendasar tentang proses manajemen risiko
  3. Mengaplikasikan manajemen risiko diperusahaan

MATERI TRAINING RISK MANAGEMENT (MANAJEMEN RESIKO)

Identifikasi RISK

  • Pengertian RISK
  • Market RISK, Credit RISK, Operational RISK
  • Overview pengelolaan RISK:  esensi, konsep dan framework

Pengukuran RISK

  • Probabilitas frekuensi dan severitas
  • Value at RISK
  • Metode-metode pengukuran RISK: Basic Indicator Approach, Standardized Approach, Alternative Standard Approach, Advanced Measurement Approach
  • Bootstrapping  dan Simulasi Monte Carlo

Manajemen RISK

  • Sistematika proses manajemen RISK
  • Keorganisasian manajemen RISK
  • Menyusun RISK Management Plan
  • Penerapan manajemen RISK

Studi Kasus dan Latihan

  • Studi kasus dan latihan analisis
  • Studi kasus dan latihan penyusunan RISK MANAGEMENT PLAN & CONTROL

MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN NON KEUANGAN

DESKRIPSI TRAINING MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN NON KEUANGAN

Risiko dalam kegiatan bisnis beraneka ragam bentuk dan jenisnya.  Memang ada risiko yang bisa dihindari, namum sebagian besar risiko adalah tidak bisa dihindari atau tidak bisa dihilangkan.  Meskipun tidak bisa dihilangkan atau dihindari, risiko tersebut dapat dikurangi atau diperkecil dengan cara: suatu perusahaan  menerapkan manajemen risiko yang efektif dan efisien. Pelatihan manajemen risiko ini membahas mengenai konsep manajemen risiko, analisis risiko dengan pendekatan kualitatif, analisis risiko dengan   pendekatan kuantitatif, dana pengurangan atau pengalihan risiko dengan jasa asuransi

 

TUJUAN TRAINING MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN NON KEUANGAN

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu;

  1. Memahami konsep-konsep manajemen risiko
  2. Memahami manajemen risiko dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif
  3. Mempersiapkan diri sendiri atau kelompok terlebih dahulu dalam menghadapi pekerjan yang berisiko.
  4. Memahami pentingnya asuransi bagi individu, kelompok, maupun bagi perusahaan.

 

MATERI TRAINING MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN NON KEUANGAN

Konsep manajemen risiko

  •  Manajemen risiko: suatu senjata yang ampuh
  • Penentuan dan penaksiran risiko
  •  Pengendalian risiko
  • Risiko pengambilan keputusan manajemen

Analisis manajemen risiko dengan pendekatan kualitatif

  • Risiko sumber daya manusia
  • Risiko kesehatan dan keselamatan kerja
  •  Risiko kejahatan dan kecurangan
  • Risiko polusi udara dan kebakaran
  • Risiko komputer
  •  Risiko pemasaran
  • Risiko kualitas dan daya saing produk
  •  Risiko modal kerja

Analisis manajemen risiko dengan pendekatan kuantitatif

  • Risiko investasi pada pasar uang,  pasar modal, dan pasar modal
  • Risiko pada penggunaan biaya tetap
  • Risiko pada piutang

Pengurangan risiko dengan asuransi

  •  Asuransi jiwa
  • Asuransi hak milik
  •   Asuransi kesehatan
  •  Asuransi varia.

Pengelolaa risiko melalui:

  •  Identifikasi risiko
  •  Pengukuran risiko
  •  Monitoring risiko
  • Pengendalian risiko

Risiko di perbankan dan lembaga keuanga

  • Risiko pasar
  • Risiko likuiditas
  • Risiko kredit
  • Rsiko legal
  • Risiko reputasi
  • Risiko strategis
  • Risiko kepatuhan

IT RISK MANAGEMENT

Deskripsi Training IT Risk Management

Manajemen resiko merupakan hal yang penting untuk keberhasilan setiap perusahaan, perusahaan yang tidak mengambil resiko akan susah berkembang. Di sisi lain perusahaan yang mengabaikan resiko akan mencapai kegagalan ketipa sebuah ancaman dibiarkan menyebar luas. Saat ini, sistem teknologi informasi memberikan kontribusi bagi keberhasilan kebanyakan perusahaan. Jika tidak benar dalam mengelola resiko teknologi informasi (IT), hal ini juga dapat sebagai penyebab kegagalan dalam suatu perusahaan. Manajemen resiko yang efektif dimulai dengan memahami ancaman dan kerentanan.

 

Tujuan Training IT Risk Management

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta memahami prinsip-prinsip dasar manajemen resiko IT dan mampu mengelola resiko IT secara menyeluruh di perusahaan menggunakan kerangka manajemen resiko IT.

 

 

Materi Training IT Risk Management

  1. Pengantar Manajemen Resiko IT
  2. Komponen-komponen Resiko untuk Infrastruktur IT
  3. Manajemen Resiko IT dan Pentingnya untuk Organisasi
  4. Teknik-teknik Mengidentifikasi Resiko IT
  5. Teknik-teknik Manajemen Resiko IT
  6. Mengembangkan Perencanaan Manajemen Resiko IT
  7. Menjaga Penyesuaian dan Kepatuhan
  8. Mendefinisikan Penilaian Resiko
  9. Mengidentifikasi dan Menganalisa Ancaman, Kerentanan dan Eksploitasi
  10. Seluk Beluk Control Objective Framework (COF)
  11. Keterkaitan Risk IT Framework dengan COBIT
  12. Evaluasi

Supply Chain Risk Management

Why you would need this program?

Effective supply chain management is very critical in today’s business landscape where resources and sources have become more limited and vulnerable to uncertainty due to the unexpected external or internal changes. This workshop is designed to leverage your supply chain resiliency by applying risk management as an integral part of your supply chain management process.



What topics are covered?

This is a two-day (12 hours) workshop and it covers:

  1. Introduction to supply chain risk management
  2. Understand the key risks and key controls in your supply chain through supply chain modeling and mapping
  3. Improving your supply chain management based on effective risk mitigation and contingency plan
  4. Case discussion

CORPORATE PORTFOLIO RISK MANAGEMENT

Why you would need this program?

Through the years, a business entity may have acquired various business units and or projects which could be geographically and industrially dispersed. It is its business portfolio. How to understand the sensitivities and impacts of each unit business or project? It is an optimum portfolio or a diminishing in return portfolio? This advance topic is for you.

 

What topics are covered?

This is a two-day (12 hours) workshop and it covers:

  1. Introduction to corporate portfolio risk management
  2. Corporate portfolio risk analysis
  3. Corporate portfolio risk modeling with Value at Risk (VaR)
  4. Improving your portfolio management through optimization of risk taking
  5. Workshop on portfolio risk modeling

Liquidity Risk

Why you would need this program?

Liquidity drain or shock can bring an entity into suddent bankruptcy as well as lawsuit due to its failure to keep  its financial liablities. This program is designed to help participants gain a better understanding, knowledge and skill in managing liquidity risk through class room exercise and discussion.



What topics are covered on Liquidity Risk Training?

This is a two-day (12 hours) workshop and it covers various topics such as :

  1. Understanding liquidity risk
  2. The early signals of liquidity problems
  3. Basel framework for managing liquidity risk
  4. Strategy for managing liquidity risk
  5. Case discussion

Treasury Management

Deskripsi

Unit kerja yang sangat spesifik, dengan jumlah yang sedikit dibanding dengan jumlah karyawan secara total disebut dengan treasury. Personil Treasury mempunyai tugas yang penting, salah satunya yaitu tugas untuk melaksanakan transaksi yang complicated dalam jumlah yang sangat besar. Meskipun berada dalam tekanan pekerjaan yang tinggi, personil Treasury tidak diperbolehkan untuk melakukan kesalahan sekecil apapun itu karena kesalahan yang dilakukan tersebut bisa berdampak sangat besar terhadap kredibilitas perusahaan. Saat ini, seiring perkembangan jaman yang menuntut tingkat persaingan antar perusahaan yang semakin ketat, maka fungsi serta pengelolaan treasury dirasakan semakin penting, terutama setelah melihat pasca krisis ekonomi dimana exposure dan risk management serta hedging strategy menjadi keputusan utama dan important bagi perusahaan.

 

Materi Treasury Management

  1. Konsep Treasury Management
    • Konsep pengelolaan Likuidasi, Investasi, Trading dan Hedging.
    • Konsep pemilahan kegiatan kedalam front, middle dan back office serta proses build in control.
  2. Dampak Ekonomi Makro Tahun 2011 Terhadap Treasury Perusahaan
  3. Money Market
    • Tinjauan dan fungsi pasar uang,
    • Instrument pasar uang yang umum digunakan,
    • Pembentukan suku bunga pasar, Pricing dan Accruals
  4. Forex Market 
    • Tinjauan dan fungsi pasar Forex,
    • Pembentukan harga nilai tukar, analisa fundamental & technical, stop loss vs profit taking strategies.
  5. Capital Market
    • Tinjauan dan fungsi pasar surat berharga (Debt Market)
    • Konsep investasi & trading,
    • Pembentukan harga pasar,
    • Rating analysis,
    • Proses penerbitan surat hutang (Debt Instrument)
  6. Treasury Risk Management
    • Konsep treasury risk management,
    • risk classifications (Interest Rate Risk,
    • Exchange Risk, Liquidity Risk, Credit Risk, Market Risk, Operational & Reputation Risk), Value at Risk (VAR)
  7. Peran Treasury dan Keterkaitannya dengan Risiko 
  8. Cash Flow Management 
    • Konsep Liquidity Management,
    • gap management,
    • balance-sheet management dan capital planning berdasarkan pendekatan Asset Liability Management (ALM)
  9. Operational & Settlement
    • Konsep pendekatan operasional dari fungsi sebagai  payment agent, administration & settlement.

ISO 31000: 2009 International Risk Management

Deskripsi Training Risk Management ISO 31000: 2009

ISO (the International Organization for Standardization) adalah federasi badan standar nasional di seluruh dunia. Tugas mempersiapkan standar internasional biasanya dilaksanakan oleh ISO Technical Committee.

Standar Internasional untuk manajemen risiko (ISO 31000) dimaksudkan untuk digunakan oleh berbagai stakeholders:

  1. Mereka yang bertanggung jawab dalam implementasi manajemen risiko di organisasi mereka.
  2. Mereka yang perlu memastikan bahwa suatu organisasi menerapkan manajemen risiko.
  3. Mereka yang perlu mengelola risiko pada tingkat organisasi maupun pada suatu bidang kegiatan tertentu.
  4. Mereka yang perlu mengevaluasi keandalan praktik manajemen risiko dalam organisasinya.
  5. Mereka yang mengembangkan standar, pedoman, prosedur praktik manajemen risiko yang menjadi bagian dari dokumen-dokumen ini.

Banyak organisasi yang telah menerapkan praktik dan proses manajemen risiko termasuk komponen-komponen manajemen risiko dan banyak organisasi yang telah mengadopsi proses manajemen risiko formal untuk jenis-jenis risiko tertentu.

Manajemen dapat memutuskan untuk mengkaji secara kritis praktik dan proses yang ada tersebut berdasarkan standar ISO 31000 ini. Meskipun praktik manajemen risiko telah dikembangkan di berbagai sektor untuk menjawab kebutuhan spesifik di masing-masing sektor, suatu pendekatan generik berupa kerangka kerja komponen-komponen mendasar manajemen risiko dapat membantu memastikan bahwa risiko telah dikelola secara efektif dan koheren di seluruh organisasi. Pendekatan generik yang diuraikan dalam ISO 31000 ini.

 



Materi Training Risk Management ISO 31000

  1. Dinamika Lingkungan Bisnis dan Ketidakpastian
  2. Gejala Manajemen Risiko yang Lemah
  3. Prinsip-prinsip Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000 : 2009
  4. Kerangka Implementasi Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000 : 2009
  5. Proses Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000 : 2009
  6. Perbandingan ISO 31000 : 2009 dengan AS/NZS 4360:2004
  7. Perbandingan ISO 31000 : 2009 dengan COSO 2004
  8. Kebijakan Manajemen Risiko
  9. Kerangka kerja manajemen risiko
  10. Mengintegrasikan Manajemen Risiko ke dalam Proses Organisasi
  11. Memahami organisasi dan konteksnya
  12. Akuntabilitas dan Sumber daya Manajemen Risiko
  13. Pengembangan komunikasi dan pelaporan internal & eksternal
  14. Risk Context,
  15. Risk Identification,
  16. Risk Analysis,
  17. Risk Evaluation,
  18. Risk Treatment,
  19. Risk Communication & Consultation,
  20. Risk Monitoring & Review.
  21. Pemantauan dan pengkajian kerangka kerja
  22. Manajemen Risiko dan Perbaikan Berkelanjutan (Continues Improvement)

Manajemen Risiko

Deskripsi Training Manajemen Risiko

Aktivitas perusahaan senantiasa dihadapkan pada risiko-risiko yang berkaitan erat dengan fungsinya untuk menciptakan nilai bagi para stakeholder. Pesatnya perkembangan lingkungan internal dan eksternal perusahaan menyebabkan semakin kompleksnya risiko bisnis. Agar mampu beradaptasi dengan lingkungan bisnis, penerapan manajemen risiko secara formal, terstruktur dan terintegrasi merupakan keharusan bagi perusahaan. Jika dilaksanakan dengan baik, manajemen risiko menjadi kekuatan vital bagi corporate governance, sehingga merupakan hal mendesak yang harus diterapkan perusahaan.



Tujuan Training Manajemen Risiko

  1. Pemahaman pentingnya manajemen risiko
  2. Pemahaman konsep mendasar tentang proses manajemen risiko
  3. Perencanaan dan aplikasi manajemen risiko



Materi Training Manajemen Risiko

1.    Identifikasi RISK

  • Pengertian RISK
  • Market RISK, Credit RISK, Operational RISK
  • Overview pengelolaan RISK:  esensi, konsep dan framework

2.    Pengukuran RISK

  • Probabilitas frekuensi dan severitas
  • Value at RISK
  • Metode-metode pengukuran RISK: Basic Indicator Approach, Standardized Approach, Alternative Standard Approach, Advanced Measurement Approach
  • Bootstrapping  dan Simulasi Monte Carlo

3.    Manajemen RISK

  • Sistematika proses manajemen RISK
  • Keorganisasian manajemen RISK
  • Menyusun RISK Management Plan
  • Penerapan manajemen RISK

4.    Studi Kasus dan Latihan

  • Studi kasus dan latihan analisis
  • Studi kasus dan latihan penyusunan RISK MANAGEMENT PLAN & CONTROL

FINANCIAL SHENANIGANS

Deskripsi Training Financial Shenanigans

Manajemen senior di perusahaan publik, melaporkan berita positif dan hasil keuangan yang mengesankan yang akan menyenangkan investor dan mendorong harga saham lebih tinggi. Sementara sebagian besar perusahaan bertindak secara etis dan mengikuti aturan akuntansi yang telah ditentukan ketika melaporkan kinerja keuangan mereka, beberapa mengambil keuntungan dari daerah abu-abu dalam aturan untuk menggambarkan hasil keuangan mereka dengan cara yang menyesatkan. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, serta penerapan e-commerce dalam dunia bisnis, secara langsung atau tidak langsung sangat berpengaruh dalam operasional perusahaan/organisasi. Efek buruk yang dapat ditimbulkan dari perkembangan teknologi oleh oknum tidak bertanggung jawab adalah muncul praktek-praktek fraud yang berakibat fatal bagi perusahaan, misalnya cyber crime, computer fraud & fraudulent financial reporting. Dalam rangka, mengantisipasi hal tersebut maka analis sudah seharusnya meningkatkan kemampuan dalam mendeteksi, mencegah serta melakukan investigasi timbulnya fraud tersebut.



Tujuan Training Financial Shenanigans

Setelah mengikuti training financial shenanigans ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memberikan pemahaman secara komprehensif mengenai berbagai type kecurangan (fraud) yang sering atau mungkin akan terjadi di berbagai organisasi /perusahaan.
  2. Meningkatkan kemampuan dan memberikan penyegaran bagi para Auditor dalam mengaplikasikan langkah-langkah pencegahan kecurangan (fraud prevention), teknik-teknik mutakhir dalam melakukan pendeteksian kecurangan (fraud prevention) dan dalam melakukan investigasi kecurangan (fraud investigation).
  3. Membantu manajemen operasional untuk mencari solusi terbaik dalam menghadapi berbagai macam kecurangan (fraud).



Materi Training Financial Shenanigans

  1. Overview Fraud-Auditing
  2. Introduction to Financial Shenanigans
  3. Fraud Prevention
  4. Fraud Detection
  5. Earning manipulation Shenanigans
  6. Boosting Income Using One time or Unsustainable Activities
  7. Shifting Current Expense and Income to a Later Period
  8. Shifting Future Expense to an Earlier Period
  9. Cash Flow Shenanigans
  10. Key Metrics Shenanigans
  11. Brief Review of Financial Report
  12. Case Study

RISK MANAGEMENT (MANAJEMEN RESIKO)

DESCRIPTION TRAINING RISK MANAGEMENT

Banyak orang yang bingung  apabila mendengarkan kata Risk Management, melalui training kali ini, anda akan mendapatkan informasi yang jelas tentang Risk Management, tipe-tipe resiko, Mengidentifikasi resiko yang ada ataupun yang mungkin akan ada, cara mengukurnya,  membuat perencanaan untuk mengantisipasi resiko, dan sebagainya, hal ini akan dapat sangat membantu para manager untuk mengetahui bagaimanakah melakukan antisipasi yang effektive guna mencegah atau meminimalisir atau mengeliminir resiko dalam perusahaan saat operasional perusahaan dilaksanakan.

 

OUTLINE TRAINING RISK MANAGEMENT

  1. Introduction ( overview)
  2. Definition of Risk Management
  3. The drivers of Credit Losses
  4. There are many others risk types
  5. Risk management planning
  6. Identify risk (production, marketing, financial, legal, Human.)
  7. Measure risk
  8. Assess bearing capacity
  9. Evaluate risk tolerance or preferences
  10. Sett risk management goal
  11. Identify effective risk management tools
  12. Select profesional assistance
  13. Make decision and implement the plan
  14. Evaluate the result
  15. Class Task, design a plan for managing risk

CREDIT RISK MANAGEMENT

GAMBARAN UMUM PROGRAM

Dengan perkembangan ekonomi yang semakin cepat, kompleks, dan terintegrasi dengan negara lain menyebabkan kondisi ekonomi akan sangat rentan untuk bergejolak. Yang tentunya akan berdampak terhadap kualitas kredit suatu bank. Kegagalan bank dalam mengantisipasi risiko terutama risiko kredit / credit risk dapat menyebabkan kerugian cukup besar bagi bank. Sangatlah penting bagi suatu bank untuk dapat mengidentifikasi, mengukur, memonitor dan mengontrol tingkat risiko tersebut sehingga dapat mengurangi tingkat kerugian (loss) dan mengurangi biaya kredit ( credit cost ).



MANFAAT PELATIHAN

  • Memahami konsep Manajamen Risiko secara umum dan Risiko Kredit (credit risk) secara khusus
  • Mempelajari bagaimana bank mengelola Risiko Kredit (Kebijakan Risiko Kredit, Metodologi Dan infrastruktur)
  • Menguasai cara menghitung Risiko Kredit (Credit Scoring, Migration Analysis, Credit Portfolio Model)
  • Memahami bagaimana membangun model Stress Testing
  • Melakukan Risk Assessment dan Memitigasi Risiko kredit
  • Membuat Proyeksi Tingkat NPL di masa yang akan datang

SILABUS PELATIHAN CREDIT RISK MANAGEMENT

1. Pengantar Manajemen Risiko Kredit

  • Mengapa Bank Memerlukan Manajemen Risiko
  • Definisi Manajemen Risiko

2. Bagaimana Bank Mengelola Risiko Kredit?

  • Infrastruktur
  • Metodologi
  • Kebijakan Kredit

3. Bagaimana Menghitung Risiko Kredit?

  • Credit Scoring, Credit Migration, Credit Portfolio Model, Credit Exposure Model
  • Parameter Risiko (PD, LGD dan EAD)

4. Implikasi Faktor Risiko

  • Jenis Faktor-faktor Risiko
  • Bagaimana Membangun Stress Testing Model dan Menyikapi hasil Stress Testing tersebu
  • Berapa Besar Dampaknya Terhadap Pencadangan Kerugian Kredit (PPAP) ?

5. Studi Kasus : Risk Assessment Pada Personal Loan (KTA)

  • Penilaian Risiko (Risk Assessment)
  • Mitigasi Risiko

6. Proyeksi Tingkat NPL

  • Menggunakan Faktor Makroekonomi
  • Net Flow Analysis (Migration Rate)
  • Vintage Analysis

INVESTMENT ANALYSIS AND PORTFOLIO THEORY

DESKRIPSI TRAINING INVESTMENT ANALYSIS AND PORTFOLIO THEORY

Pelatihan investment analysis and portfolio theory ini membahas tentang berbagai konsep dasar seperti perilaku tingkat bunga, manajemen portofolio, hubungan antara return dan risiko, strategi penentuan sekuritas, hubungan antara return dan risiko, strategi penentuan harga sekuritas dan berbagai isu dalam manajemen risiko.

 



TUJUAN TRAINING INVESTMENT ANALYSIS AND PORTFOLIO THEORY

Dengan mengikuti pelatihan investment analysis and portfolio theory ini, peserta diharapkan memperoleh pengatahuan tentang:

  1. Bagaimana sekurita dinilai pasar;
  2. Faktor-faktor penentu perubahan tingkat bunga;
  3. Bagimana mengukur risiko satu investasi (investment) dan pengaruhnya terhadap harga sekuritas;
  4. Bagaimana perilaku harga futures dan opsi.



MATERI TRAINING INVESTMENT ANALYSIS AND PORTFOLIO THEORY

Pasar modal: fungsi ekonomi dan keuangan

  • Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pasar modal
  • Perkembangan pasar modal di Indonesia

Bursa Efek dan sekuritas yang diperdagangkan

  • Bursa efek
  • Jenis-jenis sekuritas
  • Penyelesaian transaksi

Investasi yang berisiko

  • Proses investasi (investment process)
  •  Risk dan return investasi individual
  • Risk dan return pada portofolio

Model indeks tunggal

  • Konsep model indeks tunggal
  • Menaksir beta

Capital assets pricing model (CAPM)

  • Asumsi-asumsi dasar CAPM
  • Pengaruh beta terhadap return

Arbitrage Pricing Theory (APT)

  •  Risiko sistematis dan risiko tidak sistematis
  • Portofolio dan model faktor.

Teori penentuan harga opsi.

KYC Dalam Rangka Anti Pencucian Uang

Deskripsi

Lembaga keuangan, khususnya perbankan, sangat rentan terhadap kemungkinan digunakan sebagai media pencucian uang dan pendanaan terorisme, karena pada perbankan tersedia banyak pilihan transaksi bagi pelaku pencucian uang dan pendanaan terorisme dalam upaya melancarkan tindak kejahatannya. Melalui berbagai pilihan transaksi tersebut, seperti transaksi pengiriman uang, perbankan menjadi pintu masuk harta kekayaan yang merupakan hasil tindak pidana atau merupakan pendanaan kegiatan terorisme ke dalam sistem keuangan yang selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pelaku kejahatan. Misalnya untuk pelaku pencucian uang, harta kekayaan tersebut dapat ditarik kembali sebagai harta kekayaan yang seolah-olah sah dan tidak lagi dapat dilacak asal usulnya. Sedangkan untuk pelaku pendanaan terorisme, harta kekayaan tersebut dapat digunakan untuk membiayai kegiatan terorisme.

Tujuan Pelatihan KYC Dalam Rangka Anti Pencucian Uang (APU)

Yang diharapkan dari para peserta training setelah pelatihan dilaksanakan :

  1. Memahami mengapa KYC dan APU penting untuk diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari
  2. Memahami dampak negatif dengan tidak diterapkan KYC dan APU dalam pekerjaan
  3. Dapat menerapkan KYC dan APU dalam pekerjaan sehari-hari

Outline Materi Pelatihan KYC Dalam Rangka Anti Pencucian Uang (APU)

  1. Istilah-istilah terkait
    • KYC, AML, TPPU / APU, PPT
  2. Peraturan-peraturan yang berlaku di Indonesia terkait KYC dan AML
    • UU RI, PBI, SEBI
  3. KYC
    • Apakah KYC?
    • Mengapa KYC?
    • Kapan KYC dapat dilakukan?
    • Apakah persyaratan KYC merupakan hal baru?
  4. Jenis Due Dilligence
    • CDD & EDD
  5. Tidak Pidana Pencucian Uang (TPPU / Money Laundering)
    • Money Laundering
    • Tujuan Pencucian Uang
    • Dampak
    • Kerugian Negara
    • Tindak Pidana
  6. Tahap-tahap pencucian uang
    • Modus Operandi
    • Bentuk placement
    • Bentuk layering
    • Bentuk integration
    • Sarana pencucian uang
  7. Beberapa modus pencucian uang
    • Smurfing,
    • Structuring,
    • U-Turn,
  8. Transaksi Keuangan Mencurigakan (TKM / Suspicious Transaction)
    • Unsur-unsur Transaksi Keuangan Mencurigakan
    • Indikator transaksi keuangan yang mencurigakan
    • Contoh transaksi keuangan yang mencurigakan
  9. Pendanaan Terorisme
  10. Pentingnya KYC, APU & PPT
  11. Risiko TPPU bagi bank
  12. Prosedur penerimaan nasabah
  13. Dokumen Nasabah dan WIC
    • Bagi Calon Nasabah perorangan
    • Bagi Calon Nasabah perusahaan
    • Bagi Walk in Client (WIC)
  14. Pengelompokan Nasabah dan WIC (klasifikasi risiko)
  15. HIGH RISK CUSTOMER
    • HIGH RISK PERSON
    • HIGH RISK BUSSINESS
    • HIGH RISK COUNTRIES
  16. Pelaporan Kepada PPATK
    • LTKM / STR;
    • LTKT / CTR; dan
    • Laporan lainnya.
  17. Anti Tipping-Off
  18. Kewajiban Penyedia Jasa Keuangan (PJK)
  19. Hak Penyedia Jasa Keuangan (PJK)
  20. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)
    • Tugas PPATK
    • Wewenang PPATK
  21. Hal-hal yang harus diperhatikan bank dalam rangka APU dan PPT
    • Pengawasan aktif Direksi dan Dewan Komisaris
    • Unit Kerja Khusus (UKK)
    • Risk Based Approach
    • Sumber daya manusia dan pelatihan

CREDIT RISK MODELING

OUTLINE TRAINING CREDIT RISK MODELING

  1. Bank Risk Management: banking crisis, role of banks, balance sheet risk management, sources of risk, risk management process, Basel II regulation, credit risk components, credit risk management, financial products, credit derivatives, collateralized debt obligations
  2. Credit scoring: introduction, scoring steps, score types, application scoring, behavioral scoring, performance window, characteristic analysis, expert-guided adjustments, linear weighting, least square regression, logistic regression, discriminant analysis, determine PD, setting cutoffs, scorecard scaling, power curve, scoring validation, stability report, delinquency report, scorecard accuracy, credit bureaus, business objective, limitations
  3. Credit Rating: introduction, rating and scoring systems, rating terminology, rating system process, rating philosophy, external rating agencies, rating system at banks, application and use of ratings, limitations
  4. Risk modeling and measurement: introduction, determining loss due to default/downgrade, estimating PD / LGD / EAD, LossCalc, amortization vs diffusion effect
  5. KMV EDF Credit Monitor: introduction, measuring probability of default, loss given default, distance to default, Merton model, implied asset value volatility, expected default frequency (EDF)
  6. Portfolio model for credit risk: introduction, measure of portfolio risk, concentration and correlation, credit loss distribution, covariance credit portfolio model using beta distribution, Basel II portfolio model, coherent risk measure, expected shortfall, stress test
  7. JP Morgan CreditMetrics: introduction, credit rating transition matrix, spread curve, present value revaluation, incorporating default correlation, usage of Monte Carlo simulation;
  8. Credit Suisse CreditRisk+: introduction, CreditRisk+ framework, building block in CreditRisk+, CreditRisk+ loss distribution;
  9. Monte Carlo simulation: introduction, random generator, probability distribution, Cholesky decomposition, define assumptions, determine forecast variables, calculate credit loss distribution using default mode model, Credit VaR vs expected shortfall;

OPERATIONAL RISK MANAGEMENT FOR FINANCIAL INSTITUTIONS

Why you would need this program?

Financial institution (FI) mostly relates with managing third party’s fund. The most threat is that it does not have enough liquidity to absorb signicant losses or withdraw. This failure mostly due to its poor operational riskmanagement. This program is designed to assist FI in leveraging their oprisk management competences.

 

What topics are covered?

This is a two-day (12 hours) workshop and it covers:

1. Introduction to operational risk management concept
2. Operational risks events, triggers and impacts
3. Business process risk & controls mapping
4. Operational risk measurement and analysis
5. Case discussion

IT RISK MANAGEMENT

Deskripsi Training IT Risk Management

Manajemen resiko merupakan hal yang penting untuk keberhasilan setiap perusahaan, perusahaan yang tidak mengambil resiko akan susah berkembang. Di sisi lain perusahaan yang mengabaikan resiko akan mencapai kegagalan ketipa sebuah ancaman dibiarkan menyebar luas. Saat ini, sistem teknologi informasi memberikan kontribusi bagi keberhasilan kebanyakan perusahaan. Jika tidak benar dalam mengelola resiko teknologi informasi (IT), hal ini juga dapat sebagai penyebab kegagalan dalam suatu perusahaan. Manajemen resiko yang efektif dimulai dengan memahami ancaman dan kerentanan.

 

Tujuan Training IT Risk Management

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta memahami prinsip-prinsip dasar manajemen resiko IT dan mampu mengelola resiko IT secara menyeluruh di perusahaan menggunakan kerangka manajemen resiko IT.

 

 

Materi Training IT Risk Management

  1. Pengantar Manajemen Resiko IT
  2. Komponen-komponen Resiko untuk Infrastruktur IT
  3. Manajemen Resiko IT dan Pentingnya untuk Organisasi
  4. Teknik-teknik Mengidentifikasi Resiko IT
  5. Teknik-teknik Manajemen Resiko IT
  6. Mengembangkan Perencanaan Manajemen Resiko IT
  7. Menjaga Penyesuaian dan Kepatuhan
  8. Mendefinisikan Penilaian Resiko
  9. Mengidentifikasi dan Menganalisa Ancaman, Kerentanan dan Eksploitasi
  10. Seluk Beluk Control Objective Framework (COF)
  11. Keterkaitan Risk IT Framework dengan COBIT
  12. Evaluasi

MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN NON KEUANGAN

DESKRIPSI TRAINING MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN NON KEUANGAN

Risiko dalam kegiatan bisnis beraneka ragam bentuk dan jenisnya.  Memang ada risiko yang bisa dihindari, namum sebagian besar risiko adalah tidak bisa dihindari atau tidak bisa dihilangkan.  Meskipun tidak bisa dihilangkan atau dihindari, risiko tersebut dapat dikurangi atau diperkecil dengan cara: suatu perusahaan  menerapkan manajemen risiko yang efektif dan efisien. Pelatihan manajemen risiko ini membahas mengenai konsep manajemen risiko, analisis risiko dengan pendekatan kualitatif, analisis risiko dengan   pendekatan kuantitatif, dana pengurangan atau pengalihan risiko dengan jasa asuransi

 

TUJUAN TRAINING MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN NON KEUANGAN

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu;

  1. Memahami konsep-konsep manajemen risiko
  2. Memahami manajemen risiko dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif
  3. Mempersiapkan diri sendiri atau kelompok terlebih dahulu dalam menghadapi pekerjan yang berisiko.
  4. Memahami pentingnya asuransi bagi individu, kelompok, maupun bagi perusahaan.

 

MATERI TRAINING MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN NON KEUANGAN

Konsep manajemen risiko

  •  Manajemen risiko: suatu senjata yang ampuh
  • Penentuan dan penaksiran risiko
  •  Pengendalian risiko
  • Risiko pengambilan keputusan manajemen

Analisis manajemen risiko dengan pendekatan kualitatif

  • Risiko sumber daya manusia
  • Risiko kesehatan dan keselamatan kerja
  •  Risiko kejahatan dan kecurangan
  • Risiko polusi udara dan kebakaran
  • Risiko komputer
  •  Risiko pemasaran
  • Risiko kualitas dan daya saing produk
  •  Risiko modal kerja

Analisis manajemen risiko dengan pendekatan kuantitatif

  • Risiko investasi pada pasar uang,  pasar modal, dan pasar modal
  • Risiko pada penggunaan biaya tetap
  • Risiko pada piutang

Pengurangan risiko dengan asuransi

  •  Asuransi jiwa
  • Asuransi hak milik
  •   Asuransi kesehatan
  •  Asuransi varia.

Pengelolaa risiko melalui:

  •  Identifikasi risiko
  •  Pengukuran risiko
  •  Monitoring risiko
  • Pengendalian risiko

Risiko di perbankan dan lembaga keuanga

  • Risiko pasar
  • Risiko likuiditas
  • Risiko kredit
  • Rsiko legal
  • Risiko reputasi
  • Risiko strategis
  • Risiko kepatuhan

Liquidity Risk

Why you would need this program?

Liquidity drain or shock can bring an entity into suddent bankruptcy as well as lawsuit due to its failure to keep  its financial liablities. This program is designed to help participants gain a better understanding, knowledge and skill in managing liquidity risk through class room exercise and discussion.



What topics are covered on Liquidity Risk Training?

This is a two-day (12 hours) workshop and it covers various topics such as :

  1. Understanding liquidity risk
  2. The early signals of liquidity problems
  3. Basel framework for managing liquidity risk
  4. Strategy for managing liquidity risk
  5. Case discussion

CORPORATE PORTFOLIO RISK MANAGEMENT

Why you would need this program?

Through the years, a business entity may have acquired various business units and or projects which could be geographically and industrially dispersed. It is its business portfolio. How to understand the sensitivities and impacts of each unit business or project? It is an optimum portfolio or a diminishing in return portfolio? This advance topic is for you.

 

What topics are covered?

This is a two-day (12 hours) workshop and it covers:

  1. Introduction to corporate portfolio risk management
  2. Corporate portfolio risk analysis
  3. Corporate portfolio risk modeling with Value at Risk (VaR)
  4. Improving your portfolio management through optimization of risk taking
  5. Workshop on portfolio risk modeling

Supply Chain Risk Management

Why you would need this program?

Effective supply chain management is very critical in today’s business landscape where resources and sources have become more limited and vulnerable to uncertainty due to the unexpected external or internal changes. This workshop is designed to leverage your supply chain resiliency by applying risk management as an integral part of your supply chain management process.



What topics are covered?

This is a two-day (12 hours) workshop and it covers:

  1. Introduction to supply chain risk management
  2. Understand the key risks and key controls in your supply chain through supply chain modeling and mapping
  3. Improving your supply chain management based on effective risk mitigation and contingency plan
  4. Case discussion

MANAJEMEN RESIKO OPERASIONAL BANK

Deskripsi Manajemen Resiko Operasional Bank

Aktivitas perbankan senantiasa dihadapkan pada risiko-risiko yang berkaitan erat dengan fungsinya untuk menciptakan nilai bagi para stakeholder. Termasuk di dalamnya yaitu resiko operasional. Resiko operasional merupakan resiko yang ditimbulkan karena kesalaham manusia, kegagalan system, tidak berfungsinya fungsi internal, dan adanya problem eksternal yang mempengaruhi jalannya operasional bank. Tentunya resiko operasional menimbulkan kerugian keuangan dan kerugian potensial. Resiko yang akan timbul bisa di tekan dengan menggunakan manajemen resiko operasional bank. Penekanan resiko operasional bank tentunya akan menguntungan bagi perusahaan karena mengurangi kemungkinan kerugian yang akan timbul.



Tujuan

Pelatihan ini dimaksudkan agar peserta memahami pentingnya manajemen risiko operasional bank untuk mengurangi resiko operasional yang mungkin timbul.

Materi Training Manajemen Resiko Operasional Bank

  • Pengertian tentang Risiko dan Risiko Operasional
  • Kasus-kasus Perbankan terkait Risiko Operasional
  • Mengenali Jenis-jenis Kegagalan Operasional Bank:people riskprocess risk (model, transaksi, dan kegiatan operasional), system and technology risk,external party risk, dan natural disaster risk.
  • Elemen-elemen Utama Manajemen Risiko Operasional: Kebijakan, identifikasi, proses bisnis, metode pengukuran, manajemen eksposur, pelaporan, analisis risiko, daneconomic capital.
  • Risiko Operasional danRisk Capital.
  • Model-model Risiko Operasional berbasis Basel II:Basic IndicatorStandardized Approach, dan Advanced Measurement Approach (AMA).
  • Value-at-Risk (VAR) for Operational Risk
  • Risk and Control Self-Assessment (RCSA): Arti penting, pendekatan, dan pelaksanaan RCSA yang efektif
  • Strategi Mitigasi Risiko Operasional:risk prevention dan risk reduction program.
  • Operational risk reporting and profiling

CREDIT RISK RATING & SCORING

OVERVIEW TRAINING CREDIT RISK RATING & SCORING

Masalah kredit yang tidak terbayarkan merupakan masalah yang paling sering terjadi dalam operasional perbankan dan lembaga keuangan lainnya. Hal ini semaking diperburuk dengan kondisi perekonomian yang “likely unpredictable”. Baik OJK maupun Bank Sentral membuat kriteria untuk pengendalian kualitas kredit ini. Dalam manajemen kredit yang baik, tindakan terbaik pengelolaan kredit adalah pencegahan (precautionary) bukannya penyembuhan (repressive/ remedial).

Salah satu tolok ukur dalam pencegahan kualitas kredit yang tidak baik adalah dengan membuat suatu ukuran standar dalam penilaian (calon) nasabah/ kreditur. Penilaian tersebut umumnya dengan melakukan analisa 5Cs, bahkan ada yang sudah menggunakan pendekatan 5Cs-5Ps-3Rs selain melakukan analisa teknis seperti menilai laporan keuangan serta data administratif dan legalitasnya.

Yang sering menjadi masalah adalah analisa 5Cs ataupun 5Cs-5Ps-3Rs bersifat kualitatif bukan kuantitatif sehingga sukar diukur objektifitasnya, terkadang sering menimbulkan ketidaksepahaman diantara pelaku penentu proses persetujuan kredit.

Dengan pertimbangan efisiensi dan efektifitas, maka pembuatan credit scoring merupakan salah satu alternatif terbaik untuk penilaian (calon) nasabah/ kreditur.

Pelatihan selama dua hari ini akan memberikan on-hand experience pembuatan credit scoring yang baik dan terap pakai, guna meningkatkan kinerja perbankan atau lembaga keuangan lainnya.

 

MANFAAT TRAINING CREDIT RISK RATING & SCORING

  1. Memahami konsep Manajamen Resiko secara umum dan Resiko Kredit secara khusus
  2. Mempelajari Analisa 5Cs dan Analisa 5Cs-5Ps-3Rs serta indikatornya
  3. Menguasai prinsip Scoringdan Balanced Score Card
  4. Memahami bagaimana membangun Credit Scoring Template
  5. Latihan membuat sendiri Credit Scoring Template

 

METODE TRAINING CREDIT RISK RATING & SCORING

Two-way classical lecture yang dikombinasikan studi kasus dan personal/ group exercise agar peserta  mampu menerapkan hasil training

 

SILABUS TRAINING CREDIT RISK RATING & SCORING

  1. Pengantar Manajemen Resiko
    • Pentingnya Manajemen Resiko
    • Risk Appetite
    • Risk Exposure
    • Risk Rating
  2. Manajemen Kredit dan Analisa (Calon) Nasabah/ Kreditur
    • Proses Kredit
    • Analisa Teknis (Keuangan, legalitas dan administrative)
    • Analisa 5Cs
    • Analisa 5Ps
    • Analisa 5Rs
  3. Prinsip Scoring dan Balanced Score Card
    • Pemanfaatan Skala Lickert
    • Konsep Balanced Score Card
    • Contoh Credit Scoring dari beberapa Lembaga Credit Scoring
  4. Credit Scoring
    • Penentuan Indikator 5Cs
    • Penentuan Indikator 5Ps
    • Penentuan Indikator 5Rs
    • Penentuan Indikator Tambahan
  5. Kaidah Pembuatan Template untuk Credit Scoring
    • Penyiapan Lembarkerja (dalam excel sheet)
    • Kiat kiat Pembuatan Template
  6. Latihan Pembuatan Credit Scoring terkait  Risk Rating

ISO 31000: 2009 Standar Internasional Manajemen Risiko

Deskripsi ISO 31000: 2009 Standar Internasional Manajemen Risiko

ISO (the International Organization for Standardization) adalah federasi badan standar nasional di seluruh dunia. Tugas mempersiapkan standar internasional biasanya dilaksanakan oleh ISO Technical Committee.

Standar Internasional untuk manajemen risiko (ISO 31000) dimaksudkan untuk digunakan oleh berbagai stakeholders:

  1. Mereka yang bertanggung jawab dalam implementasi manajemen risiko di organisasi mereka.
  2. Mereka yang perlu memastikan bahwa suatu organisasi menerapkan manajemen risiko.
  3. Mereka yang perlu mengelola risiko pada tingkat organisasi maupun pada suatu bidang kegiatan tertentu.
  4. Mereka yang perlu mengevaluasi keandalan praktik manajemen risiko dalam organisasinya.
  5. Mereka yang mengembangkan standar, pedoman, prosedur praktik manajemen risiko yang menjadi bagian dari dokumen-dokumen ini.

Banyak organisasi yang telah menerapkan praktik dan proses manajemen risiko termasuk komponen-komponen manajemen risiko dan banyak organisasi yang telah mengadopsi proses manajemen risiko formal untuk jenis-jenis risiko tertentu.

Manajemen dapat memutuskan untuk mengkaji secara kritis praktik dan proses yang ada tersebut berdasarkan standar ISO 31000 ini. Meskipun praktik manajemen risiko telah dikembangkan di berbagai sektor untuk menjawab kebutuhan spesifik di masing-masing sektor, suatu pendekatan generik berupa kerangka kerja komponen-komponen mendasar manajemen risiko dapat membantu memastikan bahwa risiko telah dikelola secara efektif dan koheren di seluruh organisasi. Pendekatan generik yang diuraikan dalam ISO 31000 ini.

 

Tujuan ISO 31000: 2009 Standar Internasional Manajemen Risiko

  1. Memberikan pengetahuan tentang peran sekretaris di era globalisasi
  2. Meningkatkan keterampilan dan kemampuan dalam menangani pekerjaan kesekretariatan      secara profesional
  3. Meningkatkan profesionalitas & rasa tanggung jawab seorang sekretaris terhadap tugas-tugas yang diberikan oleh perusahaan atau pimpinannya
  4. Memberikan kunci sukses menjadi sekretaris profesional

 

Materi ISO 31000: 2009 Standar Internasional Manajemen Risiko

  1. Dinamika Lingkungan Bisnis dan Ketidakpastian
  2. Gejala Manajemen Risiko yang Lemah
  3. Prinsip-prinsip Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000:2009
  4. Kerangka Implementasi Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000:2009
  5. Proses Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000:2009
  6. Perbandingan ISO 31000:2009 dengan AS/NZS 4360:2004
  7. Perbandingan ISO 31000:2009 dengan COSO 2004
  8. Kebijakan Manajemen Risiko
  9. Kerangka kerja manajemen risiko
  10. Mengintegrasikan Manajemen Risiko ke dalam Proses Organisasi
  11. Memahami organisasi dan konteksnya
  12. Akuntabilitas dan Sumber daya Manajemen Risiko
  13. Pengembangan komunikasi dan pelaporan internal & eksternal
  14. Risk Context,
  15. Risk Identification,
  16. Risk Analysis,
  17. Risk Evaluation,
  18. Risk Treatment,
  19. Risk Communication & Consultation,
  20. Risk Monitoring & Review.
  21. Pemantauan dan pengkajian kerangka kerja
  22. Manajemen Risiko dan Perbaikan Berkelanjutan (Continues Improvement)

Audit Kredit Bank Berbasis Manajemen Risiko

Overview Training Audit Kredit Bank Berbasis Manajemen Risiko

Risiko kredit adalah risiko kerugian akibat kegagalan pihak lawan (counterparty) memenuhi kewajibannya. Risiko kredit mencakup akibat kegagalan debitur (borrower), risiko kredit akibat kegagalan pihak lawan transaksi (counterparty), dan risiko kredit akibat kegagalan penyelesaian transaksi (settlement).

Risiko kredit bersumber dari berbagai aktivitas fungsional bank seperti perkreditan (pembiayaan), aktivitas treasury (berupa penempatan dana antar bank), aktivitas terkait investasi, dan aktivitas pembiayaan perdagangan (trade finance).

Pada saat ini aktiva produktif perbankan nasional didominasi oleh kredit yang diberikan, sementara sumber dana bank terutama berasal dari dana pihak ketiga, sehingga apabila terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan terhadap bank, maka bank tersebut dapat mengalami gangguan yang cukup signifikan dalam memenuhi kewajiban pada pemilik dana.

Perkembangan paradigma internal audit, peraturan dan ketentuan dari regulator serta pesatnya perkembangan teknologi informasi adalah beberapa contoh faktor yang menempatkan fungsi internal auditor perbankan (Satuan Kerja Audit Intern Bank/SKAI) untuk mendukung efektivitas penerapan manajemen risiko.

Untuk mengurangi resiko yang makin besar, maka perencanaaan dan pengendalian kredit menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi bank. Untuk itulah diperlukan audit kredit agar dapat dicegah dan dikurangi risiko kredit.

Tujuan pelatihan audit kredit adalah sebagai berikut:

  1. Membekali peserta pengetahuan tentang pengertian, karakteristik, dan jenis kredit.
  2. Membekali peserta pengetahuan tentang proses audit kredit.
  3. Membekali peserta teknik dan metode menditeksi masalah dalam kredit dan cara mengatasi masalah kredit, termasuk test goal, kriteria, KPI, dan peraturan BI.
  4. Memberikan pengetahuan bagi peserta teknik mengurangi risiko kredit dan melaporkan hasil temuan audit kredit.
  5. Memberikan bekal pengetahuan yang lebih dalam tentang audit risiko berbasiskan risiko.

Outline Materi Training Audit Kredit Bank Berbasis Manajemen Risiko

1. Bank, Audit dan Regulasi
2. Kebijakan Kredit dan Prosedur
3. Proses perkreditan

  • Konsumer dan Komersial
  1. Risk Based Audit Internal (RBAI)
  • Tujuan (RBIA)
  • Syarat yang digunakan
  • Jenis-jenis Risiko
  • Pendekatan RBIA
  • Pemahaman Proses
  • Laporan dan Opini Audit
  1. Pengukuran dan Pemantauan Risiko Kredit
    6. Evaluasi Internal Kredit
    7. Kebijakan Kredit dan Prosedur
    8. Keterkaitan Risiko Kredit dan Risiko Inhern Bank
    9. Modern Methode Audit Bank
    10. Audit Kredit Berbasis Manajemen Risiko
    a. Risiko Kredit
    b. Segmentasi Kredit
    c. Organisasi Kredit
    d. Budaya Kredit
    11. Analisa Portfolio
    12. Studi Kasus

ISO 31000: 2009 International Risk Management

Deskripsi Training Risk Management ISO 31000: 2009

ISO (the International Organization for Standardization) adalah federasi badan standar nasional di seluruh dunia. Tugas mempersiapkan standar internasional biasanya dilaksanakan oleh ISO Technical Committee.

Standar Internasional untuk manajemen risiko (ISO 31000) dimaksudkan untuk digunakan oleh berbagai stakeholders:

  1. Mereka yang bertanggung jawab dalam implementasi manajemen risiko di organisasi mereka.
  2. Mereka yang perlu memastikan bahwa suatu organisasi menerapkan manajemen risiko.
  3. Mereka yang perlu mengelola risiko pada tingkat organisasi maupun pada suatu bidang kegiatan tertentu.
  4. Mereka yang perlu mengevaluasi keandalan praktik manajemen risiko dalam organisasinya.
  5. Mereka yang mengembangkan standar, pedoman, prosedur praktik manajemen risiko yang menjadi bagian dari dokumen-dokumen ini.

Banyak organisasi yang telah menerapkan praktik dan proses manajemen risiko termasuk komponen-komponen manajemen risiko dan banyak organisasi yang telah mengadopsi proses manajemen risiko formal untuk jenis-jenis risiko tertentu.

Manajemen dapat memutuskan untuk mengkaji secara kritis praktik dan proses yang ada tersebut berdasarkan standar ISO 31000 ini. Meskipun praktik manajemen risiko telah dikembangkan di berbagai sektor untuk menjawab kebutuhan spesifik di masing-masing sektor, suatu pendekatan generik berupa kerangka kerja komponen-komponen mendasar manajemen risiko dapat membantu memastikan bahwa risiko telah dikelola secara efektif dan koheren di seluruh organisasi. Pendekatan generik yang diuraikan dalam ISO 31000 ini.

 



Materi Training Risk Management ISO 31000

  1. Dinamika Lingkungan Bisnis dan Ketidakpastian
  2. Gejala Manajemen Risiko yang Lemah
  3. Prinsip-prinsip Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000 : 2009
  4. Kerangka Implementasi Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000 : 2009
  5. Proses Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000 : 2009
  6. Perbandingan ISO 31000 : 2009 dengan AS/NZS 4360:2004
  7. Perbandingan ISO 31000 : 2009 dengan COSO 2004
  8. Kebijakan Manajemen Risiko
  9. Kerangka kerja manajemen risiko
  10. Mengintegrasikan Manajemen Risiko ke dalam Proses Organisasi
  11. Memahami organisasi dan konteksnya
  12. Akuntabilitas dan Sumber daya Manajemen Risiko
  13. Pengembangan komunikasi dan pelaporan internal & eksternal
  14. Risk Context,
  15. Risk Identification,
  16. Risk Analysis,
  17. Risk Evaluation,
  18. Risk Treatment,
  19. Risk Communication & Consultation,
  20. Risk Monitoring & Review.
  21. Pemantauan dan pengkajian kerangka kerja
  22. Manajemen Risiko dan Perbaikan Berkelanjutan (Continues Improvement)

Treasury Audit Process

Tujuan dan Manfaat Pelatihan Treasury Audit Process

  1. Meningkatkan pemahaman peserta terhadap produk dan aktivitas treasury beserta dengan risiko-risiko yang melekat pada aktivitas treasury dan sistem pengendalian internal yang diterapkan di dalamnya
  2. Pengenalan terhadap proses audit treasury, meliputi antara lain :
    1. Perencanaan audit treasury, Penetapan tujuan audit ,
    2. Pelaksanaan audit yang efektif dan efisien
    3. Pengkajian dan pembahasan temuan audit,
    4. Penyajian laporan hasil audit
    5. Evaluasi pelaksanaan audit

 

Sasaran Peserta Pelatihan Treasury Audit Process

  1. Auditor internal and auditor eksternal yang akan melaksanakan audit treasury
  2. Staf dan pimpinan unit kerja treasury yang hendak mengembangkan sistem pengendalian internal pada unit kerja treasury
  3. Staf dan pimpinan perusahaan yang ingin memahami aktivitas treasury dan sistem pengendalian internal yang perlu diterapkan di dalamnya

 

Materi Pelatihan Treasury Audit Process

  1. Apa sajakah produk-produk treasury?
  • Exchange Traded versus Over the Counter Market
  1. Apa sajakah komponen dari produk-produk treasury?
  • Securitisation    Forwards        Optionality
  1. Cash Instruments
  • Spot FX Transactions,Forward FX Transactions
  • FX Rate Swap,Loans & Deposits
  • Bonds,Equity Trading
  • Commodity Trading
  1. Derivative Instruments
  • Interest Rate Swaps,Currency Swaps
  • Forward Rate Agreement (IR Forward)
  • Option Contracts
  1. Fair Value and the Marking To Market Of Treasury Products
  • What is MTM and FV?
  • The issues with FV Accounting
  • Importance of fair value in accounting for treasury products
  • Accounting uses of fair value:
  • Performance measurement
  • Carrying value
  • Disclosure
  • Fair Value vs Accrued Value
  1. Inherent Risks In Treasury
  • Market risk,Liquidity risk,Credit risk
  • Operational risk, Strategic & Business risk
  • Legal & Compliance risk, Reputational risk
  1. Internal Control Framework
  • Inherent Risks in using exchange traded derivatives
  • OTC contracts
  • The management and control system
  • Control Risks
  • Role of Internal Audit
  • Role of External Audit
  1. Auditing Framework,   Objectives of Auditing,
    External Audit versus Internal Audit
  2. Financial Auditing, Operational Auditing, The Audit Approach
    Identifying and measuring the risk factors
  • Identifying and documenting the management and control system
  • Identifying the aspects of the management and control system at risk
  • Reviewing the adequacy of the management and control system
  1. Designing The Audit Work Program
  • Identify key risks
  • Identify key aspects of internal control system
  • Review adequacy of key parts of internal control system
  • Identify attributes affected by risks
  • Test validity of attributes at risk
  1. Carrying Out The Audit Work
    Key Audit issues with Treasury
  • Completely recorded in timely manner
  • Off premises trading
  • Unauthorised trading
  • Trading vs hedging designation
  • Intra day position breaches
  • Monitoring near to settlement trades
  • Monitoring of liquidity risk
  • Deposit and margin reconciliations
  • Valuation and liquidity  ,Concentration of transactions
  1. Audit Techniques

FINANCIAL SHENANIGANS

Deskripsi Training Financial Shenanigans

Manajemen senior di perusahaan publik, melaporkan berita positif dan hasil keuangan yang mengesankan yang akan menyenangkan investor dan mendorong harga saham lebih tinggi. Sementara sebagian besar perusahaan bertindak secara etis dan mengikuti aturan akuntansi yang telah ditentukan ketika melaporkan kinerja keuangan mereka, beberapa mengambil keuntungan dari daerah abu-abu dalam aturan untuk menggambarkan hasil keuangan mereka dengan cara yang menyesatkan. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, serta penerapan e-commerce dalam dunia bisnis, secara langsung atau tidak langsung sangat berpengaruh dalam operasional perusahaan/organisasi. Efek buruk yang dapat ditimbulkan dari perkembangan teknologi oleh oknum tidak bertanggung jawab adalah muncul praktek-praktek fraud yang berakibat fatal bagi perusahaan, misalnya cyber crime, computer fraud & fraudulent financial reporting. Dalam rangka, mengantisipasi hal tersebut maka analis sudah seharusnya meningkatkan kemampuan dalam mendeteksi, mencegah serta melakukan investigasi timbulnya fraud tersebut.



Tujuan Training Financial Shenanigans

Setelah mengikuti training financial shenanigans ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memberikan pemahaman secara komprehensif mengenai berbagai type kecurangan (fraud) yang sering atau mungkin akan terjadi di berbagai organisasi /perusahaan.
  2. Meningkatkan kemampuan dan memberikan penyegaran bagi para Auditor dalam mengaplikasikan langkah-langkah pencegahan kecurangan (fraud prevention), teknik-teknik mutakhir dalam melakukan pendeteksian kecurangan (fraud prevention) dan dalam melakukan investigasi kecurangan (fraud investigation).
  3. Membantu manajemen operasional untuk mencari solusi terbaik dalam menghadapi berbagai macam kecurangan (fraud).



Materi Training Financial Shenanigans

  1. Overview Fraud-Auditing
  2. Introduction to Financial Shenanigans
  3. Fraud Prevention
  4. Fraud Detection
  5. Earning manipulation Shenanigans
  6. Boosting Income Using One time or Unsustainable Activities
  7. Shifting Current Expense and Income to a Later Period
  8. Shifting Future Expense to an Earlier Period
  9. Cash Flow Shenanigans
  10. Key Metrics Shenanigans
  11. Brief Review of Financial Report
  12. Case Study

MANAJEMEN RISIKO 31000

Saat ini risiko bisnis yang dihadapi oleh perusahaan semakin kompleks karena perubahan lingkungan internal dan eksternal perusahaan. Karenanya penerapan manajemen resiko secara terstruktur dan terintegrasi perlu dilakukan oleh perusahaan agar mampu menyesuaikan diri dalam lingkungan bisnis. Jika dapat dilaksanakan dengan baik, maka manajemen risiko menjadi kekuatan vital sehingga merupakan hal mendesak yang harus diterapkan perusahaan.

 

TUJUAN TRAINING MANAJEMEN RISIKO 31000

  1. Memahami pentingnya manajemen risiko
  2. Memahami konsep mendasar tentang proses manajemen risiko
  3. Memahami ISO 31000
  4. Mengaplikasikan manajemen risiko diperusahaan



MATERI TRAINING MANAJEMEN RISIKO 31000

  • ISO 31000 dan arsitekturnya
  • Konsep dasar risiko dan manajemen risiko
  • Struktur Pelaksana manajemen risiko
  • Alur proses Manajemen Risiko
  • Arsitektur Manajemen Risiko 31000
  • 11 Prinsip untuk mengelola risiko
  • Kerangka Kerja mengelola risiko
  • Proses untuk mengelola risiko
  • Identifikasi Risiko
  • Analisa dan Pengukuran Risiko
  • Probabilitas frekuensi dan severitas
  • Nilai risiko
  • Evaluasi risiko
  • Studi Kasus : PT RNI – Pupuk Pusri – PTP – Kementrian Keuangan – Perbankan umum dll

MANAJEMEN RISIKO

Deskripsi Training Manajemen Risiko

Aktivitas perusahaan senantiasa dihadapkan pada risiko-risiko yang berkaitan erat dengan fungsinya untuk menciptakan nilai bagi para stakeholder. Pesatnya perkembangan lingkungan internal dan eksternal perusahaan menyebabkan semakin kompleksnya risiko bisnis. Agar mampu beradaptasi dengan lingkungan bisnis, penerapan manajemen risiko secara formal, terstruktur dan terintegrasi merupakan keharusan bagi perusahaan. Jika dilaksanakan dengan baik, manajemen risiko menjadi kekuatan vital bagi corporate governance, sehingga merupakan hal mendesak yang harus diterapkan perusahaan.



Tujuan Training Manajemen Risiko

  1. Pemahaman pentingnya manajemen risiko
  2. Pemahaman konsep mendasar tentang proses manajemen risiko
  3. Perencanaan dan aplikasi manajemen risiko



Materi Training Manajemen Risiko

1.    Identifikasi RISK

  • Pengertian RISK
  • Market RISK, Credit RISK, Operational RISK
  • Overview pengelolaan RISK:  esensi, konsep dan framework

2.    Pengukuran RISK

  • Probabilitas frekuensi dan severitas
  • Value at RISK
  • Metode-metode pengukuran RISK: Basic Indicator Approach, Standardized Approach, Alternative Standard Approach, Advanced Measurement Approach
  • Bootstrapping  dan Simulasi Monte Carlo

3.    Manajemen RISK

  • Sistematika proses manajemen RISK
  • Keorganisasian manajemen RISK
  • Menyusun RISK Management Plan
  • Penerapan manajemen RISK

4.    Studi Kasus dan Latihan

  • Studi kasus dan latihan analisis
  • Studi kasus dan latihan penyusunan RISK MANAGEMENT PLAN & CONTROL

CREDIT RISK MANAGEMENT

GAMBARAN UMUM PROGRAM

Dengan perkembangan ekonomi yang semakin cepat, kompleks, dan terintegrasi dengan negara lain menyebabkan kondisi ekonomi akan sangat rentan untuk bergejolak. Yang tentunya akan berdampak terhadap kualitas kredit suatu bank. Kegagalan bank dalam mengantisipasi risiko terutama risiko kredit / credit risk dapat menyebabkan kerugian cukup besar bagi bank. Sangatlah penting bagi suatu bank untuk dapat mengidentifikasi, mengukur, memonitor dan mengontrol tingkat risiko tersebut sehingga dapat mengurangi tingkat kerugian (loss) dan mengurangi biaya kredit ( credit cost ).



MANFAAT PELATIHAN

  • Memahami konsep Manajamen Risiko secara umum dan Risiko Kredit (credit risk) secara khusus
  • Mempelajari bagaimana bank mengelola Risiko Kredit (Kebijakan Risiko Kredit, Metodologi Dan infrastruktur)
  • Menguasai cara menghitung Risiko Kredit (Credit Scoring, Migration Analysis, Credit Portfolio Model)
  • Memahami bagaimana membangun model Stress Testing
  • Melakukan Risk Assessment dan Memitigasi Risiko kredit
  • Membuat Proyeksi Tingkat NPL di masa yang akan datang

SILABUS PELATIHAN CREDIT RISK MANAGEMENT

1. Pengantar Manajemen Risiko Kredit

  • Mengapa Bank Memerlukan Manajemen Risiko
  • Definisi Manajemen Risiko

2. Bagaimana Bank Mengelola Risiko Kredit?

  • Infrastruktur
  • Metodologi
  • Kebijakan Kredit

3. Bagaimana Menghitung Risiko Kredit?

  • Credit Scoring, Credit Migration, Credit Portfolio Model, Credit Exposure Model
  • Parameter Risiko (PD, LGD dan EAD)

4. Implikasi Faktor Risiko

  • Jenis Faktor-faktor Risiko
  • Bagaimana Membangun Stress Testing Model dan Menyikapi hasil Stress Testing tersebu
  • Berapa Besar Dampaknya Terhadap Pencadangan Kerugian Kredit (PPAP) ?

5. Studi Kasus : Risk Assessment Pada Personal Loan (KTA)

  • Penilaian Risiko (Risk Assessment)
  • Mitigasi Risiko

6. Proyeksi Tingkat NPL

  • Menggunakan Faktor Makroekonomi
  • Net Flow Analysis (Migration Rate)
  • Vintage Analysis

Risk Management Practical

Deskripsi Training Risk Management

Pembahasan topik ini akan memberikan pemahaman yang dalam kepada tiap peserta tentang konsep manajemen risiko, dimulai dari pengertian manajemen risiko, identifikasi risiko, pengukuran risiko, pengalokasian dana untuk menghindari risiko, penanganan baik secara kualitatif maupun kuantitatif serta pengadministrasian risiko sehingga perusahaan terhindar atau mengurangi risiko yang dihadapi. Kepada setiap peserta akan diberikan contoh manual dan kebijakan operasional manajemen risiko.

Target Peserta Training Risk Management

Peserta yang diharapkan hadir adalah :

Eksekutif perusahaan baik di bidang Operasional,pemasaran, keuangan maupun SDM baik di BUMN, swasta, perbankan, perorangan atau yang berminat dan tertarik terhadap bidang Risk Management.

Objektif Training Risk Management

Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan memiliki pemahaman akan :

  • Konsep manajemen strategi
  • Apa itu risiko dan bagaimana mengelolanya,
  • Prinsip-prinsip Manajemen risiko
  • Mengidentifikasikan risiko
  • Measuring and calculating portfolio risk
  • Pengendalian Risiko
  • Risk Financing/Pendanaan untuk menangani risiko
  • Pendekatan kualitatif dalam pemilihan metode penanganan risiko
  • Pendekatan kuantitatif dalam proses pemilihan metode penanganan risiko
  • Risk analysis and evaluation
  • Metode penyeleksian teknik penanganan risiko
  • Risk treatment, memperlihatlan bagaimana posisi kerugian terhadap pendapatan,  proses monitoring, peninjauan kembali dan pendokumentasian
  • Pengelolaan risiko yang dihadapi perusahaan/organisasi

Silabus Training Risk Management

Hari ke-1

  1. Konsep manajemen strategi.
    • Dinamika lingkungan perusahaan.
    • Resiko yang timbul akibat dinamika lingkungan perusahaan.
    • SWOT analysis.
    • Strategic planning techniques.
  2. Risk Management /Pembahasan konsep pengelolaan risiko
    • Apa itu Risk Management
    • Risk Mangement framework
    • Prinsip-prinsip Risk Management
  3. Risk Management context
    • Establishing the Context linkages with external bodies, internal strategic and operational plans/Pengelolaan risiko di tingkat manajemen puncak, perencanaan strategis dan operasional
  4. Identifikasi Risiko
    • Bagaimana dampak risiko terhadap organisasi/perusahaan
    • Bagaimana dampak risiko terhadap pengelola
    • Bagaimana dampak risiko terhadap fungsi-fungsi administrasi
    • Bagaimana dampak risiko terhadap fungsi-fungsi pendukung lainnya
    • Bagaimana dampak risiko terhadap klien atau customer
  5. Measuring and calculating portfolio risk
    • Dimensi yang harus diukur dari suatu risiko
    • Menentukan tingkat keparahan risiko
    • Pengukuran risiko dengan distribusi probabilitas
  6. Diskusi dan studi kasus

Hari ke-2

  1. Pengendalian resiko
    • Bagaimana menghindari atau mencegah risiko
    • Bagaimana mengendalikan kerugian
    • Analisis kerugian
    • Pemindahan risiko
    • Risk Financing/Pendanaan risiko
  2. Analisis dan evaluasi risiko
    • Bagaimana menentukan kriteria evaluasi (Apa yang dapat diterima sebagai risiko)
    • Risk assessment and prioritisation, termasuk bagaimana membuat formulir dan alat risk assessment secara praktis
    • Bagaimana cara membangun rencana penanganan risiko
    • Mengidentifikasi dan mengevaluasi pilihan penanganan risiko
    • Acceptable risk outcomes (menentukan batas suatu risiko bisa ditolerir)
  3. Pendekatan kualitatif dalam pemilihan metoda penanganan risiko
    • Kebijakan perusahaan atau organisasi dalam penanganan risiko
  4. Pendekatan kuantitatif dalam proses pemilihan metode penanganan risiko
    • Matrik kerugian
    • Objektif dan aturan pengambilan keputusan
    • Model-model analisis ekonomi teknik dan statistika untuk penanganan risiko
  5. Studi kasus dan contoh kebijakan operasional manajemen risiko dan manual manajemen risiko.

AUDIT PROSES PENGADAAN BARANG DAN JASA

DESKRIPSI TRAINING AUDIT PROSES PENGADAAN BARANG DAN JASA

Aktivitas yang dilakukan dalam proses pengadaan barang dan jasa diantaranya adalah pemilihan supplier, menciptakan hubungan yang baik dengan supplier, dan melakukan proses pembelian. Seiring dengan perkembangan perusahaan yang semakin maju maka akan meningkatkan jumlah transaksi yang dilakukan oleh perusahaan dalam segala bidang, baik dengan supplier maupun dengan konsumen. Pada proses pengadaan barang dan jasa, pertukaran yang menggunakan sumber daya keuangan perusahaan untuk dijadikan alat produksi (capital expenditures) ini sangat berpotensi sekali terjadi penyimpangan ata fraud. Bahkan hampir di semua jenis perusahaan sering ditemui adanya penyimpangan yang disebabkan adanya kecurangan pada proses pengadaan barang dan jasa yang menimbulkan kerugian yang cukup signifikan. Fraud yang berkaitan dengan pengelolaan, pembelian dan pengadaan barang dan jasa sering kali menjadi sorotan dalam proses audit baik internal maupun eksternal, sebab di bagian ini sering terjadi capital turn over perusahaan yang cukup besar, sehingga, potensi terjadinya fraud cukup besar.

Auditor yang memahami aspek risiko dengan baik, akan selalu menjadikan kegiatan pengadaan ini sebagai obyek audit yang memerlukan pengujian lebih mendalam. Sehubungan dengan risiko yang sangat besar dalam proses pengadaan barang dan jasa, maka perlu adanya upaya dan strategi yang tepat untuk mencegah, mendeteksi dan mengungkapkan kecurangan yang sangat mungkin sekali terjadi pada pengadaan barang dan jasa. Maka dari itu, perlu dilakukan audit yang tepat dalam proses pengadaan barang dan atau jasa di perusahaan.

TUJUAN TRAINING AUDIT PROSES PENGADAAN BARANG DAN JASA

Setelah mengikuti pelatihan ini peserta akan:

  • Memahami konsep dasar proses pengadaan barang dan jasa dalam proses bisnis
  • Memahami prosedur dan administrasi dalam proses pengadaan barang dan jasa
  • Mengetahui peran auditor intern dan ekstern dalam kaitannya dengan pengadaan barang dan jasa
  • Mempelajari mengenai penyimpangan dan kecurangan dalam hal pengeloalaan, pembelian, dan pengadaan baik barang maupun jasa
  • Mengetahui proses audit dalam dalam mengungkapkan kecurangan/fraud dalam proses pengadaan barang dan jasa

MATERI TRAINING AUDIT PROSES PENGADAAN BARANG DAN JASA

  1. Konsep dan Tujuan Audit Pengadaan Barang dan Jasa
  2. Pengantar Pengadaan Barang dan Jasa
    • SOP Procurement
    • Administrasi dalam Procurement
    • Negosiasi dan Kontrak
    • Dasar Hukum Pengadaan
  3. Bentuk Kecurangan dalam Pengadaan Barang dan Jasa
  4. Regulasi Berkaitan dengan Pengadaan Barang dan Jasa
  5. Proses Audit Investigasi Pengadaan Barang dan Jasa
  6. Red Flags adanya Kecurangan dalam Pengadaan Barang dan Jasa
    • Indikasi kecurangan dalam Perencanaan Kebutuhan Barang dan Jasa
    • Indikasi Kecurangan dalam Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa
    • Indikasi adanya Kecurangan dalam Pertanggungjawaban Pengadaan Barang dan Jasa
  7. Identifikasi Penyimpangan dan Kecurangan/Fraud
  8. Kerugian yang ditimbulkan
  9. Bukti dan Pembuktian Kecurangan atas Pengadaan Barang dan Jasa
    • Jenis dan Tingkat Keandalan Bukti
    • Teknik Audit Investigatif untuk mendapatkan Bukti Kecurangan: Observasi, Pengujian Dokumen, Pengujian Fisik, Wawancara
    • Merangkai Bukti Audit Investigatif terkait dengan Pelanggaran Hukum
  10. Pelaporan Kecurangan hasil Audit Investigatif
  11. Studi kasus

MANAJEMEN RISIKO PERBANKAN

DESKRIPSI TRAINING MANAJEMEN RISIKO PERBANKAN

Dengan beriringnya perkembangan zaman yang semakin pesat, maka dunia bisnis perbankan Indonesia dihadapkan dengan risiko yang semakin kompleks seiring dengan kegiatan usaha bank yang mengalami perkembangan semakin pesat untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan teknologi sehingga mewajibkan bank untuk dapat meningkatkan kebutuhan akan penerapan manajemen risiko guna meminimalisasi risiko yang terkait dengan kegiatan usaha perbankan.

Implementasi manajemen risiko pada dunia perbankan lebih banyak untuk ditujukan dengan sejalannya standar baru global yang diterapkan oleh Bank for International ettlement (BIS). Dimana Bank for International Settlement (BIS) mengeluarkan konsep permodalan baru yang berisikan perihal seluk beluk perhitungan modal yang lebih diarahkan pada risiko (risk sensitive) serta pemberian insentif terhadap peningkatan kualitas manajemen risiko perbankan atau biasa disebut dengan Basel II (penyempurnaan dari Basel I), sebagaimana digunakan pula oleh Bank Indonesia melalui peraturan 2 Nomor 5/8/PBI/2003 yang berisikan mengenai Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum dengan tujuan agar supaya perbankan Indonesia dapat beroperasi dengan lebih berhati-hati dan melakukan penerapannya sesuai dengan tujuan, kebijakan usaha, ukuran dan kompleksitas usaha serta kemampuan bank dalam hal keuangan, infrastruktur pendukung maupun sumber daya manusia yang dimilikinya. Dengan diterapkannya ketentuan ini, diharapkan bahwa bank tersebut mampu untuk melaksanakan seluruh aktivitasnya secara terintegrasi dalam suatu sistem pengelolaan risiko yang akurat dan komprehensif.

Tujuan dan Manfaat TRAINING MANAJEMEN RISIKO PERBANKAN

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu untuk :

  • Memahami pemanfaatan dari pengelolaan risiko perbankan bagi berkelangsungan usaha perbankan;
  • Memahami pokok-pokok pembahasan Peraturan Bank Indonesia (khususnya No. 5/8/PBI/2003)
  • Memahami Undang-undang Perbankan yang terkait dengan Pelaksanaan Operasional;
  • Memahami Mekanisme Kerja Lembaga Penjamin Simpanan
  • Memahami perihal Pokok-pokok Anti Money Laundering berikut Undang-undang dan ketentuan yang berlaku di Indonesia;
  • Memahami Program Know Your Customer dan implikasinya dalam Sisdur Operasional Bank

MATERI TRAINING MANAJEMEN RISIKO PERBANKAN

  1. Manfaat dan peranan Manajemen Risiko dalam Industri Perbankan
  2. Jenis-jenis Risiko
  3. Pengawasan Berbasis Resiko dan Basel Accord I dan II
  4. Penerapan Manajemen RIsiko perbankan Indonesia
  5. Konsep Statistic Tentang Resiko dan Konsep Value at Risk (VaR)
  6. Aplikasi Perhitungan Value at Risk dengan Program Excel
  7. Risiko Pasar, Risiko Kredit dan Risiko Operasional
  8. Bactesting var dan Stress Testing
  9. Risiko Hukum, Risiko Reputasi dan Risiko Strategik
  10. Risk Based Internal Audit

OPERATIONAL RISK MANAGEMENT FOR FINANCIAL INSTITUTIONS

Why you would need this program?

Financial institution (FI) mostly relates with managing third party’s fund. The most threat is that it does not have enough liquidity to absorb signicant losses or withdraw. This failure mostly due to its poor operational riskmanagement. This program is designed to assist FI in leveraging their oprisk management competences.

 

What topics are covered?

This is a two-day (12 hours) workshop and it covers:

1. Introduction to operational risk management concept
2. Operational risks events, triggers and impacts
3. Business process risk & controls mapping
4. Operational risk measurement and analysis
5. Case discussion

Treasury for non Treasury

Deskripsi

Treasury adalah salah satu aktivitas finansial di perusahaan, perbankan dan non perbankan, yang berkaitan dengan 3 (tiga) aktivitas utama yaitu manajemen kas, investasi kas, dan transaksi pembayaran. Ketiga aktivitas treasury tersebut memiliki tujuan dan sasaran yang berbeda-beda. Namun, pada umumnya, para praktisi non treasury lebih mengenal aktivitas ini khusus terkait dengan optimalisasi penggunaan dana kas perusahaan dalam bentuk instrument investasi jangka pendek, seperti saham, deposito, dan surat berharga lainnya.

Aktivitas treasury membutuhkan ketelitian, kepekaan, dan akurasi perhitungan. Seorang treasurer tidak boleh hanya mengejar keuntungan semata, namun harus pula memperhatikan aspek-aspek penilaian risiko finansialnya dan prinsip kehati-hatian. Di sisi lain, unit atau divisi kerja di luar treasury, dapat bekerja sama dengan treasury dalam hal melakukan efisiensi penggunaan keuangan perusahaan agar posisi kas stabil dan dapat digunakan untuk meningkatkan profitabilitas dan ketahanan keuangan (financial resistance).



Tujuan

Tujuan dilaksanakannya wokshop ini adalah:

  • Mengenal fungsi treasury di perusahaan bank dan non bank.
  • Mengenal aspek-aspek teknik treasury.
  • Mengenal produk-produk investasi beserta turunannya.
  • Memahami proses identifikasi, penilaian risiko (risk assessment) dan rencana mitigasi terkait aktivitas treasury.

Oleh karena workshop ini dinilai sangat bermanfaat untuk diketahui dan dipelajari, maka disarankan bagi para eksekutif dan praktisi non treasury dapat mengikuti workshop ini. Workshop ini akan dilaksanakan dengan 3 metode yaitu lecturing, topic discussion, dan case study. Workshop akan dilaksanakan dalam 2 hari dengan agenda sebagai berikut:



Materi Training Treasury for non Treasury

Hari ke-1:

  1. Introduction of investment management.
  2. Cash flow management
  3. Capital market: system, product, and analysis method
  4. Money market: system, product, and analysis method

Hari ke-2:

  1. Applied risk assessment and measurement on treasury.
  2. Understanding Accounting Principles on treasury transactions.
  3. Workshop: treasury game

RISK MANAGEMENT (MANAJEMEN RESIKO)

DESKRIPSI TRAINING RISK MANAGEMENT (MANAJEMEN RESIKO) 

Semakin kompleksnya resiko bisnis yang dihadapi oleh perusahaan disebabkam semakin pesatnya perkembangan lingkungan internal dan eksternal perusahaan. penerapan manajemen resiko secara terstruktur dan terintegrasi perlu dilakukan oleh perusahaan agar mampu menyesuaikan diri dalam lingkungan bisnis. Jika dapat dilaksanakan dengan baik, maka manajemen risiko menjadi kekuatan vital bagi corporate governance, sehingga merupakan hal mendesak yang harus diterapkan perusahaan.

TUJUAN TRAINING RISK MANAGEMENT (MANAJEMEN RESIKO)

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami pentingnya manajemen risiko
  2. Memahami konsep mendasar tentang proses manajemen risiko
  3. Mengaplikasikan manajemen risiko diperusahaan

MATERI TRAINING RISK MANAGEMENT (MANAJEMEN RESIKO)

Identifikasi RISK

  • Pengertian RISK
  • Market RISK, Credit RISK, Operational RISK
  • Overview pengelolaan RISK:  esensi, konsep dan framework

Pengukuran RISK

  • Probabilitas frekuensi dan severitas
  • Value at RISK
  • Metode-metode pengukuran RISK: Basic Indicator Approach, Standardized Approach, Alternative Standard Approach, Advanced Measurement Approach
  • Bootstrapping  dan Simulasi Monte Carlo

Manajemen RISK

  • Sistematika proses manajemen RISK
  • Keorganisasian manajemen RISK
  • Menyusun RISK Management Plan
  • Penerapan manajemen RISK

Studi Kasus dan Latihan

  • Studi kasus dan latihan analisis
  • Studi kasus dan latihan penyusunan RISK MANAGEMENT PLAN & CONTROL

MANAJEMEN RISIKO

Deskripsi Training Manajemen Risiko

Aktivitas perusahaan senantiasa dihadapkan pada risiko-risiko yang berkaitan erat dengan fungsinya untuk menciptakan nilai bagi para stakeholder. Pesatnya perkembangan lingkungan internal dan eksternal perusahaan menyebabkan semakin kompleksnya risiko bisnis. Agar mampu beradaptasi dengan lingkungan bisnis, penerapan manajemen risiko secara formal, terstruktur dan terintegrasi merupakan keharusan bagi perusahaan. Jika dilaksanakan dengan baik, manajemen risiko menjadi kekuatan vital bagi corporate governance, sehingga merupakan hal mendesak yang harus diterapkan perusahaan.



Tujuan Training Manajemen Risiko

  1. Pemahaman pentingnya manajemen risiko
  2. Pemahaman konsep mendasar tentang proses manajemen risiko
  3. Perencanaan dan aplikasi manajemen risiko



Materi Training Manajemen Risiko

1.    Identifikasi RISK

  • Pengertian RISK
  • Market RISK, Credit RISK, Operational RISK
  • Overview pengelolaan RISK:  esensi, konsep dan framework

2.    Pengukuran RISK

  • Probabilitas frekuensi dan severitas
  • Value at RISK
  • Metode-metode pengukuran RISK: Basic Indicator Approach, Standardized Approach, Alternative Standard Approach, Advanced Measurement Approach
  • Bootstrapping  dan Simulasi Monte Carlo

3.    Manajemen RISK

  • Sistematika proses manajemen RISK
  • Keorganisasian manajemen RISK
  • Menyusun RISK Management Plan
  • Penerapan manajemen RISK

4.    Studi Kasus dan Latihan

  • Studi kasus dan latihan analisis
  • Studi kasus dan latihan penyusunan RISK MANAGEMENT PLAN & CONTROL

FINANCIAL SHENANIGANS

Deskripsi Training Financial Shenanigans

Manajemen senior di perusahaan publik, melaporkan berita positif dan hasil keuangan yang mengesankan yang akan menyenangkan investor dan mendorong harga saham lebih tinggi. Sementara sebagian besar perusahaan bertindak secara etis dan mengikuti aturan akuntansi yang telah ditentukan ketika melaporkan kinerja keuangan mereka, beberapa mengambil keuntungan dari daerah abu-abu dalam aturan untuk menggambarkan hasil keuangan mereka dengan cara yang menyesatkan. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, serta penerapan e-commerce dalam dunia bisnis, secara langsung atau tidak langsung sangat berpengaruh dalam operasional perusahaan/organisasi. Efek buruk yang dapat ditimbulkan dari perkembangan teknologi oleh oknum tidak bertanggung jawab adalah muncul praktek-praktek fraud yang berakibat fatal bagi perusahaan, misalnya cyber crime, computer fraud & fraudulent financial reporting. Dalam rangka, mengantisipasi hal tersebut maka analis sudah seharusnya meningkatkan kemampuan dalam mendeteksi, mencegah serta melakukan investigasi timbulnya fraud tersebut.



Tujuan Training Financial Shenanigans

Setelah mengikuti training financial shenanigans ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memberikan pemahaman secara komprehensif mengenai berbagai type kecurangan (fraud) yang sering atau mungkin akan terjadi di berbagai organisasi /perusahaan.
  2. Meningkatkan kemampuan dan memberikan penyegaran bagi para Auditor dalam mengaplikasikan langkah-langkah pencegahan kecurangan (fraud prevention), teknik-teknik mutakhir dalam melakukan pendeteksian kecurangan (fraud prevention) dan dalam melakukan investigasi kecurangan (fraud investigation).
  3. Membantu manajemen operasional untuk mencari solusi terbaik dalam menghadapi berbagai macam kecurangan (fraud).



Materi Training Financial Shenanigans

  1. Overview Fraud-Auditing
  2. Introduction to Financial Shenanigans
  3. Fraud Prevention
  4. Fraud Detection
  5. Earning manipulation Shenanigans
  6. Boosting Income Using One time or Unsustainable Activities
  7. Shifting Current Expense and Income to a Later Period
  8. Shifting Future Expense to an Earlier Period
  9. Cash Flow Shenanigans
  10. Key Metrics Shenanigans
  11. Brief Review of Financial Report
  12. Case Study

ISO 31000: 2009 Standar Internasional Manajemen Risiko

Deskripsi ISO 31000: 2009 Standar Internasional Manajemen Risiko

ISO (the International Organization for Standardization) adalah federasi badan standar nasional di seluruh dunia. Tugas mempersiapkan standar internasional biasanya dilaksanakan oleh ISO Technical Committee.

Standar Internasional untuk manajemen risiko (ISO 31000) dimaksudkan untuk digunakan oleh berbagai stakeholders:

  1. Mereka yang bertanggung jawab dalam implementasi manajemen risiko di organisasi mereka.
  2. Mereka yang perlu memastikan bahwa suatu organisasi menerapkan manajemen risiko.
  3. Mereka yang perlu mengelola risiko pada tingkat organisasi maupun pada suatu bidang kegiatan tertentu.
  4. Mereka yang perlu mengevaluasi keandalan praktik manajemen risiko dalam organisasinya.
  5. Mereka yang mengembangkan standar, pedoman, prosedur praktik manajemen risiko yang menjadi bagian dari dokumen-dokumen ini.

Banyak organisasi yang telah menerapkan praktik dan proses manajemen risiko termasuk komponen-komponen manajemen risiko dan banyak organisasi yang telah mengadopsi proses manajemen risiko formal untuk jenis-jenis risiko tertentu.

Manajemen dapat memutuskan untuk mengkaji secara kritis praktik dan proses yang ada tersebut berdasarkan standar ISO 31000 ini. Meskipun praktik manajemen risiko telah dikembangkan di berbagai sektor untuk menjawab kebutuhan spesifik di masing-masing sektor, suatu pendekatan generik berupa kerangka kerja komponen-komponen mendasar manajemen risiko dapat membantu memastikan bahwa risiko telah dikelola secara efektif dan koheren di seluruh organisasi. Pendekatan generik yang diuraikan dalam ISO 31000 ini.

 

Tujuan ISO 31000: 2009 Standar Internasional Manajemen Risiko

  1. Memberikan pengetahuan tentang peran sekretaris di era globalisasi
  2. Meningkatkan keterampilan dan kemampuan dalam menangani pekerjaan kesekretariatan      secara profesional
  3. Meningkatkan profesionalitas & rasa tanggung jawab seorang sekretaris terhadap tugas-tugas yang diberikan oleh perusahaan atau pimpinannya
  4. Memberikan kunci sukses menjadi sekretaris profesional

 

Materi ISO 31000: 2009 Standar Internasional Manajemen Risiko

  1. Dinamika Lingkungan Bisnis dan Ketidakpastian
  2. Gejala Manajemen Risiko yang Lemah
  3. Prinsip-prinsip Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000:2009
  4. Kerangka Implementasi Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000:2009
  5. Proses Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000:2009
  6. Perbandingan ISO 31000:2009 dengan AS/NZS 4360:2004
  7. Perbandingan ISO 31000:2009 dengan COSO 2004
  8. Kebijakan Manajemen Risiko
  9. Kerangka kerja manajemen risiko
  10. Mengintegrasikan Manajemen Risiko ke dalam Proses Organisasi
  11. Memahami organisasi dan konteksnya
  12. Akuntabilitas dan Sumber daya Manajemen Risiko
  13. Pengembangan komunikasi dan pelaporan internal & eksternal
  14. Risk Context,
  15. Risk Identification,
  16. Risk Analysis,
  17. Risk Evaluation,
  18. Risk Treatment,
  19. Risk Communication & Consultation,
  20. Risk Monitoring & Review.
  21. Pemantauan dan pengkajian kerangka kerja
  22. Manajemen Risiko dan Perbaikan Berkelanjutan (Continues Improvement)