Category Archives: Training Sertifikasi

KYC Dalam Rangka Anti Pencucian Uang

Deskripsi

Lembaga keuangan, khususnya perbankan, sangat rentan terhadap kemungkinan digunakan sebagai media pencucian uang dan pendanaan terorisme, karena pada perbankan tersedia banyak pilihan transaksi bagi pelaku pencucian uang dan pendanaan terorisme dalam upaya melancarkan tindak kejahatannya. Melalui berbagai pilihan transaksi tersebut, seperti transaksi pengiriman uang, perbankan menjadi pintu masuk harta kekayaan yang merupakan hasil tindak pidana atau merupakan pendanaan kegiatan terorisme ke dalam sistem keuangan yang selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pelaku kejahatan. Misalnya untuk pelaku pencucian uang, harta kekayaan tersebut dapat ditarik kembali sebagai harta kekayaan yang seolah-olah sah dan tidak lagi dapat dilacak asal usulnya. Sedangkan untuk pelaku pendanaan terorisme, harta kekayaan tersebut dapat digunakan untuk membiayai kegiatan terorisme.

Tujuan Pelatihan KYC Dalam Rangka Anti Pencucian Uang (APU)

Yang diharapkan dari para peserta training setelah pelatihan dilaksanakan :

  1. Memahami mengapa KYC dan APU penting untuk diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari
  2. Memahami dampak negatif dengan tidak diterapkan KYC dan APU dalam pekerjaan
  3. Dapat menerapkan KYC dan APU dalam pekerjaan sehari-hari

Outline Materi Pelatihan KYC Dalam Rangka Anti Pencucian Uang (APU)

  1. Istilah-istilah terkait
    • KYC, AML, TPPU / APU, PPT
  2. Peraturan-peraturan yang berlaku di Indonesia terkait KYC dan AML
    • UU RI, PBI, SEBI
  3. KYC
    • Apakah KYC?
    • Mengapa KYC?
    • Kapan KYC dapat dilakukan?
    • Apakah persyaratan KYC merupakan hal baru?
  4. Jenis Due Dilligence
    • CDD & EDD
  5. Tidak Pidana Pencucian Uang (TPPU / Money Laundering)
    • Money Laundering
    • Tujuan Pencucian Uang
    • Dampak
    • Kerugian Negara
    • Tindak Pidana
  6. Tahap-tahap pencucian uang
    • Modus Operandi
    • Bentuk placement
    • Bentuk layering
    • Bentuk integration
    • Sarana pencucian uang
  7. Beberapa modus pencucian uang
    • Smurfing,
    • Structuring,
    • U-Turn,
  8. Transaksi Keuangan Mencurigakan (TKM / Suspicious Transaction)
    • Unsur-unsur Transaksi Keuangan Mencurigakan
    • Indikator transaksi keuangan yang mencurigakan
    • Contoh transaksi keuangan yang mencurigakan
  9. Pendanaan Terorisme
  10. Pentingnya KYC, APU & PPT
  11. Risiko TPPU bagi bank
  12. Prosedur penerimaan nasabah
  13. Dokumen Nasabah dan WIC
    • Bagi Calon Nasabah perorangan
    • Bagi Calon Nasabah perusahaan
    • Bagi Walk in Client (WIC)
  14. Pengelompokan Nasabah dan WIC (klasifikasi risiko)
  15. HIGH RISK CUSTOMER
    • HIGH RISK PERSON
    • HIGH RISK BUSSINESS
    • HIGH RISK COUNTRIES
  16. Pelaporan Kepada PPATK
    • LTKM / STR;
    • LTKT / CTR; dan
    • Laporan lainnya.
  17. Anti Tipping-Off
  18. Kewajiban Penyedia Jasa Keuangan (PJK)
  19. Hak Penyedia Jasa Keuangan (PJK)
  20. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)
    • Tugas PPATK
    • Wewenang PPATK
  21. Hal-hal yang harus diperhatikan bank dalam rangka APU dan PPT
    • Pengawasan aktif Direksi dan Dewan Komisaris
    • Unit Kerja Khusus (UKK)
    • Risk Based Approach
    • Sumber daya manusia dan pelatihan
Iklan

Jadwal Training 2017 – Training Schedule 2017

Berikut Informasi Jadwal Training 2017  / Schedule Training Tahun 2017

Kategori : MINING / PERTAMBANGAN / GEOLOGY TRAINING 2017 ( Lihat disini )

Kategori : BUDGETING, BANKING, ACCOUNTING & FINANCE TRAINING 2017 ( Lihat disini )

Kategori : HRD & LEADERSHIP, MANAGEMENT TRAINING 2017 ( Lihat disini )

Kategori : SALES AND MARKETING TRAINING 2017 ( Lihat disini )

Kategori : PROJECTS, CONTRACTS, PURCHASING & TENDERS TRAINING 2017 ( Lihat disini )

Kategori : SECURITY TRAINING 2017 ( Lihat disini )

Kategori : INFORMATION TECHNOLOGY ( IT ) TRAINING 2017 ( Lihat disini )

Kategori : HUKUM / LEGAL TRAINING 2017 ( Lihat disini )

Kategori : HEALTH, SAFETY, ENVIRONMENT & LAB TRAINING 2017 ( Lihat disini )

Kategori : TECHNICAL , ENGINEERING & MECHANICAL TRAINING 2017 ( Lihat disini )

Kategori : ELECTRICAL & INSTRUMENTATION TRAINING 2017 ( Lihat disini )

Kategori : OIL AND GAS TRAINING 2017 ( Lihat disini )

JADWAL TRAINING 2017 / JADWAL PELATIHAN TAHUN 2017 / JADWAL DIKLAT 2017 / JADWAL SEMINAR 2017 / JADWAL WORKSHOP 2017 / JADWAL BIMTEK 2017 – TERBARU  BULAN  JANUARI 2017 – FEBRUARI 2017 – MARET 2017 – APRIL 2017 – MEI 2017 – JUNI 2017 – JULI 2017 – AGUSTUS 2017 – SEPTEMBER 2017 – OKTOBER 2017 – NOVEMBER 2017 – DESEMBER 2017

Permintaan Brosur penawaran Training ( Harga, Waktu dan Tempat) silahkan Menghubungi kami.

Catatan :

  • Pelatihan ini dapat di-customized sesuai kebutuhan perusahaan Anda bila diselenggarakan dalam bentuk In-House Training. Untuk permintaan In-House Training dengan jenis topik lainya, silahkan mengirimkan ke alamat email yang tercantum di web kami.
  • Request Training. Jika anda membutuhkan informasi pelatihan yang belum tercantum pada website ini, atau anda ingin memberikan usulan materi yang sesuai dengan tingkat kebutuhan perusahaan anda, silahkan mengirimkan ke alamat emailyang tercantum.
  • Bila tidak ada tanggal dan waktu atau yang tercantum sudah kadaluarsa didalam artikel mohon tanyakan kepada kami untuk jadwal terbarunya.
  • Peserta bisa mengajukan Tanggal Pelatihan / Training selain yang tertera pada silabus penawaran.

JOB EVALUATION & ITS APPLICATION FOR REMUNERATION STRATEGY

PENDAHULUAN:

Penetapan cara dan besarnya imbalan (terutama gaji) bagi SDM di perusahaan sangat lah vital. Ada tiga prinsip yang harus dipegang oleh para pengambil kebijakan dalam penggajian/remunerasi, yaitu: adil, menarik dan memotivasi. Untuk mencapai prinsip keadilan tersebut, proses Evaluasi Jabatan atau job evaluation sangat penting untuk dilakukan. Evaluasi Jabatan pada dasarnya adalah proses untuk membandingkan jabatan yang satu dan lainnya di dalam organisasi berdasarkan beberapa faktor. Hasil dari Evaluasi Jabatan ini adalah Bobot Jabatan. Bobot Jabatan ini lah yang akhirnya digunakan untuk menetapkan struktur upah di perusahaan.

Pelatihan ini bertujuan agar peserta memahami konsep dan proses Evaluasi Jabatan, serta mampu menerapkan strategi untuk melalukan Evaluasi Jabatan (job evaluation), dan akhirnya mampu mengaplikasikannya pada kebijakan-kebijakan remunerasi di perusahaan agar imbalan yang diterima karyawan adil, menarik dan memotivasi.



CAKUPAN MATERI TRAINING JOB EVALUATION
:

  1. Keterkaitan Analisis Jabatan, Deskripsi Jabatan dan Evaluasi Jabatan
  2. Tujuan dan manfaat Evaluasi Jabatan
  3. Metode-metode untuk melakukan Evaluasi Jabatan
  4. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalamEvaluasi Jabatan
  5. Bobot Jabatan dan penetapan Struktur upah/gaji, meliputi: cara mengkonversi point hasil evaluasi jabatan ke gaji/upah, faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat patokan gaji/upah, dan besar struktur patokan upah/gaji dan faktor yang mempengaruhi pemilihannya
  6. Survey upah/gaji
  7. Strategi dan kebijakan peninjauan (kenaikan) upah/gaji.
  8. Simulasi, Diskusi atau tanya jawab

 

K3 Teknisi Perancah

Tujuan  & Manfaat

Pelatihan K3 Teknisi Perancah ini dirancang untuk memenuhi UU no. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja,  peraturang Menteri Tenaga Kerja no. PER. 01/MEN/1980 tentang Keselamatan & Kesehatan  Kerja pada Konstruksi Bangunan dan SKB Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Pekerjaan Umum no. Kep 174/Men/1986 dan no. 104/Kpts/1986 dan pedoman pelaksanaan tentang keselamatan dan kesehatan kerja pada tempat kegiatan konstruksi.

Selain untuk memenuhi peraturan pemerintah, Pelatihan ini dirancang agar para peserta memperoleh pengetahuan dan ketrampilan dasar yang dibutuhkan dalam hal merencanakan, mempersiapkan, menyelesaikan dan mengawasi serta memastikan pekerjaan scaffolding dengan aman



Materi Pelatihan K3 Teknisi Perancah

  1. Peraturan perundangan K3  konstruksi bangunan
  2. Pengetahuan dasar perancah
  3. Jenis – jenis perancah
  4. Standar dan pedoman teknis perancah
  5. Supervisi dan pemeriksaan perancah
  6. Dasar- dasar penilaian beban perancah
  7. Melaksanakan dasar – dasar
  8. Potensi bahaya konstruksi perancah
  9. Cara pencegahan kecelakaan kerja perancah
  10. Prosedur kerja aman perancah (bekerja di ketinggian)
  11. Praktek

PENAMBANGAN BATUBARA

ABSTRACK TRAINING PENAMBANGAN BATUBARA

Pertambangan merupakan suatu rangkaian kegiatan mulai dari kegiatan penyelidikan bahan galian sampai pada tahap pemasaran bahan galian. Penambangan dilakukan untuk pengambilan mineral-mineral yang ada di bumi yang kemudiannya bertujuan memenuhi kebutuhan hidup manusia.

Tahapan penambangan sangat panjang. Di mulai dari tahap prospeksi, eksplorasi, sampai tahapan reklamasi atau pemulihan lingkungan pertambangan seperti awalnya supaya alam tetap asri.

OUTLINE TRAINING PENAMBANGAN BATUBARA

  1. Prospeksi
  2. Persiapan
  3. Pembersihan lahan ( land clearing)
  4. Pengupasan Tanah Pucuk ( top soil)
  5. PenggalianTanah Penutup (overburden removal)
  6. Penambangan Batubara ( coal getting)
  7. Pengangkutan Batubara ke ( coal hauling)
  8. Backfilling (dari tempat penyimpanan sementara)
  9. Perataan dan Rehabilitasi Tanah ( spreading)
  10. Penghijauan (reclamation)
  11. Kontrol (monitoring)

Drilling Operation for Non Drilling Personnel

COURSE  OBJECTIVE Drilling Operation for Non Drilling Personnel

After completing this course participants are expected to be able to:

  • Understanding the basic principles and simple calculations for implementation of well-drilling oil wells, gas and geothermal reservoir, develop implementation of this calculation to improve the performance of  well-drilling wells in the field.
  • Conduct simple diagnosis and comprehend the settlement and build oil, gas or geothermal wells.
  • Create a simple analysis of oil, gas and geothermal wells exploration data, and able to design a global drilling performance and plan its development.
  • Conduct the simple quantitative calculations of mapping out for drilling mud, cement, hydraulics, well control.
  • Practise knowledges in vertical drilling design, for drilling wells sloping design, horizontal wells both using overbalance and underbalance technology.

COURSE CONTENT Drilling Operation for Non Drilling Personnel

  • Introduction : Rotary Drilling Operation
    •  Steps to drilling a well
    • Types of rigs
    • Rig Components
    • Rig Systems
  • Rheology of Drilling and Completion Fluids
    • Equations and Inflow Performance Relationship Functions of Drilling/ Completion
    • Fluids
    • Fluid Types,
    • Fluid Models
    • Introduction to Rotary Viscometer
    • Other Testing Equipment
    • Objectives of Monitoring Fluids
  • Mud System
    • General Equations and ConceptsDiagnostic tests
    • Water mud based
    • Oil mud based
    •  Additives
    • Mud handling system
  • Cementing
    • Tubing DesignFunctions of cement
    • Cement Types
    • Cement Additives
  •  Oil Field Tubules and Hydraulics
    • Drill string
    • Casing and tubing
    • Casing classification
    •  Stresses on casing
    • Casing setting depth
    •  Burst and collapse calculations
    • Wellheads
  • Drilling System – Pressure Loss Calculations
    • Hydrostatics
    • Buoyancy
    • Flow through pipes and annuli
    • Flow path
    • Pressure loss calculations
  • Drilling System – Bit & Nozzles
    • Hydrostatics Bit Types
    • Bit Parts
    • Bit Classification
    • Bit Nozzles
  • Introduction to Well Control
    • Hydrostatics Definitions
    • Causes of kicks
    •  Kick indicators
    • Shut-in procedure
    • Well Kill Procedures
  • Directional Drilling
    • Reasons for directional wells
    • Planning Trajectory
    • Kickoff Methods
    • Survey Methods
    •  Survey Calculations
    •  Hole Assemblies

SUPPLIER PERFORMANCE ASSESSMENT UNTUK PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DAN MIGAS

Description Supplier Performance Assesment

Salah satu tantangan departemen Purchasing adalah membina dan mengembangkan Vendor yang pada awalnya biasa saja menjadi Super Vendor dalam waktu tidak terlalu lama. Salah satu cara untuk mengembangkan Vendor adalah dengan menerapkan penilaian kinerja vendor secara objective, relevan, terukur serta terlacak. Tanpa adanya pengukuran-pengukuran, tentu improverment tidak dapat dilakukan secara optimal

Pada perusahaan yang bergerak di bidang tambang dan migas, kinerja para supplier sangat perlu untuk dilakukan pengukuran untuk tercapainya kinerja perusahaan secara optimal. Banyaknya supplier yang terlibat dalam pekerjaan baik barang maupun jasa, menjadikan penilaian supplier  merupakan keharusan agar supplier yang menjadi rekanan tetap menjaga mutu dan kinerjanya. Pemilihan supplier yang tepat merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam proses pengadaan barang. Kriteria pemilihan supplier tidak hanya difokuskan pada biaya yang paling murah, namun juga pada beberapa kriteria lain yang mendukung tercapainya tujuan pengadaan. Dalam pandangan sistem pengadaan modern, supplier dipandang sebagai mitra kerja yang turut berpartisipasi dalam pencapaian tujuan perusahaan.Tugas bagian pengadaan adalah melakukan penilaian kinerja supplier (Supplier Performance Assessment) secara objective dan komprehensif dengan mempertimbangkan semua kriteria yang relevan.



Tujuan Pelatihan Supplier Performance Assesment

Adapun pelatihan dimaksudkan agar peserta:

  1. Memahami perancangan serta langkah-langkah peniliaian kinerja vendor secara sistematis
  2. Mengenal dan memahami berbagai kriteria penilaian vendor
  3. Memahami metode penilaian kinerja yang sistematis serta mampu mempraktekkan Proses Penilaian Kinerja Vendor
  4. Mampu merumuskan kriteria yang relevan dalam penilaian kinerja supplier (Supplier Performance Assesment) khusus di industri pertambangan dan migas.
  5. Peserta dapat merumuskan metode terbaik dalam pemilihan supplier berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan




Course Content Supplier Performance Assesment

  • Strategi Pengadaan yang efektif
  • Karakteristik Pekerjaan Barang dan Jasa di Industri Pertambangan dan Migas
  • Evaluasi Kinerja Vendor
  1. Konsep Purchasing yang menguntungkan dan Permasalahannya
  2. Mengapa Pengukuran Kinerja Harus Dilakukan
  3. Metoda Pengukuran Kinerja Vendor
  4. Mempelajari Kriteria Tolok Ukur Kinerja Vendor
  5. Mengenal VPI – Vendor Performance Index, Sebuah Tool Untuk Mengenal Vendor secara Objective
  6. Mempelajari langkah-langkah melakukan pengukuran Kinerja Supplier (Supplier Performance Assesment)
  7. Menetapkan kriteria tolok ukur kinerja Vendor dan mengembangkan sistem penilaian kinerja Vendor.
  • Pengembangan Kinerja Vendor
  1. Mempelajari Bagaimana Mengidentifikasi Peluang Peningkatan dan Perbaikan
  2. Mempelajari Konsep Brainstorming – Sebuah Mesin Pencetus Ide
  3. Mengenal VPA – Vendor Performance Analysis, Sebuah Tool untuk mengenal Peluang Peningkatan dan Pengembangan Vendor
  4. Mempelajari Proses Dasar Pengembangan Kinerja Vendor
  • Evaluasi dan monitoring supplier dengan pengukuran Key performance Indicator (KPI) supplier
  • Metode Pemilihan Supplier dengan Teknik Multi Criteria Decision Making (MCDM)

Geostatistics : Applied Mining Geostatistics

COURSE INTRODUCTION Geostatistics : Applied Mining Geostatistics

Since geo-statistics developed by Prof George Matheron in 1960, it has been applied greatly in mining industry for mineral resources evaluation and reserves modeling. Geo-statistical method considers the spatial structure which is represented by variogram model in estimation methods such as polygonal, triangular grouping, inverse distance square, nearest point, etc. Moreover, parameters of variogram model can be drawn on to optimize the drilling pattern or the influence area of sampling points.

Kriging is the most famous geo-statistical method used for reserves estimation, and it has been known as BLUE (Best Linear Unbiased Estimator). Krigging variance can be applied to assess the uncertainly (error) of estimation result.

Beside kriging, there are any other geo-statistical methods employed for spatial characterization and modeling of natural resource such as conditional simulation. Geo-statistics can also be utilizing to evaluate mineral reserves classification.

COURSE OBJECTIVES Geostatistics : Applied Mining Geostatistics

  1. To give knowledge about the concept of regionalized variable that is the principle of geostatistics method, analysis and interpretation of variogram.
  2. To give understanding about the principle of kriging method and its application for resources modeling and reserves estimation.
  3. To give introduction about the principle of geo-statistical simulation, uncertainly analysis, and their application in natural resources evaluation.

COURSE OUTLINE Geostatistics : Applied Mining Geostatistics

  • Review of statistics,
  • Concept of regionalized variable,
  • Concept of experimental variogram,
  • Analysis of variogaram model and its interpretation
  • Conventional reserves estimation methods
  • Variance of dispersion and variance of estimation
  • Principle of kriging method and its application
  • Introduction about deterministic method
  • Geo-statistical simulation
  • Uncertainty analysis
  • Reserves classification based on geo-statistical method

FORKLIFT : PELATIHAN & SERTIFIKASI Operator Pesawat Angkat

TUJUAN PELATIHAN

Program sertifikasi ini untuk mendukung pengetahuan dan ketrampilan operator didalam mengoperasikan dan menangani pesawat angkat forklift seiring dengan Peraturan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Nomor : 01K./03/D.DJM/94 tentang tata cara dan persyaratan sertifikasi tenaga teknik khusus operator pesawat angkat, agar efisiensi, produktifitas pesawat lebih meningkat dan khususnya keselamatan kerja lebih terjamin.

MANFAAT PELATIHAN

Setelah mengikuti pelatihan peserta diharapkan mampu :

  1. Menjelaskan pelaksanaan peraturan, perundangan serta standar yang berlaku.
  2. Menjelaskan prinsip kerja, jenis, istilah, dan gerakan gerakan pada forklift.
    1. Menjelaskan kapasitas forklift, kekuatan konstruksi dan membaca daftar beban serta hal – hal yang terkait dalam pengoperasian sebuah forklift.
    2. Mengenal peralatan dan sistem yang dipergunakan pada forklift.
    3. Melaksanakan pemeriksaan dan pengujian forklift secara berkala sesuai   standar yang berlaku.

 

 

MATERI PELATIHAN FORKLIFT

  1. Apresiasi Peraturan dan Perundangan
  2. Keselamatan Kerja Pesawat Angkat
  3. Pengetahuan Forklift
  4. Kapasitas (SWL) Forklift
  5. Perawatan Forklift
  6. Prosedur dan Pengoperasian Yang Aman
  7. Prinsip Kerja Sistem Hidrolik
  8. Tanggung Jawab Operator

 

Aktivitas Pengelolaan Hidup dan Pengupasan Lapisan Tanah

Deskripsi

Dengan adanya kegiatan penambangan pada suatu daerah tertentu, maka akan menimbulkan dampak terhadap lingkungan di sekitar lokasi penambangan, antara lain : Pencemaran lingkungan dan perusakan lingkugan. Sebagai usah auntuk mengurangi dan mengendalikan dampak knegatif kegiatan usaha pertambangan maka perlu dilakukan pengelolaan lingkungan hidup yang meliputi upaya terpadu dalam pemanfaatan, penataan, pemeliharaan, pengawasan, pengendalian, dan pengembangan lingkungan hidup.

PSAK No. 33 (Revisi 2011) disusun dengan tujuan untuk mengatur perlakuan akuntansi atas aktivitas pengupasan lapisan tanah dan aktivitas pengelolaan lingkungan hidup pada pertambangan umum.

Pelatihan ini diharapkan peserta mampu memahami penerapan akuntansi yang akan timbul karena aktivitas Pengupasan lapisan tanah dan aktivitas pengelolaan lingkungan hidup pada pertambangan umum.

Materi Pelatihan Aktivitas Pengelolaan Hidup dan Pengupasan Lapisan Tanah

  • Karakteristik akuntansi industry pertambangan umum
  • Jenis Biaya aktivitas pengupasan lapisan  tanah
  • Biaya pengelolaan lingkungan hidup Penyajian
  • Kebijakan pengungkapan akuntansi

STRATEGY SCM DALAM PERUSAHAAN PERTAMBANGAN

DESKRIPSI SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM)

Supply Chain Management (SCM) merupakan proses pengelolaan seluruh aktivitas atau rangkaian aktivitas perencanaan dan pengelolaan barang dan jasa dari hulu ke hilir secara terpadu, sejak dari pembelian material, perencanaan produksi, proses transformasi (produksi) material menjadi bahan setengah jadi dan produk jadi, dan penyimpanan baik bahan baku dan produk jadi hingga akhirnya penyampaian produk jadi (akhir) kepada end customer atau end user melalui suatu sistem distribusi. Jadi, Supply Chain Management mengatur aktivitas sejak di supply cycle, response cycle sampai ke delivery cycle.

Bahkan saat ini Supply Chain Management (SCM) sudah menjadi competitive advantage yang sangat penting bagi perusahaan untuk memberikan pelayanan yang cepat dengan produk yang bervariasi dan berkualitas tinggi dengan cost yang rendah, sehingga Perusahaan dapat tetap exist di tengah persaingan yang semakin ketat dan tingkat biaya yang semakin tinggi.

Melalui training ini, peserta akan dikenalkan dengan konsep pengertian yang komprehensif dan tantangan yang dihadapi mengenai Supply Chain Management (SCM) dalam perusahaan pertambangan dan migas.. Workshop diberikan dengan case method untuk aktivitas supply chain management (SCM) .

MATERI KURSUS STRATEGY SCM PERUSAHAAN PERTAMBANGAN

  1. Redefinisi, evolusi dan peran logistik dalam dunia usaha.
  2. Mengukur performansi sistem manajemen logistik.
  3. Manajemen Pembelian.
  4. Perencanaan dan manajemen persediaan.
  5. Supply Management (Penerapan KEPDIR 222K)
  6. Manajemen transportasi dan distribusi
  7. Manajemen Pergudangan
  8. Disain organisasi logistik.
  9. Inventory Control Techniques
  10. Inventarisasi dan auditing persediaan
  11. Studikasus.

MANAJEMEN K3 PERTAMBANGAN

DESKRIPSI MANAJEMEN K3 PERTAMBANGAN

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K-3) terutama di industri pertambangan merupakan salah satu faktor yang sangat penting demi kelancaran kegiatan operasional sehingga timbulnya rasa aman dan nyaman bagi pekerja untuk dapat bekerja secara optimal dan produktif. Pada prinsifnya kecelakaan kerja dapat terjadi dikarenakan oleh kondisi yang tidak aman serta kegiatan/ aktifitas yang tidak aman. Dalam industri pertambangan seorang Kepala Teknik Tambang (KTT) ditunjuk sebagai penanggung jawab penuh terhadap K-3 dan dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh Pengawas Operasional dan Pengawas Teknis.

Sistem Manajemen K3 berdasarkan Permenaker No. Per.05/1996 adalah bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi, perencanaan, tanggungjawab, pelaksanaan, prosedur, proses dan sumberdaya yang dibutuhkan bagi pengembangan, penerapan, pencapaian, pengkajian dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka pengendalian risiko yang berkaiatan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yanag aman, efisien dan produktif.

Dalam melakukan pengelolaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada industri pertambangan minerba-pabum (mineral, batubara dan panas bumi) kita harus memahami perubahan lingkungan, memiliki Sistem Managemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK-3) yang terintegrasi, memiliki kebijakan dan strategi K3 yang menciptakan SDM berbudaya K3 khususnya di departemen operasi dan perlu adanya rotasi jabatan di antara SDM Operasi, K3 dan Perawatan untuk mendapatkan SDM yang kompeten.

TUJUAN PELATIHAN MANAJEMEN K3 PERTAMBANGAN

Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan dapat memahami aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada industry pertambangan yang dapat melakukan identifikasi, evaluasi,

pemeriksaan yang berkaitan dengan bidang keselamatan dan kesehatan kerja, yaitu  :

  1. Memahami Apa Itu Manajemen K3 Pertambangan.
  2. Memahami Apa Faktor K3 Yang Ada Di Perusahaan Pertambangan.
  3. Mengetahui Bagaimana Teknik Cara/Metode Pengelolaan K3 Pada Perusahaan Pertambangan.
  4. Mengetahui Apa Saja Manfaat Manajemen K3 Pada Perusahaan Pertambangan
  5. Mengetahui peran K3 dalam mencegah kecelakaan kerja guna meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja
  6. Memahami Bagaimana Menyusun rencana Pencegahan Kecelakaan kerja pada kerja Operasional  Pertambangan mineral dan batubara
  7. Mengetahui Kecelakaan kerja Operasional  Pertambangan mineral dan batubara.

 

OUTLINE TRAINING MANAJEMEN K3 PERTAMBANGAN

  1. Dasar hokum Pengelolaan K3 Pertambangan
  2. Elemen pemerintah dalam pengelolaan K3 pertambangan
  3. elemen perusahaan dalam pengelolaan K3 pertambangan
  4. Risiko dan Kerugian Akibat Terhentinya Operasional  Pertambangan mineral dan batubara
  5. Tanggung-jawab Pengawasan Pertambangan mineral dan batubara
  6. Pengawasan K3 Pertambangan dan Keselamatan Operasi Pertambangan
  7. Pembinaan K3 Pertambangan  dan Keselamatan Operasi Pertambangan
  8. Resiko di Pertambangan : Ledakan, Longsor, Kebakaran
  9. Sistem Manajemen K3 Pertambangan mineral dan batubara
    • Penyebab dasar kecelakaan kerja
    • Penyebab Langsung kecelakaan kerja
    • Penggolongan Kecelakaan tambang Kerja Tambang
    • Administrasi, Dokumentasi, Pelaporan
    • Investigasi Kecelakaan : Pengawasan Administratif, Pengawasan operasional / lapangan, Pengujian sarana/peralatan dan instalasi, Pengujian/penilaian kompetensi
    • Pengelolaan Kesehatan Kerja
    • Prosedur Gawat Darurat dan evakuasi

LOG ANALYSIS AND PETROPHYSICS

MATERI KURSUS LOG ANALYSIS AND PETROPHYSICS

 Pengertian Tentang Lingkungan Logging Konvensional

  • Geometri Sumuran Hidrokarbon
  • Pelaksanaan Logging
  • Gangguan-gangguan yang terjadi

  Evaluasi Hidrokarbon

  • Dasar-dasar interpretasi
  • Pengaruh Invasi Lumpur

Zona Permeabel

  •  SP Log
  •  Gamma ray Log
  •  Electromagnetic Log

 Log untuk Clean Formation

  • Resistivity-Porosity Crossplot
  • Identifikasi Multimineral

 Log untuk Shaly Formation

  • Distribusi Shale dan Clay
  •  Cation Excvhage Capacity
  • Model Interpretasi Shaly sand
  • Metoda Dual Water

 Penentuan Produktivitas Sumuran

  •  Permeabilitas dan Penentuannya
  •  Saturasi Air Irreducible
  • Multiple Formation Tester

Wellsite Computed Logs

  • Log Rwa
  • Porosity Overlay
  • Resitivity Overlay
  • SP Overlay
  •   Cyberlook Log
  •  Analisis Prolog

  Electromagnetic Propagation Log

  •   EPT Log
  • ADEPT : The Adaptable Tool
  •  Interpretation Method
    •  CRIM Method
    •  CTA Method
    •  Tpo Method
  •  Endfire Array
  • Brodside Array
  • Deep Propagation Tool (DPT)

Formation Evaluation in Cased Hole

  •  Logs for Cased Hole Formation Evaluation
  • Natural Gamma Ray Log
  • Neutron Log
  • Sonic Log
  • Thermal Decay Time Log  (TDT)
  •  Gamma Ray Spectromerty Tool (GST)
  • Cement Evaluation
  •  CBL/VDL Measurement
  •   Compesated Cement Bond Tool
  •  Cement Evaluation Tool

COAL MINING : Basic, Operation & Technology

DESCRIPTION

            Proyek pertambangan batubara atau coal mining project merupakan salah satu kapasitas industri terbesar di Indonesia. Ada berbagai proses pekerjaan dalam aktifitas penambangan batubara (coal mining ) berikut pengolahan serta proses produksinya. Tentunya SDM yang berkecimpung dengan dunia pertambangan batubara ini harus memiliki wawasan & pengetahuan obyektif mulai dasar-dasar pengenalan batubara, proses pengolahan (pemisahan & pengolahan) batubara & teknologi tentang penambangan, pengangkutan, penyimpanan hingga penghancuran batubara. Soft skill ini nantinya akan membantu personal SDM untuk bisa mengaplikasikan ilmu & mengembangkan kompetensinya secara tepat, & menjadi quality & benefit person bagi perusahaan.



OUTLINE TRAINING COAL MINING

  • Definisi batubara (jenis/karakteristik, proses pembentukan)
  • Tinjauan bisnis pertambangan batubara (coal mining) di Indonesia
  • Peraturan perundang undangan yang berhubungan dengan pertambangan khususnya pertambangan Batubara
  • Prinsip dan Teknologi untuk Eksplorasi Batubara
  • Istilah2 dan definisi2 yang digunakan dalam pertambangan batubara
  • Proses dan teknik penambangan Batubara
  • Proses pemisahan & pengolahan batubara (sizing, hand picking, magnet catcher, clasification)
  • Pemisahan material padat
  • Pencucian batubara
  • Dewatering batubara
  • Proses dan teknologi pemindahan dan pengangkutan Batubara
  • Prinsip penyimpanan Batubara
  • Cara pengolahan & penghancuran Batubara
  • Teknologi Listrik dan Mekanik dalam industri Batubara
  • Keselamatan dan Kesehatan Kerja
  • Permasalahan Lingkungan
  • Penanganan limbah batubara

COAL PREPARATION PLANT (CPP)

DESCRIPTION

            Coal Preparation Plant (CPP) adalah fasilitas untuk mereduksi ukuran butir batubara dan pencucian batubara dari pengotor yang ada saat penambangan atau bersamaan dengan saat terbentuknya batubara. Coal Processing Plant (CPP) merupakan bagian integrasi dari rantai pertambangan batubara. Departemen ini merupakan pusat pengolahan dan penyiapan batubara dari tambang sehingga menghasilkan batubara yang sesuai dengan permintaan pembelian baik dari segi fisik maupun kualitasnya.

                Batubara yang berasal dari tambang biasanya belum dapat secara langsung dipakai oleh industri yang membutuhkannya, karenanya kegiatan preparasi dan pencucian merupakan bagian dari rangkaian proses pengadaan batubara yang berfungsi untuk mengolah dan menyiapkan batubara dari tambang agar sesuai dengan ketentuan kualitas yang ditentukan oleh pembeli. Produsen batubara harus menyiapkan kualitas batubaranya sesuai dengan permintaan pembeli yang biasanya disepakati dalam kontrak jual-beli.



OUTLINE TRAINING COAL PREPARATION PLANT (CPP):

  • Pengenalan Batubara (Coal) :
    • Pengertian batubara,
    • Genesa batubara (Coal),
    • Sebaran dan produksi batubara di Indonesia.
  • Parameter kualitas batubara:
    • Komponen batubara,
    • Analisis dan pengujian batubara,
    • Dasar pelaporan.
  • Preparasi batubara:
    • Operasi Kominusi untuk preparasi batubara
    • Operasi Pengayakan pada pencucian batubara
    • Penghilangan pengotor : abu, belerang
    • Operasi Dewatering batubara
  • Pencucian batubara:
    • Uji ketercucian batubara,
    • Analisis distribusi ukuran,
    • Uji endap-apung.
  • Pabrik pencucian batubara:
    • Peralatan pabrik pencucian batubara,
    • Rancangan pabrik pencucian batubara.
  • Pengelolaan Limbah Pencucian Batubara
    • Koagulasi,
    • Flokulasi,
    • Sedimentasi
    • Pengujian Laboratorium

HUMAN QUOTIENS (IQ, EQ, AQ, SQ)

TUJUAN TRAINING HUMAN QUOTIENS (IQ, EQ, AQ, SQ) :

Pelatihan ini diarahkan agar peserta sebagai insan, dapat memahami potensi-potensi diri yang dapat dimanfaatkan didalam kehidupan sehari-hari maupun di lingkungan kerjanya. Melalui pelatihan ini para peserta akan mampu berperan dan dipandang sebagai individu yang memiliki kepribadian menyenangkan serta ”smart” dalam berperilaku.

 

MANFAAT TRAINING HUMAN QUOTIENS (IQ, EQ, AQ, SQ)  :

Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta akan memperolah manfaat :

  1. Mengenali kekuatan dan kelemahan diri yang dimiliki.
  2. Memahami perubahan paradigma didalam lingkungan.
  3. Menyadarkan diri untuk selalu berpikir positif.
  4. Menumbuhkan keyakinan diri dan membangun citra diri.
  5. Memahami kemampuan/potensi yang dimiliki diri sendiri.
  6. Membekali peserta untuk dapat menjadi “Pribadi Smart”.

CAKUPAN MATERI TRAINING HUMAN QUOTIENS (IQ, EQ, AQ, SQ):

  1. Proses dalam diri individu.
  2. Mengenal Diri Sendiri dan Orang Lain.
  3. Berpikir Positif .
  4. Self Confidence.
  5. Ethos Kerja dan Integritas Diri.
  6. Paradigm Shiting & Self Improvement.
  7. Highly Effective People (7 Habits).
  8. Intelligence Quotient (IQ).
  9. Emotional Quotient (EQ).
  10. Adversity Quotient (AQ).
  11. Spiritual Quotient (SQ).
  12. Key to Success.

MBTI : ASSESSING PERSONALITY TYPE & POWERFUL RELATIONSHIP MANAGEMENT WITH MBTI

Background

Mengenali tipe kepribadian (Personality Type) seseorang merupakan kegiatan yang sangat menarik dan amat berguna di dalam manajemen organisasi. Analisis tipe kepribadian ini sangat besar manfaatnya di dalam mengelola sumberdaya manusia. Mayoritas organisasi terkemuka di dunia menggunakan metode MBTI di dalam memetakan tipe kepribadian setiap orang. Metode MBTI jauh lebih lengkap (semestinya juga lebih valid) dibandingkan metode DISC. Kalau metode DISC hanya membagi manusia ke dalam 4 tipe, maka metode MBTI membagi tipe manusia menjadi 16 tipe. Dengan pembagian yang lebih banyak ini, metode MBTI diyakini memiliki tingkat akurasi yang lebih baik.

Hasil pemetaan tipe personalitas ini ampuh untuk menjadi dasar di dalam mencari orang yang tepat untuk jabatan yang tepat (the right man in the right place), pengembangan karir, maupun di dalam manajemen hubungan (relationship management). Pada dasarnya setiap tipe kepribadian membutuhkan manajemen hubungan yang sesuai sehingga hubungan dan komunikasi interpersonal dalam organisasi berjalan dengan mulus. Manajemen hubungan dan komunikasi yang baik, pada gilirannya, akan meningkatkan kinerja setiap karyawan maupun organisasi secara keseluruhan. Training ini akan dipimpin pakar-pakar psikologi berpengalaman yang memiliki sertifikat MBTI.

TUJUAN

  • Mengenal konsep MBTI & manfaatnya
  • Melatih diri agar fasih dalam menerapkan metode MBTI
  • Membangun kecerdasan emosi mengacu pada tipe kepribadian
  • Manajemen emosi untuk sukses
  • Memahami manfaat positif dari berpikir positif

MANFAAT

Selesai mengikuti training ini, para peserta mampu mengaplikasikan metode MBTI di dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari, termasuk di dalam membangun hubungan yang sukses dalam organisasi ataupun dengan orang lain



TOPIK MATERI MBTI ASSESSING PERSONALITY TYPE & POWERFUL RELATIONSHIP MANAGEMENT

  1. MBTI Introduction & Benefit;
  2. Pengisian MBTI Form G;
  3. Penjelasan Tentang Preferensi;
  4. MBTI Result;
  5. Best Fit Types;
  6. 16 Types;
  7. Type & Komunikasi;
  8. Type & Memimpin & Dipimpin

Basic Graphology Skills

DESKRIPSI GRAPHOLOGY

Keterampilan membaca tulisan tangan sangat dibutuhkan seseorang untuk mengetahui bagaimana kepribadian maupun karakter seseorang terutama didalam dunia kerja. Dengan mempelajari tulisan tangan, diharapkan kita dapat membantu memecahkan masalahnya.
Grafologi adalah ilmu yang sudah ada sejak di masa Cina Kuno pada 6000 th yang lalu yang kemudian berpindah ke eropa. Saat ini ilmu grafologi sudah dapat dibuktikan berdasarkan uji statistik yang dapat dipertanggungjawabkan, bahkan sudah bisa dijadikan alat bukti dipengadilan. Karena Grafologi cukup memiliki kekuatan (powerfull) dan dipandang perlu dipelajari oleh setiap orang yang berkecimpung baik dalam HR untuk mengetahui bagaimana karakter ataupun kepribadian seseorang. Hal ini sangat berguna untuk seleksi, rekrutmen, (selection and recruitment), penempatan (placement), pencocokan dengan jabatan (person job fit), karir (promosi, rotasi dan mutasi), untuk kepentingan komunikasi, coaching dan counseling, terapi dan masih banyak lagi.

Pada workshop kali ini, peserta akan dibekali bukan hanya konsep, mengetes orang & hasil tes tetapi juga cara-cara memodifikasi perilaku melalui serangkaian terapi agar berhasil sehingga menjadi tindakan nyata yang membawa manfaat bagi diri peserta dan lingkuangan serta organisasi.


MATERI PELATIHAN GRAPHOLOGY

1. Kode etik Graphology
2. Syarat menjalankan graphology & persiapannya
3. Simulasi diri
4. Mengevaluasi

a. kemiringan
b. Garis Dasar
c. Kecepatan tulisan
d. Tekanan
e. Ukuran huruf
f. Spasi
g. Margin
h. Bentuk huruf
i. Teknis membuat laporan

5. Tanda tangan
6. Terapi perilaku dengan graphology
7. Perilaku yang disukai & perilaku tidak disukai

Kesehatan Mental & Psikoterapi

Overview Training Kesehatan Mental & Psikoterapi 

Setiap orang ingin menjalani kehidupan sehari-hari yang bahagia, produktif dan berhasil meraih tujuan-tujuan  hidupnya. Namun kenyataannya untuk mendapatkan itu tidak selalu mudah bagi setiap orang. Tidak sedikit orang yang menjalani kehidupan sehari-hari dengan suasana hati tidak tenteram,  dihinggapi berbagai perasaan negatif seperti takut, khawatir, cemas, sehingga kehidupan sehari-hari yang bahagia justru menjauh dari dirinya dan berakibat pada rendahnya produktivitas pribadi.

Tidak sedikit orang yang tidak memahami bahwa tercapainya keinginan untuk hidup bahagia terkendala oleh adanya gangguan pada pola pikir, atau cara bersikap, dan muncul dalam cara bertindak dan berperilaku yang  justru menjauhkan dirinya dari ketenteraman. Atau bisa jadi seseorang menyadari adanya hal yang kurang pas dalam  pensikapan, pola pikir dan perilaku dirinya,  namun belum tahu, belum  bisa, atau kunjung berhasil mengatasinya.  Untuk itu banyak orang memerlukan pengetahuan yang memadai tentang kesehatan mental dan cara-cara menanggapi tantangan mengatasi gangguan psikologis diri. Selain mencari bantuan penanganan oleh ahli dibidang psikoterapi, mempelajari teknik self therapy adalah langkah yang penting untuk  mampu mengatasi sendiri gangguan psikologis yang timbul .

Pelatihan Kesehatan Mental dan Psyho-Self Therapy (KMP) dimaksudkan untuk membantu peserta,  untuk bisa mengatasi sendiri gangguan psikis yang dialami. KMP  yang diberikan kepada para karyawan Perusahaan akan bermanfaat  untuk memulihkan kondisi mental yang kurang seimbang,  sehingga menjadi kondusif kembali untuk menjalani aktifitas sehari-hari dengan produktivitas yang kembali wajar, bahkan tidak mustahil melejit.

Melalui sesi yang mengolah pengetahuan dan ketrampilan dasar yang berhubungan dengan kesehatan mental dan teknik psycho energy therapy untuk self therapy, peserta akan berkesempatan membuka diri terhadap jalan terbukanya pengatasan masalah psikologis yang dialaminya maupun berkesempatan untuk membantu orang lain. Metode self therapy yang diperkenalkan adalah metode yang berkembang dari psycho energy therapy, dengan memanfaatkan kaidah “how our brain, mind and emotions works”, bagaimana otak, pikiran dan emosi  kita bekerja.  Metode ini terbukti sangat praktis dan efektif untuk mengatasi gangguan2 psikis yang sering timbul seketika maupun yang berlangsung dalam periode relatif lama seperti phobia, trauma, stress, depresi, kecemasan, tics, kecanduan rokok dan berbagai macam kecanduan. Bahkan, karena 80% gangguan fisik adalah merupakan gangguan psikosomatis, maka metode ini juga efektif untuk mengatasi gangguan-gangguan fisik seperti migraine, sesak nafas, diabetes, dermatitis atopic, dll.

Psycho Self Therapy dalam pelatihan ini adalah teknik bantu diri yang dikembangkan dari psycho energy therapy, yang dilakukan dengan cara mindsetting dan tapping (totok ringan di titik-titik yang terletak pada jalur meridian energi tubuh).



Outline Training Kesehatan Mental & Psikoterapi 

  • Manajemen Kesehatan  Diri untuk Karyawan Perusahaan.
  • Kesehatan Mental dan Teknik2 dalam Psikoterapi
  • Workshop diagnosa kesehatan mental diri
  • Penjelasan dan praktek self therapy dengan Psycho Energy Therapy.

ESQ, Makro Ergonomi dan Psikologi

Deskripsi Training ESQ, Makro Ergonomi dan Psikologi

Motivasi merupakan perilaku yang dikontrol oleh pengontrolan pusat manusia yang mengarahkan individu untuk mencapai tujuan (Lawler,1973). Motivasi secara lansung dapat mempengaruhi prestasi kerja seseorang. Namun, ketika tidak ada kenyamanan di sisi fisik dan psikologis prestasi keja sulit akan tercapai. Aspek psikologi mempengaruhi kejiwaan karyawan, ESQ mempengaruhi aspek keberagamaan dan aspek ergonomi mempengaruhi faktor fisik karyawan. Jika ketiga faktor ini di kombinasikan akan melahirkan energi yang super dahsyat.Pada pelatihan ini ditawarkan bentuk hybride antara faktor fisik,faktor agama dan faktor kejiwaan karyawan, sehingga dapat menghadirkan energi super dalam meningkatkan produktivitas perusahaan



Tujuan Training ESQ, Makro Ergonomi dan Psikologi

Tujuan dari training ini adalah peserta mampu memahami dan merancang meningkatkan prestasi kerja karyawan melalui meningkatkan motivasi kerja dengan pendekatan integrasi  ESQ, ergonomi dan psikologi.



Materi Training ESQ, Makro Ergonomi dan Psikologi

1.    Motivasi kerja

  • Teori hierarki kebutuhan maslow
  • Teori E.R.G. Alderfer
  • Teori kebutuhan dua faktor Herzberg

2.    Prestasi kerja

  • Teori kebutuhan berprestasi Mc Clelland
  1. Motif kekuasaan
  2. Motif afiliasi
  3. Motif berprestasi
  • Pengukuran prestasi kerja

3.    Intervensi makro ergonomi dan psikologi dalam peningkatan motivasi kerja
4.    ESQ dalam peningkatan prestasi kerja
5.    Simulasi hybride ESQ, Makro Ergonomi, dan psikologi

Psychology For Non Psychologist

Deskripsi Training Psychology For Non Psychologist

            Dalam keberhasilan organisasi untuk mencapai tujuan maka tergantung dari kinerja para SDM yang ada di dalam organisasi tersebut. Jika masing – masing SDM mempunyai kinerja yang baik sesuai dengan bidangnya maka akan menimbulkan kinerja yang efektif dan efisien, sehingga di dalam merekrut SDM yang potensial merupakan bagian yang penting untu menciptakan dan kontribusi SDM yang potensial. Dari hal tersebut di harapkan dari bagian HR memiliki potensi ilmu psikolog untuk melihat dan menganalisis calon karyawan yang potensial. Namun tidak semua yang bekerja di bagian HR memiliki background ilmu psikolog sehingga diperlukan adanya pemahaman dan pengetahuan yang lebih tentang Ilmu psikolog yang kususunya dapat digunakan untuk mengkaji dan menganalisis penkrekutan.

            Training ini akan memberikan kebutuhan dan membekali peserta yang mempunyai latarbelakang Non Psikolog untuk dapat menerapkan secara efektif di organisasi

 

Tujuan Training Psychology For Non Psychologist

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharap mampu untuk mengusai ilmu psikologi sehingga dapat diaplikasikan dalam pekerjaannya

 

Materi Training Psychology For Non Psychologist

  1. Ruang Lingkup da Pengertian Psikologi
  2. Objek Psikologi
  3. Fungsi Psikologi
  4. Metode Psikologi
  5. 7 PERSPEKTIF PSIKOLOGI
  • Behaviorism
  • Psychodynamic (Psychoanalytic)
  • Humanistic
  • Cognitive
  • Neuroscientific
  • Sociocultural
  • Evolutionary
  1. RUANG LINGKUP PSIKOLOGI INDUSTRI & ORGANISASI
  • Manajemen SDM
  • Marketing
  • Sales
  • Time & Motion Study
  • Consumer Behavior
  • Stress dalam Pekerjaan
  • Corporate Culture
  • Organization Communication
  1. AKTIFITAS MANAJEMEN SDM (BERBASIS KOMPETENSI)
  • Recruitment & Selection
  • Placement & Career Development
  • Performance Evaluation
  • Employee Development
  • Remuneration Management
  • Industrial Relations
  1. RECRUITMENT & SELECTION
  • Analisa kebutuhan sumber daya manusia
  • Analisa job requirements berdasarkan job description
  • Menilai pelamar untuk mencari kandidat yang mempunyai kompetensi   yang  tepat sesuai job requirement
  • Membutuhkan suatu pendekatan psikologis melalui :
  • Wawancara terstruktur dan terfokus (behavioral event interview)
  • Psikometri :
  • Personality Test
  • Aptitude Test
  • Other inventories
  • Potential Review
  • Dll.
  1. PLACEMENT & CAREER DEVELOPMENT
  • Melakukan Employee Competency Mapping
  • Identifikasi High Flyer Employees
  • Membuat Career Path & Career Development
  • Mempersiapkan Talents dalam Talent Pool Management
  • Succession Planning
  • Pendekatan metode psikologis antara lain :
  • Behavioral Event Interview
  • Competency Assessment
  • Psikometri
  1. PERFORMANCE EVALUATION & EMPLOYEE DEVELOPMENT
  • Performance Management :
  • Performance Planning
  • Performance Coaching & Counseling
  • Performance Evaluation
  • Pemetaan Pengembangan Kompetensi Pekerja
  • Menyusun Employee Development Plan
  • Maintain Employee Productivity
  • Training untuk mengembangkan/ menjembatani Gap Competency yang ada :
  • Generic Competencies
  • Specific Competencies
  1. REMUNERATION MANAGEMENT
  • Compensation & Benefit Plan
  • Maintain Internal Equity
  • Maintain Equal Pay for Equal Job à Fairness
  • Salary Survey
  • Exit System – Program Pensiun dini
  • Job analysis & Job evaluation
  1. INDUSTRIAL RELATIONS
  • Employee Satisfaction Survey
  • Internal Communication
  • Legal Compliance
  • Exit Interview
  • Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial
  • Sosialisasi Kebijakan dan Budaya Perusahaan
  • Employee Recognition / Appreciation
  1. ASSESSMENT CENTER
  • What is an Assessment Center :
  • A Method of assessing individual Potential / Managerial Skill
  • Multiple Exercise / Behavior Simulations
  • Multiple Assessor
  • Based on a set of criteria
  • The Purpose :
  • To predict performance on the job based on performance during simulations
  • Behavior Simulations :
  • A set of job related tasks that generates behavior relevant to dimensions/competencies
  1. Case and Study

Graphology

Background Training Graphology

Tulisan tangan seseorang adalah print out dari alam bawah sadarnya sehinga berdasarkan tulisan tangan, anda dapat mengetahui gambara kepribadian anda; termasuk karakter, potensi dan pola komunikasi. Pikiran kita secara sadar menentukan apa yang kita tulis, sedangkan alam bawah sadar mengontrol bagaimana cara kita menulis. Ini membuat setiap tulisan tangan unik, tidak ada 2 orang yang memiliki tulisan tangan yang sama. Ilmu yang mempelajari tentang analisis tulisan tangan dan coretan adalah Graphology.

Kelebihan dari analisis tulisan tangan ialah mudah, cepat dan akurat; yaitu contoh tulisan tangan mudah diperoleh, bisa langsung dianalisis dan hasilnya memberikan gambaran akurat mengenai kepribadian seseorang.

 Tujuan Training Graphology

  • Peserta mampu memahami kekuatan dan kelemahan dirinya.
  • Peserta mengenal berbagai jenis pola komunikasi dan mampu menggunakannya sehngga lebih mampu menjalin komunikasi yang efektif.
  • Peserta mengetahui faktor motivasi yang dapat meningkatkan kinerja kerja.

Materi

Mengenal diri dan pola komunikasi melalui analisis tulisan tangan dan tanda tangan

PRESENTATION SKILLS FOR PUBLIC SPEAKING WITH NLP

PENDAHULUAN PRESENTATION SKILLS FOR PUBLIC SPEAKING WITH NLP

Seseorang yang berprofesi dengan sebagian besar tugasnya melakukan proses komunikasi di depan audience yang banyak, atau yang sering diistilahkan dengan public speaking,  memerlukan ketrampilan yang bersifat intrapersonal dan interpersonal. Ketrampilan intrapersonal terkait dengan pemberdayaan dari dalam diri, misalnya: mindset yang positif, kepercayaan diri, dan sebagainya. Sedangkan ketrampilan interpersonal yang utama adalah cara berkomunikasi yang memukau dan bersifat persuasif.

Pelatihan ini didesain dengan menggunakan pendekatan NLP (Neuro-Linguistic Programming) untuk membebaskan diri dari segala “mental block” yang menghambat peran sebagai seorang Public Speaker, dan sekaligus menciptakan “power” agar mampu mengelola forum, memotivasi audience,  menambah kemampuan dalam berkomunikasi, baik dalam berdialog/sharing, maupun di depan publik, dengan gaya persuasif. Melalui pelatihan ini diharapkan akan diperoleh Public Speakers yang mampu menciptakan visi, menginspirasi dan membawa perubahan baru.

 

TUJUAN TRAINING PRESENTATION SKILLS FOR PUBLIC SPEAKING WITH NLP

  1. Peserta menguasai teknik untuk meningkatkan percaya diri secara cepat, mudah dan elegan, sebelum menjadi seorang Public Speaker
  2. Peserta  menguasai cara untuk berkomunikasi tidak hanya kepada Pikiran Sadar kawan bicara/audience, namun sampai kepada pikiran bawah sadarnya
  3. Peserta  memahami Hypnotic Language Pattern
  4. Peserta mampu membangun kenyamanan dengan teknik 3V berdasar Learning Channel Audience/Kawan Bicara
  5. Peserta  mampu mentransfer informasi dan rasa dengan menggunakan Teknik Non-Verbal Satyr Category

 

CAKUPAN MATERI TRAINING PRESENTATION SKILLS FOR PUBLIC SPEAKING WITH NLP

  1. Mengetahui cara mencapai Peak Performance (percaya diri) sebagai pembicara publik secara cepat, mudah dan elegan
  2. Menguasai teknik 3V dan mampu berbicara sesuai dengan Gaya Menangkap Informasi audiens/kawan bicara
  3. Menguasai cara menggunakan Hypnotic Language Pattern dalam berkomunikasi
  4. Menguasai cara mentransfer informasi dengan menggunakan Teknik Non-Verbal Satyr Category
  5. Mengetahui cara menyusun public speaking/ ceramah dengan menggunakan teknik 4-Mat System
  6. Mengetahui cara menarik perhatian massa / kawan bicara dengan teknik Metaphor

 

DISC : KETAHUI POTENSI DIRI ANDA SESUNGGUHNYA MELALUI DISC

DESKRIPSI TRAINING DISC

 Dr. William M. Marston berhasil mengembangkan suatu metode yang dapat segera mengetahui potensi yang tersembunyi dalam diri seseorang. Melalui metode DISC akan bisa diketahui apa yang menjadi potensi seseorang yang memungkinkan seseorang dapat mengembangkan diri seoptimal mungkin guna meraih sukses dalam karir dan bisnisnya.

Bagi mereka yang bertanggung jawab dalam pengelolaan Manajemen Sumber Daya Manusia, analisis profil merupakan suatu terobosan baru dalam menganalisis kemampuan seseorang untuk memegang suatu jabatan atau melaksanakan tugas dan pekerjaannya. Manajemen SDM akan sangat efektif jika memasukkan unsur pemahaman akan karakter dan perilaku individu.

Tes DISC akan membantu kita mengungkap potensi diri  yang tersembunyi dengan cara yang mudah dan akurasi yang tinggi.  Kita harus meninggalkan gambaran buram dengan menebak-nebak kemampuan diri, dengan tes DISC kita bisa mengenal dan mengembangkan potensi diri dengan tepat.  Dengan mengetahui potensi diri yang tersembunyi kita bisa mengembangkan diri seoptimal mungkin untuk meraih sukses dalam kehidupan, karir dan bisnis.

Selain untuk mengenali diri, potensi diri, dan mengetahui apa yang harus dilakukan.  Tes DISC juga mempunyai beberapa manfaat.  Diantaranya kita bisa mengetahui dimana kekuatan dan kelemahan kita.  Dengan mengetahui hal tersebut kita bisa mengoptimalkan kualitas diri sehingga menjadi individu yang lebih produktif.  Kita juga bisa menyiasati kelemahan kita agar tidak mudah terjatuh ataupun terhambat karena kelemahan yang kita miliki.

Sebagai konsultan dan trainer yang berpengalaman dan telah banyak membantu beberapa institusi dan instansi, kami mendedikasikan diri dalam bidang pendampingan pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia. Tidak hanya meningkatkan kemampuan SDM (karyawan dan semua stakeholder) secara teknis dalam pekerjaan, tetapi juga bermaksud membantu semua stakeholder mengenali dirinya, mencintai, dan loyal terhadap pekerjaannya. Yang tidak kalah penting adalah membangun karakter kuat dan dapat membahagiakan dirinya sendiri.

Dengan demikian, kami yakin sebagai sahabat terbaik perusahaan Anda, mampu meningkatkan kualitas SDM Anda, melalui program yang sudah kami desain dengan metode terbaik dan cara penyampaian yang interaktif, fun dan menyenangkan.



MANFAAT TRAINING DISC

  1. Mengungkap potensi individu, termasuk kekuatan, kelemahan dan wilayah pengembangannya.
  2. Jobs matching , tingkat kesesuaian dengan jenis pekerjaan tertentu.
  3. Menjamin akurasi proses rekrutment, seleksi dan promosi.
  4. Meningkatkan efektifitas komunikasi dan team building dalam organisasi.
  5. Meningkatkan pengetahuan diri Anda: bagaimana Anda menanggapi konflik, apa yang memotivasi Anda, apa yang menyebabkan Anda stres dan bagaimana Anda memecahkan masalah
  6. Memfasilitasi kerja sama tim yang lebih baik dan meminimalkan konflik tim
  7. Mengelola lebih efektif dengan memahami disposisi dan prioritas karyawan dan anggota tim
  8. Menjadi lebih percaya diri,berpengetahuan, memimpin secara efektif.



SYLABUS TRAINING DISC

  • Tes DISC
  • Materi DISC
  • Membaca personality style dari struktur wajah
  • Membaca personality style dari cara berpakaian
  • Membaca personality style dari cara berjalan
  • Membaca personality style dari cara bicara

Emotional Intelligence at Work

Deskripsi Training Emotional Intelligence at Work

Mengapa ada orang yang ber-IQ tinggi gagal menjadi pemimpin, sementara orang yang IQ-nya sedang-sedang justru bisa menjadi pemimpin yang baik? Ternyata ada suatu cara lain untuk menjadi sukses,  yaitu “kecerdasan emosional.” Kecerdasan emosional mencakup keterampilan mengahadapi tekanan, mengenali dan mengekspresikan emosi, keteguhan hati, empati serta keterampilan  berhubungan dengan orang lain. Ini merupakan ciri orang-orang yang menonjol. Rendahnya kecerdasan emosional  dalam memimpin anak buah dapat menghambat kinerja perusahaan dan menghancurkan karier. Untungnya, kecerdasan emosional ini tidak ditentukan sejak lahir, tapi bisa dipupuk dan diperkuat dalam diri kita. Inilah yang diharapkan dapat dicapai oleh para peserta training ini.



Materi bahasan  Training Emotional Intelligence at Work :

  1. Introduction: Historical root, the value of emotion, Emotional Quotient, eksplorasi diri
  2. Emotional intelligence
    • Where does emotional intelligence come from?
    • How does emotional intelligence get developed?
  3. Empathy
  4. Competencies at work
  5. Self awareness, self management, social awareness
  6. Relationship management, 10 kualitas pribadi yang disukai

BASIC SAFETY OFFICER

DESKRIPSI TRAINING BASIC SAFETY OFFICER

          Banyak kecelakaan yang sebenarnya tidak perlu terjadi, tetapi bisa terjadi dan sangat merugikan. Karena itu diperlukan pengetahuan untuk mencegahnya agar kerugian dapat dihindarkan. Semua kecelakaan yang pernah terjadi ada sebabnya, semua sebab bisa dicari dan diketahui, karena itu semua sebab kecelakaan dapat dihindari sehingga semua kecelakaan bisa ditiadakan, sampai tercapai bebas kecelakaan. Salah satu cara mencegah Kecelakaan Kerja yaitu dengan menerapkan kaidah-kaidah Keselamatan dan Kesehatan Kerja di tempat kerja, yang harus dipatuhi oleh semua karyawan.

Manfaat Basic Safety Officer Training

  1. Meningkatkan kesadaran peserta terhadap pentingnya tindak pencegahan kecelakaan dan menggugahnya untuk mendorong karyawan dilingkungan kerjanya agar mau melakukan tindakan pencegahan kecelakaan.
  2. Meningkatkan pengetahuan peserta akan upaya pencegahan kecelakaan dilingkungan kerjanya.
  3. Meningkatkan moral Perusahaan dan karyawan serta mengurangi resiko kerugian bagi Perusahaan.

MATERI TRAINING BASIC SAFETY OFFICER

  1. Occupational Health & Safety Foundations
  2. Reasons for having Occupational Health & Safety (OHS) in the Company
  3. Hazards Identification, Risk Assessment & Risk Control
  4. Emergency Response
  5. Permit to Work System
  6. Job Safety Analysis
  7. Occupational Health & Safety Programs
  8. Occupational Health & Safety Management System

K3 Teknisi Perancah

Tujuan  & Manfaat

Pelatihan K3 Teknisi Perancah ini dirancang untuk memenuhi UU no. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja,  peraturang Menteri Tenaga Kerja no. PER. 01/MEN/1980 tentang Keselamatan & Kesehatan  Kerja pada Konstruksi Bangunan dan SKB Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Pekerjaan Umum no. Kep 174/Men/1986 dan no. 104/Kpts/1986 dan pedoman pelaksanaan tentang keselamatan dan kesehatan kerja pada tempat kegiatan konstruksi.

Selain untuk memenuhi peraturan pemerintah, Pelatihan ini dirancang agar para peserta memperoleh pengetahuan dan ketrampilan dasar yang dibutuhkan dalam hal merencanakan, mempersiapkan, menyelesaikan dan mengawasi serta memastikan pekerjaan scaffolding dengan aman



Materi Pelatihan K3 Teknisi Perancah

  1. Peraturan perundangan K3  konstruksi bangunan
  2. Pengetahuan dasar perancah
  3. Jenis – jenis perancah
  4. Standar dan pedoman teknis perancah
  5. Supervisi dan pemeriksaan perancah
  6. Dasar- dasar penilaian beban perancah
  7. Melaksanakan dasar – dasar
  8. Potensi bahaya konstruksi perancah
  9. Cara pencegahan kecelakaan kerja perancah
  10. Prosedur kerja aman perancah (bekerja di ketinggian)
  11. Praktek

Supervisi Perancah : Pelatihan & Sertifikasi K3

Tujuan & Manfaat Pelatihan K3 Supervisi Perancah

Pelatihan ini dirancang untuk memenuhi UU no. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, peraturang Menteri Tenaga Kerja no. PER. 01/MEN/1980 tentang Keselamatan & Kesehatan Kerja pada Konstruksi Bangunan dan SKB Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Pekerjaan Umum no. Kep 174/Men/1986 dan no. 104/Kpts/1986 dan pedoman pelaksanaan tentang keselamatan dan kesehatan kerja pada tempat kegiatan konstruksi.

Selain untuk memenuhi peraturan pemerintah, Pelatihan ini dirancang agar para peserta memperoleh pengetahuan dan ketrampilan dasar yang dibutuhkan dalam hal merencanakan, mempersiapkan, menyelesaikan, mengecek dan mengawasi serta memastikan pekerjaan scaffolding dengan aman



Materi Pelatihan Pelatihan K3 Supervisi Perancah

  • Peraturan perundangan K3 konstruksi bangunan
  • Pengetahuan dasar perancah
  • Jenis – jenis perancah
  • Standar dan pedoman teknis perancah
  • Supervisi dan pemeriksaan perancah
  • Dasar- dasar penilaian beban perancah
  • Perencanaan struktur perancah
  • Pengelolaan persyaratan pengadaan perancah
  • Pengelolaan pelaksanaan perancah
  • Dasar-dasar perhitungan konstruksi perancah
  • Potensi bahaya konstruksi perancah
  • Cara pencegahan kecelakaan kerja perancah
  • Prosedur kerja aman perancah (bekerja di ketinggian)
  • Praktek

K3 PERTAMBANGAN

PENGANTAR TRAINING K3 PERTAMBANGAN

Kegiatan atau aktivitas dalam industri pertambangan tidak bisa pungkiri adanya risiko terjadinya kecelakaan kerja, karena didalam aktivitasnya pertambangan menggunakan padat modal dan padat teknologi.  Dengan kesadaran akan terjadinya kecelakaan kerja tersebut industri pertambangan menyiapkan tenaga ahli k3 yang bertanggung jawab atas keselamatan para pekerjanya. Pada prinsipnya kecelakaan kerja dapat terjadi dikarenakan oleh kondisi yang tidak aman serta kegiatan atau aktivitas yang tidak aman.



TUJUAN PELATIHAN

 Setelah mengikuti pelatihan ini peserta di harapkan dapat memahami aspek keselamatan dan kesehatan pada Industri pertambangan sehingga dapat menerapkannya di dalam pekerjaannya

MATERI PELATIHAN K3 PERTAMBANGAN

  • Ruang Lingkup Manajemen Keselamatan dan Kesehatan (K3) dalam industri Pertambangan
  • Dasar Hukum K-3 Pertambangan
    1. UU Nomor 11 TH 1967
    2. UU Nomor 1 TH 1970
    3. UU Nomor 13 TH 2003
    4. PP Nomor 32 TH 1969
    5. PP Nomor 19 TH 197
    6. MPR Nomor 341 LN 1930
    7. KEPMEN Nomor 2555.K/201/M.PE/1993
    8. KEPMEN Nomor 555.K/26/M.PE/1995
  • Elemen Pemerintah dalam pengelolaan K3 pertambangan
  • Elemen Perusahaan dalam pengelolaan K3 pertambangan
  • Pengawasan Pertambangan
  • Pengawasan K3 dan Keselamatan Operasi Pertambangan
  1. Keselamatan Kerja
  2. Kesehatan Kerja
  3. Lingkungan Kerja
  4. Sistem Manajemen K3
  5. Kelayakan Sarana, Prasarana dan Instalasi Peralatan Pertambangan
  6. Kompetensi Tenaga Teknik
  • Ruang Lingkup Pengawasan operasional / lapangan
  • Pengujian Peralatan Sarana dan instalasi
  • Pengujian/Penilaian Kompetensi
  • Pembinaan K3 dan Keselamatan Operasi Pertambangan
  • Sistem Manajemen K3
  • Risiko dan Kerugian Akibat Terhentinya Operasional
  • Case and Study

BASIC HSE FOR OIL AND GAS

DESKRIPSI TRAINING BASIC HSE FOR OIL AND GAS

Sebagai tempat yang memiliki resiko tinggi dalam menjalankan operasinya, perusahaan yang bergerak dalam pertambangan minyak dan gas telah seharusnya memperhatikan secara detail aspek kesehatan dan keselamatan karyawan, terutamanya karyawan kontraktor yang bekerja di bagian operasional produksi. Terjadinya kecelakaan selain secara pasti merugikan perusahaan dalam bidang keuangan dan produktivitas, hal tersebut juga dapat menurunkan reputasi yang berakibat pada kepercayaan masyarakat dan pemerintah dalam menjalankan izin penambangan. Oleh sebab itu, perusahaan memerlukan sistem manajemen terpadu yang dapat meningkatkan efektivitas perlindungan keselamatan dan kesehatan pekerja secara terencana dan terevaluasi. Dengan optimalisasi fungsi health, safety & environment (HSE) pada perusahaan, pada akhirnya pekerja dapat merasakan suasana dan iklim kerja yang nyaman, aman dan efesien yang dapat menguntungkan perusahaan karena meningkatkanya daya produktivitas karyawannya. Training ini akan memberikan pengetahuan dan pengalaman yang secara mendasar diperlukan untuk menyiapkan sistem HSE yang efektif di perusahaan pertambangan minyak dan gas (HSE FOR OIL AND GAS).

TUJUAN TRAINING BASIC HSE FOR OIL AND GAS

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami dalam mengelola dan mengefektifkan sistem manajemen HSE di pertambangan minyak dan gas  (HSE FOR OIL AND GAS)
  2. Lebih terampil dalam memecahkan persoalan dan perencanaan dalam bidang HSE

 

MATERI TRAINING BASIC HSE FOR OIL AND GAS

  1. Ruang lingkup, peran, dan manfaat pengelolaan sistem manajemen HSE
  2. Identifikasi potensi bahaya dan resiko di perusahaan pertambangan minyak dan gas
  3. Standar penerapan sistem manajemen HSE (Regulasi pemerintah, OHSAS 18001)
  4. Perencanaan dan sosialisasi program HSE kepada karyawan
  5. Sistem kendali mutu HSE yang efektif
  6. Pelaporan dan investigasi
  7. Membangun emergency respon system dalam mitigasi HSE
  8. Studi kasus implementasi HSE di perusahaan

K3 KONSTRUKSI

DESKRIPSI TRAINING K3 KONSTRUKSI

Pekerjaan konstruksi merupakan salah satu bidang pekerjaan dengan potensi bahaya cukup besar. Beberapa kecelakaan sering kita dengar seperti runtuhnya pekerjaan atap, tertimbun longsoran galian, jatuh dari ketinggian, terluka akibat alat-alat kerja, dll yang mengakibatkan baik luka-luka maupun korban jiwa. Untuk mengantisipasi masalah tersebut pemerintah sekarang mendorong diberlakukannya sistem manajemen K3 dalam penyelenggaraan proyek. Undang-Undang Jasa Konstruksi nomor 18 tahun 1999 mengamanatkan bahwa setiap penyelenggaraan pekerjaan konstruksi harus memenuhi ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja.

Selain disyaratkan, K3 seharusnya juga merupakan kebutuhan perusahaan bahkan tiap individu yang bekerja atau terlibat dalam proyek, karena pada hakekatnya tiap orang yang bekerja ingin kesehatan dan keselamatannya terjamin. Banyak Owner proyek sekarang juga menghargai K3, dimana mereka lebih memilih penyedia jasa yang mengimplementasikan K3 meskipun dengan penawaran yang sedikit lebih mahal. Terjadinya kecelakaan kerja tidak diinginkan oleh semua pihak, karena dapat menimbulkan penderitaan, kerugian keuangan yang tidak sedikit, imej dan reputasi.



TUJUAN TRAINING K3 KONSTRUKSI

Setelah mengikuti training k3 konstruksi ini, peserta akan memahami bahaya-bahaya pada proyek konstruksi, peraturan-peraturan yang mensyaratkan K3, bagaimana menyusun program sistem manajemen K3, kendala-kendala yang dihadapai dalam implementasi dan solusinya. Meskipun training ini ditujukan untuk proyek konstruksi, namun manfaatnya dapat lebih luas, yaitu untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya K3 untuk kehidupan sehari-hari. Karena pada hakekatnya bahaya ada dimana-mana di sekitar kita dan keselamatan dan kesehatan merupakan salah satu kebutuhan utama dalam meningkatkan kualitas hidup.



MATERI  TRAINING K3 KONSTRUKSI

  1. Peraturan-Peraturan / Dasar Hukum Penyelenggaraan K3
  2. Potensi Bahaya Pada Pekerjaan Konstruksi
  3. Sistem Manajemen K3/ OHSAS 18001:2007
  4. Merencanakan program K3
  5. Sosialiasi Ahli Manajemen K3 bidang Konstruksi.
  6. Implementasi dan Sertifikasi SMK3

Audit Integrasi Sistem Manajemen ISO 9001: 2000, ISO-140001: 2004 dan SMK3 / OHSAS-18001

DESKRIPSI

Bagi Dunia usaha yang sudah mulai menerapkan Sistem Manajemen ISO-9001:2000, Sistem Manajemen Lingkungan ISO-14001:2004, Sistem Manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja (SMK3) / OHSAS-18001 dan melaksanakan Integrasi system tersebut merasakan lebih efisien serta pelaksanaan operasional menjadi lebih efektif.
Salah satu yang efektif dalam pelaksanaan Integrasi system tersebut adalah melaksanakan Audit yang sudah terintegrasi. Sehingga para Staf/Tim yang bertugas melaksanakan proses Integrasi di Perusahaan perlu diberikan bekal memahami Audit Integrasi.

Workshop Audit Integrasi akan membekali para Tim Auditor Internal dengan pengetahuan dan keterampilan merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan audit integrasi sistem manajemen mutu, lingkungan dan keselamatan kerja secara lebih baik sehingga para Auditor Internal dapat memainkan perannya secara efektif dan kreatif untuk meningkatkan kinerja sistem manajemen mutu, lingkungan dan keselamatan kerja perusahaan secara maksimal melalui fungsi pemeriksaan

 

TUJUAN

Setelah mengikuti training dan workshop ini, maka diharapkan peserta dapat:

  1. Memberikan pemahaman Tugas dan Tanggung Jawab Audit Internal
  2. Memberikan metode membuat jadwal Audit Integrasi
  3. Memahami cara membuat Check list Audit Integrasi dan cara menentukan perencanaan Audit Integrasi dan format – formatnya
  4. Mengetahui pengalaman perusahaan yang sudah melaksanakan Audit Integrasi

 

MATERI AUDIT INTEGRASI SISTEM MANAJEMEN ISO 9001 

  • Pendahuluan mengenai konsep dasar, filosofi, dan prinsip integrasi dari ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007 serta siklus PDCA.
  • Pengenalan integrasi ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007.
  • Dokumentasi integrasi ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007, contoh dari berbagai dokumennya, dan disertai dengan workshop pembuatannya (termasuk teknik identifikasi aspek dan dampak lingkungan serta teknik identifikasi bahaya dan penilaian resikonya beserta program penanganannya).
  • Audit internal untuk integrasi ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007 berdasarkan standar ISO 19011Pemahaman persyaratan Standar Sistem Manajemen ISO-9001:2000, ISO-14001:2004 dan OHSAS-18001:2007.
  • Definisi jenis Audit dan sasaran Audit – Kompetensi Auditor dan Lead Auditor
  • Evaluasi performa Auditor
  • Tugas dan tanggung jawab Tim Audit Internal
  • Metode pembuatan jadwal Audit Integrasi dan penunjukan Tim Audit Internal
  • Cara membuat chek list Audit Integrasi.

Manajemen Keselamatan Gudang (Warehouse Safety Management)

Deskripsi Training Manajemen Keselamatan Gudang

Gudang (warehouse) merupakan salah satu elemen vital yang dimiliki oleh perusahaan. Di dalam gudang terdapat berbagai macam aset perusahaan, baik berupa raw material, barang setengah jadi (work in process), barang jadi (finished good), spare part, bahan-bahan kimia, yang semua itu perlu dijaga dengan baik agar produktivitas perusahaan tetap maksimal. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah mengenai keselamatan dan kesehatan kerja di pergudangan agar dapat mencegah dan mengurangi kerugian bagi perusahaan dari berbagai aspek (biaya, waktu, kepercayaan, produktivitas). Terlebih proses kerja di gudang memiliki resiko keselamatan yang tidak sedikit, sehingga setiap fungsi bisnis di perusahaan perlu untuk memberikan perhatian khusus pada penanganan dan manajemen keselamatan gudang ini.

Tujuan Training Manajemen Keselamatan Gudang

  1. Memberikan pelatihan untuk memanage gudang dalam bingkai kesehatan dan keselamatan kerja (K3) yang dapat meningkatkan produktivitas perusahaan
  2. Mengetahui potensi dari kecelakaan kerja yang dapat muncul di pergudangan (warehouse)
  3. Mengetahui strategi teknis dalam menghindari setiap potensi kecelakaan yang mungkin terjadi di pergudangan
  4. Mampu merancang pergudangan yang aman, ergonomis dan nyaman untuk dapat meningkatkan keselamatan kerja di pergudangan
  5. Memberikan kecakapan menyeleseikan persoalan (problem solving skill) dengan memberikan studi kasus yang harus dipecahkan oleh peserta dengan kreatif

 

Materi Training Manajemen Keselamatan Gudang

1. Ruang lingkup manajemen keselamatan kerja di pergudangan

  •  Dasar hukum kesehatan dan keselamatan kerja
  • Urgensi manajemen keselamatan (safety management) di pergudangan
  • Akibat sistemik dari kelalaian manajemen keselamatan
  • Penerapkan K3 yang terstandar di pergudangan

2. Pelatihan identifikasi potensi kecelakaan kerja beserta dengan pembuatan alternatif penyelesaian persoalan
3. Evaluasi bentuk penyimpanan dan gudang yang minim resiko kecelakaan kerja

  • Meminimalisir terjadinya kebakaran di tempat kerja
  •  Mengurangi bahaya listrik di pergudangan
  • Cara kerja penumpukan yang aman
  • Penyimpanan dengan tepat

4. Penyusunan Material Safety Data Sheet (MSDS) di pergudangan
5. Mobile crane and bridge crane operation and safety
6. Forklift truck operation and safety
7. Manual Handling yang meminimalkan kecelakaan kerja
8. Perancangan sistem deteksi dini potensi kecelakaan kerja
9. Perancangan gudang yang aman, ergonomis dan nyaman bagi pekerja

  • Implementasi 5R di pergudangan
  • Penyusunan indikator keberhasilan 5R yang berkesinambungan

10. Audit keberhasilan program manajemen keselamatan kerja
11. Studi kasus pengelolaan pergudangan dengan berbagai resiko kecelakaan

AHLI K3 LISTRIK

PENDAHULUAN PELATIHAN AHLI K3 LISTRIK

  1. UU No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja
  2. Kepmenakertas No : Kep – 75/MEN/2002 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional (SNI) No. SNI-04-0225-2000 Mengenai Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000)diTempatKerja
  3. Permenaker No : Per-02/MEN/1992 Tentang Cara Penunjukan Kewajiban dan Wewenang Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja

TUJUAN PELATIHAN AHLI K3 LISTRIK

Setelah selesai mengikuti pelatihan dan lulus ujian, peserta akan mengetahui tugas dan kewajiban dalam melaksanakan persyaratan, sistem dan proses K3 di tempat kerja sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

MATERI PELATIHAN AHLI K3 LISTRIK

  1. Kebijakan UU No. 1 tahun 1970 K3
  2. Pengawasan & Pembinaan Norma K3 Bidang Listrik
  3. Persyaratan K3 Rancangan Instalasi Listrik
  4. Persyaratan K3 Sistem Proteksi Untuk Keselamatan Listrik
  5. Persyaratan K3 Pembangkitan Tenaga Listrik
  6. Persyaratan K3 Jaringan Instalasi Tenaga dan Perlengkapannya
  7. Persyaratan K3 Instalasi Penerangan
  8. Persyaratan K3 Peralatan Instalasi Tenaga/Daya
  9. Persyaratan K3 Perlengkapan Hubung Bagi dan Kendali (PHB) serta komponennya
  10. Persyaratan Ketentuan Bagi Berbagai Ruang dan Instalasi khusus
  11. Persyaratan K3 pada penggunaan peralatan uji listrik
  12. Persyaratan K3 Sistem Proteksi Instalasi Penyalur Petir
  13. Identifikasi bahaya, penilaian, pengendalian resiko listrik
  14. Pelaporan dan analisa kecelakaan kerja bidang listrik
  15. Prosedur Kerja aman pada instalasi listrik
  16. Praktek kerja Lapangan (PKL)
  17. Seminar

 

Pelatihan Petugas K3 Kimia – sertifikasi Depnakertrans

Dasar Hukum

Berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. kep. 187/MEN/1999 tentang pengendalian bahan kimia berbahaya di tempat kerja maka perusahaan dengan kategori potensi bahaya besar wajib mempekerjakan Ahli K3 Kimia sekurang – kurangnya 1 orang serta Petugas K3 Kimia sekurang – kurangnya 2 orang (non shift) dan 5 orang (shift). Sedangkan pada kategori menengah wajib mempekerjakan Petugas K3 Kimia 1 orang (non shift) dan 3 orang (shift): (pasal 18 ayat 1(b) dan pasal 17 ayat 1 (a)

Tujuan Training Petugas K3 Kimia

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta akan mampu mengetahui dan memahami :

  1. Peraturan perundangan K3 Kimia dan lingkungan;
  2. Dalam mengidentifikasi bahaya;
  3. Pelaksanaan prosedur kerja yang aman;
  4. Pelaksanaan prosedur penanggulangan keadaan darurat;
  5. Dalam mengembangkan pengetahuan K3 bidang kimia.

Materi Pelatihan Petugas K3 Kimia

  1.         Kebijaksanaan Depnaker di bidang K3
  2.         Peraturan perundang-undangan bidang K3
  3.         Peraturan tentang pengendalian bahan kimia berbahaya
  4.         Pengetahuan dasar bahan kimia berbahaya
  5.         Penyimpanan dan penanganan bahan kimia berbahaya
  6.         Prosedur kerja aman
  7.         Prosedur penanganan kebocoran dan tumpuhan
  8.         Penilaian dan pengendalian resiko bahan kimia berbahaya
  9.         Pengendalian lingkungan kerja
  10.         Penyakit akibat kerja oleh faktor kimia dan cara pencegahannya
  11.         Rencana dan prosedur tanggap darurat
  12.         Lembar data keselamatan bahan dan label
  13.         Dasar – dasar toksikologi
  14.         Pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K)
  15.         Peningkatan aktivitas P2K3
  16.         Studi Kasus
  17.         Kunjungan Lapangan
  18.         Evaluasi

PROJECT FINANCING PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN

DESKRIPSI TRAINING PROJECT FINANCING PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN

Dalam menyelesaikan sebuah proyek dalam industri pertambangan, pasti terdapat resiko yang berhubungan dengan salah satu sumber daya yang digunakan, antara lain mengenai keuangan atau pendanaan. Pendanaan yang dialokasikan kepada para pihak seperti investor, customer, kontraktor, lender supplier, kreditur dan lain-lain dengan menggunakan extensive contractual arrangement merupakan salah satu karakteristik penting dalam project financing. Project financing dapat diartikan sebagai teknik pengumpulan dana jangka panjang untuk pembiayaan investasi suatu proyek. Sedangkan kredit sindikasi merupakan kredit yang diberikan secara bersama oleh lebih dari satu bank kepada debitur tertentu, dapat berupa kredit investasi ataupun kredit modal kerja. Training ini akan memberikan pemahaman mengenai project financing da kredit sindikasi pada perusahaan pertambangan di Indonesia.

 

MATERI TRAINING PROJECT FINANCING PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN

1.      Ruang lingkup project financing dan kredit sindikasi

  • Definisi
  • Fungsi dan manfaat

2.      Project financing vs pinjaman biasa
3.      Tahapan project financing
4.      Evaluasi project financing
5.      Inter credit agreement

  • Potensi kredit di industri pertambangan
  • Resiko kredit pembiayaan

6.      Studi kasus

 

PLAXIS 2 DIMENSI

Deskripsi

Semakin banyaknya penggunaan software PLAXIS dalam seluk beluk kegiatan atau dunia geoteknik di Indonesia, tentunya sangat dibutuhkan suatu wadah atau saranai diskusi yang dapat membahas secara detail perihal permasalahan-permasalahan yang ada dan sering dihadapi oleh para pengguna software ini.

Pelatihan tersebut mencakup segala hal yang berhubungan dengan pemilihan parameter tanah, pemilihan model tanah, hingga ke pemodelan bangunan geoteknik. Sehingga perlu diadakan suatu bentuk pelatihan yang dapat menjawab apakah pemodelan cukup dilakukan secara dua dimensi dengan menggunakan PLAXIS 2D ataukah tidak.

 

Materi Training PLAXIS 2 DIMENSI

  1. Introduction to Plaxis
  2. 2D : Geometry  & Calculations
  3. Structural Elements in Plaxis 2D
  4. Modelling of a Raft Foundation
  5. Modelling of Piles in Plaxis 2D
  6. Modelling of A Piled Group Foundations
  7. An Overview of Soil Models
  8. Modelling of Embankments
  9. Embankment Exercise
  10. Modelling of groundwater
  11. Modelling of Excavations(or Tunnels)
  12. Modelling of Excavations

 

GEOSTATISTICAL : APPLIED MINING GEOSTATISTICS

TRAINING DESCRIPTION GEOSTATISTICAL : APPLIED MINING GEOSTATISTICS

Geo-statistical method considers the spatial structure which is represented by variogram model in estimation methods such as polygonal, triangular grouping, inverse distance square, nearest point, etc. Moreover, parameters of variogram model can be drawn on to optimize the drilling pattern or the influence area of sampling points.

Kriging is the most famous geostatistical method used for reserves estimation, and it has been known as BLUE (Best Linear Unbiased Estimator). Krigging variance can be applied to assess the uncertainly (error) of estimation result.

Beside kriging, there are any other geostatistical methods employed for spatial characterization and modeling of natural resource such as conditional simulation. Geostatistics can also be utilizing to evaluate mineral reserves classification.

TRAINING OBJECTIVES GEOSTATISTICAL : APPLIED MINING GEOSTATISTICS

  1.  To give knowledge about the concept of regionalized variable that is the principle of geo-statistics method, analysis and interpretation of variogram.
  2.  To give understanding about the principle of kriging method and its application for resources modeling and reserves estimation.

OUTLINE TRAINING GEOSTATISTICAL : APPLIED MINING GEOSTATISTICS

Day 1

1. Review of statistics

2. Conventional reserves estimation methods

3. Concept of regionalized variable and calculation of experimental variogram

Day 2

1. Analysis and interpretation of variogram

2. Exercise and practice of variogram calculation and fitting model

3. Concept of variance dispersion

4. Concept of variance of estimation.

Day 3

1. Principle of kriging method and its application for reserve estimation

2. Exercise and practice of kriging method

1. Introduction and deterministic method for mineral deposit evaluation

Day 4

1. Uncertainty analysis based on kriging variance and conditional simulation

2. Optimization of drilling pattern and reserves classification based on geostatistical method

Coal Mining

TRAINING ABSTRACK Coal Mining

Indonesia memiliki cadangan batubara yang sangat besar dan masih memungkinkan untuk ditambang hingga 50 tahun kedepan, sehingga proyek pertambangan batubara masih cukup menjanjikan. Untuk dapat bekerja dengan efektif dan efisien dibidang ini, maka seseorang perlu mendapat informasi dan pengetahuan tentang batubara dan bisnis batubara itu sendiri. Pelatihan ini akan memberikan informasi yang cukup mendetail tentang bisnis pertambangan batubara dan beberapa teknik yang relevan dan perlu diketahui sehubungan dengan  pertambangan batubara.

Diberikan juga beberapa bahaya dan resiko2 yang berhubungan dengan pekerjaan dipertambangan batubara dan pengetahuan dasar untuk mencegah dan mengurangi resiko2 tersebut. Juga dipaparkan teknik2 untuk dapat bekerja dengan efektif dan efisien dibisnis ini, sehingga para peserta training dapat bekerja dengan maksimal dengan kontribusi yang positif untuk membangun perusahaan pertambangan batubara tempatnya bekerja.

TRAINING OUTLINE Coal Mining

  1. Definisi, pengertian, latar belakang dan sejarah penemuan Batubara
  2. Tinjauan bisnis pertambangan batubara di Indonesia
  3. Peraturan perundang undangan yang berhubungan dengan pertambangan khususnya pertambangan Batubara
  4. Prinsip dan Teknologi Eksplorasi Batubara
  5. Istilah2 dan definisi2 yang digunakan dalam pertambangan batubara
  6. Prinsip dan Teknologi penambangan Batubara
  7. Prinsip dan teknologi pemindahan dan pengangkutan Batubara
  8. Prinsip dan teknologi penyimpanan Batubara
  9. Prinsip dan teknologi penghancuran Batubara
  10. Teknologi Listrik dan Mekanik dalam industri Batubara
  11. Keselamatan dan Kesehatan Kerja
  12. Permasalahan Lingkungan

Drilling : Horizontal Well Drilling Technology

ABSTRACK

Pemboran merupakan langkah yang pertama dan penting dalam industri perminyakan. Sesuai dengan perkembangan teknologi, maka teknik pemboran mengalami perkembangan yang cukup pesat bila dibandingkan dengan pemboran yang pertama kali dilakukan. Saat ini pemboran telah dapat dioperasikan dalam berbagai cara, baik dengan pemboran vertikal, pemboran miring, sampai pemboran horisontal. Pemboran horisontal sebenarnya  merupakan pengembangan dari teknik pemboran miring. Di dalam pemboran horisontal, lubang bor diupayakan agar mempunyai panjang penembusan zona produktif yang lebih besar dan laju pertambahan sudut yang lebih tinggi dibandingkan dengan pemboran miring
Horisontal Drilling merupakan suatu teknik pemboran sumur untuk menembus formasi minyak/gas yang dilakukan karena alasan kondisi lapisan batuan reservoir, formasi reservoir, ataupun untuk efisiensi lahan pada eksploitasi lapangan minyak dengan system clustering. Horisontal drilling kadang kala juga diperlukan untuk kegiatan pemadaman sumur minyak yang mengalami blow out.
Oleh karena itu pemahaman tentang dasar-dasar teknologi pemboran sumur miring sangat penting untuk dikuasai oleh setiap personal yang bertanggungjawab di bidang pemboran maupun produksi  minyak bumi.

TRAINING OUTLINE Drilling : Horizontal Well Drilling Technology

  1. History and Review of Horizontal Drilling Well Technology
  2. Benefits and Applications of Horizontal Wells
  3. Vertical Well Drillstring Design
  4. Horizontal Well Drill String Design
  5. Penggunaan Bottom Hole Assemby
  6. Tipe Pemboran Terarah
  7. Faktor-faktor yang Mempegaruhi Kemiringan dan Arah Lubang Bor (Faktor Formasi dan Mekanis)
  8. Build Curve Design
  9. Metoda Pengarahan dan Pengontrolan Terhadap Penyimpangan
  10. Alat-alat Survey dan Metoda Analisa Pemboran Terarah
  11. Lumpur Pemboran Pada Sumur Horisontal
  12. Penyemenan Sumur Horisontal
  13. Penyelesaian Sumur Horisontal

Coal Mining : Basic, Operation & Technology

DESCRIPTION

            Proyek pertambangan batubara atau coal mining project merupakan salah satu kapasitas industri terbesar di Indonesia. Ada berbagai proses pekerjaan dalam aktifitas penambangan batubara (coal mining ) berikut pengolahan serta proses produksinya. Tentunya SDM yang berkecimpung dengan dunia pertambangan batubara ini harus memiliki wawasan & pengetahuan obyektif mulai dasar-dasar pengenalan batubara, proses pengolahan (pemisahan & pengolahan) batubara & teknologi tentang penambangan, pengangkutan, penyimpanan hingga penghancuran batubara. Soft skill ini nantinya akan membantu personal SDM untuk bisa mengaplikasikan ilmu & mengembangkan kompetensinya secara tepat, & menjadi quality & benefit person bagi perusahaan.



OUTLINE TRAINING COAL MINING

  • Definisi batubara (jenis/karakteristik, proses pembentukan)
  • Tinjauan bisnis pertambangan batubara (coal mining) di Indonesia
  • Peraturan perundang undangan yang berhubungan dengan pertambangan khususnya pertambangan Batubara
  • Prinsip dan Teknologi untuk Eksplorasi Batubara
  • Istilah2 dan definisi2 yang digunakan dalam pertambangan batubara
  • Proses dan teknik penambangan Batubara
  • Proses pemisahan & pengolahan batubara (sizing, hand picking, magnet catcher, clasification)
  • Pemisahan material padat
  • Pencucian batubara
  • Dewatering batubara
  • Proses dan teknologi pemindahan dan pengangkutan Batubara
  • Prinsip penyimpanan Batubara
  • Cara pengolahan & penghancuran Batubara
  • Teknologi Listrik dan Mekanik dalam industri Batubara
  • Keselamatan dan Kesehatan Kerja
  • Permasalahan Lingkungan
  • Penanganan limbah batubara

COAL PREPARATION PLANT (CPP)

DESCRIPTION

            Coal Preparation Plant (CPP) adalah fasilitas untuk mereduksi ukuran butir batubara dan pencucian batubara dari pengotor yang ada saat penambangan atau bersamaan dengan saat terbentuknya batubara. Coal Processing Plant (CPP) merupakan bagian integrasi dari rantai pertambangan batubara. Departemen ini merupakan pusat pengolahan dan penyiapan batubara dari tambang sehingga menghasilkan batubara yang sesuai dengan permintaan pembelian baik dari segi fisik maupun kualitasnya.

                Batubara yang berasal dari tambang biasanya belum dapat secara langsung dipakai oleh industri yang membutuhkannya, karenanya kegiatan preparasi dan pencucian merupakan bagian dari rangkaian proses pengadaan batubara yang berfungsi untuk mengolah dan menyiapkan batubara dari tambang agar sesuai dengan ketentuan kualitas yang ditentukan oleh pembeli. Produsen batubara harus menyiapkan kualitas batubaranya sesuai dengan permintaan pembeli yang biasanya disepakati dalam kontrak jual-beli.



OUTLINE TRAINING COAL PREPARATION PLANT (CPP):

  • Pengenalan Batubara (Coal) :
    • Pengertian batubara,
    • Genesa batubara (Coal),
    • Sebaran dan produksi batubara di Indonesia.
  • Parameter kualitas batubara:
    • Komponen batubara,
    • Analisis dan pengujian batubara,
    • Dasar pelaporan.
  • Preparasi batubara:
    • Operasi Kominusi untuk preparasi batubara
    • Operasi Pengayakan pada pencucian batubara
    • Penghilangan pengotor : abu, belerang
    • Operasi Dewatering batubara
  • Pencucian batubara:
    • Uji ketercucian batubara,
    • Analisis distribusi ukuran,
    • Uji endap-apung.
  • Pabrik pencucian batubara:
    • Peralatan pabrik pencucian batubara,
    • Rancangan pabrik pencucian batubara.
  • Pengelolaan Limbah Pencucian Batubara
    • Koagulasi,
    • Flokulasi,
    • Sedimentasi
    • Pengujian Laboratorium

Ethics for Secretary

Deskripsi

Pada saat ini dunia sedang didera oleh berbagai persoalan mulai dari krisis ekonomi dan keuangan sampai ancaman terhadap kinerja karena persoalan internal. Hal ini membuat pemain bisnis mengalami pusing tujuh keliling. Untuk mengatasinya salah satu hal yang diperlukan adalah kesiapan sang pemimpin dalam mengelola organisasi dengan baik dan benar. Mereka bukan saja berhadapan dengan pemerintah apabila itu organisasi pemerintahan, pemegang saham bagi organisasi bisnis (perusahaan) tetapi juga stakeholder lainnya. Untuk itu mereka memerlukan orang yang mampu mengatur agenda baik untuk pertemuan/rapat, negosiasi dan sebagainya. Agar upaya mereka sukses dibuthkan sekretaris yang handal yang tidak saja cakap secara teknis tapi juga mampu membuat para stakeholder merasa senang karena semua kebutuhannya dapat dipenuhi.

Para pemimpin dunia itu menyadari bahwa memiliki seorang sekretaris yang kompeten dan memahami nilai-nilai organisasi/perusahaan dan etika bisnis (business ethics)  adalah suatu hal yang ideal yang dapat membantu keberhasilan organisasi/bisnis di masa depan. Untuk itu dalam rangka membantu para pimpinan tersebut kami mencoba menyediakan jasa pelatihan Business Ethics for Secretary yang berdampak para perubahan cara berpikir dan berperilaku para sekretaris sehingga mampu menciptakan sekretaris kelas dunia yang kompeten guna mendorong pencapaian visi para pemimpin bisnis.

Tujuan Business Ethics for Secretary:

  • Memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang konsep etika bisnis (business ethics)  yang berlaku di dunia bisnis kepara peserta pelatihan
  • Memberikan solusi dan rekomendasi pemecahan masalah yang berkaitan dengan implementasi pekerjaan di bidang sekretaris sehingga mampu membantu atasannya mencapai visi organisasi/perusahaan

Outline Business Ethics for Secretary :

  1. Etika Bisnis (Business Ethics) di Era Globalisasi
  2. Optimasi Fungsi dan Peran Sekretaris
  3. Etiket Profesional
  4. Memahami Karakter Pemimpin
  5. Membangun Kompetensi Sekretaris
  6. Membangun Kepribadian  Mempesona
  7. Strategi Pelayanan Pelanggan
  8. Diskusi

DOCUMENT & RECORD MANAGEMENT

DESKRIPSI TRAINING DOCUMENT & RECORD MANAGEMENT

Komunikasi tertulis, berupa surat-surat, laporan, memo, formulir pesanan dan sebagainya, diperlukan setiap hari untuk beroperasinya setiap organisasi atau perusahaan. Agar pencapaian sasaran organisasi berhasil baik, dokumen-dokumen tersebut perlu disimpan secara sistematis agar dapat ditemukan dengan cepat setiap saat sesuai dengan pedoman-pedoman pengarsipan yang digunakan. Di samping itu, arsip bukan hanya diperlukan dalam bentuk hard copy, namun juga soft copy. Untuk itu, proses alih media dan manajemen electronic filing  perlu diperhatikan.

Dengan mengikuti pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat mengelola arus keluar masuknya surat untuk menghindari timbulnya kekacauan arus informasi yang dapat mengakibatkan kerugian waktu, pikiran, dan material pada perusahaan atau organisasi.

 

Materi bahasan TRAINING DOCUMENT & RECORD MANAGEMENT

DAY 1

  1.  Problems and Solutions
    • Services to External Customer & Internal Customer
    • Efficiency
    • Security
  2. The Principles
    • Basic principles:  ISO 9001:2000 and  ISO 15489 contexts
    • Document & Record Life Cycle
    • Term and Definitions
  3. Policy and Responsibility
    • Pengembangan policy statement
    • Penetapan responsibility and authority
    • Monitoring and auditing the performance
    • Disaster recovery planning
  4. E-Filing
    • Softcopy record center development
    • EDMS (Electronic Document Management System) component
    • Document management
    • Memilih teknologi EDMS tepat guna

 

DAY 2

  1. Program 5 R
    • Ringkas
    • Rapi
    • Resik
    • Rawat
    • Rajin
  2.  Filing System
    • Access system: direct system, indirect system
    • Sistem abjad nama, abjad subjek, abjad geografis
    • Sistem numeric, Sistem kronologis/ tanggal
  3. Media Format
    • Sarana yang diperlukan
    • Teknik penyimpanan dokumen
  4. Record Center
    • Pemeliharaan arsip
    • Pengendalian arsip
    • Penemuan arsip – retrieve
    • Penyusutan & pemusnahan arsip

 

DOCUMENT CONTROL AND FILING SYSTEM

TRAINING OBJECTIVES DOCUMENT CONTROL AND FILING SYSTEM

  1. Peserta memahami dan dapat menerapkan pola penyimpanan arsip secara efektif dan tepat
  2. Peserta mapu menerapkan dan memanfaatkan Information filing system dengan tepat dan efektif.

 

TRAINING  OUTLINES DOCUMENT CONTROL AND FILING SYSTEM

  1. Ruang lingkup dokumen control dan filing system
  2. Dokumentasi dan Pengarsipan
  • Pengertian arsip dan pengelolaan arsip
  • Jenis arsip
  • Tujuan dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan Arsip
  • Penggandaan dan pendistribusian arsip
  • Penataan arsip (klasifikasi dan pengkodean arsip)
  • Pemeliharaan dan penyimpanan arsip vital
  • Peminjaman dan penyusutan arsip

3. Sistem Pemberkasan Dokumen

  • Pengawasan berkas terpusat dan tersebar berbasis analisis bisnis, Prinsip klasifikasi,
  • Klasifikasi abjad: sistem kamus, sitem ensiklopedia dan sistem geografis, dan klasifikasi angka, sistem pemberkasan desimal, sistem pemberkasan kronologis, dan klasifikasi alfanumerik,
  • Pengindeksan dan Kualitas indeks,
  • Pengindeksan kata penting (KWIC and KWOC), alfabetikal.
  • Prosedur pemeliharaan berkas,
  • Pengawasan dan pengelompokkan berkas
  • Disposisi
  • Pengelolaan ruang berkas
  • Masalah umum pemberkasan.

4. Manajemen Dokumen Elektronik

  • Perencanaan
  • Survei dokumen dan informasi,
  • Penilaian dokumen
  • Metadata dan kebijakan
  • Strategi kontekstual
  • Keamanan dan kualitas, dan preservasi informasi

5. Digital Filing System dan Aplikasi Electronic Document Management System (EDMS)

  • Konsep digital filing system & perangkat pendukungnya
  • Isu Legalitas Arsip Digital
  • Prosedur Alihmedia/Imaging Document
  • Kategori pengenalan Scanner
  • Kategori dan komponen EDMS
  • Integrasi EDMS dengan Informasi dan tempat penyimpanan
  • Alat dan Media Penyimpanan (storage)
  • Kompanen Biaya pada implementasi EDMS

6. Otomatisasi Kegiatan Administrasi Perkantoran

  • Makna dan dampak otomatisasi dalam administrasi perkantoran
  • Aplikasi otomatisasi dalam administrasi perkantoran
  • Teknologi Informasi dalam Administrasi Perkantoran
  • Software untuk administrasi perkantoran
  • Sistem Arsip Elektronik
  • Sistem Informasi Manajemen
  • Manajemen basis data
  • LAN, intranet, dan internet

 

Perawatan Peralatan Listrik

Tujuan Pelatihan Perawatan Peralatan Listrik

Menghasilkan Tenaga Teknik ketenagaan Listrik Industri yang memiliki kemampuan/keahlian memelihara peralatan listrik industri.

 

Materi Pelatihan Perawatan Peralatan Listrik

1. Switchgear dan Perangkat Pengaman

  • Konstruksi
  • Pemasangan
  • Operasi
  • Nameplate & spesifikasi
  • Pemeliharaan
  • Pelacakan Gangguan

2. Kontaktor dan Thermal Overload relay

  • Kontaktor
  • Pemasangan
  • Operasi
  • Nameplate & spesifikasi
  • Pemeliharaan
  • Pelacakan Gangguan

3. Motor Asinkron 3 Ph

  • Konstruksi
  • Pemasangan
  • Operasi
  • Nameplate & spesifikasi
  • Pemeliharaan
  • Pelacakan Gangguan

4. Trafo Daya

  • Kontruksi
  • Pemasangan
  • Operasi
  • Nameplate & spesifikasi
  • Pemeliharaan
  • Pelacakan Gangguan

Electrical Grounding & Lightning Protection

Description

Lightning is a natural phenomenon that may occur everywhere in the world. Failure to protect critical and strategic such as refinery, oil & gas plant, petrochemical plant process, building, etc can cause big lost in productivity and revenue generating. The big lost could be an inferno, heavy damage, and ruin of the plant and its critical equipment. It is even a fatality of electric or thermal shock to human body that could cause a death.

 

Purpose

After attending the course the participant will gain the followings:

  • Get better understanding of lightning phenomenon especially for people and Industry
  • Better understanding of lightning behavior, characteristic, and protection system
  • Enhance knowledge of grounding system and all aspects
  • Better knowledge of grounding system effect to damage of electrical installation if exposed to lightning hit
  • Better knowledge of specification and assessment of lightning protection system



Outline Training Electrical Grounding & Lightning Protection

  1. Introduction to the lightning protection and grounding
  2. Lightning Phenomenon and its Characteristic
  3. Types and specification of lightning protection system
  4. Testing of the installated lightning protection system
  5. Assessment of the existing system and improvement when necessary
  6. Type and characteristic of grounding
  7. Effect of grounding system to lightning protection system
  8. Lightning protection; ground system design calculation

 

Electro Technical Officer

Deskripsi Electro Technical Officer

Electro technical officer (ETO) adalah engineer officer yang bekerja di bawah ampuan Chief Engineer, yang mempunyai kualifikasi hampir sama dengan engineer namun mempunyai pengetahuan yang lebih besar mengenai beragam sistem listrik dan elektronik modern.ETO bertanggung jawab atas pemeliharaan dan perbaikan semua peralatan listrik dan elektronik, instalasi dan mesin, juga termasuk komunikasi radio dan alat bantu navigasi elektronik.



Materi Training
Electro Technical Officer

  1. Mathematics for Electrical Engineer
  2. Applications of Power Electronics
  3. Electrical & Electronic Principles & Systems
  4. Engineering Science
  5. Marine & Business Management for ETO’s
  6. Electronic Control Principles
  7. Operation & Maintenance of Electrical Plant
  8. Marine Navigation System Fault Diagnosis
  9. Radio Communications
  10. Marine Navigation Systems

Tujuan dan Manfaat Training Electro technical officer

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat memahami tanggung jawab sebagai seorang electro technical officer.

ETAP : ELECTRICAL POWER SYSTEM ANALYSIS USING ETAP

Tujuan Training Electrical Power System Analysis Using ETAP

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan wawasan mengenai analisa system tenaga. Untuk mensimulasikan hasil Analisa digunakan software Aplikasi ETAP. Pelatihan ditekankan pada analisa pada jaringan tenaga listrik Tegangan menengah hingga tegangan rendah yang meliputi Studi Aliran daya, Analisa Hubung singkat, Analisa Transien dan Harmonisa sehingga setelah mengikuti pelatihan peserta akan dapat :

  • Meningkatkan pengetahuan dan wawasan mengenai kondisi operasi Sistem Tenaga
  • Melakukan analisa Aliran Daya menggunakan ETAP
  • Melakukan Analisa Hubung Singkat menggunakan ETAP
  • Melakukan Analisa Motor Starting menggunakan ETAP
  • Melakukan Analisa Transient menggunakan ETAP
  • Melakukan Studi Harmonisa dan menentukan ukuran Filter

 

Materi Training Electrical Power System Analysis Using ETAP

  1. Electric power grid representation and characteristic. (System overview, Elements of Electrical Power System, per-unit System)
  2. Building One-Line Diagram Using ETAP. (Add Elements, Select & Deselect Elements, Element and Connector Colors, Relocate Elements, Cut, Copy, & Paste, Size, Symbol, & Orientation, Protective Devices, Nodes & Buses, Group & Ungroup, Composite Networks)
  3. Load Flow Calculation Methods. (Newton-Raphson, Fast-Decoupled, Gaus-Siedel)
  4. Load Flow Study Using ETAP. (Load Flow Toolbar, Load Flow Study Case Editor, Load Flow Display Options, Load Flow Calculation Methods, Load Flow Required Data, Load Flow Output Reports)
  5. Fault Calculation Methods. (Impedance Methode, Symetrical Component Methode)
  6. Short-Circuit Analysis. (Short-Circuit Toolbar, Short-Circuit Study Case Editor, Short-Circuit Display Options, Short-Circuit Required Data, Short-Circuit Output Reports)
  7. Motor Starting Analysis. (Motor Starting Methods, Motor Starting Calculation)
  8. Motor Starting Analysis Using ETAP. (Motor Starting Toolbar, Motor Starting Study Case Editor, Info Page, Model Page, Time Event Pages, Add Action by Starting Category, Add Action by Load, Motor Starting Display Options, Motor Starting Calculation Methods, Motor Starting Required Data, Motor Starting Output Reports, Motor Starting Time Slider Toolbar)
  9. Transient Stability Anaysis. (Purpose for Performing Transient Stability Study, Power System Stability Definition, Stability Limits)
  10. Transient Stability Anaysis Using ETAP. (Transient Stability Toolbar, Transient Stability Study Case Editor, Info Page, Events Page, Dyn Model Page, Transient Stability Plots, Transient Stability Required Data, Transient Stability Output Reports, Transient Stability Time Slider Toolbar)
  11. Harmonic Analysis. (Definition, Harmonic Parameters, Harmonic Sources)
  12. Harmonic Analysis Using ETAP. (Harmonic Analysis Toolbar, Harmonic Analysis Study Case Editor, Harmonic Analysis Display Options, Harmonic Analysis Calculation Methods, Harmonic Analysis Required Data, Harmonic Analysis Output Reports, Harmonic Analysis Order-Slider, Harmonic Analysis Frequency-Slider)

BASIC ELECTRICAL

DESKRIPSI TRAINING BASIC ELECTRICAL

Dunia perindustrian tentunya tidak dapat dipisahkan dari kebutuhannya akan daya listrik sebagai salah satu sumber energy berjalannya system manufakur didalamnya. Daya listrik tersebut dapat berasal dari utilitas atau generator internal yang kemudian didistribusikan melalui transformator untuk memberikan tingkat tegangan yang dapat digunakan. Pemilihan sumber energi untuk peralatan tergantung pada kebutuhan aplikasi. Setiap sumber energi memiliki keuntungan dan kerugian sendiri.pemanfaatan energi listrik, penggunaan peralatan-peralatan listrik serta aspek keselamatan dalam pemanfaatan sistem kelistrikan.

TUJUAN TRAINING BASIC ELECTRICAL

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu utuk :

  1. Memahami dan mengamalkan mengenai Dasar kelistrikan (Basic Electrical)
  2. Memahami konfigurasi jaringan Tenaga Listrik dari pembangkitan tenaga listrik hingga pemanfaatannya
  3. Melakukan perhitungan biaya penggunaan energi
  4. Memahami prinsip kerja, instalasi dan penggunaan mesin-mesin listrik
  5. Memahami mengenai aspek-aspek keselamatan dalam sistem kelistrikan serta bagaimana cara memproteksi peralatan listrik

MATERI TRAINING BASIC ELECTRICAL

  1. Ruang lingkup dan konsep dasar Elektrikal (Basic Electrical)
  2. Electrical Machines (AC – DC)
  3. Electromagnetisme
  4.  –Single Phase AC Circuit

– Three Phase AC Circuit

  1. Measuring Instruments and Domestic Wiring
  2. Impedance and Voltage Drop
  3. Power and Power Factor
  4. Power Factor Correction
  5. Three Phase Power Systems
  6.  Motor Installation
  7.  Mechanical-Electrical Rotating Equipment Maintenance

 

Manajemen dan Audit Efisiensi Energi Listrik

Deskripsi Training Manajemen dan Audit Efisiensi Energi Listrik

Energi listrik merupakan energi yang sangat vital dalam  operasional perusahaan. Hampir semua peralatan dan sumber penerangan  yang digunakan berasal dari energi listrik . Namun dalam pemakaiannya  banyak dikeluhkan adanya ketidak-efisiensian energi listrik ini. Hal ini terbukti dari membengkaknya tagihan listrik yang harus dibayarkan perbulannya.  Terlebih apabila ini terjadi dilingkungan kantor atau perusahaan maka akan mengakibatkan anggaran biaya yang cukup besar.

Tingkat efisiensi pemakaian listrik di pengaruhi oleh daya listrik yang terpasang, aktivitas yang dilakukan,jenis peralatan yang terpasang dan rata-rata pemakaian listrik perhari/per bulan.Untuk mengefisiensikan pemakaian listrik, maka perlu dilakukan manajemen audit energi listrik dimana dengan audit tersebut akan didapatkan potret pengunaan energi listrik pada suatu bangunan, mengetahui kondisi peralatan yang terpasang dan mengetahui peluang untuk penghematan energi. Keberhasilan program efisiensi pemakain energi listrik, selain dipengaruhi oleh faktor teknis juga sangat bergantung pada komitmen manajemen puncak dan komitmen seluruh karyawan dalam gerakan efisiensi.



Tujuan dan Manfaat Training Manajemen dan Audit Efisiensi Energi Listrik

  1. Peserta pelatihan audit & efisiensi energi listrik memahami prinsip- prinsip penerapan penghematan energi di perusahaan masing-masing.
  2. Peserta pelatihan audit & efisiensi energi listrik mampu mengenali potensi-potensi penghematan energi di perusahaan masing-masing.
  3. Peserta pelatihan audit & efisiensi energi listrik mampu membuat langkah – langkah program penghematan energi



MATERI MANAJEMEN DAN AUDIT EFISIENSI  ENERGI LISTRIK

  1. Karakteristik penggunaan energi di bangunan gedung.
  2. Strategi  Penghematan Energi listrik
  3. Perencanaan Program Penghematan Energi
  4. Audit energy
  5. Pembentukan tim penghematan energi  dan Pengkajian sumber penggunaan energi
  6. Membangun budaya  gerakan efisiensi pemakaian listrik
  7. Studi kasus penerapan program penghematan energi

AIR CONDITIONING SYSTEM

DESKRIPSI TRAINING AIR CONDITIONING SYSTEM
Pelatihan teknisi Air Conditioning (AC) System akan melatih para teknisi dan engineer diperusahaan agar memiliki pengetahuan tentang kontruksi, komponen dan prinsip kerja sistem Air Conditioning (AC) beserta cara pemeliharaan dan perawatan, pemeriksaan dan penggantian beberapa komponennya yang sesuai dengan prosedur yang benar dan standar kesehatan dan keselamatan kerja. Unjuk kerja sistem Air Conditioning (AC) yang sesuai dengan standar dan kebutuhan akan menjamin kelangsungan dan kestabilan operasi mesin produksi. Kegagalan sistem pendinginan akan mengakibatkan kerusakan peralatan dan terganggunya kontinuitas operasi sistem sehingga kinerja produksi akan menurun.Pelatihan ini dapat memberikan solusi terhadap masalah pengoperasian, pemeliharaan dan trouble shooting system Air Conditioning (AC) di unit produksi.



TUJUAN TRAINING AIR CONDITIONING SYSTEM
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta memiliki kompetensi dalam memahami sistem kerja Air Conditioning (AC) dan mampu melaksanakan pemeliharaan, pemeriksaan and penggantian serta trouble shooting sistem Air Conditioning (AC) di unit produksi sesuai dengan standar kerja dan keamanan kerja.



MATERI TRAINING AIR CONDITIONING SYSTEM

  1. Prinsip dasar dari sistem Air Conditioning (AC) : Komponen, kontruksi, fungsi, prinsip kerja, dan cara kerja sistem Air Conditioning (AC)
  2. Prosedur kesehatan dan keselamatan kerja.
  3. Prosedur pemeriksaan sistem Air Conditioning (AC) dengan dengan prosedur yang benar ditempat kerja.
  4. Penggantian komponen system Air Conditioning (AC) dengan prosedur yang benar ditempat kerja
  5. Menggunakan peralatan tangan dan alat ukur /test
  6. Pengosongan , pemvakuman, dan pengisisan refrigeran dengan prosedur yang benar.
  7. Pemasangan, pemeriksaan dan perbaikan sistem elektrikal pada sistem Air Conditioning (AC)
  8. Pembongkaran, pemeriksaan dan pengukuran dan perakitan pada kompresor Air Conditioning (AC)
  9. Pembongkaran,pemeriksaan dan pemasangan pada evaporator dan kondensor system Air Conditioning (AC)
  10. Pembongkaran,pemeriksaan dan pemasangan pada receiver/dryer system Air Conditioning (AC)
  11. Trouble shooting dan praktek

Marine/ Offshore High Voltage Maintenance

DESKRIPSI MARINE/ OFFSHORE HIGH VOLTAGE MAINTENANCE

High voltage training course participants learn how to manage risk and develop safe working practices .At the end of the course the participants will be aware of the risks of working with high voltage equipment on board, the dangers of electrical hazards, how to avoid them and how to minimize the consequences of electrical accidents.

COURSE OUTLINE MARINE/ OFFSHORE HIGH VOLTAGE MAINTENANCE

  1. Basics knowledge of electrical
  2. Electrical power systems
  3. Electrical power system protections
  4. Switchgear origin and types
  5. Safe working procedures
  6. Protective devices
  7. Assignment of qualified personnel to carry out maintenance and repairs
  8. High voltage electrical equipment testing methods
  9. Performing test of insulation resistance and polarization index
  10. High voltage equipment maintenance
  11. Taking remedial actions necessary during faults
  12. Carrying out a switching and isolation procedure on marine high voltage safety documentation

Teknik Instalasi dan Proteksi Listrik

Tujuan Training Instalasi Listrik dan Proteksi Listrik

Pemilihan proteksi memegang peranan yang penting agar diperoleh suatu hasil instalasi listrik dengan baik. Pemahaman tentang teknik instalasi dan proteksi listrik sangat diperlukan agar didapatkan hasil yang optimum, aman serta handal bagi pemakai sumber tenaga listrik. Peserta dapat lebih memahami teknik instalasi dan sistem proteksi instalasi listrik tegangan rendah maupun tegangan tinggi serta cara pemeliharaannya

Materi Training Instalasi Listrik dan Proteksi Listrik

  1. Dasar perhitungan listrik
  2. Instalasi
  3. Generator
  4. Transformer
  5. Motor Listrik
  6. Aplikasi lain
  7. Perhitungan arus hubungan pendek
  8. Proteksi : Saklar, Fuse, Relay, Circuit breaker, Lighting arrestor
  9. Koordinasi proteksi
  10. Trouble shooting dan Pemeliharaan

HVAC SYSTEM and PLC CONTROL

DESKRIPSI

HVAC Systes and PLC Control menjadi suatu system peralatan yang sangat vital dan mendukung dalam banyak hal pada setiap proses baik di industri, gedung dan bagian-bagian yang terkait. Sistem HVAC Systems and PLC Control yang tidak optimal akan menyebabkan terganggunya sistem proses tersebut. Perlunya pengetahuan dan pemahaman bagi operator, teknisi maupun engineer yang bertanggung jawab di bidang HVAC System and PLC Control menjadi bagian yang mutlak harus terpenuhi. Oleh karena itu dirasa perlu untuk memberikan pembelajaran terhadap sumber daya yang dimiliki perusahaan untuk dapat mengetahui, memahami dan mengoperasikan HVAC System and PLC Control tersebut.Pelatihan ini ditujukan buat para teknisi dan engineer dari bermacam industri yang dalam kesehariannya bertanggung jawab atas operasionalisasi dan perawatan HVAC System and PLC Control.

 

TUJUAN

  • Memberikan pemahaman kepada peserta mengenai HVAC System and PLC Contro
  • Meningkatkan pemahaman peserta pelatihan akan pengetahuan tentang komponen sistem pada HVAC Systems and PLC Control
  • Meningkatkan pengetahuan akan karakteristik dan sistem HVAC System and PLC Control
  • Meningkatkan pemahaman tentang perencanaan HVAC System and PLC Control

 

MATERI TRAINING HVAC SYSTEM and PLC CONTROL

  1. Introduction To HVAC Systems
  2. HVAC Operating Characteristics
  3. HVAC System Types
  4. HVAC Piping Systems
  5. HVAC Air Distribution Equipment
  6. Central Heating & Cooling Equipment
  7. HVAC Instrumentation & Control
  8. HVAC Equipment Installation
  9. Special HVAC Systems & Equipment
  10. HVAC System Commissioning & Closeout
  11. Introduction to PLC Control
  12. Hardware and software PLC Control
  13. Programming PLC Control
  14. Input and Output Wiring diagram PLC
  15. Basic and Advance Instruction to PLC Program
  16. Basic Aplication PLC Control
  17. Aplication PLC Control to HVAC
  18. Operation and troubleshoot PLC Control

INTERNAL AUDITOR : THE NEW CONCEPT

DESKRIPSI TRAINING INTERNAL AUDITOR : THE NEW CONCEPT
Sebagian orang beranggapan bahwa auditor internal adalah seorang yang suka mencari-cari kesalahan dan hanya menambah pekerjaan manajemen. Pendekatan seperti itu sudah tidak sesuai dengan perkembangan profesi internal auditing dalam era globalisasi saat ini. Auditor Internal dituntut untuk menggunakan paradigma baru dalam memberikan nilai tambah nyata bagi perusahaan. Internal Auditor merupakan suatu profesi yang memiliki standar dan kode etik profesi yang harus dijalankan secara konsekuen dan konsisten. Dalam paradigma lama, Internal Auditor hanya berfungsi membantu manajemen puncak (top management) dalam pengamanan asset (saveguard of asset) perusahaan dan mengawasi jalannya operasional perusahaan sehari-hari, terutama dari aspek pengendalian (control).
Ada perubahan fungsi untuk seorang internal auditor, yang semula mungkin hanya diposisikan sebagai watchdog namun di era saat ini menjadi lebih penting dan urgent, bukan sebagai seseorang yang mencari-cari kesalahan karyawan namun sebagai mitra bisnis.


MATERI KHUSUS TRAINING INTERNAL AUDITOR : THE NEW CONCEPT

1.    The Overview of Internal Auditing

  • Kode Etik Profesi
  • Auditor Internal sebagai salah satu pilar Good Corporate Governance (GCG)

2.    Paradigma Baru Auditor Internal (The New Paradigm of Internal Auditor)

  • Peran Auditor Internal sebagai Konsultan Internal (Internal Consultant)
  • Peran Internal Auditor sebagai Katalisator (Catalist).

3.    Value Added Internal Auditing for strategic business partner.
4.    Pendekatan risk based audit dalam paradigma baru
5.    Beberapa tantangan yang dihadapi Internal Auditor yang Profesional pada abad 21.

  • Orientasi berbasiskan risiko (Risk- based Orientation).
  • Perspektif global (Global Perspective).
  • Governance Expertise.
  • Technologically Adept.
  • Business Acumen.
  • Berpikir kreatif & solusi masalah (Creative Thinking & Problem Solving).
  • Strong Ethical Compass.
  • Communication Skills.



PESERTA
TRAINING INTERNAL AUDITOR : THE NEW CONCEPT
Pelatihan ini sangat tepat untuk diikuti oleh manajer dan karyawan perusahaan di bidang audit atau bagian lain yang berhubungan terhadap audit perusahaan.

INTERNAL AUDITOR

TRAINING OBJECTIVES INTERNAL AUDITOR

  1. Memberikan pemahaman secara mendasar kepada Auditor internal dalam perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan audit.
  2. Meningkatkan kemampuan dan memberikan penyegaran bagi para internal auditor Auditor dalam melakukan audit secara terencana, sistematis, dan efektif.

TRAINING OUTLINE INTERNAL AUDITOR

  1. Audit introduction
  2. Jenis-jenis audit
  3.  Peran internal auditor saat menghadapi audit oleh eksternal auditor
  4. Persiapan audit & survey pendahuluan
  5. Pemahaman internal control dan penilaian resiko kontrol.
  6. Program kerja audit
  7. Bukti audit
  8. Test transaksi
  9. Temuan hasil audit
  10. Laporan hasil auditi

INTERNAL AUDIT TRAINING

DESKRIPSI INTERNAL AUDIT TRAINING

Audit mutu internal merupakan salah satu tuntutan yang dipersyaratkan dalam ISO 9001 bagi perusahaan yang ingin membangun sistem manajemen mutunya. Audit mutu internal yang dilaksanakan dengan benar merupakan sarana manajemen untuk mengevaluasi penerapan sistem manajemen mutu secara objektif. Pelaksanaan Audit Mutu Internal ini dapat meningkatkan efektifitas penerapan sistem manajemen mutu. Untuk melaksanakannya dengan benar, dibutuhkan pemahaman tentang prosedur audit serta tata cara baku dan keterampilan mengaudit.

Seorang Auditor harus memahami kapan Internal Audit harus dilaksanakan, bagaimana caranya, siapa saja yang harus melakukan Internal Audit, serta apa yang harus dilakukan dengan hasil Internal Audit. Program pelatihan “Internal Audit Based on ISO 9001:2008” ini merupakan pelatihan komprehensif dalam standar ISO 9001:2008 tentang semua persyaratan dari titik pandang auditor. Keterampilan dasar dan pengetahuan teknis yang diperlukan untuk menyelesaikan audit internal merupakan hal yang wajib dikuasai oleh setiap auditor ISO 9001. Program ini secara khusus didesain untuk melatih staf perusahaan sebagai internal auditor ISO 9001 (seperti yang dipersyaratkan oleh ISO 9001:2008). Untuk itulah program pelatihan ini diselenggarakan, untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian para auditor internal atau satuan pengendalian internal dan para pejabat/pegawai yang berwenang dalam melakukan pengumpulan informasi, pengidentifikasian masalah hukum terkait, pembuktian, dan penyiapan berkas audit dalam rangka menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Dengan demikian dapat diharapkan pelatihan ini akan meningkatkan kemampuan peserta dalam menjalankan tugasnya masing-masing.

TUJUAN INTERNAL AUDIT TRAINING

Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini peserta akan dapat:

  • Memahami persyaratan dalam ISO 9001 tentang pelaksanaan audit mutu internal secara sistematis
  • Memahami audit kepatuhan (compliance audit) sebagai bagian audit internal
  • Meningkatkan pemahaman mengenai psikologi audit
  • Mengetahui dasar, objek dan tujuan audit mutu internal
  • Memahami dan memiliki kemampuan dalam proses pemeriksaan yang meliputi:
  • analisa laporan keuangan;
  • teknik pengumpulan data atau bukti transaksi
  • teknik wawancara;
  • pemahaman peranan psikologi dalam audit dan jenis-jenis komunikasi
  • teknik komunikasi verbal dan non verbal dengan auditee
  • teknik penyusunan kertas kerja pemeriksaan yang baik dan akuntabel
  • Mengembangkan perencaan Audit Internal secara efektif dengan sistem checklist
  • Mempelajari keterampilan melakukan audit mutu internal
  • Mempelajari tata cara dan tehnik audit mutu internal yang benar
  • Mampu menganalisa hasil audit dan tidak lanjut hasil audit
  • Mampu melakukan evaluasi hasil temuan dan melakukan verifikasi yang tepat
  • Mampu mengambil tindakan korektif dan melakukan verifikasi tindakan perbaikan

MATERI INTERNAL AUDIT TRAINING

Materi yang akan diberikan dalam pelatihan ini adalah:

  • BASIC OF INTERNAL AUDIT
  • Definisi Audit
  • Jenis-jenis audit dan karakteristik internal audit:
    • Audit Laporan Keuangan
    • Audit Operasional
    • Audit Kepatuhan (Compliance Audit)
  • Apa yang dimaksud dengan Internal Audit dan kenapa perlu Internal Audit
  • Kapan Internal Audit diadakan
  • Siapa yang harus melakukan Internal Audit dan apa kompetensi yang dibutuhkan?
  • Review Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008
  • Perubahan dasar ISO 9001:2008
  • Prinsip-prinsip Manajemen Mutu
  • Perubahan peningkatan ISO 9001:2008
  • Struktur ISO 9001:2008
  • Kupas Persyaratan ISO 9001:2008
  • KOMUNIKASI & PSIKOLOGI AUDIT
  • Komunikasi Efektif,Empatik dan Persuasif
  • Jenis-jenis Teknik Komunikasi Audit
  • Wawancara
  • Psikologi Audit
  • PROSES AUDIT
  • Apa saja yang perlu dipersiapkan perusahaan dalam melakukan Audit
  • Perencanaan Audit dan Audit Program
  • Pendekatan manajemen Proses
  • Informasi (Bukti-bukti Audit)
  • Working Papers
  • Teknik-Teknik melakukan proses Audit
  • Analisa proses
  • Desain proses
  • Pemetaan proses
  • Dasar pelaksanaan, sasaran dan tujuan Audit bagi Perusahaan
  • Bagaimana melaksanakan Audit Mutu Internal dengan benar (opening meeting & teknik wawancara)
  • PENGEMBANGAN TEMUAN DAN PELAPORAN
    • Unsur-unsur Temuan
    • PengujianPengendalian dan pengujian Substansi
    • Bagaimana cara membuat tools pendokumentasian audit internal (checklist & form laporan)
    • Bagaimana menganalisa hasil Audit dan tindak lanjut hasil Audit
    • Pengembangan temuan dan analisa penyimpangan dan penetapan tindakan koreksi / pencegahan / improvement Bagaimana penyampaian laporan hasil audit internal
    • Pelaksanaan tindakan koreksi / pencegahan / improvement dan rekomendasi pengendaliannya
    • Workshop
    • Write and Present Audit Report

Audit Perhotelan

Materi Training Audit Perhotelan

  1. Professional Internal Audit Perhotelan
  2. Hotel Corporate Governance
  3. Internal Audit Service Perhotelan
  4. Proses Audit Internal Perhotelan
  5. Penilaian Resiko Perhotelan
  6. Survey Pendahuluan Untuk Penugasan Audit Internal Perhotelan
  7. Hotel Internal Audit Program
  8. Pembuktian Internal Audit Perhotelan
  9. Kertas Kerja Internal Audit (KKA) Perhotelan
  10. Study kasus dan diskusi

Deskripsi Training Audit Perhotelan

Bisnis perhotelan merupakan aktivitas bisnis yang banyak diminati dan diperkirakan akan terus tumbuh berkembang pesat. Dalam kegiatan operasionalnya, kegiatan audit diperlukan untuk mengetahui bahwa kegiatan yang dilakukan oleh manajemen berjalan sesuai aturan yang berlaku dan sesuai dengan rencana yang disiapkan. Dasar dari Audit internal ini adalah laporan-laporan manajemen yang berfungsi untuk menetapkan keputusan-keputusan strategis. Kegiatan audit internal ini penting untuk menjamin bahwa laporan yang disiapkan akurat dan reliabel bagi pengambilan keputusan perusahaan tersebut. Auditor merupakan personil yang bertugas untuk melaksanakan kegiatan audit tersebut. Training ini akan memberikan pemahaman mengenai faktor-faktor yang penting untuk diperhatikan dalam kegiatan audit perhhotelan serta peran auditor dalam kegiatan audit perhotelan

Tujuan  Training Audit Perhotelan

Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan peserta dapat:

  • Memahami pentingnya pengendalian intern suatu perusahaan untuk mencegah dan mendeteksi adanya kecurangan, kelemahan, membedakan antara kelemahan dan hambatan serta kendala dan beberapa hal mendasar dan spesifik dalam pengendalian intern (internal control);
  • Mengetahui faktor-faktor penting yang perlu diperhatikan dalam kegiatan audit perhotelan

Audit Manufacture Company

PENDAHULUAN Audit Manufacture Company

Saat ini proyek Teknologi Informasi begitu marak dan menghadirkan tantangan tersendiri bagi para Project Manager agar berkoordinasi lebih intensif dengan para pihak yang berkepentingan atas proyek itu sendiri maupun dituntut untuk memiliki kemampuan mengintegrasikan seluruh kompetensi teknis yang dimilikinya. Dalam mengelola proyek Teknologi Informasi, kita akan menemukan faktor penentu kesuksesan dan resiko yang berkaitan sehingga kita perlu menguasai strategi dan tehnik yang digunakan oleh para Project Manager tersebut yang sudah berpengalaman agar proyek dapat dikelola dengan baik dan proyek dapat diselesaikan tepat waktu, sesuai ruang lingkup dan sesuai anggaran.

Materi training ini akan membahas semua elemen yang berkaitan dengan manajamen proyek Teknologi Informasi yaitu perangkat keras (hardware), piranti lunak (software), integrasi sistem, komunikasi, manajemen resiko dan sumber daya manusia. Peran Project Manager dan anggota tim pada setiap fase daur hidup proyek akan dipelajari dan didiskusikan secara detil sehingga peserta dapat memperoleh pengetahuan mendasar, pengalaman, tehnik dan metode serta alat yang tepat untuk mengelola setiap tahapan proyek.

TUJUAN Audit Manufacture Company

Pada akhir training diharapkan peserta memiliki pengetahuan dan keahlian untuk:

  • Mengembangkan tim manajemen proyek yang solid dan berkinerja tinggi
  • Menyusun rencana dan program untuk mengelola proyek
  • Menyusun anggaran dan menyediakan pembiayaan proyek
  • Mengelola dan menjalankan strategi yang tepat atas resiko proyek
  • Mengidentifikasi peluang dan ancaman serta menilai bobotnya dalam proyek
  • Menyusun strategi untuk merespons resiko umum proyek
  • Mengendalikan dan menyelesaikan proyek
  • Memahami dan menguasai manajemen kualitas Teknologi Informasi
  • Menguasai Sistem Informasi Manajemen Proyek
  • Menemukan solusi untuk semua masalah yang berkaitan dengan proyek

 

SILABUS Audit Manufacture Company

  1. Memahami Manajemen Proyek
    • Memahami Komponen Proyek
    • Memahami Hubungan Antara Komponen Proyek
    • Menguasai Berbagai Jenis Struktur Organisasi
    • Mengembangkan Metodologi Program dan Portfolio
    • Mengenal Berbagai Peran di Manajemen Proyek dan Project Management Office (PMO)
  2. Memahami dan Menguasai Project Management Body of Knowledge (PMBOK)
    • Memahami PMBOK
    • Mengenal Hubungan Manajemen Proyek Dengan Disiplin Ilmu Lain
    • Memahami Konteks Manajemen Proyek
    • Memahami Profesi dan Area Manajemen Proyek
  3. Menginisiasi Proyek Teknologi Informasi
    • Memahami Fondasi Proyek Teknologi Informasi
    • Mengenali Aspek Kebutuhan Proyek
    • Menyusun Perjanjian Kerjasama
    • Menyiapkan Persetujuan PST
    • Menguasai Proses Inisiasi Proyek Berdasarkan PMBOK
  4. Merencanakan Proyek Teknologi Informasi
    • Mengelola Integrasi Antar Proyek
    • Mengelola Ruang Lingkup dan Waktu Pengerjaan Proyek
    • Mengelola Biaya Proyek
    • Mengkomunikasikan Rencana Proyek
    • Menilai Rencana Proyek
  5. Mengeksekusi dan Mengendalikan Proyek Teknologi Informasi
    • Mengeksekusi dan Mengawasi Process Group
    • Mempersiapkan Peluncuran Proyek
    • Mengelola Komunikasi Proyek
    • Membuat Laporan Status Proyek
  6. Menyelesaikan dan Menutup Proyek
    • Mengenal Tujuan Penyelesaian Proyek
    • Mengenal Aktivitas Penyelesaian Proyek
    • Mendesain Kriteria Penyelesaian
    • Mengadakan Rapat Penyelesaian Proyek
    • Memahami Bagaimana Menutup Proyek
  7. Memahami Manajemen Kualitas Teknologi Informasi
    • Merencanakan Kualitas
    • Melakukan Pengendalian Kualitas
    • Memastikan Kualitas
    • Mengelola Kualitas Teknologi Informasi
    • Membuat Rencana Manajemen Kualitas Teknologi Informasi
  8. Mengelola Resiko Teknologi Informasi
    • Memahami Prinsip Manajemen Resiko
    • Mengetahui Proses Manajemen Resiko
    • Menguasai Pembuatan Contingency Plan
    • Membuat Rencana Pengelolaan Resiko Teknologi Informasi (IT-RMP)
  9. Mengelola Sumber Daya Manusia
    • Memahami Pentingnya Soft Skill, Hard Skill, Managerial Serta Leadership Skill
    • Mengembangkan Suasana Proyek Yang Kondusif
    • Menciptakan Budaya Kerja yang Efisien dan Efektif
  10. Menguasai Sistem Informasi Manajemen Proyek
    • Memahami Best Practice di Manajemen Proyek (PMIS)
    • Menguasai Arsitektur PMIS
    • Memilih dan Menguasai Piranti Lunak PMIS

PHPL, SVLK dan CoC : Audit Internal

Materi Training Audit Internal PHPL, SVLK dan CoC 

Materi Pelatihan yang akan disampaikan mencakup sebagai berikut :

Persyaratan persyaratan PHPL/SFM, SVLK dan CoC

  • Prinsip Prinsip PHPL/SFM, SVLK dan CoC
  • Pemahaman per Kriteria Dan Indiikator PHPL/SFM, SVLK dan CoC

Pengenalan Peraturan dan Perundang-undangan terkait PHPL/SFM, SVLK dan CoC

  • Peraturan terkait Perijinan
  • Peraturan terkait Pengelolaan Lingkungan
  • Peraturan Terkait K3

Dasar Dasar Audit   Internal

  • Pengertian audit
  • Isitlah istilah dalam Audit
  • Prinsip Audit
  • Tahapan Audit
  • Prosedur audit

Perencanaan audit  Internal

  • Penyusunan Program audit
  • Pembentukan tim
  • Uraian tugas auditor
  • Penyusunan daftar periksa/cheklist
  • Penyusunan Rencana audit
  • Studi kasus perencanaan audit

Pelaksanaan audit  Internal

  • Tahapan audit
  • Teknik  audit
  • Teknik wawancara
  • Teknik Pemeriksaan data/dokumen
  • Teknik Pemeriksaan lapangan
  • Teknik Pengamatan kegiatan
  • Teknik Pengujian
  • Penulisan Hasil audit
  • Studi kasus

Tindak Lanjut Audit  Internal

  • Penulisan Tindakan Koreksi
  • Penulisan Laporan Audit
  • Pelaksanaan tindakan koreksi
  • Pemantauan hasil Tindakan Koreksi
  • Verifikasi hasil Tindakan Koreksi
  • Validasi hasil tindakan koreksi
  • Studi kasus

Test Awal (pre test)

  • Tujuan untuk mengetahui kondisi awal wawasan dan pengetahuan awal setiap peserta, mengukur beberapa kesenjangan pengetahuan peserta, dimana dapat menjadi bahan pembahasan  selama pelatihan
  • Diberikan soal berupa 10 soal, terdiri dari soal memilih (multiple Choice) dan soal essay (jawaban terbuka)

Test Akhir (Post test)

  • Tujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan peserta (penyerapan) terhadap materi pelatihan yang telah disampaikan  dan  tingkat efektivitas hasil pelatihan
  • Diberikan soal berupa 20 soal, terdiri dari soal memilih (multiple Choice) dan soal essay (jawaban terbuka)

Manajemen Audit

Latar Belakang Training Manajemen Audit

Hal lain yang tidak bisa dipisahkan dari safety program adalah safety audit. Safety audit sangat penting untuk melihat sampai sejauhmana kesesuaian antara program dengan pelaksanaan di lapangan, agar program yang baik tersebut tidak hanya menjadi encana kosong. Jika ditemukan ketidaksesuaian (non conformity) maka area terkait bisa segera mengambil tindakan perbaikan agar program selalu berjalan sesuai perencanaan. Guna menunjang terselenggaranya safety audit yang baik maka diperlukan tenaga –tenaga yang terampil mengenai teknik audit itu sendiri., agar audit dapat terselenggara dengan terarah dan sesuai mekanisme sebagaimana mestinya.Seorang Safety Internal Auditor yang baik, ia akan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik bilamana ia dibekali oleh pengetahuan dan keterampilan yang baik tentang tugas dan fungsi seorang auditor. Oleh karena itu pembekalan melalui pelatihan bagi para calon auditor internal, khususnya internal auditor bidang safety bias berjalan dengan baik. Ia harus memahami mengenai proses audit itu sendiri, termasuk persiapan – persiapan yang harus dilakukan sebelum audit dilaksanakan. Begitupun dengan pemahaman psikologi sebagai seorang auditor dan orang – orang yang akan di audit (auditee).



Manfaat Training Manajemen Audit

  • Memahami proses audit safety secara comprehensive, sehingga proses audit safety bisa berjalan sebagaimana mestinya dengan memperhatikan siklus audit itu sendiri.
  • Mampu membuat persiapan audit dan melaksanakan audit itu sendiri dengan mem pertimbangkan berbagai hal seperti check list audit, schedule, psikologi auditee, sampai pada monitoring / follow up atas temuan yang diperoleh selama audit berlangsung.

Materi Bahasan Training Managemen Audit

  • Pengertian Safety Internal Auditor
  • Proses Audit Internal
  • Siklus Audit
  • Persiapan Audit
  • Audit dengan Pendekatan Proses
  • Teknik dan Keterampilan audit
  • Psikologi Auditee dan Auditor
  • Audit Schedule
  • Audit Check List
  • Pelaksanaan Audit
  • Pembuatan & Follow up Laporan Hasil Audit

Internal Control

Deskripsi Training Internal Control 

Memahami basic internal control berdasarkan definisi menurut The American Institute of Certified Public Accountant bahwa internal control terdiri dari struktur organisasi dan metode kordinasinya, mengamankan penjagaan asset organisasi, mengecek keakuratan, reliabilitas dan kelayakan data akunting, eficiency serta menekankan agar sesuai dengan aturan organisasi.

Pelatihan ini akan dibawakan menggunakan pendekatan experiential learning, yaitu bagaimana peserta akan mendapatkan teori dasar dari Internal Control, kemudian memahami metode yang efektif dan tools yang bisa digunakan melalui pengalaman instruktur dan peserta lainnya.

Outline Training Internal Control 

  1. What  Internal Control is
  2. Case study on how to set up an organization based on  Internal Control principle
  3. Case study on how to set up coordinated method based on  Internal Control principle
  4. Case study Case study on how to check accuracy, reliability  and fairness on accounting data
  5. Case study Case study on how  to check efficiency
  6. Case study on how  to to push to be comply with rule and regulation
  7. Case study on Potential Problem Analysis and how to set up Contingency Plan as part of  how to save guard the assets of the Organization
  8. Case study  on  Task and Relationship Behavior  as part of  the means to be comply with rule and regulation

Beginning Auditor

Deskripsi Training Beginning Auditor

Kegiatan audit merupakan proses yang kompleks yang meliputi berbagai macam keahlian, lintas disiplin dan tanggungjawab. Saat ini auditor menghadapi permintaan yang meningkat dikarenakan peraturan-peraturan dan harapan dari klien. Seorang auditor harus menyediakan kecukupan dokumen untuk kinerja perusahaan  dan melakukannya tepat waktu. Kuatnya sisi baik secara teknis maupun secara etis merupakan hal dasar dalam suksesnya kegiatan audit. Pelatihan ini membahas mengenai keahlian-keahlian apa saja yang harus dimiliki oleh seorang auditor baru.

 

Tujuan Training Beginning Auditor

  1. Peserta mengetahui peraturan dan tanggung jawab sebagai auditor yang baru
  1. Peserta memahami prinsip-prinsip dalam kegiatan audit
  2. Peserta mampu berkomunikasi secara efektif dengan auditee
  3. Peserta mengetahui landasan pengetahuan dalam kegitan audit
  4. Pesrta mampu membuat laporan audit dan mengumpulkan bukti audit

 

Materi Training Beginning Auditor

  1. 6 Prinsip Penting Dalam Audit Internal dan Eksternal
  2. Memastikan kegiatan audit menambah nilai suatu organisasi
  3. Peraturan dan Tanggung jawab Auditor
  4. Mengatur Tujuan Audit, Ruang Lingkup dan Kriteria
  5. Perencanaan Audit
  6. Opening Meeting and Closing Meeting
  7. Bagaimana mengumpulkan bukti audit yang efektif
  8. Cara terbaik untuk berkomunikasi dengan auditee
  9. Bagaimana menulis laporan audit dan memberikan umpan balik yang berarti bagi klien

 

AUDIT INTERNAL ISO/IEC 17020: 2012

Outline Audit Internal ISO/IEC 17020: 2012:

  1. Review Prinsip-Prinsip persyaratan manajemen & teknis IEC/ ISO 17020: 2012.
  2. Pengetahuan tentang audit mutu.
  3. Persyaratan & kode etik auditor mutu.
  4. Prinsip-prinsip audit & penyusunan program audit.
  5. Kompetensi dan evaluasi auditor mutu.
  6. Prosedur audit dan kegiatan audit.
  7. Praktek audit mutu laboratorium.
  8. Laporan hasil audit & tindak lanjutnya.

Pelatihan Pengawas Operasional Pertama pada Pertambangan (POP) – Sertifikat Departemen ESDM

DESCRIPTION

Kegiatan usaha pertambangan bila dari awal tidak dilakukan persiapan peningkatan SDM melalui pendidikan dan pelatihan sektor pertambangan, maka dikhawatirkan dapat memberikan arah penanganan yang keliru sehingga berakibat pada dampak yang tidak diharapkan bersama dalam pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan di lapangan. Kegiatan pelatihan Pengawas Operasional Pertama (POP) merupakan persiapan awal bagi para pelaku yang terlibat langsung dalam pengawasan internal pada sektor usaha pertambangan khususnya mineral dan batubara, untuk sama-sama berkiprah, berperan dalam memberikan pemikiran dan tindakan nyata dalam mencapai kegiatan penambangan yang baik dan benar.
Pelatihan POP merupakan awal dari pelatihan Pengawas Operasional, dikarenakan setelah POP ini masih terdapat pelatihan lanjutan yaitu POM (Pengawas Operasional Madya) dan POU (Pengawas Operasional Utama). Pelatihan POP sdh seharusnya dilakukan karena semakin ke depan, dunia pertambangan batubara dihadapkan pada permasalahan-permasalahan yang cukup pelik dan rumit dan perlu penegasan komitmen bersama dalam merealisasikan kegiatan penambangan yang baik dan benar (Good Mining Practice).
Untuk itu pemerintah telah menetapkan kebijakan melalui keputusan Dirjen Geologi dan Sumber Daya Mineral No. 0228.K/40/DJG/2003 tentang Kompetensi Pengawas Operasional pada perusahaan pertambangan mineral dan batubara serta panas bumi untuk dilakukan uji kompetensi bagi pengawas operasional. Pada pasal 3 Keputusan tersebut jenjang yang harus ditempuh mulai dari pemenuhan kompetensi bagi pengawas operasional pertama.
Sehubungan dengan hal tersebut Kami  sebagai perusahaan konsultan yang bergerak di bidang pengembangan Sistem Quality, Health, safety and Environment (QHSE) menawarkan program “Pelatihan Pengawas Operasional Pertama pada Pertambangan (POP)” bekerja sama dengan Dirjen Minerba pada Departemen Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jakarta dan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Mineral dan Batubara (PPTM) Bandung.



TUJUAN:

Setelah mengikuti pelatihan POP ini peserta dapat memahami bagaimana menjadi seorang Petugas Pengawas Operasional Pertambangan yang mempunyai kompetensi yang baik di bidang pertambangan.


POP COURSE CONTENT

1. Dasar-Dasar K3
2. Peraturan K3 Pertambangan Umum
3. Teknik Pembuatan JSA dan SOP
4. Teknik Inspeksi dan Pangamatan
5. Teknik Pemeriksaan Kecelakaan dan Pelaporan
6. Teknik Safety Talk
7. Tanggap Darurat (pencegahan dan pengendalian kebakarab, & P3K)
8. Tanggung Gugat Manajer Operasional Pertama

Pengujian Batubara

COURSE DESCRIPTION Pengujian Batubara

Pengujian Batubara pada umumnya mengacu pada standar ASTM (American Socienty for Testing and Material). Pengujian batubara terdiri dari dua hal yaitu persiapan sampel sampai sampel siap dianalisis dan pengujian parameter dari karakteristik Batubara.

Sampel batubara tersebut harus diuji dan dianalisa untuk mengetahui kualitasnya. Analisa dan uji tersebut menjadi sangat penting karena tidak semua konsumen meminta kualitas batubara yang sama, sebab untuk kegunaan yang berbeda kualitas batubara berbeda juga.

Secara umum penentuan kualitas batubara untuk Analisis Batubara meliputi : Analisis Proksimat (kadar air, abu, zat terbang dan karbon padat), Analisis Ultimat, (kadar karbon, hidrogen, sulfur dan oksigen), Nilai kalor, komposisi abu batubara dan titik leleh abu batubara. Sedangkan untuk Pengujian Batubara terdiri dari : TGS (true specific gravity), HGI (hardgrove grindability index), FSI (Free swelling index) dan Gray king Assay (sifat kokas).



COURSE OUTLINE Pengujian Batubara

  • Pengenalan batubara:
    • Pengertian batubara,
    • Genesa batubara,
    • Sebaran dan produksi batubara di Indonesia.
  • Analisis kimia batubara:
    • Analisis Proksimat,
    • Analisis kadar air,
    • Analisis kadar zat terbang (volatile matter).
  • Analisis karbon padat (fixed carbon), perhitungan:
    • Analisis Ultimate,
    • Analisis kadar karbon,
    • Analisis kadar hydrogen,
    • Analisis kadar Nitrogen,
    • Analisis kadar oksigen (perhitungan).
  • Nilai kalor:
    • Nilai kalor gross,
    • Nilai kalor net.
  • Dasar pelaporan hasil analisis:
    • Air dried basis (adb),
    • As received (AR),
    • Dry ash free (DAF),
    • Dry mineral matter free (DMMF).
  • Klasifikasi batubara:
    • ASTM,
    • Internasional,
    • Peraturan pemerintah No 45 Tahun 2003.
  • Analisis komposisi abu Batubara:
    • Analisis SiO2, AI2O3, Fe2O3, TiO2, Mn3O4, CaO, MgO, Na2O, K2O, P2O3, SO3 dan hilang bakar (LOI)
  • Analisis petrografi batubara (maseral).
  • Pengujian batubara:
    • TGS (true sp gravity),
    • HGI (hardgrove grindability index),
    • FSI (free swelling index),
    • Gray King Assay (sifat kokas).
    • Pengujian Laboratorium

PEMELIHARAAN POMPA LUMPUR

TRAINING DESCRIPTION PEMELIHARAAN POMPA LUMPUR

Pompa lumpur memiliki fungsi vital dalam fungsinya sebagai alat sirkulasi utama pada operasi pemboran. Tidak dapat dipungkiri apabila keberadaannya menjadi hal yang sangat membutuhkan perhatian. Oleh karenanya perlu diperhatikan mengenai cara pengoperasian dan penerapan  pemeliharaan yang tepat agar pompa memiliki umur pakai lebih lama. Penggunaan peralatan yang tepat dalam segi pengoperasian dan disesuaikan dengan fungsinya akan meningkatkan umur pakai dari peralatan tersebut. Di samping itu, untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam penggunaannya, seperti halnya peralatan yang lain, pompa lumpur harus memperoleh perawatan dan pemeliharaan yang memadai. Pemeliharaan pada pompa ini meliputi pemeliharaan pada saat operasi dilaksanakan maupun sedang dalam kondisi idle.

 

TRAINING  OUTLINES PEMELIHARAAN POMPA LUMPUR

  1. Interpretasi data & informasi Pompa
  2. Sistem operasi pompa
  3. Fungsi bagian-bagian pompa  : Liner, Piston, Piston rod, Liner cover, Discharge valve, Packing, Suction dampener, Discharge line, Discharge  pulsation  dampener, Discharge valve manifold, Pressure relief valve, Suction line, Charging pump.
  4. Pemeliharaan pompa  : Preventive maintenance, Scheduled maintenance, Breakdown maintenance
  5. Gangguan operasi dan cara penanganannya  :
  6. Tekanan dan kapasitas pompa berkurang
  7. Pompa tidak bisa menghisap cairan
  8. Beban pompa terlalu berat
  9. Getaran pompa yang berlebihan

BATUBARA : STOKPILE & BLENDING MANAGEMENT BATUBARA

DESCRIPTION

Batubara merupakan bahan bakar padat yang penting dalam berbagai macam industri, baik digunakan sebagai sumber energi (disebut steaming coal) untuk pembangkit tenaga listrik, maupun untuk industri ekstraksi logam (penggunaan kokas metalurgi sebagai reduktor dalam industri baja).

Berbeda dengan mineral logam, batubara bisa mempunyai karakteristik atau kualitas yang berbeda dari suatu tempat ke tempat lainnya. Pemanfaatan batubara sangat tergantung pada kualitas dari batubara tersebut. Ada sekitar 10 atau lebih parameter penentu kualitas batubara, beberapa yang penting misalnya kadar abu, titik leleh abu, kelembaban, kadar belerang, kadar zat terbang. Walaupun ada sekitar 10 atau lebih parameter penentu kualitas batubara namun dalam pemanfaatannya tidak semua parameter dijadikan patokan, tetapi hanya sebagian parameter yang persyaratannya harus dipenuhi sesuai dengan kebutuhan pemanfaatannya.

Untuk dapat memenuhi permintaan konsumen, maka produsen batubara biasanya mendirikan instalasi preparasi dan pencucian batubara, yang tujuan utamanya agar kualitas batubara yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan pasar. Akan tetapi banyak juga Perusahaan yang tidak melakukan proses pencucian batubara, namun hanya melakukan operasi kominusi pada preparasi batubara kemudian untuk memenuhi kualitas sesuai permintaan pasar perusahaan hanya melakukan pencampuran beda kualitas (blending). Blending dapat dilakukan sebelum proses preparasi dengan mengatur pola penimbunan atau dilakukan pada terminal coal area, sehingga diperlukan pengetahuan manajemen timbunan (stockpile management).

Stockpile Management berfungsi sebagai penyangga antara pengiriman dan proses. Sebagai sediaan strategis terhadap gangguan yang bersifat jangka pendek atau jangka panjang. Stockpile juga berfungsi sebagai proses homogenisasi dan atau pencampuran batubara untuk menyiapkan kualitas yang dipersyaratkan. Disamping tujuan di atas di stockpile juga digunakan untuk mencampur batubara supaya homogenisasi bertujuan untuk menyiapkan produk dari satu tipe material dimana fluktuasi di dalam kualitas batubara dan distribusi ukuran disamakan.



OUTLINE TRAINING STOKPILE & BLENDING MANAGEMENT BATUBARA

  • Pengenalan Batubara:
    • Pengertian batubara,
    • Genesa batubara,
    • Sebaran dan produksi batubara di Indonesia.
  • Parameter kualitas batubara:
    • Komponen batubara,
    • Analisis dan pengujian batubara,
    • Dasar pelaporan.
  • Blending batubara
    • Teori dan Perhitungan Blending
    • Prioritas perhatian untuk melakukan/memutuskan Blending
    • Metode Pelaksanaan Pencampuran Batubara
  • Penimbunan batubara:
    • Manajemen penimbunan batubara,
    • Pemilihan lahan.
  • Swa bakar batubara:
    • Pengertian Swa bakar,
    • Penanggulangan swa bakar pada timbunan.

CCT : Clean Coal Technology

OVERVIEW TRAINING CCT

Penggunaan batubara sebagai bahan bakar langsung terutama pada pembangkit listrik, saat ini meningkat dengan pesat seiring dengan semakin meningkatnya kebutuhan listrik karena meningkatnya tingkat kehidupan. Namun, penggunaan batubara yang tidak tepat akan menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan. Oleh karena itu, teknologi batubara bersih perlu untuk diketahui dan disebar luaskan untuk meningkatkan penggunaan batubara yang cadangannya di Indonesia cukup melimpah.

Teknologi batubara bersih dapat dilakukan sebelum, saat dan setelah proses pembakaran batubara berlangsung. Teknologi batubara bersih sebelum pembakaran meliputi pengolahan batubara untuk mendapatkan batubara bersih melalui proses penurunan kadar air, kadar abu dan belerang serta pengotor lainnya ataupun melalui proses konversi, yaitu merubah batubara kedalam bentuk gas (gasifikasi) atau cair (likuifaksi). Teknologi batubara bersih saat pembakaran berlangsung berupa pemilihan peralatan pembakaran batubara, misalnya low Nox burner, fluidized bed, dll. Penangkapan polutan merupakan teknologi batubara bersih setelah batubara tersebut dibakar.



OUTLINE TRAINING CCT

  • Pengenalan Batubara
  • Genesa batubara
  • Parameter kualitas batubara
  • Teknologi pembakaran batubara
  • Tahap-tahap pembakaran batubara
  • Limbah pembakaran batubara (gas dan padatan)
  • Konsep teknologi batubara bersih
  • Unsur pengotor dalam batubara
  • Dampak negatif terhadap lingkungan
  • PP tentang Lingkungan hidup (Sox, Nox, partikulat. Limbah B3)
  • Dampak pemanfaatan batubara terhadap lingkungan (hujan asam, ISPA, pemanasan global)
  • Jenis-jenis teknologi batubara bersih
  • Peningkatan kualitas batubara
  • Teknologi pembakaran yang diterapkan
  • Teknologi konversi batubara
  • Penangkapan polutan (De Sox/FGD, EP, CCS, De Nox)

GOOD MINING PRACTICE

COURSE DESCRIPTION GOOD MINING PRACTICE

Di era Globalisasi dan Reformasi saat ini, beberapa perubahan tuntutan sudah menjadi kewajiban kita untuk diperhatikan dalam melaksanakan aktifitas pembangunan. Beberapa perubahan tuntutan tersebut antara lain adalah dengan adanya tuntutan :

  • Pembangunan yang harus berkelanjutan (sustainable development)
  • Mengikuti perkembangan teknologi
  • Mengikuti era globalisasi yang semakin terbuka dan maju teknologi informasinya
  • Efisiensi
  • Hak Azasi Manusia dan jaminan keamanan
  • Peran serta (partisipasi masyarakat.

Tuntutan-tuntutan tersebut tidak terkecuali wajib diperhatikan dalam kita melaksanakan aktifitas/ kegiatan di dunia pertambangan, dimana dalam melaksanakan aktifitas pertambangan tersebut kita harus melaksanakannya secara baik dan benar.

Atas dasar tuntutan-tuntutan tersebut di atas, maka industri pertambangan wajib melakukan Praktek Pertambangan Yang Baik dan Benar (Good Mining Practice) yang secara umum adalah suatu kegiatan pertambangan yang mentaati aturan, terencana dengan baik, menerapkan teknologi yang sesuai yang berlandaskan pada efektifitas dan efisiensi, melaksanakan konservasi bahan galian, mengendalikan dan memelihara fungsi lingkungan, menjamin keselamatan kerja, mengakomodir keinginan dan partisipasi masyarakat, menghasilkan nilai tambah, meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan masyarakat sekitar serta menciptakan pembangunan yang berlanjutan.

COURSE OUTLINE GOOD MINING PRACTICE

  • Peraturan perundangan dan perizinan
  • Teknis Pertambangan yang baik dan benar
  • Keselamatan dan kesehatan kerja pertambangan
  • Lindung lingkungan pertambangan
  • Ekolabel dan implikasi konsep baru pertambangan
  • Peningkatan nilai tambah pertambangan
  • Standardisasi pertambangan
  • Perencanaan Penutupan tambang

Air Asam Tambang

COURSE DESCRIPTION Air Asam Tambang

          Dalam proses penambangan terdapatproses penyingkiran batuan penutup (overburden), ketika bijih ditambang dan batuan penutupyang mengandung sulfida terpapar terhadap alam terbuka, maka air, oksigen dan bakteri yang berada di alam bereaksi hingga berpotensi menimbulkan larutan asam belerang. Air asam tersebut dapat melarutkan logam yang terkandung di dalam batuan penutup dan menimbulkan dampak lingkungan yang buruk terhadap saluran air apabila tidak dikelola dengan baik. Proses tersebut dikenal dengan nama air asam tambang (AAT).

Air Asam Tambang atau disebut juga Acid Mine Drainage (AMD), yang disebut juga Acid Rock Drainage (ARD) terjadi sebagai akibat proses fisika dan kimia yang cukup kompleks yang melibatkan beberapa faktor dalam kegiatan pertambangan. Air ini terjadi akibat pengaruh oksidasi alamiah mineral sulfida (mineral belerang) yang terkandung dalam bantuan yang terpapar selama penambangan. Perlu diketahui, air asam sebenarnya tidak saja terbentuk akibat kegiatan penambangan saja. Bahkan, setiap kegiatan yang berpotensi menyebabkan terbuka dan teroksidasinya mineral sulfida, akan menyebabkan terbentuknya air asam. Beberapa kegiatan seperti pertanian, pembuatan jalan dan drainase, dan pengolahan tanah lainnya pada areal yang mengandung mineral belerang, tentu akan menghasilkan air asam. Karakteristik pun sama dengan air asam tambang.

Mengingat bahaya dari AAT ini terhadap lingkungan, maka perlu dilakukan upaya pencegahan dan penanganan AAT secara terpadu. Salah satunya melalui kegiatan pelatihan yang sangat penting untuk diikuti perusahaan pertambangan dan kontraktor di bidang pertambangan.

 

TUJUAN  PELATIHAN Air Asam Tambang

  • Mengetahui bioteknologi terbaru dan efiesien dalam pengelolaan air asam tambang dan logam berat
  • Mengetahui perkembangan terbaru dalam memprediksi air asam tambang
  • Mengetahui teknik, desain dan operasional fasilitas dalam penerapanteknologi, bioremediasi dan phytoremediasi pada area dan aliran yang terkontaminasi logam berat dan air asam tambang

COURSE OUTLINE Air Asam Tambang

  • Terbentuknya air asam tambang dalam aktivitas pertambangan
  • Bioteknologi terbaru dan efisien dalam pengelolaan AAT dan logam berat
  • Perkembangan terbaru dalam memprediksi AAT
  • Alternatif pengelolaan limbah dan pencegahan dari AAT
  • Desain dan Operasional fasilitas dalam penerapan bioremediasi dan Phytoremediasi pada area yang teraliri Logam Berat
  • Bioteknologi dalam mendetoxifikasi limbah yang terkontaminasi mercuri

PENGUJIAN BATUBARA

Seminar/Conference Description Pengujian Batubara

Pengujian Batubara pada umumnya mengacu pada standar ASTM (American Socienty for Testing and Material). Pengujian batubara terdiri dari dua hal yaitu persiapan sampel sampai sampel siap dianalisis dan pengujian parameter dari karakteristik Batubara.

Sampel batubara tersebut harus diuji dan dianalisa untuk mengetahui kualitasnya. Analisa dan uji tersebut menjadi sangat penting karena tidak semua konsumen meminta kualitas batubara yang sama, sebab untuk kegunaan yang berbeda kualitas batubara berbeda juga.

Secara umum penentuan kualitas batubara untuk Analisis Batubara meliputi : Analisis Proksimat (kadar air, abu, zat terbang dan karbon padat), Analisis Ultimat, (kadar karbon, hidrogen, sulfur dan oksigen), Nilai kalor, komposisi abu batubara dan titik leleh abu batubara. Sedangkan untuk Pengujian Batubara terdiri dari : TGS (true specific gravity), HGI (hardgrove grindability index), FSI (Free swelling index) dan Gray king Assay (sifat kokas).

 

Course Outline Pengujian Batubara

  • Pengenalan batubara:
    • Pengertian batubara,
    • Genesa batubara,
    • Sebaran dan produksi batubara di Indonesia.
  • Analisis kimia batubara:
    • Analisis Proksimat,
    • Analisis kadar air,
    • Analisis kadar zat terbang (volatile matter).
  • Analisis karbon padat (fixed carbon), perhitungan:
    • Analisis Ultimate,
    • Analisis kadar karbon,
    • Analisis kadar hydrogen,
    • Analisis kadar Nitrogen,
    • Analisis kadar oksigen (perhitungan).
  • Nilai kalor:
    • Nilai kalor gross,
    • Nilai kalor net.
  • Dasar pelaporan hasil analisis:
    • Air dried basis (adb),
    • As received (AR),
    • Dry ash free (DAF),
    • Dry mineral matter free (DMMF).
  • Klasifikasi batubara:
    • ASTM,
    • Internasional,
    • Peraturan pemerintah No 45 Tahun 2003.
  • Analisis komposisi abu Batubara:
    • Analisis SiO2, AI2O3, Fe2O3, TiO2, Mn3O4, CaO, MgO, Na2O, K2O, P2O3, SO3 dan hilang bakar (LOI)
  • Analisis petrografi batubara (maseral).
  • Pengujian batubara:
    • TGS (true sp gravity),
    • HGI (hardgrove grindability index),
    • FSI (free swelling index),
    • Gray King Assay (sifat kokas).

Cost Accounting & Control Perusahaan

OUTLINE Cost Accounting & Control Perusahaan

  • COST ACCOUNTING
    a. Konsep Akuntansi Biaya
    b. Tujuan Dan Pengaruh Akuntansi Biaya
  • MINING OPERATIONAL CYCLE
    Eksplorasi.Evaluasi, Pengembangan, Produksi.Closure Dan Kewajiban Rehabilitasi
  • TAHAPAN PRODUKSI PERTAMBANGAN
    a. Penentuan Waktu Tahapan Produksi
    b. Pengeluaran-Pengeluaran Pada Tahapan Produksi
  • BIAYA-BIAYA PRODUKSI PERTAMBANGAN – PENGELUARAN RIIL
    a. Pengupasan Lapisan Tanah Selama Masa Produksi.
    b. Pengambilan Bahan Galian.
    c. Pencucian Bahan Bahan Galian.
    d. Pengangkatan Bahan Galian.
    e. Pengelolaan Lingkungan Hidup.
  • BIAYA-BIAYA PRODUKSI PERTAMBANGAN – AMOR TISASI PENANGGUHAN BIAYA
    a. Biaya Eksplorasi Dan Pengembangan Tangguhan.
    b. Biaya Pengelolaan Dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan.
    c. Taksiran Biaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Akibat Kegiatan Produksi Tambang.
  • KAPITALISASI BIAYA KE ASSET PERTAMBANGAN
    a. Direct Cost & Overhead Cost
    b. Non Direct Dan Overhead Cost
  • DEPRESIASI DAN AMORTISASI – ASSET BERWUJUD DAN TIDAK BERWUJUD.
  • COST ALLOCATION
  • JOINT PRODUCT DAN BY PRODUCT UNTUK PERSEDIAAN PERTAMBANGAN.
  • PPN INDUSTRI PERTAMBANGAN.
  • COST CONTROL

Penyusunan Laporan Keuangan, PSAK IFRS

OUTLINE TRAINING Penyusunan Laporan Keuangan, PSAK IFRS

  1. Laporan Keuangan Perusahaan Pertambangan
  2. Struktur dan Karateristik Laporan Keuangan
  3. Pengakuan Biaya pada Tahap Pra Operasional.
  4. Pengakuan Biaya pada Tahap Produksi dan Kontruksi
  5. Corperate Sosial & Enviromental Liabilites
  6. Sewa (Leasing)
  7. Aset Tetap & Asset Tak Berwujud
  8. Inventories – Cost Capitalized.
  9. Pendapatan :
  10. Valuta Asing.
  11. Peristiwa Setelah Periode Laporan yang Memerlukan Penyesuaian.
  12. Borrowing Cost.
  13. PPh Pasal 21 dan Royalti pada Pertambangan
  14. Akuntansi Minyak dan Gas Bumi

BASIC SURFACE SAFETY SYSTEM

OBJECTIVE TRAINING SURFACE SAFETY SYSTEM

Setelah menyelesaikan training ini diharapkan peserta dapat :

  • Memahami prinsip-prinsip dasar dan berbagai peraturan tenang K3L untuk pelaksanaan pemboran sumur-sumur minyak, gas dan reservoir panas bumi, memproduksikannnya dan melakukan proses pengolahannya  di lapangan.
  • Melakukan diagnosis sederhana dan memengerti penyelesaian pekerjaan dalam bisnis minyak, gas atau panas bumi dengan memperhatikan unsure kesehatan, keselamat kerja dan lingkungan hidup.
  • Membuat analisis sederhana tentang berbagai kemungkinan timbulnya permasalahan gas beracun pada operasi pemboran dan produksi minyak dan gas bumi.
  • Pengetahuan tentang Peraturan Perundangan dalam K3L, Behavior Based Safety dan Implementasinya
  • K3L dalam Operasi Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi.


MATERIAL OUTLINE TRAINING SURFACE SAFETY SYSTEM

1.    Introduction  to Petroleum Reservoir Exploitation

  • Basic Drilling Engineering
  • Production Engineering
  • Surface Process Facilities

2.    Peraturan Pemerintah Tentang K3L

  • Basic Causes
  • Dasar Hukum K3PL
  • Pengawasan dan Pembinaan K3PL
  • Hasil Temuan

3.    Behavior Based Safety

  • Maksud dan Tujuan BBS
  • Peran dan Tanggung Jawab
  • Process Flow Diagram
  • Line of Fire
  • Lock Out Tag Out
  • Personal Protecticve Equipment (PPE)
  • Hazard Identification

4.    Risked Activity

  • Meghindari Line of Fire
  • Accident Iceberg
  • Behavior and Activity
  • 3 Type P3rilaku
  • 4 unsur BBS
  • Langkah-Langkah Pengamatan

5.    Gas Beracun Pada Pemboran

  • Gas Beracun
  • Penanganan Gas Beracun

6.    Pengaruh Gas Beracun pada Kesehatan

  • Maksud dan Tujuan
  • Bahaya Hazard pada Manusia
  • Ukuran Normatif

7.    The Medical Effects of Hydrogen Sulfide

  • Physical Properties
  • Chemical Properties
  • Effect o H2S to Health
  • Patophysiological Effects
  • Medical Evacuation

8.    Gas Detection Equipments

  • Sensor and Transmitter
  • Monitor
  • Alarm
  • Portable Gas Monitor
  • Personal Gas Monitor

9.    Respiratory Protection Equipments

  • Escape Unit
  • Work Line Unit
  • Rescue Unit
  • Bug Blower Unit

10.    Noise Measurement and Mapping

  • Prinsip Pengukuran
  • Metodologi Pengukuran
  • Aturan Dasar
  • Sampling Protocol Noise Dosemeter
  • Standard and Test Code
  • Noise Mapping

FORMATION DAMAGE AND WELL STIMULATION

MATERIAL OUTLINE FORMATION DAMAGE AND WELL STIMULATION :

  1. Basic Introduction of Formation Damage and Hydrocarbon Well Stimulation
    • a.    Damage caused by drilling mud
    • b.    Damage caused by production well system
    • c.    Damage caused by Well Geometry
    • d.    Well damage modeling
  2. Damage Measurement and Quantification System
    • a.    Pressure Built Up Test
    • b.    Pressure Drawdown Test
    • c.    Multirate Test
  3. Rock Mechanics and Reservoir Fluids
    • a.    Insitu Stress
    • b.    Overburden Stress
    • c.    Flow Reign and Fluid Rheology
  4. Acidizing Techniques
    • a.    Well Test basic principal
    • b.    Fluid flows in porous media
    • c.    Well Test types
  5. Acid Chemical Reaction and Reservoir Acid Rocks
    • a.    Acid reaction with Carbonate Rocks
    • b.    Acid flow to Mineral Surface
    • c.    Acid spreading into the rocks
  6. Additives in Acidizing
    • a.    Surfactant
    • b.    Corrosion Inhibitor
    • c.    Iron control
    • d.    Alcohol
    • e.    Mutual Solvent
    • f.    Clay Stabilizer
  7. Reservoir Rocks Mineralogy
    • a.    Mineral surface area
    • b.    Carbonate Rock
    • c.    Moxie Mineral
  8. Well Choosing Techniques for Acidizing
    • a.    Evaluation Model
    • b.    Transient Pressure Analysis
  9. Acidizing Calculation Examples
  10. Fluid Fracturing and its Additives
    • a.    Fluid Fracturing composition
    • b.    Basic Fluids choosing
    • c.    Other Additives
  11. Proppant
    • a.    Proppant types
    • b.    Proppant Size Specification
    • c.    Fracturing Conductivity
  12. Hydraulic Fracturing Geometric Model
    • a.    Pan American Model
    • b.    PKN and KGD Model
    • c.    Continuum Damage Mechanics Model
  13. Fracturing Pressure Analysis
    • a.    Basic Equation
    • b.    Pressure during Fracturing
  14. Frac Data
    • a.    Formation Break Down
    • b.    Step Rate Test
    • c.    Shut-In Decline Test
  15. Hydraulic Fracturing Design
    • a.    Input Data
    • b.    Hydraulic Fracturing Optimization
  16. Hydraulic Fracturing Operation Evaluation

GAS RESERVOIR, PROCESSING AND ECONOMICS ASPECTS

TRAINING INTRODUCTION AND OBJECTIVE GAS RESERVOIR, PROCESSING AND ECONOMICS ASPECTS

After participate in this course, the participants will be able and capable to :

  1. Understand the basic concept of gas handling processes and operation, and how to operate this technology in field application.
  2. Diagnostic of gas reservoir performance under actual drive mechanism and future performance with current handling processes.
  3. Analyze the production potential of reservoir under with actual handling system processes and to plan the better development processes according to reservoir capacity.
  4. Understand the fundamentals of microscopic and macroscopic aspects and phenomena of gas handling processes and operation.
  5. Understand the fundamentals of economics aspects and phenomena of gas field development, handling,  processes and operation.


TRAINING MATERIAL OUTLINE GAS RESERVOIR, PROCESSING AND ECONOMICS ASPECTS

  1. Introduction to Gas Process and Operation
  2. Gas Properties
    1. Ideal gas
    2. Real Gas
    3. Gas Formation Volume Factor
    4. Gas Compressibility
    5. Gas-Water System
    6. Gas-Condensate System
    7.  Gas Reservoir Performance
      1. Reservoir Gas Flow
      2. Gas Reserves
      3. Well Completion Effect
      4. Tight Gas Well
      5. Gas Well Testing
    8.   Gas Piping System
      1. Basic  Flow Equation
      2. Flow in Wells and Flow in Pipelines
      3. Effect of Liquids
      4. Use of Pressure Traverse Curve
      5. Liquid Removal from Gas Wells
    9. Gas Compression
      1. Type of Compressors
      2. Compressor Design
      3. Centrifugal Compressor
      4. Total System Analysis
        1. Tubing and Flow Line Effect
        2. Separator Pressure Effect
        3. Compressor Selection
    10.  Flow Measuring
      1. Orifice Metering
      2. Metering System Design
      3. Other Metering Methods
    11. Gas Condensate Reservoir
      1. Well Testing and Sampling
      2. Gas Cycling
    12. Field Operation Problems
      1. Pressure Cumulative Production Plot
      2. Hydrate Formation
      3. Sour Gas Production
      4. Corrosion Control With Inhibitors
      5. Sulfur Deposition

10. Gas Processing

  1. Field treatment of Natural Gas
  2. Gas Plant Operation
  3. Gas Dehydration
  4. Gas Sweetening

11. Economic Aspect of Gas Field development

  1. Indonesian Contracs
  2. Economic Parameters
  3. Pay Off Time
  4. Net Present Value
  5. Profit to Investment ratio
  6. Rate of Return

GMAW (GAS METAL ARC WELDING)

LATAR BELAKANG TRAINING GMAW (GAS METAL ARC WELDING)

GMAW merupakan penyambungan dua logam yang sama dalam komposisi kimianya maupun sifat mekaniknya menjadi satu dengan menggunakan elektroda yang terbuat dari logam yang pada umumnya terbuat sama dengan logam dasarnya (base metaI) dan dilindungi oleh gas pelindung. Proses pengelasan GMAW termasuk proses pengelasan semi-otomatis yang dapat dilakukan terus menerus (continous process) tanpa berhenti hingga elektroda yang tersedia habis. Proses pengelasan GMAW merupakan bagian dari proses pengelasan dengan gas pelindung (Shielded Gas Welding). Proses pengelasan GMAW dibagi atas jenis gas pelindungnya menjadi dua proses pengelasan, yaitu : Proses pengelasan MIG (Metal Inert Gas) dan proses pengelasan MAG (Metal Active Gas).

TUJUAN TRAINING GMAW (GAS METAL ARC WELDING)

Peserta di harapkan dapat mengetahui dan memahami :

  1. Prinsip dasar GMAW
  2. Perbedaan MIG dengan MAG
  3. Parameter pengelasan
  4. Desain sambungan dan posisi pengelasan
  5. Material, pemilihan elektroda dan pemeriksaan hasil lasan

 

 

CAKUPAN MATERI TRAINING GMAW (GAS METAL ARC WELDING)

TEORI :

  1. Pendahuluan
  2. Perlalatan dan mesin las
  3. Elektroda (Ferro dan Non Ferro)
  4. Gas pelindung (AArgon, Helium dan Karbon dioksida)
  5. Parameter pengelasan
  6. Karakteristik weld bead
  • Penetrasi
  • Angka deposit
  • Tampilan weld bead
  1. Posisi pengelasan
  2. Jenis sambungan
  3. Prosedur pengelasan
  4. Cacat-cacat las
  5. Studi kasus masalah porosity
  6. Keselamatan dan kesehatan kerja

PRAKTEK :

  1. Fillet weld (sambungan T)
  2. Plate weld (sambungan pelat)
  3. Tube weld (sambungan pipa)

(Posisi pengelasan sesuai dengan level yang mampu dicapai).

WELL COMPLETION AND WORK OVER

TRAINING OBJECTIVE WELL COMPLETION AND WORK OVER

Setelah menyelesaikan training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami prinsip-prinsip dasar penyelesaian sumur produksi minyak dan gas bumi (oil and gas well completion)  .
  2. Melakukan diagnosis sederhana dalam menangani problema pada sumur produksi di lapangan yang disebabkan oleh reservoir atau fasilitas produksinya.
  3. Melakukan perhitungan-perhitungan kuantitatif sederhana untuk sumur-sumur minyak yang diproduksikan dengan cara gas lift, ESP, Hydraulic/Jet Pump, Sucker Rod Pump dan PCP.
  4. Melakukan perhitungan-perhitungan kuantitatif sederhana untuk perancangan dan perancangan ulang penangan problema kepasiran di sumur produksi.

 

TRAINING MATERIAL OUTLINE WELL COMPLETION AND WORK OVER

1.    Pendahuluan

2.    Penyelesaian sumur (Well Completion)

  • Tipe-tipe penyelesaian sumur
    • a.     Tipe penyelesaian sumur berdasarkan pemasangan pipa selubung
    • b.     Tipe penyelesaian sumur berdasarkan jumlah zona produksi
  • Peralatan bawah tanah
    • a.     Pendahuluan
    • b.     Peralatan produksi bawah sumur
  • Penyelesaian sumur untuk sumur-sumur pengangkatan buatan
    • a.     Sucker Rod Pump (Pompa angguk)
    • b.     Electric Submersible Pump
    • c.     Gas lift
    • d.     Hydraulic Pump
    • e.     Pompa Jet

3.    Kerja ulang sumur (Work Over)

  • Faktor-faktor penyebab kehilangan produksi
    • a.     Problem Reservoir
    • b.     Problem mekanikal
  • Perawatan sumur
    • a.     Kerusakan Peralatan
    • b.     Masalah Parafin
    • c.     Pengendapan Scale dan Pengontrolannya
    • d.     Masalah Pasir
    • e.     Kerusakan Formasi
  • Tipe-tipe Pengerjaan Kerja Ulang Sumur
    • a.     Mengubah Zona Produksi
    • b.     Perangsangan Sumur (Well Stimulation)
    • c.     Squeeze Cementing
  • Peralatan Kerja Ulang
    • a.     Menara (Rig) Konvensional
    • b.     Unit Wireline
    • c.     Gulungan Tubing Tanpa Sambungan (Endless Tubing Coil)
    • d.     Unit Snubbing

4.    Sand Control Technology

  • Sand Control Concept
    • a.     Reason for Sand Control
    • b.     Determining Need for Sand Control
    • c.     Selecting Type of Control
    • d.     Proper Drilling and Completion
  • Gravel and Screen Selection
    • a.     Slot and Gravel Size Design
    • b.     Slotted Liners
    • c.     Screens
    • d.     Prerpacks
  • Inside Gravel Packing
    • a.     Perforation Packing
    • b.     Two Stages Methods
    • c.     Use of Viscous Carrying Fluid
    • d.     Downhole Equipment
    • e.     Type of Operation
    • f.     Sigle Stage Methods
  • Open Hole Gravel Packing
    • a.     Conventional Methods
    • b.     Special Tools and Operations
    • c.     Zone Isolation Methods
    • d.     Model Study Result
    • e.     Deviated Well Problem and Solutions
  • Consolidation
    • a.     Formation Consolidation
    • b.     Consolidation System Features
    • c.     Well Preparation and Design Factor
    • d.     Consolidated  Packs
    • e.     Water Base Systems
    • f.     Thermosetting Gravel Packs
  • Stable Arc Sand Control
    • a.     The Stable Concept
    • b.     Applying Stress for Sand Control
    • c.     Conventional Cementing Limitations
    • d.     Downhole Equipment
    • e.     Type of Operation

OIL AND GAS HANDLING FACILITIES

TRAINING OIL AND GAS HANDLING FACILITIES :

After participate in this course, the participants will be able and capable to :

  • Understand the basic concept of oil and gas handling processes and facilities, and how to operate this technology in field application.
  • Diagnostic of oil and gas reservoir performance under actual drive mechanism and future performance with current handling processes.
  • Analyze the production potential of reservoir under with actual handling system processes and to plan the better development processes according to reservoir capacity.
  • Understand the fundamentals of microscopic and macroscopic aspects and phenomena of oil and gas handling processes.

 

OUTLINE OIL AND GAS HANDLING FACILITIES :

1.  Gas Handling Facilities

  • Introduction to Gas Handling and Facilities
  • Gas Properties
    • Ideal gas
    • Real Gas
    • Gas Formation Volume Factor
    • Gas Compressibility
    • Gas-Water System
    • Gas-Condensate System
  • Gas Reservoir Performance
    • Reservoir Gas Flow
    • Gas Reserves
    • Well Completion Effect
    • Tight Gas Well
    • Gas Well Testing
  • Gas Piping System
    • Basic  Flow Equation
    • Flow in Wells and Flow in Pipelines
    • Effect of Liquids
    • Use of Pressure Traverse Curve
    • Liquid Removal from Gas Wells
  • Gas Compression
    • Type of Compressors
    • Compressor Design
    • Centrifugal Compressor
  • Total System Analysis
    • Tubing and Flow Line Effect
    • Separator Pressure Effect
    • Compressor Selection
  • Flow Measuring
    • Orifice Metering
    • Metering System Design
    • Other Metering Methods
  • Gas Condensate Reservoir
    • Well Testing and Sampling
    • Gas Cycling
  • Field Operation Problems
    • Pressure Cumulative Production Plot
    • Hydrate Formation
    • Sour Gas Production
    • Corrosion Control With Inhibitors
    • Sulfur Deposition
  • Gas Processing
    • Field treatment of Natural Gas
    • Gas Plant Operation
    • Gas Dehydration
    • Gas Sweetening

2.  Oil Handling Facilities

  • Oil Well Surface Production Equipment and Operation
    • Oil Well Equipment
    • Oil Well Production Operation
    • Well Automatic Safety Device
  • Oil Gathering System. Manifold and Flowline
    • Oil Gathering System
    • Maniflod System
    • Flow line Sizing and Design
  • Crude Oil and Gas Separation
    • Separator and Principle of Separation
    • Design of Separator
    • Oil Dehydration
  • Principles of Measurement
    • Introduction to Measurement
    • Crude Oil Measurement
    • Gas Measurement
  • Well Test
    • Introduction
    • Responsibility for Test
    • Preparation for Test
    • Types of Well Test
    • Equipment and Procedures
    • Accuracy of Fluid Measurement
    • Problem in Testing
    • Type of Test

OIL AND GAS WELLS STIMULATION BY ACIDIZING AND HYDRAULIC FRACTURING

OBJECTIVE OIL AND GAS WELLS STIMULATION BY ACIDIZING AND HYDRAULIC FRACTURING

Setelah menyelesaikan training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami latar belakang perlunya stimulasi sumur dengan cara Pengasaman  (Acidizing) dan Perekahan Hidrolik (Hydraulic Fracturing)
  2. Memahami prinsip dasar dan teori penunjang stimulasi sumur dengan cara Pengasaman  (Acidizing) dan Perekahan Hidrolik (Hydraulic Fracturing)
  3. Bisa Melakukan Perancangan dan Perencanaan Acidizing dan Fracturing
  4. Mempergunakan Grafik-Grafik dan Chart-Chart yang terdapat pada pustaka yang berkaitan dengan pelaksanaan Acidizing dan Fracturing

 

CAKUPAN MATERI TRAINING OIL AND GAS WELLS STIMULATION BY ACIDIZING AND HYDRAULIC FRACTURING

  1. Pengenalan Dasar tentang Stimulasi Sumuran Hidrokarbon dan Kerusakan Formasi (Formation Damage)
  2. Mekanika Batuan dan Fluida Reservoir
    • Insitu Stress
    • Overburden Stress
    • Regim Aliran dan Rheologi Fluida
  3. Teknik Pengasaman (Acidizing)
    • Prinsip Dasar Tes Sumur
    • Aliran Fluida Dalam Media Berpori
    • Macam-Macam Tes Sumur
  4. Reaksi Kimia Asam dan Batuan Reservoir
    • Reaksi Asam Lemah dengan Batuan Karbonat
    • Aliran Asam ke Permukaan Mineral
    • Penyebaran Asam ke dalam Batuan
  5. Additives Pada Pengasaman (Acidizing)
    • Surfactant
    • Corrosion Inhibitor
    • Iron Control
    • Alcohol
    • Mutual Solventi
    • Clay Stabilizer
  6. Mineralogi Batuan Reservoir
    • Luas Permukaan Mineral
    • Batuan karbonat
    • Mineral Moxie
  7. Teknik Pemilihan Calon Sumur Untuk Pengasaman (Acidizing)
    • Model Evaluasi
    • Analisis Tekanan Transien
  8. Beberapa Contoh Perhitungan Pengasaman (Acidizing)
  9. Fluida Perekah dan Additivenya
    • Komposisi Fluida Perekah
    • Pemilihan Fluida Dasar
    • Additive Lainnya
  10. Propant
    • Jenis Propant
    • Spesifikasi Ukuran Propant
    • Konduktivitas rekahan
  11. Model Geometri Perekahan Hidrolik
    • Model Pan American
    • Model PKN dan KGD
    • Model Continuum Damage Mechanics
  12. Analisis Tekanan Perekahan
    • Persamaan Dasar
    • Tekanan Selama Perekahan
  13. Data Frac
    • Formation Break Down
    • Step Rate Testi
    • Shut-In Decline Test
  14. Perencanaan Perekahan Hidrolik
    • Input Data
    • Optimisasi Perekahan Hidroliki
  15. Evaluasi Keberhasilan Operasi Perekahan Hidrolik
  16. Study kasus dan diskusi

PETROLEUM OPERATION MANAGEMENT FOR MANAGERS

Objective Training Petroleum Operation Management

After completing this course participants are expected to:

  • Understanding the basic principles in performing calculations on the optimization of production operations of oil wells, gas and geothermal reservoir, the implementation of production optimization is to enhance the performance of the well and field production (Enhanced Oil Recovery)..
  • Conduct simple diagnosis and understand the problem solving in the oil gas well operation.
  • Be able to create a simple analysis of the data of oil wells, gas and geothermal.  Forecasting performance and plan the development of production operations
  • Be able to conduct simple quantitative calculations from all the data acquisition, tubing, flowline, choke, perforated, gravel-packs, and subsurface safety valve in the well.  Plan the development of production based on the calculation of the production capacity of each well
  • Using the knowledge of production operations for solving well problems, such as: cementing, scaling, sand, corrosion and formation damage that may occur in oil and gas wells.
  • Understand the basic principles of production operation’s design: cementing, workover, well stimulation with acidizing and hydraulic fracturing,  and others


MATERIAL OUTLINE PETROLEUM OPERATION MANAGEMENT :

  1. The origin of Oil and Gas Reservoir  and Geologic Considerations in producing Operation
    • a.    Introduction
    • b.    Sandstone Reservoirs
    • c.    Geologic Factors Affecting Reservoir Properties in Sandstone
    • d.    Application of Geologic concepts in Specific Sandstone
    • e.    Carbonate Reservoirs
    • f.    Application of Geologic Concepts in Carbonate Reservoirs
  2. Exploration Method of Oil and Gas Reservoir
    • a.    Magnetic Method
    • b.    Gravity Method
    • c.    Seismic Method
  3. Introduction : Rotary Drilling Operations
    • a.    Steps to drilling a well
    • b.    Types of rigs
    • c.    Rig Components
    • d.    Rig Systems
  4. Mud System
    • a.    General Equations and ConceptsDiagnostic tests
    • b.    Water based muds
    • c.    Oil based muds
    • d.    Additives
    • e.    Mud handling system
  5. Cementing
    • a.    Tubing DesignFunctions of cement
    • b.    Cement Types
    • c.    Cement Additives
  6. Oil Field Tubulars and Hydraulics
    • a.    Drill string
    • b.    Casing and tubing
    • c.    Casing classification
    • d.    Stresses on casing
    • e.    Casing setting depth
    • f.    Burst and collapse calculations
    • g.    Wellheads
  7. Drilling System – Pressure Loss Calculations
    • a.    Hydrostatics
    • b.    Buoyancy
    • c.    Flow through pipes and annuli
    • d.    Flow path
    • e.    Pressure loss calculations
  8. Drilling System – Bit & Nozzles
    • a.    Hydrostatics Bit Types
    • b.    Bit Parts
    • c.    Bit Classification
    • d.    Bit Nozzles
  9. Introduction to Well Control
    • a.    Hydrostatics Definitions
    • b.    Causes of kicks
    • c.    Kick indicators
    • d.    Shut-in procedure
    • e.    Well Kill Procedures
  10. Directional Drilling
    • a.    Reasons for directional wells
    • b.    Planning Trajectory
    • c.    Kickoff Methods
    • d.    Survey Methods
    • e.    Survey Calculations
    • f.    Hole Assemblies
  11. Well Completion Design
    • a.    Factors Influencing Well Completion Design
    • b.    Conventional Tubular Configuration
    • c.    Unconventional Tubular Configurations
    • d.    Sizing Production Tubular
    • e.    Completion Interval
    • f.    Permanent Well Completions (PWC)
    • g.    Tubingless Completion
  12. Perforating Oil and Gas Wells
    • a.    Introduction
    • b.    Types of Perforators
    • c.    Evaluation of Perforator Performance
    • d.    Factors  Affecting Gun Perforating Results
    • e.    Perforating in a Clean Fluid with Differential Pressure Into Wellbore
  13. Production Logging Technology
    • a.    Introduction
    • b.    Logging Device
    • c.    Application of Through-Tubing Production logging
    • d.    Field Examples of Production Logging Techniques
    • e.    Primary Cement Evaluation
  14. Problem Well Analysis
    • a.    Problem Wells
    • b.    Problem Well Analysis Checklist
  15. Sand Control
    • a.    Introduction
    • b.    Reduction of Drag Force
    • c.    Mechanical Methods of Sand Control
    • d.    Practical Considerations in Gravel Packing
    • e.    Use of screen Without Gravel
    • f.    Resin Consolidation Methods
  16. Formation Damage
    • a.    Introduction
    • b.    Basic Causes of Damage
    • c.    Classification of Damage Mechanisms
    • d.    Reduced Absolute Permeability
    • e.    Increased Fluid Viscosity (Emulsion)
    • f.    Diagnosis of Formation Damage
  17. Acidizing
    • a.    Acid Additives
    • b.    Carbonate Acidizing
    • c.    Acidizing Techniques for Caronat Formations
    • d.    Sandstone Acidizing
    • e.    Potential Safety Hazard in Acidizing
    • f.    Acids Used in Well Stimulation
  18. Hydraulic Fracturing
    • a.    Introduction
    • b.    Mechanics of Fracturing
    • c.    Production Increase from Fracturing
    • d.    Propping the Fracture
    • e.    Frac Fluids
    • f.    Frac Job Design
    • g.    Frac Job Evaluation Techniques
  19. Scale Deposition Removal and Prevention
    • a.    Introduction
    • b.    Causes of Scale Deposition
    • c.    Prediction and Identification of Scale
    • d.    Scale Removal
    • e.    Scale Prevention
  20. Corrosion Control
    • a.    The Corrosion Process
    • b.    Detection and Measurement of Corrosion
    • c.    Corrosion Control
  21. Crude Oil and Gas Field Processing Sistem
    • a.    Separator and Principle of Separation
    • b.    Design of Separator
    • c.    Sweetening Process
    • d.    Oil and Dehydration
    • e.    Liquid Recovery Sistem
    • f.    Compression System
  22. Principles of Measurement
    • a.    Introduction to Measurement
    • b.    Crude Oil Measurement
    • c.    Gas Measurement
  23. Artificial Lift Method
    • a.    Gas Lift
    • b.    Submersible Pump
    • c.    Sucker Rod Pump
    • d.    Hydraulic Pump
  24. Enhanced Oil Recovery Process:
    • a.    Classification of EOR methods
    • b.    Description of solvent miscible processes
    • c.    Description of chemical flood proves
    • d.    Description of thermal recovery processes
    • e.    Microbial and other EOR processes
    • f.    Objectives of EOR methods
    • g.    Types of solvents and miscibility development
    • h.    Polymer, alkaline, surfactant and mecellr-polymer
    • i.    In-situ combustion, cyclic steam and steam flood
    • j.    Comparison between various EOR methods
  25. Screening Guidelines and Optimization :
    • a.    Key parameters used in reservoir screening
    • b.    Available resources and economical considerations
    • c.    Optimization parameters and criteria
    • d.    Concept of incremental recovery
    • e.    Limits on applicability of certain EOR methods
    • f.    Typical field cases of various EOR methods

PUMP SELECTION, DESIGN AND OPERATION FOR OIL AND GAS SURFACE PRODUCTION FACILITIES

TRAINING OBJECTIVES :

After participate in this course, the participants will be able and capable to :

  • Understand the basic concept of oil and gas handling with surface processes and operation facilities , and how to operate pump technology in field application.
  • Diagnostic of oil and gas flow  performance under actual pumping drive mechanism and future performance with current handling processes.
  • Analyze the production flow potential of oil and gas flow under actual handling facilities system processes and to plan the better development processes according to fluid flow capacity.
  • Understand the fundamentals of microscopic and macroscopic aspects the phenomena of oil and gas handling processes and operation with given surface facilities and pumping system.

MATERIAL OUTLINE PUMP SELECTION, DESIGN AND OPERATION :

1.    Introduction to Oil and Gas Production Operation
2.    Oil Surface Production Facilities

  • a.    Well Equipments
  • b.    Pigging System
  • c.    Separator
  • d.    Gas Scrubber
  • e.    Gas Dehydarator
  • f.    Pumps : Centrifugal, Reciprocating, Diaphragm

3.    Gas Surface Processing Facilities

  • a.    Gas Sweetening
  • b.    Heat Exchanger
  • c.    Fractionation, Liquefaction, Refrigeration System
  • d.    Compressor

4.    Pump Basic Theory

  • a.    Centrifugal Pump
  • b.    Conservation of Mass
  • c.    Specific Velocity
  • d.    Pump Performance
  • e.    Cavitations

5.    Pump Specification

  • a.    Pump Specification
  • b.    Flow Capacity
  • c.    Fluid Properties
  • d.    Head
  • e.    Net Positive Heads
  • f.    Rotation Determination and Pump Types
  • g.    Viscous Fluid Correction
  • h.    Material Selection
  • i.    Prime Movers Selection

6.    Pump Application

  • a.    Pump Installation Plan
  • b.    Pump Application Example

7.    Pump Construction

  • a.    Pump Classification by Impeller
  • b.    Pump Classification by Casing
  • c.    Pump Classification by Stage Number
  • d.    Pump Classification by Axis Position

8.    Pump Operation

  • a.    Head Capacity Curve
  • b.    Parallel and Serial Operation
  • c.    Capacity Regulator
  • d.    Water Hummer
  • e.    Surging
  • f.    Pressure Fluctuation
  • g.    Automatic Operation

9.    Pump Instalation

  • a.    Horizontal Instalation
  • b.    Vertical Instalation
  • c.    Submersible Instalation
  • d.    Pipping System
  • e.    Vibration and Noise Protection

10.    Pump Maintenance

  • a.    First Inspection
  • b.    Operation Condition Observation
  • c.    Safety Instrument
  • d.    Maintenance Management
  • e.    Overhaul

11.    Pump Trouble Shooting

  • a.    General Trouble Shooting
  • b.    Submersible Pump Trouble Shooting

Sucker Rod Pump: Design, Operation and Troubleshooting

INTRODUCTION AND OBJECTIVE SUCKER ROD PUMP :

This course teaches the skills necessary to optimize the operation, analysis and trouble shooting of rod pumping systems. It covers rod-pumping equipments (SRP).

After completing this course, you will be able to:

  • Use modern rod pump effectively to optimize rod pump systems.
  • Design the rod pump systems; compare pumping units
  • In-depth dynamometer card interpretation will enable you to diagnose and fix field problems.
  • Maintain the motor equipment, belt
  • Measure the level fluid, foaming and more
  • Many field examples will be used for practice

COURSE OUTLINE SUCKER ROD PUMP

1. Introduction

  • Rod pumping advantages and disadvantages
  • Pumping unit geometries and prime movers

2. Down hole Equipment

  • Common and special pumps and their advantages and disadvantages
  • Plungers, balls and seats, pump displacement and slippages; gas anchor design.

3. System Design

  • Types and Problems
  • Component Equipment, classification versus API
  • Constant productivity index, Vogel, and Fetkovich IPR methods
  • Guidelines for system design; tips for reducing torque and rod loading, and increasing system efficiency
  • Counter Balance, check stress rod
  • Pump Analysis (Walker and Agnew Method)

4. ROD Pump

  • Types and dimension version API
  • Coupling, Continuous sucker rod, design polo shed rod
  • Paraffin Scrapers, Rod Pull out Force

5. Dynamometer Analysis

  • Assembling
  • Interpretation, test procedures
  • Rod Load analysis, Torque Analysis and counter balance
  • Conventional Unit of Torque counter

6. Failure Control

  • Equipment Handling (Tension, Corrosion, fatigue
  • Diagram, Continuous s Rod, Storage

7. Dynagraph Interference

  • Gilbert, Gibb-Neely

8. Fishing

  • Rod Lifting Method

9. Trouble shooting

GMAW (GAS METAL ARC WELDING)

LATAR BELAKANG TRAINING GMAW (GAS METAL ARC WELDING)

GMAW merupakan penyambungan dua logam yang sama dalam komposisi kimianya maupun sifat mekaniknya menjadi satu dengan menggunakan elektroda yang terbuat dari logam yang pada umumnya terbuat sama dengan logam dasarnya (base metaI) dan dilindungi oleh gas pelindung. Proses pengelasan GMAW termasuk proses pengelasan semi-otomatis yang dapat dilakukan terus menerus (continous process) tanpa berhenti hingga elektroda yang tersedia habis. Proses pengelasan GMAW merupakan bagian dari proses pengelasan dengan gas pelindung (Shielded Gas Welding). Proses pengelasan GMAW dibagi atas jenis gas pelindungnya menjadi dua proses pengelasan, yaitu : Proses pengelasan MIG (Metal Inert Gas) dan proses pengelasan MAG (Metal Active Gas).

TUJUAN TRAINING GMAW (GAS METAL ARC WELDING)

Peserta di harapkan dapat mengetahui dan memahami :

  1. Prinsip dasar GMAW
  2. Perbedaan MIG dengan MAG
  3. Parameter pengelasan
  4. Desain sambungan dan posisi pengelasan
  5. Material, pemilihan elektroda dan pemeriksaan hasil lasan

 

CAKUPAN MATERI TRAINING GMAW (GAS METAL ARC WELDING)

TEORI :

  1. Pendahuluan
  2. Perlalatan dan mesin las
  3. Elektroda (Ferro dan Non Ferro)
  4. Gas pelindung (AArgon, Helium dan Karbon dioksida)
  5. Parameter pengelasan
  6. Karakteristik weld bead
  • Penetrasi
  • Angka deposit
  • Tampilan weld bead
  1. Posisi pengelasan
  2. Jenis sambungan
  3. Prosedur pengelasan
  4. Cacat-cacat las
  5. Studi kasus masalah porosity
  6. Keselamatan dan kesehatan kerja

WELL COMPLETION AND WORK OVER

TRAINING OBJECTIVE WELL COMPLETION AND WORK OVER

Setelah menyelesaikan training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami prinsip-prinsip dasar penyelesaian sumur produksi minyak dan gas bumi (oil and gas well completion)  .
  2. Melakukan diagnosis sederhana dalam menangani problema pada sumur produksi di lapangan yang disebabkan oleh reservoir atau fasilitas produksinya.
  3. Melakukan perhitungan-perhitungan kuantitatif sederhana untuk sumur-sumur minyak yang diproduksikan dengan cara gas lift, ESP, Hydraulic/Jet Pump, Sucker Rod Pump dan PCP.
  4. Melakukan perhitungan-perhitungan kuantitatif sederhana untuk perancangan dan perancangan ulang penangan problema kepasiran di sumur produksi.

 

TRAINING MATERIAL OUTLINE WELL COMPLETION AND WORK OVER

1.    Pendahuluan

2.    Penyelesaian sumur (Well Completion)

  • Tipe-tipe penyelesaian sumur
    • a.     Tipe penyelesaian sumur berdasarkan pemasangan pipa selubung
    • b.     Tipe penyelesaian sumur berdasarkan jumlah zona produksi
  • Peralatan bawah tanah
    • a.     Pendahuluan
    • b.     Peralatan produksi bawah sumur
  • Penyelesaian sumur untuk sumur-sumur pengangkatan buatan
    • a.     Sucker Rod Pump (Pompa angguk)
    • b.     Electric Submersible Pump
    • c.     Gas lift
    • d.     Hydraulic Pump
    • e.     Pompa Jet

3.    Kerja ulang sumur (Work Over)

  • Faktor-faktor penyebab kehilangan produksi
    • a.     Problem Reservoir
    • b.     Problem mekanikal
  • Perawatan sumur
    • a.     Kerusakan Peralatan
    • b.     Masalah Parafin
    • c.     Pengendapan Scale dan Pengontrolannya
    • d.     Masalah Pasir
    • e.     Kerusakan Formasi
  • Tipe-tipe Pengerjaan Kerja Ulang Sumur
    • a.     Mengubah Zona Produksi
    • b.     Perangsangan Sumur (Well Stimulation)
    • c.     Squeeze Cementing
  • Peralatan Kerja Ulang
    • a.     Menara (Rig) Konvensional
    • b.     Unit Wireline
    • c.     Gulungan Tubing Tanpa Sambungan (Endless Tubing Coil)
    • d.     Unit Snubbing

4.    Sand Control Technology

  • Sand Control Concept
    • a.     Reason for Sand Control
    • b.     Determining Need for Sand Control
    • c.     Selecting Type of Control
    • d.     Proper Drilling and Completion
  • Gravel and Screen Selection
    • a.     Slot and Gravel Size Design
    • b.     Slotted Liners
    • c.     Screens
    • d.     Prerpacks
  • Inside Gravel Packing
    • a.     Perforation Packing
    • b.     Two Stages Methods
    • c.     Use of Viscous Carrying Fluid
    • d.     Downhole Equipment
    • e.     Type of Operation
    • f.     Sigle Stage Methods
  • Open Hole Gravel Packing
    • a.     Conventional Methods
    • b.     Special Tools and Operations
    • c.     Zone Isolation Methods
    • d.     Model Study Result
    • e.     Deviated Well Problem and Solutions
  • Consolidation
    • a.     Formation Consolidation
    • b.     Consolidation System Features
    • c.     Well Preparation and Design Factor
    • d.     Consolidated  Packs
    • e.     Water Base Systems
    • f.     Thermosetting Gravel Packs
  • Stable Arc Sand Control
    • a.     The Stable Concept
    • b.     Applying Stress for Sand Control
    • c.     Conventional Cementing Limitations
    • d.     Downhole Equipment
    • e.     Type of Operation

OIL AND GAS HANDLING FACILITIES

TRAINING OIL AND GAS HANDLING FACILITIES :

After participate in this course, the participants will be able and capable to :

  • Understand the basic concept of oil and gas handling processes and facilities, and how to operate this technology in field application.
  • Diagnostic of oil and gas reservoir performance under actual drive mechanism and future performance with current handling processes.
  • Analyze the production potential of reservoir under with actual handling system processes and to plan the better development processes according to reservoir capacity.
  • Understand the fundamentals of microscopic and macroscopic aspects and phenomena of oil and gas handling processes.

 

OUTLINE OIL AND GAS HANDLING FACILITIES :

1.  Gas Handling Facilities

  • Introduction to Gas Handling and Facilities
  • Gas Properties
    • Ideal gas
    • Real Gas
    • Gas Formation Volume Factor
    • Gas Compressibility
    • Gas-Water System
    • Gas-Condensate System
  • Gas Reservoir Performance
    • Reservoir Gas Flow
    • Gas Reserves
    • Well Completion Effect
    • Tight Gas Well
    • Gas Well Testing
  • Gas Piping System
    • Basic  Flow Equation
    • Flow in Wells and Flow in Pipelines
    • Effect of Liquids
    • Use of Pressure Traverse Curve
    • Liquid Removal from Gas Wells
  • Gas Compression
    • Type of Compressors
    • Compressor Design
    • Centrifugal Compressor
  • Total System Analysis
    • Tubing and Flow Line Effect
    • Separator Pressure Effect
    • Compressor Selection
  • Flow Measuring
    • Orifice Metering
    • Metering System Design
    • Other Metering Methods
  • Gas Condensate Reservoir
    • Well Testing and Sampling
    • Gas Cycling
  • Field Operation Problems
    • Pressure Cumulative Production Plot
    • Hydrate Formation
    • Sour Gas Production
    • Corrosion Control With Inhibitors
    • Sulfur Deposition
  • Gas Processing
    • Field treatment of Natural Gas
    • Gas Plant Operation
    • Gas Dehydration
    • Gas Sweetening

2.  Oil Handling Facilities

  • Oil Well Surface Production Equipment and Operation
    • Oil Well Equipment
    • Oil Well Production Operation
    • Well Automatic Safety Device
  • Oil Gathering System. Manifold and Flowline
    • Oil Gathering System
    • Maniflod System
    • Flow line Sizing and Design
  • Crude Oil and Gas Separation
    • Separator and Principle of Separation
    • Design of Separator
    • Oil Dehydration
  • Principles of Measurement
    • Introduction to Measurement
    • Crude Oil Measurement
    • Gas Measurement
  • Well Test
    • Introduction
    • Responsibility for Test
    • Preparation for Test
    • Types of Well Test
    • Equipment and Procedures
    • Accuracy of Fluid Measurement
    • Problem in Testing
    • Type of Test

OIL AND GAS WELLS STIMULATION BY ACIDIZING AND HYDRAULIC FRACTURING

OBJECTIVE OIL AND GAS WELLS STIMULATION BY ACIDIZING AND HYDRAULIC FRACTURING

Setelah menyelesaikan training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami latar belakang perlunya stimulasi sumur dengan cara Pengasaman  (Acidizing) dan Perekahan Hidrolik (Hydraulic Fracturing)
  2. Memahami prinsip dasar dan teori penunjang stimulasi sumur dengan cara Pengasaman  (Acidizing) dan Perekahan Hidrolik (Hydraulic Fracturing)
  3. Bisa Melakukan Perancangan dan Perencanaan Acidizing dan Fracturing
  4. Mempergunakan Grafik-Grafik dan Chart-Chart yang terdapat pada pustaka yang berkaitan dengan pelaksanaan Acidizing dan Fracturing

 

CAKUPAN MATERI TRAINING OIL AND GAS WELLS STIMULATION BY ACIDIZING AND HYDRAULIC FRACTURING

  1. Pengenalan Dasar tentang Stimulasi Sumuran Hidrokarbon dan Kerusakan Formasi (Formation Damage)
  2. Mekanika Batuan dan Fluida Reservoir
    • Insitu Stress
    • Overburden Stress
    • Regim Aliran dan Rheologi Fluida
  3. Teknik Pengasaman (Acidizing)
    • Prinsip Dasar Tes Sumur
    • Aliran Fluida Dalam Media Berpori
    • Macam-Macam Tes Sumur
  4. Reaksi Kimia Asam dan Batuan Reservoir
    • Reaksi Asam Lemah dengan Batuan Karbonat
    • Aliran Asam ke Permukaan Mineral
    • Penyebaran Asam ke dalam Batuan
  5. Additives Pada Pengasaman (Acidizing)
    • Surfactant
    • Corrosion Inhibitor
    • Iron Control
    • Alcohol
    • Mutual Solventi
    • Clay Stabilizer
  6. Mineralogi Batuan Reservoir
    • Luas Permukaan Mineral
    • Batuan karbonat
    • Mineral Moxie
  7. Teknik Pemilihan Calon Sumur Untuk Pengasaman (Acidizing)
    • Model Evaluasi
    • Analisis Tekanan Transien
  8. Beberapa Contoh Perhitungan Pengasaman (Acidizing)
  9. Fluida Perekah dan Additivenya
    • Komposisi Fluida Perekah
    • Pemilihan Fluida Dasar
    • Additive Lainnya
  10. Propant
    • Jenis Propant
    • Spesifikasi Ukuran Propant
    • Konduktivitas rekahan
  11. Model Geometri Perekahan Hidrolik
    • Model Pan American
    • Model PKN dan KGD
    • Model Continuum Damage Mechanics
  12. Analisis Tekanan Perekahan
    • Persamaan Dasar
    • Tekanan Selama Perekahan
  13. Data Frac
    • Formation Break Down
    • Step Rate Testi
    • Shut-In Decline Test
  14. Perencanaan Perekahan Hidrolik
    • Input Data
    • Optimisasi Perekahan Hidroliki
  15. Evaluasi Keberhasilan Operasi Perekahan Hidrolik
  16. Study kasus dan diskusi

PRODUCTION DOWNHOLE AND SUBSURFACE EQUIPMENTS

TRAINING OBJECTIVE :

Setelah menyelesaikan training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami prinsip-prinsip dasar penggunaan peralatan sumur produksi di atas maupun di bawah permukaan, untuk lapangan-lapangan minyak dan gas bumi .
  2. Melakukan diagnosis sederhana dalam menagani problema produksi di lapangan yang disebabkan oleh reservoir atau fasilitas produksinya.
  3. Melakukan perhitungan-perhitungan kuantitatip sederhana untuk gas lift, ESP, Hydraulic/Jet Pump, Sucker Rod Pump dan PCP.
  4. Melakukan perhitungan-perhitungan kuantitatip sederhana untuk perancangan dan perancangan ulang separator, gas scrubber, gas dehydrator dan peralatan produksi lainnya.

 

MATERIAL OUTLINE TRAINING PRODUCTION DOWNHOLE AND SUBSURFACE EQUIPMENTS :

  1. Reservoir Background
    • Exploration
    • Exploitation
    • Reserve Calculation
  2. Basic Production Engineering
    • Inflow Performance Relationship
    • Productivity Index
    • Multiphase Flow
  3. Well Completion System
    • Open Hole Completion
    • Single Completion
    • Commingle Completion
    • Multiple Completion
  4. Downhole Equipments
    • Tubular Device
    • Packer System
    • Circulating Device
    • Nipples
    • Joints
  5. Artificial Lift Method Equipments and Design
    • Gas Lift
    • Submersible Pump
    • Sucker Rod Pump
    • Hydraulic Pump

PETROLEUM OPERATION MANAGEMENT FOR MANAGERS

Objective Training Petroleum Operation Management

After completing this course participants are expected to:

  • Understanding the basic principles in performing calculations on the optimization of production operations of oil wells, gas and geothermal reservoir, the implementation of production optimization is to enhance the performance of the well and field production (Enhanced Oil Recovery)..
  • Conduct simple diagnosis and understand the problem solving in the oil gas well operation.
  • Be able to create a simple analysis of the data of oil wells, gas and geothermal.  Forecasting performance and plan the development of production operations
  • Be able to conduct simple quantitative calculations from all the data acquisition, tubing, flowline, choke, perforated, gravel-packs, and subsurface safety valve in the well.  Plan the development of production based on the calculation of the production capacity of each well
  • Using the knowledge of production operations for solving well problems, such as: cementing, scaling, sand, corrosion and formation damage that may occur in oil and gas wells.
  • Understand the basic principles of production operation’s design: cementing, workover, well stimulation with acidizing and hydraulic fracturing,  and others

 

MATERIAL OUTLINE PETROLEUM OPERATION MANAGEMENT :

  1. The origin of Oil and Gas Reservoir  and Geologic Considerations in producing Operation
    • a.    Introduction
    • b.    Sandstone Reservoirs
    • c.    Geologic Factors Affecting Reservoir Properties in Sandstone
    • d.    Application of Geologic concepts in Specific Sandstone
    • e.    Carbonate Reservoirs
    • f.    Application of Geologic Concepts in Carbonate Reservoirs
  2. Exploration Method of Oil and Gas Reservoir
    • a.    Magnetic Method
    • b.    Gravity Method
    • c.    Seismic Method
  3. Introduction : Rotary Drilling Operations
    • a.    Steps to drilling a well
    • b.    Types of rigs
    • c.    Rig Components
    • d.    Rig Systems
  4. Mud System
    • a.    General Equations and ConceptsDiagnostic tests
    • b.    Water based muds
    • c.    Oil based muds
    • d.    Additives
    • e.    Mud handling system
  5. Cementing
    • a.    Tubing DesignFunctions of cement
    • b.    Cement Types
    • c.    Cement Additives
  6. Oil Field Tubulars and Hydraulics
    • a.    Drill string
    • b.    Casing and tubing
    • c.    Casing classification
    • d.    Stresses on casing
    • e.    Casing setting depth
    • f.    Burst and collapse calculations
    • g.    Wellheads
  7. Drilling System – Pressure Loss Calculations
    • a.    Hydrostatics
    • b.    Buoyancy
    • c.    Flow through pipes and annuli
    • d.    Flow path
    • e.    Pressure loss calculations
  8. Drilling System – Bit & Nozzles
    • a.    Hydrostatics Bit Types
    • b.    Bit Parts
    • c.    Bit Classification
    • d.    Bit Nozzles
  9. Introduction to Well Control
    • a.    Hydrostatics Definitions
    • b.    Causes of kicks
    • c.    Kick indicators
    • d.    Shut-in procedure
    • e.    Well Kill Procedures
  10. Directional Drilling
    • a.    Reasons for directional wells
    • b.    Planning Trajectory
    • c.    Kickoff Methods
    • d.    Survey Methods
    • e.    Survey Calculations
    • f.    Hole Assemblies
  11. Well Completion Design
    • a.    Factors Influencing Well Completion Design
    • b.    Conventional Tubular Configuration
    • c.    Unconventional Tubular Configurations
    • d.    Sizing Production Tubular
    • e.    Completion Interval
    • f.    Permanent Well Completions (PWC)
    • g.    Tubingless Completion
  12. Perforating Oil and Gas Wells
    • a.    Introduction
    • b.    Types of Perforators
    • c.    Evaluation of Perforator Performance
    • d.    Factors  Affecting Gun Perforating Results
    • e.    Perforating in a Clean Fluid with Differential Pressure Into Wellbore
  13. Production Logging Technology
    • a.    Introduction
    • b.    Logging Device
    • c.    Application of Through-Tubing Production logging
    • d.    Field Examples of Production Logging Techniques
    • e.    Primary Cement Evaluation
  14. Problem Well Analysis
    • a.    Problem Wells
    • b.    Problem Well Analysis Checklist
  15. Sand Control
    • a.    Introduction
    • b.    Reduction of Drag Force
    • c.    Mechanical Methods of Sand Control
    • d.    Practical Considerations in Gravel Packing
    • e.    Use of screen Without Gravel
    • f.    Resin Consolidation Methods
  16. Formation Damage
    • a.    Introduction
    • b.    Basic Causes of Damage
    • c.    Classification of Damage Mechanisms
    • d.    Reduced Absolute Permeability
    • e.    Increased Fluid Viscosity (Emulsion)
    • f.    Diagnosis of Formation Damage
  17. Acidizing
    • a.    Acid Additives
    • b.    Carbonate Acidizing
    • c.    Acidizing Techniques for Caronat Formations
    • d.    Sandstone Acidizing
    • e.    Potential Safety Hazard in Acidizing
    • f.    Acids Used in Well Stimulation
  18. Hydraulic Fracturing
    • a.    Introduction
    • b.    Mechanics of Fracturing
    • c.    Production Increase from Fracturing
    • d.    Propping the Fracture
    • e.    Frac Fluids
    • f.    Frac Job Design
    • g.    Frac Job Evaluation Techniques
  19. Scale Deposition Removal and Prevention
    • a.    Introduction
    • b.    Causes of Scale Deposition
    • c.    Prediction and Identification of Scale
    • d.    Scale Removal
    • e.    Scale Prevention
  20. Corrosion Control
    • a.    The Corrosion Process
    • b.    Detection and Measurement of Corrosion
    • c.    Corrosion Control
  21. Crude Oil and Gas Field Processing Sistem
    • a.    Separator and Principle of Separation
    • b.    Design of Separator
    • c.    Sweetening Process
    • d.    Oil and Dehydration
    • e.    Liquid Recovery Sistem
    • f.    Compression System
  22. Principles of Measurement
    • a.    Introduction to Measurement
    • b.    Crude Oil Measurement
    • c.    Gas Measurement
  23. Artificial Lift Method
    • a.    Gas Lift
    • b.    Submersible Pump
    • c.    Sucker Rod Pump
    • d.    Hydraulic Pump
  24. Enhanced Oil Recovery Process:
    • a.    Classification of EOR methods
    • b.    Description of solvent miscible processes
    • c.    Description of chemical flood proves
    • d.    Description of thermal recovery processes
    • e.    Microbial and other EOR processes
    • f.    Objectives of EOR methods
    • g.    Types of solvents and miscibility development
    • h.    Polymer, alkaline, surfactant and mecellr-polymer
    • i.    In-situ combustion, cyclic steam and steam flood
    • j.    Comparison between various EOR methods
  25. Screening Guidelines and Optimization :
    • a.    Key parameters used in reservoir screening
    • b.    Available resources and economical considerations
    • c.    Optimization parameters and criteria
    • d.    Concept of incremental recovery
    • e.    Limits on applicability of certain EOR methods
    • f.    Typical field cases of various EOR methods

PUMP SELECTION, DESIGN AND OPERATION FOR OIL AND GAS SURFACE PRODUCTION FACILITIES

MATERIAL OUTLINE PUMP SELECTION, DESIGN AND OPERATION :

1.    Introduction to Oil and Gas Production Operation
2.    Oil Surface Production Facilities

  • a.    Well Equipments
  • b.    Pigging System
  • c.    Separator
  • d.    Gas Scrubber
  • e.    Gas Dehydarator
  • f.    Pumps : Centrifugal, Reciprocating, Diaphragm

3.    Gas Surface Processing Facilities

  • a.    Gas Sweetening
  • b.    Heat Exchanger
  • c.    Fractionation, Liquefaction, Refrigeration System
  • d.    Compressor

4.    Pump Basic Theory

  • a.    Centrifugal Pump
  • b.    Conservation of Mass
  • c.    Specific Velocity
  • d.    Pump Performance
  • e.    Cavitations

5.    Pump Specification

  • a.    Pump Specification
  • b.    Flow Capacity
  • c.    Fluid Properties
  • d.    Head
  • e.    Net Positive Heads
  • f.    Rotation Determination and Pump Types
  • g.    Viscous Fluid Correction
  • h.    Material Selection
  • i.    Prime Movers Selection

6.    Pump Application

  • a.    Pump Installation Plan
  • b.    Pump Application Example

7.    Pump Construction

  • a.    Pump Classification by Impeller
  • b.    Pump Classification by Casing
  • c.    Pump Classification by Stage Number
  • d.    Pump Classification by Axis Position

8.    Pump Operation

  • a.    Head Capacity Curve
  • b.    Parallel and Serial Operation
  • c.    Capacity Regulator
  • d.    Water Hummer
  • e.    Surging
  • f.    Pressure Fluctuation
  • g.    Automatic Operation

9.    Pump Instalation

  • a.    Horizontal Instalation
  • b.    Vertical Instalation
  • c.    Submersible Instalation
  • d.    Pipping System
  • e.    Vibration and Noise Protection

10.    Pump Maintenance

  • a.    First Inspection
  • b.    Operation Condition Observation
  • c.    Safety Instrument
  • d.    Maintenance Management
  • e.    Overhaul

11.    Pump Trouble Shooting

  • a.    General Trouble Shooting
  • b.    Submersible Pump Trouble Shooting

SURFACE PRODUCTION OPERATION & EQUIPMENT

TRAINING OBJECTIVES SURFACE PRODUCTION OPERATION & EQUIPMENT

After completion of this course, the participants will be able and capable to :

  1. Understand the basic concept of oil and gas handling processes and facilities, and how to operate this technology in field application.
  2. Diagnostic of oil and gas reservoir performance under actual drive mecanism and future performance with current handling processes.
  3. Analyze the production potential of reservoir under with actual handling system processes and to plan the better development processes according to reservoir capacity.
  4. Understand the fundamentals of microscopic and macroscopic aspects and phenomena of oil and gas handling processes.


TRAINING MATERIAL OUTLINE SURFACE PRODUCTION OPERATION & EQUIPMENT

1.    Gas Surface Production Operation and Equipments

  • a.    Introduction to Gas Handling and Facilities
  • b.    Gas Properties
    • Ideal gas
    • Real Gas
    • Gas Formation Volume Factor
    • Gas Compressibility
    • Gas-Water System
    • Gas-Condensate System
  • c.    Gas Reservioir Performance
    • Reservoir Gas Flow
    • Gas Reserves
    • Well Completion Effect
    • Tight Gas Well
    • Gas Well Testing
  • d.    Gas Piping System
    • Basic  Flow Equation
    • Flow in Wells and Flow in Pipelines
    • Effect of Liquids
    • Use of Pressure Traverse Curve
    • Liquid Removal from Gas Wells
  • e.    Gas Compression
    • Type of Compressors
    • Compressor Design
    • Centrifugal Compressor
  • f.    Total System Analysis
    • Tubing and Flow Line Effect
    • Separator Pressure Effect
    • Compressor Selection
  • g.    Flow Measuring
    • Orifice Metering
    • Metering System Design
    • Other Metering Methods
  • h.    Gas Condensate Reservoir
    • Well Testing and Sampling
    • Gas Cycling
  • i.    Field Operation Problems
    • Pressure Cumulative Production Plot
    • Hydrate Formation
    • Sour Gas Production
    • Corrosion Control With Inhibitors
    •  Sulfur Deposition
  • j.    Gas Processing
    • Field treatment of Natural Gas
    • Gas Plant Operation
    • Gas Dehydration
    • Gas Sweetening

2.    Oil Surface Production Operation and Equipments

  • a.    Oil Well Surface Production Equipment and Operation
    • Oil Well Equipment
    • Oil Well Production Operation
    • Well Automatic Safety Device
  • b.    Oil Gathering System. Manifold and Flowline
    • Oil Gath ring System
    • Manifold e System
    • Flowline Sizing and Design
  • c.    Crude Oil and Gas Separation
    • Separator and Principle of Separation
    • Design of Separator
    • Oil Dehydration
  • d.    Principles of Measurement
    • Introduction to Measurement
    • Crude Oil Measurement
    • Gas Measurement
  • e.     Well Test
    • Introduction
    • Responsibility for Test
    • Preparation for Test
    • Types of Well Test
    • Equipment and Procedures
    •  Accuracy of Fluid Measurement
    • Problem in Testing
    • Type of Test
  • f.    Artificial Lift Method
    • Gas Lift
    • Submersible Pump
    • Succker Rod Pump
    • Hydraulic Pump

3.    Cases study and discussion

OIL & GAS: MEASUREMENT AND CALCULATION This training presents the principles, design, and

TRAINING INTRODUCTION AND OBJECTIVE OIL & GAS: MEASUREMENT AND CALCULATION

This training presents the principles, design, and applications of flow measurement systems, emphasizing flowmeter accuracy, performance, sizing, and specification, selection, and installation practices with objectives as follows :

  • To design a system to make practical and precise industrial flow measurements
  • To Calculate the effects of fluid properties on flow meter performance
  • To Evaluate flow meter performance statements and compare them with application requirements
  • To Specify and select the appropriate flow meters for different applications
  • To Identify requirements for flow meter calibration
  • To Solve typical flow meter problems
  • To Perform flow meter compensation and totalization calculations
  • To Understand flow and related phenomena (piping hydraulics, Reynolds Number, cavitation, etc.)
  • To Size flow elements for specific applications

TRAINING MATERIAL OUTLINE OIL & GAS: MEASUREMENT AND CALCULATION

  • Introduction to Flow Measurement
  • Flow meter Selection
  • Flow meter Performance
  • Linearization and Compensation
  • Totalization : Differential Pressure Flow meters
  • Orifice Plate Flow meters
    • Installations
    • Sizing and calculation
    • Accuracy and rangeability
    • Types and selection
    • Performance
  • V-cone Flow meters
  • Venturi tube Flow meters : Velocity Flow meters
  • Turbine Flow meters
    • Operation theory
    • Installation
    • Design and construction
    • Accuracy
    • Sizing and selection
  • Ultrasonic Flow meters
    • Operation theory
    • The Doppler effect
    • The transit time
    • Design variations
    • Application and performance
  • Magnetic Flow meters
    • Operation theory
    • Installation
    • Excitation
    • Tubes and liners
    • Electrodes
    • Selection and sizing
  • Vortex Flow meters
    • Operation theory
    • Installation
    • Sizing and accuracy
    • Limitations
    • Mass Flow meters
  • Coriolis Mass Flow meters
    • Operation theory
    • Installation
    • Sizing and accuracy
    • Limitations
  • Thermal Flow meters
  • Positive Displacement Flow meters:
    • Helical Gear
    • Oval Gear
    • Piston and Other Technologies
  • Discussion and cases study

Fraud Auditing Understanding : Prevention, Detection, & Investigation

Deskripsi Training Fraud Auditing Understanding
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, serta  penerapan e-commercedalam dunia bisnis, secara langsung atau tidak langsung sangat berpengaruh dalam operasional perusahaan/organisasi. Efek buruk yang dapat ditimbulkan dari perkembangan teknologi oleh oknum tidak bertanggung jawab adalah muncul praktek-praktek fraud yang berakibat fatal bagi perusahaan, misalnya cyber crime, computer fraud & fraudulent financial reporting.

Dalam rangka, mengantisipasi hal tersebut maka Auditor sudah seharusnya meningkatkan kemampuan dalam mendeteksi, mencegah serta melakukan investigasi timbulnya fraud tersebut. Selain itu, manajemen operasional perlu mencari solusi terbaik untuk mencegah terjadinya fraud dan melakukan berbagai upaya untuk menghadapi fraud melalui implementasi Good Corporate Governance (GCG), etika bisnis (business ethics) serta menjunjung tinggi nilai-nilai moral (moral values).

Tujuan Training Fraud Auditing Understanding

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memberikan pemahaman secara komprehensif mengenai berbagai type kecurangan (fraud) yang sering atau mungkin akan terjadi di berbagai organisasi /perusahaan.
  2. Meningkatkan kemampuan dan memberikan penyegaran bagi para Auditor dalam mengaplikasikan langkah-langkah pencegahan kecurangan (fraud prevention), teknik-teknik mutakhir dalam melakukan pendeteksian kecurangan (fraud prevention) dan dalam melakukan investigasi kecurangan (fraud investigation).
  3. Membantu manajemen operasional untuk mencari solusi terbaik dalam menghadapi berbagai macam kecurangan (fraud), termasuk menjunjung tinggi nilai-nilai moral , etika bisnis dan implementasi prinsip-prinsip GCG.

Materi Fraud Auditing Understanding

  1. Overview Fraud – Auditing
  2. Pencegahan Kecurangan (Fraud Prevention)
  3. Pendeteksian Kecurangan (Fraud Detection)
  4. Pemanfaatan Teknologi
  5. Penginvestigasian Kecurangan (Fraud Investigation)
  6. Jenis Dan Modus Operandi Fraud
  7. Membangun Budaya Dan Etika Perusahaan
  8. Case Study

INVESTIGASI FRAUD BERBASIS NLP

DESKRIPSI TRAINING :
FRAUD – menurut Oxford Dictionary : “is criminal deception; the use of false representations to gain an unjust advantage” – adalah ancaman yang sangat serius bagi perusahaan modern. Penyakit termaksud dapat menimpa perusahaan apapun tanpa memperdulikan skala bisnisnya. Berbeda dengan varian pendahulunya, dewasa ini corporate fraud telah bermetamorfosis dalam berbagai bentuk dengan modus yang kian canggih dan halus. Ada dua kata kunci untuk menjelaskan fenomena fraud, yakni sistem dan moral hazard. Dalam pengoperasian seluruh lini manajemennya, sebuah perusahaan pasti bersandar pada sebuah sistem yang terdiri dari :

  1. Organisasi, dimana didalamnya terdapat posisi (jabatan), tugas, kewenangan dan tanggungjawab.
  2. Kebijakan, SOP dan Peraturan, semisal kebijakan keselamatan kerja, SOP Purchasing atau Peraturan lembur.
  3. Alat Kerja, semisal mesin kantor, mesin produksi, formulir-formulir, kendaraan.

Ketiga unsur dalam sistem di atas berinteraksi dinamis dengan manusia sebagai
elemen utamanya. Disini fraud potensial terjadi jika:

  1. Seseorang memiliki posisi, otoritas dan technical knowledge untuk melakukan aksi fraud.
  2. Dalam Kebijakan, SOP atau Peraturan terdapat celah-celah yang memungkinkan terjadinya fraud.
  3. Adanya alat kerja yang dapat disiasati.

Tampak jelas bahwa fraud adalah kecurangan sistematis terhadap system perusahaan. Pertanyaan menarik yang mengikutinya adalah; mengapa ada karyawan yang kendati jabatannya tinggi, kekuasaannya besar dengan sistem yang longgar dan memiliki peluang besar untuk memanipulasi alat-alat kerja – namun tidak melakukan fraud?. Jawabnya ada pada satu kata : moral hazard (bahaya moral). Unsur moral hazard akan muncul apabila kebutuhan finansial karyawan ybs. Jauh lebih tinggi dari penghasilan yang diperolehnya. Ia tidak akan mampu menutup kekurangannya kecuali dengan melakukan kecurangan terhadap perusahaan. Mencegah timbulnya fraud dalam perusahaan bukan perkara mudah. Dibutuhkan sumberdaya manusia yang cakap, tangguh dan sangat memahami bahwa fraud bukanlah sekedar masalah human error atau kealpaan seseorang; namun merupakan tindakan kriminal yang direncanakan dengan seksama oleh pelakunya. Merujuk kepada fakta di atas, salah satu tindakan yang tepat untuk menghadapinya adalah membekali personil terkait dengan kemampuan dan kecakapan khusus; sehingga menimbulkan efek deterrence (penggentar) bagi orang yang berniat mencobanya.


TUJUAN TRAINING :

Setelah mengikuti training ini, peserta ditargetkan :

  1. Memahami bahwa fraud merupakan bahaya latent yang mengancam setiap perusahaan tanpa kecuali.
  2. Memahami peran kontrol internal dalam mengelola ancaman fraud.
  3. Memahami anatomi fraud.
  4. Mampu melakukan vulnerability assessment organisasi terhadap ancaman fraud dan mengambil langkah perbaikan.
  5. Mampu merekonstruksi skenario desepsi/kebohongan yang terjadi.
  6. Mampu mendesain wawancara inve
  7. Mampu melakukan wawancara investigasi berbasis NLP
  8. stigasi berbasis NLP
  9. Mampu mengenali berbagai bentuk pola kalimat yang digunakan untuk mengaburkan permasalahan dan mengcounternya.
  10. Mampu mengembangkan pertanyaan-pertanyaan yang bersahabat namun secara bawah sadar, sangat menekan subyek wawancara.
  11. Mampu mengidentifikasi desepsi/kebohongan.

CAKUPAN MATERI TRAINING INVESTIGASI FRAUD BERBASIS NLP :

1.    Introduksi : Keamanan Korporat dan Fraud
2.    Pengendalian Internal dan Fraud
3.    Anatomi Fraud
4.    Vulnerability Assessment
5.    Penanganan Dokumen
6.    Teknik Mengidentifikasi Desepsi Fraudster
7.    Persiapan Wawancara Investigasi
8.    Wawancara Investigasi Berbasis NLP

FRAUD MANAGEMENT IN TELECOMMUNICATION BUSINESS

DESKRIPSI FRAUD MANAGEMENT IN TELECOMMUNICATION BUSINESS :

Fraud dalam bidang telekomunikasi merupakan salah satu penyebab terbesar hilangnya pendapatan dari telco service provider. Fraud terjadi di switching hingga ke layanan seperti yang disediakan oleh 2.5G, 3G, VoIP, dan 4G. Untuk mengatasi hal ini, maka dibutuhkan pengetahuan tentang jenis fraud dilihat dari sisi teknik (deteksi dan koreksi), sisi regulasi / hukum yang berlaku dan tingkat kerugian yang dihasilkan

 

TUJUAN FRAUD MANAGEMENT IN TELECOMMUNICATION BUSINESS :

Peserta dapat memahami dan mengatasi fraud yang terjadi di lingkungan bisnis telekomunikasi.

 

CAKUPAN MATERI TRAINING FRAUD MANAGEMENT IN TELECOMMUNICATION BUSINESS :

  • Pendahuluan
    • Definisi fraud di bidang telekomunikasi
    • Motivasi dan tujuan yang melatarbelakangi fraud
    • Pengalaman fraud yang terjadi di lingkungan operator
  •  Tipe Fraud
    • Teknis
      • Phisical Layer
      • Logical Layer
      • Interkoneksi
      • Metoda mengenali fraud
    • Bisnis
      •  Internal
      • Eksternal : Partner, distributor, reseller, user, hacker dan kompetitor
    • Layanan
  • Pengalaman
    • Meminimalkan resiko – pengaruh dan kehilangan akibat fraud dan Contigency plan
    • Fixed network fraud
    • Mobile network fraud
    • Prepaid fraud
    • Roaming fraud
    • Content dan value added services fraud
  • Regulasi dan Hukum

PROCUREMENT FRAUD & AUDIT

PENDAHULUAN:

Perilaku fraud bisa menimpa siapa saja, tanpa melihat jenjang jabatan & struktur organisasi perusahaan / institusi. Wujud procurement fraud mulai dari; “menjual informasi”, mengatur pra-kualifikasi, bidding, evaluasi kinerja, hingga bersikap diskriminatif terhadap supplier / vendor, dengan tujuan memperoleh “gratifikasi”.

Perilaku fraud berpotensi menimbulkan kerugian finansial bagi perusahaan. Diperlukan suatu sistem & prosedur yang memadai untuk; mencegah, mendeteksi, & mengurangi resiko terjadinya fraud.

TUJUAN & MANFAAT TRAINING:

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta akan memiliki kemampuan untuk:

Setelah mengikuti training ini, peserta akan memiliki kemampuan untuk:

  1. Mendeteksi potensi fraud dalam siklus procurement & manajemen perusahaan
  2. Dapat menganalisa proses procurement dengan metode yang tepat & efektif
  3. Dapat mengembangkan metodologi investigasi &       prosedur preventive action
  4. Mengembangkan kemampuan lesson learnt dari setiap kasus fraud yang terjadi
  5. Memahami pentingnya penerapan integritas & good governance di perusahaan / institusi.

CAKUPAN MATERI TRAINING PROCUREMENT FRAUD & AUDIT:

HARI PERTAMA:

  1. Fraud on Procurement Process
  2. Fraud Detection Method & Risk Assessment
  3. Procurement Audit Objective & Investigative Audit
  4. Audit Experiences Sharing & Reviews
  5. Discussion sharing & case study

HARI KEDUA:

  1. Good Corporate Governance & Corporate Cultures
  2. Procurement Code of Conduct
  3. Whistle Blower System
  4. Compliance, Monitoring, & Reporting System
  5. Case study & closing review