Category Archives: Training ISO series

ASPEK DAMPAK LINGKUNGAN SISTEM MANAJEMEN ISO 14001:2004

PENDAHULUAN TRAINING ASPEK DAMPAK LINGKUNGAN SISTEM MANAJEMEN ISO

Aktivitas identifikasi dan evaluasi aspek dampak (ASDAM) lingkungan merupakan langkah awal yang mendasari penerapan Sistem Manajemen Lingkungan (SML) sehingga pemahaman dan pemilihan metodologi serta hasilnya merupakan satu keharusan yang penting. Organisasi harus mengenali aspek/dampak lingkungan sebelum dapat membangun suatu SML yang baik. Bila diibaratkan dengan tubuh manusia, aspek merupakan darah yang mensuplai masukan-masukan kepada elemen-elemen lain dalam Standar. Hasil identifikasi aspek yang buruk menyebabkan sistem yang tidak representatif dan kemungkinan besar gagal dalam penerapannya.

Organisasi harus membuat dan memelihara prosedur untuk mengidentifikasi aspek dampak lingkungan dari kegiatan, produk atau jasa yang dapat dikendalikan dan oleh karenanya diharapkan memiliki pengaruh, untuk menentukan aspek-aspek yang memiliki atau dapat memiliki dampak penting ke lingkungan. Organisasi harus menjamin bahwa aspek yang terkait dengan dampak penting di pertimbangkan dalam membuat tujuan lingkungannya.

Pelatihan ini akan mengarahkan dan memberi kepahaman kepada peserta dalam menyiapkan dan menyusun dokumentasi yang teruji sebagai dasar penerapan Aspek Dampak Lingkungan sebagaimana persyaratan ISO 14001:2004.



TUJUAN TRAINING ASPEK DAMPAK LINGKUNGAN SISTEM MANAJEMEN ISO

  • Memahami prinsip-prinsip dasar aspek dan dampak lingkungan.
  • Memahami Aspek dan Dampak Lingkungan baerdasar persyaratan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2004.
  • Memahami langkah pelaksanaan identifikasi dan evaluasi Aspek dan Dampak Lingkungan.



MATERI TRAINING ASPEK DAMPAK LINGKUNGAN SISTEM MANAJEMEN ISO

  • Pemahaman Persyaratan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2004
  • Aspek Lingkungan
  • Dampak Lingkungan
  • Identifikasi Kegiatan, Proses-proses, Produk
  • Penyusunan Kriteria Penilaian
  • Praktek-praktek
  • Pelaporan Aspek Dampak Lingkungan sesuai ISO 14001:2004
Iklan

Audit Integrasi Sistem Manajemen ISO 9001: 2000, ISO-140001: 2004 dan SMK3 / OHSAS-18001

DESKRIPSI TRAINING AUDIT INTEGRASI SISTEM MANAJEMEN ISO

Bagi Dunia usaha yang sudah mulai menerapkan Sistem Manajemen ISO-9001:2000, Sistem Manajemen Lingkungan ISO-14001:2004, Sistem Manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja (SMK3) / OHSAS-18001 dan melaksanakan Integrasi system tersebut merasakan lebih efisien serta pelaksanaan operasional menjadi lebih efektif.
Salah satu yang efektif dalam pelaksanaan Integrasi system tersebut adalah melaksanakan Audit yang sudah terintegrasi. Sehingga para Staf/Tim yang bertugas melaksanakan proses Integrasi di Perusahaan perlu diberikan bekal memahami Audit Integrasi.

Workshop Audit Integrasi akan membekali para Tim Auditor Internal dengan pengetahuan dan keterampilan merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan audit integrasi sistem manajemen mutu, lingkungan dan keselamatan kerja secara lebih baik sehingga para Auditor Internal dapat memainkan perannya secara efektif dan kreatif untuk meningkatkan kinerja sistem manajemen mutu, lingkungan dan keselamatan kerja perusahaan secara maksimal melalui fungsi pemeriksaan

 

TUJUAN TRAINING AUDIT INTEGRASI SISTEM MANAJEMEN ISO

Setelah mengikuti training dan workshop ini, maka diharapkan peserta dapat:

  1. Memberikan pemahaman Tugas dan Tanggung Jawab Audit Internal
  2. Memberikan metode membuat jadwal Audit Integrasi
  3. Memahami cara membuat Check list Audit Integrasi dan cara menentukan perencanaan Audit Integrasi dan format – formatnya
  4. Mengetahui pengalaman perusahaan yang sudah melaksanakan Audit Integrasi

 

MATERI AUDIT INTEGRASI SISTEM MANAJEMEN ISO 9001 

  • Pendahuluan mengenai konsep dasar, filosofi, dan prinsip integrasi dari ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007 serta siklus PDCA.
  • Pengenalan integrasi ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007.
  • Dokumentasi integrasi ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007, contoh dari berbagai dokumennya, dan disertai dengan workshop pembuatannya (termasuk teknik identifikasi aspek dan dampak lingkungan serta teknik identifikasi bahaya dan penilaian resikonya beserta program penanganannya).
  • Audit internal untuk integrasi ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007 berdasarkan standar ISO 19011Pemahaman persyaratan Standar Sistem Manajemen ISO-9001:2000, ISO-14001:2004 dan OHSAS-18001:2007.
  • Definisi jenis Audit dan sasaran Audit – Kompetensi Auditor dan Lead Auditor
  • Evaluasi performa Auditor
  • Tugas dan tanggung jawab Tim Audit Internal
  • Metode pembuatan jadwal Audit Integrasi dan penunjukan Tim Audit Internal
  • Cara membuat chek list Audit Integrasi.

 

ISO 31000: 2009 Standar Internasional Manajemen Risiko

Deskripsi ISO 31000: 2009 Standar Internasional Manajemen Risiko

ISO (the International Organization for Standardization) adalah federasi badan standar nasional di seluruh dunia. Tugas mempersiapkan standar internasional biasanya dilaksanakan oleh ISO Technical Committee.

Standar Internasional untuk manajemen risiko (ISO 31000) dimaksudkan untuk digunakan oleh berbagai stakeholders:

  1. Mereka yang bertanggung jawab dalam implementasi manajemen risiko di organisasi mereka.
  2. Mereka yang perlu memastikan bahwa suatu organisasi menerapkan manajemen risiko.
  3. Mereka yang perlu mengelola risiko pada tingkat organisasi maupun pada suatu bidang kegiatan tertentu.
  4. Mereka yang perlu mengevaluasi keandalan praktik manajemen risiko dalam organisasinya.
  5. Mereka yang mengembangkan standar, pedoman, prosedur praktik manajemen risiko yang menjadi bagian dari dokumen-dokumen ini.

Banyak organisasi yang telah menerapkan praktik dan proses manajemen risiko termasuk komponen-komponen manajemen risiko dan banyak organisasi yang telah mengadopsi proses manajemen risiko formal untuk jenis-jenis risiko tertentu.

Manajemen dapat memutuskan untuk mengkaji secara kritis praktik dan proses yang ada tersebut berdasarkan standar ISO 31000 ini. Meskipun praktik manajemen risiko telah dikembangkan di berbagai sektor untuk menjawab kebutuhan spesifik di masing-masing sektor, suatu pendekatan generik berupa kerangka kerja komponen-komponen mendasar manajemen risiko dapat membantu memastikan bahwa risiko telah dikelola secara efektif dan koheren di seluruh organisasi. Pendekatan generik yang diuraikan dalam ISO 31000 ini.

 

Tujuan ISO 31000: 2009 Standar Internasional Manajemen Risiko

  1. Memberikan pengetahuan tentang peran sekretaris di era globalisasi
  2. Meningkatkan keterampilan dan kemampuan dalam menangani pekerjaan kesekretariatan      secara profesional
  3. Meningkatkan profesionalitas & rasa tanggung jawab seorang sekretaris terhadap tugas-tugas yang diberikan oleh perusahaan atau pimpinannya
  4. Memberikan kunci sukses menjadi sekretaris profesional

 

Materi ISO 31000: 2009 Standar Internasional Manajemen Risiko

  1. Dinamika Lingkungan Bisnis dan Ketidakpastian
  2. Gejala Manajemen Risiko yang Lemah
  3. Prinsip-prinsip Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000:2009
  4. Kerangka Implementasi Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000:2009
  5. Proses Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000:2009
  6. Perbandingan ISO 31000:2009 dengan AS/NZS 4360:2004
  7. Perbandingan ISO 31000:2009 dengan COSO 2004
  8. Kebijakan Manajemen Risiko
  9. Kerangka kerja manajemen risiko
  10. Mengintegrasikan Manajemen Risiko ke dalam Proses Organisasi
  11. Memahami organisasi dan konteksnya
  12. Akuntabilitas dan Sumber daya Manajemen Risiko
  13. Pengembangan komunikasi dan pelaporan internal & eksternal
  14. Risk Context,
  15. Risk Identification,
  16. Risk Analysis,
  17. Risk Evaluation,
  18. Risk Treatment,
  19. Risk Communication & Consultation,
  20. Risk Monitoring & Review.
  21. Pemantauan dan pengkajian kerangka kerja
  22. Manajemen Risiko dan Perbaikan Berkelanjutan (Continues Improvement)

Sistem Manajemen ISO 9001:2000, ISO 140001:2004 dan SMK3/OHSAS 18001

DESKRIPSI Training Audit Integrasi Sistem Manajemen ISO

Bagi Dunia usaha yang sudah mulai menerapkan Sistem Manajemen ISO 9001:2000, Sistem Manajemen Lingkungan ISO-14001:2004, Sistem Manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja (SMK3) / OHSAS-18001 dan melaksanakan Integrasi system tersebut merasakan lebih efisien serta pelaksanaan operasional menjadi lebih efektif.

Salah satu yang efektif dalam pelaksanaan Integrasi system tersebut adalah melaksanakan Audit yang sudah terintegrasi. Sehingga para Staf/Tim yang bertugas melaksanakan proses Integrasi di Perusahaan perlu diberikan bekal memahami Audit Integrasi.

Workshop Audit Integrasi akan membekali para Tim Auditor Internal dengan pengetahuan dan keterampilan merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan audit integrasi sistem manajemen mutu, lingkungan dan keselamatan kerja secara lebih baik sehingga para Auditor Internal dapat memainkan perannya secara efektif dan kreatif untuk meningkatkan kinerja sistem manajemen mutu, lingkungan dan keselamatan kerja perusahaan secara maksimal melalui fungsi pemeriksaan

 

TUJUAN Training Audit Integrasi Sistem Manajemen ISO

Setelah mengikuti training dan workshop ini, maka diharapkan peserta dapat:

  1. Memberikan pemahaman Tugas dan Tanggung Jawab Audit Internal
  2. Memberikan metode membuat jadwal Audit Integrasi
  3. Memahami cara membuat Check list Audit Integrasi dan cara menentukan perencanaan Audit Integrasi dan format – formatnya
  4. Mengetahui pengalaman perusahaan yang sudah melaksanakan Audit Integrasi

 

MATERI Training Audit Integrasi Sistem Manajemen ISO

  • Pendahuluan mengenai konsep dasar, filosofi, dan prinsip integrasi dari ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007 serta siklus PDCA.
  • Pengenalan integrasi ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007.
  • Dokumentasi integrasi ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007, contoh dari berbagai dokumennya, dan disertai dengan workshop pembuatannya (termasuk teknik identifikasi aspek dan dampak lingkungan serta teknik identifikasi bahaya dan penilaian resikonya beserta program penanganannya).
  • Audit internal untuk integrasi ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007 berdasarkan standar ISO 19011Pemahaman persyaratan Standar Sistem Manajemen ISO-9001:2000, ISO-14001:2004 dan OHSAS-18001:2007.
  • Definisi jenis Audit dan sasaran Audit – Kompetensi Auditor dan Lead Auditor
  • Evaluasi performa Auditor
  • Tugas dan tanggung jawab Tim Audit Internal
  • Metode pembuatan jadwal Audit Integrasi dan penunjukan Tim Audit Internal
  • Cara membuat chek list Audit Integrasi.

ISO 14001: 2004 PERENCANAAN SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN

DESKRIPSI

Dua hal penting yang menjadi faktor kunci untuk pembentukan dan penerapan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 akan diberikan pada pelatihan ini, yaitu:

  • Pemahaman yang benar secara konseptual dan komprehensif mengenai persyaratan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001.
  • Gambaran nyata langkah-langkah pembentukan dan penerapan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001.

Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 versi 1996 mengalami penyempurnaan dengan terbitnya versi terbaru ISO 14001 versi 2004. Beberapa perubahan mendasar dari ISO 14001 versi 2004 dibandingkan dengan versi sebelumnya adalah sebagai berikut:

  • Adanya persyaratan eksplisit untuk menetapkan lingkup sertifi kasi;
  • Adanya perubahan dan penambahan definisi atas berbagai peristilahan di dalam standar
  • Adanya penggabungan klausul
  • Adanya pemisahan klausul
  • Perubahan dan konsekwensinya akan dijelaskan dalam pelatihan ini.

Berdasarkan persyaratan ISO 14001, awareness adalah salah satu jenis pelatihan yang harus dilakukan oleh perusahaan yang akan dan telah menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001.



TUJUAN

Setelah mengikuti training dan workshop ini, maka diharapkan:

  1. Peserta pelatihan memahami persyaratan pembentukan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 secara konseptual dan komprehensif.
  2. Peserta pealatihan mengetahui langkah demi langkah pembentukandan penearapan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001.
  3. Peserta pelatihan mampu mengidentifikasi tanggung jawab dalam mengimplementasikan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 sesuai dengan fungsi masing-masing.

 

MATERI

  • Prinsip Sistem Manajemen Lingkungan ISO14001
  • Pemahaman Persyaratan ISO 14001
  • Manfaat dan Konsekwensi Penyimpangan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001
  • Peran, Tanggungjawab dan Wewenang dalam Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001
  • Pembentukan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001

SISTEM MANAJEMEN MUTU LABORATORIUM ISO 17025: 2008

DESKRIPSI

Pelatihan ini dimaksudkan untuk memberi pembekalan yang terpadu tentang Sistem Manajemen Mutu pada Laboratorium sesuai persyaratan standar ISO/IEC 17025:2005, dan memberikan pemahaman (beberapa interpretasinya) guna kejelasan dalam implementasi secara konkrit.

Peserta diharapkan para akan dapat mengerti interpretasi maupun implementasi masing-masing klausul “persyaratan manajemen” & “persyaratan teknis” secara benar sesuai dengan persyaratan standarnya.

TRAINING OUTLINES SISTEM MANAJEMEN MUTU LABORATORIUM ISO 17025: 2008

  1. Interpretasi Klausul-klausul Persyaratan Manajemen & Teknis (ISO/IEC 17025:2008)
  2. Kebijakan Mutu & Sasaran Mutu serta Evaluasinya dalam SMM Laboratorium
  3. Hirarki Dokumen Mutu dan Penerapan Sistem Dokumentasinya
  4. Program-program Mutu di Laboratorium dan Evaluasinya serta Ketertelusuran Pengukuran
  5. Prinsip-prinsip dalam Verifikasi dan Validasi Metoda, serta estimasi Ketidakpastian Pengukuran
  6. Laporan Hasil Uji ,  Sertifikat Kalibrasi  dan Check List kesiapan Akreditasi

 

MANAJEMEN LABORATORIUM (d/h MENGELOLA LABORATORIUM DENGAN EFEKTIF)

DESKRIPSI TRAINING MANAJEMEN LABORATORIUM

Laboratorium teknik sipil sebagai sarana penelitian dan praktikum harus memiliki manajemen yang standar baik dari segi pengelolaan, system pemeliharaan, serta kalibrasi. Dengan menerapkan system manajemen laboratorium yang baku, diharapkan kinerja teknisi maupun kinerja peralatan akan maksimal. Dengan mengikuti pelatihan Laboratory Management para teknisi maupun penanggungjawab laboratorium dapat memahami bagaimana merencanakan anggaran baik untuk pemeliharaan maupun operasional peralatan laboratorium, bagaimana melakukan kalibrasi terhadap peralatan laboratorium, bagaimana melakukan system manajemen mutu laboratorium sesuai dengan kaidah SNI 17025-2000/ISO 17025.

TUJUAN TRAINING MANAJEMEN LABORATORIUM

  1. Memahami Prinsip-prinsip Pengelolaan Laboratorium sesuai kaidah standar baku.
  2. Memahami system pemeliharaan/ perawatan peralatan yang benar.
  3. Memahami prinsip-prinsip kalibrasi peralatan laboratorium.
  4. Meningkatkan mutu teknisi untuk menunjang optimalisasi pengajaran di laboratorium.

 

OUTLINES TRAINING MANAJEMEN LABORATORIUM

  1. Pengantar Umum Manajemen Laboratorium
  2. Sistem Manajemen Mutu Laboratorium sesuai dengan kaidah SNI 17025-2000/ISO 17025.
  3. Tugas dan Tanggung Jawab Teknisi pada Struktur Organisasi Laborarorium.
  4. Manajemen Pemeliharaan/ Perawatan.
  5. Peranan Motivasi dalam peningkatan produktivitas
  6. Pengukuran dan Kalibrasi.
  7. Praktikum Pelaksanaan Kalibrasi.

SISTEM MANAJEMEN MUTU BERDASARKAN ISO 9001: 2015

Seminar/Training Description :

Standar QMS / ISO 9001 adalah Sistem Manajemen Mutu pada sebuah organisasi memiliki kemampuan untuk secara konsisten menyediakan produk yang memenuhi persyaratan pelanggan dan perundang-undangan yang berlaku. Meningkatkan kepuasan pelanggan melalui penerapan sistem yang efektif, termasuk proses perbaikan sistem yang berkesinambungan dan jaminan kesesuaian dengan pelanggan, perundang-undangan dan peraturan yang berlaku terkait produk.

Tujuan Pelatihan

  1. Memahami dan menguasai implementasi pengendalian dokumen
  2. Memahami dan menguasai Konsep Management Change pada dokumen
  3. Memahami dan menguasai Aprproval System pada dokumen (peninajaun, memperbarui dan Persetujuan ulang)
  4. Memahami dan menguasai implementasi sistem kearsipan / pengendalian data perusahaan termasuk kebutuhan untuk melaksanakan sistem improvement sistem kearsipan
  5. Meningkatkan kompetensi dan skill / ketrampilan untuk memastikan bahwa perubahan dan sattus revisi terbaru pada dokumen teridentifikasi dengan jelas, mencegah terpakainya dokumen kadaluarsa

 

Outline Pelatihan Sistem manajemen Mutu Berdasarkan ISO 9001: 2015

  1. Pembahasan Hari 1
    • Pengenalan Sistem Manajemen Mutu
    • Sistem Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2015
    • Persyaratan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 :2015
  2. Pembahasan Hari 2
    • Persyaratan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2015
    • Dokumentasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2015
    • Proses Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2015
    • Berbagi Pengetahuan Perubahan ISO 9001 : 2015 (Sharing Knowledge ISO 9001: 2015 Changes)

PENYUSUNAN SOP

DESKRIPSI TRAINING PENYUSUNAN SOP

Standart Opeasional Procedure (SOP) diperlukan untuk mewujudkan keteraturan dalam suatu rangkaian aktivitas di perusahaan atau organisasi. Selain itu untuk menghindari tidak terlaksananya pekerjaan dengan baik, para pekerja yang tidak bertanggung jawab, lalai  dan selalu salah dalam pekerjaannya, dan segala kegiatan yang tidak sesuai, yang nantinya akan mengakibatkan rendahnya produktivitas dalam sebuah perusahaan/ organisasi. Training ini akan memberikan pemahaman mengenai teknik-teknik yang tepat dalam penyusunan SOP, sehingga akan meminimalisir penyimpangan yang tidak sesuai dalam organisasi/perusahaan.

 

TUJUAN TRAINING PENYUSUNAN SOP

Setelah mengikuti training ini, diharapkan peserta dapat memahami pentingnya Standard Operation Procedure (SOP) untuk kelancaran aktifitas organisasi/perusahaan dan teknik-teknik dalam penyusunan SOP.

 

MATERI TRAINING PENYUSUNAN SOP

1. Ruang lingkup dan basic Standar Operating Procedure (SOP)

  •  Pengertian dan pentingnya SOP
  • Simbol-simbol dalam SOP

2. Prinsip-prinsip dalam penyusunan SOP
3. Jenis SOP

  • SOP Teknis
  • SOP Administratif

4. Siklus penyusunan SOP

  • Persiapan
  • Penilaian kebutuhan SOP
  • Pengembangan SOP
  • Penerapan SOP
  • Monitoring dan evaluasi SOP

5. Format penyusunan SOP
6. Praktek pembuatan SOP dan diskusi
7. Hambatan dalam penyusunan SOP
8. Pemeliharaan SOP

ISO 10014: 2006 – Realizing Financial and Economic Benefits

Deskripsi Training ISO 10014: 2006

ISO 10014: 2006 adalah merupakan Panduan Manajemen Mutu untuk merealisasikan manfaat keuangan dan ekonomi bagi organisasi berdasarkan penerapan Prinsip-Prinsip Manajemen Mutu. ISO 10014: 2006 ini ditujukan bagi Top Management sebagai Panduan untuk meningkatkan Kinerja Organisasi. ISO 10014: 2006 merupakan Keluarga dari ISO 9000 Quality Management dan merupakan pelengkap dari ISO 9001 Quality Management Systems dan ISO 9004 Managing for the Sustained Succes of an Organization.

Tujuan Training ISO 10014: 2006

Dengan mengenal Aplikasi dari Prinsip-Prinsip Manajemen Mutu, Swa-Penilaian serta Methods and Tools pada setiap Tahapan Siklus Plan – Do – Check – Act pada Struktur Kerangka Proses, maka Manfaat Keuangan dan Ekonomi yang akan diperoleh adalah sbb:

  • Improved Profitability (Meningkatkan Kemampu-Labaan)
  • Improved Revenues (Meningkatkan Pendapatan)
  • Improved Budgetary Performance (Meningkatkan Kinerja Anggaran)
  • Reduced Costs (Menurunkan Biaya-Biaya)
  • Improved Cash Flow (Memperbaiki Aliran Kas)
  • Improved Return on Investment (Meningkatkan Tingkat Pengembalian Investasi)
  • Increased Competitiveness (Meningkatkan Berkompetisi)
  • Improved Customer Retention and Loyalty (Meningkatkan Loyalitas dan Kemampuan Mempertahankan Pelanggan)
  • Improved Effectiveness of Decision Making (Meningkatkan Efektivitas Pengambilan Keputusan)
  • Optimized Use of Available Resources (Mengoptimalkan Penggunaan Sumber-Daya)
  • Heightened Employee Accountability (Meningkatkan Akuntabilitas Karyawan)
  • Improved Intellectual Capital (Meningkatkan Intellectual Capital)
  • Optimized, Effective and Efficient Processes (Mengoptimalkan Efektivitas dan Efisiensi pada Proses-Proses)
  • Improved Supply Chain Performance (Meningkatkan Kinerja Rantai Pasok)
  • Reduced Time to Market (Mempercepat Waktu Menuju Pasar)
  • Enhanced Organizational Performance, Credibility and Sustainability (Meningkatkan Kinerja, Kredibilitas/Reputasi dan Daya-Tahan Organisasi).

Materi Training ISO 10014: 2006

  • Mengenal Prinsip-Prinsip Manajemen Mutu, Manfaat dan Aplikasinya
  • Mengenal Struktur Kerangka Proses yang Berbasis pada Siklus Plan – Do – Check – Act
  • Mengenal “the Triple Cs Triangle” untuk:
  • mengetahui Perilaku Pasar & Perilaku Pembelian Pelanggan
  • mempertahankan dan menarik Pelanggan
  • menghadapi Kompetisi/Kompetitor
  • melakukan Monitoring dan Evaluasi Program Pemasaran
  • Mengenal Metode Swa-Penilaaian untuk mengetahui Tingkat Kedewasaan/Kesiapan sebelum menuju ke Siklus Plan – Do – Check – Act
  • Mengenal Methods and Tools yang digunakan dalam masing-masing Tahapan Siklus Plan – Do – Check – Act

SISTEM MANAJEMEN LABORATPRIUM ISO 17025

DESKRIPSI TRAINING SISTEM MANAJEMEN LABORATPRIUM ISO 17025

Mengelola sebuah laboratorium merupakan pekerjaan yang kompleks sekaligus menantang. Kemampuan manajemen saja tidaklah cukup, tanpa pengetahuan teknis laboratorium. Sebaliknya pengetahuan teknis yang cukup perlu dilengkapi dengan kemampuan mengelola sumber daya laboratorium. Manajemen Pengelolaan Laboratorium memerlukan penanganan yang baik, prosedur kerja yang jelas, dan adanya pemeliharaan secara berkala. Selain itu laboratorium sebagai “data generator”, harus mampu menghasilkan data yang handal dan dapat dipercaya kebenarannya agar tidak menyesatkan dalam pengambilan keputusan. ISO 17025:2005, menggariskan pokok-pokok pengelolaan untuk mencapai tujuan tersebut. Namun demikian secara detail diperlukan pengetahuan dan pengalaman untuk menerjemahkan dalam kegiatan operasional. Hal-hal strategis yang nyata dan perlu dipahami diantaranya adalah masalah kepemimpinan, pembinaan tenaga laboratorium, pemanfaatan dan pemeliharaan peralatan, pengelolaan sumber informasi, kendali mutu hasil analisis, keselamatan dan kesehatan kerja serta sistem administrasi dan laporan.

Untuk mengelola sebuah laboratorium, diperlukan tenaga terampil yang memiliki kemampuan me-manage, mengelola dan merawat laboratorium. Ini menunjukkan, perlunya pengetahuan manajemen lab dan adanya fasilitator diskusi antara kepala lab dengan tenaga laboran tentang langkah-langkah yang harus dilakukan untuk meningkatkan kinerja laboratorium. Salah satunya adalah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mengelola laboratorium melalui suatu program pembekalan dan pelatihan, yang tujuannya adalah meningkatkan kemampuan tenaga lab agar  pengelolaan dan perawatan lab meningkat, sehingga performance lab akan meningkat pula. Sedangkan output yang diharapkan adalah meningkatnya kemampuan tenaga laboran dalam mengoperasikan dan mengelola logistik laboratorium, meningkatnya kemampuan tenaga laboratorium dalam mengelola informasi dan sistem data logistik laboratorium, serta berkembangnya lab menjadi lab dengan manajemen yang bagus.

Oleh karena itu, untuk membantu meningkatkan kemampuan kepala laboratorium atau mempersiapkan calon kepala laboratorium dalam hal memperdalam manajemen pengelolaan laboratorium, kami  akan menyelenggarakan pelatihan “Manajemen Laboratorium Kimia Bagi Pengelola”. Pelatihan ini terbuka untuk industri, lembaga litbang, instansi pemerintah/swasta dan perguruan tinggi. Pelatihan ini amat penting diikuti bagi kepala laboratorium, staf yang diprogramkan untuk menjadi pimpinan laboratorium, ataupun pengelola laboratorium. Dalam pelatihan ini, peserta akan diberikan penjelasan tentang ISO 17025;2005, organisasi, tata aliran kerja, anggaran, keselamatan kerja, tata tertib SOP, pengaturan bahan kimia dan pemeliharaan alat di laboratorium

TUJUAN TRAINING SISTEM MANAJEMEN LABORATPRIUM ISO 17025

Pelatihan bertujuan untuk memberikan bekal ilmu bagi peserta agar dapat mengelola laboratorium dengan efektif,efisien dan aman. Setelah selesai pelatihan diharapkan para peserta:

  • Memahami rentang kendali pengelolaan laboratorium serta pentingnya komitmen kuat mengenai peran laboratorium sebagai “data generator” yang handal dan dapat dipercaya.
  • Mempunyai pengetahuan menyeluruh tentang metode analisis dan pemeliharaan peralatan.
  • Mampu mengkoordinasi dan memotivasi staf dan tenaga laboratorium untuk bekerja bersama-sama, teliti dan berdedikasi.
  • Mempunyai kemampuan mengawasi laboratorium agar selalu bersih, rapi dan aman.

MATERI TRAINING SISTEM MANAJEMEN LABORATPRIUM ISO 17025

Materi yang akan disampaikan dalam pelatihan ini adalah:

  • Tujuan Umum : Rentang kendali manajemen Laboraturium
  • Pokok-pokok ISO 17025:2005.
  • Organisasi dan tata aliran kerja
  • Kepemimpinan dan motivasi serta pembinaan tenaga kerja laboratorium.
  • Pentingnya sampling dan perlakuan contoh.
  • Pemanfaatan dan pemeliharaan alat-alat instrumental.
  • Kalibrasi peralatan dan validasi metoda.
  • Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerjadalam Laboratorium
  • Tata Tertib dan SOP
  • Pemeliharaan Alat di Laboratorium.
  • Pengenalan IT untuk pengelolaan laboratorium.
  • Sistem administrasi laboratorium & Penganggaran.
  • Studi Kasus.
  • Peninjauan Laboratorium.

ISO 31000: 2009 Standar Internasional Manajemen Risiko

Deskripsi ISO 31000: 2009 Standar Internasional Manajemen Risiko

ISO (the International Organization for Standardization) adalah federasi badan standar nasional di seluruh dunia. Tugas mempersiapkan standar internasional biasanya dilaksanakan oleh ISO Technical Committee.

Standar Internasional untuk manajemen risiko (ISO 31000) dimaksudkan untuk digunakan oleh berbagai stakeholders:

  1. Mereka yang bertanggung jawab dalam implementasi manajemen risiko di organisasi mereka.
  2. Mereka yang perlu memastikan bahwa suatu organisasi menerapkan manajemen risiko.
  3. Mereka yang perlu mengelola risiko pada tingkat organisasi maupun pada suatu bidang kegiatan tertentu.
  4. Mereka yang perlu mengevaluasi keandalan praktik manajemen risiko dalam organisasinya.
  5. Mereka yang mengembangkan standar, pedoman, prosedur praktik manajemen risiko yang menjadi bagian dari dokumen-dokumen ini.

Banyak organisasi yang telah menerapkan praktik dan proses manajemen risiko termasuk komponen-komponen manajemen risiko dan banyak organisasi yang telah mengadopsi proses manajemen risiko formal untuk jenis-jenis risiko tertentu.

Manajemen dapat memutuskan untuk mengkaji secara kritis praktik dan proses yang ada tersebut berdasarkan standar ISO 31000 ini. Meskipun praktik manajemen risiko telah dikembangkan di berbagai sektor untuk menjawab kebutuhan spesifik di masing-masing sektor, suatu pendekatan generik berupa kerangka kerja komponen-komponen mendasar manajemen risiko dapat membantu memastikan bahwa risiko telah dikelola secara efektif dan koheren di seluruh organisasi. Pendekatan generik yang diuraikan dalam ISO 31000 ini.

 

Tujuan ISO 31000: 2009 Standar Internasional Manajemen Risiko

  1. Memberikan pengetahuan tentang peran sekretaris di era globalisasi
  2. Meningkatkan keterampilan dan kemampuan dalam menangani pekerjaan kesekretariatan      secara profesional
  3. Meningkatkan profesionalitas & rasa tanggung jawab seorang sekretaris terhadap tugas-tugas yang diberikan oleh perusahaan atau pimpinannya
  4. Memberikan kunci sukses menjadi sekretaris profesional

 

Materi ISO 31000: 2009 Standar Internasional Manajemen Risiko

  1. Dinamika Lingkungan Bisnis dan Ketidakpastian
  2. Gejala Manajemen Risiko yang Lemah
  3. Prinsip-prinsip Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000:2009
  4. Kerangka Implementasi Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000:2009
  5. Proses Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000:2009
  6. Perbandingan ISO 31000:2009 dengan AS/NZS 4360:2004
  7. Perbandingan ISO 31000:2009 dengan COSO 2004
  8. Kebijakan Manajemen Risiko
  9. Kerangka kerja manajemen risiko
  10. Mengintegrasikan Manajemen Risiko ke dalam Proses Organisasi
  11. Memahami organisasi dan konteksnya
  12. Akuntabilitas dan Sumber daya Manajemen Risiko
  13. Pengembangan komunikasi dan pelaporan internal & eksternal
  14. Risk Context,
  15. Risk Identification,
  16. Risk Analysis,
  17. Risk Evaluation,
  18. Risk Treatment,
  19. Risk Communication & Consultation,
  20. Risk Monitoring & Review.
  21. Pemantauan dan pengkajian kerangka kerja
  22. Manajemen Risiko dan Perbaikan Berkelanjutan (Continues Improvement)

Penyusunan SOP PHPL dan SVLK

PENTINGNYA SOP dalam PHPL, CoC FSC dan SVLK

Dalam persyaratan Pengelolaan Hutan Lestari (PHPL) / Sustainable Forest Management, CoC (Chain Of Custody)  dan SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu)  Peraturan Menteri Kehutanan, perusahaan diharuskan menetapkan dan menjalankan  prosedur atau SOP. Dengan SOP akan dicapai pengaturan agar tidak terjadi salah komunikasi, menghindari konflik antar fungsi (yang kadang berkepanjangan) atau bahkan saling melepaskan tanggung jawab, yang pada akhirnya dapat berakibat pada menurunnya kinerja organisasi itu sendiri.



TUJUAN  Penyusunan SOP PHPL dan SVLK

Program bertujuan membantu perserta pelatihan  untuk :

  1. Memahami pentingnya PHPL/SFM, COC DAN SVLK Peraturan Menteri Kehutanan Republik
  2. Memahami Peran dan pentingya SOP   dalam Perusahan Kehutanan
  3. Memahami persyaratan  SOP yang efektif dan efesien
  4. Memahami prinsip, metode, dan teknik penyusunan SOP
  5. Memberikan pedoman dalam pembuatan SOP yang efektif dalam rangka meningkatkan kinerja dan wawasan perusahaan
  6. Mampu menyusun SOP  sesuai Visi, Misi, Kebijakan Dan Persyaratan PHPL/SFM, CoC Dan SVLK



MATERI PELATIHAN Penyusunan SOP PHPL dan SVLK

Materi Pelatihan yang akan disampaikan mencakup sebagai berikut :

Peran  SOP dalam PHPL/SFM,  SVLK dan CoC

  • Masalah pengelolaan PHPL, SVLK Dan CoC
  • Kebutuhan SOP
  • Peran SOP dalam organisasi PHPL, SVLK Dan CoC
  • Manfaat Dan keuntungan adanya SOP

Pengertian dan Persyaratan SOP

  • Pengertian SOP
  • Pengertian sistem dokumentasi
  • Konsep Dan Persyaratan SOP
  • Model Dan Bentuk SOP
  • Atribut SOP

Teknik Penyusunan dan Pengembangan SOP PHPL/SFM, SVLK dan CoC

  • Tahapan Penyusunan Dan Pengembangan SOP
  • Teknik identifikasi Dan evaluasi   Kebutuhan SOP
  • Teknik Menentukan Judul Dan Lingkup SOP
  • Teknik penentuan Tim Penyusun
  • Teknik Penyusunan pendekatan Pemetaan Bisnis Proses
  • Pengertian Model Dan konsep Bisnis Proses
  • Teknik Penyusunan Pendekatan PHAPL, SVLK Dan CoC FSC
  • Isi dan Komposisi SOP
  • Teknik Penyusunan Kalimat Efektif, sederhana dan aplikatif
  • Teknik editing/ review SOP
  • Penentuan Format SOP
  • Pengesahan SOP
  • Metodologi Sosialisasi  Dan Training SOP
  • Metodologi Uji Coba SOP
  • Metodologi penyerpurnaan/Revisi SOP
  • Strategi Penerapan SOP
  • Monitoring, evaluasi danAudit SOP
  • Pengembangan SOP

Wokshop penyusunan SOP

  • Tip dan Trik SOP yang efektif
  • Penyampaian Contoh SOP
  • Workshop penyusunan SOP secara personal
  • Workshop penyusunan SOP secara tim

Penyusunan SOP (STANDARD OPERATING PROCEDURE)

Penulisan Standard Operating Procedure (SOP) memerlukan teknik yang berbeda dari jenis penulisan yang lain. Agar mudah dan efektif diterapkan, SOP harus jelas, ringkas, tepat sasaran dan dengan tingkat rincian yang sesuai bagi penggunanya. Disamping itu, SOP juga harus dapat berfungsi sebagai alat untuk perbaikan proses secara berkelanjutan.

Pelatihan dua hari ini membahas teknik penulisan SOP yang berguna bagi setiap personil dalam menyusun SOP di area kerjanya. Selain membahas teknik penulisan SOP, pelatihan ini juga membahas bagaimana menentukan proses-proses yang perlu diprosedurkan dan teknik analisa proses untuk mencari peluang perbaikan. Pelatihan mencakup paparan teori dan workshop yang memungkinkan peserta mempraktekkan teori yang telah diberikan dan mendapat feedback yang diperlukan.

 

Materi Bahasan Training Penyusunan SOP

Hari pertama

  1. Pendahuluan: Fungsi SOP
  2. Pemetaan Proses Bisnis; Identifikasi proses-proses dalam organisasi
  3. Workshoppemetaan proses bisnis
  4. Menentukan batasan proses
  5. Menentukan ukuran keberhasilan proses
  6. Identifikasi potensi kegagalan proses
  7. Workshop: Analisa resiko proses-proses
  8. Format SOP menurut Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
  9. Unsur dokumentasi dan unsur prosedur
  10. Persiapan: pembuatan template dan petunjuk dasar

 

Hari kedua

  1. Penulisan kegiatan;
    • Membuat kalimat serba ringkas dan cepat terbaca.
    • menghindari ambiguitas
    • menangani subjektifitas
    • Menangani struktur kondisional
  2. Simbol-simbol aktifitas
  3. Mutu baku dan keterangan
  4. Workshop: Penyusunan SOP

 

ISO 9001: 2015 Manajemen Mutu

Deskripsi Training ISO 9001: 2015 Manajemen Mutu

ISO 9001: 2008 merupakan standar yang telah banyak diaplikasikan oleh berbagai perusahaan besar di dunia sebagai pertanda maju tidaknya sistem bisnis dan pelayanan yang dijalankan oleh perusahaan yang kemudian di upgrade menjadi ISO 9001: 2015. Perbedaan dalam proses bisnis dan pelayanan yang diberikan oleh masing-masing perusahaan, membuat standar yang diterapkan juga akan ikut berbeda-beda. Oleh sebab itulah ISO 9001: 2015 tersebut perlu untuk diterjemahkan sesuai dengan bidang dan kebutuhan masing-masing perusahaan, tetapi interpretasi tersebut tidak menyimpang dari esensi yang disyaratkan oleh regulasi sehingga keduanya dapat berjalan dengan sinkron. Untuk menjalankan seluruh rancangan kegiatan sesuai standar ISO 9001: 2015, maka perusahaan perlu mengetahui bagaimana teknik pendokumentasian yang tepat. Sistem Manajemen Dokumentasi yang dipersyaratkan dalam ISO 9001: 2015 mempunyai perbedaan dengan arsip yang ada pada umumnya yang biasa dilakukan oleh tata kelola kearsipan di perusahaan, sehingga perusahaan perlu membekali karyawan dengan pengetahuan tersebut sehingga proses pendokumentasian dapat berjalan secara integratif dan kolaboratif. Apabila ISO 9001:2015 mengenai manajemen mutu tersebut telah diaplikasikan maka langkah selanjutnya adalah melakukan audit pelaksanaan ISO 9001:2015 untuk dapat mengetahui apakah implementasinya sudah tepat dan efisien.



Tujuan dan Manfaat Training ISO 9001: 2015 Manajemen Mutu

Dengan mengikuti training ini diharapkan peserta dapat:

  1. Mengetahui dasar-dasar dalam interpretasi dan dokumentasi ISO 9001: 2015
  2. Mengetahui penerapan ISO 9001: 2015 di berbagai perusahaan besar dunia
  3. Mengaplikasikan ISO 9001: 2015 dan teknik pendokumentasiannya di perusahaan
  1. Memahami persyaratan ISO 9001:2015
  2. Memahami dan mengetahui cara melaksanakan Internal Audit
  3. Memahami kompetensi yang diperlukan untuk menjadi Internal Auditor
  4. Mengetahui cara menganalisa hasil Internal Audit
  5. Mengetahui cara menindak lanjuti hasil Internal Audit

 

Materi Training ISO 9001: 2015 Manajemen Mutu

  1. Ruang lingkup, tujuan dan urgensi ISO 9001: 2015
  2. Prinsip dan dasar ISO 9001: 2015
  3. Penerapan ISO 9001: 2015
  4. Kompabilitas dengan environmental, health & safety management system.
  5. Strategi upgrade ISO 9001: 2008 ke ISO 9001: 2015.
  6. Desain penerapan mutu sesuai dengan ISO 9001: 2015
  7. Penyusunan dokumentasi sesuai dengan ISO 9001: 2015
  8. Identifikasi kebutuhan SDM sebagai penyusunan ISO 9001: 2015
  9. Sistem Evaluasi penerapan ISO 9001: 2015
  10. Studi kasus aplikasi ISO 9001: 2015

ISO 26000 AWARENESS TRAINING

DESKRIPSI ISO 26000 AWARENESS TRAINING

ISO 26000 merupakan pedoman dalam pelaksanaan program  Corporate Social Responsibility (CSR) yang berlaku bagi seluruh jenis organisasi, baik swasta maupun pemerintah baik di negara maju maupun di negara berkembang.  Tujuan dari ISO 26000 untuk memberikan pedoman agar program  CSR lebih efektif dan dapat dapat dipertanggungjawabkan pada stakeholder. IS0 26000 menekankan pada pentingnya hasil dan perbaikan kinerja tanggung jawab sosial perusahaan.  ISO 26000 berisi tujuh  klausul yang berisi tentang prinsip prinsip utama dalam CSR, mengenali stakeholder yang terlibat, subjek utama dalam CSR dan pedoman mengintegrasikan CSR dalam organisasi. Agar program CSR dalam perusahaan sesuai dengan pedoman ISO 26000, maka diperlukan pengenalan  dan pemahaman tentang isi dan implementasi ISO 26000.

 

TUJUAN ISO 26000 AWARENESS TRAINING

Tujuan dari kegiatan ini adalah pengenalan dan pemahaman tentang pengelolaan CSR perusahaan dengan pedoman standar  ISO 26000

 

MATERI ISO 26000 AWARENESS TRAINING

  1. Ruang lingkung kegiatan CSR perusahaan dan pentingnya standar ISO 26000
  2. Pengenalan dan pemahaman ISO 26000
  • Klausul 1. Scope ISO 26000
  • Klausul 2.  Terms and definitions
  • Klausul 3. Understanding social responsibility
  • Klausul 4. Principles of social responsibility
  • Klausul 5. Recognizing social responsibility and engaging stakeholders
  • Klausul 6. Guidance on social responsibility core subjects
  • Klausul 7. Guidance on integrating social responsibility throughout an organization
  1. Penerapan ISO26000 dalam kegiatan CSR : Contoh aplikasi dan studi kasus

ISO 17025: 2008 – Sistem Manajemen Mutu Laboratorium

Deskripsi Training ISO 17025: 2008 – Sistem Manajemen Mutu Laboratorium

Sertifikasi manajemen mutu laboratorium menjamin bahwa semua peralatan system dan prosedur yang ada di laboratorium telah sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam ISO 17025 : 2008.Pelatihan ini akan membahas  tentang Sistem Manajemen Mutu pada Laboratorium sesuai persyaratan standar ISO/IEC 17025:2005, dan memberikan pemahaman (beberapa interpretasinya) guna kejelasan dalam implementasi secara konkrit.Peserta diharapkan  akan dapat mengerti interpretasi maupun implementasi masing-masing klausul “persyaratan manajemen” & “persyaratan teknis” secara benar sesuai dengan persyaratan standarnya.

Materi Training ISO 17025: 2008 – Sistem Manajemen Mutu Laboratorium

  1. Interpretasi Klausul-klausul Persyaratan Manajemen & Teknis (IEC/ ISO 17025 : 2008)
  2. Kebijakan Mutu & Sasaran Mutu serta Evaluasinya dalam SMM Laboratorium
  3. Hirarki Dokumen Mutu dan Penerapan Sistem Dokumentasinya
  4. Program-program Mutu di Laboratorium dan Evaluasinya serta Ketertelusuran Pengukuran
  5. Prinsip-prinsip dalam Verifikasi dan Validasi Metoda, serta estimasi Ketidakpastian Pengukuran
  6. Laporan Hasil Uji ,  Sertifikat Kalibrasi  dan Check List kesiapan Akreditasi

Menyusun SOP Berbasis PDCA

Latar Belakang Training Menyusun SOP Berbasis PDCA

Sebentar lagi kita akan menghadapi MEA. Salah satu cara untuk siap berkompetisi di tengah persaingan ketat adalah dengan standarisasi proses. SOP akan membakukan standarisasi kerja agar tidak terjadi variasi prosedur sehingga menjamin kesamaan tindakan. SOP juga menjadi alat komunikasi antara pelaksana dan pengawas, sehingga tidak lempar tanggung jawab. Selain itu SOP dapat dipakai sebagai alat training dan bisa dipergunakan untuk mengukur kinerja karyawan . Ujungnya akan  memotivasi karyawan.  Jangan lupa bahwa SOP juga merupakan alat organisasi dalam meningkatkan produktivitas dan menjamin mutu layanan ,sebagai tool untuk melakukancontinuous improvement . Kelak  dapat meregistrasi SOP dimaksud ke lembaga resmi nasional maupun internasional (ISO 9001:2008) untuk mendapatkan Sertifikat Mutu / Quality.

Di pembekalan ini peserta akan dibekali ketrampilan praktis – cepat – banyak prakteknya, agar pulang langsung bisa diaplikasikan

Outline Materi Training Menyusun SOP Berbasis PDCA

  1. Dasar Standarisasi prosedur. Dimanakah posisinya di PDCA ?
  2. Mana yang harus diutamakan ? Urgent vs Important .
  3. Jenis-jenis SOP: flowchart – gambar – narasi. Ada yang lain
  4. Yang harus ada dalam SOP
  5. Memetakan process flow didepartemen HRD
  6. Penyusun SOP
  7. Hambatan dalam penerapan SOP
  8. Hubungan SOP dengan Balanced Scorecard. Dimana posisinya?
  9. Mengintegrasikan SOP dengan KPI.
  10. Beda SOP dan Instruksi Kerja
  11. Contoh contoh SOP

 

Internal Audit ISO 9001: 2008

Overview Training Internal Audit ISO 9001: 2008  

Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9000 di berbagai belahan dunia semakin meluas di semua sektor baik manufaktur maupun jasa, termasuk juga di unit/ lembaga pemerintahan maupun organisasi nir-laba, hal yang serupa pun terjadi di berbagai perusahaan maupun lembaga yang ada di Indonesia. Seiring dengan perkembangan standar ISO 9000, saat ini  acuan yang digunakan dalam melakukan suatu Audit Mutu adalah ISO 19011: 2002, Guidelines for quality and/or environmental management systems auditing.

Dengan melakukan audit berdasarkan ISO 19011:2002, audit bukan dilaksanakan untuk menangkap penyimpangan terhadap kebijakan yang sudah didokumentasikan, tetapi untuk meningkatkan efektivitas sistem manajemen mutu yang ada.

Bagi perusahaan dan lembaga yang telah mendapat sertifikat penerapan SMM ISO 9000, pelaksanaan Audit Mutu Internal merupakan suatu keharusan karena terkait sebagai bagian dari siklus Continuous Quality Improvement. Selain itu, melalui Audit Mutu Internal yang intensif perusahaan akan dapat mengetahui secara lebih dini setiap penyimpangan yang terjadi dalam penerapan SMM ISO 9000, sehingga upaya untuk mengantisipasi perbaikan dapat segera dilakukan. Pelaksanaan Audit Mutu Internal ISO 9001: 2008 yang efektif, hanya dapat dilakukan bila Tim Internal Audit perusahaan menguasai materi dan teknik dengan baik. Pelatihan Audit Mutu Internal merupakan persyaratan bagi Tim Auditor Internal ISO 9001: 2008.



Sasaran Internal Audit ISO 9001: 2008  

  • Memahami persyaratan ISO 9001: 2008 tentang pelaksanaan Audit Mutu Internal
  • Memahami pendekatan audit sesuai dengan ISO 19011:2002
  • Mampu mengidentifikasi kebutuhan Kompetensi Auditor
  • Mampu menyusun rencana dan Program Audit Mutu Internal
  • Mampu melakukan Audit Mutu Internal dengan pendekatan proses
  • Mampu menyusun Laporan Audit terhadap sistem manajemen mutu dan kinerja bisnis
  • Mampu mengidentifikasi potensi improvement dari hasil Audit Mutu Internal



Outline Training Internal Audit ISO 9001: 2008  

  • Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2008 dan Pelaksanaan Audit Mutu Internal
  • Persyaratan Audit Mutu pada ISO 19011:2002
  • Kompetensi dan kriteria pemilihan Auditor Mutu Internal
  • Prinsip Dasar Audit
  • Perencanaan Audit Mutu Internal
  • Program Audit dan Audit Plan
  • Pelaksanaan Audit Mutu Internal
  • Perlengkapan Audit
  • Teknik-teknik  dalam meng-audit
  • Sikap dalam meng-audit
  • Pelaporan Audit dan Tindak Lanjut Audit
  • Potensi Improvement
  • Role -play Audit Mutu Internal

LABORATORY QUALITY CONTROL

DESKRIPSI TRAINING LABORATORY QUALITY CONTROL

  1. Pelatihan ini dimaksudkan untuk memberi pembekalan tentang Pengendalian Mutu (Quality Control) atas kegiatan Pengujian/ Pengukuran di Laboratorium, sesuai dengan ketentuan standar ISO/IEC 17025:2005 maupun pedoman teknis penerapan QC Laboratorium (practice).
  2. Peserta diharapkan dapat mengerti implementasi konkrit dari QC Laboratorium secara benar/ konsisten termasuk juga aplikasi statistiknya hingga Investigasi data “out of control”  maupun evaluasi untuk continual improvement.

TRAINING OUTLINES LABORATORY QUALITY CONTROL

  1. Konsep tentang “Control, Quality, and Statistic”
  2. Pengantar Dasar Statistika
  3. Statistik Deskriptif dan Statistik Inferensi
  4. Batas keberterimaan dalam pengukuran mutu
  5. Program & Jenis-jenis Pengendalian Mutu (QC) di Laboratorium
  6. Mekanisme Penetapan  Limit Control
  7. Cause-Effect Chart & Control Chart
  8. Data out of control dan Investigasinya
  9. Aplikasi Metoda Statistik untuk Pengendalian Mutu (QC) hasil Laboratorium
  10. Aplikasi dalam uji homogenitas & Kestabilan  sample
  11. Analisis Data Hasil QC & Teknik Pengambilan Keputusan.
  12. Evaluasi trend data dan data pencilan.
  13. Teknik mengukur Peningkatan/ Penurunan Kualitas Data Series.
  14. Alur untuk pengambilan Keputusan secara Statistik

 

AUDITOR INTERNAL : PERAN & KUALITAS

OVERVIEW TRAINING AUDITOR INTERNAL

Pada awalnya pekerjaan internal audit hanya terfokus mengevaluasi kewajaran pada laporan keuangan dan menemukan pelaku kecurangan. Dalam perkembangannya audit bukan sekedar untuk mengevaluasi laporan keuangan saja namun juga dibutuhkan untuk evaluasi/audit bidang lain seperti : produksi, pengadaan, pemasaran dll. Perbedaan audit ekternal dan audit internal adalah audit eksternal hanya untuk memberikan penilaian atas kewajaran laporan keuangan sedangkan audit internal mengevaluasi seluruh aktivitas operasional dengan tujuan untuk memberikan masukan kepada manajemen dan staf operasional agar kinerja dapat ditingkatkan atau diperbaiki dan tujuan organisasi dapat dicapai

 

SILABUS TRAINING AUDITOR INTERNAL

  1. Pengenalan Audit Internal
  2. Perkembangan Audit Internal
    • Jenis Jasa yang Diberikan
    • Karakteristik Audit Internal
    • Tujuan & Manfaat Audit Internal
    • Peran Audit Internal
    • Hubungan Audit Internal
  3. Perencanaan Penugasan Audit
    • Standar Audit untuk Perencanaan Penugasan
    • Kegiatan yang Dilakukan pada Tahap Perencanaan
    • Survei Pendahuluan
    • Penyusunan Audit Program
  4. Kertas Kerja Audit
    • PENGERTIAN KKA
    • TUJUAN PENYUSUNAN KKA
      • Karakteristik KKA
      • JENIS-JENIS KKA
      • Kertas Kerja Audit (KKA)
  5. Membuat LHA dan Pemantauan Tindak Lanjut
    • Arti penting Laporan Hasil Audit
    • Tujuan LHA
    • Effective report writing
    • Menulis Persuasif  dan kontruktif
    • Tindak Lanjut
  6. Quality Assurance
    • Efisiensi dan efektivitas
    • Peran Organ Perusahaan
    • Deliver Value
    • Scope
    • Empat Elemen QA

 

ISO/ IEC 27001 Foundation

Program Description:

This program is an international standard that provides the basis for effective management of confidential and sensitive information, and for the application of information security controls. It enables organizations to demonstrate excellence and prove best practice in Information Security management. Conformance with the standard requires commitment to continually improve control of confidential and sensitive information, providing reassurance to sponsors, shareholders and customers alike.

Re-released in 2013, ISO/IEC 27001 builds upon established foundations as the most widely recognized international standard specifically aimed at information security management. The adoption of an Information Security Management System (ISMS) is a strategic decision driving the coordination of operational security controls across all of the organizations electronic and physical information resources. The standard can be integrated with other management system framework standards, such as the quality standard ISO 9001 and ISO/IEC 20000 for IT service management.

ISO/IEC 27001 provides a model to establish, implement, maintain and continually improve a risk-managed ISMS. The design and implementation of the management system is tailored to the organization’s objectives, information assets, operational processes and governing legal and regulatory security requirements. The Foundation level qualification assesses your knowledge of the contents and high level requirements of the ISO/IEC 27001 standard.



Program Objectives:

At the end of the program, the participants will be able to:

  • Learn about best practice in Information Security Management and apply this within your organization
  • Realize the scope and purpose of the standard and how it can be implemented within an organization
  • Understand the key terms and definitions used in ISO/IEC 27001 to effectively roll out the principles
  • Leverage the fundamental ISO/IEC 27001 requirements for an ISMS to address the need to continually improve
  • Recognize the purpose of internal audits and external certification audits, their operation and the associated terminology



ISO/ IEC 27001 Foundation Program Modules:

Module 1: Introduction, Key Publications and Concepts

  • What are ISO/IEC 27001:2013 Standard, History and Definitions
  • The ISO/IEC 27001 Certification
  • The ISO/IEC 2700x Norms
  • The Information Security Management System (ISMS)

Module 2: Relations with other standards

  • Relation with the ISO 9001, ISO 14001, ISO 20000-1 Standards
  • Relations with other standards and regulations (PCI DSS, SOGP, FIPS, HIPAA, SOX, etc.)

Module 3: Etablishment, implementation and operating of the ISMS

  • The Information Security Management System (ISMS)
  • Management Responsibilities
  • Internal Audit and Management of the ISMS
  • Continuous Improvement of the ISMS

Module 4: The Information Security Controls

Module 5: Making the ISO / IEC 27001 an organization

  • The Reasons for an Audit
  • The different Audit Types and its Expected Audit Results
  • Audit the Evidence to Demonstrate Compliance
  • Preparation and Participation to a Certification Audit
  • Conducting an Audit

ISO/ IEC 27001 Practitioner

Program Description:

This program is an international standard that provides the basis for effective management of confidential and sensitive information, and for the application of information security controls. It enables organizations to demonstrate excellence and prove best practice in Information Security management. Conformance with the standard requires commitment to continually improve control of confidential and sensitive information, providing reassurance to sponsors, shareholders and customers alike.

Re-released in 2013, ISO/IEC 27001 builds upon established foundations as the most widely recognized international standard specifically aimed at information security management. The adoption of an Information Security Management System (ISMS) is a strategic decision driving the coordination of operational security controls across all of the organizations electronic and physical information resources. The standard can be integrated with other management system framework standards, such as the quality standard ISO 9001 and ISO/IEC 20000 for IT service management.

ISO/IEC 27001 provides a model to establish, implement, maintain and continually improve a risk-managed ISMS. The design and implementation of the management system is tailored to the organization’s objectives, information assets, operational processes and governing legal and regulatory security requirements. The Practitioner level qualification assesses your application of ISO/IEC 27001 knowledge to given business scenarios, enabling the candidate to demonstrate more detailed knowledge and capability.



Program Objectives:

At the end of the program, the participants will be able to:

  • Apply the principles of ISMS policy and its information security scope, objectives, and processes within an organizational context
  • Apply the principles of risk management including risk identification, analysis, and evaluation, and propose appropriate treatments and controls to reduce information security risk, support business objectives, and improve information security
  • Analyze and evaluate deployed risk treatments and controls to assess their effectiveness and opportunities for continual improvement
  • Analyze and evaluate the effectiveness of the ISMS through the use of internal audit and management review to continually improve the suitability, adequacy, and effectiveness of the ISMS
  • Understand, create, apply, and evaluate the suitability, adequacy, and effectiveness of documented information and records required by ISO/IEC 27001
  • Identify and apply appropriate corrective actions to maintain ISMS conformity with ISO/IEC 27001


ISO/ IEC 27001 Practitioner Program Modules:

Module 1: Implementation, Key Publications and Concepts

  • What are ISO/IEC 27001:2013 Standard, History and Definitions
  • The ISO/IEC 27001 Certification
  • The ISO/IEC 2700x Norms
  • The Information Security Management System (ISMS)

Module 2: Relations with other standards

  • Relation with the ISO 9001, ISO 14001, ISO 20000-1 Standards
  • Relations with other standards and regulations (PCI DSS, SOGP, FIPS, HIPAA, SOX, etc.)

Module 3: Implementation and operating of the ISMS

  • The Information Security Management System (ISMS)
  • Management Responsibilities
  • Internal Audit and Management of the ISMS
  • Continuous Improvement of the ISMS

Module 4: Implementation of Information Security Controls

Module 5: Implementation of Making the ISO / IEC 27001 an organization

  • The Reasons for an Audit
  • The different Audit Types and its Expected Audit Results
  • Audit the Evidence to Demonstrate Compliance
  • Preparation and Participation to a Certification Audit

Conducting an Audit

ISO 9001: 2008 : Interpreting & Documenting

Deskripsi

Draft International Standard (DIS) ISO 9001:2008 telah disetujui pada rapat komite teknik ISO TC-176 tanggal 19-23 Mei 2008 di Novi Sad-Serbia. Direncanakan pada periode 7 Agustus sampai dengan 7 Oktober 2008 dilakukan proses pengambilan suara (voting) terhadap Final Draft International Standard (FDIS) ISO 9001:2008 sebagai dasar keputusan terbitnya Standar Internasional yang baru,  ISO 9001:2008. Pada Bulan November 2008, Standar Internasional ISO 9001:2008 direncanakan akan ditetapkan dan menggantikan Standar Internasional ISO 9001:2000.

Standar Internasional ISO 9001:2008 berisi persyaratan-persyaratan sistem manajemen mutu yang mengarahkan organisasi untuk mengendalikan proses-prosesnya menuju pencapaian sasaran-sasarannya termasuk diantaranya kepuasan pelanggan, kesesuaian dengan peraturan dan perndang-undangan serta peningkatan berkesinambungan. Dalam penerapan sistem manajemen mutu ini, organisasi bisa menjalani proses sertifikasi dari Lembaga yang independen sebagai bukti atas kesesuaiannya memenuhi berbagai persyaratan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 sehingga lebih meningkatkan kepercayaan mitra bisnisnya/ stake holdernya.

Saat ini penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001 berlangsung di berbagai sektor bisnis komersil  manufaktur ataupun jasa serta organisasi non profit dan institusi pemerintahan di 170 negara.

Menurut standar seri ISO 9000, Dokumentasi merupakan sesuatu yang jauh lebih luas dari pada sekedar arsip, catatan, (dan tentu saja foto-foto yang mungkin sempat Anda bayangkan). Dan ketika perusahaan/ organisasi berupaya untuk menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008, maka perusahaan/ organisasi perlu menetapkan Dokumentasi Sistem Manajemen Mutunya sesuai persyaratan standar sebagai landasan penerapan dan peningkatan mutu yang berkesinambungan. Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 sebagai Standar yang generik memerlukan dokumentasi dengan intepretasi yang tepat sesuai bidang industri maupun layanannya serta penerapannya membutuhkan strategi agar diterima dan dijalankan oleh semua karyawan.

Pelatihan ini akan mengarahkan dan memberi kepahaman kepada peserta dalam menyiapkan dan menyusun dokumentasi yang teruji sebagai dasar penerapan dan evaluasi, serta strategi penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 bagi perusahaan yang berkomitmen menghasilkan produk dan layanan bermutu serta kinerja yang tinggi.

 

Tujuan :

  • Memahami secara benar, konseptual, dan komprehensif tentang persyaratan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008
  • Memahami kebijakan-kebijakan perusahaan/ institusi yang perlu dituangkan dalam dokumen SMM ISO 9001:2008
  • Memahami langkah-langkah untuk membentuk dan mengembangkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008
  • Memahami kebutuhan sumber daya untuk menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008
  • Memahami “Continuous Quality Improvement” dalam implementasi SMM ISO 9001:2008 pada perusahaan/ institusi
  • Memahami proses sertifikasi dan lembaga sertifikasi Sistem Manajemen Mutu di Indonesia & Internasional

 

Materi Pelatihan ISO 9001: 2008

  • Prinsip-prinsip Sistem Manajemen Mutu ISO 9000
  • Pemahaman Persyaratan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008
  • Penyusunan Kebijakan Mutu dan Sasaran Mutu
  • Penyusunan Dokumen Persyaratan Sistem Manajemen Mutu
  • Penyusunan Dokumen Persyaratan Tanggung Jawab Manajemen
  • Penyusunan Dokumen Persyaratan Manajemen Sumber Daya
  • Penyusunan Dokumen Persyaratan Realisasi Produk dan Layanan
  • Penyusunan Dokumen Persyaratan Analisis, Pengukuran dan Peningkatan
  • Perencanaan Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008
  • Organisasi Komite Penerapan SMM ISO 9001:2008
  • Kiat-kiat dalam menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008
  • Lembaga Sertifikasi Sistem Mutu

ISO 55001: 2014 Asset Management System

Pendahuluan ISO 55001: 2014 Asset Management System

Setiap organisasi apapun bentuknya, baik yang Profit-Oriented maupun yang Non-Profit-Oriented, dalam melakukan aktivitasnya pasti memerlukan Asset atau Aktiva atau Harta atau Kekayaan, yang harus dimiliki apapun tipe Assets-nya.

Asset didefinisikan sebagai: “Sesuatu yang memiliki Nilai Potensial bagi Organisasi yang harus dipertanggung-jawabkan”.

Kinerja suatu Organisasi juga selalu dikaitkan dengan cara Organisasi tsb dalam mengelola Assets-nya.

Suatu Organisasi akan mencapai Sasaran-Sasarannya, baik pada Level Strategis, Taktis maupun Operasional, apabila Manajemen Assets-nya dilakukan secara Efektif dan Efisien.

Dalam pengertian Assets atau Aktiva tidak terbatas pada kekayaan yang Berwujud saja (Tangible Assets) tetapi, tetapi juga pengeluaran-pengeluaran yang belum dialokasikan (differed charges) atau biaya yang masih dialokasikan pada penghasilan yang akan datang, serta Aktiva yang Tidak Berwujud lainnya (Intangible Assets).

ISO (International Organization for Standardization), yang berpusat di Geneva, Swiss, pada tanggal 15 Januari 2014 telah menerbitkan Standar Internasional yaitu ISO 55001:2014 – Asset Management System untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Asset Management System didefinisikan sebagai: “Kumpulan Elemen-Elemen dari Suatu Organisasi untuk menetapkan Kebijakan-Kebijakan dan Sasaran-Sasaran serta Kapabilitas-Kapabilitas untuk mencapai Sasaran-Sasaran dari Organisasi tersebut”.

Aplikasi dari suatu Asset Management System akan memberikan kepastian (Assurance) bahwa Sasaran-Sasaran suatu Organisasi tsb akan tercapai secara lebih Pasti sebagai dampak dari implementasi Risks-Based Thinking, menjadi lebih Efektif, dan Efisien serta Berdaya-Tahan (Sustainability) sepanjang waktu. ISO 55001:2014 – Asset Management System Requirements juga telah menerapkan:

  • High Level Structure Management System
  • Risks-Based Thingking
  • Documented Information Based

Manfaat ISO 55001: 2014 Asset Management System

Manfaat Penerapan ISO 55001:2014 Asset Management System antara lain:

  • Kinerja Keuangan yang meningkat;
  • Mengelola Risiko secara lebih baik;
  • Meningkatkan Pelayanan dan Output;
  • Menunjukan Tanggung-jawab Sosial;
  • Menunjukan Kepatuhan (Compliances);
  • Meningkatkan Reputasi;
  • Meningkatkan Daya-Tahan (Sustainability) Organisasi; dan
  • Meningkatkan Efektifitas dan Efisiensi.
  • Dan lain-lain.

Materi ISO 55001: 2014 Asset Management System

  • Apakah itu Assets, Assets Management (AM) & Assets Management System (AMS)
  • Mengapa Assets Management System – Manfaat dari AMS
  • Supplier – Input – Process (Activity) – Output – Outcome – Customer – SIPOC and 7M of Activity Resources
  • Persamaan Dasar “Business”
  • Konsep Dasar “Strategic Management System”
  • Mengapa Organisasi Membutuhkan: “System – Strategy – Structure”
  • Hirarki dari “Strategic Fusion Management System”
  • Assets as in the Balanced Sheet – Consolidated
  • Mengenal Klausul-Klausul dari ISO 55001:2014 – Asset Management System
  • Klausul 4: Context of the Organization
  • Klausul 5: Leadership
  • Klausul 6: Planning
  • Klausul 7: Support
  • Klausul 8: Operation
  • Klausul 9: Performance Evaluation
  • Klausul 10: Improvement
  • Langkah-langkah menuju Proses Sertifikasi ISO 55001:2014 – Asset Management System (AMS) – Requirements

ISO 27000

Deskripsi Pelatihan ISO 27000

Informasi merupakan aset yang sangat penting bagi setiap organisasi. Dalam persaingan bisnis, dapat dikatakan bahwa penguasaan informasi merupakan salah satu senjata utamanya.

ISO/IEC 27001:2005 merupakan salah satu manajemen ISO yang mengatur tentang Sistem Manajemen keamanan Informasi. Di lingkungan bisnis yang sangat kompetitif saat ini, informasi tersebut secara terus menerus mendapatkan ancaman dari banyak sumber seperti dari internal atau eksternal, yang disebabkan karena ketidaksengajaan atau memang suatu ancaman yang disengaja.

Penggunaan teknologi yang memberikan kemampuan organisasi untuk tumbuh dan mempertahankan pertumbuhannya, ternyata juga memperkenalkan risiko baru yaitu risiko keamanan informasi.

Tujuan Pelatihan ISO 27000

Setelah mengikuti training ini, diharapkan peserta memahami secara menyeluruh tentang:

  • Proses kerja / kegiatan apa untuk mengelola keamanan informasi.
  • Bagaimana caranya memitigasi risiko keamanan informasi.
  • Persyaratan untuk mendapatkan sertifikasi ISO 27001 bagi organisasi / perusahaan.
  • memahami prinsip-prinsip dasar sistem manajemen keamanan informasi (SMKI).
  • memahami kesamaan persyaratan yang ada dalam Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) ISO 27001:2005.

Materi Pelatihan ISO 27000

  • Pengelolaan Keamanan Informasi
    •  Sistem manajemen keamanan informasi
    •  Mengorganisasikan keamanan informasi
    •  Kebijakan keamanan informasi
    •  Risk Assessment
    •  Mengelola keamanan informasi terhadap pihak eksternal
    •  Mengelola aset informasi
    •  Mengelola keamanan informasi terhadap sumberdaya manusia
    •  Mengelola keamanan fisik dan lingkungan
    •  Mengelola keamanan peralatan dan perlengkapan
    •  Mengelola operasional dan komunikasi
    •  Mengelola keamanan informasi terhadap software berbahaya
    •  Mengelola keamanan network dan media
    •  Mengelola keamanan pertukaran informasi
    •  Mengelola keamanan layanan e-commerce
    •  Mengelola keamanan penggunaan internet dan email
    •  Mengelola keamanan akses network, O/S dan aplikasi
    •  Mengelola keamanan informasi pada akuisisi, pengembangan dan pemeliharaan sistem.
    •  Memonitor dan mengelola inside keamanan informasi
    •  Pengelolaan keamanan Informasi dan pengelolaan business continuity
    •  Mengelola compliance keamanan informasi
  • Prinsip-prinsip dan Pemahaman Sistem Manajemen:
    • Keterkaitan standar sistem manajemen
    • Pengembangan sistem manajemen
  • Prinsip Dasar Keamanan Informasi
    • Konsekuensi dari pengamanan yang lemah
    • Jenis umum dari ancaman
    • Tujuan keamanan informasi
    • Definisi berdasarkan ISO 27001:2005
    • PDCA
  • Pemahaman persyaratan sistem manajemen keamanan informasi (SMKI)
    • Persyaratan Umum
    • Penetapan dan Pengelolaan SMKI
    • Persyaratan dokumentasi
    • Tanggung jawab Pimpinan
    • Audit internal SMKI
    • Tinjauan Manajemen SMKI
    • Peningkatan Berkesinambungan SMKI
  • Pemahaman Lampiran Persyaratan Standar ISO 27001:2005

Auditor Internal ISO 9001: 2008

Deskripsi Training Auditor Internal ISO 9001: 2008

Aktivitas Audit ISO 9001: 2008 merupakan kegiatan yang  bertujuan untuk memonitor berjalannya manajemen mutu apakah sesuai dengan proses dan prosedur yang  dipersyaratkan dalam  ISO 9001: 2008. Hasil audit  akan digunakan sebagai salah satu masukan dalam Management Review. Training ini akan membahas tentang bagaimana melaksanakan internal audit ISO 9001: 2008. Berbagai hal akan dibahas antara lain; Kapan Internal Audit harus dilaksanakan, bagaimana caranya dan siapa yang harus melakukan Internal Audit, serta apa yang harus dilakukan dengan hasil Internal Audit?. Training ini membekali para auditor menjadi auditor yang handal.

Tujuan Training Auditor Internal ISO 9001: 2008

  • Memahami persyaratan ISO 9001: 2008
  • Memahami  dan mengetahui cara melaksanakan Internal Audit
  • Memahami kompetensi yang diperlukan untuk menjadi Internal Auditor
  • Mengetahui cara menganalisa hasil Internal Audit
  • Mengetahui cara menindak lanjuti hasil Internal Audit

Materi Auditor Internal ISO 9001: 2008

  • Ruang lingkup  Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2008
  • Proses  Internal Audit
  • Persyaratan audit internal
  • Persiapan audit
  • Check list audit
  • Analisis temuan audit
  • Tindakan koreksi / pencegahan / improvement dan pengendaliannya
  • Komunikasi dalam audit
  • Bagaimana menghandle auditee yang sulit
  • Case study

 

Quality Management Systems ISO 9001: 2015

DESKRIPSI Training Quality Management Systems ISO 9001: 2015

The Introduction to ISO 9001:2008 has not been included in this Committee Draft. It will be revised as part of the response to the CD comments and ballots and incorporated into the Draft International Standard (DIS). ISO/IEC Directives, Part 1, Consolidated ISO Supplement, 2013, Annex SL, Appendix 2 sets out the High Level Structure, identical core text and common terms and core definitions that are to form, when possible, the nucleus of future and revised management system standards such as ISO 9001. All MSS (whether they are Type A or Type B MSS) shall, in principle, use consistent structure, common text and terminology so that they are easy to use and compatible with each other. The guidance and structure given in Appendix 2 to this Annex SL shall, in principle, also be followed (based on ISO/TMB Resolution 112 18/2012)’. Accordingly, ISO/CD 9001 has adopted the structure, common text and terminology provided in Annex SL, Appendix 2 as the nucleus of this revision and highlighted this in the document by the use of a red italic font. Annex SL, Appendix 2 allows discipline specific additions to the core text and this has been utilized for the following:

  1. Specific Quality Management System Requirements considered essential to meet the scope of the standard;
  2. Requirements that may appear to be generic but are considered essential to reflect use of the Quality Management Principles that form the basis for the Quality Management System Standards within the ISO 9000 Family;
  3. Requirements and Notes that enhance or Clarify the Core Text.

 

Materi Training Quality Management Systems ISO 9001: 2015

  1. Scope
  2. Normative References
  3. Terms and Definitions
  4. Context of the Organization
    • Understanding the Organization and Its Context
    • Understanding the Needs and Expectations of Interested Parties
    • Determining the Scope of the Quality Management System
    • Quality Management System
  5. Leadership
    • Leadership and Commitment
    • Quality Policy
    • Organizational Roles, Responsibilities and Authorities
  6. Planning
    • Actions to Address Risks and Opportunities
    • Quality Objectives and Planning to Achieve Them
    • Planning of Changes
  7. Support
    • Resources
    • Competence
    • Awareness
    • Communication
    • Documented Information
  8. Operation
    • Operational Planning and Control
    • Determination of Market Needs and Interactions with Customers
    • Operational Planning Process
    • Control of External Provision of Goods and Services
    • Development of Goods and Services
    • Production of Goods and Provision of Services
    • Release of Goods and Services
    • Non-Conforming Goods and Services
  9. Performance Evaluation
    • Monitoring, Measurement, Analysis and Evaluation
    • Internal Audit
    • Management Review
  10. Improvement
    • Non-Conformity and Corrective Action
    • Improvement
  11. Annex A Quality Management Principles (Informative)

ISO 10014: 2006 – Realizing Financial and Economic Benefits

Deskripsi Training ISO 10014: 2006

ISO 10014: 2006 adalah merupakan Panduan Manajemen Mutu untuk merealisasikan manfaat keuangan dan ekonomi bagi organisasi berdasarkan penerapan Prinsip-Prinsip Manajemen Mutu. ISO 10014: 2006 ini ditujukan bagi Top Management sebagai Panduan untuk meningkatkan Kinerja Organisasi. ISO 10014: 2006 merupakan Keluarga dari ISO 9000 Quality Management dan merupakan pelengkap dari ISO 9001 Quality Management Systems dan ISO 9004 Managing for the Sustained Succes of an Organization.

Tujuan Training ISO 10014: 2006

Dengan mengenal Aplikasi dari Prinsip-Prinsip Manajemen Mutu, Swa-Penilaian serta Methods and Tools pada setiap Tahapan Siklus Plan – Do – Check – Act pada Struktur Kerangka Proses, maka Manfaat Keuangan dan Ekonomi yang akan diperoleh adalah sbb:

  • Improved Profitability (Meningkatkan Kemampu-Labaan)
  • Improved Revenues (Meningkatkan Pendapatan)
  • Improved Budgetary Performance (Meningkatkan Kinerja Anggaran)
  • Reduced Costs (Menurunkan Biaya-Biaya)
  • Improved Cash Flow (Memperbaiki Aliran Kas)
  • Improved Return on Investment (Meningkatkan Tingkat Pengembalian Investasi)
  • Increased Competitiveness (Meningkatkan Berkompetisi)
  • Improved Customer Retention and Loyalty (Meningkatkan Loyalitas dan Kemampuan Mempertahankan Pelanggan)
  • Improved Effectiveness of Decision Making (Meningkatkan Efektivitas Pengambilan Keputusan)
  • Optimized Use of Available Resources (Mengoptimalkan Penggunaan Sumber-Daya)
  • Heightened Employee Accountability (Meningkatkan Akuntabilitas Karyawan)
  • Improved Intellectual Capital (Meningkatkan Intellectual Capital)
  • Optimized, Effective and Efficient Processes (Mengoptimalkan Efektivitas dan Efisiensi pada Proses-Proses)
  • Improved Supply Chain Performance (Meningkatkan Kinerja Rantai Pasok)
  • Reduced Time to Market (Mempercepat Waktu Menuju Pasar)
  • Enhanced Organizational Performance, Credibility and Sustainability (Meningkatkan Kinerja, Kredibilitas/Reputasi dan Daya-Tahan Organisasi).

 

Materi Training ISO 10014: 2006

  • Mengenal Prinsip-Prinsip Manajemen Mutu, Manfaat dan Aplikasinya
  • Mengenal Struktur Kerangka Proses yang Berbasis pada Siklus Plan – Do – Check – Act
  • Mengenal “the Triple Cs Triangle” untuk:
  • mengetahui Perilaku Pasar & Perilaku Pembelian Pelanggan
  • mempertahankan dan menarik Pelanggan
  • menghadapi Kompetisi/Kompetitor
  • melakukan Monitoring dan Evaluasi Program Pemasaran
  • Mengenal Metode Swa-Penilaaian untuk mengetahui Tingkat Kedewasaan/Kesiapan sebelum menuju ke Siklus Plan – Do – Check – Act
  • Mengenal Methods and Tools yang digunakan dalam masing-masing Tahapan Siklus Plan – Do – Check – Act

 

ISO 31000: 2009 Standar Internasional Manajemen Risiko

Deskripsi ISO 31000: 2009 Standar Internasional Manajemen Risiko

ISO (the International Organization for Standardization) adalah federasi badan standar nasional di seluruh dunia. Tugas mempersiapkan standar internasional biasanya dilaksanakan oleh ISO Technical Committee.

Standar Internasional untuk manajemen risiko (ISO 31000) dimaksudkan untuk digunakan oleh berbagai stakeholders:

  1. Mereka yang bertanggung jawab dalam implementasi manajemen risiko di organisasi mereka.
  2. Mereka yang perlu memastikan bahwa suatu organisasi menerapkan manajemen risiko.
  3. Mereka yang perlu mengelola risiko pada tingkat organisasi maupun pada suatu bidang kegiatan tertentu.
  4. Mereka yang perlu mengevaluasi keandalan praktik manajemen risiko dalam organisasinya.
  5. Mereka yang mengembangkan standar, pedoman, prosedur praktik manajemen risiko yang menjadi bagian dari dokumen-dokumen ini.

Banyak organisasi yang telah menerapkan praktik dan proses manajemen risiko termasuk komponen-komponen manajemen risiko dan banyak organisasi yang telah mengadopsi proses manajemen risiko formal untuk jenis-jenis risiko tertentu.

Manajemen dapat memutuskan untuk mengkaji secara kritis praktik dan proses yang ada tersebut berdasarkan standar ISO 31000 ini. Meskipun praktik manajemen risiko telah dikembangkan di berbagai sektor untuk menjawab kebutuhan spesifik di masing-masing sektor, suatu pendekatan generik berupa kerangka kerja komponen-komponen mendasar manajemen risiko dapat membantu memastikan bahwa risiko telah dikelola secara efektif dan koheren di seluruh organisasi. Pendekatan generik yang diuraikan dalam ISO 31000 ini.

 

Tujuan ISO 31000: 2009 Standar Internasional Manajemen Risiko

  1. Memberikan pengetahuan tentang peran sekretaris di era globalisasi
  2. Meningkatkan keterampilan dan kemampuan dalam menangani pekerjaan kesekretariatan      secara profesional
  3. Meningkatkan profesionalitas & rasa tanggung jawab seorang sekretaris terhadap tugas-tugas yang diberikan oleh perusahaan atau pimpinannya
  4. Memberikan kunci sukses menjadi sekretaris profesional

 

Materi ISO 31000: 2009 Standar Internasional Manajemen Risiko

  1. Dinamika Lingkungan Bisnis dan Ketidakpastian
  2. Gejala Manajemen Risiko yang Lemah
  3. Prinsip-prinsip Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000:2009
  4. Kerangka Implementasi Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000:2009
  5. Proses Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000:2009
  6. Perbandingan ISO 31000:2009 dengan AS/NZS 4360:2004
  7. Perbandingan ISO 31000:2009 dengan COSO 2004
  8. Kebijakan Manajemen Risiko
  9. Kerangka kerja manajemen risiko
  10. Mengintegrasikan Manajemen Risiko ke dalam Proses Organisasi
  11. Memahami organisasi dan konteksnya
  12. Akuntabilitas dan Sumber daya Manajemen Risiko
  13. Pengembangan komunikasi dan pelaporan internal & eksternal
  14. Risk Context,
  15. Risk Identification,
  16. Risk Analysis,
  17. Risk Evaluation,
  18. Risk Treatment,
  19. Risk Communication & Consultation,
  20. Risk Monitoring & Review.
  21. Pemantauan dan pengkajian kerangka kerja
  22. Manajemen Risiko dan Perbaikan Berkelanjutan (Continues Improvement)

ISO 27001: ISMS CORE IMPLEMENTATION

LEARNING OBJECTIVE:

  • Understanding the application of the information security management system in the ISO 27001: 2005 context.
  • Understanding the relationship between the information security management system, including the management of risks and controls, and the various stakeholders.
  • Acquiring the competence to support an organization in implementing, managing and maintaining an ISMS as  specified ISO 27001



MATERIAL OUTLINE ISO 27001: ISMS CORE IMPLEMENTATION

Day 1: Introduction to the management of an Information Security Management System based on ISO 27001 and launching of an ISMS

  1. Introduction to management systems and the process approach
  2. Fundamental principles in information security
  3. Introduction to ISO 27001 and ISO 27002 standards
  4. Plan-Do-Check-Act approach
  5. Risk management: risk identification, risk analysis and risk treatment
  6. Drafting the statement of applicability
  7. Implementing a documentation management framework
  8. Gap Analysis concept

Day 2: Launching and implementing an ISMS based on ISO 27001

Day 3: Controlling and monitoring an ISMS based on ISO 27001

  1. Designing performance indicators of control measures
  2. Implementing security control measures and monitoring
  3. Implementing security controls in organization
  4. Case Studies & Simulations

Menyusun SOP yang Aplikatif dan Efektif

Pendahuluan Menyusun SOP yang Aplikatif dan Efektif

SOP adalah critical point dalam menerapkan tata kelola yang efektif, produktif dan berkualitas.  Tantangan bisnis saat ini mensyarakat perusahaan untuk beroperasi seefektif dan seefisien mungkin disisi lain kretifitas dan perbaikan secara terus menerus tetap harus dilakukan. Operasi yang efektif mensyaratkan adanya keteraturan, semua unsur dalam perusahaan bergerak sesuai dengan tugas dan fungsinya, tidak tumpang tindih, peran dan tanggung jawab masing masing jelas dan dipahami bersama.

SOP bagi perusahaan bukan hanya alat untuk mencapai sertifikasi tertentu, SOP semestinya bermanfaat nyata terhadap kinerja perusahaan. Namun kenyataan menunjukkan terdapat banyak kendala dalam penerapan SOP, diantaranya : SOP yang tidak dijalankan dengan disiplin, SOP yang bukannya mempermudah namum memperpanjang birokrasi dan SOP yang tidak diperbaharui sehingga tidak sanggup menjawab perubahan yang ada di perusahaan itu sendiri.

Hal yang sama juga muncul pada saat penyusunan SOP. Permasalahan yang muncul diantaranya, apakah hanya  memformalkan sistem dan prosedur yang belum dituliskan atau harus melakukan perbaikan dan perubahan ? ; Proses bisnis yang belum optimal, belum samanya pemahaman pada level pimpinan, perubahan struktur dan pemangku jabatan. Pada akhirnya menyebabkan penyusunan SOP yang berlarut dan tidak terselesaikan.

Pelatihan ini akan memberikan masukan dan panduan kepada para peserta untuk menyusun SOP yang aplikatif, sehingga dapat diterapkan semua unsur terkait dalam perusahaan dan efektif dalam meningkatkan kinerja perusahaan.

Tujuan Pelatihan Menyusun SOP yang Aplikatif dan Efektif

  1. Menjelaskan manfaat penyusunan SOP dalam upaya menjaga konsistensi tata kelola perusahaan yang efektif, produktif dan efisien
  2. Memeberikan pengetahuan memetakan da menganalisa proses bisnis
  3. Memberikan pengetahuan tata cara penyusunan SOP yang aplikatif dan efektif
  4. Mengidentifikasi peluang penyempurnaan dan perbaikan SOP di tempat kerja masing-masing.

Materi :

  1. Pengantar : SOP, peran dan kedudukannya dalam tata kelola perusahaan
  2. Proses Bisnis.
  3. Pemetaan Proses bisnis
  4. Analisa Proses Bisnis
  5. Evaluasi Mekanisme Kerja.
  6. Evaluasi Sistem Informasi.
  7. SOP Makro, SOP Mikro dan IK
  8. Tahapan Penyusunan SOP.
  9. Penulisan SOP
  10. Mekanisme Uji penerapan Sop
  11. Mekanisme Sosialisasi SOP
  12. Audit penerapan SOP
  13. Peremajaan SOP

ISO 28000 : Supply Chain Security Management System

LEARNING OBJECTIVE:

  1. To understand the importance of securing the supply chain
  2. To learn how to minimize the risk of security incidents and provide just-intime delivery
  3. To be able to establish security management system for the supply chain of a company
  4. To understand the requirements for ISO 28000: 2007 certification



MATERIAL OUTLINE ISO 28000: SUPPLY CHAIN SECURITY:

Day 1: Introduction to Supply Chain Management

  • Introduction to Supply Chain Management
  • Supply Chain Management Tools and Techniques
  • How To Manage Your Supply Chain
  • Supply Chain Security Issues

Day 2: ISO 28000: 2007 – Supply Chain Security Management System

  • Introduction to ISO 28000: 2007 Supply Chain Security Management System
  • The Requirement of Supply Chain Security
  • Planning Supply Chain Security
  • Risk Assessment for Supply Chain
  • Implementation & Operation for Supply Chain Security
  • Checking & Corrective Action for Supply Chain Security

SOP : TEKNIK PENYUSUNAN DAN PEMBUATAN

Description:

Dalam training ini akan memberikan pelatihan antara skill dan pendekatan-pendekatannya yang akan berkolaberasi dalam mengatur strategy pembuatan SOP yang yang baik dan benar serta berkwalitas, peserta juga akan diberikan tentang pengertian dasar yang benar mengenai Procedure, Flow chart, dan Instruction, sebab dengan kerancauan pengertian membuat SOP tidak  bisa di standardisasi dan di bakukan.

Sylabus Training Penyusunan dan Pembuatan SOP Standar

1. Introduction (over view)

  • Definition of SOP
  • Sources for SOP
  • Purpose of SOP
  • Benefit of SOP
  • Writing style and pictures on SOP
  • …Flow chart, instruction, and prosedure

2. SOP process

  • SOP preparation
  • SOP review and approval (responsibility and validation)
  • Frequency of revision and review
  • Checklist and document control
  • SOP document tracking and archival

3. SOP format

4. Types of SOP

5. Example of SOP, Flow chart, and Instruction.

6. TASK , design suatu SOP untuk salah satu prosedure kerja yang ada pada bagian anda buatlah lengkap dengan alur kerja dan instruksinya.

Sistem manajemen Mutu Berdasarkan ISO 9001: 2015

Seminar/Training Description :

Standar QMS / ISO 9001 adalah Sistem Manajemen Mutu pada sebuah organisasi memiliki kemampuan untuk secara konsisten menyediakan produk yang memenuhi persyaratan pelanggan dan perundang-undangan yang berlaku. Meningkatkan kepuasan pelanggan melalui penerapan sistem yang efektif, termasuk proses perbaikan sistem yang berkesinambungan dan jaminan kesesuaian dengan pelanggan, perundang-undangan dan peraturan yang berlaku terkait produk.

Tujuan Pelatihan

  1. Memahami dan menguasai implementasi pengendalian dokumen
  2. Memahami dan menguasai Konsep Management Change pada dokumen
  3. Memahami dan menguasai Aprproval System pada dokumen (peninajaun, memperbarui dan Persetujuan ulang)
  4. Memahami dan menguasai implementasi sistem kearsipan / pengendalian data perusahaan termasuk kebutuhan untuk melaksanakan sistem improvement sistem kearsipan
  5. Meningkatkan kompetensi dan skill / ketrampilan untuk memastikan bahwa perubahan dan sattus revisi terbaru pada dokumen teridentifikasi dengan jelas, mencegah terpakainya dokumen kadaluarsa

Outline Pelatihan Sistem manajemen Mutu Berdasarkan ISO 9001: 2015

  1. Pembahasan Hari 1
    • Pengenalan Sistem Manajemen Mutu
    • Sistem Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2015
    • Persyaratan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 :2015
  2. Pembahasan Hari 2
    • Persyaratan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2015
    • Dokumentasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2015
    • Proses Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2015
    • Berbagi Pengetahuan Perubahan ISO 9001 : 2015 (Sharing Knowledge ISO 9001: 2015 Changes)

SOP Kredit Konsumer

Penjelasan Umum Pelatihan SOP Kredit Konsumer

Kredit yang dikeluarkan dari organisasi penyedia jasa keuangan, merupakan sumber laba yang paling signifikan. Acapkali kebijaksanaan internal kredit  inilah yang menentukan kemajuan usaha, maupun runtuhnya organisasi bisnis di bidang jasa keuangan. Oleh karena itu, untuk menjamin berlangsungnya dan tercapainya tujuan seperti yang diinginkan diperlukan landasan-landasan strategis da taktis yang mendukung kemajuan dan meminimalisir tingkat resiko. Workshop ini mengajarkan bagaimana proses kredit jasa keuangan, dan implementasi kontrol yang tidak hanya bersifat kekangan, melainkan kontrol yang bersifat pendayagunaan.

Tujuan Pelatihan SOP Kredit Konsumer

Setelah pelatihan diharapkan setiap peserta mampu untuk  :

  1. Memahami, membuat, dan menevaluasi SOP Kredit Konsumer
  2. Memahami filosofi kredit jasa keuangan
  3. Memfasilitasi SOP Kredit Konsumer dengan fungsi Kontrol daya guna

PROGRAM OUTLINE Pelatihan SOP Kredit Konsumer

  1. Mekanisme SOP Kredit Konsumer
    • Kredit Jasa Keuangan
    • Fungsi dan Tujuan
    • Peraturan-peraturan terkait
    • Analisa Resiko
    • Sistem Permohonan dan Persetujuan kredit
    • Pejabat Kunci
  2. Peran dan Fungsi Elemen SOP Kredit Konsumer
    • Input
    • Proses
    • Output
    • Kontrol
  3. Filosofi Kredit Jasa Keuangan
    • Studi kasus Kredit
    • Titik Kritis dan Penanggulangan kritis Kredit
  4. Kontrol dan Evaluasi
    • Elemen pengawasan
    • Struktur Pengawasan
    • Mekanisme Evaluasi
  5. Implementasi.

ISPS CODE

ISPS CODE TRAINING MATERIAL OUTLINE:

ISPS:

  1. Objective of ISPS Code
  2. Function requirements
  3. Scope and Applications
  4. Definitions
  5. Port Facilities
  6. Security Assessment

SOP Berbasis KPI Berdasarkan Balanced Scorecard DashBoard

Latar Belakang SOP Berbasis KPI Berdasarkan Balanced Scorecard DashBoard

Mengapa terjadi like and dislike di organisasi? Mengapa terjadi perbedaan kualitas dan cara kerja? Jawabannya adalah: organisasi belum punya KPI dan SOP yang efektif. Padahal SOP dan KPI efektif sangat membantu tiap individu dalam organisasi melaksanakan tugas & tanggung jawab pekerjaan, sehingga kualitas kerja dapat konsisten dan tidak terjadi lempar tanggung jawab. Jika organisasi anda mempunyai kemauan untuk memperbaiki prosedur untuk menunjang kualitas kerja disini tempatnya. Dan ditengah persaingan ketat, diperlukan KPI untuk mencapai Target Organisasi. KPI juga membantu agar tidak terjadi “like and dislike” pada saat pemberian BONUS. Apakah organisasi anda ingin menerapkan KPI?  Ingat, KPI juga berguna agar Perencanaan menjadi lebih jelas karena ada target yang jelas. Di workshop ini, peserta akan diajarkan KPI, mulai yang level 1 sampai ke level 4 (Balanced Scorecard). Juga akan diajarkan bagaimana membuat KPI Perilaku yang ujungnya akan menjadi Budaya Organisasi.

Outcome dan  materi yang dipelajari SOP Berbasis KPI Berdasarkan Balanced Scorecard DashBoard

Hari 1

  1. Mengapa SOP dan KPI penting
  2. Penyusunan KPI berbasis Strategy dan Balanced Scorecard
  3. Penyusunan KPI tingkat perusahaan, department dan Individual
  4. Menghubungkan KPI Individu dengan Incentive
  5. Menganalisa Business Process
  6. Kiat membuat Standard Operating Procedures yang berhubungan dengan ISO 9001:2008
  7. Praktek membuat Standard Operating Procedures berbasis KPI
  8. Kiat dan hambatan dalam Penyusunan Standard Operating Procedures, terutama menghadapi pegawai yang sulit diatur

Hari 2

  1. KPI dan PDCA
  2. Penjelasan KPI level 1 sampai 4
  3. Level 1: mulai dari yang paling sederhana
  4. Level 2: ada shared KPI
  5. Level 3: gabungkan dengan job Desc
  6. LEvel 4: tambahkan KPI Behavior
  7. Pembuatan Strategy Map
  8. Cascading dari korporate ke departemen , sampai ke level Individu
  9. Penentuan Target
  10. Studi Kasus BSC
  11. Tindak lanjut ( Discussion Sharing, Case study, & Closing review )

INTEGRATED QHSE MANAGEMENT SYSTEM (ISO 9001: 2008, ISO 14001: 2004 & OHSAS 18001: 2007)

PENGANTAR INTEGRATED QHSE MANAGEMENT SYSTEM (ISO 9001: 2008, ISO 14001: 2004 & OHSAS 18001: 2007) : 

Dalam periode beberapa tahun terakhir ini paling tidak sepertiga sertifikasi sistem manajemen yang dilakukan di seluruh dunia telah mengintegrasikan sistem manajemen mutu dan sistem manajemen lingkungan. Volume sertifikasi sistem terintegrasi ini diperkirakan akan terus meningkat, terutama karena semakin koherennya standar sistem manajemen yang ada di dunia, termasuk Sistem Manajemen Mutu (ISO 9001:2008), Sistem Manajemen Lingkungan (ISO 14001:2004) dan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (OHSAS 18001:2007). Berbagai manfaat telah dirasakan dengan melakukan integrasi sistem manajemen, diantaranya:

  • Peta bisnis yang terkait aspek mutu, lingkungan dan K3 lebih simpel
  • Potensi penghematan biaya karena penggunaan sumber daya yang lebih efisien
  • Hilangnya duplikasi dokumentasi
  • Mengurangi jumlah audit
  • Peningkatan produktivitas sistem, dsb

Selain itu, tanpa sistem manajemen yang terintegrasi, potensi terjadinya konflik dalam penerapan sistem dapat muncul kapan saja. Pelatihan ini akan mengarahkan dan memberi kepahaman kepada peserta dalam menyiapkan dan menyusun dokumentasi yang teruji sebagai dasar penerapan Sistem Manajemen Terintegrasi yaitu: Sistem Manajemen Mutu (ISO 9001:2008), Sistem Manajemen Lingkungan (ISO 14001:2004) dan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (OHSAS 18001:2007).

 

TUJUAN TRAINING:

  • memahami prinsip-prinsip dasar pembentukan sistem manajemen terintegrasi.
  • memahami kesamaan persyaratan yang ada dalam Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008, Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2004, serta Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja OHSAS 18001:2007.
  • memahami langkah pembentukan dan penerapan sistem manajemen terintegrasi.

OBJEKTIF TRAINING:

Diharapkan setelah mengikuti training, peserta :

  • Mampu menuangkan kebijakan-kebijakan dalam dokumen integrasi SMM ISO 9001:2008, SML ISO 14001:2004 & SMK3 OHSAS 18001:2007
  • Mampu merencanakan langkah-langkah pengembangan dokumen integrasi SMM ISO 9001:2008, SML ISO 14001:2004 & SMK3 OHSAS 18001:2007
  • Mampu mengidentifikasi sumber daya & kemampuan yang dibutuhkan sistem  integrasi SMM ISO 9001:2008, SML ISO 14001:2004 & SMK3 OHSAS 18001:2007
  • Mampu memberi saran/ pilihan sumber daya dalam menerapkan SMM ISO 9001:2008, SML ISO 14001:2004 & SMK3 OHSAS 18001:2007  di perusahaan/ institusi
  • Mampu bekerjasama dan mendukung Wakil Manajemen
  • Mampu memberi saran/ pilihan Lembaga Sertifikasi bagi perusahaan

CAKUPAN MATERI TRAINING INTEGRATED QHSE MANAGEMENT SYSTEM (ISO 9001: 2008, ISO 14001: 2004 & OHSAS 18001: 2007):

Prinsip-prinsip dan Pemahaman Sistem Manajemen:

  • Keterkaitan standar sistem manajemen
  • Pengembangan sistem manajemen

Pemahaman persyaratan sistem manajemen mutu (ISO 9001:2008), lingkungan (ISO 14001:2004), serta keselamatan dan kesehatan kerja (OHSAS 18001:2007)

Sistem Manajemen Terintegrasi

  • Elemen sistem manajemen terintegrasi
  • Pembentukan sistem manajemen terintegrasi
  • Penerapan sistem manajemen terintegrasi

Model penerapan sistem manajemen terintegrasi (PDCA)

  • Pendekatan proses
  • Keinginan stakeholder
  • Siklus PDCA
  • Persyaratan sistem manajemen terintegrasi bekerja baik

 

INTERNAL AUDIT ISO 14001: 2004 BASED ON ISO 19011: 2012

PENDAHULUAN TRAINING INTERNAL AUDIT ISO

Audit Internal sebagai salah satu persyaratan ISO 14001:2004 merupakan motor penggerak untuk melakukan percepatan bagi para pelaku organisasi atau usaha dalam menghadapi tantangan usaha yang makin kompetitif dari waktu ke waktu. Audit Internal adalah tahapan penting dari Siklus Sistem Manajemen Lingkungan yang meng-evaluasi tahapan siklus sebelumnya serta memberikan gambaran untuk pengambilan langkah-langkah yang tepat bagi tahapan siklus berikutnya sehinggga proses “Continual Improvement” terhadap Sistem Manajemen Lingkungan yang ada berlangsung dengan sempurna.

Pelatihan ini akan mengarahkan dan memberi kepahaman kepada peserta dalam menyiapkan program audit internal beserta sumber daya dan materi kegiatan-kegiatan pelaksanaan audit yang tepat sehingga mampu terealisasi kegiatan audit yang memecahkan permasalahan dalam penerapan Sistem Manajemen Lingkungan serta mewujudkan proses Continual Improvement”.



TUJUAN TRAINING INTERNAL AUDIT ISO

  • Memahami persyaratan ISO 14001:2004 tentang pelaksanaan Audit Internal
  • Memahami pendekatan audit sesuai dengan ISO 19011:2012
  • Mampu mengidentifikasi kebutuhan Kompetensi Auditor
  • Mampu menyusun rencana dan Program Audit Internal
  • Mampu melakukan Audit Internal dengan pendekatan proses
  • Mampu menyusun Laporan Audit terhadap sistem manajemen lingkungan dan kinerja bisnis
  • Mampu mengidentifikasi potensi improvement dari hasil Audit Internal



CAKUPAN MATERI TRAINING INTERNAL AUDIT ISO

  • Review persyaratan standar ISO 14001:2004 dan dokumentasi SML
  • Persyaratan Audit pada ISO 19011:2011
  • Kompetensi dan kriteria pemilihan Auditor Internal
    • Pengertian Audit Internal
    • Persyaratan Mengenai Audit Internal
    • Siklus audit : mengorganisasi program audit internal
    • Tanggung jawab orang-orang yang terlibat dalam program audit internal
    • Persiapan audit
    • Persiapan checklist
    • Rapat Pembukaan
    • Penyelenggaraan audit
    • Sampling dalam audit
    • Teknik wawancara
    • Bukti obyektif  dan ketidaksesuaian
    • Rapat Penutup
    • Tindakan perbaikan dan verifikasi lanjutan
    • Pelaporan audit
    • Dokumentasi audit
    • Seleksi, training dan kualifikasi dari Auditor Internal
    • Rapat Tinjauan Manajemen
    • Role-play Audit

INTERNAL AUDIT HSE

PENGANTAR PELATIHAN :

Penerapan sistem manajemen terintegrasi Sistem Manajemen Lingkungan (ISO 14001:2004) dan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (OHSAS 18001:2007) akan memberi manfaat diantaranya:

  • Peta bisnis yang terkait aspek lingkungan dan K3 lebih simpel
  • Potensi penghematan biaya karena penggunaan sumber daya yang lebih efisien
  • Hilangnya duplikasi dokumentasi
  • Mengurangi jumlah audit
  • Peningkatan produktivitas sistem, dsb.

Sebagai salah satu bagian penting dalam Sistem Manajemen Terintegrasi, Audit merupakan alat untuk mengetahui apakah sistem manajemen terintegrasi yang dibentuk dan diterapkan perusahaan sudah memenuhi standar Sistem Manajemen Lingkungan (ISO 14001:2004) dan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (OHSAS 18001:2007). Disamping itu audit bertujuan untuk mengetahui apakah sistem manajemen terintegrasi di perusahaan berjalan secara efektif.

Temuan audit internal akan menjadi masukan penting untuk management review yang merupakan forum untuk menilai dan memberikan arah untuk penerapan sistem selanjutnya. Dengan demikian audit internal sebaiknya difokuskan untuk melakukan perbaikan berkelanjutan (continual improvement). Pelatihan ini dirancang untuk mempersiapkan dan meningkatkan kemampuan auditor internal agar mampu melakukan audit sistem manajemen terintegrasi berdasarkan standar audit yang baru yaitu ISO 19011:2002.



Tujuan Program :

  • Memahami persyaratan ISO 14001:2004, OHSAS 18001:2007 tentang pelaksanaan Audit Internal
  • Memahami pendekatan audit sesuai dengan ISO 19011:2002
  • Mampu mengidentifikasi kebutuhan Kompetensi Auditor
  • Mampu menyusun rencana dan Program Audit Internal
  • Mampu melakukan Audit Internal dengan pendekatan proses
  • Mampu menyusun Laporan Audit terhadap sistem manajemen terintegrasi dan kinerja bisnis
  • Mampu mengidentifikasi potensi improvement dari hasil Audit Internal.



Objektifitas Pelatihan :

Diharapkan setelah mengikuti training, peserta :

  • Mampu merencanakan program audit internal pada sistem manajemen terintegrasi
  • Mampu mengidentifikasi dokumen dan sumber daya dalam melaksanakan audit internal
  • Mampu melakukan persiapan audit internal
  • Mampu melakukan audit internal di semua unit dan persyaratan sistem manajemen terintegrasi
  • Mampu melaporkan pelaksanaan audit internal
  • Mampu bekerjasama dan mendukung Kepala Auditor/ Wakil Manajemen.

 

Topik Bahasan :

Training dan workshop ini disusun penyajian dan penyampaiannya secara terstruktur sebagai berikut :

  • REVIEW PERSYARATAN STANDAR ISO 14001:2004 DAN OHSAS 18001:2007 DAN DOKUMENTASI SISTEM MANAJEMEN TERINTEGRASI
  • PERSYARATAN AUDIT PADA ISO 19011:2002
  • KOMPETENSI DAN KRITERIA PEMILIHAN AUDITOR
  • SIKLUS AUDIT : MENGORGANISASI PROGRAM AUDIT INTERNAL
  • TANGGUNG JAWAB ORANG-ORANG YANG TERLIBAT DALAM PROGRAM AUDIT INTERNAL
  • PERSIAPAN AUDIT
  • PERSIAPAN CEK LIST
  • RAPAT PEMBUKAAN
  • PENYELENGGARAAN AUDIT
  • SAMPLING DALAM AUDIT
  • ASPEK KEMANUSIAAN SELAMA PROSES AUDIT
  • TEKNIK WAWANCARA
  • BUKTI OBYEKTIF DAN KETIDAKSESUAIAN
  • RAPAT PENUTUP
  • TINDAKAN PERBAIKAN DAN VERIFIKASI LANJUTAN
  • PELAPORAN AUDIT
  • DOKUMENTASI AUDIT
  • SELEKSI, TRAINING DAN KUALIFIKASI DARI INTERNAL AUDITOR
  • RAPAT TINJAUAN MANAJEMEN
  • ROLE-PLAY AUDIT

ISO 14000

Background ISO 14000

Organizations throughout the world are increasingly concerned about achieving and demonstrating sound environmental performance in the international community. These organizations look to demonstrate their performance by committing to sound environmental policies and performance programmes.

This international Environmental Management Systems (EMS) Series in support of these worldwide concerns was released in November, 2004, by the International Organization for Standardization (ISO).

The ISO 14001:2004 Standard has been set up to work in conjunction of an already existing and functioning documented management system, in particular the ISO 9000 Series.

The ISO 14000 training course is a concise overview of the ISO 14001:2004 standard, its relation to ISO 9001:2008, its impact on the company, and the implementation and certification of an ISO 14001 environmental management system.

This course is specifically designed for corporate executives and management, as well as an introduction for those tasked with the implementation of an ISO 14001 environmental management system.

The interactive training program is an effective and time-saving way to gain the necessary knowledge on ISO 14001:2004 to:

Make an informed decision on pursuing ISO 14001:2004 certification;

Be able to efficiently integrate the ISO 14001 environmental management system with an existing ISO 9001 quality management system;

Satisfy the ISO 14001:2004 requirement on management training (certificate included).

 

Objectives ISO 14000

  • Implement, maintain and improve an Environmental Management System,
  • Environmental Management System Model,
  • Assure itself of the conformance with its stated environmental policy,
  • Demonstrate its conformance to others,
  • Make a self-determination and declaration of conformance with the standard.

 

Contents ISO 14000

Segment-1: Environment, Environmental Management and ISO 14000

  • Environment and Environmental Management
  • What is ISO?
  • Understanding, Documenting & Implementing An ISO 14001 EMS
  • ISO 14000 Certification
  • ISO 14001 and Environmental Management
  • ISO 14000 versus 9000
  • Integration of ISO 14001 and ISO 9001
  • Scheduled Waste Management
  • Environmental Impact Assessment

Segment-2 2: ISO 14001 Requirements

  • Environmental Policy
  • Planning
  • Implementation and Operation
  • EMS Internal Auditing
  • Environmental Management Systems Auditor / Lead Auditor Training Course
    (IRCA Certification Number A17400
  • Checking
  • Management Review

ISO 20000: 2011

Background Training ISO 20000: 2011

This qualification training covers the knowledge required to gain an understanding of the content and requirements of the international standard, ISO/IEC 20000: 2011 IT Service Management. It covers the certification requirements of ISO/IEC 20000: 2011 and how the guidance in ISO/IEC 20000: 2011 can be adopted by an organization to deliver effective managed services and continually improve those services. The qualification is aimed at staff in internal and external service provider organizations who require knowledge and understanding of the ISO/IEC 20000: 2011 standard and its content.



Objectives Training ISO 20000: 2011

  • Describe the scope, aims and use of the ISO/IEC 20000: 2011
  • Explain their understanding of the integrated approach to maintaining IT service management systems and processes that conform with ISO/IEC 20000: 2011 certification
  • Describe the scoping and eligibility requirements and options to achieve certification
  • Understand and describe the requirements of the IT service management system and the Plan, Do, Check Act cycle
  • Understand and describe the objectives and requirements of each section of the ISO/IEC 20000: 2011 Specification
  • Recognize and describe the need to:
  • Explain how assessments, reviews and internal audits of IT Service Management systems against the requirements of the standard are used.

 

Contents Training ISO 20000: 2011

  • Understanding the application of the standard – when it can be used and when it may not be applicable
  • Assessing readiness and gap analysis
  • Defining the scope
  • Project steps required to achieve certification
  • Producing an improvement plan
  • Producing a service management plan
  • Using ITIL and other standards to support the development of the service management system
  • Use of tools
  • Reviewing the governance requirements when other parties support the service provider in the operation of processes
  • The certification process and the roles involved
  • Evidence required for certification
  • Improvement activities required after an initial certificate is awarded.

ISO 9001: 2015 dan Sistem Manajemen ISO 14001

Deskripsi Training ISO 9001: 2015 dan Sistem Manajemen ISO 14001

ISO 9001: 2008 merupakan standar yang telah banyak diaplikasikan oleh berbagai perusahaan besar di dunia sebagai pertanda maju tidaknya sistem bisnis dan pelayanan yang dijalankan oleh perusahaan yang kemudian di upgrade menjadi ISO 9001:2015. Perbedaan dalam proses bisnis dan pelayanan yang diberikan oleh masing-masing perusahaan, membuat standar yang diterapkan juga akan ikut berbeda-beda. Oleh sebab itulah ISO 9001:2015 tersebut perlu untuk diterjemahkan sesuai dengan bidang dan kebutuhan masing-masing perusahaan, tetapi interpretasi tersebut tidak menyimpang dari esensi yang disyaratkan oleh regulasi sehingga keduanya dapat berjalan dengan sinkron. Untuk menjalankan seluruh rancangan kegiatan sesuai standar ISO 9001 :2015, maka perusahaan perlu mengetahui bagaimana teknik pendokumentasian yang tepat. Sistem Manajemen Dokumentasi yang dipersyaratkan dalam ISO 9001:2015 mempunyai perbedaan dengan arsip yang ada pada umumnya yang biasa dilakukan oleh tata kelola kearsipan di perusahaan, sehingga perusahaan perlu membekali karyawan dengan pengetahuan tersebut sehingga proses pendokumentasian dapat berjalan secara integratif dan kolaboratif. Apabila ISO 9001:2015 mengenai manajemen mutu tersebut telah diaplikasikan maka langkah selanjutnya adalah melakukan audit pelaksanaan ISO 9001:2015 untuk dapat mengetahui apakah implementasinya sudah tepat dan efisien. Pelatihan ini akan diintegarasi dengan sistem manajemen ISO 14001. Bagi perusahaan yang sudah mulai menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan ISO-14001:2004 akan merasakan bahwa penerapan system tersebut menyebabkan pelaksanaan operasional menjadi lebih efektif dan efisien. Training ini akan memberikan pengetahuan mengenai Sistem manajemen ISO 14001:2004 yang merupakan standar internasional untuk manajemen lingkungan yang berfungsi untuk mengarahkan dan mengontrol organisasi dalam kaitannya dengan lingkungan.

 

Tujuan dan Manfaat Training ISO 9001: 2015 dan Sistem Manajemen ISO 14001

Dengan mengikuti training ini diharapkan peserta dapat:

  • Mengetahui dasar-dasar dalam interpretasi dan dokumentasi ISO 9001: 2015
  • Mengetahui penerapan ISO 9001 : 2015 di berbagai perusahaan besar dunia
  • Mengaplikasikan ISO 9001:2015 dan teknik pendokumentasiannya di perusahaan
  • Memahami persyaratan ISO 9001:2015
  • Memahami dan mengetahui cara melaksanakan Internal Audit
  • Memahami kompetensi yang diperlukan untuk menjadi Internal Auditor
  • Mengetahui cara menganalisa hasil Internal Audit
  • Mengetahui cara menindak lanjuti hasil Internal Audit
  • Memahami prinsip-prinsip dalam Sistem Manajemen ISO 14001:2004;
  • Mengimplementasikan Sistem Manajemen ISO 14001:2004

Materi Training ISO 9001: 2015 dan Sistem Manajemen ISO 14001

  1. Ruang lingkup, tujuan dan urgensi ISO 9001:2015
  2. Prinsip dan dasar ISO 9001:2015
  3. Penerapan ISO 9001 : 2015
  4. Kompabilitas dengan environmental, health & safety management system.
  5. Strategi upgrade ISO 9001 : 2008 ke ISO 9001 : 2015.
  6. Desain penerapan mutu sesuai dengan ISO 9001:2015
  7. Penyusunan dokumentasi sesuai dengan ISO 9001:2015
  8. Identifikasi kebutuhan SDM sebagai penyusunan ISO 9001:2015
  9. Sistem Evaluasi penerapan ISO 9001:2015
  10. Pendahuluan mengenai konsep dasar, filosofi, dan prinsip ISO 14001:2004
  11. Dokumentasi ISO 14001:2004, contoh dari berbagai dokumennya
  12. Workshop pembuatannya dokumentasi ISO 14001:2004
  13. Teknik identifikasi aspek dan dampak lingkungan serta teknik identifikasi bahaya dan penilaian resikonya beserta program penanganannya.
  14. Audit internal ISO 14001:2004

QHSE Management System (ISO 9001-ISO 14001- OHSAS 18001)

Deskripsi Training QHSE Management System

Bagi Dunia usaha yang sudah mulai menerapkan Sistem Manajemen ISO-9001:2000, Sistem Manajemen Lingkungan ISO-14001:2004, Sistem Manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja (SMK3) / OHSAS-18001 dan melaksanakan Integrasi system tersebut merasakan lebih efisien serta pelaksanaan operasional menjadi lebih efektif. Salah satu yang efektif dalam pelaksanaan Integrasi system tersebut adalah melaksanakan manajemen yang sudah terintegrasi. Sehingga para Staf/Tim yang bertugas melaksanakan proses Integrasi di Perusahaan perlu diberikan bekal memahami Manajemen Integrasi.

Tujuan Training QHSE Management System

Memahami teknik identifikasi bahaya baik dalam setiap tahapan kerja maupun dalam lingkup perusahaan dengan Manajemen Integrasi ISO.

 

Materi Training QHSE Management System

  • Pendahuluan mengenai konsep dasar, filosofi, dan prinsip integrasi dari ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007 serta siklus PDCA.
  • Pengenalan integrasi ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007.
  • Dokumentasi integrasi ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007, contoh dari berbagai dokumennya, dan disertai dengan workshop pembuatannya (termasuk teknik identifikasi aspek dan dampak lingkungan serta teknik identifikasi bahaya dan penilaian resikonya beserta program penanganannya).
  • Pemahaman persyaratan ISO 9001:2000
  • Pemahaman persyaratan ISO 14001:2004
  • Pemahaman persyaratan OHSAS 18001:2007
  • Identifikasi Bahaya, Penilaian Resiko dan pengendaliannya (HIRARC)
  • Identifikasi dan pengendalian Aspek dan dampak terhadap lingkungan
  • Rencana Tanggap Darurat
  • Struktur dan pembentukan bisnis proses organisasi mendukung untuk integrasi sistem manajemen
  • Membuat Kebijakan, Program dan Sasaran QHSE, serta pencapaiannya
  • Peningkatan berkelanjutan / Continual improvement
  • Studi Kasus

ISO 14064: 2006 IMPLEMENTASI

Deskripsi

Terkait adanya kebijakan Pengembangan Kota Hijau di Indonesia, industri-industri diharapkan menerapkan kebijakan pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca (greenhouse gases/GHG) serta melakukan upaya-upaya penurunan GHG dalam tiap proses produksinya, terutama pada proses-proses khusus dimana dihasilkan emisi GHG sangat besar atau sangat potensial menghasilkan emisi GHG. Hal ini sebenarnya merupakan tindak lanjut bagi pihak industri dalam hal kepedulian lingkungan yang sebelumnya telah dilakukan dalam penyusunan KLHS dan implementasi ISO 14001 yang merupakan sertifikasi di bidang lingkungan secara umum.
Dalam hal pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca (greenhouse gases/GHG) dan upaya-upaya penurunan emisi GHG, dunia internasional mengeluarkan sertifikasi ISO 14064: 2006 mengenai panduan standarisasi perhitungan dan pelaporan emisi GHG serta penyusunan rencana upaya-upaya penurunan GHG.



TUJUAN PELATIHAN:

Tujuan dilakukannya sertifikasi ISO 14064: 2006 adalah dimilikinya standarisasi dalam operasional organisasi, mencakup prosedur dan instruksi kerja, yang mendukung pada proses operasional organisasi ataupun proses produksi yang ramah emisi GHG. Dalam artian, menghasilkan emisi GHG yang terpantau, terkendali, dan memiliki rencana penanggulangan emisi GHG apabila terjadi hasil ikutan emisi GHG yang melewati ambang batas.
Tujuan dilakukannya training ISO 14064: 2006 adalah untuk memberikan wawasan kepada industri, perusahaan, maupun organisasi, akan tujuan dan manfaat sertifikasi ISO 14064: 2006.



TOPIK BAHASAN ISO 14064: 2006

1. Konsep ISO 14064: 2006.
2. Proses produksi ataupun proses kerja yang menghasilkan emisi GHG terpantau dan terkendali.
3. Manfaat dari implementasi ISO 14064: 2006 bagi perusahaan, baik secara ekonomis maupun non-ekonomis.
4. Perhitungan emisi GHG untuk tiap proses produksi.
5. Upaya-upaya penurunan dan pengendalian GHG.

PENYUSUNAN SOP

DESKRIPSI TRAINING PENYUSUNAN SOP

Standart Opeasional Procedure (SOP) diperlukan untuk mewujudkan keteraturan dalam suatu rangkaian aktivitas di perusahaan atau organisasi. Selain itu untuk menghindari tidak terlaksananya pekerjaan dengan baik, para pekerja yang tidak bertanggung jawab, lalai  dan selalu salah dalam pekerjaannya, dan segala kegiatan yang tidak sesuai, yang nantinya akan mengakibatkan rendahnya produktivitas dalam sebuah perusahaan/ organisasi. Training ini akan memberikan pemahaman mengenai teknik-teknik yang tepat dalam penyusunan SOP, sehingga akan meminimalisir penyimpangan yang tidak sesuai dalam organisasi/perusahaan.

 

TUJUAN TRAINING PENYUSUNAN SOP

Setelah mengikuti training ini, diharapkan peserta dapat memahami pentingnya Standard Operation Procedure (SOP) untuk kelancaran aktifitas organisasi/perusahaan dan teknik-teknik dalam penyusunan SOP.

 

MATERI TRAINING PENYUSUNAN SOP

1. Ruang lingkup dan basic Standar Operating Procedure (SOP)

  •  Pengertian dan pentingnya SOP
  • Simbol-simbol dalam SOP

2. Prinsip-prinsip dalam penyusunan SOP
3. Jenis SOP

  • SOP Teknis
  • SOP Administratif

4. Siklus penyusunan SOP

  • Persiapan
  • Penilaian kebutuhan SOP
  • Pengembangan SOP
  • Penerapan SOP
  • Monitoring dan evaluasi SOP

5. Format penyusunan SOP
6. Praktek pembuatan SOP dan diskusi
7. Hambatan dalam penyusunan SOP
8. Pemeliharaan SOP

Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001: 2004

DESKRIPSI Training Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001: 2004

Dua hal penting yang menjadi faktor kunci untuk pembentukan dan penerapan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 akan diberikan pada pelatihan ini, yaitu:

  • Pemahaman yang benar secara konseptual dan komprehensif mengenai persyaratan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001.
  • Gambaran nyata langkah-langkah pembentukan dan penerapan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001.

Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 versi 1996 mengalami penyempurnaan dengan terbitnya versi terbaru ISO 14001 versi 2004. Beberapa perubahan mendasar dari ISO 14001 versi 2004 dibandingkan dengan versi sebelumnya adalah sebagai berikut:

  • Adanya persyaratan eksplisit untuk menetapkan lingkup sertifi kasi;
  • Adanya perubahan dan penambahan definisi atas berbagai peristilahan di dalam standar
  • Adanya penggabungan klausul
  • Adanya pemisahan klausul
  • Perubahan dan konsekwensinya akan dijelaskan dalam pelatihan ini.

Berdasarkan persyaratan ISO 14001, awareness adalah salah satu jenis pelatihan yang harus dilakukan oleh perusahaan yang akan dan telah menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001.

TUJUAN Training Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001: 2004

Setelah mengikuti training dan workshop ini, maka diharapkan:

  1. Peserta pelatihan memahami persyaratan pembentukan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 secara konseptual dan komprehensif.
  2. Peserta pealatihan mengetahui langkah demi langkah pembentukandan penearapan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001.
  3. Peserta pelatihan mampu mengidentifikasi tanggung jawab dalam mengimplementasikan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 sesuai dengan fungsi masing-masing.

 

MATERI TRAINING SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN ISO 14001: 2004

  • Prinsip Sistem Manajemen Lingkungan ISO14001
  • Pemahaman Persyaratan ISO 14001
  • Manfaat dan Konsekwensi Penyimpangan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001
  • Peran, Tanggungjawab dan Wewenang dalam Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001
  • Pembentukan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001

Auditor Internal ISO 9001: 2008

Deskripsi Training Auditor Internal ISO 9001: 2008

Aktivitas Audit ISO 9001: 2008 merupakan kegiatan yang  bertujuan untuk memonitor berjalannya manajemen mutu apakah sesuai dengan proses dan prosedur yang  dipersyaratkan dalam  ISO 9001: 2008. Hasil audit  akan digunakan sebagai salah satu masukan dalam Management Review. Training ini akan membahas tentang bagaimana melaksanakan internal audit ISO 9001: 2008. Berbagai hal akan dibahas antara lain; Kapan Internal Audit harus dilaksanakan, bagaimana caranya dan siapa yang harus melakukan Internal Audit, serta apa yang harus dilakukan dengan hasil Internal Audit?. Training ini membekali para auditor menjadi auditor yang handal.

Tujuan Training Auditor Internal ISO 9001: 2008

  • Memahami persyaratan ISO 9001: 2008
  • Memahami  dan mengetahui cara melaksanakan Internal Audit
  • Memahami kompetensi yang diperlukan untuk menjadi Internal Auditor
  • Mengetahui cara menganalisa hasil Internal Audit
  • Mengetahui cara menindak lanjuti hasil Internal Audit

Materi Auditor Internal ISO 9001: 2008

  • Ruang lingkup  Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2008
  • Proses  Internal Audit
  • Persyaratan audit internal
  • Persiapan audit
  • Check list audit
  • Analisis temuan audit
  • Tindakan koreksi / pencegahan / improvement dan pengendaliannya
  • Komunikasi dalam audit
  • Bagaimana menghandle auditee yang sulit
  • Case study

ISO 31000: 2009 Risk Management/ Principles and Guidelines

Why would you need this program?

If organizational risk management is a new concept to you, this program is very suitable. It will help you to achieve better understanding of organizational risk management based on ISO 31000: 2009 risk management principles and guideline.

What topics are covered?

This is a two-day (12 hours) workshop and it covers:

  1. Understand modern new paradigm of risk
  2. Risk management principles
  3. Risk management framework: a strategic level process
  4. Risk management process: steps from establish context and risk identification to risk treatment and monitoring
  5. Case Discussion

AUDIT INTERNAL ISO 22000: 2005

Seminar/Conference Description :

Pelatihan ini dimaksudkan untuk memberi pembekalan yang terpadu tentang Teknik Audit Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000 dan melatih calon auditor mempunyai sense of auditing dan sense of analytical sehingga mampu mengontrol, mengevaluasi dan mengukur tingkat keberhasilan peningkatan kinerja perusahaan.

Peserta diharapkanakan dapat merencanakan, menyiapkan, melakukan dan membuat laporan audit. Juga mampu menguasai teknik observasi, sampling dan interview saat audit serta memiliki kemampuan untuk dapat mengidentifikasi ketidaksesuaian dan dapat melakukan tindakan pasca audit.

OUTLINE AUDIT INTERNAL ISO 22000: 2005

  1. Review ISO 22000,
  2. Pengukuran terhadap tingkat keberhasilan implementasi sistem,
  3. Teknik dan metoda audit : persiapan, pelaksanaan dan proses follow up,
  4. Pembuatan checklist sesuai target kinerja perusahaan,
  5. Teknik investigasi audit,
  6. Penentuan kategori non-compliances,
  7. Kesalahan umum auditor internal.

Dokumentasi ISO 22000: 2005

Deskripsi

Pelatihan ini dimaksudkan untuk memberi pembekalan & pemahaman yang terpadu tentang Sistem Dokumentasi pada Keamanan Pangan sesuai persyaratan standar ISO 22000:2005, serta memberi kesempatan bagi para peserta untuk berlatih implementasinya. Sehingga para peserta diharapkan mengerti dengan benar “apa-mengapa dan bagaimana” perihal Sistem Dokumentasi tersebut.

Topik Training Dokumentasi ISO 22000: 2005

  1. Pengantar tentang Sistem Dokumentasi sesuai Standar ISO 22000:2005.
  2. Klasifikasi & Implementasi Dokumen-dokumen dalam Sistem Manajemen  Keamanan Pangan.
  3. Pengendalian Dokumen dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan.
  4. Pengendalian Rekaman dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan.
  5. Teknik Penyusunan Dokumentasi & Tinjauannya (self assessment).
  6. Mengenal Audit Dokumentasi dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan.