Category Archives: Training di Bali

Menyusun SOP yang Aplikatif dan Efektif

Pendahuluan Menyusun SOP yang Aplikatif dan Efektif

SOP adalah critical point dalam menerapkan tata kelola yang efektif, produktif dan berkualitas.  Tantangan bisnis saat ini mensyarakat perusahaan untuk beroperasi seefektif dan seefisien mungkin disisi lain kretifitas dan perbaikan secara terus menerus tetap harus dilakukan. Operasi yang efektif mensyaratkan adanya keteraturan, semua unsur dalam perusahaan bergerak sesuai dengan tugas dan fungsinya, tidak tumpang tindih, peran dan tanggung jawab masing masing jelas dan dipahami bersama.

SOP bagi perusahaan bukan hanya alat untuk mencapai sertifikasi tertentu, SOP semestinya bermanfaat nyata terhadap kinerja perusahaan. Namun kenyataan menunjukkan terdapat banyak kendala dalam penerapan SOP, diantaranya : SOP yang tidak dijalankan dengan disiplin, SOP yang bukannya mempermudah namum memperpanjang birokrasi dan SOP yang tidak diperbaharui sehingga tidak sanggup menjawab perubahan yang ada di perusahaan itu sendiri.

Hal yang sama juga muncul pada saat penyusunan SOP. Permasalahan yang muncul diantaranya, apakah hanya  memformalkan sistem dan prosedur yang belum dituliskan atau harus melakukan perbaikan dan perubahan ? ; Proses bisnis yang belum optimal, belum samanya pemahaman pada level pimpinan, perubahan struktur dan pemangku jabatan. Pada akhirnya menyebabkan penyusunan SOP yang berlarut dan tidak terselesaikan.

Pelatihan ini akan memberikan masukan dan panduan kepada para peserta untuk menyusun SOP yang aplikatif, sehingga dapat diterapkan semua unsur terkait dalam perusahaan dan efektif dalam meningkatkan kinerja perusahaan.

 

Tujuan Pelatihan Menyusun SOP yang Aplikatif dan Efektif

  1. Menjelaskan manfaat penyusunan SOP dalam upaya menjaga konsistensi tata kelola perusahaan yang efektif, produktif dan efisien
  2. Memeberikan pengetahuan memetakan da menganalisa proses bisnis
  3. Memberikan pengetahuan tata cara penyusunan SOP yang aplikatif dan efektif
  4. Mengidentifikasi peluang penyempurnaan dan perbaikan SOP di tempat kerja masing-masing.

 

Pokok Materi

  1. Pengantar : SOP, peran dan kedudukannya dalam tata kelola perusahaan
  2. Proses Bisnis.
  3. Pemetaan Proses bisnis
  4. Analisa Proses Bisnis
  5. Evaluasi Mekanisme Kerja.
  6. Evaluasi Sistem Informasi.
  7. SOP Makro, SOP Mikro dan IK
  8. Tahapan Penyusunan SOP.
  9. Penulisan SOP
  10. Mekanisme Uji penerapan Sop
  11. Mekanisme Sosialisasi SOP
  12. Audit penerapan SOP
  13. Peremajaan SOP
Iklan

BEST PRACTICE IN ISO 14001: 2004

DESKRIPSI TRAINING ISO 14001: 2004

Manfaat kesesuaian dengan ISO 14001: 2004 adalah memastikan bahwa organisasi ikut menjaga kelestarian ekosistem, ekosistem yang terjaga dengan baik menjadikan lingkungan kerja aman dan sehat.

Kesesuaian dengan standar sama dengan meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pelanggan karena produk yang dibeli adalah produk yang dibuat dan proses secara aman lingkungan.

Perusahaan yang telah bersertifikat ISO 14001: 2004 diijinkan untuk mengiklankan pada media massa bahwa organisasi menerapkan manajemen lingkungan yang diakui secara internasional, hal ini berarti meningkatkan image perusahaan serta daya saing dalam memasuki pasar global.

Perusahaan yang telah memperoleh sertifikat ISO 14001: 2004 secara otomatis terdaftar pada lembaga registrasi, sehingga apabila pelanggan potensial ingin mencari pemasok bersertifikat ISO 14001: 2004, akan menghubungi lembaga registrasi. Jika nama perusahaan itu telah terdaftar pada lembaga registrasi bertaraf internasional, maka hal itu berarti terbuka kesempatan pasar baru.

 

TUJUAN TRAINING ISO 14001:2004

Setelah mengikuti training dan workshop ini, maka diharapkan

  1. Memahami konsep dan pola pikir keberadaan ISO 14001: 2004
  2. Memahami langkah-langkah pembentukan dan pengembangan sistem manajemen lingkungan
  3. Memiliki ketrampilan untuk menyusun dan menerapkan SML ISO 14001: 2004
  4. Setiap peserta mendapat kesempatan kunjungan konsultan untuk memandu penerapan di lapangan dan persiapan internal audit

 

MATERI TRAINING ISO 14001: 2004

  • Filosofi pembentukan ISO 14000
  • Peristilahan: sistems, management, environtment, aspect, impact, dll
  • Prinsip-prinsip SML 14000 dan keterkaitan dengan standar internasional lainnya
  • Pemahaman persyaratan SML
  • Pemahaman Klausul “Kebijakan Lingkungan”
  • Pemahaman dan latihan klausul “Aspek Lingkungan”
  • Pemahaman dan latihan klausul “Perundang-undangan”
  • Pemahaman dan latihan klausul “Program SML, Tangungjawab, Kompetensi dan Pelatihan”
  • Pemahaman dan laithan sistem dokumentasi, Kesiagaan dan Tanggap Darurat, Pemantauan dan Pengukuran
  • Penentuan prioritas aspek lingkungan
  • Pemahaman audit SML

MANAJEMEN K3 LABORATORIUM: Training Documenting & Implementing ISO 17025

DESKRIPSI TRAINING MANAJEMEN K3 LABORATORIUM

Pada masa yang semakinkompleks saat ini, para pelaku bisnis dituntut untuk bertindak sangat hati-hati dalam menjaga mutu produknya karena ketatnya persaingan diantara para pesaing dan kompetitor baru. Dalam hal ini penjagaan mutu dan kualitas menjadi sesuatu yang dinomorsatukan. Salah satu faktor yang sangat penting untuk menjaga mutu tersebut adalah melalui kebenaran pengukuran tiap komponen yang membentuk produk tersebut. Kebenaran pengukuran ini dinyatakan oleh laboratorium penguji dan laboratorium kalibrasi yang berkompeten.

Dengan semakin majunya ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk kemajuan teknologi laboratorium, resiko terhadap pekerja laboratorium pun semakin meningkat dan lebih kompleks. Pekerja atau petugas Laboratorium adalah pekerja yang sangat identik dengan terpaparnya zat berbahaya dan bahan kimia yang beracun, korosif, mudah meledak, mudah terbakar dan terkena berbagai bahaya biologi lainnya yang sewaktu-waktu dapat mencelakaan pekerja, khususnya yang berada di laboratorium. Mereka sangat rentan terhadap ancaman resiko dan potensi kecelakaan akibat adanya interaksi antara tenaga kerja, peralatan, bahan dan dan situasi lingkungan kerja yang ada di dalamnya. Oleh karena itu, perlu adanya pemahaman dan kesadaran perusahaan dan para tenaga kerja untuk mengantisipasi dan mengelola potensi risiko di laboratorium sesuai dengan standar yang ditetapkan dan ketentuan yang berlaku.

Suatu laboratorium dinyatakan berkompeten apabila laboratorium tersebut telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). Untuk dapat diakreditasi sebagai laboratorium yang kompeten, laboratorium tersebut harus menerapkan standar ISO/IEC 17025:2008 (Persyaratan Umum Kompetensi Laboratorium Penguji/Kalibrasi)

Variasi dalam pengujian, atau standar ukuran, metode kerja, jenis dan kelengkapan laboratorium akan sangat mempengaruhi derajat kesehatan dan keselamatan pekerja laboratorium. Selain itu, kegiatan laboratorium juga beberapa risiko yang timbul dari media fisik, kimia, ergonomis dan psiko-sosial yang harus dikendalikan untuk menjamin keselamatan dan kesehatan sebagai dasar untuk mempertahankan dan meningkatkan produktivitas kerja personel laboratorium yang terlibat. Kemampuan mengelola K3 oleh SDM akan meningkatkan kualitas sangat bermakna bila faktor kepemahaman SDM tersebut dikembangkan dengan rekayasa yang mutakhir.

Sehubungan dengan hal tersebut, Kami menyelenggarakan program pelatihan manajemen k3 laboratorium ini, dengan tujuan membantu industri, organisasi, instansi, laboratorium, dan pelaku bisnis untuk memahami dan melaksanakan kegiatan menjaga kompetensi laboratorium penguji/kalibrasi dengan menerapkan ISO/IEC 17025:2008 melalui pelatihan Manajemen K3 Laboratorium (Training Documenting & Implementing ISO 17025).



GARIS BESAR TRAINING MANAJEMEN K3 LABORATORIUM

Secara garis besar, pembahasan yang akan disampaikan dalam pelatihan manajemen k3 laboratorium ini antara lain:

  • Laboratorium dan Sistem Mutu
  • Pengenalan dan Interpretasi ISO/IEC 17025:2005 (Persyaratan Manajemen & Persyaratan Teknis)
  • Dokumentasi Sistem Mutu Laboratorium
  • Penyusunan Dokumentasi Sistem Mutu Laboratorium
  • Presentasi Dokumentasi



TUJUAN TRAINING MANAJEMEN K3 LABORATORIUM

Tujuan diselenggarakannya pelatihan manajemen k3 laboratorium ini agar peserta dapat:

  • Memahami prinsip penyiapan laboratorium yang memenuhi persyaratan kompetensi laboratorium penguji/kalibrasi berdasarkan ISO/IEC 17025 : 2008.
  • Memahami prinsip dokumentasi mutu laboratorium penguji/kalibrasi menurut ISO /IEC 17025:2008.
  • Mampu menyusun Panduan Mutu, Prosedur, Instruksi Kerja dan Formulir untuk laboratorium



MANFAAT

Pada dasarnya setiap laboratorium telah dirancang untuk memenuhi standar masalah keselamatan dan kesehatan baik sebagai bentuk manajemen untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman bagi karyawannya. Dengan terciptanya kepatuhan peraturan di tempat kerja dan nilai K3 akan di harapkan memberi manfaat bagi perusahaan seperti:

  • Untuk mencegah kecelakaan fatal
  • Meminimalkan resiko pekerja menderita cedera akibat penggunaan alat yang salah.
  • Perlindungan pekerja terhadap berbagai bentuk masalah kesehatan seperti infeksi dan toksisitas dari zat berbahaya.
  • Dapat mengetahui upaya pencegahan manajemen untuk melindungi aset-aset perusahaan.
  • Agar para pekerja untuk bekerja lebih produktif, efisien dan menjaga kesehatan dan keselamatan.
  • Sebagai upaya untuk meminimalkan potensi risiko yang timbul dalam kedua petuga Laboratorium, yang lain (pelanggan) dan lingkungan kerja (bisnis)
  • Untuk memenuhi standar sertifikasi, atau untuk memperoleh akreditasi lembaga dan hukum dan peraturan perundang-undangan.
  • Mampu mengelola K3 dengan sistem manajemen yang berkualitas

MATERI TRAINING MANAJEMEN K3 LABORATORIUM

  • Urgensi Sistem Manajemen K3 di Laboratorium
  • Laboratorium dan Sistem Mutu
  • Pengenalan dan Interpretasi ISO/IEC 17025:2008
  • Process Safety Management di Laboratorium dan Trik Pembuatan Plan
  • Controlling/Pengendalian K3 di Laboratorium
  • Dokumentasi Sistem Mutu Laboratorium
  • Penyusunan Dokumentasi Sistem Mutu Laboratorium
  • Presentasi Dokumentasi
  • Action Plan

Fundamental Safe Work Practice

Deskripsi

Kecelakaan yang sebenarnya tidak perlu terjadi, tetapi bisa terjadi dan sangat merugikan. Karena itu diperlukan pengetahuan untuk mencegahnya agar kerugian dapat dihindarkan. Semua kecelakaan yang pernah terjadi ada sebabnya, semua sebab bisa dicari dan diketahui, karena itu semua sebab kecelakaan dapat dihindari sehingga semua kecelakaan bisa ditiadakan, sampai tercapai bebas kecelakaan. Salah satu cara mencegah Kecelakaan Kerja yaitu dengan menerapkan kaidah-kaidah Keselamatan dan Kesehatan Kerja di tempat kerja, yang harus dipatuhi oleh semua karyawan.

Salah satu cara mencegah Kecelakaan Kerja yaitu dengan menerapkan kaidah-kaidah Keselamatan dan Kesehatan Kerja di tempat kerja, yang harus dipatuhi oleh semua karyawan. Bagaimana caranya ? Ikuti pelatihan “Safety Untuk Pemula” yang berupa training dikelas, dilanjutkan dengan diskusi, work shop dan studi kasus pencegahan kecelakaan di tempat kerja. Diharapkan, peserta bisa mengembangkan ketrampilannya dan mau melakukan tindakan pencegahan kecelakaan ditempat kerjanya, sehingga dapat mengurangi resiko kecelakaan ditempat kerjanya masing-masing.

TUJUAN PELATIHAN Fundamental Safe Work Practice

  • Meningkatkan kesadaran peserta terhadap pentingnya tindak pencegahan kecelakaan dan menggugahnya untuk mendorong karyawan dilingkungan kerjanya agar mau melakukan tindakan pencegahan kecelakaan
  • Meningkatkan pengetahuan peserta akan upaya pencegahan kecelakaan dilingkungan kerjanya
  • Meningkatkan moral Perusahaan dan karyawan serta mengurangi resiko kerugian bagi Perusahaan
  • Melaksanakan dan mengembangkan program SMK3L

MATERI PELATIHAN Fundamental Safe Work Practice

  • Housekeeping
  • Personal Protective Equipment
  • LOTO ( Lock Out Tag Out )
  • Fall Protection
  • Hazard Identification & Control
  • Safe Work Permit
  • Job Safety Analysis
  • Hot Work
  • Confined Space Entry
  • Electric Work
  • Excavation
  • Road Safety
  • Accident Investigation
  • Emergency preparedness and response
  • Environment Protection

Hazardous Material Management

Deskripsi

Dalam kehidupan sehari-hari kita banyak berhadapan dengan bahan kimia yang banyak diantaranya merupakan bahan berbahaya dan beracun (B3).  Akhir-akhir ini istilah bahan beracun berbahaya banyak dibicarakan orang karena sifatnya yang dianggap merusak.

Terlebih lagi apabila terjadi  tumpahan tersebut sampai ke masyarakat, maka mungkin saja dapat timbul konflik antara perusahaan dengan masyarakat di sekelilingnya. Pekerja teknis di lapangan membutuhkan kecakapan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan bahan kimia tersebut. Selain itu, mereka juga patut mengerti bagaimana menangani dan menyimpan bahan kimia bahan beracun berbahaya (B3) serta bagaimana memantau dan mengantisipasi berbagai resiko bahan kimia bahan beracun berbahaya (B3).

Pelatihan ini bertujuan untuk mengenalkan yang dimaksud bahan beracun berbahaya secara peraturan perundang-undangan, identifikasi bahan beracun berbahaya, penanganan dan penyimpanan bahan beracun berbahaya, Teknik pemantauan, tanggap darurat dan analisa resiko bahan beracun berbahaya.

TUJUAN TRAINING Hazardous Material Management

  • Memberikan pemahaman mendasar mengenai urgensi penerapan penanganan dan penyimpanan bahan kimia yang dianggap berbahaya dan beracun
  • Memberikan ketrampilan teknis dalam mengelola (menangani dan menyimpan) bahan kimia yang termasuk bahan beracun berbahaya (B3)
  • Memberikan kecakapan untuk menyelesaikan masalah (problem solving skill) pada persoalan yang berhubungan dengan penyimpanan dan penanganan bahan beracun berbahaya (B3

MATERI PELATIHAN Hazardous Material Management

Pelatihan Bahan Berbahaya dan beracun meliputi:

  • Pengenalan Bahan B3
  • Identifikasi dan klasifikasi bahan B3 dan limbah B3
  • MSDS dan Label
  • Pengendalian Bahan B3
  • Penanganan dan penyimpanan bahan B3
  • Analisa resiko (Risk assestment)
  • Teknik pemantauan bahan B3
  • Tanggap darurat
  • Komunikasi B3

Behavior Based Safety

Latar Belakang Pelatihan Behavior Based Safety

Sebagian besar hasil  investigasi kecelakaan membuktikan bahwa faktor utama penyebab terjadinya kecelakaan adalah faktor manusia yang bertindak tidak aman (unsafe act).

Pendapat dari Heinrich yang dikenal sebagai pakar menyimpulkan dalam teori kecelakaan menyatakan bahwa 80% penyebab terjadinya kecelakaan disebabkan oleh unsafe act, 18% disebabkan oleh unsafe condition dan 2% disebabkan oleh faktor lain.

Banyak perusahaan yang sudah lama menjalankan program K3, namun angka kecelakaan kerja masih tinggi. Angka statistik kecelakaan kerja tidak dapat ditekan hingga mencapai nihil kecelakaan (zero accident). Bahkan, hampir semua karyawan merasakan bahwa, K3 itu menghambat jalannya mata rantai produksi. Para manajer dan supervisor percaya bahwa Program K3 tidak mempunyai nilai tambah (added value) bagi dirinya maupun perusahaan. Mental melakukan tugas apa adanya (“check box mentality”) tumbuh subur di setiap lini organisasi perusahaan

 BBS telah banyak diterapkan oleh berbagai perusahaan besar untuk menekan kecelakaan kerja dan meningkatkan produktifitas. Pelatihan ini akan mejelaskan bagaimana cara menerapkan program BBS dan melibatkan semua pekerja dalam program BBS.

Tujuan Pelatihan Behavior Based Safety

  • Peserta bisa melakukan identifikasi tentang perilaku aman dan tidak aman.
  • Memahami dan menafsirkan hasil-hasil Pengamatan Pekerjaan di dalam proses berperilaku terhadap keselamatan.
  • Memahami dan menerapkan untuk mencapai tujuan terhadap perilaku keselamatan kerja
  • Meningkatkan kesadaran pekerja untuk berperilaku aman dalam bekerja sehingga dapat meningkatkan produktifitas kerja perusahaan.
  • Memahami manfaat komunikasi yang efektif.
  • Memahami pengetahuan dan tehnik dasar untuk menggerakkan perilaku dari beresiko ke selamat.

Outline Workshop Behavior Based Safety (BBS)

  • Incident Fundamental
  • Human error and accident causation
  • Incident prevention and BBS
  • Group discussion and exercise
  • BBS Principle
  • BBS process
  • Development of Critical Behavior Checklist
  • Observation and interview methodology
  • Group discussion and exercise.

SECURITY DALAM RANGKA PENCEGAHAN DAN PENANGULANGAN KEBAKARAN

DESCRIPTION SECURITY DALAM RANGKA PENCEGAHAN DAN PENANGULANGAN KEBAKARAN

Kemampuan pencegahan dan penanggulangan terhadap bahaya kebakaran merupakan bagian yang terpisahkan dari tugas pengamanan, bahkan manajemen pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran serta manajemen pengamanan merupakan bagian integral dari manajemen perusahaan sector usaha, industri, dan pelayanan public bahaya kebakaran merupakan wujud ancaman yang memiliki kompleksitas tertentu sebagai dampak dari kumulasi permasalahan yang kurang mendapatkan perhatian baik dari aspek manajerial pada umumnya maupun aspek pengamanan pada khususnya, hal demikian antara lain disebabkan :

  • Berkaitan dengan komitmen/kebijakan/prosedur baku yang harus dilaksanakan terus menerus.
  • Kurangnya pengetahuan (technical know how) tentang pencegahan dan penaggulangan bahaya kebakaran baik ditingkat manajemen maupun para pelaksana.
  • Pemenuhan sarana prasaran sesuai dengan ketentuan yang ada.

Oleh karena kondisi tersebut memerlukan perhatian seksama, komitmen yang kuat ditingkat top manajemen hingga para pelaksana maupun owners untuk mewujudkan terpenuhinya jaminan atas keamanan dan keselamatan kerja yang mempengaruhi tercapainya tujuan usaha, peningkatan produktifitas, keunggulan daya saing maupun reputasi perusahaan/ organisasi/badan/lembaga. Mencermati fungsi dan peran pengamanan sebagai ujung tombak (first liner) maupun sebagai salah  satu garda terdepan dalam menghadapi ancaman bahaya kebakaran, maka dengan ini kami akan menyelenggarakan pelatihan sebagai salah satu upaya yang bertujuan meningkatkan keterampilan/kemampuan dibidang pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran bagi petugas keamanan/pemangku kepentingan keamanan/bagian umum.

 

TRAINING OBJECTIVE SECURITY DALAM RANGKA PENCEGAHAN DAN PENANGULANGAN KEBAKARAN

Penyelenggaraan pelatihan ini diharapkan sebagai salah satu upaya yang bertujuan meningkatkan kemampuan/keterampilan di bidang pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran yang berkaitan langsung dengan seluruh aspek pengamanan baik preemptive, prefentive maupun penindakan, bermula dari kegiatan rutin yang diarahkan pada identifikasi asset dan kerawanan maupun potensi kebakaran (pemetaan), identifikasi bobot maupun derajat kemunkinan terjadi serta updaya cegah dan tindakan yang harus dilakukan bila terjadi kebakaran. Oleh karena itu dalam pelatihan ini kemampuan penyelidikan merupakan kemampuan yang sangat menentukan, yang harus dilakukan dalam setiap tahap kegiatan pengamanan.

 

TRAINING MATERIAL OUTLINE SECURITY DALAM RANGKA PENCEGAHAN DAN PENANGULANGAN KEBAKARAN

  1. Penanggulangan kebakaran dengan pendekatan Intelijen
    • Pelaksanaan intelijen dalam perusahaan (intel dasar, intel aktual dan kirka intel)
    • Pengawasan ,pengamatan, mencari, mengumpulkan bahan keterangan. (observasi, interview, surveillance, undercover, dan penggunaan informan)
  2. Peningkatan intensitas penjagaan dan patroli dalam mencegah kebakaran.
    • Bentuk penjagaan
    • Peningkatan kwalitas penjagaan dan patroli security dalam cegah dan tanggulang bahaya kebakaran.
    • Pemetaan potensi bahaya kebakaran
    • Aspek taktis dalam penanggulangan kebakaran (cuaca, medan, nilai ancaman, penguasaan 5 aspek medan) jalur pendekat, titik perimetri dlsb.
  3. Pengenalan alat pemadam api ringan & formasi regu hydran
    • Cara penggunaan apar,theori terjadi api, methode pemadaman & jenis media pemadam api.
    • Pengertian , klasifikasi dan kelengkapan box hydran.
    • Regu hydran dan pengoperasian hydran gedung.
  4. Manajemen keselamatan kebakaran gedung.
    • Analisis pohon masalah dan identifikasi sumber bahaya kebakaran (pre fire control)
    • Inventarisasi sarana proteksi dan emergency exit
    • Pemeliharaan perawatan sarana, kebijakan dan komitmen.
    • Pengawasan lingkungan kerja, inspeksi ,uji coba peralatan berkala
    • Rekruitmen

ARC FLASH PROTECTION FOR ELECTRICAL SAFETY PROFESSIONALS

INTRODUCTION ARC FLASH PROTECTION FOR ELECTRICAL SAFETY PROFESSIONALS

Electrical safety is an important issue for those working on electrical facilities in utility networks and large industrial installations. A number of serious accidents including fatalities occur every year due to accidents involving electricity resulting in huge financial losses and wasted man-hours. Arc flashes in electrical equipment are now considered one of the major causes of electrical accidents even surpassing the well-known hazards of electric shock. Avoiding arc flash incidents and the resulting injuries is one of major challenges today facing electrical workers and requires adequate attention in the stages of system planning, design, installation, operation and maintenance.

Injuries due to arc flash can depend on many factors, one of which is the incident thermal energy on a worker exposed to a flash. Today, a considerable body of knowledge exists as a result of research efforts and is available to designers and maintenance engineers in the form of standards such as IEEE 1584 and NFPA 70E. This course will detail the basis of this approach and also about the major advances that have been made in the area of PPE made of FR fabrics and rated for different levels of thermal exposure.

Prevention however still remains the best form of protection and switchgear manufacturers have made considerable design advances to ensure that the effect of arc flash incidents is contained within the enclosure of switchgear (often called arc flash resistant switchgear) and methods of testing such switchgear have also evolved simultaneously. Another important factor is the approach to avoid arc incidents within the switchgear by proper design and maintenance and techniques to reduce the severity of the flash should such incidents occur.

These would form the key focus areas of this course.

TRAINING OBJECTIVE ARC FLASH PROTECTION FOR ELECTRICAL SAFETY PROFESSIONALS

  • To identify the important hazards in (Other Manufacturer) O&M work in different parts of electrical installations
  • To identify the dangers of arc flash events to working personnel and their impact on equipment
  • The codes and standards related to dealing with arc flash danger
  • The necessary theoretical knowledge to carry out arc flash impact studies by collecting system data and computing the arc flash incident energy and flash protection boundary
  • To understand the importance of proper design of electrical equipment in avoiding arc flash incidents and ensuring safety in the event of an arc flash
  • To select appropriate Personal Protective Equipment (PPE) and Flame Resistant (FR) clothing required for avoiding serious or lethal injuries

TRAINING MATERIAL OUTLINE ARC FLASH PROTECTION FOR ELECTRICAL SAFETY PROFESSIONALS

Day 1

  • Fundamentals of Power Systems
  • Fault Current Calculation
  • Data Collection & System Modelling
  • Flame Resistant Fabrics

Day 2

  • Overview of Electrical Hazards
  • Arc flash Studies – Codes and Standards
  • Arc flash study detailed procedure
  • Determine Arc flash hazard risk category

SMKP : SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN PERTAMBANGAN

Training Description SMKP

Permen ESDM no 38 tahun 2014 merupakan peraturan yang mengatur tentang Penerapan SMKP (Sistem Manajemen Keselamatan pertambangan). SMKP merupakan Sistem manajemen yang menjadi bagian dari sistem manajemen perusahaan dalam rangka untuk mengendalikan risiko keselamatan pertambangan yang terdiri dari K3 pertambangan dan keselamatan operasi pertambangan (K3 Pertambangan dan KO Pertambangan).

SMKP wajib dilaksanakan oleh semua perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, yang meliputi perusahaan pertambangan dan perusahaan jasa pertambangan. Hal ini diatur dalam Permen ESDM no 38 Tahun 2014 tentang Penerapan SMKP.

Perusahaan pertambangan yang wajib melaksanakan SMKP adalah pemegang IUP, IUPK, IUP Operasi Produksi khusus untuk pengolahan dan/atau pemurnian, KK, da PKP2B.

Perusahaan jasa pertambangan yang wajib melaksanakan SMKP adalah pemegang IUJP, dan SKT

Training Outline SMKP

BAB I      :Ketentuan  Umum

  • Pasal 1 Umum
  • Pasal 2 Maksud dan Tujuan Penrapan SMKP Minerba

BAB II     : PENERAPAN SMKP MINERAL DAN BATUBARA

  • Pasal 3 kewajiban penerapan SMKP Bagi Perusahan
  • Pasal 4 Syarat Perusahaan yang menerapkan SMKP

BAB III   : ELEMEN SMKP MINERBA

  • Pasal 5 Elemen – Elemen dalam SMKP MINERBA
  • Pasal 6 Rincian Kebijakan yang terdapat dalam Elemen SMKP
  • Pasal 7 Perencanaan yang terdapat dalam Elemen SMKP
  • Pasal 8 Organisasi yang terdapat dalam Elemen SMKP
  • Pasal 10 Evaluasi yang terdapat dalam Elemen SMKP
  • Pasal 11 Dokumentasi yang terdapat dalam Elemen SMKP
  • Pasal 12 Tinjauan yang terdapat dalam Elemen SMKP

BAB IV   : PEDOMAN PENERAPAN DAN AUDIT SMKP MINERBA

  • Pasal 13 Pedoman Penerapan SMKP MINERBA
  • Pasal 14 Kewajiban Audit
  • Pasal 15 Tindak lanjut Audit

BAB V : PEMBINAAN DAN PENGAWASAN

  • Pasal 16 Kewajiban Pembinaan
  • Pasal 17 laporan pembinaan

BAB V1 : SANKSI ADMINISTRATIF

BAB VII : KETENTUAN PERALIHAN

BAB VIII : PENUTUP

Industrial Ergonomy

Description Industrial Ergonomy

Many industries (from small to large) are totally committed to providing a safe and health workplace. They are also committed to ensuring that the highest level of productivity and quality is achieved by its employees and for its customers respectively. Implementation of a successful plant-wide ergonomics program will play a key role in achieving these goals. The main goal of ergonomics is to reduce the risk of  injuries by matching demands of the job to the abilities of the employee through the proper design of workstations, tools, environment, work schedules, policies and procedures.Most injuries happen in workplace included Overexertion and musculoskeletal disorders (MSD) that involve strains and sprains of muscles, tendons, ligaments, joints or nerves. These usually occur over time due to repeated exposure to certain risk factors. This  training program aims to  identify  work activities that can lead to injury and how to reduce risk of injury, also to  identify the most effective ways to improve your employees’ work environments and implement ergonomic solutions.

 

Objective

By the end of this training, the participant will be able to

  • Understand  the ergonomics and its benefits in workplace
  • Identify work activities that can lead to injury
  • Identify the list of action  to reduce risk of injury
  • Identify parts of the body that get injured at work
  • Recognize and report signs and symptoms of injury early

Outline Training Industrial Ergonomy

1. Scope of ergonomic at work and its benefits: Best practice  from  many industries

2. Identify work activities that can lead to injury

  • What is Work-related Musculo Skeletal Disorders (WMSDs)?
  • How to identify WMSDs?

3. Identify  some of the symptoms of WMSDs?

  • Discomfort
  • Pain
  • Numbness
  • Burning
  • Swelling
  • Change in color
  • Tingling
  • Tightness, loss of flexibility

4. What Causes WMSDs?

  • Awkward Postures
  • High Hand Force
  • Repetitive Motions
  • Repeated Impacts
  • Heavy, Frequent, or Awkward Lifting
  • Moderate to High Hand-Arm Vibration

5. Risk Factors

  • Duration      (how long you are exposed to it)
  • Frequency  (how often you are exposed to it and how much rest you get in between)
  • Intensity      (how much of the risk factor there is)
  • Combinations of risk factors, where you are exposed to more than one risk factor at a time.
  • The more risk factors you have at once, the more likely an injury will occur.

6. List of action  of ergonomic principles that reduce risk of injury

  • Reducing Awkward Postures
  • Reducing High Hand Force
  • Reducing Repetitive Motions
  • Reducing Repeated Impacts
  • Reducing Heavy, Frequent, or Awkward Lifting
  • Reducing Moderate to High Hand-Arm Vibration

7. What you can do:

Symptom recognition and reporting

Report symptoms if:

  • Pain is persistent, severe or worsening
  • Pain radiates
  • Symptoms include numbness or tingling

Reporting Procedures

BASIC SAFETY

PENDAHULUAN BASIC SAFETY

Perusahaan harus mengutamakan aspek keselamatan dan kesehatan kerja bagi para pekerjanya. Sesuai dengan amanat Undang undang No 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, bahwa setiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatan dalam melakukan pekerjaan dan setiap orang di tempat kerja perlu pula terjamin keselamatannya. Pelatihan ini akan memberi gambaran kepada para peserta tentang bagaimana mengelola lingkungan kerja yang aman, nyaman, bebas kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Peserta akan mengetahui prinsip prinsip keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan kerjanya sehingga terciptanya budaya keselamatan dan kesehatan kerja yang akan berdampak berkurangnya kecelakaan kerja di tempat kerja.

TUJUAN TRAINING BASIC SAFETY

  1. Peserta dapat memahami Undang Undang No 1 tahun 1970
  2. Peserta dapat memahami peraturan perundangan yang terkait dengan kegiatan K3
  3. Peserta dapat melakukan identifikasi bahaya dan penilaian risiko
  4. Peserta dapat mengidentifikasi Alat pelindung Diri yang tepat untuk kegiatan kerja

MANFAAT TRAINING BASIC SAFETY

  1. Kesadaran dan kepedulian mengenai K3 dari para peserta pelatihan akan meningkat
  2. Peserta akan memiliki pengetahuan tentang pencegahan kecelakaan
  3. Peserta akan memiliki pengetahuan tentang jenis-jenis APD
  4. Peserta dapat menyusun HAZOB, JSA, HIRA
  5. Peserta dapat menyusun Organisasi keadaan Darurat (ERT) dan P2K3

 

CAKUPAN MATERI TRAINING BASIC SAFETY

  1. Pemahaman Peraturan perundangan K3
  2. Jenis-jenis Alat Pelindung Diri
  3. Organisasi Keadaan darurat (ERT)
  4. Identifikasi Bahaya
  5. Kondisi dan situasi yang berbahaya
  6. HAZOB, JSA & HIRA
  7. Perlunya Sistem Manajemen K3
  8. Perlunya Organisasi K3 (P2K3)
  9. Perlunya Ahli K3 di perusahaan

HACCP (HAZARD ANALYSIS CRITICAL CONTROL POINTS)

PENDAHULUAN:

HACCP (Hazard Analysis Critical Control Points) adalah sebuah sistem pencegahan dalam dunia Food Safety untuk memastikan bahwa suatu proses terbebas dari resiko kontaminasi. Kesehatan merupakan hal terpenting dalam kehidupan setiap manusia. Salah satu contoh faktor ekternal yaitu makanan. Makanan merupakan sesuatu yang dikonsumsi oleh manusia, sehingga keamanannya dari bahan mentah hingga menjadi produk akhir yang siap konsumsi haruslah terjamin. Oleh karena itu, diperlukan sebuah metode analisis bahaya pada proses produksi makanan yang dapat meminimalisir risiko bahaya dan memberikan jaminan mutu terhadap produk makanan tersebut. Sistem ini dikenal dengan sebutan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP).

HACCP dengan mudah membantu anda mengidentifikasi segala resiko kontaminasi dalam proses produksi dan kemudian menentukan mekanisme kontrolnya. HACCP membuat anda dengan mudah meyakinkan konsumen bahwa produk yang anda buat adalah produk yang aman untuk dikonsumsi.

Kontaminasi yng dapat dikendalikan HACCP adalah:

  1. Fisik (metal, kaca, kayu dll)
  2. Kimia (ozon, chlorine, lubricant, dll)
  3. Biologi (bakteri)

Training HACCP ini akan membantu tim anda memahami konsep dan implementasi HACCP dalam proses produksi pada perusahaan anda dengan mudah dan menyenangkan karena didukung oleh tim professional kami yang berkompeten dibidangnya.

TUJUAN TRAINING:

Training Hazard Analysis Critical Control Points secara umum bertujuan untuk menjaga serta meningkatkan kesehatan karyawan perusahaan maupun masyarakat melalui pencegahan secara dini atau mengurangi kasus keracunan karyawan perusahaan maupun masyarakat dan timbulnya penyakit yang disebabkan oleh makanan/pangan.

MANFAAT TRAINING:

  1. Dapat memahami konsep dan prinsip dasar HACCP
  2. Dapat meningkatkan inovasi terhadap proses produksi dengan memfokuskan kepada tahapan tertentu yang kritis atau rawan bahaya
  3. Dapat menambah wawasan mengenai cara dan pengolahan makanan dengan sistem sanitasi yang baik dan benar
  4. Dapat menganalisis dan mampu mengevaluasi proses produksi makanan/bahan pangan sehingga bisa diketahui potensi bahaya yang ditimbulkan.
  5. Dapat melakukan Improvement secara kontinyu terhadap proses produksi makanan/bahan pangan dengan menitikberatkan kepada tahap-tahap proses tertentu atau mata rantai proses produksi yang dianggap kritis dan rawan bahaya
  6. Mampu memonitoring dan mengevaluasi penanganan cara dan proses pengolahan makanan serta menerapkan sistem sanitasi dalam memproduksi makanan yang benar.
  7. Dapat meningkatkan kepedulian seluruh kompenen yang terlibat baik bagi regulasi (pemerintah nasional/internasional), perusahaan produksi pangan/pengelolaan hasil pangan secara terintegrasi maupun mandiri terhadap keamanan pangan akan hasil pangan yang beredar diperusahaan/masyarakat.

 

CAKUPAN MATERI TRAINING HACCP

  1. Prinsip dasar HACCP-Hazard Analysis Critical Control Points
  2. Persyaratan Sistem Kemanan Pangan
  3. Aspek-aspek Kelayakan dasar dan penerapan sistem keamanan pangan
  4. Analisa Bahaya dan proses pengendalian bahaya
  5. Penentuan CCP (critical control points)
  6. Proses penetapkan critical limit
  7. Membuat Dokumen dan Prosedur monitoring keamanan pangan
  8. Melakukan Serta melakukan langkah penetapan corrective action
  9. Proses verifikasi sistem keamanan pangan dan dokumentasi HACCP
  10. Tips dan triks penerapan sistem keamanan pangan

PENANGANAN LIMBAH B3, BAHAN BERBAHAYA & BERACUN

TRAINING INTRODUCTION PENANGANAN LIMBAH B3

Semakin banyaknya limbah B3 yang di hasilkan di area industri menjadi salah satu faktor pemerintah mengeluarkan UU No 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan. Pemerintah sudah mengeluarkan PP No 18 tahun 1999 tentang pengelolaan limbah B3, walau kadang dalam implementasi di lapangan masih banyak di temukan berbagai pelanggaran dalam proses implementasinya. Pemerintah juga mengeluarkan program PROPER dan B3 menjadi salah satu bagian yang harus di evaluasi dan di monitor pelaksanaan di lapangan.

Begitu banyak konsen yang telah di keluarkan oleh pihak pemerintah harus di barengi dengan komitment dari pihak perusahaan dan tentunya skill personal yang menghandle kegiatan operasional tersebut. Bagaimana meng identifikasi limbah B3, cara penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pemanfaatan, pengolahan hingga penimbunan.

 

TRAINING OBJECTIVE PENANGANAN LIMBAH B3

  • Peserta di harapkan memahami landasan hukum dan regulasi tentang limbah B3
  • Peserta bisa melakukan identifikasi dan penyimpanan sementara
  • Peserta bisa menghitung mass balance limbah B3
  • Peserta bisa membuat program pengelolaan limbah B3

TRAINING OUTLINE PENANGANAN LIMBAH B3

  • Introduction, landasan hukum, identifikasi
  • Penyimpanan dan pengumpulan sementara
  • Program 3R reduce reuse recycle
  • Pengangkutan dan pengolahan limbah B3

BASIC K3 – HSE

TRAINING INTRODUCTION :

Tidak semua orang mendapatkan pengetahuan tentang HSE (health, safety & environment) dari meja kuliah, banyak kejadian di lapangan bahwa seseorang mendapatkan pekerjaan di bidang HSE karena di tunjuk oleh atasan, rotasi pekerjaan dll sehingga mau tidak mau orang tersebut secara autodidak harus mempelajari bidang HSE.

Mengenal dunia HSE langsung dari lapangan kadang mempunyai keterbatasan dalam hal pengetahuan dasar, sehingga terasa kurang lengkap dalam menjalankan pekerjaan tersebut. Mau tidak mau dengan mengikuti public training, baca buku HSE, masuk dalam komunitas HSE di lakukan dalam rangka mengejar ketertinggalan tsb.

Pelatihan ini di siapkan bagi siapa saja personal yang baru mulai terjun di bidang HSE, karyawan yang baru bergabung, karyawan rotasi / mutasi pekerjaan, pekerja kokntraktor dan lain lain. Secara menyeluruh di diskusikan bidang health promotion, bidang waste management, basic HSE, ISO 14001, OHSAS 18001, SMK3, pengukuran kinerja K3 dan lain sebagainya.

 

TRAINING OBJECTIVE:

  • Pengenalan tentang HSE (health, safety & environment)
  • Bagaimana peran dan tanggung jawab petugas HSE
  • Mengetahui dasar dalam membangung SMK3, OHSAS dan ISO
  • Memahami dasar pengelolaan lingkungan dan waste water treatment
  • Mengetahui dasar proses safety, ergonomic
  • Memulai healt promotion
  • Dasar dasar fire management



TRAINING OUTLINE
:

  • Basic HSE
  • Membentuk P2K3
  • Mengukur K3
  • SMK3, OHSAS 18001, ISO 14001
  • Pengelolaan lingkungan / waste management
  • Waste Water Treatment
  • Process Safety Management
  • Ergonomi
  • Health promotion
  • Fire management
  • Dasar CSMS

K3 Umum

Deskripsi Training K3 Umum

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

Bidang keselamatan dan kesehatan tenaga kerja merupakan unsur yang sangat penting yang tidak dapat diabaikan oleh perusahaan. Mengutamakan rasa nyaman dan aman saat bekerja menjadi hak sepenuhnya bagi seorang karyawan terlebih jika mereka bekerja ditingkat resiko kecelakaan yang begitu tinggi. Maka dari itu, setiap masing – masing individu perlu mengetahui mengenai dasar – dasar keselamatan dan kesehatan kerja.

 Tujuan  Training K3 Umum

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

Peserta memahami dasar – dasar keselamatan dan kesehatan kerja agar dapat merencanakan, mengimplementasikan dan mengevaluasi sistem Keselamatan dan Kesehatan kerja di perusahaan.

 

MATERI Training K3 Umum

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

  1. Pendahuluan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
  2. Urgensi Manajemen Keselamatan Kerja
  3. Konsep Manajemen
  4. Tipologi Manajemen K3
  5. SMK3 – Standar Minimal Manajemen K3
  6. Peningkatan Manajemen K3
  7. Studi Kasus

COMMUNICATION SKILLS FOR PROJECT LEADERS & MANAGERS

Program Description Communication Skills For Project Leaders & Managers

Project Management Institute conducted research among project managers worldwide to find out the most essential skills to have for project managers and leaders to successfully managing projects. The skills are: listening skill, build relationship, set clear priorities, facilitate collaboration, and conveys the organization’s vision. There is no doubt that all of those skills are related to how good project leaders and managers COMMUNICATE.

To equip you, project managers and leaders, with excellent communication skill, we offer you a workshop/training on Communication Skills for Project Leaders and Managers.

 

YOU WILL LEARN HOW TO Communication Skills For Project Leaders & Managers

  • Hone your communication skill effectively
  • Identify the best communication style applicable to certain situation in a project
  • Understand team communication and synergy and what it takes to succeed in a project
  • Refine your active listening skills
  • Re-discover your communication potentials and how to use it to manage your project achievement successfully

COURSE CONTENT Communication Skills For Project Leaders & Managers

  • Re-visiting Communication Foundation
    • Refreshing the understanding of communication principles & model
    • Barriers in communication
    • In a nutshell: verbal, vocal, visual (body language) and other non-verbal communications
  • Understanding Communications Key Success Factors in the workplace
    • Interpersonal skill needed in the workplace
    • The art of active listening
    • Communications in the workplace: success and failure factors
    • Interpreting messages verbal and non-verbal
  • Improving Understanding of self and other’s Communication Style
    • Analyzing SWOT of your communication style
    • Understanding typical team communication style
    • Understanding each parties’ goal in communication
  • Achieving communications excellence
    • Defining values in communication
    • Identifying communication challenges faced by project manager/leader
    • Coping with the challenges in project using excellent communication skill
    • Giving appreciation and constructive feedback
    • Unlearn & Re-learn process – communication best practices
    • Redesigning communication style that truthfully yours

SAP 2000 & TEKLA Structure

Deskripsi

SAP 2000 & TEKLA Structure merupakan software  3D Building Information Modeling (BIM) yang dapat digunakan dalam industri jasa konstruksi untuk desain baja dan beton. Aplikasi ini  memberikan kemudahan  dalam mendesain dan memanaje  secara akurat dan detail  sebuah model 3D walaupun material atau strukturnya sangat kompleks. SAP 2000 dan Tekla Structures dapat digunakan dalam keseluruhan proses mulai dari tahap konseptual desain,Fabrikasi dan manajemen konstruksi. Training ini akan mempelajari tentang bagaimana mengoperasikan SAP 2000 dan TEKLA Structure untuk desain baja dalam industri konstruksi.

Tujuan

Peserta dapat mengoperasikan SAP 2000 dan TEKLA Strukture untuk desain dan manajemen 3D Objek  dalam industri baja konstruksi.

Materi

  1. Overview SAP dan TEKLA Struktur : program tools and Features
  2. Basic Design Structure
    • Basic Design Structure and Concept : Terminology and concept
  3. Getting Started
    • The SAP2000 Screen
    • Main Window
    • Menu Bar
    • Toolbars
    • Status Bar
    • Viewing Options
    • 2-D and 3-D Views
    • Perspective, Pan, Zoom, and 3-D Rotate
    • Element View Options
    • Drawing Objects
    • Editing
    • Assigning
    • Analyzing
    • Displaying
  4. The Structural Modelling
    • Units
    • Objects, Elements and Groups
    • Coordinate Systems and Grids
    • Properties
    • Load Cases
    • Analysis Cases
    • Combinations
    • Design Settings
    • Output and Display Definitions
  5. Analysis and Design Results
    • Analysis Results
    • Design Results
  6. Project Case
    • Project Case and Summary

PROJECT MANAGEMENT DENGAN PRIMAVERA

DESKRIPSI TRAINING PROJECT MANAGEMENT DENGAN PRIMAVERA

Aktivitas proyek  dapat terjadi di segala bidang  di perusahaan,baik proyek fisik (infrastruktur)  seperti     proyek pembelian peralatan,pemasangan fasilitas,pendirian pabrik baru maupun non fisik seperti proyek pengembangan produk baru,perancangan struktur organisasi,pembuatan sistem informasi manajemen dan  peningkatan produktivitas perusahaan. Realitas di lapangan menunjukkan bahwa sering terjadi kegagalan dalam menjalankan proyek disebabkan oleh adanya perencanaan,pelaksanaan dan  pengendalian proyek yang tidak tepat.  Merencanakan,melaksanakan dan mengendalikan suatu proyek merupakan kegiatan yang relative kompleks dan sulit dilakukan karena dituntut untuk memperhatikan berbagai aspek seperti waktu,biaya,sumberdaya,perkembangan pencapaian tujuan dan masih banyak lagi.

Training ini akan mempelajari  tentang bagaimana mengelola sebuah proyek dalam hal perencanaaan (planning),pelaksanaan(updating) dan pengendalian(controlling). Aplikasi  software Primavera akan diberikan  untuk mempermudah dalam penjadwalan dan pengendalian proyek terutama untuk proyek yang cukup kompleks.

TUJUAN & MANFAAT TRAINING PROJECT MANAGEMENT DENGAN PRIMAVERA

Maksud dan tujuan diselenggarakannya Pelatihan Project Management agar peserta dapat:

  1. Memahami tentang ruang lingkup Project Management dan aktivitas  yang terjadi didalamnya.
  2. Memahami dan mampu membuat penjadwalan proyek dan pengalokasian sumberdaya.
  3. Memahami dan mampu membuat membuat baseline/target plan sebuah proyek
  4. Memahami dan mampu melakukan updating dan mempercepat sebuah proyek.
  5. Memahami dan mampu menjalankan software   Primavera untuk membantu pengelolaan proyek.

MATERI TRAINING PROJECT MANAGEMENT DENGAN PRIMAVERA

  1. Ruang lingkup dan Pemahaman Project Management
  2. Perencanaan proyek dan Pendefinisian pekerjaan: Rencana induk proyek,pendefinisian pekerjaan (work breakdown Structure), integrasi dengan organisasi
  3. Penjadwalan proyek: Teknik penjadwalan (Bar Chart,PERT,CPM,PDM),Metode Lintasan kritis dengan Primavera.
  4. Penempatan sumberdaya: teknik penempatan  sumberdaya dengan perataan (leveling) dengan Primavera.
  5. Biaya proyek: Biaya langsung, biaya tak langsung, teknik estimasi biaya,cara pembayaran bertahap (termyn).
  6. Pelaksanaan kegiatan: membuat baseline/target dan tracking kegiatan dengan Primavera.
  7. Pengendalian jadwal: Analisis penyimpangan jadwal dan biaya,proyeksi biaya jadwal akhir,konsep nilai hasil dengan Primavera
  8. Mempercepat waktu penyelesaian: percepatan jadwal,kegiatan tumpang tindih,saling tukar tenaga kerja, penambahan sumberdaya kritis dengan Primavera.
  9. Case study  : Kasus-kasus riil di lapangan dan troubleshooting .

Monitoring dan Evaluasi Proyek

Deskripsi

Di dalam pelaksanaan proyek, perlu dilakukan monitoring dan evaluasi agar semua proses dapat berjalan sesuai dengan rencana. Monitoring merupakan proses rutin pengumpulan data dan pengukuran kinerja suatu proyek, sedangkan untuk evaluasi adalah suatu proses penilaian suatu proses yang berkaitan dengan efektifitas proses. Pelaksanaan evaluasi berbeda dengan proses monitoring. Proses monitoring dilakukan secara rutin sedangkan untuk proses evaluasi dilakukan pada akhir periode dan membutuhkan metode yang cocok dalam melakukan proses evaluasi. Sehingga sangat penting bagi perusahaan untuk selalu melakukan monitoring dan juga evaluasi pada proyek yang berjalan.

 Di dalam pelatihan ini peserta akan diberikan pengetahuan seputar monitoring dan evaluasi proyek sehingga peserta dapat menerapkannya pada perusahaan.



Tujuan & Manfaat

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam memonitor dan mengevaluasi proyek yang berjalan.

Materi Training  Monitoring dan Evaluasi Proyek

  1. Ruang lingkup dan definisi proyek
  2. Dasar manajemen proyek
  3. Pengantar monitoring dan evaluasi

–          Monitoring

–          Evaluasi

–          LFA dan perannya dalam monitor dan evaluasi

  1. Perancangan proses monitoring
  2. Teknik penngumpulan data
  3. Persiapan monitoring dan evaluasi
  4. Pengolahan data
  5. Evaluasi aktivitas

 

RAB Konstruksi

Deskripsi Training RAB Konstruksi

Analisa biaya –biaya yang sesuai tentunya juga sangat diperlukan dalam melakukan perancangan suatu gedung atau bangunan, dimana perancangan gedung tersebut harus disesuaikan dengan dengan anggaran yang telah disusun. Skill yang baik dalam melakukan penyusunan RAB konstruksi sangatlah diperlukan dengan tujuan agar setiap pelaksanaan proyek pembangunan dapat sesuai dengan anggaran yang telah direncanakan. RAB (Rencana Angaran Biaya) sendiri mempunyai definisi banyaknya biaya yang diperlukan dalam perkerjaan proyek konstruksi.  Apabila RAB disusun dengan baik dan benar akan memberikan gambaran spesifikasi bangunan yang sesuai dengan kebutuhan dan nilai anggaran proyek sebagai acuan bagi pihak yang terlibat dalam pekerjaan konstruksi tersebut.

Teknik yang tepat dalam proses penyusunan RAB bagi pemilik dana dapat digunakan sebagai acuan penentuan HPS jika pekerjaan akan dilelang kepada pihak rekanan. Teknik penyusunan RAB yang baik membutuhkan sumber daya manusia yang berkompeten dan mempunyai wawasan dan pengalaman dalam proyek bangunan dan kemampuan untuk menghitung secara detail dan perfect semua komponen biaya yang dibutuhkan dalam sebuah pekerjaan/ proyek bangunan.

Tujuan Training RAB Konstruksi

Setelah mengikuti training RAB konstruksi ini, peserta diharapkan mampu untuk :

  1. Mengetahui bagaimana kompleksnya seluk beluk konstruksi dan penyusunan anggarannya
  2. Mengitung RAB secara tepat dan akurat
  3. Menyusun RAB konstruksi dalam format Microsoft Excel dengan baik dan benar
  4. Melakukan perubahan kebijakan, standar harga dan dinamika bisnis Konstruksi
  5. Menentukan komponen biaya material dan non material.

 

Materi Training RAB Konstruksi

  • Manajemen Proyek Bangunan
  • Komponen biaya material dan non material
  • Standar biaya umum untuk harga material dan non material berdasarkan permenkeu dan SNI
  • Penggunaaan Microsoft Excel untuk efektifitas penyusunan RAB
  • Penyususnan RAB menggunakan Microsoft Excel
  • Praktek penyusunan RAB dan studi kasus

Project Management IT

Deskripsi Training Project Management IT

Manajemen Proyek  / Project Management merupakan bagian dari keberhasilan proyek Teknologi Informasi ( Project Management IT ). Semakin besar proyek, maka situasinya akan semakin kompleks. Setiap proyek TI memiliki sifat unik masing-masing, baik dari sisi tuntutan dan kesiapan user, lingkungan dan proses bisnis dan limitasi lainnya.  Disaat suatu perusahaan memutuskan untuk membeli produk teknologi informasi, maka proses selanjutnya adalah membuat suatu proyek untuk menjalankan implementasi dari keputusan pembeliam produk teknologi informasi tersebut. Dalam perjalanan proyek teknologi informasi, ketidak pastian berupa keterlambatan dan penundaan sering terjadi baik dalam proyek skala besar bahkan proyek skala kecil maupun menengah. Kerugian bisnis baik secara material maupun non material tentunya akan sangat besar, apabila sampai terjadi keterlambatan atau penundaan. Oleh karena itu, diperlukan peran manajemen proyek yang efektif untuk menanggulanginya. Manajemen proyek teknologi informasi yang baik merupakan salah satu jawaban dari penundaan dan ketidakpastian tersebut.yang terjadi. Dengan penerapan manajemen proyek teknologi informasi, maka diharapkan kualitas dan kehandalan dari produk akan meningkat, biaya akan dapat diminimalisir, serta kendali finansial yang lebih baik yang kemudian akan mendatangkan profit yang optimal bagi perusahaan.

Tujuan Training Project Management IT

  1. Peserta mampu memahami pentingnya Project Management IT dan mengerti keterkaitannya dengan faktor internal dan eksternal
  2. Peserta mampu memahami penerapan tools and techniques dalam rangka perencanaan, penyesuaian dan pengendalian biaya
  3. Peserta mampu memahami peranan tim dalam penerapan manajemen biaya proyek IT.

 

Materi Training Project Management IT

  1. Proses-proses Project Management IT
  2. Pemenuhan target untuk keberhasilan Project Management IT
  3. Framework dari manajemen proyek teknologi informasi sebagai panduan bagi perencanaan dan pelaksanaan proyek
  4. Fungsi utama dan Fungsi pendukung Project Management IT
  5. Project integration management (langkah awal dari manajemen proyek untuk membuat perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian perubahan dari proyek)
  6. Project scope management (landasan bagi pengelolaan seluruh langkah yang harus dilakukan demi keberhasilan pelaksanaan proyek)
  7. Project time management (dasar estimasi waktu pelaksanaan proyek dan menjamin pelaksanaan proyek tepat waktu)
  8. Project cost management
  9. Project quality management

Professional Project Management

DESCRIPTION Professional Project Management

All businesses rely on their organization ability to achieve their projects’ objectives. In order to ensure this vital achievement, currently many organizations are developing and looking for the best project managers for their projects. The demand for globally attuned project managers with suitable experiences and up-to-date knowledge is higher than ever in Indonesia, both from national and multinational companies.

Professional Project Management workshop program is specifically designed to help project management professionals or practitioners to identify project management environment and managing project in line with the latest 5th Edition of A Guide to the Project Management Body of Knowledge (PMBOK® Guide) issued by Project Management Institute (PMI)®, USA.

By going through project management body of knowledge step-by-step, the course discusses an integrated approach that balances the theories, methods and practices in managing project.

Other than the benefit of getting the project management knowledge and practices, through this approach participants will have common project management language with other PM professionals from all around the world.

LEARNING OBJECTIVES Professional Project Management

This workshop offers a new reliable approach in managing projects with different complexity by combining the practical with the theoretical approaches of up-to-date project management knowledge and skills.

After this workshop, the participants will:

  • Understand the project management framework.
  • Understand the PMBOK® Guide standards and processes in managing project.
  • Be able to apply the tools and techniques of managing project.
  • Use PMBOK® Guide to help their actual projects.
  • Be able to use knowledge from this workshop to pursue project management certification issued by PMI such as CAPM® or PMP®.

OUTLINE Professional Project Management

  • Introduction to project & project management.
  • Understanding the roles & responsibilities of PM.
  • Understanding 10 project management knowledge areas
    • Project Scope Management
    • Project Time Management
    • Project Cost Management
    • Project Quality Management
    • Project Communication Management
    • Project Human Resource Management
    • Project Risk Management
    • Project Procurement Management
    • Project Stakeholder Management
    • Project Integration Management
  • Project initiating.
  • Project planning.
  • Project executing.
  • Project monitoring & controlling.
  • Project closing.
  • PMI Code of Ethics and Professional Conduct

TEKNIK PENYUSUNAN ANGGARAN PROYEK

Deskripsi Training Teknik Penyusunan Anggaran Proyek

Proyek merupakan suatu kegiatan sementara yang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu dengan sumber daya-sumber daya dan waktu yang telah ditentukan. Dalam melaksanakan sebuah proyek, dana menjadi salah satu faktor terpenting karena berkaitan dengan pembelian kebutuhan dalam penyelesaian sebuah proyek. Perencanaan sumber dana yang disusun secara sistematis untuk pengalokasian dana yang dibutuhkan bagi kegiatan dalam sebuah proyek disertai dengan waktu yang dibutuhkan dalam penggunaan dana tersebut dalam satu periode penyelesaian proyek disebut dengan anggaran. Dalam penyusunan sebuah anggaran proyek, diperlukan ketelitian dan pemahaman agar tidak terjadi kelebihan ataupun kekurangan ketika proses telah berjalan. Maka dari itu training ini dilakukan agar para pengendali proyek dapat menyusun anggaran secara efektif, tepat dan efisien.

 

Materi Training Penyusunan Anggaran Proyek

Pendahuluan

  • Profil kegiatan proyek
  • Tahap siklus proyek

Konsep dan fungsi manajemen proyek

  • Proyek dan manajemen fungsional
  • Organisasi proyek

Pertimbangan dalam penyusunan anggaran proyek
Determinasikan proses estimasi

  •  Estimasi kasar
  •  Estimasi anggaran
  • Estimasi definitif

Analisa harga satuan aktivitas proyek
Menentukan pengeluaran proyek

  • Reason to make
  • Reason to buy

Aplikasi penyusunan anggaran proyek
Studi kasus

KELAYAKAN PROYEK (PROJECT ASSESSMENT)

Deskripsi Pelatihan Kelayakan Proyek (Project Assesment)

Kelayakan proyek merupakan suatu studi untuk dapat menilai Proyek/Kegiatan yang akan dikerjakan di masa mendatang. Penilaian disini tidak lain adalah untuk memberikan rekomendasi apakah sebaiknya ditunda terlebih dahulu. Hal ini dilakukan mengingat masa mendatang penuh dengan ketidakpastian, sehingga penilaian akan layak dan tidaknya suatu Proyek/Kegiatan dikerjakan tentu akan melibatkan berbagai aspek dan membutuhkan pertimbangan serta evaluasi tertentu untuk memutuskannya. Sehingga sangat dibutuhkan kemampuan serta Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal untuk dapat mampu membuat Dokument usulan dan mampu mengevaluasi layak atau tidaknya suatu usulan Proyek/Kegiatan tersebut.

Tujuan Pelatihan Kelayakan Proyek (Project Assesment)

TUJUAN UMUM :

       Meningkatkan kualitas Dokumen usulan Proyek/Kegiatan yang disampaikan ke Pemerintah atau Mitra Pembangunan Dalam dan atau Luar Negeri.

TUJUAN KHUSUS :

     Pelatihan ditujukan agar peserta dapat menerapkan konsep pengelolaan proyek yang berorientasi pada hasil baik di Instansi ataupun daerah masing-masing, sehingga nantinya SDM terseut dapat berperan aktif dan memberikan kontribusi atau hasil yang dapat dirasakan oleh seluruh komponen/masyarakat pada Instansi

Materi Pelatihan Kelayakan Proyek (Project Assesment)

  1. RESULT – ORIENTED APPROACH
  2. PROJECT DESIGN And ASSESSMENT CRITERIA
    • History and Review of Applications of The Criteria
    • Relevance Criteria
    • Effectiveness Criteria
    • Efficiency Criteria
    • Impact Criteria
    • Sustainability Criteria
  3. PROJECT DESIGN And ASSESSMENT TOOLS
    • Stakeholder Analysis
    • Problem Trees, Alternatives Analysis and Objectives Trees
    • Project Logical Framework
    • Project Performance Indicator and Associated Targets
    • Project Risk Assessment and Management
  4. PROJECT LOGICAL FRAMEWORK PREPARATION
    • Introduction
    • Build-Up of Model Logical Framework
    • Performance Indicator and Associated Targets Selection and Use
    • Project Assumptions and Risk Formulation and Assessment
  5. PROJECT COMPLETION REPORT ANALYSIS
    • Review of Selected Project Completion Report
    • Review of Use of Project Completion Report
  6. PROJECT ASSESSMENT

IT PROJECT MANAGEMENT Berdasarkan PMBOK 

DESKRIPSI PELATIHAN IT PROJECT MANAGEMENT Berdasarkan PMBOK 

IT Project Management adalah basis pengetahuan bagi IT Project manager agar mereka bisa berhasil dalam mengelola proyeknya.  IT Project Management terdiri dari berbagai metodologi dan tool yang membantu dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengontrolan IT Project. Project Manager bertanggung jawab atas pengumpulan, pengorganisasian, dan pengarahan sumber daya yang diperlukan agar proyek dapat mencapai hasil yang paling efision. Karena IT Project sangat bergantung pada pengelolaan data, maka salah satu hal terbaik yang IT Project Manage dapat lakukan untuk meningkatkan produktivitasnya adalah memanfaatkan IT Project Management Software Solution yang paling up-to-date.

Dirancang khusus untuk manajer proyek dan tim, Workshop berdurasi 3 hari ini membahas secara komprehensif the full life cycle dari IT Project Management. Ditargetkan untuk IT Project Manager dan Team serta pihak-pihak terkait dengan IT Project Management, pelatihan ini mencakup pembahasan tentang dasar-dasar manajemen proyek, termasuk Requirements writing, Work breakdown structure (WBS), tehnik Planning, kemudian memperkenalkan Phase/Gate Review, work packages, resiko dan topik lainnya. Mempelajari bagaimana mengembangkan cross-funtional teams yang kuat, membuat Project Scope Statement yang solid, menangani changes dan scope-creep, dan terus menjaga agar selalu mendapatkan dukungan dari senior management.

 

 

TUJUAN PELATIHAN

Setelah mengikuti pelatihan ini, maka Para Peserta akan mendapatkan pengetahuan dan skill IT Project Management, khususnya mampu:

  • Memahami IT project life cycle
  • Memahami metodologi Project Management
  • Membuat IT project business case, schedule, dan budget
  • Mengestimasi IT project costs
  • Melakukan procurement untuk human resources dan capital resources
  • Memahami Resiko pada IT projects
  • Mengidentifikasi, Menilai, dan mengelola Resiko
  • Membuat Metrik-Metrik Quality
  • Memonitor Project Progress
  • Bagaimana menggunakan PM Software – Microsoft Project dalam scheduling dan  budgeting IT Projects.

AGENDA DAN PEMBAHASAN IT PROJECT MANAGEMENT Berdasarkan PMBOK 

HARI 1:

  1. IT Project Failure and Success
  2. Project Management Foundation
  3. Project Initiation
  4. Project Scope Definition
  5. Time Management and Scheduling

HARI  2:

  1. Resource Planning
  2. Cost Management and Control
  3. Communications Management

HARI 3:

  1. Project Risk Management
  2. Procurement and Sourcing
  3. Project Management Methodologies
  4. Controlling and Managing Change
  5. Quality Assurance and Control
  6. Phase and Project Closure

Rencana Anggaran Biaya Konstruksi

Deskripsi Training Rencana Anggaran Biaya Konstruksi

Analisa biaya –biaya yang sesuai tentunya juga sangat diperlukan dalam melakukan perancangan suatu gedung atau bangunan, dimana perancangan gedung tersebut harus disesuaikan dengan dengan anggaran yang telah disusun. Skill yang baik dalam melakukan penyusunan RAB konstruksi sangatlah diperlukan dengan tujuan agar setiap pelaksanaan proyek pembangunan dapat sesuai dengan anggaran yang telah direncanakan. RAB (Rencana Angaran Biaya) sendiri mempunyai definisi banyaknya biaya yang diperlukan dalam perkerjaan proyek konstruksi.  Apabila RAB disusun dengan baik dan benar akan memberikan gambaran spesifikasi bangunan yang sesuai dengan kebutuhan dan nilai anggaran proyek sebagai acuan bagi pihak yang terlibat dalam pekerjaan konstruksi tersebut.

Teknik yang tepat dalam proses penyusunan RAB bagi pemilik dana dapat digunakan sebagai acuan penentuan HPS jika pekerjaan akan dilelang kepada pihak rekanan. Teknik penyusunan RAB yang baik membutuhkan sumber daya manusia yang berkompeten dan mempunyai wawasan dan pengalaman dalam proyek bangunan dan kemampuan untuk menghitung secara detail dan perfect semua komponen biaya yang dibutuhkan dalam sebuah pekerjaan/ proyek bangunan.



Tujuan Training Rencana Anggaran Biaya Konstruksi

Setelah mengikuti training ini, peserta diharapkan mampu untuk :

  1. Mengetahui bagaimana kompleksnya seluk beluk konstruksi dan penyusunan anggarannya
  2. Mengitung RAB secara tepat dan akurat
  3. Menyusun RAB konstruksi dalam format Microsoft Excel dengan baik dan benar
  4. Melakukan perubahan kebijakan, standar harga dan dinamika bisnis Konstruksi
  5. Menentukan komponen biaya material dan non material.

 

Materi Rencana Anggaran Biaya Konstruksi:

  • Manajemen Proyek Bangunan
  • Komponen biaya material dan non material
  • Standar biaya umum untuk harga material dan non material berdasarkan permenkeu dan SNI
  • Penggunaaan Microsoft Excel untuk efektifitas penyusunan RAB
  • Penyususnan RAB menggunakan Microsoft Excel
  • Praktek penyusunan RAB dan studi kasus

PROJECT MANAGEMENT

DESKRIPSI TRAINING PROJECT MANAGEMENT

Pelatihan ini membahas bagaimana cara merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, dan mengendalikan pelaksanaan proyek.  Pelatihan ini sangat berguna bagi para karyawan dan supervisor yang menangani proyek dan para staf perusahaan yang beroperasi untuk mendapatkan proyek. Pembahasan dimulai dengan bagaimana profil dan dinamika proyek, konsep dan manajemen proyek ( Project Management ), teknik/metode perencanaan dan penyusunan proyek, metode-metode penilaian proyek, dan penggunaan software komputer untuk manajemen proyek ( Project Management ) ..



TUJUAN TRAINING PROJECT MANAGEMENT

Setelah mengetahui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  1. Mengenal profil dan dinamika proyek
  2. Konsep dan fungsi manajemen proyek ( Project Management )
  3. Teknik/metode perencanaan dan penyusunan jadwal
  4. Metode penilaian proyek
  5. Penggunaan software komputer


MATERI TRAINING PROJECT MANAGEMENT

  1. Pendahuluan
    • Profil kegiatan proyek
    • Tahap siklus proyek
  2. Konsep dan fungsi manajemen proyek ( Project Management )
    • Proyek dan manajemen fungsional
    • Organisasi proyek
  3. Teknik dan metode perencanaan dan penyusunan jadwal.
    • Metode jalur kritis (critical path method)
    • PERT
  4. Metode-metode penilaian investasi proyek
    • Metode payback. NPV, IRR, MIRR, PI.
  5. Penggunaan software komputer.
    • Software yang sudah jadi.
    • Perancangan atau pembuatan software komputer.

K3 DI SEKTOR PERTAMBANGAN

PENDAHULUAN TRAINING K3 DI SEKTOR PERTAMBANGAN

Dinamika operasional di sektor pertambangan mempunyai pekerjaan yang berisiko tinggi. Adanya aktivitas drill & blasting, manuver alat berat, cuaca panas atau dingin, maupun medan geografis yang berat mempunyai risiko bahaya yang mengintai keselamatan para pekerjanya. Kecelakaan dapat terjadi kapan saja dan dimana saja di sektor pertambangan. Skala kecelakaan nearmiss sampai dengan fatality dapat menghantui para pekerja di sektor pertambangan.

Oleh karena itulah, Pemerintah RI sudah mengeluarkan UU No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Selain itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral juga sudah mengeluarkan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No. 555K/26/M.PE/1995 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pertambangan Umum.

TUJUAN TRAINING K3 DI SEKTOR PERTAMBANGAN

Pelatihan Implementasi K3 di Sektor Pertambangan ini secara umum bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman dalam mengatur keselamatan dan kesehatan para pekerja supaya dapat bekerja dengan aman dan selamat guna mendapatkan hasil yang optimal agar selaras dengan dinamika operasional di sektor pertambangan yang sesuai dengan peraturan perundangan dibidang K3.

MANFAAT TRAINING K3 DI SEKTOR PERTAMBANGAN

  1. Mampu memahami dasar hukum maupun peraturan perundangan lainnya dibidang K3 di sektor pertambangan.
  2. Mampu menerapkan peraturan K3 secara efektif sesuai peraturan perundangan dibidang K3 di sektor pertambangan.
  3. Dapat mengetahui persyaratan pekerja tambang dan persyaratan KTT
  4. Dapat mengetahui jenis, fungsi, dan kegunaan APD di sektor pertambangan.
  5. Dapat memahami peran P2K3 di sektor pertambangan yang memiliki pekerjaan high risk.

 

CAKUPAN MATERI TRAINING K3 DI SEKTOR PERTAMBANGAN

  1. Dasar Hukum Regulasi K3 di sektor pertambangan
  2. UU No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
  3. UU No. 13 tahun 2003 Pasal 86 – 87 tentang Ketenagakerjaan
  4. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No. 555K/26/M.PE/1995 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pertambangan Umum
  5. Persyaratan Pekerja Tambang
  6. Persyaratan Kepala Teknik Tambang (KTT)
  7. Kewajiban Pengawas Operasional Tambang
  8. Penggolongan cidera akibat kecelakaan tambang
  9. Pemakaian APD di sektor pertambangan
  10. Peran P2K3 di sektor pertambangan yang memiliki pekerjaan high risk

Monitoring Kestabilan Lereng

Deskripsi Training Monitoring Kestabilan Lereng

Analisis kestabilan lerengan penambangan adalah suatu kegiatan melakukan monitoringterhadap lereng yang harus dilakukan dengan benar agar sasaran produksi dapat tercapai dengan memenuhi standard keselamatan kerja yang tinggi. Semakin lebar dan dalam tambang terbuka tersebut dilakukan penggalian, maka tentunya akan semakin besar resiko yang akan muncul. Untuk itu para perancangan harus mengenai pengertian batuan dan massa batuan, karakterisasi massa batuan, pengetahuan mengenai pengujian batuan, klasifikasi massa batuan dan perhitungan faktor keamanan lereng.

 

Tujuan Training Monitoring Kestabilan Lereng

  1. Peserta dapat mengetahui dasar perhitungan faktor kemantapan lereng beserta faktor-faktornya.
  2. Memahami tahapan mengenai karakterisasi massa batuan dan pengujian batuan
  3. Menegtahui perhitungan penentuan faktor kemantapan lereng

 

Materi Training Monitoring Kestabilan Lereng

  1. Pengenalan perancangan lereng tambang
  2. Pengertian batuan dan massa batuan
  3. Karakterisasi massa batuan
  4. Pengujian sifat fisik dan mekanik batuan
  5. Klasifikasi massa batuan
  6. Kriteria keruntuhan batuan
  7. Perhitungan faktor keamanan lereng
  8. Analisis resiko

Geology Mapping and Mining Exploration

Deskripsi Training Geology Mapping

Geology Mapping merupakan pendataan informasi geologi yang outputnya berupa peta geologi yang menggambarkan kondisi sebaran dan susunan batuan. Sedangkan untuk eksplorasi merupakan kegiatan yang meliputi keseluruhan kegiatan mulai dari pencarian sampai evaluasi yang bertujuan untuk menemukan endapan mineral yang bersifat ekonomis.  Kedua hal ini dilakukan untuk menemukan posisi dan jenis dari sumber daya alam yang tergandung di dalam bumi.

 

Tujuan Training Geology Mapping

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Mengetahui proses-proses geologi dan kompleksitasnya
  2. Memahami prosedur identifikasi dan pemetaan endapan bahan galian
  3. Memahami teknik pembuatan peta geologi
  4. Mengenal konsep dan teknologi dalam eksplorasi
  5. Memahami metode-metode dan tahapan dalam eksplorasi
  6. Memahami hubungan kondisi geologi dan cebakan bahan galian dengan model eksplorasi
  7. Memahami cara mendesain dan merancang kegiatan eksplorasi

 

Materi Training Training Geology Mapping

  1. Pengantar geologi umum
  2. Dasar-dasar pemetaan geologi lapangan
  3. Teknik pembuatan peta geologi
  4. Struktur dan penyusunan laporan geologi
  5. Pengantar konsep eksplorasi bahan galian
  6. Desain dan perencanaan eksplorasi
  7. Struktur dan penyusunan laporan eksplorasi
  8. Studi kasus

DRILLING ENGINEERING AND WELL PLANNING

Deskripsi Training DRILLING ENGINEERING AND WELL PLANNING

Proses drilling dilakukan untuk mengambil sumber daya alam yang ada di dalam tanah. Proses pengeboran yang dilakukan dengan sangat hati- hati karena memiliki resiko kerja yang tinggi. Sedangkan untuk well planning merupakan proses perencanaan mulai dari penggunaan peralatan, prosedur yang akan digunakan dan juga tipe penyelesaian suatu sumur. Proses perencanaan ini sangat penting karena menyangkut hasil dan juga pembiayaan, sehingga perlu dilakukan kajian well planning yang baik.

 

Tujuan Training DRILLING ENGINEERING AND WELL PLANNING

Setelah selesai mengikuti kursus ini, peserta diharapkan akan mengerti dan memahami tentang drilling operation dan perencanaan sumur.

 

Materi Training DRILLING ENGINEERING AND WELL PLANNING

  1. Well Planning
    • Penentuan Lokasi Drilling
      • Seismic Survey
      • Gravity Survey
      • Interpretasi data
    • Mendapatkan hak bor
    • Tipe Sumur
    • Engineering the well
  2. Teknik Dasar Pengeboran
    • Proses Pengeboran
    • Jenis dan komponen Rig
    • Safety
  3. Casing dan Cementing
    • Memilih casing, menentukan ukuran lubang dan koneksi
    • Mengatur kedalaman
    • Menghitung casing stress
  4. Mud System
    • Water based mud
    • Oil based mud
    • Sistem penanganan mud
  5. Cementing
    • Tahap- tahap cementing
    • Peralatan cementing
    • Cementing calculation
  6. Directional, Horizontal dan Multilateral Drilling

Genesa Mineral dan Batubara

Manfaat kursus Genesa Mineral dan Batubara:

Setelah mengikuti kursus ini, peserta kursus diharapkan akan mampu:

  1. Memahami konsep genesa cebakan mineral dan batubara
  2. Mengetahui proses-proses geologi yang mengontrol terbentuknya cebakan mineral dan batubara
  3. Mengetahui pola sebaran mineral dan batubara yang ekonomis di Indonesia
  4. Memahami landasan atau pegangan dalam mencari dan menemukan endapan-endapan ekonomis yang baru
  5. Memahami model, sifat-sifat fisika dan kimia endapan mineral dan batubara dalam kaitannya untuk rekomendasi metode eksplorasi, penambangan, dan pengolahannya



Materi kursus Genesa Mineral dan Batubara:

  1. Pengantar geologi cebakan mineral
  2. Genesa mineral primer
  3. Genesa mineral sekunder
  4. Genesa mineral alterasi
  5. Model genetik dan empirik cebakan mineral
  6. Sebaran mineral berharga di Indonesia
  7. Pengantar geologi lapisan pembawa batubara
  8. Pengendapan gambut dan coally shale
  9. Pembatubaraan biokimia
  10. Pembatubaraan geokimia
  11. Komposisi, klasifikasi dan kualitas batubara
  12. Sebaran lapisan batubara ekonomis di Indonesia
  13. Rekomendasi metode eksplorasi, penambangan, dan pengolahan mineral dan batubara

REKLAMASI PENAMBANGAN BATU BARA

DESKRIPSI TRAINING REKLAMASI PENAMBANGAN BATU BARA

Tidak dapat dipungkiri bahwa usaha penambangan batubara dapat menurunkan kualitas lingkungan operasi dari waktu ke waktu. Hal ini tentu dapat merugikan masyarakat sekitar yang dapat menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat dan pemerintahan setempat. Track record perusahaan seperti inilah yang dapat menjadi hambatan bagi perusahaan apabila perusahaan ingin meluaskan penambangan di tempat lain. Berbagai persoalan yang mungkin timbul akibat adanya penambangan batu bara antara lain: gangguan keseimbangan permukaan tanah, penurunan produktivitas lahan, kepadatan tanah bertambah, terjadinya erosi dan sedimentasi, terganggunya habitat flora dan fauna. Sehingga untuk dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat itulah, perusahaan perlu menerapkan sistem reklamasi yang tepat dan terintegrasi dengan setiap proses pertambangan yang dilakukan oleh perusahaan untuk meminimalisir dampak negatif  akibat usaha pertambangan. Training ini akan memberikan pemahaman mengenai reklamasi penambangan batu bara dan langkah-langkah yang tepat yang dapat dilakukan dalam proses reklamasi tersebut.

TUJUAN DAN MANFAAT TRAINING REKLAMASI PENAMBANGAN BATU BARA

Dengan mengikuti training ini diharapkan peserta dapat:

  1. Memberikan kecakapan dalam menyusun reklamasi penambangan batubara yang terintegrasi pada setiap proses produksi batubara
  2. Memberikan daya kreativitas dalam melaksanakan program reklamasi penambangan
  3. Memberikan best practice penerapan reklamasi di beberapa perusahaan besar

 

MATERI TRAINING REKLAMASI PENAMBANGAN BATU BARA

  1. Ruang lingkup dan perananan reklamasi
  2. Regulasi penerapan reklamasi
  3. Strategi penanganan penurunan kualitas lahan dan tanah
  4. Strategi reklamasi untuk penanganan potensi erosi dan sedimentasi
  5. Strategi integrasi reklamasi dengan proses operasi produksi batubara
  6. Reklamasi berbasis komunitas masyarakat
  7. Manajemen identifikasi dan pengelolaan reklamasi
  8. Manajemen kontrol reklamasi
  9. Rehabilitasi habitat flora dan fauna
  10. Studi kasus pengelolaan reklamasi yang terintegrasi
  11. Best practice penerapan reklamasi di beberapa perusahaan besar

MINING METHOD EVALUATION AND DESIGN

Deskripsi Mining Method Evaluation and Design

Beragam kondisi dan faktor yang melingkupi daerah pertambangan menyebabkan perusahaan perlu menentukan metode pertambangan (mining method) yang sesuai untuk diterapkan. Tujuannya adalah agar proses operasional dapat berjalan lebih efisien, baik dari segi biaya, pemeliharaan, dan waktu pengolahan. Sehingga akan tercapai produktivitas yang maksimal. Selain itu perubahan kondisi dan faktor yang mempengaruhi penambangan juga dapat mempengaruhi metode pertambangan (mining method) yang dilakukan oleh perusahaan,  oleh karena kedua hal tersebut maka perusahaan yang menginginkan efektivitas dan efesiensi dalam menjalankan roda bisnis pertambangannya perlu melaksanakan perencanaan dan evaluasi metode pertambangan (mining method) yang akan atau tengah dijalankan. Tahap perancangan metode pertambangan  (mining method) dimulai dengan ekspolarasi, identifikasi dan pengukuran cadangan galian yang akan ditambang. Kriteria penambangan bahan galian yang terdiri dari tambang terbuka, tambang bawah tanah dan tambah bawah air juga dapat menyebabkan perbedaan metode penambangan yang masing-masing memiliki kebutuhan spesifikasi kerja yang berbeda secara signifikan.



Tujuan Training Mining Method Evaluation and Design

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami mengenai perancangan dan evaluasi metode penambangan
  2. mendapatkan problem solving pada persoalan yang seringkali melingkupi perusahaan pertambangan dalam metode penambangannya

Materi Training Mining Method 

  • Ruang lingkup metode pertambangan (mining method)
  • Kebutuhan masing-masing tipe pertambangan (mining method)
    1. Tambang terbuka
    2. Tambang bawah tanah
    3. Tambang bawah air
  • Macam-macam metode pertambangan (mining method)
  • Tahap-tahap perancangan yang tepat dalam memutuskan metode pertambangan (mining method)
  • Tahap-tahap evaluasi metode pertambangan (mining method) eksisting
  • Rekomendasi dari temuan kondisi baik perancangan dan evaluasi
  • Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pengambilan metode
  • Studi kasus persoalan perancangan dan evaluasi metode pertambangan (mining method)

Eksplorasi dan Pemetaan Air Tanah

Manfaat Kursus Eksplorasi dan Pemetaan Air Tanah

Setelah mengikuti kursus ini, peserta kursus diharapkan akan mampu:

  1. Mengetahui konsep dan lingkup kerja dalam eksplorasi dan pemetaan airtanah
  2. Mengetahui kondisi-kondisi geologi yang penting dalam pembentukan sistem akuifer
  3. Memahami sifat-sifat fisik dan kimia airtanah untuk menentukan kualitasnya
  4. Memahami dasar-dasar teknik eksplorasi airtanah
  5. Memahami metode pemetaan dan pemodelan airtanah

Materi Kursus Eksplorasi dan Pemetaan Air Tanah

  1. Pengantar geologi airtanah
  2. Sistem akuifer
  3. Hidrogeokimia
  4. Teknik pengambilan sampel kualitas airtanah
  5. Teknik eksplorasi geofisika dan geokimia untuk airtanah
  6. Pemetaan airtanah
  7. Pemodelan dan simulasi airtanah

Geoteknik untuk Perancangan Lereng Penambangan

Deskripsi

Perancangan lereng penambangan adalah suatu kegiatan merancangan lereng pada massa batuan yang harus dilakukan dengan benar agar sasaran produksi dapat tercapai dengan memenuhi standard keselamatan kerja yang tinggi. Untuk itu para perancangan harus mengenai pengertian batuan dan massa batuan, karakterisasi massa batuan, pengetahuan mengenai pengujian batuan, klasifikasi massa batuan dan perhitungan faktor keamanan lereng penambangan. Dengan memahami pengertian tersebut diharapkan para ahli geoteknik pada suatu perusahaan dapat merancang dengan benar dan didapatkan peningkatan produksi dan keselematan kerja untuk pekerja serta peralatan meningkat.



Target Pelatihan Geoteknik untuk Perancangan Lereng Penambangan

  1. Peserta dapat mengetahui dasar perhitungan faktor kemantapan lereng penambangan beserta faktor-faktornya.
  2. Memahami tahapan mengenai karakterisasi massa batuan dan pengujian batuan
  3. Menegtahui perhitungan penentuan faktor kemantapan lereng penambangan

Modul Training Perancangan Lereng Penambangan

  1. Pengenalan perancangan lereng penambangan
  2. Pengertian batuan dan massa batuan
  3. Karakterisasi massa batuan
  4. Pengujian sifat fisik dan mekanik batuan
  5. Klasifikasi massa batuan
  6. Kriteria keruntuhan batuan
  7. Perhitungan faktor keamanan lereng penambangan

KUALITAS BATUBARA DAN STOCKPILE MANAGEMENT

Deskripsi Training Kualitas Batubara dan Stockpile Management

Kemampuan menganalisis kualitas batubara merupakan komponen kritis dalam management pertambangan batubara. Karena hal ini yang akan memnentukan tinggi rendahnya harga jual dan teknik pengolahan di skala lanjut di perusahaan. Perbedaan pengelolahan tentunya juga akan menentukan seberapa besar biaya produksi yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. Selain itu, kualitas batubara yang berbeda-beda, maka perusahaan perlu untuk membuat stockpile management yang umumnya dijalankan sebagai tata kelola penyimpanan batubara produksi yang mempertimbangkan faktor-faktor kualitas maupun karakteristik batubara. Tujuan dari manajemen stockpile sendiri adalah mengusahakan cadangan batubara agar semaksimal mungkin dapat dieksploitasi dan dijual dengan cara memanage kualitas batubara sesuai dengan permintaan pasar. Selain itu sebagai langkah intensif perusahaan dalam menjaga lingkungan sekitar agar tidak terkena polutan paparan dari batubara ke lingkungan sekitar perusahaan.

Tujuan Training Kualitas Batubara dan Stockpile Management

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami dalam menilai kualitas batubara dan mendesain stockpile management
  2. Menyelesaian masalah pada persoalan di sekitar kualitas batu baru dan stockpile management

Materi Training Kualitas Batubara dan Stockpile Management

  1. Ruang lingkup kualitas batubara di Indonesia
  2. Ruang lingkup dan peranan stockpile management
  3. Seluk beluk karakteristik batubara dan pengaruhnya
  4. Macam-macam peringkatan batubara
  5. Pemanfaatan batubara sesuai dengan kualitasnya
  6. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan stockpile management (baik di penambangan maupun di user)
  7. Desain stockpile yang efektif dan efisien
  8. Studi kasus penanganan kualitas batubara
  9. Studi kasus pengidentifikasian, penginstalasian, penjalanan, pengontrolan dan perbaikan stockpile management
  10. Best practice penanganan kualitas batu bara dan stockpile management

SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DAN MIGAS

DESKRIPSI TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DAN MIGAS

Supply chain di industry pertambangan dan migas memiliki kekhususan dalam bentuk jaringan dan aktivitasnya yang dimulai dari penambangan, produksi/refinery dan distribusi produk. Integrasi dari masing masing fungsi yang melibatkan berbagai jenis perusahaan dalam industry migas memegang kunci kesuksesan dalam meminimasi biaya keseluruhan supply chain. Persaingan yang ada sekarang menuntut perusahaan pertambangan dan migas untuk tidak hanya berfokus pada kemampuan internal namun juga berfokus pada kolaborasi dengan pihak ekternal, baik supplier maupun distributor. Kolaborasi ini akan membantu perusahaan untuk dapat menghasilkan produk yang memenuhi criteria cost, quality dan delivery yang unggul di pasar. Peran Supply Chain Management (SCM) menjadi sangat penting dalam mengelola seluruh rangkaian aktivitas dalam menghasilkan produk mulai dari hulu ke hilir.
Sebagai perusahaan yang yang bermain di pasar dunia tentunya perusahaan harus memiliki jaringan Supply Chain Management (SCM) yang baik dalam pengelolaan produksinya. Perusahaan akan menjalin kerjasama dengan para supplier baik dari dalam maupun luar negeri. Untuk itu, para pelaku industri harus membuat rencana, manajemen dan pengawasan untuk transportasi dan penyimpanan dari bahan mentah, inventory hingga menjadi bahan jadi. Teknologi yang serba canggih memungkinkan para pelaku industri migas untuk mengkontrol supply chain secara efisien. Agar para pelaku industri yang terlibat di dalamnya benar-benar memahami prinsip kerja Supply Chain Management (SCM) secara komprehensif, maka perlu adanya pelatihan yang diharapkan dapat menjawab berbagai permasalahan yang timbul.



TUJUAN TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DAN MIGAS

  • Setelah mengikuti training Supply Chain Management (SCM) diharapkan peserta dapat:
  • Memahami prinsip bagaimana mengelola supply chain management yang efektif di industri pertambangan dan migas
  • Memahami bagaimana mengoptimalkan proses bisnis dalam perusahaan agar tercipta efisiensi dalam Supply Chain Management (SCM) di industri pertambangan dan migas
  • Memahami bagaimana berkolaborasi dengan pihak ekternal perusahaan antara lain dengan supplier dan distributor
  • Memahami bagaimana mengelola aliran material dan inventory dalam Supply Chain Management (SCM)



MATERI TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DAN MIGAS

1. Pengantar supply chain management di industry Pertambangan dan Migas:

  • Konsep Supply Chain Management (SCM) di Pertambangan dan Migas
  • Lingkungan bisnis Supply Chain Management (SCM) di Pertambangan dan Migas
  • Tantangan supply chain di Pertambangan dan Migas

2. Memahami supply chain di industri Pertambangan dan Migas

  • Mapping Supply chain
  • Value chain model
  • Pelaku upstream dan downstream

3. Strategy Supply chain management

  • Identifikasi fit strategy
  • Strategi kolaborasi dan aliansi dalam Supply Chain Management (SCM)

4. Tehcnology & supply chain

  • Memahami bagaimana pilihan IT yang diterapkan akan mempengaruhi supply chain.
  • Pilihan teknologi integrasi (ERP)
  • VMI (Vendor managed Inventory)

5. Bull whip effect and inventory management dalam Supply Chain Management (SCM)

  • Menjelaskan bagaimana mengelola inventory dalam jaringan Supply Chain Management (SCM) dan menghindari bullwhip effect dalam distribusi produk
  • Manajemen Inventory : Klasifikasi inventory, Inventory cost, model pemesanan ekonomis,perhitungan safety stock, inventory valuation, inventory metric.

6.Manajemen transportasi dan distribusi

  • Model sistem transportasi dan distribusi dan Rincian aktivitas sistem

7. Transportasi.

  • Mengukur produktivitas sistem transportasi.
  • Logistics network design.
  • Shipment planning and management.
  • Fleet, container and yard management.
  • Freight and document management.

8. Pengukuran Performansi Supply Chain Management (SCM)

  • Mengukur target perusahaan dan target Supply Chain Management (SCM)
  • Performance measurement framework
  • Key performance Indicator
  • SCOR (Supply Chain Operation Reference) dari Supply Chain Council

9. Studi kasus aplikasi SCM di Pertambangan dan Migas

DASAR HUKUM PERTAMBANGAN

Deskripsi Training Dasar Hukum Pertambangan

Berdasarkan UUD 1945 pasal 33, pertambangan di Indonesia dikuasai oleh negara. Maka dibuatlah hukum pertambangan untuk mengatur segala sesuatu yang menyangkut pertambangan. Hukum pertambangan adalah aturan yang mengatur hubungan antara manusia dan subyek hukum lain yang berhubungan dengan pertambangan. Hal ini penting untuk diketahui oleh perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan. Pelatihan Dasar hukum pertambangan in merupakan pelatihan komprehensif yang akan menjelaskan semua aspek hukum dalam bidang pertambangan.



Tujuan Training Dasar Hukum Pertambangan

Setelah mengikuti training Dasar hukum pertambangan, peserta diharapkan dapat mengerti dan memahami :

  • Dasar hukum pertambangan ;
  • Peran dan kedudukan pemerintah dan pemerintah daerah dalam hukum pertambangan,
  • Kewajiban pada pemegang IUP (Ijin Usaha Pertambangan);

Materi Training Dasar Hukum Pertambangan

  1. Dasar pengelolaan sumber daya migas di Indonesia
  • Regulasi pertambangan di Indonesia
  • Peran dan kedudukan pemerintah dan pemerintah daerah dalam pengelolaan SDA
  1. Pengantar Hukum Pertambangan
  • Sejarah hukum pertambangan di Indonesia
  • Asas- asas penting dalam hukum pertambangan
  • Pembahasan pasal- pasal penting dalam UU Minerba
  1. Jenis- jenis pertambangan sesuai dengan UU Menirba
  2. Peraturan penambangan dalam hutan
  3. Pembebasan tanah pertambangan
  4. Tata cara penerbitan ijin berdasarkan lelang dan permohonan
  5. Eksistensi izin yang telah ada sebelum terbitnya UU Menirba
  6. Aspek hukum perjanjian dalam hukum pertambangan
  • Asas hukum perjanjian
  • Kontrak sebagai dasar perikatan
  1. Konversi KP menjadi IUP
  2. Kewajiban pemegang IUP

PENGAMANAN OBJECT VITAL

COURSE OBJECTIVES PENGAMANAN OBJECT VITAL

After completion of this program participants will be able to:

  • Understand the functions and principles security
  • Understand HOW TO Identify consept security
  • How to Inpecting Building and propertry
  • Understand security and perform problem solving in hard situation.
  • Understand types of risk and risk management
  • Anticipate security problems in relation to Internal Control
  • Understand physical security , Lighting, Teror, teroris, and Document Control

RECOMMENDED PARTICIPANT PENGAMANAN OBJECT VITAL

The following category to professionals should attend:

  • Security & Loss Control Manager/ Coordinator/ Supervisor/ Engineer.
  • Emergency Management Team.
  • Building Tenant Manager/ Officer.
  • Public Relation Manager/ Officer.
  • Building Manager.
  • Field/ Operation Manager.

COURSE OUTLINE PENGAMANAN OBJECT VITAL

  • Introduction to security
  • Basic Security Consept
  • Setting up a crisis management team
  • Inpecting Building and propertry
  • Assessing threat
  • Physical security
  • Lighting
  • Teror,and, terorisme
  • Document Control

AKSI SEKURITI : PROSEDUR DAN RENCANA

LATAR BELAKANG PROSEDUR DAN RENCANA AKSI SEKURITI

Keamanan dan pengamanan adalah suatu kegiatan yang bersifat dinamis dan pada prinsipnya dilaksanakan untuk mencapai kenyamanan dan diperoleh produktifitas kerja yang maksimal, mengingat tanpa adanya keamanan yang baik, pelaksanaan aktifitas perusahaan untuk mencapai produktifitas mustahil akan bisa dicapai.

 

TUJUAN PROSEDUR DAN RENCANA AKSI SEKURITI

Untuk memberikan bekal pelaksanaan teknis, langkah dan aksi yang harus dilaksanakan oleh petugas keamanan di lingkungan perusahaan

 

POKOK BAHASAN PROSEDUR DAN RENCANA AKSI SEKURITI

  1. Jenis-Jenis Sop Pengamanan
    • Sop Untuk Mendeteksi Ancaman
    • Sop Untuk Menghalangi Dan Menghambat Ancaman
    • Sop Untuk Merespon Ancaman
  2. Teknik Penulisan Sop Pengamanan
  3. Penjadwalan Pekerjaan
  4. Teknik Perumusan Perilaku Standar Petugas Pengamanan Terhadap Setiap Potensi Ancaman
  5. Konsep Dasar Pengamanan Fisik (Physical Security)
    • Konsep Perlindungan Dan Fungsinya
    • Elemen Pengamanan Fisik
  6. Persyaratan Administratif / Teknis
  7. Sarana Dan Prasarana Pelayanan / Peralatan Dan Kelengkapan
  8. Penanganan/Tindak Lanjut Pengaduan/Keluhan/Masukan

SECURITY VULNERABILITY ASSESSMENT

COURSE OBJECTIVE SECURITY VULNERABILITY ASSESSMENT

A vulnerability assessment is the process of identifying, quantifying, and prioritizing (or ranking) the vulnerabilities in a system. Such assessments may be conducted on behalf of a range off different organizations, from small businesses up to large regional infrastructures. Vulnerability from the perspective of disaster management means assessing the threats from potential hazards to the population and to infrastructure. It may be conducted in the political, social, economic or environmental fields.

The objective of an SVA is to identify security hazards, threats and vulnerabilities facing a facility and to evaluate the countermeasures to provide for the protection of the public, workers, national interests, the environment, and the company.

COURSE OUTPUT SECURITY VULNERABILITY ASSESSMENT

  • Detect and respond to vulnerabilities that put your organization at risk using scanners
  • Employ real-world exploits and evaluate their effect on your systems
  • Configure vulnerability scanners
  • Analyze the results of vulnerability scans
  • Assess vulnerability alerts and advisories
  • Establish a strategy for vulnerability management
  • Knowledge of vulnerability assessment and hacking techniques allows you to detect vulnerabilities before your networks are attacked.

COURSE CONTENT SECURITY VULNERABILITY ASSESSMENT

  1. Analyzing Vulnerabilities and Exploits
  2. Uncovering infrastructure vulnerabilities
  3. Attacks against analyzers and IDS
  4. Exposing server vulnerabilities
  5. Revealing desktop vulnerabilities
  6. Configuring Scanners and Generating Reports
  7. Implementing scanner operations and configuration
  8. Creating and interpreting reports
  9. Assessing Risks in a Changing Environment
  10. Researching alert information
  11. Identifying factors that affect risk
  12. Managing Vulnerabilities
  13. The vulnerability management cycle
  14. Vulnerability controversies

WAWANCARA PEMERIKSAAN

COURSE OBJECTIVE TEKNIK WAWANCARA PEMERIKSAAN

One of the toughest tasks that must be carried out by those responsible in the field of internal control, security companies and human resources, is at the moment should be handled cases involving employees of the company; such as theft or fraud. This is because more than half of its activity in the form of an interview investigation to uncover the truth behind the case. What comes to mind when you hear the word investigative interview, almost the same as other people who have to bear the unpleasant task. The tense atmosphere, high tone and the opposition parties interviewed. Not to mention the target load of the assignor, demanding the final result of specific recognition of employees who were allegedly involved. That connotation is attached to said interview investigation, prompting the emergence of resistance of the subject at a time of tension bearers of his duties, even before the event starts.

COURSE OUTPUT TEKNIK WAWANCARA PEMERIKSAAN

After this training, participants targeted:

  1. Ability to build rapport quickly.
  2. Being able to recognizethe signs ofdeceit.
  3. Being able to recognize the various forms of sentence patterns are used to obscure problems and mengcounternya.
  4. Ability todevelopquestions thatfriendlybutsubconsciously, verypressing subject of the interview.
  5. Able to design effective investigation interview scenario.

 

COURSE CONTENT TEKNIK WAWANCARA PEMERIKSAAN

  • Basic of group behavior
    • The different between formal and informal group
    • Two model of group development compare
    • How to analysis group interaction
    • Identify the key factor to explain group behavior
    • The change of role in different condition
    • The effect of norms to group behavior
    • The definition of social lazy and the effect to group performance
    • The advantage   and  disadvantage of cohesive group
    • Strength and weakness of group decision
    • Affectivity of group interaction
  • Human right in investigation
    • The definition of investigation
    • Human right and investigation
    • Technical aspect of investigation
    • Practical step to use international standard
    • Human right in catching, include women catching and children
    • International standard about arrest
    • Human right in arrest , include women arrest and children
    • International instruments relation with human right and police
  • Inspection
  • Intelligent investigation
    • Intelligent investigation
    • Intelligent investigation target
    • Intelligent investigation technique

Customers Service Excellent

TRAINING ABSTRACK Customers Service Excellent

Salah satu kunci sukses dari keberhasilan dalam meningkatkan penjualan adalah dengan berinteraksi dan menjalin hubungan baik dengan customer, dengan cara memberikan pelayanan yang memuaskan. Dengan berinteraksi dapat membangun kesempatan untuk mempromosikan produk, layanan dan perusahaan. Namun tidak mudah bagi pihak perusahaan untuk menjalankannya. Sukses dalam menciptakan kepuasan peklanggan sangat tergantung dari tingkat keahlian customers service. Dalam pelatihan ini akan dibahas bagaimana meningkatkan keahlian peserta menjadi customer service yang handal.

TRAINING OUTLINE Customers Service Excellent

1.   Understanding the service

  • The Basic Concept of Customers Service
  • The role of customer service

2.   Delivering the best service

  • The Ten Commandments of great Customers Service
  • Enhancing ability in delivering Effective Customers Service

3.   Understanding the customer

  • Needs of customer
  • Why customers switch the service   provider?
  • How to handle customer
  • How to handle difficult customer

4.   Handling complaint

  • Effective Complaint Handling Process
  • Understanding Customers’ Points Of View
  • Build Effortless Rapport With Your Customers

5.   Written Exercise

6.   Etiquettes in Customers Service

  • The Objectives
  • The Function

7.   Role Play 1 – How to deliver the best service?

8.   The Basic skill of Customers Service Personnel

  • Appearance
  • Attitude
  • Language
  • Body Language
  • Behavior

9.    Role play 2 – How to deliver the service?

10.  Wrap Up

  • Do’s and don’ts in customers service
  • Customers Service Excellence in several companies

GENERAL AFFAIR OFFICER WITH DATA PROCESSING & FILING SYSTEM 

TRAINING INTRODUCTION GENERAL AFFAIR OFFICER:

Peran GA officer dalam organisasi umumnya masih kurang diperhatikan, bila dibandingkan dengan peran Sales officer dan Production Officer yang secara langsung menghasilkan profit bagi organisasi.

Padahal sebagai supporting unit, General Affair (GA) memiliki peran yang tidak kalah penting bila dibandingkan dengan departemen lain. Tanpa GA officer yang professional, organisasi tidak dapat menghasilkan performance yang optimal.

Karakteristik pekerjaan dari GA officer adalah banyaknya variasi tugas sehingga membutuhkan pengetahuan luas dan keterampilan teknis yang umum.

Aspek-aspek yang dibutuhkan untuk menjadi Professional General Officer adalah sebagai berikut : memahami competency berdasarkan ISO 9001, mengetahui competency matrix yang harus dipenuhi, memahami konsep dari personality characters, interpersonal skill yang baik, mampu melakukan proses coaching & counseling, mengetahui effective communication, time management fundamentals, memahami lobby and negotiation, mampu melakukan coordination yang baik kepada sejumlah pihak ahli yang terkait dengan pekerjaan teknis, mengetahui continuous improvement fundamentals with 5S/R method, mengetahui check list for office and factory environment maintenance berdasarkan ISO EMS 14001 dan OHSAS 18001, memahami filing system fundamentals yang baik, mampu menggunakan aplikasi Ms Excel and Powerpoint dengan baik untuk keperluan correspondence, data processing and presentation, mengetahui Key Performance Indicator (KPI) yang digunakan untuk mengevalusi kinerja departemen GA.

Apabila aspek-aspek tersebut sudah terbentuk, maka kinerja dari departemen GA dapat diandalkan untuk menangani beragam tugas, berinteraksi dan berkoordinasi baik internal maupun eksternal, sehingga sangat memdukung tercapainya visi dan misi organisasi secara efektif dan efisien.

 

TRAINING OBJECTIVE GENERAL AFFAIR OFFICER:

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu :

  1. Memahami tugas dan tanggung jawab General Affair officer dengan skala waktu pengerjaannya.
  2. Mengetahui dan memahami Key Performance Indicator untuk General Affair Officer.
  3. Mengetahui dan memahami program training yang dibutuhkan untuk memenuhi kompetensi secara umum dari departemen GA berdasarkan standard ISO 9001.
  4. Memahami komunikasi yang efektif.
  5. Memahami konsep personality characters.
  6. Memahami konsep interpersonal skill.
  7.  Memahami konsep coaching.
  8. Memahami konsep time management.
  9. Memahami dan menerapkan proses koordinasi dengan baik.
  10.  Memahami dan menerapkan proses lobby dan negosiasi dengan baik.
  11. Memahami penataan ruangan kantor yang efektif dan efisien.
  12.  Memahami penggunaan system penerangan pada ruangan dan lingkungan kantor.
  13.  Memahami pokok-pokok continuous improvement dengan metode 5S/R.
  14. Melakukan General Affair data processing secara efektif dan efisien dengan menggunakan Excel 2007.
  15. Menggunakan sejumlah formulir Check Sheet untuk panduan standarisasi umum kualitas pelayanan untuk keperluan internal dan eksternal audit ( Lobby, Office, Canteen, Toilet and Green Office) berdasarkan standar ISO EMS 14001 dan OHSAS 18001.
  16. Menganalisa faktor-faktor yang menjadi permasalahan utama yang umum terjadi pada aktivitas General Affair officer dan mampu menyelesaikan permasalahan tersebut.

 

CAKUPAN MATERI TRAINING GENERAL AFFAIR OFFICER WITH DATA PROCESSING & FILING SYSTEM 

  •  Understanding of GA – General Affair Officer Concept.
  • Job Information for GA  – General Affair Officer.
  • Key Performance Indicator for GA -General Affair Officer.
  • Generic Competencies Based Training Program For GA  – General Affair ( Supervisory, Staff and Driver).
  • Organizational Structure of GA Department.
  • Personality Characters Fundamentals.
  • Interpersonal skill Implementation.
  • Coaching skill Implementation.
  •  Time Management Implementation.
  •  Effective Communication Fundamentals.
  • Coordination skill Fundamentals
  • Lobby Skill Fundamentals
  • Negotiation skill Fundamentals
  •  Continuous Improvement Fundamentals with 5S/R method
  •  Filling System Fundamentals.
  •  Design and Layout Office Room.
  •  Design lighting system in the office room and out office room.
  • GA data processing with Excel 2007.
  • Check Sheet form as a guide the general standardization of service quality for internal and external audit (Lobby, Office, Canteen, Toilet and Green Office) based EMS standard ISO 14001 and OHSAS 18001.
  • General Affair Problem Solving.

EFFECTIVE GENERAL AFFAIRS

DESKRIPSI 

Sebagai supporting unit perusahaan yang utama, General Affairs dituntut untuk dapat mejalankan tugasnya dengan baik. General Affairs membawahi cukup banyak bidang pekerjaan, diantaranya : Building Maintenance, Car Maintenance, Insurance, Cleaning Service, Security, Canteen, RPTKA, Perizinan, Outsourcing, ATK, Kurir, Dll. Dibutuhkan manajemen pengaturan dan pelaksanaan yang cermat agar berbagai pekerjaan dalam General Affairs dapat berjalan dengan efektif.

MATERI EFFECTIVE GENERAL AFFAIRS

  • Lingkup dan Peran GA
  • Manajemen Gedung, Kendaran dan Asuransi
  • Protokoler
  • Outsourcing
  • Resepsionis
  • Clining Service, Keamanan
  • Manajemen Alat Kantor
  • Perijinan dan Konsep 5-S

SISTEM MANAJEMEN PENGAMANAN

Deskripsi Training Sistem Manajemen Pengamanan

Dalam dunia bisnis, Faktor keamanan menjadi suatu aspek penting yang harus diperhitungkan demi keberlangsungan bisnis yang dijalankan serta keamanan dan kenyamanan semua pihak yang terlibat di dalamnya. Faktor ini berlaku juga untuk semua jenis usaha khususnya yang terdapat objek-objek vital di dalamnya.

Dimensi ancaman dan gangguan keamanan dari waktu ke waktu kian berkembang dengan beragam risiko dan dampaknya. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta meningkatnya kompeksitas persoalan masyarakat (social exclution) telah melahirkan beragam bentuk ancaman dan gangguan keamanan. Globalisasi mendorong semakin ketatnya persaingan, yang implikasi untuk meningkatkan daya saing mengakibatkan segala hal diupayakan, sehingga mendorong terjadinya gangguan keamanan. Beberapa ancaman yang dapat mengganggu stabilitas keamanan nasional berupa penyelendupan, bio terrorism, pembajakan, illegal trade atau goods serta lainnya.

Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan suatu sistem manajemen pengamanan organisasi yang sampai saat ini sudah banyak terdapat berbagai sistem yang sudah diterapkan. Sistem Manajemen Pengamanan adalah bagian dari manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi, perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur, proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan penerapan, pencapaian, pengkajian dan pemeliharaan kebijakan pengamanan dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan usaha guna mewujudkan lingkungan yang aman, efisien dan produktif.Untuk memastikan bahwa sistem tersebut dapat diterapkan dengan konsisten dan dilaksanakan sesuai dengan tujuannya diperlukan suatu pengelolaan terhadap sistem tersebut.

Tujuan dan Manfaat Training Sistem Manajemen Pengamanan

Pelatihan ini dimaksudkan untuk menciptakan sistem pengamanan di tempat kerja dengan melibatkan unsur manajemen, tenaga kerja, kondisi dan lingkungan kerja yang secara profesional terintegrasi untuk mencegah dan mengurangi kerugian akibat ancaman, gangguan dan/atau bencana serta mewujudkan tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.

Materi Training Sistem Manajemen Pengamanan

  • Pendahuluan
  • Peraturan Kepolisian Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2007
  • Standar Sistem Manajemen Pengamanan
  • Metodologi Penerapan Sistem Manajemen Keamanan
  • Self-Assessment (Gap Analysis)
  • Pelatihan Pemahaman Persyaratan C-TPAT atau ISO 28000
  • Desain Sistem Manajemen Keamanan C-TPAT atau ISO 28000
  • Pembuatan Prosedur san Penerapan Sistem Manajemen Keamanan
  • Audit (Assesment) Penerapan Sistem Manajemen Keamanan
  • Tugas dan Fungsi Pokok Satuan Perngamanan
  • Struktur Organisasi
  • Pembinaan Satuan Pengamanan
  • Hubungan dan Tatacara Kerja
  • Pengawasan dan Pengendalian
  • Evaluasi dan Penilaian
  • Pemberlakuan Sanksi

GENERAL AFFAIR MANAGEMENT

OVERVIEW TRAINING GENERAL AFFAIR MANAGEMENT

Divisi General Affair umum merupakan tangan kanan operasional dari Departemen HRD, karena beberapa pekerjaannya sangat membantu kelancaran operasional dan merupakan tugas-tugas pelayanan di bidang SDM.

Bahkan di beberapa perusahaan besar atau sedang (terutama bidang industri yang padat karya), GA juga menangani permasalahan Hubungan Industrial (Industrial Relation) baik untuk menyelesaikan masalah internal (kekaryawanan) maupun masalah dengan lingkungan sekitar lokasi pabrik/perusahaan (eksternal).

Sesuai namanya, divisi General Affair (GA) atau Divisi Umum merupakan supporting unit yang bertujuan memberikan pelayanan-pelayanan kepada unit-unit kerja lain. Bahkan pada umumnya, GA melayani seluruh unit kerja di perusahaan (bersifat shared service) dalam hal administrasi dan pengelolaan pelayanan rutin kantor.

Bertolak dari kebutuhan tersebut, maka kami menawarkan suatu program pengembangan bagian umum GENERAL AFFAIRS MANAGEMENT selama 2 (dua) hari, yang selain diperuntukkan  bagi pelaksana/staff bagian umum, juga untuk level supervisor maupun manager. Selain itu, juga penting bagi  pengelola SDM (Orang-orang HRD), juga bagi para Supervisor atau Manager Teknis di luar Bagian Umum, yang ingin mengetahui lebih jauh seluk beluk General Affairs.

TUJUAN TRAINING GENERAL AFFAIR MANAGEMENT

  • Peserta memahami tugas dan tanggung jawab seorang GA (General Affair)
  • Peserta mempunyai kesiapan mental dan motivasi bekerja yang tinggi dengan tugas yang berat
  • Peserta dapat mengerti masalah-masalah yang biasa terjadi bagian divisi GA (General Affair) dan sanggup mengantisipasi dan menyelesaikan masalah-masalah yang ada.
  • Peserta memiliki skill dalam pengelolaan GA (General Affair) secara profesional
  • Peserta mampu meningkatkan kinerja dari apa yang telah dijalani saat ini
  • Peserta dapat merencanakan program GA (General Affair) yang berkesinambungan
  • Mampu menyelesaikan tugas-tugas yang berkaitan dengan Hubungan Industrial (termasuk Employee Relation) maupun Hubungan Industrial dengan pihak-pihak di luar perusahaan

OUTLINE TRAINING GENERAL AFFAIR MANAGEMENT:

  1. DEFENISI/PANDANGAN UMUM  GENERAL AFFAIR
  2. TUGAS, FUNGSI DAN TANGGUNG JAWAB GENERAL AFFAIR
  3. KOMPETENSI MOTIVASI YANG DIPERLUKAN OLEH PROFESIONAL GA (General Affair)
  4. FUNGSI / PERAN “INDUSTRIAL RELATIONS” DALAM SUATU ORGANISASI
  5. RUANG LINGKUP TANGGUNG JAWAB INDUSTRIAL RELATIONS
  6. ASPEK & RUANG LINGKUP PEKERJAAN DI GENERAL AFFAIR
    • Building Management
    • Pelaksanaan keamanan dan ketertiban, kebersihan
    • Pengurusan kendaraan perusahaan dan fasilitas pool
    • Mengurus berbagai perijinan, dan kehumasan, operasional, dll
    • Pengurusan Tenaga Kerja Asing
    • Cleaning Service dan penanganan limbah
    • Recepsionist dan operator telepon, serta keluar masuk Tamu
    • Kantin, Laundry & Mess Perusahaan
    • Alat Tulis Kantor (ATK)
    • Insurance Management/ jaminan kesehatan/hari tua
    • Pemeliharaan kesehatan, safety  dan pelaksanaan K3 bagi seluruh  karyawan
    • Pelaksanaan event khusus
    • Pengelolaan Cleaning Service & Office Boy / Office Girl
    • Outsourcing Management / Labour Suply / Tenaga Kerja Kontrak (Bagaimana melakukan, memilih dan membuat kerjasama outsourcing)
    • Penanganan tamu Penting (Tamu VVIP, VIP, Instansi Pemerintah, Auditor Perusahaan, Demonstrasi / Unjuk Rasa)
  7. Komunikasi internal dengan departemen di lingkungan perusahaan dan direksi
  8. Komunikasi eksternal dengan lingkungan sekitar tempat usaha
    (Antar Perusahaan Yang Sejenis, Tetangga, Kawasan Industri, Aparat Keamanan Terdekat, Rt/Rw/Lurah, Dsb)
  9. Antisipasi & Penanganan Masalah Di Bidang General Affair
  10. Menetapkan Kompetensi General Affair & Industrial Relations
  11. Kiat-kiat menangani “Orang-orang Sulit”

KOMUNIKASI SECURITY BERBASIS NLP 

DESKRIPSI TRAINING KOMUNIKASI SECURITY BERBASIS NLP 

Dalam kesehariannya, personil security di perusahaan manapun akan melakukan setidaknya empat jenis komunikasi, yakni :

1.    Komunikasi kepada tamu perusahaan.
2.    Komunikasi kepada karyawan perusahaan.
3.    Komunikasi pengamanan antar anggota security.
4.    Komunikasi emergency.

Tampak jelas, bahwa setiap jenis komunikasi di atas memiliki karakteristik tersendiri sehingga menuntut anggota security memiliki ketrampikan berkomunikasi yang prima. Dalam kenyataannya berangkat dari keterbatasan ketrampilan berkomunikasi anggota security, tak jarang muncul keluhan terutama dari tamu perusahaan dan customer tentang cara komunikasi mereka yang dianggap kurang luwes dan kurang sopan. Hal ini wajar, karena dalam sebagian besar kasus, porsi terbesar latihan komunikasi yang diberikan adalah komunikasi pengamanan dan emergency. Praktis pengetahuan itulah yang digunakan dalam berkomunikasi dengan customer, tamu perusahaan maupun karyawan. Di sisi lain keluhan ini bisa menjadi masalah tersendiri, khususnya bagi korporat yang sangat intens berhubungan dengan customernya semisal perbankan.

TUJUAN TRAINING KOMUNIKASI SECURITY BERBASIS NLP

Setelah mengikuti training ini, peserta ditargetkan :

  1. Memahami keberadaan empat jenis komunikasi yang harus dilakukan dan perbedaannya.
  2. Mampu mencerna dengan cepat situasi komunikasi yang dihadapinya.
  3. Mampu menata cara berkomunikasinya baik dengan customer maupun karyawan sehingga lebih hangat dan bersahabat, tanpa harus kehilangan kewaspadaannya sebagai pengemban tugas pengamanan perusahaan.
  4. Mampu melaksanakan komunikasi pengamanan dan emergency dengan sangat efektif.

CAKUPAN MATERI TRAINING KOMUNIKASI SECURITY BERBASIS NLP

1.    Introduksi NLP
2.    Rapport building
3.    Meta Model
4.    Milton Model
5.    Mengenali Bahasa Tubuh Dengan Cepat
6.    Tips dan Trik Berkomunikasi Prima