Category Archives: Training Bulan Februari 2016

MOTOR REWINDING

TRAINING OBJECTIVE MOTOR REWINDING

Pelatihan ini memberikan pengetahuan, wawasan dan ketrampilan tentang operasi dan pemeliharaan system motor-motor listrik di Industri. Pelatihan ditekankan pada pengetahuan dan keterampilan melakukan rewinding motor listrik terutama pada motor induksi tiga fasa maupun satu fasa secara komprehensif.

TRAINING MATERIAL OUTLINE MOTOR REWINDING

  1. Electric Motor Fundamental (Fundamental Concepts, DC Motor, Type of Excitation, DC Motor Characteristic)
  2. Three Phase Induction Motor (Motor Construction, Princip of Operation, Motor Characteristic, Induction Motor Selection)
  3. Single Phase Induction Motor (Motor Construction, Princip of Operation, Types of Single phase Induction Motor and Characteristic, Induction Motor Selection)
  4. Types of Insulation Material
  5. Types of Stator Winding
  6. Types of Rotor Winding
  7. Rewinding practices
  8. Motor maintenance and troubleshooting
Iklan

Evaluation Formation

Deskripsi Training Evaluation Formation : 

Dugaan adanya potensi hidrokarbon pada suatu area didapat dari penelitian geologi dan geofisika (seismic, magnetic dan gravitasi). Data yang diperlukan untuk membuktikan ada atau tidaknya potensi hidrokarbon pada suatu area, yaitu data permukaan (peta geologi dan stratigrafi terukur) dan data di bawah permukaan (seismic, logging, coring dan cutting). Dari data permukaan seismic kemudian dilakukan untuk mendapatkan data di bawah permukaan berupa litologi batuan. Jika litologi batuan mengindikasikan adanya suatu reservoir, maka untuk membuktikan ada tidaknya hidrokarbon dilakukan pemboran lubang sumur serta serangkaian pengukuran di dalam sumur (logging) dan evaluasi data hasil rekaman untuk memastikan ada tidaknya kandungan hidrokarbon di bawah tanah. Logging yaitu suatu kegiatan / proses perekaman sifat – sifat fisik batuan reservoir dengan menggunakan wireline log.

Salah satu faktor untuk menentukan kualitas sumur adalah dengan melakukan penilaian formasi batuan (evaluasi formasi). Penilaian formasi adalah suatu proses analisis ciri dan sifat batuan di bawah tanah dengan menggunakan hasi pengukuran lubang sumur (logging). Penilaian formasi dapat dilakukan dengan interpretasi pintas atau dengan menggunakan software. Interpretasi pintas adalah membuat suatu evaluasi log pada zona bersih (clean formation) dengan cepat di lapangan tanpa menggunakan koreksi dampak lingkungan lubang bor.

 

Tujuan  Training Evaluation Formation:

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahamimengenai tujuan dilakukannnya penilaian formasi
  2.  Memahami aspek-aspek reservoir yang berhubungan dengan penilaian formasi.
  3. Mampu menginterpretasi secara cepat indikasi hidrokarbon dari sample cutting
  4. Memahami dasar dan tujuan dari  analisa inti batuan (coring)
  5. Mampu menginterpretasikan secara kualitatif dan kuantitatif dari hasil log (Log listrik, log radioaktif, dll)

 

Materi Training Evaluation Formation:

  1. Pendahuluan mengenai Penilaian Formasi
  2. Aspek-Aspek Reservoir yang berhubungan dengan penilaian formasi
  3. Mud Logging dan Analisa Serbuk Bor(Cutting)
  4. Coring dan Analisa Core (Analisa Inti Batuan)
  5. Analisa dan Interpretasi Logging Sumur (Well Logs Analysis)
    •  Log Listrik (Electrical Log)
    • Log Radioaktif (Radioactive Log)
    •  Log Sonic (Sonic / Acoustic Log)
    •  Log Lainnya (Caliper, Temperature Log, dll)

Stress Testing on Banking Exposure

Deskripsi Training Stress Testing on Banking Exposure

Tekanan likuiditas, perencanaan kontingen dan manajemen neraca keuangan saling berhubungan erat dan harus digunakan secara bersama-sama. Kemampuan untuk menunjukan cakupan intstitusi yang spesifik, sistemik dan gabungan skenario berdasarkan stress test adalah komponen yang sangat penting demi kesuksesan industri keuangan global sekarang ini.

Stress test dapat dilakukan secara internal oleh bank secara internal sebagai bagian dari manajemen resiko mereka, atau otoritas pengawas sebagai bagian dari peraturan pengawasan dari sektor perbankan. Tes ini bertujuan untuk mendeteksi titik-titik kelemahan dalam sistem perbankan pada tahap awal, sehingga tindakan pencegahan dapat diambil sejak dini.

 

Tujuan Training Stress Testing on Banking Exposure

  1. Peserta memahami konsep dan metodologi stress test pada bank
  2. Peserta memahami metode stress test pada market dan liquidity risk exposure
  3. Peserta memahami metode stress test pada credit dan operational risk exposure
  4. Peserta mampu men-benchmark proses pada sistem perbankan
  5. Peserta mampu mempraktekan teknik-teknik stress test
  6. Peserta mampu merancang dan menganalisa skenario dalam mengelola resiko secara efektif

 

Materi Training Stress Testing on Banking Exposure

  1. Pengetahuan Stress Test
  2. Teknik-teknik Stress Test
  3. Sensitivitas vs Analisis Skenario
  4. Analisis Faktor-faktor Resiko
  5. Pengetahuan Value at Risk Model (VaR)
  6. Skenario Simulasi pada Yield Curve under Stress
  7. Model Stress Test pada Market Risk Exposure
  8. Model Stress Test pada Liquidity Risk Exposure
  9. Model Stress Test pada Credit Risk Exposure
  10. Model Stress Test pada Operational Risk Exposure
  11. Stress Test pada Interest Rate Risk on Banking Book (IRRBB)

SOP FOR BANKS

Deskripsi

Kurangnya pelatihan  tentang teknik dan metode penulisan SOP menjadi penyebab para Penyusun/ Penulis SOP tidak memahami dengan benar bagaimana membuat SOP yang efektif.

SOP yang dapat diartikan sebagai Who Does What and How merupakan salah satu metode kerja yang dibuat sebagai panduan untuk memastikan bahwa proses bisnis berjalan sesuai rencana, standar dan aturan untuk kepuasan pelanggan—baik internal maupun eksternal.

SOP yang dapat diartikan sebagai Who Does What and How merupakan salah satu metode kerja yang dibuat sebagai panduan untuk memastikan bahwa proses bisnis berjalan sesuai rencana, standar dan aturan untuk kepuasan pelanggan—baik internal maupun eksternal.

SOP yang mudah dipahami terbukti meningkatkan produktifitas kerja dan dapat meningkatkan hubungan kerja yang harmonis antar bagian/ proses. Namun, apabila SOP tidak mudah dipahami dan menimbulkan multi tafsir dapat membuat kesalahan kerja dan pada akhirnya merugikan pelanggan.

Keefektifan sebuah SOP dapat dilihat dari a) sejauhmana ia digunakan dan memberi nilai tambah b) sejauhmana ia digunakan dan dapat menyamakan persepsi antar bagian/departemen c) sejauhmana ia dapat berfungsi sebagai pengendali dan pemantau kinerja proses. Apabila SOP ditempat kerja anda tidak demikian, anda wajib meninjau ulang SOP atau bahkan menulis ulang SOP yang ada.

OUTLINE SOP For Banks

  • Apa bedanya Prosedur dengan SOP, Istruksi Kerja, Pedoman Kerja, Protap, Juklak, Juknis, User/operating manual dll?
  • Bagaimana membedakan dan membuat Pedoman dan Panduan?
  • Mengapa Prosedur Penulisan Prosedur harus dibuat terlebih dahulu, dan bagaimana membuatnya?
  • Bagaimana membuat Prosedur berbasis Proses?
  • Mengapa SOP Teknis sudah tidak disyaratkan lagi oleh ISO 9000, dan apakah 6 Prosedur manajemen yang diwajibkan?
  • Bagaimana mengantisipasi Prosedur yang dinamis oleh karena Peraturan Bank Indonesia yang sering bertambah dan berubah?
  • Bagaimana membuat hirarki dokumen dari PBI hingga Prosedur dan Instruksi kerja?
  • Apakah  3 anatomi SOP yang mendasar (Format, Elemen dan Atribut)?
  • Mengapa SOP tidak boleh dibuat atas dasar ”Write what you do”?
  • Bagaimana merubah fungsi SOP sebagai alat pandu menjadi alat pandu dan alat ukur, alat kendali, alat audit, alat reward and punish?
  • Bagaimana membuat SOP dengan dua macam profil pengguna (Pemula dan Ahli)?
  • Kapan harus menambahkan masa berlaku SOP?
  • Mengapa Flowchart tidak dimulai dengan ”Start” atau ”Mulai”?
  • Bagaimana mengintegrasikan SOP dengan Risk Management, Key Performance Indicator dan Service Level Agreement?
  • Mengapa kebanyakan Penulis hanya menggunakan format Narration dan Flowchart, dan tidak tahu bahwa Anotated Pictorial atau Video sering kali lebih efektif?
  • Bagaimana mengendalikan SOP dengan Document control dan Master lists?
  • Mengapa SOP yang dibuat berbasis Struktur dan Uraian Kerja tidak sehandal apabila dibuat berbasis Process Business Map?
  • Mengapa SOP harus berbatas waktu (SOP Lifecycle)?
  • Bilamana SOP diberi tanda (distempel) ”Controlled”, ”Uncontrolled”, ”Archieved” atau ”Obsolete”?

Pembiayaan Syariah Dengan Akad MMQ

Deskripsi

Lembaga Keuangan Syariah (LKS) sangat berkembang di Indonesia, terbukti dengan banyaknya bermunculan bank-bank syariah (baik berbentuk BUS atau UUS), BPRS, Multifinance Syariah, bahkan Lembaga Keuangan Mikro Syariah seperti BMT (Baitul Mal Wal Tamwil) yang rata-rata berbadan hukum Koperasi (KJKS).
Berbagai LKS tersebut menawarkan bermacam produk pembiayaan syariah untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan nasabah-nasabahnya. Namun hingga saat ini, akad syariah yang dipakai dalam produk pembiayaan tersebut masih menggunakan akad Murabahah. Akad Murabahah mempunyai pangsa pemakaian lebih dari 60% dari seluruh portofolio pembiayaan syariah yang ada di Indonesia.
Akad Murabahah mempunyai kelemahan dalam hal pemberian pembiayaan yang mempunyai jangka waktu panjang (misal KPR), dimana membutuhkan pricing yang tinggi. Karena karakteristik inilah maka tercipta paradigma di mata masyarakat bahwa pembiayaan syariah selalu lebih mahal daripada pembiayaan konvensional.
Untuk menghapus paradigma tersebut, DSN MUI telah menawarkan suatu akad yang mempunyai karakteristik pricing yang flexible, yaitu akad Musyarakah Mutanaqisah (MMQ). DSN MUI melalui Fatwa no.73/2008 menyatakan bahwa akad MMQ boleh digunakan untuk pembiayaan syariah.
Pembiayaan syariah dengan akad MMQ dapat diterapkan pada:

  • Bank Umum Syariah / Unit Usaha Syariah
  • BPR Syariah
  • Multifinance Syariah
  • Koperasi Jasa Keuangan Syariah

Produk-produk LKS yang dapat menggunakan akad MMQ antara lain:

  • KPR iB (pembiayaan property)
  • KKB iB (pembiayaan kendaraan bermotor)
  • KMG / KTA iB (pembiayaan multiguna)
  • Pembiayaan Investasi iB
  • Joint Financing iB
  • Pembiayaan KopKar iB
  • Dll.



Tujuan Pelatihan Pembiayaan syariah dengan akad MMQ

Training ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai akad syariah MMQ agar dapat digunakan dalam pengembangan produk di Lembaga Keuangan Syariah. Yang diharapkan dari para peserta training setelah pelatihan dilaksanakan:

  1. Memahami akad syariah MMQ sesuai dengan Fatwa DSN dan ketentuan otoritas lainnya.
  2. Dapat menerapkan akad syariah MMQ secara tepat guna dan hasil guna dalam produk-produk pembiayaan syariah yang dibutuhkan masyarakat.
  3. Memperkuat karakteristik produk-produk dari LKS masing-masing sehingga dapat bersaing dengan produk-produk pembiayaan konvensional.



Outline Materi Pelatihan Pembiayaan syariah dengan akad MMQ

Hari-1

  1. Konsep dan Regulasi
    • MMQ ≠ Kredit
    • Fiqih MMQ
    • Fatwa-Fatwa DSN terkait MMQ
    • Regulasi BI terkait MMQ
    • MMQ Asset vs MMQ non-Asset
  2. Karakteristik MMQ Asset
    • Unsur-unsur Akad MMQ
    • Obyek Sewa sesuai Produk :
      • Consumer Financing : KPR, KPM, KMG
      • Commercial Financing : Term / Investment / Asset Financing
      • Supplier Obyek Sewa
      • Cara kerja MMQ-Asset
  1. Desain Pembiayaan
    • Desain struktur pembiayaan
    • Line Facility dan penarikan bertahap
    • Take Over dan Refinancing
    • Produk berbasis MMQ
  2. Harga Sewa & Bagi Hasil
    • Definisi Harga Sewa
    • Penentuan Harga Sewa
    • Contoh kasus
    • Jadwal angsuran dan Nisbah bagi hasil
    • Pelunasan dipercepat (Prepayment)

Hari-2

  1. Likuidasi Pembiayaan
    • Tunggakan dan Default
    • Perhitungan posisi default dan Nisbah bagi hasil default
    • Contoh kasus :
      • Hasil penjualan aset > dari sisa O/S
      • Hasil penjualan aset < dari sisa O/S
  1. Aspek Legal / Perjanjian
    • Title of Document Asset Sewa
    • Klausul Pembentukan Syirkah
    • Klausul Modal Syirkah
    • Klausul Kepemilikan Aset
    • Klausul Sewa – Ijarah
    • Klausul Default / Wanprestasi
    • Klausul Nisbah Bagi Hasil – Default
  2. Akunting & IT
    • Jurnal Dasar Akunting MMQ
    • Skema Dasar Sistem IT MMQn
  3. IMBT vs MMQ
    • Perbandingan IMBT vs MMQ dari berbagai aspek :
      • Hubungan hukum
      • Kepemilikan asset
      • Fatwa DSN
      • MarComm
      • PSAK
      • Depresiasi
      • Pengalihan asset
      • Dokumen legal

GRAFONOMI : Pencegahan Tindak Pemalsuan Tulisan Tangan , Tanda Tangan Dan Pemalsuan Dokumen

TUJUAN PELATIHAN GRAFONOMI

Dengan mengikuti pelatihan grafonomi, peserta diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang menjadi pedoman pengamanan, pendayagunaan sistem dan prosedur penanganan permasalahan yang mungkin terjadi, dalam kaitannya dengan sistem pelayanan perbankan. Dapat memahami dan menguasai bahasa tulisan maupun tanda tangan sebagai tindakan pengaman untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan pemalsuan terhadap tanda tangan, tulisan tangan, uang maupun dokumen.


MATERI PELATIHAN GRAFONOMI

  1. Pengertian dan pengantar
  2. Latar Belakang
  3. Pengenalan Tulisan
  4. Mengenal dan Menilai Unsur Grafis Tulisan
  5. Tanda Tangan Dengan Segala Variasinya
  6. Pengenalan dan Analisa Dokumen
  7. Verifikasi Dokumen
  8. Dokumen Yang Dipalsukan
  9. Pengenalan Uang, Ciri-ciri dan Tandanya
  10. Uang Yang Dipalsukan
  11. Kejahatan Perbankan

– Kejahatan Fisik dan Non Fisik

  1. Penyebab Tindak Kejahatan
  2. Tindak Penangkalan Kejahatan Pemalsuan
  3. Sikap Tindak Bankir Profesional



Hukum Jaminan : Kursus Intensif Hukum Jaminan

Deskripsi

Dalam dunia bisnis kerap kali kita berhubungan dengan hukum kebendaan dan jaminan. Khususnya yang berhubungan dengan pemberian kredit agar mendapat pengembalian utang secara lancar, dan akibat dari suatu barang jaminan terkait kepentingan pihak ketiga. Termasuk jaman Era baru supervisi tunggal dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai satu-satunya Otoritas Pengawas seluruh Industri Jasa Keuangan di Indonesia. Oleh karena itu, sangat diperlukan penguasaan pengetahuan dan keterampilan, lewat sarana pembahasan secara khusus dan mendalam mengenai dasar-dasar hukum Kebendaan dan jaminan serta eksekusi barang Jaminan sampai perkembangan terkini.

Merespon hal tersebut, Kami menyelenggarakan Kursus Intensif Hukum Jaminan (KIHJ). KIHJ adalah kursus yang menyajikan materi hukum jaminan secara lengkap dan mendetail dengan pembicara-pembicara yang ahli di bidangnya. Dengan mengikuti KIHJ diharapkan para peserta akan memahami secara mendalam pengertian hukum kebendaan dan jaminan, jenis-jenis hukum jaminan, eksekusi atas jaminan, hak pemegang jaminan dalam pailit atau pembubaran dan hal-hal lain yang akan disampaikan dalam 12 sesi pertemuan.

Materi Kursus Intensif Hukum Jaminan

Materi I

Hukum Kebendaan dan Jaminan di Indonesia

  • Mengenal hukum benda dan sistematika
  • Dasar hukum dan fungsi jaminan
  • Objek dan ruang lingkup hukum jaminan
  • Macam dan jenis hukum jaminan
  • Jaminan dalam KUH Perdata
  • Prinsip dan prosedur hukum jaminan
  • Study case

Materi II

Lembaga Gadai

  • Pengertian dan sifat gadai
  • Objek gadai
  • Berlakunya gadai
  • Gadai atas saham
  • Eksekusi gadai
  • Apakah gadai dapat dieksekusi secara privat, ataukah harus melalui lelang
  • Hak atas manfaat dari barang tergadai.
  • Study case

Materi III

Hipotek, Hak Tanggungan dan Fidusia

  • Lembaga Jaminan Hipotek: kapal dan pesawat udara
  • lembaga Jaminan Hak Tanggungan: HGB, HM, HGU, HP
  • Lembaga Jaminan Fidusia: Inventory, AR, mesin dan lain-lain.
  • Permasalahan seputar Hak Tanggungan
  • Permasalahan seputar Jaminan Fidusia
  • Study case

Materi IV

Cessie

  • Sebagai sarana peralihan kebendaan
  • Fungsi suatu Jaminan
  • Study case

Materi V

Perjanjian Kredit (PK) dan Jaminan

  • Berbagai macam model pemberian Kredit: Sindikasi Club Deal, bilateral, KPR, kartu kredit dan KTA
  • Kaitan tipe kredit berpengaruh pada besaran Jaminan.
  • Kedudukan hukum antara PK dan Jaminan
  • Karakter Lembaga Kreditur (Bank/ Lembaga pembiayaan/ Umum) dalam pemberian kredit
  • Pengikatan kredit dan jaminan yang sempurna
  • Perbedaan pengikatan secara notarial dan non-notarial
  • Study case

Materi VI

Corporate and Personal Guarantee

  • Pengertian dan objek
  • Kekuatan hak tagih
  • Dokumentasi corporate guarantee dan personal guarantee
  • Eksekusi atas corporate guarantee/ personal guarantee
  • Study case

Materi VII

Akta Pengakuan Utang (Grosse Akte) dan Eksekusi atas Akta Pengakuan Utang

  • Study case

Materi VIII

Jaminan atas Rekening Bank

  • Pengertian dan objek
  • Hak-hak istimewa penjamin dalam hukum Indonesia
  • Eksekusi atas jaminan rekening bank
  • Study case

Materi IX

Penyelesaian Jaminan Bermasalah Melalui Berbagai Prosedur

  • Penjualan sukarela
  • Penjualan lewat upaya paksa
  • Prosedur lelang
  • Kaitan perpajakan terhadap penjualan barang jaminan
  • Study case

Materi X

Penyelesaian Sengketa di Pengadilan Niaga dan Pengadilan Negeri

  • Permasalahan hukum dan non hukum
  • Study case

Materi XI

Hak Pemegang Jaminan dalam Pailit atau Pembubaran

  • Pengaruh pemegang Jaminan hak istimewa (Privilege) terhadap status pemberi Jaminan terpailit.
  • Study case

Materi XII

Strategi dalam audit  Penyedia Jasa Keuangan

  • Strategi dan rencana audit tahunan
  • Standar dan pedoman di bidang audit

Pencucian Uang : Aspek Hukum Dan Kepatuhan Lembaga Keuangan

DESKRIPSI TRAINING PENCEGAHAN PENCUCIAN UANG

Globalisasi sistem keuangan dan kemajuan teknologi informasi merupakan salah satu faktor signifikan terhadap meningkatnya tindak pidana pencucian uang. Semakin meningkatnya praktek-praktek pencucian uang  membuat pemerintah Indonesia mengambil tindakan tegas dan menyusun strategi nasional pencegahan dan pemberantasan TPPU. Pengundangan Undnag-undang Nomor [–] tahun 2010 merupakan bukti nyata bahwa pemerintah secara serius berupaya menekan perkembangan TPPU di Indonesia

Lembaga keuangan yang seringkali menjadi sasaran TPPU diharapkan mempunyai peran yang signifikan dalam upaya mencegah dan memberantas TPPU. Oleh karena itu pemahaman terhadap aspek hukum, kerangka regulasi serta metode dan strategi pencegahan dan pemberantasan TPPU adalah suatu hal yang sangat penting.

Workshop ini telah didesaian secara khusus untuk memberikan pelatihan komprehensif untuk memahami aspek teoritis dan praktis baik dari segi pemahaman hukum, regulasi dan kebijakan serta praktek kepatuhan dalam rangka pencegahan TPPU.



TUJUAN TRAINING PENCEGAHAN PENCUCIAN UANG

Pelatihan ini  memberikan informasi komprehensif  tentang aspek hukum Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) serta mekanisme pencegahan dan pemberantasannya. Dengan didukung oleh fasilitator dan pengajar yang ahli dan pengalaman membuat workshop ini layak diikuti untuk memahami bagaimana mekanisme pencegahan dan pemberantasan TPPU dan bagaimana peran lembaga keuangan dalam pencegahan dan pemberantasan TPPU



MATERI TRAINING PENCEGAHAN PENCUCIAN UANG

  1. AntiMoney Laundrey : Comprehensive Understanding
  • Definisi pencucian uang
  • Metode dan tahapan praktik-praktik Pencucian uang
  • Latar belakang praktek pencucian uang
  • Alasan kriminalisasi pencucian uang
  • Rezim anti pencucian uang dan pendanaan terorisme
  1. Tindak Pidana Pencucian Uang (Undang-undang TPPU No. 8 Tahun 2010
  • Pengertian tindak pidana pencucian uang
  • Tindak pidana asal
  • Tindak pidana pendanaan terorisme dan pencucian uang
  • Penegakan hukum perkara TPPU
  1. Ruang lingkup penanganan perkara TPPU
  2. Lembaga terkait dalam penegakan hukum TPPU
  3. Sanksi Pidana TPPU
  4. Rahasia Bank
  • Definisi rahasia bank
  • Kerangka regulasi rahasia bank
  • Kewajibaban merahasiakan
  • Rahasia bank dan kepentingan umum
  • Rahasia bank dan TPPU
  1. Lembaga Keuangan dan tanggung jawab pencegahan dan pemberantasan TPPU
  • Tanggung jawab lembaga keuangan terhadap potensi dan pencegahan serta pemberantasan TPPU
  • Transaksi Mencurigakan (Suspicious transaction)
  • Metode pelaporan
  • InternationalFund transfer instruction
  • Sanksi-sanksi terhadap lembaga keuangan terkait pelaporan potensi TPPU
  1. Kepatuhan dan mekanisme pencegahan TPPU oleh lembaga Keuangan
  • Pemahaman praktek Prinsip mengenal nasabah/pengguna jasa keuangan
  • Pengawasan terhadap implementasi Prinsip mengenal nasabah/pengguna jasa keuangan
  • Kepatuhan terhadap Pelaporan transaksi mencurigakan
  • Audit kepatuhan
  1. Case Study
  • Kasus-kasus terkait praktek dan motif pencucian uang
  • Pencucian uang dan pendanaan terorisme di Indonesia

Struktur Pembiayaan Syariah

Deskripsi Training Struktur Pembiayaan Syariah

Perbankan Syariah saat ini sedang booming, dimana pertumbuhannya diperkirakan lebih besar daripada pertumbuhan bank konvensional.

Untuk itu diperlukan SDM yang kompeten, khususnya di bidang Syariah Lending / Financing untuk mendukung pertumbuhan tersebut.

Pada dasarnya SDM di bidang Lending / Financing di perbankan umum telah mempunyai credit skill yang memadai untuk bekerja di bank syariah, hanya dibutuhkan pengetahuan tambahan mengenai skema dan cara membuat struktur pembiayaan yang cocok dengan regulasi syariah yang berlaku.

Tujuan :

Setelah selesai mengikuti Program ini, para peserta akan :

  1. Memiliki kemampuan mengidentifikasi akad dan skema yang dibutuhkan dalam rangka memenuhi customer need.
  2. Memiliki kemampuan membuat struktur fasilitas pembiayaan syariah berdasarkan akad dan skema yang cocok.
  3. Memiliki kemampuan membuat skema pricing dan repayment schedule dari pembiayaan syariah yang diberikan.

Outline Training Struktur Pembiayaan Syariah

  1. Pengenalan sistem operasional Bank Syariah
  2. Pengertian akad-akad yang lazim dan paling banyak digunakan dalam pembiayaan di Bank Syariah
  • Akad Murabahah
  • Akad Ijarah / IMBT
  • Akad Mudharabah
  • Akad Musyarakah
  1.  Identifikasi kapan akad-akad syariah tersebut digunakan, disesuaikan dengan kebutuhan pembiayaan nasabah
  2.  Menerapkan akad-akad syariah di dalam pembuatan struktur fasilitas pembiayaan syariah
  3.  Membuat perhitungan pricing dan repayment schedule sesuai dengan akad-akad syariah yang dipergunakan

ANTI FRAUD BANKING

DESKRIPSI TRAINING ANTI FRAUD BANKING

Dengan bertumbuhnya Bank – bank dunia pada umumnya dan di Indonesia khususnya, maka bank perlu menerapkan prinsip manajemen resiko berupa pengendalian internal dan pelaksanaan tata kelola yang baik / Good Corporate Governance ( GCG ) untuk menjaga segala bentuk asset yang merupakan milik bank dan juga dana masyarakat yang terkumpul yang selanjutnya diserahkan kepada pihak – pihak yang membutuhkan. Maka bank perlu melaksanakan langkah preventif untuk mencegah timubulnya tindak pidana perbankan yang di lakukan oleh karyawan, baik yang melaksanakan tindak pidana secara perorangan maupun melalui kerjasama dengan pihak luar.

       Salah satu langkah preventif mencegah timbulnya tindak pidana perbankan adalah dengan cara bank wajib menerapkan prinsip strategi anti fraud. Dengan demikian, maka setiap pihak akan merasa di awasi dalam tugasnya serta pihak lain juga akan merasa di awasi juga.

       Pererapan strategi anti fraud di lakukan dengan mempertimbangkan proses, dokumen dan data – data internal yang di miiki oleh bank serta data – data eskternal yang dalam hal ini dapat di lakukan dengan bekerjasama dengan pihak luar seperti aparat kepolisian. Oleh karena itu, dalam menerapkan strategi anti fraud di perlukan pengetahuan dan pengalaman atas tindak pidana yang yang sering terjadi di kalangan perbankan.

       Melalui Pelatihan ini, kami akan memberikan penjelasan yang terperinci dari kasus – kasus perbankan yang ada di akhir – akhir sekarang ini. Selain itu dalam pelatihan ini kami juga akan memberikan penjelasan atas latar belakang, pengertian, teknik identifikasi fraud serta cara penanganannya.



TUJUAN TRAINING ANTI FRAUD BANKING

Dengan mengikuti Pelatihan ini, maka kami mengharapkan peserta dapat:

  • Mengetehui kasus – kasus yang biasa terjadi dalam dunia perbankan baik secara global dan spesifik.
  • Meningkatkan pemahaman dan kemampuan praktis peserta dalam penerapan manajemen risiko operasional.
  • Mengidentifikasi tindak pidana yang di lakukan oleh oknum karyawan secara perorangan maupun fraud yang di lakukan bekerja sama dengan unit / divisi bahkan yang melibatkan ekternal secara sistematis.
  • Menerapkan strategi anti fraud dan mampu mengantisipasi fraud dari sedini mungkin serta di harapkan dapat menangani tindak pidana yang terjadi.
  • Mengenali modus – modus tindak kecurangan yang biasa terjadi
  • Mengidentifikasi kemungkinan oknum/ pelaku kecurangan
  • Melakukan pencegahan penipuan sebelum terjadi
  • Membuat Pelaporan temuan atas prosedur tindak kecurangan



MATERI TRAINING ANTI FRAUD BANKING

A. TOPIK COVERAGE

  • Pengertian fraud
  • Jenis – jenis fraud
  • Know Your Employee
  • Pengertian tindak pidana perbankan
  • Penanganan kasus tindak pidana perbankan
  • Kasus – kasus tindak pidana perbankan

B. Mengenali jenis – jenis kegagalan operasional bank

  • People risk
  • Process risk (model, transaksi, dan kegiatan operasional )
  • System and technology risk
  • External party risk
  • Natural disaster risk.

C. Faktor – faktor yang menyebebkan peluang Fraud pada Bank

D. Strategi Anti Fraud

  • Konsep strategi anti fraud
  • Early Warning Sign
  • Fraud Detection

E. Cara Mendeteksi Fraud pada aktifitas perbankan

F. Peran BI dan PPATK dalam antisipasi terjadinya Fraud

G. Solusi menghadapi Fraud

  • Litigasi
  • Penelusuran aliran dana
  • Penyediaan data

H. Reporting Fraud Procedures

I. Contoh – contoh Kasus Fraud

  • Fraud di bidang kredit
  • Fraud di bidang operation
  • Fraud di bidang IT

FUNGSI KEPATUHAN, PERBAIKAN KERANGKA PROSEDUR DAN IDENTIFIKASI KINERJA

DESKRIPSI FUNGSI KEPATUHAN, PERBAIKAN KERANGKA PROSEDUR DAN IDENTIFIKASI KINERJA

Bank sebagai lembaga yang highly regulated wajib memastikan seluruh regulasi, baik yang diterbitkan OJK maupun BI dapat dijalankan dengan benar, mengedepankan fungsi preventif, dan memiliki target kinerja yang terukur. Idealnya, divisi/unit ini terdiri dari individu-individu yang menguasai dan memahami seluk beluk regulasi, baik dalam tata cara penanganannya maupun mengantisipasinya sehingga dengan potensi sanksi/pinalti/denda yang ditetapkan dalam aturan tersebut. Seluruh potensi risiko tersebut dapat dikendalikan jika proses pemahaman dan sosialisasi berjalan sebagaimana mestinya.

TUJUAN FUNGSI KEPATUHAN, PERBAIKAN KERANGKA PROSEDUR DAN IDENTIFIKASI KINERJA

  1. Memperoleh masukan (perbaikan) untuk penyempurnaan SOP Kepatuhan.
  2. Mencegah terjadinya kegagalan/kelalaian bank memenuhi regulasi yang berlaku.
  3. Secara strategis mampu melakukan pemetaan (pembentukan kelompok) regulasi (BI dan OJK) yang memiliki dampak tertentu, khususnya yang berdampak signifikan secara finansial (denda) sampai dengan yang bersifat normatif.
  4. Peserta dapat melakukan pengawasan yang stratejik, yaitu melalui profiling karakter regulasi, dimulai dari yang sangat sederhana sampai dengan mengandung unsur self assessment.

MATERI FUNGSI KEPATUHAN, PERBAIKAN KERANGKA PROSEDUR DAN IDENTIFIKASI KINERJA

  1. Esensi Fungsi Kepatuhan dan Manfaat Terbentuknya
  2. Pemetaan Regulasi Berdasarkan Risiko dan Urgensinya:
    1. Kategori Regulasi: Penting dan Mendesak
      Bank wajib memahami secara utuh dan mendalam regulasi yang tergolong dalam kategori ini, baik bentuk implementasi, laporan, dan sanksinya, selain itu harus mampu disosialisasikan dengan sempurna kepada para pihak terkait. Regulasi ini wajib dipantau secara rutin (setiap hari/minggu/bulan) guna mencegah kegagalan implementasinya.
    2. Kategori Regulasi: Penting dan Tidak Mendesak
      Bank wajib memahami secara utuh dan mendalam regulasi yang tergolong dalam kategori ini, tetapi memiliki ruang waktu dan ruang implementasi yang relatif masih leluasa sehingga dapat direncanakan lebih berhati-hati dan disesuaikan dengan jadwal unit/divisi terkait. Review implementasi regulasi dapat dilakukan setiap bulan/ triwulan/semester.
    3. Kategori Regulasi: Kurang Penting dan Mendesak
      Kategori ini memberikan informasi regulasi yang mendesak untuk dilaksanakan tetapi memiliki dampak yang relatif tidak signifikan, baik bagi kesehatan bank dan besaran risiko/sanksinya.
    4. Kategori Regulasi: Tidak Penting dan Tidak Mendesak
      Kategori ini relatif berbeda-beda untuk setiap bank, sangat ditentukan dengan syarat tertentu yang harus dipenuhinya, misalnya sesuai dengan kelompok BUKU bank, jenis (kepemilikan), dan faktor-faktor lainnya sehingga regulasi pada kelompok ini dapat saja diabaikan (sekedar untuk diketahui).
  3. Analisa Struktur Prosedur Kerja (SOP) dalam Divisi Kepatuhan
    1. Kerangka (outline) yang wajib dipenuhi
    2. Sub/Bagian yang wajib diperhatikan agar konsisten disempurnakan
    3. Contoh Draft SOP Kepatuhan
  4. Alat Ukur Kinerja Divisi Kepatuhan dan Cara Sederhana Pengukurannya

Manajemen Risiko Operasional Bank

Deskripsi

Ancaman yang muncul dari dan terhadap kegiatan operasional bank dapat dipicu oleh berbagai faktor baik internal maupun ekstenal.  Peristiwa potensial seperti penyalahgunaan wewenang (fraud), kegagalan sistem teknologi informasi, standar proses operasi yang belum sesuai dengan peraturan/regulasi yang berlaku, dan kejahatan pihak eksternal terhadap bank jika tidak identifikasi dan dikelola dengan baik dapat menimbulkan permasalahan yang berat bahkan bencana bagi bank.

Risiko operasional sebenarnya lazim dihadapi berbagai lembaga keuangan termasuk bank, namun jenis risiko ini baru mendapatkan perhatian luas setelah dimasukan ke dalam kerangka regulasi Basel II. Manajemen risiko yang terkait dengan risiko operasional ini dikenal sebagai manajemen risiko operasional.  Seiring dengan itu, terdapat kebutuhan akan pemahaman yang memadai dan komprehensif mengenai manajemen risiko operasional.

Workshop dua hari ini dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut di atas dengan tujuan dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan praktis peserta dalam penerapan manajemen risiko operasional.

Garis Besar Program Manajemen Risiko Operasional

  1. Pengertian tentang Risiko dan Risiko Operasional
  2. Kasus-kasus Perbankan terkait Risiko Operasional
  3. Mengenali Jenis-jenis Kegagalan Operasional Bank: people risk, process risk (model, transaksi, dan kegiatan operasional), system and technology risk, external party risk, dan natural disaster risk.
  4. Elemen-elemen Utama Manajemen Risiko Operasional: Kebijakan, identifikasi, proses bisnis, metode pengukuran, manajemen eksposur, pelaporan, analisis risiko, dan economic capital.
  5. Risiko Operasional dan Risk Capital.
  6. Model-model Risiko Operasional berbasis Basel II: Basic Indicator, Standardized Approach, dan Advanced Measurement Approach (AMA).
  7. Value-at-Risk (VAR) for Operational Risk
  8. Risk and Control Self-Assessment (RCSA): Arti penting, pendekatan, dan pelaksanaan RCSA yang efektif
  9. Strategi Mitigasi Risiko Operasional: risk prevention dan risk reduction program.
  10. Operational risk reporting and profiling


Internet Banking

Training Descriptions Internet Banking

The Internet banking Program is a unique opportunity designed to expand the participants’ knowledge and skills of the world’s newest electronic frontier. . . the Internet. The program provides participants’ with a two days training course on how to access, search, retrieve and post Internet Banking  information. The participants’ then apply their training by sharing it with others in their community.

Internet Banking participants will learn how to use the “information superhighway,” then teach people in their community what the Internet offers and how to access, search and retrieve banking  information.

As the Internet becomes an integral part of our culture and society, the skills to use it become as necessary as knowing how to drive. Internet Banking can help bring participants up to speed.

Training Objectives Internet Banking

The  Internet Banking training  sessions shall provide the participants on the use of the Internet with application on the banking services.

Active Internet Banking participants will have opportunities for future training to expand their knowledge and keep up to date on the ever-changing Internet technology.

Internet Banking participants  report that this learning increases even more as they teach others what they have learned.  This is considered one of the greatest benefits of the program.

  1. Have thorough understanding of   Internet Banking within the scope  and framework of  Information System Management
  2. Enhanced knowledge and skill in dealing with the operational issues as related to internet services within day-to-day banking operation
  3. Enhanced the horizon in IT Banking  system by applying the concept and philosophy of Information System Management
  4. Capability in understanding IT services and Internet Banking Services  and establishing the performance measures on the services
  5.  Capability  to contribute ideas for the set up development framework of the Information System and  its implementation as related to Internet banking Services

Course Content Internet Banking

Session 1

  • Welcome Session
  • What is the Internet ?
  • What is the Internet  Banking?
  • E-mail
  • How e-mail works
  • Using e-mail
  • E-mail using Eudora
  • Internet Mailing Lists
    NewsGroups

Session2

  •  Introduction to the World Wide Web (WWW)
  • Using browsers – Netscape and Explorer
  • Searching
  • Evaluating information you find

Session 3

  • Learning Style
  • Volunteer Plan
  • Volunteer Opportunities

Session 4

  • Explorer File Manager
  • Searching for Software
  • Downloading files
  • Virus Protection
  • Compressing & decompressing files
  • Encoding & decoding

Session 5

  • Web pages – Introduction
  • Basic HTML
  • Web Editing
  •  Netscape Composer
  •  FrontPage Express
  • Web Page Design

Session 6

  • Web Pages
  •  Adding sound
  •   Look at class web pages
  •  Working with images
  •  FTP
  • Plug-ins

Session 7

  • Offline Browsing
  • Shopping and selling on the Internet
  • Internet Banking
  • Getting connected
  • Evaluating a provider

Session 8

  • Answering questions
  • Role Play
  • Where do we go from here?
  • Evaluation

Coal and Mineral Mining Law

Deskripsi  Training Coal and Mineral Mining Law

Indonesia merupakan negara produsen batubara terbesar ketujuh di dunia, bahkan sejak tahun 2006 Indonesia menjadi ekportir batubara nomor dua terbesar di dunia setelah Australia. Konsumsi batubara dalam negeri pun terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Namun demikian potensi batubara Indonesia masih sangat tinggi karena masih banyak cadangan yang ada yang menunggu untuk dieksploitasi. Hal ini membuat potensi dan peluang bisnis di sektor pertambangan batubara (coal) di Indonesia masih sangat menjanjikan.

Oleh karenanya, regulasi pertambangan minerba yang mampu menjawab permasalahan aktual seputar usaha pertambangan minerba mutlak diperlukan. Hal ini dijawab oleh Pemerintah dengan mengeluarkan UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (coal and mineral mining), sebagai pengganti dari UU No. 11 Tahun 1967 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pertambangan yang dinilai sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Peraturan pelaksana UU No. 4 Tahun 2009 juga telah dikeluarkan pada awal tahun 2010.

Dengan dikeluarkannya berbagai regulasi baru yang mengatur sektor pertambangan minerba, maka pelaku usaha pertambangan minerba dituntut untuk memahami peraturan-peraturan tersebut agar terhindar dari permasalahan hukum yang mungkin timbul. Selain itu, pelaku usaha pertambangan juga dituntut untuk mampu melakukan studi kelayakan hukum suatu usaha pertambangan minerba serta mampu menyusun kontrak-kontrak kerjasama yang menguntungkan, mengingat persaingan di sektor ini yang semakin ketat.

Tujuan Training Coal and Mineral Mining Law

  1. Peserta mengetahui berbagai regulasi yang mengatur bidang pertambangan mineral dan batubara
  2. Peserta memahami kontrak-kontrak/perijinan di bidang pertambangan mineral dan batubara
  3. Peserta memahami hak dan kewajiban pemegang ijin pertambangan serta peran dan kewenangan Pemerintah dan Pemerintah Daerah
  4. Peserta mampu mengidentifikasi potensi sengketa di bidang pertambangan mineral dan batubara dan alternatif penyelesaiannya

 

Materi Training Coal and Mineral Mining Law

1. Ruang lingkup Hukum Pertambangan Mineral dan Batubara (Coal and Mineral Mining Law) di Indonesia

  • Prinsip-prinsip/Asas-Asas Hukum Pertambangan
  • Sumber-sumber hukum pertambangan di Indonesia
  • Aspek hukum lingkungan dan pertanahan dalam pengelolaan tambang

2. Undang-Undang No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara .

  • Hal-hal baru yang terkandung dalam UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara serta perbedaannya dengan UU sebelumnya
  • Jenis-jenis ijin usaha pertambangan minerba, ruang lingkup dan prosedur pengurusannya serta status kontrak pertambangan yang telah ada
  • Hak dan kewajiban pemegang ijin usaha pertambangan
  • Peran dan kewenangan Pemerintah dan Pemerintah Daerah dalam Pengelolaan Minerba

3. Pertambangan Mineral dan Batubara dalam Teori dan Praktek 

  • Implikasi hukum pemberlakuan UU No. 4 Tahun 2009  tentang Pertambangan Mineral dan Batubara terhadap usaha pertambangan
  • Legal Due Diligence dalam Transaksi di Bidang Pertambangan beserta Simulasinya
  • Transaksi-transaksi dalam bidang pertambangan
  • Jenis-jenis perjanjian terkait dengan transaksi di bidang pertambangan
  • Structuring terhadap transaksi-transaksi di bidang pertambangan
  • Contract drafting.

4. Penyelesaian Sengketa Kontrak Pertambangan Minerba dan Studi Kasus 

  • Potensi-Potensi Sengketa di Bidang Pertambangan
  • Penyelesaian sengketa pada umumnya (litigasi dan non-litigasi)
  • Studi Kasus Penyelesaian Sengketa terhadap pelanggaran Kontrak Pertambangan

Gas Tester Operator

Latar Belakang Training Gas Tester Operator:

Industri Migas, pertambangan, kimia dan petrokimia merupakan industry beresiko tinggi yang melibatkan berbagai bahan kimia berbahaya yaitu bahan Hidrokarbon yang beracun, mudah terbakar dan meledak. Oleh sebab itu, sudah menjadi suatu kewajiban bagi perusahaan untuk memberlakukan persyaratan dan standar keselamatan yang tinggi dalam proses operasi perminyakan khususnya dilingkungan instalasi kilang minyak, gas dan petrokimia. Salah satu penyebab kecelakaan yang sering terjadi pada lingkungan pengilangan adalah akibat pekerjaan pemeliharaan yang tidak memenuhi standar keselamatan khususnya pada beberapa daerah berbahaya dan beberapa critical point area yang menyangkut peralatan proses vital industry perminyakan. Training Operator Gas Tester ini dirancang untuk menjamin dan memberikan bekal pengetahuan dan kemampuan bagi karyawan pekerja yang ditunjuk untuk menguasai Gas Safety Inspector (GSI) bagi perusahaan tempat ia kerja, dalam hal ini pekerja tersebut dituntut untuk menguasai dan mampu menguasai safety precaution yang merupakan tindakan untuk menjamin keselamatan dan pengoperasian yang aman dengan tujuan keselamatan dan peralatan sebagai salah satu Upaya untuk mencegah Kecelakaan yang fatal.

 

Tujuan Program Training Gas Tester Operator:

  • Peserta memahami jenis dan sifat gas-gas berbahaya
  • Peserta memahami konsep terjadinya kebakaran dan ledakan gas
  • Peserta mampu melakukan identifikasi bahaya dan risiko gas berbahaya
  • Peserta mampu membuat system pengendalian gas berbahaya ditempat kerja
  • Peserta memahami konsep terjadinya kecelakaan kerja dan mampu menganalisa penyebab dan membuat laporan kecelakaan kerja.
  • Peserta memahami mekanisme ijin kerja
  • Peserta mampu melakukan inspeksi K3
  • Peserta memahami jenis-jenis alat ukur gas
  • Peserta mampu melakukan pengukuran gas

 

CAKUPAN MATERI TRAINING Gas Tester Operator:

  • Jenis dan sifat gas berbahaya
  • Konsep dasar terjadinya Kebakaran dan Ledakan Gas
  • Identifikasi Bahaya dan Risiko
  • Teknik Pengendalian Bahaya dan Risiko
  • Penyebab Kecelakaan Kerja
  • Teknik Analisa dan Pelaporan Kecelakaan Kerja
  • Sistem Ijin Kerja Aman (SIKA)
  • Teknik Inspeksi K3
  • Teknik Audit K3 ditempat kerja
  • Tugas & tanggung jawab GSI
  • Alat-alat gas test
  • Teknik melakukan gas test
  • Pemeliharaan alat gas test
  • Mekanisme Kalibrasi
  • Praktek pengukuran gas berbahaya

Drilling Rig Maintenance

Deskripsi Pelatihan Drilling Rig Maintenance

Pengeboran atau Drilling merupakan kegiatan dalam pertambangan yang menggunakan peralatan dengan investasi tinggi. Alat-alat tersebut memiliki peranan yang sangat vital dalam kegiatan produksi, oleh sebab itu, perawatan Drilling Rig sangat diperlukan guna mencegah timbulnya kerusakan pada saat beroperasi. Training ini akan memberikan pengetahuan mengenai hal-hal dasar yang berkaitan dengan operasi dan perawatan drilling rig, hingga pengelolaan dan perawatan drilling rig secara terpadu.



Tujuan Pelatihan Drilling Rig Maintenance

Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan peserta dapat:

  1. Memahami prosedur keselamatan kerja dalam operasi pemboran
  2. Memahami diskripsi komponen peralatan drilling rig secara komprehensif
  3. Memahami fungsi dari masing-masing komponen drilling rig
  4. Memahami dasar-dasar perhitungan pembebanan drilling rig dalam operasi pemboran
  5. Memahami pengertian dasar parameter-parameter pemboran
  6. Melakukan perhitungan-perhitungan secara cepat yang diperlukan dalam perencanaan sumur (well planning)
  7. Memahami manajemen perawatan drilling rig secara terpadu

 

Materi Pelatihan Drilling Rig Maintenance

1. Perencanaan Sumur (Well Planning)

  • • Perencanaan Sumur
  • • Klasifikasi Tipe Sumur
  • • Tekanan Formasi
  • • Perencanaan Biaya

2. Keselamatan Kerja Dalam Operasi Pengeboran
3. Tekanan Formasi

  • • Tekanan Formasi Normal
  • • Tekanan Abnormal
  • • Problem Pemboran yang Berkaitan dengan Tekanan Formasi
  • • Zona Transisi
  • • Perkiraan dan Pendeteksian Tekanan Abnormal

4. Perkiraan Gradien Rekah Formasi

  • • Well Planning
  • • Metoda Penentuan Gradien Rekah Formasi Secara Teoritis
  • • Metoda Penentuan Gradien Rekah Formasi Secara Praktis

5. Persiapan Operasi Pemboran

  • • Pendahuluan
  • • Pengiriman Peralatan
  • • Penunjukan Pekerja
  • • Mendirikan Derrick
  • • Peralatan Penunjang dan Pemasangannya
  • • Persiapan Akhir

6. Komponen- Komponen Rig

  • • Fungsi Tenaga (Power System)
  • • Fungsi Angkat (Hoisting System)
  • • Fungsi Sirkulasi (Circulating System)
  • • Fungsi Putar (Rotating System)
  • • Fungsi BOP (Well Control)

7. Vertical Well Drillstring Design

  • • Perhitungan Titik Netral
  • • Perhitungan Desain Drillstring

8. Lumpur Pemboran

  • • Pendahuluan
  • • Fungsi Lumpur Pemboran
  • • Sifat-sifat Fisik Lumpur
  • • Peralatan Sirkulasi Lumpur

9. Hidrolika Pemboran

  • • Rheologi Fluida Pemboran
  • • Kecepatan Alir Pompa
  • • Kehilangan Tekanan Pada Sistem Sirkulasi
  • • Pembahasan HP Tekanan dan Rate Pompa
  • • Bit Hydraulic

10. Casing Design

  • • Fungsi Casing
  • • Klasifikasi Casing
  • • Pembebanan yang Terjadi Pada Casing
  • • Perhingan Desain Casing

11. Manajemen Terpadu Perawatan Drilling Rig

  • • Penurunan Kapasitas Drilling Rig Terhadap Waktu Pemakaian
  • • Fungsi Angkat
  • • Fungsi Putar
  • • Fungsi Sirkulasi Lumpur
  • • Fungsi BOP

Drilling : Strategy To Handle Problem

Deskripsi

Proses pengeboran atau drilling terbilang cukup kompleks sehingga perusahan perminyakan dan gas bumi membutuhkan pekerja yang mampu menangani berbagai persoalan yang mungkin ditimbulkan dari proses pengeboran. Mulai dari perancangan, pengadaan, instalasi, proses operasi, perawatan, hingga evaluasi sistem pengeboran. Setiap proses tersebut memiliki potensi persoalan yang dapat menyulitkan proses bisnis perusahaan bila tidak ditangani dengan manajerial yang baik.  Oleh sebab itulah, perusahaan perlu membekali karyawannya dengan penguasaan kompetensi dan kualifikasi kerja yang dapat menangani, bahkan mencegah berbagai persoalan yang mungkin terjadi pada proses pengeboran. Mengetahui berbagai alternatif strategi untuk menyelesaikan persoalan di lapangan juga akan dapat memperkaya khazanah pemikiran perusahaan dan pekerja (knowledge management) dalam menangani permasalahan dengan baik.

Tujuan

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami  berbagai potensi persoalan yang dapat terjadi pada proses pengeboran (drilling)
  2. Mengidentifikasi persoalan dan merancang solusi dari persoalan tersebut

Materi Training Drilling : Strategy To Handle Problem

  1. Ruang lingkup persoalan drilling (pengeboran)Pemetaan berbagai aspek persoalan drilling
  2. Peraturan tambang Migas dan panas bumi
  3. Penerapan K3 dan sistem identifikasi bahaya di tempat kerja pengeboran
  4. Proteksi bahaya kebakaran di wilayah kerja
  5. Sistem proteksi dini semburan liar (blowout preventation system)
  6. Maintenance peralatan drilling
  7. Mengoperasikan dan maintenance pompa lumpur
  8. Persoalan pengeboran inti (conventional coring)
  9. Disain dan persoalan pipa selubung (casing) dan penyemenan
  10. Mengoperasikan sistem peralatan pengangkat (hoisting system), peralatan putar (rotating system), dan peralatan sirkulasi (circulating  system) yang ada pada drilling rig
  11. Studi kasus penyelesaian persoalan di sektor pengeboran

SAND PRODUCTION IN OIL AND GAS MINING

DESKRIPSI SAND PRODUCTION IN OIL AND GAS MINING

Pasir merupakan persoalan yang umum dan sering ditemui pada sumur-sumur minyak di Indonesia. Hampir 70 persen kesuksesan pertambangan minyak dan gas ditentukan oleh kemampuan perusahaan untuk menangani persoalan pasir. Persoalan pasir yang tidak tertangani dengan baik dapat mengakibatkan produksi sumur menjadi turun dan mengganggu stabilitas kinerja lifting. Apabila terjadi kondisi tersebut, perusahaan tentu akan mengalami kerugian dan menyebabkan penurunan. Berbagai macam cara telah dilakukan perusahaan untuk mencoba menangani persoalan ini, akan tetapi beberapa langkah yang diimplementasikan akan menyebabkan ketidakefektifan dan ketidakefesiensian proses produksi pengangkutan hidrokarbon. Oleh sebab itulah, perusahaan pertambangan minyak dan gas perlu mengetahui berbagai macam teknik dan strategi untuk mengatasi persoalan pasir untuk dapat mengangkut hidrokarbon dalam volume yang seoptimal mungkin dengan tetap mempertimbangkan efesiensi biaya produksi.

TUJUAN SAND PRODUCTION IN OIL AND GAS MINING

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Mengidentifikasi persoalan pasir yang terjadi di lapangan sumur minyak
  2. Memahami berbagai teknik yang dapat dilakukan perusahaan untuk dapat menangani persoalan pasir di pertambangan minyak dan gas

 

MATERI SAND PRODUCTION IN OIL AND GAS MINING

  1. Identifikasi persoalan pasir yang terdapat di sumur pertambangan
  2. Monitoring konsentrasi pasir
  3. Desain Sand control
  4. Studi evaluasi Strategi pump-off
  5. Studi evaluasi Polyurethane Injection
  6. Studi evaluasi Sand Consolidation
  7. Studi evaluasi Sand Clean-Up
  8. Studi evaluasi Sand-Facturing
  9. Sand control equipment (Spesification, selection, design, installation and Operation)
  10. Studi kasus

PENGUJIAN BATUBARA

Deskripsi

Perbedaan kualitas pada batubara menyebabkan kegunaannya menjadi berbeda-beda. Maka dari itu, diperlukan pengujian batubara agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan di dunia internasional yaitu Coal Standards and Gas Standards dari American Socienty for Testing and Material (ASTM). Selain itu, diperlukan pemahaman dalam teknik pengambilan sampel dari stockpile yang dapat mereprenstasikan populasi dari batubara yang dikirimkan ke pengguna sehingga penggunaan batubara tersebut tidak mengecewakan konsumen. Training ini akan membahas mengenai bagaimana pengujian batu bara yang dapat dilakukan.

 

TUJUAN TRAINING PENGUJIAN BATUBARA

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Melakukan analisis pengujian batubara berdasarkan standar ASTM
  2. Memiliki keahlian untuk mengklasifikasi batubara berdasarkan uji yang dilakukan
  3. Memiliki kemampuan dalam menyusun laporan pengujian batubara



MATERI TRAINING PENGUJIAN BATUBARA

  1. Ruang lingkup analisis pengujian batubara
  2. Regulasi analisis pengujian batubara (Internasional & Nasional)
  3. Komposisi batubara dan efeknya pada pengujian batubara
  4. Teknik pengambilan sampel
  5. Pengeringan udara & Memperkecil ukuran butir
  6. Analisis proksimat
  7. Analisis ultimat
  8. Analisis bentuk belerang
  9. Pengujian nilai kalor
  10. Pemeriksanaan secara visual
  11. Perhitungan kandungan produk
  12. Penyusunan laporan/sertifikat
  13. Best practice penerapan analisis pengujian batubara

ALAT BERAT PERTAMBANGAN

DESKRIPSI TRAINING ALAT BERAT PERTAMBANGAN

Dalam rangka memaksimalkan proses operasi produksi di bisnis pertambangan, perusahaan pertambangan memerlukan pengetahuan mendalam terkait dengan alat-alat berat yang digunakan di lapangan. Perkembangan teknologi yang kian berkembang juga mengharuskan perusahaan untuk senatiasa mengupdate informasi sehingga perusahaan dapat mengambil manfaat dengan proses kerja yang lebih efesien. Selain itu, nilai ekonomis pada alat-alat berat tentunya mengharuskan adanya pergantian alat yang dapat diambilkan pula dari pengetahuan tersebut. Selain itu, semakin detail perusahaan mengerti alat berat pertambangan dapat menguatkan sisi penguasaan teknologi perusahaan. Penurunan kualitas pada alat berat juga dapat ditanggulangi apabila perusahaan mengetahui teknik maintenance yang efektif. Selain bermanfaat untuk mempermudah proses operasi produksi di perusahaan pertambangan, hal tersebut juga berguna bagi perusahaan sehingga mengetahui teknik untuk menanggulangi terjadinya kecelakaan. Training ini akan memberikan pemahaman mengenai manfaat alat berat yang digunakan dalam pertambangan serta teknik-teknik perawatan alat berat tersebut.



TUJUAN DAN MANFAAT TRAINING ALAT BERAT PERTAMBANGAN

Dengan mengikuti training ini diharapkan peserta dapat:

  1. Memberikan pengetahuan pada teknologi mendasar dan terbarukan pada alat berat pertambangan
  2. Memberikan kecakapan untuk menilai kebutuhan pada proses operasi produksi pertambangan
  3. Memberikan best practice penggunaan alat berat pertambangan

 

MATERI TRAINING ALAT BERAT PERTAMBANGAN

  1. Dasar-dasar pemanfaatan alat berat
  2. Jenis-jenis alat berat
  3. Kegunaan alat berat di perusahaan pertambangan
  4. Identifikasi kebutuhan alat berat
  5. Maintenance pada alat berat pertambangan
  6. Pengetahuan pada bahan bakar alat berat pertambangan
  7. Proses instalasi alat berat pertambangan
  8. Spare part alat berat pertambangan
  9. Sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja
  10. Best practice pada purchasing, controlling and maintenance alat berat pertambangan

COAL HANDLING

DESKRIPSI TRAINING COAL HANDLING

Sifat kimiawi yang terdapat pada batubara dapat menyebabkan batubara terbakar sendiri, menimbulkan ledakan dan menimbulkan pencemaran. Proses pengolahan batubara yang dimulai dari penambangan sampai ke konsumen tentu akan mengalami coal handling atau proses perpindahan yang apabila tidak dijaga dengan baik tentu dapat membahayakan pekerja dan lingkungan sekitar. Selain itu, penanganan batubara (coal handling) yang tidak tepat dapat menyebabkan penurunan kualitas yang secara sistematik akan turut menurunkan harga jual. Oleh sebab itu, untuk menjaga kualitas dan harga dari batubara yang dijual maka perusahaan perlu memperhatikan berbagai teknik coal handling yang dapat diimplementasikan. Dan untuk mendukung coal handling yang efektif, maka perusahaan perlu mengetahui bagaimana mendesain kedekatan conveyor, penyimpanan (storage), sistem loading dan unloading serta mendesain bagaimana metode yag tepat untuk memaksimalkan proses operasi yang efisien sembari meminimalkan degradasi kualitas batubara. Training ini akan memberikan pengetahuan mengenai penanganan batubara (coal handling)



TUJUAN DAN MANFAAT TRAINING COAL HANDLING

Dengan mengikuti training ini diharapkan peserta dapat:

  1. Memberikan kompetensi untuk melaksanakan coal handling yang efektif dan efesien
  2. Memiliki kemampuan problem solving dalam persoalan coal handling
  3. Memberikan gambaran best practice penerapan coal handling di perusahaan besar

 

MATERI TRAINING COAL HANDLING

  1. Ruang lingkup coal handling di perusahaan
  2. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan coal handling
  3. Desain infrastruktur yang efektif dan efisien
  4. Material separation and dust management
  5. Conveyor technologies for coal handling
  6. Desain stockpile yang mendukung keberhasilan coal handling
  7. Control system design
  8. Studi kasus persoalan yang sering terjadi di persoalan coal handling
  1. Best practice penerapan coal handling

GEOSTATISTIK : Applied Mining Geostatistics

DESKRIPSI TRAINING GEOSTATISTIK

Geo-statistik yang dikembangkan oleh Prof George Matheron pada tahun 1960, telah banyak diterapkan dalam industri pertambangan. Geostatistik digunakan untuk melakukan evaluasi sumber daya mineral dan melakukan pemodelan. Metode geo-statistik mempertimbangkan tata ruang yang diwakili oleh Model variogram dalam metode estimasi seperti poligonal, pengelompokan segitiga, persegi inverse distance, titik terdekat, dll. Selain itu, parameter model variogram juga dapat digunakan untuk mengoptimalkan pola pengeboran atau sebagai alat penentuan daerah titik sampel.

Sedangkan metode Kriging yang merupakan metode geo-statistik yang paling terkenal , banyak digunakan untuk estimasi cadangan, dan telah dikenal sebagai BIRU (Best Linear Unbiased Estimator). Selain kriging, ada juga metode geo-statistik lain yang digunakan guna melakukan karakterisasi spasial dan pemodelan sumber daya alam seperti simulasi kondisional. Geo-statistik juga dapat memanfaatkan untuk mengevaluasi mineral klasifikasi cadangan.



TUJUAN TRAINING GEOSTATISTIK 

Setelah  mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan mampu :

  1. Memahami konsep regionalisasi variabel yaitu prinsip metode geostatistik, analisis dan interpretasi variogram.
  2. Memahami prinsip metode kriging dan aplikasinya guna pemodelan sumber daya dan estimasi cadangan.
  3. Melakukan pengenalan prinsip simulasi geostatistik dan penerapannya dalam evaluasi sumber daya alam.

 

MATERI TRAINING GEOSTATISTIK

  1. Definisi dan aplikasi statistik dalam pertambangan
  2. Konsep variabel regionalisasi dan variogram eksperimental
  3. Analisis model variogaram dan interpretasinya
  4. Metode estimasi cadangan konvensional
  5. Varian dispersi dan varians estimasi
  6. Prinsip metode kriging dan aplikasinya
  7. Pendahuluan tentang metode deterministic
  8. Simulasi geostatistik dan Analisis ketidakpastian
  9. Klasifikasi Cadangan berdasarkan metode geostatistik
  10. Studi kasus

Hidrolika Saluran Terbuka

Deskripsi Training Hidrolika Saluran Terbuka

Hidrolika merupakan ilmu terapan dari teknik sipil yang mempelajari tentang perilaku zat cair. Pada umumnya konsep hidrolika digunakan untuk karakteristik saluran buatan seperti saluran irigasi, gorong-gorong dan kanal. Namun konsep hidrolika dapat juga diterapkan sama baiknya pada saluran alam. Tujuan hidrolika adalah untuk membantu dan memberi jawaban atas persoalan-persoalan didalam kehidupan seperti memanfaatkan energi air dan lalu lintas air. Banyak manfaat yang diperoleh dari pemanfaatan ilmu hidrolika, salah satunya bangunan penutup air pada bendungan sehingga dapat diatur seberapa besar air yang ditahan dan dialirkan.

Tujuan Training Hidrolika Saluran Terbuka

Setelah mengikuti training ini peserta diharapkan dapat memahami pengaliran air pada saluran terbuka dan melakukan analisisnya.

 

Materi Training Hidrolika Saluran Terbuka

  1. Prinsip dasar aliran
  2. Klasifikasi aliran
  3. Persamaan kontinuitas
  4. Persamaan energy
  5. Persamaan momentum
  6. Tegangan geser
  7. Distribusi kecepatan pada tambang vertikal
  8. Persamaan kecepatan empiris
  9. Energi spesifik dan gaya spesifik
  10. Aliran permanen tidak beraturan
  11. Loncat air dan aliran melalui peluap
  12. Model dan analisis dimensi
  13. Aspek lingkungan dalam hidrolika terbuka

 

Geologi Teknik

Deskripsi Training Pengantar Geologi Teknik

Geologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang bumi. Dengan ilmu geologi kita dapat mengetahui tentang lapisan-lapisan yang membentuk bumi seperti lapisan atmosfer dan lapisan lithosfer. Dalam training pengantar geologi teknik, materi akan dibatasi pada lapisan lithosfer (batuan).

Tujuan Training Pengantar Geologi Teknik

Setelah mengikuti training ini peserta diharapkan mampu memahami tanah, batuan sebagai bahan konstruksi teknik sipil, struktur geologi tanah, sesar, joint serta asal tanah dan batuan.

 

Materi Training Pengantar Geologi Teknik

  1. Pendahuluan pengantar geologi teknik
  2. Geologi untuk teknik sipil
  3. Siklus geologi
  4. Batuan beku dan proses permukaan
  5. Batan sedimen dan batuan metamorf
  6. Struktur geologi
  7. Peta geologi dan potongan
  8. Interpretasi peta geologi
  9. Lempeng tektonik dan bencan (gempa, gunung api)
  10. Batuan di Indonesia
  11. Pelapukan dan tanah
  12. Dataran banjir dan aluvium
  13. Deposit glasial
  14. Iklim wilayah dan karakteristik geologi setempat
  15. Kekuatan batuan dan massa batuan
  16. Penurunan lahan
  17. Batu dan agregat

PUMP AND COMPRESSOR : OPERATION, MAINTENANCE & TROUBLESHOOTING

TRAINING OBJECTIVE PUMP AND COMPRESSOR : OPERATION, MAINTENANCE & TROUBLESHOOTING

After completion of the course, the participants should be able to describe and demonstrate thoroughly of Pump and compressor. Identify component by names, operation, maintenance and inspection. Describe the proper care, removal alignment and installation of Pump & compressor and their accessories.

TRAINING MATERIAL OUTLINE PUMP AND COMPRESSOR : OPERATION, MAINTENANCE & TROUBLESHOOTING

1.    Fundamental of fluid mechanics and thermodynamic

  • Properties of fluids
  • Measurement unit
  • Basic of fluids dynamic
  • Energy losses in pipe installation
  • The gas Laws
  • Specific Heat
  • Compression process
  • Compression Work
  • Multistage compression

2.    Pressure loss at gas pipe installation

  • Definition and accuracy
  • Factors to estimate friction loss
  • Pressure gradient in pipe
  • Fitting pressure loss
  • Flexible pipe pressure loss

3.    Pump Classification & Construction

  • Pump Classification
  • Pump construction and components

4.    Pump Installation & Operation

  • Head or energy requirement of the installation
  • The principle of energy transfer in centrifugal pump
  • Characteristic of pump and its installation (Capacity, Head, and Efficiency)
  • Combination of pump and installation
  • Pump specification
  • Pump selection based on capacity, head, and efficiency
  • Pump arrangement; series and parallel
  • Suction analysis (Cavitation and NPSH)

5.    Pump Maintenance and Troubleshooting.
6.    Fundamental Theory of Compressor

  • Compressor development history
  •  Compressor classification
  • Compressor work cycle
  • Centrifugal compressor
  • Head, losses and efficiency
  • Characteristic at each speed
  • Compressor installation

7.    Dynamic Compressor

  • Performance & condition definition
  • Type of centrifugal compressor
  • Package assembly
  • Multi casing unit
  • Centrifugal compressor application
  • Characteristic of centrifugal compressor
  • General detail of centrifugal compressor
  • Pressure ratio and centrifugal characteristic curve
  • Control of capacity
  • Inner gear air centrifugal compressor
  • Axial flow compressor

8.    Positive Displacement Compressor

  • Application of theory
  • Reciprocating compressor

9.    Compressor Installation, Operation and Maintenance

  • Installation
  • Field testing
  • Operation
  • Inspection and maintenance

OIL AND GAS HANDLING FACILITIES

TRAINING OBJECTIVE:

Kursus Oil and Gas Handling dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman fasilitas handling untuk minyak dan gas. Pembahasan akan dimulai sejak minyak dan gas dari wellheads, manifolds, transportasi melalui pipeline hingga ke fasilitas pengolahan minyak dan gas. Pada pelatihan ini juga akan dibahas mengenai sifat dan karakteristik minyak dan gas, perbedaan antara keduanya yang dapat menjadi dasari pengetahuan untuk penanganan (handling) terhadap minyak dan gas. Hal-hal yang berkenaan dengan perawatan terhadap handling facilities juga akan ditinjau dalam pelatihan ini. Secara umum setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan akan mendapatkan tambahan pengetahuan dan pemahaman menyeluruh mengenai oil and gas handling facilities.



TRAINING MATERIAL OUTLINE OIL AND GAS HANDLING FACILITIES:

  1. Introduction to Oil and Gas Handling Facilities
  2. Hydrocarbon Properties & Characteristics
    1. molecular weight,
    2. heat of combustion,
    3. heat of vaporization, etc
  3. Oil and Gas Specification
    1. LNG,
    2. LPG,
    3. condensate, gasoline, kerosene, etc
  4. Oil and Gas Transportation
    1. pipeline system,
    2. hydraulic calculation,
    3. line sizing, etc
  5. Crude Oil Separation
    1. oil-gas-water separation,
    2. KO drum, etc
  6. Wellheads and Manifold/Gathering
  7. Oil and Gas Storage
    1. tank,
    2. vessel, etc
  8. Handling Facilities in Oil & Gas Plant
    1. conditioning,
    2. fractionation,
    3. heat exchanger,
    4. compression, etc
  9. MRS (Metering and Regulating System)
  10. Maintenance for Oil and Gas Handling Facilities
    1. risk base inspection,
    2. overview of corrosion control, etc
  11. Discussion and Case Study.

GAS PROCESSING AND EQUIPMENT

TRAINING MATERIAL OUTLINE  GAS PROCESSING AND EQUIPMENT

  1. Hydrocarbon properties
  2. Hands-on Practice with HYSYS: Hydrocarbon Properties
  3. Amine processes (sweetening)
  4. Hands-on Practice with HYSYS: Sweetening
  5. Fractionation & Dehydration
  6. Fractionation & Hands-on Practice with HYSYS Case Study : Debutanizer/depropanizer
  7. Introduction to Process Equipment : Compressors + Hands on Practice with Hysis
  8. Introduction to Process Equipment : Heat Exchangers + Hands on Practice with Hysis
  9. Refrigeration
  10. Hands-on Practice with HYSYS Case Study : Refrigeration
  11. LPG Processing
  12. Hands-on Practice with HYSYS Case Study : LPG Processing
  13. Introduction to Mercury Garbed
  14. “Flash Calculation”: Theory and Hands-On Using HYSIS
  15. Full WellHead :  Allocation by component
  16. Dehydration
  17. Discussion

ULTRASONIC GAS FLOW METER

INTRODUCTION :

Although the ultrasonic meter has already been patented in 1928, its accuracy was very poor due to insufficient electronic and signal processing technology at that time. Digital signal processing has rapidly developed over the past 30 years which is a result of the significant advances in digital computer technology and integrated-circuit fabrication. This rapid development on digital electronic has brought significant improvement on the accuracy of ultrasonic transit time gas flowmeter. This type of  meter is commercially used for gas custody transfer application on 1994.
The American Gas Association (AGA) has issued a report on measurement of gas by multi-path ultrasonic meters. The report provides performance-based specifications and recommended practices for industrial use of ultrasonic metering.
In Indonesia, MIGAS approved the ultrasonic meter for custody transfer application in 1998. On January 30, 2001 the first multipath ultrasonic gas metering system in Indonesia was officially in operation as allocation meter at Anoa EGP project in West Natuna.
Unfortunately engineer/technicians in the field do not have enough knowledge and experienced about this kind of gas flowmeter. They need intensive training to know the basic theory and how the ultrasonic meter works. The Ultrasonic Gas Flow Meter Course  will provide participants with comprehensive information on ultrasonic gas flowmeter technology. During this-5 days course the participants will receive information on wave theory, acoustic and ultrasonic waves, ultrasonic measurement system, various type of ultrasonic flowmeter, the principle operation of  transit time ultrasonic gas flowmeter and its calibration. On the last day the participants will visit and carry out practical work at Ultrasonic Laboratory, Engineering Physics Department, Bandung Institute of Technology (ITB).

MATERIAL OUTLINE ULTRASONIC GAS FLOW METER:

1.    Wave Theory

  • Sinusoidal Wave
  • Wave Equation
  • Kind of Waves

2.    Acoustic Wave

  • Acoustic Impedance
  • Acoustic Intensity
  • Decibel Scale
  • Wave Reflection and Transmission
  • Wave Refraction  and Radiation
  • Wave Atenuation

3.    Ultrasonic Wave

  • Types of Ultrasonic Waves
  • Wave Propagation and  Radiation
  • Types of Ultrasonic Transducers
  • Ultrasonic Signals Waveform

4.    General Ultrasonic System

  • Transducer Unit
  • Transmitter and Receiver Unit
  • Measuring and Analyzer Unit
  • Processing Unit
  • Display Unit

5.    Ultrasonic Flowmeter

  • Beam Drift Method
  • Doppler Method
  • Vortex Shedding Method
  • Contra Propagating Method
  • Cross Correlation Method

6.    Ultrasonic Gas Flowmeter

  • Block Diagram
  • Principles of Operation
  • Singlepath Ultrasonic Gas Flowmeter
  • Multipath Ultrasonic Gas Flowmeter
  • Energy Measurement  using USM and Gas Chromatograph

7.    Maintenance of Ultrasonic Gas Flowmeter

  • Internal and External Diagnostics
  • Gain
  • Signal Quality (Transducer Performance)
  • Signal to Noise Ratio
  • Velocity Profile
  • Speed of Sound
  • Turbulence

8.    Calibration of Ultrasonic Gas Flowmeter

  • Dry and Wet Calibration
  • Pipeline Based Calibration System
  • Pressurized Loop Calibration System

9.    Laboratory Visit and Practical Works (at Ultrasonic Laboratory ITB)

GAS TESTING

TRAINING OVERVIEW GAS TESTING

Gas testing onvolves testing for oxygen, toxic and flammable gases using portable gas detection equipment and is an integral part of establishing safe system of work. The authorised gas testing (AGT) e-learning course covers: gas testing procedure and practices, the procedural requirements for gas testing, the teory of combustion, characteristics of gas mixtures and the use of portable gas testing equipment. The course provides the underpinning knowledge to support competence and when combined with the supplementary practical and workplace assessment, can provide a complete methode to achieve AGT certification.

TRAINING MATERIAL OUTLINE AUTHORISED GAS TESTING  :

introduction to gas testing

  • Aims
  • Introduction
  • What is gas testing
  • Why is gas testing carried out
  • Case study
  • Who carries out gas testing
  • When is gas testing carried out
  • Terminology
  • Abbreviations
  • summary

flammable gases

  • aims
  • the chemistry of fire
  • lower explosive limit
  • upper explosive limit
  • explosive range
  • common gases
  • explosions
  • explosions summary
  • summary

toxic gases

  • aims
  • toxic gases & vapours
  • workplace exposure lmit (WEL)
  • toxic gases
  • other toxic gases
  • detecting toxic gases
  • hydrogen sulphide (H2S)
  • characteristics of H2S
  • odour
  • concentration of H2S
  • effects of H2S on equipment
  • asphyxiants
  • long term health impacts
  • personal protective equipment – regulatory requirements
  • selecting PPE – controlling risks from hazardous gases
  • selecting PPE – fitting and ergonomic factors
  • use and maintenance of personal protective equipment

properties  of gases

  • aims
  • gas clouds movement
  • gas behaviour
  • physical prperties
  • relative density
  • velocity
  • temperature
  • pressure
  • dispersion
  • enclosed areas
  • outdoor areas and open structures
  • summary

portable gas detection equipment

  • aims
  • portable and personal gas detectors
  • types of portable and personal gas detectors
  • gas detector principles of operation
  • catalytic detectors – disadvantages
  • gas detectors principles of operation
  • infrared (IR) detectors – principles of operation
  • infrared (IR) detectors – advantages and disadvantages
  • inert atmospheres
  • portable gas detectors – sampling
  • when to use an aspirated detector
  • portable gas detectors – basic checks
  • portable gas detectors – general considerations
  • portable gas detectors – temperature effects
  • limitations of portable gas detectors
  • erratic indications
  • environments that affect readings
  • off-scale readings
  • aspirated detector tubes
  • aspirated detector tubes – operation
  • warning systems
  • flammable gas alarm limits
  • toxic gas alarm limits
  • oxygen  gas alarm limits
  • personal gas detectors
  • fixed gas detectors
  • fixed gas detectors – positioning
  • summary

gas testing procedures

  • aims
  • process plant
  • hazardous areas
  • zone 0
  • zone 1
  • zone 2
  • gas testing in support of work activities
  • the permit to work system – initial gas tests
  • the permit to work system – repeat gas tests
  • permit to work – continous gas monitoring
  • permit to work – validity of gas tests
  • practical gas testing
  • practical gas testing – evaluation
  • practical gas testing – considerations
  • practical gas testing – air movement
  • practical gas testing – HVAC flow paths
  • practical gas testing – dealing with a suspected leak
  • case study
  • limitations of protective systems
  • summary

ALIRAN PERMUKAAN UNTUK OIL SPILL (OIL FENCE)

TUJUAN TRAINING PEMBANGKITAN ALIRAN PERMUKAAN UNTUK OIL SPILL (OIL FENCE)

Setelah pelatihan peserta diharapkan dapat memahami dan mengerti cara-cara mengatasi / menangani tumpaha minyak di laut kalau terjadi kebocoran kapal tanker.

 

CAKUPAN MATERI TRAINING ALIRAN PERMUKAAN UNTUK OIL SPILL (OIL FENCE)

  1. Pendahuluan (teori dasar fluida dinamik, aliran hidrodinamik, aliran gelembung, aliran milti fase).
  2. Pembangkitan Aliran Permukaan (air – udara ; air – minyak ; air – udara – minyak )
  3. Pola Aliran Vertikal ( visualisasi pola aliran, trajectory munculnya gelembung tunggal, bentuk kontur gelembung ellipsoidal dan spherical).
  4. Pola kecepatan Aliran ( pola kecepatan aliran vertical, pola kecepatan aliran pada permukaan ).
  5. Fenomena Aliran Gelembung :
  • Fenomena yang terjadi di dekat injector (bubble generator).
  • Fenomena yang terjadi antara cairan dan gas ( air – gelembung udara)
  • Fenomena yang terjadi pada permukaan air – minyak.
  • Fenomena yang terjadi di sekeliling aliran gelembung vertical.

6. Grafik Hubungan laju alir udara, void fraction, kecepatan gelembungm dan diameter gelembung :

  • Grafik hubungan laju alir udara Vs diameter gelembung
  • Grafik hubungan laju alir udara Vs void fraction
  • Grafik hubungan laju alir udara Vs kecepatan gelembung
  • Grafik hubungan kecepatan gelembung Vs rasio jarak X/L
  • Grafik hubungan void fraction vs rasio jarak X/L

7. Cara-cara mengatasi tumpahan minyak di laut atau di danau

  • Studi Kasus

 

POMPA DAN KOMPRESOR

TUJUAN :

Setelah pelatihan peserta diharapkan dapat memahami teori dasar tentang Pompa dan Kompresor, dapat mengoprasikan, menginstalasi, merawat, dan memecahkan masalah yang timbul pada Pompa dan Kompresor.

 

CAKUPAN MATERI TRAINING POMPA DAN KOMPRESOR :

  1. Dasar-dasar Mekanika Fluida : ( Aliran fluida : laminar, turbulen, Persamaan konstinuitas, Bernoully, Head, NPSH, water hammer).
  2. Konsep Dasar Termodinamika : (tekanan, temperature, system terbuka, tertutup, proses & siklus, bentuk-bentuk energy, hukum termodinamika, balance enery).
  3. Dasar-dasar Pompa dan Kompresor
  4. Pompa Sentrifungal (Klasifikasi, konstruksi dan instalasi pompa, standar pompa).
  5. Pemilihan Pompa (diagram indicator pompa, grafik kinerja pompa)
  6. Instalasi pompa (pemasangan seri & parallel)
  7. Perawatan berkala pompa (harian, mingguan, bulanan, tiga bulanan, enam bulanan, tahunan, overhaul)
  8. Pompa Rotari dan Submersible (instalasi & standar)
  9. Pengujian Pompa
  10. Kompresor (jenis-jenis/kalsifikasi, konstruksi, pengendalian tekanan).
  11. Trobleshooting Pompa dan Kompresor.

SURFACE OPERATION AND MAINTENANCE FOR OIL AND GAS INDUSTRIES

TRAINING OBJECTIVE SURFACE OPERATION AND MAINTENANCE

Program pelatihan ini memberikan gambaran tentang dasar-dasar operasi dan perawatan pada industri gas dan perminyakan, serta tata cara sistem pelaksanaannya khususnya untuk industri perminyakan. Sehingga setelah mengikuti pelatihan ini peserta mampu mengenal sistem operasi penambangan minyak dan sistem manajemen di industri perminyakan, serta dapat mengaplikasikan di perusahaan / industri secara tepat, guna mendapatkan efektifitas sistem kerja.

TRAINING MATERIAL OUTLINE SURFACE OPERATION AND MAINTENANCE

  1. Introduction of geology contour
  2. Sedimentation process
  3. Hydrocarbon & classification of oil and gas traps
  4. Sifat fisik dan Termodinamik campuran gas
  5. Operasi dan pemeliharaan jaringan pipa gas
  6. Teknik pengendalian dan pemantauan korosi dalam pipa gas
  7. Petrolium exploration techniques
  8. Production forecasting
  9. Production techniques for oil and gas
  10. Konsep produksi bersih
  11. Aspek-aspek Keamanan dan Keselamatan kerja
  12. Warehouse management

SCBA : SELF CONTAINED BREATHING APPARATUS

TRAINING DESCRIPTION:

All Fire Department Personnel shall wear SCBA when operating in any of the following atmospheres. SCBA shall be used by all personnel who enter into hazardous atmospheres during ther activities or other IDLH or potential IDLH atmospheres. This course are to provide all personnel who enter into hazardous atmospheres become familiar with donning and doffing, checkout procedures, features, use emergency procedures.

 

TRAINING OBJECTIVES:

  • Describe how to recognize medical signs and symptoms that may limit or prevent the effective use of the respirators
  • Describe why the respirator is necessary and how improper fit, usage, or maintenance can compromise the protective effect of the respirator.
  • Describe what the limitations and capabilities of the respirator are.

TRAINING MATERIAL OUTLINE SCBA

  1. Fundamentals
    • HSE Rulesandregulations
    • Hazardsin the workplace
    • Pack Familiarization
    • Inspection
    • Maintenance
    • Bottle Filling
  2. Operations
  • Why SCBA is necessary?
  • What are limitations – equipment, environment and user?
  • Maintenance and Use
  • Emergency situations – failure
  • Knowledge of policy

GAS AND LIQUID FLOW MEASUREMENT

TRAINING OBJECTIVES GAS AND LIQUID FLOW MEASUREMENT

  1. Peserta dapat memahami karakteristik aliran fluida dan gas
  2. Peserta dapat memahami dan melakukan pengukuran aliran fluida dan gas
  3. Peserta dapat melakukan monitoring dan inspeksi aliran fluida dan gas

 

TRAINING MATERIAL OUTLINE GAS AND LIQUID FLOW MEASUREMENT

  1. Mekanika fluida
  2. Pengukuran kecepatan dan volume
  3. Positive displacement methode
  4. Orifice
  5. Venturi
  6. Pitot tube
  7. Rectangular weir
  8. Triangular notch weir
  9. Trapeziodal weir
  10. Hot wire anemometer
  11. Laser anemometer
  12. Turbin meter
  13. Drag – Force flow meter
  14. Reciprocating – Piston meter

 

GAS COMPRESSOR Anti Surge Control

TRAINING OBJECTIVE CENTRIFUGAL GAS COMPRESSOR Anti Surge Control

  • Memberikan pengertian dasar tentang teori (mekanika fluida dan termodinamika) yang berkaitan dengan kompresor sentrifugal dan instalasinya, yang akan menjadi dasar pemahaman terhadap prinsip teori, cara kerja dan karakteristik kompresor sentrifugal beserta instalasinya (sistem) dan pengertian tentang gejala fisik yang terjadi pada operasi.
  • Memberikan pengertian tentang karekteristik kompresor sentrifugal dqn instalasinya (sistem) yang menjadi dasar pengenalan terhadap sifat-sifat kompresor sentrifugal dan instalasinya serta pemahaman tentang dasar perancangan sistem, pemilihan kompresor, cara pengoperasian dan perlakuan terhadap kompresor sentrifugal beserta instalasinya.
  • Memberikan pengenalan tentang jenis-jenis kompresor dan komponen-komponen utama serta karakteristiknya yang menjadi dasar pemahaman tentang konstruksi dan daerah kerja (kondisi operasi) kompresor.
  • Memberikan dasar cara-cara perawatan dan mengatasi masalah pada kompresor sentrifugal dan instalasinya.
  • Surging pada compresor centrifugal harus dihindarkan, hubungan surging dengan karakteristik kompresor centrifugal, faktor faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya surging dan bagaimana cara mengantisipasi hal tersebut akan dibahas secara tuntas dalam kursus ini.
  • Dengan semua hal diatas dan pengalaman peserta, pada akhirnya para peserta pelatihan akan/diharapkan mempunyai kemampuan mengoperasikan sistem dengan baik, mengenali gejala-gejala yang terjadi selama operasi, merawat dan mengatasi masalah yang timbul pada operasi sistem kompresor sentrifugal, dengan dilengkapi pengertian dasar perancangan sistem.

TRAINING MATERIAL OUTLINE CENTRIFUGAL GAS COMPRESSOR Anti Surge Control

  • Dasar Teori Mekanika Fluida dan Thermodinamika
  • Sifat-sifat fisik dan termodinamik fluida (kompresible) yang relevan
  • Dasar aliran fluida (kompresible)
  • Dasar dinamika fluida
  • Dasar proses energi pada fluida
  • Kehilangan (losses) energi pada instalasi
  • Teori Dasar Kompresor Sentrifugal dan Instalasinya
  • Kebutuhan energi (head) dan tekanan pada instalasi
  • Prinsip pemindahan energi pada kompresor sentrifugal
  • Karakteristik instalasi dan kompresor (kapasitas, tekanan, & efisiensi)
  • Perhitungan head kompresor sentrifugal
  • Karakteristik head – kapasitas kompresor sentrifugal
  • Karakteristik head – kapasitas system
  • Perubahan sifat fisik gas pada proses di dalam instalasi
  • Gejala-Gejala Kritis/ Berbahaya pada Operasi (akibat Surging)
  • Tekanan berlebih
  • Tekanan negatif
  • Temperatur berlebih (overheat)
  • Fluktuasi tekanan
  • Kondisi off design
  • Surging
  • Pengaruh sifat fisik gas dalam kaitannya dengan surging
  • Analisa terjadinya surging
  • Anti surge
  • Dasar teori control dalam kaitannya dengan surging
  • Anti surge control
  • tipe anti surge control
  • komponen anti surge control
  • Operasi
  • Prosedur menjalankan dan menghentikan kompresor
  • Pengaturan kapasitas
  • Pencegahan bahaya
  • Operasi otomatik
  • Perawatan/Pemeliharaan
  • Pemeriksaan pendahuluan
  • Pemeriksaan kondisi operasi
  • Mengatasi gangguan

Geology Mapping And Mining

Deskripsi Training Geology Mapping

Geology Mapping merupakan pendataan informasi geologi yang outputnya berupa peta geologi yang menggambarkan kondisi sebaran dan susunan batuan. Sedangkan untuk eksplorasi merupakan kegiatan yang meliputi keseluruhan kegiatan mulai dari pencarian sampai evaluasi yang bertujuan untuk menemukan endapan mineral yang bersifat ekonomis.  Kedua hal ini dilakukan untuk menemukan posisi dan jenis dari sumber daya alam yang tergandung di dalam bumi.

 

Tujuan Training Geology Mapping

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Mengetahui proses-proses geologi dan kompleksitasnya
  2. Memahami prosedur identifikasi dan pemetaan endapan bahan galian
  3. Memahami teknik pembuatan peta geologi
  4. Mengenal konsep dan teknologi dalam eksplorasi
  5. Memahami metode-metode dan tahapan dalam eksplorasi
  6. Memahami hubungan kondisi geologi dan cebakan bahan galian dengan model eksplorasi
  7. Memahami cara mendesain dan merancang kegiatan eksplorasi

 

Materi Training Training Geology Mapping

  1. Pengantar geologi umum
  2. Dasar-dasar pemetaan geologi lapangan
  3. Teknik pembuatan peta geologi
  4. Struktur dan penyusunan laporan geologi
  5. Pengantar konsep eksplorasi bahan galian
  6. Desain dan perencanaan eksplorasi
  7. Struktur dan penyusunan laporan eksplorasi
  8. Studi kasus

Eksplorasi dan Pemetaan Air Tanah

Manfaat Kursus Eksplorasi dan Pemetaan Air Tanah

Setelah mengikuti kursus ini, peserta kursus diharapkan akan mampu:

  1. Mengetahui konsep dan lingkup kerja dalam eksplorasi dan pemetaan airtanah
  2. Mengetahui kondisi-kondisi geologi yang penting dalam pembentukan sistem akuifer
  3. Memahami sifat-sifat fisik dan kimia airtanah untuk menentukan kualitasnya
  4. Memahami dasar-dasar teknik eksplorasi airtanah
  5. Memahami metode pemetaan dan pemodelan airtanah

Materi Kursus Eksplorasi dan Pemetaan Air Tanah

  1. Pengantar geologi airtanah
  2. Sistem akuifer
  3. Hidrogeokimia
  4. Teknik pengambilan sampel kualitas airtanah
  5. Teknik eksplorasi geofisika dan geokimia untuk airtanah
  6. Pemetaan airtanah
  7. Pemodelan dan simulasi airtanah

Monitoring Kestabilan Lereng

Deskripsi Training Monitoring Kestabilan Lereng

Analisis kestabilan lerengan penambangan adalah suatu kegiatan melakukan monitoringterhadap lereng yang harus dilakukan dengan benar agar sasaran produksi dapat tercapai dengan memenuhi standard keselamatan kerja yang tinggi. Semakin lebar dan dalam tambang terbuka tersebut dilakukan penggalian, maka tentunya akan semakin besar resiko yang akan muncul. Untuk itu para perancangan harus mengenai pengertian batuan dan massa batuan, karakterisasi massa batuan, pengetahuan mengenai pengujian batuan, klasifikasi massa batuan dan perhitungan faktor keamanan lereng.

 

Tujuan Training Monitoring Kestabilan Lereng

  1. Peserta dapat mengetahui dasar perhitungan faktor kemantapan lereng beserta faktor-faktornya.
  2. Memahami tahapan mengenai karakterisasi massa batuan dan pengujian batuan
  3. Menegtahui perhitungan penentuan faktor kemantapan lereng

 

Materi Training Monitoring Kestabilan Lereng

  1. Pengenalan perancangan lereng tambang
  2. Pengertian batuan dan massa batuan
  3. Karakterisasi massa batuan
  4. Pengujian sifat fisik dan mekanik batuan
  5. Klasifikasi massa batuan
  6. Kriteria keruntuhan batuan
  7. Perhitungan faktor keamanan lereng
  8. Analisis resiko

Kualitas batubara dan Stockpile Management

Deskripsi Training Kualitas batubara dan Stockpile Management

Kemampuan menganalisis kualitas batubara merupakan komponen kritis dalam management pertambangan batubara. Karena hal ini yang akan memnentukan tinggi rendahnya harga jual dan teknik pengolahan di skala lanjut di perusahaan. Perbedaan pengelolahan tentunya juga akan menentukan seberapa besar biaya produksi yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. Selain itu, kualitas batubara yang berbeda-beda, maka perusahaan perlu untuk membuat stockpile management yang umumnya dijalankan sebagai tata kelola penyimpanan batubara produksi yang mempertimbangkan faktor-faktor kualitas maupun karakteristik batubara. Tujuan dari manajemen stockpile sendiri adalah mengusahakan cadangan batubara agar semaksimal mungkin dapat dieksploitasi dan dijual dengan cara memanage kualitas batubara sesuai dengan permintaan pasar. Selain itu sebagai langkah intensif perusahaan dalam menjaga lingkungan sekitar agar tidak terkena polutan paparan dari batubara ke lingkungan sekitar perusahaan.

 

Tujuan Training Kualitas batubara dan Stockpile Management

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami dalam menilai kualitas batubara dan mendesain stockpile management
  2. Menyelesaian masalah pada persoalan di sekitar kualitas batu baru dan stockpile management

 

Materi Training Kualitas batubara dan Stockpile Management

  1. Ruang lingkup kualitas batubara di Indonesia
  2. Ruang lingkup dan peranan stockpile management
  3. Seluk beluk karakteristik batubara dan pengaruhnya
  4. Macam-macam peringkatan batubara
  5. Pemanfaatan batubara sesuai dengan kualitasnya
  6. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan stockpile management (baik di penambangan maupun di user)
  7. Desain stockpile yang efektif dan efisien
  8. Studi kasus penanganan kualitas batubara
  9. Studi kasus pengidentifikasian, penginstalasian, penjalanan, pengontrolan dan perbaikan stockpile management
  10. Best practice penanganan kualitas batu bara dan stockpile management

Dasar Hukum Pertambangan

Deskripsi Training Dasar Hukum Pertambangan

Berdasarkan UUD 1945 pasal 33, pertambangan di Indonesia dikuasai oleh negara. Maka dibuatlah hukum pertambangan untuk mengatur segala sesuatu yang menyangkut pertambangan. Hukum pertambangan adalah aturan yang mengatur hubungan antara manusia dan subyek hukum lain yang berhubungan dengan pertambangan. Hal ini penting untuk diketahui oleh perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan. Pelatihan Dasar hukum pertambangan in merupakan pelatihan komprehensif yang akan menjelaskan semua aspek hukum dalam bidang pertambangan.



Tujuan Training Dasar Hukum Pertambangan

Setelah mengikuti training Dasar hukum pertambangan, peserta diharapkan dapat mengerti dan memahami :

  • Dasar hukum pertambangan ;
  • Peran dan kedudukan pemerintah dan pemerintah daerah dalam hukum pertambangan,
  • Kewajiban pada pemegang IUP (Ijin Usaha Pertambangan);

Materi Training Dasar Hukum Pertambangan

  1. Dasar pengelolaan sumber daya migas di Indonesia
  • Regulasi pertambangan di Indonesia
  • Peran dan kedudukan pemerintah dan pemerintah daerah dalam pengelolaan SDA
  1. Pengantar Hukum Pertambangan
  • Sejarah hukum pertambangan di Indonesia
  • Asas- asas penting dalam hukum pertambangan
  • Pembahasan pasal- pasal penting dalam UU Minerba
  1. Jenis- jenis pertambangan sesuai dengan UU Menirba
  2. Peraturan penambangan dalam hutan
  3. Pembebasan tanah pertambangan
  4. Tata cara penerbitan ijin berdasarkan lelang dan permohonan
  5. Eksistensi izin yang telah ada sebelum terbitnya UU Menirba
  6. Aspek hukum perjanjian dalam hukum pertambangan
  • Asas hukum perjanjian
  • Kontrak sebagai dasar perikatan
  1. Konversi KP menjadi IUP
  2. Kewajiban pemegang IUP

Mine Drainage System (Sistem Penyaliran Tambang)

Deskripsi Mine drainage system

Training ini akan membahas mengenai bagaimana sistem atau proses penyaliran air di sekitar area penambangan yang perlu dilakukan, agar tidak menganggu operasioanl proses penambangan. Sehingga akan mengurangi akibat yang ditimbulkan dari tergenangmya lokasi penambangan yang disebabkan oleh berbagai hal.

Tujuan  Mine drainage system

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami mengenai mine drainage system baik secara dasar maupun kondisi kontemporer
  2. Mendapatkan problem solving terutama dalam persoalan mine drainage system

Materi Mine drainage system

  1. Ruang lingkup dan urgensi sistem penyaliran tambang (mine drainage system)
  2. Elemen-elemen dalam sistem penyaliran tambangan (mine drainage system)
  3. Perancangan mine drainage system
  4. Faktor-faktor pertimbangan dalam perancangan mine drainage system
  5. Metode-metode dasar dalam mine drainage system
  6. Strategi penanganan curah hujan ekstrem
  7. Metode terbarukan dalam mine drainage system
  8. Instalasi dan perhitungan ekonomis metode mine drainage system
  9. Faktor yang mempengaruhi kegagalan mine drainage system
  10. Koordinasi dan evaluasi mine drainage system
  11. Studi kasus persoalan mine drainage system

 

Basic Coal Mining

Deskripsi Basic Coal Mining

Pusat Data dan Informasi Energi Sumber Daya Mineral Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia mencatat bahwa sumberdaya batubara (coal mining) Indonesia mengalami peningkatan secara signifikan dalam 8 tahun terakhir. Selain itu dikatakan pula bahwa cadangan batubara (coal mining) pada data 2008 mencapai 18,8 miliar ton. Di sisi lain, dalam skenario dasar Kementerian ESDM diperkirakan bahwa permintaan batubara 2013-2030 akan tumbuh 5,3 % per tahun. Oleh sebab itu, dengan memanfaatkan data tersebut, seharusnya perusahaan perlu mengetahui lebih mendalam mengenai teknik pertambangan batu bara sehingga perusahaan mengetahui teknik yang efektif dan efesien dalam melaksanakan operasi pertambangan batu bara. Perusahaan dapat mengidentifikasi dan mengevaluasi fasilitas pertambangan beserta teknik dan metode yang selama ini dijalankan di perusahaan, sehingga bila didapatkan komponen yang masih kurang perusahaan dapat segera memperbaikinya. Di sisi lain, komponen yang sudah handal apabila masih bisa ditingkatkan tentunya akan menguntungkan perusahaan dari sisi biaya dan teknologi.



Tujuan dan Manfaat Training  Basic Coal Mining

Dengan mengikuti training ini diharapkan peserta dapat:

  1. Memahami mengenai pertambangan batu bara, terutama yang dapat diaplikasikan di Indonesia
  2. Mengidentifikasi, mengevaluasi dan memberikan saran berkaitan dengan proses operasi yang selama ini sudah diaplikasikan di perusahaan

 

Materi Training Basic Coal Mining

  1. Peta pertambangan batubara (coal mining)
  2. Ruang lingkup pertambangan batu bara
  3. Regulasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah pada pertambangan batu bara
  4. Infrastruktur teknologi pertambangan batu bara
  5. Optimasi penanganan batu bara (pemindahan, pengangkutan & penyimpanan)
  6. Optimasi extraction batu bara
  7. Desain Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan di pertambangan baru bara
  8. Studi kasus pada pertambangan batu bara

Genesa Mineral dan Batubara

Manfaat kursus Genesa Mineral dan Batubara:

Setelah mengikuti kursus ini, peserta kursus diharapkan akan mampu:

  1. Memahami konsep genesa cebakan mineral dan batubara
  2. Mengetahui proses-proses geologi yang mengontrol terbentuknya cebakan mineral dan batubara
  3. Mengetahui pola sebaran mineral dan batubara yang ekonomis di Indonesia
  4. Memahami landasan atau pegangan dalam mencari dan menemukan endapan-endapan ekonomis yang baru
  5. Memahami model, sifat-sifat fisika dan kimia endapan mineral dan batubara dalam kaitannya untuk rekomendasi metode eksplorasi, penambangan, dan pengolahannya



Materi kursus Genesa Mineral dan Batubara:

  1. Pengantar geologi cebakan mineral
  2. Genesa mineral primer
  3. Genesa mineral sekunder
  4. Genesa mineral alterasi
  5. Model genetik dan empirik cebakan mineral
  6. Sebaran mineral berharga di Indonesia
  7. Pengantar geologi lapisan pembawa batubara
  8. Pengendapan gambut dan coally shale
  9. Pembatubaraan biokimia
  10. Pembatubaraan geokimia
  11. Komposisi, klasifikasi dan kualitas batubara
  12. Sebaran lapisan batubara ekonomis di Indonesia
  13. Rekomendasi metode eksplorasi, penambangan, dan pengolahan mineral dan batubara

Artificial lift Untuk Produksi Minyak

Deskripsi Artificial lift

Kemampuan dari reservoir sumur minyak dalam mengangkut fluida ke permukaan akan terus berkurang sejalan dengan waktu. Titik waktu reservoir mengalami kesulitan untuk mengangkut fluida ke atas maka disaat itulah perusahaan pertambangan minyak dan gas membutuhkan articial lift (pengangkutan/ sembur buatan) dalam proses produksinya untuk tetap menjaga laju ketersedian minyak tetap konstan. Artificial lift juga digunakan untuk sumur yang memang pada dasarnya hanya memiliki kemampuan produksi yang kecil, sehingga untuk menaikkan tingkat produksinya maka dibuatkanlah artificial lift pada sumur tersebut.

Pemilihan yang tepat pada beberapa alternatif metode artificial lift akan membantu perusahaan untuk efektif dan efesien dalam melanjutkan proses produksinya. Ketepatan tersebut tentunya didukung dari identifikasi yang akurat pada kondisi reservoir sumur, data historis perfomance reservoir dan lain-lain. Oleh sebab itulah perusahaan perlu mengetahui dan memahami persoalan ini secara mendasar dari mulai identifikasi persoalan, pemilihan alternatif tindakan, instalasi peralatan dari metode yang dipilih hingga evaluasi dari alternatif yang dipilih tersebut sehingga perusahaan memiliki sistem kerja yang handal dan tepat.

Tujuan Training Artificial lift

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami mengenai urgensi melakukan artificial lift di reservoir sumur pertambangan
  2. Memahami berbagai metode artificial lift yang telah banyak diterapkan
  3. Memilih metode yang tepat untuk diimplementasikan pada reservoir minyak sebagai jawaban dari persoalan kesulitan pengangkutan hidrokarbon

Materi Training Artificial lift

  1. Kapan dan mengapa menggunakan artificial lift?
  2. Identifikasi dan interpretasi data kondisi sumur
  3. Kerangka kerja dan evaluasi dari alternatif Gas Lifting
  4. Kerangka kerja dan evaluasi dari alternatif Sucker Rod Pumping
  5. Kerangka kerja dan evaluasi dari alternatif Subsurface Electrical Pumping
  6. Kerangka kerja dan evaluasi dari alternatif Jet Pump
  7. Kerangka kerja dan evaluasi dari alternatif Progressive Cavity Pump
  8. Peralatan yang dibutuhkan dari setiap alternatif metode artificial lift
  9. Perencanaan dan Manajemen Proyek dari instalasi artificial lift
  10. Evaluasi kebijakan
  11. Studi kasus persoalan artificial lift

COAL EXPLORATION

LATAR BELAKANG TRAINING COAL EXPLORATION:

Potensi bahan galian batubara di Indonesia cukup besar dan tersebar hampir diseluruh Indonesia. Untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya batubara tersebut diperlukan suatu kegiatan eksplorasi yang dapat mengetahui cadangan dan kualitas batubara tersebut, sehingga nantinya dapat dilakukan perencanaan penambangan dengan baik, apakah nantinya ditambang secara tambang terbuka atau tambang bawah tanah

 

TUJUAN TRAINING COAL EXPLORATION:

Untuk mengetahui metode-metode eksplorasi yang baikdalam  menemukan dan mengetahui cadangan dan kualitas  batubara

 

MATERI TRAINING COAL EXPLORATION

  1. PENDAHULUAN
    • Sumberdaya batubara di Indonesia
    • Konsumsi batubara di Indonesia
    • Geologi Batubara
    • Genesa Batubara
    • Peringkat Batubasra
  2. PROSPEKSI
    • Geologi Regional
    • Geofisik Regional
  3. EXPLORASI
    • Pemetaan Topografi
    • Pemetaan Geologi
    • Pengambilan Contoh
    • Geofisik (Metode Geeo Listrik dan Metode Seismik, Well logging dll)
  4. Eksplorasi Detail
    • Pemetaan Geologi Detail
    • Pembuatan Parit Uji, Sumur uji dan pengambilan contoh dan pengecekan singkapan
    • Pemboran (core boring) dan diskripsi core
    • Analisis sample (Ultimate, Proximate, Physik, Petrografi Analysis)
  5. PERGITUNGAN CADANGAN
    • Metode Perhitungan
    • Klasifikasi Cadangan
  6. STUDI  KELAYAKAN

PENGAMBILAN SAMPLE BATUAN DI BAWAH TANAH

DESKRIPSI TRAINING PENGAMBILAN SAMPLE BATUAN DI BAWAH TANAH

Training ini akan memberikan pemahaman mengenai rantai nilai tambang dari eksplorasi hingga produksi, tahapan dalam membuat tambang, memberikan review eksplorasi, definisi sumber daya, kelas sample, metode pengendalian dan teknik pemisahan, dan pemahaman tentang aspek-aspek praktis mengenai kesalahan sampling.

TUJUAN TRAINING PENGAMBILAN SAMPLE BATUAN DI BAWAH TANAH

  1. Memahami prosdur dalam eksplorasi tambang
  2. Memahami teknik pengambilan sample
  3. Memahami teknik analisa sampel
  4. Memahami langkah dalam meminimalisir kesalahan dalam pengambilan sample

MATERI TRAINING PENGAMBILAN SAMPLE BATUAN DI BAWAH TANAH

1. Pendahuluan

  • Menemukan anomali (geokimia, geofisika, geologi)
  •  Tes anomali (pengeboran jenis dan jenis sampel)
  • Menentukan sumber daya (volume dan estimasi nilai dari data)
  • Menentukan cadangan (optimasi dan pertimbangan biaya)

2. Produksi

  • Membuka metode penambangan dan terminology pit
  • Metode dan terminology penambangan bawah tanah

3. Sampling

  • Eksplorasi pengambilan sample metode: rock chip, saluran, RAB, LAG)
  • Metode sampling sumber daya RC dan DDH pengeboran
  • pengambilan sample kelas dengan metode pengendalian (tambang terbuka dan bawah tanah)
  • Proses kontrol sampling (secara singkat)
  • QC sampel

4. Teknik Analisa Sample
5. Sampling kesalahan dan bagaimana meminimalkan kesalahan

  •  Benar
  •  Salah
  • Sub sampel metode
  • Inti pemotongan
  • Memisahkan metode
  • Sampling blasthole kerucut
  • Pulp dan menolak

6. Ore Control

Petroleum Drilling

Deskripsi Training Petroleum Drilling 

Training ini membahas mengenai pengeboran beserta permasalahan yang sering dihadapi dan pemecahannya.

 

Tujuan Training Petroleum Drilling 

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat  :

  1. Memahami lingkup pekerjaan dalam operasi pemboran
  2. Memahami tahap-tahap perencanaan sumur
  3. Memahami pengertian tekanan formasi dan kaitannya dengan perencanaan pemboran
  4. Memahami komponen-komponen rig serta fungsinya
  5. Memahami jenis-jenis material pemboran (lumpur, casing dan semen) serta fungsinya
  6. Memahami tentang prinsip pemboran miring (directional drilling)
  7. Memahami problem-problem pemboran dan penangannya

 

Materi Training Petroleum Drilling 

  1. Perencanaan Sumur
  2. Persiapan Operasi Pemboran
  3. Tekanan Formasi Dan Gradien Rekah
  4. Komponen-Komponen Rig
  5. Drillstring Design
  6. Lumpur Pemboran
  7. Casing Setting Depth
  8. Casing Design
  9. Semen dan Penyemenan
  10. Directional Drilling
  11. Hole Problems
  12.  Well Control

 

Manajemen Risiko Industri Pertambangan

Deskripsi Training Manajemen Risiko Industri Pertambangan

Di dalam pengambilan suatu keputusan management, selalu mengandung resiko yang muncul karena adanya faktor ketidak pastian lingkungan. Resiko ini terkadang tidak diperhatikan oleh pengambil keputusan. Sedangkan resiko yang akan muncul juga sangat berpengaruh pada kelangsungan suatu usaha. Sehingga penting bagi perusahaan untuk melakukan pengelolaan resiko yang akan muncul dalam suatu pengambilan keputusan.

Jenis resiko yang sering timbul dan dihadapi oleh industri pertambangan biasanya lebih besar dibandingkan dengan industri lainnya. Karena aspek yang diperhatikan dalam mengelola industri ini lebih kompleks.

Salah satu cara untuk mengelola resiko dalam setiap pengambilan keputusan adalah dengan menerapkan Enterprise  Risk Management (ERM) pada perusahaan.



Tujuan Training Manajemen Risiko Industri Pertambangan

Setelah selesai mengikuti kursus Manajemen Risiko Industri Pertambangan ini, peserta diharapkan akan mengerti, memahami dan dapat menerapkan Enterprise Risk Management (ERM)

 

Materi Training Manajemen Risiko Industri Pertambangan

Pengantar Manajemen Risiko

  • Definisi resiko dan perbedaan dengan kelemahan control
  • Tahapan implementasi manajemen risiko
  • Fungsi dan tanggung jawab unit manajemen risiko
  • Hubungan unit manajemen risiko dengan unit yang lainnya

Jenis resiko yang sering muncul dalam industri pertambangan
Enterprise Risk Management

  • Definisi ERM
  • Basel II
  • COSO
  • AS/NZ : 4369
  • Sarbanes & Oxley

Aspek Manajemen risiko
Risk/ Control Self Assessment

  • Teknik identifikasi resiko
  • Teknik mengukur resiko
  • Mengidentifikasi control desain dan control operasinal
  • Mengevaluasi efektivitas pengendalian

Permodelan resiko operasional
Memonitor resiko operasional
Studi kasus

PETROLEUM INDUSTRY : EFFECTIVE AND EFFICIENT TEAM WORK

Deskripsi Training Petroleum Industry

Kerja sama integral antar berbagai divisi kerja diyakini dapat meningkatkan produktivitas dan profit perusahaan, tidak terkecuali perusahaan industri perminyakan dan pertambangan. Dilihat dari kompleksitas yang tinggi, industri perminyakan dan pertambangan semakin membutuhkan komunikasi dan kerjasama antar divisi dalam perusahaan. Agar komunikasi dapat berjalan lancar, setiap karyawan paling tidak memahami kerangka kerja serta mampu menggambarkan proses bisnis pada industri perminyakan dan pertambangan. Oleh sebab itulah, perusahaan perlu mengadakan pembinaan pada karyawan yang tidak memiliki latar belakang pada teknik pertambangan ataupun perminyakan, sehingga berada pada divisi apapun orang karyawan tersebut (HRD, accounting, Humas, marketing, dan lain-lain) tetap mengerti lini utama bisnis perusahaan sehingga visi dan misi perusahaan dapat terpenuhi dengan baik.

Tujuan Training Petroleum Industry

setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami secara mendasar industri perminyakan dan pertambangan terutama pada staf perusahaan yang tidak memiliki latar belakang perminyakan dan pertambangan sebelumnya
  2. Memahami  kemampuan analisis sederhana dan pengelolaan data operasi perminyakan dan pertambangan
  3. Mengetahui integrasi pengetahuan industri perminyakan dan pertambangan pada divisi masing-masing karyawan

Materi Training Petroleum Industry

  • Studi general pada industri perminyakan dan pertambangan
  • Teknik operasi perminyakan dan pengelolaan
    • Pengelolaan geologi produksi
    • Pengaturan teknik reservoir, pengeboran, produksi beserta dengan laporan analisis keekonomian
  • Sistem pengeboran beserta dengan kelengkapan peralatannya
  • Pengeboran pada industri perminyakan (Petroleum Industry)
  • Metode produksi industri perminyakan dan pertambangan
  • Well testing dan well treatment
  • Studi kasus penyelesain persoalan pada industri minyak atu pertambangan
  • Penyimpanan dan tranportasi produksi minyak

TEKNIK REKLAMASI LAHAN PASCA PENAMBANGAN

INTRODUCTION :

Kegiatan pertambangan dapat mengakibatkan perubahan kondisi lingkungan hidup, seperti hilangnya fungsi perlindungan/konservasi terhadap tanah, hilangnya keanekaragaman hayati, terjadinya degradasi pada daerah aliran sungai, perubahan bentuk lahan, dan terlepasnya logam-logam berat yang dapat masuk ke lingkungan perairan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam reklamasi lahan bekas tambang adalah dampak perubahan akibat dari kegiatan penambangan, rekonstruksi tanah (landscaping), revegetasi, pencegahan air asam tambang, pengaturan drainase dan tataguna lahan pasca tambang.


TRAINING OBJECTIVE 

Peserta akan memahami:

  1. Kegiatan Pertambangan di Indonesia
  2. Dampak Kegiatan Pertambangan : Ekonomi, Sosial & Lingkungan
  3. Landscaping (Rekontruksi Tanah) pasca penambangan
  4. Teknik Revegetasi
  5. Kesesuaian Lahan untuk Budidaya Tanaman


MATERI TRAINING REKLAMASI LAHAN PENAMBANGAN:

  1. Kegiatan Pertambangan di Indonesia
    1. Jenis-jenis bahan tambang
    2. Teknik penambangan
  2. Dampak Kegiatan Pertambangan
    1. Dampak Ekonomi
    2. Dampak Sosial, &
    3. Dampak Lingkungan
  3. Landscaping (Rekontruksi Tanah) pasca penambangan
    1. Dasar-dasar Fisiografi Landscape
    2. Kemiringan lereng dan terasering
    3. Rekontruksi tanah
  4. Teknik Revegetasi
    1. Dasar-dasar ilmu tanah
    2. Sifat fisika-kimia-biologi tanah
    3. Hakekat budidaya tanaman
  5. Kesesuaian Lahan untuk Budidaya Tanaman
    1. Nilai dan kualitas lahan
    2. Kemampuan lahan
    3. Kesesuaian lahan
  6. Pemahaman Sosial Ekonomi Masyarakat sekitar tambang
    1. Pendekatan sosial kemasyarakatan
    2. Program CSR

VENTILASI TAMBANG PADA AREA PENAMBANGAN

DESKRIPSI TRAINING VENTILASI TAMBANG PADA AREA PENAMBANGAN

Training ini akan membahas mengenai sistem ventilasi pada area penambangan bawah tanah. Karena dengan penggunaan ventilasi yang baik akan mampu memberikan supply udara bersih, serta dapat mengeluarkan udara kotor dengan baik yang berada di dalam tambang sehingga akan memberikan area ruang kerja yang nyaman bagi para pekerja tambang.

TUJUAN TRAINING VENTILASI TAMBANG PADA AREA PENAMBANGAN

Setelah mengikuti training ini peserta diharapkan mampu merenapkan sistem ventilasi tambang yang baik dalam kegiatan penambangan bawah tanah.

MATERI TRAINING VENTILASI TAMBANG PADA AREA PENAMBANGAN

1. Ruang lingkup ventilasi tambang

  • Basic dasar dan definisi ventilasi tambang
  • Prinsip ventilasi tambang

2. Pentingnya penggunaan ventilasi tambang dalam penambangan bawah tanah
3. Kualitas udara tambang

  • Pengertian udara tambang
  • Pengendalian udara dan gas-gas tambang
  • Udara segar dan perhitungannya dalam area tambang

4. Karakterisik udara kotor dan penanganannya
5. Efek fisiologis yang didapat udara kotor area tambang
6. Psikometri udara tambang
7. Perencanaan Ventilasi Tambang Dalam

  • Penentuan ventilasi yang diperlukan
  • Struktur pit dari segi ventilasi
  • Ventilasi utama
  • Teori ventilasi
  • Daya ventilasi
  • Perhitungan ventilasi

8. Studi kasus

K3 PERTAMBANGAN

PENGANTAR TRAINING K3 PERTAMBANGAN

Kegiatan atau aktivitas dalam industri pertambangan tidak bisa pungkiri adanya risiko terjadinya kecelakaan kerja, karena didalam aktivitasnya pertambangan menggunakan padat modal dan padat teknologi.  Dengan kesadaran akan terjadinya kecelakaan kerja tersebut industri pertambangan menyiapkan tenaga ahli k3 yang bertanggung jawab atas keselamatan para pekerjanya. Pada prinsipnya kecelakaan kerja dapat terjadi dikarenakan oleh kondisi yang tidak aman serta kegiatan atau aktivitas yang tidak aman.



TUJUAN PELATIHAN

 Setelah mengikuti pelatihan ini peserta di harapkan dapat memahami aspek keselamatan dan kesehatan pada Industri pertambangan sehingga dapat menerapkannya di dalam pekerjaannya

MATERI PELATIHAN K3 PERTAMBANGAN

  • Ruang Lingkup Manajemen Keselamatan dan Kesehatan (K3) dalam industri Pertambangan
  • Dasar Hukum K-3 Pertambangan
    1. UU Nomor 11 TH 1967
    2. UU Nomor 1 TH 1970
    3. UU Nomor 13 TH 2003
    4. PP Nomor 32 TH 1969
    5. PP Nomor 19 TH 197
    6. MPR Nomor 341 LN 1930
    7. KEPMEN Nomor 2555.K/201/M.PE/1993
    8. KEPMEN Nomor 555.K/26/M.PE/1995
  • Elemen Pemerintah dalam pengelolaan K3 pertambangan
  • Elemen Perusahaan dalam pengelolaan K3 pertambangan
  • Pengawasan Pertambangan
  • Pengawasan K3 dan Keselamatan Operasi Pertambangan
  1. Keselamatan Kerja
  2. Kesehatan Kerja
  3. Lingkungan Kerja
  4. Sistem Manajemen K3
  5. Kelayakan Sarana, Prasarana dan Instalasi Peralatan Pertambangan
  6. Kompetensi Tenaga Teknik
  • Ruang Lingkup Pengawasan operasional / lapangan
  • Pengujian Peralatan Sarana dan instalasi
  • Pengujian/Penilaian Kompetensi
  • Pembinaan K3 dan Keselamatan Operasi Pertambangan
  • Sistem Manajemen K3
  • Risiko dan Kerugian Akibat Terhentinya Operasional
  • Case and Study

GEOLOGY FOR NON GEOLOGIST

LATAR BELAKANG TRAINING GEOLOGY

Potensi Bahan Galian di Indonesia baik logam, non logam, batubara  dll cukup besar dan tersebar diseluruh Indonesia. Bahan galian ini belum dimanfaatkan secara optimal karena karateristik dan cadangannya belum diketahui dengan baik. Untuk mengoptimalkan pemanfaatkan bahan galian tersebut, maka diperlukan pengetahuan ilmu geologi untuk mencari dan menemukan  bahan galian tersebut dan menentukan karakteristik dan cadangannya, disamping itu juga ilmu geologi diperlukan dalam tahap development dan penambangan, sehingga diharapkan penambangan dapat berjalan lancar.

 

TUJUAN TRAINING GEOLOGY

Mengetahui dasar-dasar pengetahuan  ilmu geologi  yang dapat diaplikasikan untuk melakukan kegiatan penambangan.

 

CAKUPAN MATERI TRAINING GEOLOGY FOR NON GEOLOGIST

  1. BUMI
    1. Pembagian bagian bumi
    2. Teori terjadinya bumi
    3. Struktur dalam bumi
    4. Perubahan bentuk permukaan bumi
    5. Lempeng-lempeng tektonik
    6. Bentuk-bentuk Permukaan Bumi
    7. Pola Aliran Sungai
    8. Definisi batuan, mineral
    9. Ciri-ciri mineral (fisik dan kimia)
    10. Siklus Batuan
    11. Mineral Pembentuk batuan (mineral utama dan mineral tambahan)
    12. Jenis Batuan
    13. Batuan Beku (klasifikasi, contoh,tempat pembekuan, struktur, bentuk intrussi)
    14. Batuan Sedimen (klasifikasi berdasarkan susunan cara pembentukannya, sifat-sifat, klasifikasi berdasarkan ukran butir
    15. Batuan malihan (metamorf), klasifikasi cara pembentukannya, asal batuan metamorf
  • Analisis batuan (fisik, kimia, geomekanik)
  • Pelapukan Fisik
  • Pelapukan Kimia
  • Pelapukan Biologis
  • Kekar
  • Lipatan (jenis lipatan, antiklin, sinklin)
  • Sesar (jenis sesar, pembagian sesar
  • Ketidak Selarasan (unconformity), angular, disconformity, Non conformity
  • Urutan-urutan batuan
  • Paleontologi
  • Pemetaan (topografi, geologi)
  1. MORFOLOGI
  2. BATUAN PEMBENTUK KULIT BUMI
  3. PELAPUKAN
  4. STRUKTUR BATUAN
  5. STRATIGRAFI

SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM) UNTUK PERTAMBANGAN DAN MIGAS

DESKRIPSI TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM) UNTUK PERTAMBANGAN DAN MIGAS

            Supply chain di industry pertambangan dan migas memiliki kekhususan dalam bentuk jaringan dan aktivitasnya yang  dimulai dari penambangan, produksi/refinery dan distribusi produk. Integrasi dari masing masing fungsi yang melibatkan berbagai jenis perusahaan dalam industry migas memegang kunci kesuksesan dalam meminimasi biaya keseluruhan supply chain. Persaingan  yang ada sekarang menuntut perusahaan pertambangan dan migas untuk tidak hanya berfokus pada kemampuan internal namun juga  berfokus pada  kolaborasi dengan pihak ekternal, baik supplier maupun distributor. Kolaborasi ini akan membantu perusahaan untuk dapat menghasilkan produk yang  memenuhi criteria cost, quality dan delivery yang unggul di pasar. Peran Supply Chain Management (SCM) menjadi sangat penting dalam mengelola seluruh rangkaian aktivitas  dalam menghasilkan produk mulai dari hulu ke hilir.

Sebagai perusahaan yang yang bermain di pasar dunia tentunya perusahaan harus  memiliki jaringan Supply Chain Management (SCM) yang baik dalam pengelolaan produksinya. Perusahaan akan menjalin kerjasama dengan para supplier baik dari dalam maupun luar negeri. Untuk itu, para pelaku industri harus membuat rencana, manajemen dan pengawasan untuk transportasi dan penyimpanan dari bahan mentah, inventory hingga menjadi bahan jadi.   Teknologi yang serba canggih memungkinkan para pelaku industri migas untuk mengkontrol supply chain secara efisien. Agar para pelaku industri yang terlibat di dalamnya benar-benar memahami prinsip kerja Supply Chain Management (SCM) secara komprehensif, maka perlu adanya pelatihan yang diharapkan dapat menjawab berbagai permasalahan yang timbul.



TUJUAN TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM) UNTUK PERTAMBANGAN DAN MIGAS

Setelah mengikuti training Supply Chain Management (SCM)  diharapkan peserta dapat:

  1. Memahami  prinsip bagaimana mengelola supply chain  management yang efektif di industri pertambangan dan migas
  2. Memahami  bagaimana mengoptimalkan proses bisnis dalam perusahaan agar tercipta efisiensi dalam  Supply Chain Management (SCM) di industri  pertambangan dan migas
  3. Memahami bagaimana berkolaborasi dengan pihak ekternal perusahaan antara lain dengan supplier dan distributor
  4. Memahami bagaimana mengelola aliran material  dan inventory dalam Supply Chain Management (SCM)

 

MATERI TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM) UNTUK PERTAMBANGAN DAN MIGAS

1. Pengantar supply chain management di industry Pertambangan dan Migas:

  • Konsep Supply Chain Management (SCM) di Pertambangan dan Migas
  • Lingkungan bisnis Supply Chain Management (SCM) di Pertambangan dan Migas
  • Tantangan supply chain di  Pertambangan dan Migas

2. Memahami supply chain di industri Pertambangan dan Migas

  • Mapping Supply chain
  • Value chain model
  • Pelaku upstream dan downstream

3.  Strategy Supply chain management

  • Identifikasi fit strategy
  • Strategi kolaborasi dan aliansi dalam Supply Chain Management (SCM)

4. Tehcnology & supply chain

  • Memahami bagaimana pilihan IT yang diterapkan akan mempengaruhi supply chain.
  • Pilihan teknologi integrasi (ERP)
  • VMI (Vendor managed Inventory)

5. Bull whip effect and inventory management dalam Supply Chain Management (SCM)

  • Menjelaskan bagaimana mengelola inventory dalam jaringan Supply Chain Management (SCM) dan menghindari bullwhip effect dalam distribusi produk
  • Manajemen Inventory : Klasifikasi inventory, Inventory cost, model pemesanan ekonomis,perhitungan safety stock, inventory valuation, inventory metric.

6.Manajemen transportasi dan distribusi

    •    Model sistem transportasi dan distribusi dan Rincian aktivitas sistem

          Transportasi.
•     Mengukur produktivitas sistem transportasi.
•     Logistics network design.
•    Shipment planning and management.
•    Fleet, container and yard management.
•    Freight and document management.

8. Pengukuran Performansi Supply Chain Management (SCM)

  • Mengukur target perusahaan dan target Supply Chain Management (SCM)
  • Performance measurement framework
  • Key performance Indicator
  • SCOR (Supply Chain Operation Reference) dari Supply Chain Council

9. Studi kasus aplikasi Supply Chain Management (SCM) di Pertambangan dan Migas

Legal Due Diligence (LDD)

Workshop Legal Due Diligence (LDD)

Kegiatan pemeriksaan dari segi hukum terhadap suatu perusahaan atau obyek transaksi harus sesuai dengan tujuan transaksi untuk memperoleh informasi atau fakta yang dapat menggambarkan kondisi suatu perusahaan atau obyek transaksi. Tujuan LDD secara luas untuk membantu dalam menemukan sebanyak mungkin fakta atau informasi tentang transaksi yang hendak dilakukan sebelum transaksi dilaksanakan, termasuk informasi mengenai kekuatan dan kelemahan serta potensi permasalahan dari perusahaan yang diaudit.
Sehubungan dengan proses kegiatan LDD ini terdapat banyak dokumen penting yang harus diperiksa dan hanya mungkin dilakukan oleh seseorang yang expert untuk melakukannya, untuk itu kami menyelenggarakan Workshop Legal Due Diligence (LDD) yang akan di selenggrakan selama 1 (satu) hari. Pelatihan ini akan memberikan pemahaman secara detail dalam mereview pelaksanaan dan strategi praktis mengenai membuat suatu legal due diligence yang benar.


Materi Pelatihan Legal Due Diligence (LDD)

Sesi I: Roles of legal due diligence & Work Flow Legal Legal Due Diligence

Materi: Roles of legal due diligence

  • Obtaining objective information
  • Identifying legal risks
  • Arguments for negotiations
  • Transaction structuring
  • Determining conditions precedent to transaction
  • Determining holdback amounts in transaction

Materi: Work Flow Legal Legal Due Diligence

  • Start Up, Management Meeting, Information Gathering, Analysis, The Report, Post Report.

Sesi II: Preparing Legal Due Diligence Checklist  & Key areas for legal due diligence review

Materi: Preparing Legal Due Diligence Checklist

  • Legal Due Diligence Checklist
  • Obstacles to Due Diligence in Indonesian

Materi: Key areas for legal due diligence review

  • Corporate legal standing
  • Compliance to requirement under mining laws and regulations
  • Assets
  • Disputes
  • Overlapping matters

Sesi III: Preparing legal due diligence report

Materi: Preparing legal due diligence report

  • Golden rules:
    • Findings
    • Legal consequences
    • Proposed action

Sesi IV: How LDD Report will affect the deal

Materi: How LDD Report will affect the deal

  • Subtance of the report:
    • Information of the target company
    • Risk identification
  • That should be done with risk
    • Transfer of risk
    • Limit the risk
    • Absorb the risk
    • Reject the risk

Materi disampaikan dalam bahasa Indonesia



Pengolahan Emas

Deskripsi Training Pengolahan Emas

Emas merupakan mineral logam bewarna kekuningan. Emas berasal daro proses pengendapan di permukaan bumi. Beberapa endapan terbentuk karena proses metasomatisme dimana kontak terjadi antara bebatuan dengan air panas atau fluida lainnya. Pengolahan emas masih sangat di prioitaskan karena harga emas yang selalu naik dari waktu ke watu. Dalam pengolahannya terdapat teknik untuk mendapatkan emas. Training ini akan memberikan pemahaman dalam pengolahan emas di dunia pertambangan.

 

Materi Training Pengolahan Emas

  1. Pendahuluan tentang batuan mineral emas
  2. Pengenalan Kimia Dasar
  3. Unsur – unsur logam emas dan perak
  4. Jenis Batuan Emas
  5. Pengolahan emas menggunakan mercury
  6. Proses penghalusan batuan
  7. Pengujian mineral emas
  1. Penerapan sistim pengolahan berdasarkan struktur dan karakter bebatuan dan lumpur.
  2. Proses ekstraksi larutan emas menggunakan karbon/ zinc dust.
  3. Proses pembakaran dan peleburan logam, diikuti dengan proses pemurnian logam
  4. Analisa sistem pengolahan dengan profit menguntungkan secara efisien dan efektif.
  5. Case and Study

OPERATOR FORKLIFT : Pelatihan & Sertifikasi Depnaker

PENDAHULUAN OPERATOR FORKLIFT

Terselenggaranya kegiatan operasi perusahaan yang aman dan selamat adalah dambaan semua orang, baik itu pengusaha, karyawan maupun keluarga, hal tersebut dapat diraih bukan dengan cara yang mudah tapi harus diusahakan dengan sungguh – sungguh, penuh perjuangan dan disiplin yang tinggi.

Salah satu potensi kecelakaan yang mungkin timbul di tempat kerja adalah forklift, sebagai alat angkut untuk memindahkan barang – barang harus dikemudikan oleh operator yang terlatih. Terlatih dapat dicapai melalui pelatihan – pelatihan yang menyangkut teori dan praktek yang diselenggarakan secara berkesinambungan dan dibimbing oleh pelatih atau instruktur yang berpengalaman. Untuk itu, Kami bekerja sama dengan Departemen Tenaga Kerja akan menyelenggarakan pelatihan operator forklift.

MAKSUD DAN TUJUAN

Dalam rangka meningkatkan keterampilan para operator forklift dan memenuhi syarat – syarat sesuai dengan UU Keselamatan kerja.

MATERI PELATIHAN OPERATOR FORKLIFT

  1. UU No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja
  2. Permenaker  No. 5 Tahun 1985 Tentang Pesawat Angkat & Angkut
  3. Pengetahuan Dasar Forklift
  4. Pengetahuan Safety Device
  5. Sistem Pengendalian & Cara Pelayanan Pesawat Forklift
  6. Sistem Penggerak Pesawat Forklift
  7. Sistem Hydraulic Pesawat Forklift
  8. Perawatan & Pemeliharaan Pesawat Forklift
  9. Memperkirakan Berat Beban Aman Pesawat Forklift
  10. Pemeriksaan & Pengujian Pesawat Forklift

Blowout Prevention and Well Control

Background Training Blowout Prevention and Well Control

Masalah operasi pengeboran pada lubang sumur harus diminimalisir agar tidak menimbulkan biaya lebih untuk operasi yang tidak tepat. Dengan pelatihan ini diharapkan dapat meminimalisir permasalahan pada operasi pengeboran sumur dan dapat meminimalisir resiko.

Contents Training Blowout Prevention and Well Control

  1. Well Control Introduction
  2. Gas Solubility
  3. Pore Pressure Prediction
  4. Drilling Rate and Pore Pressure
  5. Instrumentation And Equipment
  6. Subsea Well Control And Equipment
  7. Operations Instruction In Special Situations Such As H2S Or Shallow Gas.
  8. Pressure Concepts And Calculations Logging While Drilling
  9. Causes Of Kicks
  10. Kick Prevention
  11. Procedures For Flow Checks, Shut-In And Other Activities
  12. Gas Characteristics And Behaviour
  13. Fluid Types And Properties
  14. Constant Bottom hole Pressure Methods

Procrement Berdasarkan PTAK 007 Pada Industry Pertambangan,Oil & Gas

PENDAHULUAN TRAINING PROCUREMENT PTK 007 

Procurement adalah proses pengadaan barang dan jasa untuk keperluan operasional perusahaan baik untuk raw material, supporting material, dan project based material. Perusahaan kontrak karya pertambangan dan services provider yang baik idealnya memiliki regulasi procurement yang telah memenuhi standar umum industri dan proses pelaksanaanya dilakukan secara terencana, professional, transparan, dan akuntabel.

Dalam prakteknya seringkali timbul permasalahan dalam proses pelaksanaannya, mulai dari perencanaan yang tidak terintegrasi, perubahan harga dan pasokan tersedia, seleksi supplier yang mengundang potensi fraud, miskomunikasi, hingga Vendor/Supplier yang wan prestasi terhadap order dan kontrak

MANFAAT YANG AKAN DIDAPATKAN di  TRAINING PROCUREMENT PTK 007 

  • Memahami proses administrasi dan prosedur baku procurement management
  • Memahami tahapan transaksi procurement, mulai dari prakualifikasi supplier/vendor, analisa penawaran, proses tender, hingga manajemen kontrak
  • Memahami metode sourcing, teknik analisa penawaran, dan strategi negosiasi
  • Memahami bagaimana proses menyeleksi, memilih, dan mengevaluasi kinerja pemasok
  • Menerapkan konsep, strategi, analisa, dan problem solving dari materi yang dipelajari dalam keseharian tugas/pekerjaan

 

OUTLINE TRAINING PROCUREMENT PTK 007 

1. Book of PTK 007 ( Revisi 3 )

  • The objective, scope and basic principles of supply chain management
  • The authorization and supervisory
  • Transitional regulation from the PTK 007 to PTK 007-Revisi
  • Procurement Strategy
  • Explanation about the procurement plan
  • The identification and management of procurement sources
  • The explanation about type of contract and its validity
  1. Book of PTK 077-Revisi ( Revisi 3 )
  • Subject of procurement activities
  • Explanation for qualification documents
  • Bid bond/ performance bond – from insurance company or bank
  • Explanation about bid documents for 1 envelope system, 2 envelope system or 2 stage system
  • Owner Estimate arrangement
  • Advertisement, qualification and elucidation meeting
  • Bid submission and bid opening
  • Evaluation process, negotiation and the award
  • Protest and objection
  • The cause for failed tender and retender
  • Tender cancellation and repeat order
  • Limited Tender process
  • Direct Selection
  • Direct Appointment
  • Self Management
  • Procurement of Consultancy Services
  • Consultancy Services provider
  • About the bid documents
  • Procurement method
  • Bid submission and retender
  • Evaluation and the award
  • Contract
  • The substance of the contract
  • Changes or variation to the scope of work or substance in the contract
  • Supplier management (KPI, sanction, etc)
  • Local content

Strategic Business & Financial Analysis

ABSTRACK Training Strategic Business & Financial Analysis

Pelatihan yang akan memberikan landasan pengetahuan dan ketrampilan dalam menganalisa financial dan bisnis secara menyeluruh. Meningkatkan kemampuan dalam mengidentifikasi tingkat resiko bisnis, menganalisa kinerja perusahaan serta menentukan dan menilai strategi bisnis perusahaan Pelatihan ini akan memberikan pengetahuan dalam mengaplikasikan financial analysis dan forecasting techniques, mengidentifikasikan dan mengevaluasi key business dan enviromental risk, memberikan teknik yang advance dalam menganalisa cashflow, menilai kinerja bisnis melalui financial anlaysis, serta menilai strategi perusahaan

TRAINING OUTLINE Strategic Business & Financial Analysis

  1. Business Analysis and Appraisal of Strategic Direction
    • Components involved in comprehensive business evaluation
    • Understand the key drivers, both external and internal, which create the business strategy
    • Recognize the effects on cycles for different industry
  1. Environmental Analysis
    • Industry Analysis
    • Evaluating key factors which drive an industry
    • Examine the key success factors for an industry
    • Linkage between the environment and economic cycles
    • Porter’s Five Force
    • Competitor analysis
  1. The Corporate – Overview
    • Consider the internal pressure on a business
    • Recognize the importance of vision and leadership
  1. Information Needs
    • How to get & manage the information needed for constructive analysis
    • SWOT analysis
  1. Analyzing Financial Statement
    • Examining the profit and loss account
    • Manipulating profit to detriment of the balance sheet
    • Analysis of business performance
    • Asset and financing structure
    • Relationship between profit and cash
    • Preparing and using cash flow statement & analysis to identify company positionb
  1. Analyzing, interpreting and evaluating company reports
    • The importance of working capital management
    • Trends in performance indicator
    • Credit analysis
  1. Financial Analysis – a managerial perspective of value based management
    • Cost volume profit analysis
    • Cost determination
    • Efficiency
  1. Strategic Analysis – a managerial perspective
    • Strategic position and action evaluation (indicator, direction, past, present and future)
    • Full structured risk analysis and forecasting financial statement

RKAP : Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan

Deskripsi Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP)

Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) merupakan salah satu alat perencanaan dan pengendalian manajemen dan sekaligus sebagai media akuntabilitas manajemen. RKAP yang disiapkan secara matang, akan banyak membantu manajemen dalam memenuhi prinsip akuntabilitas dan transparansi, namun kelemahan dalam penyiapan RKAP juga dapat mempengaruhi kredibilitas manajemen.

Perencanaan kerja dan sistem anggaran dengan kombinasi pendekatan topdown dan bottom-up, mensyaratkan perlunya pemahaman terkoordinasi antara seluruh tingkatan manajemen, sehingga pelatihan (training) penyiapan RKAP diharapkan dapat menyegarkan kembali konsep RKAP dan sekaligus mempertajam kemampuan manajemen dalam memahami mekanisme yang harus dilaksanakan dalam proses penyiapan RKAP.

Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) merupakan salah satu alat perencanaan dan pengendalian manajemen dan sekaligus sebagai media akuntabilitas manajemen. RKAP yang disiapkan secara matang, akan banyak membantu manajemen dalam memenuhi prinsip akuntabilitas dan transparansi, namun kelemahan dalam penyiapan RKAP juga dapat mempengaruhi kredibilitas manajemen.

Perencanaan kerja dan sistem anggaran dengan kombinasi pendekatan topdown dan bottom-up, mensyaratkan perlunya pemahaman terkoordinasi antara seluruh tingkatan manajemen, sehingga Training penyiapan RKAP diharapkan dapat menyegarkan kembali konsep RKAP dan sekaligus mempertajam kemampuan manajemen dalam memahami mekanisme yang harus dilaksanakan dalam proses penyiapan RKAP.

 

Tujuan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP)

  • Menyegarkan kembali konsep RKAP sebagai salah satu alat utama dalam penyelenggaraan fungsi perencanaan dan pengendalian manajemen, serta sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi yang menjadi bagian dari tatakelola perusahaan yang baik.
  • Mempertajam pemahaman peserta mengenai mekanisme dan langkah-langkah penyiapan RKAP.

 

 Materi Training Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP)

  1. Pendahuluan RKAP.
  2. Evaluasi Pelaksanaan RKAP.
  3. Strategi Perusahaan.
  4. Laporan Keuangan perusahaan.
  5. Proyeksi Kegiatan Usaha.
  6. Praktek Penyiapan RKAP dengan menggunakan program Ms Office excel

Administrasi Keuangan Yang efektif

Deskripsi Training Administrasi Keuangan
Pengelolaan keuangan perusahaan merupakan fungsi yang vital dalam sebuah perusahaan. Karenanya pengelolaannya membutuhkan karyawan yang kompeten dan jujur. Pengelolaan fungsi keuangan yang buruk seringkali membuat perusahaan tidak memiliki dana ketika dibutuhkan. Sehingga perusahaan harus harus mencari pinjaman jangka pendek ke Bank dengan tingkat interest yang tinggi. Ini justru menambah biaya bagi perusahaan.

Training  Administrasi Keuangan ini dimaksudkan untuk membekali karyawan tentang pemahaman pengelolaan keuangan yang baik dan sesuai standard yang berlaku umum, mengelola proses administasi keluar masuk dana serta perencanan, pengendalian dan pelaporannya.


Topik Bahasan Training Administrasi Keuangan

  • Konsep keuangan yang sesuai dengan Standard Akuntansi Keuangan (SAK)
  • Klasifikasi Rekening (account) dalam pengelolaan keuangan
  • Pencatatan dan dokumentasi transaksi : Pembuatan dan analisa dokumen, posting jurnal.
  • Petty Cash : Aktivitas, pelaporan dan pengendaliannya.
  • Arus keluar masuk dana : Operational, Investasi, dan Pembiayaan
  • Penyusunan dan analisa Laporan Keuangan perusahaan : Neraca, laporan Rugi Laba serta Laporan Arus Kas
  • Anggaran Biaya, implementasi dan pengendaliannya
  • Pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan keuangan perusahaan
  • Best Practices dalam pengelolaan keuangan perusahaan

LAPORAN KEUANGAN : TEKNIK DAN STRATEGI MEMBACA

Training Description LAPORAN KEUANGAN : TEKNIK DAN STRATEGI MEMBACA

Sehat tidaknya perusahaan dan bagus tidaknya kinerja jajaran manajemen beserta  staf dalam mengelola perusahaan dapat dilihat pada laporan keuangan. Informasi  posisi keuangan dan kinerja perusahaan tersaji dalam laporan keuangan.  Informasi  yang didapat dari laporan keuangan digunakan untuk mengevaluasi  kinerja dan pengambilan kebijaksanaan perusahaan.

Beberapa hal sebagai tool yang dipakai dalam melihat kinerja perusahaan adalah  kondisi keuangan perusahaan dan laba/ rugi.

Untuk mengetahui keadaan yang sesungguhnya diperlukan suatu analisa yang mampu  menyajikan informasi atau data mengenai berbagai aspek yang diperlukan baik  dalam rangka efisiensi pendayagunaan dana atau untuk pengambilan keputusan  manajemen, investasi, maupun sebagai dasar / pedoman perencanaan perusahaan.

Informasi yang didapatkan secara akurat mengenai kinerja sesungguhnya dari  satu perusahaan tidak cukup hanya dengan melihatnya dari besaran laba yang  dicapai. Yang tidak kalah pentingnya adalah dengan melihat kondisi keuangan  perusahaan itu sendiri. Karena laba yang besar tidak selalu identik dengan  kondisi keuangan yang baik walaupun idealnya memang harus demikian.

Untuk mengetahui keadaan yang sesungguhnya diperlukan suatu analisa yang mampu  menyajikan informasi atau data mengenai berbagai aspek yang diperlukan baik  dalam rangka efisiensi pendayagunaan dana atau untuk pengambilan keputusan  manajemen, investasi, maupun sebagai dasar/pedoman perencanaan perusahaan.

Manfaat Program LAPORAN KEUANGAN : TEKNIK DAN STRATEGI MEMBACA

  • Meningkatkan pengetahuan peserta untuk lebih memahami dan mengerti dalam  menganalisa suatu investasi secara kualitatif dan kuantitatif, sehingga mampu  memberikan masukan dan solusi untuk pengembangan berinvestasi
  • Menambah kemampuan peserta untuk dapat membaca dan mengerti suatu laporan  keuangan selanjutnya dapat memberi alternative solusi management bagi  perusahaan serta diharapkan pula mampu mengetahui kelemahan dan keunggulan  dari kompetitor
  • Peserta akan mampu meminimalisir resiko dan sekaligus mampu melakukan  pengawasan dan penilaian secara berkesinambungan atas seluruh aspek keuangan
  • Memahami dalam bagaimana menganalisis, mnginterpretasi, dan menggunakan  laporan keuangan dengan benar.
  • Memahami fundamental dari Cash Flows, Balance Sheet, and Income Statement  untuk proses pengambilan keputusan.
  • Mengimplementasikan alat-alat dan teknik-teknik Analisis Laporan  Keuangan.
  • Mengkonstruksikan peramalan laporan keuangan

Training Outline LAPORAN KEUANGAN : TEKNIK DAN STRATEGI MEMBACA

Day One

  • Objectives and the uses of Financial Statement Analysis (FSA)
  1. Credit grantors
  2. Equity investors
  3. Management
  4. Acquisition &marger analysis
  5. Auditors
  6. other interested groups
  • Overview the Basic Financial Statement
  1. Balance Sheet
  2. Income Statement
  3. Statement of Cash Flows
  • Explore Tools and Techniques of Financial Statement Analysis
  1. Comparative Financial Statement
  2. Index – number trend series
  3. Ration analysis
  4. Specialized analysis
  • Balance Sheet Analysis
  1. Analysis of Current Assets
  2. Analysis of Non Current Assets
  3. Analysis of Liabilities
  4. Analysis of Stockholders Equity

Day Two

  • Income Statement Analysis
  1. The Accrual of Revenue
  2. Cost & Expense Accrual
  3. Research, Exploration & Development outlays
  4. Ratios in Income Statement Analysis
  • Cash Flow Analysis
  1. Definition of Cash Flows
  2. Determine Net Cash Flow from Operations, Investment and Financial
  • Perspective
  1. Cash Flow Statement & Leveraged Buyout (LBO)
  • Analysis of Results of Operations
  1. Analysis of Gross Profit
  2. Analysis of Gross Margin
  3. Analysis of Break Even
  • Forecasting Financial Statements
  1. A typical one year projection
  2. Sensitivity analysis with projected financial statements
  3. Pro form a financial statements
  • Case studies in Financial Statement Analysis

PUBLIC FINANCIAL ADMINISTRATION

DESCRIPTION

 

This course focuses on analysing public financial management, reviewing systems of finance administration within the public sector and highlighting the need and possibility for reform. This will help with streamlining public expenditure, planning and budgeting.

 

OBJECTIVES

  1. Demonstrate a better understanding of public fiscal administration
  2. Acquire improved capacity to reconcile financial plans and target achievement
  3. Implement financial management reform and improve on existing structures



TRAINING
 OUTLINES PUBLIC FINANCIAL ADMINISTRATION

  1. Financial Management
  2. Best Practice in Central Government
  3. Local Authority Management Practices
  4. Impact of Leading Practice in Para-statal Organisations
  5. Expertise and Capacity Building in the Civil Service
  6. The Changing Face of Financial Control in the Medium Term Financial Strategy
  7. Public Economics and Finance: Role of the Government
  8. Financial Accounting Processes and Elements
  9. Public Expenditure and Revenue Analysis at Macro Level
  10. Detailed Review of Finance Processes and Structure, Payment Systems
  11. Cash Management and Investment of Public Fund

Laporan Keuangan Perusahaan Pertambangan

Pendahuluan Pelatihan Laporan Keuangan Perusahaan Pertambangan

Industri Pertambangan merupakan industry yang spesifik dan memiliki karakteristik tersendiri. Oleh karenanya, dalam penyusunan laporan keuangan diatur oleh pedoman khusus, termasuk juga peraturan perpajakannya. Dalam pelatihan intensive dua hari ini para peserta akan dibekali dengan pedoman penyajian laporan keuangan berbasik PSAK, IFRS dan perpajakan yang terkini. Sehingga para peserta dapat membuat laporan keuangan dengan baik dan benar sesuai dengan acuan yang berlaku.

Tujuan Pelatihan Laporan Keuangan Perusahaan Pertambangan

  • Memahami struktur laporan keuangan terutama bagi perusahaan pertambangan
  • Memahami acuan peraturan yang mendasari penyusunan laporan keuangan perusahaan pertambangan
  • Memahami perubahan PSAK terbaru yang berbasis IFRS
  • Memahami peraturan perundangan dan perpajakan mengenai pengelolaan pertambangan
  • Dapat menyusun laporan keuangan dengan baik dan benar sesuai acuan yang berlaku

Metode Pelatihan Laporan Keuangan Perusahaan Pertambangan

  • Interaktif Kelas dengan Case Study, Group Discussion, & Sharing Experience
  • Rencana Kerja dan Capaian Hasil Pelatihan
  • Para peserta akan diajak untuk mendiskusikan hasil pelatihan yang akan dijadikan rencana kerja setelah kembali kedunia kerja, dan capaian hasil rencana kerja
  • Evaluasi Hasil Pelatihan (Optional)
  • Memberikan evaluasi hasil pelatihan para peserta selama pelatihan, jika dibutuhkan oleh perusahaan

Pokok Bahasan Pelatihan Laporan Keuangan Perusahaan Pertambangan

  • Laporan Keuangan Perusahaan Pertambangan
  • Struktur dan Karateristik Laporan Keuangan
  • Pengakuan Biaya pada Tahap Pra Operasional.
  • Pengakuan Biaya pada Tahap Produksi dan Kontruksi
  • Corperate Sosial & Enviromental Liabilites
  • Sewa (Leasing)
  • Aset Tetap & Asset Tak Berwujud
  • Inventories – Cost Capitalized.
  • Pendapatan :
  • Valuta Asing.
  • Peristiwa Setelah Periode Laporan yang Memerlukan Penyesuaian.
  • Borrowing Cost.
  • PPh Pasal 21 dan Royalti pada Pertambangan
  • Akuntansi Minyak dan Gas Bumi

Budgeting And Cost Control

Deskripsi

Budget merupakan suatu alat ajuan atau petunjuk bagi perusahaan dalam melakukan usahanya serta merupakan alat control. Tanpa adanya budget, perusahaan akan mengalami kesulitan. Budget bukan sekedar angka-angka yang tanpa makna yang dibuat berdasarkan forecast. Namun seringkali perusahaan tidak menyadarinya, atau membuat budget ala kadarnya, yang penting ada budget. Atau budget dibuat dengan hanya sekedar mengkompilasi angka-angka yang dikumpulkan dari setiap departement fungsional.

Dengan adanya budgeting, perusahaan akan mencoba memasukkan seluruh faktor yang mempengaruhi jalannya perusahaan hingga tujuan, strategi dan taktik dalam memenangkan persaingan. Dalam pelatihan ini akan dibahas bagaimana memperhitungkan external dan internal faktor dalam menentukan tujuan dan strategi, sehingga budget dapat dibuat dengan komprehensif.



TUJUAN WORKSHOP
1. Memberikan pemahaman terhadap Definisi dan tujuan budgeting dalam sebuah perusahaan

a. Definisi dan tujuan budgeting dalam sebuah perusahaan
b. Konsep dan cycle budgeting
c. Tujuan dari Strategic Planning

2. Memberikan konsep dan aplikasi dalam melakukan analisa strategi untuk kondisi internal dan external
3. Memberikan pemahaman dan aplikasi dalam membuat budgeting secara detail dan bertahap
4. Memberikan pemahaman dan aplikasi dalam membuat departemental budget
5. Memberikan pemahaman untuk mengatur proses review dan approval budget secara efektif
6. Memberikan pemahamana bagaimana menggunakan budget sebagai alat ukur kinerja
7. Dapat memanfaatkan kesempatan untuk:

  • mendapatkan pemecahan masalah yang mungkin dihadapi berkaitan dengan topik bahasan
  • me-refresh/mereview kembali metode yang digunakan selama ini apakah sudah efektif atau masih mungkin disempurnakan
  • sharing experience dengan sesama peserta dan instruktur


Outline Training Budgeting And Cost Control :

1. PRINSIP BUDGETING DAN COST CONTROL

  • FUNGSI BUDGET DAN RUANG LINGKUP BUDGET
  • TUJUAN, KONSEP DAN PROSES BUDGET
  • PERFORMANCE EVALUATION

2. LINKING THE TACTICAL BUDGET TO COMPANY STRATEGIC OBJECTIVES

  • BUDGETING CYCLE
  • ANALISA EXTERNAL FAKTOR DAN ASUMSI DASAR BUDGET
  • HUBUNGAN ANTARA TUJUAN, STRATEGI DAN TAKCTICAL BUDGET DAN MEREFLEKSIKAN DALAM LAPORAN KEUANGAN

3. THE REVENUE BUDGETING

  • HUBUNGAN ANTARA REVENUE DAN STRATEGY PERUSAHAAN
  • MEMBUAT BUDGET REVENUE SECARA KOMPREHENSIF
  • TEKNIK APLIKATIF DALAM MENGEVALUASI BUDGET REVENUE
  • CONTIGENCY PLAN
  • REVENUE BUDGETING CYCLE DAN MANAGEMENT COMMITMENT

4. THE OPERATING BUDGET

  • LANGKAH – LANGKAH PEMBUATAN OPERATIONAL BUDGET
  • MENGHITUNG LABOR HOURS AVAILIBILITY DAN HEADCOUNT PLAN
  • MENGHITUNG BUDGETED MANUFACTURING OVERHEAD RATES

5. EXPENSE BUDGETING

  • TEKNIK MEMBUAT EXPENSE BUDGET (COMPETITIVE PARITY, PERCENTAGE OF SALES, FIXED SUM PER UNIT, PREVIOUS
  • PROFIT, ROI & TASK METHOD)
  • DETAIL AND COMPLETENESS
  • ALLOCATIONS FROM COST CENTERS
  • MEMBUAT BUDGET SELLING EXPENSES DAN MARKETING EXPENSES
  • CAPITAL EXPENDITURES BUDGETING AND ANALYSIS
  • COST CONTROL DAN REPORTING EXPENSES

6. MENYIAPKAN DEPARTMENTAL BUDGET

  • KONSEP DAN APLIKASI SPENDING BUDGET
  • MENINGKATKAN KEAKURASIAN EXPENSES BUDGET

7. PROSES APPROVAL BUDGET

  • BAGAIMANA REVIEW PROCESS YANG EFEKTIF
  • MEMBUAT CONTIGENCY PLAN
  • MENGINDENTIFIKASIKAN RESERVE DALAM BUDGET

8. PENGUKURAN KINERJA TERHADAP BUDGET

  • VARIANCE ANALYSIS
  • MENENTUKAN KAPAN BUDGET HARUS DIREVISI
  • TAKES TO MAKE ANALYSIS

9. BEST PRACTICE IN COST CONTROL

PROFIT MARGIN FORMULA QUADRANT CASH MANAGEMENT

DESKRIPSI TRAINING PROFIT MARGIN FORMULA QUADRANT CASH MANAGEMENT

Tidak dipungkiri lagi bahwa tujuan investor dalam mendirikan perusahaan manufaktur, jasa dan trading adalah maksimalisasi profit margin perusahaan, untuk kepentingan pemegang saham, BOD, Executive, karyawawan, pemerintah dan masyarakat disekitarnya.  Dalam melakukan change management  untuk memasuki paradigma baru, ternyata laba non operasi bukannya salah satu komponen laba perusahaan yang dapat meningkatkan profit margin perusahaan, karena masih ada sector laba non operasi lainnya yang apabila dikelola dengan menggunakan formula quadrant cash management akan dapat meningkatkan laba non operasi sampai dengan kisaran,  60% dari total laba operasi.

Dalam memasuki era  paradigma baru dalam mengelola Cash Flow , piutang, inventory dan saldo maksimum kas dengan  focus, optimal dan continue, dengan menggunakan  formula quadrant cash management  , maka pendekatan paradigma lama  untuk optimalisasi profit margin  dengan meningkatkan volume penjualan, customer service excellent, harga barang produk yang bersaing dan after sales service yang prima,  tetap harus dijalankan bahkan harus bersinergi dengan paradigma baru untuk meningkatkan profit margin perusahaan

Dalam two days workshop ini para peserta training akan mendapat sharing dan fasilitasi dari praktisi finance dan pakar quadrant cash management yang mempunyai track record yang cukup dalam mengelola cash flow perusahaan yang berasal dari dana idle cash, piutang, inventory dan saldo maksimum kas dan telah terbukti dapat meningkatkan profit margin perusahaan dalam kisaran sebesar 60 % dari laba non operasi  ( Konversi ke nila uang sekarang sebesar Rp 1 Trilyun ).

TUJUAN TRAINING PROFIT MARGIN FORMULA QUADRANT CASH MANAGEMENT

  • Melakukan change paradigma  memasuki paradigma baru dalam mengelola cash flow, piutang, inventory dan saldo maksimum kas
  • Melakukan sinergi paradigma lama dengan paradigma baru untuk meningkatkan profit margin perusahaan
  • Meningkatkan profit margin perusahaan dari sector laba non operasi  sebesar  s.d   60% dari total laba non operasi

MANFAATTRAINING PROFIT MARGIN FORMULA QUADRANT CASH MANAGEMENT

  • Memahami pengelolaan cash flow, idle cash, piutang,  inventory dan saldo maksimum kas  untuk meningkatkan profit margin perusahaan
  • Memahami teknik menghitung potensi kenaikan laba non operasi
  • Memahami teknik meningkatkan profit margin dengan aplikasi quadrant cash management

 

SYLABUS TRAINING PROFIT MARGIN FORMULA QUADRANT CASH MANAGEMENT

HARI PERTAMA

1.         Introduction Cash Management

  • Arti pentingnya Cash Management
  • Tujuan Cash Management
  • Unsur – Unsur  Cash Management

2.         Cash Flow Statement

  • Ruang Lingkup Cash Flow
  • Laba  VS   Cash Flow
  • Analisa Cash Flow Dan Menyiapkan Budget
  • Keberhasilan Investasi Keberadaan Cash
  • Model – Model Investasi
  • Pengaruh  Cash Flow Atas Laba
  • Asset Lancar Kas  Sebagai Dana Tunai
  • Cash Flow Operasi, Pembiayaan dan Investasi

3.         Manajemen Piutang

  • Day Sales Out Standing
  • Estimasi Pengumpulan Piutang
  • Perkiraan Penarikan Dana
  • Menganalisis Perkiraan Pelanggan
  • Dampak terhadap Arus Kas
  • Penjadwalan Waktu Pembayaran Tagihan
  • Bauran Produk
  • Marjin Laba dan Kebijakan Kredit
  • Klasifikasi Resiko

4.         Relasi Bank

  • Teknik Effective Membuka Rekening Bank
  • Rekening Bank Pendapatan, Operasi Dan Investasi
  • Mekanisme Transfer Uang

HARI KEDUA

SILABUS:

1. Pengertian Arus Kas

  • Tanggung Jawab dan Ruang Lingkup Arus Kas
  • Arus Kas dan Pengaruh terhadap Laba
  • Dana Tunai Sebagai Asset
  • Evaluasi Kinerja Pengelolaan Arus Kas yang Baik

2. Pengelola Persediaan

  • Tingkat Persediaan yang Benar
  • Meninjau Kembali Persediaan
  • Analisa ABC
  • Perputaran Persediaan
  • Pengendalian Persediaan
  • Analisa EOQ
  • Pengarus EOQ terhadap Arus Kas

3. Faktor Penjualan Diskon Karena Volume

  • Penjadwalan Waktu
  • Dampak Pada Arus Kas

4. Pengendalian Piutang Dagang

  • Day Sales Out Standing
  • Menganalisis Perkiraan Pelanggan
  • Dampak terhadap Arus Kas

5. Mengkaji Pelanggan & Pola Pembelian

  • Bauran Produk
  • Marjin Laba dan Kebijakan Kredit
  • Klasifikasi Resiko

6. Arus Kas Dan Capital Expanditure

  • Analisis Pembayaran Kembali
  • Depresiasi dan Pajak
  • NPV
  • Resiko Pembelanjaan Modal

7. Peningkatan Arus Kas Dalam Proses Produksi

  • Tinjauan Ulang atas Jadwal Pekerjaan Persiapan
  • Efisiensi Produksi
  • Penjadwalan Produksi
  • Scrap dan Pengendalian Mutu

8. Penghematan Arus Kas Dengan Perbaikan SOP

  • Auditing
  • Efisiensi dalam Berbagai Bidang
  • Annual Budgeting dengan Zero Based

9.    Implementasi Budget Dan Control

10.  Pengaruh Guna Usaha Terhadap Arus Kas

  • Pengambilan Keputusan Sewa atau Beli
  • Merger atau Aquisisi
  • Pengaruh pada Arus Kas


BASIC ACCOUNTING

Deskripsi Training BASIC ACCOUNTING

Banyak orang beranggapan bahwa Akuntasi merupakan ilmu yang sulit dipahami. Padahal, apabila telah diketahui konsep dasarnya, maka para peserta dapat dengan mudah memahami  konsep akuntansi secara keseluruhan. Pelatihan ini akan membahas mengenai konsep dasar, pengetahuan dan keterampilan akuntansi keuangan yang diperlukan dalam mengolah data penyajian laporan keuangan. Dengan mengikuti pelatihan ini, diharapkan pemahaman atas konsep dasar, proses, dan penyusunan laporan keuangan, dapat menambah kemampuan dalam proses dan penyusunan laporan keuangan, serta membantu peserta memahami bisnis yang digeluti atau perusahaan dimana mereka bekerja.


Tujuan Training BASIC ACCOUNTING

  • Memahami tugas dan tanggung jawab bagian akuntansi keuangan
  • Memahami prinsip dasar dan tujuan akuntansi keuangan
  • Mampu menyusun laporan keuangan neraca, laba-rugi dan laporan perubahan modal dan melakukan analisis rasio terkait
  • Memahami dan mampu mempraktekan prosedur dalam siklus akuntansi
  • Memahami berbagai metode akuntansi yang berkaitan dengan  piutang ragu-ragu dan persediaan
  • Memahami konsep dan implementasi accrual dan deferral

Materi Training BASIC ACCOUNTING

 

  • Tujuan, Dasar – Dasar  dan Konsep Dasar Akuntansi
  • Pengelolaan dan Pendayagunaan Dana
  • Laporan Keuangan Neraca dan Laporan Biaya
  • Teknik Membaca Laporan Keuangan
  • Metode – Metode Pembiayaan
  • Perencanaan, Penyusunan dan Pengendalian Anggaran
  •  Siklus Akuntansi
  • Metode Akuntansi Untuk Aktiva Tetap

 

AKUNTANSI IMBALAN KERJA SESUAI DENGAN PSAK 24

DESCRIPTIONS

Dalam kursus ini akan diuraikan akuntansi imbalan kerja secara komprehensif. Imbalan kerja (employee benefits) adalah seluruh bentuk imbalan yang diberikan perusahaan atas jasa yang diberikan oleh pekerja. Imbalan kerja mencakup: imbalan kerja jangka pendek, imbalan pasca kerja, imbalan kerja jangka panjang lainnya, pesangon pemutusan hubungan kontrak kerja, serta imbalan kerja berbasis ekuitas. Imbalan kerja jangka pendek meliputi: gaji, upah, iuran jaminan sosial, cuti tahunan, cuti sakit, bagi laba dan bonus. Imbalan kerja jangka pendek juga bisa meliputi imbalan nonmoneter seperti kesehatan, rumah, mobil, atau barang dan jasa. Imbalan pasca kerja meliputi:  pensiun, asuransi jiwa pasca kerja, dan imbalan kesehatan pasca kerja. Sedangkan imbalan kerja jangka panjang lainnya meliputi: cuti besar, cuti hari raya, cacat permanen, bagi laba, bagi bonus dan kompensasi.

Ketentuan hukum dan akuntansi menuntut perusahaan untuk mengakui (a) kewajiban apabila pekerja telah memberikan jasanya dan  berhak memperoleh imbalan kerja yang akan dibayar di masa depan serta (b) biaya apabila perusahaan menikmati manfaat ekonomis yang dihasilkan dari jasa yang diberikan oleh pekerja yang berhak memperoleh imbalan kerja. Bagi penyusunan laporan keuangan dan pengambil keputusan, ketentuan hukum dan akuntansi tentang imbalan kerja mempengaruhi besaran laba serta berbagai rasio keuangan seperti solvabilitas, earning per share, serta return aktiva. Pengaruh ini disebabkan oleh adanya pengakuan kewajiban bagi perusahaan untuk melakukan pencadangan imbalan kerja. Di sisi lain estimasi besaran pencadangan imbalan kerja bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan karena melibatkan perhitungan-perhitungan aktuaria yang kompleks.




COURSE CONTENTS AKUNTANSI IMBALAN KERJA

A.      PENGERTIAN BERBAGAI TERMINOLOGI IMBALAN KERJA

  1. Imbalan Kerja (Employee Benefits)
  2. Imbalan Kerja Jangka Pendek (Short-Term Employee Benefits)
  3. Imbalan Pasca Kerja (Post-Employment Benefits)
  4. Program Iuran Pasti (Defined Contribusion Plans)
  5. Program Imbalan Pasti (Defined Benefit Plan)
  6. Imbalan Kerja Jangka Panjang Lain (Other Long-Term Employee  Benefits)
  7. Pesangon Pemutusan Kontrak Kerja (Termination Benefits)
  8. Imbalan Kerja Yang Telah Menjadi Hak (Vested Employee Benefits)

B.       UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN

  1. Hubungan Kerja
  2. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)
  3. Pengupahan
  • Imbalan Kerja Jangka Pendek
  • Imbalan Pasca Kerja

4.       Kesejahteraan

C.      STANDAR AKUNTANSI IMBALAN KERJA

  • PSAK 24 Tentang Imbalan Kerja
  • Program iuran pasti
  • Program manfaat pasti
  • PSAK 53 tentang Kompensasi Bedrbasis saham
  • Kompetensasi yang dilakukan dengan penerbitan instrumen ekuitas
  • Program pembelian saham oleh karyawan
  • Kompensasi yang dilakukan dengan pembayaran kas

D.      AKUNTANSI IMBALAN KERJA JANGKA PENDEK

  • Imbalan Kerja Jangka Pendek (IKJP)
  • Upah dan Gaji
  • Cuti berimbalan Jangka Pendek
  • Program Bagi Laba Dan Bonus
  • Tunjangan Hari Raya
  • Imbalan Pasca Kerja Tanpa Pendanaan
  • Asumsi Aktuaris
  • Penerapan Pertama Kali
  • Metode Perhitungan
  • Perubahan Asumsi Aktuaris
  • Penyajian & Pengungkapan Pada Laporan Keuangan
  • Pembayaran Imbalan Pasca Kerja Akibat Pemutusdan Hubungan Kerja
  • Penerapan Pertama Kali PSAK 24 ( Revisi 2010)

E.       AKUNTANSI IMBALAN PASCA KERJA BERBASIS DANA PENSIUN

  • Konsep Dana Pensiun
  • Jenis – Jenis Program Pensiunan
  • Program Pensiun Manfaat Pasti
  • Program Pensiun Iuran Pasti
  • Pendanaan Imbalan Kerja Melalui Dana Pensiun
  • Dana Pensiun Program Pensiun Manfaat Pasti
  • Dana Pensiun Program Pensiun Iuran Pasti
  • Perlakuan Akuntansi ( penyajian dan pengungkapan)
  • Implikasi pemberlakuan UU Ketenagakerjaan

F.       AKUNTANSI PESANGON PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA

  • Pengakuan
  • Pengukuran
  • Pengungkapan

G.      AKUNTANSI IMBALAN KERJA BERBASIS EKUITAS

  • Pengakuan
  • Pengukuran
  • Jenis-jenis Kompensasi Berbasis Saham
  • Kompensasi Melalui Penerbitan Instrumen Ekuitas
  • Kompensasi Melalui Kas
  • Program Imbalan Pasca Kerja Berbasis Saham
  • Pengungkapan

H.      ASSET CEILING dan PPERMASALAHAN AKUNTANSINYA

  • Perlakuan Akuntansi Terhadap Asset Ceiling
  • Regulasi Yang Mempengaruhi Besaran Asset Ceiling di Indonesia
  • Implikasi Pencatatatn Asset Ceiling

I. PENENTUAN ASUMSI AKTUARIA

  • Asumsi Demografis
  • Asusmsi Keuangan

J.    PROFESI AKTUARIS dan AKUNTAN PUBLIK

K. AKUNTANSI dan PELAPORAN IMBALAN PASCA KERJA BERDASARKAN SAK ETAP

  • Perbedaan PSAK 24 (Revisi 2010) dan SAK ETAP
  • Metode Modifikasi Berdasarkan SAK ETAP



OBJECTIVES

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan memperoleh tiga perubahan perilaku pokok tentang imbalan kerja, yaitu:

  1. Kognitif  (yaitu memperoleh pemahaman dan mampu menganalisis berbagai ketentuan akuntansi tentang imbalan kerja),
  2. Psikomotorik (yaitu mampu meniru dan menerapkan berbagai ketentuan akuntansi tentang im balan kerja),
  3. Apektif (yaitu menjadikan imbalan kerja merupakan value bagi karyawan dan perusahaan).

ANALISA LAPORAN KEUANGAN

DESKRIPSI

Salah satu aspek pengukuran kinerja perusahaan adalah melakukan analisa atas laporan keuangan. Dengan menganalisis laporan keuangan dapat diketahui kinerja perusahaan di masa lalu dan posisi keuangan pada saat ini. Dari hasil penilaian tersebut serta data-data tambahan lainnya manajemen dapat melihat potensi perusahaan di masa depan serta kemungkinan risiko yang ada sehingga manajemen dapat merencanakan hal-hal yang dipandang akan menaikkan performance perusahaan serta perbaikan atas hal-hal yang dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Pelatihan ini akan membantu para manajer atau profesional terutama yang berlatar belakang non keuangan memahami berbagai teknik analisis laporan keuangan dan kaitannya terhadap keputusan bisnis sehari-hari. Pelatihan ini juga didesain untuk menjelaskan bagaimana dan mengapa laporan keuangan berdampak pada bisnis dan sasaran hasil operasional. Dengan begitu diharapkan melalui pelatihan ini akan menumbuhkan pengertian bagi para manajer atau profesional terhadap fungsi analisa laporan keuangan serta teknik-teknik yang digunakan dalam analisa laporan keuangan.


MATERI TRAINING ANALISA LAPORAN KEUANGAN

  • Laporan Keuangan
  • Keterbatasan pada Analisis Laporan Keuangan
  • Analisis Vertikal dan Horizontal
  • Analisis Trend
  • Analisis Ratio
  • Rasio Likuiditas
  • Rasio Solvabilitas
  • Rasio Profitabilitas
  • Pengukuran Lainnya
  • Break-Even Analisis
  • Kontribusi per unit (CPU) dan persentase kontribusi terhadap penjualan (CPS)
  • Rasio-Ratio Investasi
  • Nilai sekarang bersih (NPV)
  • Net B/C ratio
  • Tingkat pengembalian internal (IRR)
  • Simulasi Kasus



TUJUAN

  1. Mampu membaca dan melakukan analisis terhadap laporan keuangan perusahaan sehingga dalam melakukan tugas yang menjadi tanggung jawabnya mempunyai dasar yang kuat dari sisi keuangan.
  2. Bisa memberikan sumbangan pemikiran dari sisi keuangan perusahaan terhadap kondisi yang dihadapi perusahaan
  3. Menciptakan koordinasi yang lebih baik dengan unit lain dari sisi keuangan yang terkait dengan tugas yang menjadi tanggung jawabnya
  4. Mengenal teknik-teknik analisis laporan keuangan serta manfaatnya bagi perusahaan dengan lebih baik


Manajemen & Sistem Informasi Aset

Deskripsi 

Asset (Aset) merupakan barang yang termasuk dalam hak milik atau harta kekayaan dari suatu perusahaan/ instansi, baik bergerak dan tidak bergerak, baik yang berwujud (tangible) maupun yang tidak berwujud (Intangible). Banyak perusahaan masih menganggap bahwa Manajemen Aset secara fisik hanyalah sekedar instrumen pengelolaan daftar asset. Bahkan, anggapan yang kurang tepat lainnya bahwa pengelolaan fisik aset sepenuhnya  sudah diserahkan kepada Departemen atau Divisi Pemeliharaan (Maintenance), padahal daftar asset maupun pengelolaan aset fisik yang dimiliki oleh Maintenance Department hanyalah bagian kecil dari Physical Asset Management. Berdasarkan pernyatan tersebut, maka kebijakan tentang Manajemen Aset secara strategis harus melibatkan semua level Manajemen dan harus diimplementasikan secara komprehensif di semua departemen teknis operasional maupun pelayanan. Pelatihan ini akan memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan asset perusahaan.



Tujuan

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat:

  1. Memahami pentingnya pengelolaan aset dilakukan secara profesional dan terintegrasi.
  2. Mengelola aset secara keseluruhan mulai dari Planning, Organizing, Staffing, Directing, Coordinating, Budgeting, monitoring sampai ke evaluasi.
  3. Mengembangkan atau mengoptimalkan pemanfaatan asset Perusahaan/ Instansi guna meningkatkan Produktivitas Perusahaan.
  4. Mengambilan keputusan dalam pengelolaan aset, sehingga lebih efisien, mengurangi pemborosan/kerugian,  mencegah hilangnya aset serta mecegah konflik karena aset.
  5. Mengimplementasi sistem informasi manajemen aset di Perusahaan.



Materi Manajemen & Sistem Informasi Aset

  1. Pendahuluan Asset Management
    • Aset Tetap dan Aset Lancar (Supplies)
    •  Proses Manajemen Aset
  1. Permintaan Pengadaan Pengadaan dan Pengeluaran Aset
  2. Pendaftaran, Pemeliharaan, Pemeriksaan, Penghapusan Aset Tetap
  3. Peminjaman dan Pengembalian Aset
  4. Permintaan dan Pengeluaran Supplies
  5. Pengetahuan dan Implementasi Planning (Perencanaan), Organizing (Pengorganisasian), Staffing (Penyusunan Staf), Directing (Pembimbingan), Coordinating (Pengkoordinasian), Budgetting (Penganggaran) Aset perusahaan.
  6. Sistem Informasi Aset perusahaan
  7. Implementasi system informasi asset
  8. Studi kasus dan diskusi

Financial Statement Analysis Best Practice

Latar Belakang Training Financial Statement Analysis Best Practice

Laporan keuangan ( Financial Statement ) dalam bentuk Neraca ( Balansheet ) dan Perhitungan Laba –Rugi ( Income Statement ) yang pada umumnya diterbitkan secara periodik ( triwulan, smester dan tahunan ) merupakan media penting dalam proses pengambilan keputusan perusahaan,  karena disamping merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yang berisi informasi tentang prestasi perusahaan dimasa lampau, namun juga  dapat memberikan petunjuk dalam menetapkan kebijakan perusahaan dimasa mendatang. Tidak dipungkiri lagi bahwa Laporan keuangan juga menjadi kebutuhan para pemegang saham , investor, pelaku pasar modal dan juga pemerintah. Kesalahan dalam menganalisa laporan keuangan perusahaan sudah barang tentu akan sangat berpengaruh kepada keputusan perusahaan, misalnya ketika perusahaan memperoleh laba yang besar , namun karena exekutif kurang memahami analisa ratio keuangan, sehingga untuk kepentingan operasional dan expansi perusahaan memutuskan untuk menambah jumlah hutang, yang akibatnya Debt Equity Ratio tinggi.  Demikian juga halnya perusahaan tetap saja melakukan expansi bisnisnya padahal  ROI yg dihasilkan dari investasi  jauh dibawah bunga deposito atau bisa juga  perusahaan memutuskan untuk membeli saham  di pasar modal padahal ROE dari perusahaan tersebut jauh dibawah bunga Deposito .

Dalam Two Days Workshop ini , para peserta akan mendapatkan sharing  untuk  memahami , melakukan interprestasi dan  menganalisis laporan keuangan dengan benar, sehingga mampu memberikan kontribusi yang maksimal dalam proses pengambilan keputusan bisnis untuk pengembangan perusahaan.

Manfaat Peserta Workshop Financial Statement Analysis Best Practice

  1. Memahami cara menganalisis, menginterprestasi dan menggunakan laporan keuangan
  2. Memahami Cash Flows, Balansheet dan Income Statement
  3. Mampu mengaplikasikan instrument dan teknik dalam menganalisa laporan keuangan
  4. Mampu menyusun dan membuat proyeksi laporan keuangan

 

Materi Workshop Financial Statement Analysis Best Practice

HARI   I
1.    INTRODUCTION  KONSEP DASAR MANAJEMEN KEUANGAN

  • FUNGSI MANAJEMEN KEUANGAN
  • PIHAK-PIHAK YANG MEMERLUKAN LAPORAN KEUANGAN
  • JENIS LAPORAN KUANGAN

2.    BASIC FINANCIAL STATEMENT

  • NERACA ( BALAN SHEET )
  • PERHITUNGAN RUGI-LABA ( INCOME STATEMENT )
  • LAPORAN LABA DITAHAN ( STATEMENT OF RETAINED EARNINGS )
  • LAPORAN SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA

HARI  II 
3.    ANALISA  RATIO KEUANGAN

  • ANALISA LIKUIDITAS
  • ANALISA  SOLVABILITAS
  • ANALISA RENTABILITAS
  • ANALISA PROFITABILITAS
  • ANALISA  AKTIVITAS

4.    PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN

  • ANALISA PULANG POKOK ( BREAK EVEN ANALYSIS )
  • ANALISA LEVERAGE OPERASI
  • ANALISIS IMPAS UNTUK KAS
  • ANALISA KEUANGAN SISTEM DU PONT

5.    PERKIRAAN KEUANGAN

  • SIKLUS ARUS KAS ( CASH FLOW CYCLE )
  • PENGARUH SIKLUS ARUS KAS TERHADAP NERACA
  • CASH FLOW OPERATION, PEMBIAYAAN DAN INVESTASI

6.    ANALISA ARUS KAS DAN MODAL KERJA

  •   KEGUNAAN LAPORAN ARUS KAS
  • JENIS LAPORAN ARUS KAS
  • TEKNIK ANALISA ARUS KAS

Accounting for Non Accountant

Deskripsi

Di dalam lingkungan bisnis saat ini ada kebutuhan yang terus meningkat untuk setiap orang yang bertugas di semua tingkat (level) manajemen untuk mengenal dengan informasi akuntansi dan keuangan. Mereka diharapkan mengerti dan memahami apa yang dimaksud dengan laporan keuangan seperti laporan posisi keuangan (neraca) dan laporan laba rugi komprehensif secara benar serta dapat berpartisipasi dalam penyusunan anggaran (budgeting) dan laporan keuangan lainnya.

Para manajemen eksekutif di luar bidang keuangan acapkali sulit untuk berkomunikasi dan memahami istilah-istilah teknis di dalam bahasa keuangan maupun. Padahal, setiap masalah fungsional selalu berkaitan dengan keuangan ataupun pencatatannya (akuntansi). Pemahaman keuangan dan akuntansi yang baik untuk semua manajemen eksekutif pada perusahaan yang akan memberikan pengelolaan perusahaan secara lebih efektif dan efisien.

Laporan keuangan adalah modal utama dalam pertanggung jawaban kinerja (performance) suatu perusahaan. Laporan keuangan yang rinci membutuhkan pengetahuan dasar akuntansi dan keuangan yang baik. Tidak hanya itu, laporan keuangan dapat menjadi dasar bagi suatu perusahaan untuk menyusun perencanaan keuangan untuk kegiatan perusahaan selanjutnya. Informasi keuangan bagi manajemen eksekutif sangat membantu seorang manajemen melakukan keputusan strategis agar perusahaan mampu melewati tantangan dan hambatan sehingga berhasil mencapai tujuan perusahaan. Penyusunan laporan keuangan harus mengacu kepada prinsip akuntansi yang berlaku umum. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang di susun oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan IAI merupakan acuan utama penyusunan dan penyajian laporan keuangan di Indonesia.

Banyak orang beranggapan bahwa Akuntansi adalah suatu ilmu yang rumit atau sulit dicerna, namun pelatihan ini akan membantu untuk memahami Akuntansi dengan mudah.

Outline (Materi) Accounting for Non Accountant

Hari  I

  • Fungsi dan tujuan pembukuan
  • Konsep dasar pembukuan
  • Definisi dan Dasar Nilai Etika Akuntansi
  • Konsep Dasar dan Tujuan Teori Laporan Keuangan Akuntansi
  • Proses pembukuan
  • Pendapatan dan harga pokok
  • Aset dan penyusutan
  • Jenis biaya
  • Format Laporan Keuangan
  • Informasi keuangan
  • Unsur-unsur Laporan Keuangan
  • Dasar Menyusun dan Menyajikan Laporan Keuangan
  • Metode Menyusun Perencanaan Keuangan

Hari II

  • Dasar-dasar Akuntansi
  • Akuntansi Aset
  • Akuntansi Liabilitas dan Ekuitas
  • Penyusunan Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
  • Penyusunan Laporan Laba Rugi Komprehensif
  • Penyusunan Arus Kas
  • Penyusunan Laporan Perubahan Ekuitas
  • Dasar Analisis Laporan Keuangan
  • Kerangka dasar penyusunan Penyajian Laporan Keuangan
  • Laporan Keuangan Gabungan & Laporan Keuangan Konsolidasi

Training Objective (Manfaat) Accounting for Non Accountant
Workshops ini bertujuan memberikan pemahaman pembukuan sederhana bagi pengusaha yang berlatarbelakang non-akuntansi mengenai pentingnya dan proses
pembuatan pembukuan sehingga dapat menjadikan setiap transaksi sebagai alat
navigasi dalam mengendalikan usaha. Seminar ini juga dirancang khusus untuk membantu orang-orang dengan pengetahuan akuntansi yang sedikit atau tidak ada untuk dapat menafsirkan, memahami dan menganalisa laporan keuangan.  Pelatihan ini akan memungkinkan peserta manajer non akutansi dan keuangan memahami dasar-dasar akutansi keuangan sehingga mereka akan: dapat melakukan komunikasi kerja yang efektif dengan para manajer keuangan atau akutansi di perusahaan, mempunyai pemahaman yang lebih baik mengenai dampak dari keputusan keuangan terhadap profitabilitas perusahaan, mampu menyusun kebijakan keuangan dalam suatu area tanggung jawab tertentu, mampu menyusun garis kebijakan untuk mengukur kesuksesan dalam istilah teknis keuangan, mempunyai pemahaman yang lebih baik terhadap lingkungan persaingan yang dihadapi oleh perusahaan.

Pelatihan ini juga diharapkan bisa menjawab permasalahan  berupa kesulitan pemahaman akuntansi bagi kalangan tingkat dasar dan lanjutan yang berminat mempelajari akuntansi serta Kesulitan penerapan konsep akuntansi lanjutan dan perlakuan akuntansi sesuai dengan Standar akuntansi yang berlaku bagi para praktisi akuntansi sehingga para peserta pasca pelatihan dapat memahami Akuntansi membantu Anda memahami bisnis yang Anda geluti atau perusahaan dimana Anda bekerja, karena Akuntansi adalah ‘bahasa bisnis’.

 

Comprehensive Guide to Inventory Accounting

ABSTRACK Training Comprehensive Guide to Inventory Accounting

Pelatihan yang komprehensive ini akan menjawab seluruh aspek permasalahaninventory accounting. Mulai dari data transaction, procedure accounting system dan control hingga metode valuation, budgeting dan inventory management. Juga akan dibahas pendeteksian fraud pada pengelolaan inventoryPelatihan ini akan meningkatkan pemahaman peserta atas berbagai aspek akuntansi persediaan, serta meningkatkan ketrampilan peserta dalam pengendalian inventory termasuk mencegah kecurangan yang berkaitan dengan persediaan baik yang bersifat transaksional ataupun ”fisik”

TRAINING OUTLINE Comprehensive Guide to Inventory Accounting

  1. Inventory Data Collection
  2. Inventory and Manufacturing System
  3. Inventory Control System
  4. Inventory Fraud
  5. Inventory Measurement and Report
  6. Teknik dan aplikasi dalam membuat Inventory Budget (raw material, work in process serta finished goods)
  7. Applying Overhead to Inventory
  8. Joint and by product costing
  9. Obsolte Inventory
  10. Inventory Transaction
  11. Counting Inventory
  12. Best Practice
  13. Transfer Pricing

MANAJEMEN BIAYA

DESKRIPSI TRAINING MANAJEMEN BIAYA

Cost accounting / Manajemen biaya bukan hanya sekedar pengalokasian overhead saja. Cost accounting  / Manajemen biaya merupakan alat untuk menentukan true product cost. Dengan mengintegrasikan konsep Activity-Based Costing dan metode advanced traditional costing, akan memungkinkan para accountant berperan sebagai business partner dalam perusahaan.

 

MATERI MANAJEMEN BIAYA

  • The Business Environment
    • Modern Strategic, Tactical, dan Operational Aspects
    • Peran cost accounting
    • Cost information sebagai salah satu faktor dalam pengambilan keputusan
    • Menilai efektifitas cost reporting system dengan pendekatan Product/Decision Cycle
  • Evaluating Companys Costing Techniques
  • Activity-Based Costing as an Effective Cost Accounting Tool
  • Developing Standards as a Tool for Valuation and Strategic Decision Support
  • Variance Analysis as a Process Improvement Tool
  • Effective Determination of Joint- and By-Product Costs
  • Assigning Service Department Costs to Determine Total Product Cost
  • Developing the Target Cost Model
  • Transfer Pricing and Product Cost Determination
  • Cash Flow and Cost Accounting
  • Capacity Analysis: Understanding the True Cost of Incremental Manufacturing
  • Customer Profitability: The Key to Profit Enhancement

AUDIT KEUANGAN DAN OPERASIONAL

DESCRIPTION TRAINING AUDIT KEUANGAN DAN OPERASIONAL

Audit merupakan sebuah aktivitas yang dilakukan oleh sebuah organisasi untuk meraih tujuan yang sudah direncanakan. Caranya adalah dengan menggunakan metodologi yang sistematik untuk menganalisis proses bisnis, prosedur dan aktivitas dengan tujuan mengetahui masalah yang ada dalam organisasi itu sekaligus memberikan rekomendasi solusi untuk memecahkan masalah itu. Pelatihan tentang Audit Keuangan dan Operasional ini menggabungkan area-area audit tradisional seperti keuangan, operasional dan teknologi informasi dengan menambahkan konsultasi ke dalamnya. Ruang lingkup audit dalam sebuah organisasi sebenarnya cukup luas dan mencakup topik-topik seperti efektivitas sebuah kegiatan, keakuratan laporan keuangan, investigasi penipuan, penyelamatan aset dan ketaatan pada hukum dan peraturan yang berlaku. Audit seringkali juga mengukur kesesuaian antara pelaksanaan dengan kebijakan dan prosedur yang berlaku dalam organisasi itu. Namun, auditor tidak bertanggung jawab terhadap pelaksanaan aktivitas organisasi itu. Mereka hanya memberikan nasihat kepada manajemen dan direksi tentang bagaimana mereka bisa mempertanggungjawabkan-nya.



OBJECTIVES TRAINING AUDIT KEUANGAN DAN OPERASIONAL

  1. Meningkatkan pemahaman peserta akan konsep-konsep audit dan kemampuan dalam menggunakannya secara efektif.
  2. Memberikan pemahaman kepada peserta mengenai manfaat dan mekanisme pelaksanaan audit atau review.
  3. Mengidentifikasi hubungan dan perbedaan-perbedaan antara Audit Operasional dengan Audit Keuangan



TRAINING  OUTLINES AUDIT KEUANGAN DAN OPERASIONAL

  1. Tinjauan umum : audit keuangan vs audit operasional, tujuan dan manfaat audit, fungsi-fungsi yang diaudit
  2. Standar Profesi Audit : standart perilaku, standar profesi, standar atribut, standar kinerja.
  3. Introduction to Auditing: sejarah, perkembangan, dan gambaran umum audit.
  4. Teknik-Teknik Audit
  5. Penilaian Rsiko (risk assessment)
  6. Survei Pendahuluan (preliminary audit survey)
  7. Program Audit (audit program)
  8. Pekerjaan Lapangan (audit field work)
  9. Audit Sistem Informatika (information system audit)
  10. Temuan Audit (audit findings)
  11. Dokumentasi kertas kerja audit (audit working papers)
  12. Pengembangan temuan-temuan audit
  13. Laporan hasil audit (audit report)

 

KEAHLIAN DASAR UNTUK INTERNAL AUDITOR

TRAINING DESCRIPTION KEAHLIAN DASAR UNTUK INTERNAL AUDITOR
Basic skill for Internal auditor adalah pelatihan yang dapat memberikan pemahaman tentang skil yang diperlukan oleh seorang auditor internal , ataupun professional lain yang ingin mengetahui lebih mendalam tentang audit. Skill tersebut sangat berguna khususnya bagi seorang auditor pemula sehingga mereka mampu merencanakan, mengimlementasikan, dan menyusun temuan audit.



TRAINING OBJECTIVES KEAHLIAN DASAR UNTUK INTERNAL AUDITOR

  1. Memberikan pemahaman secara mendasar kepada internal auditor dalam perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan audit.
  2. Meningkatkan kemampuan dan memberikan penyegaran bagi para internal auditor Auditor dalam melakukan audit secara terencana, sistematis, dan efektif.

TRAINING OUTLINE KEAHLIAN DASAR UNTUK INTERNAL AUDITOR

  1. Audit introduction
  2. Jenis-jenis audit
  3.  Peran internal auditor saat menghadapi audit oleh eksternal auditor
  4. Persiapan audit & survey pendahuluan
  5. Pemahaman internal control dan penilaian resiko kontrol.
  6. Program kerja audit
  7. Bukti audit
  8. Test transaksi
  9. Temuan hasil audit
  10. Laporan hasil auditi

FRAUD AUDITING UNDERSTANDING : PREVENTION , DETECTION & INVESTIGATION

Deskripsi Training Fraud Auditing Understanding
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, serta  penerapan e-commercedalam dunia bisnis, secara langsung atau tidak langsung sangat berpengaruh dalam operasional perusahaan/organisasi. Efek buruk yang dapat ditimbulkan dari perkembangan teknologi oleh oknum tidak bertanggung jawab adalah muncul praktek-praktek fraud yang berakibat fatal bagi perusahaan, misalnya cyber crime, computer fraud & fraudulent financial reporting.

Dalam rangka, mengantisipasi hal tersebut maka Auditor sudah seharusnya meningkatkan kemampuan dalam mendeteksi, mencegah serta melakukan investigasi timbulnya fraud tersebut. Selain itu, manajemen operasional perlu mencari solusi terbaik untuk mencegah terjadinya fraud dan melakukan berbagai upaya untuk menghadapi fraud melalui implementasi Good Corporate Governance (GCG), etika bisnis (business ethics) serta menjunjung tinggi nilai-nilai moral (moral values).

Tujuan Training Fraud Auditing Understanding

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memberikan pemahaman secara komprehensif mengenai berbagai type kecurangan (fraud) yang sering atau mungkin akan terjadi di berbagai organisasi /perusahaan.
  2. Meningkatkan kemampuan dan memberikan penyegaran bagi para Auditor dalam mengaplikasikan langkah-langkah pencegahan kecurangan (fraud prevention), teknik-teknik mutakhir dalam melakukan pendeteksian kecurangan (fraud prevention) dan dalam melakukan investigasi kecurangan (fraud investigation).
  3. Membantu manajemen operasional untuk mencari solusi terbaik dalam menghadapi berbagai macam kecurangan (fraud), termasuk menjunjung tinggi nilai-nilai moral , etika bisnis dan implementasi prinsip-prinsip GCG.

Materi Fraud Auditing Understanding

  1. Overview Fraud – Auditing
  2. Pencegahan Kecurangan (Fraud Prevention)
  3. Pendeteksian Kecurangan (Fraud Detection)
  4. Pemanfaatan Teknologi
  5. Penginvestigasian Kecurangan (Fraud Investigation)
  6. Jenis Dan Modus Operandi Fraud
  7. Membangun Budaya Dan Etika Perusahaan
  8. Case Study

PARADIGMA BARU INTERNAL AUDIT

DESCRIPTION

Internal Auditor merupakan suatu profesi yang memiliki standar dan kode etik profesi yang harus dijalankan secara konsekuen dan konsisten. Dalam paradigma lama, Internal Auditor hanya berfungsi membantu manajemen puncak (top management) dalam pengamanan asset (saveguard of asset) perusahaan dan mengawasi jalannya operasional perusahaan sehari-hari, terutama dari aspek pengendalian (control). Terdapat pergeseran filosofi internal auditing dari paradigma lama menuju paradigma baru, yang ditandai dengan perubahan orientasi dan peran profesi internal auditor. Internal auditor lebih berorientasi untuk memberikan kepuasan kepada jajaran manajemen sebagai pelanggan (customer satisfaction). Internal auditor tidak dapat lagi hanya berperan sebagai watchdog, namun harus dapat berperan sebagai mitra bisnis bagi manajemen. Pada abad 21 ini, untuk menjadi seorang Internal Auditor yang profesional menghadapi berbagai tantangan yang cukup berat.

 

OBJECTIVES

  1. Mengetahui perbedaan paradigma lama VS paradigma baru Profesi Internal Auditor.
  2. Memahami Peran dan fungsi Internal Auditor sebagai Konsultan Intern (Internal Consultant)
  3. Memahami Peran dan fungsi Internal Auditor sebagai Katalisator (Catalist).
  4. Mengetahui teknik-teknik Audit yang bernilai tambah (Value Added Auditing).
  5. Mengetahui tantangan yang dihadapi oleh Internal Auditor yang profesional pada abad 21.

 

OUTLINE TRAINING PARADIGMA BARU INTERNAL AUDIT

  1. The Overview of Internal Auditing
  • Definisi Internal Auditing
  • Standar Profesi Internal Audit
  • Kode Etik Profesi
  • Auditor Internal sebagai salah satu pilar Good Corporate Governance (GCG)
  • Peran Auditor Internal sebagai Konsultan Internal (Internal Consultant)
  • Peran Internal Auditor sebagai Katalisator (Catalist).
  • Orientasi berbasiskan risiko (Risk- based Orientation).
  • Perspektif global (Global Perspective).
  • Governance Expertise.
  • Technologically Adept.
  • Business Acumen.
  • Berpikir kreatif & solusi masalah (Creative Thinking & Problem Solving).
  • Strong Ethical Compass.
  • Communication Skills.
  1. Paradigma Baru Auditor Internal (The New Paradigm of Internal Auditor)
  1. Value Added Internal Auditing for strategic business partner.
  2. Beberapa tantangan yang dihadapi Internal Auditor yang Profesional pada abad 21.

TEKNIK INVESTIGASI FRAUD BERBASIS NLP

DESKRIPSI TRAINING :
FRAUD – menurut Oxford Dictionary : “is criminal deception; the use of false representations to gain an unjust advantage” – adalah ancaman yang sangat serius bagi perusahaan modern. Penyakit termaksud dapat menimpa perusahaan apapun tanpa memperdulikan skala bisnisnya. Berbeda dengan varian pendahulunya, dewasa ini corporate fraud telah bermetamorfosis dalam berbagai bentuk dengan modus yang kian canggih dan halus. Ada dua kata kunci untuk menjelaskan fenomena fraud, yakni sistem dan moral hazard. Dalam pengoperasian seluruh lini manajemennya, sebuah perusahaan pasti bersandar pada sebuah sistem yang terdiri dari :

  1. Organisasi, dimana didalamnya terdapat posisi (jabatan), tugas, kewenangan dan tanggungjawab.
  2. Kebijakan, SOP dan Peraturan, semisal kebijakan keselamatan kerja, SOP Purchasing atau Peraturan lembur.
  3. Alat Kerja, semisal mesin kantor, mesin produksi, formulir-formulir, kendaraan.

Ketiga unsur dalam sistem di atas berinteraksi dinamis dengan manusia sebagai
elemen utamanya. Disini fraud potensial terjadi jika:

  1. Seseorang memiliki posisi, otoritas dan technical knowledge untuk melakukan aksi fraud.
  2. Dalam Kebijakan, SOP atau Peraturan terdapat celah-celah yang memungkinkan terjadinya fraud.
  3. Adanya alat kerja yang dapat disiasati.

Tampak jelas bahwa fraud adalah kecurangan sistematis terhadap system perusahaan. Pertanyaan menarik yang mengikutinya adalah; mengapa ada karyawan yang kendati jabatannya tinggi, kekuasaannya besar dengan sistem yang longgar dan memiliki peluang besar untuk memanipulasi alat-alat kerja – namun tidak melakukan fraud?. Jawabnya ada pada satu kata : moral hazard (bahaya moral). Unsur moral hazard akan muncul apabila kebutuhan finansial karyawan ybs. Jauh lebih tinggi dari penghasilan yang diperolehnya. Ia tidak akan mampu menutup kekurangannya kecuali dengan melakukan kecurangan terhadap perusahaan. Mencegah timbulnya fraud dalam perusahaan bukan perkara mudah. Dibutuhkan sumberdaya manusia yang cakap, tangguh dan sangat memahami bahwa fraud bukanlah sekedar masalah human error atau kealpaan seseorang; namun merupakan tindakan kriminal yang direncanakan dengan seksama oleh pelakunya. Merujuk kepada fakta di atas, salah satu tindakan yang tepat untuk menghadapinya adalah membekali personil terkait dengan kemampuan dan kecakapan khusus; sehingga menimbulkan efek deterrence (penggentar) bagi orang yang berniat mencobanya.


TUJUAN TRAINING :

Setelah mengikuti training ini, peserta ditargetkan :

  1. Memahami bahwa fraud merupakan bahaya latent yang mengancam setiap perusahaan tanpa kecuali.
  2. Memahami peran kontrol internal dalam mengelola ancaman fraud.
  3. Memahami anatomi fraud.
  4. Mampu melakukan vulnerability assessment organisasi terhadap ancaman fraud dan mengambil langkah perbaikan.
  5. Mampu merekonstruksi skenario desepsi/kebohongan yang terjadi.
  6. Mampu mendesain wawancara investigasi berbasis NLP
  7. Mampu melakukan wawancara investigasi berbasis NLP
  8. Mampu mengenali berbagai bentuk pola kalimat yang digunakan untuk mengaburkan permasalahan dan mengcounternya.
  9. Mampu mengembangkan pertanyaan-pertanyaan yang bersahabat namun secara bawah sadar, sangat menekan subyek wawancara.
  10. Mampu mengidentifikasi desepsi/kebohongan.

CAKUPAN MATERI TRAINING INVESTIGASI FRAUD BERBASIS NLP :

1.    Introduksi : Keamanan Korporat dan Fraud
2.    Pengendalian Internal dan Fraud
3.    Anatomi Fraud
4.    Vulnerability Assessment
5.    Penanganan Dokumen
6.    Teknik Mengidentifikasi Desepsi Fraudster
7.    Persiapan Wawancara Investigasi
8.    Wawancara Investigasi Berbasis NLP

MATERIAL CERTIFICATION REQUIREMENT FOR OIL AND GAS INDUSTRY

TRAINING OBJECTIVE :

This course covers the science and engineering of component material used for oil and gas industry , the factors and mechanisms influencing their properties and their useful life as well as the methods to assure their quality during manufacturing and operation. Standard specification and clasification of materials for high reliability under normal and abnormal conditions., Materials certification requirement to ensure better performance in oil and gas environment as well as destructive  testing, plant monitoring techniques, procedures for structural integrity assessment of piping, vessel, and colom Participants should achieve a good understanding of materials behaviour in oil and gas environment and the use of those materials in the field.

 

MATERIAL OUTLINE MATERIAL CERTIFICATION REQUIREMENT:

  1. Aspec material designs for reason application in oil and gas industries
  2. Materials classification, standard and specification
  3. Physical, mechanical, chemical and   thermal properties of  ferro and no ferro material
  4. Functional requirements for material used for piping, vessel and  other  components.
  5. Impact of degradation on oil and gas  material‘s behaviour
  6. Materials certification requirement for application in oil and gas industries
  7. Composition analysis as a quality control to improve material performance
  8. Factors limiting the lifetime of oil and gas components
  9. Plant diagnostic and monitoring techniques to improve realibility
  10. Structural  and component Integrity Assessment to improve safety
  11. Examples of failures induced by corrosion

SURFACE OPERATION AND MAINTENANCE FOR OIL AND INDUSTRIES

TRAINING OBJECTIVE SURFACE OPERATION AND MAINTENANCE

Program pelatihan ini memberikan gambaran tentang dasar-dasar operasi dan perawatan pada industri gas dan perminyakan, serta tata cara sistem pelaksanaannya khususnya untuk industri perminyakan. Sehingga setelah mengikuti pelatihan ini peserta mampu mengenal sistem operasi penambangan minyak dan sistem manajemen di industri perminyakan, serta dapat mengaplikasikan di perusahaan / industri secara tepat, guna mendapatkan efektifitas sistem kerja.

TRAINING MATERIAL OUTLINE SURFACE OPERATION AND MAINTENANCE

  1. Introduction of geology contour
  2. Sedimentation process
  3. Hydrocarbon & classification of oil and gas traps
  4. Sifat fisik dan Termodinamik campuran gas
  5. Operasi dan pemeliharaan jaringan pipa gas
  6. Teknik pengendalian dan pemantauan korosi dalam pipa gas
  7. Petrolium exploration techniques
  8. Production forecasting
  9. Production techniques for oil and gas
  10. Konsep produksi bersih
  11. Aspek-aspek Keamanan dan Keselamatan kerja
  12. Warehouse management

SCBA : SELF CONTAINED BREATHING APPARATUS

TRAINING DESCRIPTION:

All Fire Department Personnel shall wear SCBA when operating in any of the following atmospheres. SCBA shall be used by all personnel who enter into hazardous atmospheres during ther activities or other IDLH or potential IDLH atmospheres. This course are to provide all personnel who enter into hazardous atmospheres become familiar with donning and doffing, checkout procedures, features, use emergency procedures.

 

TRAINING OBJECTIVES:

  • Describe how to recognize medical signs and symptoms that may limit or prevent the effective use of the respirators
  • Describe why the respirator is necessary and how improper fit, usage, or maintenance can compromise the protective effect of the respirator.
  • Describe what the limitations and capabilities of the respirator are.

TRAINING MATERIAL OUTLINE SCBA

  1. Fundamentals
    • HSE Rulesandregulations
    • Hazardsin the workplace
    • Pack Familiarization
    • Inspection
    • Maintenance
    • Bottle Filling
  2. Operations
  • Why SCBA is necessary?
  • What are limitations – equipment, environment and user?
  • Maintenance and Use
  • Emergency situations – failure
  • Knowledge of policy

COLD STORAGE :PRINCIPLE , OPERATION , TROUBLESHOOTING

TRAINING OBJECTIVES COLD STORAGE

  1. Dapat memahami konsep dasar sistem refrigerasi
  2. Dapat mengoperasikan, merawat dan memperbaiki sistem refrigerasi

 

TRAINING MATERIAL OUTLINE COLD STORAGE

  1. Introduction to Refrigeration System
  2. Teori dasar sistem refrigerasi
  3. Diagram dan prinsip kerja sistem refrigerasi
  4. Tabel, Chart & Coefficient of performance
  5. Komponen utama cold storage
  6. Instalasi dan pemilihan komponen cold storage
  7. Pengoperasian unit cold storage
  8. Kontrol dasar kelistrikan pada cold storage
  9. Langkah pengambilan data untuk analisis
  10. Efektifitas proses pengambilan data di lapangan
  11. Pengolahan dan analisis data
  12. Konsep dasar dan sistem perawatan
  13. Perawatan unit dan komponen
  14. Troubleshooting pada cold storage

CENTRIFUGAL GAS COMPRESSOR Anti Surge Control

TRAINING OBJECTIVE CENTRIFUGAL GAS COMPRESSOR Anti Surge Control

  • Memberikan pengertian dasar tentang teori (mekanika fluida dan termodinamika) yang berkaitan dengan kompresor sentrifugal dan instalasinya, yang akan menjadi dasar pemahaman terhadap prinsip teori, cara kerja dan karakteristik kompresor sentrifugal beserta instalasinya (sistem) dan pengertian tentang gejala fisik yang terjadi pada operasi.
  • Memberikan pengertian tentang karekteristik kompresor sentrifugal dqn instalasinya (sistem) yang menjadi dasar pengenalan terhadap sifat-sifat kompresor sentrifugal dan instalasinya serta pemahaman tentang dasar perancangan sistem, pemilihan kompresor, cara pengoperasian dan perlakuan terhadap kompresor sentrifugal beserta instalasinya.
  • Memberikan pengenalan tentang jenis-jenis kompresor dan komponen-komponen utama serta karakteristiknya yang menjadi dasar pemahaman tentang konstruksi dan daerah kerja (kondisi operasi) kompresor.
  • Memberikan dasar cara-cara perawatan dan mengatasi masalah pada kompresor sentrifugal dan instalasinya.
  • Surging pada compresor centrifugal harus dihindarkan, hubungan surging dengan karakteristik kompresor centrifugal, faktor faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya surging dan bagaimana cara mengantisipasi hal tersebut akan dibahas secara tuntas dalam kursus ini.
  • Dengan semua hal diatas dan pengalaman peserta, pada akhirnya para peserta pelatihan akan/diharapkan mempunyai kemampuan mengoperasikan sistem dengan baik, mengenali gejala-gejala yang terjadi selama operasi, merawat dan mengatasi masalah yang timbul pada operasi sistem kompresor sentrifugal, dengan dilengkapi pengertian dasar perancangan sistem.

TRAINING MATERIAL OUTLINE CENTRIFUGAL GAS COMPRESSOR Anti Surge Control

  • Dasar Teori Mekanika Fluida dan Thermodinamika
  • Sifat-sifat fisik dan termodinamik fluida (kompresible) yang relevan
  • Dasar aliran fluida (kompresible)
  • Dasar dinamika fluida
  • Dasar proses energi pada fluida
  • Kehilangan (losses) energi pada instalasi
  • Teori Dasar Kompresor Sentrifugal dan Instalasinya
  • Kebutuhan energi (head) dan tekanan pada instalasi
  • Prinsip pemindahan energi pada kompresor sentrifugal
  • Karakteristik instalasi dan kompresor (kapasitas, tekanan, & efisiensi)
  • Perhitungan head kompresor sentrifugal
  • Karakteristik head – kapasitas kompresor sentrifugal
  • Karakteristik head – kapasitas system
  • Perubahan sifat fisik gas pada proses di dalam instalasi
  • Gejala-Gejala Kritis/ Berbahaya pada Operasi (akibat Surging)
  • Tekanan berlebih
  • Tekanan negatif
  • Temperatur berlebih (overheat)
  • Fluktuasi tekanan
  • Kondisi off design
  • Surging
  • Pengaruh sifat fisik gas dalam kaitannya dengan surging
  • Analisa terjadinya surging
  • Anti surge
  • Dasar teori control dalam kaitannya dengan surging
  • Anti surge control
  • tipe anti surge control
  • komponen anti surge control
  • Operasi
  • Prosedur menjalankan dan menghentikan kompresor
  • Pengaturan kapasitas
  • Pencegahan bahaya
  • Operasi otomatik
  • Perawatan/Pemeliharaan
  • Pemeriksaan pendahuluan
  • Pemeriksaan kondisi operasi
  • Mengatasi gangguan

GAS TURBINE : OPERATION , PERFORMANCE & TROUBLESHOOTING

TRAINING OBJECTIVES GAS TURBINE

  1. Dapat memahami konsep dasar sistem turbin gas
  2. Dapat mengoperasikan, merawat dan mengatasi gangguan sistem turbin gas
  3. Dapat memahami konsep dasar parameter unjuk kerja

 

TRAINING MATERIAL OUTLINE GAS TURBINE

  1. Konsep dasar sistem turbin gas
  2. Sistem bahan bakar dan proses pembakaran
  3. Konstruksi dan bagian-bagian utama sistem turbin gas
  4. Fungsi dan prinsip kerja masing-masing bagian turbin gas
  5. Jenis-jenis turbin gas dan penggunaannya
  6. Pemilihan dan penggunaan kompresor untuk sistem turbin gas
  7. Pemilihan dan penggunaan ruang bakar untuk sitem turbin gas
  8. Pemilihan dan penggunaan turbin untuk fluida kerja gas
  9. Sistem pendinginan sudu-sudu turbin gas dan persoalannya
  10. Penyaluran dan pemanfaatan gas bekas pada sistem turbin gas
  11. Karakteristik dan kinerja sistem turbin gas
  12. Aplikasi dan simulasi penggunaan turbin gas
  13. Analisis kemungkinan terjadinya ganggguan  dan cara mengatasinya
  14. Pertimbangan teknis dan ekonomis dalam pemilihan dan penggunaan turbin gas

 

GAS AND LIQUID FLOW MEASUREMENT

TRAINING OBJECTIVES GAS AND LIQUID FLOW MEASUREMENT

  1. Peserta dapat memahami karakteristik aliran fluida dan gas
  2. Peserta dapat memahami dan melakukan pengukuran aliran fluida dan gas
  3. Peserta dapat melakukan monitoring dan inspeksi aliran fluida dan gas

 

TRAINING MATERIAL OUTLINE GAS AND LIQUID FLOW MEASUREMENT

  1. Mekanika fluida
  2. Pengukuran kecepatan dan volume
  3. Positive displacement methode
  4. Orifice
  5. Venturi
  6. Pitot tube
  7. Rectangular weir
  8. Triangular notch weir
  9. Trapeziodal weir
  10. Hot wire anemometer
  11. Laser anemometer
  12. Turbin meter
  13. Drag – Force flow meter
  14. Reciprocating – Piston meter

DRILLING OPERATIONS FOR OPERATOR IN OIL AND GAS INDUSTRIE

TRAINING INTRODUCTION DRILLING OPERATIONS

Time is money.  Drilling time is big money.  Technical and managerial decision makers must grasp the language and technology of drilling operations in order to minimize expenditures throughout the producing life of a well.  Successful drilling requires blending many technologies.  Drilling equipment and procedures have a unique language that must be conquered for maximum benefit.  Clear understandable explanations of drilling rig equipment, procedures, and their complex interactions provide an excellent basis to organize cross-trained team efforts. Subtle and blatant common errors are accentuated to enhance this understanding. Activities around the rig and well planning are de-mystified.  This course discusses morning reports and how to read them.  The Practical Drilling Skills course concentrates on how to interpret the information gathered at the drilling rig to improve operations and to decrease downtime.

 

TRAINING MATERIAL OUTLINE DRILLING OPERATIONS

1. Basic Drilling Technology

  • The overall drilling process
  •  The language of drillers: Understanding their terminologies
  • Rig equipment: Rig types, drill bits MWD, drill strings, solids management, well control, tank arrangement
  • Understanding morning reports
  • Hole problems: Stuck pipe, lost returns, well control
  • Safety
  • Philosophies of drilling operations
  • Drilling trends and new technology

2. Casing and Cementing

  •  Selecting casing & hole sizes
  • Setting depths
  • Casing loads
  • Selecting casing & connections
  • Casing stress calculations
  • fCement and cement additives
  • Selecting appropriate slurries
  • Mud removal & cement placement
  • Stage cementing, squeezes, & plugs
  •  Preventing gas migration
  •  Cementing calculations
  • Cementing equipment
  •  Well head equipment

3. Directional, Horizontal, and Multilateral Drilling

  •  Applications for directional drilling
  • Directional profiles
  • Extended reach wells
  • Survey calculations and accuracy
  • Dogleg severity calculations and problems associated with doglegs
  • Planning directional and horizontal wells
  • Horizontal drilling methods and applications
  • Logging high angle wells
  • Hole cleaning
  • Multi-laterals
  • Types of survey instruments
  • Tools used to deflect a wellbore
  •  Torque and drag calculations
  •  Cementing

4. Well Control

  • Abnormal pressure
  • Normal Pore Pressures
  • Abnormal Pore Pressure Gradients
  •  Fracture Gradients
  • Mud Weights
  • Well Kick and anticipations
  • Definitions
  • Causes of kicks
  •  Kick indicators
  •  Shut-in procedure
  • Well Kill Procedures

ENERGY AUDIT AND APPLICATION

INTRODUCTION :
The implementation of energy conservation technique in a company or industry hasn’t been certainly results a significant operation cost saving. It is usually determined by the ratio of investment cost to the cost gained due to saving of energy consumption. How to know the value of ratio, off course, it firstly has to conduct initial study and measurement. Pre-measurement and post- measurement of energy conservation implementation is well known as “Energy Audit”.



TRAINING OBJECTIVE :
After attending the course it is expected that participant will gain the knowledge and enhance understanding to energy audit, application, and implementation in industry. Tutorial, discussion and exercise of real case study will take an important role in this course.



TRAINING MATERIAL  OUTLINE  ENERGY AUDIT AND APPLICATION :

  1. The use and utilization of energy audit
  2. Basic equation of energy transfer
  3. Basic equation of heat lost
  4. Friction lost
  5. Electric lost
  6. Work and heat calculation
  7. Energy transfer calculation technique
  8. Physic parameter measurement technique relates to energy lost
  9. Technique to collect and record data of energy audit
  10. Data analysis and its interpretation
  11. Case study and exercise of real field problem

PETROLEUM FINANCE, COST CONTROL & RESERVOIR MANAJEMEN

TRAINING OBJECTIVES PETROLEUM FINANCE, COST CONTROL & RESERVOIR MANAJEMEN

  • Memberikan pengetahuan dasar ilmu keekonomian beserta perhitungannya
  • Peserta mengetahui dan memahami dasar-dasar manajemen perusahaan minyak dan gas bumi.
  • Peserta mengetahui dan memahami Simulasi Monte Carlo dan aplikasinya dalam proyek migas
  • Mengetahui peranan Plan Of Development (POD) bagi perusahaan migas
  • Peserta mengetahui dan memahami sistem kontrak yang ada di perusahaan masing-masing.
  • Peserta bisa melakukan perhitungan sendiri dan merencanakan manajemen reservoir di masa yang aka datang secara lebih baik.

CAKUPAN MATERI TRAINING PETROLEUM FINANCE, COST CONTROL & RESERVOIR MANAJEMEN

  1. Mempelajari Dasar-dasar Ekonomi Teknik
  2. Metoda-Metoda Untuk Mengukur Indikator Keuntungan
  3. Penentuan Pilihan dan Alternatif
  4. Basic Reservoir Engineering
  5. Analisa Statistik Proyek Migas
  6. Pajak  dan Penerimaan Pemerintah Bukan Pajak
  7. Sistem Kontrak Perusahaan Minyak dan Gas Bumi
  8. Simulasi Monte Carlo
  9. Simulasi Monte Carlo Untuk  Penilaian Prospek Migas
  10. Pengantar Plan Of Development (POD)
  11. Manajemen Resiko dan Analisis Sensitivitas
  12. Analisis Resiko dan  Pengambilan Keputusan Proyek Migas

ARTIFIAL LIFT METHODS FOR PETROLEUM PRODUCTION SYSTEM

Deskripsi

Setelah menyelesaikan kursus ini diharapkan peserta dapat :

  • Memahami prinsip-prinsip dasar perhitungan reservoir minyak bumi yang berhubungan dengan penggunaan gas-lift, sucker-rod, electric submersible, hydraulic dan jet pump.
  • Melakukan diagnosis sederhana dan memengerti pengelolaan data sumuran minyak yang diproduksi dengan, gas lift, sucker rod pumping, electric submersible, hydraulic dan jet pump.
  • Membuat analisis sederhana terhadap data sumuran minyak, melakukan perhitungan-perhitungan kinerja sumuran sebagai hasil dari pemompaan dengan berbagai metoda sesuai dengan keadaan reservoirnya.
  • Melakukan perhitungan-perhitungan kuantitatip sederhana dan melakukan optimisasi produksi untuk sumuran minyak yang diproduksi dengan gas lift, sucker rod pumping, electric submersible, hydraulic dan jet pump sesuai dengan batasan operasinya.



CAKUPAN
MATERI TRAINING ARTIFIAL LIFT METHODS

  1. SISTEM PRODUKSI LAPANGAN MINYAK BUMI
    1. Sistem Produksi Alamiah
    2. Sistem Produksi Dengan Pengangkatan Buatan
  2. GAS LIFT
    1. Pendahuluan
    2. Gas Lift Continu dan Intermittent
    3. Komponen Alat Utama Gas Lift
    4. IPR dan Perancangan Gas Lift
    5. Optimisasii dan Alokasi Gas untuk Gaslift
    6. Sistem Produksi Dengan Pengangkatan Buatan oleh Gas Lift
  3. SUCKER ROD PUMP
    1. Pendahuluan
    2. Pump Intake Curve
    3. Optimisasi Produksi
    4. Rancangan Sucker Rod Pump API RP11L
    5. Komponen Alat Utama
    6. Faktor-faktor yang mempengaruhi gerakan rod
    7. Perencanaan pompa
    8. Dynagraph & Dynamometer
  4. PCV (PROGRESSIVE CAVITY PUMP)
    1. Pendahuluan
    2. Deskripsi Peralatan
    3. Elastomer
    4. Perancangan
  5. ELECTRIC SUBMERSIBLE PUMP
    1. Pendahuluan
    2. Dasar-dasar perhitungan ESP
    3. Konstruksi ESP
    4. Karakteristik pompa SRP
    5. Cara Memilih jenis pompa
    6. Aplikasi di Lapangan
  6. POMPA HIDRAULIK
    1. Alat-alat permukaan
    2. Jenis-jenis unit pompa
    3. Jenis-jenis unit pompa
    4. Ukuran pompa
    5. Langkah-langkah pada pemilihan pompa hidraulik
  7. POMPA JET
    1. Pendahuluan
    2. Persoalan gas
    3. Ukuran Nozzle dan throat
    4. Langkah-langkah pada perhitungan Jet pump
    5. Grafik Kelakuan pompa
    6. Menggunakan program mesin hitung
    7. Hasil lapangan

WATER FLOODING

INTRODUCTION TRAINING WATER FLOODING :

Water flooding is a method of secondary recovery in which water is injected into the reservoir formation to displace residual oil. The water from injection wells physically sweeps the displaced oil to adjacent production wells. Potential problems associated with water flooding techniques include inefficient recovery due to variable permeability, or similar conditions affecting fluid transport within the reservoir, and early water breakthrough that may cause production and surface processing problems. This training is addressed to them who want to know and to deepen their understanding and practical aspects of water flooding.



CAKUPAN MATERI TRAINING WATER FLOODING :

1.    SEJARAH WATER FLOODING

1.1    Pendahuluan

1.2    Sejarah Perkembangan Water Flooding

2.    EFISIENSI MIKROSKOPIS DARI PENDESAKAN TAK TERCAMPUR

2.1    Pendahuluan

2.2    Prinsip Dasar Interaksi Fluida dan Batuan

2.3     Metoda Estimasi Distribusi Fluida dalam Media Berpori

2.4    Prinsip Aliran Multi Fasa dalam Media Berpori

2.5    Saturasi Minyak Residu

2.6    Mobilisasi Minyak Residu

3.    EFISIENSI PENDESAKAN MAKROSKOPIS PADA LINEAR ATERFLOOD

3.1    Pendahuluan

3.2    Pengembangan Persamaan Aliran Multifasa dalam Media Berpori

3.3    Solusi Sready State untuk Persamaan Aliran Fluida dalam Sistem Linear

3.4    Persamaan Frontal Advance untuk Pendesakan Unsteady State 1 Dimensi

3.5    Estimasi Performa Pendesakan untuk Linear Waterflood pada Laju Injeksi Konstan

3.6    Linear Waterflood pada Pressure Drop Konstan

3.7    Equivalensi dari Konstan Rate dan Konstan Pressure Solution Persamaan Frontal Advance

3.8    Linear Waterflood dengan Saturation Air Initial Bergerak (Mobile)

3.9    Linear Waterflood dengan Initial Water Saturation Bergerak (Mobile)

3.10  Penentuan Kurva Permeabilitas Relatif dari Analisis Data Pendesakan Linear

3.11  Faktor yang Mengontrol Efisiensi Pendesakan dalam Linear Waterflood

3.12  Keterbatasan Frontal Advance Solution

3.13  Solusi Persamaan Pendesakan Linear dengan Model Numerik

4.    PENDESAKAN TAK TERCAMPUR DUA DIMENSI

4.1    Pendahuluan

4.2    Pola Pendesakan Lima Titik

4.3    Korelasi dari Model Laboratorium

4.4    Korelasi Craig-Geffen-Morse (CMG)

4.5    Perbandingan Model CMG dan Streamtube untuk Pola Five Spot

5.    PENDESAKAN DALAM SISTEM LINEAR DAN AREAL MODEL

5.1    Pendahuluan

5.2    Pendesakan Dua Dimensi dalam Reservoir Homogen Multi Layer Model Dmensi

5.3    Gravity Segregation dan Cross Flow dalam Reservoir Linear

5.4    Aproksimasi Aliran 2D dengan sifat/Properties Ketebalan rata-rata

5.5    Estimasi Effisiensi Pendesakan Vertikal dengan Model Skala Laboratorium

5.6    Sistem Numerik Pendesakan 2D dalam Sistem Linear Termasuk Geavity Segregation dan/atau Cross Flow

5.7    Viscouse Fingering

5.8    Estimasi Performa Water flooding dengan Model 3D dan SimulatorReservoir

6.    DESAIN WATERFLOOD

6.1    Pendahuluan

6.2    Faktor Penyusun Desain

6.3    Deskripsi Reservoir

6.4    Pemilihan Potensial Flooding Plans

6.5    Laju Injeksi

6.6    Estimasi Performa Waterflood

PRODUCTION LOGGING

TRAINING DESCRIPTION:

The training covers the practical and theoretical aspects modern production logging operations in terms of tool selection and data requirements, measurement limitations, analysis and its pitfalls. In the practical sessions, real field data are analyzed and the results discussed in depth.

 



OBJECTIVE:

This training is designed for engineers and other technical personnel who are involved at any stage in the specification, acquisition or interpretation of cased-hole wireline measurements. The training aims to provide a practical understanding of the physical phenomena involved, measurement principles, equipment types and the analysis of production logging surveys.



MATERIAL OUTLINE TRAINING PRODUCTION LOGGING :

1. Introduction

  •  Overview of layered reservoir behavior in producers/injectors as measured by wireline tools

2. Flow Rate Measurement

  • Measurement of flow rate by spinner, spinner flow meter calibration
  • Case Study: Spinner calibration and interpretation in an inclined well, shut in and flowing, layered inflow performance

3. Fluid Identification

  •  Phase hold up by pressure gradient, radio active fluid density and dielectric (capacitance) based methods

4. Temperature Measurement

  • Main features of temperature profiles in producing and injecting wells
  • Anomalous temperature profiles

5. Pressure Measurement
6. Calliper, Gamma Ray, CCL, and Depth Control: Modern Production Logging Toolstrings
7. Two Phase Flow

  • PVT properties, flow regimes, simplistic slip velocity model
  • Case study cont; two-phase interpretation, shut in and flowing, complicating factors, well deviation misleading responses

8. Three phase flow

  •  Horizontal wells: problems encountered with conventional logging sensors
  •  Recent developments: probe tools, hold-up imaging, phase velocity measurement

9. Miscellaneous Sensors

  • Fiber optics, down-hole video, noise logging

 

WELDING METALLURGY

INTRODUCTION:

This training will explore the metallurgical aspect of welding for industrial materials such as carbon steel, stainless steel, nickel alloys, titanium alloys, and copper alloys. The training will emphasize the relationship between welding quality and metallurgical transformation that occur during melting and solidification of metals. Training participants will be directed to understand these phenomenon and welding defects that arise from the transformation. Failure of weld after welding or during weld repair will be discussed in relation to the material microstructure. Welding philosophy of dissimilar metals and cladded materials will also be introduced by refering to the latest welding technology. At the end of the course, some real case studies about weld failure will be presented, and participants will also be introduced to the laboratory equipments for analysis.



MATERIAL OUTLINE TRAINING WELDING METALLURGY :

  1. Introduction
  2. Physics of welding
  3. Welding metallurgy :
    • a.    Phase diagrams, phase transformation, and Preheat + Postheat
    • b.    Weld Metal
    • c.    Heat affected zone
    • d.    Distortion and residual stress
    • e.    Weld defects
  4. Weld ability of metals
  5. Welding metallurgy of :
    • a.    Carbon steel
    • b.    Stainless steel
    • c.    Nickel alloys
    • d.    Copper alloys
    • e.    Titanium alloys
  6. Welding of dissimilar metals and cladded material
  7. Case study
  8. Laboratory visit(optional)

ADVANCED OIL AND GAS PRODUCTION SYSTEM

TRAINING INTRODUCTION ADVANCED OIL AND GAS PRODUCTION SYSTEM

The rapidly increasing worldwide demand for natural gas as an energy source requires expertise in gas engineering technology. Incorporating a balance between theory and application, course emphasis is on training participants for immediate application of acquired techniques to field problems.

Production is defined as the operations involved in bringing well fluids to the surface and preparing the fluids for transport to a refinery via pipelines or trucks. The first step in production is to start the well fluids flowing to the surface (called “well completion”). Well servicing and workover consists of performing routine maintenance operations (such replacing worn or malfunctioning equipment) and performing more extensive repairs, respectively. Well servicing and workover are an intermittent step and necessary to maintain the flow of oil and gas. Next, the fluid must be separated into its components of oil, gas, and water; stored; and treated (for purification), measured, and tested before being transported to the refinery.

This training will provide the principle and yet some practical and theoretical aspect that can be applied on daily work faced by production engineers and supervisor in the oil industry.



SUBJECT LEARNED
ADVANCED OIL AND GAS PRODUCTION SYSTEM

  1. All aspects of completions are covered in sufficient detail to permit participants to review his/her current practices
  2. The fundamental concepts of production operations and their proper application in the field
  3. Production equipment such as wellhead, tubing and packers, well completions and workover as well as well test and problems, production logging and cementing will also covered
  4. Production logs and how and when to use them; evaluation techniques for cement bond logs and pulse echo tools



TRAINING
BENEFITS ADVANCED OIL AND GAS PRODUCTION SYSTEM

  1. Learn how to plan and implement well completions, workovers, stimulation treatments, and routine production operations with an efficiency that increases profits
  2. Learn about the role of rock mechanics in completions, stimulation, and workovers
  3. Be able to give suggest or discover the procedures and techniques that increase production and cut operating costs
  4. Be Able to identify and implement production improvement opportunities that can be carried out by either rig or non-rig well interventions
  5. Implementation of appropriate technology, either from internal or external sources, in well design, whilst ensuring that the well value is maximised



TRAINING MATERIAL
OUTLINE ADVANCED OIL AND GAS PRODUCTION SYSTEM

1.  GEOLOGICAL CONSIDERATION

  1. Formation Rock
  2. Primary and Secondary Migrations
  3. Reservoir Traps

2.  RESERVOIR FUNDAMENTALS THEORY

  1. The Nature of Rocks and Fluids
  2. Porosity and Permeability
  3. Productivity Index
  4. Volumetric Calculation
  5. Other Calculations and Decline Curves

3.  FLUID FLOW

  1. Well Productivity
  2. Choke and Reservoir Fluids
  3. Inflow and Outflow

4.  PRODUCTION OPERATIONS

  1. Well head and Well Head Equipment
  2. Multiple Orifice
  3. Routine Operations
  4. Opening and Shut-in Well Procedure

5.  WELL TESTING AND SATELLITE SYSTEM

  1. Test Separator Operations and Equipments
  2. Gas Systems Instruments
  3. Flare System and Depressurising
  4. Pigging Techniques and Procedures
  5. Sampling and Analysis
  6. BS & W and API Gravity Measurement
  7. Protective Steam Tracing

6.  SURFACE PRODUCTION OPERATIONS

  1. Process, Level, Temperature and Pressure Controls
  2. Oil treating , Heater treater and Dehydrator
  3. Separators, Stage Separators and Sizing
  4. Two-phase and Three-phase Separation
  5. Skimmer tank and Flotation unit

7.  WELL PROBLEMS

  1. Low Production and Formation Damage
  2. Low Reservoir
  3. Plug-in Tubing or Perforations
  4. High Viscosity
  5. High Back Pressure
  6. Inadequate Artificial Lift
  7. Water Production and Mechanical Problem
  8. Protective Steam Tracing

8.  PRODUCTION LOGS

9.  WELL COMPLETIONS

10. PRIMARY CEMENTING AND SQUEEZE CEMENTING

11. FLUID COMPLETIONS

12. SAND CONTROL

  1. Gravel Pack, Resin and Fraspac

13. WORKOVERS

14. PARAFFIN AND ASPHALTENES

  1. Chemical analysis
  2. Precipitation Mechanism
  3. The wax and Paraffin Problems

15. OIL EMULSIONS

  1. Emulsion Built-up and Emulsifying Agent
  2. Sampling and Analysis
  3. Emulsion Treating
  4. Heat and Chemical Treatment
  5. Electrostatic Coalescing

16. SCALE PROBLEMS

  1. Scale Composition, Prediction and Identification
  2. Mechanic and Chemical methods
  3. Scale Prevention and Inhibitors

17. CORROSION PREVENTIONS

  1. Basic Theory
  2. Detection and Measurement
  3. Prevention and Material Used
  4. Coating and Chemicals
  5. Cathodic Protections and inhibitors

PETROLEUM ENGINEERING

OBJECTIVE TRAINING BASIC PETROLEUM ENGINEERING :

Setelah menyelesaikan training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami prinsip-prinsip dasar eksploitasi minyak, gas bumi yang dikenal sebagai teknologi perminyakan.
  2. Melakukan diagnosis sederhana dan memahami pengelolaan data operasi perminyakan, seperti data geologi produksi, data batuan dan fluida reservoir, data produksi, data operasi pemboran bahkan data analisis keekonomian.
  3. Membuat analisis sederhana terhadap data tersebut dan melakukan pengolahannya dengan mempergunakan metoda standar dalam teknologi perminyakan.
  4. Melakukan perhitungan-perhitungan kuantitatif sederhana dari seluruh data perolehan operasi perminyakan : geologi produksi, evaluasi data formasi produktif, data reservoir, data pemboran, data produksi bahkan data keekonomian.



TRAINING MATERIAL OUTLINE BASIC PETROLEUM ENGINEERING :

  1. Pengertian Tentang Data Teknik Operasi Perminyakan dan Teknik Pengelolaannya
    • a.    Data Geologi Produksi
    • b.    Data Teknik Reservoir
    • c.    Data Teknik Pemboran
    • d.    Data Teknik Produksi
    • e.    Data Analisis Keekonomian
  2. Reservoir Hidrokarbon
    • a.    Kondisi Terbentuknya Reservoir
    • b.    Tekanan dan Temperatur Reservoir
    • c.    Fluida Reservoir
    • d.    Batuan Reservoir
  3. Evaluasi Formasi Reservoir Hidrokarbon
    • a.    Penentuan Formasi Permeabel
    • b.    Penentuan Porositas Batuan
    • c.    Penentuan Saturasi Fluida
    • d.    Penentuan ketebalan Reservoir Rata-rata
    • e.    Peralatan yang Terkait dengan Pelaksanaan Evaluasi Formasi
  4. Pemboran Sumur Minyak
    • a.    Operasi
    • b.    Biaya
    • c.    Complesion
    • d.    Fluida Pemboran
    • e.    Data Akuisisi
    • f.    Optimasi Pemboran
    • g.    Problema Khusus Pemboran
    • h.    Peralatan yang Terkait dengan Pelaksanaan Pemboran
  5. Perkiraan Cadangan
    • a.    Volume In-place
    • b.    Ketebalan Batuan
    • c.    Peta Iso Porositas
    • d.    Peta iso Kapasitas
    • e.    Recovery Factor (Faktor Perolehan)
  6. Cara Produksi Reservoir Minyak Bumi
    • a.    Inflow Performance Relationship
    • b.    Primary Recovery Technology
    • c.    Enhanced Oil Recovery Technology
    • d.    Peralatan yang Terkait dengan Fasilitas Produksi di Bawah Permukaan
  7. Fasilitas Produksi di Permukaan
    • a.    Field Processing Unit
    • b.    Sistem Pemipaan Minyak Bumi
    • c.    Peralatan yang Terkait dengan Fasilitas Produksi di Permukaan
  8. Analisa Kinerja Reservoir
    • a.    Perolehan Reservoir Gas
    • b.    Perolehan Primer Reservoir Minyak
    • c.    Efisiensi Perolehan Minyak
    • d.    Keseimbangan Materi
    • e.    Peramalan Kinerja Produksi
  9. Prinsip-prinsip Dasar Analisis Keekonomian
    • a.    Parameter Utama Analisis Keekonomian
    • b.    Net Present Value
    • c.    Internal Rate of Return
    • d.    Pay Out Time
    • e.    Profit to Invesment Ratio
    • f.    Beberapa Contoh Kasus