Category Archives: Technic Mechanical Instrumentation

TROUBLESHOOTING PERALATAN DAN SISTEM

PENDAHULUAN PELATIHAN PRINSIP DASAR PENYUSUNAN TROUBLESHOOTING PERALATAN DAN SISTEM

Sasaran troubleshooting sistem perlengkapan dan peralatan adalah untuk mengidentifikasi masalah, mengisolasinya, dan memperbaiki masalah sehingga down time dapat diminimalisir. Untuk membangun sikap antisipatif terhadap gangguan atau masalah dalam peralatan maka langkah sederhana dan pertama adalah dengan mengamati peralatan beberapa menit tiap hari. Dengan bagitu maka Seorang troubleshooter yang baik akan mempunyai pengenalan yang baik terhadap peralatan ketika bekerja dengan normal. Ketika suatu saat muncul masalah dalam peralatan yang bersangkutan maka seorang troubleshooter akan mudah cepat mengisolasi sumber gangguan dengan cara yang logis, seperti yang akan didiskusikan dalam pelatihan ini. Akhirnya, troubleshooter yang baik mampu memberikan saran untuk perbaikan atau bahkan dapat memperbaiki sendiri secara logis dengan bantuan pelatihan ini, operator dan manual perawatan dari peralatan yang bersangkutan dan sistem jika perlu, dan pembuat peralatan yang bersangkutan.



TUJUAN PELATIHAN PRINSIP DASAR PENYUSUNAN TROUBLESHOOTING PERALATAN DAN SISTEM

Setelah mengikuti pelatihan diharapkan peserta mampu:

  • Memahami sistem troubleshooting secara praktis dan logis
  • Memahami teknik penyusunan troubleshooting peralatan di lapangan
  • Menyusun kerangka troubleshooting secara sistematis dan logis dari peralatan yang ada di pabrik dan menjadi tanggung jawab peserta training.



CAKUPAN MATERI PELATIHAN PRINSIP DASAR PENYUSUNAN TROUBLESHOOTING PERALATAN DAN SISTEM

  1. Pre test
  2. Dasar troubleshooting
  3. Pengantar troubleshooting
  4. Fase I – identifikasi problem
  5. Studi kasus
  6. Fase II – diagnosa
  7. Fase III – pembersihan
  8. Troubleshooting problem pelumasan mesin-mesin industri
  9. Studi kasus lapangan
  10. Prinsip dasar mesin-mesin listrik
  11. Troubleshooting dasar mesin listrik
  12. Post test
Iklan

ZERO BREAK DOWN THROUGH SMALL DEFECT ELIMINATION

PENGANTAR TRAINING ZERO BREAK DOWN THROUGH SMALL DEFECT ELIMINATION

Sering kita mendengar kerusakan yang terjadi pada suatu mesin tidak pernah selesai. Baru selesai di perbaiki, 1 atau 2 hari kemudian terjadi kerusakan kembali. Padahal pihak departemen yang bertanggung jawab (Engineering / Maintenance) telah berusaha maksimal agar kerusakan tidak terjadi lagi. Mengapa hal ini bisa terjadi….???Suatu mesin atau peralatan akan mengalami kerusakan jika keluar dari daerah / zone “Ideal State”. Dimana salah satu indikasi yang ditampakkan oleh mesin yang berada di luar “Ideal State” adalah munculnya apa yang dinamakan Small Defect. Small Defect inilah yang akan bersinergi dengan Small Defect yang lain untuk membentuk suatu energi yang dapat mengeluarkan status mesin berada di luar “Ideal State” nya. Hukum Heinrich Law’s Mengatakan bahwa 1 kerusakan besar (mengakibatkan mesin break down) berasal dari 29 kerusakan-kerusakan kecil dan 29 kerusakan kecil tersebut muncul karena bersinerginya 300 Small Defect yang ada pada mesin tersebut.Di dalam training akan dipaparkan jenis-jenis small defect yang ada, pengenalan small defect sampai dengan cara untuk menghilangkan small defect yang ada dan juga teknik-teknik untuk melakukan overhauling kecil suatu mesin sehingga hasilnya adalah tidak terulangnya kerusakan yang pernah terjadi.

CAKUPAN MATERI TRAINING ZERO BREAK DOWN THROUGH SMALL DEFECT ELIMINATION

  1. Sejarah Perkembangan Dunia Industri
  2. Apa itu Small Defect
  3. Hubungan antara Cleaning is Inspection dan Small Defect
  4. Apa itu Ideal State
  5. Konsep Small Defect dengan Zero Break Down
  6. Jenis-jenis kerusakan mesin: Mechanical Failure dan Minor Stoppage
  7. Konsep pencapaian Mechanical Failure dan Minor Stoppage
  8. Restoration of Deterioration & Defect
  9. Potencial Source dan Problem List sebagai tools untuk menghilangkan Small Defect
  10. Apa itu 3-Gen dan 2-Gen
  11. Fungsi dan Peran 3-Gen dan 2-Gen dalam pencapaian Zero Break Down
  12. Event Observation Sheet dan Production Process Master Sheet sebagai tools dalam menjalankan 3-Gen dan 2-Gen

Failure Mode Analysis of Mechanical Component

OBJECTIVES

To provide basic statement of philosophy, principles and concepts, and then to
introduce to the techniques and methodology of reliability assessment and
evaluation as applied to mechanical components, equipment, and mechanical
plant systems and sub-systems.
To improve the understanding of failures as related to their nodes, causes and
effect.

 

COURSE CONTENTS

  1. Introduction
    • Implications of mechanical reliability
    • Definition of mechanical reliability
    • Reliability and rates of failures
  2. System Safety Analysis
    • Human Error
    • Routine Operations
    • Emergency Operations
  3. Methods of Analysis
    • Failures Modes and Effects Analysis (FMEA)
    • Event Trees
    • Fault trees
  4. Reliability prediction : Weibull Analysis
  5. System Availability Simulation: Montecarlo Simulation

ARTIFICIAL LIFT UNTUK PRODUKSI MINYAK

Deskripsi Artificial lift

Kemampuan dari reservoir sumur minyak dalam mengangkut fluida ke permukaan akan terus berkurang sejalan dengan waktu. Titik waktu reservoir mengalami kesulitan untuk mengangkut fluida ke atas maka disaat itulah perusahaan pertambangan minyak dan gas membutuhkan articial lift (pengangkutan/ sembur buatan) dalam proses produksinya untuk tetap menjaga laju ketersedian minyak tetap konstan. Artificial lift juga digunakan untuk sumur yang memang pada dasarnya hanya memiliki kemampuan produksi yang kecil, sehingga untuk menaikkan tingkat produksinya maka dibuatkanlah artificial lift pada sumur tersebut.

Pemilihan yang tepat pada beberapa alternatif metode artificial lift akan membantu perusahaan untuk efektif dan efesien dalam melanjutkan proses produksinya. Ketepatan tersebut tentunya didukung dari identifikasi yang akurat pada kondisi reservoir sumur, data historis perfomance reservoir dan lain-lain. Oleh sebab itulah perusahaan perlu mengetahui dan memahami persoalan ini secara mendasar dari mulai identifikasi persoalan, pemilihan alternatif tindakan, instalasi peralatan dari metode yang dipilih hingga evaluasi dari alternatif yang dipilih tersebut sehingga perusahaan memiliki sistem kerja yang handal dan tepat.

Tujuan Training Artificial lift

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami mengenai urgensi melakukan artificial lift di reservoir sumur pertambangan
  2. Memahami berbagai metode artificial lift yang telah banyak diterapkan
  3. Memilih metode yang tepat untuk diimplementasikan pada reservoir minyak sebagai jawaban dari persoalan kesulitan pengangkutan hidrokarbon

Materi Training Artificial lift

  1. Kapan dan mengapa menggunakan artificial lift?
  2. Identifikasi dan interpretasi data kondisi sumur
  3. Kerangka kerja dan evaluasi dari alternatif Gas Lifting
  4. Kerangka kerja dan evaluasi dari alternatif Sucker Rod Pumping
  5. Kerangka kerja dan evaluasi dari alternatif Subsurface Electrical Pumping
  6. Kerangka kerja dan evaluasi dari alternatif Jet Pump
  7. Kerangka kerja dan evaluasi dari alternatif Progressive Cavity Pump
  8. Peralatan yang dibutuhkan dari setiap alternatif metode artificial lift
  9. Perencanaan dan Manajemen Proyek dari instalasi artificial lift
  10. Evaluasi kebijakan
  11. Studi kasus persoalan artificial lift

BASIC ANSYS

TRAINING MATERIAL OUTLINE BASIC ANSYS

Introduction to FEM with ANSYS Workbench:

  1. Introduction
  2. ANSYS Mechanical Basic
  3. General Preprocessing
  4. Meshing
  5. Modeling Connection (Contact)
  6. Remote Boundary Condition
  7. Static Structural Analysis
  8. Modal Analysis
  9. Thermal Analysis
  10. Multistep Analysis
  11. Result and Post processing

AIR CONDITIONING SYSTEM

DESKRIPSI TRAINING AIR CONDITIONING SYSTEM

Pelatihan teknisi Air Conditioning (AC) System akan melatih para teknisi dan engineer diperusahaan agar memiliki pengetahuan tentang kontruksi, komponen dan prinsip kerja sistem Air Conditioning (AC) beserta cara pemeliharaan dan perawatan, pemeriksaan dan penggantian beberapa komponennya yang sesuai dengan prosedur yang benar dan standar kesehatan dan keselamatan kerja. Unjuk kerja sistem Air Conditioning (AC) yang sesuai dengan standar dan kebutuhan akan menjamin kelangsungan dan kestabilan operasi mesin produksi. Kegagalan sistem pendinginan akan mengakibatkan kerusakan peralatan dan terganggunya kontinuitas operasi sistem sehingga kinerja produksi akan menurun.Pelatihan ini dapat memberikan solusi terhadap masalah pengoperasian, pemeliharaan dan trouble shooting system Air Conditioning (AC) di unit produksi.



TUJUAN TRAINING AIR CONDITIONING SYSTEM

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta memiliki kompetensi dalam memahami sistem kerja Air Conditioning (AC) dan mampu melaksanakan pemeliharaan, pemeriksaan and penggantian serta trouble shooting sistem Air Conditioning (AC) di unit produksi sesuai dengan standar kerja dan keamanan kerja.



MATERI TRAINING AIR CONDITIONING SYSTEM

  1. Prinsip dasar dari sistem Air Conditioning (AC) : Komponen, kontruksi, fungsi, prinsip kerja, dan cara kerja sistem Air Conditioning (AC)
  2. Prosedur kesehatan dan keselamatan kerja.
  3. Prosedur pemeriksaan sistem Air Conditioning (AC) dengan dengan prosedur yang benar ditempat kerja.
  4. Penggantian komponen system Air Conditioning (AC) dengan prosedur yang benar ditempat kerja
  5. Menggunakan peralatan tangan dan alat ukur /test
  6. Pengosongan , pemvakuman, dan pengisisan refrigeran dengan prosedur yang benar.
  7. Pemasangan, pemeriksaan dan perbaikan sistem elektrikal pada sistem Air Conditioning (AC)
  8. Pembongkaran, pemeriksaan dan pengukuran dan perakitan pada kompresor Air Conditioning (AC)
  9. Pembongkaran,pemeriksaan dan pemasangan pada evaporator dan kondensor system Air Conditioning (AC)
  10. Pembongkaran,pemeriksaan dan pemasangan pada receiver/dryer system Air Conditioning (AC)
  11. Trouble shooting dan praktek

MEP (MECHANICAL ELECTRICAL PLUMBING)

Deskripsi Training MEP

MEP Engineer adalah klasifikasi profesional single-level yang bertanggung jawab untuk perencanaan dan desain di bidang mekanik , listrik , dan pipa ( MEP ) sistem termasuk mengembangkan kebijakan , standar , prosedur pemeriksaan , dan alat evaluasi untuk hal-hal yang melibatkan fasilitas MEP cabang yudisial . Dapat mempersiapkan dengan mapan dan akan meninjau gambar , spesifikasi , dan perkiraan biaya untuk sistem mekanik , listrik , dan / atau pipa di fasilitas cabang yudisial .

 

Materi Training MEP

  1. Dasar –dasar MVAC (Mechanical Ventilation Air Conditioner):
  • Matter, Energy & Heat Basics
  • Refrigeration Process
  • Unit Location & the Air-Distribution System
  • Indoor Air Quality
  • Electric Heating
  • Gas Furnaces
  • Heat Pumps
  1. Sistem Elektrikal
  • Sistem Distribusi Daya Listrik.
  • Transformator Distribusi.
  • Panel Tegangan Menengah
  • Penerangan & Kotak Kontak
  1. Sistem Penanggulangan Kebakaran
  • APAR (Fire Extinguisher)
  • Hydrant
  • Gas
  • Sprinkler
  1. Sistem Elektronik
  • Sound Sytem
  • PABX
  • Fire Alarm
  • CCTV
  • Jaringan Komputer
  • MATV
  1. Sistem Plumbing
  • Sistem Penyediaan Air Bersih
  • Sistem Air Buangan
  • Sistem Venting
  1. Sistem AC
  • Sistem Splite
  • Sistem Central
  1. Sistem Tranportasi Vertikal
  • Elevator
  • Escalator

Pneumatics & Hydraulic System

TUJUAN Pneumatics & Hydraulic System

  1. Memahami pengertian dasar tentang mekanika fluida yang berkaitan dengan sistem hidrolik dan pneumatik.
  2. Memahami tentang penerapan sistem hidrolik dan pneumatik di industri.
  3. Memahami tentang dasar-dasar perancangan sistem hidrolik dan pneumatik.
  4. Memahami tentang pengoperasian dan pemeliharaan sistem hidrolik dan pneumatik.

COURSE OUTLINE Pneumatics & Hydraulic System

  1. Pendahuluan
    • Komponen penyusun sistem hidrolik dan pneumatik
    • Aplikasis sistem hidrolik dan pneumatik di industri
    • Kelebihan dan kekurangan sistem hidrolik dan pneumatik
  2. Teori Dasar Mekanika Fluida
    • Pengertian Fluida
    • Sifat-sifat Fluida
    • Tekanan dan Head
    • Hukum Pascal
    • Aliran Fluida
    • Persamaan Bernoulli
    • Kerugian Gesekan Aliran
    • Pengukuran Aliran dan Tekanan.
  3. Sistem Hidrolik
    • Rangkaian dan Simbol Komponen Sistem Hidrolik
    • Fluida Kerja
    • Pompa
    • Aktuator
    • Katup Pengendali
    • Perlengkapan Pendukung
    • Contoh-contoh Rangkaian Sistem Hidrolik
  4. Sistem Pneumatik
    • Rangkaian dan Simbol Komponen Sistem Pneumatik
    • Kompresor
    • Aktuator
    • Katup Pengendali
    • Perlengkapan Pendukung
    • Contoh-contoh Rangkaian Sistem Pneumatik

TURBIN UAP GENERATOR: OPERATOR & MAINTENANCE

Deskripsi Training Turbin Uap Generator

Turbin uap merupakan pembangkit energy listrik yang sekarang ini  banyak digunakanan karena penggunaan bahan bakar yang ekonomis. Dalam generator turbin, uap digunakan dengan bertekanan tinggi untuk memutar turbin dimana energi panas uap akan dikonversi menjadi gerakan berputar. Pada training ini akan membahas mengenai jenis-jenis turbin uap, prinsip kerja turbin uap, serta alat bantu pengoperasian turbin uap.

Materi Training Turbin Uap Generator

  1. Pengantar turbin uap generator
  2. Jenis-jenis turbin uap
  3. Komponen turbin uap generator
  4. Konstruksi generator turbin:
    • Turbine Prime Mover
    • Alternator
    • Gavernor Kontrol steam
    • steam Control Valve
    • Pump Kondensat
    • Vacuum pump for glands
    • Kondensator
    • Vacuum pump header tank
  5. Prinsip kerja turbin uap
  6. Alat bantu turbin
  7. Sistem pengendalian turbin
  8. Turbin Protection
  9. Studi kasus pengoperasian turbin uap generator

Motor Diesel

Description Perawatan Motor Diesel

Banyak pemanfaatan dari motor diesel yang digunakan oleh sebagian individu bahkan perusahaan, diantara nya sebagai penggerak kendaraan maupun motor lainnya. Akan tetapi, perlu mendalami pengetahuan mengenai perawatan dan perbaikan motor diesel. Maka dari itu, training ini akan membahas mengenai dasar-dasar yang perlu diketahu mengenai motor diesel dan perawatannya.

Materi Perawatan Motor Diesel

1. Dasar-dasar motor diesel

  • Kegunaan
  • Komponen

2. Bahan bakar motor diesel
3. Pompa injeksi

  • Tipe in-line
  • Tipe distributor

4. Penyetelan sistem bahan bakar motor diesel
5. Pemeriksaan sistem bahan bakar motor diesel
6. Perawatan
7. Pelumasan mesin diesel

  • Jenis pelumas
  • Komponen sistem pelumasan

8. Diskusi dan tanya jawab

MOTOR REWINDING

TRAINING OBJECTIVE MOTOR REWINDING

Pelatihan ini memberikan pengetahuan, wawasan dan ketrampilan tentang operasi dan pemeliharaan system motor-motor listrik di Industri. Pelatihan ditekankan pada pengetahuan dan keterampilan melakukan rewinding motor listrik terutama pada motor induksi tiga fasa maupun satu fasa secara komprehensif.

TRAINING MATERIAL OUTLINE MOTOR REWINDING

  1. Electric Motor Fundamental (Fundamental Concepts, DC Motor, Type of Excitation, DC Motor Characteristic)
  2. Three Phase Induction Motor (Motor Construction, Princip of Operation, Motor Characteristic, Induction Motor Selection)
  3. Single Phase Induction Motor (Motor Construction, Princip of Operation, Types of Single phase Induction Motor and Characteristic, Induction Motor Selection)
  4. Types of Insulation Material
  5. Types of Stator Winding
  6. Types of Rotor Winding
  7. Rewinding practices
  8. Motor maintenance and troubleshooting

TURBIN GAS DAN TURBIN UAP : Operation & Maintenance And Trouble Shooting

LATAR BELAKANG

Sebagai pembangkit energi siap pakai,  Turbin Gas dan Turbin Uap menempati posisi krusial pada mata rantai proses setiap kilang. Kesiapan para pelaku lapangan merupakan suatu keharusan untuk menghadapi terjadinya masalah-masalah yang mungkin timbul. Mengingat hal tersebut, pembekalan pengetahuan dan ketrampilan pada setiap personalia yang terkait akan lebih menjamin keberhasilan sasaran kilang yang bersangkutan.



TUJUAN TRAINING

Setelah Pelatihan para trainee diharapkan lebih :

  • memahami prinsip kerja turbin gas dan turbin uap.
  • memahami spesifikasi turbin uap dan turbin gas.
  • memahami fungsi setiap komponen dan keterbatasannya.
  • memahami parameter operasi turbin gas dan turbin uap.
  • mampu mengambil langkah langkah tepat terhadap kelainan operasi yang timbul.
  • memahami pertimbangan yang melatar belakangi setiap langkah perawatan.



MATERI TRAINING TURBIN GAS DAN TURBIN UAP:

  1. Siklus Brayton dan Siklus Rankine ; baku dan termodifikasi.
  2. Prinsip kerja Turbin Gas dan Turbin Uap.
    • Tahapan konversi energi dari energi uap sampai dengan energi poros dan listrik.
    • Kaidah-kaidah untuk setiap pentahapan konversi energi
  3. KomponenTurbin Gas dan Turbin Uap serta fungsi masing-masing  komponennya.
  4. Komponen Pendukung Turbin Gas dan Turbin Uap serta fungsi masing-masing komponennya.
    • Kondensor (untuk turbin uap kondensasi)
    • Demister (untuk kompresor)
    • c. Oil Cooler
  5. Prestasi Operasi Turbin Gas dan Turbin Uap
    • Balans energi dan massa
    • Efisiensi Pembangkitan
    • Pemakaian Kalor Spesifik (Heat Rate)
    • Pemakaian Uap Spesifik (Spesific Steam Consumption) untuk Turbin Uap
    • Kurva Prestasi
  6. Operasi Turbin Gas dan Turbin Uap
    • Start-Up
    • Loading
    • Shut-Down
  7. Maintenance
  8. Trouble shooting
  9. Diskusi

ALAT BERAT PERTAMBANGAN

TUJUAN PELATIHAN ALAT BERAT PERTAMBANGAN

Untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan para peserta mengenai alat berat, diantaranya; Peralatan Berat Pembersih Medan, Peralatan Berat Penggali, Pemuat, Pengangkat, dan Peralatan Berat Transportasi. Peralatan berat yang dimaksud antara lain; Bulldozer, Ripper, Bachoe, Loader, Scrafer, Dump Truck.

MATERI PELATIHAN ALAT BERAT PERTAMBANGAN

  1. Komposisi alat berat
  2. Kinerja traktor
  3. Sistem pemindahan daya
  4. Sistem Hidrolik
  5. Pemecah Batu
  6. Perawatan

LAS LISTRIK : PREVENTIVE DAN PERBAIKAN

INTRODUCTION LAS LISTRIK

Pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan secara komprehensif mengenai mesin dan peralatan las listrik. Topik pelatihan ditekankan pada pengoperasian, preventive maintenans (pencegahan), serta pemeliharaan dan perbaikan mesin dan peralatan las listrik, sehingga mesin dan peralatan las listrik dapat beroperasi secara kontinu dan handal. Pada pelatihan ini juga diberikan pengetahuan mengenai inspeksi, perbaikan dan servis bagian-bagian mesin dan peralatan las listrik, serta pengetahuan tentang logam dan inspeksi hasil las listrik.

Pelatihan ini juga dijelaskan tentang prinsip-prinsip dasar fisika, kimia dan metalurgi sebagai aplikasi dari las listrik. Bagian prinsip elektrikal turut diberikan secara diskripsi sederhana tentang diode silicon dan resistor, produksi dan penggunaan gelombang kotak, dan kontrol arus las dengan cara stepless one-knob. Kemudian juga dijelaskan uji non destructive dan destructive hasil las, dan uji penggantian crack yang terbuka kecil.

TRAINING MATERIAL OUTLINE LAS LISTRIK

  1. Welding Science : Heat, Behaviour of metals under loads, Chemistry applied to welding, Fluxes.
  2. Metallurgy : Production and properties of iron and steel, Effect of addition of carbon to pure iron, Alloy steels, Effect of heat on the structure of steel, Effect of welding on the structure of steel, Effect of deformation on the properties of metals, Non-ferrous metals, Stress and distortion in welding.
  3. Metallic Alloys and EquillibriumDiagrams : Metallic alloys, Equilibrium diagrams and their uses.
  4. Basic Electrical Principles : Electrical technology, Rectifiers, Welding generators, Alternating current welding, Earthing.
  5. The Inverter : Transformer and inductor, Inverter design and operation, Control systems in inverters, Iron Loss.
  6. Inspection and Testing of Welds : Non-destructive tests, Destructive tests, Some notes on crack tip opening displacement.
  7. Engineering Drawing and Welding Symbols : Engineering drawing, Welding symbols.
  8. Robotic Electrical Arc Weldings: Basic control system of arm electrical arc welding, PID tuning control of distance arc.
  9. Discussion and cases study

CONTROLLER AND VALVE

TRAINING OBJECTIVE :

Pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan secara komprehensif dan fundamental atau secara filosofis mengenai perbedaan sistem pengendalian dan pengaturan, dengan implementasi perangkat pengedali akhir atau aktuator adalah valve atau kontrol valve. Topik pelatihan ditekankan pada prinsip cara kerja atau operasi kontrol valve, karakteristik kontrol valve, menentukan besarnya atau size kontrol valve, dan prinsip penerapan atau instalasi kontrol valve pada plant proses, sehingga diperoleh sistem atau plant proses yang handal. Pada pelatihan ini juga diberikan pengetahuan mengenai inspeksi dan maintenance kontrol valve.

 

MATERI TRAINING CONTROLLER AND VALVE:

  1. Fundamental Controller Overview (Plant Process Control, Instrumentation, Block Diagram, Elements of Plant Process Control, Stability of Plant Process Control)
  2. Polar Coordinat Stability Analysis (Negatif and Positif Feedback, Polar Coordinat, Gain Loop and Phase Shift Loop, Oscillation, Effect of Gain Loop and Phase Shift to System Response, Effect of Frequency to Gain and Dynamic Gain)
  3. Measurement and Instrumentation System (Sensing and Transmitter Element, Measurement Scale, Transmission Signal, Accuracy and Precision of Signal, Reliability and Repeatability, Linearities, Hysteresis, Dead Band, Saturation and Dead Zone, Recorder, Calibration, Non Linear Measurement)
  4. Dynamical of Process (First Order of Plant Process, Second Order of Plant Process, Time Constant, Rise Time, Overshoot Time, Ringing Time, Establishment Time, Gain of Plant Process)
  5. Final Controller (Types of Final Controller, Actuator, Control Valve, Sizing Control Valve, Globe Valve, Cage Valve, Butterfly Valve, Ball Valve, Characteristic of Valves, Gain Control Valve, Valve Positioner)
  6. On-Off and Proportional Controller (Over current protection devices characteristics, Application to Industrial Electrical Utilities protection, Application to line protection, Relay settings)
  7. Integral and Proportional Controller
  8. Differential Controller and Combinations
  9. Dynamical of Control System (Oscillation Method, Reaction Curve Method, Quarter Decay Method, Tuning Map)
  10. Complexity of Control System (Cascade System Control, Tuning of Cascade System Control, Feedforward Control System, Batch Process, Selective Control, Ratio Control, Split Range Control, Non-linear and Adaptif Control)
  11. Control of Process Variables (Flow Control, Liquid Pressure Control, Level Control, Surge Tank Control, Gas Pressure Control, Temperature Control)
  12. Maintenance and Inspection of Control Valve
  13. Discussion and cases study

MACHINERY DIAGNOSTIC

DESKRIPSI TRAINING MACHINERY DIAGNOSTIC

Peoplewill learn to read and interpret vibration data plots and to recognize common rotating machinery malfunctions. Students will develop these abilities by gaining understanding of the fundamental principles that govern rotating machinery vibration. Application of these principles will enable students to understand the basic root causes of machinery malfunctions and their corrective actions. Multiple hands-on labs will give students opportunity to practice their skills using real machine case histories and lab stations equipped with rotor kits and advanced diagnostic instruments. See Outline for more.

 

TUJUAN TRAINING MACHINERY DIAGNOSTIC

To provide the knowledge and skills to better operate, maintain, manage, diagnose and design rotating machinery using vibration information and fundamentals of rotating machinery diagnostics.

 

MATERI TRAINING MACHINERY DIAGNOSTIC

1. The Fundamentals of Vibration

  • Basic Vibration Signal
  • Displacement / Velocity / Acceleration
  • Vibration Vectors
  • Frequence
  • Amplitude
  • Phase
  • Vibration of Machines
  • Phase Measurement Workshop

2. Interpreting Vibration Data Plots

  • Steady State Plots: Timebase, Orbit, Average Shaft Centerline Plots
  • Start-up and Shutdown Plots: Bode, Polar, APHT
  • Spectrum Plots
  • Trend Plots
  • Vibration Plot Workshop

3. Static and Dynamic Rotor Response

  • The Rotor System Model and the Forces Acting on the Rotor
  • Dynamic Stiffness and Rotor Behavior
  • Single Plane Balancing
  • Single Plane Balancing Workshop
  • Modes of Vibration
  • Anisotropic Stiffness

4. Introduction to Machinery Malfunction Diagnosis

  • Unbalance
  • Misalignment and High Radial Loads
  • Rubs and Looseness
  • Fluid-Induced Instabilities (Oil Whirl and Oil Whip)
  • Shaft Cracks

DESIGN & MAINTENANCE FOR POWER GAS TURBINE

DESKRIPSI TRAINING GAS TURBINE 

 Production continuity is a keyword in any process production activities, and power system play important role to keep all of the operation.

Gas turbine is known for its high power and high efficiency power generator with low volume engine. Its high energy, high speed rotation, etc., will become advantage if it’s operated and maintained properly. Gas turbine principle and performance however should be understood by operator and any person who get involved with them to increase performance of the operation, maintenance, safety, etc.

TUJUAN TRAINING GAS TURBINE

In this training, gas turbine generator will be discussed from principle, application, components and its maintenance. Moreover, failure phenomena such as surge, stall, stonewall and their control system to improve safety will also be introduced.

After completion of this training participant will understand about the basic principle, application and control system that will help them for improving safety and problem solving on operation and maintenance activities.

MATERI TRAINING GAS TURBINE

1. Engineering Design
2. Basics Operating Principles

  • Implementation and selection
  • Energy conversion

3. Turbine Components

  • Engine Case – Air Inlet
  • Compressor Section
  • Diffuser & Combustion
  • Turbine & Exhaust

4. Bearings & Seals
5. Lubrication & Lube Oil

  • Lube Oil Filters & Coolers
  • Lube Oil Instrumentation

6. Fuel Systems
7. Starting System
8. Turbine control system

  • Surging, stall, and stonewall

9. Principles of Power Generator
10. Generator Components

  • Generator Control

FLANGE AND JOINT INTEGRITY IN MECHANICAL ENGINEERING

DESKRIPSI TRAINING FLANGE AND JOINT INTEGRITY IN MECHANICAL ENGINEERING

In the oil & gas and petrochemical industries, compressors play important role to support all facilities and process that require pressurized gases. Furthermore, air or gas leakage is not acceptable since it affecting on productivity or safety. Hence compressor flange joint integrity should be taken into account.

The reliability of the flanged joint depends critically on competent control of the joint making process, alignment, assembly, and its measurement. It is common to put considerable effort into the design process only for improper assembly to lead to joint failure. Therefore it is important that joint making is undertaken by trained and validated technicians who have an understanding of the procedure and the underlying principles and practice.

To achieve better performance on flange joint, it is important to ensure that all individuals with responsibilities in connection with ensuring the safe control of flange joints are trained and validated as competent to undertake these responsibilities. The program is based around a presentation of best practices and utilizes an intelligent bolting system to explain and demonstrate these principles. This unique method allows key areas of joint making e.g. the need to use bolt lubricant, to be clearly understood.

MATERI TRAINING FLANGE AND JOINT INTEGRITY IN MECHANICAL ENGINEERING

  1. Introduction to compressor alignment and assembly
  2. Flange Joint Preparation and Assembly
  3. Flange design and standard
  4. Bolt and bolt joint
  5. Bolt and flange strength
  6. Stress Analysis and Tightening Joints
  7. Load control vs torque control
  8. Load and torque measurement
  9. Intelligent bolt control
  10. Protection and Maintenance

EQUIPMENT/ MATERIAL SPECIFICATION

TUJUAN TRAINING :

Setelah selesai mengikuti pelatihan equipment material specification peserta mengertiarti suatu diskripsi material, serta dapat membuat diskripsi material dengan sistem yang baik. Kemampuan tersebut sangat diperlukan bagi pekerja yang terlibat dalam pengurusan material.




MATERI TRAINING EQUIPMENT/ MATERIAL SPECIFICATION:

  1. Standarisasi dan penggunaan alat ukur Vernier Caliper .
  2. Jenis, Spesifikasi, Standar, Ukuran (Size) & Cara penyimpanan dari material
  • Metals & Non Metal materials
  • Hoses
  • Tubular goods (surface usage)
  • Fittings & Flanges
  • Valves
  • Packing, Gasket & Other seals
  • Fastening Hardware
  • Wire rope, Fibre rope, Chain & Tackels
  • Bearings, Transmission chain & belt
  • Electrical Cable & cable accessories
  1. Equipment template

BOILER WATER TREATMENT

TUJUAN TRAINING BOILER WATER TREATMENT

  • Peserta mampu memilih sistem pengolah feed water boiler
  • Peserta mampu mengidentifikasi kerusakan boiler akibat rendahnya kualitas feed water

CAKUPAN MATERI TRAINING BOILER WATER TREATMENT

  1. Pendahuluan
  2. Boiler
    1. Prinsip kerja
    2. Bagian-bagian utama
    3. Klasifikasi
    4. Spesifikasi
  • Hubungan Umur Boiler & Kualitas Feed water
  • Jenis-Jenis Sistem Pengolah Feed Water
  • Spesifikasi Pengolah Feed Water Boiler
  • Perawatan Rutin Boiler Akibat Kualitas Feed Water Boiler Rendah
  • Penanggulangan kerusakan

Pneumatics & Hydraulic System

TUJUAN Pneumatics & Hydraulic System

  1. Memahami pengertian dasar tentang mekanika fluida yang berkaitan dengan sistem hidrolik dan pneumatik.
  2. Memahami tentang penerapan sistem hidrolik dan pneumatik di industri.
  3. Memahami tentang dasar-dasar perancangan sistem hidrolik dan pneumatik.
  4. Memahami tentang pengoperasian dan pemeliharaan sistem hidrolik dan pneumatik.

COURSE OUTLINE Pneumatics & Hydraulic System

  1. Pendahuluan
    • Komponen penyusun sistem hidrolik dan pneumatik
    • Aplikasis sistem hidrolik dan pneumatik di industri
    • Kelebihan dan kekurangan sistem hidrolik dan pneumatik
  2. Teori Dasar Mekanika Fluida
    • Pengertian Fluida
    • Sifat-sifat Fluida
    • Tekanan dan Head
    • Hukum Pascal
    • Aliran Fluida
    • Persamaan Bernoulli
    • Kerugian Gesekan Aliran
    • Pengukuran Aliran dan Tekanan.
  3. Sistem Hidrolik
    • Rangkaian dan Simbol Komponen Sistem Hidrolik
    • Fluida Kerja
    • Pompa
    • Aktuator
    • Katup Pengendali
    • Perlengkapan Pendukung
    • Contoh-contoh Rangkaian Sistem Hidrolik
  4. Sistem Pneumatik
    • Rangkaian dan Simbol Komponen Sistem Pneumatik
    • Kompresor
    • Aktuator
    • Katup Pengendali
    • Perlengkapan Pendukung
    • Contoh-contoh Rangkaian Sistem Pneumatik

REFRIGERATION BASIC

OBJECTIVES REFRIGERATION BASIC TRAINING

Memberikan pengetahuan tentang dasar sistem pendinginan (refrigeration) antara lain : dasar-dasar thermodinamika, siklus refrigerant, peralatan refrigerasi (kompressor, evaporator, condenser, expansion valve), perpipaan refrigerant, operation and maintenance.

 

MATERI TRAINING REFRIGERATION

  • Basic Concept engineering thermodynamics.
  • Refrigerant
  • Siklus refrigerant
  • Load estimating : cooling and heating
  • Peralatan refrigeration,
    • Refrigerant piping
    • Heat pump
    • Operation and maintenance of refrigeration
  • kompresor,
  • evaporator
  • condenser
  • expansion valve

AIR CONDITIONING (AC) SYSTE

DESKRIPSI TRAINING AIR CONDITIONING (AC) SYSTEM

Pelatihan teknisi Air Conditioning (AC) System  akan  melatih para teknisi  dan engineer diperusahaan agar memiliki  pengetahuan   tentang kontruksi, komponen dan prinsip kerja  sistem AC  beserta cara pemeliharaan dan perawatan, pemeriksaan  dan penggantian beberapa komponennya yang sesuai dengan prosedur yang benar  dan standar  kesehatan dan keselamatan kerja.  Unjuk kerja system AC yang sesuai dengan standar dan kebutuhan akan menjamin kelangsungan dan kestabilan operasi mesin produksi. Kegagalan sistem pendinginan akan mengakibatkan kerusakan peralatan dan terganggunya kontinuitas  operasi sistem sehingga kinerja produksi akan  menurun.Pelatihan ini dapat memberikan solusi  terhadap masalah pengoperasian, pemeliharaan dan trouble shooting system AC di unit produksi.

TUJUAN TRAINING AIR CONDITIONING (AC) SYSTEM

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta memiliki kompetensi dalam memahami sistem kerja Air Conditioning (AC) dan mampu melaksanakan  pemeliharaan, pemeriksaan and penggantian serta trouble shooting sistem Air Conditioning (AC) di unit produksi sesuai  dengan standar kerja dan keamanan kerja.

 

MATERI TRAINING AIR CONDITIONING (AC) SYSTEM

  1. Prinsip dasar dari sistem Air Conditioning (AC) :  Komponen, kontruksi, fungsi, prinsip kerja, dan cara kerja sistem Air Conditioning (AC)
  2. Prosedur kesehatan dan keselamatan kerja.
  3. Prosedur pemeriksaan sistem Air Conditioning (AC) dengan  dengan prosedur yang benar ditempat kerja.
  4. Penggantian  komponen system Air Conditioning (AC)  dengan prosedur yang benar ditempat kerja
  5. Menggunakan  peralatan tangan dan alat ukur /test
  6. Pengosongan , pemvakuman, dan pengisisan refrigeran    dengan prosedur yang benar.
  7. Pemasangan, pemeriksaan dan  perbaikan sistem elektrikal pada sistem  Air Conditioning (AC)
  8. Pembongkaran, pemeriksaan dan pengukuran dan perakitan pada kompresor Air Conditioning (AC)
  9. Pembongkaran,pemeriksaan dan pemasangan pada evaporator  dan kondensor system Air Conditioning (AC)
  10. Pembongkaran,pemeriksaan dan pemasangan pada  receiver/dryer  system A
  11. Trouble shooting  dan praktek

ROTATING EQUIPMENT

PENDAHULUAN TRAINING ROTATING EQUIPMENT:

Rotating equipment adalah peralatan yang sangat vital dalam semua jenis industri, baik yang berfungsi sebagai peralatan pemindahan dan pengiriman misalnya pompa, maupun berfungsi sebagai peralatan konversi energi misalnya compressor dan turbin gas. Karena frekwensi kerjanya yang terus-menerus selama 24 jam per hari, maka jelas peralatan tersebut memerlukan pengawasan, pemeliharaan dan perawatan yang harus dilaksanakan secara periodic dan terjadual dengan ketat, disamping bila muncul gangguan-gangguan yang tidak terduga, maka harus segera dilakukan tindakan pencegahan, supaya tidak terjadi kerusakan yang lebih fatal. Pada pelatihan rotating equipment ini akan membahas peralatan rotating equipment yang sering dan terbanyak dipakai di dunia industri, antara lain pompa sentrifugal, rotary compressor dan turbin gas. Pokok bahasan dalam pelatihan ini diutamakan pada masalah maintenance dan troulble shooting dari peralatan tersebut. Disamping itu juga terdapat beberapa anilisa terhadap sebab-sebab mengapa biasa terjadi gangguan tersebut, serta parameter-parameter yang menjadi tolak ukur yang mengindikasikan bahwa peralatan tersebut mengalami gangguan.

 

PESERTA TRAINING ROTATING EQUIPMENT:

Diharapkan mempunyai latar belakang pendidikan teknik yangsesuai, minimum lulusan SMK (dari jurusan mesin). Karyawanindustri dengan latar belakang yang sesuai dengan judul pelatihan diatas.

 

TUJUAN TRAINING ROTATING EQUIPMENT:

Setelah selesai pelatihan, peserta diharapkan mampu :

  • Memahami cara-cara pengoperasian peralatan sesuai dengan pertimbangan desain dan pemeliharaan peralatan yang
  • Menemukan dan menganalisis kemungkinan penyebab terjadinya gangguan dalam peralatan maupun instalasi sistem.
  • Menentukan tindakan-tindakan pemeliharaan dan perawatan terhadap peralatan bila kemungkinan terjadi gangguan.

CAKUPAN MATERI TRAINING ROTATING EQUIPMENT:

  1. Pre test
  2. Klasifikasi pompa
  3. Maintenance pompa
  4. Troubleshooting pompa
  5. Klasifikasi kompresor
  6. Karakteristik kompresor
  7. Screw compressor
  8. Maintenance kompressor
  9. Troubleshooting compressor
  10. Turbin gas
  11. Karakteristik turbin gas

TROUBLESHOOTING PERALATAN DAN SISTEM

PENDAHULUAN PELATIHAN PRINSIP DASAR PENYUSUNAN TROUBLESHOOTING PERALATAN DAN SISTEM

Sasaran troubleshooting sistem perlengkapan dan peralatan adalah untuk mengidentifikasi masalah, mengisolasinya, dan memperbaiki masalah sehingga down time dapat diminimalisir. Untuk membangun sikap antisipatif terhadap gangguan atau masalah dalam peralatan maka langkah sederhana dan pertama adalah dengan mengamati peralatan beberapa menit tiap hari. Dengan bagitu maka Seorang troubleshooter yang baik akan mempunyai pengenalan yang baik terhadap peralatan ketika bekerja dengan normal. Ketika suatu saat muncul masalah dalam peralatan yang bersangkutan maka seorang troubleshooter akan mudah cepat mengisolasi sumber gangguan dengan cara yang logis, seperti yang akan didiskusikan dalam pelatihan ini. Akhirnya, troubleshooter yang baik mampu memberikan saran untuk perbaikan atau bahkan dapat memperbaiki sendiri secara logis dengan bantuan pelatihan ini, operator dan manual perawatan dari peralatan yang bersangkutan dan sistem jika perlu, dan pembuat peralatan yang bersangkutan.



TUJUAN PELATIHAN PRINSIP DASAR PENYUSUNAN TROUBLESHOOTING PERALATAN DAN SISTEM

Setelah mengikuti pelatihan diharapkan peserta mampu:

  • Memahami sistem troubleshooting secara praktis dan logis
  • Memahami teknik penyusunan troubleshooting peralatan di lapangan
  • Menyusun kerangka troubleshooting secara sistematis dan logis dari peralatan yang ada di pabrik dan menjadi tanggung jawab peserta training.



CAKUPAN MATERI PELATIHAN PRINSIP DASAR PENYUSUNAN TROUBLESHOOTING PERALATAN DAN SISTEM

  1. Pre test
  2. Dasar troubleshooting
  3. Pengantar troubleshooting
  4. Fase I – identifikasi problem
  5. Studi kasus
  6. Fase II – diagnosa
  7. Fase III – pembersihan
  8. Troubleshooting problem pelumasan mesin-mesin industri
  9. Studi kasus lapangan
  10. Prinsip dasar mesin-mesin listrik
  11. Troubleshooting dasar mesin listrik
  12. Post test

ELEMEN MESIN: DESIGN, MAINTENANCE AND TROUBLESHOOTING

PENDAHULUAN TRAINING ELEMEN MESIN: DESIGN, MAINTENANCE AND TROUBLESHOOTING

Elemen mesin adalah bagian mesin yang melakukan tugas untuk Memenuhi tujuan tertentu bersifat dan bekerja secara mekanik. Tugas dan fungsi elemen mesin adalah mendukung atau menahan elemen mesin lainnya bersifat statis dan atau mentransmisikan power dari sumber tenaga ke elemen lainnya bersifat dinamis. Elemen mesin yang Mendukung sebuah system mekanik bersifat dinamis antara lain: poros transmisi, bearing, roda gigi, chain, belt, rem, kopling, system pelumasan dll. Secara umum dalam pelatihan ini akan dibahas tentang besaran power, kecepatan dan besaran torsi yang dapat dipindahkan oleh sebuah system mekanik. Juga dibahas perawatan yang perlu dilakukan dalam system mekanik dan gangguan ataupun kegagalan yang paling sering terjadi dalam system mekanik. Disamping hal di atas juga akan didiskusikan tentang system pelumasan dalam elemen mesin, dan gangguan-gangguan yang mungkin terjadi, serta kegagalan dalam system pelumasan.



PESERTA TRAINING ELEMEN MESIN: DESIGN, MAINTENANCE AND TROUBLESHOOTING

Peserta training adalah mereka yang mempunyai latar belakang pendidikan teknik, utamanya teknik mekanik, baik sarjana maupun pendidikan menengah kejuruan. Karyawan perusahaan yang menangani peralatan mekanik baik sebagai operator maupun sebagai tenaga perawatan dan perbaikan.



TUJUAN TRAINING ELEMEN MESIN: DESIGN, MAINTENANCE AND TROUBLESHOOTING

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta mampu:

  • Mampu menganalisis power, beban, torsi dan kecepatan yangda tiap elemen mesin.
  • Mampu menganalisis penyebab kegagalan dan cacat serta yang terjadi elemen mesin.
  • Memahami sistem pelumasan pada tiap elemen mesin.



CAKUPAN MATERI TRAINING ELEMEN MESIN

  1. Pre test
  2. Elemen mesin
  3. Transmisi poros
  4. Gear transmission
  5. Planetary gear transmission
  6. Belt transmission
  7. Chain transmission
  8. Coupling transmission
  9. Bearing
  10. Lubricating system
  11. Maintenance transmisi mekanik
  12. Post test

KOMPRESOR SENTRIFUGAL & TURBIN UAP

TUJUAN TRAINING

Memahani cara kerja, fungsi, dan klasifikasi kompresor dan turbin uap.

 

MATERI TRAINING KOMPRESOR SENTRIFUGAL & TURBIN UAP 

A. KOMPRESOR SENTRIFUGAL

  1. Dasar Teori Kompresor Sentrifugal dan Instalasinya
    • a. Kebutuhan energi dan tekanan instalasi
    • b. Prinsip pemindahan energi
    • c. Karakteristik instalasi dan kompresor
    • d. Spesifikasi kompresor
    • e. Pemilihan kompresor
    • f. Perubahan sifat-sifat fisik gas pada proses didalam instalasi
  2. Gejala-Gejala Kritis pada Operasi
    • a. Tekanan berlebih
    • b. Tekanan negatif
    • c. Temperatur berlebih
    • d. Fluktuasi tekanan
  3. Operasi
    • a. Prosedur menjalankan dan menghentikan kompresor
    • b. Pengaturan kapasitas
    • c. Pencegahan bahaya
    • d. Pemeriksaan kondisi operasi
  4. Troubleshooting

B. TURBIN UAP

  1. Dasar Teori Turbin Uap dan Instalasinya
    • a. Prinsip pemindahan energi
    • b. Karakteristik instalasi dan kompresor
    • c. Spesifikasi kompresor
    • d. Komponen utama turbin uap
  2. Operasi
    • a. Prosedur menjalankan dan menghentikan kompresor
    • b. Sistem kendali putaran & beban
    • 3. Troubleshooting

Zero Break Down through Small Defect Elimination

Deskripsi

Sering kita mendengar kerusakan yang terjadi pada suatu mesin tidak pernah selesai. Baru selesai di perbaiki, 1 atau 2 hari kemudian terjadi kerusakan kembali. Padahal pihak departemen yang bertanggung jawab (Engineering / Maintenance) telah berusaha maksimal agar kerusakan tidak terjadi lagi. Mengapa hal ini bisa terjadi….???

Suatu mesin atau peralatan akan mengalami kerusakan jika keluar dari daerah / zone “Ideal State”. Dimana salah satu indikasi yang ditampakkan oleh mesin yang berada di luar “Ideal State” adalah munculnya apa yang dinamakan Small Defect. Small Defect inilah yang akan bersinergi dengan Small Defect yang lain untuk membentuk suatu energi yang dapat mengeluarkan status mesin berada di luar “Ideal State” nya

Hukum Heinrich Law’s Mengatakan bahwa 1 kerusakan besar (mengakibatkan mesin break down) berasal dari 29 kerusakan-kerusakan kecil dan 29 kerusakan kecil tersebut muncul karena bersinerginya 300 Small Defect yang ada pada mesin tersebut.

Di dalam training akan dipaparkan jenis-jenis small defect yang ada, pengenalan small defect sampai dengan cara untuk menghilangkan small defect yang ada dan juga teknik-teknik untuk melakukan overhauling kecil suatu mesin sehingga hasilnya adalah tidak terulangnya kerusakan yang pernah terjadi.



Pokok Bahasan Zero Break Down through Small Defect Elimination

  • Sejarah Perkembangan Dunia Industri
  • Apa itu Small Defect
  • Hubungan antara Cleaning is Inspection dan Small Defect
  • Apa itu Ideal State
  • Konsep Small Defect dengan Zero Break Down
  • Jenis-jenis kerusakan mesin: Mechanical Failure dan Minor Stoppage
  • Konsep pencapaian Mechanical Failure dan Minor Stoppage
  • Restoration of Deterioration & Defect
  • Potencial Source dan Problem List sebagai tools untuk menghilangkan Small Defect
  • Apa itu 3-Gen dan 2-Gen
  • Fungsi dan Peran 3-Gen dan 2-Gen dalam pencapaian Zero Break Down
  • Event Observation Sheet dan Production Process Master Sheet sebagai tools dalam menjalankan 3-Gen dan 2-Gen

BOILER WATER TREATMENT

TUJUAN TRAINING:

  • Peserta mampu memilih sistem pengolah feed water boiler
  • Peserta mampu mengidentifikasi kerusakan boiler akibat rendahnya kualitas feed water



MATERI TRAINING BOILER WATER TREATMENT

  1. Pendahuluan
  2. Boiler
    • Prinsip kerja
    • Bagian-bagian utama
    • Klasifikasi
    • Spesifikasi
  3. Hubungan Umur Boiler & Kualitas Feed water
  4. Jenis-Jenis Sistem Pengolah Feed Water
  5. Spesifikasi Pengolah Feed Water Boiler
  6. Perawatan Rutin Boiler Akibat Kualitas Feed Water Boiler Rendah
  7. Penanggulangan kerusakan

GAS TURBINE

MATERIAL OUTLINE GAS TURBINE:

1.      Gas Turbine Review
2.      Fundamental Thermodynamic Of Gas Turbine
3.      Mechanical Equipment Standard
4.      Gas Turbine Components
5.      Material And Construction
6.      Bearing And Seal
7.      Lubrication System
8.      Fuel And Fuel Supply System
9.      Combustion Air Filter
10.    Exhaust System
11.    Auxiliary Component And System
12.    Control And Instrumentation
13.    Gas Turbine Operation, Maintenance and troubleshooting
14.    Discussion and cases study

HEAT EXCHANGERS : Operation , maintenance and troubleshooting

LATAR BELAKANG

Alat-alat Penukar Kalor (Heat Exchangers) berperan penting dalam mengkondisikan fluida sehingga fluida yang bersangkutan layak melakukan proses selanjutnya, seperti, sebagai agen proses industri, transportasi energi, pengukuran/pengontrolan, perubahan fasa dan lain sebagainya.

Kegagalan operasi suatu Alat Penukar Kalor (Heat Exchangers) menyebabkan terganggu atau terhentinya proses total pada suatu industri (kilang). Keandalan suatu proses atau operasi sangat tergantung pada kesiapan sumber daya manusia yang terlibat pada proses yang bersangkutan. Pelatihan yang ditawarkan dimaksudkan untuk mempersiapkan dan atau menambah kompetensi para pelaku proses industri sehingga lebih siap dalam penanganan masalah-masalah alat-alat Penukar Kalor (Heat Exchangers) .



TUJUAN TRAINING

Training yang akan diadakan mempunyai tujuan seperti yang tertera pada butir-butir berikut :

  • Memahami parameter-parameter yang terlibat dalam proses penukaran kalor pada Alat Penukar Kalor.
  • Mampu menafsirkan kelainan atau  penyimpangan yang terjadi pada operasi Alat Penukar Kalor (Heat Exchangers) dan mampu mencari pemecahannya.
  • Memahami besaran besaran prestasi Alat Penukar Kalor (Heat Exchangers) sehingga dapat melakukan penaksiran tingkat keberhasilan alat.
  • Mampu meramalkan perubahan prestasi yang akan terjadi bila terpaksa harus melakukan perubahan rancangan  alat.
  • Lebih siap dalam mengoperasikan dan merawat alat serta  melakukan penanganan bila terjadi kelainan operasi.



CAKUPAN 
MATERI TRAINING HEAT EXCHANGERS

  1. Prinsip-prinsip Perpindahan Kalor (Heat Transfers).
  2. Jenis dan aplikasi Penukar Kalor (Heat Exchanger-H Ex).
  3. Konstruksi dan komponen Penukar Kalor.
  4. Fasa tunggal, Evaporator dan Kondensor.
  5. Perhitungan termal, koefisien perpindahan kalor, perbedaan temperatur dan koreksinya.
  6. Permukaan Tanpa Sirip dan Permukaan Bersirip
  7. Besaran Besaran praktis
  8. Fouling
  9. Kerugian tekanan (pressure drop)
  10. Prestasi Alat Penukar Kalor (Heat Exchangers) , Effectiveness dan Number of Transfer Units (NTU)
  11. Standard Rancangan (code, design variable, corrosion, tube, tubesheet, shell, nozzles, supports, packed Joints dan Tube Vibration)
  12. Proteksi Penukar Kalor
  13. Material Penukar Kalor
  14. Operasi (persiapan, start-up dan shut-down)
  15. Perawatan dan Inspeksi-inspeksi
  16. Diskusi

BEARING AND LUBRICATION TECHNOLOGY

LATAR BELAKANG TRAINING BEARING AND LUBRICATION TECHNOLOGY

Bearing adalah komponen mesin yang mendukung  dan memposisikan  rotor mesin yang bersangkutan pada posisi yang benar. Didukung dengan pelumasan yang tepat, maka

  • Rotor berputar dengan alignment yang benar
  • Mesin terbebas dari vibrasi yang berlebihan
  • Rotor dan stator terhindar dari gesekan yang berlebihan sehingga pasokan daya masih dalam rentang yang  wajar
  • Rotor dan stator  terhindar dari keausan yang berlebihan

Dengan kondisi tersebut di atas maka peluang terjadinya kegagalan operasi dapat diperkecil.

TUJUAN TRAINING BEARING AND LUBRICATION TECHNOLOGY

Setelah Pelatihan para peserta diharapkan akan lebih :

  • Memahami parameter-parameter serta pengaruhnya dalam operasi roller bearing dan pelumas (lubricant)
  • Memahami cara-cara melakukan operasi dan perawatan roller bearing yang tepat
  • Memahami faktor-faktor penyebab kemerosotan pelumas
  • Mampu mencari penyebab kegagalan dan cara penanganannya

CAKUPAN MATERI TRAINING BEARING AND LUBRICATION TECHNOLOGY

1.    Fundamental lubrication

  • teori gesekan  dan pelumas
  • jenis jenis pelumas

2.    Oli

  • viskositas
  • mengukur viscositas, efek temperatur dan tekanan.

3.    Memilih dan menentukan  viskositas
4.    Additive.

  • Unsur unsur additive
  • additive pada gearbox, motor bakar.

5.    Grease

  • consistency
  • NGLI grade
  • memilih grease
  • additive pada grease
  • Aplikasi pelumas untuk pabrik  kertas.

6.    sistem lubrikasi pada pompa.

  • sistem  lubrikasi mesin diesel dan alat berat
  • sistem lubrikasi pada steam turbine
  • sistem lubrikasi pada kompresor
  • sistem lubrikasi pada paper machine
  • Maintenance total solusi – program lubrikasi

7.    Bagaimana merencanakan program preventive maintenance untuk lubrikasi.

  • kerja kelompok : bagai mana membuat planning lubrikasi.

8.    Menentukan interval lubrikasi
9.    Phenomena Vibrasi dan problem yang ditimbulkan oleh pelumas /predictive

  • Maintenance
  • studi kasus :  analisa vibrasi.
  • kerusakan bearing akibat kesalahan lubrikasi.

10.    Problem troubleshooting yang berhubungan dengan pelumas.
11.    keausan pada journal bearing.
12.    kerusakan pada bearing.
13.    kerusakan pada gearbox.
14.    Lube oil analysis.

  • Standard oil testing. TAN Number, counting particle, ect.

15.    Reliability improvement on lube oil.
16.    Handling and storage pelumas dan Safety

ROOT CAUSE ANALYSIS

TRAINING OVERVIEW ROOT CAUSE ANALYSIS

Root Cause Analysis (RCA) adalah sebuah proses yang dirancang untuk dimanfaatkan dalam melakukan investigasi dan pengkategorian berbagai akar masalah atas events yang memiliki dampak bagi keselamatan, kesehatan, lingkungan, kualitas, kehandalan dan produksi. Istilah kejadian digunakan secara umum untuk mengidentifikasi kejadian-kejadian yang menghasilkan atau memiliki potensi menghasilkan beragam konsekuensi. Ringkasnya, Root Cause Analysis (RCA) adalah tools yang digunakan untuk mengidentifikasi tidak hanya what dan how sebuah event terjadi, tetapi juga why event tersebut terjadi. Hanya ketika investigator mampu menentukan why sebuah event terjadi atau sebuah kegagalan terjadi, mereka akan mampu menspesifikasi tindakan-tindakan korektif yang akuntabel sekaligus mampu mencegah terjadinya kembali kegagalan tersebut dimasa mendatang. Pemahaman atas why sebuah event terjadi menjadi kunci utama bagi pengembangan rekomendasi yang efektif.

 

TRAINING MATERIAL OUTLINE ROOT CAUSE ANALYSIS

  1. Overview konsep reliability dan maintenance
  2. Konsep Failure Analysis, Root Cause and Failure Analysis dan Root Cause Analysis
  3. Klasifikasi Failure
  4. Lingkungan kondusif bagi pelaksanaan Root Cause Analysis (RCA)
  5. Opportunity Analysis dan Root Cause Analysis (RCA)
  6. RCA Tools dan Methods
  7. Penyajian temuan dan rekomendasi

PERAWATAN MESIN PERKAKAS

PENDAHULUAN:

Setelah mesin dipakai dalam selang waktu tertentu maka keausan yang terjadi karena beberapa faktor  menyebabkan kerusakan komponen-komponen pada mesin perkakas. Misal, deformasi karena gaya pemotongan dapat menimbulkan gejala gerakan yang tersendat-sendat (stick-slip) pada gerakan pindah berbagai komponen, menimbulkan keadaan getaran paksa dan kesalahan dinamik pada konstruksi mesin perkakas.

Bagi perawat mesin perkakas yang tidak tanggap dan tidak ahli, kerusakan yang kecil pun bisa menjadi sumber frustasi dan mungkin pula dapat menambah parahnya kerusakan. Oleh sebab itu, diperlukan tim perawat yang ahli. Tim perawat bisa terlibat pula sewaktu diadakan instalasi mesin baru, tes penerimaan mesin, perawatan preventif dan rekalibrasi mesin perkakas.

Untuk mendukung sistem produksi yang memadai diperlukan tenaga kerja yang handal atau peningkatan keahlian tenaga kerja profesi Perawatan dan Perbaikan Mesin Perkakas (Maintenance of Machine Tools).



TUJUAN TRAINING:

Setelah mengikuti training ini diharapkan para peserta memiliki keahlian tentang penanganan terhadap kerusakan kom ponen-komponen, uji kelaikan, dan evaluasi hasil rekondisi mesin perkakas.



CAKUPAN MATERI TRAINING MAINTENANCE OF MACHINE TOOLS:

  1. Strategi perawatan
  2. Langkah-langkah perawatan mesin perkakas
  3. Perawatan dan perbaikan komponen mesin perkakas
  4. Tes jalan (running test) mesin perkakas
  5. Perawatan preventif mesin perkakas
  6. Rekalibrasi mesin perkakas

BOILER OPERATION , MAINTENANCE & TROUBLESHOOTING

SASARAN TRAINING BOILER

Menambah wawasan para trainee dalam memahami boiler  secara integralistik sehingga para trainee :

  • dapat  memahami  saling  keterkaitan  antara  komponen komponen alat pada boiler .
  • dapat mengantisipasi akibat  yang  mungkin  terjadi dengan adanya perubahan perubahan yang sengaja atau, tidak sengaja dilakukan.
  • mampu  mengembangkan  diri  sehingga   dapat   memikul tanggung tahap lebih lanjut.

CAKUPAN MATERI TRAINING BOILER

  1. Pinsip kerja boiler
  2. Komponen boiler dan alat pengaman
  3. Proses penguapan air
  4. Bahan bakar
  5. Proses pembakaran
  6. Sistem bahan bakar
  7. Sistem udara dan gas asap (flue gas)
  8. Sistem tarikan api (draft system)
  9. Sistem air dan uap
  10. Sistem alat pengaman dan regulasi
  11. Operasi boiler (preparation, start-up and shut-down)
  12. Tindakan aman (never and always)
  13. Water treatment
  14. Kemerosotan Boiler
  15. Perawatan dan management perawatan
  16. Troubleshooting
  17. Diskusi

GENERATOR GOVERNOR CONTROL SYSTEM

OBJECTIVES GENERATOR GOVERNOR CONTROL SYSTEM

Program pelatihan ini akan memberikan pengetahuan bagi peserta tentang sistem kecepatan governor  (the speed governing system) dan konteksnya dalam sistem keamanan dan kontrol mesin

MATERI TRAINING GENERATOR GOVERNOR CONTROL SYSTEM

Materi pelatihanyang akan diberikan mencakup:

  1. Sensors/transducer on the engine
  2. Introduction to the engine control philosophy of MAN Diesel & Turbo
  3. Speed governing basics
  4. Knowledge of governor and actuator
  5. Introduction to electronic speed governing systems
  6. Governors and Governing system
  7. Mechanical – Woodward type governor
  8. Electronic – Woodward type governor
  9. Compound Oil Relay
  10. Emergency Trip Mechanism
  11. Troubleshooting and Maintenance
  12. Studi Kasus

MACHINERY VIBRATION ANALYSIS

PENGANTAR TRAINING MACHINERY VIBRATION ANALYSIS

Kursus ini mengulas tentang monitoring getaran serta analisisnya. Konsep-konsep dasar getaran seperti amplitudo, frekuensi, sudut fasa akan dijelaskan dengan ilustrasi menarik. Parameter perpindahan (displacement), kecepatan (velocity) dan percepatan (acceleration) lengkap dengan sensor serta amplifiernya akan dijelaskan. Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan metode pengukuran getaran untuk menghasilkan data yang valid agar dapat dianalisis lebih lanjut. Setelah diperoleh data yang valid, pembahasan dilanjutkan dengan contoh analsis data spektrum sederhana.Setelah itu baru dibahas analisis spectrum data lanjut dengan berbagai contoh studi kasus mulai dari low-speed sampai dengan high speed. Kasus-kasus lain seperti ghost-vibration juga akan dibahas. Setelah itu, peserta diajak untuk melakukan on-site vibration measurement dengan menggunakan alat ukur vibrasi yang dimiliki perusahaan agar sesuai dengan realitas lapangan, pada beberapa mesin yang ada di perusahaan ybs. Setelah itu data yang diperoleh dibawa dianalisis untuk kemudian jika ada masalah peserta diberi pengetahuan tentang tata cara penyelesaian masalah.

 

TUJUAN TRAINING MACHINERY VIBRATION ANALYSIS

Setelah mengikuti training, peserta dapat melakukan pengaturan parameter vibration analyzer yang otimal, melakukan pengukuran vibrasi dengan benar, mampu menganalis data vibrasi dan mengetahui langkah-langkah yang tepat dalam melakukan pemecahan masalah vibrasi.

 

SIAPA SEBAIKNYA MENGIKUTI TRAINING MACHINERY VIBRATION ANALYSIS?:

engineer dan operator yang berkecimpung di maintenance dan vibration monitoring dan analisis dan seluruh pihak yang ingin memahami topik ini

CAKUPAN MATERI TRAINING MACHINERY VIBRATION ANALYSIS

HARI1:    

Getaran dasar

  1. Sensor getaran: displacement transducer, velocity transducer dan accelerometer
  2. Vibration (Spectrum) Analyzer: FFT, Windowing, Coupling, Antialias filter, averaging, measurement unit, dll
  3. Time waveform analysis
  4. Frequency (spectrum) analysis
  5. Pentingnya history mesin
  6. Resonansi struktur
  7. Kalibrasi sensor vibrasi
  8. Jenis-jenis tampilan grafik: power spectrum, linear spectrum, waterfall diagram

HARI2:    

Pengukuran Vibrasi

  1. Pembuatan Anatomi Mesin
  2. Penentuan Titik dan arah pengukuran, averaging, window, coupling
  3. Pemilihan sensor: displacement, velocity, general accelerometer, low frequency accelerormeter, SPM Sensor
  4. Penentuan frequency resolution yang tepat
  5. Pemasangan sensor
  6. Teknik pengambilan data vibrasi
  7. Vibration Severity standard
  8. Good technical reporting

HARI3:    

Analisis Data Vibrasi

  1. Getaran akibat ketakseimbangan (unbalance)
  2. Getaran akibat kekurangeratan suaian (insufficient shrink fit)
  3. Getaran akibat masalah gabungan
  4. Getaran akibat ketaksesumbuan (misalignment)
  • Bearing misalignment
  • Getaran akibat kekendoran mekanis (mechanical looseness)
  1. Getaran akibat eksentrisitas
  2. Getaran akibat kerusakan antifriction-bearing
  3. Getaran akibat sabuk
  4. Getaran akibat plain (journal) bearing
  5. Oil whirl
  6. Getaran akibat resonansi
  7. Proses balancing
  8. Proses alignment

HARI4:

Studi kasus dan On-site measurement

  1. On-site measurement (catatan: agar alat dan data sesuai dengan yangdihadapi oleh peserta sehari-harinya, maka alat yang digunakan untuk on-site measurement adalah alat yang dimiliki oleh perusahaan ybs.)
  • Persiapan anatomi mesin yang akan diukur
  • Persiapan alat ukur
  • Pelaksanaan Pengukuran
  • Analisis data
  • Trouble shooting
  1. Pembahasan contoh trouble shooting yang pernah dilakukan fasilitator:
  • Studi kasus I: Getaran pada RMR (Roller mill reducer) di Pabrik Semen
  • Studi kasus II: Getaran pada Steam turbine-generator
  • Studi kasus III: Getaran pada gas turbine-generator dan ghost vibration

ELECTRIC SUBMERSIBLE PUMP

INTRODUCTION

This course is to summarize the state of the art of Electric Submersible Pump (ESP) technology. It included the example problems to illustrate the use of various theoretical solutions, it also listed an overview of conventional well productivity and Inflow Performance Relationship (IPR) technology and is general introduction to the latest methods of  production optimization using ESP technology.

This course compiled as aid to engineers and production people in the Petroleum Industry who have the responsibility of planning and selecting electrically driven submersible pumping equipment. Included are fundamental principles involving sizing, operation and trouble shooting of submersible pump equipment. Also included are tables, data and general information which it will be value to everyone who utilize s submersible pumping equipment.

Much material of this course has been published previously and is reassembled in this course. However, there is also a considerable amount of new material included that will assist the participants of the course  in their pump selection and operation.

Designing a submersible pump installation is not an exact science; it is mostly an art. But it is a talent which can be easily acquired if care and attention are paid to what the well is telling us, and what we want to do with the well. The well conditions vary from one well to other, but the basic information required for a design does not. What we require from a particular well must, of course, be within the limits of the well in question.

Submersible pump design provided information required for analyzing the behavior of a productivity well interval using rod pump. This thus makes it possible to answer some fundamental questions:

(a) What is the well producing capacity?
(b) What fluids do they produce?
(c) At what flow rates?
(d) What is the submersible pump to use?

In this course, it has also included example problems to illustrate the use of various theoretical solution. Wherever possible, it has not only discussed practical difficulties that one may encounter while using the theoretical solutions, but it has also listed some of the method that one can used to obtain the desired information. It also included descriptions on field histories wherever they were available and trouble shooting using submersible pump.

This course is mainly directed to the practicing professionals who make engineering calculations and decision on submersible pump application and troubleshooting. For managers, the course helps to review the present state of the art. It also outlined some of new method in artificial technology exist today. These gaps in technology will be useful for research engineers and research professionals to determine the areas of future research.



ELECTRIC SUBMERSIBLE PUMP MATERIAL OUTLINE

  • Hydraulic& Electrical Fundamentals
    • Introduction
    • Hydraulic Fundamentals
      • Density
      • Gradient
      • Specific Gravity
      • Viscosity
      • Pressure
      • Head
      • Pump Intake Pressure
      • Fluid Flow
      • Pipe friction
    • Centrifugal Pump Hydraulics
      • Pump Thrust
      • Affinity Laws
      • Cavitation
      • Gas Locking
      • Hydraulic Horsepower
      • Brake Horsepower
    • Well Performance
      • Productivity Index (PI)
      • Inflow Performance Relationship (IPR)
    • Electricity Fundamentals
      • Electrical Power Distribution
      • Voltage
      • Current
      • Resistance
      • Ohm’s Law
      • Power
      • Frequency
      • Inductance
      • Capacitance
      • Impedance
      • Conductors
      • Insulators
      • Power Factor
      • Transformers
      • Cable
      • Motors
  • Equipment Description
    • Introduction
    • Centrifugal Pump
    • Rotary Gas Separator
    • Seal Section
      • Thrust Bearing
    • Electrical Submersible Motor
    • Generalized Motor Composite Curves
      • Motor Composites Characteristic Curve (Loading)
      • Motor Composites Characteristic Curve (Voltage)
      • Motor Temperature Rise (Fluid Velocity)
    • Motor Controllers
      • Switchboards
      • Soft Starter
      • Variable Speed Controller (VSC)
    • VSC Effects on ESP Components
      • Centrifugal Pumps
      • Electric Motor
      • Matching Motor, Pump and VSC
      • Pump Shaft Limitation
      • Pump Housing Limitation
      • Vibration and Wear
      • Motor Efficiency
      • Motor Heating
      • Motor Insulation
      • Starting
    • Down hole Pressure and Temperature Monitors
    • Transformers
    • Junction Box
    • Wellhead
    • Check Valve
    • Drain Valve
    • Backspin relay
    • Centralizer
    • Cable
    • Cable Bands
    • Motor Lead Extension
  • Typical ESP Applications
    • Introduction
    • Shrouded Configuration
    • Booster Pump
    • Direct Production-Injection-System
    • Horizontal Injection System
    • Cantle slopeâ Injection System
    • ESP Installation with Deep Set Packer
    • ESP Installation with “Y” Tool
    • Bottom Intake Booster Pump
    • Operation of Submersible Pumps in Harsh Environments
      • High Temperature Wells
      • Abrasive Well Fluids
      • Corrosive Well Fluids
      • Gaseous Production Fluids
      • High Productivity Pumps for Limited Diameter Wells
      • Cable for Harsh Environments
  • Equipment Sizing
    • Introduction
    • Basic Data Required
      • Well Data
      • Production Data
      • Well Fluid Conditions
      • Power Sources
      • Possible Problems
    • Sizing Procedure High-Water-Cut
    • Sizing example : High-Water-Cut
    • Effect of Viscosity on Centrifugal Pump Performance
    • Sizing Procedure for Viscous Fluids
    • Sizing Example: Viscous Fluids
    • Sizing Procedure High GOR
    • Sizing Example High GOR
    • Sizing Procedure Variable Speed
    • Sizing Example: Variable Speed
  • Installation Maintenance and Trouble shooting
    • Introduction
    • Equipment Transportation
    • Equipment Handling
    • Well Preparation
    • Installation of Down hole Equipment
      • Documentation
      • Motor Installation
      • Seal Servicing
      • Pump Assembly
      • Cable Installation
    • Installation of Surface Equipment
      • Motor Controller
      • Transformers
    • Starting  ESP
    • Testing
    • Data Gathering
    • Re-running Equipment
    • Economic Evaluation
    • Failure Analysis
    • Ammeter Technology
    • Field Checkout
    • ESP Troubleshooting Chart
  • Engineering Data
    • Electrical Terms and Definition
    • Useful Formulas
    • Relationships Regarding Flow and Pressure drops in Pipes
    • Temperature Rise in Pumps
    • Measurement for Water Flow
    • Areas of Circles
    • Conversion Factors
    • Temperature Conversion Table
    • Fundamental Unit of Length, Area, Volume and Mass
    • Conversion Factors For Units of Energy
    • Casing and Tubing Sized and Capacities
    • Stretch of  Suspended Casing, Tubing or Drill Pipe
    • Tubing Weight in Fluid
    • Hydrostatic Head
    • Well Temperature versus Current
    • Absolute Viscosity of Gas-Free Crude Oil, Centipoises
    • Absolute Viscosity of Gas-Saturated Crude Oil, Centipoises
    • Pressure Loss Charts
    • Flow Loss due to Friction in API. Pipe (U.S)
    • Inflow Performance relationship Equations
  • Installation, Operating And Troubleshooting The Pump
  • Cases study and discussion

CENTRIFUGAL COMPRESSOR

TUJUAN TRAINING CENTRIFUGAL COMPRESSOR

Agar peserta memahami istilah-istilah, prinsip kerja, jenis-jenis, bagaimana penanggulangi kerusakan dan teknik-teknik inspeksi dalam preventive maintenance.



CAKUPAN MATERI TRAINING CENTRIFUGAL COMPRESSOR

  1. Fungsi dan prinsip kerja
  2. Sejarah perkembangan kompresor
  3. Dasar-dasar proses kompresi
  4. Proses politropik
  5. Kurva karakteristik kompresor
  6. Perbaikan efisiensi kompresor
  7. Titik kerja kompresor
  8. Kontrol kompresor
  9. Fenomena surging
  10. Metoda pencegahan surging
  11. Jenis-jenis kompresor
  12. Klasifikasi kompresor sentrifugal
  13. Klasifikasi kompresor aksial
  14. Sistem pelumasan
  15. Sistem pendinginan
  16. Sistem bantalan
  17. Preventive maintenance

GETARAN DALAM PERAWATAN ROTARY EQUIPMENT

TUJUAN TRAINING

Agar peserta memahami penyebab getaran yang terjadi pada mesin, akibat-akibatnya, teknik-teknik inspeksi atau pemanfaatan getaran mesin, batas-batas getaran maksimum yang diizinkan.



CAKUPAN MATERI TRAINING GETARAN DALAM PERAWATAN ROTARY EQUIPMENT

  1. Dasar-dasar getaran
  2. Karakteristik getaran
  3. Unit pengukuran
  4. Parameter getaran
  5. Pemilihan parameter pengukuran
  6. Tranducer getaran
  7. Pengukuran getaran
  8. Batas-batas getaran yang diizinkan
  9. Interpretasi dan analisis getaran
  10. Karakteristik getaran kerusakan mesin
  11. Instalasi pengukuran tipe portable
  12. Instalasi pengukuran tipe permanent dan data akuisisi
  13. Hasil pengukuran
  14. Trouble shooting guide gas turbin
  15. Trouble shooting guide centrifugal process pump
  16. Analisis vibrasi dan tribologi mesin rotasi
  17. Analisis vibrasi Reciprocating Engine & Reciprocating Compressor

BASIC MECHANICAL

PENDAHULUAN TRAINING BASIC MECHANICAL

Ilmu Teknik bidang Teknik Mesin ( Mechanical Engineering ) merupakan salah satu pendukung utama berkembangnya industri, sehingga penguasaan yang memadai di bidang Mechanical Engineering merupakan syarat mutlak untuk dapat menangani peralatan-peralatan industri baik bagi seorang Engineer, Technician atupun Operator. Mechanical Engineering merupakan cabang ilmu teknik yang berpijak terutama antara lain pada ilmu-ilmu Matematika, Kinematika Dinamika, Material, Mekanika Material, Mekanika Fluida, Mekanika Panas,Thermodinamika dan Teknik Pengukuran serta Teknik Pengendalian. Kursus singkat ini mendiskusikan dasar-dasar ilmu di atas termasuk penerapannya di bidang Mechanical Engineering. Selesai mengikuti kursus ini peserta diharapkan lebih memahami dasar-dasar ilmu Mechanical sehingga semakin memahami cara menangani peralatan industri baik dari segi desain konstruksi, pengoperasian dan pemeliharaan. Kursus basic mechanical ini dapat diikuti oleh profesional di bidang engineering dari berbagai macam latar belakang keilmuan yang telah menempuh derajat pendidikan S1 fresh graduate, D3 dengan pengalaman kerja minimal 2 tahun dan STM/SMA dengan pengalaman kerja minimal 5 tahun.



MATERI TRAINING BASIC MECHANICAL:

  1. Ilmu Material Dasar (Ferrous dan non Ferrous dan treatment)
  2. Dasar-dasar Mekanika Material
  3. Dasar-dasar Kinematika Dinamika dan penerapannya
  4. Dasar-dasar Mekanika Fluida dan penerapannya
  5. Dasar-dasar Thermodinamika dan penerapannya
  6. Perpindahan Panas Dasar
  7. Dasar-dasar Teknik Pengukuran dan Pengendalian

ALAT BERAT PERTAMBANGAN

DESKRIPSI TRAINING ALAT BERAT PERTAMBANGAN

Dalam rangka memaksimalkan proses operasi produksi di bisnis pertambangan, perusahaan pertambangan memerlukan pengetahuan mendalam terkait dengan alat-alat berat yang digunakan di lapangan. Perkembangan teknologi yang kian berkembang juga mengharuskan perusahaan untuk senatiasa mengupdate informasi sehingga perusahaan dapat mengambil manfaat dengan proses kerja yang lebih efesien. Selain itu, nilai ekonomis pada alat-alat berat tentunya mengharuskan adanya pergantian alat yang dapat diambilkan pula dari pengetahuan tersebut. Selain itu, semakin detail perusahaan mengerti alat berat pertambangan dapat menguatkan sisi penguasaan teknologi perusahaan. Penurunan kualitas pada alat berat juga dapat ditanggulangi apabila perusahaan mengetahui teknik maintenance yang efektif. Selain bermanfaat untuk mempermudah proses operasi produksi di perusahaan pertambangan, hal tersebut juga berguna bagi perusahaan sehingga mengetahui teknik untuk menanggulangi terjadinya kecelakaan. Training ini akan memberikan pemahaman mengenai manfaat alat berat yang digunakan dalam pertambangan serta teknik-teknik perawatan alat berat tersebut.



TUJUAN DAN MANFAAT TRAINING ALAT BERAT PERTAMBANGAN

Dengan mengikuti training ini diharapkan peserta dapat:

  1. Memberikan pengetahuan pada teknologi mendasar dan terbarukan pada alat berat pertambangan
  2. Memberikan kecakapan untuk menilai kebutuhan pada proses operasi produksi pertambangan
  3. Memberikan best practice penggunaan alat berat pertambangan

 

MATERI TRAINING ALAT BERAT PERTAMBANGAN

  1. Dasar-dasar pemanfaatan alat berat
  2. Jenis-jenis alat berat
  3. Kegunaan alat berat di perusahaan pertambangan
  4. Identifikasi kebutuhan alat berat
  5. Maintenance pada alat berat pertambangan
  6. Pengetahuan pada bahan bakar alat berat pertambangan
  7. Proses instalasi alat berat pertambangan
  8. Spare part alat berat pertambangan
  9. Sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja
  10. Best practice pada purchasing, controlling and maintenance alat berat pertambangan

PLUMBING SYSTEM AND MAINTENANCE

INTRODUCTION PLUMBING SYSTEM AND MAINTENANCE

Fungsi dari peralatan plumbing adalah untuk menyediakan air bersih ke tempat-tempat yang dikehendaki dengan tekanan yang cukup (sistem penyediaan air bersih) dan membuang air kotor ketempat-tempat tertentu tanpa mencemarkan bagian penting lainnya (sistem pembuangan).

Sistem plumbing adalah sarana yang sangat penting dan dikenal banyak orang, keberhasilan suatu sistem plumbing adalah tergantung dengan perencanaan dalam perancangan, kesalahan akan menyebabkan sistem tidak akan berfungsi dengan semestinya, hal lainnya yang dapat menyebabkan sistem tidak berfungsi adalah pemasangan dan perawatan dari peralatan plumbing.



TRAINING MATERIAL OUTLINE PLUMBING SYSTEM AND MAINTENANCE

  1. Overview Plumbing System
    • Fungsi Peralatan Plumbing
    • Jenis Peralatan Plumbing
    • Perencanaan
    • Prinsip Dasar Sistem Penyediaan Air
      • Kualitas air
      • Pencegahan Pencemaran Air
  2. Sistem Penyediaan Air Bersih
    • Perancangan Sistem Pipa Air Dingin
      • Sistem Sambungan Langsung
      • Sistem Tangki Atas
      • Sistem Tangki Tekan
      • Sistem Tanpa Tangki
  3. Sistem Penyediaan Air Panas
    • Instalasi lokal
    • Instalasi sentral
  4. Pemeliharaan Instalasi Plumbing

MECHANICAL ROTATING EQUIPMENTS : Operation, Maintenance, Trouble Shooting and Analysis

MATERIAL OUTLINE MECHANICAL ROTATING EQUIPMENTS

  • Pumps/Compressors
    • Properties of gas (compressor)
    • Head loss of system
    • Components: function and mechanism
    • Specifications
    • Head/pressure generation
    • Operation: single, serial and parallel and multiple speeds operation
    • Performance characteristics and NPSH
    • Auxiliaries components: thrust and journal bearings, sealing, oil cooler, intercooler (compressor) and de-mister (compressor)
    • Start-up, loading and shut-down operation
    • Phenomenons of operation: cavitation (pump), surging, chocking (compressor), water-hammer (pump), seizure, critical speed and vibration.
    • Maintenance and Trouble-Shooting
    • Discussion
  • Steam Turbines/Gas Turbines
    • Properties of steam
    • Components: function and mechanism
    • Specifications
    • Torque and Power Generation
    • Operation: stand by, start-up, running and shut-down
    • Performance characteristics: efficiency, specific steam consumption and specific fuel consumption (steam turbine) and performance curves.
    • Auxiliaries components: thrust and journal bearings, sealing, oil cooler, intercooler (compressor gas turbine) condenser (steam turbine)
    • Start-up, loading and shut-down operation
    • Phenomenons of operation: surging and chocking (compressor),seizure, critical speed and vibration.
    • Maintenance and Trouble-Shooting
    • Discussion

REKAYASA ELEKTRO HIDROLIK AND APLIKASI

TUJUAN TRAINING :

Memberikan suatu wawasan    industri yang berkenaan dengan rekayasa elektro hidrolik beserta penerapannya di industri.



CAKUPAN MATERI TRAINING REKAYASA ELEKTRO HIDROLIK AND APLIKASI:

  1. Prinsip dasar elektro hidrolik : keuntungan dan aplikasi elektro hidrolik disain sistem elektro hidrolik
  2. Simbol komponen dan gambar rangkain, penyediaan dan pengalihan (transfer) energi
  3. Pengontrolan gerakan silinder
  4. Kontrol elektro hidrolik gerakan berurutan (sequential)
  5. Praktek laboratorium
  6. Diskusi

REKAYASA HIDROLIK AND APLIKASI

TUJUAN TRAINING REKAYASA HIDROLIK AND APLIKASI

Memberikan suatu wawasan   industri yang berkenaan dengan rekayasa hidrolik berupa prinsip-prinsip hidrolik, rancangan peralatan dan berbagai rangkain serta aplikasinya



CAKUPAN MATERI TRAINING REKAYASA HIDROLIK AND APLIKASI

  1. Prinsip-prinsip fisika, simbol dan standar ISO
  2. Rancangan, fungsi dan data karakteristik dari pompa, katup aliran, katup tekanan, katup arah (directional control valve)
  3. Kurva karakterstik pompa
  4. Pengukuran waktu dan tekanan silinder
  5. Metode perhitungan untuk gaya, kecepatan dan keluaran (debit)
  6. Rangkaian dasar mempergunakan silinder kerja tunggal dan kerja ganda
  7. Simulasi parameter rancangan dalam rekayasa hidrolik
  8. Praktek laboratorium
  9. Diskusi

AIR CONDITIONING (AC) SYSTEM

DESKRIPSI TRAINING AIR CONDITIONING (AC) SYSTEM

Pelatihan teknisi Air Conditioning (AC) System  akan  melatih para teknisi  dan engineer diperusahaan agar memiliki  pengetahuan   tentang kontruksi, komponen dan prinsip kerja  sistem AC  beserta cara pemeliharaan dan perawatan, pemeriksaan  dan penggantian beberapa komponennya yang sesuai dengan prosedur yang benar  dan standar  kesehatan dan keselamatan kerja.  Unjuk kerja system AC yang sesuai dengan standar dan kebutuhan akan menjamin kelangsungan dan kestabilan operasi mesin produksi. Kegagalan sistem pendinginan akan mengakibatkan kerusakan peralatan dan terganggunya kontinuitas  operasi sistem sehingga kinerja produksi akan  menurun.Pelatihan ini dapat memberikan solusi  terhadap masalah pengoperasian, pemeliharaan dan trouble shooting system AC di unit produksi.

TUJUAN TRAINING AIR CONDITIONING (AC) SYSTEM

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta memiliki kompetensi dalam memahami sistem kerja Air Conditioning (AC) dan mampu melaksanakan  pemeliharaan, pemeriksaan and penggantian serta trouble shooting sistem Air Conditioning (AC) di unit produksi sesuai  dengan standar kerja dan keamanan kerja.

 

MATERI TRAINING AIR CONDITIONING (AC) SYSTEM

  1. Prinsip dasar dari sistem Air Conditioning (AC) :  Komponen, kontruksi, fungsi, prinsip kerja, dan cara kerja sistem Air Conditioning (AC)
  2. Prosedur kesehatan dan keselamatan kerja.
  3. Prosedur pemeriksaan sistem Air Conditioning (AC) dengan  dengan prosedur yang benar ditempat kerja.
  4. Penggantian  komponen system Air Conditioning (AC)  dengan prosedur yang benar ditempat kerja
  5. Menggunakan  peralatan tangan dan alat ukur /test
  6. Pengosongan , pemvakuman, dan pengisisan refrigeran    dengan prosedur yang benar.
  7. Pemasangan, pemeriksaan dan  perbaikan sistem elektrikal pada sistem  Air Conditioning (AC)
  8. Pembongkaran, pemeriksaan dan pengukuran dan perakitan pada kompresor Air Conditioning (AC)
  9. Pembongkaran,pemeriksaan dan pemasangan pada evaporator  dan kondensor system Air Conditioning (AC)
  10. Pembongkaran,pemeriksaan dan pemasangan pada  receiver/dryer  system A
  11. Trouble shooting  dan praktek

PNEUMATIC SYSTEM AND APPLICATION

TUJUAN TRAINING PNEUMATIC SYSTEM AND APPLICATION

Untuk memberi wawasan industri dalam rekayasa pneumatik sebagai bagian dari teknologi dasar untuk industri, berupa pengetahuan tentang prinsip-prinsip fisika, fungsi dan penggunaan pneumatik. Memberikan pengetahuan mengenai instalasi penyedia tekanan udara. serta pengetahuan komperehensif mengenai perancangan alat serta sistem pneumatik berupa pengembangan kemampuan merancang dan membuat simulasi konstruksi kontrol.



CAKUPAN
MATERI TRAINING PNEUMATIC SYSTEM AND APPLICATION:

  • Pembukaan dan Pre Test
  • Review Mekanika Fluida
    • Fluida kompresibel & Imkompresibel
    • Tekanan
    • Kerugian Tekanan pada aliran (Head losses)
    • Energi dan Daya
  • Sistem Pneumatik secara umum
    • Perubahan energi pada sistem Pneumatik
    • Kontrol Pneumatik
    • Aktuator
  • Sistem penyedia tekanan pada Sistem Pneumatik
    • Kompresor
    • Regulator tekanan
    • Filter
    • Pelumas (Lubricator)
    • Pemipaan
  • Aktuator Pneumatik
    • Jenis dan Prinsip kerja
    • Perhitungan Pemilihan Aktuator
  • Sistem kontrol Pneumatik
    • Simbol dan fungsi
    • Kontrol aliran (Flow control)
    • Kontrol tekanan (Pressure control)
    • Kontrol arah (Directional control)
  • Pengontrolan gerakan dasar
    • Pengontrolan Arah, Kecepatan & Pembebanan
  • Metode pengontrolan gerakan 1 (Sequential)
    • Metode Intuitif
    • Metode Set-Reset
    • Metode Latching
  • Metode pengontrolan gerakan 2 (Conditional)
    • Logik Dasar
    • Metode Logik
  • Kontrol Panel
    • Start, stop, manu/auto, Emergency Control
  • Pewaktu Pneumatik (Pneumatic Timer)
  • Latihan Penerapan (Praktek) 1
  • Latihan Penerapan (Praktek) 2
  • Perawatan dan Trouble shooting
  • Post Test dan Penutupan

APLIKASI MEKATRONIKA DI DUNIA INDUSTRI

PENDAHULUAN TRAINING APLIKASI MEKATRONIKA :

Tidak semua hal bisa dilakukan manusia dengan nilai yang efektif, efisien, dan aman. Oleh karena itu, penggunaan dan penguasaan bidang mekatronika adalah sebuah keniscayaan. Perkembangan industri (industri power plant, industri otomotif, industri farmasi, industri permesinan untuk proses otomasi, atau industri-industri yang menghendaki tenaga perawatan alat-alat produksinya atau bahkan industri jasa/servis peralatan mekanis/otomatis) menuntut tersedianya sumber daya manusia yang menguasai teknologi otomatisasi alias robotic system atau mechatronic.

Mobil ada mekanik, pesawat, kipas angin, AC, dsb., semua ada kemampuan otomatisnya. Teknologi tersebut merupakan pengembangan teknologi yang terintegrasi meliputi Medical Technology, CNC Technology dan Renewable Energy yaitu yang disebut dengan Teknik Mekatronika. Mekatronika, singkatan dari mekanik dan elektronika, suatu bidang khusus yang membahas mengenai otomasi, kini kian dibutuhkan. Namun dalam perkembangannya mempunyai cakupan yang lebih luas yaitu, suatu bidang yang mengintegrasikan teknik mesin, elektronika, perangkat keras dan perangkat lunak komputer, komunikasi, ilmu bahan, mikroelektronika, juga kecerdasan buatan.

Untuk mendukung sistem produksi yang memadai diperlukan tenaga kerja yang handal atau peningkatan keahlian tenaga kerja profesi Mekatronika. Training aplikasi mekatronika ini didesain untuk menjembatani kebutuhan perusahaan untuk mencapai kebutuhan pemenuhan tenaga kerja yang memahami mekatronika dengan baik.



CAKUPAN MATERI TRAINING APLIKASI MEKATRONIKA:

  1. Mekanik :
    • Terminologi gerak : Perpindahan, kecepatan & percepatan
    • Terminologi energi : Gaya, usaha, daya
    • Sistem mekanis : Derajat kebebasan dan sumbu gerak
  2. Listrik :
    • Kelistrikan :  Tegangan , arus & hambatan
    • Sistem kontrol elektrik : Masukan,  proses & keluaran elektrik
  3. Elektronika :
    • Komponen pasif : Resistansi, kapasitansi, Induktansi
    • Komponen aktif : Semi konduktor, dioda & transistor
    • Sistem sinyal : Sinyal kontinyu dan diskrit
  4. Penerapan sistem elektronik pada mekatronik:
    • Operator logik : AND, OR & NOT
    • Sistem bilangan : Desimal, biner, oktal & heksa
    • Enkoder & Dekoder
    • ADC dan DAC
    • Multiplekser dan Demultiplekser
  5. Logika :
    • Tabel kebenaran, Aljabar Boolean & Carnaugh map
  6. Penerapan konsep logik pada solid state controller elektrik & elektronik
  7. Sensor:
    • Cara kerja sensor secara umum
    • Jenis dan fungsi sensor : Sensor kapasitif, induktif, optikal, magnetik.
    • Contoh penerapan sensor
  8. Aktuator:
    • Jenis dan fungsi aktuator
    • Aktuator fluida : Pneumatik & hidrolik
    • Aktuator elektrik : Motor AC (1 phasa & 3 phasa) , Motor DC (brushed & Brushless)
  9. Pengontrol/controller:
    • Unprogramable control : Elektrik & elektronik
    • Programmable control : µC, PC & PLC
  10. PLC – Programmable Logic Control:
    • Pengawatan masukan-pengontrol-keluaran
    • Format pemrograman : STL, LAD & FBD
  11. Algoritma pemrograman:
    • Gerakan berurutan (sequential)
    • Gerakan kondisional (conditional)
    • Gerakan berurutan dan kondisional
    • Kontrol panel : Start, stop, single/countinous function
  12. Beberapa contoh pemrograman menggunakan Ladder simulator
  13. Latihan dan Praktek 1:
    • Penggunaan beberapa jenis sensor
    • Pengawatan sensor-PLC-aktuator
    • Pemrograman dasar menggunakan LAD & FBD
  14. Latihan dan praktek 2:
    • Penggunaan memori/flag
    • Pewaktu (timer) dan pencacah (Counter)
  15. Penerapan 1.  Stasiun pengumpan (Feeder station)
  16. Penerapan 2. Stasiun Penyortiran (Sorting station)

LATAR BELAKANG:

Tidak semua hal bisa dilakukan manusia dengan nilai yang efektif, efisien, dan aman. Oleh karena itu, penggunaan dan penguasaan bidang robotika adalah sebuah keniscayaan. Perkembangan industri (industri otomotif, industri farmasi, industri permesinan untuk proses otomasi, atau industri-industri yang menghendaki tenaga perawatan alat-alat produksinya atau bahkan industri jasa/servis peralatan mekanis/otomatis) menuntut tersedianya sumber daya manusia yang menguasai teknologi otomatisasi alias robot. Mobil ada mekanik, pesawat, kipas angin, AC, dsb., semua ada kemampuan otomatisnya. Teknologi tersebut merupakan pengembangan teknologi yang terintegrasi meliputi Medical Technology, CNC Technology dan Renewable Energy yaitu yang disebut dengan Teknik Mekatronika. Mekatronika, singkatan dari mekanik dan elektronika, suatu bidang khusus yang membahas mengenai otomasi, kini kian dibutuhkan. Namun dalam perkembangannya mempunyai cakupan yang lebih luas yaitu, suatu bidang yang mengintegrasikan teknik mesin, elektronika, perangkat keras dan perangkat lunak komputer, komunikasi, ilmu bahan, mikroelektronika, juga kecerdasan buatan. Untuk mendukung sistem produksi yang memadai diperlukan tenaga kerja yang handal atau peningkatan keahlian tenaga kerja profesi Mekatronika.

 

OUPUT TRAINING:

  1. Pemahaman tentang prinsip kerja dari beberapa aktuator mekanik dan elektrik (silinder pneumatik, silinder hidrolik, motor steper dan solenoid), prinsip pengontrolan secara mekanik, elektrik, dan programmable, pemrograman dan kontrol otomatis dengan menggunakan PLC.
  2. Keahlian dalam melakukan indiviual test, troubleshooting dan commissioning dari sistem kontrol otomatis.

 

CAKUPAN MATERI TRAINING MEKATRONIKA:

1. Struktur dari Sistem

  • Pengertian mekatronika, struktur hardware dari sistem, kontrol desentral (4 PLC), sistem komunikasi (I/O-comm), penjelasan tentang fungsi dari modul, penjelasan tentang aliran material.

2. Teat Individu dan Comissioning

  • Pengertian komisioning, penyetelan reed switch dan sensor, penyetelan elemen mekanik, penyetelan aktuator pneumatik, deskripsi dari hubungan kabel, pelepasan hubungan kabel pada modul PLC, komisioning dari sistem.

3. Pemograman

  • Dasar elektronika digital (Gerbang AND, OR, NOT, XOR, NOR, NAND dan R-S Flip-Flop)
  • Fungsi dari katup pneumatik
  • Pemrograman dengan bahasa function block diagram (FBD), statement list (STL), dan ladder diagram.

4.      Struktur PLC

  • Struktur dari PLC, kegunaan CP-342-5 (WINCC-network), data teknis dari PLC S7 CPU 314 IFM, definisi hardware (with STEP 7)
  1. Struktur Program
  • Penjelasan tentang organization block (OB), dan function (FC)
  • Pemrograman OB dan FC, test program pada module,