Category Archives: Perbankan Dan Keuangan

PENCEGAHAN FRAUD DALAM OPERASIONAL PERBANKAN

MANFAAT TRAINING PENCEGAHAN FRAUD DALAM OPERASIONAL PERBANKAN

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan kepada para peserta dapat mengetahui, memahami tentang Tindak Kejahatan Fraud Dalam Operasional Perbankan yang bisa berakibat adanya kerugian yang menimpa Bank yang bersangkutan, dipihak lain dapat pula merugikan nasabah maupun diri sendiri. Disamping itu peserta juga dapat memahami dan mengetahui tentang berbagai jenis fraud yang muncul, cara pencegahannya, mendeteksi adanya fraud dan bagaimana makna hukum dari tindakan fraud. Para peserta juga diharapkan dapat mengetahui dan memahami berbagai modus fraud dan melakukan pencegahannya dalam upaya untuk menghilangkan atau meminimalisir factor kerugian bank dalam sistem operasionalmya

 

Wajib Diikuti Oleh :

  1. Pimpinan Cabang / Capem
  2. Wakil Pimpinan Cabang / Capem
  3. Pimpinan Bagian
  4. Pemimpin Kantor Kas
  5. Pimpinan Seksi Pelayanan dan kas Customer Service dan Teller

 

Metode TRAINING PENCEGAHAN FRAUD DALAM OPERASIONAL PERBANKAN

  1. Klasikal
  2. diskusi bebas
  3. kajian analisis kasus

Outline TRAINING PENCEGAHAN FRAUD DALAM OPERASIONAL PERBANKAN

  1.   Pengertian dan Hakikat Fraud
  2.   Pola Pandang Perbankan
  • Menurut kajian secara umum
  • Kode etik Bank dan sikap tindak-perilaku karyawan Bank
  1.   Pertentangan Nurani
  • Satuan Kediriaan
  • Penyimpangan Kepribadian
  • Interaksi satuan kedirian
  1.   Masalah Yang Berkaitan Dengan Fraud
  2.   Gejala Adanya Fraud Pada Dunia Perbankan
  3.   Fraud dan Cybercrime
  4.   Memahami Know Your Employee
  5.   Memahami Know Your Customer
  6.   Makna Hukum Dalam Kaitannya Dengan Sikap Tindak Fraud
  7. Strategi Anti Fraud
  8. Dasar Hukum Anti Fraud
  9. Strategi 4 Pilar Anti Fraud
  10. Tujuan Kebijakan dan Prosedur Strategi Anti Fraud
  11. Pencegahan dan Pendeteksian Fraud

15.  Dasar Hukum Pemidanaan Seseorang Dalam Kaitannya Dengan Fraud

Iklan

Akuntansi untuk Perbankan

Overview Training Akuntansi untuk Perbankan

Banyak orang beranggapan bahwa Akuntasi merupakan ilmu yang sulit dipahami. Padahal, apabila telah diketahui konsep dasarnya, maka para peserta dapat dengan mudah memahami konsep akuntansi secara keseluruhan. Pelatihan ini akan membahas mengenai konsep dasar, pengetahuan dan keterampilan akuntansi keuangan yang diperlukan dalam mengolah data penyajian laporan keuangan. Dengan mengikuti pelatihan ini, diharapkan pemahaman atas konsep dasar, proses, dan penyusunan laporan keuangan, dapat menambah kemampuan dalam proses dan penyusunan laporan keuangan, serta membantu peserta memahami bisnis yang digeluti atau perusahaan dimana mereka bekerja.

Tujuan Training Akuntansi untuk Perbankan

  1. Memahami tugas dan tanggung jawab bagian akuntansi keuangan
  2. Memahami prinsip dasar dan tujuan akuntansi keuangan
  3. Mampu menyusun laporan keuangan neraca, laba-rugi dan laporan perubahan modal dan melakukan analisis rasio terkait
  4. Memahami dan mampu mempraktekan prosedur dalam siklus akuntansi
  5. Memahami berbagai metode akuntansi yang berkaitan dengan piutang ragu-ragu dan persediaan
  6. Memahami konsep dan implementasi accrual dan deferral

Materi Training Akuntansi untuk Perbankan

  1. Basic Accounting And Accounting Cycle
  2. Accounting Equation
  3. Bank Financial Statement- Introduction
  4. Bank’s Revenue And Cost Accounting
  5. Bank’s Assets Accounting
  6. Bank’s Liabilities And Equity Accounting
  7. Taxation
  8. Banking Products
  9. Accounting For Banking Products
  10. Derivative Product
  11. Accounting For Derivative
  12. Case Study / Program Evaluation

GRAFONOMI SEBAGAI ALAT PENCEGAHAN TINDAK KEJAHATAN PERBANKAN

A. TUJUAN PELATIHAN GRAFONOMI

Dengan mengikuti pelatihan grafonomi, peserta diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang menjadi pedoman pengamanan, pendayagunaan sistem dan prosedur penanganan permasalahan yang mungkin terjadi, dalam kaitannya dengan sistem pelayanan. Dapat memahami dan menguasai tentang sidik jari dengan segala aspeknya, bahasa tulisan tangan maupun tanda tangan serta mengerti tentang ciri-ciri khusus tentang uang dan surat berharga sehingga dapat meningkatkan tindakan pengamanan  untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan pemalsuan terhadap tanda tangan, tulisan tangan, uang maupun dokumen serta untuk mengetahui tentang tindak kejahatan lain yang terkait. Disamping itu peserta dapat mengetahui seluk beluk tentang sidik jari sehingga dapat memanfaatkan adanya sidik jari.



B. MATERI PELATIHAN GRAFONOMI

  1.  Pengertian dan Fungsi Grafonomi
    1. Dasar Pemikiran Grafologi Dalam Grafonomi
      • Latar Belakang Trjadinya Grafonomi
    2. Satuan Kedirian
      • Pemahaman Munculnya Tindak Kejahatan Grafonomi
    3. Letak dan Fungsi Grafonomi
      • Pengenalan Tulisan
        • Pengertian Tulisan dan Sumber Tulisan
        • Kenampakan Tulisan
        • Unsur Grafis Dalam Tulisan
  2.   Penilaian Unsur Grafis Dalam Tulisan
    1. Prinsip dan Langkah yang harus dilakukan
    2. Tahapan Dalam proses Interpretasi tulisan
    3. Pengenalan sesaat-seketika Analisa tulisan
    4. Pengamatan dan Memaknai tulisan tangan
  3.   Tanda Tangan Dengan Segala Variasi
    1. Meneliti dan mengamati Tanda tangan
    2. Beberapa aspek pengamatan Tanda Tangan
    3. Beberapa karakter Tanda Tangan
    4. Sikap tindak perubahan keajegan dan gerak otomatis
  4. Mengungkap Rahasia sidik jari
    1. Pengertian sidik jari
    2. Kulit telapak tangan
    3. Hubungan otak dangan pola sidik jari
    4. Jabaran hubungan otak dengan sidik jari
    5. Beberapa istilah dalam sidik jari
    6. Pola dasar sidik jari
  5.  Pengenalan dan Analisa Dokumen
    1. Pengenalan dan analisa berbagai jenis dokumen
    2. Verifikasi jenis dokumen
    3. Pemalsuan Dokumen
  6.  Pengenalan Uang
    1. Ciri umum dan khusus uang kertas
    2. Ciri umum uang Rupiah logam
    3. Pedoaman penting dalam pembuatan umum
  7.  Uang Yang dipalsukan
    1. Tindak pemalsuan yang mudah dideteksi
    2. Tindak pemalsuan yang sulit dideteksi
    3. Pendektesian uang palsu
  8. Tindak Kejahatan
    1. Hakikat kejahatan dan modus operandi
    2. Tindak kejahatan Perbankan Fisik-Non Fisik
    3. Tindak perbuatan tercela yang harus dihindari
  9. Dasar Hukum Pemidanaan
    1. Nullum Deluctum Noella Poena Praevia Sine Lege Poenalli
    2. Aspek Noella Poena
    3. Antara Actus Reus dan Ommision dalam pemalsuan
    4. Antara PerTangguangan jawab pidana dan tanggung jawab Pidana dalam Pemalsuan

BACK OFFICE OPERATION FOR BANKING

Latar Belakang Pelatihan Back Office Operation for Banking

Proses operasional bank merupakan salah satu kegiatan utama bank yang mengandung risiko dan dapat berpengaruh pada kesehatan dan kelangsungan usaha bank sehingga perlu diterapkan prinsip kehati-hatian dalam proses operasional bank tersebut secara menyeluruh mulai dari front office hingga penerapan internal regulacy. Back Office Opretian merupakan salah satu fungsi di perbankan yang memegang peran penting untuk memastikan aktifitas perbankan, khususnya yang terkait dengan dana pihak ketiga telah dijalankan secara efektif, efisien, aman dan berkesinambungan.

Staff back office operation yang terkait dengan pengelolaan dana pihak ketiga harus mampu memahami secara baik prinsip dan mekanisme aktifitas , proses transaksi serta pengendalian risiko yang dihadapi, tidak hanya yang terjadi di back office tetapi juga aktifitas dan proses transaksi yang terjadi di front office. Dengan demikian staff back office operation akan mampu menjalankan aktifitas dan proses transaksi dengan baik, lancer, aman dan berkesinambungan kerena dalam pelaksanaannya tetap mematuhi sistem internal control yang ada.

Guna mencapai sasaran diatas maka diperlukan sistem Capacity Building mulai dari staff Back Office Operation Hingga Staff Operational Policy & Prosedure guna menunjang operasional perbankan secara keseluruhan. Capacity building tersebut dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti sosialisasi, training, dan lokakarya secara berkesinambungan.

Cakupan Materi Pelatihan Back Office Operation for Banking

  • Ruang Lingkup Pekerjaan dan Aktifitas yang dilakukan Staf Back Office Operation
  • Produk dan Jasa Perbankan Terkait dana Pihak Ketiga
  • End of period proses
  • Penerapan Prinsip Anti Pencucian Uang dan Pemberantasan Pendanaan Terorisme bagi Petuas Back Office Perbankan
  • Business Continuity Plan (BCP)

 Tujuan Umum Pelatihan Back Office Operation for Banking

  • Memahami dan mengerti mengenai Perbedaan Antara Front Office dan Back Office.
  • Memahami dan mengerti mmengenai jenis-jenis pekerjaan yang dilakukan oleh Staf Back Office Operation
  • Memahami dan mengerti mengenai aktifitas Proses End Of Period serta laporan yang dihasilkan pada End Of Perios
  • Memahami dan mengerti mengenai produk dan jasa terkait dana pihak ketiga.
  • Memahami dan menngerti mengenai prinsip Anti Pencucian Uang dan Pemberantasan Pendanaan Terorisme (APU-PPT)
  • Memahami tentang pengertian business Continuity Plan (BCP)

Tujuan Khusus Pelatihan Back Office Operation for Banking

  • Pendidikan dan pelatihan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien, dalam suasana kebersamaan, dan diskusi secara interaktif dapat terbangun.
  • Keseluruhan petugas baik dari manajemen sampai dengan petugas teknis mampu menyerap dan memahami semua materi yang disajikan.
  • Pemahaman dan pengalaman dalam melaksanakan tugas dan operasional bank, hasil diskusi dalam pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, dapat dipergunakan untuk menyempurnakan kebijakan dan prosedur yang telah ada.
  • Pada akhirnya Client menjadi Bank/BPR terdepan yang mampu mewujudkan semua Good Corporate Governence, terhindar dari berbagai risiko, dan sekaligus menjadikannya media pengembangan kegiatan usaha.

KYC Dalam Rangka Anti Pencucian Uang

Deskripsi

Lembaga keuangan, khususnya perbankan, sangat rentan terhadap kemungkinan digunakan sebagai media pencucian uang dan pendanaan terorisme, karena pada perbankan tersedia banyak pilihan transaksi bagi pelaku pencucian uang dan pendanaan terorisme dalam upaya melancarkan tindak kejahatannya. Melalui berbagai pilihan transaksi tersebut, seperti transaksi pengiriman uang, perbankan menjadi pintu masuk harta kekayaan yang merupakan hasil tindak pidana atau merupakan pendanaan kegiatan terorisme ke dalam sistem keuangan yang selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pelaku kejahatan. Misalnya untuk pelaku pencucian uang, harta kekayaan tersebut dapat ditarik kembali sebagai harta kekayaan yang seolah-olah sah dan tidak lagi dapat dilacak asal usulnya. Sedangkan untuk pelaku pendanaan terorisme, harta kekayaan tersebut dapat digunakan untuk membiayai kegiatan terorisme.

 

Tujuan Pelatihan KYC Dalam Rangka Anti Pencucian Uang (APU)

Yang diharapkan dari para peserta training setelah pelatihan dilaksanakan :

  1. Memahami mengapa KYC dan APU penting untuk diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari
  2. Memahami dampak negatif dengan tidak diterapkan KYC dan APU dalam pekerjaan
  3. Dapat menerapkan KYC dan APU dalam pekerjaan sehari-hari

Outline Materi Pelatihan KYC Dalam Rangka Anti Pencucian Uang (APU)

  1. Istilah-istilah terkait
    • KYC, AML, TPPU / APU, PPT
  2. Peraturan-peraturan yang berlaku di Indonesia terkait KYC dan AML
    • UU RI, PBI, SEBI
  3. KYC
    • Apakah KYC?
    • Mengapa KYC?
    • Kapan KYC dapat dilakukan?
    • Apakah persyaratan KYC merupakan hal baru?
  4. Jenis Due Dilligence
    • CDD & EDD
  5. Tidak Pidana Pencucian Uang (TPPU / Money Laundering)
    • Money Laundering
    • Tujuan Pencucian Uang
    • Dampak
    • Kerugian Negara
    • Tindak Pidana
  6. Tahap-tahap pencucian uang
    • Modus Operandi
    • Bentuk placement
    • Bentuk layering
    • Bentuk integration
    • Sarana pencucian uang
  7. Beberapa modus pencucian uang
    • Smurfing,
    • Structuring,
    • U-Turn,
  8. Transaksi Keuangan Mencurigakan (TKM / Suspicious Transaction)
    • Unsur-unsur Transaksi Keuangan Mencurigakan
    • Indikator transaksi keuangan yang mencurigakan
    • Contoh transaksi keuangan yang mencurigakan
  9. Pendanaan Terorisme
  10. Pentingnya KYC, APU & PPT
  11. Risiko TPPU bagi bank
  12. Prosedur penerimaan nasabah
  13. Dokumen Nasabah dan WIC
    • Bagi Calon Nasabah perorangan
    • Bagi Calon Nasabah perusahaan
    • Bagi Walk in Client (WIC)
  14. Pengelompokan Nasabah dan WIC (klasifikasi risiko)
  15. HIGH RISK CUSTOMER
    • HIGH RISK PERSON
    • HIGH RISK BUSSINESS
    • HIGH RISK COUNTRIES
  16. Pelaporan Kepada PPATK
    • LTKM / STR;
    • LTKT / CTR; dan
    • Laporan lainnya.
  17. Anti Tipping-Off
  18. Kewajiban Penyedia Jasa Keuangan (PJK)
  19. Hak Penyedia Jasa Keuangan (PJK)
  20. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)
    • Tugas PPATK
    • Wewenang PPATK
  21. Hal-hal yang harus diperhatikan bank dalam rangka APU dan PPT
    • Pengawasan aktif Direksi dan Dewan Komisaris
    • Unit Kerja Khusus (UKK)
    • Risk Based Approach
    • Sumber daya manusia dan pelatihan

Money Laundering: Tindak Pidana Pencucian Uang Dan Peranan Bank Untuk Mencegahnya

OVERVIEW Training Money Laundering

Akhir-akhir ini banyak kita dengar dan baca tentang pidana pencucian uang karena makin banyak kasus korupsi yang melibatkan banyak pejabat di Indonesia. Tindak pidana dalam kasus korupsi selalu melibatkan banyak pejabat di Indonesia. Tindak pidana dalam kasus korupsi selalu melibatkan bank sebagai sarana menerima, mengirim dan menyimpan yang semua aliran dana tersebut tercatat dengan baik oleh Bank. Peranan Bank sebagai penunjang system keuangan menyebabkan bank sebagai sarana pencucian uang. Dengan mengikuti seminar/ Pelatihan ini, peserta akan mengetahui lebih banyak tentang pencucian uang dan peranan Bank untuk mencegah pencucian uang. Disamping itu peserta akan mengetahui karateristik rekening yang digunakan untuk penipuan.

Outline Training Money Laundering: Tindak Pidana Pencucian Uang Dan Peranan Bank Untuk Mencegahnya

  1. Pengertian dan Hakikat Pencucian Uang
  2. Modus Operandi dari Pencucian Uang
  3. Aspek Pencucian Uang Bagi Perbankan
  4. Lingkup Pencucian Uang Dalam Undang-Undang Nomor Republik Indonesia Nomor:8 Tahun 2010 Tentang Tindak PidanaPencucian Uang
  5. Hasil Tindak Pidana Pencucian Uang
  6. Tahapan Operasional dan Metode Pencucian Uang
  7. Pola Pencucian Uang Di Indonesia
  8. Bank Sebagai Sarana Pencucian Uang
  9. Faktor Bank Sebagai Sarana dan Peranan Untuk Menanggulangi Pencucian Uang
  10. Pengertian dan Pemahaman Transaksi
  11. Indikator Transaksi Keuangan Yang Mencurigakan
  12. Dasar Hukum Penghentian Sementara atau Penundaan Transaksi
  13. Langkah Bank Dalam Pencegahan dan Pendanaan Terorisme
  14.  Customer Due Diligence
  15. Pemblokiran Rekening Nasabah
  16. Harta Kekayaan-Pengertian dan Perolehannya
  17. Proses Pembuktian Tindak Pidana Pencucian Uang
  18. Sifat melawan Hukum Tindak Pidana Pencucian Uang
  19. Rumusan Delik Tindak Pidana Pencucian uang
  20. Siklus Pokok dan Rumusan Delik Tindak Pidana Pencucian Uang
  21. Dasar Hukum Pemidanaannya

REKSTRUKTURISASI DAN PENYELAMATAN KREDIT GUNA MENINGKATKAN KINERJA BANK

DESKRIPSI

Industri perbankan saat ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Produk-produk perbankan semakin inovatif dan diciptakan untuk memenuhi kebutuhan akan jasa keuangan nasabahnya. Perubahan besar tersebut dipicu oleh perkembangan tehnologi (a.l. ebanking). Perbankan telah menambah fitur-fitur pada tiap produknya sesuai dengan ekspektasi nasabah yang menjadi target pasarnya. Upaya tersebut akan menambah kemampuan bank dalam menghasilkan laba dan menjaga sustainability usahanya.

Namun tidak dapat dipungkiri bahwa sampai saat ini asset/produk industri perbankan khususnya di Indonesia yang terbesar memberikan kontribusi bagi pendapatan bank adalah asset berupa kredit. Kontribusi pendapatan bunga dari pemberian kredit diperkirakan mencapai 70-80% dari total pendapatan bank, sehingga tiap gangguan yang terjadi pada asset ini dapat mempengaruhi kinerja bank secara signifikan. Oleh karena itu manajemen bank akan memberikan perhatian khusus pada tingkat kesehatan/kualitas dari kredit yang disalurkan.

Selain Manajemen bank pihak yang berkepentingan atas kualitas kredit lainnya dari suatu bank antara lain pemegang saham, karyawan dan perekonomian secara umum, karena risiko terbesar yang mudah dikenali dari bisnis bank adalah risiko kredit dan risiko ini dapat membawa kejatuhan pada sebuah bank.

Untuk dapat mengendalikan risiko atas penyaluran kreditnya bank dapat melakukan beberapa langkah strategis, terutama dengan meningkatkan kompetensi dan pemahaman pada setiap pegawai yang berada dibidang perkreditan perihal proses normal management kredit sampai dengan remedial management (penyelamatan kredit).

TUJUAN

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  • Memberikan pemahaman kepada peserta perihal proses pemberian kredit, monitoring dandeteksi dini kredit bermasalah.
  • Memberi keyakinan kepada peserta dalam pengambilan keputusan atas strategi penanganankredit bermasalah.
  • Peserta dapat memahami pemenuhan aturan regulator terhadap penanganan kreditbermasalah
  • Tinjauan alternatif penyelesaian kredit melalui pihak ketiga (legal action).

MATERI

  1. Proses Kredit Dan Identifikasi Permasalahannya
  • Pengertian kredit bermasalah
  • Identifikasi factor-faktor penyebab kredit bermasalah
  • Early warning system
  • Kerangka kerja penanganan kredit bermasalah
  • Regulasi pendukung
  • Penyelesaian kredit melalui pihak ketiga

2. Strategi penanganan kredit bermasalah dengan rekstruturisasi atau penyelesaian kredit

  • Evaluasi alternative strategi
  • Financial projection restrukturisasi
  • Penentuan skema restrukturisasi
  • Studi kasus
  • Kesimpulan dan penutup

PELATIHAN PERHITUNGAN KESEHATAN BANK

OVERVIEW PELATIHAN PERHITUNGAN KESEHATAN BANK 

Pada tanggal 25 Oktober 2011 Bank Indonesia mengeluarkan Surat Edaran No. 13/24/DPNP sebagai pengaturanatas PBI No. 13/1/PBI/2011 tanggal 5 Januari 2011 perihalPenilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum. Dalam SE ini antara lain diatur bahwa Bank diwajibkan untuk melakukan penilaian sendiri (Self Assessment) Tingkat Kesehatan Bank dengan menggunakan pendekatan Risiko (Risk-based Bank Rating/RBBR) baik secara individual maupun secara konsolidasi. SE iniakan berlaku efektif mulai tanggal 1 Januari 2012 untuk penilaian Tingkat Kesehatan Bank posisi akhir bulan Desember 2011.



MANFAAT PELATIHAN PERHITUNGAN KESEHATAN BANK

  1. Memberikan pemahaman yang komperhensif mengenai konsep dan mekanisme Penilaian Tingkat Kesehatan Berbasis Risiko.
  2. Memberikan pemahaman terhadap proses penilaian, pengaplikasian kualitatif parameter dan penetapan “scoring guidance” sertabobotrisiko.
  3. Menerjemahkan pemahaman konsepmelalui  Kertas Kerja Penilaian RBBR (excel spreadsheet).
  4. Peserta diharapkan mampu untuk menyusun Laporan Tingkat Kesehatan.

COURSE OUTLINES PERHITUNGAN KESEHATAN BANK:

  1. Sekilas tentang Revisi Kebijakan Manajemen Risiko & Prinsip-prinsip Umum  RBBR
  2. MekanismePenilaian Tingkat Kesehatan Bank
  3. Parameter/Indikator Penilaian Tingkat Kesehatan
  4. Parameter/Indikator Penilaian Tingkat Kesehatan
  5. RBBR Framework, Implementation Process, Basis Penetapan Peer-Group, Scoring & Bobot Risiko
  6. AplikasiPerhitunganRisiko Inherent &PenerapannyadalamKertasKerja
  7. Aplikasi Penilaian Kualitas Manajemen Risiko & Penerapannya dalam Kertas Kerja
  8. Penetapan Peringkat Komposit, Penetapan Rating RBBR &Persiapan Data untukLampiran III (Form BI)

REKSTRUKTURISASI DAN PENYELAMATAN KREDIT YANG EFEKTIF GUNA MENINGKATKAN KINERJA BANK

OVERVIEW TRAINING REKSTRUKTURISASI DAN PENYELAMATAN KREDIT

Industri perbankan saat ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Produk-produk perbankan semakin inovatif dan diciptakan untuk memenuhi kebutuhan akan jasa keuangan nasabahnya. Perubahan besar tersebut dipicu oleh perkembangan tehnologi (a.l. ebanking). Perbankan telah menambah fitur-fitur pada tiap produknya sesuai dengan ekspektasi nasabah yang menjadi target pasarnya. Upaya tersebut akan menambah kemampuan bank dalam menghasilkan laba dan menjaga sustainability usahanya.

Namun tidak dapat dipungkiri bahwa sampai saat ini asset/produk industri perbankan khususnya di Indonesia yang terbesar memberikan kontribusi bagi pendapatan bank adalah asset berupa kredit. Kontribusi pendapatan bunga dari pemberian kredit diperkirakan mencapai 70-80% dari total pendapatan bank, sehingga tiap gangguan yang terjadi pada asset ini dapat mempengaruhi kinerja bank secara signifikan. Oleh karena itu manajemen bank akan memberikan perhatian khusus pada tingkat kesehatan/kualitas dari kredit yang disalurkan.

Selain Manajemen bank pihak yang berkepentingan atas kualitas kredit lainnya dari suatu bank antara lain pemegang saham, karyawan dan perekonomian secara umum, karena risiko terbesar yang mudah dikenali dari bisnis bank adalah risiko kredit dan risiko ini dapat membawa kejatuhan pada sebuah bank.

Untuk dapat mengendalikan risiko atas penyaluran kreditnya bank dapat melakukan beberapa langkah strategis, terutama dengan meningkatkan kompetensi dan pemahaman pada setiap pegawai yang berada dibidang perkreditan perihal proses normal management kredit sampai dengan remedial management (penyelamatan kredit).

 

TUJUAN PELATIHAN REKSTRUKTURISASI DAN PENYELAMATAN KREDIT

  • Memberikan pemahaman kepada peserta perihal proses pemberian kredit, monitoring dandeteksi dini kredit bermasalah.
  • Memberi keyakinan kepada peserta dalam pengambilan keputusan atas strategi penanganankredit bermasalah.
  • Peserta dapat memahami pemenuhan aturan regulator terhadap penanganan kreditbermasalah
  • Tinjauan alternatif penyelesaian kredit melalui pihak ketiga (legal action).



Dengan mengikuti pelatihan ini peserta akan mampu:

  • Mendeteksi secara dini kredit yang berpotensi menjadi bermasalah dan melakukan langkahlangkah awal penanganannya.
  • Menganalisa berbagai aspek (a.l. manajemen, legal, teknik dan keuangan) sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan penyelesaian kredit yang telah dikategorikan sebagai kredit bermasalah.
  • Melakukan restrukturisasi kredit dengan pemilihan berbagai alternatif skenario sesuai dengan kompleksitas permasalahannya.
  • Memperkirakan keuntungan/kerugian dalam setiap alternatif penyelesaian yang dipilih

 

MATERI TRAINING REKSTRUKTURISASI DAN PENYELAMATAN KREDIT

Proses Kredit Dan Identifikasi Permasalahannya

  • Pengertian kredit bermasalah
  • Identifikasi factor-faktor penyebab kredit bermasalah
  • Early warning system
  • Kerangka kerja penanganan kredit bermasalah
  • Regulasi pendukung
  • Penyelesaian kredit melalui pihak ketiga

Strategi penanganan kredit bermasalah dengan rekstruturisasi atau penyelesaian kredit

  • Evaluasi alternative strategi
  • Financial projection restrukturisasi
  • Penentuan skema restrukturisasi
  • Studi kasus
  • Kesimpulan dan penutup

 

Audit Kredit Bank Berbasis Manajemen Risiko

Overview Training Audit Kredit Bank Berbasis Manajemen Risiko

Risiko kredit adalah risiko kerugian akibat kegagalan pihak lawan (counterparty) memenuhi kewajibannya. Risiko kredit mencakup akibat kegagalan debitur (borrower), risiko kredit akibat kegagalan pihak lawan transaksi (counterparty), dan risiko kredit akibat kegagalan penyelesaian transaksi (settlement).

Risiko kredit bersumber dari berbagai aktivitas fungsional bank seperti perkreditan (pembiayaan), aktivitas treasury (berupa penempatan dana antar bank), aktivitas terkait investasi, dan aktivitas pembiayaan perdagangan (trade finance).

Pada saat ini aktiva produktif perbankan nasional didominasi oleh kredit yang diberikan, sementara sumber dana bank terutama berasal dari dana pihak ketiga, sehingga apabila terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan terhadap bank, maka bank tersebut dapat mengalami gangguan yang cukup signifikan dalam memenuhi kewajiban pada pemilik dana.

Perkembangan paradigma internal audit, peraturan dan ketentuan dari regulator serta pesatnya perkembangan teknologi informasi adalah beberapa contoh faktor yang menempatkan fungsi internal auditor perbankan (Satuan Kerja Audit Intern Bank/SKAI) untuk mendukung efektivitas penerapan manajemen risiko.

Untuk mengurangi resiko yang makin besar, maka perencanaaan dan pengendalian kredit menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi bank. Untuk itulah diperlukan audit kredit agar dapat dicegah dan dikurangi risiko kredit.

Tujuan pelatihan audit kredit adalah sebagai berikut:

  1. Membekali peserta pengetahuan tentang pengertian, karakteristik, dan jenis kredit.
  2. Membekali peserta pengetahuan tentang proses audit kredit.
  3. Membekali peserta teknik dan metode menditeksi masalah dalam kredit dan cara mengatasi masalah kredit, termasuk test goal, kriteria, KPI, dan peraturan BI.
  4. Memberikan pengetahuan bagi peserta teknik mengurangi risiko kredit dan melaporkan hasil temuan audit kredit.
  5. Memberikan bekal pengetahuan yang lebih dalam tentang audit risiko berbasiskan risiko.

Outline Materi Training Audit Kredit Bank Berbasis Manajemen Risiko

1. Bank, Audit dan Regulasi
2. Kebijakan Kredit dan Prosedur
3. Proses perkreditan

  • Konsumer dan Komersial
  1. Risk Based Audit Internal (RBAI)
  • Tujuan (RBIA)
  • Syarat yang digunakan
  • Jenis-jenis Risiko
  • Pendekatan RBIA
  • Pemahaman Proses
  • Laporan dan Opini Audit
  1. Pengukuran dan Pemantauan Risiko Kredit
    6. Evaluasi Internal Kredit
    7. Kebijakan Kredit dan Prosedur
    8. Keterkaitan Risiko Kredit dan Risiko Inhern Bank
    9. Modern Methode Audit Bank
    10. Audit Kredit Berbasis Manajemen Risiko
    a. Risiko Kredit
    b. Segmentasi Kredit
    c. Organisasi Kredit
    d. Budaya Kredit
    11. Analisa Portfolio
    12. Studi Kasus

 

PERMASALAHAN HUKUM DALAM DUNIA PERBANKAN

MANFAAT PELATIHAN PERMASALAHAN HUKUM DALAM DUNIA PERBANKAN

Dunia perbankan adalah suatu lingkup institusi yang dilandasi oleh adanya suatu kepercayaan dari masyarakat dari segenap lapisan. Dan karenanya dikenal sebagai suatu institusi yang sarat dengan berbagai peraturan hukum. Dan tentu saja dalam setiap gerak dinamisasinya, operasional perbankan akan selalu lekat dengan persoalan hukum yang menyertai. Dengan mengikuti pelatihan diharapkan kepada para peserta nantinya dapat mengetahui, memahami, dan menguasai berbagai permasalahan hukum yang selalu ada dan melekat pada setiap gerak operasional sejak dari front office hingga ke back office. Dengan pemahaman tersebut maka diharapkan pula pada para peserta menyadari akan betapa pentingnya dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya senantiasa mengikuti pola pikir dan sikap tindak yang bersifat hukum terutama sebagai langkah awal untuk mencegah adanya fraud yang kemungkinan terjadi dalam operasional perbankan.

MATERI PELATIHAN PERMASALAHAN HUKUM DALAM DUNIA PERBANKAN

  1. Pengertian Hukum dan Permasalahan Yang terkait
    • Pengenalan tentang analisis permasalahan hukum
    • Pemahaman dan pengertian tentang hukum
  2. Sikap Tindak Hukum
    • Kaidah berperilaku hukum
    • Hakikat dari sanksi-kaitan sanksi
  3. Pemahaman Tentang Makna Hukum
  4. Institusi Perbankan Dan Operasionalnya
    • Pola pandang perbankan dalam kajian secara umum
    • Kode Etik Bank dan sikap tindak perilaku karyawan Bank
    • Bagaimana seharusnya petugas pengawas Bank bersikap tindak sesuai hukum
    • Pertentangan nurani dan satuan kedirian
  5. Permasalahan Hukum yang Terkait Dengan Dunia Perbankan
    • Tentang hukum perbankan dan ruang lingkupnya
    • Asas-asas hukum perbankan dan Faktor pendukung terciptanya hukum perbankan
  6. Permasalahan Hukum Internal Dalam Kaitannya Dengan Peraturan Perusahaan
  7. Good Corporate GovernanceSebagai Faktor Pandang Hukum Dalam Perbankan
  8. Permasalahan Hukum Dalam Pemberian Kredit
  9. Aspek Hukum Perjanjian Kredit dan permasalahannya
  10. Beberapa Permasalahan Hukum Tertentu Dalam Perbankan
  11. Analisa Permasalahan Hukum
  12. Dasar Hukum Pemidanaan Seseorang
  13. Beberapa Contoh Kasus Perbankan

PBI Dan POJK Terkait Program APU & PPT

Deskripsi

Kebocoran dokumen rahasia (dikenal dengan skandal Panama Paper) dari ribuan pejabat tinggi berbagai negara, politisi, selebritis, pengusaha, serta orang-orang ternama lainnya menyiratkan bukti nyata adanya tempat yang menampung dana-dana illegal. Ironisnya banyak bank-bank ternama yang sudah beroperasi ratusan tahun justru menjadi media atau pengatur untuk penyimpanan dana-dana illegal tersebut.  Krisis ekonomi global yang berdampak negatif terhadap hampir semua sektor usaha di Indonesia berpotensi meningkatkan aktivitas money laundry (pencuci uang illegal) dan pendanaan terorisme.  Diperlukan pemahaman dan strategi penerapan prinsip customer due diligence (CDD) untuk mengantisipasi kejahatan keuangan tersebut oleh semua korporasi yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung dengan aktivitas lalu lintas keuangan.

Pelatihan ini akan memberikan pemahaman dari PBI no. 14/27/PBI/2012 Tentang Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme Bagi Bank Umum; UU No 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang serta UU No 9 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme adalah berlaku bagi semua orang atau korporasi yang melakukan atau bermaksud melakukan tindak pidana pendanaan terorisme di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia; dan/atau dana yang terkait dengan Pendanaan Terorisme di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (pasal 2 ayat 1 a dan b).

Manfaat Pelatihan PBI Dan POJK Terkait Program APU & PPT

Setelah mengikuti Pelatihan Implementasi PBI Dan POJK Terkait Program APU & PPT (Pasca Scandal Panama Papers Dan Brexit) ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk:

  • budaya sadar risiko pencucian uang pendanaan terorisme pada setiap karyawan terutama petugas front liner
  • teknik mitigasi risiko-risiko yang mungkin timbul pada area yang rentan dengan pencucian uang dan pendanaan terorisme sesuai dengan PBI dan UU terkait
  • memberikan panduan penerapan prinsip customer due diligence (CDD)

Profil Peserta PBI Dan POJK Terkait Program APU & PPT

Pelatihan Implementasi PBI Dan POJK Terkait Program APU & PPT (Pasca Scandal Panama Papers Dan Brexit) ini ditujukan untuk para:

Karyawan front liner, middle management yang berhubungan dengan customer, unit kerja atau pejabat yang bertanggung jawab atas penerapan program APU-PPT, divisi kepatuhan, petugas front liner, dll.

Outline PBI Dan POJK Terkait Program APU & PPT

Materi training yang akan di bahas topik Implementasi PBI Dan POJK Terkait Program APU & PPT (Pasca Scandal Panama Papers Dan Brexit) adalah :

  1. Budaya sadar risiko
  2. Dampak Skandal Panama Papers dan Brexit Terhadap Aktivitas Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme di Indonesia Terhadap Industri Perbankan Nasional
  3. Peran dan fungsi petugas APU-PPT
  4. Prinsip Customer Due Dilligence (CDD).
    • Kewajiban mengimplementasikan Prinsip CDD
    • Proses CDD dan Penerapannya
    • Hubungan antara CDD dan APU-PPT
    • Pemantauan profil nasabah/transaksi
  5. Pembuatan Profil Nasabah Berdasarkan Risiko
  6. Penanganan customer berisiko tinggi (high risk customer)
  7. Identifikasi Aktifitas Transaksi Mencurigakan.
  8. Teknik Anti Money Laundering (AML)
    • Teknik Penempatan (Placement).
    • Teknik Penyamaran (Layering).
    • Teknik Pengintegrasian (Integration).
  9. UU Tindak Pidana Pencucian Uang di Indonesia
  10. UU Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme
  11. Case study

REKONSILIASI ATM DAN CDM

DESKRIPSI TRAINING REKONSILIASI ATM DAN CDM

Rekonsilasi suatu proses untuk memastikan kebenaran pencatatan proses/transaksi terhadap keadaan sebenarnya, Dimana transaksi yang telah terjadi wajib dilakukan antara bukti dengan fisik yang ada.sehingga harus memiliki 2 sumber data yang berbedA (antara Fisik dan Catatan). ATM dan CDM merupakan jasa bank yang memudahkan nasabah untuk melakukan penarikan dan penyetoran selam 24 jam. layanan ini merupakan suatu kewajiban layanan yang harus disediakan oleh bank. Dalam aktifitasnya ATM maupun CDM memerlukan maintenance baik dari sisi mesin ataupun secara transaksinya. Rekonsilasi Transaki ATM dan CDM ini merupakan kewajiban secara operasional, untuk mencatat semua transaksi yang terjadi dan mengatur aktifitas pengisian dan rekon kas baik tunai ataupun non tunai.

TUJUAN TRAINING REKONSILIASI ATM DAN CDM

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta dapat:

  • Memahami bahwa rekonsilasi ATM merupakan pencatatan yang harus dilakukan secara akurat data disistem baik laporan on2 atau bukti fisik dari pengisian
  • Mengetahui bahwa rekonsilasi ATM/CDM merupakan alat bukti pencatatan jurnal harian
  • Memudahkan pendekteksian awal jika tidak terjadi kesesuaian pencatatan dan fisik
  • Jika pengisian ATM dilakukan oleh Bank Sendiri akan memudahkan dalam menentukan jadwal pengisian ATM dimasing-masing ATM yang menempel di luar kantoR
  • Jika Pengisian ATM dilakukan oleh Vendor, maka memudahkan monitoring dan kontrol verifikasi pengisian
  • Memudahkan penelusuran selisih yang terjadi baik selisih karena tunai atau non tunai (transfer ataupun pembayaran)

MATERI TRAINING REKONSILIASI ATM DAN CDM

  • ATM (anjungan tunai mandiri (Automated Teller Machine)
  • CDM (cash deposit machine)
  • Pengisian ATM dan CDM oleh Bank Sendiri
  • Pengisian ATM dan CDM oleh Vendor
  • Rekonsilasi ATM dan CDM
  • Penyelesian selisih ATM, Uang tidak keluar tetapi rekening terdebet
  • Penyelesaian selisih ATM, Transfer tidak masuk, tetapi uang berkurang di rekening
  • Penyelesian selisih CDM, Uang masuk tetapi tidak tercatat di rekening
  • Penyelesaian selisih ATM, karena gagal transfer ke bank lain, pembayan tidak berhasil, pembelian produk tidak berhasil, dll
  • Rekonsilasi oleh Vendor pengisian ATM

HUKUM JAMINAN : KURSUS INTENSIF HUKUM JAMINAN

Deskripsi

Dalam dunia bisnis kerap kali kita berhubungan dengan hukum kebendaan dan jaminan. Khususnya yang berhubungan dengan pemberian kredit agar mendapat pengembalian utang secara lancar, dan akibat dari suatu barang jaminan terkait kepentingan pihak ketiga. Termasuk jaman Era baru supervisi tunggal dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai satu-satunya Otoritas Pengawas seluruh Industri Jasa Keuangan di Indonesia. Oleh karena itu, sangat diperlukan penguasaan pengetahuan dan keterampilan, lewat sarana pembahasan secara khusus dan mendalam mengenai dasar-dasar hukum Kebendaan dan jaminan serta eksekusi barang Jaminan sampai perkembangan terkini.

Merespon hal tersebut, Kami menyelenggarakan Kursus Intensif Hukum Jaminan (KIHJ). KIHJ adalah kursus yang menyajikan materi hukum jaminan secara lengkap dan mendetail dengan pembicara-pembicara yang ahli di bidangnya. Dengan mengikuti KIHJ diharapkan para peserta akan memahami secara mendalam pengertian hukum kebendaan dan jaminan, jenis-jenis hukum jaminan, eksekusi atas jaminan, hak pemegang jaminan dalam pailit atau pembubaran dan hal-hal lain.

Materi Kursus Intensif Hukum Jaminan

Materi I

Hukum Kebendaan dan Jaminan di Indonesia

  • Mengenal hukum benda dan sistematika
  • Dasar hukum dan fungsi jaminan
  • Objek dan ruang lingkup hukum jaminan
  • Macam dan jenis hukum jaminan
  • Jaminan dalam KUH Perdata
  • Prinsip dan prosedur hukum jaminan
  • Study case

Materi II

Lembaga Gadai

  • Pengertian dan sifat gadai
  • Objek gadai
  • Berlakunya gadai
  • Gadai atas saham
  • Eksekusi gadai
  • Apakah gadai dapat dieksekusi secara privat, ataukah harus melalui lelang
  • Hak atas manfaat dari barang tergadai.
  • Study case

Materi III

Hipotek, Hak Tanggungan dan Fidusia

  • Lembaga Jaminan Hipotek: kapal dan pesawat udara
  • lembaga Jaminan Hak Tanggungan: HGB, HM, HGU, HP
  • Lembaga Jaminan Fidusia: Inventory, AR, mesin dan lain-lain.
  • Permasalahan seputar Hak Tanggungan
  • Permasalahan seputar Jaminan Fidusia
  • Study case

Materi IV

Cessie

  • Sebagai sarana peralihan kebendaan
  • Fungsi suatu Jaminan
  • Study case

Materi V

Perjanjian Kredit (PK) dan Jaminan

  • Berbagai macam model pemberian Kredit: Sindikasi Club Deal, bilateral, KPR, kartu kredit dan KTA
  • Kaitan tipe kredit berpengaruh pada besaran Jaminan.
  • Kedudukan hukum antara PK dan Jaminan
  • Karakter Lembaga Kreditur (Bank/ Lembaga pembiayaan/ Umum) dalam pemberian kredit
  • Pengikatan kredit dan jaminan yang sempurna
  • Perbedaan pengikatan secara notarial dan non-notarial
  • Study case

Materi VI

Corporate and Personal Guarantee

  • Pengertian dan objek
  • Kekuatan hak tagih
  • Dokumentasi corporate guarantee dan personal guarantee
  • Eksekusi atas corporate guarantee/ personal guarantee
  • Study case

Materi VII

Akta Pengakuan Utang (Grosse Akte) dan Eksekusi atas Akta Pengakuan Utang

  • Study case

Materi VIII

Jaminan atas Rekening Bank

  • Pengertian dan objek
  • Hak-hak istimewa penjamin dalam hukum Indonesia
  • Eksekusi atas jaminan rekening bank
  • Study case

Materi IX

Penyelesaian Jaminan Bermasalah Melalui Berbagai Prosedur

  • Penjualan sukarela
  • Penjualan lewat upaya paksa
  • Prosedur lelang
  • Kaitan perpajakan terhadap penjualan barang jaminan
  • Study case

Materi X

Penyelesaian Sengketa di Pengadilan Niaga dan Pengadilan Negeri

  • Permasalahan hukum dan non hukum
  • Study case

Materi XI

Hak Pemegang Jaminan dalam Pailit atau Pembubaran

  • Pengaruh pemegang Jaminan hak istimewa (Privilege) terhadap status pemberi Jaminan terpailit.
  • Study case

Materi XII

Strategi dalam audit  Penyedia Jasa Keuangan

  • Strategi dan rencana audit tahunan
  • Standar dan pedoman di bidang audit

BANK GARANSI SURETY STAND-By LC

Deskripsi

Penggunaan Bank Garansi dan Standby L/C dalam transaksi bisnis saat ini sudah demikian luas baik menyangkut transaksi luar negeri maupun transaksi dalam negeri. Namun sayangnya pemahaman masyarakat akan Bank Garansi maupun Standby L/C masih sangat minim khususnya resiko-resiko yang ada dalam Bank Garansi dan Standby L/C sehingga sering terjadi hambatan dalam penerbitan Bank Garansi maupun Standby L/C serta banyaknya penyalah gunaan Bank Garansi dan Standby L/C (termasuk pemalsuan) yang beredar di masyarakat. Dengan Bank Garansi/Standby L/C sesungguhnya dapat memberikan kepastian dari masing-masing pihak sepanjang ditunjang dengan pemahaman yang cukup akan Bank Garansi tersebut.

Sesuai dengan Keputusan Presiden (KEPPRES) No.80 tahun 2003 bahwa untuk pengadaan barang maupun jasa yang dananya bersumber pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) diwajibkan adanya jaminan (bank garansi). Dengan demikian, bagi kontraktor yang sering mengikuti proyek-proyek APBN/APBD mau tidak mau harus selalu berhubungan dengan instrumen Bank Garansi atau instrumen penjaminan lainnya. Hal ini juga berlaku bagi pejabat-pejabat pembuat komitmen yang ditunjuk untuk menangani proyek-proyek yang bersumber dari APBN/APBD dimaksud.

Oleh karena itu, memahami Bank Garansi atau penjaminan lainnya dari berbagai aspek menjadikan hal yang penting dan mutlak bagi semua pihak, tidak saja bagi mereka yang berhubungan dengan proyek-proyek yang bersumber pada APBN/APBD tetapi juga bagi mereka yang berbisnis dengan koleganya di Luar Negeri.

Bank Garansi sangat luas penggunaannya, tidak hanya sebagai suatu instrumen penjaminan tetapi dalam kondisi-kondisi tertentu juga dapat menggantikan kedudukan Letter of Credit (L/C) maupun Surat Kredit Berjangka Dalam Negeri (SKBDN) sehingga dapat memberikan kepastian bagi semua pihak.

MATERI TRAINING BANK GARANSI SURETY STAND-By LC

  • Transaksi Bank Garansi
  • Dasar Hukum Bank Garansi Indonesia
  • Dasar Hukum Surety Bond
  • Dasar Hukum Satndby L/C di Indonesia
  • Resiko – Resiko dalam Transaksi Bank Garansi
  • Jenis – jenis Bank Garansi Surety Bond & Standby L/C
  • Amendement Bank Garansi Surety Bond & Standby L/C
  • Klaim Bank Garansi
  • Transaksi Bank Garansi / Stanby L/C dengan Counter Guarantee
  • Dasar Hukum Counter Garansi
  • Resiko & Manfaat Bank Garansi/ Stanby L/C dengan Counter Guarantee
  • Mekanisme Advising Bank Garansi & Standby L/C
  • Resiko dan manfaat Bank Garansi yang di Adviskan
  • Uniform Rules For Demand Guarantee
  • International Standby Practice (ISP 98)

AUDIT KREDIT BANK: Executive Training Development

Pengantar Audit Kredit Bank

Kredit atau kredit yang disalurkan bank kepada  nasabah atau debitur adalah suatu produk perbankan berupa penyaluran dana kepada masyarakat atau perusahaan yang merupakan sumber penghasilan bagi bank. Bagi industri perbankan, manajemen kredit merupakan  tugas yang sangat penting  karena beberapa alasan. 1) Sumber utama dana kredit tersebut adalah dari pihak ketiga atau masyarakat yang harus dikembalikan bank dalam jangka pendek. 2) Jika jumlah kredit terlalu besar maka akan merugikan kesehatan bank sebab akan mengganggu  likuiditas bank tersebut. 3) Jika kredit tidak dikelola banik akan menimbulkan masalah kolektibilitas  bahkan akan menimbulkan kredit macet. Untuk mengurangi resiko yang makin besar, maka perencanaaan dan pengendalian kredit  menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi bank. Untuk itulah diperlukan audit kredit agar dapat dicegah dan dikurangi risiko kredit.

Tujuan Pelatihan Audit Kredit Bank

Tujuan pelatihan audit kredit adalah sebagai berikut:

  1. Membekali peserta pengetahuan tentang  pengertian, karakteristik, dan jenis kredit.
  2. Membekali peserta pengetahuan tentang proses audit kredit,
  3. Membekali peserta teknik dan metode  menditeksi masalah dalam kredit dan cara mengatasi masalah kredit, termasuk test goal, kriteria, KPI, dan peraturan BI.
  4. Memberikan pengetahuan bagi peserta teknik mengurangi risiko kredit dan melaporkan hasil temuan audit kredit.
  5. Memberikan bekal pengetahuan yang lebih dalam tentang  audit risiko berbasiskan risiko.

Manfaat  Training Audit Kredit

Manfaat yang diperoleh peserta setelah mengikuti pelatihan ini adalah:

  1. Peserta akan mengerti bagaimana menyusun tujuan,prosdur terhadap  audit kredit.
  2. Peserta akan mampu menentukan masalah apa yang terjadi dalam kredit bank.
  3. Peserta akan mampu menentukan penyebab dan dampak dari masalah kredit bank
  4. Peserta akan mampu memberikan berbagai alternative  untuk mengatasi risiko atau kerugian atau masalah dalam kredit bank
  5. Peserta akan mampu menghasilkan audit finding report yang handal dan relevan atas kredit bank sesuai frudential banking

Isi/Outline Training  Audit Kredit Bank

Training ini merupakan proses yang mencakup pokok bahasan berikut:

  1. Mengerti pihak yang bertanggungajawab dan berperan pada audit kredit.
  2. Mengerti tujuan prinsip audit kredit
  3. Bidang apa yang harus diaudit
  4. Mengerti sumber dana bank
  5. Internal control dan COSO
  6. Evaluasi Internal control kredit
  7. Audit ketaatan pada prinsip pemberian kredit
  8. Audit ketaatan kebijakan kredit pada bank
  9. Review kredit
  10. Monitorong diri (KPI) dan assessment
  11. Audit finding atas kredit.
  12. Audig report dan diskusi
  13. Kasus
  14. Q&A.
  15. Review
  16. Closing

MANAJEMEN RESIKO OPERASIONAL BANK

Deskripsi Manajemen Resiko Operasional Bank

Aktivitas perbankan senantiasa dihadapkan pada risiko-risiko yang berkaitan erat dengan fungsinya untuk menciptakan nilai bagi para stakeholder. Termasuk di dalamnya yaitu resiko operasional. Resiko operasional merupakan resiko yang ditimbulkan karena kesalaham manusia, kegagalan system, tidak berfungsinya fungsi internal, dan adanya problem eksternal yang mempengaruhi jalannya operasional bank. Tentunya resiko operasional menimbulkan kerugian keuangan dan kerugian potensial. Resiko yang akan timbul bisa di tekan dengan menggunakan manajemen resiko operasional bank. Penekanan resiko operasional bank tentunya akan menguntungan bagi perusahaan karena mengurangi kemungkinan kerugian yang akan timbul.



Tujuan

Pelatihan ini dimaksudkan agar peserta memahami pentingnya manajemen risiko operasional bank untuk mengurangi resiko operasional yang mungkin timbul.

Materi Training Manajemen Resiko Operasional Bank

  • Pengertian tentang Risiko dan Risiko Operasional
  • Kasus-kasus Perbankan terkait Risiko Operasional
  • Mengenali Jenis-jenis Kegagalan Operasional Bank:people riskprocess risk (model, transaksi, dan kegiatan operasional), system and technology risk,external party risk, dan natural disaster risk.
  • Elemen-elemen Utama Manajemen Risiko Operasional: Kebijakan, identifikasi, proses bisnis, metode pengukuran, manajemen eksposur, pelaporan, analisis risiko, daneconomic capital.
  • Risiko Operasional danRisk Capital.
  • Model-model Risiko Operasional berbasis Basel II:Basic IndicatorStandardized Approach, dan Advanced Measurement Approach (AMA).
  • Value-at-Risk (VAR) for Operational Risk
  • Risk and Control Self-Assessment (RCSA): Arti penting, pendekatan, dan pelaksanaan RCSA yang efektif
  • Strategi Mitigasi Risiko Operasional:risk prevention dan risk reduction program.
  • Operational risk reporting and profiling

GRAFONOMI SEBAGAI ALAT PENCEGAHAN TINDAK KEJAHATAN PERBANKAN

A. TUJUAN PELATIHAN GRAFONOMI

Dengan mengikuti pelatihan grafonomi, peserta diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang menjadi pedoman pengamanan, pendayagunaan sistem dan prosedur penanganan permasalahan yang mungkin terjadi, dalam kaitannya dengan sistem pelayanan. Dapat memahami dan menguasai tentang sidik jari dengan segala aspeknya, bahasa tulisan tangan maupun tanda tangan serta mengerti tentang ciri-ciri khusus tentang uang dan surat berharga sehingga dapat meningkatkan tindakan pengamanan  untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan pemalsuan terhadap tanda tangan, tulisan tangan, uang maupun dokumen serta untuk mengetahui tentang tindak kejahatan lain yang terkait. Disamping itu peserta dapat mengetahui seluk beluk tentang sidik jari sehingga dapat memanfaatkan adanya sidik jari.



B. PESERTA PELATIHAN GRAFONOMI

Customer Service, Administrasi Dokumen Surat Berharga, Auditor atau SKAI, Para Pemimpin Unit Kas.


C. METODE PELATIHAN GRAFONOMI

  •  Klasikal
  • Latihan-latihan
  • Diskusi
  • Presentasi kelompok

D. MATERI PELATIHAN GRAFONOMI

  1.  Pengertian dan Fungsi Grafonomi
    1. Dasar Pemikiran Grafologi Dalam Grafonomi
      • Latar Belakang Trjadinya Grafonomi
    2. Satuan Kedirian
      • Pemahaman Munculnya Tindak Kejahatan Grafonomi
    3. Letak dan Fungsi Grafonomi
      • Pengenalan Tulisan
        • Pengertian Tulisan dan Sumber Tulisan
        • Kenampakan Tulisan
        • Unsur Grafis Dalam Tulisan
  2.   Penilaian Unsur Grafis Dalam Tulisan
    1. Prinsip dan Langkah yang harus dilakukan
    2. Tahapan Dalam proses Interpretasi tulisan
    3. Pengenalan sesaat-seketika Analisa tulisan
    4. Pengamatan dan Memaknai tulisan tangan
  3.   Tanda Tangan Dengan Segala Variasi
    1. Meneliti dan mengamati Tanda tangan
    2. Beberapa aspek pengamatan Tanda Tangan
    3. Beberapa karakter Tanda Tangan
    4. Sikap tindak perubahan keajegan dan gerak otomatis
  4. Mengungkap Rahasia sidik jari
    1. Pengertian sidik jari
    2. Kulit telapak tangan
    3. Hubungan otak dangan pola sidik jari
    4. Jabaran hubungan otak dengan sidik jari
    5. Beberapa istilah dalam sidik jari
    6. Pola dasar sidik jari
  5.  Pengenalan dan Analisa Dokumen
    1. Pengenalan dan analisa berbagai jenis dokumen
    2. Verifikasi jenis dokumen
    3. Pemalsuan Dokumen
  6.  Pengenalan Uang
    1. Ciri umum dan khusus uang kertas
    2. Ciri umum uang Rupiah logam
    3. Pedoaman penting dalam pembuatan umum
  7.  Uang Yang dipalsukan
    1. Tindak pemalsuan yang mudah dideteksi
    2. Tindak pemalsuan yang sulit dideteksi
    3. Pendektesian uang palsu
  8. Tindak Kejahatan
    1. Hakikat kejahatan dan modus operandi
    2. Tindak kejahatan Perbankan Fisik-Non Fisik
    3. Tindak perbuatan tercela yang harus dihindari
  9. Dasar Hukum Pemidanaan
    1. Nullum Deluctum Noella Poena Praevia Sine Lege Poenalli
    2. Aspek Noella Poena
    3. Antara Actus Reus dan Ommision dalam pemalsuan
    4. Antara PerTangguangan jawab pidana dan tanggung jawab Pidana dalam Pemalsuan

SWIFT FOR BASIC

Description Training SWIFT for Basic

Jaringan SWIFT lebih dari 8.300 bank, sekuritas, dan perusahaan yang berlokasi lebih dari 208 negara. SWIFT memungkinkan untuk pertukaran jutaan pesan standar keuangan antara lembaga keuangan di seluruh dunia. Kode SWIFT (Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication) adalah format standar Bank Identifier Codes (BIC) dan itu adalah kode identifikasi unik untuk bank tertentu. Kode ini digunakan ketika mentransfer uang antar bank, terutama untuk wire transfer internasional. Bank juga menggunakan kode untuk bertukar pesan lainnya antara mereka. Kode Swift terdiri dari 8 atau 11 karakter. Ketika kode 8-digit yang diberikan, mengacu ke kantor utama. Training ini didesain untuk perbankan yang sudah pernah manangani dan mengunakan metode SWIFT.

Outline Training SWIFT for Basic

  1. Introduction
  2. Transaksi Via Core Banking Of SWIFT System
  3. MT0XX, System Messages
  4. MT1XX, Customer Payments and Cheques

Audit Kredit Bank Berbasis Manajemen Risiko

Overview Training Audit Kredit Bank Berbasis Manajemen Risiko

Risiko kredit adalah risiko kerugian akibat kegagalan pihak lawan (counterparty) memenuhi kewajibannya. Risiko kredit mencakup akibat kegagalan debitur (borrower), risiko kredit akibat kegagalan pihak lawan transaksi (counterparty), dan risiko kredit akibat kegagalan penyelesaian transaksi (settlement).

Risiko kredit bersumber dari berbagai aktivitas fungsional bank seperti perkreditan (pembiayaan), aktivitas treasury (berupa penempatan dana antar bank), aktivitas terkait investasi, dan aktivitas pembiayaan perdagangan (trade finance).

Pada saat ini aktiva produktif perbankan nasional didominasi oleh kredit yang diberikan, sementara sumber dana bank terutama berasal dari dana pihak ketiga, sehingga apabila terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan terhadap bank, maka bank tersebut dapat mengalami gangguan yang cukup signifikan dalam memenuhi kewajiban pada pemilik dana.

Perkembangan paradigma internal audit, peraturan dan ketentuan dari regulator serta pesatnya perkembangan teknologi informasi adalah beberapa contoh faktor yang menempatkan fungsi internal auditor perbankan (Satuan Kerja Audit Intern Bank/SKAI) untuk mendukung efektivitas penerapan manajemen risiko.

Untuk mengurangi resiko yang makin besar, maka perencanaaan dan pengendalian kredit menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi bank. Untuk itulah diperlukan audit kredit agar dapat dicegah dan dikurangi risiko kredit.

Tujuan pelatihan audit kredit adalah sebagai berikut:

  1. Membekali peserta pengetahuan tentang pengertian, karakteristik, dan jenis kredit.
  2. Membekali peserta pengetahuan tentang proses audit kredit.
  3. Membekali peserta teknik dan metode menditeksi masalah dalam kredit dan cara mengatasi masalah kredit, termasuk test goal, kriteria, KPI, dan peraturan BI.
  4. Memberikan pengetahuan bagi peserta teknik mengurangi risiko kredit dan melaporkan hasil temuan audit kredit.
  5. Memberikan bekal pengetahuan yang lebih dalam tentang audit risiko berbasiskan risiko.

Outline Materi Training Audit Kredit Bank Berbasis Manajemen Risiko

1. Bank, Audit dan Regulasi
2. Kebijakan Kredit dan Prosedur
3. Proses perkreditan

  • Konsumer dan Komersial
  1. Risk Based Audit Internal (RBAI)
  • Tujuan (RBIA)
  • Syarat yang digunakan
  • Jenis-jenis Risiko
  • Pendekatan RBIA
  • Pemahaman Proses
  • Laporan dan Opini Audit
  1. Pengukuran dan Pemantauan Risiko Kredit
    6. Evaluasi Internal Kredit
    7. Kebijakan Kredit dan Prosedur
    8. Keterkaitan Risiko Kredit dan Risiko Inhern Bank
    9. Modern Methode Audit Bank
    10. Audit Kredit Berbasis Manajemen Risiko
    a. Risiko Kredit
    b. Segmentasi Kredit
    c. Organisasi Kredit
    d. Budaya Kredit
    11. Analisa Portfolio
    12. Studi Kasus

PERMASALAHAN HUKUM DALAM DUNIA PERBANKAN

MANFAAT PELATIHAN PERMASALAHAN HUKUM DALAM DUNIA PERBANKAN

Dunia perbankan adalah suatu lingkup institusi yang dilandasi oleh adanya suatu kepercayaan dari masyarakat dari segenap lapisan. Dan karenanya dikenal sebagai suatu institusi yang sarat dengan berbagai peraturan hukum. Dan tentu saja dalam setiap gerak dinamisasinya, operasional perbankan akan selalu lekat dengan persoalan hukum yang menyertai. Dengan mengikuti pelatihan diharapkan kepada para peserta nantinya dapat mengetahui, memahami, dan menguasai berbagai permasalahan hukum yang selalu ada dan melekat pada setiap gerak operasional sejak dari front office hingga ke back office. Dengan pemahaman tersebut maka diharapkan pula pada para peserta menyadari akan betapa pentingnya dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya senantiasa mengikuti pola pikir dan sikap tindak yang bersifat hukum terutama sebagai langkah awal untuk mencegah adanya fraud yang kemungkinan terjadi dalam operasional perbankan.

MATERI PELATIHAN PERMASALAHAN HUKUM DALAM DUNIA PERBANKAN

  1. Pengertian Hukum dan Permasalahan Yang terkait
    • Pengenalan tentang analisis permasalahan hukum
    • Pemahaman dan pengertian tentang hukum
  2. Sikap Tindak Hukum
    • Kaidah berperilaku hukum
    • Hakikat dari sanksi-kaitan sanksi
  3. Pemahaman Tentang Makna Hukum
  4. Institusi Perbankan Dan Operasionalnya
    • Pola pandang perbankan dalam kajian secara umum
    • Kode Etik Bank dan sikap tindak perilaku karyawan Bank
    • Bagaimana seharusnya petugas pengawas Bank bersikap tindak sesuai hukum
    • Pertentangan nurani dan satuan kedirian
  5. Permasalahan Hukum yang Terkait Dengan Dunia Perbankan
    • Tentang hukum perbankan dan ruang lingkupnya
    • Asas-asas hukum perbankan dan Faktor pendukung terciptanya hukum perbankan
  6. Permasalahan Hukum Internal Dalam Kaitannya Dengan Peraturan Perusahaan
  7. Good Corporate GovernanceSebagai Faktor Pandang Hukum Dalam Perbankan
  8. Permasalahan Hukum Dalam Pemberian Kredit
  9. Aspek Hukum Perjanjian Kredit dan permasalahannya
  10. Beberapa Permasalahan Hukum Tertentu Dalam Perbankan
  11. Analisa Permasalahan Hukum
  12. Dasar Hukum Pemidanaan Seseorang
  13. Beberapa Contoh Kasus Perbankan

Penerapan POJK Terkait Program APU & PPT IKNB

Kasus pencucian uang dan pendanaan terorisme seakan tidak akan pernah hilang. Belum lama ini dunia digemparkan dengan bocornya jutaan dokumen finansial rahasia (dikenal dengan Panama Papers) dari firma hukum asal Panama. Diinformasikanbagaimana jejaring korupsi dan kejahatan pajak para kepala negara, agen rahasia, pesohor sampai buronan, disembunyikan di surga bebas pajak yang melibatkan banyak politikus, pemimpin negara, pengusaha, selebritis terkenal, dan bank-bank kelas dunia.  Sektor IKNB sebagai bagian dari lalu lintas keuangan tidak tertutup kemungkinan bisa menjadi media pencucian uang dan pendanaan terorisme jika tidak berhati-hati.

POJK No.39/POJK.05/2015, UU No 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang serta UU No 9 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pendanaan terorisme adalah panduan untuk sektor industri keuangan non bank (IKNB) didalam mencegah dan memberantas tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme.  Diharapkan sektor IKNB seperti multi finance, koperasi, credit union, lembaga dana pensiun, asuransi, DPLK, dll dapat menjalankan bisnisnya dengan aman dan lancar.

Manfaat Pelatihan Penerapan POJK Terkait Program APU & PPT IKNB

Memberikan skill dan pengetahuan bagi para karyawan dalam hal-hal sbb:

  • budaya sadar risiko aktivitas pencucian uang dan pendanaan terorisme pada setiap karyawan terutama petugas front liner
  • teknik mitigasi risiko-risiko yang mungkin timbul pada area yang rentan dengan pencucian uang dan pendanaan terorisme sesuai dengan POJK dan UU terkait
  • memberikan panduan pembuatan pedoman APU & PPT sesuai POJK No 39/POJK.05/2015

 

Outline Penerapan POJK Terkait Program APU & PPT IKNB

  1. Budaya sadar risiko
  2. Dampak Skandal Panama Papers dan Brexit Terhadap Aktivitas Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme di Indonesia Terhadap Sektor IKNB
  3. Peran dan fungsi petugas APU-PPT
  4. Prinsip Customer Due Dilligence (CDD).
    • Kewajiban mengimplementasikan Prinsip CDD
    • Proses CDD dan Penerapannya
    • Hubungan antara CDD dan APU-PPT
    • Pemantauan profil nasabah/transaksi
  5. Pembuatan Profil Nasabah Berdasarkan Risiko
  6. Penanganan customer berisiko tinggi (high risk customer)
  7. Identifikasi Aktifitas Transaksi Mencurigakan.
  8. Teknik Anti Money Laundering (AML)
    • Teknik Penempatan (Placement).
    • Teknik Penyamaran (Layering).
    • Teknik Pengintegrasian (Integration)
  9. Tinjauan UUNo 8 Tahun 2010 (Tindak Pidana Pencucian Uang di Indonesia)
  10. Tinjauan UU No 9 Tahun 2013 (Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme)
  11. POJK No 39/POJK.05/2015 (Program APU & PPT Sektor IKNB)
  12. Case study

PBI Dan POJK Terkait Program APU & PPT

Kebocoran dokumen rahasia (dikenal dengan skandal Panama Paper) dari ribuan pejabat tinggi berbagai negara, politisi, selebritis, pengusaha, serta orang-orang ternama lainnya menyiratkan bukti nyata adanya tempat yang menampung dana-dana illegal. Ironisnya banyak bank-bank ternama yang sudah beroperasi ratusan tahun justru menjadi media atau pengatur untuk penyimpanan dana-dana illegal tersebut.  Krisis ekonomi global yang berdampak negatif terhadap hampir semua sektor usaha di Indonesia berpotensi meningkatkan aktivitas money laundry (pencuci uang illegal) dan pendanaan terorisme.  Diperlukan pemahaman dan strategi penerapan prinsip customer due diligence (CDD) untuk mengantisipasi kejahatan keuangan tersebut oleh semua korporasi yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung dengan aktivitas lalu lintas keuangan.

Pelatihan ini akan memberikan pemahaman dari PBI no. 14/27/PBI/2012 Tentang Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme Bagi Bank Umum; UU No 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang serta UU No 9 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme adalah berlaku bagi semua orang atau korporasi yang melakukan atau bermaksud melakukan tindak pidana pendanaan terorisme di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia; dan/atau dana yang terkait dengan Pendanaan Terorisme di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (pasal 2 ayat 1 a dan b).

Manfaat Pelatihan PBI Dan POJK Terkait Program APU & PPT

Setelah mengikuti Pelatihan Implementasi PBI Dan POJK Terkait Program APU & PPT (Pasca Scandal Panama Papers Dan Brexit) ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk:

  • budaya sadar risiko pencucian uang pendanaan terorisme pada setiap karyawan terutama petugas front liner
  • teknik mitigasi risiko-risiko yang mungkin timbul pada area yang rentan dengan pencucian uang dan pendanaan terorisme sesuai dengan PBI dan UU terkait
  • memberikan panduan penerapan prinsip customer due diligence (CDD)

Outline PBI Dan POJK Terkait Program APU & PPT

Materi training yang akan di bahas topik Implementasi PBI Dan POJK Terkait Program APU & PPT (Pasca Scandal Panama Papers Dan Brexit) adalah :

  1. Budaya sadar risiko
  2. Dampak Skandal Panama Papers dan Brexit Terhadap Aktivitas Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme di Indonesia Terhadap Industri Perbankan Nasional
  3. Peran dan fungsi petugas APU-PPT
  4. Prinsip Customer Due Dilligence (CDD).
    • Kewajiban mengimplementasikan Prinsip CDD
    • Proses CDD dan Penerapannya
    • Hubungan antara CDD dan APU-PPT
    • Pemantauan profil nasabah/transaksi
  5. Pembuatan Profil Nasabah Berdasarkan Risiko
  6. Penanganan customer berisiko tinggi (high risk customer)
  7. Identifikasi Aktifitas Transaksi Mencurigakan.
  8. Teknik Anti Money Laundering (AML)
    • Teknik Penempatan (Placement).
    • Teknik Penyamaran (Layering).
    • Teknik Pengintegrasian (Integration).
  9. UU Tindak Pidana Pencucian Uang di Indonesia
  10. UU Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme
  11. Case study

BANK GARANSI SURETY STAND-By LC

Penggunaan Bank Garansi dan Standby L/C dalam transaksi bisnis saat ini sudah demikian luas baik menyangkut transaksi luar negeri maupun transaksi dalam negeri. Namun sayangnya pemahaman masyarakat akan Bank Garansi maupun Standby L/C masih sangat minim khususnya resiko-resiko yang ada dalam Bank Garansi dan Standby L/C sehingga sering terjadi hambatan dalam penerbitan Bank Garansi maupun Standby L/C serta banyaknya penyalah gunaan Bank Garansi dan Standby L/C (termasuk pemalsuan) yang beredar di masyarakat. Dengan Bank Garansi/Standby L/C sesungguhnya dapat memberikan kepastian dari masing-masing pihak sepanjang ditunjang dengan pemahaman yang cukup akan Bank Garansi tersebut.

Sesuai dengan Keputusan Presiden (KEPPRES) No.80 tahun 2003 bahwa untuk pengadaan barang maupun jasa yang dananya bersumber pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) diwajibkan adanya jaminan (bank garansi). Dengan demikian, bagi kontraktor yang sering mengikuti proyek-proyek APBN/APBD mau tidak mau harus selalu berhubungan dengan instrumen Bank Garansi atau instrumen penjaminan lainnya. Hal ini juga berlaku bagi pejabat-pejabat pembuat komitmen yang ditunjuk untuk menangani proyek-proyek yang bersumber dari APBN/APBD dimaksud.

Oleh karena itu, memahami Bank Garansi atau penjaminan lainnya dari berbagai aspek menjadikan hal yang penting dan mutlak bagi semua pihak, tidak saja bagi mereka yang berhubungan dengan proyek-proyek yang bersumber pada APBN/APBD tetapi juga bagi mereka yang berbisnis dengan koleganya di Luar Negeri.

Bank Garansi sangat luas penggunaannya, tidak hanya sebagai suatu instrumen penjaminan tetapi dalam kondisi-kondisi tertentu juga dapat menggantikan kedudukan Letter of Credit (L/C) maupun Surat Kredit Berjangka Dalam Negeri (SKBDN) sehingga dapat memberikan kepastian bagi semua pihak.

MATERI TRAINING BANK GARANSI SURETY STAND-By LC

  • Transaksi Bank Garansi
  • Dasar Hukum Bank Garansi Indonesia
  • Dasar Hukum Surety Bond
  • Dasar Hukum Satndby L/C di Indonesia
  • Resiko – Resiko dalam Transaksi Bank Garansi
  • Jenis – jenis Bank Garansi Surety Bond & Standby L/C
  • Amendement Bank Garansi Surety Bond & Standby L/C
  • Klaim Bank Garansi
  • Transaksi Bank Garansi / Stanby L/C dengan Counter Guarantee
  • Dasar Hukum Counter Garansi
  • Resiko & Manfaat Bank Garansi/ Stanby L/C dengan Counter Guarantee
  • Mekanisme Advising Bank Garansi & Standby L/C
  • Resiko dan manfaat Bank Garansi yang di Adviskan
  • Uniform Rules For Demand Guarantee
  • International Standby Practice (ISP 98)

HUKUM JAMINAN : KURSUS INTENSIF HUKUM JAMINAN

Deskripsi

Dalam dunia bisnis kerap kali kita berhubungan dengan hukum kebendaan dan jaminan. Khususnya yang berhubungan dengan pemberian kredit agar mendapat pengembalian utang secara lancar, dan akibat dari suatu barang jaminan terkait kepentingan pihak ketiga. Termasuk jaman Era baru supervisi tunggal dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai satu-satunya Otoritas Pengawas seluruh Industri Jasa Keuangan di Indonesia. Oleh karena itu, sangat diperlukan penguasaan pengetahuan dan keterampilan, lewat sarana pembahasan secara khusus dan mendalam mengenai dasar-dasar hukum Kebendaan dan jaminan serta eksekusi barang Jaminan sampai perkembangan terkini.

Merespon hal tersebut, Kami menyelenggarakan Kursus Intensif Hukum Jaminan (KIHJ). KIHJ adalah kursus yang menyajikan materi hukum jaminan secara lengkap dan mendetail dengan pembicara-pembicara yang ahli di bidangnya. Dengan mengikuti KIHJ diharapkan para peserta akan memahami secara mendalam pengertian hukum kebendaan dan jaminan, jenis-jenis hukum jaminan, eksekusi atas jaminan, hak pemegang jaminan dalam pailit atau pembubaran dan hal-hal lain yang akan disampaikan dalam 12 sesi pertemuan.

Dengan mengikuti kursus intensif ini, peserta akan:

  • Memahami hukum kebendaan dan jaminan di Indonesia
    • Pasal-pasal yang masih berlaku di dalam BW/(KUH Perdata)
    • Objek dan ruang lingkup hukum jaminan
    • Prinsip dan prosedur hukum jaminan
  • Mengetahui ketentuan-ketentuan dalam gadai dan lembaga gadai
    • Gadai atas saham
    • Eksekusi gadai
    • Hak atas manfaat dari barang tergadai
  • Memahami perbadaan jenis-jenis jaminan antara hipotek, hak tanggungan dan fidusia:
  • Hipotek
    • Dasar hukum hipotek
    • Hal-hal penting dalam dokumen hipotek
    • Objek hipotek
    • Hapusnya hipotek
  • Hak tanggungan
    • Dasar hukum hak tanggungan
    • Syarat-syarat objek jaminan hak tanggungan
    • Surat kuasa membebankan hak tanggungan
    • Skema pendaftaran dan bukti lahirnya hak tanggungan
    • Eksekusi hak tanggungan
  • Fidusia
    • Dasar hukum fidusia
    • Objek jaminan fidusia
    • Permohonan pendaftaran jaminan fidusia dan hapusnya fidusia
  • Memahami cara pengalihan piutang atas nama dan melimpahkan hak atas barang kepada orang lain
  • Mengetahui para pihak yang menjadi subjek cessie
  • Mengetahui unsur-unsur cessie dan sifat-sifatnya
  • Mengetahui objek cessie
  • Mengetahui jenis-jenis perjanjian kredit dan jaminan
  • Memahami skema kredit dan penyaluran dana perbankan
  • Mengetahui perbedaan akad syariah dan akad konvensional
  • Memahami pembiayaan syariah
  • Memahami konsep jaminan dalam akad syariah
  • Mengetahui issue seputar perjanjian kredit
  • Mengetahui aspek hukum Corporate guarantee dalam perjanjian kredit sindikasi
    • Eksekusi atas Corporate guarantee/personal guarantee
  • Memahami syarat sahnya kontrak dan konsekuensi hukumnya
  • Kemasdampuan dalam menyusun akta pengakuan hutang
  • Memahami jaminan atas rekening bank
    • Hak-hak istimewa penjamin dalam hukum Indonesia
    • Eksekusi atas jaminan rekening bank
  • Mengetahui prosedur penyelesaian jaminan yang bermasalah
  • Mengetahui proses penyelesaian sengketa di pengadilan niaga dan pengadilan negeri

Mengetahui siapa hak pemegang jaminan dalam pailit atau pembubaran

 

Materi Kursus Intensif Hukum Jaminan

Materi I

Hukum Kebendaan dan Jaminan di Indonesia

  • Mengenal hukum benda dan sistematika
  • Dasar hukum dan fungsi jaminan
  • Objek dan ruang lingkup hukum jaminan
  • Macam dan jenis hukum jaminan
  • Jaminan dalam KUH Perdata
  • Prinsip dan prosedur hukum jaminan
  • Study case

Materi II

Lembaga Gadai

  • Pengertian dan sifat gadai
  • Objek gadai
  • Berlakunya gadai
  • Gadai atas saham
  • Eksekusi gadai
  • Apakah gadai dapat dieksekusi secara privat, ataukah harus melalui lelang
  • Hak atas manfaat dari barang tergadai.
  • Study case

Materi III

Hipotek, Hak Tanggungan dan Fidusia

  • Lembaga Jaminan Hipotek: kapal dan pesawat udara
  • lembaga Jaminan Hak Tanggungan: HGB, HM, HGU, HP
  • Lembaga Jaminan Fidusia: Inventory, AR, mesin dan lain-lain.
  • Permasalahan seputar Hak Tanggungan
  • Permasalahan seputar Jaminan Fidusia
  • Study case

Materi IV

Cessie

  • Sebagai sarana peralihan kebendaan
  • Fungsi suatu Jaminan
  • Study case

Materi V

Perjanjian Kredit (PK) dan Jaminan

  • Berbagai macam model pemberian Kredit: Sindikasi Club Deal, bilateral, KPR, kartu kredit dan KTA
  • Kaitan tipe kredit berpengaruh pada besaran Jaminan.
  • Kedudukan hukum antara PK dan Jaminan
  • Karakter Lembaga Kreditur (Bank/ Lembaga pembiayaan/ Umum) dalam pemberian kredit
  • Pengikatan kredit dan jaminan yang sempurna
  • Perbedaan pengikatan secara notarial dan non-notarial
  • Study case

Materi VI

Corporate and Personal Guarantee

  • Pengertian dan objek
  • Kekuatan hak tagih
  • Dokumentasi corporate guarantee dan personal guarantee
  • Eksekusi atas corporate guarantee/ personal guarantee
  • Study case

Materi VII

Akta Pengakuan Utang (Grosse Akte) dan Eksekusi atas Akta Pengakuan Utang

  • Study case

Materi VIII

Jaminan atas Rekening Bank

  • Pengertian dan objek
  • Hak-hak istimewa penjamin dalam hukum Indonesia
  • Eksekusi atas jaminan rekening bank
  • Study case

Materi IX

Penyelesaian Jaminan Bermasalah Melalui Berbagai Prosedur

  • Penjualan sukarela
  • Penjualan lewat upaya paksa
  • Prosedur lelang
  • Kaitan perpajakan terhadap penjualan barang jaminan
  • Study case

Materi X

Penyelesaian Sengketa di Pengadilan Niaga dan Pengadilan Negeri

  • Permasalahan hukum dan non hukum
  • Study case

Materi XI

Hak Pemegang Jaminan dalam Pailit atau Pembubaran

  • Pengaruh pemegang Jaminan hak istimewa (Privilege) terhadap status pemberi Jaminan terpailit.
  • Study case

Materi XII

Strategi dalam audit  Penyedia Jasa Keuangan

  • Strategi dan rencana audit tahunan
  • Standar dan pedoman di bidang audit

Materi disampaikan dalam bahasa Indonesia

SWIFT for Basic

Description Training SWIFT for Basic

Jaringan SWIFT lebih dari 8.300 bank, sekuritas, dan perusahaan yang berlokasi lebih dari 208 negara. SWIFT memungkinkan untuk pertukaran jutaan pesan standar keuangan antara lembaga keuangan di seluruh dunia. Kode SWIFT (Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication) adalah format standar Bank Identifier Codes (BIC) dan itu adalah kode identifikasi unik untuk bank tertentu. Kode ini digunakan ketika mentransfer uang antar bank, terutama untuk wire transfer internasional. Bank juga menggunakan kode untuk bertukar pesan lainnya antara mereka. Kode Swift terdiri dari 8 atau 11 karakter. Ketika kode 8-digit yang diberikan, mengacu ke kantor utama. Training ini didesain untuk perbankan yang sudah pernah manangani dan mengunakan metode SWIFT.

Outline Training SWIFT for Basic

  1. Introduction
  2. Transaksi Via Core Banking Of SWIFT System
  3. MT0XX, System Messages
  4. MT1XX, Customer Payments and Cheques

REKONSILIASI ATM DAN CDM

DESKRIPSI TRAINING REKONSILIASI ATM DAN CDM

Rekonsilasi suatu proses untuk memastikan kebenaran pencatatan proses/transaksi terhadap keadaan sebenarnya, Dimana transaksi yang telah terjadi wajib dilakukan antara bukti dengan fisik yang ada.sehingga harus memiliki 2 sumber data yang berbedA (antara Fisik dan Catatan). ATM dan CDM merupakan jasa bank yang memudahkan nasabah untuk melakukan penarikan dan penyetoran selam 24 jam. layanan ini merupakan suatu kewajiban layanan yang harus disediakan oleh bank. Dalam aktifitasnya ATM maupun CDM memerlukan maintenance baik dari sisi mesin ataupun secara transaksinya. Rekonsilasi Transaki ATM dan CDM ini merupakan kewajiban secara operasional, untuk mencatat semua transaksi yang terjadi dan mengatur aktifitas pengisian dan rekon kas baik tunai ataupun non tunai.

TUJUAN TRAINING REKONSILIASI ATM DAN CDM

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta dapat:

  • Memahami bahwa rekonsilasi ATM merupakan pencatatan yang harus dilakukan secara akurat data disistem baik laporan on2 atau bukti fisik dari pengisian
  • Mengetahui bahwa rekonsilasi ATM/CDM merupakan alat bukti pencatatan jurnal harian
  • Memudahkan pendekteksian awal jika tidak terjadi kesesuaian pencatatan dan fisik
  • Jika pengisian ATM dilakukan oleh Bank Sendiri akan memudahkan dalam menentukan jadwal pengisian ATM dimasing-masing ATM yang menempel di luar kantoR
  • Jika Pengisian ATM dilakukan oleh Vendor, maka memudahkan monitoring dan kontrol verifikasi pengisian
  • Memudahkan penelusuran selisih yang terjadi baik selisih karena tunai atau non tunai (transfer ataupun pembayaran)

MATERI TRAINING REKONSILIASI ATM DAN CDM

  • ATM (anjungan tunai mandiri (Automated Teller Machine)
  • CDM (cash deposit machine)
  • Pengisian ATM dan CDM oleh Bank Sendiri
  • Pengisian ATM dan CDM oleh Vendor
  • Rekonsilasi ATM dan CDM
  • Penyelesian selisih ATM, Uang tidak keluar tetapi rekening terdebet
  • Penyelesaian selisih ATM, Transfer tidak masuk, tetapi uang berkurang di rekening
  • Penyelesian selisih CDM, Uang masuk tetapi tidak tercatat di rekening
  • Penyelesaian selisih ATM, karena gagal transfer ke bank lain, pembayan tidak berhasil, pembelian produk tidak berhasil, dll
  • Rekonsilasi oleh Vendor pengisian ATM

Audit Kredit Bank Berbasis Manajemen Risiko

Overview Training Audit Kredit Bank Berbasis Manajemen Risiko

Risiko kredit adalah risiko kerugian akibat kegagalan pihak lawan (counterparty) memenuhi kewajibannya. Risiko kredit mencakup akibat kegagalan debitur (borrower), risiko kredit akibat kegagalan pihak lawan transaksi (counterparty), dan risiko kredit akibat kegagalan penyelesaian transaksi (settlement).

Risiko kredit bersumber dari berbagai aktivitas fungsional bank seperti perkreditan (pembiayaan), aktivitas treasury (berupa penempatan dana antar bank), aktivitas terkait investasi, dan aktivitas pembiayaan perdagangan (trade finance).

Pada saat ini aktiva produktif perbankan nasional didominasi oleh kredit yang diberikan, sementara sumber dana bank terutama berasal dari dana pihak ketiga, sehingga apabila terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan terhadap bank, maka bank tersebut dapat mengalami gangguan yang cukup signifikan dalam memenuhi kewajiban pada pemilik dana.

Perkembangan paradigma internal audit, peraturan dan ketentuan dari regulator serta pesatnya perkembangan teknologi informasi adalah beberapa contoh faktor yang menempatkan fungsi internal auditor perbankan (Satuan Kerja Audit Intern Bank/SKAI) untuk mendukung efektivitas penerapan manajemen risiko.

Untuk mengurangi resiko yang makin besar, maka perencanaaan dan pengendalian kredit menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi bank. Untuk itulah diperlukan audit kredit agar dapat dicegah dan dikurangi risiko kredit.

Tujuan pelatihan audit kredit adalah sebagai berikut:

  1. Membekali peserta pengetahuan tentang pengertian, karakteristik, dan jenis kredit.
  2. Membekali peserta pengetahuan tentang proses audit kredit.
  3. Membekali peserta teknik dan metode menditeksi masalah dalam kredit dan cara mengatasi masalah kredit, termasuk test goal, kriteria, KPI, dan peraturan BI.
  4. Memberikan pengetahuan bagi peserta teknik mengurangi risiko kredit dan melaporkan hasil temuan audit kredit.
  5. Memberikan bekal pengetahuan yang lebih dalam tentang audit risiko berbasiskan risiko.

Outline Materi Training Audit Kredit Bank Berbasis Manajemen Risiko

1. Bank, Audit dan Regulasi
2. Kebijakan Kredit dan Prosedur
3. Proses perkreditan

  • Konsumer dan Komersial
  1. Risk Based Audit Internal (RBAI)
  • Tujuan (RBIA)
  • Syarat yang digunakan
  • Jenis-jenis Risiko
  • Pendekatan RBIA
  • Pemahaman Proses
  • Laporan dan Opini Audit
  1. Pengukuran dan Pemantauan Risiko Kredit
    6. Evaluasi Internal Kredit
    7. Kebijakan Kredit dan Prosedur
    8. Keterkaitan Risiko Kredit dan Risiko Inhern Bank
    9. Modern Methode Audit Bank
    10. Audit Kredit Berbasis Manajemen Risiko
    a. Risiko Kredit
    b. Segmentasi Kredit
    c. Organisasi Kredit
    d. Budaya Kredit
    11. Analisa Portfolio
    12. Studi Kasus

GRAFONOMI SEBAGAI ALAT PENCEGAHAN TINDAK KEJAHATAN PERBANKAN

A. TUJUAN PELATIHAN GRAFONOMI

Dengan mengikuti pelatihan grafonomi, peserta diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang menjadi pedoman pengamanan, pendayagunaan sistem dan prosedur penanganan permasalahan yang mungkin terjadi, dalam kaitannya dengan sistem pelayanan. Dapat memahami dan menguasai tentang sidik jari dengan segala aspeknya, bahasa tulisan tangan maupun tanda tangan serta mengerti tentang ciri-ciri khusus tentang uang dan surat berharga sehingga dapat meningkatkan tindakan pengamanan  untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan pemalsuan terhadap tanda tangan, tulisan tangan, uang maupun dokumen serta untuk mengetahui tentang tindak kejahatan lain yang terkait. Disamping itu peserta dapat mengetahui seluk beluk tentang sidik jari sehingga dapat memanfaatkan adanya sidik jari.

 

D. MATERI PELATIHAN GRAFONOMI

  1.  Pengertian dan Fungsi Grafonomi
    1. Dasar Pemikiran Grafologi Dalam Grafonomi
      • Latar Belakang Trjadinya Grafonomi
    2. Satuan Kedirian
      • Pemahaman Munculnya Tindak Kejahatan Grafonomi
    3. Letak dan Fungsi Grafonomi
      • Pengenalan Tulisan
        • Pengertian Tulisan dan Sumber Tulisan
        • Kenampakan Tulisan
        • Unsur Grafis Dalam Tulisan
  2.   Penilaian Unsur Grafis Dalam Tulisan
    1. Prinsip dan Langkah yang harus dilakukan
    2. Tahapan Dalam proses Interpretasi tulisan
    3. Pengenalan sesaat-seketika Analisa tulisan
    4. Pengamatan dan Memaknai tulisan tangan
  3.   Tanda Tangan Dengan Segala Variasi
    1. Meneliti dan mengamati Tanda tangan
    2. Beberapa aspek pengamatan Tanda Tangan
    3. Beberapa karakter Tanda Tangan
    4. Sikap tindak perubahan keajegan dan gerak otomatis
  4. Mengungkap Rahasia sidik jari
    1. Pengertian sidik jari
    2. Kulit telapak tangan
    3. Hubungan otak dangan pola sidik jari
    4. Jabaran hubungan otak dengan sidik jari
    5. Beberapa istilah dalam sidik jari
    6. Pola dasar sidik jari
  5.  Pengenalan dan Analisa Dokumen
    1. Pengenalan dan analisa berbagai jenis dokumen
    2. Verifikasi jenis dokumen
    3. Pemalsuan Dokumen
  6.  Pengenalan Uang
    1. Ciri umum dan khusus uang kertas
    2. Ciri umum uang Rupiah logam
    3. Pedoaman penting dalam pembuatan umum
  7.  Uang Yang dipalsukan
    1. Tindak pemalsuan yang mudah dideteksi
    2. Tindak pemalsuan yang sulit dideteksi
    3. Pendektesian uang palsu
  8. Tindak Kejahatan
    1. Hakikat kejahatan dan modus operandi
    2. Tindak kejahatan Perbankan Fisik-Non Fisik
    3. Tindak perbuatan tercela yang harus dihindari
  9. Dasar Hukum Pemidanaan
    1. Nullum Deluctum Noella Poena Praevia Sine Lege Poenalli
    2. Aspek Noella Poena
    3. Antara Actus Reus dan Ommision dalam pemalsuan
    4. Antara PerTangguangan jawab pidana dan tanggung jawab Pidana dalam Pemalsuan

Manajemen Resiko Operasional Bank

Deskripsi Manajemen Resiko Operasional Bank

Aktivitas perbankan senantiasa dihadapkan pada risiko-risiko yang berkaitan erat dengan fungsinya untuk menciptakan nilai bagi para stakeholder. Termasuk di dalamnya yaitu resiko operasional. Resiko operasional merupakan resiko yang ditimbulkan karena kesalaham manusia, kegagalan system, tidak berfungsinya fungsi internal, dan adanya problem eksternal yang mempengaruhi jalannya operasional bank. Tentunya resiko operasional menimbulkan kerugian keuangan dan kerugian potensial. Resiko yang akan timbul bisa di tekan dengan menggunakan manajemen resiko operasional bank. Penekanan resiko operasional bank tentunya akan menguntungan bagi perusahaan karena mengurangi kemungkinan kerugian yang akan timbul.



Tujuan

Pelatihan ini dimaksudkan agar peserta memahami pentingnya manajemen risiko operasional bank untuk mengurangi resiko operasional yang mungkin timbul.

Materi Training Manajemen Resiko Operasional Bank

  • Pengertian tentang Risiko dan Risiko Operasional
  • Kasus-kasus Perbankan terkait Risiko Operasional
  • Mengenali Jenis-jenis Kegagalan Operasional Bank:people riskprocess risk (model, transaksi, dan kegiatan operasional), system and technology risk,external party risk, dan natural disaster risk.
  • Elemen-elemen Utama Manajemen Risiko Operasional: Kebijakan, identifikasi, proses bisnis, metode pengukuran, manajemen eksposur, pelaporan, analisis risiko, daneconomic capital.
  • Risiko Operasional danRisk Capital.
  • Model-model Risiko Operasional berbasis Basel II:Basic IndicatorStandardized Approach, dan Advanced Measurement Approach (AMA).
  • Value-at-Risk (VAR) for Operational Risk
  • Risk and Control Self-Assessment (RCSA): Arti penting, pendekatan, dan pelaksanaan RCSA yang efektif
  • Strategi Mitigasi Risiko Operasional:risk prevention dan risk reduction program.
  • Operational risk reporting and profiling

AUDIT KREDIT BANK: Executive Training Development

Pengantar Audit Kredit Bank

Kredit atau kredit yang disalurkan bank kepada  nasabah atau debitur adalah suatu produk perbankan berupa penyaluran dana kepada masyarakat atau perusahaan yang merupakan sumber penghasilan bagi bank. Bagi industri perbankan, manajemen kredit merupakan  tugas yang sangat penting  karena beberapa alasan. 1) Sumber utama dana kredit tersebut adalah dari pihak ketiga atau masyarakat yang harus dikembalikan bank dalam jangka pendek. 2) Jika jumlah kredit terlalu besar maka akan merugikan kesehatan bank sebab akan mengganggu  likuiditas bank tersebut. 3) Jika kredit tidak dikelola banik akan menimbulkan masalah kolektibilitas  bahkan akan menimbulkan kredit macet. Untuk mengurangi resiko yang makin besar, maka perencanaaan dan pengendalian kredit  menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi bank. Untuk itulah diperlukan audit kredit agar dapat dicegah dan dikurangi risiko kredit.

Tujuan Pelatihan Audit Kredit Bank

Tujuan pelatihan audit kredit adalah sebagai berikut:

  1. Membekali peserta pengetahuan tentang  pengertian, karakteristik, dan jenis kredit.
  2. Membekali peserta pengetahuan tentang proses audit kredit,
  3. Membekali peserta teknik dan metode  menditeksi masalah dalam kredit dan cara mengatasi masalah kredit, termasuk test goal, kriteria, KPI, dan peraturan BI.
  4. Memberikan pengetahuan bagi peserta teknik mengurangi risiko kredit dan melaporkan hasil temuan audit kredit.
  5. Memberikan bekal pengetahuan yang lebih dalam tentang  audit risiko berbasiskan risiko.

Manfaat  Training Audit Kredit

Manfaat yang diperoleh peserta setelah mengikuti pelatihan ini adalah:

  1. Peserta akan mengerti bagaimana menyusun tujuan,prosdur terhadap  audit kredit.
  2. Peserta akan mampu menentukan masalah apa yang terjadi dalam kredit bank.
  3. Peserta akan mampu menentukan penyebab dan dampak dari masalah kredit bank
  4. Peserta akan mampu memberikan berbagai alternative  untuk mengatasi risiko atau kerugian atau masalah dalam kredit bank
  5. Peserta akan mampu menghasilkan audit finding report yang handal dan relevan atas kredit bank sesuai frudential banking

Isi/Outline Training  Audit Kredit Bank

Training ini merupakan proses yang mencakup pokok bahasan berikut:

  1. Mengerti pihak yang bertanggungajawab dan berperan pada audit kredit.
  2. Mengerti tujuan prinsip audit kredit
  3. Bidang apa yang harus diaudit
  4. Mengerti sumber dana bank
  5. Internal control dan COSO
  6. Evaluasi Internal control kredit
  7. Audit ketaatan pada prinsip pemberian kredit
  8. Audit ketaatan kebijakan kredit pada bank
  9. Review kredit
  10. Monitorong diri (KPI) dan assessment
  11. Audit finding atas kredit.
  12. Audig report dan diskusi
  13. Kasus
  14. Q&A.
  15. Review
  16. Closing

MANAJEMEN RISIKO PERBANKAN

DESKRIPSI TRAINING MANAJEMEN RISIKO PERBANKAN

Dengan beriringnya perkembangan zaman yang semakin pesat, maka dunia bisnis perbankan Indonesia dihadapkan dengan risiko yang semakin kompleks seiring dengan kegiatan usaha bank yang mengalami perkembangan semakin pesat untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan teknologi sehingga mewajibkan bank untuk dapat meningkatkan kebutuhan akan penerapan manajemen risiko guna meminimalisasi risiko yang terkait dengan kegiatan usaha perbankan.

Implementasi manajemen risiko pada dunia perbankan lebih banyak untuk ditujukan dengan sejalannya standar baru global yang diterapkan oleh Bank for International ettlement (BIS). Dimana Bank for International Settlement (BIS) mengeluarkan konsep permodalan baru yang berisikan perihal seluk beluk perhitungan modal yang lebih diarahkan pada risiko (risk sensitive) serta pemberian insentif terhadap peningkatan kualitas manajemen risiko perbankan atau biasa disebut dengan Basel II (penyempurnaan dari Basel I), sebagaimana digunakan pula oleh Bank Indonesia melalui peraturan 2 Nomor 5/8/PBI/2003 yang berisikan mengenai Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum dengan tujuan agar supaya perbankan Indonesia dapat beroperasi dengan lebih berhati-hati dan melakukan penerapannya sesuai dengan tujuan, kebijakan usaha, ukuran dan kompleksitas usaha serta kemampuan bank dalam hal keuangan, infrastruktur pendukung maupun sumber daya manusia yang dimilikinya. Dengan diterapkannya ketentuan ini, diharapkan bahwa bank tersebut mampu untuk melaksanakan seluruh aktivitasnya secara terintegrasi dalam suatu sistem pengelolaan risiko yang akurat dan komprehensif.

Tujuan dan Manfaat TRAINING MANAJEMEN RISIKO PERBANKAN

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu untuk :

  • Memahami pemanfaatan dari pengelolaan risiko perbankan bagi berkelangsungan usaha perbankan;
  • Memahami pokok-pokok pembahasan Peraturan Bank Indonesia (khususnya No. 5/8/PBI/2003)
  • Memahami Undang-undang Perbankan yang terkait dengan Pelaksanaan Operasional;
  • Memahami Mekanisme Kerja Lembaga Penjamin Simpanan
  • Memahami perihal Pokok-pokok Anti Money Laundering berikut Undang-undang dan ketentuan yang berlaku di Indonesia;
  • Memahami Program Know Your Customer dan implikasinya dalam Sisdur Operasional Bank

MATERI TRAINING MANAJEMEN RISIKO PERBANKAN

  1. Manfaat dan peranan Manajemen Risiko dalam Industri Perbankan
  2. Jenis-jenis Risiko
  3. Pengawasan Berbasis Resiko dan Basel Accord I dan II
  4. Penerapan Manajemen RIsiko perbankan Indonesia
  5. Konsep Statistic Tentang Resiko dan Konsep Value at Risk (VaR)
  6. Aplikasi Perhitungan Value at Risk dengan Program Excel
  7. Risiko Pasar, Risiko Kredit dan Risiko Operasional
  8. Bactesting var dan Stress Testing
  9. Risiko Hukum, Risiko Reputasi dan Risiko Strategik
  10. Risk Based Internal Audit

Manajemen Resiko Operasional Bank

Deskripsi Manajemen Resiko Operasional Bank

Aktivitas perbankan senantiasa dihadapkan pada risiko-risiko yang berkaitan erat dengan fungsinya untuk menciptakan nilai bagi para stakeholder. Termasuk di dalamnya yaitu resiko operasional. Resiko operasional merupakan resiko yang ditimbulkan karena kesalaham manusia, kegagalan system, tidak berfungsinya fungsi internal, dan adanya problem eksternal yang mempengaruhi jalannya operasional bank. Tentunya resiko operasional menimbulkan kerugian keuangan dan kerugian potensial. Resiko yang akan timbul bisa di tekan dengan menggunakan manajemen resiko operasional bank. Penekanan resiko operasional bank tentunya akan menguntungan bagi perusahaan karena mengurangi kemungkinan kerugian yang akan timbul.



Tujuan

Pelatihan ini dimaksudkan agar peserta memahami pentingnya manajemen risiko operasional bank untuk mengurangi resiko operasional yang mungkin timbul.

Materi Training Manajemen Resiko Operasional Bank

  • Pengertian tentang Risiko dan Risiko Operasional
  • Kasus-kasus Perbankan terkait Risiko Operasional
  • Mengenali Jenis-jenis Kegagalan Operasional Bank:people riskprocess risk (model, transaksi, dan kegiatan operasional), system and technology risk,external party risk, dan natural disaster risk.
  • Elemen-elemen Utama Manajemen Risiko Operasional: Kebijakan, identifikasi, proses bisnis, metode pengukuran, manajemen eksposur, pelaporan, analisis risiko, daneconomic capital.
  • Risiko Operasional danRisk Capital.
  • Model-model Risiko Operasional berbasis Basel II:Basic IndicatorStandardized Approach, dan Advanced Measurement Approach (AMA).
  • Value-at-Risk (VAR) for Operational Risk
  • Risk and Control Self-Assessment (RCSA): Arti penting, pendekatan, dan pelaksanaan RCSA yang efektif
  • Strategi Mitigasi Risiko Operasional:risk prevention dan risk reduction program.
  • Operational risk reporting and profiling

ATM AND TROUBLESHOOTING

DESKRIPSI:

ATM (Anjungan Tunai Mandiri / Automatic Teller Machine) adalah salah satu teknologi sistem informasi yang digunakan oleh bank. ATM merupakan salah satu produk perbankan yang berbentuk seperangkat alat elektronik yang disediakan untuk melayani transaksi perbankan. Salah satu dari electronic delivery channel ini sudah menjadi andalan perusahaan yang bergerak dalam jasa keuangan khususnya bidang perbankan. Perangkat elektronik ini dapat melayani berbagai transaksi perbankan dari nasabah seperti pengambilan uang tunai, pengecekan saldo rekening tabungan/giro, transfer dana dan pembayaran tagihan tanpa perlu dilayani oleh petugas bank. Kelangsungan operasi ATM dalam melayani transaksi nasabah harus terpelihara dengan baik. Keberadaan, kelancaran dan keberagaman transaksi ATM dapat memberikan image yang baik khususnya masyarakat yang menjadi nasabahnya. Semakin tingginya jumlah transaksi melalui mesin-mesin ATM menimbulkan pula berbagai problem yang sering muncul selama terjadinya transaksi di mesin ATM, untuk itu diperlukan pengetahuan yang tepat mengenai fungsi teknis mesin ATM. Melalui pelatihan ini, akan dibahas lebih lanjut mengenai permasalahan-permasalahan yang sering terjadi dalam mesin ATM beserta troubleshooting-nya supaya mesin ATM tetap dapat difungsikan dengan baik.

TUJUAN:

Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan peserta akan mengetahui lebih dalam mengenai fungsi teknis dari mesih ATM, mengetahui berbagai problem yang sering muncul pada system transaksi di mesin ATM, mengatasi permasalahan yang ada dan dapat melakukan troubleshooting pada mesin ATM.

MATERI TRAINING ATM AND TROUBLESHOOTING

  • Fungsi ATM sebagai Penunjang Aktifitas Transaksi Nasabah
  • Jenis Mesin ATM
  • ATM NCR P 70, P77 & SS22E
  • Trouble Shooting ATM NCR P 70, P77 & SS22E
  • ATM Wincor 1500, 2000
  • Trouble Shooting ATM Wincor 1500, 2000
  • ATM Dieblod
  • Trouble Shooting ATM Dieblod
  • Sarana Penunjang
  • Jaringan Komunikasi ATM
  • Studi Kasus

ATM DI DUNIA PERBANKAN

DESKRIPSI TRAINING ATM DI DUNIA PERBANKAN

Semakin meningkatnya kebutuhan manusia mendorong para ilmuan atau teknisi melakukan pembaharuan sebagai sarana transaksi melalui dukungan ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi. Kegiatan transaksi dapat digunakan berbagai sarana pembayaran mulai dari cara yang tradisional sampai dengan yang paling modern. Dalam perkembangannya telah ditemukan cara yang paling efektif dan efisien untuk melakukan transaksi yaitu dengan menggunakan “uang”. Namun menggunakan uang tunai dalam jumlah besar sangat tinggi resikonya, antara lain resiko kehilangan, pemalsuan atau terkena perampokan. Oleh sebab itu banyak orang memilih untuk menyimpan uangnya di bank yang dapat diambli langsung sewaktu-waktu ketika diperlukan melalui ATM (Anjungan Tunai Mandiri/Automatic Teller Machine).

ATM adalah salah satu teknologi sistem informasi yang digunakan oleh bank. Bank Indonesia sendiri lebih sering menggunakan istilah Teknologi Sistem Informasi (TSI) Perbankan untuk semua terapan teknologi informasi dan komunikasi dalam layanan perbankan. Melalui pelatihan ini, akan dijelaskan berbagai teknologi yang dapat diaplikasikan pada mesin ATM melalui fitur-fitur yang terintegrasi untuk memberikan kemudahan transaksi dengan tingkat keamanan yang baik.

MATERI TRAINING ATM DI DUNIA PERBANKAN

  1. Pengantar Teknologi Perbankan
    • Tuntutan Layanan Perbankan Modern
    • Tuntutan Informasi Perbankan Modern
  2. Sejarah Mesin ATM pada Dunia Perbankan
  3. Perkembangan Teknologi ATM
  4. Fungsi ATM sebagai Penunjang Aktifitas Transaksi Nasabah
  5. Jenis Mesin ATM dan Kartu ATM
  6. Fitur Transaksi ATM
    1. Aktivasi PIN
    2. Cek saldo
    3. Tarik Tunai
    4. Transfer antar Bank
    5. Pembayaran Tagihan
  7. Proses Kerja dan Sistem Komputerisasi Pada Mesin ATM
  8. Sistem Pengoperasian ATM
  9. Sistem ATM dan Penyedia ATM
  10. Perkembangan Teknologi dan Fitur ATM
  11. Dampak Perkembangan Teknologi ATM pada dunia Perbankan
  12. Security System
  13. Studi Kasus

Manajemen Risiko Operasional Bank

Deskripsi

Ancaman yang muncul dari dan terhadap kegiatan operasional bank dapat dipicu oleh berbagai faktor baik internal maupun ekstenal.  Peristiwa potensial seperti penyalahgunaan wewenang (fraud), kegagalan sistem teknologi informasi, standar proses operasi yang belum sesuai dengan peraturan/regulasi yang berlaku, dan kejahatan pihak eksternal terhadap bank jika tidak identifikasi dan dikelola dengan baik dapat menimbulkan permasalahan yang berat bahkan bencana bagi bank.

Risiko operasional sebenarnya lazim dihadapi berbagai lembaga keuangan termasuk bank, namun jenis risiko ini baru mendapatkan perhatian luas setelah dimasukan ke dalam kerangka regulasi Basel II. Manajemen risiko yang terkait dengan risiko operasional ini dikenal sebagai manajemen risiko operasional.  Seiring dengan itu, terdapat kebutuhan akan pemahaman yang memadai dan komprehensif mengenai manajemen risiko operasional.

Workshop dua hari ini dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut di atas dengan tujuan dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan praktis peserta dalam penerapan manajemen risiko operasional.

Garis Besar Program Manajemen Risiko Operasional

  1. Pengertian tentang Risiko dan Risiko Operasional
  2. Kasus-kasus Perbankan terkait Risiko Operasional
  3. Mengenali Jenis-jenis Kegagalan Operasional Bank: people risk, process risk (model, transaksi, dan kegiatan operasional), system and technology risk, external party risk, dan natural disaster risk.
  4. Elemen-elemen Utama Manajemen Risiko Operasional: Kebijakan, identifikasi, proses bisnis, metode pengukuran, manajemen eksposur, pelaporan, analisis risiko, dan economic capital.
  5. Risiko Operasional dan Risk Capital.
  6. Model-model Risiko Operasional berbasis Basel II: Basic Indicator, Standardized Approach, dan Advanced Measurement Approach (AMA).
  7. Value-at-Risk (VAR) for Operational Risk
  8. Risk and Control Self-Assessment (RCSA): Arti penting, pendekatan, dan pelaksanaan RCSA yang efektif
  9. Strategi Mitigasi Risiko Operasional: risk prevention dan risk reduction program.
  10. Operational risk reporting and profiling

Struktur Pembiayaan Syariah

Deskripsi Training Struktur Pembiayaan Syariah

Perbankan Syariah saat ini sedang booming, dimana pertumbuhannya diperkirakan lebih besar daripada pertumbuhan bank konvensional.

Untuk itu diperlukan SDM yang kompeten, khususnya di bidang Syariah Lending / Financing untuk mendukung pertumbuhan tersebut.

Pada dasarnya SDM di bidang Lending / Financing di perbankan umum telah mempunyai credit skill yang memadai untuk bekerja di bank syariah, hanya dibutuhkan pengetahuan tambahan mengenai skema dan cara membuat struktur pembiayaan yang cocok dengan regulasi syariah yang berlaku.



Sasaran Training Struktur Pembiayaan Syariah

Setelah selesai mengikuti Program ini, para peserta akan :

  1. Memiliki kemampuan mengidentifikasi akad dan skema yang dibutuhkan dalam rangka memenuhi customer need.
  2. Memiliki kemampuan membuat struktur fasilitas pembiayaan syariah berdasarkan akad dan skema yang cocok.
  3. Memiliki kemampuan membuat skema pricing dan repayment schedule dari pembiayaan syariah yang diberikan.

Outline Training Struktur Pembiayaan Syariah

  1. Pengenalan sistem operasional Bank Syariah
  2. Pengertian akad-akad yang lazim dan paling banyak digunakan dalam pembiayaan di Bank Syariah
  • Akad Murabahah
  • Akad Ijarah / IMBT
  • Akad Mudharabah
  • Akad Musyarakah
  1.  Identifikasi kapan akad-akad syariah tersebut digunakan, disesuaikan dengan kebutuhan pembiayaan nasabah
  2.  Menerapkan akad-akad syariah di dalam pembuatan struktur fasilitas pembiayaan syariah
  3.  Membuat perhitungan pricing dan repayment schedule sesuai dengan akad-akad syariah yang dipergunakan

Pembiayaan Syariah dengan Akad MMQ

Deskripsi

Lembaga Keuangan Syariah (LKS) sangat berkembang di Indonesia, terbukti dengan banyaknya bermunculan bank-bank syariah (baik berbentuk BUS atau UUS), BPRS, Multifinance Syariah, bahkan Lembaga Keuangan Mikro Syariah seperti BMT (Baitul Mal Wal Tamwil) yang rata-rata berbadan hukum Koperasi (KJKS).
Berbagai LKS tersebut menawarkan bermacam produk pembiayaan syariah untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan nasabah-nasabahnya. Namun hingga saat ini, akad syariah yang dipakai dalam produk pembiayaan tersebut masih menggunakan akad Murabahah. Akad Murabahah mempunyai pangsa pemakaian lebih dari 60% dari seluruh portofolio pembiayaan syariah yang ada di Indonesia.
Akad Murabahah mempunyai kelemahan dalam hal pemberian pembiayaan yang mempunyai jangka waktu panjang (misal KPR), dimana membutuhkan pricing yang tinggi. Karena karakteristik inilah maka tercipta paradigma di mata masyarakat bahwa pembiayaan syariah selalu lebih mahal daripada pembiayaan konvensional.
Untuk menghapus paradigma tersebut, DSN MUI telah menawarkan suatu akad yang mempunyai karakteristik pricing yang flexible, yaitu akad Musyarakah Mutanaqisah (MMQ). DSN MUI melalui Fatwa no.73/2008 menyatakan bahwa akad MMQ boleh digunakan untuk pembiayaan syariah.
Pembiayaan syariah dengan akad MMQ dapat diterapkan pada:

  • Bank Umum Syariah / Unit Usaha Syariah
  • BPR Syariah
  • Multifinance Syariah
  • Koperasi Jasa Keuangan Syariah

Produk-produk LKS yang dapat menggunakan akad MMQ antara lain:

  • KPR iB (pembiayaan property)
  • KKB iB (pembiayaan kendaraan bermotor)
  • KMG / KTA iB (pembiayaan multiguna)
  • Pembiayaan Investasi iB
  • Joint Financing iB
  • Pembiayaan KopKar iB
  • Dll.



Tujuan Pelatihan Pembiayaan syariah dengan akad MMQ

Training ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai akad syariah MMQ agar dapat digunakan dalam pengembangan produk di Lembaga Keuangan Syariah. Yang diharapkan dari para peserta training setelah pelatihan dilaksanakan:

  1. Memahami akad syariah MMQ sesuai dengan Fatwa DSN dan ketentuan otoritas lainnya.
  2. Dapat menerapkan akad syariah MMQ secara tepat guna dan hasil guna dalam produk-produk pembiayaan syariah yang dibutuhkan masyarakat.
  3. Memperkuat karakteristik produk-produk dari LKS masing-masing sehingga dapat bersaing dengan produk-produk pembiayaan konvensional.



Outline Materi Pelatihan Pembiayaan syariah dengan akad MMQ

Hari-1

  1. Konsep dan Regulasi
    • MMQ ≠ Kredit
    • Fiqih MMQ
    • Fatwa-Fatwa DSN terkait MMQ
    • Regulasi BI terkait MMQ
    • MMQ Asset vs MMQ non-Asset
  2. Karakteristik MMQ Asset
    • Unsur-unsur Akad MMQ
    • Obyek Sewa sesuai Produk :
      • Consumer Financing : KPR, KPM, KMG
      • Commercial Financing : Term / Investment / Asset Financing
      • Supplier Obyek Sewa
      • Cara kerja MMQ-Asset
  1. Desain Pembiayaan
    • Desain struktur pembiayaan
    • Line Facility dan penarikan bertahap
    • Take Over dan Refinancing
    • Produk berbasis MMQ
  2. Harga Sewa & Bagi Hasil
    • Definisi Harga Sewa
    • Penentuan Harga Sewa
    • Contoh kasus
    • Jadwal angsuran dan Nisbah bagi hasil
    • Pelunasan dipercepat (Prepayment)

Hari-2

  1. Likuidasi Pembiayaan
    • Tunggakan dan Default
    • Perhitungan posisi default dan Nisbah bagi hasil default
    • Contoh kasus :
      • Hasil penjualan aset > dari sisa O/S
      • Hasil penjualan aset < dari sisa O/S
  1. Aspek Legal / Perjanjian
    • Title of Document Asset Sewa
    • Klausul Pembentukan Syirkah
    • Klausul Modal Syirkah
    • Klausul Kepemilikan Aset
    • Klausul Sewa – Ijarah
    • Klausul Default / Wanprestasi
    • Klausul Nisbah Bagi Hasil – Default
  2. Akunting & IT
    • Jurnal Dasar Akunting MMQ
    • Skema Dasar Sistem IT MMQn
  3. IMBT vs MMQ
    • Perbandingan IMBT vs MMQ dari berbagai aspek :
      • Hubungan hukum
      • Kepemilikan asset
      • Fatwa DSN
      • MarComm
      • PSAK
      • Depresiasi
      • Pengalihan asset
      • Dokumen legal

PBI Dan POJK Terkait Program APU & PPT

Deskripsi

Kebocoran dokumen rahasia (dikenal dengan skandal Panama Paper) dari ribuan pejabat tinggi berbagai negara, politisi, selebritis, pengusaha, serta orang-orang ternama lainnya menyiratkan bukti nyata adanya tempat yang menampung dana-dana illegal. Ironisnya banyak bank-bank ternama yang sudah beroperasi ratusan tahun justru menjadi media atau pengatur untuk penyimpanan dana-dana illegal tersebut.  Krisis ekonomi global yang berdampak negatif terhadap hampir semua sektor usaha di Indonesia berpotensi meningkatkan aktivitas money laundry (pencuci uang illegal) dan pendanaan terorisme.  Diperlukan pemahaman dan strategi penerapan prinsip customer due diligence (CDD) untuk mengantisipasi kejahatan keuangan tersebut oleh semua korporasi yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung dengan aktivitas lalu lintas keuangan.

Pelatihan ini akan memberikan pemahaman dari PBI no. 14/27/PBI/2012 Tentang Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme Bagi Bank Umum; UU No 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang serta UU No 9 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme adalah berlaku bagi semua orang atau korporasi yang melakukan atau bermaksud melakukan tindak pidana pendanaan terorisme di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia; dan/atau dana yang terkait dengan Pendanaan Terorisme di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (pasal 2 ayat 1 a dan b).

Manfaat Pelatihan PBI Dan POJK Terkait Program APU & PPT

Setelah mengikuti Pelatihan Implementasi PBI Dan POJK Terkait Program APU & PPT (Pasca Scandal Panama Papers Dan Brexit) ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk:

  • budaya sadar risiko pencucian uang pendanaan terorisme pada setiap karyawan terutama petugas front liner
  • teknik mitigasi risiko-risiko yang mungkin timbul pada area yang rentan dengan pencucian uang dan pendanaan terorisme sesuai dengan PBI dan UU terkait
  • memberikan panduan penerapan prinsip customer due diligence (CDD)

Profil Peserta PBI Dan POJK Terkait Program APU & PPT

Pelatihan Implementasi PBI Dan POJK Terkait Program APU & PPT (Pasca Scandal Panama Papers Dan Brexit) ini ditujukan untuk para:

Karyawan front liner, middle management yang berhubungan dengan customer, unit kerja atau pejabat yang bertanggung jawab atas penerapan program APU-PPT, divisi kepatuhan, petugas front liner, dll.

Outline PBI Dan POJK Terkait Program APU & PPT

Materi training yang akan di bahas topik Implementasi PBI Dan POJK Terkait Program APU & PPT (Pasca Scandal Panama Papers Dan Brexit) adalah :

  1. Budaya sadar risiko
  2. Dampak Skandal Panama Papers dan Brexit Terhadap Aktivitas Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme di Indonesia Terhadap Industri Perbankan Nasional
  3. Peran dan fungsi petugas APU-PPT
  4. Prinsip Customer Due Dilligence (CDD).
    • Kewajiban mengimplementasikan Prinsip CDD
    • Proses CDD dan Penerapannya
    • Hubungan antara CDD dan APU-PPT
    • Pemantauan profil nasabah/transaksi
  5. Pembuatan Profil Nasabah Berdasarkan Risiko
  6. Penanganan customer berisiko tinggi (high risk customer)
  7. Identifikasi Aktifitas Transaksi Mencurigakan.
  8. Teknik Anti Money Laundering (AML)
    • Teknik Penempatan (Placement).
    • Teknik Penyamaran (Layering).
    • Teknik Pengintegrasian (Integration).
  9. UU Tindak Pidana Pencucian Uang di Indonesia
  10. UU Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme
  11. Case study

BANK GARANSI SURETY STAND-By LC

Deskripsi

Penggunaan Bank Garansi dan Standby L/C dalam transaksi bisnis saat ini sudah demikian luas baik menyangkut transaksi luar negeri maupun transaksi dalam negeri. Namun sayangnya pemahaman masyarakat akan Bank Garansi maupun Standby L/C masih sangat minim khususnya resiko-resiko yang ada dalam Bank Garansi dan Standby L/C sehingga sering terjadi hambatan dalam penerbitan Bank Garansi maupun Standby L/C serta banyaknya penyalah gunaan Bank Garansi dan Standby L/C (termasuk pemalsuan) yang beredar di masyarakat. Dengan Bank Garansi/Standby L/C sesungguhnya dapat memberikan kepastian dari masing-masing pihak sepanjang ditunjang dengan pemahaman yang cukup akan Bank Garansi tersebut.

Sesuai dengan Keputusan Presiden (KEPPRES) No.80 tahun 2003 bahwa untuk pengadaan barang maupun jasa yang dananya bersumber pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) diwajibkan adanya jaminan (bank garansi). Dengan demikian, bagi kontraktor yang sering mengikuti proyek-proyek APBN/APBD mau tidak mau harus selalu berhubungan dengan instrumen Bank Garansi atau instrumen penjaminan lainnya. Hal ini juga berlaku bagi pejabat-pejabat pembuat komitmen yang ditunjuk untuk menangani proyek-proyek yang bersumber dari APBN/APBD dimaksud.

Oleh karena itu, memahami Bank Garansi atau penjaminan lainnya dari berbagai aspek menjadikan hal yang penting dan mutlak bagi semua pihak, tidak saja bagi mereka yang berhubungan dengan proyek-proyek yang bersumber pada APBN/APBD tetapi juga bagi mereka yang berbisnis dengan koleganya di Luar Negeri.

Bank Garansi sangat luas penggunaannya, tidak hanya sebagai suatu instrumen penjaminan tetapi dalam kondisi-kondisi tertentu juga dapat menggantikan kedudukan Letter of Credit (L/C) maupun Surat Kredit Berjangka Dalam Negeri (SKBDN) sehingga dapat memberikan kepastian bagi semua pihak.

MATERI TRAINING BANK GARANSI SURETY STAND-By LC

  • Transaksi Bank Garansi
  • Dasar Hukum Bank Garansi Indonesia
  • Dasar Hukum Surety Bond
  • Dasar Hukum Satndby L/C di Indonesia
  • Resiko – Resiko dalam Transaksi Bank Garansi
  • Jenis – jenis Bank Garansi Surety Bond & Standby L/C
  • Amendement Bank Garansi Surety Bond & Standby L/C
  • Klaim Bank Garansi
  • Transaksi Bank Garansi / Stanby L/C dengan Counter Guarantee
  • Dasar Hukum Counter Garansi
  • Resiko & Manfaat Bank Garansi/ Stanby L/C dengan Counter Guarantee
  • Mekanisme Advising Bank Garansi & Standby L/C
  • Resiko dan manfaat Bank Garansi yang di Adviskan
  • Uniform Rules For Demand Guarantee
  • International Standby Practice (ISP 98)

HUKUM JAMINAN : KURSUS INTENSIF HUKUM JAMINAN

Deskripsi

Dalam dunia bisnis kerap kali kita berhubungan dengan hukum kebendaan dan jaminan. Khususnya yang berhubungan dengan pemberian kredit agar mendapat pengembalian utang secara lancar, dan akibat dari suatu barang jaminan terkait kepentingan pihak ketiga. Termasuk jaman Era baru supervisi tunggal dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai satu-satunya Otoritas Pengawas seluruh Industri Jasa Keuangan di Indonesia. Oleh karena itu, sangat diperlukan penguasaan pengetahuan dan keterampilan, lewat sarana pembahasan secara khusus dan mendalam mengenai dasar-dasar hukum Kebendaan dan jaminan serta eksekusi barang Jaminan sampai perkembangan terkini.

Merespon hal tersebut, Kami menyelenggarakan Kursus Intensif Hukum Jaminan (KIHJ). KIHJ adalah kursus yang menyajikan materi hukum jaminan secara lengkap dan mendetail dengan pembicara-pembicara yang ahli di bidangnya. Dengan mengikuti KIHJ diharapkan para peserta akan memahami secara mendalam pengertian hukum kebendaan dan jaminan, jenis-jenis hukum jaminan, eksekusi atas jaminan, hak pemegang jaminan dalam pailit atau pembubaran dan hal-hal lain yang akan disampaikan dalam 12 sesi pertemuan.

 

Materi Kursus Intensif Hukum Jaminan

Materi I

Hukum Kebendaan dan Jaminan di Indonesia

  • Mengenal hukum benda dan sistematika
  • Dasar hukum dan fungsi jaminan
  • Objek dan ruang lingkup hukum jaminan
  • Macam dan jenis hukum jaminan
  • Jaminan dalam KUH Perdata
  • Prinsip dan prosedur hukum jaminan
  • Study case

Materi II

Lembaga Gadai

  • Pengertian dan sifat gadai
  • Objek gadai
  • Berlakunya gadai
  • Gadai atas saham
  • Eksekusi gadai
  • Apakah gadai dapat dieksekusi secara privat, ataukah harus melalui lelang
  • Hak atas manfaat dari barang tergadai.
  • Study case

Materi III

Hipotek, Hak Tanggungan dan Fidusia

  • Lembaga Jaminan Hipotek: kapal dan pesawat udara
  • lembaga Jaminan Hak Tanggungan: HGB, HM, HGU, HP
  • Lembaga Jaminan Fidusia: Inventory, AR, mesin dan lain-lain.
  • Permasalahan seputar Hak Tanggungan
  • Permasalahan seputar Jaminan Fidusia
  • Study case

Materi IV

Cessie

  • Sebagai sarana peralihan kebendaan
  • Fungsi suatu Jaminan
  • Study case

Materi V

Perjanjian Kredit (PK) dan Jaminan

  • Berbagai macam model pemberian Kredit: Sindikasi Club Deal, bilateral, KPR, kartu kredit dan KTA
  • Kaitan tipe kredit berpengaruh pada besaran Jaminan.
  • Kedudukan hukum antara PK dan Jaminan
  • Karakter Lembaga Kreditur (Bank/ Lembaga pembiayaan/ Umum) dalam pemberian kredit
  • Pengikatan kredit dan jaminan yang sempurna
  • Perbedaan pengikatan secara notarial dan non-notarial
  • Study case

Materi VI

Corporate and Personal Guarantee

  • Pengertian dan objek
  • Kekuatan hak tagih
  • Dokumentasi corporate guarantee dan personal guarantee
  • Eksekusi atas corporate guarantee/ personal guarantee
  • Study case

Materi VII

Akta Pengakuan Utang (Grosse Akte) dan Eksekusi atas Akta Pengakuan Utang

  • Study case

Materi VIII

Jaminan atas Rekening Bank

  • Pengertian dan objek
  • Hak-hak istimewa penjamin dalam hukum Indonesia
  • Eksekusi atas jaminan rekening bank
  • Study case

Materi IX

Penyelesaian Jaminan Bermasalah Melalui Berbagai Prosedur

  • Penjualan sukarela
  • Penjualan lewat upaya paksa
  • Prosedur lelang
  • Kaitan perpajakan terhadap penjualan barang jaminan
  • Study case

Materi X

Penyelesaian Sengketa di Pengadilan Niaga dan Pengadilan Negeri

  • Permasalahan hukum dan non hukum
  • Study case

Materi XI

Hak Pemegang Jaminan dalam Pailit atau Pembubaran

  • Pengaruh pemegang Jaminan hak istimewa (Privilege) terhadap status pemberi Jaminan terpailit.
  • Study case

Materi XII

Strategi dalam audit  Penyedia Jasa Keuangan

  • Strategi dan rencana audit tahunan
  • Standar dan pedoman di bidang audit

Materi disampaikan dalam bahasa Indonesia

SWIFT FOR BASIC

Description Training SWIFT for Basic

Jaringan SWIFT lebih dari 8.300 bank, sekuritas, dan perusahaan yang berlokasi lebih dari 208 negara. SWIFT memungkinkan untuk pertukaran jutaan pesan standar keuangan antara lembaga keuangan di seluruh dunia. Kode SWIFT (Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication) adalah format standar Bank Identifier Codes (BIC) dan itu adalah kode identifikasi unik untuk bank tertentu. Kode ini digunakan ketika mentransfer uang antar bank, terutama untuk wire transfer internasional. Bank juga menggunakan kode untuk bertukar pesan lainnya antara mereka. Kode Swift terdiri dari 8 atau 11 karakter. Ketika kode 8-digit yang diberikan, mengacu ke kantor utama. Training ini didesain untuk perbankan yang sudah pernah manangani dan mengunakan metode SWIFT.

Outline Training SWIFT for Basic

  1. Introduction
  2. Transaksi Via Core Banking Of SWIFT System
  3. MT0XX, System Messages
  4. MT1XX, Customer Payments and Cheques

REKONSILIASI ATM DAN CDM

DESKRIPSI TRAINING REKONSILIASI ATM DAN CDM

Rekonsilasi suatu proses untuk memastikan kebenaran pencatatan proses/transaksi terhadap keadaan sebenarnya, Dimana transaksi yang telah terjadi wajib dilakukan antara bukti dengan fisik yang ada.sehingga harus memiliki 2 sumber data yang berbedA (antara Fisik dan Catatan). ATM dan CDM merupakan jasa bank yang memudahkan nasabah untuk melakukan penarikan dan penyetoran selam 24 jam. layanan ini merupakan suatu kewajiban layanan yang harus disediakan oleh bank. Dalam aktifitasnya ATM maupun CDM memerlukan maintenance baik dari sisi mesin ataupun secara transaksinya. Rekonsilasi Transaki ATM dan CDM ini merupakan kewajiban secara operasional, untuk mencatat semua transaksi yang terjadi dan mengatur aktifitas pengisian dan rekon kas baik tunai ataupun non tunai.

TUJUAN TRAINING REKONSILIASI ATM DAN CDM

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta dapat:

  • Memahami bahwa rekonsilasi ATM merupakan pencatatan yang harus dilakukan secara akurat data disistem baik laporan on2 atau bukti fisik dari pengisian
  • Mengetahui bahwa rekonsilasi ATM/CDM merupakan alat bukti pencatatan jurnal harian
  • Memudahkan pendekteksian awal jika tidak terjadi kesesuaian pencatatan dan fisik
  • Jika pengisian ATM dilakukan oleh Bank Sendiri akan memudahkan dalam menentukan jadwal pengisian ATM dimasing-masing ATM yang menempel di luar kantoR
  • Jika Pengisian ATM dilakukan oleh Vendor, maka memudahkan monitoring dan kontrol verifikasi pengisian
  • Memudahkan penelusuran selisih yang terjadi baik selisih karena tunai atau non tunai (transfer ataupun pembayaran)

MATERI TRAINING REKONSILIASI ATM DAN CDM

  • ATM (anjungan tunai mandiri (Automated Teller Machine)
  • CDM (cash deposit machine)
  • Pengisian ATM dan CDM oleh Bank Sendiri
  • Pengisian ATM dan CDM oleh Vendor
  • Rekonsilasi ATM dan CDM
  • Penyelesian selisih ATM, Uang tidak keluar tetapi rekening terdebet
  • Penyelesaian selisih ATM, Transfer tidak masuk, tetapi uang berkurang di rekening
  • Penyelesian selisih CDM, Uang masuk tetapi tidak tercatat di rekening
  • Penyelesaian selisih ATM, karena gagal transfer ke bank lain, pembayan tidak berhasil, pembelian produk tidak berhasil, dll
  • Rekonsilasi oleh Vendor pengisian ATM

AUDIT KREDIT BANK: Executive Training Development

Pengantar Audit Kredit Bank

Kredit atau kredit yang disalurkan bank kepada  nasabah atau debitur adalah suatu produk perbankan berupa penyaluran dana kepada masyarakat atau perusahaan yang merupakan sumber penghasilan bagi bank. Bagi industri perbankan, manajemen kredit merupakan  tugas yang sangat penting  karena beberapa alasan.

1) Sumber utama dana kredit tersebut adalah dari pihak ketiga atau masyarakat yang harus dikembalikan bank dalam jangka pendek.

2) Jika jumlah kredit terlalu besar maka akan merugikan kesehatan bank sebab akan mengganggu  likuiditas bank tersebut.

3) Jika kredit tidak dikelola banik akan menimbulkan masalah kolektibilitas  bahkan akan menimbulkan kredit macet. Untuk mengurangi resiko yang makin besar, maka perencanaaan dan pengendalian kredit  menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi bank. Untuk itulah diperlukan audit kredit agar dapat dicegah dan dikurangi risiko kredit.

Tujuan Pelatihan Audit Kredit Bank

Tujuan pelatihan audit kredit adalah sebagai berikut:

  1. Membekali peserta pengetahuan tentang  pengertian, karakteristik, dan jenis kredit.
  2. Membekali peserta pengetahuan tentang proses audit kredit,
  3. Membekali peserta teknik dan metode  menditeksi masalah dalam kredit dan cara mengatasi masalah kredit, termasuk test goal, kriteria, KPI, dan peraturan BI.
  4. Memberikan pengetahuan bagi peserta teknik mengurangi risiko kredit dan melaporkan hasil temuan audit kredit.
  5. Memberikan bekal pengetahuan yang lebih dalam tentang  audit risiko berbasiskan risiko.

Manfaat  Training Audit Kredit

Manfaat yang diperoleh peserta setelah mengikuti pelatihan ini adalah:

  1. Peserta akan mengerti bagaimana menyusun tujuan,prosdur terhadap  audit kredit.
  2. Peserta akan mampu menentukan masalah apa yang terjadi dalam kredit bank.
  3. Peserta akan mampu menentukan penyebab dan dampak dari masalah kredit bank
  4. Peserta akan mampu memberikan berbagai alternative  untuk mengatasi risiko atau kerugian atau masalah dalam kredit bank
  5. Peserta akan mampu menghasilkan audit finding report yang handal dan relevan atas kredit bank sesuai frudential banking

Isi/Outline Training  Audit Kredit Bank

Training ini merupakan proses yang mencakup pokok bahasan berikut:

  1. Mengerti pihak yang bertanggungajawab dan berperan pada audit kredit.
  2. Mengerti tujuan prinsip audit kredit
  3. Bidang apa yang harus diaudit
  4. Mengerti sumber dana bank
  5. Internal control dan COSO
  6. Evaluasi Internal control kredit
  7. Audit ketaatan pada prinsip pemberian kredit
  8. Audit ketaatan kebijakan kredit pada bank
  9. Review kredit
  10. Monitorong diri (KPI) dan assessment
  11. Audit finding atas kredit.
  12. Audig report dan diskusi
  13. Kasus
  14. Q&A.
  15. Review
  16. Closing

Audit Kredit Bank Berbasis Manajemen Risiko

Overview Training Audit Kredit Bank Berbasis Manajemen Risiko

Risiko kredit adalah risiko kerugian akibat kegagalan pihak lawan (counterparty) memenuhi kewajibannya. Risiko kredit mencakup akibat kegagalan debitur (borrower), risiko kredit akibat kegagalan pihak lawan transaksi (counterparty), dan risiko kredit akibat kegagalan penyelesaian transaksi (settlement).

Risiko kredit bersumber dari berbagai aktivitas fungsional bank seperti perkreditan (pembiayaan), aktivitas treasury (berupa penempatan dana antar bank), aktivitas terkait investasi, dan aktivitas pembiayaan perdagangan (trade finance).

Pada saat ini aktiva produktif perbankan nasional didominasi oleh kredit yang diberikan, sementara sumber dana bank terutama berasal dari dana pihak ketiga, sehingga apabila terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan terhadap bank, maka bank tersebut dapat mengalami gangguan yang cukup signifikan dalam memenuhi kewajiban pada pemilik dana.

Perkembangan paradigma internal audit, peraturan dan ketentuan dari regulator serta pesatnya perkembangan teknologi informasi adalah beberapa contoh faktor yang menempatkan fungsi internal auditor perbankan (Satuan Kerja Audit Intern Bank/SKAI) untuk mendukung efektivitas penerapan manajemen risiko.

Untuk mengurangi resiko yang makin besar, maka perencanaaan dan pengendalian kredit menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi bank. Untuk itulah diperlukan audit kredit agar dapat dicegah dan dikurangi risiko kredit.

Tujuan pelatihan audit kredit adalah sebagai berikut:

  1. Membekali peserta pengetahuan tentang pengertian, karakteristik, dan jenis kredit.
  2. Membekali peserta pengetahuan tentang proses audit kredit.
  3. Membekali peserta teknik dan metode menditeksi masalah dalam kredit dan cara mengatasi masalah kredit, termasuk test goal, kriteria, KPI, dan peraturan BI.
  4. Memberikan pengetahuan bagi peserta teknik mengurangi risiko kredit dan melaporkan hasil temuan audit kredit.
  5. Memberikan bekal pengetahuan yang lebih dalam tentang audit risiko berbasiskan risiko.

Outline Materi Training Audit Kredit Bank Berbasis Manajemen Risiko

1. Bank, Audit dan Regulasi
2. Kebijakan Kredit dan Prosedur
3. Proses perkreditan

  • Konsumer dan Komersial
  1. Risk Based Audit Internal (RBAI)
  • Tujuan (RBIA)
  • Syarat yang digunakan
  • Jenis-jenis Risiko
  • Pendekatan RBIA
  • Pemahaman Proses
  • Laporan dan Opini Audit
  1. Pengukuran dan Pemantauan Risiko Kredit
    6. Evaluasi Internal Kredit
    7. Kebijakan Kredit dan Prosedur
    8. Keterkaitan Risiko Kredit dan Risiko Inhern Bank
    9. Modern Methode Audit Bank
    10. Audit Kredit Berbasis Manajemen Risiko
    a. Risiko Kredit
    b. Segmentasi Kredit
    c. Organisasi Kredit
    d. Budaya Kredit
    11. Analisa Portfolio
    12. Studi Kasus