Category Archives: K3 Training

Training PROPER – Program Penilaian Peringkat Kinerja Lingkungan Perusahaan

Deskripsi Training Proper

Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan mulai diterapkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup di tahun 2002, merupakan salah satu realisasi yang diamanatkan dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup bahwa dalam rangka mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup perlu diselenggarakan pengelolaan lingkungan dengan asas tanggungjawab, berkelanjutan dan manfaat. Salah satu tujuan penilaian PROPER adalah untuk mendorong peningkatan kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan melalui penyebaran informasi kinerja penaatan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan sehingga tercapainya peningkatan kualitas lingkungan hidup yang sehat dan sejahtera.

Training PROPER– Salah satu peningkatan kinerja penaatan dapat terjadi melalui efek insentif dan disinsentif reputasi yang timbul akibat pengumuman peringkat kinerja PROPER kepada publik. Salah satunya yaitu berasal dari para pemangku kepentingan (stakeholders) yang akan memberikan apresiasi kepada perusahaan berperingkat baik dan memberikan tekanan dan atau dorongan kepada perusahaan yang belum berperingkat baik untuk merealisasikanya. Adapun penilaian PROPER tersebut adalah berdasarkan kinerja tanggung jawab usaha dan/atau kegiatan dalam: Pencegahan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup, Penanggulangan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup, Pemulihan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup.

 

MAKSUD DAN TUJUAN TRAINING PROPER 

Dalam Training PROPER ini dimaksudkan adalah untuk memberikan bekal kemampuan dan pengetahuan kepada peserta untuk memenuhi kompetensi dalam melakukan perencanaan dan penilaian PROPER yang sudah ada diperusahaan, sehingga dengan kemampuan tersebut peserta yang terlibat mampu melakukan tindakan perbaikan dan pengembangan pengelolaan lingkungan demi tercapainya penilaian PROPER sebaik mungkin. Dan tujuan lainnya yaitu diharapkan peserta mampu:

  • Mengidentifikasi dan melakukan evaluasi terkait dengan penilaian arti PROPER dan mampu melakukan penilaian sendiri terhadap peringkat PROPER perusahaannya
  • Melakukan mengembangan rencana pemenuhan dan penerapan persyaratan PROPER diperusahaan serta langkah-langkah realisasinya yang akan ditempuh
  • Mengembangan program perbaikan kinerja pengelolaan PROPER perusahaan untuk mencapai peringkat yang lebih tinggi dan mempertahankanya dari tahun ketahun
MATERI PEMBAHASAN
  • Pengantar undang-undang dan peraturan pengelolahan lingkungan hidup
  • Realisasi kebijakan PROPER, latar belakang, manfaat, tahapan proses PROPER, pengelompokan peserta PROPER dan gambaran dasar serta contoh umum peringkat PROPER
  • Persyaratan Penilaian PROPER, persyaratan untuk mendapatkan kriteria emas, hijau, biru, merah, dan hitam
  • Persyaratan penilaian dan strategi pemenuhan kualitas air, dokumen lingkungan,  air limbah, baku mutu limbah dan pemenuhannya
  • Persyaratan penilaian dan strategi pemenuhan kualitas udara, emisi udara, strategi pemenuhan kualitas udara, pemenuhan baku mutu udara
  • Persyaratan penilaian dan strategi pemenuhan pengelolaan Limbah B3, Kriteria penilaian Limbah B3, mengelola Limbah B3 diinternal dan eksternal perusahaan
  • Persyaratan Beyond Compliance, sstem manajemen lingkungan (SML), konservasi energi, Community Development, typical khusus peringkat ” emas”
  • Perencanaan pemenuhan persyaratan PROPER, penyusunan dokumen PROPER, langkah-langkah persiapan PROPER dan pre-assessment kinerja lingkungan
  • Peningkatan kinerja lingkungan perusahaan, langkah strategi ke arah yang lebih baik dalam meraih keunggulan kinerja lingkungan.

 

FACILITIES

  • Certificate, Quality Training Kit (Pencil case: Erase, Bolpoint, Pencil, Tipe X, Stabillo, Flash Disk 8 Gb
  • Bag
  • Training Material (Hand Out & Soft Copy)
  • Convenient training facilities in stars hotel (Public Training)
  • Lunch and Coffee Break
  • Souvenir
  • Antar Jemput Bandara (Yogyakarta , Bali dan Bandung)

TRAINING METHOD

  • Group Discussions
  • Group & Individual Exercises
  • Presentations
  • Games
  • Case Studies
  • Role Plays
  • Self-Assessment
  • Action Plan

Permintaan Brosur penawaran Training ( Waktu dan Tempat) silahkan Menghubungi kami

Catatan :

  • Pelatihan ini dapat di-customized sesuai kebutuhan perusahaan Anda bila diselenggarakan dalam bentuk In-House Training. Untuk permintaan In-House Training dengan jenis topik lainya, silahkan mengirimkan ke alamat email yang tercantum di web kami.
  • Request Training. Jika anda membutuhkan informasi pelatihan yang belum tercantum pada website ini, atau anda ingin memberikan usulan materi yang sesuai dengan tingkat kebutuhan perusahaan anda, silahkan mengirimkan ke alamat email yang tercantum.
  • Bila tidak ada tanggal dan waktu atau yang tercantum sudah kadaluarsa didalam artikel mohon tanyakan kepada kami untuk jadwal terbarunya.
Iklan

K3 Oil and Gas

Deskripsi Training K3 OIL AND GAS

Pekerjaan dalam dunia pertambangan minyak dan gas merupakan salah satu bidang pekerjaan dengan potensi bahaya yang besar. Beberapa kecelakaan sering terjadi dan sering kita dengan dimana akibat kecelakaan tersebut membuat tak sedikit korban luka-luka maupun korban jiwa. Untuk mengantisipasi masalah tersebut maka pemerintah mendorong diberlakukannya sistem manajemen K3 dalam aktivitas pertambangan oil and gas.

Selain K3 merupakan suatu bentuk persyaratan pemeritahan yang harus ditaati dan dipenuhi, perusahaan seharusnya juga menjadikan K3 tersebut sebagai bentuk kebutuhan untuk setiap tiap individu yang bekerja atau terlibat dalam kegiatan pertambangan, karena pada hakekatnya tiap orang yang bekerja ingin kesehatan dan keselamatannya terjamin. Banyak Owner perusahaan pertambangan sekarang juga menghargai K3, dimana mereka lebih memilih penyedia jasa yang mengimplementasikan K3 meskipun dengan penawaran yang mahal. Terjadinya kecelakaan kerja tentunya tidak diinginkan oleh semua pihak, karena dapat menimbulkan penderitaan, kerugian keuangan yang tidak sedikit, dan tentunya berhubungan dengan imej dan reputasi perusahaan itu sendiri.

Tujuan Training K3 OIL AND GAS

Setelah mengikuti training ini, peserta diharapkan mampu untuk memahami bahaya-bahaya pada proyek pertambangan, peraturan-peraturan yang pemerintah perihal penerapan K3, langkah-langkah dalam penyusunan program sistem manajemen K3, kendala-kendala yang dihadapai dalam implementasi dan solusinya.

Materi K3 Oil and Gas

  1. Peraturan-Peraturan / Dasar Hukum Penyelenggaraan K3 perusahaan tambang
  2. Resiko bahaya lingkungan kerja Proyek Pertambangan
  3. Pentingnya penerapan k3 di perusahaan tambang
  4. Sistem Manajemen K3/ OHSAS 18001:2007
  5. Merencanakan program K3
  6. Pencegahan kecelakaan pada perusahaan pertambangan
  7. Sosialiasi Ahli Manajemen K3 bidang Pertambangan.
  8. Studi Kasus

K3 PERTAMBANGAN

PENGANTAR TRAINING K3 PERTAMBANGAN

Kegiatan atau aktivitas dalam industri pertambangan tidak bisa pungkiri adanya risiko terjadinya kecelakaan kerja, karena didalam aktivitasnya pertambangan menggunakan padat modal dan padat teknologi.  Dengan kesadaran akan terjadinya kecelakaan kerja tersebut industri pertambangan menyiapkan tenaga ahli k3 yang bertanggung jawab atas keselamatan para pekerjanya. Pada prinsipnya kecelakaan kerja dapat terjadi dikarenakan oleh kondisi yang tidak aman serta kegiatan atau aktivitas yang tidak aman.



TUJUAN TRAINING K3 PERTAMBANGAN

 Setelah mengikuti pelatihan ini peserta di harapkan dapat memahami aspek keselamatan dan kesehatan pada Industri pertambangan sehingga dapat menerapkannya di dalam pekerjaannya

MATERI PELATIHAN K3 PERTAMBANGAN

  • Ruang Lingkup Manajemen Keselamatan dan Kesehatan (K3) dalam industri Pertambangan
  • Dasar Hukum K-3 Pertambangan
    1. UU Nomor 11 TH 1967
    2. UU Nomor 1 TH 1970
    3. UU Nomor 13 TH 2003
    4. PP Nomor 32 TH 1969
    5. PP Nomor 19 TH 197
    6. MPR Nomor 341 LN 1930
    7. KEPMEN Nomor 2555.K/201/M.PE/1993
    8. KEPMEN Nomor 555.K/26/M.PE/1995
  • Elemen Pemerintah dalam pengelolaan K3 pertambangan
  • Elemen Perusahaan dalam pengelolaan K3 pertambangan
  • Pengawasan Pertambangan
  • Pengawasan K3 dan Keselamatan Operasi Pertambangan
  1. Keselamatan Kerja
  2. Kesehatan Kerja
  3. Lingkungan Kerja
  4. Sistem Manajemen K3
  5. Kelayakan Sarana, Prasarana dan Instalasi Peralatan Pertambangan
  6. Kompetensi Tenaga Teknik
  • Ruang Lingkup Pengawasan operasional / lapangan
  • Pengujian Peralatan Sarana dan instalasi
  • Pengujian/Penilaian Kompetensi
  • Pembinaan K3 dan Keselamatan Operasi Pertambangan
  • Sistem Manajemen K3
  • Risiko dan Kerugian Akibat Terhentinya Operasional
  • Case and Study

K3 DAN ERGONOMI DI RUMAH SAKIT

DESKRIPSI TRAINING K3 DAN ERGONOMI DI RUMAH SAKIT

Dengan diterbitkannya    Peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor : PER.05/MEN/1996, tentang Sistem Keselamatan & Kesehatan Kerja (SMK3) diharapkan perusahaan dapat mengimplementasikan  system keselamatan dan kesehatan kerja sehingga karyawan terlindungi, tingkat kecelakaan dapat diturunkan dan peluang terjadinya   bahaya dan kecelakaan di tempat kerja  dapat dihindari. Sebagimana diatur dalam  pasal 3 Peraturan Menteri tersebut bahwa setiap perusahaan yang memperkerjakan tenaga kerja sebanyak 100 orang atau lebih, dan/atau mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja seperti peledakan, kebakaran, pencemaran dan penyakit akibat kerja, wajib mengimplementasikan SMK3. Demikian pula penanganan faktor potensi berbahaya yang ada di rumah sakit serta metode pengembangan program keselamatan dan kesehatan kerja disana perlu dilaksanakan, seperti misalnya perlindungan baik terhadap penyakit infeksi maupun non-infeksi, penanganan limbah medis, penggunaan alat pelindung diri dan lain sebagainya. Selain terhadap pekerja di fasilitas medis/klinik maupun rumah sakit, Keselamatan dan Kesehatan Kerja di rumah sakit juga “concern” keselamatan dan hak-hak pasien, yang masuk kedalam program patient safety.Oleh karena itu perlu adanya pemahaman kepada semua karyawan di rumah sakit tentang pentingnya penerapan SMK3 di rumahsakit.



TUJUAN TRAINING K3 DAN ERGONOMI DI RUMAH SAKIT

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta memahami tentang system dan aplikasi dari smk3 di rumah sakit.



MATERI TRAINING K3 DAN ERGONOMI DI RUMAH SAKIT

1. Identifikasi dan evaluasi terhadap faktor yang berpotensi berbahaya bekerja di rumah sakit (faktor fisik, kimia dan biologis)

2. Kontrol terhadap faktor risiko terhadap keselamatan dan kesehatan kerja, seperti :

  • Faktor Fisik (radiasi, bising, suhu panas, dan sebagainya)
  • Faktor Kimiawi (laboratorium, penggunaan mesin fotocopy, MSDS, Label, dsb)
  • Faktor Ergonomi (menghindarkan terjadinya penyakit otot rangka)
  • Faktor Biologis (kuman, virus, infeksi atau bloodborne pathogen, dan sebagainya)
  • Faktor Psikososial (stress kerja, kerja shhift, dsb)
  • Faktor lainnya, seperti :
    • Bahaya kebakaran.
    • Gas bertekanan tinggi (Compressed Gases)
    • Bahan-bahan yang mudah terbakar (cair, gas) dan penyimpanannya
    • Listrik
  • Faktor bahaya spesifik menurut Bagian/Departemen
  • Health and Safety di Laboratorium
  • Penanganan Limbah medis (infectious/non-infectious dan cair/padat
  • Pengenalan Alat Pelindung Diri
  • Kontrol terhadap infeksi nosokomial serta patient safety.

3. Peraturan Perundangan yang terkait, pentingnya Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan serta tugas dan fungsinya.

    4. Ergonomi dan keselamatan kerja di rumah sakit. Pengenalan Ergonomi

  • Ergonomi dan Perancangan Sistem Kerja
  • Anthropometri
  • Fisiologi Kerja
  • Biomekanika
  • Sensasi yang dialami manusia saat bekerja
  • Perancangan Lingkungan Kerja
  • Psikologi Kerja
  • Human Error
  • Studi Kasus

AHLI K3 LISTRIK

PENDAHULUAN PELATIHAN AHLI K3 LISTRIK

  1. UU No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja
  2. Kepmenakertas No : Kep – 75/MEN/2002 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional (SNI) No. SNI-04-0225-2000 Mengenai Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000)diTempatKerja
  3. Permenaker No : Per-02/MEN/1992 Tentang Cara Penunjukan Kewajiban dan Wewenang Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja

TUJUAN PELATIHAN AHLI K3 LISTRIK

Setelah selesai mengikuti pelatihan dan lulus ujian, peserta akan mengetahui tugas dan kewajiban dalam melaksanakan persyaratan, sistem dan proses K3 di tempat kerja sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

MATERI PELATIHAN AHLI K3 LISTRIK

  1. Kebijakan UU No. 1 tahun 1970 K3
  2. Pengawasan & Pembinaan Norma K3 Bidang Listrik
  3. Persyaratan K3 Rancangan Instalasi Listrik
  4. Persyaratan K3 Sistem Proteksi Untuk Keselamatan Listrik
  5. Persyaratan K3 Pembangkitan Tenaga Listrik
  6. Persyaratan K3 Jaringan Instalasi Tenaga dan Perlengkapannya
  7. Persyaratan K3 Instalasi Penerangan
  8. Persyaratan K3 Peralatan Instalasi Tenaga/Daya
  9. Persyaratan K3 Perlengkapan Hubung Bagi dan Kendali (PHB) serta komponennya
  10. Persyaratan Ketentuan Bagi Berbagai Ruang dan Instalasi khusus
  11. Persyaratan K3 pada penggunaan peralatan uji listrik
  12. Persyaratan K3 Sistem Proteksi Instalasi Penyalur Petir
  13. Identifikasi bahaya, penilaian, pengendalian resiko listrik
  14. Pelaporan dan analisa kecelakaan kerja bidang listrik
  15. Prosedur Kerja aman pada instalasi listrik
  16. Praktek kerja Lapangan (PKL)
  17. Seminar

 

K3 Teknisi Perancah

Tujuan  & Manfaat

Pelatihan K3 Teknisi Perancah ini dirancang untuk memenuhi UU no. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja,  peraturang Menteri Tenaga Kerja no. PER. 01/MEN/1980 tentang Keselamatan & Kesehatan  Kerja pada Konstruksi Bangunan dan SKB Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Pekerjaan Umum no. Kep 174/Men/1986 dan no. 104/Kpts/1986 dan pedoman pelaksanaan tentang keselamatan dan kesehatan kerja pada tempat kegiatan konstruksi.

Selain untuk memenuhi peraturan pemerintah, Pelatihan ini dirancang agar para peserta memperoleh pengetahuan dan ketrampilan dasar yang dibutuhkan dalam hal merencanakan, mempersiapkan, menyelesaikan dan mengawasi serta memastikan pekerjaan scaffolding dengan aman



Materi Pelatihan K3 Teknisi Perancah

  1. Peraturan perundangan K3  konstruksi bangunan
  2. Pengetahuan dasar perancah
  3. Jenis – jenis perancah
  4. Standar dan pedoman teknis perancah
  5. Supervisi dan pemeriksaan perancah
  6. Dasar- dasar penilaian beban perancah
  7. Melaksanakan dasar – dasar
  8. Potensi bahaya konstruksi perancah
  9. Cara pencegahan kecelakaan kerja perancah
  10. Prosedur kerja aman perancah (bekerja di ketinggian)
  11. Praktek

Supervisi Perancah : Pelatihan & Sertifikasi K3

Tujuan & Manfaat Pelatihan K3 Supervisi Perancah

Pelatihan ini dirancang untuk memenuhi UU no. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, peraturang Menteri Tenaga Kerja no. PER. 01/MEN/1980 tentang Keselamatan & Kesehatan Kerja pada Konstruksi Bangunan dan SKB Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Pekerjaan Umum no. Kep 174/Men/1986 dan no. 104/Kpts/1986 dan pedoman pelaksanaan tentang keselamatan dan kesehatan kerja pada tempat kegiatan konstruksi.

Selain untuk memenuhi peraturan pemerintah, Pelatihan ini dirancang agar para peserta memperoleh pengetahuan dan ketrampilan dasar yang dibutuhkan dalam hal merencanakan, mempersiapkan, menyelesaikan, mengecek dan mengawasi serta memastikan pekerjaan scaffolding dengan aman



Materi Pelatihan Pelatihan K3 Supervisi Perancah

  • Peraturan perundangan K3 konstruksi bangunan
  • Pengetahuan dasar perancah
  • Jenis – jenis perancah
  • Standar dan pedoman teknis perancah
  • Supervisi dan pemeriksaan perancah
  • Dasar- dasar penilaian beban perancah
  • Perencanaan struktur perancah
  • Pengelolaan persyaratan pengadaan perancah
  • Pengelolaan pelaksanaan perancah
  • Dasar-dasar perhitungan konstruksi perancah
  • Potensi bahaya konstruksi perancah
  • Cara pencegahan kecelakaan kerja perancah
  • Prosedur kerja aman perancah (bekerja di ketinggian)
  • Praktek

K3 PERTAMBANGAN

PENGANTAR TRAINING K3 PERTAMBANGAN

Kegiatan atau aktivitas dalam industri pertambangan tidak bisa pungkiri adanya risiko terjadinya kecelakaan kerja, karena didalam aktivitasnya pertambangan menggunakan padat modal dan padat teknologi.  Dengan kesadaran akan terjadinya kecelakaan kerja tersebut industri pertambangan menyiapkan tenaga ahli k3 yang bertanggung jawab atas keselamatan para pekerjanya. Pada prinsipnya kecelakaan kerja dapat terjadi dikarenakan oleh kondisi yang tidak aman serta kegiatan atau aktivitas yang tidak aman.



TUJUAN PELATIHAN

 Setelah mengikuti pelatihan ini peserta di harapkan dapat memahami aspek keselamatan dan kesehatan pada Industri pertambangan sehingga dapat menerapkannya di dalam pekerjaannya

MATERI PELATIHAN K3 PERTAMBANGAN

  • Ruang Lingkup Manajemen Keselamatan dan Kesehatan (K3) dalam industri Pertambangan
  • Dasar Hukum K-3 Pertambangan
    1. UU Nomor 11 TH 1967
    2. UU Nomor 1 TH 1970
    3. UU Nomor 13 TH 2003
    4. PP Nomor 32 TH 1969
    5. PP Nomor 19 TH 197
    6. MPR Nomor 341 LN 1930
    7. KEPMEN Nomor 2555.K/201/M.PE/1993
    8. KEPMEN Nomor 555.K/26/M.PE/1995
  • Elemen Pemerintah dalam pengelolaan K3 pertambangan
  • Elemen Perusahaan dalam pengelolaan K3 pertambangan
  • Pengawasan Pertambangan
  • Pengawasan K3 dan Keselamatan Operasi Pertambangan
  1. Keselamatan Kerja
  2. Kesehatan Kerja
  3. Lingkungan Kerja
  4. Sistem Manajemen K3
  5. Kelayakan Sarana, Prasarana dan Instalasi Peralatan Pertambangan
  6. Kompetensi Tenaga Teknik
  • Ruang Lingkup Pengawasan operasional / lapangan
  • Pengujian Peralatan Sarana dan instalasi
  • Pengujian/Penilaian Kompetensi
  • Pembinaan K3 dan Keselamatan Operasi Pertambangan
  • Sistem Manajemen K3
  • Risiko dan Kerugian Akibat Terhentinya Operasional
  • Case and Study

K3 KONSTRUKSI

DESKRIPSI TRAINING K3 KONSTRUKSI

Pekerjaan konstruksi merupakan salah satu bidang pekerjaan dengan potensi bahaya cukup besar. Beberapa kecelakaan sering kita dengar seperti runtuhnya pekerjaan atap, tertimbun longsoran galian, jatuh dari ketinggian, terluka akibat alat-alat kerja, dll yang mengakibatkan baik luka-luka maupun korban jiwa. Untuk mengantisipasi masalah tersebut pemerintah sekarang mendorong diberlakukannya sistem manajemen K3 dalam penyelenggaraan proyek. Undang-Undang Jasa Konstruksi nomor 18 tahun 1999 mengamanatkan bahwa setiap penyelenggaraan pekerjaan konstruksi harus memenuhi ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja.

Selain disyaratkan, K3 seharusnya juga merupakan kebutuhan perusahaan bahkan tiap individu yang bekerja atau terlibat dalam proyek, karena pada hakekatnya tiap orang yang bekerja ingin kesehatan dan keselamatannya terjamin. Banyak Owner proyek sekarang juga menghargai K3, dimana mereka lebih memilih penyedia jasa yang mengimplementasikan K3 meskipun dengan penawaran yang sedikit lebih mahal. Terjadinya kecelakaan kerja tidak diinginkan oleh semua pihak, karena dapat menimbulkan penderitaan, kerugian keuangan yang tidak sedikit, imej dan reputasi.



TUJUAN TRAINING K3 KONSTRUKSI

Setelah mengikuti training k3 konstruksi ini, peserta akan memahami bahaya-bahaya pada proyek konstruksi, peraturan-peraturan yang mensyaratkan K3, bagaimana menyusun program sistem manajemen K3, kendala-kendala yang dihadapai dalam implementasi dan solusinya. Meskipun training ini ditujukan untuk proyek konstruksi, namun manfaatnya dapat lebih luas, yaitu untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya K3 untuk kehidupan sehari-hari. Karena pada hakekatnya bahaya ada dimana-mana di sekitar kita dan keselamatan dan kesehatan merupakan salah satu kebutuhan utama dalam meningkatkan kualitas hidup.



MATERI  TRAINING K3 KONSTRUKSI

  1. Peraturan-Peraturan / Dasar Hukum Penyelenggaraan K3
  2. Potensi Bahaya Pada Pekerjaan Konstruksi
  3. Sistem Manajemen K3/ OHSAS 18001:2007
  4. Merencanakan program K3
  5. Sosialiasi Ahli Manajemen K3 bidang Konstruksi.
  6. Implementasi dan Sertifikasi SMK3

MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PERTAMBANGAN

DESKRIPSI

Pertambangan memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan nasional, dimana sector ini memberikan peran yang sangat signifikan dalam perekonomian nasional, baik dalam sektor fiscal, moneter, maupun sektor riil.

Salah satu karakteristik industri pertambangan adalah padat modal, padat teknologi dan memiliki risiko yang besar. Oleh karena itu, dalam rangka menjamin kelancaran operasi, menghindari terjadinya kecelakaan kerja, kejadian berbahaya dan penyakit akibat kerja maka diperlukan implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada kegiatan pertambangan.

K-3 terutama di industri pertambangan merupakan salah satu faktor yang sangat penting demi kelancaran kegiatan operasional sehingga timbulnya rasa aman dan nyaman bagi pekerja untuk dapat bekerja secara optimal dan produktif. Pada prinsifnya kecelakaan kerja dapat terjadi dikarenakan oleh kondisi yang tidak aman serta kegiatan/aktifitas yang tidak aman. Dalam industri pertambangan seorang Kepala Teknik Tambang (KTT) ditunjuk sebagai penanggung jawab penuh terhadap K-3 dan dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh Pengawas Operasional dan Pengawas Teknis.

TUJUAN PELATIHAN

Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan dapat memahami aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada industry pertambangan yang dapat melakukan identifikasi, evaluasi,
pemeriksaan yang berkaitan dengan bidang keselamatan dan kesehatan kerja.

MATERI PELATIHAN 

  • Dasar Hukum K-3 Pertambangan
  1. UU Nomor 11 TH 1967
  2. UU Nomor 1 TH 1970
  3. UU Nomor 13 TH 2003
  4. PP Nomor 32 TH 1969
  5. PP Nomor 19 TH 197
  6. MPR Nomor 341 LN 1930
  7. KEPMEN Nomor 2555.K/201/M.PE/1993
  8. KEPMEN Nomor 555.K/26/M.PE/1995
  • Elemen Pemerintah dalam pengelolaan K3 pertambangan
  • Elemen Perusahaan dalam pengelolaan K3 pertambangan
  • Pengawasan Pertambangan
  • Pengawasan K3 dan Keselamatan Operasi Pertambangan
  1. Keselamatan Kerja
  2. Kesehatan Kerja
  3. Lingkungan Kerja
  4. Sistem Manajemen K3
  5. Kelayakan Sarana, Prasarana dan Instalasi Peralatan Pertambangan
  6. Kompetensi Tenaga Teknik
  • Ruang Lingkup Pengawasan operasional / lapangan
  • Pengujian Peralatan Sarana dan instalasi
  • Pengujian/Penilaian Kompetensi
  • Pembinaan K3 dan Keselamatan Operasi Pertambangan
  • Sistem Manajemen K3
  • Risiko dan Kerugian Akibat Terhentinya Operasional

K3 PERTAMBANGAN

PENGANTAR TRAINING K3 PERTAMBANGAN

Kegiatan atau aktivitas dalam industri pertambangan tidak bisa pungkiri adanya risiko terjadinya kecelakaan kerja, karena didalam aktivitasnya pertambangan menggunakan padat modal dan padat teknologi.  Dengan kesadaran akan terjadinya kecelakaan kerja tersebut industri pertambangan menyiapkan tenaga ahli k3 yang bertanggung jawab atas keselamatan para pekerjanya. Pada prinsipnya kecelakaan kerja dapat terjadi dikarenakan oleh kondisi yang tidak aman serta kegiatan atau aktivitas yang tidak aman.



TUJUAN PELATIHAN

 Setelah mengikuti pelatihan ini peserta di harapkan dapat memahami aspek keselamatan dan kesehatan pada Industri pertambangan sehingga dapat menerapkannya di dalam pekerjaannya

MATERI PELATIHAN K3 PERTAMBANGAN

  • Ruang Lingkup Manajemen Keselamatan dan Kesehatan (K3) dalam industri Pertambangan
  • Dasar Hukum K-3 Pertambangan
    1. UU Nomor 11 TH 1967
    2. UU Nomor 1 TH 1970
    3. UU Nomor 13 TH 2003
    4. PP Nomor 32 TH 1969
    5. PP Nomor 19 TH 197
    6. MPR Nomor 341 LN 1930
    7. KEPMEN Nomor 2555.K/201/M.PE/1993
    8. KEPMEN Nomor 555.K/26/M.PE/1995
  • Elemen Pemerintah dalam pengelolaan K3 pertambangan
  • Elemen Perusahaan dalam pengelolaan K3 pertambangan
  • Pengawasan Pertambangan
  • Pengawasan K3 dan Keselamatan Operasi Pertambangan
  1. Keselamatan Kerja
  2. Kesehatan Kerja
  3. Lingkungan Kerja
  4. Sistem Manajemen K3
  5. Kelayakan Sarana, Prasarana dan Instalasi Peralatan Pertambangan
  6. Kompetensi Tenaga Teknik
  • Ruang Lingkup Pengawasan operasional / lapangan
  • Pengujian Peralatan Sarana dan instalasi
  • Pengujian/Penilaian Kompetensi
  • Pembinaan K3 dan Keselamatan Operasi Pertambangan
  • Sistem Manajemen K3
  • Risiko dan Kerugian Akibat Terhentinya Operasional
  • Case and Study

SMK3 for Sawit Base On OHSAS dan PP No 50 2012

PENTINGNYA MANAJEMEN K3

Perusahan perkebunan kelapa sawit dan pabrik Kelapa sawit, ditutut harus menerapkan dan bersertifikat RSPO dan ISPO. Salah satu persyaratan RSPO dan ISPO adalah harus ada penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Salah upaya untuk menerapkan  praktek manajerial yang sesuai dengan tuntutan tersebut adalah dengan menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) berdasarkan OHSS 18001 dan PP 50 2012 . Upaya awal untuk dapat menerapkan standar tersbut dengan benar dan baik adalah dengan memahami persyaratan persyaratan melalui pelatihan pemahaman.

TUJUAN Pelatihan SMK3 for Sawit Base On OHSAS

Program bertujuan membantu perserta pelatihan  untuk :

1.    Memahami pentingnya SMK3  OHSAS 18001 & PP 50 2012

2.    Memahami persyaratan persyaratan SMK3 OHSAS 18001& PP 50 2012

3.    Memahami metoda identifikasi dan Penilaian resiko

MATERI PELATIHAN SMK3 for Sawit Base On OHSAS

Materi Pelatihan yang akan disampaikan mencakup sebagai berikut :

1.    Pemahaman Dasar Manajemen K3

  • Kebutuhan  K3
  • Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
  • Lingkup  K3
  • Tujuan K3
  • Penyebab Kecelakaan Dan sakit/Penyakit
  • Pengertian Bahaya dan Risiko
  • Pengendalian bahaya dan Risiko
  • Manfaat  K3 bagi perusahaan
  • Pentingnya Peduli Dan Paham K3

2.    Penerapan  Persyaratan persyaratan SMK3    OHSAS 18001& PP 50 2012

  • Sejarah OHSAS
  • Lingkup OHSAS
  • Pengertian SMK3 OHSAS 18001
  • Pengertian Penerapan per elemen/persyaratan SMK3 OHSAS 18001 & & PP 50 2012
  • Contoh penerapan

3.    Identifikasi, Penilaian  resiko dan Pengendalian Risiko  (Hazard Identification, Risk Asessment and Determination  Control-HIRADC)

  • Lingkup dan Obyek Identifikasi K3
  • Metoda Identifikasi bahaya K3
  • Metoda penilaian resiko Bahaya K3
  • Metoda Pengendalian Resiko
  • Workshop/Simulasi/studi kasus

4.    Sistem Dokumentasi Sistem Manajemen  K3 OHSAS 18001 & & PP 50 2012

  • Pengertian dokumentasi
  • Pendekatan hirarki dokumentasi
  • Persyaratan sistem dokumentasi
  • Format Dan bentuk sistem dokumentasi
  • Tahapan Dan metoda penyusunan dan penerapan  sistem dokumentasi
  • Contoh contoh sistem dokumentasi

5.    Pengenalan Peraturan dan Perundang-undangan terkait SMK3 OHSAS 18001 & & PP 50 2012

  • Pengelolaan bahaya Fisik
  • Pengelolaan bahaya Kimia
  • Pengelolaa Bahaya Biologi
  • Pengelolaan Bahay Ergonomi
  • Peraturan terkait pelayanan Kesehatan
  • Pengelolaan bahan B3 dan Limbah B3, dan pencegahan cemaran thdp lingkungan serta terkait tata cara prosedur perizinan limbah B3
  • Pengelolaan limbah

6.    Tahapan dan Metoda Perancangan dan Penerapan SMK3 OHSAS 18001 & PP 50 2012

  • Tahapan Perancangan
  • Metoda Perancangan
  • Tahapan Penerapan
  • Metoda Penerapan
  • Hambatan  Hambatan Perancangan dan Penerapan SMK3 OHSAS 18001 & PP 50 2012

7.    Test Awal (pre test)

  • Tujuan untuk mengetahui kondisi awal wawasan dan pengetahuan   peserta terhadap OHSAS 18001 dan PP 50 2012 memahami tingkat pengetahuan awal setiap peserta, mengukur beberapa kesenjangan pengetahuan peserta, dimana dapat menjadi bahan pembahasan  selama pelatihan
  • Diberikan soal berupa 10 soal, terdiri dari soal memilih (multiple Choice) dan soal essay (jawaban terbuka)

8.    Test Akhir (Post test)

  • Tujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan peserta (penyerapan) terhadap materi pelatihan OHSAS 18001 & PP 50 2012  yang telah disampaikan  dan  tingkat efektivitas hasil pelatihan
  • Diberikan soal berupa 20 soal, terdiri dari soal memilih (multiple Choice) dan soal essay (jawaban terbuka)

Ahli K3 Umum

Deskripsi

Setiap hari kerja di seluruh Inggris Raya terjadi kecelakaan kerja. Sekurang-kurangnya seorang meninggal dan lebih dari 6000 orang menderita luka akibat kerja. Sebagaimana kita ketahui, kecelakaan meninggal dan sakit akibat kerja memerlukan biaya yang harus dikeluarkan oleh Perusahaan, disamping kerugian akibat karena kerusakan properti atau kerusakan peralatan, serta hilangnya produktifitas .

Training ahli K3 Umum dirancang untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dalam menuju produktifitas dan efisiensi sehingga dapat meningkatkan daya saing perusahaan.

Tujuan Training ahli K3 Umum

Memahami, bahwa terjadinya kecelakaan akan menimbulkan “accident costs” semacam fenomena gunung es maka perlu kiranya Perusahaan berupaya mengimplementasikan Sistem Manajemen K3 untuk mencapai “ Zero Accident”

Implementasi SMK3 memerlukan SDM yang mempunyai pemahaman dan ahli dalam mengidentifikasi bahaya dan menilai risiko (HIRA = Hazard Identification Risk Assessment)

Materi

Materi pelatihan yang akan disampaikan meliputi sebagai berikut :

1. Kebijakan K3
2. Undang-undang No.1 Tahun 1970
3. Konsep dasar K3
4. P2K3
5. K3 Listrik
6. K3 Penanggulangan Kebakaran
7. K3 Kontruksi Bangunan
8. K3 Bejana Tekan
9. K3 Pesawat Uap
10. K3 Mekanik
11. Kesehatan Kerja
12. Lingkungan Kerja
13. Statistik dan Laporan Kecelakaan Kerja
14. SMK3
15. Audit SMK3
16. Manajemen Risiko
17. Analisa Kecelakaan Kerja
18. Praktek Kerja Lapangan
19. Job Safety Analisis
20. Prosedur Kerja
21. Ujian Akhir
22. Pembuatan Laporan
23. Seminar

– See more at: http://www.synergysolusi.com/training-ahli-k3-umum-sertifikasi-kemnakertrans-ri/#sthash.CrLcVLYH.dpuf

K3 OIL AND GAS

Deskripsi Training K3 OIL AND GAS

Pekerjaan dalam dunia pertambangan minyak dan gas merupakan salah satu bidang pekerjaan dengan potensi bahaya yang besar. Beberapa kecelakaan sering terjadi dan sering kita dengan dimana akibat kecelakaan tersebut membuat tak sedikit korban luka-luka maupun korban jiwa. Untuk mengantisipasi masalah tersebut maka pemerintah mendorong diberlakukannya sistem manajemen K3 dalam aktivitas pertambangan oil and gas.

Selain K3 merupakan suatu bentuk persyaratan pemeritahan yang harus ditaati dan dipenuhi, perusahaan seharusnya juga menjadikan K3 tersebut sebagai bentuk kebutuhan untuk setiap tiap individu yang bekerja atau terlibat dalam kegiatan pertambangan, karena pada hakekatnya tiap orang yang bekerja ingin kesehatan dan keselamatannya terjamin. Banyak Owner perusahaan pertambangan sekarang juga menghargai K3, dimana mereka lebih memilih penyedia jasa yang mengimplementasikan K3 meskipun dengan penawaran yang mahal. Terjadinya kecelakaan kerja tentunya tidak diinginkan oleh semua pihak, karena dapat menimbulkan penderitaan, kerugian keuangan yang tidak sedikit, dan tentunya berhubungan dengan imej dan reputasi perusahaan itu sendiri.

Tujuan Training K3 OIL AND GAS

Setelah mengikuti training ini, peserta diharapkan mampu untuk memahami bahaya-bahaya pada proyek pertambangan, peraturan-peraturan yang pemerintah perihal penerapan K3, langkah-langkah dalam penyusunan program sistem manajemen K3, kendala-kendala yang dihadapai dalam implementasi dan solusinya.

Materi K3 Oil and Gas

  1. Peraturan-Peraturan / Dasar Hukum Penyelenggaraan K3 perusahaan tambang
  2. Resiko bahaya lingkungan kerja Proyek Pertambangan
  3. Pentingnya penerapan k3 di perusahaan tambang
  4. Sistem Manajemen K3/ OHSAS 18001:2007
  5. Merencanakan program K3
  6. Pencegahan kecelakaan pada perusahaan pertambangan
  7. Sosialiasi Ahli Manajemen K3 bidang Pertambangan.
  8. Implementasi dan Sertifikasi SMK3
  9. Studi Kasus

K3 OIL AND GAS

Deskripsi Training K3 OIL AND GAS

Pekerjaan dalam dunia pertambangan minyak dan gas merupakan salah satu bidang pekerjaan dengan potensi bahaya yang besar. Beberapa kecelakaan sering terjadi dan sering kita dengan dimana akibat kecelakaan tersebut membuat tak sedikit korban luka-luka maupun korban jiwa. Untuk mengantisipasi masalah tersebut maka pemerintah mendorong diberlakukannya sistem manajemen K3 dalam aktivitas pertambangan oil and gas.

Selain K3 merupakan suatu bentuk persyaratan pemeritahan yang harus ditaati dan dipenuhi, perusahaan seharusnya juga menjadikan K3 tersebut sebagai bentuk kebutuhan untuk setiap tiap individu yang bekerja atau terlibat dalam kegiatan pertambangan, karena pada hakekatnya tiap orang yang bekerja ingin kesehatan dan keselamatannya terjamin. Banyak Owner perusahaan pertambangan sekarang juga menghargai K3, dimana mereka lebih memilih penyedia jasa yang mengimplementasikan K3 meskipun dengan penawaran yang mahal. Terjadinya kecelakaan kerja tentunya tidak diinginkan oleh semua pihak, karena dapat menimbulkan penderitaan, kerugian keuangan yang tidak sedikit, dan tentunya berhubungan dengan imej dan reputasi perusahaan itu sendiri.

Tujuan Training K3 OIL AND GAS

Setelah mengikuti training ini, peserta diharapkan mampu untuk memahami bahaya-bahaya pada proyek pertambangan, peraturan-peraturan yang pemerintah perihal penerapan K3, langkah-langkah dalam penyusunan program sistem manajemen K3, kendala-kendala yang dihadapai dalam implementasi dan solusinya.

Materi K3 Oil and Gas

  1. Peraturan-Peraturan / Dasar Hukum Penyelenggaraan K3 perusahaan tambang
  2. Resiko bahaya lingkungan kerja Proyek Pertambangan
  3. Pentingnya penerapan k3 di perusahaan tambang
  4. Sistem Manajemen K3/ OHSAS 18001:2007
  5. Merencanakan program K3
  6. Pencegahan kecelakaan pada perusahaan pertambangan
  7. Sosialiasi Ahli Manajemen K3 bidang Pertambangan.
  8. Implementasi dan Sertifikasi SMK3
  9. Studi Kasus

TRAINING BAHAN BERACUN BERBAHAYA : PENANGANAN DAN PENYIMPANAN

Jadwal training 2015 di Yogyakarta (tentative / as request)

27-29 Mei 2015 / 15-17 Juni 2015 / 20-22 Juli 2015/ 09-11 Agustus 2015 / 15-17 September 2015
08-10 Oktober 2015 / 08-10 November 2015 / 07-09 Desember 2015

Jadwal Training 2016 di Yogyakarta (tentative / as request)

19-21 Januari 2016 / 09-11 Februari 2016 / 15-17 Maret 2016 / 05-07 April 2016 / 10-12 Mei 2016 / 07-09 Juni 2016 / 12-14 Juli 2016 / 09-11 Agustus 2016 / 06-08 September 2016 / 11-13 Oktober 2016 / 15-17 November 2016 / 13-14 Desember 2016

DESKRIPSI TRAINING BAHAN BERACUN BERBAHAYA : PENANGANAN DAN PENYIMPANAN

Tidak sedikit industri yang dalam proses produksinya menggunakan bahan-bahan kimia yang pada dasarnya termasuk bahan beracun berbahaya (B3). Kesalahan  dalam pengelolaan B3 dapat menyebabkan kecelakaan di tempat kerja, seperti, kebakaran, keracunan,  ledakan, penyakit, dan lain-lain. Oleh sebab itulah, industri yang menggunakan bahan beracun berbahaya (B3) perlu mengetahui secara mendetail mengenai teknik praktis dan strategis dalam menangani dan menyimpan B3 sehingga kecelakaan yang tidak diinginkan bisa diminimalisir, bahkan ditiadakan. Terlebih lagi apabila kecelakaan tersebut sampai ke masyarakat, maka mungkin saja dapat timbul konflik antara perusahaan dengan masyarakat di sekelilingnya. Pekerja teknis di lapangan membutuhkan kecakapan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan bahan kimia tersebut. Selain itu, mereka juga patut mengerti bagaimana menangani dan menyimpan bahan kimia bahan beracun berbahaya (B3) serta bagaimana memantau dan mengantisipasi berbagai resiko bahan kimia bahan beracun berbahaya (B3).

TUJUAN TRAINING BAHAN BERACUN BERBAHAYA : PENANGANAN DAN PENYIMPANAN

  1. Memberikan pemahaman mendasar mengenai urgensi penerapan penanganan dan penyimpanan bahan kimia yang dianggap berbahaya dan beracun
  2. Memberikan ketrampilan teknis dalam mengelola (menangani dan menyimpan) bahan kimia yang termasuk bahan beracun berbahaya (B3)
  3. Memberikan kecakapan untuk menyelesaikan masalah (problem solving skill) pada persoalan yang berhubungan dengan penyimpanan dan penanganan bahan beracun berbahaya (B3)

MATERI TRAINING BAHAN BERACUN BERBAHAYA : PENANGANAN DAN PENYIMPANAN

  1. Ruang lingkup penanganan dan penyimpanan bahan kimia berbahaya
    • Urgensi penerapan penanganan dan penyimpanan bahan beracun berbahaya (B3)
    • Peraturan pemerintah, undang-undang yang berkaitan dengan penanganan bahan beracun berbahaya (B3) di industri
  2. Identifikasi berbagai bahan kimia yang termasuk ke dalam bahan beracun berbahaya (B3)
  3. Strategi labelling B3
  4. Teknis dari strategi penyimpanan bahan beracun berbahaya (B3)
  5. Pengangkutan B3 yang aman
  6. Sifat dan karakteristik berbagai macam bahan kimia yang termasuk bahan beracun berbahaya (B3)
  7. Potensi bahaya yang ditimbulkan B3 dan pencegahannya
  8. Studi kasus

METODE

Presentasi, studi kasus, brainstorming, diskusi, tanya jawab

PESERTA

Direktur, manajer operasi, manajer pergudangan, manajer HSE, staf bahan kimia berbahaya

Investasi dan Fasilitas Training

  • Rp. 6.300.000/-Orang
  • Rp. 5.500.000/-Orang (minimal mengirimkan lebih dari 1 orang dari perusahaan yang sama)
  • Fasilitas : Certificate, Training kits, USB 8 GB, Lunch, Coffe Break, Souvenir, City Tour
  • Untuk peserta luar kota disediakan transportasi antar-jemput dari Bandara/Stasiun ke Hotel (berlaku bagi perusahaan yang mengirimkan minimal 2 peserta)
  • Quota minimum Running 2 peserta (jogja, Solo, Semarang) Quota minimum Running 3 peserta ( Jakarta & Bandung) –  ( Untuk Manado, Bali , Batam, Pontianak, Balikpapan dan Lombok Quota minimal 4 peserta)

Lokasi Training (Tentative) dengan harga yang berbeda

  • Hotel Santika Kuta, Bali
  • Hotel Nagoya Plaza, Batam
  • Hotel Fave, Balikpapan
  • Hotel Aston, Manado
  • The Santosa Villas and Resort, Lombok
  • Hotel Gino Ferucci, Bandung
  • Hotel Santika Pandegiling, Surabaya
  • Hotel Fave Pasar baru Jakarta, Jakarta
  • Hotel Ibis Solo
  • Hotel Aston, Pontianak
  • Hotel Ibis Simpang Lima, Semarang
  • Hotel Ibis Malioboro, Yogyakarta

 

Permintaan Brosur penawaran Training silahkan Menghubungi kami via :

Mobile : 0823 2326 5005 – 0857 2459 5005

Email : trainingcenterindo@gmail.com / info@jadwaltraining.co.id

Blog : https://informasitrainingdanseminar.wordpress.com

Web: www.informasitraining-indonesia.com

Web www.jadwaltraining.co.id

AHLI K3 KONSTRUKSI

Jadwal training 2015 di Yogyakarta (tentative / as request)

28-29 Mei 2015 / 15-16 Juni 2015 / 20-21 Juli 2015/ 10-11 Agustus 2015 / 15-16 September 2015
08-09 Oktober 2015 / 09-10 November 2015 / 08-09 Desember 2015

Jadwal Training 2016 di Yogyakarta (tentative / as request)

19-20 Januari 2016 – 09-10 Februari 2016 – 15-16 Maret 2016 – 05-06 April 2016 – 10-11 Mei 2016 – 07-08 Juni 2016 – 12-13 Juli 2016 – 09-10 Agustus 2016 – 06-07 September 2016 – 11-12 Oktober 2016 – 15-16 November 2016 – 13-14 Desember 2016

Deskripsi

Beragamnya kegiatan dalam suatu proyek konstruksi dapat meningkatkan potensi kecelakaan kerja yang dapat merugikan perusahaan baik dari sisi financial, reputasi dan citra positif. Oleh sebab itu, perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang terampil dalam menangani permasalahan pada kesehatan dan keselamatan kerja dalam suatu proyek konstruksi.hal ini dimaksudkan agar potensi kecelakaan dapat diminimalisir atau bahkan dihilangkan sehingga perusahaan jasa konstruksi dapat mencapai dan meningkatkan perfomansi kerjanya. Tenaga kerja tersebut bertugas untuk merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi penerapan ketentuan K3 agar dapat mencapai tingkat efektivitas dan efesiensi dalam penyelenggaraan konstruksi yang mampu mencapai nihil kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja



Tujuan

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami akan aspek kesehatan dan keselamatan dalam bidang jasa konstruksi
  2. Menyelesaikan persoalan di bidang kesehatan dan keselamatan kerja berikut dengan rekomendasi penyelesaiannya

 

Materi Training Ahli K3 Konstruksi

  1. Ruang lingkup kesehatan dan keselamatan kerja di bisnis bidang jasa konstruksi
  2. Kemampuan identifikasi site-plan, item pekerjaan dan program K3 konstruksi
  3. Prosedur kerja dan penerapan ketentuan K3 konstruksi
  4. Instruksi kerja berbasis K3 konstruksi
  5. Sosialisasi kegiatan, pelatihan dan simulasi program K3
  6. Controlling dan evaluasi dalam penerapan ketentuan K3 konstruksi
  7. Penyusunan teknis K3 konstruksi
  8. Penyusunan laporan rutin K3 Konstruksi
  9. Penyusunan rekomendasi prosedur kerja K3 konstruksi
  10. Studi kasus

 

Metode

Presentasi, lecture, studi kasus, tanya jawab, brainstorming, diskusi



Peserta

Perusahaan yang bergerak dalam bidang konstruksi, staf, tenaga kerja terdidik dan individu yang ingin memperdalam materi training.

Lead Instruktur
Drs. Suharyana, M.Kes
Toriq Arif Ghuzdewan,ST,MCSE

Investasi dan Fasilitas Training

  • Rp. 5.500.000/-Orang
  • Rp. 4.850.000/-Orang (minimal mengirimkan lebih dari 1 dari perusahaan yang sama)
  • Fasilitas : Certificate, Training kits, USB 8 GB, Lunch, Coffe Break, Souvenir, City Tour
  • Untuk peserta luar kota disediakan transportasi antar-jemput dari Bandara/Stasiun ke Hotel (berlaku bagi perusahaan yang mengirimkan minimal 2 peserta)
  • Quota minimum Running 2 peserta (jogja, Solo, Semarang) Quota minimum Running 3 peserta ( Jakarta & Bandung) –  ( Untuk Manado, Bali , Batam, Pontianak, Balikpapan dan Lombok Quota minimal 4 peserta)

Lokasi Training (Tentative) dengan harga yang berbeda

  • Hotel Santika Kuta, Bali
  • Hotel Nagoya Plaza, Batam
  • Hotel Fave, Balikpapan
  • Hotel Aston, Manado
  • The Santosa Villas and Resort, Lombok
  • Hotel Gino Ferucci, Bandung
  • Hotel Santika Pandegiling, Surabaya
  • Hotel Fave Pasar baru Jakarta, Jakarta
  • Hotel Ibis Solo
  • Hotel Aston, Pontianak
  • Hotel Ibis Simpang Lima, Semarang
  • Hotel Ibis Malioboro, Yogyakarta

 

Permintaan Brosur penawaran Training silahkan Menghubungi kami via :

Mobile : 0823 2326 5005 – 0857 2459 5005

Email : trainingcenterindo@gmail.com / info@jadwaltraining.co.id

Blog : https://informasitrainingdanseminar.wordpress.com

Web: www.informasitraining-indonesia.com

Web www.jadwaltraining.co.id

Chemical Safety Procedures: Chemical Spillage and Discharge Response Procedures

 Chemical Safety Procedures: Chemical Spillage & Discharge Response Procedures

“Get trained to react effectively and safely in the event of chemicals spillage or discharge.”

Introduction

Each Department which stores or handles hazardous chemicals or toxic chemicals must have in place emergency plans and procedures for dealing with the spillage of these chemicals. Employees must be trained to react effectively and safely in the event of chemicals spillage or discharge.

Course Objectives

Upon completion of the program participants will be able to:

  • Have basic understanding of chemical Safety

  • Know the roles and responsibilities of Response Team & Individual

  • Understand the chemical emergency response procedures

  • Understand and able to practice chemical clean up procedures

  • Develop in house emergency response plan

  • Improve on the skill of chemical spillage response procedures

Course Outline

D A Y  1

1. Introduction to Chemical Safety & Roles and Responsibilities of:

  • Response team

  • Individual

2. Chemical Emergency Response Procedures

  • Immediate Action When Spillage Occurs

  • Make Decision to Evacuate or Control

  • Spillage

  • Steps to Controls The Spillage

  • Liquid Spill Response

  • Powder Spill Response

D A Y  2

3. Chemical Spill & Clean up Procedures

  • Introduction

  • Scope and Application

  • Procedures

  • General Guideline for Cleaning up

  • Chemical Spills

  • Types of Spillage Kits

  • Safe Waste Disposal After Spillage

4. Developing a Spill Response Plan

  • MSDS

  • Appropriate Spill Control Materials

  • PPE

  • Sitting of Spill Control Materials

  • Develop Spill Control Plan

  • Discussion

5. Spill Response Plan- Practical/Case Study

Methodology

Theoretical sessions shall be followed by practical workshop, group discussion, presentation and/or structured exercise, as well as questions and answers session. Course material shall be professionally designed for ease of understanding and application.

Training Sertifikasi Auditor SMK3

Training Sertifikasi Auditor Sistem Manajemen K3

21 – 24 Februari 2015  (Running)

Siapa yang Perlu Menghadiri Training Auditor SMK3 Sertifikasi ini?

Yang perlu menghadiri training auditor SMK3 sertifikasi BNSP ini adalah HSE Dept, Operation/Production Manager, HRD Manager, Training and Development Manager, Management Representative (MR), Superintendent/Supervisor, Tim penerapan SMK3 PP No.50: 2012 / OHSAS 18001: 2007, dan semua yang terkait dalam pengembangan HSE / Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di perusahaan

Tujuan dan Manfaat

Setelah mengikuti Training SMK3 ini, diharapkan peserta akan dapat

  1. Peserta  memahami SMK3 berdasarkan PP No.50 tahun 2012 dan OHSAS 18001:2007
  2. Peserta memahami metoda identifikasi dan pengkajian resiko bahaya k3
  3. Peserta memahami Proses Penyusunan Tujuan, Sasaran dan program K3
  4. Mampu melakukan gap analysis penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di perusahaan
  5. Mampu menyusun sistem dokumentasi K3: Prosedur / SOP dan Instruksi Kerja
  6. Menyediakan, mengimplementasikan dan memelihara Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)

Pokok Bahasan
1. Kebijakan Pengawas K3
2. Kebijakan SMK3
3. Prinsip Dasar SMK3
4. Tugas dan Fungsi Auditor SMK3
5. Wewenang, kewajiban dan jenjang karier Auditor SMK3
6. Badan Audit SMK3
7. Mekanisme Audit SMK3
8. Metode dan Teknik Audit SMK3
9. Instrumen Audit SMK3
10. Laporan Audit SMK3
11. Rencana Tahunan Audit (RTA)
12. Hubungan Fungsional Auditor SMK3 dengan Pengawas Ketenagakerjaan dan Ahli K3

Durasi
Pukul 08.00 – 17.00 WIB

Fasilitas
Modul / Handout, CD materi, Alat tulis, Tas, Sertifikat, SK Penunjukan sebagai Auditor SMK3 dari KEMENAKER RI, Coffee Break & Lunch.
* Penyelenggara tidak menyediakan penginapan

Instruktur
Training ini akan disampaikan oleh Instruktur ahli K3 dari KEMENAKER RI dan Praktisi ahli K3 dari kalangan industri

Sertifikat
Setiap peserta yang telah mengikuti training ini akan mendapatkan Sertifikat dari Kementerian Tenaga Kerja RI dan khusus bagi peserta yang pernah melakukan audit K3 di perusahaannya akan mendapatkan SK Penunjukan sebagai Auditor SMK3 dari Kementerian Tenaga Kerja RI.

Tempat
Gedung JBN Amazing Hall
Jl. Yos Sudarso No. 21 Kridosono, Yogyakarta


* Pelunasan paling lambat 16 Februari 2015

Bagi pendaftar yang melakukan pelunasan melewati batas tanggal yang kami tentukan, akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp. 250.000,-/peserta

Persyaratan Peserta
1. Calon peserta harus sudah pernah mengikuti Training Ahli K3 Umum
2. Melampirkan copy sertifikat Ahli K3 Umum beserta SK Penunjukan
3. Melampirkan copy ijazah terakhir (minimal D3)
4. Foto berwarna 4×6 sebanyak 2 lembar
5. Setelah mengikuti Training Auditor SMK3 ini, peserta akan mendapatkan sertifikat dari KEMENAKER RI dan tidak termasuk SK Penunjukkan, dan jika peserta/perusahaan tersebut membutuhkan SK Penunjukan Auditor SMK3 maka harus melampirkan surat pernyataan dari Perusahaan bahwa peserta tersebut sudah pernah melakukan audit K3 di perusahaannya dan kemudian SK Penunjukan bisa langsung diurus langsung oleh peserta ke KEMENAKER RI atau dengan bantuan kami.
6. Bagi Anda yang berada di luar kota Yogyakarta WAJIB untuk mengkonfirmasi kepastian training via SMS atau telepon SEBELUM mentransfer biaya training dan membeli tiket perjalanan.

Training Sertifikasi Ahli K3 Umum (DEPNAKERTRANS RI)

Sertifikasi Ahli K3 Umum (DEPNAKERTRANS RI) – Running

18 – 30 Mei 2015 (dijamin murah dari yang lain untuk yang tanggal ini) Kuota Terbatas

TUJUAN PELATIHAN

Pelatihan ini dirancang untuk memenuhi peraturan perundangan yang telah disyaratkan, bahwa sebagaimana pelaksana ketentuan pasal 1 ayat (6) dan pasal 5 ayat (2) Undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja, perlu adanya keberadaan seorang ahli keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja.

MANFAAT PELATIHAN

Setelah mengikuti pelatihan peserta diharapkan mampu :

  1. Melakukan identifikasi, evaluasi dan pengendalian masalah-masalah keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja sesuai dengan bidang tugasnya
  2. Berperan aktif sebagai sekretaris P2K3 di perusahaan
  3. Mengembangkan dan melaksanakan program K3 pro-aktif
  4. Mencari dan menemukan bahaya-bahaya potensial dalam proses produksi
  5. Mengendalikan bahaya-bahaya potensial dan meniadikan atau memperkecil resikonya

PERSYARATAN PESERTA

  1. Berpendidikan sarjana, sarjana muda atau sederajat dengan ketentuan sebagai berikut;
    • Sarjana dengan pengalaman kerja sesuai dengan bidang keahliannya sekurang-kurangnya 2 tahun
    • Sarjana Muda atau sederajat dengan pengalaman kerja sesuai dengan bidang keahliannya sekurang-kurangnya 4 tahun;
  2. Berbadan sehat
  3. Berkelakuan Baik
  4. Bekerja penuh di instansi yang bersangkutan
  5. Lulus seleksi dari Tim Penilai

Untuk keperluan pembuatan sertifikat dan surat penunjukan sebagai Ahli K3 Umum, maka para peserta diharuskan menyerahkan:

  1. Photo berwarna ukuran 4×6 sebanyak 2 lembar, dan ukuran 3×4 sebanyak 2 lembar
  2. Fotocopy ijazah terakhir sebanyak 2 lembar
  3. Foto Copy KTP masih berlaku
  4. Surat Keterangan sehat dari Dokter terbaru
  5. Surat pengalaman kerja dari perusahaan yang bersangkutan sesuai dengan sertifikasi yang akan di ikuti.

MATERI PELATIHAN

  1. Kebijakan K3, Prinsip Dasar K3
  2. Undang Undang No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
  3. Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja
  4. Sistem Manajemen K3
  5. Audit Sistem Manajemen K3
  6. Manajemen Resiko
  7. Pengawasan K3 Pesawat Uap
  8. Pengawasan K3 Bejana Tekan
  9. Pengawasan K3 Mekanik
  10. Pengawasan Lingkungan Kerja
  11. Pengawasan K3 Konstruksi Bangunan
  12. Pengawasan K3 Listrik
  13. Pengawasan K3 Penanggulangan Kebakaran
  14. Analisa Kecelakaan Kerja
  15. Statistik dan Laporan Kecelakaan
  16. Praktek Kerja Lapangan
  17. Seminar
  18. Pre Test & Post Test

 

SERTIFIKAT

Setelah sukses mengikuti pelatihan ini peserta akan diberikan sertifikat dan surat penunjukan ahli K3 ditempat kerja yang akan dikeluarkan Departemen Tenaga KerjaR.I.

*Training akan dilaksanakan apabila kuota minimum 15 peserta sudah terpenuhi
*Informasi jumlah peserta dapat melalui SMS ke 082323265005 – 085724595005 / email: trainingcenterindo@gmail.com

Ergonomic problems dan injuries

Training Ergonomic problems dan injuries

Training Februari 2015, Training Maret 2015, Training April 2015, Training Mei 2015, Training Juni 2015, Training Juli 2015, Training Agustus 2015, Training September 2015, Training Oktober 2015, Training November 2015, Training Desember 2015 (Tanggal dan Tempat Silahkan pilih)

PENDAHULUAN

ILO (International Labor Organization) menyatakan bahwa  gangguan otot rangka dan lainnya yang diakibatkan oleh faktor ergonomic, merupakan penyakit utama yang mengganggu produktifitas pekerja. Demikian pula dalam hal biaya kesehatan, sebagian besar dihabiskan oleh pengobatan dari penyakit yang disebabkan oleh faktor ergonomis ini.

Dilain pihak, penyelesaian permasalahan yang dikaibatkan oleh faktor ergonomis ini tidaklah sesederhana yang diperkirakan. Secara teknis, kerjasama berbagai pihak untuk menyelesaikan masalah ini diperlukan, dengan melibatkan para ahli dalam hal teknik dan pemahaman akan keterbatasan fisik manusia.

Secara organisasi, diperlukan suatu  team khusus untuk mengatasi permasalahan ini sebagai bentuk komitmen manajemen. Partisipasi aktif pekerja tidaklah dapat diabaikan dalam mensukseskan usaha pencegahan ganggguan kesehatan yang diakibatkan oleh faktor ergonomis ini

 

MANFAAT

Selesai mengikuti pelatihan ini, diharapkan peserta :

√   Memahami faktor apa saja yang dapat mengganggu kesehatan dalam bekerja dengan alat kerja.

√   Berpartisipasi dalam melakukan assessment, mengontrol dan mencegah permasalahan Ergonomic problems dan injuries.

 

MATERI

  1. Introduction to Industrial Ergonomics.
  2. Work-related Musculoskeletal Disorders (WMSD)
  3. Ergonomic Principles and Risk Factors : Manual Handling, Office
  4. Ergonomics.
  5. Ergonomics Assessment : Brief Survey, dst.
  6. Ergonomics Solution.
  7. Ergonomics Visualization
  8. Ergonomics Policy

 

SIAPA YANG PERLU MENGHADIRI?

√   Manajer HRD dan Manajer lainnya,

√   Penanggung jawab HSE,

√   Dokter / Paramedik di Perusahaan,

√   General Services,

√   Purchasing, dan Siapa saja yang berminat

TRAINING METHOD

Presentation

Discussion

Case Study

Evaluation

Chemical Spills, Safety Precautions and Response Action

Training Chemical Spills, Safety Precautions and Response Action

29 – 31 Januari 2015, Jogjakarta Plaza Hotel, Yogyakarta
10 – 12 Februari 2015, New Saphir Hotel, Yogyakarta
04 – 06 Maret 2015, Ibis Style Hotel, Yogyakarta
07 – 09 April 2015, Jogjakarta Plaza Hotel, Yogyakarta
12 – 14 Mei 2015, Jogjakarta Plaza Hotel, Yogyakarta
23 – 25 Juni 2015, Jogjakarta Plaza Hotel, Yogyakarta
01 – 03 Juli, Jogjakarta Plaza Hotel, Yogyakarta
04 – 06 Agustus 2015, Jogjakarta Plaza Hotel, Yogyakarta
08 – 10 September 2015, Jogjakarta Plaza Hotel, Yogyakarta
06 – 08 Oktober 2015, Jogjakarta Plaza Hotel, Yogyakarta
17 – 19 November 2015, Jogjakarta Plaza Hotel, Yogyakarta
08 – 10 Desember 2015, Jogjakarta Plaza Hotel, Yogyakarta

The focus of this course is to enable delegates to recognize the risks associated with a release of hazardous materials, provide you with the basic procedures for preventing such releases and to enable you to know about incident and emergency plans, and understand the correct actions for responding to accidental releases or spills of hazardous materials.

When used properly chemicals are an integral and beneficial part of modern life, but when operational faults arise, or equipment failures occur, we may be faced with a chemical spill. Many of the chemicals we encounter can cause serious harm and environmental damage. In some cases exposure to them can be fatal. Chemical spill awareness is therefore essential in the work place and this course reinforces that the best way to avoid chemical spills is to prevent them occurring.

This course will feature:

Understanding hazards of chemicals
Basic information on acting safely when chemical releases & potential releases require appropriate action
How to control a spill using a spill kit
Selecting personal protective clothing and other response equipment.
Incident Response Plans

Who is this Course for?

This course is for professionals who use chemicals, produce chemicals, come into contact with chemicals, or sell chemicals as part of their daily working life all need to be aware of the correct safe procedure to react to a chemical spill effectively and will all benefit from this course.

This course is suitable to a wide range of professionals but will greatly benefit:

Plant/Operations Personnel & Managers, Shift Supervisors & Shift Team Leaders
Laboratory Personnel
Emergency Incident Wardens
Those who may be required to respond to workplace incidents of a possible or actual release of a chemical

Training Topics

Hazardous Chemicals

Intro
Hazardous materials
Identification of hazards
Examples of Different sorts of spills

Spill Prevention and Control

Work practices that can prevent spills from occurring
Incidents and types of emergency situations.
The goals of spill control
Responder’s safety
Spill Response and Clean-up Procedures
Personal Protective Equipment (PPE)

Developing a Spill Response Plan

Material Safety Data Sheet
Risk Assessment
On-site Emergency Plans
Training, Exercises & Drills
Roles and responsibilities of personnel
Off-site Emergency Plans

Evacuation, spill control materials and kit

Identify additional resources for information on spill response procedures.
Evacuation
Missing Persons
Environmental philosophy,
Incident reporting & Communication
Recommended Spill Control Materials Inventory & Locations

Clean-up and First Aid

Classic case studies
Specific Procedures
Doing it wrong/doing it right
Bioremediation
First Aid
Course Review

Marine Pollution and Management

Training Marine Pollution and Management

29 – 31 Januari 2015, Jogjakarta Plaza Hotel, Yogyakarta
10 – 12 Februari 2015, New Saphir Hotel, Yogyakarta
04 – 06 Maret 2015, Ibis Style Hotel, Yogyakarta
07 – 09 April 2015, Jogjakarta Plaza Hotel, Yogyakarta
12 – 14 Mei 2015, Jogjakarta Plaza Hotel, Yogyakarta
23 – 25 Juni 2015, Jogjakarta Plaza Hotel, Yogyakarta
01 – 03 Juli, Jogjakarta Plaza Hotel, Yogyakarta
04 – 06 Agustus 2015, Jogjakarta Plaza Hotel, Yogyakarta
08 – 10 September 2015, Jogjakarta Plaza Hotel, Yogyakarta
06 – 08 Oktober 2015, Jogjakarta Plaza Hotel, Yogyakarta
17 – 19 November 2015, Jogjakarta Plaza Hotel, Yogyakarta
08 – 10 Desember 2015, Jogjakarta Plaza Hotel, Yogyakarta

Marine pollution prevention these days is a serious responsibility for everyone involved in the maritime or offshore industries. This includes offshore and onshore energy production sector, on-shore shipping personnel and shipping transport companies. They all have to fulfil the important duty to protect the marine environment.

This course provides updated information and the knowledge of various aspects of marine pollution and the ways and methods of its prevention. The course will present the detailed analysis of various sources of pollution, best practices and methodologies for pollution clean-up and the measures as a response to emergencies and accidents. The course also includes explanation of marine pollution legal consequences and liabilities.

The course will feature:

Marine pollution causes and effects
Ballast water and other marine pollutants
Oil pollution and offshore activities
Surveillance, monitoring, measurement and management systems
Legal issues, non-compliance with international regulations

What are the Goals?

By the end of this course, participants will be able to:

Understand numerous aspects of the marine pollution problems.
Develop familiarity with regulations & compliance issues according to requirements of international documents.
Use available technologies & strategies for marine pollution prevention.
Plan & implement measures aimed at reducing the risk of serious environmental impact.

Who is this Course for?

This course is designed to benefit different levels of Technical and Administrative Personnel in the industry and government who deal with and manage problems of marine pollution, marine transport and offshore energy production operations:

Managers and environment supervisors from oil and gas production industry
Professionals from oil and gas transport companies
Administrators from government departments dealing with maritime transport and offshore operations
Technical professionals in charge of harbour operation & management

Training Topics

Marine Pollution

Marine pollution definition: types and environmental impacts
Oil pollution and impact of oil spill
Heavy metals: dangers and hazards
Wastes: solid garbage and liquid sewage
Pollution risks from ships : incidents and assessment
Economic losses from marine pollution

Ballast Water and Other Marine Pollutants

Environmental threats from ballast water
International maritime dangerous goods (IMDG)
Dumping of ship wastes and other materials
Bilge water / waste oil operational management
Ship scrapping and recycling
Waste management operations

Methods of Surveillance

International Bodies: IMP, MEPC, MARPOL
Objectives of surveying marine resources
Planning considerations: sites, stations and samples
Sample size and number, statistical requirements
Analysis tools and techniques
Compatibility of survey methodologies

Management Systems

ISO 14000 series and environmental management
Contingency planning and emergency management
Marine pollution preparedness and response
Methods of intervention and clean-up technologies
Port reception facilities according to IMO
Human element: training and certification

Legal Issues, Liability and Insurance

Criminal liability of persons involved: crew, ship-owner, charterer
Accident investigation and surveys
Claims: International Oil Pollution Compensation (IOPC) Funds
United Nations Convention on Law of Sea (UNCLOS)
Small Tanker Oil Pollution Indemnification Agreement (STOPIA)
Tanker Oil Pollution Indemnification Agreement (TOPIA)

HSE Leadership

Informasi seminar 2015 | Informasi Training 2015 | Jadwal Training terbaru 2015 | info seminar 2015 | Info training 2015 | Jadwal Seminar 2015 | Jadwal training 2015 | Jadwal Workshop 2015| Info training indonesia 2015 | Seminar Running 2015 | Training Running 2015 | In-House Training 2015 | Pelatihan Running 2015

HSE Leadership

OVERVIEW

Based on practical experience in the field, safety, health and comfort in the workplace (workplace safety) and leadership are inextricably linked. It can be said that the Safety & Health in the Workplace Begins with the Leadership. In this context, the commitment to maintain the safety, health and comfort of employees in the workplace / factory should also be the primary responsibility of each supervisor, team leader, foreman and manager. This is not merely a matter of ethical responsibility, but will result directly on the financial aspects of the company, particularly in an effort to create any business operations acciden zero and zero claims.

Statistics show that more than 95% of accidents and incidents in the workplace are the result of human action and behavior. Therefore we need the right leadership mechanism to make the process of alignment and coordination in the technical psychological means creating a culture and climate of a strong safety and health as part of an effort to reduce employee actions are unsafe. This is a leadership function that is specifically intended to reduce the problem of accidents in the workplace and at the same time improving operational productivity of the company. This training will focus on strengthening the aspects of knowledge and skills for the managers, supervisors and team leaderd related to its responsibilities in managing aspects of safety, health and comfort of working for his men.

TRAINING PURPOSE

  • Making the “safety in the workplace” as a priority for managers, supervisors and team leaders and team members.
  • Being a culture of safety and health as a way of life for managers, supervisors and team leaders and team members and an organizational collective action is well planned.
  • Improve the safety performance of the company
  • Creating a culture of safety and health systemically to all employees.
  • Reduce records of incidents and accidents in the workplace
  • Striving for efficiency and operational prduktivitas company by minimizing the appearance of lost time, lost production, claims, strikes, and other operational and safety problems.

TRAINING CONTENTS:

  • Understanding about Occupational Health and Safety
  • Creating a Culture of HSELeadership
  • Roles of Leaders in Risk Management
  • Communication in HSE Risk Management
  • Coaching as a tool of behavioural change
  • Creation of Commitment to Norms & Rules
  • Commitment to Norms and Rules
  • HSE and Risk Management
  • OHS Accountabilities for Managers, Supervisors and Team Leaders
  • Workplace Safety
  • Duty of Care

WHO SHOULD ATTEND?

Managers, supervisors, engineer, operator, management and staff responsible.

Training K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) Rumah Sakit

Informasi seminar 2015 | Informasi Training 2015 | Jadwal Training terbaru 2015 | info seminar 2015 | Info training 2015 | Jadwal Seminar 2015 | Jadwal training 2015 | Jadwal Workshop 2015| Info training indonesia 2015 | Seminar Running 2015 | Training Running 2015 | In-House Training 2015 | Pelatihan Running 2015

K3 RUMAH SAKIT

DESKRIPSI TRAINING

Training K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) dalam menghadapi era globalisasi kini rumah sakit perlu memperhatikan kualitas pelayanan khususnya Corporate Social Responsibility (CSR). Bentuk CSR yang akan menjadi titik sentral di masa yang akan datang adalah pemenuhan kewajiban RS atas perundang-undangan serta akreditasi yang berlaku pada kehidupan berbangsa dan bernegara. Sumber Daya Manusia di Rumah Sakit baik yang langsung memberikan pelayanan kepada klien/pasien maupun yang tidak langsung perlu diperhatikan kemampuan dan kompetensi keahliannya. Kemampuan mengelola keselamatan oleh SDM rumah sakit akan meningkatkan kualitas pelayanan. Hal ini akan terscipta apabila seluruh SDM yang ada faham akan pelayanan terbaik. Akhir-akhir ini pengelolaan keselamatan di RS mendapatkan sorotan baik di media massa, media sosial maupun media politik, yang pada gilirannya membawa nama baik penampilan rumah sakit tersebut, hal ini tercuat dengan banyaknya kasus-kasus kecelakaan dirumah sakit baik yang disebabkan oleh kesalahan pasien, human erorr ataupun masalah teknis operasional.

Menindaklanjuti kebutuhan pemahaman terhadap Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit tersebut, kami MITRA GLOBAL TRAINING CENTER / MGTC sebagai Safety Consultant mencoba berbagi pengalaman untuk memberikan arahan-arahan, panduan dan bimbingan kepada segenap pihak Rumah Sakit, Klinik, Laboratorium Kesehatan, Instansi Kesehatan, Laboratorium-laboratorium kesehatan daerah dan lainnya terkait dengan pengolahan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Rumah Sakit.

MAKSUD DAN TUJUAN TRAINING K3 RUMAH SAKIT

Maksud dari program pelatihan ini adalah untuk memberikan penjelasan dan pemahaman kepada seluruh peserta yang terlibat terhadap pentingnya implementasi sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja untuk mengurangi dampak dan resiko bahaya dalam aktifitas kerja, dan juga mampu membangun serta mengelola dan mengendalikan program K3 yang di bangun agar terjaga keefektifanya. Selain itu juga dengan telah terimplementasikan standar kesehatan dan keselamatan kerja di rumah sakit (K3RS) akan menjadi penunjang rumah sakit dalam menempuh program Akreditasi oleh KARS/JCI. Secara garis besar tujuan program ini diantaranya setelah menyelesaikan program pelatihan ini diharapkan peserta mampu:

  • Memahami dan mengusai prinsip sekaligus sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja di rumah sakit.

  • Memahami dan menguasai terkait dengan kebijakan dan peraturan K3 di rumah sakit.

  • Peserta mampu membuat, mendokumentasikan serta merencanakan program-program K3 untuk disosialisasikan di masing-masing instansi demi menciptakan suasan kerja yang aman serta untuk meningkatkan kepuasan dan kepercayaan pelanggan.

  • Peserta mampu mengimplementasikan K3 dalam aktifitas kerja dan mampu melakukan upaya-upaya pencegahan bahaya yang mungkin terjadi (musibah: kebakaran, gempa, banjir, tanah longsor dan semisalnya)

  • Mempunyai ketrampilan dan keahlian dalam evakuasi pasien dan penyelamatan dokumen dan aset penting.

  • Meningkatkan ketrampilan mengendalikan Bahan Berbahaya dan Beracun / B3.

  • Mempersiapkan Rumah Sakit memenuhi standart Akreditasi Rumah Sakit (KARS/JCI)

MATERI TRAINING

  1. Peraturan dan perundang-undangan K3 Rumah Sakit

  2. Implementasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit persyaratan akreditasi JCI (Joint Commission International /KARS (komite akreditasi rumah sakit Indonesia)

  3. Dasar-dasar dan prinsip K3

  4. Pengenalan Sistem K3 Rumah Sakit

  5. Penyusunan program k3 Rumah Sakit

  6. Identifikasi dan penilaian serta pengendalian resiko bahaya di Rumah sakit meliputi: Bahaya Fisik, bahaya kimia, bahaya biologi, bahaya fisiologi, bahaya psikologi dan lain sebagainya.

  7. Penanganan dan perawatan medis terkait dengan resiko bahaya yang ditimbulkan (Tabung Gas Bertekanan, Jarum Suntik, Panel Listrik etc)

  8. Penggunaan alat pelindung diri (APD ) terkait dengan bidang medis (Masker, Sarung Tangan, Kaca mata, etc

  9. Laboratory safety

  10. Penanganan bahan-bahan kimia (cair/padat) yang mudah terbakar dan meledak

  11. Penanganan dan pengolahan limbah Rumah Sakit

PESERTA YANG DIREKOMENDASIKAN

Team Anggota P2K3 Rumah Sakit (Klinik, Lab, RS), Departemen K3 dan Mutu Rumah Sakit, QHSE Manager dan supervisor Rumah Sakit, Dokter K3 Perusahaan, Perawat, Bidan, HRD Rumah Sakit dan semua pihak yang terkait dengan Kesehatan dan Keselamatan kerja di Rumah Sakit dan seluruh team yang terlibat dalam proses akreditasi rumah sakit.

METODE PELAKSANAAN

Training K3 Rumah Sakit ini menggunakan metode interaktif, dimana peserta dikenalkan kepada konsep dan prinsip dasar K3RS, contoh implementasi dan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja RS, berlatih menggunakan konsep, diskusi interaktif dan latihan mengindentifikasi bahaya di RS serta penanganan dan pengendaliannya. Disampaikan dalam bentuk ceramah, diskusi interaktif dan presentasi kelompok.

INSTRUKTUR TRAINING

 

Agus Suwarni, SKM, M.Kes/ Tim

  1. Formal Education

  • S1of Public Health, University of Indonesia, Jakarta, 1986

  • S2Healthand Safety (K3), Gadjah Mada University, Yogyakarta, 1997

  1. Non-Formal Education:

  • CourseEIA-A, UI, Jakarta, 1991

  • DeedTeaching,SemarangState Teacher Training Institute, 1991

  • K3Training, HyperkesCenter, Department of Manpowerof Indonesia, Yogyakartain CentralHyperkes, 1996

  • TrainingOHSAS 18001: 1999, CV. Heavy, atPAUUGM, Yogyakarta,

  • Chemical ManagementTraining, byTimEmerck, GTZ, andPPBN, Surabaya, 2007

  1. Experiences

  • Agus isan expertin the fieldHyperkesandIndustrialHygiene, Environmental HealthManagementsubmaterial: SanitaryFoodHygiene, Food Safety (FoodSafety), Environmental Toxicologyand Industrial, Environmental Chemistry

BEHAVIOR BASED SAFETY (BBS)

BEHAVIOR BASED SAFETY (BBS)

Informasi seminar 2015 | Informasi Training 2015 | Jadwal Training terbaru 2015 | info seminar 2015 | Info training 2015 | Jadwal Seminar 2015 | Jadwal training 2015 | Jadwal Workshop 2015| Info training indonesia 2015 | Seminar Running 2015 | Training Running 2015 | In-House Training 2015

INTRODUCTION

Behavioral safety is the data driven systematic application of psychological research on human behavior to the problems of safety in the workplace it is well established fact that 96% of all work place accidents is triggered by ‘unsafe behavior’.  Behavior safety provides you away of reducing lost-time injures through the analysis of your current work environment.  This program is designed to make clear the process of implementation of behavioral safety in an organization and enhance skills to indentify safe and unsafe behaviors at workplace.  This will clear about the roles and responsibilities at different levels in implementing the program.  The course provides practical techniques of BBS Implementation, Models and Relevant case studies.



BEHAVIOR BASED SAFETY (BBS) CONTENTS:

The following topics will be discussed during the round table presentation.

  • BBS Concept

  • Evolution of Behavioral Safety

  • Interdependence of Behavioral Safety on safety culture

  • Behavior modification theory (ABC Analysis)

  • Steps of BBS Process

  • Methods of Observations

  • Creating an Observation Checklist

  • Behavior Observation Strategy

  • Buy-in Workforce

  • How to Score a Check list & give feedback

  • Enhance skills to identify safe and risk or unsafe behavior at the workplace

  • Behavior  based safety implementation models



Structure :

lecture, video,  and practical


SPECIAL FEATURES:

  • Case studies

  • Group exercise

  • Historical data

  • Interactive session



WHO WILL BENEFIT:

  • Office employees

  • Health & Safety Professional

  • Plant / Operation Personnel

  • Engineering Personnel

  • Regulatory Compliance Staff

  • HR Personnel

PELATIHAN PETUGAS P3K (PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN)

PELATIHAN PETUGAS P3K (PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN)

Informasi seminar 2015 | Informasi Training 2015 | Jadwal Training terbaru 2015 | info seminar 2015 | Info training 2015 | Jadwal Seminar 2015 | Jadwal training 2015 | Jadwal Workshop 2015| Info training indonesia 2015 | Seminar Running 2015 | Training Running 2015 | In-House Training 2015

Latar Belakang

Salah satu regulasi terbaru terkait dengan K3 adalah Peraturan Menteri Tenaga Kerja & Transmigrasi RI No. PER15/MEN/VIII/2008 tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) di tempat kerja pada Bab 2, Pasal 3, ayat 1 & 2 sebagaimana ayat 1 yang berbunyi :

“ Petugas P3K di tempat kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat 1 harus memiliki lisensi dan buku kegiatan P3K dari kepala Instansi yang bertanggung dibidang ketenagaakerjaan”

Dan ayat 2 yang berbunyi: “Untuk mendapatkan lisensi sebagai mana dimaksud pada ayat 1 harus memenuhi syarat – syarat sebagai berikut :

  • Bekerja pada perusahaan yang bersangkutan;

  • sehat jasamani dan rohani;

  • bersedia ditunjuk menjadi petugas P3K; dan

  • memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar di bidang P3K di Tempat kerja yang dibuktikan dengan sertifikat pelatihan

Guna dapat mengantisipasi terjadinya gangguan kesehatan yang mendadak dan kecelakaan kerja diperlukan pedoman Undang-undang No. 1 tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per. 03/Men/1982 tentang PelayananKesehatan Kerja.

Untuk dapat ditunjuk sebagai Petugas P3K di tempat kerja oleh perusahaan, petugas P3K tersebut perlu mendapatkan pelatihan dengan kurikulum yang sesuai dengan Permenakertrans No. 15/MEN/VIII/2008 tentang Pertolongan Pertama Pada kecelakaan (P3K) di Tempat Kerja.

Tujuan Pelatihan

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pengertian dan pemahaman mengenai pelaksanaan P3K di tempat kerja dan juga meningkatkan ketrampilan dalam melakukan pertolongan pertama terhadap penyakit mendadak dan kecelakaan kerja.



Materi Pelatihan Petugas P3K

  1. Peraturan perudangan yang berkaitan dengan Pertolongan Pertama Pada kecelakaan (P3K)

  2. Dasar – dasar Kesehatan Kerja

  3. Dasar – dasar Pertolongan Pertama Pada kecelakaan (P3K)

  4. Anatomi dan Faal tubuh manusia

  5. Pedoman Penyediaan Fasilitas P3K

  6. Bahaya dan Penanganan terhadap sengatan panas, keracunan, paparan bahan kimia, kejang.

  7. Gangguan lokal (luka, perdarahan, luka bakar, patah tulang) dan tindakan pertolongannya.

  8. Gangguan Kesadaran dan tindakan pertolongannya

  9. Gangguan Pernafasan dan tindakan pertolongannya

  10. Gangguan peredaran darah dan tindakan pertolongannya

  11. Resusitasi jantung paru

  12. Evakuasi korban (Prosedur dan Para pengangkutan korban)

  13. P3K pada keadaan tertentu (P3K pada kecelakaan diruang tertutup/terbatas dan P3K sengatan listrik)

  14. Praktek

Training : SERTIFIKASI PELATIHAN AHLI K3 UMUM

DESKRIPSI

Berdasarkan Undang-Undang No.1 Tahun 1970 dan peraturan pelaksanaannya pada Permen No.4/MEN/87 pasal 2 mewajibkan perusahaan mempunyai Ahli K3 agar pelaksanaan K3 di tempat kerja berjalan optimal. Pelatihan Ahli K3 umum dirancang untuk memenuhi kebutuhan operasional perusahaan menuju produktivitas dan efisiensi untuk meningkatkan daya saing perusahaan.

I. TUJUAN TRAINING AHLI K3 UMUM
Setelah selesai mengikuti pelatihan dan lulus ujian, peserta akan mengetahui tugas dan kewajiban dalam melaksanakan persyaratan, sistem dan proses K3 di tempat kerja sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

II. MATERI AK3 UMUM
Materi pelatihan yang akan disampaikan meliputi sebagai berikut:

Kebijakan K3
Undang-undang No.1 Tahun 1970
Konsep dasar K3
P2K3
K3 Listrik
K3 Penanggulangan Kebakaran
K3 Kontruksi Bangunan
K3 Bejana Tekan
K3 Pesawat Uap
K3 Mekanik
Kesehatan Kerja
Lingkungan Kerja
Statistik dan Laporan Kecelakaan Kerja
SMK3
Audit SMK3
Manajemen Risiko
Analisa Kecelakaan Kerja
Praktek Kerja Lapangan
Job Safety Analisis
Prosedur Kerja
Ujian Akhir
Pembuatan Laporan & Seminar

III. PESERTA
persyaratan minimal D3

IV. INSTRUKTUR
Instruktur yang akan memberikan pelatihan berasal dari instruktur senior dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta dari akademisi dan praktisi.

V. SERTIFIKAT
Kepada peserta yang lulus diberikan sertifikat pelatihan Ahli K3 Umum dari Depnakertrans dan Penunjukan Ahli K3 yang dikeluarkan oleh Depnakertrans setelah memenuhi syarat.

Fasilitas Training
1. Sertifikat Pelatihan (Certificate)
2. Qualified instructure
3. Meeting room Hotel dengan Lunch dan 2 kali Coffe Break
4. Exclusive Training kits
5. Exclusive Bagpack
6. USB / flashdisk berisi materi training soft copy
7. Materi training hardcopy
8. Exclusive Souvenir
9. City Tour / Dinner / City Tour Via Udara
10. Layanan booking hotel / penginapan
11. Antar jemput dari Bandara/ Stasiun menuju Hotel Penginapan (minimal 2 peserta dari 1 instansi yang sama)

Informasi seminar 2015 | Informasi Training 2015 | Jadwal Training terbaru 2015 | info seminar 2015 | Info training 2015 | Jadwal Seminar 2015 | Jadwal training 2015 | Jadwal Workshop 2015| Info training indonesia 2015

Training Sertifikasi : Pengawas K3 Migas

DESKRIPSI

Saat ini perkembangan industri migas sangat besar di Indonesia. Potensi sumber daya minyak dan gas bumi tersebut merupakan faktor dominan dalam strategi pembangunan bangsa. Kegiatan industri migas mulai produksi, pengolahan maupun transportasi mempunyai potensi bahaya yang sangat besar yaitu terjadinya kecelakaan kerja dan kebakaran. Karena itu, untuk pengelolaan minyak dan gas bumi tersebut diperlukan SDM yang kompeten. Guna mendorong dan merealisasikan SDM yang kompeten tersebut maka harus dirancang secara suatu diklat pengawas K3 secara sistematis.
Melalui pelatihan ini peserta dilatih untuk menjadi calon pengawas K3 Migas di tempat kerjanya sesuai dengan standar kompetensi yang dipersyaratkan dalam KEP 248/MEN/V/2007 Tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Industri Minyak Dan Gas Bumi Serta Panas Bumi Sub Sektor Industri Minyak Dan Gas Bumi Hulu Hilir (Supporting) Bidang Keselamatan Dan Kesehatan Kerja.

Tujuan
Setelah mengikuti pelatihan K3 MIGAS ini, peserta mampu mengetahui dan memahami:
1. Peraturan perundangan K3
2. Penerapan K3 di tempat kerja
3. Penanggulangan keadaan darurat
4. Komunikasi di tempat kerja
5. Pengawasan pelaksanaan K3 pada industri migas
6. Identifikasi bahaya dan análisis risiko keselamatan&kesehatan kerja

Materi Pelatihan Ahli K3 Migas
Materi pelatihan yang akan disampaikan meliputi sebagai berikut :
1. Peraturan dan Perundangan K3 Terkait industri Migas
2. Menggunakan Alat Pelindung Diri
3. Melakukan Pemadaman Kebakaran
4. Melakukan Self Contained Breathing Apparatus (SCBA)
5. Mengoperasikan alat uji gas
6. Mengoperasikan sound level meter
7. Menerapkan taktik dan strategi pemadaman kebakaran
8. Menerapkan penempatan dan penyebaran alat pemadam api ringan (APAR)
9. Menerapkan safety permit di tempat kerja
10. Menerapkan kegiatan forcible entry
11. Melaksanakan pelaporan dan pencatatan kecelakaan kerja
12. Menerapkan inspeksi K3
13. Merencanakan kebutuhan Fire Detector
14. Merencanakan sistem pemadaman kebakaran tetap
15. Mengawasi pelaksanaan manajemen K3 pada industri migas
16. Mengawasi aspek kesehatan lingkungan kerja
17. Menganalisa risiko kecelakaan kerja
18. Melakukan Pertolongan Pada Korban Kecelakaan
19. Melakukan Audit K3 di tempat kerja
20. Menerapkan HAZOP di tempat kerja

Sertifikasi
Kepada para peserta yang lulus diberikan sertifikat pelatihan Pengawas K3 Migas yang dikeluarkan oleh LSP Migas selaku perpanjangan tangan Badan Nasional Sertifikasi Profesi.

Metode
Setiap peserta akan diberikan penilaian berupa evaluasi melalui ujian dengan ketentuan sebagai berikut
1. Presentasi dan praktek lapangan
2. Pelaksanaan ujian tertulis
3. Evaluasi melalui Interview atau wawancara maupun uji lapangan

Persyaratan Peserta
– Foto Copy ijazah terakhir
– Foto Copy surat pengalaman kerja dari pimpinan perusahaan/atasan yang bersangkutan (ASLI).
– Pas photo terakhir berwarna sesuai dengan tingkatan ujian, ukuran 3×4 dan 2×3 masing – masing 2 (dua) lembar
– Poto 2×3 dan 3×4 dengan background kuning untuk level operator dan biru untuk pengawas
– CV

Training Sertifikasi : PELATIHAN DAN SERTIFIKASI K3 MIGAS

DESKRIPSI

Industri Migas merupakan industri yang beresiko tinggi. Pelanggaran yang disebabkan akibat kelalaian dan ketidakpedulian yang kecil sekali pun terhadap persyaratan K3LH dapat berakibat fatal sehingga menimbulkan bencana yang berdampak sangat serius. Oleh sebab itu, pemerintah terus berusaha semaksimal mungkin untuk mengawasi secara ketat pelaksanaan dan penerapan standar K3LH pada kegiatan operasi MIGAS mulai dari sektor hilir hingga sektor hulu.

Menurut Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tercatat sebanyak 4 kali kecelakaan dengan klasifikasi berat dan fatal dalam kegiatan operasi hilir MIGAS untuk tahun 2008, menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 6 kali. Adapun kecelakaan dalam kegiatan operasi hulu migas berjumlah 12 kali atau sama dengan Tahun 2007. Berdasarkan data-data tersebut, sector hilir memiliki jumlah kecelakaan dominan yang terjadi di lingkungan Pengolahan.

MAKSUD DAN TUJUAN TRAINING K3 MIGAS
Dalam Era pasar bebas, persaingan di sektor Migas akan semakin ketat. Untuk itu diperlukan tenaga ahli professional yang dapat memenuhi kualifikasi nasional dan internasional. Dalam bidang K3 telah diberlakukan SNI 13-6562-2001 tentang Kompetensi Kerja Tenaga Teknik Khusus Migas Bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Untuk melaksanakan program sertifikasi tersebut, Dirjen Migas melalui SK Dirjen Migas No.01K/60.05/DJM/2003 telah membetuk Lembaga Sertifikasi Kompetensi Personil Tenaga Khusus Migas b (LSK Khusus Migas).

Untuk mendukung program tersebut dan membantu meningkatkan profesionalisme para ahli K3 di lingkungan MIGAS, Lembaga Sertifikasi Profesi Migas (LSP Migas) bekerjasama dengan Prosafe Institute selaku penyelenggara dan Pelaksana Uji Komptensi yang ditunjuk secara resmi oleh LSP Migas akan menyelenggarakan Pelatihan dan Ujian Sertifikasi bagi tenaga K3 di lingkungan Migas khususnya Pelatihan dan Sertifikasi Ahli K3 Migas Level Pengawas.

MATERI PELATIHAN K3 MIGAS
Materi pelatihan yang akan disampaikan pada Pelatihan dan Sertifikasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja Migas level pengawas adalah sebagai berikut :
TEORI AHLI K3 MIGAS
• Perundangan K3L Migas
• Basic Safety
• HSE Management Program
• Identifikasi Bahaya
• JSA
• Pencegahan Kebakaran
• Fire and Explosion
• Permit System
• Safe Work Practices
• Permit System
• Confined Space
• Construction Safety
• LOTO aplication
• PPE/ APD
• Higiene Industri Migas
• Bahaya Kesehatan Kerja Perminyakan
• Ergonomi
• Safety Inspection and Audit

PRAKTEK
• Basic First Aid
• Basic Fire Training
• Gas Safety Measurement using Gas Tester
• Confined Space Practical using Self Containing Breathing
• Apparatus – SCBA

METODE UJIAN DAN SERTIFIKASI
Setiap peserta akan diberikan penilaian berupa evaluasi melalui ujian dengan ketentuan sebagai berikut
1. Pelaksanaan ujian dengan System Multiple Choice./ Essay
2. Evaluasi melalui Interview atau Wawancara dan Ujian Praktek Penggunaan Alat
3. Evaluasi melalui praktek lapangan (bila diperlukan)
4. Ujian berlangsung selama 1-2 hari di Jakarta

WAKTU DAN TEMPAT PELATIHAN
Durasi pelatihan 38 Jam Efektif (5 hari kerja). Pelatihan Bimbingan 4 hari dan 1 hari Ujian.

SERTIFIKAT
Peserta yang dinyatakan Lulus dalam Pelatihan tersebut berhak mendapatkan Sertifikat sebagai Ahli K3 Migas dengan level Pengawas dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) MIGAS dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)

TENAGA PENGUJI.
Tenaga Ahli yang dilibatkan sebagai asesor adalah penguji yang berpengalaman dalam bidang Migas dan terdaftar secara resmi sebagai assesor di LSP Migas dan BNSP.

PERSYARATAN UMUM
Bagi peserta yang ingin mengikuti pelatihan dan ujian sertifikasi disarankan memiliki pendidikan minimal D3 (umum) dan pengalaman dalam bidang migas minimal 2 tahun.

PERSYARATAN ADMINISTRASI
1. Foto Copy ijazah terakhir (LEGALISIR)
2. Foto Copy sertifikat kursus / Pelatihan
3. Foto Copy surat pengalaman kerja dari pimpinan perusahaan/atasan yang bersangkutan (ASLI).
4. Pas photo terakhir berwarna sesuai dengan tingkatan ujian, ukuran 3×4 dan 2×3 masingmasing 2 (dua) lembar.

Training : K3 DI RUMAH SAKIT dan PATIENT SAFETY

DESKRIPSI

I. PENDAHULUAN.
Keselamatan dan kesehatan kerja bagi pekerja di rumahsakit dan fasilitas medis lainnya perlu di perhatikan. Demikian pula penanganan faktor potensi berbahaya yang ada di rumah sakit serta metode pengembangan program keselamatan dan kesehatan kerja disana perlu dilaksanakan, seperti misalnya perlindungan baik terhadap penyakit infeksi maupun non-infeksi, penanganan limbah medis, penggunaan alat pelindung diri dan lain sebagainya. Selain terhadap pekerja di fasilitas medis/klinik maupun rumah sakit, Keselamatan dan Kesehatan Kerja di rumah sakit juga “concern” keselamatan dan hak-hak pasien, yang masuk kedalam program patient safety.

Merujuk kepada peraturan pemerintah berkenaan dengan keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja, pedoman ini juga mengambil dari beberapa sumber “best practices” yang berlaku secara Internasional, seperti National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH), the Centers for Disease Control (CDC), the Occupational Safety and Health Administration (OSHA), the US Environmental Protection Agency (EPA), dan lainnya. Data tahun 1988, 4% pekerja di USA adalah petugas medis. Dari laporan yang dibuat oleh The National Safety Council (NSC), 41% petugas medis mengalami absenteism yang diakibatkan oleh penyakit akibat kerja dan injury, dan angka ini jauh lebih besar dibandingkan dengan sektor industri lainnya. Survei yangdilakukan terhadap 165 laboratorium klinis di Minnesota memperlihatkan bahwa injury yang terbanyak adalah needle sticks injury (63%) diikuti oleh kejadian lain seperti luka dan tergores (21%). Selain itu pekerja di rumah sakit sering mengalami stres, yang merupakan faktor predisposisi untuk mendapatkan kecelakaan. Ketegangan otot dan keseleo merupakan representasi dari low back injury yang banyak didapatkan dikalangan petugas rumah sakit.systems.

II. SKILL DAN INFORMASI YANG AKAN DIDAPAT.
• Mampu melakukan identifikasi risiko seperti faktor fisik, kimiawi serta biologis, bekerja di rumah sakit serta fasilitas medis lainnya.
• Mampu mengembangkan upaya kontrol terhadap faktor risiko tersebut.
• Mampu mengembangkan program pencegahan seperti menetapkan alat pelindung diri yang diperlukan.
• Mampu mengembangkan program pemeriksaan kesehatan yang sesuai dengan jenis pekerjaan (“job-related”)
• Memahami program patient safety.
• Dan lain sebagainya.

III. ISI PELATIHAN.
• Identifikasi dan evaluasi terhadap faktor yang berpotensi berbahaya bekerja di rumah sakit (faktor fisik, kimia dan biologis)
• Kontrol terhadap faktor risiko terhadap keselamatan dan kesehatan kerja, seperti :
o Faktor Fisik (radiasi, bising, suhu panas, dan sebagainya)
o Faktor Kimiawi (laboratorium, penggunaan mesin fotocopy, MSDS, Label, dsb)
o Faktor Ergonomi (menghindarkan terjadinya penyakit otot rangka)
o Faktor Biologis (kuman, virus, infeksi atau bloodborne pathogen, dan sebagainya)
o Faktor Psikososial (stress kerja, kerja shhift, dsb)
o Faktor lainnya, seperti :
 Bahaya kebakaran.
 Gas bertekanan tinggi (Compressed Gases)
 Bahan-bahan yang mudah terbakar (cair, gas) dan penyimpanannya
 Listrik
o Faktor bahaya spesifik menurut Bagian/Departemen.
o Health and Safety di Laboratorium.
o Penanganan Limbah medis (infectious/non-infectious dan cair/padat)
o Pengenalan Alat Pelindung Diri
o Kontrol terhadap infeksi nosokomial
o Patient safety.
• Peraturan Perundangan yang terkait, pentingnya Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan serta tugas dan fungsinya.

IV. YANG PERLU MENGIKUTI.
Setiap orang yang tertarik dengan permasalahan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit, seperti :
• Anggota P2K3
• Managers dan supervisors
• Dokter dan Petugas medis lainnya.
• Human resources managers
• Dan lainnya yang bertanggung jawab dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit.

Training : HSE Awareness and Implementation

DESCRIPTION

Good safety management reduces risks of accidents and improves performance.

In order to achieve improved safety performance it is important that all those involved understand what is required of them, whatever part they have to play in the organization. This course is designed to give participants the underpinning knowledge required to work more safely, reduce risks to themselves and others who may be affected by what they do.

OBJECTIVE

  • Know how to work safely and without risks to health

  • Know about health and safety policy and how to implement

  • Aware of their health and safety responsibilities towards themselves, colleagues, customers, stakeholders and environment

  • Motivate the personnel to ensure constant awareness of the HSE objectives

  • Properly engineer the facilities and execute the project activities.

WORK APPLICATION

By the end of this course delegates will:

  • Have a clear understanding of their responsibilities in helping to ensure their workplace is a safe working environment for themselves

  • Be able to identify common hazards and know how to control the risks these hazards represent

  • Be able to respond appropriately when an incident occurs.

OUTLINE

  • Legal requirements

  • Workplace (Health, Safety & Welfare) Regulations

  • Hazard identification (electricity, work equipment, etc)

  • Risk identification (manual handling, work equipment, etc)

  • Control measures

  • Fire, accidents & other emergencies

  • Occupational Health matters (noise, vibration, stress, etc.)

  • Personal Protective Equipment

  • Control of Substances Hazardous to Health (COSHH)

  • Environmental Regulatory Overview

  • Hazardous Waste Identification and Management

  • Environmental Reporting

PARTICIPANTS

  • Facility Managers

  • HSE Personnel, Specialists, and Engineers

  • Anyone responsible for HSE activities at their organization including planning, assessments/audits and permitting

TRAINING METHOD

Presentation, Discussion, Practice, Case Study, Evaluation

FACILITIES

Training Kit, Flash disk, Handout, Certificate, Lunch, 2 X Coffee Break, Souvenir

Training : Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan (P2K3)

DESCRIPTION

Berdasarkan peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. 04/MEN/1987 Tentang Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Tata Cara Penunjukkan Ahli Keselamatan Kerja, pasal 2 menyebutkan bahwa pengusaha wajib membentuk P2K3 dimana keanggotaannya terdiri dari unsur pengusaha dan pekerja yang susunannya terdiri dari ketua, sekretaris dan anggota.

Pada pelatihan ini akan dibahas apa itu P2K3 mulai dari organisasi sampai bagaimana mewujudkan organisasi P2K3 yang efektif dalam mewujudkan program K3 di perusahaan sesuai peraturan undang – undang.

TUJUAN

Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan peserta training P2K3 akan mampu untuk :

  1. Mampu menjelaskan tentang pengertian K3 arti dan pentingnya K3 dan tujuan K3.

  2. Memahami peraturan perundangan K3

  3. Memahami tentang tugas dan fungsi P2K3

  4. Mampu menjelaskan teknik pencegahan dan penanggulangan K3 secara umum serta menganalisa kecelakaan di tempat kerja.

  5. Mampu menerapkan K3 di tempat kerja.

  6. Memamahami prinsip-prinsip SMK3 berdasarkan OHSAS 18001 dan PP no.50/2012

  7. Memberikan rekomendasi untuk meningkatkan implementasi K3 kepada manajemen perusahaan

  8. Mengelola P2K3 sebagai forum komunikasi, konsultasi, dialog dan kerjasama dalam meningkatkan pelaksanaan K3 di perusahaan

  9. Menyusun program K3 di perusahaan

OUTLINE 

  1. Definisi P2K3 dan keterkaitannya dalam K3

  2. Dasar – Dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja

  3. Dasar Hukum pembentukan P2K3

  4. Undang – Undang No. 1 Tentang Keselamatan Kerja dan Peraturan Tentang P2K3 serta Ahli Kesehatan dan Keselamatan Kerja

  5. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja berdasarkan OHSAS 18001 dan SMK3 PP no 50/2012

  6. Tugas, Fungsi & Tanggungjawab P2K3 serta bentuk organisasi P2K3

  7. Penyelenggaraan Rapat-Rapat P2K3 dan Penyusunan Program P2K3

  8. Investigasi dan Analisis Kecelakaan Kerja

  9. Audit Keselamatan dan Kesehatan Kerja

  10. Penyusunan Program K3 di perusahaan

PARTICIPANT 

Peserta pelatihan P2K3 adalah semua karyawan yang ada di lingkungan perusahaan. Prioritas dapat diberikan kepada pengurus dan anggota P2K3 serta para pengawas (supervisor) Dokter Perusahaan, Ahli K3, HSE Dept, Operation/Production Manager, HRD Manager, Training and Development Manager, Management Representative (MR), Superintendent/Supervisor, Tim penerapan SMK3 PP No.50: 2012 / OHSAS 18001: 2007, dan semua yang terkait dalam pengembangan HSE / Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di perusahaan dengan harapan setelah mengikuti pelatihan P2K3 para supervisor dapat membina K3 di lingkungan kerjanya. 

TRAINING METHOD 

Presentation

Discussion

Case Study

Evaluation 

FACILITIES

Training Kit

Handout

Certificate

1 X Lunch

2 X Coffee Break

Souvenir

Training : Safety Instrumented System/Safety Instrumented Level (SIS/SIL)

Process industry is exposed to risks from incidents like fire, explosion, equipment malfunction, etc. causing fatalities and/or monetary losses. Safety instrumented systems (SIS) have been used for many years to perform safety instrumented functions (SIF) in the process industries. Safety Instrumented Systems (SIS) are applied for safety, but also to protect the environment or to prevent equipment damage and loss. If instrumentation is to be effectively used for safety instrumented functions, it is essential that this instrumentation achieves certain minimum standards and performance levels. 

OBJECTIVE

The course is designed to provide the student with an understanding of the required safety management system, how to perform LOPA to identify the need for an SIS and to assign the SIL, how to design the SIS to meet the specified SIL, how to verify that the SIL can be achieved, and how to develop an operating plan to maintain the SIL throughout the SIS life. 

COURSE OUTLINE

  • Introduction to SIS

  • Planning

  • Hazards, Risks & their analysis to Design

  • Failures & Reliability

  • Safety Integrity Level (SIL)

  • SIS Standards

  • Verification and Operating Basis

  • SIS Testing & Maintenance

  • Self Assessment Test 

PARTICIPANT

Process safety personnel, instrumentation engineers, reliability engineers, Control systems and electrical and specialists, PSM managers, and PSM compliance auditors.

TRAINING METHOD

Presentation

Discussion

Case Study

Evaluation 

FACILITIES

Training Kit

Handout

Certificate

Lunch, 2 X Coffee Break

Souvenir 

Training : Penyusunan dan Pengembangan SOP untuk Kesehatan dan Keselamatan Kerja

DESKRIPSI TRAINING

Perusahan atau organisasi membutuhkan penerapan K3/ Occupational Health and Safey untuk berbagai keperluan, diantaranya :

  1. Kebutuhan bisnis, :  untuk bisa ikut tender atau untuk mendapat kontrak, untuk memenuhi persyaratan buyer/konsumen,  dll

  2. Pemenuhan peraturan pemerintah : UU no 1 1970 UU Nomor 1 TH 1970 bahwa setiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatannya dalam melakukan pekerjaan, sektor tambang Kepmen Nomor 555.K/26/M.PE/1999, sektor kehutanan (hutan dan industri hutan) Permen Kehutanan  No P.38/MENHUT-II/2009 tentang Standar dan Pedoman Penilaian Kinerja Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL dan Verifikasi Legalitas Kayu  (VLK), sektor Perkebunan Sawit Permen Pertanian Nomor 19/Permentan/OT.140/3/2011 tentang ISPO, sektor konstruski UU No. 18/1999 Jasa Konstruksi,  Peraturan Pemerintah (PP) No. 50 Tahun 2012 penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) semua pemberi kerja wajib melaksanakan SMK3, terutama perusahaan yang mempekerjakan minimal 100 tenaga kerja atau perusahaan yang memiliki tingkat potensi kecelakaan yang tinggi akibat karakteristik proses kerja, dll

  3. Pemenuhan persyaratan / standar  proses atau untuk  sertifikasi,  diantaranya dalan ISO 9001 ada persyaratan lingkungan kerja, di sektor penerbangan/aviation ada persyaratan Keselamatan dan keamanan penumpang dan Pengelolaan Bandara, di sektor perkebunan sawit ada persyaratan RSPO yang mensyaratkan adanya penerapan SMK3, disektor kehutanan ada persyaratan SFM FSC Dan CoC FSC yang mensyaratkan adanya penerapan SMK3, dll.

TUJUAN TRAINING

Program bertujuan membantu perserta Training SOP K3  untuk :

  1. Memahami Peran dan pentingya SOP   dalam Organisasi/perusahaan

  2. Memahami persyaratan  SOP yang efektif dan efesien

  3. Memahami prinsip, metode, dan teknik penyusunan SOP

  4. Memberikan pedoman dalam pembuatan SOP yang efektif dalam rangka meningkatkan kinerja dan wawasan perusahaan

  5. Memahami persyaratan K3 yang harus ada dalam SOP

  6. Mampu menyusuan SOP K3 sesuai bahaya K3 dan Bisnis proses organisasi/perusahaanya masing masing

 

MATERI TRAINING

  1. Peran dan Pentingya SOP dalam Organisasi: Masalah pengelolaan Organisasi, Kebutuhan SOP, Peran SOP dalam organisasi dan Manfaat Dan keuntungan adanya SOP

  2. Pengertian dan Persyaratan SOP :Pengertian SOP, Pengertian sistem dokumentasi, Konsep Dan Persyaratan SOP, Model Dan Bentuk SOP, Atribut SOP

  3. Teknik Penyusunan dan Pengembangan SOP K3:Tahapan Penyusunan Dan Pengembangan SOP, Teknik identifikasi Dan evaluasi   Kebutuhan SOP, Teknik Menentukan Judul Dan Lingkup SOP, Teknik penentuan Tim Penyusun, Teknik Penyusunan pendekatan Pemetaan Bisnis Proses, Pengertian Model Dan konsep Bisnis Proses, Teknik Penyusunan Pendekatan K3, Isi dan Komposisi SOP, Integrasi Bisnis Proses Dan K3 dalam SOP, Teknik Penyusunan Kalimat Efektif, sederhana dan aplikatif, Teknik editing/ review SOP, Penentuan Format SOP, Pengesahan SOP, Metodologi Sosialisasi  Dan Training SOP, Metodologi Uji Coba SOP, Metodologi penyempurnaan/Revisi SOP, Strategi Penerapan SOP, Monitoring, evaluasi danAudit SOP dan Pengembangan SOP

  4. Wokshop penyusunan SOP: Tip dan Trik SOP yang efektif, Penyampaian Contoh SOP, Workshop penyusunan SOP secara personal dan Workshop penyusunan SOP secara tim

 

PESERTA TRAINING

  • Manajer HSE,

  • Supervisor HSE,

  • safety officer,

  • Tim  SOP,

  • Manager, Supervisor, Engineer,

  • Praktisi di bidang continuous improvement/ produksi & operasi dan semua pihak yang terkait dengan proses improvement

 

INSTRUKTUR & CV

Agus Suwarni, SKM, M.Kes/ Tim

Training : BOILER OPERATION & MAINTENANCE

COURSE DESCRIPTION

Boilers are often found in industrial utilization for both heaters, dryers, curing process, as well as energy generation. Boiler is a function of energy conversion engine converts the chemical energy of fuel into energy enclosed vessel where steam or combustion heat transferred to water until it becomes heated water (steam). Hot water at a certain pressure and then used for transferring heat to a process.

Having regard to utilization in industrial boilers, the boiler must be maintained serious impairment in function to damaged, which can result in loss of the company. This condition can not be achieved if not supported technically competent personnel.

To obtain competent technical personnel, the need for a comprehensive understanding of the procedure, the fundamental and technical aspects related to the operation and maintenance of the boiler. These capabilities can also help companies reduce down time and increase profits both in terms of production and longer engine life.

COURSE OJECTIVES

After this training, participants are expected to:

  • canexplainunderstandingandidentifyingthe types ofboilers

  • able to explain and apply the K3, and steam aircraft regulations, and the basics of K3 and P3K

  • can explain andisable to operate the boiler

  • can explain and be able to mention the function of the boiler equipment ande lectrical installations

  • can explain and plan for fuel and the combustion processing the boiler

  • can explain and be able to plan the boiler water filler and way of processing

  • can explain the performance/performance boiler

  • can explain and is able to conduct a review of the construction of the boiler

  • can explain and are able to apply knowledge of materials on boilers

  • able to explain and apply the heat transferin the boiler

  • can explain and be able to identify the causes of blasting

  • able to explain and analyze the damage and blasting accident in boiler

  • can explain and is able to perform boiler inspections and checks are not damaging

  • can explain and is able to perform repairs to the boiler

 

COURSE OUTLINE

  1. Introduction(scope Boiler) Health and Safety

  2. Steamair legislation(Law no. 11970,Law and regulations steam1930,No.Permenaker. 01/Men/1988) Fundamentals ofK3andP3K

  3. How to operate Boiler

  4. Function and how instruments work Boilers

  5. Fuels, combustion processes, and Bunner

  6. Water kettlefiller and processing

  7. Performance/BoilerPerformance

  8. Boiler construction and materials knowledge

  9. Heat Boiler

  10. Boiler break down analysis

  11. Blasting Boiler

  12. Boiler inspection

  13. Boiler care

 

WHO SHOULD ATTENDED

  • Mechanical,

  • ConstructionEngineer

  • Operators,

  • Technicians,

  • MaintenancePersonnelwhoINVOLVEDininstallation,

  • testing,

  • and maintenanceofboilers

  • Experiencedprofessionalswhowant torefreshtheirknowledgeoforBroadenboiler

 

INSTRUKTOR & CV

Adri Maldi Subardjah, B.Eng.(Hons). MSc./ Team

  1. Formal Education

  • S2 : UMIST Manchester, UK, 1991. MSc in Fluid & Thermal Power

  • S1 : of Huddersfield, 1989, B.Eng in Design Mech. Eng.

  • D3 : Politeknik ITB, 1985, D3 in Mechanical Engineering for Maintenance

 

  1. Work Experiences:

  • Mecatronic (PLC)

  • Pneumatic & Hydraulic

  • Pump & compressor

  • Turbin & Boiler

  • Motor Management System

  • Fluid Mechanics

  • Thermodynamics

  1. Teaching Experiences:

  • Training Assessment for Generator and Automotive Staff UN

  • Advance Maintenance Management

  • PRV:Concept, Sizing & Selection

  • Hidraulic: Component, Operation and Maintenance

  • Heat Exchanger: Design, Operation and Maintenance

  • Pump and Comprssor: Maintenance

  • Total Predictive Maintenance

  • Trainer for Pneumatic

  • Trainer for Automotive Electricity

  • External Auditor Palm Oil Plant

  • Trainer for Pneumatic and PLC

  • Trainer for PLC

  • Trainer for Pneumatic

  • Trainer for Pneumatic

  • Technical Engineer (Maintenance)

  • Technical Engineer (Designer)

  • Familiarization HMS Product Training Komatsu Series

  • Simatic S7, Maintenance and Troubleshooting Course

  • Introduction to Mechatronic using Mitsubishi and Allen Bradley PLC

  • Modern LPG converter for automotives

  • Pneumatic & Hydraulic for basic automation

  • Advance Pneumatic and Hydraulic incl. Electro

  • Motor Management System (EFI)

FACILITIES

  • Certificate, Quality Training Kit (Pencil case: Erase, Bolpoint, Pencil, Tipe X, Stabillo, Flash Disk 4 GB)

  • Bag, Jacket

  • Training Material (HandOut & SoftCopy)

  • Convenient Training Facilities At Stars Hotel, Lunch & 2 X Coffee Breaks,

  • Souvenir

WAKTU, TEMPAT DAN PELAKSANAAN

The price please contact us.

  • 26-28 Januari 2015 Yogyakarta

  • 25-27 Februari 2015 Bandung

  • 25-27 Maret 2015 Jakarta

  • 27-29 April 2015 Balikpapan

  • 25-27 Mei 2015 Bali

  • 08-10 Juni 2015 Lombok

  • 27-31 Juli 2015 Pontianak

  • 26-28 Agustus 2015  Bandung

  • 28-30 September 2015 Jakarta

  • 28-30 Oktober 2015 Yogyakarta

  • 25-27 November 2015 Bali

  • 28-30 Desember 2015 Lombok

  • Kami menerima request waktu, tempat & fasilitas hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.

Training : KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) RUMAH SAKIT

DESKRIPSI TRAINING

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan penanggulangan bencana di rumah sakit merupakan bidang yang spesifik, berbeda dengan K3 pada umumnya, sebab bertumpu pada jenis-jenis risiko yang dapat diterima oleh 3 kelompok manusia di rumah sakit, yaitu pasien, pengujung, dan pegawai rumah sakit sendiri. Konteks K3 RS dalam masa sekarang adalah perlindungan menyeluruh terhadap berbagai paparan risiko (4 faktor), yaitu dari faktor fisik, biologi, kimia, dan ergonomi. Selain itu juga ada persoalan tentang berbagai risiko bencana.

Perlindungan bagi sistem kerja di rumah sakit terkait dengan situasi normal maupun abnormal (bencana). Program perlindungan terhadap seluruh manusia (termasuk keselamatan bagi pasien dan pengunjung rumah sakit) dan asset di rumah sakit, tentunya harus dibentuk sedemikian rupa melalui penerapan manajemen K3 yang terintegrasi dalam manajemen rumah sakit. Pada saat ini “akreditasi rumah sakit” bidang K3 di Indonesia telah menjadi kebutuhan mendasar yang diperlukan oleh setiap rumah sakit, sehingga dasar pelaksanaan dari hal tersebut (yaitu berupa pelatihan K3 bagi segenap pengelola rumah sakit) wajib dilakukan secara bertahap dan terprogram sesuai rencana strategis rumah sakit.

TUJUAN PELATIHAN

Pelatihan ini dilakukan untuk membekali para staf rumah sakit, khususnya bagi para pekerja yang langsung berhubungan dengan pekerjaan berisiko tinggi, baik risiko kepada dirinya maupun pasien yang dilayaninya. Pelatihan ini diharapkan dapat menggali berbagai masalah dan memberikan solusi pemecahan atas masalah, dalam konteks K3 dan KP RS yang spesifik dan substantif.

MATERI PELATIHAN

Materi pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) RS, meliputi:

  1. Konsep Keselamatan dan Kesehatan Kerja

  2. Kesehatan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja

  3. Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran

  4. Evakuasi dan Tanggap Darurat Bencana

  5. Peraturan, Perundangan, dan Manajemen K3

  6. Sanitasi dan Pengendalian Infeksi Nosokomial

  7. Prinsip Penerapan Kerja yang Ergonomis

  8. Praktik Pemadaman Kebakaran (Jenis 1 dan 2)

  9. Praktik Evakuasi Pasien

  10. Praktik Pembuatan Prosedur Operasi Standar

  11. Praktik Penyusunan Dokumen Akreditasi K3

  12. Pre-Test dan Post-Test

 

FASILITAS

Sertifikat training, Kualitas training kit

(Tas, Jaket, ATK, Handout/ materi training)

Kenyamanan tempat training (Hotel Berbintang)

termasuk Lunch & 2 X Coffee Breaks, Souvenir.

WAKTU, TEMPAT DAN PELAKSANAAN

The price please contact us.

  • 26-28 Januari 2015 Yogyakarta

  • 25-27 Februari 2015 Bandung

  • 25-27 Maret 2015 Jakarta

  • 27-29 April 2015 Balikpapan

  • 25-27 Mei 2015 Bali

  • 08-10 Juni 2015 Lombok

  • 27-31 Juli 2015 Pontianak

  • 26-28 Agustus 2015  Bandung

  • 28-30 September 2015 Jakarta

  • 28-30 Oktober 2015 Yogyakarta

  • 25-27 November 2015 Bali

  • 28-30 Desember 2015 Lombok

  • Kami menerima request waktu, tempat & fasilitas hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.

 

INSTRUKTUR TRAINING

 

Dr. Ir. Widodo Hariyono, M.Kes. & Tim

Pendidikan Formal :

  1. UGM = Higiene Industri dan keselamatan kerja (s2),

  2. UGM= Keselamatan dan kesehatan kerja / k3 (s3)

 

Riwayat Organisasi Profesi

1.

Anggota: Asosiasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (A2K3), 2001—sekarang

2.

3.

Anggota: Asosiasi Hiperkes dan Keselamatan Kerja Indonesia (AHKKI), 2005—sekarang

Anggota: Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI), 2006—sekarang

 

Bidang Keahlian

1.

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

2.

Ergonomi Industri

Training Basic Drilling and Completion Operation With Health, Safety, Enviromental Consideration

TARGET & TUJUAN TRAINING :

Setelah menyelesaikan training ini diharapkan peserta dapat :

  • Memahami prinsip-prinsip dasar dan berbagai perhitungan sederhana untuk pelaksanaan pemboran sumur-sumur minyak, gas dan reservoir panas bumi, pengembangan pelaksanaan  perhitungan ini untuk meningkatkan kinerja pemboran sumur-sumur di lapangan.
  • Melakukan diagnosis sederhana dan memengerti penyelesaian (well completion) dan membuat suatu sumur minyak, gas atau panas bumi.
  • Membuat analisis sederhana terhadap data eksplorasi sumuran minyak, gas dan panas bumi , kemudian mampu melakukan perancangan global pemboran  kinerja dan merencanakan pengembangannya.
  • Melakukan perhitungan-perhitungan kuantitatip sederhana untuk perencanaan lumpur pemboran, semen, hidrolika, well control.
  • Mempergunakan pengetahuan dalam perancangan pemboran tegak, untuk keperluan perancangan pemboran sumur miring, sumur horizontal baik dengan teknologi overbalance maupun underbalance.
  • Pengetahuan tentang Peraturan Perundangan dalam K3L
  • K3L dalam Operasi Pemboran dan Workover

PESERTA YANG DIREKOMENDASIKAN :

Latar belakang  : Operator/Senior Operator/Engineer/Non Engineer

MATERI TRAINING 

Introduction : Rotary Drilling Operations

  • Steps to drilling a well
  • Types of rigs
  • Rig Components
  • Rig Systems

Rheology of Drilling and Completion Fluids

  • Equations and Inflow Performance RelationshipFunctions of Drilling/Completion Fluids
  • Fluid Types,
  • Fluid Models
  • Introduction to Rotary Viscometer
  • Other Testing Equipment
  • Objectives of Monitoring Fluids

Mud System

  • General Equations and ConceptsDiagnostic tests
  • Water based muds
  • Oil based muds
  • Additives
  • Mud handling system

Cementing

Tubing DesignFunctions of cement

Cement Types

Cement Additives

Oil Field Tubulars and Hydraulics

  • Drill string
  • Casing and tubing
  • Casing classification
  • Stresses on casing
  • Casing setting depth
  • Burst and collapse calculations
  • Wellheads

Drilling System – Pressure Loss Calculations

  • Hydrostatics
  • Buoyancy
  • Flow through pipes and annuli
  • Flow path
  • Pressure loss calculations

Drilling System – Bit & Nozzles

  • Hydrostatics Bit Types
  • Bit Parts
  • Bit Classification
  • Bit Nozzles

Introduction to Well Control

  • Hydrostatics Definitions
  • Causes of kicks
  • Kick indicators
  • Shut-in procedure
  • Well Kill Procedures

Directional Drilling

  • Reasons for directional wells
  • Planning Trajectory
  • Kickoff Methods
  • Survey Methods
  • Survey Calculations

Penyelesaian sumur (Well Completion)

Tipe-tipe penyelesaian sumur

  • Tipe penyelesaian sumur berdasarkan pemasangan pipa selubung
  • Tipe penyelesaian sumur berdasarkan jumlah zona produksi

Peralatan bawah tanah

  • Pendahuluan
  • Peralatan produksi bawah sumur

Penyelesaian sumur untuk sumur-sumur pengangkatan buatan

  • Sucker Rod Pump (Pompa angguk)
  • Electric Submersible Pump
  • Gas lift
  • Hydraulic Pump
  • Pompa Jet

Kerja ulang sumur (Work Over)

Faktor-faktor penyebab kehilangan produksi

  • Problem Reservoir
  • Problem mekanikal

Perawatan sumur

  • Kerusakan Peralatan
  • Masalah Parafin
  • Pengendapan Scale dan Pengontrolannya
  • Masalah Pasir
  • Kerusakan Formasi

Tipe-tipe Pengerjaan Kerja Ulang Sumur

  • Mengubah Zona Produksi
  • Perangsangan Sumur (Well Stimulation)
  • Squeeze Cementing

Peralatan Kerja Ulang

  • Menara (Rig) Konvensional
  • Unit Wireline
  • Gulungan Tubing Tanpa Sambungan (Endless Tubing Coil)
  • Unit Snubbing

Sand Control Technology

Sand Control Concept

  • Reason for Sand Control
  • Determining Need for Sand Control
  • Selecting Type of Control
  • Proper Drilling and Completion

Gravel and Screen Selection

  • Slot and Gravel Size Design
  • Slotted Liners
  • Screens
  • Prerpacks

Inside Gravel Packing

  • Perforation Packing
  • Two Stages Methods
  • Use of Viscous Carrying Fluid
  • Downhole Equipment
  • Type of Operation
  • Sigle Stage Methods

Open Hole Gravel Packing

  • Conventional Methods
  • Special Tools and Operations
  • Zone Isolation Methods
  • Model Study Result
  • Deviated Well Problem and Solutions

Consolidation

  • Formation Consolidation
  • Consolidation System Features
  • Well Preparation and Design Factor
  • Consolidated  Packs
  • Water Base Systems
  • Thermosetting Gravel Packs

Stable Arc Sand Control

  • The Stable Concept
  • Applying Stress for Sand Control
  • Conventional Cementing Limitations
  • Downhole Equipment
  • Type of Operation

Health, Safety and Environmental Consideration in Drilling Operation

  • Peraturan Perundangan tentang K3L
  • Pengauh Gas Beracun pada Operasi Pemboran
  • Pengaruh  Gas Beracun Bagi Kesehatan
  • H2S
  • Gas Detection Equipments
  • Noise level & exposure in Oil Gas Industry
  • Noise Mapping

DURASI

3 – 5 Hari

Kami menerima request waktu, tempat & fasilitas hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.

Sertifikasi Ahli K3 Umum (DEPNAKERTRANS RI)

(Certified by Departemen Tenaga Kerja RI)

TUJUAN PELATIHAN

Pelatihan ini dirancang untuk memenuhi peraturan perundangan yang telah disyaratkan, bahwa sebagaimana pelaksana ketentuan pasal 1 ayat (6) dan pasal 5 ayat (2) Undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja, perlu adanya keberadaan seorang ahli keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja.

MANFAAT PELATIHAN

Setelah mengikuti pelatihan peserta diharapkan mampu :

  1. Melakukan identifikasi, evaluasi dan pengendalian masalah-masalah keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja sesuai dengan bidang tugasnya
  2. Berperan aktif sebagai sekretaris P2K3 di perusahaan
  3. Mengembangkan dan melaksanakan program K3 pro-aktif
  4. Mencari dan menemukan bahaya-bahaya potensial dalam proses produksi
  5. Mengendalikan bahaya-bahaya potensial dan meniadikan atau memperkecil resikonya

PERSYARATAN PESERTA

  1. Berpendidikan sarjana, sarjana muda atau sederajat dengan ketentuan sebagai berikut;
    • Sarjana dengan pengalaman kerja sesuai dengan bidang keahliannya sekurang-kurangnya 2 tahun
    • Sarjana Muda atau sederajat dengan pengalaman kerja sesuai dengan bidang keahliannya sekurang-kurangnya 4 tahun;
  2. Berbadan sehat
  3. Berkelakuan Baik
  4. Bekerja penuh di instansi yang bersangkutan
  5. Lulus seleksi dari Tim Penilai

Untuk keperluan pembuatan sertifikat dan surat penunjukan sebagai Ahli K3 Umum, maka para peserta diharuskan menyerahkan:

  1. Photo berwarna ukuran 4×6 sebanyak 2 lembar, dan ukuran 3×4 sebanyak 2 lembar
  2. Fotocopy ijazah terakhir sebanyak 2 lembar
  3. Foto Copy KTP masih berlaku
  4. Surat Keterangan sehat dari Dokter terbaru
  5. Surat pengalaman kerja dari perusahaan yang bersangkutan sesuai dengan sertifikasi yang akan di ikuti.

MATERI PELATIHAN

  1. Kebijakan K3, Prinsip Dasar K3
  2. Undang Undang No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
  3. Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja
  4. Sistem Manajemen K3
  5. Audit Sistem Manajemen K3
  6. Manajemen Resiko
  7. Pengawasan K3 Pesawat Uap
  8. Pengawasan K3 Bejana Tekan
  9. Pengawasan K3 Mekanik
  10. Pengawasan Lingkungan Kerja
  11. Pengawasan K3 Konstruksi Bangunan
  12. Pengawasan K3 Listrik
  13. Pengawasan K3 Penanggulangan Kebakaran
  14. Analisa Kecelakaan Kerja
  15. Statistik dan Laporan Kecelakaan
  16. Praktek Kerja Lapangan
  17. Seminar
  18. Pre Test & Post Test

 

SERTIFIKAT

Setelah sukses mengikuti pelatihan ini peserta akan diberikan sertifikat dan surat penunjukan ahli K3 ditempat kerja yang akan dikeluarkan Departemen Tenaga Kerja R.I.

FACILITIES

Training Kit

Handout

Certificate

Lunch + 2 X coffee Break

Souvenir

Training Auditor SMK3 (Sertifikasi Kemenakertrans)

Peraturan Pemerintah (PP) No. 50 Tahun 2012 mengenai penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3). PP No. 50 Tahun 2012 telah ditetapkan pada 12 April 2012 di Jakarta. PP tersebut merupakan peraturan pelaksanaan dari pasal 87 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Dalam PP Nomor 50 Tahun 2012 tersebut, semua pemberi kerja wajib melaksanakan SMK3, terutama perusahaan yang mempekerjakan minimal 100 tenaga kerja atau perusahaan yang memiliki tingkat potensi kecelakaan yang tinggi akibat karakteristik proses kerja.

SMK3 merupakan bagian dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan, khususnya untuk mengendalikan segala risiko saat proses produksi atau operasional di tempat kerja. PP ini diterbitkan untuk dapat meningkatkan efektivitas perlindungan bagi tenaga kerja melalui SMK-3 yang lebih terencana, terukur, terstruktur, dan terintegrasi.

Agar penerapan SMK3 berjalan efektif, maka secara periodik perlu dilakukan efektivitasnya melalui audit internal dan tinjauan manajemen. Dari hasil audit SMK3 tersebut akan dapat diperoleh gambaran yang jelas dan lengkap tentang status mutu pelaksanaan SMK3 yang selanjutnya dapat digunakan untuk perbaikan yang berkelanjutan.

Tujuan Training Auditor SMK3

Setelah mengikuti Training Auditor SMK3 peserta mampu :

  • Memenuhi kriteria Peraturan Pemerintah (PP) No. 50 Tahun 2012 mengenai penerapan Sistem Manajemen K3
  • Menjadi auditor internal SMK3 yang kompeten dan professional yang mampu melaksanakan audit penerapan SMK3 di perusahaan
  • Berpotensi menjadi auditor eksternal SMK3
  • Mengerti dan memahami Prinsip-prinsip, elemen-elemen dan Kriteria SMK3
  • Merencanakan, mempersiapkan, melaksanakan dan melaporkan hasil internal audit SMK3
  • Mengumpulkan, menganalisa dan verifikasi bukt audit serta mengkomunikasikan hasil observasi yang signifikan untuk ditindaklanjuti.
  • Mengevaluasi pemenuhan peraturan perundangan K3
  • Mengerti dan memahami peran auditor SMK3 dan lead auditor dalam melaksanakan audit SMK3

Outline Training Auditor SMK3

  • Pengenalan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
  • Peraturan Perundangan K3
  • Prinsip-Prinsip SMK3
  • Elemen-Elemen dan kriteria Audit SMK3
  • Mekanisme & Sistematika Pelaksanaan Audit SMK3
  • Tugas dan Fungsi Auditor SMK3
  • Wewenang, kewajiban dan jenjang karier Auditor SMK3
  • Badan Audit SMK3
  • Instrumen Audit SMK3
  • Laporan Audit SMK3
  • Teknik Audit SMK3

SIAPA YANG PERLU MENGHADIRI TRAINING AUDITOR SMK3 INI ?

Para Auditor SMK3 atau orang yang disiapkan untuk menjadi Auditor SMK3, Management Representatives, Tim SMK3, HSE Departmen, HRD dan setiap orang yang terkait dalam pengembangan HSE / K3 di lingkungan kerjanya.

PERSYARATAN PESERTA TRAINING AUDITOR SMK3 –  Calon peserta harus sudah pernah mengikuti Training AK3 Umum –  Kelengkapan Dokumen bagi calon peserta :

– Melampirkan copy sertifikat AK3 Umum beserta SKP – Melampirkan copy ijazah terakhir (D3) sederajat – Foto berwarna 4×6 sebanyak 2 Lembar

Note : Setelah Training, peserta akan mendapatkan sertifikat dari KEMENAKERTRANS dan tidak termasuk SKP, Dan jika peserta/perusahaan tersebut membutuhkan SKP SMK3 Auditor maka harus melampirkan surat pernyataan dari Perusahaan bahwa peserta tersebut sudah pernah melakukan audit k3 di Perusahaannya dan kemudian SKP bisa langsung diurus langsung oleh peserta ke KEMENAKERTRANS

DURASI TRAINING AUDITOR SMK3

21 jam efektif (3 hari kerja)

TRAINING METHOD

Presentation

Discussion

Case Study

Evaluation 

FACILITY

TRAINING ACCIDENT INVESTIGATION

Jadwal Training 2015 | Informasi Training 2015 | Training HSE | Training K3 2015

Kecelakaan akan menyebabkan kerugian dan mengurangi keuntungan perusahaan, tetapi masih banyak yang belum mau melakukan tindakan penanggulangan dengan baik dan serius. Padahal kecelakaan sering terjadi ditempat kerja, bahkan terkadang kecelakaan yang sama terulang kembali untuk yang kesekian kalinya, tanpa ada upaya penanggulangan sedikitpun. Salah satu upaya mengurangi kerugian akibat kecelakaan adalah dengan mengadakan analisa setiap kecelakaan yang terjadi dan melakukan tindakan perbaikan agar kecelakaan serupa tidak akan pernah terjadi kembali. Hasil analisa kecelakaan yang baik dan tepat serta diterapkan upaya tindak pencegahannya akan bisa meningkatkan kesadaran keselamatan bagi semua karyawan dan kerugian akibat kecelakaanpun akan berkurang.

MATERI TRAINING ACCIDENT INVESTIGATION

  1. Accident Concepts, include accident theory, type of incident, accident impact, relation between hazards and  risk, energy concept and accident prevention
  2. Loss Causation Models from Frank Birds, including Domino Theory,  Loss Control process, Pre Contact, Contact, Pre Contact, IEDIM and ISMEC concept
  3. Accident investigation , why investigation, role and responsibility, investigation technique and reporting system
  4. Accident Reporting System
  5. Accident Case Study

MANFAAT TRAINING ACCIDENT INVESTIGATION

  1. Peserta akan memahami perihal tentang kecelakaan, sebab-sebab dan dampaknya.
  2. Belajar Keselamatan dari Kecelakaan yang pernah terjadi.
  3. Agar kecelakaan serupa tidak terulang kembali dan minimal untuk mengurangi kemungkinan dampak atau akibat dari kecelakaan yang sudah pernah terjadi.
  4. Memberikan kesadaran tentang pentingnya menjaga keselamatan dan mencegah kecelakaan ditempat kerja.
  5. Mengetahui langkah-langkah dalam menganalisa kecelakaan dan bisa melakukannya.

SIAPA YANG PERLU MENGHADIRI TRAINING ACCIDENT INVESTIGATION?
Training Accident Investigation ini perlu diikuti oleh Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Semua Anggota P2K3, Semua jajaran Manajer dan Supervisor Perusahaan mulai dari Bagian Produksi, Pemeliharaan, Engineering, Analis, Personalia, Pelatihan dan Pengembangan sampai dengan Sekuriti, Semua karyawan yang terkait dan diharapkan dapat membantu melakukan analisa kecelakaan didaerah kerjanya masing-masing.

TRAINING METHOD

Presentation

Discussion

Case Study

Evaluation 

FACILITY

  • Module / Handout
  • Sertifikat
  • Training Kit
  • Souvenir
  • Dinner / City tour (Merapi Offroad/Prambanan/Borobudur/Wonosari Beach..etc) Pilih salah satu.
  • Pick up dari bandara jika mengirimkan minimal 3 orang

Incident & Accident Investigation And Root Cause Analysis

COURSE OBJECTIVE

On completion of this course, participants will understand:

  • Define the purpose of incident investigation.
  • Explain the importance of incident reporting.
  • Describe evidence preservation techniques.
  • Describe the investigation flow path.
  • Define key terms used in incident investigation.
  • Correctly complete incident reporting and investigation data.
  • Analyze the causes of incidents.
  • Make recommendations to prevent incident recurrence.
  • Explain the importance of determining root cause.

 

COURSE OUTLINE

  1. Incident Investigation Flow Path
  1. Why Investigate Incidents?
  2. Team Exercise
  3. Why Investigate Incidents?
  1. Incident Recurrence
  1. Incident
  2. Questions That Need To Be Asked
  3. Recommendations
  4. Incident Video – ‘Nobody’s Fault’
  5. Preservation Of Evidence
  6. Segment Objectives
  7. There Are Four Types Of Evidence
  8. Position Evidence Photographs
  9. Position Maps
  10. People Evidence
  11. Interviewing Techniques
  12. Parts Evidence
  13. Paper Evidence
  14. Interviewing Exercise
  1. Incident Reporting
  1. Segment Objectives
  2. Incident Investigation Flow Path
  3. Team Exercise : Why Report Incidents
  4. Why Report Incidents
  5. Importance Of Quality Data
  6. Case Study :Bhopal
  7. Analyzing To Root Cause
  8. Root Cause Analysis :Case Study Physical Roots
  9. “Nobody’s Fault” Latent Root Cause
  10. Team Exercise : Root Cause Analysis
  1. Principles Of Accident Prevention
  1. Benefits Of Accident Prevention
  2. Basic Concepts Of Human Factors

 

PARTICIPANTS

This course is designed to introduce delegates to the importance of learning from health and safety failures and is suitable for people with responsibility for investigating at supervisory level – including line managers, supervisors, and safety representatives.

 

INSTRUCT0R & CV

Ir. Setyawan Hardan, M.Sc & Team

Education
S1: Mechanical Engineering Department Bandung Institute of Technology, 1977

TRAINING METHOD

Presentation

Discussion

Case Study

Evaluation 

FACILITY

  • Module / Handout
  • Sertifikat
  • Training Kit
  • Souvenir
  • Dinner / City tour (Merapi Offroad/Prambanan/Borobudur/Wonosari Beach..etc) Pilih salah satu.
  • Pick up dari bandara jika mengirimkan minimal 3 orang

Training Sertifikasi Teknisi K3 Listrik

Bekerjasama Dengan DEPNAKERTRANS RI

DASAR HUKUM

  • Undang-undang No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
  • Undang-undang No.1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
  • Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.075/Men/2002 tentang Pemberlakuan PUIL 200 di Tempat Kerja
  • Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.Per.04/Men/1995 tentang Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PJK3)
  • Keputusan Dirjen Binawas Depnakertrans No.311/BW/2002 tentang
  • Sertifikasi Kompetensi K3 Tehnisi Listrik

DESKRIPSI

Pelatihan Bersertifikasi Teknisi K3 Listrik ini ditujukan bagi para teknisi listrik yang terlibat dalam perencanaan, instalasi dan pemeliharaan bidang kelistrikan dengan pengalaman di bidang kelistrikan lebih dari 2 tahun, diselenggarakan berdasarkan Keputusan Direktur Jendral Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan No. Kep 311/BW/2002 tentang Sertifikasi Kompetensi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Teknisi Listrik, bahwa listrik mengandung potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan tenaga kerja dan orang lain yang berada di dalam lingkungan tempat kerja, dan mengancam keamanan bangunan beserta isinya, maka setiap teknisi yang diserahi tugas dan tanggung jawab dalam pekerjaan pemasangan, pengoperasian, pemeliharaan, pemeriksaan, pengujian dan perbaikan instalasi listrik harus memenuhi syarat kompetensi keselamatan dan kesehatan kerja listrik yang dibuktikan dengan sertifikat dan lisensi keselamatan dan kesehatan kerja listrik.

MATERI PELATIHAN

  1. Dasar-dasar K3
  2. Peraturan Perundangan K3 Listrik
  3. Dasar-dasar Tehnik Listrik
  4. Identifikasi Bahaya Listrik
  5. Sistem Pengamanan
  6. Instalasi Listrik Ruang Khusus
  7. Sistem Proteksi Bahaya Petir
  8. Klasifikasi Pembebanan
  9. Praktek Pengukuran Listrik
  10. P3K
  11. Evaluasi

OUTPUT PELATIHAN

  • Memahami kesehatan dan keselamatan kerja di bidang kelistrikan
  • Memahami bagaimana menangani instalasi listrik yang aman (bebas dari bahaya)
  • Memahami dan menguasai pengukuran listrik
  • Mengetahui cara-cara pertolongan pertama pada kecelekaan listrik (P3K listrik)

PERSYARATAN PESERTA

  • Pendidikan minimal STM sederajat
  • Pengalaman kerja minimal 2 tahun di bidang listrik
  • Berbadan sehat
  • Berkelakuan Baik
  • Bekerja penuh di instansi yang bersangkutan
  • Lulus seleksi dari Tim Penilai

Untuk keperluan pembuatan sertifikat dan surat penunjukan sebagai Teknisi K3 Listrik, maka para peserta diharuskan menyerahkan:

  1. Photo berwarna ukuran 4×6 sebanyak 2 lembar, dan ukuran 3×4 sebanyak 2 lembar
  2. Fotocopy ijazah terakhir sebanyak 2 lembar
  3. Foto Copy KTP masih berlaku
  4. Surat Keterangan sehat dari Dokter terbaru
  5. Surat keterangan kerja dari perusahaan yang bersangkutan sesuai dengan sertifikasi yang akan di ikuti.

TRAINING METHODS

Presentation

Discussion

Study Case

Evaluation

FACILITYS

Training Kit Handout

Certificate Lunch

2 X Coffee Break

Souvenir

Pick up participants

Training Sertifikasi Ahli K3 Umum (DEPNAKERTRANS RI)

(Certified by Departemen Tenaga Kerja RI)

TUJUAN PELATIHAN

Pelatihan ini dirancang untuk memenuhi peraturan perundangan yang telah disyaratkan, bahwa sebagaimana pelaksana ketentuan pasal 1 ayat (6) dan pasal 5 ayat (2) Undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja, perlu adanya keberadaan seorang ahli keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja.

MANFAAT PELATIHAN

Setelah mengikuti pelatihan peserta diharapkan mampu :

  1. Melakukan identifikasi, evaluasi dan pengendalian masalah-masalah keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja sesuai dengan bidang tugasnya
  2. Berperan aktif sebagai sekretaris P2K3 di perusahaan
  3. Mengembangkan dan melaksanakan program K3 pro-aktif
  4. Mencari dan menemukan bahaya-bahaya potensial dalam proses produksi
  5. Mengendalikan bahaya-bahaya potensial dan meniadikan atau memperkecil resikonya

PERSYARATAN PESERTA

  1. Berpendidikan sarjana, sarjana muda atau sederajat dengan ketentuan sebagai berikut;
    • Sarjana dengan pengalaman kerja sesuai dengan bidang keahliannya sekurang-kurangnya 2 tahun
    • Sarjana Muda atau sederajat dengan pengalaman kerja sesuai dengan bidang keahliannya sekurang-kurangnya 4 tahun;
  2. Berbadan sehat
  3. Berkelakuan Baik
  4. Bekerja penuh di instansi yang bersangkutan
  5. Lulus seleksi dari Tim Penilai

Untuk keperluan pembuatan sertifikat dan surat penunjukan sebagai Ahli K3 Umum, maka para peserta diharuskan menyerahkan:

  1. Photo berwarna ukuran 4×6 sebanyak 2 lembar, dan ukuran 3×4 sebanyak 2 lembar
  2. Fotocopy ijazah terakhir sebanyak 2 lembar
  3. Foto Copy KTP masih berlaku
  4. Surat Keterangan sehat dari Dokter terbaru
  5. Surat pengalaman kerja dari perusahaan yang bersangkutan sesuai dengan sertifikasi yang akan di ikuti.

MATERI PELATIHAN

  1. Kebijakan K3, Prinsip Dasar K3
  2. Undang Undang No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
  3. Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja
  4. Sistem Manajemen K3
  5. Audit Sistem Manajemen K3
  6. Manajemen Resiko
  7. Pengawasan K3 Pesawat Uap
  8. Pengawasan K3 Bejana Tekan
  9. Pengawasan K3 Mekanik
  10. Pengawasan Lingkungan Kerja
  11. Pengawasan K3 Konstruksi Bangunan
  12. Pengawasan K3 Listrik
  13. Pengawasan K3 Penanggulangan Kebakaran
  14. Analisa Kecelakaan Kerja
  15. Statistik dan Laporan Kecelakaan
  16. Praktek Kerja Lapangan
  17. Seminar
  18. Pre Test & Post Test

 

SERTIFIKAT

Setelah sukses mengikuti pelatihan ini peserta akan diberikan sertifikat dan surat penunjukan ahli K3 ditempat kerja yang akan dikeluarkan Departemen Tenaga KerjaR.I.

FACILITIES

Training Kit

Handout

Certificate

Lunch + 2 X coffee Break

Souvenir

Training : Pembinaan Dan Sertifikasi K3 Scaffolding ( Depnakertrans RI )

DESKRIPSI

Mengetahui dan melaksanakan peraturan keselamatan kerja yang berlaku pada saat menangani scaffolding merupakan suatu keahlian yang harus dimiliki oleh seorang Scaffolder. Peningkatan keahlian dari Scaffolder tersebut haruslah selalu di update dengan cara mengikuti pelatihan yang sesuai. Melalui pendidikan dan pelatihan, dapat ditingkatkan pengetahuan dan keterampilan, tanggung jawab dan disiplin, pemahaman dan pengertian tentang persyaratan keselamatan dan kesehatan kerja. Pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat dan sejahtera, bebas dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Peraturan menteri tenaga kerja No. PER.01/MEN/1980 tentang keselamatan dan kesehatan kerja pada konstruksi bangunan mensyaratkan penggunaan perancah (scaffolding) yang sesuai dan aman untuk semua pekerjaan konstruksi. Maka dari itu, Kami sebagai perusahaan PJK3 yang ditunjuk oleh DEPNAKERTRANS RI menyelenggarakan pelatihan K3 perancah (scaffolding).


TUJUAN

Pelatihan ini dirancang untuk memenuhi peraturan pemerintah: UU no. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, Peraturan Menteri Tenaga Kerja no. PER. 01/MEN/1980 tentang Keselamatan & Kesehatan Kerja pada Konstruksi Bangunan dan SKB Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Pekerjaan Umum no. Kep 174/Men/1986 dan no. 104/Kpts/1986 dan pedoman pelaksanaan tentang keselamatan dan kesehatan kerja pada tempat kegiatan konstruksi.

Selain untuk memenuhi peraturan pemerintah, Pelatihan ini juga memiliki beberapa tujuan, yaitu:

UMUM

Dapat melakukan pekerjaan pemasangan, perawatan, pemeliharaan dan pembokaran perancah secara aman bagi keselamatan dirinya, orang lain, konstruksi dan bagian-bagian yang lainnya.

 

AKADEMIK

Memahami secara baik tentang :

  • Potensi bahaya konstruksi perancah
  • Cara pencegahan kecelakaan kerja perancah
  • Prosedur kerja aman perancah
  • Pengetahuan dasar perancah
  • Jenis-jenis perancah
  • Supervisi perancah
  • Pemasangan dan pembongkaran perancah
  • Standar dan pedoman teknis
  • Peraturan dan standar perancah

 

KETERAMPILAN TEKNIK

Dapat melakukan pekerjaan pemasangan, pemeliharaan dan pembongkaran perancah dengan selamat dan sehat, antara lain :

  • Melaksanakan pekerjaan pemasangan
  • Melaksanakan pekerjaan pemeliharaan
  • Melaksanakan pekerjaan pembongkaran
  • Mengindentifikasi dan mendeteksi bahaya perancah

TUJUAN

  • Mendapatkan pemahaman yang lebih baik dari fenomena petir terutama bagi orang-orang dan Industri
  • Mendapatkan pemahaman lebih baik tentang perilaku petir, karakteristik, dan sistem perlindungan
  • Meningkatkan pengetahuan tentang sistem grounding dan semua aspek
  • Pengetahuan dasar efek sistem untuk kerusakan instalasi listrik jika terkena petir
  • Pengetahuan tentang spesifikasi dan Pengantar perlindungan petir dan grounding

MATERI

  1. Peraturan dan perundangan K3  konstruksi bangunan: Undang_Undang No.1 th 1970, Peraturan Menaker & Menteri Pekerjaan Umum No.147/MEN/1986 dan No.104/Kpts/1986 tentang K3 pada tempat kegiatan konstruksi bangunan
  2. Pengetahuan dasar perancah
  3. Jenis – jenis perancah
  4. Standar dan pedoman teknis perancah
  5. Supervisi dan pemeriksaan perancah
  6. Penggunaan perancah yang aman
  7. Dasar- dasar penilaian beban perancah
  8. Potensi bahaya konstruksi perancah
  9. Pemasangan dan pembongkaran perancah
  10. Cara pencegahan kecelakaan kerja perancah
  11. Prosedur kerja aman perancah (bekerja di ketinggian)
  12. Praktek
  13. Ujian


PERSYARATAN PESERTA

Pelatihan ini sangat tepat untuk diikuti oleh pegawai pada berbagai departemen yang telah bekerja sekurang-kurangnya dua tahun atau lebih. Agar pencapaian target pelatihan secara maksimal, maka sasaran peserta adalah para civil engineer khususnya para scaffolder, khususnya yang menangani perancah (scaffolding), atau Individu yang ingin meningkatkan pemahaman dalam Penggunaan Scaffolding dalam konstruksi.

INSTRUKTUR

Instruktur pelatihan ini akan disampaikan oleh tenaga ahli K3 dari Disnakertrans RI dan Tenaga Ahli dari kalangan industri yang telah berpengalaman dalam memberikan pelatihan-pelatihan K3

 

UNTUK KEPERLUAN PEMBUATAN SERTIFIKAT DAN SURAT PENUNJUKAN SEBAGAI K3 SCAFOLLDING, MAKA PARA PESERTA DIHARUSKAN MENYERAHKAN:

  1. Photo berwarna ukuran 4×6 sebanyak 2 lembar, dan ukuran 3×4 sebanyak 2 lembar
  2. Fotocopy ijazah minimal SLTA atau sederajat sebanyak 2 lembar
  3. Foto Copy KTP masih berlaku
  4. Surat Keterangan sehat dari Dokter terbaru
  5. Surat keterangan kerja dari perusahaan yang bersangkutan sesuai dengan sertifikasi yang akan di ikuti.

TRAINING METHOD

Presentation

Discussion

Case Study

Evaluation 

FACILITY

  • Module / Handout
  • Sertifikat
  • Training Kit
  • Souvenir
  • Dinner / City tour (Merapi Offroad/Prambanan/Borobudur/Wonosari Beach..etc) Pilih salah satu.
  • Pick up dari bandara jika mengirimkan minimal 3 orang

Jadwal Training 2015

05 – 09 Januari 2015, Jogjakarta Plaza Hotel, Yogyakarta
15 – 19 Februari 2015, New Saphir Hotel, Yogyakarta
04 – 08 Maret 2015, Ibis Style Hotel, Yogyakarta
06 – 10 April 2015, Jogjakarta Plaza Hotel, Yogyakarta
11 – 15 Mei 2015, Jogjakarta Plaza Hotel, Yogyakarta
22 – 26 Juni 2015, Jogjakarta Plaza Hotel, Yogyakarta
13 – 17 Juli, Jogjakarta Plaza Hotel, Yogyakarta
04 – 08 Agustus 2015, Jogjakarta Plaza Hotel, Yogyakarta
07 – 11 September 2015, Jogjakarta Plaza Hotel, Yogyakarta
05 – 09 Oktober 2015, Jogjakarta Plaza Hotel, Yogyakarta
16 – 20 November 2015, Jogjakarta Plaza Hotel, Yogyakarta
14 – 18 Desember 2015, Jogjakarta Plaza Hotel, Yogyakarta

K3 Konstruksi Training

Pekerjaan konstruksi merupakan salah satu bidang pekerjaan dengan potensi bahaya cukup besar. Beberapa kecelakaan sering kita dengar seperti runtuhnya pekerjaan atap, tertimbun longsoran galian, jatuh dari ketinggian, terluka akibat alat-alat kerja, dll yang mengakibatkan baik luka-luka maupun korban jiwa. Untuk mengantisipasi masalah tersebut pemerintah sekarang mendorong diberlakukannya sistem manajemen K3 dalam penyelenggaraan proyek. Undang-Undang Jasa Konstruksi nomor 18 tahun 1999 mengamanatkan bahwa setiap penyelenggaraan pekerjaan konstruksi harus memenuhi ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja.

Selain disyaratkan, K3 seharusnya juga merupakan kebutuhan perusahaan bahkan tiap individu yang bekerja atau terlibat dalam proyek, karena pada hakekatnya tiap orang yang bekerja ingin kesehatan dan keselamatannya terjamin. Banyak Owner proyek sekarang juga menghargai K3, dimana mereka lebih memilih penyedia jasa yang mengimplementasikan K3 meskipun dengan penawaran yang sedikit lebih mahal. Terjadinya kecelakaan kerja tidak diinginkan oleh semua pihak, karena dapat menimbulkan penderitaan, kerugian keuangan yang tidak sedikit, imej dan reputasi.

TUJUAN

Setelah mengikuti training ini, peserta akan memahami bahaya-bahaya pada proyek konstruksi, peraturan-peraturan yang mensyaratkan K3, bagaimana menyusun program sistem manajemen K3, kendala-kendala yang dihadapai dalam implementasi dan solusinya. Meskipun training ini ditujukan untuk proyek konstruksi, namun manfaatnya dapat lebih luas, yaitu untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya K3 untuk kehidupan sehari-hari. Karena pada hakekatnya bahaya ada dimana-mana di sekitar kita dan keselamatan dan kesehatan merupakan salah satu kebutuhan utama dalam meningkatkan kualitas hidup.

MATERI
  1. Peraturan-Peraturan / Dasar Hukum Penyelenggaraan K3
  2. Potensi Bahaya Pada Pekerjaan Konstruksi
  3. Sistem Manajemen K3/ OHSAS 18001:2007
  4. Merencanakan program K3
  5. Sosialiasi Ahli Manajemen K3 bidang Konstruksi
  6. Implementasi dan Sertifikasi SMK3
PESERTA
Semua Engineer, Staff, Supervisor, Manager yang berhubungan dengan proyek konstruksi.
METODE INSTRUKTUR
·         Presentasi

·         Diskusi

·         Case Study

·         Simulasi

·         Evaluasi

Patisina, ST, MT & Team

 

(Staf Pengajar, Trainer & Konsultan dalam bidang Building and Construction, telah menangani bebagai perusahaan baik BUMD, BUMN maupun PMA).