Category Archives: Jadwal Training 2016

Electrical Training: Installation and Maintenance

Tujuan Training Electrical Facilities

Setelah selesai mengikuti kursus Electrical Facilities ini, peserta diharapkan akan mengerti dan memahami pengoperasian dan pengendalian SCADA system dalam penerapan aplikasinya di industri migas ataupun di industri lainnya.

Materi Training Electrical Facilities

  1. Definition of terms.
  2. Introduction to SCADA and how it works.
  3. Communication requirement.
  4. Remote terminal unit (RTU).
  5. Field Devices and wiring methods.
  6. Data communication/networking.
  7. Master terminal unit and configuration.
  8. Applications in electric power distribution.
  9. Application in oil & gas production & distribution
  10. Application in other industries.
  11. Troubleshooting.

 

Iklan

Sistem Manajemen ISO 9001:2000, ISO 140001:2004 dan SMK3/OHSAS 18001

DESKRIPSI Training Audit Integrasi Sistem Manajemen ISO

Bagi Dunia usaha yang sudah mulai menerapkan Sistem Manajemen ISO 9001:2000, Sistem Manajemen Lingkungan ISO-14001:2004, Sistem Manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja (SMK3) / OHSAS-18001 dan melaksanakan Integrasi system tersebut merasakan lebih efisien serta pelaksanaan operasional menjadi lebih efektif.

Salah satu yang efektif dalam pelaksanaan Integrasi system tersebut adalah melaksanakan Audit yang sudah terintegrasi. Sehingga para Staf/Tim yang bertugas melaksanakan proses Integrasi di Perusahaan perlu diberikan bekal memahami Audit Integrasi.

Workshop Audit Integrasi akan membekali para Tim Auditor Internal dengan pengetahuan dan keterampilan merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan audit integrasi sistem manajemen mutu, lingkungan dan keselamatan kerja secara lebih baik sehingga para Auditor Internal dapat memainkan perannya secara efektif dan kreatif untuk meningkatkan kinerja sistem manajemen mutu, lingkungan dan keselamatan kerja perusahaan secara maksimal melalui fungsi pemeriksaan

 

TUJUAN Training Audit Integrasi Sistem Manajemen ISO

Setelah mengikuti training dan workshop ini, maka diharapkan peserta dapat:

  1. Memberikan pemahaman Tugas dan Tanggung Jawab Audit Internal
  2. Memberikan metode membuat jadwal Audit Integrasi
  3. Memahami cara membuat Check list Audit Integrasi dan cara menentukan perencanaan Audit Integrasi dan format – formatnya
  4. Mengetahui pengalaman perusahaan yang sudah melaksanakan Audit Integrasi

 

MATERI Training Audit Integrasi Sistem Manajemen ISO

  • Pendahuluan mengenai konsep dasar, filosofi, dan prinsip integrasi dari ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007 serta siklus PDCA.
  • Pengenalan integrasi ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007.
  • Dokumentasi integrasi ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007, contoh dari berbagai dokumennya, dan disertai dengan workshop pembuatannya (termasuk teknik identifikasi aspek dan dampak lingkungan serta teknik identifikasi bahaya dan penilaian resikonya beserta program penanganannya).
  • Audit internal untuk integrasi ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007 berdasarkan standar ISO 19011Pemahaman persyaratan Standar Sistem Manajemen ISO-9001:2000, ISO-14001:2004 dan OHSAS-18001:2007.
  • Definisi jenis Audit dan sasaran Audit – Kompetensi Auditor dan Lead Auditor
  • Evaluasi performa Auditor
  • Tugas dan tanggung jawab Tim Audit Internal
  • Metode pembuatan jadwal Audit Integrasi dan penunjukan Tim Audit Internal
  • Cara membuat chek list Audit Integrasi.

COST CONTROL

DESKRIPSI TRAINING COST CONTROL

Beberapa jabatan penting yang menangani masalah keuangan suatu perusahaan tentu harus mengetahui dengan pasti dan benar bagaimana langkah ataupun cara yang benar mengelola segala unsur dari segi keuangan mengingat keuangan merupakan salah satu fungsi penting dalam mencapai tujuan perusahaan. Biaya yang masuk dalam aspek keuangan perusahaan adalah semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk suatu proses produksi, yang dinyatakan dengan satuan uang menurut harga pasar yang berlaku, baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi. Biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan tentunya harus dikontrol sedemikian rupa agar biaya tersebut dapat diminimalisir dan juga pihak perusahaan dapat mengetahui apakah biaya yang dikeluarkan tersebut dapat digunakan secara efektif. Mengingat orientasi utama bisnis adalah laba maka biaya harus diminimalisir sedemikian rupa agar laba yang didapatkan daoat optimal. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukanlah strategi-strategi khusus untuk mengontrol biaya.



TUJUAN DAN MANFAAT TRAINING COST CONTROL

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Melakukan pengawasan atas biaya
  2. Menetapkan kebijaksanaan harga
  3. Meramalkan laba yang akan datang
  4. Mengukur atau menjajaki biaya modal kerja
  5. Memberikan pemahaman secara menyeluruh mengenai budget cycle
  6. Memahami hubungan antara budget dan strategic planning
  7. Meningkatkan kemampuan peserta dalam membuat budget dengan beberapa pendekatan aplikatif
  8. Meningkatkan pemahaman tentang project budgeting
  9. Memahami cost control dengan pendekatan strategic dan transactional



MATERI TRAINING COST CONTROL

1. Principles of Budgeting and Cost Control

  • The Critical Functions of Management
  • The Budget as a Key Financial Statement
  •  Development of internal control
  • Key elements of cost control

2. The budgeting cycles

  • Environmental analysis
  • Formulating company objective and strategy
  • Tactical and operating plan
  • Operating budget: Analysis into Quarters and Months; Seasonal Factors

3. Expense Budgeting

  • Zero-based budgeting
  • Activity base
  •  Fund available
  • Detail and Completeness
  • Allocations from Cost Centers

4. Budgeting and Costing Techniques

  • Forecasting Methods
  • Break-even Analysis
  • Use of Standards
  • Trend Analysis
  • Cost Estimation

5. Project Budgeting

  • Project Planning
  • Direct and Indirect Projects Costs

6. Capital Expenditure Budgeting and Analysis

  • Guideline of capital expenditure
  • Calculation: Accounting Rate of Return; Payback Period; Net Present Value; Internal Rate of Return

7. Cost Control and Management Budget Reports

  • Approaches to Cost Control: Strategic Control; Transactional Control; Process control
  • Understanding the Need for Timeliness and Precision
  • Variance Analysis

 

CORROSION AND CATHODIC PROTECTION

TUJUAN TRAINING:

Agar peserta memahami penyebab korosi yang terjadi, akibat-akibatnya, bagaimana penanggulangi dan teknik-teknik inspeksi.

CAKUPAN MATERI TRAINING CORROSION AND CATHODIC PROTECTION 

  1. Dasar-Dasar Korosi
    1. Pengertian korosi
    2. Mengapa logam terkorosi
    3. Aspek ekonomi dari korosi
    4. Jenis-jenis korosi
  2. Contoh-Contoh Kasus Korosi
  3. Korosi Pipa Saluran Minyak dan Gas serta  Prinsip Pengendaliannya
  4. Prinsip Proteksi Katodik
    1. Proteksi katodik
    2. Potensial proteksi
    3. Kriteria proteksi katodik
    4. Sumber arus proteksi
    5. Sistem anoda karbon
  5. Aplikasi Proteksi Katodik
    1. Struktur yang dapat di proteksi katodik
    2. Sistem anoda korban & arus tanding
    3. Keperluan arus proteksi
    4. Rancang bangun proteksi katodik
    5. Contoh rancang bangun

NODAL ANALYSIS

Deskripsi Training NODAL ANALYSIS

Sistem produksi yang diimplementasikan menandakan bahwa ketidakcocokan atau kekurangan pada salah satu komponen dari proses produksi minyak dan gas akan mempengaruhi keberhasilan produksi secara keseluruhan. Oleh sebab itu dibutuhkan suatu alat analisa yang dapat mengintegrasikan persoalan produksi dalam satu kesatuan pengamatan yang dapat merekomendasikan solusi secara integral. Salah satu alat tersebut adalah nodal analisis. Nodal mengidentifikasikan terjadinya bottleneck pada proses produksi, ia juga mampu memeriksa keseluruhan desain aliran fluida yang dapat mengefesiensi proses produksi, dan lain-lain yang apabila dikolaborasikan dengan alat analisa lain akan sangat membantu perusahaan dalam meningkatkan perfomansi produksinya.

Tujuan Training NODAL ANALYSIS

Setelah mengikuiti trainin ini diharapkan peserta dapat :

  1. Mengetahui secara mendasar mengenai teknik optimasi produksi minyak dan gas dengan menguasai analisa Nodal (Nodal analysis)
  2. Memberikan kecakapan problem solving dalam meningkatkan optimasi produksi minyak dan gas

Materi Training NODAL ANALYSIS

  1. Ruang lingkup dan peranan penerapan nodal analysis dalam optimasi produksi minyak dan gas
  2. Introduction nodal analysis
  3. Productivity index dan Pengaruhnya
  4. Oil and Gas Well Flow Equations
  5. Fluid Flow in Pipes and Restrictions
  6. Effects of variables on well & pipeline performance
  7. Aplikasi nodal untuk perancangan dan pembangunan sumur baru
  8. Modeling sumur existing dengan analisa nodal
  9. Simulasi/ prediksi Perfomansi Sumur ke Depan
  10. Pengenalan Software Nodal
  11. Desain Artifial lift system menggunakan software Nodal
  12. Studi kasus penerapan nodal analysis

GEOSTATISTIK : APPLIED MINING GEOSTATISTICS

DESKRIPSI TRAINING GEOSTATISTIK

Geo-statistik yang dikembangkan oleh Prof George Matheron pada tahun 1960, telah banyak diterapkan dalam industri pertambangan. Geostatistik digunakan untuk melakukan evaluasi sumber daya mineral dan melakukan pemodelan. Metode geo-statistik mempertimbangkan tata ruang yang diwakili oleh Model variogram dalam metode estimasi seperti poligonal, pengelompokan segitiga, persegi inverse distance, titik terdekat, dll. Selain itu, parameter model variogram juga dapat digunakan untuk mengoptimalkan pola pengeboran atau sebagai alat penentuan daerah titik sampel.

Sedangkan metode Kriging yang merupakan metode geo-statistik yang paling terkenal , banyak digunakan untuk estimasi cadangan, dan telah dikenal sebagai BIRU (Best Linear Unbiased Estimator). Selain kriging, ada juga metode geo-statistik lain yang digunakan guna melakukan karakterisasi spasial dan pemodelan sumber daya alam seperti simulasi kondisional. Geo-statistik juga dapat memanfaatkan untuk mengevaluasi mineral klasifikasi cadangan.



TUJUAN TRAINING GEOSTATISTIK 

Setelah  mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan mampu :

  1. Memahami konsep regionalisasi variabel yaitu prinsip metode geostatistik, analisis dan interpretasi variogram.
  2. Memahami prinsip metode kriging dan aplikasinya guna pemodelan sumber daya dan estimasi cadangan.
  3. Melakukan pengenalan prinsip simulasi geostatistik dan penerapannya dalam evaluasi sumber daya alam.

 

MATERI TRAINING GEOSTATISTIK

  1. Definisi dan aplikasi statistik dalam pertambangan
  2. Konsep variabel regionalisasi dan variogram eksperimental
  3. Analisis model variogaram dan interpretasinya
  4. Metode estimasi cadangan konvensional
  5. Varian dispersi dan varians estimasi
  6. Prinsip metode kriging dan aplikasinya
  7. Pendahuluan tentang metode deterministic
  8. Simulasi geostatistik dan Analisis ketidakpastian
  9. Klasifikasi Cadangan berdasarkan metode geostatistik
  10. Studi kasus

GAS TESTING

TRAINING OVERVIEW GAS TESTING

Gas testing onvolves testing for oxygen, toxic and flammable gases using portable gas detection equipment and is an integral part of establishing safe system of work. The authorised gas testing (AGT) e-learning course covers: gas testing procedure and practices, the procedural requirements for gas testing, the teory of combustion, characteristics of gas mixtures and the use of portable gas testing equipment. The course provides the underpinning knowledge to support competence and when combined with the supplementary practical and workplace assessment, can provide a complete methode to achieve AGT certification.

TRAINING FEATURES GAS TESTING

  • Provides underpinning knowledge for the AGT1 unit of competence
  • Proven generic course used by many leading oil and gas companies
  • Case studies based on real life incidents
  • Continous assessment throughout course
  • Automatic remediation of incorrectly answered questions
  • Interactive worked examples based on workplace scenarios
  • High quality illustration-based animations
  • Can be tailored to reflect a specific company’s procedures and methods
  • Integrated trainee results management system

 

TRAINING MATERIAL OUTLINE AUTHORISED GAS TESTING 

introduction to gas testing

  • Aims
  • Introduction
  • What is gas testing
  • Why is gas testing carried out
  • Case study
  • Who carries out gas testing
  • When is gas testing carried out
  • Terminology
  • Abbreviations
  • summary

flammable gases

  • aims
  • the chemistry of fire
  • lower explosive limit
  • upper explosive limit
  • explosive range
  • common gases
  • explosions
  • explosions summary
  • summary

toxic gases

  • aims
  • toxic gases & vapours
  • workplace exposure lmit (WEL)
  • toxic gases
  • other toxic gases
  • detecting toxic gases
  • hydrogen sulphide (H2S)
  • characteristics of H2S
  • odour
  • concentration of H2S
  • effects of H2S on equipment
  • asphyxiants
  • long term health impacts
  • personal protective equipment – regulatory requirements
  • selecting PPE – controlling risks from hazardous gases
  • selecting PPE – fitting and ergonomic factors
  • use and maintenance of personal protective equipment

properties  of gases

  • aims
  • gas clouds movement
  • gas behaviour
  • physical prperties
  • relative density
  • velocity
  • temperature
  • pressure
  • dispersion
  • enclosed areas
  • outdoor areas and open structures
  • summary

portable gas detection equipment

  • aims
  • portable and personal gas detectors
  • types of portable and personal gas detectors
  • gas detector principles of operation
  • catalytic detectors – disadvantages
  • gas detectors principles of operation
  • infrared (IR) detectors – principles of operation
  • infrared (IR) detectors – advantages and disadvantages
  • inert atmospheres
  • portable gas detectors – sampling
  • when to use an aspirated detector
  • portable gas detectors – basic checks
  • portable gas detectors – general considerations
  • portable gas detectors – temperature effects
  • limitations of portable gas detectors
  • erratic indications
  • environments that affect readings
  • off-scale readings
  • aspirated detector tubes
  • aspirated detector tubes – operation
  • warning systems
  • flammable gas alarm limits
  • toxic gas alarm limits
  • oxygen  gas alarm limits
  • personal gas detectors
  • fixed gas detectors
  • fixed gas detectors – positioning
  • summary

gas testing procedures

  • aims
  • process plant
  • hazardous areas
  • zone 0
  • zone 1
  • zone 2
  • gas testing in support of work activities
  • the permit to work system – initial gas tests
  • the permit to work system – repeat gas tests
  • permit to work – continous gas monitoring
  • permit to work – validity of gas tests
  • practical gas testing
  • practical gas testing – evaluation
  • practical gas testing – considerations
  • practical gas testing – air movement
  • practical gas testing – HVAC flow paths
  • practical gas testing – dealing with a suspected leak
  • case study
  • limitations of protective systems
  • summary

GAS PROCESSING AND EQUIPMENT

TRAINING MATERIAL OUTLINE  GAS PROCESSING AND EQUIPMENT

  1. Hydrocarbon properties
  2. Hands-on Practice with HYSYS: Hydrocarbon Properties
  3. Amine processes (sweetening)
  4. Hands-on Practice with HYSYS: Sweetening
  5. Fractionation & Dehydration
  6. Fractionation & Hands-on Practice with HYSYS Case Study : Debutanizer/depropanizer
  7. Introduction to Process Equipment : Compressors + Hands on Practice with Hysis
  8. Introduction to Process Equipment : Heat Exchangers + Hands on Practice with Hysis
  9. Refrigeration
  10. Hands-on Practice with HYSYS Case Study : Refrigeration
  11. LPG Processing
  12. Hands-on Practice with HYSYS Case Study : LPG Processing
  13. Introduction to Mercury Garbed
  14. “Flash Calculation”: Theory and Hands-On Using HYSIS
  15. Full WellHead :  Allocation by component
  16. Dehydration
  17. Discussion

 

Supply Chain Risk Management

Why you would need this program?

Effective supply chain management is very critical in today’s business landscape where resources and sources have become more limited and vulnerable to uncertainty due to the unexpected external or internal changes. This workshop is designed to leverage your supply chain resiliency by applying risk management as an integral part of your supply chain management process.



What topics are covered?

This is a two-day (12 hours) workshop and it covers:

  1. Introduction to supply chain risk management
  2. Understand the key risks and key controls in your supply chain through supply chain modeling and mapping
  3. Improving your supply chain management based on effective risk mitigation and contingency plan
  4. Case discussion

Corporate Portfolio Risk Management

Why you would need this program?

Through the years, a business entity may have acquired various business units and or projects which could be geographically and industrially dispersed. It is its business portfolio. How to understand the sensitivities and impacts of each unit business or project? It is an optimum portfolio or a diminishing in return portfolio? This advance topic is for you.

 

What topics are covered?

This is a two-day (12 hours) workshop and it covers:

  1. Introduction to corporate portfolio risk management
  2. Corporate portfolio risk analysis
  3. Corporate portfolio risk modeling with Value at Risk (VaR)
  4. Improving your portfolio management through optimization of risk taking
  5. Workshop on portfolio risk modeling

 

ISO 31000: RISK MANAGEMENT

LEARNING OBJECTIVE:

  • Analyze specific risk management frameworks and different types of risk
  • Build awareness of the specific risks
  • Explore the main risk measurement and management tools
  • Understand how risk standards are developed and identifying key criteria for implementing effective risk controls,
  • procedures and regulatory processes



MATERIAL OUTLINE TRAINING ISO 31000: RISK MANAGEMENT

Day 1 : Introduction to ISO 31000:2008 Risk Management – Principles and Guidelines

  1. Overview of ISO 31000:2008
  2. The Comparison between ISO 31000:2008 and AS/NZS 4360:2004
  3. ISO 31000 – Principles of Risk Management
    • Principles for Managing Risk
    • Alignment of Principles to Regulatory Requirements
    • Implications of Risk Management Principles
  4. ISO 31000 – Framework for Managing Risk
    • Mandate and Commitment
    • Design of Framework for Managing Risk
    • Implementing Risk Management
    • Monitor and Review of the Framework
    • Continual Improvement of the Risk Management Framework
    • Risk Management Process
    • Alignment of Framework to Regulatory Requirements
  5. ISO 31000 – Attributes of Enhanced Risk Management
    • Attributes of a successful implementation
    • A measure of Risk Culture
    • A Risk Management Maturity Model
  6. Implications of ISO 31000

Day 2 : Risk Management Best Practice

  1. Best Practice Regulatory Compliance
  2. Best Practice Risk Management Model
  3. Mapping ISO 31000 to Best Practice Regulatory Compliance Model
    • Roles and Responsibilities
    • Organizational Model
    • Process Model
    • Systems Model

PROJECT RISK MANAGEMENT

TRAINING OVERVIEW:

Semua proyek selalu memiliki resiko. Oleh karena itu, manajer proyek yang sukses akan menjadi orang yang mengelola risiko secara efektif. Ancaman harus diminimalkan dan peluang dimaksimalkan, tetap menjaga fokus yang jelas pada pencapaian tujuan. Dalam training project risk management ini, para peserta akan mempelajari proses manajemen risiko berdasarkan PMBOK 2008 dan mempelajari  teknik yang dibutuhkan  dalam pengelolaan resiko proyek anda. Selain teori, juga akan dibahas kasus-kasus yang akan diselesaikan dengan pendekatan yang proaktif, pragmatis dan berbasis tindakan. Pelatihan ini juga memberikan tool-tool yang teruji untuk membantu mengatasi kesulitan proyek manager menangani secara efektif manajemen resiko.

TRAINING OBJECTIVES:

Tujuan dari pelatihan project risk management ini adalah para peserta akan:

  • Mampu mengenali risiko dalam proyek Anda, membedakan risiko dari penyebab dan efeknya,  dan mengekspos ancaman maupun peluang
  • Mampu melakukan pendekatan proaktif untuk mengidentifikasi dan menilai eksposur risiko, mengatasi ancaman maupun peluang
  • Mampu menerapkan teknik yang teruji untuk memprioritaskan risiko, memungkinkan Anda untuk menentukan daerah-daerah yang membutuhkan perhatian khusus
  • Mampu mengembangkan response strategy yang tepat untuk risiko yang telah diidentifikasik
  • Mengetahui bagaimana memastikan manajemen yang efektif dari ketidakpastian dan memaksimalkan kemungkinan mencapai tujuan proyek
  • Mengenali psikologi resiko yang mengungkapkan sumber bias dan memungkinkan hal ini bisa dikenali dan dihadapi



PROJECT RISK MANAGEMENT MATERIAL OUTLINE:

DAY 1:

1.   Introduction

  • Overview and objectives of the training
  • Delegate introductions
  • Definition of Project Management
  • PM Methodology
  • PMBOK Overview
  • Project Planning, Scheduling, and Controlling
  • Definitions of risk
  • Why use risk management The risk process
  • Defining the project
  • Focusing the risk process
  • The Risk Management Plan
  • How to use key techniques
  • Risks, causes & effects
  • The role of quantitative analysis
  • Monte Carlo simulation
  • Developing a risk model
  • Understanding outputs
    • Risk Owners
    • Risk response strategies
    • Risk reviews
    • Staying in control
    • Sources of bias
    • Risk attitudes (with exercises)
    • Benefits of risk management
    • Downside of risk management
    • Implementation issues

2.   Overview of Project Management

3.   Overview of Risk Management

4.   Risk Management Planning

DAY 2:

5.   Risk Identification

6.   Risk Exercise 1

7.   Qualitative Risk Analysis

  • Probability and impact
  • Risk categorisation
  • Recording and reporting risk

8.   Risk Exercise 2

9.   Quantitative Risk Analysis

DAY 3:

10.     Risk Response Planning

11.     Risk Exercise 3

12.     Risk Monitoring & Control

13.     Behavioural aspects

14.     Benefits & Implementation

CREDIT RISK MANAGEMENT

GAMBARAN UMUM PROGRAM

Dengan perkembangan ekonomi yang semakin cepat, kompleks, dan terintegrasi dengan negara lain menyebabkan kondisi ekonomi akan sangat rentan untuk bergejolak. Yang tentunya akan berdampak terhadap kualitas kredit suatu bank. Kegagalan bank dalam mengantisipasi risiko terutama risiko kredit / credit risk dapat menyebabkan kerugian cukup besar bagi bank. Sangatlah penting bagi suatu bank untuk dapat mengidentifikasi, mengukur, memonitor dan mengontrol tingkat risiko tersebut sehingga dapat mengurangi tingkat kerugian (loss) dan mengurangi biaya kredit ( credit cost ).



MANFAAT PELATIHAN

  • Memahami konsep Manajamen Risiko secara umum dan Risiko Kredit (credit risk) secara khusus
  • Mempelajari bagaimana bank mengelola Risiko Kredit (Kebijakan Risiko Kredit, Metodologi Dan infrastruktur)
  • Menguasai cara menghitung Risiko Kredit (Credit Scoring, Migration Analysis, Credit Portfolio Model)
  • Memahami bagaimana membangun model Stress Testing
  • Melakukan Risk Assessment dan Memitigasi Risiko kredit
  • Membuat Proyeksi Tingkat NPL di masa yang akan datang

SILABUS PELATIHAN CREDIT RISK MANAGEMENT

1. Pengantar Manajemen Risiko Kredit

  • Mengapa Bank Memerlukan Manajemen Risiko
  • Definisi Manajemen Risiko

2. Bagaimana Bank Mengelola Risiko Kredit?

  • Infrastruktur
  • Metodologi
  • Kebijakan Kredit

3. Bagaimana Menghitung Risiko Kredit?

  • Credit Scoring, Credit Migration, Credit Portfolio Model, Credit Exposure Model
  • Parameter Risiko (PD, LGD dan EAD)

4. Implikasi Faktor Risiko

  • Jenis Faktor-faktor Risiko
  • Bagaimana Membangun Stress Testing Model dan Menyikapi hasil Stress Testing tersebu
  • Berapa Besar Dampaknya Terhadap Pencadangan Kerugian Kredit (PPAP) ?

5. Studi Kasus : Risk Assessment Pada Personal Loan (KTA)

  • Penilaian Risiko (Risk Assessment)
  • Mitigasi Risiko

6. Proyeksi Tingkat NPL

  • Menggunakan Faktor Makroekonomi
  • Net Flow Analysis (Migration Rate)
  • Vintage Analysis

RISK MANAGEMENT ON OPERATIONAL BUSINESS

LEARNING OBJECTIVE RISK MANAGEMENT ON OPERATIONAL BUSINESS

  1. Analyze specific risk management frameworks and different types of risk
  2. Build awareness of the specific risks
  3. Explore the main risk measurement and management tools
  4. Understand how risk standards are developed and identifying key criteria for implementing effective risk controls, procedures and regulatory processes



TRAINING MATERIAL OUTLINE RISK MANAGEMENT ON OPERATIONAL BUSINESS

Day 1: Introduction to Risk Management Framework

  • Introduction to risk management framework
  • Overview of risk management process (definition of risk, planning, assessing, handling and monitoring)
  • Organizational implementation for risk management
  • Components of risk management

Day 2: Implementing Risk Management on Operational Business

  • Risk planning and identification
  • Risk assessment/analysis and risk handling
  • Developing methodologies to monitor and control operational risk
  • Current trends and future issues in risk management
  • Simulation and case study

Financial Shenanigans

Deskripsi Training Financial Shenanigans

Manajemen senior di perusahaan publik, melaporkan berita positif dan hasil keuangan yang mengesankan yang akan menyenangkan investor dan mendorong harga saham lebih tinggi. Sementara sebagian besar perusahaan bertindak secara etis dan mengikuti aturan akuntansi yang telah ditentukan ketika melaporkan kinerja keuangan mereka, beberapa mengambil keuntungan dari daerah abu-abu dalam aturan untuk menggambarkan hasil keuangan mereka dengan cara yang menyesatkan. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, serta penerapan e-commerce dalam dunia bisnis, secara langsung atau tidak langsung sangat berpengaruh dalam operasional perusahaan/organisasi. Efek buruk yang dapat ditimbulkan dari perkembangan teknologi oleh oknum tidak bertanggung jawab adalah muncul praktek-praktek fraud yang berakibat fatal bagi perusahaan, misalnya cyber crime, computer fraud & fraudulent financial reporting. Dalam rangka, mengantisipasi hal tersebut maka analis sudah seharusnya meningkatkan kemampuan dalam mendeteksi, mencegah serta melakukan investigasi timbulnya fraud tersebut.



Tujuan Training Financial Shenanigans

Setelah mengikuti training financial shenanigans ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memberikan pemahaman secara komprehensif mengenai berbagai type kecurangan (fraud) yang sering atau mungkin akan terjadi di berbagai organisasi /perusahaan.
  2. Meningkatkan kemampuan dan memberikan penyegaran bagi para Auditor dalam mengaplikasikan langkah-langkah pencegahan kecurangan (fraud prevention), teknik-teknik mutakhir dalam melakukan pendeteksian kecurangan (fraud prevention) dan dalam melakukan investigasi kecurangan (fraud investigation).
  3. Membantu manajemen operasional untuk mencari solusi terbaik dalam menghadapi berbagai macam kecurangan (fraud).



Materi Training Financial Shenanigans

  1. Overview Fraud-Auditing
  2. Introduction to Financial Shenanigans
  3. Fraud Prevention
  4. Fraud Detection
  5. Earning manipulation Shenanigans
  6. Boosting Income Using One time or Unsustainable Activities
  7. Shifting Current Expense and Income to a Later Period
  8. Shifting Future Expense to an Earlier Period
  9. Cash Flow Shenanigans
  10. Key Metrics Shenanigans
  11. Brief Review of Financial Report
  12. Case Study

Financial Risk Management

Background Financial Risk Management  

Risk Management strives to provide financial protection and support services to all departments in the organization. The success of the department in fulfilling its responsibilities requires close coordination with, and cooperation from, the total organization for identification of potential risks and prompt notification of claims for losses sustained.

The Financial Risk Management segment extends the governance framework covered in the Ethics and Governance segment, further discusses the process of investment evaluation that was covered in the Strategic Management Accounting segment, and examines some of the practical elements and complexities of hedge accounting in relation to the International Financial Reporting Standards that were covered in the Financial Reporting segment.



Objectives Financial Risk Management

The Participants be able to:

  • Identification and analysis of risk and assessment of loss potential
  • Eliminating or minimizing risks
  • Implementing loss funding and risk financing mechanisms
  • Claims control and litigation management

Contents Financial Risk Management

  1. What is Financial Risk Management?
  2. Identifying Major Financial Risks
  3. Interest Rate Risk
  4. Foreign Exchange Risk
  5. Foreign Exchane Risk
  6. Liquidity Risk
  7. Credit Risk
  8. Commodity Risk
  9. Risk Management Framework: Policy and Hedging
  10. Measuring Risk
  11. Global Initiatives in Financial Risk Management

MANAJEMEN RISIKO PERBANKAN

DESKRIPSI TRAINING MANAJEMEN RISIKO PERBANKAN

Dengan beriringnya perkembangan zaman yang semakin pesat, maka dunia bisnis perbankan Indonesia dihadapkan dengan risiko yang semakin kompleks seiring dengan kegiatan usaha bank yang mengalami perkembangan semakin pesat untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan teknologi sehingga mewajibkan bank untuk dapat meningkatkan kebutuhan akan penerapan manajemen risiko guna meminimalisasi risiko yang terkait dengan kegiatan usaha perbankan.

Implementasi manajemen risiko pada dunia perbankan lebih banyak untuk ditujukan dengan sejalannya standar baru global yang diterapkan oleh Bank for International ettlement (BIS). Dimana Bank for International Settlement (BIS) mengeluarkan konsep permodalan baru yang berisikan perihal seluk beluk perhitungan modal yang lebih diarahkan pada risiko (risk sensitive) serta pemberian insentif terhadap peningkatan kualitas manajemen risiko perbankan atau biasa disebut dengan Basel II (penyempurnaan dari Basel I), sebagaimana digunakan pula oleh Bank Indonesia melalui peraturan 2 Nomor 5/8/PBI/2003 yang berisikan mengenai Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum dengan tujuan agar supaya perbankan Indonesia dapat beroperasi dengan lebih berhati-hati dan melakukan penerapannya sesuai dengan tujuan, kebijakan usaha, ukuran dan kompleksitas usaha serta kemampuan bank dalam hal keuangan, infrastruktur pendukung maupun sumber daya manusia yang dimilikinya. Dengan diterapkannya ketentuan ini, diharapkan bahwa bank tersebut mampu untuk melaksanakan seluruh aktivitasnya secara terintegrasi dalam suatu sistem pengelolaan risiko yang akurat dan komprehensif.

Tujuan dan Manfaat TRAINING MANAJEMEN RISIKO PERBANKAN

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu untuk :

  • Memahami pemanfaatan dari pengelolaan risiko perbankan bagi berkelangsungan usaha perbankan;
  • Memahami pokok-pokok pembahasan Peraturan Bank Indonesia (khususnya No. 5/8/PBI/2003)
  • Memahami Undang-undang Perbankan yang terkait dengan Pelaksanaan Operasional;
  • Memahami Mekanisme Kerja Lembaga Penjamin Simpanan
  • Memahami perihal Pokok-pokok Anti Money Laundering berikut Undang-undang dan ketentuan yang berlaku di Indonesia;
  • Memahami Program Know Your Customer dan implikasinya dalam Sisdur Operasional Bank

MATERI TRAINING MANAJEMEN RISIKO PERBANKAN

  1. Manfaat dan peranan Manajemen Risiko dalam Industri Perbankan
  2. Jenis-jenis Risiko
  3. Pengawasan Berbasis Resiko dan Basel Accord I dan II
  4. Penerapan Manajemen RIsiko perbankan Indonesia
  5. Konsep Statistic Tentang Resiko dan Konsep Value at Risk (VaR)
  6. Aplikasi Perhitungan Value at Risk dengan Program Excel
  7. Risiko Pasar, Risiko Kredit dan Risiko Operasional
  8. Bactesting var dan Stress Testing
  9. Risiko Hukum, Risiko Reputasi dan Risiko Strategik
  10. Risk Based Internal Audit

ISO 31000: 2009 Standar Internasional Manajemen Risiko

Deskripsi ISO 31000: 2009 Standar Internasional Manajemen Risiko

ISO (the International Organization for Standardization) adalah federasi badan standar nasional di seluruh dunia. Tugas mempersiapkan standar internasional biasanya dilaksanakan oleh ISO Technical Committee.

Standar Internasional untuk manajemen risiko (ISO 31000) dimaksudkan untuk digunakan oleh berbagai stakeholders:

  1. Mereka yang bertanggung jawab dalam implementasi manajemen risiko di organisasi mereka.
  2. Mereka yang perlu memastikan bahwa suatu organisasi menerapkan manajemen risiko.
  3. Mereka yang perlu mengelola risiko pada tingkat organisasi maupun pada suatu bidang kegiatan tertentu.
  4. Mereka yang perlu mengevaluasi keandalan praktik manajemen risiko dalam organisasinya.
  5. Mereka yang mengembangkan standar, pedoman, prosedur praktik manajemen risiko yang menjadi bagian dari dokumen-dokumen ini.

Banyak organisasi yang telah menerapkan praktik dan proses manajemen risiko termasuk komponen-komponen manajemen risiko dan banyak organisasi yang telah mengadopsi proses manajemen risiko formal untuk jenis-jenis risiko tertentu.

Manajemen dapat memutuskan untuk mengkaji secara kritis praktik dan proses yang ada tersebut berdasarkan standar ISO 31000 ini. Meskipun praktik manajemen risiko telah dikembangkan di berbagai sektor untuk menjawab kebutuhan spesifik di masing-masing sektor, suatu pendekatan generik berupa kerangka kerja komponen-komponen mendasar manajemen risiko dapat membantu memastikan bahwa risiko telah dikelola secara efektif dan koheren di seluruh organisasi. Pendekatan generik yang diuraikan dalam ISO 31000 ini.

 

Tujuan ISO 31000: 2009 Standar Internasional Manajemen Risiko

  1. Memberikan pengetahuan tentang peran sekretaris di era globalisasi
  2. Meningkatkan keterampilan dan kemampuan dalam menangani pekerjaan kesekretariatan      secara profesional
  3. Meningkatkan profesionalitas & rasa tanggung jawab seorang sekretaris terhadap tugas-tugas yang diberikan oleh perusahaan atau pimpinannya
  4. Memberikan kunci sukses menjadi sekretaris profesional

 

Materi ISO 31000: 2009 Standar Internasional Manajemen Risiko

  1. Dinamika Lingkungan Bisnis dan Ketidakpastian
  2. Gejala Manajemen Risiko yang Lemah
  3. Prinsip-prinsip Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000:2009
  4. Kerangka Implementasi Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000:2009
  5. Proses Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000:2009
  6. Perbandingan ISO 31000:2009 dengan AS/NZS 4360:2004
  7. Perbandingan ISO 31000:2009 dengan COSO 2004
  8. Kebijakan Manajemen Risiko
  9. Kerangka kerja manajemen risiko
  10. Mengintegrasikan Manajemen Risiko ke dalam Proses Organisasi
  11. Memahami organisasi dan konteksnya
  12. Akuntabilitas dan Sumber daya Manajemen Risiko
  13. Pengembangan komunikasi dan pelaporan internal & eksternal
  14. Risk Context,
  15. Risk Identification,
  16. Risk Analysis,
  17. Risk Evaluation,
  18. Risk Treatment,
  19. Risk Communication & Consultation,
  20. Risk Monitoring & Review.
  21. Pemantauan dan pengkajian kerangka kerja
  22. Manajemen Risiko dan Perbaikan Berkelanjutan (Continues Improvement)

Liquidity Risk

Why you would need this program?

Liquidity drain or shock can bring an entity into suddent bankruptcy as well as lawsuit due to its failure to keep  its financial liablities. This program is designed to help participants gain a better understanding, knowledge and skill in managing liquidity risk through class room exercise and discussion.



What topics are covered on Liquidity Risk Training?

This is a two-day (12 hours) workshop and it covers various topics such as :

  1. Understanding liquidity risk
  2. The early signals of liquidity problems
  3. Basel framework for managing liquidity risk
  4. Strategy for managing liquidity risk
  5. Case discussion

MANAJEMEN RISIKO

Deskripsi Training Manajemen Risiko

Aktivitas perusahaan senantiasa dihadapkan pada risiko-risiko yang berkaitan erat dengan fungsinya untuk menciptakan nilai bagi para stakeholder. Pesatnya perkembangan lingkungan internal dan eksternal perusahaan menyebabkan semakin kompleksnya risiko bisnis. Agar mampu beradaptasi dengan lingkungan bisnis, penerapan manajemen risiko secara formal, terstruktur dan terintegrasi merupakan keharusan bagi perusahaan. Jika dilaksanakan dengan baik, manajemen risiko menjadi kekuatan vital bagi corporate governance, sehingga merupakan hal mendesak yang harus diterapkan perusahaan.



Tujuan Training Manajemen Risiko

  1. Pemahaman pentingnya manajemen risiko
  2. Pemahaman konsep mendasar tentang proses manajemen risiko
  3. Perencanaan dan aplikasi manajemen risiko



Materi Training Manajemen Risiko

1.    Identifikasi RISK

  • Pengertian RISK
  • Market RISK, Credit RISK, Operational RISK
  • Overview pengelolaan RISK:  esensi, konsep dan framework

2.    Pengukuran RISK

  • Probabilitas frekuensi dan severitas
  • Value at RISK
  • Metode-metode pengukuran RISK: Basic Indicator Approach, Standardized Approach, Alternative Standard Approach, Advanced Measurement Approach
  • Bootstrapping  dan Simulasi Monte Carlo

3.    Manajemen RISK

  • Sistematika proses manajemen RISK
  • Keorganisasian manajemen RISK
  • Menyusun RISK Management Plan
  • Penerapan manajemen RISK

4.    Studi Kasus dan Latihan

  • Studi kasus dan latihan analisis
  • Studi kasus dan latihan penyusunan RISK MANAGEMENT PLAN & CONTROL

RISK BASED THINKING DAN DOKUMENTASI ISO-9001: 2015

Persyaratan tentang risk based thinking dalam ISO-9001:2015 membuat setiap organisasi perlu mengkaji ulang setiap proses-proses yang dijalankan, mengidentifikasi dan menganalisa resiko-resiko serta menentukan perbaikan yang diperlukan agar proses-proses dapat berjalan lebih efektif dan terhindar dari kemungkinan penyimpangan dan kegagalan. Risk based thinking juga mempengaruhi sejauh mana pengaturan tertulis seperti prosedur diperlukan oleh organisasi.

Pelatihan ini khusus membahas bagaimana melakukan identifikasi dan analisa resiko dalam proses-proses sistem manajemen mutu, menentukan perbaikan yang diperlukan, menentukan dan merancang dokumen-dokumen sistem manajemen yang diperlukan.

Manfaat Pelatihan Risk Based Thinking dan Dokumentasi ISO 9001: 2015

  • Mampu mendefinsikan konteks organisasional yang mungkin menjadi masukan penting mengidentifikasi resiko-resiko dalam proses-proses sistem manajemen mutu
  • Mampu melakukan identifikasi, mengnalisa resiko-resiko dan menentukan tindakan yang diperlukan.
  • Mampu merancang sistem dokumentesi sebagai sub sistem dalam sistem manajemen mutu.

Materi bahasan Pelatihan Risk Based Thinking dan Dokumentasi ISO 9001: 2015

  1. Pendahuluan: PDCA, Pendekatan proses dan riskbased thinking
  2. Memahami konteks organisasional
  3. Definisi resiko dan risk based thinking
  4. Tahapan dalam analisa resiko
    • Menentukan kriteria
    • Mengidentifikasi resiko
    • Menganalisa resiko
    • Menentukan perbaikan
    • Dokumentasi resiko
  5. Dokumentasi dalam ISO-9001:2015
  6. Pengembangan prosedur dan aturan tertulis yang mempertimbangkan hasil analisa resiko

 

RISK MANAGEMENT (MANAJEMEN RESIKO)

DESKRIPSI TRAINING RISK MANAGEMENT (MANAJEMEN RESIKO)

Semakin kompleksnya resiko bisnis yang dihadapi oleh perusahaan disebabkam semakin pesatnya perkembangan lingkungan internal dan eksternal perusahaan. penerapan manajemen resiko secara terstruktur dan terintegrasi perlu dilakukan oleh perusahaan agar mampu menyesuaikan diri dalam lingkungan bisnis. Jika dapat dilaksanakan dengan baik, maka manajemen risiko menjadi kekuatan vital bagi corporate governance, sehingga merupakan hal mendesak yang harus diterapkan perusahaan.

TUJUAN TRAINING RISK MANAGEMENT (MANAJEMEN RESIKO)

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami pentingnya manajemen risiko
  2. Memahami konsep mendasar tentang proses manajemen risiko
  3. Mengaplikasikan manajemen risiko diperusahaan

MATERI TRAINING RISK MANAGEMENT (MANAJEMEN RESIKO)

Identifikasi RISK

  • Pengertian RISK
  • Market RISK, Credit RISK, Operational RISK
  • Overview pengelolaan RISK:  esensi, konsep dan framework

Pengukuran RISK

  • Probabilitas frekuensi dan severitas
  • Value at RISK
  • Metode-metode pengukuran RISK: Basic Indicator Approach, Standardized Approach, Alternative Standard Approach, Advanced Measurement Approach
  • Bootstrapping  dan Simulasi Monte Carlo

Manajemen RISK

  • Sistematika proses manajemen RISK
  • Keorganisasian manajemen RISK
  • Menyusun RISK Management Plan
  • Penerapan manajemen RISK

Studi Kasus dan Latihan

  • Studi kasus dan latihan analisis
  • Studi kasus dan latihan penyusunan RISK MANAGEMENT PLAN & CONTROL

RISK BASED INSPECTION (RBI)

INTRODUCTION RISK BASED INSPECTION (RBI) 

Risk Based Inspection (RBI) is a systematical process that identifies, assesses and map  industrial risks, which can compromise equipment integrity in both pressurized  equipment and structural elements. The high risk equipments are then managed by a  proper inspection interval, method and coverage. In the Risk Based Inspection (RBI) philosophy, it is more cost- effective to allow some systems to fail as long as the consequences of the failure are  low, on the other hand, some systems may have such high consequences of failure  that failure is totally unacceptable, and therefore, these items should receive most  attention by using a proper inspection plan & practice. In this course API 581 and API  580 and other DNV and ABS guidelines and recommended practices, will be consulted.



RISK BASED INSPECTION (RBI) MATERIAL OUTLINE

1.    Defining boundary system to be assessed
2.    Screening operating unit within a plant to identify area of high risk.
3.    Identifying the damage mechanism operative
4.    Determining the technical module sub-factor and likelihood of failures
5.    Determining the hazard areas and consequence of failure
6.    Estimating a risk value of each equipment, tabulated and ranked
7.    Prioritizing the equipment maintenance based on a the measured risk
8.    Designing an appropriate inspection program.
9.    Systematically managing the risk equipment failures.

AUDITOR BEGINNERS

PENDAHULUAN:

Untuk menjadi auditor yang sukses, dasar  pengetahuan yang kuat dan pemahaman dasar keterampilan audit sangatlah penting. Dengan program ini, auditor baru, seperti juga non-auditor yang bertanggung jawab dalam pengendalian internal, dapat mempelajari seluk-beluk audit dari awal sampai akhir. Class format: Lecture, case studies, small and large group discussions, facilitator presentations, skill practices, and self-assessments.

 

TUJUAN DAN MANFAAT TRAINING:

Program khusus untuk meningkatkan nilai tambah bagi auditor muda dan madya serta calon-calon auditor yang ingin memiliki landasan pengetahuan yang kuat dan ketrampilan yang memadai untuk pengembangan karir di bidang auditing.

CAKUPAN MATERI TRAINING AUDITOR BEGINNERS:

  1. Roles and Qualities of Auditors-in-charge
  2. Case Study
  3. Planning the Audit
  4. Audit Programs and Staffing Assignments
  5. Supervising and Controlling Audits
  6. Achieving Results Using Project Planning and Management
  7. Reviewing Working Papers
  8. Audit Concerns and Reports
  9. Wrapping Up the Audit
  10. Appraising Staff Auditor Performance
  11. Developing a Personal Action Plan: Self-assessment exercise – possible solutions

AUDIT SISTEM INFORMASI

DESKRIPSI PELATIHAN AUDIT SISTEM INFORMASI

Audit sistem informasi merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengamankan aset, menjaga integritas data, menjaga efektifitas sistem dan efisiensi sumber daya yang dengan berhubungan dengan instalasi sistem informasi mencakup: perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), manusia (people), file data, dokumentasi sistem, dan peralatan pendukung lainnya. Training ini akan memberikan pemahaman mengenai konsep-konsep dalam audit system informasi.

 

TUJUAN PELATIHAN AUDIT SISTEM INFORMASI

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami konsep teknologi informasi
  2. Memahami mekanisme audit sistem informasi dan keamanan terhadap aset

 

MATERI PELATIHAN AUDIT SISTEM INFORMASI

  1. Proses Audit sistem Informasi
  2. Tata pamong sistem informasi (IT Governance)
  3. Manajemen siklus hidup sistem & infrastruktur
  4. Proteksi terhadap aset-aset informasi
  5. Business continuity & disaster recovery
  6. Studi kasus dan diskusi

 

IT SECURITY AUDIT

Background IT Security Audit

The IT Security Audit course is designed to provide practical view in conducting IT audit and assurance in one organization. The course is designed to support professional staffs to expand their understanding of information technology (IT) audit.
The course presents a more in-depth view on the fundamentals of IT auditing by highlighting on topics such as: IT audit and control analysis, examination of control evidence in conducting IT audit, application control, Operating System and IT Infrastructure audit, and management of IT audit.
The course will include discussion and exercises related to general control examinations and application system auditing. The course will also focus on control research and analysis for IT-related topic areas. In addition, through discussion and exercises, participants will gain a working understanding of the process of developing audit work programs encompassing all elements of IT infrastructures.
Participants will be expected to gain a working understanding of how to identify, reference and implement IT management and control policies, standards and related auditing standards. Regarding the latter, the objective is to learn how to identify and interpret the requirements of the standards and. implement the standards in auditing process.
IT Secuity Auditing covers the latest auditing tools alongside real-world examples, ready-to-use checklists, and valuable templates.
Each class session will include discussion on an IT audit management, security, control or audit issues that participants should be familiar with.



Objectives IT Security Audit

• Participants shall obtain an expanded understanding on the role of IT auditors in evaluating IT-related operational and control risk and in assessing the appropriateness and adequacy of management control practices and IT-related controls inside participants’ organization, with the focus on IT infrastructures
• The partipants shall obtain the capabilityon how to analyze Windows, UNIX, and Linux systems; secure databases; examine wireless networks and devices; and audit applications. Plus, participants get up-to-date information on legal standards and practices, privacy and ethical issues, and the CobiT standard.
• Participants shall obtain the capability in conducting IT audit and implement techniques in performing assurance, attestation, and audit engagements
• Capability to build and maintain an IT audit function within the organization with maximum effectiveness and value
• Participants shall obtain an expanded familiarity with the principle references in IT governance, control and security as related to IT audit
• Participants shall obtain the working ability to plan, conduct, and report on information technology audits with specific focus on infrastructure vulnarability assesment and assurance, and drill down upon application vulnarabilities
• Participants shall obtain an understanding of the role of IT auditors regarding IT-related compliance and regulatory audits, such as evaluating control standards
• Capability to use best prractices and methodologies such as: COSO, CobiT, ITIL, ISO, and NSA INFOSEC



IT Security Audit  Course Contents

1. Audit Overview
2. Building an Effective Internal IT Audit Function
3. The Audit Process
4. Auditing Techniques
5. Auditing Entity-Level Controls
6. Auditing Data Centers and Disaster Recovery
7. Auditing Switches, Routers, and Firewalls
8. Auditing Windows Operating Systems
9. Auditing Unix and Linux Operating Systems
10. Auditing Web Servers
11. Auditing Databases
12. Auditing Applications
13. Auditing WLAN and Mobile Devices

Auditor Beginners

OVERVIEW

Untuk menjadi auditor yang sukses, dasar  pengetahuan yang kuat dan pemahaman dasar keterampilan audit sangatlah penting.

Dengan program ini, auditor baru, seperti juga non-auditor yang bertanggung jawab dalam pengendalian internal, dapat mempelajari seluk-beluk audit dari awal sampai akhir.

Class format: Lecture, case studies, small and large group discussions, facilitator presentations, skill practices, and self-assessments.



Tujuan dan Manfaat Pelatihan

Program khusus untuk meningkatkan nilai tambah bagi auditor muda dan madya serta calon-calon auditor yang ingin memiliki landasan pengetahuan yang kuat dan ketrampilan yang memadai untuk pengembangan karir di bidang auditing.



Pokok-Pokok Pembahasan Training Auditor Beginners: 

  • Roles and Qualities of Auditors-in-charge
  • Case Study
  • Planning the Audit
  • Audit Programs and Staffing Assignments
  • Supervising and Controlling Audits
  • Achieving Results Using Project Planning and Management
  • Reviewing Working Papers
  • Audit Concerns and Reports
  • Wrapping Up the Audit
  • Appraising Staff Auditor Performance
  • Developing a Personal Action Plan: Self-assessment exercise – possible solutions

TRAINING INTERNAL CONTROL UNDERSTANDING: COSO – BASED APPROACH

Latar Belakang Training Internal Control Understanding COSO  :

Saat ini organisasi sangat concern terhadap 4 (empat) hal yaitu Control, Risk Management, Governance & Assurance. Perkembangan ilmu pengetahuan tentang Internal Control dalam suatu organisasi sangat pesat. Hal ini terkait dengan kelemahan Internal Control  di organisasi yang sering dimanfaatkan oleh pihak internal maupun eksternal organisasi untuk melakukan kecurangan (fraud). Pembahasan konsep  Internal Control COSO framework ini dikaitkan dengan Sarbanes – Oxley Act (SOA). Enron Gate , WorldCom, Adelphia, TICO dll ataupun beberapa bank di Indonesia pasca krisis moneter beberapa tahun yang lalu telah memberi pelajaran betapa pentingnya system control yang efektif dan corporate governance harus dilakukan demi menyelamatkan organisasi (perusahaan). Oleh karena itu Internal Control Systems harus mampu mengadopsi nilai-nilai dari aspek manusia dan lingkungan dalam komponen yang memungkinkan para auditor dapat bekerjasama dengan auditeee (manajemen operasional) dalam mengidentifikasi risiko yang dihadapi suatu organisasi, dalam hal inilah maka Control Self Assessment (CSA) menjadi alternatif yang paling relevan untuk diimplementasikan.

 

Manfaat Workshop :

  1. Bagi Auditor Internal dan Auditor Eksternal, dengan lebih memahami konsep Internal Control secara mendalam diharapkan  dapat melaksanakan audit lebih efektif dan efisien.
  2. Bagi Staf Divisi GCG & Risk Management dapat membantu dalam melakukan identifikasi risiko beserta dampak yang mungkin timbul yang dapat merugikan organisasi.
  3. Bagi Komite Audit, dalam pengawasan suatu organisasi  dapat lebih optimal karena fokus pada kelemahan Internal Control yang ada di suatu organisasi.
  4. Bagi manajemen operasional,  dengan memahami konsep Control Self Assesment dapat meningkatkan kinerja operasional sehari-hari (day to day operation) karena lebih aware dalam ownership of control.

Materi Workshop Internal Control COSO  :

  • Control : The Overview
  • Governance : Relationship With Risk and Control
  • “Hard” and “Soft” Controls
  •   Internal Control Principles
  • Internal Control COSO – Integrated Framework
  • The COSO Financial Control Framework : 2004 Version
  • Entity-wide Evaluation & Activity-level Evaluation
  •  Sarbanes-Oxley Act of 2002
  •  Internal Control : Systems, Structures & Components
  •  Internal Control Questionaire
  • Monitoring & Reporting of Internal Control.
  • Control Self Assesment (CSA)
  • Implementation of Internal Control.: Case Study

AUDIT PERHOTELAN

Deskripsi Training Audit Perhotelan

Bisnis perhotelan merupakan aktivitas bisnis yang banyak diminati dan diperkirakan akan terus tumbuh berkembang pesat. Dalam kegiatan operasionalnya, kegiatan audit Perhotelan diperlukan untuk mengetahui bahwa kegiatan yang dilakukan oleh manajemen berjalan sesuai aturan yang berlaku dan sesuai dengan rencana yang disiapkan. Dasar dari Audit internal ini adalah laporan-laporan manajemen yang berfungsi untuk menetapkan keputusan-keputusan strategis. Kegiatan audit internal ini penting untuk menjamin bahwa laporan yang disiapkan akurat dan reliabel bagi pengambilan keputusan perusahaan tersebut. Auditor merupakan personil yang bertugas untuk melaksanakan kegiatan audit Perhotelan tersebut. Training ini akan memberikan pemahaman mengenai  faktor-faktor yang penting untuk diperhatikan dalam kegiatan audit perhotelan serta peran auditor dalam kegiatan audit perhotelan

 

Tujuan Training Audit Perhotelan

Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan peserta dapat:

  • Memahami pentingnya pengendalian intern suatu perusahaan untuk mencegah dan mendeteksi adanya kecurangan, kelemahan, membedakan antara kelemahan dan hambatan serta kendala dan beberapa hal mendasar dan spesifik dalam pengendalian intern (internal control);
  • Mengetahui faktor-faktor penting yang perlu diperhatikan dalam kegiatan audit perhotelan

Materi Training Audit Perhotelan

  1. Professional Internal Audit Perhotelan
  2. Hotel Corporate Governance
  3. Internal Audit Service Perhotelan
  4. Proses Audit Internal Perhotelan
  5. Penilaian Resiko Perhotelan
  6. Survey Pendahuluan Untuk Penugasan Audit Internal Perhotelan
  7. Hotel Internal Audit Program
  8. Pembuktian Internal Audit Perhotelan
  9. Kertas Kerja Internal Audit (KKA) Perhotelan
  10. Study kasus dan diskusi

 

Audit Pengadaan Barang dan Jasa

Deskripsi Training Audit Pengadaan Barang dan Jasa

Proses procurement merupakan proses pengadaan barang dan jasa dari suatu institusi. Aktivitas yang dilakukan dalam proses procurement diantaranya adalah pemilihan supplier, merancang hubungan yang baik dengan supplier, dan melakukan proses pembelian. Seiring dengan perkembangan perusahaan yang semakin maju maka akan meningkatkan jumlah transaksi yang dilakukan oleh perusahaan dalam segala bidang, baik dengan supplier ataupun dengan konsumen. Banyaknya transaksi yang dilakukan tersebut dapat memungkinkan terjadinya penyimpangan atau fraud. Fraud yang berkaitan dengan pengelolaan, pembelian dan pengadaan barang dan jasa sering kali menjadi sorotan dalam proses audit baik internal maupun eksternal, sebab di bagian ini sering terjadi capital turn over perusahaan yang cukup besar. Sehingga, potensi terjadinya fraud cukup besar. Maka dari itu, perlu dilakukan audit dalam proses pengadaan barang dan atau jasa di perusahaan.



Tujuan Training Audit Pengadaan Barang dan Jasa

  1. Memahami prosedur dan administrasi di dalam proses pengadaan barang dan jasa
  2. Mempelajari secara nyata penipuan atau penyimpangan dalam hal pengeloalaan, pembelian, dan pengadaan baik barang maupun jasa.
  3. Mengetahui proses audit dalam dalam mengungkapkan kecurangan atau fraud dalam proses pengadaan barang dan jasa



Materi Training Audit Pengadaan Barang dan Jasa

  1. Konsep dan Tujuan Audit Pengadaan Barang dan Jasa
  2. Pengantar PEngadaan
  • SOP Procurement
  • Administrasi dalam procurement
  • Negosiasi dan kontrak
  • Dasar hukum Pengadaan
  1. Proses Audit investigasi pengadaan barang dan jasa
  2. Identifikasi penyimpangan dan kecurangan
  3. Kerugian yang ditimbulkan
  4. Studi kasus

 

Fraud in Purchasing

Deskripsi Fraud in Purchasing

Seiring dengan perkembangan perusahaan yang semakin majumaka akan meningkatkan jumlah transaksi yang dilakukan oleh perusahaan dalam segala bidang, baik dengan supplier ataupun dengan konsumen. Banyaknya transaksi yang dilakukan tersebut dapat memungkinkan terjadinya penyimpangan atau fraud. Fraud yang berkaitan dengan pengelolaan, pembelian dan pengadaan barang dan jasa sering kali menjadi sorotan dalam proses audit baik internal maupun eksternal, sebab di bagian ini sering terjadi capital turn over perusahaan yang cukup besar. Sehingga, potensi terjadinya fraud cukup besar. Hal – hal yang berkaitan dengan fraud menjadi salah satu penyebab pembengkakan biaya perusahaan yang akan menyebabkan menurunnya daya saing perusahaan. Oleh karena itu, dalam upaya menaikkan nilai competiveness perusahaan, diperlukan personil-personil yang memahami dan dapat mengimplementasikan konsep anti fraud dalam aktivitas pengelolaan, pembelian dan pengadaan barang maupun jasa.

Tujuan Fraud in Purchasing

  1. Mempelajari secara nyata penipuan dalam hal pengeloalaan, pembelian, dan pengadaan baik barang maupun jasa.
  2. Memahami mengapa purchasing fraud sangat sulit di deteksi.
  3. Mengidentifikasian langkah-langkah spesifik dalam organisasi untuk mengurangi keterkaitan dalam penipuan pembelian.
  4. Mendeteksi dan menyelidiki kecurangan pada proses  purchasing.

Materi Fraud in Purchasing

  • Pergeseran paradigma dalam hal Purchasing:
    1.  Cost center menjadi profit center
    2.  Peranan dalam cost reduction
  • Fungsi bagian purchasing: pemilihan, evaluasi dan audit supplier
  • Konsep purchasing dalam ISO 9001, 14001 hingga Just in Time
  • Anti fraud dan good corporate governance
  • Dasar terjadinya fraud dan Jenis-jenis fraud
  • Fraud dalam proses purchasing
  • Pencegahan Fraud in Purchasing
  • Best practice Fraud in Purchasing

Audit Command Languange For Audit Fraud

Deskripsi Training Audit Command Languange For Audit Fraud

Audit Command Language (ACL) mempunyai fungsi utama guna memenuhi kebutuhan analisis data seluruh aktivitas bisnis operasional perusahaan, baik di bidang audit analisis data, pencocokan dan pembandingan data, laporan penyimpangan, dsb. Pada bidang IT (Information Technology), ACL dapat digunakan untuk melakukan data migration, data cleansing, data matching, data integrity testing; selain itu juga dapat pula digunakan untuk analisis, konsolidasi, rekonsiliasi data, dan pelaporan pada divisi lain seperti Keuangan, Pemasaran, Distribusi, Operasional, dan bagian perusahaan lainnya.

ACL dapat membaca data berbagai macam sistem mulai dari model sistem mainframe lama hingga ke relational database modern. ACL merupakan jenis aplikasi ‘read-only’, dimana ACL tidak pernah mengubah data sumber asli sehingga aman untuk menganalisis jenis live-data. Keanekaragaman sumber data dan teknologi akses data, cara mengakses data juga bervariasi dari satu sumber data ke lain. ACL membaca beberapa sumber data secara langsung dengan mengimpor dan menyalin sumber data untuk kemudian dapat dilakukan analisis dari berbagai macam data tersebut. ACL dirancang khusus untuk menganalisa data dan menghasilkan laporan audit baik untuk pengguna biasa (common/nontechnical users) maupun pengguna ahli (expert users). Dengan menggunakan ACL, diharapakan pekerjaan auditing dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien baik dari aspek waktu maupun tenaga yang dibutuhkan.

Dengan ACL proses auditing yang memakan waktu cukup lama dikarenakan tingkat kerumitannya tersebut dapat dilakukan dengan lebih cepat, tepat dan akurat. Selain keuntungan dari sisi efisiensi waktu, tenaga maupun biaya yang bisa didapatkan oleh perusahaan berkat penggunaan ACL, keuntungan lain yang didapatkan yaitu kecurangan dalam pelaksanaan pekerjaan baik di segi finansial maupun dari segi waktu juga dapat diketahui dengan lebih mudah dan cepat sehingga penindaklanjutan kecurangan tersebut dari segi hukum (punishment) bisa segera diupayakan. Dengan pengupayaan dari segi hukum yang cepat dan tepat, maka diharapkan proses pekerjaan perusahaan tersebut dapat dijalankan kembali dengan normal dan efektif serta upaya preventif tindak kecurangan tersebut dapat lebih optimal untuk kemudian harinya.

 

Tujuan Training Audit Command Languange For Audit Fraud

Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan mampu untuk :

  1. Memahami dan mengaplikasikan software ACL ke dalam beberapa divisi perusahaan untuk kemudian dilakukan proses auditing terhadap kinerja divisi tersebut.
  2. Mampu melakukan tindakan hukum dengan cepat dan tepat terhadap tindak kecurangan yang dilakukan.
  3. Mampu melakukan optimalisasi upaya preventif terhadap segala macam penyimpangan prosedur (kecurangan) yang kemungkinan dilakukan oleh pihak tertentu.

Materi Training Audit Command Language

  1.  Concept and practise Audit Command Language
  • Fundamentals
  • Data Access
  • Data Integrity Verification
  • Data Analysis
  • Reporting results
  1. Fungsi Audit Command Language
  2. Fitur dan kemampuan Audit Command Language tools
  3. ACL Basics
  4. Penggunaan Audit Command Language dalam beberapa aplikasi
  5. Manfaat penggunaan Audit Command Language
  6. Tindak optimalisasi upaya preventif terhadap kecurangan berdasarkan hasil analisa ACL.
  7. Studi kasus dan praktek

 

INTERNAL AUDIT ISO 9001: 2015

GAMBARAN UMUM PROGRAM INTERNAL AUDIT ISO 9001: 2015

Training Internal Audit ISO 9001 bagi sebuah organisasi yang akan dan telah menerapkan sistem manajemen mutu berdasarkan ISO 9001:2015, salah satu kewajiban yang harus dilakukan untuk memenuhi persyaratan sertifikasi dan untuk menjaga kefektifan sistem manajemen mutu yang telah diterapkan salah satunya adalah dengan melaksanakan internal audit manajemen mutu yang telah diprogramkan secara rutin. Mengacu kepada kebutuhan tersebut penting bagi sumber daya organisasi untuk memiliki pengetahuan dan skill yang memadai untuk melakukan internal audit secra tepat, dengan harapan hasilnya bisa digunakan sebagai acuan perbaikan pengembangan sistem yang mungkin dilakukan.

Atas dasar kebutuhan tersebut dengan maksud memberi pemahaman dan pembekalan skill kepada sumber daya organisasi melalui kesempatan yang baik ini Kami menawarkan program public training intenal audit ISO 9001 Quality Management System Internal Auditot yang sangat di rekomendasikan diikuti bagi para organisasi yang ingin memiliki sumber daya yang mampu melakukan audit sistem mutu dengan baik dan tepat sasaran, dimana dengan pembekalan ini para peserta akan mengetahui kapan internal audit harus dilaksanakan, bagaimana caranya dan siapa yang harus melakukan internal audit, serta apa yang harus dilakukan dari hasil temuan internal audit? Dan selanjutnya peserta juga akan dilatih bagaimana cara melakukan internal audit, termasuk simulasi audit internal serta tips dan trik jitu dalam meakukan internal audit.

MANFAAT PROGRAM INTERNAL AUDIT ISO 9001: 2015

  1. Peserta akan dilatih untuk mengetahui proses dan cara melaksanakan internal audit ISO 9001 Quality Management System yang efektif
  2. Memiliki dan menguasi dasar-dasar serta kompetensi yang wajib dimiliki oleh seorang internal auditor
  3. Peserta mampu merencanakan,membuat, melaksanakan dan mengevaluasi internal audit ISO 9001:2015 dalam rangka untuk menjaga keefektifan dan pengembangan sistem manajemen mutu yang telah diterapkan

Materi Training Internal Audit ISO 9001

  1. Review Standart sistem manajemen mutu ISO 9001 : 2015
  2. Pemahaman dan implementasi teknik audit berdasrkan ISO 19011
  3. Konsep dan prinsip internl audit
  4. Alasan dan latar belakang melakukan internal audit
  5. Program internal audit (menentukan waktu, siapa yang melakukan dan
  6. strategi melakukan internal audit yang efektif)
  7. Kompetensi-kompetensi seorang auditor internal
  8. Bahan acuan audit (catatan audit dan points-points yang harus diaudit)
  9. Evaluasi terhadap temuan dan penyimpangan hasil audit
  10. Proses improvement dan tindakan pencegahan serta pengendalian system
  11. Tips dan trik melakukan audit internal yang jitu

PIPELINE DESIGN & CONSTRUCTIONS

DESKRIPSI TRAINING PIPELINE DESIGN & CONSTRUCTIONS

Dalam perusahaan oil & gas, penggunaan pipa merupakan suatu keharusan. Oleh karena itu melakukan design dan kontruksi pemasangan pipa harus dilakukan dengan perencanaan yang matang diantaranya mengetahui betul karakteristik dari bahan pipa sehingga dikemudian hari tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Seperti kebocoran pipa, dsb. Setelah mengikuti kursus ini, peserta diharapkan akan mengerti dan memahami masalah yang berkaitan dengan pipa, valve dan fitting, dan pipe line teknologi.

COURSE OUTLINE PIPELINE DESIGN & CONSTRUCTIONS

  • Pendahuluan
  • Characteristic curve of flow in pipe
  • Auxiliary devices
  • Standard code
  • Pipe line technology
  • Manajemen konstuksi
  • Operasi dan pemeliharaan
  • Studi kasus

PIPING PIPELINE TECHNOLOGY

COURSE DESCRIPTION PIPING PIPELINE TECHNOLOGY

This special practical approach course is designed to provide a comprehensive understanding of appliedpiping and pipeline technology: design aspects of piping & pipeline system, selection of materials andtypes of pipes, flanges, valves and fittings, handling of those materials, welding & installation techniques andprocedures, and the operation, inspection and maintenance of piping and pipeline systems.

COURSE OBJECTIVES PIPING PIPELINE TECHNOLOGY

After completion of this special course participant will:

  • Better understand the description, classification, requirement and specification of pipes, flanges, valvesand fittings used for transportation operation
  • Improve ability on design, installation and maintenance
  • Interpret and evaluate pipeline operation performance data
  • Identify and solve problems in oil and gas transportation pipeline

COURSEcOUTLINE PIPING PIPELINE TECHNOLOGY

1. Flow Stream Characteristics, Equipment and Facilities

  • Hydrocarbon Properties and Fluid Flow Characteristics
  • Multi-phase Flow Gathering Lines, Manifolds and Accessory Equipment
  • Separation Stations and Facilities
  • Water Treating and Disposal Equipment, Transportation Lines & Facilities
  • Gas Treating and Processing Equipment, Transmission Lines & Facilities

2. Piping & Pipeline Materials, Standards and Codes

  • Steel Materials for Piping & Pipeline
  • Metallic Materials for Valves, Flanges and Fittings
  • Piping Manufacturing Methods and Variation ofProducts
  • Pipeline Related Standards and Codes
  • API 5L Line Pipe Specifications

3. Pipeline Operation Principles

  • Piping & Pipeline Layout, Topography and Configuration
  • Principles of Fluid Flow and Practical Flow Equation
  • Multi-phase and Single-phase Transportation/Transmission Practice
  • Pump Operation in Oil and Water Pipeline system
  • Compressor Operation in Gas Pipeline system

4. ANSI B.31 Series Standards and Requirements

  • Preliminary Selection of Economic Diameter for Minimum Investment
  • Stress Formula for Wall Thickness and Design Pressure Computation
  • Pipeline Economics Computation Methods
  • Oil or Water Transportation Pipeline Design Concept
  • Gas Transmission Pipeline Design Concept

5. Pipeline Construction and Installation

  • Choice of Design Procedure
  • Stress Computation Methods in Design and Construction
  • Pipeline Concrete Coating Parameters
  • Hydrostatic Testing Requirements
  • Construction/Installation Material Requirements

6. Pipeline Maintenance and Pigging Operation

  • Potential Operating Problems and Maintenance of Pipeline Systems
  • Inspection Techniques for Potential Failures and Wall Thickness & MAWP Reduction
  • Pipeline Cleaning and Pigging Operations
  • Pipeline Internal Maintenance and Chemical Injection
  • Pipeline External Maintenance and the Cathodic Protection

7. Access Fittings for Maintenance, Chemical Injection and Monitoring

  • Access Fitting Specifications, Configurations and Materials
  • Chemical Injection, Fluid Sampling and Monitoring Equipment & Facilities
  • Chemical Inhibitor, Scale Inhibitor and Biocide Materials
  • On-line Corrosion and Scale Monitoring Techniques
  • NACE Standards and Computation Methods for Pipeline Monitoring

OFFSHORE TECHNOLOGY & PIPELINE INTEGRITY ASSESSMENT

TRAINING DESCRIPTION OFFSHORE TECHNOLOGY & PIPELINE INTEGRITY ASSESSMENT

The recent trend in the oil and gas industry has been towards oil and gas exploration in deep waters. The technology for deep water oil and gas exploration has witnessed tremendous growth. Offshore technology covers all sorts of engineering and technology and so it offers lots of different career opportunities in engineering and science. People entering the offshore industry are likely to be qualified, for instance, as mechanical, marine or structural engineers, naval architects or specialists in electronics and systems control. Alternatively they may be physicists, biologists, geologists or oceanographers. The fields of opportunity for graduate engineers and scientists and for those who have technical or craft qualifications are diverse, but the underlying interest and theme that helps everyone to work together is the sea and the marine business offshore.

TRAINING OBJECTIVES OFFSHORE TECHNOLOGY & PIPELINE INTEGRITY ASSESSMENT

The course provides participants with the essential knowledge and skills for a career in the marine and offshore industry and is designed for career conversion to prepare engineering diploma and degree graduates of other disciplines to broaden their employment prospects in the oil & gas industry.

TRAINING OUTLINE OFFSHORE TECHNOLOGY & PIPELINE INTEGRITY ASSESSMENT

1. Introduction

  • Offshore Platform
  • Briefs History
  • Unique Challenges for Structural Design
  • Decisions That Affect Structural Design

2. Platform Types

  • Fixed Platform Types
  • Floating Platform Types

3. Design Criteria

  • Weight Control
  • Gravity Loads
  • Environmental Loads
  • Accidental Loads
  • Cases

4. Design Loads
5. Structural Analyses and Design
6. Foundation Methods and Design
7. Fabrication
8. Loadout and Transportation

  • Loadout
  • Sea Transportation

9. Offshore Installation
10. Integrity Assessment Methods for Pipelines

  • Benefits of a Pipeline Integrity Management
  • Basis of an Automated PIMS

PIPING COMPONENTS

DESKRIPSI TRAINING PIPING COMPONENTS

Ribuan pipa digunakan dalam industri, seperti pembangkit listrik, pabrik petrokimia, pulp dan pabrik kertas, industri makanan dan minuman, pabrik pupuk,industri minyak lepas pantai dan hampir seluruh kegiatan industri memakai instalasi pipa oleh karena itu Mereka harus mengembangkan keterampilan dan pengetahuan tentang sistem perpipaan.

Pipa merupakan sarana yang sangat diperlukan dalam suatu konstruksi peralatan produksi terutama pada industri migas. Spesifikasi dan standar sangat penting untuk diketahui dalam perencanaan sistem perpipaan peralatan produksi guna mencapai tujuan secara efektif, efisien dan aman.

Selain itu diperlukan juga pengetahuan tentang bagaimana merawat dan memperbaiki instalasi perpipaan berikut kelengkapannya serta menginspeksi kondisi perpipaan serta melaksanaan test dengan benar dan aman. Setelah mengikuti pelatihan ini, maka peserta dapat memahami spesifikasi material yang standar dan perawatan instalasi perpipaan dalam lingkungan industri.

TUJUAN TRAINING PIPING COMPONENTS

  • Memahami proses dan diagram pipa
  • Pemahaman aliran fluida, jenis, karakteristik
  • Memahami jaringan pipa
  • Tentukan penurunan tekanan dalam sistem perpipaan
  • Tentukan ketebalan dinding
  • Memahami pembuatan pipa
  • Familiar dengan komponen perpipaan
  • Meningkatkan pemahaman Anda menghubungkan pipa
  • Memahami perlindungan pipa dari korosi
  • Untuk mengetahui cara memeriksa dan pengujian perpipaan

 MATERI TRAINING PIPING COMPONENTS

  • Pipa dan spesifikasinya
  • Fitting dan spesifikasinya
  • Valve dan spesifikasinya
  • Insulasi, penyangga dan gantungan pipa
  • Gambar perpipaan
  • Pemeriksaan dan pemeliharaan pipa
  • Fabrikasi pipa
  • Latest technology on piping design (3D-CAE)

Basic Offshore Technology & Pipeline Integrity Assessment

DESCRIPTION

The recent trend in the oil and gas industry has been towards oil and gas exploration in deep waters. The technology for deep water oil and gas exploration has witnessed tremendous growth. Offshore technology covers all sorts of engineering and technology and so it offers lots of different career opportunities in engineering and science. People entering the offshore industry are likely to be qualified, for instance, as mechanical, marine or structural engineers, naval architects or specialists in electronics and systems control. Alternatively they may be physicists, biologists, geologists or oceanographers. The fields of opportunity for graduate engineers and scientists and for those who have technical or craft qualifications are diverse, but the underlying interest and theme that helps everyone to work together is the sea and the marine business offshore.




OUTLINE OFFSHORE TECHNOLOGY & PIPELINE INTEGRITY

1. Introduction

  • Offshore Platform
  • Briefs History
  • Unique Challenges for Structural Design
  • Decisions That Affect Structural Design

2. Platform Types

  • Fixed Platform Types
  • Floating Platform Types

3. Design Criteria

  • Weight Control
  • Gravity Loads
  • Environmental Loads
  • Accidental Loads

4. Design Loads

5. Structural Analyses and Design

6. Foundation Methods and Design

7. Fabrication

8. Loadout and Transportation

  • Loadout
  • Sea Transportation

9. Offshore Installation

10. Integrity Assessment Methods for Pipelines

  • Benefits of a Pipeline Integrity Management
  • Basis of an Automated PIM

 

PIPING & PIPELINE : DESIGN STANDART AND INTEGRITY SYSTEM

DESCRIPTION PIPING & PIPELINE : DESIGN STANDART AND INTEGRITY SYSTEM

Design of oil pipelines and/or natural gas pipelines involve the application of mass, energy and force balances, material selection, line sizing, topography and elevation gradients, working pressure, pressure drop, and the related parameters such as erosional velocity, friction factor, flashing, condensation, corrosion, scaling, deposition, and multiphase flow problems. There is no a single approach to pipeline integrity. Mechanical, civil, chemical, metallurgical, unit operations and many other interrelated factors are the basis of the whole design.

This pipeline integrity design based on standards, codes and recommended practices, especially that of the API, ASME, ANSI, ASTM, NACE, and all good and common practices. Integrity of the pipeline must be considered from the beginning of the design, to assure that the line is able to operate without failure. The installed pipeline must be in the low risk category. Protection for anticipating internal and external damage must be included in calculation.

Pipeline failure may lead to disaster; fire, explosion, or poisoning. So that, safety is the most importance in pipeline. For that reason, safety considerations will be placed as the first in the pipeline integrity design.

 

OBJECTIVE PIPING & PIPELINE : DESIGN STANDART AND INTEGRITY SYSTEM

After completion of this course, participants will understand the concept of and approach to pipeline integrity and pipeline design, how to determine pipe diameter and wall thickness, either for oil & gas or produced water, how to select the pipe material, what and how to calculate, all based on common standards and good practices

 

OUTLINE PIPING & PIPELINE : DESIGN STANDART AND INTEGRITY SYSTEM

  • Surface Production Operations, Facility, and Equipment, and the Asset Management
  • Hazard Assessment for Effective Pipeline Integrity Management
  • Safety Considerations and Pipeline Failure Mitigation Control Requirements
  • Pipeline Design Standards, Codes and Recommended Practices
  • Pipeline Sizing, Wall Thickness Criteria, and the MAWP
  • Corrosion Allowance and the Remaining Service Life
  • Pipe Material Specification and Standard Dimension
  • Free Span Pipe; Layout, Elevation and Topography
  • Pipeline Design Calculation; Design and Operating Pressures
  • Pipe Material Requirement, Examination, Testing and Inspection
  • Pipeline Integrity Systems and Risk Assessment
  • Examples and Case Studies

 

PIPING AND PIPELINE : DESIGN, INSTALLATION, OPERATION, MAINTENANCE AND INTEGRATED MANAGEMENT

Description Training Piping and Pipeline :

This special practical approach course is designed to provide a comprehensive understanding of appliedpiping and pipeline technology: design aspects of piping & pipeline system, selection of materials andtypes of pipes, flanges, valves and fittings, handling of those materials, welding & installation techniques andprocedures, and the operation, inspection and maintenance of oil & gas piping and pipeline systems.

WHAT PARTICIPANT WILL GET:

After completion of this special course participant will:

  • Better understand the description, classification, requirement and specification of pipes, flanges, valvesand fittings used for oil and gas transportation operation
  • Improve ability on design, installation and maintenance
  • Interpret and evaluate pipeline operation performance data
  • Identify and solve problems in oil and gas transportation pipeline

Outline Training Piping and Pipeline :

In this specially designed practical course participants will learn from and discuss with professional instructor the following subjects:

1. Oil & Gas Flow Stream Characteristics, Equipment and Facilities

  • Hydrocarbon Properties and Oil & Gas Fluid Flow Characteristics
  • Multi-phase Flow Gathering Lines, Manifolds and Accessory Equipment
  • Oil & Gas Separation Stations and Facilities
  • Water Treating and Disposal Equipment, Transportation Lines & Facilities
  • Gas Treating and Processing Equipment, Transmission Lines & Facilities

2. Piping & Pipeline Materials, Standards and Codes

  • Steel Materials for Piping & Pipeline
  • Metallic Materials for Valves, Flanges and Fittings
  • Piping Manufacturing Methods and Variation ofProducts
  • Oil & Gas Pipeline Related Standards and Codes
  • API 5L Line Pipe Specifications

3. Pipeline Operation Principles

  • Piping & Pipeline Layout, Topography and Configuration
  • Principles of Fluid Flow and Practical Flow Equation
  • Multi-phase and Single-phase Oil & Gas Transportation/Transmission Practice
  • Pump Operation in Oil and Water Pipeline system
  • Compressor Operation in Gas Pipeline system

4. ANSI B.31 Series Standards and Requirements

  • Preliminary Selection of Economic Diameter for Minimum Investment
  • Stress Formula for Wall Thickness and Design Pressure Computation
  • Pipeline Economics Computation Methods
  • Oil or Water Transportation Pipeline Design Concept
  • Gas Transmission Pipeline Design Concept

5. Pipeline Construction and Installation

  • Choice of Design Procedure
  • Stress Computation Methods in Design and Construction
  • Pipeline Concrete Coating Parameters
  • Hydrostatic Testing Requirements
  • Construction/Installation Material Requirements

6. Pipeline Maintenance and Pigging Operation

  • Potential Operating Problems and Maintenance of Pipeline Systems
  • Inspection Techniques for Potential Failures and Wall Thickness & MAWP Reduction
  • Pipeline Cleaning and Pigging Operations
  • Pipeline Internal Maintenance and Chemical Injection
  • Pipeline External Maintenance and the Cathodic Protection

7. Access Fittings for Maintenance, Chemical Injection and Monitoring

  • Access Fitting Specifications, Configurations and Materials
  • Chemical Injection, Fluid Sampling and Monitoring Equipment & Facilities
  • Chemical Inhibitor, Scale Inhibitor and Biocide Materials
  • On-line Corrosion and Scale Monitoring Techniques
  • NACE Standards and Computation Methods for Pipeline Monitoring

CORROSION CONTROL AND MONITORING

DESCRIPTION

This course focuses on corrosion – from either internal or external source – and its potential problem, and the protection methods to stop or control them. Review on corrosion and technique by which it can be identified, monitored and controlled will be given in detail. Active participation is encouraged through case studies and examples especially on the use of painting and coatings, transformer-rectifier of impressed current, magnesium, zinc and alum sacrificial anodes for external protection, and the injection of corrosion inhibitors and biocides for internal corrosion control.

TRAINING MATERIAL OUTLINE CORROSION CONTROL AND MONITORING

  1. Review of oil & gas surface production facility and operations.
  2. Review of metallic materials used in surface production facility and pipelines and the corrosion problem usually happen.
  3. Case studies and examples of oil & gas material failure caused by corrosion from internal and external source.
  4. Uniform, galvanic and localized corrosion failures.
  5. Internal corrosion of pipeline, vessel and processing equipment caused by sour component, H2S, CO2, organic acid, brine, and the SRB (sulfate reducing bacteria).
  6. External corrosion of underground, underwater and under-seawater pipeline and structure caused by impurities in soil and water environment.
  7. External corrosion of topside structure caused by marine atmosphere.
  8. Basic electrochemistry of corrosion process, Ohm’s law and the corrosion rate.
  9. Corrosion control and prevention with painting & coatings and the cathodic protection.
  10. Measurement of corrosion potential and corrosion current.
  11. Protection with sacrificial anode and impressed current.
  12. Understanding NACE Standard RP-01-69 to stop external corrosion attack.
  13. Requirement, design and criteria of cathodic protection.
  14. Sacrificial anode specification, installation and construction.
  15. Testing, monitoring, and inspection of cathodic protection.
  16. Inspection and maintenance of transformer-rectifier and sacrificial anode.
  17. Field test, measurement techniques and instrument.
  18. Data recording and evaluation of cathodic protection system.
  19. Case studies of corrosion control and prevention with cathodic protection.
  20. Internal corrosion problem in the pipeline and surface facility.
  21. Oil/gas/water fluid properties and the corrosion tendency.
  22. Deterioration by H2S, CO2, and acidic corrosive components.
  23. Pipeline leakage and rupture by microbial induced corrosion.
  24. Corrosion caused by SRB and the pitting mechanism.
  25. Corrosion caused by oxygen penetration.
  26. Examples and case studies of equipment corrosion damage and pipeline leakage.
  27. Understanding NACE Standard RP-0775 for internal corrosion control and monitoring.
  28. Practical internal corrosion monitoring methods.
  29. Access fittings, corrosion coupon and corrosion probes.
  30. Practical internal corrosion control and prevention methods.
  31. Internal corrosion control with inhibitors and the selection of suitable corrosion inhibiting chemicals.
  32. Dosage and injection methods of corrosion inhibitors.
  33. SRB control with biocides and the selection of suitable and low risk biocide formula.
  34. Dosage and injection methods of biocides.
  35. Oxygen control by de-aeration and chemical injection, and the selection of suitable oxygen scavenger chemicals.
  36. Dosage and injection methods of oxygen scavenger.
  37. Safety in the use of chemicals for internal corrosion prevention.
  38. Review of gas dehydration process and operations.
  39. Internal corrosion problem in glycol contactor (dehydration) unit.
  40. Method and materials use to control the corrosiveness of rich glycol solution.
  41. Review of amine sweetening process and operations.
  42. Internal corrosion problem in amine sweetening unit.
  43. Method and materials use to control the corrosiveness of rich amine solution.
  44. Examples and case studies of internal corrosion control

PIPING AND PIPELINE NETWORK

CAKUPAN MATERI TRAINING :

  1. Overview codes for design and construction piping and Pipeline(As per code ASME B 31.1,  ASME B 31.3, B 31.4 and B 31.8).
  2. Engineering Design of Piping in the Indutrial Plants.
  3. Engineering Design of Pipeline
  4. Fluid Mechanics of  Piping Networks
  5. Fluid flow in Complex Piping Networks
  6. Hidraulic Analysis for Liquid Distribution.
  7. Hidraullic Analysis for Gas Transmission.
  8. Engineering Sofwares for Hidraullic Analysis of  Piping and

 

PIPELINE INTERNAL CORROSION CONTROL AND MONITORING

DESCRIPTION

This course is for either corrosion engineers or non corrosion engineering personnel who involve in oil & gas operations and maintenance, pipeline and asset integrity management, pipeline inspection and pigging, material purchasing, chemical selection and injection, hazard and HSE management, and any corrosion related activity.

 

OBJECTIVES

  1. Broadening or reshaping their knowledge on the related subjects of his or her area of responsibility
  2. Learning more detail about internal corrosion control and monitoring
  3. Understanding how to select and use of corrosion inhibitors and chemicals.



OUTLINE TRAINING PIPELINE INTERNAL CORROSION CONTROL AND MONITORING

  1. Oil, condensate, gas, and water flowing in the pipeline
  2. Corrosion in water re-injection system and the injection line
  3. Corrosion in sea water injection system
  4. The role of H2S, CO2, and acidic impurities in the fluid
  5. Nature of H2S corrosion, pitting and stress corrosion cracking
  6. Nature of CO2 corrosion
  7. Sour corrosion and top of line corrosion problems
  8. Microbial induced corrosion mechanism and its related problems
  9. Corrosion caused by SRB and the pitting mechanism
  10. Corrosion caused by oxygen penetration
  11. Examples of corrosion damage and pipeline leakage
  12. Corosion monitoring methods in oil & gas field
  13. Oil & gas filed corosion prevention methods
  14. Corrosion control with inhibitors and the selection of suitable corrosion inhibiting chemicals
  15. Dosage and injection methods of corrosion inhibitors
  16. SRB control with biocides and the selection of suitable and low risk biocide formula
  17. Dosage and injection methods of biocides
  18. Oxygen control by de-aeration and chemical injection, and the selection of suitable oxygen scavenger
  19. Dosage and injection methods of oxygen scavenger
  20. Safety in oil & gas corrosion prevention

 

PIPELINE SYSTEMS: DESIGN, CONSTRUCTION, MAINTENANCE

DESCRIPTION PIPELINE SYSTEMS

Plumbing is a piping system that most people are familiar with, as it constitutes the form of fluid transportation that is used to provide potable water and fuels to their homes and business. Plumbing pipes also remove waste in the form of sewage, and allow venting of sewage gases to the atmosphere. Fire sprinkler systems also use piping, and may transport potable or non-potable water, or other fire-suppression fluids. Piping also has many other industrial applications, which are crucial for moving raw and semi-processed fluids for refining into more useful products. Some of the more exotic materials of construction are titanium, chrome-moly and various other steel alloys.



OBJECTIVES PIPELINE SYSTEMS

  1. Develop a working knowledge of piping systems
  2. Differentiate between the different classes of piping
  3. Understand better the design, construction, operations and maintenance requirements of piping systems
  4. Implement strategies and methodologies to create an effective piping maintenance program
  5. Enhance their knowledge and skills to identify and address piping operational problems at all levels
  6. Implement mechanisms to measure piping performance at all levels
  7. Analyse and understand the impact of piping knowledge on the maintenance strategy
  8. Develop and implement an effective piping maintenance budget
  9. Use life cycle costing techniques to deliver best practice piping maintenance
  10. Implement maintenance plans that are cost effective and aligned to the organisation’s strategic goals

COURSE OUTLINE PIPELINE SYSTEMS

Introduction

  • Purpose .
  • Applicability
  • References
  • Distribution
  • Scope
  • Metrics
  • Brand Names
  • Accompanying Guidance
  • Specification
  • Manual Organization

Design Strategy

  • Design Analyses
  • Specifications
  • Drawings
  • Basis of Design
  • Loading Conditions
  • Piping Layout

General Piping Design

  • Materials of Construction
  • Design Pressure
  • Sizing
  • Stress Analysis
  • Flange, Gaskets and Bolting
  • Materials
  • Pipe Identification
  • Piping Supports
  • Testing and Flushing

Metallic Piping Systems

  • General
  • Corrosion
  • Design Pressure
  • Piping Supports for Metallic
  • Piping Systems
  • Joining
  • Thermal Expansion
  • Ductile Iron
  • Carbon Steel
  • Nickel and Nickel Alloys
  • Aluminum
  • Copper

Plastic Piping Systems

  •  General
  • Polyvinyl Chloride (PVC)
  • Polytetrafluoroethylene (PTFE)
  • Acrylonitrile-Butadiene-Styrene
  • ABS
  • Chlorinated Polyvinyl Chloride
  • CPVC
  • Polyethylene (PE)
  • Polypropylene (PP)
  • Polyvinylidene Fluoride (PVDF)

Rubber and Elastomer Piping Systems

  • General
  • Design Factors
  • Sizing
  • Piping Support and Burial
  • Fluoroelastomer
  • Isobutylene Isoprene
  • Acrylonitrile Butadiene
  • Polychloroprene
  • Natural Rubber

Thermoset Piping Systems

  • General
  • Reinforced Epoxies
  • Reinforced Polyesters
  • Reinforced Vinyl Esters
  • Reinforced Furans

Double Containment Piping Systems

  • General
  • Piping System Sizing
  • Double Containment Piping
  • System Testing
  • Leak Detection Systems

Lined Piping Systems

  • General
  • Plastic Lined Piping Systems
  • Other Lined Piping Systems

Valves

  •  General
  • Valve Types
  •  Valve Sizing and Selection
  • Valve Schedule

Ancillary Equipment

  • Flexible Couplings
  • Air and Vacuum Relief
  • Drains
  • Sample Ports
  • Pressure Relief Devices
  • Backflow Prevention
  • Static Mixers
  • Expansion Joints
  •  Piping Insulation
  • Heat Tracing
  • Corrosion Protection
  • Cathodic Protection
  • Isolation Joints
  • Protective Coatings

Corrosion Protection

  • Corrosion Protection
  • Cathodic Protection
  • Isolation Joints
  • Protective Coatings

DELIVERY TYPE PIPELINE SYSTEMS

Lecturing, workshop, interactive consultation, and case study.

GAS COMPRESSOR AND PIPING SYSTEM

PENDAHULUAN TRAINING GAS COMPRESSOR AND PIPING SYSTEM:

Kompresor merupakan salah satu peralatan penting dalam industri, jika dilihat fungsinya yang paling sederhana dalam industri kompresor berfungsi untuk membersihkan komponen dengan tiupan udara bersih dan kering, dalam hal ini tentu saja kompresor udara. Dalam industri kimia dan gas serta industri perminyakan, kompresor dapat berfungsi lebih luas lagi, misalnya sebagai pemindah, pengirim bahan-bahan bersifat gas. Lebih luas lagi juga dapat berfungsi sebagai fluid power dalam system kontrol pneumatic. Dengan power yang konstan kompresor dapat menghasilkan tekanan sekaligus juga aliran gas atau udara, yang proporsional artinya bila diinginkan aliran besar maka tentu saja tekanannya akan turun, demikian juga sebaliknya. Tentu saja banyak factor yang saling mempengaruhi misalnya temperatur lingkungan, temperatur gas atau udara yang dikompres (dimampatkan). Dalam hal inilah, dalam training ini akan dibahas tentang apa itu kompresor, bagaimana cara kerjanya, mengoperasikanya, memeliharanya, merawatnya, dan lebih penting lagi instalasinya dengan system perpipaan.

 

TUJUAN TRAINING GAS COMPRESSOR AND PIPING SYSTEM:

Setelah selesai pelatihan, peserta diharapkan mampu :

  • Mempertimbangkan pilihan peralatan, system dan perlengkapan serta instalasi yang sesuai dengan pertimbangan dan persyaratan yang ada dilapangan.
  • Memahami cara-cara pengoperasian peralatan sesuai dengan pertimbangan desain dan pemeliharaan peralatan yang bersangkutan.
  • Menemukan dan menganalisis kemungkinan-kemungkinan penyebab terjadinya gangguan dalam peralatan maupun instala sisistem.
  • Menentukan tindakan-tindakan pemeliharaan dan perawatan terhadap peralatan bila kemungkinan terjadi gangguan.

 

CAKUPAN MATERI TRAINING GAS COMPRESSOR AND PIPING SYSTEM:

  1. Pre test
  2. Klasifikasi kompresor
  3. Centrifugal compressor
  4. Screw compressor (screw)
  5. Basic analysis of gas compress
  6. Kalkulasi tekanan dan kapasitas
  7. Recommendation maintenance and inspection
  8. Installation and operation – compressor
  9. Design and lay out pipa udara
  10. Analisa tek, kap dan tem pipa udara
  11. Pemilihan material pipa gas
  12. Maintenance instalasi pipa gas
  13. Pipe lining, equipment and safety valve

PIPING COMPONENTS PRINCIPLES

OVERVIEW TRAINING PIPING COMPONENTS PRINCIPLES

Ribuan pipa digunakan dalam industri, seperti pembangkit listrik, pabrik petrokimia, pulp dan pabrik kertas, industri makanan dan minuman, pabrik pupuk,industri minyak lepas pantai dan hampir seluruh kegiatan industri memakai instalasi pipa oleh karena itu Mereka harus mengembangkan keterampilan dan pengetahuan tentang sistem perpipaan.

Pipa merupakan sarana yang sangat diperlukan dalam suatu konstruksi peralatan produksi terutama pada industri migas. Spesifikasi dan standar sangat penting untuk diketahui dalam perencanaan sistem perpipaan peralatan produksi guna mencapai tujuan secara efektif, efisien dan aman.

Selain itu diperlukan juga pengetahuan tentang bagaimana merawat dan memperbaiki instalasi perpipaan berikut kelengkapannya serta menginspeksi kondisi perpipaan serta melaksanaan test dengan benar dan aman. Setelah mengikuti pelatihan ini, maka peserta dapat memahami spesifikasi material yang standar dan perawatan instalasi perpipaan dalam lingkungan industri.



OBJECTIVES

  • Memahami proses dan diagram pipa
  • Pemahaman aliran fluida, jenis, karakteristik
  • Memahami jaringan pipa
  • Tentukan penurunan tekanan dalam sistem perpipaan
  • Tentukan ketebalan dinding
  • Memahami pembuatan pipa
  • Familiar dengan komponen perpipaan (piping components)
  • Meningkatkan pemahaman Anda menghubungkan pipa
  • Memahami perlindungan pipa dari korosi
  • Untuk mengetahui cara memeriksa dan pengujian perpipaan

 

OUTLINE TRAINING PIPING COMPONENTS PRINCIPLES

  1. Pipa dan spesifikasinya
  2. Fitting dan spesifikasinya
  3. Valve dan spesifikasinya
  4. Insulasi, penyangga dan gantungan pipa
  5. Gambar perpipaan
  6. Pemeriksaan dan pemeliharaan pipa
  7. Fabrikasi pipa
  8. Latest technology on piping design (3D-CAE)

Pemipaan

LATAR BELAKANG

Pipa sebagai cubing panjang dari tanah liat, konkret, loham, kayu, dan sebagainya untuk mengalirkan air, gas, minyak, dan cairan-cairan lain. Fluida merupakan substansi yang dapat mengalirkan cairan atau gas. Hampir setiap tahun diperkenalkan kegunaan baru untuk pipa yang menghasilkan kebutuhan baru dan pengembangan spesifikasi-spesifikasi material serta pengembangan para pakar perancang pemipaan.

Saat ini pipa dapat dicari hampir di setiap tempat, baik pemipaan dalam automobil hingga sistem perpipaan yang rumit (pipa proses, jalur pipa, pipa tenaga uap pabrik atau salah satu dari berbagai kategori lainnya) pada industri rekayasa. Untuk mendukung sistem produksi yang memadai diperlukan tenaga kerja yang handal atau peningkatan keahlian tenaga kerja profesi Perancangan Sistem Pemipaan.



OUTPUT

Pemahaman karyawan tentang pengetahuan perancangan sistem pemipaan meliputi konsep dasar sistem pemipaan, standar dan simbol pipa, jenis pipa, sambungan, fitting dan katup, teknik fabrikasi pipa, pemilihan pipa, konstruksi sistem pemipaan, perhitungan pipa, dan instrumentasi pemipaan.



Materi Pelatihan Pemipaan

  1. Konsep dasar sistem pemipaan
  2. Standar dan simbol pipa
  3. Jenis pipa dan sambungan pipa
  4. Fitting, flens, katup, dan kran
  5. Fabrikasi pipa
  6. Pemilihan pipa
  7. Konstruksi sistem pemipaan
  8. Perhitungan pipa
  9. Instrumentasi pemipaan

Pipe and Pipeline Technology

Deskripsi Training Pipe and Pipeline Technology 

Seni desain dan konstruksi sistem perpipaan dan pipa jika dilihat kembali ke peradaban paling awal. Kemajuannya mencerminkan evolusi stabil budaya di seluruh dunia, kebutuhan pengembangan pertanian, pertumbuhan kota-kota, revolusi industri dan penggunaan tenaga uap, penemuan dan penggunaan minyak, perbaikan dalam pembuatan baja dan teknologi pengelasan, penemuan dan penggunaan plastik, pertumbuhan yang cepat dari industri kimia dan listrik, dan meningkatnya kebutuhan untuk jaringan pipa air, minyak dan gas yang dapat diandalkan.

 

Tujuan  Training Pipe and Pipeline Technology 

Setelah selesai mengikuti training ini, peserta diharapkan akan:

  1. Mengerti dan memahami deskripsi, klasifikasi dan spesifikasi pipa untuk operasi minyak dan transportasi gas
  2. Mampu meningkatkan kemampuan desain, instalasi dan pemeliharaan
  3. Mampu mengevaluasi data kinerja operasi pipa
  4. Mampu mengidentifikasi masalah dalam transportasi pipa minyak dan gas.

 

Materi Training Pipe and Pipeline Technology 

  1. Introduction of Pipeline
  2. Oil and Gas Flowstream Characteristics
  3. Materials, Equipment and Facilities
  4. Pipeline Design
  5. Pipeline Construction and Instalation
  6. Maintenance
  7. Quality Control of Inspections

 

PWHT: Post Weld Heat Treatment

Background Training PWHT

Dalam proses penyambungan pipa minyak dan gas melaui proses pengelasan. Posting Weld Heat Treatment dilakukan setelah pengelasan, umumnya pada suhu yang lebih tinggi dan dengan tujuan yang berbeda dibandingkan Panaskan / interpass pemanasan. PWHT mungkin perlu diterapkan tanpa membiarkan suhu turun di bawah minimum yang ditentukan untuk Panaskan / interpass pemanasan.



Objectives Training PWHT

  1. Memahami metalurgi proses pengelasan pada pipa baja
  2. Memahami pengaruh negatif pada daerah lasan dan daerah yang terpengaruh panas
  3. Memahami teknik inspeksi material hasil proses PWHT
  4. Memahami strandard prosedur PWHT

Contents Training PWHT

  1. Metalurgi pengelasan pada baja
  2. Korosi pada baja  daerah lasan
  3. PWHT teori, standard prosedur dan aplikasi
  4. Inspeksi padaPWHT
  5. Penulisan dan pelaporan
  6. Diskusi interaktif

 

Fluid Flow Gas Metering and Custody Transfer

Deskripsi Training Fluid Flow Gas Metering and Custody Transfer

Kilang, pabrik kimia, perusahaan farmasi dan sejumlah industri lainnya harus mengukur bahan baku dan produk jadi secara akurat, karena mereka membayar untuk apa yang datang dan mendapatkan bayaran untuk apa yang terjadi diluar. Ketika produk berupa minyak dan gas yang mengalir melalui pipa, flowmeter digunakan sebagai alat ukurnya. Banyak teknologi flowmeter telah digunakan untuk aplikasi custody transfer. Teknologi ini termasuk dalam pengukuran differential pressure, turbin meter, positive displacement meter, pengukuran kepadatan dan aliran coriolis, serta pengukuran ultrasonik. Menurut Butch, komponen sistem membutuhkan perawtan yang tepat, verifikasi dan kalibrasi sesekali dalam rangka untuk terus memastikan untuk terus memastikan bahwa tingkat akurasi yang sama dari waktu ke waktu. Pemeliharaan berkala pada sistem custody metering sangat penting untuk memaksimalkan akurasi pengukuran secara keseluruhan dan optimal.

 

Tujuan Training Fluid Flow Gas Metering and Custody Transfer

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta mampu mengembangkan pengetahuan dalam menyeleksi, menginstalasi dan mempersiapkan alat pengukuran. Peserta mampu merancang spesifikasi yang diperlukan dan mengimplementasikan alat-alat pengukuran.

 

Materi Training Fluid Flow Gas Metering and Custody Transfer

  1. Pengantar Flow Measurement
  2. Tipe-tipe Fluid Flow Measurement: Custody and Non-custody Transfer Measurement
  3. Basic Reference Standards
  4. Ideal and Non-Ideal Installations
  5. Fluid Characteristics
  6. Measurrement Units and Data Analysis
  7. Installations Requirements
  8. Flow Pattern
  9. Operational Considerations
  10. Operational Influences on Gas Measurements
  11. Maintenance of Meter Equipment
  12. Measurement and Meters

 

Casing Cementing

Casing merupakan pipa yang berbahan dasar baja yang dipasang di dinding sumur minyak atau gas dimana peranannya adalah untuk menahan runtuhan dinding lubang dan mencegah air formasi masuk kedalam lubang bor. Salah satu hal yang turut mempengaruhi keberhasilan casing tersebut adalah proses cementing, yaitu proses pengisian anulus antara pipa selubung dan dinding lubang bor dengan bubur semen. Kegunaan dari cementing tersebut adalah untuk mencegah migrasi fluida antara lapisan tidak kedap air dan menyangga pipa selubung. Apabila proses operasi penyemenan yang tidak sempurna maka dapat memberikan kerugian besar pada proses produksi pertambangan minyak dan gas. Permasalahan yang umumnya timbul adalah sulitnya mengontrol produksi pada tiap-tiap lapisan formasi produktif. Keberhasilan penyemanan yang ditentukan oleh beberapa faktor mengharuskan perusahaan untuk mempelajari hal itu lebih dalam sehingga dapat meningkatkan dan menjaga perfomansi produksi yang dilakukan. Training ini membekali peserta untuk mengetahui berbagai seluk beluk casing cementing sehingga perusahaan dapat mengaplikasikan proses cementing yang tepat.

 

Tujuan

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami secara mendalam mengenai berbagai hal di sekitar casing cementing beserta dengan faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalannya
  2. Mengidentifikasi persoalan dan ketrampilan memberikan solusi terkait dengan casing cementing

 

Materi Training Casing Cementing

  1. Ruang lingkup dan peranan casing cementing di industri pertambangan minyak dan gas
  2. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan casing cementing
  3. Identifikasi kecocokan well dengan casing cementing
  4. Sifat dasar semen
  5. Tipe semen yang mendukung keberhasilan
  6. Desain bahan aditif casing cementing
  7. Optimasi menggunakan accelerators
  8. Perencanaan dan Pengontrolan Primary cementing
  9. Perencanaan dan Pengontrolan Secondary cementing
  10. Studi kasus persoalan casing cementing

CORPORATE FINANCE

DESKRIPSI TRAINING CORPORATE FINANCE

Dalam perusahaan, pengelolaan Corporate Finance harus dipahami dan dikuasai oleh jajaran manajamen, direksi, staf keuangan, serta pihak-pihak yang berkepentingan. Mereka harus belajar dari pengalaman bagaimana mengatasi berbagai problem yang rutin terjadi. Pengetahuan mengenai teori dan aplikasi Corporate Finance diperlukan salah satunya supaya mampu merespon dengan baik secara rasional setiap perubahan yang terjadi, dan dapat membantu untuk memberikan jawaban yang tepat saat terjadi perubahan dan saat hal-hal baru muncul ke permukaan dan perlu untuk dianalisis.

Melalui pelatihan ini, peserta akan memahami pengelolaan keuangan secara keseluruhan, baik di tingkat korporat maupun unit bisnis, baik teori maupun praktik, dan mampu mengaplikasikan materi yang didapat untuk menyelesaikan problem-problem keuangan di perusahaan. Disamping itu peserta akan mempelajari juga berbagai keahlian praktis di bidang keuangan yang bisa membantu membuat keputusan secara lebih bijaksana dan membantu karir di perusahaan menjadi lebih baik.

TUJUAN TRAINING CORPORATE FINANCE

Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta akan dapat:

  • Mengetahui tentang Corporate Finance secara mendasar, komprehensip, integralistik, dan logis serta memahami peran dan tugas Corporate Finance pada perusahaan
  • Memahami konsep dan aplikasi Corporate Finance dalam konteks tugas dan tanggung jawab finance manager
  • Membaca laporan keuangan dan memahami cara menggunakan metode akuntansi untuk forecasting pendapatan dan pertumbuhan perusahaan secara mudah
  • Melakukan diskusi dan membuat laporan keuangan dengan pemahaman terminologi yang benar
  • Mahir dalam keuangan dan akuntansi yang dibutuhkan dalam penyusunan anggaran, memberikan justifikasi terhadap permintaan angaran, dan dapat menemukan perosalan keuangan secara dini
  • Meningkatkan kemampuan problem solving terkait dengan Corporate Finance
  • Meningkatkan apresiasi dan tanggung jawab peserta terhadap peningkatan kinerja dan keberhasilan perusahaan secara umum

MATERI TRAINING CORPORATE FINANCE

  1. Pengantar:
  • Apa yang dimaksud dengan Corporate Finance
  • Financial/Accounting Statement, Taxes, and Cash Flow
  1. Kriteria Penilaian Investasi
  2. Financial Statements and Long Term Financial Planning
    • Working with Financial Statement
    • Long-Term Financial Palnning and Growth
  3. Valuation of Future Cash Flows
    • First Principles of Valuation: the Time Value of Money
    • Valuing Stocks and Bonds
  4. Capital Budgeting
    • Net Present Value and Other Investment Criteria
    • Making Capital Investment Decision
    • Project Analysis and Evaluation
  5. Risk and Return
    • Some Lessons from Capital Market History
    • Return, Risk, and the Security Market Line
  6. Long Term Financing
    • Long Term Financing: An Introduction
    • Issuing Securities to the Public
  7. Cost of Capital and Long Term Financial Policy
    • Cost of Capital
    • Financial Leverage and Capital Structure Policy
    • Dividends and Dividend Policy
  8. Short Term Financial Planning and Management
    • Short Term Finance and Planning
    • Cash and Liquidity Management
    • Credit and Inventory Management
  9. Topics in Corporate Finance
  • Options and Corporate Securities
  • Mergers and Acquisitions
  • International Corporate Finance
  • Leasing
  • Risk Management: An Introduction to Financial Engineerings
  1. Studi Kasus & Diskusi

PERHITUNGAN AKTUARIA SESUAI PSAK 24

DESKRIPSI TRAINING PERHITUNGAN AKTUARIA SESUAI PSAK 24

Pelatihan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk mengetahui jumlah kewajiban dan beban atas program Imbalan Paska Kerja Karyawan sesuai perlakuan akuntansi dihitung dengan metode perhitungan secara aktuarial, sesuai dengan basis Akuntansi berdasarkan PSAK-24 atau SAK ETAP. Training ini di selenggarakan dengan menerapkan sistem pengajaran interaktif dan adanya studi kasus diharapkan peserta training dapat memahami dan diterapkan pada lingkup kerja. Peserta juga di kenalkan pada metode PUC (Projected Unit Kredit), dimana peserta dapat melakukan perhitungan sederhana terhadap kewajiban Employee Benefit sesuai jenis program benefit yang ada di Perusahaan.



MATERI
TRAINING PERHITUNGAN AKTUARIA SESUAI PSAK 24

1.  Pengenalan Aktuaria:
Mempelajari secara mudah perhitungan aktuaria bagi pemula. Peserta di harapkan dapat memahami prinsip nilai sekarang dan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kenaikan kewajiban atau penurunannya. Materi yang akan disampaikan adalah sbb:

  • Pengertian Aktuaria
  • Fungsi Aktuaria dalam menetukan Nilai Kini Kewajiban
  • Tingkat Bunga (Interest Rate).
  • Nilai Sekarang (Present Value).
  • Anuitas

2.  Pengetahuan Dasar dan Pemahaman tentang PSAK 24
Pengertian dan istilah-istilah dalam perhitungan PSAK 24. Diharapkan peserta dapat memahami variabel yang dapat mempengaruhi perhitungan dari tahun ke tahun. Materi yang akan disampaikan adalah sebagai sbb:

  • Arti Istilah.
  • Analisis Program dalam PSAK.
  • Penentuan dan dampak asumsi aktuaria terhadap perhitungan beban & kewajiban.
  • Melakukan validasi data dan analisa manfaat sesuai Peraturan Perusahaan.
  • Melakukan analisa keuntungan / kerugian aktuaria.
  • Menghitung nilai kini kewajiban imbalan pasti dengan metode Projectec Unit Credit
  • Menyajikan asumsi aktuaria yang dapat dipertanggungjawabkan dan diterima secara umum

3.  Alur Perhitungan PSAK 24.

  • Perhitungan beban dan kewajiban sesuai PSAK 24 untuk setiap manfaat karyawan
  • Menghitung keuntungan / kerugian aktuaria yang belum diakui dan yang diakui.
  • Menghitung biaya jasa kini
  • Menghitung biaya bunga
  • Menghitung dampak dari kurtailmen atau penyelesaian program (bila ada).
  • Memberikan penjelasan yang dibutuhkan guna menyusun Pengungkapan untuk Laporan Keuangan

4.  Sistem Pelaporan sesuai dengan PSAK 24
Membuat laporan lengkap, yang menyajikan informasi sebagai berikut :

  • Penjelasan mengenai manfaat dan data karyawan
  • Metode dan asumsi perhitungan.
  • Hasil Perhitungan
  • Catatan / penjelasan mengenai hasil perhitungan.

IFRS BASIC

PENDAHULUAN TRAINING IFRS

Mulai Januari 2012, Indonesia sudah mengadopsi IFRS secara penuh. Dengan mengadopsi penuh IFRS, laporan keuangan yang dibuat berdasarkan PSAK tidak memerlukan rekonsiliasi signifikan dengan laporan keuangan berdasarkan IFRS. Konvergensi IFRS kedalam PSAK memiliki implikasi yang  besar bagi dunia usaha, terutama pada sisi pengambilan kebijakan perusahaan yang didasarkan kepada data‐data akuntansi. Dampak penerapan IFRS tidak hanya mencakup masalah akuntansi, tapi juga masalah-masalah lainnya seperti: perpajakan, keuangan, sistem pelaporan manajemen, investasi, kompensasi pegawai/manajemen, dan indikator kinerja.

Dari beragam standar akuntansi yang kini sudah berkiblat ke standar internasional, PSAK 1 adalah induk dari semua PSAK yang ada. Perusahaan yang telah dan akan mengadopsi IFRS, wajib menuangkannya dalam laporan keuangan yang sesuai dengan standar atau format yang dinyatakan dalam PSAK 1 tersebut. PSAK 1 sudah wajib diterapkan untuk laporan keuangan mulai tahun 2011. PSAK 1 sendiri kini mengalami sejumlah perubahan yang sangat signifikan, seperti informasi yang disajikan, dikenal adanya pendapatan komprehensif lain, komponen laporan keuangan yang lengkap, pos minimal yang wajib disajikan dalam laporan keuangan dan perubahan lainnya. Karena perubahan tersebut, bisa jadi perusahaan harus melakukan adjustment atas accounting system yang dioperasikan saat ini. Perubahan ini harus segera anda ketahui dan antisipasi dan dipersiapkan dari sekarang.

TUJUAN TRAINING IFRS :

Mengetahui dan memahami perubahan apa saja yang terdapat pada Revisi PSAK, memahami bagaimana relevansi Revisi PSAK dalam setiap transaksi bisnis serta pelaporan keuangan, memperoleh gambaran dalam melakukan antisipasi dengan timbulnya Revisi PSAK, dan mendapatkan contoh-contoh real dari penerapan revisi PSAK melalui studi kasus yang disajikan, antara lain:

  1. Memberikan persiapan dan materi inti dalam menghadapi masa transisi.
  2. Mengimplementasikan proses migrasi ( Metode dan Aplikasi ) : Struktur, Materi, Jurnal.
  3. Mengoptimalkan keterampilan SDM dan menyelaraskan sudut pandang Regulator dengan para pelaksana.
  4. Memahami struktur dan makna laporan keuangan.
  5. Memahami peraturan-peraturan yang harus dipenuhi dalam menyusun laporan keuangan.
  6. Memahami perlakuan akuntansi dan perpajakan pada setiap transaksi yang terjadi.

 

CAKUPAN MATERI TRAINING IFRS:

  1. Memahami Laporan Keuangan;
  2. PSAK Berbasis International Financial Reporting Standard (IFRS) 2012;
  3. Laporan Posisi Keuangan Perusahaan;
  4. Laporan “Comprehensive Income”;
  5. Laporan Arus Kas;
  6. Akuntansi Untuk Persediaan;
  7. Akuntansi Aset Tetap PSAK 16 (Revisi 2007);
  8. Akuntansi Penurunan Nilai Aset;
  9. Akuntansi Untuk Sewa;
  10. Akuntansi Untuk Biaya Pinjaman;
  11. Akuntansi Untuk Pajak Penghasilan;
  12. Akuntansi Untuk Program Pensiun;
  13. Laporan Perubahan Ekuitas;
  14. Intercorporate Equity Investments;
  15. Laporan Keuangan;
    1. Aset Lancar ; Aset Tetap
    2. Penurunan Nilai ; Revaluasi ; Sewa
  16. Dampak IFRS terhadap perpajakan terkini terkait dengan penerapannya.

IFRS (INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARDS)

DESKRIPSI

Peran IFRS (International Financial Reporting Standards) adalah membuat sebuah sistem harmonisasi standar akuntansi internasional khususnya Financial Accounting Standard Boards (Badan Pembuat Standar Akuntansi di Amerika Serikat). Ini adalah sebuah upaya untuk memperkokoh konsep arsitektur keuangan global dan mencari solusi antisipatif dalam periode jangka panjang terhadap kurangnya reaksi dari IASB (International Accounting Standard Boards) dalam melakukan langkah percepatan perubahan dalam rangka transparansi informasi keuangan.

Pelatihan IFRS sangat penting terkait rencana Indonesia untuk convergence terhadap IFRS dalam pengaturan standar akuntansi keuangan. Pengaturan perlakuan akuntansi yang convergen dengan IFRS akan diterapkan untuk penyusunan laporan keuangan entitas yang dimulai per 1 Januari 2012. Compliance terhadap IFRS memberikan manfaat terhadap pembandingan laporan keuangan dan peningkatan transparansi. Melalui compliance maka laporan keuangan perusahaan Indonesia dapat dibandingkan dengan laporan keuangan perusahaan dari negara lain, sehingga akan tampak jelas kinerja perusahaan mana yang lebih baik. Selain itu, program konvergensi juga bermanfaat untuk mengurangi biaya modal (cost of capital), meningkatkan investasi global, dan mengurangi beban penyusunan laporan keuangan. Pelatihan ini juga menginformasi standar-standar akuntansi terupdate yang dikeluarkan DSAK IAI tahun 2009 hingga 2010 dalam rangka konvergensi IFRS tersebut.



TUJUAN

Tujuan & Manfaat Pelatihan IFRS :

  • Memahami arti pentingnya IFRS
  • Mamahami ruang lingkup dan konsep pokok IFRS
  • Memahami accounting treatment dalam IFRS
  • Memahami konsep reporting dan disclosure dalam IFRS dan PSAK
  • Memahami perbedaan antara IFRS dengan PSAK
  • Financial Analysis and Interpretation dalam IFRS



MATERI TRAINING IFRS

  • Pengantar & Pengenalan IFRS
  • Sejarah perkembangan IFRS
  • Manfaat IFRS
  • Hambatan terhadap IFRS
  • IFRS di masa mendatang
  • Beberapa Standar dalam IFRS
  • Standar-standar yang terkait dengan Neraca
  • Standar-standar yang terkait dengan Rugi Laba
  • Beberapa Perbandingan IFRS dengan GAAP
  • Beberapa perbandingan IFRS dengan PSAK
  • Penerapan IFRS
  • Update Standar terbaru IAI 2009/2010 dalam rangka konvergensi IFRS
  • Kedudukan, peran dan fungsi internal auditor dalam penerapan IFRS (Internal auditor’s role ini IFRS implementation)
  • Hal-hal lain terkait IFRS dalam hubungan dengan satuan pengawasan intern (internal auditor)