Category Archives: Iso & Standardization

Menyusun SOP yang Aplikatif dan Efektif

Pendahuluan Menyusun SOP yang Aplikatif dan Efektif

SOP adalah critical point dalam menerapkan tata kelola yang efektif, produktif dan berkualitas.  Tantangan bisnis saat ini mensyarakat perusahaan untuk beroperasi seefektif dan seefisien mungkin disisi lain kretifitas dan perbaikan secara terus menerus tetap harus dilakukan. Operasi yang efektif mensyaratkan adanya keteraturan, semua unsur dalam perusahaan bergerak sesuai dengan tugas dan fungsinya, tidak tumpang tindih, peran dan tanggung jawab masing masing jelas dan dipahami bersama.

SOP bagi perusahaan bukan hanya alat untuk mencapai sertifikasi tertentu, SOP semestinya bermanfaat nyata terhadap kinerja perusahaan. Namun kenyataan menunjukkan terdapat banyak kendala dalam penerapan SOP, diantaranya : SOP yang tidak dijalankan dengan disiplin, SOP yang bukannya mempermudah namum memperpanjang birokrasi dan SOP yang tidak diperbaharui sehingga tidak sanggup menjawab perubahan yang ada di perusahaan itu sendiri.

Hal yang sama juga muncul pada saat penyusunan SOP. Permasalahan yang muncul diantaranya, apakah hanya  memformalkan sistem dan prosedur yang belum dituliskan atau harus melakukan perbaikan dan perubahan ? ; Proses bisnis yang belum optimal, belum samanya pemahaman pada level pimpinan, perubahan struktur dan pemangku jabatan. Pada akhirnya menyebabkan penyusunan SOP yang berlarut dan tidak terselesaikan.

Pelatihan ini akan memberikan masukan dan panduan kepada para peserta untuk menyusun SOP yang aplikatif, sehingga dapat diterapkan semua unsur terkait dalam perusahaan dan efektif dalam meningkatkan kinerja perusahaan.

 

Tujuan Pelatihan Menyusun SOP yang Aplikatif dan Efektif

  1. Menjelaskan manfaat penyusunan SOP dalam upaya menjaga konsistensi tata kelola perusahaan yang efektif, produktif dan efisien
  2. Memeberikan pengetahuan memetakan da menganalisa proses bisnis
  3. Memberikan pengetahuan tata cara penyusunan SOP yang aplikatif dan efektif
  4. Mengidentifikasi peluang penyempurnaan dan perbaikan SOP di tempat kerja masing-masing.

 

Pokok Materi

  1. Pengantar : SOP, peran dan kedudukannya dalam tata kelola perusahaan
  2. Proses Bisnis.
  3. Pemetaan Proses bisnis
  4. Analisa Proses Bisnis
  5. Evaluasi Mekanisme Kerja.
  6. Evaluasi Sistem Informasi.
  7. SOP Makro, SOP Mikro dan IK
  8. Tahapan Penyusunan SOP.
  9. Penulisan SOP
  10. Mekanisme Uji penerapan Sop
  11. Mekanisme Sosialisasi SOP
  12. Audit penerapan SOP
  13. Peremajaan SOP
Iklan

BEST PRACTICE IN ISO 14001: 2004

DESKRIPSI TRAINING ISO 14001: 2004

Manfaat kesesuaian dengan ISO 14001: 2004 adalah memastikan bahwa organisasi ikut menjaga kelestarian ekosistem, ekosistem yang terjaga dengan baik menjadikan lingkungan kerja aman dan sehat.

Kesesuaian dengan standar sama dengan meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pelanggan karena produk yang dibeli adalah produk yang dibuat dan proses secara aman lingkungan.

Perusahaan yang telah bersertifikat ISO 14001: 2004 diijinkan untuk mengiklankan pada media massa bahwa organisasi menerapkan manajemen lingkungan yang diakui secara internasional, hal ini berarti meningkatkan image perusahaan serta daya saing dalam memasuki pasar global.

Perusahaan yang telah memperoleh sertifikat ISO 14001: 2004 secara otomatis terdaftar pada lembaga registrasi, sehingga apabila pelanggan potensial ingin mencari pemasok bersertifikat ISO 14001: 2004, akan menghubungi lembaga registrasi. Jika nama perusahaan itu telah terdaftar pada lembaga registrasi bertaraf internasional, maka hal itu berarti terbuka kesempatan pasar baru.

 

TUJUAN TRAINING ISO 14001:2004

Setelah mengikuti training dan workshop ini, maka diharapkan

  1. Memahami konsep dan pola pikir keberadaan ISO 14001: 2004
  2. Memahami langkah-langkah pembentukan dan pengembangan sistem manajemen lingkungan
  3. Memiliki ketrampilan untuk menyusun dan menerapkan SML ISO 14001: 2004
  4. Setiap peserta mendapat kesempatan kunjungan konsultan untuk memandu penerapan di lapangan dan persiapan internal audit

 

MATERI TRAINING ISO 14001: 2004

  • Filosofi pembentukan ISO 14000
  • Peristilahan: sistems, management, environtment, aspect, impact, dll
  • Prinsip-prinsip SML 14000 dan keterkaitan dengan standar internasional lainnya
  • Pemahaman persyaratan SML
  • Pemahaman Klausul “Kebijakan Lingkungan”
  • Pemahaman dan latihan klausul “Aspek Lingkungan”
  • Pemahaman dan latihan klausul “Perundang-undangan”
  • Pemahaman dan latihan klausul “Program SML, Tangungjawab, Kompetensi dan Pelatihan”
  • Pemahaman dan laithan sistem dokumentasi, Kesiagaan dan Tanggap Darurat, Pemantauan dan Pengukuran
  • Penentuan prioritas aspek lingkungan
  • Pemahaman audit SML

MANAJEMEN K3 LABORATORIUM: Training Documenting & Implementing ISO 17025

DESKRIPSI TRAINING MANAJEMEN K3 LABORATORIUM

Pada masa yang semakinkompleks saat ini, para pelaku bisnis dituntut untuk bertindak sangat hati-hati dalam menjaga mutu produknya karena ketatnya persaingan diantara para pesaing dan kompetitor baru. Dalam hal ini penjagaan mutu dan kualitas menjadi sesuatu yang dinomorsatukan. Salah satu faktor yang sangat penting untuk menjaga mutu tersebut adalah melalui kebenaran pengukuran tiap komponen yang membentuk produk tersebut. Kebenaran pengukuran ini dinyatakan oleh laboratorium penguji dan laboratorium kalibrasi yang berkompeten.

Dengan semakin majunya ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk kemajuan teknologi laboratorium, resiko terhadap pekerja laboratorium pun semakin meningkat dan lebih kompleks. Pekerja atau petugas Laboratorium adalah pekerja yang sangat identik dengan terpaparnya zat berbahaya dan bahan kimia yang beracun, korosif, mudah meledak, mudah terbakar dan terkena berbagai bahaya biologi lainnya yang sewaktu-waktu dapat mencelakaan pekerja, khususnya yang berada di laboratorium. Mereka sangat rentan terhadap ancaman resiko dan potensi kecelakaan akibat adanya interaksi antara tenaga kerja, peralatan, bahan dan dan situasi lingkungan kerja yang ada di dalamnya. Oleh karena itu, perlu adanya pemahaman dan kesadaran perusahaan dan para tenaga kerja untuk mengantisipasi dan mengelola potensi risiko di laboratorium sesuai dengan standar yang ditetapkan dan ketentuan yang berlaku.

Suatu laboratorium dinyatakan berkompeten apabila laboratorium tersebut telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). Untuk dapat diakreditasi sebagai laboratorium yang kompeten, laboratorium tersebut harus menerapkan standar ISO/IEC 17025:2008 (Persyaratan Umum Kompetensi Laboratorium Penguji/Kalibrasi)

Variasi dalam pengujian, atau standar ukuran, metode kerja, jenis dan kelengkapan laboratorium akan sangat mempengaruhi derajat kesehatan dan keselamatan pekerja laboratorium. Selain itu, kegiatan laboratorium juga beberapa risiko yang timbul dari media fisik, kimia, ergonomis dan psiko-sosial yang harus dikendalikan untuk menjamin keselamatan dan kesehatan sebagai dasar untuk mempertahankan dan meningkatkan produktivitas kerja personel laboratorium yang terlibat. Kemampuan mengelola K3 oleh SDM akan meningkatkan kualitas sangat bermakna bila faktor kepemahaman SDM tersebut dikembangkan dengan rekayasa yang mutakhir.

Sehubungan dengan hal tersebut, Kami menyelenggarakan program pelatihan manajemen k3 laboratorium ini, dengan tujuan membantu industri, organisasi, instansi, laboratorium, dan pelaku bisnis untuk memahami dan melaksanakan kegiatan menjaga kompetensi laboratorium penguji/kalibrasi dengan menerapkan ISO/IEC 17025:2008 melalui pelatihan Manajemen K3 Laboratorium (Training Documenting & Implementing ISO 17025).



GARIS BESAR TRAINING MANAJEMEN K3 LABORATORIUM

Secara garis besar, pembahasan yang akan disampaikan dalam pelatihan manajemen k3 laboratorium ini antara lain:

  • Laboratorium dan Sistem Mutu
  • Pengenalan dan Interpretasi ISO/IEC 17025:2005 (Persyaratan Manajemen & Persyaratan Teknis)
  • Dokumentasi Sistem Mutu Laboratorium
  • Penyusunan Dokumentasi Sistem Mutu Laboratorium
  • Presentasi Dokumentasi



TUJUAN TRAINING MANAJEMEN K3 LABORATORIUM

Tujuan diselenggarakannya pelatihan manajemen k3 laboratorium ini agar peserta dapat:

  • Memahami prinsip penyiapan laboratorium yang memenuhi persyaratan kompetensi laboratorium penguji/kalibrasi berdasarkan ISO/IEC 17025 : 2008.
  • Memahami prinsip dokumentasi mutu laboratorium penguji/kalibrasi menurut ISO /IEC 17025:2008.
  • Mampu menyusun Panduan Mutu, Prosedur, Instruksi Kerja dan Formulir untuk laboratorium



MANFAAT

Pada dasarnya setiap laboratorium telah dirancang untuk memenuhi standar masalah keselamatan dan kesehatan baik sebagai bentuk manajemen untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman bagi karyawannya. Dengan terciptanya kepatuhan peraturan di tempat kerja dan nilai K3 akan di harapkan memberi manfaat bagi perusahaan seperti:

  • Untuk mencegah kecelakaan fatal
  • Meminimalkan resiko pekerja menderita cedera akibat penggunaan alat yang salah.
  • Perlindungan pekerja terhadap berbagai bentuk masalah kesehatan seperti infeksi dan toksisitas dari zat berbahaya.
  • Dapat mengetahui upaya pencegahan manajemen untuk melindungi aset-aset perusahaan.
  • Agar para pekerja untuk bekerja lebih produktif, efisien dan menjaga kesehatan dan keselamatan.
  • Sebagai upaya untuk meminimalkan potensi risiko yang timbul dalam kedua petuga Laboratorium, yang lain (pelanggan) dan lingkungan kerja (bisnis)
  • Untuk memenuhi standar sertifikasi, atau untuk memperoleh akreditasi lembaga dan hukum dan peraturan perundang-undangan.
  • Mampu mengelola K3 dengan sistem manajemen yang berkualitas

MATERI TRAINING MANAJEMEN K3 LABORATORIUM

  • Urgensi Sistem Manajemen K3 di Laboratorium
  • Laboratorium dan Sistem Mutu
  • Pengenalan dan Interpretasi ISO/IEC 17025:2008
  • Process Safety Management di Laboratorium dan Trik Pembuatan Plan
  • Controlling/Pengendalian K3 di Laboratorium
  • Dokumentasi Sistem Mutu Laboratorium
  • Penyusunan Dokumentasi Sistem Mutu Laboratorium
  • Presentasi Dokumentasi
  • Action Plan

ASPEK DAMPAK LINGKUNGAN SISTEM MANAJEMEN ISO 14001:2004

PENDAHULUAN TRAINING ASPEK DAMPAK LINGKUNGAN SISTEM MANAJEMEN ISO

Aktivitas identifikasi dan evaluasi aspek dampak (ASDAM) lingkungan merupakan langkah awal yang mendasari penerapan Sistem Manajemen Lingkungan (SML) sehingga pemahaman dan pemilihan metodologi serta hasilnya merupakan satu keharusan yang penting. Organisasi harus mengenali aspek/dampak lingkungan sebelum dapat membangun suatu SML yang baik. Bila diibaratkan dengan tubuh manusia, aspek merupakan darah yang mensuplai masukan-masukan kepada elemen-elemen lain dalam Standar. Hasil identifikasi aspek yang buruk menyebabkan sistem yang tidak representatif dan kemungkinan besar gagal dalam penerapannya.

Organisasi harus membuat dan memelihara prosedur untuk mengidentifikasi aspek dampak lingkungan dari kegiatan, produk atau jasa yang dapat dikendalikan dan oleh karenanya diharapkan memiliki pengaruh, untuk menentukan aspek-aspek yang memiliki atau dapat memiliki dampak penting ke lingkungan. Organisasi harus menjamin bahwa aspek yang terkait dengan dampak penting di pertimbangkan dalam membuat tujuan lingkungannya.

Pelatihan ini akan mengarahkan dan memberi kepahaman kepada peserta dalam menyiapkan dan menyusun dokumentasi yang teruji sebagai dasar penerapan Aspek Dampak Lingkungan sebagaimana persyaratan ISO 14001:2004.



TUJUAN TRAINING ASPEK DAMPAK LINGKUNGAN SISTEM MANAJEMEN ISO

  • Memahami prinsip-prinsip dasar aspek dan dampak lingkungan.
  • Memahami Aspek dan Dampak Lingkungan baerdasar persyaratan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2004.
  • Memahami langkah pelaksanaan identifikasi dan evaluasi Aspek dan Dampak Lingkungan.



MATERI TRAINING ASPEK DAMPAK LINGKUNGAN SISTEM MANAJEMEN ISO

  • Pemahaman Persyaratan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2004
  • Aspek Lingkungan
  • Dampak Lingkungan
  • Identifikasi Kegiatan, Proses-proses, Produk
  • Penyusunan Kriteria Penilaian
  • Praktek-praktek
  • Pelaporan Aspek Dampak Lingkungan sesuai ISO 14001:2004

Audit Integrasi Sistem Manajemen ISO 9001: 2000, ISO-140001: 2004 dan SMK3 / OHSAS-18001

DESKRIPSI TRAINING AUDIT INTEGRASI SISTEM MANAJEMEN ISO

Bagi Dunia usaha yang sudah mulai menerapkan Sistem Manajemen ISO-9001:2000, Sistem Manajemen Lingkungan ISO-14001:2004, Sistem Manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja (SMK3) / OHSAS-18001 dan melaksanakan Integrasi system tersebut merasakan lebih efisien serta pelaksanaan operasional menjadi lebih efektif.
Salah satu yang efektif dalam pelaksanaan Integrasi system tersebut adalah melaksanakan Audit yang sudah terintegrasi. Sehingga para Staf/Tim yang bertugas melaksanakan proses Integrasi di Perusahaan perlu diberikan bekal memahami Audit Integrasi.

Workshop Audit Integrasi akan membekali para Tim Auditor Internal dengan pengetahuan dan keterampilan merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan audit integrasi sistem manajemen mutu, lingkungan dan keselamatan kerja secara lebih baik sehingga para Auditor Internal dapat memainkan perannya secara efektif dan kreatif untuk meningkatkan kinerja sistem manajemen mutu, lingkungan dan keselamatan kerja perusahaan secara maksimal melalui fungsi pemeriksaan

 

TUJUAN TRAINING AUDIT INTEGRASI SISTEM MANAJEMEN ISO

Setelah mengikuti training dan workshop ini, maka diharapkan peserta dapat:

  1. Memberikan pemahaman Tugas dan Tanggung Jawab Audit Internal
  2. Memberikan metode membuat jadwal Audit Integrasi
  3. Memahami cara membuat Check list Audit Integrasi dan cara menentukan perencanaan Audit Integrasi dan format – formatnya
  4. Mengetahui pengalaman perusahaan yang sudah melaksanakan Audit Integrasi

 

MATERI AUDIT INTEGRASI SISTEM MANAJEMEN ISO 9001 

  • Pendahuluan mengenai konsep dasar, filosofi, dan prinsip integrasi dari ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007 serta siklus PDCA.
  • Pengenalan integrasi ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007.
  • Dokumentasi integrasi ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007, contoh dari berbagai dokumennya, dan disertai dengan workshop pembuatannya (termasuk teknik identifikasi aspek dan dampak lingkungan serta teknik identifikasi bahaya dan penilaian resikonya beserta program penanganannya).
  • Audit internal untuk integrasi ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007 berdasarkan standar ISO 19011Pemahaman persyaratan Standar Sistem Manajemen ISO-9001:2000, ISO-14001:2004 dan OHSAS-18001:2007.
  • Definisi jenis Audit dan sasaran Audit – Kompetensi Auditor dan Lead Auditor
  • Evaluasi performa Auditor
  • Tugas dan tanggung jawab Tim Audit Internal
  • Metode pembuatan jadwal Audit Integrasi dan penunjukan Tim Audit Internal
  • Cara membuat chek list Audit Integrasi.

 

ISO 31000: 2009 International Risk Management

Deskripsi Training Risk Management ISO 31000: 2009

ISO (the International Organization for Standardization) adalah federasi badan standar nasional di seluruh dunia. Tugas mempersiapkan standar internasional biasanya dilaksanakan oleh ISO Technical Committee.

Standar Internasional untuk manajemen risiko (ISO 31000) dimaksudkan untuk digunakan oleh berbagai stakeholders:

  1. Mereka yang bertanggung jawab dalam implementasi manajemen risiko di organisasi mereka.
  2. Mereka yang perlu memastikan bahwa suatu organisasi menerapkan manajemen risiko.
  3. Mereka yang perlu mengelola risiko pada tingkat organisasi maupun pada suatu bidang kegiatan tertentu.
  4. Mereka yang perlu mengevaluasi keandalan praktik manajemen risiko dalam organisasinya.
  5. Mereka yang mengembangkan standar, pedoman, prosedur praktik manajemen risiko yang menjadi bagian dari dokumen-dokumen ini.

Banyak organisasi yang telah menerapkan praktik dan proses manajemen risiko termasuk komponen-komponen manajemen risiko dan banyak organisasi yang telah mengadopsi proses manajemen risiko formal untuk jenis-jenis risiko tertentu.

Manajemen dapat memutuskan untuk mengkaji secara kritis praktik dan proses yang ada tersebut berdasarkan standar ISO 31000 ini. Meskipun praktik manajemen risiko telah dikembangkan di berbagai sektor untuk menjawab kebutuhan spesifik di masing-masing sektor, suatu pendekatan generik berupa kerangka kerja komponen-komponen mendasar manajemen risiko dapat membantu memastikan bahwa risiko telah dikelola secara efektif dan koheren di seluruh organisasi. Pendekatan generik yang diuraikan dalam ISO 31000 ini.

 



Materi Training Risk Management ISO 31000

  1. Dinamika Lingkungan Bisnis dan Ketidakpastian
  2. Gejala Manajemen Risiko yang Lemah
  3. Prinsip-prinsip Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000 : 2009
  4. Kerangka Implementasi Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000 : 2009
  5. Proses Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000 : 2009
  6. Perbandingan ISO 31000 : 2009 dengan AS/NZS 4360:2004
  7. Perbandingan ISO 31000 : 2009 dengan COSO 2004
  8. Kebijakan Manajemen Risiko
  9. Kerangka kerja manajemen risiko
  10. Mengintegrasikan Manajemen Risiko ke dalam Proses Organisasi
  11. Memahami organisasi dan konteksnya
  12. Akuntabilitas dan Sumber daya Manajemen Risiko
  13. Pengembangan komunikasi dan pelaporan internal & eksternal
  14. Risk Context,
  15. Risk Identification,
  16. Risk Analysis,
  17. Risk Evaluation,
  18. Risk Treatment,
  19. Risk Communication & Consultation,
  20. Risk Monitoring & Review.
  21. Pemantauan dan pengkajian kerangka kerja
  22. Manajemen Risiko dan Perbaikan Berkelanjutan (Continues Improvement)

Auditor Internal ISO 9001: 2008

Deskripsi Training Auditor Internal ISO 9001: 2008

Aktivitas Audit ISO 9001: 2008 merupakan kegiatan yang  bertujuan untuk memonitor berjalannya manajemen mutu apakah sesuai dengan proses dan prosedur yang  dipersyaratkan dalam  ISO 9001: 2008. Hasil audit  akan digunakan sebagai salah satu masukan dalam Management Review. Training ini akan membahas tentang bagaimana melaksanakan internal audit ISO 9001: 2008. Berbagai hal akan dibahas antara lain; Kapan Internal Audit harus dilaksanakan, bagaimana caranya dan siapa yang harus melakukan Internal Audit, serta apa yang harus dilakukan dengan hasil Internal Audit?. Training ini membekali para auditor menjadi auditor yang handal.

Tujuan Training Auditor Internal ISO 9001: 2008

  • Memahami persyaratan ISO 9001: 2008
  • Memahami  dan mengetahui cara melaksanakan Internal Audit
  • Memahami kompetensi yang diperlukan untuk menjadi Internal Auditor
  • Mengetahui cara menganalisa hasil Internal Audit
  • Mengetahui cara menindak lanjuti hasil Internal Audit

Materi Auditor Internal ISO 9001: 2008

  • Ruang lingkup  Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2008
  • Proses  Internal Audit
  • Persyaratan audit internal
  • Persiapan audit
  • Check list audit
  • Analisis temuan audit
  • Tindakan koreksi / pencegahan / improvement dan pengendaliannya
  • Komunikasi dalam audit
  • Bagaimana menghandle auditee yang sulit
  • Case study

 

QHSE (QUALITY,HEALTH, SAFETY, ENVIRONMENT SYSTEM)

DESKRIPSI PELATIHAN QHSE (QUALITY,HEALTH, SAFETY, ENVIRONMENT SYSTEM)

Perhatian dan kepedulian perusahaan terhadap mutu produknya, berbagai dampak bagi lingkungan dan potensi terlanggarnya keselamatan dan kesehatan kerja dari berbagai aktivitas produksinya telah ditetapkan secara luas dalam QHSE System (Quality, Health, Safety and Environment).

Umumnya, aspek mutu dari QHSE akan mengacu pada ISO 9001:2000, aspek lingkungan akan mengacu pada ISO 14001:2004, serta aspek keselamatan dan kesehatan kerja akan mengacu pada OHSAS 18001:2007.

Implementasi ketiga sistem ini di perusahaan biasanya telah dilakukan secara terpisah. Namun akan berdampak pada bertambahnya beban perusahaan disamping terjadinya inefisiensi pada sistem dokumentasi yang berlaku di perusahaan.

Maka, pemahaman dan penguasaan terhadap integrasi dari sistem ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007 serta penguasaan teknik pembuatan berbagai dokumentasinya menjadi sangat krusial untuk implementasi yang sukses dan berhasil.

 

TUJUAN PELATIHAN QHSE (QUALITY,HEALTH, SAFETY, ENVIRONMENT SYSTEM)

Setelah mengikuti training dan workshop ini, maka diharapkan:

  1. Peserta mampu memahami filosofi dan konsep dasar dari integrasi ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007.
  2. Peserta mampu memahami dokumentasi dari integrasi ISO 9001:2000, ISO 14001:2004 dan OHSAS 18001:2007 serta mampu menguasai teknik pembuatannya.
  3. Peserta mampu memahami dan menguasai integrasi dari aplikasi dan implementasi ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007.
  4. Peserta mampu menyusun dan menjabarkan konsep integrasi dari implementasi ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007 di perusahaan masing-masing.

 

MATERI PELATIHAN QHSE (QUALITY,HEALTH, SAFETY, ENVIRONMENT SYSTEM)

  • Pendahuluan mengenai konsep dasar, filosofi, dan prinsip integrasi dari ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007 serta siklus PDCA.
  • Pengenalan integrasi ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007.
  • Dokumentasi integrasi ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007, contoh dari berbagai dokumennya, dan disertai dengan workshop pembuatannya (termasuk teknik identifikasi aspek dan dampak lingkungan serta teknik identifikasi bahaya dan penilaian resikonya beserta program penanganannya).
  • Audit internal untuk integrasi ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007 berdasarkan standar ISO 19011.

Sistem Manajemen ISO 9001:2000, ISO 140001:2004 dan SMK3/OHSAS 18001

DESKRIPSI Training Audit Integrasi Sistem Manajemen ISO

Bagi Dunia usaha yang sudah mulai menerapkan Sistem Manajemen ISO 9001:2000, Sistem Manajemen Lingkungan ISO-14001:2004, Sistem Manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja (SMK3) / OHSAS-18001 dan melaksanakan Integrasi system tersebut merasakan lebih efisien serta pelaksanaan operasional menjadi lebih efektif.

Salah satu yang efektif dalam pelaksanaan Integrasi system tersebut adalah melaksanakan Audit yang sudah terintegrasi. Sehingga para Staf/Tim yang bertugas melaksanakan proses Integrasi di Perusahaan perlu diberikan bekal memahami Audit Integrasi.

Workshop Audit Integrasi akan membekali para Tim Auditor Internal dengan pengetahuan dan keterampilan merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan audit integrasi sistem manajemen mutu, lingkungan dan keselamatan kerja secara lebih baik sehingga para Auditor Internal dapat memainkan perannya secara efektif dan kreatif untuk meningkatkan kinerja sistem manajemen mutu, lingkungan dan keselamatan kerja perusahaan secara maksimal melalui fungsi pemeriksaan

 

TUJUAN Training Audit Integrasi Sistem Manajemen ISO

Setelah mengikuti training dan workshop ini, maka diharapkan peserta dapat:

  1. Memberikan pemahaman Tugas dan Tanggung Jawab Audit Internal
  2. Memberikan metode membuat jadwal Audit Integrasi
  3. Memahami cara membuat Check list Audit Integrasi dan cara menentukan perencanaan Audit Integrasi dan format – formatnya
  4. Mengetahui pengalaman perusahaan yang sudah melaksanakan Audit Integrasi

 

MATERI Training Audit Integrasi Sistem Manajemen ISO

  • Pendahuluan mengenai konsep dasar, filosofi, dan prinsip integrasi dari ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007 serta siklus PDCA.
  • Pengenalan integrasi ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007.
  • Dokumentasi integrasi ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007, contoh dari berbagai dokumennya, dan disertai dengan workshop pembuatannya (termasuk teknik identifikasi aspek dan dampak lingkungan serta teknik identifikasi bahaya dan penilaian resikonya beserta program penanganannya).
  • Audit internal untuk integrasi ISO 9001:2000, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007 berdasarkan standar ISO 19011Pemahaman persyaratan Standar Sistem Manajemen ISO-9001:2000, ISO-14001:2004 dan OHSAS-18001:2007.
  • Definisi jenis Audit dan sasaran Audit – Kompetensi Auditor dan Lead Auditor
  • Evaluasi performa Auditor
  • Tugas dan tanggung jawab Tim Audit Internal
  • Metode pembuatan jadwal Audit Integrasi dan penunjukan Tim Audit Internal
  • Cara membuat chek list Audit Integrasi.

ISO 14001: 2004 PERENCANAAN SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN

DESKRIPSI

Dua hal penting yang menjadi faktor kunci untuk pembentukan dan penerapan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 akan diberikan pada pelatihan ini, yaitu:

  • Pemahaman yang benar secara konseptual dan komprehensif mengenai persyaratan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001.
  • Gambaran nyata langkah-langkah pembentukan dan penerapan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001.

Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 versi 1996 mengalami penyempurnaan dengan terbitnya versi terbaru ISO 14001 versi 2004. Beberapa perubahan mendasar dari ISO 14001 versi 2004 dibandingkan dengan versi sebelumnya adalah sebagai berikut:

  • Adanya persyaratan eksplisit untuk menetapkan lingkup sertifi kasi;
  • Adanya perubahan dan penambahan definisi atas berbagai peristilahan di dalam standar
  • Adanya penggabungan klausul
  • Adanya pemisahan klausul
  • Perubahan dan konsekwensinya akan dijelaskan dalam pelatihan ini.

Berdasarkan persyaratan ISO 14001, awareness adalah salah satu jenis pelatihan yang harus dilakukan oleh perusahaan yang akan dan telah menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001.



TUJUAN

Setelah mengikuti training dan workshop ini, maka diharapkan:

  1. Peserta pelatihan memahami persyaratan pembentukan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 secara konseptual dan komprehensif.
  2. Peserta pealatihan mengetahui langkah demi langkah pembentukandan penearapan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001.
  3. Peserta pelatihan mampu mengidentifikasi tanggung jawab dalam mengimplementasikan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 sesuai dengan fungsi masing-masing.

 

MATERI

  • Prinsip Sistem Manajemen Lingkungan ISO14001
  • Pemahaman Persyaratan ISO 14001
  • Manfaat dan Konsekwensi Penyimpangan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001
  • Peran, Tanggungjawab dan Wewenang dalam Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001
  • Pembentukan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001

MANAJEMEN LABORATORIUM (d/h MENGELOLA LABORATORIUM DENGAN EFEKTIF)

DESKRIPSI TRAINING MANAJEMEN LABORATORIUM

Laboratorium teknik sipil sebagai sarana penelitian dan praktikum harus memiliki manajemen yang standar baik dari segi pengelolaan, system pemeliharaan, serta kalibrasi. Dengan menerapkan system manajemen laboratorium yang baku, diharapkan kinerja teknisi maupun kinerja peralatan akan maksimal. Dengan mengikuti pelatihan Laboratory Management para teknisi maupun penanggungjawab laboratorium dapat memahami bagaimana merencanakan anggaran baik untuk pemeliharaan maupun operasional peralatan laboratorium, bagaimana melakukan kalibrasi terhadap peralatan laboratorium, bagaimana melakukan system manajemen mutu laboratorium sesuai dengan kaidah SNI 17025-2000/ISO 17025.

TUJUAN TRAINING MANAJEMEN LABORATORIUM

  1. Memahami Prinsip-prinsip Pengelolaan Laboratorium sesuai kaidah standar baku.
  2. Memahami system pemeliharaan/ perawatan peralatan yang benar.
  3. Memahami prinsip-prinsip kalibrasi peralatan laboratorium.
  4. Meningkatkan mutu teknisi untuk menunjang optimalisasi pengajaran di laboratorium.

 

OUTLINES TRAINING MANAJEMEN LABORATORIUM

  1. Pengantar Umum Manajemen Laboratorium
  2. Sistem Manajemen Mutu Laboratorium sesuai dengan kaidah SNI 17025-2000/ISO 17025.
  3. Tugas dan Tanggung Jawab Teknisi pada Struktur Organisasi Laborarorium.
  4. Manajemen Pemeliharaan/ Perawatan.
  5. Peranan Motivasi dalam peningkatan produktivitas
  6. Pengukuran dan Kalibrasi.
  7. Praktikum Pelaksanaan Kalibrasi.