Category Archives: Health and Safety at Work

Manajemen Keselamatan Gudang

Deskripsi Training Manajemen Keselamatan Gudang

Gudang (warehouse) merupakan salah satu elemen vital yang dimiliki oleh perusahaan. Di dalam gudang terdapat berbagai macam aset perusahaan, baik berupa raw material, barang setengah jadi (work in process), barang jadi (finished good), spare part, bahan-bahan kimia, yang semua itu perlu dijaga dengan baik agar produktivitas perusahaan tetap maksimal. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah mengenai keselamatan dan kesehatan kerja di pergudangan agar dapat mencegah dan mengurangi kerugian bagi perusahaan dari berbagai aspek (biaya, waktu, kepercayaan, produktivitas). Terlebih proses kerja di gudang memiliki resiko keselamatan yang tidak sedikit, sehingga setiap fungsi bisnis di perusahaan perlu untuk memberikan perhatian khusus pada penanganan dan manajemen keselamatan gudang ini.

Tujuan Training Manajemen Keselamatan Gudang

  1. Memberikan pelatihan untuk memanage gudang dalam bingkai kesehatan dan keselamatan kerja (K3) yang dapat meningkatkan produktivitas perusahaan
  2. Mengetahui potensi dari kecelakaan kerja yang dapat muncul di pergudangan (warehouse)
  3. Mengetahui strategi teknis dalam menghindari setiap potensi kecelakaan yang mungkin terjadi di pergudangan
  4. Mampu merancang pergudangan yang aman, ergonomis dan nyaman untuk dapat meningkatkan keselamatan kerja di pergudangan
  5. Memberikan kecakapan menyeleseikan persoalan (problem solving skill) dengan memberikan studi kasus yang harus dipecahkan oleh peserta dengan kreatif

 

Materi Training Manajemen Keselamatan Gudang

1. Ruang lingkup manajemen keselamatan kerja di pergudangan

  •  Dasar hukum kesehatan dan keselamatan kerja
  • Urgensi manajemen keselamatan (safety management) di pergudangan
  • Akibat sistemik dari kelalaian manajemen keselamatan
  • Penerapkan K3 yang terstandar di pergudangan

2. Pelatihan identifikasi potensi kecelakaan kerja beserta dengan pembuatan alternatif penyelesaian persoalan
3. Evaluasi bentuk penyimpanan dan gudang yang minim resiko kecelakaan kerja

  • Meminimalisir terjadinya kebakaran di tempat kerja
  •  Mengurangi bahaya listrik di pergudangan
  • Cara kerja penumpukan yang aman
  • Penyimpanan dengan tepat

4. Penyusunan Material Safety Data Sheet (MSDS) di pergudangan
5. Mobile crane and bridge crane operation and safety
6. Forklift truck operation and safety
7. Manual Handling yang meminimalkan kecelakaan kerja
8. Perancangan sistem deteksi dini potensi kecelakaan kerja
9. Perancangan gudang yang aman, ergonomis dan nyaman bagi pekerja

  • Implementasi 5R di pergudangan
  • Penyusunan indikator keberhasilan 5R yang berkesinambungan

10. Audit keberhasilan program manajemen keselamatan kerja
11. Studi kasus pengelolaan pergudangan dengan berbagai resiko kecelakaan

Iklan

Industrial Ergonomy

Description Industrial Ergonomy

Many industries (from small to large) are totally committed to providing a safe and health workplace. They are also committed to ensuring that the highest level of productivity and quality is achieved by its employees and for its customers respectively. Implementation of a successful plant-wide ergonomics program will play a key role in achieving these goals. The main goal of ergonomics is to reduce the risk of  injuries by matching demands of the job to the abilities of the employee through the proper design of workstations, tools, environment, work schedules, policies and procedures.Most injuries happen in workplace included Overexertion and musculoskeletal disorders (MSD) that involve strains and sprains of muscles, tendons, ligaments, joints or nerves. These usually occur over time due to repeated exposure to certain risk factors. This  training program aims to  identify  work activities that can lead to injury and how to reduce risk of injury, also to  identify the most effective ways to improve your employees’ work environments and implement ergonomic solutions.

 

Objective

By the end of this training, the participant will be able to

  • Understand  the ergonomics and its benefits in workplace
  • Identify work activities that can lead to injury
  • Identify the list of action  to reduce risk of injury
  • Identify parts of the body that get injured at work
  • Recognize and report signs and symptoms of injury early

Outline Training Industrial Ergonomy

1. Scope of ergonomic at work and its benefits: Best practice  from  many industries

2. Identify work activities that can lead to injury

  • What is Work-related Musculo Skeletal Disorders (WMSDs)?
  • How to identify WMSDs?

3. Identify  some of the symptoms of WMSDs?

  • Discomfort
  • Pain
  • Numbness
  • Burning
  • Swelling
  • Change in color
  • Tingling
  • Tightness, loss of flexibility

4. What Causes WMSDs?

  • Awkward Postures
  • High Hand Force
  • Repetitive Motions
  • Repeated Impacts
  • Heavy, Frequent, or Awkward Lifting
  • Moderate to High Hand-Arm Vibration

5. Risk Factors

  • Duration      (how long you are exposed to it)
  • Frequency  (how often you are exposed to it and how much rest you get in between)
  • Intensity      (how much of the risk factor there is)
  • Combinations of risk factors, where you are exposed to more than one risk factor at a time.
  • The more risk factors you have at once, the more likely an injury will occur.

6. List of action  of ergonomic principles that reduce risk of injury

  • Reducing Awkward Postures
  • Reducing High Hand Force
  • Reducing Repetitive Motions
  • Reducing Repeated Impacts
  • Reducing Heavy, Frequent, or Awkward Lifting
  • Reducing Moderate to High Hand-Arm Vibration

7. What you can do:

Symptom recognition and reporting

Report symptoms if:

  • Pain is persistent, severe or worsening
  • Pain radiates
  • Symptoms include numbness or tingling

Reporting Procedures

HSE FOR OIL AND GAS

DESKRIPSI TRAINING BASIC HSE FOR OIL AND GAS

Sebagai tempat yang memiliki resiko tinggi dalam menjalankan operasinya, perusahaan yang bergerak dalam pertambangan minyak dan gas telah seharusnya memperhatikan secara detail aspek kesehatan dan keselamatan karyawan, terutamanya karyawan kontraktor yang bekerja di bagian operasional produksi. Terjadinya kecelakaan selain secara pasti merugikan perusahaan dalam bidang keuangan dan produktivitas, hal tersebut juga dapat menurunkan reputasi yang berakibat pada kepercayaan masyarakat dan pemerintah dalam menjalankan izin penambangan. Oleh sebab itu, perusahaan memerlukan sistem manajemen terpadu yang dapat meningkatkan efektivitas perlindungan keselamatan dan kesehatan pekerja secara terencana dan terevaluasi. Dengan optimalisasi fungsi health, safety & environment (HSE) pada perusahaan, pada akhirnya pekerja dapat merasakan suasana dan iklim kerja yang nyaman, aman dan efesien yang dapat menguntungkan perusahaan karena meningkatkanya daya produktivitas karyawannya. Training ini akan memberikan pengetahuan dan pengalaman yang secara mendasar diperlukan untuk menyiapkan sistem HSE yang efektif di perusahaan pertambangan minyak dan gas (HSE FOR OIL AND GAS).

TUJUAN TRAINING BASIC HSE FOR OIL AND GAS

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami dalam mengelola dan mengefektifkan sistem manajemen HSE di pertambangan minyak dan gas  (HSE FOR OIL AND GAS)
  2. Lebih terampil dalam memecahkan persoalan dan perencanaan dalam bidang HSE

 

MATERI TRAINING BASIC HSE FOR OIL AND GAS

  1. Ruang lingkup, peran, dan manfaat pengelolaan sistem manajemen HSE
  2. Identifikasi potensi bahaya dan resiko di perusahaan pertambangan minyak dan gas
  3. Standar penerapan sistem manajemen HSE (Regulasi pemerintah, OHSAS 18001)
  4. Perencanaan dan sosialisasi program HSE kepada karyawan
  5. Sistem kendali mutu HSE yang efektif
  6. Pelaporan dan investigasi
  7. Membangun emergency respon system dalam mitigasi HSE
  8. Studi kasus implementasi HSE di perusahaan

Hygiene Sanitasi

Deskripsi Training Hygiene Sanitasi Rumah Sakit

Rumah Sakit merupakan tempat dimana tempat bagi seseorang ingin berobat dari sakit yang dideritanya oleh karena itu sudah dipastikan Rumah Sakit akan riskan terjadinya penularan penyakit. Risiko tersebut yang menjadikan para penyedia jasa pelayanan mengembangkan pengetahuan dan kompetensi para SDM nya terkait pengetahuan Hygiene dan Sanitasi Rumah Sakit. Hygiene dan Sanitasi Rumah Sakit merupakan suatu bentuk usaha / tindakan untuk mngawasi dan mencegah kerugian akibat penggunaan pelayanan rumah sakit sebagai sarana tempat pelayanan kesehatan terutama yang erat hubungannya dengan timbul dan menularnya suatu penyakit

 

Tujuan & Manfaat Training Hygiene Sanitasi Rumah Sakit

Pelatihan ini meningkatkan pengetahuan bagi para peserta Pelaku Penyedia Pelayanan kesehatan tentang Hygiene dan Sanitasi Rumah Sakit

 

Materi Training Hygiene Sanitasi Rumah Sakit

  1. Peraturan PEREMENKES RI dan Keputusan Dirjen PPM dan PLP tentang Persyaratan Kesehatan Rumah Sakit
  2. Pencegahan Infeksi Nosokomial di Rumah Sakit
  3. Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR)
  4. Hygiene Perorangan
  5. Hygiene Sanitasi Laundry Rumah Sakit
  6. Air da Sanitasi Rumah Sakit
  7. Pengolahan sampah Rumah Sakit
  8. Sistem Pengolahan Limbah Rumah Sakit
  9. Manajemen Mutu Rumah Sakit
  10. Hygiene Sanitasi Pengolahan Makanan Minuman di Rumah Sakit
  11. Pengaruh Lingkungan terhadap Penyebaran Penyakit
  12. Hygiene Sanitasi Dapur Rumah Sakit
  13. Case dan Study

HIRADC

Deskripsi Training HIRADC

Di klausa 4.3.1 standar dari OHSAS 18001: 2007 menyebutkan bahwa organisasi harus menetapkan, membuat, menerapkan dan memelihara prosedur untuk melakukan identifikasi bahaya, penilaian risiko dan menentukan pengendalian bahaya dan risiko yang diperlukan Karena dalam terjadinya kecelakaan kerja bisa terjadi dimana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja. Faktor penyebab kecelakaan kerja diketahui bukan merupakan factor tunggal tetapi majemuk atau multi faktor, oleh karena itu pencegahan dapat dilakukan dengan mengenali sumber bahaya (Hazard) yang ada di tempat kerja serta menilainya sehingga tingkat risiko dapat dilihat sehingga tindakan pencegahan dapat diprioritaskan penanganannya. Dalam training ini akan di bahas tentang Pengetahuan HIRADC dan pengaplikasikannya dalam lingkup pekerjaan

Tujuan Training HIRADC

  1. Peserta dapat menambah wawasan dalam prinsip – prinsip manajemen risiko
  2. Peserta pelatihan mampu mengenali dan mengidentifikasi sumber bahaya (Hazard) di tempat kerja
  3. Peserta pelatihan mampu menganalisa/menilai risiko yang ada serta menentukan pengendaliannya.
  4. Peserta dapat menerapkan dan mengaplikasikan di dalam lingkup pekerjaanya

Materi Training HIRADC

  1. Overview HIRADC
  2. Prinsip – prinsip HIRADC
  3. Menentukan tujuan
  4. Identifikasi hazard di tenpat kerja
  5. Anlisis Risiko
  6. Evaluasi Risiko
  7. Perlakukan Risiko
  8. Komunikasi & Konsultasi
  9. Monitoring & Review
  10. Studi Case

CSMS in Oil and Gas Industri

Deskripsi Training CSMS in Oil and Gas Industri

Dalam menerima perusahaan kontraktor, perusahaan perlu melaksanakan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja terutama bagi perusahaan yang bergerak di pertambangan minyak dan gas. Hal tersebut penting karena bahan baku, proses operasional dan program evaluasi yang dikerjakan oleh pihak ketiga (kontraktor) dapat mempengaruhi kinerja dan reputasi dari perusahaan induk. Oleh sebab itu, baik supplier ataupun kontraktor perlu untuk membekali diri dengan CSMS agar memiliki keunggulan standar sebagai persyaratan lolos kualifikasi tender yang dilakukan oleh perusahaan penyedia. Di sisi lain, perusahaan pertambangan minyak dan gas perlu penerapan total dari perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja agar angka kecelakaan yang terjadi dapat diminimalkan. Semakin ketat desain sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja diberlakukan oleh pihak kontraktor dan supplier maka akan semakin besar peluang perusahaan akan dipercaya.

Tujuan Training CSMS in Oil and Gas Industri

  1. Memahami dalam mengelola CSMS di perusahaan pertambangan minyak dan gas
  2. Memberikan ketrampilan untuk mengukur kinerja perusahaan dalam masa seleksi berdasarkan CSMS

MATERI TRAINING CSMS IN OIL AND GAS INDUSTRI

  1. Ruang lingkup, definisi dan peranan CSMS bagi perusahaan pertambangan minyak dan gas serta kontraktor dan supplier
  2. Prinsip dasar dan fungsi CSMS
  3. Risk Assessment dalam CSMS
  4. Pre-Qualification proses dalam CSMS
  5. Selection criteria and measurement dalam CSMS
  6. Job activity and evaluation berdasar CSMS
  7. Tahapan-tahapan penerapan CSMS
  8. Regulasi dan standar internasional dan nasional dalam CSMS
  9. Best practice penerapan CSMS

HIRA : HAZARD IDENTIFICATION & RISK ASSESMENT

PENDAHULUAN TRAINING HIRA

Potensi bahaya banyak terdapat di tempat kerja dan mengakibatkan kerugian baik dari perusahaan, karyawan maupun terhadap masyarakat sekitar. Upaya untuk mencegah hal tersebut adalah dengan menerapkan suatu konsep Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan sarana utama untuk pencegahan kecelakaan kerja, cacat dan kematian sehingga akibat kecelakaan kerja yang bersumber dari potensi bahaya yang ada dapat dicegah.

Kecelakaan kerja selain menyebabkan kerugian langsung juga menyebabkan kerugian secara tidak langsung yaitu kerugian pada kerusakan mesin dan peralatan kerja, terhentinya proses produksi, kerusakan lingkungan dan lain-lain. Bahaya dan risiko ada dimana-mana di sekeliling kita. Jenis bahaya dan tingkat risiko tergantung dari kondisi lingkungan yang dihadapi termasuk di lingkungan kerja.

Jenis bahaya dan tingkat risiko dari setiap tahapan proses dalam suatu proses industri adalah spesifik. Tidak semua pekerja mampu mengenali bahaya dan risiko dari pekerjaan yang mereka lakukan. Mengetahui jenis bahaya dan tingkat risiko di lingkungan kerja adalah kunci pokok untuk dapat mengendalikan bahaya dan risiko tersebut agar tidak menjadi kecelakaan yang tidak diinginkan. Berbagai teknik telah dikembangkan untuk mengidentifikasi bahaya dan kajian risiko sehingga dapat dikembangkan sistem atau program pengendalian bahaya dan risiko ditempat kerja.

TUJUAN TRAINING HIRA

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan informasi berkaitan dengan aktivitas pekerjaan dalam manajemen risiko sesuai dengan tahapan-tahapannya. Hal ini dilakukan sebagai tindakan antisipasi terhadap bahaya agar tidak terjadi kecelakaan kerja.

MANFAAT TRAINING HIRA

  1. Mempunyai pengetahuan dan kemampuan untuk memahami dan menerapkan konsep manajemen bahaya dan risiko K3.
  2. Mampu melakukan analisis bahaya dan penilaian risiko ditempat kerja.
  3. Mampu mengembangkan sistem pengendalian bahaya dan risiko di perusahaan.

CAKUPAN MATERI TRAINING HIRA

  1. Pemahaman Tentang Bahaya dan Risiko
  2. Teori Kecelakaan Kerja
  3. Teknik dan Tools Identifikasi Bahaya di Tempat Kerja
  4. Teknik dan Tools Penilaian Risiko
  5. Teknik Pengendalian Bahaya & Risiko di Perusahaan (Hierarki Pengendalian Risiko)
  6. Menerapkan Prinsip Ergonomi Untuk Mengendalikan Risiko K3
  7. Prinsip-prinsip Manajemen Risiko
  8. Strategi Penerapan Manajemen Risiko
  9. Pengukuran dan Evaluasi Pengendalian Bahaya dan Risiko
  10. Latihan dan Kerja Kelompok

K3 DI SEKTOR PERTAMBANGAN

PENDAHULUAN TRAINING K3 DI SEKTOR PERTAMBANGAN

Dinamika operasional di sektor pertambangan mempunyai pekerjaan yang berisiko tinggi. Adanya aktivitas drill & blasting, manuver alat berat, cuaca panas atau dingin, maupun medan geografis yang berat mempunyai risiko bahaya yang mengintai keselamatan para pekerjanya. Kecelakaan dapat terjadi kapan saja dan dimana saja di sektor pertambangan. Skala kecelakaan nearmiss sampai dengan fatality dapat menghantui para pekerja di sektor pertambangan.

Oleh karena itulah, Pemerintah RI sudah mengeluarkan UU No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Selain itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral juga sudah mengeluarkan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No. 555K/26/M.PE/1995 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pertambangan Umum.

TUJUAN TRAINING K3 DI SEKTOR PERTAMBANGAN

Pelatihan Implementasi K3 di Sektor Pertambangan ini secara umum bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman dalam mengatur keselamatan dan kesehatan para pekerja supaya dapat bekerja dengan aman dan selamat guna mendapatkan hasil yang optimal agar selaras dengan dinamika operasional di sektor pertambangan yang sesuai dengan peraturan perundangan dibidang K3.

MANFAAT TRAINING K3 DI SEKTOR PERTAMBANGAN

  1. Mampu memahami dasar hukum maupun peraturan perundangan lainnya dibidang K3 di sektor pertambangan.
  2. Mampu menerapkan peraturan K3 secara efektif sesuai peraturan perundangan dibidang K3 di sektor pertambangan.
  3. Dapat mengetahui persyaratan pekerja tambang dan persyaratan KTT
  4. Dapat mengetahui jenis, fungsi, dan kegunaan APD di sektor pertambangan.
  5. Dapat memahami peran P2K3 di sektor pertambangan yang memiliki pekerjaan high risk.

 

CAKUPAN MATERI TRAINING K3 DI SEKTOR PERTAMBANGAN

  1. Dasar Hukum Regulasi K3 di sektor pertambangan
  2. UU No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
  3. UU No. 13 tahun 2003 Pasal 86 – 87 tentang Ketenagakerjaan
  4. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No. 555K/26/M.PE/1995 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pertambangan Umum
  5. Persyaratan Pekerja Tambang
  6. Persyaratan Kepala Teknik Tambang (KTT)
  7. Kewajiban Pengawas Operasional Tambang
  8. Penggolongan cidera akibat kecelakaan tambang
  9. Pemakaian APD di sektor pertambangan
  10. Peran P2K3 di sektor pertambangan yang memiliki pekerjaan high risk

Petugas K3 Kimia 

Dasar Hukum Training  Petugas K3 Kimia 

Berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. kep. 187/MEN/1999 tentang pengendalian bahan kimia berbahaya di tempat kerja maka perusahaan dengan kategori potensi bahaya besar wajib mempekerjakan Ahli K3 Kimia sekurang – kurangnya 1 orang serta Petugas K3 Kimia sekurang – kurangnya 2 orang (non shift) dan 5 orang (shift). Sedangkan pada kategori menengah wajib mempekerjakan Petugas K3 Kimia 1 orang (non shift) dan 3 orang (shift): (pasal 18 ayat 1(b) dan pasal 17 ayat 1 (a)).

Tujuan Training Petugas K3 Kimia 

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta akan mampu mengetahui dan memahami :
1.    Peraturan perundangan K3 Kimia dan lingkungan;
2.    Dalam mengidentifikasi bahaya;
3.    Pelaksanaan prosedur kerja yang aman;
4.    Pelaksanaan prosedur penanggulangan keadaan darurat;
5.    Dalam mengembangkan pengetahuan K3 bidang kimia.

Materi Pelatihan Petugas K3 Kimia 

  1. Kebijaksanaan Depnaker di bidang K3
  2. Peraturan perundang-undangan bidang K3
  3. Peraturan tentang pengendalian bahan kimia berbahaya
  4. Pengetahuan dasar bahan kimia berbahaya
  5. Penyimpanan dan penanganan bahan kimia berbahaya
  6. Prosedur kerja aman
  7. Prosedur penanganan kebocoran dan tumpuhan
  8. Penilaian dan pengendalian resiko bahan kimia berbahaya
  9. Pengendalian lingkungan kerja
  10. Penyakit akibat kerja oleh faktor kimia dan cara pencegahannya
  11. Rencana dan prosedur tanggap darurat
  12. Lembar data keselamatan bahan dan label
  13. Dasar – dasar toksikologi
  14. Pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K)
  15. Peningkatan aktivitas P2K3
  16. Studi Kasus
  17. Kunjungan Lapangan
  18. Evaluasi

JOB SAFETY ANALYSIS

TRAINING INTRODUCTION JOB SAFETY ANALYSIS:

Semua orang yang bekerja di industri beresiko mengalami kecelakaan kerja. Begitu banyak bahaya bisa muncul dari sekeliling tempat kita bekerja. Salah satu cara untuk mencegah kecelakaan kerja adalah dengan menetapkan prosedur pekerjaan dan melatih para pekerja untuk bisa menjalankan prosedur tersebut. Dalam membuat prosedur pekerjaan bahaya yang akan timbul sudah di identifikasi dan di siapkan cara penanggulangannya melalui penerapan program Jobs Safety Analysis (JSA) ini.

Jobs Safety Analysis (JSA) merupakan identifikasi sistematik dari potensi bahaya di tempat kerja sekaligus mencari berbagai cara untuk menanggulangi akan resiko bahaya tersebut. Melalui JSA akan di tinjau metoda kerja yang di lakukan sekaligus menemukan bahaya yang mungkin di abaikan dalam proses design peralatan, pemasangan mesin, proses kerja dll. Melalui penerapan JSA di mungkinkan di lakukan perubahan prosedur kerja menjadi lebih aman.

Dalam workshop ini di bahas tentang pentingnya sebuah prosedur kerja, resiko sebuah area kerja, cara pengendalian untuk mengurangi resiko, sekaligus praktek implementasi Jobs Safety Analysis (JSA). Berbagai contoh JSA baik di area produksi, area pergudangan, area installasi mesin, area laboratorium termasuk area perkantoran di sampaikan di dalam pelatihan ini.

 

CAKUPAN MATERI TRAINING JOB SAFETY ANALYSIS:

Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan mampu untuk :

  • Memahami prinsip dasar bahaya kerja
  • Memahami pentingnya pekerja menjalankan prosedur kerja
  • Mengidentifikasi potensi bahaya
  • Mempersiapkan secara tertulis, langkah pencegahan
  • Mengaplikasikan program JSA di lapangan.