Category Archives: Audit

Deskripsi Training Audit Fraud Using Audit Command Language

Audit Command Language (ACL) mempunyai fungsi utama guna memenuhi kebutuhan analisis data seluruh aktivitas bisnis operasional perusahaan, baik di bidang audit analisis data, pencocokan dan pembandingan data, laporan penyimpangan, dsb. Pada bidang IT (Information Technology), Audit Command Language (ACL) dapat digunakan untuk melakukan data migration, data cleansing, data matching, data integrity testing; selain itu juga dapat pula digunakan untuk analisis, konsolidasi, rekonsiliasi data, dan pelaporan pada divisi lain seperti Keuangan, Pemasaran, Distribusi, Operasional, dan bagian perusahaan lainnya.

ACL dapat membaca data berbagai macam sistem mulai dari model sistem mainframe lama hingga ke relational database modern. ACL merupakan jenis aplikasi ‘read-only’, dimana ACL tidak pernah mengubah data sumber asli sehingga aman untuk menganalisis jenis live-data. Keanekaragaman sumber data dan teknologi akses data, cara mengakses data juga bervariasi dari satu sumber data ke lain. ACL membaca beberapa sumber data secara langsung dengan mengimpor dan menyalin sumber data untuk kemudian dapat dilakukan analisis dari berbagai macam data tersebut. ACL dirancang khusus untuk menganalisa data dan menghasilkan laporan audit baik untuk pengguna biasa (common/nontechnical users) maupun pengguna ahli (expert users). Dengan menggunakan ACL, diharapakan pekerjaan auditing dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien baik dari aspek waktu maupun tenaga yang dibutuhkan.

Dengan ACL proses auditing yang memakan waktu cukup lama dikarenakan tingkat kerumitannya tersebut dapat dilakukan dengan lebih cepat, tepat dan akurat. Selain keuntungan dari sisi efisiensi waktu, tenaga maupun biaya yang bisa didapatkan oleh perusahaan berkat penggunaan Audit Command Language (ACL), keuntungan lain yang didapatkan yaitu kecurangan dalam pelaksanaan pekerjaan baik di segi finansial maupun dari segi waktu juga dapat diketahui dengan lebih mudah dan cepat sehingga penindaklanjutan kecurangan tersebut dari segi hukum (punishment) bisa segera diupayakan. Dengan pengupayaan dari segi hukum yang cepat dan tepat, maka diharapkan proses pekerjaan perusahaan tersebut dapat dijalankan kembali dengan normal dan efektif serta upaya preventif tindak kecurangan tersebut dapat lebih optimal untuk kemudian harinya.

 

Tujuan Training Audit Fraud Using Audit Command Language

Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan mampu untuk :

  1. Memahami dan mengaplikasikan software ACL ke dalam beberapa divisi perusahaan untuk kemudian dilakukan proses auditing terhadap kinerja divisi tersebut.
  2. Mampu melakukan tindakan hukum dengan cepat dan tepat terhadap tindak kecurangan yang dilakukan.
  3. Mampu melakukan optimalisasi upaya preventif terhadap segala macam penyimpangan prosedur (kecurangan) yang kemungkinan dilakukan oleh pihak tertentu.

Materi Training Audit Fraud Using Audit Command Language

  1.  Concept and practise Audit Command Language
  • Fundamentals
  • Data Access
  • Data Integrity Verification
  • Data Analysis
  • Reporting results
  1. Fungsi Audit Command Language
  2. Fitur dan kemampuan Audit Command Language tools
  3. ACL Basics
  4. Penggunaan Audit Command Language dalam beberapa aplikasi
  5. Manfaat penggunaan Audit Command Language
  6. Tindak optimalisasi upaya preventif terhadap kecurangan berdasarkan hasil analisa ACL.
  7. Studi kasus dan praktek
Iklan

Risk Based Audit

Background Risk Based Audit

The   Audit course is designed to provide practical  view  in conducting  audit and assurance in one organization. The course is designed to support professional staffs   to expand their understanding of comprehensive  audit practice.

The course will include discussion and exercises related to general control examinations within the scope auditing. The course will also focus on control research and analysis for related topic areas. In addition, through discussion and exercises, participant will gain a working understanding of the process of developing audit work programs.



Objectives Risk Based Audit

At the completion of this course, the participants should be able to :

  • Participants shall obtain an expanded understanding the role of auditors in evaluating the related operational and control risks and in assessing the appropriateness and adequacy of management control practices and related controls inside participants’ organization
  • Participants shall obtain the capability in conducting audit and implement  techniques in performing assurance, attestation, and audit engagements
  • Participants shall obtain an expanded familiarity with the principle references in good corporate governance, control and security as related to  audit processes
  • Participants shall obtain the working ability to plan, conduct, and report on general and property audit
  • Participants shall obtain an understanding of the role of  auditors regarding operation and propoerty related compliance and regulatory audits, such as evaluating control standards



Contents Risk Based Audit Practical 

  1. Introduction to Risk based Audit
  2. Conducting The  Audit Process
  3. Management Controls
  4. Assurance  of Controls and Control Objectives
  5. Evidence Collection and Evaluation
  6. Managing the  Audit Function
  7. Property Audit
  8. Property Audit Scope

AUDITING BUSINESS PROCESS

Description Auditing Business Process

Auditing  Bussines Process ini merupakan proses audit yang terbukti effektif dan effisien. Dengan pendekatan proses bisnis diharapkan akan membantu auditor dalam melakukan pengendalian dan evaluasi atas faktor-faktor risiko dalam pengelolaan bisnis.
Proses audit dengan pendekatan pada proses bisnis ini diharapkan juga akan memudahkan pihak manajemen dalam memetakan kondisi real (yang sebenarnya) dari perusahaannya sehingga pembenahan akan dapat segera dilakukan secara lebih terfokus. Selain itu kegagalan pengendalian di departemen tertentu dapat dilokalisir sehingga tidak berdampak negatif bagi proses bisnis secara keseluruhan. Itulah keuntungan lain yang dapat diperoleh dari proses audit ini selain (tentunya) manfaat di bawah ini.

Course Content Auditing Business Process

  1. Business Process – An Overview
  2. Auditing The Revenue Process
  3. Auditing The Purchasing Process
  4. Auditing The Human Resource Management Process
  5. Auditing The Inventory Management Process
  6. Auditing The Selected Accounts: Prepaid Expenses and Property, Plant, and Equipment
  7. Auditing Long-Term Liabilities, Stockholders’ Equity, and Income Statement Accounts
  8. Auditing Cash and Investments
  9. Completing The Engagement
  10. Report On Audited Financial Statements and Special Reporting Issues

KERTAS KERJA AUDIT

ABSTRACK

Audit yang ditempuh harus didokumentasikan dalam kertas kerja (Working Paper). Dalam kertas kerja dituangkan: prosedur audit yang dilakukan, informasi yang diperoleh, dan kesimpulan/rekomendasi yang diperlukan. Kertas kerja bertujuan untuk: penunjang utama temuan audit, membantu auditor untuk melaksanakan dan memsupervisi audit, dan menjadi bukti bahwa audit dilaksanakan dengan sepenuhnya.Agar ketiga tujuan tersebut dapat tercapai ,pemahaman dan kemampuan membuat kertas kerja audit mutlak diperlukan.

Dalam pelatihan ini akan diuraikan cara membuat kertas kerja. Setelah cara membuat kertas kerja diketahui, lalu menerapkan pengetahuan tersebut dalam mengaudit siklus-siklus pokok transaksi perusahaan. Pembuatan kertas kerja audit dilaksanakan untuk siklus-siklus pendapatan, pengeluaran, personalia dan produksi.



OUTLINE TRAINING KERTAS KERJA AUDIT

1. Kertas Kerja: jenis, cara membuat, review dan pengarsipan kertas kerja

2. Audit Siklus Pendapatan

  • Sifat & karakteristik siklus
  • Rekening terkait
  • Transaksi penjualan kredit
  • Transaksi  penerimaan kas
  • Transaksi penyesuaian penjualan
  • Kertas kerja pengujian substantif saldo penjualan, saldo potongan penjualan, saldo return penjualan, saldo piutang dagang, saldo kerugian piutang, saldo harga pokok penjualan

3.  Audit siklus pengeluaran

  • Sifat dan karakteristik siklus
  • Rekening terkait
  • Transaksi pembelian kredit
  • Transaksi pengeluaran kas
  • Kertas kerja pengujian substantif saldo utang dagang, potongan pembelian, retur pembelian, biaya dibayar di muka, saldo aktiva tetap

4.  Audit siklus personalia

  • Sifat & karakteristik siklus
  • Rekening terkait
  • Transaksi penggajian
  • Kertas kerja pengujian substantif saldo biaya gaji, saldo komisi, saldo bonus, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik, saldo utang pajak

5 . Audit Siklus Produksi

  • Sifat & karakteristik siklus
  • Rekening terkait
  • Transaksi produksi
  • Kertas kerja pengauditan substantif saldo persediaan bahan, biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya overhead pabrik, saldo dalam proses, saldo barang jadi

PROCUREMENT FRAUD & AUDIT

PENDAHULUAN:

Perilaku fraud bisa menimpa siapa saja, tanpa melihat jenjang jabatan & struktur organisasi perusahaan / institusi. Wujud procurement fraud mulai dari; “menjual informasi”, mengatur pra-kualifikasi, bidding, evaluasi kinerja, hingga bersikap diskriminatif terhadap supplier / vendor, dengan tujuan memperoleh “gratifikasi”.

Perilaku fraud berpotensi menimbulkan kerugian finansial bagi perusahaan. Diperlukan suatu sistem & prosedur yang memadai untuk; mencegah, mendeteksi, & mengurangi resiko terjadinya fraud.



TUJUAN & MANFAAT TRAINING:

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta akan memiliki kemampuan untuk:

Setelah mengikuti training ini, peserta akan memiliki kemampuan untuk:

  1. Mendeteksi potensi fraud dalam siklus procurement & manajemen perusahaan
  2. Dapat menganalisa proses procurement dengan metode yang tepat & efektif
  3. Dapat mengembangkan metodologi investigasi &       prosedur preventive action
  4. Mengembangkan kemampuan lesson learnt dari setiap kasus fraud yang terjadi
  5. Memahami pentingnya penerapan integritas & good governance di perusahaan / institusi.

 


CAKUPAN MATERI TRAINING PROCUREMENT FRAUD & AUDIT:

HARI PERTAMA:

  1. Fraud on Procurement Process
  2. Fraud Detection Method & Risk Assessment
  3. Procurement Audit Objective & Investigative Audit
  4. Audit Experiences Sharing & Reviews
  5. Discussion sharing & case study

HARI KEDUA:

  1. Good Corporate Governance & Corporate Cultures
  2. Procurement Code of Conduct
  3. Whistle Blower System
  4. Compliance, Monitoring, & Reporting System
  5. Case study & closing review

Audit untuk Pemula

Background

Mempelajari secara mandasar dan mendalam mengenai teknik-teknik audit, dan melakukan penyegaran dalam melakukan tehnik melakukan audit, mulai dari tahap persiapan, penyusunan rencana kegiatan audit, sampai dengan pelaporannya.

Pelatihan ini dapat diikuti oleh akuntan, auditor atau mahasiswa yang akan berkrcimpung dalam bidang pemeriksaan (Audit), staff professional lainnya yang ingin memiliki pengetahuan mendasar tentang tehnik-tehnik dan prosedur audit.

 

Tujuan Pelatihan:

  • Memberikan pemahaman secara mendasar mengenai teknik audit dengan berbagai aturan dan standar yang berlaku.
  • Meningkatkan kemampuan dan memberikan penyegaran bagi para auditor dalam melakukan audit secara terencana, sistematis dan efektif.

Materi Pelatihan Teknik Audit untuk Pemula:

1.       Pengertian audit

2.      Fungsi Audit

3.      Jenis-jenis Audit

4.      Standar Auditing

5.      Prinsip-prinsip Dasar Audit

6.      Elemen Audit

7.      Persiapan Audit dan Survey Pendahulluan

8.      Risiko Kontrol

9.      Teknik Penyusunan Program Audit

10.   Rencana Pengujian Detail Transaksi dan Saldo

11.    Prosedur dan Teknik Audit

12.   Sample Audit

13.    Pembuktian (Audit Evidence)

14.   Laporan Auditor

INTERNAL CONTROL UNDERSTANDING: COSO – BASED APPROACH

Latar Belakang Training Internal Control Understanding COSO  :

Saat ini organisasi sangat concern terhadap 4 (empat) hal yaitu Control, Risk Management, Governance & Assurance. Perkembangan ilmu pengetahuan tentang Internal Control dalam suatu organisasi sangat pesat. Hal ini terkait dengan kelemahan Internal Control  di organisasi yang sering dimanfaatkan oleh pihak internal maupun eksternal organisasi untuk melakukan kecurangan (fraud). Pembahasan konsep  Internal Control COSO framework ini dikaitkan dengan Sarbanes – Oxley Act (SOA). Enron Gate , WorldCom, Adelphia, TICO dll ataupun beberapa bank di Indonesia pasca krisis moneter beberapa tahun yang lalu telah memberi pelajaran betapa pentingnya system control yang efektif dan corporate governance harus dilakukan demi menyelamatkan organisasi (perusahaan). Oleh karena itu Internal Control Systems harus mampu mengadopsi nilai-nilai dari aspek manusia dan lingkungan dalam komponen yang memungkinkan para auditor dapat bekerjasama dengan auditeee (manajemen operasional) dalam mengidentifikasi risiko yang dihadapi suatu organisasi, dalam hal inilah maka Control Self Assessment (CSA) menjadi alternatif yang paling relevan untuk diimplementasikan.

 

Manfaat Workshop :

  1. Bagi Auditor Internal dan Auditor Eksternal, dengan lebih memahami konsep Internal Control secara mendalam diharapkan  dapat melaksanakan audit lebih efektif dan efisien.
  2. Bagi Staf Divisi GCG & Risk Management dapat membantu dalam melakukan identifikasi risiko beserta dampak yang mungkin timbul yang dapat merugikan organisasi.
  3. Bagi Komite Audit, dalam pengawasan suatu organisasi  dapat lebih optimal karena fokus pada kelemahan Internal Control yang ada di suatu organisasi.
  4. Bagi manajemen operasional,  dengan memahami konsep Control Self Assesment dapat meningkatkan kinerja operasional sehari-hari (day to day operation) karena lebih aware dalam ownership of control.

Materi Workshop Internal Control COSO  :

  • Control : The Overview
  • Governance : Relationship With Risk and Control
  • “Hard” and “Soft” Controls
  •   Internal Control Principles
  • Internal Control COSO – Integrated Framework
  • The COSO Financial Control Framework : 2004 Version
  • Entity-wide Evaluation & Activity-level Evaluation
  •  Sarbanes-Oxley Act of 2002
  •  Internal Control : Systems, Structures & Components
  •  Internal Control Questionaire
  • Monitoring & Reporting of Internal Control.
  • Control Self Assesment (CSA)
  • Implementation of Internal Control.: Case Study

Audit Kredit Bank Berbasis Manajemen Risiko

Overview Training Audit Kredit Bank Berbasis Manajemen Risiko

Risiko kredit adalah risiko kerugian akibat kegagalan pihak lawan (counterparty) memenuhi kewajibannya. Risiko kredit mencakup akibat kegagalan debitur (borrower), risiko kredit akibat kegagalan pihak lawan transaksi (counterparty), dan risiko kredit akibat kegagalan penyelesaian transaksi (settlement).

Risiko kredit bersumber dari berbagai aktivitas fungsional bank seperti perkreditan (pembiayaan), aktivitas treasury (berupa penempatan dana antar bank), aktivitas terkait investasi, dan aktivitas pembiayaan perdagangan (trade finance).

Pada saat ini aktiva produktif perbankan nasional didominasi oleh kredit yang diberikan, sementara sumber dana bank terutama berasal dari dana pihak ketiga, sehingga apabila terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan terhadap bank, maka bank tersebut dapat mengalami gangguan yang cukup signifikan dalam memenuhi kewajiban pada pemilik dana.

Perkembangan paradigma internal audit, peraturan dan ketentuan dari regulator serta pesatnya perkembangan teknologi informasi adalah beberapa contoh faktor yang menempatkan fungsi internal auditor perbankan (Satuan Kerja Audit Intern Bank/SKAI) untuk mendukung efektivitas penerapan manajemen risiko.

Untuk mengurangi resiko yang makin besar, maka perencanaaan dan pengendalian kredit menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi bank. Untuk itulah diperlukan audit kredit agar dapat dicegah dan dikurangi risiko kredit.

Tujuan pelatihan audit kredit adalah sebagai berikut:

  1. Membekali peserta pengetahuan tentang pengertian, karakteristik, dan jenis kredit.
  2. Membekali peserta pengetahuan tentang proses audit kredit.
  3. Membekali peserta teknik dan metode menditeksi masalah dalam kredit dan cara mengatasi masalah kredit, termasuk test goal, kriteria, KPI, dan peraturan BI.
  4. Memberikan pengetahuan bagi peserta teknik mengurangi risiko kredit dan melaporkan hasil temuan audit kredit.
  5. Memberikan bekal pengetahuan yang lebih dalam tentang audit risiko berbasiskan risiko.

Outline Materi Training Audit Kredit Bank Berbasis Manajemen Risiko

1. Bank, Audit dan Regulasi
2. Kebijakan Kredit dan Prosedur
3. Proses perkreditan

  • Konsumer dan Komersial
  1. Risk Based Audit Internal (RBAI)
  • Tujuan (RBIA)
  • Syarat yang digunakan
  • Jenis-jenis Risiko
  • Pendekatan RBIA
  • Pemahaman Proses
  • Laporan dan Opini Audit
  1. Pengukuran dan Pemantauan Risiko Kredit
    6. Evaluasi Internal Kredit
    7. Kebijakan Kredit dan Prosedur
    8. Keterkaitan Risiko Kredit dan Risiko Inhern Bank
    9. Modern Methode Audit Bank
    10. Audit Kredit Berbasis Manajemen Risiko
    a. Risiko Kredit
    b. Segmentasi Kredit
    c. Organisasi Kredit
    d. Budaya Kredit
    11. Analisa Portfolio
    12. Studi Kasus

TEKNIK INVESTIGASI FRAUD BERBASIS NLP

DESKRIPSI TRAINING 

FRAUD – menurut Oxford Dictionary : “is criminal deception; the use of false representations to gain an unjust advantage” – adalah ancaman yang sangat serius bagi perusahaan modern. Penyakit termaksud dapat menimpa perusahaan apapun tanpa memperdulikan skala bisnisnya. Berbeda dengan varian pendahulunya, dewasa ini corporate fraud telah bermetamorfosis dalam berbagai bentuk dengan modus yang kian canggih dan halus. Ada dua kata kunci untuk menjelaskan fenomena fraud, yakni sistem dan moral hazard. Dalam pengoperasian seluruh lini manajemennya, sebuah perusahaan pasti bersandar pada sebuah sistem yang terdiri dari :

  1. Organisasi, dimana didalamnya terdapat posisi (jabatan), tugas, kewenangan dan tanggungjawab.
  2. Kebijakan, SOP dan Peraturan, semisal kebijakan keselamatan kerja, SOP Purchasing atau Peraturan lembur.
  3. Alat Kerja, semisal mesin kantor, mesin produksi, formulir-formulir, kendaraan.

Ketiga unsur dalam sistem di atas berinteraksi dinamis dengan manusia sebagai
elemen utamanya. Disini fraud potensial terjadi jika:

  1. Seseorang memiliki posisi, otoritas dan technical knowledge untuk melakukan aksi fraud.
  2. Dalam Kebijakan, SOP atau Peraturan terdapat celah-celah yang memungkinkan terjadinya fraud.
  3. Adanya alat kerja yang dapat disiasati.

Tampak jelas bahwa fraud adalah kecurangan sistematis terhadap system perusahaan. Pertanyaan menarik yang mengikutinya adalah; mengapa ada karyawan yang kendati jabatannya tinggi, kekuasaannya besar dengan sistem yang longgar dan memiliki peluang besar untuk memanipulasi alat-alat kerja – namun tidak melakukan fraud?. Jawabnya ada pada satu kata : moral hazard (bahaya moral). Unsur moral hazard akan muncul apabila kebutuhan finansial karyawan ybs. Jauh lebih tinggi dari penghasilan yang diperolehnya. Ia tidak akan mampu menutup kekurangannya kecuali dengan melakukan kecurangan terhadap perusahaan. Mencegah timbulnya fraud dalam perusahaan bukan perkara mudah. Dibutuhkan sumberdaya manusia yang cakap, tangguh dan sangat memahami bahwa fraud bukanlah sekedar masalah human error atau kealpaan seseorang; namun merupakan tindakan kriminal yang direncanakan dengan seksama oleh pelakunya. Merujuk kepada fakta di atas, salah satu tindakan yang tepat untuk menghadapinya adalah membekali personil terkait dengan kemampuan dan kecakapan khusus; sehingga menimbulkan efek deterrence (penggentar) bagi orang yang berniat mencobanya.


TUJUAN TRAINING 

Setelah mengikuti training ini, peserta ditargetkan :

  1. Memahami bahwa fraud merupakan bahaya latent yang mengancam setiap perusahaan tanpa kecuali.
  2. Memahami peran kontrol internal dalam mengelola ancaman fraud.
  3. Memahami anatomi fraud.
  4. Mampu melakukan vulnerability assessment organisasi terhadap ancaman fraud dan mengambil langkah perbaikan.
  5. Mampu merekonstruksi skenario desepsi/kebohongan yang terjadi.
  6. Mampu mendesain wawancara investigasi berbasis NLP
  7. Mampu melakukan wawancara investigasi berbasis NLP
  8. Mampu mengenali berbagai bentuk pola kalimat yang digunakan untuk mengaburkan permasalahan dan mengcounternya.
  9. Mampu mengembangkan pertanyaan-pertanyaan yang bersahabat namun secara bawah sadar, sangat menekan subyek wawancara.
  10. Mampu mengidentifikasi desepsi/kebohongan.

MATERI TRAINING INVESTIGASI FRAUD BERBASIS NLP 

1.    Introduksi : Keamanan Korporat dan Fraud
2.    Pengendalian Internal dan Fraud
3.    Anatomi Fraud
4.    Vulnerability Assessment
5.    Penanganan Dokumen
6.    Teknik Mengidentifikasi Desepsi Fraudster
7.    Persiapan Wawancara Investigasi
8.    Wawancara Investigasi Berbasis NLP

AUDIT PERHOTELAN

Deskripsi Training Audit Perhotelan

Bisnis perhotelan merupakan aktivitas bisnis yang banyak diminati dan diperkirakan akan terus tumbuh berkembang pesat. Dalam kegiatan operasionalnya, kegiatan audit Perhotelan diperlukan untuk mengetahui bahwa kegiatan yang dilakukan oleh manajemen berjalan sesuai aturan yang berlaku dan sesuai dengan rencana yang disiapkan. Dasar dari Audit internal ini adalah laporan-laporan manajemen yang berfungsi untuk menetapkan keputusan-keputusan strategis. Kegiatan audit internal ini penting untuk menjamin bahwa laporan yang disiapkan akurat dan reliabel bagi pengambilan keputusan perusahaan tersebut. Auditor merupakan personil yang bertugas untuk melaksanakan kegiatan audit Perhotelan tersebut. Training ini akan memberikan pemahaman mengenai  faktor-faktor yang penting untuk diperhatikan dalam kegiatan audit perhotelan serta peran auditor dalam kegiatan audit perhotelan

 

Tujuan Training Audit Perhotelan

Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan peserta dapat:

  • Memahami pentingnya pengendalian intern suatu perusahaan untuk mencegah dan mendeteksi adanya kecurangan, kelemahan, membedakan antara kelemahan dan hambatan serta kendala dan beberapa hal mendasar dan spesifik dalam pengendalian intern (internal control);
  • Mengetahui faktor-faktor penting yang perlu diperhatikan dalam kegiatan audit perhotelan

Materi Training Audit Perhotelan

  1. Professional Internal Audit Perhotelan
  2. Hotel Corporate Governance
  3. Internal Audit Service Perhotelan
  4. Proses Audit Internal Perhotelan
  5. Penilaian Resiko Perhotelan
  6. Survey Pendahuluan Untuk Penugasan Audit Internal Perhotelan
  7. Hotel Internal Audit Program
  8. Pembuktian Internal Audit Perhotelan
  9. Kertas Kerja Internal Audit (KKA) Perhotelan
  10. Study kasus dan diskusi

TREASURY AUDIT PROCESS

Tujuan dan Manfaat Pelatihan Treasury Audit Process

  1. Meningkatkan pemahaman peserta terhadap produk dan aktivitas treasury beserta dengan risiko-risiko yang melekat pada aktivitas treasury dan sistem pengendalian internal yang diterapkan di dalamnya
  2. Pengenalan terhadap proses audit treasury, meliputi antara lain :
    1. Perencanaan audit treasury, Penetapan tujuan audit ,
    2. Pelaksanaan audit yang efektif dan efisien
    3. Pengkajian dan pembahasan temuan audit,
    4. Penyajian laporan hasil audit
    5. Evaluasi pelaksanaan audit

 

Sasaran Peserta Pelatihan Treasury Audit Process

  1. Auditor internal and auditor eksternal yang akan melaksanakan audit treasury
  2. Staf dan pimpinan unit kerja treasury yang hendak mengembangkan sistem pengendalian internal pada unit kerja treasury
  3. Staf dan pimpinan perusahaan yang ingin memahami aktivitas treasury dan sistem pengendalian internal yang perlu diterapkan di dalamnya

 

Materi Pelatihan Treasury Audit Process

  1. Apa sajakah produk-produk treasury?
  • Exchange Traded versus Over the Counter Market
  1. Apa sajakah komponen dari produk-produk treasury?
  • Securitisation    Forwards        Optionality
  1. Cash Instruments
  • Spot FX Transactions,Forward FX Transactions
  • FX Rate Swap,Loans & Deposits
  • Bonds,Equity Trading
  • Commodity Trading
  1. Derivative Instruments
  • Interest Rate Swaps,Currency Swaps
  • Forward Rate Agreement (IR Forward)
  • Option Contracts
  1. Fair Value and the Marking To Market Of Treasury Products
  • What is MTM and FV?
  • The issues with FV Accounting
  • Importance of fair value in accounting for treasury products
  • Accounting uses of fair value:
  • Performance measurement
  • Carrying value
  • Disclosure
  • Fair Value vs Accrued Value
  1. Inherent Risks In Treasury
  • Market risk,Liquidity risk,Credit risk
  • Operational risk, Strategic & Business risk
  • Legal & Compliance risk, Reputational risk
  1. Internal Control Framework
  • Inherent Risks in using exchange traded derivatives
  • OTC contracts
  • The management and control system
  • Control Risks
  • Role of Internal Audit
  • Role of External Audit
  1. Auditing Framework,   Objectives of Auditing,
    External Audit versus Internal Audit
  2. Financial Auditing, Operational Auditing, The Audit Approach
    Identifying and measuring the risk factors
  • Identifying and documenting the management and control system
  • Identifying the aspects of the management and control system at risk
  • Reviewing the adequacy of the management and control system
  1. Designing The Audit Work Program
  • Identify key risks
  • Identify key aspects of internal control system
  • Review adequacy of key parts of internal control system
  • Identify attributes affected by risks
  • Test validity of attributes at risk
  1. Carrying Out The Audit Work
    Key Audit issues with Treasury
  • Completely recorded in timely manner
  • Off premises trading
  • Unauthorised trading
  • Trading vs hedging designation
  • Intra day position breaches
  • Monitoring near to settlement trades
  • Monitoring of liquidity risk
  • Deposit and margin reconciliations
  • Valuation and liquidity  ,Concentration of transactions
  1. Audit Techniques

Audit Internal dalam Good Corporate Governance

ABSTRAK

Seorang auditor internal di perusahaan harus dapat mendorong pencapaian tujuan perusahaan dengan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/ GCG). Peran auditor internal sebagai internal consulting perusahaan harus dapat memberikan early warning kepada manajemen perusahaan untuk mencegah dan meminimalisasi dampak kebijakan-kebijakan ekonomi yang dapat merugikan perusahaan. Dalam era persaingan global antar korporasi saat ini, kebutuhan akan GCG semakin meningkat. Implementasi yang mengarah pada pencapaian tujuan perusahaan berbasis stakeholders semakin mutlak diperlukan.    Salah satu fungsi vital dalam perusahaan adalah auditor internal. Profesi auditor internal memiliki standar dan kode etik profesi yang harus dijalankan secara konsekuen dan konsisten. Salah satu fungsi Auditor internal yaitu sebagai pelindung asset perusahaan, sehingga posisinya sangat strategis dan memegang peranan penting dalam setiap tahap langkah perubahan dan perkembangan yang terjadi dalam perusahaan. Auditor internal juga termasuk salah satu dari pilar-pilar GCG. Dalam peranannya tersebut, maka seorang auditor internal harus dapat menganalisa dengan benar setiap temuan dalam proses audit agar tidak terjadi penyalahgunaan fungsi yang sesuai dengan kebijakan perusahaan. Setelah proses penganalisaan dilanjutkan dengan pembuatan laporan yang sistematis agar dapat dipahami oleh manajemen perusahaan sebelum melangkah dalam melakukan pengambilan keputusan. Training ini akan memberikan gambaran secara detail mengenai audit internal serta peran dan fungsi dari seorang auditor internal.

OUTLINE AUDIT INTERNAL DALAM GOOD CORPORATE GOVERNANCE

  1. Dampak adanya perubahan kebijakan ekonomi
  2. Audit Internal dan Auditor Internal
  3. Posisi dan Peran Auditor Internal
  4. Pelaksanaan kegiatan Audit Internal
  5. Pelaporan Hasil Kegiatan Audit Internal
  6. Pendeteksian Kecurangan berdasarkan laporan Audit Internal
  7. Penginvestigasian Kecurangan
  8. Pencegahan Kecurangan

ISO 9001: 2008 Auditor Internal ISO

Deskripsi

Aktivitas Audit ISO 9001: 2008 merupakan kegiatan yang  bertujuan untuk memonitor berjalannya manajemen mutu apakah sesuai dengan proses dan prosedur yang  dipersyaratkan dalam  ISO 9001: 2008. Hasil audit  akan digunakan sebagai salah satu masukan dalam Management Review. Training ini akan membahas tentang bagaimana melaksanakan internal audit ISO 9001: 2008. Berbagai hal akan dibahas antara lain; Kapan Internal Audit harus dilaksanakan, bagaimana caranya dan siapa yang harus melakukan Internal Audit, serta apa yang harus dilakukan dengan hasil Internal Audit?. Training ini membekali para auditor menjadi auditor yang handal.

Tujuan

  • Memahami persyaratan ISO 9001: 2008
  • Memahami  dan mengetahui cara melaksanakan Internal Audit
  • Memahami kompetensi yang diperlukan untuk menjadi Internal Auditor
  • Mengetahui cara menganalisa hasil Internal Audit
  • Mengetahui cara menindak lanjuti hasil Internal Audit


Materi Training Auditor Internal ISO 9001: 2008

  • Ruang lingkup  Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2008
  • Proses  Internal Audit
  • Persyaratan audit internal
  • Persiapan audit
  • Check list audit
  • Analisis temuan audit
  • Tindakan koreksi / pencegahan / improvement dan pengendaliannya
  • Komunikasi dalam audit
  • Bagaimana menghandle auditee yang sulit
  • Case study

PENCEGAHAN FRAUD DALAM OPERASIONAL PERBANKAN

MANFAAT TRAINING PENCEGAHAN FRAUD DALAM OPERASIONAL PERBANKAN

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan kepada para peserta dapat mengetahui, memahami tentang Tindak Kejahatan Fraud Dalam Operasional Perbankan yang bisa berakibat adanya kerugian yang menimpa Bank yang bersangkutan, dipihak lain dapat pula merugikan nasabah maupun diri sendiri. Disamping itu peserta juga dapat memahami dan mengetahui tentang berbagai jenis fraud yang muncul, cara pencegahannya, mendeteksi adanya fraud dan bagaimana makna hukum dari tindakan fraud. Para peserta juga diharapkan dapat mengetahui dan memahami berbagai modus fraud dan melakukan pencegahannya dalam upaya untuk menghilangkan atau meminimalisir factor kerugian bank dalam sistem operasionalmya

 

Outline TRAINING PENCEGAHAN FRAUD DALAM OPERASIONAL PERBANKAN

  1.   Pengertian dan Hakikat Fraud
  2.   Pola Pandang Perbankan
  • Menurut kajian secara umum
  • Kode etik Bank dan sikap tindak-perilaku karyawan Bank
  1.   Pertentangan Nurani
  • Satuan Kediriaan
  • Penyimpangan Kepribadian
  • Interaksi satuan kedirian
  1.   Masalah Yang Berkaitan Dengan Fraud
  2.   Gejala Adanya Fraud Pada Dunia Perbankan
  3.   Fraud dan Cybercrime
  4.   Memahami Know Your Employee
  5.   Memahami Know Your Customer
  6.   Makna Hukum Dalam Kaitannya Dengan Sikap Tindak Fraud
  7. Strategi Anti Fraud
  8. Dasar Hukum Anti Fraud
  9. Strategi 4 Pilar Anti Fraud
  10. Tujuan Kebijakan dan Prosedur Strategi Anti Fraud
  11. Pencegahan dan Pendeteksian Fraud

15.  Dasar Hukum Pemidanaan Seseorang Dalam Kaitannya Dengan Fraud

PENCEGAHAN FRAUD DALAM OPERASIONAL PERBANKAN

MANFAAT TRAINING PENCEGAHAN FRAUD DALAM OPERASIONAL PERBANKAN

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan kepada para peserta dapat mengetahui, memahami tentang Tindak Kejahatan Fraud Dalam Operasional Perbankan yang bisa berakibat adanya kerugian yang menimpa Bank yang bersangkutan, dipihak lain dapat pula merugikan nasabah maupun diri sendiri. Disamping itu peserta juga dapat memahami dan mengetahui tentang berbagai jenis fraud yang muncul, cara pencegahannya, mendeteksi adanya fraud dan bagaimana makna hukum dari tindakan fraud. Para peserta juga diharapkan dapat mengetahui dan memahami berbagai modus fraud dan melakukan pencegahannya dalam upaya untuk menghilangkan atau meminimalisir factor kerugian bank dalam sistem operasionalmya

 

Outline TRAINING PENCEGAHAN FRAUD DALAM OPERASIONAL PERBANKAN

  1.   Pengertian dan Hakikat Fraud
  2.   Pola Pandang Perbankan
  • Menurut kajian secara umum
  • Kode etik Bank dan sikap tindak-perilaku karyawan Bank
  1.   Pertentangan Nurani
  • Satuan Kediriaan
  • Penyimpangan Kepribadian
  • Interaksi satuan kedirian
  1.   Masalah Yang Berkaitan Dengan Fraud
  2.   Gejala Adanya Fraud Pada Dunia Perbankan
  3.   Fraud dan Cybercrime
  4.   Memahami Know Your Employee
  5.   Memahami Know Your Customer
  6.   Makna Hukum Dalam Kaitannya Dengan Sikap Tindak Fraud
  7. Strategi Anti Fraud
  8. Dasar Hukum Anti Fraud
  9. Strategi 4 Pilar Anti Fraud
  10. Tujuan Kebijakan dan Prosedur Strategi Anti Fraud
  11. Pencegahan dan Pendeteksian Fraud

15.  Dasar Hukum Pemidanaan Seseorang Dalam Kaitannya Dengan Fraud

Audit Fraud Using Audit Command Language

Deskripsi Training Audit Fraud Using Audit Command Language

Audit Command Language (ACL) mempunyai fungsi utama guna memenuhi kebutuhan analisis data seluruh aktivitas bisnis operasional perusahaan, baik di bidang audit analisis data, pencocokan dan pembandingan data, laporan penyimpangan, dsb. Pada bidang IT (Information Technology), Audit Command Language (ACL) dapat digunakan untuk melakukan data migration, data cleansing, data matching, data integrity testing; selain itu juga dapat pula digunakan untuk analisis, konsolidasi, rekonsiliasi data, dan pelaporan pada divisi lain seperti Keuangan, Pemasaran, Distribusi, Operasional, dan bagian perusahaan lainnya.

ACL dapat membaca data berbagai macam sistem mulai dari model sistem mainframe lama hingga ke relational database modern. ACL merupakan jenis aplikasi ‘read-only’, dimana ACL tidak pernah mengubah data sumber asli sehingga aman untuk menganalisis jenis live-data. Keanekaragaman sumber data dan teknologi akses data, cara mengakses data juga bervariasi dari satu sumber data ke lain. ACL membaca beberapa sumber data secara langsung dengan mengimpor dan menyalin sumber data untuk kemudian dapat dilakukan analisis dari berbagai macam data tersebut. ACL dirancang khusus untuk menganalisa data dan menghasilkan laporan audit baik untuk pengguna biasa (common/nontechnical users) maupun pengguna ahli (expert users). Dengan menggunakan ACL, diharapakan pekerjaan auditing dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien baik dari aspek waktu maupun tenaga yang dibutuhkan.

Dengan ACL proses auditing yang memakan waktu cukup lama dikarenakan tingkat kerumitannya tersebut dapat dilakukan dengan lebih cepat, tepat dan akurat. Selain keuntungan dari sisi efisiensi waktu, tenaga maupun biaya yang bisa didapatkan oleh perusahaan berkat penggunaan Audit Command Language (ACL), keuntungan lain yang didapatkan yaitu kecurangan dalam pelaksanaan pekerjaan baik di segi finansial maupun dari segi waktu juga dapat diketahui dengan lebih mudah dan cepat sehingga penindaklanjutan kecurangan tersebut dari segi hukum (punishment) bisa segera diupayakan. Dengan pengupayaan dari segi hukum yang cepat dan tepat, maka diharapkan proses pekerjaan perusahaan tersebut dapat dijalankan kembali dengan normal dan efektif serta upaya preventif tindak kecurangan tersebut dapat lebih optimal untuk kemudian harinya.

 

Tujuan Training Audit Fraud Using Audit Command Language

Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan mampu untuk :

  1. Memahami dan mengaplikasikan software ACL ke dalam beberapa divisi perusahaan untuk kemudian dilakukan proses auditing terhadap kinerja divisi tersebut.
  2. Mampu melakukan tindakan hukum dengan cepat dan tepat terhadap tindak kecurangan yang dilakukan.
  3. Mampu melakukan optimalisasi upaya preventif terhadap segala macam penyimpangan prosedur (kecurangan) yang kemungkinan dilakukan oleh pihak tertentu.

Materi Training Audit Fraud Using Audit Command Language

  1.  Concept and practise Audit Command Language
  • Fundamentals
  • Data Access
  • Data Integrity Verification
  • Data Analysis
  • Reporting results
  1. Fungsi Audit Command Language
  2. Fitur dan kemampuan Audit Command Language tools
  3. ACL Basics
  4. Penggunaan Audit Command Language dalam beberapa aplikasi
  5. Manfaat penggunaan Audit Command Language
  6. Tindak optimalisasi upaya preventif terhadap kecurangan berdasarkan hasil analisa ACL.
  7. Studi kasus dan praktek

AUDIT RSPO & ISPO

PENTINGNYA AUDIT RSPO & ISPO

Perusahan perkebunan kelapa sawit dan pabrik Kelapa sawit, dituntut harus menerapkan dan bersertifikat RSPO dan ISPO. Hal tersebut berdasarkan tuntutan pembeli / buyer (Supermarket terbesar di Swiss “Migros”) , LSM  (miasl Sawit Watch ) dan pemerintah.

Memenuhi kewajiban menerapkan ISPO sesuai dengan PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR 19/Permentan/OT.140/3/2011, bahwa Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit dalam waktu paling lambat sampai dengan tanggal 31 Desember 2014 harus sudah melaksanakan usaha sesuai dengan ketentuan Peraturan ISPO

TUJUAN PELATIHAN AUDIT RSPO  & ISPO

Program bertujuan membantu perserta pelatihan  untuk :

  • Memahami pentingnya Audit RSPO dan ISPO
  • Memahami persyaratan persyaratan RSPO dan ISPO
  • Memahami Dasar dasar audit
  • Memahami perencanaan audit,
  • Memahami pelaksanaan audit,
  • Memahami tindak lanjut audit,

MATERI PELATIHAN AUDIT RSPO  & ISPO

1.    Persyaratan persyaratan RSPO & ISPO

  •  Prinsip Prinsip RSPO Dan ISPO
  • Pemahaman per Kriteria Dan Indiikator RSPO Dan ISPO

2.    Pengenalan Peraturan dan Perundang-undangan terkait RSPO & ISPO

  •  Peraturan terkait Perijinan
  •  Peraturan terkait Pengelolaan Lingkungan
  •  Peraturan terkait Manajemen Kebun
  • Peraturan Terkait K3

3.    Dasar Dasar Audit

  • Pengertian audit
  •  Isitlah istilah dalam Audit
  •  Prinsip Audit
  •  Tahapan Audit
  •   Prosedur audit

4.    Perencanaan audit

  • Penyusunan Program audit
  • Pembentukan tim
  • Uraian tugas auditor
  • Penyusunan daftar periksa/cheklist
  • Penyusunan Rencana audit
  • Studi kasus perencanaan audit

5.    Pelaksanaan audit

  • Tahapan audit
  •   Teknik  audit
  •  Teknik wawancara
  • Teknik Pemeriksaan data/dokumen
  •  Teknik Pemeriksaan lapangan
  •  Teknik Pengamatan kegiatan
  •  Teknik Pengujian
  • Penulisan Hasil audit
  •  Studi kasus

6.    Tindak Lanjut Audit

  • Penulisan Tindakan Koreksi
  • Penulisan Laporan Audit
  • Pelaksanaan tindakan koreksi
  • Pemantauan hasil Tindakan Koreksi
  • Verifikasi hasil Tindakan Koreksi
  • Validasi hasil tindakan koreksi
  •  Studi kasus

7.    Test Awal (pre test)

  • Tujuan untuk mengetahui kondisi awal wawasan dan pengetahuan   peserta terhadap Audit Internal RSPO& ISPO  memahami tingkat pengetahuan awal setiap peserta, mengukur beberapa kesenjangan pengetahuan peserta, dimana dapat menjadi bahan pembahasan  selama pelatihan
  • Diberikan soal berupa 10 soal, terdiri dari soal memilih (multiple Choice) dan soal essay (jawaban terbuka)

8.    Test Akhir (Post test)

  • Tujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan peserta (penyerapan) terhadap materi pelatihan Audit Internal RSPO & ISPO   yang telah disampaikan  dan  tingkat efektivitas hasil pelatihan
  • Diberikan soal berupa 20 soal, terdiri dari soal memilih (multiple Choice) dan soal essay (jawaban terbuka)

Audit untuk Pemula

Background

Mempelajari secara mandasar dan mendalam mengenai teknik-teknik audit, dan melakukan penyegaran dalam melakukan tehnik melakukan audit, mulai dari tahap persiapan, penyusunan rencana kegiatan audit, sampai dengan pelaporannya.

Pelatihan ini dapat diikuti oleh akuntan, auditor atau mahasiswa yang akan berkrcimpung dalam bidang pemeriksaan (Audit), staff professional lainnya yang ingin memiliki pengetahuan mendasar tentang tehnik-tehnik dan prosedur audit.

 

Tujuan Pelatihan:

  • Memberikan pemahaman secara mendasar mengenai teknik audit dengan berbagai aturan dan standar yang berlaku.
  • Meningkatkan kemampuan dan memberikan penyegaran bagi para auditor dalam melakukan audit secara terencana, sistematis dan efektif.

Materi Pelatihan Teknik Audit untuk Pemula:

1.       Pengertian audit

2.      Fungsi Audit

3.      Jenis-jenis Audit

4.      Standar Auditing

5.      Prinsip-prinsip Dasar Audit

6.      Elemen Audit

7.      Persiapan Audit dan Survey Pendahulluan

8.      Risiko Kontrol

9.      Teknik Penyusunan Program Audit

10.   Rencana Pengujian Detail Transaksi dan Saldo

11.    Prosedur dan Teknik Audit

12.   Sample Audit

13.    Pembuktian (Audit Evidence)

14.   Laporan Auditor

Auditor Internal ISO 9001: 2008

Deskripsi Training Auditor Internal ISO 9001: 2008

Aktivitas Audit ISO 9001: 2008 merupakan kegiatan yang  bertujuan untuk memonitor berjalannya manajemen mutu apakah sesuai dengan proses dan prosedur yang  dipersyaratkan dalam  ISO 9001: 2008. Hasil audit  akan digunakan sebagai salah satu masukan dalam Management Review. Training ini akan membahas tentang bagaimana melaksanakan internal audit ISO 9001: 2008. Berbagai hal akan dibahas antara lain; Kapan Internal Audit harus dilaksanakan, bagaimana caranya dan siapa yang harus melakukan Internal Audit, serta apa yang harus dilakukan dengan hasil Internal Audit?. Training ini membekali para auditor menjadi auditor yang handal.

Tujuan Training Auditor Internal ISO 9001: 2008

  • Memahami persyaratan ISO 9001: 2008
  • Memahami  dan mengetahui cara melaksanakan Internal Audit
  • Memahami kompetensi yang diperlukan untuk menjadi Internal Auditor
  • Mengetahui cara menganalisa hasil Internal Audit
  • Mengetahui cara menindak lanjuti hasil Internal Audit

Materi Auditor Internal ISO 9001: 2008

  • Ruang lingkup  Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2008
  • Proses  Internal Audit
  • Persyaratan audit internal
  • Persiapan audit
  • Check list audit
  • Analisis temuan audit
  • Tindakan koreksi / pencegahan / improvement dan pengendaliannya
  • Komunikasi dalam audit
  • Bagaimana menghandle auditee yang sulit
  • Case study

INTERNAL CONTROL UNDERSTANDING: COSO – BASED APPROACH

Latar Belakang Training Internal Control Understanding COSO  :

Saat ini organisasi sangat concern terhadap 4 (empat) hal yaitu Control, Risk Management, Governance & Assurance. Perkembangan ilmu pengetahuan tentang Internal Control dalam suatu organisasi sangat pesat. Hal ini terkait dengan kelemahan Internal Control  di organisasi yang sering dimanfaatkan oleh pihak internal maupun eksternal organisasi untuk melakukan kecurangan (fraud). Pembahasan konsep  Internal Control COSO framework ini dikaitkan dengan Sarbanes – Oxley Act (SOA). Enron Gate , WorldCom, Adelphia, TICO dll ataupun beberapa bank di Indonesia pasca krisis moneter beberapa tahun yang lalu telah memberi pelajaran betapa pentingnya system control yang efektif dan corporate governance harus dilakukan demi menyelamatkan organisasi (perusahaan). Oleh karena itu Internal Control Systems harus mampu mengadopsi nilai-nilai dari aspek manusia dan lingkungan dalam komponen yang memungkinkan para auditor dapat bekerjasama dengan auditeee (manajemen operasional) dalam mengidentifikasi risiko yang dihadapi suatu organisasi, dalam hal inilah maka Control Self Assessment (CSA) menjadi alternatif yang paling relevan untuk diimplementasikan.

 

Manfaat Workshop :

  1. Bagi Auditor Internal dan Auditor Eksternal, dengan lebih memahami konsep Internal Control secara mendalam diharapkan  dapat melaksanakan audit lebih efektif dan efisien.
  2. Bagi Staf Divisi GCG & Risk Management dapat membantu dalam melakukan identifikasi risiko beserta dampak yang mungkin timbul yang dapat merugikan organisasi.
  3. Bagi Komite Audit, dalam pengawasan suatu organisasi  dapat lebih optimal karena fokus pada kelemahan Internal Control yang ada di suatu organisasi.
  4. Bagi manajemen operasional,  dengan memahami konsep Control Self Assesment dapat meningkatkan kinerja operasional sehari-hari (day to day operation) karena lebih aware dalam ownership of control.

Materi Workshop Internal Control COSO  :

  • Control : The Overview
  • Governance : Relationship With Risk and Control
  • “Hard” and “Soft” Controls
  •   Internal Control Principles
  • Internal Control COSO – Integrated Framework
  • The COSO Financial Control Framework : 2004 Version
  • Entity-wide Evaluation & Activity-level Evaluation
  •  Sarbanes-Oxley Act of 2002
  •  Internal Control : Systems, Structures & Components
  •  Internal Control Questionaire
  • Monitoring & Reporting of Internal Control.
  • Control Self Assesment (CSA)
  • Implementation of Internal Control.: Case Study

Risk Based Audit

Background Risk Based Audit

The   Audit course is designed to provide practical  view  in conducting  audit and assurance in one organization. The course is designed to support professional staffs   to expand their understanding of comprehensive  audit practice.

The course will include discussion and exercises related to general control examinations within the scope auditing. The course will also focus on control research and analysis for related topic areas. In addition, through discussion and exercises, participant will gain a working understanding of the process of developing audit work programs.



Objectives Risk Based Audit

At the completion of this course, the participants should be able to :

  • Participants shall obtain an expanded understanding the role of auditors in evaluating the related operational and control risks and in assessing the appropriateness and adequacy of management control practices and related controls inside participants’ organization
  • Participants shall obtain the capability in conducting audit and implement  techniques in performing assurance, attestation, and audit engagements
  • Participants shall obtain an expanded familiarity with the principle references in good corporate governance, control and security as related to  audit processes
  • Participants shall obtain the working ability to plan, conduct, and report on general and property audit
  • Participants shall obtain an understanding of the role of  auditors regarding operation and propoerty related compliance and regulatory audits, such as evaluating control standards



Contents Risk Based Audit Practical 

  1. Introduction to Risk based Audit
  2. Conducting The  Audit Process
  3. Management Controls
  4. Assurance  of Controls and Control Objectives
  5. Evidence Collection and Evaluation
  6. Managing the  Audit Function
  7. Property Audit
  8. Property Audit Scope

KERTAS KERJA AUDIT

ABSTRACK

Audit yang ditempuh harus didokumentasikan dalam kertas kerja (Working Paper). Dalam kertas kerja dituangkan: prosedur audit yang dilakukan, informasi yang diperoleh, dan kesimpulan/rekomendasi yang diperlukan. Kertas kerja bertujuan untuk: penunjang utama temuan audit, membantu auditor untuk melaksanakan dan memsupervisi audit, dan menjadi bukti bahwa audit dilaksanakan dengan sepenuhnya.Agar ketiga tujuan tersebut dapat tercapai ,pemahaman dan kemampuan membuat kertas kerja audit mutlak diperlukan.

Dalam pelatihan ini akan diuraikan cara membuat kertas kerja. Setelah cara membuat kertas kerja diketahui, lalu menerapkan pengetahuan tersebut dalam mengaudit siklus-siklus pokok transaksi perusahaan. Pembuatan kertas kerja audit dilaksanakan untuk siklus-siklus pendapatan, pengeluaran, personalia dan produksi.



OUTLINE TRAINING KERTAS KERJA AUDIT

1. Kertas Kerja: jenis, cara membuat, review dan pengarsipan kertas kerja

2. Audit Siklus Pendapatan

  • Sifat & karakteristik siklus
  • Rekening terkait
  • Transaksi penjualan kredit
  • Transaksi  penerimaan kas
  • Transaksi penyesuaian penjualan
  • Kertas kerja pengujian substantif saldo penjualan, saldo potongan penjualan, saldo return penjualan, saldo piutang dagang, saldo kerugian piutang, saldo harga pokok penjualan

3.  Audit siklus pengeluaran

  • Sifat dan karakteristik siklus
  • Rekening terkait
  • Transaksi pembelian kredit
  • Transaksi pengeluaran kas
  • Kertas kerja pengujian substantif saldo utang dagang, potongan pembelian, retur pembelian, biaya dibayar di muka, saldo aktiva tetap

4.  Audit siklus personalia

  • Sifat & karakteristik siklus
  • Rekening terkait
  • Transaksi penggajian
  • Kertas kerja pengujian substantif saldo biaya gaji, saldo komisi, saldo bonus, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik, saldo utang pajak

5 . Audit Siklus Produksi

  • Sifat & karakteristik siklus
  • Rekening terkait
  • Transaksi produksi
  • Kertas kerja pengauditan substantif saldo persediaan bahan, biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya overhead pabrik, saldo dalam proses, saldo barang jadi

AUDITING BUSINESS PROCESS

Description Auditing Business Process

Auditing  Bussines Process ini merupakan proses audit yang terbukti effektif dan effisien. Dengan pendekatan proses bisnis diharapkan akan membantu auditor dalam melakukan pengendalian dan evaluasi atas faktor-faktor risiko dalam pengelolaan bisnis.
Proses audit dengan pendekatan pada proses bisnis ini diharapkan juga akan memudahkan pihak manajemen dalam memetakan kondisi real (yang sebenarnya) dari perusahaannya sehingga pembenahan akan dapat segera dilakukan secara lebih terfokus. Selain itu kegagalan pengendalian di departemen tertentu dapat dilokalisir sehingga tidak berdampak negatif bagi proses bisnis secara keseluruhan. Itulah keuntungan lain yang dapat diperoleh dari proses audit ini selain (tentunya) manfaat di bawah ini.

Course Content Auditing Business Process

  1. Business Process – An Overview
  2. Auditing The Revenue Process
  3. Auditing The Purchasing Process
  4. Auditing The Human Resource Management Process
  5. Auditing The Inventory Management Process
  6. Auditing The Selected Accounts: Prepaid Expenses and Property, Plant, and Equipment
  7. Auditing Long-Term Liabilities, Stockholders’ Equity, and Income Statement Accounts
  8. Auditing Cash and Investments
  9. Completing The Engagement
  10. Report On Audited Financial Statements and Special Reporting Issues

AUDIT PERHOTELAN

Deskripsi Training Audit Perhotelan

Bisnis perhotelan merupakan aktivitas bisnis yang banyak diminati dan diperkirakan akan terus tumbuh berkembang pesat. Dalam kegiatan operasionalnya, kegiatan audit Perhotelan diperlukan untuk mengetahui bahwa kegiatan yang dilakukan oleh manajemen berjalan sesuai aturan yang berlaku dan sesuai dengan rencana yang disiapkan. Dasar dari Audit internal ini adalah laporan-laporan manajemen yang berfungsi untuk menetapkan keputusan-keputusan strategis. Kegiatan audit internal ini penting untuk menjamin bahwa laporan yang disiapkan akurat dan reliabel bagi pengambilan keputusan perusahaan tersebut. Auditor merupakan personil yang bertugas untuk melaksanakan kegiatan audit Perhotelan tersebut. Training ini akan memberikan pemahaman mengenai  faktor-faktor yang penting untuk diperhatikan dalam kegiatan audit perhotelan serta peran auditor dalam kegiatan audit perhotelan

 

Tujuan Training Audit Perhotelan

Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan peserta dapat:

  • Memahami pentingnya pengendalian intern suatu perusahaan untuk mencegah dan mendeteksi adanya kecurangan, kelemahan, membedakan antara kelemahan dan hambatan serta kendala dan beberapa hal mendasar dan spesifik dalam pengendalian intern (internal control);
  • Mengetahui faktor-faktor penting yang perlu diperhatikan dalam kegiatan audit perhotelan

Materi Training Audit Perhotelan

  1. Professional Internal Audit Perhotelan
  2. Hotel Corporate Governance
  3. Internal Audit Service Perhotelan
  4. Proses Audit Internal Perhotelan
  5. Penilaian Resiko Perhotelan
  6. Survey Pendahuluan Untuk Penugasan Audit Internal Perhotelan
  7. Hotel Internal Audit Program
  8. Pembuktian Internal Audit Perhotelan
  9. Kertas Kerja Internal Audit (KKA) Perhotelan
  10. Study kasus dan diskusi

Komunikasi Penugasan & Monitoring Tindak Lanjut Audit

Komunikasi yang baik kepada auditee dalam penugasan audit sangat dibutuhkan oleh seorang auditor internal agar dari komunikasi tersebut hasil audit yang diinginkan dapat tercapai. Dan seorang auditor setelah melakukan kegiatan audit harus memonitoring tindak lanjut/rekomendasi yang diberikan kepada auditee, untuk kemudian melaporkan kepada manajemen atas hasil audit yang dilakukan.

 

MATERI Training Komunikasi Penugasan & Monitoring Tindak Lanjut Audit

Standar Pelaporan Audit:

  • Overview
  • Standar Laporan Audit

Orientasi Laporan Internal Audit

  • Sasaran Laporan Audit
  • Tujuan Laporan Internal Audit
  • Biaya Pembuatan Laporan

Menarik Minat Audiens:

  • Pembuka yang Efektif
  • Bahasa Langsung (Mengungkap Kesimpulan Secara Langsung)
  • Pembuka yang Konkrit dan Deskriftif
  • Istilah yang Dimengerti Pembaca
  • Variasi Pembuka yang Tepat
  • Menggunakan Heading dan Format

Menangani Detail:

  • Menentukan Kerincian Informasi
  • Mempertimbangkan Audiens dan Tujuan Pelaporan
  • Merekap Data Pendukung
  • Memilih Informasi yang Bermanfaat dan Menyakinkan

Menulis Persuasif:

  • Masalah Dijelakan dan Dikuantifisir
  • Jelaskan Akibat (Efek) dari Kacamata Manajemen
  • Atasi Penolakan (Keberatan) Manajemen

Tulisan Konstruktif:

  • Hindari Bahasa Opini dan Generalisasi tanpa Dukungan
  • Hindari kata-kata dengan Konotasi Negatif
  • Hindari Generalisasi tanpa Dukungan
  • Gagasan Positif dalam Bahasa Positif
  • Presfektif yang Seimbang
  • Menekankan Manfaat, Rekomendasi, dan Pemecahan Masalah

Isi dan Format Laporan Audit Monitoring Tindak Lanjut Hasil Audit:

  • Aktivitas Tindak Lanjut
  • Mengidentifikasi Peran Masing-Masing Pihak dalam Tindak Lanjut
  • Peran Ideal Auditee
  • Peran Ideal Auditor
  • Peran Ideal Manajemen Eksekutif
  • Proses Tindak Lanjut Bagi Auditor
  • Memantau Kemajuan Tindak Lanjut (Monitoring Progress)
  • Mengidentifikasi Teknik Monitoring
  • Mempertimbangkan Pendekatan Monitoring yang Tepat
  • Dokumentasi dan Pelaporan Monitoring Tindak Lanjut
  • Tingkat Penerimaan Risiko oleh Manajemen

Audit Kredit Bank Berbasis Manajemen Risiko

Overview Training Audit Kredit Bank Berbasis Manajemen Risiko

Risiko kredit adalah risiko kerugian akibat kegagalan pihak lawan (counterparty) memenuhi kewajibannya. Risiko kredit mencakup akibat kegagalan debitur (borrower), risiko kredit akibat kegagalan pihak lawan transaksi (counterparty), dan risiko kredit akibat kegagalan penyelesaian transaksi (settlement).

Risiko kredit bersumber dari berbagai aktivitas fungsional bank seperti perkreditan (pembiayaan), aktivitas treasury (berupa penempatan dana antar bank), aktivitas terkait investasi, dan aktivitas pembiayaan perdagangan (trade finance).

Pada saat ini aktiva produktif perbankan nasional didominasi oleh kredit yang diberikan, sementara sumber dana bank terutama berasal dari dana pihak ketiga, sehingga apabila terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan terhadap bank, maka bank tersebut dapat mengalami gangguan yang cukup signifikan dalam memenuhi kewajiban pada pemilik dana.

Perkembangan paradigma internal audit, peraturan dan ketentuan dari regulator serta pesatnya perkembangan teknologi informasi adalah beberapa contoh faktor yang menempatkan fungsi internal auditor perbankan (Satuan Kerja Audit Intern Bank/SKAI) untuk mendukung efektivitas penerapan manajemen risiko.

Untuk mengurangi resiko yang makin besar, maka perencanaaan dan pengendalian kredit menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi bank. Untuk itulah diperlukan audit kredit agar dapat dicegah dan dikurangi risiko kredit.

Tujuan pelatihan audit kredit adalah sebagai berikut:

  1. Membekali peserta pengetahuan tentang pengertian, karakteristik, dan jenis kredit.
  2. Membekali peserta pengetahuan tentang proses audit kredit.
  3. Membekali peserta teknik dan metode menditeksi masalah dalam kredit dan cara mengatasi masalah kredit, termasuk test goal, kriteria, KPI, dan peraturan BI.
  4. Memberikan pengetahuan bagi peserta teknik mengurangi risiko kredit dan melaporkan hasil temuan audit kredit.
  5. Memberikan bekal pengetahuan yang lebih dalam tentang audit risiko berbasiskan risiko.

Outline Materi Training Audit Kredit Bank Berbasis Manajemen Risiko

1. Bank, Audit dan Regulasi
2. Kebijakan Kredit dan Prosedur
3. Proses perkreditan

  • Konsumer dan Komersial
  1. Risk Based Audit Internal (RBAI)
  • Tujuan (RBIA)
  • Syarat yang digunakan
  • Jenis-jenis Risiko
  • Pendekatan RBIA
  • Pemahaman Proses
  • Laporan dan Opini Audit
  1. Pengukuran dan Pemantauan Risiko Kredit
    6. Evaluasi Internal Kredit
    7. Kebijakan Kredit dan Prosedur
    8. Keterkaitan Risiko Kredit dan Risiko Inhern Bank
    9. Modern Methode Audit Bank
    10. Audit Kredit Berbasis Manajemen Risiko
    a. Risiko Kredit
    b. Segmentasi Kredit
    c. Organisasi Kredit
    d. Budaya Kredit
    11. Analisa Portfolio
    12. Studi Kasus

AUDITOR INTERNAL : PERAN & KUALITAS

OVERVIEW TRAINING AUDITOR INTERNAL

Pada awalnya pekerjaan internal audit hanya terfokus mengevaluasi kewajaran pada laporan keuangan dan menemukan pelaku kecurangan. Dalam perkembangannya audit bukan sekedar untuk mengevaluasi laporan keuangan saja namun juga dibutuhkan untuk evaluasi/audit bidang lain seperti : produksi, pengadaan, pemasaran dll. Perbedaan audit ekternal dan audit internal adalah audit eksternal hanya untuk memberikan penilaian atas kewajaran laporan keuangan sedangkan audit internal mengevaluasi seluruh aktivitas operasional dengan tujuan untuk memberikan masukan kepada manajemen dan staf operasional agar kinerja dapat ditingkatkan atau diperbaiki dan tujuan organisasi dapat dicapai

 

SILABUS TRAINING AUDITOR INTERNAL

  1. Pengenalan Audit Internal
  2. Perkembangan Audit Internal
    • Jenis Jasa yang Diberikan
    • Karakteristik Audit Internal
    • Tujuan & Manfaat Audit Internal
    • Peran Audit Internal
    • Hubungan Audit Internal
  3. Perencanaan Penugasan Audit
    • Standar Audit untuk Perencanaan Penugasan
    • Kegiatan yang Dilakukan pada Tahap Perencanaan
    • Survei Pendahuluan
    • Penyusunan Audit Program
  4. Kertas Kerja Audit
    • PENGERTIAN KKA
    • TUJUAN PENYUSUNAN KKA
      • Karakteristik KKA
      • JENIS-JENIS KKA
      • Kertas Kerja Audit (KKA)
  5. Membuat LHA dan Pemantauan Tindak Lanjut
    • Arti penting Laporan Hasil Audit
    • Tujuan LHA
    • Effective report writing
    • Menulis Persuasif  dan kontruktif
    • Tindak Lanjut
  6. Quality Assurance
    • Efisiensi dan efektivitas
    • Peran Organ Perusahaan
    • Deliver Value
    • Scope
    • Empat Elemen QA

Corporate Control

Latar Belakang Training Corporate Control

Saat ini organisasi sangat concern terhadap 4 (empat) hal yaitu Control, Risk Management, Governance & Assurance. Perkembangan ilmu pengetahuan tentang Internal Control dalam suatu organisasi sangat pesat. Hal ini terkait dengan kelemahan Internal Control  di organisasi yang sering dimanfaatkan oleh pihak internal maupun eksternal organisasi untuk melakukan kecurangan (fraud). Pasca krisis moneter beberapa tahun yang lalu telah memberi pelajaran betapa pentingnya system control yang efektif dan corporate governance harus dilakukan demi menyelamatkan organisasi (perusahaan). Oleh karena itu Internal Control Systems harus mampu mengadopsi nilai-nilai dari aspek manusia dan lingkungan dalam komponen yang memungkinkan para auditor dapat bekerjasama dengan auditeee (manajemen operasional) dalam mengidentifikasi risiko yang dihadapi suatu organisasi, dalam hal inilah maka Control Self Assessment (CSA) menjadi alternatif yang paling relevan untuk diimplementasikan.

Manfaat Training Corporate Control

Peserta diharapkan mampu mengevaluasi kinerja tiap divisi di perusahaan dan kontribusinya terhadap kinerja perusahaan.

Peserta Training Corporate Control

  1. Auditor Internal / Satuan Pengawasan Intern.
  2. Auditor Eksternal / Auditor yang bekerja di Kantor Akuntan Publik
  3. Staf di Divisi GCG & Risk Management.
  4. Controller.
  5. Sekretaris Perusahaan.
  6. Komite Audit
  7. Bagian kredit
  8. Compliance
  9. Manajemen Operasional pada Divisi / Unit Kerja.(Divisi Akuntansi keuangan, Divisi Akuntansi Manajemen, Divisi Corporate Finance, Divisi Cost Accounting dll)

Materi Training Corporate Control

  1. Corporate Control : The Overview
  2. Relationship between Risk, Governance and Corporate Control
  3. “Hard” and “Soft” Controls
  4. Internal Corporate Control Principles
  5. Entity-wide Evaluation & Activity-level Evaluation
  6. Internal Corporate Control: Systems, Structures & Components
  7. Integrated Internal Corporate Control Framework
  8. Internal Corporate Control Questionnaire
  9. Monitoring & Reporting of Internal Corporate Control.
  10. Control Self Assesment (CSA)
  11. Implementation of Internal Corporate Control.: Case Study

PENCEGAHAN FRAUD DALAM OPERASIONAL PERBANKAN

MANFAAT TRAINING PENCEGAHAN FRAUD DALAM OPERASIONAL PERBANKAN

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan kepada para peserta dapat mengetahui, memahami tentang Tindak Kejahatan Fraud Dalam Operasional Perbankan yang bisa berakibat adanya kerugian yang menimpa Bank yang bersangkutan, dipihak lain dapat pula merugikan nasabah maupun diri sendiri. Disamping itu peserta juga dapat memahami dan mengetahui tentang berbagai jenis fraud yang muncul, cara pencegahannya, mendeteksi adanya fraud dan bagaimana makna hukum dari tindakan fraud. Para peserta juga diharapkan dapat mengetahui dan memahami berbagai modus fraud dan melakukan pencegahannya dalam upaya untuk menghilangkan atau meminimalisir factor kerugian bank dalam sistem operasionalnya

Outline TRAINING PENCEGAHAN FRAUD DALAM OPERASIONAL PERBANKAN

  1.   Pengertian dan Hakikat Fraud
  2.   Pola Pandang Perbankan
  • Menurut kajian secara umum
  • Kode etik Bank dan sikap tindak-perilaku karyawan Bank
  1.   Pertentangan Nurani
  • Satuan Kediriaan
  • Penyimpangan Kepribadian
  • Interaksi satuan kedirian
  1.   Masalah Yang Berkaitan Dengan Fraud
  2.   Gejala Adanya Fraud Pada Dunia Perbankan
  3.   Fraud dan Cybercrime
  4.   Memahami Know Your Employee
  5.   Memahami Know Your Customer
  6.   Makna Hukum Dalam Kaitannya Dengan Sikap Tindak Fraud
  7. Strategi Anti Fraud
  8. Dasar Hukum Anti Fraud
  9. Strategi 4 Pilar Anti Fraud
  10. Tujuan Kebijakan dan Prosedur Strategi Anti Fraud
  11. Pencegahan dan Pendeteksian Fraud

15.  Dasar Hukum Pemidanaan Seseorang Dalam Kaitannya Dengan Fraud

ISO 9001: 2008 Auditor Internal ISO

Deskripsi

Aktivitas Audit ISO 9001: 2008 merupakan kegiatan yang  bertujuan untuk memonitor berjalannya manajemen mutu apakah sesuai dengan proses dan prosedur yang  dipersyaratkan dalam  ISO 9001: 2008. Hasil audit  akan digunakan sebagai salah satu masukan dalam Management Review. Training ini akan membahas tentang bagaimana melaksanakan internal audit ISO 9001: 2008. Berbagai hal akan dibahas antara lain; Kapan Internal Audit harus dilaksanakan, bagaimana caranya dan siapa yang harus melakukan Internal Audit, serta apa yang harus dilakukan dengan hasil Internal Audit?. Training ini membekali para auditor menjadi auditor yang handal.

Tujuan

  • Memahami persyaratan ISO 9001: 2008
  • Memahami  dan mengetahui cara melaksanakan Internal Audit
  • Memahami kompetensi yang diperlukan untuk menjadi Internal Auditor
  • Mengetahui cara menganalisa hasil Internal Audit
  • Mengetahui cara menindak lanjuti hasil Internal Audit


Materi Training Auditor Internal ISO 9001: 2008

  • Ruang lingkup  Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2008
  • Proses  Internal Audit
  • Persyaratan audit internal
  • Persiapan audit
  • Check list audit
  • Analisis temuan audit
  • Tindakan koreksi / pencegahan / improvement dan pengendaliannya
  • Komunikasi dalam audit
  • Bagaimana menghandle auditee yang sulit
  • Case study

Audit untuk Pemula

Background

Mempelajari secara mandasar dan mendalam mengenai teknik-teknik audit, dan melakukan penyegaran dalam melakukan tehnik melakukan audit, mulai dari tahap persiapan, penyusunan rencana kegiatan audit, sampai dengan pelaporannya.

Pelatihan ini dapat diikuti oleh akuntan, auditor atau mahasiswa yang akan berkrcimpung dalam bidang pemeriksaan (Audit), staff professional lainnya yang ingin memiliki pengetahuan mendasar tentang tehnik-tehnik dan prosedur audit.

 

Tujuan Pelatihan:

  • Memberikan pemahaman secara mendasar mengenai teknik audit dengan berbagai aturan dan standar yang berlaku.
  • Meningkatkan kemampuan dan memberikan penyegaran bagi para auditor dalam melakukan audit secara terencana, sistematis dan efektif.

Materi Pelatihan Teknik Audit untuk Pemula:

1.       Pengertian audit

2.      Fungsi Audit

3.      Jenis-jenis Audit

4.      Standar Auditing

5.      Prinsip-prinsip Dasar Audit

6.      Elemen Audit

7.      Persiapan Audit dan Survey Pendahulluan

8.      Risiko Kontrol

9.      Teknik Penyusunan Program Audit

10.   Rencana Pengujian Detail Transaksi dan Saldo

11.    Prosedur dan Teknik Audit

12.   Sample Audit

13.    Pembuktian (Audit Evidence)

14.   Laporan Auditor

AUDIT RSPO & ISPO

PENTINGNYA AUDIT RSPO & ISPO

Perusahan perkebunan kelapa sawit dan pabrik Kelapa sawit, dituntut harus menerapkan dan bersertifikat RSPO dan ISPO. Hal tersebut berdasarkan tuntutan pembeli / buyer (Supermarket terbesar di Swiss “Migros”) , LSM  (miasl Sawit Watch ) dan pemerintah.

Memenuhi kewajiban menerapkan ISPO sesuai dengan PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR 19/Permentan/OT.140/3/2011, bahwa Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit dalam waktu paling lambat sampai dengan tanggal 31 Desember 2014 harus sudah melaksanakan usaha sesuai dengan ketentuan Peraturan ISPO

TUJUAN PELATIHAN AUDIT RSPO  & ISPO

Program bertujuan membantu perserta pelatihan  untuk :

  • Memahami pentingnya Audit RSPO dan ISPO
  • Memahami persyaratan persyaratan RSPO dan ISPO
  • Memahami Dasar dasar audit
  • Memahami perencanaan audit,
  • Memahami pelaksanaan audit,
  • Memahami tindak lanjut audit,

MATERI PELATIHAN AUDIT RSPO  & ISPO

1.    Persyaratan persyaratan RSPO & ISPO

  •  Prinsip Prinsip RSPO Dan ISPO
  • Pemahaman per Kriteria Dan Indiikator RSPO Dan ISPO

2.    Pengenalan Peraturan dan Perundang-undangan terkait RSPO & ISPO

  •  Peraturan terkait Perijinan
  •  Peraturan terkait Pengelolaan Lingkungan
  •  Peraturan terkait Manajemen Kebun
  • Peraturan Terkait K3

3.    Dasar Dasar Audit

  • Pengertian audit
  •  Isitlah istilah dalam Audit
  •  Prinsip Audit
  •  Tahapan Audit
  •   Prosedur audit

4.    Perencanaan audit

  • Penyusunan Program audit
  • Pembentukan tim
  • Uraian tugas auditor
  • Penyusunan daftar periksa/cheklist
  • Penyusunan Rencana audit
  • Studi kasus perencanaan audit

5.    Pelaksanaan audit

  • Tahapan audit
  •   Teknik  audit
  •  Teknik wawancara
  • Teknik Pemeriksaan data/dokumen
  •  Teknik Pemeriksaan lapangan
  •  Teknik Pengamatan kegiatan
  •  Teknik Pengujian
  • Penulisan Hasil audit
  •  Studi kasus

6.    Tindak Lanjut Audit

  • Penulisan Tindakan Koreksi
  • Penulisan Laporan Audit
  • Pelaksanaan tindakan koreksi
  • Pemantauan hasil Tindakan Koreksi
  • Verifikasi hasil Tindakan Koreksi
  • Validasi hasil tindakan koreksi
  •  Studi kasus

7.    Test Awal (pre test)

  • Tujuan untuk mengetahui kondisi awal wawasan dan pengetahuan   peserta terhadap Audit Internal RSPO& ISPO  memahami tingkat pengetahuan awal setiap peserta, mengukur beberapa kesenjangan pengetahuan peserta, dimana dapat menjadi bahan pembahasan  selama pelatihan
  • Diberikan soal berupa 10 soal, terdiri dari soal memilih (multiple Choice) dan soal essay (jawaban terbuka)

8.    Test Akhir (Post test)

  • Tujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan peserta (penyerapan) terhadap materi pelatihan Audit Internal RSPO & ISPO   yang telah disampaikan  dan  tingkat efektivitas hasil pelatihan
  • Diberikan soal berupa 20 soal, terdiri dari soal memilih (multiple Choice) dan soal essay (jawaban terbuka)

Audit Fraud Using Audit Command Language

Deskripsi Training Audit Fraud Using Audit Command Language

Audit Command Language (ACL) mempunyai fungsi utama guna memenuhi kebutuhan analisis data seluruh aktivitas bisnis operasional perusahaan, baik di bidang audit analisis data, pencocokan dan pembandingan data, laporan penyimpangan, dsb. Pada bidang IT (Information Technology), Audit Command Language (ACL) dapat digunakan untuk melakukan data migration, data cleansing, data matching, data integrity testing; selain itu juga dapat pula digunakan untuk analisis, konsolidasi, rekonsiliasi data, dan pelaporan pada divisi lain seperti Keuangan, Pemasaran, Distribusi, Operasional, dan bagian perusahaan lainnya.

ACL dapat membaca data berbagai macam sistem mulai dari model sistem mainframe lama hingga ke relational database modern. ACL merupakan jenis aplikasi ‘read-only’, dimana ACL tidak pernah mengubah data sumber asli sehingga aman untuk menganalisis jenis live-data. Keanekaragaman sumber data dan teknologi akses data, cara mengakses data juga bervariasi dari satu sumber data ke lain. ACL membaca beberapa sumber data secara langsung dengan mengimpor dan menyalin sumber data untuk kemudian dapat dilakukan analisis dari berbagai macam data tersebut. ACL dirancang khusus untuk menganalisa data dan menghasilkan laporan audit baik untuk pengguna biasa (common/nontechnical users) maupun pengguna ahli (expert users). Dengan menggunakan ACL, diharapakan pekerjaan auditing dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien baik dari aspek waktu maupun tenaga yang dibutuhkan.

Dengan ACL proses auditing yang memakan waktu cukup lama dikarenakan tingkat kerumitannya tersebut dapat dilakukan dengan lebih cepat, tepat dan akurat. Selain keuntungan dari sisi efisiensi waktu, tenaga maupun biaya yang bisa didapatkan oleh perusahaan berkat penggunaan Audit Command Language (ACL), keuntungan lain yang didapatkan yaitu kecurangan dalam pelaksanaan pekerjaan baik di segi finansial maupun dari segi waktu juga dapat diketahui dengan lebih mudah dan cepat sehingga penindaklanjutan kecurangan tersebut dari segi hukum (punishment) bisa segera diupayakan. Dengan pengupayaan dari segi hukum yang cepat dan tepat, maka diharapkan proses pekerjaan perusahaan tersebut dapat dijalankan kembali dengan normal dan efektif serta upaya preventif tindak kecurangan tersebut dapat lebih optimal untuk kemudian harinya.

 

Tujuan Training Audit Fraud Using Audit Command Language

Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan mampu untuk :

  1. Memahami dan mengaplikasikan software ACL ke dalam beberapa divisi perusahaan untuk kemudian dilakukan proses auditing terhadap kinerja divisi tersebut.
  2. Mampu melakukan tindakan hukum dengan cepat dan tepat terhadap tindak kecurangan yang dilakukan.
  3. Mampu melakukan optimalisasi upaya preventif terhadap segala macam penyimpangan prosedur (kecurangan) yang kemungkinan dilakukan oleh pihak tertentu.

Materi Training Audit Fraud Using Audit Command Language

  1.  Concept and practise Audit Command Language
  • Fundamentals
  • Data Access
  • Data Integrity Verification
  • Data Analysis
  • Reporting results
  1. Fungsi Audit Command Language
  2. Fitur dan kemampuan Audit Command Language tools
  3. ACL Basics
  4. Penggunaan Audit Command Language dalam beberapa aplikasi
  5. Manfaat penggunaan Audit Command Language
  6. Tindak optimalisasi upaya preventif terhadap kecurangan berdasarkan hasil analisa ACL.
  7. Studi kasus dan praktek

Risk Based Audit

Background Risk Based Audit

The   Audit course is designed to provide practical  view  in conducting  audit and assurance in one organization. The course is designed to support professional staffs   to expand their understanding of comprehensive  audit practice.

The course will include discussion and exercises related to general control examinations within the scope auditing. The course will also focus on control research and analysis for related topic areas. In addition, through discussion and exercises, participant will gain a working understanding of the process of developing audit work programs.



Objectives Risk Based Audit

At the completion of this course, the participants should be able to :

  • Participants shall obtain an expanded understanding the role of auditors in evaluating the related operational and control risks and in assessing the appropriateness and adequacy of management control practices and related controls inside participants’ organization
  • Participants shall obtain the capability in conducting audit and implement  techniques in performing assurance, attestation, and audit engagements
  • Participants shall obtain an expanded familiarity with the principle references in good corporate governance, control and security as related to  audit processes
  • Participants shall obtain the working ability to plan, conduct, and report on general and property audit
  • Participants shall obtain an understanding of the role of  auditors regarding operation and propoerty related compliance and regulatory audits, such as evaluating control standards



Contents Risk Based Audit Practical 

  1. Introduction to Risk based Audit
  2. Conducting The  Audit Process
  3. Management Controls
  4. Assurance  of Controls and Control Objectives
  5. Evidence Collection and Evaluation
  6. Managing the  Audit Function
  7. Property Audit
  8. Property Audit Scope

INTERNAL CONTROL UNDERSTANDING: COSO – BASED APPROACH

Latar Belakang Training Internal Control Understanding COSO  :

Saat ini organisasi sangat concern terhadap 4 (empat) hal yaitu Control, Risk Management, Governance & Assurance. Perkembangan ilmu pengetahuan tentang Internal Control dalam suatu organisasi sangat pesat. Hal ini terkait dengan kelemahan Internal Control  di organisasi yang sering dimanfaatkan oleh pihak internal maupun eksternal organisasi untuk melakukan kecurangan (fraud). Pembahasan konsep  Internal Control COSO framework ini dikaitkan dengan Sarbanes – Oxley Act (SOA). Enron Gate , WorldCom, Adelphia, TICO dll ataupun beberapa bank di Indonesia pasca krisis moneter beberapa tahun yang lalu telah memberi pelajaran betapa pentingnya system control yang efektif dan corporate governance harus dilakukan demi menyelamatkan organisasi (perusahaan). Oleh karena itu Internal Control Systems harus mampu mengadopsi nilai-nilai dari aspek manusia dan lingkungan dalam komponen yang memungkinkan para auditor dapat bekerjasama dengan auditeee (manajemen operasional) dalam mengidentifikasi risiko yang dihadapi suatu organisasi, dalam hal inilah maka Control Self Assessment (CSA) menjadi alternatif yang paling relevan untuk diimplementasikan.

 

Manfaat Workshop :

  1. Bagi Auditor Internal dan Auditor Eksternal, dengan lebih memahami konsep Internal Control secara mendalam diharapkan  dapat melaksanakan audit lebih efektif dan efisien.
  2. Bagi Staf Divisi GCG & Risk Management dapat membantu dalam melakukan identifikasi risiko beserta dampak yang mungkin timbul yang dapat merugikan organisasi.
  3. Bagi Komite Audit, dalam pengawasan suatu organisasi  dapat lebih optimal karena fokus pada kelemahan Internal Control yang ada di suatu organisasi.
  4. Bagi manajemen operasional,  dengan memahami konsep Control Self Assesment dapat meningkatkan kinerja operasional sehari-hari (day to day operation) karena lebih aware dalam ownership of control.

Materi Workshop Internal Control COSO  :

  • Control : The Overview
  • Governance : Relationship With Risk and Control
  • “Hard” and “Soft” Controls
  •   Internal Control Principles
  • Internal Control COSO – Integrated Framework
  • The COSO Financial Control Framework : 2004 Version
  • Entity-wide Evaluation & Activity-level Evaluation
  •  Sarbanes-Oxley Act of 2002
  •  Internal Control : Systems, Structures & Components
  •  Internal Control Questionaire
  • Monitoring & Reporting of Internal Control.
  • Control Self Assesment (CSA)
  • Implementation of Internal Control.: Case Study

Auditor Internal ISO 9001: 2008

Deskripsi Training Auditor Internal ISO 9001: 2008

Aktivitas Audit ISO 9001: 2008 merupakan kegiatan yang  bertujuan untuk memonitor berjalannya manajemen mutu apakah sesuai dengan proses dan prosedur yang  dipersyaratkan dalam  ISO 9001: 2008. Hasil audit  akan digunakan sebagai salah satu masukan dalam Management Review. Training ini akan membahas tentang bagaimana melaksanakan internal audit ISO 9001: 2008. Berbagai hal akan dibahas antara lain; Kapan Internal Audit harus dilaksanakan, bagaimana caranya dan siapa yang harus melakukan Internal Audit, serta apa yang harus dilakukan dengan hasil Internal Audit?. Training ini membekali para auditor menjadi auditor yang handal.

Tujuan Training Auditor Internal ISO 9001: 2008

  • Memahami persyaratan ISO 9001: 2008
  • Memahami  dan mengetahui cara melaksanakan Internal Audit
  • Memahami kompetensi yang diperlukan untuk menjadi Internal Auditor
  • Mengetahui cara menganalisa hasil Internal Audit
  • Mengetahui cara menindak lanjuti hasil Internal Audit

Materi Auditor Internal ISO 9001: 2008

  • Ruang lingkup  Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2008
  • Proses  Internal Audit
  • Persyaratan audit internal
  • Persiapan audit
  • Check list audit
  • Analisis temuan audit
  • Tindakan koreksi / pencegahan / improvement dan pengendaliannya
  • Komunikasi dalam audit
  • Bagaimana menghandle auditee yang sulit
  • Case study

 

CORPORATE CONTROL

Latar Belakang Training Corporate Control

Saat ini organisasi sangat concern terhadap 4 (empat) hal yaitu Control, Risk Management, Governance & Assurance. Perkembangan ilmu pengetahuan tentang Internal Control dalam suatu organisasi sangat pesat. Hal ini terkait dengan kelemahan Internal Control  di organisasi yang sering dimanfaatkan oleh pihak internal maupun eksternal organisasi untuk melakukan kecurangan (fraud). Pasca krisis moneter beberapa tahun yang lalu telah memberi pelajaran betapa pentingnya system control yang efektif dan corporate governance harus dilakukan demi menyelamatkan organisasi (perusahaan). Oleh karena itu Internal Control Systems harus mampu mengadopsi nilai-nilai dari aspek manusia dan lingkungan dalam komponen yang memungkinkan para auditor dapat bekerjasama dengan auditeee (manajemen operasional) dalam mengidentifikasi risiko yang dihadapi suatu organisasi, dalam hal inilah maka Control Self Assessment (CSA) menjadi alternatif yang paling relevan untuk diimplementasikan.

Manfaat Training Corporate Control

Peserta diharapkan mampu mengevaluasi kinerja tiap divisi di perusahaan dan kontribusinya terhadap kinerja perusahaan.

Materi Training Corporate Control

  1. Corporate Control : The Overview
  2. Relationship between Risk, Governance and Corporate Control
  3. “Hard” and “Soft” Controls
  4. Internal Corporate Control Principles
  5. Entity-wide Evaluation & Activity-level Evaluation
  6. Internal Corporate Control: Systems, Structures & Components
  7. Integrated Internal Corporate Control Framework
  8. Internal Corporate Control Questionnaire
  9. Monitoring & Reporting of Internal Corporate Control.
  10. Control Self Assesment (CSA)
  11. Implementation of Internal Corporate Control.: Case Study

Penulisan Laporan Hasil Audit : Teknik dan Metodolog

Kiat Penulisan dan Presentasi Laporan Hasil Audit dan Investigasi

Salah satu bentuk komunikasi adalah laporan tertulis. Tiap bagian/departemen perlu melaporkan segala aktivitasnya pada manajemen agar dapat tercipta kecepatan arus informasi untuk memudahkan pengambilan keputusan.

Laporan digunakan sebagai dasar perencanaan, pengaturan tugas, menggerakkan sumber daya, pengendalian, pengawasan dan pengambilan keputusan. Sebagai alat komunikasi dan informasi, isi laporan harus singkat, jelas dan lengkap. Dengan demikian semua pihak yang terlibat dapat memanfaatkan laporan tersebut secara optimal.

Kemampuan dan pengetahuan untuk menyusun suatu laporan yang efektif sangat dibutuhkan.

Menyeleksi informasi untuk kemudian disusun sebagai suatu laporan sangatlah esensial. Laporan yang disusun secara cepat dan tepat, merupakan informasi yang dapat dipakai untuk menyusun kegiatan lanjutan dan pengambilan keputusan bagi manajemen.

Dalam pelatihan ini akan dibahas prinsip-prinsip menulis laporan dan cara penerapannya. Metode pada pelatihan ini antara lain: penyampaian konsep, latihan, tugas kelompok dan diskusi. Teknik penggunaan waktu secara ekonomis, akan dibahas agar dihasilkan laporan yang ringkas, jelas, informatif dan efektif.

Tujuan Training Penulisan Laporan Hasil Audit

  • Menyusun laporan tertulis secara efisien dan efektif
  • Menyusun fakta ke dalam informasi yang logis dan jelas
  • Merangkum inti masalah tanpa menghilangkan maknanya
  • Membantu pembaca memahami pokok masalah, sehingga mampu mengambil keputusan efektif
  • GARIS BESAR PROGRAM
  • Pengantar penyusunan laporan efektif
  • Analisis, pengumpulan dan seleksi data serta informasi
  • Pedoman mencari akar masalah dan solusi. Berguna untuk bagian rekomendasi
  • Cara penulisan laporan Audit dari angle yang tepat agar laporanmenjadi efektif dan menarik untuk dibaca.
  • Technique pembuatan resume (excecutive summary) laporan audit sehingga dapat mengungkapkan substansi / maksud / sasaran laporan dengantepat.
  • Technique presentasi kepada Direksi hasil atas laporan / hasilAudit .
  • Acuan / best practises penulisan laporan untuk level /
  • khirarkhi pembaca yang berbeda (Top Manager, CEO, Komisaris)

AUDITOR FOR INTEGRATED MANAGEMENT SYSTEM (ISO 9001: 2008, ISO 14001: 2004 & OHSAS 18001: 2007)

DESKRIPSI AUDITOR FOR INTEGRATED MANAGEMENT SYSTEM

Auditor mengemban “tanggung jawab” yang besar untuk memastikan implementasi sistem manajemen mutu berjalan secara efektif di organisasi. Seorang Auditor dituntut untuk dapat melakukan pemeriksaan secara obyektif, independen, tanpa menjadi ‘polisi dan interrogator yang arogan’ dan hanya mencari-cari kesalahan.

Oleh karena itu Internal Auditor harus memiliki pemahaman terkait sistem manajemen mutu, Keselamatan & Kesehatan Kerja serta Lingkungan (SMMK3L) yang akan diaudit, untuk memastikan implementasi sesuai dengan standar. Pemahaman teknik-teknik dalam melaksanakan audit, juga diperlukan untuk membantu auditor dalam mencari bukti objektif dan menghadapi trik auditee. Selain itu, auditor juga harus memiliki karakter yang berkualitas untuk dapat menjadi auditor yang ‘tegas’ namun bersahabat.

MATERI  AUDITOR FOR INTEGRATED MANAGEMENT SYSTEM

  1. Pemahaman konsep Sistem Manajemen Mutu, K3 & Lingkungan
  2. Persyaratan ISO 9001 : 2008, ISO 14001:2004 & OHSAS 18001:2007
  3. Persyaratan audit sesuai dengan ISO 19011:2011
  4. Perencanaan audit yang efektif
  5. Penyusunan Checklist Audit
  6. Pelaksanaan Audit
  7. Pelaporan Audit yang efektif
  8. Evaluasi hasil audit dan tindak lanjut yang diperlukan
  9. Tindakan perbaikan dari hasil audit.

 

PENCEGAHAN FRAUD DALAM OPERASIONAL PERBANKAN

MANFAAT TRAINING PENCEGAHAN FRAUD DALAM OPERASIONAL PERBANKAN

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan kepada para peserta dapat mengetahui, memahami tentang Tindak Kejahatan Fraud Dalam Operasional Perbankan yang bisa berakibat adanya kerugian yang menimpa Bank yang bersangkutan, dipihak lain dapat pula merugikan nasabah maupun diri sendiri. Disamping itu peserta juga dapat memahami dan mengetahui tentang berbagai jenis fraud yang muncul, cara pencegahannya, mendeteksi adanya fraud dan bagaimana makna hukum dari tindakan fraud. Para peserta juga diharapkan dapat mengetahui dan memahami berbagai modus fraud dan melakukan pencegahannya dalam upaya untuk menghilangkan atau meminimalisir factor kerugian bank dalam sistem operasionalmya

 

Wajib Diikuti Oleh :

  1. Pimpinan Cabang / Capem
  2. Wakil Pimpinan Cabang / Capem
  3. Pimpinan Bagian
  4. Pemimpin Kantor Kas
  5. Pimpinan Seksi Pelayanan dan kas Customer Service dan Teller

 

Metode TRAINING PENCEGAHAN FRAUD DALAM OPERASIONAL PERBANKAN

  1. Klasikal
  2. diskusi bebas
  3. kajian analisis kasus

Outline TRAINING PENCEGAHAN FRAUD DALAM OPERASIONAL PERBANKAN

  1.   Pengertian dan Hakikat Fraud
  2.   Pola Pandang Perbankan
  • Menurut kajian secara umum
  • Kode etik Bank dan sikap tindak-perilaku karyawan Bank
  1.   Pertentangan Nurani
  • Satuan Kediriaan
  • Penyimpangan Kepribadian
  • Interaksi satuan kedirian
  1.   Masalah Yang Berkaitan Dengan Fraud
  2.   Gejala Adanya Fraud Pada Dunia Perbankan
  3.   Fraud dan Cybercrime
  4.   Memahami Know Your Employee
  5.   Memahami Know Your Customer
  6.   Makna Hukum Dalam Kaitannya Dengan Sikap Tindak Fraud
  7. Strategi Anti Fraud
  8. Dasar Hukum Anti Fraud
  9. Strategi 4 Pilar Anti Fraud
  10. Tujuan Kebijakan dan Prosedur Strategi Anti Fraud
  11. Pencegahan dan Pendeteksian Fraud

15.  Dasar Hukum Pemidanaan Seseorang Dalam Kaitannya Dengan Fraud

Audit untuk Pemula

Background

Mempelajari secara mandasar dan mendalam mengenai teknik-teknik audit, dan melakukan penyegaran dalam melakukan tehnik melakukan audit, mulai dari tahap persiapan, penyusunan rencana kegiatan audit, sampai dengan pelaporannya.

Pelatihan ini dapat diikuti oleh akuntan, auditor atau mahasiswa yang akan berkrcimpung dalam bidang pemeriksaan (Audit), staff professional lainnya yang ingin memiliki pengetahuan mendasar tentang tehnik-tehnik dan prosedur audit.

 

Tujuan Pelatihan:

  • Memberikan pemahaman secara mendasar mengenai teknik audit dengan berbagai aturan dan standar yang berlaku.
  • Meningkatkan kemampuan dan memberikan penyegaran bagi para auditor dalam melakukan audit secara terencana, sistematis dan efektif.

Materi Pelatihan Teknik Audit untuk Pemula:

1.       Pengertian audit

2.      Fungsi Audit

3.      Jenis-jenis Audit

4.      Standar Auditing

5.      Prinsip-prinsip Dasar Audit

6.      Elemen Audit

7.      Persiapan Audit dan Survey Pendahulluan

8.      Risiko Kontrol

9.      Teknik Penyusunan Program Audit

10.   Rencana Pengujian Detail Transaksi dan Saldo

11.    Prosedur dan Teknik Audit

12.   Sample Audit

13.    Pembuktian (Audit Evidence)

14.   Laporan Auditor

ISO 9001: 2008 Auditor Internal ISO

Deskripsi

Aktivitas Audit ISO 9001: 2008 merupakan kegiatan yang  bertujuan untuk memonitor berjalannya manajemen mutu apakah sesuai dengan proses dan prosedur yang  dipersyaratkan dalam  ISO 9001: 2008. Hasil audit  akan digunakan sebagai salah satu masukan dalam Management Review. Training ini akan membahas tentang bagaimana melaksanakan internal audit ISO 9001: 2008. Berbagai hal akan dibahas antara lain; Kapan Internal Audit harus dilaksanakan, bagaimana caranya dan siapa yang harus melakukan Internal Audit, serta apa yang harus dilakukan dengan hasil Internal Audit?. Training ini membekali para auditor menjadi auditor yang handal.

Tujuan

  • Memahami persyaratan ISO 9001: 2008
  • Memahami  dan mengetahui cara melaksanakan Internal Audit
  • Memahami kompetensi yang diperlukan untuk menjadi Internal Auditor
  • Mengetahui cara menganalisa hasil Internal Audit
  • Mengetahui cara menindak lanjuti hasil Internal Audit


Materi Training Auditor Internal ISO 9001: 2008

  • Ruang lingkup  Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2008
  • Proses  Internal Audit
  • Persyaratan audit internal
  • Persiapan audit
  • Check list audit
  • Analisis temuan audit
  • Tindakan koreksi / pencegahan / improvement dan pengendaliannya
  • Komunikasi dalam audit
  • Bagaimana menghandle auditee yang sulit
  • Case study

INTERNAL CONTROL UNDERSTANDING: COSO – BASED APPROACH

Latar Belakang Training Internal Control Understanding COSO  :

Saat ini organisasi sangat concern terhadap 4 (empat) hal yaitu Control, Risk Management, Governance & Assurance. Perkembangan ilmu pengetahuan tentang Internal Control dalam suatu organisasi sangat pesat. Hal ini terkait dengan kelemahan Internal Control  di organisasi yang sering dimanfaatkan oleh pihak internal maupun eksternal organisasi untuk melakukan kecurangan (fraud). Pembahasan konsep  Internal Control COSO framework ini dikaitkan dengan Sarbanes – Oxley Act (SOA). Enron Gate , WorldCom, Adelphia, TICO dll ataupun beberapa bank di Indonesia pasca krisis moneter beberapa tahun yang lalu telah memberi pelajaran betapa pentingnya system control yang efektif dan corporate governance harus dilakukan demi menyelamatkan organisasi (perusahaan). Oleh karena itu Internal Control Systems harus mampu mengadopsi nilai-nilai dari aspek manusia dan lingkungan dalam komponen yang memungkinkan para auditor dapat bekerjasama dengan auditeee (manajemen operasional) dalam mengidentifikasi risiko yang dihadapi suatu organisasi, dalam hal inilah maka Control Self Assessment (CSA) menjadi alternatif yang paling relevan untuk diimplementasikan.

 

Manfaat Workshop :

  1. Bagi Auditor Internal dan Auditor Eksternal, dengan lebih memahami konsep Internal Control secara mendalam diharapkan  dapat melaksanakan audit lebih efektif dan efisien.
  2. Bagi Staf Divisi GCG & Risk Management dapat membantu dalam melakukan identifikasi risiko beserta dampak yang mungkin timbul yang dapat merugikan organisasi.
  3. Bagi Komite Audit, dalam pengawasan suatu organisasi  dapat lebih optimal karena fokus pada kelemahan Internal Control yang ada di suatu organisasi.
  4. Bagi manajemen operasional,  dengan memahami konsep Control Self Assesment dapat meningkatkan kinerja operasional sehari-hari (day to day operation) karena lebih aware dalam ownership of control.

Materi Workshop Internal Control COSO  :

  • Control : The Overview
  • Governance : Relationship With Risk and Control
  • “Hard” and “Soft” Controls
  •   Internal Control Principles
  • Internal Control COSO – Integrated Framework
  • The COSO Financial Control Framework : 2004 Version
  • Entity-wide Evaluation & Activity-level Evaluation
  •  Sarbanes-Oxley Act of 2002
  •  Internal Control : Systems, Structures & Components
  •  Internal Control Questionaire
  • Monitoring & Reporting of Internal Control.
  • Control Self Assesment (CSA)
  • Implementation of Internal Control.: Case Study

Risk Based Audit

Background Risk Based Audit

The   Audit course is designed to provide practical  view  in conducting  audit and assurance in one organization. The course is designed to support professional staffs   to expand their understanding of comprehensive  audit practice.

The course will include discussion and exercises related to general control examinations within the scope auditing. The course will also focus on control research and analysis for related topic areas. In addition, through discussion and exercises, participant will gain a working understanding of the process of developing audit work programs.



Objectives Risk Based Audit

At the completion of this course, the participants should be able to :

  • Participants shall obtain an expanded understanding the role of auditors in evaluating the related operational and control risks and in assessing the appropriateness and adequacy of management control practices and related controls inside participants’ organization
  • Participants shall obtain the capability in conducting audit and implement  techniques in performing assurance, attestation, and audit engagements
  • Participants shall obtain an expanded familiarity with the principle references in good corporate governance, control and security as related to  audit processes
  • Participants shall obtain the working ability to plan, conduct, and report on general and property audit
  • Participants shall obtain an understanding of the role of  auditors regarding operation and propoerty related compliance and regulatory audits, such as evaluating control standards



Contents Risk Based Audit Practical 

  1. Introduction to Risk based Audit
  2. Conducting The  Audit Process
  3. Management Controls
  4. Assurance  of Controls and Control Objectives
  5. Evidence Collection and Evaluation
  6. Managing the  Audit Function
  7. Property Audit
  8. Property Audit Scope

Audit Fraud Using Audit Command Language

Deskripsi Training Audit Fraud Using Audit Command Language

Audit Command Language (ACL) mempunyai fungsi utama guna memenuhi kebutuhan analisis data seluruh aktivitas bisnis operasional perusahaan, baik di bidang audit analisis data, pencocokan dan pembandingan data, laporan penyimpangan, dsb. Pada bidang IT (Information Technology), Audit Command Language (ACL) dapat digunakan untuk melakukan data migration, data cleansing, data matching, data integrity testing; selain itu juga dapat pula digunakan untuk analisis, konsolidasi, rekonsiliasi data, dan pelaporan pada divisi lain seperti Keuangan, Pemasaran, Distribusi, Operasional, dan bagian perusahaan lainnya.

ACL dapat membaca data berbagai macam sistem mulai dari model sistem mainframe lama hingga ke relational database modern. ACL merupakan jenis aplikasi ‘read-only’, dimana ACL tidak pernah mengubah data sumber asli sehingga aman untuk menganalisis jenis live-data. Keanekaragaman sumber data dan teknologi akses data, cara mengakses data juga bervariasi dari satu sumber data ke lain. ACL membaca beberapa sumber data secara langsung dengan mengimpor dan menyalin sumber data untuk kemudian dapat dilakukan analisis dari berbagai macam data tersebut. ACL dirancang khusus untuk menganalisa data dan menghasilkan laporan audit baik untuk pengguna biasa (common/nontechnical users) maupun pengguna ahli (expert users). Dengan menggunakan ACL, diharapakan pekerjaan auditing dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien baik dari aspek waktu maupun tenaga yang dibutuhkan.

Dengan ACL proses auditing yang memakan waktu cukup lama dikarenakan tingkat kerumitannya tersebut dapat dilakukan dengan lebih cepat, tepat dan akurat. Selain keuntungan dari sisi efisiensi waktu, tenaga maupun biaya yang bisa didapatkan oleh perusahaan berkat penggunaan Audit Command Language (ACL), keuntungan lain yang didapatkan yaitu kecurangan dalam pelaksanaan pekerjaan baik di segi finansial maupun dari segi waktu juga dapat diketahui dengan lebih mudah dan cepat sehingga penindaklanjutan kecurangan tersebut dari segi hukum (punishment) bisa segera diupayakan. Dengan pengupayaan dari segi hukum yang cepat dan tepat, maka diharapkan proses pekerjaan perusahaan tersebut dapat dijalankan kembali dengan normal dan efektif serta upaya preventif tindak kecurangan tersebut dapat lebih optimal untuk kemudian harinya.

 

Tujuan Training Audit Fraud Using Audit Command Language

Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan mampu untuk :

  1. Memahami dan mengaplikasikan software ACL ke dalam beberapa divisi perusahaan untuk kemudian dilakukan proses auditing terhadap kinerja divisi tersebut.
  2. Mampu melakukan tindakan hukum dengan cepat dan tepat terhadap tindak kecurangan yang dilakukan.
  3. Mampu melakukan optimalisasi upaya preventif terhadap segala macam penyimpangan prosedur (kecurangan) yang kemungkinan dilakukan oleh pihak tertentu.

Materi Training Audit Fraud Using Audit Command Language

  1.  Concept and practise Audit Command Language
  • Fundamentals
  • Data Access
  • Data Integrity Verification
  • Data Analysis
  • Reporting results
  1. Fungsi Audit Command Language
  2. Fitur dan kemampuan Audit Command Language tools
  3. ACL Basics
  4. Penggunaan Audit Command Language dalam beberapa aplikasi
  5. Manfaat penggunaan Audit Command Language
  6. Tindak optimalisasi upaya preventif terhadap kecurangan berdasarkan hasil analisa ACL.
  7. Studi kasus dan praktek

AUDIT RSPO & ISPO

PENTINGNYA AUDIT RSPO & ISPO

Perusahan perkebunan kelapa sawit dan pabrik Kelapa sawit, dituntut harus menerapkan dan bersertifikat RSPO dan ISPO. Hal tersebut berdasarkan tuntutan pembeli / buyer (Supermarket terbesar di Swiss “Migros”) , LSM  (miasl Sawit Watch ) dan pemerintah.

Memenuhi kewajiban menerapkan ISPO sesuai dengan PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR 19/Permentan/OT.140/3/2011, bahwa Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit dalam waktu paling lambat sampai dengan tanggal 31 Desember 2014 harus sudah melaksanakan usaha sesuai dengan ketentuan Peraturan ISPO

TUJUAN PELATIHAN AUDIT RSPO  & ISPO

Program bertujuan membantu perserta pelatihan  untuk :

  • Memahami pentingnya Audit RSPO dan ISPO
  • Memahami persyaratan persyaratan RSPO dan ISPO
  • Memahami Dasar dasar audit
  • Memahami perencanaan audit,
  • Memahami pelaksanaan audit,
  • Memahami tindak lanjut audit,

MATERI PELATIHAN AUDIT RSPO  & ISPO

1.    Persyaratan persyaratan RSPO & ISPO

  •  Prinsip Prinsip RSPO Dan ISPO
  • Pemahaman per Kriteria Dan Indiikator RSPO Dan ISPO

2.    Pengenalan Peraturan dan Perundang-undangan terkait RSPO & ISPO

  •  Peraturan terkait Perijinan
  •  Peraturan terkait Pengelolaan Lingkungan
  •  Peraturan terkait Manajemen Kebun
  • Peraturan Terkait K3

3.    Dasar Dasar Audit

  • Pengertian audit
  •  Isitlah istilah dalam Audit
  •  Prinsip Audit
  •  Tahapan Audit
  •   Prosedur audit

4.    Perencanaan audit

  • Penyusunan Program audit
  • Pembentukan tim
  • Uraian tugas auditor
  • Penyusunan daftar periksa/cheklist
  • Penyusunan Rencana audit
  • Studi kasus perencanaan audit

5.    Pelaksanaan audit

  • Tahapan audit
  •   Teknik  audit
  •  Teknik wawancara
  • Teknik Pemeriksaan data/dokumen
  •  Teknik Pemeriksaan lapangan
  •  Teknik Pengamatan kegiatan
  •  Teknik Pengujian
  • Penulisan Hasil audit
  •  Studi kasus

6.    Tindak Lanjut Audit

  • Penulisan Tindakan Koreksi
  • Penulisan Laporan Audit
  • Pelaksanaan tindakan koreksi
  • Pemantauan hasil Tindakan Koreksi
  • Verifikasi hasil Tindakan Koreksi
  • Validasi hasil tindakan koreksi
  •  Studi kasus

7.    Test Awal (pre test)

  • Tujuan untuk mengetahui kondisi awal wawasan dan pengetahuan   peserta terhadap Audit Internal RSPO& ISPO  memahami tingkat pengetahuan awal setiap peserta, mengukur beberapa kesenjangan pengetahuan peserta, dimana dapat menjadi bahan pembahasan  selama pelatihan
  • Diberikan soal berupa 10 soal, terdiri dari soal memilih (multiple Choice) dan soal essay (jawaban terbuka)

8.    Test Akhir (Post test)

  • Tujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan peserta (penyerapan) terhadap materi pelatihan Audit Internal RSPO & ISPO   yang telah disampaikan  dan  tingkat efektivitas hasil pelatihan
  • Diberikan soal berupa 20 soal, terdiri dari soal memilih (multiple Choice) dan soal essay (jawaban terbuka)

 

RBA : Risk Based Audit

Why you would need this RBA program?

If you are an internal auditor, controller, or risk manager and need to know better about utilization of risk information for auditing or monitoring, this workshop is designed to meet your needs.

What topics are covered?

This is a two-day (12 hours) workshop and it covers:

  1. Why risk based auditing (RBA)
  2. RBA process, methods, and techniques
  3. Risk based auditing and risk & control self-assessment
  4. RBA results, recommendation and reporting

 

IT SECURITY AUDIT

Background IT Security Audit

The IT Security Audit course is designed to provide practical view in conducting IT audit and assurance in one organization. The course is designed to support professional staffs to expand their understanding of information technology (IT) audit.
The course presents a more in-depth view on the fundamentals of IT auditing by highlighting on topics such as: IT audit and control analysis, examination of control evidence in conducting IT audit, application control, Operating System and IT Infrastructure audit, and management of IT audit.
The course will include discussion and exercises related to general control examinations and application system auditing. The course will also focus on control research and analysis for IT-related topic areas. In addition, through discussion and exercises, participants will gain a working understanding of the process of developing audit work programs encompassing all elements of IT infrastructures.
Participants will be expected to gain a working understanding of how to identify, reference and implement IT management and control policies, standards and related auditing standards. Regarding the latter, the objective is to learn how to identify and interpret the requirements of the standards and. implement the standards in auditing process.
IT Secuity Auditing covers the latest auditing tools alongside real-world examples, ready-to-use checklists, and valuable templates.
Each class session will include discussion on an IT audit management, security, control or audit issues that participants should be familiar with.



Objectives IT Security Audit

• Participants shall obtain an expanded understanding on the role of IT auditors in evaluating IT-related operational and control risk and in assessing the appropriateness and adequacy of management control practices and IT-related controls inside participants’ organization, with the focus on IT infrastructures
• The partipants shall obtain the capabilityon how to analyze Windows, UNIX, and Linux systems; secure databases; examine wireless networks and devices; and audit applications. Plus, participants get up-to-date information on legal standards and practices, privacy and ethical issues, and the CobiT standard.
• Participants shall obtain the capability in conducting IT audit and implement techniques in performing assurance, attestation, and audit engagements
• Capability to build and maintain an IT audit function within the organization with maximum effectiveness and value
• Participants shall obtain an expanded familiarity with the principle references in IT governance, control and security as related to IT audit
• Participants shall obtain the working ability to plan, conduct, and report on information technology audits with specific focus on infrastructure vulnarability assesment and assurance, and drill down upon application vulnarabilities
• Participants shall obtain an understanding of the role of IT auditors regarding IT-related compliance and regulatory audits, such as evaluating control standards
• Capability to use best prractices and methodologies such as: COSO, CobiT, ITIL, ISO, and NSA INFOSEC


IT Security Audit  Course Contents

1. Audit Overview
2. Building an Effective Internal IT Audit Function
3. The Audit Process
4. Auditing Techniques
5. Auditing Entity-Level Controls
6. Auditing Data Centers and Disaster Recovery
7. Auditing Switches, Routers, and Firewalls
8. Auditing Windows Operating Systems
9. Auditing Unix and Linux Operating Systems
10. Auditing Web Servers
11. Auditing Databases
12. Auditing Applications
13. Auditing WLAN and Mobile Devices

AUDIT SMKP : AUDITOR INTERNAL SMKP MINERBA

DESKRIPSI TRAINING AUDIT SMKP

Adanya Peraturan Menteri ESDM Nomor 38 tahun 2014, tentang Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) Mineral dan Batubara, menjadikan semua perusahaan pertambangan dan perusahaan jasa penunjangnya wajib untuk menerapkan SMKP Minerba. Agar proses penerapan SMKP di perusahaan dapat berjalan secara efektif dan efisien, perusahaan perlu memiliki tim yang benar-benar memahami elemen-elemen SMKP secara rinci dan menyeluruh serta berkompeten dalam memilih strategi yang tepat dalam proses penerapannya. Dalam melaksanakan audit diperlukan auditor yang handal dalam mengaudit SMKP di Minerba dengan waktu yang sudah ditentukan. Para auditor harus memastikan objektifitas dan independensi selama proses audit internal karena hasil audit ini akan dijadikan sebagai dasar dalam menetapkan pencapaian penerapan SMKP minerba. Untuk itu pelatihan ini sangat diperlukan oleh setiap personel yang akan dilibatkan dalam tim Audit Internal SMKP Minerba di perusahaan agar penerapannya dapat sesuai dengan tujuan dan target perusahaan serta memenuhi kompetensi Auditor Internal.

TUJUAN TRAINING AUDIT SMKP

Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan peserta mampu untuk:

  • Memahami konsep dasar audit SMKP dan tujuan dari Audit Internal SMKP
  • Memahami dasar hukum Permen No. 38Th . 2014 tentang SMKP
  • Membuat perencanaan, menyusun, menetapkan dan melaksanakan audit SMKP
  • Menentukan efektifitas penerapan SMKP Minerba
  • Membuat Laporan Audit Internal dan menyampaikan hasil audit penerapan SMKP di perusahaan
  • Membuat laporan dan dokumentasi prosedur pelaksanaan audit
  • Membuat rencana tindakan perbaikan dan pencegahan dan mampu untuk menutup temuan-temuan audit

MATERI TRAINING AUDIT SMKP

  • Konsep Dasar Audit SMKP Minerba (Berdasarkan Permen ESDM No. 38 Tahun 2014)
  • Kompetensi Auditor (Audit Internal dan Audit Eksternal)
  • Ruang Lingkup Audit Internal
  • Tanggung Jawab dan Persyaratan Pelaksanaan Audit
  • Teknik dan Metodologi Audit SMKP
  • Strategi dan Tahapan Implementasi SMKP
  • Perencanaan Audit
  • Pelaksanaan Audit
  • Nilai bobot untuk setiap elemen sesuai dengan Lampiran II SMKP
  • Klasifikasi penilaian untuk masing-masing elemen dan sub elemen
  • Penjabaran Nilai Pemenuhan
  • Laporan Hasil Audit
  • Evaluasi dan Penilaian
  • Tindak Lanjut
  • Latihan dan Studi Kasus

Audit Perhotelan

Materi Training Audit Perhotelan

  1. Professional Internal Audit Perhotelan
  2. Hotel Corporate Governance
  3. Internal Audit Service Perhotelan
  4. Proses Audit Internal Perhotelan
  5. Penilaian Resiko Perhotelan
  6. Survey Pendahuluan Untuk Penugasan Audit Internal Perhotelan
  7. Hotel Internal Audit Program
  8. Pembuktian Internal Audit Perhotelan
  9. Kertas Kerja Internal Audit (KKA) Perhotelan
  10. Study kasus dan diskusi

Deskripsi Training Audit Perhotelan

Bisnis perhotelan merupakan aktivitas bisnis yang banyak diminati dan diperkirakan akan terus tumbuh berkembang pesat. Dalam kegiatan operasionalnya, kegiatan audit diperlukan untuk mengetahui bahwa kegiatan yang dilakukan oleh manajemen berjalan sesuai aturan yang berlaku dan sesuai dengan rencana yang disiapkan. Dasar dari Audit internal ini adalah laporan-laporan manajemen yang berfungsi untuk menetapkan keputusan-keputusan strategis. Kegiatan audit internal ini penting untuk menjamin bahwa laporan yang disiapkan akurat dan reliabel bagi pengambilan keputusan perusahaan tersebut. Auditor merupakan personil yang bertugas untuk melaksanakan kegiatan audit tersebut. Training ini akan memberikan pemahaman mengenai faktor-faktor yang penting untuk diperhatikan dalam kegiatan audit perhhotelan serta peran auditor dalam kegiatan audit perhotelan

Tujuan  Training Audit Perhotelan

Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan peserta dapat:

  • Memahami pentingnya pengendalian intern suatu perusahaan untuk mencegah dan mendeteksi adanya kecurangan, kelemahan, membedakan antara kelemahan dan hambatan serta kendala dan beberapa hal mendasar dan spesifik dalam pengendalian intern (internal control);
  • Mengetahui faktor-faktor penting yang perlu diperhatikan dalam kegiatan audit perhotelan

Audit Kredit Bank Berbasis Manajemen Risiko

Overview Training Audit Kredit Bank Berbasis Manajemen Risiko

Risiko kredit adalah risiko kerugian akibat kegagalan pihak lawan (counterparty) memenuhi kewajibannya. Risiko kredit mencakup akibat kegagalan debitur (borrower), risiko kredit akibat kegagalan pihak lawan transaksi (counterparty), dan risiko kredit akibat kegagalan penyelesaian transaksi (settlement).

Risiko kredit bersumber dari berbagai aktivitas fungsional bank seperti perkreditan (pembiayaan), aktivitas treasury (berupa penempatan dana antar bank), aktivitas terkait investasi, dan aktivitas pembiayaan perdagangan (trade finance).

Pada saat ini aktiva produktif perbankan nasional didominasi oleh kredit yang diberikan, sementara sumber dana bank terutama berasal dari dana pihak ketiga, sehingga apabila terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan terhadap bank, maka bank tersebut dapat mengalami gangguan yang cukup signifikan dalam memenuhi kewajiban pada pemilik dana.

Perkembangan paradigma internal audit, peraturan dan ketentuan dari regulator serta pesatnya perkembangan teknologi informasi adalah beberapa contoh faktor yang menempatkan fungsi internal auditor perbankan (Satuan Kerja Audit Intern Bank/SKAI) untuk mendukung efektivitas penerapan manajemen risiko.

Untuk mengurangi resiko yang makin besar, maka perencanaaan dan pengendalian kredit menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi bank. Untuk itulah diperlukan audit kredit agar dapat dicegah dan dikurangi risiko kredit.

Tujuan pelatihan audit kredit adalah sebagai berikut:

  1. Membekali peserta pengetahuan tentang pengertian, karakteristik, dan jenis kredit.
  2. Membekali peserta pengetahuan tentang proses audit kredit.
  3. Membekali peserta teknik dan metode menditeksi masalah dalam kredit dan cara mengatasi masalah kredit, termasuk test goal, kriteria, KPI, dan peraturan BI.
  4. Memberikan pengetahuan bagi peserta teknik mengurangi risiko kredit dan melaporkan hasil temuan audit kredit.
  5. Memberikan bekal pengetahuan yang lebih dalam tentang audit risiko berbasiskan risiko.

Outline Materi Training Audit Kredit Bank Berbasis Manajemen Risiko

1. Bank, Audit dan Regulasi
2. Kebijakan Kredit dan Prosedur
3. Proses perkreditan

  • Konsumer dan Komersial
  1. Risk Based Audit Internal (RBAI)
  • Tujuan (RBIA)
  • Syarat yang digunakan
  • Jenis-jenis Risiko
  • Pendekatan RBIA
  • Pemahaman Proses
  • Laporan dan Opini Audit
  1. Pengukuran dan Pemantauan Risiko Kredit
    6. Evaluasi Internal Kredit
    7. Kebijakan Kredit dan Prosedur
    8. Keterkaitan Risiko Kredit dan Risiko Inhern Bank
    9. Modern Methode Audit Bank
    10. Audit Kredit Berbasis Manajemen Risiko
    a. Risiko Kredit
    b. Segmentasi Kredit
    c. Organisasi Kredit
    d. Budaya Kredit
    11. Analisa Portfolio
    12. Studi Kasus

Treasury Audit Process

Tujuan dan Manfaat Pelatihan Treasury Audit Process

  1. Meningkatkan pemahaman peserta terhadap produk dan aktivitas treasury beserta dengan risiko-risiko yang melekat pada aktivitas treasury dan sistem pengendalian internal yang diterapkan di dalamnya
  2. Pengenalan terhadap proses audit treasury, meliputi antara lain :
    1. Perencanaan audit treasury, Penetapan tujuan audit ,
    2. Pelaksanaan audit yang efektif dan efisien
    3. Pengkajian dan pembahasan temuan audit,
    4. Penyajian laporan hasil audit
    5. Evaluasi pelaksanaan audit

 

 

Materi Pelatihan Treasury Audit Process

  1. Apa sajakah produk-produk treasury?
  • Exchange Traded versus Over the Counter Market
  1. Apa sajakah komponen dari produk-produk treasury?
  • Securitisation    Forwards        Optionality
  1. Cash Instruments
  • Spot FX Transactions,Forward FX Transactions
  • FX Rate Swap,Loans & Deposits
  • Bonds,Equity Trading
  • Commodity Trading
  1. Derivative Instruments
  • Interest Rate Swaps,Currency Swaps
  • Forward Rate Agreement (IR Forward)
  • Option Contracts
  1. Fair Value and the Marking To Market Of Treasury Products
  • What is MTM and FV?
  • The issues with FV Accounting
  • Importance of fair value in accounting for treasury products
  • Accounting uses of fair value:
  • Performance measurement
  • Carrying value
  • Disclosure
  • Fair Value vs Accrued Value
  1. Inherent Risks In Treasury
  • Market risk,Liquidity risk,Credit risk
  • Operational risk, Strategic & Business risk
  • Legal & Compliance risk, Reputational risk
  1. Internal Control Framework
  • Inherent Risks in using exchange traded derivatives
  • OTC contracts
  • The management and control system
  • Control Risks
  • Role of Internal Audit
  • Role of External Audit
  1. Auditing Framework,   Objectives of Auditing,
    External Audit versus Internal Audit
  2. Financial Auditing, Operational Auditing, The Audit Approach
    Identifying and measuring the risk factors
  • Identifying and documenting the management and control system
  • Identifying the aspects of the management and control system at risk
  • Reviewing the adequacy of the management and control system
  1. Designing The Audit Work Program
  • Identify key risks
  • Identify key aspects of internal control system
  • Review adequacy of key parts of internal control system
  • Identify attributes affected by risks
  • Test validity of attributes at risk
  1. Carrying Out The Audit Work
    Key Audit issues with Treasury
  • Completely recorded in timely manner
  • Off premises trading
  • Unauthorised trading
  • Trading vs hedging designation
  • Intra day position breaches
  • Monitoring near to settlement trades
  • Monitoring of liquidity risk
  • Deposit and margin reconciliations
  • Valuation and liquidity  ,Concentration of transactions
  1. Audit Techniques

Auditor Internal ISO 9001: 2008

Deskripsi Training Auditor Internal ISO 9001: 2008

Aktivitas Audit ISO 9001: 2008 merupakan kegiatan yang