Category Archives: Accounting and Treasury

Budgeting & Control For Enterprise

Deskripsi Training Budgeting & Control For Enterprise

Budget dan Control merupakan alat perencanaan dan pengendalian terpadu yang sangat penting bagi perusahaan agar aktivitas yang dilaksanakan dapat tercapai sesuai dengan yang direncanakan. Budgeting & Control  merupakan dua kegiatan yang berbeda , mengarah pada tujuan yang sama sesuai sasaran yang ditetapkan dalam perusahaan . Budgeting & Control saling menunjang,   melengkapi dan saling bergantung antara yang satu dengan yang lain. Budget akan efisien apabila diimbangi dengan Control yang efektif dan sebaliknya Control yang efektif akan memberikan hasil yang optimal apabila Budget dijadikan sarana dan sasaran dalam setiap aktivitas perusahaan

Materi Training Budgeting & Control For Enterprise

  1. Ruang lingkup penganggaran perusahaan
  2. Fungsi dan keterkaitan budget control
  3. Revelansi budget control dalam system pengendalian manajemen
  4. Korelasi budget control dengan financial statement
  5. Konsep dasar perencanaan budget
  6. Prinsip dasar dalam menyusun budget
  7.  Jenis –jenis budgeting
  8. Anggaran komprehensif
Iklan

WORKING CAPITAL

DESKRIPSI TRAINING WORKING CAPITAL

Pelatihan ini memberikan kepada peserta mengenai jenis-jenis modal kerja, bagaimana penentuan modal kerja dan pembelanjaannya. Lebih lanjut lagi dalam pelatihan manajemen modal kerja ini,  peserta akan diberi materi mengenai manajemen kas, manajemen, piutang, manajemen persediaan, yang semua itu adalah elemen-elemen yang ada di dalam manajemen modal kerja.  Setelah itu, peserta diberi materi bagaimana mengukur likuditas dan efektivitas modal kerja.

 

TUJUAN TRAINING WORKING CAPITAL

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu memahami mengenai:

  1. Jenis-jenis modal kerja dan bagaimana menentukan besarnya modal kerja dan membelanjainya.
  2. Bagaimana melakukan manajemen kas, manajemen piutang, dan manajemen persediaan.’
  3. Bagaimana melakukan pengukuran likuiditas dan efektivitas investasi pada modal kerja

 

MATERI TRAINING WORKING CAPITAL

  1. Modal kerja dan pembelanjaannya
    • Pengertian modal kerja
    • Trade-off dalam pengambilan keputusan modal kerja
    • Kebijakan pembelanjaan modal kerja
    • Margin of safety
  2. Likuiditas dan efektivitas modal kerja
    • Pengukuran efektivitas modal kerja
    • Rasio keuangan untuk mengukur likuiditas dan efektivitas modal kerja
  3. Manajemen kas dan sekuritas
    • Motif-motif memegang kas
    • Tujuan manajemen kas
    • Metode mempercepat pengumpulan kas dan pengendalian pengeluaran kas
    • Variabel-variabel yang dipertimbangkan dalam investasi surat berharga
    • Model menentukan target saldo kas optimum.
  4. Manajemen Piutang
    • Penentuan standar kredit
    • Pelonggaran standar kredit
    • Pemberian diskon kredit dan temin kredit
    • Piutang tidak tertagih yang terjadi dalam kebijakan kredit
  5. Manajemen Persediaan
    • Persedian material/bahan baku
    • Persediaan barang dalam proses
    • Persediaan barang jadi
    • Konsep ABC
    • Konsep economic order quantity (EOQ)
    • EOQ dengan adanya potongan harga

Effective Cost Accounting: Cost Analysis , Decision Making and Reduction Cost

Deskripsi Training Effective Cost Accounting

Apakah informasi biaya di perusahaan anda cukup membantu untuk menentukan item-item biaya yang mana saja yang perlu diperbaiki ? Tuntutan untuk terus menerus mengurangi biaya produksi selama satu dasawarsa ini, kini terus menguat. Mengingat semakin ketatnya persaingan yang menuntut perusahaan mampu menghasilkan barang dan jasa semurah mungkin, namun dengan kualitas yang terbaik, serta selalu adaptif terhadap perubahan keinginan konsumen.

Namun banyak perusahaan yang kesulitan untuk adaptif terhadap perubahan lingkungan diluar perusahaan tersebut. Salah satu penyebabnya adalah data-data biaya dari bagian Accounting tidak cukup detail dan memadai untuk memberikan informasi tentang biaya-biaya yang dapat direduksi. Informasi biaya yang ada masih bersifat global dan sekedar memenuhi kebutuhan pelaporan keuangan (akuntansi keuangan). Yaitu menjadi pengurang terhadap sales untuk mendapatkan nilai gross profit. Akibatnya, manajemen tidak mempunyai panduan yang cukup untuk melakukan perubahan dan mengambil keputusan, bahkan seringkali keputusan yang diambil tidak tepat sasaran, dan tidak berdampak langsung pada pengurangan biaya dan peningkatan profit perusahaan.

Tujuan Training Effective Cost Accounting

Membekali karyawan Accounting untuk memberikan informasi biaya dan harga pokok penjualan serta analisa keuangan yang informatif bagi manajemen, sehingga informasi itu akan menjadi panduan yang valid terhadap keputusan manajemen yang akan diputuskan.

Metode Training Effective Cost Accounting

Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah lektur, workshop, studi kasus dan konsultasi interaktif.

Materi Training Effective Cost Accounting

1.  Mengapa Kontrol & Analisis Biaya Penting

  • Pergolakan bisnis & keuntungan
  • Persaingan secara global & cara mengatasinya
  • Meningkatkan orientasi kepada costumer & konsekwensinya
  • Pentingnya sesuatu yang “intagibles” seperti riset, development, marketing mutu Dll
  • Kecenderungan terhadap suatu bagian, biaya tidak langsung volume-insentive costs
  • Analisa biaya dan the “Balanced Scorecards”

2.  Mengapa Kita Membutuhkan Analisis & Kontrol

  • Accounting, Financial dan Report
  • Manajemen kinerja accounting & reward systems, progress monitoring & feedback, analisa keuntungan produk & analisa keuntungan  customer
  • Financial management : Penerapan harga atau evaluasi dari bisnis yang potensial, penilaian  investasi dan motivasi, misalnya target-setting

3.  Analisa Dan Kontrol Biaya, Teori Versus Praktek

  • Cost analysis secara tradisional dan pendekatan pengawasan / pengendalian
  • Perkembangan pendekatan yang modern seperti asal mula Activity Based Costing, azas-azas aspek praktis implementasi, manfaat dan drawbacks
  • Fakta-fakta (bukti) dalam praktek
  • Produk cost measurement
  • Perawatan cost information dalam penetapan harga produk
  • Pengawasan anggaran & Pengawasan laporan
  • Standard costing
  • Pengaruh kemajuan teknologi Manufacture Computer Aided Manufacturing & JIT- Group Exercise

4.  Bagaimana Hubungan Biaya Terhadap Corporate Performance & Performance Measurement

  • Definisi Corporate Performance & Performance Measurement
  • Bagaimana hubungan analisa biaya dan pengawasan terhadap Corporate Performance dan Performance Measurement
  • Performance Maesurement, Costs & Cashflows
  • Tinjauan yang dinamis terhadap biaya dan kelemahan konvensional strategi pendekatan terhadap biaya
  • Mini-cases

5.  Analisis Biaya

  • Analisis konvensional dan masalahnya
  • ayered profitability analysis
  • Mempergunakan analisa aktivitas
  • Dimensi customer
  • Perbedaan antara analisa berdasarkan customer dan product; apakah produk langsung yang dapat digunakan customer tidak langsung & sebaliknya
  • Kesesuaian dari berbagai pendekatan biaya : tradisional & activity based
  • Cost analisis dalam lingkungan manufactur yang baru saat ini
  • Volume Chain Analysis
  • Mini cases

6.  Kontrol Manajemen Biaya

  • Azas-azas
  • Overhead Cost Management
  • Cost reductions-pendekatan dinamis
  • Kebijaksanaan biaya non disretionarysertive level agreements
  • Biaya kualitas-memperhatikan garis besar & akibat ganda kualitas dari biaya & kepuasan customer
  • Group Exercise

7.  Implementasi Kontrol Biaya

  • Motivasi
  • Skema kompensasi pekerja
  • System Consideration

8.  Action Plans & Course Review

Rencana Anggaran Biaya Konstruksi

Deskripsi Training Rencana Anggaran Biaya Konstruksi

Analisa biaya –biaya yang sesuai tentunya juga sangat diperlukan dalam melakukan perancangan suatu gedung atau bangunan, dimana perancangan gedung tersebut harus disesuaikan dengan dengan anggaran yang telah disusun. Skill yang baik dalam melakukan penyusunan RAB konstruksi sangatlah diperlukan dengan tujuan agar setiap pelaksanaan proyek pembangunan dapat sesuai dengan anggaran yang telah direncanakan. RAB (Rencana Angaran Biaya) sendiri mempunyai definisi banyaknya biaya yang diperlukan dalam perkerjaan proyek konstruksi.  Apabila RAB disusun dengan baik dan benar akan memberikan gambaran spesifikasi bangunan yang sesuai dengan kebutuhan dan nilai anggaran proyek sebagai acuan bagi pihak yang terlibat dalam pekerjaan konstruksi tersebut.

Teknik yang tepat dalam proses penyusunan RAB bagi pemilik dana dapat digunakan sebagai acuan penentuan HPS jika pekerjaan akan dilelang kepada pihak rekanan. Teknik penyusunan RAB yang baik membutuhkan sumber daya manusia yang berkompeten dan mempunyai wawasan dan pengalaman dalam proyek bangunan dan kemampuan untuk menghitung secara detail dan perfect semua komponen biaya yang dibutuhkan dalam sebuah pekerjaan/ proyek bangunan.



Tujuan Training Rencana Anggaran Biaya Konstruksi

Setelah mengikuti training ini, peserta diharapkan mampu untuk :

  1. Mengetahui bagaimana kompleksnya seluk beluk konstruksi dan penyusunan anggarannya
  2. Mengitung RAB secara tepat dan akurat
  3. Menyusun RAB konstruksi dalam format Microsoft Excel dengan baik dan benar
  4. Melakukan perubahan kebijakan, standar harga dan dinamika bisnis Konstruksi
  5. Menentukan komponen biaya material dan non material.

 

Materi Rencana Anggaran Biaya Konstruksi:

  • Manajemen Proyek Bangunan
  • Komponen biaya material dan non material
  • Standar biaya umum untuk harga material dan non material berdasarkan permenkeu dan SNI
  • Penggunaaan Microsoft Excel untuk efektifitas penyusunan RAB
  • Penyususnan RAB menggunakan Microsoft Excel
  • Praktek penyusunan RAB dan studi kasus

COST ACCOUNTING & MANAGEMENT

Akuntansi Biaya dan Manajemen adalah suatu bidang ilmu akuntansi yang dapat membantu manajemen perusahaan dalam proses pengambilan keputusan khususnya atau terkait dengan penentuan harga pokok produksi dan efisiensi biaya operasional. Mengingat pentingnya materi ini, sangat disarankan kepada para pemilik dan executive bisnis agar memiliki kemampuan dalam bidang ini, sehingga memiliki pegangan dalam membawa atau memimpin perusahaan untuk mencapai tujuan yang telah digariskan oleh pemegang saham.

Dalam pelatihan ini, akan banyak diungkapkan teori dan praktek serta rahasia-rahasia dalam proses pengumpulan data dan informasi biaya, sehingga keputusan yang diambil benar-benar mengenai sasaran. Teori yang akan disampaikan dalam pelatihan ini juga dijamin pasti dapat diaplikasikan oleh peserta dalam aktivitasnya sehari-hari, khususnya yang bergerak dalam bidang manufaktur dan tidak tertutup kemungkinan yang sama juga kepada praktisi usaha dalam bidang jasa (services).

Kata kunci dalam memenangkan persaingan saat ini adalah harga yang bersaing dan kualitas nomor satu. Semangat itu akan bisa diwujudkan dengan memahami perilaku biaya dan efisiensi dalam berproduksi.

Materi Training Cost Accounting & Management

HARI PERTAMA:

  1. Perspektif Cost Accounting dalam Cost Management
    • Ilmu akuntansi
    • Perbedaan akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen
    • Faktor-faktor dan kunci keberhasilan
    • Sistem perencanaan dan pengendalian
    • Pengendalian istilah dan tujuan biaya
    • Biaya langsung dan tidak langsung
    • Faktor-faktor yang mempengaruhi pengelompokan biaya langsung dan tidak langsung
    • Pola dan perilaku biaya
    • Biaya persediaan dan manufaktur
    • Harga pokok produksi
  2. Cost–Volume–Profit Relationship Analysis
    • Asumsi dasar
    • Rumus dasar
    • Margin kontribusi
    • Titik impas (BEP)
    • Analisis sensitivitas
    • Margin pengaman
    • Leverage operasi
  3. Job Order Costing dan Process Costing
    • Terminologi costing
    • Sistem costing
    • Tujuh langkah job costing
    • Overview job costing
    • Buku besar
  4. Penghitungan Activity Based Costing (ABC) dan Activity Based Management (ABM)
    • Perataan secara umum
    • Over and Undercosting
    • Subsidi silang
    • Hirarki biaya
    • ABC vs skema kalkulasi biaya sederhana
    • Manajemen berdasarkan aktivitas
  5. Just In-Time Product Cost System
    • Biaya terkait dengan harga barang daganga
    • Economic order quantity
    • Reorder point
    • Safety stock
    • Cost of prediction
    • Parameter model JIT Purchasing dan EOQ
    •  Supply chain analysis

HARI KEDUA:

  1. Anggaran Induk Akuntansi Pertanggung-jawaban
    • Definisi anggaran
    • Proses anggaran
    • Keuntungan anggaran
    • Komponen-komponen anggaran
    • Langkah-langkah operasi dasar
    • Flowchart
    • Contralbility
  2. Anggaran Fleksibel, Varians dan Pengendalian Manajemen
    • Konsep dasar
    • Varians
    • Evaluasi
    • Anggaran fleksible
    • Variance dan ayat jurnal
    • Kalkulasi biaya standar
    • Kegunaan varians buat manajemen
    • Varians overhead variable
    • Varians overhead tetap
  3. Perhitungan Biaya Investasi dan Capacity Cost Analysis
    • Kalkulasi biaya persediaan
    • Perbandingan laporan laba rugi
    • Dampak laba komparatif
    • Perbandingan sistem kalkulasi biaya
    • Kinerja dan kalkulasi biaya absorpsi
    • Menangani skema manipulasi biaya
  4. Aplikasi Data/Informasi Biaya dalam Proses Pengambilan Keputusan
    • Informasi dan proses pengambilan keputusan
    • Pengertian relevant
    • Informasi relevant : kuantitatif dan kualitatif
    • Spesial order
    • Analisis biaya relevant
    • Keputusan untuk mebuat atau membeli
    • Biaya opportunis, outsourcing dan constraint
    • Product mix
  5. Return on Investment Analysis:
    • Pemahaman dan penghitungan ROI untuk bisnis awal
    • Pemahanan dan penghitungan ROI untuk bisnis yang sedang berjalan
    • Pemahanan manajemen rasio kas internal
  6. Diskusi/Sharing Experience

RAB Konstruksi

Deskripsi Training RAB Konstruksi

Analisa biaya –biaya yang sesuai tentunya juga sangat diperlukan dalam melakukan perancangan suatu gedung atau bangunan, dimana perancangan gedung tersebut harus disesuaikan dengan dengan anggaran yang telah disusun. Skill yang baik dalam melakukan penyusunan RAB konstruksi sangatlah diperlukan dengan tujuan agar setiap pelaksanaan proyek pembangunan dapat sesuai dengan anggaran yang telah direncanakan. RAB (Rencana Angaran Biaya) sendiri mempunyai definisi banyaknya biaya yang diperlukan dalam perkerjaan proyek konstruksi.  Apabila RAB disusun dengan baik dan benar akan memberikan gambaran spesifikasi bangunan yang sesuai dengan kebutuhan dan nilai anggaran proyek sebagai acuan bagi pihak yang terlibat dalam pekerjaan konstruksi tersebut.

Teknik yang tepat dalam proses penyusunan RAB bagi pemilik dana dapat digunakan sebagai acuan penentuan HPS jika pekerjaan akan dilelang kepada pihak rekanan. Teknik penyusunan RAB yang baik membutuhkan sumber daya manusia yang berkompeten dan mempunyai wawasan dan pengalaman dalam proyek bangunan dan kemampuan untuk menghitung secara detail dan perfect semua komponen biaya yang dibutuhkan dalam sebuah pekerjaan/ proyek bangunan.

Tujuan Training RAB Konstruksi

Setelah mengikuti training RAB konstruksi ini, peserta diharapkan mampu untuk :

  1. Mengetahui bagaimana kompleksnya seluk beluk konstruksi dan penyusunan anggarannya
  2. Mengitung RAB secara tepat dan akurat
  3. Menyusun RAB konstruksi dalam format Microsoft Excel dengan baik dan benar
  4. Melakukan perubahan kebijakan, standar harga dan dinamika bisnis Konstruksi
  5. Menentukan komponen biaya material dan non material.

 

Materi Training RAB Konstruksi

  • Manajemen Proyek Bangunan
  • Komponen biaya material dan non material
  • Standar biaya umum untuk harga material dan non material berdasarkan permenkeu dan SNI
  • Penggunaaan Microsoft Excel untuk efektifitas penyusunan RAB
  • Penyususnan RAB menggunakan Microsoft Excel
  • Praktek penyusunan RAB dan studi kasus

COST ESTIMATING

Deskripsi Training Cost Estimating

Salah satu elemen terpenting dalam manajemen Proyek khususnyadi pertambangan adalah masalah penganggaran dalam proyek dan kontrak.Apabila terjadi kesalahan dalam pemganggaran atau dalam pengelolaan biaya, maka hal ini tentu akan saat merugikan bagi banyak pihak. Training initidak hanya akan menguraikan teknik biaya dalam memperkirakan metode , tetapi juga akan menempatkan ini dalam kaitannya dengan akurasi estimasi dan proyeksi.

Tujuan Training Cost Estimating

  1. Lebih memahami bagaimana cara memperkirakan anggaran proyek yang akurat
  2. Membantu tim proyek untuk melaksanakan proyek-proyek sedemikian rupa sehingga proyek akan selesai dalam waktu dalam budget.
  3. Mengerti kebutuhan yang berbeda dalam memperkirakan seluruh siklus hidup proyek.

Materi Training Cost Estimating

  1. Ruang lingkup Proyek Minerba
    • Profil kegiatan dan aktivitas proyek Minerba
    • Tahap siklusproyek dalam Minerba
  2. Perencanaan Sumber Daya
    • Jenis-jenis sumber daya yang digunakan’
    • Perencanaan biaya : direct cost dan indirect cost
  3. Perkiraanbiaya / Cost estimating
  4. Metode Factor Estimating
    • Factor Estimating Method_0.6 Exponent or Power Factor
    • Factor Estimating Method_Lang Method
    • Factor Estimating Method_Hand Method
    • Factor Estimating Method _Improved Factor Method
  5. Metode Quantitative Estimating
    • Quantitative Piping & Pipelines
    • Quantitative Civil & Structural Steel
    • Quantitative Mechanical Equipment
    • Quantitative E & I Equipment
    • Quantitative Indirect Cost
  6. Metode Detail Estimate
  7. Cost Controlling
  8. Work Breakdown Structure (WBS)
    • Area / Lokasi pekerjaan
    • Kategori pekerjaan (berdasarkan Disiplin Ilmu / Tenaga kerja dan Peralatan
    • Spesifikasi pekerjaan
    • Berdasarkan para pihak / Kontraktor yang mengerjakan
  9. Studi kasus

LIFE CYCLE COST ANALYSIS

Deskripsi Training Life Cycle Cost Analysis

Setiap perusahaan tentu menginginkan laba yang besar dari setiap produk atau jasa yang dijual kepada konsumen. Namun banyak perusahaan yang tidak mempertimbangkan besarnya biaya produk dari hulu sampai hilir dengan besarnya laba yang diperoleh dari produk tersebut sehingga laba yang diperolehpun tidak maksimal. Oleh karena itu perlu adanya life cycle cost analysis untuk dapat mengestimasi biaya produk selama siklus hidupnya seperti biaya pengembangan, biaya produksi dan biaya promosi. Dengan memahami life cycle cost analysis perusahaan dapat menggunakan biaya secara efektif dan efisien tanpa mengurangi kualitas produk sehingga laba yang diperoleh dari setiap produk atau jasa dapat maksimal.

Tujuan Training Life Cycle Cost Analysis

Setelah mengikuti trining peserta diharapkan mampu memahami life cycle cost analysis dan dapat menerapkannya pada perusahaan sehingga perusahaan dapat mengurangi biaya produk dan memaksimalkan pendapatan.

 

Materi Training Life Cycle Cost Analysis

  1. Pengantar life cycle cost analysis
  2. Prosedur life cycle cost
  3. Cost Breakdown Structure (CBS)
  4. Metode estimasi biaya
  5. Metode alokasi biaya langsung dan tidak langsung
  6. Manajemen biaya selama life cycle cost
  7. Analisis resiko
  8. Identifikasi driver biaya
  9. Area of LCC applications
  10. Pengembangan model life cycle cost
  11. Penerapan life cycle costing pada perusahaan
  12. Studi kasus

BUSINESS PLAN AND BUDGETING

DESKRIPSI TRAINING BUSINESS PLAN AND BUDGETING

Dalam operasional bisnis atau perusahaan, hal yang penting untuk diperhatikan antara lain merencanakan dan mengelola kinerja keuangan secara ketat. Salah satu langkah yang efektif dalam mencapai tujuan tersebut yaitu menciptakan proses penganggaran. Training ini akan memberikan pemahaman tentang proses untuk mempersiapkan rencana bisnis dan anggaran. Dimulai dengan melihat proses perencanaan bisnis, sebelum mengidentifikasi urutan penyusunan anggaran dan berbagai jenis anggaran yang berlaku untuk pengaturan operasional.

TUJUAN DAN MANFAAT TRAINING BUSINESS PLAN AND BUDGETING

Dengan mengikuti training ini diharapkan peserta dapat melakukan perencanaan bisnis dan penganggaran perusahaan.

MATERI TRAINING BUSINESS PLAN AND BUDGETING

  1. Menentukan jenis rencana bisnis, rencana strategis, rencana operasional dan keuangan;
  2. Analisis Lingkungan Internal dan Eksternal Perusahaan;
  3. Menyusuna Kebutuhan Sumber daya dan menetapkan anggraan rencana kerja;
  4. Identifikasi pendekatan alternatif untuk penganggaran;
  5. Menentukan elemen kunci dalam penganggaran yang efektif;
  6. Menetapkan langkah pelaksanaan, monitoring dan evaluasi tindakan.

TEKNIK PENYUSUNAN ANGGARAN PROYEK

Deskripsi Training Teknik Penyusunan Anggaran Proyek

Proyek merupakan suatu kegiatan sementara yang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu dengan sumber daya-sumber daya dan waktu yang telah ditentukan. Dalam melaksanakan sebuah proyek, dana menjadi salah satu faktor terpenting karena berkaitan dengan pembelian kebutuhan dalam penyelesaian sebuah proyek. Perencanaan sumber dana yang disusun secara sistematis untuk pengalokasian dana yang dibutuhkan bagi kegiatan dalam sebuah proyek disertai dengan waktu yang dibutuhkan dalam penggunaan dana tersebut dalam satu periode penyelesaian proyek disebut dengan anggaran. Dalam penyusunan sebuah anggaran proyek, diperlukan ketelitian dan pemahaman agar tidak terjadi kelebihan ataupun kekurangan ketika proses telah berjalan. Maka dari itu training ini dilakukan agar para pengendali proyek dapat menyusun anggaran secara efektif, tepat dan efisien.

 

Materi Training Penyusunan Anggaran Proyek

Pendahuluan

  • Profil kegiatan proyek
  • Tahap siklus proyek

Konsep dan fungsi manajemen proyek

  • Proyek dan manajemen fungsional
  • Organisasi proyek

Pertimbangan dalam penyusunan anggaran proyek
Determinasikan proses estimasi

  •  Estimasi kasar
  •  Estimasi anggaran
  • Estimasi definitif

Analisa harga satuan aktivitas proyek
Menentukan pengeluaran proyek

  • Reason to make
  • Reason to buy

Aplikasi penyusunan anggaran proyek
Studi kasus

COST CONTROL

Deskripsi Training Cost Control

Beberapa jabatan penting yang menangani masalah keuangan suatu perusahaan tentu harus mengetahui dengan pasti dan benar bagaimana langkah ataupun cara yang benar mengelola segala unsur dari segi keuangan mengingat keuangan merupakan salah satu fungsi penting dalam mencapai tujuan perusahaan. Biaya yang masuk dalam aspek keuangan perusahaan adalah semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk suatu proses produksi, yang dinyatakan dengan satuan uang menurut harga pasar yang berlaku, baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi. Biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan tentunya harus dikontrol sedemikian rupa agar biaya tersebut dapat diminimalisir dan juga pihak perusahaan dapat mengetahui apakah biaya yang dikeluarkan tersebut dapat digunakan secara efektif. Mengingat orientasi utama bisnis adalah laba maka biaya harus diminimalisir sedemikian rupa agar laba yang didapatkan daoat optimal. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukanlah strategi-strategi khusus untuk mengontrol biaya.



Tujuan & Manfaat Training Cost Control

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Melakukan pengawasan atas biaya
  2. Menetapkan kebijaksanaan harga
  3. Meramalkan laba yang akan datang
  4. Mengukur atau menjajaki biaya modal kerja
  5. Memberikan pemahaman secara menyeluruh mengenai budget cycle
  6. Memahami hubungan antara budget dan strategic planning
  7. Meningkatkan kemampuan peserta dalam membuat budget dengan beberapa pendekatan aplikatif
  8. Meningkatkan pemahaman tentang project budgeting
  9. Memahami cost control dengan pendekatan strategic dan transactional

Materi Training Cost Control 

  1. Principles of Budgeting and Cost Control
    • The Critical Functions of Management
    • The Budget as a Key Financial Statement
    • Development of internal control
    • Key elements of cost control
  2. The budgeting cycles
    • Environmental analysis
    • Formulating company objective and strategy
    • Tactical and operating plan
    • Operating budget: Analysis into Quarters and Months; Seasonal Factors
  3. Expense Budgeting
    • Zero-based budgeting
    • Activity base
    • Fund available
    • Detail and Completeness
    • Allocations from Cost Centers
  4. Budgeting and Costing Techniques
    • Forecasting Methods
    • Break-even Analysis
    • Use of Standards
    • Trend Analysis
    • Cost Estimation
  5. Project Budgeting
    • Project Planning
    • Direct and Indirect Projects Costs
  6. Capital Expenditure Budgeting and Analysis
    • Guideline of capital expenditure
    • Calculation: Accounting Rate of Return; Payback Period; Net Present Value; Internal Rate of Return
  7. Cost Control and Management Budget Reports
    • Approaches to Cost Control: Strategic Control; Transactional Control; Process control
    • Understanding the Need for Timeliness and Precision
    • Variance Analysis

BUDGETING , PROFIT PLANNING AND CONTROL

Deskripsi Training Budgeting, Profit Planning and Control

Budgeting, profit planning and control atau sering disebut pengaggaran perusahaan adalah materi pelatihan yang memberikan pemahaman tentang proses penyusunan perencanaan dan pengendalian laba secara komprehensif.  Beberapa tahapan dalam proses tersebut adalah:

  •  Penentuan tujuan perusahaan secara umum
  • Penentuan tujuan secara spesifik untuk setiap bagian (departemen) perusahaan
  • Penentuan strategi perusahaan
  • Perencanaan kebijakan manajemen eksekutif
  • Perencanaan strategi pencapaian laba jangka panjang
  • Perencanaan laba taktis (tahunan)

 

Tujuan Training Budgeting, Profit Planning and Control

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  1. Memahami proses penyusunan perencanaan dan pengendalian laba secara komprehensif
  2. Memahami prosedur teknis yang digunakan dalam perencanaan dan pengendalian laba
  3. Memahami berbagai fungsi manajemen dan tanggung jawab utama pada masing-masing tingkatan manajemen dalam kaitannya dengan urutan proses perencanaan dan pengendalian laba.

 

Materi Training Budgeting, Profit Planning and Control

  1. Ruang lingkup penganggaran perusahaan
  2. Anggaran fleksibel
  3. Anggaran penjualan dan anggaran produksi
  4. Anggaran biaya bahan baku
  5. Anggaran tenaga kerja langsung
  6. Anggaran biaya overhead pabrik
  7. Proyeksi harga pokok produksi
  8. Proyeksi harga pokok penjualan
  9. Proyeksi laba rugi.

Deskripsi Training Audit Fraud Using Audit Command Language

Audit Command Language (ACL) mempunyai fungsi utama guna memenuhi kebutuhan analisis data seluruh aktivitas bisnis operasional perusahaan, baik di bidang audit analisis data, pencocokan dan pembandingan data, laporan penyimpangan, dsb. Pada bidang IT (Information Technology), Audit Command Language (ACL) dapat digunakan untuk melakukan data migration, data cleansing, data matching, data integrity testing; selain itu juga dapat pula digunakan untuk analisis, konsolidasi, rekonsiliasi data, dan pelaporan pada divisi lain seperti Keuangan, Pemasaran, Distribusi, Operasional, dan bagian perusahaan lainnya.

ACL dapat membaca data berbagai macam sistem mulai dari model sistem mainframe lama hingga ke relational database modern. ACL merupakan jenis aplikasi ‘read-only’, dimana ACL tidak pernah mengubah data sumber asli sehingga aman untuk menganalisis jenis live-data. Keanekaragaman sumber data dan teknologi akses data, cara mengakses data juga bervariasi dari satu sumber data ke lain. ACL membaca beberapa sumber data secara langsung dengan mengimpor dan menyalin sumber data untuk kemudian dapat dilakukan analisis dari berbagai macam data tersebut. ACL dirancang khusus untuk menganalisa data dan menghasilkan laporan audit baik untuk pengguna biasa (common/nontechnical users) maupun pengguna ahli (expert users). Dengan menggunakan ACL, diharapakan pekerjaan auditing dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien baik dari aspek waktu maupun tenaga yang dibutuhkan.

Dengan ACL proses auditing yang memakan waktu cukup lama dikarenakan tingkat kerumitannya tersebut dapat dilakukan dengan lebih cepat, tepat dan akurat. Selain keuntungan dari sisi efisiensi waktu, tenaga maupun biaya yang bisa didapatkan oleh perusahaan berkat penggunaan Audit Command Language (ACL), keuntungan lain yang didapatkan yaitu kecurangan dalam pelaksanaan pekerjaan baik di segi finansial maupun dari segi waktu juga dapat diketahui dengan lebih mudah dan cepat sehingga penindaklanjutan kecurangan tersebut dari segi hukum (punishment) bisa segera diupayakan. Dengan pengupayaan dari segi hukum yang cepat dan tepat, maka diharapkan proses pekerjaan perusahaan tersebut dapat dijalankan kembali dengan normal dan efektif serta upaya preventif tindak kecurangan tersebut dapat lebih optimal untuk kemudian harinya.

 

Tujuan Training Audit Fraud Using Audit Command Language

Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan mampu untuk :

  1. Memahami dan mengaplikasikan software ACL ke dalam beberapa divisi perusahaan untuk kemudian dilakukan proses auditing terhadap kinerja divisi tersebut.
  2. Mampu melakukan tindakan hukum dengan cepat dan tepat terhadap tindak kecurangan yang dilakukan.
  3. Mampu melakukan optimalisasi upaya preventif terhadap segala macam penyimpangan prosedur (kecurangan) yang kemungkinan dilakukan oleh pihak tertentu.

Materi Training Audit Fraud Using Audit Command Language

  1.  Concept and practise Audit Command Language
  • Fundamentals
  • Data Access
  • Data Integrity Verification
  • Data Analysis
  • Reporting results
  1. Fungsi Audit Command Language
  2. Fitur dan kemampuan Audit Command Language tools
  3. ACL Basics
  4. Penggunaan Audit Command Language dalam beberapa aplikasi
  5. Manfaat penggunaan Audit Command Language
  6. Tindak optimalisasi upaya preventif terhadap kecurangan berdasarkan hasil analisa ACL.
  7. Studi kasus dan praktek

Risk Based Audit

Background Risk Based Audit

The   Audit course is designed to provide practical  view  in conducting  audit and assurance in one organization. The course is designed to support professional staffs   to expand their understanding of comprehensive  audit practice.

The course will include discussion and exercises related to general control examinations within the scope auditing. The course will also focus on control research and analysis for related topic areas. In addition, through discussion and exercises, participant will gain a working understanding of the process of developing audit work programs.



Objectives Risk Based Audit

At the completion of this course, the participants should be able to :

  • Participants shall obtain an expanded understanding the role of auditors in evaluating the related operational and control risks and in assessing the appropriateness and adequacy of management control practices and related controls inside participants’ organization
  • Participants shall obtain the capability in conducting audit and implement  techniques in performing assurance, attestation, and audit engagements
  • Participants shall obtain an expanded familiarity with the principle references in good corporate governance, control and security as related to  audit processes
  • Participants shall obtain the working ability to plan, conduct, and report on general and property audit
  • Participants shall obtain an understanding of the role of  auditors regarding operation and propoerty related compliance and regulatory audits, such as evaluating control standards



Contents Risk Based Audit Practical 

  1. Introduction to Risk based Audit
  2. Conducting The  Audit Process
  3. Management Controls
  4. Assurance  of Controls and Control Objectives
  5. Evidence Collection and Evaluation
  6. Managing the  Audit Function
  7. Property Audit
  8. Property Audit Scope

AUDITING BUSINESS PROCESS

Description Auditing Business Process

Auditing  Bussines Process ini merupakan proses audit yang terbukti effektif dan effisien. Dengan pendekatan proses bisnis diharapkan akan membantu auditor dalam melakukan pengendalian dan evaluasi atas faktor-faktor risiko dalam pengelolaan bisnis.
Proses audit dengan pendekatan pada proses bisnis ini diharapkan juga akan memudahkan pihak manajemen dalam memetakan kondisi real (yang sebenarnya) dari perusahaannya sehingga pembenahan akan dapat segera dilakukan secara lebih terfokus. Selain itu kegagalan pengendalian di departemen tertentu dapat dilokalisir sehingga tidak berdampak negatif bagi proses bisnis secara keseluruhan. Itulah keuntungan lain yang dapat diperoleh dari proses audit ini selain (tentunya) manfaat di bawah ini.

Course Content Auditing Business Process

  1. Business Process – An Overview
  2. Auditing The Revenue Process
  3. Auditing The Purchasing Process
  4. Auditing The Human Resource Management Process
  5. Auditing The Inventory Management Process
  6. Auditing The Selected Accounts: Prepaid Expenses and Property, Plant, and Equipment
  7. Auditing Long-Term Liabilities, Stockholders’ Equity, and Income Statement Accounts
  8. Auditing Cash and Investments
  9. Completing The Engagement
  10. Report On Audited Financial Statements and Special Reporting Issues

KERTAS KERJA AUDIT

ABSTRACK

Audit yang ditempuh harus didokumentasikan dalam kertas kerja (Working Paper). Dalam kertas kerja dituangkan: prosedur audit yang dilakukan, informasi yang diperoleh, dan kesimpulan/rekomendasi yang diperlukan. Kertas kerja bertujuan untuk: penunjang utama temuan audit, membantu auditor untuk melaksanakan dan memsupervisi audit, dan menjadi bukti bahwa audit dilaksanakan dengan sepenuhnya.Agar ketiga tujuan tersebut dapat tercapai ,pemahaman dan kemampuan membuat kertas kerja audit mutlak diperlukan.

Dalam pelatihan ini akan diuraikan cara membuat kertas kerja. Setelah cara membuat kertas kerja diketahui, lalu menerapkan pengetahuan tersebut dalam mengaudit siklus-siklus pokok transaksi perusahaan. Pembuatan kertas kerja audit dilaksanakan untuk siklus-siklus pendapatan, pengeluaran, personalia dan produksi.



OUTLINE TRAINING KERTAS KERJA AUDIT

1. Kertas Kerja: jenis, cara membuat, review dan pengarsipan kertas kerja

2. Audit Siklus Pendapatan

  • Sifat & karakteristik siklus
  • Rekening terkait
  • Transaksi penjualan kredit
  • Transaksi  penerimaan kas
  • Transaksi penyesuaian penjualan
  • Kertas kerja pengujian substantif saldo penjualan, saldo potongan penjualan, saldo return penjualan, saldo piutang dagang, saldo kerugian piutang, saldo harga pokok penjualan

3.  Audit siklus pengeluaran

  • Sifat dan karakteristik siklus
  • Rekening terkait
  • Transaksi pembelian kredit
  • Transaksi pengeluaran kas
  • Kertas kerja pengujian substantif saldo utang dagang, potongan pembelian, retur pembelian, biaya dibayar di muka, saldo aktiva tetap

4.  Audit siklus personalia

  • Sifat & karakteristik siklus
  • Rekening terkait
  • Transaksi penggajian
  • Kertas kerja pengujian substantif saldo biaya gaji, saldo komisi, saldo bonus, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik, saldo utang pajak

5 . Audit Siklus Produksi

  • Sifat & karakteristik siklus
  • Rekening terkait
  • Transaksi produksi
  • Kertas kerja pengauditan substantif saldo persediaan bahan, biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya overhead pabrik, saldo dalam proses, saldo barang jadi

PROCUREMENT FRAUD & AUDIT

PENDAHULUAN:

Perilaku fraud bisa menimpa siapa saja, tanpa melihat jenjang jabatan & struktur organisasi perusahaan / institusi. Wujud procurement fraud mulai dari; “menjual informasi”, mengatur pra-kualifikasi, bidding, evaluasi kinerja, hingga bersikap diskriminatif terhadap supplier / vendor, dengan tujuan memperoleh “gratifikasi”.

Perilaku fraud berpotensi menimbulkan kerugian finansial bagi perusahaan. Diperlukan suatu sistem & prosedur yang memadai untuk; mencegah, mendeteksi, & mengurangi resiko terjadinya fraud.



TUJUAN & MANFAAT TRAINING:

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta akan memiliki kemampuan untuk:

Setelah mengikuti training ini, peserta akan memiliki kemampuan untuk:

  1. Mendeteksi potensi fraud dalam siklus procurement & manajemen perusahaan
  2. Dapat menganalisa proses procurement dengan metode yang tepat & efektif
  3. Dapat mengembangkan metodologi investigasi &       prosedur preventive action
  4. Mengembangkan kemampuan lesson learnt dari setiap kasus fraud yang terjadi
  5. Memahami pentingnya penerapan integritas & good governance di perusahaan / institusi.

 


CAKUPAN MATERI TRAINING PROCUREMENT FRAUD & AUDIT:

HARI PERTAMA:

  1. Fraud on Procurement Process
  2. Fraud Detection Method & Risk Assessment
  3. Procurement Audit Objective & Investigative Audit
  4. Audit Experiences Sharing & Reviews
  5. Discussion sharing & case study

HARI KEDUA:

  1. Good Corporate Governance & Corporate Cultures
  2. Procurement Code of Conduct
  3. Whistle Blower System
  4. Compliance, Monitoring, & Reporting System
  5. Case study & closing review

Audit untuk Pemula

Background

Mempelajari secara mandasar dan mendalam mengenai teknik-teknik audit, dan melakukan penyegaran dalam melakukan tehnik melakukan audit, mulai dari tahap persiapan, penyusunan rencana kegiatan audit, sampai dengan pelaporannya.

Pelatihan ini dapat diikuti oleh akuntan, auditor atau mahasiswa yang akan berkrcimpung dalam bidang pemeriksaan (Audit), staff professional lainnya yang ingin memiliki pengetahuan mendasar tentang tehnik-tehnik dan prosedur audit.

 

Tujuan Pelatihan:

  • Memberikan pemahaman secara mendasar mengenai teknik audit dengan berbagai aturan dan standar yang berlaku.
  • Meningkatkan kemampuan dan memberikan penyegaran bagi para auditor dalam melakukan audit secara terencana, sistematis dan efektif.

Materi Pelatihan Teknik Audit untuk Pemula:

1.       Pengertian audit

2.      Fungsi Audit

3.      Jenis-jenis Audit

4.      Standar Auditing

5.      Prinsip-prinsip Dasar Audit

6.      Elemen Audit

7.      Persiapan Audit dan Survey Pendahulluan

8.      Risiko Kontrol

9.      Teknik Penyusunan Program Audit

10.   Rencana Pengujian Detail Transaksi dan Saldo

11.    Prosedur dan Teknik Audit

12.   Sample Audit

13.    Pembuktian (Audit Evidence)

14.   Laporan Auditor

INTERNAL CONTROL UNDERSTANDING: COSO – BASED APPROACH

Latar Belakang Training Internal Control Understanding COSO  :

Saat ini organisasi sangat concern terhadap 4 (empat) hal yaitu Control, Risk Management, Governance & Assurance. Perkembangan ilmu pengetahuan tentang Internal Control dalam suatu organisasi sangat pesat. Hal ini terkait dengan kelemahan Internal Control  di organisasi yang sering dimanfaatkan oleh pihak internal maupun eksternal organisasi untuk melakukan kecurangan (fraud). Pembahasan konsep  Internal Control COSO framework ini dikaitkan dengan Sarbanes – Oxley Act (SOA). Enron Gate , WorldCom, Adelphia, TICO dll ataupun beberapa bank di Indonesia pasca krisis moneter beberapa tahun yang lalu telah memberi pelajaran betapa pentingnya system control yang efektif dan corporate governance harus dilakukan demi menyelamatkan organisasi (perusahaan). Oleh karena itu Internal Control Systems harus mampu mengadopsi nilai-nilai dari aspek manusia dan lingkungan dalam komponen yang memungkinkan para auditor dapat bekerjasama dengan auditeee (manajemen operasional) dalam mengidentifikasi risiko yang dihadapi suatu organisasi, dalam hal inilah maka Control Self Assessment (CSA) menjadi alternatif yang paling relevan untuk diimplementasikan.

 

Manfaat Workshop :

  1. Bagi Auditor Internal dan Auditor Eksternal, dengan lebih memahami konsep Internal Control secara mendalam diharapkan  dapat melaksanakan audit lebih efektif dan efisien.
  2. Bagi Staf Divisi GCG & Risk Management dapat membantu dalam melakukan identifikasi risiko beserta dampak yang mungkin timbul yang dapat merugikan organisasi.
  3. Bagi Komite Audit, dalam pengawasan suatu organisasi  dapat lebih optimal karena fokus pada kelemahan Internal Control yang ada di suatu organisasi.
  4. Bagi manajemen operasional,  dengan memahami konsep Control Self Assesment dapat meningkatkan kinerja operasional sehari-hari (day to day operation) karena lebih aware dalam ownership of control.

Materi Workshop Internal Control COSO  :

  • Control : The Overview
  • Governance : Relationship With Risk and Control
  • “Hard” and “Soft” Controls
  •   Internal Control Principles
  • Internal Control COSO – Integrated Framework
  • The COSO Financial Control Framework : 2004 Version
  • Entity-wide Evaluation & Activity-level Evaluation
  •  Sarbanes-Oxley Act of 2002
  •  Internal Control : Systems, Structures & Components
  •  Internal Control Questionaire
  • Monitoring & Reporting of Internal Control.
  • Control Self Assesment (CSA)
  • Implementation of Internal Control.: Case Study

Audit Kredit Bank Berbasis Manajemen Risiko

Overview Training Audit Kredit Bank Berbasis Manajemen Risiko

Risiko kredit adalah risiko kerugian akibat kegagalan pihak lawan (counterparty) memenuhi kewajibannya. Risiko kredit mencakup akibat kegagalan debitur (borrower), risiko kredit akibat kegagalan pihak lawan transaksi (counterparty), dan risiko kredit akibat kegagalan penyelesaian transaksi (settlement).

Risiko kredit bersumber dari berbagai aktivitas fungsional bank seperti perkreditan (pembiayaan), aktivitas treasury (berupa penempatan dana antar bank), aktivitas terkait investasi, dan aktivitas pembiayaan perdagangan (trade finance).

Pada saat ini aktiva produktif perbankan nasional didominasi oleh kredit yang diberikan, sementara sumber dana bank terutama berasal dari dana pihak ketiga, sehingga apabila terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan terhadap bank, maka bank tersebut dapat mengalami gangguan yang cukup signifikan dalam memenuhi kewajiban pada pemilik dana.

Perkembangan paradigma internal audit, peraturan dan ketentuan dari regulator serta pesatnya perkembangan teknologi informasi adalah beberapa contoh faktor yang menempatkan fungsi internal auditor perbankan (Satuan Kerja Audit Intern Bank/SKAI) untuk mendukung efektivitas penerapan manajemen risiko.

Untuk mengurangi resiko yang makin besar, maka perencanaaan dan pengendalian kredit menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi bank. Untuk itulah diperlukan audit kredit agar dapat dicegah dan dikurangi risiko kredit.

Tujuan pelatihan audit kredit adalah sebagai berikut:

  1. Membekali peserta pengetahuan tentang pengertian, karakteristik, dan jenis kredit.
  2. Membekali peserta pengetahuan tentang proses audit kredit.
  3. Membekali peserta teknik dan metode menditeksi masalah dalam kredit dan cara mengatasi masalah kredit, termasuk test goal, kriteria, KPI, dan peraturan BI.
  4. Memberikan pengetahuan bagi peserta teknik mengurangi risiko kredit dan melaporkan hasil temuan audit kredit.
  5. Memberikan bekal pengetahuan yang lebih dalam tentang audit risiko berbasiskan risiko.

Outline Materi Training Audit Kredit Bank Berbasis Manajemen Risiko

1. Bank, Audit dan Regulasi
2. Kebijakan Kredit dan Prosedur
3. Proses perkreditan

  • Konsumer dan Komersial
  1. Risk Based Audit Internal (RBAI)
  • Tujuan (RBIA)
  • Syarat yang digunakan
  • Jenis-jenis Risiko
  • Pendekatan RBIA
  • Pemahaman Proses
  • Laporan dan Opini Audit
  1. Pengukuran dan Pemantauan Risiko Kredit
    6. Evaluasi Internal Kredit
    7. Kebijakan Kredit dan Prosedur
    8. Keterkaitan Risiko Kredit dan Risiko Inhern Bank
    9. Modern Methode Audit Bank
    10. Audit Kredit Berbasis Manajemen Risiko
    a. Risiko Kredit
    b. Segmentasi Kredit
    c. Organisasi Kredit
    d. Budaya Kredit
    11. Analisa Portfolio
    12. Studi Kasus

TEKNIK INVESTIGASI FRAUD BERBASIS NLP

DESKRIPSI TRAINING 

FRAUD – menurut Oxford Dictionary : “is criminal deception; the use of false representations to gain an unjust advantage” – adalah ancaman yang sangat serius bagi perusahaan modern. Penyakit termaksud dapat menimpa perusahaan apapun tanpa memperdulikan skala bisnisnya. Berbeda dengan varian pendahulunya, dewasa ini corporate fraud telah bermetamorfosis dalam berbagai bentuk dengan modus yang kian canggih dan halus. Ada dua kata kunci untuk menjelaskan fenomena fraud, yakni sistem dan moral hazard. Dalam pengoperasian seluruh lini manajemennya, sebuah perusahaan pasti bersandar pada sebuah sistem yang terdiri dari :

  1. Organisasi, dimana didalamnya terdapat posisi (jabatan), tugas, kewenangan dan tanggungjawab.
  2. Kebijakan, SOP dan Peraturan, semisal kebijakan keselamatan kerja, SOP Purchasing atau Peraturan lembur.
  3. Alat Kerja, semisal mesin kantor, mesin produksi, formulir-formulir, kendaraan.

Ketiga unsur dalam sistem di atas berinteraksi dinamis dengan manusia sebagai
elemen utamanya. Disini fraud potensial terjadi jika:

  1. Seseorang memiliki posisi, otoritas dan technical knowledge untuk melakukan aksi fraud.
  2. Dalam Kebijakan, SOP atau Peraturan terdapat celah-celah yang memungkinkan terjadinya fraud.
  3. Adanya alat kerja yang dapat disiasati.

Tampak jelas bahwa fraud adalah kecurangan sistematis terhadap system perusahaan. Pertanyaan menarik yang mengikutinya adalah; mengapa ada karyawan yang kendati jabatannya tinggi, kekuasaannya besar dengan sistem yang longgar dan memiliki peluang besar untuk memanipulasi alat-alat kerja – namun tidak melakukan fraud?. Jawabnya ada pada satu kata : moral hazard (bahaya moral). Unsur moral hazard akan muncul apabila kebutuhan finansial karyawan ybs. Jauh lebih tinggi dari penghasilan yang diperolehnya. Ia tidak akan mampu menutup kekurangannya kecuali dengan melakukan kecurangan terhadap perusahaan. Mencegah timbulnya fraud dalam perusahaan bukan perkara mudah. Dibutuhkan sumberdaya manusia yang cakap, tangguh dan sangat memahami bahwa fraud bukanlah sekedar masalah human error atau kealpaan seseorang; namun merupakan tindakan kriminal yang direncanakan dengan seksama oleh pelakunya. Merujuk kepada fakta di atas, salah satu tindakan yang tepat untuk menghadapinya adalah membekali personil terkait dengan kemampuan dan kecakapan khusus; sehingga menimbulkan efek deterrence (penggentar) bagi orang yang berniat mencobanya.


TUJUAN TRAINING 

Setelah mengikuti training ini, peserta ditargetkan :

  1. Memahami bahwa fraud merupakan bahaya latent yang mengancam setiap perusahaan tanpa kecuali.
  2. Memahami peran kontrol internal dalam mengelola ancaman fraud.
  3. Memahami anatomi fraud.
  4. Mampu melakukan vulnerability assessment organisasi terhadap ancaman fraud dan mengambil langkah perbaikan.
  5. Mampu merekonstruksi skenario desepsi/kebohongan yang terjadi.
  6. Mampu mendesain wawancara investigasi berbasis NLP
  7. Mampu melakukan wawancara investigasi berbasis NLP
  8. Mampu mengenali berbagai bentuk pola kalimat yang digunakan untuk mengaburkan permasalahan dan mengcounternya.
  9. Mampu mengembangkan pertanyaan-pertanyaan yang bersahabat namun secara bawah sadar, sangat menekan subyek wawancara.
  10. Mampu mengidentifikasi desepsi/kebohongan.

MATERI TRAINING INVESTIGASI FRAUD BERBASIS NLP 

1.    Introduksi : Keamanan Korporat dan Fraud
2.    Pengendalian Internal dan Fraud
3.    Anatomi Fraud
4.    Vulnerability Assessment
5.    Penanganan Dokumen
6.    Teknik Mengidentifikasi Desepsi Fraudster
7.    Persiapan Wawancara Investigasi
8.    Wawancara Investigasi Berbasis NLP

AUDIT PERHOTELAN

Deskripsi Training Audit Perhotelan

Bisnis perhotelan merupakan aktivitas bisnis yang banyak diminati dan diperkirakan akan terus tumbuh berkembang pesat. Dalam kegiatan operasionalnya, kegiatan audit Perhotelan diperlukan untuk mengetahui bahwa kegiatan yang dilakukan oleh manajemen berjalan sesuai aturan yang berlaku dan sesuai dengan rencana yang disiapkan. Dasar dari Audit internal ini adalah laporan-laporan manajemen yang berfungsi untuk menetapkan keputusan-keputusan strategis. Kegiatan audit internal ini penting untuk menjamin bahwa laporan yang disiapkan akurat dan reliabel bagi pengambilan keputusan perusahaan tersebut. Auditor merupakan personil yang bertugas untuk melaksanakan kegiatan audit Perhotelan tersebut. Training ini akan memberikan pemahaman mengenai  faktor-faktor yang penting untuk diperhatikan dalam kegiatan audit perhotelan serta peran auditor dalam kegiatan audit perhotelan

 

Tujuan Training Audit Perhotelan

Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan peserta dapat:

  • Memahami pentingnya pengendalian intern suatu perusahaan untuk mencegah dan mendeteksi adanya kecurangan, kelemahan, membedakan antara kelemahan dan hambatan serta kendala dan beberapa hal mendasar dan spesifik dalam pengendalian intern (internal control);
  • Mengetahui faktor-faktor penting yang perlu diperhatikan dalam kegiatan audit perhotelan

Materi Training Audit Perhotelan

  1. Professional Internal Audit Perhotelan
  2. Hotel Corporate Governance
  3. Internal Audit Service Perhotelan
  4. Proses Audit Internal Perhotelan
  5. Penilaian Resiko Perhotelan
  6. Survey Pendahuluan Untuk Penugasan Audit Internal Perhotelan
  7. Hotel Internal Audit Program
  8. Pembuktian Internal Audit Perhotelan
  9. Kertas Kerja Internal Audit (KKA) Perhotelan
  10. Study kasus dan diskusi

TREASURY AUDIT PROCESS

Tujuan dan Manfaat Pelatihan Treasury Audit Process

  1. Meningkatkan pemahaman peserta terhadap produk dan aktivitas treasury beserta dengan risiko-risiko yang melekat pada aktivitas treasury dan sistem pengendalian internal yang diterapkan di dalamnya
  2. Pengenalan terhadap proses audit treasury, meliputi antara lain :
    1. Perencanaan audit treasury, Penetapan tujuan audit ,
    2. Pelaksanaan audit yang efektif dan efisien
    3. Pengkajian dan pembahasan temuan audit,
    4. Penyajian laporan hasil audit
    5. Evaluasi pelaksanaan audit

 

Sasaran Peserta Pelatihan Treasury Audit Process

  1. Auditor internal and auditor eksternal yang akan melaksanakan audit treasury
  2. Staf dan pimpinan unit kerja treasury yang hendak mengembangkan sistem pengendalian internal pada unit kerja treasury
  3. Staf dan pimpinan perusahaan yang ingin memahami aktivitas treasury dan sistem pengendalian internal yang perlu diterapkan di dalamnya

 

Materi Pelatihan Treasury Audit Process

  1. Apa sajakah produk-produk treasury?
  • Exchange Traded versus Over the Counter Market
  1. Apa sajakah komponen dari produk-produk treasury?
  • Securitisation    Forwards        Optionality
  1. Cash Instruments
  • Spot FX Transactions,Forward FX Transactions
  • FX Rate Swap,Loans & Deposits
  • Bonds,Equity Trading
  • Commodity Trading
  1. Derivative Instruments
  • Interest Rate Swaps,Currency Swaps
  • Forward Rate Agreement (IR Forward)
  • Option Contracts
  1. Fair Value and the Marking To Market Of Treasury Products
  • What is MTM and FV?
  • The issues with FV Accounting
  • Importance of fair value in accounting for treasury products
  • Accounting uses of fair value:
  • Performance measurement
  • Carrying value
  • Disclosure
  • Fair Value vs Accrued Value
  1. Inherent Risks In Treasury
  • Market risk,Liquidity risk,Credit risk
  • Operational risk, Strategic & Business risk
  • Legal & Compliance risk, Reputational risk
  1. Internal Control Framework
  • Inherent Risks in using exchange traded derivatives
  • OTC contracts
  • The management and control system
  • Control Risks
  • Role of Internal Audit
  • Role of External Audit
  1. Auditing Framework,   Objectives of Auditing,
    External Audit versus Internal Audit
  2. Financial Auditing, Operational Auditing, The Audit Approach
    Identifying and measuring the risk factors
  • Identifying and documenting the management and control system
  • Identifying the aspects of the management and control system at risk
  • Reviewing the adequacy of the management and control system
  1. Designing The Audit Work Program
  • Identify key risks
  • Identify key aspects of internal control system
  • Review adequacy of key parts of internal control system
  • Identify attributes affected by risks
  • Test validity of attributes at risk
  1. Carrying Out The Audit Work
    Key Audit issues with Treasury
  • Completely recorded in timely manner
  • Off premises trading
  • Unauthorised trading
  • Trading vs hedging designation
  • Intra day position breaches
  • Monitoring near to settlement trades
  • Monitoring of liquidity risk
  • Deposit and margin reconciliations
  • Valuation and liquidity  ,Concentration of transactions
  1. Audit Techniques

Audit Internal dalam Good Corporate Governance

ABSTRAK

Seorang auditor internal di perusahaan harus dapat mendorong pencapaian tujuan perusahaan dengan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/ GCG). Peran auditor internal sebagai internal consulting perusahaan harus dapat memberikan early warning kepada manajemen perusahaan untuk mencegah dan meminimalisasi dampak kebijakan-kebijakan ekonomi yang dapat merugikan perusahaan. Dalam era persaingan global antar korporasi saat ini, kebutuhan akan GCG semakin meningkat. Implementasi yang mengarah pada pencapaian tujuan perusahaan berbasis stakeholders semakin mutlak diperlukan.    Salah satu fungsi vital dalam perusahaan adalah auditor internal. Profesi auditor internal memiliki standar dan kode etik profesi yang harus dijalankan secara konsekuen dan konsisten. Salah satu fungsi Auditor internal yaitu sebagai pelindung asset perusahaan, sehingga posisinya sangat strategis dan memegang peranan penting dalam setiap tahap langkah perubahan dan perkembangan yang terjadi dalam perusahaan. Auditor internal juga termasuk salah satu dari pilar-pilar GCG. Dalam peranannya tersebut, maka seorang auditor internal harus dapat menganalisa dengan benar setiap temuan dalam proses audit agar tidak terjadi penyalahgunaan fungsi yang sesuai dengan kebijakan perusahaan. Setelah proses penganalisaan dilanjutkan dengan pembuatan laporan yang sistematis agar dapat dipahami oleh manajemen perusahaan sebelum melangkah dalam melakukan pengambilan keputusan. Training ini akan memberikan gambaran secara detail mengenai audit internal serta peran dan fungsi dari seorang auditor internal.

OUTLINE AUDIT INTERNAL DALAM GOOD CORPORATE GOVERNANCE

  1. Dampak adanya perubahan kebijakan ekonomi
  2. Audit Internal dan Auditor Internal
  3. Posisi dan Peran Auditor Internal
  4. Pelaksanaan kegiatan Audit Internal
  5. Pelaporan Hasil Kegiatan Audit Internal
  6. Pendeteksian Kecurangan berdasarkan laporan Audit Internal
  7. Penginvestigasian Kecurangan
  8. Pencegahan Kecurangan

PETTY CASH MANAGEMENT

DESKRIPSI TRAINING PETTY CASH MANAGEMENT

Pengeluaran yang dilakukan oleh pihak perusahaan maupun perorangan dengan jumlah pengeluaran yang tidak besar, akan tidak efektif apabila dilakukan dengan via cek. Pengeluaran yang dilakukan via cek biasanya adalah pengeluaran dengan jumlah yang besar dengan tujuan untuk keamanan maupun keringkasan (keefesienan). Oleh karenanya perusahaan biasanya mengeluarkan dana dengan jumlah yang sedikit dengan suatu bentuk dana khusus yang disebut dana kas kecil ( Petty CashFund). Dalam laporan keuangan, kas kecil (petty cash) sering dijumpai dimana kas kecil tresebut biasanya dipergunakan untuk mendanai transaksi kecil dan rutin. Petty cash tentunya juga memiliki peranan penting di dalam kegiatan operasional. Petty cash pada umumnya digunakan untuk kegiatan operasional suatu perusahaan dari mulai sampai  berakhirnya kegiatan operasional perusahaan. Oleh karenanya penangan petty cash perlu dilakukan dengan baik dan efisien oleh perusahaan agar pengelolaan kas kecil dapat diolah secara seksama (tidak perlu setiap harinya) atau dapat dikatakan bahwa petty cash tersebut dapat diolah dengan bentuk suatu ringkasan di akhir bulan atau jangka waktu yang yang telah ditentukan oleh perusahaan agar tidak mengganggu jalannya operasional suatu perusahaan.

 

TUJUAN  TRAINING PETTY CASH MANAGEMENT

  1. Mengerti dasar-dasar pengelolaan kas di dalam perusahaan
  2. Mampu berperan sebagai kontroler dalam perencanaan dan pengendalian petty cash
  3. Mampu merancang pembukuan serta menata keuangan perusahaan

MATERI TRAINING PETTY CASH MANAGEMENT

  1. Definisi kas kecil (cash concept)
  2. Fungsi dana kas kecil
  3. Metode pencatatan kas kecil
  4. Cash Flow Statement
  5. Prosedur dana kas kecil
  6. Petty Cash Features and Petty Cash Management
  7. Petty Cash Administration
  8. Studi kasus

Cash flow Management

Deskripsi Training cash Flow Management

“Kas” merupakan urat nadi dari jalannya perusahaan. Tanpa adanya kecukupan kas, maka perusahaan tidak dapat berkembang. Perusahaan bisa saja menghasilkan profit, tetapi belum tentu memiliki kas. Oleh karenanya pengetahuan dan teknik pengelolaan kas yang efisien sangat diperlukan. “Kunci keberhasilan dalam Cash flow Management  terletak pada kemampuan mempengaruhi keputusan-keputusan diluar finance untuk menyeimbangkan Cash In Flow dengan Cash Out-Flow”.

Karena itulah dalam perkembangannya sekarang ini dituntut untuk lebih berperan sebagai business partner yang ikut mendorong fungsi lain dalam mencapai tujuan perusahaan. Secara umum pelatihan Cash flow Management  ini diharapkan dapat membekali peserta dengan pengetahuan yang bermanfaat dalam meningkatkan perannya tersebut.

 

 

Materi Cash flow Management 

  1. Overview-Cash Management
  2. Faktor Internal Dan Eksternal Yang Mempengaruhi Cash
  3. Analisis Kebijakan Piutang
  4. Analisis Kebijakan Inventori
  5. Analisis Kebijakan Investasi Dalam Aktiva Tetap Dan Surat Berharga
  6. Analisa Sumber Dan Struktur Modal : Modal Sendiri – Pinjaman Jangka Pendek Dan Jangka Panjang
  7. Manajemen aliran kas dan manajemen modal kerja
  8. Perencanaan Cash-Cash Budget
  9. Analisa Kinerja Manajemen Kas
  10. Manajemen aliran kas pada keputusan investasi

LAPORAN KEUANGAN : Best Practice

ABSTRACK TRAINING LAPORAN KEUANGAN

Setiap organisasi maupun perusahaan pasti melakukan transaksi ataupun kegiatan yang berhubungan dengan keuangan. Transaksi atau kegiatan tersebut membutuhkan pertanggungjawaban yang dikenal sebagai laporan keuangan. Laporan keuangan sangat penting dalam organisasi maupun perusahaan, sebagai bentuk tanggung jawab karyawan terhadap perusahaan maupun kepada masyarakat serta menjadi salah satu alat ukur kinerja perusahaan. Melalui laporan keuangan, pihak manajemen, pemimpin maupun pemilik perusahaan bisa mengetahui kondisi keuangan perusahaan, penghasilan perusahaan dalam periode tertentu, serta arus kas perusahaan dalam periode tertentu. Walaupun laporan keuangan bermakna sangat informative, banyak pihak yang belum benar-benar memahami isi laporan keuangan tersebut, terutama yang tidak berlatar belakang keuangan dan akuntansi. Pelatihan ini akan memberikan pengetahuan mengenai teknik dalam pembuatan laporan keuangan serta membaca laporan keuangan sehingga interpretasinya sesuai dengan isi laporan keuangan.



OUTLINE TRAINING LAPORAN KEUANGAN

  1. Prinsip Laporan Keuangan
  2. Teknik pembuatan Laporan Keuangan
  3. Proses pembuatan laporan keuangan
  4. Teknik analisa laporan keuangan
  5. Peran laporan keuangan dalam pengambilan keputusan
  6. Hambatan dan kendala dalam pembuatan & analisa laporan keuangan

Basic Controllership

ABSTRACK Training Basic Controllership

Pelatihan tiga hari ini diperuntukan bagi para staf professional di bidang akunting dan finance yang ingin menguasai elemen penting dari fungsi controller, meningkatkan kemampuan dalam menunjang proses pengambilan keputusan, dan kontribusi terhadap jalannya bisnis perusahaan. Pelatihan ini akan mencakup aspek yang dibutuhkan bagi seorang Financial Controller, mulai dari financial, budgeting, forecasting, financial analysis, controllership functions, corporate accounting cycle, capital budgeting, discounted cash flow, net present value, dan lainnya.



TRAINING OUTLINE Basic Controllership

  • Overview of the Controller’s Job
  • Major Controllership Functions
  • The Controller’s Position Within the Firm
  • The Finance and Accounting Departments
  • CFO/Treasurer/Financial VP vs. Controller
  • Characteristics of Successful Controllers
  • Technical Capabilities, Managerial and Leadership Style
  • Technical Aspects of the Controller’s Function
  • The Corporate Accounting Cycle
  • Understanding Strategic Planning and Becoming Part of the Top Management Team
  • Evaluating Capital Expenditure
  • Financial Performance Measurement
  • Controlling Cash and Management Decisions
  • Accounting Aspects of the Controller’s Job
  • Management Reporting Systems
  • Typical Management Reports
  • Preparing the Annual Report (Public or Private Firm)
  • Internal Control
  • Basic System Control Objectives
  • Internal Auditing: Financial and Operational
  • Controller’s Role in a Fraud Audit
  • Automating for Increased Productivity
  • Types of Management Information Systems (MIS)
  • Traditional: Accounting, Operations and Mgt.
  • Office and Accounting Support Systems
  • Accounting System Development Strategy
  • Leadership and the Controller’s Path to Top Management
  • Leader vs. Manager Approach
  • Leadership and Managerial Skill Required
  • Managing Top Management Expectation
  • Effective Delegation & Team Work Building
  • Selling Your Ideas to Upper Management
  • Thinking Out of Box
  • Future Trends for the Controller
  • The Controller as Value Added Business Partner
  • Strategic Planning vs. Budgeting
  • Strategic Control vs. Transactional Control
  • Business Control vs. Performance Control
  • Financial Consulting vs. Number Crunching
  • Specific Roles for Your Management Team

MANAJEMEN KEUANGAN : FUNDAMENTALS OF CORPORATE FINANCE

Deskripsi Training Pengantar Manajemen Keuangan

Pelatihan ini memuat dasar-dasar manajemen keuangan. Topik pembahasan meliputi pengenalan dan dasar manajemen keuangan, ruang lingkup manajemen keuangan, dan peran-peran manajer keuangan. Di samping itu, topik bahasannya meliputi keputusan modal kerja, yang meliputi keputusan manajemen kas, manajemen piutang, dan manajemen persediaan

Tujuan Training Pengantar Manajemen Keuangan

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu memahami konsep, metodologi, dan teknik dasar manajer keuangan

Materi Training Pengantar Manajemen Keuangan

1. Pendahuluan

  • Tujuan perusahaan
  • Posisi dan peran manajer keuangan dalam organisasi
  • Tanggung jawab manajer keuangan
  • Tiga keputusan dalam manajemen keuangan

2. Analisis laporan keuangan

  • Manfaat analisis laporan keuangan
  • Tipe rasio keuangan
  • Penggunaan rasio keuangan

3. Nilai waktu uang

  • Bunga majemuk
  • Modifikasi bunga majemuk

4. Penilaian sekuritas jangka panjang

  • Penilaian obligasi
  • Penilaian saham preferen
  • Penilaian saham biasa

5. Risk dan return

  • Trade off antara risk dan return
  • Resiko portofolio

6. Manajemen modal kerja

  • Konsep modal kerja
  • Manajemen kas
  • Manajemen piutang
  • Manajemen persediaan

ADVANCED BANK FINANCIAL STATEMENT ANALYSIS & ASSET LIABILITY MANAGEMENT

DESKRIPSI TRAINING ADVANCED BANK FINANCIAL STATEMENT  ANALYSIS

Bank sebagai institusi kepercayaan haruslah menyajikan laporan keuangan yang dapat digunakan baik bagi pemakai intern maupun ekstern (stake holder). Dalam penyusunan laporan keuangan Bank dimana bank mempunyai kekhususan tersendiri maka dalam pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan pos-pos dalam laporan keuangan haruslah memperhatikan Pedoman Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang ditetapkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan. Sebagai konsekuensi penerapan PSAK tentunya akan sangat berdampak kepada Key Financial Ratio dan Tingkat Kesehatan Bank (CAMELS).

Pelatihan ini juga melengkapi peserta untuk menyiapkan analisis yang tepat untuk mengelola kas perusahaan, menidentifikasi dan menganalisa masalah yang berkaitan dengan likuiditas, dan memahami hal-hal yang diperlukan untuk menjaga posisi keuangan, arus kas yang mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan.

TRAINING OBJECTIVE ADVANCED BANK FINANCIAL STATEMENT  ANALYSIS

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu memahami dan melaksanakan kegiatan Analisa laporan Keuangan, Membuat kesimpulan dan interpetasi yang sangat bermanfaat bagi Manajemen Bank dalam pengambilan keputusan.

OUTLINE TRAINING ADVANCED BANK FINANCIAL STATEMENT  ANALYSIS

  1. Pemahaman Pedoman Standar Akuntasi Keuangan yang berkaitan dan dampaknya pada Laporan Keuangan Bank.
  2. Pemahaman laporan keuangan Publikasi Bank.
  3. Integrated Financial Statement Analysis (Horizontal, Vertical, Common Size, Inteligent Analysis)
  4. Analisa Neraca
  5. Analisa Laba Rugi
  6. Analisa Komitmen dan Kontijensi
  7. Key Financial Ratio
  8. Analisa berdasarkan CAMELS
  9. Studi Kasus Analisa Laporan Keuangan Bank
  10. Ketentuan umum ALMA
  11. Langkah kerja alco Support (langkah kerja ALMA dan langkah kerja alco Support): Analisa pasar, Analisa management, Laporan Asset Liability Management, Pokok pikiran / Rekomendasi / usulan
  12. Case discussion

FINANCIAL INSTRUMENTS

Deskripsi Training Financial Instruments

Perubahan dalam regulasi dan peningkatan volatilitas di pasar modal merupakan dampak inovasi dalam instrumen keuangan dan cara-cara baru untuk untuk menyatukannya, mengurainya, dan memodifikasinya. Akan tetapi, aturan akuntansi untuk instrumen keuangan historis tidak terus berpacu dengan meningkatnya kompleksitas instrumen dan struktur keuangan transaksi. Kebanyakan instrumen keuangan seperti pinjaman, sekuritas dan derivatif yang dicatat pada biaya historis dalam neraca, kecuali simpanan yang diragukan. Beberapa skandal akuntansi dipublikasikan dengan baik, termasuk keuntungan perdagangan dari surat berharga, kerugian tak terduga derivatif, keuntungan pengakuan dimuka pada sekuritisasi pinjaman subprime, cadangan kerugian pinjaman yang tidak cukup didokumentasikan, dan pembiayaan neraca, telah memotivasi perubahan yang sedang berlangsung dalam model akuntansi.

 

Tujuan Training Financial Instruments

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta:

  • Memahami peraturan akuntansi dan perpajakan yang berkaitan dengan derivatives
  • Memahami teknik dalam mengimplementasikan accounting procedures
  • Memahami dan mengelola resiko yang berkaitan dengan transaksi derivatives

Materi Training Financial Instruments

  1. Financial Asset
  2. Cash Equivalent
  3. Investment in debts and equity securities
  4. Servicing and transfer of financial assets
  5. Financial liabilities
  6. Convertible debt and similar instruments
  7. Derivatives and hedging acivities
  8. Derivatives accounting
  9. Disclosure and derivatives
  10. Equity instruments
  11. Case Study

Aset Negara : Strategi Penyelamatan Aset Negara

Deskripsi Training Aset Negara : Strategi Penyelamatan Aset Negara

Aset  adalah barang atau benda yang terdiri dari benda tidak bergerak dan benda bergerak baik yang berwujud (tangible) dan tidak berwujud (intangible) yang tercakup dalam aktiva/kekayaan perusahaan. Pengelolaan Aset (kekayaan) Perusahaan merupakan hal yang sangat penting karena  untuk memantau dan menghitung serta memanfaatkannya  secara optimal. Untuk melindungi aset-aset perusahaan dari berbagai persoalan, perlu dilakukan kegiatan pembukuan dan inventarisasi asset-aset yang dilengkapi oleh dasar-dasar penguasaan hak yang diperoleh melalui surat resmi atau surat keputusan pemberian hak atas tanah maupun dari pelepasan atau penyerahan hak oleh masyarakat jika asset dalam bentuk tanah. Training ini akan membahas mengenai konsep asset sampai dengan tata cara pengelolaan dan strategi penyelamatan asset Negara.

Materi Training Aset Negara : Strategi Penyelamatan Aset Negara

  1. Prinsip-Prinsip Pengelolaan Aset
  2. Aspek Hukum dalam Pengelolaan Aset
  3. Penanganan Aset Perusahaan: Struktur Organisasi Manajemen Aset,
  4. Pengaturan Tugas dan Wewenang Pengelolaan Aset, dan Mengatasi Konflik Terkait dengan Aset.
  5. Strategi penyelamatan aset negara
  6. Aspek Hukum dalam Strategi Penyelamatan Aset Negara
  7. Aspek Sosiokriminologis dalam menangani konflik yang terkait dengan penyelamatan aset negara
  8. Aspek Budaya dalam menangani konflik yang terkait dengan penyelamatan aset negara

EKONOMI MAKRO

Pendahuluan Analisa Ekonomi Makro

Teori Ekonomi Makro. Analisis-analisis dalam teori ekonomi makro lebih global atau lebih menyeluruh sifatnya. Dalam ekonomi makro yang diperhatikan adalah tindakan konsumen secara keseluruhan, kegiatan-kegiatan keseluruhan pengusaha dan perubahan-perubahan keseluruhan kegiatan ekonomi.

Peristiwa-peristiwa makroekonomi muncul dari interaksi banyak individu yang mencoba memaksimalkan kemakmurannya. Karena variabel agregat adalah jumlah variabel-variabel yang mendeskripsikan keputusan-keputusan individu, studi makroekonomi didasarkan pada landasan-landasan mikroekonomi.

Persoalan pokok dalam Perekonomian

  1. Pertumbuhan : perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah. (masalah dalam jangka panjang).
  2. Ketidakstabilan kegiatan ekonomi. Pendapatan nasional potensial, yaitu tingkat pendapatan nasional yang dicapai apabila tenaga kerja sepenuhnya digunakan.
  3. Pengangguran adalah suatu keadaan dimana seseorang yang tergologn dalam angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi dapat memperolehnya
  4. Kenaikan harga-harga (inflasi) : suatu proses kenaikan harga-harga yang berelaku dalam suatu perekonomian.
  5. Neraca pembayaran : suatu ringkasan pembukuan yang menunjukkan aliran pembayaran yang dilakukan dari negara-negara lain ke dalam negeri, dan dari dalam negeri ke negara2 lain dalam satu tahun tertentu.

Tujuan Pelatihan Analisa Ekonomi Makro

Setelah mengikuti Pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menjelaskan peran kebijakan fiskal dalam kerangka perekonomian nasional serta dapat menggunakan konsep dan perangkat analisa yang sesuai untuk mendukung analisa suatu kebijakan fiskal.

Manfaat Pelatihan Analisa Ekonomi Makro

Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta dapat :

  1. Memahami teori ekonomi makro;
  2. Memahami konsep teori ekonomi makro;
  3. Memahami indikator-indikator ekonomi makro;
  4. Mampu menganalisa pasar keuangan, pasar barang, dan Pengantar ke IS-LM
  5. Mampu menganalisa pasar tenaga kerja;
  6. Mampu menganalisa pasar keuangan, pasar barang, dan pasar tenaga kerja dalam implementasinya (analisis jangka pendek dan jangka panjang);
  7. Memahami kebijakan ekonomi makro (kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil).

Materi Pelatihan Analisa Ekonomi Makro

  1. Pengantar Teori Ekonomi Makro
  2. Konsep Ekonomi Makro
  3. Indikator Ekonomi Makro
  4. Permintaan Agregat
  5. Penawaran Agregat
  6. Permintaan dan Penawaran Agregat
  7. Pengantar ke Perekonomian Terbuka/Ekonomi Internasional
  8. Kebijakan Ekonomi Makro

FINANCIAL MODELLING

DESKRIPSI TRAINING FINANCIAL MODELLING

Financial modelling telah digunakan secara luas oleh kalangan perbankan maupun profesi keuangan lainnya dan telah digunakan untuk berbagai keperluan analisa keuangan. Berbagai jenis financial model antara lain, Risk analysis models, Trading models dan lain-lain. Namun jenis financial model yang umum digunakan adalah financial statements projection model, sehingga dalam berbagai pelatihan, para pelatih memfokuskan khusus pada membangun financial model jenis tersebut.

Proses pembuatan financial model menyangkut juga unsur ilmu pengetahuan dan seni. Dengan demikian, mengikuti suatu pelatihan financial modeling yang baik adalah suatu keharusan bagi orang yang mencari peningkatan karir mereka di bidang keuangan.

Bagi para staff professional, manager dan leader di perusahaan, pemahaman yang memadai pada berbagai Financial Model menjadi sangat penting untuk ditekankan.

TUJUAN TRAINING FINANCIAL MODELLING

  1. Mamahami berbagai financial modeling terkini yang banyak digunakan oleh lembaga keuangan dan non lembaga keuangan
  2. Mengaplikasikan dalam beberapa kasus financial modeling

MATERI TRAINING FINANCIAL MODELLING

  1. Basic Principles of Financial Model Construction
    • Excel Tools for Modeling
    • Data Tables and Sensitivity Analysis, Goal Seek, Scenario Manager, Solver, Regression Analysis
    • Communicating the forecast with data visualization techniques (graphics)
  2. Present and Future Value Models
    • Examples and Case Studies
  3. Capital Budgeting Models
    • Discounted vs. Non-discounted Capital Budgeting Models
    • Payback and Rate of Return & Discounted Payback
    • Net Present Value and Profitability Index
    • Internal Rate of Return & Modified Internal Rate of Return
    • Comprehensive Problem Solving Case Study
  4. Leasing Models
    • Modeling the Capital vs. Operating Lease
    • Lease vs. Purchase Model
    • Comprehensive Problem Solving Case Study
  5. Integrated Sales Driven Monthly Financial Statement Projections
    • Forecast vs. Projection; AICPA/SAARS Definitions and Requirements
    • Income Statement Projections & Projecting Revenues based on Key Drivers
    • Regression Analysis for Fixed and Variable Cost Projections–how to determine expense drivers
    • Projecting Profits with Simulation Tools
    • Integrated Balance Sheet — Interactive Modeling Applications
    • Fixed Assets and Working Capital
    • Interactive Statement of Cash Flows from the Balance Sheet and Income Statement
    • Operating Cash Flow, Cash from (for) Investments, Cash from (for) Financing
    • Financial Ratios: Modeling to Meet Objectives
    • Projecting Cash Flows and Borrowing Requirements
    • Projecting Breakeven with Data Tables and Problem Solver
    • Optimal Pricing Projections with Data Tables and Problem Solver

ANALISA LAPORAN KEUANGAN

DESKRIPSI TRAINING ANALISA LAPORAN KEUANGAN

Salah satu aspek pengukuran kinerja perusahaan adalah melakukan analisa atas laporan keuangan. Dengan menganalisis laporan keuangan dapat diketahui kinerja perusahaan di masa lalu dan posisi keuangan pada saat ini. Dari hasil penilaian tersebut serta data-data tambahan lainnya manajemen dapat melihat potensi perusahaan di masa depan serta kemungkinan risiko yang ada sehingga manajemen dapat merencanakan hal-hal yang dipandang akan menaikkan performance perusahaan serta perbaikan atas hal-hal yang dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Pelatihan ini akan membantu para manajer atau profesional terutama yang berlatar belakang non keuangan memahami berbagai teknik analisis laporan keuangan dan kaitannya terhadap keputusan bisnis sehari-hari. Pelatihan ini juga didesain untuk menjelaskan bagaimana dan mengapa laporan keuangan berdampak pada bisnis dan sasaran hasil operasional. Dengan begitu diharapkan melalui pelatihan ini akan menumbuhkan pengertian bagi para manajer atau profesional terhadap fungsi analisa laporan keuangan serta teknik-teknik yang digunakan dalam analisa laporan keuangan.


TUJUAN

  1. Mampu membaca dan melakukan analisis terhadap laporan keuangan perusahaan sehingga dalam melakukan tugas yang menjadi tanggung jawabnya mempunyai dasar yang kuat dari sisi keuangan.
  2. Bisa memberikan sumbangan pemikiran dari sisi keuangan perusahaan terhadap kondisi yang dihadapi perusahaan
  3. Menciptakan koordinasi yang lebih baik dengan unit lain dari sisi keuangan yang terkait dengan tugas yang menjadi tanggung jawabnya
  4. Mengenal teknik-teknik analisis laporan keuangan serta manfaatnya bagi perusahaan dengan lebih baik


MATERI TRAINING ANALISA LAPORAN KEUANGAN

  • Laporan Keuangan
  • Keterbatasan pada Analisis Laporan Keuangan
  • Analisis Vertikal dan Horizontal
  • Analisis Trend
  • Analisis Ratio
  • Rasio Likuiditas
  • Rasio Solvabilitas
  • Rasio Profitabilitas
  • Pengukuran Lainnya
  • Break-Even Analisis
  • Kontribusi per unit (CPU) dan persentase kontribusi terhadap penjualan (CPS)
  • Rasio-Ratio Investasi
  • Nilai sekarang bersih (NPV)
  • Net B/C ratio
  • Tingkat pengembalian internal (IRR)
  • Simulasi Kasus

 

ANALISIS FINANSIAL UNTUK NON FINANSIAL PERSON

DESKRIPSI

Analisis finansial sangat dibutuhkan oleh karyawan yang pekerjaannya bukan di bidang keuangan. Pemahaman tentang perencanaan keuangan, penganggaran, dan keputusan investasi akan menunjang karir seseorang untuk mampu berkiprah dengan “multiple perspektif”, khususnya perspektif keuangan, mengingat bahwa semua organisasi/perusahaan memerlukan calon karyawan yang potensial dengan pemahaman financial yang baik dan benar. Dengan pemahaman analisis finansial, maka seorang karyawan akan memiliki VALUE yang tinggi dalam perusahaannya, disamping pemahaman keuangan tersebut akan layak digunakan untuk kebutuhan pribadinya dalam mengembangkan manajemen pengeluaran pribadinya serta keputusan investasi dan dimasa mendatang.



TUJUAN

  • Peserta memahami  bagaimana konsep kecerdasan finasial diterapkan, baik di manajemen perusahaan maupun di lingkungan manajemen keluarga/pribadi.
  • Peserta mampu melakukan perencanaan keuangan dan penganggaran modal yang sesuai dengan prinsip keuangan yang manageable
  • Peserta mampu memahami dan menggunakan pemahaman tersebut untuk melakukan action dalam peningkatan profit perusahaan di unitnya masing-masing.



MATERI TRAINING ANALISIS FINANSIAL

Bagaimana peran kecerdasan financial dalam kontribusinya terhadap pengembangan karir personal.

  • Pemahaman pentingnya investasi dan manageable biaya
  • Pemahaman tentang asset produktif dan non produktif
  • Manajemen keuangan personal yang seimbang antara pendapatan, pengeluaran dan investasi masa depan.

Bagaimana profit suatu perusahaan di “generate”

  • Komponen-komponen pembentuk profit
  • Tindakan manajemen untuk mengoptimalkan profit
  • Model sharing profit dalam meningkatkan kinerja karyawan

Perencanaan Aliran Kas

  • Kriteria kelayakan investasi (TVM, NPV, IRR, B/C)
  • Penyusunan aliran kas yang manageable
  • Analisis sensitivitas

 Penganggaran modal

  • Analisis untuk mendapatkan modal (financial decision)
  • Analisis untuk menggunakan modal tersebut (investment decision)
  • Keputusan pembagian sisa hasil usaha (SHU) operasi (divident decision)
  • Perencanaan modal operasional

ANALISIS FINANSIAL UNTUK NON FINANSIAL PERSON

DESKRIPSI

Analisis finansial sangat dibutuhkan oleh karyawan yang pekerjaannya bukan di bidang keuangan. Pemahaman tentang perencanaan keuangan, penganggaran, dan keputusan investasi akan menunjang karir seseorang untuk mampu berkiprah dengan “multiple perspektif”, khususnya perspektif keuangan, mengingat bahwa semua organisasi/perusahaan memerlukan calon karyawan yang potensial dengan pemahaman financial yang baik dan benar. Dengan pemahaman analisis finansial, maka seorang karyawan akan memiliki VALUE yang tinggi dalam perusahaannya, disamping pemahaman keuangan tersebut akan layak digunakan untuk kebutuhan pribadinya dalam mengembangkan manajemen pengeluaran pribadinya serta keputusan investasi dan dimasa mendatang.



TUJUAN

  • Peserta memahami  bagaimana konsep kecerdasan finasial diterapkan, baik di manajemen perusahaan maupun di lingkungan manajemen keluarga/pribadi.
  • Peserta mampu melakukan perencanaan keuangan dan penganggaran modal yang sesuai dengan prinsip keuangan yang manageable
  • Peserta mampu memahami dan menggunakan pemahaman tersebut untuk melakukan action dalam peningkatan profit perusahaan di unitnya masing-masing.



MATERI TRAINING ANALISIS FINANSIAL

Bagaimana peran kecerdasan financial dalam kontribusinya terhadap pengembangan karir personal.

  • Pemahaman pentingnya investasi dan manageable biaya
  • Pemahaman tentang asset produktif dan non produktif
  • Manajemen keuangan personal yang seimbang antara pendapatan, pengeluaran dan investasi masa depan.

Bagaimana profit suatu perusahaan di “generate”

  • Komponen-komponen pembentuk profit
  • Tindakan manajemen untuk mengoptimalkan profit
  • Model sharing profit dalam meningkatkan kinerja karyawan

Perencanaan Aliran Kas

  • Kriteria kelayakan investasi (TVM, NPV, IRR, B/C)
  • Penyusunan aliran kas yang manageable
  • Analisis sensitivitas

 Penganggaran modal

  • Analisis untuk mendapatkan modal (financial decision)
  • Analisis untuk menggunakan modal tersebut (investment decision)
  • Keputusan pembagian sisa hasil usaha (SHU) operasi (divident decision)
  • Perencanaan modal operasional

PENCEGAHAN FRAUD DALAM OPERASIONAL PERBANKAN

MANFAAT TRAINING PENCEGAHAN FRAUD DALAM OPERASIONAL PERBANKAN

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan kepada para peserta dapat mengetahui, memahami tentang Tindak Kejahatan Fraud Dalam Operasional Perbankan yang bisa berakibat adanya kerugian yang menimpa Bank yang bersangkutan, dipihak lain dapat pula merugikan nasabah maupun diri sendiri. Disamping itu peserta juga dapat memahami dan mengetahui tentang berbagai jenis fraud yang muncul, cara pencegahannya, mendeteksi adanya fraud dan bagaimana makna hukum dari tindakan fraud. Para peserta juga diharapkan dapat mengetahui dan memahami berbagai modus fraud dan melakukan pencegahannya dalam upaya untuk menghilangkan atau meminimalisir factor kerugian bank dalam sistem operasionalmya

 

Wajib Diikuti Oleh :

  1. Pimpinan Cabang / Capem
  2. Wakil Pimpinan Cabang / Capem
  3. Pimpinan Bagian
  4. Pemimpin Kantor Kas
  5. Pimpinan Seksi Pelayanan dan kas Customer Service dan Teller

 

Metode TRAINING PENCEGAHAN FRAUD DALAM OPERASIONAL PERBANKAN

  1. Klasikal
  2. diskusi bebas
  3. kajian analisis kasus

Outline TRAINING PENCEGAHAN FRAUD DALAM OPERASIONAL PERBANKAN

  1.   Pengertian dan Hakikat Fraud
  2.   Pola Pandang Perbankan
  • Menurut kajian secara umum
  • Kode etik Bank dan sikap tindak-perilaku karyawan Bank
  1.   Pertentangan Nurani
  • Satuan Kediriaan
  • Penyimpangan Kepribadian
  • Interaksi satuan kedirian
  1.   Masalah Yang Berkaitan Dengan Fraud
  2.   Gejala Adanya Fraud Pada Dunia Perbankan
  3.   Fraud dan Cybercrime
  4.   Memahami Know Your Employee
  5.   Memahami Know Your Customer
  6.   Makna Hukum Dalam Kaitannya Dengan Sikap Tindak Fraud
  7. Strategi Anti Fraud
  8. Dasar Hukum Anti Fraud
  9. Strategi 4 Pilar Anti Fraud
  10. Tujuan Kebijakan dan Prosedur Strategi Anti Fraud
  11. Pencegahan dan Pendeteksian Fraud

15.  Dasar Hukum Pemidanaan Seseorang Dalam Kaitannya Dengan Fraud

Akuntansi untuk Perbankan

Overview Training Akuntansi untuk Perbankan

Banyak orang beranggapan bahwa Akuntasi merupakan ilmu yang sulit dipahami. Padahal, apabila telah diketahui konsep dasarnya, maka para peserta dapat dengan mudah memahami konsep akuntansi secara keseluruhan. Pelatihan ini akan membahas mengenai konsep dasar, pengetahuan dan keterampilan akuntansi keuangan yang diperlukan dalam mengolah data penyajian laporan keuangan. Dengan mengikuti pelatihan ini, diharapkan pemahaman atas konsep dasar, proses, dan penyusunan laporan keuangan, dapat menambah kemampuan dalam proses dan penyusunan laporan keuangan, serta membantu peserta memahami bisnis yang digeluti atau perusahaan dimana mereka bekerja.

Tujuan Training Akuntansi untuk Perbankan

  1. Memahami tugas dan tanggung jawab bagian akuntansi keuangan
  2. Memahami prinsip dasar dan tujuan akuntansi keuangan
  3. Mampu menyusun laporan keuangan neraca, laba-rugi dan laporan perubahan modal dan melakukan analisis rasio terkait
  4. Memahami dan mampu mempraktekan prosedur dalam siklus akuntansi
  5. Memahami berbagai metode akuntansi yang berkaitan dengan piutang ragu-ragu dan persediaan
  6. Memahami konsep dan implementasi accrual dan deferral

Materi Training Akuntansi untuk Perbankan

  1. Basic Accounting And Accounting Cycle
  2. Accounting Equation
  3. Bank Financial Statement- Introduction
  4. Bank’s Revenue And Cost Accounting
  5. Bank’s Assets Accounting
  6. Bank’s Liabilities And Equity Accounting
  7. Taxation
  8. Banking Products
  9. Accounting For Banking Products
  10. Derivative Product
  11. Accounting For Derivative
  12. Case Study / Program Evaluation

GRAFONOMI SEBAGAI ALAT PENCEGAHAN TINDAK KEJAHATAN PERBANKAN

A. TUJUAN PELATIHAN GRAFONOMI

Dengan mengikuti pelatihan grafonomi, peserta diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang menjadi pedoman pengamanan, pendayagunaan sistem dan prosedur penanganan permasalahan yang mungkin terjadi, dalam kaitannya dengan sistem pelayanan. Dapat memahami dan menguasai tentang sidik jari dengan segala aspeknya, bahasa tulisan tangan maupun tanda tangan serta mengerti tentang ciri-ciri khusus tentang uang dan surat berharga sehingga dapat meningkatkan tindakan pengamanan  untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan pemalsuan terhadap tanda tangan, tulisan tangan, uang maupun dokumen serta untuk mengetahui tentang tindak kejahatan lain yang terkait. Disamping itu peserta dapat mengetahui seluk beluk tentang sidik jari sehingga dapat memanfaatkan adanya sidik jari.



B. MATERI PELATIHAN GRAFONOMI

  1.  Pengertian dan Fungsi Grafonomi
    1. Dasar Pemikiran Grafologi Dalam Grafonomi
      • Latar Belakang Trjadinya Grafonomi
    2. Satuan Kedirian
      • Pemahaman Munculnya Tindak Kejahatan Grafonomi
    3. Letak dan Fungsi Grafonomi
      • Pengenalan Tulisan
        • Pengertian Tulisan dan Sumber Tulisan
        • Kenampakan Tulisan
        • Unsur Grafis Dalam Tulisan
  2.   Penilaian Unsur Grafis Dalam Tulisan
    1. Prinsip dan Langkah yang harus dilakukan
    2. Tahapan Dalam proses Interpretasi tulisan
    3. Pengenalan sesaat-seketika Analisa tulisan
    4. Pengamatan dan Memaknai tulisan tangan
  3.   Tanda Tangan Dengan Segala Variasi
    1. Meneliti dan mengamati Tanda tangan
    2. Beberapa aspek pengamatan Tanda Tangan
    3. Beberapa karakter Tanda Tangan
    4. Sikap tindak perubahan keajegan dan gerak otomatis
  4. Mengungkap Rahasia sidik jari
    1. Pengertian sidik jari
    2. Kulit telapak tangan
    3. Hubungan otak dangan pola sidik jari
    4. Jabaran hubungan otak dengan sidik jari
    5. Beberapa istilah dalam sidik jari
    6. Pola dasar sidik jari
  5.  Pengenalan dan Analisa Dokumen
    1. Pengenalan dan analisa berbagai jenis dokumen
    2. Verifikasi jenis dokumen
    3. Pemalsuan Dokumen
  6.  Pengenalan Uang
    1. Ciri umum dan khusus uang kertas
    2. Ciri umum uang Rupiah logam
    3. Pedoaman penting dalam pembuatan umum
  7.  Uang Yang dipalsukan
    1. Tindak pemalsuan yang mudah dideteksi
    2. Tindak pemalsuan yang sulit dideteksi
    3. Pendektesian uang palsu
  8. Tindak Kejahatan
    1. Hakikat kejahatan dan modus operandi
    2. Tindak kejahatan Perbankan Fisik-Non Fisik
    3. Tindak perbuatan tercela yang harus dihindari
  9. Dasar Hukum Pemidanaan
    1. Nullum Deluctum Noella Poena Praevia Sine Lege Poenalli
    2. Aspek Noella Poena
    3. Antara Actus Reus dan Ommision dalam pemalsuan
    4. Antara PerTangguangan jawab pidana dan tanggung jawab Pidana dalam Pemalsuan

BACK OFFICE OPERATION FOR BANKING

Latar Belakang Pelatihan Back Office Operation for Banking

Proses operasional bank merupakan salah satu kegiatan utama bank yang mengandung risiko dan dapat berpengaruh pada kesehatan dan kelangsungan usaha bank sehingga perlu diterapkan prinsip kehati-hatian dalam proses operasional bank tersebut secara menyeluruh mulai dari front office hingga penerapan internal regulacy. Back Office Opretian merupakan salah satu fungsi di perbankan yang memegang peran penting untuk memastikan aktifitas perbankan, khususnya yang terkait dengan dana pihak ketiga telah dijalankan secara efektif, efisien, aman dan berkesinambungan.

Staff back office operation yang terkait dengan pengelolaan dana pihak ketiga harus mampu memahami secara baik prinsip dan mekanisme aktifitas , proses transaksi serta pengendalian risiko yang dihadapi, tidak hanya yang terjadi di back office tetapi juga aktifitas dan proses transaksi yang terjadi di front office. Dengan demikian staff back office operation akan mampu menjalankan aktifitas dan proses transaksi dengan baik, lancer, aman dan berkesinambungan kerena dalam pelaksanaannya tetap mematuhi sistem internal control yang ada.

Guna mencapai sasaran diatas maka diperlukan sistem Capacity Building mulai dari staff Back Office Operation Hingga Staff Operational Policy & Prosedure guna menunjang operasional perbankan secara keseluruhan. Capacity building tersebut dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti sosialisasi, training, dan lokakarya secara berkesinambungan.

Cakupan Materi Pelatihan Back Office Operation for Banking

  • Ruang Lingkup Pekerjaan dan Aktifitas yang dilakukan Staf Back Office Operation
  • Produk dan Jasa Perbankan Terkait dana Pihak Ketiga
  • End of period proses
  • Penerapan Prinsip Anti Pencucian Uang dan Pemberantasan Pendanaan Terorisme bagi Petuas Back Office Perbankan
  • Business Continuity Plan (BCP)

 Tujuan Umum Pelatihan Back Office Operation for Banking

  • Memahami dan mengerti mengenai Perbedaan Antara Front Office dan Back Office.
  • Memahami dan mengerti mmengenai jenis-jenis pekerjaan yang dilakukan oleh Staf Back Office Operation
  • Memahami dan mengerti mengenai aktifitas Proses End Of Period serta laporan yang dihasilkan pada End Of Perios
  • Memahami dan mengerti mengenai produk dan jasa terkait dana pihak ketiga.
  • Memahami dan menngerti mengenai prinsip Anti Pencucian Uang dan Pemberantasan Pendanaan Terorisme (APU-PPT)
  • Memahami tentang pengertian business Continuity Plan (BCP)

Tujuan Khusus Pelatihan Back Office Operation for Banking

  • Pendidikan dan pelatihan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien, dalam suasana kebersamaan, dan diskusi secara interaktif dapat terbangun.
  • Keseluruhan petugas baik dari manajemen sampai dengan petugas teknis mampu menyerap dan memahami semua materi yang disajikan.
  • Pemahaman dan pengalaman dalam melaksanakan tugas dan operasional bank, hasil diskusi dalam pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, dapat dipergunakan untuk menyempurnakan kebijakan dan prosedur yang telah ada.
  • Pada akhirnya Client menjadi Bank/BPR terdepan yang mampu mewujudkan semua Good Corporate Governence, terhindar dari berbagai risiko, dan sekaligus menjadikannya media pengembangan kegiatan usaha.

KYC Dalam Rangka Anti Pencucian Uang

Deskripsi

Lembaga keuangan, khususnya perbankan, sangat rentan terhadap kemungkinan digunakan sebagai media pencucian uang dan pendanaan terorisme, karena pada perbankan tersedia banyak pilihan transaksi bagi pelaku pencucian uang dan pendanaan terorisme dalam upaya melancarkan tindak kejahatannya. Melalui berbagai pilihan transaksi tersebut, seperti transaksi pengiriman uang, perbankan menjadi pintu masuk harta kekayaan yang merupakan hasil tindak pidana atau merupakan pendanaan kegiatan terorisme ke dalam sistem keuangan yang selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pelaku kejahatan. Misalnya untuk pelaku pencucian uang, harta kekayaan tersebut dapat ditarik kembali sebagai harta kekayaan yang seolah-olah sah dan tidak lagi dapat dilacak asal usulnya. Sedangkan untuk pelaku pendanaan terorisme, harta kekayaan tersebut dapat digunakan untuk membiayai kegiatan terorisme.

 

Tujuan Pelatihan KYC Dalam Rangka Anti Pencucian Uang (APU)

Yang diharapkan dari para peserta training setelah pelatihan dilaksanakan :

  1. Memahami mengapa KYC dan APU penting untuk diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari
  2. Memahami dampak negatif dengan tidak diterapkan KYC dan APU dalam pekerjaan
  3. Dapat menerapkan KYC dan APU dalam pekerjaan sehari-hari

Outline Materi Pelatihan KYC Dalam Rangka Anti Pencucian Uang (APU)

  1. Istilah-istilah terkait
    • KYC, AML, TPPU / APU, PPT
  2. Peraturan-peraturan yang berlaku di Indonesia terkait KYC dan AML
    • UU RI, PBI, SEBI
  3. KYC
    • Apakah KYC?
    • Mengapa KYC?
    • Kapan KYC dapat dilakukan?
    • Apakah persyaratan KYC merupakan hal baru?
  4. Jenis Due Dilligence
    • CDD & EDD
  5. Tidak Pidana Pencucian Uang (TPPU / Money Laundering)
    • Money Laundering
    • Tujuan Pencucian Uang
    • Dampak
    • Kerugian Negara
    • Tindak Pidana
  6. Tahap-tahap pencucian uang
    • Modus Operandi
    • Bentuk placement
    • Bentuk layering
    • Bentuk integration
    • Sarana pencucian uang
  7. Beberapa modus pencucian uang
    • Smurfing,
    • Structuring,
    • U-Turn,
  8. Transaksi Keuangan Mencurigakan (TKM / Suspicious Transaction)
    • Unsur-unsur Transaksi Keuangan Mencurigakan
    • Indikator transaksi keuangan yang mencurigakan
    • Contoh transaksi keuangan yang mencurigakan
  9. Pendanaan Terorisme
  10. Pentingnya KYC, APU & PPT
  11. Risiko TPPU bagi bank
  12. Prosedur penerimaan nasabah
  13. Dokumen Nasabah dan WIC
    • Bagi Calon Nasabah perorangan
    • Bagi Calon Nasabah perusahaan
    • Bagi Walk in Client (WIC)
  14. Pengelompokan Nasabah dan WIC (klasifikasi risiko)
  15. HIGH RISK CUSTOMER
    • HIGH RISK PERSON
    • HIGH RISK BUSSINESS
    • HIGH RISK COUNTRIES
  16. Pelaporan Kepada PPATK
    • LTKM / STR;
    • LTKT / CTR; dan
    • Laporan lainnya.
  17. Anti Tipping-Off
  18. Kewajiban Penyedia Jasa Keuangan (PJK)
  19. Hak Penyedia Jasa Keuangan (PJK)
  20. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)
    • Tugas PPATK
    • Wewenang PPATK
  21. Hal-hal yang harus diperhatikan bank dalam rangka APU dan PPT
    • Pengawasan aktif Direksi dan Dewan Komisaris
    • Unit Kerja Khusus (UKK)
    • Risk Based Approach
    • Sumber daya manusia dan pelatihan

Money Laundering: Tindak Pidana Pencucian Uang Dan Peranan Bank Untuk Mencegahnya

OVERVIEW Training Money Laundering

Akhir-akhir ini banyak kita dengar dan baca tentang pidana pencucian uang karena makin banyak kasus korupsi yang melibatkan banyak pejabat di Indonesia. Tindak pidana dalam kasus korupsi selalu melibatkan banyak pejabat di Indonesia. Tindak pidana dalam kasus korupsi selalu melibatkan bank sebagai sarana menerima, mengirim dan menyimpan yang semua aliran dana tersebut tercatat dengan baik oleh Bank. Peranan Bank sebagai penunjang system keuangan menyebabkan bank sebagai sarana pencucian uang. Dengan mengikuti seminar/ Pelatihan ini, peserta akan mengetahui lebih banyak tentang pencucian uang dan peranan Bank untuk mencegah pencucian uang. Disamping itu peserta akan mengetahui karateristik rekening yang digunakan untuk penipuan.

Outline Training Money Laundering: Tindak Pidana Pencucian Uang Dan Peranan Bank Untuk Mencegahnya

  1. Pengertian dan Hakikat Pencucian Uang
  2. Modus Operandi dari Pencucian Uang
  3. Aspek Pencucian Uang Bagi Perbankan
  4. Lingkup Pencucian Uang Dalam Undang-Undang Nomor Republik Indonesia Nomor:8 Tahun 2010 Tentang Tindak PidanaPencucian Uang
  5. Hasil Tindak Pidana Pencucian Uang
  6. Tahapan Operasional dan Metode Pencucian Uang
  7. Pola Pencucian Uang Di Indonesia
  8. Bank Sebagai Sarana Pencucian Uang
  9. Faktor Bank Sebagai Sarana dan Peranan Untuk Menanggulangi Pencucian Uang
  10. Pengertian dan Pemahaman Transaksi
  11. Indikator Transaksi Keuangan Yang Mencurigakan
  12. Dasar Hukum Penghentian Sementara atau Penundaan Transaksi
  13. Langkah Bank Dalam Pencegahan dan Pendanaan Terorisme
  14.  Customer Due Diligence
  15. Pemblokiran Rekening Nasabah
  16. Harta Kekayaan-Pengertian dan Perolehannya
  17. Proses Pembuktian Tindak Pidana Pencucian Uang
  18. Sifat melawan Hukum Tindak Pidana Pencucian Uang
  19. Rumusan Delik Tindak Pidana Pencucian uang
  20. Siklus Pokok dan Rumusan Delik Tindak Pidana Pencucian Uang
  21. Dasar Hukum Pemidanaannya

AUDIT KREDIT BANK: Executive Training Development

Pengantar Audit Kredit Bank

Kredit atau kredit yang disalurkan bank kepada  nasabah atau debitur adalah suatu produk perbankan berupa penyaluran dana kepada masyarakat atau perusahaan yang merupakan sumber penghasilan bagi bank. Bagi industri perbankan, manajemen kredit merupakan  tugas yang sangat penting  karena beberapa alasan. 1) Sumber utama dana kredit tersebut adalah dari pihak ketiga atau masyarakat yang harus dikembalikan bank dalam jangka pendek. 2) Jika jumlah kredit terlalu besar maka akan merugikan kesehatan bank sebab akan mengganggu  likuiditas bank tersebut. 3) Jika kredit tidak dikelola banik akan menimbulkan masalah kolektibilitas  bahkan akan menimbulkan kredit macet. Untuk mengurangi resiko yang makin besar, maka perencanaaan dan pengendalian kredit  menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi bank. Untuk itulah diperlukan audit kredit agar dapat dicegah dan dikurangi risiko kredit.

Tujuan Pelatihan Audit Kredit Bank

Tujuan pelatihan audit kredit adalah sebagai berikut:

  1. Membekali peserta pengetahuan tentang  pengertian, karakteristik, dan jenis kredit.
  2. Membekali peserta pengetahuan tentang proses audit kredit,
  3. Membekali peserta teknik dan metode  menditeksi masalah dalam kredit dan cara mengatasi masalah kredit, termasuk test goal, kriteria, KPI, dan peraturan BI.
  4. Memberikan pengetahuan bagi peserta teknik mengurangi risiko kredit dan melaporkan hasil temuan audit kredit.
  5. Memberikan bekal pengetahuan yang lebih dalam tentang  audit risiko berbasiskan risiko.

Manfaat  Training Audit Kredit

Manfaat yang diperoleh peserta setelah mengikuti pelatihan ini adalah:

  1. Peserta akan mengerti bagaimana menyusun tujuan,prosdur terhadap  audit kredit.
  2. Peserta akan mampu menentukan masalah apa yang terjadi dalam kredit bank.
  3. Peserta akan mampu menentukan penyebab dan dampak dari masalah kredit bank
  4. Peserta akan mampu memberikan berbagai alternative  untuk mengatasi risiko atau kerugian atau masalah dalam kredit bank
  5. Peserta akan mampu menghasilkan audit finding report yang handal dan relevan atas kredit bank sesuai frudential banking

Isi/Outline Training  Audit Kredit Bank

Training ini merupakan proses yang mencakup pokok bahasan berikut:

  1. Mengerti pihak yang bertanggungajawab dan berperan pada audit kredit.
  2. Mengerti tujuan prinsip audit kredit
  3. Bidang apa yang harus diaudit
  4. Mengerti sumber dana bank
  5. Internal control dan COSO
  6. Evaluasi Internal control kredit
  7. Audit ketaatan pada prinsip pemberian kredit
  8. Audit ketaatan kebijakan kredit pada bank
  9. Review kredit
  10. Monitorong diri (KPI) dan assessment
  11. Audit finding atas kredit.
  12. Audig report dan diskusi
  13. Kasus
  14. Q&A.
  15. Review
  16. Closing

REKSTRUKTURISASI DAN PENYELAMATAN KREDIT GUNA MENINGKATKAN KINERJA BANK

DESKRIPSI

Industri perbankan saat ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Produk-produk perbankan semakin inovatif dan diciptakan untuk memenuhi kebutuhan akan jasa keuangan nasabahnya. Perubahan besar tersebut dipicu oleh perkembangan tehnologi (a.l. ebanking). Perbankan telah menambah fitur-fitur pada tiap produknya sesuai dengan ekspektasi nasabah yang menjadi target pasarnya. Upaya tersebut akan menambah kemampuan bank dalam menghasilkan laba dan menjaga sustainability usahanya.

Namun tidak dapat dipungkiri bahwa sampai saat ini asset/produk industri perbankan khususnya di Indonesia yang terbesar memberikan kontribusi bagi pendapatan bank adalah asset berupa kredit. Kontribusi pendapatan bunga dari pemberian kredit diperkirakan mencapai 70-80% dari total pendapatan bank, sehingga tiap gangguan yang terjadi pada asset ini dapat mempengaruhi kinerja bank secara signifikan. Oleh karena itu manajemen bank akan memberikan perhatian khusus pada tingkat kesehatan/kualitas dari kredit yang disalurkan.

Selain Manajemen bank pihak yang berkepentingan atas kualitas kredit lainnya dari suatu bank antara lain pemegang saham, karyawan dan perekonomian secara umum, karena risiko terbesar yang mudah dikenali dari bisnis bank adalah risiko kredit dan risiko ini dapat membawa kejatuhan pada sebuah bank.

Untuk dapat mengendalikan risiko atas penyaluran kreditnya bank dapat melakukan beberapa langkah strategis, terutama dengan meningkatkan kompetensi dan pemahaman pada setiap pegawai yang berada dibidang perkreditan perihal proses normal management kredit sampai dengan remedial management (penyelamatan kredit).

TUJUAN

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  • Memberikan pemahaman kepada peserta perihal proses pemberian kredit, monitoring dandeteksi dini kredit bermasalah.
  • Memberi keyakinan kepada peserta dalam pengambilan keputusan atas strategi penanganankredit bermasalah.
  • Peserta dapat memahami pemenuhan aturan regulator terhadap penanganan kreditbermasalah
  • Tinjauan alternatif penyelesaian kredit melalui pihak ketiga (legal action).

MATERI

  1. Proses Kredit Dan Identifikasi Permasalahannya
  • Pengertian kredit bermasalah
  • Identifikasi factor-faktor penyebab kredit bermasalah
  • Early warning system
  • Kerangka kerja penanganan kredit bermasalah
  • Regulasi pendukung
  • Penyelesaian kredit melalui pihak ketiga

2. Strategi penanganan kredit bermasalah dengan rekstruturisasi atau penyelesaian kredit

  • Evaluasi alternative strategi
  • Financial projection restrukturisasi
  • Penentuan skema restrukturisasi
  • Studi kasus
  • Kesimpulan dan penutup

PELATIHAN PERHITUNGAN KESEHATAN BANK

OVERVIEW PELATIHAN PERHITUNGAN KESEHATAN BANK 

Pada tanggal 25 Oktober 2011 Bank Indonesia mengeluarkan Surat Edaran No. 13/24/DPNP sebagai pengaturanatas PBI No. 13/1/PBI/2011 tanggal 5 Januari 2011 perihalPenilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum. Dalam SE ini antara lain diatur bahwa Bank diwajibkan untuk melakukan penilaian sendiri (Self Assessment) Tingkat Kesehatan Bank dengan menggunakan pendekatan Risiko (Risk-based Bank Rating/RBBR) baik secara individual maupun secara konsolidasi. SE iniakan berlaku efektif mulai tanggal 1 Januari 2012 untuk penilaian Tingkat Kesehatan Bank posisi akhir bulan Desember 2011.



MANFAAT PELATIHAN PERHITUNGAN KESEHATAN BANK

  1. Memberikan pemahaman yang komperhensif mengenai konsep dan mekanisme Penilaian Tingkat Kesehatan Berbasis Risiko.
  2. Memberikan pemahaman terhadap proses penilaian, pengaplikasian kualitatif parameter dan penetapan “scoring guidance” sertabobotrisiko.
  3. Menerjemahkan pemahaman konsepmelalui  Kertas Kerja Penilaian RBBR (excel spreadsheet).
  4. Peserta diharapkan mampu untuk menyusun Laporan Tingkat Kesehatan.

COURSE OUTLINES PERHITUNGAN KESEHATAN BANK:

  1. Sekilas tentang Revisi Kebijakan Manajemen Risiko & Prinsip-prinsip Umum  RBBR
  2. MekanismePenilaian Tingkat Kesehatan Bank
  3. Parameter/Indikator Penilaian Tingkat Kesehatan
  4. Parameter/Indikator Penilaian Tingkat Kesehatan
  5. RBBR Framework, Implementation Process, Basis Penetapan Peer-Group, Scoring & Bobot Risiko
  6. AplikasiPerhitunganRisiko Inherent &PenerapannyadalamKertasKerja
  7. Aplikasi Penilaian Kualitas Manajemen Risiko & Penerapannya dalam Kertas Kerja
  8. Penetapan Peringkat Komposit, Penetapan Rating RBBR &Persiapan Data untukLampiran III (Form BI)

REKSTRUKTURISASI DAN PENYELAMATAN KREDIT YANG EFEKTIF GUNA MENINGKATKAN KINERJA BANK

OVERVIEW TRAINING REKSTRUKTURISASI DAN PENYELAMATAN KREDIT

Industri perbankan saat ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Produk-produk perbankan semakin inovatif dan diciptakan untuk memenuhi kebutuhan akan jasa keuangan nasabahnya. Perubahan besar tersebut dipicu oleh perkembangan tehnologi (a.l. ebanking). Perbankan telah menambah fitur-fitur pada tiap produknya sesuai dengan ekspektasi nasabah yang menjadi target pasarnya. Upaya tersebut akan menambah kemampuan bank dalam menghasilkan laba dan menjaga sustainability usahanya.

Namun tidak dapat dipungkiri bahwa sampai saat ini asset/produk industri perbankan khususnya di Indonesia yang terbesar memberikan kontribusi bagi pendapatan bank adalah asset berupa kredit. Kontribusi pendapatan bunga dari pemberian kredit diperkirakan mencapai 70-80% dari total pendapatan bank, sehingga tiap gangguan yang terjadi pada asset ini dapat mempengaruhi kinerja bank secara signifikan. Oleh karena itu manajemen bank akan memberikan perhatian khusus pada tingkat kesehatan/kualitas dari kredit yang disalurkan.

Selain Manajemen bank pihak yang berkepentingan atas kualitas kredit lainnya dari suatu bank antara lain pemegang saham, karyawan dan perekonomian secara umum, karena risiko terbesar yang mudah dikenali dari bisnis bank adalah risiko kredit dan risiko ini dapat membawa kejatuhan pada sebuah bank.

Untuk dapat mengendalikan risiko atas penyaluran kreditnya bank dapat melakukan beberapa langkah strategis, terutama dengan meningkatkan kompetensi dan pemahaman pada setiap pegawai yang berada dibidang perkreditan perihal proses normal management kredit sampai dengan remedial management (penyelamatan kredit).

 

TUJUAN PELATIHAN REKSTRUKTURISASI DAN PENYELAMATAN KREDIT

  • Memberikan pemahaman kepada peserta perihal proses pemberian kredit, monitoring dandeteksi dini kredit bermasalah.
  • Memberi keyakinan kepada peserta dalam pengambilan keputusan atas strategi penanganankredit bermasalah.
  • Peserta dapat memahami pemenuhan aturan regulator terhadap penanganan kreditbermasalah
  • Tinjauan alternatif penyelesaian kredit melalui pihak ketiga (legal action).



Dengan mengikuti pelatihan ini peserta akan mampu:

  • Mendeteksi secara dini kredit yang berpotensi menjadi bermasalah dan melakukan langkahlangkah awal penanganannya.
  • Menganalisa berbagai aspek (a.l. manajemen, legal, teknik dan keuangan) sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan penyelesaian kredit yang telah dikategorikan sebagai kredit bermasalah.
  • Melakukan restrukturisasi kredit dengan pemilihan berbagai alternatif skenario sesuai dengan kompleksitas permasalahannya.
  • Memperkirakan keuntungan/kerugian dalam setiap alternatif penyelesaian yang dipilih

 

MATERI TRAINING REKSTRUKTURISASI DAN PENYELAMATAN KREDIT

Proses Kredit Dan Identifikasi Permasalahannya

  • Pengertian kredit bermasalah
  • Identifikasi factor-faktor penyebab kredit bermasalah
  • Early warning system
  • Kerangka kerja penanganan kredit bermasalah
  • Regulasi pendukung
  • Penyelesaian kredit melalui pihak ketiga

Strategi penanganan kredit bermasalah dengan rekstruturisasi atau penyelesaian kredit

  • Evaluasi alternative strategi
  • Financial projection restrukturisasi
  • Penentuan skema restrukturisasi
  • Studi kasus
  • Kesimpulan dan penutup

 

Audit Kredit Bank Berbasis Manajemen Risiko

Overview Training Audit Kredit Bank Berbasis Manajemen Risiko

Risiko kredit adalah risiko kerugian akibat kegagalan pihak lawan (counterparty) memenuhi kewajibannya. Risiko kredit mencakup akibat kegagalan debitur (borrower), risiko kredit akibat kegagalan pihak lawan transaksi (counterparty), dan risiko kredit akibat kegagalan penyelesaian transaksi (settlement).

Risiko kredit bersumber dari berbagai aktivitas fungsional bank seperti perkreditan (pembiayaan), aktivitas treasury (berupa penempatan dana antar bank), aktivitas terkait investasi, dan aktivitas pembiayaan perdagangan (trade finance).

Pada saat ini aktiva produktif perbankan nasional didominasi oleh kredit yang diberikan, sementara sumber dana bank terutama berasal dari dana pihak ketiga, sehingga apabila terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan terhadap bank, maka bank tersebut dapat mengalami gangguan yang cukup signifikan dalam memenuhi kewajiban pada pemilik dana.

Perkembangan paradigma internal audit, peraturan dan ketentuan dari regulator serta pesatnya perkembangan teknologi informasi adalah beberapa contoh faktor yang menempatkan fungsi internal auditor perbankan (Satuan Kerja Audit Intern Bank/SKAI) untuk mendukung efektivitas penerapan manajemen risiko.

Untuk mengurangi resiko yang makin besar, maka perencanaaan dan pengendalian kredit menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi bank. Untuk itulah diperlukan audit kredit agar dapat dicegah dan dikurangi risiko kredit.

Tujuan pelatihan audit kredit adalah sebagai berikut:

  1. Membekali peserta pengetahuan tentang pengertian, karakteristik, dan jenis kredit.
  2. Membekali peserta pengetahuan tentang proses audit kredit.
  3. Membekali peserta teknik dan metode menditeksi masalah dalam kredit dan cara mengatasi masalah kredit, termasuk test goal, kriteria, KPI, dan peraturan BI.
  4. Memberikan pengetahuan bagi peserta teknik mengurangi risiko kredit dan melaporkan hasil temuan audit kredit.
  5. Memberikan bekal pengetahuan yang lebih dalam tentang audit risiko berbasiskan risiko.

Outline Materi Training Audit Kredit Bank Berbasis Manajemen Risiko

1. Bank, Audit dan Regulasi
2. Kebijakan Kredit dan Prosedur
3. Proses perkreditan

  • Konsumer dan Komersial
  1. Risk Based Audit Internal (RBAI)
  • Tujuan (RBIA)
  • Syarat yang digunakan
  • Jenis-jenis Risiko
  • Pendekatan RBIA
  • Pemahaman Proses
  • Laporan dan Opini Audit
  1. Pengukuran dan Pemantauan Risiko Kredit
    6. Evaluasi Internal Kredit
    7. Kebijakan Kredit dan Prosedur
    8. Keterkaitan Risiko Kredit dan Risiko Inhern Bank
    9. Modern Methode Audit Bank
    10. Audit Kredit Berbasis Manajemen Risiko
    a. Risiko Kredit
    b. Segmentasi Kredit
    c. Organisasi Kredit
    d. Budaya Kredit
    11. Analisa Portfolio
    12. Studi Kasus

 

PERMASALAHAN HUKUM DALAM DUNIA PERBANKAN

MANFAAT PELATIHAN PERMASALAHAN HUKUM DALAM DUNIA PERBANKAN

Dunia perbankan adalah suatu lingkup institusi yang dilandasi oleh adanya suatu kepercayaan dari masyarakat dari segenap lapisan. Dan karenanya dikenal sebagai suatu institusi yang sarat dengan berbagai peraturan hukum. Dan tentu saja dalam setiap gerak dinamisasinya, operasional perbankan akan selalu lekat dengan persoalan hukum yang menyertai. Dengan mengikuti pelatihan diharapkan kepada para peserta nantinya dapat mengetahui, memahami, dan menguasai berbagai permasalahan hukum yang selalu ada dan melekat pada setiap gerak operasional sejak dari front office hingga ke back office. Dengan pemahaman tersebut maka diharapkan pula pada para peserta menyadari akan betapa pentingnya dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya senantiasa mengikuti pola pikir dan sikap tindak yang bersifat hukum terutama sebagai langkah awal untuk mencegah adanya fraud yang kemungkinan terjadi dalam operasional perbankan.

MATERI PELATIHAN PERMASALAHAN HUKUM DALAM DUNIA PERBANKAN

  1. Pengertian Hukum dan Permasalahan Yang terkait
    • Pengenalan tentang analisis permasalahan hukum
    • Pemahaman dan pengertian tentang hukum
  2. Sikap Tindak Hukum
    • Kaidah berperilaku hukum
    • Hakikat dari sanksi-kaitan sanksi
  3. Pemahaman Tentang Makna Hukum
  4. Institusi Perbankan Dan Operasionalnya
    • Pola pandang perbankan dalam kajian secara umum
    • Kode Etik Bank dan sikap tindak perilaku karyawan Bank
    • Bagaimana seharusnya petugas pengawas Bank bersikap tindak sesuai hukum
    • Pertentangan nurani dan satuan kedirian
  5. Permasalahan Hukum yang Terkait Dengan Dunia Perbankan
    • Tentang hukum perbankan dan ruang lingkupnya
    • Asas-asas hukum perbankan dan Faktor pendukung terciptanya hukum perbankan
  6. Permasalahan Hukum Internal Dalam Kaitannya Dengan Peraturan Perusahaan
  7. Good Corporate GovernanceSebagai Faktor Pandang Hukum Dalam Perbankan
  8. Permasalahan Hukum Dalam Pemberian Kredit
  9. Aspek Hukum Perjanjian Kredit dan permasalahannya
  10. Beberapa Permasalahan Hukum Tertentu Dalam Perbankan
  11. Analisa Permasalahan Hukum
  12. Dasar Hukum Pemidanaan Seseorang
  13. Beberapa Contoh Kasus Perbankan

LEGAL AUDIT AND OPINION DRAFTING

DESKRIPSI TRAINING LEGAL AUDIT AND OPINION DRAFTING

Legal audit merupakan aktivitas dari proses penilaian terhadap data dan fakta antar transaksi yang dilakukan oleh perusahaan dengan pihak lainnya. Tujuan dari legal audit yaitu untuk menilai tingkat keamanan perusahaan, terutama dalam hal legal risk aspect yang akan membahayakan harta perusahaan. Legal audit dan legal opinion disajikan dalam laporan hasil pemeriksaan mengenai opini dan saran perbaikan terhadap perusahaan. Training ini akan memberikan pemahaman mengenai Legal Audit dan Legal Opinion sampai proses pembuatan legal Audit dan Legal Opinion.

MATERI TRAINING LEGAL AUDIT AND OPINION DRAFTING

1. Pengantar Legal Opinion dan Legal Audit

  • Pemahaman, tujuan dan perbedaan legal opinion dan legal audit
  • Transparansi, asumsi dan kualifikasi dalam legal opinion dan legal audit
  • Hubungan antara legal opinion dan legalaudit

2. Proses, Metode, Kerangka Dasar, Penggunaan dan Objek Legal Opinion dan Legal Audit

  • Langkah-langkah pembuatan dan penelaahan legal opinion dan legal audit
  • Penggunaan legal opinion dan legal audit dalam bidang litigasi & korporasi dan Pemeriksaan

3. Penelusuran Dokumen Hukum

  •  Penelusuran Dokumen Hukum dan Ruang Lingkupnya;
  • Jenis-Jenis Dokumen Hukum (Bahan Hukum): Dokumen Primer dan Dokumen Sekunder;
  • Prinsip-Prinsip Penting dalam Penelusuran Dokumen Hukum;
  • Tata Cara dan Metode Penelusuran Dokumen Hukum;
  • Tolok Ukur Penelusuran/Pemeriksaan Dokumen Hukum;
  • Sumber Pemeriksaan Dokumen Hukum.

4. Teknik dan Strategi Analisis Hukum dan Pemberian Pendapat Hukum (Legal Opinion)

  •  Pengertian Analisis Hukum dan Ruang Lingkupnya;
  • Penentuan dan Pemilahan Peristiwa Hukum, Fakta Hukum, dan Fakta Non-Hukum;
  •  Sistematika Penganalisaan dengan Menggunakan Instrumen Dokumen Hukum;
  • Pemberian Pendapat Hukum Berdasarkan Analisa Hukum Terhadap Legal Issue.

5. Prinsip-Prinsip Keterbukaan dan Materialitas dalam Legal Opinion dan Legal Audit
6. Pelaksanaan, Pelanggaran Materi Legal Opinion dan Legal Audit

  • Legal Audit pada subsidiari, afiliasi dan pengendali
  • Pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan anggaran dasar dan perikatan-perikatan

7. Studi Kasus dan Simulasi Penyusunan Legal Opinion dan Legal AuditBentuk dan ruang lingkup Aspek Legal perusahaan

Procurement Fraud

Deskripsi Procurement Fraud

Proses procurement merupakan proses pengadaan barang dan jasa dari suatu institusi. Aktivitas yang dilakukan dalam proses procurement diantaranya adalah pemilihan supplier, merancang hubungan yang baik dengan supplier, dan melakukan proses pembelian. Seiring dengan perkembangan perusahaan yang semakin maju maka akan meningkatkan jumlah transaksi yang dilakukan oleh perusahaan dalam segala bidang, baik dengan supplier ataupun dengan konsumen. Banyaknya transaksi yang dilakukan tersebut dapat memungkinkan terjadinya penyimpangan atau fraud. Fraud yang berkaitan dengan pengelolaan, pembelian dan pengadaan barang dan jasa sering kali menjadi sorotan dalam proses audit baik internal maupun eksternal, sebab di bagian ini sering terjadi capital turn over perusahaan yang cukup besar. Sehingga, potensi terjadinya fraud cukup besar.

Hal – hal yang berkaitan dengan fraud menjadi salah satu penyebab pembengkakan biaya perusahaan yang akan menyebabkan menurunnya daya saing perusahaan. Oleh karena itu, dalam upaya menaikkan nilai competiveness perusahaan, diperlukan personil-personil yang memahami dan dapat mengimplementasikan konsep anti fraud dalam aktivitas pengelolaan, pembelian dan pengadaan barang maupun jasa.

Tujuan

  1. Memahami prosedur dan administrasi di dalam proses procurement.
  2. Mempelajari secara nyata penipuan dalam hal pengeloalaan, pembelian, dan pengadaan baik barang maupun jasa.
  3. Memahami mengapa procurement fraud sangat sulit di deteksi.
  4. Mengidentifikasian langkah-langkah spesifik dalam organisasi untuk mengurangi keterkaitan dalam penipuan pembelian.
  5. Mendeteksi dan menyelidiki kecurangan pada proses  procurement.

Materi Training Procurement Fraud

Pengantar Procurement

  •  SOP Procurement
  • Administrasi dalam procurement
  • Kode etik procurement
  •  Negosiasi dan kontrak

Pengantar Fraud

  •  Dasar terjadinya fraud
  • Jenis- jenis fraud
  •  Fraud dalam proses procurement
  •  Karakteristik fraud pada procurement

Identifikasi fraud

  • Penyimpangan administrasi
  • Penyimpangan perdata
  • Penyimpangan pidana

Kerugian keuangan akibat terjadinya penyimpangan (fraud)

  • Teknik menghitung kerugian
  •  Study kasus

Pencegahan fraud in procurement
Studi kasus

AUDIT SISTEM INFORMASI

Deskripsi Training Audit Sistem Informasi

Audit sistem informasi merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengamankan aset, menjaga integritas data, menjaga efektifitas sistem dan efisiensi sumber daya yang dengan berhubungan dengan instalasi sistem informasi mencakup: perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), manusia (people), file data, dokumentasi sistem, dan peralatan pendukung lainnya. Training ini akan memberikan pemahaman mengenai konsep-konsep dalam audit system informasi.

 

Tujuan Training Audit Sistem Informasi

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami konsep teknologi informasi
  2. Memahami mekanisme audit sistem informasi dan keamanan terhadap aset

 

Materi Training Audit Sistem Informasi

  1. Proses Audit sistem Informasi
  2. Tata pamong sistem informasi (IT Governance)
  3. Manajemen siklus hidup sistem & infrastruktur
  4. Proteksi terhadap aset-aset informasi
  5. Business continuity & disaster recovery
  6. Studi kasus dan diskusi