Daily Archives: Agustus 24,

K3 DI SEKTOR PERTAMBANGAN

PENDAHULUAN TRAINING K3 DI SEKTOR PERTAMBANGAN

Dinamika operasional di sektor pertambangan mempunyai pekerjaan yang berisiko tinggi. Adanya aktivitas drill & blasting, manuver alat berat, cuaca panas atau dingin, maupun medan geografis yang berat mempunyai risiko bahaya yang mengintai keselamatan para pekerjanya. Kecelakaan dapat terjadi kapan saja dan dimana saja di sektor pertambangan. Skala kecelakaan nearmiss sampai dengan fatality dapat menghantui para pekerja di sektor pertambangan.

Oleh karena itulah, Pemerintah RI sudah mengeluarkan UU No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Selain itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral juga sudah mengeluarkan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No. 555K/26/M.PE/1995 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pertambangan Umum.

TUJUAN TRAINING K3 DI SEKTOR PERTAMBANGAN

Pelatihan Implementasi K3 di Sektor Pertambangan ini secara umum bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman dalam mengatur keselamatan dan kesehatan para pekerja supaya dapat bekerja dengan aman dan selamat guna mendapatkan hasil yang optimal agar selaras dengan dinamika operasional di sektor pertambangan yang sesuai dengan peraturan perundangan dibidang K3.

MANFAAT TRAINING K3 DI SEKTOR PERTAMBANGAN

  1. Mampu memahami dasar hukum maupun peraturan perundangan lainnya dibidang K3 di sektor pertambangan.
  2. Mampu menerapkan peraturan K3 secara efektif sesuai peraturan perundangan dibidang K3 di sektor pertambangan.
  3. Dapat mengetahui persyaratan pekerja tambang dan persyaratan KTT
  4. Dapat mengetahui jenis, fungsi, dan kegunaan APD di sektor pertambangan.
  5. Dapat memahami peran P2K3 di sektor pertambangan yang memiliki pekerjaan high risk.

 

CAKUPAN MATERI TRAINING K3 DI SEKTOR PERTAMBANGAN

  1. Dasar Hukum Regulasi K3 di sektor pertambangan
  2. UU No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
  3. UU No. 13 tahun 2003 Pasal 86 – 87 tentang Ketenagakerjaan
  4. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No. 555K/26/M.PE/1995 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pertambangan Umum
  5. Persyaratan Pekerja Tambang
  6. Persyaratan Kepala Teknik Tambang (KTT)
  7. Kewajiban Pengawas Operasional Tambang
  8. Penggolongan cidera akibat kecelakaan tambang
  9. Pemakaian APD di sektor pertambangan
  10. Peran P2K3 di sektor pertambangan yang memiliki pekerjaan high risk
Iklan

Monitoring Kestabilan Lereng

Deskripsi Training Monitoring Kestabilan Lereng

Analisis kestabilan lerengan penambangan adalah suatu kegiatan melakukan monitoringterhadap lereng yang harus dilakukan dengan benar agar sasaran produksi dapat tercapai dengan memenuhi standard keselamatan kerja yang tinggi. Semakin lebar dan dalam tambang terbuka tersebut dilakukan penggalian, maka tentunya akan semakin besar resiko yang akan muncul. Untuk itu para perancangan harus mengenai pengertian batuan dan massa batuan, karakterisasi massa batuan, pengetahuan mengenai pengujian batuan, klasifikasi massa batuan dan perhitungan faktor keamanan lereng.

 

Tujuan Training Monitoring Kestabilan Lereng

  1. Peserta dapat mengetahui dasar perhitungan faktor kemantapan lereng beserta faktor-faktornya.
  2. Memahami tahapan mengenai karakterisasi massa batuan dan pengujian batuan
  3. Menegtahui perhitungan penentuan faktor kemantapan lereng

 

Materi Training Monitoring Kestabilan Lereng

  1. Pengenalan perancangan lereng tambang
  2. Pengertian batuan dan massa batuan
  3. Karakterisasi massa batuan
  4. Pengujian sifat fisik dan mekanik batuan
  5. Klasifikasi massa batuan
  6. Kriteria keruntuhan batuan
  7. Perhitungan faktor keamanan lereng
  8. Analisis resiko

Geology Mapping and Mining Exploration

Deskripsi Training Geology Mapping

Geology Mapping merupakan pendataan informasi geologi yang outputnya berupa peta geologi yang menggambarkan kondisi sebaran dan susunan batuan. Sedangkan untuk eksplorasi merupakan kegiatan yang meliputi keseluruhan kegiatan mulai dari pencarian sampai evaluasi yang bertujuan untuk menemukan endapan mineral yang bersifat ekonomis.  Kedua hal ini dilakukan untuk menemukan posisi dan jenis dari sumber daya alam yang tergandung di dalam bumi.

 

Tujuan Training Geology Mapping

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Mengetahui proses-proses geologi dan kompleksitasnya
  2. Memahami prosedur identifikasi dan pemetaan endapan bahan galian
  3. Memahami teknik pembuatan peta geologi
  4. Mengenal konsep dan teknologi dalam eksplorasi
  5. Memahami metode-metode dan tahapan dalam eksplorasi
  6. Memahami hubungan kondisi geologi dan cebakan bahan galian dengan model eksplorasi
  7. Memahami cara mendesain dan merancang kegiatan eksplorasi

 

Materi Training Training Geology Mapping

  1. Pengantar geologi umum
  2. Dasar-dasar pemetaan geologi lapangan
  3. Teknik pembuatan peta geologi
  4. Struktur dan penyusunan laporan geologi
  5. Pengantar konsep eksplorasi bahan galian
  6. Desain dan perencanaan eksplorasi
  7. Struktur dan penyusunan laporan eksplorasi
  8. Studi kasus

DRILLING ENGINEERING AND WELL PLANNING

Deskripsi Training DRILLING ENGINEERING AND WELL PLANNING

Proses drilling dilakukan untuk mengambil sumber daya alam yang ada di dalam tanah. Proses pengeboran yang dilakukan dengan sangat hati- hati karena memiliki resiko kerja yang tinggi. Sedangkan untuk well planning merupakan proses perencanaan mulai dari penggunaan peralatan, prosedur yang akan digunakan dan juga tipe penyelesaian suatu sumur. Proses perencanaan ini sangat penting karena menyangkut hasil dan juga pembiayaan, sehingga perlu dilakukan kajian well planning yang baik.

 

Tujuan Training DRILLING ENGINEERING AND WELL PLANNING

Setelah selesai mengikuti kursus ini, peserta diharapkan akan mengerti dan memahami tentang drilling operation dan perencanaan sumur.

 

Materi Training DRILLING ENGINEERING AND WELL PLANNING

  1. Well Planning
    • Penentuan Lokasi Drilling
      • Seismic Survey
      • Gravity Survey
      • Interpretasi data
    • Mendapatkan hak bor
    • Tipe Sumur
    • Engineering the well
  2. Teknik Dasar Pengeboran
    • Proses Pengeboran
    • Jenis dan komponen Rig
    • Safety
  3. Casing dan Cementing
    • Memilih casing, menentukan ukuran lubang dan koneksi
    • Mengatur kedalaman
    • Menghitung casing stress
  4. Mud System
    • Water based mud
    • Oil based mud
    • Sistem penanganan mud
  5. Cementing
    • Tahap- tahap cementing
    • Peralatan cementing
    • Cementing calculation
  6. Directional, Horizontal dan Multilateral Drilling

Genesa Mineral dan Batubara

Manfaat kursus Genesa Mineral dan Batubara:

Setelah mengikuti kursus ini, peserta kursus diharapkan akan mampu:

  1. Memahami konsep genesa cebakan mineral dan batubara
  2. Mengetahui proses-proses geologi yang mengontrol terbentuknya cebakan mineral dan batubara
  3. Mengetahui pola sebaran mineral dan batubara yang ekonomis di Indonesia
  4. Memahami landasan atau pegangan dalam mencari dan menemukan endapan-endapan ekonomis yang baru
  5. Memahami model, sifat-sifat fisika dan kimia endapan mineral dan batubara dalam kaitannya untuk rekomendasi metode eksplorasi, penambangan, dan pengolahannya



Materi kursus Genesa Mineral dan Batubara:

  1. Pengantar geologi cebakan mineral
  2. Genesa mineral primer
  3. Genesa mineral sekunder
  4. Genesa mineral alterasi
  5. Model genetik dan empirik cebakan mineral
  6. Sebaran mineral berharga di Indonesia
  7. Pengantar geologi lapisan pembawa batubara
  8. Pengendapan gambut dan coally shale
  9. Pembatubaraan biokimia
  10. Pembatubaraan geokimia
  11. Komposisi, klasifikasi dan kualitas batubara
  12. Sebaran lapisan batubara ekonomis di Indonesia
  13. Rekomendasi metode eksplorasi, penambangan, dan pengolahan mineral dan batubara

REKLAMASI PENAMBANGAN BATU BARA

DESKRIPSI TRAINING REKLAMASI PENAMBANGAN BATU BARA

Tidak dapat dipungkiri bahwa usaha penambangan batubara dapat menurunkan kualitas lingkungan operasi dari waktu ke waktu. Hal ini tentu dapat merugikan masyarakat sekitar yang dapat menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat dan pemerintahan setempat. Track record perusahaan seperti inilah yang dapat menjadi hambatan bagi perusahaan apabila perusahaan ingin meluaskan penambangan di tempat lain. Berbagai persoalan yang mungkin timbul akibat adanya penambangan batu bara antara lain: gangguan keseimbangan permukaan tanah, penurunan produktivitas lahan, kepadatan tanah bertambah, terjadinya erosi dan sedimentasi, terganggunya habitat flora dan fauna. Sehingga untuk dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat itulah, perusahaan perlu menerapkan sistem reklamasi yang tepat dan terintegrasi dengan setiap proses pertambangan yang dilakukan oleh perusahaan untuk meminimalisir dampak negatif  akibat usaha pertambangan. Training ini akan memberikan pemahaman mengenai reklamasi penambangan batu bara dan langkah-langkah yang tepat yang dapat dilakukan dalam proses reklamasi tersebut.

TUJUAN DAN MANFAAT TRAINING REKLAMASI PENAMBANGAN BATU BARA

Dengan mengikuti training ini diharapkan peserta dapat:

  1. Memberikan kecakapan dalam menyusun reklamasi penambangan batubara yang terintegrasi pada setiap proses produksi batubara
  2. Memberikan daya kreativitas dalam melaksanakan program reklamasi penambangan
  3. Memberikan best practice penerapan reklamasi di beberapa perusahaan besar

 

MATERI TRAINING REKLAMASI PENAMBANGAN BATU BARA

  1. Ruang lingkup dan perananan reklamasi
  2. Regulasi penerapan reklamasi
  3. Strategi penanganan penurunan kualitas lahan dan tanah
  4. Strategi reklamasi untuk penanganan potensi erosi dan sedimentasi
  5. Strategi integrasi reklamasi dengan proses operasi produksi batubara
  6. Reklamasi berbasis komunitas masyarakat
  7. Manajemen identifikasi dan pengelolaan reklamasi
  8. Manajemen kontrol reklamasi
  9. Rehabilitasi habitat flora dan fauna
  10. Studi kasus pengelolaan reklamasi yang terintegrasi
  11. Best practice penerapan reklamasi di beberapa perusahaan besar

MINING METHOD EVALUATION AND DESIGN

Deskripsi Mining Method Evaluation and Design

Beragam kondisi dan faktor yang melingkupi daerah pertambangan menyebabkan perusahaan perlu menentukan metode pertambangan (mining method) yang sesuai untuk diterapkan. Tujuannya adalah agar proses operasional dapat berjalan lebih efisien, baik dari segi biaya, pemeliharaan, dan waktu pengolahan. Sehingga akan tercapai produktivitas yang maksimal. Selain itu perubahan kondisi dan faktor yang mempengaruhi penambangan juga dapat mempengaruhi metode pertambangan (mining method) yang dilakukan oleh perusahaan,  oleh karena kedua hal tersebut maka perusahaan yang menginginkan efektivitas dan efesiensi dalam menjalankan roda bisnis pertambangannya perlu melaksanakan perencanaan dan evaluasi metode pertambangan (mining method) yang akan atau tengah dijalankan. Tahap perancangan metode pertambangan  (mining method) dimulai dengan ekspolarasi, identifikasi dan pengukuran cadangan galian yang akan ditambang. Kriteria penambangan bahan galian yang terdiri dari tambang terbuka, tambang bawah tanah dan tambah bawah air juga dapat menyebabkan perbedaan metode penambangan yang masing-masing memiliki kebutuhan spesifikasi kerja yang berbeda secara signifikan.



Tujuan Training Mining Method Evaluation and Design

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami mengenai perancangan dan evaluasi metode penambangan
  2. mendapatkan problem solving pada persoalan yang seringkali melingkupi perusahaan pertambangan dalam metode penambangannya

Materi Training Mining Method 

  • Ruang lingkup metode pertambangan (mining method)
  • Kebutuhan masing-masing tipe pertambangan (mining method)
    1. Tambang terbuka
    2. Tambang bawah tanah
    3. Tambang bawah air
  • Macam-macam metode pertambangan (mining method)
  • Tahap-tahap perancangan yang tepat dalam memutuskan metode pertambangan (mining method)
  • Tahap-tahap evaluasi metode pertambangan (mining method) eksisting
  • Rekomendasi dari temuan kondisi baik perancangan dan evaluasi
  • Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pengambilan metode
  • Studi kasus persoalan perancangan dan evaluasi metode pertambangan (mining method)

Eksplorasi dan Pemetaan Air Tanah

Manfaat Kursus Eksplorasi dan Pemetaan Air Tanah

Setelah mengikuti kursus ini, peserta kursus diharapkan akan mampu:

  1. Mengetahui konsep dan lingkup kerja dalam eksplorasi dan pemetaan airtanah
  2. Mengetahui kondisi-kondisi geologi yang penting dalam pembentukan sistem akuifer
  3. Memahami sifat-sifat fisik dan kimia airtanah untuk menentukan kualitasnya
  4. Memahami dasar-dasar teknik eksplorasi airtanah
  5. Memahami metode pemetaan dan pemodelan airtanah

Materi Kursus Eksplorasi dan Pemetaan Air Tanah

  1. Pengantar geologi airtanah
  2. Sistem akuifer
  3. Hidrogeokimia
  4. Teknik pengambilan sampel kualitas airtanah
  5. Teknik eksplorasi geofisika dan geokimia untuk airtanah
  6. Pemetaan airtanah
  7. Pemodelan dan simulasi airtanah

Geoteknik untuk Perancangan Lereng Penambangan

Deskripsi

Perancangan lereng penambangan adalah suatu kegiatan merancangan lereng pada massa batuan yang harus dilakukan dengan benar agar sasaran produksi dapat tercapai dengan memenuhi standard keselamatan kerja yang tinggi. Untuk itu para perancangan harus mengenai pengertian batuan dan massa batuan, karakterisasi massa batuan, pengetahuan mengenai pengujian batuan, klasifikasi massa batuan dan perhitungan faktor keamanan lereng penambangan. Dengan memahami pengertian tersebut diharapkan para ahli geoteknik pada suatu perusahaan dapat merancang dengan benar dan didapatkan peningkatan produksi dan keselematan kerja untuk pekerja serta peralatan meningkat.



Target Pelatihan Geoteknik untuk Perancangan Lereng Penambangan

  1. Peserta dapat mengetahui dasar perhitungan faktor kemantapan lereng penambangan beserta faktor-faktornya.
  2. Memahami tahapan mengenai karakterisasi massa batuan dan pengujian batuan
  3. Menegtahui perhitungan penentuan faktor kemantapan lereng penambangan

Modul Training Perancangan Lereng Penambangan

  1. Pengenalan perancangan lereng penambangan
  2. Pengertian batuan dan massa batuan
  3. Karakterisasi massa batuan
  4. Pengujian sifat fisik dan mekanik batuan
  5. Klasifikasi massa batuan
  6. Kriteria keruntuhan batuan
  7. Perhitungan faktor keamanan lereng penambangan

KUALITAS BATUBARA DAN STOCKPILE MANAGEMENT

Deskripsi Training Kualitas Batubara dan Stockpile Management

Kemampuan menganalisis kualitas batubara merupakan komponen kritis dalam management pertambangan batubara. Karena hal ini yang akan memnentukan tinggi rendahnya harga jual dan teknik pengolahan di skala lanjut di perusahaan. Perbedaan pengelolahan tentunya juga akan menentukan seberapa besar biaya produksi yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. Selain itu, kualitas batubara yang berbeda-beda, maka perusahaan perlu untuk membuat stockpile management yang umumnya dijalankan sebagai tata kelola penyimpanan batubara produksi yang mempertimbangkan faktor-faktor kualitas maupun karakteristik batubara. Tujuan dari manajemen stockpile sendiri adalah mengusahakan cadangan batubara agar semaksimal mungkin dapat dieksploitasi dan dijual dengan cara memanage kualitas batubara sesuai dengan permintaan pasar. Selain itu sebagai langkah intensif perusahaan dalam menjaga lingkungan sekitar agar tidak terkena polutan paparan dari batubara ke lingkungan sekitar perusahaan.

Tujuan Training Kualitas Batubara dan Stockpile Management

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami dalam menilai kualitas batubara dan mendesain stockpile management
  2. Menyelesaian masalah pada persoalan di sekitar kualitas batu baru dan stockpile management

Materi Training Kualitas Batubara dan Stockpile Management

  1. Ruang lingkup kualitas batubara di Indonesia
  2. Ruang lingkup dan peranan stockpile management
  3. Seluk beluk karakteristik batubara dan pengaruhnya
  4. Macam-macam peringkatan batubara
  5. Pemanfaatan batubara sesuai dengan kualitasnya
  6. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan stockpile management (baik di penambangan maupun di user)
  7. Desain stockpile yang efektif dan efisien
  8. Studi kasus penanganan kualitas batubara
  9. Studi kasus pengidentifikasian, penginstalasian, penjalanan, pengontrolan dan perbaikan stockpile management
  10. Best practice penanganan kualitas batu bara dan stockpile management

SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DAN MIGAS

DESKRIPSI TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DAN MIGAS

Supply chain di industry pertambangan dan migas memiliki kekhususan dalam bentuk jaringan dan aktivitasnya yang dimulai dari penambangan, produksi/refinery dan distribusi produk. Integrasi dari masing masing fungsi yang melibatkan berbagai jenis perusahaan dalam industry migas memegang kunci kesuksesan dalam meminimasi biaya keseluruhan supply chain. Persaingan yang ada sekarang menuntut perusahaan pertambangan dan migas untuk tidak hanya berfokus pada kemampuan internal namun juga berfokus pada kolaborasi dengan pihak ekternal, baik supplier maupun distributor. Kolaborasi ini akan membantu perusahaan untuk dapat menghasilkan produk yang memenuhi criteria cost, quality dan delivery yang unggul di pasar. Peran Supply Chain Management (SCM) menjadi sangat penting dalam mengelola seluruh rangkaian aktivitas dalam menghasilkan produk mulai dari hulu ke hilir.
Sebagai perusahaan yang yang bermain di pasar dunia tentunya perusahaan harus memiliki jaringan Supply Chain Management (SCM) yang baik dalam pengelolaan produksinya. Perusahaan akan menjalin kerjasama dengan para supplier baik dari dalam maupun luar negeri. Untuk itu, para pelaku industri harus membuat rencana, manajemen dan pengawasan untuk transportasi dan penyimpanan dari bahan mentah, inventory hingga menjadi bahan jadi. Teknologi yang serba canggih memungkinkan para pelaku industri migas untuk mengkontrol supply chain secara efisien. Agar para pelaku industri yang terlibat di dalamnya benar-benar memahami prinsip kerja Supply Chain Management (SCM) secara komprehensif, maka perlu adanya pelatihan yang diharapkan dapat menjawab berbagai permasalahan yang timbul.



TUJUAN TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DAN MIGAS

  • Setelah mengikuti training Supply Chain Management (SCM) diharapkan peserta dapat:
  • Memahami prinsip bagaimana mengelola supply chain management yang efektif di industri pertambangan dan migas
  • Memahami bagaimana mengoptimalkan proses bisnis dalam perusahaan agar tercipta efisiensi dalam Supply Chain Management (SCM) di industri pertambangan dan migas
  • Memahami bagaimana berkolaborasi dengan pihak ekternal perusahaan antara lain dengan supplier dan distributor
  • Memahami bagaimana mengelola aliran material dan inventory dalam Supply Chain Management (SCM)



MATERI TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DAN MIGAS

1. Pengantar supply chain management di industry Pertambangan dan Migas:

  • Konsep Supply Chain Management (SCM) di Pertambangan dan Migas
  • Lingkungan bisnis Supply Chain Management (SCM) di Pertambangan dan Migas
  • Tantangan supply chain di Pertambangan dan Migas

2. Memahami supply chain di industri Pertambangan dan Migas

  • Mapping Supply chain
  • Value chain model
  • Pelaku upstream dan downstream

3. Strategy Supply chain management

  • Identifikasi fit strategy
  • Strategi kolaborasi dan aliansi dalam Supply Chain Management (SCM)

4. Tehcnology & supply chain

  • Memahami bagaimana pilihan IT yang diterapkan akan mempengaruhi supply chain.
  • Pilihan teknologi integrasi (ERP)
  • VMI (Vendor managed Inventory)

5. Bull whip effect and inventory management dalam Supply Chain Management (SCM)

  • Menjelaskan bagaimana mengelola inventory dalam jaringan Supply Chain Management (SCM) dan menghindari bullwhip effect dalam distribusi produk
  • Manajemen Inventory : Klasifikasi inventory, Inventory cost, model pemesanan ekonomis,perhitungan safety stock, inventory valuation, inventory metric.

6.Manajemen transportasi dan distribusi

  • Model sistem transportasi dan distribusi dan Rincian aktivitas sistem

7. Transportasi.

  • Mengukur produktivitas sistem transportasi.
  • Logistics network design.
  • Shipment planning and management.
  • Fleet, container and yard management.
  • Freight and document management.

8. Pengukuran Performansi Supply Chain Management (SCM)

  • Mengukur target perusahaan dan target Supply Chain Management (SCM)
  • Performance measurement framework
  • Key performance Indicator
  • SCOR (Supply Chain Operation Reference) dari Supply Chain Council

9. Studi kasus aplikasi SCM di Pertambangan dan Migas

DASAR HUKUM PERTAMBANGAN

Deskripsi Training Dasar Hukum Pertambangan

Berdasarkan UUD 1945 pasal 33, pertambangan di Indonesia dikuasai oleh negara. Maka dibuatlah hukum pertambangan untuk mengatur segala sesuatu yang menyangkut pertambangan. Hukum pertambangan adalah aturan yang mengatur hubungan antara manusia dan subyek hukum lain yang berhubungan dengan pertambangan. Hal ini penting untuk diketahui oleh perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan. Pelatihan Dasar hukum pertambangan in merupakan pelatihan komprehensif yang akan menjelaskan semua aspek hukum dalam bidang pertambangan.



Tujuan Training Dasar Hukum Pertambangan

Setelah mengikuti training Dasar hukum pertambangan, peserta diharapkan dapat mengerti dan memahami :

  • Dasar hukum pertambangan ;
  • Peran dan kedudukan pemerintah dan pemerintah daerah dalam hukum pertambangan,
  • Kewajiban pada pemegang IUP (Ijin Usaha Pertambangan);

Materi Training Dasar Hukum Pertambangan

  1. Dasar pengelolaan sumber daya migas di Indonesia
  • Regulasi pertambangan di Indonesia
  • Peran dan kedudukan pemerintah dan pemerintah daerah dalam pengelolaan SDA
  1. Pengantar Hukum Pertambangan
  • Sejarah hukum pertambangan di Indonesia
  • Asas- asas penting dalam hukum pertambangan
  • Pembahasan pasal- pasal penting dalam UU Minerba
  1. Jenis- jenis pertambangan sesuai dengan UU Menirba
  2. Peraturan penambangan dalam hutan
  3. Pembebasan tanah pertambangan
  4. Tata cara penerbitan ijin berdasarkan lelang dan permohonan
  5. Eksistensi izin yang telah ada sebelum terbitnya UU Menirba
  6. Aspek hukum perjanjian dalam hukum pertambangan
  • Asas hukum perjanjian
  • Kontrak sebagai dasar perikatan
  1. Konversi KP menjadi IUP
  2. Kewajiban pemegang IUP