Daily Archives: Agustus 1,

PENCEGAHAN FRAUD DALAM OPERASIONAL PERBANKAN

MANFAAT TRAINING PENCEGAHAN FRAUD DALAM OPERASIONAL PERBANKAN

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan kepada para peserta dapat mengetahui, memahami tentang Tindak Kejahatan Fraud Dalam Operasional Perbankan yang bisa berakibat adanya kerugian yang menimpa Bank yang bersangkutan, dipihak lain dapat pula merugikan nasabah maupun diri sendiri. Disamping itu peserta juga dapat memahami dan mengetahui tentang berbagai jenis fraud yang muncul, cara pencegahannya, mendeteksi adanya fraud dan bagaimana makna hukum dari tindakan fraud. Para peserta juga diharapkan dapat mengetahui dan memahami berbagai modus fraud dan melakukan pencegahannya dalam upaya untuk menghilangkan atau meminimalisir factor kerugian bank dalam sistem operasionalmya

 

Wajib Diikuti Oleh :

  1. Pimpinan Cabang / Capem
  2. Wakil Pimpinan Cabang / Capem
  3. Pimpinan Bagian
  4. Pemimpin Kantor Kas
  5. Pimpinan Seksi Pelayanan dan kas Customer Service dan Teller

 

Metode TRAINING PENCEGAHAN FRAUD DALAM OPERASIONAL PERBANKAN

  1. Klasikal
  2. diskusi bebas
  3. kajian analisis kasus

Outline TRAINING PENCEGAHAN FRAUD DALAM OPERASIONAL PERBANKAN

  1.   Pengertian dan Hakikat Fraud
  2.   Pola Pandang Perbankan
  • Menurut kajian secara umum
  • Kode etik Bank dan sikap tindak-perilaku karyawan Bank
  1.   Pertentangan Nurani
  • Satuan Kediriaan
  • Penyimpangan Kepribadian
  • Interaksi satuan kedirian
  1.   Masalah Yang Berkaitan Dengan Fraud
  2.   Gejala Adanya Fraud Pada Dunia Perbankan
  3.   Fraud dan Cybercrime
  4.   Memahami Know Your Employee
  5.   Memahami Know Your Customer
  6.   Makna Hukum Dalam Kaitannya Dengan Sikap Tindak Fraud
  7. Strategi Anti Fraud
  8. Dasar Hukum Anti Fraud
  9. Strategi 4 Pilar Anti Fraud
  10. Tujuan Kebijakan dan Prosedur Strategi Anti Fraud
  11. Pencegahan dan Pendeteksian Fraud

15.  Dasar Hukum Pemidanaan Seseorang Dalam Kaitannya Dengan Fraud

Iklan

Akuntansi untuk Perbankan

Overview Training Akuntansi untuk Perbankan

Banyak orang beranggapan bahwa Akuntasi merupakan ilmu yang sulit dipahami. Padahal, apabila telah diketahui konsep dasarnya, maka para peserta dapat dengan mudah memahami konsep akuntansi secara keseluruhan. Pelatihan ini akan membahas mengenai konsep dasar, pengetahuan dan keterampilan akuntansi keuangan yang diperlukan dalam mengolah data penyajian laporan keuangan. Dengan mengikuti pelatihan ini, diharapkan pemahaman atas konsep dasar, proses, dan penyusunan laporan keuangan, dapat menambah kemampuan dalam proses dan penyusunan laporan keuangan, serta membantu peserta memahami bisnis yang digeluti atau perusahaan dimana mereka bekerja.

Tujuan Training Akuntansi untuk Perbankan

  1. Memahami tugas dan tanggung jawab bagian akuntansi keuangan
  2. Memahami prinsip dasar dan tujuan akuntansi keuangan
  3. Mampu menyusun laporan keuangan neraca, laba-rugi dan laporan perubahan modal dan melakukan analisis rasio terkait
  4. Memahami dan mampu mempraktekan prosedur dalam siklus akuntansi
  5. Memahami berbagai metode akuntansi yang berkaitan dengan piutang ragu-ragu dan persediaan
  6. Memahami konsep dan implementasi accrual dan deferral

Materi Training Akuntansi untuk Perbankan

  1. Basic Accounting And Accounting Cycle
  2. Accounting Equation
  3. Bank Financial Statement- Introduction
  4. Bank’s Revenue And Cost Accounting
  5. Bank’s Assets Accounting
  6. Bank’s Liabilities And Equity Accounting
  7. Taxation
  8. Banking Products
  9. Accounting For Banking Products
  10. Derivative Product
  11. Accounting For Derivative
  12. Case Study / Program Evaluation

GRAFONOMI SEBAGAI ALAT PENCEGAHAN TINDAK KEJAHATAN PERBANKAN

A. TUJUAN PELATIHAN GRAFONOMI

Dengan mengikuti pelatihan grafonomi, peserta diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang menjadi pedoman pengamanan, pendayagunaan sistem dan prosedur penanganan permasalahan yang mungkin terjadi, dalam kaitannya dengan sistem pelayanan. Dapat memahami dan menguasai tentang sidik jari dengan segala aspeknya, bahasa tulisan tangan maupun tanda tangan serta mengerti tentang ciri-ciri khusus tentang uang dan surat berharga sehingga dapat meningkatkan tindakan pengamanan  untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan pemalsuan terhadap tanda tangan, tulisan tangan, uang maupun dokumen serta untuk mengetahui tentang tindak kejahatan lain yang terkait. Disamping itu peserta dapat mengetahui seluk beluk tentang sidik jari sehingga dapat memanfaatkan adanya sidik jari.



B. MATERI PELATIHAN GRAFONOMI

  1.  Pengertian dan Fungsi Grafonomi
    1. Dasar Pemikiran Grafologi Dalam Grafonomi
      • Latar Belakang Trjadinya Grafonomi
    2. Satuan Kedirian
      • Pemahaman Munculnya Tindak Kejahatan Grafonomi
    3. Letak dan Fungsi Grafonomi
      • Pengenalan Tulisan
        • Pengertian Tulisan dan Sumber Tulisan
        • Kenampakan Tulisan
        • Unsur Grafis Dalam Tulisan
  2.   Penilaian Unsur Grafis Dalam Tulisan
    1. Prinsip dan Langkah yang harus dilakukan
    2. Tahapan Dalam proses Interpretasi tulisan
    3. Pengenalan sesaat-seketika Analisa tulisan
    4. Pengamatan dan Memaknai tulisan tangan
  3.   Tanda Tangan Dengan Segala Variasi
    1. Meneliti dan mengamati Tanda tangan
    2. Beberapa aspek pengamatan Tanda Tangan
    3. Beberapa karakter Tanda Tangan
    4. Sikap tindak perubahan keajegan dan gerak otomatis
  4. Mengungkap Rahasia sidik jari
    1. Pengertian sidik jari
    2. Kulit telapak tangan
    3. Hubungan otak dangan pola sidik jari
    4. Jabaran hubungan otak dengan sidik jari
    5. Beberapa istilah dalam sidik jari
    6. Pola dasar sidik jari
  5.  Pengenalan dan Analisa Dokumen
    1. Pengenalan dan analisa berbagai jenis dokumen
    2. Verifikasi jenis dokumen
    3. Pemalsuan Dokumen
  6.  Pengenalan Uang
    1. Ciri umum dan khusus uang kertas
    2. Ciri umum uang Rupiah logam
    3. Pedoaman penting dalam pembuatan umum
  7.  Uang Yang dipalsukan
    1. Tindak pemalsuan yang mudah dideteksi
    2. Tindak pemalsuan yang sulit dideteksi
    3. Pendektesian uang palsu
  8. Tindak Kejahatan
    1. Hakikat kejahatan dan modus operandi
    2. Tindak kejahatan Perbankan Fisik-Non Fisik
    3. Tindak perbuatan tercela yang harus dihindari
  9. Dasar Hukum Pemidanaan
    1. Nullum Deluctum Noella Poena Praevia Sine Lege Poenalli
    2. Aspek Noella Poena
    3. Antara Actus Reus dan Ommision dalam pemalsuan
    4. Antara PerTangguangan jawab pidana dan tanggung jawab Pidana dalam Pemalsuan

BACK OFFICE OPERATION FOR BANKING

Latar Belakang Pelatihan Back Office Operation for Banking

Proses operasional bank merupakan salah satu kegiatan utama bank yang mengandung risiko dan dapat berpengaruh pada kesehatan dan kelangsungan usaha bank sehingga perlu diterapkan prinsip kehati-hatian dalam proses operasional bank tersebut secara menyeluruh mulai dari front office hingga penerapan internal regulacy. Back Office Opretian merupakan salah satu fungsi di perbankan yang memegang peran penting untuk memastikan aktifitas perbankan, khususnya yang terkait dengan dana pihak ketiga telah dijalankan secara efektif, efisien, aman dan berkesinambungan.

Staff back office operation yang terkait dengan pengelolaan dana pihak ketiga harus mampu memahami secara baik prinsip dan mekanisme aktifitas , proses transaksi serta pengendalian risiko yang dihadapi, tidak hanya yang terjadi di back office tetapi juga aktifitas dan proses transaksi yang terjadi di front office. Dengan demikian staff back office operation akan mampu menjalankan aktifitas dan proses transaksi dengan baik, lancer, aman dan berkesinambungan kerena dalam pelaksanaannya tetap mematuhi sistem internal control yang ada.

Guna mencapai sasaran diatas maka diperlukan sistem Capacity Building mulai dari staff Back Office Operation Hingga Staff Operational Policy & Prosedure guna menunjang operasional perbankan secara keseluruhan. Capacity building tersebut dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti sosialisasi, training, dan lokakarya secara berkesinambungan.

Cakupan Materi Pelatihan Back Office Operation for Banking

  • Ruang Lingkup Pekerjaan dan Aktifitas yang dilakukan Staf Back Office Operation
  • Produk dan Jasa Perbankan Terkait dana Pihak Ketiga
  • End of period proses
  • Penerapan Prinsip Anti Pencucian Uang dan Pemberantasan Pendanaan Terorisme bagi Petuas Back Office Perbankan
  • Business Continuity Plan (BCP)

 Tujuan Umum Pelatihan Back Office Operation for Banking

  • Memahami dan mengerti mengenai Perbedaan Antara Front Office dan Back Office.
  • Memahami dan mengerti mmengenai jenis-jenis pekerjaan yang dilakukan oleh Staf Back Office Operation
  • Memahami dan mengerti mengenai aktifitas Proses End Of Period serta laporan yang dihasilkan pada End Of Perios
  • Memahami dan mengerti mengenai produk dan jasa terkait dana pihak ketiga.
  • Memahami dan menngerti mengenai prinsip Anti Pencucian Uang dan Pemberantasan Pendanaan Terorisme (APU-PPT)
  • Memahami tentang pengertian business Continuity Plan (BCP)

Tujuan Khusus Pelatihan Back Office Operation for Banking

  • Pendidikan dan pelatihan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien, dalam suasana kebersamaan, dan diskusi secara interaktif dapat terbangun.
  • Keseluruhan petugas baik dari manajemen sampai dengan petugas teknis mampu menyerap dan memahami semua materi yang disajikan.
  • Pemahaman dan pengalaman dalam melaksanakan tugas dan operasional bank, hasil diskusi dalam pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, dapat dipergunakan untuk menyempurnakan kebijakan dan prosedur yang telah ada.
  • Pada akhirnya Client menjadi Bank/BPR terdepan yang mampu mewujudkan semua Good Corporate Governence, terhindar dari berbagai risiko, dan sekaligus menjadikannya media pengembangan kegiatan usaha.

KYC Dalam Rangka Anti Pencucian Uang

Deskripsi

Lembaga keuangan, khususnya perbankan, sangat rentan terhadap kemungkinan digunakan sebagai media pencucian uang dan pendanaan terorisme, karena pada perbankan tersedia banyak pilihan transaksi bagi pelaku pencucian uang dan pendanaan terorisme dalam upaya melancarkan tindak kejahatannya. Melalui berbagai pilihan transaksi tersebut, seperti transaksi pengiriman uang, perbankan menjadi pintu masuk harta kekayaan yang merupakan hasil tindak pidana atau merupakan pendanaan kegiatan terorisme ke dalam sistem keuangan yang selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pelaku kejahatan. Misalnya untuk pelaku pencucian uang, harta kekayaan tersebut dapat ditarik kembali sebagai harta kekayaan yang seolah-olah sah dan tidak lagi dapat dilacak asal usulnya. Sedangkan untuk pelaku pendanaan terorisme, harta kekayaan tersebut dapat digunakan untuk membiayai kegiatan terorisme.

 

Tujuan Pelatihan KYC Dalam Rangka Anti Pencucian Uang (APU)

Yang diharapkan dari para peserta training setelah pelatihan dilaksanakan :

  1. Memahami mengapa KYC dan APU penting untuk diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari
  2. Memahami dampak negatif dengan tidak diterapkan KYC dan APU dalam pekerjaan
  3. Dapat menerapkan KYC dan APU dalam pekerjaan sehari-hari

Outline Materi Pelatihan KYC Dalam Rangka Anti Pencucian Uang (APU)

  1. Istilah-istilah terkait
    • KYC, AML, TPPU / APU, PPT
  2. Peraturan-peraturan yang berlaku di Indonesia terkait KYC dan AML
    • UU RI, PBI, SEBI
  3. KYC
    • Apakah KYC?
    • Mengapa KYC?
    • Kapan KYC dapat dilakukan?
    • Apakah persyaratan KYC merupakan hal baru?
  4. Jenis Due Dilligence
    • CDD & EDD
  5. Tidak Pidana Pencucian Uang (TPPU / Money Laundering)
    • Money Laundering
    • Tujuan Pencucian Uang
    • Dampak
    • Kerugian Negara
    • Tindak Pidana
  6. Tahap-tahap pencucian uang
    • Modus Operandi
    • Bentuk placement
    • Bentuk layering
    • Bentuk integration
    • Sarana pencucian uang
  7. Beberapa modus pencucian uang
    • Smurfing,
    • Structuring,
    • U-Turn,
  8. Transaksi Keuangan Mencurigakan (TKM / Suspicious Transaction)
    • Unsur-unsur Transaksi Keuangan Mencurigakan
    • Indikator transaksi keuangan yang mencurigakan
    • Contoh transaksi keuangan yang mencurigakan
  9. Pendanaan Terorisme
  10. Pentingnya KYC, APU & PPT
  11. Risiko TPPU bagi bank
  12. Prosedur penerimaan nasabah
  13. Dokumen Nasabah dan WIC
    • Bagi Calon Nasabah perorangan
    • Bagi Calon Nasabah perusahaan
    • Bagi Walk in Client (WIC)
  14. Pengelompokan Nasabah dan WIC (klasifikasi risiko)
  15. HIGH RISK CUSTOMER
    • HIGH RISK PERSON
    • HIGH RISK BUSSINESS
    • HIGH RISK COUNTRIES
  16. Pelaporan Kepada PPATK
    • LTKM / STR;
    • LTKT / CTR; dan
    • Laporan lainnya.
  17. Anti Tipping-Off
  18. Kewajiban Penyedia Jasa Keuangan (PJK)
  19. Hak Penyedia Jasa Keuangan (PJK)
  20. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)
    • Tugas PPATK
    • Wewenang PPATK
  21. Hal-hal yang harus diperhatikan bank dalam rangka APU dan PPT
    • Pengawasan aktif Direksi dan Dewan Komisaris
    • Unit Kerja Khusus (UKK)
    • Risk Based Approach
    • Sumber daya manusia dan pelatihan

Money Laundering: Tindak Pidana Pencucian Uang Dan Peranan Bank Untuk Mencegahnya

OVERVIEW Training Money Laundering

Akhir-akhir ini banyak kita dengar dan baca tentang pidana pencucian uang karena makin banyak kasus korupsi yang melibatkan banyak pejabat di Indonesia. Tindak pidana dalam kasus korupsi selalu melibatkan banyak pejabat di Indonesia. Tindak pidana dalam kasus korupsi selalu melibatkan bank sebagai sarana menerima, mengirim dan menyimpan yang semua aliran dana tersebut tercatat dengan baik oleh Bank. Peranan Bank sebagai penunjang system keuangan menyebabkan bank sebagai sarana pencucian uang. Dengan mengikuti seminar/ Pelatihan ini, peserta akan mengetahui lebih banyak tentang pencucian uang dan peranan Bank untuk mencegah pencucian uang. Disamping itu peserta akan mengetahui karateristik rekening yang digunakan untuk penipuan.

Outline Training Money Laundering: Tindak Pidana Pencucian Uang Dan Peranan Bank Untuk Mencegahnya

  1. Pengertian dan Hakikat Pencucian Uang
  2. Modus Operandi dari Pencucian Uang
  3. Aspek Pencucian Uang Bagi Perbankan
  4. Lingkup Pencucian Uang Dalam Undang-Undang Nomor Republik Indonesia Nomor:8 Tahun 2010 Tentang Tindak PidanaPencucian Uang
  5. Hasil Tindak Pidana Pencucian Uang
  6. Tahapan Operasional dan Metode Pencucian Uang
  7. Pola Pencucian Uang Di Indonesia
  8. Bank Sebagai Sarana Pencucian Uang
  9. Faktor Bank Sebagai Sarana dan Peranan Untuk Menanggulangi Pencucian Uang
  10. Pengertian dan Pemahaman Transaksi
  11. Indikator Transaksi Keuangan Yang Mencurigakan
  12. Dasar Hukum Penghentian Sementara atau Penundaan Transaksi
  13. Langkah Bank Dalam Pencegahan dan Pendanaan Terorisme
  14.  Customer Due Diligence
  15. Pemblokiran Rekening Nasabah
  16. Harta Kekayaan-Pengertian dan Perolehannya
  17. Proses Pembuktian Tindak Pidana Pencucian Uang
  18. Sifat melawan Hukum Tindak Pidana Pencucian Uang
  19. Rumusan Delik Tindak Pidana Pencucian uang
  20. Siklus Pokok dan Rumusan Delik Tindak Pidana Pencucian Uang
  21. Dasar Hukum Pemidanaannya

AUDIT KREDIT BANK: Executive Training Development

Pengantar Audit Kredit Bank

Kredit atau kredit yang disalurkan bank kepada  nasabah atau debitur adalah suatu produk perbankan berupa penyaluran dana kepada masyarakat atau perusahaan yang merupakan sumber penghasilan bagi bank. Bagi industri perbankan, manajemen kredit merupakan  tugas yang sangat penting  karena beberapa alasan. 1) Sumber utama dana kredit tersebut adalah dari pihak ketiga atau masyarakat yang harus dikembalikan bank dalam jangka pendek. 2) Jika jumlah kredit terlalu besar maka akan merugikan kesehatan bank sebab akan mengganggu  likuiditas bank tersebut. 3) Jika kredit tidak dikelola banik akan menimbulkan masalah kolektibilitas  bahkan akan menimbulkan kredit macet. Untuk mengurangi resiko yang makin besar, maka perencanaaan dan pengendalian kredit  menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi bank. Untuk itulah diperlukan audit kredit agar dapat dicegah dan dikurangi risiko kredit.

Tujuan Pelatihan Audit Kredit Bank

Tujuan pelatihan audit kredit adalah sebagai berikut:

  1. Membekali peserta pengetahuan tentang  pengertian, karakteristik, dan jenis kredit.
  2. Membekali peserta pengetahuan tentang proses audit kredit,
  3. Membekali peserta teknik dan metode  menditeksi masalah dalam kredit dan cara mengatasi masalah kredit, termasuk test goal, kriteria, KPI, dan peraturan BI.
  4. Memberikan pengetahuan bagi peserta teknik mengurangi risiko kredit dan melaporkan hasil temuan audit kredit.
  5. Memberikan bekal pengetahuan yang lebih dalam tentang  audit risiko berbasiskan risiko.

Manfaat  Training Audit Kredit

Manfaat yang diperoleh peserta setelah mengikuti pelatihan ini adalah:

  1. Peserta akan mengerti bagaimana menyusun tujuan,prosdur terhadap  audit kredit.
  2. Peserta akan mampu menentukan masalah apa yang terjadi dalam kredit bank.
  3. Peserta akan mampu menentukan penyebab dan dampak dari masalah kredit bank
  4. Peserta akan mampu memberikan berbagai alternative  untuk mengatasi risiko atau kerugian atau masalah dalam kredit bank
  5. Peserta akan mampu menghasilkan audit finding report yang handal dan relevan atas kredit bank sesuai frudential banking

Isi/Outline Training  Audit Kredit Bank

Training ini merupakan proses yang mencakup pokok bahasan berikut:

  1. Mengerti pihak yang bertanggungajawab dan berperan pada audit kredit.
  2. Mengerti tujuan prinsip audit kredit
  3. Bidang apa yang harus diaudit
  4. Mengerti sumber dana bank
  5. Internal control dan COSO
  6. Evaluasi Internal control kredit
  7. Audit ketaatan pada prinsip pemberian kredit
  8. Audit ketaatan kebijakan kredit pada bank
  9. Review kredit
  10. Monitorong diri (KPI) dan assessment
  11. Audit finding atas kredit.
  12. Audig report dan diskusi
  13. Kasus
  14. Q&A.
  15. Review
  16. Closing

REKSTRUKTURISASI DAN PENYELAMATAN KREDIT GUNA MENINGKATKAN KINERJA BANK

DESKRIPSI

Industri perbankan saat ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Produk-produk perbankan semakin inovatif dan diciptakan untuk memenuhi kebutuhan akan jasa keuangan nasabahnya. Perubahan besar tersebut dipicu oleh perkembangan tehnologi (a.l. ebanking). Perbankan telah menambah fitur-fitur pada tiap produknya sesuai dengan ekspektasi nasabah yang menjadi target pasarnya. Upaya tersebut akan menambah kemampuan bank dalam menghasilkan laba dan menjaga sustainability usahanya.

Namun tidak dapat dipungkiri bahwa sampai saat ini asset/produk industri perbankan khususnya di Indonesia yang terbesar memberikan kontribusi bagi pendapatan bank adalah asset berupa kredit. Kontribusi pendapatan bunga dari pemberian kredit diperkirakan mencapai 70-80% dari total pendapatan bank, sehingga tiap gangguan yang terjadi pada asset ini dapat mempengaruhi kinerja bank secara signifikan. Oleh karena itu manajemen bank akan memberikan perhatian khusus pada tingkat kesehatan/kualitas dari kredit yang disalurkan.

Selain Manajemen bank pihak yang berkepentingan atas kualitas kredit lainnya dari suatu bank antara lain pemegang saham, karyawan dan perekonomian secara umum, karena risiko terbesar yang mudah dikenali dari bisnis bank adalah risiko kredit dan risiko ini dapat membawa kejatuhan pada sebuah bank.

Untuk dapat mengendalikan risiko atas penyaluran kreditnya bank dapat melakukan beberapa langkah strategis, terutama dengan meningkatkan kompetensi dan pemahaman pada setiap pegawai yang berada dibidang perkreditan perihal proses normal management kredit sampai dengan remedial management (penyelamatan kredit).

TUJUAN

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  • Memberikan pemahaman kepada peserta perihal proses pemberian kredit, monitoring dandeteksi dini kredit bermasalah.
  • Memberi keyakinan kepada peserta dalam pengambilan keputusan atas strategi penanganankredit bermasalah.
  • Peserta dapat memahami pemenuhan aturan regulator terhadap penanganan kreditbermasalah
  • Tinjauan alternatif penyelesaian kredit melalui pihak ketiga (legal action).

MATERI

  1. Proses Kredit Dan Identifikasi Permasalahannya
  • Pengertian kredit bermasalah
  • Identifikasi factor-faktor penyebab kredit bermasalah
  • Early warning system
  • Kerangka kerja penanganan kredit bermasalah
  • Regulasi pendukung
  • Penyelesaian kredit melalui pihak ketiga

2. Strategi penanganan kredit bermasalah dengan rekstruturisasi atau penyelesaian kredit

  • Evaluasi alternative strategi
  • Financial projection restrukturisasi
  • Penentuan skema restrukturisasi
  • Studi kasus
  • Kesimpulan dan penutup

PELATIHAN PERHITUNGAN KESEHATAN BANK

OVERVIEW PELATIHAN PERHITUNGAN KESEHATAN BANK 

Pada tanggal 25 Oktober 2011 Bank Indonesia mengeluarkan Surat Edaran No. 13/24/DPNP sebagai pengaturanatas PBI No. 13/1/PBI/2011 tanggal 5 Januari 2011 perihalPenilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum. Dalam SE ini antara lain diatur bahwa Bank diwajibkan untuk melakukan penilaian sendiri (Self Assessment) Tingkat Kesehatan Bank dengan menggunakan pendekatan Risiko (Risk-based Bank Rating/RBBR) baik secara individual maupun secara konsolidasi. SE iniakan berlaku efektif mulai tanggal 1 Januari 2012 untuk penilaian Tingkat Kesehatan Bank posisi akhir bulan Desember 2011.



MANFAAT PELATIHAN PERHITUNGAN KESEHATAN BANK

  1. Memberikan pemahaman yang komperhensif mengenai konsep dan mekanisme Penilaian Tingkat Kesehatan Berbasis Risiko.
  2. Memberikan pemahaman terhadap proses penilaian, pengaplikasian kualitatif parameter dan penetapan “scoring guidance” sertabobotrisiko.
  3. Menerjemahkan pemahaman konsepmelalui  Kertas Kerja Penilaian RBBR (excel spreadsheet).
  4. Peserta diharapkan mampu untuk menyusun Laporan Tingkat Kesehatan.

COURSE OUTLINES PERHITUNGAN KESEHATAN BANK:

  1. Sekilas tentang Revisi Kebijakan Manajemen Risiko & Prinsip-prinsip Umum  RBBR
  2. MekanismePenilaian Tingkat Kesehatan Bank
  3. Parameter/Indikator Penilaian Tingkat Kesehatan
  4. Parameter/Indikator Penilaian Tingkat Kesehatan
  5. RBBR Framework, Implementation Process, Basis Penetapan Peer-Group, Scoring & Bobot Risiko
  6. AplikasiPerhitunganRisiko Inherent &PenerapannyadalamKertasKerja
  7. Aplikasi Penilaian Kualitas Manajemen Risiko & Penerapannya dalam Kertas Kerja
  8. Penetapan Peringkat Komposit, Penetapan Rating RBBR &Persiapan Data untukLampiran III (Form BI)

REKSTRUKTURISASI DAN PENYELAMATAN KREDIT YANG EFEKTIF GUNA MENINGKATKAN KINERJA BANK

OVERVIEW TRAINING REKSTRUKTURISASI DAN PENYELAMATAN KREDIT

Industri perbankan saat ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Produk-produk perbankan semakin inovatif dan diciptakan untuk memenuhi kebutuhan akan jasa keuangan nasabahnya. Perubahan besar tersebut dipicu oleh perkembangan tehnologi (a.l. ebanking). Perbankan telah menambah fitur-fitur pada tiap produknya sesuai dengan ekspektasi nasabah yang menjadi target pasarnya. Upaya tersebut akan menambah kemampuan bank dalam menghasilkan laba dan menjaga sustainability usahanya.

Namun tidak dapat dipungkiri bahwa sampai saat ini asset/produk industri perbankan khususnya di Indonesia yang terbesar memberikan kontribusi bagi pendapatan bank adalah asset berupa kredit. Kontribusi pendapatan bunga dari pemberian kredit diperkirakan mencapai 70-80% dari total pendapatan bank, sehingga tiap gangguan yang terjadi pada asset ini dapat mempengaruhi kinerja bank secara signifikan. Oleh karena itu manajemen bank akan memberikan perhatian khusus pada tingkat kesehatan/kualitas dari kredit yang disalurkan.

Selain Manajemen bank pihak yang berkepentingan atas kualitas kredit lainnya dari suatu bank antara lain pemegang saham, karyawan dan perekonomian secara umum, karena risiko terbesar yang mudah dikenali dari bisnis bank adalah risiko kredit dan risiko ini dapat membawa kejatuhan pada sebuah bank.

Untuk dapat mengendalikan risiko atas penyaluran kreditnya bank dapat melakukan beberapa langkah strategis, terutama dengan meningkatkan kompetensi dan pemahaman pada setiap pegawai yang berada dibidang perkreditan perihal proses normal management kredit sampai dengan remedial management (penyelamatan kredit).

 

TUJUAN PELATIHAN REKSTRUKTURISASI DAN PENYELAMATAN KREDIT

  • Memberikan pemahaman kepada peserta perihal proses pemberian kredit, monitoring dandeteksi dini kredit bermasalah.
  • Memberi keyakinan kepada peserta dalam pengambilan keputusan atas strategi penanganankredit bermasalah.
  • Peserta dapat memahami pemenuhan aturan regulator terhadap penanganan kreditbermasalah
  • Tinjauan alternatif penyelesaian kredit melalui pihak ketiga (legal action).



Dengan mengikuti pelatihan ini peserta akan mampu:

  • Mendeteksi secara dini kredit yang berpotensi menjadi bermasalah dan melakukan langkahlangkah awal penanganannya.
  • Menganalisa berbagai aspek (a.l. manajemen, legal, teknik dan keuangan) sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan penyelesaian kredit yang telah dikategorikan sebagai kredit bermasalah.
  • Melakukan restrukturisasi kredit dengan pemilihan berbagai alternatif skenario sesuai dengan kompleksitas permasalahannya.
  • Memperkirakan keuntungan/kerugian dalam setiap alternatif penyelesaian yang dipilih

 

MATERI TRAINING REKSTRUKTURISASI DAN PENYELAMATAN KREDIT

Proses Kredit Dan Identifikasi Permasalahannya

  • Pengertian kredit bermasalah
  • Identifikasi factor-faktor penyebab kredit bermasalah
  • Early warning system
  • Kerangka kerja penanganan kredit bermasalah
  • Regulasi pendukung
  • Penyelesaian kredit melalui pihak ketiga

Strategi penanganan kredit bermasalah dengan rekstruturisasi atau penyelesaian kredit

  • Evaluasi alternative strategi
  • Financial projection restrukturisasi
  • Penentuan skema restrukturisasi
  • Studi kasus
  • Kesimpulan dan penutup

 

Audit Kredit Bank Berbasis Manajemen Risiko

Overview Training Audit Kredit Bank Berbasis Manajemen Risiko

Risiko kredit adalah risiko kerugian akibat kegagalan pihak lawan (counterparty) memenuhi kewajibannya. Risiko kredit mencakup akibat kegagalan debitur (borrower), risiko kredit akibat kegagalan pihak lawan transaksi (counterparty), dan risiko kredit akibat kegagalan penyelesaian transaksi (settlement).

Risiko kredit bersumber dari berbagai aktivitas fungsional bank seperti perkreditan (pembiayaan), aktivitas treasury (berupa penempatan dana antar bank), aktivitas terkait investasi, dan aktivitas pembiayaan perdagangan (trade finance).

Pada saat ini aktiva produktif perbankan nasional didominasi oleh kredit yang diberikan, sementara sumber dana bank terutama berasal dari dana pihak ketiga, sehingga apabila terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan terhadap bank, maka bank tersebut dapat mengalami gangguan yang cukup signifikan dalam memenuhi kewajiban pada pemilik dana.

Perkembangan paradigma internal audit, peraturan dan ketentuan dari regulator serta pesatnya perkembangan teknologi informasi adalah beberapa contoh faktor yang menempatkan fungsi internal auditor perbankan (Satuan Kerja Audit Intern Bank/SKAI) untuk mendukung efektivitas penerapan manajemen risiko.

Untuk mengurangi resiko yang makin besar, maka perencanaaan dan pengendalian kredit menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi bank. Untuk itulah diperlukan audit kredit agar dapat dicegah dan dikurangi risiko kredit.

Tujuan pelatihan audit kredit adalah sebagai berikut:

  1. Membekali peserta pengetahuan tentang pengertian, karakteristik, dan jenis kredit.
  2. Membekali peserta pengetahuan tentang proses audit kredit.
  3. Membekali peserta teknik dan metode menditeksi masalah dalam kredit dan cara mengatasi masalah kredit, termasuk test goal, kriteria, KPI, dan peraturan BI.
  4. Memberikan pengetahuan bagi peserta teknik mengurangi risiko kredit dan melaporkan hasil temuan audit kredit.
  5. Memberikan bekal pengetahuan yang lebih dalam tentang audit risiko berbasiskan risiko.

Outline Materi Training Audit Kredit Bank Berbasis Manajemen Risiko

1. Bank, Audit dan Regulasi
2. Kebijakan Kredit dan Prosedur
3. Proses perkreditan

  • Konsumer dan Komersial
  1. Risk Based Audit Internal (RBAI)
  • Tujuan (RBIA)
  • Syarat yang digunakan
  • Jenis-jenis Risiko
  • Pendekatan RBIA
  • Pemahaman Proses
  • Laporan dan Opini Audit
  1. Pengukuran dan Pemantauan Risiko Kredit
    6. Evaluasi Internal Kredit
    7. Kebijakan Kredit dan Prosedur
    8. Keterkaitan Risiko Kredit dan Risiko Inhern Bank
    9. Modern Methode Audit Bank
    10. Audit Kredit Berbasis Manajemen Risiko
    a. Risiko Kredit
    b. Segmentasi Kredit
    c. Organisasi Kredit
    d. Budaya Kredit
    11. Analisa Portfolio
    12. Studi Kasus

 

PERMASALAHAN HUKUM DALAM DUNIA PERBANKAN

MANFAAT PELATIHAN PERMASALAHAN HUKUM DALAM DUNIA PERBANKAN

Dunia perbankan adalah suatu lingkup institusi yang dilandasi oleh adanya suatu kepercayaan dari masyarakat dari segenap lapisan. Dan karenanya dikenal sebagai suatu institusi yang sarat dengan berbagai peraturan hukum. Dan tentu saja dalam setiap gerak dinamisasinya, operasional perbankan akan selalu lekat dengan persoalan hukum yang menyertai. Dengan mengikuti pelatihan diharapkan kepada para peserta nantinya dapat mengetahui, memahami, dan menguasai berbagai permasalahan hukum yang selalu ada dan melekat pada setiap gerak operasional sejak dari front office hingga ke back office. Dengan pemahaman tersebut maka diharapkan pula pada para peserta menyadari akan betapa pentingnya dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya senantiasa mengikuti pola pikir dan sikap tindak yang bersifat hukum terutama sebagai langkah awal untuk mencegah adanya fraud yang kemungkinan terjadi dalam operasional perbankan.

MATERI PELATIHAN PERMASALAHAN HUKUM DALAM DUNIA PERBANKAN

  1. Pengertian Hukum dan Permasalahan Yang terkait
    • Pengenalan tentang analisis permasalahan hukum
    • Pemahaman dan pengertian tentang hukum
  2. Sikap Tindak Hukum
    • Kaidah berperilaku hukum
    • Hakikat dari sanksi-kaitan sanksi
  3. Pemahaman Tentang Makna Hukum
  4. Institusi Perbankan Dan Operasionalnya
    • Pola pandang perbankan dalam kajian secara umum
    • Kode Etik Bank dan sikap tindak perilaku karyawan Bank
    • Bagaimana seharusnya petugas pengawas Bank bersikap tindak sesuai hukum
    • Pertentangan nurani dan satuan kedirian
  5. Permasalahan Hukum yang Terkait Dengan Dunia Perbankan
    • Tentang hukum perbankan dan ruang lingkupnya
    • Asas-asas hukum perbankan dan Faktor pendukung terciptanya hukum perbankan
  6. Permasalahan Hukum Internal Dalam Kaitannya Dengan Peraturan Perusahaan
  7. Good Corporate GovernanceSebagai Faktor Pandang Hukum Dalam Perbankan
  8. Permasalahan Hukum Dalam Pemberian Kredit
  9. Aspek Hukum Perjanjian Kredit dan permasalahannya
  10. Beberapa Permasalahan Hukum Tertentu Dalam Perbankan
  11. Analisa Permasalahan Hukum
  12. Dasar Hukum Pemidanaan Seseorang
  13. Beberapa Contoh Kasus Perbankan