Monthly Archives: Januari 2016

Project Cost Management for Oil and Gas

Deskripsi Training Project Cost Management for Oil and Gas

Salah satu elemen terpenting dalam manajemen Proyek khususnya di pertambangan adalah masalah penganggaran dalam proyek dan kontrak..Apabila terjadi kesalahan dalam pemganggaran atau dalam pengelolaan biaya, maka hal ini tentu akan saat merugikan bagi banyak pihak. Training ini tidak hanya akan menguraikan teknik biaya dalam memperkirakan metode , tetapi juga akan menempatkan ini dalam kaitannya dengan akurasi estimasi dan proyeksi khusunya dalam bidang pertambangan oil dan gas.

Tujuan :

  1.  Lebih memahami bagaimana cara memperkirakan anggaran proyek yang akurat
  2. Membantu tim proyek untuk melaksanakan proyek-proyek sedemikian rupa sehingga proyek akan selesai dalam waktu dalam budget.
  3. Mengerti kebutuhan yang berbeda dalam memperkirakan seluruh siklus hidup proyek.

Materi

  1. Ruang lingkup Proyek Minerba
  • Profil kegiatan dan aktivitas proyek Minerba
  • Tahap siklus proyek dalam Minerba
  1. Perencanaan Sumber Daya
  • Jenis-jenis sumber daya yang digunakan’
  • Perencanaan biaya : direct cost dan indirect cost
  1. Perkiraan biaya / Cost estimating
  2. Metode Factor Estimating
  • Factor Estimating Method_0.6 Exponent or Power Factor
  • Factor Estimating Method_Lang Method
  • Factor Estimating Method_Hand Method
  • Factor Estimating Method _Improved Factor Method
  1. Metode Quantitative Estimating
  • Quantitative Piping & Pipelines
  • Quantitative Civil & Structural Steel
  • Quantitative Mechanical Equipment
  • Quantitative E & I Equipment
  • Quantitative Indirect Cost
  1. Metode Detail Estimate
  2. Cost Controlling
  3. Work Breakdown Structure (WBS)
  • Area / Lokasi pekerjaan
  • Kategori pekerjaan (berdasarkan Disiplin Ilmu / Tenaga kerja dan Peralatan
  • Spesifikasi pekerjaan
  • Berdasarkan para pihak / Kontraktor yang mengerjakan
  1. Studi kasus
Iklan

Manajemen Korosi

Deskripsi Pelatihan Manajemen Korosi

Peralatan produksi dan bahan industri seperti Pipa, Mesin, Plat, dan lain-lain biasanya terbuat dari bahan logam. Kelemahan dari bahn logam yaitu mudah mengalami korosi. Apabila logam sudah mengalami korosi, maka dibutuhkan biaya yang beser untuk mengatasinya. Oleh karena itu dengan memahami prinsip dasar ilmu korosi dan memiliki pengetahuan proteksi, maka korosi dapat diminimalisasi sehingga tidak terjadi kerugian yang lebih besar ditinjau dari segi biaya maupun terganggunya operasional peralatan.

 

Tujuan Pelatihan Manajemen Korosi

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Mengetahui dan memahami mekanisme terjadinya korosi
  2. Mengetahui dan memahami dasar pemilahan material
  3. Memahami metode pemamtauan dan pengukuran korosi
  4. Memahami metode untuk pengendalian korosi
  5. Mampu meghitung dan memprediksi kecepatan korosi yang terjadi pada material yang digunakan.

 

 

 

Materi Pelatihan Manajemen Korosi

  1. Pendahuluan mengenai korosi
  2. Types Of Corrosions
  3. Pengujian dan evaluasi bahan industri
  4. Corrosion Protection Methods  : Surface Coating, Coating Method, Surface Preparation, Inhibitor Injection, Inhibitor Classification, Inhibitor Protection Mechanisms, Inhibitor Selection Methods, Cathodic Protection, Sacrificial Anode, Impressed Current, Underground Piping Cathode Protection, Anode Protection
  5. Mekanisme dan faktor-faktor penyebab terjadinya korosi
  6. Metode pemantauan, pemeriksaan dan pengukuran korosi
  7. Teknologi pengendalian dan pencegahan korosi
  8. Perhitungan dan prediksi kecepatan terjadinya korosi pada suatu material berdasarkan studi kasus

PENERAPAN PTK 007 DAN TKDN SEBAGAI PEDOMAN PENGADAAN BARANG DAN JASA INDUSTRI HULU MIGAS

DESKRIPSI TRAINING PENERAPAN PTK 007

Aktivitas Pengadaan Barang & Jasa di industri hulu migas mempunyai spesifikasi dan karakteristik khusus. Hal ini berhubungan dg karakteristik proses bisnisnya: HI-COST, HI-RISK, HI-TECH. Selain itu sistem PSC yg berlaku di Indonesia berdasarkan rezim kontrak dimana Pemerintah dlm hal ini diwakili SKKMigas bertindak sebagai pengawas, sedangkan KKKS sebagai operator lapangan migas. Oleh sebab itu diperlukan regulasi khusus yg mengatur tata kelola pengadaan barang dan jasa di hulu migas Indonesia

TUJUAN TRAINING PENERAPAN PTK 007

  • Pengembangan kemampuan mengenai regulasi yg berlaku dlm proses pengadaan barang/jasa di industri hulu migas Indonesia
  • Peningkatan Pemahaman mengenai proses pengadaan barang/jasa di industri hulu migas Indonesia
  • Identifikasi resiko dlm proses pengadaan barang & jasa berdasarkan regulasi yg berlaku di industri migas Indonesia.
  • Antisipasi resiko dlm proses pengadaan barang & jasa berdasarkan regulasi yg berlaku

MATERI TRAINING

OVERVIEW

  • Ruang Lingkup
  • Kebijakan Umum

KEWENANGAN & PENGAWASAN

  • Kewenangan KKKS dlm Tahap Eksplorasi
  • Kewenangan KKKS dlm Tahap Eksploitasi
  • Keadaan Khusus

PENGUTAMAAN PENGGUNAAN BARANG/JASA PRODUKSI DLM NEGERI

  • Ketentuan Umum
  • Pengutamaan Barang Produksi dlm Negeri
  • Pengutamaan Jasa Produksi dlm Negeri

STRATEGI PENGADAAN

  • Penyusunan Strategi Pengadaan
  • Penyusunan Paket Tender
  • Jenis & Masa Berlaku Kontrak

PERENCANAAN PENGADAAN BARANG/JASA

  • Daftar Pengadaan (Procurement List)
  • Persetujuan Rencana Tender

PELAKU PENGADAAN BARANG/JASA

  • Pejabat Berwenang
  • Pengguna Barang/Jasa
  • Pengelola Pengadaan
  • Panitia Tender
  • Penyedia Barang/Jasa

HARGA PERKIRAAN SENDIRI/OWNER ESTIMATED

  • Ketentuan Umum
  • Dasar-Dasar Penyusunan HPS/OE

DOKUMEN PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA

  • Struktr Doukumen Pemilihan Penyedia Barang/Jasa
  • Dokumen Penilaian Kualifikasi
  • Dokumen Tender
  • Dokumen Penawaran

JAMINAN

  • Jaminan Penawaran
  • Jaminan Pelaksanaan
  • Jaminan Uang Muka
  • Jaminan Pemeliharaan
  • Pencairan Jaminan

MEKANISME PEMILIHAN PENYEDIA BARANG & JASA

  • Swakelola
  • Metode Pelaksanaan Tender
  • E-Proc
  • Procurement Card
  • Ketentuan Pelaksanaan dlm Pemilihan Penyedia Barang/Jasa

TAHAPAN & TATA CARA PELELANGAN UMUM

  • Pengumuman
  • Pendaftaran Penyedia Barang/Jasa
  • Peniliaian Kualifikasi
  • Pengambilan Dokumen Tender
  • Pemberian Penjelasan
  • Protes
  • Penyampaian Dokumen Penawaran
  • Pembukaan Dokumen Penawaran
  • Evaluasi Penawaran
  • Negosiasi Harga Penawaran
  • Penentuan Calon Pemenang Tender
  • Keputusan Penetapan Calon Pemenang Tender
  • Pengumuman Calon Pemenang Tender
  • Sanggahan
  • Persetujuan Hasil Pelaksanaan Tender
  • Penunjukan Pemenang Tender
  • Pengembalian Jaminan Penawaran
  • Pelelangan Gagal
  • Pelelangan Ulang
  • Proses Lanjutan Lelang Ulang Gagal
  • Pembatalan Pelelangan
  • Tenggang Waktu PelelanganPekerjaan Mendahului Kontrak

KONTRAK

  • Penerbitan Kontrak
  • Isi Kontrak
  • Pelaksanaan Pekerjaan Mendahului Kontrak
  • Perubahan Lingkup Kerja (PLK) & Perpanjangan Jangka Waktu Kontrak (PJWK)
  • Manajemen Kontrak
  • Penyelesaian Perselisihan
  • Penutupan Kontrak

PENILAIAN KINERJA & PENGAWASAN KKKS

  • Penilaian Kinerja
  • Pengawasan

PENGELOLAAN PENYEDIA BARANG/JASA

  • Pembinaan
  • Penilaian Kinerja
  • Penghargaan Atas Kinerja
  • Sanksi Terhadap Penyedia Barang/Jasa
  • Katagori Pelanggaran
  • Sanksi Berdasarkan Katagori Pelanggaran

PELAPORAN KEGIATAN PENGADAAN BARANG/JASA

  • Laporan Rutin
  • Laporan Non-Rutin

HSE for Oil and Gas Training

Deskripsi

Perusahaan bidang petrochemical, oil & gas menjadi industri yang paling ketat dalam menerapkan kebijakan HSE health safety & environment. Banyak orang yang menginginkan bekerja di area ini dengan standard safety yang tinggi, tentu dengan remunerasi yang lebih baik pula. Begitu pula semakin banyaknya pekerja kontraktor yang bekerja di area oil & gas akan semakin banyak pula resiko kecelakaan kerja. Tercatat di berbagai data bahwa kecelakaan kerja lebih banyak terjadi pada kontraktor di bandingkan pegawai tetap di perusahaan tersebut.

Mengenal dunia HSE di oil & gas yang mempunyai standard acuan yang lebih tinggi, penting bagi siapa saja yang menginginkan masuk dan bekerja di area oil & gas ini. Di mulai dari standard kesehatan yang tinggi melalui medical check up, keterampilan dan pengalaman, training yang mencukupi dan lain sebagainya. Bagi kontraktor harus menyiapkan CSMS program contractor safety management system yang seringkali menjadi kendala bagi banyak kontraktor.

Pelatihan ini di siapkan bagi siapa saja personal yang menginginkan masuk dunia oil & gas, bagi kontraktor untuk mempersiapkan system CSMS dan lain sebagainya. Selepas workshop, peserta di ajak bergabung di dalam forum diskusi tentang EHS yang ada di Indonesia, sehingga pekerjaan yang baru bisa di support dengan komunitas yang baru dengan members lebih dari 4000 orang praktisi EHS di Indonesia.

 

Objective HSE for Oil and Gas Training

  • Pengenalan HSE (health, safety & environment) bidang Oil & Gas
  • Persiapan memasuki dunia oil & gas (skill, kesehatan, training)
  • Mengenal dan proakif di program HSE area Oil & Gas
  • Menyiapkan CSMS programs dan implementasinya
  • Mengenal system Management K3 dan pelaksanaannya
  • Waste Management dan implementasinya
  • Mengikuti Health Promotion Program
  • Menjalan Permit to Work (PA, IA)
  • Memahami Emergency Response System

 

Outline 1st day HSE for Oil and Gas Training

  • Pengenalan HSE Oil & Gas
  • Mengenal SMK3, OHSAS 18001 dan system management
  • Mengenal HSE program Oil & Gas
  • Implementasi dan pengukuran program K3
  • Permit to work dan system isolasi

 

Outline 2nd day

  • CSMS (Contractor Safety Management System)
  • Emergency respon program dan implementasinya
  • Accident reporting & investigation
  • Waste management
  • Studi case

GAS TURBINE

DESKRIPSI TRAINING GAS TURBINE

turbin gas di perusahaan pertambangan memiliki peran sentral untuk menggerakkan pesawat kerja lain yang apabila terganggu dapat menghambat proses produksi dan merugikan finansial perusahaan. Karena fungsinya yang sangat penting, maka perusahaan memerlukan pekerja yang memahami bagaimana menginstalasi dan mengoperasikan turbin gas tersebut agar dapat berjalan secara optimal. Selain itu, beragam komponen yang ada di turbin gas mengharuskan perawatan yang seksama agar kerusakan dapat terhindari seminimal mungkin. Perawatan juga perlu dijadwalkan baik secara periodik atau insidental. Di sisi lain, bila ada downtime yang tidak dikehendaki maka perusahaan pada dasarnya membutuhkan karyawan yang memiliki keahlian dalam bidang gas turbine sehingga bisa segera diperbaiki dan proses produksi dapat berjalan sebagaimana adanya.

TUJUAN TRAINING GAS TURBINE

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami  mengenai cara kerja dan pengoperasian gas turbine yang tepat
  2. Memamahami manajemen perawatan dan panduan untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan gas turbine
  3. Memberikan keahlian dalam menangani persoalan kerusakan gas turbine

MATERI TRAINING GAS TURBINE

  1. Ruang lingkup dan kegunaan turbin gas di perusahaan pertambangan minyak dan gas
  2. Prinsip dasar kerja gas turbine
  3. Faktor-faktor pengaruh perfomansi darigas turbine
  4. Klasifikasi gas turbine
  5. Siklus gas turbine
  6. Pengoperasian gas turbine
  7. Komponen gas turbine dan teknik perawatan masing-masing
  8. Komponen penunjang gas turbine
  9. Manajemen perawatan gas turbine yang efektif dan efesien
  10. Permasalahan pengoperasian gas turbine
  11. Diskusi dan studi kasus penanganan persoalan gas turbine
  12. Perkembangan teknologi gas turbine modern

GEOTHERMAL SYSTEM AND TECHNOLOGY

DESKRIPSI TRAINING GEOTHERMAL SYSTEM AND TECHNOLOGY

Menurut data yang dilansir oleh Badan Geologi, Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi energi geothermal terbesar di dunia sebesar 40 persen. Data tersebut seharusnya mampu dimanfaatkan oleh perusahaan untuk dapat membangun instalasi pembangkit listrik yang berbasis pada geothermal. Untuk mencapai itu, perusahaan perlu mengerti terlebih dahulu bagaimana sistem manajemen operasional yang tepat, efektif dan efisien dalam mengeksplorasi geothermal sebagai energi sehingga investasi yang dikeluarkan tidak terbuang percuma. Selain itu, perkembangan teknologi terbarukan memungkinkan perusahaan untuk memilih berbagai peralatan inti dan penunjang yang dapat diinstalasi di pembangkitan listrik sehingga perusahaan dapat menghemat pengeluaran secara signifikan. Pada training ini, perusahaan akan memiliki banyak pengetahuan baik itu yang mendasar maupun yang sedang berkembang saat ini dalam pembangkitan listrik berbasis geothermal mulai dari eksplorasi hingga evaluasi operasi yang dijalankan oleh perusahaan.

TUJUAN GEOTHERMAL SYSTEM AND TECHNOLOGY

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami mengenai sistem dan teknologi geothermal sebagai pembakit listrik
  2. Memahami mengenai perencanaan dan perancangan fasilitas pembangkit listrik geothermal
  3. Memahami  tata kelola yang tepat dalam menjalankan operasi geothermal

Materi GEOTHERMAL SYSTEM AND TECHNOLOGY

  1. Definisi, sistem dan perbedaan panas bumi (geothermal) dengan sumber energi lain
  2. Komponen geothermal sebagai solusi energi
  3. Studi kelayakan dan analisa investasi geothermal
  4. Survey dan ekspolarasi proyek geothermal
  5. Standar dan regulasi pembangunan pembangkit listrik geothermal
  6. Fluida pada proses operasi geothermal
  7. Fasilitas inti dan pendukung dari pembangkit listrik geothermal
  8. Penentuan daya listrik
  9. Best practice pembangunan pembangkit listrik geothermal

Enchanced Oil Recovery (EOR)

Deskripsi  Training EOR – Enchanced Oil Recovery :   

Akibat penurunan produksi minyak dan gas bumi dalam sumur produksi maka salah satu usaha yang perlu dilakukan ialah dengan EOR untuk menjaga tingkat produksi sumur minyak dan gas agar tetap stabil. Perolehan Minyak Tahap Lanjut (EOR) adalah berbagai cara yang dilakukan untuk meningkatkan laju produksi dari suatu sumur, tanpa merusak formasi dari reservoir yang ada sehingga faktor perolehan dari sumur meningkat.Perolehan Minyak Tahap Lanjut (EOR) merupakan perolehan minyak dengan cara menginjeksikan suatu zat yang berasal dari salah satu atau beberapa metode pengurasan yang menggunakan energi luar reservoir. Dengan melakukan EOR ini diharapkan minyak yang berada di reservoir dapat terangkat hingga mencapai saturasi minyak sisa (Sor) minimum.

Tujuan :Training EOR – Enchanced Oil Recovery :   

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Mengetahui pengertian dan tujuan pelaksanaan Produksi Tahap Lanjut.
  2. Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan Produksi Tahap Lanjut.
  3. Memahami konsep pendesakan satu dimensi (linier), pendesakan dua dimensi dan pendesakan tiga dimensi.
  4. Mampu menghitung efisiensi injeksi, baik efisiensi pendesakan, efisiensi penyapuan maupun efisiensi invasi.
  5. Memahami konsep Injeksi Tak Tercampur
  6. Memahami konsep Injeksi Tercampur
  7. Memahami konsep Injeksi Kimiawi
  8. Memahami konsep Injeksi Termik
  9. Memahami konsep Injeksi Mikroba
  10. Mampu menentukan pemilihan metode-metode EOR dikaitkan dengan karakteristik reservoir

Materi Enchanced Oil Recovery (EOR) :

  1. Pendahuluan Enchanced Oil Recovery
  2. Aspek-aspek teknik reservoir dalam Enchanced Oil Recovery
  3. Pendesakan tak tercampur serta perhitungan
  4. injeksi tercampur
  5. Injeksi Kimiawi
  6. Injeksi Termal
  7. Injeksi Mikroba
  8. Pemilihan metode EOR berdasarkan karakterisitik reservoir
  9. Studi Kasus

FEASIBILITY STUDY FOR OIL & GAS COMPANY

DESKRIPSI FEASIBILITY STUDY FOR OIL & GAS COMPANY

Tujuan utama melakukan investasi pada suatu kegiatan proyek/industry, khususnya dalam oil and gas company adalah memperoleh berbagai manfaat, baik manfaat finansial, non finansial maupun kedua-duanya. Tidak semua proyek yang dibangun, baik oleh pihak swasta maupun pemerintah dapat mencapai hasil seperti yang diharapkan, bahkan dapat dikatakan gagal. Kegagalan dapat terjadi baik pada masa pembangunan maupun setelah suatu proyek dioperasikan.

Untuk menghindari kegagalan yang dapat menyebabkan kerugian yang besar, diperlukan suatu studi atau analisis kelayakan (Feasibilty Study). Studi Kelayakan Proyek Investasi atau Feasibility Study berisi berbagai aspek yang perlu dipertimbangkan dalam melakukan suatu rencana investasi. Setidaknya ada empat aspek yang menjadi kunci yang perlu untuk dipertimbangkan, yaitu: aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis & teknologis, aspek manajemen, serta aspek ekonomi dan finansial.

 

TUJUAN

Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan peserta dapat:

  • Memahami Konsep Studi Kelayakan Proyek Investasi, Fungsi dan Ruang lingkup Proyek Investasi
  • Mampu mengidentifikasi dan mendayagunakan kesempatan usaha
  • Memahami Aspek Studi Kelayakan Proyek Investasi
  • Mampu menyusun laporan Studi Kelayakan Proyek Investasi bagi oil and gas company

 

MATERI TRAINING FEASIBILITY STUDY FOR OIL & GAS COMPANY

1.    Konsep dan Ruang Lingkup Feasibility Studi (Feasibility Study) di oil and gas company

  • Investasi dan identifikasi kesempatan usaha
  • Ukuran keberhasilan, intensitas dan lembaga yang memerlukan studi kelayakan
  • Tahap-tahap Feasibility Studi
  •  Aspek-aspek Feasibility Studi

2.    Aspek Pasar dan Pemasaran

  • Program pengkajian pasar, pengumpulan data dan informasi pasar.
  • Analisis dan proyeksi pasar potensial, sales potensial dan strategi pemasaran

3.    Aspek Teknis dan Teknologis

  • Menentukan kapasitas produksi ekonomis, kebutuhan mesin dan teknologi
  • Menentukan kebutuhan bahan baku, bahan pembantu dan bahan pendukung
  • Menentukan kebutuhan bangunan pabrik, lokasi proyek dan tata letak fasilitas

4.    Aspek Manajemen Perencanaan dan Operasi Proyek

  • Menentukan jadwal pembangunan proyek, serta jadwal operasi proyek
  • Menentukan jenis pekerjaan dan kebutuhan tenaga kerja

5.    Aspek Ekonomi dan Keuangan

  • Menentukan kebutuhan dana modal tetap dan dana modal kerja netto
  • Evaluasi Finansial : kewajiban finansial, kemampuan menghasilkan laba dan metode-   penilaian kelayakan finansial (Net Present Value, Internal Rate of Return, Payback Period dan Benefit Cost Ratio)
  • Mengkaji tingkat sensitifitas proyek dan manfaat ekonomi sosial suatu proyek
  • Depresiasi dan pengaruh pajak pada analisis finansial

6.    Praktek menyusun laporan Studi Kelayakan Proyek Proyek di oil and gas company

BLOWOUT PREVENTION AND WELL CONTROL

BACKGROUND

  • Merupakan salah satu masalah lubang sumur di operasi pemboran
  • Menyebabkan timbulnya biaya ekstra yang cukup besar
  • Berpotensi menyebabkan hilangnya sebagian atau semua fasilitas pemboran di lapangan karena kick dan blowout yang tidak terkontrol
  • Menunda waktu produksi sumur (POP)

 

OBJECTIVES

  • Mengetahui gejala kejadian kick dan blowout.
  • Mengetahui kerugian akibat kick yang tidak terkontrol atau blowout.
  • Mengetahui usaha pencegahan terjadinya blowout.
  • Mengetahui cara mengidentifikasi mekanisme kick yang terjadi.
  • Mengetahui kronologi terjadinya kick dan blowout dan cara penanggulangannya dengan well control.

 

COURSE OUTLINE BLOWOUT PREVENTION AND WELL CONTROL

1. Well Control Introduction

  • Introduction to course
  • Basic Concepts
  • Liquid Hydrostatics

2. Gas Behavior and Hydrostatics

  • Ideal Gases
  • Effect of Temperature
  • Real Gases
  • Critical Temperature & Pressure
  • Pseudo-Critical Temp. and Press.
  • Gas Compressibility
  • Gas Migration

3. Kick and Gas Migration

  • Density of real gasses
  • Equivalent Mud Weight (EMW)
  • Wellbore pressure before and after kick
  • Gas migration rate – first order approx.
  • Gas migration rate – w/mud compressibility

4. Gas Solubility

  • Solubility of Hydrocarbon Gasses in Oil
  • Solubility of Non-Hydrocarbon Gasses in Oil
  • Solution Volume Factors
  • Oil Mud Recommendations

5. Pore Pressure Prediction

  • Mud Weight and Pore Pressure
  • Mud Weight and Fracture Gradient
  • Normal Pore Pressure
  • Subnormal Pore Pressure
  • Abnormal Pore Pressure
  • Origins of Pore Pressure
  • Bulk Density and Porosity vs. Depth

6. Drilling Rate and Pore Pressure

  • Forces on Subsurface Rock
  • d-exponent
  • dc-exponent
  • Rehm and McClendon
  • Zamora
  • Comb’s Method
  • Bourgoyne and Young’s Method

7. Other Indicators of Abnormal Pore Pressure

  • Moore’s Equation – Drilling rate
  • Gas in the Drilling Fluid
  • Rock Sample Characteristics
  • Use of Surge and Swab Pressure to determine Overbalance
  • Changes in Drilling Fluid Properties
  • Temperature Indications
  • Hole Conditions

8. Logging While Drilling

  • Sonic Travel Time
  • Resistivity and Conductivity
  • Eaton’s Equations (R, C, Dt, dc)
  • Natural Gamma Ray

9. Fracture Gradients 1

  • Allowable Wellbore Pressures
  • Rock Mechanics Principles
  • Hooke’s Law, Young’s Mudulus, Poisson’s Ratio
  • Volumetric Strain, Bulk Modulus, Compressibility
  • Triaxial Tests
  • Rock Mechanics Principles (con’t.)
  • Rock Properties from Sound Speed in Rocks’
  • Mohr’s Circle
  • Mohr-Coulomb Failure Criteria

10. Fracture Gradients 2

  • Radial and Tangential Stresses near the Wellbore
  • Stresses in Rock near Wellbore
  • Effect of Anisotropic Stresses
  • Onshore vs. Offshore Fracture Gradients
  • Fracture Gradients in Inclined Wellbores
  • Oil Based and Water Based Drilling Fluids

11. Fracture Gradients Determination

  • Hubbert and Willis
  • Matthews and Kelly
  • Ben Eaton
  • Christman
  • Leak-Off Test (experimental)

12. Kick Detection and Control

  • Primary and Secondary Well Control
  • What Constitutes a Kick
  • Why Kicks Occur
  • Kick Detection Methods
  • Shut-in Procedures
  • Soft and Hard Shut-in
  • Water Hammer

13. Off Bottom Kick

  • Slugging of drillpipe
  • Hole fill during trips
  • Surge and Swab pressures
  • Kick detection during trips
  • Shut-In Procedures
  • Blowout Case History

14. Control Pressures and Circulation Kill Techniques 1

  • Shut-In Pressures
  • Weighting Up the Mud
  • Driller’s Method
  • Wait & Weight Method

15. Control Pressures and Circulation Kill Techniques 2

  • Wait & Weight Method
  • Concurrent Method
  • Annulus Pressure Profiles
  • Kicks in Oil-Based Mud

16. Secondary Well Control Complications

  • Volumetric Well Control
  • Lubrication
  • Complications During Conventional Kill
  • Techniques to Reduce Annular Friction

17. Special Well Control Applications

  • Underbalanced Drilling
  • Well Control in Unconventional Hole Programs
  • Casing and Cementing Operations

18. Equipments

  • High Pressure Equipment
  • Control System Equipment and Design
  • BOP Inspection and Test Considerations
  • Low-Pressure Equipment
  • Equipment Arrangement: Design and Philosophy
  • Casing
  • Casing Heads and Spools
  • Stack Equipment
  • Choke and Kill Line Equipment
  • Drillstem Control Equipment

19. Offshore Operations

  • Equipment Used in Floating Drilling
  • Operational Considerations in Floating Well Contr
  • Shallow Gas Hazards
  • Trends in Deepwater Drilling

 

CHEMICAL HAZARDS

ABSTRACK

Health hazards of chemicals are complex and vary widely in extend. Unless specifically trained, much of the medical terminology in MSDSs can be confusing to the uninitiated. Understanding the different chemical
hazards so that toxicological information can be correctly interpreted is the first step in Hazardous Material communication. Different labeling systems are in use throughout the world and must be understood.
A multi-level approach to exposure prevention is introduced: Prevention covers engineering controls (devices), personal protective equipment (which emphasis on the often misunderstood topic of respiratory
protection) and procedures.
Prevention also includes the development and implementation of a formal system that documents procedures, measures performance and strives for continuous improvement. Such a system is called a Safety Management System (SMS) and the elements of it can be deduced in a logical fashion. Chemical Hazards course introduces the attendants to these systems and provides procedural frameworks for them.



OUTLINE TRAINING CHEMICAL HAZARDS

  1. A Toxicology Primer
    • a. Introduction
    • b. Routes of exposure
    • c. Dose and response relationship
    • d. Factors influencing toxicity
    • e. Sources of toxicity information
    • f. Uses of toxicity information
    • g. Health effects
    • h. Types of toxic effects
    • i. Exposure guidelines
  2. Hazardous Material Label System
    • a. NFPA 704
    • b. HMIS
    • c. UN codes & DG classification
    • d. EU codes & Classification
  3. Storage of Chemicals
    • a. Why not to use alphabetical storage
    • b. Separation, Segregation, Prohibition
    • c. Organizing your chemical store
  4. Controlling Exposure in the Workplace
    • a. Chemical Health Risk Assessment
    • b. Risk Reduction strategies
    • c. Personal Protective Equipment
    • d. Exposure monitoring
  5. Prevention by way of a “Safety Management System (SMS)”
    • Elements of an SMS
      1. Prevention
      2. Emergency Preparedness
      3. Continous Improvement
    • The 3 Pillars of Safety Management System
      1. Management of Change
      2. Incident Investigation
      3. The Safety Committee

Completion, Workover dan Kerja Ulang Stimulasi

Deskripsi Training Completion, Workover dan Kerja Ulang Stimulasi

Pekerjaan tahap akhir atau penyempurnaan untuk mempersiapkan sumur pemboran menjadi sumur produksi dinamakan well completion. Tujuan dari well completion adalah untuk mendapatkan hasil produksi optimum dan mengatasi pengaruh negatif dari setiap lapisan produktif. Workover adalah pekerjaan untuk mempertahankan atau memperbaiki / menambah produksi dengan cara – cara mengubah atau mengolah zona produksi atau menganti zona produksi. sebab – sebab dilakukannya workover diantaranya adalah permeabilitas reservoir yang rendah, tekanan reservoir yang rendah dan formation damage. Stimulasi adalah suatu pekerjaan yang dilakukan terhadap sumur dengan tujuan meningkatkan laju produksi dengan jalan memperbaiki dan atau meningkatkan harga permeabilitas batuan.  Ada dua cara untuk memperbaiki permeabilitas, yaitu acidizing dan hydraulic fracturing.

 

Tujuan Training Completion, Workover dan Kerja Ulang Stimulasi

  1. Mengenali jenis-jenis komplesi sumur.
  2. Memahami masalah-masalah produksi yang terjadi dan metode penanggulanagannya
  3. Mengenali jenis stimulasi pengasaman
  4. Memahami model geometri perekahan batuan dan konsep perhitungan
  5. Mengenali teknik-teknik penempatan rekahan
  6. Memahami faktor yang perlu dikontrol selama operasi stimulasi
  7. Memahami jenis perekahan dan mekanismenya
  8. Mengenali jenis asam dan fluida perekah yang digunakan
  9. Mampu melakukan perencanaan stimulasi
  10. Mengetahui peralatan Workover dan Stimulasi (Coiled Tubing Unit, Snubbing Unit, dsb)

Materi

  1. Tipe-tipe komplesi sumur
  2. Problem-problem produksi (water coning, kepasiran, dll) beserta penangulangannya.
  3. Stimulasi pengasaman (jenis-jenis pengasaman, mekanisme pengasaman, jenis fluida pemgasaman, perencanaan pengasaman berdasarkan karakteritik reservoir).
  4. Hidraulik Fracturing (mekanisme perekahan, fluida perekah dan additive, proppant, model geometri perekahan).
  5. Peralatan workover (Coiled Tubing Unit, Snubbing Unit, dll)

TRIBOLOGY & OIL ANALYSIS

DESKRIPSI TRAINING TRIBOLOGY & OIL ANALYSIS

Lubricant merupakan salah satu factor penting dalam kegiatan maintenance, untuk itu diperlukan pengalaman dan pengetahuan tentang dasar-dasar system pelumasan untuk menjaaga kondisi operasi bantalan tetap aman dan bebas dari kegagalan. Memantau kondisi operasi suatu mesin serta pemilihan pelumas yang tepat akan menjaga sebuah kinerja mesin agar tetap dapat berjalan dengan optimal dan awet.
Dalam pelatihan ini juga akan dibahas mengenai bagaimana menganalisis sumber gangguan dan sistematika analisa kerusakan pada bantalan, serta kemungkina untuk melakukan modifikasi system pelumasan dan konstruksi untuk menghindari kerusakan mesin. Dengan pemilihan pelumas dan cara pelumasan yang tepat maka seorang operator akan mampu merawat dan mengoperasikan suatu mesin dengan lebih baik, sehingga suatu operasi produksi pada suatu mesin akan dapat dijalankan lebh optimal
Secara garis besar Oil Analisys meliputi : Analisis Sifat Minyak Termasuk Minyak Dasar dan Aditifnya, Analisis Kontaminan, dan Analisis Padatan Ikutan Dari Proses Mesin. Sedangkan tribology adalah ilmu dan teknik interaksi permukaan dalam gerakan relatif. Ini mencakup studi dan penerapan prinsip-prinsip gesekan, pelumasan dan keausan. Seorang Tribologists sering melakukan atau menginterpretasikan data analisis minyak.
Selain melakukan pemantauan kontaminasi minyak dan logam pakai, penggunaan Oil Analisys Modern meliputi analisis tambahan dalam minyak untuk menentukan apakah suatu interval pembuangan dan penggantian lubrikan dapat diperpanjang, sehingga biaya pemeliharaan dapat dikurangi dengan menggunakan Oil Analisys untuk menentukan sisa masa manfaat aditif dalam minyak. Dengan membandingkan hasil Oil Analysis dari lubrican yang baru dan minyak digunakan, tribologist dapat menentukan kapan minyak harus diganti. Analisis yang serius bahkan memungkinkan minyak akan menjadi “sweetened- seperti tingkat aditif aslinya dengan menambahkan fresh oil atau mengisi kembali aditif yang habis.

TUJUAN TRAINING TRIBOLOGY & OIL ANALYSIS:

Memberikan pengetahuan tentang dasar-dasar Oil Analisys.
Memberikan pengetahuan tentang dasar-dasar dan konsep tribology.

Implementasi dari pengetahuan tentang Oil Analysys dan Tribology untuk melakukan dan merencanakan aktifitas perawatan mesin.

OUTLINE TRIBOLOGY & OIL ANALYSIS:

1.Fundamental of Tribology

– Conformal and non-conformal contact
– Friction phenomena
– Wear phenomena
– Lubrication principle
– Hydrodynamic bearing
– Hydrostatic bearing
– Rolling Element bearing
Wear Metal analysis (spectroscopy, analytical ferrography or micro patch)
– Spectroscopy analysis
– Ferrography analysis
– Particle counter method
Wear phenomena, mechanism and it’s causes
– Wear phenomena
– Wear mechanism
– Causes of wear

2.Lubricant Roles and Functions

– Base oil
– Additive functions
– Synthetic lubricants
– Lubrication regimes
Oil Analysis Maintenance Strategies
– Fundamental aspects of Reliability-Centered Maintenance (RCM)
– Fundamental aspects of Condition-Based Maintenance (CBM)
Oil Sampling
– Objectives for lube oil sampling
– Equipment specific sampling
– Sampling methods
– Managing interference
– Sampling process management

3.Lubricant Health Monitoring

– Lubricant failure mechanisms
– Testing for wrong or mixed lubricants
– Fluid properties test methods and measurement units
Lubricant Contamination Measurement and Control
– Particle contamination
– Moisture contamination
– Soot contamination
– Fuel contamination (fuel dilution in oil)
– Air contamination (air in oil)
Wear Debris Monitoring and Analysis
– Common wear mechanisms
– Detecting abnormal wear
– Wear debris analysis

Petroleum Production System

Deskripsi Training Petroleum Production System

Untuk dapat menghasilkan produktivitas pada tingkat yang maksimal, perusahaan industri perminyakan (petroleum industry) seharusnya menyusun, mengaplikasikan dan memperkuat sistem produksinya. Berbagai persoalan yang sering dihadapi perusahaan meliputi fasilitas pengolahan minyak mentah bumi, kondisi geologi dari tempat pengeboran, aliran fluid, persoalan sumur minyak, pengontrolan minyak dan lain sebainya telah menjadi perhatian dari berbagai kalangan yang menginginkan dapat memproduksi minyak lebih optimal. Selain itu, dengan berkembangnya teknologi pengolahan produksi minyak saat ini seharusnya dapat dimanfaatkan perusahaan untuk dapat memompa laju produksinya. Training ini mengetengahkan berbagai teori dan praktik pelaksanaan sistem produksi perminyakan yang telah diaplikasikan dan terbukti berhasil meningkatkan kapasitas produksi perusahaan.

Tujuan Training Petroleum Production System

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Mengetahui secara mendalam sistem produksi perminyakan modern yang telah teruji kehandalannya di berbagai perusahaan
  2. Memberikan ketrampilan untuk mengidentifikasi dan merancang sistem produksi perminyakan yang dapat meningkatkan produktivitas perusahaan
  3. Memberikan ketrampilan untuk mendiagnosa permasalahan berdasarkan pengalaman best practice dari ahli yang kompeten dalam bidang sistem produksi perminyakan

Materi Training Petroleum Production System

 1. Ruang lingkup Petroleum Production System
2. Advanced Technique to Maximize Reservoir Facilities Petroleum Piping System
Sand control
3. Desain pemecahan persoalan well di industri perminyakan

  •  Produksi yang rendah
  • Kerusakan formasi
  • Artificial lift
  • Low reservoir
  • Ketinggian viskositas

 4. Minyak mentah dan teknologi pengolahan
5. Penanganan fasilitas yang dapat meningkatkan produktivitas industri       perminyakan
6. Studi praktis perencanaan, pengelolaan dan pengontrolan sistem produksi minyak

Drilling : Strategy To Handle Problem

Deskripsi

Proses pengeboran atau drilling terbilang cukup kompleks sehingga perusahan perminyakan dan gas bumi membutuhkan pekerja yang mampu menangani berbagai persoalan yang mungkin ditimbulkan dari proses pengeboran. Mulai dari perancangan, pengadaan, instalasi, proses operasi, perawatan, hingga evaluasi sistem pengeboran. Setiap proses tersebut memiliki potensi persoalan yang dapat menyulitkan proses bisnis perusahaan bila tidak ditangani dengan manajerial yang baik.  Oleh sebab itulah, perusahaan perlu membekali karyawannya dengan penguasaan kompetensi dan kualifikasi kerja yang dapat menangani, bahkan mencegah berbagai persoalan yang mungkin terjadi pada proses pengeboran. Mengetahui berbagai alternatif strategi untuk menyelesaikan persoalan di lapangan juga akan dapat memperkaya khazanah pemikiran perusahaan dan pekerja (knowledge management) dalam menangani permasalahan dengan baik.

Tujuan

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami  berbagai potensi persoalan yang dapat terjadi pada proses pengeboran (drilling)
  2. Mengidentifikasi persoalan dan merancang solusi dari persoalan tersebut

Materi Training Drilling : Strategy To Handle Problem

  1. Ruang lingkup persoalan drilling (pengeboran)Pemetaan berbagai aspek persoalan drilling
  2. Peraturan tambang Migas dan panas bumi
  3. Penerapan K3 dan sistem identifikasi bahaya di tempat kerja pengeboran
  4. Proteksi bahaya kebakaran di wilayah kerja
  5. Sistem proteksi dini semburan liar (blowout preventation system)
  6. Maintenance peralatan drilling
  7. Mengoperasikan dan maintenance pompa lumpur
  8. Persoalan pengeboran inti (conventional coring)
  9. Disain dan persoalan pipa selubung (casing) dan penyemenan
  10. Mengoperasikan sistem peralatan pengangkat (hoisting system), peralatan putar (rotating system), dan peralatan sirkulasi (circulating  system) yang ada pada drilling rig
  11. Studi kasus penyelesaian persoalan di sektor pengeboran

SAND PRODUCTION IN OIL AND GAS MINING

DESKRIPSI SAND PRODUCTION IN OIL AND GAS MINING

Pasir merupakan persoalan yang umum dan sering ditemui pada sumur-sumur minyak di Indonesia. Hampir 70 persen kesuksesan pertambangan minyak dan gas ditentukan oleh kemampuan perusahaan untuk menangani persoalan pasir. Persoalan pasir yang tidak tertangani dengan baik dapat mengakibatkan produksi sumur menjadi turun dan mengganggu stabilitas kinerja lifting. Apabila terjadi kondisi tersebut, perusahaan tentu akan mengalami kerugian dan menyebabkan penurunan. Berbagai macam cara telah dilakukan perusahaan untuk mencoba menangani persoalan ini, akan tetapi beberapa langkah yang diimplementasikan akan menyebabkan ketidakefektifan dan ketidakefesiensian proses produksi pengangkutan hidrokarbon. Oleh sebab itulah, perusahaan pertambangan minyak dan gas perlu mengetahui berbagai macam teknik dan strategi untuk mengatasi persoalan pasir untuk dapat mengangkut hidrokarbon dalam volume yang seoptimal mungkin dengan tetap mempertimbangkan efesiensi biaya produksi.

TUJUAN SAND PRODUCTION IN OIL AND GAS MINING

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Mengidentifikasi persoalan pasir yang terjadi di lapangan sumur minyak
  2. Memahami berbagai teknik yang dapat dilakukan perusahaan untuk dapat menangani persoalan pasir di pertambangan minyak dan gas

 

MATERI SAND PRODUCTION IN OIL AND GAS MINING

  1. Identifikasi persoalan pasir yang terdapat di sumur pertambangan
  2. Monitoring konsentrasi pasir
  3. Desain Sand control
  4. Studi evaluasi Strategi pump-off
  5. Studi evaluasi Polyurethane Injection
  6. Studi evaluasi sand
  7. Consolidation
  8. Studi evaluasi Sand Clean-Up
  9. Studi evaluasi Sand-Facturing
  10. Sand control equipment (Spesification, selection, design, installation and Operation)
  11. Studi kasus

DESKRIPSI TRAINING GEOSTATISTIK

Geo-statistik yang dikembangkan oleh Prof George Matheron pada tahun 1960, telah banyak diterapkan dalam industri pertambangan. Geostatistik digunakan untuk melakukan evaluasi sumber daya mineral dan melakukan pemodelan. Metode geo-statistik mempertimbangkan tata ruang yang diwakili oleh Model variogram dalam metode estimasi seperti poligonal, pengelompokan segitiga, persegi inverse distance, titik terdekat, dll. Selain itu, parameter model variogram juga dapat digunakan untuk mengoptimalkan pola pengeboran atau sebagai alat penentuan daerah titik sampel.

Sedangkan metode Kriging yang merupakan metode geo-statistik yang paling terkenal , banyak digunakan untuk estimasi cadangan, dan telah dikenal sebagai BIRU (Best Linear Unbiased Estimator). Selain kriging, ada juga metode geo-statistik lain yang digunakan guna melakukan karakterisasi spasial dan pemodelan sumber daya alam seperti simulasi kondisional. Geo-statistik juga dapat memanfaatkan untuk mengevaluasi mineral klasifikasi cadangan.



TUJUAN TRAINING GEOSTATISTIK 

Setelah  mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan mampu :

  1. Memahami konsep regionalisasi variabel yaitu prinsip metode geostatistik analisis dan interpretasi variogram.
  2. Memahami prinsip metode kriging dan aplikasinya guna pemodelan sumber daya dan estimasi cadangan.
  3. Melakukan pengenalan prinsip simulasi geostatistik dan penerapannya dalam evaluasi sumber daya alam.

    MATERI TRAINING GEOSTATISTIK

    1. Definisi dan aplikasi statistik dalam pertambangan
    2. Konsep variabel regionalisasi dan variogram eksperimental
    3. Analisis model variogaram dan interpretasinya
    4. Metode estimasi cadangan konvensional
    5. Varian dispersi dan varians estimasi
    6. Prinsip metode kriging dan aplikasinya
    7. Pendahuluan tentang metode deterministic
    8. Simulasi geostatistik dan Analisis ketidakpastian
    9. Klasifikasi Cadangan berdasarkan metode geostatistik
    10. Studi kasus

 

Artificial Lift System

Deskripsi Training Artificial Lift System

Salah satu persoalan yang cukup sering ditemui oleh perusahaan pertambangan minyak dan gas adalah ketidakmampuan tekanan reservoir untuk mengangkat fluida hidrokarbon secara natural dari dalam sumur ke permukaan. Untuk mengatasi persoalan tersebut, metode bantuan yang telah banyak diaplikasikan disebut artificial lift system. Metode tersebut juga digunakan untuk mengangkat fluida hidrokarbon dimana pengangkutan menggunakan reservoir tidak menguntungkan secara ekonomis pada keuangan perusahaan. Training ini akan membahas tentang bagaimana meningkatkan laju produksi sekaligus menurunkan biaya berdasarkan kerangka kerja Artificial Lift System. Pada training ini peserta akan dibimbing untuk menganalisa dan mendesain artificial lift yang muktahir dan handal. Selain itu, beberapa perkembangan teknologi terbarukan juga akan dikenalkan disini sehingga perusahaan dapat meningkatkan perfomansi menjadi lebih baik.

Tujuan Training Artificial Lift System

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Mengetahui secara mendalam mengenai artificial lift system untuk meningkatkan kapasitas produksi perusahaan tambang minyak dan gas
  2. Melakukan pemecahan masalah yang seringkali dihadapi oleh perusahaan
  3. Memberikan gambaran best practice penerapan articial lift system

Materi Training Artificial Lift System

  1. Proses umum pertambangan minyak dan gas
  2. Kerangka kerja articial lift system
  3. Kriteria penggunaan articial lift system
  4. Metode artificial lift system
  5. Mengukur perfomansi reservoir
  6. Keterkaitan articial lift system  dengan rod-pumping, gas lift, dan ESP systems
  7. Perancangan gas lift (mandrels, valves, injection gas requirements, temperature, chokes, spacing, equilibrium curve, continuous flow design)
  8. Analisa ekonomi pada penginstalasian artificial lift system
  9. Studi Kasus persoalan artificial lift system

Reservoir engineering

Deskripsi

Reservoir engineering merupakan salah satu cabang dari petroleum engineering untuk mengatasi permasalahan drainase selama pengembangan dan produksi sumber daya gas dan minyak yang berdampak pada faktor ekonomi. Pengetahuan mengenai properti petrofisika dan hidrodinamika dari batuan reservoir merupakan aspek mendasar yang sangat penting untuk diketahui para insinyur. Pada pelatihan kali ini akan menjelaskan mengenai pemahaman teknik reservoir engineering untuk komunikasi yang lebih baik dalam tim dan meningkatkan pemulihan.

 

Tujuan Training

  1. Peserta mampu memahami konsep dasar reservoir engineering
  2. Peserta mampu melakukan perhitungan cadangan dan pemulihan reservoir minyak dan gas
  3. Peserta mampu memahami teknik dan prosedur sand control, acidizing, and hydraulic fracturing untuk meningkatkan pemulihan
  4. Peserta mampu memahami perilaku dan karakter gas dan minyak dalam reservoir
  5. Peserta mampu memahami tujuan dan teknik EOR: Enhanced Oil Recovery

 

Materi Training

  1. Karakteristik dasar reservoir
    1.   Produksi geologi (konsep dasar): reservoir, trap, heterogenitas, dll
    2. Petrofisik: sifat bebatuan
    3. Sifat cair reservoir (gas, minyak, bentukan air)
    4. Catatan evaluasi
    5. Evaluasi volume dari minyak dan gas
  2. Pengembangan lahan
    1.  Interpretasi uji sumur
    2. Multifase aliran
    3. Mekanisasi drainase
    4. Drainase primer
    5. Reservoir dengan pemasukan aliran air alami, bidang gas
  1. Studi Kasus

 

PRODUCTION ENGINEERING

DESKRIPSI TRAINING PRODUCTION ENGINEERING

Dalam .mengelola perusahaan pertambangan minyak dan gas, proses produksi sebagai proses bisnis yang paling utama memerlukan perhatian lebih dari sisi penguasaan teknis operasi yang dapat menunjang pencapaian hasil produksi yang maksimal. Semakin maksimal proses operasi yang dilakukan, maka akan semakin meningkatkan kapasitas produksi yang berujung pada profit perusahaan. Akan tetapi, tidak sedikit perusahaan yang masih mengalami kendala dalam proses operasi produksi minyak dan gas karena belum menemukan solusi dari berbagai perosalan yang terkadang dihadapi di lapangan. Training ini akan memnahas mengenai beragam metode aplikatif dan teruji yang mampu digunakan untuk memecahkan persoalan yang berhubungan dengan tidak maksimalnya hasil dari proses operasi penambangan yang dilakukan dari mulai reservoir hingga ke end user serta perhitungan teknis kebutuhan operasional dalam proses produksi yang dilakukan.

 

TUJUAN TRAINING PRODUCTION ENGINEERING

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami mengenai berbagai aspek dari proses operasi produksi minyak dan gas
  2. Menangani persoalan produksi yang selama ini menghambat capaian maksimal dari operasi pertambangan minyak dan gas
  3. mengetahui dasar perhitungan optimisasi produksi sumur-sumur minyak, gas dan reservoir panas bumi, pengembangan pelaksannaan optimisasi produksi ini untuk meningkatkan kinerja produksi sumuran dan lapangan

 

MATERI TRAINING PRODUCTION ENGINEERING

  1. Ruang lingkup persoalan operasi perminyakan
  2. Teknik ekspolarasi minyak dan gas yang handal
  3. Teknologi seismik yang teruji
  4. Drilling well in an exploration
  5. Artifial lift method
  6. Enhanced Oil Recovery
  7. Surface Facilities
  8. Production system analysis

Oil and Gas Surface Production Operation

Deskripsi Training Oil and Gas Surface Production Operation

Usaha produksi oil dan gas merupakan bisnis yang memerlukan suatu keahlian tersendiri dan spesifik. Sumber daya manusia dan teknologi yang digunakan harus mempunyai kualitas yang baik. Pengetahuan penggunaan teknologi akan mempengaruhi kinerja dalam bisnis ini. Pengetahuan yang menjadi dasar adalah ilmu perminyakan dan prakteknya yang tidak hanya berisi pengenalan mengenai petroleum engineering tetapi mempelajari secara dalam dan fokus pada pendekatan field dan aplikasinya, exercises, masalah-masalah yang ada, serta keselamatan kerja.

Fasilitas surface dalam perusahaan migas juga merupakan salah satu bagian yang menentukan tinggi rendahnya jumlah produksi perusahaan. Sehingga perlu dicermati dari berbagai sisi termasuk di dalamnya penggunaan, perawatan, maupun troubleshooting yang cermat sehingga jika terjadi satu kasus tertentu tidak akan berpengaruh signifikan terhadap perubahan nilai produksi perusahaan.

 

Tujuan Training Oil and Gas Surface Production Operation

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami sifat fisik dan sifat fase crude oil dan natural gas dalam operasi produksi.
  2. Memahami proses perlakuan dan pengkondisian produksi sumur untuk memenuhi permintaan atau produk akhir yang dihasilkan.
  3. Memahami berbagai peralatan yang digunakan untuk proses, treatment, transportasi, dan penyimpanan fluida produksi.
  4. Memahami dasar-dasar pencegahan, minimalisasi hambatan tekan di pipelines, katup, bejana tekan, separator, pompa, kompressor dan peralatan teknis lainnya.
  5. Mengenali proses dan peralatan yang digunakan untuk mengelola acid gas, pengukuran volume dan peralatan material.
  6. Mengenali peralatan yang ditempatkan di bawah tanah, di permukaan, anjungan lepas pantai, ataupun dasar laut.

 

Materi Training Oil and Gas Surface Production Operation

  1. Sifat fluida terproduksi
  2. Sistem keselamatan
  3. Katup, flowlines, manifolds, dan gathering system
  4. Peralatan mekanis: pompa, kompressor, pemanas, bejana tekan, tangki penyimpanan, dan peralatan lain
  5. Field gas separation, compression & field processing, oil & water separation and treatment
  6. Pengukuran fluids dan instrumentasi
  7. Gathering & processing facilities and acid handling
  8. Corrosion control, Hydrate, Paraffin, Asphaltenes, Scale Prevention and Treatment

 

Analisa Pelumasan

Deskripsi Training Analisa Pelumasan

Dalam pemeliharaan dan perawatan mesin sistem pelumasan sangat diperhatikan terutama untuk masalah gerak, gesekan dan panas. Jika pelumasan tidak diperhatikan dengan baik maka kan menimbulkan keausan dalam mesin serta pemuaian suhu pada bagian yang bergesekan. Pelumasan juga berfungsi untuk mendinginkan mesin sehingga tidak terlalu panas dalam beroperasi juga dapat mencegah terjadinya perkaratan pada mesin. Sehingga Training ini akan menjelaskan bagaimana menganalisa pelumasan mesin yang baik untuk mendapatkan kinerja mesin dengan optimal

Tujuan Training Analisa Pelumasan

  • Memahami prinsip – prinsip pelumasan
  • Memahami proses sampling
  • Dapat menerapkan didalam pekerjaan untuk pelumasan yang baik

Materi Training Analisa Pelumasan

  • Ruang lingkup Sistem Pelumasan
  • Prinsip – Prinsip dasar mekanisme pelumasan
  • Klasifikasi dan Jenis Pelumas
  • Pemilihan Pelumas
  • Sistem pelumasan pada kompones dan peralatan industri
  • Standarisasi dan pengujian teknik pelumas
  • Proses Penggantian Pelumas
  • Metode penilaian kualitas pelumas
  • Case study

Gas Tester Operator

Latar Belakang Training Gas Tester Operator:

Industri Migas, pertambangan, kimia dan petrokimia merupakan industry beresiko tinggi yang melibatkan berbagai bahan kimia berbahaya yaitu bahan Hidrokarbon yang beracun, mudah terbakar dan meledak. Oleh sebab itu, sudah menjadi suatu kewajiban bagi perusahaan untuk memberlakukan persyaratan dan standar keselamatan yang tinggi dalam proses operasi perminyakan khususnya dilingkungan instalasi kilang minyak, gas dan petrokimia. Salah satu penyebab kecelakaan yang sering terjadi pada lingkungan pengilangan adalah akibat pekerjaan pemeliharaan yang tidak memenuhi standar keselamatan khususnya pada beberapa daerah berbahaya dan beberapa critical point area yang menyangkut peralatan proses vital industry perminyakan. Training Operator Gas Tester ini dirancang untuk menjamin dan memberikan bekal pengetahuan dan kemampuan bagi karyawan pekerja yang ditunjuk untuk menguasai Gas Safety Inspector (GSI) bagi perusahaan tempat ia kerja, dalam hal ini pekerja tersebut dituntut untuk menguasai dan mampu menguasai safety precaution yang merupakan tindakan untuk menjamin keselamatan dan pengoperasian yang aman dengan tujuan keselamatan dan peralatan sebagai salah satu Upaya untuk mencegah Kecelakaan yang fatal.

 

Tujuan Program Training Gas Tester Operator:

  • Peserta memahami jenis dan sifat gas-gas berbahaya
  • Peserta memahami konsep terjadinya kebakaran dan ledakan gas
  • Peserta mampu melakukan identifikasi bahaya dan risiko gas berbahaya
  • Peserta mampu membuat system pengendalian gas berbahaya ditempat kerja
  • Peserta memahami konsep terjadinya kecelakaan kerja dan mampu menganalisa penyebab dan membuat laporan kecelakaan kerja.
  • Peserta memahami mekanisme ijin kerja
  • Peserta mampu melakukan inspeksi K3
  • Peserta memahami jenis-jenis alat ukur gas
  • Peserta mampu melakukan pengukuran gas

 

CAKUPAN MATERI TRAINING Gas Tester Operator:

  • Jenis dan sifat gas berbahaya
  • Konsep dasar terjadinya Kebakaran dan Ledakan Gas
  • Identifikasi Bahaya dan Risiko
  • Teknik Pengendalian Bahaya dan Risiko
  • Penyebab Kecelakaan Kerja
  • Teknik Analisa dan Pelaporan Kecelakaan Kerja
  • Sistem Ijin Kerja Aman (SIKA)
  • Teknik Inspeksi K3
  • Teknik Audit K3 ditempat kerja
  • Tugas & tanggung jawab GSI
  • Alat-alat gas test
  • Teknik melakukan gas test
  • Pemeliharaan alat gas test
  • Mekanisme Kalibrasi
  • Praktek pengukuran gas berbahaya

Petroleum Production System

Deskripsi Training Petroleum Production System

Untuk dapat menghasilkan produktivitas pada tingkat yang maksimal, perusahaan industri perminyakan (petroleum industry) seharusnya menyusun, mengaplikasikan dan memperkuat sistem produksinya. Berbagai persoalan yang sering dihadapi perusahaan meliputi fasilitas pengolahan minyak mentah bumi, kondisi geologi dari tempat pengeboran, aliran fluid, persoalan sumur minyak, pengontrolan minyak dan lain sebainya telah menjadi perhatian dari berbagai kalangan yang menginginkan dapat memproduksi minyak lebih optimal. Selain itu, dengan berkembangnya teknologi pengolahan produksi minyak saat ini seharusnya dapat dimanfaatkan perusahaan untuk dapat memompa laju produksinya. Training ini mengetengahkan berbagai teori dan praktik pelaksanaan sistem produksi perminyakan yang telah diaplikasikan dan terbukti berhasil meningkatkan kapasitas produksi perusahaan.

Tujuan Training Petroleum Production System

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Mengetahui secara mendalam sistem produksi perminyakan modern yang telah teruji kehandalannya di berbagai perusahaan
  2. Memberikan ketrampilan untuk mengidentifikasi dan merancang sistem produksi perminyakan yang dapat meningkatkan produktivitas perusahaan
  3. Memberikan ketrampilan untuk mendiagnosa permasalahan berdasarkan pengalaman best practice dari ahli yang kompeten dalam bidang sistem produksi perminyakan

Materi Training Petroleum Production System

1. Ruang lingkup Petroleum Production System
2. Advanced Technique to Maximize Reservoir Facilities

3.Petroleum Piping System
4. Sand control
5. Desain pemecahan persoalan well di industri perminyakan

  •  Produksi yang rendah
  • Kerusakan formasi
  • Artificial lift
  • Low reservoir
  • Ketinggian viskositas

6. Minyak mentah dan teknologi pengolahan
7. Penanganan fasilitas yang dapat meningkatkan produktivitas industri perminyakan
8. Studi praktis perencanaan, pengelolaan dan pengontrolan sistem produksi minyak

HUKUM KONTRAK MINYAK DAN GAS

Deskripsi

Kontrak merupakan dasar yang berkekuatan hukum yang mengatur hak dan kewajiban pihak-pihak yang terlibat dalam dalam aktivitas bisnis yang merupakan suatu kebutuhan bagi para pelaku usaha saat ini. Salah satu masalah krusial yang sering timbul adalah sah atau tidaknya suatu kontrak, klausul-klausul yang dimuat dalam kontrak, dan aspek legal suatu kontrak.

Demikian halnya dalam industry oil & gas, aspek hukum yang melingkupinya cukup kompleks dari sector hulu hingga hilir. Sehingga diperlukan pemahaman yang baik mengenai aspek hukum dalam industri minyak dan gas nasional mengingat kedudukan Indonesia sebagai salah satu negara produsen dan importir migas.

Hukum Kontrak Minyak & Gas merupakan suatu aspek kritis yang dapat membuat terobosan besar dalam anggaran organisasi dengan melakukan pengamatan yang baik dan analisis secara keseluruhan draft kontrak, maka ambiguitas dan klausa berisiko dapat dihindari. Untuk mendapatkan kejelasan mengenai hukum kontrak

minyak dan gas maka diperlukan penguasaan SDM yang baik didalamnya dengan mengingat persaingan bisnis yang semakin berat.

Pelatihan ini merupakan pelatihan komprehensif yang akan menjelaskan semua aspek pembentukan kontrak, pelaksanaan dan penyelesaian sengketa yang akan bermanfaat dalam memperdalam pengetahuan kita dalam aspek hukum minyak dan gas.



TUJUAN TRAINING HUKUM KONTRAK MINYAK DAN GAS

Setelah mengikuti training ini, peserta diharapkan dapat mengerti dan memahami :

  • Berbagai jenis kontrak dalam industri minyak dan gas bumi (TAC, PSC, JOB, JOA, EOR );
  • Peran dan kewenangan BP Migas dan BPH Migas,
  • Cara memperoleh wilayah pertambangan minyak dan gas bumi;
  • Berbagai kewajiban kontraktor kepada pemerintah;
  • Karakteristik kegiatan hulu dan hilir
  • Kegiatan penciutan wilayah pertambangan, pembebasan lahan,
  • Cost recovery, AFE, WPB, POD, ROW;
  • Berbagai peraturan dan isu-isu penting yang wajib diketahui dan dipahami dalam melakukan LDD di perusahaan minyak dan gas, dan
  • Berbagai pembatasan dan peraturan yang berlaku dalam kerangka penggabungan dan pengambilalihan perusahaan minyak dan gas.

 

MATERI TRAINING HUKUM KONTRAK MINYAK DAN GAS

  • Introduction & Overview
    • Contract as Management Tools
    • Buyer’s and Seller’s View
    • Strategic options in contracting
    • Pre-Contract Planning and Issues
    • Developing Contract Work
    • Breakdown Structure
  • Essence and the key elements of  Contract Oil & Gas.
    • Definition of business contracts,
    • Terms of contract,
    • The economic principle of  contract,
    • The law principle of contract,
    • The types of business engagement.
  • Process Oil & Gas contract
    • The process of making a contract
    • Opening,
    • Articles of the contract,
    • conclusion,
    • Examples of outsouching contract,
    • Leasing,
    • Contract procurement of goods,
    • Contract procurement of services,
    • Language in the contract,
    • The state of force majeure.
  • Formalities, procedure registering & permormance
  • Breach of contract (Default)
    •  Condition constitute default?
    • Failure to performed contract (remidies, compensation, damages, force majeur =failure)
  • Termination of contract : (performance, payment, certified tender, compentation (set-off), merger (confusion), release, destruction of subject matters, occurrence of conceling condition, exceeding statute of limitation.
  • Legal Action & Enforcement in Contract Dispute Settlement
  • Drafting Contract Tehnique Arranging to ContractContract Clauses and Related Issues on Oil & Gas.
  •  The contract documents of Oil & Gas
  • Risk management through legal means
  • Release and indemnity clauses
  • Avoid and manage disputes
  • Strategies and ways of Dispute Resolution.
  • Enforcement process

 

SAND PRODUCTION IN OIL AND GAS MINING

DESKRIPSI SAND PRODUCTION IN OIL AND GAS MINING

Pasir merupakan persoalan yang umum dan sering ditemui pada sumur-sumur minyak di Indonesia. Hampir 70 persen kesuksesan pertambangan minyak dan gas ditentukan oleh kemampuan perusahaan untuk menangani persoalan pasir. Persoalan pasir yang tidak tertangani dengan baik dapat mengakibatkan produksi sumur menjadi turun dan mengganggu stabilitas kinerja lifting. Apabila terjadi kondisi tersebut, perusahaan tentu akan mengalami kerugian dan menyebabkan penurunan. Berbagai macam cara telah dilakukan perusahaan untuk mencoba menangani persoalan ini, akan tetapi beberapa langkah yang diimplementasikan akan menyebabkan ketidakefektifan dan ketidakefesiensian proses produksi pengangkutan hidrokarbon. Oleh sebab itulah, perusahaan pertambangan minyak dan gas perlu mengetahui berbagai macam teknik dan strategi untuk mengatasi persoalan pasir untuk dapat mengangkut hidrokarbon dalam volume yang seoptimal mungkin dengan tetap mempertimbangkan efesiensi biaya produksi.

TUJUAN SAND PRODUCTION IN OIL AND GAS MINING

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Mengidentifikasi persoalan pasir yang terjadi di lapangan sumur minyak
  2. Memahami berbagai teknik yang dapat dilakukan perusahaan untuk dapat menangani persoalan pasir di pertambangan minyak dan gas

 

MATERI SAND PRODUCTION IN OIL AND GAS MINING

  1. Identifikasi persoalan pasir yang terdapat di sumur pertambangan
  2. Monitoring konsentrasi pasir
  3. Desain Sand control
  4. Studi evaluasi Strategi pump-off
  5. Studi evaluasi Polyurethane Injection
  6. Studi evaluasi sand Consolidation
  7. Studi evaluasi Sand Clean-Up
  8. Studi evaluasi Sand-Facturing
  9. Sand control equipment (Spesification, selection, design, installation and Operation)
  10. Studi kasus

Drilling : Strategy To Handle Problem

Deskripsi

Proses pengeboran atau drilling terbilang cukup kompleks sehingga perusahan perminyakan dan gas bumi membutuhkan pekerja yang mampu menangani berbagai persoalan yang mungkin ditimbulkan dari proses pengeboran. Mulai dari perancangan, pengadaan, instalasi, proses operasi, perawatan, hingga evaluasi sistem pengeboran. Setiap proses tersebut memiliki potensi persoalan yang dapat menyulitkan proses bisnis perusahaan bila tidak ditangani dengan manajerial yang baik.  Oleh sebab itulah, perusahaan perlu membekali karyawannya dengan penguasaan kompetensi dan kualifikasi kerja yang dapat menangani, bahkan mencegah berbagai persoalan yang mungkin terjadi pada proses pengeboran. Mengetahui berbagai alternatif strategi untuk menyelesaikan persoalan di lapangan juga akan dapat memperkaya khazanah pemikiran perusahaan dan pekerja (knowledge management) dalam menangani permasalahan dengan baik.

Tujuan

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami  berbagai potensi persoalan yang dapat terjadi pada proses pengeboran (drilling)
  2. Mengidentifikasi persoalan dan merancang solusi dari persoalan tersebut

Materi Training Drilling : Strategy To Handle Problem

  1. Ruang lingkup persoalan (pengeboran)Pemetaan berbagai aspek persoalan drilling
  2. Peraturan tambang Migas dan panas bumi
  3. Penerapan K3 dan sistem identifikasi bahaya di tempat kerja pengeboran
  4. Proteksi bahaya kebakaran di wilayah kerja
  5. Sistem proteksi dini semburan liar (blowout preventation system)
  6. Maintenance peralatan drilling
  7. Mengoperasikan dan maintenance pompa lumpur
  8. Persoalan pengeboran inti (conventional coring)
  9. Disain dan persoalan pipa selubung (casing) dan penyemenan
  10. Mengoperasikan sistem peralatan pengangkat (hoisting system), peralatan putar (rotating system), dan peralatan sirkulasi (circulating  system) yang ada pada drilling rig
  11. Studi kasus penyelesaian persoalan di sektor pengeboran

Artificial Lift System

Deskripsi Training Artificial Lift System

Salah satu persoalan yang cukup sering ditemui oleh perusahaan pertambangan minyak dan gas adalah ketidakmampuan tekanan reservoir untuk mengangkat fluida hidrokarbon secara natural dari dalam sumur ke permukaan. Untuk mengatasi persoalan tersebut, metode bantuan yang telah banyak diaplikasikan disebut artificial lift system. Metode tersebut juga digunakan untuk mengangkat fluida hidrokarbon dimana pengangkutan menggunakan reservoir tidak menguntungkan secara ekonomis pada keuangan perusahaan. Training ini akan membahas tentang bagaimana meningkatkan laju produksi sekaligus menurunkan biaya berdasarkan kerangka kerja artificial lift system. Pada training ini peserta akan dibimbing untuk menganalisa dan mendesain artificial lift yang muktahir dan handal. Selain itu, beberapa perkembangan teknologi terbarukan juga akan dikenalkan disini sehingga perusahaan dapat meningkatkan perfomansi menjadi lebih baik.

Tujuan Training Artificial Lift System

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Mengetahui secara mendalam mengenai artificial lift system untuk meningkatkan kapasitas produksi perusahaan tambang minyak dan gas
  2. Melakukan pemecahan masalah yang seringkali dihadapi oleh perusahaan
  3. Memberikan gambaran best practice penerapan articial lift system

Materi Training Artificial Lift System

  1. Proses umum pertambangan minyak dan gas
  2. Kerangka kerja articial lift system
  3. Kriteria penggunaan articial lift system
  4. Metode artificial lift system
  5. Mengukur perfomansi reservoir
  6. Keterkaitan articial lift system  dengan rod-pumping, gas lift, dan ESP systems
  7. Perancangan gas lift (mandrels, valves, injection gas requirements, temperature, chokes, spacing, equilibrium curve, continuous flow design)
  8. Analisa ekonomi pada penginstalasian artificial lift system
  9. Studi Kasus persoalan artificial lift system

GEOSTATISTIK

DESKRIPSI TRAINING GEOSTATISTIK

Geo-statistik yang dikembangkan oleh Prof George Matheron pada tahun 1960, telah banyak diterapkan dalam industri pertambangan. Geostatistik digunakan untuk melakukan evaluasi sumber daya mineral dan melakukan pemodelan. Metode geo-statistik mempertimbangkan tata ruang yang diwakili oleh Model variogram dalam metode estimasi seperti poligonal, pengelompokan segitiga, persegi inverse distance, titik terdekat, dll. Selain itu, parameter model variogram juga dapat digunakan untuk mengoptimalkan pola pengeboran atau sebagai alat penentuan daerah titik sampel.

Sedangkan metode Kriging yang merupakan metode geo-statistik yang paling terkenal , banyak digunakan untuk estimasi cadangan, dan telah dikenal sebagai BIRU (Best Linear Unbiased Estimator). Selain kriging, ada juga metode geo-statistik lain yang digunakan guna melakukan karakterisasi spasial dan pemodelan sumber daya alam seperti simulasi kondisional. Geo-statistik juga dapat memanfaatkan untuk mengevaluasi mineral klasifikasi cadangan.



TUJUAN TRAINING GEOSTATISTIK 

Setelah  mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan mampu :

  1. Memahami konsep regionalisasi variabel yaitu prinsip metode geostatistik, analisis dan interpretasi variogram.
  2. Memahami prinsip metode kriging dan aplikasinya guna pemodelan sumber daya dan estimasi cadangan.
  3. Melakukan pengenalan prinsip simulasi geostatistik dan penerapannya dalam evaluasi sumber daya alam. 

    MATERI TRAINING GEOSTATISTIK

    1. Definisi dan aplikasi statistik dalam pertambangan
    2. Konsep variabel regionalisasi dan variogram eksperimental
    3. Analisis model variogaram dan interpretasinya
    4. Metode estimasi cadangan konvensional
    5. Varian dispersi dan varians estimasi
    6. Prinsip metode kriging dan aplikasinya
    7. Pendahuluan tentang metode deterministic
    8. Simulasi geostatistik dan Analisis ketidakpastian
    9. Klasifikasi Cadangan berdasarkan metode geostatistik
    10. Studi kasus

Reservoir engineering

Deskripsi

Reservoir engineering merupakan salah satu cabang dari petroleum engineering untuk mengatasi permasalahan drainase selama pengembangan dan produksi sumber daya gas dan minyak yang berdampak pada faktor ekonomi. Pengetahuan mengenai properti petrofisika dan hidrodinamika dari batuan reservoir merupakan aspek mendasar yang sangat penting untuk diketahui para insinyur. Pada pelatihan kali ini akan menjelaskan mengenai pemahaman teknik Reservoir engineering untuk komunikasi yang lebih baik dalam tim dan meningkatkan pemulihan.

 

Tujuan Training

  1. Peserta mampu memahami konsep dasar reservoir engineering
  2. Peserta mampu melakukan perhitungan cadangan dan pemulihan reservoir minyak dan gas
  3. Peserta mampu memahami teknik dan prosedur sand control, acidizing, and hydraulic fracturing untuk meningkatkan pemulihan
  4. Peserta mampu memahami perilaku dan karakter gas dan minyak dalam reservoir
  5. Peserta mampu memahami tujuan dan teknik EOR: Enhanced Oil Recovery

 

Materi Training

  1. Karakteristik dasar reservoir
    1.   Produksi geologi (konsep dasar): reservoir, trap, heterogenitas, dll
    2. Petrofisik: sifat bebatuan
    3. Sifat cair reservoir (gas, minyak, bentukan air)
    4. Catatan evaluasi
    5. Evaluasi volume dari minyak dan gas
  2. Pengembangan lahan
    1.  Interpretasi uji sumur
    2. Multifase aliran
    3. Mekanisasi drainase
    4. Drainase primer
    5. Reservoir dengan pemasukan aliran air alami, bidang gas
  1. Studi Kasus

 

PRODUCTION ENGINEERING

DESKRIPSI TRAINING PRODUCTION ENGINEERING

Dalam .mengelola perusahaan pertambangan minyak dan gas, proses produksi sebagai proses bisnis yang paling utama memerlukan perhatian lebih dari sisi penguasaan teknis operasi yang dapat menunjang pencapaian hasil produksi yang maksimal. Semakin maksimal proses operasi yang dilakukan, maka akan semakin meningkatkan kapasitas produksi yang berujung pada profit perusahaan. Akan tetapi, tidak sedikit perusahaan yang masih mengalami kendala dalam proses operasi produksi minyak dan gas karena belum menemukan solusi dari berbagai perosalan yang terkadang dihadapi di lapangan. Training ini akan memnahas mengenai beragam metode aplikatif dan teruji yang mampu digunakan untuk memecahkan persoalan yang berhubungan dengan tidak maksimalnya hasil dari proses operasi penambangan yang dilakukan dari mulai reservoir hingga ke end user serta perhitungan teknis kebutuhan operasional dalam proses produksi yang dilakukan.

 

TUJUAN TRAINING PRODUCTION ENGINEERING

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami mengenai berbagai aspek dari proses operasi produksi minyak dan gas
  2. Menangani persoalan produksi yang selama ini menghambat capaian maksimal dari operasi pertambangan minyak dan gas
  3. mengetahui dasar perhitungan optimisasi produksi sumur-sumur minyak, gas dan reservoir panas bumi, pengembangan pelaksannaan optimisasi produksi ini untuk meningkatkan kinerja produksi sumuran dan lapangan

 

MATERI TRAINING PRODUCTION ENGINEERING

  1. Ruang lingkup persoalan operasi perminyakan
  2. Teknik ekspolarasi minyak dan gas yang handal
  3. Teknologi seismik yang teruji
  4. Drilling well in an exploration
  5. Artifial lift method
  6. Enhanced Oil Recovery
  7. Surface Facilities
  8. Production system analysis

 

Drilling Equipment

Deskripsi Training Drilling Equipment

Pengeboran merupakan salah satu proses bisnis vital dalam industri pertambangan minyak dan gas bumi yang digunakan untuk menaikkan hidrokarbon dari perut bumi. Perkembangan teknologi memungkinkan perusahaan memiliki peralatan pengeboran (drilling equipment) yang meningkatkan efesiensi dari berbagai aspek. Maka dari itu perusahaan pertambangan minyak dan gas bumi perlu untuk mendalami lebih dalam mengenai berbagai hal yang perlu diperhitungkan dalam menyiapkan peralatan pengeboran yang ikut mempertimbangkan perkembangan teknologi pengeboran saat ini. Selain itu, perusahaan juga membutuhkan keahlian dalam menilai dan menyeleksi supplier penyedia peralatan drilling sehingga ongkos pengadaan juga bisa ditekan seminimal mungkin. Di sisi lain, peralatan drilling yang saat ini sudah digunakan juga membutuhkan evaluasi kelayakan yang memungkinkan optimasi dari proses pengeboran itu sendiri.

Tujuan Training Drilling Equipment

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami  berbagai hal yang perlu diperhatikan dalam pengadaan peralatan drilling (drilling equipment)
  2. Memiliki ketrampilan dalam menyeleksi supplier penyedia peralatan drilling (drilling equipment)
  3. Melakukan evaluasi dalam menilai kelayakan peralatan drilling yang saat ini sudah diguanakan oleh perusahaan.

Materi Training Drilling Equipment

  1. General Requirement of Drilling Equipment
  2. Identifikasi Konstruksi Anjungan
  3. Rotary, Hoisting, and Pipe Handling System
  4. Well Control System
  5. Blowout Preventer Stack and Control System
  6. Choke and Kill Lines and Coke Manifold
  7. Diverter System
  8. High Pressure Kill Pumping System
  9. Ancillary Well Control Equipment
  10. Drilling Fluid System
  11. Drilling Fluid and Well Surveillance System
  12. Cementing System
  13. Marine Riser System
  14. Identifikasi dan Seleksi Peralatan Drilling yang Optimal
  15. Evaluasi Kelayakan Peralatan Drilling di Perusahaan

Coal Handling System PLTU Batubara

Deskripsi Coal Handling System PLTU Batubara

Dalam training Coal Handling System ini akan membahas unloading coal process, proses penghancuran batu bara sampai batu bara tersebut sesuai dengan requirement, sampai dengan proses pengiriman batu bara menuju ke storage silos hingga batubara tersebut dikatakan siap untuk dilakukan proses penghalusan dan kemudian berbentuk serbuk barubara. Training ini juga akan membahas mengenai proses transportasi batu bara dari tambang menuju project site PLTU.

Tujuan

Setelah mengikuti training ini, peserta diharapkan mampu untuk :

  1. Memahami system dan proses produksi dan handling batu bara.
  2. Memahami system transportasi batubara dari tambang ke PLTU.
  3. Memahami jenis dan fungsi peralatan yang digunakan dalam coal handling batubara diPLTU

    Materi

    1. Proses Dasar PLTU
    2. Coal Delivery
    3. Coal Handling
    4. Boiler
    5. Heater
    6. Feed Water Heater
    7. Furnace
    8. Turbine
    9. Condenser
    10. Polisher
    11. Daerator
    12. Generator
    13. Unloading System
    14. Unloading Coal Process
    15. Stockout, Reclaim and Storage System
      • Peralatan Stockout
      • Peralatan Reclaim
    16. Sistem transportasi batubara dari tambang ke PLTU

Project Management For Oil And Gas

Deskripsi Training Project Management For Oil And Gas

Menjalankan industri minyak dan gas yang sukses membutuhkan perpaduan antara aplikasi teknologi, pengetahuan bisnis dan orang-orang yang terampil. Pengetahuan mengenai ekplorasi dan teknologi produksi juga sangat penting untuk memperkuat efektivitas didukung dengan manajemen proyek yang tepat. Manajemen proyek minyak dan gas mencakup prinsip-prinsip dan penerapan manajemen proyek untuk usaha hulu minyak dan gas. Tugas manajer manajemen proyek adalah membuat keputusan bisnis terbaik, yaitu keputusan yang mengarah pada biaya proyek terendah dengan tetap memnuhi semua produksi atau tujuan eksplorasi.

 

Tujuan Training Project Management For Oil And Gas

Setelah mengetahui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  1. Mengenal profil dan dinamika proyek
  2. Konsep dan fungsi manajemen proyek
  3. Teknik/metode perencanaan dan penyusunan jadwal
  4. Metode penilaian proyek
  5. Penggunaan software komputer

 

Materi Training Project Management For Oil And Gas

  1. Pengantar manajemen proyek industri minyak dan gas
  2. Proses manajemen proyek industri minyak dan gas
  3. Ruang liingkup manajemen proyek di industri minyak dan gas
  4. Alat-alat penjadwalan
  5. Sumber daya tenaga kerja
  6. Manajemen resiko proyek
  7. Continues Improvement dan manajemen kualitas dalam proyek
  8. Metode-metode penilaian investasi proyek
  9. Manajemen tim proyek
  10. Penggunaan software komputer
  11. Studi Kasus

 

CSMS IN OIL AND GAS INDUSTRI

Deskripsi

Dalam menerima perusahaan kontraktor, perusahaan perlu melaksanakan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja terutama bagi perusahaan yang bergerak di pertambangan minyak dan gas. Hal tersebut penting karena bahan baku, proses operasional dan program evaluasi yang dikerjakan oleh pihak ketiga (kontraktor) dapat mempengaruhi kinerja dan reputasi dari perusahaan induk. Oleh sebab itu, baik supplier ataupun kontraktor perlu untuk membekali diri dengan CSMS agar memiliki keunggulan standar sebagai persyaratan lolos kualifikasi tender yang dilakukan oleh perusahaan penyedia. Di sisi lain, perusahaan pertambangan minyak dan gas perlu penerapan total dari perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja agar angka kecelakaan yang terjadi dapat diminimalkan. Semakin ketat desain sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja diberlakukan oleh pihak kontraktor dan supplier maka akan semakin besar peluang perusahaan akan dipercaya.

Tujuan

  1. Memahami dalam mengelola CSMS di perusahaan pertambangan minyak dan gas
  2. Memberikan ketrampilan untuk mengukur kinerja perusahaan dalam masa seleksi berdasarkan CSMS

MATERI TRAINING CSMS IN OIL AND GAS INDUSTRI

  1. Ruang lingkup, definisi dan peranan CSMS bagi perusahaan pertambangan minyak dan gas serta kontraktor dan supplier
  2. Prinsip dasar dan fungsi CSMS
  3. Risk Assessment dalam CSMS
  4. Pre-Qualification proses dalam CSMS
  5. Selection criteria and measurement dalam CSMS
  6. Job activity and evaluation berdasar CSMS
  7. Tahapan-tahapan penerapan CSMS
  8. Regulasi dan standar internasional dan nasional dalam CSMS
  9. Best practice penerapan CSMS

MANAJEMEN EKSPLORASI

Deskripsi

Secara umum kegiatan eksplorasi meliputi beberapa hal, antara lain jenis kegiatan, operasi lapangan, layanan pendukung, layanan teknis, logistik, dan administrasi, koordinasi, komunikasi, dan pengawasan, analisis dan integrasi data hasil eksplorasi serta pengambilan keputusan. Oleh sebab itu, kegiatan Eksplorasi perlu di atur dan dikelola sehingga dapat berjalan efektif dan efisien. Training ini akan memberikan pengetahuan mengenai hal-hal yang perlu dipersiapkan ketika merencanakan dan melakukan kegiatan eksplorasi.

Manfaat kursus :

Setelah mengikuti kursus ini, peserta kursus diharapkan akan mampu:

  1. Memahami konsep, teknik dan tahapan dalam kegiatan exsplorasi
  2. Memahami perencanaan dan pengelolaan kegiatan eksplorasi yang efektif dan efisien
  3. Mengidentifikasi aspek-aspek non-teknis yang mungkin timbul dalam kegiatan eksplorasi
  4. Memahami strategi eksplorasi untuk meminimalisasi resiko investasi
  5. Memahami eksplorasi yang terencana dan taktis sebagai bagian awal dalam pengambilan keputusan investasi di bidang pertambangan

Materi

  1. Pengantar konsep dan teknik eksplorasi
  2. Metodedan desain eksplorasi
  3. Undang-undang dan peraturan eksplorasi
  4. Perencanaan dan pengelolaan eksplorasi
  5. Dampak lingkungan dalam eksplorasi
  6. Investasi dan analisis resiko eksplorasi
  7. Studi kelayakan
  8. Studi kasus manajemen eksplorasi di Indonesia

Teknik Kalibrasi Flowmeter Minyak

Deskripsi Teknik Kalibrasi Flowmeter Minyak

Flowmeter yang dalam pertambangan minyak dan gas digunakan untuk mengukur jumlah atau laju aliran dari minyak yang mengalir pipa atau sambungan terbuka merupakan salah satu peralatan vital dalam proses operasional perusahaan. Agar pengukuran yang dilakukan flowmeter dapat dengan akurat, cepat dan tepat dalam membaca jumlah/ laju fluida (minyak) yang masuk dalam pipa maka perlulah perusahaan melakukan kalibrasi flowmeter secara periodik. Oleh sebab itu, untuk meningkatkan citra perusahaan dan menurunkan sengeketa akibat perbedaan dalam perhitungan jumlah fluida (minyak) maka perusahaan perlu menerapkan standar internasional ISO/IEC 10725:2005 dalam melakukan teknik kalibrasi, khususnya pada peralatan flowmeter. Selain itu, bagi laboratorium uji dan kalibrasi hal ini juga dinilai perlu agar laboratorium memahami secara mendalam mengenai berbagai prosedur dan standar dalam melaksanakan uji kalibrasi.

Tujuan Teknik Kalibrasi Flowmeter Minyak

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami teknik yang tepat dalam melakukan kalibrasi flowmeter sesuai dengan standar internasional yang termuat di ISO            /IEC 10725:2005
  2. Memahami teknik yang sistematis dalam melakukan teknik kalibrasi yang sesuai dengan standar laboratorium
  3. Mengidentifikasi persoalan kalibrasi flowmeter secara mandiri

Materi Teknik Kalibrasi Flowmeter Minyak

  1. Sistematika kalibrasi flowmeter minyak
  2. Prosedur standar dalam penanganan, perlindungan, dan penyimpanan flowmeter
  3. Penetapan satuan pengukuran dalam satuan internasional
  4. Pemilihan metode kalibrasi flowmeter minyak
  5. Acuan rencana dan prosedur pengambilan sampel
  6. Validasi kalibrasi
  7. Pengolahan dan interpretasi hasil kalibrasi flowmeter minyak
  8. Pengaruh kondisi tempat kalibrasi flowmeter minyak dilakukan
  9. Memahami ketidakpastian dalam kalibrasi flowmeter minyak
  10. Spesifikasi metrologis dan klausul kalibrasi flowmeter minyak
  11. Teknis pelaporan hasil kalibrasi flowmeter minyak
  12. Dokumentasi proses kalibrasi flowmeter minyak
  13. Gugus kendali mutu flowmeter
  14. Identifikasi persoalan kalibrasi flowmeter dan alternatif tindakan

OIL ANALYSIS AND TRIBOLOGY

OVERVIEW TRAINING OIL ANALYSIS AND TRIBOLOGY

Gesekan yang ditimbulkan oleh dua benda yang bersentuhan dapat menimbulkan keausan pada kedua permukaan yang menyebabkan pemborosan energi yang dikeluarkan. Agar dapat mengurangi timbulnya keausan maka dilakukan tindakan pelumasan (lubrication). Pelumasan (lubrication) harus dilakukan dengan benar agar mesin atau peralatan yang digunakan dapat tahan lama dan tidak menurunkan daya guna yang dimiliki. Oil Analysis dan Tribology disini merupakan ilmu yang mempelajari mengenai persentuhan permukaan pada pergerakan relative dengan tujuan untuk membandingkan sifat kimia dan fisik pelumas apakah masih mempunyai performa yang baik atau tidak serta untuk mengetahui kandungan air, zat aditif serta viskositas dari pelumas tersebut.



MANFAAT TRAINING OIL ANALYSIS AND TRIBOLOGY

Dengan mengikuti training oil analysis and tribology ini diharapkan peserta dapat memahami tentang basic tribology dan lubrication sehingga perawatan terhadap mesin atau peralatan dilakukan dengan tepat.

MATERI TRAINING OIL ANALYSIS AND TRIBOLOGY

  1. Definisi, konsep dasar dan basic tribology
  2. Manfaat tribology
  3. Friction (gesekan)
  • Fenomena gesekan
  • Hukum fisika gesekan
  1. Keausan (wear)
  • Penyebab keausan
  • Adhesive wear
  • Abrasive wear
  • Corrosive wear
  • Surface-fatigue wear
  1. Pelumasan (lubrication)
  • Dasar-dasar dan teori lubrikasi
  • Kegunaan lubrikasi
  • Centralized lubrication system
  • Automatic lubrication system
  • Manual lubrication
  • Automatic lubrication
  • Hydraulic system
  • Pneumatic system
  • Kerusakan-kerusakan akibat kesalahan lubrikasi
  1. Pelumas (lubricant)
  • Jenis-jenis pelumas mesin yang tepat
  • Lubricant viscosity
  • The aditive lubricant
  • Kegunaan pelumas
  • Degradation of lubricant
  • Lubricant storage, handling and safety
  1. Studi kasus dan diskusi

Artificial lift

Deskripsi Artificial lift

Kemampuan dari reservoir sumur minyak dalam mengangkut fluida ke permukaan akan terus berkurang sejalan dengan waktu. Titik waktu reservoir mengalami kesulitan untuk mengangkut fluida ke atas maka disaat itulah perusahaan pertambangan minyak dan gas membutuhkan articial lift (pengangkutan/ sembur buatan) dalam proses produksinya untuk tetap menjaga laju ketersedian minyak tetap konstan. Artificial lift juga digunakan untuk sumur yang memang pada dasarnya hanya memiliki kemampuan produksi yang kecil, sehingga untuk menaikkan tingkat produksinya maka dibuatkanlah artificial lift pada sumur tersebut.

Pemilihan yang tepat pada beberapa alternatif metode artificial lift akan membantu perusahaan untuk efektif dan efesien dalam melanjutkan proses produksinya. Ketepatan tersebut tentunya didukung dari identifikasi yang akurat pada kondisi reservoir sumur, data historis perfomance reservoir dan lain-lain. Oleh sebab itulah perusahaan perlu mengetahui dan memahami persoalan ini secara mendasar dari mulai identifikasi persoalan, pemilihan alternatif tindakan, instalasi peralatan dari metode yang dipilih hingga evaluasi dari alternatif yang dipilih tersebut sehingga perusahaan memiliki sistem kerja yang handal dan tepat.

Tujuan Training Artificial lift

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami mengenai urgensi melakukan artificial lift di reservoir sumur pertambangan
  2. Memahami berbagai metode artificial lift yang telah banyak diterapkan
  3. Memilih metode yang tepat untuk diimplementasikan pada reservoir minyak sebagai jawaban dari persoalan kesulitan pengangkutan hidrokarbon

Materi Training Artificial lift

  1. Kapan dan mengapa menggunakan artificial lift?
  2. Identifikasi dan interpretasi data kondisi sumur
  3. Kerangka kerja dan evaluasi dari alternatif Gas Lifting
  4. Kerangka kerja dan evaluasi dari alternatif Sucker Rod Pumping
  5. Kerangka kerja dan evaluasi dari alternatif Subsurface Electrical Pumping
  6. Kerangka kerja dan evaluasi dari alternatif Jet Pump
  7. Kerangka kerja dan evaluasi dari alternatif Progressive Cavity Pump
  8. Peralatan yang dibutuhkan dari setiap alternatif metode artificial lift
  9. Perencanaan dan Manajemen Proyek dari instalasi artificial lift
  10. Evaluasi kebijakan
  11. Studi kasus persoalan artificial lift

TEKNIK PENULISAN LAPORAN

Deskripsi

Salah satu bentuk komunikasi adalah laporan tertulis. Tiap bagian/departemen perlu melaporkan segala aktivitasnya pada manajemen agar dapat tercipta kecepatan arus informasi untuk memudahkan pengambilan keputusan.

Laporan digunakan sebagai dasar perencanaan, pengaturan tugas, menggerakkan sumber daya, pengendalian, pengawasan dan pengambilan keputusan. Sebagai alat komunikasi dan informasi, isi laporan harus singkat, jelas dan lengkap. Dengan demikian semua pihak yang terlibat dapat memanfaatkan laporan tersebut secara optimal.

Kemampuan dan pengetahuan untuk menyusun suatu laporan yang efektif sangat dibutuhkan.

Menyeleksi informasi untuk kemudian disusun sebagai suatu laporan sangatlah esensial. Laporan yang disusun secara cepat dan tepat, merupakan informasi yang dapat dipakai untuk menyusun kegiatan lanjutan dan pengambilan keputusan bagi manajemen.

Dalam pelatihan ini akan dibahas prinsip-prinsip menulis laporan dan cara penerapannya. Metode pada pelatihan ini antara lain: penyampaian konsep, latihan, tugas kelompok dan diskusi. Teknik penggunaan waktu secara ekonomis, akan dibahas agar dihasilkan laporan yang ringkas, jelas, informatif dan efektif.

TUJUAN PELATIHAN TEKNIK PENULISAN LAPORAN

  • Menyusun laporan tertulis secara efisien dan efektif
  • Menyusun fakta ke dalam informasi yang logis dan jelas
  • Merangkum inti masalah tanpa menghilangkan maknanya
  • Membantu pembaca memahami pokok masalah, sehingga mampu mengambil keputusan efektif

GARIS BESAR PROGRAM PENULISAN DAN PRESENTASI LAPORAN

  • Pengantar penyusunan laporan efektif
  • Analisis, pengumpulan dan seleksi data serta informasi
  • Pedoman mencari akar masalah dan solusi. Berguna untuk bagian rekomendasi
  • Cara penulisan laporan Audit dari angle yang tepat agar laporanmenjadi efektif dan menarik untuk dibaca.
  • Technique pembuatan resume (excecutive summary) laporan audit sehingga dapat mengungkapkan substansi / maksud / sasaran laporan dengantepat.
  • Technique presentasi kepada Direksi hasil atas laporan / hasilAudit .
  • Acuan / best practises penulisan laporan untuk level /
    khirarkhi pembaca yang berbeda (Top Manager, CEO, Komisaris)

 

AUDIT INVESTIGATIF

TRAINING DESCRIPTION AUDIT INVESTIGATIF

Salah satu fungsi audit investigatif bagi perusahaan adalah dimana perusahaan yang memiliki risiko kerugian keuangan karena tindakan kecurangan yang terjadi dapat mengungkapkan siapa pihak yang melakukan kecurangan tersebut yang selanjutnya akan dimintai pertanggungjawabannya untuk mengganti kerugian perusahaan. Selanjutnya agar memiliki dampak efek jera maka perlu diambil tindakan baik administratif maupun hukum terhadap pelaku kecurangan. Terkait dengan tindaklanjut secara hukum atas kecurangan yang ditemukan, maka perusahaan harus memiliki pertimbangan yang menyeluruh mencakup aspek keuangan perusahaan dan aspek legal terkait dengan regulasi terhadap karyawan maupun terhadap perusahaan.

Dengan demikian, efektifitas pengungkapan kecurangan yang terjadi pada perusahaan akan memberikan nilai tambah terutama untuk recovery kerugian yang terjadi, penyempurnaan sistem pengendalian dan menjadikan pelaku potensial lainnya urung melakukan kecurangan. Pada gilirannya, tindakan ini akan memberikan dampak positif bagi nilai perusahaan karena akan memungkinkan perusahaan untuk memperbaiki management dengan peningkatan kinerja perusahaan baik dari aspek ekonomisnya pengadaan, effisiennya proses bisnis dan efektifitasnya program kerja perusahaan.

Mengacu kepada urian di atas maka pelatihan “Pemeriksaan Kecurangan dan Tindaklanjut Hasil Temuan yang Memenuhi Ketentuan Hukum pada Korporasi ” akan memberikan pemahaman tentang kecurangan, bagaimana mengungkapkannya dengan audit infestigatif serta memahami konsekwensi hukum atas kecurangan baik yang terjadi pada perusahaan secara internal maupun juga jika berkaitan dengan keuangan negara.



TRAINING OBJECTIVES AUDIT INVESTIGATIF

  1. memahami bentuk-bentuk kecurangan berikut klasifikasi kecurangan pada perusahaan.
  2. memberikan gambaraan tentang pelaksanaan Audit Investigatif guna mengungkap kecurangan
  3. mampu mengidentifikasi temuannya ke dalam aspek hukum serta tindaklanjut atas temuan tersebut.
  4. mendapatkan pemahaman tentang Tindak Pidana Korupsi agar dapat memproteksi dan tidak terlibat dalam suatu tindak pidana korupsi dengan mengacu kepada peraturan perundangan yang terkait.

 

TRAINING  OUTLINES AUDIT INVESTIGATIF

  • Konsep Dasar Kecurangan
    • Definisi Dan Unsur-unsur Fraud Fraud Triangle, Proses Fraud, Risiko Fraud.
    • Kategori Fraud (Fraud Tree)
      • Corruption
      • Asset Mis Appropriation
      • Fraudulent Financial Statement
  • Penerapan Peraturan Perundangan dan UU TPK Pada Korporasi
    • Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (TPK)
    • Penerapan Tindak Pidana Korupsi pada Korporasi
    • Risiko dan Aspek Hukum yang Melekat pada Jabatan
    • Konsep Keuangan Negara pada BUMN serta Kerugian Negara
    • Penanganan Tindak Pidana/Kecurangan pada BUMN
  • Konsep Dasar Audit Investigatif
    • Perspektif dan Definisi Audit Investigatif
    • Methodology Audit Investigatif
    • Aksioma dalam Audit Investigatif
  • Menyiapkan Predikasi dan Menyusun Rencana Audit Investigatif:
    • Identifikasi Bentuk Kecurangan dan Indikasi Kerugian
    • Menyusun Telaah Kasus dalam Bentuk Hypotesa awal  atas Kecurangan.
  • Menyiapkan Predikasi dan Menyusun Rencana Audit Investigatif (lanjutan)
    • Identifikasi Bukti dan Pihak-pihak yang terkait.
    • Pengujian Bukti
    • Menyusun Program Audit Investigatif
  • Teknik-teknik Audit Investigatif :
    • Pengujian Dokumen
    • Pengujian Fisik
    • Observasi
    • Interview
    • Covert Operation
      • Surveillance
      • Entrapment
  • Study Kasus (Capita Selecta) Penanganan kasus yang berindikasi TPK
  • Penyusunan Laporan Hasil Audit Investigatif
  • Tindak Lanjut Hasil Audit Investigatif.
  • Investigatif Auditor sebagai saksi dalam proses hukum
  • Study Kasus (Capita Selecta) Penanganan kasus yang berindikasi TPK

PENCEGAHAN FRAUD DAN INVESTIGATIF

PENDAHULUAN TRAINING PENCEGAHAN FRAUD DAN INVESTIGATIF :

Fraud atau tindakan curang diperusahaan merupakan adalah bahaya latent yang tidak akan pernah hilang, selalu mengancam dan dapat terjadi sewaktu-waktu, kapan saja dimana saja, dapat dilakukan oleh siapa saja dan dengan cara apa saja.Seringkali perusahaan tidak menyadari terjadinya fraud, hingga ahirnya perusahaan terkejut saat mendapatkan kerugian financial yang signifikan serta hancurnya reputasi bisnis perusahaan akibat fraud. Fraud biasanya banyak dilakukan oleh level bawah, mengingat motivasi utama orang melakukan fraud karena terdesak ekonomi, tetapi banyak pula yang dilakukan oleh level mengah dan atas. Sebagai solusinya, perusahaan harus sesegara mungkin melakukan pencegahan terjadinya fraud dari berbagai aspek. Dan  jika fraud sudah terjadi, perusahaan harus bisa melakukan investigasi fraud dan dijadikan dasar untuk membuat kebijakan atau peraturan selanjutnya.

 

TUJUAN  TRAINING PENCEGAHAN FRAUD DAN INVESTIGATIF :

  1. Peserta diharapkan memahami karakteristik fraud dan bagaimana cara menanganinya
  2. Peserta diharapkan dapat membangun fraud control system dari berbagai aspek
  3. Peserta diharapkan dapat memahami comitmen, policy,tool dan organization fraud
  4. Peserta diharapkan memahami pencegahandan sistim pelaporan fraud
  5. Peserta memahami investigas atau pemeriksaan fraud beserts proses pelaporannya

 

CAKUPAN MATERI TRAINING PENCEGAHAN FRAUD DAN INVESTIGATIF :

  1. MEMAHAMI KARAKTERISTIK FRAUD
    1. Definisi dan sifat fraud
    2. Faktor penyebab fraud
    3. Pelaku tindakan fraud
    4. Dampak tindakan fraud
    5. Menditeksi adanya fraud
    6. Tipe Fraud
    7. Ketentuan hukum pidana terkait fraud
    8. Tehnik dan cara melakukan fraud
  2. POBLEMATIKA PENANGANAN FRAUD
    1. Kesadaran yang rendah
    2. Sikap rekasional
    3. Penanganan tunggal
    4. Kecenderungan penindakan
    5. Tidak adanya konsep ideal
    6. Kurangnya kompetensi
  3. PERSYARATAN MEMBANGUN FRAUID CONTROL SYSTEM
    1. Anti fraud comitmen
    2. Anti fraud policy
    3. Anti fraud Tools
    4. Anti fraud Organization
  4. MEKANISME ANTI KECURANGAN (ANTI FRAUD MECHANISM)
    1. Pencegahan fraud (fraud prevention)
    2. Sistem pelaporan Fraud (White Blowing System)
    3. Pemeriksaan Fraud (Fraud Investigation)
    4. Sanksi dan Perbaikan (Sanction dan Recovery)
  5. PERAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE
    1. Peran perusahaan dan GCG dalam Antisipasi Terjadinya Fraud pada sebuah bank
    2. Bagaimana Solusi menghadapi Fraud (Litigasi, Penelusuran aliran dana dan Penyediaan data kepada Kepolisian.
  6. REPORTING FRAUD PROSEDUR
  7. STUDI KASUS

 

APLIKASI DAN AUDIT 5S

DESCRIPTION

Melalui penerapan 5S yang penuh disiplin, perusahaan Jepang telah mengambil banyak manfaat berupa efisiensi dan efektifitas di segala area kerja. Seiri yang berarti meringkas, seiton yang berarti merapihkan, seisou yang berarti membersihkan seiketsu yang berarti merawat dan shitsuke yang berarti disiplin dan konsisten merupakan kebiasaan sederhana yang telah menghasilkan trough put yang luar biasa dan berdampak besar bagi diri karyawan maupun perusahaan. Melalui workshop ini peserta diberikan pemahaman tentang konsep 5S, implementasi dan audit 5S atas pelaksanaannya.

 

OBJECTIVES

  1. Memahami Goal dari 5S.
  2. Memahami tahapan-tahapan untuk menerapkan 5S.
  3. Mampu mengimplementasikan 5S di tempat  kerjanya.
  4. Memahami tahapan-tahapan audit 5S
  5. Memahami pelaksanaan audit 5S
  6. Mengembangkan checklist audit 5S

TRAINING  OUTLINES APLIKASI DAN AUDIT 5S

  1. Introduction to 5S.
  2. Efifiensi office.
  3. Seiri, seiton, seisou, seiketsu, sitsuke.
  4. Peran dan tanggung jawab auditor 5S.
  5. Persiapan audit 5S.
  6. Pelaksanaan audit 5S.
  7. Pelaporan audit 5S.
  8. Follow up: corrective dan preventive action

Teknik Audit untuk Pemula

Background

Mempelajari secara mandasar dan mendalam mengenai teknik-teknik audit, dan melakukan penyegaran dalam melakukan tehnik melakukan audit, mulai dari tahap persiapan, penyusunan rencana kegiatan audit, sampai dengan pelaporannya.

Pelatihan ini dapat diikuti oleh akuntan, auditor atau mahasiswa yang akan berkrcimpung dalam bidang pemeriksaan (Audit), staff professional lainnya yang ingin memiliki pengetahuan mendasar tentang tehnik-tehnik dan prosedur audit.

 

Tujuan Pelatihan :

  • Memberikan pemahaman secara mendasar mengenai teknik audit dengan berbagai aturan dan standar yang berlaku.
  • Meningkatkan kemampuan dan memberikan penyegaran bagi para auditor dalam melakukan audit secara terencana, sistematis dan efektif.

Materi Pelatihan Audit untuk Pemula :

Materi Pelatihan Teknik Audit untuk Pemula:

1.       Pengertian audit

2.      Fungsi Audit

3.      Jenis-jenis Audit

4.      Standar Auditing

5.      Prinsip-prinsip Dasar Audit

6.      Elemen Audit

7.      Persiapan Audit dan Survey Pendahulluan

8.      Risiko Kontrol

9.      Teknik Penyusunan Program Audit

10.   Rencana Pengujian Detail Transaksi dan Saldo

11.    Prosedur dan Teknik Audit

12.   Sample Audit

13.    Pembuktian (Audit Evidence)

14.   Laporan Auditor

AUDIT MANUFACTURE COMPANY

Deskripsi

Definisi umum dari audit adalah suatu perbuatan untuk melakukan evaluasi, pada organisasi, orang, sistem, proses, proyek perusahaan, atau produk, dan sering merujuk pada audit di bidang akuntansi, audit internal dan audit pemerintah, namun konsep serupa juga terdapat dalam manajemen proyek, manajemen mutu, manajemen air, dan konservasi energy.

MANFAAT

Kinerja Manajemen

  • Keselamatan, keamanan, sistem informasi, dan masalah lingkungan hidup yang menjadi subyek audit untuk memeriksa keberhasilan kerja dalam misi yang bertujuan mencapai kepuasan.

Kualitas Audit

  • Kualitas audit adalah untuk memverifikasi keberadaan bukti yang menunjukkan kesesuaian obyektifitas, melalui proses yang diperlukan, untuk menilai keberhasilan proses yang telah dilaksanakan, efektifitas dalam mencapai target, mengurangi dan menghapuskan masalah, kepanjangan tangan manajemen untuk mencapai perbaikan yang berkelanjutan dalam organisasi, dimana kualitas audit tidak hanya melaporkan tindakan ketidaksesuaian dan korektif tetapi juga menyoroti raktek yang baik dan memberikan bukti kesesuaian.

OUTLINE AUDIT MANUFACTURE COMPANY :

  1. Pengertian Audit
  2. Pengukuran (Assessment Audit)
  3. Manufacturing Process
  4. Manufacturing Control
  5. Glosary

Risk Based Audit Practical

Deskripsi

The   Audit course is designed to provide practical  view  in conducting  audit and assurance in one organization. The course is designed to support professional staffs   to expand their understanding of comprehensive  audit practice.

The course will include discussion and exercises related to general control examinations within the scope auditing. The course will also focus on control research and analysis for related topic areas. In addition, through discussion and exercises, participant will gain a working understanding of the process of developing audit work programs.

Objectives

At the completion of this course, the participants should be able to :

  • Participants shall obtain an expanded understanding the role of auditors in evaluating the related operational and control risks and in assessing the appropriateness and adequacy of management control practices and related controls inside participants’ organization
  • Participants shall obtain the capability in conducting audit and implement  techniques in performing assurance, attestation, and audit engagements
  • Participants shall obtain an expanded familiarity with the principle references in good corporate governance, control and security as related to  audit processes
  • Participants shall obtain the working ability to plan, conduct, and report on general and property audit
  • Participants shall obtain an understanding of the role of  auditors regarding operation and propoerty related compliance and regulatory audits, such as evaluating control standards

Contents Risk Based Audit Practical 

  1. Introduction to Risk based Audit
  2. Conducting The  Audit Process
  3. Management Controls
  4. Assurance  of Controls and Control Objectives
  5. Evidence Collection and Evaluation
  6. Managing the  Audit Function
  7. Property Audit
  8. Property Audit Scope

 

Financial Shenanigans

Deskripsi Training Financial Shenanigans

Manajemen senior di perusahaan publik, melaporkan berita positif dan hasil keuangan yang mengesankan yang akan menyenangkan investor dan mendorong harga saham lebih tinggi. Sementara sebagian besar perusahaan bertindak secara etis dan mengikuti aturan akuntansi yang telah ditentukan ketika melaporkan kinerja keuangan mereka, beberapa mengambil keuntungan dari daerah abu-abu dalam aturan untuk menggambarkan hasil keuangan mereka dengan cara yang menyesatkan. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, serta penerapan e-commerce dalam dunia bisnis, secara langsung atau tidak langsung sangat berpengaruh dalam operasional perusahaan/organisasi. Efek buruk yang dapat ditimbulkan dari perkembangan teknologi oleh oknum tidak bertanggung jawab adalah muncul praktek-praktek fraud yang berakibat fatal bagi perusahaan, misalnya cyber crime, computer fraud & fraudulent financial reporting. Dalam rangka, mengantisipasi hal tersebut maka analis sudah seharusnya meningkatkan kemampuan dalam mendeteksi, mencegah serta melakukan investigasi timbulnya fraud tersebut.

Tujuan Training Financial Shenanigans

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memberikan pemahaman secara komprehensif mengenai berbagai type kecurangan (fraud) yang sering atau mungkin akan terjadi di berbagai organisasi /perusahaan.
  2. Meningkatkan kemampuan dan memberikan penyegaran bagi para Auditor dalam mengaplikasikan langkah-langkah pencegahan kecurangan (fraud prevention), teknik-teknik mutakhir dalam melakukan pendeteksian kecurangan (fraud prevention) dan dalam melakukan investigasi kecurangan (fraud investigation).
  3. Membantu manajemen operasional untuk mencari solusi terbaik dalam menghadapi berbagai macam kecurangan (fraud).

Materi Financial Shenanigans

  1. Overview Fraud-Auditing
  2. Introduction to Financial Shenanigans
  3. Fraud Prevention
  4. Fraud Detection
  5. Earning manipulation Shenanigans
  6. Boosting Income Using One time or Unsustainable Activities
  7. Shifting Current Expense and Income to a Later Period
  8. Shifting Future Expense to an Earlier Period
  9. Cash Flow Shenanigans
  10. Key Metrics Shenanigans
  11. Brief Review of Financial Report
  12. Case Study

Audit Pengadaan Barang dan Jasa

Deskripsi Training Audit Pengadaan Barang dan Jasa

Proses procurement merupakan proses pengadaan barang dan jasa dari suatu institusi. Aktivitas yang dilakukan dalam proses procurement diantaranya adalah pemilihan supplier, merancang hubungan yang baik dengan supplier, dan melakukan proses pembelian. Seiring dengan perkembangan perusahaan yang semakin maju maka akan meningkatkan jumlah transaksi yang dilakukan oleh perusahaan dalam segala bidang, baik dengan supplier ataupun dengan konsumen. Banyaknya transaksi yang dilakukan tersebut dapat memungkinkan terjadinya penyimpangan atau fraud. Fraud yang berkaitan dengan pengelolaan, pembelian dan pengadaan barang dan jasa sering kali menjadi sorotan dalam proses audit baik internal maupun eksternal, sebab di bagian ini sering terjadi capital turn over perusahaan yang cukup besar. Sehingga, potensi terjadinya fraud cukup besar. Maka dari itu, perlu dilakukan audit dalam proses pengadaan barang dan atau jasa di perusahaan.



Tujuan

  1. Memahami prosedur dan administrasi di dalam proses pengadaan barang dan jasa
  2. Mempelajari secara nyata penipuan atau penyimpangan dalam hal pengeloalaan, pembelian, dan pengadaan baik barang maupun jasa.
  3. Mengetahui proses audit dalam dalam mengungkapkan kecurangan atau fraud dalam proses pengadaan barang dan jasa



Materi Training Audit Pengadaan Barang dan Jasa

  1. Konsep dan Tujuan Audit Pengadaan Barang dan Jasa
  2. Pengantar PEngadaan
  • SOP Procurement
  • Administrasi dalam procurement
  • Negosiasi dan kontrak
  • Dasar hukum Pengadaan
  1. Proses Audit investigasi pengadaan barang dan jasa
  2. Identifikasi penyimpangan dan kecurangan
  3. Kerugian yang ditimbulkan
  4. Studi kasus

 

Auditor Internal ISO 9001: 2008

Deskripsi

Aktivitas Audit ISO 9001: 2008 merupakan kegiatan yang  bertujuan untuk memonitor berjalannya manajemen mutu apakah sesuai dengan proses dan prosedur yang  dipersyaratkan dalam ISO 9001 : 2008. Hasil audit  akan digunakan sebagai salah satu masukan dalam Management Review. Training ini akan membahas tentang bagaimana melaksanakan internal audit ISO 9001: 2008. Berbagai hal akan dibahas antara lain; Kapan Internal Audit harus dilaksanakan, bagaimana caranya dan siapa yang harus melakukan Internal Audit, serta apa yang harus dilakukan dengan hasil Internal Audit?. Training ini membekali para auditor menjadi auditor yang handal.

Tujuan

  • Memahami persyaratan ISO 9001: 2008
  • Memahami  dan mengetahui cara melaksanakan Internal Audit
  • Memahami kompetensi yang diperlukan untuk menjadi Internal Auditor
  • Mengetahui cara menganalisa hasil Internal Audit
  • Mengetahui cara menindak lanjuti hasil Internal Audit


Materi Training Auditor Internal ISO 9001: 2008

  • Ruang lingkup  Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2008
  • Proses  Internal Audit
  • Persyaratan audit internal
  • Persiapan audit
  • Check list audit
  • Analisis temuan audit
  • Tindakan koreksi / pencegahan / improvement dan pengendaliannya
  • Komunikasi dalam audit
  • Bagaimana menghandle auditee yang sulit
  • Case study

LEGAL AUDIT & LEGAL OPINION TRAINING

DESKRIPSI 

Bagaimana cara menyelesaikan permasalahan hukum yang anda hadapi? Seorang corporate lawyer dituntut untuk dapat menyelesaikan permasalahan hukum yang terjadi, termasuk untuk dapat memberikan pendapat hukum dan mampu mengaudit permasalahan hukum yang ada dengan baik dan benar. Melihat kondisi tersebut maka Nusantara Professional Education akan mengadakan Workshop Penyusunan Legal Audit dan Legal Opinion bagi para professional hukum.

Legal audit merupakan aktivitas dari proses penilain terhadap data dan fakta antar transaksi yang dilakukan oleh perusahaan/Bank dengan pihak lainnya utuk menilai tingkat keamanan perusahaan/bank, terutama dalam hal legal risk aspect yang pada akhirnya akan membahayakan harta perusahaan/Bank, yang disajikan dalam lapora hasil pemeriksaan mengenai opini dan saran perbaikan.

 

TUJUAN

  1. Peserta Memahami Pengertian Legal Opinion dan Ruang Lingkupnya
  2. Peserta Menguasai Keterampilan Menyusun Posisi Kasus dan Merumuskan Legal Issue
  3. Peserta Menguasai Teknik Penelusuran Dokumen Hukum
  4. Peserta Mampu Teknik dan Strategi Analisis Hukum dan Memberikan Pendapat Hukum (Legal Opinion)

 

MATERI LEGAL AUDIT & LEGAL OPINION TRAINING 

1.    Perkembangan kebijakan ekonomi dan hukum dalam dunia korporasi
2.    Pengantar Legal Opinion dan Legal Audit

  • Pemahaman, tujuan dan perbedaan legal opinion dan legal audit
  • Transparansi, asumsi dan kualifikasi dalam legal opinion dan legal audit
  • Hubungan antara legal opinion dan legal audit

3.    Proses, Metode, Kerangka Dasar, Penggunaan dan Objek Legal Opinion dan Legal Audit

  • Langkah-langkah pembuatan dan penelaahan legal opinion dan legal audit
  • Penggunaan legal opinion dan legal audit dalam bidang litigasi & korporasi dan Pemeriksaan

–    Objek IPO
–    Objek HMETD
–    Objek Penggabungan dan Peleburan
–    Objek Akuisisi Saham
–    Objek Pengambilalihan Saham Asset
–    Objek Transaksi Lainnya

4.    Penelusuran Dokumen Hukum

  • Penelusuran Dokumen Hukum dan Ruang Lingkupnya
  • Jenis-Jenis Dokumen Hukum (Bahan Hukum): Dokumen Primer dan Dokumen Sekunder
  • Prinsip-Prinsip Penting dalam Penelusuran Dokumen Hukum
  • Tata Cara dan Metode Penelusuran Dokumen Hukum;
  • Tolok Ukur Penelusuran/Pemeriksaan Dokumen Hukum;
  • Sumber Pemeriksaan Dokumen Hukum

5.    Pelaksanaan, Pelanggaran Materi Legal Opinion dan Legal Audit

  • Legal Audit pada subsidiari, afiliasi dan pengendali
  • Pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan anggaran dasar dan perikatan-perikatan

6.Prinsip-Prinsip Keterbukaan dan Materialitas dalam Legal Opinion dan Legal Audit
7.    Standar Profesi Konsultan Hukum Pasar Modal

  • Tanggung jawab profesi dalam legal opinion dan legal audit
  • Kode etik advokad dalam penyusunan legal opinion dan legal audit

8. Studi Kasus dan Simulasi Penyusunan Legal Opinion dan Legal AuditBentuk dan ruang lingkup Aspek Legal perusahaan

Procurement Fraud

Deskripsi Procurement Fraud

Proses procurement merupakan proses pengadaan barang dan jasa dari suatu institusi. Aktivitas yang dilakukan dalam proses procurement diantaranya adalah pemilihan supplier, merancang hubungan yang baik dengan supplier, dan melakukan proses pembelian. Seiring dengan perkembangan perusahaan yang semakin maju maka akan meningkatkan jumlah transaksi yang dilakukan oleh perusahaan dalam segala bidang, baik dengan supplier ataupun dengan konsumen. Banyaknya transaksi yang dilakukan tersebut dapat memungkinkan terjadinya penyimpangan atau fraud. Fraud yang berkaitan dengan pengelolaan, pembelian dan pengadaan barang dan jasa sering kali menjadi sorotan dalam proses audit baik internal maupun eksternal, sebab di bagian ini sering terjadi capital turn over perusahaan yang cukup besar. Sehingga, potensi terjadinya fraud cukup besar.

Hal – hal yang berkaitan dengan fraud menjadi salah satu penyebab pembengkakan biaya perusahaan yang akan menyebabkan menurunnya daya saing perusahaan. Oleh karena itu, dalam upaya menaikkan nilai competiveness perusahaan, diperlukan personil-personil yang memahami dan dapat mengimplementasikan konsep anti fraud dalam aktivitas pengelolaan, pembelian dan pengadaan barang maupun jasa.

Tujuan

  1. Memahami prosedur dan administrasi di dalam proses procurement.
  2. Mempelajari secara nyata penipuan dalam hal pengeloalaan, pembelian, dan pengadaan baik barang maupun jasa.
  3. Memahami mengapa procurement fraud sangat sulit di deteksi.
  4. Mengidentifikasian langkah-langkah spesifik dalam organisasi untuk mengurangi keterkaitan dalam penipuan pembelian.
  5. Mendeteksi dan menyelidiki kecurangan pada proses  procurement.

MATERI

Pengantar Procurement

  •  SOP Procurement
  • Administrasi dalam procurement
  • Kode etik procurement
  •  Negosiasi dan kontrak

Pengantar Fraud

  •  Dasar terjadinya fraud
  • Jenis- jenis fraud
  •  Fraud dalam proses procurement
  •  Karakteristik fraud pada procurement

Identifikasi fraud

  • Penyimpangan administrasi
  • Penyimpangan perdata
  • Penyimpangan pidana

Kerugian keuangan akibat terjadinya penyimpangan (fraud)

  • Teknik menghitung kerugian
  •  Study kasus

Pencegahan fraud in procurement
Studi kasus

Auditor Internal ISO 9001: 2008

Deskripsi

Aktivitas Audit ISO 9001: 2008 merupakan kegiatan yang  bertujuan untuk memonitor berjalannya manajemen mutu apakah sesuai dengan proses dan prosedur yang  dipersyaratkan dalam  ISO 9001: 2008. Hasil audit  akan digunakan sebagai salah satu masukan dalam Management Review. Training ini akan membahas tentang bagaimana melaksanakan internal audit ISO 9001: 2008. Berbagai hal akan dibahas antara lain; Kapan Internal Audit harus dilaksanakan, bagaimana caranya dan siapa yang harus melakukan Internal Audit, serta apa yang harus dilakukan dengan hasil Internal Audit?. Training ini membekali para auditor menjadi auditor yang handal.

Tujuan

  • Memahami persyaratan ISO 9001: 2008
  • Memahami  dan mengetahui cara melaksanakan Internal Audit
  • Memahami kompetensi yang diperlukan untuk menjadi Internal Auditor
  • Mengetahui cara menganalisa hasil Internal Audit
  • Mengetahui cara menindak lanjuti hasil Internal Audit

Materi Auditor Internal ISO 9001: 2008

  • Ruang lingkup  Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2008
  • Proses  Internal Audit
  • Persyaratan audit internal
  • Persiapan audit
  • Check list audit
  • Analisis temuan audit
  • Tindakan koreksi / pencegahan / improvement dan pengendaliannya
  • Komunikasi dalam audit
  • Bagaimana menghandle auditee yang sulit
  • Case study

Secretary Managerial Skill

Deskripsi

Sekretaris profesional tidak hanya menyangkut kemampuan untuk menampilkan diri secara profesional, tetapi juga beberapa skill manajemen dasar yang bisa membantu sekretaris untuk berperan secara optimal, diantaranya manajemen waktu dan komunikasi.   Mengingat sebagian besar dari pekerjaan sekretaris adalah hal-hal yang tak terduga dan harus dikerjakan dengan baik, maka dalam pelatihan ini akan memberikan pemantapan sekaligus pendalaman bagi mereka yang telah memilih sekretaris sebagai profesinya serta pembekalan kemampuan-kemampuan serta tips dan trik untuk menangani semua pekerjaan secara efektif dan efisien.

Tujuan

  1. Memberikan pengetahuan tentang peran sekretaris di era globalisasi
  2. Meningkatkan keterampilan dan kemampuan dalam menangani pekerjaan kesekretariatan      secara profesional
  3. Meningkatkan profesionalitas & rasa tanggung jawab seorang sekretaris terhadap tugas-tugas yang diberikan oleh perusahaan atau pimpinannya
  4. Memberikan kunci sukses menjadi sekretaris profesional

 

Materi Training Secretary Managerial Skill

  1. Motivation, coaching and counseling
  2. Team building strategies
  3. Problem solving and decision making
  4. Mastering fine art of negotiation
  5. Handling stress and pressure
  6. Working with difficult people
  7. Basic project management
  8. Persuasion
  9. Proven time management
  10. Filing Techniques
  11. Filing System & Handling Paperwork
  12. Meeting & Traveling Planning
  13. Making Appointments
  14. Design Plan Strategic
  15. Creative Thinking Skill

 

PERJALANAN DINAS

DESKRIPSI PERJALANAN DINAS

Sistem manajemen perkantoran yang baik dapat menunjang kelancaran kinerja perusahaan yang kemudian akan mempermudah tercapainya kesuksesan suatu perusahaan. Hal yang perlu untuk dikaji guna mencapai terwujudnya hal tersebut adalah mengenai bagaimana proses yang terjadi didalamnya, apakah proses tersebut dapat mendukung penuh terhadap proses bisnis yang lain. Manajemen perkantoran yang baik meliputi fungsi administrasi, ilmu teknis, dan fungsi supervisi guna mencapai produktivitas perusahaan yang optimal. Salah satu bidang manajemen yang penting untuk diperhatikan adalah mengenai manajemen perjalanan dinas, bagaimana tata cara pengaturan pertemuan perjalanan dinas, penyusunan jadwal serta topic yang diperlukan. Perjalanan dinas akan memberikan input positif bagi orang yang berkepentingan (menjalankan tugas dinas) tersebut. Dengan melakukan perjalanan dinas, diharapkan mampu untuk menambah ilmu baru guna kepentingan kemajuan perusahaan.

 

TUJUAN PERJALANAN DINAS

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta mampu :

  1. Mengetahui betapa pentingnya program manajemen perjalanan dinas guna mendukung kelancaran bisnis
  2. Memahami dan dapat mengimplementasikan bagaimana mengelola perjalanan dinas dengan optimal
  3. Lebih terampil dalam mengelola perjalanan dinas

MATERI PERJALANAN DINAS

  1. Definisi Perjalanan Dinas
  2. Peran Perjalanan Dinas dalam memajukan perusahaan
  3. Tujuan dan manfaat Perjalanan Dinas
  4. Persiapan dan pengaturan waktu perjalanan dinas
  5. Pembiayaan Perjalanan Dinas

BUSINESS CORRESPONDENCE FOR SECRETARIES

DESKRIPSI TRAINING BUSINESS CORRESPONDENCE FOR SECRETARIES

Dalam dunia bisnis, kegiatan surat menyurat atau korespondensi merupakan hal yang penting. Komunikasi internal maupun eksternal akan efektif jika surat yang dibuat menggunakan bahasa dan teknik yang tepat. Korespondensi ini dapat berupa penyampaian pesan melalui surat tertulis, memorandum, e-mail, faksimili, serta sesekali penulisan laporan, notulen rapat atau korespondensi bisnis lainnya.

Dalam kaitannya dengan komunikasi eksternal, surat itu sendiri merupakan image perusahaan di atas kertas. Di samping logo perusahaan yang khas, surat yang direncanakan dengan baik dan ditulis dengan cermat mencerminkan citra, kebanggaan, dan kepedulian perusahaan akan kualitas yang tinggi. Gaya penulisan dalam berkorespondensi di dunia bisnis dari tahun ke tahun mengalami perubahan mengikuti perkembangan zaman, disesuaikan dengan keperluan pemakainya. Oleh karena itu penting bagi sekretaris atau staf administrasi atau staf yang terlibat dalam korespondensi di suatu perusahaan untuk memahami dan menguasai surat menyurat yang baik, yaitu yang sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku, mampu menyampaikan pesan secara efektif dan bersifat modern. Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya diberikan gambaran mengenai dasar-dasar meningkatkan keterampilan menulis, tetapi juga bagaimana pengorganisasian ide, pemilihan kata/kalimat yang efektif, dan menyusun paragraf singkat yang membuat tulisan yang jelas dan persuasive, juga mengembangkan keterampilan dalam mengorganisir dan menulis surat bisnis, memorandum, e-mail, dan faksimili dengan penekanan pada aturan tanda baca, ejaan, dan tata bahasa yang memenuhi kebutuhan bisnis modern, serta bagaimana peserta memperoleh hasil yang tepat dari korespondensi tertulis.

TUJUAN TRAINING BUSINESS CORRESPONDENCE FOR SECRETARIES

Setelah mengukuti pelatihan ini peserta diharapkan mampu untuk:

  • Mengemahami struktur dokumen bisnis secara efektif
  • Mengatur dan menulis surat bisnis, memorandum, e-mail, faksimili dengan tata bahasa yang tepat
  • Menghindari kesalahan tata bahasa umum
  • Menulis dalam gaya yang jelas dan singkat
  • Mengorganisasian dan mengembangkan ide
  • Mengoreksi dan melakukan edit pada draft surat

MATERI TRAINING BUSINESS CORRESPONDENCE FOR SECRETARIES

  1. Pengantar:
  • Pengertian, ciri, dan fungsi surat
  • Surat yang efektif
  • Penggolongan surat bisnis

2. Tujuan Menulis Efektif

3. Poin-Poin Kunci untuk Menulis Dokumen

4. 7C dalam menulis surat bisnis

5. Memahami Berbagai Jenis Format Surat Bisnis

  • Full Block
  • Block
  • Modified Block
  • Semi Block
  • Indented

6. Fungsi, bagan, jenis surat, memorandum, faksimili, dan e-mail

7. Aturan Dasar Tanda Baca / Punctuation

8. Surat Menyurat dalam Bahasa Indonesia

  • Bagian-bagian  surat
  • Desain/format surat
  • Penulisan surat yang efektif
  • Bahasa surat yang tepat
  • Gaya penulisan surat

9. Surat menyurat dalam Bahasa Inggris

  • Parts of business letters
  • Desain/format of business letters
  • Grammar and English corresponden phrases (How to write the heading, the date, the opening, the body, and the closing of a bussiness letter well)
  • English Corresponden case study (with samples business letters)

10. Studi Kasus & Practices: Menulis korespondensi bisnis rutin (menulis surat, e-mail, memo, faksimili)

SECRETARY SKILLS

LATAR BELAKANG TRAINING SECRETARY SKILLS

Seorang sekretaris ataupun yang bekerja pada bagian secretariat, merupakan pekerjaan yang membutuhkan skill yang baik dan mempunyai mental yang kuat. Ketrampilan dasar sekretarial bagi sekretaris pemula atau staf administrasi yang tidak memiliki secretarial background ini dimaksudkan untuk memberi dasar pengetahuan kepada peserta mengenai lingkup tugas dan tanggung-jawabnya sebagai sekretaris profesional. Pelatihan ini menjadi penting karena peran sekretaris masa depan semakin kompleks seiring dengan tantangan persaingan yang dihadapi perusahaannya.

Di era informasi global sekarang ini ketrampilan berkomunikasi menjadi sangat penting dan wajib dimiliki oleh seorang sekretaris. Secara internal sebagai pemersatu kaitan-kaitan fungsional di tempat kerjanya sekretaris harus handal dalam menerjemahkan kebijakan manajer, sedangkan ke luar sekretaris harus mampu membangun citra baik perusahaan di mata pelanggan maupun mitra usahanya. Pekerjaan seorang sekretaris merupakan pekerjaan multi fungsi yang harus dikerjakan dalam waktu yang mungkin bersamaan. Sekretaris dituntut untuk mampu menyelesaikan tugasnya secara rapi, benar, handal dan profesional. Seiring dengan kemajuan perusahaan di era globalisasi ini, banyak kemampuan dan keahlian sekretaris yang perlu ditingkatkan dan dikembangkan. Training dua hari ini hadir untuk menjawab permasalahan tersebut.

MANFAAT TRAINING SECRETARY SKILLS

  • Membekali peserta dengan berbagai ketrampilan yang harus dimiliki oleh seorang sekretaris, atau yang berhubungan dengan kesekretariatan.
  • Meningkatkan rasa tanggung-jawab seorang sekretaris terhadap tugas-tugas yang dibebankan oleh perusahaan atau pimpinannya
  • Meningkatkan motivasi peserta dalam menjalankan tugas-tugas rutinnya
  • Meningkatkan kemampuan dan keahlian sekretaris sehingga menjadi sekretaris yang handal dan professional.
  • Mampu mengaplikasikan peran sekretaris di era globalisasi ini.
  • Mempunyai kemampuan komunikasi.

OUTLINE TRAINING SECRETARY SKILLS

SESI I: PERAN, TUGAS, FUNGSI DAN TANGGUNG JAWAB SEKRETARIS

  • Peran, tugas, dan tanggung-Jawab sekretaris
  • Fungsi strategis sekretaris profesional.
  • Kiat untuk menjadi sekretaris yang handal dan profesional.
  • Mental dasar seorang sekretaris profesional: sikap positif, motivasi, integritas.

SESI II: MENANGANI PIMPINAN DAN STAFF PIMPINAN

  • Apa yang diharapkan pimpinan
  • Menanggani pimpinan/departemen
  • Mengenal staf pimpinan
  • Keterampilan kepemimpinan oleh sekretaris
  • Peran dan ketrampilan yang perlu dikembangkan sekretaris dalam melayani pelanggan internal maupun eksternal.

SESI III: MENANGGANI RAPAT DAN NOTULEN

  • Merencanakan meeting/rapat
  • Menyusun agenda yang efektif
  • Membuat bahan presentasi
  • Notulen / minute of meeting
  • Teknik merangkum hasil meeting yang efektif

SESI IV: MENGELOLA ARSIP DAN KORESPONDENSI

  • Mengelola kearsipan
  • Teknik pengelolaan arsip yang benar
  • Kunci sukses management arsip dan Data Base
  • Mengelola surat masuk dan keluar

SESI V: KOMUNIKASI

  • Proses komunikasi dalam satu kantor dan fungsi dan peran executive secretary dalam Public Communications/Public Relations
  • Mendengar aktif, asertif dan proaktif
  • Tugas dan tanggung jawab sekretaris dalam pengembangan komunikasi
  • Bagaimana menjaga image organisasi bagi dunia luar/pencitraan positif

SESI VI: MENGELOLA WAKTU DAN STRES

  • Menanggani waktu/pengaturan waktu/jadwal
  • Menentukan Prioritas
  • Menanggani stress
  • Menanggani konflik

SESI VII: PENAMPILAN DAN ETOS KERJA

  • Bagaimana mempunyai penampilan yang terbaik
  • Cara berbusana
  • Cara berjalan
  • Etika kerja / Tata krama lingkungan kerja.

SESI VIII: ETIKA MAKAN

  • Etika makan / Table Manners

DOCUMENT CONTROL AND FILLING SYSTEM

DESKRIPSI DOCUMENT CONTROL AND FILLING SYSTEM

Training ini akan membahas mengenai pengarsipan dan pengelolaan dokumen kantor sehingga dokumen selalu dalam keadaan siap diperlukan, up to date dan dalam keadaan terkontrol agar dapat diaplikasikan kemudian di perusahaan atau organisasi.

 

TUJUAN DOCUMENT CONTROL AND FILLING SYSTEM

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat memahami dan mengimplementasikan pola penyimpanan arsip atau document control yang efektif, cepat dan tepat serta efisien serta mampu memanfaatkan sistem informasi filing system.

 

MATERI BAHASAN DOCUMENT CONTROL AND FILLING SYSTEM

1. Ruang lingkup document control dan filing system
2. Dokumentasi dan Pengarsipan

  • Pengertian arsip dan pengelolaan arsip
  • Jenis arsip
  • Tujuan dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan Arsip
  • Penggandaan dan pendistribusian arsip
  • Penataan arsip (klasifikasi dan pengkodean arsip)
  • Pemeliharaan dan penyimpanan arsip vital
  • Peminjaman dan penyusutan arsip

3. Sistem Pemberkasan Dokumen

  • Pengawasan berkas terpusat dan tersebar berbasis analisis bisnis, Prinsip klasifikasi,
  • Klasifikasi abjad: sistem kamus, sitem ensiklopedia dan sistem geografis, dan klasifikasi angka, sistem pemberkasan desimal, sistem pemberkasan kronologis, dan klasifikasi alfanumerik,
  • Pengindeksan dan Kualitas indeks,
  • Pengindeksan kata penting (KWIC and KWOC), alfabetikal.
  • Prosedur pemeliharaan berkas,
  • Pengawasan dan pengelompokkan berkas
  • Disposisi
  • Pengelolaan ruang berkas
  • Masalah umum pemberkasan.

4. Manajemen Dokumen Elektronik

  • Perencanaan
  • Survei dokumen dan informasi,
  • Penilaian dokumen
  • Metadata dan kebijakan
  • Strategi kontekstual
  • Keamanan dan kualitas, dan preservasi informasi

5. Digital Filing System dan Aplikasi Electronic Document Management System (EDMS)

  • Konsep digital filing system & perangkat pendukungnya
  • Isu Legalitas Arsip Digital
  • Prosedur Alihmedia/Imaging Document
  • Kategori pengenalan Scanner
  • Kategori dan komponen EDMS
  • Integrasi EDMS dengan Informasi dan tempat penyimpanan
  • Alat dan Media Penyimpanan (storage)
  • Kompanen Biaya pada implementasi EDMS

6. Otomatisasi Kegiatan Administrasi Perkantoran

  • Makna dan dampak otomatisasi dalam administrasi perkantoran
  • Aplikasi otomatisasi dalam administrasi perkantoran
  • Teknologi Informasi dalam Administrasi Perkantoran
  • Software untuk administrasi perkantoran
  • Sistem Arsip Elektronik
  • Sistem Informasi Manajemen
  • Manajemen basis data
  • LAN, intranet, dan internet

SECRETARY SKILL

DESKRIPSI  SECRETARY SKILL

Sekretaris harus memiliki ketrampilan yang baik seperti manajemen waktu, komunikasi dan mampu berpenampilan menarik dan profesional di hadapan banyak orang. Sekretaris (Secretary) dituntut untuk selalu siap dalam setiap kondisi tidak terduga  dengan tetap menghasilkan pekerjaan yang baik. Untuk mencapai hal tersebut, maka dalam training ini akan membantu memberikan pemantapan sekaligus pendalaman dan pembekalan bagi mereka untuk menjadi sekretaris (Secretary) yang profesional, serta tips dan trik untuk menangani semua pekerjaan secara efektif dan efisien.



TUJUAN TRAINING SECRETARY SKILL

  1. Memberikan pengetahuan tentang peran sekretaris (Secretary) di era globalisasi
  2. Meningkatkan keterampilan dan kemampuan dalam menangani pekerjaan kesekretariatan      secara profesional
  3. Meningkatkan profesionalitas & rasa tanggung jawab seorang sekretaris terhadap tugas-tugas yang diberikan oleh perusahaan atau pimpinannya
  4. Memberikan kunci sukses menjadi sekretaris profesional (Professional Secretary)

 

MATERI TRAINING SECRETARY SKILL

1. MANAGERIAL SKILLS

  • Filing Techniques
  • Filing System & Handling Paperwork
  • Meeting & Traveling Planning
  • Making Appointments
  • Time Management
  • Design Plan Strategic
  • Creative Thinking Skill

2. EXCELLENT COMMUNICATION SKILLS

  • Communication Principles
  • Human Relationship Building
  • Bussiness Communication Ethics
  • Use Voice, Listening Effectively & Body Language
  • How to be Assertive
  • General Communicator Style
  • Interpersonal Communication Skills
  • Intercultural Communication

3. MANAGEMENT STRESS

  • Knowing about Stress
  • Characteristics StressHow to Manage Your Stress Communication Psychology

4. STYLE & ETIQUETTE

  • Life & Fashion Style
  • Make Up Style
  • Excellent Manner & Attitute

Report Writing Techniques

Deskripsi Training Report Writing Techniques

Teknik menulis laporan yang efektif hanya dapat diperoleh melalui praktek. Namun Semakin sering seorang staff menulis laporan baik laporan regular atau laporan pekerjaan lainnya,  belum tentu menjamin laporan dapat diberikan secara efektif. Terdapat berbagai metode dan cara dalam menulis laporan yang efektif untuk manajemrial.  Laporan yang baik akan mencerminkan kinerja yang bersangkutan dan tentunya juga akan berpengaruh pada pengembangan karirnya di masa datang. Laporan yang baik harus jelas, obyektif, dan tepat sesuai dengan tujuannya. Oleh sebab itu pengetahuan mengenai teknik penulisan laporan ini menjadi penting untuk dipelajari oleh setiap karyawan.



Tujuan Training Report Writing Techniques

Peserta dapat memahami dan terampil dalam membuat  perencanaan laporan, menganalisis  permasalahan dan menulis laporan manajerial.



Materi Training Report Writing Techniques

  • Jenis-jenis laporan manajerial
  • Mengenali pembaca laporan
  • Persiapan penulisan
  • Proses perencanaan laporan
  • Proses persiapan sebelum membuat laporan
  • Proses pembuatan laporan
  • Cara menyusun laporan
  • Cara membuat berbagai macam laporan
  • Does dan don’ts dalam menyusun laporan
  • Studi kasus
  •   Praktek membuat laporan

ADMINISTRASI ALAT BERAT

DESKRIPSI TRAINING ADMINISTRASI ALAT BERAT

Peningkatan dalam bidang perbekalan atau sarana dan prasarana adalah berarti meningkatkan efisiensi material dan memaksimalkan output dalam bentuk pelayanan terhadap pelanggan. Terlebih lagi, pada perusahaan yang bergerak dalam bidang pengelolaan alat berat, sehingga aspek pemeliharaan dan fungsi administrative lainnya dalam penanganan alat berat yang dimiliki dan sarana-sarana pendukung lainnya, merupakan hal yang inti karena berkaitan dengan kegiatan utama perusahaan.
Berkenaan dengan hal tersebut, perlu adanya suatu proses pembelajaran yang berkelanjutan agar para staf yang bertugas memahami berbagai sistem administrasi pemeliharaan sarana dan prasarana terhadap peningkatan kinerja pengelolaan alat berat



TUJUAN TRAINING ADMINISTRASI ALAT BERAT

Kegiatan ini dimaksudkan agar peserta mengetahui sistem administrasi, khususnya pada sistem pemeliharaan (maintenance) sarana dan prasarana dan lebih khusus alat berat yang dimiliki.



MATERI TRAINING ADMINISTRASI ALAT BERAT

  • Pemahaman Dasar Alat Berat
  • Peraturan dan Perundangan Terkait
  • Klasifikasi Alat berat berdasarkan Jenis dan Fungsi
  • Perancangan dan Pembuatan Sistem Informasi Administrasi
  • Analisa Kegiatan administrasi :
  1. Penyusunan DFD & ERD
  2. Document Flow
  3.  Pembuatan database menggunakan Firebird
  • Registrasi dan Pengenaan Pajak Alat Berat
  • Pembuatan Laporan-Laporan Administrasi
  1. Laporan Stok Barang
  2. Laporan Pengeluaran
  3. Laporan Pendapatan
  4.  Penjadwalan Perawatan
  5.  Laporan Rugi Laba

Manajemen CSR dan Community Development

DESKRIPSI Training Manajemen CSR dan Community Development

CSR sebagai bagian dari pertanggungjawaban social profitable company kepada stakeholder eksternal perlu di manajemen dengan baik dan tepat, sehingga dihasilkan dampak yang meningkatkan barnding maupun positioning perusahaan, khususnya di era global yang menekankan perlunya perusahaan yang ramah lingkungan. Selain itu, manajemen CSR harus mampu juga memberikan dampak positip terhadap stakeholder internal, dimana salah satunya adalah CSR haruslah sesuai dengan value chain operasional perusahaan.

Disisi lain, mengingat bahwa CSR adalah merupakan kewajiban yang harus dilaksanankan perusahaan sebagaimana amanat UU No 40/2007 bab V pasal 74, maka “expenses” tersebut harus dikelola dan di manajemen, sehingga memberikan dampak positip bagi sustainability perusahaan dimasa mendatang. Pola pikir inilah yang membuat manajemen CSR menjadi tidak sekedar Charity Program, tetapi harus menjadi “alat” marketing yang powerfull.

Mengingat pelaksanaan CSR haruslah dipertanggungjawabkan, maka komponen penting lainnya adalah bagaimana membuat Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) yang lebih komprehensif (tidak hanya sekedar laporan keuangan), sehingga dapat dibuktikan akan mendukung strategi perusahaan dan dapat menunjukkan komitmen mereka terhadap pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development) dari area geografis sasaran penjualan/operasional perusahaan.


TUJUAN Training Manajemen CSR dan Community Development

  1. Meningkatkan pemahaman tentang bagaimana tim CSR perusahaan memahami konflik kepentingan dengan menerapkan konsep kepuasan stakeholder masyarakat
  2. Meningkatkan ketrampilan dalam menerapkan manajemen CSR yang meliputi perencanaan strategis CSR dalam Strategy Map perusahaan, implementasi program, dan evaluasi keberhasilannya
  3. Meningkatkan ketrampilan dalam membuat laporan CSR yang bersifat sustainable development.

MATERI Training Manajemen CSR dan Community Development

  1. Ruang lingkup manajemen CSR
  2. Stakeholder Satisfaction dan pengembangannya
  3. Konsep CSR, Konsep Comdev, Konsep charity program
  4. Pengembangan konsep CSR ke CSm (Customer Social Mangement)
  5. Identifikasi dan penyusuna program CSR
  6. Pengembangan KPI CSR
  7. Studi kasus keberhasilan dan kegagagalan CSR

Akuntansi keuangan, Aplikasi Accurate & Uji Kompetensi

Deskripsi

Program Persiapan Kerja ini berkonsep dasar Pelatihan Berbasis Latihan dalam menyusunan laporan keuangan yang mengacu kepada prinsip akuntansi yang berlaku umum. Pelatihan Kursus Akuntansi memberikan penjelasan mengenai fitur-fitur dasar akuntansi secara manual dan accurate4 yang umum digunakan dalam pengelolaan pembukuan suatu bisnis atau perusahaan. Pembahasannya dibagi kedalam 8 bab. Antara lain membahas mengenai proses membuat dan membuka database, persiapan data awal menggunakan Quzy, siklus penjualan dan pembelian, fitur-fitur yang berkaitan dengan siklus penjualan & pembelian, pencatatan pendapatan dan beban, penginputan aktiva tetap dan yang terakhir adalah pembahasan mengenai kegiatan akhir bulan perusahaan serta Laporan Keuangan yang terdapat di accurate4. Pelatihan diakhiri dengan ujian sebagai penentu pemberian sertifikat kelulusan



Tujuan Pelatihan

Kursus Akuntansi Keuangan diharapkan menjadikan peserta :

  • Memperkuat pemahaman dasar akuntansi bagi kalangan mahasiswa dan karyawan.
  • Menjadikan karyawan yang kompeten dibidang administrasi, finance, accounting .

Materi Kursus Akuntansi keuangan, Aplikasi Accurate & Uji Kompetensi

Pelatihan ini akan difokuskan pada pembahasan uji kompetensi dan aplikasi pekerjaan akuntansi  dengan materi sebagai berikut :

  • Chart of Account
  • Akuntansi Kas  & Bank, Kas Kecil, Pembelian,Penjualan,Persediaan,Jurnal,Buku Besar,
  • Akuntansi Kewajiban dan Ekuitas
  • Penyusunan Neraca
  • Penyusunan Laporan Laba Rugi
  • Penyusunan Laporan Arus Kas
  • Penyusunan Laporan Perubahaan Ekuitas
  • Dasar Analisa Laporan Keuangan

PIUTANG : TEKNIK PENAGIHAN DAN PENANGANAN

TRAINING DESCRIPTION PIUTANG : TEKNIK PENAGIHAN DAN PENANGANAN

Sebagai mana kita ketahui bahwa peningkatan profit margin perusahaan disamping ditentukan oleh tercapainya target penjualan, juga dipengaruhi oleh besarnya idle piutang dan idle inventory. Mungkin saja terjadi, perusahaan memperoleh keuntungan namun Cash Flow ( Arus Cash ) Negatif, karena terjadinya idle di inventory dan utamanya di piutang karena adanya kebijakan dari perusahaan yang melakukan penjualan secara kredit dan pembayaran nya menunggak dan tidak sesuai dengan jangka waktu kredit yang diberikan oleh perusahaan selaku produsen .  Saat ini banyak perusahaan menaruh perhatian yang besar terhadap permasalahan penjualan credit dan collection, karena apabila tidak dikelola secara profesional akan menimbulkan dampak,  perusahaan kekurangan arus kas ( Cash Flow ) . Oleh karean itu Perusahaan dituntut untuk mampu menganalisa ratio piutang agar selalu dalam posisi tolok ukur ideal yang ditetapkan dan apabila terjadi penyimpangan dari standard yang ditetapkan agar segera dilakukakn penangannan yang profesional .

Dalam two days workshop ini, peserta akan mendapatkan sharing dari Trainer yang juga praktisi yang mempunyai track record yang cukup dalam memberikan solusi dalam pengendalian piutang dan teknik penagihannya yang effektif .

 

MANFAAT PESERTA

  • Menahami ratio piutang yang sehat
  • Memahami teknik pengendalian piutang untuk meningkatkan profit perusahaan
  • Memahami teknik pengelolaan dan penanganan piutang yang bermasalah
  • Memahami teknik monitoring, reporting dan penagihan piutang
  • Memahami Tipologi Customer berdasarkan visual, anditori dan kinestetis
  • Memahami cara melakukan penagihan berdasarkan tipologi customer

SYLLABUS TRAINING PIUTANG : TEKNIK PENAGIHAN DAN PENANGANAN

HARI PERTAMA

1. INTRODUCTION MANAGEMENT PIUTANG & PENAGIHAN

  • RATIO PIUTANG YANG SEHAT
  • FUNGSI PIUTANG DALAM MENINGKATKAN PROFIT
  • PENGELOLAAN DAN PENGENDALIAN PIUTANG
  • DEFINISI DAN TUJUAN PENAGIHAN
  • ALAT DAN PROSES PEBAGIHAN

2.   PERAN KOLEKTOR DALAM PENAGIHAN

  • PERAN DAN FUNGSI KOLEKTOR
  • TIPOLOGI CUSTOMER BERDASARKAN VISUAL, ANDITORI DAN KINESTETIS
  • CARA MELAKUKAN PENAGIHAN BERDASARKAN TIPOLOGI CUSTOMER
  • ROLE PLAY DAN STUDY KASUS

HARI KEDUA

3.  PERHITUNGAN TARGET PENAGIHAN (  AWAL, BERJALAN &  KOREKSI )

  • PENENTUAN MATRIK PENAGIHAN ( BERDASARKAN AREA )
  • TEKNIK MONITORING, REPORTING PIUTANG & PENAGIHAN
  • TEKNIK CLOSING HARIAN
  • KOMPILKASI STUDY KASUS

4.  ANALISIS  EFFECTIVITAS PENAGIHAN

  • ANALISIS PENCAPAIAN TARGET PENAGIHAN
  • ANALISIS PENGELOLAAN PIUTANG BERMASALAH
  • TEKNIK CLOSSING HARIAN
  • KOMPILASI STUDY KASUS

PSAK Atas Aset

Deskripsi Training PSAK Atas Aset

Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) Pada tahun 2007 telah mengesahkan tiga standar akuntansi keuangan yang terkait dengan asset tetap yaitu PSAK 13 (2007) yang menggantikan PSAK 13 (1994), PSAK 16 (2007) yang menggantikan PSAK 16 (1994) dan PSAK 17 (1994) serta PSAK 30 (2007) yang menggantikan PSAK 30 (1994). Ketiga PSAK terbaru tersebut berlaku efektif untuk penyusunan laporan keuangan untuk periode yang dimulai atau setelah 1 Januari 2008. Pengesahan ketiga PSAK baru tersebut sebagai bagian dari proses adopsi IFRS di Indonesia karena itu materi PSAK tersebut sebagian besar berasal dari IAS terkait.

Pengaruh yang sangat signifikan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi serta dalam proses penyusunan laporan keuangan perusahaan maka bagian SDM yang terkait dengan hal ini dituntut untuk paham tentang perubahan dari PSAK 13/2007 (Akuntansi untuk Properti Investasi), PSAK 16/2007 (Aset Tetap), PSAK 30/2007 (Akuntansi Akuntansi untuk Sewa).

Melalui pelatihan yang menggunakan metode kuliah, latihan-latihan, diskusi kelompok dan kasus-kasus akan memberikan kemampuan pada peserta dalam memahami serta mengantisipasi langkah langkah dalam penentuan kebijakan perusahan terkait dengan adanya revisi PSAK.?



Manfaat Dan Tujuan Training PSAK Atas Aset

  1. Mengetahui dan memahami perubahan apa saja yang terdapat pada Revisi PSAK
  2. Memahami bagaimana relevansi Revisi PSAK dalam setiap transaksi bisnis serta pelaporan keuangan.
  3. Memperoleh gambaran dalam melakukan antisipasi dengan timbulnya Revisi PSAK
  4. Mendapatkan contoh – contoh real dari penerapan revisi PSAK melalui studi kasus yang disajikan.



Pokok Bahasan Training PSAK Atas Aset

  • Pembahasan PSAK NO. 13 (Revisi 2007) – Tentang Properti Investasi dan aspek pajaknya
  • Pembahasan PSAK NO. 16 (Revisi 2007) – Tentang Aset Tetap dan aspek pajaknya
  • Pembahasan PSAK NO. 30 (Revisi 2007) – Tentang Sewa dan aspek pajaknya



Outline Training PSAK Atas Aset

Hari I
1.    PSAK 16 2007

  • Tujuan, ruang lingkup dan definisi
  • Pengakuan
  1.  Biaya perolehan awal
  2.  Biaya-biaya setelah perolehan awal
  • Pengukuran awal aktiva tetap
  1. Komponen biaya perolehan
  2. Pengukuran biaya perolehan
  3.  Hibah pemerintah
  •  Pengukuran setelah pengakuan awal
  1. Model biaya
  2. Model revaluasi
  3.  Penyusutan
  4. Penurunan nilai kompensasi untuk penurunan nilai
  •  Penghentian pengakuan
  • Pengungkapan
  •  Ketentuan transisi, tanggal efektif dan penarikan
  • Aspek pajak dalam PSAK 16/2007

Hari II
1.    PSAK 13 2007

  • Tujuan, ruang lingkup dan definisi
  •  Pengakuan
  • Pengukuran pada saat pengakuan awal
  •  Pengukuran setelah pengakuan awal
  1.  Kebijakan akuntansi
  2. Model nilai wajar
  3. Ketidakmampuan menetapkan nilai wajar yang andal
  4. Model biaya
  •  Transfer
  • Pelepasan
  •  Pengungkapan
  •  Ketentuan transisi, tanggal efektif dan penarikan
  • Aspek pajak dalam PSAK 13/2007

2.    PSAK 30 2007

  • Tujuan, ruang lingkup dan definisi
  • Klasifikasi sewa
  • Sewa dalam laporan keuangan Lessee
  • Sewa pembiayaan
  1.  pengakuan awal
  2. pengukuran setelah pengakuan awal
  •  Sewa operasi
  • Sewa dalam laporan keuangan lessor
    • Sewa pembiayaan
  1. pengakuan awal
  2. pengukuran setelah pengakuan awal
  • Sewa operasi
  • Transaksi jual dan sewa balik
  •  Ketentuan transisi, tanggal efektif dan penarikan
  • Apakah suatu perikatan mengandung unsur sewa?
  • Aspek pajak dalam PSAK 30/2007

Laporan Keuangan Perusahaan Pertambangan

Deskripsi Pelatihan Laporan Keuangan Perusahaan Pertambangan

Industri Pertambangan merupakan industry yang spesifik dan memiliki karakteristik tersendiri. Oleh karenanya, dalam penyusunan laporan keuangan diatur oleh pedoman khusus, termasuk juga peraturan perpajakannya. Dalam pelatihan intensive dua hari ini para peserta akan dibekali dengan pedoman penyajian laporan keuangan berbasik PSAK, IFRS dan perpajakan yang terkini. Sehingga para peserta dapat membuat laporan keuangan dengan baik dan benar sesuai dengan acuan yang berlaku.

Tujuan Pelatihan Laporan Keuangan Perusahaan Pertambangan

  • Memahami struktur laporan keuangan terutama bagi perusahaan pertambangan
  • Memahami acuan peraturan yang mendasari penyusunan laporan keuangan perusahaan pertambangan
  • Memahami perubahan PSAK terbaru yang berbasis IFRS
  • Memahami peraturan perundangan dan perpajakan mengenai pengelolaan pertambangan
  • Dapat menyusun laporan keuangan dengan baik dan benar sesuai acuan yang berlaku

Metode Pelatihan Laporan Keuangan Perusahaan Pertambangan

  • Interaktif Kelas dengan Case Study, Group Discussion, & Sharing Experience
  • Rencana Kerja dan Capaian Hasil Pelatihan
  • Para peserta akan diajak untuk mendiskusikan hasil pelatihan yang akan dijadikan rencana kerja setelah kembali kedunia kerja, dan capaian hasil rencana kerja
  • Evaluasi Hasil Pelatihan (Optional)
  • Memberikan evaluasi hasil pelatihan para peserta selama pelatihan, jika dibutuhkan oleh perusahaan

Accounting Control

Deskripsi Accounting Control
Pelatihan Accounting Control – Practices and Tricks ini di disain bagi staf  hingga manager accounting, finance dan auditor untuk dapat meningkatkan dan  memperbaharui kemampuan dan pengetahuan dalam melakukan fungsi Accounting Control dengan pendekatan practice. Selain itu para peserta akan diberikan  trik-trik dalam melakukan fungsi control

Manfaat Pelatihan  Accounting Control

  • Memahami pendekatan termut akhir accounting control
  • Menguasai teknik dan konsep dalam menganalisa dan menilai fungsi control yang sudah berjalan
  • Menguasai practice accounting control di seluruh aspek dan aktivitas penting perusahaan
  • Menyeimbangkan antara fungsi control dan peran business partner

Materi Accounting Control

  • THE DEVELOPMENT OF ACCOUNTING CONTROL
  • EVALUATE CURRENT CONTROL SYSTEM AND FIND ANY VULNERABLE ONE
  • COST AND CASH CONTROL
  • ACCOUNT PAYABLE CONTROL
  • CONTROL FOR ORDER ENTRY, CREDIT AND SHIPMENT
  • CONTROL FOR INVENTORY
  • CONTROL FOR BILLING
  • CONTROL CASH HANDLING
  • CONTROL OF FIXED ASSETS
  • CONTROL PAYROLL

FINANCIAL STATEMENTS ANALYSIS

TRAINING DESCRIPTION FINANCIAL STATEMENTS ANALYSIS

This training provides a detailed description about:

  1. the significance of financial statements analysis,
  2. the benefits of financial statements analysis,
  3. the ways to analyze the financial ratios and trends,
  4. how to make the sources and uses of funds,
  5. how how to create a cash flow statement,
  6. how to create cash forecasts and financial statements, and
  7. break-even analysis.

TRAINING OBJECTIVE FINANCIAL STATEMENTS ANALYSIS

After participants followed, participants will be able to:

  1. Understanding the significance of financial statements analysis
  2. Understand the benefits that can be derived from financial statements analysis.
  3. Analysis performance using financial ratios
  4. Analysis with trend analysis
  5. Creating reports the sources and uses of funds
  6. Make statements of cash flow
  7. Make a break-even analysis.

COURSE OUTLINE FINANCIAL STATEMENTS ANALYSIS

  1. The importance of Financial Statement Analysis
    • Financial statements
    • Benefits of Financial Statements Analysis
    • Benchmarking
  1. Ratio Analysis
  • Liquidity Ratios
  • Leverage ratio
  • Activity ratio
  • Profitability ratios
  1. Trend analysis
  • Common Size Analysis
  • Index analysis
  • Seasonal Analysis
  1. Sources and Uses of Funds Analysis
  • The types of sources and uses of funds
  • Sources and uses of funds Formula
  • Adjustment Sources and Uses of Funds Analysis
  1. Cash Flow Statements
  • Cash flow operating activities
  • Cash flow investing activities
  • Cash flow financing activities
  1. Cash flow and financial statements Forecasting
  • Cash inflows Forecasting
  • Cash flow Forecasting
  • Balance sheet and income statement Forecasting
  1. Break-Even Analysis
  • Break even Determination
  • Break Even Charting
  • Margin on Safety
  • Break-even if there are changes in factors

Basic Accounting

Deskripsi

Akuntansi adalah bahasa bisnis, oleh karena itu, anda yang ingin sukses berbisnis wajib mengerti bahasa bisnis. Pemahaman akuntansi yang baik akan menjadikan anda mampu mengevaluasi kondisi perusahaan. Evaluasi laporan keuangan akan menguak informasi tertutup dari sebuah laporan keuangan. Semua informasi dari sebuah laporan keuangan menjadi dasar yang penting untuk pengambilan keputusan. Keputusan yang tepat menjadikan perusahaan anda akan berada dalam jalur yang tepat, sehingga misi perusahaan lebih mudah dicapai.
Laporan keuangan adalah ringkasan kondisi perusahaan pada tanggal neraca dan kinerja perusahaan dalam periode tertentu. Untuk menyeragamkan proses dan metode penyusunannya, laporan keuangan harus disusun berdasarkan standar akuntansi yang berlaku umum atau di Indonesia dikenal dengan istilah PSAK (Pernyataan Standard Akuntansi Keuangan). PSAK Indonesia saat ini sebagian besar sudah dikonversi untuk menyesuaikan dengan IFRS (International Financial Report Standard).
 


Manfaat Pelatihan Basic Accounting :

  1. Peserta dapat memahami prinsip-prinsip dasar akuntansi.
  2. Peserta dapat memahami mengapa sebuah laporan keuangan harus memenuhi kaidah yang berlaku umum misalnya PSAK di Indonesia atau GAAP di USA.
  3. Peserta dapat memahami persamaan dasar akuntansi sebagai philosopi dasar untuk membentuk Neraca.
  4. Peserta dapat memahami bahwa Laporan Laba / (Rugi) merupakan representasi dari aktivitas perusahaan dalam menjalankan misinya.
  5. Peserta dapat memahmi siklus akuntansi dan dapat melakukan prosesrecording, adjustment sampai dengan meringkas transaksi menjadi Laporan Keuangan.
  6. Peserta dapat menggunakan dan menggali informasi penting dari laporan keuangan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan.


Materi Pelatihan Basic Accounting :

Hari – Pertama

  1. Akuntansi Bahasa Bisnis
    • Apakah Akuntansi ?
    • Laporan Keuangan – Fungsi Sistem Akuntansi dan Audit.
    • Prinsip Akuntansi Yang Berlaku Umum di Indonesia dikenal dengan PSAK
    • Laporan Keuangan – Titik Awal Belajar Akuntansi
    • Efek Transaksi Bisnis
    • Bentuk Organisasi Dalam Bisnis
    •  Pengguna Laporan Keuangan
  2. Perubahan Posisi Keuangan
    • Ledger – Kegunaan dan Double Entry Accounting
    • Jurnal – Kegunaan dan Posting Journal Entry
    • Neraca Percobaan (Trial Balance)
    • Pengantar Sisklus Akuntansi
    • Manfaat Ledger dan Jurnal Untuk Manager

    Hari – Kedua

  1. Menghitung Laba / (Rugi) dan Neraca, Akhir dari Siklus Akuntansi
    • Apakah Laba Bersih / (Rugi) Akuntansi
    • Ayat Jurnal Penyesuaian
    • •    Menyiapkan Satu Set Laporan Keuangan
    • •    Jurnal Penutup Untuk Rekening Temporary
    • •    Menyelesaikan Siklus Akuntansi
  2. Akuntansi Untuk Perusahaan Dagang
    • Sekilas tentang Perusahaan Dagang
    • Sistem Inventory Perpetual
    • Sistem Inventory Periodic
    • Evaluasi Kinerja Perusahaan Dagang
  3. Analisa Laporan Keuangan dan Laporan Arus Kas
    • Mengukur Tingkat Likuiditas dan Risiko Kredit
    • Mengukur Rasio Profitabilitas
    • Mengukur Rasio Efisiensi Operasi
    • Mengukur Rasio Leverage
    • Mengukur Rasio Tingkat Pengembalian
    • Laporan Arus Kas

PSAK 50 DAN PSAK 55 (Revisi 2006)

PENGANTAR TRAINING PSAK 50 DAN PSAK 55 (Revisi 2006)

Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) telah mengesahkan dua standar akuntansi keuangan yaitu PSAK 50 (revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan dan PSAK 55 (revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran.

Dengan masih banyaknya pertanyaan – pertanyaan mengenai perlakuan akuntansi instrumen derivatif dalam PSAK 50 dan PSAK 55 ini maka kami  mencoba menjembataini hal ini melalui pelatihan yang menggunakan metode kuliah, latihan-latihan, diskusi kelompok dan kasus-kasus akan memberikan kemampuan pada peserta dalam memahami serta mengantisipasi langkah langkah dalam penentuan kebijakan perusahan terkait dengan adanya revisi PSAK.

MANFAAT DAN TUJUAN TRAINING PSAK 50 DAN PSAK 55 (Revisi 2006)

Mengetahui dan memahami perubahan apa saja yang terdapat pada Revisi PSAK Memahami bagaimana relevansi Revisi PSAK dalam setiap transaksi bisnis serta pelaporan keuangan. Memperoleh gambaran dalam melakukan antisipasi dengan timbulnya Revisi PSAK Mendapatkan contoh – contoh real dari penerapan revisi PSAK melalui studi kasus yang disajikan.

POKOK BAHASAN TRAINING PSAK 50 DAN PSAK 55 (Revisi 2006)

  1. Pembahasan PSAK 50 (revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan
  2. Pembahasan PSAK 55 (revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran

MATERI PELATIHAN PSAK 50 DAN PSAK 55 (Revisi 2006)

Hari I

  1. PSAK 50 (revisi 2006)
    1. Penyajian
      1. Kewajiban dan Ekuitas
      2. nstrumen Keuangan Majemuk
      3. Saham Treasury
      4. Bunga, Dividen, Kerugian dan Keuntungan
      5. Saling hapus antar Aset Keuangan dan Kewajiban Keuangan
    2. Pengungkapan
      1. Format, Tempat dan Kelompok Instrumen Keuangan
      2. Kebijakan Manajemen Risiko dan Aktivitas Lindung Nilai
      3. Persyaratan, Kondisi dan Kebijakan Akuntansi
      4. Risiko Tingkat Bunga
      5. Risiko Kredit
      6. Nilai Wajar
      7. Pengungkapan Lainnya
  2. Studi Kasus

Hari II

  1. PSAK 55 (Revisi 2006) Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran
    1. Pengakuan dan Penghentian Pengakuan
      1. Pengakuan Awal
      2. Penghentian Pengakuan Aset Keuangan
      3. Transfer yang Diakui dan tidak Diakui sebagai Penghentian Pengakuan
      4. Keterlibatan Berkelanjutan atas Aset yang ditransfer
      5. Transfer Keseluruhan
      6. Pembelian atau Penjualan Aset Keuangan yang lazim
      7. Penghentian Pengakuan Kewajiban Keuangan
    2. Pengukuran
      1. Pengukuran Awal Aset Keuangan dan Kewajiban Keuangan
      2. Pengukuran Aset Keuangan setelah Pengakuan Awal
      3. Pengukuran Kewajiban Keuangan setelah Pengakuan Awal
      4. Pertimbangan dalam Pengukuran Nilai Wajar
      5. Reklasifikasi
      6. Keuntungan dan Kerugian
      7. Penurunan Nilai dan Tidak Tertagihnya Aset Keuangan
    3. Lindung Nilai
      1. Instrumen Lindung Nilai
      2. Item yang Dilindung Nilai
      3. Akuntansi Lindung Nilai
  2. Studi Kasus

MODAL KERJA: WORKING CAPITAL MANAGEMENT

TRAINING DESCRIPTION MODAL KERJA: WORKING CAPITAL MANAGEMENT

Pelatihan ini memberikan kepada peserta mengenai jenis-jenis modal kerja, bagaimana penentuan modal kerja dan pembelanjaannya. Lebih lanjut lagi dalam pelatihan manajemen modal kerja ini,  peserta akan diberi materi mengenai manajemen kas, manajemen, piutang, manajemen persediaan, yang semua itu adalah elemen-elemen yang ada di dalam manajemen modal kerja.  Setelah itu, peserta diberi materi bagaimana mengukur likuditas dan efektivitas modal kerja.

TRAINING OBJECTIVES MODAL KERJA: WORKING CAPITAL MANAGEMENT

  1. Jenis-jenis modal kerja dan bagaimana menentukan besarnya modal kerja dan membelanjainya.
  2. Bagaimana melakukan manajemen kas, manajemen piutang, dan manajemen persediaan.’
  3. Bagaimana melakukan pengukuran likuiditas dan efektivitas investasi pada modal kerja

 

TRAINING OUTLINES MODAL KERJA: WORKING CAPITAL MANAGEMENT

Modal kerja dan pembelanjaannya

  • Pengertian modal kerja
  • Trade-off dalam pengambilan keputusan modal kerja
  • Kebijakan pembelanjaan modal kerja
  • Margin of safety

Likuiditas dan efektivitas modal kerja

  • Pengukuran efektivitas modal kerja
  • Rasio keuangan untuk mengukur likuiditas dan efektivitas modal kerja

Manajemen kas dan sekuritas

  • Motif-motif memegang kas
  • Tujuan manajemen kas
  • Metode mempercepat pengumpulan kas dan pengendalian pengeluaran kas
  • Variabel-variabel yang dipertimbangkan dalam investasi surat berharga
  • Model menentukan target saldo kas optimum.

Manajemen Piutang

  •  Penentuan standar kredit
  •  Pelonggaran standar kredit
  • Pemberian diskon kredit dan temin kredit
  • Piutang tidak tertagih yang terjadi dalam kebijakan kredit

Manajemen Persediaan

  • Persedian material/bahan baku
  • Persediaan barang dalam proses
  • Persediaan barang jadi
  • Konsep ABC
  • Konsep economic order quantity (EOQ)
  • EOQ dengan adanya potongan harga

COST QUALITY

DESKRIPSI

Biaya selalu menjadi masalah dalam pembuatan produk atau meningkatkan efisiensi. Di sisi lain, kualitas adalah tujuan manajemen dalam membuat produk serta dalam menjalankan organisasi. Tapi itu selalu menjadi sumber perbedaan persepsi antara operasi / departemen produksi dan departemen keuangan. Mengelola biaya dan kualitas pada saat yang sama akan membantu perusahaan untuk mengetahui setiap langkah dalam mengevaluasi kualitas dan dampaknya terhadap aspek keuangan itu. Hal ini sangat penting bagi pengurangan biaya dan peningkatan kualitas.

MATERI KURSUS MANAGING COST QUALITY

Cost management (Biaya manajemen)

  • Pengenalan biaya dan perilaku,
  • Memaksimalkan nilai dan peranan biaya,
  • Manajemen biaya dalam organisasi (perusahaan),
  • Dampak dari setiap item biaya pada laporan keuangan.

Cost of quality (Biaya kualitas)

  • Konsep kualitas,
  • Peran biaya kualitas dalam pengendalian mutu,
  • Alternatif untuk biaya sistem mutu.

Quality assessment (Penilaian Kualitas)

  • Evolusi konsep mutu,
  • Review QCDSM,
  • Pengukuran kualitas.
  • Cost reduction program (Program Biaya pengurangan)

ANALISA LAPORAN KEUANGAN

DESKRIPSI

Salah satu aspek pengukuran kinerja perusahaan adalah melakukan analisa atas laporan keuangan. Dengan menganalisis laporan keuangan dapat diketahui kinerja perusahaan di masa lalu dan posisi keuangan pada saat ini. Dari hasil penilaian tersebut serta data-data tambahan lainnya manajemen dapat melihat potensi perusahaan di masa depan serta kemungkinan risiko yang ada sehingga manajemen dapat merencanakan hal-hal yang dipandang akan menaikkan performance perusahaan serta perbaikan atas hal-hal yang dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Pelatihan ini akan membantu para manajer atau profesional terutama yang berlatar belakang non keuangan memahami berbagai teknik analisis laporan keuangan dan kaitannya terhadap keputusan bisnis sehari-hari. Pelatihan ini juga didesain untuk menjelaskan bagaimana dan mengapa laporan keuangan berdampak pada bisnis dan sasaran hasil operasional. Dengan begitu diharapkan melalui pelatihan ini akan menumbuhkan pengertian bagi para manajer atau profesional terhadap fungsi analisa laporan keuangan serta teknik-teknik yang digunakan dalam analisa laporan keuangan.

TUJUAN

  1. Mampu membaca dan melakukan analisis terhadap laporan keuangan perusahaan sehingga dalam melakukan tugas yang menjadi tanggung jawabnya mempunyai dasar yang kuat dari sisi keuangan.
  2. Bisa memberikan sumbangan pemikiran dari sisi keuangan perusahaan terhadap kondisi yang dihadapi perusahaan
  3. Menciptakan koordinasi yang lebih baik dengan unit lain dari sisi keuangan yang terkait dengan tugas yang menjadi tanggung jawabnya
  4. Mengenal teknik-teknik analisis laporan keuangan serta manfaatnya bagi perusahaan dengan lebih baik


MATERI TRAINING ANALISA LAPORAN KEUANGAN

  • Laporan Keuangan
  • Keterbatasan pada Analisis Laporan Keuangan
  • Analisis Vertikal dan Horizontal
  • Analisis Trend
  • Analisis Ratio
  • Rasio Likuiditas
  • Rasio Solvabilitas
  • Rasio Profitabilitas
  • Pengukuran Lainnya
  • Break-Even Analisis
  • Kontribusi per unit (CPU) dan persentase kontribusi terhadap penjualan (CPS)
  • Rasio-Ratio Investasi
  • Nilai sekarang bersih (NPV)
  • Net B/C ratio
  • Tingkat pengembalian internal (IRR)
  • Simulasi Kasus


Manajemen & Sistem Informasi Aset

Deskripsi 

Asset (Aset) merupakan barang yang termasuk dalam hak milik atau harta kekayaan dari suatu perusahaan/ instansi, baik bergerak dan tidak bergerak, baik yang berwujud (tangible) maupun yang tidak berwujud (Intangible). Banyak perusahaan masih menganggap bahwa Manajemen Aset secara fisik hanyalah sekedar instrumen pengelolaan daftar asset. Bahkan, anggapan yang kurang tepat lainnya bahwa pengelolaan fisik aset sepenuhnya  sudah diserahkan kepada Departemen atau Divisi Pemeliharaan (Maintenance), padahal daftar asset maupun pengelolaan aset fisik yang dimiliki oleh Maintenance Department hanyalah bagian kecil dari Physical Asset Management. Berdasarkan pernyatan tersebut, maka kebijakan tentang Manajemen Aset secara strategis harus melibatkan semua level Manajemen dan harus diimplementasikan secara komprehensif di semua departemen teknis operasional maupun pelayanan. Pelatihan ini akan memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan asset perusahaan.



Tujuan

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat:

  1. Memahami pentingnya pengelolaan aset dilakukan secara profesional dan terintegrasi.
  2. Mengelola aset secara keseluruhan mulai dari Planning, Organizing, Staffing, Directing, Coordinating, Budgeting, monitoring sampai ke evaluasi.
  3. Mengembangkan atau mengoptimalkan pemanfaatan asset Perusahaan/ Instansi guna meningkatkan Produktivitas Perusahaan.
  4. Mengambilan keputusan dalam pengelolaan aset, sehingga lebih efisien, mengurangi pemborosan/kerugian,  mencegah hilangnya aset serta mecegah konflik karena aset.
  5. Mengimplementasi sistem informasi manajemen aset di Perusahaan.



Materi Manajemen & Sistem Informasi Aset

  1. Pendahuluan Asset Management
    • Aset Tetap dan Aset Lancar (Supplies)
    •  Proses Manajemen Aset
  1. Permintaan Pengadaan Pengadaan dan Pengeluaran Aset
  2. Pendaftaran, Pemeliharaan, Pemeriksaan, Penghapusan Aset Tetap
  3. Peminjaman dan Pengembalian Aset
  4. Permintaan dan Pengeluaran Supplies
  5. Pengetahuan dan Implementasi Planning (Perencanaan), Organizing (Pengorganisasian), Staffing (Penyusunan Staf), Directing (Pembimbingan), Coordinating (Pengkoordinasian), Budgetting (Penganggaran) Aset perusahaan.
  6. Sistem Informasi Aset perusahaan
  7. Implementasi system informasi asset
  8. Studi kasus dan diskusi

Akuntansi keuangan, Aplikasi Accurate & Uji Kompetensi

Deskripsi Pelatihan

Program Persiapan Kerja ini berkonsep dasar Pelatihan Berbasis Latihan dalam menyusunan laporan keuangan yang mengacu kepada prinsip akuntansi yang berlaku umum. Pelatihan Kursus Akuntansi memberikan penjelasan mengenai fitur-fitur dasar akuntansi secara manual dan accurate4 yang umum digunakan dalam pengelolaan pembukuan suatu bisnis atau perusahaan. Pembahasannya dibagi kedalam 8 bab. Antara lain membahas mengenai proses membuat dan membuka database, persiapan data awal menggunakan Quzy, siklus penjualan dan pembelian, fitur-fitur yang berkaitan dengan siklus penjualan & pembelian, pencatatan pendapatan dan beban, penginputan aktiva tetap dan yang terakhir adalah pembahasan mengenai kegiatan akhir bulan perusahaan serta Laporan Keuangan yang terdapat di accurate4. Pelatihan diakhiri dengan ujian sebagai penentu pemberian sertifikat kelulusan



Tujuan Pelatihan

Kursus Akuntansi Keuangan diharapkan menjadikan peserta :

  • Memperkuat pemahaman dasar akuntansi bagi kalangan mahasiswa dan karyawan.
  • Menjadikan karyawan yang kompeten dibidang administrasi, finance, accounting .

 

Materi Kursus Akuntansi keuangan, Aplikasi Accurate & Uji Kompetensi

Pelatihan ini akan difokuskan pada pembahasan uji kompetensi dan aplikasi pekerjaan akuntansi  dengan materi sebagai berikut :

  • Chart of Account
  • Akuntansi Kas  & Bank, Kas Kecil, Pembelian,Penjualan,Persediaan,Jurnal,Buku Besar,
  • Akuntansi Kewajiban dan Ekuitas
  • Penyusunan Neraca
  • Penyusunan Laporan Laba Rugi
  • Penyusunan Laporan Arus Kas
  • Penyusunan Laporan Perubahaan Ekuitas
  • Dasar Analisa Laporan Keuangan

PIUTANG : TEKNIK PENAGIHAN DAN PENANGANAN

TRAINING DESCRIPTION PIUTANG : TEKNIK PENAGIHAN DAN PENANGANAN

Sebagai mana kita ketahui bahwa peningkatan profit margin perusahaan disamping ditentukan oleh tercapainya target penjualan, juga dipengaruhi oleh besarnya idle piutang dan idle inventory. Mungkin saja terjadi, perusahaan memperoleh keuntungan namun Cash Flow ( Arus Cash ) Negatif, karena terjadinya idle di inventory dan utamanya di piutang karena adanya kebijakan dari perusahaan yang melakukan penjualan secara kredit dan pembayaran nya menunggak dan tidak sesuai dengan jangka waktu kredit yang diberikan oleh perusahaan selaku produsen .  Saat ini banyak perusahaan menaruh perhatian yang besar terhadap permasalahan penjualan credit dan collection, karena apabila tidak dikelola secara profesional akan menimbulkan dampak,  perusahaan kekurangan arus kas ( Cash Flow ) . Oleh karean itu Perusahaan dituntut untuk mampu menganalisa ratio piutang agar selalu dalam posisi tolok ukur ideal yang ditetapkan dan apabila terjadi penyimpangan dari standard yang ditetapkan agar segera dilakukakn penangannan yang profesional .

Dalam two days workshop ini, peserta akan mendapatkan sharing dari Trainer yang juga praktisi yang mempunyai track record yang cukup dalam memberikan solusi dalam pengendalian piutang dan teknik penagihannya yang effektif .

 

MANFAAT PESERTA

  • Menahami ratio piutang yang sehat
  • Memahami teknik pengendalian piutang untuk meningkatkan profit perusahaan
  • Memahami teknik pengelolaan dan penanganan piutang yang bermasalah
  • Memahami teknik monitoring, reporting dan penagihan piutang
  • Memahami Tipologi Customer berdasarkan visual, anditori dan kinestetis
  • Memahami cara melakukan penagihan berdasarkan tipologi customer

SYLLABUS TRAINING PIUTANG : TEKNIK PENAGIHAN DAN PENANGANAN

HARI PERTAMA

1. INTRODUCTION MANAGEMENT PIUTANG & PENAGIHAN

  • RATIO PIUTANG YANG SEHAT
  • FUNGSI PIUTANG DALAM MENINGKATKAN PROFIT
  • PENGELOLAAN DAN PENGENDALIAN PIUTANG
  • DEFINISI DAN TUJUAN PENAGIHAN
  • ALAT DAN PROSES PEBAGIHAN

2.   PERAN KOLEKTOR DALAM PENAGIHAN

  • PERAN DAN FUNGSI KOLEKTOR
  • TIPOLOGI CUSTOMER BERDASARKAN VISUAL, ANDITORI DAN KINESTETIS
  • CARA MELAKUKAN PENAGIHAN BERDASARKAN TIPOLOGI CUSTOMER
  • ROLE PLAY DAN STUDY KASUS

HARI KEDUA

3.  PERHITUNGAN TARGET PENAGIHAN (  AWAL, BERJALAN &  KOREKSI )

  • PENENTUAN MATRIK PENAGIHAN ( BERDASARKAN AREA )
  • TEKNIK MONITORING, REPORTING PIUTANG & PENAGIHAN
  • TEKNIK CLOSING HARIAN
  • KOMPILKASI STUDY KASUS

4.  ANALISIS  EFFECTIVITAS PENAGIHAN

  • ANALISIS PENCAPAIAN TARGET PENAGIHAN
  • ANALISIS PENGELOLAAN PIUTANG BERMASALAH
  • TEKNIK CLOSSING HARIAN
  • KOMPILASI STUDY KASUS

Cost Accounting: Financial Analysis, Decision Making, and Reduction Cost

Deskripsi Training Cost Accounting: Financial Analysis, Decision Making, and Reduction Cost 

Apakah informasi biaya di perusahaan anda cukup membantu untuk menentukan item-item biaya yang mana saja yang perlu diperbaiki ? Tuntutan untuk terus menerus mengurangi biaya produksi selama satu dasawarsa ini, kini terus menguat. Mengingat semakin ketatnya persaingan yang menuntut perusahaan mampu menghasilkan barang dan jasa semurah mungkin, namun dengan kualitas yang mumpuni. Serta selalu adaptif terhadap perubahan keinginan konsumen.

Namun banyak perusahaan yang kesulitan untuk adaptif terhadap perubahan lingkungan diluar perusahaan tersebut. Salah satu penyebabnya adalah data-data biaya dari bagian Accounting tidak cukup detail dan memadai untuk memberikan informasi tentang biaya-biaya yang dapat direduksi. Informasi biaya yang ada masih bersifat global dan sekedar memenuhi kebutuhan pelaporan keuangan (akuntansi keuangan). Yaitu menjadi pengurang terhadap sales untuk mendapatkan nilai gross profit. Akibatnya, manajemen tidak mempunyai panduan yang cukup untuk melakukan perubahan dan mengambil keputusan. Bahkan seringkali keputusan yang diambil tidak tepat sasaran, dan tidak berdampak langsung pada pengurangan biaya dan peningkatan profit perusahaan.



Tujuan Training Cost Accounting: Financial Analysis, Decision Making, and Reduction Cost 

Untuk membekali karyawan Accounting kemampuan untuk memberikan informasi biaya dan harga pokok penjualan serta analisa keuangan yang informatif bagi manajemen. Sehingga informasi itu akan menjadi panduan yang valid terhadap keputusan manajemen yang akan dieksekusi.

Metode Pelatihan  Training Cost Accounting: Financial Analysis, Decision Making, and Reduction Cost 

  • Perubahan-perubahan dalam lingkungan bisnis, dan perubahan konsep management
  • Highlight Cost Accounting : dulu, kini dan esok
  • Pengendalian biaya sebagai alat berkompetisi dan pengambilan keputusan manajemen
  • Job order dan Proses Costing – Metode tradisional penghitungan harga pokok produksi
  • Standard Costing dan analisa varian, metode tradisional pengendalian biaya. Dan pengukurannya dengan Balanced Score Card
  • Alokasi Factory overhead Cost, panduan mengalokasikan biaya produksi
  • Analisa biaya kualitas, kaitannya dengan sistem mutu (ISO 9001, Just in time, Six Sigma)
  • Identifikasi pemborosan biaya yang tidak memberikan nilai tambah
  • Activity based costing, informasi biaya yang tidak memberikan nilai tambah
  • Hambatan-hambatan dalam analisa dan pelaporan biaya, decision making dan reduction cost
  • Best Practices cost accounting, cost reduction dan pelaporan keuangan

Laporan Keuangan Perusahaan Pertambangan

Deskripsi Pelatihan Laporan Keuangan Perusahaan Pertambangan

Industri Pertambangan merupakan industry yang spesifik dan memiliki karakteristik tersendiri. Oleh karenanya, dalam penyusunan laporan keuangan diatur oleh pedoman khusus, termasuk juga peraturan perpajakannya. Dalam pelatihan intensive dua hari ini para peserta akan dibekali dengan pedoman penyajian laporan keuangan berbasik PSAK, IFRS dan perpajakan yang terkini. Sehingga para peserta dapat membuat laporan keuangan dengan baik dan benar sesuai dengan acuan yang berlaku.

Tujuan Pelatihan Laporan Keuangan Perusahaan Pertambangan

  • Memahami struktur laporan keuangan terutama bagi perusahaan pertambangan
  • Memahami acuan peraturan yang mendasari penyusunan laporan keuangan perusahaan pertambangan
  • Memahami perubahan PSAK terbaru yang berbasis IFRS
  • Memahami peraturan perundangan dan perpajakan mengenai pengelolaan pertambangan
  • Dapat menyusun laporan keuangan dengan baik dan benar sesuai acuan yang berlaku

Metode Pelatihan Laporan Keuangan Perusahaan Pertambangan

  • Interaktif Kelas dengan Case Study, Group Discussion, & Sharing Experience
  • Rencana Kerja dan Capaian Hasil Pelatihan
  • Para peserta akan diajak untuk mendiskusikan hasil pelatihan yang akan dijadikan rencana kerja setelah kembali kedunia kerja, dan capaian hasil rencana kerja
  • Evaluasi Hasil Pelatihan (Optional)
  • Memberikan evaluasi hasil pelatihan para peserta selama pelatihan, jika dibutuhkan oleh perusahaan

Pokok Bahasan Pelatihan Laporan Keuangan Perusahaan Pertambangan

  • Laporan Keuangan Perusahaan Pertambangan
  • Struktur dan Karateristik Laporan Keuangan
  • Pengakuan Biaya pada Tahap Pra Operasional.
  • Pengakuan Biaya pada Tahap Produksi dan Kontruksi
  • Corperate Sosial & Enviromental Liabilites
  • Sewa (Leasing)
  • Aset Tetap & Asset Tak Berwujud
  • Inventories – Cost Capitalized.
  • Pendapatan :
  • Valuta Asing.
  • Peristiwa Setelah Periode Laporan yang Memerlukan Penyesuaian.
  • Borrowing Cost.
  • PPh Pasal 21 dan Royalti pada Pertambangan
  • Akuntansi Minyak dan Gas Bumi

Accounting Control

Deskripsi Accounting Control
Pelatihan Accounting Control – Practices and Tricks ini di disain bagi staf  hingga manager accounting, finance dan auditor untuk dapat meningkatkan dan  memperbaharui kemampuan dan pengetahuan dalam melakukan fungsi accounting control dengan pendekatan practice. Selain itu para peserta akan diberikan  trik-trik dalam melakukan fungsi control

Manfaat Pelatihan  Accounting Control

  • Memahami pendekatan termut akhir accounting control
  • Menguasai teknik dan konsep dalam menganalisa dan menilai fungsi control yang sudah berjalan
  • Menguasai practice accounting control di seluruh aspek dan aktivitas penting perusahaan
  • Menyeimbangkan antara fungsi control dan peran business partner

Materi Accounting Control

  • THE DEVELOPMENT OF ACCOUNTING CONTROL
  • EVALUATE CURRENT CONTROL SYSTEM AND FIND ANY VULNERABLE ONE
  • COST AND CASH CONTROL
  • ACCOUNT PAYABLE CONTROL
  • CONTROL FOR ORDER ENTRY, CREDIT AND SHIPMENT
  • CONTROL FOR INVENTORY
  • CONTROL FOR BILLING
  • CONTROL CASH HANDLING
  • CONTROL OF FIXED ASSETS
  • CONTROL PAYROLL

CAPITAL BUDGETING

TRAINING DESCRIPTION CAPITAL BUDGETING

This training provides the knowledge about cash flow analysis of a project that will happen. After estimated the cash flow well, next step is to assess the investment proposal. In conducting the assessment there are several methods such us payback period, discounted payback period, internal rate of return (IRR), modified internal rate of return (MIRR), net present value (NPV), and profitability index (PI). In this training also explains about analyzing risk in capital budgeting is often the case in practice.

TRAINING OBJECTIVE CAPITAL BUDGETING

After this training, participants will be able to analyzing the project cash flow, able to assess the project appraisal methods that exist, and capable to assess the project’s risk.

COURSE OUTLINE CAPITAL BUDGETING

  • Project cash flow analysis
  • Relevant cash flows on a project
  • The types of project cash flow inkrementals
  • Classification of project cash flow over time
  • Analysis of new asset purchases and replacement of old assets with new assets
  • Capital budgeting valuation method
  • The importance of capital budgeting
  • The stages in the capital budgeting
  • Payback, Discounted Payback, NPV, IRR, MIRR, and PI
  • The assessment criteria of the proposed investment project
  • Risk in capital budgeting
  • Meaning the risk of investment projects
  • Various project risk
  • Stand alone risk measurement
  • Corporate risk measurement
  • Measurement of market risks of a project
  • Relations project risk and capital structure.

BUDGETING, PROFIT PLANNING AND CONTROL

TRAINING DESCRIPTION BUDGETING, PROFIT PLANNING AND CONTROL

There are 6 steps being taken in the process of budgeting and control company profits are: determining general corporate purposes, the determination of specific objectives of each department, the determination of strategy, policy planning executive management, planning strategies to achieve long-term earnings and annual earnings.

TRAINING GOALS BUDGETING, PROFIT PLANNING AND CONTROL

After this training, participants will be able to:

  1. Understanding the process of planning and control in a comprehensive income
  2. Understanding the technical procedures used in the planning and control of income
  3. Understanding the various management functions and responsibilities of each level of the management in relation to the sequence of profit planning and control process.

TRAINING OUTLINE BUDGETING, PROFIT PLANNING AND CONTROL

  1. The scope of corporate budgeting
  2. Flexible budget
  3. Sales budget and production budget
  4. Budgetary costs of raw materials
  5. Direct labor budget
  6. Factory overhead cost budget
  7. Projected cost of production
  8. Projected cost of goods sold
  9. Projected profit and loss.

FINANCIAL STATEMENTS ANALYSIS

TRAINING DESCRIPTION FINANCIAL STATEMENTS ANALYSIS

This training provides a detailed description about:

  1. the significance of financial statements analysis,
  2. the benefits of financial statements analysis,
  3. the ways to analyze the financial ratios and trends,
  4. how to make the sources and uses of funds,
  5. how how to create a cash flow statement,
  6. how to create cash forecasts and financial statements, and
  7. break-even analysis.

TRAINING OBJECTIVE FINANCIAL STATEMENTS ANALYSIS

After participants followed, participants will be able to:

  1. Understanding the significance of financial statements analysis
  2. Understand the benefits that can be derived from financial statements analysis.
  3. Analysis performance using financial ratios
  4. Analysis with trend analysis
  5. Creating reports the sources and uses of funds
  6. Make statements of cash flow
  7. Make a break-even analysis.

COURSE OUTLINE FINANCIAL STATEMENTS ANALYSIS

  1. The importance of Financial Statement Analysis
    • Financial statements
    • Benefits of Financial Statements Analysis
    • Benchmarking
  1. Ratio Analysis
  • Liquidity Ratios
  • Leverage ratio
  • Activity ratio
  • Profitability ratios
  1. Trend analysis
  • Common Size Analysis
  • Index analysis
  • Seasonal Analysis
  1. Sources and Uses of Funds Analysis
  • The types of sources and uses of funds
  • Sources and uses of funds Formula
  • Adjustment Sources and Uses of Funds Analysis
  1. Cash Flow Statements
  • Cash flow operating activities
  • Cash flow investing activities
  • Cash flow financing activities
  1. Cash flow and financial statements Forecasting
  • Cash inflows Forecasting
  • Cash flow Forecasting
  • Balance sheet and income statement Forecasting
  1. Break-Even Analysis
  • Break even Determination
  • Break Even Charting
  • Margin on Safety
  • Break-even if there are changes in factors

Basic Accounting

Deskripsi

Akuntansi adalah bahasa bisnis, oleh karena itu, anda yang ingin sukses berbisnis wajib mengerti bahasa bisnis. Pemahaman akuntansi yang baik akan menjadikan anda mampu mengevaluasi kondisi perusahaan. Evaluasi laporan keuangan akan menguak informasi tertutup dari sebuah laporan keuangan. Semua informasi dari sebuah laporan keuangan menjadi dasar yang penting untuk pengambilan keputusan. Keputusan yang tepat menjadikan perusahaan anda akan berada dalam jalur yang tepat, sehingga misi perusahaan lebih mudah dicapai.
Laporan keuangan adalah ringkasan kondisi perusahaan pada tanggal neraca dan kinerja perusahaan dalam periode tertentu. Untuk menyeragamkan proses dan metode penyusunannya, laporan keuangan harus disusun berdasarkan standar akuntansi yang berlaku umum atau di Indonesia dikenal dengan istilah PSAK (Pernyataan Standard Akuntansi Keuangan). PSAK Indonesia saat ini sebagian besar sudah dikonversi untuk menyesuaikan dengan IFRS (International Financial Report Standard).
 


Manfaat Pelatihan Basic Accounting :

  1. Peserta dapat memahami prinsip-prinsip dasar akuntansi.
  2. Peserta dapat memahami mengapa sebuah laporan keuangan harus memenuhi kaidah yang berlaku umum misalnya PSAK di Indonesia atau GAAP di USA.
  3. Peserta dapat memahami persamaan dasar akuntansi sebagai philosopi dasar untuk membentuk Neraca.
  4. Peserta dapat memahmi siklus akuntansi dan dapat melakukan prosesrecording, adjustment sampai dengan meringkas transaksi menjadi Laporan Keuangan.
  5. Peserta dapat menggunakan dan menggali informasi penting dari laporan keuangan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan.


Materi Pelatihan Basic Accounting :

Hari – Pertama

  1. Akuntansi Bahasa Bisnis
    • Apakah Akuntansi ?
    • Laporan Keuangan – Fungsi Sistem Akuntansi dan Audit.
    • Prinsip Akuntansi Yang Berlaku Umum di Indonesia dikenal dengan PSAK
    • Laporan Keuangan – Titik Awal Belajar Akuntansi
    • Efek Transaksi Bisnis
    • Bentuk Organisasi Dalam Bisnis
    •  Pengguna Laporan Keuangan
  2. Perubahan Posisi Keuangan
    • Ledger – Kegunaan dan Double Entry Accounting
    • Jurnal – Kegunaan dan Posting Journal Entry
    • Neraca Percobaan (Trial Balance)
    • Pengantar Sisklus Akuntansi
    • Manfaat Ledger dan Jurnal Untuk Manager

    Hari – Kedua

  1. Menghitung Laba / (Rugi) dan Neraca, Akhir dari Siklus Akuntansi
    • Apakah Laba Bersih / (Rugi) Akuntansi
    • Ayat Jurnal Penyesuaian
    • •    Menyiapkan Satu Set Laporan Keuangan
    • •    Jurnal Penutup Untuk Rekening Temporary
    • •    Menyelesaikan Siklus Akuntansi
  2. Akuntansi Untuk Perusahaan Dagang
    • Sekilas tentang Perusahaan Dagang
    • Sistem Inventory Perpetual
    • Sistem Inventory Periodic
    • Evaluasi Kinerja Perusahaan Dagang
  3. Analisa Laporan Keuangan dan Laporan Arus Kas
    • Mengukur Tingkat Likuiditas dan Risiko Kredit
    • Mengukur Rasio Profitabilitas
    • Mengukur Rasio Efisiensi Operasi
    • Mengukur Rasio Leverage
    • Mengukur Rasio Tingkat Pengembalian
    • Laporan Arus Kas

MODAL KERJA: WORKING CAPITAL MANAGEMENT

TRAINING DESCRIPTION MODAL KERJA: WORKING CAPITAL MANAGEMENT

Pelatihan ini memberikan kepada peserta mengenai jenis-jenis modal kerja, bagaimana penentuan modal kerja dan pembelanjaannya. Lebih lanjut lagi dalam pelatihan manajemen modal kerja ini,  peserta akan diberi materi mengenai manajemen kas, manajemen, piutang, manajemen persediaan, yang semua itu adalah elemen-elemen yang ada di dalam manajemen modal kerja.  Setelah itu, peserta diberi materi bagaimana mengukur likuditas dan efektivitas modal kerja.

TRAINING OBJECTIVES MODAL KERJA: WORKING CAPITAL MANAGEMENT

  1. Jenis-jenis modal kerja dan bagaimana menentukan besarnya modal kerja dan membelanjainya.
  2. Bagaimana melakukan manajemen kas, manajemen piutang, dan manajemen persediaan.’
  3. Bagaimana melakukan pengukuran likuiditas dan efektivitas investasi pada modal kerja

 

TRAINING OUTLINES MODAL KERJA: WORKING CAPITAL MANAGEMENT

Modal kerja dan pembelanjaannya

  • Pengertian modal kerja
  • Trade-off dalam pengambilan keputusan modal kerja
  • Kebijakan pembelanjaan modal kerja
  • Margin of safety

Likuiditas dan efektivitas modal kerja

  • Pengukuran efektivitas modal kerja
  • Rasio keuangan untuk mengukur likuiditas dan efektivitas modal kerja

Manajemen kas dan sekuritas

  • Motif-motif memegang kas
  • Tujuan manajemen kas
  • Metode mempercepat pengumpulan kas dan pengendalian pengeluaran kas
  • Variabel-variabel yang dipertimbangkan dalam investasi surat berharga
  • Model menentukan target saldo kas optimum.

Manajemen Piutang

  •  Penentuan standar kredit
  •  Pelonggaran standar kredit
  • Pemberian diskon kredit dan temin kredit
  • Piutang tidak tertagih yang terjadi dalam kebijakan kredit

Manajemen Persediaan

  • Persedian material/bahan baku
  • Persediaan barang dalam proses
  • Persediaan barang jadi
  • Konsep ABC
  • Konsep economic order quantity (EOQ)
  • EOQ dengan adanya potongan harga

SALDO MAKSIMUM KAS

DESKRIPSI TRAINING SALDO MAKSIMUM KAS

Tidak dipungkiri lagi bahwa sampai saat ini masih banyak perusahaan baik domestic dan multinasional yang dalam penetapan plafond biaya operasional masih menggunakan paradigma lama yang tidak  effisien dengan cara hanya melakukan kompilasi dari data-data historis biaya operasional tahun lalu. Di era globalisasi dan perdagangan bebas yang penuh kompetitif saat  ini, dan agar perusahaan dapat unggul dalam persaingan bisnis dituntut agar  lebih effisien dalam penggunaan dana untuk biaya operasional perusahaan. Berdasarkan experience dan pendapat para pakar finance, bahwa effisiensi dalam penggunaan dana opersional perusahaan dapat meningkatkan profit margin perusahaan dalam kisaran sebesar  20%  sd 25% .

Untuk dapat meningkatkan profit margin perusahaan, disamping dapat dilakukan dengan menggunakan metode Activity Based Costing ( ABC ) dan Reduction Cost dalam sistim perhitungan HPP / COGS , juga dapat dilakukan dengan perubahan paradigma, dengan meninggalkan paradigma lama dalam menetapkan plafond biaya operasional yang hanya menggunakan kompilasi dari data – data hostoris pengeluaran masa lalu, dan menggantinya dengan paradigma baru dalam penetapan plafond biaya operasional di semua unit organisasi perusahan dengan menggunakan metode “Saldo Maksimum Kas”, yang pengumpulan data dan perhitungannya dilakukan dengan metode statistic “Regressi Linier Sederhana Kwadrat Terkecil ( Least Square )”.

Dalam Two Days Workshop ini, peserta akan mendapatkan sharing tentang teknik menghitung Saldo Maksimum Kas untuk menetapkan plafond biaya operasional perusahaan dengan metode Statistik “Regressi Linier Sederhana Kwadrat Terkecil ( Least Square ) “, dari praktisi Finance & Cash Management, yang juga penulis buku “Great Cash Management Great Profit”, dan buku “Denyut Jantung Keuangan Keluarga Di Tangan Ibu-2”. yang diterbitkan oleh Elex Media Computindo ( Gramedia Group ) yang telah terbukti dapat meningkatkan profit margin perusahaan dalam jumlah yang signifikan .

 TUJUANTRAINING SALDO MAKSIMUM KAS

  • Memahami teknik mengelola kas perusahaan yang effisien dan effective
  • Memahami teknik perencanaan dan pengendalian Petty Cash
  • Memahami teknik penataan keuangan dan akuntansinya

 

 SYLABUS  TRAINING SALDO MAKSIMUM KAS

  • Introduction Metode Saldo Maksimum Kas
  • Saldo Maksimum Kas VS Plafond Biaya Operasional
  • Term Of Reference ( TOR ) Survey Cash Out Biaya Operasional Perusahaan
  • Pengumpulan Data Survey Cash Out Biaya Operasional Perusahaan
  • Metode Statistik Regressi Linier Sederhana Kwadrat Terkecil ( Least Square )
  • Mengolah Data Survey  Metode Statistik Regressi Linier Sederhana ( Least Square )
  • Menetapkan Saldo Maksimum Kas Unit Bisnis Perusahaan
  • Cash Flow Operasi, Pendanaan Dan Investasi
  • Teknik Menyusun Cash Budget Company ( Annual Plan )
  • Simulasi Study Kasus Menghitung Saldo Maksimam Kas Program MS Excel
  • Diskusi / Sharing

Accounting For Banking Operation

TRAINING DESCRIPTION Accounting For Banking Operation

Seperti diketahui, kinerja perbankan nasional sebagai sumber pembiayaan utama sangat dipengaruhi oleh kondisi dan perkembangan ekonomi suatu negara. Dalam pemulihannya,  dunia perbankan membutuhkan peran dari berbagai pihak mulai dari manajemen sampai dengan pihak luar. Salah satu peran yang  cukup penting bagi pemulihan dunia perbankan adalah peran dari profesi akuntansi dalam menyajikan laporan keuangan.

Sehubungan dengan dilakukannya penyempurnaan oleh Ikatan Akuntan Indonesia terhadap beberapa Standar Akuntansi Keuangan yang saat ini berlaku, maka PAPI yang merupakan penjabaran lebih lanjut dari PSAK yang relevan untuk industri perbankan juga perlu disesuaikan, termasuk penyesuaian terkait dengan penerbitan PSAK No. 50 (Revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan, dan PSAK No. 55 (Revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, yang berlaku sejak 1 Januari 2010.

Pelatihan ini akan membahas teknik praktis akuntansi khusus untuk perbankan, mulai dari perlakuan akuntansi terhadap transaksi perbankan, laporan keuangan yang mengacu kepada Standar Khusus Akuntansi Perbankan Indonesia, PSAK hingga penerapan Corporate  Governance.

 

TRAINING OBJECTIVES Accounting For Banking Operation

  1. Memahami Ruang lingkup Standar akuntansi yang dianut oleh system akuntansi perbankan
  2. Memberikan pemahaman tentang perlakuan standar akuntansi terhadap transaksi perbankan
  3. Memahami fungsi control akuntansi
  4. Mamahami aplikasi dasar Sarbanes-Oxley dalam dunia perbankan

 

TRAINING OUTLINES Accounting For Banking Operation

  1. Akuntansi Perusahaan
  2. Ruang Lingkup Akuntansi Bank:(Neraca ; Rugi/Laba; Modal, Komitmen & Kantijensi; Perhitungan Rasio Keuangan; Kualitas Asset Produktif; Laporan Arus Kas)
  3. Kebijakan Akuntansi Perbankan sesuai Standar Khusus Akuntansi Perbankan Indonsia (SAKPI)
  4. Sistem Pencatatan Transaksi Keuangan antar Kantor (unit kerja).
  5. Sistem Pengklasifikasian Rekening
  6. Akuntansi unit Teller
  7. Akuntansi Unit Giro
  8. Akuntansi unit Kliring
  9. Akuntansi Unit Transfer
  10. Akuntansi unit Deposito
  11. Akuntansi Unit General Affair
  12. Akuntansi Pendapatan dan beban Bank.
  13. Pengamanan Kas dan Pengamanan Operasional Lembaga penyimpanan.
  14. Corporate Governance, Transparansidan Sarbanes Oxley

PSAK 50 DAN PSAK 55

DESCRIPTION

Dalam rangka menyelaraskan standar akuntansi keuangan khususnya untuk perbankan Indonesia serta sejalan dengan upaya peningkatan market discipline, Bank Indonesia berinisiatif melakukan kerjasama dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) untuk menyusun standar akuntansi keuangan yang mengadopsi IAS 39 dan IAS 32. Beberapa pengaturan dalam PSAK dimaksud bahkan memerlukan perubahan pola pikir dan penyesuaian sistem internal bank. Penerapan peraturan ini tidak mungkin ditunda, karena justru akan mempersulit posisi bank dalam menghadapi persaingan global yang semakin ketat serta memperbesar masalah yang akan dihadapi. PSAK Nomor 50 (revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan yang menggantikan Akuntansi Investasi Efek Tertentu, dan PSAK Nomor 55 (revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran yang menggantikan Akuntansi Instrumen Derivatif dan Aktivitas Lindung Nilai. PSAK 50 mengatur tentang penyajian dan pengungkapan instrumen keuangan sementara PSAK 55 mengatur tentang pengakuan dan pengukuran instrumen keuangan. Batas implementasi kedua PSAK tersebut adalah 1 Januari 2009. Hal yang cukup krusial dari kedua PSAK tersebut bagi bank adalah bahwa, kredit sebagai asset bank digolongkan pada “Loan and Receivables- yang mana valuasinya adalah dengan cara amortized cost, hal ini membawa konsekuensi bahwa nilai kredit (dalam hal ini asset bank) akan dipengaruhi oleh proyeksi cashflow dari asset tersebut, sehingga kredit yang dikenakan bunga dibawah bunga pasar akan terdiskon menjadi lebih kecil dari harga perolehannya (kredit yang dikucurkan).



OBJECTIVES

  1. Workshop ini akan mengungkapkan perbedaan prinsip dan konsep dengan pendekatan conventional dengan prinsip dan konsep standard akuntansi versi PSAK 50 dan 55 untuk property industry\
  2. Untuk membahas secara detail akuntansi presentasi dan reporting financial instrument sehingga dapat mencerimkan informasi yang lebih relevan dan handal sesuai dengan IAS
  3. Memberikan pengetahuan yang up to date bagi peserta agar akuntansi financial intrumen yang selama ini dianggap sangat sulit dapat dipahami dengan baik. Juga akan mengetahui bagaimana praktek akuntansi yang dituntut Bank Indonesia, Pasar Modal, dan IAI.
  4. Para peserta akan mendapat mengetahuan mengenai IFRS yang terkait dengan PSAK 50 dan 55 dengan mendapat studi kasus yang terbaru, baik menyangkut derivative, stock, bond, dan instrument lain.

 

 

OUTLINES TRAINING PSAK 50 DAN PSAK 55 

  • Overview PSAK 50 & 55 dan perubahannya
  • PSAK 50 (revisi 2006)
    • Penyajian
      • Kewajiban dan Ekuitas
      • Instrumen Keuangan Majemuk
      • Saham Treasury
      • Bunga, Dividen, Kerugian dan Keuntungan
      • Saling hapus antar Aset Keuangan dan Kewajiban Keuangan
    • Pengungkapan
      • Format, Tempat dan Kelompok Instrumen Keuangan
      • Kebijakan Manajemen Risiko dan Aktivitas Lindung Nilai
      • Persyaratan, Kondisi dan Kebijakan Akuntansi
      • Risiko Tingkat Bunga
      • Risiko Kredit
      • Nilai Wajar
      • Pengungkapan Lainnya
    • Studi Kasus
  • PSAK 55 (Rev 2006) Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran
    • Pengakuan dan Penghentian Pengakuan
      • Pengakuan Awal
      • Penghentian Pengakuan Aset Keuangan
      • Transfer yang Diakui dan Tidak Diakui sebagai Penghentian Pengakuan
      • Keterlibatan Berkelanjutan atas Aset yang Ditransfer
      • Transfer Keseluruhan
      • Pembelian atau Penjualan Aset Keuangan yang lazim
      • Penghentian Pengakuan Kewajiban Keuangan
    • Pengukuran
      • Pengukuran Awal Aset Keuangan dan Kewajiban Keuangan
      • Pengukuran Aset Keuangan setelah Pengakuan Awal
      • Pengukuran Kewajiban Keuangan setelah Pengakuan Awal
      • Pertimbangan dalam Pengukuran Nilai Wajar
      • Reklasifikasi
      • Keuntungan dan Kerugian
      • Penurunan Nilai dan Tidak Tertagihnya Aset Keuangan
    • Lindung Nilai
      • Instrumen Lindung Nilai
      • Item yang Dilindung Nilai
      • Akuntansi Lindung Nilai
    • Studi Kasus

 

FINANCIAL STATEMENT ANALYSIS

TRAINING DESCRIPTION FINANCIAL STATEMENT ANALYSIS

Laporan keuangan (Financial Statements) dalam bentuk Neraca (Balansheet) dan Perhitungan Laba–Rugi (Income Statement) yang pada umumnya diterbitkan secara periodik (triwulan, smester dan tahunan) merupakan media penting dalam proses pengambilan keputusan perusahaan,  karena disamping merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yang berisi informasi tentang prestasi perusahaan dimasa lampau, namun juga  dapat memberikan petunjuk dalam menetapkan kebijakan perusahaan dimasa mendatang. Tidak dipungkiri lagi bahwa Laporan keuangan juga menjadi kebutuhan para pemegang saham , investor, pelaku pasar modal dan juga pemerintah. Kesalahan dalam menganalisa laporan keuangan perusahaan sudah barang tentu akan sangat berpengaruh kepada keputusan perusahaan, misalnya ketika perusahaan memperoleh laba yang besar , namun karena exekutif kurang memahami analisa ratio keuangan, sehingga untuk kepentingan operasional dan expansi perusahaan memutuskan untuk menambah jumlah hutang, yang akibatnya Debt Equity Ratio tinggi.  Demikian juga halnya perusahaan tetap saja melakukan expansi bisnisnya padahal  ROI yg dihasilkan dari investasi  jauh dibawah bunga deposito atau bisa juga  perusahaan memutuskan untuk membeli saham  di pasar modak padahal ROE dari perusahaan tersebut jauh dibawah bunga Deposito .

Dalam Training ini, peserta akan mendapatkan sharing  untuk  memahami , melakukan interprestasi dan  menganalisis laporan keuangan dengan benar, sehingga mampu memberikan kontribusi yang maksimal dalam proses pengambilan keputusan bisnis untuk pengembangan perusahaan.



TRAINING OBJECTIVES FINANCIAL STATEMENT ANALYSIS

  1. Memahami cara menganalisis, menginterprestasi dan menggunakan laporan keuangan
  2. Memahami Cash Flows, Balance sheet dan Income Statement
  3. Mampu mengaplikasikan instrument dan teknik dalam menganalisa laporan keuangan
  4. Mampu menyusun dan membuat proyeksi laporan keuangan

 

TRAINING  OUTLINES FINANCIAL STATEMENT ANALYSIS

1.       Introduction  konsep dasar manajemen keuangan

  • Fungsi manajemen keuangan
  • Pihak-pihak yang memerlukan laporan keuangan
  • Jenis laporan kuangan

2.       Basic financial statement s

  • Neraca ( balance sheet )
  • Perhitungan rugi-laba ( income statement )
  • Laporan laba ditahan ( statement of retained earnings )
  • Laporan sumber dan penggunaan dana

3.       Analisa  ratio keuangan

  • Analisa likuiditas
  • Analisa  solvabilitas
  • Analisa rentabilitas
  • Analisa profitabilitas
  • Analisa  aktivitas

4.       Perencanaan dan Pengendalian Keuangan

  • Analisa pulang pokok ( break even analysis )
  • Analisa leverage operasi
  • Analisis impas untuk kas
  • Analisa keuangan sistem du pont

5.        Perkiraan keuangan

  • Siklus arus kas ( cash flow cycle )
  • Pengaruh siklus arus kas terhadap neraca
  • Cash flow operation, pembiayaan dan investasi

6.       Analisa arus kas dan modal kerja

  • Kegunaan laporan arus kas
  • Jenis laporan arus kas
  • Teknik analisa arus kas

IFRS (International Financial Reporting Standards)

Deskripsi

Dunia akuntansi saat ini masih disibukkan dengan adanya standar akuntansi yang baru yaitu Standar Akuntansi Keuangan Internasional IFRS. Hampir semua negara di dunia beralih ke standar tersebut, termasuk Indonesia.

Pelatihan ini memberikan pengetahuan mengenai apa itu IFRS dan melihat apa persyaratan yang diperlukan sehingga tidak meniimbulkan kekhawatiran bagi departemen akunting untuk dapat menghasilkan laporan keuangan yang berstandar internasional yang dapat dipergunakan diseluruh dunia.

Tujuan

Setelah pelatihan ini peserta diharapkan dapat :

  1. Mengetahui apa itu IFRS
  2. Melihat apa bedanya dengan standar akuntansi yang ada
  3. Mengetahui prinsip-prinsip yang harus diikuti dalam menyusun laporan keuangan
  4. Mengetahui bentuk laporan keuangan yang sesuai dengan standar


Garis besar pokok bahasan Training IFRS

  1. Apa itu IFRS?
    1. Sejarah perkembangan
    2. Tujuan IFRS
    3. Kerangka akuntansi
    4. Manfaat IFRS
  2. Beberapa standar akuntansi dalam IFRS
    1. Bentuk Laporan Keuangan menurut IFRS
    2. Komponen Laporan Keuangan (Neraca, Laporan Laba Rugi dll)
  1. Beberapa perbandingan IFRS dengan US GAAP
    1. Proyek konvergensi IFRS – US GAAP
    2. Beberapa isu/permasalahan
    3. Beberapa persamaan dan perbedaan
  1. Beberapa perbandingan IFRS dengan PSAK
    1. Perkembangan Konvergensi IFRS di Indonesia
    2. Dampak IFRS terhadap akuntansi di Indonesia
    3. Beberapa persamaan dan perbedaan
  1. Penerapan Pertama kali IFRS
    1. Beberapa persyaratan dalam IFRS 1
    2. Beberapa persyaratan dalm akuntansi

      6.Beberapa case study

    1. Penerapan perlakuan revaluasi aktiva tetap
    2. Perlakuan terhadap leasing

Manajemen Modal Kerja

Description

Modal kerja, atau umum dikenal sebagai “working capital” dapat dikatakan merupakan “urat nadi” suatu bisnis, penentu keberlangsungan usaha suatu bisnis baik dalam jangka pendek, menengah maupun dalam jangka panjang.

Banyak perusahaan dan bisnis yang berjuang habis – habisan di sisi pemasaran dan penjualan, namun ketidakmampuan mengelola modal kerja, mengakibatkan banyak pengusaha dan manajer yang tidak mampu memahami mengapa mereka selalu “kekurangan” modal kerja. Jangankan mengelola modal kerja, bahkan masih banyak perusahaan diketahui belum mengetahui apa itu modal kerja, dan bagaimana menghitungnya.

Walaupun Modal Kerja terdengar sebagai suatu konsep yang sederhana, namun ketidak pahaman dan bahkan apalagi mengelolanya, bahkan menjadi lebih sulit, mengingat kompleksitas bisnis yang melingkupinya. Banyak pengusaha dalam membangun suatu usaha, tidak memiliki pemahaman yang baik terkait modal kerja yang dibutuhkan dalam suatu bisnis. Pola piker dan fokus yang berlebihan pada perolehan laba jangka pendek tanpa diimbangi dengan disiplin pada kas dan modal kerja telah mengalihkan perhatian banyak perusahaan dan manajer dari hal-hal yang mendasar dalam pengelolaan modal kerja.

 

Objectives:

Pertanyaan – pertanyaan mendasar seperti dibawah ini kadang masih menjadi pertanyaan yang kadang sulit dijawab oleh banyak perusahaan dan manajer:

  • Apakah perusahaan kelebihan atau kekurangan modal kerja?
  • Apa – apa saja variabel-variabel atau item-item yang ada dalam pengelolaan modal kerja secara komprehensif suatu usaha?
  • Bagaimana mengetahui bahwa perbaikan dalam modal kerja akan secara otomatis meningkatkan nilai perusahaan?
  • Bagaimana menghitung siklus konversi kas suatu bisnis?
  • Mengapa “forecasting” modal kerja menjadi kunci keberlangsungan suatu bisnis?

 

Materi Manajemen Modal Kerja:

MODAL KERJA

  • MODAL KERJA, SIKLUS BISNIS DAN PERTUMBUHAN
  • ANALISA KEUANGAN DAN MODAL KERJA
  • MANAJEMEN KAS
  • MANAJEMEN PIUTANG USAHA
  • MANAJEMEN PERSEDIAAN
  • MANAJEMEN HUTANG USAHA
  • POLA DALAM MODAL KERJA

Dalam pelatihan ini, partisipan akan belajar mengenai antara lain:

  • Apa perbedaan Modal Kerja Kotor dengan Modal Kerja Bersih?
  • Siklus Operasional
  • Modal kerja permanen dan modal kerja sementara
  • Faktor-faktor penentu kebutuhan modal kerja
  • Menghitung kebutuhan modal kerja dan melakukan forecasting kebutuhan modal kerja
  • Mengapa analisa profitabilitas pelanggan menjadi penting dalam analisa modal kerja?
  • Cara-cara optimalisasi modal kerja

 

Penganggaran Perusahaan : BUDGETING, PROFIT PLANNING AND CONTROL

Deskripsi Training Penganggaran Perusahaan : BUDGETING, PROFIT PLANNING AND CONTROL

Budgeting, profit planning and control atau sering disebut pengaggaran perusahaan adalah materi pelatihan yang memberikan pemahaman tentang proses penyusunan perencanaan dan pengendalian laba secara komprehensif.  Beberapa tahapan dalam proses tersebut adalah:

  1.       Penentuan tujuan perusahaan secara umum
  2.       Penentuan tujuan secara spesifik untuk setiap bagian (departemen) perusahaan
  3.       Penentuan strategi perusahaan
  4.       Perencanaan kebijakan manajemen eksekutif
  5.       Perencanaan strategi pencapaian laba jangka panjang
  6.       Perencanaan laba taktis (tahunan)

 

Tujuan Training Penganggaran Perusahaan : BUDGETING, PROFIT PLANNING AND CONTROL

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  1. Memahami proses penyusunan perencanaan dan pengendalian laba secara komprehensif
  2. Memahami prosedur teknis yang digunakan dalam perencanaan dan pengendalian laba
  3. Memahami berbagai fungsi manajemen dan tanggung jawab utama pada masing-masing tingkatan manajemen dalam kaitannya dengan urutan proses perencanaan dan pengendalian laba.

Materi Training Penganggaran Perusahaan : BUDGETING, PROFIT PLANNING AND CONTROL

  1. Ruang lingkup penganggaran perusahaan
  2. Anggaran fleksibel
  3. Anggaran penjualan dan anggaran produksi
  4. Anggaran biaya bahan baku
  5. Anggaran tenaga kerja langsung
  6. Anggaran biaya overhead pabrik
  7. Proyeksi harga pokok produksi
  8. Proyeksi harga pokok penjualan
  9. Proyeksi laba rugi.

ASSET MANAGEMENT

TRAINING OVERVIEW ASSET MANAGEMENT

Asset perusahaan seperti peralatan mesin produksi dan pabrik merupakan kepemilikan perusahaan yang memiliki nilai kapital yang sangat besar dan menunjang proses bisnis perusahaan. maka dari itu diperlukam pengelolaan asset dengan baik dengan memanfaatkan penggunaan teknologi secara optimal seperti database management yang bisa mencatat dan mengupdate status asset, pemeliharaan asset, penyusutan, mutasi dan rotasi asset, serta status custody dan user dan sebagainya.

 

TUJUAN TRAINING ASSET MANAGEMENT

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat memahami tentang managemen asset yang baik dengan pemanfaatan teknologi sehingga dapat diaplikasikan langsung di perusahaan.

MATERI TRAINING ASSET MANAGEMENT

  1. Asset management review
  2. Overview of Asset
  3. Concept/Tolls Analysis for Capital Budgeting
  4. Some Investment Rules, a nd Project Analysis with NPV
  5. Project evaluation
  6. Capital Budegitng for Leased Asset
  7. Pemeliharaan dan pengawasan asset
  8. Administrasi dan database asset
  9. Pemeriksaan dan audit asset
  10. Pemilihan Software asset management
  11. Security system
  12. Studi kasus

Accounting Control

Deskripsi Training Accounting Control

Accounting control atau pengawasan akuntansi diperlukan dalam sebuah perusahaan atau organisasi untuk melakukan pengawasan terhadap aliran keuangan maupun asset perusahaan. Bila sebuah perusahaan tidak memiliki fungsi pengawasan yang memadai atau fungsi pengawasan yang lemah maka dapat dipastikan bahwa kerugian, kecurangan, kehilangan asset dan laporan keuangan yang tidak akurat akan menjadi ancaman yang serius bagi kelangsungan hidup perusahaan. Pelatihan ini akan banyak memberikan best practice mengenai accounting control baik dengan sistem, procedure dan pendekatan strategis.

 

Tujuan Pelatihan Accounting Control

Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan peserta dapat:

  1. Memahami tujuan, peran dan fungsi accounting sebagai alat kontrol yang efektif
  2. Meningkatkan kemampuan peserta dalam mengevaluasi fungsi accounting control dan menemukan area yang kritikal dalam sistem akunting
  3. Mengimplementasikan fungsi control dan system control yang effisien

 Materi Accounting Control

  1. Konsep Accounting Control
  2. Accounting Control Checklist
  3. Cost and Cash Control
  4. Control for Account Payable
  5. Control for Order Entry, Credit and Shipment
  6. Control for Inventory Management
  7. Control for Billing
  8. Control for Cash – handling
  9. Control for Fixed Assets
  10. Action Plan & Recommendation

BEST PRACTICE IN COST ACCOUNTING

DESKRIPSI TRAINING ACCOUNTING : BEST PRACTICE IN COST ACCOUNTING

Ilmu akuntansi tidak hanya dipelajari oleh seorang akuntan saja melainkan profesi lainnya karena berhubungan dengan keuangan. Banyak pihak yang memerlukan untuk menguasai ilmu tersebut bidang keilmuan tersebut, antara lain:  Insinyur, ahli Hukum, ahli statistic, ahli IT, ahli pertanian, ahli sejarah, ahli bahasa, dan lain-lain. Bahkan ilmu akuntansi juga dibutuhkan oleh seseorang yang semula bekerja di luar profesi atau bidang akuntansi dan tidak memiliki dasar-dasar ilmu akuntansi, kemudian orang tersebut di promosikan ke lingkup pekerjaan bidang akuntansi.

TUJUAN TRAINING ACCOUNTING : BEST PRACTICE IN COST ACCOUNTING

Setelah mengikuti training ini, diharapkan peserta dapat:

  1. Memperoleh pengetahuan tentang seluk beluk pengerjaan bidang accounting dan hasil-hasil yang bisa diperoleh yang berkaitan erat dengan ilmu accounting.
  2. Memahami teknik-teknik dalam penyusunan Laporan keuangan, penyusunan Balance Sheet, Income Statement & Cash Flow.

MATERI TRAINING ACCOUNTING : BEST PRACTICE IN COST ACCOUNTING

  1. Pencacatan & Pengklasifikasian Transaksi Financial
  • Aktiva & berbagai sumbernya
  • Debet & Kredit
  • dalam buku kas
  • Buku entry original
  • Neraca Saldo ( Trial Balnce )
  • Buku Kas Sekundair
  • Pengawasan uang tunai ( Cash )
  • Surat Hutang ( Notes ) & Surat Wesel ( Draft )
  • Buku Entry Original lainnya
  1. Adjusting dan Rekapitulasi Rekening
  • Property dan Perlengkapan
  • Bad Debs
  • Uang Muka Biaya, Hutang Biaya, Hutang & Piutang Penghasilan
  • Penentuan Net Income
  • Laporan Keuangan ( Financial Statement )
  1. Trading / Jasa
  • Akuntansi usaha jasa
  • Inventarisasi produk usaha jasa
  • Catatan Pembelian dan Penjualan
  1. Memahami Data Akuntansi
  • Berbagai hal yang membentuk data akuntansi
  • Biaya dan Pengeluaran
  • Akuntansi dan Tingkat Harga
  • Problema Dalam Mengukur Pendapatan
  1. Berbagai Bentuk Organisasi Kepemilikan
  • Pembentukan Persekutuan
  • Pembagian Keuntungan Persekutuan
  • Penerimaan dan Pengunduran Diri Sekutu
  • Modal Perseroan Terbatas
  • Pendapatan Perseroan Terbatas
  • Antisipasi Biaya dan Kerugian Perseroan Terbatas
  • Obligasi Perseroan Tertbatas
  • Laporan Keuangan
  1. Studi Kasus Entry Jurnal dan Buku Kas 
  2. Ajustment dan Summarization
  3. Memahami Laporan Keuangan
  • Neraca ( BALANSHEET )
  • Laporan laba-rugi ( INCOME STATEMENT )
  • Cash Flow Operasi , Pembiayaan & Investasi
  1. Memahami Indikator Kesehatan Perusahaan
  • Analisa Ratio Keuangan
  • Analisa Laporan Laba-Rugi
  • Analisa Neraca
  • Profit VS Cashflow

Cash Flow Management

Deskripsi Training Cash Flow Management

Kas merupakan komponen vital dalam gerak langkah organisasi. Melalui kas, dana mengalir

masuk menjadi sumber daya organisasi, dan mengalir keluar sebagai biaya. Aliran dana yang masuk tidaklah selalu seirama dengan mengalirnya dana yang keluar. Maka, mengatur arus kas menjadi sebuah pekerjaan yang sepatutnya memperoleh perhatian serius dalam pengelolaan keuangan organisasi. Sayangnya, pengelolaan arus kas, atau yang lebih dikenal Manajemen Arus Kas, seringkalitidak dipandang sebagai sumber daripada beberapa persoalan yang dihadapi oleh organisasi dalam melaksanakan program. Persoalan yang dihadapi oleh organisasi akibat buruknya manajemen arus kas sering muncul dalam berbagai kasus dari yang sederhana hingga dalam situasi yang kompleks. Ketika kas diterima (cash inflow) dan kas dibayarkan (cash outflow) terjadi tidak direncanakan, organisasi mungkin akan menemui masalah penundaan pembayaran gaji staf, keterlambatan pelaksanaan program, atau saldo hutang yang makin lama makin bertambah.

Pelatihan Effective Cashflow Management  ini membekali peserta dalam menyeimbangkan cash in-flow dan cash out-flow yang menentukan keberlangsungan hidup perusahaan. Pengelolaan  Cashflow yang efektif juga akan membentuk citra perusahaan dimata stakeholder-nya.

 

Tujuan & Peserta Training Cash Flow Management

TUJUAN Training Cash Flow Management

  • Memahami konsep dan implementasi cashflow management yang efektif
  • Mampu melakukan operasionalisasi cashflow secara efektif dan efisien
  • Mampu melakukan pengendalian terhadap cashflow management perusahaan secara keseluruhan
  • Mampu melakukan implementasi cashflow management ke dalam kebijakan perusahaan

Materi Training Cash Flow Management

  1. Pengertian Arus Kas
    • Tanggung Jawab dan Ruang Lingkup Arus Kas
    • Arus Kas dan Pengaruh terhadap Laba
    • Dana Tunai Sebagai Asset
    • Evaluasi Kinerja Pengelolaan Arus Kas yang Baik
  2. Pengelola Persediaan
    • Tingkat Persediaan yang Benar
    • Meninjau Kembali Persediaan
    • Analisa ABC
    • Perputaran Persediaan
    • Pengendalian Persediaan
    • Analisa EOQ
    • Pengarus EOQ terhadap Arus Kas
  3. Faktor Penjualan Diskon Karena Volume
    • Penjadwalan Waktu
    • Dampak Pada Arus Kas
  4. Pengendalian Piutang Dagang
    • Day Sales Out Standing
    • Menganalisis Perkiraan Pelanggan
    • Dampak terhadap Arus Kas
  5. Kebijakan Kredit & Syarat Pembayaran
    • Perkiraan yang Realistis
    • Dampak terhadap Arus Kas
  6. Mengkaji Pelanggan & Pola Pembelian
    • Bauran Produk
    • Marjin Laba dan Kebijakan Kredit
    • Klasifikasi Resiko
  7. Arus Kas Dan Pembelanjaan Modal
    • Analisis Pembayaran Kembali
    • Depresiasi dan Pajak
    • NPV
    • Resiko Pembelanjaan Modal
  8. Peningkatan Arus Kas Dalam Proses Produksi
    • Tinjauan Ulang atas Jadwal Pekerjaan Persiapan
    • Efisiensi Produksi
    • Penjadwalan Produksi
    • Scrap dan Pengendalian Mutu
  9. Penghematan Arus Kas Dengan Perbaikan Prosedur Operasi
    • Auditing
    • Efisiensi dalam Berbagai Bidang
    • Annual Budgeting dengan Zero Based
  10. Pengaruh Sewa Guna Usaha Terhadap Arus Kas
    • Pengambilan Keputusan Sewa atau Beli
    • Pengaruh pada Arus Kas

ACCOUNTING DERIVATIVES AND OTHER FINANCIAL INSTRUMENTS

DESKRIPSI

Kursus Akuntansi Derivatif dan Instrumen Keuangan Lainnya (Accounting for Derivatives and Other Financial Instruments) sebenarnya cukup jarang diselenggarakan di Indonesia. Hal ini karena belum ada buku text Indonesia yang khusus membahas Accounting for Derivatives. Hanya ada sub-bab tertentu saja di buku-buku Accounting. Padahal ini terkait dengan mulai berlakunya dua PSAK per 1 Januari 2009, yaitu PSAK 50 (revisi 2006) tentang Penyajian Instrumen Keuangan dan PSAK 55 (revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. Selain itu, dengan adanya penerapan IFRS secara penuh di Indonesia mulai tahun 2010, maka topik Accounting for Derivatives and Other Financial Instruments ini menjadi semakin penting. Pelatihan dua hari ini akan membahas secara mendalam transaksi derivatives dan keterkaitannya dengan sistim akuntansi serta perpajakan. Program ini dirancang untuk memberikan praktisi sebuah pandangan yang baik dari Dasar-dasar derivatif dan instrumen keuangan lainnya, bagaimana penilaiannya, dan lebih penting lagi, bagaimana penyajian dan pengungkapan pada laporan keuangan. Hedege Accounting (Akuntansi Lindung Nilai), termasuk strategi makro dan mikro dibahas secara rinci.

TUJUAN

  • Memahami derivatives products implikasi dari sisi accouinting baik terhadap financial reporting maupun management
  • Memahami peraturan akuntansi dan perpajakan yang berkaitan dengan derivatives
  • Memahami teknik dalam mengimplementasikan accounting procedures
  • Memahami dan mengelola resiko yang berkaitan dengan transaksi derivatives
  • Memahami market risk dan credit risk

MATERI TRAINING ACCOUNTING DERIVATIVES AND OTHER FINANCIAL INSTRUMENTS

  1. External financial accounting
    • Appropriate accounting method
    • PSAK mengenai derivative accounting
  2. Derivative products
  • Accounting for interest rate swap
  • Definition and methodology
  • Vanilla swaps, amortizing swaps and forward swap
  • Valuations
  • P/l reporting
  • Financial future, & swaps (definition and methodology, valuations, and p/l reporting)
  • Accounting for interest rate option (definition and methodology, valuations, and p/l reporting)
  • Taxation
  1. Security Related Swap
  • Bonds and derivatives swap
  • Equity and equity derivatives
  • Cross currency & foreign currency interest rate swaps
  1. Accounting for embedded derivatives and structured products
  • Credit derivatives
  • Equity linked notes
  • Risk associated with cdo structured
  • Clns
  • Asset backed security

BUILDING ASSET MANAGEMENT

DESKRIPSI TRAINING BUILDING ASSET MANAGEMENT

Aset adalah barang atau benda yang terdiri dari benda tidak bergerak dan benda bergerak baik yang berwujud (tangible) dan tidak berwujud (intangible) yang tercakup dalam aktiva/kekayaan perusahaan. Pengelolaan Aset (kekayaan) Perusahaan merupakan hal yang sangat penting karena untuk memantau dan menghitung serta memanfaatkannya secara optimal. Manajemen asset berfungsi untuk informasi perjalanan asset secara keseluruhan, memuat berapa banyak aset dan biayanya, pemanfaatan, kondisi dan pemeliharaan serta lokasi penyimpanan.Hal ini juga berfungsi untuk mencegah dari hilangnya asset, perhitungan pajak dan depresiasi.

Banyak perusahaan masih menganggap Manajemen Aset secara fisik hanyalah sekedar instrumen pengelolaan daftar aset, serta pencatatan oleh bagian accounting. Anggapan yang kurang tepat lainnya adalah bahwa pengelolaan fisik aset sepenuhnya sudah diserahkan kepada Bagian umum, padahal baik daftar aset maupun pengelolaan aset fisik hanyalah bagian kecil dari Physical Asset Management.

TUJUAN TRAINING BUILDING ASSET MANAGEMENT

  • Menjelaskan kepada peserta mengenai pentingnya pengelolaan aset dilakukan secara profesional dan terintegrasi.
  • Membekali peserta terkait dengan pengelolaan aset secara terintegrasi mulai dari planning, pengadaan, verifikasi, pencatatan, layout, pergudangan, pemeliharaan, sistem informasi aset, serta monitoring dan evaluasi.
  • Membekali peserta metode pengambilan keputusan dalam pengelolaan aset, sehingga lebih efisien, mengurangi pemborosan/kerugian, mencegah hilangnya aset serta mecegah konflik karena aset.
  • Membekali peserta implementasi sistem informasi manajemen aset di Perusahaan tempat bekerja

MATERI TRAINING BUILDING ASSET MANAGEMENT

  • Konsep Dasar Manajemen Aset dan Ruang lingkup Manajemen Aset
  • Perencanaan Manajemen Aset:  prosedur perencanaan kebutuhan aset  dan  penganggarannya
  • Pengadaan Aset (Procurement): sistem dan prosedur pengadaan aset: swakelola/ outsourcing, penyimpangan dalam pengadaan, pengawasan pengadaan, formulir –formulir prosedur pengadaan.
  • Manajemen Penggudangan Aset (Warehousing): prosedur penerimaan, verifikasi, pendistribusian dan prinsip penyimpanan aset dan formulir inventarisasi asset di Gudang.
  • Kodifikasi dan Sistem informasi Asset: Perencanaan kodifikasi dan SIM
  • Manajemen Keuangan Aset dan Penilaian Aset
  • Pengukuran dan Evaluasi Aset
  • Sumberdaya Manusia dalam Penanganan Aset Perusahaan: Struktur Organisasi Manajemen Aset,    Pengaturan Tugas dan Wewenang Pengelolaan Aset, dan Mengatasi Konflik Terkait dengan Aset.
  • Metode Lelang dan Penghapusan Aset
  • Case Study : kasus-kasus riil di lapangan dan solusinya

Financial Statement Analysis

Deskripsi

Setelah perusahaan menyajikan laporan keuangan (financial statement), laporan keuangan banyak memberikan informasi yang bermanfaat bagi semua pihak apabila laporan keuangan tersebut dianalisis dengan baik dan benar.  Pelatihan ini membahas bagaimana cara menganalisis laporan keuangan.  Analisis laporan keuangan / financial statement analysis ini berisi prosedur, metoda, dan teknik analisis, serta menginterpretasikan hasil analisis tersebut.

 

Tujuan

Setelah mengikuti pelatihan analisis laporan keuangan atau financial statement analysis ini, peserta diharapkan mempunyai kemampuan untuk:

  1. Memahami arti penting laporan keuangan dalam pengambilan keputusan.
  2. Memahami kerangka dasar penyusunan dan penajian laporan keuangan serta bentuk-bentuk laporan keuangan.
  3. Menganalisis dan menginterpretasikan laporan keuangan dengan menggunakan teknik-teknik analisis yang tersedia.

Materi Training Financial Statement Analysis

Pemahaman terhadap laporan keuangan dan penganalisisannya

  • Pemahaman terhadap neraca
  • Pemahaman terhadap laporan laba rugi.
  • Pemahaman terhadap tujuan pelaporan keuangan.
  • Pentingnya analisis laporan keuangan bagi perusahaan dan pihak luar.

Analisis rasio-rasio keuangan

  • Rasio likuiditas: current ratio dan quick acid test ratio
  • Rasio leverage: debt to total assets dan debt to total equity
  • Rasio aktivitas: perputaran assets, perputaran persediaan dan piutang
  • Rasio profitabilis: profit margin, return on investment, dan return on equity.

Analisi trend

  • Analisis index
  • Analisis common size
  • Trend linear, parabolik, dan eksponensial.

Laporan sumber dan penggunaan dana

  • Laporan sumber dan penggunaan dan “dasar”
  • Laporan sumber dan penggunan dana “penyesuaian”

Laporan aliran kas: kas masuk dan kas keluar

  •  Aliran kas pada kegiatan operasi
  • Aliran kas pada kegiatan investasi
  •  Aliran kas pada kegiatan pembelanjaan.

Kursus Akuntansi & Praktek Program Accurate

Deskripsi Kursus Akuntansi & Praktek Program Accurate

Program Aplikasi pekerjaan di dunia Kerja ini berkonsep dasar Pelatihan Berbasis Latihan dalam menyusunan laporan keuangan yang mengacu kepada prinsip akuntansi. Pelatihan ini memberikan penjelasan mengenai fitur-fitur dasar akuntansi secara praktek dengan formulir-formulir bukti kas pengeluaran, voucher,sus kwitansi, cek,giro, dll serta praktek aplikasi dengan program accurate digunakan dalam pengelolaan pembukuan suatu bisnis atau perusahaan. Pembahasannya accurate antara lain membahas mengenai proses membuat dan membuka database, persiapan data awal menggunakan Quzy, siklus penjualan dan pembelian, fitur-fitur yang berkaitan dengan siklus penjualan & pembelian, pencatatan pendapatan dan beban, penginputan aktiva tetap dan yang terakhir adalah pembahasan mengenai kegiatan akhir bulan perusahaan serta Laporan Keuangan yang terdapat di accurate. Pelatihan diakhiri dengan ujian sebagai penentu pemberian sertifikat kelulusan  dan Ujian Kompetensi oleh Lembaga Sertifikasi Kompetensi.



Tujuan Kursus Akuntansi & Praktek Program Accurate

Kursus Akuntansi ini diharapkan menjadikan peserta :

  • Memperkuat pemahaman dasar akuntansi bagi kalangan mahasiswa dan karyawan.
  • Menjadikan karyawan yang kompeten dibidang administrasi, finance, accounting .
  • Calon Peserta SDM di bagian akuntansi/pembukuan
  • SDM yang akan ditempatkan di bidang akuntansi keuangan
  • Analis kredit/pembiayaan di lembaga keuangan/perbankan
  • Praktisi IT yang bergerak dalam pemrograman akuntansi
  • Manajer bidang lain yang ingin mengetahui akuntansi secara umum
  • Khalayak umum yang berminat untuk mempelajari akuntansi

Materi Kursus Akuntansi & Praktek Program Accurate

Kursus Akuntansi akan difokuskan pada pembahasan uji kompetensi dan aplikasi pekerjaan akuntansi dengan materi sebagai berikut :

    • Chart of Account
    • Akuntansi Kas & Bank, Kas Kecil
    • Pembelian,Penjualan,Persediaan,Jurnal,Buku Besar
    • Akuntansi Kewajiban dan Ekuitas
    • Penyusunan Neraca
    • Penyusunan Laporan Laba Rugi
    • Penyusunan Laporan Arus Kas
    • Penyusunan Laporan Perubahaan Ekuitas
    • Dasar Analisa Laporan Keuangan