Daily Archives: Desember 14,

TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE

DESKRIPSI TRAINING TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE

Peningkatan keandalan (reliabilitas) operasi sangat dipengaruhi oleh perawatan dan pemeliharaan mesin dan peralatan secara terpadu, baik perawatan secara prediktive (predictive maintenance) maupun korektif (corective maintenance). Mesin atau alat-alat produksi yang beroperasi secara terus menerus tanpa perawatan akan menyebabkan umur teknis dan ekonomisnya menjadi berkurang. Maka dari itu para teknisi atau bagian maintenance perlu melakukan perawatan secara berkala agar tidak mengurangi produktivitas yang dihasilkan dan tidak mengganggu jalannya proses produksi. Melihat hal tersebut, konsep Total Productivity Maintenance (TPM) dianggap cocok untuk digunakan dalam rangka memaksimalkan produktivitas dari peralatan seumur hidup dan akan memperpanjang umur peralatan.

TUJUAN & MANFAAT TRAINING TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE

Dengan mengikuti training ini diharapkan peserta dapat memahami dan mengaplikasikan manajemen perawatan dan pemeliharaan alat-alat produksi sesuai dengan prosedur kerja secara  efektif dan efisien.

MATERI TRAINING TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE

1. Pengantar dan Konsep dasar

  • Definisi Total Productive Maintenance (TPM)
  • Manfaat Total Productive Maintenance (TPM)

2. Bagaimana pengaplikasian Total Productive Maintenance (TPM)

3. Prosedur dan Proses Total Productive Maintenance (TPM)

  • Basic activities of TPM
  • Implementation and developing TPM
  • Autonomous maintenance
  • Planned Maintenance

4.Pengertian Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan bagaimana cara       pengukurannya

5. Studi Kasus dan diskusi

Iklan

Piping Engineering and Plant Design

Deskripsi Training Piping Engineering and Plant Design

Rekayasa dan proses pembagunan memerlukan upaya tim . Plant Design dan Pipe Engineering merupakan bagian utama dari upaya desain dan usaha. Tujuannya untuk merancang fasilitas pabrik yang aman dengan biaya yang efektif.

 

Tujuan Training Piping Engineering and Plant Design

Setelah selesai mengikuti training ini, peserta diharapkan akan memahami tentang desain pipa dan desain pabrik sehingga dapat menerapkannya

 

Materi Training Piping Engineering and Plant Design

  1. Material selection considerations
  2. Fittings, Flanges and Gaskets
  3. Valve functions, types and selection procedure
  4. Loads and Stress
  5. Pressure design of components
  6. System layout considerations
  7. Piping supports and restraints
  8. Piping Flexibility
  9. Design information required for piping stress analys
  10. Criteria for equipment nozzle loads
  11. Fabrication, assembly, erection, inspection, and testing
  12. Other Considerations
  • Non Metalic piping
  • Category M Fluid service
  • High pressure piping
  1. Case and study

 

Knowledge for Drilling and Production Operations

Deskripsi Kursus Material Knowledge for Drilling and Production Operations

Training ini akan membahas mengenai hal-hal yang perlu diketahui dalam pengeboran dan produksi migas.

 

Tujuan Kursus Material Knowledge for Drilling and Production Operations

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami pengertian material secara umum dan material-material dalam industri migas
  2. Memahami komponen-komponen dasar material pemboran dan produksi
  3. Memahami karakteristik dari masing-masing material pemboran dan produksi
  4. Memahami dasar perencanaan dan pemilihan material pemboran dan produksi secara praktis
  5. Melakukan perhitungan-perhitungan dalam perencanaan material pemboran dan produksi
  6. Menentukan kualitas material pemboran dan produksi secara tepat sesuai dengan standar yang baku

 

Materi Kursus Material Knowledge for Drilling and Production Operations

  • Introduksi Material Knowledge
    • Jenis-jenis material
    • Material dalam industri migas
  • Introduksi Teknik Produksi
  • Material Logam
  • Perencanaan Pengeboran sumur
  • Komponen-komponen Rig
  • Vertical Well Drillstring Design
  • Lumpur Pemboran, casing, semen
  • Inflow Performance Relationship
  • IPR for Artificial Lift
  • Well Completion
  • Artificial Lift Equipment
  • Peralatan Bawah Permukaan
  • Surface Facilities

Quality Control Engineer for Oil and Gas Company

Overview Training  Quality Control Engineer

Mutu adalah kesesuaian antara pekerjaan yang dilakukan dengan persyaratan (requirements). Suatu pekerjaan disebut bermutu jika sesuai dengan gambar, spesifikasi dan berfungsi dengan baik. Mutu sangat penting karena sudah menjadi tuntutan, yaitu diperolehnya hasil pekerjaan yang aman dan nyaman digunakan. Hasil pekerjaan yang tidak memenuhi persyaratan akan sangat merugikan karena dapat menyebabkan pekerjaan ulang (rework), hasil yang tidak awet bahkan dapat membahayakan. Penyimpangan mutu juga dapat berujung pada masalah hukum yang tentunya tidak diinginkan oleh semua pihak. Agar para pengelola proyek mendapatkan pemahaman  secara komprehensif tentang manajemen mutu , maka training ini didesign agar peserta  dapat menyusun rencana mutu, mengawasi pelaksanaan pekerjaan, mengetahui tes-tes mutu yang biasa dilakukan, dan dapat memberikan rekomendasi untuk mencapai hasil pekerjaan yang bermutu.

 

Tujuan

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat:

  1. Memahami tentang manajemen mutu pekerjaan oil and gas company.
  2. Menyusun rencana mutu, mengawasi pelaksanaan pekerjaan, mengetahui tes-tes mutu yang biasa dilakukan, dan dapat memberikan rekomendasi untuk mencapai hasil pekerjaan yang bermutu.
  3. Mengikuti sertifikasi Quality Control Engineer for Oil and Gas Company.

 

Materi

  1. Tugas dan tanggungjawab Quality Control Engineer for Oil and Gas Company.
  2. Dokumen kontrak, persiapan pekerjaan dan metode kerja
  3. Membuat rencana mutu, mengendalikan pemeriksaan mutu, alat ukur/ pengujian mutu
  4. Permasalahan hukum akibat kegagalan mutu
  5. Pengujian mutu pada material stainless steel, baja, nitrogen, HES
  6. Project schedule material stainless steel, baja, nitrogen, HES
  7. Piping Vessel, Electrical Hipot
  8. Uji Mutu Untuk Material Liquid, Gas, Hydraulic
  9. Studi Kasus

Korosi dalam Industri Minyak dan Gas Bumi

Deskripsi :

Industri  minyak  dan  gas,  terutama  mengenai  eksplorasi,  operasi  produksi,  operator lapangan  biasanya  ingin  memiliki  pasokan  minyak  dan  gas  bumi  yang  tidak  terputus  ke  titik eksport  atau  pengolahan. Pipa-pipa  dan  komponen  perlengkapan  dari  lining  akan mengalami  degradasi  material  dengan  berbagai  kondisi  dari  sumur  akibat  perubahan komposisi  fluida,  souring  sumur  selama  periode  tertentu,  perubahan  kondisi  operasi  tekanan dan  suhu. Dalam  sebuah  industri  migas, korosi  merupakan  problematika  yang  sering  terjadi.  Berbagai  macam  cara  dalam mengendalikannya.  Korosi yang terjadi pada industri minyak dan gas umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitusuhu dan tekanan yang tinggi, adanya gas korosif (CO2 dan H2S), air yang terproduksi dari dalam sumur dan adanya aktifitas bakteri. Degradasi  material  menyebabkan  penurunan  sifat  mekanis  seperti  kekuatan, keuletan,  kekuatan  impak,  menyebabkan  loss  of  materials,  pengurangan  ketebalan  dan pada akhirnya  mengalami  kegagalan. Dari beberapa faktor utama tersebut, sekarang ini pengendalian korosi sangat bertumpu pada aktifitas monitoring dan kontrol terhadap gas korosif serta dasar pemilihan peralatan yang digunakan, karena faktor lainnya merupakan parameter tingkat produksi yang pengendaliannya akan berdampak terhadap produktifitas dari fasilitas minyak dan gas.

Tujuan :

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat :

  • Mengetahui dan memahamimekanisme terjadinya korosi pada industri mntak dan gas bumi
  • Mengetahui dan memahami dasar pemilahan material dalam penggunaanya di Industri migas
  • Memahami metode pemamtauan dan pengukuran korosi
  • Memahami metode untuk pengendalian korosi
  • Mampu meghitung dan memprediksi kecepatan korosi yang terjadi pada material yang digunakan.

Materi  Korosi dalam Industri Minyak dan Gas Bumi: 

  • Pendahuluan mengenai korosi
  • Pengujian dan evaluasi bahan industri
  • Diagram fasa sebagai dasar metalografi
  • Mekanisme dan faktor-faktor penyebab terjadinya korosi
  • Metode pemantauan, pemeriksaan dan pengukuran korosi
  • Teknologi pengendalian dan pencegahan korosi
  • Perhitungan dan prediksi kecepatan terjadinya korosi pada suatu material berdasarkan studi kasus

Electro Technical Officer

Deskripsi Training Electro Technical Officer

Electro technical officer (ETO) adalah engineer officer yang bekerja di bawah ampuan Chief Engineer, yang mempunyai kualifikasi hampir sama dengan engineer namun mempunyai pengetahuan yang lebih besar mengenai beragam sistem listrik dan elektronik modern.ETO bertanggung jawab atas pemeliharaan dan perbaikan semua peralatan listrik dan elektronik, instalasi dan mesin, juga termasuk komunikasi radio dan alat bantu navigasi elektronik.

Tujuan dan Manfaat Pelatihan Electro Technical Officer

Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat memahami tanggung jawab sebagai seorang electro technical officer.

Materi Training Electro Technical Officer

  1. Mathematics for Electrical Engineer
  2. Applications of Power Electronics
  3. Electrical & Electronic Principles & Systems
  4. Engineering Science
  5. Marine & Business Management for ETO’s
  6. Electronic Control Principles
  7. Operation & Maintenance of Electrical Plant
  8. Marine Navigation System Fault Diagnosis
  9. Radio Communications
  10. Marine Navigation Systems

TURBINE HEAT RATE LOSSES ANALYSIS

DESKRIPSI TRAINING TURBINE HEAT RATE LOSSES ANALYSIS

Steam Turbine merupakan pembangkit energi siap pakai yang memiliki posisi krusial pada mata rantai proses industri. Kompetensi yang baik serta kesiapan para pelaku lapangan merupakan suatu keharusan untuk menghadapi terjadinya problem-problem yang mungkin timbul. Salah satu caranya adalah dengan memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan pada setiap personel yang terkait mengenai Turbine Heat Rate Losses Analysis untuk lebih menjamin keberhasilan sasaran industri yang bersangkutan.

TUJUAN TRAINING TURBINE HEAT RATE LOSSES ANALYSIS

Pelatihan ini diselenggarakan dengan tujuan agar peserta dapat memahani cara kerja, fungsi, dan klasifikasi turbin uap.

MATERI TRAINING TURBINE HEAT RATE LOSSES ANALYSIS

  1. Teori & konsep dasar Steam Turbine (turbin uap)
  2. Tingkat keadaan termodinamika uap
  3. Komponen utama turbin uap, fungsi dan prinsip kerjanya
  4. Komponen-komponen pembantu, fungsi dan prinsip kerjanya
  5. Energy conversion steam turbine
  6. Prinsip pemindahan energy
  7. Fluids flow in steam turbine
  8. Pembangkitan daya
  9. Parameter operasi turbin uap
  10. Steam turbine performance
  11. Pengoperasian steam turbine
  12. Kendala-kendala operasi
  13. Operasi
  14. Kerugian pada turbin
  15. Prestasi turbin uap
  16. Pengontrolan turbin
  17. Pelumasan turbin
  18. Kecepatan putar kritis
  19. Instalasi turbin dan sistem turbin
  20. Kemerosotan turbin uap
  21. Perawatan : routine, terjadwal, break-down
  22. Troubleshooting
  23. Optimum turbine design evaluation of proposed efficiency improvements
  24. Steam path audit techniques to reduce repair and replacement cost

POWER DISTRIBUTION SYSTEM

DESKRIPSI TRAINING POWER DISTRIBUTION SYSTEM

“Your Power Distribution System is your backbone”. Istilah ini sering atau mungkin pernah kita dengar sebelumnya. Sayangnya , masih banyak prinsip yang diterapkan  “jika tidak rusak, tidak perlu memperbaikinya”, akibatnya banyak perusahaan, khususnya pada departemen pemeliharaan, rutin membuat perbaikan darurat dengan biaya yang berlebihan, dan mungkin perusahaan Anda juga pernah atau sedang berada dalam situasi seperti ini. Diperlukan adanya prosedur-prosedur efeketif untuk menangani hal ini.
Yang menjadi perhatian lagi, proteksi pada Power Distribution System juga menjadi hal yang penting dan memerlukan pemahaman khusus berkaitan dengan system faults (kesalahan-kesalahan sistem), pendeteksian yang efektif, dan sistem keamanan. Pelatihan ini menyajikan gambaran menyeluruh dan sistematis tentang konsep dan prinsip-prinsip operasi, karakteristik, dan aplikasi skema perlindungan untuk berbagai elemen sistem tenaga listrik, dimulai dengan gambaran kesalahan daya sistem, perhitungan hubungan singkat (short circuit calculations), komponen skema proteksi sistem tenaga listrik, serta sesi penuh pada relay berbasis mikroprosesor dan aplikasi mereka.

TUJUAN TRAINING POWER DISTRIBUTION SYSTEM
Setelah selesai mengikuti pelatihan ini, diharapkan akan memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada peserta tentang prinsip kerja sistem dan peralatan yang berkaitan dengan distribusi dan keselamatan, dimana prinsip koordinasi dalam sistem control dan sistem proteksi dan evaluasi menggunakan sistem koordinasi dan digital sistem koordinasi relay dengan perhitungan arus hubung singkat secara manual maupun melalui software EDSA.

MATERI TRAINING POWER DISTRIBUTION SYSTEM

  • Gambaran Umum: Komponen Tenaga Listrik dan Fungsinya
  • Karakteristik Beban: Klasifikasi Beban.
  • Protection of electrical distribution system.
  • Jaringan Distribusi.
  • Bentuk Jaringan
  • Level Tegangan
  • Pembebanan Regulasi
  • Grounding System
  • Transformator Distribusi: Tipe-Tipe Transformator
  • Lightning & Transformer Protection
  • Generator & Motor Protections
  • Components of Power System Protection Schemes
  • Co-ordination of Electrical Protection Systems
  • Feeder Overcurrent Protection
  • Pengaturan Tegangan.
  • Tegangan Spread
  • Tegangan Utilisasi
  • Tegangan Zone
  • Feeder-Feeder
  • Metode Peningkatan tegangan.
  • Metode Peningkatan Tegangan dan Faktor Daya.
  • Aplikasi Kapasitor Pada Sistem Distribusi
  • Karakteristik Operasi Sistem Distribusi: Karateristik Arus & Tegangan Sistem Distribusi
  • Fenomena Harmonik pada Sistem Distribusi: Harmonik pd Sistem Berbeban Non Linier
  • Short Circuit Theory
  • Fault Studies
  • Power System Faults
  • Symmetrical and unsymmetrical fault.
  • Short circuit capability.
  • Selection and setting relay coordination.
  • High voltage testing, relay setting and fault simulation using Power System Simulator (PSS) equipment.
  • Short circuit calculation using Electrical Distribution & Transmission System Analysis (EDSA).

TRAINING BOILER

DESKRIPSI TRAINING BOILER

Boiler dalam bidang industri bermanfaat sebagai mesin pemanas, pengering, pengawet proses, maupun pembangkit energi. Boiler merupakan mesin konversi energi yang berfungsi mengubah energi kimia bahan bakar menjadi energi uap atau bejana tertutup dimana panas pembakaran dialirkan ke air sampai terbentuk air panas (uap). Air panas pada tekanan tertentu kemudian digunakan untuk mengalirkan panas ke suatu proses. Karena segi manfaat boiler yang sedemikian besar, maka boiler harus selalu di-maintenance dengan baik agar tidak terjadi penurunan fungsi yang serius sehingga menimbulkan kerusakan dan kerugian bagi perusahaan. Oleh karenanya harus didukung tenaga teknis yang kompeten, yang memiliki pemahaman yang komprehensif tentang prosedur, aspek yang fundamental dan teknis yang terkait dengan operasi, maintenance dan troubleshooting boiler. Kemampuan tersebut sudah tentu dapat membantu perusahaan mereduksi terjadinya down time dan dapat meningkatkan keuntungan baik dari segi produksi maupun dari umur mesin yang lebih panjang. Untuk meningkatkan kemampuan tersebut, dapat diperoleh melalui program pelatihan ini.

TUJUAN TRAINING BOILER

Melalui pelatihan ini diharapkan akan dapat menambah wawasan dan aplikasi para peserta dalam memahami boiler secara menyeluruh sehingga para peserta dapat:

  • Memahami  saling  keterkaitan  antara  komponen-komponen alat pada boiler dan fungsionalitasnya;
  • Memahami boiler dari sisi operasi, maintenance dan troubleshooting;
  • Mengantisipasi akibat  yang  mungkin  terjadi dengan adanya perubahan-perubahan yang sengaja atau tidak sengaja dilakukan.

MATERI TRAINING BOILER

  1. Pengantar: Ruang Lingkup Boiler
  2. Keselamatan dan Kesehatan Kerja
  • Dasar-dasar K3 dan P3K
  • Peraturan perundangan pesawat uap (UU 1 thn 1970, UU & Peraturan Uap 1930, Permenaker No. 01/Men/1988)
  1. Pinsip Kerja Boiler
  2. Komponen Boiler dan Alat Pengaman
  3. Cara mengoperasikan Boiler
  4. Fungsi dan cara kerja instrumen Boiler
  5. Bahan bakar, Proses pembakaran, dan Bunner
  6. Sistem udara dan gas asap (flue gas)
  7. Sistem tarikan api (draft system)
  8. Sistem air dan uap
  9. Proses penguapan air
  10. Sistem alat pengaman dan regulasi
  11. Operasi boiler (preparation, start-up and shut-down)
  12. Tindakan aman (never and always)
  13. Water treatment
  14. Kemerosotan Boiler
  15. Perawatan dan Management Perawatan Boiler
  16. Troubleshooting
  17. Diskusi

Programmable Logic Controller (PLC) Allen Bradley

Deskripsi Training Programmable Logic Controller (PLC) Allen Bradley

Programmable Logic Control (PLC) merupakan sistem terkomputerisasi yang digunakan untuk otomatisasi proses elektromekanis, seperti kontrol mesin di jalur perakitan pabrik, wahana hiburan atau instalasi lampu pencahayaan. Tidak seperti komputer untuk keperluan umum, PLC dirancang untuk sistem pengaturan beberapa input dan output, memperpanjang tingkat suhu, proteksi terhadap gangguan listrik dan ketahanan terhadap getaran. Pelatihan ini akan membahas mengenai kegunaan dari Allen Bradley Control Logic dan bagaimana control logic ini dapat deprogram menggunakan software RSLogix 5000. Tampilan RS Logix 5000 yang fleksibel memudahkan pengguna dalam mempelajari fungsi dasarnya.

 

 

 

Tujuan Training Programmable Logic Controller (PLC) Allen Bradley

  1. Peserta mengetahui proses operasi Allen Bradley Control Logix
  2. Peserta mengetahui implementasi dari Allen Bradley Control Logic untuk dunia kerja
  3. Peserta mampu mengembangkan, memodifikasi dan memaintenance sistem control logic

 

Materi Training Programmable Logic Controller (PLC) Allen Bradley

  1. Allen Bradley ControlLogic Hardware
  2. General Features of the ControlLogix Family
  3. The RSlogix 5000 Programming Package
  4. Connecting to the PLC
  5. Selecting the correct PLC program
  6. Programming Instructions
  7. Copying, Changing and Storing the PLC programs
  8. Fault finding
  9. Off-line and On-line Mode
  10. Monitoring and Modifying Data Variables
  11. Forcing Variables
  12. Cross References
  13. Software Documentations
  14. Using Trends and Data Monitors
  15. Share data between Logix5550 controllers and acquiring insight into the producer/consumer model
  16. Program initialization routines
  17. Program fault handling routines
  18. Writing, Testing and Documenting PLC Program