Daily Archives: Desember 12,

MANAJEMEN RISIKO 31000 & ERM

Deskripsi

Saat ini risiko bisnis yang dihadapi oleh perusahaan semakin kompleks karena perubahan lingkungan internal dan eksternal perusahaan. Karenanya penerapan manajemen resiko secara terstruktur dan terintegrasi perlu dilakukan oleh perusahaan agar mampu menyesuaikan diri dalam lingkungan bisnis. Jika dapat dilaksanakan dengan baik, maka manajemen risiko menjadi kekuatan vital sehingga merupakan hal mendesak yang harus diterapkan perusahaan.

 

TUJUAN TRAINING MANAJEMEN RISIKO 31000 & ERM

  1. Memahami pentingnya manajemen risiko
  2. Memahami konsep mendasar tentang proses manajemen risiko
  3. Memahami ISO 31000
  4. Mengaplikasikan manajemen risiko diperusahaan

MATERI TRAINING MANAJEMEN RISIKO 31000 & ERM

  • ISO 31000 dan arsitekturnya
  • Konsep dasar risiko dan manajemen risiko
  • Struktur Pelaksana manajemen risiko
  • Alur proses Manajemen Risiko
  • Arsitektur Manajemen Risiko 31000
  • 11 Prinsip untuk mengelola risiko
  • Kerangka Kerja mengelola risiko
  • Proses untuk mengelola risiko
  • Identifikasi Risiko
  • Analisa dan Pengukuran Risiko
  • Probabilitas frekuensi dan severitas
  • Nilai risiko
  • Evaluasi risiko
  • Studi Kasus : PT RNI – Pupuk Pusri – PTP – Kementrian Keuangan – Perbankan umum dll

 

Iklan

PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPn) dan E-Faktur

DESKRIPSI

Membahas secara komprehensip dan mendasar mengenai Pajak Pertambahan Nilai (PPN) mulai dari tatacara penghitungan, pemotongan, dan pelaporannya berdasarkan aturan pajak terbaru.

 

TUJUAN

  • Membekali peserta dengan dasar-dasar peraturan yang berkaitan dengan Pajak Pertambahan Nilai  (PPN) mulai dari tatacara penghitungan, pemotongan, dan pelaporannya.
  • Membantu peserta dalam menyelesaikan berbagai masalah yang berkaitan dengan PPN yang mungkin dihadapi perusahaannya.

 

OUTLINE TRAINING PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPn) dan E-Faktur

  1. PER-16/PJ/2014 (20/06/2014) tentang Tata Cara Pembuatan Dan Pelaporan Faktur Pajak Berbentuk Elektronik
  2. PER-17/PJ/2014 (20/06/2014) tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor Per-24/Pj/2012 Tentang Bentuk, Ukuran, Tata Cara Pengisian Keterangan, Prosedur Pemberitahuan Dalam Rangka Pembuatan, Tata Cara Pembetulan Atau Penggantian, Dan Tata Cara Pembatalan Faktur Pajak
  3. KEP-136/PJ./2014 (20/06/2014) tentang Penetapan Pengusaha Kena Pajak Yang Diwajibkan Membuat Faktur Pajak Berbentuk Elektronik
  4. PENG-01/PJ.02/2014 (30/06/2014) tentang Faktur Pajak Berbentuk Elektronik (E-Faktur)
  5. PER-12/PJ./2014 tentang Tata Cara Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak Secara Jabatan Atas Pengusaha Kecil Pajak Pertambahan Nilai Tahun 2014
  6. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 197/PMK.03/2013 tentang Perubahan atas PMK Nomor 68/PMK.03/2010 Tentang Batasan Pengusaha Kecil Pajak Pertambahan Nilai
  7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 151/ PMK.011/2013 tentang Tata cara pembuatan & tata cara pembetulan atau penggantian Faktur pajak.
  8. PER-11/PJ/2013 tentang Perubahan atas Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-44/PJ/2010 Tentang Bentuk, Isi, Dan Tata Cara Pengisian Serta Penyampaian Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai (SPT Masa PPN). Benarkah dengan diterbitkannya peraturan ini, seluruh PKP badan wajib menggunakan e-SPT Masa PPN mulai masa pajak Juni 2013?
  9. PMK 38/PMK.011/2013 tentang Perubahan Nilai Lain Sebagai Dasar Pengenaan Pajak. Benarkah bahwa jasa freight forwarding yang didalam tagihan jasa pengurusan transportasi tersebut terdapat biaya transportasi (freight charges) saat ini dikenai pajak dari nilai lain?
  10. PER-24/PJ/2012 tentang Bentuk, Ukuran, Tata Cara Pengisian, Pemberitahuan dalam Rangka Pembuatan, Pembetulan/Penggantian dan Pembatalan Faktur Pajak, mulai berlaku 1 April 2013. Apakah peraturan ini merubah tata cara pembuatan Faktur Pajak?
  11. PER-08/PJ/2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor Per-24/PJ/2012 Tentang Bentuk, Ukuran, Tata Cara Pengisian Keterangan, Prosedur Pemberitahuan Dalam Rangka Pembuatan, Tata Cara Pembetulan Atau Penggantian, Dan Tata Cara Pembatalan Faktur Pajak serta SE- 15/PJ/2013. SE-52/PJ/2012 tentang Tata Cara Permohonan Kode Aktivasi dan Password serta Permintaan, Pengembalian, dan Pengawasan Nomor Seri Faktur Pajak.
  12. PMK No. 163/PMK.03/2012 tentang Batasan Kegiatan Pengenaan PPN atas Membangun Sendiri, yang mengubah luas bangunan dan menurunkan tarif PPN. Aturan PER-25/PJ/2012 yang menyebutkanbahwa penetapan secara jabatan saat ini ditentukan berdasarkan data nilai terendah data Harga Satuan Bangunan Gedung Negara (HSBGN).
  13. SE-48/PJ/2012 tentang Kebijakan Pelaksanaan Verifikasi. Apakah PKP dapat dicabut secara jabatan oleh Ditjen Pajak? Bagaimana supplier Anda termasuk yang PKP-nya dicabut secara jabatan?
  14. Serta beberapa peraturan lain seperti PER-10/PJ/2013, PMK 155/PMK.03/2012, PMK 238/PMK.03/2012, PMK 80/PMK.03/2012, PMK 82/PMK.03/2012, PMK 83/PMK.03/2012, PMK 84/PMK.03/2012, PMK 85/PMK.03/2012 sebagaimana telah diubah dengan (stdd) PMK 136/PMK.03/2012, PMK 122/PMK.03/2012 dan SE-47/PJ/2012.

HUKUM PERKREDITAN

DESKRIPSI HUKUM PERKREDITAN 

Bagi industri perbankan di Indonesia, kegiatan dibidang kredit masih sangat dominan dalam menentukan kelangsungan hidup bank tersebut. Lebih dari 70% keuntungan bank berasal dari penghasilan bunga atau bagi hasil atas kredit atau pembiayaan yang diberikan kepada debitur atau pengguna pembiayaan. Oleh karena itu performance dari sebuah bank berbanding lurus dengan performance loan dari bank yang bersangkutan. Performance loan ditentukan dari proses pemberian kredit atau pembiayaan kepada nasabah. Dalam proses pemberian kredit, pengawasan sampai pada tahapan penyelesaian kredit tersebut, aspek yang sangat mempengaruhi adalah aspek hukum. Tidak ada satu langkahpun dalam proses kredit atau pembiayaan, yang luput dari aspek hukum, sejak memulai dengan perikatan, setelah berlangsung dengan pengawasan sampai akhir dengan pelunasan. Training ini akan memberikan pemahaman mengenai dasar hokum mengenai kredit atau perkreditan beserta hal-hal lain yang berperan dalam suatu proses kredit atau pembiayaan bank terhadap nasabah.

 

TUJUAN HUKUM PERKREDITAN 

Setelah mengikuti training ini, diharapkan peserta dapat:

  • Memahami dasar hokum dalam proses kredit.
  • Memahami hukum-hukum yang  berperan dalam proses kredit.

MATERI HUKUM PERKREDITAN 

  1. Dasar hukum perkreditan
  2. Hukum dalam permohonan kredit dan jaminan kredit
  3. Hukum dalam perjanjian kredit dan Anggaran Kredit
  4. Hukum dalam Pengawasan Kredit dan penyelesaian kredit.
  5. Tanggung Jawab Perdata yang timbul dari Perjanjian dan Perikatan
  6. Kredit bermasalah dan Hukum dalam penyelesaian kredit bermasalah
  7. Alternatif penyelesaian hukum untuk piutang / kredit bermasalah
  8. Akibat hukum pernyataan pailit terhadap Agunan

PENUTUPAN DAN SERAH TERIMA PROYEK

DESKRIPSI PELATIHAN PENUTUPAN DAN SERAH TERIMA PROYEK

Kegiatan proyek merupakan kegiatan yang memiliki awal dan akhir yang tertentu dan seringkali tidak berulang. Manajemen proyek sangat dibutuhkan agar proyek dapat berjalan dengan baik dan mencapai target kualitas, waktu dan biaya serta safety. Fase penyelesaian proyek dan serah terima proyek kadangkala luput dari perhatian.    Banyak kegiatan yang dilakukan pada  masa penutupan dan penyerahan proyek antara lain penyelesaian kegiatan engineering dan konstruksi, penyelesaian financial dan akuntansi, laporan penutupan, uji coba,penyelesaian klaim,warranty dan guarranty,demobilisasi, penilaian prestasi dll. Training ini akan membahas kegiatan apasaja dan hal-hal apa saja yang perlu dilakukan pada masa penyerahan proyek.



TUJUAN PELATIHAN PENUTUPAN DAN SERAH TERIMA PROYEK

  • Memahami dan mampu melakukan  kegiatan yang dilakukan pada penutupan proyek dan handover proyek.

MATERI PELATIHAN PENUTUPAN DAN SERAH TERIMA PROYEK

1)      Deskripsi Manajemen Proyek

2)      Kegiatan teknis penutupan dan hand over proyek

3)      Penutupan Engineering dan konstruksi :

  • Penyerahan manual operasi dan pemeliharaan
  • Laporan penutupan
  • Gambar desain
  • Dokumen proyek
  • Uji coba  dan sertifikat penyelesaian operasi
  • Serah terima hasil proyek.

4)      Penutupan Finansial dan Akuntansi

  • Audit
  • Receivable
  • Laporan keuangan
  • Catatan Asset

5)      Penutupan terkait dengan pengadaan

  • Penyelesaian klaim
  • Warranty dan Guaranty
  • Penyediaan suku cadang

6)      Penutupan Organisasi dan Personalia

  • Demobilisasi
  • Penilaian prestasi

7)      Laporan Penutupan Proyek

  • Maksud Tujuan
  • Materi laporan

FINANCING ENERGY PROJECT & PROJECT STRUCTURING (EPC)

DESKRIPSI TRAINING FINANCING ENERGY PROJECT & PROJECT STRUCTURING (EPC)

Dalam project EPC dihadapakan beberapa pilihan dalam pembiayaan EPC. Masing – masing mempunyai karakteristik yang berbeda – beda. Penentuan metode pembiayaan yang tepat akan menjadikan EPC project efisien dan efektif. Yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan diantranya jangka waktu pembiayaan,  biaya transaksi, persyaratan pembayaran, kemudahan megakses modal, biaya modal dan dampak EPC pada suatu peringkat kredit suatu lembaga

TUJUAN TRAINING FINANCING ENERGY PROJECT & PROJECT STRUCTURING (EPC)

Peserta memahami tentang informasi konsep pembiayaan dalam EPC

MATERI TRAINING FINANCING ENERGY PROJECT & PROJECT STRUCTURING (EPC)

  1. Pembahasan untuk Kredit Bank
  2. Strategi Pembiayaan dan Metode Pengadaan
  3. Persyaratan Pemberian Pinjaman Komersial
  4. Persyaratan Lembaga Kredit Multirateral dan Ekspor
  5. Melihat Dokumen Proyek oleh pemberi pinjaman
  6. Keseimbangan Kebutuhan  Pemberi pinjaman dan harga kontrak
  7. Bahaya dari ketidakseimbangan Strategi Pembiayaan dan Pengadaan
  8. Evaluasi dan studi kasus

 

FINANCIAL MANAGEMENT – INTERMEDIATE

DESKRIPSI TRAINING FINANCIAL MANAGEMENT – INTERMEDIATE

Pelatihan ini merupakan pelatihan yang dirancang sebagai kelanjutan pelatihan Manajemen Keuangan Pengantar (Fundamental of Financial Management).  Topik pembahasan meliputi: 1) keputusan investasi dan 2) keputusan pembelanjaan.

 

TUJUAN TRAINING FINANCIAL MANAGEMENT – INTERMEDIATE

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu memahami konsep, metodologi, dan teknik dasar bagaimana manajer keuangan dalam melakukan pengambilan keputusan investasi dan pembelanjaan dalam perusahaan.

 

MATERI TRAINING FINANCIAL MANAGEMENT – INTERMEDIATE

  1. Capital Budgeting dan Pengestimasian Aliran Kas;
  2. Teknik Capital Budgeting
  3. Risiko dan Opsi Manajerial dalam Capital Budgeting
  4. Required Return dan Cost of Capital
  5. Leverage Operasi dan Finansial
  6. Struktur Modal
  7. Pasar Modal
  8. Undang-Undang Pasar Modal dan Cetak Biru Pasar Modal
  9. Obligasi dan Saham
  10. Term Loan dan Leases

WORKING CAPITAL

DESKRIPSI TRAINING WORKING CAPITAL

Pelatihan ini memberikan kepada peserta mengenai jenis-jenis modal kerja, bagaimana penentuan modal kerja dan pembelanjaannya. Lebih lanjut lagi dalam pelatihan manajemen modal kerja ini,  peserta akan diberi materi mengenai manajemen kas, manajemen, piutang, manajemen persediaan, yang semua itu adalah elemen-elemen yang ada di dalam manajemen modal kerja.  Setelah itu, peserta diberi materi bagaimana mengukur likuditas dan efektivitas modal kerja.

 

TUJUAN TRAINING WORKING CAPITAL

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu memahami mengenai:

  1. Jenis-jenis modal kerja dan bagaimana menentukan besarnya modal kerja dan membelanjainya.
  2. Bagaimana melakukan manajemen kas, manajemen piutang, dan manajemen persediaan.’
  3. Bagaimana melakukan manajemen kas, manajemen piutang, dan manajemen persediaan.

 

MATERI TRAINING WORKING CAPITAL

  1. Modal kerja dan pembelanjaannya
    • Pengertian modal kerja
    • Trade-off dalam pengambilan keputusan modal kerja
    • Kebijakan pembelanjaan modal kerja
    • Margin of safety
  2. Likuiditas dan efektivitas modal kerja
    • Pengukuran efektivitas modal kerja
    • Rasio keuangan untuk mengukur likuiditas dan efektivitas modal kerja
  3. Manajemen kas dan sekuritas
    • Motif-motif memegang kas
    • Tujuan manajemen kas
    • Metode mempercepat pengumpulan kas dan pengendalian pengeluaran kas
    • Variabel-variabel yang dipertimbangkan dalam investasi surat berharga
    • Model menentukan target saldo kas optimum.
  4. Manajemen Piutang
    • Penentuan standar kredit
    • Pelonggaran standar kredit
    • Pemberian diskon kredit dan temin kredit
    • Piutang tidak tertagih yang terjadi dalam kebijakan kredit
  5. Manajemen Persediaan
    • Persedian material/bahan baku
    • Persediaan barang dalam proses
    • Persediaan barang jadi
    • Konsep ABC
    • Konsep economic order quantity (EOQ)
    • EOQ dengan adanya potongan harga

Perencanaan Keuangan Islami

Deskripsi Training Perencanaan Keuangan Islami

Di jaman globalisasi sekarang ini, mengelola keuangan keluarga secara terarah dan islami nampaknya tidak begitu sederhana. Dalam praktiknya banyak sekali orang yang tidak mampu mengelolanya dengan baik. Bukan saja masalah besar atau kecilnya gaji atau penghasilan yang diterima, melainkan bagaimana membelanjakan uang yang ada secara modern, terarah dan sesuai dengan kebutuhan berdasarkan skala prioritas. Alokasi anggaran dan belanja keluarga (rumah tangga) yang tidak direncanakan dan dikelola dengan baik maka akan menimbukan risiko yang dapat menghancurkan kehidupan di masa datang. Hal tersebut tentu saja bukan sekedar masalah pribadi semata, tetapi baik secara langsung atau tidak langsung akan berpengaruh terhadap kinerja seseorang dalam bekerja di lingkungan kerjanya. Ketika penghasilan kita dari kebutuhan yang harus dipenuhi, maka kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhinya. Sementara itu, ketika penghasilan kita “berlebih”, maka perlu kita kelola agar lebih bermanfaat di masa yang akan datang seperti berkaitan dengan rencana asuransi yang akan dibeli, pajak yang dibayar dan warisan serta perencanaan pensiun yang akan dialami.

Training ini sangat diperlukan bagi para keluarga atau perusahaan keluarga yang ingin mengelola keuangannya secara islami, terarah dan menguntungkan, karena melalui training ini diharapkan memahami perencanaan keuangan keluarga yang meliputi perencanaan investasi, asuransi, pajak, pensiun dan warisan keluarga.

Tujuan Training Perencanaan Keuangan Islami

Training ini bertujuan untuk membekali peserta:

  1. Mengelola keuangan keluarga yang baik secara islami
  2. Mengelola investasi keluarga
  3. Merencanakan asuransi
  4. Mengelola pajak keluarga
  5. Merencanakan pension
  6. Mengelola pajak
  7. Merencanakan warisan untuk kesejahteraan keluarga dan ahli waris

Manfaat Training Perencanaan Keuangan Islami

Setelah mengikuti pelatihan ini, semua peserta akan memiliki kesadaran, pola fikir dan pola sikap hidup yang konstruktif terutama dalam hal pemanfaatan pendapatan keluarga, serta  mampu menggunakannya  sesuai alokasi dan peruntukan berdasarkan skala prioritas keluarga. Akhirnya para peserta akan tetap mampu bekerja secara produktif, fokus dan penuh loyalitas untuk mencapai sasaran dan target kehidupan yang direncanakan baik sebagai pribadi maupun anggota organisasi atau perusahaan.

Sasaran Training Perencanaan Keuangan Islami

Peserta training dapat berasal dari perorangan yang tertarik untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola keuangan keluarga secara baik. Peserta training dapat juga berasal dari berbagai perusahaan atau instansi yang memiliki cita–cita mulia agar para karyawannya bisa menggunakan gaji secara produktif, sehingga mereka tetap bisa bekerja penuh integritas. Training ini juga sangat baik bagi perusahaan yang akan menyiapkan pegawainya menghadapi masa pensiun atau purna tuga.

 

 

Materi Training Perencanaan Keuangan Islami

  • Materi training dikemas secara komprehensif yang meliputi:
  • Tujuan Membangun Keluarga
  • Membangun Pola Hidup ( Pola Fikir & Pola Sikap ) Keuangan yang Konstruktif
  • Prinsip dan Unsur – unsur Keuangan Keluarga
  • Menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Keluarga
  1. Memahami Pendapatan Tetap dan Tidak Tetap
  2. Perkiraan Alokasi Pengeluaran ( Daftar Pengeluaran )
  3. Penyisihan Tabungan
  4. Penyisihan Pembayaran Hutang / Cicilan
  5. Daftar Kebutuhan Primer (Pokok)
  6. Daftar Kebutuhan Sekunder (Tambahan)
  7. Daftar Kebutuhan Tersier (Rekreatif)
  8. Menggunakan alat pembayaran
  • Evaluasi Keuangan Secara Menyeluruh
  • Mengelola Investasi Keluarga
  • Merencanakan asuransi
  • Merencanakan warisan
  • Merencanakan dan mengelola pajak

Manajemen Perpajakan

Deskripsi Training Manajemen Perpajakan

Tidak sedikit perusahaan yang menganggap pajak sebagai biaya yang dapat menurunkan daya beli, cashflow dan return perusahaan, sehingga wajar bila kemudian pihak manajemen perlu menemukan strategi agar dapat dilakukan penghematan. Selama ini langkah penghematan dilakukan dengan memanfaatkan celah-celah dari undang-undang dan peraturan pajak (tax loophole). Hal ini memungkinkan dan dianggap sah sepanjang transaksi yang dilakukan masih dalam lingkup perpajakan yang berlaku. Oleh sebab itulah, agar perusahaan tidak terjebak pada penghindaran pajak (tax avoidance) yang illegal serta memiliki kecakapan manajerial dalam mengelola pajak maka mereka memerlukan penguasaan pada Manajemen Perpajakan (Tax Management).

Manajemen perpajakan dapat membantu untuk lebih efektif dan efesien dalam mengambil keputusan organisasi yang dapat mengurangi beban pajak yang ditanggung oleh perusahaan sehingga perusahaan dapat mencapai titik laba dan likuiditas yang optimal. Tujuan tersebut hanya akan dapat dicapai apabila fungsi-fungsi dari manajemen perpajakan di perusahaan dapat dilaksanakan, hal ini meliputi perencanaan pajak (tax planning), pelaksanaan kewajiban perpajakan (tax implementation), dan pengendalian pajak (tax control).

Tujuan Training Manajemen Perpajakan

  1. Memberikan pemahaman mendasar mengenai pentingnya manajemen perpajakan bagi perusahaan
  2. Memberikan pelatihan untuk memiliki ketrampilan dalam mengaplikasikan manajemen perpajakan di perusahaan
  3. Memberikan pelatihan untuk memiliki kecakapan problem solving pada persoalan pajak di perusahaan

Materi Training Manajemen Perpajakan

Ruang Lingkup Manajemen Perpajakan (Tax Management) :

  • Urgensi manajemen perpajakan bagi keuangan perusahaan
  •  Integrasi manajemen perpajakan pada kebijaksanaan perpajakan perusahaan (tax policy)
  • Alur kerja manajemen perpajakan ; perencanaan pajak (tax planning), pelaksanaan kewajiban perpajakan (tax implementation), dan pengendalian pajak (tax control)
  • Ketrampilan menganalisis informasi beban pajak perusahaan
  • Perancangan alternatif perencanaan manajemen perpajakan
  • Evaluasi pelaksanaan rencana manajemen perpajakan
  • Perbaikan model implementasi manajemen perpajakan

Manajemen Pajak untuk Pajak Penghasilan (PPh) Badan

  •  Subjek pajak badan
  •  Penghasilan kena pajak
  •   Aturan mendasar dalam menghitung pendapatan kena pajak
  • Penyusutan
  • Analisa biaya yang dapat dikurangi
  • Pemilihan alternatif dasar pembukuan dan tatacara pembukuan
  • Penjualan, tukar menukar, dan pengalihan aktiva
  • Penyertaan pada Perseroan Terbatas dalam Negeri
  • Strategi manajemen pajakan pada PPh Badan
  • Revaluasi Aktiva Tetap
  • Konfirmasi Kredit Pajak
  • Pengaruh pada kepemilikan hubungan istimewa
  • Rekonsiliasi Fiskal
  • Bentuk usaha tetap
  • Studi kasus persoalan pajak badan

Manajemen Perpajakan untuk Pajak Penghasilan (PPh)

  • Klasifikasi pajak penghasilan; PPh pasal 21, pasal 22, pasal 23, dan pasal 26
  • Objek dan bukan objek PPh
  • Tarif pajak dan strategi penghematan
  • PPh ditanggung perusahaan atau tunjangan pajak
  • Biaya jabatan dan pensiun
  • Tunjangan dan biaya perjalanan
  •  Ilustrasi perhitungan pajak PPh
  •  Pembuatan Faktur Pajak
  •    Studi kasus penyelesein persoalan PPh

Treasury Management

Deskripsi Training  Treasury Management

Unit kerja yang sangat spesifik, dengan jumlah yang sedikit dibanding dengan jumlah karyawan secara total disebut dengan treasury. Personil Treasury mempunyai tugas yang penting, salah satunya yaitu tugas untuk melaksanakan transaksi yang complicated dalam jumlah yang sangat besar. Meskipun berada dalam tekanan pekerjaan yang tinggi, personil Treasury tidak diperbolehkan untuk melakukan kesalahan sekecil apapun itu karena kesalahan yang dilakukan tersebut bisa berdampak sangat besar terhadap kredibilitas perusahaan. Saat ini, seiring perkembangan jaman yang menuntut tingkat persaingan antar perusahaan yang semakin ketat, maka fungsi serta pengelolaan treasury dirasakan semakin penting, terutama setelah melihat pasca krisis ekonomi dimana exposure dan risk management serta hedging strategy menjadi keputusan utama dan important bagi perusahaan.

 

Materi Training  Treasury Management

  1. Konsep Treasury Management
    • Konsep pengelolaan Likuidasi, Investasi, Trading dan Hedging.
    • Konsep pemilahan kegiatan kedalam front, middle dan back office serta proses build in control.
  2. Dampak Ekonomi Makro Tahun 2011 Terhadap Treasury Perusahaan
  3. Money Market
    • Tinjauan dan fungsi pasar uang,
    • Instrument pasar uang yang umum digunakan,
    • Pembentukan suku bunga pasar, Pricing dan Accruals
  4. Forex Market 
    • Tinjauan dan fungsi pasar Forex,
    • Pembentukan harga nilai tukar, analisa fundamental & technical, stop loss vs profit taking strategies.
  5. Capital Market
    • Tinjauan dan fungsi pasar surat berharga (Debt Market)
    • Konsep investasi & trading,
    • Pembentukan harga pasar,
    • Rating analysis,
    • Proses penerbitan surat hutang (Debt Instrument)
  6. Treasury Risk Management
    • Konsep treasury risk management,
    • risk classifications (Interest Rate Risk,
    • Exchange Risk, Liquidity Risk, Credit Risk, Market Risk, Operational & Reputation Risk), Value at Risk (VAR)
  7. Peran Treasury dan Keterkaitannya dengan Risiko 
  8. Cash Flow Management 
    • Konsep Liquidity Management,
    • gap management,
    • balance-sheet management dan capital planning berdasarkan pendekatan Asset Liability Management (ALM)
  9. Operational & Settlement
    • Konsep pendekatan operasional dari fungsi sebagai  payment agent, administration & settlement.

MANAJEMEN ASET BERBASIS TEKNOLOGI

DESKRIPSI TRAINING MANAJEMEN ASET BERBASIS TEKNOLOGI

Aset  adalah barang atau benda yang terdiri dari benda tidak bergerak dan benda bergerak baik yang berwujud (tangible) dan tidak berwujud (intangible) yang tercakup dalam aktiva/kekayaan perusahaan. Pengelolaan Aset (kekayaan) Perusahaan merupakan hal yang sangat penting karena  untuk memantau dan menghitung serta memanfaatkannya  secara optimal. Manajemen asset berfungsi untuk informasi perjalanan asset secara keseluruhan, memuat berapa banyak aset dan biayanya, pemanfaatan, kondisi dan pemeliharaan serta lokasi penyimpanan.Hal ini juga berfungsi untuk  mencegah dari hilangnya asset, perhitungan pajak dan depresiasi. Training ini akan membahas implementasi manajemen asset berbasis teknologi informasi sejak pengadaan, recording dan labeling, pemakaian , monitoring, auditing dan reporting. Aplikasi system informasi manajemen asset akan dibahas disertai case study.

TUJUAN TRAINING MANAJEMEN ASET BERBASIS TEKNOLOGI

  1. Membekali peserta implementasi sistem informasi manajemen aset di Perusahaan tempat bekerja
  2. Menjelaskan kepada peserta mengenai pentingnya pengelolaan aset dilakukan secara profesional dan terintegrasi.
  3. Membekali peserta terkait dengan pengelolaan aset secara terintegrasi mulai dari planning, pengadaan, verifikasi, pencatatan, layout, pergudangan, pemeliharaan, sistem informasi aset, serta monitoring dan evaluasi.
  4. Membekali peserta metode pengambilan keputusan dalam pengelolaan aset, sehingga lebih efisien, mengurangi pemborosan/kerugian,  mencegah hilangnya aset serta mecegah konflik karena aset.

MATERI TRAINING MANAJEMEN ASET BERBASIS TEKNOLOGI

  • Konsep Dasar Manajemen Aset dan Ruang lingkup Manajemen Aset berbasis teknologi
  • Perencanaan Manajemen Aset:
  1.  Prosedur perencanaan kebutuhan aset  dan  penganggarannya
  2. Pengadaan Aset (Procurement): sistem dan prosedur pengadaan aset : swakelola/ outsourcing, penyimpangan dalam pengadaan, pengawasan pengadaan, formulir –formulir prosedur pengadaan.
  • Kodifikasi dan Sistem informasi Asset: Perencanaan kodifikasi dan SIM
  • Administrasi dan Database Asset
  1. Ideal Filing system
  2. Integrated Coding system
  3. Asset mapping
  4. Peminjaman sementara dan pengembalian
  • Pemakaian dan Pemeliharaan Asset
  1.  Equipment maintenance
  2.  Inventory monitoring
  3. Building  management
  4. Check list perawatan dan pemeliharaan asset
  5. Automatic reminder system
  • Pemeriksaan  dan Audit Asset
  1.  Asset allocation analysis
  2. Prosedur audit asset
  3. Pemeriksaan komprehensif dan berkala
  4. Form audit asset
  • Arsitektur System Asset Management
  1. Arsitektur model Asset Management
  2.  Konfigurasi hardware dan software
  3. Keterkaitan Asset Management dengan ERP dan system perusahaan
  4. Fleksibilitas pengembangan system
  • Software Asset Management
  1. Identifikasi calon Vendor
  2. Evaluasi harga penawaran
  3. Evaluasi features dan spesifikasi software
  4. Seleksi dan evaluasi kapasitas calon Vendor
  5. Terms and condition
  •  Penerapan Barcode, RFID, dan GPS
  1. Otomatisasi asset label berbasis barcoding atau RFID
  2. Perbandingan Label konvensional versus label Barcoding atau RFID
  3. Penggunaan GPS tracking untuk monitoring mobile asset
  4. Analisa biaya investasi
  5. Analisa manfaat otomatisasi asset management
  • Asset Mapping dan Asset Tracking
  1.  Asset mapping dalam skema building management
  2. Asset mapping dalam skala jaringan perusahaan
  3. Asset tracking
  4.  Konfigurasi system and how its works
  •  Admin Menu
  1. Menu administrator
  2. Menu user internal
  3. Menu member Vendor
  •  Security system  dan Audit
  1.  Keamanan system
  2. Open sources dan resikonya
  3. Kontrol dan proteksi system
  4. Level akses user
  5.  e-Audit