Daily Archives: Desember 10,

Manajemen Perpajakan

Deskripsi Training Manajemen Perpajakan

Tidak sedikit perusahaan yang menganggap pajak sebagai biaya yang dapat menurunkan daya beli, cashflow dan return perusahaan, sehingga wajar bila kemudian pihak manajemen perlu menemukan strategi agar dapat dilakukan penghematan. Selama ini langkah penghematan dilakukan dengan memanfaatkan celah-celah dari undang-undang dan peraturan pajak (tax loophole). Hal ini memungkinkan dan dianggap sah sepanjang transaksi yang dilakukan masih dalam lingkup perpajakan yang berlaku. Oleh sebab itulah, agar perusahaan tidak terjebak pada penghindaran pajak (tax avoidance) yang illegal serta memiliki kecakapan manajerial dalam mengelola pajak maka mereka memerlukan penguasaan pada Manajemen Perpajakan (Tax Management).

Manajemen perpajakan dapat membantu untuk lebih efektif dan efesien dalam mengambil keputusan organisasi yang dapat mengurangi beban pajak yang ditanggung oleh perusahaan sehingga perusahaan dapat mencapai titik laba dan likuiditas yang optimal. Tujuan tersebut hanya akan dapat dicapai apabila fungsi-fungsi dari manajemen perpajakan di perusahaan dapat dilaksanakan, hal ini meliputi perencanaan pajak (tax planning), pelaksanaan kewajiban perpajakan (tax implementation), dan pengendalian pajak (tax control).

Tujuan Training Manajemen Perpajakan

  1. Memberikan pemahaman mendasar mengenai pentingnya manajemen perpajakan bagi perusahaan
  2. Memberikan pelatihan untuk memiliki ketrampilan dalam mengaplikasikan manajemen perpajakan di perusahaan
  3. Memberikan pelatihan untuk memiliki kecakapan problem solving pada persoalan pajak di perusahaan

Materi Training Manajemen Perpajakan

Ruang Lingkup Manajemen Perpajakan (Tax Management) :

  • Urgensi manajemen perpajakan bagi keuangan perusahaan
  •  Integrasi manajemen perpajakan pada kebijaksanaan perpajakan perusahaan (tax policy)
  • Alur kerja manajemen perpajakan ; perencanaan pajak (tax planning), pelaksanaan kewajiban perpajakan (tax implementation), dan pengendalian pajak (tax control)
  • Ketrampilan menganalisis informasi beban pajak perusahaan
  • Perancangan alternatif perencanaan manajemen perpajakan
  • Evaluasi pelaksanaan rencana manajemen perpajakan
  • Perbaikan model implementasi manajemen perpajakan

Manajemen Pajak untuk Pajak Penghasilan (PPh) Badan

  •  Subjek pajak badan
  •  Penghasilan kena pajak
  •   Aturan mendasar dalam menghitung pendapatan kena pajak
  • Penyusutan
  • Analisa biaya yang dapat dikurangi
  • Pemilihan alternatif dasar pembukuan dan tatacara pembukuan
  • Penjualan, tukar menukar, dan pengalihan aktiva
  • Penyertaan pada Perseroan Terbatas dalam Negeri
  • Strategi manajemen pajakan pada PPh Badan
  • Revaluasi Aktiva Tetap
  • Konfirmasi Kredit Pajak
  • Pengaruh pada kepemilikan hubungan istimewa
  • Rekonsiliasi Fiskal
  • Bentuk usaha tetap
  • Studi kasus persoalan pajak badan

Manajemen Perpajakan untuk Pajak Penghasilan (PPh)

  • Klasifikasi pajak penghasilan; PPh pasal 21, pasal 22, pasal 23, dan pasal 26
  • Objek dan bukan objek PPh
  • Tarif pajak dan strategi penghematan
  • PPh ditanggung perusahaan atau tunjangan pajak
  • Biaya jabatan dan pensiun
  • Tunjangan dan biaya perjalanan
  •  Ilustrasi perhitungan pajak PPh
  •  Pembuatan Faktur Pajak
  •    Studi kasus penyelesein persoalan PPh
Iklan

MANAJEMEN KEUANGAN LANJUTAN

DESKRIPSI TRAINING MANAJEMEN KEUANGAN LANJUTAN

Pelatihan ini dirancang untuk para peserta yang telah mengikuti pelatihan Manajemen Keuangan Menengah (Intermediate Financial Management). Topik pembahasan meliputi: 1)  keputusan kebijakan dividen, 2) sekuritas konversi dan waran, 3) merger dan akuisisi, dan 4) manajemen risiko.

TUJUAN TRAINING MANAJEMEN KEUANGAN LANJUTAN

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu memahami permasalahan-permasalah yang komplek dan spesifik di bidang manajemen keuangan seperti masalah kebijakan dividen, sekuritas konversi dan waran, masalah yang berkaitan dengan merger dan akuisisi, dan juga permasalahan pada manajemen risiko.

 

MATERI TRAINING MANAJEMEN KEUANGAN LANJUTAN

Kebijakan Dividen :

  • Kebijakan dividen sebagai residu pasif
  •  Sinyal atau isyarat yang timbul pada pemberian dividen
  •  Kebijakan dividen stabil.

Sekuritas konversi dan waran

  • Obligasi konversi
  •  Waran

Merger dan Akuisisi

  • Merger vertical
  • Merger horizontal
  • Merger konglomerat
  •  Konsolidasi

Manajemen risiko

  • Jenis risiko
  • Keterkaitan bisnis dengan risiko
  • Risiko yang dapat diasuransikan.

Manajemen Risiko

Deskripsi Training Manajemen Risiko

Aktivitas perusahaan senantiasa dihadapkan pada risiko-risiko yang berkaitan erat dengan fungsinya untuk menciptakan nilai bagi para stakeholder. Pesatnya perkembangan lingkungan internal dan eksternal perusahaan menyebabkan semakin kompleksnya risiko bisnis. Agar mampu beradaptasi dengan lingkungan bisnis, penerapan manajemen risiko secara formal, terstruktur dan terintegrasi merupakan keharusan bagi perusahaan. Jika dilaksanakan dengan baik, manajemen risiko menjadi kekuatan vital bagi corporate governance, sehingga merupakan hal mendesak yang harus diterapkan perusahaan.



Tujuan Training Manajemen Risiko

  1. Pemahaman pentingnya manajemen risiko
  2. Pemahaman konsep mendasar tentang proses manajemen risiko
  3. Perencanaan dan aplikasi manajemen risiko



Materi Training Manajemen Risiko

1.    Identifikasi RISK

  • Pengertian RISK
  • Market RISK, Credit RISK, Operational RISK
  • Overview pengelolaan RISK:  esensi, konsep dan framework

2.    Pengukuran RISK

  • Probabilitas frekuensi dan severitas
  • Value at RISK
  • Metode-metode pengukuran RISK: Basic Indicator Approach, Standardized Approach, Alternative Standard Approach, Advanced Measurement Approach
  • Bootstrapping  dan Simulasi Monte Carlo

3.    Manajemen risk (Manajemen Resiko)

  • Sistematika proses manajemen risk ( manajemen risiko )
  • Keorganisasian manajemen risk ( manajemen risiko )
  • Menyusun risk Management Plan
  • Penerapan manajemen risk ( manajemen risiko )

4.    Studi Kasus dan Latihan

  • Studi kasus dan latihan analisis
  • Studi kasus dan latihan penyusunan RISK MANAGEMENT PLAN & CONTROL

RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan)

Deskripsi Training RKAP

Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) merupakan salah satu alat perencanaan dan pengendalian manajemen dan sekaligus sebagai media akuntabilitas manajemen. RKAP yang disiapkan secara matang, akan banyak membantu manajemen dalam memenuhi prinsip akuntabilitas dan transparansi, namun kelemahan dalam penyiapan RKAP juga dapat mempengaruhi kredibilitas manajemen.

Perencanaan kerja dan sistem anggaran dengan kombinasi pendekatan topdown dan bottom-up, mensyaratkan perlunya pemahaman terkoordinasi antara seluruh tingkatan manajemen, sehingga pelatihan (training) penyiapan RKAP diharapkan dapat menyegarkan kembali konsep RKAP dan sekaligus mempertajam kemampuan manajemen dalam memahami mekanisme yang harus dilaksanakan dalam proses penyiapan RKAP.

Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) merupakan salah satu alat perencanaan dan pengendalian manajemen dan sekaligus sebagai media akuntabilitas manajemen. RKAP yang disiapkan secara matang, akan banyak membantu manajemen dalam memenuhi prinsip akuntabilitas dan transparansi, namun kelemahan dalam penyiapan RKAP juga dapat mempengaruhi kredibilitas manajemen.

Perencanaan kerja dan sistem anggaran dengan kombinasi pendekatan topdown dan bottom-up, mensyaratkan perlunya pemahaman terkoordinasi antara seluruh tingkatan manajemen, sehingga Training penyiapan RKAP diharapkan dapat menyegarkan kembali konsep RKAP dan sekaligus mempertajam kemampuan manajemen dalam memahami mekanisme yang harus dilaksanakan dalam proses penyiapan RKAP.

 

Tujuan Training RKAP

  • Menyegarkan kembali konsep RKAP sebagai salah satu alat utama dalam penyelenggaraan fungsi perencanaan dan pengendalian manajemen, serta sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi yang menjadi bagian dari tatakelola perusahaan yang baik.
  • Mempertajam pemahaman peserta mengenai mekanisme dan langkah-langkah penyiapan RKAP.

Materi Training RKAP

  1. Pendahuluan RKAP.
  2. Evaluasi Pelaksanaan RKAP.
  3. Strategi Perusahaan.
  4. Laporan Keuangan perusahaan.
  5. Proyeksi Kegiatan Usaha.
  6. Praktek Penyiapan RKAP dengan menggunakan program Ms Office excel

Manajemen Aset

Deskripsi Training Manajemen Aset

Aset  adalah barang atau benda yang terdiri dari benda tidak bergerak dan benda bergerak baik yang berwujud (tangible) dan tidak berwujud (intangible) yang tercakup dalam aktiva/kekayaan perusahaan. Pengelolaan Aset (kekayaan) Perusahaan merupakan hal yang sangat penting karena  untuk memantau dan menghitung serta memanfaatkannya  secara optimal. Manajemen asset berfungsi untuk informasi perjalanan asset secara keseluruhan, memuat berapa banyak aset dan biayanya, pemanfaatan, kondisi dan pemeliharaan serta lokasi penyimpanan.Hal ini juga berfungsi untuk  mencegah dari hilangnya asset, perhitungan pajak dan depresiasi.

Banyak perusahaan masih menganggap Manajemen Aset secara fisik  hanyalah sekedar instrumen pengelolaan daftar aset, serta pencatatan oleh bagian accounting. Anggapan yang kurang tepat lainnya adalah bahwa pengelolaan fisik aset sepenuhnya sudah diserahkan kepada Bagian umum , padahal baik daftar aset maupun pengelolaan aset fisik hanyalah bagian kecil dari Physical Asset Management.



Tujuan  Training Manajemen Aset

  1. Menjelaskan kepada peserta mengenai pentingnya pengelolaan aset dilakukan secara profesional dan terintegrasi.
  2. Membekali peserta terkait dengan pengelolaan aset secara terintegrasi mulai dari planning, pengadaan, verifikasi, pencatatan, layout, pergudangan, pemeliharaan, 24sistem informasi aset, serta monitoring dan evaluasi.
  3. Membekali peserta metode pengambilan keputusan dalam pengelolaan aset, sehingga lebih efisien, mengurangi pemborosan/kerugian,  mencegah hilangnya aset serta mecegah konflik karena aset.
  4. Membekali peserta implementasi sistem informasi manajemen aset di Perusahaan tempat bekerja.

Materi Training Manajemen Aset

  1. Konsep Dasar Manajemen Aset dan Ruang lingkup Manajemen Aset
  2. Perencanaan Manajemen Aset:  prosedur perencanaan kebutuhan aset  dan  penganggarannya
  3. Pengadaan Aset (Procurement): sistem dan prosedur pengadaan aset : swakelola/ outsourcing, penyimpangan dalam pengadaan, pengawasan pengadaan, formulir –formulir prosedur pengadaan.
  4. Manajemen Penggudangan Aset (Warehousing): prosedur penerimaan, verifikasi, pendistribusian dan prinsip penyimpanan aset dan formulir inventarisasi asset di Gudang.
  5. Kodifikasi dan Sistem informasi Asset: Perencanaan kodifikasi dan SIM
  6. Manajemen Keuangan Aset dan Penilaian Aset
  7. Pengukuran dan Evaluasi Aset
  8. Sumberdaya Manusia  dalam Penanganan Aset Perusahaan: Struktur Organisasi Manajemen Aset,    Pengaturan Tugas dan Wewenang Pengelolaan Aset, dan Mengatasi Konflik Terkait dengan Aset.
  9. Metode Lelang dan Penghapusan Aset
  10. Case Study : kasus-kasus riil manajemen aset di lapangan dan solusinya

Financial Instruments

Deskripsi Training Financial Instruments

Perubahan dalam regulasi dan peningkatan volatilitas di pasar modal merupakan dampak inovasi dalam instrumen keuangan dan cara-cara baru untuk untuk menyatukannya, mengurainya, dan memodifikasinya. Akan tetapi, aturan akuntansi untuk instrumen keuangan historis tidak terus berpacu dengan meningkatnya kompleksitas instrumen dan struktur keuangan transaksi. Kebanyakan instrumen keuangan seperti pinjaman, sekuritas dan derivatif yang dicatat pada biaya historis dalam neraca, kecuali simpanan yang diragukan. Beberapa skandal akuntansi dipublikasikan dengan baik, termasuk keuntungan perdagangan dari surat berharga, kerugian tak terduga derivatif, keuntungan pengakuan dimuka pada sekuritisasi pinjaman subprime, cadangan kerugian pinjaman yang tidak cukup didokumentasikan, dan pembiayaan neraca, telah memotivasi perubahan yang sedang berlangsung dalam model akuntansi.

 

Tujuan Training Financial Instruments

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta:

  • Memahami peraturan akuntansi dan perpajakan yang berkaitan dengan derivatives
  • Memahami teknik dalam mengimplementasikan accounting procedures
  • Memahami dan mengelola resiko yang berkaitan dengan transaksi derivatives

Materi Training Financial Instruments

  1. Financial Asset
  2. Cash Equivalent
  3. Investment in debts and equity securities
  4. Servicing and transfer of financial assets
  5. Financial liabilities
  6. Convertible debt and similar instruments
  7. Derivatives and hedging acivities
  8. Derivatives accounting
  9. Disclosure and derivatives
  10. Equity instruments
  11. Case Study

Manajemen Piutang (Debt Management)

Deskripsi Training Manajemen Piutang (Debt Management)

Manajemen piutang merupakan sebuah aktivitas mendata, mengumpulan dan menagih piutang milik perusahaan ditangan buyer. Pengelolaan piutang yang kurang baik berdampak negatif pada arus kas perusahaan bahkan resiko terburuk adalah kebangkrutan perusahaan. Dengan kemampuan menganalilis dan memanajemen piutang dengan baik maka dapat mempengaruhi kinerja perusahaan semakin membaik dan arus kas menjadi sehat. Pelatihan ini merupakan program untuk meningkatkan kemampuan mengelola piutang serta memaksimalkan informasi keuangan perusahaan.

 

Tujuan Training Manajemen Piutang (Debt Management)

Setelah melakukan pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  • Memahami arti penting pengelolaan piutang
  • Mengetahui teknik mencegah piutang tidak terbayar
  • Mengetahui teknik menagih piutang dengan efisien
  • Mampu menganalisis dan mengelola piutang

Materi Training Manajemen Piutang (Debt Management)

  1. Pengertian Piutang dan Dampaknya Kepada Arus Kas
  2. Manajemen arus kas
  3. Manajemen piutang
  4. Manajemen penagihan: langkah-langkah terstruktur melakukan penagihan
  5. Manajemen & Analisa Kebijakan Kredit
  • Standar Kredit
  • Penilaian Kredit dengan 5-C
  • Analisa Informasi Kredit
  • Kriteria Kredit DagangPenilaian Perubahan Kebijakan Kredit

6. Pendekatan Pola Pembayaran

  • Praktek Umum Perusahaan
  • Penjualan Harian
  • Daftar Umur Piutang Dagang /Ageing
  • Permasalahan-permasalahan

7. Pengelolaan Piutang  Untuk Menaikkan  Pendapatan

  • Penanganan Piutang
  • Pertimbangan Investasi dalam Tagihan
  • Penggunaan Referensi

8. Surat  Penagihan

  • Cara Menulis Surat Tagihan
  • Menulis Surat Tagihan yang Baik

9. Surat  Peringatan

  • Urutan Penulisan Surat Peringatan Atas Tagihan yang Tertunggak
  • Contoh Surat Peringatan Pertama sampai dengan Peringatan Terakhir

 

Analisis Laporan Keuangan Untuk Staff

Deskripsi Training Analisis Laporan Keuangan Untuk Staff

Pelatihan materi ini memberikan gambaran secara rinci mengenai: 1) arti penting analisis laporan keuangan, 2) manfaat analisis laporan keuangan, 3) cara-cara menganalisis dengan rasio-rasio keuangan dan trend, 4) bagaimana cara membuat sumber dan penggunaan dana, 5) bagaimana cara membuat laporan aliran kas, 6) bagaimana cara membuat ramalan kas dan laporan keuangan, dan 6) analisis break-even.

 

Tujuan Training Analisis Laporan Keuangan Untuk Staff

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat:

  1. Memahami arti penting analisis laporan keuangan
  2. Memahami manfaat yang dapat diperoleh dari analisis laporan keuangan
  3. Melakukan analisis dengan menggunakan rasio-rasio keuangan
  4. Melakukan analisis dengan analisis trend
  5. Membuat laporan sumber dan penggunaan dana
  6. Membuat laporan aliran kas
  7. Membuat analisis break-even.

 

Materi Training Analisis Laporan Keuangan Untuk Staff

  1. Arti pentingnya Analisis Laporan Keuangan
  • Laporan keuangan
  • Manfaat Analisisi Laporan Keuangan
  • Benchmarking
  1. Analisis Rasio-Rasio
  • Rasio Likuiditas
  • Rasio Leverage
  • Rasio Aktivitas
  • Rasio Profitabilitas
  1. Analisis Trend
  • Analisis Common Size
  • Analisis Index
  • AnalisisMusiman
  1. Analisisi Sumber dan Penggunaan Dana
  • Jenis-jenis sumber dan penggunaan dana
  • Formulai sumber dan penggunaan dana
  • Penyesuaian Analisis Sumber dan Penggunaan Dana
  1. Laporan Aliran Kas
  • Aliran kas aktivitas operasi
  • Aliran kas aktivitas investasi
  • Aliran kas aktivitas pendanaan
  1. Peramalan aliran kas dan laporan keuangan
  • Peramalan aliran kas masuk
  • Peramalan aliran kas keluar
  • Peramalan neraca dan laporan laba rugi
  1. Pemanfaat table dan diagram dalam analisis laporan keuangan
  2. Pelaporan keuangan untuk eksternal dan internal audit serta kesesuaiannya dengan PSAK dan IFRS
  3. Analisis Break-Even
  • Penentuan break even
  • Pembuatan Grafik Break Even
  • Margin on Safety
  • Break-even apabila ada perubahan-perubahan faktor

FINANCE FOR NON FINANCE

DESKRIPSI TRAINING FINANCE FOR NON FINANCE 

Manajemen Keuangan (Financial Management) adalah satu pengetahuan (knowledge) yang sangat penting dalam kegiatan di perusahaan. Oleh karena itu para eksekutif (Direktur dan Komisaris) yang kegiatannya memiliki hubungan erat dengan proses keuangan perusahaan perlu memiliki pemahaman tentang manajemen keuangan.

Bagi para eksekutif yang memiliki latar belakang pendidikan di luar bidang ekonomi       (keuangan) sering kali mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dan memahami istilah-istilah teknis dalam bahasa keuangan, padahal, semua masalah fungsional selalu berkaitan dengan keuangan.


TUJUAN TRAINING FINANCE FOR NON FINANCE 

Sesudah mengikuti pelatihan ini, diharapkan peserta akan:

  1.  Memahami fungsi penting manajemen keuangan sebagai subsistem di perusahaan;
  2. Memiliki kerangka tentang pengelolaan dana operasional dan kelayakan investasi;
  3. Mampu memanfaatkan informasi keuangan untuk keputusan manajerial;
  4. Memiliki kesatuan bahasa dalam konteks keuangan sebagai bahasa perusahaan.

OUTLINE TRAINING FINANCE FOR NON FINANCE 

1.  MANAJEMEN  KEUANGAN (FINANCIAL MANAGEMENT)

  • Ruang lingkup Manajemen Keuangan
  • Tugas dan Fungsi Manager Keuangan.
  • Arus Keuangan sebagai urat nadi perusahaan
  • Karakteristik Pendapatan & Biaya, Penerimaan & Pengeluaran, Investasi & Biaya Operasional

2. MEMAHAMI LAPORAN  KEUANGAN (UNDERSTANDING OF FINANCIAL STATEMENT)

  • Laporan Keuangan sebagai end result seluruh kegiatan perusahaan;
  • Pendapat (Opini) Akuntan Publik pada Laporan Keuangan dan Dampaknya;
  • Laporan Keuangan Pokok :
    1.   Laporan Laba Rugi Komprehensif.
    2.  Laporan Posisi Keuangan (Neraca).
    3. Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement).
    4.  Laporan Perubahan Ekuitas.
    5. Catatan Atas Laporan Keuangan.
  • Market Value VS Book Value.
  • Accounting Income VS Economic Income.

3. MENGEVALUASI  KINERJA   PERUSAHAAN  (EVALUATING FINANCIAL PERFORMANCE)

  • Laporan Keuangan sebagai Indikator Posisi, Prestasi, dan Pertumbuhan Perusahaan (Company Growth).
  • Sistematika Analisa dengan Berbagai Tolok Ukur Keuangan
  • Manfaat dan Kendala Analisa Konvensional.
  • Penilaian Kinerja Keuangan (Evaluating Financial Performance)
    1. Provitability Ratio.
    2. Liquidity Ratio.
    3.  Leverage Ratio.

4. MANAJEMEN MODAL KERJA (WORKING CAPITAL MANAGEMENT)

  • Modal Kerja sebagai alat Perencanaan Likuiditas & Profitabilitas
  • Kegiatan Operasional sebagai unsur Penentu Kebutuhan Modal Kerja
  • Keterlibatan seluruh Manajer dalam penentuan Modal Kerja

5. MENGANALISA PENGANGGARAN MODAL (CAPITAL BUDGETING ANAYSIS)

  • Pola pikir strategis (jangka panjang) dalam pertimbangan investasi
  • Alternatif Investasi: Beli, Bangun, Sewa, Replacement, dll.
  • Proyeksi Cashflow dan Penerapan Time Value of Money
  • Sistematika Analisa Penilaian Kelayakan
  • Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) dan Payback Period (PP) dan Economic Value Added (EVA)

6. MENGANALISA BIAYA (COST ANALYSIS)

  • Fixed VS Variable Cost.
  • Break Event Point (BEP) Analysis.
  • Contribution Margin Analysis.
  • Traditional Cost Accounting.
  • Activity Based Costing.

Fraud Investigation

Latar  Belakang

Kecurangan (Fraud) dapat  terjadi kapan saja dan di organisasi (perusahaan) mana saja. Pengetahuan tentang fraud tidak hanya perlu diketahui oleh Auditor saja, namun perlu juga diketahui oleh pihak-pihak terkait seperti Komite Audit dan Manajemen Operasional yang terkait dengan penanganan fraud. Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, maka diperlukan pemanfaatan teknologi dalam pencegahan, pendeteksian dan penginvestigasian fraud. Dalam rangka mengantisipasi hal tersebut, maka baik Auditor maupun manajemen operasional sudah seyogianya meningkatkan kemampuan dalam mendeteksi dan mencegah timbulnya fraud tersebut serta mencari solusi terbaik agar fraud tidak terjadi. Apabila memang terjadi fraud, maka para Auditor dapat melaksanakan audit forensic (forensic auditing)  untuk membuktikan adanya fraud dan mengetahui modus operandi para pelaku fraud. Hal yang tidak kalah penting adalah perlu dibangun budaya yang anti fraud dan etika bisnis yang berlandaskan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Tujuan Workshop

Setelah mengikuti workshop ini, peserta diharapkan  dapat :

  •    Memahami faktor-faktor / penyebab timbulnya fraud.
  •   Memahami dan mampu melaksanakan pencegahan kecurangan (fraud prevention) dan pendeteksian kecurangan (fraud detection).
  •  Memahami  pemanfaatan teknologi dalam program pencegahan, pendeteksian & penginvestigasian kecurangan (prevention, detection & investigation of fraud program).
  • Memahami jenis-jenis  dan modus operandi fraud.
  •  Memahami  bagaimana pelaksanaan audit forensik oleh auditor dalam audit kecurangan (fraud audit).
  • Memahami bagaimana membangun budaya Perusahaan dan etika bisnis yang berlandaskan prinsip-prinsip GCG.

Materi  Workshop

1.  FRAUD : THE OVER VIEW

  •  Terminologi Fraud.
  • Fraud Triangle
  • Pihak-Pihak yang Terlibat Fraud.
  • Faktor-Faktor yang Mendorong Terjadinya Fraud.
  •  Faktor-Faktor yang Dapat Mempengaruhi Terjadinya Fraud.
  • Usaha Mengurangi Fraud.
  • Symtomps.
  • Warning Sings.

2. FRAUD PREVENTION

  • Penyusunan Sistem Control
  • Faktor-Faktor Kegagalan Mencegah Fraud
  • Teknik Pencegahan Fraud
  • Teknik Pengendalian
  • Peran Serta Pegawai
  • Hiring Decision

3. FRAUD DETECTION

  • Teknik Mendeteksi Fraud.
  • Audit Fraud.
  • Aspek Hukum.
  • Interview.

4. PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  • Audit dengan Teknologi Informasi.
  • Sistem Pengamanan Jaringan dan Komputer.
  • Internet.

5. JENIS DAN MODUS OPERANDI FRAUD

  • Korupsi (Corruption)
  • Penyalahgunaan Asset (Misappropriation of Asset).
  • Kecurangan pelaporan keuangan(fraudulent financial reporting).
  • Kecurangan Komputer (Computer Fraud).

6. FORENSIC AUDITING

  • Aksioma dalam Forensic Auditing.
  • Akuntansi Forensic (Forensic Accounting)
  • Teknik audit forensik.
  • Pembuktian & Kesaksian.
  • Laporan Hasil Audit.
  •  Peran Forensic Accountant dalam keberhasilan Forensic Auditing.

7. MEMBANGUN BUDAYA DAN ETIKA BISNIS

  • Ethics Awareness.
  • Managing values.
  •  The moral compas.
  • Prinsip-prinsip GCG.

8. FORENSIC AUDITING : CASE STUDY